AD ART GP

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia; bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada butir a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat; bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan Keputusan Presiden;

b.

c.

Mengingat

:

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KEPUTUSAN PRESIDEN GERAKAN PRAMUKA.

TENTANG

PENGESAHAN

ANGGARAN

DASAR

Pasal 1 Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini. Pasal 2 Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2004 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI

KEPUTUSAN Biro Peraturan Plt. KepalaPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN NOMOR TANGGAL

Perundang-undangan Bidang Kesejahteraan Rakyat dan ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Aparatur Negara,
PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan, dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada Utomo Fariedtanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selamalamanya. Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab. Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan: - negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika; - ideologi Pancasila; - kehidupan rakyat yang rukun dan damai; - lingkungan hidup di bumi nusantara. Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan, sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka disusunlah anggaran dasar Gerakan Pramuka ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, STATUS, TEMPAT, DAN WAKTU Pasal 1 Nama, Status, dan Tempat (1) (2) (3) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan Pramuka berstatus badan hukum. Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

: 104 Tahun 2004 : 18 Oktober 2004

Pasal 2 Waktu (1) Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia. (2) Hari Pramuka adalah tanggal 14 Agustus. BAB II ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI, Pasal 3 Asas Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Pasal 4 Tujuan Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya sehingga menjadi: a. manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang: 1). beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, emosional, dan tinggi moral 2). tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya 3). kuat dan sehat jasmaninya b. warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional. Pasal 5 Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.

Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan non formal, di luar sekolah dan di luar keluarga, dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan Motto Gerakan Pramuka yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. BAB III SIFAT, UPAYA DAN USAHA Pasal 7 Sifat Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional Indonesia.

(1)

(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis. (4) Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga. (5) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Pasal 8 Upaya dan Usaha Segala upaya dan usaha Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan

(1) Pramuka. a. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui kegiatan: 1) Keagamaan, untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut agama masing-masing 2) Kerukunan hidup beragama antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain 3). Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan b. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa; c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan; d. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional; e. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri, sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif, rasa tanggung jawab dan disiplin; f. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan; g. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan; h. Membina dan melatih jasmani, panca indera, daya pikir, penelitian, kemandirian dan sikap otonom, keterampilan, dan hasta karya. (2) Upaya dan usaha untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak, mental, emosional, jasmani dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. a. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak; b. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian; c. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi; d. Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional; e. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional; f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. (3) Untuk menunjang upaya dan usaha serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia, perlengkapan, dana, komunikasi, dan kerjasama.

BAB IV SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN, KODE KEHORMATAN, METODE KEPRAMUKAAN, MOTTO DAN KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Pasal 9 Sistem Among (1) Pendidikan nasional bersendikan Sistem Among, artinya menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin diri dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan. (2) Sistem Among berarti mendidik anak menjadi manusia merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (3) Dalam Sistem Among, pendidik dituntut bersikap dan berperilaku: a. b. c. Ing ngarso sung tulodo ; Ing madyo mangun karso; Tut wuri handayani .

Pasal 10 Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan. (3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat. Pasal 11 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah : a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; c. peduli terhadap diri pribadinya; d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. (2) a. b. c. d. e. Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai: norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka; landasan Kode Etik Gerakan Pramuka; landasan sistem nilai Gerakan Pramuka; pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka; landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

Pasal 12 Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; b. belajar sambil melakukan; c. sistem berkelompok;

Pembina Profesional. Pamong Saka. Darmaku kubaktikan. Instruktur Saka. c. kegiatan di alam terbuka. e. Anggota Majelis Pembimbing Anggota kehormatan: b. Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma. (2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan Kode Etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat sehari-hari yang diterimanya dengan sukarela serta ditaati demi kehormatan dirinya. . d. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma. g. sistem tanda kecakapan. Pasal 13 Kode Kehormatan Pramuka (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri.” Pasal 15 Kiasan Dasar Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa. kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik. BAB V ORGANISASI Pasal 16 Anggota (1) a. (3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu: a. Pelatih Pembina Pramuka. 1) 2) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas: Anggota biasa : Anggota muda : Siaga. Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma. h. Pembantu Andalan. Pembantu Pembina Pramuka. f. Pasal 14 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan Kode Kehormatan. Penggalang dan Penegak. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah : “Satyaku kudarmakan.d. Anggota dewasa: a) Anggota Dewasa Muda : Pandega b) Anggota Dewasa : Pembina Pramuka. Pimpinan Saka. Andalan. kiasan dasar. b. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma.

b. d. Pasal 18 Jenjang Organisasi Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut: a. Pasal 20 Kepengurusan (1) (2) Ranting. Cabang-cabang dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Daerah meliputi wilayah Propinsi. Hak dan kewajiban tersebut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 21 Satuan Karya Pramuka . Gugusdepan-gugusdepan dikoordinasikan oleh Kwartir Ranting yang meliputi suatu wilayah Kecamatan/Distrik. e. Pasal 19 Pramuka Utama Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama. Ranting-ranting dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Cabang meliputi wilayah Kabupaten atau Kota. Di tingkat Ranting Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Cabang Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Daerah Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Nasional Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Pergantian Pengurus Gerakan Pramuka dilaksanakan pada waktu musyawarah. Pasal 17 Hak dan Kewajiban (1) (2) Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban. c. (3) Cabang. f. (4) Daerah.1) 2) (2) anggota dewasa purna bakti orang-orang yang bersimpati dan berjasa kepada Gerakan Pramuka Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota tamu. (6) Di tingkat Gugusdepan Gerakan Pramuka dipimpin oleh pembina gugusdepan. (7) Kepengurusan baru dalam jajaran Ranting sampai dengan Nasional terdiri dari unsur Pengurus lama dan Pengurus baru. Daerah-daerah dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Nasional meliputi wilayah Republik Indonesia. Anggota muda dan anggota dewasa muda Gerakan Pramuka dihimpun dalam gugus depangugusdepan dan anggota dewasa dihimpun di Kwartir. (5) Nasional. Di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk gugusdepan di bawah pembinaan Kwartir Nasional.

(2) Kwartir Daerah diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. Pasal 22 Dewan Kerja Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan. (2) Saka di tingkat Kwartir dipimpin secara kolektif oleh Pimpinan Saka. dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega. Pasal 25 Pemeriksaan Keuangan (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. organisatoris. materiil.(1) Satuan Karya Pramuka. materiil. dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) Kwartir Cabang diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. mengembangkan bakat. dan Pasal 24 Bimbingan (1) Kwartir Nasional diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. organisatoris. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat. sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional. materiil. dan finansial oleh Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang terdiri atas tokoh pemerintahan dan masyarakat. Pimpinan Saka adalah bagian integral dari Kwartir. organisatoris. organisatoris. bangsa dan negara. disingkat Saka. organisatoris. untuk melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat. Daerah. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Nasional yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia dengan beranggotakan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian kepada Gerakan Pramuka. (2) Nasional. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Ranting yang diketuai oleh Camat/Kepala Distrik dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. (2) (3) Badan Pemeriksa Keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan Kwartir. (6) Satuan Karya Pramuka diberi bimbingan dan bantuan oleh Majelis Pembimbing yang bersifat moral. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Daerah yang diketuai oleh Gubernur beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. (5) Gugusdepan diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. Pasal 23 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah Pembinaan Anggota Dewasa. materiil. materiil. materiil. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh Bupati atau Walikota dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. (4) Kwartir Ranting diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. Personalia Badan Pemeriksa Keuangan berjumlah minimal 3 orang anggota . a. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan yang terdiri atas orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat di sekitar gugusdepan. organisatoris.

pertanggungjawaban keuangan. b. d. pertanggungjawaban keuangan. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. d. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Cabang untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. pertanggungjawaban keuangan. b. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. Pimpinan Musyawarah Cabang adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang. (4) Musyawarah Ranting a. Badan Pemeriksa Keuangan dibantu oleh Akuntan Publik. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. b. c. Pimpinan Musyawarah Daerah adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah. c. Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa baktinya. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. . BAB VI MUSYAWARAH DAN REFERENDUM Pasal 26 Musyawarah (1) Musyawarah Nasional a. termasuk pertanggungjawaban keuangan 2) Menetapkan Rencana Strategik 5 tahun. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Daerah untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. Pimpinan Musyawarah Nasional adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Nasional untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. e. Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali. Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa baktinya termasuk. b. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (3) Musyawarah Cabang a. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun.Gerakan Pramuka ditambah seorang staf yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan. d. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. b. (2) Musyawarah Daerah a. Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa baktinya termasuk. Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Ranting untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa baktinya termasuk. (4) Badan Pemeriksa Keuangan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Penyelenggaraan. Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. maka di antara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. c.

Pasal 29 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak milik intelektual (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Mabi. iuran anggota. 3) Menetapkan Pembina Gugusdepan untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. d. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. Pasal 27 Referendum Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa. c. berukuran tiga banding dua. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. bantuan majelis pembimbing. Pimpinan Musyawarah Ranting adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. . Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Pasal 31 Bendera Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang. b. sumber lain yang tidak bertentangan. Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”. pertanggungjawaban keuangan. warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah. e. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu referendum. b. badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. d. Pimpinan Musyawarah Gugusdepan adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan.c. d. (5) Musyawarah Gugusdepan a. BAB VII PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 28 Pendapatan Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. BAB VIII ATRIBUT Pasal 30 Lambang Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: 1) Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa baktinya termasuk. c. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. usaha dana.

Pasal 32 Panji Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961. c. BAB XII Musyawarah Nasional jika disetujui oleh (1) (2) . anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini. maka cara penyelesaian harta benda milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang mengusulkan pembubaran itu. (2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan. Pasal 34 Pakaian Seragam dan Tanda-tanda Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat. BAB X PEMBUBARAN Pasal 36 Pembubaran Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu. b. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. tanggal 14 Agustus 1961. Usul perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka diterima oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang hadir. d. (1) a. Pasal 33 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka. BAB IX ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 35 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. BAB XI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 37 Perubahan Anggaran Dasar Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh utusan daerah sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah.

bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka perlu dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Menimbang : a. c. : 2. 2. sehingga Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 perlu disempurnakan agar sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tersebut. : 1.PENUTUP Pasal 38 Penutup Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kalimantan Barat pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003. dan oleh karena itu Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Memperhatikan 1. di Pontianak KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kalimantan Barat. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. b. Arahan Pimpinan Kwartir Nasional dan Andalan Nasional. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999. tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. 3. Saran Kelompok Kerja Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2003 di Pontianak. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan keputusannya. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sesuai Keputusan Munas 2003 nomor 09/MUNAS/2003 telah disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004. Mengingat .

M E M U T U S K A N: Menetapkan: Pertama : Kedua: Ketiga : : Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini. Dengan berlakunya Keputusan Kwarnas ini. maka Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dinyatakan tidak berlaku lagi. Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. adalah gerakan pendidikan kaum muda yang didukung oleh orang dewasa. SASARAN. TUJUAN DAN TUGAS POKOK. dr. DAN FUNGSI . H. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kepramukaan sebagai cara mendidik kaum muda. MPH LAMPIRAN KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA BAB I NAMA DAN TEMPAT Pasal 1 Nama (1) Gerakan Pramuka. yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana. Pasal 2 Tempat (1) Domisili kantor pusat Gerakan Pramuka di Ibukota negara Republik Indonesia. Azrul Azwar. Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka untuk melaksanakan dan menyebarluaskan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini. dengan bimbingan orang dewasa. Ditetapkan di Pada tanggal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan di seluruh wilayah Republik Indonesia. BAB II ASAS. : 31 Mei 2005 Prof. DR. : Jakarta.

bertanggungjawab. BAB III KEPRAMUKAAN. moral dan fisiknya d. berpikir kreatif. berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan. intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berjiwa Pancasila b. spiritual. Pasal 5 Sasaran Sasaran kepramukaan adalah mempersiapkan kader bangsa yang: a. sosial. Berdisiplin yaitu berpikir. Pasal 4 Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan: a. Membentuk sikap dan perilaku yang positif. Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan sumber daya generasi muda. bersikap dan bertingkah laku tertib c. sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. intelektual dan fisik. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. b. sosial. kepedulian. berani dan mampu menghadapi tugas-tugas serta memiliki komitmen. spiritual. Sehat dan kuat mental. e. Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian. dapat dipercaya. semangat kebersamaan. menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental. akhlak dan budi pekerti luhur. SIFAT DAN UPAYA Pasal 7 Kepramukaan (1) Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. (2) Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik mental. terarah. menyenangkan. teratur. moral. inovatif. (2) Penghayatan dan pengamalan Pancasila diwujudkan dalam sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramuka. moral. dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. emosional. kepentingan. emosional. yang percaya kepada kemampuan sendiri. Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan dijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa. sehat. .Pasal 3 Asas (1) Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. bangsa dan negara. (3) Kepramukaan merupakan sistem pembinaan dan pengembangan sumberdaya atau potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional. sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat. praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Gerakan Pramuka memberi kebebasan kepada anggotanya untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. moral. pendidik hanya pemberi bahan pendidikan yang selanjutnya diproses oleh penerima bahan pendidikan tersebut sendiri. sosial intelektual dan fisiknya. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial politik manapun.(4) Pendidikan dalam kepramukaan dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan yang berkesinambungan bagi Sumber Daya Manusia Pramuka. b. Gerakan Pramuka membina anggotanya untuk menumbuhkan dan memupuk kerukunan hidup beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai agama dan kepercayaan orang lain. Gerakan Pramuka tidak terlepas dari idealisme. Pelaksana pendidikan dalam kepramukaan agar menghayati dan menyadari bahwa: Karya di bidang pendidikan adalah karya peningkatan mutu mental. dan pengalaman melalui kegiatan: . (2) Keanggotaan Gerakan Pramuka bersifat sukarela. Gerakan Pramuka membina anggotanya agar meningkatkan ketakwaan dan menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pasal 8 Sifat (1) a. Gerakan Pramuka berpegang pada peraturan perundang-undangan negara dan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia. emosional. e. 3) tidak dibenarkan mengenakan pakaian atau tanda-tanda yang dipakai sebagai identitas organisasi kekuatan sosial politik pada waktu menghadiri atau mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka. c. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. c. moral. bangsa Gerakan Pramuka dapat didirikan di seluruh wilayah tanah air Indonesia dan diikuti oleh seluruh Indonesia tanpa membedakan Suku dan Ras. proses pendidikan lebih pelan daripada proses pengajaran. (5) b. a. dengan ketentuan: 1) tidak dibenarkan menyiarkan faham politik yang dianutnya ke dalam lingkungan Gerakan Pramuka. keterampilan. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental. Dasar dan landasan pendidikan adalah meniru. c. b. Pada hakekatnya yang menjadi pendidik sebenarnya adalah pihak yang dididik. fisik. yang berarti tidak ada unsur kewajiban dan paksaan. Pasal 9 Upaya (1) Segala upaya Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Semua jajaran Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan yang bersifat politik praktis. Yang ditiru harus berharga/bernilai untuk ditiru. b. pengetahuan. Anggota Gerakan Pramuka secara pribadi dapat menjadi anggota suatu organisasi kekuatan sosial politik. d. (3) Gerakan Pramuka dan Politik a. 2) tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka atau tanda-tanda Pramuka pada waktu mengikuti kegiatan organisasi kekuatan sosial politik dan melakukan kegiatan politik praktis. spiritual. peduli. bertanggungjawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat. yang sasarannya menjadikan mereka sebagai manusia yang mandiri. prinsip dasar dan metode gerakan kepanduan sedunia. (4) Gerakan Pramuka dan Agama a. Ada yang meniru dan harus ada yang ditiru. Pendidikan berbeda dengan pengajaran.

Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri. d. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa. . sehat. d. kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat. 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan. komunikasi dan kerjasama. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Kepedulian dan tanggungjawab serta disiplin. penelitian. keterampilan dan kesehatan anggota muda dan anggota dewasa muda. untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif. b. dan hasta karya. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan. baik lokal. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. 2) Kerukunan hidup antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa b. Pengamalan moral Pancasila d. kemandirian dan sikap otonom. menyenangkan. Kesadaran berbangsa dan bernegara c. 3) Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara. personalia. persaudaraan dan perdamaian. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi. e. ilmu pengetahuan dan teknologi. f. c. Pasal 10 Pembinaan Watak. nasional maupun internasional. Mengadakan kemitraan. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal. emosional. c. keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. Membina dan melatih jasmani. pemupukan dalam diri anggota muda dan anggota dewasa muda: a. dana. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan. mental. g. perlengkapan. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik.1) Keagamaan. (2) Upaya untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak. (3) Untuk menunjang upaya serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka. dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. h. daya pikir. panca indera. menurut agama masing-masing. Pemahaman sejarah perjuangan bangsa e. spiritual. f. praktis. nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan. Keterampilan dan Kesehatan (1) Pada hakekatnya semua kegiatan dalam Gerakan Pramuka diarahkan untuk membina watak. keterampilan. jasmani. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional. (2) Pembinaan watak dilakukan melalui kegiatan penanaman. teratur. 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya. rasa tanggungjawab dan disiplin. diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi. b. yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan. Rasa percaya diri sendiri f. terarah. e. a.

c. (3) Setiap kwartir membantu jajaran kwartir di wilayah kerjanya untuk melaksanakan pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. Pelatih Pembina Pramuka. (6) Kwartir Nasional membina secara langsung gugusdepan yang berpangkalan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pelatihan dan pertemuan informal. Kwartir Cabang. Pimpinan Saka. sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya di wilayah masing-masing. b. (3) a. dan (3) pasal ini dibentuk lembaga pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. menyelenggarakan pendidikan melalui kursus. Dapat mengikutsertakan masyarakat muda lainya. latihan dan penyuluhan kesehatan. Pamong Saka. Pembina Profesional. bermanfaat. b. sehingga mampu meningkatkan mutu kepramukaan. sehingga kemampuan setiap Ranting dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. antara lain untuk meningkatkan kerjasama. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang. (2) Setiap Kwartir Daerah membina Kwartir Cabang. anggota dewasa muda di gugusdepannya terus meningkat. Pramuka Pandega. dan Kwartir Nasional. Pasal 13 Pertemuan Untuk Memupuk Persaudaraan (1) Gerakan Pramuka mulai dari gugusdepan sampai dengan tingkat nasional menyelenggarakan pertemuan untuk memupuk rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam upaya melestarikan keutuhan bangsa dan negara. disingkat Lemdikanas. (2) Pertemuan itu diisi dengan acara kegiatan yang menarik. perlu lebih sering diselenggarakan pertemuan di tingkat Ranting dan Cabang. keterampilan. (4) Pembinaan kesehatan dilakukan dengan kegiatan kebersihan dan ketertiban. Kwartir Daerah. disingkat Lemdikacab. (4) Untuk melaksanakan tugas tersebut dalam ayat (1). kreatif. disiplin. kecakapan dan penguasaan teknologi. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah. (2). Instruktur Saka. inovatif serta mengandung pendidikan. Pasal 12 Pendidikan Tenaga Kader Gerakan Pramuka (1) Semua kwartir berusaha meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kader Gerakan Pramuka. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional. dan kejuruan melalui syarat-syarat kecakapan dan kegiatan Satuan Karya. disingkat Lemdikada. sehingga kemampuan setiap Cabang dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. (2) Untuk melaksanakan maksud yang tertera dalam ayat (1) pasal ini Kwartir Ranting.(3) Pembinaan keterampilan dilakukan dengan latihan alat driya. Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing. Pasal 11 Pembinaan Kwartir dan Satuan (1) Kwartir Nasional membina Kwartir Daerah. serta keindahan dan kelestarian lingkungan hidup. (4) Setiap Kwartir Ranting melakukan koordinasi dan bimbingan baik organisasi maupun operasional kepada gugusdepan dan satuan karya dalam wilayah kerjanya dan wajib berusaha supaya jumlah dan mutu gugusdepan dan satuan karya di wilayahnya terus meningkat. seperti berikut: a. Agar dapat mengikutsertakan sebanyak mungkin anggota Gerakan Pramuka dalam pertemuan untuk memupuk kekeluargaan dan persaudaraan. . rasa kekeluargaan. (5) Pembina Gugusdepan berusaha supaya jumlah dan mutu para pembina dan anggota muda. sehingga kemampuan setiap Daerah dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. (3) Setiap Kwartir Cabang membina Kwartir Ranting. Pembina Pramuka. kecerdasan.

METODE KEPRAMUKAAN. (3) Setiap anggota Gerakan Pramuka merupakan insan kehumasan. Pasal 17 Usaha Lain Gerakan Pramuka menjalankan usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. (2) Salah satu usaha pengadaan alat perlengkapan setiap kwartir membentuk koperasi yang juga merupakan sarana pendidikan dan kedai pramuka. sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tujuan Gerakan Pramuka. Pasal 15 Kehumasan dan Pengabdian Masyarakat (1) Gerakan Pramuka mulai dari tingkat gugusdepan sampai dengan tingkat nasional melaksanakan usaha kehumasan. BAB IV SISTEM AMONG. dukungan. lembaga swasta dan masyarakat. dan pikirannya. disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (3) Karena adanya hak merek maka pengadaan perlengkapan pendidikan oleh pihak luar Gerakan Pramuka harus mendapat ijin dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. finansial dan organisatoris. Pasal 16 Hubungan dengan Instansi Pemerintah dan Organisasi Lain (1) Gerakan Pramuka mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah. KODE KEHORMATAN PRAMUKA. (4) Disamping Kehumasan. (3) Gerakan Pramuka adalah anggota World Organization of Scout Movement (WOSM). (5) Semua jajaran kwartir seyogyanya memiliki Bumi Perkemahan Pramuka. koperasi atau anggota Gerakan Pramuka yang mendapat ijin dari kwartirnya. MOTTO DAN KIASAN DASAR Pasal 18 Sistem Among (1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among. (4) Gerakan Pramuka mengadakan hubungan kerjasama dengan organisasi kepramukaan di negara lain. (4) Kedai Pramuka dikelola kwartir. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dalam upaya kemandirian. Gerakan Pramuka juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi dari Tri Satya dan Dasa Darma serta menunjang upaya kehumasan. (2) Hubungan masyarakat dilaksanakan untuk memperoleh pengertian. bantuan dan umpan balik dari masyarakat maupun pemerintah serta menjadikan penerangan dan hubungan masyarakat itu sebagai alat kepramukaan dan pendidikan masyarakat. rokhani. (2) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusahakan hubungan dengan pihak-pihak di luar negeri yang tujuannya tidak bertentangan dengan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia dan tujuan Gerakan Pramuka. baik ke dalam maupun ke luar Gerakan Pramuka. .Pasal 14 Fasilitas dan Alat Perlengkapan Pendidikan (1) Semua jajaran Gerakan Pramuka mengusahakan alat perlengkapan sebagai sarana pendidikan. (2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani. untuk dapat berperanserta dalam pembangunan. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN. kebijaksanaan umum pemerintah.

Peduli terhadap bangsa dan tanah air. d. sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga. negara dan bangsa. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. c. Pasal 20 Metode Kepramukaan (1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab. baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Cinta kasih. tanggungjawab serta keterikatan moral. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka. kepedulian. Peduli terhadap diri pribadinya. melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan. alam dan lingkungan hidup. c. (5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri. . sesama manusia. berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai. Pasal 19 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah: a. makhluk sosial. e. serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. bermasyarakat. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri. air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama. menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik. yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. keadilan. Sistem berkelompok. d. kemandirian. ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya. bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya. (6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda.(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut: a. sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran. f. b. (3) Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka. kepatutan. (4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan: a. dorongan dan pengaruh yang baik. b. maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya: a. berkeluarga. b. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan. khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. kejujuran. b. sesama hidup dan alam seisinya. b. kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial. kesederhanaan. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan. Belajar sambil melakukan. c. c.

Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. f. Siaga berani dan tidak putus asa. mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. . h. (4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap. Kiasan dasar. saling menghormati. emosional. c. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwidarma Pramuka Siaga Siaga berbakti kepada ayah bundanya. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji. b. yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan. dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota. (3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah: a. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga terdiri atas: 1) Janji yang disebut Dwisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwisatya Pramuka Siaga Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. 2) 1. e. ranah spiritual. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda.d. c. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan. sosial. (5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya. b. (3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem. intelektual dan fisiknya. mental. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan. tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. menghayati. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. d. Kegiatan di alam terbuka. Sistem tanda kecakapan. (2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat. yaitu: a. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi. terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait. − setiap hari berbuat kebajikan. moral. bersikap demokratis. g. Pasal 21 Kode Kehormatan (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. 2. (2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah: a.

Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penegak Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. perkataan dan perbuatan. cermat. Rela menolong dan tabah 5. cermat. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Kode Kehormatan bagi Pramuka Pandega terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: c. Disiplin. Rela menolong dan tabah 5. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. perkataan dan perbuatan. Suci dalam pikiran. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma.b. Suci dalam pikiran. berani. Trisatya Pramuka Pandega Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: . Rajin. terampil. Hemat. d. dan bersahaja 7. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Patuh dan suka berMusyawarah 4. dan gembira 6. Rajin. Hemat. dan bersahaja 7. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Patuh dan suka berMusyawarah 4. berani. dan gembira 6. dan setia 8. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. 1) Kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penggalang Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. dan setia 8. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat − menepati Dasadarma. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Disiplin. terampil.

Disiplin. dan setia 8. Kesanggupan anggota dewasa untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. e.. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. kami Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/Pembina Profesional/ Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/ Anggota Majelis Pembimbing ………….*) Gerakan Pramuka seperti tersebut dalam keputusan kwartir …………*)/Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka nomor …. cermat. Hemat. perkataan dan perbuatan. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Rela menolong dan tabah 5. Disiplin. dan gembira 6. perkataan dan perbuatan. 2) Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Suci dalam pikiran. dan bersahaja 7. f. 1) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota dewasa terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. berani. dinyatakan dengan Ikrar yang berbunyi sebagai berikut: Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi: Dasadarma IKRAR Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih. berani. Rajin. terampil. dan gembira 6. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. dan setia 8.− menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan.…tahun ……… menyatakan bahwa kami : . Rela menolong dan tabah 5. dan dengan penuh kesadaran serta rasa tanggung jawab atas kepentingan bangsa dan negara. Hemat. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Suci dalam pikiran. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasa Darma. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Patuh dan suka berMusyawarah 4. dan bersahaja 7. cermat. lagi Maha Penyayang. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. terampil. Rajin.

berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya. berani dalam kebenaran. h.*) ( ………………………………… ) Catatan : . ramah dan sabar. membina kesukarelaan dan kesetiakawanan. taat terhadap aturan dan kesepakatan k. bersikap terbuka. Pasal 22 Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka Kode Kehormatan dilaksanakan dengan: a. Memiliki sikap kebersamaan. Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/ Instruktur Saka / Pimpinan Saka / Andalan / Anggota Majelis Pembimbing ………………. l. baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.. e. sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial. ……. waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir. riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan i. dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. berani mengakui kesalahan. serasi dan tidak berlebihan. membina persaudaraan dengan Pramuka sedunia. menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan. untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik.…….coret yang tidak perlu *) diisi Nasional. b. Belajar mendengar. membina sikap mawas diri. membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik. berhati-hati dalam bertindak. c. Pasal 23 Belajar Sambil Melakukan .*) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.. Daerah. f. mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara. bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi. memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar.……………. j. …. Hidup secara sehat jasmani dan rohani. Mengenal. mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku. dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan.− menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan − akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban kami sebagai Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/Anggota Majelis Pembimbing ……….. teliti. Membiasakan diri menepati janji. d. g. … …. mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan. kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan. Bertindak dan hidup secara hemat. bersikap dan berbicara. Ranting atau Gugusdepan... tidak mementingkan diri sendiri. memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya. Cabang.. Mengendalikan dan mengatur diri. berani menghadapi tantangan dan kenyataan.

menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya. berorganisasi. menempatkan diri. Pasal 25 Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan: a. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. taat asas. b. masyarakat dan lingkungannya. daripada hanya menjadi penonton. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat. inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan. Kegiatan bersifat kreatif. (3) Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. b. menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan. selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. e. mengatur diri. f. c. sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut. menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda. bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan. yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka. sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan. membina kerjasama dan rasa memiliki. d. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok. (2) Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya. keselamatan dan keamanan. minat dan mental. dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku. Pasal 26 Kegiatan di Alam Terbuka (1) Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan. moral. g. Pasal 24 Sistem Berkelompok (1) Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin. (2) Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak. spiritual. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda. umur dan kemampuannya. yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri. memikul tanggungjawab. emosional. intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka. dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya.Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan: a. serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya. sosial. manfaat. h. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin. (4) Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi. Pasal 27 .

Pasal 30 Kiasan Dasar (1) Penggunaan Kiasan Dasar. dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman. dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi. Darmaku kubaktikan”. c. harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah.Sistem Tanda Kecakapan (1) Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda. Pasal 28 Sistem Satuan Terpisah Untuk Putera dan Puteri Sistem Satuan Terpisah dilaksanakan sebagai berikut: a. b. (2) Gugusdepan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota muda. Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Puteri. (3) Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan. menantang. . sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan. Kiasan Dasar tidak hanya menarik. satuan Pramuka Putera dibina oleh Pembina Putera. dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat. Pasal 29 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto merupakan motto tetap dan tunggal. BAB V ORGANISASI Pasal 31 Gugusdepan (1) Gugusdepan adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan. (2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah: “Satyaku kudarmakan. sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan. situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda. kebutuhan. kecuali Perindukan Siaga Putera dapat dibina oleh Pembina Puteri. sebagai bagian terpadu proses pendidikan. (2) Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan. (3) Anggota putera dan anggota puteri dihimpun secara terpisah dalam gugusdepan. perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina Putera. Tidak dibenarkan Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Putera dan sebaliknya. anggota dewasa muda dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda yang terdiri atas: 1) Perindukan Siaga 2) Pasukan Penggalang 3) Ambalan Penegak 4) Racana Pandega. disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka.

Pasal 32 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota muda dan anggota dewasa muda dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai aspirasi pemuda Indonesia dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Pasal 34 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pusat pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia anggota dewasa. berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. (3) Setiap Satuan Karya Pramuka mengkhususkan diri pada pengabdian di bidang tertentu berdasarkan spesialisasi atau keterampilan khusus. (4) Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka adalah Pelatih Pembina Pramuka Mahir yang ex-officio sebagai andalan kwartir. masing-masing merupakan satuan karya yang berdiri sendiri. (2) Kegiatan itu menghasilkan pengalaman. tambahan pengetahuan dan teknologi. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. . tanpa melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya. Pasal 35 Kwartir Ranting (1) Kwartir Ranting selain menghimpun gugusdepan dan satuan karya yang ada di wilayah kerjanya juga merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada pada jajarannya. Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. (2) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat.(4) Anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat dapat dihimpun dalam gudusdepan tersendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam gugusdepan biasa. Pasal 33 Dewan Kerja Pramuka (1) Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. (5) Satuan Karya Pramuka dibina oleh Kwartir Ranting/Cabang (6) Anggota Satuan Karya Pramuka wajib meneruskan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota lain di gugusdepannya sebagai Instruktur Muda. b. d. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera. (4) Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera dan puteri dari gugusdepan di wilayah ranting yang bersangkutan. (2) Kwartir Ranting merupakan jajaran yang berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka. c. maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya. (3) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. Daerah dan Nasional. keterampilan dan kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup anggota muda dan anggota dewasa muda. a. (7) Anggota Putera dan anggota Puteri dihimpun dalam satuan karya yang terpisah. (2) Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir.

(2) Kwartir Daerah merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali menejerial Gerakan Pramuka di tingkat daerah. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Dalam melaksanakan fungsi ini. Pasal 38 Kwartir Nasional (1) Kwartir Nasional selain menghimpun daerah-daerah seluruh Indonesia juga menghimpun gugusdepangugusdepan di perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada dijajarannya. Pasal 37 Kwartir Daerah (1) Kwartir Daerah selain menghimpun cabang-cabang yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. dan jasa seseorang untuk mendapatkan anugerah. (2) Kwartir Nasional merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pemegang kebijakan strategi Gerakan Pramuka. penghargaan berupa tanda jasa. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang (Lemdikacab) c. cabang melakukan pembinaan sampai ke tingkat gugusdepan dan satuan karya pramuka. (3) Kwartir Cabang dilengkapi dengan antara lain: a. (2) Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut: a. Wadah Keanggotaan bagi anggota dewasa. (2) Kwartir Cabang merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali operasional kegiatan Gerakan Pramuka dan administrasi pangkal. Dalam melaksanakan fungsinya ini. Dewan Kehormatan Kwartir diusahakan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Dalam melaksanakan fungsi ini dilaksanakan pembinaan menejerial Kwartir Daerah. Dewan Kerja Pramuka tingkat Daerah (DKD) b. Kwartir Daerah melakukan pembinaan sampai ke tingkat ranting. Dewan Kerja Pramuka tingkat Nasional (DKN) b. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah (Lemdikada) c. perilaku. b. Pasal 36 Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang selain menghimpun ranting-ranting yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. (3) Kwartir Nasional dilengkapi dengan antara lain : a. dengan tugas: a. penghargaan dan sanksi. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Lemdikanas) c. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Dewan Kerja Pramuka tingkat Ranting (DKR) b. 2) Andalan. Menilai sikap. Pasal 39 Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka (1) Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan tetap yang dibentuk oleh gugusdepan atau kwartir sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah. .(3) Kwartir Ranting dilengkapi dengan antara lain : a. Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Dewan Kerja Pramuka tingkat Cabang (DKC) b. (3) Kwartir Daerah dilengkapi dengan antara lain: a.

(2) Anggota Dewasa Muda sebelum menjadi Pramuka Pandega pernah menjadi anggota Pramuka Penggalang/Pramuka Penegak melalui proses pendadaran. atau Instruktur tidak meninggalkan statusnya sebagai anggota muda. Pasal 44 Anggota Dewasa Muda (1) Anggota Dewasa Muda adalah anggota biasa yaitu Pramuka Pandega. (4) Anggota muda sebelum menjadi anggota disebut calon anggota. Pramuka Penggalang. 2) Pembina Gugusdepan. Pasal 40 Pembantu Andalan (1) Ketua kwartir dapat mengangkat pembantu andalan yang bertugas untuk menangani hal-hal yang memerlukan keahlian khusus. anggota muda telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat pertama dari golongannya. Musyawarah Daerah. . (7) Pramuka Penegak dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda di gugusdepannya. (5) Anggota muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. Pramuka Penegak berusia 16 tahun sampai dengan 20 tahun. Musyawarah Cabang. dibantu oleh staf kwartir. anggota dewasa muda dan anggota dewasa Pasal 43 Anggota Muda (1) Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri dari Pramuka Siaga. Pasal 41 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional. Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan. BAB VI ANGGOTA Pasal 42 Anggota Biasa Gerakan Pramuka Anggota Biasa Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda. (3) Pramuka Pandega berusia 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Pramuka Penggalang berusia 11 tahun sampai dengan 15 tahun. (3) Anggota muda yang sudah menikah digolongkan menjadi anggota dewasa Gerakan Pramuka. (8) Untuk dapat dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka. (6) Pramuka Penegak yang diangkat menjadi Pembantu Pembina. (2) Pramuka Siaga berusia 7 tahun sampai dengan 10 tahun. (2) Masa bakti pembantu andalan sama dengan masa bakti kwartir. (2) Masa bakti Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka sama dengan masa bakti kwartir atau gugusdepan. Pramuka Penegak. Musyawarah Ranting atau Musyawarah Gugusdepan dan bertugas untuk melakukan audit keuangan kwartir atau gugusdepan untuk dilaporkan kepada musyawarah. 3) Pembina Pramuka. (9) Pelantikan anggota muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Dwisatya bagi Pramuka Siaga atau Trisatya bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak.b.

d.(4) Anggota Dewasa Muda yang sudah menikah digolongkan menjadi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka. b. Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka. seorang yang berlatarbelakang pendidikan akademisi dan keahlian dalam suatu bidang ilmu dan berpengalaman sebagai pelatih pembina pramuka. d. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan membina anggota muda secara aktif. e. (5) Anggota Dewasa Muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. d. h. (7) Pramuka Pandega dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda dalam gugusdepannya tanpa meninggalkan statusnya sebagai anggota dewasa muda. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. Instruktur atau pembantu andalan meninggalkan statusnya sebagai Anggota Dewasa Muda. Andalan dan pembantu andalan sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. seseorang yang mempunyai pengetahuan. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 25 tahun. e. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. b. Pembina Profesional. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). (4) Anggota Dewasa berstatus sebagai: a. c. g. Anggota Majelis Pembimbing. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar . Pelantikan Pembina Pramuka dan Pelatih Pembina Pramuka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. c. (5) Pelantikan: a. b. Anggota Majelis Pembimbing. Pamong Saka dan Instuktur Saka. Pelatih Pembina Pramuka. sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. (2) Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut: a. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). b. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. sedangkan Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun. Andalan dan pembantu andalan. Pimpinan Saka sekurang-kurangnya telah mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan dan berpengalaman di bidang kesakaannya. sedangkan Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 20 tahun. kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio menjadi anggota kwartir/andalan. Pembina Pramuka. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun. Pelantikan Pamong Saka dan Instruktur Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. keterampilan dan keahlian khusus di bidang kejuruan tertentu. Pembina Profesional. sedangkan Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun. (8) Pelantikan Anggota Dewasa Muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Trisatya Pramuka Pandega. sedangkan Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun. c. Pamong Saka. Pasal 45 Anggota Dewasa (1) Anggota Dewasa adalah anggota biasa yang terdiri dari: a. (6) Pramuka Pandega yang diangkat menjadi Pembina Pramuka. (3) Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26 tahun. Pimpinan Saka. g. Instruktur Saka. Pelatih Pembina Pramuka. f. f.

Kecuali Anggota Majelis Pembimbing Nasional yang dilantik dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. f. h. Andalan. Sekretaris Jenderal. d. (7) Orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda dapat berperanserta dalam Gerakan Pramuka untuk membimbing putra-putrinya dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat tinggalnya tanpa berkedudukan sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka. Wakil Ketua. Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan c. Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Kwartir jajaran di atasnya. (6) Pengukuhan Kepengurusan Gerakan Pramuka dilakukan setelah Pelantikan: a. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Ranting. g. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Andalan. dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. f. Pengukuhan Pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari Ketua Kwartir Ranting. e. Pengukuhan Pengurus Dewan Kerja Pramuka serta Pelantikannya dilakukan oleh Ketua jajaran kwartir yang bersangkutan. Pandu dan Pramuka purna bakti b. Pelantikan andalan dan pembantu andalan dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. c. Pasal 46 Anggota Kehormatan (1) Yang dapat menjadi anggota kehormatan Gerakan Pramuka adalah orang dewasa yang terdiri atas: a. Pelantikan Ketua Kwartir yang telah disahkan dengan Keputusan Musyawarah Gerakan Pramuka kwartir jajarannya dilakukan oleh Ketua Presidium Pimpinan Musyawarah Kwartir jajarannya atas limpahan wewenang Musyawarah Gerakan Pramuka. Bendahara. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional. Andalan. Sekretaris. Wakil Ketua. (3) Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi anggota kehormatan atas permintaan kwartir yang bersangkutan. e. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Racana Pandega. Wakil Ketua Kwartir Ranting. Pelantikan Anggota Majelis Pembimbing yang telah disahkan dengan keputusan kwartir jajaran di atasnya dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing jajaran masing-masing. (4) Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka atas permintaan kwartir yang bersangkutan. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang. (2) Pandu dan Pramuka purna bakti yang akan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka wajib mengisi formulir yang telah disediakan. Pelantikan Pembina Profesional dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah. Wakil Ketua. Pengukuhan Pengurus Kwartir Daerah yang terdiri dari Ketua.c. Pengukuhan Pengurus Kwartir Cabang yang terdiri dari Ketua. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting. b. Andalan. Kecuali Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Ambalan Penegak. Pelantikan Pimpinan Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Sekretaris. (5) Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka diangkat oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka termasuk karyawan kwartir. Pembina Satuan. Pasal 47 Anggota Tamu . Pengukuhan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang terdiri dari Ketua. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan. Pembantu Pembina Satuan. d. Pengukuhan Pengurus Gugusdepan Pramuka yang terdiri dari Pembina Gugusdepan.

Melanggar kode kehormatan Gerakan Pramuka. mentaati. c. b. (2) Penerimaan kembali anggota Gerakan Pramuka berdasarkan Ayat (1) pasal ini. b. Meninggal dunia. c. Kode Kehormatan. Permintaan sendiri. Membayar iuran anggota Pramuka c. Diberhentikan. (2) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai kewajiban: a. Merugikan nama baik Gerakan Pramuka. d. BAB VII PRAMUKA UTAMA Pasal 52 Pramuka Utama . Memilih dan dipilih dalam jabatan organisasi. Mengadakan pembelaan dan perlindungan. Pasal 51 Rehabilitasi Anggota (1) Anggota Gerakan Pramuka yang diberhentikan berdasarkan Ayat (2) Pasal 49 Anggaran Rumah Tangga ini dapat mengajukan permohonan menjadi anggota Gerakan Pramuka kembali setelah memperbaiki kesalahannya. dan mengamalkan Anggaran Dasar. berhak membela dirinya dalam sidang dewan kehormatan di kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan. (3) Anggota kehormatan Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memahami. Pasal 49 Pemberhentian Anggota (1) Keanggotaan Gerakan Pramuka berakhir karena: a. (3) Pemberhentian seorang anggota Gerakan Pramuka diusulkan oleh gugusdepan atau kwartirnya dan ditetapkan oleh kwartir yang mengangkatnya. Anggaran Rumah Tangga. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Pramuka (KTA). (2) Anggota Gerakan Pramuka dapat diberhentikan berdasarkan penilaian Dewan Kehormatan jika: a. Menjunjung tinggi harkat dan martabat organisasi Gerakan Pramuka. Mengenakan Seragam Pramuka. b. dilakukan dengan persetujuan dewan kehormatan di kwartir/gugusdepan yang bersangkutan. (2) Prosedur keikutsertaan anggota tamu diserahkan kepada satuan atau kwartir yang bersangkutan. Pasal 50 Pembelaan Anggota Anggota Gerakan Pramuka yang akan diberhentikan karena melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka dan mentaati segala ketentuan yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka.(1) Anggota tamu adalah Warga Negara Asing yang ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Gerakan Pramuka. Pasal 48 Hak dan Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai hak: a. b. dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka.

Hal-hal yang prinsip meliputi: a. sebanyak-banyaknya untuk dua kali masa bakti secara berturut-turut. (5) Kwartir menyusun suatu staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional dan oleh Sekretaris untuk jajaran kwartir lainnya. (8) Pengurus kwartir yang merupakan andalan setidaknya aktif dalam kepengurusan kwartir/gugusdepan 5 tahun terakhir. (2) Ketua Kwartir dapat dipilih kembali. b. (6) Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Satuan Karya Pramuka. Beberapa orang anggota. maka Ketua Kwartir menunjuk salah seorang Wakil Ketua untuk mewakili Ketua Kwartir selaku Pelaksana Harian. Pasal 54 Pelaksana Harian Ketua Kwartir Apabila Ketua Kwartir berhalangan. b. Mengubah status kekayaan kwartir. Pasal 55 Pergantian Pengurus Kwartir Antarwaktu Dalam hal andalan tidak dapat menjalankan tugasnya karena berbagai sebab. (3) Selama belum terbentuk pengurus kwartir yang baru sebagai hasil musyawarah. dengan susunan sebagai berikut: a. (4) Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang bertugas memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan kwartir. Menandatangani pengeluaran uang di luar program kerja. Mengubah struktur organisasi kwartir dan/atau mengadakan alih tugas staf. maka pengurus kwartir lama tetap melaksanakan tugasnya. dengan ketentuan tidak dibenarkan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang prinsip. d. (2) Pramuka Utama merupakan kedudukan kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Seorang Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional atau seorang Sekretaris untuk jajaran kwartir yang lain. c. sehingga mengakibatkan kekosongan maka kwartir mengadakan Rapat Paripurna Andalan untuk menetapkan penggantian antarwaktu terhadap andalan yang bersangkutan. (7) Pengurus kwartir terdiri dari unsur pengurus lama dan pengurus baru. BAB VIII KEPENGURUSAN Pasal 53 Kwartir (1) Kwartir adalah pusat pengelolaan Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif oleh pengurus kwartir yang terdiri atas para andalan. Pengesahan penggantian dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Pasal 56 . Beberapa orang Wakil Ketua yang merangkap sebagai Ketua Bidang.(1) Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama Gerakan Pramuka. Seorang Ketua. Penggantian ini dilaporkan dan/atau dikonsultasikan dengan Ketua Majelis Pembimbing Kwartir jajaran yang bersangkutan. c. d. setiap kwartir membentuk Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang Ketuanya adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. Mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga.

Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Nasional. swasta. b. e. Anggaran Rumah Tangga. c. g. . dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Nasional. Membina dan membantu Kwartir Ranting di wilayah cabangnya. Melaksanakan Anggaran Dasar. Anggaran Rumah Tangga. keputusan Musyawarah Nasional. yang program dan tujuannya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. h. i. Kwartir Daerah bertanggungjawab kepada Musyawarah Daerah. Membina dan membantu Kwartir Daerah. c. dan keputusan Kwartir Nasional. keputusan Kwartir Nasional. Dalam melaksanakan tugasnya. keputusan Kwartir Daerah. f. h. keputusan Musyawarah Nasional. dan keputusan Musyawarah Cabang. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di daerahnya. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. j. a. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Daerah. keputusan Kwartir Nasional. b. Melaksanakan Anggaran Dasar. e. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Daerah. Pasal 57 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Daerah (1) a. keputusan Musyawarah Nasional. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Nasional. swasta dan organisasi masyarakat tingkat nasional yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bekerjasama dengan badan/organisasi di luar negeri. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Anggaran Rumah Tangga. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. keputusan Musyawarah Daerah. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Cabangnya. d. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Nasional bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional. Membina dan membantu Kwartir Cabang di wilayah daerahnya. gugusdepan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Daerahnya. (2) Kwartir Daerah mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di daerahnya selama masa bakti Kwartir Daerah. Pasal 58 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di cabangnya selama masa bakti Kwartir Cabang. dan satuan karya. g. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban Kwartir Nasional kepada Musyawarah Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar.Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Nasional (1) a. d. Anggaran Rumah Tangga dan melaksanakan keputusan Musyawarah Nasional. dan keputusan Musyawarah Daerah. Anggaran Rumah Tangga. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Menetapkan hal-hal yang tidak diatur dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar. dan organisasi masyarakat tingkat daerah. f. c. dan keputusan Musyawarah Nasional dalam bentuk keputusan Kwartir Nasional. b. Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan Anggaran Dasar. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Daerah kepada Musyawarah Daerah. d. (2) Kwartir Nasional mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka selama masa bakti Kwartir Nasional.

keputusan Musyawarah Ranting dan ketentuan lain yang berlaku. d. (2) Ketua Gugusdepan dipilih dari para Pembina Pramuka yang ada dalam gugusdepan yang bersangkutan pada Musyawarah Gugusdepan. Anggaran Rumah Tangga. e. dengan bantuan Majelis Pembimbing Gugusdepan. f. . g. g. Menyelenggarakan kepramukaan di dalam gugusdepannya dengan memberdayakan sumber daya gugusdepannya. Anggaran Rumah Tangga. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Daerah dan tembusan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di cabangnya. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Ranting. e. Menjadikan semua anggota gugusdepannya sebagai insan kehumasan gerakan pramuka. (2) Dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 59 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Ranting (1) a. Melaksanakan ketetapan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam gugusdepannya. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Rantingnya. f. f. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Cabang kepada Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. perlengkapan. c. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Ranting bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting. instansi pemerintah. b. d. Mengelola gugusdepannya selama masa bakti gugusdepan. h. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Cabang. swasta di tingkat ranting. c. dan keuangan gugusdepan. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. g. Membina dan mengembangkan organisasi. dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gugusdepan dan orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda. Pasal 60 Gugusdepan (1) Gugusdepan dikelola secara kolektif oleh Pembina Gugusdepan yang terdiri dari Ketua Gugusdepan dibantu oleh pembina satuan dan pembantu pembina satuan. h. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Ranting kepada Musyawarah Ranting sesuai dengan ketentuan yang berlaku. keputusan Musyawarah Gugusdepan dan ketentuan lain yang berlaku. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat di lingkungannya.e. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Cabang. (2) Kwartir Ranting mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola Gerakan Pramuka di rantingnya selama masa bakti Kwartir Ranting. Pasal 61 Tugas dan Tanggungjawab Pembina Gugusdepan (1) Pembina Gugusdepan mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Kwartir Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Cabang dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Daerah mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di rantingnya. dan organisasi masyarakat tingkat cabang. Mengkoordinasikan pembina satuan. swasta. Melaksanakan ketetapan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Ranting. Membuat laporan tahunan. Membina dan membantu para pembina pramuka di gugusdepan dan para pamong satuan karya. Berhubungan dan bekerjasama dengan masyarakat setempat. h. b.

. (2) . j. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Gugusdepan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan. d. h. Seorang Wakil Ketua.i. Mengusahakan instruktur. Menyampaikan pertanggungjawaban gugusdepan. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir tentang kegiatan sakanya. Membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaannya mengenai pemikiran. perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan satuan karya. Mengkoordinasikan instruktur dengan Dewan Kerja Saka yang ada dalam sakanya. d. Seorang Sekretaris. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. g. Menjadi Pembina Saka dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Sakanya. Pasal 63 Tugas dan Tanggungjawab Pimpinan Saka dan Pamong Saka (1) Pimpinan Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan saka kepada kwartirnya. Majelis Pembimbing. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan dalam kegiatan pembinaan sakanya. f. Pimpinan Saka dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada kwartir yang bersangkutan. melalui kwartirnya. g. Pasal 62 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) dikelola oleh Pimpinan Saka dan Pamong Saka dengan dibantu oleh beberapa Instruktur Saka dengan dukungan Majelis Pembimbing Saka. Melaporkan perkembangan sakanya kepada kwartir dan Pimpinan Saka yang bersangkutan. perlengkapan dan keperluan kegiatan sakanya. h. Menjadi anggota Pimpinan Saka di kwartirnya dengan baik dan bertanggung-jawab. Menyampaikan laporan tahunan kepada Kwartir Rantingnya dengan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan gugusdepannya. Beberapa orang anggota (3) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dibentuk dan disahkan oleh Musyawarah Gerakan Pramuka. f. c. Melaksanakan program kegiatan satuan karya yang telah ditentukan oleh kwartirnya. b. b. e. Membantu kwartir melaksanakan pembinaan dan pengembangan saka. Melaksanakan koordinasi antara Pimpinan Saka di semua jajaran di wilayah kerjanya. a. b. c. (2) Pamong Saka ditetapkan dan dilantik oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang dari para Pembina Pramuka yang ada di wilayah kerjanya dan secara ex-officio menjadi anggota Pimpinan Satuan Karya di Kwartir Ranting atau Kwartir Cabangnya. Seorang Ketua. (2) Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. e. Pasal 64 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. c. Mengadakan hubungan. Mengadakan hubungan dengan instansi atau badan lain yang berkaitan dengan sakanya. kwartir. Pamong Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola pembinaan dan pengembangan Sakanya. gugusdepan dan saka lainnya. d.

(4) Mejelis Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan gudep/satuan/kwartir bersangkutan. Pamong Saka dan Ketua Kwartir secara ex-officio menjadi anggota Majelis Pembimbing bersangkutan. Seorang Ketua Harian. (4) Majelis Pembimbing terdiri atas: a. dan daerah Ketua Majelis Pembimbing dijabat oleh Kepala Wilayah atau Kepala Daerah setempat. b. satuan karya dan kwartir membentuk Majelis Pembimbing. (5) Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka dipilih dari antara anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka yang ada. sedangkan untuk tingkat nasional Ketua Majelis Pembimbing Nasional dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. Beberapa orang anggota. Seorang Sekretaris. Seorang Wakil Ketua. BAB X . (2) Majelis Pembimbing Ranting. Pasal 67 Tata Kerja (1) Majelis Pembimbing mengadakan hubungan timbal-balik secara periodik dengan gugusdepan.(4) kwartir. dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing. material dan finansial kepada gudep/satuan/kwartir bersangkutan. Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilantik bersama-sama dengan pengurus BAB IX BIMBINGAN Pasal 65 Majelis Pembimbing (1) Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka. cabang. satuan karya pramuka dan kwartir yang bersangkutan. (3) Pembina Gugusdepan. Untuk jajaran ranting. (2) Majelis Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moril. (2) Majelis Pembimbing mengadakan Rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun. e. Seorang Ketua. d. Pasal 66 Organisasi Majelis Pembimbing (1) Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka berasal dari unsur-unsur orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda/anggota saka dan tokoh masyarakat di lingkungan gugusdepan/saka yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. setiap gugusdepan. (5) Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada di tingkat Satuan Karya Pramuka. (3) Majelis Pembimbing bersidang sesuai dengan kebutuhan. Daerah. dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada tingkat masing-masing yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. Cabang. organisatoris. c.

sebelum diajukan kepada Musyawarah Nasional harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka.MUSYAWARAH. . (2) Utusan pusat berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Nasional. Penetapan Rencana Strategik Gerakan Pramuka untuk masa bakti berikutnya. diantaranya adalah seorang Ketua Dewan Kerja Nasional dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Nasional. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah yang ada unsur cabangnya. d. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. e. c. Penetapan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (2) Acara Musyawarah Nasional lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. yang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional dengan disertai alasan yang jelas. RAPAT KERJA DAN REFERENDUM Pasal 68 Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Di dalam Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Nasional. (6) Pada Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa. (5) Perutusan pusat dan daerah masing-masing mempunyai hak satu suara. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Nasional atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah yang ada. (4) Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan pusat atau daerah. yang dibuat oleh Kwartir Nasional dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. b. (4) Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah masing-masing harus berusaha supaya perutusannya terdiri atas putera dan puteri. Selambatnya enam bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Nasional wajib mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Pasal 69 Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa terdiri atas utusan (1) pusat dan daerah. (2) Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. (3) Utusan daerah berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. Penyampaian Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. Pasal 70 Acara Musyawarah Nasional (1) Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: a. Pelantikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka. (5) Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (3) Acara Pertanggungjawaban Kwartir Nasional termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. b. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Nasional selama masa baktinya. Penetapan Formatur dan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya.

(2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah. (5) Tim formatur dalam waktu tiga bulan membentuk pengurus Kwartir Nasional baru. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya lima orang di luar Ketua dan sebanyak-banyaknya tujuh orang. (6) Ketua Kwartir Nasional sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. Pasal 74 Pengambilan Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. b. Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Pasal 73 Pimpinan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional tersebut. Kwartir Nasional harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Nasional dan menyampaikan kepada semua Kwartir Daerah. (7) Kwartir Nasional lama.Pasal 71 Pemilihan Ketua Kwartir Nasional (1) Musyawarah Nasional menetapkan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. Pasal 75 Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Di dalam setiap daerah Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. sejak selesainya Musyawarah Nasional sampai dengan dilantiknya Kwartir Nasional baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Majelis Pembimbing Nasional untuk disahkan dan dilantik. (2) . dan terdiri atas unsur-unsur pusat dan daerah. (3) Usul dan bahan Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kwartir Nasional menyampaikan kepada Kwarda-Kwarda nama-nama calon Ketua Kwartir Nasional yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Nasional. (3) Musyawarah Nasional memilih secara langsung Ketua Kwartir Nasional dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Nasional terpilih untuk membentuk Kwartir Nasional. kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (1) Musyawarah Daerah. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Nasional. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. Pasal 72 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Usul Kwartir Daerah harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional selambatlambatnya enam bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional.

yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Daerah. Musyawarah Daerah Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Daerah atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Cabang yang ada di daerah itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah dengan disertai alasan yang jelas. d. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah. Pasal 77 Acara Musyawarah Daerah (1) Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: a. Menetapkan Formatur dan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. (5) Perutusan daerah dan cabang masing-masing berhak satu suara. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Daerah selama masa baktinya. (5) Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (6) Pada Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa. (3) Musyawarah Daerah memilih secara langsung Ketua Kwartir Daerah dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Daerah terpilih untuk membentuk Kwartir Daerah. Pelantikan Ketua Kwartir Daerah terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Daerah. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. b. Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang. (2) Acara Musyawarah Daerah lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. (4) Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan daerah atau cabang. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. . b. Pasal 78 Pemilihan Ketua Kwartir Daerah (1) Musyawarah Daerah menetapkan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. (2) Utusan daerah terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. (4) Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah Kwartir Cabangnya. (3) Utusan cabang terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang seorang di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. c. Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Daerah termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. sebelum diajukan kepada Musyawarah Daerah harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah.(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Selambatnya empat bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Daerah wajib mengadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa Pasal 76 Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa terdiri atas utusan (1) daerah dan cabang. Kwartir Daerah menyampaikan kepada Kwarcab-Kwarcab nama-nama calon Ketua Kwartir Daerah yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Daerah. yang dibuat oleh Kwartir Daerah dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan.

(6) Ketua Kwartir Daerah sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. Pasal 79 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (1) Usul Kwartir Cabang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah selambatlambatnya tiga bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Pasal 81 Pengambilan Keputusan Musyawarah Daerah (1) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Keputusan Musyawarah Nasional. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. dan terdiri atas unsur-unsur daerah dan cabang. dan Keputusan Kwartir Nasional. Kwartir Daerah harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Daerah dan menyampaikan kepada semua Kwartir Cabang dalam wilayahnya. sejak selesainya Musyawarah Daerah sampai dengan dilantiknya Kwartir Daerah baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. maka di atara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. Pasal 80 Pimpinan Musyawarah Daerah Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah tersebut. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Nasional untuk disahkan. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa dilaksanakan. (4) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (7) Kwartir Daerah lama.(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Daerah baru. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. b. Pasal 82 Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Di dalam setiap cabang Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Cabang. (3) Usul dan bahan Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka. . (2) Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Musyawarah Cabang Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Cabang atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting yang ada di cabang itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang dengan disertai alasan yang jelas. (4) Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kuranya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting. (5) Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur sebagai berikut: a.

b. Pasal 83 Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa terdiri atas utusan (1) cabang dan ranting (2) Utusan cabang terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang. (7) Kwartir Cabang lama. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Cabang. Pasal 84 Acara Musyawarah Cabang (1) Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: a. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Cabang baru. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. (3) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Cabang selama masa baktinya. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Daerah untuk disahkan. Pasal 85 Pemilihan Ketua Kwartir Cabang (1) Musyawarah Cabang menetapkan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. (5) Perutusan cabang dan ranting masing-masing berhak satu suara. Kwartir Cabang menyampaikan kepada Kwarran-Kwarran nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Cabang. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang. yang dibuat oleh Kwartir Cabang dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (2) Acara pertanggungjawaban Kwartir Cabang termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. (4) Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. sejak selesainya Musyawarah Cabang sampai dengan dilantiknya Kwartir Cabang baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (3) Utusan ranting terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Cabang wajib mengadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. Pasal 86 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa . c. sebelum diajukan kepada Musyawarah Cabang harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang. (6) Pada Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. (6) Ketua Kwartir Cabang sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan cabang atau ranting. Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. (3) Musyawarah Cabang memilih secara langsung tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Cabang terpilih untuk membentuk Kwartir Cabang. d. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Acara Musyawarah Cabang lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu.b. Pelantikan Ketua Kwartir Cabang terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Cabang. Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting.

(3) Usul dan bahan Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka. (4) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Kwartir Cabang harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Cabang dan menyampaikan kepada semua Kwartir Ranting dalam wilayahnya. Pasal 88 Pengambilan Keputusan Musyawarah Cabang (1) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. . b. Pasal 89 Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Di dalam setiap ranting Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Ranting. Pasal 90 Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa terdiri atas utusan (1) ranting dan gugusdepan. di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Keputusan Musyawarah Nasional/Daerah. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (2) Utusan ranting terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa dilaksanakan. Pasal 87 Pimpinan Musyawarah Cabang Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang tersebut.(1) Usul Kwartir Ranting harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang selambatlambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa. dan terdiri atas unsur-unsur cabang dan ranting. (5) Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (2) Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. b. Musyawarah Ranting Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Ranting atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan yang ada di ranting itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Ranting dengan disertai alasan yang jelas. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Ranting wajib mengadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. (4) Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan di rantingnya. dan Keputusan Kwartir Nasional/Daerah yang bersangkutan.

(2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa dilaksanakan. Kwartir Ranting dan gugusdepan. sejak selesainya Musyawarah Ranting sampai dengan dilantiknya Kwartir Ranting baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. sebelum diajukan kepada Musyawarah Ranting harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Ranting. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (7) Kwartir Ranting lama. seorang di antaranya adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di gugusdepan yang bersangkutan dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing gugusdepan. (4) Kwartir Ranting dan gugusdepan masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Kwartir Ranting harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Ranting dan menyampaikan kepada semua gugusdepan dalam wilayahnya.(3) Utusan gugusdepan terdiri atas empat orang yang diberi kuasa oleh Pembina Gugusdepan. c. Pasal 92 Pemilihan Ketua Kwartir Ranting (1) Musyawarah Ranting menetapkan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Ranting selama masa baktinya. . (6) Pada Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa. (3) Musyawarah Ranting memilih secara langsung Ketua Kwartir Ranting dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih untuk membentuk Kwartir Ranting. Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Ranting termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Cabang untuk disahkan. yang dibuat oleh Kwartir Ranting dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (3) Usul dan bahan Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. b. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting. Kwartir Ranting menyampaikan kepada gugusdepan-gugusdepan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Ranting. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. Pasal 93 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa (1) Usul gugusdepan harus diajukan secara tertulis oleh Pembina gugusdepan kepada Kwartir Ranting selambat-lambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa. Pasal 91 Acara Musyawarah Ranting (1) Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: a. d. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Pelantikan Ketua Kwartir Ranting terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Ranting. (5) Perutusan ranting dan gugusdepan masing-masing berhak satu suara. (2) Acara Musyawarah Ranting lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan ranting atau gugusdepan. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Ranting. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Ranting baru. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. (6) Ketua Kwartir Ranting sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut.

yang harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan dengan disertai alasan yang jelas. (5) Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (4) Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Pasal 98 Acara Musyawarah Gugusdepan (1) Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: a. . Cabang. (2) Pada Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu suara. Daerah. (2) Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Pasal 97 Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa terdiri atas para Pembina Pramuka. (4) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Pasal 95 Pengambilan Keputusan Musyawarah Ranting (1) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. dan Keputusan Kwartir Nasional. Cabang. perwakilan Dewan Ambalan. Pasal 96 Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Di dalam setiap gugusdepan Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Gugusdepan. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa.Pasal 94 Pimpinan Musyawarah Ranting Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting tersebut. b. Daerah. Selambatnya satu bulan setelah usul tertulis diterima maka Pembina Gugusdepan wajib mengadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Pembina Gugusdepan atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak menghadiri Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Keputusan Musyawarah Nasional. para Pembantu Pembina Pramuka. perwakilan Dewan Racana dan perwakilan Majelis Pembimbing Gugusdepan. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. b. dan terdiri atas unsur-unsur ranting dan gugusdepan.

Cabang. Pasal 100 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Usul peserta harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan selambatlambatnya satu bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Menetapkan rencana kerja gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. (2) Acara pertanggungjawaban gugusdepan termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. (3) Usul dan bahan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur oleh Pembina Gugusdepan Pasal 101 Pimpinan Musyawarah Gugusdepan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. d. c.b. (4) Ketua Gugusdepan lama. (2) Selambat-lambatnya dua minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dilaksanakan. Pembina Gugusdepan harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Gugusdepan dan menyampaikan kepada semua orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Pelantikan Ketua Gugusdepan terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Gugusdepan. yang dibuat oleh Pembina Gugusdepan dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Ranting . (3) Ketua Gugusdepan yang lama dapat dipilih kembali. Daerah. (2) Selambat-lambatnya tiga minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan. b. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Pasal 102 Pengambilan Keputusan Musyawarah Gugusdepan (1) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. Keputusan Musyawarah Nasional. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (4) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. sebelum diajukan kepada Musyawarah Gugusdepan harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan. sejak selesainya Musyawarah Gugusdepan sampai dilantiknya Ketua Gugusdepan baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Ranting dan Keputusan Kwartir Nasional. Ketua Gugusdepan menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Gugusdepan kepada semua yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Daerah. Pasal 99 Pemilihan Ketua Gugusdepan (1) Musyawarah Gugusdepan menetapkan Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Memilih Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Cabang. (3) Pertanggungjawaban keuangan gugusdepan selama masa baktinya.

(2) a. b. (2) Apabila keputusan tidak tercapai melalui musyawarah maka keputusan diperoleh melalui pengambilan suara terbanyak. kecuali Musppanitera Nasional. b. (3) Peserta Rapat Kerja terdiri atas: a. Memilih calon anggota Dewan Kerja masa bakti berikutnya. Pasal 105 Pengambilan Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. anggota dewasa muda dan anggota dewasa. (2) Rapat Kerja diselenggarakan satu tahun sekali di awal tahun program.Pasal 103 Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera) diselenggarakan sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega khususnya dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Memberi masukan untuk kebijakan kwartir dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. d. Untuk Rapat Kerja Kwartir sedikitnya diikuti oleh: 1) Andalan kwartir yang bersangkutan 2) Ketua dan Sekretaris Kwartir di bawahnya atau Pembina Gugusdepan untuk Kwartir Ranting 3) Unsur Dewan Kerja atau unsur Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk Kwartir Ranting. Musppanitera diselenggarakan sebelum Musyawarah Kwartirnya. Pasal 104 Acara Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Acara pokok Musppanitera adalah: a. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. Evaluasi kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya selama masa bakti. c. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. c. Laporan pertanggungjawaban atas kebijakan yang dibuat oleh Dewan Kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan Rencana Kerja. . b. (2) Acara Musppanitera lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Hasil Musppanitera Nasional merupakan bagian dari Rencana Strategik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Dewan Kerja yang bersangkutan. d. Pasal 106 Rapat Kerja dan Sidang (1) Rapat Kerja diselenggarakan oleh gugusdepan atau kwartir sebagai langkah pengendalian operasional. Andalan sebagai penasehat. b. Untuk Rapat Kerja Gugusdepan diikuti oleh: 1) Pembina Gugusdepan 2) Pembina satuan 3) unsur anggota muda. (3) Peserta Musppanitera terdiri atas: a.

(5) Referendum disepakati dan diterima jika disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah pihak yang mempunyai hak suara. badan usaha. Royalti atas hak milik intelektual yang dimiliki Gerakan Pramuka. sementara tidak mungkin untuk menyelenggarakan musyawarah. Usaha dana. jelas. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. (6) Hasil referendum diumumkan oleh kwartir yang bersangkutan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka di wilayahnya. yaitu jumlah kwartir/gugusdepan yang ada di wilayahnya. kecuali Sidang Paripurna Nasional. (5) Sidang Paripurna dilaksanakan setiap satu tahun sekali. (6) Sidang Paripurna dilaksanakan setelah sidang paripurna jajaran di atasnya. (7) Peserta Sidang Paripurna terdiri atas: a. b. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat Ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. Pasal 109 Iuran dan Usaha Dana (1) Iuran anggota diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (2) Usaha dana dapat dilakukan oleh badan usaha yang dibentuk oleh pengurus kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. . b. Dewan Kerja yang bersangkutan. f. c. Bantuan Majelis Pembimbing. (4) Batas waktu memberi jawaban ditentukan dan diumumkan. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. (2) Pendapatan Gerakan Pramuka yang berupa finansial disimpan di Bank atas nama organisasi Gerakan Pramuka dan dikelola Bendahara Kwartir. e. d. Pasal 107 Referendum (1) Referendum diadakan apabila menghadapi persoalan yang mendesak yang harus diputuskan dan tidak dapat diputuskan sendiri oleh kwartir. dan disusun sedemikian rupa sehingga jawaban atas referendum itu cukup dengan setuju dan tidak setuju.(4) Sidang Paripurna Pramuka Penegak dan Pandega merupakan wahana bagi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai langkah pengendalian operasional pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. d. (2) Referendum dapat diselenggarakan oleh semua kwartir. c. Iuran anggota. BAB XI PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 108 Pendapatan (1) Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. (3) Referendum dilaksanakan secara tertulis. selambat-lambatnya satu bulan setelah pelaksanaan. Sumber lain yang tidak bertentangan baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. kecuali Sidang Paripurna Nasional. (8) Peserta Rapat Kerja dan Sidang terdiri atas putera dan puteri. Andalan sebagai penasehat.

dan uang tunai. serta lembaga-lembaga usaha dana dari aspek keuangan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa. dan secara insidental berwujud panitia usaha dana. kwartir dapat menggunakan jasa akuntan publik.(3) Badan usaha dapat berbentuk badan usaha tetap. Hak milik atas kekayaan intelektual (2) Benda tak bergerak meliputi tanah dan bangunan (3) Benda bergerak meliputi hasil usaha tetap. surat berharga. (4) Hak milik intelektual yaitu hak atas merek. antara lain perseroan. (4) Badan-badan usaha atau yayasan tersebut bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir yang bersangkutan dan secara berkala memberikan laporannya. dan hak cipta Gerakan Pramuka baik yang sudah ada maupun yang akan dimintakan di kelak kemudian hari. yang melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. (2) Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilaporkan dalam Musyawarah Kwartir yang bersangkutan. BAB XII ATRIBUT Pasal 113 Lambang (1) Lambang Gerakan Pramuka adalah silhouette tunas kelapa. Pasal 111 Pengelolaan. (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Majelis Pembimbing. kendaraan. (2) Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda pengenal Gerakan Pramuka. Pasal 114 Bendera . Benda tak bergerak b. Lambang/tanda gambar Silhouette Tunas Kelapa. Pasal 112 Pengawasan (1) Pengawasan atas pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan kwartir. Pasal 110 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. (3) Neraca tahun anggaran kwartir diinformasikan di dalam Rapat Kerja Kwartir. patent. perlengkapan kantor. Tulisan/Publikasi Gerakan Pramuka. Pemanfaatan. antara lain : a. b. dan koperasi atau dalam bentuk yayasan. yang warnanya disesuaikan dengan penggunaannya. Benda bergerak c. Pengusahaan dan Pengalihan Kekayaan (1) Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan merupakan wewenang dan dilaksanakan oleh pengurus kwartir masing-masing jajaran berdasarkan keputusan rapat pengurus kwartir/gugusdepan dengan konsultasi Majelis Pembimbing bersangkutan. (4) Apabila diperlukan.

Darmaku kubaktikan Agar jaya Indonesia Indonesia tanah airku. Pasal 118 Lencana dan Tanda-tanda Anggota Gerakan Pramuka selain mengenakan lencana Gerakan Pramuka. mendidik disiplin dan kerapian. Pasal 115 Panji (1) Gerakan Pramuka memiliki Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional yang diadakan khusus untuk itu. (2) Panji yang dimaksudkan dalam ayat (1) pasal ini disebut Panji Gerakan Pramuka yang disimpan di kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. di tengah-tengahnya terdapat lambang Gerakan Pramuka berwarna merah. serta menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan. tanggal 14 Agustus 1961. menimbulkan rasa bangga anggota Gerakan Pramuka. Pasal 117 Pakaian Seragam (1) Pakaian seragam Pramuka dimaksudkan untuk menarik. dan dikeluarkan pada setiap peringatan Hari Pramuka. untuk gugusdepan nama kwartir dan nomor gugusdepannya. BAB XIV LAIN-LAIN . (2) Di bagian atas dan bagian bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukuran lebar 1/10 dari lebar bendera.(1) Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjang dan berukuran tiga berbanding dua. letaknya 1/10 dari lebar bendera dari sisi atas dan sisi bawah. Kami jadi pandumu. (3) Warna cokelat muda dan cokelat tua dimaksudkan untuk mengingatkan kaum muda akan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan. manusia Pancasila Satyaku kudarmakan. berwarna dasar putih. juga mengenakan lencana World Organization of Scout Movement pada pakaian seragamnya. (2) Warna pakaian seragam pramuka adalah cokelat muda untuk bagian atas dan cokelat tua untuk bagian bawah. Pasal 116 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya darma Pramuka karangan Husein Mutahar. yang syair lagunya berbunyi: Kami Pramuka Indonesia. menghadap ke arah tiang bendera. BAB XIII PEMBUBARAN Pasal 119 Akibat Hukum dari Pembubaran Apabila terjadi pembubaran Gerakan Pramuka. serta merah putih untuk pita dan setangan leher. (3) Pada bagian tepi tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebar 1/8 dari panjang bendera dengan tulisan untuk kwartir nama kwartir. maka untuk penyelesaian harta benda milik seluruh Gerakan Pramuka dibentuk panitia penyelesaian harta benda.

BAB XV PENUTUP Pasal 122 Penutup (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berdasarkan wewenang yang dilimpahkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2003 di Pontianak.Pasal 120 Petunjuk Penyelenggaraan (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan lain. Jakarta. Azrul Azwar. DR. Prof. Kalimantan Barat sesudah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2004. Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan ditetapkan dengan keputusan Kwartir Nasional Pasal 121 Perubahan Anggaran Rumah Tangga Perubahan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2) Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan itu tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. MPH . 2005 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. dr. (3) Gerakan Pramuka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful