KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia; bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada butir a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat; bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan Keputusan Presiden;

b.

c.

Mengingat

:

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KEPUTUSAN PRESIDEN GERAKAN PRAMUKA.

TENTANG

PENGESAHAN

ANGGARAN

DASAR

Pasal 1 Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini. Pasal 2 Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2004 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI

KEPUTUSAN Biro Peraturan Plt. KepalaPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN NOMOR TANGGAL

Perundang-undangan Bidang Kesejahteraan Rakyat dan ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Aparatur Negara,
PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan, dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada Utomo Fariedtanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selamalamanya. Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab. Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan: - negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika; - ideologi Pancasila; - kehidupan rakyat yang rukun dan damai; - lingkungan hidup di bumi nusantara. Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan, sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka disusunlah anggaran dasar Gerakan Pramuka ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, STATUS, TEMPAT, DAN WAKTU Pasal 1 Nama, Status, dan Tempat (1) (2) (3) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan Pramuka berstatus badan hukum. Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

: 104 Tahun 2004 : 18 Oktober 2004

Pasal 2 Waktu (1) Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia. (2) Hari Pramuka adalah tanggal 14 Agustus. BAB II ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI, Pasal 3 Asas Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Pasal 4 Tujuan Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya sehingga menjadi: a. manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang: 1). beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, emosional, dan tinggi moral 2). tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya 3). kuat dan sehat jasmaninya b. warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional. Pasal 5 Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.

Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan non formal, di luar sekolah dan di luar keluarga, dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan Motto Gerakan Pramuka yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. BAB III SIFAT, UPAYA DAN USAHA Pasal 7 Sifat Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional Indonesia.

(1)

(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis. (4) Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga. (5) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Pasal 8 Upaya dan Usaha Segala upaya dan usaha Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan

(1) Pramuka. a. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui kegiatan: 1) Keagamaan, untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut agama masing-masing 2) Kerukunan hidup beragama antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain 3). Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan b. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa; c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan; d. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional; e. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri, sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif, rasa tanggung jawab dan disiplin; f. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan; g. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan; h. Membina dan melatih jasmani, panca indera, daya pikir, penelitian, kemandirian dan sikap otonom, keterampilan, dan hasta karya. (2) Upaya dan usaha untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak, mental, emosional, jasmani dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. a. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak; b. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian; c. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi; d. Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional; e. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional; f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. (3) Untuk menunjang upaya dan usaha serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia, perlengkapan, dana, komunikasi, dan kerjasama.

BAB IV SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN, KODE KEHORMATAN, METODE KEPRAMUKAAN, MOTTO DAN KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Pasal 9 Sistem Among (1) Pendidikan nasional bersendikan Sistem Among, artinya menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin diri dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan. (2) Sistem Among berarti mendidik anak menjadi manusia merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (3) Dalam Sistem Among, pendidik dituntut bersikap dan berperilaku: a. b. c. Ing ngarso sung tulodo ; Ing madyo mangun karso; Tut wuri handayani .

Pasal 10 Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan. (3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat. Pasal 11 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah : a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; c. peduli terhadap diri pribadinya; d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. (2) a. b. c. d. e. Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai: norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka; landasan Kode Etik Gerakan Pramuka; landasan sistem nilai Gerakan Pramuka; pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka; landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

Pasal 12 Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; b. belajar sambil melakukan; c. sistem berkelompok;

(2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan Kode Etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat sehari-hari yang diterimanya dengan sukarela serta ditaati demi kehormatan dirinya. BAB V ORGANISASI Pasal 16 Anggota (1) a. sistem tanda kecakapan. c. kegiatan di alam terbuka. f. d. h. g. Instruktur Saka. Pembantu Pembina Pramuka. Darmaku kubaktikan. b. Anggota Majelis Pembimbing Anggota kehormatan: b. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma. Anggota dewasa: a) Anggota Dewasa Muda : Pandega b) Anggota Dewasa : Pembina Pramuka. (3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu: a. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah : “Satyaku kudarmakan. kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik. Pelatih Pembina Pramuka. Penggalang dan Penegak. 1) 2) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas: Anggota biasa : Anggota muda : Siaga. Pasal 14 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan Kode Kehormatan. Pembina Profesional. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma.d.” Pasal 15 Kiasan Dasar Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa. Pasal 13 Kode Kehormatan Pramuka (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. e. sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. Andalan. . Pamong Saka. Pimpinan Saka. kiasan dasar. Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma. Pembantu Andalan. Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma.

c. Di tingkat Ranting Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Cabang Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Daerah Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Nasional Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Pergantian Pengurus Gerakan Pramuka dilaksanakan pada waktu musyawarah. Pasal 20 Kepengurusan (1) (2) Ranting. Anggota muda dan anggota dewasa muda Gerakan Pramuka dihimpun dalam gugus depangugusdepan dan anggota dewasa dihimpun di Kwartir. d.1) 2) (2) anggota dewasa purna bakti orang-orang yang bersimpati dan berjasa kepada Gerakan Pramuka Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota tamu. Daerah-daerah dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Nasional meliputi wilayah Republik Indonesia. (3) Cabang. Pasal 17 Hak dan Kewajiban (1) (2) Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban. Pasal 19 Pramuka Utama Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama. Hak dan kewajiban tersebut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Gugusdepan-gugusdepan dikoordinasikan oleh Kwartir Ranting yang meliputi suatu wilayah Kecamatan/Distrik. b. f. Pasal 21 Satuan Karya Pramuka . e. Cabang-cabang dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Daerah meliputi wilayah Propinsi. (7) Kepengurusan baru dalam jajaran Ranting sampai dengan Nasional terdiri dari unsur Pengurus lama dan Pengurus baru. Pasal 18 Jenjang Organisasi Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut: a. (5) Nasional. (6) Di tingkat Gugusdepan Gerakan Pramuka dipimpin oleh pembina gugusdepan. (4) Daerah. Di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk gugusdepan di bawah pembinaan Kwartir Nasional. Ranting-ranting dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Cabang meliputi wilayah Kabupaten atau Kota.

untuk melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya. (2) Kwartir Daerah diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. Pimpinan Saka adalah bagian integral dari Kwartir. dan finansial oleh Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang terdiri atas tokoh pemerintahan dan masyarakat. Pasal 22 Dewan Kerja Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan. materiil. a. bangsa dan negara. (3) Kwartir Cabang diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. organisatoris. sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan yang terdiri atas orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat di sekitar gugusdepan. Daerah. organisatoris. organisatoris. materiil. Pasal 23 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah Pembinaan Anggota Dewasa. dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. materiil. (5) Gugusdepan diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. (2) Saka di tingkat Kwartir dipimpin secara kolektif oleh Pimpinan Saka. materiil. Personalia Badan Pemeriksa Keuangan berjumlah minimal 3 orang anggota . dan finansial oleh Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh Bupati atau Walikota dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Ranting yang diketuai oleh Camat/Kepala Distrik dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. disingkat Saka. adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat. dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega.(1) Satuan Karya Pramuka. organisatoris. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Nasional yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia dengan beranggotakan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian kepada Gerakan Pramuka. mengembangkan bakat. (2) Nasional. organisatoris. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. dan Pasal 24 Bimbingan (1) Kwartir Nasional diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. (2) (3) Badan Pemeriksa Keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan Kwartir. organisatoris. Pasal 25 Pemeriksaan Keuangan (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. (4) Kwartir Ranting diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. materiil. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Daerah yang diketuai oleh Gubernur beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. (6) Satuan Karya Pramuka diberi bimbingan dan bantuan oleh Majelis Pembimbing yang bersifat moral. materiil.

pertanggungjawaban keuangan. maka di antara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Cabang untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. (2) Musyawarah Daerah a. pertanggungjawaban keuangan. Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa baktinya termasuk. Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. d. termasuk pertanggungjawaban keuangan 2) Menetapkan Rencana Strategik 5 tahun. b. (4) Badan Pemeriksa Keuangan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Penyelenggaraan. c. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Nasional untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. c. Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. Badan Pemeriksa Keuangan dibantu oleh Akuntan Publik. Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa baktinya termasuk. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (4) Musyawarah Ranting a.Gerakan Pramuka ditambah seorang staf yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan. b. Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa baktinya. Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. Pimpinan Musyawarah Cabang adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. b. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. c. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Daerah untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali. Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa baktinya termasuk. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. Pimpinan Musyawarah Nasional adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional. Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. . 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. (3) Musyawarah Cabang a. d. b. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Ranting untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. Pimpinan Musyawarah Daerah adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah. e. BAB VI MUSYAWARAH DAN REFERENDUM Pasal 26 Musyawarah (1) Musyawarah Nasional a. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. b. pertanggungjawaban keuangan. d.

maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Pimpinan Musyawarah Gugusdepan adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. 3) Menetapkan Pembina Gugusdepan untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. Pasal 27 Referendum Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa. Pimpinan Musyawarah Ranting adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. iuran anggota. e. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu referendum. d. berukuran tiga banding dua. d. b. bantuan majelis pembimbing. d. Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: 1) Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa baktinya termasuk. Pasal 31 Bendera Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang. . sumber lain yang tidak bertentangan. b. BAB VII PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 28 Pendapatan Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa.c. BAB VIII ATRIBUT Pasal 30 Lambang Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. c. badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. pertanggungjawaban keuangan. (5) Musyawarah Gugusdepan a. warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. c. usaha dana. Pasal 29 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak milik intelektual (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Mabi.

BAB XI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 37 Perubahan Anggaran Dasar Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh utusan daerah sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. d. Pasal 33 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka. BAB X PEMBUBARAN Pasal 36 Pembubaran Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu. anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat. c. BAB XII Musyawarah Nasional jika disetujui oleh (1) (2) . Usul perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka diterima oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang hadir. (1) a. Pasal 34 Pakaian Seragam dan Tanda-tanda Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin. (2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. maka cara penyelesaian harta benda milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang mengusulkan pembubaran itu. b. tanggal 14 Agustus 1961. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini. BAB IX ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 35 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah.Pasal 32 Panji Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961.

Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2003 di Pontianak. : 2.PENUTUP Pasal 38 Penutup Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kalimantan Barat pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sesuai Keputusan Munas 2003 nomor 09/MUNAS/2003 telah disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004. c. di Pontianak KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Memperhatikan 1. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan keputusannya. Arahan Pimpinan Kwartir Nasional dan Andalan Nasional. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. 2. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka perlu dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Kalimantan Barat. b. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999. dan oleh karena itu Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Menimbang : a. Saran Kelompok Kerja Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Mengingat . sehingga Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 perlu disempurnakan agar sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tersebut. tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. : 1. 3.

Azrul Azwar. DR. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kepramukaan sebagai cara mendidik kaum muda. dengan bimbingan orang dewasa. BAB II ASAS. Ditetapkan di Pada tanggal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. Dengan berlakunya Keputusan Kwarnas ini. Pasal 2 Tempat (1) Domisili kantor pusat Gerakan Pramuka di Ibukota negara Republik Indonesia. Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka untuk melaksanakan dan menyebarluaskan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini. DAN FUNGSI . dr. MPH LAMPIRAN KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA BAB I NAMA DAN TEMPAT Pasal 1 Nama (1) Gerakan Pramuka. H. maka Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dinyatakan tidak berlaku lagi. TUJUAN DAN TUGAS POKOK. : Jakarta. SASARAN. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan di seluruh wilayah Republik Indonesia. adalah gerakan pendidikan kaum muda yang didukung oleh orang dewasa. Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. : 31 Mei 2005 Prof.M E M U T U S K A N: Menetapkan: Pertama : Kedua: Ketiga : : Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini. yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana.

moral. Berdisiplin yaitu berpikir. teratur. SIFAT DAN UPAYA Pasal 7 Kepramukaan (1) Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. sehat. berani dan mampu menghadapi tugas-tugas serta memiliki komitmen. sosial. terarah.Pasal 3 Asas (1) Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. bertanggungjawab. menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental. sosial. praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. intelektual dan fisik. (2) Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik mental. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. kepedulian. (3) Kepramukaan merupakan sistem pembinaan dan pengembangan sumberdaya atau potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional. menyenangkan. berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan. sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat. bersikap dan bertingkah laku tertib c. moral. Membentuk sikap dan perilaku yang positif. intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia. kepentingan. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berjiwa Pancasila b. inovatif. Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian. dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan sumber daya generasi muda. sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. emosional. b. akhlak dan budi pekerti luhur. emosional. Sehat dan kuat mental. . Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan dijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa. Pasal 5 Sasaran Sasaran kepramukaan adalah mempersiapkan kader bangsa yang: a. moral dan fisiknya d. yang percaya kepada kemampuan sendiri. spiritual. Pasal 4 Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan: a. semangat kebersamaan. dapat dipercaya. berpikir kreatif. spiritual. (2) Penghayatan dan pengamalan Pancasila diwujudkan dalam sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramuka. e. bangsa dan negara. BAB III KEPRAMUKAAN.

baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. (5) b. e. d. Gerakan Pramuka memberi kebebasan kepada anggotanya untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Gerakan Pramuka membina anggotanya agar meningkatkan ketakwaan dan menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. dan pengalaman melalui kegiatan: . Pendidikan berbeda dengan pengajaran. (3) Gerakan Pramuka dan Politik a. sosial intelektual dan fisiknya. (4) Gerakan Pramuka dan Agama a. fisik. Gerakan Pramuka tidak terlepas dari idealisme. 2) tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka atau tanda-tanda Pramuka pada waktu mengikuti kegiatan organisasi kekuatan sosial politik dan melakukan kegiatan politik praktis. peduli. Semua jajaran Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan yang bersifat politik praktis. Gerakan Pramuka membina anggotanya untuk menumbuhkan dan memupuk kerukunan hidup beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai agama dan kepercayaan orang lain. b. Pasal 9 Upaya (1) Segala upaya Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. b. c. pengetahuan. proses pendidikan lebih pelan daripada proses pengajaran. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial politik manapun. 3) tidak dibenarkan mengenakan pakaian atau tanda-tanda yang dipakai sebagai identitas organisasi kekuatan sosial politik pada waktu menghadiri atau mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka. b. Pada hakekatnya yang menjadi pendidik sebenarnya adalah pihak yang dididik. spiritual. moral. keterampilan. moral. Gerakan Pramuka berpegang pada peraturan perundang-undangan negara dan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia. Pelaksana pendidikan dalam kepramukaan agar menghayati dan menyadari bahwa: Karya di bidang pendidikan adalah karya peningkatan mutu mental. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental. bertanggungjawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat. c. (2) Keanggotaan Gerakan Pramuka bersifat sukarela. c. pendidik hanya pemberi bahan pendidikan yang selanjutnya diproses oleh penerima bahan pendidikan tersebut sendiri. emosional. yang sasarannya menjadikan mereka sebagai manusia yang mandiri. dengan ketentuan: 1) tidak dibenarkan menyiarkan faham politik yang dianutnya ke dalam lingkungan Gerakan Pramuka.(4) Pendidikan dalam kepramukaan dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan yang berkesinambungan bagi Sumber Daya Manusia Pramuka. Ada yang meniru dan harus ada yang ditiru. yang berarti tidak ada unsur kewajiban dan paksaan. prinsip dasar dan metode gerakan kepanduan sedunia. Yang ditiru harus berharga/bernilai untuk ditiru. Anggota Gerakan Pramuka secara pribadi dapat menjadi anggota suatu organisasi kekuatan sosial politik. a. bangsa Gerakan Pramuka dapat didirikan di seluruh wilayah tanah air Indonesia dan diikuti oleh seluruh Indonesia tanpa membedakan Suku dan Ras. Pasal 8 Sifat (1) a. Dasar dan landasan pendidikan adalah meniru.

Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal. nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan. f. personalia. untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran berbangsa dan bernegara c. keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan. panca indera. terarah. keterampilan. e. Pasal 10 Pembinaan Watak. spiritual. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri. daya pikir. b. (3) Untuk menunjang upaya serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka. menyenangkan. yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. dana. sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif. c. f. (2) Pembinaan watak dilakukan melalui kegiatan penanaman. kemandirian dan sikap otonom.1) Keagamaan. emosional. mental. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. Kepedulian dan tanggungjawab serta disiplin. perlengkapan. praktis. Rasa percaya diri sendiri f. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. e. keterampilan dan kesehatan anggota muda dan anggota dewasa muda. dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. ilmu pengetahuan dan teknologi. g. teratur. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi. nasional maupun internasional. Membina dan melatih jasmani. persaudaraan dan perdamaian. Pemahaman sejarah perjuangan bangsa e. jasmani. (2) Upaya untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan. b. pemupukan dalam diri anggota muda dan anggota dewasa muda: a. h. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional. d. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa. 2) Kerukunan hidup antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain. sehat. a. 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan. 3) Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara. d. komunikasi dan kerjasama. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan. c. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa b. kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. Keterampilan dan Kesehatan (1) Pada hakekatnya semua kegiatan dalam Gerakan Pramuka diarahkan untuk membina watak. penelitian. dan hasta karya. menurut agama masing-masing. Pengamalan moral Pancasila d. diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi. baik lokal. rasa tanggungjawab dan disiplin. . Mengadakan kemitraan. 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya.

Pramuka Pandega. Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing. (2). seperti berikut: a. (2) Setiap Kwartir Daerah membina Kwartir Cabang. latihan dan penyuluhan kesehatan. keterampilan. disingkat Lemdikanas. kreatif. inovatif serta mengandung pendidikan. Dapat mengikutsertakan masyarakat muda lainya. kecerdasan. (5) Pembina Gugusdepan berusaha supaya jumlah dan mutu para pembina dan anggota muda. bermanfaat. b. Pembina Profesional. Pelatih Pembina Pramuka. Pasal 12 Pendidikan Tenaga Kader Gerakan Pramuka (1) Semua kwartir berusaha meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kader Gerakan Pramuka. Pasal 13 Pertemuan Untuk Memupuk Persaudaraan (1) Gerakan Pramuka mulai dari gugusdepan sampai dengan tingkat nasional menyelenggarakan pertemuan untuk memupuk rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam upaya melestarikan keutuhan bangsa dan negara. sehingga kemampuan setiap Daerah dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. (6) Kwartir Nasional membina secara langsung gugusdepan yang berpangkalan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional. . (3) a. (3) Setiap Kwartir Cabang membina Kwartir Ranting. Pimpinan Saka. Kwartir Daerah. (2) Untuk melaksanakan maksud yang tertera dalam ayat (1) pasal ini Kwartir Ranting. dan (3) pasal ini dibentuk lembaga pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka.(3) Pembinaan keterampilan dilakukan dengan latihan alat driya. sehingga kemampuan setiap Cabang dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. dan kejuruan melalui syarat-syarat kecakapan dan kegiatan Satuan Karya. Agar dapat mengikutsertakan sebanyak mungkin anggota Gerakan Pramuka dalam pertemuan untuk memupuk kekeluargaan dan persaudaraan. c. Instruktur Saka. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang. perlu lebih sering diselenggarakan pertemuan di tingkat Ranting dan Cabang. b. disiplin. (4) Setiap Kwartir Ranting melakukan koordinasi dan bimbingan baik organisasi maupun operasional kepada gugusdepan dan satuan karya dalam wilayah kerjanya dan wajib berusaha supaya jumlah dan mutu gugusdepan dan satuan karya di wilayahnya terus meningkat. serta keindahan dan kelestarian lingkungan hidup. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. pelatihan dan pertemuan informal. sehingga kemampuan setiap Ranting dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. disingkat Lemdikada. (4) Pembinaan kesehatan dilakukan dengan kegiatan kebersihan dan ketertiban. (2) Pertemuan itu diisi dengan acara kegiatan yang menarik. antara lain untuk meningkatkan kerjasama. (4) Untuk melaksanakan tugas tersebut dalam ayat (1). rasa kekeluargaan. Kwartir Cabang. disingkat Lemdikacab. (3) Setiap kwartir membantu jajaran kwartir di wilayah kerjanya untuk melaksanakan pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. kecakapan dan penguasaan teknologi. sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya di wilayah masing-masing. anggota dewasa muda di gugusdepannya terus meningkat. Pembina Pramuka. Pasal 11 Pembinaan Kwartir dan Satuan (1) Kwartir Nasional membina Kwartir Daerah. Pamong Saka. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah. dan Kwartir Nasional. sehingga mampu meningkatkan mutu kepramukaan. menyelenggarakan pendidikan melalui kursus.

baik ke dalam maupun ke luar Gerakan Pramuka. koperasi atau anggota Gerakan Pramuka yang mendapat ijin dari kwartirnya. rokhani. dan pikirannya. (2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani. (3) Setiap anggota Gerakan Pramuka merupakan insan kehumasan. BAB IV SISTEM AMONG. Pasal 17 Usaha Lain Gerakan Pramuka menjalankan usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. (3) Karena adanya hak merek maka pengadaan perlengkapan pendidikan oleh pihak luar Gerakan Pramuka harus mendapat ijin dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2) Salah satu usaha pengadaan alat perlengkapan setiap kwartir membentuk koperasi yang juga merupakan sarana pendidikan dan kedai pramuka. . (4) Gerakan Pramuka mengadakan hubungan kerjasama dengan organisasi kepramukaan di negara lain. Pasal 16 Hubungan dengan Instansi Pemerintah dan Organisasi Lain (1) Gerakan Pramuka mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah. sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tujuan Gerakan Pramuka. (3) Gerakan Pramuka adalah anggota World Organization of Scout Movement (WOSM). bantuan dan umpan balik dari masyarakat maupun pemerintah serta menjadikan penerangan dan hubungan masyarakat itu sebagai alat kepramukaan dan pendidikan masyarakat. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN. lembaga swasta dan masyarakat. (2) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusahakan hubungan dengan pihak-pihak di luar negeri yang tujuannya tidak bertentangan dengan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia dan tujuan Gerakan Pramuka. MOTTO DAN KIASAN DASAR Pasal 18 Sistem Among (1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dalam upaya kemandirian. (5) Semua jajaran kwartir seyogyanya memiliki Bumi Perkemahan Pramuka. finansial dan organisatoris. disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. Gerakan Pramuka juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi dari Tri Satya dan Dasa Darma serta menunjang upaya kehumasan. (2) Hubungan masyarakat dilaksanakan untuk memperoleh pengertian. METODE KEPRAMUKAAN. (4) Disamping Kehumasan. untuk dapat berperanserta dalam pembangunan. kebijaksanaan umum pemerintah. (4) Kedai Pramuka dikelola kwartir.Pasal 14 Fasilitas dan Alat Perlengkapan Pendidikan (1) Semua jajaran Gerakan Pramuka mengusahakan alat perlengkapan sebagai sarana pendidikan. KODE KEHORMATAN PRAMUKA. dukungan. Pasal 15 Kehumasan dan Pengabdian Masyarakat (1) Gerakan Pramuka mulai dari tingkat gugusdepan sampai dengan tingkat nasional melaksanakan usaha kehumasan.

b. Sistem berkelompok. menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. Peduli terhadap bangsa dan tanah air. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. b. c. c. c. b. sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat. air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan. maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya: a. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka. dorongan dan pengaruh yang baik. negara dan bangsa. b. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah. memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik. Pasal 19 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah: a. kepedulian. makhluk sosial. alam dan lingkungan hidup. sesama manusia. ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. c. b. berkeluarga. (6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab. keadilan. (3) Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. f. Cinta kasih. kejujuran. (4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan: a. Peduli terhadap diri pribadinya. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga.(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut: a. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri. kesederhanaan. kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial. sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri. bermasyarakat. Pasal 20 Metode Kepramukaan (1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya. kepatutan. baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. . yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan. sesama hidup dan alam seisinya. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan. tanggungjawab serta keterikatan moral. berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai. d. serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. (5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas. d. kemandirian. Belajar sambil melakukan. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan. e. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.

(5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya. (3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem. b. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. (2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.d. emosional. 2. . Kegiatan di alam terbuka. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi. b. Sistem tanda kecakapan. sosial. (2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah: a. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat. menghayati. terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait. intelektual dan fisiknya. ranah spiritual. bersikap demokratis. moral. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. saling menghormati. d. c. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. Siaga berani dan tidak putus asa. g. 2) 1. f. Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga terdiri atas: 1) Janji yang disebut Dwisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwisatya Pramuka Siaga Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan. mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. c. Pasal 21 Kode Kehormatan (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong. Kiasan dasar. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan. yaitu: a. e. dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota. (4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwidarma Pramuka Siaga Siaga berbakti kepada ayah bundanya. (3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah: a. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. mental. h. − setiap hari berbuat kebajikan.

Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. dan setia 8. Suci dalam pikiran. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. cermat. Rela menolong dan tabah 5. 1) Kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penggalang Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Trisatya Pramuka Pandega Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: . cermat. Disiplin. berani. terampil. dan bersahaja 7. Rajin. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat − menepati Dasadarma. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Rajin. Patuh dan suka berMusyawarah 4. dan setia 8. Hemat. terampil. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Disiplin. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penegak Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. d. dan gembira 6. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. dan gembira 6. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Rela menolong dan tabah 5. dan bersahaja 7. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. perkataan dan perbuatan.b. Kode Kehormatan bagi Pramuka Pandega terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: c. berani. perkataan dan perbuatan. Suci dalam pikiran. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Hemat.

Patriot yang sopan dan kesatria 3. Suci dalam pikiran. Hemat. Suci dalam pikiran. Hemat. terampil. f.*) Gerakan Pramuka seperti tersebut dalam keputusan kwartir …………*)/Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka nomor …. lagi Maha Penyayang.. Disiplin. dan setia 8. Kesanggupan anggota dewasa untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. terampil. berani. dan bersahaja 7. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. perkataan dan perbuatan. dan dengan penuh kesadaran serta rasa tanggung jawab atas kepentingan bangsa dan negara. Patriot yang sopan dan kesatria 3. dan setia 8. e. Rajin. 2) Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. 1) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota dewasa terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. berani. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Rela menolong dan tabah 5. dan gembira 6. Disiplin.…tahun ……… menyatakan bahwa kami : . cermat. Rela menolong dan tabah 5. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasa Darma. dan bersahaja 7. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. kami Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/Pembina Profesional/ Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/ Anggota Majelis Pembimbing …………. dan gembira 6. dinyatakan dengan Ikrar yang berbunyi sebagai berikut: Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi: Dasadarma IKRAR Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih. Rajin. cermat. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9.− menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. perkataan dan perbuatan. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2.

Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial. mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama.. e. berani menghadapi tantangan dan kenyataan..……………. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Pasal 22 Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka Kode Kehormatan dilaksanakan dengan: a. taat terhadap aturan dan kesepakatan k. baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.*) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan i. membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa. sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan. Bertindak dan hidup secara hemat. memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar.*) ( ………………………………… ) Catatan : . Membiasakan diri menepati janji. h. membina kesukarelaan dan kesetiakawanan. untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku. berani mengakui kesalahan.. l. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan. memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya.. Mengenal. Cabang. teliti.. Daerah. tidak mementingkan diri sendiri. mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan. d. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik. membina persaudaraan dengan Pramuka sedunia.− menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan − akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban kami sebagai Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/Anggota Majelis Pembimbing ………. kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan. berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya. Belajar mendengar. … …. bersikap terbuka. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara. Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/ Instruktur Saka / Pimpinan Saka / Andalan / Anggota Majelis Pembimbing ………………. Ranting atau Gugusdepan. berhati-hati dalam bertindak. b. Memiliki sikap kebersamaan. g.coret yang tidak perlu *) diisi Nasional. c. Pasal 23 Belajar Sambil Melakukan . bersikap dan berbicara. ramah dan sabar.. Mengendalikan dan mengatur diri. dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.……. membina sikap mawas diri. ……. waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir. j. berani dalam kebenaran. f. menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain. Hidup secara sehat jasmani dan rohani. bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi. serasi dan tidak berlebihan. …. dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan.

(4) Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi. sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan. minat dan mental. daripada hanya menjadi penonton. f. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok. d. b. Pasal 26 Kegiatan di Alam Terbuka (1) Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan. serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi. e.Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan: a. Pasal 24 Sistem Berkelompok (1) Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin. Kegiatan bersifat kreatif. intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka. membina kerjasama dan rasa memiliki. manfaat. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul. (2) Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya. keselamatan dan keamanan. (3) Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. masyarakat dan lingkungannya. Pasal 25 Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan: a. (2) Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak. inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya. dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya. h. moral. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin. memikul tanggungjawab. mengatur diri. yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri. menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka. bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan. c. g. selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. sosial. yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka. menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya. umur dan kemampuannya. menempatkan diri. berorganisasi. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan. emosional. dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku. taat asas. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern. Pasal 27 . spiritual. sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda. b.

(3) Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat. b. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan. sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan. situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda. kebutuhan. Pasal 29 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto merupakan motto tetap dan tunggal. harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah. c. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah: “Satyaku kudarmakan. menantang. disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka. (2) Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan. sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan. Pasal 30 Kiasan Dasar (1) Penggunaan Kiasan Dasar. BAB V ORGANISASI Pasal 31 Gugusdepan (1) Gugusdepan adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan. Kiasan Dasar tidak hanya menarik. (2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan. sebagai bagian terpadu proses pendidikan. . Tidak dibenarkan Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Putera dan sebaliknya. Pasal 28 Sistem Satuan Terpisah Untuk Putera dan Puteri Sistem Satuan Terpisah dilaksanakan sebagai berikut: a. dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat. Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Puteri. satuan Pramuka Putera dibina oleh Pembina Putera. anggota dewasa muda dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda yang terdiri atas: 1) Perindukan Siaga 2) Pasukan Penggalang 3) Ambalan Penegak 4) Racana Pandega. dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi.Sistem Tanda Kecakapan (1) Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda. dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman. kecuali Perindukan Siaga Putera dapat dibina oleh Pembina Puteri. perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina Putera. (3) Anggota putera dan anggota puteri dihimpun secara terpisah dalam gugusdepan. Darmaku kubaktikan”. (2) Gugusdepan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota muda.

Pasal 34 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pusat pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia anggota dewasa. (3) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. . (4) Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera dan puteri dari gugusdepan di wilayah ranting yang bersangkutan. (2) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat. (2) Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir. (3) Setiap Satuan Karya Pramuka mengkhususkan diri pada pengabdian di bidang tertentu berdasarkan spesialisasi atau keterampilan khusus. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera. masing-masing merupakan satuan karya yang berdiri sendiri. (5) Satuan Karya Pramuka dibina oleh Kwartir Ranting/Cabang (6) Anggota Satuan Karya Pramuka wajib meneruskan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota lain di gugusdepannya sebagai Instruktur Muda. c. (2) Kwartir Ranting merupakan jajaran yang berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka. tambahan pengetahuan dan teknologi. keterampilan dan kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup anggota muda dan anggota dewasa muda. a. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. (4) Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka adalah Pelatih Pembina Pramuka Mahir yang ex-officio sebagai andalan kwartir. Pasal 32 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota muda dan anggota dewasa muda dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai aspirasi pemuda Indonesia dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. (2) Kegiatan itu menghasilkan pengalaman. b. Pasal 33 Dewan Kerja Pramuka (1) Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka. maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya. d.(4) Anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat dapat dihimpun dalam gudusdepan tersendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam gugusdepan biasa. (7) Anggota Putera dan anggota Puteri dihimpun dalam satuan karya yang terpisah. Daerah dan Nasional. berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. tanpa melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. Pasal 35 Kwartir Ranting (1) Kwartir Ranting selain menghimpun gugusdepan dan satuan karya yang ada di wilayah kerjanya juga merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada pada jajarannya.

Kwartir Daerah melakukan pembinaan sampai ke tingkat ranting. dan jasa seseorang untuk mendapatkan anugerah. penghargaan dan sanksi. (2) Kwartir Cabang merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali operasional kegiatan Gerakan Pramuka dan administrasi pangkal. Dewan Kerja Pramuka tingkat Cabang (DKC) b. Dewan Kerja Pramuka tingkat Ranting (DKR) b. (2) Kwartir Nasional merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pemegang kebijakan strategi Gerakan Pramuka. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang (Lemdikacab) c. Pasal 36 Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang selain menghimpun ranting-ranting yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. perilaku. Pasal 39 Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka (1) Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan tetap yang dibentuk oleh gugusdepan atau kwartir sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah.(3) Kwartir Ranting dilengkapi dengan antara lain : a. (2) Kwartir Daerah merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali menejerial Gerakan Pramuka di tingkat daerah. b. Pasal 37 Kwartir Daerah (1) Kwartir Daerah selain menghimpun cabang-cabang yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. Dalam melaksanakan fungsinya ini. (3) Kwartir Cabang dilengkapi dengan antara lain: a. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah (Lemdikada) c. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Dewan Kerja Pramuka tingkat Daerah (DKD) b. (3) Kwartir Daerah dilengkapi dengan antara lain: a. Dewan Kehormatan Kwartir diusahakan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing. . penghargaan berupa tanda jasa. Dalam melaksanakan fungsi ini. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Lemdikanas) c. Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Pasal 38 Kwartir Nasional (1) Kwartir Nasional selain menghimpun daerah-daerah seluruh Indonesia juga menghimpun gugusdepangugusdepan di perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada dijajarannya. Dalam melaksanakan fungsi ini dilaksanakan pembinaan menejerial Kwartir Daerah. 2) Andalan. Wadah Keanggotaan bagi anggota dewasa. (3) Kwartir Nasional dilengkapi dengan antara lain : a. Menilai sikap. cabang melakukan pembinaan sampai ke tingkat gugusdepan dan satuan karya pramuka. dengan tugas: a. (2) Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut: a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Nasional (DKN) b. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa.

anggota muda telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat pertama dari golongannya. Musyawarah Daerah. (3) Anggota muda yang sudah menikah digolongkan menjadi anggota dewasa Gerakan Pramuka. (2) Masa bakti pembantu andalan sama dengan masa bakti kwartir. anggota dewasa muda dan anggota dewasa Pasal 43 Anggota Muda (1) Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri dari Pramuka Siaga. Pramuka Penegak berusia 16 tahun sampai dengan 20 tahun. Pramuka Penegak. (2) Anggota Dewasa Muda sebelum menjadi Pramuka Pandega pernah menjadi anggota Pramuka Penggalang/Pramuka Penegak melalui proses pendadaran. (6) Pramuka Penegak yang diangkat menjadi Pembantu Pembina. (7) Pramuka Penegak dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda di gugusdepannya. Pasal 41 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional. (8) Untuk dapat dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka. (3) Pramuka Pandega berusia 21 tahun sampai dengan 25 tahun. (9) Pelantikan anggota muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Dwisatya bagi Pramuka Siaga atau Trisatya bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak. Musyawarah Cabang. Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan. (5) Anggota muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. (2) Pramuka Siaga berusia 7 tahun sampai dengan 10 tahun.b. 3) Pembina Pramuka. (4) Anggota muda sebelum menjadi anggota disebut calon anggota. 2) Pembina Gugusdepan. Pramuka Penggalang. dibantu oleh staf kwartir. . atau Instruktur tidak meninggalkan statusnya sebagai anggota muda. BAB VI ANGGOTA Pasal 42 Anggota Biasa Gerakan Pramuka Anggota Biasa Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda. Pramuka Penggalang berusia 11 tahun sampai dengan 15 tahun. Pasal 44 Anggota Dewasa Muda (1) Anggota Dewasa Muda adalah anggota biasa yaitu Pramuka Pandega. Pasal 40 Pembantu Andalan (1) Ketua kwartir dapat mengangkat pembantu andalan yang bertugas untuk menangani hal-hal yang memerlukan keahlian khusus. (2) Masa bakti Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka sama dengan masa bakti kwartir atau gugusdepan. Musyawarah Ranting atau Musyawarah Gugusdepan dan bertugas untuk melakukan audit keuangan kwartir atau gugusdepan untuk dilaporkan kepada musyawarah.

b. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. f. Pembina Pramuka. (3) Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26 tahun. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun. b. sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. sedangkan Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun. Pelatih Pembina Pramuka. g. Pimpinan Saka sekurang-kurangnya telah mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan dan berpengalaman di bidang kesakaannya. b. c. Pembina Profesional. Pelantikan Pembina Pramuka dan Pelatih Pembina Pramuka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. keterampilan dan keahlian khusus di bidang kejuruan tertentu. kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio menjadi anggota kwartir/andalan. Instruktur atau pembantu andalan meninggalkan statusnya sebagai Anggota Dewasa Muda. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 25 tahun. Pasal 45 Anggota Dewasa (1) Anggota Dewasa adalah anggota biasa yang terdiri dari: a. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan membina anggota muda secara aktif. (7) Pramuka Pandega dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda dalam gugusdepannya tanpa meninggalkan statusnya sebagai anggota dewasa muda. d. seseorang yang mempunyai pengetahuan. b. (8) Pelantikan Anggota Dewasa Muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Trisatya Pramuka Pandega. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). e. (5) Pelantikan: a. (5) Anggota Dewasa Muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. Pamong Saka. Instruktur Saka. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. Anggota Majelis Pembimbing. (6) Pramuka Pandega yang diangkat menjadi Pembina Pramuka. f. Andalan dan pembantu andalan sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). h. d. c. (4) Anggota Dewasa berstatus sebagai: a. (2) Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut: a. Pimpinan Saka. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar .(4) Anggota Dewasa Muda yang sudah menikah digolongkan menjadi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka. Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka. sedangkan Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun. g. e. Pamong Saka dan Instuktur Saka. Andalan dan pembantu andalan. sedangkan Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun. sedangkan Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 20 tahun. c. Pelantikan Pamong Saka dan Instruktur Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. Pelatih Pembina Pramuka. Pembina Profesional. d. seorang yang berlatarbelakang pendidikan akademisi dan keahlian dalam suatu bidang ilmu dan berpengalaman sebagai pelatih pembina pramuka. Anggota Majelis Pembimbing.

dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Bendahara. d. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Pelantikan Anggota Majelis Pembimbing yang telah disahkan dengan keputusan kwartir jajaran di atasnya dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing jajaran masing-masing. Andalan. f. (2) Pandu dan Pramuka purna bakti yang akan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka wajib mengisi formulir yang telah disediakan. Pelantikan andalan dan pembantu andalan dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional. Sekretaris. Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Kwartir jajaran di atasnya. Wakil Ketua Kwartir Ranting. (5) Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka diangkat oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Pelantikan Ketua Kwartir yang telah disahkan dengan Keputusan Musyawarah Gerakan Pramuka kwartir jajarannya dilakukan oleh Ketua Presidium Pimpinan Musyawarah Kwartir jajarannya atas limpahan wewenang Musyawarah Gerakan Pramuka. h. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Pengukuhan Pengurus Dewan Kerja Pramuka serta Pelantikannya dilakukan oleh Ketua jajaran kwartir yang bersangkutan. Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka termasuk karyawan kwartir. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah. (3) Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi anggota kehormatan atas permintaan kwartir yang bersangkutan. Pembina Satuan. Pengukuhan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang terdiri dari Ketua. (4) Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka atas permintaan kwartir yang bersangkutan. c. Wakil Ketua. Pengukuhan Pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari Ketua Kwartir Ranting. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Ambalan Penegak. Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan c. Sekretaris Jenderal. (6) Pengukuhan Kepengurusan Gerakan Pramuka dilakukan setelah Pelantikan: a. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang. b. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Pelantikan Pembina Profesional dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Andalan. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan. Kecuali Anggota Majelis Pembimbing Nasional yang dilantik dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. Kecuali Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. Wakil Ketua. Pembantu Pembina Satuan. Pengukuhan Pengurus Kwartir Daerah yang terdiri dari Ketua.c. (7) Orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda dapat berperanserta dalam Gerakan Pramuka untuk membimbing putra-putrinya dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat tinggalnya tanpa berkedudukan sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah. Pengukuhan Pengurus Gugusdepan Pramuka yang terdiri dari Pembina Gugusdepan. Andalan. Pasal 46 Anggota Kehormatan (1) Yang dapat menjadi anggota kehormatan Gerakan Pramuka adalah orang dewasa yang terdiri atas: a. Andalan. f. e. Wakil Ketua. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang. Pelantikan Pimpinan Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Pasal 47 Anggota Tamu . e. Pandu dan Pramuka purna bakti b. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Racana Pandega. dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. g. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Ranting. d. Sekretaris. Pengukuhan Pengurus Kwartir Cabang yang terdiri dari Ketua. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting.

Pasal 48 Hak dan Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai hak: a. Pasal 49 Pemberhentian Anggota (1) Keanggotaan Gerakan Pramuka berakhir karena: a. dilakukan dengan persetujuan dewan kehormatan di kwartir/gugusdepan yang bersangkutan. c. b. Kode Kehormatan. b. Melanggar kode kehormatan Gerakan Pramuka. Pasal 51 Rehabilitasi Anggota (1) Anggota Gerakan Pramuka yang diberhentikan berdasarkan Ayat (2) Pasal 49 Anggaran Rumah Tangga ini dapat mengajukan permohonan menjadi anggota Gerakan Pramuka kembali setelah memperbaiki kesalahannya. (2) Prosedur keikutsertaan anggota tamu diserahkan kepada satuan atau kwartir yang bersangkutan. dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. Merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Permintaan sendiri.(1) Anggota tamu adalah Warga Negara Asing yang ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Gerakan Pramuka. berhak membela dirinya dalam sidang dewan kehormatan di kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan. Membayar iuran anggota Pramuka c. (2) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai kewajiban: a. (3) Anggota kehormatan Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memahami. Mengenakan Seragam Pramuka. c. Memilih dan dipilih dalam jabatan organisasi. Melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka dan mentaati segala ketentuan yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. Menjunjung tinggi harkat dan martabat organisasi Gerakan Pramuka. b. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Pramuka (KTA). (2) Anggota Gerakan Pramuka dapat diberhentikan berdasarkan penilaian Dewan Kehormatan jika: a. Anggaran Rumah Tangga. d. (2) Penerimaan kembali anggota Gerakan Pramuka berdasarkan Ayat (1) pasal ini. BAB VII PRAMUKA UTAMA Pasal 52 Pramuka Utama . Mengadakan pembelaan dan perlindungan. Pasal 50 Pembelaan Anggota Anggota Gerakan Pramuka yang akan diberhentikan karena melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Diberhentikan. mentaati. (3) Pemberhentian seorang anggota Gerakan Pramuka diusulkan oleh gugusdepan atau kwartirnya dan ditetapkan oleh kwartir yang mengangkatnya. Meninggal dunia. b. dan mengamalkan Anggaran Dasar.

(7) Pengurus kwartir terdiri dari unsur pengurus lama dan pengurus baru. Pengesahan penggantian dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. (6) Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Satuan Karya Pramuka. Mengubah struktur organisasi kwartir dan/atau mengadakan alih tugas staf. maka Ketua Kwartir menunjuk salah seorang Wakil Ketua untuk mewakili Ketua Kwartir selaku Pelaksana Harian. d. c. b. Menandatangani pengeluaran uang di luar program kerja. (3) Selama belum terbentuk pengurus kwartir yang baru sebagai hasil musyawarah. Mengubah status kekayaan kwartir. c. (2) Pramuka Utama merupakan kedudukan kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. dengan susunan sebagai berikut: a. Mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga. (5) Kwartir menyusun suatu staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional dan oleh Sekretaris untuk jajaran kwartir lainnya. Seorang Ketua.(1) Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama Gerakan Pramuka. (4) Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang bertugas memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan kwartir. Seorang Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional atau seorang Sekretaris untuk jajaran kwartir yang lain. setiap kwartir membentuk Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang Ketuanya adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. Pasal 55 Pergantian Pengurus Kwartir Antarwaktu Dalam hal andalan tidak dapat menjalankan tugasnya karena berbagai sebab. b. dengan ketentuan tidak dibenarkan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang prinsip. (2) Ketua Kwartir dapat dipilih kembali. maka pengurus kwartir lama tetap melaksanakan tugasnya. d. Beberapa orang anggota. Penggantian ini dilaporkan dan/atau dikonsultasikan dengan Ketua Majelis Pembimbing Kwartir jajaran yang bersangkutan. Beberapa orang Wakil Ketua yang merangkap sebagai Ketua Bidang. BAB VIII KEPENGURUSAN Pasal 53 Kwartir (1) Kwartir adalah pusat pengelolaan Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif oleh pengurus kwartir yang terdiri atas para andalan. sehingga mengakibatkan kekosongan maka kwartir mengadakan Rapat Paripurna Andalan untuk menetapkan penggantian antarwaktu terhadap andalan yang bersangkutan. Pasal 54 Pelaksana Harian Ketua Kwartir Apabila Ketua Kwartir berhalangan. Pasal 56 . Hal-hal yang prinsip meliputi: a. (8) Pengurus kwartir yang merupakan andalan setidaknya aktif dalam kepengurusan kwartir/gugusdepan 5 tahun terakhir. sebanyak-banyaknya untuk dua kali masa bakti secara berturut-turut.

(2) Kwartir Daerah mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di daerahnya selama masa bakti Kwartir Daerah. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. b. i. dan satuan karya. swasta. b. h. Anggaran Rumah Tangga. d. Membina dan membantu Kwartir Cabang di wilayah daerahnya. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Daerah. Membina dan membantu Kwartir Ranting di wilayah cabangnya. Pasal 57 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Daerah (1) a.Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Nasional (1) a. Menetapkan hal-hal yang tidak diatur dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar. keputusan Musyawarah Nasional. f. d. dan keputusan Musyawarah Daerah. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Nasional. Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan Anggaran Dasar. c. d. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Daerahnya. dan keputusan Musyawarah Cabang. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. keputusan Musyawarah Nasional. Melaksanakan Anggaran Dasar. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Cabangnya. Melaksanakan Anggaran Dasar. g. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. h. Dalam melaksanakan tugasnya. dan organisasi masyarakat tingkat daerah. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. e. Anggaran Rumah Tangga. Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban Kwartir Nasional kepada Musyawarah Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. swasta dan organisasi masyarakat tingkat nasional yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Daerah kepada Musyawarah Daerah. c. keputusan Musyawarah Daerah. (2) Kwartir Nasional mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka selama masa bakti Kwartir Nasional. . Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Nasional. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di daerahnya. c. a. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Nasional. Bekerjasama dengan badan/organisasi di luar negeri. f. Pasal 58 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di cabangnya selama masa bakti Kwartir Cabang. keputusan Kwartir Nasional. Anggaran Rumah Tangga dan melaksanakan keputusan Musyawarah Nasional. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. gugusdepan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Anggaran Rumah Tangga. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Nasional bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional. b. j. Anggaran Rumah Tangga. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Daerah. Membina dan membantu Kwartir Daerah. keputusan Kwartir Daerah. g. dan keputusan Kwartir Nasional. yang program dan tujuannya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Kwartir Daerah bertanggungjawab kepada Musyawarah Daerah. dan keputusan Musyawarah Nasional dalam bentuk keputusan Kwartir Nasional. keputusan Kwartir Nasional. keputusan Musyawarah Nasional. e.

perlengkapan. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Cabang. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. b. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Ranting. Mengelola gugusdepannya selama masa bakti gugusdepan. Melaksanakan ketetapan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. g. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Daerah dan tembusan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di cabangnya. dengan bantuan Majelis Pembimbing Gugusdepan. g. f. (2) Ketua Gugusdepan dipilih dari para Pembina Pramuka yang ada dalam gugusdepan yang bersangkutan pada Musyawarah Gugusdepan. h. Mengkoordinasikan pembina satuan. d. g. b. h. Berhubungan dan bekerjasama dengan masyarakat setempat. e. Pasal 59 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Ranting (1) a. Menjadikan semua anggota gugusdepannya sebagai insan kehumasan gerakan pramuka. c. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Cabang dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Daerah mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di rantingnya. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Cabang kepada Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. c. Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam gugusdepannya. keputusan Musyawarah Gugusdepan dan ketentuan lain yang berlaku. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. . d. Membuat laporan tahunan. Menyelenggarakan kepramukaan di dalam gugusdepannya dengan memberdayakan sumber daya gugusdepannya. Anggaran Rumah Tangga. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Ranting kepada Musyawarah Ranting sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gugusdepan dan orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda. Melaksanakan ketetapan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. e. dan keuangan gugusdepan. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Rantingnya. (2) Dalam melaksanakan tugasnya. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Cabang. f. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Ranting bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting. Membina dan mengembangkan organisasi. swasta. instansi pemerintah. keputusan Musyawarah Ranting dan ketentuan lain yang berlaku. Kwartir Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang. (2) Kwartir Ranting mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola Gerakan Pramuka di rantingnya selama masa bakti Kwartir Ranting. Anggaran Rumah Tangga. Pasal 61 Tugas dan Tanggungjawab Pembina Gugusdepan (1) Pembina Gugusdepan mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. swasta di tingkat ranting. termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Ranting.e. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Pasal 60 Gugusdepan (1) Gugusdepan dikelola secara kolektif oleh Pembina Gugusdepan yang terdiri dari Ketua Gugusdepan dibantu oleh pembina satuan dan pembantu pembina satuan. Membina dan membantu para pembina pramuka di gugusdepan dan para pamong satuan karya. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat di lingkungannya. h. f. dan organisasi masyarakat tingkat cabang.

Membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaannya mengenai pemikiran. Melaksanakan koordinasi antara Pimpinan Saka di semua jajaran di wilayah kerjanya. (2) . Pimpinan Saka dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada kwartir yang bersangkutan. Menjadi anggota Pimpinan Saka di kwartirnya dengan baik dan bertanggung-jawab. (2) Pamong Saka ditetapkan dan dilantik oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang dari para Pembina Pramuka yang ada di wilayah kerjanya dan secara ex-officio menjadi anggota Pimpinan Satuan Karya di Kwartir Ranting atau Kwartir Cabangnya. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir tentang kegiatan sakanya. Beberapa orang anggota (3) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dibentuk dan disahkan oleh Musyawarah Gerakan Pramuka. Seorang Ketua. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menyampaikan laporan tahunan kepada Kwartir Rantingnya dengan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan gugusdepannya. c. Menyampaikan pertanggungjawaban gugusdepan. Seorang Sekretaris. Mengadakan hubungan. g. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Gugusdepan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan. Pasal 62 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) dikelola oleh Pimpinan Saka dan Pamong Saka dengan dibantu oleh beberapa Instruktur Saka dengan dukungan Majelis Pembimbing Saka. Membantu kwartir melaksanakan pembinaan dan pengembangan saka. h. Pasal 63 Tugas dan Tanggungjawab Pimpinan Saka dan Pamong Saka (1) Pimpinan Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. d. Pamong Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola pembinaan dan pengembangan Sakanya. Melaporkan perkembangan sakanya kepada kwartir dan Pimpinan Saka yang bersangkutan. d. f. c. b. gugusdepan dan saka lainnya. (2) Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan satuan karya.i. kwartir. Melaksanakan program kegiatan satuan karya yang telah ditentukan oleh kwartirnya. Mengadakan hubungan dengan instansi atau badan lain yang berkaitan dengan sakanya. Pasal 64 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. Menjadi Pembina Saka dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Sakanya. b. c. melalui kwartirnya. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan saka kepada kwartirnya. perlengkapan dan keperluan kegiatan sakanya. b. f. a. e. Majelis Pembimbing. Mengusahakan instruktur. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan dalam kegiatan pembinaan sakanya. konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka. e. d. g. j. Mengkoordinasikan instruktur dengan Dewan Kerja Saka yang ada dalam sakanya. h.. Seorang Wakil Ketua.

Seorang Ketua Harian. cabang. (5) Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka dipilih dari antara anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka yang ada. b. (4) Mejelis Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan gudep/satuan/kwartir bersangkutan. Seorang Wakil Ketua. Pasal 66 Organisasi Majelis Pembimbing (1) Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka berasal dari unsur-unsur orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda/anggota saka dan tokoh masyarakat di lingkungan gugusdepan/saka yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. Pamong Saka dan Ketua Kwartir secara ex-officio menjadi anggota Majelis Pembimbing bersangkutan.(4) kwartir. (3) Pembina Gugusdepan. dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing. d. satuan karya dan kwartir membentuk Majelis Pembimbing. organisatoris. Untuk jajaran ranting. (2) Majelis Pembimbing Ranting. Beberapa orang anggota. Pasal 67 Tata Kerja (1) Majelis Pembimbing mengadakan hubungan timbal-balik secara periodik dengan gugusdepan. Cabang. Seorang Sekretaris. (3) Majelis Pembimbing bersidang sesuai dengan kebutuhan. BAB X . satuan karya pramuka dan kwartir yang bersangkutan. Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilantik bersama-sama dengan pengurus BAB IX BIMBINGAN Pasal 65 Majelis Pembimbing (1) Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka. e. sedangkan untuk tingkat nasional Ketua Majelis Pembimbing Nasional dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. Daerah. (5) Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada di tingkat Satuan Karya Pramuka. dan daerah Ketua Majelis Pembimbing dijabat oleh Kepala Wilayah atau Kepala Daerah setempat. Seorang Ketua. (4) Majelis Pembimbing terdiri atas: a. setiap gugusdepan. (2) Majelis Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moril. c. dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada tingkat masing-masing yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. material dan finansial kepada gudep/satuan/kwartir bersangkutan. (2) Majelis Pembimbing mengadakan Rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun.

(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. d. (5) Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. b. c. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Nasional selama masa baktinya. yang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional dengan disertai alasan yang jelas. Pelantikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka. Selambatnya enam bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Nasional wajib mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Pasal 69 Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa terdiri atas utusan (1) pusat dan daerah. Penyampaian Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. Penetapan Rencana Strategik Gerakan Pramuka untuk masa bakti berikutnya. sebelum diajukan kepada Musyawarah Nasional harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. (3) Utusan daerah berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. Pasal 70 Acara Musyawarah Nasional (1) Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: a. Penetapan Formatur dan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. (2) Utusan pusat berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Nasional. yang dibuat oleh Kwartir Nasional dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Penetapan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (2) Acara Musyawarah Nasional lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. . (6) Pada Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa. (5) Perutusan pusat dan daerah masing-masing mempunyai hak satu suara. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah yang ada unsur cabangnya. (3) Acara Pertanggungjawaban Kwartir Nasional termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. b. (4) Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah. Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Nasional atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah yang ada. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (2) Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan pusat atau daerah. (4) Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah masing-masing harus berusaha supaya perutusannya terdiri atas putera dan puteri. diantaranya adalah seorang Ketua Dewan Kerja Nasional dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Nasional.MUSYAWARAH. e. RAPAT KERJA DAN REFERENDUM Pasal 68 Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Di dalam Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Nasional.

(2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. dan terdiri atas unsur-unsur pusat dan daerah. (2) . Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. (5) Tim formatur dalam waktu tiga bulan membentuk pengurus Kwartir Nasional baru.Pasal 71 Pemilihan Ketua Kwartir Nasional (1) Musyawarah Nasional menetapkan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. Pasal 74 Pengambilan Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Pasal 75 Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Di dalam setiap daerah Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. Pasal 73 Pimpinan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional tersebut. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan. (6) Ketua Kwartir Nasional sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. sejak selesainya Musyawarah Nasional sampai dengan dilantiknya Kwartir Nasional baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Kwartir Nasional harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Nasional dan menyampaikan kepada semua Kwartir Daerah. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Majelis Pembimbing Nasional untuk disahkan dan dilantik. (1) Musyawarah Daerah. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya lima orang di luar Ketua dan sebanyak-banyaknya tujuh orang. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Nasional. (3) Usul dan bahan Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Pasal 72 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Usul Kwartir Daerah harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional selambatlambatnya enam bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional. b. (3) Musyawarah Nasional memilih secara langsung Ketua Kwartir Nasional dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Nasional terpilih untuk membentuk Kwartir Nasional. Kwartir Nasional menyampaikan kepada Kwarda-Kwarda nama-nama calon Ketua Kwartir Nasional yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Nasional. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah. kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (7) Kwartir Nasional lama.

Musyawarah Daerah Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Daerah atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Cabang yang ada di daerah itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah dengan disertai alasan yang jelas. (5) Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Pasal 78 Pemilihan Ketua Kwartir Daerah (1) Musyawarah Daerah menetapkan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. (6) Pada Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa. b. d. (5) Perutusan daerah dan cabang masing-masing berhak satu suara. (2) Acara Musyawarah Daerah lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Daerah. Kwartir Daerah menyampaikan kepada Kwarcab-Kwarcab nama-nama calon Ketua Kwartir Daerah yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Daerah. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Daerah selama masa baktinya. (4) Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah Kwartir Cabangnya. Selambatnya empat bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Daerah wajib mengadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa Pasal 76 Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa terdiri atas utusan (1) daerah dan cabang. c. (2) Utusan daerah terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. b. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. sebelum diajukan kepada Musyawarah Daerah harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah. Pasal 77 Acara Musyawarah Daerah (1) Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: a. Menetapkan Formatur dan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang. Pelantikan Ketua Kwartir Daerah terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Daerah. . (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Daerah termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. (3) Utusan cabang terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang seorang di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. (3) Musyawarah Daerah memilih secara langsung Ketua Kwartir Daerah dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Daerah terpilih untuk membentuk Kwartir Daerah. (4) Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan daerah atau cabang. yang dibuat oleh Kwartir Daerah dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan.(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak.

(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. dan terdiri atas unsur-unsur daerah dan cabang. (6) Ketua Kwartir Daerah sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. (4) Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kuranya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting. (2) Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. Pasal 82 Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Di dalam setiap cabang Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Cabang. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. dan Keputusan Kwartir Nasional. maka di atara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. Pasal 81 Pengambilan Keputusan Musyawarah Daerah (1) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Pasal 80 Pimpinan Musyawarah Daerah Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah tersebut. Pasal 79 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (1) Usul Kwartir Cabang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah selambatlambatnya tiga bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa. Kwartir Daerah harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Daerah dan menyampaikan kepada semua Kwartir Cabang dalam wilayahnya. (4) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. sejak selesainya Musyawarah Daerah sampai dengan dilantiknya Kwartir Daerah baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (7) Kwartir Daerah lama. b. Musyawarah Cabang Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Cabang atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting yang ada di cabang itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang dengan disertai alasan yang jelas. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa dilaksanakan. . (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (3) Usul dan bahan Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka.(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Daerah baru. (5) Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Nasional untuk disahkan. Keputusan Musyawarah Nasional. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu.

(2) Acara pertanggungjawaban Kwartir Cabang termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. (7) Kwartir Cabang lama. Pasal 83 Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa terdiri atas utusan (1) cabang dan ranting (2) Utusan cabang terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang. Pasal 85 Pemilihan Ketua Kwartir Cabang (1) Musyawarah Cabang menetapkan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. yang dibuat oleh Kwartir Cabang dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (6) Ketua Kwartir Cabang sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. Pelantikan Ketua Kwartir Cabang terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Cabang. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang.b. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. (5) Perutusan cabang dan ranting masing-masing berhak satu suara. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Pasal 84 Acara Musyawarah Cabang (1) Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: a. Pasal 86 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa . Kwartir Cabang menyampaikan kepada Kwarran-Kwarran nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Cabang. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Cabang wajib mengadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. b. c. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. (3) Utusan ranting terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. d. Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Daerah untuk disahkan. (6) Pada Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Cabang baru. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Cabang. sejak selesainya Musyawarah Cabang sampai dengan dilantiknya Kwartir Cabang baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. sebelum diajukan kepada Musyawarah Cabang harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang. Acara Musyawarah Cabang lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. (3) Musyawarah Cabang memilih secara langsung tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Cabang terpilih untuk membentuk Kwartir Cabang. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan cabang atau ranting. (4) Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. (3) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Cabang selama masa baktinya.

dan Keputusan Kwartir Nasional/Daerah yang bersangkutan. Keputusan Musyawarah Nasional/Daerah. (2) Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa.(1) Usul Kwartir Ranting harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang selambatlambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa. di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. (2) Utusan ranting terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa dilaksanakan. (4) Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan di rantingnya. . Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (3) Usul dan bahan Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. Pasal 87 Pimpinan Musyawarah Cabang Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang tersebut. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Musyawarah Ranting Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Ranting atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan yang ada di ranting itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Ranting dengan disertai alasan yang jelas. Pasal 90 Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa terdiri atas utusan (1) ranting dan gugusdepan. dan terdiri atas unsur-unsur cabang dan ranting. (4) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (5) Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Kwartir Cabang harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Cabang dan menyampaikan kepada semua Kwartir Ranting dalam wilayahnya. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Pasal 89 Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Di dalam setiap ranting Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Ranting. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Ranting wajib mengadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. b. Pasal 88 Pengambilan Keputusan Musyawarah Cabang (1) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. b.

seorang di antaranya adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di gugusdepan yang bersangkutan dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing gugusdepan. sebelum diajukan kepada Musyawarah Ranting harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Ranting. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Cabang untuk disahkan. sejak selesainya Musyawarah Ranting sampai dengan dilantiknya Kwartir Ranting baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (7) Kwartir Ranting lama. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Ranting. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa dilaksanakan. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. c. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. Pasal 91 Acara Musyawarah Ranting (1) Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: a. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Ranting selama masa baktinya. (4) Kwartir Ranting dan gugusdepan masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Pasal 92 Pemilihan Ketua Kwartir Ranting (1) Musyawarah Ranting menetapkan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (3) Musyawarah Ranting memilih secara langsung Ketua Kwartir Ranting dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih untuk membentuk Kwartir Ranting. Kwartir Ranting harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Ranting dan menyampaikan kepada semua gugusdepan dalam wilayahnya. d. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting. yang dibuat oleh Kwartir Ranting dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Pelantikan Ketua Kwartir Ranting terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Ranting. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Ranting termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Kwartir Ranting menyampaikan kepada gugusdepan-gugusdepan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Ranting. (6) Pada Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Ranting baru. Kwartir Ranting dan gugusdepan. (3) Usul dan bahan Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (6) Ketua Kwartir Ranting sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. Pasal 93 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa (1) Usul gugusdepan harus diajukan secara tertulis oleh Pembina gugusdepan kepada Kwartir Ranting selambat-lambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa. (2) Acara Musyawarah Ranting lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. b.(3) Utusan gugusdepan terdiri atas empat orang yang diberi kuasa oleh Pembina Gugusdepan. (5) Perutusan ranting dan gugusdepan masing-masing berhak satu suara. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan ranting atau gugusdepan. .

(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Daerah. Pasal 97 Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa terdiri atas para Pembina Pramuka. b. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. . Pasal 95 Pengambilan Keputusan Musyawarah Ranting (1) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. (5) Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. Cabang. Daerah. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. Cabang. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Keputusan Musyawarah Nasional. para Pembantu Pembina Pramuka. (4) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Pasal 96 Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Di dalam setiap gugusdepan Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Gugusdepan.Pasal 94 Pimpinan Musyawarah Ranting Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting tersebut. (4) Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Pembina Gugusdepan atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak menghadiri Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. dan terdiri atas unsur-unsur ranting dan gugusdepan. yang harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan dengan disertai alasan yang jelas. (2) Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. b. Selambatnya satu bulan setelah usul tertulis diterima maka Pembina Gugusdepan wajib mengadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. perwakilan Dewan Racana dan perwakilan Majelis Pembimbing Gugusdepan. Pasal 98 Acara Musyawarah Gugusdepan (1) Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: a. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. perwakilan Dewan Ambalan. dan Keputusan Kwartir Nasional. (2) Pada Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu suara.

Ketua Gugusdepan menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Gugusdepan kepada semua yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Cabang. Pasal 99 Pemilihan Ketua Gugusdepan (1) Musyawarah Gugusdepan menetapkan Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Pasal 100 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Usul peserta harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan selambatlambatnya satu bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. sejak selesainya Musyawarah Gugusdepan sampai dilantiknya Ketua Gugusdepan baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin.b. Daerah. sebelum diajukan kepada Musyawarah Gugusdepan harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan. (2) Selambat-lambatnya dua minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dilaksanakan. (3) Ketua Gugusdepan yang lama dapat dipilih kembali. Ranting dan Keputusan Kwartir Nasional. Daerah. (2) Selambat-lambatnya tiga minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan. Pembina Gugusdepan harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Gugusdepan dan menyampaikan kepada semua orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. d. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. b. (3) Pertanggungjawaban keuangan gugusdepan selama masa baktinya. Cabang. (3) Usul dan bahan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur oleh Pembina Gugusdepan Pasal 101 Pimpinan Musyawarah Gugusdepan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. Keputusan Musyawarah Nasional. Pasal 102 Pengambilan Keputusan Musyawarah Gugusdepan (1) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Pelantikan Ketua Gugusdepan terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Gugusdepan. (4) Ketua Gugusdepan lama. Memilih Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. (4) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. c. yang dibuat oleh Pembina Gugusdepan dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Menetapkan rencana kerja gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. (2) Acara pertanggungjawaban gugusdepan termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Ranting .

c. Laporan pertanggungjawaban atas kebijakan yang dibuat oleh Dewan Kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan Rencana Kerja. (2) Apabila keputusan tidak tercapai melalui musyawarah maka keputusan diperoleh melalui pengambilan suara terbanyak. (3) Peserta Musppanitera terdiri atas: a. (2) Acara Musppanitera lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Memberi masukan untuk kebijakan kwartir dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Pasal 104 Acara Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Acara pokok Musppanitera adalah: a. b. Evaluasi kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya selama masa bakti. Untuk Rapat Kerja Gugusdepan diikuti oleh: 1) Pembina Gugusdepan 2) Pembina satuan 3) unsur anggota muda. (2) Rapat Kerja diselenggarakan satu tahun sekali di awal tahun program. (3) Peserta Rapat Kerja terdiri atas: a. Untuk Rapat Kerja Kwartir sedikitnya diikuti oleh: 1) Andalan kwartir yang bersangkutan 2) Ketua dan Sekretaris Kwartir di bawahnya atau Pembina Gugusdepan untuk Kwartir Ranting 3) Unsur Dewan Kerja atau unsur Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk Kwartir Ranting. b. Pasal 105 Pengambilan Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Hasil Musppanitera Nasional merupakan bagian dari Rencana Strategik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Pasal 106 Rapat Kerja dan Sidang (1) Rapat Kerja diselenggarakan oleh gugusdepan atau kwartir sebagai langkah pengendalian operasional. . Memilih calon anggota Dewan Kerja masa bakti berikutnya. anggota dewasa muda dan anggota dewasa. Andalan sebagai penasehat. kecuali Musppanitera Nasional.Pasal 103 Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera) diselenggarakan sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega khususnya dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. b. d. (2) a. Dewan Kerja yang bersangkutan. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. b. c. Musppanitera diselenggarakan sebelum Musyawarah Kwartirnya. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. d.

Iuran anggota. BAB XI PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 108 Pendapatan (1) Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. c. Sumber lain yang tidak bertentangan baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. Pasal 109 Iuran dan Usaha Dana (1) Iuran anggota diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (2) Usaha dana dapat dilakukan oleh badan usaha yang dibentuk oleh pengurus kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. (2) Pendapatan Gerakan Pramuka yang berupa finansial disimpan di Bank atas nama organisasi Gerakan Pramuka dan dikelola Bendahara Kwartir. (3) Referendum dilaksanakan secara tertulis. yaitu jumlah kwartir/gugusdepan yang ada di wilayahnya. koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. e. sementara tidak mungkin untuk menyelenggarakan musyawarah. d. selambat-lambatnya satu bulan setelah pelaksanaan. (2) Referendum dapat diselenggarakan oleh semua kwartir. Andalan sebagai penasehat. d. (6) Sidang Paripurna dilaksanakan setelah sidang paripurna jajaran di atasnya. kecuali Sidang Paripurna Nasional. b. kecuali Sidang Paripurna Nasional. b. Dewan Kerja yang bersangkutan. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat Ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. (7) Peserta Sidang Paripurna terdiri atas: a. c. (5) Sidang Paripurna dilaksanakan setiap satu tahun sekali. (6) Hasil referendum diumumkan oleh kwartir yang bersangkutan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka di wilayahnya. Bantuan Majelis Pembimbing. Pasal 107 Referendum (1) Referendum diadakan apabila menghadapi persoalan yang mendesak yang harus diputuskan dan tidak dapat diputuskan sendiri oleh kwartir. (4) Batas waktu memberi jawaban ditentukan dan diumumkan. badan usaha. (5) Referendum disepakati dan diterima jika disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah pihak yang mempunyai hak suara. f. Usaha dana. dan disusun sedemikian rupa sehingga jawaban atas referendum itu cukup dengan setuju dan tidak setuju. Royalti atas hak milik intelektual yang dimiliki Gerakan Pramuka.(4) Sidang Paripurna Pramuka Penegak dan Pandega merupakan wahana bagi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai langkah pengendalian operasional pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. jelas. . (8) Peserta Rapat Kerja dan Sidang terdiri atas putera dan puteri. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat.

yang melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. Pasal 110 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. yang warnanya disesuaikan dengan penggunaannya. (3) Neraca tahun anggaran kwartir diinformasikan di dalam Rapat Kerja Kwartir. kendaraan. Pemanfaatan. BAB XII ATRIBUT Pasal 113 Lambang (1) Lambang Gerakan Pramuka adalah silhouette tunas kelapa. dan uang tunai. (2) Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilaporkan dalam Musyawarah Kwartir yang bersangkutan. seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa. (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Majelis Pembimbing. serta lembaga-lembaga usaha dana dari aspek keuangan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. Lambang/tanda gambar Silhouette Tunas Kelapa.(3) Badan usaha dapat berbentuk badan usaha tetap. (2) Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda pengenal Gerakan Pramuka. dan secara insidental berwujud panitia usaha dana. Benda bergerak c. Pasal 114 Bendera . (4) Badan-badan usaha atau yayasan tersebut bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir yang bersangkutan dan secara berkala memberikan laporannya. perlengkapan kantor. (4) Hak milik intelektual yaitu hak atas merek. antara lain perseroan. surat berharga. antara lain : a. patent. Hak milik atas kekayaan intelektual (2) Benda tak bergerak meliputi tanah dan bangunan (3) Benda bergerak meliputi hasil usaha tetap. Pasal 111 Pengelolaan. kwartir dapat menggunakan jasa akuntan publik. b. Pasal 112 Pengawasan (1) Pengawasan atas pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan kwartir. Tulisan/Publikasi Gerakan Pramuka. Benda tak bergerak b. dan koperasi atau dalam bentuk yayasan. Pengusahaan dan Pengalihan Kekayaan (1) Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan merupakan wewenang dan dilaksanakan oleh pengurus kwartir masing-masing jajaran berdasarkan keputusan rapat pengurus kwartir/gugusdepan dengan konsultasi Majelis Pembimbing bersangkutan. dan hak cipta Gerakan Pramuka baik yang sudah ada maupun yang akan dimintakan di kelak kemudian hari. (4) Apabila diperlukan.

Darmaku kubaktikan Agar jaya Indonesia Indonesia tanah airku. di tengah-tengahnya terdapat lambang Gerakan Pramuka berwarna merah. tanggal 14 Agustus 1961. maka untuk penyelesaian harta benda milik seluruh Gerakan Pramuka dibentuk panitia penyelesaian harta benda. Pasal 116 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya darma Pramuka karangan Husein Mutahar. (2) Warna pakaian seragam pramuka adalah cokelat muda untuk bagian atas dan cokelat tua untuk bagian bawah. dan dikeluarkan pada setiap peringatan Hari Pramuka. (2) Panji yang dimaksudkan dalam ayat (1) pasal ini disebut Panji Gerakan Pramuka yang disimpan di kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. mendidik disiplin dan kerapian. Pasal 115 Panji (1) Gerakan Pramuka memiliki Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. serta menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan. serta merah putih untuk pita dan setangan leher. (3) Pada bagian tepi tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebar 1/8 dari panjang bendera dengan tulisan untuk kwartir nama kwartir. Pasal 118 Lencana dan Tanda-tanda Anggota Gerakan Pramuka selain mengenakan lencana Gerakan Pramuka. BAB XIII PEMBUBARAN Pasal 119 Akibat Hukum dari Pembubaran Apabila terjadi pembubaran Gerakan Pramuka. berwarna dasar putih. menghadap ke arah tiang bendera. yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional yang diadakan khusus untuk itu.(1) Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjang dan berukuran tiga berbanding dua. letaknya 1/10 dari lebar bendera dari sisi atas dan sisi bawah. (2) Di bagian atas dan bagian bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukuran lebar 1/10 dari lebar bendera. (3) Warna cokelat muda dan cokelat tua dimaksudkan untuk mengingatkan kaum muda akan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan. BAB XIV LAIN-LAIN . menimbulkan rasa bangga anggota Gerakan Pramuka. manusia Pancasila Satyaku kudarmakan. juga mengenakan lencana World Organization of Scout Movement pada pakaian seragamnya. Pasal 117 Pakaian Seragam (1) Pakaian seragam Pramuka dimaksudkan untuk menarik. yang syair lagunya berbunyi: Kami Pramuka Indonesia. Kami jadi pandumu. untuk gugusdepan nama kwartir dan nomor gugusdepannya.

dr. Azrul Azwar. BAB XV PENUTUP Pasal 122 Penutup (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2) Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan itu tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Jakarta. DR. Kalimantan Barat sesudah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2004. 2005 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. MPH . (3) Gerakan Pramuka.Pasal 120 Petunjuk Penyelenggaraan (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan lain. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berdasarkan wewenang yang dilimpahkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2003 di Pontianak. Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan ditetapkan dengan keputusan Kwartir Nasional Pasal 121 Perubahan Anggaran Rumah Tangga Perubahan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Prof.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful