P. 1
Tabloid Manunggal Eksploitasi Anak

Tabloid Manunggal Eksploitasi Anak

|Views: 473|Likes:
Published by Manunggal Press

More info:

Published by: Manunggal Press on Feb 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2014

pdf

text

original

Menjaga Konsistensi

S

alam sejahtera bagi kita semua. Mengawali tahun 2011,Tabloid Manunggal kembali terbit dengan membawa pesona baru.Kami menyadari masih memiliki berbagai kekurangan,tetapi hadirnya tabloid edisi ketiga ini merupakan bukti semangat konsistensi kami untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh pembaca setia Tabloid Manunggal. Dalam edisi kali ini, kami menyoroti eksploitasiterhadapanak,sebuahmasalahklasik yang kembali menyeruak dengan munculnya kasus Arumi Bachsin. Seberapa kompleks masalah ini? Bagaimana keseriusan pemerintah menanggapi masalah ini? Dan bagaimana dampaknya bagi anak sebagai korban eksploitasi? Semua tersaji lengkap dalam Sajian Utama. RubrikFokusmembahasmengenaikurangnya minat mahasiswa mengikuti organisasi kampus karena kuliah yang semakin padat. Apakah kurikulum universitas memang tidak memberikan space bagi mahasiswa untuk ikut

organisasi? Selain itu, masih lekat pula dalam benak kita, bagaimana Merapi meletus Oktober silam. Oleh karena itu, dalam Lipsus kami menyuguhkan bagaimana penanganan terbaik bagi korban bencana alam, terutama dari aspek psikologis. Jangan lewatkan pula pengalaman menarik, berwisata sembari mengagumi keajaiban-keajaibanilmupengetahuan.Serunyaobyekwisata Jawa Timur Park, yang memang menggabungkan konsep belajar dan wisata, kami bungkus menarik dalam rubrik Perjalanan. Tak ketinggalan, potret warisan budaya Buka Luwur, yang dihadirkan lewat rubrik Sastra Budaya. Dengan selalu eksis menerbitkan produk, kami berharap kehadiran kami selama ini telah memberikan informasi yang terbaik bagi seluruh pembaca Tabloid Manunggal. Semoga semangat konsistensi masih akan tetap terjaga. Selalu menjadi yang terbaik. (Redaksi)

Rindu Kantin Kampus

SURAT PEMBACA
Memang ada beberapa penjual makanan di area parkir mahasiswa, tetapi letaknya cukup jauh dan tidak resmi sehingga saya pun khawatir jika membeli makanan di sana. Kalau ada kantin resmi yang disediakan kampus, berarti kualitas makanan juga tidak diragukan. Saya rasa hal ini penting untuk dipertimbangkan para pemegang otoritas di FISIP. Bukan cuma mahasiswa, dosen dan pegawai saya kira membutuhkan fasilitas tersebut. Saya rindu hadirnya kantin yang sehat seperti di Pleburan dulu. (Said Hidayat, FISIP)

Eksploitasi anak adalah masalah klasik. Sudah menjadi budayakah?

P

indahnya gedung FISIP dari Pleburan ke Tembalang membawa suasana baru, baik bagi para pengajar dan mahasiswa. Namun kepindahan ini ternyata masih mengalami beberapa kekurangan. Salah satunya adalah kantin kampus. Kondisi daerah Tembalang cukup panas, apalagi jarak area parkir mahasiswa dengan gedung cukup jauh. Belum lagi, gedung yang tinggi membuat mahasiswa seringkali kelelahan setibanya di ruang kelas. Hasilnya, banyak mahasiswa yang tidak konsen mengikuti kuliah karena ini. Saya sering mengalami hal tersebut. Oleh karena itu, saya berharap tersedia kantin di dalam area kampus.

Dampak eksploitasi anak dominan pada psikologis. Yang jelas anak yang menjadi korban.

Azam/ Manunggal

Kemampuan organisasi dimasukkan dalam kurikulum. Mahasiswa makin sibuk dong…

Diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Manunggal Universitas Diponegoro Pelindung: Prof dr Susilo Wibowo MS MED SpAnd Penasehat: Prof Dr Ignatius Riwanto SpBD, Dr H Muhammad Nasir MSi Akt, Sukinta SH MHum, Dr Muhammad Nur DEA, Dr Adi Nugroho Pemimpin Umum: Hendra Kusuma Wahyu H. Sekretaris Umum: Ratna Trianingsih Pemimpin Redaksi: Ridha Swasti Hapsari Pemimpin Litbang: Alan Prahutama Pemimpin Perusahaan: Arvinda Hanugraheningtyas Sekretaris Redaksi: Satya Sandida Redaktur Pelaksana: Nurul Huda Staf Redaksi: Astri Nur Afidah, Muhammad Alfi M, Nedia Guswina, Mar’atush Sholihah, Destya Dwi Pangestika, Allaely Hardhiani. Redaktur Artistik dan Online: Siti Khatijah Staf Artistik dan Online: Furqon Abdi, Amalia Puspita Sari, Muhammad Reza Husain, Azam David Saifullah, Widya Prabandari, Ratih Putri Budiayanty. Manajer Iklan: Taufik Hidayat Staf Iklan: Hayattul Fitri, Rahman Adi Nugroho, Taufik Budiawan. Manajer Rumah Tangga: Eka Mei Fajar Y Manajer Produksi dan Distribusi: Tidar Priyo Santoso Staf Produksi dan Distribusi: Widayanti. Kadiv Data dan Informasi: Ali Budi Utomo. Staf Data dan Informasi: Andri Imam Subekhi. Kadiv Jaringan dan Kerjasama: Farah Melchalida. Staf Jaringan dan Kerjasama: Lutfi Agung Mardiansyah. Kadiv Kaderisasi: Bondika Ariandani Aprilia. Staf Kaderisasi: Septian Ananggadipa. Alamat Redaksi, Iklan dan Sirkulasi: Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Joglo Universitas Diponegoro Jl. Imam Bardjo, SH No.2 Semarang 50241 Telp: (024) 8446003 E mail persmanunggal@yahoo.com Website www.manunggal.undip.ac.id
Redaksi menerima tulisan berupa opini, esai, puisi, cerpen, surat pembaca, resensi buku dan akademika. Tulisan diketik rapi dengan spasi 2 maksimal 3 folio. Redaksi berhak melakukan penyuntingan naskah seperlunya.

2

Legitimasi Eksploitasi Anak oleh Televisi

M

Oleh: ArvindA heningtiAs
cultural shock, dari kehidupan mereka yang sebelumnya biasa saja berubah dengan adanya sorotan kamera, hidup yang diatur, dan harus selalu tersenyum. Tentu saja mereka juga tidak boleh kelihatan lelah di depan kamera, di depan penggemar, dan wartawan, padahal sebagai manusia mereka memiliki kebebasan. Anak-anak yang tampil dalam kontes bakat kehilangan keceriaan khas anak-anak yang polos dan wajar. Mereka terlihat lebih dewasa dari usia yang sesungguh Media televisi menjadi panutan baru (news religius) bagi kehidupan manusia. Tidak menonton televisi sama saja dengan makhluk buta yang hidup dalam tempurung (Kuswandi, 1996 : 23). Secara perlahan, kondisi tersebut akan mendorong pada perubahan psikologi anak, mereka menjadi sombong, susah diarahkan orang tua, membangkang, dan kecerdasan emosinya tidak berkembang baik. Yang kedua, eksploitasi anak sebagai penonton dan pangsapasaryangpotensialuntukberbagaiprodukkomersial. Merekasecaratidaklangsungdieksploitasidemikepentingan ekonomi. Ekspansi dan kebutuhan industri televisi mendorong anak untuk memiliki kecenderungan untuk memilih sajian sensasional dan eksentrik. Sikap latah dan imitasi anak kemudian diterjemahkan media melalui kacamata ekonomi industri dan keuntungan finansial. Kegandrungan anak pada konten televisi dianggap media sebagai pangsa pasar yang menggiurkan. Eksploitasi terhadap anak oleh televisi mewujud dalam tawaran yang indah, televisi mampu berdalih dengan visi kamuflatif: mengembangkan imajinasi, mencerdaskan, atau memperluas pengetahuan anak. Apa yang dipaparkan tadi adalah bentuk imperialisme kultural.Kesadarananakdijajahdengancarayangsedemikian halus oleh “ideologi” televisi. Pada perkembangan ekstrimnya, imperialisme kultural tersebut berkembang ke arah legitimasi terhadap eksploitasi anak. Dunia anak adalah dunia serba nyata, sehingga apa yang dilihat diterima sebagai realitas. Kebanyakan dari mereka belum mengenal analogi, gaya bahasa, atau metafora rumit yang menjadi bagian dominan dari tontonan. Hal ini mengandung konsekuensi bahwa keterlibatan mereka sejak dini dalam industri komersil ini, harus disertai dengan upaya pencerdasan tentang bagaimana industri ini bekerja, dan memengaruhi kehidupan, tentu saja lengkap dengan sisi negatif dan positif yang dijelaskan secara objektif dan proporsional. Pada akhirnya media literasi atau melek media menjadi salah satu alternatif penacegahan dan penanggulangan eksploitasi anak oleh televisi. Orang tua, utamanya, sudah saatnya mulai peduli dengan dampak televisi terhadap perkembangan anak-anak mereka ketika mereka hanya menjadi konsumen pasif informasi, yang belum tentu sesuai dengan kondisi normal anak-anak tanpa mampu melakukan sikap kritis.

asivitastransformasiinformasimelaluimedia massa,terutama televisi memunculkan dampak serius.Daya tarik televisi sedemikian luar biasa, sehingga, kini pola-pola kehidupan rutinitas manusia sebelum muncul televisi berubah total sama sekali. Besarnya potensi media televisi terhadap perubahan masyarakat menimbulkan pro dan kontra. Pandangan pro menilai televisi merupakan wahana pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai positif masyarakat. Sebaliknya, pandangan kontra melihat televisi sebagai ancaman yang bersifat destruktif bagi pemirsanya Dalam dunia anak, banyak kasus menyiratkan bahwa perilaku bandel, nakal, agresif, bermusuhan, dan perilaku buruk anak yang lain berpangkal pada konsumsi keseharian mereka atas media, terutama (tontonan) televisi. Eksploitasi ini mengandung dua dimensi, anak-anak sebagai “pekerja media televisi” dan sebagai penonton. Yang pertama, salah satunya ketika maraknya ajang adu bakat menyanyi dengan peserta anak-anak. Dalam konten ini, anak-anak dipaksakan untuk pantas ditonton-dengan cara mengenakan riasan, kostum, dan lagu-lagu yang dibawakan semuanya menyerupai orang dewasa. Ajang kompetisi ini menjadi anak sebagai obyek tontonan yang dikemas sedemikian rupa sehingga menarik. Sistem vote lewat sms dan atau telepon kerap membuat anak mengeksploitasi bagian dirinya yang seharusnya tidak menjadi milik publik. Misalnya, untuk menarik dukungan si anak akan dinaturalisasikan untuk menceritakan bahwa ibunya menjadi tenaga kerja di luar negeri dan sudah lama tidak bertemu. Di lain waktu, anak-anak peserta kontes mengalami

Lusia Astrika, S.IP, M.Si *)

D

*) Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
maka semakin besar pula hasrat untuk menguasai. Dalam hal ini, terjadi ketimpangan antara id, ego, dan superego sebagaimana diungkapkan Sigmund Freud dalam pandangan psikoanalisa. Akan terjadi kepribadian yang tidak wajar dan akan muncul neurosis yang menghendaki penyaluran, jika id (dorongan nafsu), ego (prinsip realita), dan superego (hati nurani dan moral) tidak seimbang. Timbulnya neurosis pada kejiwaan manusia disebabkan oleh kesalahan penyesuaian secara emosional karena tidak dapat diselesaikannya konflik tak sadar. Dampak Ketidakseimbangan Menurut Freud, kunci kepribadian yang sehat adalah keseimbangan antara id, ego, dan superego. Permasalahannya masyarakat masa sekarang yang seharusnya semakin beradab, justru lebih berorientasi pada keutamaan id (hasrat/ dorongan nafsu) daripada menjaga keseimbangan antara id dengan ego (prinsip realita) dan superego (hati nurani dan moral). Apabila ketidakseimbangan ini diteruskan, masyarakat akan mengalami gejala skizofrenia. Kata skizofrenia berakar dari bahasa Yunani, schizein (terbelah) dan phren- (pikiran). Di Indonesia, skizofrenia termasuk gangguan jiwa berat yang terbanyak penderitanya. Skizofrenia merupakan penyakit otak yang sanggup merusak dan menghancurkan emosi. Selain faktor genetik, penyakit ini juga bisa muncul akibat tekanan tinggi di sekelilingnya. Ada dua gejala yang menyertai Skizofrenia yakni gejala negatif dan gejala positif.Gejala negatif berupa tindakan yang tidak membawa dampak merugikan bagi lingkungannya, sementara gejala positif adalah tindakan yang mulai membawa dampak bagi lingkungannya, seperti mengamuk dan melukai orang lain maupun merusak fasilitas umum. Gejala positif dari skizofrenia dapat kita lihat pada kasus-kasus demonstrasi dan konflik yang berdampak pada rusaknya fasilitas umum sampai hilangnya nyawa korban. Tidak tercapainya tujuan atau input yang diinginkannya, tingginya hasrat dan amarah, kurangnya kontrol diri, serta minimnya moralitas membuat masyarakat menjadi stres, dan pada akhirnya mengalami jiwa yang terpecah (skizofrenia). Harus diakui bahwa masyarakat masa kini lebih rentan mengalami gangguan kejiwaan yang dikatakan skizofrenia ini. Hanya dengan berawal dari gejolak emosi, skizofrenia dapatdialamiolehsetiapindividudalammasyarakat.Seperti dalam kasus gejolak emosi masyarakat Yogyakarta dalam kasus penetapan gubernur DIY dan polemik keiistimewaan Yogyakarta misalnya, jika masalah ini tidak segera terpecahkan dan justru semakin berbelit-belit, maka dapat diprediksikan bahwa masyarakat yang memiliki tuntutan, emosi, dan amarah tak segan-segan akan melakukan tindakan-tindakan yang mulai membawa dampak buruk bagi lingkungannya. Solusi Pencegahan skizofrenia perlu dilakukan.Apabila sudah terlanjur mengalami gangguan jiwa ini, maka penderita skizofrenia perlu diajak kembali bersosialisasi dan dipulihkan.Jika skizofrenia telah menggejala dalam masyarakat masa kini, maka diperlukan situasi yang baik dan kondisi yang terkontrol supaya gejala ini tidak menjangkiti masyarakat lebih jauh lagi. Adanya kondisi yang kondusif dalam faktor sosiokultural juga dapat menekan gejala skizopfrenia. Untuk mencegah skizofrenia, diperlukan keseimbangan antara id (dorongan nafsu), ego (prinsip realita), dan superego (hati nurani dan moral). Harapan dengan adanya keseimbangan ini adalah terciptanya kepribadian yang wajar dan menekan penyimpangan kejiwaan/ mental disorder sebagai penyebab skizofrenia.

ewasa ini, animo masyarakat melakukan tindakan agresi semakin meningkat. Terbukti dari munculnya kasus-kasus sebagaimana diberitakan di media massa, mulai dari meningkatnya jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga sampai dengan meningkatnya kriminalitas yang berujung pada tindakan melukai individu lain. Menurut pandangan behaviorism, tindakan agresi merupakan tindakan atau perilaku yang melukai orang lain. Sigmund Freud, seorang tokoh psikoanalis mengatakan bahwa sesungguhnya dalam diri manusia selalu mempunyai potensi bawah sadar yaitu suatu dorongan untuk merusak diri atau thanatos, yang pada mulanya dorongan untuk merusak diri tersebut ditujukan untuk orang lain. Maraknya kasus kekerasan, tindak kriminal, dan meningkatnya amarah masyarakat pada masa sekarang ini memunculkanpertanyaantentangapayangsesungguhnya terjadi dalam masyarakat dewasa ini.Mengapa bisa terjadi peralihan dari manusia sebagai makhluk sosial (homo homini socius) menjadi manusia sebagai ”serigala” bagi manusia lain (homo homini lupus)? Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain, tetapi manusia juga mempunyai hasrat untuk berkuasa atas manusia lain. Definisi kekuasaan disini adalah kemampuan untuk memaksakan kehendak kepada orang lain, demi tercapainya tujuan yang diinginkan yang punya kuasa. Power tens to corrupt, kekuasaan ibarat pisau bermata dua, yang dapat digunakan untuk perbuatan baik tetapi juga dapat digunakan untuk melukai orang lain. Kekuasaan memang tergantung pada pemegang kekuasaannya, masalahmaudibawakemanakekuasaansangattergantung pada si pemegang kekuasaan. Kekuasaan juga bergantung pada besar kecilnya sumber-sumber kekuasaan. Semakin besar sumber–sumber kekuasaan yang dimiliki

3

Akhir-akhir ini, muncul fenomena menarik dengan hadirnya anak-anak kecil di layar kaca. Misalnya saja, artis cilik Baim, Radja Cilik, Lucky Laki band, Cinta Kuya, serta beberapa artis lainnya. Kehadiran di berbagai stasiun televisi membuat mereka menjadi idola jutaan masyarakat. Tidak hanya itu, berbagai limpahan materi juga mereka peroleh.

Seorang ibu sedang mengajak putrinya mengemis di salah satu jalan raya di Semarang.

Satya/Manunggal

T

anpa disadari, ada pelanggaran serius yang rentan terjadi terhadap mereka. Anak-anak yang masih usia dini tersebut seharusnya menghabiskan waktunya untuk pendidikan, bukan bekerja. Meskipun potensi yang dimiliki anak sangat tinggi, orang tua wajib mengembangkannya hingga semakin matang, bukan memanfaatkan potensi anak secara berlebihan tanpa memperhatikan hak-hak mereka. Masalah eksploitasi anak memang menjadi benang kusut yang tak kunjung terselesaikan. Diana Susilowati, ketua Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Semarang, mengamini fenomena itu. Menurutnya, memanfaatkan kemampuan anak tanpa memenuhi hak-hak yang harus mereka terima, adalah bentuk eksploitasi orang tua terhadap anak. Diana melihat fenomena ini sangat rentan mengarah pada eksploitasi terhadap anak. “Intinya, jika anak sudah merasa tertekan dan dia tidak mendapatkan hak-haknya sebagai anak maka mereka adalah korban. Masalahnya, si anak juga mungkin merasa enak dan nyaman menerima kondisi tersebut dan tidak tahu bahwa dirinya telah dimanfaatkan oleh orang tuanya,” tambahnya. Hal senada diungkapkan Ida Anggrek, aktivis LSM Jaringan Perlindungan Perempuan Dan Anak ( JPPA). Ida menyatakan, eksploitasi terhadap anak merupakan masalah klasik yang sudah lama terjadi.“Sebenarnya anak yang diajak mengemis ibunya, anak jalanan, itu juga masuk eksploitasi. Namun, kini bentuknya saja yang berbeda. Anak-anak yang tampil di televisi itu pun seharusnya menghabiskan waktunya untuk pendidikan, bukan menampilkan bakatnya.” Motif utama yang melatarbelakangi eksploitasi anak adalah ekonomi.“Yang sering terjadi adalah eksploitasi dengan motif ekonomi.Masalahnya,anak terpaksa menuruti saja perintah orang tua karena ingin berbakti,” ungkapnya. Diana juga menambahkan, pengaruh budaya menjadi salah satu faktor penyebab msaih adanya eksploitasi anak di Indonesia. “Budaya patriarki dan matriarki yang masigmasing daerah berbeda. Inilah yang juga berdampak pada

pandangan orang tua terhadap anak.” Ida melengkapi, ada berbagai faktor yang mendorong terjadinyaeksploitasi,mulaidariorangtua,teman,lingkungan tempat tinggal, ekonomi, hingga budaya. Keduanya, juga sepakat bahwa tingkat kesadaran orang tua terhadap hakhak anak masih minim, sehingga anak tidak sepenuhnya mendapatkan haknya. “Masalahnya anak tidak dianggap lagi sebagai amanat, melainkan alat untuk membantu orang tua,” ujar Ida. Tinggi Diana menilai eksploitasi anak di Kota Semarang cukup tinggi. “Dalam tahun ini saja, sudah ada 20 kasus eksploitasi, khususnya pada kekerasan dan perdagangan anak,” ungkapnya. Banyaknya kasus eksploitasi di Kota Semarang dipengaruhi oleh lemahnya perlindungan hukum pada kasus ini. Berdasarkan pengalaman menanggani berbagai kasus eksploitasi anak, kelemahan kasus ini adalah pada saksi dan bukti. “Eksploitasi ini terjadi antara orang tua kepada anak. Kalau tidak ada yang berani melapor, mana bisa diproses. Lalu, kendala lain adalah bukti, mungkin untuk pelecehan seksual atau penyiksaan ada jelas buktinya. Tapi, jika anak disuruh bekerja dengan orang tua, buktinya sulit diungkap,” terangnya. Diana mengaku pemerintah sebenarnya telah melakukan segala cara untuk melindungi hak-hak anak, yakni dengan membuat payung hukum yang kuat untuk melindungi hakhak anak. “Sebenarnya nafas dari diadakannya konferensi anak, merupakan bentuk keprihatinan dunia pada anak. Nah, bentuk dukungan Indonesia adalah dengan dibentuknya undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.” Pihaknyasendiritelahmelakukanberbagailangkahuntuk menanggulangi maraknya eksploitasi anak di Semarang. “Banyak upaya telah kami lakukan, seperti sosialisasi, mengadakan jejaring dengan pemerintah, mengadakan forum diskusi dengan LSM, workshop, dan lainnya. Selain itu juga memberikan perlindungan, advokasi serta pendampingan

bagi anak yang menjadi korban eksploitasi,” terangnya. Namun,menurut Ida,masih ada kelemahan dalam proses peradilan dalam menangani kasus ini. “Kebanyakan jaksa hanya menjerat pelaku eksploitasi dengan 1 tuntutan saja. Seperti, jika kekerasan pada anak hanya dituntut dengan pasal tentang penganiayaan saja, tidak menggunakan undang-undang tersebut,” jelasnya. Perhatian terhadap eksploitasi anak di Jawa Tengah, dinilai Ida mulai meningkat setelah ada kasus Pudjiono yang menikahi anak dibawah umur. “Setidaknya terungkapnya kasus tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak-hak yang harus diperoleh anak,” pungkasnya. Berkaca Kasus Arumi Eksploitasi anak merupakan persoalan klasik yang kini mengemuka kembali setelah muncul kasus Arumi yang kabur dari rumah karena merasa dimanfaatkan oleh orang tuanya. Arumi meminta bantuan KPAI untuk melindunginya. Berkaca dari kasus tersebut, dapat ditarik benang merah bahwa eksploitasi anak merupakan persoalan yang dapat menaungi berbagai dimensi masyarakat. Orang tua seharusnya dapat memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak, sehingga anak memiliki kecerdasan dan terpenuhi kebutuhannya. Bukan malah menggunakan anak untuk tujuan-tujuan khusus orang tua. Menyikapi maslah ini, baik KPAI, BP3AKB, JPPA, dan berbagai lembaga lain yang concern terhadap hak-hak anak siap memberikan perlindungan pada anak jika terjadi pelangggaran terhadap hak anak. “BP3AKB selalu siap, apabila ada anak yang ingin meminta perlindungan kepada kami,mulai dari proses advokasi, pendampingan, dan lainnya,” terang Diana. Selaras dengan itu, JPPA juga selalu siap memperjuangkan hak-hak anak. “Bila ada warga yang membutuhkan bantuan kami, kami siap membantu. Gratis, tanpa dipungut biaya,” lengkap Ida. (Huda)

4

S

eorang anak, masih mengenakan seragam sekolah, membawa krincingan sembari menyanyikan lagulagu pop di sebuah perempatan jalan. Wajahnya dekil dan pakaiannya kumal. Meski beberapa kali pengemudi kendaraan menolak memberinya receh, si anak tak berputus asa dan berlalu mendekati kendaraan lain. Nama anak itu Ali. Usia yang masih belia tak membuatnya surut mengais rizki dari mengamen dan mencuci piring di warung-warung. Melihat wajahnya yang polos, orang pasti merasa iba, mengapa anak sekecil itu sudah harus mencari uang sendiri. Ironisnya, justru sang ayah tiri yang memaksa dirinya mengamen. Ali mengaku kerap dihajar ayahnya bila uang yang diperolehnya sedikit. Lain lagi dengan Asnal Muttaqin. Ia dan kakaknya disuruh sang ibu merantau hingga ke Semarang untuk mengamen dan mencari uang. Pasalnya, sekolah sedang libur dan keluarga mereka sangat membutuhkan uang untuk menyambung hidup sembilan orang anggota keluarganya. Alhasil, Asnal dan kakaknya mangkal di emperan toko sambil mengamen dan berjualan koran. Fenomena tersebut tidak hanya dijumpai pada Ali dan Asnal.Banyakkejadian-kejadianeksploitasiserupayangtidak terekspos. Sayangnya, anak-anak tersebut tidak mengerti diri mereka tengah dieksploitasi demi menopang ekonomi keluarga. Jelas, ini membawa dampak negatif bagi sang anak. Dampak yang paling dominan diterima adalah dari aspek psikologis. Endang Sri Indrawati, M.Si, Psikolog yang juga Dosen Fakultas Psikologi menyatakan dampak psikologis memang yang paling banyak diterima dan paling tampak bagi korban

eksploitasi, yakni anak. “Biasanya terjadi perubahan perilaku dalam Mereka akan suka diam atau marah-marah, menjadi penyendiri, dan lainnya. Namun, mereka baru akan mengalami hal tersebut setelah mereka tahu bahwa dirinya telah dieksploitasi.” Pemulihan Trauma Endang menjelaskan solusi untuk mengatasi korban eksploitasi anak memang ada metodenya sendiri. “Me-reka harus diberi pengertian kembali akan makna hidup. Setelah ituyangpalingpenting adalahpemulihandenganpendekatan religius. Dengan begitu, beban dan trauma dalam dirinya juga akan mudah dihilangkan karena semuanya akan kembali pada Allah, Tuhan Yang Maha Esa,” terangnya. Namun,menurutnya yang lebih penting dilakukan adalah penanaman pemahaman kepada orang tua mengenai hakhak anak, sehingga peran orang tua dalam memberikan pendidikan dan semua kebutuhan anak dapat terlaksana dengan baik. “Kalau pemulihan itu cara penyembuhan, yang lebih penting adalah bagaimana orang tua itu paham akan kebutuhan anak, sehingga apabila semua orang tua sadar akan kebutuhan anaknya, tidak akan ada lagi yang namanya eksploitasi terhadap anak,” ujarnya. Endangmenyatakan,apabilaorangtuatidakmemberikan perhatian yang baik kepada anak,maka anak menjadi frustasi danmudahmengekspresikannyapadaperilaku-perilakuyang menyimpang. “Tidak ada lagi pihak yang bisa diajak berbagi, selain kedua orang tuanya. Maka, jika tidak diatasi, yang terjadi bisa seperti Marshanda yang meluapkan kekecewaannya dalam

sebuah video,” jelasnya. Diana Susilowati, sebagai perwakilan pemerintah yang mengurusi hak-hak anak, memberikan beberapa langkah preventif untuk mengantisipasi terjadinya eksploitasi terhadap anak. Pertama, ketahanan diri anak yang kuat dengan memberikan berbagai stimulan yang positif sehingga anak tidak mudah terpengaruh lingkungan luar yang juga dapat menjerumuskannya ke dalam hal-hal yang tidak baik. Kedua, pemahaman orang tua terhadap hak-hak anak, sehingga orang tua dapat memenuhi kebutuhan anak,baik secara formal, seperti pendidikan, kesehatan, dan lainnya, serta padakebutuhaninformal, seperti kasih sayang, perhatian, dan lainnya. Ketiga adalah perhatian pemerintah,kontrolyang kuat dari pemerintah akan meminimalisasi terjadinya eksploitasi terhadap anak. (Huda, Ridha)

H

dikan masih rendah. Sebagai akibat eksplotasi, tidak menutup kemungkinan anak-anak menjadi objek eksploitasi. Hasilnya, eksploitasi sudah menjadi gaya hidup zaman modern. Modernisasi jaman mengakibatan tidak sedikit dari anak-anak menjadi sasaran eksploitasi, misalnya pernikahan. Sisanya sebanyak jawaban lainnya berjumlah 9 suara dan tidak menjawab 4 suara. Alasan responden yang menjawab sepertinya belum cukup u n t u k menyediakan payung hukum yang kuat dan tegas dalam perlindungan anak. Hasil itu terlihat dari angka 74,63 % responden yang menjawab tidak. Jawaban ya hanya sebanyak 6,97 % saja. Jumlah perbedaaan yang mencolok ini jelas diperlukan tindakan yang tegas dari penegakan hukum supaya tuntas. Sisanya sebesar 17,91 % rsponden menjawab tidak tahu tentang adanya peraturan perundangan Perlindungan anak. Pengetahuan yang masih kurang mengakibatkan belum gencarnya sosialisasi atas adanya undang-undang tersebut. Kasus eksploitasi anak yang semakin meningkat jumlahnya di tengah solusi untuk penyelesaian kasus masih belum tuntas. Akibatnya pelaku eksploitasi bak merebak dimana-mana, tak terkecuali oleh orang tua. Faktor ekonomi masih mendominasi dengan perolehan jawaban 123 responden. Kemiskinan sebagai faktor utama mencerminkan masih lemahnya kehidupan mereka. Kedua, disusul pendidikan rendah anak. Status pendidikan anak memang tergolong kurang layak, sebagai akibat dari kemiskinan yang dialami orang tua mereka. Sejumlah responden menjawab pendi-

arus diakui, perlindungan anak di Indonesia masih lemah.Banyak orang memanfaatkan mereka untuk berbagai kepentingan. Salah satunya, untuk membantu kebutuhan finansial. Tindakan seperti itu tentunya dapat menghambat pertumbuhan pola pikir anak sehingga mengurangi kreativitas imajinasi mereka. Kondisi yang memprihatinkan membuat perkembangan anak menuju kedewasaan tidak terkontrol dengan baik. Padahal, orang tua wajib mengawasi perkembangan anak. Namun dari berbagai kasus eksploitasi, justru orang tua pelakunya.Tidak tuntasnya penanganan eksploitasi tersebut membuat beberapa pihak kewalahan.

Berangkat dari permasalahan diatas, LPM Manunggal Undip mengadakan jajak pendapat terhadap 202 orang mahasiswa Undip dari berbagai fakultas. Dari pengetahuan responden tentang tindakan eksploitasi anak di Indonesia, sebanyak 87,56 % menjawab ya. Sedangkan 11,44 % menjawab tidak dan hanya 1 % tidak tahu. Pengetahuan mereka tentang tindakan eksploitasi anak mereka lihat dari berbagai media massa dan materi perkuliahan. Hadirnya UU Perlindungan anak nomor 23 Tahun 2002

lainnya antara lain ekspos pemberitaan media berlebihan dan kurangnya nilai religius dari pelaku. Keterbukaan informasi yang memuat kasus kejahatan anak hendaknya tak terlalu terbuka dalam pemberitaan kepada publik. Berbagai upaya telah dilakukan aparat penegakan hukum untuk merebaknya tindakan eksploitasi anak dari berbagai kejahatan. Namun belum kuatnya pengawasan menjadikan anak menjadi korban eksploitasi. Hal ini diperkuat dengan jawaban responden sebanyak 60,70 % masih kurang baik. Setidaknya sistem pengawasan untuk perlindungan anak tethitung cukup dalam angka 36,32 %. Sisanya sebanyak 1,49 % menjawab bagus, berturutturut 1 % sangat bagus dan 0,50 % tidak menjawab. Sebaiknya prioritas ke depan dalam penanganan eksploitasi anak agar terhindar dari kepentingan orang tertentu harus segera diungkap. Tidak hanya peran seorang penegak hukum saja, melainkan masyarakat harus partisipasi aktif dalam mencegah terjadinya perbuatan kriminal tersebut. (Litbang LPM Manunggal)

5

Oleh: Destya Dwi dan Mar’atush Sholihah

26 Oktober 2010, Gunung Merapi meletus, menghamburkan abu vulkanik dan material panas ke daerah di sekitarnya. Kini, tiga bulan telah berlalu dan status gunung paling aktif sedunia itupun telah diturunkan menjadi waspada. Namun, banjir lahar dingin masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga di sekitar sungai yang berhulu di Merapi.

ing. Seperti terapi kognitif, save, bermain, bercerita, modalitas, relaksasi, grup, sampai ke terapi individu. Masing-masing terapi mempunyai kelebihan sendiri-sendiri dan diterapkan sesuai kebutuhan korban. “ Kami menerapkan terapi ini sesuai kebutuhan mereka dan tingkat trauma mereka. Misalnya, apabila seorang korban sudah diteapi grup dia tetap tidak bisa mengekspolore perasaannya, kami akan melakukan terapi individu ke dia dengan hanya dua orang, antara terapis dan korban,” jelas Nana. Dengan banyaknya metode terapi tersebut terbukti mempunyai keampuhan yang cukup bagus. Menurut Nana banyak yang tadinya terlihat murung dan tidak bisa mengeksplore perasaannya, sekarang sudah bisa ceria dan bisa menceritakan apa yang dia rasakan.Walaupuntujuantimtraumahealing hanya sebatas menumbuhkan kemampuan adaptasi dari korban bencana, namun itu hanya tujuan jangka pendek. Adapun tujuan jangka panjang dari tim trauma healing keperawatan, yaitu mendirikan desa siaga jiwa. Dimana di desa itu setiap anggota masyarakatnya bisa menyembuhkan trauma diri mereka sendiri. “Nantinya kami ingin mendirikan desa siaga dengan bekerjasamajugadenganfakultaskedokteran undip dan PKPU Semarang. Kami ingin komunitasdesasiagaitubisamenyembuhkan trauma mereka sendiri.” jelas Nana. Libatkan Mahasiswa Tim trauma healing ternyata tidak hanya melibatkan dosen saja, tetapi juga melibatkan mahasiswa. Terutama buat mahasiswa yang berjiwa sosial tinggi dan tulus ingin

S

elama Merapi meletus,suasana di pengungsian pun sangat memprihatinkan. Distribusi bantuan harusdilakukankarenapengungsi masih kekurangan bantuan, terutama pakaian dan makanan. Sarana kamar mandi saat itu bahkan hanya tersedia 2 kamar mandi untuk 500 pengungsi, sangat tidak seimbang. Banyak dari para pengungsi yang terkena diare. Belum terpenuhinya sarana MCK juga membuat angka penularan diare tinggi. Para pengungsi pun harus dihadapkan dengan kesehatan. Banyak sekali pengungsi yang sakit, mengeluhkan pusing, diare, hipertensi, mual, muntah, dan banyak juga masalah psikologis misalnya cemas, sedih dan marah.Selama di pengungsian,beberapa terapidilakukan,diantaranyaEmotionalFreedom Technique (EFT) dan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kedua terapi ini dikembangkan Program Studi Ilmu Keperawatan Undip dengan tujuan untuk meminimalkan efek cemas pasca bencana dan merupakan bagian dari program trauma healing. Secara umum penanganan korban bencaa

terdiri dari 3 fase, seperti yang dikatakan oleh Nana Rochana, Pembina tim trauma healing di keperawatan Undip, “Ada tiga fase dalam penanganan bencana. Pertama fase tanggap darurat, ini merupakan fase awal, kedua ada rehabilitasi teruarama untuk anak-anak dan ibu-ibu, lalu yang ketiga ada pembangunan sarana fisik yang dilakukan pemerintah.” Trauma Healing Bagi mereka yang selamat pastinya akan mengalami trauma yang hebat. Disinilah dibutuhkan formulasi khusus agar trauma yang dialami korban bencana cepat dipulihkan. Secara bahasa, trauma healing berarti penyembuhan trauma. Menurut Nana, trauma tidak bisa disembuhkan secara cepat, butuh waktu yang cukup lama, tetapi tarhet dalam penyembuhan trauma pada koprban bencana adalah menumbuhkan kemampuan adaptasidanmengekspoloreperasaankorban bencana. Metode penyembuhan trauma juga bermacam-macam. Banyak sekali terapi yang bisa diterpakn dalam program trauma heal-

membantu mereka yang kesusahan. Tim ini juga cukup menyedot banyak perhatian dari kalangan mahasiswa, baik itu di fakultas kedokteran ataupun psikologi. Namun tak sembarang mahasiswa bisa masuk ke tim trauma healing. Karena aka nada seleksi dari tim dosen dan ditanyakan kesanggupannya mengenai kesiapan untuk menjadi relawan. Pasalnya, mahasiswa yang sudah tergabung dalam tim trauma healing harus siap sedia kapanpun dibutuhkan untuk terjun di lokasi bencana. Ketika di lokasi bencana, mahasiswa tidak hanya memberikan terapi pengobatan trauma saja kepada korban bencana, tetapi juga membantu dalam pengobatan seperti menyiapkan obat untuk para korban, “ saya benar-benarmendapatkanpengalamanyang luar biasa di sana.Saya tidak hanya membantu mereka yang trauma, tetapi juga membantu tenaga medis lain untuk memberikan obat,” cerita Annisa. Di Undip sudah ada tim trauma healing walaupun belum menyeluruh di semua fakultas. Namun melihat animo mahasiswa dan dosen selama ini untuk berpartisipasi dalampenyembuhantraumakorbanbencana sangatlah besar.Tidak hanya dari dosen maupun mahasiswa, dari institusi pemetrintah atau swasta juga sangat mendukung adanya pembentukan tim ini, seperti dari Dinas Kesehatan, PKPU, PMI, dan lain-lain. “Saya berharap tim ini bisa terus berkemban. Bahkan bisa berdiri sendiri selayaknya organisasi di kampus, seperti himpunan mahasiswa jurusan. Sehingga untuk program kerja dan kepengurusan bisa lebih jelas dan terstruktur,” terang Nana.

6

wa dikeok mahasis i, sos iSelama in dang aktiv ngan segu de maupun nal penuh s di dalam ktivita orgatas, baik a lain kuliah, pus. Se yang ladi luar kam adalah hal pus nisasi kam hasiswa. eorang ma zim bagi s

Diskusi, salah satu kegiatan yang sering dilakukan dalam berorganisasi. Selain dapat berbagai pengetahuan, diskusi juga bermanfaat mengasah keberanian mengeluarkan berbagai pendapat. Kegiatan ini kini sering dilakukan dalam kegiatan intrakurikuler.

D

unia organisasi memang bukan hal baru bagi mahasiswa. Buktinya, banyak mahasiswa yang berkecimpung di dalamnya. Jenis organisasi pun beragam, mulai organisasi yang sifatnya eksekutif, seperti BEM dan Senat, hingga organisasi penyaluran hobi, seperti paduan suara, pecinta alam dan fotografi. Puncak eksistensi organisasi mahasiswa terjadi pada 1998. Saat itu, aktivis kampus mampu meruntuhkan rezim orde baru yang otoriter. Namun, potret itu hanya kisah lalu, karena kini organisasi kampus mulai mengalami masa krisis. Pasalnya, kini banyak mahasiswa cenderung memilih tidak mengikuti organisasi kampus. Berbagai hal ditengarai menjadi faktor penyebab menurunnya minat mahasiswa berorganisasi. Salah satunya, tugas kuliah yang padat. Ketatnya tugas kuliah membuat mahasiswa ragu berorganisasi. Hal ini dibenarkan Cahya Edi, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ketua KSR Undip.Menurutnya, kesibukan kuliah menyebabkan berkurangnya mahasiswa yang terjun di dunia organisasi. Bahkan, mahasiswa yang telah menjadi pengurus pun banyak yang “setengah hati” dalamberorganisasi.“Banyakdiantaramerekayangmengesampingkan rapat karena alasan kuliah,” terang Cahya. Menanggapi hal tersebut, Ketua LP2PM Undip Dr Ir Mukh Arifin menuturkan, kemampuan berorganisasi telah dimasukkan dalam proses pembelajaran. “Yang dipelajari dalam berorganisasi kan kemampuan bekerja sama dengan tim, berkomunikasi, menyesuaikan diri, bermasyarakat, dan lainnya. Nah, selama ini anggapannya itu hanya diperoleh di ekstra. Karena itu sejak 2007 dan 2008 muatan-muatan itu kami masukkan ke dalam kurikuler,” terangnya. Arifinmenguraikan,KebijakanAkademikdiUndipselalu dibahas dalam rapat senat setiap tahun. Kebijakan akademik tersebut diturunkan ke standar akademik. Standar inilah yang kemudian dijabarkan dalam kurikulum.“Sekarang ada beberapa fokus target pembelajaran, seperti membekali mahasiswa agar berkemampuan leadership, komunikator, entrepreneur, edukator, dan lainnya. Ini kan terjemahan dari organisasi,” ungkapnya. Dengan dimasukkannya berbagai kemampuan organisasi dalam kurikulum, proses pembelajaran student learning

centered diperbanyak dengan kegiatan diskusi. Sedangkan proses pematangannya diperoleh melalui ekstrakurikuler. “Kebijakan universitas seperti itu, karena kenyataannya banyak juga mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi, sehingga berbagai ketrampilan yang didapat dari berorganisasi dimasukkan dalam kurikuler,” jelas Arifin. Manajemen Waktu Faktor lain menurunnya minat berorganisasi, banyak mahasiswa yang kesulitan mengatur waktunya untuk kuliah dan berorganisasi. Cahya sendiri sebagai aktivis mahasiswa juga mengakui hal tersebut.“Tantangannya sekarang adalah harus pintar mengelola waktu kita.Soalnya banyak juga yang terjebak antara kuliah dan organisasi, sehingga keduanya malah keteteran,” terangmya. Masalah ini dilihat Arifin sebagai konsekuensi proses pembelajaran yang menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS). Menurutnya, dalam aturan sistem kredit setiap satu SKS, dalam satu minggu harus diisi dengan 50 menit kegiatan tatap muka dan 300 menit kegiatan di luar (lapangan) untuk melatih kemandirian. Artinya, jika mahasiswa mengambil 20 SKS berarti setiap minggu harus ada 1000 menit kegiatan tatap muka dan 6000 menit kegiatan di lapangan. “Sebenarnya yang mengambil 24 SKS itu juga tidak mendapatkan apa-apa,karena mengerjakan tugas yang banyak,” ujarnya. Inilah yang membuat mahasiswa juga tidak mendapatkan keterampilan secara optimal, terutama dari organisasi karena waktu yang sulit diluangkan untuk organisasi. Oleh karena itu, kompetensi yang seharusnya didapat dari organisasi dimasukkan ke dalam kurikuler sehingga mahasiswa mendapatkan ketrampilan organisasi dari kuliahnya. “Sedangkan proses pematangan bisa didapatkan dari ekstrakurikuler,” ujarnya. Dia menambahkan, esensi dari semua organisasi adalah melatihkemampuanberkomunikasi,bekerjasama,danberani mengembangkan gagasan. Karena itu, ada paradigma yang salah bila mengukur tingkat kelulusan hanya dari organisasi. “Ini masih dilakukan beberapa perusahaan. Padahal belum tentu yang aktif berorganisasi juga lebih baik daripada yang tidak.Bisa jadi mereka malah kurang menguasai kompetensi

keilmuan yang dipelajarinya,” ujarnya. Pragmatis Terlepas dari itu, kekurangaktifan mahasiswa dalam berorganisasi juga diakui Prof Nugroho,salah seorang pengamat pendidikan.Menurutnya,mahasiswa sekarang ini cenderung pragmatis.“Mereka hanya sebatas kuliah,yang penting cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan,” terangnya. Ini didorong keberadaan aktivis organisasi yang cenderung kurang menampilkan citra diri secara relevan. “Seharusnya, aktivis sanggup melakukan pencarian intelektual dan membangun jaringan secara signifikan sehingga mereka mempunyai kemampuan lebih daripada mahasiswa lain. Namun, yang terjadi tidak demikian. Banyak yang terlalu asyik mengurus organisasi sehingga kuliahnya kalang kabut, tidak teratur,” terangnya. Kondisi ini juga diperparah dengan banyaknya aktivis organisasi yang masuk ke jalur politik maupun pemerintahan setelah lulus dari bangku perkuliahan. Mereka kemudian mengingkari apa yang dulu sering diperjuangkan saat menjadi mahasiswa. “Tidak ada perubahan yang dibawa dari organisasi setelah mereka lulus,” ujar Nugroho. Ia juga menuturkan, sebenarnya bukan kurikulum yang menjadi pemicu utama permasalahan, melainkan kurangnya kemampuan para dosen mengembangkan kemampuan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking) dalam proses pembelajaran, seperti problem solving. “Ini membuat mahasiswa sekarang malas membaca dan cenderung menyelesaikan tugas secara copy paste dari internet,” tambahnya. Untuk mengatasi paradigma di atas, maka aspek-aspek pembelajaran yang diperoleh dari organisasi dimasukkan dalam kurikulum, sehingga organisasi hanya sebagai media pematangan saja. Dengan demikian, kualitas lulusan juga akan memenuhi target pembelajaran. “Tujuan dari mengikuti organisasi juga terukur jika dimasukkan dalam kurikulum. Kita mempunyai variable untuk mengevaluasi target yang sebenarnya diperoleh mahasiswa dari berorganisasi,” terangnya. (Huda, Destya)

7

Transportasi Publik, Bantu Kurangi Konsumsi BBM
Upaya pemerintah mengambil kebijakan mengatur konsumsi BBM per Maret 2011 merupakan kebijakan yang bersifat indoktrinal. Mengapa? Karena kebijakan tersebut diambil tanpa melihat potensi kecemburuan sosial dan pelanggaran yang lebih besar. Pemerintah justru seharusnya berusaha memperbaiki kualitas transportasi publik.
Nurul Huda *)

B

ukan tanpa alasan konsumsi BBM masyarakat semakin meningkat. Dengan berbagai permasalahan lalu lintas saat ini, seperti kemacetan, polusi udara dan pelayanan transportasi publik yang buruk, masyarakat lebih suka menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi publik. Apalagi masyarakat yang mampu, tidak masalah jika harus menggunakan mobil pribadi, karena kenyamananlah yang diinginkan. Di Jabodetabek saja,volume mobil pribadi yang menggunakan BBM bersubsidi pada 2010 sebesar 53%, sedangkan motor mencapai 40%. Ini menunjukkan masyarakat lebih “nyaman” menggunakan kendaraan pribadi dibanding transportasi publik.Asumsi pemerintah, larangan menggunakan BBM bersubsidi bagi mobil pribadi akan mengurangi beban APBN 2011 (UU Nomor 10 Tahun 2010). Namun,kebijakan ini justru sangat rentan terhadap berbagai pelanggaran. Misalnya, pengguna mobil pribadi yang membeli BBM bersubsidi di luar SPBU (pengecer) atau membeli pertamax di SPBU asing yang lebih murah (Rp.7.000). Tidak menutup kemungkinan pula, para sopir taksi atau

angkutan umum juga akan beralih profesi menjadi makelar BBM bersubsidi. Pertanyaan lain, apakah kebijakan ini efektif meminimalisir penggunaan BBM bersubsidi pada masyarakat? Jelas ini justru menambah masalah lain ke depannya. Untungnya, DPR memberikan sejumlah syarat yang menjadi patokan bagi pemerintah. Apabila syarat tersebut tidak terwujud, kebijakan ini belum dapat direalisasikan. Setelah disepakati bersama,pemerintah akhirnya menunda implementasi kebijakan pengaturan konsumsi BBM. Pengunduran ini sudah mengindikasikan betapa pemerintah sebenarnya kurang siap. Seharusnya semua aspek sudah dipersiapkan matang sebelum mengimplementasikan kebijakan. Pendekatan Partisipatoris Sherry R Arnstein mengemukan konsep a ladderofcitizen’sparticipation,yangmenekankan pendekatan partisipatoris dalam manajemen program dan pembangunan. Poin penting dalamkonseptersebutadalahkebijakandiambil dengan melibatkan semua elemen masyarakat sehingga pengambil kebijakan mengetahui aspirasi dan peka terhadap kondisi masyarakat. Konsep inilah yang seharusnya menjadi referensi pemerintah dalam mengatasi perma-

salahan konsumsi BBM. Dalam upaya mengurangi beban APBN serta konsumsi masyarakat terhadap BBM bersubsidi, harusnya pemerintah mengambil kebijakan alternatif. Salah satu yang paling tepat adalah peningkatan kualitas pelayanan transportasi publik.Kebijakan ini justru lebih efektif dan efisien dalam mengatasi persoalan tersebut. apabila pemerintah berusaha memperbaiki pelayanan transportasi publik yang baik, nyaman aman dan terjangkau. Masyarakat pasti lebih memilih menggunakan transportasi publik daripada menggunakan kendaraan pribadi.Dengan demikian,selain dapat menggurangi beban APBN 2011 dan konsumsi BBM bersubsidi pada kendaraan

pribadi juga mengatasi berbagai permasalahan lalu lintas lainnya, seperti kemacetan. Tentu saja, pemerintah sebagai bapak juga memberikan contoh, bersama masyarakat menggunakan transportasi publik. Kebijakan melarang mobil pribadi mengkonsumsi BBM bersubsidi, cukup baik. Namun, harus dipikirkan lagi berbagai resiko dan dampaknya ke depan. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih peka pada kondisi masyarakat sehingga dalam mengambil kebijakan yang tepat dan bijaksana. *) Ilmu Pemerintahan FISIP Undip

B

anyak pihak menilai mahasiswa adalah agent of change bagi kehidupan sosial masyarakat. Artinya, mahasiswa adalah sosok yang mampu memberikan perbaikan bagi kondisi sosial masyarakat menuju ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, kontribusi mahasiswa sangat ditunggu demi meningkatkan kesejahteraan sosial. Uraian di atas menggambarkan betapa ekspektasi masyarakat terhadap mahasiswa kian tinggi. Dengan kualitasnya, banyak mahasiswa menjadi pilar yang mengubah kondisi masyarakat. Inilah yang kemudian membentuk berbagai macam karakteristik mahasiswa saat ini. Ada yang sangat kuat belajar untuk menghasilkan ide-ide cemerlang. Ada juga yang memilih berteriak dan mengepalkan tangan di jalanan. Dari ekspektasi di atas, mahasiswa harus berintegrasi dengan kehidupan sosial masyakarat di daerah. Namun, menghadapi masyarakat berarti menghadapi berbagai karakter orang. Jangan mengharap pemikiran mereka sama dengan pemikiran kita. Ini menuntut mahasiswa agar dapat berkomunikasi secara baik dan aktif kepada masyarakat.

Berbagai permasalahan dan tantangan juga muncul ketika berintegrasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa harus cermat dan dewasa menghadapinya. Dewasa dalam memahami berbagai karakter individu, serta cerdas menjawab berbagai keluhan masyarakat dengan wawasan kita. Dengan hal tersebut, otomatis mahasiswa akan selalu memotivasi diri untuk belajar berbagai pengetahuan. Bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi, berhubungan dengan orang lain bukan hal baru. Memimpin, mengkoordinasi tim dan berkomunikasi tentu biasa. Demikian pula dalam bermasyarakat.Ketegasan dan keakraban diperlukan untuk mengelola masyarakat denganberbagaikarakteragarbergeraksesuai tujuan bersama. Dengan demikian, mahasiswa dapat membantu masyarakat mengelola kehidupannya menjadi lebih baik. Referensi Pramuka Lalu, bagaimana mewujudkan kepribadian yang terbuka, santun, ramah, dan komunikatif dengan masyarakat? Apalagi di tengah percaturan era global yang kadang mengikis mental kepedulian mahasiswa terhadap masyakat. Apakah ada formulasi

efektif membentuk karakter pemuda yang peduli dengan masyarakat? Semua pertanyaan di atas, jawabannya ada dalam Praja Muda Karana (Pramuka). Pramuka merupakan wadah pembinaan watak dan karakter pemuda Indonesia. Pembinaan Pramuka, seperti ketangkasan dan kepedulian terhadap sesama, dimulai sejak dini hingga dewasa. Mulai dari Siaga (SD) dengan tingkatan pembinaan Siaga Mula, Siaga Bantu, dan Siaga Tata. Selanjutnya dibina melalui Penggalang (Ramu, Rakit, dan Terap). Di tingkat SMA meningkat menjadi Panegak (Bantara dan Laksana). Tidak berhenti di situ saja, di dunia kampus pun juga masih terdapat pembinaan,melalui jenjang Kepandegaan. Dalam hal ini, terdapat tiga jenjang kepandegaan,yakniPandegaMuda,Pandega Madya dan Pandega Bhakti. Pembinaankarakteristikyangterprogram inilah yang sesungguhnya diperlukan. Dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan, pramuka selalu mencetak generasi yang penuh kepedulian terhadap masyarakat. Pramuka yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga menghasilkan jiwa yang takwa kepada Tuhan YME, menolong

sesama dan peduli terhadap lingkungan. Pribadi yang terbina oleh Pramuka selalu berusaha memecahkan berbagai permasalahan dengan penuh kreativitas, kemandirian, dan kecerdasan,tanpa mengabaikan keramahan terhadap lingkungan. Ini yang membedakan Pramuka dengan organisasi lainnya. Dengan jiwa pramuka inilah, mahasiswa dapat membantu masyarakat menjadi lebih baik. Terakhir,Wakil Presiden RI menyatakan, taruhannya besar jika anak-anak muda dibiarkan. Karena itu, sekarang sudah ada revitalisasi gerakan Pramuka untuk merangkul semua pihak agar ikut berkontribusi membangun Pramuka. Tujuan akhirnya, pembinaan karakter bagi generasi muda, sehingga tumbuh generasi penerus bangsa yang peduli dengan masyarakat. *Ketua Dewan Racana Universitas Diponegoro 2010

8

Tanaman cengkeh (Eugenia aromaticum) merupakan tangkai bunga kering dari keluarga pohon Myrtaceae. Aromanya yang wangi membuat tanaman asli Indonesia ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Cengkeh juga menjadi bahan utama pembuatan rokok kretek.

D

i Indonesia, cengkeh menjadi penghasil minyak atsiri yang penting bagi dunia pengobatan dan kosmetik. Namun, pemanfaatan minyak dan daun cengkeh masih dinilai kurang maksimal. Inilah yang melatarbelakangi empat mahasiswa Undip melakukan penelitian tentang cengkeh. Mereka adalah Andi, Dhita, Ferdian dan Mangesti yang berhasil memproduksi minyak daun cengkeh dengan kadar eugenol 99 % dengan metode sederhana sehingga dapat meningkatkan harga jual minyak cengkeh. Keberhasilan Andi dan timnya ini juga diikutsertakan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) yang diselenggarakan Dikti. Sedangkan, Eugenol merupakan salah satu komponen yang banyak diperlukan oleh industrianalgesic,antiseptik,farmasi,kosmetik, aromaterapi, citarasa & aroma, vanillin. Eugenol bisa didapat dari minyak cengkeh. Minyak cengkeh hasil sulingan petani/pengrajin cengkeh memiliki kandungan eugenol 70 % dan saat ini produk minyak cengkeh yang beredar di pasaran didominasi dengan kadareugenol 70%, sedangkanindustrimembutuhkan kadar eugenol paling rendah 90 %. Diawali Pertemuan dengan salah satu alumni di PT.Petro Kimia Gresik yang memberikan ide bagi Andi dan tim untuk melakukan penelitian.Alumni tersebut memberikan sebuah formula yang akhirnya dikembangkan lagi oleh tim sehingga menghasilkan minyak dan cengkeh dengan kadar 99%. Karena pentingnya eugenol dalam dunia industri, produksi minyak daun cengkeh dengan eugenol sampai kadar 99% dengan metode mudah dan murah sangatlah bermanfaat. Prospek dari usaha ini juga sangat menjanjikan dikarenakan harga jual yang didapat mencapai sekitar 10 kali lipat jika dibanding dengan minyak daun

cengkeh yang memiliki kadar eugenol 70%. “Saat ini minyak cengkeh yang dihasilkan oleh petani cengkeh di daerah hanya mempunyaikadar70%”,ungkapAndi.Harga minyak cengkeh dengan eugenol 70% adalah berkisar Rp 50.000-Rp 60.000/kg. Sedangkan yang 98-99 % adalah Rp 500.000Rp 700.000. (Harga per bulan Juli 2010, harga minyak atsiri-termasuk minyak cengkeh di dalamnya- cenderung fluktuatif ). Metode Pendekatan Metode isolasi eugenol yang diterapkan saat ini adalah distilasi vacuum. Metode ini memiliki banyak kekurangan, antara lain biaya instalasi mahal serta pengoperasian peralatan rumit. Dengan demikian diperluan, metode yang sederhana serta biaya investasi yang murah untuk menghasilkan minyak cengkeh dengan kadar eugenol 98-99 %. Kemudian, Andi dan timnya berinisiatif meningkatkan kualitas dan kuantitas Minyak Daun Cengkeh (MDC) petani dengan metode saponifikasi-distilasi. Saponifikasi dimaksudkan untuk mengisolasi kadar eugenol. Sedangkan distilasi bertujuan untuk memisahkan minyak cengkeh dengan komponen lain berdasarkan titik didihnya. Proses isolasi eugenol ini menggunakan teknologi saponifikasi-distilasi. Pada tahap saponifikasi, eugenol 70 % dicampur den-

gan NaOH (p.a) sehingga terbentuk dua produk, yaitu air dan natrium-eugenol at. Air yang terbentuk dibuang, sedangkan natrium-eugenol at dicampur dengan H2SO4 dan dilakukan proses distilasi pada suhu 2600C. Proses distilasi akan menghasilkan residu berupa natrium sulfat dan distilat berupa eugenol dengan kadar 99 %. Proses Produksi Sebenarnya tanaman cengkeh sendiri memiliki 3 bagian yang dapat diambil minyaknya dengan cara ekstraksi, yaitu batang, bunga, dan daun. Ekstraksi minyak cengkeh dari daun lebih sering diterapkan karena cara ini yang paling ekonomis. Isolasi kadar eugenol 70 % menjadi lebih dari 90 % saat ini menggunakan metode distilasi vacuum. Ini memiliki banyak kekurangan karena biaya instalasi mahal serta pengoperasian peralatan yang rumit. Metode alternatif yang dipakai adalah distilasi saponifikasi. Adapun tahapan produksinya adalah sebagai berikut: Pada tahap pertama yaitu penyiapan bahan baku. Bahan baku yang disiapkan adalah eugenol 70%, NaOH (p.a), H2SO4 (p.a). Proses selanjutnya adalah pencampuran NaOH dengan eugenol , disebut sebagai tahap saponifikasi. Tahapkedua,pemisahannatrium-eugenol dengan air yang terbentuk. Pemisahan ini menggunakan prinsip perbedaan berat jenis. Tahap ketiga adalah pencampuran natriumeugenol dengan H2SO4 di tangki suling. Campuran ini menghasilkan eugenol 99% dan Na2SO4. Kedua bahan dicampur di mixing tank dan diaduk sampai homogen Tahap keempat adalah distalasi campuran pada suhu tinggi. Distilasi akan menghasilkan 2 produk,

yaitu produk atas berupa uap eugenol dan produk bawah berupa cairan Na2SO4 yang tertinggal di tangki suling. Uap hasil distilasi selanjutnya dikondensasi di kondensor tubular/ ulir dengan media pendingin air. Cairan hasil kondensasi berupa eugenol murni 99 %. Kondensor tubular dipilih karena transfer panas yang dihasilkan lebih besar daripada kondensor jenis lain. Recycle air pendingin yang keluar dari kondensor. Air keluar kondensor akan ditampung di bak pendingin dan direcycle sebagai air umpan masuk kondensor sehingga pemakaian air dapat lebih irit. Tahap terakhir adalah pengemasan. Proses ini merupakan tahap yang penting karena tempat penyimpanan akan mempengaruhi kualitas eugenol . Eugenol disimpan Do dalam botol k/ Ist im yang sebeew a lumnya telah dicuci menggunakan alkoholyang berguna untuk memperkuat aroma. (Nedia)

9

ari turun d unggal Letihnya n i. gitu Ma ajah be yek wisata in Gunung pa w r k mene dangan ki di ob gin seju nginjakkan ka ntikan peman dapan dengan An me an erha , diga bus dan n seolah sirna bkan. Tepat b ngan bentang a ju de perjalan an yang menak ah bangunan apnya. at bu Panderm rkir, berdiri se imur Park” di T a lokasi p tulisan “Jawa

Ridha/ Manunggal

S

esuai dengan namanya,obyek wisata Jawa Timur Park ( JTP) ini menggunakan konsep taman. Namun, jangan bayangkan tempat wisata ini layaknya taman-taman lain, yang dipenuhi bunga-bunga, rumput dan pepohonan. Di JTP, taman diisi galeri-galeri ilmu pengetahuan dan wahana rekreasi sebagai perpaduan sarana belajar dan wisata yang lengkap. Terletak di lereng timur Gunung Panderman, tepatnya di Jl Kartika, Batu, JTP memiliki lima puluh tiga wahana. Dengan area seluas 11 hektar dan ketinggian 850 meter diatas permukaan laut, pengunjung dapat menjajal semua wahana dengan balutan kesejukan, kenyamanan dan keindahan panorama pegunungan yang menjadi background Kota Batu ini. Setelah membeli tiket masuk seharga 45 ribu, pengunjung bisa berada seharian di JTP. Di dekat pintu masuk, pengunjung akan disambut sebuah gong besar. Konon, gong ini merupakan gong kedua terbesar di Indonesia. Sayangnya, gong berwarna keemasan ini selalu dijejali pengunjung yang ingin mengambil foto atau sekadar melihatlihat, sehingga sulit melihatnya dari dekat. Bersebelahan dengan gong, Galeri Etnik Nusantara dan Anjungan Jawa Timur menjadigerbangyangmengantarkanpengunjung ke wahana lain. Aneka ragam pakaian adat di Indonesia dan Jawa Timur terdapat disini, dengan konsep miniatur yang mirip Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Berjalan di kedua tempat ini seolah menyusuri lorong waktu, berpindah dari lokasi satu ke lokasi lainnya di seluruh Nusantara dan menjelajahi ragam budaya di dalamnya. Puas melihat-lihat pakaian adat dan pernak-perniknya, di rute awal ini wisatawan akan disuguhi wahana pendidikan yang sarat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti Galeri Belajar (Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia), serta Stadium Galeri Belajar yang dapat menampung hingga 300 pengunjung. Di sini, pengunjung dapat menjumpai hal-hal unik, tetapi bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Misalnya, pusaran air (tornado vortex) di Galeri Fisika, yang ter-

jadi karena perbedaan tekanan di dalam air. Cermin-cermin dengan beragam lensa juga sangat menarik, hanya dengan bercermin, pengunjung bisa melihat bayangan di cermin menjadi lebih kurus, gemuk, berkaki pendek, berkepala besar, bertangan panjang, atau berotot besar seperti Ade Rai. Selain itu, Galeri Belajar masih dilengkapi hal-hal informatif lainnya. “Ada wall of scientist, tabel unsur kimia yang tersusun rapi di tembok dengan lampu-lampu menarik, replika organ tubuh, dan lain-lain. Lorong-lorongnya pun kami buat menarik, salah satunya berbentuk susunan mulut dan gigi manusia,” terang Titik S Arianto, pihak marketing JTP. Setelah melalui lorong-lorong teknologi, pengunjung akan diajak bernostalgia dengan sejarah. Pasalnya, JTP juga membuat miniatur fosil hewan purba, diorama sejarah perjuangan bangsa, serta adegan prasejarah. Rumah-rumah, makam kecil dan Taman Arca Dewata yang menggambarkan kejadian di masa silam tampak berjejer mungil dan rapi, terlihat indah dipandang.

penasaran mencoba, jadi ya harus dibela-belain antri,”tutur Tiwi, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya. Menurutnya, wahana yang telah ia coba sangat asyik dan membuat orang mencoba lebih dari sekali. “Misalnya jet coaster, rasa tegang tetapi bersemangat membuat orangorang ingin terus mencoba,” katanya. “Juga Taman Sesat, bentuknya berkelok-kelok sehingga kita sulit menemukan jalan keluarnya dan dibuat penasaran.” Zona adventure juga diisi wahana berbau misteri. Sebut saja, Rumah Misteri 3 Dimensi, yang menghadirkan hantu-hantu tidak hanya dalam bentuk foto atau gambar. Atau Rumah Hantu yang menghadirkan nuansaserambagisetiappengunjung.Meskipun hantu-hantu yang ada tentu bukan hantu sebenarnya, kesan mistis tetap menyelimuti pengunjung hingga keluar wahana. Tidak cukup itu saja, obyek wisata ini menghadirkan kolam renang dan water adventure bagi pengunjung, khususnya yang datang bersama keluarga dan anak-anak. Hampir semua wahana air, mulai dari kolam renang dengan berbagai kedalaman, papan Zona Adventure loncat,sliding,hingga ember tumpah tersedia Memasuki zona adventure, pengunjung di sini. Pengunjung yang tidak ingin beremulai meninggalkan Galeri Belajar dan nang dapat duduk-duduk di gezebo yang menuju wahana rekreasi. Beragam permain- ada di sekitar kolam. an, baik yang menguji ketangkasan, nyali, Terakhir, pengunjung dijejali muatan maupun sekadar rileks, tersedia disini. Di tentang dunia reptil, ikan dan burung sederetan uji ketangkasan, jangan lewatkan belum beranjak keluar dari area JTP. Taman wall climbing dan remote car, yang menuntut Reptil, Taman Ikan yang seperti miniatur kita untuk bereaksi cepat. Sea World, dan Taman Burung berlombaBila memilih mengetes nyali, JTP hadir lomba menarik minat wisatawan. Bahkan, dengan wahana-wahana permainan tidak JTP merupakan salah satu lembaga konserjauh berbeda dengan Dunia Fantasi (Du- vasi yang berhasil menangkarkan Gold and fan), seperti jet coaster, flying tornado, spin- Blue Macau, jenis burung paruh bengkok ning coaster, flying fox, trampolin, dan masih langka dari Amerika Latin. banyak lagi. “Biasanya wahana permainan ini yang banyak diminati pengunjung. An- Wisata Kuliner dan Belanja trean seringkali cukup panjang sehingga Didesain untuk kepentingan wisata, JTP pengunjung disarankan untuk bersabar,” juga dilengkapi dengan arena food court. Loungkap Titik. kasinya yang nyaman di dekat kolam reMeskipun demikian, minat pengunjung nang menghadirkan nuansa tersendiri, mencoba setiap wahana sangat tinggi. An- apalagi bagi pengunjung yang lapar trean panjang dan harus berdesak-desakan setelah berenang. Makanan yang dengan pengunjung lain seolah tidak menjadi disajikan cukup bervariatif, mulai dari soal.“Mau bagaimana lagi,kami kesini karena makanan khas Jawa Timur seperti Soto

Lamongan, hingga kudapan-kudapan kecil. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, cocok bagi wisatawan dengan kantong paspasan. Satu lagi yang menarik dari tempat wisata ini, yaitu pasar wisata. Pengunjung yang hobi berbelanja tentu tertarik dengan keberadaan pasar ini. Berlokasi di pintu keluar JTP, pasar wisata tentu menyajikan berbagai pernakpernik tentang JTP, entah kaos bergambar, gelang dan aksesoris lain, juga sandal dan sepatu. Tidak ketinggalan, oleh-oleh makanan khas Batu dan Malang, seperti keripik apel dan nangka, dodol apel, bakpao waluh, dan lainnyaikutmenghiasikios-kiosyangberjajar di sepanjang pintu keluar menuju tempat parkir. Bonsai dan tanaman hias juga bisa dijadikan alternatif belanja bagi pengunjung yang menyukai dunia nursery. Karena itu, tak heran bila JTP selalu ramai dikunjungi wisatawan tiap harinya. “Di musim liburan, obyek wisata ini dikunjungi lebih dari 8 ribu pengunjung. Hanya, sempat menurun setelah adanya Lumpur Lapindo,” keluh Titik. Meskipun demikian, JTP tetap menarik dengan paket wisatanya. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Batu, tak lengkap rasanya bila belum mengunjungi obyek wisata satu ini. (Ridha)

11

Rid h

a/M

anu

ngg

al

P

ro Alma terbentuk pada 2003 silam. Saat itu, Undip sama sekali tidak memiliki stasiun radio. Hanya ada radio jurusan dan fakultas, seperti DBS (Teknik Elektro), SBS (Fakultas Peternakan) dan Omega (Fakultas MIPA). Akhirnya, tercetuslah ide membuat radio Undip yang mempunyai lingkup lebih besar, dengan nama Professional Almamater (Pro Alma). Secara khusus, Pro Alma didirikan untuk mempromosikan Undip ke dunia luar. Salah satu tokoh yang berperan dalam pencetusan Pro Alma adalah Pembantu Rektor IV Undip Dr Muhammad Nur DEA.Tidak hanya itu, iapulayangmencarimahasiswaberkompeten untuk penyiaran radio. Akhirnya, didapat beberapa mahasiswa yang cocok menjadi pengelola Pro Alma. Stasiun radio ini dikelola sendiri oleh mahasiswa dan alumni.Joko,stasiun manajer di Pro Alma, juga merupakan alumni Undip. Ia menuturkan, banyak manfaat yang dapat diperoleh di Pro Alma. “Bisa digunakan untuk niaga, ajang kreatifitas mahasiswa, tetapi yang lebih penting mampu menginformasikan Undip lebih jauh,” ujarnya. Meskipun telah lama terbentuk, Pro Alma juga tidak lepas dari ban-

Tujuh tahun malang melintang di dunia radio, Pro Alma seolah ingin menunjukkan eksistensinya. Stasiun radio milik Undip ini tidak bubar dihempas gelombang pasang surut. Banyaknya perubahan justru membuat Pro Alma kian matang.
pendanaan langsung dari Rektor. Bahkan sampai sekarang, Muhammad Nur masih menjabat sebagai Pembina Pro Alma. Dalam strutur organisasinya, Pro Alma memiliki beberapa peraturan. Meskipun bukan termasuk UKM, tetapi dalam pengurus inti harus diisi oleh mahasiswa atau alumni Undip. Sedangkan untuk kursi penyiar, Pro Alma memberi keleluasaan. “Untuk penyiar boleh dari luar. Yang jelas, untuk struktural harus dari Undip,” tegas Joko. Joko menerangkan hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas dan efektivitas Pro Alma sebagai radio Undip. Secara eksplisit, karena penyiarlah yang berinteraksi langsung dengan pendengar dan membawakan berbagai program acara Pro Alma, maka kualitas peperubahan. “Awal kemunculan, segmentasi kami adalah umur 11 sampai 50 tahun, tetapi sekarang kita lebih fokus ke mahasiswa yang berumur kisaran 18 sampai 35 tahun,”terang Joko. Bukan hanya sasaran pendengar saja, tetapi jangkauan wilayah siaran juga semakin luas, mulai dari wilaya Semarang, Demak, Jepara, Kudus, hingga Pati. kan Pro Alma bagi para pendengar setianya. Selain itu, program ini berkontirbusi untuk menjaga eksistensi Pro Alma ke depan.

nyiar sangaty a k lah penting. Oleh cobaan yang karena itu, penyiar dipilih menghadang. “Dulu berdasarkan seleksi yang ketat bersempat berganti frekuensi, dari dasarkan kompetensitas individu. 88,3 FM menjadi 88,2 FM karena kami Untuk memilih penyiar yang memmenyesuaikan peraturan dari Menkominfo. bawakan berbagai program acara Pro Alma Lalu setelah dicari, ternyata ada frekuensi diadakan seleksi penyiar, dalam satu tahun kosong di tengah, akhirnya gelombang Pro ada dua kali proses seleksi. “Untuk menjarAlma menjadi 97,7 FM sampai sekarang,” ing talenta baru, kami menggunakan ajang terang Joko menceritakan pasang surut Pro promosimelaluiberbagaiexpoUKM.SelebiAlma. hnya kami promosikan on air di radio,”lanjut Begitu pula dengan taglinenya. Awalnya Joko. Joko berharap talenta penyiar mahaPro Alma menggunakan tagline: Education siswa Undip juga semakin besar sehingga News kemudian berubah menjadi Spirit of dapat ikut berkontribusi dalam memasarkan Your Life. “Agar kesannya lebih ringan dan Undip melalui Radio Pro Alma. santai saja,” ujar Joko. Perhatian besar dari rektorat membuat Pro Alma sendiri sebenarnya ti- Pro Alma semakin berkembang dan medak termasuk dari Unit Kegiatan Maha- nyentuh kalangan mahasiswa, khususnya siswa (UKM), tetapi berdiri sendiri dengan Undip. Sasaran pendengar pun mengalami
12

Kerjasama 3 Radio Tujuh tahun mengudara, Pro Alma sudah berhasil menjalin kerjasama dengan 3 radio, baik di dalam ataupun di luar negeri, antara lain: Radio dari Jerman, Global Radio Lewat Internet Jakarta, dan Asia Calling dari Jakarta. Bentuk Sekarang ini, media dituntut untuk kerjasama yang terjalin adalah berupa siaran mengikuti perkembangan teknologi in- yang setiap hari diperdengarkan lewat Pro formasi yang semakin canggih. Pro Alma Alma,misalnyaRadiodariJermanyangsetiap sebagai media siar radio telah menunjukkan jam 5 pagi selalu disiarkan Pro Alma, jenis hal tersebut. acara siarannya adalah berita. Terobosan baru yang kini dikembangkan Saat ini total penyiar yang ada di Pro Pro Alma adalah siaran di internet. Para Alma berjumlah 8 orang, semuanya berasal pendengar setia Pro Alma kini tidak hanya dari Undip. Sistem kerjanya sendiri melalui dapat menikmati siaran Pro Alma lewat radio sistemkontrakselama1periode.Untuktahun biasa saja, tetapi juga dapat menikmatinya ini, akhir kontrak mereka sampai bulan Demelalaui internet. sember. Selama masa kontrak, penyiar tidak Diponegoro Cyber Radio adalah Pro boleh siaran di radio lain. Nantinya kontrak Alma versi internet, yang merupakan proj- akan diperpanjang apabila penyiar tersebut ect pengembangan dari pro alma. Program bersedia dan memang berkualitas. ini diambil alih oleh alumni Pro Alma yang Bagi penyiar memang tidak memperoleh sudah bekerja dan telah mengudara mulai fee dari kontribusinya kepada Pro Alam. NaJanuari 2009. mun, karena perhatian Undip terhadap Pro Menurut Joko sebagai salah satu pence- Alma sangat besar,maka disediakan beasiswa tusnya, pendirian radio ini hanya untuk have untuk para penyiar di Pro Alma. “Undip fun saja. Namun, Joko menambahkan bahwa memang menyediakan beasiswa bagi penyradio streaming ini tidak dibiayai oleh Undip, iar di sini. Dibayarkan setiap akhir periode “Karena ini persembahan untuk Pro Alma setelah masa kontrak berakhir,” pungkas dan dipegang oleh alumni Pro Alma yang Joko. (Destiya) sudah bekerja, jadi untuk pendanaan bisa diusahakan sendiri” terang Joko. Jenis siaran Diponegoro Cyber Radio juga lebihdewasadaninformatif, berbeda dengan siaran Pro Alma di radio. Hal ini dikarenakan sasaran pendengar dari radio streaming ini adalah masyarakatumum,antarausia24hingga 35 tahun. “Tetapi ada juga kok, beberapa siaran dari Radio Pro Alma yang masuk ke Cyber Radio ( baca radio straming-red),namun tentunya siaran yang dipilih adalah yang berkualitas, terang Joko. Untuk menikmati Diponegoro Cyber Radio, pendengar dapat membuka alamat www.dcradio.undip.ac.id. Setelah itu, secara otomatis, pendengar setia Pro Alma akan menemukan inovasi baru dari jebolan-jebolan Pro Alma. Hadirnya Diponegoro Cyber Radio merupakan bentuk inovasi yang diberi-

Bisnis bisa berawal darimana saja, termasuk hobi. Adi Prakosa, misalnya. Berawal dari kesukaannya menyantap kuliner, mahasiswa Administrasi Bisnis 2006 ini, mulai memberanikan diri membuka peluang bisnis baru di bidang kuliner bulan Agustus lalu.

Huda/ Manunggal

Huda/ Manun

ggal

A
Huda/ Manunggal

dalah dapur pastaku, nama yang diberikan untuk bisnis barunya tersebut. Tak tanggung-tanggung, ia harus mengeluarkan modal awal sebanyak sepuluh juta untuk mengawali bisnisnya. Dirasa kurang, ia pun menjual motornya dan mendapat tambahan dana sekitar dua juta rupiah. Asal mula terbentuknya Dapur Pastaku ini cukup menarik.Hobi makan Sang empunya, membuat ia berpikir bisnis apa yang ia ciptakan.Adi yang tidak bercita-cita menjadi pegawai ini pun memutar otak bagaimana caranya ia memiliki usaha sendiri. Hobi makan itu pula yang mengarahkannya mem-

buat warung spaghetti. Namun, ia tidak mau terjebak dalam bentuk spaghetti yang biasa, maka ia pun melakukan grill terlebih dahulu kepada spaghetti buatannya. Nama brand Dapur Pastaku diibaratkan dengan konsep dapur yang biasa ada di rumah untuk memasak.Nah,Adi menjelaskan konsep dapur ini diambil agar pengunjung bisa melihat bagaimana makanan yang mereka pesandisajikan.“Akupengennyaorangnggak cuma datang saja, terus nunggu makanan sambil diam atau ngobrol, tapi bisa juga sambil lihat makanan dimasak dan disajikan”, ujarnya. Sebagai warung makan yang bergenre spaghetti, tentu saja menu yang ditawarkan adalah spaghetti. Namun, Dapur Pastaku menawarkan tiga saus yang berbeda untuk teman spaghettinya. Ada bolognaise, carbonara, dan melano. Yang special dari Dapur Pastaku ini adalah ciri khas grill pada spaghettinya sebelum dimasak. Sehingga aroma mie-nya keluar. “Biasanya orang kalo bikin pasta mie-nya ya gitu-gitu saja, biasa. Tapi kalo aku, mie-nya digrill biar aromanya keluar. Baru di oven,” imbuhnya. Per menu nya pun dijual dengan harga yang terjangkau. Sekitar delapan ribu rupiah. Disesuaikan dengan kantong mahasiswa yang memang mendominasi area tempat Dapur Pastaku di Jalan Prof Soedharto 126 A Tembalang. Menariknya lagi, Dapur Pastaku juga memberikan diskon 10% selama dua bulan penuh yakni, bulan Desember-

Januari. Adi menceritakan bahwa usaha ini sempat mengalami peralihan tempat. Yang awal mula buka di Ngaliyan hingga ‘pindah gunung’ ke Tembalang. Usaha yang juga mendapat dana dari Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ini taklepas dari kisah-kisah heroik di baliknya. Berawaldarimodalsendiriuntukmendirikan usaha hingga Adi bertemu dengan Rektor Undip saat Dies Natalies yang kala itu sedang melihat standnya. Dari situlah sang rektor menginformasikan tentang PMW, dan Adi bersama empat orang temannya membuat proposal wirausaha tersebut. Atas rekomendasi Sang Rektor, proposalnya pun lolos, dan ia mendapat uang tunai total 40 juta dipotong pajak 5% sehingga tiap orang mendapat hampir delapan juta tiap orangnya. Uang hasil PMW inilah yang kemudian ia gunakan untuk mengembangkan usahanya. Tak Lagi Tenda Saat ditanya hal yang tidak enak dalam menjalankan bisnis Dapur Pastaku ini ia menjawab, “Kalau dulu masih pakai tenda di pinggir jalan, kalau hujan ya dipinggirin dulu.Kalau hujannya sudah reda ya dibenerin lagi. Kalo sekarang kan kios di Tembalang suda h ada atapnya, jadi tidak harus begitu lagi.” Adi pun berharap usaha yang akan grand opening Februari ini bisa menjadikanTemba-

lang sebagai branding wisata kuliner di Semarang, mengingat banyak sekalivarianusahakulinerdiTembalang.“Kalau bisa Tembalang jadi surganya makanan deh,” imbuhnya. Adi yang sudah menjadikan wirausaha sebagai jalan hidup ini juga berpesan,jika kita mau memulai usaha jangan berpikir lamalama. “Setiap punya ide atau gagasan yang kamu anggap belum ada, bikin aja. Karena banyak orang yang mungkin punya ide yang sama. Tinggal siapa yang terlebih dahulu merealisasikannya.Jangan pernah takut untuk memulai,” katanya menutup perbincangan. (Afid)

13

Kirimkan masalah seputar kehidupan pribadi atau kesehatan ke email: persmanunggal@yahoo.com

Diasuh oleh: Endang Sri Indrawawati, M. Si Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi Undip

Bagaimana membuat orang yang kita suka juga suka kepada kita? Karena selama ini saya terus gagal ketika suka sama orang. (Ariani) Setiap orang berhak untuk suka dan tidak suka. Sekarang ini banyak buku-buku populer tentang bagaimana mempengaruhi orang lain dari tidak mau menjadi mau, dari menolak menjadi menerima, dari tidak suka menjadi suka. Jika menjalin hubungan dengan orang lain dengan tujuan disukai, kita akan repot sendiri. Misalnya, saya mau ketemu Dik Ariani supaya disukai, maka saya akan berperilaku dalam cara-cara yang menurut saya cocok, bagus, dan sesuai. Itu kan menurut saya, dan belum tentu menurut Dik Ariani dan orang lain. Kita tidak bisa membuat orang lain suka kepada kita. Rasa suka itu muncul spontan ketika kita menampilkan sesuatu yang juga spontan menyenangkan perasaan orang lain. Rasa suka itu reaksi spontan, tidak bisa dibuat-buat. Kalau boleh menyarankan, ada baiknya terlebih dahulu berusaha dan berlatih supaya bisa nyaman dengan diri sendiri. Orang yang nyaman dengan dirinya sendiri akan menularkan rasa nyaman itu pada orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya, orang yang tidak nyaman atau gelisah dengan dirinya sendiri akan menularkan kegelisahan pada orang-orang sekitarnya. Ada saatnya, rasa nyaman itu akan memunculkan rasa suka. Lakukan semua itu secara spontan dan tulus. Bawa selalu cinta dan ketulusan kemanapun kamu pergi dan kamu akan punya magnet untuk menarik kebaikan dari orang-orang di sekitarmu.

Semangat saya terkadang naik turun. Ketika banyak tugas saya malah tidak semangat sama sekali, rasanya takut tidak bisa diselesaikan. Tapi ketakutan saya terus menghantui pikiran saya, saya malah tidak melakukan apaapa untuk tugas itu. Hanya takut dan takut. Apa yang harus saya lakukan untuk tetap bersemangat? (Siti) Ketegangan seperti ini sebenarnya merupakan hal yang wajar-wajar saja dalam menghadapi tuntutan dari luar atau yang Dik Siti sebut tugas. Mengerjakan sesuatu dalam keadaan santai tentu saja berbeda dengan mengerjakannya dalam keadaan tegang atau stres. Dalam keadaan santai, pekerjaan terasa ringan dan enteng. Sebaliknya, dalam keadaan tegang atau stres pekerjaan terasa membebani. Apa yang Dik Siti sebut “takut” bisa kita artikan sebagai “tegang” atau “stres”. Pertanyaannya, apakah yang menyebabkan ketegangan seperti ini. Jawabannya sederhana: Perasaan, pikiran, dan harapan kita mempengaruhi cara kita melihat atau memandang tugas. Baya n g kan dalam satu

kendaraan umum ada dua penumpang, yang satu sedang terburu-buru mengejar kereta dan yang satunya lagi pendatang baru yang hanya ingin mutar-mutar menikmati kota. Bagaimanakeduaoranginimelihatwaktu 5 menit? Waktu yang lama atau singkat? Jawabannya tentu saja tergantung pada pikiran, perasaan, dan harapan masingmasing penumpang itu. Nah, coba Dik Siti periksa lagi apa yang menjadi harapan terhadap tugas. Jika ada rasa terpaksa, maka bibit-bibit ketegangan mulai hidup dan pelan-pelan membesar menjadi stres atau rasa takut. Orang yang kesulitan tidur dan memaksa dirinya harus bisa tidur akan semakin sulit untuk tidur, bukan? Kerjakanlah tugastugas itu dengan perasaan dan pikiran yang santai dan ringan sambil berharap yang terbaik.

Saya mempunyai teman, sebut saja A. Ketika di lingkungan kerja, teman saya itu pribadi yang bisa diandalkan, tapi ketika di rumah, dia berubah menjadi orang yang berbeda. Di rumah dia menjadi orang yang malas, padahal di luar dia orang yang tangguh. Bagaimana bisa pribadi si A sangat cepat berubah? (Johan)
Kadang kita memang terkejut menyaksikan wajah lain dari seseorang. Bukan hanya si A yang seperti itu, tetapi kitasemuapunyabibit-bibitberperilakuganda seperti itu.Dalam psikologi,kita menyebutnya persona, dari bahasa Latin yang berarti topeng pemain sandiwara. Topeng seperti ini bukan masalah asal kita tetap sadar kita sedang menggunakan topeng dan orang lain sekitar kita tetap bisa menoleransi topeng kita. Masalahakanmunculketikatopengitusulit ditoleransi lagi dan si pemakai topeng tidak sadar kalau dia sedang memakai topeng. Saya kira inilah yang membuat Dik Johan merasa cukup terkejut melihat perbedaan di luar dan di dalam rumah. Sebagai teman, upaya yang bisa Johan lakukan adalah menerima dia apa adanya (termasuk sisi lemahnya) sambil berusaha membantu dia keluar dari masalah yang dipendamnya, yang mungkin saja berkaitan dengan situasi rumah. Ada ungkapan Latin yang berbunyi, Amicus certus in re in certa cernitur yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “A friend in need is a friend indeed (Teman dalam kesulitan adalah teman sesungguhnya)”. Lewat peristiwa seperti ini, Johan sebenarnya bisa belajar untuk menjadi teman curhat yang baik dengan tidak hanya melihat teman dengan mata tetapi juga mendengarkan dengan hati.

14

Sepuluh Syuro atau sepuluh Muharram selalu menjadi hari yang dinanti oleh masyarakat Kudus dan sekitarnya. Sejak dini hari warga telah memadati lingkungan Menara Kudus untuk mengantre nasi bungkus. Tidak sekadar untuk dimakan, nasi yang dipercaya mendapat barokah dari Sunan Kudus tersebut berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit dan menyuburkan tanah pertanian.

P

embagian berkat umum yang berupa nasi bungkus kepada masyarakat Kudus merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan Buka Luwur Sunan Kudus. Sebelum hari itu, beberapa kegiatan telah dilaksanakan sejak 1 Syuro. Sebut saja kegiatan penjamasan pusaka, pengajian umum malam 1 Syuro, pelepasan luwur, munadharah masail diniyah (forum belajar ilmu agama), sholawatan, khataman Al-qur’an, santunan kepada anak yatim dan pengajian umum 10 Syuro. Buka Luwur yang dalam Bahasa Indonesia berarti membuka dan mengganti kain penutup makam merupakan tradisi yang masih lestari hingga masa kini di Kota Kudus. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Ja’far Shodiq atau lebih dikenal Sunan Kudus. Salah satu tokoh Wali Songo tersebut selain sebagai penyebar agama Islam juga tokoh pendiri Kota Kudus. Awalnya Buka luwur diadakan untuk memperingati haul Sunan Kudus karena tanggal wafatnya tidak diketahui pasti. Lalu, para ulama sepakat memilih 10 Syuro untuk melaksanakannnya. Hingga saat ini, Buka Luwur dilaksanakan tiap tahun. Selain bertujuan untuk mengenang jasa Sunan Kudus, Buka Luwur bertujuan sebagai media dakwah dan menjalin kekerabatan masyarakat Kudus. Sarat Makna Simbolik Buka Luwur yang merupakan tradisi asli masyarakat Kudus ini tidak lepas dari makna-makna simbolik yang melekat pada tiap tahapannya. Sebelum memasuki bulan Syuro, rangkaian Buka Luwur sudah dimulai dengan penjamasan keris Sunan Kudus. Keris atau pusaka yang disucikan tersebut bernama Ciptoko.Keris Ciptoko merupakan simbol kepandaian, keuletan dan ketangkasan Sunan Kudus dalam menghadapi tantangan hidup. Penjamasan keris ini dilakukan setelah hari raya Idul Adha pada Senin atau Kamis pertama setelah Hari Tasyrik. Penjamasan dilakukan disekitar Pendapa Tajug tepatnya depan gapura. Keris Ciptoko dicuci selama dua jam. Pencucian menggunakan air khusus rendaman merang ketan hitam. Mengeringkannya pun menggunakan brambut ketan hitam. Selesai disucikan, para kyai membaca tahlil dan syukuran dengan jajan pasar. Pengajian umum malam 1 Syuro juga tak terlepas dari makna simbolik. Pengajian ini merupakan simbol kebebasan yang diperoleh umat Islam dari masa jahiliyah. Dalam pengajian ini dilakukan doa yang disebut dengan doa awal tahun dan akhir tahun. Doa tersebut dilakukan untuk merevitalisasi kadar keimanan dan agar dosa-dosa

yang pernah dilakukan selama satu tahun yang lalu dapat lebur dan membuka lembaran tahun baru dengan aktivitas yang lebih baik lagi. Hari berikutnya adalah pelepasan luwur. Selama 24 jam, makam Sunan Kudus terbuka tanpa kelambu penutup. Biasanya saat-saat itu masyarakat membaca Al-Quran di lingkungan makam Sunan Kudus. Kain mori yang dilepas dipercaya menjadi perantara dalam memperoleh berkah atau rejeki. Munadharah Masail Diniyah merupakan rangkaian selanjutnya. Kegiatan yang merupakan forum untuk belajar dan memperdalam ilmu-ilmu agama yang dihadiri oleh umum dan para Kyai ini dilaksanakan pada 4 Syuro di serambi depan Masjid Menara Kudus. Tanggal 9 Syuro sesudah shubuh diadakan penyembelihan hewan shodaqoh dari masyarakat yang akan diolah menjadi masakan uyah asem dan masakan jangkrik serta nasi bungkus yang akan dibagikan pada keesokan harinya yaitu pada acara puncak Buka Luwur pada tanggal 10 suro. Nasi bungkus yang dibuat mencapai 25.500 bungkus kecil untuk umum, 1.791 nasi dengan bungkus keranjang untuk tamu undangan, sedangkan dalam bungkus keranjang kecil dan sedang sebanyak 2.640 bungkus diberikan kepada para penyumbang. Sumbangan yang diterima panitia buka luwur berupa beras sebanyak 6,1 ton, kambing 62 ekor, dan kerbau 10 ekor. Tiap tahunnya, baik jumlah nasi bungkus ataupun jumlah sumbangan selalu bertambah. Selanjutnya adalah pemasakan dan pembagian bubur Asyuro. Bubur asyuro ini terbuat dari beras, kacang ijo, kacang tolo, jagung, singkong dan ketela rambat serta bahan-bahan lain sebagai pelengkap.Bubur Asyuro merupakansimbolperingatan atas selamatnya Nabi Nuh dari air bah yang melanda waktu itu. Acara puncak Buka Luwur adalah pemasangan luwur baru di makam Sunan Kudus yang dilaksanakan pada 10 Syuro pagi hari. Pemasangan dilakukan oleh beberapa orang saja. Mengawali prosesi pemasangan luwur baru di-

tandai dengan alunan kalam Ilahi (Al Qur’an), dilanjutkan pembacaan tahlil dan doa. Pada saat yang sama di pelataran Masjid Menara Kudus telah banyak masyarakat menanti dibagikannya nasi bungkus. Rangkaiandemirangkaiandilaksanakandengankhidmat sebagai tanda syukur kepada Tuhan. Hal itu membuktikan masyarakat Kudus begitu meneladani nilai-nilai perjuangan Sunan Kudus. Sikap toleran terhadap kebudayaan dan kepercayaan setempat menjadi jembatan dan memudahkan masyarakat dalam menerima ajaran Islam. Pesta Rakyat Bagi masyarakat Kudus, Buka Luwur ibarat pesta rakyat. Masyarakat aktif mengumpulkan bahan makanan,memasak dan membagikannya lagi ke masyarakat. Semua hal terkait Buka Luwur berasal dari sumbangan masyarakat. Uniknya, panitia dilarang mengajukan permohonan sumbangan material dalam bentuk apapun kepada masyarakat. Pada hari dilaksanakan Buka Luwur, masyarakat berbondong-bondong mengantri mendapatkan nasi, berharap memperoleh keberkahan dari Sunan Kudus. Saking banyaknya masyarakat turut berpartisipasi, lalu lintas Jalan Sunan Kudus ditutup untuk sementara. Beberapa sekolah di lingkungan Menara Kudus juga sengaja diliburkan. Hal ini disebabkan baik guru dan murid sibuk menyemarakkan kegiatan Buka Luwur. Begitulah masyarakat Kudus menjaga kebiasaan leluhurnya. Ajaran tentang nilai-nilai luhur kehidupan tercermin dari setiap tahapan dalam Buka Luwur yang diperingati setiap tahun. Tradisi ini masih kental di kalangan masyarakat Kudus terutama Kudus Kulon. Alhasil, kebudayaan yang masih terjaga hingga sekarang dapat dijadikan alternatif wisata budaya oelh masyarakat luar Kudus. (Otit, Nastiti)

15

Ahmad Fuadi

Menulis Itu Tools Menulis Itu Tools
B
erbincang dengan seorang penulis tentu salah satu hal yang mengasyikan.Selain bertukar pengalaman, ilmu pun bisa “dicuri” dari lawan bicara tersebut. Terlebih jika sang penulis telah menghasilkan novel berpredikat “best seller”. Adalah Ahmad Fuadi, sang novelis tersebut.Novelnya Negeri Lima Menara tentu sudah menjadi perbincangan hangat bagi banyak kalangan. Oktober silam, Manunggal berkesempatan mewawancarai A Fuadi. Ia berbagi cerita hidupnya,termasukkecintaanmenilis.Simak petikan wawancara reporter Astri Nurafidah dengan novelis yang memperoleh banyak beasiswa ke luar negeri tersebut. Bagaimana awal cerita mencintai dunia tulis-menulis ? Kalo awal mula menulis, dari waktu SD saya suka melihat ibu,panggilnya amak,menulis kejadian sehari-hari. Saya pikir bagus juga seperti itu. Makanya dari SMP saya mulai nulis diary juga.Kalau suka sama orang ditulis di diary pakai sandi pramuka, jadi tidak ada yang tahu. Waktu masuk Gontor saya juga suka menulis diary. Disana saya mendapatkan pengalaman baru. Ternyata menulis itu menarik. Waktu kuliah pun saya ikut majalah kampus. Bedanya, pada saat kuliah ayah saya meninggal. Jadi waktu kuliah saya tidak dapat kiriman uang. Dari situ mulai berpikir bagaimana caranya dapet uang. Karena sudah kebiasaan menulis, saya jadi berpikir, jangan-jangan saya bisa dapet uang dari menulis.Terus saya menulis dan saya kirim ke beberapa media, yang akhirnya bisa membiayai kuliah.Inilah yang menjadikan menulis,yang awalnya suka menjadi sesuatu. Setelah tamat kuliah saya kerja di Tempo, j a d i beda. Saya juga tidak menulis buku. Setelah jadi wartawan, malah tidak sempat menulis buku, selalu dikejar deadline. Baru sekitar dua tahun yang lalu terpikir menulis buku dan arahnya ke novel ni. Darimana ide pembuatan Negeri Lima Menara? Novel Negeri Lima Menara, sejarahnya saya ditahtakan ibu masuk pesantren, tetapi saya tidak mau. Ternyata, setelah masuk pesantren selama 4 tahun, itu merupakan pengalaman luar biasa yang patut disyukuri. Saya pernah berpikir saya akan menulis- Pernahblanksaatmenulis?Bagaimanamenkan pengalagatasinya? man selama Menulis berada di buku Negeri Menulis itu tools, alat, dan pesantren Lima Menara tujuannya adalah pengabdiitu ke dalam dimulai rasa an. Hidup sebenarnya adalah sebuah buku. syukur, bahwa Tapi itu tadi, saya belajar pengabdian. selalau ada di pesantren. Pengalaman paling menarik selama menualasan. Dalam pros- lis? Karena saya suka bercerita, saya ceritakan esnya pun saya juga banyak bersyukur. Ini Pengalaman paling menarik, pertama kisah-kisah saya di Gontor, bahkan mimpi yang menjadikan proses pembuatan novel kali menulis di koran, karena situasi waktu dalam Bahasa Inggris pun saya ceritakan lancar. Pernah mengalami writer’s block, ke- itu saya harus mencari uang. Susah sekali kepada istri saya. Istri saya bilang ini meru- buntuan menulis. Tapi yang saya ceritakan dimuat. Pas sudah berhasil dimuat, senangpakan pengalaman yang unik, inspiratif dan adalah pengalaman.Kalau kebuntuan menu- nya bukan main. Senang sekali pokoknya, harus diceritakan. Jadi, niatnya berbagi pen- lis itu datang, saya buka lagi diary. Di meja wah saya kaya ini. Sudah membawa teman galaman inspiratif dalam berntuk bahkan ada tumpukan diary lawas saya. Saat banyak buat ditraktir, ternyata waktu ambil novel.Adapengembangan di Gontor pun saya terbiasa memiliki arsip honornya kurang, cuma lima belas ribu saat karakter tetapi kembali pribadi yang baik seperti album foto. Setiap itu. Hikmah yang saya ambil dari menulis, lagi basisnya adalah acara penting, kami diharuskan memiliki ternyatamenulismembuatalurberpikirmenpengalaman pribadi dokumentasi pribadi. jadi teratur dan menghasilkan sesuatu. saya bersama temanSayasepertinyatermasuktipeorangvisual. teman. Setiap melihat foto, saya jadi bisa merasakan Menurut Anda, tulisan yang bagus seperti suasana pada saat itu bagaimana, bunyi-bu- apa ? Mengapa mengang- nyi yang meliputi nuansa foto tersebut. Itu Tulisan yang baik itu hasil dari empat kat tema yang kurang membantu saya dalam menulis. Pada waktu langkah. Langkah pertama, mempertajam lazim seperti pesantren ? pulang ke Padang,saya cerita ke ibu.Ternyata dan memperkuat niat. Tanyakan kepada diri Sebenarnya saya tidak ibu saya mengoleksi semua surat-surat saya kita tujuan menulis apa. Dari sana, masuk ke m e m p e r t i m b a n g k a n saat masih di Gontor. Surat adalah ekspresi proses.Tulis yang kita tahu. Kalau kita punya bagaimana ke depan. kita pada saat itu. Dan feel-nya akan sangat perhatian tentang sesuatu, secara tidak sadar Yang saya pertim- berbeda jika ditulis pada masa-masa seka- tulisan kita akan kuat. Ketiga, konsistensi. bangkan adalah rang. Hal itu juga yang memudahkan saya Biasakan menulis satu halaman sehari.Kalau saya ingin berbagi menulis novel. orang bilang, sedikit demi sedikit lama-lama pengalaman inspimenjadi buku. Terakhir, punya referensi. ratif saya selama Sekarang ini banyak penulis novel pop di pesantren. Na- mengangkat tema seks dangkal. Pendapat manya berbagi, kalau dibaca orang biodata syukur,tidak ya sudah. Jadi bagi saya Nama Lengkap : Ahmad Fuadi tidak jadi pertimLahir : Bayur,Maninjau, 20 Desember 1972 bangan apakah Pendidikan : orang nantinya KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo (1988-1992) Alumni Gonsuka dengan tor 1992 karya saya. Universitas Padjadjaran, Indonesia, BA dalam Hubungan Internasional, (September Namun di 1997) saat yang sama, The George Washington University, Washington DC, MA dalam Media and ini malah menarik Public Affairs (Mei 2001) bagi orang lain. MuRoyal Holloway, Universitas London, Inggris, MA dalam Media Arts, (September dah-mudahan bisa 2005) memperluaspandanPengalaman Profesional: gan orang tentang Menulis ratusan artikel mengenai peristiwa terkini untuk media massa di Indonepesantren. Selama ini sia orang banyak tahu tenWartawan dari CJSR 3 TV Communautaire, St-Raymond, Quebec, Kanada, 1995 tang pesantren dari berita. Berita itu driven by effect, dan biasanya dihubungkan pada kejadian. Padahal tidak semua kejadian mewakili realita. Dengan menyampaikan cerita tentang pesantren, orang mungkin bisa melihat lebih luas tentang pesantren. Ada lho pesantren yang maju, berpikirannya modern. Dan ini hasilnya, banyak alumni pesantren yang sukses dan tidak berkaitan dengan teroris. Tapi, novel Negeri Lima Menara tidak didesain seperti itu pada awalnya. Hanya saja kebetulan bertepatan dengan Bom Marriot. Anda? Saya sebenarnya tidak bisa banyak berkomentar mengenai hal itu. Karena setiap orang punya niat masing masing ketika menulis. Tapi, kalau saya ditanya untuk apa menulis, menulis menurut saya untuk membawa kebaikan dan mencegah kemungkaran, amar ma’ruf nahi mungkar. Jadi bagaimana menulis untuk membawa orang menjadi lebih baik setelah membaca tulisan. Bagi saya pribadi itu merupakan misi menulis. Menulis itu adalah tools, alat, dan tujuannya adalah pengabdian. Hidup sebenarnya adalah pengabdian. Pengabdian ke atas atau vertikal dan pengabdian ke samping atau horizontal. Menulis merupakan pengabdian kepada Tuhan dan pengabdian kepada manusia. Dan tools-nya adalah bisa menjadi reporter, bisa menjadi ahli, jadi menulis juga dicocokkan dengan misi menulis.

wartawan, ya ketemumenulis lagi. Tapi, menulis ketika menjadi wartawan kampus dan wartawan sungguhan itu ber-

16

Oleh: siti KhAtijAh

D
me-

ilema. Setiap orang pernah mengalaminya. Seperti makan buah simalakama.Tak memakannya bapak mati, memakannya ibu yang mati. Tapi orang satu milih bapaknya mati dan orang lainnya lebih memilih ibunya yang mati. Keadaan menyajikan pilihan yang sulit kepada kita. Lalu

bagaimana ketika seseorang dihadapkan sesuatu pilihan yang pelik, namun ia harus tetap memilih? Bagaimana seseorang harus menyikapi sesuatu hal yang dua-duanya sangat tak mengenakkan?Dalam menentukan pilihan, ada pandangan orang yang lurus ke depan, tetapi di sisi lain juga ada orang yang jalannya zigzag, terasa agak nyleneh karena menyalahi adat kebiasaan orang, tetapi memiliki tujuan yang jelas. Keputusan Adhipati Karna membela Kurawa dalam perang Baratayudha mungkin menjadi dilema tersendiri baginya. Pasalnya, Karna adalah saudara seibu Pandawa, musuh Kurawa. Duryudana, pemimpin bala Kurawa telah memberikan kemuliaan kepada Karna berupa penobatan menjadi Adhipati Ngawangga. Selain itu, Karna juga diangkat menjadi panglima perang Negeri Ngastina. Di sisi lain, Mahaguru Karna yang sangat tahu substansi sebenarnya, mana yang benar dan mana yang jahat, selalu memberi wejangan yang baik dan benar kepada Pandawa. Kurawa adalah karakter antagonis atau hitam dan Pandawa adalah karakter protagonis atau putih. Sebagai seorang ksatria, Karna mempunyai mekanisme cara bersikap untuk menentukan pilihan dengan segala resikonya yang harus ditanggungnya. Ia tak mau terjebak dan terseret arus pilu antara harapan dan kenyataan yang sedang dihadapinya. Ia pun tak mau terlalu larut ke dalam suasana dilema berkepanjangan yang tak ada ujungnya. Penggambaran karakter Karna merupakan simbolisasi manusia yang kaya warna dalam kehidupan praktis. Karna mempunyai cara tersendiri dalam menghadapidilematiknya.Manusiayangdianugerahi akal budi sudah seharusnya mebuat pertimbangan lalu mengambil keputusan dengan tegas tanpa ragu. Setelah itu menerima resiko apa pun yang timbul akibat keputusan tersebut.

Menghadapi dilema, seseorang dapat meminjam cara filsafat dalam memutuskannya. Filsafat mempertanyakan, mengkritisi, menganalisis segala sesuatu. Question behind question, meaning behind meaning, idealisme, perfeksionis. Pilihan mana yang paling baik? Mengukur untung ruginya, menimbang baik dan buruknya sebuah pilihan. Bahkan ketika seseorang dihadapkan pada dilema tersebut, seseorang itu juga dihadapkan pada dilema lain. Pilih menunda dan menghindari pilihan atau pilih menghadapi dan menyikapi pilihan? Kadang hasil pilihan tidak sesuai yang diharapkan. Dilema lain, pilih menyesali diri karena pilihan yang dipilih atau pilih menggunakan pengalaman tersebut sebagai pelajaran untuk masa depan? Kadang seseorang menginginkan pilihan karena tidak mau dipaksa atau diatur, tapi kadang seseorang mengeluh kalau terlalu banyak pilihan. Tapi tak bisa dihindari bahwa hidup adalah pilihan. Keputusan akan sesuai dengan apa yang dipikirkannya dan hanya orang-orang lemah yang takut mengambil keputusan untuk diri sendiri.

Rina Fitriyani (Sastra Indonesia 2007)

Nyanyian Iblis Untuk Tuhan
Iblis Menggugat Tuhan Terjebak Skenario Alam Yang Indah Iblis Menyelipkan Nyanyian Mewariskan Sum-Sum Kehidupan Iblis Menggugat Tuhan Dijadikan Potret Garisan Takdir Dunia ini… Maha Karya… Drama Tuhan Dan Lukisan Tanpa Cela Dunia… Kebohongan Terbesar Sepanjang Sejarah Iblis Menggugat Tuhan Tanpa Doa, Tanpa Tuhan Iblis Bertahan Iblis Nyanyikan Lagi… Doa Bagi Tuhan Tuhan Tiada Tergugat Namun Iblis Tak Akan Berhenti Bernyanyi Tuhan… Iblis Bernyanyi

Begitulah Aku
Aku adalah ibu Namun, kurelakan rahimku padamu Begitulah caraku mencintaimu Aku adalah rindu Namun, kupinjamkan hatiku padamu Begitulah caraku mencintaimu Aku adalah pahlawan Namun, kusematkan lencana di bahamu Begitulah caraku mencintaimu Aku adalah malaikat Namun, kuberikan sepasang sayap untukmu Begitulah cara aku mencintaimu Aku adalah yang hidup Namun, kuyakinkan matiku di genggammu Begitulah caraku mencintaimu Tiada yang kudustakan Dari caraku mencintaimu

17

Hatenai Sora, “Badai” yang Kembali Menerpa

P

enyuka Jepang mana yang tak mengenal Arashi? Boyband yang dibentuk Johnny’s Entertainment ini digawangi lima cowok keren, yaitu Sho Sakurai, Kazunari Ninomiya,Jun Matsumoto,Masaki Aiba dan Ohno Satoshi. Nama “Arashi” dipilih agar dapat membuat “badai” di dunia artis, karena Arashi sendiri bermakna badai. Setelah sukses dengan single kelima mereka, Dear Snow, kini mereka merilis single ke-6 berjudul Hatenai Sora (Endless Sky). Dirilis pada 10 November 2010 lalu, single baru ini juga akan digunakan sebagai lagu tema di dorama “Freeter, Ie wo Kau” yang dimulai pada 19 Oktober, dimana Kazunari Ninomiya akan ikut beradu akting di dalamnya. Hatenai Sora ini dirilis dalam dua versi di Jepang, yaitu versi Limited Edition dengan DVD berisi promotion video Hatenai Sora dan versi reguler yang berisi 8 track lagu yaitu Hatenai Sora, Story, Maboroshi, Ano Hi no Merry Christmas, Hatenai Sora (Instrumental), Story (Instrumental), Maboroshi (Instrumental), dan Ano Hi no Merry Christmas (Instrumental). Dalam hal musik, Jepang memang menganut sistem yang berbeda dari Indonesia. Jika di Indonesia setiap artis mengeluarkan satu album sekali rilis, tidak demikian dengan Jepang. Para artis negeri Sakura ini biasanya merilis

single terlebih dahulu. Setelah terkumpul beberapa single, barulah album dibuat. Di Indonesia, setiap lagu dalam album yang dirilis memiliki video klip, berbeda dengan Jepang. Mereka merilis sebuah single dalam dua versi, yaitu DVD dan VCD. Dalam DVD, biasanya turut disertakan video klip single mereka. Namun, versi VCD hanya dalam bentuk audio disertai beberapa lagu pendamping dan versi instrumental. Jadi, tidak semua lagu memiliki versi audio visual. Hatenai Sora merupakan andalan Arashi dalam single ke-6 mereka. Lagu ini memiliki musik yang easy listening, seperti lagu-lagu mereka sebelumnya, memiliki irama yang mellow tetapi sedikit menghentak dan membuat semangat bangkit pada reff. Promotion Video (PV) Hatenai Sora ini sendiri digarap dengan begitu apik, baik secara konsep maupun background. Meskipun tidak secara gamblang menceritakan sesuatu, sama seperti PV single sebelumnya yaitu Dear Snow, kita bisa langsung memahami makna lagu ini. Melalui Hatenai Sora, Arashi memberi semangat untuk terus berjuang tanpa menyerah untuk menggapai impian kita. Meskipun banyak rintangan menghalangi dan terkesan mustahil. Seperti arti judul lagunya, yaitu “langit tanpa ujung berada di sana”, mengisyaratkan kita untuk meraih

impian tanpa rasa takut. Pada Maboroshi, irama yang lambat dan agak mellow menjadi ciri khas pada lagu ini. Irama mulai menghentak dan mengajak kita untuk berdance ria, ditampilkan pada lagu Story. Sementara pada Ano hi no Merry Christmas, kental sekali dengan nuansa natal, memiliki irama yang gembira. Di awal peluncurannya, Hatenai Sora langsung menduduki peringkat pertama pada Oricon Chart (tangga lagu terpopuler Jepang). Yang jelas, single ke-6 Arashi ini menyuguhkan sesuatu yang membuat kita terkesan dan irama yang easy listening. Tentu saja mereka berusaha yang terbaik untuk menyajikan penampilan yang menarik bagi fans. Penasaran? (Nabila-Mg) Rilis Genre Artist Label Judul Single : 10 Nov 2010 : J- pop : Arashi : J - Storm : Hatenai Sora

Tron Legacy
Ketika Masa Depan Menjadi Ancaman

H

ampir tiga dasawarsa sudah, publik dibuat berangan-angan tentang masa depan lewat film bertajuk Tron. Kini, setelah tak ada lagi yang berharap film itu dibuatkan sekuel, tiba-tiba saja muncul Tron Legacy yang berwujud 3D. Film ini merupakan sekuel dari film fiksi ilmiah Tron bikinan Walt Disney. CeritadiawalidarihilangnyaKevinFlynn ( Jeff Bridges), seorang kreator video game populer Tron. Kevin meninggalkan anak lelakinya, Sam Flynn (Garrett Hedlund), hidup penuh kesedihan bersama kakek dan neneknya. Setelah kedua walinya wafat, ia hidup mandiri di sebuah garasi dan tumbuh menjadi remaja yang pemberontak. Suatu malam,setelah sukses menyabotase sebuah operasi di ENCOM untuk melind-

ungi warisan sang ayah,Sam ditemui sahabat baik ayahnya yang juga merupakan konsultan di ENCOM, Alan Bradley (Bruce Boxleitner).Alanmengakutelahmendapatkanpesan yang menunjukkan lokasi keberadaan Kevin. Tanpa pikir panjang, Sam menyambangi sebuah markas tempatTron diciptakan.Setelah mengutak atik sebuah komputer lawas milik Kevin,Sam langsung tersedot dan mendadak muncul kembali di The Grid, dunia rekaan sang ayah. Untukbisabertahan,Samharusmengikuti“permainan”rancangan kloningan ayahnya, Clu ( Jeff Bridges).Jika kalah dalam permainan ini, maka Sam akan tewas. Untungnya, dalam posisi terjepit dia diselamatkan sebuah program berwujud gadis cantik kepercayaan Kevin,Quorra(OliviaWilde),yangmempertemukannya kembali dengan Kevin. Tidak

adawaktuuntuksalingmelepasrindukarena Kevin, Sam dan Quorra harus mencari cara mencapai portal agar bisa kembali ke dunia nyata sembari menghindari Clu yang terus memburu mereka. Meskipun demikian, 3D yang dihasilkan oleh Tron Legacy biasa saja, tidak terlampau istimewa.Tidak masalah jika ingin Judul Genre Tgl Rilis Pemain Sutradara Script Produser Distributor Durasi

menyaksikannya dalam tampilan 2D,karena seting futuristiknya sudah cukup memanjakan mata. Special effect yang menawan, kejeniusan Daft Punk dan kehebatan departemen casting dalam memilih pemain yang tepat, membuat film ini semakin menarik untuk ditonton. (Taufiqur Rizal)

: Tron Legacy : Science Fiction : 16 Desember 2010 : Jeff Bridges, G. Hedlund, B. Boxleitner, Olivia Wilde, B. Garrett : Joseph Kosinski : Adam Horowitz, Edward Kitsis : Sean Bailey, J. Silver, Brigham Taylor, S. Lisberger, Julien Lemaitre : Walt Disney Pictures : 125 Menit

Memprediksi Capres 2014
dengan Kacamata Berbeda

T
18

ahun 2011 baru saja tiba, tetapi pembicaraan mengenai kandidat calon presiden pengganti SBY sudah mengemuka sejak beberapa waktu lalu. Isu yang cukup kuat berhembus adalahmajunyaAniYudhoyonosebagaisalah satu calon penerus kepemimpinan SBY. Berbicara tentang calon presiden berarti tidak lepas dari regenerasi kepemimpinan politik. Jika dilihat, terjadi putusnya generasi (cutting generation) trah politik. Artinya, sulit mendeteksi calon generasi penerus Soeharto, Gus Dur, Megawati dan juga SBY yang benar-benar mempunyai kapabilitas tinggi. Memang, trah Gus Dur masih me-

miliki Yenny Wahid, Megawati ada Puan Maharani, SBY mempunyai Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas), tetapi ketiganya dinilai belum mumpuni. Kemudian, ada juga pemain politik lama, seperti Prabowo dan Wiranto yang kemungkinan juga akan menghiasi bursa calon presiden 2014. Namun, jika melihat dari potensi yang dimiliki,belum ada kandidat yang sangat kuat atau dominan untuk menang.Hal ini menjadi persoalan dilematis apabila memang negara ini mengalami krisis kepemimpinan. Buku ini hadir untuk membahas persoalan di atas. Penulis mencoba mempre-

diksi berbagai calon kuat yang akan tampil ganalisa peluang masing-masing figur.Pasalpada Pemilu Presiden 2014. Yang menarik, nya, aspek ilmiah biasanya lebih ditekankan cara yang digunakan untuk memprediksi dalam menganalisa seorang figur politik. calon-calon tersebut dilihat dari berbagai Namun, bagi yang ingin melihat prediksi sudut yang unik. Mulai dari track record-nya, calon presiden 2014 dari kaca mata berbeda, profil, prediksi lembaga survei, hingga aspek buku ini adalah jawabannya. (Huda) hongsui, klenik, dan ramalan Arab. Selain itu, juga dari gosip dan pemberitaan maJudul : Meramal Capres 2014 sing-masing figur Penulis : M Mufti Mubarok beserta calonnya. Jumlah Halaman : 146 halaman Memang Ukuran : 14.5 x 20.5 cm metode yang digunakan cukup Harga : Rp 29.000 unik untuk men-

2008. Bekerja menjadi satpam diakui Wahyu merupakan pekerjaan yang mengandung resiko besar. Mobil dan motor yang terparkir di Pascasasrjana menjadi tanggungjawab satpam Undip. Namun, meski telah berusaha, kejadian yang tak diharapkan pun tak bisa terhindarkan. “Dulu pernah kejadian dua motor yang terparkir hilang. Lalu, kami serahkan kasus ini ke polisi. Sejak saat itu, Pascasarjana menambah jumlah satpam yang mulanya 9 menjadi 13,” kenangnya. Sikap Wahyu memilih proetiap hari, Wahyu bekerja pu- justru lebih menyenangkan diajak berbagi fesi sebagai satpam tidak kul delapan hingga pukul empat. cerita dibanding perempuan. “Kami sering Bersama teman sesama satpam, curhat masalah masing-masing dan satu mendapat halangan dari pihak keluarga dan kawan. Sejauh perempuan 25 tahun itu bertang- sama lain memberi solusi,” katanya. ini, dirinya sangat menikm a t i gungjawab atas pengamanan di seluruh Sebagai perempuan, Wahyu mengaku gedung Pascasarjana. Ia juga harus siap sempat merasa minder dan malu dengan profesiuniknya.Iabahkan dimintai tolong menyambungkan telepon, profesinya. Perempuan lulusan SMA terse- tak berkeinginan pinmemanggilkan seseorang, menyampaikan but tak pernah berpikir kelak dirinya akan dah ke profesi lain. “Menjadi satpam pesan bahkan mengangkat barang. menjadi seorang satpam. Pada saat itu dirTak ada perlakuan istimewa kepada inya tak punya pilihan selain menjalaninya itu penuh tantangan dan pendapatan satpam perempuan, termasuk Wahyu. Na- dengan ikhlas. saya juga cukup,” mun,kondisi yang demikian justru membuat Sebelumnya, perempuan yang tinggal di perempuan yang hobi bermain voli ini merasa Jatingaleh, Semarang, tersebut telah mela- ucapnya bangga. Kecintaan Wadihargai. “Saya diperlakukan sama dengan mar pekerjaan, tetapi tak kunjung mendapat pria, baik pada tahap seleksi maupun dalam panggilan. Sampai pada akhirnya seorang hyu terhadap profesinyaseolahmenunbekerja,” terangnya. teman memberikan informasi Undip memBergaul dengan teman-teman pria, Wa- buka lowongan satpam. Berbekal kebulatan jukkan kepada siapa saja hyu tak sedikit pun merasa canggung. Bah- niat, dijalaninya tahap demi tahap seleksi, bahwa perempuan juga kan menurutnya, untuk hal-hal tertentu pria hingga lolos menjadi satpam Undip pada mampu berkecimpung dalam

Menapaki pintu masuk Gedung Pascasarjana Undip Pleburan, setiap tamu akan disambut hangat oleh Dwi Wahyuningsih. Sopan, senyum, salam senantiasa diterapkan satpam perempuan satusatunya di Undip itu. Meski memilih profesi yang tak populer di kalangan kaum hawa, Wahyu, panggilan akrabnya, sangat menikmati pekerjaannya.

pekerjaan berisiko tinggi. Kini, Wahyu berharap dirinya kelak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah 5 tahun mengabdi sebagai satpam. (Otit)

S

Zulfahmi

Seorang mahasiswa aktif berorganisasi, sudah biasa. Berprestasi pada satu bakat tertentu juga banyak. Apalagi, pintar dalam bidang akademis. Semuanya mudah dicari. Namun, bila ketiganya ada pada satu sosok mahasiswa, itu baru luar biasa. Zulfahmi, mahasiswa Teknik Kimia Undip 2006 adalah salah satunya.

B

elum lama ini, prestasi akademis diraihnya dalam Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional XI di Bandung. Dalam lomba yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB ini, Zulfahmi dan rekannya Agung Nur Hananto Putro menjadi Juara I kategori problem solving. Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Fakultas

Teknik, karena keduanya berhasil mengalahkan lawan dari berbagai perguruan tinggi bergengsi, termasuk ITB. “Saya tak pernah menyangka akan menang. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,apalagi sudah sekian lama Undip tidak muncul sebagai juara utama. Tahun ini saya bersama tim mampu membuktikanya,” ungkap Zul, sapaan akrabnya. Selain berprestasi dalam bidang akademis, Zul juga mempunyai banyak prestasi di bidang tilawatil Qur’an, atau membaca Qur’an dengan berbagai variasi nada. Kesuksesan laki-laki kelahiran Jambi, 29 Juli 1987 ini didukung peran keluarganya. Sejak kecil, Zul dibesarkan di lingkungan yang kental dengan budaya islami. Selain itu sejak kecil, dia memang terbiasa berlatih membaca al-qur’an, bahkan ia belajar membaca iqra (pelajaran membaca huruf arab dasar) dan lancar membaca al-qur’an dalam waktu kurang dari lima bulan. Sejak SD-SMP ia mendapatkan gelar Juara III MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) dalam kategori tartil al-qur’an. “Tidak ada yang sulit kok asal kita mau belajar. Kita bisa karena biasa,” terangnya. Zul menambahkan bahwa keinginannya untuk mengikuti berbagai lomba tilawah bu-

kan hanya sekedar ingin menang saja tetapi lebih kepada menyalurkan hobinya. Sudah banyak Kompetisi MTQ yang pernah diikutinya,diantaranya Lomba MTQ tingkat Nasional di Universitas Sriwijaya Palembang. Dia jugs menjadi Juara pertama di rumah sendiri (Undip) dalam Lomba Cerdas Cermat Al-Qur’an, meraih juara III untuk kategori tartil Qur’an. Selanjutnya, dalam dunia organisasi, Zul aktif dalam beberapa organisasi kemahasiswaan. Salah satunya adalah Organisasi Rohis (Rohaniawan Islam). Pada Bulan September 2010 kemarin, Zul menyelesaikan studinya. Dan berkat berbagai pencapaiannya, ia langsung ditarik bekerja di sebuah perusahaan kontaktor terbesar di Indonesia (PT. Rekayasa Industri) sebagai process engineer. Zul merupakan contoh dari sekian mahasiswa yang berhasil.Semangat dan ketekunannya,membuahkan hasil yang dia petik hingga kini. Pelajaran yang dapat kita petik adalah tidak ada yang tidak mungkin bagi kita. Asalkan, kita bekerja keras dan bersungguh-sungguh, berbagai prestasi juga akan kita raih. Sebagai motivasi, mengutip pesan Zul kepada semua mahasiswa, “Kita memang bukan yang terbaik, tetapi kita bisa melakukan yg terbaik,” Semangatlah untuk menggapai masa depan yang cerah. (Lia)
19

Serba Serbi Pelantikan Rektor

LENSA
Delapan belas Desember tahun lalu merupakan hari bersejarah bagi Undip. Rektor terpilih Prof Sudharto Prawata Hadi, resmi dilantik menjadi Rektor Undip oleh Mendiknas Muhammad Nuh. Rintik hujan yang sempat mewarnai pelantikan tidak menyurutkan prosesi tersebut. Pelantikan ini disaksikan Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Semarang, Sumarmo serta sejumlah guru besar dan dosen Universitas DIponegoro. Rektor baru, sistem kepemimpinan baru. Semoga dengan pelantikan ini bisa membawa universitas diponegoro ke arah yang lebih baik. Selamat bertugas Profesor Sudharto!

Pengalungan Samir

Tandatangan Bersebelahan

Berdoa
1 Pengambilan Sumpah
Foto dan Teks: Astri Nur Afidah dan Nurul Huda

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->