KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL JOHOR

Sejarah Johor sebagai negeri telah dimulai sekitar abad ke-9 M. Saat itu, Johor telah berkembang menjadi bandar perdagangan yang cukup ramai. Karena posisi inilah, maka Johor kemudian menjadi incaran kekuatan besar yang ada di Nusantara. Pada abad ke-14, Johor ditaklukkan oleh Majapahit. Ketika Majapahit mulai melemah, kemudian muncul Malaka sebagai kekuatan baru pada abad ke-15. Saat itu, Johor segera beralih penguasa, menjadi daerah kekuasaan Malaka. Selama lebih dari satu abad, Johor terus berada dalam kekuasaan Malaka, hingga datangnya pasukan kolonial Portugis menyerang dan menghancurkan Malaka. Malaka runtuh, penguasanya, Sultan Mahmud melarikan diri ke Pahang, kemudian ke Bentan Johor. Di Bentan Johor, Sultan Mahmud Shah mencoba menghimpun kekuatan dengan mengumpulkan kembali sisa-sisa pasukannya. Dengan sisa pasukannya ini, ia kemudian beberapa kali menyerang Malaka. Sultan Mahmud juga melakukan blokade perdagangan yang menggangu jalur perniagaan Portugis. Untuk mengatasi perlawanan Sultan Mahmud, pada tahun 1526, Portugis kemudian mengirim sepasukan tentara dengan kapal besar di bawah pimpinan Pedro Mascarenhaas untuk menyerang Bandar Bentan. Bentan ambruk, Sultan Mahmud kembali menyingkir, kali ini ke menyeberang Selat Malaka menuju Kampar, Riau. Di sinilah ia meninggal dunia. Sultan Mahmud meninggalkan dua orang putera: Tengku Muzaffar Shah dan Tengku Alauddin Riayat Shah. Muzaffar Shah kemudian menjadi Sultan Perak, sementara Alauddin Riayat Shah kembali ke Johor dan menjadi Sultan Johor yang pertama. Selanjutnya, Kerajaan Johor ini lebih dikenal dengan nama Kesultanan Johor-RiauLingga." Kerajaan Johor telah resmi berdiri. Perang Melawan Portugis Sebagai keturunan Sultan Mahmud, Sultan Alauddin Riayat Shah berkewajiban untuk melanjutkan perjuangan ayahnya melawan penjajah Portugis. Sebagai tindak lanjut dari itu, ia kemudian membangun sebuah kota di Johor Lama yang terletak di tebing Sungai Johor. Dari tempat inilah, ia kemudian terus melancarkan serangan terhadap Portugis di 3

Malaka. Dalam perlawanan ini, ia terus menerus bekerjasama dengan saudaranya Sultan Perak, dan juga Sultan Pahang. Perang antara Portugis dan Johor terus berlangsung. Pada saat bersamaan, muncul sebuah kekuatan baru diujung barat Sumatera, yaitu Aceh. Karena Portugis beragama Kristen, maka pedagang muslim kemudian banyak yang berpindah ke Aceh, sehingga pelabuhan Aceh menjadi ramai. Seiring kebangkitan Aceh, timbul pula semangat ekspansi untuk menguasai Semenanjung Malaya. Maka, kemudian Aceh menyerang Portugis di Malaka dan Johor di Bentan. Merasa menghadapi musuh yang sama, Johor yang semula bertikai dengan Portugis, kemudian bersatu melawan Aceh. Ketika Aceh sudah mulai lemah, Johor dan Portugis kembali bertikai. Ketika Belanda tiba di Asia Tenggara, Johor mengajaknya bersekutu melawan Portugis. Belanda setuju dan kemudian membantu Johor mengusir Portugis. Akhirnya, pada tahun 1641, Belanda dan Johor berhasil mengalahkan Portugis di Malaka. Konsekuensinya, Malaka kemudian harus diserahkan pada Belanda. Menurut pepatah, nasib Malaka ibarat keluar dari mulut buaya, kemudian masuk ke mulut harimau. Kekuasan Belanda atas Malaka berakhir ketika perjanjian antara Inggris dan Belanda ditandatangani pada tahun 1824. Sejak saat itu, Malaka masuk ke dalam mulut harimau lain: Inggris. Pada tahun 1666, Kerajaan Jambi di Sumatera yang banyak membantu Johor dalam melawan Portugis berusaha unutk melepaskan diri dari kekuasaan Johor. Akibatnya, terjadilah peperangan antara Jambi yang ingin merdeka melawan Johor yang ingin mempertahankan daerah kekuasaannya. Peperangan berlangsung dari 1666 hingga 1673, hingga akhirnya Johor berhasil dikalahkan Jambi, dan ibukota Johor, Batu Sawar dihancurkan oleh pasukan Jambi. Untuk mengalahkan Jambi, pada tahun 1679, Laksana Tun Abdul Jalil dari Johor meminta bantuan Bugis untuk menyerang Jambi. Atas bantuan Bugis, Johor kemudian berhasil mengalahkan Jambi. Perang Saudara Kekalahan Jambi di tangan Johor dengan bantuan orang-orang Bugis ternyata tidak menyelesaikan masalah. Masalah tersebut mulai timbul ketika Sultan Mahmud II mangkat pada tahun 1699 tanpa meninggalkan Putra Mahkota. Perselisihan mulai muncul karena perebutan kekuasaan. Bendahara Tun Abdul Jali 4

kemudian melantik dirinya sebagai Sultan Johor dengan gelar Sultan Abdul Jalil Riayat Shah IV. Pelantikan ini telah menimbulkan ketidaksenangan di hati para Pembesar Istana, sebab Abdul Jalil bukanlah orang yang berhak untuk menduduki jabatan tersebut. Pada sisi lain, pengaruh Bugis yang banyak membantu Johor ketika melawan Jambi mulai bertambah kuat. Orang-orang Minangkabau yang berjumlah cukup banyak juga terus memperkuat pengaruhnya. Di kalangan orang Minangkabau, ada seorang putra dari Siak, bernama Raja Kecil, mengaku sebaga pewaris sah Sultan Mahmud II. Semua kelompok ini berambisi untuk memegang tampuk kekuasaan. Hingga suatu ketika, Raja Kecil meminta bantuan orang-orang Bugis untuk menggulingkan Bendahara Abdul Jalil dari kekuasaannya. Saat itu, orang Bugis bersedia membantu, namun mereka harus ke Selangor terlebih dulu untuk mempersiapkan pasukan. Ketika orang-orang Bugis pergi ke Selangor, Raja Kecil berinisiatif menyerang Johor tanpa bantuan Bugis, dan berhasil menggulingkan Bendahara Abdul Jalil. Ketika orang-orang Bugis sudah kembali dari Selangor, mereka mendapatkan Raja Kecil sudah menjadi Sultan Johor. Orang-orang Bugis kemudian menuntut jabatan untuk mereka, tapi ditolak oleh Raja Kecil, karena memang Bugis tidak membantunya dalam mengalahkan Abdul Jalil. Penolakan Raja kecil telah membuat orang-orang Bugis kecewa. Keadaan ini kemudian dimanfaatkan oleh Bendahara Abdul Jalil untuk meminta bantuan pada Daeng Parani, pemimpin orang Bugis, menurunkan Raja Kecil dari tahta, dengan imbalan orang Bugis akan dilantik menjadi Yang Dipertuan Muda. Abdul Jalil dan orang Bugis kemudian berhasil menurunkan Raja Kecil pada tahun 1722 M. Selanjutnya, anak Bendahara Abdul Jalil dilantik menjadi sultan dengan gelar, Sultan Sulaiman Badrul Alam Shah. Semetara Daeng Marewah, pemimpin orang Bugis menjadi Yang Dipertuan Muda. Dalam praktiknya, ternyata Sultan sangat lemah dan tidak punya kuasa, sebab kekuasaan dipegang oleh Daeng Marewa. Silsilah Berikut ini silsilah para penguasa Kerajaan Johor: 1. Sultan Mahmud Shah I (1511-1528) 2. Sultan Alauddin Riayat Shah II (Raja Ali/Raja Alauddin) (1528-1564)

5

Sultan Alauddin Riayat Shah III (Raja Mansur) (1597-1615) 7. Saat ini. Walaupun di beberapa periode. 6 . ia dibantu oleh bendahara dan tumenggung. Sultan Abdul Jalil IV (Bendahara Paduka Raja Tun Abdul Jalil) (1699-1720) 12. Sebaliknya. maka usia kerajaan ini telah mencapai 5 abad. kurang memperhatikan nasib rakyat. Wilayah Kekuasaan Wilayah kekuasan Johor mencakup kawasan Johor. ketika sultan yang berkuasa hanya gila pada kekuasaan.3. Selama itu. yang berkuasa adalah pihak asing ataupun bawahan yang lebih rendah. seperti Tumenggung. Hal ini semata-mata disebabkan oleh kelemahan sultan. maka Johor menjadi maju dan berkembang. Sultan Muzaffar Shah II (Raja Muzafar/Radin Bahar) (1564-1570) 4. Sultan Abd. Riau dan Jambi. banyak dirasuki iri dan dengki. Untuk membantu sultan dalam menjalankan pemerintahan. telah berkuasa 24 orang sultan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jalil Shah I (Raja Abdul Jalil) (1570-1571) 5. Sultan Mahmud Shah II (Raja Mahmud) (1685-1699) 11. Sultan Abdul Jalil Rahmat Shah (Raja Kecil/Yang DiPertuan Johor) (1718-1722) Periode Pemerintahan Jika periode eksistensi Kerajaan Johor dimulai dari sejak runtuhnya Malaka pada tahun 1511. maka Johor menjad lemah. Struktur Pemerintahan Struktur tertinggi kekuasaan di Johor berada di tangan sultan. Sultan Ali Jalla Abdul Jalil Shah II (Raja Umar) (1570/71-1597) 6. Sultan Ibrahim Shah (Raja Ibrahim/Putera Raja Bajau) (1677-1685) 10. Daerah-daerah yang dulu pernah di bawah kekuasaannya telah menjadi daerah merdeka. Sultan Abdullah Ma‘ayat Shah (Raja Mansur) (1615-1623) 8. Ketika sultan yang berkuasa cakap dan cerdas. Singapura. Johor hanyalah salah satu negara bagian di Malaysia. Sultan Abdul Jalil Shah III (Raja Bujang) (1623-1677) 9.

Eropa. Di wilayah ini terdapat sejumlah peninggalan prasejarah yang dapat dijadikan bukti adanya Negeri Kedah. Banyak penduduk di negeri ini yang telah memeluk 7 . Banyak masyarakat di negeri ini yang memeluk agama Hindu dan Buddha. seperti Kerajaan Sriwijaya. kawasan ini menjadi ramai karena letaknya yang strategis berada di tengah-tengah antara India dan negara-negara Arab di sebelah barat dan China di sebelah timur. dan India. Pada masa awal pembentukannya. Ketika pelabuhan maritim ini berkembang pesat.KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL NEGERI KEDAH Sejarah pendirian Kesultanan Kedah belum diketahui secara pasti. Namun. yang pasti bahwa sejarah kesultanan ini bermula dari eksistensi Negeri Kedah yang telah lama berdiri sebelumnya. seperti Negeri Funan dan juga kerajaan lainnya. Pengaruh dua agama tersebut sangat penting dalam awal mula pembentukan Negeri Kedah. Masuknya Islam ke Negeri Kedah kemudian mempengaruhi institusi politik dan pemerintahan yang sudah mapan itu. yaitu berupa gua-gua batu kapur yang merupakan tempat tinggal nenek moyang prasejarah. Deskripsi sejarah tentang kesultanan ini yang baru dapat dilakukan adalah sebatas pada spekulasi tentang asal usulnya. Negeri Kedah banyak dipengaruhi oleh negeri serantau. Negeri Kedah yang merupakan cikal bakal terbentuknya Kesultanan Kedah bermula dari pembentukan pelabuhan pada abad ke-5. Kota Star. Parsi. Negeri Kedah kemudian menjadi kota pelabuhan yang berkembang pesat. China. yang dikunjungi oleh para pedagang dari Arab. seperti di Kubang Pasu. Di wilayah ini terdapat sebuah gunung yang sangat indah di pesisir pantai. dan Baling. Institusi politik dan pemerintahan negeri ini pernah dipengaruhi oleh warisan agama Hindu dan Buddha dari India. Berikut ini akan dibahas sejarah pembentukan Negeri Kedah terlebih dahulu sebelum masuk pada masa pendirian Kesultanan Kedah. Masa Pembentukan Negeri Kedah Diperkirakan. yang dapat dilihat oleh para pelaut yang kebetulan menyusuri Laut Hindia.

Raja Phra Ong Mahwangsa. Masa Pembentukan Kesultanan Kedah Tidak ada bukti jelas yang mengungkap fakta awal mula terbentuknya Kesultanan Kedah. Raja Phra Ong Mahwangsa bertukar nama menjadi Sultan Muzaffar Shah. Di nisan ini tercatat nama Sheikh Abdul Kadir Ibn Husin Shah Alam (Aliran). Bukti sejarahnya adalah banyaknya pedagang dari negeri Arab yang datang ke negeri ini. telah diislamkan oleh Syeikh Abdullah bin Syeikh Ahmad al-Qaumiri pada tahun 531 H (1136 M).Islam sejak abad pertama Hijriah. Penulis-penulis istana pada saat itu banyak yang mencatat bagaimana proses pengislaman raja pertama di Negeri Kedah sebagai peristiwa yang sangat penting karena sebagai zaman baru Negeri Kedah. Iblis juga menggoda Raja Phra Ong Mahwangsa agar meminum arak. banyak orang Islam di China yang melarikan diri ke Negeri Kedah untuk mencari perlindungan. dan Negeri Kedah dikenal sebagai Darul Aman. Setelah memeluk Islam. Dalam hal ini. Langgar. Sedangkan menurut Hikayat Merong Mahawangsa. Bentuk akulturasi yang sangat kentara adalah pertemuan budaya Arab- 8 . raja pertama di Negeri Kedah. pada tahun 1962. Sultan Muzaffar shah. Syeikh Abdullah al-Yamani pernah tergoda oleh iblis selama dalam pengembaraannya. Menurut catatan al-Tarikh Salasilah Negeri Kedah. tanggal 29 Hijriah (651 Masehi) atau 290 H (920 M). Seri Paduka Maharaja Durbar Raja. Pada abad ke-9 dan 10. kesultanan ini berdiri sebagai bentuk akulturasi budaya dalam negeri dengan pengaruh luar. Setelah memeluk Islam ia diberi nama baru. Menurut cerita dalam hikayat ini. Hal itu disebabkan karena adanya pemberontakan di Canton pada tahun 878 yang melibatkan para pedagang dari Arab. Bukti sejarah lain adalah ditemukannya batu nisan di Tanjung Inggris. ada dua versi yang berbeda tentang siapakah yang mengislaman Raja Kedah I. Syeikh Abdullah al-Yamani pernah ditugaskan oleh gurunya Syeikh Abdullah Baghdad untuk mengislamkan Raja Kedah pada saat itu. Berdasarkan sumber-sumber sejarah tradisional Negeri Kedah yang ditulis pada masa Islam. Syeikh Abdullah al-Yamani kemudian dapat mengatasi godaan iblis tersebut dan secara tiba-tiba ia berada di hadapan Raja Phra Ong Mahwangsa dan memintanya agar mau memeluk Islam. Sejak masuknya Islam ke Negeri Kedah terjadi pula proses Islamisasi terhadap sejumlah raja.

al-Tarikh Salasilah Negeri Kedah dan Hikayat Merong Mahawangsa. daftar silsilah raja Negeri Kedah adalah sebagai berikut: 9 . pengaruh HinduBuddha tetap dianggap penting. daftar silsilah raja Negeri Kedah adalah sebagai berikut: 1. Seri Paduka Maharaja Maha Jiwa 9. Seri Paduka Maharaja Derma Raja 8. Ada dua sumber yang berbeda tentang silsilah raja-raja di Negeri Kedah. Berdasarkan al-Tarikh Salasilah Negeri Kedah. meski belum ditemukan data tahun kekuasannya. Maharaja Durbar Raja 2.Islam dengan budaya masyarakat Melayu. yang menjadi cikal bakal kesultanan nantinya. Maharaja Kerna Durja 5. Maharaja Maha Dewa 4. Seri Paduka Maharaja Durbar Raja Berdasarkan Hikayat Merong Mahawangsa. Maharaja Druja Raja 3. terutama pada masa awal pembentukan Negeri Kedah. Penulis-penulis istana cenderung memutus hubungan kebudayaan Hindu-Buddha yang datang dari India dengan langsung menarik garis akulturasi Arab-Islam dan Negeri Kedah. Raja-raja pada Masa Negeri Kedah Berikut ini akan dikemukakan daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Negeri Kedah. Silsilah Sebelum membahas tentang silsilah sultan-sultan pada masa Kesultanan Kedah. Namun demikian. perlu dikemukakan terlebih dahulu silsilah para penguasa di Negeri Kedah. yaitu. Seri Paduka Maharaja Kerna 6. Seri Paduka Maharaja Dewa 7.

Luas ini terbagi ke dalam 11 daerah. Yusuf. Sultan al-Mudzaffar Shah I (1136-1179) 2. Kota 10 . Namun menurut Dato‘ Wan Shamsudin Mohd. Raja Phra Ong Mahawangsa Sultan-sultan pada Masa Kesultanan Kedah Berdasarkan silsilah sultan-sultan Kedah yang disusun oleh Tunku Fariddin Haji bin Tungku Mansor (1957). Sultan Mahmud Shah I (1280-1321) 6. Sultan Muhammad Jiwa Zainal Azilin I (1472-1506) Wilayah Kekuasaan Belum ditemukan data yang menyebutkan bagaimana wilayah Kesultanan Kedah pada masa lampau. Sultan Mu‘adzam Shah (1179-1201) 3. Data yang baru dapat diperoleh adalah data Kesultanan Kedah pada masa modern.1. Sultan Muhammad Shah (1204-1236) 4. Total luas wilayah Kesultanan Kedah pada masa modern adalah 9. Raja Seri Maha Inderawangsa 5. Sultan Ataullah Muhammad Shah I (1422-1472) 9. Sultan Ibrahim Shah (1321-1373) 7. Raja Phra Ong Mahaputisat 7. yaitu: Baling (1529 km2). Berikut ini adalah 28 sultan Kedah yang dimaksud. justru terdapat 28 sultan karena ia memasukkan nama Tunku Dhiauddin Raja Muda Kayang sebagai sultan (yang dalam catatan Tunku Fariddin hanya dimasukkan sebagai pemangku raja). yaitu sebagai berikut: 1.425 km2 . Sultan Sulaiman Shah I (1373-1422) 8. Raja Merong Mahapudisat 3. Raja Ong Maha Perita Deria 6. Sultan Mazzil Shah (1236-1280) 5. Raja Seri Mahawangsa 4. terdapat 27 sultan yang pernah berkuasa di Kesultanan Kedah. Raja Merong Mahawangsa 2. Bandar Bahru (269 km2).

pembesar yang dimaksud memegang jabatan-jabatan sebagai bendahara. Kanun Tambera Dato‘ Paduka Tuan. sultan mempunyai kekuasaan yang mutlak. Meski Raja Muda tidak bakal jadi sultan. Hukum Kanun Dato Kota Star. Wakil sultan dalam pemerintahan adalah Raja Muda. dan pahlawan hulubalang. namun dalam tata kelola pemerintahan ia mempunyai kekuasaan yang agak luas.Setar (665 km2). laksamana (urusan keselamatan di laut). dan Yan (242 km2). Kuala Muda (923 km2). Oleh R. pembesar empat. Pembesar empat adalah Tumenggung (yang mengurusi urusan-urusan dalam negeri). Sultan memerintah berdasarkan Adat Temenggung dan hukum Islam. dalam bukunya Geography of Eastern Asia yang ditulis pada abad ke-2 M. Kulim (765 km2). dan satu lagi qanun (hukum) tentang adat kerajaan dalam hal pelantikan para pembesar dan adat meminang. Sik (1635 km2). Ia tidak harus berasal dari putra sultan. iaitu 11 . Padang Terap (1357 km2). pembesar enam belas. Ketika memerintah. Kubang Pasu (948 km2). ahli bumi dan ilmu falak berkebangsaan Yunani. sultan dibantu oleh para pembesar tradisional. O. Kesultanan Kedah mempunyai empat kanun yang dijadikan sumber rujukan penting dalam pemerintahan kesultanan. Winstedt manuskrip empat kanun itu dikumpulkan dan dinamakan sebagai: Undang-Undang Pelabuhan 1650. Struktur Pemerintahan Dalam struktur pemerintahan Kesultanan Kedah. Langkawi (467 km2). Pendang (626 km2). dan syahbandar (urusan pelabuhan). Di tingkat pusat. pembesar lapan. Para pembesar (elit) tradisional yang membantu pekerjaan sultan adalah pembesar di tingkat pusat dan tingkat daerah. penghulu bendahari (urusan keuangan). Catatan bangsa Eropa dan China yang ditulis pada masa lalu dapat dijadikan sebagai rujukan untuk memotret fakta dan gambaran tentang asal-usul keberadaan Negeri Kelantan. Berdasarkan catatan Claudius Ptolemy. KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL NEGERI KELANTAN Sejarah awal Kelantan belum diketahui secara pasti. disebutkan nama tiga buah tempat.

Seorang ahli sejarah Eropa. “Primula”. Sedangkan pada masa Kerajaan Sung (960-1279 M). Pada awal abad ke-17 M. Paul Wheatley cenderung mempercayai bahwa Chit-tu itu terletak di Kelantan. Pada masa Kerajaan Liang (502-557 M). sebagian ahli sejarah justru beranggapan bahwa Chittu (Tanah Merah) atau “Raktamrittika” adalah Kelantan itu sendiri. Ringkasan Cetera Kelantan. pada tahun 1412 M. pakar-pakar sejarah belum dapat menentukan darimana asal Raja Kumar. Sultan Iskandar merupakan cucu Raja Culan. orang China menyebut “TanTan”. mengatakan bahwa “Kole Polis” terletak di Kelantan. peneliti berkebangsaan Italia. Pada tahun1411 M (814 H). Pada masa Kerajaan Tang (618-906 M). menyebut bahwa Raja Culan adalah Raja Negeri Perak. Berdasarkan letak geografisnya. Negeri Kelantan mulai dipimpin oleh seseorang bernama Raja Kumar. Pada tahun 1225 M. Gerini. Sejak abad ke-6 M. G. yaitu “Chit-tu” yang berarti Negeri Tanah Merah dan dikaitkan dengan Negeri Kelantan. Raja Negeri Ganggayu atau Klang Kio yang terletak di hulu Sungai Johor. 12 . catatan-catatan sejarah China menyebut Kelantan dengan berbagai nama. Misalnya. Kelantan pernah ditaklukan oleh Sriwijaya. Ada sumber lain. putra Raja Kalahtana. ada sebuah negeri lagi yang disebut-sebut oleh orang-orang China. Kelantan disebut dengan kata “Chilan-chau” atau “Chi-lan-tan”. dan “Tharra” yang terletak di pantai timur Semenanjung Melayu. misalnya buku karya Nik Mahmud Ismail. Ia menganggap nama Kelantan adalah gabungan kata dari “Kolo” dengan kata “Thana” atau “Tanah”. Kelantan disebut dengan “Kolan-tan” atau “Ku-lan-tan”. Selain “Tan-Tan” atau “Tann-Tann”. Chit-tu pernah menjadi wilayah taklukan Kerajaan Funan. Berdasarkan manuskrip Sejarah Melayu. Belum ditemukan data yang pasti tentang bagaimana hubungan kekerabatan antara Raja Kumar dan Sultan Iskandar Syah. hingga menjadi “Kolathana” atau “Kolamtanah” atau “Kolantan”. orang China menyebut “Tann-Tann”. Hal itu bermula dari sejarah Kerajaan Raktamrittika yang didirikan pada abad ke-6 M oleh Raja Gautama. Raja Kumar menerima pemberian berupa kain-kain sutera dan surat puji-pujian dari Raja China. E. Ia digantikan oleh Sultan Iskandar Syah. Raja Kumar mangkat pada tahun 1418 M.“Kole Polis”. Hanya ada sebuah data yang menyebutkan bahwa Raja Kumar pernah menjalin hubungan dengan Raja China. Namun.

Ia digantikan oleh cucunya yang kemudian dijadikan anak angkatnya. Ketika Sultan Ahmad mangkat pada tahun 1588 M. Sultan Gombak mangkat pada tahun 1584 M. Ringkasan Cetera Kelantan menyebut Sultan Mansur Syah adalah putra Sultan Iskandar Syah. Sehingga. belum ditemukan data yang menjelaskan bagaimana mulai masuknya Islam di Kelantan mengingat Sultan Iskandar Syah telah menganut agama Islam. Unang Kening. yaitu Raja Gombak. Raja Muzaffar yang lahir pada tahun 1505 M kemudian diketahui menjadi Sultan Perak I dengan gelar Sultan Muzaffar Syah (1528-1540 M). Sultan Iskandar Syah mangkat pada tahun 1465 M. 1580-1597 M) diminta datang ke Kelantan dengan maksud agar dirinya bersedia menjadi Sultan Kelantan ke-VI dengan gelar Sultan Hussin. Ada sumber lain 13 . Ketika itu. Pada tahun 1477 M. dan Sejarah Negeri-Negeri Melayu karya Haji Muhammad Sidi Haji Muhd Rasyid menyebut Sultan Mansur Syah adalah sepupu Sultan Iskandar Syah. seorang pembesar Kelantan. Sultan Mahmud Syah pada perkembangan selanjutnya ternyata justru menikahi putri Sultan Mansur Syah. Raja Muzaffar (putra). yaitu: Sejarah Melayu menyebut Sultan Mansur Syah adalah anak saudara sepupu Sultan Iskandar Syah. yaitu Raja Mah (putri). Cik Wan Kembang masih berusia 4 tahun. Ada tiga versi sumber yang menyebutkan hubungan darah Sultan Mansur Syah dengan Sultan Iskandar Syah. dan Cubak. Ia kemudian digantikan oleh Sultan Mansur Syah. anak bungsu Seri Nara Diraja.Demikian pula. Sultan Mansur Syah mempunyai tiga orang anak. Raja Gombak menggantikan posisi ayahnya sebagai Sultan Kelantan ke-IV dengan gelar Sultan Gombak (1526-1584 M). Raja Ahmad dengan gelar Sultan Ahmad. Raja Hussin. Sultan Mahmud Syah memerintah bala tentaranya untuk menyerang Kelantan. Kelantan dikenal dengan hasil perekonomiannya. Nama Kelantan rupanya terdengar hingga ke Melaka (yang ketika itu dipimpin oleh Sultan Mahmud Syah). Pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah. Unang Kening. putra Raja Umar yang bergelar Sultan Ala Jalla Abdul Jalil Syah (Raja Johor. dan Raja Dewi (putri). Kelantan mencapai masa kejayaan. Setelah Sultan Mansur Syah mangkat pada tahun 1526 M. Sultan Ahmad menikah dengan Cik Banun. dan melahirkan seorang putri bernama Cik Wan Kembang. Sultan Mahmud Syah dan Unang Kening dikaruniai tiga orang anak.

Cik Wan Kembang pernah mengambil Puteri Saadong. Raja Loyor. Dalam perselisihan tersebut. Kelantan berada di bawah kekuasaan Johor. Puteri Saadong pernah berselisih dengan suaminya. 14 . Tidak ketahui data yang jelas apa maksud penculikan tersebut. Cik Wan Kembang memiliki hubungan yang baik dengan Raja Loyor. yakni pada abad ke-16. yaitu Kerajaan Jembal yang dipimpin oleh Raja Sakti (1638 M). Entah apa yang diperselisihkan. Setelah Raja Hussin mangkat pada tahun 1610 M. Berbicara tentang Puteri Saadong. ketika masih hidup Cik Wan Kembang pernah menikahkan anak angkatnya itu dengan Raja Abdullah. telah berdiri sebuah kerajaan kecil di bagian timur laut Kelantan. yang kemudian pindah ke Kota Jelasin di Kota Mahligai. Cik Wan Kembang merupakan sultan perempuan pertama di Kelantan. Kelantan kemudian diperintah oleh raja-raja Jembal (pada masa pemerintahan ini tidak digunakan istilah sultan). ia bertempat tinggal di Gunung Chinta Wangsa. namun karena kondisi sejarah pada saat itu. sebagai anak angkatnya yang kelak akan dijadikan penggantinya. Puteri Saadong dan Raja Abdullah menetap di Kota Tegayong (Tanah Serendah Sekebun Bunga Cherang Tegayong).yang menyebutkan fakta lain bahwa diangkatnya Raja Hussin bukan lantaran diminta oleh para pembesar Kelantan. Ketika kembali ke Kelantan. Pada masa pemerintahan Cik Wan Kembang. putri Raja Loyor. Letak pemerintahan yang strategis tersebut menyebabkan banyak pedagang dari dalam maupun luar yang mengunjungi Kelantan. Sepeninggalan dirinya boleh dibilang sebagai masa berakhirnya pemerintahan keturunan Sultan Iskandar Syah. sepupu Puteri Saadong sendiri. Puteri Saadong pernah diculik oleh Panglima Tentera Siam bernama Phraya Decho untuk dibawa ke hadapan Narai Maharaja Siam (1656-1688 M). Cik Wan Kembang mangkat pada tahun 1663 M. Raja Sakti adalah anak angkat Raja Bersiung Kedah. Cik Wan Kembang yang sudah berumur dewasa diangkat sebagai Sultan Kelantan ke-VII (1610-1663 M). Ketika memerintah. yang jaraknya kira-kira 40 kilometer ke arah tenggara Kuala Krai. Raja Sakti mangkat pada tahun 1649 M dan digantikan oleh putranya. tanpa sengaja Raja Abdullah terkena cucuk sanggul Puteri Saadong. Ulu Kelantan. Raja Abdullah.

Setelah Raja Umar mangkat pada tahun 1719 M. Akhirnya. Puteri Saadong mengangkat Raja Abdul Rahim. sebagai Raja Kubang Labu. sementara adiknya. Pengangkatan tersebut adalah atas permintaan putri sulu Raja Umar. Raja Sakti. Raja Nah. Tuan Kembang menikah dengan Long Deraman. Pada tahun 1762 M. Long Besar atau Long Bahar diangkat sebagai Raja di Jembal (1719-1733 M). Ia dibunuh oleh Long Deraman yang membalas dendam atas perbuatan Long Pendak. Raja Ngah yang bergelar Raja Hudang. Long Pendak meninggal. sebagai Sultan di Kota Mahligai. putri Sultan Omar. 15 . Raja Kecil Sulung. Pada masa pemerintahannya. putra Tuan Senik Getting yang memerintah di Legeh. Ia mangkat pada tahun 1675 M. Long Pendak pernah membunuh isterinya sendiri dan juga adik Long Deraman. Raja Umar memiliki lima orang putra-putri. Long Bahar adalah putra Raja Petani (Wan Daim) yang bergelar Datuk Pengkalan Tua yang pernah merantau ke Kelantan bersama ayahnya. terjadi sebuah serangan misterius yang bermaksud ingin membunuh Long Sulaiman. yaitu Raja Kecil Sulung. yaitu Long Yunus. Long Yunus mengangkat Long Gaffar sebagai Perdana Menteri di Kelantan yang memerintah dari Jeram hingga ke Pasir Tumbuh. Pada tahun 1756 M. Tidak banyak data yang menyebutkan masa pemerintahan Raja Loyor. Long Muhammad kemudian menjadi Raja di Kota Kubang Labu. Long Bahar mangkat pada tahun 1733 M. Sepeninggalan Raja Abdullah. Long Bahar menikah dengan Raja Pah. Long Muhammad dan Long Deraman tewas dalam sebuah peperangan sengit. Kerajaan Kubang Labu dapat dikuasai oleh Long Yunus. dan Raja Pah. Sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa Long Gaffar. Long Muhammad dilantik menjadi Raja Muda. saudara Raja Abdullah.Raja Abdullah akhirnya meninggal. terjadi peperangan antara Long Muhammad yang dibantu oleh Long Deraman dengan Long Yunus yang dibantu oleh Long Gaffar. Long Pendak. putra Raja Reman di Hulu Perak. Ia kemudian diganti oleh sepupunya. Long Sulaiman memiliki tiga orang putra-putri. Long Sulaiman atau Wan Anom Long Nik dengan gelar Mas Kelantan. Long Sulaiman meninggal. Dalam serangan ini. Tengku Tengah. dan Tuan Kembang. Pada tahun 1758 M. Ia digantikan oleh adiknya. Tuan Dewi. Temenggong Umar yang bergelar Raja Umar (1675-1719 M). Ia digantikan oleh putranya.

Sultan Ahmad (1584-1588 M) 6. yaitu Kerajaan Jembal. Sultan Gombak (1526-1584 M) 5. Kelantan mulai dapat bersatu kembali. Sultan Iskandar (1418-1465 M) 3. Raja Loyor (1649-1675 M) 9. Sultan Mansur Syah (1465-1526 M) 4. Silsilah Berikut ini adalah daftar silsilah sultan-sultan yang pernah berkuasa di Kesultanan Kelantan: 1. yaitu sejak masa pemerintahan Long Bahar. Ia dikenal sebagai pemimpin yang mampu menyatukan kembali seluruh wilayah Kelantan yang sebelumnya terpecah-pecah hingga menjadi ke dalam satu sistem pemerintahan saja. di dalam wilayah Kelantan mulai berdiri sebuah kerajaan kecil. 16 . Dalam rentang sejarah yang begitu panjang. Cik Wan Kembang (1610-1663 M) 8. 2. Pada masa Long Yunus. Raja Kumar (1411-1418 M) 2. Kelantan pernah mengalami masa perpecahan. Raja Umar (1675-1719 M) Periode Pemerintahan Kesultanan Kelantan telah berdiri selama hampir enam abad lamanya. Kelantan kemudian dikuasai oleh keturunan dari Patani yang merantau ke Kelantan. Pada masanya. Hal itu bermula pada masa pemerintahan Cik Wan Kembang (1610-1663 M). Sultan Hussin (1588-1610 M) 7.Long Yunus memerintah Kelantan antara tahun 1775-1794 M.

yaitu pada masa pemerintahan Long Yunus (1775-1794 M). Tugas utama tiga kelompok pembesar kesultanan tersebut adalah menjalankan segala pekerjaan yang memang menjadi kewajibannya dan juga menjalankan apa yang menjadi perintah sultan. ia dibantu oleh tiga kelompok pembantu sultan. letak kedua kesultanan ini sangat berdekatan. Secara umum. Tengku Kota (Long Muda atau Tuan Dagang bin Long Yunus). Sedangkan industri yang banyak dikerjakan masyarakat Kelantan adalah industri kayu. Sejak masa lalu. Dato‘ Kaya Hulubalang (anak Penghulu Adas). 3.Struktur Pemerintahan Struktur pemerintahan Kesultanan Kelantan merupakan warisan sistem politik Melayu tradisional. Tugas mereka meliputi hal-hal yang berkaitan dengan adat-istiadat istana. Dalam menjalankan roda pemerintahan. keuangan. Perekonomian masyarakat Kelantan bersumber dari hasil pertanian dan industri. Struktur dan sistem pemerintahan tersebut baru diterapkan pada akhir abad ke-18 M. dan hubungan luar negeri. nik. 17 . dan wan. Secara geografis. Salah satu fungsi utama kelompok kerabat sultan adalah melantik sultan yang akan memerintah. dan Long Tan (Temenggung). Kelompok masyarakat biasa yang memegang jabatan tinggi di pemerintahan. Sultan merupakan penguasa tertinggi di Kesultanan Kelantan. Long Jenal (Bendahara). keamanan. Long Ghafar dilantik sebagai mangkubumi dan panglima perang dengan gelar Tengku Seri Maharaja Perdana Menteri. Sementara itu. yaitu: 1. Sebenarnya ada empat jabatan dan gelar lagi. tanaman pertanian yang banyak ditanam oleh penduduk Kelantan adalah tanaman getah. dan padi. pertahanan. Long Yunus melantik putraputranya sebagai berikut: Long Ismail (Raja Muda). terutama kayu balak dan kayu gergaji. pemerintahan. sahabat karibnya. 2. yaitu Raja Bukit Pancor (yang dijabat oleh Long Yunus bin Long Yunus). Kelompok bangsawan yang bergelar syed. kelapa sawit. kehakiman. Kelompok kerabat sultan yang merupakan keturunan sultan itu sendiri. Kesultanan Kelantan dikenal memiliki hubungan yang baik dengan Kesultanan Patani.

Sultan Mahmud Shah merupakan sultan terakhir Kesultanan Melayu Melaka. Dikir Barat memiliki unsur-unsur keislaman. dan Main Puteri berasal dari budaya Hindu-Siam. dan memiliki Putri Sarawardani. Kemudian ia menikahi Ranamenggala. yang kemudian memiliki Puteri Tribuana Tunggadewi. Ratu Tribuana Tunggadewi. seorang putera baginda Sultan Alauddin Riayat Shah II menubuhkan Kesultanan Johor bagi mewarisi Kesultanan Melaka. memerintah Majapahit. Agama Islam dijadikan sebagai agama rasmi Kesultanan Melayu Melaka oleh Sultan Muzaffar Syah. Di antara sebagian kebudayaan tersebut adalah berupa permainan rakyat. Mak Yong dipengaruhi budaya Siam. Si puteri kemudian menikahi Singawardana. raja pertama (1293-1309) dan pengasas Kerajaan Majapahit menikahi Sri Gayatri Rajapatni. Mak Yong. Main Puteri. seperti Dikir Barat. Di samping itu.Kelantan memiliki kebudayaan yang unik dan menarik yang merupakan bentuk asimilasi antara budaya Melayu. pemimpin ketiga (1326-1350) Kerajaan Majapahit. Pada 1528. seperti makanan Budu. seorang putera Srivijaya beragama Hindu yang berasal dari Palembang di antara tahun 1400 hingga tahun 1403. puteri dari Sri Kertanegara. Parameswara adalah keturunan Raden Wijaya. dan Siam. Beliau menikahi Kertawardana. KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL NEGERI MELAKA Kesultanan Melayu Melaka diasaskan oleh Parameswara. Pemerintahan Kesultanan Melayu Melaka berterusan selama lebih satu abad sehinggalah Melaka tewas di tangan penjajah Portugis pimpinan Alfonso de Albuquerque pada 1511. Pada awalnya Melaka bukanlah sebuah kerajaan Islam. 18 . Hal ini berubah pada tahun 1409 apabila Parameswara berkahwin dengan puteri dari Pasai. dan memiliki Puteri Iswari. Islam. dan memiliki anak bernama Parameswara yang lahir di tahun 1344 pada saat neneknya. Kelantan mempunyai makanan tradisional yang khas dan berbeda dari negeri-negeri Melayu lainnya. dan sebagainya. raja terakhir (1268-1292) Kerajaan Singhasari.

iaitu suatu kawasan persisiran pantai. Sriwijaya ketika masa lampau adalah pusat pengembangan agama Buddha di Asia Tenggara. Ketika itu. 19 . beliau menuju ke pantai barat Semenanjung Melayu untuk mencari tempat perlindungan yang baru. Penetapan di tempat yang kedua di Kota Burok juga gagal kerana kubu pertahanan yang mereka cuba mendirikan runtuh dengan serta merta. beliau melantik seorang menteri untuk mewakili dirinya dan kemudiannya beliau tiba di Sungai Bertam. Parameswara ialah seorang raja Palembang yang menggantikan ayahandanya. orang-orang Seletar mendiami di situ dan mereka meminta Parameswara menjadi raja. Dari agama yang diyakini kita dapat lihat bahawa Parameswara bukan asli dari Sriwijaya atau Palembang. Parameswara menamakan tempat itu "Melaka". Parameswara menjadi pemerintah palsu pada satu tempoh yang tidak lama kerana beliau telah diserang dan dihalau oleh pihak Siam tidak lama selepas itu.Selain itu. (anak dari Adityawarman) yang menjabat sebagai gabenor Majapahit di Pagar Ruyung. Dengan seribu pengikutnya. sewaktu beliau menggelarkan dirinya sebagai Mjeura ("orang yang berani"). Semasa berburu di muara Sungai Bertam. Kerajaan Dharmasraya. Batara Tamavill. beliau masih kerabat dari Ananggavarman atau Ananggawarman. Selepas menanyakan nama pokok (Pokok Melaka) yang diteduhnya. Sebelumnya Parameswara beragama Hindu. dan kemudian memeluk agama Islam di tahun 1414. Parameswara melarikan diri ke Muar tetapi diganggu oleh biawak yang tidak terkira banyaknya. Parameswara ternampak seekor pelanduk menendang salah seekor daripada anjing-anjing pemburunya. kerana umumnya mereka memeluk agama Buddha. beliau melarikan diri ke Singapura. Parameswara tertarik dengan kegagahan pelanduk itu lalu beliau memutuskan membina sebuah penempatan di kawasan tersebut. Setelah berada di sana. Kemudian Parameswara berpindah ke Sening Ujong. Menurut Sejarah Melayu ("Malay Annals") yang dikarang oleh Tun Sri Lanang pada tahun 1565. Raja Sam Agi. Menurut "Suma Oriental". Setelah membunuh wakil Raja Siam (bernama Tamagi) di Singapura. Beliau diserang oleh Raja Jawa. Ekoran daripada itu. dan Palembang.

Melaka merupakan tempat perdagangan rempah dengan berfungsi sebagai pintu kepada negeri-negeri rempah untuk memasarkan rempah mereka. Pada tahun 1411. Yung Lo. dia dapat menguasai perdagangan dunia" (He who is lord of Malacca has his hand on the throat of Venice. Indonesia dan menukarkan nama beliau kepada "Raja Megat Iskandar Shah". Arab.) Faktor-faktor yang menyumbang kepada Melaka menjadi sebuah negeri yang maju adalah kerana pelabuhannya terlindung daripada ancaman Monsun Barat Daya dan Monsun Timur Laut. Pedagang-pedagang dari Jawa. diiringi oleh Laksamana Cheng Ho. China dan lain-lain dapat berlindung di Melaka sehinggalah keadaan selamat untuk mereka ke laut semula. ramai orang Cina menetap di Melaka. Pemerintahannya itu berkembang dengan pesat dan menjadi sebuah pelabuhan yang terpenting di Kepulauan Melayu pada abad ke-15 dan ke-16. beliau melawat negara China dengan rombongan pengiring sebanyak 540 orang untuk pertemuan dengan Maharaja Ming. Tambahan pula.Ancaman serangan daripada pihak Siam menyebabkan keputusan Parameswara membayar ufti kepada negara China pada tahun 1409 supaya mendapat perlindungan. berdekatan kawasan Bukit Cina yang mempunyai feng shui yang terbaik pada masa itu. Kelihatan Pedagang-pedagang Arab bersembahyang di Pelabuhan Melaka Parameswara memeluk Islam pada tahun 1414 melalui perkahwinannya dengan puteri Pasai. "Sesiapa yang menguasai Melaka. Ini dapat digambarkan menerusi Duarte Barbosa yang berkata. India. Semasa pemerintahan Parameswara. 20 .

Pada tahun 1456. beliau diganti oleh putera bongsunya. Sebahagian besar penduduk Asia Tenggara pada ketika itu beragama Hindu. Beliau berkhidmat di bawah empat Sultan dan merupakan tulang belakang kepada perkembangan Melaka ke mercu kekuasaannya di Kepulauan Melayu. Raja Ibrahim. Pada kemangkatannya dalam tahun 1444.Iskandar Shah mangkat pada tahun 1424 dan diwarisi oleh anaknya. Semasa pemerintahannya. pihak Siam membuat serangan pertama ke atas Melaka pada tahun 1447 tetapi ditewas tidak jauh dari Muar. Tun Perak menjadi bendahara dengan gelaran "Bendahara Paduka Raja". KESULTANAN MELAKA Tempoh Sultan 1400 – 1424 Sultan Iskandar Shah 1424 – 1444 Sultan Muhammad Shah 1444 – 1445 Sultan Abu Syahid 1445 – 1459 Sultan Muzaffar Shah 1459 – 1477 Sultan Mansur Shah 1477 – 1488 Sultan Alauddin Riayat Shah 1488 – 1511 Sultan Mahmud Shah 21 . Pendakwah-pendakwah Islam dihantar oleh Sultan ke seluruh Kepulauan Melayu seperti Jawa. Raja Kassim menaiki tahta pada tahun 1445 dan memakai gelaran "Sultan Muzaffar Shah" (1445-1459) menaiki takhta dan mengisytiharkan Islam sebagai agama rasmi negeri. Borneo dan Filipina. yang mengambil gelaran "Sultan Muhammad Shah" (1424-1444). Raja Ibrahim kemudian dibunuh dan dimakamkan dengan gelaran "Sultan Abu Syahid". Sri Maharaja.

Untuk menyambut Hang Li Po. empayar Melaka mencapai kemuncak kuasanya dan terdiri daripada Semenanjung Malaysia. Semasa pemerintahan Sultan Mansur Shah. Bagi mengeratkan hubungan diplomatik dengan Melaka. Melaka telah muncul sebagai kuasa besar di Kepulauan Tanah Melayu yang setaraf dengan kuasa besar 22 . Hang Li Po tiba di Melaka pada tahun 1458 bersama-sama 500 orang pengiring. Kejayaan Melaka Selepas Melaka muncul sebagai sebuah pusat perdagangan baru menggantikan Srivijaya pada Abad ke-15. Pada tahun 1459. Sultan Mansur Shah (1459 .1477) menaiki takhta. Disebabkan kedudukannya yang strategik. Maharaja China telah menganugerahkan anaknya Puteri Hang Li Po dengan tujuan untuk dikahwinkan dengan Sultan Mansur Shah. Kaum Peranakan ini juga dikenali sebagai orang Baba dan Nyonya pada hari ini. iaitu hasil daripada perkahwinan campur di antara pendatang Cina dengan penduduk tempatan.Melaka pada kemuncak zaman kegemilangannya. Salah satu kesan kebudayaan yang berpunca daripada peristiwa ini ialah wujudnya kelompok kaum Peranakan. Singapura. Majapahit kemudiannya tumbang pada kurun ke-15. Melaka telah berjaya mencapai kejayaan yang lebih besar kesan daripada faktor perdagangan yang semakin berkembang pesat. dan sebahagian besar Sumatera. Pesaing utama Melaka ialah Siam di utara dan Majapahit di selatan. Siam pula telah menyerang Melaka sebanyak tiga kali tetapi kesemua cubaan serangan tersebut telah gagal. Sultan Mansur Shah juga menghantar Tun Perpatih Putih dengan segolongan pengiring ke negeri China untuk mengiringnya. Melaka menjadi sebuah pangkalan luar yang penting bagi kapal-kapal.

menjadi pengantara menemukan pedagang Timur dan Barat termasuk Nusantara. Melaka yang pada mulanya merupakan sebuah kerajaan kecil telah berkembang dan mengambil alih peranan pusat perdagangan yang dulunya dipegang oleh Srivijaya. Walaupun Melaka merupakan warisan Srivijaya. Hal ini menunjukkan Melaka bukan sahaja berjaya mencontohi kejayaan Srivijaya dalam perdagangan tetapi juga dari segi perluasan wilayah. Kejayaan menarik tumpuan perdagangan dari Srivijaya ini telah mengangkat martabat Melaka ke tahap yang lebih tinggi kerana pada zaman dahulu hanya kuasa-kuasa besar sahaja yang mampu untuk mengendalikan pusat perdagangan yang cekap dan berupaya menyediakan kemudahan infrastruktur yang moden. Klang. dan China. sentiasa ‘berkirim salam’ dengan Melaka. Manakala Pasai pula sebagai ‘abang tua’ dalam perdagangan dan agama. Contoh negeri tersebut ialah seperti Bernam. namun pencapaian Melaka adalah berbeza daripada Srivijaya kerana Melaka merupakan tempat yang menjadi asas kepada pegangan yang menjadi nadi menggerakan seluruh kegiatan pemerintahan dan rakyatnya sehingga kini. Bukti kemunculan Melaka sebagai satu kuasa besar yang baru ialah Melaka telah dua kali berjaya menangkis serangan Siam dan akhirnya berjaya menguasai Kelantan.lain seperti Siam. dan Patani yang secara sukarela datang mendapatkan nobat daripada Melaka. Kejayaan Melaka memainkan peranannya sebagai sebuah enterport baru dapat dilihat dalam tiga bentuk iaitu bertindak sebagai penerima atau pembeli barang-barangan. Selangor. menjelang kurun ke-16 Melaka telah memutuskan hubungan hormat dengan Siam. Keupayaan Melaka telah menyebabkan sebilangan negeri yang dulunya berada di bawah kekuasaan kuasa Siam dan Jawa telah meminta naungan dan perlindungan daripada kekuasaan Melaka. Srivijaya. Kedah. 23 . Sungai Ujung. dan juga bertindak sebagai penyebar barang-barangan yang dibawa ke Melaka ke tempat lain.

Nama ini juga dikaitkan dengan kehadiran bangsa Sukhotai di Thailand yang pernah menguasai Kerajaan Ligor di Thailand Selatan yang dilanjutkan dengan menguasai negeri-negeri di separuh bagian Semenanjung Malaysia. dan Perlis. Pahang. tempat-tempat yang berdekatan dengan sungai. Gua Tongkat. yang bernama Maharaja Dewa Sura untuk memerintah Negeri Pahang pada saat itu. dan catatan Prapanca dalam kitab Nagarakertagama (1365 M). Benda-benda kuno yang ditemukan di tempattempat itu adalah berupa batu. gunung-gunung. Terengganu. tembikar. Perak. dan juga di tanah lapang. Kedah. Kelantan. Gua Kota Gelanggi. Gua Bama.KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL PAHANG Cikal bakal berdirinya Kesultanan Pahang berasal dari Negeri Pahang. catatan Fei Shien (1436 M). Gua Cintamani. yaitu Pahang. Bangsa ini mengutus wazir-nya (pembantu raja) di Kerajaan Siam. Setelah Wazir Maharaja Dewa Sura di Kerajaan Siam meninggal. maka dapat ditelusuri eksistensi negeri ini. yang masing-masing menyebutkan nama Pahang sebagai sebuah negeri. Kesultanan ini bermula dari kehadiran dan pengaruh bangsa Khmer di Kamboja. yaitu catatan-catatan para pengembara asing yang berkelana di Negeri Pahang ini. Diperkirakan negeri ini sudah berdiri sejak zaman neolitik (zaman peralihan dari batu ke tembikar atau zaman batu baru). Namun. Akhirnya. pemerintahan Maharaja Dewa Sura dapat dikalahkan oleh Sultan Mansor Shah (Sultan Melaka). dan besi kuno buatan manusia zaman purbakala. perunggu. Ada bukti-bukti lain yang dapat dijadikan sumber. Sultan Mansor Shah memerintahkan Seri Bija Diraja sebagai wakilnya untuk 24 . tanah pertambangan lama. dan Sungai Tembeling. Di tempat-tempat tersebut juga terdapat komplek Gunung Senyum. Sejarah berdirinya Kesultanan Pahang dapat diperkirakan sekitar tahun 1470. dalam waktu beberapa lama Negeri Pahang tidak mempunyai sistem pemerintahan yang ada rajanya. misalnya catatan Chau Jou-kua (1225 M). Berdasarkan bukti-bukti arkeologis prasejarah yang diteliti oleh sejumlah arkeolog di gua-gua batu. Gua Kecil.

Kedua anaknya tersebut pernah membunuh anak Bendahara Tun Besar dalam sebuah permainan rakyat. Nama Kesultanan Pahang Darul Makmur berasal dari cerita orangorang Melayu zaman dahulu bahwa ada di Sungai Pahang yang berhadapan dengan 25 . Pao. keduanya direncanakan akan memimpin Negeri Pahang. Pan. Padahal. Phaan. Pong-Fong. tidak lagi kerajaan. Pang-Kang. Setelah Seri Bija Diraja tidak lagi memimpin. Negeri ini kemudian dikenal sebagai Negeri Pahang. Orang-orang Arab dan Eropa menyebut kata Pahang dengan sebutan Pam. Ia pernah berpikir bahwa kedua anaknya yang bernama Raja Ahmad dan Raja Muhammad sebaiknya memimpin Negeri Pahang. Paon. Sultan Mansor Shah menyayangkan perbuatan mereka. Pang-Heng. Fanhan. Kesultanan Pahang sering disebut dengan sebutan Kesultanan Pahang Darul Makmur. Ia memerintahkan Raja Muhammad untuk menggantikan posisinya sebagai sultan. Paham. Raja Muhamamad sebenarnya adalah anak angkat dari Sultan Mansor Shah karena ia merupakan putra dari Maharaja Dewa Sura. Ada sumber yang menyebutkan bahwa kata Pahang berasal dari bahasa Siam yang asli terjemahannya adalah timah.memerintah Negeri Pahang. menurut cerita. Sultan Muhammad Shah akhirnya ditetapkan sebagai Sultan I di Kesultanan Pahang. yaitu Pang-Hang. dan Pahagh. Orang-orang Tionghoa biasanya menuliskan kata Pahang dengan berbagai tulisan. Asal usul nama Pahang dapat ditelusuri melalui berbagai sumber. Phe-Hang. Phang. Sebab. Sultan Mansor Shah mulai berpikir keras tentang siapa yang pantas memerintah Negeri Pahang agar kepemimpinan di negeri ini tidak kosong lagi. Paam. Chao Ju-Kua mengarang sebuah buku bernama Chu-Fan-Chi. Phang. Ia menyatakan bahwa di antara beberapa negeri yang pernah ditaklukkan San-Fo-Chi adalah negeri yang bernama Peng-keng. Raja Muhammad tetap dipercaya memegang tapuk kekuasaan kesultanan karena memang penunjukan terhadap dirinya sudah tepat. Sultan Mansor Shah tidak memiliki alternatif lain. Peng-Heng. Sejak saat itu nama Kesultanan Pahang resmi digunakan. terutama di wilayah Sungai Tembeling. masyarakat Siam pernah mendiami suatu negeri yang terkandung di dalamnya biji timah. Pada tahun 1225. meskipun ia bersama saudara angkatnya telah terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap anak Bedahara Tun Besar. dan lain-lain.

Sultan Muhammad Shah atau Sultan Pahang I (1470-1475) 3. saudara Sultan Muhammad Shah. Maharaja Dewa Sura (sebelum 1470) 2..-1590) 12. Sultan Zainal Abidin atau Sultan Pahang VII (1540-1555) 9. Pada tahun 1947. ia diberi gelar Marhum Sheikh. Sultan Mansor II atau Sultan Pahang VIII (1555-1560) 10. nama Pahang kemudian dikenal dengan nama Negeri Pahang Darul Makmur. sebagai Sultan Melaka. tidak puas dengan penunjukkan Raja Hussain. Sultan Abdul Kadir Alauddin Shah atau Sultan Pahang X (. kursi kepemimpinan Sultan Pahang pernah dipimpin dalam dua bentuk kepemimpinan. Sultan Mansor Shah I atau Sultan Pahang IV (1497-1515) 6. Kekecewaan ini menyebabkan Raja Ahmad mengungsi ke hulu Pahang. Setelah mangkat pada tahun 1497. Pada tahun 1475. Setelah masa Sultan Ahmad. terjadi suatu polemik di mana Raja Ahmad. Jadi. Raja Ahmad akhirnya dapat meraih tampuk kepemimpinan Kesultanan Pahang sebagai Sultan Pahang II. Sultan Ahmad atau Sultan Pahang II (1475-1497) 4. Raja Ahmad atau Sultan Pahang XI (1590-1592) 13. Pada masa pemerintahan ini. Silsilah Kesultanan Pahang adalah sebagai berikut: 1. Nama kuno untuk negeri ini adalah Pahang Inderapura. Sultan Abdul Jamil atau Sultan Pahang III (1511-1512) 5. ia diberi gelar dengan Marhum Langgar.Kampung Kembahang terdapat sebuah pohon kayu mahang yang konon berasal dari Negeri Pahang Darul Makmur. adik Sultan Abdul 26 . Sultan Abdul Ghafur Mohaidin Shah atau Sultan Pahang XII (1592-1614) Periode Pemerintahan Sultan Muhammad Shah atau Sultan Pahang I memerintah Kesultanan Pahang sejak tahun 1470 hingga tahun 1475. yang merupakan adik tiri mereka berdua. Sultan Abdul Jamal atau Sultan Pahang IX (tidak diketahui datanya) 11. Sultan Mahmud atau Sultan Pahang V (1515-1530) 7. Sultan Muzaffar atau Sultan Pahang VI (1530-1540) 8. Setelah dirinya mangkat..

Pada masa pemerintahan Sultan Mahmud. 27 . Ia meninggal pada tahun 1940 karena dibunuh oleh Khoja Zainal. Sultan Abdul Jamil. Sultan Muzaffar diberi gelar Marhum Tengah. pada tahun 1522. Sultan Mansor Shah I meninggal pada tahun 1515 karena dibunuh oleh orang yang tidak dikenal. Namun. Menurut cerita. ia pernah membunuh dua orang kapten dan 80 prajurit Portugis utusan Alfonso de Albuquerque yang datang ke Kesultanan Pahang. Pada tahun 1526. Sultan Mahmud memerintahkan untuk mengirimkan 2000 prajurit untuk membantu Kesultanan Bentan yang diserang oleh bala tentara Mascarenhas. Kesultanan Pahang bekerjasama dengan Kesultanan Bentan menyerang bala tentara Portugis di Sungai Muar. Ia dibunuh karena dianggap memiliki skandal dengan janda ayahnya sendiri. Sultan Mahmud diberi gelar Marhum Di Hilir. Setelah mangkat. ia diberi gelar Marhum Ziarat. Pada tahun 1512. Sultan ini disebut-sebut pernah bertunangan dengan Tun Teja. Ketika mangkat pada tahun 1530. Sultan Mansor Shah I melanjutkan kembali kepemimpinan kakaknya pada tahun 1512. tidak ada data yang jelas mengungkap hal ini. Sultan Mahmud menggantikan Sultan Mansor Shah I menjadi Sultan V (15151530). kekuasaan kesultanan secara resmi kemudian dipegang oleh Sultan Abdul Jamil.Jamil. ia turun dari tahta kekuasaan karena kecewa dan pergi ke Lubuk Pelang. Sultan Ahmad. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa sejak tahun 1497. ia adalah Sultan Pahang IV. ia pernah memimpin Kesultanan Pahang sebelum dipimpin oleh kakaknya. Sultan Muzaffar menggantikan posisi Sultan Mahmud sebagai Sultan Pahang VI pada tahun 1530. Menurut catatan sejarah. duta Brunei di Kesultanan Pahang. Ia diangkat sebagai Sultang Pahang III. Setelah mangkat. Pada tahun 1511. Nama Sultan Mansor Shah I belum tercatat sebagai Sultan Pahang III karena mungkin pada saat itu ia hanya menjadi “sultan demisioner”. Sultan Mansor Shah I terlebih dahulu memimpin kesultanan ini. Kepemimpinannya berlangsung hingga tahun 1515. Menurut catatan sejarah. Sultan Muzaffar dibunuh karena telah berselingkuh dengan istri Khoja Zainal.

Pada tahun 1592. 28 . kebakaran. puteri dari Raja Brunei. Namun ternyata ia tidak tinggal lama di Brunei karena pada tahun 1613 ia kembali ke Kesultanan Pahang dengan alasan bahwa negerinya sedang dilanda kemiskinan. ia diberi gelar Marhum Syahid. kekeringan. Sikap penuh perjuangannya terlihat ketika pada tahun 1550 ia memerintahkan bawahannya untuk mengirimkan bantuan berupa sejumlah pasukan kepada Kesultanan Johor dan Kesultanan Perak yang pada saat itu mengepung Kesultanan Melaka. kesultanan ini dipenuhi dengan konflik terbuka. Ada perkiraan bahwa ia mangkat karena dibunuh. Tidak ada data yang menyebutkan kapan ia mulai berkuasa. Ia mangkat pada tahun 1614 karena dibunuh oleh seseorang (yang tidak diketahui datanya). dan persengkataan antar masyarakat. Pada tahun 1612. Kesultanan ini juga pernah diserang oleh Kesultanan Aceh. Pada tahun 1617. Sultan Mansor II kemudian menggantikan posisi Sultan Zanal Abidin sebagai Sultan Pahang VIII (1555-1560). Sepeninggalan dirinya. boleh dikatakan bahwa kesultanan ini mengalami krisis eksistensi. Ia dikenal sebagai sultan yang memberlakukan Hukum Kanun Pahang (HKP). Namun. namun tidak diketahui data siapa yang membunuhnya dan dalam kasus apa.Sultan Zainal Abidin menggantikan posisi Sultan Muzaffar sebagai Sultan Pahang VII pada tahun 1540. Pengganti dirinya adalah adiknya sendiri. ia diberi gelar Marhum Di Bukit. Ketika mangkat pada tahun 1555. dan pada akhirnya menikah dengan Puteri Patani. Sultan Abdul Ghafur Mohaidin Shah menjadi Sultan XII. ia digantikan oleh Raja Ahmad sebagai Sultan Pahang XI yang memerintah hingga tahun 1592. Ketika mangkat pada tahun 1590. yaitu Sultan Abdul Jamal sebagai Sultan Pahang IX. Sejak tahun 1614. seperti perebutan kekuasaan antara Raja Abdullah (anak Sultan Abdul Ghafur) dengan Raja Bujang. Sultan Abdul Ghafur merupakan sultan terakhir di Kesultanan Pahang. catatan sejarah tentang sultan yang satu ini tidak jelas menyebutkan kapan ia mulai berkuasa dan kapan ia mangkat. Setelah mangkat. Sultan Abdul Kadir Alauddin Shah kemudian menjadi Sultan Pahang X. ia pergi ke Brunei.

yang di dalamnya terdapat sejenis ikan berwarna putih seperti perak. KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL NEGERI PERAK Perak merupakan salah satu negeri tertua di Tanah Melayu. Setelah tahun 1614. Para pembesar Perak merasa perlu adanya kepemimpinan yang berasal dari keturunan Malaka karena kebesaran dan kewibawaan 29 . seperti Halim Nasir yang berpendapat bahwa nama Perak diambil dari nama Sungai Perak di Chegar Galah. Pada tahun 1551 M. yaitu antara tahun 1470 hingga tahun 1614. Melaka jatuh di tangan Portugis. Proses berdirinya Kesultanan Perak tidak terlepas dari peran Kesultanan Melaka ketika itu.Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam berhasil menaklukkan Kesultanan Pahang. Belum ditemukan data yang memberikan informasi secara pasti tentang kapan mulai berdirinya Negeri Perak. Hanya saja. Ia membawa Raja Ahmad (Sultan Pahang XI) dan anaknya Raja Mughal ke Aceh. Pembesar Negeri Perak yang memerintah kawasan Hulu Sungai Perak hingga Kuala Temong. Tun Saban. yaitu Sejarah Melayu dan Salasilah Perak. bersama dengan Nakhoda Kassim pergi menghadap Sultan Mahmud Shah. yang sekarang masuk dalam wilayah Provinsi Riau. sistem administrasinya telah disesuaikan dengan perkembangan tata politik modern. sebagai cikal bakal Kesultanan Perak pada masa awal sejarah. meski masih bernuansa monarkhi. belum ditemukan catatan sejarah yang menuliskan bagaimana perkembangannya. Namun. Berdasarkan rentetan peristiwa sejarah tersebut. Tun Saban meminta agar putra Sultan Mahmud Shah yang bernama Muzaffar Shah bersedia memimpin di Perak. maka dapat diperkirakan bahwa Kesultanan Pahang eksis selama 144 tahun atau selama hampir satu setengah abad. Kedua sumber tersebut mencatat bahwa Kesultanan Perak berdiri pada tahun 1528 M. perak. Ia kemudian diangkat sebagai Sultan Kampar. Sejarah awal berdirinya Perak dapat ditelusuri melalui dua sumber utama. hingga kini Kesultanan Pahang tetap eksis. Sultan Mahmud Shah (Sultan Melaka ke-7 yang memerintah antara tahun 14881551 M) melarikan diri dan menetap di Kampar. Ada juga pakar sejarah lainnya. Sejumlah pakar sejarah sering mengkaitkan Negeri Perak dengan nama sejenis logam.

Ia dibantu oleh sejumlah pembesar kesultanan. Berdasarkan paparan tersebut. Ibukota Kesultanan Perak berpusat di Tanah Abang. Sultan Muzaffar Shah (1528-1540 M) 2. Ada 12 pembesar kesultanan dengan gelarnya masing-masing. Sultan Mukaddam Shah (1603-1619 M) 7. Sultan merupakan penguasa tertinggi di Kesultanan Perak. Sultan Ahmad Tajuddin (1577-1584 M) 4. Silsilah 1.sultan-sultan Malaka serta struktur pemerintahan Kesultanan Malaka pada saat itu yang telah berpengaruh besar dalam keseluruhan wilayah Tanah Melayu. Sultan Alauddin Shah (1594-1603 M) 6. sebagaimana berikut ini: 1. Yang Amat Berhormat Orang Kaya Besar Maharaja Di Raja 3. Pada tahun 1528 M. Sultan Mansur Shah I (1549-1577 M) 3. maka dapat dikatakan bahwa Kesultanan Perak merupakan kelanjutan dari Kesultanan Malaka yang telah jatuh di tangan Portugis pada tahun 1551 M. Yang Amat Berhormat Orang Kaya Bendahara Seri Maharaja wakil al Sultan Wazir Kabir (pembesar ini pada masa Sultan Muzaffar Shah adalah Megat Terawis) 2. Sultan Mansur Shah II (1619-1627 M) Struktur Pemerintahan Struktur pemerintahan Kesultanan Perak secara umum sama dengan struktur pemerintahan yang berlaku di Kesultanan Malaka. Yang Berhomat Orang Kaya-kaya Laksamana Raja Mahkota 30 . Yang Amat Berhormat Orang Kaya Menteri Paduka Tuan 5. Yang Amat Berhormat Orang Kaya Temenggong Paduka Raja 4. Sultan Tajul Ariffin Shah (1584-1594 M) 5. Muzaffar Shah kemudian diangkat sebagai Sultan Perak I dengan gelar Paduka Seri Sultan Muzaffar Shah I.

KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL NEGERI SELANGOR Kesultanan Selangor didirikan oleh Raja Lumu bin Daeng Celak atau Sultan Salehuddin Shah ibni al-Marhum Yamtuan Muda Daeng Celak pada tahun 1756 M. kekayaan sumber daya alam ini mendatangkan banyak minat kerajaan lain untuk menguasasi Perak.137).6. Kesultanan Aceh pernah menyerang Perak dan menjadikannya sebagai negeri jajahan.382 yang terdiri atas: Batang Padang (152. Kesultanan Perak dikenal dengan hasil ekonominya berupa biji timah. Manjung (191. Yang Berhomat Orang Kaya-kaya Setia Bijaya di-Raja 11. Hilir Perak (191. Kinta (751. Yang Berhomat Orang Kaya-kaya Panglima Kinta Sri Amar di-Raja 8. Yang Berhomat Orang Kaya-kaya Panglima Bukit Gantang Sri Amar Bangsa diRaja 9. dan Perak Tengah (82. Ia merupakan keturunan Bugis. sehingga kemudian dapat berdiri sendiri. Pada tahun 1575 M. Pada masa lalu. Larut Matang/Selama (273. Yang Berhomat Orang Kaya-kaya Shahbandar Paduka Indra 10. Sebelum berdiri (pada abad ke-15). Keriang (52. dan juga Portugis.321). Yang Berhomat Orang Kaya-kaya Imam Paduka Tuan 12. Kuala Kangsar (154. Sultan Salehuddin Shah berperan besar melepaskan Selangor dari kekuasaan Johor. Setelah Malaka mengalami masa kehancurannya.004).825).098).195).048). Dengan hasil bumi ini. Selangor kemudian menjadi rebutan kerajaan Johor.930. Selangor telah berada di bawah kekuasaan Malaka. Aceh.651). Yang Berhomat Orang Kaya-kaya Mahakurnia Indra di-Raja Kehidupan Sosial-Budaya Jumlah penduduk di Kesultanan Perak adalah 1. Perak menjadi kesultanan yang kian berkembang dan terus maju. 31 . Yang Berhomat Orang Kaya-kaya Sri Adika Raja Shahbandar Muda 7. Hulu Perak (82.103). Siam.

Bernam. bahkan sudah mulai dipasarkan ke negeri-negeri Selat dan China. Pada masa Sultan Abdul Samad. Ketika memerintah. Selangor sempat mengalami masa perpecahan di antara para pembesar kesultanan dalam soal memilih pemimpin yang baru. Setelah melalui perdebatan panjang. Langat. melakukan intervensi dengan cara ikut serta menyelesaikan perselisihan di antara mereka. putranya. putranya yang bernama Raja Ibrahim Marhum Saleh diangkat sebagai Sultan II Selangor dengan gelar Sultan Ibrahim Shah (1778-1826 M). selama 31 tahun memerintah. Ia merupakan anak dari saudara (keponakan) Sultan Muhammad Shah. Sultan Muhammad Shah meninggal pada tahun 1857 M. 32 . seperti Kuala Selangor. pabrik biji timah telah beroperasi. Sultan Muhammad Shah pernah mengalami masalah internal kesultanan. Kelang. Sejumlah daerah di Selangor. Raja Muda Selangor diangkat sebagai Sultan Selangor III dengan gelar Sultan Muhammad Shah (1826-1857 M). Meski demikian. Selangor pernah mengalami sejumlah peristiwa penting. Sepeninggalan Sultan. dianggap oleh sebagian peneliti sejarah. bala tentara Belanda menyerang Selangor hingga dapat menguasai Kota Kuala Selangor. Di samping itu. Selangor pernah diintervensi oleh Inggris. Sultan telah mengembangkan perekonomian kesultanan. Gubernur Inggris di Pulau Pinang.Ketika Sultan Salehuddin Shah mangkat pada tahun 1778 M. tidak mampu menguasai sultan-sultan dan pembesar-pembesar di daerah-derah tersebut. Tepatnya pada tanggal 13 Juli 1784 M. serta antara Sultan Mahmud dan Raja Ali (Yamtuan Muda Riau yang menggantikan Raja Haji). salah satunya mendirikan pabrik biji timah di Ampang. Hal itu terjadi karena Sultan. Sultan Ibrahim Shah pernah berperan besar dalam mengharmoniskan hubungan antara Belanda dan Sultan Mahmud Johor. Meski demikian. Hal ini bermula dari kesepakatan kerja sama antara Selangor dengan Perak yang berujung pada perselisihan utang-piutang. Sultan Ibrahim Shah mangkat pada tanggal 27 Oktober 1826 M. akhirnya terpilih Raja Abdul Samad Raja Abdullah sebagai Sultan Selangor IV dengan gelar Sultan Abdul Samad (1857-1898 M). Robert Fullerton. dan Lakut memisahkan diri. Semasa pemerintahannya.

Kemajuan perekonomian yang dialami Selangor menyebabkan negeri ini diminati oleh bangsa China. Pada masa pemerintahannya. Raja Muda Sulaiman ibni Almarhum Raja Muda Musa. Pada tanggal 17 Februari 1898 M. Sultan Abdul Samad mangkat pada tanggal 6 Februari 1898 M.Sultan Abdul Samad. Selangor. Tidak hanya itu. Ia kemudian digantikan oleh cucunya. Sultan Abdul Samad juga menyerahkan Langat menjadi milik menantunya itu. Sultan Abdul Samad mengangkat menantunya. Dengan cara ini. Tengku Dhiauddin ibni Almarhum Sultan Zainal Rashid (Tengku Kudin). dalam usia 93 tahun. Sejumlah pedagang asal China ada yang melakukan “kerja sama gelap” dengan beberapa pembesar Selangor untuk mengakses kekayaan perekomian negeri ini (belum ditemukan data waktu kejadian ini). pihak Inggris memaksa Sultan Abdul Samad untuk menerima Residen Inggris di Klang. Selangor mengalami suasana penuh pertikaian dan peperangan. Pada tahun 1874 M. Inggris dengan leluasa dapat mengintervensi kepentingan dalam negeri Selangor. Akibat dari siasat negatif ini. Raja Muda Sulaiman dilantik sebagai Sultan Selangor V dengan gelar Sultan Alauddin Sulaiman Shah (18981938) M. sebagai Wakil Yamtuan Selangor. Selangor mengalami kemajuan cukup pesat 33 . Ia dimakamkan di Jugra. Sultan Selangor IV (1857-1898 M) Pada tahun 1868 M.

Sementara itu. Ia dibantu oleh seorang Yang Dipertuan Besar/Agong. Saudagar asal China. ia diberi sambutan yang sangat hangat dari seluruh rakyatnya berupa upacara Jubli Emas di Klang. yaitu Tun Yuan. Negeri Terengganu pernah menjadi bagian dari wilayah jajahan Palembang. program pembangunan rumah ditingkatkan. Ketika usia pemerintahannya genap 40 tahun. Tiga anak Tun Zain Indera. yang biasanya berasa dari keturunan sultan. Tepatnya.yang ditandai dengan pembangunan fisik berupa jalan raya dan landasan kereta api. Tun Sulaiman (Tok Raja Kilat). Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Prapanca pada tahun 1365 juga menyebutkan bahwa Terengganu. Paka. terutama di daerah Klang. Terengganu pernah berada di bawah kekuasaan Kerajaan Johor. sultan tetap merupakan pemimpin tertinggi di kesultanan. seseorang yang bakal menggantikan posisi sultan bergelar Raja. Sejarah keberadaan kesultanan ini dapat dirunut dari beberapa fakta sejarah berikut ini. Tun Zain Indera kemudian meneruskan tugas mereka. Struktur Pemerintahan Kesultanan Selangor memiliki prinsip pemerintahan “demokrasi berparlemen”. Dalam struktur pemerintahan Selangor. ia mangkat dan dimakamkan di Klang dengan gelar “Marhum Atiqullah”. KERAJAAN MELAYU TRADISIONAL NEGERI TERENGGANU Sejarah awal berdirinya Kesultanan Terengganu belum dapat dipastikan. Prinsip ini sebenarnya juga dianut oleh wilayah-wilayah persekutuan dalam negara Malaysia. Diperkirakan Kesultanan Terengganu berdiri sebelum abad ke-18. Chao Ju Kua menyebutkan bahwa pada tahun 1225 M. Ketika itu. Ketika itu yang bertugas memerintah Terengganu adalah tiga orang pembesar Kerajaan Johor. dan Dungun pernah di bawah taklukan Majapahit. Ia dikenal bijaksana dalam memimpin Selangor. dan Tun Ismail kemudian memerintah Terengganu. Hal itu membuktikan bahwa Terengganu memang pernah ada dalam sejarah. yaitu Paduka Megat Seri Rama beserta Laksamana dan Bendahara Hasan. Tun Ismail memerintah di 34 . Pada tanggal 30 Maret 1938 M.

Dalam hikayat ini juga disebutkan bahwa Tun Zainal Abidin datang ke Patani terkait dengan rencananya untuk membunuh Laksamana Johor. Ketika pertama kali diangkat sebagai penguasa (tahun 1733 M). Tahta kekuasaan kemudian dipegang oleh puteranya. yang mendapat perintah dari Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah Johor. ia menikah dengan Raja Bulang. Pada tahun 1739 M. Dalam kitab Tuhfat an-Nafis karya Raja Ali Haji. Hal ini didasarkan pada bukti arkeologis. Tun Zainal Abidin dijadikan anak angkat oleh Raja Phra Nang Chau Yang. Hikayat Johor Serta Pahang. Ada dua versi sumber yang menyebutkan tentang pengangkatan Tun Zainal Abidin sebagai Sultan Terengganu dengan gelar Sultan Zainal Abidin I. yaitu berupa uang logam emas Terengganu yang mencantumkan nama Sultan Zainal Abidin I dan keterangan tahunnya pada 1120 H (yang bersamaan dengan tahun 1708 M). ia dikenal sebagai Raja Kecik (Raja Kecil). Oleh karenanya. sedangkan Tun Yuan sebagai Bendahara dan Tun Ismail sebagai Menteri Tersat. Dalam perkembangan selanjutnya. pada tahun 1688 M. Dalam sumber lain. usia Sultan Mansur I masih kanak-kanak. Sultan Mansur I (17331793 M). puteri Daeng Chelak (Yamtuan Muda Johor II).Pantai Layang (Balik Bukit Kuala Terengganu). Raja Patani. Paduka Raja Wan Abdul Rahman. tepatnya berumur 7 tahun. ia menghabiskan waktunya di Riau dalam urusan persaingan kepentingan 35 . Dalam kurun waktu antara tahun 1746 hingga 1760 M. Ketika berada di Patani. disebutkan bahwa pengangkatan tersebut dilakukan oleh Daeng Menampuk atau Raja Tua. Ia kemudian juga menikah dengan Raja Bakul. disebutkan bahwa pengangkatan tersebut dilakukan oleh Phra Nang Chau Yang. sebuah kesultanan Melayu yang berdiri sendiri. Kuala Terengganu. Sultan Zainal Abidin I yang lebih dikenal dengan sebutan “Bendahara Padang Saujana” meninggal pada tahun 1733 M. Tun Zainal Abidin bin Bendahara Tun Habib Abdul Majid (Bendahara Padang Saujana) mendirikan Kesultanan Terengganu. Ia dimakamkan di Bukit Keledang. putera Sultan Sulaiman Badrul Alam Shah. Diperkirakan Tun Zainal Abidin menjadi Sultan Terengganu I pada tahun 1708 M.

Kerajaan Siam. Long Zainal. Pada tahun 1760 M. Ia diberi gelar Marhum Mata Merah. ketika kembali ke Terengganu. Kesultanan Kelantan makin berjaya. Sebagai akibat dari kekalahan tersebut. Ketika ia memerintah terjadi jalinan hubungan kekeluargaan antara Terengganu dengan Lingga. Raja Kelantan. ia membantu Long Yunus. Ketika memimpin.antara orang-orang Melayu dengan Bugis. Pada tahun 1776 M. Kesultanan Terengganu pernah berhubungan dengan Syarikat Hindia Timur Inggris. Pada tahun 1808 M. Pelantikan Tengku Muhammad sebagai Yang Dipertuan Besar Kelantan pada tahun 1795 M ternyata tidak disenangi oleh putera-putera Long Yunus. Ketika mangkat pada tahun 1793 M. terjadi juga perkawinan antara Tengku Besar Muhammad. Tahta kekuasaan kemudian dipegang oleh Tengku Ahmad. dan Belanda. Sultan Zainal Abidin II wafat. Sultan Zainal Abidin II (1793-1808 M). ia diberi gelar Marhum Janggut. Ketika itu. Selanjutnya. Kakaknya. Tengku Ahmad berkuasa antara tahun 18081830 M dengan gelar Sultan Ahmad Shah. Pada perkembangan selanjutnya. putera Long Sulaiman Ibni Long Bahar (Yang Dipertuan Kelantan) dalam usaha meraih tahta kekuasaan Kesultanan Kelantan. Pada tahun 1821 M. Tengku Muhammad juga mendapat bantuan dari Kerajaan Patani. dan Long Tan. Sultan Zainal Abidin II ikut membantu perjuangan Tengku Muhammad. Pada masa pemerintahan Sultan Mansur I. pasukan Terengganu-Patani dapat dikalahkan. Sultan Zainal Abidin II pernah terlibat dalam perselisihan antara salah seorang anggota keluarganya (kakaknya) dengan Kesultanan Kelantan. Namun demikian. yaitu Long Muhammad. Hal ini berdampak pada perselisihan yang semakin akut hingga menyebabkan terjadinya perang antara Tengku Muhammad dengan putera-putera Long Yunus yang dipimpin oleh Long Muhammad. 36 . putera Sultan Muhammad (dari Kesultanan Kelantan). Long Yunus diangkat sebagai Sultan Kelantan. Sultan Abdul Rahman Lingga datang ke Terengganu dengan maksud ingin menikahi adik Sultan Ahmad Shah. Kerajaan Patani. Tengku Muhammad merupakan Yang Dipertuan Besar Kelantan dan sekaligus menantu dari Long Yunus. bahkan mampu menguasai Kesultanan Terengganu yang sebelumnya justru lebih kuat dan dominan. Tahta kekuasaan kemudian dipegang oleh putranya. Long Muhammad diangkat sebagai Sultan Kelantan dengan gelar Sultan Muhammad.

Pada tanggal 4 Juli 1830. Ada dua kubu yang berseteru: di satu sisi. Pada November 1822 M. Sultan Abdul Rahman menetap di Terengganu selama dua tahun. Sultan Daud ternyata hanya memerintah selama satu bulan saja karena ia mangkat pada Februari 1831 M (16 Syaban 1246 H). ternyata perselisihan di antara kedua kubu tersebut masih berlanjut. Tengku Daud dan Tengku Omar. Sepeninggalannya. namun pembesar Kesultanan Terengganu lebih memilih adiknya. Sultan Ahmad Shah meninggal dunia. sementara di sisi lain. Tengku Abdul Rahman sebagai Sultan Terengganu pada tahun 1830 M. Tengku Mansur melantik pembesarnya sendiri. Pembesar kesultanan kemudian memilih Tengku Daud bin Sultan Ahmad Shah sebagai Sultan Terengganu dengan gelar Sultan Daud. Perselisihan dua kubu tersebut akhirnya berujung pada peperangan. Konsekuensinya. Tengku Mansur diangkat sebagai Sultan Terengganu dengan gelar Sultan Mansur II pada tahun 1831 M. suksesi kepemimpinan di Kesultanan Terengganu sempat bermasalah. Dalam peperangan ini. sedangkan Tengku Mansur memusatkan kubunya di Balik Bukit. Tengku Omar kemudian menghadap ke Sultan Muhammad Lingga untuk meminta bantuan. Tengku Omar dapat dikalahkan. ia telah berada di Lingga. dengan gelar Marhum Surau. Sultan Muhammad Lingga kemudian mengirimkan utusannya ke Terengganu 37 . sedangkan Tengku Omar juga melantik mertuanya. para pembesar kesultanan saling bermusyawarah dan memutuskan Tengku Mansur sebagai Yang Dipertuan Tua dan Tengku Omar sebagai Yang Dipertuan Besar.putera Sultan Abdul Rahman dengan Tengku Teh (atau Tengku Kalthum). Namun. Akhirnya. Tengku Omar memusatkan kubunya di Bukit Puteri. puteri Sultan Ahmad Shah. Ia mendapat gelar Marhum Kampung Daik. Tengku Ismail sebagai menteri. Pusat kekuasaan kedua kubu juga berbeda. ada yang mendukung Tengku Omar bin Sultan Ahmad. Meski Sultan Ahmad Shah memiliki dua orang putera. Sultan Abdul Rahman tidak lama memerintah (hanya sekitar enam bulan) karena ia meninggal pada tahun 1831 M. ada pembesar kesultanan yang mendukung Tengku Mansur bin Sultan Zainal Abidin II. Ia kemudian diberi gelar Marhum Parit karena ketika masih hidup ia pernah membangun parit yang mengelilingi kota istana. Che Ku Omar dan Che Ku Ahmad sebagai menteri.

Tengku Muhammad. Hal itu menyebabkan Sultan Muhammad harus mundur ke Seberang Takir. Pada masa pemerintahannya. Ia diberi gelar Marhum Baginda. usia Sultan Muhammad masih sangat muda (15 tahun). 38 . Tengku Omar kemudian memegang tampuk kekuasaan dengan gelar Baginda Omar atau Sultan Omar (1839-1876 M). Hingga pada akhirnya terjadi suatu peperangan hebat antara kubu Tengku Omar dengan kubu pasukan Sultan Muhammad. Ternyata keinginan Sultan Muhammad Lingga tidak dapat diterima oleh Sultan Mansur II. Sultan Omar mangkat. Karena tidak mempunyai putra. Kesultanan Terengganu pernah berkembangan sangat maju. Sultan Ahmad Shah II mendapat gelar Marhum Baharu. Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad ini. seorang pembesar Sultan Muhammad. Ketika diangkat sebagai Sultan Terengganu. Tengku Omar akhirnya memutuskan untuk mengikuti rombongan Sultan Muhammad kembali ke Lingga. Sesampainya di Terengganu. Sultan Zainal Abidin III (18811918 M). Ia diberi gelar Marhum Mansur. Pasukan Sultan Muhammad dapat dikalahkan oleh pasukan Tengku Omar. Untuk membantu jalannya pemerintahan. Tahta kekuasaan kemudian dipegang oleh putranya. Pada tahun 1836 M. Ketika mangkat pada tahun 1881 M. Hal itu ditandai dengan kembalinya Tengku Omar dari Lingga ke Terengganu. Tahka kekuasaan kemudian dipegang putranya. Tengku Abdullah bin Sultan Abdul Rahman diangkat sebagai Raja Muda Terengganu. dan Besut. tahta kekuasaan kemudian dipegang oleh anak saudaranya. Tengku Omar singgah terlebih dahulu di Kemaman untuk mengumpulkan kekuatannya. Hal itu berarti bahwa Sultan Muhammad telah menyerahkan kekuasaannya. Tengku Ahmad bin Raja Muda Mahmud dengan gelar Sultan Ahmad Shah II. Ia beserta rombongannya mulai bergerak masuk ke Kuala Terengganu.untuk mendamaikan Sultan Mansur II dengan Tengku Omar. Sultan Mansur II meninggal dunia. Pasukan Sultan Muhammad kemudian mundur lagi ke Kelantan. terjadi lagi perebutan kepemimpinan. Dungun. Pada tahun 1876 M. Pasukan Tengku Omar terus melakukan penyerangan di Besut hingga mampu membunuh Che Ku Omar.

Secara keseluruhan. disebutkan bahwa Sultan Terengganu adalah Raja yang bertahta atau juga disebut Duli Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Besar Sultan Negeri Terengganu. Sultan Abdul Rahman (1830-1831 M-hanya enam bulan) 6. sultan merupakan penguasa tertinggi.Silsilah Berikut ini adalah daftar sultan yang pernah berkuasa di Kesultanan Terengganu: 1. Sultan Zainal Abidin II (1793-1808 M) 4. dan lima”. Menurut Undang-undang Diri Kesultanan Negeri Terengganu (al-Itqan alMuluk bi Ta‘dil al-Suluk) yang ditulis pada tanggal 2 November 1911 M. Dalam Undang-undang tersebut disebutkan bahwa syarat-syarat seseorang menjadi sultan adalah sebagai berikut: “Maka hendaklah sultan yang memerintah Kesultanan Terengganu adalah beragama Islam. dan pembesar kesultanan. Sultan Zainal Abidin I (1708-1733 M) 2. Sultan Ahmad Shah (1808-1830 M) 5. baik dalam hal bertingkah-laku maupun dalam hal memerintah Kesultanan Terengganu. dan laki-laki. berasal dari keturunan sultan-sultan yang memerintah Kesultanan Terengganu. menteri. sultan merupakan penguasa tertinggi dalam pemerintahan Terengganu dan pemilik Kesultanan Terengganu itu sendiri. sebagaimana tertera dalam pasal tiga. Undang-undang Diri Kesultanan Negeri Terengganu berperan sebagai panduan untuk sultan. Gelar sultan adalah Yang Dipertuan Besar Sultan Terengganu. Sultan Daud (1831 M-hanya satu bulan) Struktur Pemerintahan Dalam struktur pemerintahan Kesultanan Terengganu. 39 . empat. Menurut Undang-undang di atas. bangsa Melayu. Sultan Mansur I (1733-1793 M) 3. pengganti sultan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful