P. 1
materi

materi

|Views: 513|Likes:
Published by Bambang Sulistyo

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Bambang Sulistyo on Feb 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

BAB I PENDAHULUAN

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan media bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan dasar profesi. Pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Praktik Pengalaman Lapangan diaplikasikan dalam bentuk praktik mengajar dan kegiatan edukasional lainnya di lembaga sekolah. Berdasarkan cetusan Undang-undang profesi yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tanggal 6 Dersember tahun 2005 guru ditetapkan sebagai profesi. Dengan demikian pekerjaan guru selain harus mempunyai nilai tawar yang tinggi seperti profesi dokter dan professional lainnya, guru harus mempunyai kompetensi yang dapat diandalkan. Praktik Pengalaman Lapangan yang dilakukan mahasiswa merupakan salah satu wadah agar mahasiswa mendapatkan pengalaman profesi yang dapat diandalkan. Dalam PPL mahasiswa akan dihadapkan pada kondisi riil aplikasi bidang keilmuan, seperti; kemampuan mengajar, kemampuan bersosialisasi dan bernegosiasi, dan kemampuan manajerial kependidikan lainnya.

1. RASIONAL PENGAJARAN MIKRO Secara luas pendidikan adalah mencakup proses hidup dan segenap interaksi individu dengan lingkungannya baik secara formal, non formal dan informal dalam rangka mewujudkan dirinya sesuai dengan tahapan tugas perkembangan secara optimal. Dalam konsep yang lebih luas pendidikan merupakan suatu proses interaksi belajar mengajar dalam suatu bentuk formal atau yang lebih dikenal dengan proses pengajaran (Instructional). Dalam konteks ini, guru berperan sebagai perencana (planner), pelaksana (organizer) dan penilai (evaluator).
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

29

Dalam peranannya sebagai perencana, seorang guru harus mempersiapkan apa dan bagaimana proses belajar mengajar akan berlangsusng. Sebagai pelaksana guru harus bisa menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana. Ia juga bertindak sebagai manusia sumber (resourcer), konsultan, pemimpin (leader) yang bijaksana selama proses belajar berlangsung. Sebagai penilai guru harus mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan, dan memberikan pertimbangan (Judgement) atas keberhasilan proses belajar mengajar. Menurut pengertian mutakhir, mengajar merupakan suatu perbuatan yang komleks, perhatikan deskripsi sebagai berikut: a. Kelas adalah tempat yang penuh dengan kesibukkan dan rumit (kompleks), umpamanya guru harus mengenal siswanya sebelum meyampaikan bahan, merumuskan tujuan yang ingin dicapai selama pertemuan itu, memilih bahan apa yang ingin diberikan, metode dan media mana yang dapat membantu memperjelas pengertian yang masih bersifat umum dan abstrak, yang dapat mendorong para siswa belajar memperhatikan, berani bertanya dan sebagainya. Karena ramainya “lalu lintas kegiatan “ guru sulit menelusuri segala sesuatu yang sedang berlangsung di dalam kelas guna perbaikan mengajar selanjutnya.
b.

28

Interaksi guru dengan siswa yang beraneka ragam dan tingkatannya mengakibatkan terbatasnya waktu guru untuk merefleksikan bagaimana pengaruh tingkah lakunya terhadap belajar siswa. Selama pelajaran berlangsung, guru sulit menentukan pola tingkah laku yang mana yang berpengaruh positif terhadap belajar siswa. Umpamanya: gaya mengajar mana yang dapat membantu kejelasan konsep selama ini? Media dan metode mana yang tepat untuk dipakai dalam menyajikan suatu bahan sehingga dapat membantu mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar? Humor mana yang kena dengan situasi yang bagaimana?

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

c. Khusus bagi guru muda dan mahasiswa calon guru, karena kurangnya pengalaman mempelajari segi-segi tingkah laku siswa, kurang pengalaman dalam mengadakan interaksi dengan siswa, kurang pengalaman memusatkan dan menganalisis tingkah laku sendiri.
d.

Profesi guru yang bersifat sendiri (the lonely profession) berarti bahwa segala permasalahan yang muncul harus dapat dipecahkan oleh guru itu sendiri. Dengan kata lain, pada waktu mengajar apabila ada hal-hal yang harus dijawab oleh guru, tentu saja guru itu tidak akan meninggalkan kelas untuk mencari jawaban melalui teman sejawatnya.

Berdasarkan uraian diatas, jelaslah bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang sangat kompleks. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tersebut terdapat beberapa factor yang penting yang sangat mempengaruhi proses dan hasil kegiatan belajar mengajar. Adapun factor-faktor tersebut adalah tujuan, guru, siswa, bahan ajar, strategi, dan metode yang diterapkan serta penilaian. Kompleksitas kegiatan mengajar tersebut jika ditinjau dari segi guru adalah dengan adanya tuntutan kemampuan personal, professional, dan social cultural secara terpadu dikelas. Kemampuan professional adalah kemampuan penyesuaian materi dan metode, teori dan praktek secara integrative (terpadu) dfalam berinteraksi dengan siswa, serta dituntut adanya unsure seni, ilmu, teknologi, pemilihan nilai-nilai, sikap dan keterampilan dalam proses belajar mengajar dalam upaya pemberian pengalaman belajar kepada peserta didiknya. Dalam proses belajar mengajar, hal-hal yang perlu dilakukan guru antara lain adalah sebagai berikut: a. Menguasai materi ajar b. Menarik perhatian murid dalam mengajar
FKIP-UNBARA | Micro Teaching 29

c. Menentukan tujuan pelajaran d. Memilih metode (strategi mengajar) e. Membuat alat peraga f. Merencanakan/ meyusun situasi kelas g. Membuat alat penilaian Walaupun kegiatan belajar mengajar sangat kompleks terutama bagi calon guru akan tetapi ketrampilan tersebut dapat dilatihkan dan dipelajari. Latihan-latihan yang dilakukan menggunakan pendekatan pengajaran mikro (mikro teaching Approach). Dengan pendekatan ini akan didapatkan feedback kepada calon guru, sebatas mana ketrampilan mengajarnya. Hal ini sekaligus menjadi pertimbangan (rasional). Tentang perlunya pengajaran mikro sebagai berikut:
a.

Berdasarkan program pendidikan guru tradisionl, Setelah mahasiswa lulus teori langsung mereka praktik mengajar. Praktik mengajar dilaksanakan langsung di sekolah latihan , tanpa menjalani latihan terlebih dahulu dikampus.

b.

c. Sejak tahun 50- an pendekatan seperti ini telah mendapat kritik dengan alasan sebagai berikut:
-

Pendekatan terlalu filosofis, teoritis dan abstrak. Bimbingan dalam latihan kurang efektif dan efisien dan pembimbing kurang terlatih. Feedback yang diberikan kutang objective dan tidak segera diberikan. Situasi kelas biasa kurang memberikan kesempatan kepada calon guru untuk reteach.

28 -

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

- Mengajar itu sendiri sangat komleks dan prosesnya harus betul – betul dikausai oleh calon guru.
d.

Sejak tahun 1963 beberapa ahli dari Stanford University (California) telah mengembangkan suatu teknik latihan yang disebut Pengajaran Mikro (Mikro Teaching).

2. ASUMSI YANG MENDASARI PENGAJARAN MIKRO a. Pada umumnya guru tidak dilahirkan, tapi dapat dibentuk (Most teacher are not born, but are built). b. Keberhasilan seseorang untuk menguasai hal-hal yang sangat komlpleks, sangat ditentukan oleh keberhasilannya dalam menguasai hal-hal yang lebih sederhana.
c.

Dengan menguasai terlebih dahulu komponen-komponen keterampilan mengajar, akan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang bersifat kompleks tersebut.

d. Dengan menyederhanakan situasi latihan ,perhatian dapat dipusatkan kepada pembinaan keterampilan tertentu dalam mengajar.
e.

Dalam latihan yang terbatas, calon guru lebih mudah mengontrol tingkah lakunya. Dengan menyederhanakan latihan, lebih meungkinkan untuk mengadakan observasi secara sistematis dan objektif serta pencatatan yang lebih teliti. Hasilnya dapat digunakan oleh calon guru sabagai input untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah diketahui.
29

f.

g.

3. PENGERTIAN PENGAJARAN MIKRO
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

Beberapa pengertian pengajaran mikro antara lain adalah sebagai berikut” a. Pengajaran mikro adalah suatu konsep latihan yang dapat dipakai dalam berbagai tahap pengembangan profesi tenaga kependidikan, baik untuk pendidikan dalam jabatan (in service training) maupun untuk pendidikan prajabatan (pre-service training). Tata pelaksanannya disederhanakan sehingga dapat mengurangi kerumitan yang lazim terdapat di dalam kelas. Dan guru memperoleh umpan balik secara langsung atas penampilannya (Allen C dan K Ryan dikutip oleh JJ Hasibuan 1994:4).
b.

Pengajaran mikro merupakan suatu teknik dan prosedur latihan mengajar, dimana komponen-komponen belajar mengajar dimikrokan (disederhanakan). Pengajaran mikro merupakan suatu metode latihan penampilan mengajar dengan mengisolasikan bagianbagian (komponen-komponen) yang etrdapat dalam proses belajar mengajar.

c.

Secara sederhana pengajaran mikro dapat didefenisikan sebagai belajar tentang mengajar (leraning to teach) atau mengajar tentang mengajar (teach to teach) dimana tugas dan manfaatnya agar calon guru mengetahui tentang apa mengajar dan bagaimana mengajara itu, melalui prosedur latihan. Adapun manfaat pengajaran mikro tersebut antara lain sebagai berikut: Menanggulangi tradisional.
a. 28 b. c.

kelemahan

praktik

keguruan

Penampilannya lebih baik dalam praktik keguruan. yang tidak

Lebih terampil dari mahasiswa melakukan pengajaran mikro.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

d. e.

Mempunyai nilai tinggi dalam praktek keguruan. jauh

Interaksi calon guru dengan siswa menjadi lebih baik.

BAB II KOMPONEN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN

Sebagaimana telah dikemukakan pada pendahuluan diktat ini, bahwa mengajar yang kompleks itu dapat diuraikan dalam beberapa komponen kegiatan (keterampilan) yang dapat dilatihkan dan dikuasai oleh calon guru. Pada uraian berikut ini akan dikemukakan beberapa komponen keterampilan dalam pengajaran mikro tersebut serta balikan dari siswa/rekan sesama calon guru berupa lembaran observasi setelah metode pengajaran ini diterapkan dalam kelas.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching 29

1.

Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

A. Membuka Pelajaran Dalam situasi proses belajar mengajar pada umumnya, kegiatan rutin yang dilakukan guru adalah menertibkan siswa, mengisi daftar hadir, menyampaikan pengumuman, menyiapkan alat-alat pengajaran dan buku-buku yang akan dipakai dan pada akhir kegiatan memberikan tugas atau pekerjaan rumah. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tersebut apakah kegiatan membuka dan menutup pelajaran? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pahamilah beberapa pengertian dan tujuan keterampilan membuka dan menutup pelajaran berikut ini.

Pengertian Membuka pelajaran:
1.

Adalah suatu usaha atau kegiatan guru dalam setting belajar mengajar untuk menciptakan pra kondisi murid agar dapat digiring atau terlibat (involve) dengan kondisi kegiatan mendatang.

2. Atau guru menciptakan kondisi murid, agar perhatiannya terpusat pada apa yang akan dipelajari sehingga usaha tersebut dapat memberikan dampak yng positif terhadap kegiatan belajar. 3. Kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana siap mental dan untuk menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada pelajaran.

Tujuan membuka pelajaran:
28

1. Menyiapkan mental dan memusatkan perhatian siswa terhadap apa yang akan dipelajari. 2. Menimbulkan minat tertentu kepada pelajaran yang akan diberikan.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

3. Siswa tahu batas-batas tugas yang akan dikerjakan. 4. Siswa mengetahui hubungan antar pengalaman yang telah dikuasai dengan hal-hal yang baru yang akan dipelajari/yang belum dikenal. 5. Siswa mengetahui tingkat keberhasilannya dalam mempelajari pelajaran, sedangkan guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan mengajarnya.

Langkah-langkah membuka pelajaran: 1. Menarik perhatian sdengan cara: a. b.
c.

Variasi gaya mengajar guru

Mempergunakan berbagai macam media pengajaran Variasi pola interaksi: Misalnya: - Guru menerangkan dan mengajukan pertanyaan, siswa mendengarkan dan menjawab pertanyaan.
-

Guru berdemonstrasi, siswa mengamati. Guru memberikan tugas kemudian mengawasinya. dan atau diskusi

2. Menimbulkan motivasi.
a.

29

Ramah, antusias, bersemangat dan hangat.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

b. Rasa ingin tahu, ide yang berbeda, dsb.

c. Sesuai minat siswa

3. Member acuan: a. Mengemukakan tujuan dan batas pelajaran. b. Menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh. c. Mengajukan pertanyaan. d. Mengingatkan dibahas. masalah pokok yang akan

4. Membuat kaitan antara bahan lama dengan bahan yang akan diajukan.
a.

Membuat kaitan dengan antar aspek yang relevan. akan

b. Membandingkan/mempertentangkan pengetahuan lama dengan yang disajikan (appersepsi).

5. Menjelaskan konsep atau pengertian terlebih dahulu sebelum bahan pelajaran dibrikan secara rinci.

B. Menutup Pelajaran

Pengertian menutup pelajaran.
28

Menutup adalah usaha / kegiatan guru dalam mengakhiri pelajaran, sehingga murid memperoleh gambaran yang jelas tentang apa yang baru saja di pelajari.

Komponen-komponen menutup pelajaran:
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

1. Meninjau kembali hal yang telah dipelajari dengan cara: a. merangkum inti ppelajaran bersama siswa. b. membuat ringkasan.

2. Mengevaluasi dengan cara: a. mendemonstrasikan dipelajari. keterampilan yang telah

b. mengaplikasikan konsep-konsep dan ide-ide baru. c. mengerjakan soal-soal tertulis mengenai apa yang sudah dipelajari.

Cara lain menutup, pelajaran dapat dilakukan dengan cara berikut :
-

Review closure ( menutup pelajaran dengan mengulas). Transfer closure menghubungkan). (menutup pelajaran dengan

29

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

BAB III KETERAMPILAN VARIASI STIMULUS

A.

Pengertian Variasi stimulus diartikan sebagai perbuatan guru dalam konteks belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi kebosanan siswa, sehingga siswa selalu memberikan perhatian, ketekunan, keantusiasan dan peran aktifnya dalam belajar.

28

B.

Prinsip-prinsip pengguanaan variasi

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

1. Variasi hendaknya digunakan dengan maksud tertentu, relevan dengan tujuan dan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. 2. Pemakaian variasi disini hendaklah alam batas yang wajar dan beragam.
3.

Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan, sehingga tidak merusak perhatian siswa dan tidak mengganggu pelajaran.

4. Variasi hendaknya direncanakan secara baik dan luwes.

C.

Tujuan/Manfaat 1. Memelihara dan meningkatkan perhatian siswa dalam belajar. 2. Meningkatkan motivasi dan rasa ingin tahu siswa melalui kegiatan penelitian dan percobaan. 3. Menumbuhkan sikap positif terhadap guru. 4. Memungkinkan siswa mendapat pelayanan secara individual sehingga member kemudahan dalam belajar. 5. Meningkatkan kadar CBSA.

Aspek-aspek dalam variasi stimulus. 1. Gaya mengajar guru. Dari segi gaya mengajar aspek-aspeknya antara lain :
a.

Gerak badan dan mimik.

b. Pemusatan perhatian. c. Kesenyapan/diam sejenak.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

29

d. Tekanan kata. e. Variasi suara.

2. Media dan bahan-bahan pengajaran : variasi media dan bahan pengajaran antara lain : a. Suara guru, gambar, model, bagan. b. Rekaman suara, benda asli, dsb. c. Taktil guru (gerakan tangan).

3.

Pola interaksi dalam kelas: a. Siswa mandiri (siswa sebagai pusat kegiatan). b. Berdiskusi ( kelompok sebagai pusat kegiatan) c. Mengaktifkan siswa kedepan.
d.

Aktivitas siswa dan guru.

e. Guru dengan individu siswa.

D.

Komponen-komponen dalam variasi stimulus. 1. Variasi suara : a. Keras ………. Lemah b. Cepat ………. Lambat c. Tinggi ……… rendah d. Besar ………. Kecil

28

2. Pemusatan perhatian: a. Verbal ………. Kata-kata b. Isyarat ………. Tangan
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

c. Media ………. Model, gambar, dll. 3. Kesenyapan/diam sejenak. Guru berhenti sejenak secara tiba-tiba untuk meminta perhatian siswa.

4. Kontak pandang Meningkatkan hubungan guru dengan siswa dengan menghindarkan hal-hal yang impersonal.
5.

Gerak badan/mimik :misalnya : perubahan exressi wajah, gerakan kepala, dan badan.

6. Perubahan posisi guru : Bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa. 7. Varisi menggunakan media dan bahan pengajaran: a. Media/bahan pengajaran auditif. b. Media/bahan pengajaran visual. c. Media/bahan pengajaran yang dapat disentuh. 8. Variasi dan pola interaksi dengan kegiatan siswa: a. Guru sebagai pusat kegiatan atau siswa sebagai pusat kegiatan. b. Guru dengan kelas, guru dengan kelompok atau guru dengan individual siswa.

E. Prinsip-prinsip dalam pengadaan variasi stimulus. a. Relevan dengan tujuan pelajaran dan karakteristik siswa.
b. 29

Lancar dan berkesinambungan.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

c. Flexible dan spontan (sesuai dengan situasi proses belajar mengajar).

BAB IV KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN (RE-INFORCEMENT). A. Pengertian. Guru memberikan respon positif terhadap tingkah laku siswa. Hal ini perlu dilakukan guru agar siswa dapat aktif dalam belajar. B. Tujuan. 1. Meningkatkan perhatian siswa. 2. Melancarkan/mempermudahkan mengajar.
28

proses

belajar

3. Membangkitkan/mempertahankan motivasi siswa. 4. Mengontrol/mengubah sikap siswa. 5. Mengarahkan cara berfikir tingat tinggi.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

C.

Komponen-komponen yang terdapat dalam penguatan tersebut: 1. Penguatan secara verbal: Berupa kata-kata: ya, bagus, betul, tepat sekali, dan lain-lain. Berupa kalimat: pekerjaanmu, jalan pikiranmu bagus, saya setuju dengan pendapatmu itu, bagus teruskan usahamu. 2. Penguatan secara gestural: Diberikan dalam bentuk mimik, gerakan, senyuman, kerlingan mata, tepuk tangan, anggukan kepala, menaikkan jempolan, dsb. 3. Penguatan secara mendekati siswa: Mendekati siswa untuk menyatakan terhadap pekerjaannya, duduk dalam diskusi siswa, dsb. 4. Penguatan dengan sentuhan: Dengan menepuk-nepuk pundak siswa, menjabat tangan siswa, mengangkat tangan siswa, dsb.
5.

perhatian kelompok

Penguatan dengan menyenangkan:

memberikan

pekerjaan

yang

Meminta siswa untuk membantu temannya, meminta untuk memimpin suatu kegiatan, dsb. 6. Penguatan dengan member tanda/hadiah. Memberikan benda atau hadiah sebagai penghargaan atas pekerjaan siswa, memberikan komentar di dalam buku tulis siswa, dsb.
29

D. Cara memberikan penguatan. 1. Penguatan tertentu. harus jelas ditujukan kepada siswa

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

2. Dapat juga diberikan kepada kelompok siswa. 3. Penguatan diberikan segera tingkah laku yang diharapkan. setelah munculnya

4. Memberikan penguatan kepada sebagian siswa, jika siswa menjawabnya tak penuh.

E. Prinsip penggunaan penguatan.
1.

Bermakna (berhubungan penampilannya).

dengan

tingkah

laku

2. 3.

Kehangatan (dalam bentuk mimik, gerak, dsb). Hindarkan penggunaan respon yang negatif.

28

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

BAB V KETERAMPILAN BERTANYA

Dalam kegiatan sehari-hari tujuan bertanya adalah untuk mengetahui atau mendapatkan informasi. Dalam situasi belajar mengajar tujuan guru bertanya pada siswa tentunya dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa. Seringkali dalam proses belajar mengajar kita temui menjawab pertanyaan guru, siswa salah paham, salah tafsir sehingga menghasilkan jawaban yang salah, jawaban yang tidak tepat/salah belum tentu siswa tidak mengetahui materi melainkan tidak mengerti pertanyaan guru. Dalam proses belajar mengajar guru perlu menguasai keterampilannya bertanya, agar hasil belajar lebih baik dan dapat mengadakan tanya jawab dengan siswa. Guru yang terampil bertanya adalah guru yang mengetahui apa yang ingin diketahui siswanya dengan sebaik-baiknya, mudah dipahami dan tidak salah tafsir. A. Rasional. 1. Mengajukan pertanyaan yang baik sama dengan mengajar yang baik. 2. Dengan memberikan pertanyaan membimbing siswa dalam mengajar.
3.

berarti sama

guru dengan

Pendapat J. Dewey: “bertanya menyuruh orang berpikir”.

B. Pengertian keterampilan bertanya. Ada beberapa pengertian keterampilan bertanya, yang antara lain sebagai berikut:
29

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

1.

Bertanya merupakan ucapan verbal, meminta siswa memberikan respon. dapat berupa

2. Respon yang diberikan siswa pengetahuan atau hasil pemikiran.

C. Tujuan guru bertanya. 1. Menimbulkan motivasi bagi siswa. 2. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu.
3.

Untuk memusatkan perhatian.

4. Untuk melatih keterampilan berpikir siswa. 5. Mendiagnosis kesulitan belajar siswa. 6. Untuk mengukur tingkat pemahaman murid. 7. Untuk mengaktifkan serta memproduksikan siswa dalam belajar.

D. Komponen-komponen dalam keterampilan bertanya. 1. Pemberian acuan: mula-mula informasi dari guru, kemudian guru mengajukan pertanyaan. 2. Jelas dan singkat: agar pertanyaan mudah dipahami oleh siswa.
3.

Pemusatan: mula-mula dengan memberikan pertanyaan yang luas (terbuka) kemudian mengubahnya menjadi pertanyaan yang sempit. Pindah giliran: untuk melengkapi jawaban, diminta iswa lain untuk menjawab pertanyaan yang sama.

28

4.

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

5. Penyebaran pertanyaan. Dilakukan secara merata dengan maksud untuk mengaktifkan siswa terlibat dalam kegiatan belajar.
6.

Pemberian waktu berfikir sejenak: dilakukan untuk mendapatkan jawaban yang lebih baik. Pemberian tuntunan: bila siswa mengalami kesukaran menjawab, guru dapat menukar pertanyaan dengan bentuk/cara lain (misalnya: dengan pertanyaan yang lebih sederhana).

7.

8. Pelacakan: mengembangkan pertanyaan, makin lama makin sukar, disini guru harus memberikan bimbingan, agar tanggapan anak tidak keluar dari topic yang dibicarakan. Teknik-teknik melacak: 1. Klarifikasi. 2. Meminta siswa memberi alasan. 3. Meminta kesepakatan pandangan. 4. Meminta ketepatan jawaban. 5. Minta jawaban yang relevan. 6. Meminta jawaban yang relevan. 7. Meminta contoh. 8. Meminta jawaban yang lebih kompleks.

9. Pengubahan: maksudnya pertanyaan dilaksanakan dari tingkat rendah ketingkat tinggi (Hirarki pertanyaan dari BLOOM). Hal-hal yang perlu diperhatikan guru mempergunakan keterampilan bertanya: 1. Jangan memancing jawaban serentak.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

dalam

29

2. Jangan bertanya secara langsung dan berurutan. 3. Jangan mengulangi jawaban siswa, karena akan membuang waktu. 4. Jangan mengulangi pertanyaan sendiri. 5. Jangan menyebutkan bertanya. nama siswa, sebelum

6. Jangan menjawab pertanyaan sendiri. 7. Jangan mengajukan pertanyaan ganda.

E. Klasifikasi pertanyaan. (menurut Taxonomi BLOOM). 1. Pendahuluan. Peranan Tanya jawab memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar: a. Kegiatan belajar mengajar dan bertanya merupakan dua kegiatan yang secara integral selalu berkaitan. b. Untuk menjadi guru yang efektif, guru harus dapat menjadi penanya yang efektif. Pertanyaanpertanyaan itu mempunyai karakteristik dan fungsi yang berbeda yang dapat menciptakan tingkatan yang berbeda pula.

2. Macam-macam pertanyaan. Menurut Taxonomi BLOOM ada 6 macam ingkatan pertanyaan:
28

a. Tingkatan yang lebih rendah:
1. 2.

Pertanyaan pengetahuan (knowledge). Pertanyaan pemahaman (comprehension).

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

3.

Pertanyaan aplikasi (application). Disamping itu ada 2 tipe pertanyaan yang lebih rendah tibngkatannya yaitu:
a.

Pertanyaan pemenuhan (compliance question) pertanyaan ini menuntut jawaban, hanya sekedar respons. Contoh: tidak dapatkah kalian duduk denga tenang?

b.

Pertanyaan retoris (rhetorical question), pertanyaan ini juga tidak menuntut jawaban, karena guru telah menjawab sendiri pertanyaan tersebut. Contoh: dua ditambah dua menjadi empat, bukan?

b. Tingkatan yang lebih tinggi.
1. 2. 3.

Pertanyaan analisis (analysis). Pertanyaan sintesis (synthesis). Pertanyaan evaluasi (evaluation).

3. Macam-macam BLOOM.

tingkatan

pertanyaan

menurut

a. Pertanyaan pengetahuan (knowledge = K). Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengungkapkan pengetahuan siswa tentang fakta, kejadian, definisi, dan sejenisnya. Ada dua jenis pertanyaan ini: 1. Pertanyaan yang meminta jawaban “Ya” atau “Tidak”, contohnya: apakah M. Syafe’I yang mendirikan INS kayu tanam?pertanyaan ini tidak menuntut siswa berfikir secara mendalam.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching 29

2. Pertanyaan yang meminta jawaban dengan memproduksikan (merecal) satu kata, istilah, kalimat, dan sebagainya. Contoh : siapa pendiri INS kayu tanam? Beberapa kata yang sering digunakan untuk pertanyaan ini antara lain, siapa, apa, dimana, dan bilamana? b. Pertanyaan pemahaman. (comprehension = C). 1. Tujuan pertanyaan ini adalah menuntut siswa untuk mendemonstrasikan bahwa ia telah mengerti dan/atau mempunyai pemahaman mengenai sesuatu hal. 2. Siswa diharapkan dapat menyusun kembali apa yang telah dipelajarinya dengan mempergunakan kata-kata sendiri.

Ada 3 jenis pertanyaan pemahaman ini:
1)

Memberikan penjelasan dengan kata-kata sendiri.contoh: lukiskanlah apa yang terjadi pada praktik pengajaran mikro yang lalu?

2) Menyatakan ide pokok tentang sesuatu dengan katakata sendiri. Contoh: apakah karakteristik utama dari pertanyaan pengetahuan dan pertanyaan pemahaman?
3)

Membandingkan/membedakan. Contoh: apakah persamaan dan perbedaan antara pertanyaan pemahaman dan pertanyaan pengetahuan?

28

Beberapa kata yang sering digunakan dalam pertanyaan pemahaman ini, antara lain sebagai berikut: 1. Uraikanlah, bandingkanlah, susun kembali. 2. Jelaskan dengan kata-kata mu sendiri ……….
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

3. Jelaskan ide pokok dari ………. 4. Coba susun kembali …….

c.

Pertanyaan aplikasi. (application =Ap).

Tujuannya adalah menuntut jawaban siswa dengan menggunakan informasi yang telah dipelajari. Menempatkan siswa dalam situasi pemecahan masalah dengan menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari. Contoh: sesuai dengan criteria perumusan TIK (yabng telah dipelajari) rumuskanlah tiga buah TIK dari TIU yang ada dalam kurikulum?

Beberapa kata sering dipakai dalam pertanyaan ini, antara lain: - Gunakanlah …….. klasifikasikanlah ……. - Pilihlah ………. Tulislah satu contoh ……. d. Pertanyaan analisis (analisis = An). 1. Tujuan pertanyaan ini menuntut siswa berfikir kritis dan modern, bahkan menuntut siswa mencipta. 2. Menuntut siswa mampu mengidentifikasi sebab, atau mengadakan induksi / dedukasi dari suatu masalah. 3. Pertanyaan ini tidak mempunyai suatu jawaban yang benar, akan tetapi mempunyai banyak alternative jawaban.
29

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

Pertanyaan analisis ini menuntut siswa terlibat dalam tiga proses kognitif, yaitu: Mengenal motif, alasan atau sebab dari kejadian tertentu. Contoh: factor apakah yang mendorong K.h. Dewantara mendirikan Tamsis?
a.

b. Mempertimbangkan dan menganalisis informasi yang tersedia, agar terdapat suatu kesimpulan atau generalisasi berdasarkan informasi tadi. Contoh: setelah membaca buku PPSPTK, mengapa pemerinta RI menganggap perlu mengadakan pembaharuan? Contoh: berdasarkan hasil test diagnotik bagaimana pendapat anda tentang efisiensi dan efektifitas program belajar mengajar disekolah? c. Menganalisis kesimpulan atau generalisasi untuk mencari atau menemukan bukti yang menunjang/menyangkal kesimpulan /generalisasi itu. Contoh: bukti-bukti apa yang dapat anda kemukakan untuk menunjang pendapatmu bahwa sekolah terbuka, merupakan pilihan yang tepat untuk memecahkan masalah pemerataan kesempatan belajar di Indonesia? Dari pertanyaan diatas terdapat berbagai kemungkinan jawaban yang benarn dan diperlukan waktu untuk berfikir, jadi tidak dapat dijawab segera.kata-kata yang sering dipakai dalam pertanyaan analisis ini, antara lain: 1. 2.
28

Tunjukan motif/sebab …… Berkan bukti-bukti bahwa ….. Analisis salah ……….. dsb.

3.

e. Pertanyaan sintesis (synthesis =S) Tujuan pertanyan ini adalah mengharuskan siswa berdiri orisinal dan kreatif dalam memberikan jawaban dan dapat
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

mengembangkan daya kreatifitas meningkatkan daya penalaran. Ada tiga tipe bentuk pertanyaan ini:
1.

siswa

serta

Meminta siswa membuat ramalan/prediksi:

Misalnya: apa yang akan terjadi bila sekolah ditiadakan? Dalam kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat pesan ini, bagaimana materi pelajaran disekolah tahun 2000?

2. Meminta siswa mengungkapkan idea atau bayangan pikiran dengan menghasilkan komunikasi yang orisinil. Misalnya: apa judul yang tepat untuk uraian ini? Apakah yang anda lakukan, kalau anda diminta melaksanakan kewajiban belajar didaerah anda?

3.

Meminta siswa memecahkan masalah.

Misalnya: bagaimana kita dapat menekan jumlah anak yang putus sekolah?apakah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tamping disekolah anda diminta melaksanakan kewajiban belajar didaerah anda? Beberapa kata yang sering dijumpai dalam pertanyaan ini, antara lain: 1. Ramalkan ……….. bagaimana kita dapat ……. 2. Apa yang akan terjadi bila …….. 3. Bagaimana kita dapat memecahkan ……… f. Pertanyaan evaluasi (evaluation = E).
FKIP-UNBARA | Micro Teaching 29

Pertanyaan ini merupakan proses berfikir yang paling tinggi, sebab menilai hanya mungkin bila fungsi-fungsi kognitif lainnya telah dikuasai, yakni mulai dari pertanyaan pengetahuan sampai sintesis telah dikuasai. Pertanyaan ini dapat dibedakan atas 4 kategori:
a.

Meminta siswa memberikan pendapatnya. guru wanita

Contoh: apakah anda setuju bila dibenarkan pakai rok mini ke sekolah?

Bagai mana penadapat anda tentang usaha menggalakkan menggunakan alat-alat kontrasepsi dikalangan remaja? Meminta siswa mempertimbangkan menetapkan penilaian suatu ide.
b.

serta

Contoh : menurut pendapat anda apakah benar ide Karl Marx lebih berpengaruh dari pada ide Yesus Kristus?

BAB VI
28

KETERAMPILAN MENJELASKAN

A. Rasional
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

Memberikan penjelasan merupakan salah satu aspek penting dalam pekerjaan mengajar, karena: 1. Pada umumnya interaksi komunikasi lisan didalam kelas, disominasi oleh guru. 2. Sebagian besar kegiatan guru adalah memberikan informasi, oleh karena itu efektifitas pembicaraan perlu ditingkatkan. 3. Penjelasan yang diberikan guru sering tidak jelas bagi siswa, dan hanya jelas bagi guru. 4. Tidak semua siswa dapat menggali sendiri informasi yang diperoleh dari guru. 5. Sumber informasi yang tersedia sering sangat terbatas.

B. Pengertian. Menjelaskan berarti menyajikan informasi lisan diorganisasikan secara sistematis dan bertujuan. yang

C. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan.
1.

Penjelasan dapat diberikan diawal, ditengah, diakhir pelajaran, tergantung kepada keperluan.

atau

2. Penjelasan dapat diselingi Tanya jawab. 3. Penjelasan harus relevan dengan tujuan pelajaran. 4. Penjelasan dapat diberikan bila ada pertanyaan dari siswa atau telah direncanakan oleh guru. 5. Materi penjelasan harus bermakna bagi siswa. 6. Penjelasan harus sesuai dengan latar belakang dan kemampuan siswa.
29

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

Komponen-komponen keterampilan menjelaskan. Beberapa komponen yang perlu mendapat perhatian, yaitu: 1. Kejelasan: Kejelasan tujuan, bahasa dan proses penjelasan. 2. Penggunaan contoh dan ilustrasi Hal ini sangat diperlakukan dalam memperjelaskan konsep yang sulit dan abstrak. 3. Member penekanan Dilakukan dengan memvariasikan gaya mengajar (mimik, suara) dengan diikuti pemberian ikhtisar, penggulangan. 4. Pengorganisasian. Dilaksanakan dengan cara membuat hubungan antara contoh, dalil, dan sebagainya, sehingga jelas. 5. Balikan Bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, pertanyaan siswa dan pendapat-pendapat siswa. Keterampilan menjelaskan ini sangat ditentukan oleh pengetahuan guru dan kreatifitas guru. Tidak ada dua orang yang menerapkan keterampilan menjelaskan ini yang persis sama (ingat mengajar itu seni).

28

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

BAB VII KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS

Rasional: 1. Tugas guru kelas, sebagian besar adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal (paling menyenangkan). 2. Kondisi belajar yang optimal tersebut, hanya dapat dicapai bila guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan. Pengertian: keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang terbaik dan menyenangkan ke kondisi yang optimal jika terjadi gangguan. Tujuan: 1. Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya yang positif. 2. Membantu siswa agar mengerti tingkah laku dengan tata tertib kelas.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching 29

3. Menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri dengan tugas serta bertingkah laku yang sesuai dengan kegunaan kelas. Prinsip Penggunannya. a. Kehangatan dan keantusiasan. b. Menggunakan variasi gaya, dan pola interaksi. c. Diperlukan keluwesan mencegah gangguan. tingkah laku guru dalam

d. Tekankan hal-hal yang positif, dan hindari hal-hal yang negative. e. Dorong siswa untuk berdisiplin dengan contoh dari guru sendiri.

Komponen-komponen kelas: Dalam penciptaan belajar yang optimal:
A. 1.

keterampilan dan

pengelolaan kondisi

pemeliharaan

Menunjukkan sikap tanggap, terhadap kegiatan kelas dan memberikan reaksi terhadap gangguan dan kekacauan siswa. 2. Membagi perhatian, dapat dilakukan secara visual atau verbal 3. Memusatkan perhatian kelompok siswa, dengan cara menyiagakan siswa dan menuntut tanggung jawab siswa. 4. Memberikan petunjuk yang jelas. 5. Menegur dengan secara.
FKIP-UNBARA | Micro Teaching

28

1. Jelas, tegas, dan tertuju kepada siswa yang bersangkutan. Menghindari peringatan kasar atau kata-kata yang mengandung penghinaan. 2. Menghindari ocehan yang berkepanjangan. siswwa yang

6. Member penguatan kepada melakukan perbuatan yang positif.

Dalam pengembalian kondisi belajar yang optimal. Bila terdapat gangguan dari siswa yang berkepanjangan dapat dipakai strategi sebagai berikut:
1.

Mengidentifikasi tingkah laku: a. Merinci tingkah laku yang memberikan gangguan. b. Memilih norma dalam pemberian remedial. c. Bekerja sama dengan konselor. d. Memilih tingkah laku yang akan diperbaiki. e. Memfariasikan pola penguatan untuk menghilangkan tingkah laku yang tidak diinginkan (berikan hukuman).

2. Pengelompokkan memperlancar tugas kelompok.

kelompok, dengan cara dan memelihara kegiatan

3. Menemukan memecahkan tingkah menimbulkan masalah dengan cara : a. Pengabaian yang telah direncanakan. b. Campur tangan dengan isyarat. c. Mengawasi dari dekat.

laku

yang

29

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

d. Menguasai perasaan yang mendasari perbuatan yang negative. e. Mengungkapkan perasaan siswa. f. Memindahkan mengganggu. masalah yang bersifat

g. Menyusun kembali rencana belajar. h. Menghilangkan ketegangan dengan humor. i. j. Memindahkan penyebab gangguan. Pengekangan fisik.

k. Pengasingan.

B.

Hal-hal yang dihindari: 1. Campur tangan yang berlebihan. 2. Kegagalan dalam melengkapi instruksi, petunjuk atau komentar. 3. Ketidaktetapan memulai dan mengakhiri kegiatan. 4. Penyimpanan pembelajaran. yang keluar dari tujuan hal-hal ocehan

5. Bertela-tela, guru selalu mengulang tertentu, memperpanjang keterangan, melulu. 6. Pengulangan penjelasan yang tak perlu.

7. Membiarkan ketidak acuhan, saling mengganggu antar siswa.
28

8. Terlambat menegur kesalahan siswa.

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

29

FKIP-UNBARA | Micro Teaching

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->