KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia; bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada butir a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat; bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan Keputusan Presiden;

b.

c.

Mengingat

:

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KEPUTUSAN PRESIDEN GERAKAN PRAMUKA.

TENTANG

PENGESAHAN

ANGGARAN

DASAR

Pasal 1 Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini. Pasal 2 Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2004 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI

KEPUTUSAN Biro Peraturan Plt. KepalaPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN NOMOR TANGGAL

Perundang-undangan Bidang Kesejahteraan Rakyat dan ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Aparatur Negara,
PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan, dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada Utomo Fariedtanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selamalamanya. Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab. Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan: - negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika; - ideologi Pancasila; - kehidupan rakyat yang rukun dan damai; - lingkungan hidup di bumi nusantara. Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan, sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka disusunlah anggaran dasar Gerakan Pramuka ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, STATUS, TEMPAT, DAN WAKTU Pasal 1 Nama, Status, dan Tempat (1) (2) (3) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan Pramuka berstatus badan hukum. Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

: 104 Tahun 2004 : 18 Oktober 2004

Pasal 2 Waktu (1) Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia. (2) Hari Pramuka adalah tanggal 14 Agustus. BAB II ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI, Pasal 3 Asas Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Pasal 4 Tujuan Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya sehingga menjadi: a. manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang: 1). beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, emosional, dan tinggi moral 2). tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya 3). kuat dan sehat jasmaninya b. warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional. Pasal 5 Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.

Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan non formal, di luar sekolah dan di luar keluarga, dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan Motto Gerakan Pramuka yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. BAB III SIFAT, UPAYA DAN USAHA Pasal 7 Sifat Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional Indonesia.

(1)

(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis. (4) Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga. (5) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Pasal 8 Upaya dan Usaha Segala upaya dan usaha Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan

(1) Pramuka. a. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui kegiatan: 1) Keagamaan, untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut agama masing-masing 2) Kerukunan hidup beragama antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain 3). Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan b. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa; c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan; d. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional; e. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri, sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif, rasa tanggung jawab dan disiplin; f. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan; g. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan; h. Membina dan melatih jasmani, panca indera, daya pikir, penelitian, kemandirian dan sikap otonom, keterampilan, dan hasta karya. (2) Upaya dan usaha untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak, mental, emosional, jasmani dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. a. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak; b. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian; c. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi; d. Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional; e. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional; f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. (3) Untuk menunjang upaya dan usaha serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia, perlengkapan, dana, komunikasi, dan kerjasama.

BAB IV SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN, KODE KEHORMATAN, METODE KEPRAMUKAAN, MOTTO DAN KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Pasal 9 Sistem Among (1) Pendidikan nasional bersendikan Sistem Among, artinya menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin diri dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan. (2) Sistem Among berarti mendidik anak menjadi manusia merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (3) Dalam Sistem Among, pendidik dituntut bersikap dan berperilaku: a. b. c. Ing ngarso sung tulodo ; Ing madyo mangun karso; Tut wuri handayani .

Pasal 10 Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan. (3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat. Pasal 11 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah : a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; c. peduli terhadap diri pribadinya; d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. (2) a. b. c. d. e. Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai: norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka; landasan Kode Etik Gerakan Pramuka; landasan sistem nilai Gerakan Pramuka; pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka; landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

Pasal 12 Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; b. belajar sambil melakukan; c. sistem berkelompok;

Pembantu Pembina Pramuka. Anggota dewasa: a) Anggota Dewasa Muda : Pandega b) Anggota Dewasa : Pembina Pramuka. Pembina Profesional. kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik. Pamong Saka. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma. Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma. . Pimpinan Saka. c. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma. (3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu: a. sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. Pembantu Andalan.d. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah : “Satyaku kudarmakan. h. sistem tanda kecakapan. 1) 2) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas: Anggota biasa : Anggota muda : Siaga. g. Andalan. kiasan dasar.” Pasal 15 Kiasan Dasar Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa. BAB V ORGANISASI Pasal 16 Anggota (1) a. (2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan Kode Etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat sehari-hari yang diterimanya dengan sukarela serta ditaati demi kehormatan dirinya. Pasal 14 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan Kode Kehormatan. f. b. Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma. d. Pelatih Pembina Pramuka. Anggota Majelis Pembimbing Anggota kehormatan: b. kegiatan di alam terbuka. Pasal 13 Kode Kehormatan Pramuka (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. Penggalang dan Penegak. Instruktur Saka. Darmaku kubaktikan. e.

b. Anggota muda dan anggota dewasa muda Gerakan Pramuka dihimpun dalam gugus depangugusdepan dan anggota dewasa dihimpun di Kwartir. Ranting-ranting dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Cabang meliputi wilayah Kabupaten atau Kota. Pasal 17 Hak dan Kewajiban (1) (2) Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban. (3) Cabang. Gugusdepan-gugusdepan dikoordinasikan oleh Kwartir Ranting yang meliputi suatu wilayah Kecamatan/Distrik. c. (5) Nasional. d. Hak dan kewajiban tersebut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (6) Di tingkat Gugusdepan Gerakan Pramuka dipimpin oleh pembina gugusdepan. e. Cabang-cabang dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Daerah meliputi wilayah Propinsi. Pasal 20 Kepengurusan (1) (2) Ranting. Daerah-daerah dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Nasional meliputi wilayah Republik Indonesia. Pasal 21 Satuan Karya Pramuka . Pasal 19 Pramuka Utama Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama. Pasal 18 Jenjang Organisasi Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut: a. (4) Daerah.1) 2) (2) anggota dewasa purna bakti orang-orang yang bersimpati dan berjasa kepada Gerakan Pramuka Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota tamu. Di tingkat Ranting Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Cabang Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Daerah Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Nasional Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Pergantian Pengurus Gerakan Pramuka dilaksanakan pada waktu musyawarah. Di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk gugusdepan di bawah pembinaan Kwartir Nasional. (7) Kepengurusan baru dalam jajaran Ranting sampai dengan Nasional terdiri dari unsur Pengurus lama dan Pengurus baru. f.

materiil. materiil. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Daerah yang diketuai oleh Gubernur beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Ranting yang diketuai oleh Camat/Kepala Distrik dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. disingkat Saka. organisatoris. dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) Kwartir Cabang diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. organisatoris. mengembangkan bakat. materiil. untuk melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat. sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional. (6) Satuan Karya Pramuka diberi bimbingan dan bantuan oleh Majelis Pembimbing yang bersifat moral. a. (2) (3) Badan Pemeriksa Keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan Kwartir. (5) Gugusdepan diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. Personalia Badan Pemeriksa Keuangan berjumlah minimal 3 orang anggota . organisatoris. materiil. materiil. Pasal 23 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah Pembinaan Anggota Dewasa. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Nasional yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia dengan beranggotakan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian kepada Gerakan Pramuka. organisatoris. dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh Bupati atau Walikota dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. Pasal 25 Pemeriksaan Keuangan (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan yang terdiri atas orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat di sekitar gugusdepan. Pimpinan Saka adalah bagian integral dari Kwartir. materiil. (2) Nasional. Daerah. Pasal 22 Dewan Kerja Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya. organisatoris. (2) Kwartir Daerah diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. (4) Kwartir Ranting diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. organisatoris. dan finansial oleh Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang terdiri atas tokoh pemerintahan dan masyarakat. (2) Saka di tingkat Kwartir dipimpin secara kolektif oleh Pimpinan Saka. dan Pasal 24 Bimbingan (1) Kwartir Nasional diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. bangsa dan negara.(1) Satuan Karya Pramuka. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang.

pertanggungjawaban keuangan. Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa baktinya. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. c. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak.Gerakan Pramuka ditambah seorang staf yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan. Badan Pemeriksa Keuangan dibantu oleh Akuntan Publik. Pimpinan Musyawarah Daerah adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Cabang untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. (4) Musyawarah Ranting a. c. d. Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa baktinya termasuk. b. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Ranting untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. . pertanggungjawaban keuangan. Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Pimpinan Musyawarah Nasional adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional. Pimpinan Musyawarah Cabang adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang. d. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. c. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. d. termasuk pertanggungjawaban keuangan 2) Menetapkan Rencana Strategik 5 tahun. Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa baktinya termasuk. b. Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa baktinya termasuk. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Nasional untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. b. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (2) Musyawarah Daerah a. Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. b. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. (3) Musyawarah Cabang a. (4) Badan Pemeriksa Keuangan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Penyelenggaraan. Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali. maka di antara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. e. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. pertanggungjawaban keuangan. b. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Daerah untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. BAB VI MUSYAWARAH DAN REFERENDUM Pasal 26 Musyawarah (1) Musyawarah Nasional a. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa.

. BAB VII PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 28 Pendapatan Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. pertanggungjawaban keuangan. c. usaha dana. Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. 3) Menetapkan Pembina Gugusdepan untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. BAB VIII ATRIBUT Pasal 30 Lambang Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. e. d.c. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu referendum. Pimpinan Musyawarah Ranting adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (5) Musyawarah Gugusdepan a. warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah. badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. b. berukuran tiga banding dua. Pimpinan Musyawarah Gugusdepan adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: 1) Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa baktinya termasuk. b. sumber lain yang tidak bertentangan. di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”. bantuan majelis pembimbing. Pasal 31 Bendera Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang. d. Pasal 29 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak milik intelektual (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Mabi. iuran anggota. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. d. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. Pasal 27 Referendum Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa. c. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa.

Pasal 33 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini. (1) a. tanggal 14 Agustus 1961. BAB XI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 37 Perubahan Anggaran Dasar Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh utusan daerah sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya. Pasal 34 Pakaian Seragam dan Tanda-tanda Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin. d. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat. BAB X PEMBUBARAN Pasal 36 Pembubaran Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. BAB IX ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 35 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. BAB XII Musyawarah Nasional jika disetujui oleh (1) (2) .Pasal 32 Panji Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961. b. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. Usul perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka diterima oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang hadir. maka cara penyelesaian harta benda milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang mengusulkan pembubaran itu. c. (2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan.

2. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan keputusannya. Menimbang : a. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sesuai Keputusan Munas 2003 nomor 09/MUNAS/2003 telah disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999. Saran Kelompok Kerja Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. c. 3. sehingga Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 perlu disempurnakan agar sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tersebut.Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2003 di Pontianak. tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. dan oleh karena itu Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Arahan Pimpinan Kwartir Nasional dan Andalan Nasional. Memperhatikan 1. : 2. di Pontianak KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kalimantan Barat. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka perlu dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. : 1. b. Mengingat .PENUTUP Pasal 38 Penutup Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kalimantan Barat pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003.

(2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kepramukaan sebagai cara mendidik kaum muda. Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka untuk melaksanakan dan menyebarluaskan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini. TUJUAN DAN TUGAS POKOK. H. Dengan berlakunya Keputusan Kwarnas ini. adalah gerakan pendidikan kaum muda yang didukung oleh orang dewasa. dr. Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. Azrul Azwar. maka Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dinyatakan tidak berlaku lagi. dengan bimbingan orang dewasa. Pasal 2 Tempat (1) Domisili kantor pusat Gerakan Pramuka di Ibukota negara Republik Indonesia. : 31 Mei 2005 Prof. Ditetapkan di Pada tanggal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. MPH LAMPIRAN KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA BAB I NAMA DAN TEMPAT Pasal 1 Nama (1) Gerakan Pramuka. DR. SASARAN. DAN FUNGSI . : Jakarta.M E M U T U S K A N: Menetapkan: Pertama : Kedua: Ketiga : : Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan di seluruh wilayah Republik Indonesia. BAB II ASAS. yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana.

e. moral. sosial. berani dan mampu menghadapi tugas-tugas serta memiliki komitmen. . Berdisiplin yaitu berpikir. spiritual. sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. bertanggungjawab. sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat. inovatif.Pasal 3 Asas (1) Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. teratur. SIFAT DAN UPAYA Pasal 7 Kepramukaan (1) Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan. intelektual dan fisik. (3) Kepramukaan merupakan sistem pembinaan dan pengembangan sumberdaya atau potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional. moral dan fisiknya d. moral. menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental. kepedulian. sosial. bersikap dan bertingkah laku tertib c. sehat. spiritual. (2) Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik mental. emosional. akhlak dan budi pekerti luhur. Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan sumber daya generasi muda. kepentingan. yang percaya kepada kemampuan sendiri. Sehat dan kuat mental. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 4 Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan: a. terarah. berpikir kreatif. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. emosional. praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian. Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan dijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa. intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia. dapat dipercaya. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berjiwa Pancasila b. Membentuk sikap dan perilaku yang positif. semangat kebersamaan. bangsa dan negara. BAB III KEPRAMUKAAN. Pasal 5 Sasaran Sasaran kepramukaan adalah mempersiapkan kader bangsa yang: a. dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. menyenangkan. b. (2) Penghayatan dan pengamalan Pancasila diwujudkan dalam sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramuka.

Anggota Gerakan Pramuka secara pribadi dapat menjadi anggota suatu organisasi kekuatan sosial politik.(4) Pendidikan dalam kepramukaan dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan yang berkesinambungan bagi Sumber Daya Manusia Pramuka. keterampilan. spiritual. b. 3) tidak dibenarkan mengenakan pakaian atau tanda-tanda yang dipakai sebagai identitas organisasi kekuatan sosial politik pada waktu menghadiri atau mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka. Pendidikan berbeda dengan pengajaran. (2) Keanggotaan Gerakan Pramuka bersifat sukarela. Pasal 9 Upaya (1) Segala upaya Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. b. Gerakan Pramuka memberi kebebasan kepada anggotanya untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Pasal 8 Sifat (1) a. sosial intelektual dan fisiknya. moral. (5) b. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental. pengetahuan. Pada hakekatnya yang menjadi pendidik sebenarnya adalah pihak yang dididik. dengan ketentuan: 1) tidak dibenarkan menyiarkan faham politik yang dianutnya ke dalam lingkungan Gerakan Pramuka. c. b. d. bangsa Gerakan Pramuka dapat didirikan di seluruh wilayah tanah air Indonesia dan diikuti oleh seluruh Indonesia tanpa membedakan Suku dan Ras. Yang ditiru harus berharga/bernilai untuk ditiru. Ada yang meniru dan harus ada yang ditiru. yang sasarannya menjadikan mereka sebagai manusia yang mandiri. moral. Gerakan Pramuka berpegang pada peraturan perundang-undangan negara dan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia. emosional. a. c. pendidik hanya pemberi bahan pendidikan yang selanjutnya diproses oleh penerima bahan pendidikan tersebut sendiri. peduli. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial politik manapun. (3) Gerakan Pramuka dan Politik a. bertanggungjawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat. Dasar dan landasan pendidikan adalah meniru. yang berarti tidak ada unsur kewajiban dan paksaan. Gerakan Pramuka tidak terlepas dari idealisme. Gerakan Pramuka membina anggotanya untuk menumbuhkan dan memupuk kerukunan hidup beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai agama dan kepercayaan orang lain. c. proses pendidikan lebih pelan daripada proses pengajaran. e. Gerakan Pramuka membina anggotanya agar meningkatkan ketakwaan dan menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. fisik. Semua jajaran Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan yang bersifat politik praktis. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. dan pengalaman melalui kegiatan: . Pelaksana pendidikan dalam kepramukaan agar menghayati dan menyadari bahwa: Karya di bidang pendidikan adalah karya peningkatan mutu mental. prinsip dasar dan metode gerakan kepanduan sedunia. 2) tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka atau tanda-tanda Pramuka pada waktu mengikuti kegiatan organisasi kekuatan sosial politik dan melakukan kegiatan politik praktis. (4) Gerakan Pramuka dan Agama a.

teratur. emosional. diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi. mental. 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya. dan hasta karya. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri. sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif. g. f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa b. . Kesadaran berbangsa dan bernegara c. dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal. rasa tanggungjawab dan disiplin. daya pikir. persaudaraan dan perdamaian. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa. d. 2) Kerukunan hidup antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain. baik lokal. c. 3) Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara. personalia. jasmani. b.1) Keagamaan. Kepedulian dan tanggungjawab serta disiplin. Rasa percaya diri sendiri f. keterampilan. terarah. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. sehat. keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. Pengamalan moral Pancasila d. Pasal 10 Pembinaan Watak. (2) Pembinaan watak dilakukan melalui kegiatan penanaman. penelitian. 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan. yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. praktis. komunikasi dan kerjasama. panca indera. Pemahaman sejarah perjuangan bangsa e. ilmu pengetahuan dan teknologi. e. perlengkapan. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan. kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat. (2) Upaya untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak. Membina dan melatih jasmani. menyenangkan. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. e. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi. kemandirian dan sikap otonom. b. nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan. Keterampilan dan Kesehatan (1) Pada hakekatnya semua kegiatan dalam Gerakan Pramuka diarahkan untuk membina watak. keterampilan dan kesehatan anggota muda dan anggota dewasa muda. nasional maupun internasional. d. dana. untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional. c. h. (3) Untuk menunjang upaya serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka. a. menurut agama masing-masing. f. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. Mengadakan kemitraan. spiritual. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan. pemupukan dalam diri anggota muda dan anggota dewasa muda: a.

Kwartir Daerah. serta keindahan dan kelestarian lingkungan hidup. latihan dan penyuluhan kesehatan. disingkat Lemdikada. antara lain untuk meningkatkan kerjasama. (3) a. Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing. dan Kwartir Nasional. kreatif. perlu lebih sering diselenggarakan pertemuan di tingkat Ranting dan Cabang. Pimpinan Saka. pelatihan dan pertemuan informal. c. sehingga kemampuan setiap Ranting dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. Kwartir Cabang. Pramuka Pandega. . (3) Setiap Kwartir Cabang membina Kwartir Ranting. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah. anggota dewasa muda di gugusdepannya terus meningkat. Instruktur Saka. sehingga kemampuan setiap Cabang dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. disiplin. Pembina Profesional. (2). (5) Pembina Gugusdepan berusaha supaya jumlah dan mutu para pembina dan anggota muda. (4) Pembinaan kesehatan dilakukan dengan kegiatan kebersihan dan ketertiban. Pasal 13 Pertemuan Untuk Memupuk Persaudaraan (1) Gerakan Pramuka mulai dari gugusdepan sampai dengan tingkat nasional menyelenggarakan pertemuan untuk memupuk rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam upaya melestarikan keutuhan bangsa dan negara. dan (3) pasal ini dibentuk lembaga pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. disingkat Lemdikanas. keterampilan. disingkat Lemdikacab. b. kecerdasan. Pasal 12 Pendidikan Tenaga Kader Gerakan Pramuka (1) Semua kwartir berusaha meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kader Gerakan Pramuka. Agar dapat mengikutsertakan sebanyak mungkin anggota Gerakan Pramuka dalam pertemuan untuk memupuk kekeluargaan dan persaudaraan. b. (4) Setiap Kwartir Ranting melakukan koordinasi dan bimbingan baik organisasi maupun operasional kepada gugusdepan dan satuan karya dalam wilayah kerjanya dan wajib berusaha supaya jumlah dan mutu gugusdepan dan satuan karya di wilayahnya terus meningkat. (3) Setiap kwartir membantu jajaran kwartir di wilayah kerjanya untuk melaksanakan pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. inovatif serta mengandung pendidikan.(3) Pembinaan keterampilan dilakukan dengan latihan alat driya. (2) Setiap Kwartir Daerah membina Kwartir Cabang. Pelatih Pembina Pramuka. (2) Pertemuan itu diisi dengan acara kegiatan yang menarik. sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya di wilayah masing-masing. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional. (6) Kwartir Nasional membina secara langsung gugusdepan yang berpangkalan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. (2) Untuk melaksanakan maksud yang tertera dalam ayat (1) pasal ini Kwartir Ranting. rasa kekeluargaan. (4) Untuk melaksanakan tugas tersebut dalam ayat (1). sehingga mampu meningkatkan mutu kepramukaan. sehingga kemampuan setiap Daerah dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. Pasal 11 Pembinaan Kwartir dan Satuan (1) Kwartir Nasional membina Kwartir Daerah. seperti berikut: a. Pamong Saka. Pembina Pramuka. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang. kecakapan dan penguasaan teknologi. Dapat mengikutsertakan masyarakat muda lainya. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. dan kejuruan melalui syarat-syarat kecakapan dan kegiatan Satuan Karya. bermanfaat. menyelenggarakan pendidikan melalui kursus.

(2) Salah satu usaha pengadaan alat perlengkapan setiap kwartir membentuk koperasi yang juga merupakan sarana pendidikan dan kedai pramuka. Pasal 17 Usaha Lain Gerakan Pramuka menjalankan usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. BAB IV SISTEM AMONG. Pasal 16 Hubungan dengan Instansi Pemerintah dan Organisasi Lain (1) Gerakan Pramuka mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah. KODE KEHORMATAN PRAMUKA. sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tujuan Gerakan Pramuka. rokhani. . METODE KEPRAMUKAAN. (3) Karena adanya hak merek maka pengadaan perlengkapan pendidikan oleh pihak luar Gerakan Pramuka harus mendapat ijin dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (4) Disamping Kehumasan. bantuan dan umpan balik dari masyarakat maupun pemerintah serta menjadikan penerangan dan hubungan masyarakat itu sebagai alat kepramukaan dan pendidikan masyarakat. (3) Gerakan Pramuka adalah anggota World Organization of Scout Movement (WOSM). koperasi atau anggota Gerakan Pramuka yang mendapat ijin dari kwartirnya. Pasal 15 Kehumasan dan Pengabdian Masyarakat (1) Gerakan Pramuka mulai dari tingkat gugusdepan sampai dengan tingkat nasional melaksanakan usaha kehumasan. dan pikirannya. (4) Gerakan Pramuka mengadakan hubungan kerjasama dengan organisasi kepramukaan di negara lain.Pasal 14 Fasilitas dan Alat Perlengkapan Pendidikan (1) Semua jajaran Gerakan Pramuka mengusahakan alat perlengkapan sebagai sarana pendidikan. (5) Semua jajaran kwartir seyogyanya memiliki Bumi Perkemahan Pramuka. (2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani. (4) Kedai Pramuka dikelola kwartir. (2) Hubungan masyarakat dilaksanakan untuk memperoleh pengertian. (2) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusahakan hubungan dengan pihak-pihak di luar negeri yang tujuannya tidak bertentangan dengan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia dan tujuan Gerakan Pramuka. disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. MOTTO DAN KIASAN DASAR Pasal 18 Sistem Among (1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among. (3) Setiap anggota Gerakan Pramuka merupakan insan kehumasan. lembaga swasta dan masyarakat. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dalam upaya kemandirian. finansial dan organisatoris. baik ke dalam maupun ke luar Gerakan Pramuka. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN. kebijaksanaan umum pemerintah. Gerakan Pramuka juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi dari Tri Satya dan Dasa Darma serta menunjang upaya kehumasan. dukungan. untuk dapat berperanserta dalam pembangunan.

Belajar sambil melakukan. kepatutan. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri. b. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya.(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut: a. Sistem berkelompok. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. c. alam dan lingkungan hidup. maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya: a. . b. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri. negara dan bangsa. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka. (5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas. (4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan: a. memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik. serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran. f. Pasal 19 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah: a. d. Cinta kasih. (3) Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka. Peduli terhadap diri pribadinya. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan. bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya. b. berkeluarga. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka. kejujuran. Pasal 20 Metode Kepramukaan (1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan. e. air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama. Peduli terhadap bangsa dan tanah air. b. b. khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. kepedulian. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga. kemandirian. c. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. bermasyarakat. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. tanggungjawab serta keterikatan moral. keadilan. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan. sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat. d. dorongan dan pengaruh yang baik. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab. kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial. menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan. makhluk sosial. sesama hidup dan alam seisinya. kesederhanaan. ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya. berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai. c. c. sesama manusia. (6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda.

Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat. c. terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait. (2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah: a. (4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. (2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Sistem tanda kecakapan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. f. mental. Kegiatan di alam terbuka. ranah spiritual. h. dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota. (3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem. yaitu: a. (5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya. pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. Pasal 21 Kode Kehormatan (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan. Kiasan dasar. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwidarma Pramuka Siaga Siaga berbakti kepada ayah bundanya. intelektual dan fisiknya. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. moral. 2. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi. 2) 1. . saling menghormati. sosial. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan. (3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah: a. c.d. d. menghayati. Siaga berani dan tidak putus asa. tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. bersikap demokratis. − setiap hari berbuat kebajikan. Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga terdiri atas: 1) Janji yang disebut Dwisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwisatya Pramuka Siaga Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka. e. b. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji. b. yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan. emosional. memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong. g.

Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penegak Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. berani. Hemat. Trisatya Pramuka Pandega Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: . Patuh dan suka berMusyawarah 4. perkataan dan perbuatan. Hemat. terampil. Disiplin. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Rajin. dan setia 8. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Rela menolong dan tabah 5. perkataan dan perbuatan. dan gembira 6. d. terampil. Patriot yang sopan dan kesatria 3. berani.b. cermat. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. 1) Kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penggalang Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Rela menolong dan tabah 5. Rajin. dan gembira 6. Kode Kehormatan bagi Pramuka Pandega terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: c. Suci dalam pikiran. dan setia 8. dan bersahaja 7. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat − menepati Dasadarma. Disiplin. cermat. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. dan bersahaja 7. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Suci dalam pikiran.

Patuh dan suka berMusyawarah 4. Kesanggupan anggota dewasa untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. berani. terampil. terampil. kami Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/Pembina Profesional/ Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/ Anggota Majelis Pembimbing …………. dan gembira 6. Disiplin. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. dan bersahaja 7. dan dengan penuh kesadaran serta rasa tanggung jawab atas kepentingan bangsa dan negara. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasa Darma.. Patuh dan suka berMusyawarah 4. dan setia 8. dinyatakan dengan Ikrar yang berbunyi sebagai berikut: Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi: Dasadarma IKRAR Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Suci dalam pikiran. dan gembira 6. 1) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota dewasa terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan.*) Gerakan Pramuka seperti tersebut dalam keputusan kwartir …………*)/Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka nomor …. Rajin. dan setia 8. berani. Hemat. Suci dalam pikiran. Rela menolong dan tabah 5. 2) Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1.…tahun ……… menyatakan bahwa kami : . dan bersahaja 7. Patriot yang sopan dan kesatria 3. f. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Hemat. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Rajin. perkataan dan perbuatan. perkataan dan perbuatan. Disiplin. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Rela menolong dan tabah 5.− menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. cermat. lagi Maha Penyayang. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. cermat. e.

serasi dan tidak berlebihan. d. berani mengakui kesalahan. tidak mementingkan diri sendiri. Pasal 22 Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka Kode Kehormatan dilaksanakan dengan: a.. ramah dan sabar. Daerah. bersikap dan berbicara. baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir. Belajar mendengar. Memiliki sikap kebersamaan. sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan. berhati-hati dalam bertindak. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi. memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya. Hidup secara sehat jasmani dan rohani. dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. teliti. kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan. membina persaudaraan dengan Pramuka sedunia. berani dalam kebenaran. Mengenal. taat terhadap aturan dan kesepakatan k.……. h.……………. Bertindak dan hidup secara hemat. Mengendalikan dan mengatur diri. Ranting atau Gugusdepan. Membiasakan diri menepati janji. mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik.coret yang tidak perlu *) diisi Nasional. untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial. berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan.. membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa.. menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain. ….*) ( ………………………………… ) Catatan : . riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan i. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara. c. j.. g. mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan. f. dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan. memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar. berani menghadapi tantangan dan kenyataan. mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama. membina kesukarelaan dan kesetiakawanan. Cabang. l. … …. ……. membina sikap mawas diri.. Pasal 23 Belajar Sambil Melakukan . Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/ Instruktur Saka / Pimpinan Saka / Andalan / Anggota Majelis Pembimbing ……………….. b. e.− menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan − akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban kami sebagai Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/Anggota Majelis Pembimbing ……….*) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. bersikap terbuka.

sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut. mengatur diri. memikul tanggungjawab. f. daripada hanya menjadi penonton. berorganisasi. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern. taat asas. yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri. Kegiatan bersifat kreatif. menempatkan diri. dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku. intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka. Pasal 25 Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan: a. g. membina kerjasama dan rasa memiliki. b. bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan. sosial. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin. emosional. dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya. Pasal 24 Sistem Berkelompok (1) Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin. yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka. moral. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. umur dan kemampuannya. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda. c. selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan: a. inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya. h. b. (2) Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak. e. keselamatan dan keamanan. serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi. d. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat. masyarakat dan lingkungannya. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok. minat dan mental. menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda. (2) Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka. Pasal 27 . menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul. (4) Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi. manfaat. sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan. (3) Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya. Pasal 26 Kegiatan di Alam Terbuka (1) Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan. spiritual.

dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman. Darmaku kubaktikan”. kebutuhan. Pasal 30 Kiasan Dasar (1) Penggunaan Kiasan Dasar. sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan. harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah. (2) Gugusdepan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota muda. (3) Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat. BAB V ORGANISASI Pasal 31 Gugusdepan (1) Gugusdepan adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan. b. satuan Pramuka Putera dibina oleh Pembina Putera. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan. dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi. Pasal 29 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto merupakan motto tetap dan tunggal. Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Puteri. Pasal 28 Sistem Satuan Terpisah Untuk Putera dan Puteri Sistem Satuan Terpisah dilaksanakan sebagai berikut: a. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah: “Satyaku kudarmakan. sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan. Tidak dibenarkan Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Putera dan sebaliknya. kecuali Perindukan Siaga Putera dapat dibina oleh Pembina Puteri. Kiasan Dasar tidak hanya menarik. (2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan. c. disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka. anggota dewasa muda dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda yang terdiri atas: 1) Perindukan Siaga 2) Pasukan Penggalang 3) Ambalan Penegak 4) Racana Pandega. menantang. situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda. dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat. perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina Putera. (3) Anggota putera dan anggota puteri dihimpun secara terpisah dalam gugusdepan. sebagai bagian terpadu proses pendidikan. . (2) Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan.Sistem Tanda Kecakapan (1) Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda.

(5) Satuan Karya Pramuka dibina oleh Kwartir Ranting/Cabang (6) Anggota Satuan Karya Pramuka wajib meneruskan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota lain di gugusdepannya sebagai Instruktur Muda. Pasal 32 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota muda dan anggota dewasa muda dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai aspirasi pemuda Indonesia dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. (2) Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir. a. (2) Kwartir Ranting merupakan jajaran yang berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka. . Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. tanpa melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya. Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. (2) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat. (4) Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka adalah Pelatih Pembina Pramuka Mahir yang ex-officio sebagai andalan kwartir.(4) Anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat dapat dihimpun dalam gudusdepan tersendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam gugusdepan biasa. Pasal 35 Kwartir Ranting (1) Kwartir Ranting selain menghimpun gugusdepan dan satuan karya yang ada di wilayah kerjanya juga merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada pada jajarannya. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera. (4) Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera dan puteri dari gugusdepan di wilayah ranting yang bersangkutan. (7) Anggota Putera dan anggota Puteri dihimpun dalam satuan karya yang terpisah. Daerah dan Nasional. c. b. maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya. masing-masing merupakan satuan karya yang berdiri sendiri. Pasal 33 Dewan Kerja Pramuka (1) Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka. tambahan pengetahuan dan teknologi. keterampilan dan kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup anggota muda dan anggota dewasa muda. (2) Kegiatan itu menghasilkan pengalaman. d. Pasal 34 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pusat pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia anggota dewasa. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. (3) Setiap Satuan Karya Pramuka mengkhususkan diri pada pengabdian di bidang tertentu berdasarkan spesialisasi atau keterampilan khusus. (3) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang.

(2) Kwartir Cabang merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali operasional kegiatan Gerakan Pramuka dan administrasi pangkal. Wadah Keanggotaan bagi anggota dewasa. Pasal 36 Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang selain menghimpun ranting-ranting yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. . (3) Kwartir Cabang dilengkapi dengan antara lain: a. 2) Andalan. Dewan Kerja Pramuka tingkat Ranting (DKR) b. (3) Kwartir Daerah dilengkapi dengan antara lain: a. dan jasa seseorang untuk mendapatkan anugerah. dengan tugas: a. Kwartir Daerah melakukan pembinaan sampai ke tingkat ranting. (2) Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut: a. Dalam melaksanakan fungsinya ini. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Dalam melaksanakan fungsi ini dilaksanakan pembinaan menejerial Kwartir Daerah. Dewan Kehormatan Kwartir diusahakan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing. perilaku. (3) Kwartir Nasional dilengkapi dengan antara lain : a. Pasal 37 Kwartir Daerah (1) Kwartir Daerah selain menghimpun cabang-cabang yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. Pasal 38 Kwartir Nasional (1) Kwartir Nasional selain menghimpun daerah-daerah seluruh Indonesia juga menghimpun gugusdepangugusdepan di perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada dijajarannya. penghargaan dan sanksi. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah (Lemdikada) c. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa.(3) Kwartir Ranting dilengkapi dengan antara lain : a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Nasional (DKN) b. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang (Lemdikacab) c. cabang melakukan pembinaan sampai ke tingkat gugusdepan dan satuan karya pramuka. Dewan Kerja Pramuka tingkat Cabang (DKC) b. Pasal 39 Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka (1) Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan tetap yang dibentuk oleh gugusdepan atau kwartir sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah. penghargaan berupa tanda jasa. Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Dewan Kerja Pramuka tingkat Daerah (DKD) b. Menilai sikap. b. (2) Kwartir Nasional merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pemegang kebijakan strategi Gerakan Pramuka. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Lemdikanas) c. Dalam melaksanakan fungsi ini. (2) Kwartir Daerah merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali menejerial Gerakan Pramuka di tingkat daerah.

Pasal 41 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional.b. Pasal 40 Pembantu Andalan (1) Ketua kwartir dapat mengangkat pembantu andalan yang bertugas untuk menangani hal-hal yang memerlukan keahlian khusus. Musyawarah Cabang. (2) Pramuka Siaga berusia 7 tahun sampai dengan 10 tahun. (2) Masa bakti pembantu andalan sama dengan masa bakti kwartir. (3) Anggota muda yang sudah menikah digolongkan menjadi anggota dewasa Gerakan Pramuka. . anggota dewasa muda dan anggota dewasa Pasal 43 Anggota Muda (1) Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri dari Pramuka Siaga. Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan. (4) Anggota muda sebelum menjadi anggota disebut calon anggota. (7) Pramuka Penegak dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda di gugusdepannya. Pramuka Penegak berusia 16 tahun sampai dengan 20 tahun. (9) Pelantikan anggota muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Dwisatya bagi Pramuka Siaga atau Trisatya bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak. Pramuka Penggalang. (5) Anggota muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. (8) Untuk dapat dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka. anggota muda telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat pertama dari golongannya. Pramuka Penggalang berusia 11 tahun sampai dengan 15 tahun. Pramuka Penegak. Pasal 44 Anggota Dewasa Muda (1) Anggota Dewasa Muda adalah anggota biasa yaitu Pramuka Pandega. (6) Pramuka Penegak yang diangkat menjadi Pembantu Pembina. (2) Masa bakti Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka sama dengan masa bakti kwartir atau gugusdepan. Musyawarah Daerah. 2) Pembina Gugusdepan. BAB VI ANGGOTA Pasal 42 Anggota Biasa Gerakan Pramuka Anggota Biasa Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda. atau Instruktur tidak meninggalkan statusnya sebagai anggota muda. Musyawarah Ranting atau Musyawarah Gugusdepan dan bertugas untuk melakukan audit keuangan kwartir atau gugusdepan untuk dilaporkan kepada musyawarah. 3) Pembina Pramuka. (3) Pramuka Pandega berusia 21 tahun sampai dengan 25 tahun. (2) Anggota Dewasa Muda sebelum menjadi Pramuka Pandega pernah menjadi anggota Pramuka Penggalang/Pramuka Penegak melalui proses pendadaran. dibantu oleh staf kwartir.

c. (5) Pelantikan: a. Pembina Profesional. e. Pamong Saka dan Instuktur Saka. b. sedangkan Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun. c. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. Pimpinan Saka. seorang yang berlatarbelakang pendidikan akademisi dan keahlian dalam suatu bidang ilmu dan berpengalaman sebagai pelatih pembina pramuka. f. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 25 tahun. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). Anggota Majelis Pembimbing. b. (3) Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26 tahun. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Pamong Saka. g. b. g. Pelatih Pembina Pramuka. (5) Anggota Dewasa Muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. Anggota Majelis Pembimbing. keterampilan dan keahlian khusus di bidang kejuruan tertentu. f. Pembina Pramuka. (2) Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut: a. (6) Pramuka Pandega yang diangkat menjadi Pembina Pramuka. Instruktur atau pembantu andalan meninggalkan statusnya sebagai Anggota Dewasa Muda.(4) Anggota Dewasa Muda yang sudah menikah digolongkan menjadi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka. seseorang yang mempunyai pengetahuan. Instruktur Saka. Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka. h. Andalan dan pembantu andalan sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio menjadi anggota kwartir/andalan. Pelantikan Pamong Saka dan Instruktur Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. e. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan membina anggota muda secara aktif. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. d. d. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar . Andalan dan pembantu andalan. Pelatih Pembina Pramuka. Pimpinan Saka sekurang-kurangnya telah mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan dan berpengalaman di bidang kesakaannya. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun. (4) Anggota Dewasa berstatus sebagai: a. Pasal 45 Anggota Dewasa (1) Anggota Dewasa adalah anggota biasa yang terdiri dari: a. (7) Pramuka Pandega dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda dalam gugusdepannya tanpa meninggalkan statusnya sebagai anggota dewasa muda. d. sedangkan Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun. sedangkan Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun. (8) Pelantikan Anggota Dewasa Muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Trisatya Pramuka Pandega. sedangkan Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 20 tahun. Pembina Profesional. Pelantikan Pembina Pramuka dan Pelatih Pembina Pramuka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. b. c. sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan.

Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Racana Pandega. (3) Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi anggota kehormatan atas permintaan kwartir yang bersangkutan. Pengukuhan Pengurus Kwartir Cabang yang terdiri dari Ketua. Kecuali Anggota Majelis Pembimbing Nasional yang dilantik dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. Wakil Ketua. Pengukuhan Pengurus Kwartir Daerah yang terdiri dari Ketua. Andalan. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting. (5) Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka diangkat oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Wakil Ketua. Kecuali Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. e. d. Pasal 47 Anggota Tamu . Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan c. (6) Pengukuhan Kepengurusan Gerakan Pramuka dilakukan setelah Pelantikan: a. f. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang. g. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Ambalan Penegak. Pelantikan Anggota Majelis Pembimbing yang telah disahkan dengan keputusan kwartir jajaran di atasnya dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing jajaran masing-masing. Sekretaris. Pembantu Pembina Satuan. Pelantikan Pembina Profesional dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Pandu dan Pramuka purna bakti b. Pembina Satuan. (2) Pandu dan Pramuka purna bakti yang akan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka wajib mengisi formulir yang telah disediakan. Bendahara. b. Sekretaris Jenderal. d. Andalan. Wakil Ketua Kwartir Ranting. Pengukuhan Pengurus Gugusdepan Pramuka yang terdiri dari Pembina Gugusdepan. Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka termasuk karyawan kwartir. Pengukuhan Pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari Ketua Kwartir Ranting. Pengukuhan Pengurus Dewan Kerja Pramuka serta Pelantikannya dilakukan oleh Ketua jajaran kwartir yang bersangkutan. h. (7) Orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda dapat berperanserta dalam Gerakan Pramuka untuk membimbing putra-putrinya dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat tinggalnya tanpa berkedudukan sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka. Pelantikan Pimpinan Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Andalan. Pengukuhan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang terdiri dari Ketua. (4) Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka atas permintaan kwartir yang bersangkutan. Pelantikan andalan dan pembantu andalan dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Ranting. dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan. Pasal 46 Anggota Kehormatan (1) Yang dapat menjadi anggota kehormatan Gerakan Pramuka adalah orang dewasa yang terdiri atas: a. Sekretaris. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Wakil Ketua. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional. Andalan. Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Kwartir jajaran di atasnya. Pelantikan Ketua Kwartir yang telah disahkan dengan Keputusan Musyawarah Gerakan Pramuka kwartir jajarannya dilakukan oleh Ketua Presidium Pimpinan Musyawarah Kwartir jajarannya atas limpahan wewenang Musyawarah Gerakan Pramuka. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. c. e.c. f.

Membayar iuran anggota Pramuka c. Merugikan nama baik Gerakan Pramuka. b. Pasal 50 Pembelaan Anggota Anggota Gerakan Pramuka yang akan diberhentikan karena melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Meninggal dunia. dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. c. b. (3) Pemberhentian seorang anggota Gerakan Pramuka diusulkan oleh gugusdepan atau kwartirnya dan ditetapkan oleh kwartir yang mengangkatnya. Pasal 48 Hak dan Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai hak: a. (2) Anggota Gerakan Pramuka dapat diberhentikan berdasarkan penilaian Dewan Kehormatan jika: a. Permintaan sendiri. Melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka dan mentaati segala ketentuan yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Pramuka (KTA). dilakukan dengan persetujuan dewan kehormatan di kwartir/gugusdepan yang bersangkutan. (3) Anggota kehormatan Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memahami. Pasal 49 Pemberhentian Anggota (1) Keanggotaan Gerakan Pramuka berakhir karena: a. (2) Prosedur keikutsertaan anggota tamu diserahkan kepada satuan atau kwartir yang bersangkutan. berhak membela dirinya dalam sidang dewan kehormatan di kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan. Menjunjung tinggi harkat dan martabat organisasi Gerakan Pramuka. c. Melanggar kode kehormatan Gerakan Pramuka. b. mentaati. Kode Kehormatan. d. Diberhentikan. (2) Penerimaan kembali anggota Gerakan Pramuka berdasarkan Ayat (1) pasal ini. Anggaran Rumah Tangga. Pasal 51 Rehabilitasi Anggota (1) Anggota Gerakan Pramuka yang diberhentikan berdasarkan Ayat (2) Pasal 49 Anggaran Rumah Tangga ini dapat mengajukan permohonan menjadi anggota Gerakan Pramuka kembali setelah memperbaiki kesalahannya. BAB VII PRAMUKA UTAMA Pasal 52 Pramuka Utama . b.(1) Anggota tamu adalah Warga Negara Asing yang ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Gerakan Pramuka. Mengadakan pembelaan dan perlindungan. Mengenakan Seragam Pramuka. (2) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai kewajiban: a. dan mengamalkan Anggaran Dasar. Memilih dan dipilih dalam jabatan organisasi.

Penggantian ini dilaporkan dan/atau dikonsultasikan dengan Ketua Majelis Pembimbing Kwartir jajaran yang bersangkutan. d. maka pengurus kwartir lama tetap melaksanakan tugasnya. Pasal 56 . c. b. (4) Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang bertugas memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan kwartir. (5) Kwartir menyusun suatu staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional dan oleh Sekretaris untuk jajaran kwartir lainnya. Mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga. c. Beberapa orang Wakil Ketua yang merangkap sebagai Ketua Bidang. (8) Pengurus kwartir yang merupakan andalan setidaknya aktif dalam kepengurusan kwartir/gugusdepan 5 tahun terakhir. Hal-hal yang prinsip meliputi: a. (2) Ketua Kwartir dapat dipilih kembali. Pasal 55 Pergantian Pengurus Kwartir Antarwaktu Dalam hal andalan tidak dapat menjalankan tugasnya karena berbagai sebab. Seorang Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional atau seorang Sekretaris untuk jajaran kwartir yang lain. Beberapa orang anggota. (7) Pengurus kwartir terdiri dari unsur pengurus lama dan pengurus baru. (6) Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Satuan Karya Pramuka.(1) Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama Gerakan Pramuka. (2) Pramuka Utama merupakan kedudukan kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. setiap kwartir membentuk Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang Ketuanya adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. Pasal 54 Pelaksana Harian Ketua Kwartir Apabila Ketua Kwartir berhalangan. sebanyak-banyaknya untuk dua kali masa bakti secara berturut-turut. b. maka Ketua Kwartir menunjuk salah seorang Wakil Ketua untuk mewakili Ketua Kwartir selaku Pelaksana Harian. sehingga mengakibatkan kekosongan maka kwartir mengadakan Rapat Paripurna Andalan untuk menetapkan penggantian antarwaktu terhadap andalan yang bersangkutan. dengan ketentuan tidak dibenarkan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang prinsip. (3) Selama belum terbentuk pengurus kwartir yang baru sebagai hasil musyawarah. Pengesahan penggantian dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. d. dengan susunan sebagai berikut: a. Menandatangani pengeluaran uang di luar program kerja. Mengubah struktur organisasi kwartir dan/atau mengadakan alih tugas staf. Seorang Ketua. BAB VIII KEPENGURUSAN Pasal 53 Kwartir (1) Kwartir adalah pusat pengelolaan Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif oleh pengurus kwartir yang terdiri atas para andalan. Mengubah status kekayaan kwartir.

Pasal 57 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Daerah (1) a. c. keputusan Kwartir Daerah. keputusan Musyawarah Daerah. c. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Daerahnya. Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar. dan keputusan Musyawarah Nasional dalam bentuk keputusan Kwartir Nasional. . Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Daerah kepada Musyawarah Daerah. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Membina dan membantu Kwartir Ranting di wilayah cabangnya. keputusan Kwartir Nasional. Membina dan membantu Kwartir Daerah. Menetapkan hal-hal yang tidak diatur dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar. b. j. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Nasional. dan satuan karya. Dalam melaksanakan tugasnya. a. keputusan Musyawarah Nasional. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Nasional bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional. b. Melaksanakan Anggaran Dasar. Anggaran Rumah Tangga. Membina dan membantu Kwartir Cabang di wilayah daerahnya. Pasal 58 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di cabangnya selama masa bakti Kwartir Cabang. Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan Anggaran Dasar. gugusdepan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. e. g. d. b. (2) Kwartir Daerah mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di daerahnya selama masa bakti Kwartir Daerah. Anggaran Rumah Tangga. dan keputusan Kwartir Nasional. keputusan Kwartir Nasional. Kwartir Daerah bertanggungjawab kepada Musyawarah Daerah. keputusan Musyawarah Nasional. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Cabangnya. keputusan Musyawarah Nasional. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. d. yang program dan tujuannya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. e. dan keputusan Musyawarah Cabang. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Daerah. dan organisasi masyarakat tingkat daerah. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Nasional. h. Anggaran Rumah Tangga. swasta dan organisasi masyarakat tingkat nasional yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. i. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. Anggaran Rumah Tangga. c. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bekerjasama dengan badan/organisasi di luar negeri. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Daerah. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban Kwartir Nasional kepada Musyawarah Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. g. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah.Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Nasional (1) a. h. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Melaksanakan Anggaran Dasar. Anggaran Rumah Tangga dan melaksanakan keputusan Musyawarah Nasional. f. swasta. f. d. dan keputusan Musyawarah Daerah. (2) Kwartir Nasional mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka selama masa bakti Kwartir Nasional. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di daerahnya. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Nasional.

Anggaran Rumah Tangga. dan keuangan gugusdepan. Pasal 60 Gugusdepan (1) Gugusdepan dikelola secara kolektif oleh Pembina Gugusdepan yang terdiri dari Ketua Gugusdepan dibantu oleh pembina satuan dan pembantu pembina satuan. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Ranting bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Cabang. Berhubungan dan bekerjasama dengan masyarakat setempat. keputusan Musyawarah Gugusdepan dan ketentuan lain yang berlaku. Melaksanakan ketetapan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam gugusdepannya. Membuat laporan tahunan. dan organisasi masyarakat tingkat cabang. Menjadikan semua anggota gugusdepannya sebagai insan kehumasan gerakan pramuka. d. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat di lingkungannya. e. f. Membina dan mengembangkan organisasi. b. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Daerah dan tembusan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di cabangnya. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Ranting. keputusan Musyawarah Ranting dan ketentuan lain yang berlaku.e. Anggaran Rumah Tangga. dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gugusdepan dan orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda. Menyelenggarakan kepramukaan di dalam gugusdepannya dengan memberdayakan sumber daya gugusdepannya. Kwartir Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang. (2) Kwartir Ranting mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola Gerakan Pramuka di rantingnya selama masa bakti Kwartir Ranting. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Cabang kepada Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (2) Dalam melaksanakan tugasnya. swasta. Pasal 59 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Ranting (1) a. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Cabang dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Daerah mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di rantingnya. Melaksanakan ketetapan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. h. d. h. dengan bantuan Majelis Pembimbing Gugusdepan. e. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Cabang. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Membina dan membantu para pembina pramuka di gugusdepan dan para pamong satuan karya. perlengkapan. g. swasta di tingkat ranting. Mengelola gugusdepannya selama masa bakti gugusdepan. termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Ranting. c. instansi pemerintah. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. g. Pasal 61 Tugas dan Tanggungjawab Pembina Gugusdepan (1) Pembina Gugusdepan mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. (2) Ketua Gugusdepan dipilih dari para Pembina Pramuka yang ada dalam gugusdepan yang bersangkutan pada Musyawarah Gugusdepan. . Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Rantingnya. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. f. b. g. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Ranting kepada Musyawarah Ranting sesuai dengan ketentuan yang berlaku. c. f. h. Mengkoordinasikan pembina satuan.

(2) Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Gugusdepan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan. Pamong Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola pembinaan dan pengembangan Sakanya. b. Membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaannya mengenai pemikiran. Seorang Ketua. Seorang Wakil Ketua. Melaksanakan program kegiatan satuan karya yang telah ditentukan oleh kwartirnya. Melaporkan perkembangan sakanya kepada kwartir dan Pimpinan Saka yang bersangkutan. perlengkapan dan keperluan kegiatan sakanya. f. g. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (2) Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. Pasal 64 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. d. e. Beberapa orang anggota (3) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dibentuk dan disahkan oleh Musyawarah Gerakan Pramuka. Mengadakan hubungan dengan instansi atau badan lain yang berkaitan dengan sakanya. f. Menjadi Pembina Saka dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Sakanya. d. (2) . b. c. g. h. c. Mengkoordinasikan instruktur dengan Dewan Kerja Saka yang ada dalam sakanya. Mengusahakan instruktur. Majelis Pembimbing. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir tentang kegiatan sakanya. e. Menyampaikan laporan tahunan kepada Kwartir Rantingnya dengan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan gugusdepannya. c. h.. perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan satuan karya. (2) Pamong Saka ditetapkan dan dilantik oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang dari para Pembina Pramuka yang ada di wilayah kerjanya dan secara ex-officio menjadi anggota Pimpinan Satuan Karya di Kwartir Ranting atau Kwartir Cabangnya. Menjadi anggota Pimpinan Saka di kwartirnya dengan baik dan bertanggung-jawab. konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka. Mengadakan hubungan. j.i. b. Pasal 63 Tugas dan Tanggungjawab Pimpinan Saka dan Pamong Saka (1) Pimpinan Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. Seorang Sekretaris. Menyampaikan pertanggungjawaban gugusdepan. gugusdepan dan saka lainnya. Pasal 62 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) dikelola oleh Pimpinan Saka dan Pamong Saka dengan dibantu oleh beberapa Instruktur Saka dengan dukungan Majelis Pembimbing Saka. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan dalam kegiatan pembinaan sakanya. Membantu kwartir melaksanakan pembinaan dan pengembangan saka. kwartir. Melaksanakan koordinasi antara Pimpinan Saka di semua jajaran di wilayah kerjanya. melalui kwartirnya. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan saka kepada kwartirnya. Pimpinan Saka dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada kwartir yang bersangkutan. a. d.

satuan karya dan kwartir membentuk Majelis Pembimbing. Seorang Ketua Harian. Cabang. organisatoris.(4) kwartir. Pasal 67 Tata Kerja (1) Majelis Pembimbing mengadakan hubungan timbal-balik secara periodik dengan gugusdepan. e. cabang. sedangkan untuk tingkat nasional Ketua Majelis Pembimbing Nasional dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. (2) Majelis Pembimbing Ranting. dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada tingkat masing-masing yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. Seorang Ketua. Seorang Wakil Ketua. setiap gugusdepan. (4) Majelis Pembimbing terdiri atas: a. BAB X . d. Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilantik bersama-sama dengan pengurus BAB IX BIMBINGAN Pasal 65 Majelis Pembimbing (1) Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka. (2) Majelis Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moril. b. Beberapa orang anggota. Untuk jajaran ranting. (5) Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka dipilih dari antara anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka yang ada. dan daerah Ketua Majelis Pembimbing dijabat oleh Kepala Wilayah atau Kepala Daerah setempat. (5) Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada di tingkat Satuan Karya Pramuka. Pasal 66 Organisasi Majelis Pembimbing (1) Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka berasal dari unsur-unsur orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda/anggota saka dan tokoh masyarakat di lingkungan gugusdepan/saka yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. (4) Mejelis Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan gudep/satuan/kwartir bersangkutan. Pamong Saka dan Ketua Kwartir secara ex-officio menjadi anggota Majelis Pembimbing bersangkutan. material dan finansial kepada gudep/satuan/kwartir bersangkutan. Seorang Sekretaris. (3) Pembina Gugusdepan. Daerah. satuan karya pramuka dan kwartir yang bersangkutan. c. dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing. (2) Majelis Pembimbing mengadakan Rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun. (3) Majelis Pembimbing bersidang sesuai dengan kebutuhan.

Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Nasional atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah yang ada. (5) Perutusan pusat dan daerah masing-masing mempunyai hak satu suara. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. Pasal 70 Acara Musyawarah Nasional (1) Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: a. (2) Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. b. yang dibuat oleh Kwartir Nasional dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. sebelum diajukan kepada Musyawarah Nasional harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. Penyampaian Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan pusat atau daerah. diantaranya adalah seorang Ketua Dewan Kerja Nasional dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Nasional. (3) Acara Pertanggungjawaban Kwartir Nasional termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Penetapan Rencana Strategik Gerakan Pramuka untuk masa bakti berikutnya.MUSYAWARAH. d. RAPAT KERJA DAN REFERENDUM Pasal 68 Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Di dalam Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Nasional. (4) Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah. Selambatnya enam bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Nasional wajib mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Pasal 69 Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa terdiri atas utusan (1) pusat dan daerah. Penetapan Formatur dan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. Penetapan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (2) Acara Musyawarah Nasional lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (5) Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (4) Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah masing-masing harus berusaha supaya perutusannya terdiri atas putera dan puteri. (2) Utusan pusat berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Nasional. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Nasional selama masa baktinya. yang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional dengan disertai alasan yang jelas. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah yang ada unsur cabangnya. (3) Utusan daerah berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. c. b. Pelantikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka. e. . (6) Pada Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau.

(2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Kwartir Nasional harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Nasional dan menyampaikan kepada semua Kwartir Daerah. Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Nasional. Pasal 72 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Usul Kwartir Daerah harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional selambatlambatnya enam bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional. (6) Ketua Kwartir Nasional sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. Kwartir Nasional menyampaikan kepada Kwarda-Kwarda nama-nama calon Ketua Kwartir Nasional yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Nasional. dan terdiri atas unsur-unsur pusat dan daerah. Pasal 74 Pengambilan Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Pasal 73 Pimpinan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional tersebut. (2) .Pasal 71 Pemilihan Ketua Kwartir Nasional (1) Musyawarah Nasional menetapkan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. (3) Usul dan bahan Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (7) Kwartir Nasional lama. b. sejak selesainya Musyawarah Nasional sampai dengan dilantiknya Kwartir Nasional baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (5) Tim formatur dalam waktu tiga bulan membentuk pengurus Kwartir Nasional baru. (1) Musyawarah Daerah. Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan. Pasal 75 Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Di dalam setiap daerah Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya lima orang di luar Ketua dan sebanyak-banyaknya tujuh orang. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Majelis Pembimbing Nasional untuk disahkan dan dilantik. (3) Musyawarah Nasional memilih secara langsung Ketua Kwartir Nasional dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Nasional terpilih untuk membentuk Kwartir Nasional.

Kwartir Daerah menyampaikan kepada Kwarcab-Kwarcab nama-nama calon Ketua Kwartir Daerah yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Daerah. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. d. Selambatnya empat bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Daerah wajib mengadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa Pasal 76 Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa terdiri atas utusan (1) daerah dan cabang. sebelum diajukan kepada Musyawarah Daerah harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah. (5) Perutusan daerah dan cabang masing-masing berhak satu suara.(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Daerah termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang. (4) Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Daerah selama masa baktinya. (3) Utusan cabang terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang seorang di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. (2) Utusan daerah terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. Musyawarah Daerah Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Daerah atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Cabang yang ada di daerah itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah dengan disertai alasan yang jelas. c. (2) Acara Musyawarah Daerah lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. b. Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan daerah atau cabang. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. . (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah. (4) Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah Kwartir Cabangnya. Menetapkan Formatur dan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. Pelantikan Ketua Kwartir Daerah terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Daerah. b. (3) Musyawarah Daerah memilih secara langsung Ketua Kwartir Daerah dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Daerah terpilih untuk membentuk Kwartir Daerah. Pasal 77 Acara Musyawarah Daerah (1) Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: a. (6) Pada Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa. yang dibuat oleh Kwartir Daerah dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Pasal 78 Pemilihan Ketua Kwartir Daerah (1) Musyawarah Daerah menetapkan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Daerah. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. (5) Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur sebagai berikut: a.

dan Keputusan Kwartir Nasional. Pasal 79 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (1) Usul Kwartir Cabang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah selambatlambatnya tiga bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa. (3) Usul dan bahan Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka. Kwartir Daerah harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Daerah dan menyampaikan kepada semua Kwartir Cabang dalam wilayahnya. maka di atara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. Pasal 81 Pengambilan Keputusan Musyawarah Daerah (1) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. Musyawarah Cabang Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Cabang atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting yang ada di cabang itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang dengan disertai alasan yang jelas. (5) Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (2) Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali.(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Daerah baru. (4) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. b. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa dilaksanakan. (6) Ketua Kwartir Daerah sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (7) Kwartir Daerah lama. dan terdiri atas unsur-unsur daerah dan cabang. sejak selesainya Musyawarah Daerah sampai dengan dilantiknya Kwartir Daerah baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. . Keputusan Musyawarah Nasional. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Nasional untuk disahkan. (4) Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kuranya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting. Pasal 82 Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Di dalam setiap cabang Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Cabang. Pasal 80 Pimpinan Musyawarah Daerah Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah tersebut. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak.

(4) Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Pasal 85 Pemilihan Ketua Kwartir Cabang (1) Musyawarah Cabang menetapkan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya.b. (3) Utusan ranting terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. b. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan cabang atau ranting. Acara Musyawarah Cabang lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. yang dibuat oleh Kwartir Cabang dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (3) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Cabang selama masa baktinya. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. (3) Musyawarah Cabang memilih secara langsung tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Cabang terpilih untuk membentuk Kwartir Cabang. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. (6) Pada Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. d. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Cabang wajib mengadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Cabang baru. Pasal 84 Acara Musyawarah Cabang (1) Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: a. (2) Acara pertanggungjawaban Kwartir Cabang termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. (6) Ketua Kwartir Cabang sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Daerah untuk disahkan. Pasal 83 Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa terdiri atas utusan (1) cabang dan ranting (2) Utusan cabang terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang. c. Kwartir Cabang menyampaikan kepada Kwarran-Kwarran nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Cabang. Pasal 86 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa . (7) Kwartir Cabang lama. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. sebelum diajukan kepada Musyawarah Cabang harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Cabang. sejak selesainya Musyawarah Cabang sampai dengan dilantiknya Kwartir Cabang baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Pelantikan Ketua Kwartir Cabang terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Cabang. (5) Perutusan cabang dan ranting masing-masing berhak satu suara.

(1) Usul Kwartir Ranting harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang selambatlambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa. Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (2) Utusan ranting terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. Keputusan Musyawarah Nasional/Daerah. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. (4) Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan di rantingnya. Pasal 89 Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Di dalam setiap ranting Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Ranting. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa dilaksanakan. Kwartir Cabang harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Cabang dan menyampaikan kepada semua Kwartir Ranting dalam wilayahnya. (2) Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Ranting wajib mengadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. (5) Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. b. b. di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. dan Keputusan Kwartir Nasional/Daerah yang bersangkutan. Pasal 87 Pimpinan Musyawarah Cabang Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang tersebut. . dan terdiri atas unsur-unsur cabang dan ranting. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. (3) Usul dan bahan Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka. (4) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Pasal 88 Pengambilan Keputusan Musyawarah Cabang (1) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Pasal 90 Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa terdiri atas utusan (1) ranting dan gugusdepan. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. Musyawarah Ranting Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Ranting atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan yang ada di ranting itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Ranting dengan disertai alasan yang jelas.

c. (6) Pada Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. Kwartir Ranting harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Ranting dan menyampaikan kepada semua gugusdepan dalam wilayahnya. seorang di antaranya adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di gugusdepan yang bersangkutan dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing gugusdepan. (3) Musyawarah Ranting memilih secara langsung Ketua Kwartir Ranting dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih untuk membentuk Kwartir Ranting. d. Pasal 93 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa (1) Usul gugusdepan harus diajukan secara tertulis oleh Pembina gugusdepan kepada Kwartir Ranting selambat-lambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa. Kwartir Ranting menyampaikan kepada gugusdepan-gugusdepan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Ranting. Kwartir Ranting dan gugusdepan. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Ranting baru. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan ranting atau gugusdepan. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (5) Perutusan ranting dan gugusdepan masing-masing berhak satu suara. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Ranting selama masa baktinya. sejak selesainya Musyawarah Ranting sampai dengan dilantiknya Kwartir Ranting baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (4) Kwartir Ranting dan gugusdepan masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. sebelum diajukan kepada Musyawarah Ranting harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Ranting. Pasal 91 Acara Musyawarah Ranting (1) Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: a. (3) Usul dan bahan Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Cabang untuk disahkan. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (2) Acara Musyawarah Ranting lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Pasal 92 Pemilihan Ketua Kwartir Ranting (1) Musyawarah Ranting menetapkan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya.(3) Utusan gugusdepan terdiri atas empat orang yang diberi kuasa oleh Pembina Gugusdepan. . (6) Ketua Kwartir Ranting sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa dilaksanakan. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Ranting. (7) Kwartir Ranting lama. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting. b. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Ranting termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. yang dibuat oleh Kwartir Ranting dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Pelantikan Ketua Kwartir Ranting terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Ranting.

Pasal 95 Pengambilan Keputusan Musyawarah Ranting (1) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. b. Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. para Pembantu Pembina Pramuka. Selambatnya satu bulan setelah usul tertulis diterima maka Pembina Gugusdepan wajib mengadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Pasal 96 Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Di dalam setiap gugusdepan Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Gugusdepan. Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Pembina Gugusdepan atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak menghadiri Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. yang harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan dengan disertai alasan yang jelas. (5) Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (2) Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. perwakilan Dewan Racana dan perwakilan Majelis Pembimbing Gugusdepan. (4) Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Keputusan Musyawarah Nasional. b. Cabang. dan terdiri atas unsur-unsur ranting dan gugusdepan. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. . (4) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Pasal 97 Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa terdiri atas para Pembina Pramuka. dan Keputusan Kwartir Nasional. Pasal 98 Acara Musyawarah Gugusdepan (1) Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: a. (2) Pada Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu suara. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. perwakilan Dewan Ambalan.Pasal 94 Pimpinan Musyawarah Ranting Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting tersebut. Daerah. Daerah. Cabang.

(4) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. sejak selesainya Musyawarah Gugusdepan sampai dilantiknya Ketua Gugusdepan baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. sebelum diajukan kepada Musyawarah Gugusdepan harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan. Ketua Gugusdepan menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Gugusdepan kepada semua yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. (4) Ketua Gugusdepan lama. Ranting dan Keputusan Kwartir Nasional. (2) Selambat-lambatnya dua minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dilaksanakan. (3) Pertanggungjawaban keuangan gugusdepan selama masa baktinya. Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Pasal 102 Pengambilan Keputusan Musyawarah Gugusdepan (1) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. c. Cabang. b. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. Daerah. d. Ranting . (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Keputusan Musyawarah Nasional. Pembina Gugusdepan harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Gugusdepan dan menyampaikan kepada semua orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan.b. (3) Ketua Gugusdepan yang lama dapat dipilih kembali. (3) Usul dan bahan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur oleh Pembina Gugusdepan Pasal 101 Pimpinan Musyawarah Gugusdepan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. (2) Acara pertanggungjawaban gugusdepan termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Cabang. Pasal 99 Pemilihan Ketua Gugusdepan (1) Musyawarah Gugusdepan menetapkan Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. Memilih Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. (2) Selambat-lambatnya tiga minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan. Pasal 100 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Usul peserta harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan selambatlambatnya satu bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Pelantikan Ketua Gugusdepan terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Gugusdepan. Daerah. Menetapkan rencana kerja gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. yang dibuat oleh Pembina Gugusdepan dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan.

(2) Apabila keputusan tidak tercapai melalui musyawarah maka keputusan diperoleh melalui pengambilan suara terbanyak. Laporan pertanggungjawaban atas kebijakan yang dibuat oleh Dewan Kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan Rencana Kerja. Dewan Kerja yang bersangkutan. Pasal 105 Pengambilan Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Pasal 106 Rapat Kerja dan Sidang (1) Rapat Kerja diselenggarakan oleh gugusdepan atau kwartir sebagai langkah pengendalian operasional. Untuk Rapat Kerja Kwartir sedikitnya diikuti oleh: 1) Andalan kwartir yang bersangkutan 2) Ketua dan Sekretaris Kwartir di bawahnya atau Pembina Gugusdepan untuk Kwartir Ranting 3) Unsur Dewan Kerja atau unsur Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk Kwartir Ranting. b. Pasal 104 Acara Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Acara pokok Musppanitera adalah: a. (2) a. Memberi masukan untuk kebijakan kwartir dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. (3) Peserta Rapat Kerja terdiri atas: a. Untuk Rapat Kerja Gugusdepan diikuti oleh: 1) Pembina Gugusdepan 2) Pembina satuan 3) unsur anggota muda. d.Pasal 103 Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera) diselenggarakan sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega khususnya dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Evaluasi kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya selama masa bakti. kecuali Musppanitera Nasional. d. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. b. anggota dewasa muda dan anggota dewasa. c. b. (3) Peserta Musppanitera terdiri atas: a. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. (2) Rapat Kerja diselenggarakan satu tahun sekali di awal tahun program. Hasil Musppanitera Nasional merupakan bagian dari Rencana Strategik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2) Acara Musppanitera lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Memilih calon anggota Dewan Kerja masa bakti berikutnya. b. . Andalan sebagai penasehat. c. Musppanitera diselenggarakan sebelum Musyawarah Kwartirnya.

(4) Sidang Paripurna Pramuka Penegak dan Pandega merupakan wahana bagi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai langkah pengendalian operasional pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. BAB XI PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 108 Pendapatan (1) Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. (2) Pendapatan Gerakan Pramuka yang berupa finansial disimpan di Bank atas nama organisasi Gerakan Pramuka dan dikelola Bendahara Kwartir. Pasal 107 Referendum (1) Referendum diadakan apabila menghadapi persoalan yang mendesak yang harus diputuskan dan tidak dapat diputuskan sendiri oleh kwartir. f. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. d. (4) Batas waktu memberi jawaban ditentukan dan diumumkan. dan disusun sedemikian rupa sehingga jawaban atas referendum itu cukup dengan setuju dan tidak setuju. c. d. sementara tidak mungkin untuk menyelenggarakan musyawarah. (5) Referendum disepakati dan diterima jika disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah pihak yang mempunyai hak suara. (7) Peserta Sidang Paripurna terdiri atas: a. Royalti atas hak milik intelektual yang dimiliki Gerakan Pramuka. (6) Hasil referendum diumumkan oleh kwartir yang bersangkutan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka di wilayahnya. . Iuran anggota. c. kecuali Sidang Paripurna Nasional. (5) Sidang Paripurna dilaksanakan setiap satu tahun sekali. b. selambat-lambatnya satu bulan setelah pelaksanaan. e. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. Andalan sebagai penasehat. jelas. (6) Sidang Paripurna dilaksanakan setelah sidang paripurna jajaran di atasnya. yaitu jumlah kwartir/gugusdepan yang ada di wilayahnya. (2) Referendum dapat diselenggarakan oleh semua kwartir. Dewan Kerja yang bersangkutan. b. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat Ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. kecuali Sidang Paripurna Nasional. (8) Peserta Rapat Kerja dan Sidang terdiri atas putera dan puteri. koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. Sumber lain yang tidak bertentangan baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. Bantuan Majelis Pembimbing. (3) Referendum dilaksanakan secara tertulis. Pasal 109 Iuran dan Usaha Dana (1) Iuran anggota diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (2) Usaha dana dapat dilakukan oleh badan usaha yang dibentuk oleh pengurus kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. badan usaha. Usaha dana.

Pengusahaan dan Pengalihan Kekayaan (1) Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan merupakan wewenang dan dilaksanakan oleh pengurus kwartir masing-masing jajaran berdasarkan keputusan rapat pengurus kwartir/gugusdepan dengan konsultasi Majelis Pembimbing bersangkutan. dan secara insidental berwujud panitia usaha dana. kendaraan. Pasal 112 Pengawasan (1) Pengawasan atas pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan kwartir. (4) Badan-badan usaha atau yayasan tersebut bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir yang bersangkutan dan secara berkala memberikan laporannya. Pasal 110 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. (3) Neraca tahun anggaran kwartir diinformasikan di dalam Rapat Kerja Kwartir. b. Benda tak bergerak b. BAB XII ATRIBUT Pasal 113 Lambang (1) Lambang Gerakan Pramuka adalah silhouette tunas kelapa. yang melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. yang warnanya disesuaikan dengan penggunaannya. dan hak cipta Gerakan Pramuka baik yang sudah ada maupun yang akan dimintakan di kelak kemudian hari. seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa. dan koperasi atau dalam bentuk yayasan. serta lembaga-lembaga usaha dana dari aspek keuangan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. (2) Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilaporkan dalam Musyawarah Kwartir yang bersangkutan. (4) Apabila diperlukan. (2) Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda pengenal Gerakan Pramuka. dan uang tunai. Lambang/tanda gambar Silhouette Tunas Kelapa. Pasal 114 Bendera .(3) Badan usaha dapat berbentuk badan usaha tetap. Pemanfaatan. Benda bergerak c. Tulisan/Publikasi Gerakan Pramuka. Hak milik atas kekayaan intelektual (2) Benda tak bergerak meliputi tanah dan bangunan (3) Benda bergerak meliputi hasil usaha tetap. patent. (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Majelis Pembimbing. surat berharga. antara lain : a. (4) Hak milik intelektual yaitu hak atas merek. kwartir dapat menggunakan jasa akuntan publik. antara lain perseroan. Pasal 111 Pengelolaan. perlengkapan kantor.

Pasal 118 Lencana dan Tanda-tanda Anggota Gerakan Pramuka selain mengenakan lencana Gerakan Pramuka. di tengah-tengahnya terdapat lambang Gerakan Pramuka berwarna merah. berwarna dasar putih. BAB XIII PEMBUBARAN Pasal 119 Akibat Hukum dari Pembubaran Apabila terjadi pembubaran Gerakan Pramuka. Kami jadi pandumu. (2) Panji yang dimaksudkan dalam ayat (1) pasal ini disebut Panji Gerakan Pramuka yang disimpan di kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. menghadap ke arah tiang bendera. manusia Pancasila Satyaku kudarmakan. serta merah putih untuk pita dan setangan leher. mendidik disiplin dan kerapian. Pasal 117 Pakaian Seragam (1) Pakaian seragam Pramuka dimaksudkan untuk menarik. dan dikeluarkan pada setiap peringatan Hari Pramuka. (2) Warna pakaian seragam pramuka adalah cokelat muda untuk bagian atas dan cokelat tua untuk bagian bawah. yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional yang diadakan khusus untuk itu. Pasal 115 Panji (1) Gerakan Pramuka memiliki Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961.(1) Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjang dan berukuran tiga berbanding dua. yang syair lagunya berbunyi: Kami Pramuka Indonesia. serta menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan. (2) Di bagian atas dan bagian bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukuran lebar 1/10 dari lebar bendera. menimbulkan rasa bangga anggota Gerakan Pramuka. letaknya 1/10 dari lebar bendera dari sisi atas dan sisi bawah. tanggal 14 Agustus 1961. (3) Warna cokelat muda dan cokelat tua dimaksudkan untuk mengingatkan kaum muda akan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan. untuk gugusdepan nama kwartir dan nomor gugusdepannya. maka untuk penyelesaian harta benda milik seluruh Gerakan Pramuka dibentuk panitia penyelesaian harta benda. (3) Pada bagian tepi tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebar 1/8 dari panjang bendera dengan tulisan untuk kwartir nama kwartir. Darmaku kubaktikan Agar jaya Indonesia Indonesia tanah airku. juga mengenakan lencana World Organization of Scout Movement pada pakaian seragamnya. BAB XIV LAIN-LAIN . Pasal 116 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya darma Pramuka karangan Husein Mutahar.

Pasal 120 Petunjuk Penyelenggaraan (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan lain. DR. dr. Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan ditetapkan dengan keputusan Kwartir Nasional Pasal 121 Perubahan Anggaran Rumah Tangga Perubahan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kalimantan Barat sesudah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2004. MPH . Jakarta. Azrul Azwar. Prof. 2005 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berdasarkan wewenang yang dilimpahkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2003 di Pontianak. (2) Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan itu tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. BAB XV PENUTUP Pasal 122 Penutup (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (3) Gerakan Pramuka.