KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia; bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada butir a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat; bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan Keputusan Presiden;

b.

c.

Mengingat

:

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KEPUTUSAN PRESIDEN GERAKAN PRAMUKA.

TENTANG

PENGESAHAN

ANGGARAN

DASAR

Pasal 1 Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini. Pasal 2 Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2004 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI

KEPUTUSAN Biro Peraturan Plt. KepalaPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN NOMOR TANGGAL

Perundang-undangan Bidang Kesejahteraan Rakyat dan ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Aparatur Negara,
PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan, dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada Utomo Fariedtanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selamalamanya. Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab. Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan: - negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika; - ideologi Pancasila; - kehidupan rakyat yang rukun dan damai; - lingkungan hidup di bumi nusantara. Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan, sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka disusunlah anggaran dasar Gerakan Pramuka ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, STATUS, TEMPAT, DAN WAKTU Pasal 1 Nama, Status, dan Tempat (1) (2) (3) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan Pramuka berstatus badan hukum. Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

: 104 Tahun 2004 : 18 Oktober 2004

Pasal 2 Waktu (1) Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia. (2) Hari Pramuka adalah tanggal 14 Agustus. BAB II ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI, Pasal 3 Asas Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Pasal 4 Tujuan Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya sehingga menjadi: a. manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang: 1). beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, emosional, dan tinggi moral 2). tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya 3). kuat dan sehat jasmaninya b. warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional. Pasal 5 Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.

Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan non formal, di luar sekolah dan di luar keluarga, dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan Motto Gerakan Pramuka yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. BAB III SIFAT, UPAYA DAN USAHA Pasal 7 Sifat Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional Indonesia.

(1)

(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis. (4) Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga. (5) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Pasal 8 Upaya dan Usaha Segala upaya dan usaha Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan

(1) Pramuka. a. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui kegiatan: 1) Keagamaan, untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut agama masing-masing 2) Kerukunan hidup beragama antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain 3). Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan b. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa; c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan; d. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional; e. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri, sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif, rasa tanggung jawab dan disiplin; f. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan; g. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan; h. Membina dan melatih jasmani, panca indera, daya pikir, penelitian, kemandirian dan sikap otonom, keterampilan, dan hasta karya. (2) Upaya dan usaha untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak, mental, emosional, jasmani dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. a. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak; b. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian; c. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi; d. Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional; e. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional; f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. (3) Untuk menunjang upaya dan usaha serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia, perlengkapan, dana, komunikasi, dan kerjasama.

BAB IV SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN, KODE KEHORMATAN, METODE KEPRAMUKAAN, MOTTO DAN KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Pasal 9 Sistem Among (1) Pendidikan nasional bersendikan Sistem Among, artinya menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin diri dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan. (2) Sistem Among berarti mendidik anak menjadi manusia merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (3) Dalam Sistem Among, pendidik dituntut bersikap dan berperilaku: a. b. c. Ing ngarso sung tulodo ; Ing madyo mangun karso; Tut wuri handayani .

Pasal 10 Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan. (3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat. Pasal 11 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah : a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; c. peduli terhadap diri pribadinya; d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. (2) a. b. c. d. e. Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai: norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka; landasan Kode Etik Gerakan Pramuka; landasan sistem nilai Gerakan Pramuka; pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka; landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

Pasal 12 Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; b. belajar sambil melakukan; c. sistem berkelompok;

f. kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma. d. . kiasan dasar. Penggalang dan Penegak. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma. Anggota Majelis Pembimbing Anggota kehormatan: b. Pembantu Pembina Pramuka. Pembantu Andalan. Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma. Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma. (3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu: a. Pasal 13 Kode Kehormatan Pramuka (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. BAB V ORGANISASI Pasal 16 Anggota (1) a. Andalan. g. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah : “Satyaku kudarmakan. (2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan Kode Etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat sehari-hari yang diterimanya dengan sukarela serta ditaati demi kehormatan dirinya.” Pasal 15 Kiasan Dasar Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa. Pasal 14 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan Kode Kehormatan. c. e. Pelatih Pembina Pramuka. sistem tanda kecakapan. sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. kegiatan di alam terbuka. Pimpinan Saka. b. Darmaku kubaktikan. h.d. Instruktur Saka. Anggota dewasa: a) Anggota Dewasa Muda : Pandega b) Anggota Dewasa : Pembina Pramuka. Pamong Saka. Pembina Profesional. 1) 2) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas: Anggota biasa : Anggota muda : Siaga.

(5) Nasional. Anggota muda dan anggota dewasa muda Gerakan Pramuka dihimpun dalam gugus depangugusdepan dan anggota dewasa dihimpun di Kwartir.1) 2) (2) anggota dewasa purna bakti orang-orang yang bersimpati dan berjasa kepada Gerakan Pramuka Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota tamu. Cabang-cabang dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Daerah meliputi wilayah Propinsi. Daerah-daerah dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Nasional meliputi wilayah Republik Indonesia. (4) Daerah. e. d. (3) Cabang. b. f. Pasal 20 Kepengurusan (1) (2) Ranting. (6) Di tingkat Gugusdepan Gerakan Pramuka dipimpin oleh pembina gugusdepan. Pasal 17 Hak dan Kewajiban (1) (2) Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban. Pasal 18 Jenjang Organisasi Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut: a. Pasal 19 Pramuka Utama Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama. c. Hak dan kewajiban tersebut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. (7) Kepengurusan baru dalam jajaran Ranting sampai dengan Nasional terdiri dari unsur Pengurus lama dan Pengurus baru. Ranting-ranting dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Cabang meliputi wilayah Kabupaten atau Kota. Gugusdepan-gugusdepan dikoordinasikan oleh Kwartir Ranting yang meliputi suatu wilayah Kecamatan/Distrik. Pasal 21 Satuan Karya Pramuka . Di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk gugusdepan di bawah pembinaan Kwartir Nasional. Di tingkat Ranting Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Cabang Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Daerah Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Nasional Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Pergantian Pengurus Gerakan Pramuka dilaksanakan pada waktu musyawarah.

dan finansial oleh Majelis Pembimbing Ranting yang diketuai oleh Camat/Kepala Distrik dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. organisatoris. Daerah. (2) Nasional. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya. bangsa dan negara. sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional. disingkat Saka. dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega. (6) Satuan Karya Pramuka diberi bimbingan dan bantuan oleh Majelis Pembimbing yang bersifat moral. (4) Kwartir Ranting diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. (2) Saka di tingkat Kwartir dipimpin secara kolektif oleh Pimpinan Saka. (5) Gugusdepan diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. dan finansial oleh Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang terdiri atas tokoh pemerintahan dan masyarakat.(1) Satuan Karya Pramuka. (3) Kwartir Cabang diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. Pasal 22 Dewan Kerja Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan. adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat. Pasal 25 Pemeriksaan Keuangan (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. untuk melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat. Personalia Badan Pemeriksa Keuangan berjumlah minimal 3 orang anggota . materiil. materiil. organisatoris. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Daerah yang diketuai oleh Gubernur beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. (2) Kwartir Daerah diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. materiil. mengembangkan bakat. Pasal 23 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah Pembinaan Anggota Dewasa. dan Pasal 24 Bimbingan (1) Kwartir Nasional diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan yang terdiri atas orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat di sekitar gugusdepan. materiil. organisatoris. organisatoris. organisatoris. materiil. materiil. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Nasional yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia dengan beranggotakan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian kepada Gerakan Pramuka. (2) (3) Badan Pemeriksa Keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan Kwartir. Pimpinan Saka adalah bagian integral dari Kwartir. a. organisatoris. dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh Bupati atau Walikota dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.

b. Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa baktinya. Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Daerah untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. maka di antara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. e. Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa baktinya termasuk. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. (4) Musyawarah Ranting a. Pimpinan Musyawarah Nasional adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Nasional untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. Badan Pemeriksa Keuangan dibantu oleh Akuntan Publik. pertanggungjawaban keuangan. Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. Pimpinan Musyawarah Daerah adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah. pertanggungjawaban keuangan. b. b. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Cabang untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. c. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. c. (4) Badan Pemeriksa Keuangan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Penyelenggaraan.Gerakan Pramuka ditambah seorang staf yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan. Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa baktinya termasuk. Pimpinan Musyawarah Cabang adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang. b. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali. (2) Musyawarah Daerah a. termasuk pertanggungjawaban keuangan 2) Menetapkan Rencana Strategik 5 tahun. (3) Musyawarah Cabang a. . Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa baktinya termasuk. d. b. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. c. d. pertanggungjawaban keuangan. BAB VI MUSYAWARAH DAN REFERENDUM Pasal 26 Musyawarah (1) Musyawarah Nasional a. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Ranting untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. d.

pertanggungjawaban keuangan. berukuran tiga banding dua. Pimpinan Musyawarah Gugusdepan adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. d. c. (5) Musyawarah Gugusdepan a. BAB VII PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 28 Pendapatan Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu referendum. sumber lain yang tidak bertentangan. 3) Menetapkan Pembina Gugusdepan untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. Pasal 31 Bendera Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang. b. e. Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: 1) Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa baktinya termasuk. iuran anggota. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. d. warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah. baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. bantuan majelis pembimbing. usaha dana. . Pasal 27 Referendum Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa. b. badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. Pasal 29 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak milik intelektual (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Mabi. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa.c. di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”. Pimpinan Musyawarah Ranting adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. c. d. BAB VIII ATRIBUT Pasal 30 Lambang Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa.

BAB XI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 37 Perubahan Anggaran Dasar Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh utusan daerah sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. maka cara penyelesaian harta benda milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang mengusulkan pembubaran itu. c. d. Pasal 33 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka. Usul perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka diterima oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang hadir. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. b. anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. (1) a. BAB X PEMBUBARAN Pasal 36 Pembubaran Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu. tanggal 14 Agustus 1961. BAB IX ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 35 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan.Pasal 32 Panji Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961. Pasal 34 Pakaian Seragam dan Tanda-tanda Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin. BAB XII Musyawarah Nasional jika disetujui oleh (1) (2) . (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini.

Arahan Pimpinan Kwartir Nasional dan Andalan Nasional. sehingga Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 perlu disempurnakan agar sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tersebut. Saran Kelompok Kerja Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Memperhatikan 1. di Pontianak KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. dan oleh karena itu Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. 3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999. Kalimantan Barat.PENUTUP Pasal 38 Penutup Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kalimantan Barat pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan keputusannya. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Mengingat . b. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka perlu dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga. 2.Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2003 di Pontianak. c. Menimbang : a. : 2. : 1. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sesuai Keputusan Munas 2003 nomor 09/MUNAS/2003 telah disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004.

TUJUAN DAN TUGAS POKOK. MPH LAMPIRAN KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA BAB I NAMA DAN TEMPAT Pasal 1 Nama (1) Gerakan Pramuka. Dengan berlakunya Keputusan Kwarnas ini. DAN FUNGSI . maka Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dinyatakan tidak berlaku lagi. Ditetapkan di Pada tanggal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. H. SASARAN. BAB II ASAS. Pasal 2 Tempat (1) Domisili kantor pusat Gerakan Pramuka di Ibukota negara Republik Indonesia. : Jakarta. dengan bimbingan orang dewasa. yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan di seluruh wilayah Republik Indonesia. Azrul Azwar. dr. adalah gerakan pendidikan kaum muda yang didukung oleh orang dewasa. DR. Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka untuk melaksanakan dan menyebarluaskan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini.M E M U T U S K A N: Menetapkan: Pertama : Kedua: Ketiga : : Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini. Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kepramukaan sebagai cara mendidik kaum muda. : 31 Mei 2005 Prof.

Pasal 5 Sasaran Sasaran kepramukaan adalah mempersiapkan kader bangsa yang: a. moral. sosial. spiritual. intelektual dan fisik. berpikir kreatif. spiritual. kepentingan. sosial. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berdisiplin yaitu berpikir. semangat kebersamaan. moral dan fisiknya d.Pasal 3 Asas (1) Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental. (2) Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik mental. teratur. intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia. dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. berani dan mampu menghadapi tugas-tugas serta memiliki komitmen. emosional. moral. sehat. (2) Penghayatan dan pengamalan Pancasila diwujudkan dalam sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramuka. kepedulian. Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan dijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa. SIFAT DAN UPAYA Pasal 7 Kepramukaan (1) Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. (3) Kepramukaan merupakan sistem pembinaan dan pengembangan sumberdaya atau potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional. Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan sumber daya generasi muda. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. inovatif. berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan. bertanggungjawab. emosional. . Membentuk sikap dan perilaku yang positif. Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian. sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat. akhlak dan budi pekerti luhur. praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. b. Sehat dan kuat mental. yang percaya kepada kemampuan sendiri. bersikap dan bertingkah laku tertib c. dapat dipercaya. sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. e. Pasal 4 Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan: a. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berjiwa Pancasila b. menyenangkan. BAB III KEPRAMUKAAN. terarah. bangsa dan negara.

Anggota Gerakan Pramuka secara pribadi dapat menjadi anggota suatu organisasi kekuatan sosial politik. spiritual. dengan ketentuan: 1) tidak dibenarkan menyiarkan faham politik yang dianutnya ke dalam lingkungan Gerakan Pramuka. yang berarti tidak ada unsur kewajiban dan paksaan. fisik. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental. Pendidikan berbeda dengan pengajaran. Gerakan Pramuka membina anggotanya untuk menumbuhkan dan memupuk kerukunan hidup beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai agama dan kepercayaan orang lain. c. Dasar dan landasan pendidikan adalah meniru. Gerakan Pramuka memberi kebebasan kepada anggotanya untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. keterampilan. Semua jajaran Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan yang bersifat politik praktis. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. moral.(4) Pendidikan dalam kepramukaan dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan yang berkesinambungan bagi Sumber Daya Manusia Pramuka. Gerakan Pramuka berpegang pada peraturan perundang-undangan negara dan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia. dan pengalaman melalui kegiatan: . Pada hakekatnya yang menjadi pendidik sebenarnya adalah pihak yang dididik. (3) Gerakan Pramuka dan Politik a. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial politik manapun. Gerakan Pramuka membina anggotanya agar meningkatkan ketakwaan dan menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (5) b. Gerakan Pramuka tidak terlepas dari idealisme. d. bangsa Gerakan Pramuka dapat didirikan di seluruh wilayah tanah air Indonesia dan diikuti oleh seluruh Indonesia tanpa membedakan Suku dan Ras. Pasal 8 Sifat (1) a. b. c. (2) Keanggotaan Gerakan Pramuka bersifat sukarela. c. Pelaksana pendidikan dalam kepramukaan agar menghayati dan menyadari bahwa: Karya di bidang pendidikan adalah karya peningkatan mutu mental. peduli. e. Yang ditiru harus berharga/bernilai untuk ditiru. sosial intelektual dan fisiknya. prinsip dasar dan metode gerakan kepanduan sedunia. 3) tidak dibenarkan mengenakan pakaian atau tanda-tanda yang dipakai sebagai identitas organisasi kekuatan sosial politik pada waktu menghadiri atau mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka. yang sasarannya menjadikan mereka sebagai manusia yang mandiri. moral. b. (4) Gerakan Pramuka dan Agama a. b. Ada yang meniru dan harus ada yang ditiru. 2) tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka atau tanda-tanda Pramuka pada waktu mengikuti kegiatan organisasi kekuatan sosial politik dan melakukan kegiatan politik praktis. proses pendidikan lebih pelan daripada proses pengajaran. Pasal 9 Upaya (1) Segala upaya Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. emosional. pengetahuan. pendidik hanya pemberi bahan pendidikan yang selanjutnya diproses oleh penerima bahan pendidikan tersebut sendiri. bertanggungjawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat. a.

teratur. kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat. yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. baik lokal. a. Keterampilan dan Kesehatan (1) Pada hakekatnya semua kegiatan dalam Gerakan Pramuka diarahkan untuk membina watak. (2) Pembinaan watak dilakukan melalui kegiatan penanaman. keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. sehat. praktis. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional. nasional maupun internasional. Rasa percaya diri sendiri f. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. Kesadaran berbangsa dan bernegara c. h. terarah.1) Keagamaan. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa. Pemahaman sejarah perjuangan bangsa e. f. c. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa b. c. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. ilmu pengetahuan dan teknologi. panca indera. daya pikir. b. emosional. komunikasi dan kerjasama. e. . 2) Kerukunan hidup antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain. 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan. sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif. menyenangkan. pemupukan dalam diri anggota muda dan anggota dewasa muda: a. (3) Untuk menunjang upaya serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka. e. nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan. Mengadakan kemitraan. personalia. untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. d. (2) Upaya untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak. 3) Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara. d. f. Membina dan melatih jasmani. persaudaraan dan perdamaian. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan. dan hasta karya. Kepedulian dan tanggungjawab serta disiplin. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal. keterampilan dan kesehatan anggota muda dan anggota dewasa muda. Pengamalan moral Pancasila d. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. perlengkapan. rasa tanggungjawab dan disiplin. jasmani. spiritual. mental. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan. diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi. menurut agama masing-masing. kemandirian dan sikap otonom. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. g. dana. 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya. penelitian. dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. keterampilan. Pasal 10 Pembinaan Watak. b.

Pembina Profesional. disiplin. sehingga kemampuan setiap Cabang dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang. seperti berikut: a. Agar dapat mengikutsertakan sebanyak mungkin anggota Gerakan Pramuka dalam pertemuan untuk memupuk kekeluargaan dan persaudaraan.(3) Pembinaan keterampilan dilakukan dengan latihan alat driya. Pramuka Pandega. disingkat Lemdikanas. (4) Pembinaan kesehatan dilakukan dengan kegiatan kebersihan dan ketertiban. (3) Setiap kwartir membantu jajaran kwartir di wilayah kerjanya untuk melaksanakan pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. inovatif serta mengandung pendidikan. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya di wilayah masing-masing. menyelenggarakan pendidikan melalui kursus. bermanfaat. (2). (6) Kwartir Nasional membina secara langsung gugusdepan yang berpangkalan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pimpinan Saka. b. dan Kwartir Nasional. sehingga kemampuan setiap Ranting dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. latihan dan penyuluhan kesehatan. (2) Setiap Kwartir Daerah membina Kwartir Cabang. (2) Untuk melaksanakan maksud yang tertera dalam ayat (1) pasal ini Kwartir Ranting. sehingga kemampuan setiap Daerah dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. kreatif. Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing. dan kejuruan melalui syarat-syarat kecakapan dan kegiatan Satuan Karya. (4) Untuk melaksanakan tugas tersebut dalam ayat (1). Pembina Pramuka. perlu lebih sering diselenggarakan pertemuan di tingkat Ranting dan Cabang. keterampilan. sehingga mampu meningkatkan mutu kepramukaan. (2) Pertemuan itu diisi dengan acara kegiatan yang menarik. dan (3) pasal ini dibentuk lembaga pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. antara lain untuk meningkatkan kerjasama. Kwartir Cabang. . kecakapan dan penguasaan teknologi. Dapat mengikutsertakan masyarakat muda lainya. Pasal 13 Pertemuan Untuk Memupuk Persaudaraan (1) Gerakan Pramuka mulai dari gugusdepan sampai dengan tingkat nasional menyelenggarakan pertemuan untuk memupuk rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam upaya melestarikan keutuhan bangsa dan negara. c. disingkat Lemdikada. (4) Setiap Kwartir Ranting melakukan koordinasi dan bimbingan baik organisasi maupun operasional kepada gugusdepan dan satuan karya dalam wilayah kerjanya dan wajib berusaha supaya jumlah dan mutu gugusdepan dan satuan karya di wilayahnya terus meningkat. pelatihan dan pertemuan informal. Pamong Saka. (5) Pembina Gugusdepan berusaha supaya jumlah dan mutu para pembina dan anggota muda. Instruktur Saka. b. (3) Setiap Kwartir Cabang membina Kwartir Ranting. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional. rasa kekeluargaan. Kwartir Daerah. serta keindahan dan kelestarian lingkungan hidup. (3) a. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah. Pelatih Pembina Pramuka. anggota dewasa muda di gugusdepannya terus meningkat. Pasal 11 Pembinaan Kwartir dan Satuan (1) Kwartir Nasional membina Kwartir Daerah. disingkat Lemdikacab. Pasal 12 Pendidikan Tenaga Kader Gerakan Pramuka (1) Semua kwartir berusaha meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kader Gerakan Pramuka. kecerdasan.

Gerakan Pramuka juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi dari Tri Satya dan Dasa Darma serta menunjang upaya kehumasan. Pasal 16 Hubungan dengan Instansi Pemerintah dan Organisasi Lain (1) Gerakan Pramuka mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah. METODE KEPRAMUKAAN. KODE KEHORMATAN PRAMUKA. finansial dan organisatoris. baik ke dalam maupun ke luar Gerakan Pramuka. disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. koperasi atau anggota Gerakan Pramuka yang mendapat ijin dari kwartirnya. Pasal 15 Kehumasan dan Pengabdian Masyarakat (1) Gerakan Pramuka mulai dari tingkat gugusdepan sampai dengan tingkat nasional melaksanakan usaha kehumasan. bantuan dan umpan balik dari masyarakat maupun pemerintah serta menjadikan penerangan dan hubungan masyarakat itu sebagai alat kepramukaan dan pendidikan masyarakat.Pasal 14 Fasilitas dan Alat Perlengkapan Pendidikan (1) Semua jajaran Gerakan Pramuka mengusahakan alat perlengkapan sebagai sarana pendidikan. (4) Disamping Kehumasan. (2) Hubungan masyarakat dilaksanakan untuk memperoleh pengertian. MOTTO DAN KIASAN DASAR Pasal 18 Sistem Among (1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among. sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tujuan Gerakan Pramuka. rokhani. dan pikirannya. lembaga swasta dan masyarakat. (5) Semua jajaran kwartir seyogyanya memiliki Bumi Perkemahan Pramuka. (2) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusahakan hubungan dengan pihak-pihak di luar negeri yang tujuannya tidak bertentangan dengan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia dan tujuan Gerakan Pramuka. (4) Kedai Pramuka dikelola kwartir. (4) Gerakan Pramuka mengadakan hubungan kerjasama dengan organisasi kepramukaan di negara lain. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN. (3) Setiap anggota Gerakan Pramuka merupakan insan kehumasan. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dalam upaya kemandirian. BAB IV SISTEM AMONG. untuk dapat berperanserta dalam pembangunan. (3) Karena adanya hak merek maka pengadaan perlengkapan pendidikan oleh pihak luar Gerakan Pramuka harus mendapat ijin dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. kebijaksanaan umum pemerintah. Pasal 17 Usaha Lain Gerakan Pramuka menjalankan usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. (2) Salah satu usaha pengadaan alat perlengkapan setiap kwartir membentuk koperasi yang juga merupakan sarana pendidikan dan kedai pramuka. . (3) Gerakan Pramuka adalah anggota World Organization of Scout Movement (WOSM). dukungan. (2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani.

melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan. memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut: a. c. kejujuran. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka. Belajar sambil melakukan. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri. makhluk sosial. (5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan. bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya. b. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. f. b. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah. Peduli terhadap bangsa dan tanah air. Peduli terhadap diri pribadinya. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat. alam dan lingkungan hidup. negara dan bangsa. sesama manusia. b. (4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan: a. d. baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran. (6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda. tanggungjawab serta keterikatan moral. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Cinta kasih. Sistem berkelompok. menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga. Pasal 19 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah: a. (3) Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka. kemandirian. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. c. ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya. . kepedulian. kepatutan. c. e. bermasyarakat. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri. dorongan dan pengaruh yang baik. sesama hidup dan alam seisinya. c. air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan. Pasal 20 Metode Kepramukaan (1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka. maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya: a. d. berkeluarga. b. kesederhanaan. kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial. serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai. keadilan. b. yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan.

b. b. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. (5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya. ranah spiritual. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. intelektual dan fisiknya. (2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. moral. Sistem tanda kecakapan. 2. (3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah: a. g. yaitu: a. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwidarma Pramuka Siaga Siaga berbakti kepada ayah bundanya. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan. pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. menghayati. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. c. yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong. (3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan. h. dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota. bersikap demokratis. mental. Kegiatan di alam terbuka. (2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah: a. e. sosial. 2) 1. Kiasan dasar. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi. Pasal 21 Kode Kehormatan (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat.d. f. (4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. − setiap hari berbuat kebajikan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji. . emosional. d. terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait. c. Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga terdiri atas: 1) Janji yang disebut Dwisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwisatya Pramuka Siaga Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. saling menghormati. Siaga berani dan tidak putus asa.

Patuh dan suka berMusyawarah 4. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Rela menolong dan tabah 5. dan bersahaja 7. dan setia 8. perkataan dan perbuatan. Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penegak Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Patriot yang sopan dan kesatria 3. cermat. terampil. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Disiplin. Rela menolong dan tabah 5. terampil. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat − menepati Dasadarma. Patriot yang sopan dan kesatria 3. perkataan dan perbuatan. cermat. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Rajin. Suci dalam pikiran. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Disiplin. berani. Trisatya Pramuka Pandega Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: . berani.b. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Suci dalam pikiran. dan gembira 6. Kode Kehormatan bagi Pramuka Pandega terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: c. Rajin. Hemat. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. Hemat. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. dan setia 8. 1) Kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penggalang Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. dan bersahaja 7. dan gembira 6. d.

Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. terampil. Patriot yang sopan dan kesatria 3. dan setia 8.− menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasa Darma. Rela menolong dan tabah 5. cermat. cermat. lagi Maha Penyayang. dan setia 8. dan bersahaja 7. Hemat. Disiplin. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. perkataan dan perbuatan. Rajin. Kesanggupan anggota dewasa untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. 2) Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. f. Rela menolong dan tabah 5. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. dan bersahaja 7. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9.. kami Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/Pembina Profesional/ Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/ Anggota Majelis Pembimbing …………. e. Hemat. dan gembira 6. dan gembira 6. Rajin. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Suci dalam pikiran. berani. Patuh dan suka berMusyawarah 4. dan dengan penuh kesadaran serta rasa tanggung jawab atas kepentingan bangsa dan negara. 1) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota dewasa terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. berani. dinyatakan dengan Ikrar yang berbunyi sebagai berikut: Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi: Dasadarma IKRAR Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih.*) Gerakan Pramuka seperti tersebut dalam keputusan kwartir …………*)/Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka nomor …. terampil. Patuh dan suka berMusyawarah 4. perkataan dan perbuatan. Suci dalam pikiran.…tahun ……… menyatakan bahwa kami : . Disiplin.

Membina kesadaran berbangsa dan bernegara. Bertindak dan hidup secara hemat. Mengendalikan dan mengatur diri.. serasi dan tidak berlebihan. taat terhadap aturan dan kesepakatan k. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial. Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/ Instruktur Saka / Pimpinan Saka / Andalan / Anggota Majelis Pembimbing ………………. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan. berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya. l. berani dalam kebenaran. membina sikap mawas diri. dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan. bersikap terbuka. Pasal 22 Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka Kode Kehormatan dilaksanakan dengan: a. baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. d. berhati-hati dalam bertindak. tidak mementingkan diri sendiri.. membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa. j. Pasal 23 Belajar Sambil Melakukan . teliti. Memiliki sikap kebersamaan. ramah dan sabar. … ….*) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. c.. membina persaudaraan dengan Pramuka sedunia. mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama. memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Belajar mendengar. Mengenal. Ranting atau Gugusdepan.…….*) ( ………………………………… ) Catatan : . mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan. b. bersikap dan berbicara.……………. e. dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. h. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik. Daerah. untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Cabang. menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain. sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan. berani mengakui kesalahan.. f..− menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan − akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban kami sebagai Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/Anggota Majelis Pembimbing ………. Hidup secara sehat jasmani dan rohani. membina kesukarelaan dan kesetiakawanan. riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan i. bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi. ……. memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya. mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku. waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir. berani menghadapi tantangan dan kenyataan. g. kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan. ….. Membiasakan diri menepati janji.coret yang tidak perlu *) diisi Nasional.

d. (2) Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya. bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan. manfaat. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. (4) Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi. mengatur diri. daripada hanya menjadi penonton.Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan: a. Kegiatan bersifat kreatif. taat asas. Pasal 24 Sistem Berkelompok (1) Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin. intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka. masyarakat dan lingkungannya. dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya. spiritual. menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat. menempatkan diri. menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya. emosional. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul. membina kerjasama dan rasa memiliki. (3) Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. h. sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut. yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri. serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi. inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan. b. f. c. sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka. g. e. Pasal 26 Kegiatan di Alam Terbuka (1) Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok. dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku. (2) Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak. yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka. berorganisasi. sosial. b. Pasal 27 . memikul tanggungjawab. menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda. moral. umur dan kemampuannya. Pasal 25 Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan: a. keselamatan dan keamanan. selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin. minat dan mental.

Kiasan Dasar tidak hanya menarik. menantang. Darmaku kubaktikan”. kecuali Perindukan Siaga Putera dapat dibina oleh Pembina Puteri. kebutuhan. c. BAB V ORGANISASI Pasal 31 Gugusdepan (1) Gugusdepan adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan. Tidak dibenarkan Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Putera dan sebaliknya. anggota dewasa muda dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda yang terdiri atas: 1) Perindukan Siaga 2) Pasukan Penggalang 3) Ambalan Penegak 4) Racana Pandega. Pasal 29 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto merupakan motto tetap dan tunggal. satuan Pramuka Putera dibina oleh Pembina Putera. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah: “Satyaku kudarmakan. (2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan. (3) Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat. Pasal 28 Sistem Satuan Terpisah Untuk Putera dan Puteri Sistem Satuan Terpisah dilaksanakan sebagai berikut: a. . dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman. b. situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda. (2) Gugusdepan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota muda.Sistem Tanda Kecakapan (1) Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda. sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan. harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah. sebagai bagian terpadu proses pendidikan. Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Puteri. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan. (2) Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan. sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan. (3) Anggota putera dan anggota puteri dihimpun secara terpisah dalam gugusdepan. dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi. disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka. Pasal 30 Kiasan Dasar (1) Penggunaan Kiasan Dasar. dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat. perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina Putera.

a. tambahan pengetahuan dan teknologi. Pasal 33 Dewan Kerja Pramuka (1) Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka. Daerah dan Nasional. (2) Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir. keterampilan dan kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup anggota muda dan anggota dewasa muda. Pasal 35 Kwartir Ranting (1) Kwartir Ranting selain menghimpun gugusdepan dan satuan karya yang ada di wilayah kerjanya juga merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada pada jajarannya. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. tanpa melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya. (2) Kegiatan itu menghasilkan pengalaman. masing-masing merupakan satuan karya yang berdiri sendiri. Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera. berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. (4) Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka adalah Pelatih Pembina Pramuka Mahir yang ex-officio sebagai andalan kwartir. b. maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya.(4) Anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat dapat dihimpun dalam gudusdepan tersendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam gugusdepan biasa. (2) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. Pasal 34 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pusat pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia anggota dewasa. Pasal 32 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota muda dan anggota dewasa muda dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai aspirasi pemuda Indonesia dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. (2) Kwartir Ranting merupakan jajaran yang berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka. (3) Setiap Satuan Karya Pramuka mengkhususkan diri pada pengabdian di bidang tertentu berdasarkan spesialisasi atau keterampilan khusus. (5) Satuan Karya Pramuka dibina oleh Kwartir Ranting/Cabang (6) Anggota Satuan Karya Pramuka wajib meneruskan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota lain di gugusdepannya sebagai Instruktur Muda. (7) Anggota Putera dan anggota Puteri dihimpun dalam satuan karya yang terpisah. (3) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. . (4) Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera dan puteri dari gugusdepan di wilayah ranting yang bersangkutan. d. c.

Dalam melaksanakan fungsi ini dilaksanakan pembinaan menejerial Kwartir Daerah. Pasal 39 Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka (1) Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan tetap yang dibentuk oleh gugusdepan atau kwartir sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah (Lemdikada) c. Pasal 36 Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang selain menghimpun ranting-ranting yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. penghargaan dan sanksi. Dalam melaksanakan fungsi ini. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang (Lemdikacab) c. Kwartir Daerah melakukan pembinaan sampai ke tingkat ranting. Wadah Keanggotaan bagi anggota dewasa. (3) Kwartir Nasional dilengkapi dengan antara lain : a.(3) Kwartir Ranting dilengkapi dengan antara lain : a. (2) Kwartir Daerah merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali menejerial Gerakan Pramuka di tingkat daerah. 2) Andalan. Dewan Kerja Pramuka tingkat Daerah (DKD) b. dan jasa seseorang untuk mendapatkan anugerah. cabang melakukan pembinaan sampai ke tingkat gugusdepan dan satuan karya pramuka. Dalam melaksanakan fungsinya ini. Dewan Kerja Pramuka tingkat Cabang (DKC) b. penghargaan berupa tanda jasa. (2) Kwartir Cabang merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali operasional kegiatan Gerakan Pramuka dan administrasi pangkal. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Lemdikanas) c. Dewan Kerja Pramuka tingkat Ranting (DKR) b. Menilai sikap. Dewan Kerja Pramuka tingkat Nasional (DKN) b. perilaku. b. dengan tugas: a. (3) Kwartir Daerah dilengkapi dengan antara lain: a. . Dewan Kehormatan Kwartir diusahakan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing. (3) Kwartir Cabang dilengkapi dengan antara lain: a. (2) Kwartir Nasional merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pemegang kebijakan strategi Gerakan Pramuka. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Pasal 37 Kwartir Daerah (1) Kwartir Daerah selain menghimpun cabang-cabang yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Pasal 38 Kwartir Nasional (1) Kwartir Nasional selain menghimpun daerah-daerah seluruh Indonesia juga menghimpun gugusdepangugusdepan di perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada dijajarannya. (2) Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut: a. Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka.

(3) Anggota muda yang sudah menikah digolongkan menjadi anggota dewasa Gerakan Pramuka. anggota dewasa muda dan anggota dewasa Pasal 43 Anggota Muda (1) Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri dari Pramuka Siaga. Pramuka Penegak. . Musyawarah Ranting atau Musyawarah Gugusdepan dan bertugas untuk melakukan audit keuangan kwartir atau gugusdepan untuk dilaporkan kepada musyawarah.b. (2) Pramuka Siaga berusia 7 tahun sampai dengan 10 tahun. 3) Pembina Pramuka. (8) Untuk dapat dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka. Musyawarah Daerah. Pramuka Penegak berusia 16 tahun sampai dengan 20 tahun. 2) Pembina Gugusdepan. (7) Pramuka Penegak dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda di gugusdepannya. Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan. Musyawarah Cabang. (2) Anggota Dewasa Muda sebelum menjadi Pramuka Pandega pernah menjadi anggota Pramuka Penggalang/Pramuka Penegak melalui proses pendadaran. (5) Anggota muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. dibantu oleh staf kwartir. Pasal 44 Anggota Dewasa Muda (1) Anggota Dewasa Muda adalah anggota biasa yaitu Pramuka Pandega. Pramuka Penggalang berusia 11 tahun sampai dengan 15 tahun. (2) Masa bakti pembantu andalan sama dengan masa bakti kwartir. (3) Pramuka Pandega berusia 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Pasal 41 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional. (4) Anggota muda sebelum menjadi anggota disebut calon anggota. Pasal 40 Pembantu Andalan (1) Ketua kwartir dapat mengangkat pembantu andalan yang bertugas untuk menangani hal-hal yang memerlukan keahlian khusus. (9) Pelantikan anggota muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Dwisatya bagi Pramuka Siaga atau Trisatya bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak. (2) Masa bakti Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka sama dengan masa bakti kwartir atau gugusdepan. anggota muda telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat pertama dari golongannya. Pramuka Penggalang. BAB VI ANGGOTA Pasal 42 Anggota Biasa Gerakan Pramuka Anggota Biasa Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda. (6) Pramuka Penegak yang diangkat menjadi Pembantu Pembina. atau Instruktur tidak meninggalkan statusnya sebagai anggota muda.

Pamong Saka dan Instuktur Saka. d. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 25 tahun. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. b. c. d. sedangkan Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun. kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio menjadi anggota kwartir/andalan. Pelatih Pembina Pramuka. (3) Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26 tahun. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). (7) Pramuka Pandega dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda dalam gugusdepannya tanpa meninggalkan statusnya sebagai anggota dewasa muda. Andalan dan pembantu andalan sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. sedangkan Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 20 tahun. d. Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka. (5) Anggota Dewasa Muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. sedangkan Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun. (2) Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut: a. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan membina anggota muda secara aktif. Pembina Profesional. c. Pasal 45 Anggota Dewasa (1) Anggota Dewasa adalah anggota biasa yang terdiri dari: a. Pelantikan Pembina Pramuka dan Pelatih Pembina Pramuka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. Pelantikan Pamong Saka dan Instruktur Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. (6) Pramuka Pandega yang diangkat menjadi Pembina Pramuka. Pelatih Pembina Pramuka. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). Anggota Majelis Pembimbing. b. Pimpinan Saka sekurang-kurangnya telah mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan dan berpengalaman di bidang kesakaannya. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. b. Andalan dan pembantu andalan. (5) Pelantikan: a. Pembina Profesional. Anggota Majelis Pembimbing. keterampilan dan keahlian khusus di bidang kejuruan tertentu. e. b. h. (4) Anggota Dewasa berstatus sebagai: a.(4) Anggota Dewasa Muda yang sudah menikah digolongkan menjadi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka. Instruktur atau pembantu andalan meninggalkan statusnya sebagai Anggota Dewasa Muda. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar . (8) Pelantikan Anggota Dewasa Muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Trisatya Pramuka Pandega. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. Pembina Pramuka. c. g. sedangkan Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun. g. Instruktur Saka. f. f. Pamong Saka. e. seorang yang berlatarbelakang pendidikan akademisi dan keahlian dalam suatu bidang ilmu dan berpengalaman sebagai pelatih pembina pramuka. Pimpinan Saka. seseorang yang mempunyai pengetahuan.

Pasal 47 Anggota Tamu . Andalan. h. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. d. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting. dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. f. Andalan. Pengukuhan Pengurus Kwartir Cabang yang terdiri dari Ketua. Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka termasuk karyawan kwartir. Pandu dan Pramuka purna bakti b. e. Pelantikan Pimpinan Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Ambalan Penegak. f. Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Kwartir jajaran di atasnya. Pelantikan Pembina Profesional dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Kecuali Anggota Majelis Pembimbing Nasional yang dilantik dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. b. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Wakil Ketua. g. Pembantu Pembina Satuan. Wakil Ketua. Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan c. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Racana Pandega. Pengukuhan Pengurus Gugusdepan Pramuka yang terdiri dari Pembina Gugusdepan. Andalan. Andalan. c. Sekretaris. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Ranting. Kecuali Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah. Pelantikan Anggota Majelis Pembimbing yang telah disahkan dengan keputusan kwartir jajaran di atasnya dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing jajaran masing-masing. (3) Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi anggota kehormatan atas permintaan kwartir yang bersangkutan. Pelantikan andalan dan pembantu andalan dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan. Pengukuhan Pengurus Dewan Kerja Pramuka serta Pelantikannya dilakukan oleh Ketua jajaran kwartir yang bersangkutan. Bendahara. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Pengukuhan Pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari Ketua Kwartir Ranting. Pasal 46 Anggota Kehormatan (1) Yang dapat menjadi anggota kehormatan Gerakan Pramuka adalah orang dewasa yang terdiri atas: a. Pelantikan Ketua Kwartir yang telah disahkan dengan Keputusan Musyawarah Gerakan Pramuka kwartir jajarannya dilakukan oleh Ketua Presidium Pimpinan Musyawarah Kwartir jajarannya atas limpahan wewenang Musyawarah Gerakan Pramuka. Pengukuhan Pengurus Kwartir Daerah yang terdiri dari Ketua.c. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah. Wakil Ketua Kwartir Ranting. (5) Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka diangkat oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Pembina Satuan. (7) Orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda dapat berperanserta dalam Gerakan Pramuka untuk membimbing putra-putrinya dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat tinggalnya tanpa berkedudukan sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka. Sekretaris. (4) Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka atas permintaan kwartir yang bersangkutan. (6) Pengukuhan Kepengurusan Gerakan Pramuka dilakukan setelah Pelantikan: a. (2) Pandu dan Pramuka purna bakti yang akan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka wajib mengisi formulir yang telah disediakan. Wakil Ketua. Pengukuhan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang terdiri dari Ketua. e. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang. d. Sekretaris Jenderal. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar.

Anggaran Rumah Tangga. (2) Anggota Gerakan Pramuka dapat diberhentikan berdasarkan penilaian Dewan Kehormatan jika: a. berhak membela dirinya dalam sidang dewan kehormatan di kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan. b. dilakukan dengan persetujuan dewan kehormatan di kwartir/gugusdepan yang bersangkutan. Membayar iuran anggota Pramuka c. Merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka dan mentaati segala ketentuan yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. mentaati. c. Pasal 49 Pemberhentian Anggota (1) Keanggotaan Gerakan Pramuka berakhir karena: a. c. dan mengamalkan Anggaran Dasar. Permintaan sendiri. b. (3) Anggota kehormatan Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memahami. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Pramuka (KTA). Pasal 48 Hak dan Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai hak: a. b. Pasal 51 Rehabilitasi Anggota (1) Anggota Gerakan Pramuka yang diberhentikan berdasarkan Ayat (2) Pasal 49 Anggaran Rumah Tangga ini dapat mengajukan permohonan menjadi anggota Gerakan Pramuka kembali setelah memperbaiki kesalahannya. b. d. Diberhentikan. Meninggal dunia. Mengadakan pembelaan dan perlindungan. dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. Mengenakan Seragam Pramuka. Memilih dan dipilih dalam jabatan organisasi. Pasal 50 Pembelaan Anggota Anggota Gerakan Pramuka yang akan diberhentikan karena melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Menjunjung tinggi harkat dan martabat organisasi Gerakan Pramuka. BAB VII PRAMUKA UTAMA Pasal 52 Pramuka Utama .(1) Anggota tamu adalah Warga Negara Asing yang ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Gerakan Pramuka. Kode Kehormatan. Melanggar kode kehormatan Gerakan Pramuka. (2) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai kewajiban: a. (3) Pemberhentian seorang anggota Gerakan Pramuka diusulkan oleh gugusdepan atau kwartirnya dan ditetapkan oleh kwartir yang mengangkatnya. (2) Penerimaan kembali anggota Gerakan Pramuka berdasarkan Ayat (1) pasal ini. (2) Prosedur keikutsertaan anggota tamu diserahkan kepada satuan atau kwartir yang bersangkutan.

Pasal 55 Pergantian Pengurus Kwartir Antarwaktu Dalam hal andalan tidak dapat menjalankan tugasnya karena berbagai sebab. Beberapa orang Wakil Ketua yang merangkap sebagai Ketua Bidang. Pengesahan penggantian dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Mengubah status kekayaan kwartir. Hal-hal yang prinsip meliputi: a. sehingga mengakibatkan kekosongan maka kwartir mengadakan Rapat Paripurna Andalan untuk menetapkan penggantian antarwaktu terhadap andalan yang bersangkutan. maka pengurus kwartir lama tetap melaksanakan tugasnya. (6) Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Satuan Karya Pramuka. (2) Pramuka Utama merupakan kedudukan kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. setiap kwartir membentuk Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang Ketuanya adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. d. b. Penggantian ini dilaporkan dan/atau dikonsultasikan dengan Ketua Majelis Pembimbing Kwartir jajaran yang bersangkutan. dengan susunan sebagai berikut: a. c. (3) Selama belum terbentuk pengurus kwartir yang baru sebagai hasil musyawarah. c. Seorang Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional atau seorang Sekretaris untuk jajaran kwartir yang lain. (8) Pengurus kwartir yang merupakan andalan setidaknya aktif dalam kepengurusan kwartir/gugusdepan 5 tahun terakhir. Mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga. maka Ketua Kwartir menunjuk salah seorang Wakil Ketua untuk mewakili Ketua Kwartir selaku Pelaksana Harian. (7) Pengurus kwartir terdiri dari unsur pengurus lama dan pengurus baru. d. (5) Kwartir menyusun suatu staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional dan oleh Sekretaris untuk jajaran kwartir lainnya. (4) Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang bertugas memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan kwartir. (2) Ketua Kwartir dapat dipilih kembali. Beberapa orang anggota. sebanyak-banyaknya untuk dua kali masa bakti secara berturut-turut. Seorang Ketua.(1) Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama Gerakan Pramuka. BAB VIII KEPENGURUSAN Pasal 53 Kwartir (1) Kwartir adalah pusat pengelolaan Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif oleh pengurus kwartir yang terdiri atas para andalan. Mengubah struktur organisasi kwartir dan/atau mengadakan alih tugas staf. Menandatangani pengeluaran uang di luar program kerja. b. dengan ketentuan tidak dibenarkan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang prinsip. Pasal 56 . Pasal 54 Pelaksana Harian Ketua Kwartir Apabila Ketua Kwartir berhalangan.

Pasal 57 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Daerah (1) a. gugusdepan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. b. dan satuan karya. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. swasta. Anggaran Rumah Tangga. Melaksanakan Anggaran Dasar. e. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Nasional. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Nasional bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional. Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar. Anggaran Rumah Tangga. d. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. Anggaran Rumah Tangga. f. dan keputusan Kwartir Nasional. Membina dan membantu Kwartir Daerah. Membina dan membantu Kwartir Cabang di wilayah daerahnya. Membina dan membantu Kwartir Ranting di wilayah cabangnya. c. d. keputusan Musyawarah Nasional. keputusan Musyawarah Nasional. dan keputusan Musyawarah Nasional dalam bentuk keputusan Kwartir Nasional. d. dan keputusan Musyawarah Daerah. a. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. keputusan Kwartir Daerah. keputusan Musyawarah Daerah. .Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Nasional (1) a. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. e. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. b. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Daerahnya. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Nasional. g. g. keputusan Musyawarah Nasional. (2) Kwartir Nasional mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka selama masa bakti Kwartir Nasional. swasta dan organisasi masyarakat tingkat nasional yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. i. f. dan organisasi masyarakat tingkat daerah. h. (2) Kwartir Daerah mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di daerahnya selama masa bakti Kwartir Daerah. keputusan Kwartir Nasional. Anggaran Rumah Tangga. c. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Cabangnya. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Daerah. Bekerjasama dengan badan/organisasi di luar negeri. Anggaran Rumah Tangga dan melaksanakan keputusan Musyawarah Nasional. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di daerahnya. Pasal 58 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di cabangnya selama masa bakti Kwartir Cabang. dan keputusan Musyawarah Cabang. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Daerah kepada Musyawarah Daerah. Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan Anggaran Dasar. yang program dan tujuannya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban Kwartir Nasional kepada Musyawarah Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya. h. Melaksanakan Anggaran Dasar. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Daerah. keputusan Kwartir Nasional. j. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Nasional. Menetapkan hal-hal yang tidak diatur dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar. c. b. Kwartir Daerah bertanggungjawab kepada Musyawarah Daerah.

e. Membuat laporan tahunan. d. dan organisasi masyarakat tingkat cabang. b. c. (2) Ketua Gugusdepan dipilih dari para Pembina Pramuka yang ada dalam gugusdepan yang bersangkutan pada Musyawarah Gugusdepan. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Ranting bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting. h. Menyelenggarakan kepramukaan di dalam gugusdepannya dengan memberdayakan sumber daya gugusdepannya. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Daerah dan tembusan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di cabangnya.e. c. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Cabang dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Daerah mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di rantingnya. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Ranting. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Cabang. instansi pemerintah. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Rantingnya. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Cabang. Melaksanakan ketetapan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. e. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Pasal 60 Gugusdepan (1) Gugusdepan dikelola secara kolektif oleh Pembina Gugusdepan yang terdiri dari Ketua Gugusdepan dibantu oleh pembina satuan dan pembantu pembina satuan. Mengkoordinasikan pembina satuan. f. Anggaran Rumah Tangga. g. Berhubungan dan bekerjasama dengan masyarakat setempat. . g. b. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat di lingkungannya. Pasal 59 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Ranting (1) a. keputusan Musyawarah Ranting dan ketentuan lain yang berlaku. termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Ranting. Membina dan mengembangkan organisasi. (2) Dalam melaksanakan tugasnya. Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam gugusdepannya. d. keputusan Musyawarah Gugusdepan dan ketentuan lain yang berlaku. Pasal 61 Tugas dan Tanggungjawab Pembina Gugusdepan (1) Pembina Gugusdepan mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. h. f. Kwartir Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang. perlengkapan. swasta. Menjadikan semua anggota gugusdepannya sebagai insan kehumasan gerakan pramuka. Membina dan membantu para pembina pramuka di gugusdepan dan para pamong satuan karya. Anggaran Rumah Tangga. h. Melaksanakan ketetapan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. swasta di tingkat ranting. (2) Kwartir Ranting mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola Gerakan Pramuka di rantingnya selama masa bakti Kwartir Ranting. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Ranting kepada Musyawarah Ranting sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Cabang kepada Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. g. Mengelola gugusdepannya selama masa bakti gugusdepan. dan keuangan gugusdepan. f. dengan bantuan Majelis Pembimbing Gugusdepan. dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gugusdepan dan orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda.

Seorang Wakil Ketua. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. perlengkapan dan keperluan kegiatan sakanya. perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan satuan karya. konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka. Pasal 63 Tugas dan Tanggungjawab Pimpinan Saka dan Pamong Saka (1) Pimpinan Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. Membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaannya mengenai pemikiran. melalui kwartirnya.. Melaporkan perkembangan sakanya kepada kwartir dan Pimpinan Saka yang bersangkutan. Menjadi Pembina Saka dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Sakanya. kwartir. Pasal 64 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. Mengusahakan instruktur. Majelis Pembimbing. Mengkoordinasikan instruktur dengan Dewan Kerja Saka yang ada dalam sakanya. e. b. Mengadakan hubungan. Seorang Ketua. Mengadakan hubungan dengan instansi atau badan lain yang berkaitan dengan sakanya. (2) Pamong Saka ditetapkan dan dilantik oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang dari para Pembina Pramuka yang ada di wilayah kerjanya dan secara ex-officio menjadi anggota Pimpinan Satuan Karya di Kwartir Ranting atau Kwartir Cabangnya. b. d. g. Menjadi anggota Pimpinan Saka di kwartirnya dengan baik dan bertanggung-jawab. d.i. h. Membantu kwartir melaksanakan pembinaan dan pengembangan saka. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan dalam kegiatan pembinaan sakanya. (2) . (2) Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. Pamong Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola pembinaan dan pengembangan Sakanya. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan saka kepada kwartirnya. gugusdepan dan saka lainnya. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Gugusdepan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan. c. Melaksanakan koordinasi antara Pimpinan Saka di semua jajaran di wilayah kerjanya. f. b. j. h. f. Beberapa orang anggota (3) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dibentuk dan disahkan oleh Musyawarah Gerakan Pramuka. Pasal 62 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) dikelola oleh Pimpinan Saka dan Pamong Saka dengan dibantu oleh beberapa Instruktur Saka dengan dukungan Majelis Pembimbing Saka. a. c. Seorang Sekretaris. d. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir tentang kegiatan sakanya. Menyampaikan pertanggungjawaban gugusdepan. Melaksanakan program kegiatan satuan karya yang telah ditentukan oleh kwartirnya. g. c. Menyampaikan laporan tahunan kepada Kwartir Rantingnya dengan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan gugusdepannya. Pimpinan Saka dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada kwartir yang bersangkutan. e.

b. organisatoris. satuan karya pramuka dan kwartir yang bersangkutan. (4) Mejelis Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan gudep/satuan/kwartir bersangkutan. BAB X . Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilantik bersama-sama dengan pengurus BAB IX BIMBINGAN Pasal 65 Majelis Pembimbing (1) Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka. (5) Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada di tingkat Satuan Karya Pramuka. Beberapa orang anggota. (4) Majelis Pembimbing terdiri atas: a. material dan finansial kepada gudep/satuan/kwartir bersangkutan. (2) Majelis Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moril. (2) Majelis Pembimbing mengadakan Rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun. Pasal 67 Tata Kerja (1) Majelis Pembimbing mengadakan hubungan timbal-balik secara periodik dengan gugusdepan.(4) kwartir. Daerah. Cabang. (2) Majelis Pembimbing Ranting. Pasal 66 Organisasi Majelis Pembimbing (1) Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka berasal dari unsur-unsur orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda/anggota saka dan tokoh masyarakat di lingkungan gugusdepan/saka yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. Seorang Ketua Harian. Untuk jajaran ranting. dan daerah Ketua Majelis Pembimbing dijabat oleh Kepala Wilayah atau Kepala Daerah setempat. Pamong Saka dan Ketua Kwartir secara ex-officio menjadi anggota Majelis Pembimbing bersangkutan. dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada tingkat masing-masing yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing. setiap gugusdepan. cabang. Seorang Sekretaris. Seorang Ketua. c. satuan karya dan kwartir membentuk Majelis Pembimbing. d. Seorang Wakil Ketua. sedangkan untuk tingkat nasional Ketua Majelis Pembimbing Nasional dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. (5) Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka dipilih dari antara anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka yang ada. e. (3) Majelis Pembimbing bersidang sesuai dengan kebutuhan. (3) Pembina Gugusdepan.

(3) Acara Pertanggungjawaban Kwartir Nasional termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan pusat atau daerah. RAPAT KERJA DAN REFERENDUM Pasal 68 Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Di dalam Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Nasional. (2) Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (4) Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah masing-masing harus berusaha supaya perutusannya terdiri atas putera dan puteri. Penetapan Formatur dan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (5) Perutusan pusat dan daerah masing-masing mempunyai hak satu suara. (3) Utusan daerah berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. Penyampaian Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. Penetapan Rencana Strategik Gerakan Pramuka untuk masa bakti berikutnya. yang dibuat oleh Kwartir Nasional dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. b. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Nasional selama masa baktinya.MUSYAWARAH. Selambatnya enam bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Nasional wajib mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Pasal 69 Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa terdiri atas utusan (1) pusat dan daerah. diantaranya adalah seorang Ketua Dewan Kerja Nasional dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Nasional. b. Pelantikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka. Pasal 70 Acara Musyawarah Nasional (1) Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: a. yang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional dengan disertai alasan yang jelas. sebelum diajukan kepada Musyawarah Nasional harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. d. (5) Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. c. (2) Utusan pusat berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Nasional. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. . Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Nasional atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah yang ada. (4) Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah. e. (6) Pada Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah yang ada unsur cabangnya. Penetapan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (2) Acara Musyawarah Nasional lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu.

b. (5) Tim formatur dalam waktu tiga bulan membentuk pengurus Kwartir Nasional baru. Pasal 75 Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Di dalam setiap daerah Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. (6) Ketua Kwartir Nasional sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. (3) Musyawarah Nasional memilih secara langsung Ketua Kwartir Nasional dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Nasional terpilih untuk membentuk Kwartir Nasional. Kwartir Nasional harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Nasional dan menyampaikan kepada semua Kwartir Daerah. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan. Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah. sejak selesainya Musyawarah Nasional sampai dengan dilantiknya Kwartir Nasional baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (2) . Pasal 74 Pengambilan Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya lima orang di luar Ketua dan sebanyak-banyaknya tujuh orang. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Majelis Pembimbing Nasional untuk disahkan dan dilantik. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. Pasal 73 Pimpinan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional tersebut. Pasal 72 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Usul Kwartir Daerah harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional selambatlambatnya enam bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional.Pasal 71 Pemilihan Ketua Kwartir Nasional (1) Musyawarah Nasional menetapkan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Nasional. Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. (7) Kwartir Nasional lama. (3) Usul dan bahan Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kwartir Nasional menyampaikan kepada Kwarda-Kwarda nama-nama calon Ketua Kwartir Nasional yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Nasional. dan terdiri atas unsur-unsur pusat dan daerah. (1) Musyawarah Daerah.

maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. Pasal 78 Pemilihan Ketua Kwartir Daerah (1) Musyawarah Daerah menetapkan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. Selambatnya empat bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Daerah wajib mengadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa Pasal 76 Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa terdiri atas utusan (1) daerah dan cabang. Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. Musyawarah Daerah Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Daerah atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Cabang yang ada di daerah itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah dengan disertai alasan yang jelas. (3) Musyawarah Daerah memilih secara langsung Ketua Kwartir Daerah dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Daerah terpilih untuk membentuk Kwartir Daerah. b. Pelantikan Ketua Kwartir Daerah terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Daerah. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Daerah. (5) Perutusan daerah dan cabang masing-masing berhak satu suara. . (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Daerah termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. Pasal 77 Acara Musyawarah Daerah (1) Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: a. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. c. Menetapkan Formatur dan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah. Kwartir Daerah menyampaikan kepada Kwarcab-Kwarcab nama-nama calon Ketua Kwartir Daerah yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Daerah. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Daerah selama masa baktinya. (3) Utusan cabang terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang seorang di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (5) Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (2) Acara Musyawarah Daerah lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah. (6) Pada Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa.(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. sebelum diajukan kepada Musyawarah Daerah harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah. (4) Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah Kwartir Cabangnya. d. (4) Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan daerah atau cabang. b. (2) Utusan daerah terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. yang dibuat oleh Kwartir Daerah dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan.

yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Nasional untuk disahkan. Keputusan Musyawarah Nasional. Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. Pasal 79 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (1) Usul Kwartir Cabang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah selambatlambatnya tiga bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa. (4) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (7) Kwartir Daerah lama. dan terdiri atas unsur-unsur daerah dan cabang. (3) Usul dan bahan Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka. (4) Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kuranya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting. Musyawarah Cabang Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Cabang atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting yang ada di cabang itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang dengan disertai alasan yang jelas. dan Keputusan Kwartir Nasional. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa dilaksanakan. Pasal 80 Pimpinan Musyawarah Daerah Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah tersebut. Pasal 81 Pengambilan Keputusan Musyawarah Daerah (1) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. .(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Daerah baru. Kwartir Daerah harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Daerah dan menyampaikan kepada semua Kwartir Cabang dalam wilayahnya. (6) Ketua Kwartir Daerah sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. sejak selesainya Musyawarah Daerah sampai dengan dilantiknya Kwartir Daerah baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. b. (5) Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. maka di atara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. Pasal 82 Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Di dalam setiap cabang Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Cabang. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (2) Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali.

(7) Kwartir Cabang lama. (3) Utusan ranting terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. Pasal 86 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa . Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. yang dibuat oleh Kwartir Cabang dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Pelantikan Ketua Kwartir Cabang terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Cabang. Pasal 83 Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa terdiri atas utusan (1) cabang dan ranting (2) Utusan cabang terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang. d. Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. Kwartir Cabang menyampaikan kepada Kwarran-Kwarran nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Cabang. (4) Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Cabang wajib mengadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Daerah untuk disahkan. (3) Musyawarah Cabang memilih secara langsung tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Cabang terpilih untuk membentuk Kwartir Cabang. (6) Pada Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Cabang. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang. Pasal 84 Acara Musyawarah Cabang (1) Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: a. Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting. (3) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Cabang selama masa baktinya. sejak selesainya Musyawarah Cabang sampai dengan dilantiknya Kwartir Cabang baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. c. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan cabang atau ranting.b. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. sebelum diajukan kepada Musyawarah Cabang harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. (5) Perutusan cabang dan ranting masing-masing berhak satu suara. (6) Ketua Kwartir Cabang sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. b. Pasal 85 Pemilihan Ketua Kwartir Cabang (1) Musyawarah Cabang menetapkan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Cabang baru. (2) Acara pertanggungjawaban Kwartir Cabang termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Acara Musyawarah Cabang lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting.

b. Pasal 87 Pimpinan Musyawarah Cabang Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang tersebut. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. Pasal 89 Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Di dalam setiap ranting Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Ranting. (5) Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Pasal 88 Pengambilan Keputusan Musyawarah Cabang (1) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. dan Keputusan Kwartir Nasional/Daerah yang bersangkutan.(1) Usul Kwartir Ranting harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang selambatlambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa. Kwartir Cabang harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Cabang dan menyampaikan kepada semua Kwartir Ranting dalam wilayahnya. (4) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Musyawarah Ranting Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Ranting atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan yang ada di ranting itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Ranting dengan disertai alasan yang jelas. Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. b. . (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (2) Utusan ranting terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. Keputusan Musyawarah Nasional/Daerah. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. dan terdiri atas unsur-unsur cabang dan ranting. (2) Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Ranting wajib mengadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. (4) Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan di rantingnya. Pasal 90 Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa terdiri atas utusan (1) ranting dan gugusdepan. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa dilaksanakan. (3) Usul dan bahan Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.

anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. Kwartir Ranting menyampaikan kepada gugusdepan-gugusdepan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Ranting. Pelantikan Ketua Kwartir Ranting terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Ranting. (6) Ketua Kwartir Ranting sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. (7) Kwartir Ranting lama. sebelum diajukan kepada Musyawarah Ranting harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Ranting. seorang di antaranya adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di gugusdepan yang bersangkutan dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing gugusdepan. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan ranting atau gugusdepan. b. Kwartir Ranting dan gugusdepan. (4) Kwartir Ranting dan gugusdepan masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Pasal 91 Acara Musyawarah Ranting (1) Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: a. (5) Perutusan ranting dan gugusdepan masing-masing berhak satu suara. Kwartir Ranting harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Ranting dan menyampaikan kepada semua gugusdepan dalam wilayahnya. Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (6) Pada Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa. yang dibuat oleh Kwartir Ranting dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (3) Usul dan bahan Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Ranting baru. Pasal 93 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa (1) Usul gugusdepan harus diajukan secara tertulis oleh Pembina gugusdepan kepada Kwartir Ranting selambat-lambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa dilaksanakan. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Ranting termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. d. (2) Acara Musyawarah Ranting lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Cabang untuk disahkan. (3) Musyawarah Ranting memilih secara langsung Ketua Kwartir Ranting dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih untuk membentuk Kwartir Ranting. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting. sejak selesainya Musyawarah Ranting sampai dengan dilantiknya Kwartir Ranting baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Pasal 92 Pemilihan Ketua Kwartir Ranting (1) Musyawarah Ranting menetapkan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Ranting. . (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Ranting selama masa baktinya. c. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya.(3) Utusan gugusdepan terdiri atas empat orang yang diberi kuasa oleh Pembina Gugusdepan.

Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Pembina Gugusdepan atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak menghadiri Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Selambatnya satu bulan setelah usul tertulis diterima maka Pembina Gugusdepan wajib mengadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. (4) Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Pasal 96 Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Di dalam setiap gugusdepan Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Gugusdepan. yang harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan dengan disertai alasan yang jelas. (4) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Pasal 97 Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa terdiri atas para Pembina Pramuka. perwakilan Dewan Racana dan perwakilan Majelis Pembimbing Gugusdepan. Cabang. (2) Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. Daerah. b. (5) Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. b. Pasal 95 Pengambilan Keputusan Musyawarah Ranting (1) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. dan terdiri atas unsur-unsur ranting dan gugusdepan. perwakilan Dewan Ambalan. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Keputusan Musyawarah Nasional. Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. (2) Pada Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu suara. Pasal 98 Acara Musyawarah Gugusdepan (1) Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: a. para Pembantu Pembina Pramuka. . Daerah. Cabang. dan Keputusan Kwartir Nasional.Pasal 94 Pimpinan Musyawarah Ranting Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting tersebut.

Pelantikan Ketua Gugusdepan terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Gugusdepan. Pembina Gugusdepan harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Gugusdepan dan menyampaikan kepada semua orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Keputusan Musyawarah Nasional. c. Menetapkan rencana kerja gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Memilih Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. (2) Acara pertanggungjawaban gugusdepan termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. Daerah. (2) Selambat-lambatnya tiga minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan.b. Cabang. Ranting dan Keputusan Kwartir Nasional. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. yang dibuat oleh Pembina Gugusdepan dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Cabang. d. Ranting . (4) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. b. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Ketua Gugusdepan menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Gugusdepan kepada semua yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. sejak selesainya Musyawarah Gugusdepan sampai dilantiknya Ketua Gugusdepan baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Pasal 102 Pengambilan Keputusan Musyawarah Gugusdepan (1) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. (4) Ketua Gugusdepan lama. (3) Ketua Gugusdepan yang lama dapat dipilih kembali. (3) Usul dan bahan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur oleh Pembina Gugusdepan Pasal 101 Pimpinan Musyawarah Gugusdepan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. (3) Pertanggungjawaban keuangan gugusdepan selama masa baktinya. Pasal 99 Pemilihan Ketua Gugusdepan (1) Musyawarah Gugusdepan menetapkan Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Daerah. Pasal 100 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Usul peserta harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan selambatlambatnya satu bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. sebelum diajukan kepada Musyawarah Gugusdepan harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan. (2) Selambat-lambatnya dua minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dilaksanakan.

.Pasal 103 Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera) diselenggarakan sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega khususnya dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. (2) Apabila keputusan tidak tercapai melalui musyawarah maka keputusan diperoleh melalui pengambilan suara terbanyak. Laporan pertanggungjawaban atas kebijakan yang dibuat oleh Dewan Kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan Rencana Kerja. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. d. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. c. Untuk Rapat Kerja Gugusdepan diikuti oleh: 1) Pembina Gugusdepan 2) Pembina satuan 3) unsur anggota muda. c. Evaluasi kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya selama masa bakti. (3) Peserta Musppanitera terdiri atas: a. Pasal 106 Rapat Kerja dan Sidang (1) Rapat Kerja diselenggarakan oleh gugusdepan atau kwartir sebagai langkah pengendalian operasional. Hasil Musppanitera Nasional merupakan bagian dari Rencana Strategik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2) Acara Musppanitera lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. b. Pasal 105 Pengambilan Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Untuk Rapat Kerja Kwartir sedikitnya diikuti oleh: 1) Andalan kwartir yang bersangkutan 2) Ketua dan Sekretaris Kwartir di bawahnya atau Pembina Gugusdepan untuk Kwartir Ranting 3) Unsur Dewan Kerja atau unsur Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk Kwartir Ranting. (2) a. (2) Rapat Kerja diselenggarakan satu tahun sekali di awal tahun program. Dewan Kerja yang bersangkutan. d. Memberi masukan untuk kebijakan kwartir dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. b. anggota dewasa muda dan anggota dewasa. Memilih calon anggota Dewan Kerja masa bakti berikutnya. Musppanitera diselenggarakan sebelum Musyawarah Kwartirnya. kecuali Musppanitera Nasional. (3) Peserta Rapat Kerja terdiri atas: a. b. b. Pasal 104 Acara Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Acara pokok Musppanitera adalah: a. Andalan sebagai penasehat.

Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. (7) Peserta Sidang Paripurna terdiri atas: a. koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. Pasal 107 Referendum (1) Referendum diadakan apabila menghadapi persoalan yang mendesak yang harus diputuskan dan tidak dapat diputuskan sendiri oleh kwartir. selambat-lambatnya satu bulan setelah pelaksanaan. Royalti atas hak milik intelektual yang dimiliki Gerakan Pramuka. (2) Pendapatan Gerakan Pramuka yang berupa finansial disimpan di Bank atas nama organisasi Gerakan Pramuka dan dikelola Bendahara Kwartir. b. . b. Iuran anggota.(4) Sidang Paripurna Pramuka Penegak dan Pandega merupakan wahana bagi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai langkah pengendalian operasional pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. d. (6) Hasil referendum diumumkan oleh kwartir yang bersangkutan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka di wilayahnya. (5) Sidang Paripurna dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat Ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. c. (5) Referendum disepakati dan diterima jika disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah pihak yang mempunyai hak suara. yaitu jumlah kwartir/gugusdepan yang ada di wilayahnya. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. (8) Peserta Rapat Kerja dan Sidang terdiri atas putera dan puteri. (4) Batas waktu memberi jawaban ditentukan dan diumumkan. Pasal 109 Iuran dan Usaha Dana (1) Iuran anggota diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (2) Usaha dana dapat dilakukan oleh badan usaha yang dibentuk oleh pengurus kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. c. dan disusun sedemikian rupa sehingga jawaban atas referendum itu cukup dengan setuju dan tidak setuju. (3) Referendum dilaksanakan secara tertulis. Sumber lain yang tidak bertentangan baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. sementara tidak mungkin untuk menyelenggarakan musyawarah. (6) Sidang Paripurna dilaksanakan setelah sidang paripurna jajaran di atasnya. e. (2) Referendum dapat diselenggarakan oleh semua kwartir. Andalan sebagai penasehat. kecuali Sidang Paripurna Nasional. kecuali Sidang Paripurna Nasional. badan usaha. Usaha dana. f. jelas. BAB XI PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 108 Pendapatan (1) Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. Dewan Kerja yang bersangkutan. Bantuan Majelis Pembimbing. d.

(2) Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda pengenal Gerakan Pramuka. dan uang tunai. Pemanfaatan. dan koperasi atau dalam bentuk yayasan. Pasal 110 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. (2) Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilaporkan dalam Musyawarah Kwartir yang bersangkutan. (4) Badan-badan usaha atau yayasan tersebut bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir yang bersangkutan dan secara berkala memberikan laporannya. (4) Hak milik intelektual yaitu hak atas merek. Pasal 112 Pengawasan (1) Pengawasan atas pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan kwartir. Pasal 114 Bendera . kendaraan. seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa. (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Majelis Pembimbing. kwartir dapat menggunakan jasa akuntan publik. Benda tak bergerak b. Pasal 111 Pengelolaan. patent. antara lain : a. Benda bergerak c. (4) Apabila diperlukan. b. Lambang/tanda gambar Silhouette Tunas Kelapa.(3) Badan usaha dapat berbentuk badan usaha tetap. (3) Neraca tahun anggaran kwartir diinformasikan di dalam Rapat Kerja Kwartir. Tulisan/Publikasi Gerakan Pramuka. dan secara insidental berwujud panitia usaha dana. dan hak cipta Gerakan Pramuka baik yang sudah ada maupun yang akan dimintakan di kelak kemudian hari. antara lain perseroan. yang melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. serta lembaga-lembaga usaha dana dari aspek keuangan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. yang warnanya disesuaikan dengan penggunaannya. Pengusahaan dan Pengalihan Kekayaan (1) Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan merupakan wewenang dan dilaksanakan oleh pengurus kwartir masing-masing jajaran berdasarkan keputusan rapat pengurus kwartir/gugusdepan dengan konsultasi Majelis Pembimbing bersangkutan. BAB XII ATRIBUT Pasal 113 Lambang (1) Lambang Gerakan Pramuka adalah silhouette tunas kelapa. surat berharga. Hak milik atas kekayaan intelektual (2) Benda tak bergerak meliputi tanah dan bangunan (3) Benda bergerak meliputi hasil usaha tetap. perlengkapan kantor.

di tengah-tengahnya terdapat lambang Gerakan Pramuka berwarna merah. serta menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan. letaknya 1/10 dari lebar bendera dari sisi atas dan sisi bawah. mendidik disiplin dan kerapian. dan dikeluarkan pada setiap peringatan Hari Pramuka. Darmaku kubaktikan Agar jaya Indonesia Indonesia tanah airku. (3) Pada bagian tepi tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebar 1/8 dari panjang bendera dengan tulisan untuk kwartir nama kwartir. menghadap ke arah tiang bendera. Pasal 117 Pakaian Seragam (1) Pakaian seragam Pramuka dimaksudkan untuk menarik. untuk gugusdepan nama kwartir dan nomor gugusdepannya. Kami jadi pandumu.(1) Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjang dan berukuran tiga berbanding dua. (2) Di bagian atas dan bagian bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukuran lebar 1/10 dari lebar bendera. menimbulkan rasa bangga anggota Gerakan Pramuka. manusia Pancasila Satyaku kudarmakan. (2) Warna pakaian seragam pramuka adalah cokelat muda untuk bagian atas dan cokelat tua untuk bagian bawah. (3) Warna cokelat muda dan cokelat tua dimaksudkan untuk mengingatkan kaum muda akan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan. juga mengenakan lencana World Organization of Scout Movement pada pakaian seragamnya. Pasal 115 Panji (1) Gerakan Pramuka memiliki Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Pasal 116 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya darma Pramuka karangan Husein Mutahar. maka untuk penyelesaian harta benda milik seluruh Gerakan Pramuka dibentuk panitia penyelesaian harta benda. berwarna dasar putih. BAB XIII PEMBUBARAN Pasal 119 Akibat Hukum dari Pembubaran Apabila terjadi pembubaran Gerakan Pramuka. yang syair lagunya berbunyi: Kami Pramuka Indonesia. tanggal 14 Agustus 1961. Pasal 118 Lencana dan Tanda-tanda Anggota Gerakan Pramuka selain mengenakan lencana Gerakan Pramuka. BAB XIV LAIN-LAIN . serta merah putih untuk pita dan setangan leher. (2) Panji yang dimaksudkan dalam ayat (1) pasal ini disebut Panji Gerakan Pramuka yang disimpan di kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional yang diadakan khusus untuk itu.

2005 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. Prof. MPH . Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan ditetapkan dengan keputusan Kwartir Nasional Pasal 121 Perubahan Anggaran Rumah Tangga Perubahan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (3) Gerakan Pramuka. DR. (2) Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan itu tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. dr. Azrul Azwar. Kalimantan Barat sesudah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2004. Jakarta.Pasal 120 Petunjuk Penyelenggaraan (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan lain. BAB XV PENUTUP Pasal 122 Penutup (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berdasarkan wewenang yang dilimpahkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2003 di Pontianak.