KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia; bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada butir a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat; bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan Keputusan Presiden;

b.

c.

Mengingat

:

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KEPUTUSAN PRESIDEN GERAKAN PRAMUKA.

TENTANG

PENGESAHAN

ANGGARAN

DASAR

Pasal 1 Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini. Pasal 2 Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2004 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI

KEPUTUSAN Biro Peraturan Plt. KepalaPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN NOMOR TANGGAL

Perundang-undangan Bidang Kesejahteraan Rakyat dan ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Aparatur Negara,
PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan, dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada Utomo Fariedtanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selamalamanya. Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab. Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan: - negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika; - ideologi Pancasila; - kehidupan rakyat yang rukun dan damai; - lingkungan hidup di bumi nusantara. Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan, sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka disusunlah anggaran dasar Gerakan Pramuka ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, STATUS, TEMPAT, DAN WAKTU Pasal 1 Nama, Status, dan Tempat (1) (2) (3) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan Pramuka berstatus badan hukum. Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

: 104 Tahun 2004 : 18 Oktober 2004

Pasal 2 Waktu (1) Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia. (2) Hari Pramuka adalah tanggal 14 Agustus. BAB II ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI, Pasal 3 Asas Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Pasal 4 Tujuan Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya sehingga menjadi: a. manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang: 1). beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, emosional, dan tinggi moral 2). tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya 3). kuat dan sehat jasmaninya b. warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional. Pasal 5 Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.

Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan non formal, di luar sekolah dan di luar keluarga, dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan Motto Gerakan Pramuka yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. BAB III SIFAT, UPAYA DAN USAHA Pasal 7 Sifat Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional Indonesia.

(1)

(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis. (4) Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga. (5) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Pasal 8 Upaya dan Usaha Segala upaya dan usaha Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan

(1) Pramuka. a. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui kegiatan: 1) Keagamaan, untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut agama masing-masing 2) Kerukunan hidup beragama antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain 3). Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan b. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa; c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan; d. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional; e. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri, sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif, rasa tanggung jawab dan disiplin; f. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan; g. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan; h. Membina dan melatih jasmani, panca indera, daya pikir, penelitian, kemandirian dan sikap otonom, keterampilan, dan hasta karya. (2) Upaya dan usaha untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak, mental, emosional, jasmani dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. a. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak; b. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian; c. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi; d. Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional; e. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional; f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. (3) Untuk menunjang upaya dan usaha serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia, perlengkapan, dana, komunikasi, dan kerjasama.

BAB IV SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN, KODE KEHORMATAN, METODE KEPRAMUKAAN, MOTTO DAN KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Pasal 9 Sistem Among (1) Pendidikan nasional bersendikan Sistem Among, artinya menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin diri dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan. (2) Sistem Among berarti mendidik anak menjadi manusia merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (3) Dalam Sistem Among, pendidik dituntut bersikap dan berperilaku: a. b. c. Ing ngarso sung tulodo ; Ing madyo mangun karso; Tut wuri handayani .

Pasal 10 Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan. (3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat. Pasal 11 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah : a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; c. peduli terhadap diri pribadinya; d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. (2) a. b. c. d. e. Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai: norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka; landasan Kode Etik Gerakan Pramuka; landasan sistem nilai Gerakan Pramuka; pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka; landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

Pasal 12 Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; b. belajar sambil melakukan; c. sistem berkelompok;

Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma. Pembina Profesional. Pasal 14 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan Kode Kehormatan. Pembantu Pembina Pramuka. Penggalang dan Penegak. 1) 2) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas: Anggota biasa : Anggota muda : Siaga. Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma. Anggota Majelis Pembimbing Anggota kehormatan: b.d. kegiatan di alam terbuka. Andalan.” Pasal 15 Kiasan Dasar Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa. kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik. h. f. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah : “Satyaku kudarmakan. Anggota dewasa: a) Anggota Dewasa Muda : Pandega b) Anggota Dewasa : Pembina Pramuka. BAB V ORGANISASI Pasal 16 Anggota (1) a. Pimpinan Saka. sistem tanda kecakapan. e. . Pembantu Andalan. b. Pamong Saka. sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. (2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan Kode Etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat sehari-hari yang diterimanya dengan sukarela serta ditaati demi kehormatan dirinya. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma. Pelatih Pembina Pramuka. (3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu: a. d. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma. kiasan dasar. g. Darmaku kubaktikan. c. Instruktur Saka. Pasal 13 Kode Kehormatan Pramuka (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.

1) 2) (2) anggota dewasa purna bakti orang-orang yang bersimpati dan berjasa kepada Gerakan Pramuka Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota tamu. c. (7) Kepengurusan baru dalam jajaran Ranting sampai dengan Nasional terdiri dari unsur Pengurus lama dan Pengurus baru. Pasal 17 Hak dan Kewajiban (1) (2) Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban. d. Pasal 21 Satuan Karya Pramuka . (5) Nasional. Cabang-cabang dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Daerah meliputi wilayah Propinsi. b. (3) Cabang. Pasal 20 Kepengurusan (1) (2) Ranting. Di tingkat Ranting Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Cabang Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Daerah Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Nasional Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Pergantian Pengurus Gerakan Pramuka dilaksanakan pada waktu musyawarah. (6) Di tingkat Gugusdepan Gerakan Pramuka dipimpin oleh pembina gugusdepan. Daerah-daerah dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Nasional meliputi wilayah Republik Indonesia. Gugusdepan-gugusdepan dikoordinasikan oleh Kwartir Ranting yang meliputi suatu wilayah Kecamatan/Distrik. Pasal 19 Pramuka Utama Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama. Ranting-ranting dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Cabang meliputi wilayah Kabupaten atau Kota. Hak dan kewajiban tersebut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk gugusdepan di bawah pembinaan Kwartir Nasional. Pasal 18 Jenjang Organisasi Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut: a. f. Anggota muda dan anggota dewasa muda Gerakan Pramuka dihimpun dalam gugus depangugusdepan dan anggota dewasa dihimpun di Kwartir. e. (4) Daerah.

materiil. organisatoris. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Ranting yang diketuai oleh Camat/Kepala Distrik dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan yang terdiri atas orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat di sekitar gugusdepan. organisatoris. disingkat Saka. (2) Saka di tingkat Kwartir dipimpin secara kolektif oleh Pimpinan Saka. organisatoris. dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. dan Pasal 24 Bimbingan (1) Kwartir Nasional diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. (2) Kwartir Daerah diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. dan finansial oleh Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang terdiri atas tokoh pemerintahan dan masyarakat. Pasal 22 Dewan Kerja Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan. (3) Kwartir Cabang diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. (6) Satuan Karya Pramuka diberi bimbingan dan bantuan oleh Majelis Pembimbing yang bersifat moral. materiil. materiil. Daerah. (4) Kwartir Ranting diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Daerah yang diketuai oleh Gubernur beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. (5) Gugusdepan diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. materiil. materiil. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya. a. (2) Nasional. sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional. Pimpinan Saka adalah bagian integral dari Kwartir. materiil. Pasal 23 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah Pembinaan Anggota Dewasa. adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh Bupati atau Walikota dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. bangsa dan negara. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Nasional yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia dengan beranggotakan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian kepada Gerakan Pramuka. organisatoris. mengembangkan bakat. dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega. Pasal 25 Pemeriksaan Keuangan (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. untuk melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat. (2) (3) Badan Pemeriksa Keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan Kwartir. organisatoris.(1) Satuan Karya Pramuka. organisatoris. Personalia Badan Pemeriksa Keuangan berjumlah minimal 3 orang anggota .

b. c. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Ranting untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. e. pertanggungjawaban keuangan. b. Pimpinan Musyawarah Daerah adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah. Pimpinan Musyawarah Nasional adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional. Badan Pemeriksa Keuangan dibantu oleh Akuntan Publik. Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali. Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa baktinya termasuk. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa.Gerakan Pramuka ditambah seorang staf yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan. Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa baktinya. b. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Daerah untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. c. Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Cabang untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa baktinya termasuk. pertanggungjawaban keuangan. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. BAB VI MUSYAWARAH DAN REFERENDUM Pasal 26 Musyawarah (1) Musyawarah Nasional a. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Pimpinan Musyawarah Cabang adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. maka di antara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. (4) Badan Pemeriksa Keuangan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Penyelenggaraan. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Nasional untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. (2) Musyawarah Daerah a. termasuk pertanggungjawaban keuangan 2) Menetapkan Rencana Strategik 5 tahun. (4) Musyawarah Ranting a. Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka. . d. Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa baktinya termasuk. d. c. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. d. b. pertanggungjawaban keuangan. (3) Musyawarah Cabang a. b.

b. Pimpinan Musyawarah Ranting adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu referendum. c. Pasal 27 Referendum Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa. d. pertanggungjawaban keuangan. d. Pasal 31 Bendera Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”. c. (5) Musyawarah Gugusdepan a. baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. e. berukuran tiga banding dua. b. warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah. Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: 1) Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa baktinya termasuk. iuran anggota. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. bantuan majelis pembimbing. BAB VII PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 28 Pendapatan Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. sumber lain yang tidak bertentangan. usaha dana. Pimpinan Musyawarah Gugusdepan adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. 3) Menetapkan Pembina Gugusdepan untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. . Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. BAB VIII ATRIBUT Pasal 30 Lambang Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak.c. d. Pasal 29 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak milik intelektual (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Mabi.

Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat. d. BAB XI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 37 Perubahan Anggaran Dasar Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh utusan daerah sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. BAB XII Musyawarah Nasional jika disetujui oleh (1) (2) . c. Pasal 34 Pakaian Seragam dan Tanda-tanda Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin. maka cara penyelesaian harta benda milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang mengusulkan pembubaran itu. BAB IX ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 35 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. BAB X PEMBUBARAN Pasal 36 Pembubaran Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. Usul perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka diterima oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang hadir. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini. b. anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya. tanggal 14 Agustus 1961.Pasal 32 Panji Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961. (2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan. Pasal 33 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka. (1) a.

2. Memperhatikan 1. Saran Kelompok Kerja Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2003 di Pontianak. Mengingat . Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. : 1. 3. Kalimantan Barat. c. b. Arahan Pimpinan Kwartir Nasional dan Andalan Nasional. tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. sehingga Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 perlu disempurnakan agar sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tersebut.PENUTUP Pasal 38 Penutup Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kalimantan Barat pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sesuai Keputusan Munas 2003 nomor 09/MUNAS/2003 telah disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004. Menimbang : a. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka perlu dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga. : 2. di Pontianak KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan keputusannya. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999. dan oleh karena itu Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.

DR. : 31 Mei 2005 Prof. BAB II ASAS. SASARAN. dr. : Jakarta. maka Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dinyatakan tidak berlaku lagi. DAN FUNGSI . (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kepramukaan sebagai cara mendidik kaum muda. MPH LAMPIRAN KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA BAB I NAMA DAN TEMPAT Pasal 1 Nama (1) Gerakan Pramuka. dengan bimbingan orang dewasa. Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. Dengan berlakunya Keputusan Kwarnas ini. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan di seluruh wilayah Republik Indonesia.M E M U T U S K A N: Menetapkan: Pertama : Kedua: Ketiga : : Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini. adalah gerakan pendidikan kaum muda yang didukung oleh orang dewasa. H. Ditetapkan di Pada tanggal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. Azrul Azwar. Pasal 2 Tempat (1) Domisili kantor pusat Gerakan Pramuka di Ibukota negara Republik Indonesia. TUJUAN DAN TUGAS POKOK. Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka untuk melaksanakan dan menyebarluaskan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini. yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana.

Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian. sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat. emosional. (2) Penghayatan dan pengamalan Pancasila diwujudkan dalam sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramuka. sosial. bangsa dan negara. inovatif. menyenangkan. . spiritual. moral. (3) Kepramukaan merupakan sistem pembinaan dan pengembangan sumberdaya atau potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional. berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan. kepedulian. Membentuk sikap dan perilaku yang positif. emosional. teratur. moral dan fisiknya d. BAB III KEPRAMUKAAN. yang percaya kepada kemampuan sendiri. bertanggungjawab. Berdisiplin yaitu berpikir. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. berpikir kreatif. dapat dipercaya.Pasal 3 Asas (1) Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Pasal 5 Sasaran Sasaran kepramukaan adalah mempersiapkan kader bangsa yang: a. (2) Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik mental. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. spiritual. intelektual dan fisik. b. Sehat dan kuat mental. intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berjiwa Pancasila b. Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan sumber daya generasi muda. dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental. sehat. sosial. moral. kepentingan. akhlak dan budi pekerti luhur. e. terarah. bersikap dan bertingkah laku tertib c. SIFAT DAN UPAYA Pasal 7 Kepramukaan (1) Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. berani dan mampu menghadapi tugas-tugas serta memiliki komitmen. praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. semangat kebersamaan. Pasal 4 Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan: a. Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan dijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa.

yang sasarannya menjadikan mereka sebagai manusia yang mandiri. 2) tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka atau tanda-tanda Pramuka pada waktu mengikuti kegiatan organisasi kekuatan sosial politik dan melakukan kegiatan politik praktis. e. fisik. b. Pada hakekatnya yang menjadi pendidik sebenarnya adalah pihak yang dididik. pendidik hanya pemberi bahan pendidikan yang selanjutnya diproses oleh penerima bahan pendidikan tersebut sendiri. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Yang ditiru harus berharga/bernilai untuk ditiru. Pelaksana pendidikan dalam kepramukaan agar menghayati dan menyadari bahwa: Karya di bidang pendidikan adalah karya peningkatan mutu mental. Pendidikan berbeda dengan pengajaran. keterampilan. (3) Gerakan Pramuka dan Politik a.(4) Pendidikan dalam kepramukaan dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan yang berkesinambungan bagi Sumber Daya Manusia Pramuka. Pasal 9 Upaya (1) Segala upaya Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. (2) Keanggotaan Gerakan Pramuka bersifat sukarela. dan pengalaman melalui kegiatan: . 3) tidak dibenarkan mengenakan pakaian atau tanda-tanda yang dipakai sebagai identitas organisasi kekuatan sosial politik pada waktu menghadiri atau mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka. Pasal 8 Sifat (1) a. Dasar dan landasan pendidikan adalah meniru. moral. a. c. pengetahuan. dengan ketentuan: 1) tidak dibenarkan menyiarkan faham politik yang dianutnya ke dalam lingkungan Gerakan Pramuka. moral. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial politik manapun. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental. spiritual. (4) Gerakan Pramuka dan Agama a. Gerakan Pramuka membina anggotanya agar meningkatkan ketakwaan dan menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. prinsip dasar dan metode gerakan kepanduan sedunia. d. b. Ada yang meniru dan harus ada yang ditiru. Gerakan Pramuka berpegang pada peraturan perundang-undangan negara dan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia. b. Semua jajaran Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan yang bersifat politik praktis. (5) b. Anggota Gerakan Pramuka secara pribadi dapat menjadi anggota suatu organisasi kekuatan sosial politik. emosional. proses pendidikan lebih pelan daripada proses pengajaran. peduli. bertanggungjawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat. Gerakan Pramuka memberi kebebasan kepada anggotanya untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. yang berarti tidak ada unsur kewajiban dan paksaan. Gerakan Pramuka membina anggotanya untuk menumbuhkan dan memupuk kerukunan hidup beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai agama dan kepercayaan orang lain. c. sosial intelektual dan fisiknya. bangsa Gerakan Pramuka dapat didirikan di seluruh wilayah tanah air Indonesia dan diikuti oleh seluruh Indonesia tanpa membedakan Suku dan Ras. c. Gerakan Pramuka tidak terlepas dari idealisme.

teratur. dana. praktis. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa. baik lokal. Membina dan melatih jasmani. persaudaraan dan perdamaian. rasa tanggungjawab dan disiplin. (3) Untuk menunjang upaya serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka. nasional maupun internasional. sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif. mental. spiritual. d. (2) Upaya untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak. Mengadakan kemitraan. e. terarah. dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. f.1) Keagamaan. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. c. keterampilan dan kesehatan anggota muda dan anggota dewasa muda. d. 2) Kerukunan hidup antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri. b. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional. f. untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya. Pemahaman sejarah perjuangan bangsa e. menyenangkan. b. pemupukan dalam diri anggota muda dan anggota dewasa muda: a. e. dan hasta karya. . panca indera. nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan. kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat. a. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan. g. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi. Pasal 10 Pembinaan Watak. Keterampilan dan Kesehatan (1) Pada hakekatnya semua kegiatan dalam Gerakan Pramuka diarahkan untuk membina watak. penelitian. 3) Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara. Pengamalan moral Pancasila d. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi. perlengkapan. kemandirian dan sikap otonom. keterampilan. daya pikir. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal. Kepedulian dan tanggungjawab serta disiplin. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa b. personalia. 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. jasmani. komunikasi dan kerjasama. sehat. h. emosional. keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan. c. Rasa percaya diri sendiri f. (2) Pembinaan watak dilakukan melalui kegiatan penanaman. yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Kesadaran berbangsa dan bernegara c. menurut agama masing-masing. ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pramuka Pandega. sehingga kemampuan setiap Ranting dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang. Pembina Pramuka. kreatif. (4) Pembinaan kesehatan dilakukan dengan kegiatan kebersihan dan ketertiban. Pimpinan Saka. sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya di wilayah masing-masing. rasa kekeluargaan. Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing. Pasal 13 Pertemuan Untuk Memupuk Persaudaraan (1) Gerakan Pramuka mulai dari gugusdepan sampai dengan tingkat nasional menyelenggarakan pertemuan untuk memupuk rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam upaya melestarikan keutuhan bangsa dan negara. c. kecerdasan. Dapat mengikutsertakan masyarakat muda lainya. (5) Pembina Gugusdepan berusaha supaya jumlah dan mutu para pembina dan anggota muda. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional. (2) Setiap Kwartir Daerah membina Kwartir Cabang. (3) Setiap Kwartir Cabang membina Kwartir Ranting. disingkat Lemdikanas. Pamong Saka. (2). b. disingkat Lemdikacab. dan (3) pasal ini dibentuk lembaga pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. (4) Setiap Kwartir Ranting melakukan koordinasi dan bimbingan baik organisasi maupun operasional kepada gugusdepan dan satuan karya dalam wilayah kerjanya dan wajib berusaha supaya jumlah dan mutu gugusdepan dan satuan karya di wilayahnya terus meningkat. menyelenggarakan pendidikan melalui kursus. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah. Pasal 12 Pendidikan Tenaga Kader Gerakan Pramuka (1) Semua kwartir berusaha meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kader Gerakan Pramuka. (4) Untuk melaksanakan tugas tersebut dalam ayat (1). (3) a. pelatihan dan pertemuan informal. dan Kwartir Nasional. . (2) Pertemuan itu diisi dengan acara kegiatan yang menarik. anggota dewasa muda di gugusdepannya terus meningkat. antara lain untuk meningkatkan kerjasama. keterampilan. serta keindahan dan kelestarian lingkungan hidup. seperti berikut: a. inovatif serta mengandung pendidikan. bermanfaat. sehingga mampu meningkatkan mutu kepramukaan. kecakapan dan penguasaan teknologi. Pelatih Pembina Pramuka. Pembina Profesional. b. disiplin. perlu lebih sering diselenggarakan pertemuan di tingkat Ranting dan Cabang. sehingga kemampuan setiap Daerah dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. dan kejuruan melalui syarat-syarat kecakapan dan kegiatan Satuan Karya. Instruktur Saka. (3) Setiap kwartir membantu jajaran kwartir di wilayah kerjanya untuk melaksanakan pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. (2) Untuk melaksanakan maksud yang tertera dalam ayat (1) pasal ini Kwartir Ranting. Kwartir Daerah.(3) Pembinaan keterampilan dilakukan dengan latihan alat driya. sehingga kemampuan setiap Cabang dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. latihan dan penyuluhan kesehatan. disingkat Lemdikada. Pasal 11 Pembinaan Kwartir dan Satuan (1) Kwartir Nasional membina Kwartir Daerah. (6) Kwartir Nasional membina secara langsung gugusdepan yang berpangkalan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. Kwartir Cabang. Agar dapat mengikutsertakan sebanyak mungkin anggota Gerakan Pramuka dalam pertemuan untuk memupuk kekeluargaan dan persaudaraan.

untuk dapat berperanserta dalam pembangunan. rokhani. (5) Semua jajaran kwartir seyogyanya memiliki Bumi Perkemahan Pramuka. KODE KEHORMATAN PRAMUKA. disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (2) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusahakan hubungan dengan pihak-pihak di luar negeri yang tujuannya tidak bertentangan dengan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia dan tujuan Gerakan Pramuka. . (3) Gerakan Pramuka adalah anggota World Organization of Scout Movement (WOSM). (4) Gerakan Pramuka mengadakan hubungan kerjasama dengan organisasi kepramukaan di negara lain. Pasal 16 Hubungan dengan Instansi Pemerintah dan Organisasi Lain (1) Gerakan Pramuka mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah. koperasi atau anggota Gerakan Pramuka yang mendapat ijin dari kwartirnya. (2) Salah satu usaha pengadaan alat perlengkapan setiap kwartir membentuk koperasi yang juga merupakan sarana pendidikan dan kedai pramuka. Pasal 15 Kehumasan dan Pengabdian Masyarakat (1) Gerakan Pramuka mulai dari tingkat gugusdepan sampai dengan tingkat nasional melaksanakan usaha kehumasan. METODE KEPRAMUKAAN. BAB IV SISTEM AMONG. dan pikirannya. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dalam upaya kemandirian. (4) Kedai Pramuka dikelola kwartir. baik ke dalam maupun ke luar Gerakan Pramuka. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN. (3) Setiap anggota Gerakan Pramuka merupakan insan kehumasan. Pasal 17 Usaha Lain Gerakan Pramuka menjalankan usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. (2) Hubungan masyarakat dilaksanakan untuk memperoleh pengertian. sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tujuan Gerakan Pramuka. bantuan dan umpan balik dari masyarakat maupun pemerintah serta menjadikan penerangan dan hubungan masyarakat itu sebagai alat kepramukaan dan pendidikan masyarakat. Gerakan Pramuka juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi dari Tri Satya dan Dasa Darma serta menunjang upaya kehumasan. (2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani. dukungan. lembaga swasta dan masyarakat. finansial dan organisatoris.Pasal 14 Fasilitas dan Alat Perlengkapan Pendidikan (1) Semua jajaran Gerakan Pramuka mengusahakan alat perlengkapan sebagai sarana pendidikan. (3) Karena adanya hak merek maka pengadaan perlengkapan pendidikan oleh pihak luar Gerakan Pramuka harus mendapat ijin dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. kebijaksanaan umum pemerintah. (4) Disamping Kehumasan. MOTTO DAN KIASAN DASAR Pasal 18 Sistem Among (1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among.

bermasyarakat. d. negara dan bangsa. khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. berkeluarga. kepatutan. b. Belajar sambil melakukan. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. keadilan. air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama. sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. (3) Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka. kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial. Cinta kasih. yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan. alam dan lingkungan hidup. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan. dorongan dan pengaruh yang baik. c. Sistem berkelompok. Peduli terhadap diri pribadinya. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sesama hidup dan alam seisinya. bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya. serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. b. kejujuran. c. kemandirian. c. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka.(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut: a. b. (5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab. tanggungjawab serta keterikatan moral. (4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan: a. kesederhanaan. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan. ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya. f. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri. Pasal 19 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah: a. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pasal 20 Metode Kepramukaan (1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik. e. sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat. c. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. sesama manusia. (6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda. d. b. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri. berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai. menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. kepedulian. makhluk sosial. . Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga. maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya: a. Peduli terhadap bangsa dan tanah air.

g. bersikap demokratis. yaitu: a. f.d. intelektual dan fisiknya. pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. ranah spiritual. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. (2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah: a. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. Kiasan dasar. b. c. yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan. (3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah: a. mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. h. e. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji. Sistem tanda kecakapan. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi. dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota. tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. moral. d. − setiap hari berbuat kebajikan. Kegiatan di alam terbuka. saling menghormati. menghayati. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka. 2. Pasal 21 Kode Kehormatan (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. c. memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong. emosional. (3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan. . Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat. (2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwidarma Pramuka Siaga Siaga berbakti kepada ayah bundanya. b. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. 2) 1. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga terdiri atas: 1) Janji yang disebut Dwisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwisatya Pramuka Siaga Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. sosial. Siaga berani dan tidak putus asa. mental. (5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya. (4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap.

dan bersahaja 7. Hemat. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma.b. dan setia 8. Rela menolong dan tabah 5. berani. Disiplin. Trisatya Pramuka Pandega Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: . Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. dan gembira 6. berani. perkataan dan perbuatan. 1) Kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penggalang Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. dan gembira 6. Kode Kehormatan bagi Pramuka Pandega terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: c. perkataan dan perbuatan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat − menepati Dasadarma. dan bersahaja 7. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. terampil. Suci dalam pikiran. cermat. Rela menolong dan tabah 5. terampil. dan setia 8. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penegak Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. cermat. Rajin. Disiplin. d. Suci dalam pikiran. Rajin. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Hemat.

Disiplin. Suci dalam pikiran. Hemat. dan gembira 6. 2) Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Rajin. dan bersahaja 7. berani. cermat. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. terampil. dinyatakan dengan Ikrar yang berbunyi sebagai berikut: Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi: Dasadarma IKRAR Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Rajin. perkataan dan perbuatan. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Suci dalam pikiran. Rela menolong dan tabah 5. Hemat. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasa Darma. perkataan dan perbuatan. dan dengan penuh kesadaran serta rasa tanggung jawab atas kepentingan bangsa dan negara.*) Gerakan Pramuka seperti tersebut dalam keputusan kwartir …………*)/Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka nomor …. terampil. Disiplin. lagi Maha Penyayang. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. dan setia 8. kami Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/Pembina Profesional/ Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/ Anggota Majelis Pembimbing …………. f. Rela menolong dan tabah 5.− menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Kesanggupan anggota dewasa untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. dan bersahaja 7. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Patuh dan suka berMusyawarah 4. berani.. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. cermat. dan setia 8. dan gembira 6.…tahun ……… menyatakan bahwa kami : . 1) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota dewasa terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. e.

j.……………. taat terhadap aturan dan kesepakatan k. Membiasakan diri menepati janji.. … …. berani menghadapi tantangan dan kenyataan. h. Daerah. membina kesukarelaan dan kesetiakawanan. memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya. Mengenal. sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan.. Belajar mendengar. g. berhati-hati dalam bertindak.. memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar. mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama. Hidup secara sehat jasmani dan rohani.*) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi. d. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. c.. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan. Memiliki sikap kebersamaan. membina sikap mawas diri. Ranting atau Gugusdepan.. berani mengakui kesalahan. baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/ Instruktur Saka / Pimpinan Saka / Andalan / Anggota Majelis Pembimbing ………………. Pasal 22 Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka Kode Kehormatan dilaksanakan dengan: a.*) ( ………………………………… ) Catatan : . ramah dan sabar. Pasal 23 Belajar Sambil Melakukan . berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya. bersikap dan berbicara. berani dalam kebenaran. waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir. dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan. l. riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan i. mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku. membina persaudaraan dengan Pramuka sedunia. serasi dan tidak berlebihan. ……. kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan. …. e. Cabang. untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. b. tidak mementingkan diri sendiri. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara.……. membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa.coret yang tidak perlu *) diisi Nasional. dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain. bersikap terbuka. Mengendalikan dan mengatur diri. f. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial. teliti. mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan..− menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan − akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban kami sebagai Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/Anggota Majelis Pembimbing ………. Bertindak dan hidup secara hemat.

Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka. sosial. menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya. b. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda. menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan. sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut. yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka. g. Pasal 25 Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan: a. Pasal 26 Kegiatan di Alam Terbuka (1) Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan. dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku. menempatkan diri. serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi. (3) Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin. dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya. Kegiatan bersifat kreatif. Pasal 24 Sistem Berkelompok (1) Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok. bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan. sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan. menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda. c.Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan: a. masyarakat dan lingkungannya. b. h. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul. d. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. mengatur diri. emosional. Pasal 27 . taat asas. yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri. f. membina kerjasama dan rasa memiliki. (4) Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi. (2) Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak. (2) Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya. keselamatan dan keamanan. selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. umur dan kemampuannya. intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka. spiritual. berorganisasi. manfaat. memikul tanggungjawab. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat. daripada hanya menjadi penonton. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya. minat dan mental. moral. e. inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan.

sebagai bagian terpadu proses pendidikan. Pasal 29 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto merupakan motto tetap dan tunggal. harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah. Darmaku kubaktikan”. (2) Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan.Sistem Tanda Kecakapan (1) Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda. Pasal 28 Sistem Satuan Terpisah Untuk Putera dan Puteri Sistem Satuan Terpisah dilaksanakan sebagai berikut: a. sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan. kecuali Perindukan Siaga Putera dapat dibina oleh Pembina Puteri. (2) Gugusdepan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota muda. Pasal 30 Kiasan Dasar (1) Penggunaan Kiasan Dasar. (3) Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat. perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina Putera. anggota dewasa muda dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda yang terdiri atas: 1) Perindukan Siaga 2) Pasukan Penggalang 3) Ambalan Penegak 4) Racana Pandega. c. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah: “Satyaku kudarmakan. Tidak dibenarkan Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Putera dan sebaliknya. dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman. BAB V ORGANISASI Pasal 31 Gugusdepan (1) Gugusdepan adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan. (3) Anggota putera dan anggota puteri dihimpun secara terpisah dalam gugusdepan. sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan. situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda. menantang. kebutuhan. b. disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan. dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat. satuan Pramuka Putera dibina oleh Pembina Putera. . Kiasan Dasar tidak hanya menarik. Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Puteri. (2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan. dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi.

b. (2) Kwartir Ranting merupakan jajaran yang berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka. (4) Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka adalah Pelatih Pembina Pramuka Mahir yang ex-officio sebagai andalan kwartir. (7) Anggota Putera dan anggota Puteri dihimpun dalam satuan karya yang terpisah. Pasal 33 Dewan Kerja Pramuka (1) Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka. (3) Setiap Satuan Karya Pramuka mengkhususkan diri pada pengabdian di bidang tertentu berdasarkan spesialisasi atau keterampilan khusus. maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya. d. Pasal 35 Kwartir Ranting (1) Kwartir Ranting selain menghimpun gugusdepan dan satuan karya yang ada di wilayah kerjanya juga merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada pada jajarannya. Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. c. (2) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat.(4) Anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat dapat dihimpun dalam gudusdepan tersendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam gugusdepan biasa. tambahan pengetahuan dan teknologi. Daerah dan Nasional. Pasal 32 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota muda dan anggota dewasa muda dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai aspirasi pemuda Indonesia dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Pasal 34 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pusat pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia anggota dewasa. (2) Kegiatan itu menghasilkan pengalaman. masing-masing merupakan satuan karya yang berdiri sendiri. . (4) Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera dan puteri dari gugusdepan di wilayah ranting yang bersangkutan. (2) Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir. berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. a. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. keterampilan dan kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup anggota muda dan anggota dewasa muda. (3) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. tanpa melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. (5) Satuan Karya Pramuka dibina oleh Kwartir Ranting/Cabang (6) Anggota Satuan Karya Pramuka wajib meneruskan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota lain di gugusdepannya sebagai Instruktur Muda.

Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. dan jasa seseorang untuk mendapatkan anugerah. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Dalam melaksanakan fungsi ini. 2) Andalan. Dewan Kerja Pramuka tingkat Nasional (DKN) b. Dewan Kerja Pramuka tingkat Daerah (DKD) b. (3) Kwartir Nasional dilengkapi dengan antara lain : a. (2) Kwartir Nasional merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pemegang kebijakan strategi Gerakan Pramuka. (2) Kwartir Daerah merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali menejerial Gerakan Pramuka di tingkat daerah. Pasal 36 Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang selain menghimpun ranting-ranting yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. penghargaan dan sanksi. (2) Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut: a. Dewan Kehormatan Kwartir diusahakan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing. (2) Kwartir Cabang merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali operasional kegiatan Gerakan Pramuka dan administrasi pangkal. . Dewan Kerja Pramuka tingkat Cabang (DKC) b. Kwartir Daerah melakukan pembinaan sampai ke tingkat ranting. (3) Kwartir Cabang dilengkapi dengan antara lain: a. Dalam melaksanakan fungsinya ini. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang (Lemdikacab) c. perilaku. Menilai sikap. Pasal 37 Kwartir Daerah (1) Kwartir Daerah selain menghimpun cabang-cabang yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. (3) Kwartir Daerah dilengkapi dengan antara lain: a. dengan tugas: a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Ranting (DKR) b. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Dalam melaksanakan fungsi ini dilaksanakan pembinaan menejerial Kwartir Daerah. b. Pasal 38 Kwartir Nasional (1) Kwartir Nasional selain menghimpun daerah-daerah seluruh Indonesia juga menghimpun gugusdepangugusdepan di perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada dijajarannya. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Lemdikanas) c. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah (Lemdikada) c.(3) Kwartir Ranting dilengkapi dengan antara lain : a. Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Pasal 39 Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka (1) Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan tetap yang dibentuk oleh gugusdepan atau kwartir sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah. cabang melakukan pembinaan sampai ke tingkat gugusdepan dan satuan karya pramuka. penghargaan berupa tanda jasa. Wadah Keanggotaan bagi anggota dewasa.

Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan. (4) Anggota muda sebelum menjadi anggota disebut calon anggota. 3) Pembina Pramuka. (8) Untuk dapat dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka. 2) Pembina Gugusdepan. anggota dewasa muda dan anggota dewasa Pasal 43 Anggota Muda (1) Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri dari Pramuka Siaga. Pasal 44 Anggota Dewasa Muda (1) Anggota Dewasa Muda adalah anggota biasa yaitu Pramuka Pandega. Pasal 40 Pembantu Andalan (1) Ketua kwartir dapat mengangkat pembantu andalan yang bertugas untuk menangani hal-hal yang memerlukan keahlian khusus. anggota muda telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat pertama dari golongannya. Musyawarah Ranting atau Musyawarah Gugusdepan dan bertugas untuk melakukan audit keuangan kwartir atau gugusdepan untuk dilaporkan kepada musyawarah. (7) Pramuka Penegak dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda di gugusdepannya. (6) Pramuka Penegak yang diangkat menjadi Pembantu Pembina. atau Instruktur tidak meninggalkan statusnya sebagai anggota muda. Musyawarah Daerah. (3) Pramuka Pandega berusia 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Musyawarah Cabang. Pasal 41 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional.b. dibantu oleh staf kwartir. (2) Pramuka Siaga berusia 7 tahun sampai dengan 10 tahun. Pramuka Penggalang berusia 11 tahun sampai dengan 15 tahun. Pramuka Penegak berusia 16 tahun sampai dengan 20 tahun. (9) Pelantikan anggota muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Dwisatya bagi Pramuka Siaga atau Trisatya bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak. (2) Anggota Dewasa Muda sebelum menjadi Pramuka Pandega pernah menjadi anggota Pramuka Penggalang/Pramuka Penegak melalui proses pendadaran. (3) Anggota muda yang sudah menikah digolongkan menjadi anggota dewasa Gerakan Pramuka. . (2) Masa bakti pembantu andalan sama dengan masa bakti kwartir. (5) Anggota muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. Pramuka Penegak. Pramuka Penggalang. BAB VI ANGGOTA Pasal 42 Anggota Biasa Gerakan Pramuka Anggota Biasa Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda. (2) Masa bakti Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka sama dengan masa bakti kwartir atau gugusdepan.

d. f. Pamong Saka.(4) Anggota Dewasa Muda yang sudah menikah digolongkan menjadi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka. Instruktur atau pembantu andalan meninggalkan statusnya sebagai Anggota Dewasa Muda. f. Pimpinan Saka. g. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 25 tahun. b. e. sedangkan Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 20 tahun. (3) Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26 tahun. Anggota Majelis Pembimbing. c. (8) Pelantikan Anggota Dewasa Muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Trisatya Pramuka Pandega. b. e. Pelatih Pembina Pramuka. seorang yang berlatarbelakang pendidikan akademisi dan keahlian dalam suatu bidang ilmu dan berpengalaman sebagai pelatih pembina pramuka. kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio menjadi anggota kwartir/andalan. (6) Pramuka Pandega yang diangkat menjadi Pembina Pramuka. (5) Pelantikan: a. (2) Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut: a. d. d. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. (5) Anggota Dewasa Muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. Pasal 45 Anggota Dewasa (1) Anggota Dewasa adalah anggota biasa yang terdiri dari: a. sedangkan Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. c. sedangkan Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun. g. Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka. Pelatih Pembina Pramuka. Anggota Majelis Pembimbing. (4) Anggota Dewasa berstatus sebagai: a. Pembina Pramuka. seseorang yang mempunyai pengetahuan. (7) Pramuka Pandega dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda dalam gugusdepannya tanpa meninggalkan statusnya sebagai anggota dewasa muda. Pembina Profesional. Pembina Profesional. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan membina anggota muda secara aktif. Pamong Saka dan Instuktur Saka. Andalan dan pembantu andalan. sedangkan Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun. h. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). Pelantikan Pamong Saka dan Instruktur Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. keterampilan dan keahlian khusus di bidang kejuruan tertentu. Pimpinan Saka sekurang-kurangnya telah mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan dan berpengalaman di bidang kesakaannya. c. b. b. Pelantikan Pembina Pramuka dan Pelatih Pembina Pramuka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. Instruktur Saka. sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar . Andalan dan pembantu andalan sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan.

Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Kwartir jajaran di atasnya. Wakil Ketua Kwartir Ranting. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional. Kecuali Anggota Majelis Pembimbing Nasional yang dilantik dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. f. e. g. (5) Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka diangkat oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang. Pengukuhan Pengurus Gugusdepan Pramuka yang terdiri dari Pembina Gugusdepan. Andalan. Pelantikan Anggota Majelis Pembimbing yang telah disahkan dengan keputusan kwartir jajaran di atasnya dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing jajaran masing-masing. (3) Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi anggota kehormatan atas permintaan kwartir yang bersangkutan. Andalan. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Ambalan Penegak. Pengukuhan Pengurus Kwartir Cabang yang terdiri dari Ketua. Bendahara. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan c. Pandu dan Pramuka purna bakti b. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah. Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka termasuk karyawan kwartir. Pasal 47 Anggota Tamu . b. Wakil Ketua. Andalan. Wakil Ketua. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah. dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. Sekretaris. Pasal 46 Anggota Kehormatan (1) Yang dapat menjadi anggota kehormatan Gerakan Pramuka adalah orang dewasa yang terdiri atas: a. Andalan. d. Sekretaris. Pengukuhan Pengurus Dewan Kerja Pramuka serta Pelantikannya dilakukan oleh Ketua jajaran kwartir yang bersangkutan. e. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan. (6) Pengukuhan Kepengurusan Gerakan Pramuka dilakukan setelah Pelantikan: a. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Ranting. Pengukuhan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang terdiri dari Ketua. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting. d. (4) Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka atas permintaan kwartir yang bersangkutan. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Racana Pandega. Pengukuhan Pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari Ketua Kwartir Ranting. Sekretaris Jenderal. c. Kecuali Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang. Pelantikan Pembina Profesional dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Pengukuhan Pengurus Kwartir Daerah yang terdiri dari Ketua. f. Pembina Satuan. (7) Orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda dapat berperanserta dalam Gerakan Pramuka untuk membimbing putra-putrinya dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat tinggalnya tanpa berkedudukan sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka. Pelantikan Pimpinan Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Pembantu Pembina Satuan. Pelantikan Ketua Kwartir yang telah disahkan dengan Keputusan Musyawarah Gerakan Pramuka kwartir jajarannya dilakukan oleh Ketua Presidium Pimpinan Musyawarah Kwartir jajarannya atas limpahan wewenang Musyawarah Gerakan Pramuka.c. h. Wakil Ketua. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. (2) Pandu dan Pramuka purna bakti yang akan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka wajib mengisi formulir yang telah disediakan. Pelantikan andalan dan pembantu andalan dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan.

d. Mengenakan Seragam Pramuka. (3) Pemberhentian seorang anggota Gerakan Pramuka diusulkan oleh gugusdepan atau kwartirnya dan ditetapkan oleh kwartir yang mengangkatnya. b. dan mengamalkan Anggaran Dasar. (2) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai kewajiban: a.(1) Anggota tamu adalah Warga Negara Asing yang ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Gerakan Pramuka. Mengadakan pembelaan dan perlindungan. (3) Anggota kehormatan Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memahami. (2) Anggota Gerakan Pramuka dapat diberhentikan berdasarkan penilaian Dewan Kehormatan jika: a. c. dilakukan dengan persetujuan dewan kehormatan di kwartir/gugusdepan yang bersangkutan. dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. c. (2) Penerimaan kembali anggota Gerakan Pramuka berdasarkan Ayat (1) pasal ini. Pasal 51 Rehabilitasi Anggota (1) Anggota Gerakan Pramuka yang diberhentikan berdasarkan Ayat (2) Pasal 49 Anggaran Rumah Tangga ini dapat mengajukan permohonan menjadi anggota Gerakan Pramuka kembali setelah memperbaiki kesalahannya. Melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka dan mentaati segala ketentuan yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. Diberhentikan. b. Pasal 49 Pemberhentian Anggota (1) Keanggotaan Gerakan Pramuka berakhir karena: a. Pasal 50 Pembelaan Anggota Anggota Gerakan Pramuka yang akan diberhentikan karena melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. (2) Prosedur keikutsertaan anggota tamu diserahkan kepada satuan atau kwartir yang bersangkutan. Permintaan sendiri. Pasal 48 Hak dan Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai hak: a. mentaati. Meninggal dunia. Menjunjung tinggi harkat dan martabat organisasi Gerakan Pramuka. Membayar iuran anggota Pramuka c. b. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Pramuka (KTA). Melanggar kode kehormatan Gerakan Pramuka. Merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Kode Kehormatan. Anggaran Rumah Tangga. berhak membela dirinya dalam sidang dewan kehormatan di kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan. b. Memilih dan dipilih dalam jabatan organisasi. BAB VII PRAMUKA UTAMA Pasal 52 Pramuka Utama .

Mengubah struktur organisasi kwartir dan/atau mengadakan alih tugas staf. d. sebanyak-banyaknya untuk dua kali masa bakti secara berturut-turut. c. c. Menandatangani pengeluaran uang di luar program kerja. setiap kwartir membentuk Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang Ketuanya adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. (2) Pramuka Utama merupakan kedudukan kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Pengesahan penggantian dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. (6) Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Satuan Karya Pramuka. Mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga. (3) Selama belum terbentuk pengurus kwartir yang baru sebagai hasil musyawarah. (4) Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang bertugas memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan kwartir. Pasal 54 Pelaksana Harian Ketua Kwartir Apabila Ketua Kwartir berhalangan. (8) Pengurus kwartir yang merupakan andalan setidaknya aktif dalam kepengurusan kwartir/gugusdepan 5 tahun terakhir. d. Hal-hal yang prinsip meliputi: a. Penggantian ini dilaporkan dan/atau dikonsultasikan dengan Ketua Majelis Pembimbing Kwartir jajaran yang bersangkutan. (7) Pengurus kwartir terdiri dari unsur pengurus lama dan pengurus baru. b. BAB VIII KEPENGURUSAN Pasal 53 Kwartir (1) Kwartir adalah pusat pengelolaan Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif oleh pengurus kwartir yang terdiri atas para andalan.(1) Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama Gerakan Pramuka. Mengubah status kekayaan kwartir. Pasal 56 . Seorang Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional atau seorang Sekretaris untuk jajaran kwartir yang lain. sehingga mengakibatkan kekosongan maka kwartir mengadakan Rapat Paripurna Andalan untuk menetapkan penggantian antarwaktu terhadap andalan yang bersangkutan. Beberapa orang Wakil Ketua yang merangkap sebagai Ketua Bidang. (5) Kwartir menyusun suatu staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional dan oleh Sekretaris untuk jajaran kwartir lainnya. dengan ketentuan tidak dibenarkan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang prinsip. maka Ketua Kwartir menunjuk salah seorang Wakil Ketua untuk mewakili Ketua Kwartir selaku Pelaksana Harian. maka pengurus kwartir lama tetap melaksanakan tugasnya. Beberapa orang anggota. Pasal 55 Pergantian Pengurus Kwartir Antarwaktu Dalam hal andalan tidak dapat menjalankan tugasnya karena berbagai sebab. b. (2) Ketua Kwartir dapat dipilih kembali. dengan susunan sebagai berikut: a. Seorang Ketua.

c. . dan keputusan Musyawarah Nasional dalam bentuk keputusan Kwartir Nasional. g. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Nasional bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional. Anggaran Rumah Tangga. Pasal 58 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di cabangnya selama masa bakti Kwartir Cabang. d. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Daerah. j. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Nasional. h. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Daerah kepada Musyawarah Daerah. c.Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Nasional (1) a. Melaksanakan Anggaran Dasar. yang program dan tujuannya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. e. keputusan Musyawarah Nasional. Membina dan membantu Kwartir Daerah. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Anggaran Rumah Tangga dan melaksanakan keputusan Musyawarah Nasional. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. i. Membina dan membantu Kwartir Ranting di wilayah cabangnya. b. Pasal 57 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Daerah (1) a. swasta. Anggaran Rumah Tangga. dan organisasi masyarakat tingkat daerah. Dalam melaksanakan tugasnya. Kwartir Daerah bertanggungjawab kepada Musyawarah Daerah. keputusan Kwartir Nasional. a. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Daerahnya. Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar. dan keputusan Musyawarah Daerah. Anggaran Rumah Tangga. Membina dan membantu Kwartir Cabang di wilayah daerahnya. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Cabangnya. (2) Kwartir Nasional mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka selama masa bakti Kwartir Nasional. d. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Nasional. keputusan Musyawarah Nasional. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. keputusan Musyawarah Nasional. keputusan Musyawarah Daerah. f. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di daerahnya. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Nasional. Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan Anggaran Dasar. Menetapkan hal-hal yang tidak diatur dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar. f. dan keputusan Kwartir Nasional. h. Melaksanakan Anggaran Dasar. c. b. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Daerah. g. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban Kwartir Nasional kepada Musyawarah Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. keputusan Kwartir Nasional. swasta dan organisasi masyarakat tingkat nasional yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. b. gugusdepan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. (2) Kwartir Daerah mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di daerahnya selama masa bakti Kwartir Daerah. keputusan Kwartir Daerah. Bekerjasama dengan badan/organisasi di luar negeri. Anggaran Rumah Tangga. d. dan keputusan Musyawarah Cabang. e. dan satuan karya.

c. (2) Kwartir Ranting mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola Gerakan Pramuka di rantingnya selama masa bakti Kwartir Ranting. Menjadikan semua anggota gugusdepannya sebagai insan kehumasan gerakan pramuka. dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gugusdepan dan orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda. g. Mengelola gugusdepannya selama masa bakti gugusdepan. h. Pasal 59 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Ranting (1) a. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Cabang. c. dan keuangan gugusdepan. Menyelenggarakan kepramukaan di dalam gugusdepannya dengan memberdayakan sumber daya gugusdepannya. b. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat di lingkungannya. g. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Daerah dan tembusan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di cabangnya. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Ranting bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Melaksanakan ketetapan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. Membina dan mengembangkan organisasi. swasta di tingkat ranting.e. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Rantingnya. f. Mengkoordinasikan pembina satuan. d. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Ranting. termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Ranting. Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam gugusdepannya. f. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. h. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Ranting kepada Musyawarah Ranting sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Anggaran Rumah Tangga. Membuat laporan tahunan. Pasal 60 Gugusdepan (1) Gugusdepan dikelola secara kolektif oleh Pembina Gugusdepan yang terdiri dari Ketua Gugusdepan dibantu oleh pembina satuan dan pembantu pembina satuan. swasta. Pasal 61 Tugas dan Tanggungjawab Pembina Gugusdepan (1) Pembina Gugusdepan mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. h. instansi pemerintah. (2) Dalam melaksanakan tugasnya. b. Berhubungan dan bekerjasama dengan masyarakat setempat. f. Anggaran Rumah Tangga. e. keputusan Musyawarah Ranting dan ketentuan lain yang berlaku. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Cabang dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Daerah mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di rantingnya. perlengkapan. dengan bantuan Majelis Pembimbing Gugusdepan. Kwartir Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang. Membina dan membantu para pembina pramuka di gugusdepan dan para pamong satuan karya. Melaksanakan ketetapan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. . g. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Cabang. (2) Ketua Gugusdepan dipilih dari para Pembina Pramuka yang ada dalam gugusdepan yang bersangkutan pada Musyawarah Gugusdepan. e. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Cabang kepada Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. d. dan organisasi masyarakat tingkat cabang. keputusan Musyawarah Gugusdepan dan ketentuan lain yang berlaku.

c. b. (2) Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. f. g. Membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaannya mengenai pemikiran. Melaksanakan program kegiatan satuan karya yang telah ditentukan oleh kwartirnya. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan dalam kegiatan pembinaan sakanya. Menjadi anggota Pimpinan Saka di kwartirnya dengan baik dan bertanggung-jawab. Pasal 63 Tugas dan Tanggungjawab Pimpinan Saka dan Pamong Saka (1) Pimpinan Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. a. c. Melaporkan perkembangan sakanya kepada kwartir dan Pimpinan Saka yang bersangkutan. j. Membantu kwartir melaksanakan pembinaan dan pengembangan saka. perlengkapan dan keperluan kegiatan sakanya. Menjadi Pembina Saka dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Sakanya. Pamong Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola pembinaan dan pengembangan Sakanya. Seorang Ketua. Beberapa orang anggota (3) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dibentuk dan disahkan oleh Musyawarah Gerakan Pramuka. melalui kwartirnya. Seorang Wakil Ketua. Pasal 64 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. Melaksanakan koordinasi antara Pimpinan Saka di semua jajaran di wilayah kerjanya. kwartir. d. Menyampaikan laporan tahunan kepada Kwartir Rantingnya dengan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan gugusdepannya. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan saka kepada kwartirnya. Menyampaikan pertanggungjawaban gugusdepan. Mengadakan hubungan dengan instansi atau badan lain yang berkaitan dengan sakanya. Seorang Sekretaris. e.i. (2) . Mengusahakan instruktur. h. (2) Pamong Saka ditetapkan dan dilantik oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang dari para Pembina Pramuka yang ada di wilayah kerjanya dan secara ex-officio menjadi anggota Pimpinan Satuan Karya di Kwartir Ranting atau Kwartir Cabangnya. c. Mengadakan hubungan. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir tentang kegiatan sakanya.. gugusdepan dan saka lainnya. e. b. Majelis Pembimbing. d. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Gugusdepan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan. Mengkoordinasikan instruktur dengan Dewan Kerja Saka yang ada dalam sakanya. h. Pimpinan Saka dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada kwartir yang bersangkutan. perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan satuan karya. konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka. g. f. d. b. Pasal 62 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) dikelola oleh Pimpinan Saka dan Pamong Saka dengan dibantu oleh beberapa Instruktur Saka dengan dukungan Majelis Pembimbing Saka.

(4) Mejelis Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan gudep/satuan/kwartir bersangkutan. Pamong Saka dan Ketua Kwartir secara ex-officio menjadi anggota Majelis Pembimbing bersangkutan. Pasal 66 Organisasi Majelis Pembimbing (1) Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka berasal dari unsur-unsur orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda/anggota saka dan tokoh masyarakat di lingkungan gugusdepan/saka yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. setiap gugusdepan. Untuk jajaran ranting. (5) Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka dipilih dari antara anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka yang ada. d. dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing. (2) Majelis Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moril. (2) Majelis Pembimbing Ranting. (3) Pembina Gugusdepan. dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada tingkat masing-masing yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. Seorang Ketua. (5) Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada di tingkat Satuan Karya Pramuka. satuan karya dan kwartir membentuk Majelis Pembimbing. Seorang Sekretaris. cabang. Seorang Ketua Harian. Daerah. Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilantik bersama-sama dengan pengurus BAB IX BIMBINGAN Pasal 65 Majelis Pembimbing (1) Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka. b. Cabang. Pasal 67 Tata Kerja (1) Majelis Pembimbing mengadakan hubungan timbal-balik secara periodik dengan gugusdepan. organisatoris.(4) kwartir. (2) Majelis Pembimbing mengadakan Rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun. material dan finansial kepada gudep/satuan/kwartir bersangkutan. sedangkan untuk tingkat nasional Ketua Majelis Pembimbing Nasional dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. (4) Majelis Pembimbing terdiri atas: a. dan daerah Ketua Majelis Pembimbing dijabat oleh Kepala Wilayah atau Kepala Daerah setempat. (3) Majelis Pembimbing bersidang sesuai dengan kebutuhan. Beberapa orang anggota. e. c. BAB X . Seorang Wakil Ketua. satuan karya pramuka dan kwartir yang bersangkutan.

RAPAT KERJA DAN REFERENDUM Pasal 68 Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Di dalam Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Nasional. Pasal 70 Acara Musyawarah Nasional (1) Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: a. Penetapan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (2) Acara Musyawarah Nasional lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. (4) Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah masing-masing harus berusaha supaya perutusannya terdiri atas putera dan puteri. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. e. b. (6) Pada Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa. b. (4) Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Nasional selama masa baktinya. Penyampaian Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan.MUSYAWARAH. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan pusat atau daerah. d. Selambatnya enam bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Nasional wajib mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Pasal 69 Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa terdiri atas utusan (1) pusat dan daerah. (2) Utusan pusat berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Nasional. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (5) Perutusan pusat dan daerah masing-masing mempunyai hak satu suara. diantaranya adalah seorang Ketua Dewan Kerja Nasional dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Nasional. c. Penetapan Rencana Strategik Gerakan Pramuka untuk masa bakti berikutnya. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah yang ada unsur cabangnya. yang dibuat oleh Kwartir Nasional dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Penetapan Formatur dan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. (3) Acara Pertanggungjawaban Kwartir Nasional termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. . (2) Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Nasional atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah yang ada. (5) Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (3) Utusan daerah berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. yang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional dengan disertai alasan yang jelas. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. sebelum diajukan kepada Musyawarah Nasional harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. Pelantikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka.

sejak selesainya Musyawarah Nasional sampai dengan dilantiknya Kwartir Nasional baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Kwartir Nasional menyampaikan kepada Kwarda-Kwarda nama-nama calon Ketua Kwartir Nasional yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Nasional. b. Pasal 74 Pengambilan Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. (1) Musyawarah Daerah. (3) Usul dan bahan Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Pasal 73 Pimpinan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional tersebut. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah. Pasal 75 Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Di dalam setiap daerah Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali.Pasal 71 Pemilihan Ketua Kwartir Nasional (1) Musyawarah Nasional menetapkan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya lima orang di luar Ketua dan sebanyak-banyaknya tujuh orang. (7) Kwartir Nasional lama. (5) Tim formatur dalam waktu tiga bulan membentuk pengurus Kwartir Nasional baru. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Nasional. Pasal 72 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Usul Kwartir Daerah harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional selambatlambatnya enam bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (2) . Kwartir Nasional harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Nasional dan menyampaikan kepada semua Kwartir Daerah. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. (6) Ketua Kwartir Nasional sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Majelis Pembimbing Nasional untuk disahkan dan dilantik. kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (3) Musyawarah Nasional memilih secara langsung Ketua Kwartir Nasional dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Nasional terpilih untuk membentuk Kwartir Nasional. Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. dan terdiri atas unsur-unsur pusat dan daerah.

Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan daerah atau cabang. Pasal 77 Acara Musyawarah Daerah (1) Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: a. Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang. (3) Musyawarah Daerah memilih secara langsung Ketua Kwartir Daerah dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Daerah terpilih untuk membentuk Kwartir Daerah. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Daerah selama masa baktinya. . (3) Utusan cabang terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang seorang di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. (5) Perutusan daerah dan cabang masing-masing berhak satu suara. Menetapkan Formatur dan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan.(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Daerah. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Daerah termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. (4) Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. (2) Utusan daerah terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. (4) Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah Kwartir Cabangnya. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. (2) Acara Musyawarah Daerah lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. sebelum diajukan kepada Musyawarah Daerah harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah. b. b. Musyawarah Daerah Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Daerah atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Cabang yang ada di daerah itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah dengan disertai alasan yang jelas. c. Kwartir Daerah menyampaikan kepada Kwarcab-Kwarcab nama-nama calon Ketua Kwartir Daerah yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Daerah. (6) Pada Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa. Pasal 78 Pemilihan Ketua Kwartir Daerah (1) Musyawarah Daerah menetapkan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. Selambatnya empat bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Daerah wajib mengadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa Pasal 76 Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa terdiri atas utusan (1) daerah dan cabang. d. (5) Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. yang dibuat oleh Kwartir Daerah dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Pelantikan Ketua Kwartir Daerah terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Daerah.

(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Pasal 79 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (1) Usul Kwartir Cabang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah selambatlambatnya tiga bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa. Pasal 80 Pimpinan Musyawarah Daerah Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah tersebut. (5) Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. sejak selesainya Musyawarah Daerah sampai dengan dilantiknya Kwartir Daerah baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Pasal 81 Pengambilan Keputusan Musyawarah Daerah (1) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. (3) Usul dan bahan Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka. maka di atara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. (7) Kwartir Daerah lama. Keputusan Musyawarah Nasional. (6) Ketua Kwartir Daerah sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (4) Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kuranya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting. dan Keputusan Kwartir Nasional. Pasal 82 Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Di dalam setiap cabang Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Cabang. Musyawarah Cabang Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Cabang atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting yang ada di cabang itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang dengan disertai alasan yang jelas. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Nasional untuk disahkan. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Kwartir Daerah harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Daerah dan menyampaikan kepada semua Kwartir Cabang dalam wilayahnya. .(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Daerah baru. (2) Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. (4) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa dilaksanakan. dan terdiri atas unsur-unsur daerah dan cabang. b. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu.

Pasal 83 Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa terdiri atas utusan (1) cabang dan ranting (2) Utusan cabang terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang. (3) Musyawarah Cabang memilih secara langsung tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Cabang terpilih untuk membentuk Kwartir Cabang. b. (6) Ketua Kwartir Cabang sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting. Pelantikan Ketua Kwartir Cabang terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Cabang. yang dibuat oleh Kwartir Cabang dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Acara Musyawarah Cabang lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Pasal 84 Acara Musyawarah Cabang (1) Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: a. c. Kwartir Cabang menyampaikan kepada Kwarran-Kwarran nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Cabang. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. (2) Acara pertanggungjawaban Kwartir Cabang termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Cabang. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Cabang baru. (3) Utusan ranting terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. (6) Pada Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa.b. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan cabang atau ranting. sejak selesainya Musyawarah Cabang sampai dengan dilantiknya Kwartir Cabang baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. Pasal 85 Pemilihan Ketua Kwartir Cabang (1) Musyawarah Cabang menetapkan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. Pasal 86 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa . sebelum diajukan kepada Musyawarah Cabang harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang. (5) Perutusan cabang dan ranting masing-masing berhak satu suara. (7) Kwartir Cabang lama. (3) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Cabang selama masa baktinya. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Cabang wajib mengadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. d. (4) Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Daerah untuk disahkan. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting.

Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (3) Usul dan bahan Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. Pasal 90 Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa terdiri atas utusan (1) ranting dan gugusdepan.(1) Usul Kwartir Ranting harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang selambatlambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. Pasal 87 Pimpinan Musyawarah Cabang Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang tersebut. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. (4) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. b. di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. . (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa dilaksanakan. (5) Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Ranting wajib mengadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. Musyawarah Ranting Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Ranting atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan yang ada di ranting itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Ranting dengan disertai alasan yang jelas. Keputusan Musyawarah Nasional/Daerah. Pasal 88 Pengambilan Keputusan Musyawarah Cabang (1) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. dan terdiri atas unsur-unsur cabang dan ranting. (2) Utusan ranting terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. b. (2) Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. dan Keputusan Kwartir Nasional/Daerah yang bersangkutan. Pasal 89 Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Di dalam setiap ranting Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Ranting. (4) Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan di rantingnya. Kwartir Cabang harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Cabang dan menyampaikan kepada semua Kwartir Ranting dalam wilayahnya.

Kwartir Ranting menyampaikan kepada gugusdepan-gugusdepan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Ranting. (7) Kwartir Ranting lama. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Ranting termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. b. Pelantikan Ketua Kwartir Ranting terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Ranting. sebelum diajukan kepada Musyawarah Ranting harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Ranting. (2) Acara Musyawarah Ranting lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting. Kwartir Ranting dan gugusdepan. Pasal 92 Pemilihan Ketua Kwartir Ranting (1) Musyawarah Ranting menetapkan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. Pasal 91 Acara Musyawarah Ranting (1) Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: a. seorang di antaranya adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di gugusdepan yang bersangkutan dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing gugusdepan. (5) Perutusan ranting dan gugusdepan masing-masing berhak satu suara. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Ranting selama masa baktinya. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (3) Usul dan bahan Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan ranting atau gugusdepan. (6) Ketua Kwartir Ranting sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. (6) Pada Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa. d. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Ranting. Kwartir Ranting harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Ranting dan menyampaikan kepada semua gugusdepan dalam wilayahnya. Pasal 93 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa (1) Usul gugusdepan harus diajukan secara tertulis oleh Pembina gugusdepan kepada Kwartir Ranting selambat-lambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa. . sejak selesainya Musyawarah Ranting sampai dengan dilantiknya Kwartir Ranting baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (3) Musyawarah Ranting memilih secara langsung Ketua Kwartir Ranting dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih untuk membentuk Kwartir Ranting. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Cabang untuk disahkan. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (4) Kwartir Ranting dan gugusdepan masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. c. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Ranting baru. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa dilaksanakan. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. yang dibuat oleh Kwartir Ranting dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan.(3) Utusan gugusdepan terdiri atas empat orang yang diberi kuasa oleh Pembina Gugusdepan.

(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Selambatnya satu bulan setelah usul tertulis diterima maka Pembina Gugusdepan wajib mengadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Pembina Gugusdepan atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak menghadiri Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (5) Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Cabang. Pasal 97 Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa terdiri atas para Pembina Pramuka. (2) Pada Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu suara. dan terdiri atas unsur-unsur ranting dan gugusdepan. Pasal 98 Acara Musyawarah Gugusdepan (1) Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: a. b. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. . perwakilan Dewan Racana dan perwakilan Majelis Pembimbing Gugusdepan. Pasal 95 Pengambilan Keputusan Musyawarah Ranting (1) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. dan Keputusan Kwartir Nasional. Pasal 96 Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Di dalam setiap gugusdepan Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Gugusdepan. perwakilan Dewan Ambalan. (4) Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Cabang. Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. yang harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan dengan disertai alasan yang jelas. (4) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. para Pembantu Pembina Pramuka. Keputusan Musyawarah Nasional. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia.Pasal 94 Pimpinan Musyawarah Ranting Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting tersebut. (2) Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. b. Daerah. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Daerah.

Daerah. d. Cabang. (4) Ketua Gugusdepan lama. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Keputusan Musyawarah Nasional. (4) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. Ketua Gugusdepan menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Gugusdepan kepada semua yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Pasal 99 Pemilihan Ketua Gugusdepan (1) Musyawarah Gugusdepan menetapkan Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. b. Menetapkan rencana kerja gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. sejak selesainya Musyawarah Gugusdepan sampai dilantiknya Ketua Gugusdepan baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Pelantikan Ketua Gugusdepan terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Gugusdepan. yang dibuat oleh Pembina Gugusdepan dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Cabang.b. (2) Acara pertanggungjawaban gugusdepan termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Ranting dan Keputusan Kwartir Nasional. (3) Usul dan bahan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur oleh Pembina Gugusdepan Pasal 101 Pimpinan Musyawarah Gugusdepan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. (2) Selambat-lambatnya tiga minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan. Pembina Gugusdepan harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Gugusdepan dan menyampaikan kepada semua orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. Daerah. Pasal 100 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Usul peserta harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan selambatlambatnya satu bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. (2) Selambat-lambatnya dua minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dilaksanakan. (3) Pertanggungjawaban keuangan gugusdepan selama masa baktinya. Memilih Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. (3) Ketua Gugusdepan yang lama dapat dipilih kembali. c. Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Ranting . Pasal 102 Pengambilan Keputusan Musyawarah Gugusdepan (1) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. sebelum diajukan kepada Musyawarah Gugusdepan harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan.

Memberi masukan untuk kebijakan kwartir dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Hasil Musppanitera Nasional merupakan bagian dari Rencana Strategik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.Pasal 103 Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera) diselenggarakan sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega khususnya dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. (3) Peserta Musppanitera terdiri atas: a. Pasal 106 Rapat Kerja dan Sidang (1) Rapat Kerja diselenggarakan oleh gugusdepan atau kwartir sebagai langkah pengendalian operasional. Pasal 105 Pengambilan Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. d. (2) Acara Musppanitera lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. (2) Apabila keputusan tidak tercapai melalui musyawarah maka keputusan diperoleh melalui pengambilan suara terbanyak. Laporan pertanggungjawaban atas kebijakan yang dibuat oleh Dewan Kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan Rencana Kerja. b. (2) a. c. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. d. b. Andalan sebagai penasehat. kecuali Musppanitera Nasional. Pasal 104 Acara Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Acara pokok Musppanitera adalah: a. b. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. (2) Rapat Kerja diselenggarakan satu tahun sekali di awal tahun program. b. Untuk Rapat Kerja Gugusdepan diikuti oleh: 1) Pembina Gugusdepan 2) Pembina satuan 3) unsur anggota muda. Memilih calon anggota Dewan Kerja masa bakti berikutnya. Dewan Kerja yang bersangkutan. Evaluasi kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya selama masa bakti. . Musppanitera diselenggarakan sebelum Musyawarah Kwartirnya. c. anggota dewasa muda dan anggota dewasa. (3) Peserta Rapat Kerja terdiri atas: a. Untuk Rapat Kerja Kwartir sedikitnya diikuti oleh: 1) Andalan kwartir yang bersangkutan 2) Ketua dan Sekretaris Kwartir di bawahnya atau Pembina Gugusdepan untuk Kwartir Ranting 3) Unsur Dewan Kerja atau unsur Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk Kwartir Ranting.

c. f. (8) Peserta Rapat Kerja dan Sidang terdiri atas putera dan puteri. dan disusun sedemikian rupa sehingga jawaban atas referendum itu cukup dengan setuju dan tidak setuju. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat Ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. d. Bantuan Majelis Pembimbing. (2) Pendapatan Gerakan Pramuka yang berupa finansial disimpan di Bank atas nama organisasi Gerakan Pramuka dan dikelola Bendahara Kwartir. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. Dewan Kerja yang bersangkutan. c. badan usaha. Sumber lain yang tidak bertentangan baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. yaitu jumlah kwartir/gugusdepan yang ada di wilayahnya. e. (7) Peserta Sidang Paripurna terdiri atas: a. Royalti atas hak milik intelektual yang dimiliki Gerakan Pramuka. (3) Referendum dilaksanakan secara tertulis. Iuran anggota. b. sementara tidak mungkin untuk menyelenggarakan musyawarah. koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. Andalan sebagai penasehat. Pasal 109 Iuran dan Usaha Dana (1) Iuran anggota diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (2) Usaha dana dapat dilakukan oleh badan usaha yang dibentuk oleh pengurus kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. (6) Hasil referendum diumumkan oleh kwartir yang bersangkutan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka di wilayahnya. . Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. d. BAB XI PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 108 Pendapatan (1) Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. (6) Sidang Paripurna dilaksanakan setelah sidang paripurna jajaran di atasnya. b. (4) Batas waktu memberi jawaban ditentukan dan diumumkan. jelas.(4) Sidang Paripurna Pramuka Penegak dan Pandega merupakan wahana bagi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai langkah pengendalian operasional pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. (5) Sidang Paripurna dilaksanakan setiap satu tahun sekali. kecuali Sidang Paripurna Nasional. (2) Referendum dapat diselenggarakan oleh semua kwartir. kecuali Sidang Paripurna Nasional. Usaha dana. selambat-lambatnya satu bulan setelah pelaksanaan. (5) Referendum disepakati dan diterima jika disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah pihak yang mempunyai hak suara. Pasal 107 Referendum (1) Referendum diadakan apabila menghadapi persoalan yang mendesak yang harus diputuskan dan tidak dapat diputuskan sendiri oleh kwartir.

yang melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. Hak milik atas kekayaan intelektual (2) Benda tak bergerak meliputi tanah dan bangunan (3) Benda bergerak meliputi hasil usaha tetap. (4) Badan-badan usaha atau yayasan tersebut bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir yang bersangkutan dan secara berkala memberikan laporannya. (4) Hak milik intelektual yaitu hak atas merek. Pasal 111 Pengelolaan. seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa. Benda bergerak c. antara lain perseroan. patent. yang warnanya disesuaikan dengan penggunaannya. serta lembaga-lembaga usaha dana dari aspek keuangan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. b. antara lain : a. kendaraan. dan hak cipta Gerakan Pramuka baik yang sudah ada maupun yang akan dimintakan di kelak kemudian hari. Tulisan/Publikasi Gerakan Pramuka. dan uang tunai. (2) Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilaporkan dalam Musyawarah Kwartir yang bersangkutan. dan secara insidental berwujud panitia usaha dana. Pasal 114 Bendera . dan koperasi atau dalam bentuk yayasan. BAB XII ATRIBUT Pasal 113 Lambang (1) Lambang Gerakan Pramuka adalah silhouette tunas kelapa. (3) Neraca tahun anggaran kwartir diinformasikan di dalam Rapat Kerja Kwartir. Pasal 112 Pengawasan (1) Pengawasan atas pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan kwartir. Benda tak bergerak b. (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Majelis Pembimbing. surat berharga. (4) Apabila diperlukan. Lambang/tanda gambar Silhouette Tunas Kelapa. Pasal 110 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. (2) Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda pengenal Gerakan Pramuka. kwartir dapat menggunakan jasa akuntan publik. Pemanfaatan. perlengkapan kantor. Pengusahaan dan Pengalihan Kekayaan (1) Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan merupakan wewenang dan dilaksanakan oleh pengurus kwartir masing-masing jajaran berdasarkan keputusan rapat pengurus kwartir/gugusdepan dengan konsultasi Majelis Pembimbing bersangkutan.(3) Badan usaha dapat berbentuk badan usaha tetap.

menimbulkan rasa bangga anggota Gerakan Pramuka. berwarna dasar putih. manusia Pancasila Satyaku kudarmakan. Pasal 117 Pakaian Seragam (1) Pakaian seragam Pramuka dimaksudkan untuk menarik. menghadap ke arah tiang bendera. (2) Panji yang dimaksudkan dalam ayat (1) pasal ini disebut Panji Gerakan Pramuka yang disimpan di kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. mendidik disiplin dan kerapian. untuk gugusdepan nama kwartir dan nomor gugusdepannya. BAB XIV LAIN-LAIN . maka untuk penyelesaian harta benda milik seluruh Gerakan Pramuka dibentuk panitia penyelesaian harta benda. yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional yang diadakan khusus untuk itu. juga mengenakan lencana World Organization of Scout Movement pada pakaian seragamnya. (3) Pada bagian tepi tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebar 1/8 dari panjang bendera dengan tulisan untuk kwartir nama kwartir. BAB XIII PEMBUBARAN Pasal 119 Akibat Hukum dari Pembubaran Apabila terjadi pembubaran Gerakan Pramuka. Pasal 116 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya darma Pramuka karangan Husein Mutahar. Pasal 118 Lencana dan Tanda-tanda Anggota Gerakan Pramuka selain mengenakan lencana Gerakan Pramuka. (2) Di bagian atas dan bagian bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukuran lebar 1/10 dari lebar bendera.(1) Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjang dan berukuran tiga berbanding dua. serta menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan. (2) Warna pakaian seragam pramuka adalah cokelat muda untuk bagian atas dan cokelat tua untuk bagian bawah. (3) Warna cokelat muda dan cokelat tua dimaksudkan untuk mengingatkan kaum muda akan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan. tanggal 14 Agustus 1961. Darmaku kubaktikan Agar jaya Indonesia Indonesia tanah airku. yang syair lagunya berbunyi: Kami Pramuka Indonesia. letaknya 1/10 dari lebar bendera dari sisi atas dan sisi bawah. Kami jadi pandumu. di tengah-tengahnya terdapat lambang Gerakan Pramuka berwarna merah. serta merah putih untuk pita dan setangan leher. dan dikeluarkan pada setiap peringatan Hari Pramuka. Pasal 115 Panji (1) Gerakan Pramuka memiliki Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961.

Jakarta. (2) Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan itu tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berdasarkan wewenang yang dilimpahkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2003 di Pontianak. (3) Gerakan Pramuka. dr.Pasal 120 Petunjuk Penyelenggaraan (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan lain. Prof. MPH . Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan ditetapkan dengan keputusan Kwartir Nasional Pasal 121 Perubahan Anggaran Rumah Tangga Perubahan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kalimantan Barat sesudah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2004. DR. BAB XV PENUTUP Pasal 122 Penutup (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 2005 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. Azrul Azwar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful