Oleh: Prof. Dr.

Ikrar Nusa Bhakti Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI dan Ketua II PP AIPI Periode 2008-2011. MENJELANG satu tahun usia pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono (SBY-Boediono),beberapa lembaga survei menunjukkan betapa merosotnya apresiasi publik atas kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, baik dalam bidang ekonomi, politik dan keamanan, hukum maupun kesejahteraan sosial. Apresiasi ini lebih buruk dibandingkan dengan penilaian masyarakat pada kurun waktu yang sama atas KIB I. Bidang politik,hukum,dan keamanan yang menjadi andalan kampanye pasangan SBY-Boediono kini justru terpuruk. Penilaian masyarakat tersebut belum tentu semuanya benar.Namun bila kita lihat adanya upaya untuk menggembosi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penerapan hukum yang pilih kasih, tampaknya penilaian masyarakat tersebut masuk akal. Contoh paling konkret dari kesenjangan dalam penegakan hukum ialah betapa njomplang hukuman yang diberikan kepada para koruptor dan terhadap mereka yang masih memiliki gagasan untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tengoklah misalnya seorang mafia hukum sekaliber Sjahril Djohan hanya dikenai hukuman 18 bulan penjara potong tahanan. Bandingkan dengan para penari Cakalele yang membawa bendera Republik Maluku Selatan (RMS) saat menari di hadapan Presiden SBY beberapa waktu lalu, mereka mendapatkan ³hadiah hukuman´ 20 tahun penjara. Tampaknya korupsi bukan dianggap sebagai kejahatan luar biasa yang bisa menghancurkan negara atau bermotifkan politik, melainkan kejahatan biasa yang hukumannya tidak berbeda jauh dengan hukuman terhadap seorang nenek yang memungut tiga buah cokelat yang jatuh dari pohon! Sementara mereka yang dianggap melakukan gerakan separatisme diganjar hukuman yang amat berat karena dianggap melakukan tindakan melawan hukum yang terkait dengan politik. Hukuman yang terlalu berat dan perlakuan yang tidak manusiawi kepada mereka yang dituduh menjadi pengikut RMS menjadikan gerakan separatisme tersebut tumbuh dengan subur kembali. Tindakan penyiksaan juga menyebabkan adanya simpati dan dukungan internasional terhadap mereka yang terhukum ini. Tak mengherankan bila sebagian kecil pimpinan RMS di negeri Belanda berupaya untuk memanfaatkan rencana kunjungan Presiden SBY ke Negeri Kincir Angin tersebut untuk propaganda politik dengan menuntut kepada pengadilan Belanda agar menangkap Presiden SBY yang dipandang sebagai pelanggar hak asasi manusia.Keputusan Presiden SBY untuk menunda kunjungan ke Belanda semakin menunjukkan bahwa upaya RMS menginternasionalisasi gerakannya sukses besar. Kasus tindakan kekerasan terhadap mereka yang dituduh sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang videonya juga ditayangkan di Australia dan beberapa negara di dunia juga menimbulkan simpati dunia terhadap gerakan tersebut. Manakala kita sedang membangun suatu kebersamaan di antara sesama anak bangsa, ternyata ada tindakan semenamena terhadap sesama anak bangsa yang mungkin saja salah langkah.

Tindakan kejam itu justru menumbuhsuburkan kembali gerakan separatisme di Tanah Air. Kita tidak belajar dari Gerakan Aceh Merdeka yang digagas Hasan Tiro dahulu.Mulanya ia juga gerakan kecil yang didukung 15±20 orang kerabatnya.Namun karena tindak kekerasan aparat terhadap mereka begitu masif, jadilah ia gerakan besar yang mendunia. Dalam bulanbulan terakhir ini kita juga menyaksikan betapa konflik komunal menggema kembali. Persoalan terorisme juga muncul kembali. Untuk mengatasi hal itu, bukan tindakan pencegahan yang dilakukan, melainkan seolah negara memelihara konflik komunal, premanisme,dan terorisme.Entah kebetulan atau tidak, apakah itu juga bagian dari skenario besar terkait dengan proyek penanganan terorisme, tetapi persoalan terorisme selalu muncul saat ada isu politik lain yang sedang terjadi di negeri ini. Tengok pula bagaimana cara polisi menangani demo mahasiswa di Makassar. Kita tidak setuju dengan cara-cara demo mahasiswa yang brutal dan sering melawan aparat keamanan.Namun kita juga tidak setuju dengan cara aparat kepolisian mengatasi demo mahasiswa di Makassar. Jika cara penanganan terhadap mereka yang dituduh separatis, teroris, atau terhadap demonstrasi mahasiswa seperti yang kita lihat di tayangan televisi, kita patut khawatir jangan-jangan lonceng kematian NKRI akan segera berdentang! Pedulikah para petinggi negara kita atas situasi di lapangan tersebut? Tampaknya mereka lebih sibuk soal reshuffle kabinet karena itu akan terkena langsung pada diri dan partainya.Repotnya lagi bila Presiden SBY melakukan reshuffle kabinet bukan atas dasar merit system, melainkan penjatahan kursi di kabinet bagi partai-partai politik yang menjadi pendukungnya. Jika pendekatan politik lebih mengemuka dalam penggantian kabinet, secara sadar atau tidak para petinggi negeri hanya sibuk dengan bagi-bagi kekuasaan di antara mereka sendiri, bukan ingin berkarya bagi bangsa. Situasi itu mirip dengan Prancis sebelum revolusi 1770-an ketika para elite politik dan bangsawan tidak peduli dengan situasi negeri dan melontarkan semboyan: apres nous le deluge yang artinya biarlah prahara datang setelah kita pergi. Kendati di era modern ini tidak ada lagi guillotine pemenggal kepala para elite politik yang merusak negara seperti di Prancis, apakah para elite politik peduli pada masa depan anak cucu mereka yang juga adalah bagian dari bangsa ini? Kita tak ingin lonceng kematian NKRI bergema dalam waktu kapan pun.Untuk itulah kita harus mengawal jalannya pemerintahan negeri ini agar tidak terjadi politik pecah-belah di antara anakanak negeri.(*) Dimuat di Seputar Indonesia, 19 Oktober 2010 Sebuah renungan« Dari sebuah blog, saya menemukan rangkaian pepatah bijak tentang makna Sang Waktu« Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta

seolah-olah mereka bisa menjadi salah satu di antara orang dalam masyarakat1. paling tidak. * Diterjemahkan oleh Agus Wahyudi dari Amartya Sen. Goodin and Philip Pettit (eds). apa yang secara masuk akal dapat diasumsikan dari memilih dengan µpengandaian¶ ketidaktahuan µposisi asali¶ Rawlsian. tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan Untuk memahami makna SATU MILI DETIK. Contemporary Political Philosophy: An Anthology. Pada akhir bab. itu adalah pengertian tentang waktu. Vickrey. lalu meneliti implikasinya terhadap intuisi kita. . 1997. Pertama adalah dengan mengambil kasus khusus yang hasil dari penerapan prinsip tersebut dapat dilihat dengan cara yang agak jelas. dan sementara ketiganya gagal dalam cara yang agak berbeda dan kontras. tetapi dari umum ke lebih umum. A Theory of Justice (Cambridge: Haward University Press. ³Measuring Marginal Utility by Reactions to Risk. Kedua adalah dengan bergerak bukan dari umum ke khusus. Kedua prinsip di atas biasanya diformulasikan pada tingkat yang agak abstrak dan seringkali mengambil bentuk yang sebangun dengan sejumlah prosedur umum. terlepas dari hanya memeriksa pengaruh langsungnya terhadap intuisi moral. (i) persamaan utilitarian. Atau aturan apa yang akan memuaskan persyaratan Richard Hare tentang ³universalisabilitas´ dan yang akan konsisten dengan ³memberikan bobot yang sama kepada kepentingan yang sama untuk pengisi semua peranan´2.C. sebuah teori yang memadai tidak dapat disusun bahkan dengan cara menggabungkan ketiganya. terdapat dua cara yang berbeda untuk mendasari kritik semacam ini.´ Econometrica 13 (1945). Saya menyebut kritik semacam ini sebagai µkritik implikasi kasus¶ (case±implication critique). Robert E. 1971). dan J. dibandingkan dengan yang telah diterimanya. PP. apa yang dapat menjadi dasar dari dugaan semacam ini? Nampaknya. saya akan berusaha menyajikan rumusan alternatif persamaan yang menurut saya berhak mendapatkan lebih banyak perhatian. Sudahkah kita menggunakan waktu yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat? PERSAMAAN MENGENAI APA?* Amartya Sen Diskusi filsafat moral memberikan kita pilihan yang luas dalam menjawab pertanyaan: persamaan mengenai apa? Dalam kuliah ini. saya akan memusatkan perhatian pada tiga tipe khusus persamaan. Misalnya. namun sadarkah kita bahwa waktu terus berlalu? Kehidupan berjalan terus beriringan dengan Sang Waktu. Kedua pendekatan ini dapat dipergunakan dalam menilai klaim moral setiap tipe persamaan dan memang akan dipergunakan di sini. ³Equality of What?´.Untuk memahami makna SATU DETIK. (ii) persamaan utilitas total dan (iii) persamaan Rawlsian. sebuah keadaan primodial hipotetis ketika orang memutuskan peraturan apa yang diadopsi tanpa mengetahui mereka akan menjadi apa. 476-486 1 Rawl. Saya akan menyebut kritik yang didasarkan pada pendekatan semacam itu sebagai µkritik prinsip sebelumnya¶ (prior±principle critique). dan saya tidak akan berhenti untuk melakukan sejumlah propaganda atas nama rumusan alternatif persamaan ini. Blackwell. pp. Saya akan membuktikan bahwa ketiga teori ini memiliki kelemahan serius. Lihat pula W. 17 -22. tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade Lama dan sebentar. Oxford. Orang dapat memeriksa konsistensi satu prinsip dengan prinsip lainnya yang diakui lebih fundamental. Pertama adalah pertanyaan metodologis: ketika dikatakan bahwa prinsip moral tertentu memiliki keterbatasan.

P. ³Cardinal Welfare Industrialistic Ethics. Decision Theory and Social Ethics (Dordrecht: Reidel. dan karena telah membantahnya dalam sejumlah kesempatan sebelumnya9. ³Ethical Theory and Utilitarianism. Menurut salah satu interpretasi.Harsanyi. 6 Seperti disinggung pada catatan no 4. Richard Hare telah menyatakan bahwa ³memberikan bobot yang sama terhadap berbagai kepentingan yang sama dari semua pihak´ akan ³mengarahkan pada utilitarinisme´ sehingga memuaskan persyaratan prinsip sebelumnya (prior±principle) akan universalizabilitas7. kondisi persamaan memerlukan modifikasi karena ketiadaan kontinuitas dari tipe yang tepat. 7 Hare (1976). John Harsanyi menolak sama sekali gagasan non -utilitarian (termasuk kuliah ini--harus segera saya tambahkan). ³Equality: On Sen¶s Equity Axiom. 1976). 2 I. Hal ini dapat dibantah. pp. 2 R. Akan tetapi kemudian. The Language of Morals (Oxford: Clarendon Press. 1978. 1952). Lihat pula L. Tranfer harus dilakukan sampai titik ketika perolehan utilitas marginal dari mereka yang mendapatkan dari transfer selanjutnya tidak lebih dari hilangnya utilitas marginal dari mereka yang tidak mendapatkan. utilitas seseorang meningkat pada tingkat yang semakin berkurang seiring peningkatan jumlah bagiannya. Contemporary British Philosophy (London: Allen dan Unwin. Kern . maksimalisasi jumlah utilitas total mensyaratkan bahwa transfer dikembangkan dengan maksud bahwa perolehan utilitas marginal dari mereka yang mendapatkannya sebanding dengan kehilangan utilitas marginal dari mereka yang tidak mendapatkannya. ³Can the Maximin Principle Serve as a Basis for Morality ? A Critique of John Rawls¶ Theory. Reading Rawls (Oxford: Blackwell. dan hanya mendapatkan utilitas dari bagiannya atas kue. and Interpersonal Comparisons of Utility. menurut interpretasi ini. Gottinger dan W. tetapi hal ini membutuhkan persamaan dari utilitas marginal setiap orang: utilitas marginal merupakan utilitas tambahan yang akan didapatkan setiap orang dari unit tambahan kue tersebut4. Persamaan Utilitarian Persamaan utilitarian merupakan persamaan yang kemungkinan diturunkan dari konsep kebaikan utilitarian yang diterapkan pada masalah distribusi. Kasus paling sederhana barangkali adalah ³masalah distribusi murni´: masalah pembagian sebuah kue serbasama yang telah tersedia diantara kelompok orang3. Setiap orang mendapatkan lebih banyak utilitas jika kue yang menjadi bagiannya lebih besar.´ dalam H.). 5 Posisi tersebut sedikit lebih rumit bila ukuran total kue tidak bebas dari pengaruh distribusinya.M. Kesulitan yang lebih dalam ditimbulkan oleh ³Non Convexities´ (misalnya peningkatan utilitas maginal). 4 Kondisi persamaan harus diubah dengan kombinasi yang terkait persyaratan ketimpangan ketika ³kontinuitas´ properti yang tepat tidak berlaku. 1978). dan J. dengan mengklaim utilitarianisme memiliki kemampuan eksklusif untuk menghindari ³diskriminasi tidak fair´ antara 3 Saya telah mencoba menggunakan format ini untuk perbedaan aksiomatik antara kriteria Rawlsian dan kriteria Utilitarian dalam ³Rawls Versus Bentham: An Axiomatic Examination of the Pure Distribution Problem. Kepentingan moral dari kebutuhan. saya tidak akan mencoba . 116-17.).´ dalam H. dicetak ulang dalam N. Daniels (ed. Hare.´ American Political Science Review 64 (1975). Griffin.D.´ Keble College. Oxford. Lewis (ed. ³Comparative Distribive Ethics.W. persamaan utilitas marginal ini mengandung perlakuan yang sama terhadap kepentingan setiap orang . pp. Dalam konteks yang lebih luas inilah tipe khusus persamaan yang dipaksakan oleh utilitarianisme menjadi terbedakan secara tegas. dalam bentuk stensil. Tujuan utilitarian adalah memaksimalkan jumlah total utilitas terlepas dari distribusi. 1975). 116-17 3 ³kebutuhan manusiawi yang sama-sama mendesak diantara satu orang dengan orang lain´8. setelah mempertimbangkan pengaruh transfer pada ukuran dan distribusi kue tersebut6.´ dalam Theory and Decision 4 (1974). Leinfellner (eds). hanya didasarkan pada pengertian utilitas. Mirip dengan ini. 5 J. An Extention of Sen¶s Examination of the Pure Distribution Problem. Harsanyi.´ Journal of Political economy 63 (1955).

294-95. yang pada dasarnya normatif. Foundational Problems in the Special Sciences (Dordrecht : Reidel. 1970).4. lihat Peter Hammond. utilitas marginal yang melekat pada setiap orang tetap akan mencerminkan nilai-nilai ini. ³Non±Linear Social Welfare Functions: A Rejoinder to Profesor Sen´.M. Shapley and Nash: Theories of Distributine Justice Re±examined. 1977). Perbandingan ini dapat dilakukan secara eksplisit dengan skala interpersonal yang tepat10. 33. yang dengan pengertian ini seseorang µdipaksa¶ menjadi utilitarian. ³Rawls. Tentu saja ada kemungkinan untuk menentukan matrik dari ciri-ciri utilitas sedemikian rupa sehingga skala utilitas tiaptiap orang diserasikan dengan utilitas orang lain dengan cara bahwa kepentingan sosial yang sama hanya di µukur¶ (scaled) sebagai utilitas marginal yang sama. pp. Journal of Public Economics 6 (1977): 51-57. Scanlon yang menentang pengidentifikasian utilitas dengan ³urgensi´ dalam tulisannya ³Preference and Urgency´. saya tidak lagi membicarakan utilitarianisme melalui skala 8 John Harsanyi. Maka. Edgeworth. dan akan kembali mengamati posisi utilitarian tradisional. Tidak peduli bagaimana kepentingan sosial ini dicapai. Journal of Philosophy 72 (1975). tetapi esensinya mengandung penggunaan prosedur skala seperti halnya perhitungan utilitas marginal secara otomatis diidentifikasi sebagai indikator dari kepentingan sosial. Tidaklah pada tempatnya untuk memasuki detail teknis dari tipe latihan ini. Jalan yang ditempuh menuju utilitarianisme ini mungkin mengalami sedikit resistensi. tetapi rute ini bersifat non-kontroversial terutama karena sedikit yang dikatakannya. menyatakan bahwa dalam situasi yang didalilkan dari pengandaian ketidaktahuan orang tidak akan memilih untuk . saya akan meneliti lebih dulu hakikat persamaan utilitarian tanpa ±sementara waktu± mempertanyakan sepenuhnya dasar-dasar dari kepentingan moral pada utilitas. bab 6 dan bagian 11. Kritik John Rawls sebagai awal untuk menyajikan konsepsi alternatifnya sendiri tentang keadilan sebagian besar mengambil bentuk µprinsip sebelumnya¶. terlepas dari utilitas total yang dinikmati oleh orang-per orang.E. Bahkan ketika utilitas merupakan dasar satusatunya kepentingan.´ Research Memorandum No. 1978. Yerusalem. Posisi tersebut dapat diamati dari perspektif µprinsip sebelumnya¶ (priorprinciple) dan juga dari sudut pandang µimplikasi kasus¶ (case-implication). ³Dual Interpersonal Comparisons of Utility and the Welfare Economics of Income distribution´. atau secara implisit dengan membuat penomoran utilitas yang mencerminkan pilihan situasi dari µpengandaian¶ ketidakmenentuan yang diasosiasikan dengan ³posisi asali´ berdasarkan asumsi tambahan bahwa ketidaktahuan diartikan sebagai probabilitas yan sama untuk g menjadi setiap orang11. 9 Collective Choice and Social Welfare (San Fransisco: Holden±Day. Pada bagian selanjutnya. Bila perbandingan utilitas interpersonal dianggap tidak memiliki isi deskriptif. Persoalan timbul saat perbandingan interpersonal dan utilitas yang baru disebutkan itu dianggap memiliki sejumlah isi deskriptif yang berdiri sendiri. dalam R. merupakan indeks yang memadai dari kepentingan moral. Maka kemudian dapat terjadi konflik antara utilitas deskriptif ini dengan utilitas yang di µukur¶ secara tepat. Econometrica 45 (1977). yang menganggap utilitas memiliki isi deskriptif yang dapat diperbandingkan secara interpersonal. Hal ini terlihat terutama pada istilah akseptabilitas ³posisi asali´.menghindar untuk membantahnya pada konteks khusus ini. ³On Weights and Meansures: Informational Contraints in social Welfare Analysis³. Lihat pula argumentasi T. bagaimana kepentingan moral seharusnya berhubungan dengan ciri-ciri deskriptif ini kemudian harus dihadapi secara eksplisit. Tetapi sambil menuju pada pembahasan ini kemudian. Butts dan J. Hintikka (eds). Center for Research in Mathematical Ekonomic and Game Theory. 11 Lihat Harsanyi (1955. dan Menahem Yaari. masih tetap terdapat pertanyaan apakah ukuran utilitas marginal. maka perbandingan ini memang bisa dianggap sebagai pendekatan alami. 1977) 4 interpersonal yang tepat. Universitas Hebrew. sebagaimana kaum utilitarian secara tradisional telah bersikeras bahwa mereka melakukannya. 10 Untuk kedua contoh yang sangat kreatif dari percobaan semacam ini. 1975.

Namun. Yang lebih penting. utilitarian terbaik akan memerlukan persamaan absolut dari utilitas total setiap orang13. yang tidak asali (unoriginal)12. hanya merupakan hasil tidak sengaja dari kelompok marginal yang lebih besar dengan melakukan sesuatu untuk memuaskan secara total kelompok yang kecil. Tetapi. Sejauh orang peduli dengan distribusi utilitas. Rawls juga membahas kekerasan yang dilakukan utilitarianisme pada pengertian kita tentang kebebasan dan kesetaraan. dan yang menurut saya. 13 Masalahnya akan semakin rumit jika total kue tidak menentu dan ketika pemaksimalan jumlah utilitas tidak harus mengarah pada persamaan total utilitas. ³Rawls on Justice´. Bila manusia dianggap identik. tetapi tidak demikian dengan Jeremy. Bila hal ini dianggap sebagai µprinsip sebelumnya¶ (prior-principle) bahwa persamaan distribusi dari utilitas total memiliki sejumlah nilai.memaksimalkan jumlah utilitas. Demikian juga sama sekali tidak jelas bahwa pilihan yang bijaksana dalam ketidakmenentuan yang diandaikan memberikan dasar yang memadai bagi pertimbangan moral dalam posisi. Contohnya. yaitu. Bahkan perolehan sangat kecil dalam jumlah utilitas total akan dianggap melebihi bentuk ketimpangan distribusi yang paling mencolok mata. Masalah ini akan dapat dihindari dengan asumsi tertentu. maka aplikasi prinsip sebelumnya (prior±principle) dari universalibilitas dalam bentuk ³memberikan bobot yang sama kepada kepentingan yang sama dari semua pihak´ sangat disederhanakan. keduanya dapat bergerak ke arah yang saling berlaw anan dan sangat tidak jelas bahwa ³memberikan bobot yang sama kepada kepentingan yang sama dari semua pihak´ akan meminta kita memusatkan perhatian hanya pada salah satu dari dua parameter. karena banyak variasi antar manusia yang sedemikian jelas dan telah didiskusikan. yakni apabila setiap orang memiliki fungsi utilitas yang sama. hal ini merupakan egalitarianisme yang bersifat kebetulan. kehidupan nyata. Namun saya percaya kritik Rawls yang lebih langsung dalam hal kebebasan dan persamaan tetap memiliki kekuatan. maka akan segera nampak bahwa utilitarianisme secara umum akan memberikan pada seseorang sedikit rasa nyaman. tidak tepat untuk menyentuh kritik Rawls. 1979). Dalam masalah distribusi murni. Philosophical Review 83 (1973). Perspektif implikasi kasus (case±implication) dapat pula digunakan untuk mengembangkan kritik terkait. Sejumlah jawaban untuk argumentasi Rawls telah menegaskan kembali perlunya menjadi utilitarian dengan mengambil rute ³skala´ yang dibahas sebelumnya. Dengan keragaman. John mungkin mudah merasa puas. maka konsepsi persamaan utilitarian²marginal sebagaimana adanya²harus tetap disalahkan. maka akan dihitung pula utilitas total jika setiap orang memiliki fungsi utilitas yang sama. dan mengabaikan yang lainnya. Pengakuan atas perbedaan fundamental manusia benar-benar memiliki konsekuensi yang sangat dalam. asumsi tersebut seringkali dilanggar. Hal ini karena bila utilitas marginal dihitung. yang mempengaruhi tidak hanya konsepsi utilitarian tentang kebaikan sosial. Utilitas marginal yang sama dari semua orang²mencerminkan sebuah interpretasi tentang perlakuan yang sama atas kebutuhan²bertepatan dengan utilitas total yang sama--mencerminkan sebuah interpretasi dari pelayanan keseluruhan kepentingan mereka yang sama baiknya. misalnya. jika si A sebagai orang cacat mendapatkan setengah utilitas yang dilakukan oleh si B sebagai ahli-kesenangan dari tingkat . dan ³Equality´ dalam bukunya Mortal Questions (Cambridge : Cambridge University Press. kecuali sejumlah asumsi tambahan dibuat. dengan asumsi ini. Tetapi saya harus mengakui bahwa menurut saya daya tarik ³posisi asali´ jelas dapat dilawan karena nampak sangat jelas apa yang justru akan dipilih dalam situasi demikian. termasuk (yang akan saya 12 Perihal hal ini. tetapi juga yang lain. 5 bantah berikut ini) bahkan konsepsi Rawlsian tentang persamaan. dan saya telah berusaha menghadirkan kritik tersebut pada berbagai tulisan saya14. lihat Thomas Nagel. tidak adanya argumentasi pendukung untuk ketimpangan.

Utilitarianisme pasti mengarahkan pada hal ini berkat kepeduliannya yang sangat kuat dengan pemaksimalan jumlah utilitas. pp. Theory and Decision 6 (1976): 31112. bab 16. isi utilitas deskriptif agak penting pada konteks kali ini. 1979). dan lebih khusus lagi. On Economic Inequality (Oxford: Clarendon Press. 16-20 Lihat John Harsanyi. Richard B. lalu utilitarianisme akan memperburuk ketidakberuntungannya dengan menyetujui memberikan pendapatan yang lebih rendah pada tingkat atas dari efisiensi yang lebih rendah dalam menciptakan utilitas yang tidak melibatkan pendapatan. maka dalam masalah distribusi murni antara si A dan si B. Pada tingkat pendapatan tertentu mungkin bisa terjadi. ketika keduanya memiliki pendapatan yang sama sejak awal. Bahkan bila utilitas diterima sebagi satu-satunya basis kepentingan . maka berharap untuk memberikan prioritas pada pendapatan bagi penderita cacat hanya akan membuat terjadinya ³utilitas marginal´ yang lebih tinggi pada pendapatan yang cacat. ³Non±Linear Social Welfare Functions´. jikapun terjadi kasus bahwa orang cacat tidak hanya paling tidak beruntung dalam pengertian utilitas total tetapi dapat merubah pendapatan ke dalam utilitas yang kurang efisien di mana pun (atau bahkan pada titik pembagian pendapatan yang sama). utilitarian tidak lagi akan memberikan si ahli-kesenangan B lebih banyak pendapatan daripada A. Efisiensi yang lebih unggul dari pencari kesenangan dalam menghasilkan utilitas akan menjauhkan pendapatan dan menyingkirkan orang cacat yang kurang efisien. Pokok pandangan saya adalah tidak ada jaminan bahwa hal inilah yang menjadi kasusnya. 14 15 6 Kedua. Sebuah sistem yang memberikan semacam bobot pada kedua klaim tersebut masih gagal memenuhi rumusan utilitarian akan kebaikan sosial. dan.pendapatan apapun yang ada. akan tetapi hal ini--seperti yang telah kita bahas-. tidak pula tentang semua orang dengan kerugian utilitas total. tetapi peningkatan dalam utilitasnya sebagai akibat dari peningkatan marginal pendapatan akan berkurang -dalam pengertian kriteria deskriptif yang diterima± daripada memberikan unit pendapatan tersebut pada ahli-kesenangan. 1973). masalah bagi utilitarianisme dalam argumen kasus implikasi (case±implication) ini tidak tergantung pada asumsi implisit bahwa klaim pada pendapatan lebih banyak yang muncul dari yang tidak beruntung harus lebih mendominasi klaim yang muncul dari utilitas marginal yang tinggi16. utilitarisme akan memberikan pendapatan lebih banyak kepada penderita cacat daripada orang sehat. Bahkan mungkin sebaliknyalah yang terjadi manakala pendapatan terdistribusi secara sama. tidak berkenaan dengan orang cacat secara umum. karena ia juga akan mendapat pendapatan lebih sedikit. Kern (1978). tetapi berkenaan dengan orang. Poinnya. Bila demikian kasusnya. Pertama. tapi tidak perlu pada tingkat lainnya. A Theory of the Good and the Right (Oxford: Clarendon Press. Dalam pengertian ciri deskriptif. Pada akhirnya. Jelas bahwa jika utilitas diukur untuk mencerminkan kepentingan moral. Harsanyi (1977). dengan ketidakberuntungan dalam pengertian baik utilitas total dan utilitas marginal pada titik yang relevan. termasuk yang cacat. Si A dua kali lebih jelek: karena ia mendapatkan utilitas kurang dari tingkat pendapatan yang sama. Karena contoh ini seringkali dibahas15. karena orang cacat pada titik itu akan menjadi penghasil utilitas yang lebih efisien. tentu saja. Griffin (1978). apa yang diasumsikan dalam contoh kita adalah bahwa o rang cacat dapat ditolong dengan memberi mereka pendapatan.merupakan pengertian yang sangat khusus tentang utilitas²tidak cukup mengandung isi deskriptif. orang yang memiliki utilitas total rendah (misalnya orang cacat) pada tingkat pendapatan apapun yang ada tidak berarti harus memiliki utilitas marginal rendah pula. Kedangkalan inilah yang menyebabkan konsepsi persamaan utilitarian menjadi terbatas. yang meminta perhatian khusus pada klaim kedua. saya akan menjelaskan apa yang ditegaskan ulang dan apa yang tidak. Brandt.

yang dalam dirinya sendiri merupakan pengertian yang counter±factual. Pertama. bagaimanapun. Ini membandingkan antara apa yang diamati dengan apa yang dianggap akan diamati bila sesuatu yang lain berbeda: dalam kasus ini bila pendapatan tersebut telah menjadi lebih besar satu unit. apakah total merupakan konsep yang secara inheren counter±factual atau tidak. Kritik prinsip sebelumnya (prior± principle) dapat lebih dilengkapi dengan kritik kasus implikasi (case-implication). Dalam pengertian ini. karena persamaan utilitarian membutuhkan hipotesa tentang apa yang terjadi pada hal-hal dibawah perbedaan keadaaan yang didalilkan. Kasus pembeda lainnya adalah kriteria dalam menilai kebaikan suatu keadaan dengan tingkat utilitas dari orang yang paling tidak beruntung dalam keadaan tersebut--sebuah kriteria yang sering dihubungkan dengan John Rawls. karena ² sebagai tambahan² welfarisme memang tidak menuntut bahwa kebaikan dari utilitas harus dinilai dengan jumlah total. Jadi persamaan utilitas total adalah masalah observasi langsung sedangkan persamaan utilitarian sebaliknya. tetapi asumsi ini merupakan tuntutan yang tidak perlu untuk menolak utilitarianisme. 2. diusulkan dalam Sen (1973). Ini merupakan pandangan yang kurang menuntut dibandingkan dengan utilitarianisme. utilitarianisme tetap masih gagal menangkap relevansi dari semua keuntungan bagi persyaratan persamaan. bagaimanapun. Asumsi demikian telah ada dalam buku tulisan saya ³Week Equity Axiom´. Penyamaan ini. misalnya persamaan utilitas total. Persamaan Utilitas Total Welfarisme adalah pandangan bahwa kebaikan dari suatu keadaan dapat sepenuhnya dinilai dengan kebaikan utilitas pada keadaan tersebut17. Marginal pada dasarnya merupakan gagasan yang bertentangan dengan kenyataan ( ounter± c factual). utilitarianisme memberikan urutan sempurna semua distribusi utilitas± sistem rangking yang mencerminkan urutan jumlah utilitas individual± tetapi sejauh yang ditentukan selama ini. bukan merupakan konsep yang secara inheren counter±factual. Total. utilitas total tidak akan menjadi counter± factual. utilitarianisme merupakan kasus spesial dari welfarisme dan memberikan sebuah ilustrasi tentang welfarisme. Lihat Griffin (1978) yang mengkritik ³Week Equity Axiom´ dalam bentuk yang tepat. terdapat perbedaan yang penting diantara keduanya. Untuk menangani dua kasus distribusi yang tidak . (Kecuali oleh John Rawls! Ia menggunakan barang-barang utama sosial [social primary goods] daripada utilitas sebagai indeks keuntungan.moral. Journal of Philosophy 76 (1979). seperti yang akan kita diskusikan). dengan menggunakan kurangnya perhatian utilitarian pada pertanyaan distribusio nal ini kecuali pada tingkat marginal sama sekali. agak kurang mirip dari yang mungkin nampak pada awalnya. 16 7 Persamaan utilitarian merupakan sebuah tipe persamaan welfaris. jika hal itu dianggap sebagai fakta yang teramati. persamaan utilitas total hanya menunjuk pada kasus persamaan absolut. sedangkan persamaan utilitas total merupakan persamaan dari sejumlah besaran yang teramati secara langsung. 17 Lihat Sen (1977) juga buku saya berjudul ³Welfarism and Utilitarianism´. Tetapi ada yang lainnya lagi. utilitas marginal adalah utilitas tambahan yang kemungkinan akan ditingkatkan bila orang tersebut memiliki satu lagi unit pendapatan tambahan. ketika para ekonom seringkali menganggap marginal dan total sebagai termasuk dalam taraf diskursus yang sama. Kedua. Hal ini menarik untuk dibayangkan sebagai semacam analog mengenai pergeseran fokus utilitarianisme dari utilitas marginal ke utilitas total. akan tergantung pada variabel yang sedang ditotal. Kita juga dapat menerima fungsi lain dari utilitas yang berbeda dari jumlah total atau elemen minimal. Perbedaan ini dapat dengan mudah ditelusuri pada kenyataan bahwa persamaan utilitarian sebenarnya merupakan akibat maximasi jumlah. Pada kasus utilitas.

c. Selanjutnya. maka kita didorong menuju Leximin. Ada kemungkinan untuk menggabungkan hal ini dengan sebuah aksioma yang diperlihatkan Patrick Suppes yang menangkap gagasan dominasi satu distribusi utilitas terhadap lainnya. Bila seseorang hanya berpatokan pada persamaan. Persyaratan ini mungkin dilihat sebagai versi kuat memilih persamaan distribusi utilitas. lalu dirangking berdasarkan tingkat utilitas dari orang ketiga yang paling tidak beruntung dan seterusnya. baik ketika setiap orang pada keadaan x memiliki setidaknya utilitas sebagaimana dirinya sendiri pada keadaan y. Kita dapat menyatakan bahwa dalam arti yang sangat jelas pasangan titik ekstrem (a. berdasarkan rangking saja dan besaran pasti a. sebagai tambahan. c) lebih superior²atau setidaknya tidak inferior-daripada (a. b. Sejauh persyaratan yang berbeda dari preferensi persamaan utilitas (yakni prinsip Suppes. c). d) menyajikan ketimpangan yang lebih besar dibandingkan dengan titik pasangan menengah (b. Leximin dapat sepenuhnya diturunkan dari dua prinsip ini dengan syarat bahwa pendekatan harus memberikan urutan yang sempurna dari semua kemungkinan keadaan tanpa memperdulikan apapun yang mungkin terjadipada utilitas individu yang dapat diperbandingkan secara interpersonal (disebut µdomain tanpa batas¶ [unrestricted domain]) dan bahwa ranking dari dua keadaan harus tergantung pada informasi utilitas yang berkaitan hanya dengan keadaan tersebut (disebut µkebebasan¶ [independence]). domain tanpa batas dan kebebasan) dianggap dapat diterima. hal ini mensyaratkan bahwa keadaan x harus paling tidak dianggap sebaik y. b). Sesungguhnya. maka akan dapat diargumentasikan bahwa (b. -dan persyaratan tersebut memang telah banyak dipergunakan dalam literatur pilihan sosial (social choice literature)-. barulah kedua distribusi tersebut sama-sama baik. salah satunya lebih terbatas. tetapi ditafsirkan dalam pengertian utilitas sebagai lawan dari barang-barang utama. tetapi bila orang-orang yang paling tidak beruntung pada dua keadaan secara berturut turut memiliki tingkat utilitas yang sama. Jika. saya akan menyebutnya leximin. Salah satu cara untuk melengkapinya diberikan oleh versi penulisan kamus (lexicographic) dalam aturan maximin yang dihubungkan dengan Prinsip Perbedaan (Difference Principle) Rawlsian. maka keadaan tersebut akan dirangking sesuai dengan tingkat utilitas orang kedua yang paling tidak beruntung. penjelasan lain perlu ditambahkan agar bisa diranking. Pertimbangkan empat tingkat utilitas a. tentu saja x dapat dinyatakan jauh lebih baik (dan bukan paling tidak baik belaka). Di sini kebaikan suatu keadaan dinilai menurut tingkat utilitas dari orang yang paling tidak beruntung pada keadaan tersebut. dan mungkin disebut sebagai ³Preferensi Persamaan Utilitas´.setara. Bila prinsip Suppes dan µPreferensi Persamaan Utilitas¶ ini dikombinasikan. Sistem rangking ini dapat dilengkapi dengan banyak cara. maupun ketika setiap orang pada keadaan x memiliki utilitas setidaknya sebanyak orang lain pada keadaan y.leximin dapat dilihat sebagai kecocokan alamiah . bila dua distribusi utilitas sesuai sama sekali pada setiap tingkatan dari yang paling tidak beruntung hingga p yang ada paling beruntung. Bagaimana persamaan utilitas total menjadi ³Leximin´? Hal ini terjadi bila dikombinasikan dengan beberapa aksioma lain. dan ternyata analisis ini sangat sejajar dengan derivasi aksiomatik akhir-akhir ini mengenai prinsip perbedaan 8 (Difference Principle) oleh sejumlah penulis18. Bila mereka sangat berhubungan erat. Dalam kasus dua orang. b. Perhatikan bahwa ini merupakan perbandingan ordinal murni. c. dan d sama sekali tidak merubah perbandingan yang dipersoalkan. dalam arti masing-masing elemen dari sebuah distribusi paling tidak menjadi sebesar elemen yang mirip pada distribusi lainnya19. dan d. Mengikuti kebiasaan yang telah ditentukan dalam teori pilihan sosial. dalam urutan besaran yang menurun.

Akan tetapi. ³Two Person Equity. Hammond. leximin juga tidak terlalu tertarik dengan pertanyaan ³seberapa banyak´²tidak memperhatikan sama sekali jumlah orang yang kepentingannya dikesampingkan dalam mengejar kepentingan yang paling tidak diuntungkan. Suppes. Sen. hal ini sama sekali tidak akan membedakan antara dua kasus. Strasnick.tentang pemberian prioritas terhadap konsepsi persamaan yang berfokus pada utilitas total.´ Review of Economic Studies 44 (1977). Econometrica 44 (1976). ³Some Formal Models of Grading Principles. atau terhadap jutaan atau milyaran orang yang lain. Sementara dalam kritik utilitarianisme yang sudah saya bahas di muka. ´ American Economic Review 67 (1977). ³On Weights and Measures: Informational Constraints in Social Welfare Analysis. A. Begitu utilitarianisme tidak Lihat P. Gevers. Arrow. K.´ Econometrica 47 (1979). Selain tidakpeduli dengan pertanyaan ³seberapa besar´. P. d¶Aspremont and L. Deschamps and L.´ Jurnal of Economic Theory (1978). Yang menarik. ³Equity. Hammond. R. C. ³Social Choice Theory and the Derivation of Rawls¶ Difference Principle´.J. orang dapat menentukan versi leximin yang lebih lunak. 1) dan juga (y. Lihat perbandingan (a. Arrow¶s Conditions and Rawls¶ Difference Principle´. Memang. ³Extended Sympathy and the Possibility of Social Choice. d) dalam hubungannya dengan (b. Journal of Philosophy 73 (1976). ³Possibility Theorems with Interpersonally Comparable Welfare Levels. 19 P.´Syntheses 6 (1966). Gevers. kiranya jelas bahwa leximin sangat mudah dikritik dari perspektif prinsip sebelumnya (prior±principle perspective) maupun dari perspektif implikasi kasus (case±implication prespective). masalah konsistensi ikut terlibat di sini. Dalam kenyataannya.´ Econometrica 45 (1977). 2). yang dapat dinamakan leximin 2. ³Equity and Informational basis of Collective Choice. Tidak adanya perhatian terhadap pertanyaan ³seberapa besar´ inilah yang menyebabkan leximin agak mudah dikritik baik dengan menunjukkan kegagalannya dalam mematuhi µprinsip sebelumnya¶ (prior±principle) seperti ³memberikan bobot yang sama pada kepentingan yang sama dari semua pihak´ maupun dengan memerinci implikasinya secara agak cermat dalam kasus yang khusus. yang berbentuk penerapan prinsip-prinsip leximin jika semua orang selain dua tidak peduli terhadap alternatif-alternatif yang diberikan tetapi bukan sebaliknya. masih tidak peduli dengan pertanyaan ³seberapa besar´ pada besaran utilitas dari dua orang yang bukan tidak peduli.´ Review of Economic Studies 47 (1980). leximin mengabaikan klaim yang muncul dari intensitas kebutuhan seseorang. Dapat dibuktikan . saya tidak setuju dengan memperlakukan potensi keuntungan dan kerugian ini sebagai satu-satunya basis pertimbangan moral. Kadang leximin diklaim tidak akan menjadi kriteria ekstrem jika dapat dimodifikasikan sehingga masalahketidakmampuan berhitung ini dapat dihindari. sebagai sebuah kompromi. Leximin 2. c) yang sudah dibahas di muka dan biarkan (b.K. Posisi yang paling tidak diuntungkan memegang seluruh keputusan. K.W.S. Ciri ordinal yang ditunjuk sambil menyajikan aksioma preferensi persamaan utilitas membuat pendekatan ini tidak sensitif terhadap besaran dari potensi keuntungan dan kerugian utilitas. Roberts. Preferensi persamaan utilitas akan menegaskan superioritas (3. 1). 18 9 memperhatikan desakan klaim seseorang yang muncul dari kerugian orang lain.J.J.2) atas (10. c) mewakili (3. ³Leximin and Utilitarian Rules: A Joint Characterization. dan jika kepentingan posisi seseorang yang paling tidak beruntung diberikan prioritas daripada kepentingan seorang yang benar-benar beruntung. S. tetapi tidak harus bertentangan dengan kepentingan lebih dari satu posisi yang paling beruntung. dan tidak menjadi masalah apakah hal ini dilakukan dengan cara yang berlawanan terhadap kepentingan salah seorang yanglain. tetapi tidak perlu dikaburkan dengan pertanyaan ³seberapa banyak´ dalam hubungannya dengan jumlah orang: prioritas berlaku pada satu orang justru berkaitan dengan orang lain20. hal ini tentu saja bukan berarti tidak memiliki relevansi moral sama sekali.

di pihak lain. mengingat kondisi yang beraturan ini. Dalam menghitung keseimbangan terbesar atas kepuasan. tetapi hanya mempertanyakan bagaimana institusi yang memuaskan akan mempengaruhi keseluruhan kesejahteraan«jadi jika manusia merasa senang dalam membedakan satu orang dengan yang lainnya.´ dst.) dan bukan dengan prioritas interpersonal. 20 Leximin dan maximin membahas konflik antara prioritas posisional. Kombinasi utilitarianisme dan leximin masih akan terbatas pada kotak Welfarisme dan masih belum jelas apakah welfarisme sebagai pendekatan umum dengan sendirinya cukup memadai. Bila utilitarianisme diserang karena ketidakpeduliannya terhadap ketimpangan distribusi utilitas dan leximin dikritik karena ketiadaan ketertarikan pada besaran keuntungan dan kerugian utilitas. Meskipun utilitarianisme dan leximin berbeda secara tajam satu dengan lainnya dalam penggunaan yang secara berturut turut mereka buat berkenaan dengan informasi utilitas. la lu konflik posisional diterjemahkan secara langsung sebagai konflik personal. Jika posisi memiliki kesamaan dengan orang (misalnya. maka apakah tidak akan menjadi jalan keluar yang tepat untuk memilih campuran dari keduanya? Pada titik inilah pertanyaan yang lama tertunda tentang hubungan antara utilitas dan arti penting moral menjadi krusial. Kita harus merancang institusi sedemikian rupa sehingga mendapatkan jumlah kepuasaan terbesar. tidak ada cara untuk mempertahankan kepekaan moral sejumlah orang di tiap-tiap sisi dengan memilih persyaratan leximin-2 yang terbatas. 21 Theorem 8. orang yang sama dirugikan dalam setiap keadaan). bersama dengan keinginan yang lain« Dalam keadilan sebagai fairness. dan bahkan menyangkut jumlah. Yaitu. leximin-2 secara logis mengandung leximin pada umumnya21. kita tidak mengajukan pertanyaan tentang kualitas atau sumbernya. atau sesuatu yang lain. orang menerima sebelumnya prinsip kebebasan yang sama.bahwa mengingat kondisi yang beraturan. kiranya wajar untuk mempertanyakan apakah kombinasi keduanya tidak harus memenuhi kedua rangkain keberatan. Jika pertimbangan non±utilitas memiliki peran tertentu dalam masing-masing pendekatan. ketidakpedulian pada pernyataan seberapa besar berkenaan dengan utilitas mengimplikasikan ketidakpedulian pada pertanyaan seberapa banyak berkenaan dengan jumlah orang pada sisi yang berbeda. dalam mengurangi kebebasan orang lain yang merupakan sarana meningkatkan harga diri mereka. keduanya sama-sama menunjukkan perhatian ekslusif pada data utilitas. hal ini muncul dari bagian yang mereka mainkan dalam penentuan utilitas. dan mereka menerimanya tanpa pengetahuan tentang tujuan khusus mereka«Seorang individu yang me nemukan bahwa ia menikmati melihat orang dalam posisi kebebasan yang semakin berkurang memahami bahwa ia tidak memiliki klaim apapun pada kenikmatan ini. kecuali secara tidak langsung. ³posisi terburuk kedua. Mengingat hakikat kritik persamaan utilitarian dan persamaan utilitas total secara berturut-turut ini. maka kepuasan keinginan ini harus ditimbang dalam deliberasi (pertimbangan serius) kita sesuai dengan intensitasnya. Kenikmatan yang ia terima dari kehilangan orang lain sudah dengan sendirinya salah. tidaklah dipersoalkan untuk apa keinginan. kepuasan ini akan mengharuskan pelanggaran atas sebuah prinsip yang mestinya ia sepakati dalam posisi asali22. domain tanpa batas dan kebebasan. yakni antara peringkat (seperti ³posisi terburuk´. . persisnya. tanpa meninggalkan sama sekali leximin itu sendiri. Sen (1977). Ketidakmampuan berhitung seseorang menyebabkan ketidakmampuan berhitung yang lain. atau mungkin sebagai pengganti informasi utilitas ketika tidak ada data utilitas yang memadai. 10 Kelihatannya. Lihat pula Hammond (1979) sebagai perluasan dari hasil ini. Salah satu aspek kebodohan welfarisme dibahas dengan jelas oleh John Rawls.

sebagai pemenuhan hasrat. 658-59 23 24 12 . Pertimbangan kaum Libertarian menunjuk ke arah kelas informasi non±utilitas tertentu dan saya telah membantahnya di tempat lain bahwa hal ini mungkin membutuhkan penolakan atas apa yang disebut prinsip Pareto berdasarkan dominasi utilitas24. 140 Sen (1970). Masalahnya. tetapi juga proposisi yang lebih meragukan bahwa kesenangan ditimbang secara relatif hanya menurut intensitas masing-masing. apapun informasi lainnya dengan rujukan prinsip sebelumnya (prior-principle) yang lain. Scanlon (1975). Bahkan mereka yang tidak menerima prinsip sebelumnya dapat menolak kaum welfaris tanpa perhitungan yang berbasabasi atas utilitas. 30-31 11 terhadap welfarianisme secara umum. mengesampingkan sumber kesenangan dan aktivitas yang menyertai. pp. pekerjaan atau waktu senggang) welfarisme akan tetap ditolak. penolakan atas welfarisme akan tetap muncul. pp. bahkan seandainya kesenangan demikian dianggap bernilai. adalah karena kurangnya ³keseimbangan´ (parity) antara satu sumber dengan lainnya23. tidak adanya µkeseimbangan¶ (parity) antara utilitas dari tindakan yang mempertimbangkan diri sendiri dan dari tindakan yang mempertimbangkan orang lain akan mengatasi utilitas sebagai indeks kesejahteraan dan bisa fatal bagi welfarisme. Misalnya.M. Welfarisme membutuhkan dukungan bukan hanya dari intuisi yang diterima luas bahwa kesenangan apapun memiliki semacam nil i-a dan orang akan menjadi sedikit tidak suka dengan kesenangan yang dirasakan orang lain untuk berbeda pendapat dengan kesenangan ini--. Kedua. On Liberty (1859). Pertimbangan ³objektif³ dapat dihitung bersama selera seseorang. mengakui relevansi faktor-faktor objektif tidak mensyaratkan bahwa kesejahteraan dianggap bebas dari selera. Akan tetapi.tidak peduli apakah utilitas diartikan sebagai kesenangan. argumentasinya menggunakan prinsip yang kuat secara tidak perlu. Juga Sen (1979) 25 T. tapi kurang bernilai dibandingkan dengan kesenangan yang muncul dari sumber lain (misalnya menikmati makanan. Yang diperlukan adalah penolakan bahwa kesejahteraan seseorang ditentukan secara eksklusif oleh John Stuart Mill. tetapi menentang ketidakcukupan informasi utilitas untuk pertimbangan moral suatu keadaan. Pertimbangan moral ini dengan demikian bisa bertentangan dengan moralitas utilitarian± dan secara umum lagi (Scanlon dapat menyatakan) dengan moralitas kaum welfaris. jelas bahwa sebagai kritik atas welfarisme--dan a fortiori sebagai kritik atas utilitarianisme. khususnya bab 6. dan kategori Scanlon terlalu murni. atau sebagaimana akhir-akhir ini semakin umum. Tim Scanlon belakangan ini telah membahas kontras antara ³urgensi´ dan utilitas (atau intensitas preferensi). Tetapi juga ada tipe lain informasi non±utilitas yang telah dianggap secara instrinsik penting. Jika masalahnya adalah bahwa kesenangan yang diambil dari ³penderitaan orang lain´ dalam dirinya sendiri tidak dianggap sebagai sesuatu yang salah. p. Relevansi informasi non±utilitas terhadap pertimbangan moral merupakan masalah pokok yang terkait dalam memperdebatkan welfarisme. tetapi hanya sekedar tidak dianggap. Ia juga membantah ³kriteria kesejahteraan yang sesungguhnya kita terapkan pada pertimbangan moral adalah objektif´ dan tingkat kesejahteraan seseorang dianggap menjadi ³bebas dari kepentingan dan selera orang itu´25. seperti yang dicatat John Stuart Mill. Lagipula. misalnya ketetapan nilai kebebasan. Akhirnya argumentasi Rawls mengambil bentuk pertimbangan pada prinsip sebelumnya (prior±principle) untuk menyamakan kebenaran moral dengan penerimaan yang hati-hati dalam posisi asali.Sangat mudah dilihat bahwa argumentasi ini tidak semata-mata menentang utilitarianisme. dan dengan demikian merupakan serangan 22 Rawls (1971). tapi perbedaan ini tentu saja tidak bebas dari selera dan ciri-ciri objektif.

tidak boleh ada pertukaran antara kebebasan dasar.³barang-barang sosial utama´ (primary social goods)26. menjadikan urgensi bukan hanya sebagai fungsi kesejahteraan. Misalnya. Dan hal ini akan mengarahkan pada maximin atau leximin. jelas pula bahwa pengertian tentang urgensi tidak perlu terjadi hanya dengan faktor penentu kesejahteraan personal. Barang-barang sosial utama adalah ³hal-hal yang diinginkan oleh setiap manusia yang rasional´. Prinsip kedua ini memasukkan ³Prinsip Perbedaan´ (the difference principle) yang memberikan prioritas untuk yang palin tidak diuntungkan mengejar kepentingannya. Welfarisme merupakan posisi paling murni dan harus menghindari kontaminasi dari kedua sumber di atas.´ Prinsip kedua melengkapi kebebasan ini. Jika pertimbangan semacam itu memperhatikan kesenangan dan pemenuhan hasrat seseorang. sama sekali dibenarkan oleh dampak tidak langsungnya pada pemenuhan kaum welfaris atau tujuan lainnya yang didasarkan pada kesejahteraan. menilai keuntungan dalam pengertian indeks barang-barang utama. dan karena itu prioritas diberikan pada prinsip kebebasan yang menyatakan bahwa ³setiap orang memiliki hak sama terhadap kebebasan dasar paling hakiki sesuai dengan kebebasan serupa bagi yang lain.utilitasnya saja. tetapi didasarkan pada pandangan moral bahwa setiap orang pantas mendapatkan apa yang ia kerjakan menurut salah satu karakteristik produksi. urgensi yang diturunkan dari prinsip seperti ³bayaran yang sesuai dengan pekerjaan´ secara langsung menyerang diskriminasi tanpa harus mendefinisikan kembali pengertian kesejahteraan personal guna memperhatikan diskriminasi semacam itu. yang ditetapkan tidak pada utilitas individu tetapi pada indeks barang-barang utama. dan basis sosial dari kehormatan diri. tetapi karena ia melakukan pekerjaan yang sama dengan pria tersebut. jadi kenapa ia dibayar agak kurang? Klaim moral ini± berdasarkan konsepsi persamaan non-welfaris± memiliki peranan penting dalam pergerakan sosial dan agaknya sulit untuk mendukung hipotesis bahwa klaim diatas murni ³instrumental´. kedinginan.´ Kebebasan dasar dipisahkan dari prioritas pemilikan atas barang-brang utama yang lain. 60-65 13 bekerja demi keuntungan setiap orang. Pertama. bukan karena bila tidak demikian ia akan memiliki tingkat kesejahteraan lebih rendah daripada orang lain. Akan tetapi pada saat bersamaan. 3. dan faktor objektif tertentu. termasuk ³hak. misalnya apakah orang itu lapar. Tetapi mengingat prioritas prinsip kebebasan. kebebasan dan kesempatan. Persamaan Rawlsian ³Dua prinsip keadilan´ Rawlsian menggolongkan kebutuhan tentang persamaan dalam pengertian²apa yang disebutnya-. Herbert Hart secara persuasif telah membantah argumentasi Rawls tentang . rumusan yang dihasilkan masih tetap saja non welfaris. pp. Welfarisme adalah posisi paling ekstrim dan penolakannya dapat mengambil berbagai bentuk ± murni dan campuran ± sejauh pengabaian informassi non utilitas total dihindari. klaim bahwa seseorang tidak boleh dieksploitasi di tempat kerjanya tidak didasarkan pada penciptaan eksploitasi sebagai parameter tambahan dalam rangka mengkhususkan kesejahteraan diatas faktor -faktor seperti pendapatan (income) dan usaha. Ketimpangan dikutuk kecuali jika hal ini 26 Rawls (1971). atau tertekan. Mirip dengan hal ini. yang pertama tidak mensyaratkan bahwa kesejahteraan bebas dari utilitas dan yang kedua tidak membutuhkan pengertian urgensi yang bebas dari kesejahteraan personal. betapapun luasnya penerimaan atas pandangan ini. menutunt efesiensi dan persamaan. Seseorang bisa saja mengatakan: ³wanita harus dibayar sebanyak yang dibayarkan pada pekerjaan yang dilakukan laki laki. Kedua. Jadi pemisahan urgensi dari utilitas dapat muncul dari dua sumber berbeda. memisahkan pengertian kesejahteraan personal dari utilitas dan kedua. pendapatan dan kekayaan. ekonomi dan perolehan sosial.

p. 28 John Rawls.prioritas kebebasan27 dengan sebuah pertanyaan yang tidak akan saya bahas pada kuliah kali ini. dan menganggap penyandang cacat. 14 ke arah persamaan tingkat utilitas. atau mengesampingkan mereka karena kekhawatiran akan membuat kesalahan. Menilai keuntungan hanya dalam arti barang-barang utama mengarah pada moralitas yang sebagian buta. Selanjutnya. atau kebutuhan perawatan khusus. Kriteria objektif kesejahteraan dapat secara langsung diakomodir dalam indeks barang-barang utama. Karena keuntungan dinilai sama sekali bukan dalam arti utilitas. yang berubah karena kesehatan. Tapi bagaimana dengan orang yang cacat dengan kerugian utilitas yang kita bahas sebelumnya? Leximin akan memberinya lebih banyak pendapatan pada masalah distribusi murni.´ University of Chicago Law Review 40 (1973). Hart. 96. melainkan dengan indeks barang-barang utama. Dan masalahnya tidak berhenti pada kasus yang sulit. orang nampak memiliki kebutuhan yang sangat berbeda. Reading Rawls (Oxford : Blacwell. Hal ini mungkin 28 terjadi. ³Rawls on Libery and its Priority. maka perhatian utilitarian dengan memaksimalkan jumlah total utilitas akan mendorong kita secara serempak 27 H. Masalah yang krusial untuk dibahas adalah konsentrasi pada sekumpulan barang-barang sosial utama ini. selera yang mahal tidak lagi memberikan dasar untuk mendapatkan pendapatan yang lebih banyak. tetapi kasus-kasus yang sulit benar-benar ada. tetapi mengabaikan banyak perbedaan yang nyata dan bersifat meluas. Ini merupakan hal yang nampak sulit.. dapat dinyatakan bahwa dalam kenyataannya terdapat . sedangkan utilitarianisme akan memberinya pendapatan kurang.´ Cambridge Review (February 1975). dicetak ulang dalam N. Komentar yang sama dapat dibuat tentang Prinsip Perbedaan Rawlsian. (ed). Hal ini juga berlaku untuk penolakan Mill tentang keseimbangan (parity) antara kesenangan dari berbagai sumber. usia lanjut. kondisi musim. Prinsip Perbedaan tidak akan menambah atau mengurangi pendapatannya berdasarkan keadaannya yang cacat. Jika orang pada dasarnya serupa. dalam kenyatannya. telah dinyatakan bahwa jika manusia secara fundamental serupa dalam hal fungsi utilitas. Jadi apa yang terlibat bukan hanya sekedar mengabaikan beberapa kasus yang sulit. temperamen. meskipun prinsip perbedaan dianggap egaliter seperti halnya leximin. lokasi. Tetapi. Daniels.A. maka indeks barang-barang utama mungkin bisa menjadi cara yang cukup baik untuk menilai keuntungan. kondisi kerja. sebagai tidak relevan secara moral. dan memang demikianlah kenyataannya. mungkin menjamin bahwa kesalahan sebaliknya akan dilakukan. atau cacat mental dan fisik. 1975). prinsip ini menghindari ciri leximin yang banyak dikritik dengan memberi lebih banyak pendapatan pada orang-orang yang sulit dipuaskan dan yang harus dibanjiri Champagne dan dipendam dalam Caviar untuk membawa mereka pada level utilitas normal yang bagi saya dan anda cukup didapat dari sandwich dan bir. Keuntungan utilitas orang yang cacat akan tidak relevan untuk Prinsip Perbedaan. Pendekatan barangbarang utama nampaknya kurang memperhatikan perbedaan di antara manusia. dan bahkan ukuran tumbuh (mempengaruhi kebutuhan makan dan pakaian). ³A Kantian Concept of Equality. karena sumbersumber tersebut dapat dibedakan berdasarkan sifat barang-barangnya.L. Beberapa kesulitan welfarisme yang pernah saya coba bahas tidak akan diterapkan untuk memperoleh persamaan Rawlsian. Jadi utilitarianisme dapat dibuat jauh lebih menarik jika orang memang sungguh-sungguh serupa. Rawl menjustifikasi hal ini dalam pengertian tanggung jawab orang perorang atas tujuannya sendiri. Sesungguhnya. Rawl menjustifikasi hal ini dengan menunjukkan bahwa ³kasus-kasus sulit´ dapat ³mengacaukan persepsi moral kita dengan membawa kita pada pemikiran tentang orang yang jauh jaraknya dari diri kita yang nasibnya membangkitkan keprihatinan dan kecemasan´ . Dalam konteks menilai persamaan utilitarian.

Kita telah melihat utilitarianisme tidak akan melakukan apapun untuk orang. Ia mendapatkan perlakuan ini karena rendahnya tingkat utilitas yang dimiliki. Pokok pendapat saya adalah bahwa konsep kebutuhan bahkan tidak mendapatkan ulasan yang memadai melalui informasi barang-barang utama dan utilitas. prinsip perbedaan akan membiarkannya merana sendirian. Tetapi sekarang anggap saja ia tidak dirugikan dalam arti utilitas. pendapatan dan kekayaan tidak dinilai oleh utilitarianisme sebagai unit fisik. maka untuk memiliki kerangka pemikiran sepenuhnya yang berorientasi pada barang memberikan cara yang aneh dalam menilai keuntungan. Namun. Persamaan Kemampuan Dasar Hal itu membawa pada pertanyaan selanjutnya: tidak bisakah kita mengembangkan sebuah teori persamaan dengan dasar perpaduan (kombinasi) dari persamaan Rawlsian dan persamaan dari dua konsepsi kaum welfaris. Hal ini tentu saja dapat dengan mudah ditegaskan jika klaim yang muncul dari pertimbangan selain kesejahteraan diakui sebagai absah. Pembedaan ini telah dibahas sebelumnya dalam konteks menilai wefarisme. Bahkan dalam arti prinsip sebelumnya dari penerimaan secara hati-hati dalam ³posisi asali´. Akan tetapi. Bahwa kepentingan seseorang tidak berhubungan secara langsung dengan kebahagi an atau a pemenuhan keinginannya nampaknya sulit untuk dibenarkan. kerangka pemikiran Rawlsian menegaskan bahwa utilitas tidak relevan bagi urgensi. Bahkan seandainya utilitas tidak dianggap sehingga fokus yang tepat untuk hubungan orang dan barang. atau leximin atau--pada umumnya-. dengan beberapa pertukaran di antara mereka? Saya sekarang ingin menyatakan secara ringkas kenapa saya percaya kombinasi ini juga mungkin terbukti tidak banyak membantu. meskipun secara fisik ia memiliki rintangan karena ciri-ciri utilitas tertentu. bukan menganggap keuntungan sebagai hubungan antar orang dan barang. Pertimbangkan kembali orang yang cacat dengan ketidakberuntungan utilitas marginal. 4. Utilitarianisme. orang cacat itu mendapatkan perlakuan prefensial dengan leximin. Rawls menganggap barang-barang utama sebagai perwujudan dari keuntungan. Konsepsi hak pemilikan (entitlements) yang lain juga dapat diperkenalkan untuk mengatasi pemberian perhatian hanya pada kesejahteraan personal. dan telah ditunjukkan bahwa penolakan terhadap welfarisme tidak perlu membawa kita pada kesimpulan bahwa utilitas tidak diberikan peranan sama sekali. Dapat juga dinyatakan bahwa sementara utilitas dalam bentuk kebahagiaan atau pemenuhan keinginan mungkin menjadi panduan yangtidak memadai untuk urgensi. Misalnya. tetapi dalam pengertian kapasitasnya untuk menciptakan kebahagiaan manusia atau untuk memuaskan keinginan mereka. atau jika mereka tidak demikian.elemen ³pemujaan´ yang berlebihan dalam kerangka pemikiran Rawlsian. dengan kriteria yang memperkuat persamaan total. dan secara umum. Saya akan menggunakan argumen kasus implikasi (case-implication arguments).welfarisme tidak mempunyai ³pemujaan´ ini karena utilitas adalah cerminan dari satu tipe hubungan antara orang dan barang. kenyataannya utilitarianisme memberinya pendapatan kurang daripada yang didapat oleh orang sehat secara fisik. Noneksplo itasi atau non diskriminasi membutuhkan penggunaan informasi yang tidak 15 sepenuhnya ditangkap oleh utilitas atau oleh barang-barang utama. sama sekali tidak jelas mengapa orang dalam keadaan primodial harus dianggap sedemikian tidak peduli pada kesenangan dan penderitaan dalam menjalani posisi tertentu. dalam uraian berikut ini saya tidak akan memperkenalkan konsep tersebut. Prinsip Perbedaan juga tidak menolongnya. Atau karena ia memiliki tingkat aspirasi rendah dan . kenapa perhatian mereka terhadap kesenangan dan penderitaan ini harus dianggap sebagai tidak relevan secara moral. Hal ini dapat terjadi karena ia mempunyai watak selalu bergembira.

tetapi pada reaksi mentalnya. tidak juga pada utilitas total yang rendah. Tipe persamaan inilah yang saya sebut sebagai ³persamaan kemampuan dasar´ (basic capability equality).hatinya berjingkrak jika melihat pelangi di langit. hal ini bukan masalah besar. Masih tetap terdapat sesuatu yang hilang pada kombinasi daftar barang -barang utama dan utilitas. pengertian ³persamaan kemampuan dasar´ memiliki banyak . yang harus dipuaskan. Jika manusia sangat serupa satu sama lain. Rawls sendiri terdorong menilai keuntungan dalam arti barang-barang utama dengan merujuk pada kemampuan. Utilitas. dan persamaan dalam hal barang-barang mungkin masih jauh dari persamaan dalam hal kemampuan. kebutuhan pakaian dan perumahan (pangan. kebebasan. dan tidak ada kekurangan barang-barang utama (karena ia memiliki barang-barang sebagaimana orang lain). dengan menggeser perhatian dari barang-barang menjadi apa yang dilakukan barang-barang pada manusia. Poin pentingnya. atau dengan riang menerima apa yang dianggapnya sebagai hukuman yang adil untuk kelakuan buruk dalam inkarnasi di masa lalu. seseorang menjadi mampu melakukan hal-hal dasar tertentu. misalnya: kemampuan memenuhi kebutuhan gizi. meskipun ia tidak diuntungkan dari utilitas marginal. Tentu saja. masalahnya pasti terletak pada sesuatu yang lain. Atau karena ia agamis dan merasa bahwa akan mendapat ganjaran dalam kehidupan setelah mati. walaupun di sini tidak ada argumen utilitas marginal (karena mahal). Saya percaya bahwa apa yang menjadi persoalan adalah interpretasi tentang kebutuhan dalam bentuk kemampuan dasar. kekayaan. menaruh perhatian pada apa yang dilakukan hal-hal ini pada manusia. tetapi ada bukti bahwa konversi dari barang-barang menjadi kemampuan berbeda secara substansial dari satu orang ke orang lainnya. kesempatan. sandang dan papan) dan kemampuan berpartisiasi dalam kehidupan sosial masyarakat. tetapi menggunakan sebuah matrik yang memusatkan perhatian bukan pada kemampuan seseorang. dan sebagainya. Sekarang bahkan leximin atau pengertian persamaan lainnya yang terfokus pada utilitas total tidak akan berbuat banyak untuk dirinya. mencakup hak. di pihak lain. pada ³basis sosial kehormatan diri´ daripada kehormatan diri itu sendiri. ketentuan ini masih menaruh perhatian pada hal-hal yang baik. Kemampuan untuk berpindah adalah relevan di sini. Dapat dinyatakan bahwa apa yang hilang dalam semua kerangka pemikiran ini adalah sejumlah pengertian tentang ³kemampuan dasar´ (basic capabilities). Fokus pada kemampuan dasar dapat dilihat sebagai perluasan alami dari perhatian Rawl terhadap barang-barang utama. dan tidak ada argumen utilitas total (karena ia sangat terpuaskan). walaupun kriterianya berujung dengan fokus pada barang-barang seperti: pada pendapatan daripada apa yang dilakukan dengan pendapatan. dan meskipun daftar barang ditentukan dengan cara umum dan inklusif. Jika kita masih berpikir bahwa ia memiliki kebutuhan sebagaimana seorang yang cacat. Interpretasi tentang kebutuhan dan kepentingan ini seringkali implisit dalam menuntut persamaan. tetapi orang dapat mempertimbangkan lainnya. Barang-barang utama terbebani oleh rintangan µpemujaan¶ (fetihist) dengan memperhatikan barang-barang. Jika dikatakan bahwa sumberdaya harus dicurahkan untuk menghilangkan 16 atau mengurangi secara substansial rintangan dari penderita cacat. dan tentu saja tidak pada deprivasi dalam pengertian barang-barang utama. Pengertian urgensi yang terkait dengan kemampuan ini tidak sepenuhnya ditangkap oleh utilitas atau barang-barang utama. atau gabungan dari keduanya. pendapatan dan basis sosial kehormatan diri. ia tidak lagi mengalami deprivasi utilitas total. maka basis klaim itu jelas bersandar tidak pada utilitas marginal yang tinggi. daripada apa yang dilakukan hal-hal yang baik ini pada manusia.

Tidak pada tempatnya di sini untuk masuk ke dalam masalah teknis yang terlibat dalam pengindekan di atas. dan secara umum dengan menggunakan kemampuan dasar sebagai dimensi yang relevan secara moral yang membawa kita mengatasi utilitas dan barang-barang utama. indeks dapat juga dipergunakan dengan cara yang sama seperti halnya utilitarianisme. bagaimanapun. Salah satu sebabnya adalah moralitas tidak hanya berhubungan dengan persamaan. Dimensi baru dapat digunakan dengan cara yang berbeda. Di pihak lain. Persamaan kemampuan dasar merupakan petunjuk parsial pada bagian dari kebaikan moral yang diasosiasikan dengan ide persamaan. dan persamaan Rawlsian untuk memberikan basis yang mencukupi bagi aspek persamaan dari moralitas--dan memang sebagian dari kuliah ini menaruh perhatian pada kebutuhan daripada kualitas kepentingan (deserts). . seperti halnya utilitas. Persamaan kemampuan dasar sesuai dengan persamaan utilitas total. Sesungguhnya. Masalah ini. dengan menilai kekuatan klaim dalam arti tambahan kontribusi untuk meningkatkan nilai indeks tersebut. persamaan kemampuan dasar menghindari pemujaan. indeks kemampuan dasar. Titik tolak pentingnya adalah dalam memusatkan perhatian pada besaran (magnitude) yang berbeda dengan utilitas dan juga dengan indeks barang-barang utama. Ide tentang kepentingan relatif ini tentu saja tergantung pada sifat masyarakat. dan dengan dimensi baru ini persamaan kemampuan dasar merupakan satu-satunya. Secara khusus masalah pengindekan (indexing) bundel kemampuan dasar merupakan masalah yang serius. Kedua. Pengertian tentang persamaan kemampuan dasar ini sangat umum. khususnya dalam menilai perbedaan kemampuan. Saya telah mencoba mengajukan pandangan bahwa sebagai petunjuk parsial hal ini memiliki kebajikan yang tidak dimiliki oleh ciri-ciri persamaan lainnya. Inilah tesis utama saya. 5.kesulitan. Saya juga telah membuat klaim konstruktif bahwa kesenjangan ini dapat dipersempit dengan gagasan persamaan kemampuan dasar. tapi tetap mempertahankan ketergantungan-budaya. begitu pula kombinasi ketiganya. meskipun saya berpendirian bahwa persamaan kemampuan dasar memiliki keuntungan tertentu yang jelas atas 17 tipe persamaan lainnya. dan dapat diperluas pada arah yang berbeda. bukanlah pendapat saya bahwa persamaan kemampuan dasar dapat menjadi satu -satunya petunjuk bagi kebaikan moral. dapat diperbandingkan dengan pengindekan bundel barang-barang utama dalam konteks persamaan Rawlsian. dapat dipergunakan dengan berbagai cara. misalnya. pada leximin kemampuan dasar. Komentar Kesimpulan Saya mengakhiri kuliah ini dengan tiga komentar akhir. sebagian besar kuliah ini menaruh perhatian pada penolakan klaim persamaan utilitarian. persamaan utilitas total. Saya harus mengakhiri kuliah ini dengan menunjukkan bahwa validitas dari tesis utama tidak tergantung pada penerimaan klaim konstruktif ini. persamaan kemampuan dasar pada dasarnya dapat dilihat sebagai perluasan dari pendekatan Rawlsian dalam arah yang tidakmengandung pemujaan (non-fetishist). tetapi jelaslah bahwa apapun urutan parsial yang dapat dilakukan atas dasar keseragaman preferensi personal harus dilengkapi dengan konvensi tertentu yang telah mapan dari arti penting relatifnya. Sebab yang lain. Saya telah menyatakan bahwa tidak ada satupun dari ketiga teori ini mencukupi. tetapi aplikasinya pasti tergantung pada kebudayaan (culture-dependent). saya tidak menyatakan bahwa tipe yang lain tidak relevan secara moral. Sementara persamaan Rawlsian mengandung ciri sebagai gabungan antara ketergantungan-budaya dan pemujaan (fetishist). Terakhir. Pertama.

Pengaruh pemikirannya merambah dari wacana metafisika hingga etika politik dan dari estetika hingga teologi. John Rawls. tetapi terlebih dahulu memperkenalkan sekilas biografi baik Immanuel Kant maupun John Rawls. Dalam Metaphysik der Sitten (Metafisika Kesusilaan. Immanuel Kant Immanuel Kant (1724-1804) adalah seorang filsuf besar Jerman abad ke-18 yang memiliki pengaruh sangat luas bagi dunia intelektual. Prussia Timur (sesudah PD II dimasukkan ke Uni Soviet dan namanya diganti menjadi Kaliningrad).Tentang Immanuel Kant. serta membedakan antara sikap moral yang berdasar pada suara hati (disebutnya otonomi) dan sikap moral yang asal taat pada peraturan atau pada sesuatu yang berasal dan luar pribadi (disebutnya heteronomi). Dalam karyanya berjudul Kritik der reinen Vernunft (Kritik Akal Budi Murni. Ia seorang anak yang cerdas. Pertama. sumbangan Kant bagi Etika. Telaah atas pemikiran Kant merupakan kajian yang cukup rumit. serta pengaruh Kant terhadap pemikiran Rawls. Kant lahir pada 22 April 1724 di Konigsberg. Lebih dan itu. yang mematahkan pandangan bahwa bumi adalah datar. Kant membongkar seluruh filsafat sebelumnya dan membangunnya secara baru sama sekali. Filsafatnya itu oleh Kant sendiri disebut Kritisisme untuk melawankannya dengan Dogmatisme. Revolusi filsafat Kant ini seringkali diperbandingkan dengan revolusi pandangan dunia Kopernikus. Kant membuat distingsi antara legalitas dan moralitas. Selama studi di sana ia mempelajari hampir semua . sehingga apapun yang adil akan sangat kuat dan apapun yang sangat kuat akan adil" Blaise Pascal (1623-1662) Artikel ini membahas singkat tentang Teori Keadilan John Rawls. 1797). dalam wacana etika ia juga mengembangkan model filsafat moral baru yang secara mendalam mempengaruhi epistemologi selanjutnya. 1781/1787) Kant menanggapi. yakni Empirisme dan Rasionalisme. Karena bantuan sanak saudaranyalah ia be rhasil menyelesaikan studinya di Universitas Konigsberg. dan membuat sintesa antara dua arus besar pemikiran modern. Kedua. mengatasi. sedikitnya karena dua alasan. dan Etika Kantian Rawls Mengenai Teori Keadilan "Keadilan dan kekuasaan harus dipegang bersama. Kant memulai pendidikan formalnya di usia delapan tahun pada Collegium Fridericianum. Berasal dan keluarga miskin.

dan Massachussets Institute of Technology (MIT). Kant dijuluki sebagai ³der schone magister´ (sang guru yang cakap) karena cara mengajarnya yang hidup bak seorang orator. Dissent. Rawls adalah filsuf asal Amerika yang pemikirannya banyak dipengaruhi Kant. Universitas Cornell. Saat ia di Universitas Harvard di tahun 60-an. fisika dan matematika. pengalaman yang baginya sangat buruk. bukan saja di kalangan filsafat melainkan dari para ahli ekonomi dan politik. dan Die Metaphysik der Sitten (Metafisika Kesusilaan. 1 778). Pada 1775 Kant rnemperoleh gelar doktor dengan disertasi benjudul ³Penggambaran Singkat dari Sejumlah Pemikiran Mengenai Api´ (Meditationum quarunsdum de igne succinta delineatio). Rawls sempat menjadi tentara. Ia lalu kembali ke alma maternya. Kelak lima tahun pascapemboman itu Rawls mengkritik keras tindakan tersebut lewat artikelnya di jurnal politik Amerika. Mereka dikarunia 5 orang anak. ia sambil bekerja menjadi guru pribadi (privatdozen) pada beberapa keluarga kaya. Kant meninggal 12 Februari 1804 di Konigsberg pada usianya yang kedelapanpuluh tahun. untuk menulis disertasi doktoralnya di bidang flisafat moral. A Theory of Justice pun menjadi salah satu buku filsafat dan abad ke-20 yang paling banyak ditanggapi dan dikomentari. ia diangkat menjadi profesor logika dan metafisika dengan disertasi Mengenai Bentuk dan Azas-azas dari Dunia Inderawi dan Budiah (De mundi sensibilis atgue intelligibilis forma et principiis). filsafat. A Theory of Justice (Teori Keadilan). John Rawls John Rawls. lahir dua abad setelah Immanuel Kant. Karyanya tentang Etika mencakup sebagai berikut: Grundlegung zur Metaphysik der Sitten (Pendasaran Metafisika Kesusilaan. pedagogi. Ia menyaksikan apa yang tenjadi di kawasan Pasifik dan sempat ditugaskan di Nu Guini. Untuk mencari nafkah hidup. Tahun 1949 ia menikah dengan Margaret Fox. yang diterbitkan pada tahun 1971 (jadi Rawls telah mempersiapkan bukunya itu dalam kurun waktu 20 tahun!). 1797). . ia juga berkampanye anti-perang dalam sebuah Konferensi Anti Perang di Washington saat Vietnam berusaha dikuasai Amerika. teologi. Sejak tahun 1962 ia mengajar di Universitas Harvard hingga masa pensiunnya. ilmu falak dan mineralogi. Rawls mengambil kursus di bidang teori politik. saat baru saja menyelesaikan studinya di Princeton. Princeton. Pada masa remajanya. seorang sarjana yang pelukis. yang kelak menjadi batu pertama penulisan karya besarnya tentang keadilan. Di akhir masa studinya di tahun 1949-50. 1775). Seusai perang Dunia II ia mengajar sebagai profesor filsafat berturut-turut di Universitas Princeton. di antaranya metafisika. Filipina dan Jepang dan berada di Pasifik saat Amerika membombardir Hiroshima pada 1945. Pada Maret 1770. bernama lengkap John Borden Rawls (1921-2002) . Ia juga memiliki pemikiran yang rumit dan ambisius. geografi. logika. Argumen-argunennya selalu dibangun dari telaah sejarah yang mendalam dan didasari pada wawasan keilmuan serta disiplin yang beragam. Sejak itu ia mengajar di Univensitas Konigsberg untuk banyak mata kuliah.matakuliah yang ada. Kritik der praktischen Vernunft (Kritik Akal Budi Praktis. Rawls keluar dan tentara pada 1946. Pendidikan Rawls di bidang ekonomi dan filsafat.

yang untuk sebagian merevisi pandangannya dalam buku pertama. Sebagian besar dan para pelajar yang menekuni bidang politik dan filsafat dipastikan mempelajari gagasan-gagasannya. Mengafirmasi Kant. Posisi asali menurut Rawls adalah murni situasi hipotesis yang diandaikan ada untuk menentukan prinsip-prinsip keadilan. Veil of ignorance adalah sikap yang membebaskan diri dari segala bias yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Buku A Theory of Justice di Amerika saja dengan cepat terjual 200. Gagasan ini ia meujuk pada Kant.000 kopi. Di masa senjanya ia kembali menerbitkan bukunya yang ketiga: The Law of People (1999). Ia memang pada saat sebelum dan sesudah peluncuran A Theory of Justice menulis beberapa artikel sebagai penjelasan tentang karyanya yang besar itu. Sedangkan mutually disinterested attitude adalah sikap yang melepaskan diri dari sifat cemburu terhadap keuntungan yang akan diperoleh orang lain. Katanya. dan juga telah diterjemahkan ke dalam tak kurang 23 bahasa. sebab otonomi atau rasionalitas (Kant mengidentikkan keduanya) adalah unsur penting dalam posisi asali. Rawls menulis artikel berjudul Justice as Fairness sebagai awal dan debut pemikirannya tentang konsep keadilan. kita bertindak secara otonom (rasional) jika kita menerima prinsip-prinsip yang dipilih dalam posisi asali (original position). dan kedua. dan kesetaraan (equality). . Sejak saat kemunculan buku itu Rawls segera menjadi terkenal sebagai seorang filsuf terkemuka di Amerika dan kelak di dunia. antara lain dengan mengakui bahwa masyarakat modern sangat heterogen dan karenanya toleransi harus menjadi ciri khas masyarakat yang adil. Cerita tentang ³bagaimana Rawls telah melahirkan kembali filsafat politik dan meremajakan liberalisme´ merupakan bagian dan legenda akademik masa itu. Ketiga ciri dasar tersebut memerlukan dua hal: pertama. sikap saling tak memihak-berkepentingan (mutually disinterested attitude). Gagasan Kant tentang otonomi (rasionalitas) manusia memang oleh Rawls dijadikan sebagai salah satu basis kebenaran tesisnya. Publikasi A Theory of Justice memang peristiwa yang patut dicatat. kebebasan (freedom). sekurangkurangnya 23 kali cetak ulang. bukan oleh dorongan-dorongan sementara. Baru pada 1993 terbit bukunya yang kedua. Oleh Rawls hak-hak dasar dan politik masyarakat ditempatkan pada jantung sistem pemikiran etika politiknya yang tak boleh diganggu-gugat. yang segera menjadi perbincangan luas di seantero dunia. Etika Kantian Rawls Pernikiran-pemikiran Rawls dalam A Theory of Justice tak dapat disangkal memiliki basis kuat pada etika sentral Immanuel Kant mengenai otonomi manusia. selubung ketidaktahuan (veil of ignorance). Diperkirakan telah ada sekarang ini tak kurang dari 5. buku tentang keadilan internasional yang menggenapkan ³trilogi´karyanya itu. Ada tiga ciri dasar posisi asali: rasionalitas (rationalitiy). Pada awal karir akademisnya di tahun 1958. Rawls percaya bahwa ciri yang paling membedakan manusia dengan makhluk lain adalah kemampuannya untuk secara bebas memilih apa yang rnenjadi pilihan dan kehendaknya.Rawls sangat berjasa melahirkan polemik tentang keadilan pada dekade 1970-an di Arnerika. Political Liberalism.000 buku atau artikel yang memperbincangkan gagasannya itu. Bagi Rawls pelaku yang otonom adalah seseorang yang tindakannya ditentukan oleh prinsipprinsip rasional.

prinsip keadilan yang berdasarkan pada asas hak akan melahirkan prosedur yang fair karena berdasar pada hak-hak (individu) yang tak boleh dilanggar (hakhak individu memang hal yang dengan gigih diperjuangkan Rawls untuk melawan kaum utilitarian). Lantas yang menjadi pertanyaan adalah: mekanisme yang bagaimanakah yang kondusif untuk menciptakan prosedur yang fair tersebut? Rawls menjawab: prosedur harus dibuat pada posisi asali yang diandaikan ada oleh orang orang yang tak memihak. akan dicapai jika struktur dasar masyarakat (basic structure of society) yang disepakati dalam situasi kontrak menguntungkan semua pihak. Sebaliknya. Locke. sambil berada dalam posisi asali kita dapat menyetujui prinsip-prinsip keadilan berikut ini. politik. yaitu bagaimana prosedur pendistribusian pendapatan yang adil kepada masyarakat. posisi asali (original position). Pandangannya mengenai situasi kontraktarian dalam membangun masyarakat memang bukanlah gagasan baru. Kebutuhan dasar itu antara lain hak-hak dasar. Rousseau. haruslah berdasar pada asas hak. Maka dengan menghindari pelanggaran terhadap hak semua orang sesungguhnya juga akan menciptakan prosedur yang adil (fair). Hal itu telah banyak ditawarkan oleh para pemikir pendahulunya. Hanya saja situasi kontraktarian masyarakat ala Rawls adalah µsintesis¶ dan teori kontrak sosial sebelumnya yang cenderung utilitarianistik di satu sisi dan intuisionistik di lain sisi di mana masing-masing memiliki cacat mendasar. yang berada di baiik selubung ketidaktahuan. Prinsip keadilan. dan kesempurnaan. sedangkan pandangan intuisionisme terjebak dalam subjektivisme moral. Nilai-nilai sosial yang primer yang dimaksud adalah kebutuhan dasar yang sangat kita butuhkan untuk bisa hidup pantas sebagai manusia dan warga masyarakat. karena struktur institusi itu mempunyai pengaruh mendasar terhadap prospek kehidupan individu. dan mengancarn hak-hak individu. . Rawls berpendapat soal sikap adil. Menurut Rawls. yaitu bahwa pembagian nilai-nilai sosial yang primer (primary social good) disebut adil jika pembagiannya dilakukan secara merata.Gagasan tentang keadilan Rawls dalam A Theory of Justice memang memiliki kedalaman perspektif. Tentu egalitarianisme itu tidak boleh dimengerti dalam arti secara radikal. Maka problem utama keadilan ialah merumuskan dan memberikan alasan pada sederet prinsipprinsip yang harus dipenuhi oleh sebuah struktur dasar masyarakat yang adil. bukan manfaat. dan karenanya mengancam rasionalitas keadilan. kecuali jika pembagian yang tidak merata merupakan keuntungan bagi setiap orang. A Theory of Justice mengurai panjang tema-tema sekitar keadilan: prinsip-prinsip keadilan (principles of justice). Rawls menyatakan. hukum. seperti Hobbes. Apa yang digagas Rawls dalam pandangan-pandangannya mengenai keadilan sebagai fairness adalah satu upaya mewujudkan semangat egalitarian pada struktur masyarakat. Egalitarianisnie di atas. kebebasan. demikian Rawls. Menurut Rawls utilitarianisme telah memunculkan sikap-sikap pembenaran orang kuat yang tak adil terhadap orang lemah. adalah struktur dasar masyarakat (basic structure of society) yang meliputi institusi sosial. kebebasan (freedom). ekonomi. Bidang utama prinsip keadilan. apapun manfaat yang dihasilkannya. Jika asas manfaat yang menjadi dasar maka ia akan mengabaikan prosedur yangfair: hal yang dianggap utama adalah hasil akhirnya yang memiliki banyak manfaat untuk sebanyak mungkin orang tanpa mengindahkan cara dan prosedurnya (the greatest good for the greatest number). kesejahteraan. kesetaraan (equality). kata Rawls.

b. . Keadilan Komutatif Mengatur hubungan yg adil atau fair antara orang yg satu dg yg lain atau warga negara satu dg warga negara lainnya. paling atas harus ditempatkan hak-hak kebebasan. Sedangkan prinsip kedua b (persarnaan peluang yang fair). yaitu hak-hak asasi manusia. dan serentak juga b) melekat pada jabatan-jabatan dan posisi-posisi yang terbuka bagi semua orang dalam keadaan yang menjamin persamaan peluang yang fair. Keadilan Legal Menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara.*** KEADILAN DALAM BISNIS Posted On 20/12/2010 08:41:01 by pinkky_girls23 KEADILAN DALAM BISNIS 1. dan Prinsip kedua: Ketidaksamaan sosial dan ekonomis diatur sedemikian rupa sehingga a) menguntungkan terutama orang-orang yang minimal beruntung. Intinya adalah semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara di hadapan hukum. Prinsip ini tidak boleh dikalahkan oleh prinsip-prinsip lain. harus ditempatkan di atas prinsip kedua a (prinsip perbedaan). lalu harus dijamin peluang yang sama bagi semua warga untuk memangku jabatan penting. Pada skala nilai dalam masyarakat adil yang dicita-citakan Rawls. dan akhirnya perbedaan sosial-ekonomi tertentu dapat diterima demi peningkatan kesejahteraan bagi orang-orang yang minimal beruntung. Tentang hubungan kedua prinsip itu lebih lanjut Rawls menjelaskan bahwa prinsip pertama (kebebasan yang sedapat mungkin sama) harus diberi prioritas mutlak. PAHAM TRADISIONAL DALAM BISNIS a.Prinsip pertama: Setiap orang mempunyai hak yang sama atas kebebasan-kebebasan dasar yang paling luas yang dapat dicocokkan dengan kebebasan-kebebasan yang sejenis untuk semua orang.

Termasuk di dalamnya keterbukaan dan kesediaan untuk dikritik. diprotes. Menyangkut pembagian kekayaan ekonomi atau hasil-hasil pembangunan. Keadilan Distributif Keadilan distributif (keadilan ekonomi) adl distribusi ekonomi yg merata atau yg dianggap merata bagi semua warga negara. pimpinan perusahaan manapun yg melakukan diskriminasi tanpa dasar yg bisa dipertanggungjawabkan scr legal dan moral hrs ditindak demi menegakkan sebuah sistem organisasi perusahaan yg memang menganggap serius prinsip perlakuan yg sama.  Dalam bisnis.  Dlm bidang bisnis dan ekonomi. dibutuhkan sistem sosial politik yg memang mewadahi dan memberi tempat bagi tegaknya keadilan legal tsb. Tanpa itu ketidakadilan akan merajalela dlm masyarakat.c. TEORI KEADILAN ADAM SMITH . 3. mensyaratkan suatu pemerintahan yg juga adil: pemerintah yg tunduk dan taat pada aturan keadilan dan bertindak berdasarkan aturan keadilan itu. 2. dan juga tekadnya utk menegakkan keadilan. fair atau adil ini. termasuk dlm bidang bisnis. melainkan menyangkut sistem dan struktur sosial politik scr keseluruhan. KEADILAN INDIVIDUAL DAN STRUKTURAL  Keadilan dan upaya menegakkan keadilan menyangkut aspek lebih luas berupa penciptaan sistem yg mendukung terwujudnya keadilan tsb.  Untuk bisa menegakkan keadilan legal.  Yg dibutuhkan adalah apakah sistem sosial politik berfungsi sedemikian rupa hingga memungkinkan distribusi ekonomi bisa berjalan baik utk mencapai suatu situasi sosial dan ekonomi yg bisa dianggap cukup adil.  Prinsip keadilan legal berupa perlakuan yg sama thd setiap orang bukan lagi soal orang per orang.  Pemerintah mempunyai peran penting dalam hal menciptakan sistem sosial politik yg kondusif. dan digugat bila melakukan pelanggaran keadilan.

khususnya tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain. Kritik atas Teori Rawls Bahwa Prinsip Perbedaan. Prinsip-prinsip Keadilan Distributif Rawls 1. tidak seorangpun diperkenankan untuk ikut campur tangan dlm kehidupan dan kegiatan orang lain c. prinsip tsb membenarkan ketidakadilan.a. . 2. Prinsip ini menuntut agar demi jaminan dan penghargaan atas hak dan kepentingan setiap orang. b. Ekonomi pasar menjamin kebebasan yg sama dan kesempatan yg fair. a. 4. Pertama. Prinsip Keadilan Tukar Merupakan penerapan lebih lanjut dari no harm scr khusus dlm pertukaran dagang antara satu pihak dg pihal lain dlm pasar. Kebebasan adalah nilai dan salah satu hak asasi paling penting yg dimiliki oleh manusia. ber akibat menimbulkan ketidakadilan baru. TEORI KEADILAN DISTRIBUTIF JOHN RAWLS Pasar memberi kebebasan dan peluang yg sama bagi semua pelaku ekonomi. Pasar memberi peluang bagi penentuan diri manusia sbg makhluk yg bebas. Prinsip Non-Intervention Yaitu prinsip tidak ikut campur tangan. dan ini dijamin oleh sistem ekonomi pasar. Prinsip kebebasan yang sama Prinsip perbedaan b. Prinsip No Harm Yaitu prinsip tidak merugikan orang lain. karena dg prinsip tsb pemerintah dibenarkan utk melanggar dan merampas hak pihak ttt utk diberikan kpd pihak lain.

pasar menjamin kebebasan berusaha scr optimal bagi semua orang. Kedua. kita dpt mengajukan jalan keluar tertentu yg sebenarnya merupakan perpaduan teori Adam Smith yg menekankan pada pasar. 5. dan kerja keras telah berhasil mengubah nasib hidupnya terlepas dari bakat dan kemampuannya yg mungkin pas-pasan. disiplin. Buku ini . State. Langkah dan kebijaksanaan ini mencakup pengaturan sistem melalui pranata politik dan legal. dan juga teori Rawls yg menekankan kenyataan perbedaan bahkan ketimpangan ekonomi yg dihasilkan oleh pasar. yg lebih tidak adil lagi adlah bahwa kekayaan kelompok ttt yg diambil pemerintah tadi juga diberikan kpd kelompok yg menjadi tidak beruntung atau miskin karena kesalahannya sendiri.  Negara dituntut utk mengambil langkah dan kebijaksanaan khusus tertentu yg scr khusus dimaksudkan utk membantu memperbaiki keadaan sodial dan ekonomi kelompok yg scr obyektif tidak beruntung bukan karena kesalahan mereka sendiri. 2010 by Ahmad Samantho| Leave a comment Hubungan Neoliberalisme dan masalah ¶prosedur¶ nampak jelas pada konsep mereka tentang keadilan. and Utopiayang terbit pada tahun 1974.  Dengan mengandalkan kombinasi mekanisme pasar dan kebijaksanaan selektif pemerintah yg khusus ditujukan utk membantu kelompok yg scr obyektif tidak mampu memanfaatkan peluang pasar scr maksimal. Neoliberalisme. Prinsip Perbedaan justru memperlakukan scr tidak adil mereka yg dg gigih. kita akui bahwa Rawls mempunyai pemecahan yg cukup menarik dan mendasar atas ketimpangan ekonomi. Jalan keluar ini sama sekali tidak bertentangan dg sistem ekonomi pasar karena sistem ekonomi pasar sesungguhnya mengakomodasi kemungkinan rosedur. karena dari kacamata Adam Smith maupun Rawls. ttp harus tetap selektif sekaligus berlaku umum. Tokoh utama dalam konsep keadilan dari pendukung neoliberalisme adalah Robert Nozick melalui bukunya Anarchy. JALAN KELUAR ATAS MASALAH KETIMPANGAN EKONOMI  Terlepas dari kritik-kritik thd teori Rawls. tekun.  Harus kita akui bahwa pasar adalah sistem ekonomi terbaik hingga sekarang. dan SBY Posted on June 17. sebagaimana diusulkan oleh Rawls. Karena itu kebebasan berusaha dan kebebasan dlm segala aspek kehidupan harus diberi tempat pertama. Dlm hal ini penentuan kelompok yg mendpt perlakuan istimewa hrs dilakukan scr transparan dan terbuka. Dg memperhatikan scr serius kelemahan-kelemahan yg dilontarkan.

disebutkannya sebagai teori keadilan yang tidak berpola. keyakinan dan lain-lain itu tidak berlaku. Yang berpola misalnya mengikuti pola seperti ¶setiap orang dibagikan menurut kebutuhannya « menurut statusnya« dan seterusnya. Kebebasan yang dimaksud oleh Rawls disini adalah bahwa setiap orang harus mempunyai satuan kebebasan dasar yang setara dan luas. Teori keadilan yang tidak berpola tidak pernah mengikuti pola seperti ¶setiap orang dibagikan menurut kebutuhannya« menurut statusnya«dan seterusnya. kelas sosial. Inilah yang disebut Rawls sebagai Prinsip Perbedaan. Nozick membedakan teori keadilan menjadi dua. yaitu yang berpola dan tidak berpola. Teori keadilan Rawls ini banyak memberikan pendasaran teoritis keadilan dalam perpsektif negara kesejahteraan (welfare state). dan pada titik inilah kritik Nozick terutama diajukan. terutama yang nasibnya paling buruk. jika Prinsip Kebebasan itu diterima maka tentunya ini berakibat juga tiadanya pembatasan akan kepemilikan individual. Dengan Prinsip Kebebasan maka kekayaan yang mungkin dapat dipunyai seorang individu adalah tidak terbatas. sedangkan teori yang diajukan oleh Nozick. pekerjaan. kecuali tingkat kesenjangan tertentu membawa kondisi kebaikan bagi semua. Perbedaan hanya dibenarkan apabila membuat lebih baik bagi yang paling buruk. Untuk kondisi Indonesia saat ini. pandangan Nozick pada penerapannya akan dapat menimbulkan permasalahan yang serius terutama terkait dengan bangunan prosedurprosedurnya yang dengan kesenjangan masih sangat lebar akan mengakibatkan sulit bagi golongan-golongan miskin untuk ikut dalam ¶pakta dominasi¶ yang ujungnya terutama adalah . Theory of Justice(1971). Kondisi hipotetis ini oleh Rawls disebut dengan ¶cadar ketidaktahuan¶ (veil of ignorance). tetapi jika melihat proses bagaimana kesenjangan itu terjadi bisa saja hal tersebut bukanlah suatu bentuk ketidak-adilan. dalam posisi awali (original position) segala perbedaan seperti perbedaan dalam kekayaan.sekaligus menjadi kritik terpenting dari teori keadilannya John Rawls yang dikenal luas melalui buku Rawls. yaitu yang berdasarkan pada hasil akhirdan pada proses. Menurut Rawls. Nozick membedakan teori keadilan yang berdasarkan proses(historical theory of justice) menjadi dua. dan jika ini dibatasi seperti yang dimaksudkan dalam Prinsip Perbedaan maka dengan sendirinya ini akan berlawanan dengan Prinsip Kebebasan. Inilah mengapa Nozick berpendapat bahwaPrinsip Kebebasan dan Prinsip Perbedaan dari Rawls tidak konsisten satu dengan yang lain. syarat yang diajukan oleh Rawls untuk mencapai hidup wajar pertama-tama adalah Prinsip Kebebasan. John Rawl mengajukan suatu kondisi awali secara hipotetis. Untuk membangun teori keadilannya. Dalam kondisi seperti ini. sejauh itu dilakukan melalui prosedur-prosedur yang legitim maka menurut Nozick itu adalah tidak masalah dan bukannya terus menjadi tidak adil. ras. Menurut Nozick. Menurut pandangan Nozick ini jika melihat hasil akhirnya. Nozick memandang teori keadilan Rawls adalah berdasarkan pada teori keadilan yang berpola dan juga yang berdasar hasil akhir (end-state theory of justice). Robert Nozick mengkritik pendapat Rawls terutama terkait dengan Prinsip Kebebasan danPrinsip Perbedaan yang menurut Nozick keduanya adalah tidak konsisten. Terjadinya akumulasi kesejahteraan pada sekelompok kecil orang dan ini kemudian membuat kesenjangan sosial yang sangat lebar. lebarnya suatu kesenjangan kesejahteraan bisa saja dipandang sebagai suatu yang tidak adil. Prinsip kebebasan ini merupakan syarat dasar yang harus ada. tetapi distribusi kesejahteraan setiap orang adalah melalui prosedur-prosedur yang sah atau legitim. Dari prinsip kebebasan ini dapat dibayangkan bahwa distribusi kepemilikan seharusnya setara.

*** itu. pertama-tama bukanlah ini karena pertimbangan ketaatan terhadap hukum semata. berangkat dari titik awal yang jauh tertinggal. Teori keadilan dari Rawls yang didasarkan pada Prinsip Kebebasan.menetapkan prosedur-prosedur. Dan juga jika prosedur menjadi semacam ¶wasit¶ satu-satunya. berpihak pada yang mempunyai modal kuat. yaitu perbedaan hanya dapat dibenarkan apabila membuat lebih baik apa yang paling buruk dapat memberikan arahan bagi kita untuk betul-betul memperhatikan kelompok masyarakat yang berada dalam struktur sosial paling bawah. . baik dalam bentuk undang-undang. dan kelompok besar ini di Indonesia adalah petani selain juga kaum miskin kota. Prinsip Perbedaan menjadi sangat penting bagi Indonesia ketika data-data terkait dengan ketimpangan sosial sejak sebelum merdeka sampai sekarang menunjukkan struktur yang belum banyak berubah. Pengalaman berbagai negara yang sekarang masuk dalam kelompok negara maju terkait dengan program land-reform memberikan pelajaran yang berharga mengenai hal ini. tetapi kita mestinya bisa juga memberikan penilaian lain selain hal tersebut dan hal itu adalah SBY sedang membangun NKRI ini menjadi sebuah negara neoliberal (neoliberal state). Prinsip Perbedaan dan Prinsip Kesamaan Kesempatan kiranya lebih relevan untuk dipertimbangkan di Indonesia saat ini. Maka jika sering kita melihat Presiden SBY selalu mengedepankan prosedur. dimana pada negara neoliberal peran negara adalah minimal (minimal state) dan prinsip keadilannya adalah berdasarkan prosedur-prosedur yang legitim seperti didasarkan oleh Robert Nozick. hukum atau peraturanperaturan. Prosedur yang ditetapkan menjadi sangat rentan untuk dan menjadi lebih berpihak pada yang kuat. Prinsip maksimin (maximin principle) yang diturunkan dari Prinsip Perbedaan ini. fakta sekarang di Indonesia terlalu banyak warga ±karena kesenjangan sosial yang lebar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful