Oleh: Prof. Dr.

Ikrar Nusa Bhakti Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI dan Ketua II PP AIPI Periode 2008-2011. MENJELANG satu tahun usia pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono (SBY-Boediono),beberapa lembaga survei menunjukkan betapa merosotnya apresiasi publik atas kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, baik dalam bidang ekonomi, politik dan keamanan, hukum maupun kesejahteraan sosial. Apresiasi ini lebih buruk dibandingkan dengan penilaian masyarakat pada kurun waktu yang sama atas KIB I. Bidang politik,hukum,dan keamanan yang menjadi andalan kampanye pasangan SBY-Boediono kini justru terpuruk. Penilaian masyarakat tersebut belum tentu semuanya benar.Namun bila kita lihat adanya upaya untuk menggembosi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penerapan hukum yang pilih kasih, tampaknya penilaian masyarakat tersebut masuk akal. Contoh paling konkret dari kesenjangan dalam penegakan hukum ialah betapa njomplang hukuman yang diberikan kepada para koruptor dan terhadap mereka yang masih memiliki gagasan untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tengoklah misalnya seorang mafia hukum sekaliber Sjahril Djohan hanya dikenai hukuman 18 bulan penjara potong tahanan. Bandingkan dengan para penari Cakalele yang membawa bendera Republik Maluku Selatan (RMS) saat menari di hadapan Presiden SBY beberapa waktu lalu, mereka mendapatkan ³hadiah hukuman´ 20 tahun penjara. Tampaknya korupsi bukan dianggap sebagai kejahatan luar biasa yang bisa menghancurkan negara atau bermotifkan politik, melainkan kejahatan biasa yang hukumannya tidak berbeda jauh dengan hukuman terhadap seorang nenek yang memungut tiga buah cokelat yang jatuh dari pohon! Sementara mereka yang dianggap melakukan gerakan separatisme diganjar hukuman yang amat berat karena dianggap melakukan tindakan melawan hukum yang terkait dengan politik. Hukuman yang terlalu berat dan perlakuan yang tidak manusiawi kepada mereka yang dituduh menjadi pengikut RMS menjadikan gerakan separatisme tersebut tumbuh dengan subur kembali. Tindakan penyiksaan juga menyebabkan adanya simpati dan dukungan internasional terhadap mereka yang terhukum ini. Tak mengherankan bila sebagian kecil pimpinan RMS di negeri Belanda berupaya untuk memanfaatkan rencana kunjungan Presiden SBY ke Negeri Kincir Angin tersebut untuk propaganda politik dengan menuntut kepada pengadilan Belanda agar menangkap Presiden SBY yang dipandang sebagai pelanggar hak asasi manusia.Keputusan Presiden SBY untuk menunda kunjungan ke Belanda semakin menunjukkan bahwa upaya RMS menginternasionalisasi gerakannya sukses besar. Kasus tindakan kekerasan terhadap mereka yang dituduh sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang videonya juga ditayangkan di Australia dan beberapa negara di dunia juga menimbulkan simpati dunia terhadap gerakan tersebut. Manakala kita sedang membangun suatu kebersamaan di antara sesama anak bangsa, ternyata ada tindakan semenamena terhadap sesama anak bangsa yang mungkin saja salah langkah.

Tindakan kejam itu justru menumbuhsuburkan kembali gerakan separatisme di Tanah Air. Kita tidak belajar dari Gerakan Aceh Merdeka yang digagas Hasan Tiro dahulu.Mulanya ia juga gerakan kecil yang didukung 15±20 orang kerabatnya.Namun karena tindak kekerasan aparat terhadap mereka begitu masif, jadilah ia gerakan besar yang mendunia. Dalam bulanbulan terakhir ini kita juga menyaksikan betapa konflik komunal menggema kembali. Persoalan terorisme juga muncul kembali. Untuk mengatasi hal itu, bukan tindakan pencegahan yang dilakukan, melainkan seolah negara memelihara konflik komunal, premanisme,dan terorisme.Entah kebetulan atau tidak, apakah itu juga bagian dari skenario besar terkait dengan proyek penanganan terorisme, tetapi persoalan terorisme selalu muncul saat ada isu politik lain yang sedang terjadi di negeri ini. Tengok pula bagaimana cara polisi menangani demo mahasiswa di Makassar. Kita tidak setuju dengan cara-cara demo mahasiswa yang brutal dan sering melawan aparat keamanan.Namun kita juga tidak setuju dengan cara aparat kepolisian mengatasi demo mahasiswa di Makassar. Jika cara penanganan terhadap mereka yang dituduh separatis, teroris, atau terhadap demonstrasi mahasiswa seperti yang kita lihat di tayangan televisi, kita patut khawatir jangan-jangan lonceng kematian NKRI akan segera berdentang! Pedulikah para petinggi negara kita atas situasi di lapangan tersebut? Tampaknya mereka lebih sibuk soal reshuffle kabinet karena itu akan terkena langsung pada diri dan partainya.Repotnya lagi bila Presiden SBY melakukan reshuffle kabinet bukan atas dasar merit system, melainkan penjatahan kursi di kabinet bagi partai-partai politik yang menjadi pendukungnya. Jika pendekatan politik lebih mengemuka dalam penggantian kabinet, secara sadar atau tidak para petinggi negeri hanya sibuk dengan bagi-bagi kekuasaan di antara mereka sendiri, bukan ingin berkarya bagi bangsa. Situasi itu mirip dengan Prancis sebelum revolusi 1770-an ketika para elite politik dan bangsawan tidak peduli dengan situasi negeri dan melontarkan semboyan: apres nous le deluge yang artinya biarlah prahara datang setelah kita pergi. Kendati di era modern ini tidak ada lagi guillotine pemenggal kepala para elite politik yang merusak negara seperti di Prancis, apakah para elite politik peduli pada masa depan anak cucu mereka yang juga adalah bagian dari bangsa ini? Kita tak ingin lonceng kematian NKRI bergema dalam waktu kapan pun.Untuk itulah kita harus mengawal jalannya pemerintahan negeri ini agar tidak terjadi politik pecah-belah di antara anakanak negeri.(*) Dimuat di Seputar Indonesia, 19 Oktober 2010 Sebuah renungan« Dari sebuah blog, saya menemukan rangkaian pepatah bijak tentang makna Sang Waktu« Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta

´ Econometrica 13 (1945). tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade Lama dan sebentar. 1971). terdapat dua cara yang berbeda untuk mendasari kritik semacam ini. tetapi dari umum ke lebih umum. Pertama adalah dengan mengambil kasus khusus yang hasil dari penerapan prinsip tersebut dapat dilihat dengan cara yang agak jelas. dan sementara ketiganya gagal dalam cara yang agak berbeda dan kontras. Goodin and Philip Pettit (eds). paling tidak. 17 -22. itu adalah pengertian tentang waktu. saya akan berusaha menyajikan rumusan alternatif persamaan yang menurut saya berhak mendapatkan lebih banyak perhatian. Orang dapat memeriksa konsistensi satu prinsip dengan prinsip lainnya yang diakui lebih fundamental. apa yang secara masuk akal dapat diasumsikan dari memilih dengan µpengandaian¶ ketidaktahuan µposisi asali¶ Rawlsian. Saya akan menyebut kritik yang didasarkan pada pendekatan semacam itu sebagai µkritik prinsip sebelumnya¶ (prior±principle critique). saya akan memusatkan perhatian pada tiga tipe khusus persamaan. namun sadarkah kita bahwa waktu terus berlalu? Kehidupan berjalan terus beriringan dengan Sang Waktu. Kedua prinsip di atas biasanya diformulasikan pada tingkat yang agak abstrak dan seringkali mengambil bentuk yang sebangun dengan sejumlah prosedur umum. Kedua adalah dengan bergerak bukan dari umum ke khusus. Pertama adalah pertanyaan metodologis: ketika dikatakan bahwa prinsip moral tertentu memiliki keterbatasan. Lihat pula W. (i) persamaan utilitarian.Untuk memahami makna SATU DETIK. Pada akhir bab. dan J.C. sebuah keadaan primodial hipotetis ketika orang memutuskan peraturan apa yang diadopsi tanpa mengetahui mereka akan menjadi apa. * Diterjemahkan oleh Agus Wahyudi dari Amartya Sen. PP. ³Measuring Marginal Utility by Reactions to Risk. Kedua pendekatan ini dapat dipergunakan dalam menilai klaim moral setiap tipe persamaan dan memang akan dipergunakan di sini. 1997. Saya akan membuktikan bahwa ketiga teori ini memiliki kelemahan serius. pp. lalu meneliti implikasinya terhadap intuisi kita. A Theory of Justice (Cambridge: Haward University Press. 476-486 1 Rawl. Robert E. Contemporary Political Philosophy: An Anthology. dibandingkan dengan yang telah diterimanya. Atau aturan apa yang akan memuaskan persyaratan Richard Hare tentang ³universalisabilitas´ dan yang akan konsisten dengan ³memberikan bobot yang sama kepada kepentingan yang sama untuk pengisi semua peranan´2. tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan Untuk memahami makna SATU MILI DETIK. apa yang dapat menjadi dasar dari dugaan semacam ini? Nampaknya. sebuah teori yang memadai tidak dapat disusun bahkan dengan cara menggabungkan ketiganya. dan saya tidak akan berhenti untuk melakukan sejumlah propaganda atas nama rumusan alternatif persamaan ini. Saya menyebut kritik semacam ini sebagai µkritik implikasi kasus¶ (case±implication critique). Vickrey. Oxford. . terlepas dari hanya memeriksa pengaruh langsungnya terhadap intuisi moral. (ii) persamaan utilitas total dan (iii) persamaan Rawlsian. Misalnya. Sudahkah kita menggunakan waktu yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat? PERSAMAAN MENGENAI APA?* Amartya Sen Diskusi filsafat moral memberikan kita pilihan yang luas dalam menjawab pertanyaan: persamaan mengenai apa? Dalam kuliah ini. seolah-olah mereka bisa menjadi salah satu di antara orang dalam masyarakat1. ³Equality of What?´. Blackwell.

W. John Harsanyi menolak sama sekali gagasan non -utilitarian (termasuk kuliah ini--harus segera saya tambahkan). Menurut salah satu interpretasi. Tujuan utilitarian adalah memaksimalkan jumlah total utilitas terlepas dari distribusi.). Reading Rawls (Oxford: Blackwell. Tranfer harus dilakukan sampai titik ketika perolehan utilitas marginal dari mereka yang mendapatkan dari transfer selanjutnya tidak lebih dari hilangnya utilitas marginal dari mereka yang tidak mendapatkan. dan karena telah membantahnya dalam sejumlah kesempatan sebelumnya9. ³Comparative Distribive Ethics. Kern .´ Journal of Political economy 63 (1955). Kepentingan moral dari kebutuhan. Decision Theory and Social Ethics (Dordrecht: Reidel. pp. Daniels (ed. hanya didasarkan pada pengertian utilitas.Harsanyi. Contemporary British Philosophy (London: Allen dan Unwin.D. tetapi hal ini membutuhkan persamaan dari utilitas marginal setiap orang: utilitas marginal merupakan utilitas tambahan yang akan didapatkan setiap orang dari unit tambahan kue tersebut4. Mirip dengan ini. 1976). Harsanyi.´ dalam H. 5 J. 1952). 5 Posisi tersebut sedikit lebih rumit bila ukuran total kue tidak bebas dari pengaruh distribusinya. 1978. 7 Hare (1976). 4 Kondisi persamaan harus diubah dengan kombinasi yang terkait persyaratan ketimpangan ketika ³kontinuitas´ properti yang tepat tidak berlaku. 1978).).P. Gottinger dan W. utilitas seseorang meningkat pada tingkat yang semakin berkurang seiring peningkatan jumlah bagiannya. persamaan utilitas marginal ini mengandung perlakuan yang sama terhadap kepentingan setiap orang . and Interpersonal Comparisons of Utility. An Extention of Sen¶s Examination of the Pure Distribution Problem. dan J.´ American Political Science Review 64 (1975). Leinfellner (eds). Griffin. Kesulitan yang lebih dalam ditimbulkan oleh ³Non Convexities´ (misalnya peningkatan utilitas maginal). saya tidak akan mencoba . Richard Hare telah menyatakan bahwa ³memberikan bobot yang sama terhadap berbagai kepentingan yang sama dari semua pihak´ akan ³mengarahkan pada utilitarinisme´ sehingga memuaskan persyaratan prinsip sebelumnya (prior±principle) akan universalizabilitas7. Kasus paling sederhana barangkali adalah ³masalah distribusi murni´: masalah pembagian sebuah kue serbasama yang telah tersedia diantara kelompok orang3. Dalam konteks yang lebih luas inilah tipe khusus persamaan yang dipaksakan oleh utilitarianisme menjadi terbedakan secara tegas. setelah mempertimbangkan pengaruh transfer pada ukuran dan distribusi kue tersebut6. Hal ini dapat dibantah. The Language of Morals (Oxford: Clarendon Press. 1975). dalam bentuk stensil. Hare. Setiap orang mendapatkan lebih banyak utilitas jika kue yang menjadi bagiannya lebih besar. ³Can the Maximin Principle Serve as a Basis for Morality ? A Critique of John Rawls¶ Theory. ³Cardinal Welfare Industrialistic Ethics. Oxford. dan hanya mendapatkan utilitas dari bagiannya atas kue. ³Equality: On Sen¶s Equity Axiom. maksimalisasi jumlah utilitas total mensyaratkan bahwa transfer dikembangkan dengan maksud bahwa perolehan utilitas marginal dari mereka yang mendapatkannya sebanding dengan kehilangan utilitas marginal dari mereka yang tidak mendapatkannya. Lewis (ed. menurut interpretasi ini. 2 R. 6 Seperti disinggung pada catatan no 4.´ Keble College. Akan tetapi kemudian. dengan mengklaim utilitarianisme memiliki kemampuan eksklusif untuk menghindari ³diskriminasi tidak fair´ antara 3 Saya telah mencoba menggunakan format ini untuk perbedaan aksiomatik antara kriteria Rawlsian dan kriteria Utilitarian dalam ³Rawls Versus Bentham: An Axiomatic Examination of the Pure Distribution Problem. 2 I.M. 116-17 3 ³kebutuhan manusiawi yang sama-sama mendesak diantara satu orang dengan orang lain´8.´ dalam Theory and Decision 4 (1974). Lihat pula L. Persamaan Utilitarian Persamaan utilitarian merupakan persamaan yang kemungkinan diturunkan dari konsep kebaikan utilitarian yang diterapkan pada masalah distribusi.´ dalam H. 116-17. dicetak ulang dalam N. kondisi persamaan memerlukan modifikasi karena ketiadaan kontinuitas dari tipe yang tepat. ³Ethical Theory and Utilitarianism. pp.

10 Untuk kedua contoh yang sangat kreatif dari percobaan semacam ini. 294-95. bab 6 dan bagian 11. Kritik John Rawls sebagai awal untuk menyajikan konsepsi alternatifnya sendiri tentang keadilan sebagian besar mengambil bentuk µprinsip sebelumnya¶. Journal of Philosophy 72 (1975). pp. Maka. ³On Weights and Meansures: Informational Contraints in social Welfare Analysis³. Perbandingan ini dapat dilakukan secara eksplisit dengan skala interpersonal yang tepat10. Pada bagian selanjutnya. Jalan yang ditempuh menuju utilitarianisme ini mungkin mengalami sedikit resistensi. bagaimana kepentingan moral seharusnya berhubungan dengan ciri-ciri deskriptif ini kemudian harus dihadapi secara eksplisit. Tidaklah pada tempatnya untuk memasuki detail teknis dari tipe latihan ini. dalam R. Maka kemudian dapat terjadi konflik antara utilitas deskriptif ini dengan utilitas yang di µukur¶ secara tepat.´ Research Memorandum No. ³Non±Linear Social Welfare Functions: A Rejoinder to Profesor Sen´. Yerusalem. Hal ini terlihat terutama pada istilah akseptabilitas ³posisi asali´. Persoalan timbul saat perbandingan interpersonal dan utilitas yang baru disebutkan itu dianggap memiliki sejumlah isi deskriptif yang berdiri sendiri.M. Universitas Hebrew. yang menganggap utilitas memiliki isi deskriptif yang dapat diperbandingkan secara interpersonal. 1975. saya tidak lagi membicarakan utilitarianisme melalui skala 8 John Harsanyi. maka perbandingan ini memang bisa dianggap sebagai pendekatan alami. Tidak peduli bagaimana kepentingan sosial ini dicapai. Tetapi sambil menuju pada pembahasan ini kemudian. ³Dual Interpersonal Comparisons of Utility and the Welfare Economics of Income distribution´. tetapi esensinya mengandung penggunaan prosedur skala seperti halnya perhitungan utilitas marginal secara otomatis diidentifikasi sebagai indikator dari kepentingan sosial. Bila perbandingan utilitas interpersonal dianggap tidak memiliki isi deskriptif. saya akan meneliti lebih dulu hakikat persamaan utilitarian tanpa ±sementara waktu± mempertanyakan sepenuhnya dasar-dasar dari kepentingan moral pada utilitas. Scanlon yang menentang pengidentifikasian utilitas dengan ³urgensi´ dalam tulisannya ³Preference and Urgency´. Butts dan J. 9 Collective Choice and Social Welfare (San Fransisco: Holden±Day. 33. Tentu saja ada kemungkinan untuk menentukan matrik dari ciri-ciri utilitas sedemikian rupa sehingga skala utilitas tiaptiap orang diserasikan dengan utilitas orang lain dengan cara bahwa kepentingan sosial yang sama hanya di µukur¶ (scaled) sebagai utilitas marginal yang sama. Posisi tersebut dapat diamati dari perspektif µprinsip sebelumnya¶ (priorprinciple) dan juga dari sudut pandang µimplikasi kasus¶ (case-implication). merupakan indeks yang memadai dari kepentingan moral. 1970). atau secara implisit dengan membuat penomoran utilitas yang mencerminkan pilihan situasi dari µpengandaian¶ ketidakmenentuan yang diasosiasikan dengan ³posisi asali´ berdasarkan asumsi tambahan bahwa ketidaktahuan diartikan sebagai probabilitas yan sama untuk g menjadi setiap orang11.menghindar untuk membantahnya pada konteks khusus ini.4. terlepas dari utilitas total yang dinikmati oleh orang-per orang. 11 Lihat Harsanyi (1955. ³Rawls. Center for Research in Mathematical Ekonomic and Game Theory. yang dengan pengertian ini seseorang µdipaksa¶ menjadi utilitarian. Foundational Problems in the Special Sciences (Dordrecht : Reidel. masih tetap terdapat pertanyaan apakah ukuran utilitas marginal. dan akan kembali mengamati posisi utilitarian tradisional. lihat Peter Hammond. yang pada dasarnya normatif. Edgeworth. Bahkan ketika utilitas merupakan dasar satusatunya kepentingan. Econometrica 45 (1977). Shapley and Nash: Theories of Distributine Justice Re±examined. utilitas marginal yang melekat pada setiap orang tetap akan mencerminkan nilai-nilai ini.E. Lihat pula argumentasi T. 1977). 1978. Hintikka (eds). menyatakan bahwa dalam situasi yang didalilkan dari pengandaian ketidaktahuan orang tidak akan memilih untuk . 1977) 4 interpersonal yang tepat. dan Menahem Yaari. Journal of Public Economics 6 (1977): 51-57. tetapi rute ini bersifat non-kontroversial terutama karena sedikit yang dikatakannya. sebagaimana kaum utilitarian secara tradisional telah bersikeras bahwa mereka melakukannya.

Bahkan perolehan sangat kecil dalam jumlah utilitas total akan dianggap melebihi bentuk ketimpangan distribusi yang paling mencolok mata. Tetapi. Bila hal ini dianggap sebagai µprinsip sebelumnya¶ (prior-principle) bahwa persamaan distribusi dari utilitas total memiliki sejumlah nilai. Tetapi saya harus mengakui bahwa menurut saya daya tarik ³posisi asali´ jelas dapat dilawan karena nampak sangat jelas apa yang justru akan dipilih dalam situasi demikian. dengan asumsi ini. utilitarian terbaik akan memerlukan persamaan absolut dari utilitas total setiap orang13. 5 bantah berikut ini) bahkan konsepsi Rawlsian tentang persamaan. yaitu. John mungkin mudah merasa puas.memaksimalkan jumlah utilitas. hal ini merupakan egalitarianisme yang bersifat kebetulan. maka konsepsi persamaan utilitarian²marginal sebagaimana adanya²harus tetap disalahkan. yang tidak asali (unoriginal)12. Sejumlah jawaban untuk argumentasi Rawls telah menegaskan kembali perlunya menjadi utilitarian dengan mengambil rute ³skala´ yang dibahas sebelumnya. Yang lebih penting. Pengakuan atas perbedaan fundamental manusia benar-benar memiliki konsekuensi yang sangat dalam. lihat Thomas Nagel. misalnya. Dalam masalah distribusi murni. Bila manusia dianggap identik. karena banyak variasi antar manusia yang sedemikian jelas dan telah didiskusikan. 1979). tetapi juga yang lain. Namun. yang mempengaruhi tidak hanya konsepsi utilitarian tentang kebaikan sosial. maka aplikasi prinsip sebelumnya (prior±principle) dari universalibilitas dalam bentuk ³memberikan bobot yang sama kepada kepentingan yang sama dari semua pihak´ sangat disederhanakan. Masalah ini akan dapat dihindari dengan asumsi tertentu. Sejauh orang peduli dengan distribusi utilitas. dan ³Equality´ dalam bukunya Mortal Questions (Cambridge : Cambridge University Press. kehidupan nyata. Utilitas marginal yang sama dari semua orang²mencerminkan sebuah interpretasi tentang perlakuan yang sama atas kebutuhan²bertepatan dengan utilitas total yang sama--mencerminkan sebuah interpretasi dari pelayanan keseluruhan kepentingan mereka yang sama baiknya. maka akan dihitung pula utilitas total jika setiap orang memiliki fungsi utilitas yang sama. 13 Masalahnya akan semakin rumit jika total kue tidak menentu dan ketika pemaksimalan jumlah utilitas tidak harus mengarah pada persamaan total utilitas. jika si A sebagai orang cacat mendapatkan setengah utilitas yang dilakukan oleh si B sebagai ahli-kesenangan dari tingkat . asumsi tersebut seringkali dilanggar. hanya merupakan hasil tidak sengaja dari kelompok marginal yang lebih besar dengan melakukan sesuatu untuk memuaskan secara total kelompok yang kecil. dan saya telah berusaha menghadirkan kritik tersebut pada berbagai tulisan saya14. yakni apabila setiap orang memiliki fungsi utilitas yang sama. dan yang menurut saya. Rawls juga membahas kekerasan yang dilakukan utilitarianisme pada pengertian kita tentang kebebasan dan kesetaraan. ³Rawls on Justice´. Perspektif implikasi kasus (case±implication) dapat pula digunakan untuk mengembangkan kritik terkait. maka akan segera nampak bahwa utilitarianisme secara umum akan memberikan pada seseorang sedikit rasa nyaman. tidak adanya argumentasi pendukung untuk ketimpangan. termasuk (yang akan saya 12 Perihal hal ini. tetapi tidak demikian dengan Jeremy. Hal ini karena bila utilitas marginal dihitung. dan mengabaikan yang lainnya. keduanya dapat bergerak ke arah yang saling berlaw anan dan sangat tidak jelas bahwa ³memberikan bobot yang sama kepada kepentingan yang sama dari semua pihak´ akan meminta kita memusatkan perhatian hanya pada salah satu dari dua parameter. Namun saya percaya kritik Rawls yang lebih langsung dalam hal kebebasan dan persamaan tetap memiliki kekuatan. Demikian juga sama sekali tidak jelas bahwa pilihan yang bijaksana dalam ketidakmenentuan yang diandaikan memberikan dasar yang memadai bagi pertimbangan moral dalam posisi. Dengan keragaman. Contohnya. tidak tepat untuk menyentuh kritik Rawls. Philosophical Review 83 (1973). kecuali sejumlah asumsi tambahan dibuat.

1979). tetapi berkenaan dengan orang. Sebuah sistem yang memberikan semacam bobot pada kedua klaim tersebut masih gagal memenuhi rumusan utilitarian akan kebaikan sosial. karena ia juga akan mendapat pendapatan lebih sedikit. maka dalam masalah distribusi murni antara si A dan si B. On Economic Inequality (Oxford: Clarendon Press. orang yang memiliki utilitas total rendah (misalnya orang cacat) pada tingkat pendapatan apapun yang ada tidak berarti harus memiliki utilitas marginal rendah pula. dan lebih khusus lagi. Bahkan bila utilitas diterima sebagi satu-satunya basis kepentingan . utilitarian tidak lagi akan memberikan si ahli-kesenangan B lebih banyak pendapatan daripada A. masalah bagi utilitarianisme dalam argumen kasus implikasi (case±implication) ini tidak tergantung pada asumsi implisit bahwa klaim pada pendapatan lebih banyak yang muncul dari yang tidak beruntung harus lebih mendominasi klaim yang muncul dari utilitas marginal yang tinggi16. A Theory of the Good and the Right (Oxford: Clarendon Press. termasuk yang cacat. dan. Pokok pandangan saya adalah tidak ada jaminan bahwa hal inilah yang menjadi kasusnya. Theory and Decision 6 (1976): 31112. ketika keduanya memiliki pendapatan yang sama sejak awal. apa yang diasumsikan dalam contoh kita adalah bahwa o rang cacat dapat ditolong dengan memberi mereka pendapatan. lalu utilitarianisme akan memperburuk ketidakberuntungannya dengan menyetujui memberikan pendapatan yang lebih rendah pada tingkat atas dari efisiensi yang lebih rendah dalam menciptakan utilitas yang tidak melibatkan pendapatan. tidak pula tentang semua orang dengan kerugian utilitas total. yang meminta perhatian khusus pada klaim kedua. jikapun terjadi kasus bahwa orang cacat tidak hanya paling tidak beruntung dalam pengertian utilitas total tetapi dapat merubah pendapatan ke dalam utilitas yang kurang efisien di mana pun (atau bahkan pada titik pembagian pendapatan yang sama). Pada tingkat pendapatan tertentu mungkin bisa terjadi. saya akan menjelaskan apa yang ditegaskan ulang dan apa yang tidak. tidak berkenaan dengan orang cacat secara umum. ³Non±Linear Social Welfare Functions´. 16-20 Lihat John Harsanyi. akan tetapi hal ini--seperti yang telah kita bahas-.merupakan pengertian yang sangat khusus tentang utilitas²tidak cukup mengandung isi deskriptif. Efisiensi yang lebih unggul dari pencari kesenangan dalam menghasilkan utilitas akan menjauhkan pendapatan dan menyingkirkan orang cacat yang kurang efisien. Jelas bahwa jika utilitas diukur untuk mencerminkan kepentingan moral. Kern (1978). Harsanyi (1977). isi utilitas deskriptif agak penting pada konteks kali ini. 14 15 6 Kedua. tapi tidak perlu pada tingkat lainnya. tetapi peningkatan dalam utilitasnya sebagai akibat dari peningkatan marginal pendapatan akan berkurang -dalam pengertian kriteria deskriptif yang diterima± daripada memberikan unit pendapatan tersebut pada ahli-kesenangan. 1973).pendapatan apapun yang ada. Si A dua kali lebih jelek: karena ia mendapatkan utilitas kurang dari tingkat pendapatan yang sama. Bila demikian kasusnya. Griffin (1978). Kedangkalan inilah yang menyebabkan konsepsi persamaan utilitarian menjadi terbatas. Pada akhirnya. bab 16. Karena contoh ini seringkali dibahas15. Utilitarianisme pasti mengarahkan pada hal ini berkat kepeduliannya yang sangat kuat dengan pemaksimalan jumlah utilitas. karena orang cacat pada titik itu akan menjadi penghasil utilitas yang lebih efisien. utilitarisme akan memberikan pendapatan lebih banyak kepada penderita cacat daripada orang sehat. maka berharap untuk memberikan prioritas pada pendapatan bagi penderita cacat hanya akan membuat terjadinya ³utilitas marginal´ yang lebih tinggi pada pendapatan yang cacat. Brandt. dengan ketidakberuntungan dalam pengertian baik utilitas total dan utilitas marginal pada titik yang relevan. Bahkan mungkin sebaliknyalah yang terjadi manakala pendapatan terdistribusi secara sama. Pertama. Richard B. tentu saja. Dalam pengertian ciri deskriptif. Poinnya. pp.

karena ² sebagai tambahan² welfarisme memang tidak menuntut bahwa kebaikan dari utilitas harus dinilai dengan jumlah total. Lihat Griffin (1978) yang mengkritik ³Week Equity Axiom´ dalam bentuk yang tepat. 16 7 Persamaan utilitarian merupakan sebuah tipe persamaan welfaris. utilitarianisme merupakan kasus spesial dari welfarisme dan memberikan sebuah ilustrasi tentang welfarisme. terdapat perbedaan yang penting diantara keduanya.moral. Untuk menangani dua kasus distribusi yang tidak . karena persamaan utilitarian membutuhkan hipotesa tentang apa yang terjadi pada hal-hal dibawah perbedaan keadaaan yang didalilkan. jika hal itu dianggap sebagai fakta yang teramati. sedangkan persamaan utilitas total merupakan persamaan dari sejumlah besaran yang teramati secara langsung. Tetapi ada yang lainnya lagi. persamaan utilitas total hanya menunjuk pada kasus persamaan absolut. 2. Journal of Philosophy 76 (1979). Kritik prinsip sebelumnya (prior± principle) dapat lebih dilengkapi dengan kritik kasus implikasi (case-implication). akan tergantung pada variabel yang sedang ditotal. diusulkan dalam Sen (1973). seperti yang akan kita diskusikan). utilitarianisme memberikan urutan sempurna semua distribusi utilitas± sistem rangking yang mencerminkan urutan jumlah utilitas individual± tetapi sejauh yang ditentukan selama ini. Kedua. Ini membandingkan antara apa yang diamati dengan apa yang dianggap akan diamati bila sesuatu yang lain berbeda: dalam kasus ini bila pendapatan tersebut telah menjadi lebih besar satu unit. 17 Lihat Sen (1977) juga buku saya berjudul ³Welfarism and Utilitarianism´. (Kecuali oleh John Rawls! Ia menggunakan barang-barang utama sosial [social primary goods] daripada utilitas sebagai indeks keuntungan. Persamaan Utilitas Total Welfarisme adalah pandangan bahwa kebaikan dari suatu keadaan dapat sepenuhnya dinilai dengan kebaikan utilitas pada keadaan tersebut17. bagaimanapun. Total. bagaimanapun. Marginal pada dasarnya merupakan gagasan yang bertentangan dengan kenyataan ( ounter± c factual). dengan menggunakan kurangnya perhatian utilitarian pada pertanyaan distribusio nal ini kecuali pada tingkat marginal sama sekali. bukan merupakan konsep yang secara inheren counter±factual. Dalam pengertian ini. Perbedaan ini dapat dengan mudah ditelusuri pada kenyataan bahwa persamaan utilitarian sebenarnya merupakan akibat maximasi jumlah. apakah total merupakan konsep yang secara inheren counter±factual atau tidak. Kita juga dapat menerima fungsi lain dari utilitas yang berbeda dari jumlah total atau elemen minimal. Pada kasus utilitas. Pertama. tetapi asumsi ini merupakan tuntutan yang tidak perlu untuk menolak utilitarianisme. Asumsi demikian telah ada dalam buku tulisan saya ³Week Equity Axiom´. utilitarianisme tetap masih gagal menangkap relevansi dari semua keuntungan bagi persyaratan persamaan. Jadi persamaan utilitas total adalah masalah observasi langsung sedangkan persamaan utilitarian sebaliknya. yang dalam dirinya sendiri merupakan pengertian yang counter±factual. Hal ini menarik untuk dibayangkan sebagai semacam analog mengenai pergeseran fokus utilitarianisme dari utilitas marginal ke utilitas total. Kasus pembeda lainnya adalah kriteria dalam menilai kebaikan suatu keadaan dengan tingkat utilitas dari orang yang paling tidak beruntung dalam keadaan tersebut--sebuah kriteria yang sering dihubungkan dengan John Rawls. utilitas marginal adalah utilitas tambahan yang kemungkinan akan ditingkatkan bila orang tersebut memiliki satu lagi unit pendapatan tambahan. Ini merupakan pandangan yang kurang menuntut dibandingkan dengan utilitarianisme. ketika para ekonom seringkali menganggap marginal dan total sebagai termasuk dalam taraf diskursus yang sama. Penyamaan ini. agak kurang mirip dari yang mungkin nampak pada awalnya. misalnya persamaan utilitas total. utilitas total tidak akan menjadi counter± factual.

penjelasan lain perlu ditambahkan agar bisa diranking. dalam arti masing-masing elemen dari sebuah distribusi paling tidak menjadi sebesar elemen yang mirip pada distribusi lainnya19. c. Ada kemungkinan untuk menggabungkan hal ini dengan sebuah aksioma yang diperlihatkan Patrick Suppes yang menangkap gagasan dominasi satu distribusi utilitas terhadap lainnya. Sistem rangking ini dapat dilengkapi dengan banyak cara. hal ini mensyaratkan bahwa keadaan x harus paling tidak dianggap sebaik y. Dalam kasus dua orang. saya akan menyebutnya leximin. Leximin dapat sepenuhnya diturunkan dari dua prinsip ini dengan syarat bahwa pendekatan harus memberikan urutan yang sempurna dari semua kemungkinan keadaan tanpa memperdulikan apapun yang mungkin terjadipada utilitas individu yang dapat diperbandingkan secara interpersonal (disebut µdomain tanpa batas¶ [unrestricted domain]) dan bahwa ranking dari dua keadaan harus tergantung pada informasi utilitas yang berkaitan hanya dengan keadaan tersebut (disebut µkebebasan¶ [independence]). c). Sejauh persyaratan yang berbeda dari preferensi persamaan utilitas (yakni prinsip Suppes. c) lebih superior²atau setidaknya tidak inferior-daripada (a. Selanjutnya. tetapi ditafsirkan dalam pengertian utilitas sebagai lawan dari barang-barang utama. Di sini kebaikan suatu keadaan dinilai menurut tingkat utilitas dari orang yang paling tidak beruntung pada keadaan tersebut. sebagai tambahan. maka keadaan tersebut akan dirangking sesuai dengan tingkat utilitas orang kedua yang paling tidak beruntung. dan mungkin disebut sebagai ³Preferensi Persamaan Utilitas´. barulah kedua distribusi tersebut sama-sama baik. maka akan dapat diargumentasikan bahwa (b. lalu dirangking berdasarkan tingkat utilitas dari orang ketiga yang paling tidak beruntung dan seterusnya. Persyaratan ini mungkin dilihat sebagai versi kuat memilih persamaan distribusi utilitas. dan ternyata analisis ini sangat sejajar dengan derivasi aksiomatik akhir-akhir ini mengenai prinsip perbedaan 8 (Difference Principle) oleh sejumlah penulis18. Bila mereka sangat berhubungan erat. Mengikuti kebiasaan yang telah ditentukan dalam teori pilihan sosial.leximin dapat dilihat sebagai kecocokan alamiah . b. dan d sama sekali tidak merubah perbandingan yang dipersoalkan. Bila seseorang hanya berpatokan pada persamaan. Salah satu cara untuk melengkapinya diberikan oleh versi penulisan kamus (lexicographic) dalam aturan maximin yang dihubungkan dengan Prinsip Perbedaan (Difference Principle) Rawlsian. b). dalam urutan besaran yang menurun. maupun ketika setiap orang pada keadaan x memiliki utilitas setidaknya sebanyak orang lain pada keadaan y. Jika.setara. baik ketika setiap orang pada keadaan x memiliki setidaknya utilitas sebagaimana dirinya sendiri pada keadaan y. dan d. Sesungguhnya. Pertimbangkan empat tingkat utilitas a. c. d) menyajikan ketimpangan yang lebih besar dibandingkan dengan titik pasangan menengah (b. tentu saja x dapat dinyatakan jauh lebih baik (dan bukan paling tidak baik belaka). b. Perhatikan bahwa ini merupakan perbandingan ordinal murni. maka kita didorong menuju Leximin. Bila prinsip Suppes dan µPreferensi Persamaan Utilitas¶ ini dikombinasikan. salah satunya lebih terbatas. berdasarkan rangking saja dan besaran pasti a. bila dua distribusi utilitas sesuai sama sekali pada setiap tingkatan dari yang paling tidak beruntung hingga p yang ada paling beruntung. domain tanpa batas dan kebebasan) dianggap dapat diterima. -dan persyaratan tersebut memang telah banyak dipergunakan dalam literatur pilihan sosial (social choice literature)-. tetapi bila orang-orang yang paling tidak beruntung pada dua keadaan secara berturut turut memiliki tingkat utilitas yang sama. Kita dapat menyatakan bahwa dalam arti yang sangat jelas pasangan titik ekstrem (a. Bagaimana persamaan utilitas total menjadi ³Leximin´? Hal ini terjadi bila dikombinasikan dengan beberapa aksioma lain.

1) dan juga (y. ³On Weights and Measures: Informational Constraints in Social Welfare Analysis.S. Sementara dalam kritik utilitarianisme yang sudah saya bahas di muka. ³Equity. P. Yang menarik. Dapat dibuktikan . atau terhadap jutaan atau milyaran orang yang lain. Ciri ordinal yang ditunjuk sambil menyajikan aksioma preferensi persamaan utilitas membuat pendekatan ini tidak sensitif terhadap besaran dari potensi keuntungan dan kerugian utilitas. R. Selain tidakpeduli dengan pertanyaan ³seberapa besar´.´ Econometrica 45 (1977). tetapi tidak perlu dikaburkan dengan pertanyaan ³seberapa banyak´ dalam hubungannya dengan jumlah orang: prioritas berlaku pada satu orang justru berkaitan dengan orang lain20.´ Jurnal of Economic Theory (1978). 19 P. Econometrica 44 (1976). orang dapat menentukan versi leximin yang lebih lunak. C. Memang. S.´Syntheses 6 (1966). d¶Aspremont and L. hal ini tentu saja bukan berarti tidak memiliki relevansi moral sama sekali. Posisi yang paling tidak diuntungkan memegang seluruh keputusan. tetapi tidak harus bertentangan dengan kepentingan lebih dari satu posisi yang paling beruntung.´ Review of Economic Studies 44 (1977). ³Social Choice Theory and the Derivation of Rawls¶ Difference Principle´. Sen. ´ American Economic Review 67 (1977). Preferensi persamaan utilitas akan menegaskan superioritas (3. Kadang leximin diklaim tidak akan menjadi kriteria ekstrem jika dapat dimodifikasikan sehingga masalahketidakmampuan berhitung ini dapat dihindari. Dalam kenyataannya. 2). Leximin 2. masih tidak peduli dengan pertanyaan ³seberapa besar´ pada besaran utilitas dari dua orang yang bukan tidak peduli.W. ³Extended Sympathy and the Possibility of Social Choice.tentang pemberian prioritas terhadap konsepsi persamaan yang berfokus pada utilitas total. dan tidak menjadi masalah apakah hal ini dilakukan dengan cara yang berlawanan terhadap kepentingan salah seorang yanglain. Roberts. ³Leximin and Utilitarian Rules: A Joint Characterization. Begitu utilitarianisme tidak Lihat P. Arrow. hal ini sama sekali tidak akan membedakan antara dua kasus.J. Suppes. kiranya jelas bahwa leximin sangat mudah dikritik dari perspektif prinsip sebelumnya (prior±principle perspective) maupun dari perspektif implikasi kasus (case±implication prespective). 1). dan jika kepentingan posisi seseorang yang paling tidak beruntung diberikan prioritas daripada kepentingan seorang yang benar-benar beruntung. Deschamps and L.´ Econometrica 47 (1979). ³Equity and Informational basis of Collective Choice. yang dapat dinamakan leximin 2. yang berbentuk penerapan prinsip-prinsip leximin jika semua orang selain dua tidak peduli terhadap alternatif-alternatif yang diberikan tetapi bukan sebaliknya.J. A. Tidak adanya perhatian terhadap pertanyaan ³seberapa besar´ inilah yang menyebabkan leximin agak mudah dikritik baik dengan menunjukkan kegagalannya dalam mematuhi µprinsip sebelumnya¶ (prior±principle) seperti ³memberikan bobot yang sama pada kepentingan yang sama dari semua pihak´ maupun dengan memerinci implikasinya secara agak cermat dalam kasus yang khusus. Journal of Philosophy 73 (1976).J. leximin juga tidak terlalu tertarik dengan pertanyaan ³seberapa banyak´²tidak memperhatikan sama sekali jumlah orang yang kepentingannya dikesampingkan dalam mengejar kepentingan yang paling tidak diuntungkan. c) mewakili (3. masalah konsistensi ikut terlibat di sini. K. ³Possibility Theorems with Interpersonally Comparable Welfare Levels. d) dalam hubungannya dengan (b. Strasnick. K. sebagai sebuah kompromi. 18 9 memperhatikan desakan klaim seseorang yang muncul dari kerugian orang lain. Lihat perbandingan (a. leximin mengabaikan klaim yang muncul dari intensitas kebutuhan seseorang. Arrow¶s Conditions and Rawls¶ Difference Principle´. c) yang sudah dibahas di muka dan biarkan (b. Gevers. saya tidak setuju dengan memperlakukan potensi keuntungan dan kerugian ini sebagai satu-satunya basis pertimbangan moral. ³Some Formal Models of Grading Principles. Hammond. Hammond.K.´ Review of Economic Studies 47 (1980). ³Two Person Equity. Akan tetapi.2) atas (10. Gevers.

Jika posisi memiliki kesamaan dengan orang (misalnya. 20 Leximin dan maximin membahas konflik antara prioritas posisional. Jika pertimbangan non±utilitas memiliki peran tertentu dalam masing-masing pendekatan. dan mereka menerimanya tanpa pengetahuan tentang tujuan khusus mereka«Seorang individu yang me nemukan bahwa ia menikmati melihat orang dalam posisi kebebasan yang semakin berkurang memahami bahwa ia tidak memiliki klaim apapun pada kenikmatan ini. tidak ada cara untuk mempertahankan kepekaan moral sejumlah orang di tiap-tiap sisi dengan memilih persyaratan leximin-2 yang terbatas. . Kita harus merancang institusi sedemikian rupa sehingga mendapatkan jumlah kepuasaan terbesar. Lihat pula Hammond (1979) sebagai perluasan dari hasil ini. mengingat kondisi yang beraturan ini. bersama dengan keinginan yang lain« Dalam keadilan sebagai fairness. di pihak lain. atau sesuatu yang lain. Ketidakmampuan berhitung seseorang menyebabkan ketidakmampuan berhitung yang lain. Bila utilitarianisme diserang karena ketidakpeduliannya terhadap ketimpangan distribusi utilitas dan leximin dikritik karena ketiadaan ketertarikan pada besaran keuntungan dan kerugian utilitas. Kombinasi utilitarianisme dan leximin masih akan terbatas pada kotak Welfarisme dan masih belum jelas apakah welfarisme sebagai pendekatan umum dengan sendirinya cukup memadai. dalam mengurangi kebebasan orang lain yang merupakan sarana meningkatkan harga diri mereka. Yaitu. leximin-2 secara logis mengandung leximin pada umumnya21. 10 Kelihatannya. ³posisi terburuk kedua. kecuali secara tidak langsung. Mengingat hakikat kritik persamaan utilitarian dan persamaan utilitas total secara berturut-turut ini. orang yang sama dirugikan dalam setiap keadaan). kiranya wajar untuk mempertanyakan apakah kombinasi keduanya tidak harus memenuhi kedua rangkain keberatan. hal ini muncul dari bagian yang mereka mainkan dalam penentuan utilitas.bahwa mengingat kondisi yang beraturan. keduanya sama-sama menunjukkan perhatian ekslusif pada data utilitas. la lu konflik posisional diterjemahkan secara langsung sebagai konflik personal.´ dst. tanpa meninggalkan sama sekali leximin itu sendiri. kepuasan ini akan mengharuskan pelanggaran atas sebuah prinsip yang mestinya ia sepakati dalam posisi asali22. ketidakpedulian pada pernyataan seberapa besar berkenaan dengan utilitas mengimplikasikan ketidakpedulian pada pertanyaan seberapa banyak berkenaan dengan jumlah orang pada sisi yang berbeda. 21 Theorem 8. domain tanpa batas dan kebebasan. yakni antara peringkat (seperti ³posisi terburuk´. atau mungkin sebagai pengganti informasi utilitas ketika tidak ada data utilitas yang memadai. maka apakah tidak akan menjadi jalan keluar yang tepat untuk memilih campuran dari keduanya? Pada titik inilah pertanyaan yang lama tertunda tentang hubungan antara utilitas dan arti penting moral menjadi krusial. Kenikmatan yang ia terima dari kehilangan orang lain sudah dengan sendirinya salah.) dan bukan dengan prioritas interpersonal. tidaklah dipersoalkan untuk apa keinginan. kita tidak mengajukan pertanyaan tentang kualitas atau sumbernya. Dalam menghitung keseimbangan terbesar atas kepuasan. persisnya. orang menerima sebelumnya prinsip kebebasan yang sama. tetapi hanya mempertanyakan bagaimana institusi yang memuaskan akan mempengaruhi keseluruhan kesejahteraan«jadi jika manusia merasa senang dalam membedakan satu orang dengan yang lainnya. Sen (1977). maka kepuasan keinginan ini harus ditimbang dalam deliberasi (pertimbangan serius) kita sesuai dengan intensitasnya. Salah satu aspek kebodohan welfarisme dibahas dengan jelas oleh John Rawls. Meskipun utilitarianisme dan leximin berbeda secara tajam satu dengan lainnya dalam penggunaan yang secara berturut turut mereka buat berkenaan dengan informasi utilitas. dan bahkan menyangkut jumlah.

tidak adanya µkeseimbangan¶ (parity) antara utilitas dari tindakan yang mempertimbangkan diri sendiri dan dari tindakan yang mempertimbangkan orang lain akan mengatasi utilitas sebagai indeks kesejahteraan dan bisa fatal bagi welfarisme. dan dengan demikian merupakan serangan 22 Rawls (1971).M. tetapi hanya sekedar tidak dianggap. 658-59 23 24 12 . Tetapi juga ada tipe lain informasi non±utilitas yang telah dianggap secara instrinsik penting. misalnya ketetapan nilai kebebasan. 140 Sen (1970). Bahkan mereka yang tidak menerima prinsip sebelumnya dapat menolak kaum welfaris tanpa perhitungan yang berbasabasi atas utilitas. Akhirnya argumentasi Rawls mengambil bentuk pertimbangan pada prinsip sebelumnya (prior±principle) untuk menyamakan kebenaran moral dengan penerimaan yang hati-hati dalam posisi asali. Jika masalahnya adalah bahwa kesenangan yang diambil dari ³penderitaan orang lain´ dalam dirinya sendiri tidak dianggap sebagai sesuatu yang salah. tapi kurang bernilai dibandingkan dengan kesenangan yang muncul dari sumber lain (misalnya menikmati makanan. dan kategori Scanlon terlalu murni. mengakui relevansi faktor-faktor objektif tidak mensyaratkan bahwa kesejahteraan dianggap bebas dari selera. Misalnya.Sangat mudah dilihat bahwa argumentasi ini tidak semata-mata menentang utilitarianisme. Ia juga membantah ³kriteria kesejahteraan yang sesungguhnya kita terapkan pada pertimbangan moral adalah objektif´ dan tingkat kesejahteraan seseorang dianggap menjadi ³bebas dari kepentingan dan selera orang itu´25. sebagai pemenuhan hasrat. mengesampingkan sumber kesenangan dan aktivitas yang menyertai. pp. jelas bahwa sebagai kritik atas welfarisme--dan a fortiori sebagai kritik atas utilitarianisme. Tim Scanlon belakangan ini telah membahas kontras antara ³urgensi´ dan utilitas (atau intensitas preferensi). p. pekerjaan atau waktu senggang) welfarisme akan tetap ditolak. Kedua. Yang diperlukan adalah penolakan bahwa kesejahteraan seseorang ditentukan secara eksklusif oleh John Stuart Mill. khususnya bab 6. 30-31 11 terhadap welfarianisme secara umum. bahkan seandainya kesenangan demikian dianggap bernilai. tetapi juga proposisi yang lebih meragukan bahwa kesenangan ditimbang secara relatif hanya menurut intensitas masing-masing. apapun informasi lainnya dengan rujukan prinsip sebelumnya (prior-principle) yang lain. tapi perbedaan ini tentu saja tidak bebas dari selera dan ciri-ciri objektif. Juga Sen (1979) 25 T. pp. argumentasinya menggunakan prinsip yang kuat secara tidak perlu. seperti yang dicatat John Stuart Mill. Welfarisme membutuhkan dukungan bukan hanya dari intuisi yang diterima luas bahwa kesenangan apapun memiliki semacam nil i-a dan orang akan menjadi sedikit tidak suka dengan kesenangan yang dirasakan orang lain untuk berbeda pendapat dengan kesenangan ini--. Pertimbangan moral ini dengan demikian bisa bertentangan dengan moralitas utilitarian± dan secara umum lagi (Scanlon dapat menyatakan) dengan moralitas kaum welfaris. Lagipula. Pertimbangan kaum Libertarian menunjuk ke arah kelas informasi non±utilitas tertentu dan saya telah membantahnya di tempat lain bahwa hal ini mungkin membutuhkan penolakan atas apa yang disebut prinsip Pareto berdasarkan dominasi utilitas24. Masalahnya. Akan tetapi. Relevansi informasi non±utilitas terhadap pertimbangan moral merupakan masalah pokok yang terkait dalam memperdebatkan welfarisme. penolakan atas welfarisme akan tetap muncul. Scanlon (1975).tidak peduli apakah utilitas diartikan sebagai kesenangan. adalah karena kurangnya ³keseimbangan´ (parity) antara satu sumber dengan lainnya23. tetapi menentang ketidakcukupan informasi utilitas untuk pertimbangan moral suatu keadaan. atau sebagaimana akhir-akhir ini semakin umum. Pertimbangan ³objektif³ dapat dihitung bersama selera seseorang. On Liberty (1859).

bukan karena bila tidak demikian ia akan memiliki tingkat kesejahteraan lebih rendah daripada orang lain. betapapun luasnya penerimaan atas pandangan ini. jadi kenapa ia dibayar agak kurang? Klaim moral ini± berdasarkan konsepsi persamaan non-welfaris± memiliki peranan penting dalam pergerakan sosial dan agaknya sulit untuk mendukung hipotesis bahwa klaim diatas murni ³instrumental´. ekonomi dan perolehan sosial. kedinginan. Barang-barang sosial utama adalah ³hal-hal yang diinginkan oleh setiap manusia yang rasional´. urgensi yang diturunkan dari prinsip seperti ³bayaran yang sesuai dengan pekerjaan´ secara langsung menyerang diskriminasi tanpa harus mendefinisikan kembali pengertian kesejahteraan personal guna memperhatikan diskriminasi semacam itu. Herbert Hart secara persuasif telah membantah argumentasi Rawls tentang . sama sekali dibenarkan oleh dampak tidak langsungnya pada pemenuhan kaum welfaris atau tujuan lainnya yang didasarkan pada kesejahteraan. Welfarisme merupakan posisi paling murni dan harus menghindari kontaminasi dari kedua sumber di atas. klaim bahwa seseorang tidak boleh dieksploitasi di tempat kerjanya tidak didasarkan pada penciptaan eksploitasi sebagai parameter tambahan dalam rangka mengkhususkan kesejahteraan diatas faktor -faktor seperti pendapatan (income) dan usaha. rumusan yang dihasilkan masih tetap saja non welfaris. Jadi pemisahan urgensi dari utilitas dapat muncul dari dua sumber berbeda. Welfarisme adalah posisi paling ekstrim dan penolakannya dapat mengambil berbagai bentuk ± murni dan campuran ± sejauh pengabaian informassi non utilitas total dihindari. memisahkan pengertian kesejahteraan personal dari utilitas dan kedua. yang ditetapkan tidak pada utilitas individu tetapi pada indeks barang-barang utama. dan faktor objektif tertentu. Persamaan Rawlsian ³Dua prinsip keadilan´ Rawlsian menggolongkan kebutuhan tentang persamaan dalam pengertian²apa yang disebutnya-. dan basis sosial dari kehormatan diri. Pertama.³barang-barang sosial utama´ (primary social goods)26. menutunt efesiensi dan persamaan. menilai keuntungan dalam pengertian indeks barang-barang utama.´ Kebebasan dasar dipisahkan dari prioritas pemilikan atas barang-brang utama yang lain. 3. Ketimpangan dikutuk kecuali jika hal ini 26 Rawls (1971). Jika pertimbangan semacam itu memperhatikan kesenangan dan pemenuhan hasrat seseorang. atau tertekan. Tetapi mengingat prioritas prinsip kebebasan. Akan tetapi pada saat bersamaan. misalnya apakah orang itu lapar. tetapi didasarkan pada pandangan moral bahwa setiap orang pantas mendapatkan apa yang ia kerjakan menurut salah satu karakteristik produksi. Mirip dengan hal ini. tidak boleh ada pertukaran antara kebebasan dasar. menjadikan urgensi bukan hanya sebagai fungsi kesejahteraan. pp. Misalnya. 60-65 13 bekerja demi keuntungan setiap orang. pendapatan dan kekayaan. jelas pula bahwa pengertian tentang urgensi tidak perlu terjadi hanya dengan faktor penentu kesejahteraan personal.utilitasnya saja.´ Prinsip kedua melengkapi kebebasan ini. yang pertama tidak mensyaratkan bahwa kesejahteraan bebas dari utilitas dan yang kedua tidak membutuhkan pengertian urgensi yang bebas dari kesejahteraan personal. kebebasan dan kesempatan. Kedua. dan karena itu prioritas diberikan pada prinsip kebebasan yang menyatakan bahwa ³setiap orang memiliki hak sama terhadap kebebasan dasar paling hakiki sesuai dengan kebebasan serupa bagi yang lain. Seseorang bisa saja mengatakan: ³wanita harus dibayar sebanyak yang dibayarkan pada pekerjaan yang dilakukan laki laki. tetapi karena ia melakukan pekerjaan yang sama dengan pria tersebut. Prinsip kedua ini memasukkan ³Prinsip Perbedaan´ (the difference principle) yang memberikan prioritas untuk yang palin tidak diuntungkan mengejar kepentingannya. Dan hal ini akan mengarahkan pada maximin atau leximin. termasuk ³hak.

Kriteria objektif kesejahteraan dapat secara langsung diakomodir dalam indeks barang-barang utama. atau mengesampingkan mereka karena kekhawatiran akan membuat kesalahan.´ University of Chicago Law Review 40 (1973). lokasi. Masalah yang krusial untuk dibahas adalah konsentrasi pada sekumpulan barang-barang sosial utama ini. temperamen. maka perhatian utilitarian dengan memaksimalkan jumlah total utilitas akan mendorong kita secara serempak 27 H.´ Cambridge Review (February 1975). Daniels. Jika orang pada dasarnya serupa. (ed). dan bahkan ukuran tumbuh (mempengaruhi kebutuhan makan dan pakaian). telah dinyatakan bahwa jika manusia secara fundamental serupa dalam hal fungsi utilitas. Prinsip Perbedaan tidak akan menambah atau mengurangi pendapatannya berdasarkan keadaannya yang cacat. dapat dinyatakan bahwa dalam kenyataannya terdapat .A. Rawl menjustifikasi hal ini dalam pengertian tanggung jawab orang perorang atas tujuannya sendiri. usia lanjut. ³A Kantian Concept of Equality. Beberapa kesulitan welfarisme yang pernah saya coba bahas tidak akan diterapkan untuk memperoleh persamaan Rawlsian. Komentar yang sama dapat dibuat tentang Prinsip Perbedaan Rawlsian. Dalam konteks menilai persamaan utilitarian. Tapi bagaimana dengan orang yang cacat dengan kerugian utilitas yang kita bahas sebelumnya? Leximin akan memberinya lebih banyak pendapatan pada masalah distribusi murni. dan menganggap penyandang cacat. mungkin menjamin bahwa kesalahan sebaliknya akan dilakukan.. yang berubah karena kesehatan. Jadi apa yang terlibat bukan hanya sekedar mengabaikan beberapa kasus yang sulit. Menilai keuntungan hanya dalam arti barang-barang utama mengarah pada moralitas yang sebagian buta.L. 14 ke arah persamaan tingkat utilitas. Sesungguhnya.prioritas kebebasan27 dengan sebuah pertanyaan yang tidak akan saya bahas pada kuliah kali ini. prinsip ini menghindari ciri leximin yang banyak dikritik dengan memberi lebih banyak pendapatan pada orang-orang yang sulit dipuaskan dan yang harus dibanjiri Champagne dan dipendam dalam Caviar untuk membawa mereka pada level utilitas normal yang bagi saya dan anda cukup didapat dari sandwich dan bir. Reading Rawls (Oxford : Blacwell. Hal ini juga berlaku untuk penolakan Mill tentang keseimbangan (parity) antara kesenangan dari berbagai sumber. p. karena sumbersumber tersebut dapat dibedakan berdasarkan sifat barang-barangnya. tetapi kasus-kasus yang sulit benar-benar ada. Ini merupakan hal yang nampak sulit. maka indeks barang-barang utama mungkin bisa menjadi cara yang cukup baik untuk menilai keuntungan. Tetapi. 28 John Rawls. sedangkan utilitarianisme akan memberinya pendapatan kurang. Hal ini mungkin 28 terjadi. Hart. 1975). dan memang demikianlah kenyataannya. melainkan dengan indeks barang-barang utama. Pendekatan barangbarang utama nampaknya kurang memperhatikan perbedaan di antara manusia. orang nampak memiliki kebutuhan yang sangat berbeda. Keuntungan utilitas orang yang cacat akan tidak relevan untuk Prinsip Perbedaan. atau cacat mental dan fisik. tetapi mengabaikan banyak perbedaan yang nyata dan bersifat meluas. kondisi kerja. selera yang mahal tidak lagi memberikan dasar untuk mendapatkan pendapatan yang lebih banyak. Selanjutnya. dalam kenyatannya. meskipun prinsip perbedaan dianggap egaliter seperti halnya leximin. sebagai tidak relevan secara moral. 96. kondisi musim. Karena keuntungan dinilai sama sekali bukan dalam arti utilitas. atau kebutuhan perawatan khusus. dicetak ulang dalam N. Dan masalahnya tidak berhenti pada kasus yang sulit. ³Rawls on Libery and its Priority. Rawl menjustifikasi hal ini dengan menunjukkan bahwa ³kasus-kasus sulit´ dapat ³mengacaukan persepsi moral kita dengan membawa kita pada pemikiran tentang orang yang jauh jaraknya dari diri kita yang nasibnya membangkitkan keprihatinan dan kecemasan´ . Jadi utilitarianisme dapat dibuat jauh lebih menarik jika orang memang sungguh-sungguh serupa.

Konsepsi hak pemilikan (entitlements) yang lain juga dapat diperkenalkan untuk mengatasi pemberian perhatian hanya pada kesejahteraan personal. prinsip perbedaan akan membiarkannya merana sendirian. Pertimbangkan kembali orang yang cacat dengan ketidakberuntungan utilitas marginal. dan secara umum. maka untuk memiliki kerangka pemikiran sepenuhnya yang berorientasi pada barang memberikan cara yang aneh dalam menilai keuntungan. Namun. Persamaan Kemampuan Dasar Hal itu membawa pada pertanyaan selanjutnya: tidak bisakah kita mengembangkan sebuah teori persamaan dengan dasar perpaduan (kombinasi) dari persamaan Rawlsian dan persamaan dari dua konsepsi kaum welfaris. Tetapi sekarang anggap saja ia tidak dirugikan dalam arti utilitas. Akan tetapi. Bahkan dalam arti prinsip sebelumnya dari penerimaan secara hati-hati dalam ³posisi asali´. Utilitarianisme. Bahkan seandainya utilitas tidak dianggap sehingga fokus yang tepat untuk hubungan orang dan barang. Saya akan menggunakan argumen kasus implikasi (case-implication arguments). atau leximin atau--pada umumnya-. atau jika mereka tidak demikian. kerangka pemikiran Rawlsian menegaskan bahwa utilitas tidak relevan bagi urgensi. kenapa perhatian mereka terhadap kesenangan dan penderitaan ini harus dianggap sebagai tidak relevan secara moral.elemen ³pemujaan´ yang berlebihan dalam kerangka pemikiran Rawlsian. Atau karena ia memiliki tingkat aspirasi rendah dan .welfarisme tidak mempunyai ³pemujaan´ ini karena utilitas adalah cerminan dari satu tipe hubungan antara orang dan barang. Ia mendapatkan perlakuan ini karena rendahnya tingkat utilitas yang dimiliki. Pembedaan ini telah dibahas sebelumnya dalam konteks menilai wefarisme. Dapat juga dinyatakan bahwa sementara utilitas dalam bentuk kebahagiaan atau pemenuhan keinginan mungkin menjadi panduan yangtidak memadai untuk urgensi. dalam uraian berikut ini saya tidak akan memperkenalkan konsep tersebut. Rawls menganggap barang-barang utama sebagai perwujudan dari keuntungan. kenyataannya utilitarianisme memberinya pendapatan kurang daripada yang didapat oleh orang sehat secara fisik. dengan kriteria yang memperkuat persamaan total. pendapatan dan kekayaan tidak dinilai oleh utilitarianisme sebagai unit fisik. Pokok pendapat saya adalah bahwa konsep kebutuhan bahkan tidak mendapatkan ulasan yang memadai melalui informasi barang-barang utama dan utilitas. sama sekali tidak jelas mengapa orang dalam keadaan primodial harus dianggap sedemikian tidak peduli pada kesenangan dan penderitaan dalam menjalani posisi tertentu. Hal ini dapat terjadi karena ia mempunyai watak selalu bergembira. Prinsip Perbedaan juga tidak menolongnya. Bahwa kepentingan seseorang tidak berhubungan secara langsung dengan kebahagi an atau a pemenuhan keinginannya nampaknya sulit untuk dibenarkan. tetapi dalam pengertian kapasitasnya untuk menciptakan kebahagiaan manusia atau untuk memuaskan keinginan mereka. 4. dengan beberapa pertukaran di antara mereka? Saya sekarang ingin menyatakan secara ringkas kenapa saya percaya kombinasi ini juga mungkin terbukti tidak banyak membantu. bukan menganggap keuntungan sebagai hubungan antar orang dan barang. Noneksplo itasi atau non diskriminasi membutuhkan penggunaan informasi yang tidak 15 sepenuhnya ditangkap oleh utilitas atau oleh barang-barang utama. Hal ini tentu saja dapat dengan mudah ditegaskan jika klaim yang muncul dari pertimbangan selain kesejahteraan diakui sebagai absah. meskipun secara fisik ia memiliki rintangan karena ciri-ciri utilitas tertentu. dan telah ditunjukkan bahwa penolakan terhadap welfarisme tidak perlu membawa kita pada kesimpulan bahwa utilitas tidak diberikan peranan sama sekali. Misalnya. orang cacat itu mendapatkan perlakuan prefensial dengan leximin. Kita telah melihat utilitarianisme tidak akan melakukan apapun untuk orang.

hatinya berjingkrak jika melihat pelangi di langit. dan tidak ada kekurangan barang-barang utama (karena ia memiliki barang-barang sebagaimana orang lain). dan sebagainya. Kemampuan untuk berpindah adalah relevan di sini. dan persamaan dalam hal barang-barang mungkin masih jauh dari persamaan dalam hal kemampuan. meskipun ia tidak diuntungkan dari utilitas marginal. Sekarang bahkan leximin atau pengertian persamaan lainnya yang terfokus pada utilitas total tidak akan berbuat banyak untuk dirinya. di pihak lain. tetapi orang dapat mempertimbangkan lainnya. menaruh perhatian pada apa yang dilakukan hal-hal ini pada manusia. Utilitas. tidak juga pada utilitas total yang rendah. Tentu saja. pengertian ³persamaan kemampuan dasar´ memiliki banyak . walaupun di sini tidak ada argumen utilitas marginal (karena mahal). kebutuhan pakaian dan perumahan (pangan. Masih tetap terdapat sesuatu yang hilang pada kombinasi daftar barang -barang utama dan utilitas. walaupun kriterianya berujung dengan fokus pada barang-barang seperti: pada pendapatan daripada apa yang dilakukan dengan pendapatan. Jika kita masih berpikir bahwa ia memiliki kebutuhan sebagaimana seorang yang cacat. Interpretasi tentang kebutuhan dan kepentingan ini seringkali implisit dalam menuntut persamaan. Fokus pada kemampuan dasar dapat dilihat sebagai perluasan alami dari perhatian Rawl terhadap barang-barang utama. Pengertian urgensi yang terkait dengan kemampuan ini tidak sepenuhnya ditangkap oleh utilitas atau barang-barang utama. ketentuan ini masih menaruh perhatian pada hal-hal yang baik. dan tidak ada argumen utilitas total (karena ia sangat terpuaskan). dan meskipun daftar barang ditentukan dengan cara umum dan inklusif. Tipe persamaan inilah yang saya sebut sebagai ³persamaan kemampuan dasar´ (basic capability equality). mencakup hak. tetapi pada reaksi mentalnya. daripada apa yang dilakukan hal-hal yang baik ini pada manusia. kebebasan. masalahnya pasti terletak pada sesuatu yang lain. sandang dan papan) dan kemampuan berpartisiasi dalam kehidupan sosial masyarakat. kesempatan. yang harus dipuaskan. pada ³basis sosial kehormatan diri´ daripada kehormatan diri itu sendiri. seseorang menjadi mampu melakukan hal-hal dasar tertentu. tetapi ada bukti bahwa konversi dari barang-barang menjadi kemampuan berbeda secara substansial dari satu orang ke orang lainnya. misalnya: kemampuan memenuhi kebutuhan gizi. maka basis klaim itu jelas bersandar tidak pada utilitas marginal yang tinggi. atau gabungan dari keduanya. Rawls sendiri terdorong menilai keuntungan dalam arti barang-barang utama dengan merujuk pada kemampuan. Poin pentingnya. hal ini bukan masalah besar. atau dengan riang menerima apa yang dianggapnya sebagai hukuman yang adil untuk kelakuan buruk dalam inkarnasi di masa lalu. ia tidak lagi mengalami deprivasi utilitas total. Saya percaya bahwa apa yang menjadi persoalan adalah interpretasi tentang kebutuhan dalam bentuk kemampuan dasar. dengan menggeser perhatian dari barang-barang menjadi apa yang dilakukan barang-barang pada manusia. tetapi menggunakan sebuah matrik yang memusatkan perhatian bukan pada kemampuan seseorang. Jika dikatakan bahwa sumberdaya harus dicurahkan untuk menghilangkan 16 atau mengurangi secara substansial rintangan dari penderita cacat. Dapat dinyatakan bahwa apa yang hilang dalam semua kerangka pemikiran ini adalah sejumlah pengertian tentang ³kemampuan dasar´ (basic capabilities). Barang-barang utama terbebani oleh rintangan µpemujaan¶ (fetihist) dengan memperhatikan barang-barang. pendapatan dan basis sosial kehormatan diri. Atau karena ia agamis dan merasa bahwa akan mendapat ganjaran dalam kehidupan setelah mati. dan tentu saja tidak pada deprivasi dalam pengertian barang-barang utama. Jika manusia sangat serupa satu sama lain. kekayaan.

dan dengan dimensi baru ini persamaan kemampuan dasar merupakan satu-satunya. Kedua. persamaan kemampuan dasar menghindari pemujaan. dengan menilai kekuatan klaim dalam arti tambahan kontribusi untuk meningkatkan nilai indeks tersebut. persamaan kemampuan dasar pada dasarnya dapat dilihat sebagai perluasan dari pendekatan Rawlsian dalam arah yang tidakmengandung pemujaan (non-fetishist). Terakhir. Persamaan kemampuan dasar sesuai dengan persamaan utilitas total. Saya telah mencoba mengajukan pandangan bahwa sebagai petunjuk parsial hal ini memiliki kebajikan yang tidak dimiliki oleh ciri-ciri persamaan lainnya. dan persamaan Rawlsian untuk memberikan basis yang mencukupi bagi aspek persamaan dari moralitas--dan memang sebagian dari kuliah ini menaruh perhatian pada kebutuhan daripada kualitas kepentingan (deserts). Saya juga telah membuat klaim konstruktif bahwa kesenjangan ini dapat dipersempit dengan gagasan persamaan kemampuan dasar. misalnya. Masalah ini. Sesungguhnya. . Komentar Kesimpulan Saya mengakhiri kuliah ini dengan tiga komentar akhir. dan secara umum dengan menggunakan kemampuan dasar sebagai dimensi yang relevan secara moral yang membawa kita mengatasi utilitas dan barang-barang utama. Sebab yang lain. saya tidak menyatakan bahwa tipe yang lain tidak relevan secara moral. Titik tolak pentingnya adalah dalam memusatkan perhatian pada besaran (magnitude) yang berbeda dengan utilitas dan juga dengan indeks barang-barang utama. Salah satu sebabnya adalah moralitas tidak hanya berhubungan dengan persamaan. dan dapat diperluas pada arah yang berbeda. Ide tentang kepentingan relatif ini tentu saja tergantung pada sifat masyarakat. 5. indeks dapat juga dipergunakan dengan cara yang sama seperti halnya utilitarianisme. bukanlah pendapat saya bahwa persamaan kemampuan dasar dapat menjadi satu -satunya petunjuk bagi kebaikan moral. Sementara persamaan Rawlsian mengandung ciri sebagai gabungan antara ketergantungan-budaya dan pemujaan (fetishist). bagaimanapun. seperti halnya utilitas. tetapi jelaslah bahwa apapun urutan parsial yang dapat dilakukan atas dasar keseragaman preferensi personal harus dilengkapi dengan konvensi tertentu yang telah mapan dari arti penting relatifnya. Inilah tesis utama saya.kesulitan. khususnya dalam menilai perbedaan kemampuan. begitu pula kombinasi ketiganya. Pertama. Saya harus mengakhiri kuliah ini dengan menunjukkan bahwa validitas dari tesis utama tidak tergantung pada penerimaan klaim konstruktif ini. tapi tetap mempertahankan ketergantungan-budaya. dapat diperbandingkan dengan pengindekan bundel barang-barang utama dalam konteks persamaan Rawlsian. indeks kemampuan dasar. dapat dipergunakan dengan berbagai cara. Tidak pada tempatnya di sini untuk masuk ke dalam masalah teknis yang terlibat dalam pengindekan di atas. Dimensi baru dapat digunakan dengan cara yang berbeda. persamaan utilitas total. Di pihak lain. Pengertian tentang persamaan kemampuan dasar ini sangat umum. tetapi aplikasinya pasti tergantung pada kebudayaan (culture-dependent). meskipun saya berpendirian bahwa persamaan kemampuan dasar memiliki keuntungan tertentu yang jelas atas 17 tipe persamaan lainnya. sebagian besar kuliah ini menaruh perhatian pada penolakan klaim persamaan utilitarian. pada leximin kemampuan dasar. Secara khusus masalah pengindekan (indexing) bundel kemampuan dasar merupakan masalah yang serius. Saya telah menyatakan bahwa tidak ada satupun dari ketiga teori ini mencukupi. Persamaan kemampuan dasar merupakan petunjuk parsial pada bagian dari kebaikan moral yang diasosiasikan dengan ide persamaan.

Pengaruh pemikirannya merambah dari wacana metafisika hingga etika politik dan dari estetika hingga teologi. sumbangan Kant bagi Etika. Kant lahir pada 22 April 1724 di Konigsberg. Kant membongkar seluruh filsafat sebelumnya dan membangunnya secara baru sama sekali. dan membuat sintesa antara dua arus besar pemikiran modern. dalam wacana etika ia juga mengembangkan model filsafat moral baru yang secara mendalam mempengaruhi epistemologi selanjutnya. sedikitnya karena dua alasan. yang mematahkan pandangan bahwa bumi adalah datar. serta pengaruh Kant terhadap pemikiran Rawls. Pertama. Lebih dan itu. dan Etika Kantian Rawls Mengenai Teori Keadilan "Keadilan dan kekuasaan harus dipegang bersama. Dalam karyanya berjudul Kritik der reinen Vernunft (Kritik Akal Budi Murni. Kedua. 1797). Selama studi di sana ia mempelajari hampir semua . serta membedakan antara sikap moral yang berdasar pada suara hati (disebutnya otonomi) dan sikap moral yang asal taat pada peraturan atau pada sesuatu yang berasal dan luar pribadi (disebutnya heteronomi). yakni Empirisme dan Rasionalisme. Telaah atas pemikiran Kant merupakan kajian yang cukup rumit.Tentang Immanuel Kant. Karena bantuan sanak saudaranyalah ia be rhasil menyelesaikan studinya di Universitas Konigsberg. John Rawls. sehingga apapun yang adil akan sangat kuat dan apapun yang sangat kuat akan adil" Blaise Pascal (1623-1662) Artikel ini membahas singkat tentang Teori Keadilan John Rawls. Kant memulai pendidikan formalnya di usia delapan tahun pada Collegium Fridericianum. mengatasi. Revolusi filsafat Kant ini seringkali diperbandingkan dengan revolusi pandangan dunia Kopernikus. Kant membuat distingsi antara legalitas dan moralitas. Dalam Metaphysik der Sitten (Metafisika Kesusilaan. 1781/1787) Kant menanggapi. Filsafatnya itu oleh Kant sendiri disebut Kritisisme untuk melawankannya dengan Dogmatisme. tetapi terlebih dahulu memperkenalkan sekilas biografi baik Immanuel Kant maupun John Rawls. Ia seorang anak yang cerdas. Prussia Timur (sesudah PD II dimasukkan ke Uni Soviet dan namanya diganti menjadi Kaliningrad). Immanuel Kant Immanuel Kant (1724-1804) adalah seorang filsuf besar Jerman abad ke-18 yang memiliki pengaruh sangat luas bagi dunia intelektual. Berasal dan keluarga miskin.

yang kelak menjadi batu pertama penulisan karya besarnya tentang keadilan. A Theory of Justice (Teori Keadilan). Filipina dan Jepang dan berada di Pasifik saat Amerika membombardir Hiroshima pada 1945. Sejak itu ia mengajar di Univensitas Konigsberg untuk banyak mata kuliah. ia sambil bekerja menjadi guru pribadi (privatdozen) pada beberapa keluarga kaya. pengalaman yang baginya sangat buruk. di antaranya metafisika. Karyanya tentang Etika mencakup sebagai berikut: Grundlegung zur Metaphysik der Sitten (Pendasaran Metafisika Kesusilaan. Kant meninggal 12 Februari 1804 di Konigsberg pada usianya yang kedelapanpuluh tahun. Untuk mencari nafkah hidup. ia juga berkampanye anti-perang dalam sebuah Konferensi Anti Perang di Washington saat Vietnam berusaha dikuasai Amerika. Rawls keluar dan tentara pada 1946. lahir dua abad setelah Immanuel Kant. Ia juga memiliki pemikiran yang rumit dan ambisius. ilmu falak dan mineralogi. Argumen-argunennya selalu dibangun dari telaah sejarah yang mendalam dan didasari pada wawasan keilmuan serta disiplin yang beragam. filsafat. teologi. Universitas Cornell. dan Massachussets Institute of Technology (MIT). John Rawls John Rawls. Mereka dikarunia 5 orang anak. Rawls sempat menjadi tentara. 1775). fisika dan matematika. Seusai perang Dunia II ia mengajar sebagai profesor filsafat berturut-turut di Universitas Princeton. logika. Kelak lima tahun pascapemboman itu Rawls mengkritik keras tindakan tersebut lewat artikelnya di jurnal politik Amerika. Ia menyaksikan apa yang tenjadi di kawasan Pasifik dan sempat ditugaskan di Nu Guini. ia diangkat menjadi profesor logika dan metafisika dengan disertasi Mengenai Bentuk dan Azas-azas dari Dunia Inderawi dan Budiah (De mundi sensibilis atgue intelligibilis forma et principiis). Kant dijuluki sebagai ³der schone magister´ (sang guru yang cakap) karena cara mengajarnya yang hidup bak seorang orator. Princeton. Saat ia di Universitas Harvard di tahun 60-an. bukan saja di kalangan filsafat melainkan dari para ahli ekonomi dan politik. . Pada Maret 1770. seorang sarjana yang pelukis. geografi. Rawls mengambil kursus di bidang teori politik. untuk menulis disertasi doktoralnya di bidang flisafat moral. dan Die Metaphysik der Sitten (Metafisika Kesusilaan. A Theory of Justice pun menjadi salah satu buku filsafat dan abad ke-20 yang paling banyak ditanggapi dan dikomentari. bernama lengkap John Borden Rawls (1921-2002) . Rawls adalah filsuf asal Amerika yang pemikirannya banyak dipengaruhi Kant. Ia lalu kembali ke alma maternya. pedagogi. saat baru saja menyelesaikan studinya di Princeton. Pada 1775 Kant rnemperoleh gelar doktor dengan disertasi benjudul ³Penggambaran Singkat dari Sejumlah Pemikiran Mengenai Api´ (Meditationum quarunsdum de igne succinta delineatio). Tahun 1949 ia menikah dengan Margaret Fox.matakuliah yang ada. Dissent. Sejak tahun 1962 ia mengajar di Universitas Harvard hingga masa pensiunnya. 1 778). Pendidikan Rawls di bidang ekonomi dan filsafat. yang diterbitkan pada tahun 1971 (jadi Rawls telah mempersiapkan bukunya itu dalam kurun waktu 20 tahun!). 1797). Kritik der praktischen Vernunft (Kritik Akal Budi Praktis. Di akhir masa studinya di tahun 1949-50. Pada masa remajanya.

Etika Kantian Rawls Pernikiran-pemikiran Rawls dalam A Theory of Justice tak dapat disangkal memiliki basis kuat pada etika sentral Immanuel Kant mengenai otonomi manusia. Rawls menulis artikel berjudul Justice as Fairness sebagai awal dan debut pemikirannya tentang konsep keadilan. Diperkirakan telah ada sekarang ini tak kurang dari 5. kita bertindak secara otonom (rasional) jika kita menerima prinsip-prinsip yang dipilih dalam posisi asali (original position). Political Liberalism. sebab otonomi atau rasionalitas (Kant mengidentikkan keduanya) adalah unsur penting dalam posisi asali. Sedangkan mutually disinterested attitude adalah sikap yang melepaskan diri dari sifat cemburu terhadap keuntungan yang akan diperoleh orang lain. Gagasan Kant tentang otonomi (rasionalitas) manusia memang oleh Rawls dijadikan sebagai salah satu basis kebenaran tesisnya. Sejak saat kemunculan buku itu Rawls segera menjadi terkenal sebagai seorang filsuf terkemuka di Amerika dan kelak di dunia. . sekurangkurangnya 23 kali cetak ulang. Cerita tentang ³bagaimana Rawls telah melahirkan kembali filsafat politik dan meremajakan liberalisme´ merupakan bagian dan legenda akademik masa itu. selubung ketidaktahuan (veil of ignorance). kebebasan (freedom). Ada tiga ciri dasar posisi asali: rasionalitas (rationalitiy). sikap saling tak memihak-berkepentingan (mutually disinterested attitude). buku tentang keadilan internasional yang menggenapkan ³trilogi´karyanya itu. dan juga telah diterjemahkan ke dalam tak kurang 23 bahasa. Veil of ignorance adalah sikap yang membebaskan diri dari segala bias yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Publikasi A Theory of Justice memang peristiwa yang patut dicatat. Gagasan ini ia meujuk pada Kant. Ketiga ciri dasar tersebut memerlukan dua hal: pertama. Katanya. antara lain dengan mengakui bahwa masyarakat modern sangat heterogen dan karenanya toleransi harus menjadi ciri khas masyarakat yang adil. Oleh Rawls hak-hak dasar dan politik masyarakat ditempatkan pada jantung sistem pemikiran etika politiknya yang tak boleh diganggu-gugat. Posisi asali menurut Rawls adalah murni situasi hipotesis yang diandaikan ada untuk menentukan prinsip-prinsip keadilan. dan kesetaraan (equality). Ia memang pada saat sebelum dan sesudah peluncuran A Theory of Justice menulis beberapa artikel sebagai penjelasan tentang karyanya yang besar itu. Buku A Theory of Justice di Amerika saja dengan cepat terjual 200. yang segera menjadi perbincangan luas di seantero dunia. Pada awal karir akademisnya di tahun 1958.Rawls sangat berjasa melahirkan polemik tentang keadilan pada dekade 1970-an di Arnerika. yang untuk sebagian merevisi pandangannya dalam buku pertama. Bagi Rawls pelaku yang otonom adalah seseorang yang tindakannya ditentukan oleh prinsipprinsip rasional. Sebagian besar dan para pelajar yang menekuni bidang politik dan filsafat dipastikan mempelajari gagasan-gagasannya.000 kopi.000 buku atau artikel yang memperbincangkan gagasannya itu. bukan oleh dorongan-dorongan sementara. Di masa senjanya ia kembali menerbitkan bukunya yang ketiga: The Law of People (1999). dan kedua. Rawls percaya bahwa ciri yang paling membedakan manusia dengan makhluk lain adalah kemampuannya untuk secara bebas memilih apa yang rnenjadi pilihan dan kehendaknya. Baru pada 1993 terbit bukunya yang kedua. Mengafirmasi Kant.

karena struktur institusi itu mempunyai pengaruh mendasar terhadap prospek kehidupan individu. Rawls berpendapat soal sikap adil. kata Rawls. Pandangannya mengenai situasi kontraktarian dalam membangun masyarakat memang bukanlah gagasan baru. politik. posisi asali (original position). Maka problem utama keadilan ialah merumuskan dan memberikan alasan pada sederet prinsipprinsip yang harus dipenuhi oleh sebuah struktur dasar masyarakat yang adil. Jika asas manfaat yang menjadi dasar maka ia akan mengabaikan prosedur yangfair: hal yang dianggap utama adalah hasil akhirnya yang memiliki banyak manfaat untuk sebanyak mungkin orang tanpa mengindahkan cara dan prosedurnya (the greatest good for the greatest number). Menurut Rawls utilitarianisme telah memunculkan sikap-sikap pembenaran orang kuat yang tak adil terhadap orang lemah. Menurut Rawls. yaitu bagaimana prosedur pendistribusian pendapatan yang adil kepada masyarakat. Hal itu telah banyak ditawarkan oleh para pemikir pendahulunya. kebebasan (freedom). Egalitarianisnie di atas. demikian Rawls. Locke. Kebutuhan dasar itu antara lain hak-hak dasar. dan mengancarn hak-hak individu. dan kesempurnaan. haruslah berdasar pada asas hak. kesetaraan (equality). . Apa yang digagas Rawls dalam pandangan-pandangannya mengenai keadilan sebagai fairness adalah satu upaya mewujudkan semangat egalitarian pada struktur masyarakat. dan karenanya mengancam rasionalitas keadilan. prinsip keadilan yang berdasarkan pada asas hak akan melahirkan prosedur yang fair karena berdasar pada hak-hak (individu) yang tak boleh dilanggar (hakhak individu memang hal yang dengan gigih diperjuangkan Rawls untuk melawan kaum utilitarian). Lantas yang menjadi pertanyaan adalah: mekanisme yang bagaimanakah yang kondusif untuk menciptakan prosedur yang fair tersebut? Rawls menjawab: prosedur harus dibuat pada posisi asali yang diandaikan ada oleh orang orang yang tak memihak. yang berada di baiik selubung ketidaktahuan. kecuali jika pembagian yang tidak merata merupakan keuntungan bagi setiap orang. adalah struktur dasar masyarakat (basic structure of society) yang meliputi institusi sosial. seperti Hobbes. Rousseau. yaitu bahwa pembagian nilai-nilai sosial yang primer (primary social good) disebut adil jika pembagiannya dilakukan secara merata. Sebaliknya. kesejahteraan. Prinsip keadilan. apapun manfaat yang dihasilkannya. Bidang utama prinsip keadilan. Hanya saja situasi kontraktarian masyarakat ala Rawls adalah µsintesis¶ dan teori kontrak sosial sebelumnya yang cenderung utilitarianistik di satu sisi dan intuisionistik di lain sisi di mana masing-masing memiliki cacat mendasar. ekonomi. akan dicapai jika struktur dasar masyarakat (basic structure of society) yang disepakati dalam situasi kontrak menguntungkan semua pihak.Gagasan tentang keadilan Rawls dalam A Theory of Justice memang memiliki kedalaman perspektif. sambil berada dalam posisi asali kita dapat menyetujui prinsip-prinsip keadilan berikut ini. A Theory of Justice mengurai panjang tema-tema sekitar keadilan: prinsip-prinsip keadilan (principles of justice). kebebasan. sedangkan pandangan intuisionisme terjebak dalam subjektivisme moral. Rawls menyatakan. Tentu egalitarianisme itu tidak boleh dimengerti dalam arti secara radikal. bukan manfaat. hukum. Maka dengan menghindari pelanggaran terhadap hak semua orang sesungguhnya juga akan menciptakan prosedur yang adil (fair). Nilai-nilai sosial yang primer yang dimaksud adalah kebutuhan dasar yang sangat kita butuhkan untuk bisa hidup pantas sebagai manusia dan warga masyarakat.

Pada skala nilai dalam masyarakat adil yang dicita-citakan Rawls. dan Prinsip kedua: Ketidaksamaan sosial dan ekonomis diatur sedemikian rupa sehingga a) menguntungkan terutama orang-orang yang minimal beruntung. Keadilan Legal Menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara. Intinya adalah semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara di hadapan hukum.Prinsip pertama: Setiap orang mempunyai hak yang sama atas kebebasan-kebebasan dasar yang paling luas yang dapat dicocokkan dengan kebebasan-kebebasan yang sejenis untuk semua orang. Keadilan Komutatif Mengatur hubungan yg adil atau fair antara orang yg satu dg yg lain atau warga negara satu dg warga negara lainnya.*** KEADILAN DALAM BISNIS Posted On 20/12/2010 08:41:01 by pinkky_girls23 KEADILAN DALAM BISNIS 1. harus ditempatkan di atas prinsip kedua a (prinsip perbedaan). paling atas harus ditempatkan hak-hak kebebasan. Sedangkan prinsip kedua b (persarnaan peluang yang fair). Prinsip ini tidak boleh dikalahkan oleh prinsip-prinsip lain. lalu harus dijamin peluang yang sama bagi semua warga untuk memangku jabatan penting. . PAHAM TRADISIONAL DALAM BISNIS a. b. dan akhirnya perbedaan sosial-ekonomi tertentu dapat diterima demi peningkatan kesejahteraan bagi orang-orang yang minimal beruntung. dan serentak juga b) melekat pada jabatan-jabatan dan posisi-posisi yang terbuka bagi semua orang dalam keadaan yang menjamin persamaan peluang yang fair. Tentang hubungan kedua prinsip itu lebih lanjut Rawls menjelaskan bahwa prinsip pertama (kebebasan yang sedapat mungkin sama) harus diberi prioritas mutlak. yaitu hak-hak asasi manusia.

 Dlm bidang bisnis dan ekonomi. fair atau adil ini. mensyaratkan suatu pemerintahan yg juga adil: pemerintah yg tunduk dan taat pada aturan keadilan dan bertindak berdasarkan aturan keadilan itu. dibutuhkan sistem sosial politik yg memang mewadahi dan memberi tempat bagi tegaknya keadilan legal tsb. Tanpa itu ketidakadilan akan merajalela dlm masyarakat. 2. 3.  Prinsip keadilan legal berupa perlakuan yg sama thd setiap orang bukan lagi soal orang per orang. KEADILAN INDIVIDUAL DAN STRUKTURAL  Keadilan dan upaya menegakkan keadilan menyangkut aspek lebih luas berupa penciptaan sistem yg mendukung terwujudnya keadilan tsb.  Untuk bisa menegakkan keadilan legal.  Pemerintah mempunyai peran penting dalam hal menciptakan sistem sosial politik yg kondusif. melainkan menyangkut sistem dan struktur sosial politik scr keseluruhan.c. Menyangkut pembagian kekayaan ekonomi atau hasil-hasil pembangunan. TEORI KEADILAN ADAM SMITH . termasuk dlm bidang bisnis. dan juga tekadnya utk menegakkan keadilan. dan digugat bila melakukan pelanggaran keadilan. Keadilan Distributif Keadilan distributif (keadilan ekonomi) adl distribusi ekonomi yg merata atau yg dianggap merata bagi semua warga negara. diprotes. pimpinan perusahaan manapun yg melakukan diskriminasi tanpa dasar yg bisa dipertanggungjawabkan scr legal dan moral hrs ditindak demi menegakkan sebuah sistem organisasi perusahaan yg memang menganggap serius prinsip perlakuan yg sama.  Yg dibutuhkan adalah apakah sistem sosial politik berfungsi sedemikian rupa hingga memungkinkan distribusi ekonomi bisa berjalan baik utk mencapai suatu situasi sosial dan ekonomi yg bisa dianggap cukup adil. Termasuk di dalamnya keterbukaan dan kesediaan untuk dikritik.  Dalam bisnis.

a. Pertama. Prinsip-prinsip Keadilan Distributif Rawls 1. Kritik atas Teori Rawls Bahwa Prinsip Perbedaan. khususnya tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain. 4. . Ekonomi pasar menjamin kebebasan yg sama dan kesempatan yg fair. Prinsip Non-Intervention Yaitu prinsip tidak ikut campur tangan. ber akibat menimbulkan ketidakadilan baru. a. tidak seorangpun diperkenankan untuk ikut campur tangan dlm kehidupan dan kegiatan orang lain c. dan ini dijamin oleh sistem ekonomi pasar. prinsip tsb membenarkan ketidakadilan. karena dg prinsip tsb pemerintah dibenarkan utk melanggar dan merampas hak pihak ttt utk diberikan kpd pihak lain. Prinsip No Harm Yaitu prinsip tidak merugikan orang lain. Prinsip ini menuntut agar demi jaminan dan penghargaan atas hak dan kepentingan setiap orang. Kebebasan adalah nilai dan salah satu hak asasi paling penting yg dimiliki oleh manusia. Prinsip kebebasan yang sama Prinsip perbedaan b. b. Pasar memberi peluang bagi penentuan diri manusia sbg makhluk yg bebas. TEORI KEADILAN DISTRIBUTIF JOHN RAWLS Pasar memberi kebebasan dan peluang yg sama bagi semua pelaku ekonomi. Prinsip Keadilan Tukar Merupakan penerapan lebih lanjut dari no harm scr khusus dlm pertukaran dagang antara satu pihak dg pihal lain dlm pasar. 2.

Karena itu kebebasan berusaha dan kebebasan dlm segala aspek kehidupan harus diberi tempat pertama. Prinsip Perbedaan justru memperlakukan scr tidak adil mereka yg dg gigih. tekun. yg lebih tidak adil lagi adlah bahwa kekayaan kelompok ttt yg diambil pemerintah tadi juga diberikan kpd kelompok yg menjadi tidak beruntung atau miskin karena kesalahannya sendiri. Dg memperhatikan scr serius kelemahan-kelemahan yg dilontarkan. Jalan keluar ini sama sekali tidak bertentangan dg sistem ekonomi pasar karena sistem ekonomi pasar sesungguhnya mengakomodasi kemungkinan rosedur. 2010 by Ahmad Samantho| Leave a comment Hubungan Neoliberalisme dan masalah ¶prosedur¶ nampak jelas pada konsep mereka tentang keadilan.  Dengan mengandalkan kombinasi mekanisme pasar dan kebijaksanaan selektif pemerintah yg khusus ditujukan utk membantu kelompok yg scr obyektif tidak mampu memanfaatkan peluang pasar scr maksimal. State.  Harus kita akui bahwa pasar adalah sistem ekonomi terbaik hingga sekarang. dan kerja keras telah berhasil mengubah nasib hidupnya terlepas dari bakat dan kemampuannya yg mungkin pas-pasan. Neoliberalisme. kita akui bahwa Rawls mempunyai pemecahan yg cukup menarik dan mendasar atas ketimpangan ekonomi. disiplin. sebagaimana diusulkan oleh Rawls. 5. karena dari kacamata Adam Smith maupun Rawls.  Negara dituntut utk mengambil langkah dan kebijaksanaan khusus tertentu yg scr khusus dimaksudkan utk membantu memperbaiki keadaan sodial dan ekonomi kelompok yg scr obyektif tidak beruntung bukan karena kesalahan mereka sendiri. Tokoh utama dalam konsep keadilan dari pendukung neoliberalisme adalah Robert Nozick melalui bukunya Anarchy. Kedua. Langkah dan kebijaksanaan ini mencakup pengaturan sistem melalui pranata politik dan legal. ttp harus tetap selektif sekaligus berlaku umum. dan SBY Posted on June 17. JALAN KELUAR ATAS MASALAH KETIMPANGAN EKONOMI  Terlepas dari kritik-kritik thd teori Rawls. dan juga teori Rawls yg menekankan kenyataan perbedaan bahkan ketimpangan ekonomi yg dihasilkan oleh pasar. Buku ini . Dlm hal ini penentuan kelompok yg mendpt perlakuan istimewa hrs dilakukan scr transparan dan terbuka. kita dpt mengajukan jalan keluar tertentu yg sebenarnya merupakan perpaduan teori Adam Smith yg menekankan pada pasar. and Utopiayang terbit pada tahun 1974. pasar menjamin kebebasan berusaha scr optimal bagi semua orang.

dalam posisi awali (original position) segala perbedaan seperti perbedaan dalam kekayaan. Teori keadilan Rawls ini banyak memberikan pendasaran teoritis keadilan dalam perpsektif negara kesejahteraan (welfare state). Robert Nozick mengkritik pendapat Rawls terutama terkait dengan Prinsip Kebebasan danPrinsip Perbedaan yang menurut Nozick keduanya adalah tidak konsisten. sejauh itu dilakukan melalui prosedur-prosedur yang legitim maka menurut Nozick itu adalah tidak masalah dan bukannya terus menjadi tidak adil. lebarnya suatu kesenjangan kesejahteraan bisa saja dipandang sebagai suatu yang tidak adil. Theory of Justice(1971). Nozick memandang teori keadilan Rawls adalah berdasarkan pada teori keadilan yang berpola dan juga yang berdasar hasil akhir (end-state theory of justice). Menurut Rawls. Kondisi hipotetis ini oleh Rawls disebut dengan ¶cadar ketidaktahuan¶ (veil of ignorance). Inilah yang disebut Rawls sebagai Prinsip Perbedaan. Kebebasan yang dimaksud oleh Rawls disini adalah bahwa setiap orang harus mempunyai satuan kebebasan dasar yang setara dan luas. Inilah mengapa Nozick berpendapat bahwaPrinsip Kebebasan dan Prinsip Perbedaan dari Rawls tidak konsisten satu dengan yang lain. Dari prinsip kebebasan ini dapat dibayangkan bahwa distribusi kepemilikan seharusnya setara.sekaligus menjadi kritik terpenting dari teori keadilannya John Rawls yang dikenal luas melalui buku Rawls. Nozick membedakan teori keadilan yang berdasarkan proses(historical theory of justice) menjadi dua. dan pada titik inilah kritik Nozick terutama diajukan. pandangan Nozick pada penerapannya akan dapat menimbulkan permasalahan yang serius terutama terkait dengan bangunan prosedurprosedurnya yang dengan kesenjangan masih sangat lebar akan mengakibatkan sulit bagi golongan-golongan miskin untuk ikut dalam ¶pakta dominasi¶ yang ujungnya terutama adalah . yaitu yang berpola dan tidak berpola. kecuali tingkat kesenjangan tertentu membawa kondisi kebaikan bagi semua. terutama yang nasibnya paling buruk. jika Prinsip Kebebasan itu diterima maka tentunya ini berakibat juga tiadanya pembatasan akan kepemilikan individual. Menurut pandangan Nozick ini jika melihat hasil akhirnya. Nozick membedakan teori keadilan menjadi dua. Dalam kondisi seperti ini. disebutkannya sebagai teori keadilan yang tidak berpola. syarat yang diajukan oleh Rawls untuk mencapai hidup wajar pertama-tama adalah Prinsip Kebebasan. Yang berpola misalnya mengikuti pola seperti ¶setiap orang dibagikan menurut kebutuhannya « menurut statusnya« dan seterusnya. Prinsip kebebasan ini merupakan syarat dasar yang harus ada. tetapi distribusi kesejahteraan setiap orang adalah melalui prosedur-prosedur yang sah atau legitim. tetapi jika melihat proses bagaimana kesenjangan itu terjadi bisa saja hal tersebut bukanlah suatu bentuk ketidak-adilan. Untuk kondisi Indonesia saat ini. John Rawl mengajukan suatu kondisi awali secara hipotetis. sedangkan teori yang diajukan oleh Nozick. Perbedaan hanya dibenarkan apabila membuat lebih baik bagi yang paling buruk. keyakinan dan lain-lain itu tidak berlaku. Untuk membangun teori keadilannya. ras. pekerjaan. dan jika ini dibatasi seperti yang dimaksudkan dalam Prinsip Perbedaan maka dengan sendirinya ini akan berlawanan dengan Prinsip Kebebasan. kelas sosial. Menurut Nozick. yaitu yang berdasarkan pada hasil akhirdan pada proses. Dengan Prinsip Kebebasan maka kekayaan yang mungkin dapat dipunyai seorang individu adalah tidak terbatas. Teori keadilan yang tidak berpola tidak pernah mengikuti pola seperti ¶setiap orang dibagikan menurut kebutuhannya« menurut statusnya«dan seterusnya. Terjadinya akumulasi kesejahteraan pada sekelompok kecil orang dan ini kemudian membuat kesenjangan sosial yang sangat lebar.

berpihak pada yang mempunyai modal kuat. hukum atau peraturanperaturan. Prinsip Perbedaan menjadi sangat penting bagi Indonesia ketika data-data terkait dengan ketimpangan sosial sejak sebelum merdeka sampai sekarang menunjukkan struktur yang belum banyak berubah.menetapkan prosedur-prosedur. *** itu. Prinsip Perbedaan dan Prinsip Kesamaan Kesempatan kiranya lebih relevan untuk dipertimbangkan di Indonesia saat ini. berangkat dari titik awal yang jauh tertinggal. Pengalaman berbagai negara yang sekarang masuk dalam kelompok negara maju terkait dengan program land-reform memberikan pelajaran yang berharga mengenai hal ini. dan kelompok besar ini di Indonesia adalah petani selain juga kaum miskin kota. tetapi kita mestinya bisa juga memberikan penilaian lain selain hal tersebut dan hal itu adalah SBY sedang membangun NKRI ini menjadi sebuah negara neoliberal (neoliberal state). pertama-tama bukanlah ini karena pertimbangan ketaatan terhadap hukum semata. dimana pada negara neoliberal peran negara adalah minimal (minimal state) dan prinsip keadilannya adalah berdasarkan prosedur-prosedur yang legitim seperti didasarkan oleh Robert Nozick. Teori keadilan dari Rawls yang didasarkan pada Prinsip Kebebasan. fakta sekarang di Indonesia terlalu banyak warga ±karena kesenjangan sosial yang lebar. Dan juga jika prosedur menjadi semacam ¶wasit¶ satu-satunya. baik dalam bentuk undang-undang. Maka jika sering kita melihat Presiden SBY selalu mengedepankan prosedur. Prinsip maksimin (maximin principle) yang diturunkan dari Prinsip Perbedaan ini. yaitu perbedaan hanya dapat dibenarkan apabila membuat lebih baik apa yang paling buruk dapat memberikan arahan bagi kita untuk betul-betul memperhatikan kelompok masyarakat yang berada dalam struktur sosial paling bawah. Prosedur yang ditetapkan menjadi sangat rentan untuk dan menjadi lebih berpihak pada yang kuat. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful