KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia; bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada butir a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat; bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan Keputusan Presiden;

b.

c.

Mengingat

:

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KEPUTUSAN PRESIDEN GERAKAN PRAMUKA.

TENTANG

PENGESAHAN

ANGGARAN

DASAR

Pasal 1 Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini. Pasal 2 Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2004 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI

KEPUTUSAN Biro Peraturan Plt. KepalaPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN NOMOR TANGGAL

Perundang-undangan Bidang Kesejahteraan Rakyat dan ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Aparatur Negara,
PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan, dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada Utomo Fariedtanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selamalamanya. Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab. Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan: - negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika; - ideologi Pancasila; - kehidupan rakyat yang rukun dan damai; - lingkungan hidup di bumi nusantara. Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan, sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka disusunlah anggaran dasar Gerakan Pramuka ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, STATUS, TEMPAT, DAN WAKTU Pasal 1 Nama, Status, dan Tempat (1) (2) (3) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan Pramuka berstatus badan hukum. Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

: 104 Tahun 2004 : 18 Oktober 2004

Pasal 2 Waktu (1) Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia. (2) Hari Pramuka adalah tanggal 14 Agustus. BAB II ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI, Pasal 3 Asas Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Pasal 4 Tujuan Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya sehingga menjadi: a. manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang: 1). beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, emosional, dan tinggi moral 2). tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya 3). kuat dan sehat jasmaninya b. warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional. Pasal 5 Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.

Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan non formal, di luar sekolah dan di luar keluarga, dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan Motto Gerakan Pramuka yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. BAB III SIFAT, UPAYA DAN USAHA Pasal 7 Sifat Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional Indonesia.

(1)

(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis. (4) Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga. (5) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Pasal 8 Upaya dan Usaha Segala upaya dan usaha Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan

(1) Pramuka. a. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui kegiatan: 1) Keagamaan, untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut agama masing-masing 2) Kerukunan hidup beragama antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain 3). Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan b. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa; c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan; d. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional; e. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri, sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif, rasa tanggung jawab dan disiplin; f. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan; g. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan; h. Membina dan melatih jasmani, panca indera, daya pikir, penelitian, kemandirian dan sikap otonom, keterampilan, dan hasta karya. (2) Upaya dan usaha untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak, mental, emosional, jasmani dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. a. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak; b. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian; c. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi; d. Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional; e. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional; f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. (3) Untuk menunjang upaya dan usaha serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia, perlengkapan, dana, komunikasi, dan kerjasama.

BAB IV SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN, KODE KEHORMATAN, METODE KEPRAMUKAAN, MOTTO DAN KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Pasal 9 Sistem Among (1) Pendidikan nasional bersendikan Sistem Among, artinya menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin diri dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan. (2) Sistem Among berarti mendidik anak menjadi manusia merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (3) Dalam Sistem Among, pendidik dituntut bersikap dan berperilaku: a. b. c. Ing ngarso sung tulodo ; Ing madyo mangun karso; Tut wuri handayani .

Pasal 10 Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan. (3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat. Pasal 11 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah : a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; c. peduli terhadap diri pribadinya; d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. (2) a. b. c. d. e. Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai: norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka; landasan Kode Etik Gerakan Pramuka; landasan sistem nilai Gerakan Pramuka; pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka; landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

Pasal 12 Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; b. belajar sambil melakukan; c. sistem berkelompok;

Anggota dewasa: a) Anggota Dewasa Muda : Pandega b) Anggota Dewasa : Pembina Pramuka. (2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan Kode Etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat sehari-hari yang diterimanya dengan sukarela serta ditaati demi kehormatan dirinya. BAB V ORGANISASI Pasal 16 Anggota (1) a. kegiatan di alam terbuka. f. c. Pelatih Pembina Pramuka. Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma. b. Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma. Pembantu Andalan. Pimpinan Saka. kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik. Pembantu Pembina Pramuka. d. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma. g. sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. sistem tanda kecakapan.” Pasal 15 Kiasan Dasar Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa. Instruktur Saka. Pasal 13 Kode Kehormatan Pramuka (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. . Pasal 14 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan Kode Kehormatan. (3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu: a. e. kiasan dasar. Pembina Profesional.d. Penggalang dan Penegak. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah : “Satyaku kudarmakan. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma. Andalan. Pamong Saka. h. 1) 2) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas: Anggota biasa : Anggota muda : Siaga. Anggota Majelis Pembimbing Anggota kehormatan: b. Darmaku kubaktikan.

e. (6) Di tingkat Gugusdepan Gerakan Pramuka dipimpin oleh pembina gugusdepan. Pasal 18 Jenjang Organisasi Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut: a. (4) Daerah. Di tingkat Ranting Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Cabang Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Daerah Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Nasional Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Pergantian Pengurus Gerakan Pramuka dilaksanakan pada waktu musyawarah. c. d. Pasal 20 Kepengurusan (1) (2) Ranting. Pasal 17 Hak dan Kewajiban (1) (2) Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban. Pasal 19 Pramuka Utama Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama. f.1) 2) (2) anggota dewasa purna bakti orang-orang yang bersimpati dan berjasa kepada Gerakan Pramuka Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota tamu. Di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk gugusdepan di bawah pembinaan Kwartir Nasional. Hak dan kewajiban tersebut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (7) Kepengurusan baru dalam jajaran Ranting sampai dengan Nasional terdiri dari unsur Pengurus lama dan Pengurus baru. Cabang-cabang dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Daerah meliputi wilayah Propinsi. b. Anggota muda dan anggota dewasa muda Gerakan Pramuka dihimpun dalam gugus depangugusdepan dan anggota dewasa dihimpun di Kwartir. (3) Cabang. Pasal 21 Satuan Karya Pramuka . Gugusdepan-gugusdepan dikoordinasikan oleh Kwartir Ranting yang meliputi suatu wilayah Kecamatan/Distrik. (5) Nasional. Ranting-ranting dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Cabang meliputi wilayah Kabupaten atau Kota. Daerah-daerah dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Nasional meliputi wilayah Republik Indonesia.

(1) Satuan Karya Pramuka. materiil. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan yang terdiri atas orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat di sekitar gugusdepan. (2) Kwartir Daerah diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. (4) Kwartir Ranting diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh Bupati atau Walikota dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional. a. materiil. materiil. Personalia Badan Pemeriksa Keuangan berjumlah minimal 3 orang anggota . (2) (3) Badan Pemeriksa Keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan Kwartir. dan finansial oleh Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang terdiri atas tokoh pemerintahan dan masyarakat. (6) Satuan Karya Pramuka diberi bimbingan dan bantuan oleh Majelis Pembimbing yang bersifat moral. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Ranting yang diketuai oleh Camat/Kepala Distrik dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. (2) Nasional. mengembangkan bakat. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Daerah yang diketuai oleh Gubernur beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. untuk melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat. organisatoris. (3) Kwartir Cabang diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. bangsa dan negara. materiil. organisatoris. organisatoris. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pimpinan Saka adalah bagian integral dari Kwartir. Pasal 22 Dewan Kerja Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan. (2) Saka di tingkat Kwartir dipimpin secara kolektif oleh Pimpinan Saka. adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat. Pasal 23 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah Pembinaan Anggota Dewasa. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Nasional yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia dengan beranggotakan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian kepada Gerakan Pramuka. dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega. organisatoris. materiil. dan Pasal 24 Bimbingan (1) Kwartir Nasional diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. Pasal 25 Pemeriksaan Keuangan (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. Daerah. disingkat Saka. materiil. organisatoris. organisatoris. (5) Gugusdepan diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral.

(3) Musyawarah Cabang a. Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa baktinya. b. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. pertanggungjawaban keuangan. Pimpinan Musyawarah Nasional adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional. Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. maka di antara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. Pimpinan Musyawarah Daerah adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah. BAB VI MUSYAWARAH DAN REFERENDUM Pasal 26 Musyawarah (1) Musyawarah Nasional a. . (2) Musyawarah Daerah a. Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa baktinya termasuk. d. termasuk pertanggungjawaban keuangan 2) Menetapkan Rencana Strategik 5 tahun. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. b. c. (4) Badan Pemeriksa Keuangan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Penyelenggaraan. b. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Ranting untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. c. e. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Daerah untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. d. Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Nasional untuk masa bakti 5 tahun berikutnya.Gerakan Pramuka ditambah seorang staf yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan. Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa baktinya termasuk. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. d. c. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. b. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa baktinya termasuk. (4) Musyawarah Ranting a. pertanggungjawaban keuangan. Badan Pemeriksa Keuangan dibantu oleh Akuntan Publik. Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. pertanggungjawaban keuangan. Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Cabang untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. Pimpinan Musyawarah Cabang adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang. b.

BAB VIII ATRIBUT Pasal 30 Lambang Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. d. pertanggungjawaban keuangan. Pasal 31 Bendera Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang. c. Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: 1) Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa baktinya termasuk. c. Pasal 29 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak milik intelektual (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Mabi. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu referendum. di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”. b. . (5) Musyawarah Gugusdepan a. usaha dana. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. iuran anggota. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. e. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah. d. berukuran tiga banding dua. sumber lain yang tidak bertentangan. badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka.c. Pimpinan Musyawarah Ranting adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting. b. bantuan majelis pembimbing. BAB VII PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 28 Pendapatan Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. d. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. 3) Menetapkan Pembina Gugusdepan untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. Pasal 27 Referendum Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa. Pimpinan Musyawarah Gugusdepan adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan.

tanggal 14 Agustus 1961. anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. Pasal 33 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. BAB XI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 37 Perubahan Anggaran Dasar Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh utusan daerah sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. c. (2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan. b. BAB IX ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 35 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat. Usul perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka diterima oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang hadir. BAB XII Musyawarah Nasional jika disetujui oleh (1) (2) . (1) a. Pasal 34 Pakaian Seragam dan Tanda-tanda Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini. maka cara penyelesaian harta benda milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang mengusulkan pembubaran itu. BAB X PEMBUBARAN Pasal 36 Pembubaran Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu.Pasal 32 Panji Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961. d.

Menimbang : a. tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2003 di Pontianak. Saran Kelompok Kerja Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.PENUTUP Pasal 38 Penutup Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kalimantan Barat pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka perlu dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Kalimantan Barat. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. 3. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sesuai Keputusan Munas 2003 nomor 09/MUNAS/2003 telah disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004. c. dan oleh karena itu Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Memperhatikan 1. sehingga Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 perlu disempurnakan agar sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tersebut. b. 2. Mengingat . : 1. Arahan Pimpinan Kwartir Nasional dan Andalan Nasional. di Pontianak KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. : 2. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan keputusannya.

maka Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dinyatakan tidak berlaku lagi. dengan bimbingan orang dewasa. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kepramukaan sebagai cara mendidik kaum muda. Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka untuk melaksanakan dan menyebarluaskan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan di seluruh wilayah Republik Indonesia. : Jakarta. Dengan berlakunya Keputusan Kwarnas ini. yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana. DAN FUNGSI . Ditetapkan di Pada tanggal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. Azrul Azwar. SASARAN. DR. Pasal 2 Tempat (1) Domisili kantor pusat Gerakan Pramuka di Ibukota negara Republik Indonesia. : 31 Mei 2005 Prof. TUJUAN DAN TUGAS POKOK. MPH LAMPIRAN KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA BAB I NAMA DAN TEMPAT Pasal 1 Nama (1) Gerakan Pramuka. H.M E M U T U S K A N: Menetapkan: Pertama : Kedua: Ketiga : : Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini. adalah gerakan pendidikan kaum muda yang didukung oleh orang dewasa. Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. dr. BAB II ASAS.

spiritual. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. akhlak dan budi pekerti luhur. bangsa dan negara. bertanggungjawab. bersikap dan bertingkah laku tertib c. kepedulian. emosional. Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian. yang percaya kepada kemampuan sendiri. menyenangkan. teratur. intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia. e. spiritual. . (2) Penghayatan dan pengamalan Pancasila diwujudkan dalam sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramuka. berani dan mampu menghadapi tugas-tugas serta memiliki komitmen. intelektual dan fisik. inovatif. sosial. dapat dipercaya. menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental. (2) Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik mental. moral dan fisiknya d. Pasal 4 Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan: a. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. sosial. Sehat dan kuat mental. sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. moral. moral. berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan. praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Pasal 5 Sasaran Sasaran kepramukaan adalah mempersiapkan kader bangsa yang: a. emosional. terarah. berpikir kreatif.Pasal 3 Asas (1) Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. kepentingan. semangat kebersamaan. Membentuk sikap dan perilaku yang positif. Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan dijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa. b. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berjiwa Pancasila b. sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat. sehat. Berdisiplin yaitu berpikir. BAB III KEPRAMUKAAN. (3) Kepramukaan merupakan sistem pembinaan dan pengembangan sumberdaya atau potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional. Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan sumber daya generasi muda. SIFAT DAN UPAYA Pasal 7 Kepramukaan (1) Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik.

(4) Gerakan Pramuka dan Agama a. 2) tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka atau tanda-tanda Pramuka pada waktu mengikuti kegiatan organisasi kekuatan sosial politik dan melakukan kegiatan politik praktis. Ada yang meniru dan harus ada yang ditiru. b. Pasal 8 Sifat (1) a. c. keterampilan. Yang ditiru harus berharga/bernilai untuk ditiru. spiritual. (5) b. Gerakan Pramuka berpegang pada peraturan perundang-undangan negara dan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia. Pendidikan berbeda dengan pengajaran. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Anggota Gerakan Pramuka secara pribadi dapat menjadi anggota suatu organisasi kekuatan sosial politik. moral. Semua jajaran Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan yang bersifat politik praktis. Pasal 9 Upaya (1) Segala upaya Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. bertanggungjawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat. d. b. bangsa Gerakan Pramuka dapat didirikan di seluruh wilayah tanah air Indonesia dan diikuti oleh seluruh Indonesia tanpa membedakan Suku dan Ras. proses pendidikan lebih pelan daripada proses pengajaran. c. a. Gerakan Pramuka memberi kebebasan kepada anggotanya untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. dan pengalaman melalui kegiatan: . b. pengetahuan. Gerakan Pramuka membina anggotanya agar meningkatkan ketakwaan dan menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (2) Keanggotaan Gerakan Pramuka bersifat sukarela. pendidik hanya pemberi bahan pendidikan yang selanjutnya diproses oleh penerima bahan pendidikan tersebut sendiri. prinsip dasar dan metode gerakan kepanduan sedunia. Dasar dan landasan pendidikan adalah meniru.(4) Pendidikan dalam kepramukaan dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan yang berkesinambungan bagi Sumber Daya Manusia Pramuka. (3) Gerakan Pramuka dan Politik a. 3) tidak dibenarkan mengenakan pakaian atau tanda-tanda yang dipakai sebagai identitas organisasi kekuatan sosial politik pada waktu menghadiri atau mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka. emosional. Pada hakekatnya yang menjadi pendidik sebenarnya adalah pihak yang dididik. sosial intelektual dan fisiknya. peduli. c. dengan ketentuan: 1) tidak dibenarkan menyiarkan faham politik yang dianutnya ke dalam lingkungan Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka membina anggotanya untuk menumbuhkan dan memupuk kerukunan hidup beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai agama dan kepercayaan orang lain. moral. yang berarti tidak ada unsur kewajiban dan paksaan. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial politik manapun. yang sasarannya menjadikan mereka sebagai manusia yang mandiri. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental. e. Gerakan Pramuka tidak terlepas dari idealisme. fisik. Pelaksana pendidikan dalam kepramukaan agar menghayati dan menyadari bahwa: Karya di bidang pendidikan adalah karya peningkatan mutu mental.

c. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa b. d. mental. keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. 2) Kerukunan hidup antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain. (2) Pembinaan watak dilakukan melalui kegiatan penanaman. diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan. personalia. kemandirian dan sikap otonom. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. baik lokal. Pengamalan moral Pancasila d. h. dana. 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan. c. nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan. d. g. terarah. kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat. f. 3) Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara. sehat. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri. dan hasta karya. e. komunikasi dan kerjasama. (3) Untuk menunjang upaya serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Mengadakan kemitraan. perlengkapan. sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif. daya pikir. Membina dan melatih jasmani. a. yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Keterampilan dan Kesehatan (1) Pada hakekatnya semua kegiatan dalam Gerakan Pramuka diarahkan untuk membina watak. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa. emosional. .1) Keagamaan. keterampilan. panca indera. Pemahaman sejarah perjuangan bangsa e. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal. nasional maupun internasional. keterampilan dan kesehatan anggota muda dan anggota dewasa muda. Pasal 10 Pembinaan Watak. dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. teratur. Kesadaran berbangsa dan bernegara c. menyenangkan. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional. f. rasa tanggungjawab dan disiplin. Rasa percaya diri sendiri f. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. jasmani. b. untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. penelitian. Kepedulian dan tanggungjawab serta disiplin. pemupukan dalam diri anggota muda dan anggota dewasa muda: a. menurut agama masing-masing. 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi. ilmu pengetahuan dan teknologi. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. persaudaraan dan perdamaian. e. (2) Upaya untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak. praktis. spiritual.

bermanfaat. . latihan dan penyuluhan kesehatan. b. pelatihan dan pertemuan informal. anggota dewasa muda di gugusdepannya terus meningkat. sehingga kemampuan setiap Ranting dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. antara lain untuk meningkatkan kerjasama. (2) Setiap Kwartir Daerah membina Kwartir Cabang. kecerdasan. (6) Kwartir Nasional membina secara langsung gugusdepan yang berpangkalan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan Kwartir Nasional. Pembina Pramuka. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional. Instruktur Saka. Pamong Saka. sehingga kemampuan setiap Daerah dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. dan kejuruan melalui syarat-syarat kecakapan dan kegiatan Satuan Karya. Kwartir Cabang. disiplin. (4) Untuk melaksanakan tugas tersebut dalam ayat (1). (5) Pembina Gugusdepan berusaha supaya jumlah dan mutu para pembina dan anggota muda. Pasal 13 Pertemuan Untuk Memupuk Persaudaraan (1) Gerakan Pramuka mulai dari gugusdepan sampai dengan tingkat nasional menyelenggarakan pertemuan untuk memupuk rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam upaya melestarikan keutuhan bangsa dan negara. menyelenggarakan pendidikan melalui kursus. (2) Untuk melaksanakan maksud yang tertera dalam ayat (1) pasal ini Kwartir Ranting.(3) Pembinaan keterampilan dilakukan dengan latihan alat driya. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang. c. (4) Setiap Kwartir Ranting melakukan koordinasi dan bimbingan baik organisasi maupun operasional kepada gugusdepan dan satuan karya dalam wilayah kerjanya dan wajib berusaha supaya jumlah dan mutu gugusdepan dan satuan karya di wilayahnya terus meningkat. sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya di wilayah masing-masing. keterampilan. serta keindahan dan kelestarian lingkungan hidup. Pramuka Pandega. Pelatih Pembina Pramuka. Pimpinan Saka. dan (3) pasal ini dibentuk lembaga pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. (2). (3) a. Dapat mengikutsertakan masyarakat muda lainya. kreatif. (3) Setiap Kwartir Cabang membina Kwartir Ranting. Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing. perlu lebih sering diselenggarakan pertemuan di tingkat Ranting dan Cabang. seperti berikut: a. inovatif serta mengandung pendidikan. Agar dapat mengikutsertakan sebanyak mungkin anggota Gerakan Pramuka dalam pertemuan untuk memupuk kekeluargaan dan persaudaraan. disingkat Lemdikacab. Pasal 11 Pembinaan Kwartir dan Satuan (1) Kwartir Nasional membina Kwartir Daerah. sehingga kemampuan setiap Cabang dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. (4) Pembinaan kesehatan dilakukan dengan kegiatan kebersihan dan ketertiban. Pembina Profesional. (2) Pertemuan itu diisi dengan acara kegiatan yang menarik. rasa kekeluargaan. Pasal 12 Pendidikan Tenaga Kader Gerakan Pramuka (1) Semua kwartir berusaha meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kader Gerakan Pramuka. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah. kecakapan dan penguasaan teknologi. disingkat Lemdikada. sehingga mampu meningkatkan mutu kepramukaan. b. disingkat Lemdikanas. Kwartir Daerah. (3) Setiap kwartir membantu jajaran kwartir di wilayah kerjanya untuk melaksanakan pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka.

finansial dan organisatoris. (2) Hubungan masyarakat dilaksanakan untuk memperoleh pengertian. (4) Gerakan Pramuka mengadakan hubungan kerjasama dengan organisasi kepramukaan di negara lain. lembaga swasta dan masyarakat. Gerakan Pramuka juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi dari Tri Satya dan Dasa Darma serta menunjang upaya kehumasan. dukungan. (4) Disamping Kehumasan. (3) Setiap anggota Gerakan Pramuka merupakan insan kehumasan. bantuan dan umpan balik dari masyarakat maupun pemerintah serta menjadikan penerangan dan hubungan masyarakat itu sebagai alat kepramukaan dan pendidikan masyarakat. baik ke dalam maupun ke luar Gerakan Pramuka. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN. (5) Semua jajaran kwartir seyogyanya memiliki Bumi Perkemahan Pramuka. (4) Kedai Pramuka dikelola kwartir. (3) Karena adanya hak merek maka pengadaan perlengkapan pendidikan oleh pihak luar Gerakan Pramuka harus mendapat ijin dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. kebijaksanaan umum pemerintah. Pasal 15 Kehumasan dan Pengabdian Masyarakat (1) Gerakan Pramuka mulai dari tingkat gugusdepan sampai dengan tingkat nasional melaksanakan usaha kehumasan. (2) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusahakan hubungan dengan pihak-pihak di luar negeri yang tujuannya tidak bertentangan dengan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia dan tujuan Gerakan Pramuka. (3) Gerakan Pramuka adalah anggota World Organization of Scout Movement (WOSM). untuk dapat berperanserta dalam pembangunan. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dalam upaya kemandirian. disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. dan pikirannya. MOTTO DAN KIASAN DASAR Pasal 18 Sistem Among (1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among. Pasal 17 Usaha Lain Gerakan Pramuka menjalankan usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. (2) Salah satu usaha pengadaan alat perlengkapan setiap kwartir membentuk koperasi yang juga merupakan sarana pendidikan dan kedai pramuka. BAB IV SISTEM AMONG. . METODE KEPRAMUKAAN. KODE KEHORMATAN PRAMUKA. sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tujuan Gerakan Pramuka.Pasal 14 Fasilitas dan Alat Perlengkapan Pendidikan (1) Semua jajaran Gerakan Pramuka mengusahakan alat perlengkapan sebagai sarana pendidikan. (2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani. rokhani. Pasal 16 Hubungan dengan Instansi Pemerintah dan Organisasi Lain (1) Gerakan Pramuka mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah. koperasi atau anggota Gerakan Pramuka yang mendapat ijin dari kwartirnya.

baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Cinta kasih. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab. c. maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya: a. baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Sistem berkelompok. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga. (3) Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka. Peduli terhadap bangsa dan tanah air. sesama hidup dan alam seisinya. bermasyarakat. alam dan lingkungan hidup. bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya. air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. b. b. serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran. melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. dorongan dan pengaruh yang baik. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan. Belajar sambil melakukan. d. menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. keadilan. b. d. (4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan: a. sesama manusia. c. (6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan. kemandirian. e. ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya. b.(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut: a. Peduli terhadap diri pribadinya. kesederhanaan. negara dan bangsa. (5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas. . yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan. c. b. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri. makhluk sosial. khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai. Pasal 19 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah: a. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. kepatutan. kepedulian. c. f. kejujuran. sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka. berkeluarga. kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan. memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik. Pasal 20 Metode Kepramukaan (1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. tanggungjawab serta keterikatan moral. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian.

menghayati. terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait. intelektual dan fisiknya. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi. yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan. mental. 2. f. Sistem tanda kecakapan. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. (5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya. (3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah: a. memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong. h. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga terdiri atas: 1) Janji yang disebut Dwisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwisatya Pramuka Siaga Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan.d. Kegiatan di alam terbuka. dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. (3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem. (2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah: a. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat. g. (2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. c. . Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. b. yaitu: a. Pasal 21 Kode Kehormatan (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. moral. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka. tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan. b. saling menghormati. d. c. Kiasan dasar. − setiap hari berbuat kebajikan. Siaga berani dan tidak putus asa. sosial. bersikap demokratis. e. 2) 1. pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwidarma Pramuka Siaga Siaga berbakti kepada ayah bundanya. mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. emosional. (4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji. ranah spiritual.

Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. dan bersahaja 7. berani. d. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat − menepati Dasadarma.b. Rajin. Trisatya Pramuka Pandega Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: . Suci dalam pikiran. Hemat. perkataan dan perbuatan. Suci dalam pikiran. cermat. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Patriot yang sopan dan kesatria 3. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Patuh dan suka berMusyawarah 4. dan setia 8. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. 1) Kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penggalang Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Rajin. terampil. Disiplin. dan gembira 6. Rela menolong dan tabah 5. Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penegak Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. dan setia 8. Kode Kehormatan bagi Pramuka Pandega terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: c. Rela menolong dan tabah 5. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. dan gembira 6. Disiplin. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Patriot yang sopan dan kesatria 3. perkataan dan perbuatan. terampil. Hemat. cermat. berani. dan bersahaja 7.

Rela menolong dan tabah 5. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Disiplin. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. Patuh dan suka berMusyawarah 4. terampil.− menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. kami Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/Pembina Profesional/ Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/ Anggota Majelis Pembimbing …………. Disiplin. Suci dalam pikiran. terampil.…tahun ……… menyatakan bahwa kami : .*) Gerakan Pramuka seperti tersebut dalam keputusan kwartir …………*)/Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka nomor …. dan bersahaja 7. Kesanggupan anggota dewasa untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik.. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. perkataan dan perbuatan. Suci dalam pikiran. dan setia 8. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. cermat. Patuh dan suka berMusyawarah 4. cermat. Rajin. 2) Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. lagi Maha Penyayang. e. berani. perkataan dan perbuatan. Hemat. dan gembira 6. berani. dinyatakan dengan Ikrar yang berbunyi sebagai berikut: Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi: Dasadarma IKRAR Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasa Darma. 1) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota dewasa terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Hemat. Rela menolong dan tabah 5. dan bersahaja 7. f. dan dengan penuh kesadaran serta rasa tanggung jawab atas kepentingan bangsa dan negara. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. dan setia 8. dan gembira 6. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Rajin.

mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan.− menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan − akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban kami sebagai Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/Anggota Majelis Pembimbing ………. waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir. bersikap terbuka. tidak mementingkan diri sendiri. Cabang. g. menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain. Memiliki sikap kebersamaan. riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan i. …. teliti. c. ……. kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan. berani dalam kebenaran. serasi dan tidak berlebihan. dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan. bersikap dan berbicara. taat terhadap aturan dan kesepakatan k.. Pasal 22 Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka Kode Kehormatan dilaksanakan dengan: a. membina sikap mawas diri. Bertindak dan hidup secara hemat. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Belajar mendengar. mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama. memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan.…….coret yang tidak perlu *) diisi Nasional.. dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi... Ranting atau Gugusdepan. Hidup secara sehat jasmani dan rohani. h. baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik. berani mengakui kesalahan. Membiasakan diri menepati janji. Pasal 23 Belajar Sambil Melakukan . berani menghadapi tantangan dan kenyataan. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara. Daerah. b.*) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya. mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku. … …. Mengendalikan dan mengatur diri. Mengenal. Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/ Instruktur Saka / Pimpinan Saka / Andalan / Anggota Majelis Pembimbing ………………. j.*) ( ………………………………… ) Catatan : . sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan. bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi. d. l.. ramah dan sabar.……………. berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya. membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa. f. untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. berhati-hati dalam bertindak. membina persaudaraan dengan Pramuka sedunia. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial. e. membina kesukarelaan dan kesetiakawanan..

masyarakat dan lingkungannya. Pasal 25 Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan: a. taat asas. (4) Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi. sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut. emosional. umur dan kemampuannya. moral. menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda. sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan. (3) Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. b. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat. b. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok. Pasal 24 Sistem Berkelompok (1) Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin. manfaat. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern. serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi. menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya. mengatur diri. e.Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan: a. Pasal 27 . minat dan mental. sosial. d. bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan. (2) Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya. berorganisasi. spiritual. memikul tanggungjawab. menempatkan diri. g. menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin. dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya. intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka. selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan. dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku. Kegiatan bersifat kreatif. membina kerjasama dan rasa memiliki. yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. keselamatan dan keamanan. yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka. h. (2) Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak. Pasal 26 Kegiatan di Alam Terbuka (1) Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan. daripada hanya menjadi penonton. c. f. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul.

dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi. sebagai bagian terpadu proses pendidikan. Kiasan Dasar tidak hanya menarik. dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat. Darmaku kubaktikan”. Pasal 30 Kiasan Dasar (1) Penggunaan Kiasan Dasar. c. (2) Gugusdepan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota muda. anggota dewasa muda dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda yang terdiri atas: 1) Perindukan Siaga 2) Pasukan Penggalang 3) Ambalan Penegak 4) Racana Pandega. (3) Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat. harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah. Pasal 29 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto merupakan motto tetap dan tunggal. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan. . Tidak dibenarkan Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Putera dan sebaliknya. kebutuhan. (2) Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan. sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan. BAB V ORGANISASI Pasal 31 Gugusdepan (1) Gugusdepan adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan.Sistem Tanda Kecakapan (1) Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda. dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman. disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka. sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah: “Satyaku kudarmakan. (3) Anggota putera dan anggota puteri dihimpun secara terpisah dalam gugusdepan. Pasal 28 Sistem Satuan Terpisah Untuk Putera dan Puteri Sistem Satuan Terpisah dilaksanakan sebagai berikut: a. situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda. (2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan. kecuali Perindukan Siaga Putera dapat dibina oleh Pembina Puteri. b. satuan Pramuka Putera dibina oleh Pembina Putera. Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Puteri. perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina Putera. menantang.

(4) Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera dan puteri dari gugusdepan di wilayah ranting yang bersangkutan. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera. c. d. masing-masing merupakan satuan karya yang berdiri sendiri. Pasal 32 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota muda dan anggota dewasa muda dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai aspirasi pemuda Indonesia dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. (2) Kegiatan itu menghasilkan pengalaman. maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya. (5) Satuan Karya Pramuka dibina oleh Kwartir Ranting/Cabang (6) Anggota Satuan Karya Pramuka wajib meneruskan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota lain di gugusdepannya sebagai Instruktur Muda. Pasal 35 Kwartir Ranting (1) Kwartir Ranting selain menghimpun gugusdepan dan satuan karya yang ada di wilayah kerjanya juga merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada pada jajarannya. tambahan pengetahuan dan teknologi. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. (7) Anggota Putera dan anggota Puteri dihimpun dalam satuan karya yang terpisah. keterampilan dan kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup anggota muda dan anggota dewasa muda.(4) Anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat dapat dihimpun dalam gudusdepan tersendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam gugusdepan biasa. Daerah dan Nasional. (2) Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. Pasal 33 Dewan Kerja Pramuka (1) Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka. berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. (3) Setiap Satuan Karya Pramuka mengkhususkan diri pada pengabdian di bidang tertentu berdasarkan spesialisasi atau keterampilan khusus. (2) Kwartir Ranting merupakan jajaran yang berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka. Pasal 34 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pusat pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia anggota dewasa. (2) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat. tanpa melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya. (4) Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka adalah Pelatih Pembina Pramuka Mahir yang ex-officio sebagai andalan kwartir. . a. b. (3) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan.

Dalam melaksanakan fungsi ini. Pasal 38 Kwartir Nasional (1) Kwartir Nasional selain menghimpun daerah-daerah seluruh Indonesia juga menghimpun gugusdepangugusdepan di perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada dijajarannya. b. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang (Lemdikacab) c. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Lemdikanas) c. Dewan Kerja Pramuka tingkat Cabang (DKC) b. Pasal 39 Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka (1) Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan tetap yang dibentuk oleh gugusdepan atau kwartir sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa.(3) Kwartir Ranting dilengkapi dengan antara lain : a. (2) Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut: a. (2) Kwartir Nasional merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pemegang kebijakan strategi Gerakan Pramuka. Wadah Keanggotaan bagi anggota dewasa. (3) Kwartir Nasional dilengkapi dengan antara lain : a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Ranting (DKR) b. Kwartir Daerah melakukan pembinaan sampai ke tingkat ranting. (2) Kwartir Cabang merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali operasional kegiatan Gerakan Pramuka dan administrasi pangkal. (3) Kwartir Cabang dilengkapi dengan antara lain: a. 2) Andalan. dengan tugas: a. (3) Kwartir Daerah dilengkapi dengan antara lain: a. dan jasa seseorang untuk mendapatkan anugerah. penghargaan dan sanksi. Dewan Kerja Pramuka tingkat Daerah (DKD) b. Dewan Kerja Pramuka tingkat Nasional (DKN) b. Menilai sikap. Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. cabang melakukan pembinaan sampai ke tingkat gugusdepan dan satuan karya pramuka. perilaku. Pasal 37 Kwartir Daerah (1) Kwartir Daerah selain menghimpun cabang-cabang yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah (Lemdikada) c. Dewan Kehormatan Kwartir diusahakan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing. Dalam melaksanakan fungsinya ini. . (2) Kwartir Daerah merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali menejerial Gerakan Pramuka di tingkat daerah. Dalam melaksanakan fungsi ini dilaksanakan pembinaan menejerial Kwartir Daerah. Pasal 36 Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang selain menghimpun ranting-ranting yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. penghargaan berupa tanda jasa.

Musyawarah Daerah. Pramuka Penegak berusia 16 tahun sampai dengan 20 tahun. Pramuka Penegak. (3) Pramuka Pandega berusia 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Musyawarah Cabang. Pasal 41 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional. (2) Masa bakti pembantu andalan sama dengan masa bakti kwartir. (2) Masa bakti Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka sama dengan masa bakti kwartir atau gugusdepan. Musyawarah Ranting atau Musyawarah Gugusdepan dan bertugas untuk melakukan audit keuangan kwartir atau gugusdepan untuk dilaporkan kepada musyawarah. (5) Anggota muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. 3) Pembina Pramuka. Pramuka Penggalang berusia 11 tahun sampai dengan 15 tahun. BAB VI ANGGOTA Pasal 42 Anggota Biasa Gerakan Pramuka Anggota Biasa Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda. . (9) Pelantikan anggota muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Dwisatya bagi Pramuka Siaga atau Trisatya bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak. atau Instruktur tidak meninggalkan statusnya sebagai anggota muda. (2) Pramuka Siaga berusia 7 tahun sampai dengan 10 tahun. (6) Pramuka Penegak yang diangkat menjadi Pembantu Pembina. anggota dewasa muda dan anggota dewasa Pasal 43 Anggota Muda (1) Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri dari Pramuka Siaga. Pramuka Penggalang. Pasal 40 Pembantu Andalan (1) Ketua kwartir dapat mengangkat pembantu andalan yang bertugas untuk menangani hal-hal yang memerlukan keahlian khusus. (8) Untuk dapat dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka. anggota muda telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat pertama dari golongannya. (7) Pramuka Penegak dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda di gugusdepannya.b. dibantu oleh staf kwartir. Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan. 2) Pembina Gugusdepan. Pasal 44 Anggota Dewasa Muda (1) Anggota Dewasa Muda adalah anggota biasa yaitu Pramuka Pandega. (3) Anggota muda yang sudah menikah digolongkan menjadi anggota dewasa Gerakan Pramuka. (4) Anggota muda sebelum menjadi anggota disebut calon anggota. (2) Anggota Dewasa Muda sebelum menjadi Pramuka Pandega pernah menjadi anggota Pramuka Penggalang/Pramuka Penegak melalui proses pendadaran.

Pelantikan Pembina Pramuka dan Pelatih Pembina Pramuka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. Andalan dan pembantu andalan sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Pembina Profesional. (7) Pramuka Pandega dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda dalam gugusdepannya tanpa meninggalkan statusnya sebagai anggota dewasa muda. h. Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka. f. d. kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio menjadi anggota kwartir/andalan. (3) Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26 tahun. sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. b. Pelatih Pembina Pramuka. Pasal 45 Anggota Dewasa (1) Anggota Dewasa adalah anggota biasa yang terdiri dari: a. Pembina Pramuka. Pembina Profesional. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). sedangkan Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 25 tahun. sedangkan Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun. Instruktur Saka. (8) Pelantikan Anggota Dewasa Muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Trisatya Pramuka Pandega. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. f. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. d. Pelantikan Pamong Saka dan Instruktur Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. c. (5) Pelantikan: a. Pimpinan Saka. b. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun. Anggota Majelis Pembimbing. d. sedangkan Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun. c. seseorang yang mempunyai pengetahuan. Pamong Saka. Pelatih Pembina Pramuka. Pamong Saka dan Instuktur Saka. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. keterampilan dan keahlian khusus di bidang kejuruan tertentu. (4) Anggota Dewasa berstatus sebagai: a. sedangkan Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 20 tahun. (6) Pramuka Pandega yang diangkat menjadi Pembina Pramuka. seorang yang berlatarbelakang pendidikan akademisi dan keahlian dalam suatu bidang ilmu dan berpengalaman sebagai pelatih pembina pramuka. Anggota Majelis Pembimbing. b. e. b. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan membina anggota muda secara aktif. Pimpinan Saka sekurang-kurangnya telah mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan dan berpengalaman di bidang kesakaannya. (5) Anggota Dewasa Muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa.(4) Anggota Dewasa Muda yang sudah menikah digolongkan menjadi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar . Instruktur atau pembantu andalan meninggalkan statusnya sebagai Anggota Dewasa Muda. (2) Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut: a. g. e. c. Andalan dan pembantu andalan. g.

Pelantikan Pembina Profesional dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah. dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. Wakil Ketua. Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka termasuk karyawan kwartir. (6) Pengukuhan Kepengurusan Gerakan Pramuka dilakukan setelah Pelantikan: a.c. h. Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan c. Pelantikan Anggota Majelis Pembimbing yang telah disahkan dengan keputusan kwartir jajaran di atasnya dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing jajaran masing-masing. d. e. b. Sekretaris. Pengukuhan Pengurus Dewan Kerja Pramuka serta Pelantikannya dilakukan oleh Ketua jajaran kwartir yang bersangkutan. Pengukuhan Pengurus Kwartir Daerah yang terdiri dari Ketua. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Ambalan Penegak. e. Pembina Satuan. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Kecuali Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting. Wakil Ketua Kwartir Ranting. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Pasal 47 Anggota Tamu . Kecuali Anggota Majelis Pembimbing Nasional yang dilantik dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah. Andalan. Pengukuhan Pengurus Kwartir Cabang yang terdiri dari Ketua. Pelantikan andalan dan pembantu andalan dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Pasal 46 Anggota Kehormatan (1) Yang dapat menjadi anggota kehormatan Gerakan Pramuka adalah orang dewasa yang terdiri atas: a. d. Sekretaris Jenderal. Pengukuhan Pengurus Gugusdepan Pramuka yang terdiri dari Pembina Gugusdepan. Wakil Ketua. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang. f. (4) Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka atas permintaan kwartir yang bersangkutan. Wakil Ketua. (7) Orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda dapat berperanserta dalam Gerakan Pramuka untuk membimbing putra-putrinya dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat tinggalnya tanpa berkedudukan sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka. Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Kwartir jajaran di atasnya. f. Andalan. Pengukuhan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang terdiri dari Ketua. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Racana Pandega. Pengukuhan Pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari Ketua Kwartir Ranting. Pandu dan Pramuka purna bakti b. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional. Pelantikan Pimpinan Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Ranting. c. Sekretaris. Pelantikan Ketua Kwartir yang telah disahkan dengan Keputusan Musyawarah Gerakan Pramuka kwartir jajarannya dilakukan oleh Ketua Presidium Pimpinan Musyawarah Kwartir jajarannya atas limpahan wewenang Musyawarah Gerakan Pramuka. (2) Pandu dan Pramuka purna bakti yang akan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka wajib mengisi formulir yang telah disediakan. Pembantu Pembina Satuan. (5) Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka diangkat oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Andalan. g. Andalan. Bendahara. (3) Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi anggota kehormatan atas permintaan kwartir yang bersangkutan. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar.

mentaati. (2) Penerimaan kembali anggota Gerakan Pramuka berdasarkan Ayat (1) pasal ini. b. (3) Pemberhentian seorang anggota Gerakan Pramuka diusulkan oleh gugusdepan atau kwartirnya dan ditetapkan oleh kwartir yang mengangkatnya. Meninggal dunia. Pasal 51 Rehabilitasi Anggota (1) Anggota Gerakan Pramuka yang diberhentikan berdasarkan Ayat (2) Pasal 49 Anggaran Rumah Tangga ini dapat mengajukan permohonan menjadi anggota Gerakan Pramuka kembali setelah memperbaiki kesalahannya. Menjunjung tinggi harkat dan martabat organisasi Gerakan Pramuka. Permintaan sendiri. Membayar iuran anggota Pramuka c. (2) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai kewajiban: a. c. (2) Prosedur keikutsertaan anggota tamu diserahkan kepada satuan atau kwartir yang bersangkutan. Melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka dan mentaati segala ketentuan yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. BAB VII PRAMUKA UTAMA Pasal 52 Pramuka Utama . d. dilakukan dengan persetujuan dewan kehormatan di kwartir/gugusdepan yang bersangkutan. Anggaran Rumah Tangga. Pasal 48 Hak dan Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai hak: a. Memilih dan dipilih dalam jabatan organisasi. b.(1) Anggota tamu adalah Warga Negara Asing yang ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Gerakan Pramuka. Melanggar kode kehormatan Gerakan Pramuka. dan mengamalkan Anggaran Dasar. Kode Kehormatan. Pasal 50 Pembelaan Anggota Anggota Gerakan Pramuka yang akan diberhentikan karena melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. berhak membela dirinya dalam sidang dewan kehormatan di kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan. Merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Mengenakan Seragam Pramuka. b. dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. (2) Anggota Gerakan Pramuka dapat diberhentikan berdasarkan penilaian Dewan Kehormatan jika: a. Pasal 49 Pemberhentian Anggota (1) Keanggotaan Gerakan Pramuka berakhir karena: a. c. (3) Anggota kehormatan Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memahami. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Pramuka (KTA). Diberhentikan. Mengadakan pembelaan dan perlindungan. b.

Beberapa orang anggota. maka Ketua Kwartir menunjuk salah seorang Wakil Ketua untuk mewakili Ketua Kwartir selaku Pelaksana Harian. Penggantian ini dilaporkan dan/atau dikonsultasikan dengan Ketua Majelis Pembimbing Kwartir jajaran yang bersangkutan. Menandatangani pengeluaran uang di luar program kerja. Mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga. c. Hal-hal yang prinsip meliputi: a. b. (4) Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang bertugas memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan kwartir. Pasal 56 . (8) Pengurus kwartir yang merupakan andalan setidaknya aktif dalam kepengurusan kwartir/gugusdepan 5 tahun terakhir. (2) Ketua Kwartir dapat dipilih kembali. Pasal 55 Pergantian Pengurus Kwartir Antarwaktu Dalam hal andalan tidak dapat menjalankan tugasnya karena berbagai sebab. BAB VIII KEPENGURUSAN Pasal 53 Kwartir (1) Kwartir adalah pusat pengelolaan Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif oleh pengurus kwartir yang terdiri atas para andalan. dengan susunan sebagai berikut: a. Seorang Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional atau seorang Sekretaris untuk jajaran kwartir yang lain. (3) Selama belum terbentuk pengurus kwartir yang baru sebagai hasil musyawarah. Seorang Ketua. dengan ketentuan tidak dibenarkan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang prinsip. b. Beberapa orang Wakil Ketua yang merangkap sebagai Ketua Bidang. setiap kwartir membentuk Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang Ketuanya adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. Pasal 54 Pelaksana Harian Ketua Kwartir Apabila Ketua Kwartir berhalangan. (7) Pengurus kwartir terdiri dari unsur pengurus lama dan pengurus baru. (2) Pramuka Utama merupakan kedudukan kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka.(1) Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama Gerakan Pramuka. sehingga mengakibatkan kekosongan maka kwartir mengadakan Rapat Paripurna Andalan untuk menetapkan penggantian antarwaktu terhadap andalan yang bersangkutan. c. d. Mengubah status kekayaan kwartir. Mengubah struktur organisasi kwartir dan/atau mengadakan alih tugas staf. maka pengurus kwartir lama tetap melaksanakan tugasnya. (5) Kwartir menyusun suatu staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional dan oleh Sekretaris untuk jajaran kwartir lainnya. d. Pengesahan penggantian dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. (6) Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Satuan Karya Pramuka. sebanyak-banyaknya untuk dua kali masa bakti secara berturut-turut.

h. gugusdepan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Anggaran Rumah Tangga. (2) Kwartir Nasional mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka selama masa bakti Kwartir Nasional. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Nasional bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional. Membina dan membantu Kwartir Cabang di wilayah daerahnya. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Cabangnya. Pasal 57 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Daerah (1) a. Pasal 58 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di cabangnya selama masa bakti Kwartir Cabang. dan satuan karya. Menetapkan hal-hal yang tidak diatur dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Daerah. dan keputusan Musyawarah Nasional dalam bentuk keputusan Kwartir Nasional. Dalam melaksanakan tugasnya. e. Membina dan membantu Kwartir Daerah. swasta dan organisasi masyarakat tingkat nasional yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Nasional. dan keputusan Musyawarah Daerah. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban Kwartir Nasional kepada Musyawarah Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Bekerjasama dengan badan/organisasi di luar negeri. Melaksanakan Anggaran Dasar. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Nasional. Anggaran Rumah Tangga. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. keputusan Kwartir Nasional. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Daerahnya. keputusan Musyawarah Nasional. (2) Kwartir Daerah mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di daerahnya selama masa bakti Kwartir Daerah. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Anggaran Rumah Tangga. yang program dan tujuannya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. c. Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar. f. keputusan Kwartir Daerah. Kwartir Daerah bertanggungjawab kepada Musyawarah Daerah. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di daerahnya. b. c. Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan Anggaran Dasar. b. Membina dan membantu Kwartir Ranting di wilayah cabangnya. h. a. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Daerah. j. d. d. Anggaran Rumah Tangga. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Daerah kepada Musyawarah Daerah. f. keputusan Musyawarah Daerah. keputusan Kwartir Nasional. Anggaran Rumah Tangga dan melaksanakan keputusan Musyawarah Nasional. e. g. dan organisasi masyarakat tingkat daerah. d. g. c. . i. dan keputusan Kwartir Nasional.Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Nasional (1) a. keputusan Musyawarah Nasional. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Nasional. swasta. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. Melaksanakan Anggaran Dasar. dan keputusan Musyawarah Cabang. keputusan Musyawarah Nasional.

f. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. dengan bantuan Majelis Pembimbing Gugusdepan. Membina dan mengembangkan organisasi. g. swasta di tingkat ranting. (2) Dalam melaksanakan tugasnya. keputusan Musyawarah Gugusdepan dan ketentuan lain yang berlaku. Anggaran Rumah Tangga. Menyelenggarakan kepramukaan di dalam gugusdepannya dengan memberdayakan sumber daya gugusdepannya. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Ranting kepada Musyawarah Ranting sesuai dengan ketentuan yang berlaku. d. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Cabang dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Daerah mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di rantingnya. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Daerah dan tembusan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di cabangnya. dan organisasi masyarakat tingkat cabang. b. e. swasta. f. Pasal 61 Tugas dan Tanggungjawab Pembina Gugusdepan (1) Pembina Gugusdepan mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. (2) Ketua Gugusdepan dipilih dari para Pembina Pramuka yang ada dalam gugusdepan yang bersangkutan pada Musyawarah Gugusdepan. Mengelola gugusdepannya selama masa bakti gugusdepan. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Cabang. h. g. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Rantingnya. perlengkapan. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. instansi pemerintah. g. c. d.e. Melaksanakan ketetapan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. (2) Kwartir Ranting mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola Gerakan Pramuka di rantingnya selama masa bakti Kwartir Ranting. Pasal 60 Gugusdepan (1) Gugusdepan dikelola secara kolektif oleh Pembina Gugusdepan yang terdiri dari Ketua Gugusdepan dibantu oleh pembina satuan dan pembantu pembina satuan. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Ranting. h. keputusan Musyawarah Ranting dan ketentuan lain yang berlaku. dan keuangan gugusdepan. Berhubungan dan bekerjasama dengan masyarakat setempat. dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gugusdepan dan orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda. Melaksanakan ketetapan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. f. . Membuat laporan tahunan. e. termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Ranting. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Ranting bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting. Pasal 59 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Ranting (1) a. Menjadikan semua anggota gugusdepannya sebagai insan kehumasan gerakan pramuka. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat di lingkungannya. h. Mengkoordinasikan pembina satuan. Anggaran Rumah Tangga. Kwartir Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang. Membina dan membantu para pembina pramuka di gugusdepan dan para pamong satuan karya. Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam gugusdepannya. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Cabang. b. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. c. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Cabang kepada Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menyampaikan pertanggungjawaban gugusdepan. gugusdepan dan saka lainnya. Menjadi anggota Pimpinan Saka di kwartirnya dengan baik dan bertanggung-jawab. Majelis Pembimbing. g. e. f. e. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan saka kepada kwartirnya. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir tentang kegiatan sakanya. f. (2) . (2) Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. h. c. d. Membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaannya mengenai pemikiran. kwartir. h. c.. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melaksanakan koordinasi antara Pimpinan Saka di semua jajaran di wilayah kerjanya. Beberapa orang anggota (3) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dibentuk dan disahkan oleh Musyawarah Gerakan Pramuka. Pamong Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola pembinaan dan pengembangan Sakanya. (2) Pamong Saka ditetapkan dan dilantik oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang dari para Pembina Pramuka yang ada di wilayah kerjanya dan secara ex-officio menjadi anggota Pimpinan Satuan Karya di Kwartir Ranting atau Kwartir Cabangnya. Seorang Wakil Ketua. Pasal 62 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) dikelola oleh Pimpinan Saka dan Pamong Saka dengan dibantu oleh beberapa Instruktur Saka dengan dukungan Majelis Pembimbing Saka. Pasal 64 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. b. j. g. b. perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan satuan karya. perlengkapan dan keperluan kegiatan sakanya. Pimpinan Saka dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada kwartir yang bersangkutan. melalui kwartirnya. konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka. Membantu kwartir melaksanakan pembinaan dan pengembangan saka. Melaporkan perkembangan sakanya kepada kwartir dan Pimpinan Saka yang bersangkutan. d. Menyampaikan laporan tahunan kepada Kwartir Rantingnya dengan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan gugusdepannya. Menjadi Pembina Saka dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Sakanya. Mengadakan hubungan dengan instansi atau badan lain yang berkaitan dengan sakanya. Pasal 63 Tugas dan Tanggungjawab Pimpinan Saka dan Pamong Saka (1) Pimpinan Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. Mengadakan hubungan. Seorang Sekretaris. c. Mengkoordinasikan instruktur dengan Dewan Kerja Saka yang ada dalam sakanya.i. Melaksanakan program kegiatan satuan karya yang telah ditentukan oleh kwartirnya. d. Seorang Ketua. a. Mengusahakan instruktur. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan dalam kegiatan pembinaan sakanya. b. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Gugusdepan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan.

sedangkan untuk tingkat nasional Ketua Majelis Pembimbing Nasional dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. Pasal 66 Organisasi Majelis Pembimbing (1) Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka berasal dari unsur-unsur orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda/anggota saka dan tokoh masyarakat di lingkungan gugusdepan/saka yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. dan daerah Ketua Majelis Pembimbing dijabat oleh Kepala Wilayah atau Kepala Daerah setempat. organisatoris. Seorang Wakil Ketua. BAB X . (4) Mejelis Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan gudep/satuan/kwartir bersangkutan. Beberapa orang anggota. dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada tingkat masing-masing yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. satuan karya dan kwartir membentuk Majelis Pembimbing. setiap gugusdepan. Seorang Sekretaris. (2) Majelis Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moril. c. (3) Majelis Pembimbing bersidang sesuai dengan kebutuhan. Daerah. (3) Pembina Gugusdepan. Pamong Saka dan Ketua Kwartir secara ex-officio menjadi anggota Majelis Pembimbing bersangkutan. dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing. Seorang Ketua. (5) Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada di tingkat Satuan Karya Pramuka. d. satuan karya pramuka dan kwartir yang bersangkutan. cabang. (2) Majelis Pembimbing mengadakan Rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun.(4) kwartir. material dan finansial kepada gudep/satuan/kwartir bersangkutan. (2) Majelis Pembimbing Ranting. Pasal 67 Tata Kerja (1) Majelis Pembimbing mengadakan hubungan timbal-balik secara periodik dengan gugusdepan. (4) Majelis Pembimbing terdiri atas: a. e. (5) Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka dipilih dari antara anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka yang ada. b. Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilantik bersama-sama dengan pengurus BAB IX BIMBINGAN Pasal 65 Majelis Pembimbing (1) Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka. Cabang. Seorang Ketua Harian. Untuk jajaran ranting.

Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Nasional atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah yang ada. (3) Utusan daerah berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. RAPAT KERJA DAN REFERENDUM Pasal 68 Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Di dalam Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Nasional. b. (3) Acara Pertanggungjawaban Kwartir Nasional termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. c. (4) Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah masing-masing harus berusaha supaya perutusannya terdiri atas putera dan puteri. d. Selambatnya enam bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Nasional wajib mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Pasal 69 Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa terdiri atas utusan (1) pusat dan daerah. . diantaranya adalah seorang Ketua Dewan Kerja Nasional dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Nasional. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan pusat atau daerah. sebelum diajukan kepada Musyawarah Nasional harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Nasional selama masa baktinya. (2) Utusan pusat berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Nasional. (4) Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah. Penyampaian Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Pasal 70 Acara Musyawarah Nasional (1) Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: a. (6) Pada Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa. yang dibuat oleh Kwartir Nasional dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (5) Perutusan pusat dan daerah masing-masing mempunyai hak satu suara. Pelantikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Penetapan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (2) Acara Musyawarah Nasional lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah yang ada unsur cabangnya. (5) Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Penetapan Rencana Strategik Gerakan Pramuka untuk masa bakti berikutnya.MUSYAWARAH. Penetapan Formatur dan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. b. e. yang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional dengan disertai alasan yang jelas. (2) Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali.

(2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah. (7) Kwartir Nasional lama. (2) . dan terdiri atas unsur-unsur pusat dan daerah. (3) Musyawarah Nasional memilih secara langsung Ketua Kwartir Nasional dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Nasional terpilih untuk membentuk Kwartir Nasional. Pasal 73 Pimpinan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional tersebut. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Majelis Pembimbing Nasional untuk disahkan dan dilantik. kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan. Kwartir Nasional harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Nasional dan menyampaikan kepada semua Kwartir Daerah.Pasal 71 Pemilihan Ketua Kwartir Nasional (1) Musyawarah Nasional menetapkan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. (1) Musyawarah Daerah. (6) Ketua Kwartir Nasional sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. sejak selesainya Musyawarah Nasional sampai dengan dilantiknya Kwartir Nasional baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Pasal 72 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Usul Kwartir Daerah harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional selambatlambatnya enam bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. Pasal 74 Pengambilan Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. (3) Usul dan bahan Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Nasional. Kwartir Nasional menyampaikan kepada Kwarda-Kwarda nama-nama calon Ketua Kwartir Nasional yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Nasional. Pasal 75 Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Di dalam setiap daerah Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. b. Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya lima orang di luar Ketua dan sebanyak-banyaknya tujuh orang. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. (5) Tim formatur dalam waktu tiga bulan membentuk pengurus Kwartir Nasional baru. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional.

anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (2) Acara Musyawarah Daerah lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu.(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. c. yang dibuat oleh Kwartir Daerah dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (6) Pada Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa. (5) Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang. Kwartir Daerah menyampaikan kepada Kwarcab-Kwarcab nama-nama calon Ketua Kwartir Daerah yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Daerah. (4) Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah Kwartir Cabangnya. b. Selambatnya empat bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Daerah wajib mengadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa Pasal 76 Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa terdiri atas utusan (1) daerah dan cabang. (2) Utusan daerah terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Daerah termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan daerah atau cabang. sebelum diajukan kepada Musyawarah Daerah harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Daerah selama masa baktinya. d. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah. Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. b. (5) Perutusan daerah dan cabang masing-masing berhak satu suara. . (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah. (3) Utusan cabang terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang seorang di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. Pasal 77 Acara Musyawarah Daerah (1) Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: a. Menetapkan Formatur dan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. Pelantikan Ketua Kwartir Daerah terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Daerah. Musyawarah Daerah Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Daerah atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Cabang yang ada di daerah itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah dengan disertai alasan yang jelas. (4) Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Pasal 78 Pemilihan Ketua Kwartir Daerah (1) Musyawarah Daerah menetapkan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Daerah. (3) Musyawarah Daerah memilih secara langsung Ketua Kwartir Daerah dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Daerah terpilih untuk membentuk Kwartir Daerah. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa.

Pasal 81 Pengambilan Keputusan Musyawarah Daerah (1) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. maka di atara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. sejak selesainya Musyawarah Daerah sampai dengan dilantiknya Kwartir Daerah baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin.(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Daerah baru. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. (4) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. dan Keputusan Kwartir Nasional. . Pasal 80 Pimpinan Musyawarah Daerah Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah tersebut. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa dilaksanakan. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. dan terdiri atas unsur-unsur daerah dan cabang. (3) Usul dan bahan Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka. (4) Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kuranya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting. Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (5) Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Pasal 79 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (1) Usul Kwartir Cabang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah selambatlambatnya tiga bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa. (6) Ketua Kwartir Daerah sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. Kwartir Daerah harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Daerah dan menyampaikan kepada semua Kwartir Cabang dalam wilayahnya. b. Pasal 82 Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Di dalam setiap cabang Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Cabang. Keputusan Musyawarah Nasional. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Nasional untuk disahkan. Musyawarah Cabang Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Cabang atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting yang ada di cabang itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang dengan disertai alasan yang jelas. (7) Kwartir Daerah lama. (2) Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali.

diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. sejak selesainya Musyawarah Cabang sampai dengan dilantiknya Kwartir Cabang baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (3) Musyawarah Cabang memilih secara langsung tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Cabang terpilih untuk membentuk Kwartir Cabang. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan cabang atau ranting. Acara Musyawarah Cabang lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Daerah untuk disahkan. (6) Pada Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa. yang dibuat oleh Kwartir Cabang dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (5) Perutusan cabang dan ranting masing-masing berhak satu suara. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting. Kwartir Cabang menyampaikan kepada Kwarran-Kwarran nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Cabang. sebelum diajukan kepada Musyawarah Cabang harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang. (3) Utusan ranting terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. c. (4) Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. Pelantikan Ketua Kwartir Cabang terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Cabang. (3) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Cabang selama masa baktinya. Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (7) Kwartir Cabang lama. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Cabang. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. Pasal 83 Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa terdiri atas utusan (1) cabang dan ranting (2) Utusan cabang terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang. Pasal 86 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa . b. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Cabang wajib mengadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Cabang baru. Pasal 84 Acara Musyawarah Cabang (1) Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: a.b. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (2) Acara pertanggungjawaban Kwartir Cabang termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Pasal 85 Pemilihan Ketua Kwartir Cabang (1) Musyawarah Cabang menetapkan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. (6) Ketua Kwartir Cabang sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. d.

Pasal 90 Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa terdiri atas utusan (1) ranting dan gugusdepan. Pasal 88 Pengambilan Keputusan Musyawarah Cabang (1) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. b. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. (5) Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara.(1) Usul Kwartir Ranting harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang selambatlambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (4) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (4) Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan di rantingnya. Kwartir Cabang harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Cabang dan menyampaikan kepada semua Kwartir Ranting dalam wilayahnya. . dan terdiri atas unsur-unsur cabang dan ranting. Keputusan Musyawarah Nasional/Daerah. Pasal 87 Pimpinan Musyawarah Cabang Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang tersebut. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa dilaksanakan. (3) Usul dan bahan Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka. (2) Utusan ranting terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. b. (2) Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Musyawarah Ranting Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Ranting atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan yang ada di ranting itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Ranting dengan disertai alasan yang jelas. Pasal 89 Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Di dalam setiap ranting Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Ranting. dan Keputusan Kwartir Nasional/Daerah yang bersangkutan. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Ranting wajib mengadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa.

Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa dilaksanakan. (7) Kwartir Ranting lama. Pasal 91 Acara Musyawarah Ranting (1) Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: a. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting. (3) Usul dan bahan Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Cabang untuk disahkan. Pasal 93 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa (1) Usul gugusdepan harus diajukan secara tertulis oleh Pembina gugusdepan kepada Kwartir Ranting selambat-lambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa. (6) Ketua Kwartir Ranting sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (3) Musyawarah Ranting memilih secara langsung Ketua Kwartir Ranting dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih untuk membentuk Kwartir Ranting. Kwartir Ranting dan gugusdepan. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Ranting. Kwartir Ranting harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Ranting dan menyampaikan kepada semua gugusdepan dalam wilayahnya. (4) Kwartir Ranting dan gugusdepan masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Pasal 92 Pemilihan Ketua Kwartir Ranting (1) Musyawarah Ranting menetapkan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (6) Pada Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa. Pelantikan Ketua Kwartir Ranting terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Ranting. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (5) Perutusan ranting dan gugusdepan masing-masing berhak satu suara. yang dibuat oleh Kwartir Ranting dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. seorang di antaranya adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di gugusdepan yang bersangkutan dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing gugusdepan. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Ranting baru. sebelum diajukan kepada Musyawarah Ranting harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Ranting.(3) Utusan gugusdepan terdiri atas empat orang yang diberi kuasa oleh Pembina Gugusdepan. (2) Acara Musyawarah Ranting lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. b. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Ranting termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Kwartir Ranting menyampaikan kepada gugusdepan-gugusdepan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Ranting. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. d. sejak selesainya Musyawarah Ranting sampai dengan dilantiknya Kwartir Ranting baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan ranting atau gugusdepan. . (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Ranting selama masa baktinya. c.

Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. . perwakilan Dewan Ambalan. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Daerah. Cabang. Pasal 97 Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa terdiri atas para Pembina Pramuka. Daerah. (2) Pada Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu suara. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (4) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Keputusan Musyawarah Nasional.Pasal 94 Pimpinan Musyawarah Ranting Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting tersebut. perwakilan Dewan Racana dan perwakilan Majelis Pembimbing Gugusdepan. Pasal 98 Acara Musyawarah Gugusdepan (1) Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: a. yang harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan dengan disertai alasan yang jelas. (2) Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. b. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. dan terdiri atas unsur-unsur ranting dan gugusdepan. (4) Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Pasal 95 Pengambilan Keputusan Musyawarah Ranting (1) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. b. dan Keputusan Kwartir Nasional. (5) Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. para Pembantu Pembina Pramuka. Pasal 96 Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Di dalam setiap gugusdepan Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Gugusdepan. Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Pembina Gugusdepan atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak menghadiri Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Cabang. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. Selambatnya satu bulan setelah usul tertulis diterima maka Pembina Gugusdepan wajib mengadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa.

Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. c. Pasal 100 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Usul peserta harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan selambatlambatnya satu bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Pasal 102 Pengambilan Keputusan Musyawarah Gugusdepan (1) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. Cabang. sejak selesainya Musyawarah Gugusdepan sampai dilantiknya Ketua Gugusdepan baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Pasal 99 Pemilihan Ketua Gugusdepan (1) Musyawarah Gugusdepan menetapkan Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Menetapkan rencana kerja gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Pembina Gugusdepan harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Gugusdepan dan menyampaikan kepada semua orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. (3) Pertanggungjawaban keuangan gugusdepan selama masa baktinya. Memilih Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. d. Daerah.b. Pelantikan Ketua Gugusdepan terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Gugusdepan. Ranting dan Keputusan Kwartir Nasional. (3) Usul dan bahan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur oleh Pembina Gugusdepan Pasal 101 Pimpinan Musyawarah Gugusdepan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. Ketua Gugusdepan menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Gugusdepan kepada semua yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Cabang. (3) Ketua Gugusdepan yang lama dapat dipilih kembali. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Daerah. (4) Ketua Gugusdepan lama. Keputusan Musyawarah Nasional. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (4) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (2) Selambat-lambatnya dua minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dilaksanakan. yang dibuat oleh Pembina Gugusdepan dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Ranting . (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. b. sebelum diajukan kepada Musyawarah Gugusdepan harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan. (2) Selambat-lambatnya tiga minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan. (2) Acara pertanggungjawaban gugusdepan termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain.

(3) Peserta Musppanitera terdiri atas: a. Pasal 106 Rapat Kerja dan Sidang (1) Rapat Kerja diselenggarakan oleh gugusdepan atau kwartir sebagai langkah pengendalian operasional. Pasal 104 Acara Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Acara pokok Musppanitera adalah: a. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. Pasal 105 Pengambilan Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Untuk Rapat Kerja Gugusdepan diikuti oleh: 1) Pembina Gugusdepan 2) Pembina satuan 3) unsur anggota muda. anggota dewasa muda dan anggota dewasa. Musppanitera diselenggarakan sebelum Musyawarah Kwartirnya. d. kecuali Musppanitera Nasional. (2) Rapat Kerja diselenggarakan satu tahun sekali di awal tahun program. Andalan sebagai penasehat. (2) a. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. Hasil Musppanitera Nasional merupakan bagian dari Rencana Strategik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. b. Memilih calon anggota Dewan Kerja masa bakti berikutnya. Laporan pertanggungjawaban atas kebijakan yang dibuat oleh Dewan Kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan Rencana Kerja. b. (2) Apabila keputusan tidak tercapai melalui musyawarah maka keputusan diperoleh melalui pengambilan suara terbanyak. (3) Peserta Rapat Kerja terdiri atas: a. c. Untuk Rapat Kerja Kwartir sedikitnya diikuti oleh: 1) Andalan kwartir yang bersangkutan 2) Ketua dan Sekretaris Kwartir di bawahnya atau Pembina Gugusdepan untuk Kwartir Ranting 3) Unsur Dewan Kerja atau unsur Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk Kwartir Ranting. c. Dewan Kerja yang bersangkutan. (2) Acara Musppanitera lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. b. Evaluasi kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya selama masa bakti. Memberi masukan untuk kebijakan kwartir dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. b. . d.Pasal 103 Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera) diselenggarakan sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega khususnya dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

Dewan Kerja yang bersangkutan. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. selambat-lambatnya satu bulan setelah pelaksanaan. d. (6) Sidang Paripurna dilaksanakan setelah sidang paripurna jajaran di atasnya. (7) Peserta Sidang Paripurna terdiri atas: a. f. jelas. (2) Pendapatan Gerakan Pramuka yang berupa finansial disimpan di Bank atas nama organisasi Gerakan Pramuka dan dikelola Bendahara Kwartir. (8) Peserta Rapat Kerja dan Sidang terdiri atas putera dan puteri. kecuali Sidang Paripurna Nasional. (2) Referendum dapat diselenggarakan oleh semua kwartir. (6) Hasil referendum diumumkan oleh kwartir yang bersangkutan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka di wilayahnya. BAB XI PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 108 Pendapatan (1) Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat Ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. d. . Andalan sebagai penasehat. (4) Batas waktu memberi jawaban ditentukan dan diumumkan. e. Pasal 107 Referendum (1) Referendum diadakan apabila menghadapi persoalan yang mendesak yang harus diputuskan dan tidak dapat diputuskan sendiri oleh kwartir. c. c. b. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. Pasal 109 Iuran dan Usaha Dana (1) Iuran anggota diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (2) Usaha dana dapat dilakukan oleh badan usaha yang dibentuk oleh pengurus kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. (5) Referendum disepakati dan diterima jika disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah pihak yang mempunyai hak suara. yaitu jumlah kwartir/gugusdepan yang ada di wilayahnya. sementara tidak mungkin untuk menyelenggarakan musyawarah. kecuali Sidang Paripurna Nasional. Royalti atas hak milik intelektual yang dimiliki Gerakan Pramuka. (3) Referendum dilaksanakan secara tertulis. Usaha dana. Iuran anggota. b. (5) Sidang Paripurna dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Bantuan Majelis Pembimbing. Sumber lain yang tidak bertentangan baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka.(4) Sidang Paripurna Pramuka Penegak dan Pandega merupakan wahana bagi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai langkah pengendalian operasional pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. badan usaha. dan disusun sedemikian rupa sehingga jawaban atas referendum itu cukup dengan setuju dan tidak setuju.

Hak milik atas kekayaan intelektual (2) Benda tak bergerak meliputi tanah dan bangunan (3) Benda bergerak meliputi hasil usaha tetap. antara lain perseroan. (4) Badan-badan usaha atau yayasan tersebut bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir yang bersangkutan dan secara berkala memberikan laporannya. Pasal 112 Pengawasan (1) Pengawasan atas pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan kwartir. Tulisan/Publikasi Gerakan Pramuka. dan hak cipta Gerakan Pramuka baik yang sudah ada maupun yang akan dimintakan di kelak kemudian hari. Pemanfaatan. Lambang/tanda gambar Silhouette Tunas Kelapa.(3) Badan usaha dapat berbentuk badan usaha tetap. dan uang tunai. (3) Neraca tahun anggaran kwartir diinformasikan di dalam Rapat Kerja Kwartir. surat berharga. (2) Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda pengenal Gerakan Pramuka. Pengusahaan dan Pengalihan Kekayaan (1) Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan merupakan wewenang dan dilaksanakan oleh pengurus kwartir masing-masing jajaran berdasarkan keputusan rapat pengurus kwartir/gugusdepan dengan konsultasi Majelis Pembimbing bersangkutan. serta lembaga-lembaga usaha dana dari aspek keuangan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. antara lain : a. kendaraan. patent. seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa. (2) Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilaporkan dalam Musyawarah Kwartir yang bersangkutan. dan secara insidental berwujud panitia usaha dana. Pasal 114 Bendera . yang warnanya disesuaikan dengan penggunaannya. perlengkapan kantor. (4) Hak milik intelektual yaitu hak atas merek. kwartir dapat menggunakan jasa akuntan publik. (4) Apabila diperlukan. Benda tak bergerak b. b. Pasal 110 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Majelis Pembimbing. dan koperasi atau dalam bentuk yayasan. Pasal 111 Pengelolaan. Benda bergerak c. yang melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. BAB XII ATRIBUT Pasal 113 Lambang (1) Lambang Gerakan Pramuka adalah silhouette tunas kelapa.

yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional yang diadakan khusus untuk itu. dan dikeluarkan pada setiap peringatan Hari Pramuka. di tengah-tengahnya terdapat lambang Gerakan Pramuka berwarna merah. Pasal 117 Pakaian Seragam (1) Pakaian seragam Pramuka dimaksudkan untuk menarik. BAB XIII PEMBUBARAN Pasal 119 Akibat Hukum dari Pembubaran Apabila terjadi pembubaran Gerakan Pramuka. letaknya 1/10 dari lebar bendera dari sisi atas dan sisi bawah. (3) Pada bagian tepi tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebar 1/8 dari panjang bendera dengan tulisan untuk kwartir nama kwartir. tanggal 14 Agustus 1961. menghadap ke arah tiang bendera. Kami jadi pandumu. serta menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan. (2) Panji yang dimaksudkan dalam ayat (1) pasal ini disebut Panji Gerakan Pramuka yang disimpan di kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. BAB XIV LAIN-LAIN . (3) Warna cokelat muda dan cokelat tua dimaksudkan untuk mengingatkan kaum muda akan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan. maka untuk penyelesaian harta benda milik seluruh Gerakan Pramuka dibentuk panitia penyelesaian harta benda. juga mengenakan lencana World Organization of Scout Movement pada pakaian seragamnya. Pasal 116 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya darma Pramuka karangan Husein Mutahar.(1) Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjang dan berukuran tiga berbanding dua. yang syair lagunya berbunyi: Kami Pramuka Indonesia. manusia Pancasila Satyaku kudarmakan. Darmaku kubaktikan Agar jaya Indonesia Indonesia tanah airku. berwarna dasar putih. (2) Warna pakaian seragam pramuka adalah cokelat muda untuk bagian atas dan cokelat tua untuk bagian bawah. serta merah putih untuk pita dan setangan leher. mendidik disiplin dan kerapian. Pasal 118 Lencana dan Tanda-tanda Anggota Gerakan Pramuka selain mengenakan lencana Gerakan Pramuka. untuk gugusdepan nama kwartir dan nomor gugusdepannya. Pasal 115 Panji (1) Gerakan Pramuka memiliki Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. menimbulkan rasa bangga anggota Gerakan Pramuka. (2) Di bagian atas dan bagian bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukuran lebar 1/10 dari lebar bendera.

Kalimantan Barat sesudah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2004. dr. BAB XV PENUTUP Pasal 122 Penutup (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (3) Gerakan Pramuka. 2005 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berdasarkan wewenang yang dilimpahkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2003 di Pontianak. Prof. Azrul Azwar. DR. Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan ditetapkan dengan keputusan Kwartir Nasional Pasal 121 Perubahan Anggaran Rumah Tangga Perubahan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Jakarta. (2) Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan itu tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. MPH .Pasal 120 Petunjuk Penyelenggaraan (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful