P. 1
AD ART GP

AD ART GP

|Views: 90|Likes:
Published by Dedi Setiadi

More info:

Published by: Dedi Setiadi on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2011

pdf

text

original

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN

REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia; bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada butir a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat; bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan Keputusan Presiden;

b.

c.

Mengingat

:

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KEPUTUSAN PRESIDEN GERAKAN PRAMUKA.

TENTANG

PENGESAHAN

ANGGARAN

DASAR

Pasal 1 Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini. Pasal 2 Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 2004 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI

KEPUTUSAN Biro Peraturan Plt. KepalaPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN NOMOR TANGGAL

Perundang-undangan Bidang Kesejahteraan Rakyat dan ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Aparatur Negara,
PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan, dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada Utomo Fariedtanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selamalamanya. Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab. Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan: - negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika; - ideologi Pancasila; - kehidupan rakyat yang rukun dan damai; - lingkungan hidup di bumi nusantara. Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan, sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka disusunlah anggaran dasar Gerakan Pramuka ANGGARAN DASAR BAB I NAMA, STATUS, TEMPAT, DAN WAKTU Pasal 1 Nama, Status, dan Tempat (1) (2) (3) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan Pramuka berstatus badan hukum. Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

: 104 Tahun 2004 : 18 Oktober 2004

Pasal 2 Waktu (1) Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia. (2) Hari Pramuka adalah tanggal 14 Agustus. BAB II ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI, Pasal 3 Asas Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. Pasal 4 Tujuan Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya sehingga menjadi: a. manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang: 1). beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, emosional, dan tinggi moral 2). tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya 3). kuat dan sehat jasmaninya b. warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional. Pasal 5 Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.

Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan non formal, di luar sekolah dan di luar keluarga, dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan Motto Gerakan Pramuka yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. BAB III SIFAT, UPAYA DAN USAHA Pasal 7 Sifat Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional Indonesia.

(1)

(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis. (4) Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga. (5) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Pasal 8 Upaya dan Usaha Segala upaya dan usaha Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan

(1) Pramuka. a. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui kegiatan: 1) Keagamaan, untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut agama masing-masing 2) Kerukunan hidup beragama antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain 3). Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara 4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan b. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa; c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan; d. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional; e. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri, sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif, rasa tanggung jawab dan disiplin; f. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan; g. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan; h. Membina dan melatih jasmani, panca indera, daya pikir, penelitian, kemandirian dan sikap otonom, keterampilan, dan hasta karya. (2) Upaya dan usaha untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak, mental, emosional, jasmani dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. a. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak; b. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian; c. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi; d. Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional; e. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional; f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. (3) Untuk menunjang upaya dan usaha serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia, perlengkapan, dana, komunikasi, dan kerjasama.

BAB IV SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN, KODE KEHORMATAN, METODE KEPRAMUKAAN, MOTTO DAN KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA Pasal 9 Sistem Among (1) Pendidikan nasional bersendikan Sistem Among, artinya menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin diri dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan. (2) Sistem Among berarti mendidik anak menjadi manusia merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (3) Dalam Sistem Among, pendidik dituntut bersikap dan berperilaku: a. b. c. Ing ngarso sung tulodo ; Ing madyo mangun karso; Tut wuri handayani .

Pasal 10 Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan. (3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat. Pasal 11 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah : a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; c. peduli terhadap diri pribadinya; d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. (2) a. b. c. d. e. Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai: norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka; landasan Kode Etik Gerakan Pramuka; landasan sistem nilai Gerakan Pramuka; pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka; landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

Pasal 12 Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; b. belajar sambil melakukan; c. sistem berkelompok;

. f. b. Pembina Profesional. kiasan dasar. (2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan Kode Etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat sehari-hari yang diterimanya dengan sukarela serta ditaati demi kehormatan dirinya. d. c. Pimpinan Saka. g. Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma. Pasal 13 Kode Kehormatan Pramuka (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. Penggalang dan Penegak. kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah : “Satyaku kudarmakan. Pamong Saka. Pasal 14 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan Kode Kehormatan. Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma. (3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu: a. kegiatan di alam terbuka. e. Pelatih Pembina Pramuka. BAB V ORGANISASI Pasal 16 Anggota (1) a. Pembantu Pembina Pramuka. Darmaku kubaktikan. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma. Anggota Majelis Pembimbing Anggota kehormatan: b. Instruktur Saka. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma. sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri. Andalan. h.d. Anggota dewasa: a) Anggota Dewasa Muda : Pandega b) Anggota Dewasa : Pembina Pramuka. Pembantu Andalan.” Pasal 15 Kiasan Dasar Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa. 1) 2) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas: Anggota biasa : Anggota muda : Siaga. sistem tanda kecakapan.

Pasal 17 Hak dan Kewajiban (1) (2) Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban. (6) Di tingkat Gugusdepan Gerakan Pramuka dipimpin oleh pembina gugusdepan. Daerah-daerah dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Nasional meliputi wilayah Republik Indonesia. (5) Nasional. (3) Cabang.1) 2) (2) anggota dewasa purna bakti orang-orang yang bersimpati dan berjasa kepada Gerakan Pramuka Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota tamu. Pasal 20 Kepengurusan (1) (2) Ranting. Gugusdepan-gugusdepan dikoordinasikan oleh Kwartir Ranting yang meliputi suatu wilayah Kecamatan/Distrik. Cabang-cabang dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Daerah meliputi wilayah Propinsi. Pasal 18 Jenjang Organisasi Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut: a. b. Pasal 21 Satuan Karya Pramuka . Pasal 19 Pramuka Utama Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama. (4) Daerah. Anggota muda dan anggota dewasa muda Gerakan Pramuka dihimpun dalam gugus depangugusdepan dan anggota dewasa dihimpun di Kwartir. d. c. f. e. (7) Kepengurusan baru dalam jajaran Ranting sampai dengan Nasional terdiri dari unsur Pengurus lama dan Pengurus baru. Di tingkat Ranting Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Cabang Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Daerah Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Di tingkat Nasional Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Pergantian Pengurus Gerakan Pramuka dilaksanakan pada waktu musyawarah. Hak dan kewajiban tersebut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Ranting-ranting dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Cabang meliputi wilayah Kabupaten atau Kota. Di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk gugusdepan di bawah pembinaan Kwartir Nasional.

(2) Kwartir Daerah diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. (4) Kwartir Ranting diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. Pasal 25 Pemeriksaan Keuangan (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. Pasal 23 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah Pembinaan Anggota Dewasa. Pimpinan Saka adalah bagian integral dari Kwartir. Pasal 22 Dewan Kerja Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan. mengembangkan bakat.(1) Satuan Karya Pramuka. materiil. dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. materiil. untuk melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat. Personalia Badan Pemeriksa Keuangan berjumlah minimal 3 orang anggota . Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. organisatoris. (2) Nasional. (6) Satuan Karya Pramuka diberi bimbingan dan bantuan oleh Majelis Pembimbing yang bersifat moral. organisatoris. Daerah. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh Bupati atau Walikota dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. (2) (3) Badan Pemeriksa Keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan Kwartir. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Daerah yang diketuai oleh Gubernur beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. disingkat Saka. a. dan finansial oleh Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang terdiri atas tokoh pemerintahan dan masyarakat. organisatoris. materiil. organisatoris. organisatoris. (2) Saka di tingkat Kwartir dipimpin secara kolektif oleh Pimpinan Saka. (3) Kwartir Cabang diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional. dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Ranting yang diketuai oleh Camat/Kepala Distrik dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat. materiil. bangsa dan negara. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Nasional yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia dengan beranggotakan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian kepada Gerakan Pramuka. dan Pasal 24 Bimbingan (1) Kwartir Nasional diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. organisatoris. dan finansial oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan yang terdiri atas orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat di sekitar gugusdepan. (5) Gugusdepan diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral. materiil. materiil.

Pimpinan Musyawarah Daerah adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah. maka di antara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa.Gerakan Pramuka ditambah seorang staf yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Nasional untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. (4) Musyawarah Ranting a. c. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. BAB VI MUSYAWARAH DAN REFERENDUM Pasal 26 Musyawarah (1) Musyawarah Nasional a. . termasuk pertanggungjawaban keuangan 2) Menetapkan Rencana Strategik 5 tahun. (3) Musyawarah Cabang a. Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Ranting untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. pertanggungjawaban keuangan. Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa baktinya termasuk. Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali. b. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Cabang untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. c. Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. (2) Musyawarah Daerah a. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa baktinya. Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa baktinya termasuk. (4) Badan Pemeriksa Keuangan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Penyelenggaraan. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. 3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Daerah untuk masa bakti 5 tahun berikutnya. d. b. Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: 1) Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa baktinya termasuk. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. pertanggungjawaban keuangan. Pimpinan Musyawarah Cabang adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang. Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. b. Pimpinan Musyawarah Nasional adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional. pertanggungjawaban keuangan. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. e. b. Badan Pemeriksa Keuangan dibantu oleh Akuntan Publik. c. 2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun. d. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. d. b.

warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah. Pasal 31 Bendera Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang. b. d.c. BAB VII PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 28 Pendapatan Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. Pasal 27 Referendum Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa. pertanggungjawaban keuangan. Pimpinan Musyawarah Ranting adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting. c. 2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun. baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. BAB VIII ATRIBUT Pasal 30 Lambang Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. Pasal 29 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak milik intelektual (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Mabi. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu referendum. 3) Menetapkan Pembina Gugusdepan untuk masa bakti 3 tahun berikutnya. badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. . bantuan majelis pembimbing. e. b. berukuran tiga banding dua. Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: 1) Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa baktinya termasuk. iuran anggota. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. c. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. usaha dana. Pimpinan Musyawarah Gugusdepan adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan. (5) Musyawarah Gugusdepan a. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. d. d. di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”. sumber lain yang tidak bertentangan.

b. c. d. BAB IX ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 35 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan. (1) a. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. BAB XI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 37 Perubahan Anggaran Dasar Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh utusan daerah sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. Pasal 34 Pakaian Seragam dan Tanda-tanda Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah. BAB XII Musyawarah Nasional jika disetujui oleh (1) (2) . Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini. Usul perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka diterima oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang hadir. tanggal 14 Agustus 1961. BAB X PEMBUBARAN Pasal 36 Pembubaran Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu.Pasal 32 Panji Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961. anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya. maka cara penyelesaian harta benda milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang mengusulkan pembubaran itu. Pasal 33 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka.

b. sehingga Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 perlu disempurnakan agar sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tersebut. Menimbang : a. Memperhatikan 1. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan keputusannya. dan oleh karena itu Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Saran Kelompok Kerja Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999. c. Arahan Pimpinan Kwartir Nasional dan Andalan Nasional. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sesuai Keputusan Munas 2003 nomor 09/MUNAS/2003 telah disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004. Mengingat . : 1. tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka perlu dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga. Kalimantan Barat. : 2. 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2003 di Pontianak.PENUTUP Pasal 38 Penutup Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan Kalimantan Barat pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003. 2. di Pontianak KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

adalah gerakan pendidikan kaum muda yang didukung oleh orang dewasa. dr. : Jakarta. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan di seluruh wilayah Republik Indonesia. TUJUAN DAN TUGAS POKOK. (2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kepramukaan sebagai cara mendidik kaum muda. yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana. dengan bimbingan orang dewasa. SASARAN. Azrul Azwar. H. MPH LAMPIRAN KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 086 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA BAB I NAMA DAN TEMPAT Pasal 1 Nama (1) Gerakan Pramuka. : 31 Mei 2005 Prof. DR. Dengan berlakunya Keputusan Kwarnas ini. maka Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 2 Tempat (1) Domisili kantor pusat Gerakan Pramuka di Ibukota negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Pada tanggal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. DAN FUNGSI . Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. BAB II ASAS. Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka untuk melaksanakan dan menyebarluaskan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini.M E M U T U S K A N: Menetapkan: Pertama : Kedua: Ketiga : : Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini.

berani dan mampu menghadapi tugas-tugas serta memiliki komitmen. SIFAT DAN UPAYA Pasal 7 Kepramukaan (1) Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. spiritual. sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat. akhlak dan budi pekerti luhur. moral. bangsa dan negara. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berjiwa Pancasila b. praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Berdisiplin yaitu berpikir. dapat dipercaya. sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. moral. menyenangkan. inovatif. berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan. Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan dijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa. b. kepentingan. intelektual dan fisik. moral dan fisiknya d. e. (3) Kepramukaan merupakan sistem pembinaan dan pengembangan sumberdaya atau potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional. teratur. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehat dan kuat mental. Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian. semangat kebersamaan.Pasal 3 Asas (1) Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila. bersikap dan bertingkah laku tertib c. yang percaya kepada kemampuan sendiri. menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental. BAB III KEPRAMUKAAN. Membentuk sikap dan perilaku yang positif. Pasal 6 Fungsi Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan sumber daya generasi muda. emosional. kepedulian. dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. terarah. berpikir kreatif. . sehat. bertanggungjawab. emosional. sosial. Pasal 5 Sasaran Sasaran kepramukaan adalah mempersiapkan kader bangsa yang: a. intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia. sosial. Pasal 4 Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan: a. (2) Penghayatan dan pengamalan Pancasila diwujudkan dalam sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramuka. (2) Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik mental. spiritual.

(2) Keanggotaan Gerakan Pramuka bersifat sukarela. prinsip dasar dan metode gerakan kepanduan sedunia. sosial intelektual dan fisiknya. 3) tidak dibenarkan mengenakan pakaian atau tanda-tanda yang dipakai sebagai identitas organisasi kekuatan sosial politik pada waktu menghadiri atau mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental. c. b. pendidik hanya pemberi bahan pendidikan yang selanjutnya diproses oleh penerima bahan pendidikan tersebut sendiri. 2) tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka atau tanda-tanda Pramuka pada waktu mengikuti kegiatan organisasi kekuatan sosial politik dan melakukan kegiatan politik praktis. Ada yang meniru dan harus ada yang ditiru. moral. (5) b. a. bertanggungjawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat. moral. Anggota Gerakan Pramuka secara pribadi dapat menjadi anggota suatu organisasi kekuatan sosial politik. peduli. proses pendidikan lebih pelan daripada proses pengajaran. b. Pada hakekatnya yang menjadi pendidik sebenarnya adalah pihak yang dididik. yang sasarannya menjadikan mereka sebagai manusia yang mandiri. Yang ditiru harus berharga/bernilai untuk ditiru. Gerakan Pramuka tidak terlepas dari idealisme. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial politik manapun. Gerakan Pramuka memberi kebebasan kepada anggotanya untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. yang berarti tidak ada unsur kewajiban dan paksaan. emosional. Pelaksana pendidikan dalam kepramukaan agar menghayati dan menyadari bahwa: Karya di bidang pendidikan adalah karya peningkatan mutu mental. Semua jajaran Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan yang bersifat politik praktis. dan pengalaman melalui kegiatan: . Gerakan Pramuka membina anggotanya agar meningkatkan ketakwaan dan menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. b. (4) Gerakan Pramuka dan Agama a. Pendidikan berbeda dengan pengajaran. c. (3) Gerakan Pramuka dan Politik a. keterampilan. Pasal 9 Upaya (1) Segala upaya Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Pasal 8 Sifat (1) a. Gerakan Pramuka membina anggotanya untuk menumbuhkan dan memupuk kerukunan hidup beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai agama dan kepercayaan orang lain. Dasar dan landasan pendidikan adalah meniru. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. pengetahuan.(4) Pendidikan dalam kepramukaan dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan yang berkesinambungan bagi Sumber Daya Manusia Pramuka. bangsa Gerakan Pramuka dapat didirikan di seluruh wilayah tanah air Indonesia dan diikuti oleh seluruh Indonesia tanpa membedakan Suku dan Ras. e. dengan ketentuan: 1) tidak dibenarkan menyiarkan faham politik yang dianutnya ke dalam lingkungan Gerakan Pramuka. d. spiritual. fisik. c. Gerakan Pramuka berpegang pada peraturan perundang-undangan negara dan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia.

4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya. sehat. nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan. b. e. emosional. Mengadakan kemitraan. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan. (2) Pembinaan watak dilakukan melalui kegiatan penanaman. Rasa percaya diri sendiri f. f. dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa. diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi. daya pikir. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi. nasional maupun internasional. teratur. kemandirian dan sikap otonom. e. c. jasmani. personalia. komunikasi dan kerjasama. persaudaraan dan perdamaian. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal. menurut agama masing-masing. b. keterampilan dan kesehatan anggota muda dan anggota dewasa muda. rasa tanggungjawab dan disiplin. Membina dan melatih jasmani. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan. keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan. 3) Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara. . mental. panca indera. ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik. baik lokal. untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keterampilan dan Kesehatan (1) Pada hakekatnya semua kegiatan dalam Gerakan Pramuka diarahkan untuk membina watak. Pengamalan moral Pancasila d. g.1) Keagamaan. menyenangkan. yang sasaran akhirnya pembentukan watak. keterampilan. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Kepedulian dan tanggungjawab serta disiplin. dana. d. h. 2) Kerukunan hidup antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain. 5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan. Pasal 10 Pembinaan Watak. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa b. pemupukan dalam diri anggota muda dan anggota dewasa muda: a. sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri. d. terarah. a. dan hasta karya. f. yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. (2) Upaya untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak. Kesadaran berbangsa dan bernegara c. c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan. Pemahaman sejarah perjuangan bangsa e. praktis. (3) Untuk menunjang upaya serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka. spiritual. perlengkapan. penelitian.

termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. Pramuka Pandega.(3) Pembinaan keterampilan dilakukan dengan latihan alat driya. Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing. sehingga mampu meningkatkan mutu kepramukaan. disingkat Lemdikanas. rasa kekeluargaan. c. perlu lebih sering diselenggarakan pertemuan di tingkat Ranting dan Cabang. antara lain untuk meningkatkan kerjasama. (4) Untuk melaksanakan tugas tersebut dalam ayat (1). (4) Setiap Kwartir Ranting melakukan koordinasi dan bimbingan baik organisasi maupun operasional kepada gugusdepan dan satuan karya dalam wilayah kerjanya dan wajib berusaha supaya jumlah dan mutu gugusdepan dan satuan karya di wilayahnya terus meningkat. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang. (2). sehingga kemampuan setiap Ranting dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. disingkat Lemdikada. Pasal 13 Pertemuan Untuk Memupuk Persaudaraan (1) Gerakan Pramuka mulai dari gugusdepan sampai dengan tingkat nasional menyelenggarakan pertemuan untuk memupuk rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam upaya melestarikan keutuhan bangsa dan negara. sehingga kemampuan setiap Daerah dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. Kwartir Cabang. dan kejuruan melalui syarat-syarat kecakapan dan kegiatan Satuan Karya. kecerdasan. menyelenggarakan pendidikan melalui kursus. latihan dan penyuluhan kesehatan. sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya di wilayah masing-masing. (3) a. b. (2) Setiap Kwartir Daerah membina Kwartir Cabang. keterampilan. sehingga kemampuan setiap Cabang dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat. (2) Untuk melaksanakan maksud yang tertera dalam ayat (1) pasal ini Kwartir Ranting. Pelatih Pembina Pramuka. serta keindahan dan kelestarian lingkungan hidup. Kwartir Daerah. pelatihan dan pertemuan informal. bermanfaat. kreatif. Pamong Saka. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah. dan Kwartir Nasional. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional. disingkat Lemdikacab. b. (4) Pembinaan kesehatan dilakukan dengan kegiatan kebersihan dan ketertiban. (3) Setiap kwartir membantu jajaran kwartir di wilayah kerjanya untuk melaksanakan pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. disiplin. Dapat mengikutsertakan masyarakat muda lainya. . dan (3) pasal ini dibentuk lembaga pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka. kecakapan dan penguasaan teknologi. inovatif serta mengandung pendidikan. (2) Pertemuan itu diisi dengan acara kegiatan yang menarik. Pasal 11 Pembinaan Kwartir dan Satuan (1) Kwartir Nasional membina Kwartir Daerah. (3) Setiap Kwartir Cabang membina Kwartir Ranting. Instruktur Saka. Pimpinan Saka. Agar dapat mengikutsertakan sebanyak mungkin anggota Gerakan Pramuka dalam pertemuan untuk memupuk kekeluargaan dan persaudaraan. (6) Kwartir Nasional membina secara langsung gugusdepan yang berpangkalan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pembina Pramuka. (5) Pembina Gugusdepan berusaha supaya jumlah dan mutu para pembina dan anggota muda. seperti berikut: a. Pembina Profesional. Pasal 12 Pendidikan Tenaga Kader Gerakan Pramuka (1) Semua kwartir berusaha meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kader Gerakan Pramuka. anggota dewasa muda di gugusdepannya terus meningkat.

(4) Kedai Pramuka dikelola kwartir. METODE KEPRAMUKAAN. (2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani. dukungan. untuk dapat berperanserta dalam pembangunan. (5) Semua jajaran kwartir seyogyanya memiliki Bumi Perkemahan Pramuka. lembaga swasta dan masyarakat. dan pikirannya. (2) Salah satu usaha pengadaan alat perlengkapan setiap kwartir membentuk koperasi yang juga merupakan sarana pendidikan dan kedai pramuka. Pasal 15 Kehumasan dan Pengabdian Masyarakat (1) Gerakan Pramuka mulai dari tingkat gugusdepan sampai dengan tingkat nasional melaksanakan usaha kehumasan. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN. . (3) Setiap anggota Gerakan Pramuka merupakan insan kehumasan. baik ke dalam maupun ke luar Gerakan Pramuka. (3) Karena adanya hak merek maka pengadaan perlengkapan pendidikan oleh pihak luar Gerakan Pramuka harus mendapat ijin dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tujuan Gerakan Pramuka. (2) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusahakan hubungan dengan pihak-pihak di luar negeri yang tujuannya tidak bertentangan dengan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia dan tujuan Gerakan Pramuka. bantuan dan umpan balik dari masyarakat maupun pemerintah serta menjadikan penerangan dan hubungan masyarakat itu sebagai alat kepramukaan dan pendidikan masyarakat. Gerakan Pramuka juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi dari Tri Satya dan Dasa Darma serta menunjang upaya kehumasan. (3) Gerakan Pramuka adalah anggota World Organization of Scout Movement (WOSM). KODE KEHORMATAN PRAMUKA. Pasal 16 Hubungan dengan Instansi Pemerintah dan Organisasi Lain (1) Gerakan Pramuka mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah. rokhani.Pasal 14 Fasilitas dan Alat Perlengkapan Pendidikan (1) Semua jajaran Gerakan Pramuka mengusahakan alat perlengkapan sebagai sarana pendidikan. kebijaksanaan umum pemerintah. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dalam upaya kemandirian. finansial dan organisatoris. koperasi atau anggota Gerakan Pramuka yang mendapat ijin dari kwartirnya. (2) Hubungan masyarakat dilaksanakan untuk memperoleh pengertian. BAB IV SISTEM AMONG. disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. (4) Gerakan Pramuka mengadakan hubungan kerjasama dengan organisasi kepramukaan di negara lain. Pasal 17 Usaha Lain Gerakan Pramuka menjalankan usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. MOTTO DAN KIASAN DASAR Pasal 18 Sistem Among (1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among. (4) Disamping Kehumasan.

kemandirian. kepatutan. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri. sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat. b. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan. makhluk sosial. melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. c. maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya: a. air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama. (5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas. menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. kepedulian. berkeluarga. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. bermasyarakat. tanggungjawab serta keterikatan moral. negara dan bangsa. sesama manusia. c. Peduli terhadap bangsa dan tanah air. (3) Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. e. kejujuran. d. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab. b. Cinta kasih. f. khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. (2) Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka. sesama hidup dan alam seisinya. Pasal 19 Prinsip Dasar Kepramukaan (1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah: a. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Peduli terhadap diri pribadinya. kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial. Pasal 20 Metode Kepramukaan (1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga. (6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda. ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya. b. c. b. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. kesederhanaan. c. alam dan lingkungan hidup. memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan. (4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan: a. keadilan. yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan. Belajar sambil melakukan. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka. d.(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut: a. sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran. berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai. dorongan dan pengaruh yang baik. baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. . Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan. Sistem berkelompok.

memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong. (4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. saling menghormati. e. Sistem tanda kecakapan. bersikap demokratis. (2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Kiasan dasar. c. 2) 1. sosial. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji. intelektual dan fisiknya. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan. Pasal 21 Kode Kehormatan (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. Siaga berani dan tidak putus asa. mental. baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. Kegiatan di alam terbuka. 2. d. mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. moral.d. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi. (3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah: a. f. emosional. yaitu: a. h. c. b. ranah spiritual. b. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwidarma Pramuka Siaga Siaga berbakti kepada ayah bundanya. dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota. . menghayati. (5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya. − setiap hari berbuat kebajikan. yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan. (2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah: a. g. terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka. Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga terdiri atas: 1) Janji yang disebut Dwisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwisatya Pramuka Siaga Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. (3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri.

Rela menolong dan tabah 5. cermat. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. dan bersahaja 7. d. Rajin. berani. dan bersahaja 7. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat − menepati Dasadarma. Rajin. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. terampil. berani. Hemat. Disiplin. Rela menolong dan tabah 5. dan gembira 6. Disiplin. Trisatya Pramuka Pandega Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: . Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Kode Kehormatan bagi Pramuka Pandega terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: c. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Suci dalam pikiran.b. perkataan dan perbuatan. perkataan dan perbuatan. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Patuh dan suka berMusyawarah 4. dan setia 8. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. terampil. Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak terdiri atas: 1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penegak Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Patuh dan suka berMusyawarah 4. 1) Kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Pramuka Penggalang Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. dan setia 8. Hemat. cermat. Suci dalam pikiran. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. dan gembira 6.

Patuh dan suka berMusyawarah 4. Patriot yang sopan dan kesatria 3. Patriot yang sopan dan kesatria 3. dan setia 8. perkataan dan perbuatan. cermat. Hemat. kami Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/Pembina Profesional/ Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/ Anggota Majelis Pembimbing …………. dan bersahaja 7. dan dengan penuh kesadaran serta rasa tanggung jawab atas kepentingan bangsa dan negara. Rajin. Rela menolong dan tabah 5. terampil. lagi Maha Penyayang. perkataan dan perbuatan. berani. dan gembira 6. e. terampil. 2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadarma Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1.…tahun ……… menyatakan bahwa kami : . Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Rajin. cermat.− menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya 9. Disiplin. 1) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota dewasa terdiri atas: Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: − menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasa Darma. Rela menolong dan tabah 5. 2) Pramuka itu: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 1. dan bersahaja 7. dinyatakan dengan Ikrar yang berbunyi sebagai berikut: Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi: Dasadarma IKRAR Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih. Patuh dan suka berMusyawarah 4. Disiplin. dan gembira 6.*) Gerakan Pramuka seperti tersebut dalam keputusan kwartir …………*)/Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka nomor …. Suci dalam pikiran. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. dan setia 8. f. Hemat.. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila − menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat − menepati Dasadarma. Suci dalam pikiran. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 2. Kesanggupan anggota dewasa untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. berani.

berani mengakui kesalahan. h.*) ( ………………………………… ) Catatan : . membina persaudaraan dengan Pramuka sedunia. Ranting atau Gugusdepan. Belajar mendengar. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial.coret yang tidak perlu *) diisi Nasional. e. …. berani dalam kebenaran. f.− menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan − akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban kami sebagai Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/Anggota Majelis Pembimbing ………. Cabang. g. Membiasakan diri menepati janji.. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara. Bertindak dan hidup secara hemat. mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama.. serasi dan tidak berlebihan. Hidup secara sehat jasmani dan rohani. bersikap terbuka.. berhati-hati dalam bertindak. Memiliki sikap kebersamaan. b. sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan. berani menghadapi tantangan dan kenyataan. berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya. mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan. memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya. taat terhadap aturan dan kesepakatan k. Pasal 23 Belajar Sambil Melakukan . Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/ Instruktur Saka / Pimpinan Saka / Andalan / Anggota Majelis Pembimbing ………………. Daerah.. bersikap dan berbicara. riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan i.*) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik. l. memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar.. waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir. teliti. mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku. d. membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan. ramah dan sabar. kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan. Mengenal. baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. j. bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi. Pasal 22 Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka Kode Kehormatan dilaksanakan dengan: a. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. ……. tidak mementingkan diri sendiri. dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain. membina kesukarelaan dan kesetiakawanan.. membina sikap mawas diri.……. … …. Mengendalikan dan mengatur diri. dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan. c. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik.…………….

Pasal 24 Sistem Berkelompok (1) Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin. intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka. berorganisasi. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka. menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda. manfaat. e. mengatur diri. umur dan kemampuannya. sosial. taat asas. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda.Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan: a. moral. keselamatan dan keamanan. b. bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya. menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya. minat dan mental. (2) Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak. f. yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda. membina kerjasama dan rasa memiliki. Pasal 25 Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan: a. menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan. selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. (2) Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok. g. emosional. sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan. d. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul. Pasal 26 Kegiatan di Alam Terbuka (1) Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan. masyarakat dan lingkungannya. b. dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku. menempatkan diri. (4) Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi. daripada hanya menjadi penonton. spiritual. dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya. Kegiatan bersifat kreatif. c. (3) Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. h. Pasal 27 . yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri. serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin. memikul tanggungjawab. sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut. inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan.

sebagai bagian terpadu proses pendidikan. kebutuhan. perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina Putera. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan. harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah. (3) Anggota putera dan anggota puteri dihimpun secara terpisah dalam gugusdepan. kecuali Perindukan Siaga Putera dapat dibina oleh Pembina Puteri. Pasal 30 Kiasan Dasar (1) Penggunaan Kiasan Dasar. (3) Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat. b. sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan. dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman. Tidak dibenarkan Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Putera dan sebaliknya. situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda. satuan Pramuka Putera dibina oleh Pembina Putera. dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat. BAB V ORGANISASI Pasal 31 Gugusdepan (1) Gugusdepan adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan. Kiasan Dasar tidak hanya menarik. Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Puteri.Sistem Tanda Kecakapan (1) Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda. menantang. (2) Gugusdepan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota muda. . Pasal 28 Sistem Satuan Terpisah Untuk Putera dan Puteri Sistem Satuan Terpisah dilaksanakan sebagai berikut: a. c. anggota dewasa muda dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda yang terdiri atas: 1) Perindukan Siaga 2) Pasukan Penggalang 3) Ambalan Penegak 4) Racana Pandega. (2) Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan. (2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan. (2) Motto Gerakan Pramuka adalah: “Satyaku kudarmakan. sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan. Pasal 29 Motto Gerakan Pramuka (1) Motto merupakan motto tetap dan tunggal. Darmaku kubaktikan”. disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka. dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi.

Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Pasal 32 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota muda dan anggota dewasa muda dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai aspirasi pemuda Indonesia dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. Pasal 35 Kwartir Ranting (1) Kwartir Ranting selain menghimpun gugusdepan dan satuan karya yang ada di wilayah kerjanya juga merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada pada jajarannya. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. tambahan pengetahuan dan teknologi. keterampilan dan kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup anggota muda dan anggota dewasa muda. Daerah dan Nasional. (3) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang. (2) Kwartir Ranting merupakan jajaran yang berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka. maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya. (3) Setiap Satuan Karya Pramuka mengkhususkan diri pada pengabdian di bidang tertentu berdasarkan spesialisasi atau keterampilan khusus. . tanpa melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya. (4) Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka adalah Pelatih Pembina Pramuka Mahir yang ex-officio sebagai andalan kwartir. (4) Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera dan puteri dari gugusdepan di wilayah ranting yang bersangkutan. (7) Anggota Putera dan anggota Puteri dihimpun dalam satuan karya yang terpisah. (5) Satuan Karya Pramuka dibina oleh Kwartir Ranting/Cabang (6) Anggota Satuan Karya Pramuka wajib meneruskan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota lain di gugusdepannya sebagai Instruktur Muda. a. b. d. Pasal 34 Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pusat pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia anggota dewasa.(4) Anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat dapat dihimpun dalam gudusdepan tersendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam gugusdepan biasa. (2) Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir. (2) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat. c. Pasal 33 Dewan Kerja Pramuka (1) Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka. masing-masing merupakan satuan karya yang berdiri sendiri. (2) Kegiatan itu menghasilkan pengalaman.

Dewan Kehormatan Kwartir diusahakan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing. penghargaan berupa tanda jasa. (3) Kwartir Daerah dilengkapi dengan antara lain: a. Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. dan jasa seseorang untuk mendapatkan anugerah. (2) Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut: a. b. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. (3) Kwartir Nasional dilengkapi dengan antara lain : a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Daerah (DKD) b. Dalam melaksanakan fungsinya ini. cabang melakukan pembinaan sampai ke tingkat gugusdepan dan satuan karya pramuka. perilaku. Kwartir Daerah melakukan pembinaan sampai ke tingkat ranting. Wadah Keanggotaan bagi anggota dewasa. Pasal 37 Kwartir Daerah (1) Kwartir Daerah selain menghimpun cabang-cabang yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang (Lemdikacab) c. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah (Lemdikada) c. Menilai sikap.(3) Kwartir Ranting dilengkapi dengan antara lain : a. Pasal 38 Kwartir Nasional (1) Kwartir Nasional selain menghimpun daerah-daerah seluruh Indonesia juga menghimpun gugusdepangugusdepan di perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada dijajarannya. Dewan Kerja Pramuka tingkat Cabang (DKC) b. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Lemdikanas) c. Pasal 39 Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka (1) Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan tetap yang dibentuk oleh gugusdepan atau kwartir sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah. (3) Kwartir Cabang dilengkapi dengan antara lain: a. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa. dengan tugas: a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Ranting (DKR) b. (2) Kwartir Daerah merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali menejerial Gerakan Pramuka di tingkat daerah. Dalam melaksanakan fungsi ini. . Dewan Kerja Pramuka tingkat Nasional (DKN) b. Pasal 36 Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang selain menghimpun ranting-ranting yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya. (2) Kwartir Nasional merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pemegang kebijakan strategi Gerakan Pramuka. penghargaan dan sanksi. (2) Kwartir Cabang merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali operasional kegiatan Gerakan Pramuka dan administrasi pangkal. 2) Andalan. Dalam melaksanakan fungsi ini dilaksanakan pembinaan menejerial Kwartir Daerah.

Pramuka Penggalang. Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas: 1) Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan. Pramuka Penegak. Musyawarah Ranting atau Musyawarah Gugusdepan dan bertugas untuk melakukan audit keuangan kwartir atau gugusdepan untuk dilaporkan kepada musyawarah. (2) Masa bakti pembantu andalan sama dengan masa bakti kwartir. (8) Untuk dapat dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka. (3) Anggota muda yang sudah menikah digolongkan menjadi anggota dewasa Gerakan Pramuka. Pasal 41 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional. dibantu oleh staf kwartir. (7) Pramuka Penegak dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda di gugusdepannya. anggota dewasa muda dan anggota dewasa Pasal 43 Anggota Muda (1) Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri dari Pramuka Siaga. Pasal 44 Anggota Dewasa Muda (1) Anggota Dewasa Muda adalah anggota biasa yaitu Pramuka Pandega. 3) Pembina Pramuka. (5) Anggota muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa.b. Pramuka Penggalang berusia 11 tahun sampai dengan 15 tahun. Pramuka Penegak berusia 16 tahun sampai dengan 20 tahun. (2) Masa bakti Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka sama dengan masa bakti kwartir atau gugusdepan. 2) Pembina Gugusdepan. (2) Anggota Dewasa Muda sebelum menjadi Pramuka Pandega pernah menjadi anggota Pramuka Penggalang/Pramuka Penegak melalui proses pendadaran. (2) Pramuka Siaga berusia 7 tahun sampai dengan 10 tahun. (6) Pramuka Penegak yang diangkat menjadi Pembantu Pembina. (9) Pelantikan anggota muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Dwisatya bagi Pramuka Siaga atau Trisatya bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak. BAB VI ANGGOTA Pasal 42 Anggota Biasa Gerakan Pramuka Anggota Biasa Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda. atau Instruktur tidak meninggalkan statusnya sebagai anggota muda. anggota muda telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat pertama dari golongannya. Musyawarah Daerah. (3) Pramuka Pandega berusia 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Musyawarah Cabang. (4) Anggota muda sebelum menjadi anggota disebut calon anggota. . Pasal 40 Pembantu Andalan (1) Ketua kwartir dapat mengangkat pembantu andalan yang bertugas untuk menangani hal-hal yang memerlukan keahlian khusus.

c. b. Anggota Majelis Pembimbing. sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. (6) Pramuka Pandega yang diangkat menjadi Pembina Pramuka. Andalan dan pembantu andalan. Anggota Majelis Pembimbing. e. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). c. Pasal 45 Anggota Dewasa (1) Anggota Dewasa adalah anggota biasa yang terdiri dari: a. Pimpinan Saka. Pelantikan Pembina Pramuka dan Pelatih Pembina Pramuka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. (5) Pelantikan: a. Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar . (7) Pramuka Pandega dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda dalam gugusdepannya tanpa meninggalkan statusnya sebagai anggota dewasa muda. g. b. (4) Anggota Dewasa berstatus sebagai: a. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. (5) Anggota Dewasa Muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa. sedangkan Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 20 tahun. Pamong Saka.(4) Anggota Dewasa Muda yang sudah menikah digolongkan menjadi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka. kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio menjadi anggota kwartir/andalan. f. Pembina Pramuka. sedangkan Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun. Pembina Profesional. c. g. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan membina anggota muda secara aktif. Pamong Saka dan Instuktur Saka. (2) Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut: a. sedangkan Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun. Instruktur atau pembantu andalan meninggalkan statusnya sebagai Anggota Dewasa Muda. Pelatih Pembina Pramuka. Andalan dan pembantu andalan sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan. keterampilan dan keahlian khusus di bidang kejuruan tertentu. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 25 tahun. (3) Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26 tahun. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun. f. d. Pelantikan Pamong Saka dan Instruktur Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan. Pimpinan Saka sekurang-kurangnya telah mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan dan berpengalaman di bidang kesakaannya. b. Pelatih Pembina Pramuka. seseorang yang mempunyai pengetahuan. (8) Pelantikan Anggota Dewasa Muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Trisatya Pramuka Pandega. sedangkan Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun. seorang yang berlatarbelakang pendidikan akademisi dan keahlian dalam suatu bidang ilmu dan berpengalaman sebagai pelatih pembina pramuka. sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). h. d. b. Pembina Profesional. Instruktur Saka. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun. d. e.

b. f. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang. Andalan. d. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah. Sekretaris Jenderal. Pelantikan Anggota Majelis Pembimbing yang telah disahkan dengan keputusan kwartir jajaran di atasnya dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing jajaran masing-masing. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Wakil Ketua. (7) Orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda dapat berperanserta dalam Gerakan Pramuka untuk membimbing putra-putrinya dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat tinggalnya tanpa berkedudukan sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka. Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Kwartir jajaran di atasnya. (5) Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka diangkat oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional. Pelantikan andalan dan pembantu andalan dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. (2) Pandu dan Pramuka purna bakti yang akan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka wajib mengisi formulir yang telah disediakan. Pelantikan Pembina Profesional dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka termasuk karyawan kwartir. Sekretaris. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang. h. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Kecuali Anggota Majelis Pembimbing Nasional yang dilantik dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. Pengukuhan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang terdiri dari Ketua. Wakil Ketua. Pengukuhan Pengurus Kwartir Cabang yang terdiri dari Ketua. Kecuali Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. Pasal 46 Anggota Kehormatan (1) Yang dapat menjadi anggota kehormatan Gerakan Pramuka adalah orang dewasa yang terdiri atas: a. e. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Ambalan Penegak. Pengukuhan Pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari Ketua Kwartir Ranting. Pengukuhan Pengurus Gugusdepan Pramuka yang terdiri dari Pembina Gugusdepan. dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Ranting. Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan c. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah. Pandu dan Pramuka purna bakti b. Pembina Satuan. c.c. Pengukuhan Pengurus Dewan Kerja Pramuka serta Pelantikannya dilakukan oleh Ketua jajaran kwartir yang bersangkutan. Sekretaris. Wakil Ketua. Pengukuhan Pengurus Kwartir Daerah yang terdiri dari Ketua. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting. Bendahara. e. Pelantikan Pimpinan Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Andalan. dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional. Andalan. g. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Racana Pandega. Pelantikan Ketua Kwartir yang telah disahkan dengan Keputusan Musyawarah Gerakan Pramuka kwartir jajarannya dilakukan oleh Ketua Presidium Pimpinan Musyawarah Kwartir jajarannya atas limpahan wewenang Musyawarah Gerakan Pramuka. Wakil Ketua Kwartir Ranting. dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan. d. Pasal 47 Anggota Tamu . Pembantu Pembina Satuan. f. (3) Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi anggota kehormatan atas permintaan kwartir yang bersangkutan. (4) Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka atas permintaan kwartir yang bersangkutan. (6) Pengukuhan Kepengurusan Gerakan Pramuka dilakukan setelah Pelantikan: a. Andalan.

Memilih dan dipilih dalam jabatan organisasi. b. (2) Prosedur keikutsertaan anggota tamu diserahkan kepada satuan atau kwartir yang bersangkutan. Anggaran Rumah Tangga. d. b. mentaati. Menjunjung tinggi harkat dan martabat organisasi Gerakan Pramuka. dilakukan dengan persetujuan dewan kehormatan di kwartir/gugusdepan yang bersangkutan. (2) Anggota Gerakan Pramuka dapat diberhentikan berdasarkan penilaian Dewan Kehormatan jika: a. Melanggar kode kehormatan Gerakan Pramuka. Membayar iuran anggota Pramuka c. c. (3) Pemberhentian seorang anggota Gerakan Pramuka diusulkan oleh gugusdepan atau kwartirnya dan ditetapkan oleh kwartir yang mengangkatnya. Melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka dan mentaati segala ketentuan yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. (2) Penerimaan kembali anggota Gerakan Pramuka berdasarkan Ayat (1) pasal ini. Diberhentikan. berhak membela dirinya dalam sidang dewan kehormatan di kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan. Meninggal dunia. Pasal 50 Pembelaan Anggota Anggota Gerakan Pramuka yang akan diberhentikan karena melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Pasal 49 Pemberhentian Anggota (1) Keanggotaan Gerakan Pramuka berakhir karena: a. Permintaan sendiri. b. c. dan mengamalkan Anggaran Dasar. (3) Anggota kehormatan Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memahami. Mengadakan pembelaan dan perlindungan.(1) Anggota tamu adalah Warga Negara Asing yang ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Gerakan Pramuka. Pasal 48 Hak dan Kewajiban Anggota (1) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai hak: a. dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka. b. Merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Pramuka (KTA). Mengenakan Seragam Pramuka. (2) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai kewajiban: a. BAB VII PRAMUKA UTAMA Pasal 52 Pramuka Utama . Kode Kehormatan. Pasal 51 Rehabilitasi Anggota (1) Anggota Gerakan Pramuka yang diberhentikan berdasarkan Ayat (2) Pasal 49 Anggaran Rumah Tangga ini dapat mengajukan permohonan menjadi anggota Gerakan Pramuka kembali setelah memperbaiki kesalahannya.

(2) Pramuka Utama merupakan kedudukan kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Hal-hal yang prinsip meliputi: a. (6) Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Satuan Karya Pramuka. dengan susunan sebagai berikut: a. Beberapa orang anggota. Pasal 55 Pergantian Pengurus Kwartir Antarwaktu Dalam hal andalan tidak dapat menjalankan tugasnya karena berbagai sebab. c. setiap kwartir membentuk Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang Ketuanya adalah ex-officio anggota kwartir/andalan. Pengesahan penggantian dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. d. BAB VIII KEPENGURUSAN Pasal 53 Kwartir (1) Kwartir adalah pusat pengelolaan Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif oleh pengurus kwartir yang terdiri atas para andalan. Menandatangani pengeluaran uang di luar program kerja. b. Beberapa orang Wakil Ketua yang merangkap sebagai Ketua Bidang. (5) Kwartir menyusun suatu staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional dan oleh Sekretaris untuk jajaran kwartir lainnya. sebanyak-banyaknya untuk dua kali masa bakti secara berturut-turut. Mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga. (2) Ketua Kwartir dapat dipilih kembali. (8) Pengurus kwartir yang merupakan andalan setidaknya aktif dalam kepengurusan kwartir/gugusdepan 5 tahun terakhir. b. c. Mengubah status kekayaan kwartir. (3) Selama belum terbentuk pengurus kwartir yang baru sebagai hasil musyawarah. Seorang Ketua. sehingga mengakibatkan kekosongan maka kwartir mengadakan Rapat Paripurna Andalan untuk menetapkan penggantian antarwaktu terhadap andalan yang bersangkutan. Pasal 56 . maka pengurus kwartir lama tetap melaksanakan tugasnya. Penggantian ini dilaporkan dan/atau dikonsultasikan dengan Ketua Majelis Pembimbing Kwartir jajaran yang bersangkutan. d. maka Ketua Kwartir menunjuk salah seorang Wakil Ketua untuk mewakili Ketua Kwartir selaku Pelaksana Harian. (7) Pengurus kwartir terdiri dari unsur pengurus lama dan pengurus baru.(1) Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama Gerakan Pramuka. Pasal 54 Pelaksana Harian Ketua Kwartir Apabila Ketua Kwartir berhalangan. Seorang Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional atau seorang Sekretaris untuk jajaran kwartir yang lain. (4) Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang bertugas memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan kwartir. Mengubah struktur organisasi kwartir dan/atau mengadakan alih tugas staf. dengan ketentuan tidak dibenarkan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang prinsip.

b. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. Membina dan membantu Kwartir Daerah. e. Anggaran Rumah Tangga dan melaksanakan keputusan Musyawarah Nasional. keputusan Musyawarah Daerah. (2) Kwartir Daerah mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di daerahnya selama masa bakti Kwartir Daerah. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Cabangnya. Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan Anggaran Dasar. g. dan keputusan Musyawarah Nasional dalam bentuk keputusan Kwartir Nasional. d. c. j. Anggaran Rumah Tangga. d. a. keputusan Kwartir Nasional. Anggaran Rumah Tangga. dan keputusan Musyawarah Cabang. Menetapkan hal-hal yang tidak diatur dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Pasal 58 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Cabang (1) Kwartir Cabang mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka di cabangnya selama masa bakti Kwartir Cabang. Anggaran Rumah Tangga. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Nasional. Melaksanakan Anggaran Dasar. keputusan Musyawarah Nasional. h. Membina dan membantu Kwartir Cabang di wilayah daerahnya. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Daerah kepada Musyawarah Daerah. b. dan keputusan Kwartir Nasional. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. gugusdepan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan keputusan Musyawarah Daerah. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. dan organisasi masyarakat tingkat daerah. Pasal 57 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Daerah (1) a. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di daerahnya. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Nasional bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban Kwartir Nasional kepada Musyawarah Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Membina dan membantu Kwartir Ranting di wilayah cabangnya. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Melaksanakan Anggaran Dasar. f. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Daerah.Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Nasional (1) a. . Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Daerah. f. keputusan Kwartir Daerah. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Daerahnya. c. swasta. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Nasional. i. termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya. keputusan Musyawarah Nasional. b. Dalam melaksanakan tugasnya. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Nasional. keputusan Kwartir Nasional. g. (2) Kwartir Nasional mempunyai tugas dan tanggungjawab: Memimpin Gerakan Pramuka selama masa bakti Kwartir Nasional. yang program dan tujuannya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Bekerjasama dengan badan/organisasi di luar negeri. swasta dan organisasi masyarakat tingkat nasional yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. h. c. Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar. keputusan Musyawarah Nasional. d. dan satuan karya. e. Kwartir Daerah bertanggungjawab kepada Musyawarah Daerah. Anggaran Rumah Tangga.

e. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Ranting kepada Musyawarah Ranting sesuai dengan ketentuan yang berlaku. h. h. keputusan Musyawarah Ranting dan ketentuan lain yang berlaku. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Cabang dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Daerah mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di rantingnya. c. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Ranting. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Rantingnya. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat di lingkungannya. d. e. Melaksanakan ketetapan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. b. (2) Dalam melaksanakan tugasnya. dan organisasi masyarakat tingkat cabang. dengan bantuan Majelis Pembimbing Gugusdepan. Kwartir Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang. Melaksanakan ketetapan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam pelaksanaan Anggaran Dasar. g. g. dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Cabang. yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Cabang. dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gugusdepan dan orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda. keputusan Musyawarah Gugusdepan dan ketentuan lain yang berlaku. Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam gugusdepannya. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Daerah dan tembusan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di cabangnya. perlengkapan. Anggaran Rumah Tangga. (2) Ketua Gugusdepan dipilih dari para Pembina Pramuka yang ada dalam gugusdepan yang bersangkutan pada Musyawarah Gugusdepan. f. . (2) Kwartir Ranting mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola Gerakan Pramuka di rantingnya selama masa bakti Kwartir Ranting. instansi pemerintah. swasta di tingkat ranting. b. h. d. Mengkoordinasikan pembina satuan. Membina dan membantu para pembina pramuka di gugusdepan dan para pamong satuan karya. Membina dan mengembangkan organisasi. termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Ranting. Menyelenggarakan kepramukaan di dalam gugusdepannya dengan memberdayakan sumber daya gugusdepannya. f. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Cabang kepada Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pasal 59 Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Ranting (1) a. Mengelola gugusdepannya selama masa bakti gugusdepan. Pasal 60 Gugusdepan (1) Gugusdepan dikelola secara kolektif oleh Pembina Gugusdepan yang terdiri dari Ketua Gugusdepan dibantu oleh pembina satuan dan pembantu pembina satuan. c. Membuat laporan tahunan. f. Anggaran Rumah Tangga. Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Ranting bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting. dan keuangan gugusdepan. swasta. e. Berhubungan dan bekerjasama dengan masyarakat setempat. g. Menjadikan semua anggota gugusdepannya sebagai insan kehumasan gerakan pramuka. Pasal 61 Tugas dan Tanggungjawab Pembina Gugusdepan (1) Pembina Gugusdepan mempunyai tugas dan tanggungjawab: a.

Majelis Pembimbing. d. melalui kwartirnya. Membantu kwartir melaksanakan pembinaan dan pengembangan saka. c. konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka. Menjadi anggota Pimpinan Saka di kwartirnya dengan baik dan bertanggung-jawab. perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan satuan karya. Melaporkan perkembangan sakanya kepada kwartir dan Pimpinan Saka yang bersangkutan. c.. (2) Pamong Saka ditetapkan dan dilantik oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang dari para Pembina Pramuka yang ada di wilayah kerjanya dan secara ex-officio menjadi anggota Pimpinan Satuan Karya di Kwartir Ranting atau Kwartir Cabangnya. Mengusahakan instruktur. d. Pasal 62 Satuan Karya Pramuka (1) Satuan Karya Pramuka (Saka) dikelola oleh Pimpinan Saka dan Pamong Saka dengan dibantu oleh beberapa Instruktur Saka dengan dukungan Majelis Pembimbing Saka. Menyampaikan laporan tahunan kepada Kwartir Rantingnya dengan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan gugusdepannya. Pasal 64 Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka (1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka. Pasal 63 Tugas dan Tanggungjawab Pimpinan Saka dan Pamong Saka (1) Pimpinan Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: a. perlengkapan dan keperluan kegiatan sakanya. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan saka kepada kwartirnya. Membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaannya mengenai pemikiran. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (2) Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. b. c. h. h. j. gugusdepan dan saka lainnya. b. kwartir. Menjadi Pembina Saka dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Sakanya. Seorang Sekretaris. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan dalam kegiatan pembinaan sakanya. Menyampaikan pertanggungjawaban gugusdepan. d. Beberapa orang anggota (3) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dibentuk dan disahkan oleh Musyawarah Gerakan Pramuka. Seorang Ketua. Seorang Wakil Ketua. g. b. Mengadakan hubungan dengan instansi atau badan lain yang berkaitan dengan sakanya. f. Pimpinan Saka dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada kwartir yang bersangkutan. e. e. Mengkoordinasikan instruktur dengan Dewan Kerja Saka yang ada dalam sakanya.i. g. Mengadakan hubungan. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir tentang kegiatan sakanya. Melaksanakan program kegiatan satuan karya yang telah ditentukan oleh kwartirnya. Melaksanakan koordinasi antara Pimpinan Saka di semua jajaran di wilayah kerjanya. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Gugusdepan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan. (2) . Pamong Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab: Mengelola pembinaan dan pengembangan Sakanya. f. a.

Seorang Ketua Harian. b. Seorang Sekretaris. (3) Pembina Gugusdepan. e. Pasal 66 Organisasi Majelis Pembimbing (1) Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka berasal dari unsur-unsur orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda/anggota saka dan tokoh masyarakat di lingkungan gugusdepan/saka yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing.(4) kwartir. (4) Majelis Pembimbing terdiri atas: a. organisatoris. BAB X . d. Pamong Saka dan Ketua Kwartir secara ex-officio menjadi anggota Majelis Pembimbing bersangkutan. dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada tingkat masing-masing yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing. (3) Majelis Pembimbing bersidang sesuai dengan kebutuhan. (4) Mejelis Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan gudep/satuan/kwartir bersangkutan. dan daerah Ketua Majelis Pembimbing dijabat oleh Kepala Wilayah atau Kepala Daerah setempat. dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing. Seorang Ketua. (5) Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada di tingkat Satuan Karya Pramuka. (5) Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka dipilih dari antara anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka yang ada. satuan karya pramuka dan kwartir yang bersangkutan. Cabang. (2) Majelis Pembimbing mengadakan Rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun. cabang. Seorang Wakil Ketua. material dan finansial kepada gudep/satuan/kwartir bersangkutan. (2) Majelis Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moril. Pasal 67 Tata Kerja (1) Majelis Pembimbing mengadakan hubungan timbal-balik secara periodik dengan gugusdepan. Beberapa orang anggota. satuan karya dan kwartir membentuk Majelis Pembimbing. Daerah. sedangkan untuk tingkat nasional Ketua Majelis Pembimbing Nasional dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. Untuk jajaran ranting. (2) Majelis Pembimbing Ranting. Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilantik bersama-sama dengan pengurus BAB IX BIMBINGAN Pasal 65 Majelis Pembimbing (1) Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka. c. setiap gugusdepan.

anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. e. (3) Acara Pertanggungjawaban Kwartir Nasional termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. (2) Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali. Penetapan Rencana Strategik Gerakan Pramuka untuk masa bakti berikutnya. c. Penyampaian Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. Pasal 70 Acara Musyawarah Nasional (1) Acara pokok Musyawarah Nasional adalah: a. sebelum diajukan kepada Musyawarah Nasional harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka.MUSYAWARAH. (5) Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. Pelantikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka. Selambatnya enam bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Nasional wajib mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Pasal 69 Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa terdiri atas utusan (1) pusat dan daerah. maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa. b. Penetapan Formatur dan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. RAPAT KERJA DAN REFERENDUM Pasal 68 Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Di dalam Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Nasional. diantaranya adalah seorang Ketua Dewan Kerja Nasional dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Nasional. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah yang ada unsur cabangnya. (2) Utusan pusat berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Nasional. . yang dibuat oleh Kwartir Nasional dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (4) Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah masing-masing harus berusaha supaya perutusannya terdiri atas putera dan puteri. b. Penetapan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (2) Acara Musyawarah Nasional lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Nasional selama masa baktinya. (6) Pada Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan pusat atau daerah. yang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional dengan disertai alasan yang jelas. Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Nasional atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah yang ada. (3) Utusan daerah berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. (4) Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah. d. (5) Perutusan pusat dan daerah masing-masing mempunyai hak satu suara.

(4) Tim formatur sekurang-kurangnya lima orang di luar Ketua dan sebanyak-banyaknya tujuh orang. (2) . (5) Tim formatur dalam waktu tiga bulan membentuk pengurus Kwartir Nasional baru. b.Pasal 71 Pemilihan Ketua Kwartir Nasional (1) Musyawarah Nasional menetapkan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya. (7) Kwartir Nasional lama. dan terdiri atas unsur-unsur pusat dan daerah. Pasal 73 Pimpinan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional tersebut. Pasal 75 Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Di dalam setiap daerah Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Majelis Pembimbing Nasional untuk disahkan dan dilantik. (3) Musyawarah Nasional memilih secara langsung Ketua Kwartir Nasional dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Nasional terpilih untuk membentuk Kwartir Nasional. Kwartir Nasional menyampaikan kepada Kwarda-Kwarda nama-nama calon Ketua Kwartir Nasional yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Nasional. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. (3) Usul dan bahan Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah. (1) Musyawarah Daerah. Kwartir Nasional harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Nasional dan menyampaikan kepada semua Kwartir Daerah. (6) Ketua Kwartir Nasional sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. sejak selesainya Musyawarah Nasional sampai dengan dilantiknya Kwartir Nasional baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Pasal 72 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Usul Kwartir Daerah harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional selambatlambatnya enam bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional. Pasal 74 Pengambilan Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (1) Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Nasional. kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional.

b. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Daerah. Selambatnya empat bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Daerah wajib mengadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa Pasal 76 Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa terdiri atas utusan (1) daerah dan cabang. Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Pasal 77 Acara Musyawarah Daerah (1) Acara pokok Musyawarah Daerah adalah: a. . diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah. (4) Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah Kwartir Cabangnya. (3) Utusan cabang terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang seorang di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. yang dibuat oleh Kwartir Daerah dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (2) Utusan daerah terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah. d. maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa. (4) Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. (5) Perutusan daerah dan cabang masing-masing berhak satu suara. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan daerah atau cabang. (3) Musyawarah Daerah memilih secara langsung Ketua Kwartir Daerah dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Daerah terpilih untuk membentuk Kwartir Daerah. (6) Pada Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa. Pelantikan Ketua Kwartir Daerah terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Daerah. Musyawarah Daerah Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Daerah atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Cabang yang ada di daerah itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah dengan disertai alasan yang jelas. Pasal 78 Pemilihan Ketua Kwartir Daerah (1) Musyawarah Daerah menetapkan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. (5) Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. (2) Acara Musyawarah Daerah lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang. Menetapkan Formatur dan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya. sebelum diajukan kepada Musyawarah Daerah harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah. c. Kwartir Daerah menyampaikan kepada Kwarcab-Kwarcab nama-nama calon Ketua Kwartir Daerah yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Daerah. b. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Daerah selama masa baktinya.(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Daerah termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain.

. Pasal 82 Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Di dalam setiap cabang Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Cabang. dan terdiri atas unsur-unsur daerah dan cabang. (3) Usul dan bahan Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka. (2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa dilaksanakan. Kwartir Daerah harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Daerah dan menyampaikan kepada semua Kwartir Cabang dalam wilayahnya. sejak selesainya Musyawarah Daerah sampai dengan dilantiknya Kwartir Daerah baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. (6) Ketua Kwartir Daerah sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut. (4) Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kuranya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting. (7) Kwartir Daerah lama. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Nasional untuk disahkan. Pasal 79 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (1) Usul Kwartir Cabang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah selambatlambatnya tiga bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa. b. Keputusan Musyawarah Nasional. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. (5) Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. dan Keputusan Kwartir Nasional. (2) Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali. (4) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. Pasal 80 Pimpinan Musyawarah Daerah Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah tersebut. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Pasal 81 Pengambilan Keputusan Musyawarah Daerah (1) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat.(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Daerah baru. Musyawarah Cabang Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Cabang atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting yang ada di cabang itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang dengan disertai alasan yang jelas. maka di atara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa.

b. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Pasal 83 Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa terdiri atas utusan (1) cabang dan ranting (2) Utusan cabang terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang. yang dibuat oleh Kwartir Cabang dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (5) Perutusan cabang dan ranting masing-masing berhak satu suara. d. sebelum diajukan kepada Musyawarah Cabang harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang. Kwartir Cabang menyampaikan kepada Kwarran-Kwarran nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Cabang. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Cabang. c. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Daerah untuk disahkan. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. b. Pasal 85 Pemilihan Ketua Kwartir Cabang (1) Musyawarah Cabang menetapkan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. Pasal 86 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa . (2) Acara pertanggungjawaban Kwartir Cabang termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. (3) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Cabang selama masa baktinya. Acara Musyawarah Cabang lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya. (3) Musyawarah Cabang memilih secara langsung tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Cabang terpilih untuk membentuk Kwartir Cabang. Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting. sejak selesainya Musyawarah Cabang sampai dengan dilantiknya Kwartir Cabang baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Cabang wajib mengadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa. (3) Utusan ranting terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan cabang atau ranting. Pasal 84 Acara Musyawarah Cabang (1) Acara pokok Musyawarah Cabang adalah: a. (7) Kwartir Cabang lama. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang. (4) Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. (6) Pada Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Cabang baru. Pelantikan Ketua Kwartir Cabang terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Cabang. diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang. (6) Ketua Kwartir Cabang sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut.

b. maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. dan Keputusan Kwartir Nasional/Daerah yang bersangkutan. Keputusan Musyawarah Nasional/Daerah. Pasal 87 Pimpinan Musyawarah Cabang Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang tersebut. Kwartir Cabang harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Cabang dan menyampaikan kepada semua Kwartir Ranting dalam wilayahnya.(1) Usul Kwartir Ranting harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang selambatlambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Pasal 89 Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Di dalam setiap ranting Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh (1) Musyawarah Ranting. (2) Utusan ranting terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting. (3) Usul dan bahan Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. Pasal 90 Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa terdiri atas utusan (1) ranting dan gugusdepan. di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting. . (4) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (4) Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan di rantingnya. (5) Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. dan terdiri atas unsur-unsur cabang dan ranting. Pasal 88 Pengambilan Keputusan Musyawarah Cabang (1) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Ranting wajib mengadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa. b. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. Musyawarah Ranting Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Ranting atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan yang ada di ranting itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Ranting dengan disertai alasan yang jelas. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa dilaksanakan. Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (2) Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak.

b. sejak selesainya Musyawarah Ranting sampai dengan dilantiknya Kwartir Ranting baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa dilaksanakan. (7) Kwartir Ranting lama. (3) Usul dan bahan Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka. (5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Ranting baru. (3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Ranting termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Kwartir Ranting menyampaikan kepada gugusdepan-gugusdepan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Ranting. (2) Acara Musyawarah Ranting lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Ranting selama masa baktinya. . (3) Musyawarah Ranting memilih secara langsung Ketua Kwartir Ranting dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih untuk membentuk Kwartir Ranting. yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Cabang untuk disahkan. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. c. Kwartir Ranting dan gugusdepan. (6) Pada Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa. yang dibuat oleh Kwartir Ranting dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. Pasal 92 Pemilihan Ketua Kwartir Ranting (1) Musyawarah Ranting menetapkan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya. (5) Perutusan ranting dan gugusdepan masing-masing berhak satu suara. anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Pasal 91 Acara Musyawarah Ranting (1) Acara pokok Musyawarah Ranting adalah: a. Pasal 93 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa (1) Usul gugusdepan harus diajukan secara tertulis oleh Pembina gugusdepan kepada Kwartir Ranting selambat-lambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan ranting atau gugusdepan. sebelum diajukan kepada Musyawarah Ranting harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Ranting. (6) Ketua Kwartir Ranting sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut.(3) Utusan gugusdepan terdiri atas empat orang yang diberi kuasa oleh Pembina Gugusdepan. Kwartir Ranting harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Ranting dan menyampaikan kepada semua gugusdepan dalam wilayahnya. seorang di antaranya adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di gugusdepan yang bersangkutan dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing gugusdepan. d. Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan. (4) Kwartir Ranting dan gugusdepan masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri. Pelantikan Ketua Kwartir Ranting terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Ranting. yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Ranting. (4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang. (2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting.

Pasal 95 Pengambilan Keputusan Musyawarah Ranting (1) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. (4) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. yang harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan dengan disertai alasan yang jelas. (2) Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali. Daerah. perwakilan Dewan Racana dan perwakilan Majelis Pembimbing Gugusdepan. Pasal 97 Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa terdiri atas para Pembina Pramuka. Selambatnya satu bulan setelah usul tertulis diterima maka Pembina Gugusdepan wajib mengadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. dan Keputusan Kwartir Nasional. b. Pasal 98 Acara Musyawarah Gugusdepan (1) Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah: a. dan terdiri atas unsur-unsur ranting dan gugusdepan. Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan. Pasal 96 Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Di dalam setiap gugusdepan Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Gugusdepan. maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. perwakilan Dewan Ambalan. (5) Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur sebagai berikut: a. b. (4) Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. (3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak. para Pembantu Pembina Pramuka. Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Pembina Gugusdepan atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak menghadiri Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Keputusan Musyawarah Nasional. Cabang. Cabang. Daerah. (2) Pada Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu suara.Pasal 94 Pimpinan Musyawarah Ranting Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting tersebut. .

(3) Ketua Gugusdepan yang lama dapat dipilih kembali. Ketua Gugusdepan menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Gugusdepan kepada semua yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir. Pelantikan Ketua Gugusdepan terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Gugusdepan. Menetapkan rencana kerja gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Pasal 102 Pengambilan Keputusan Musyawarah Gugusdepan (1) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat. Cabang. b. (4) Ketua Gugusdepan lama. sebelum diajukan kepada Musyawarah Gugusdepan harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan. Keputusan Musyawarah Nasional. c. (3) Pertanggungjawaban keuangan gugusdepan selama masa baktinya. (2) Jika tidak dicapai mufakat: a. sejak selesainya Musyawarah Gugusdepan sampai dilantiknya Ketua Gugusdepan baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin. (2) Acara pertanggungjawaban gugusdepan termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain. Memilih Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya.b. Ranting dan Keputusan Kwartir Nasional. (2) Selambat-lambatnya tiga minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan. d. Pasal 100 Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa (1) Usul peserta harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan selambatlambatnya satu bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa. Ranting . yang dibuat oleh Pembina Gugusdepan dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan. (4) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. (3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu. Pasal 99 Pemilihan Ketua Gugusdepan (1) Musyawarah Gugusdepan menetapkan Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya. Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara. (2) Selambat-lambatnya dua minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dilaksanakan. Daerah. pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia. Daerah. Pembina Gugusdepan harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Gugusdepan dan menyampaikan kepada semua orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan. Cabang. (3) Usul dan bahan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur oleh Pembina Gugusdepan Pasal 101 Pimpinan Musyawarah Gugusdepan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan.

(3) Peserta Rapat Kerja terdiri atas: a. c. Pasal 106 Rapat Kerja dan Sidang (1) Rapat Kerja diselenggarakan oleh gugusdepan atau kwartir sebagai langkah pengendalian operasional. Pasal 104 Acara Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Acara pokok Musppanitera adalah: a. Laporan pertanggungjawaban atas kebijakan yang dibuat oleh Dewan Kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan Rencana Kerja. c. (2) Acara Musppanitera lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu. Untuk Rapat Kerja Gugusdepan diikuti oleh: 1) Pembina Gugusdepan 2) Pembina satuan 3) unsur anggota muda. . Hasil Musppanitera Nasional merupakan bagian dari Rencana Strategik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Pasal 105 Pengambilan Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat. (2) a. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber.Pasal 103 Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (1) Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera) diselenggarakan sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega khususnya dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. anggota dewasa muda dan anggota dewasa. Memilih calon anggota Dewan Kerja masa bakti berikutnya. b. Untuk Rapat Kerja Kwartir sedikitnya diikuti oleh: 1) Andalan kwartir yang bersangkutan 2) Ketua dan Sekretaris Kwartir di bawahnya atau Pembina Gugusdepan untuk Kwartir Ranting 3) Unsur Dewan Kerja atau unsur Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk Kwartir Ranting. b. d. (3) Peserta Musppanitera terdiri atas: a. b. Evaluasi kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya selama masa bakti. (2) Rapat Kerja diselenggarakan satu tahun sekali di awal tahun program. b. Memberi masukan untuk kebijakan kwartir dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain. kecuali Musppanitera Nasional. Dewan Kerja yang bersangkutan. (2) Apabila keputusan tidak tercapai melalui musyawarah maka keputusan diperoleh melalui pengambilan suara terbanyak. Andalan sebagai penasehat. Musppanitera diselenggarakan sebelum Musyawarah Kwartirnya. d.

BAB XI PENDAPATAN DAN KEKAYAAN Pasal 108 Pendapatan (1) Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari: a. d. (5) Referendum disepakati dan diterima jika disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah pihak yang mempunyai hak suara. Dewan Kerja yang bersangkutan. b. (6) Sidang Paripurna dilaksanakan setelah sidang paripurna jajaran di atasnya. f. Pasal 107 Referendum (1) Referendum diadakan apabila menghadapi persoalan yang mendesak yang harus diputuskan dan tidak dapat diputuskan sendiri oleh kwartir. badan usaha. (5) Sidang Paripurna dilaksanakan setiap satu tahun sekali. sementara tidak mungkin untuk menyelenggarakan musyawarah. (7) Peserta Sidang Paripurna terdiri atas: a. d.(4) Sidang Paripurna Pramuka Penegak dan Pandega merupakan wahana bagi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai langkah pengendalian operasional pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Sumber lain yang tidak bertentangan baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber. selambat-lambatnya satu bulan setelah pelaksanaan. koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka. Royalti atas hak milik intelektual yang dimiliki Gerakan Pramuka. Andalan sebagai penasehat. Bantuan Majelis Pembimbing. yaitu jumlah kwartir/gugusdepan yang ada di wilayahnya. (2) Referendum dapat diselenggarakan oleh semua kwartir. . (6) Hasil referendum diumumkan oleh kwartir yang bersangkutan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka di wilayahnya. (4) Batas waktu memberi jawaban ditentukan dan diumumkan. c. kecuali Sidang Paripurna Nasional. Iuran anggota. (8) Peserta Rapat Kerja dan Sidang terdiri atas putera dan puteri. kecuali Sidang Paripurna Nasional. jelas. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat. dan disusun sedemikian rupa sehingga jawaban atas referendum itu cukup dengan setuju dan tidak setuju. b. e. (3) Referendum dilaksanakan secara tertulis. Usaha dana. Pasal 109 Iuran dan Usaha Dana (1) Iuran anggota diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (2) Usaha dana dapat dilakukan oleh badan usaha yang dibentuk oleh pengurus kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. c. (2) Pendapatan Gerakan Pramuka yang berupa finansial disimpan di Bank atas nama organisasi Gerakan Pramuka dan dikelola Bendahara Kwartir. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat Ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain.

dan koperasi atau dalam bentuk yayasan.(3) Badan usaha dapat berbentuk badan usaha tetap. (2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Majelis Pembimbing. (2) Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilaporkan dalam Musyawarah Kwartir yang bersangkutan. kendaraan. dan secara insidental berwujud panitia usaha dana. (4) Apabila diperlukan. (2) Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda pengenal Gerakan Pramuka. kwartir dapat menggunakan jasa akuntan publik. BAB XII ATRIBUT Pasal 113 Lambang (1) Lambang Gerakan Pramuka adalah silhouette tunas kelapa. (4) Hak milik intelektual yaitu hak atas merek. Tulisan/Publikasi Gerakan Pramuka. seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa. serta lembaga-lembaga usaha dana dari aspek keuangan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka. Benda bergerak c. Benda tak bergerak b. Pemanfaatan. perlengkapan kantor. Lambang/tanda gambar Silhouette Tunas Kelapa. patent. dan uang tunai. yang warnanya disesuaikan dengan penggunaannya. Pasal 111 Pengelolaan. yang melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. Hak milik atas kekayaan intelektual (2) Benda tak bergerak meliputi tanah dan bangunan (3) Benda bergerak meliputi hasil usaha tetap. Pasal 114 Bendera . dan hak cipta Gerakan Pramuka baik yang sudah ada maupun yang akan dimintakan di kelak kemudian hari. antara lain perseroan. (3) Neraca tahun anggaran kwartir diinformasikan di dalam Rapat Kerja Kwartir. (4) Badan-badan usaha atau yayasan tersebut bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir yang bersangkutan dan secara berkala memberikan laporannya. Pasal 110 Kekayaan (1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri atas: a. b. antara lain : a. Pasal 112 Pengawasan (1) Pengawasan atas pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan kwartir. surat berharga. Pengusahaan dan Pengalihan Kekayaan (1) Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan merupakan wewenang dan dilaksanakan oleh pengurus kwartir masing-masing jajaran berdasarkan keputusan rapat pengurus kwartir/gugusdepan dengan konsultasi Majelis Pembimbing bersangkutan.

manusia Pancasila Satyaku kudarmakan. BAB XIII PEMBUBARAN Pasal 119 Akibat Hukum dari Pembubaran Apabila terjadi pembubaran Gerakan Pramuka.(1) Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjang dan berukuran tiga berbanding dua. (2) Panji yang dimaksudkan dalam ayat (1) pasal ini disebut Panji Gerakan Pramuka yang disimpan di kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2) Warna pakaian seragam pramuka adalah cokelat muda untuk bagian atas dan cokelat tua untuk bagian bawah. di tengah-tengahnya terdapat lambang Gerakan Pramuka berwarna merah. dan dikeluarkan pada setiap peringatan Hari Pramuka. maka untuk penyelesaian harta benda milik seluruh Gerakan Pramuka dibentuk panitia penyelesaian harta benda. (3) Pada bagian tepi tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebar 1/8 dari panjang bendera dengan tulisan untuk kwartir nama kwartir. Pasal 116 Himne Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya darma Pramuka karangan Husein Mutahar. Pasal 118 Lencana dan Tanda-tanda Anggota Gerakan Pramuka selain mengenakan lencana Gerakan Pramuka. mendidik disiplin dan kerapian. Pasal 117 Pakaian Seragam (1) Pakaian seragam Pramuka dimaksudkan untuk menarik. menimbulkan rasa bangga anggota Gerakan Pramuka. serta merah putih untuk pita dan setangan leher. untuk gugusdepan nama kwartir dan nomor gugusdepannya. tanggal 14 Agustus 1961. yang syair lagunya berbunyi: Kami Pramuka Indonesia. Pasal 115 Panji (1) Gerakan Pramuka memiliki Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Kami jadi pandumu. yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional yang diadakan khusus untuk itu. menghadap ke arah tiang bendera. BAB XIV LAIN-LAIN . (3) Warna cokelat muda dan cokelat tua dimaksudkan untuk mengingatkan kaum muda akan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan. Darmaku kubaktikan Agar jaya Indonesia Indonesia tanah airku. letaknya 1/10 dari lebar bendera dari sisi atas dan sisi bawah. serta menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan. juga mengenakan lencana World Organization of Scout Movement pada pakaian seragamnya. (2) Di bagian atas dan bagian bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukuran lebar 1/10 dari lebar bendera. berwarna dasar putih.

(2) Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan itu tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. MPH . 2005 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua. BAB XV PENUTUP Pasal 122 Penutup (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. dr. (2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berdasarkan wewenang yang dilimpahkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2003 di Pontianak. Jakarta.Pasal 120 Petunjuk Penyelenggaraan (1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan lain. Kalimantan Barat sesudah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2004. Prof. Azrul Azwar. (3) Gerakan Pramuka. Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan ditetapkan dengan keputusan Kwartir Nasional Pasal 121 Perubahan Anggaran Rumah Tangga Perubahan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. DR.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->