P. 1
MAKALAH FILSAFAT

MAKALAH FILSAFAT

|Views: 958|Likes:
Published by MarstoMario

More info:

Published by: MarstoMario on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

MAKALAH FILSAFAT

FILSAFAT, ILMU DAN KEBENARAN

OLEH

1

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu, dan berfilsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang tak terbatas ini. Demikian juga berfilsafat berarti mengkoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau. Ilmu merupakan pengetahuan yang kita gumuli sejak kita lahir sampai kita meninggal. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang pada diri kita sendiri, apakah sebenarnya yang saya ketahui tentang ilmu?apakah ciri-ciri yang hakiki yang membedakan ilmu dari pengetahuan-pengetahuan lainnya yang bukan ilmu?bagaimana saya ketahui bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang benar? kriteria apa yang kita pakai dalam menentukan kebenaran ilmu?mengapa kita mesti mempelajari ilmu?dan seterusnya. Seorang yang berfilsafat berarti berendah hati mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah diketahuinya, mengakui kelemahan dan sempitnya ilmu yang dimilikinya. Dia diumpamakan seorang yang berpijak dibumi sedang menengadah kelangit yang penuh bintang. Dia ingin mengetahui hakikat dirinya dalam kesemestaan galaksi. Atau seorang yang berada dipuncak gunung memandang lembah dan jurang dibawahnya. Dia ingin menyimak kehadirannya dengan kesemestaan yang ditatapnya. Karakteristik berfikir filsafat yang pertama adalah sifat menyeluruh. Seorang ilmuwan tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin melihat hakikat ilmu dalam konsentrasi pengetahuan yang lain. Dia ingin tahu kaitan ilmu dengan moral. Kaitan ilmu dengan agama dan ingin yakin apakah ilmu itu membawa kebahagiaan.

2

B. TUJUAN Dalam makalah ini, penyusun mencoba untuk mengkaji keterkaitan antara filsafat, ilmu dan kebenaran, dengan menguraikan masing-masing pengertiannya untuk mencapai sebuah kesinambungan yang sinergi antara filsafat, ilmu dan kebenaran.

3

BAB II PEMBAHASAN A. FILSAFAT Filsafat , philosophy, dalam bahasa Inggeris, atau philosophya dalam Yunani mempunyai arti cinta akan kebijaksanaan. Philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophos (kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi. Secara etimologi, filsafat berarti kecintaan terhadap kebijaksanaan. Filsuf atau filosof berarti orang yang cinta akan kebijaksanaan. Kata “kebijaksanaan” dalam pengertian filsafat umumnya adalah “kebenaran sejati”. Sehingga filsafat diartikan sebagai suatu tindakan berpikir yang menggunakan akal budi untuk mencari dan menemukan kebenaran hakiki. Dari pengertian tersebut filsafat sebenarnya amat dekat dengan realitas kehidupan kita. Untuk mengerti apa filsafat itu, orang perlu menggunakan akal budinya untuk merenungkan relaitas hidupnya, “apa itu hidup? Mengapa saya hidup? Akan kemana saya hidup? Tentunya pertanyaan tersebut sejatinya muncul alamiah bila akal budi kita dibiarkan bekerja. Persoalannya, apakah orang atau peminat filsafat sudah membiarkan akal budinya bekerja dengan baik memandang relaitas? Aristoteles menyebut manusia sebagai “binatang berpikir”. 1. Berbagai Pengertian Filsafat, Diantaranya : tiga definisi:
o

a) Dalam kamus besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, filsafat diartikan dalam Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat Teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan. Ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi.

segala yang ada, sebab, asal, dan hukum-hukumnya.
o o

b) Sonny Keraf dan Mikhael Dua mengartikan ilmu filsafat sebagai ilmu tentang bertanya atau berpikir tentang segala sesuatu (apa saja dan bahkan tentang pemikiran itu sendiri) dari segala sudut pandang. Thinking about thinking.

4

c) Beberapa filsuf mengajukan beberapa definifi pokok seperti:
o

Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik Upaya untuk melukiskan hakekat realitas akhir dan dasar serta Upaya untuk menentukan batas-batas jangkauan pengetahuan: Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataanDisiplin ilmu yang berupaya untuk membantu anda melihat apa

serta lengkap tentang seluruh realitas
o

nyata,
o

sumbernya, hakekatnya, keabsahannya, dan nilainya.
o

pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan
o

yang ada katakan dan untuk mengatakan apa yang anda lihat. d) Penulis sendiri mendefinisikan ilmu filsafat sebagai disiplin ilmu yang mencari dan menggeluti segala yang ada sehingga sampai pada suatu kebijaksanaan merumuskanya universal secara dengan mengunakan akal budi dan guna dapat sistematis, metodis

dipertanggungjawabkan secara akal budi pula.

2.

Ciri-Ciri Filsafat Bila dilihat dari aktivitasnya filsafat merupakan suatu cara berfikir

yang mempunyai karakteristik tertentu. Sementara itu Sidi Gazalba (1976) yang dikutip oleh oleh Uhar Suharsaputra (2004) menyatakan bahwa ciri berFilsafat atau berfikir Filsafat adalah : radikal, sistematik, dan universal. Radikal bermakna berfikir sampai ke akar-akarnya (Radix artinya akar), tidak tanggung-tanggung sampai dengan berbagai konsekwensinya dengan tidak terbelenggu oleh berbagai pemikiran yang sudah diterima umum, Sistematik artinya berfikir secara teratur dan logis dengan urutan-urutan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan, Universal artinya berfikir secara menyeluruh tidak pada bagian-bagian khusus yang sifatnya terbatas. Sementara itu menurut Sudarto (1996) yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) menyatakan bahwa ciri-ciri berfikir Filsafat adalah :
a. Metodis : menggunakan metode, cara, yang lazim digunakan oleh filsuf

(ahli filsafat) dalam proses berfikir

5

Ewing dalam bukunya Fundamental Questions of Philosophy (1962) yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) menyatakan bahwa pertanyaanpertanyaan pokok filsafat (secara tersirat menunjukan objek filsafat) ialah : Truth (kebenaran). E. Pada dasarnya manusia adalah homo sapien. Lapangan kerja filsafat itu bukan main luasnya yaitu meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. difikirkan secara radikal guna mencapai kebenaran. Komprehensif : berfikir tentang sesuatu dari berbagai sudut (multidimensi). Universal : muatan kebenarannya bersifat universal. sebab berfikir filsafat memerlukan latihan dan pembiasaan yang terus menerus dalam kegiatan berfikir sehingga setiap masalah/substansi mendapat pencermatan yang mendalam untuk mencapai kebenaran jawaban dengan cara yang benar sebagai manifestasi kecintaan pada kebenaran. karena segala sesuatu yang ada dan yang mungkin serta dapat difikirkan bisa menjadi objek filsafat apabila selalu dipertanyakan.C. Sistematis : berfikir dalam suatu keterkaitan antar unsur-unsur dalam suatu keseluruhan sehingga tersusun suatu pola pemikiran Filsufis. Objek Filsafat Pada dasarnya filsafat atau berfilsafat bukanlah sesuatu yang asing dan terlepas dari kehidupan sehari-hari. f. Radikal : berfikir secara mendalam sampai ke akar-akarnya atau sampai pada tingkatan esensi yang sedalam-dalamnya g. mengarah pada realitas kehidupan manusia secara keseluruhan Dengan demikian berfilsafat atau berfikir filsafat bukanlah sembarang berfikir tapi berfikir dengan mengacu pada kaidah-kaidah tertentu secara disiplin dan mendalam. Rasional : mendasarkan pada kaidah berfikir yang benar dan logis (sesuai dengan kaidah logika) e. Matter (materi). Mind (pikiran). Koheren : diantara unsur-unsur yang dipikirkan tidak terjadi sesuatu yang bertentangan dan tersusun secara logis d. The Relation of matter 6 . c. 3. hal ini tidak serta merta semua manusia menjadi Filsuf.b.

Tahap/masa Yunani kuno (Abad ke-6 S. B.and mind (hubungan antara materi dan pikiran). Space and Time (ruang dan waktu). Monism versus Pluralism (serba tunggal lawan serba jamak).M) b. Secara lebih sistematis para akhli membagi objek filsafat ke dalam objek material dan obyek formal. sedangkan obyek formal adalah objek yang menyangkut sudut pandang dalam melihat obyek material tertentu. Cause (sebab-sebab). sedangkan objek formal filsafat menggambarkan tentang cara dan sifat berfikir terhadap objek material tersebut. sedangkan objek formal filsafat ialah usaha mencari keterangan secara radikal terhadap objek material filsafat. Dengan demikian objek material filsafat mengacu pada substansi yang ada dan mungkin ada yang dapat difikirkan oleh manusia. 1996) yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) yaitu : a. dan God (Tuhan) Pendapat-pendapat tersebut di atas menggambarkan betapa luas dan mencakupnya objek filsafat baik dilihat dari substansi masalah maupun sudut pandang nya terhadap masalah. sehingga dapat disimpulkan bahwa objek filsafat adalah segala sesuatu yang maujud dalam sudut pandang dan kajian yang mendalam (radikal). dengan kata lain objek formal filsafat mengacu pada sudut pandang yang digunakan dalam memikirkan objek material filsafat. yang pada garis besarnya dapat dibagi atas tiga persoalan pokok yaitu : 1). PEMIKIRAN DAN PRODUK FILSAFATI 1. Hakekat Alam. 2). Freedom (kebebasan).M sampai awal abad ke-15 Masehi) 7 . Sejarah Singkat Filsafat Sejarah filsafat dapat diperiodisasi ke dalam empat periode (Sudarto. Tahap/masa Abad Pertengahan (akhir abad ke-3 S. Obyek material adalah objek yang secara wujudnya dapat dijadikan bahan telaahan dalam berfikir. dan 3).M sampai akhir abad ke-3 S. Hakekat manusia. Hakekat Tuhan. Menurut Endang Saefudin Anshori (1981) yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) objek material filsafat adalah sarwa yang ada (segala sesuatu yang berwujud).

Yunani Kuno (+ 600 SM) b. serta dongeng-dongeng yang dipercayai oleh Bangsa Yunani. baru sesudah Thales (624-548 S. atas pertanyaan ini indra tidak bisa menjawabnya. Masa Modern Pembagian periodisasi yang nampaknya lebih rinci. Bertens dalam bukunya Ringkasan Sejarah Filsafat (1976) yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) menyusun topik-topik pembahasannya sebagi berikut : a. pertanyaan Thales yang merupakan pertanyaan filsafat. Masa Patristik dan Abad pertengahan c. atau pada tahun keberapa tanaman kopi berbuah ?. Alam Simbolis Masa Yunani Kuno. Filsuf-filsuf Manusia Yunani c. Filsafat Modern (17-19 M) e. Pada tahap awal kelahirannya filsafat Tahap/masa dewasa ini/filsafat kontemporer menampakkan diri sebagi suatu bentuk mitologi. Pertanyaan Thales yang menggambarkan rasa keingintahuan bukanlah pertanyaan biasa seperti apa rasa kopi ?.c. sains juga terdiam. dikemukakan oleh Susane K. Tahap/masa Modern (akhir abad ke-15 M sampai abad ke-19 Masehi) d. filsafat berubah menjadi suatu bentuk pemikiran rasional (logos). Abad Pertengahan (300 SM –1300M) d. (abad ke-20 Masehi) Sementara itu K. 2002) yang membagi sejarah filsafat ke dalam enam tahapan yaitu : a.M) mengemukakan pertanyaan aneh pada waktu itu. Langer (Donny Gahral Adian. karena mempunyai bobot yang dalam sesuatu yang ultimate (bermakna dalam) yang mempertanyakan tentang Apa sebenarnya bahan alam semesta ini (What is the nature of the world stuff ?). 8 . Positivisme (Abad 20 M) f. Masa Purba Yunani b.

para akhli fikir Yunani pun banyak yang berupaya memikirkan tentang hidup kita (manusia) di Dunia. Demokritos (460370 S. dan akhirnya dia dihukum mati dengan jalan meminum racun. sehingga sering dijuluki sebagai Philosopher atau akhli tentang Filsafat Alam (Natural Philosopher). Diantara filsuf terkenal yang banyak mencurahkan perhatiannya pada kehidupan manusia adalah Socrates (470-399 S. karena air dapat berubah menjadi berbagai wujud Kemudian silih berganti Filsuf memberikan jawaban terhadap bahan dasar (Arche) dari semesta raya ini dengan argumentasinya masing-masing.M) mengatakan Arche is to Apeiron. semuanya mengalir. dia sangat menentang ajaran kaum Sofis Yang cenderung mempermainkan kebenaran. dan Herakleitos (544-484 S. dalam pandangan Thales air merupakan prinsip dasar alam semesta. Variasi jawaban yang dikemukakan para filsuf menandai dinamika pemikiran yang mencoba mendobrak dominasi mitologi. mereka mulai secara intens memikirkan tentang Alam/Dunia. Dari titik tolak ini lahir lah Filsafat moral (atau filsafat sosial) yang pada tahapan berikutnya mendorong lahirnya Ilmu-ilmu sosial. Pada perkembangan selanjutnya. Apeiron adalah sesuatu yang paling awal dan abadi.M) menyatakan bahwa hakekat alam semesta adalah bilangan. Dari prilakunya ini pemerintah Athena menganggap Socrates sebagai penghasut.M) menjawab asal hakekat alam semesta adalah api. dia berpendapat bahwa di dunia ini tak ada yang tetap.M) menyatakan udara. yang dalam perkembangan selanjutnya melahirkan Ilmu-ilmu kealaman. Thales menjawab Air (Water is the basic principle of the universe). Pythagoras (580-500 S. 9 . Anaximandros (610-540 S. Dia mengajukan pertanyaan pada siapa saja yang ditemui dijalan untuk membukakan batin warga Athena kepada kebenaran (yang benar) dan kebaikan (yang baik).M).M) berpendapat hakekat alam semesta adalah Atom. Anaximenes (585528 S. Socrates berusaha meyakinkan bahwa kebenaran dan kebaikan sebagai nilai-nilai yang objektif yang harus diterima dan dijunjung tinggi oleh semua orang. disamping pemikiran tentang Alam.namun Filsuf berusaha menjawabnya.

setiap benda jasmani memiliki dua hal yaitu bentuk dan materi. Dengan pendapatnya tersebut. Diantara pemikiran Plato yang penting adalah berkaitan dengan pembagian relaitas ke dalam dua bagian yaitu realitas/dunia yang hanya terbuka bagi rasio. untuk itu Aristoteles mengemukakan teori Hilemorfisme (Hyle = Materi. dia sangat mengagumi pemikiranpemikiran Plato meskipun dalam filsafat. sementara menurut Permenides segala sesuatu sama sekali sempurna dan tidak dapat berubah. sebab dalam pandangan Aristoteles 10 . Dalam sejarah Filsafat Yunani. sebuah patung pasti memiliki dua hal yaitu materi atau bahan baku patung misalnya kayu atau batu. sebagai contoh.M). dan dunia yang terbuka bagi pancaindra. tapi hanya bagi dunia Jasmani (Pancaindra).Amicus Plato. tapi kebenaran lebih akrab bagiku – ungkapan ini terkadang diterjemahkan bebas menjadi “Saya mencintai Plato. Setelah Plato meninggal Aristoteles menjadi guru pribadinya Alexander Agung selama dua tahun. menurut Kees Berten (1976).Sesudah Socrates meninggal. salah seorang murid Socrates. dunia ide sifatnya sempurna dan tetap. sesudah itu dia kembali lagi ke Athena dan mendirikan Lykeion. Morphe = bentuk). Plato berhasil mendamaikan pendapatnya Herakleitos dengan pendapatnya Permenides.M). menurut teori ini. sedangkan dunia jasmani selalu berubah. keduanya tidak mungkin lepas satu sama lain. dan dunia ke dua adalah dunia jasmani (pancaindra). seorang yang pernah belajar di Akademia Plato di Athena. filsafat Yunani terus berkembang dengan Tokohnya Plato (427-347 S. Aristoteles mengambil jalan yang berbeda (Aristoteles pernah mengatakan-ada juga yang berpendapat bahwa ini bukan ucapan Aristoteles. tapi hanya berlaku pada dunia idea saja. terdapat seorang filsuf yang sangat legendaris yaitu Aristoteles (384-322 S. magis amica veritas – Plato memang sahabatku. menurut Dia yang umum dan tetap bukanlah dalam dunia idea akan tetapi dalam bendabenda jasmani itu sendiri. dan bentuk misalnya bentuk kuda atau bentuk manusia. dunia pertama terdiri dari idea-idea. tapi saya lebih mencintai kebenaran”) Aristoteles mengkritik tajam pendapat Plato tentang idea-idea. ini juga benar kata Plato. contoh tersebut hanyalah untuk memudahkan pemahaman. ini benar kata Plato. menurut Herakleitos segala sesuatu selalu berubah.

dan Thomas Aquinas (1225-1274). Dia adalah yang pertama kali membentangkan cara berpikir teratur dalam suatu sistem. Periode sejak meninggalnya Aristoteles (atau sesudah meninggalnya Alexander Agung (323 S. Abad Pertengahan. yang intisarinya adalah Sylogisme (masalah ini akan diuraikan khusus dalam topik Logika) yaitu menarik kesimpulan dari kenyataan umum atas hal yang khusus (Mohammad Hatta. filsafat terus berkembang dan mendapat kedudukan yang tetap penting dalam kehidupan pemikiran manusia meskipun dengan corak dan titik tekan yang berbeda. Al Ghazali (1058-1111 M). 1992) disebut periode Hellenistik (Hellenisme adalah istilah yang menunjukan kebudayaan gabungan antara budaya Yunani dan Asia Kecil. Teori hilemorfisme juga menjadi dasar bagi pandangannya tentang manusia. manusia terdiri dari materi dan bentuk.materi dan bentuk itu merupakan prinsip-prinsip metafisika untuk memperkukuh dimungkinkannya Ilmu pengetahuan atas dasar bentuk dalam setiap benda konkrit. dan karena bentuk tidak pernah lepas dari materi. Al Farabi (870-950 M). Dalam masa ini Filsafat ditandai antara lain dengan perhatian pada hal yang lebih aplikatif. bentuk adalah jiwa. Albertus Magnus (1203-1280 M). maka konsekwensinya adalah bahwa apabila manusia mati. dan Ibnu Rusyd (1126-1198). meskipun dalam 11 . serta kurang memperhatikan Metafisika. 1964). dengan semangat yang Eklektik (mensintesiskan pendapat yang berlawanan) dan bercorak Mistik. Di dunia Islam (Umat Islam) lahir filsuf-filsuf terkenal seperti Al Kindi (801-865 M). Mereka ini disamping sebagai Filsuf juga orang-orang yang mendalami ajaran agamanya masing-masing. dan Mesir Kuno). Siria.M) sampai menjelang lahirnya Agama Kristen oleh Droysen (Ahmad Tafsir. Mesopotamia. sehingga corak pemikirannya mengacu pada upaya mempertahankan keyakinan agama dengan jalan filosofis. Disamping pendapat tersebut Aristoteles juga dikenal sebagai Bapak Logika yaitu suatu cara berpikir yang teratur menurut urutan yang tepat atau berdasarkan hubungan sebab akibat. Semenjak meninggalnya Aristoteles. sementara itu di dunia Kristen lahir Filsuf-filsuf antara lain seperti Peter Abelardus (1079-1180). Ibnu Sina (980-1037 M). jiwanya (bentuk) juga akan hancur.

banyak hal terkadang ajaran Agama dijadikan Hakim untuk memfonis benar tidaknya suatu hasil pemikiran Filsafat (Pemikiran Rasional). aku berpikir (= menyadari) maka aku ada. Dan itu menjadi norma Descartes dalam menentukan kebenaran. sebaliknya. bahwa "aku ragu-ragu"."clearly and distinctly". tetapi dari diri manusia sendiri. dan (3) Tuhan (sebagai Wujud yang seluruhnya sempurna. yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda itu. yaitu "saya ragu-ragu". -. Dalam buku Discourse de la Methode tahun 1637 ia menegaskan perlunya ada metode yang jitu sebagai dasar kokoh bagi semua pengetahuan. penyebab sempurna dari kedua realitas itu). Lalu muncul aliran kritisisme. Jika aku menyangsikan sesuatu. meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu. maka kebenaran itu 100% pasti dan menjadi landasan bagi seluruh pengetahuan. Aliran empirisme. Masa Modern. "clara et distincta". Artinya. Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama. aku menyadari bahwa aku menyangsikan adanya. yang sudah ada sejak kita lahir. Namun tentang aspek mana yang berperan ada beda pendapat. mengambil 12 . Dengan lain kata kesangsian itu langsung menyatakan adanya aku. Tetapi dalam rangka kesangsian yang metodis ini ternyata hanya ada satu hal yang tidak dapat diragukan. Pikiran sesungguhnya adalah kesadaran. Itulah "cogito ergo sum". "extention") atau materi. tidak mengambil ruang dan tak dapat dibagibagi menjadi bagian yang lebih kecil. tetapi kenyataan. baik yang batin. Materi adalah keluasan. Aliran rasionalisme beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). Aliran rasionalisme dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650 M). maupun yang inderawi. dan terpilah-pilah" -. (2) realitas perluasan (res extensa. tidak juga dari para penguasa. Descartes menerima 3 realitas atau substansi bawaan. yaitu (1) realitas pikiran (res cogitan). secara metodis. Ini bukan khayalan. Itulah kebenaran yang tidak dapat disangkal lagi. yaitu dengan menyangsikan segalanya.Mengapa kebenaran itu pasti? Sebab aku mengerti itu dengan "jelas. yang jelas dan terpilah-pilah itulah yang harus diterima sebagai benar. Kalau suatu kebenaran tahan terhadap ujian kesangsian yang radikal ini.

yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengetahuan. Oleh karena itu pengenalan inderawi merupakan bentuk pengenalan yang paling jelas dan sempurna. Atas dasar pengalaman itu tidak dapat disimpulkan. tetapi tidak memperlihatkan kepada kita urutan sebab-akibat. ringan. sedang manusia adalah mesin otomat yang sempurna. licin. "aku" tidak lain hanyalah "a bundle or collection of perceptions (= kesadaran tertentu)". Pengalaman hanya memberi kita urutan gejala. karena dari pikirannya ia memiliki kecerdasan. sedang binatang hanya memiliki realitas keluasan: manusia memiliki badan sebagaimana binatang. kesimpulan itu tidak berdasarkan pengalaman. Bahwa di dunia ada realitas kertas. dan tak memiliki kesadaran. Yang disebut kepastian hanya mengungkapkan harapan kita saja dan tidak boleh dimengerti lebih dari "probable" (berpeluang). sebab yang dialami hanya kesan-kesan saja tentang beberapa ciri yang selalu ada bersama-sama. Misal kualami kesan: putih. sedang gagasan adalah ingatan akan kesan-kesan seperti itu. misal batu yang disinari matahari menjadi panas. dan memiliki pikiran sebagaimana malaikat.tempat dan dapat dibagi-bagi. Descartes adalah seorang dualis. menerapkan pembagian tegas antara realitas pikiran dan realitas yang meluas. dan bukan yang lainnya? Bagi Hume. Manusia memiliki keduanya. Kedua substansi berasal dari Tuhan. Pengalaman itu dapat yang bersifat lahirilah (yang menyangkut dunia). tipis. Jika gejala tertentu diikuti oleh gejala lainnya. Kausalitas. Binatang adalah mesin otomat. Maka Hume menolak kausalitas. bahwa ada substansi tetap yang misalnya disebut kertas. Kesan adalah hasil penginderaan langsung. yang memiliki ciri-ciri tadi. yaitu substansi dan kausalitas. Hume tidak menerima substansi. maupun yang batiniah (yang menyangkut pribadi manusia). Dua hal dicermati oleh Hume. yaitu mereka yang percaya bahwa dasar semua pengetahuan ada dalam pikiran. sebab hanya Tuhan sajalah yang ada tanpa tergantung pada apapun juga. bekerja mekanistik. Aliran empririsme nyata dalam pemikiran David Hume (1711-1776). diterima oleh Hume. (Mesin otomat jaman sekarang adalah komputer yang tampak seperti memiliki kecerdasan buatan). sebab harapan 13 . Dari kesan muncul gagasan. Descartes adalah pelopor kaum rasionalis. Namun dari kesan itu mengapa muncul gagasan kertas.

Yang kedua adalah kondisi-kondisi batiniah dalam manusia mengenai proses-proses yang tunduk kepada hukum kausalitas yang tak terpatahkan. Demikian Kant membuat kritik atas seluruh pemikiran filsafat. namun hanya dunia itu seperti tampak "bagiku". ada dua unsur yang memberi sumbangan kepada pengetahuan manusia tentang dunia. Kebudayaan klasik warisan Yunani-Romawi dicermati dan dihidupkan kembali. namun dalam akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita. Kant berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar separuh. Ruang dan waktu adalah cara pandang dan bukan atribut dari dunia fisik. atau Tuhan (pada abad pertengahan). Hume merupakan pelopor para empirisis. Hukum alam adalah hukum alam. seni dan filsafat mencari inspirasi dari sana. dan salah separuh. menurut Kant. Benarlah bahwa pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indera kita. yang percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia berasal dari indera. Namun. Yang pertama adalah kondisi-kondisi lahirilah ruang dan waktu yang tidak dapat kita ketahui sebelum kita menangkapnya dengan indera kita. Filsafat zaman modern berfokus pada manusia. sebenarnya kita membicarakan apa yang kita harapkan. Dengan kritisisme Imanuel Kant (1724-1804) mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini.bahwa sesuatu mengikuti yang lain tidak melekat pada hal-hal itu sendiri. Dalam zaman modern ada periode yang disebut Renaissance ("kelahiran kembali"). membuat suatu sintesis. yang lebih didikte oleh kebiasaan atau perasaan kita saja. Thoman Hobbes (1588-1679). Periode kedua adalah zaman 14 . Ada kondisi-kondisi tertentu dalam manusia yang ikut menentukan konsepsi manusia tentang dunia. atau "bagi semua orang". Kant setuju dengan Hume bahwa kita tidak mengetahui secara pasti seperti apa dunia "itu sendiri" ("das Ding an sich"). Thomas More (1478-1535) dan Francis Bacon (1561-1626). bukan kosmos (seperti pada zaman kuno). Menurut Hume ada batasan-batasan yang tegas tentang bagaimana kesimpulan dapat diambil melalui persepsi indera kita. Itu materi pengetahuan. Jika kita bicara tentang "hukum alam" atau "sebab-akibat". dan meletakkan dasar bagi aneka aliran filsafat masa kini. Filsuf penting adalah N Macchiavelli (1469-1527). Ini bentuk pengetahuan. yang merupakan gagasan kita saja. namun hanya dalam gagasan kita.

Barok. dan jika maha sempurna tidak menjadi. Hegel ingin menerangkan alam semesta dan gerak-geriknya berdasarkan suatu prinsip. Yang Mutlak itu tidak mutlak jika masih harus dilaksanakan. yang sering sedang-menjadi-lebih-sempurna bukanlah ide ("Yang Mutlak"). materi itu sendiri tidak bisa menjadi mutlak. Periode ketiga ditandai dengan fajar budi ("enlightenment" atau "Aufklarung"). G Berkeley (1684-1753). Maka seluruh realitas hanya dapat dibuat jelas dalam alur pemikiran ini. Barukh de Spinoza (1632-1677) dan Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1710). Maksudnya. tentunya maha sempurna. Para filsuf katagori ini adalah John Locke (1632-1704). namun adalah materi belaka. Para filsuf periode ini adalah Rene Descrates. Filsafat masa kini merupakan aneka bentuk reaksi langsung atau taklangsung atas pemikiran Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831). Dalam cara sama. Dalam katagori ini juga dimasukkan Jean-Jacques Rousseau (1712-1778) dan Immanuel Kant. yang menekankan akal budi. Menurut Hegel semua yang ada dan semua kejadian merupakan pelaksanaan-yang-sedang-berjalan dari Yang Mutlak dan bersifat rohani. Itulah faham yang dicetuskan oleh Ludwig Andreas Feuerbach (1804-1872). maka materialisme pun jatuh dalam kubangan yang sama. Oleh sebab itu pemikiran Hegel langsung ditentang oleh aliran pemikiran materialisme yang mengajarkan bahwa yang sedang-menjadi itu. Kesalahan Hegel adalah tidak menerima bahwa Yang Mutlak itu berdiri sendiri dan ada-diatas-segalanya. 15 . yang sesungguhnya ada adalah materi (alam benda). Dengan mengatakan Yang Mutak itu menjadi. Sayangnya. Sistem filsafatnya juga menggunakan menggunakan matematika. materi adalah titik pangkal segala sesuatu dan segala sesuatu yang mengatasi alam benda harus dikesampingkan. David Hume (1711-1776). Masa kini (1800-sekarang). dalam arti tidak dalam satu realitas dengan segala yang sedang-menjadi tersebut. Hegel pada dasarnya meniadakan kemutlakan. Namun celakanya. sebab jika betul-betul mutlak. karena pastilah ada yang-ada-di-luar-materi yang "mengendalikan" proses dalam materi itu untuk materi bisa menjadi-lebih-sempurna-dari-sebelumnya. dengan mengatakan bahwa yang mutlak itu materi.

Selanjutnya Marx menegaskan bahwa filsafat hanya memberi interpretasi atas perkembangan masyarakat dan sejarah. yang ada bukan Tuhan yang mahaadil. yaitu teologis. Soekarno mengklim telah mencetuskan marhaenisme sebagai marxisme diterapkan dalam situasi dan kondisi Indonesia. Meningkat remaja dan mulai dewasa dipakai prinsip-prinsip abstrak dan metafisis. Kualifikasi "penerapan dalam situasi dan kondisi Indonesia" (apapun itu) pastilah tidak membuat faham marhaenisme sebagai suatu aliran filsafat dan pastilah tidak harus sama dengan faham marxisme sebagai diterapkan di dalam lingkungan masyarakat lain. namun yang ada hanyalah manusia yang ingin menjadi adil. suatu pelarian dari kenyataan hidup yang umumnya pahit. Marx adalah pengikut setia Feuerbach (sekurangnya pada tahap awal). Dari sini dapat difahami mengapa Marx berkata. [Catatan. John Stuart Mill (1806-1873) dan H Spencer (1820-1903). karena agama hanya membawa manusia masuk dalam "surga fantasi". Feuerbach berpendapat Tuhan hanyalah proyeksi mausia tentang dirinya sendiri dan agama hanyalah sarana manusia memproyeksikan cita-cita (belum terwujud!) manusia tentang dirinya sendiri. metafisis dan positif ilmiah. Menurut Feuerbach. yang berkembang dalam proses dialektis (dalam ritme tesis-antitesis-sintesis).Dari sini dapat difahami munculnya sejumlah aliran-aliran penting dewasa ini: Positivisme menyatakan bahwa pemikiran tiap manusia. 1818-1883) mengajarkan bahwa kenyataan hanya terdiri atas materi belaka. Pada tahap dewasa dan matang digunakan metode-metode positif dan ilmiah. Marxisme (diberi nama mengikuti tokoh utama Karl Marx. tiap ilmu dan suku bangsa melalui 3 tahap. Aliran positivisme dianut oleh August Comte (1798-1857). Manusia muda atau suku-suku primitif pada tahap teologis" dibutuhkan figur dewa-dewa untuk "menerangkan" kenyataan.] 16 . Yang justru dibutuhkan adalah aksi untuk mengarahkan perubahan dan untuk itu harus dikembangkan hukumhukum obyektif mengenai perkembangan masyarakat. bahwa "agama adalah candu bagi rakyat". dan dikembangkan menjadi neo-positivisme oleh kelompok filsuf lingkaran Wina.

oleh dialog dengan aliran lain. Fenomenologi merupakan aliran (tokoh penting: Edmund Husserl. Pragmatisme tidak menanyakan "apakah itu?". Kierkegaard (1813-1855).Ditangan Friedrich Engels (1820-1895). atau teori umum. 1859-1938) yang ingin mendekati realitas tidak melalui argumen-argumen. Eksistensialime merupakan himpunan aneka pemikiran yang memiliki inti sama. Karl Jaspers (1883-1969). "Zuruck zu den sachen selbst" -. Esensi manusia ditentukan oleh eksistensinya. Martin Heidegger (1889-1976). bahwa filsafat harus berpangkal pada adanya (eksistensi) manusia konkrit. dan hakekat itu berbicara kepada kita jika kita membuka diri kepada gejala-gejala yang kita terima. Kalau kita "mengambil jarak" dari obyek itu. konsep-konsep. karena ide menjadi benar oleh tindakan tertentu. Sangat nyata bahwa dimana saja Partai Komunis itu menjalankan praktek-praktek yang nyatanya mengingkari hakhak azasi manusia. dan karena itu tidak berperikemanusiaan (dan tak ber keTuhanan pula!). dan lebih-lebih oleh Lenin. dan kita memahaminya berkat intuisi dalam diri kita. merupakan inti dari pendekatan yang dipakai untuk mendeskripsikan realitas menurut apa adanya. Yang dipersoalkan bukan "benar atau salah". Gabriel Marcel (1889-1973). Neo-kantisme dan neo-thomisme merupakan aliran-aliran yang merupakan kelahiran kembali dari aliran yang lama. psikologi. melainkan "apakah gunanya itu?" atau "untuk apakah itu?".kembali kepada benda-benda itu sendiri. yaitu suatu ideologi politik praktis Partai Komunis di negara mana saja untuk merubah dunia. Friederich Nietzche (18441900). antropologi. manusia itu. Stalin dan Mao Tse Tung. dan studi-studi keagamaan (misalnya kajian atas kitab suci). dan gejalagejala itu kita cermati. Tokoh aliran ini J P Sartre (1905-1980). 17 . Setiap obyek memiliki hakekat. yaitu keyakinan. maka obyek itu "berbicara" sendiri mengenai hakekatnya. melepaskan obyek itu dari pengaruh pandangan-pandangan lain. Tokoh aliran ini: John Dewey (1859-1914). Manusia-pada-umumnya tidak ada. dan bukan pada hakekat (esensi) manusia-padaumumnya. aliran filsafat Marxisme ini menjadi gerakan komunisme. yang ada hanya manusia ini. Fenomenologi banyak diterapkan dalam epistemologi.

Hanya dalam ilmu pengetahuan alam pernyataan memiliki makna. Soal-soal falsafi seyogyanya dipecahkan melalui analisis atas bahasa. karena pernyataan itu bersifat faktual. jangan katakan jika hal itu tidak dapat dikatakan. meskipun untuk tiap definisi memberikan titik berat yang berlainan. FILSAFAT DAN ILMU 1. Tokoh pencetus: Ludwig Wittgenstein (1889-1952). Analitis (menguraikan persoalan menjadi bagian-bagian yang terinci) 5. Akhirnya sejak 1960 berkembang strukturalisme yang menyelidiki pola-pola dasar yang tetap yang terdapat dalam bahasa-bahasa. untuk mendapatkan atau tidak mendapatkan makna dibalik bahasa yang digunakan. Empiris (berdasarkan pengamatan dan percobaan) 2. Dalam berfilsafat. Tujuan Ilmu (Ilmu Pengetahuan) 18 . Sistematis (tersusun secara logis serta mempunyai hubungan saling bergantung dan teratur) 3.Disamping itu masih ada aliran filsafat analitik yang menyibukkan diri dengan analisis bahasa dan analisis atas konsep-konsep. "Batas-batas bahasaku adalah batas-batas duniaku". Objektif (terbebas dari persangkaan dan kesukaan pribadi) 4. Ciri-Ciri Ilmu (Ilmu Pengetahuan) Secara umum dari pengertian ilmu dapat diketahui apa sebenarnya yang menjadi ciri dari ilmu. sistem-sistem dan karya-karya kesusasteraan. agama-agama. C. Menurut The Liang Gie secara lebih khusus menyebutkan ciri-ciri ilmu sebagai berikut : 1. Verifikatif (dapat diperiksa kebenarannya) 3. Pengertian Ilmu (Ilmu Pengetahuan) Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun dibidang (pengetahuan) itu secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Kamus Besar Bahasa Indonesia) 2.

sementara itu Kerlinger menyatakan bahwa the basic aim of science is theory. Struktur Ilmu Struktur ilmu menggambarkan bagaimana ilmu itu tersistimatisir dalam suatu lingkungan (boundaries).dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa tujuan dari ilmu adalah untuk memahami.E. sementara itu menurut H. asalkan teori tersebut telah teruji kebenarannya 4. generalisasi dan teori yang memiliki karakteristik yang khas yang akan mengantar kita untuk memahami ide-ide pokok dari suatu disiplin ilmu yang bersangkutan. konsep serta generalisasi. The first is to be able to understand what is observed in the world. Atau cara pengkajian/penelitian yang mengandung pertanyaan dan metode penelitian guna memperoleh jawaban atas permasalahan yang berkaitan dengan ilmu tersebut. A mode of inquiry. Levy yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) menyatakan bahwa science has three primary goals. A body of Knowledge (kerangka ilmu) yang terdiri dari fakta. keterkaitan tersebut membentuk suatu bangun struktur ilmu. concepts.Sheldon G. dan teori itu sendiri pada dasarnya merupakan suatu penjelasan tentang sesuatu sehingga dapat diperoleh kefahaman. 19 . Menurut Savage & Amstrong. dan mengatur berbagai aspek kejadian di dunia. dan dengan kepahaman maka prediksi kejadian dapat dilakukan dengan probabilitas yang cukup tinggi. dan teori yang menjadi ciri khas bagi ilmu yang bersangkutan sesuai dengan boundary yang dimilikinya b. struktur ilmu merupakan A scheme that has been devided to illustrate relationship among facts. disamping untuk menemukan atau memformulasikan teori. konsep. generalisasi. The second is to be able to predict the events and relationships of the real world. and generalization. konsep. Kusmana struktur ilmu adalah seperangkat pertanyaan kunci dan metoda penelitian yang akan membantu memperoleh jawabannya. The third is to control aspects of the real world. Dengan demikian struktur ilmu merupakan ilustrasi hubungan antara fakta. serta berbagai fakta. di mana keterkaitan antara unsur-unsur nampak secara jelas. memprediksi. Dengan demikian nampak dari dua pendapat di atas bahwa terdapat dua hal pokok dalam suatu struktur ilmu yaitu : a.

fakta-fakta tersebut akan menjadi bahan atau digunakan untuk mengembangkan konsep-konsep. Objek Ilmu Setiap ilmu mempunyai objeknya sendiri-sendiri. sementara itu teori mempunyai jangkauan yang lebih universal. objek ilmu itu sendiri akan menentukan tentang kelompok dan cara bagaimana ilmu itu bekerja dalam memainkan perannya melihat realitas. bila konsep-konsep menunjukan ciri keumuman maka terbentuklah generalisasi. Konsep dan generalisasi memiliki nilai transfer yang lebih luas dan dalam. Bagan Stuktur Ilmu Dari gambar tersebut nampak bahwa bagian yang paling dasar adalah fakta-fakta. Secara umum objek ilmu adalah alam dan manusia. dari mulai yang konkrit yaitu fakta sampai level yang abstrak yaitu teori. sementara makin mengarah ke teori makin abstrak karena lebih bersifat umum. Bila digambarkan akan nampak sebagai berikut : Increasing transfer value Increasing specificity TEORI GENERALISASI KONSEP-KONSEP FAKTA-FAKTA Gambar 2. karena cenderung dianggap berlaku umum tanpa terikat oleh waktu dan tempat.Kerangka ilmu terdiri dari unsur-unsur yang berhubungan. untuk kemudian dapat diformulasikan menjadi teori. tempat dan kejadian. sehingga bisa berlaku universal artinya bisa berlaku dimana saja (hal ini sebenarnya banyak dikritisi para akhli).1. namun karena alam itu sendiri terdiri dari berbagai 20 . Fakta-fakta sangat dibatasi oleh nilai transfer waktu. makin ke fakta makin spesifik. 5. Namun demikian keberlakuannya memang perlu juga memperhatikan jenis ilmunya.

ekonomi melihat manusia dalam kaitannya dengan upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. namun seara umum pembagian ilmu lebih mengacu pada obyek formal dari ilmu itu sendiri. gramatika. ilmu hitung b. Objek material adalah seluruh bidang atau bahan yang dijadikan telaahan ilmu. retorika. ilmu perbintangan pembagian tersebut di atas pada dasarnya sesuai dengan bidangbidang ilmu yang menjadi telaahan utama pada masanya. musika. astronomis. dialektika. Pembagian/Pengelompokan Ilmu Semakin lama pengetahuan manusia semakin berkembang. ilmu ukur c. geometrika. Pada tahap awal perkembangannya ilmu terdiri dari dua bagian yaitu : 1. hal ini telah mendorong para akhli untuk mengklasifikasikan ilmu ke dalam beberapa kelompok dengan sudut pandangnya sendiri-sendiri. Misalnya ilmu ekonomi dan sosiologi mempunyai objek material yang sama yaitu manusia. agar orang berfikir logis c. dan manusiapun mempunyai keluasan dan kedalam yang berbedabeda. aritmetika. sedangkan jenis-jenis di dalam suatu kelompok mengacu pada obyek formalnya. tata bahasa agar orang berbicara benar b. quadrivium yang terdiri dari : a. demikian juga pemikiran manusia semakin tersebar dalam berbagai bidang kehidupan. sedangkan sosiologi dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia. 6. Terdapat dua macam objek dari ilmu yaitu objek material dan objek formal. trivium yang terdiri dari : a. agar orang berbicara indah 2. ilmu musik d. sehingga ketika pengetahuan manusia berkembangan dan lahir ilmu-ilmu baru maka 21 . sedangkan objek formal adalah objek yang berkaitan dengan bagaimana objek material itu ditelaah oleh suatu ilmu.komponen. perbedaan objek setiap ilmu itulah yang membedakan ilmu satu dengan lainnya terutama objek formalnya. maka mengklasifikasikan objek amat diperlukan. namun objek formalnya jelas berbeda.

geologi i. Ilmu filsafat c. ilmu alam h. ilmu pertanian f. Ilmu bahasa 22 . ilmu pasti g. ilmu sosial (juga terbagi dalam teoritika dan praktika) c. Publisistik dan jurnalistik k. ilmu farmasi e. antropologi fisik c. Ilmu bumi sosial e. Ilmu ekonomi c. dan lain sebagainya 2. biologi b. Sosiologi f.pembagian ilmupun turut berubah. Ilmu pendidikan j. Ilmu-ilmu kemasyarakatan a. Ilmu agama b. ilmu kultur (kebudayaan) sementara itu Stuart Chase membagi ilmu pengetahuan sebagai berikut : 1. ilmu-ilmu pengetahuan alam (natural sciences) a. Ilmu sejarah h. Ilmu politik i. Humaniora a. Ilmu hukum b. Dan lain sebagainya 3. ilmu kedokteran d. Ilmu jiwa sosial d. sementara itu Mohammad Hatta membagi ilmu pengetahuan ke dalam : a. ilmu alam (terbagi dalam teoritika dan praktika) b. Antropologi budaya an sosial g.

sehingga pengelompokan ilmu pun akan terus bertambah seiring dengan perkembangan tersebut. Hubungan Filsafat Dengan Ilmu 23 . atau tujuan yang hendak dicapai. Ilmu seni e. yang jelas bila dilihat dari objek materilnya ilmu dapat dikelompokan ke dalam dua kelompok saja. 7. dengan kata lain ilmu untuk ilmu itu sendiri. dia membagi ilmu ke dalam dua kelompok yaitu : 1. 2. hal ini tidak lain karena pengetahuan manusia terus berkembang sehingga memungkinkan tumbuhnya ilmu-ilmu baru. Herbert Spencer. ilmu yang dimaksudkan untuk diterapkan dalam kehidupan paraktis di masyarakat. Ilmu murni adalam ilmu yang maksud pengkajiannya hanya semata-mata memperoleh prinsi-prinsip umum atau teori baru tanpa memperhatikan dampak praktis dari ilmu itu sendiri. sebab mungkin saja ada ilmu yag masuk satu kelompok namun tetap bersentuhan dengan ilmu dalam kelompok lainnya. 2. ilmu yang cosmologis. Ada juga yang berpendapat bahwa pembagian ilmu pengetahuan sebaiknya didasarkan pada objeknya atau sasaran persoalannya. ilmu murni (pure science). Endang Saifudin Anshori menyatakan bahwa hal itu hendaknya jangan dianggap tegas demikian/mutlak. yaitu ilmu yang objek materilnya bersifat rohaniah seperti ilmu jiwa. yaitu ilmu yang objek materilnya bersifat jasadi. membagi ilmu atas dasar bentuk pemikirannya/objek formal. yaitu ilmu yang mengkaji/menelaah alam dan ilmu yang menelaah manusia. Pembagian ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mesti dipandang sebagai kerangka dasar pemahaman. ilmu terapan (applied science). dia membagi ilmu ke dalam dua kelompok yaitu : 1. ilmu yang noologis. Ilmu jiwa f. dementara variasi penamaannya tergantung pada objek formal dari ilmu itu sendiri. Dan lain sebagainya dalam pembagian ilmu sebagaimana dikemukakan di atas.d. misalnya fisika. kimia dan ilmu hayat.

dimana ilmu mengkaji bidang yang terbatas. kondisi ini mendorong pada upaya untuk memposisikan ke duanya secara tepat sesuai dengan batas wilayahnya masing-masing. dimikian juga dikalangan filsuf terdapat perbedaan pandangan dalam memberikan makna dan tugas filsafat. moral serta seni. Sementara itu perbedaan filsafat dengan ilmu lebih berkaitan dengan titik tekan. Titus mengakui kesulitan untuk menyatakan secara tegas dan ringkas mengenai hubungan antara ilmu dan filsafat. Adapaun persamaan (lebih tepatnya persesuaian) antara ilmu dan filsafat adalah bahwa keduanya menggunakan berfikir reflektif dalam upaya menghadapi/memahami fakta-fakta dunia dan kehidupan. ilmu menggunakan observasi. filsafat lebih tertarik pada pertanyaan kenapa dan bagaimana dalam mempertanyakan masalah hubungan antara fakta khusus dengan skema masalah yang lebih luas. karena terdapat persamaan sekaligus perbedaan antara ilmu dan filsafat. disamping dikalangan ilmuwan sendiri terdapat perbedaan pandangan dalam hal sifat dan keterbatasan ilmu. 24 . filsafat juga mengkaji hubungan antara temuan-temuan ilmu dengan klaim agama. dimana dominasi ilmu lebih kuat mempengaruhi pemikiran manusia. eksperimen dan klasifikasi data pengalaman indra serta berupaya untuk menemukan hukum-hukum atas gejala-gejala tersebut.Meskipun secara historis antara ilmu dan filsafat pernah merupakan suatu kesatuan. terhadap hal-hal tersebut baik filsafat maupun ilmu bersikap kritis. filsafat lebih bersifat sintetis dan sinoptis dan kalaupun analitis maka analisanya memasuki dimensi kehidupan secara menyeluruh dan utuh. namun dalam perkembangannya mengalami divergensi. disamping perhatiannya pada pengetahuan yang terorganisisr dan sistematis. berfikiran terbuka serta sangat konsern pada kebenaran. sedangkan filsafat berupaya mengkaji pengalaman secara menyeluruh sehingga lebih bersifat inklusif dan mencakup hal-hal umum dalam berbagai bidang pengalaman manusia. bukan untuk mengisolasinya melainkan untuk lebih jernih melihat hubungan keduanya dalam konteks lebih memahami khazanah intelektuan manusia Harold H. ilmu lebih bersifat analitis dan deskriptif dalam pendekatannya.

meski dengan titik tekan pendekatan yang berbeda. namun demikian untuk 25 . Pengetahuan ilmu lapangannya segala sesuatu yang dapat diteliti (riset dan/atau eksperimen) . namun dia merupakan bidang pengetahuan campuran yang perkembangannya tergantung pada hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu. Pengetahuan filsafat : segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh budi (rasio) manusia yang alami (bersifat alam) dan nisbi. Sementara itu Oemar Amin Hoesin (1964) mengatakan bahwa ilmu memberikan kepada kita pengetahuan. yang disebut oleh agama “Tuhan”. batasnya ialah batas alam namun demikian ia juga mencoba memikirkan sesuatu yang diluar alam. Pengertian Filsafat Ilmu Dilihat dari segi katanya filsafat ilmu dapat dimaknai sebagai filsafat yang berkaitan dengan atau tentang ilmu. filsafat mencoba mencari jawaban terhadap masalahmasalah yang tidak bisa dijawab oleh Ilmu dan jawabannya bersifat spekulatif. Ilmu mengkaji hal-hal yang bersifat empiris dan dapat dibuktikan. sedangkan Agama merupakan jawaban terhadap masalah-masalah yang tidak bisa dijawab oleh filsafat dan jawabannya bersifat mutlak/dogmatis.Dengan memperhatikan ungkapan di atas nampak bahwa filsafat mempunyai batasan yang lebih luas dan menyeluruh ketimbang ilmu. maka filsafat berupaya mencari jawabannya. terutama hubungannya yang bersifat timbal balik. Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat pengetahuan secara umum. dan filsafat memberikan hikmat. Dari sini nampak jelas bahwa ilmu dan filsafat mempunyai wilayah kajiannya sendiri-sendiri Meskipun filsafat ilmu mempunyai substansinya yang khas. oleh karena itu pemahaman bidang filsafat dan pemahaman ilmu menjadi sangat penting. ini dikarenakan ilmu itu sendiri merupakan suatu bentuk pengetahuan dengan karakteristik khusus. bahkan ilmu itu sendiri bisa dipertanyakan atau dijadikan objek kajian filsafat (Filsafat Ilmu). meski dalam perkembangannya filsafat ilmu itu telah menjadi disiplin yang tersendiri dan otonom dilihat dari objek kajian dan telaahannya 8. namun demikian filsafat dan ilmu mempunyai kesamaan dalam menghadapi objek kajiannya yakni berfikir reflektif dan sistematis. Menurut Sidi Gazlba (1976). batasnya sampai kepada yang tidak atau belum dapat dilakukan penelitian. Dengan demikian. ini berarti bahwa apa yang sudah tidak bisa dijawab oleh ilmu.

practical methodology anf metaphysics (Steven R. Benyamin) • Philosophy of science. and the relations between experiment and theory. and so on. dan anggapan-anggapan metafisik guna menilai dasar26 . dan setiap sudut pandang tersebut amat penting guna pemahaman yang komprehensif tentang makna filsafat ilmu. i.. maka diperlukan pembatasan yang dapat menggambarkan dan memberi makna khusus tentang istilah tersebut. its concepts and presupposition. first. Toulmin memaknai filsafat ilmu sebagai suatu disiplin yang diarahkan untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan prosedur penelitian ilmiah. and its place in the general scheme of intelectual discipline (A. White Beck) • Philosophy of science. that philosophic discipline which is the systematic study of the nature of science.. metaphysical presupposition. to elucidate the elements involved in the process of scientific inquiry-observational procedures.C. the study of the inner logic of scientific theories. Steven R. and then to evaluate the grounds of their validity from the points of view of formal logic. patterns of argument.memahami secara lebih khusus apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu. especially of its methods. methods of representation and calculation. berikut ini akan dikemukakan beberapa definisi filsafat ilmu : • The philosophy of science is a part of philosophy which attempts to do for science what philosophy in general does for the whole of human experience (Peter Caws) • The philosophy of science attemt.e of scientific method (Michael V. Berry) Pengertian-pengertian di atas menggambarkan variasi pandangan beberapa akhli tentang makna filsafat ilmu. Peter Caw memberikan makna filsafat ilmu sebagai bagian dari filsafat yang kegiatannya menelaah ilmu dalam kontek keseluruhan pengalaman manusia. penentuan argumen. Para akhli telah banyak mengemukakan definisi/pengertian filsafat ilmu dengan sudut pandangnya masing-masing. • Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific thinking and tries to determine the value and significance of scientific enterprise as a whole (L. Toulmin).

Sementara itu White Beck lebih melihat filsafat ilmu sebagai kajian dan evaluasi terhadap metode ilmiah untuk dapat difahami makna ilmu itu sendiri secara keseluruhan. Berry setelah mengungkapkan dua kajian lainnya yaitu logika teori ilmiah serta hubungan antara teori dan eksperimen. masalah kajian atas metode ilmiah juka dikemukakan oleh Michael V. dan metodologi praktis serta metafisika.dasar validitas ilmu dari sudut pandang logika formal. pertanyaan . apabila digambarkan hubungan tersebut nampak sebagai berikut : Menjawab FILSAFAT FILSAFAT ILMU 27 ILMU . dan science of science.pertanyaan tersebut dimaksudkan untuk membongkar serta mengkaji asumsiasumsi ilmu yang biasanya diterima begitu saja (taken for granted). Menurut The Liang Gie. hal yang penting untuk difahami adalah bahwa filsafat ilmu itu merupakan telaah kefilsafatan terhadap hal-hal yang berkaitan/menyangkut ilmu. methodology. Pengertian ini sangat umum dan cakupannya luas. Filsafat ilmu selalu mengajukan pertanyaanpertanyaan yang mendasar/radikal terhadap ilmu seperti tentang apa ciri-ciri spesifik yang menyebabkan sesuatu disebut ilmu. dan bagaimana cara pemerolehan ilmu. filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan manusia. demikian juga halnya Benyamin yang memasukan masalah metodologi dalam kajian filsafat ilmu disamping posisi ilmu itu sendiri dalam konstelasi umum disiplin intelektual (keilmuan). Sementara itu Gahral Adian mendefinisikan filsafat ilmu sebagai cabang filsafat yang mencoba mengkaji ilmu pengetahuan (ilmu) dari segi ciriciri dan cara pemerolehannya. dan bukan kajian di dalam struktur ilmu itu sendiri. Dengan demikian filsafat ilmu merupakan jawaban filsafat atas pertanyaan ilmu atau filsafat ilmu merupakan upaya penjelasan dan penelaahan secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan ilmu. meta science. Terdapat beberapa istilah dalam pustaka yang dipadankan dengan Filsafat ilmu seperti : Theory of science. semua istilah tersebut nampaknya menunjukan perbedaan dalam titik tekan pembahasan. serta apa bedanya ilmu dengan pengetahuan biasa. namun semua itu pada dasarnya tercakup dalam kajian filsafat ilmu .

Hubungan Filsafat. dalam perkembangannya ilmu makin terspesifikasi dan mandiri. Logical pattern exhibited by explanation in the sciences Construction of scientific concepts 28 . Probabilitas b. Induksi c. 9. dengan tetap dikritisi secara radikal. meskipun bidang kajian iduknya cenderung sama. sementara ilmu terus mengembangakan dirinya dalam batas-batas wilayahnya. Ernest Nagel a.1. b. Bidang kajian yang menjadi telaahan filsafat ilmu pun berkembang dan diantara para akhli terlihat perbedaan dalam menentukan lingkup kajian filsafat ilmu. oleh karena itu filsafat ilmu dapat dipandang sebagai upaya menjembatani jurang pemisah antara filsafat dengan ilmu. Edward Madden menyatakan bahwa lingkup filsafat ilmu adalah: a. dan filsafat tidak memandang ilmu sebagai suatu pemahaman atas alam secara dangkal. filsafat memberi penjelasan atau jawaban substansial dan radikal atas masalah tersebut. Hipotesis 2. namun mengingat banyaknya masalah kehidupan yang tidak bisa dijawab oleh ilmu. Berikut ini beberapa pendapat akhli tentang lingkup kajian filsafat ilmu : 1. proses atau interaksi tersebut pada dasarnya merupakan bidang kajian Filsafat Ilmu. Bidang Kajian Dan Masalah-Masalah Dalam Filsafat Ilmu Bidang kajian filsafat ilmu ruang lingkupnya terus mengalami perkembangan. sehingga ilmu tidak menganggap rendah pada filsafat. sedang perbedaan lebih terlihat dalam perincian topik telaahan. maka filsafat menjadi tumpuan untuk menjawabnya.Bertanya Gambar 4. Ilmu dan Filsafat Ilmu Secara historis filsafat merupakan induk ilmu. hal ini tidak terlepas dengan interaksi antara filsafat dan ilmu yang makin intens.

bagaimana hubungan etika dengan ilmu. 3. masalah-masalah metafisis tentang ilmu 2. masalah-masalah epistemologis tentang ilmu 29 . bagaimana proses pemerolehan ilmu (epistemologi). Axiologi berkaitan dengan apa manfaat ilmu. sementara itu Jujun S. 2. masalah-masalah dalam filsafat ilmu pada dasarnya menunjukan topik-topik kajian yang pastinya dapat masuk ke dalam salahsatu lingkup filsafat ilmu. oleh karena itu lingkup induk telaahan filsafat ilmu adalah : 1. bagaimana prosedurnya untuk memperoleh pengetahuan ilmiah yang benar.c. pada dasar filsafat ilmu merupakan telahaan berkaitan dengan objek apa yang ditelaah oleh ilmu (ontologi). serta bagaimana hubungan ke dua hal tersebut dengan subjek/manusia. Ruang lingkup telaahan filsafat ilmu sebagaimana diungkapkan di atas di dalamnya sebenarnya menunjukan masalah-masalah yang dikaji dalam filsafat ilmu. serta bagaimana mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan. Dalam bentuk pertanyaan. dan bagaimana manfaat ilmu (axiologi). Adapun masalah-masalah yang berada dalam lingkup filsafat ilmu adalah (Ismaun) : 1. b. Suriasumantri menyatakan bahwa filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemology yang secara spesifik mengkaji hakekat ilmu. Epistemologi berkaitan dengan bagaimana proses diperolehnya ilmu. Scheffer a. The role of science in society The world pictured by science The foundations of science Dari beberapa pendapat di atas nampak bahwa semua itu lebih bersifat menambah terhadap lingkup kajian filsafat ilmu. Validation of scientific conclusions 3. dalam kajian ini mencakup masalah realitas dan penampakan (reality and appearance). c. ontologi epistemologi axiologi Ontologi berkaitan tentang apa obyek yang ditelaah ilmu.

ataukah ilmu juga perlu memperhatikan kemanfaatannya dan kaidah-kaidah moral masyarakat. karena sebenarnya metafisika juga mencakup telaahan lainnya seperti telaahan tentang bukti-bukti adanya Tuhan. Dalam pandangan statis. terutama bila berkaitan dengan aspek aplikasinya dalam kehidupan masyarakat. maupun pengetahuan filosofis. pengetahuan ilmiah. masalah-masalah metodologis tentang ilmu 4. Masalah logis berkaitan dengan telaahan mengenai kaidah-kaidah berfikir benar. masalah-masalah logis tentang ilmu 5. masalah-masalah etis tentang ilmu 6. metodologi ilmu adalah telaahan atas metode yang dipergunakan oleh suatu ilmu. Epistemologi merupakan teori pengetahuan dalam arti umum baik itu kajian mengenai pengetahuan biasa. terlebih dahulu mengelompokan dua sudut pandang tentang ilmu yaitu pandangan statis dan pandangan dinamis. istilah metafisika ini terkadang dipadankan dengan ontologi jika demikian. baik dilihat dari struktur logikanya. masalah-masalah tentang estetika Metafisika merupakan telaahan atau teori tentang yang ada.3. D. Problem etis berkaitan dengan aspek-aspek moral dari suatu ilmu. apakah ilmu itu hanya untuk ilmu. ilmu merupakan aktivitas yang memberi 30 . dan ini tidak terlepas dari fungsi dan tujuan ilmu itu sendiri Kerlinger dalam melihat fungsi ilmu. ILMU DAN KEHIDUPAN Lahirnya dan berkembangnya Ilmu Pengetahuan telah banyak membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Sementara itu masalah estetis berkaitan dengan dimensi keindahan atau nilainilai keindahan dari suatu ilmu. terlebih lagi dengan makin intensnya penerapan Ilmu dalam bentuk Teknologi yang telah menjadikan manusia lebih mampu memahami berbagai gejala serta mengatur Kehidupan secara lebih efektif dan efisien. maupun dalam hal validitas metodenya. terutama berkenaan dengan metode deduksi. Hal itu berarti bahwa ilmu mempunyai dampak yang besar bagi kehidupan manusia.

fungsi ilmu lebih bersifat praktis yakni sebagai disiplin atau aktivitas untuk memperbaiki sesuatu. and to make reliable predictions of events as yet unknown. Dalam pandangan ini.sumbangan bagi sistimatisasi informasi bagi dunia. serta merupakan suatu cara menjelaskan gejala-gejala yang diobservasi. Dengan memperhatikan penjelasan di atas nampaknya ilmu mempunyai fungsi yang amat penting bagi kehidupan manusia. Pandangan ke dua tentang ilmu adalah pandangan dinamis atau pandangan heuristik (arti heuristik adalah menemukan). Dalam pandangan ini fungsi ilmu adalah untuk membentuk hukum-hukum umum yang melingkupi prilaku dari kejadian-kejadian empiris atau objek empiris yang menjadi perhatiannya sehingga memberikan kemampuan menghubungkan berbagai kejadian yang terpisah-pisah serta dapat secara tepat memprediksi kejadian-kejadian masa datang. membuat kemajuan. dalam pandangan ini ilmu dilihat lebih dari sekedar aktivitas. dan dengan kemampuan prediksi tersebut maka perkiraan masa depan dapat didesain dengan baik meskipun hal itu bersifat 31 . Setiap masalah yang dihadapi manusia selalu diupayakan untuk dipecahkan agar dapat dipahami. menjelaskan. berarti bahwa dalam pandangan ini penekanannya terletak pada keadaan pengetahuan/ilmu yang ada sekarang serta upaya penambahannya baik hukum. prinsip ataupun teori-teori. seperti dikemukakan oleh Braithwaite dalam bukunya Scientific Explanation bahwa the function of science… is to establish general laws covering the behaviour of the empirical events or objects with which the science in question is concerned. oleh karena itu ilmu dianggap sebagai sekumpulan fakta. penekanannya terutama pada teori dan skema konseptual yang saling berkaitan yang sangat penting bagi penelitian. Ilmu dapat membantu untuk memahami. dan setelah itu manusia menjadi mampu untuk mengaturnya serta dapat memprediksi (sampai batas tertentu) kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan pemahaman yang dimilikinya. and thereby to enable us to connect together our knowledge of the separately known events. mengatur dan memprediksi berbagai kejadian baik yang bersifat kealaman maupun sosial yang terjadi dalam kehidupan manusia. tugas ilmuwan adalah menemukan fakta baru dan menambahkannya pada kumpulan informasi yang sudah ada. mempelajari fakta serta memajukan pengetahuan untuk memperbaiki sesuatu (bidang-bidang kehidupan).

serta makhluk manusia yang sangat menonjol di antara seluruh makhluk yang mengisi alam raya ini. KEHIDUPAN DAN ALAM Manusia yang berfungsi daya nalarnya (akalnya) selain mengenali dirinya sendiri. Orang-orang yang ada di sekitarnya. dan lain-lain bencana alam dan penyakit-penyakit aneh seperti AIDS yang semua itu mempertunjukkan kelemahan kekuasaan dan keterbatasan pengetahuan manusia itu. minat untuk mengetahui pangkal dan ujung (mabda' dan ma'ad) kehidupan itu. yang sukar digambarkan luasnya dan banyaknya.probabilistik. mengingat dalam kenyataannya sering terjadi hal-hal yang bersifat unpredictable. Di dalam pengetahuan manusia yang begitu luas dan berkembang terus. Manusia yang mempunyai kemampuan tinggi untuk menalar dengan akalnya sudah cukup banyak mengetahui proses kehidupan itu. semua itu membentuk dalam benaknya konsep "alam" dan "kehidupan". dan ilmu serta teknologi sudah sedemikian majunya. seandainya tiada gempa bumi hebat yang mengguncang Armenia. Alam raya ini. Dewasa ini pengetahuan manusia tentang "alam" sudah sangat luas. dan melalui pendidikan dan penga¬jaran yang diterimanya kemudian. ia sudah dapat mengenal lingkungannya. sekalipun mereka tidak mampu mengetahui hakekat dari kehidupan itu sendiri. Sejauh perkem¬bangan yang sudah begitu majunya. demikian pula benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang dapat ia lihat dan rasakan. angin taufan dahsyat yang menyapu pantai-pantai Amerika dan Jepang. banjir-banjir besar yang melanda Anak Benua India. seakan-akan manusia sudah mampu menguasai alam raya dengan keberhasilannya menerobos angkasa luar dan memecahkan atom. Konsep ini berkembang menuju suatu kesempurnaan melalui ajaran kepercayaan atau agama yang dianut masyarakatnya terutama orang tuanya. E. kehidupan manusia tetap saja menjadi masalah misterius seperti sediakala. sudah menjalani proses kehidupan sekian kurun waktu lamanya sehingga sukar digambarkan dengan bilangan abad atau diukur dengan tahun cahaya. kurang 32 .

seperti hukum propors. Penemuan hukum-hukum alam (natuurwet) sebagaimana disinggung di atas memberikan informasi yang jelas betapa alam raya ini mulai dari bagianbagiannya yang terkecil seperti partikel-partikel dalam inti atom yang sukar dibayangkan kecilnya sampai kepada galaksi-galaksi yang tak terbayangkan besar dan luasnya. hukum konservasi. Sehingga pada umumnya pengetahuan manusia itu menjadi pincang dan tidak utuh. kode genetik. memiliki daya rekam dan kemampuan menyimpan lebih banyak informasi dibandingkan dengan pesawat apapun. dan bertukarnya satu musim ke musim yang lain dengan sangat teratur. hukum gravitasi. Tubuh manusia jauh lebih rumit dan lebih menakjubkan daripada pesawat komputer.seimbang dengan minat dan upaya mengetahui proses kehidupan itu. Bumi tempat kita hidup. Upaya mengetahui proses kehidupan yang berkembang sepanjang sejarah peradaban manusia. 33 . Ilmu-ilmu tersebut mengungkapkan betapa alam raya ini tercipta secara teratur dan terkontrol sedemikian teliti dengan hukum-hukum yang pasti. Organ-organ tubuh itu bekerja secara otomatis di luar kehendak dan pengetahuan kita. lebih mengesankan lagi. biologi dan astronomi. Dan yang lebih dekat dapat diamati ialah pada tubuh jasmani kita sendiri. Pusat pengatur tubuh. telah mengantarkan manusia mengenal adanya hukum-hukum yang pasti dan teliti menguasai alam raya ini. Fungsi-fungsi tubuh yang tidak tampak. Selanjutnya ilmu pengetahuan alam memperkenalkan adanya hukum fisika. serta biologi. Tanpa kita sadari tubuh mengatur suhu badan kita. Gambaran yang nyata dari pengetahuan ini terlihat dengan jelas dalam ilmuilmu fisika. paru-paru. pencernaan dan tugas-tugas lain yang tidak terbilang banyaknya. tekanan darah kita. yang berputar pada sumbunya dan beredar pada orbitnya di sekeliling matahari dalam jangka waktu tertentu dan pasti menyebabkan silih bergantinya siang dan malam. hukum relativitas. hukum Pascal. yakni otak. hukum reproduksi dan embriologi. Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa tubuh manusia terdiri dari 50 juta sel. kimia. Peredaran darah. semuanya berjalan secara eksakta (tepat) dan dapat dihitung secara matematik. jumlah panjang jaringan pembuluh darahnya sampai 100. kimia.000 km dan lebih 500 macam proses kimiawi terjadi di dalam hati. semua bergerak menurut ketentuan-ketentuan hukum alam yang mengaturnya. Ilmu pengetahuan astronomi memperkenalkan betapa teraturnya gerakan bintang-bintang pada garis edarnya masing-masing. hukum gerak.

Persoalan Filsafat 34 . dan hukum sejarah. biasanya dalam bahasa ilmu pengetahuan disebut `natuurwet' atau hukum alam. Namun istilah ini lebih mendominasi hal-hal yang bersangkutan dengan perilaku manusia.jantung. Ilmu-ilmu ini mengungkapkan bahwa kehidupan dan perilaku manusia diatur oleh ketentuanketentuan yang ada di luar kemauan manusia itu. Di balik penemuan-penemuan ilmiah tersebut di atas muncul suatu teori ilmiah baru yang disebut "deteminisme ilmiah" (al-jabriyah al-`ilmiyah) yang melukiskan manusia sebagai pion-pion nasib (sesuatu yang sudah ditentukan semula). dorongan naluriah. bahwa manusia dan masyarakatnya dikuasai juga oleh hukum-hukum yang teliti dan pasti. Dalam terminologi teologi. Bahkan mungkin sekali ia tidak mengetahui betapa sibuknya organ-organ tubuh itu melaksanakan tugasnya masing-masing. ginjal dan pernafasan terus bekerja secara rutin dengan teliti. PERMASALAHAN FILSAFAT : 1. kadangkala disebut "sunnatullah" seperti dalam surat al-Fathir ayat 43: Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat ergantian bagi sunnatullah itu dan sekalikali kamu tidak pula menemui penyimpangan dari sunnatullah itu. hal semacam itu termasuk dalam kategori qadha dan qadar (takdir). Sumber. seperti hukum-hukum ekologi (pengaruh lingkungan). Stoicisme melihat bahwa manusia bahkan seluruh alam telah ditentukan secara rasional oleh akal universal (ini istilah filsafat yang berarti kekuatan yang merupakan sumber pengaturan alam semesta). yang ditandai dengan lahirnya ilmu-ilmu sosial. bermuara kepada suatu kesimpulan yang sama. Menurut teori ini. meskipun tidak diperintahkan sang manusia itu sendiri. Di dalam bahasa Alquran.blogspot. kekuatan supranatural. Adanya sejumlah ketentuan yang pasti dan berlaku sebagai hukum yang mengatur segala makhluk dan gerak di alam raya ini. dan seringkali secara kurang hati-hati dianggap identik dengan faham Jabariah (teori determinisme). warisan genetik. http://mubarok-institute. tugas manusia hanyalah memahami dan menempatkan dirinya dalam kerangka akal universal terseb ut. Perkembangan mutakhir dari ilmu pengetahuan.com F. tidak ada bedanya dengan alam di luar manusia. demi kelangsungan hidup manusia.

kosmologi ( perkembangan alam semesta ) dan antropologis ( perkembangan sosial budaya manusia ). pengetahuan. c. atau sebagai penyusun ilmuilmu vak. yaitu logika ilmiah dan logika kodratiah. epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang mengkaji secara mendalam dan radikal tentang asal mula pengetahuan. dan keindahan. Dimana berpikir adalah kegiatan pikiran atau akal budi manusia. Ketiga hal tersebut memiliki titik sentral kajian tersendiri. Episteme berarti pengetahuan dan logos berarti teori. dimana sebagai salah satu cabang filsafat metafisika sendiri mencakup persoalan ontologis. b. Jadi. penyimpulan. Tentang ”Penyimpulan” Logika ( logis ) yaitu ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir tepat dan benar. metode. Tentang ”Pengetahuan” ( knowledge ) Persoalan tentang pengetahuan ( knowledge ) menghasilkan cabang filsafat epistemologi ( filsafat pengetahuan ). Logika bisa menjadi suatu upaya untuk menjawab 35 . metode dan validitas pengetahuan. d. Istilah epistemologi sendiri berasal dari kata episteme dan logos. dimana tiap-tiapnya menjadi salah satu cabang dari filsafat yaitu : ada. moralitas. a. Tentang ”Metode”( method ) Persoalan tentang metode ( method ) menghasilkan cabang filsafat metologi atau kajian / telaah dan penyusunan secara sistematik dari beberapa proses dan azas-azas logis dan percobaan yang sistematis yang menuntun suatu penelitian dan kajian ilmiah.Ada enam persoalan yang selalu menjadi bahan perhatian para filsuf dan memerlukan jawaban secara radikal. struktur. Logika sendiri dapat dibagi menjadi 2. Tentang ”Ada” Persoalan tentang ”äda” ( being ) menghasilkan cabang filsafat metafisika.

Makna merupakan salah satu unsur sarana ilmiah yang harus dikuasai oleh seorang ilmuwan. e. mengenai sesuatu yang indah terutama dalam masalah seni dan rasa serta norma-norma nilai dalam seni. Oleh karena itu istilah-istilah yang digunakan harus dimaknai untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan istilah-istilah tersebut. harus jelas dan singkat serta mudah dipahami. 3. Makna Definisi ”makna” berdasarkan kesepakatan kelompok diskusi adalah : Interpretasi/penafsiran subjektif terhadap sesuatu (bersifat internal/eksternal) yang dihasilkan dari proses berfikir rasional/irrasional sehingga dapat memberikan manfaat. http://akhmadsudrajat.com/ 2. Tentang ”Moralitas” ( morality ) Moralitas menghasilkan cabang filsafat etika ( ethics ). f. Merupakan kajian kefilsafatan mengenai keindahan dan ketidakindahan. Kebenaran Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Berbicara tentang kebenaran ilmiah tidak bisa dilepaskan dari makna dan fungsi ilmu itu sendiri sejauh mana dapat digunakan dan dimanfaatkan 36 . Etika sebagai salah satu cabang filsafat menghendaki adanya ukuran yang bersifat universal.pertanyaan-pertanyaan seperti : Adakah metode yang dapat digunakan untuk meneliti kekeliruan pendapat? Apakah yang dimaksud pendapat yang benar? Apa yang membedakan antara alasan yang benar dengan alasan yang salah? Filsafat logika ini merupakan cabang yang timbul dari persoalan tentang penyimpulan. supaya dalam uraian ilmiahnya mudah dipahami dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.wordpress. Tentang ”Keindahan” Estetika adalah salah satu cabang filsafat yang lahir dari persoalan tentang keindahan. Lebih jauhnya lagi.

Di samping itu proses untuk mendapatkannya haruslah melalui tahap-tahap metode ilmiah. terukur dengan parameter yang jelas. Kriteria ilmiah dari suatu ilmu memang tidak dapat menjelaskan fakta dan realitas yang ada. Harus kita pahami lebih dahulu bahwa meskipun kebenaran ilmiah sifatnya lebih sahih. dsb kadang tidak terjawab secara baik oleh orang tua kita. sebagai proses dan sebagai produk. 1982). Di sinilah perlunya pengembangan sikap dan kepribadian yang mampu meletakkan manusia dalam dunianya. bukan berarti bahwa kebenaran non-ilmiah atau filsafat selalu salah. pada dimensi fenomenalnya yaitu bahwa ilmu pengetahuan menampakkan diri sebagai masyarakat. tapi susah dilaksanakan. sedang hasil-hasil temuannya diletakkan dalam satu kesatuan sistem (Wibisono. Yang pasti bahwa benar” itu pasti “tidak salah”. terbukti. Kedua. Hakekat Kebenaran Mencari hakekat kebenaran mungkin sering kita ucapkan. Banyak para ahli yang memaparkan ide tentang sudut pandang kebenaran termasuk bagaimana membuktikannya. logis. obyek sasaran yang hendak diteliti (begenstand). Apalagi terhadap fakta dan kenyataan yang berada dalam lingkup religi ataupun yang metafisika dan mistik. Malah 37 . misalnya mengapa gajah berkaki empat. kebenaran non-ilmiah dan kebenaran filsafat. Ilmiah atau tidak ilmiah kemudian dipergunakan orang untuk menolak atau menerima suatu produk pemikiran manusia. Masalah hakekat kebenaran ini bisa diulas dari tiga sudut pandang yaitu: kebenaran ilmiah. mengapa burung bisa terbang. Sehingga akhirnya kita sering menganggap sesuatu sebagai yang memang sudah demikian wajarnya.oleh manusia. yaitu bahwa ilmu pengetahuan harus terstruktur atas komponen-komponen. ataupun yang non ilmiah lainnya. a. pada dimensi strukturalnya. Tampaknya anggapan yang kurang tepat mengenai apa yang disebut ilmiah telah mengakibatkan pandangan yang salah terhadap kebenaran ilmiah dan fungsinya bagi kehidupan manusia. pertama. Penegasan di atas dapat kita pahami karena apa yang disebut ilmu pengetahuan diletakkan dengan ukuran. yang diteliti atau dipertanyakan tanpa mengenal titik henti atas dasar motif dan tata cara tertentu. Pertanyaanpertanyaan kritis kita di masa kecil.

Akhirnya patung itu dibeli dengan harga tinggi oleh museum J. sifat. kerangka pemikiran yang logis mengandung argumentasi yang dalam menjabarkan penjelasannya mengenai suatu gejala bersifat rasional. penelitian dan analisa ilmu yang matang.5 tahun di tahun 1983. Pada dasarnya metode ilmiah dilandasi: • • • secara Kerangka pemikiran yang logis. adalah tata cara dari suatu kegiatan berdasarkan perencanaan yang matang dan mapan. Metode. Lanigan. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki tentang asal. metode dan batasan pengetahuan manusia. bahkan juga dianalisa dengan berbagai alat canggih seperti mikroskop elektron. Contoh menarik adalah kasus patung Kouros yang telah diteliti dan dibuktikan keasliannya oleh puluhan pakar selama lebih dari 1. dsb. Penjabaran hipotesis yang merupakan deduksi dan Verifikasi terhadap hipotesis untuk menguji kebenarannya faktual. sistematis dan logis. Angelos Delivorrias) menggunakan pendekatan intuitif sebagai ahli geologi dan mengatakan bahwa patung tersebut palsu karenaterlalu fresh. kelihatan janggal. Cerita ini menjadi pengantar buku bestseller berjudul Blink karya Malcolm Gladwell. mass spectrometry. Paul Getty di California dengan asumsi kebenaran ilmiah lebih bisa dipertanggungjawabkan. Jujun S Suriasumantri. mengatakan bahwa 38 . mengemukakan akronim metode ilmiah yang dikenal sebagai logicohypotetico verifikasi. dan patung itu dipahat disebuah bengkel tempa di Roma tahun 1980. sehingga tepat apabila dihubung-hubungkankan dengan metodologi. Epistemologi berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan lebih fundamental lagi bersangkutan dengan kriteria bagi penilaian terhadap kebenaran dan kepalsuan. kerangka pemikiran.bisa saja kebenaran non-ilmiah dan kebenaran filsafat terbukti lebih “benar” daripada kebenaran ilmiah yang disusun dengan logika. Kenyataan kemudian membuktikan bahwa semua dokumen tentang surat tersebut palsu. seolah tidak pernah terkubur. x-ray diffraction. Namun beberapa pakar lain (George Despinis.

dalam prosesnya yang progresif dari kognisi menuju afeksi yang selanjutnya menuju konasi. Bagi penganut teori korespondensi. b. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa berdsarkan teori koherensi suatu pernyatan dianggap benar bila pernyataan tersebut bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Yang pertama adalah teori koherensi. Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Matematika adalah bentuk pengetahuan yang penyusunannya dilakukan pembuktian berdsarkan teori koheren Paham lain adalah kebenaran yang didasarkan pada teori korespondensi. Maksudnya jika seseorang menyatakan bahwa “ ibukota republik Indonesia adalah Jakarta” maka pernyataan itu adalah benar sebab pernyataan itu dengan obyek yang bersifat factual yakni Jakarta memang ibukota republik Indonesia. suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Kaum pragmatis berpaling kepada metode ilmiah sebagai metode untuk mencari pengetahuan tentang alam ini yang dianggapnya fungisional dan berguna dalam menafsirkan gejala-gejala 39 . Peirce (1839-1924) dalam sebuah makalah yang terbit tahun 1878 yang berjudul “How to make Our Ideas Clear. Oleh sebab itu ada beberapa teori yang dicetuskan dalam melihat kriteria kebenaran. suatu pernyataan adalah benar. Bagi seorang pragmatis. Teori ini merupakan menyatakan bahwa pernyataan dan kesimpulan yang ditarik harus konsinten dengan pernyataan dan kesimpulan terdahulu yang dianggap benar. Artinya. Teori Kebenaran Tidak semua manusia mempunyai persyaratan yang sama terhadap apa yang dianggapnya benar. epistemology berpijak pada salah satu atau lebih teori kebenaran. jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan umat manusia.” Teori ini kemudian dikembangkan oleh para filsuf Amerika. kebenaran suatau pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungisional dalam kehidupan praktis.

seluruh mahasiswa Undip harus mengikuti kegiatan Ospek. Teori koresponden menggunakan logika induktif. Contohnya. yaitu mendapatkan gaji tinggi. Kriteria pragmatisme ini juga dipergunakan oleh ilmuwan dalam menentukan kebenaran dilihat dari perspektif waktu. Jurusan teknik elektro. artinya metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Kebenaran Ilmiah Kebenaran yang diperoleh secara mendalam berdasarkan proses penelitian dan penalaran logika ilmiah. dan teknik sipil Undip ada di Tembalang. 40 . Yadi mau bekerja di sebuah perusahaan minyak karena diberi gaji tinggi. artinya mau bekerja di perusahaan tersebut karena ada manfaatnya bagi dirinya. Dengan kata lain kesimpulan akhir ditarik karena ada fakta-fakta mendukung yang telah diteliti dan dianalisa sebelumnya. Luri adalah mahasiswa Undip. artinya metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal umum ke khusus. Yadi bersifat pragmatis.  Kebenaran Koresponden: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila materi pengetahuan yang terkandung didalamnya berhubungan atau memiliki korespondensi dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. jadi harus mengikuti kegiatan Ospek. Contohnya.  Kebenaran Pragmatis: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila memiliki kegunaan/manfaat praktis dan bersifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Jadi Fakultas Teknik Undip ada di Tembalang. Contohnya. koresponden.  Kebenaran Koheren: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila konsisten dan memiliki koherensi dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Teori koheren menggunakan logika deduktif. Kebenaran ilmiah ini dapat ditemukan dan diuji dengan pendekatan pragmatis. c. teknik mesin.alamiah. koheren.

• Kebenaran Spekulasi: Kebenaran karena adanya pertimbangan meskipun kurang dipikirkan secara matang. Penelitian psikologi kemudian membuktikan hal itu tidak benar. Kebenaran non-Ilmiah Berbeda dengan kebenaran ilmiah yang diperoleh berdasarkan penalaran logika ilmiah. Contohnya adalah kasus patung Kouros dan museum Getty diatas. Beberapa diantaranya adalah: • Kebenaran Karena Kebetulan: Kebenaran yang didapat dari kebetulan dan tidak ditemukan secara ilmiah. Beberapa hal masih bisa dinalar dengan panca indra manusia. Kebenaran intuitif sukar dipercaya dan tidak bisa dibuktikan. • Kebenaran Intuitif: Kebenaran yang didapat dari proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir. 41 . materi dan paramater-parameter sampai akhirnya menemukan sesuatu. • masalah Kebenaran karena Akal Sehat (Common Sense): Akal secara praktis. Tidak dapat diandalkan karena kadang kita sering tertipu dengan kebetulan yang tidak bisa dibuktikan. Summers. tapi sebagian hal lain tidak. ada juga kebenaran karena faktor-faktor non-ilmiah. hanya sering dimiliki oleh orang yang berpengalaman lama dan mendarah daging di suatu bidang.d. baik metode. Namun satu atau dua kebetulan bisa juga menjadi perantara kebenaran ilmiah.S. misalnya penemuan kristal Urease oleh Dr. Memerlukan waktu lama dan biaya tinggi. teknik. J. • Kebenaran Agama dan Wahyu: Kebenaran mutlak dan asasi dari Allah dan Rasulnya. Kepercayaan bahwa hukuman fisik sehat adalah serangkaian konsep yang dipercayai dapat memecahkan merupakan alat utama untuk pendidikan adalah termasuk kebenaran akal sehat ini. • Kebenaran Karena Trial dan Error: Kebenaran yang diperoleh karena mengulang-ulang pekerjaan.

Naturalisme: Sesuatu yang bersifat alami memiliki makna. pasti. Kebenaran filsafat ini memiliki proses penemuan dan pengujian kebenaran yang unik dan dibagi dalam beberapa kelompok (madzab). • Realisme: Mempercayai sesuatu yang ada di dalam dirinya sendiri dan sesuatu yang pada hakekatnya tidak terpengaruh oleh seseorang. misal mengakui kebenaran realisme dan naturalisme sekaligus. relatif lebih cepat dan biaya lebih rendah daripada trial-error. pakar atau ahli yang memiliki kompetensi dan otoritas dalam suatu bidang ilmu. • Positivisme: Menolak segala sesuatu yang di luar fakta. • Kebenaran Karena Kewibawaan: Kebenaran yang diterima karena pengaruh kewibawaan seseorang. baik sesuatu itu ada atau mungkin ada. dan menerima sesuatu yang dapat ditangkap oleh pancaindra. Bagi yang tidak terbiasa (termasuk saya) mungkin terminologi yang digunakan cukup membingungkan. Kadang kebenaran yang keluar darinya diterima begitu saja tanpa perlu diuji. Seorang tersebut bisa ilmuwan. yaitu bukti berlakunya hukum alam dan terjadi menurut kodratnya 42 . karena materi merupakan satu-satunya hal yang nyata. • Materialisme Dialektik: Orientasi berpikir adalah materi. Kebenaran Filsafat Kebenaran yang diperoleh dengan cara merenungkan atau memikirkan sesuatu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. • sendiri. Filosofi resmi dari ajaran komunisme. Juga banyak yang oportunis alias menganut madzab dualisme kelompok. Tolok ukurnya adalah nyata. yang terdalam dan berada diatas kekuatannya sendiri.Dikerjakan dengan penuh resiko. Kebenaran ini bisa benar tapi juga bisa salah karena tanpa prosedur ilmiah. e. tepat dan memiliki keseimbangan logika. bermanfaat.

Orientasi berpikir adalah sifat praktis. namun lebih dari pada itu. a) Definisi Penalaran Kemampuan menalar menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia kekuasaan-kekuasaannya. Intinya adalah manusia di dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya. 43 . karena praktis berhubungan erat dengan makna dan kebenaran. adalah ini satu-satunya mahluk yang mengembangkan juga mempunyai mengatasi sungguh-sungguh. menjelajah ufuk baru. 4. Dan memikirkan hal-hal baru. Inilah yang membuat manusia mengembangkan pengetahuannya dan pengetahuan ini mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas. dan setelah itu manusia harus hidup berbekal pengetahuannya itu. Secara simbolik manusia memakan buah pengetahuan lewat Adam dan Hawa. namun pengetahuan ini terbatas untuk kelangsungan Manusia mengembangkan pengetahuannya kebutuhan-kebutuhan kelangsungan hidup ini. Binatang pengetahuan. Manusia pengetahuan hidupnya. serta mana yang indah dan mana yang jelek. Secara terus menerus dia selalu hidup dalam pilihan. mana yang baik dan mana yang buruk. manusia ‘memanusiakan” diri dalam dalam hidupnya.• • Idealisme: Idealisme menjelaskan semua obyek dalam alam Pragmatisme: Hidup manusia adalah perjuangan hidup terus dan pengalaman sebagai pernyataan pikiran. menerus. Manusia mengembangkan kebudayaan. Dia mengetahui apa yang benar dan apa yang salah. memberi makna bagi kehidupan. Mencari Kebenaran Penalaran merupakan suatu proses penemuan kebenaran di mana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria kebenaran masing-masing. yang sarat dengan konsekuensi praktis. karena dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidupnya.

Manusia pada hakikatnya merupakan mahluk yang berpikir. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan merasa atau berpikir. dan bertindak. merasa. bersikap. Sebagai suatu kegiatan berpikir maka penalaran mempunyai ciriciri tertentu • Ciri yang pertama ialah adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika. dan tiap penalaran mempunyai logika tersendiri atau dapat juga disimpulkan bahwa kegiatan penalaran merupakan suatu 44 . b) Hakekat Penalaran Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Apa yang disebut benar bagi tiap orang adalah tidak sama oleh sebab itu kegiatan proses berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itupun berbeda-beda dapat dikatakan bahwa tiap jalan pikiran mempunyai apa yang disebut sebagai kriteria kebenaran. Dua kelebihan inilah yang memungkinkan manusia mengembangkan pengetahuannya yakni bahasa yang bersifat komunikatif dan pikiran yang mampu menalar. Secara garis besar cara berpikir seperti ini disebut penalaran. dan kriteria kebenaran ini merupakan landasan bagi proses kebenaran tersebut. Penalaran merupakan suatu proses penemuan kebenaran di mana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria kebenaran masingmasing. • Kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu.Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia disebabkan oleh dua hal utama. • Bahasa. Sikap dan tindakan yang bersumber pada pengetahuan yang didapatkan lewat kegiatan merasa atau berpikir. manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatar belakangi informasi tersebut. Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar.

Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir ituharus dilakukan cara tertentu. Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap sahih (valid) kalau proses penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara. namun untuk sesuai dengan dengan tujuan studi yang memusatkan diri kepada penalaran maka hanya difokuskan kepada dua jenis penarikan kesimpulan. Artinya penalaran ilmiah merupakan kegiatan analisis yang mempergunakan logika ilmiah. di mana logika secara luas dapat didefenisikan sebagai “pengkajian untuk berpikir secara sahih. yakni logika induktif dan logika deduktif. d) Induksi Induksi merupakan cara berpikir di mana ditarik dari suatau kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individu. Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika. c) Logika Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. dimana berpikir logis di sini harus diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut suatu pola tertentu atau logika tertentu. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataanpernyataan yang bersifat khas dan dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. dan demikian juga penalaran lainnya yang mempergunakan logikanya tersendiri.kegiatan berpikir logis.” Terdapat bermacam-macam cara penarikan kesimpulan. menyandarkan diri kepada suatu analisis dan kerangka berpikir yang digunakan untuk analisis tersebut adalah logika penalaran yang bersangkutan. Logika induktif erat hubungannya dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan bersifat umum. Sedangkan logika deduktif. 45 . menarik kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat individual (khusus). Sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari suatu pola berpikir tertentu. • Ciri yang kedua dari penalaran adalah sifat analitik dari proses Penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang berpikirnya.

baik logika deduktif maupun logika induktif. Ide ini menurut mereka 46 . Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. mempergunakan premis-premis yang berupa pengetahuan yang dianggapnya benar. Pada dasarnya terdapat dua cara pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Silogismus disusun dari dua buah pertanyaan dan satu kesimpulan. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Premis yang dipakai dalam penalarannya didapatkan dari ide yang dianggapnya jelas dan dapat diterima. f) Mendapatkan Pengetahuan yang Benar Kebenaran adalah pernyataan tanpa ragu. b) Dimungkinkannya proses penalaran selanjutnya. Yang pertama adalah mendasarkan diri kepada rasio dan yang kedua mendasarkan diri kepada pengalaman. bagaimana kita mendapatkan pengetahuan yang benar tersebut. e) Deduksi Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang sebalikny dari penalaran induktif. dan keabsahan penarikan kesimpulan. Matematika adalah pengetahuan yang disusun secara deduktif. Kaum rasionalis mendasarkan diri kepada rasio dan kaum empirisme mendasarkan diri kepada pengalaman. Kenyataan ini membawa kita kepada pertanyaan. a) Bersifat ekonomis. Pernyataan yang mendukung silogismus ini disebut premis yang kemudian dapat dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Jadi ketepatan penarikan kesimpulan tergantung pada tiga hal yakni kebenaran premis mayor. Sekiranya salah satu dari ketiga unsur tersebut persyaratannya tidak dipenuhi maka kesimpulan yang akan ditariknya akan salah.Kesimpulan yang bersifat umum ini penting artinya karena mempunyai dua keuntungan. kebenaran premis minor. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut. Kaum rasionalis mempergunakan metode deduktif dalam menyusun pengetahuannya. dalam proses penalarannya.

pengetahuan yang didapatkan secara rasional dan empiris. Wahyu merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh Tuhan kepada manusia. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ide bagi kaum rasionalis adalah bersifat apriori dan pengalaman yang didapatkan manusia lewat penalaran rasional. Sebagai dasar untuk menyusun pengetahuan secara teratur maka intuisi ini tidak dapat diandalkan.. Berlainan dengan kaum rasionalis maka kaum empiris berpendapat bahwa pengetahuan manusia itu bukan didapatkan lewat penalaran yang abstrak namun lewat penalaran yang konkret dan dapat dinyatakan lewat tangkapan panca indra. Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan. Fungsi pikiran manusia hanyalah mengenali prinsip tersebut yang lalu menjadi pengetahuannya. Pengetahuan ini disalurkan lewat nabi-nabi yang diutusnya sepanjang zaman.bukanlah ciptaan pikiran manusia. Prinsip itu sendiri sudah ada dan bersifat apriori dan dapat diketahui manusia lewat kemampuan berpikir rasionalnya. Disamping rasionalisme dan empirisme masih terdapat cara untuk mendapatkan pengetahuan yang lain. Seseorang yang sedang terpusat pemikirannya pada suatu masalah tiba-tiba mendapat jawaban atas permasalah tersebut. Agama merupakan pengetahuan bukan saja mengenai 47 . artinya jawaban atas suatu permasalahan ditemukan jawabannya tidak pada saat sesorang itu secara sadar sedang menggelutinya. Pengalaman tidaklah membuahkan prinsip justru sebaliknya. Tanpa melaui proses berliku-liku dia sudah mendapatkan jawabannya. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Prinsip itu sendiri sudah ada jauh sebelum manusia memikirkannya. hanya dengan mengetahui prinsip yang didapat lewat penalaran rasionil itulah maka kita dapat mengerti kejadian-kejadian yang berlaku dalam alam sekitar kita. Paham ini dikenal dengan nama idealisme. Pengetahuan inuitif dapat digunakan sebagai hipotesa bagi analisis selanjutnya dalam menentukan benar atau tidaknya suatu penalaran. Sampai sejauh ini. kedua-duanya merupakan induk produk dari sebauh rangkaian penalaran. intuisi juga bisa bekerja dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar. Yang penting untuk kita ketahui adalah intuisi dan wahyu.

Suatau pernyataan harus dipercaya dulu baru bisa diterima. yaitu tergantung kapasitas ilmu yang dimiliki oleh orang tersebut. KETERKAITAN ANTARA FILSAFAT. namun juga mencakup masalah yang bersifat transedental kepercayaan kepada Tuhan yang merupakan sumber pengetahuan. dengan melibatkan seluruh panca indera kita (feeling). Secara rasional bisa dikaji umpamanya apakah pernyataanpernyataan yang terkandung didalamnya konsisten atau tidak. Pada intinya setiap orang yang berfilsafat berupaya untuk menemukan kebenaran yang hakiki. Untuk menemukan kebenaran ternyata sangat relatif sekali. ILMU DAN KEBENARAN Dari uraian diatas dapat kita lihat bahwa filsafat berkembang demikian luas sejak jaman Yunani kuno sampai dengan jaman modern ini. Kemudian jalan pembuktiannya kita lakukan. disertai dengan mengerahkan kemampuan untuk merasakan sesuatu (sensing) sampai batas menemukan suatu kebenaran dan pembenaran yang hakiki (believing). Dan pernyataan ini bisa saja dikaji lewat metode lain. G. Dan pada akhirnya akhir ataupun ujung dari proses pencarian/menemukan suatu kebenaran ini sangat bersifat relatif bergantung masing-masing individu sesuai dengan kapasitas ilmu pengetahuan yang dimilikinya. pada tahap ini kita akan menghadapi pertanyaan ”what” dan ”when” (apa dan kapan). kepercayaan kepada nabi sebagai suatu pengantara dan kepercayaan terhadap suatu wahyu sebagai cara penyampaian merupakan titik dasar dari penyusunan pengetahuan ini. 48 .di pihak lain secara empiris bisa dikumpulkan fakta-fakta yang mendukung pernyataan tersebut. Dalam pembuktian ini kita memasuki tahap ”why” dan ”how” (mengapa dan bagaimana). Dalam memulai mencari kebenaran. karena setiap orang memiliki persepsi yang sangat berbeda tentang kebenaran.. kepercayaan merupakan titik tolak dalam agama.kehidupan sekarang yang terjangkau pengalaman. Karena pencarian kebenaran sampai pada tahap ini maka dalam mencari kebenaran kita harus menggunakan alur rasio kita (thinking).

49 . dan Autoritarian atau kepercayaan (believing). sedang kebenaran yang berasal dari tuhan bersifat hakiki. disamping perhatiannya pada pengetahuan yang terorganisisr dan sistematis. Oleh karena itu kebenaran yang diperoleh manusia adalah relatif. berfikiran terbuka serta sangat konsern pada kebenaran.Adapaun persamaan (lebih tepatnya persesuaian) antara ilmu dan filsafat adalah bahwa keduanya menggunakan berfikir reflektif dalam upaya menghadapi/memahami fakta-fakta dunia dan kehidupan. tergantung cara memperoleh kebenaran yang dipakai. Empirik (sensing). meski dalam perkembangannya filsafat ilmu itu telah menjadi disiplin yang tersendiri dan otonom dilihat dari objek kajian dan telaahannya Dalam memperoleh kebenaran yang bermakna dan makna yang benar setiap individu harus menggunakan cara memperoleh kebenaran dengan menggunakan empat alur pemikiran filsafati yaitu : Alur rasional (thingking). namun dia merupakan bidang pengetahuan campuran yang perkembangannya tergantung pada hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu. Meskipun filsafat ilmu mempunyai substansinya yang khas. oleh karena itu pemahaman bidang filsafat dan pemahaman ilmu menjadi sangat penting. intuisi (feeling). terutama hubungannya yang bersifat timbal balik. terhadap hal-hal tersebut baik filsafat maupun ilmu bersikap kritis.

Karena seseorang yang berfilsafat pada penghujung petualangannya dengan suatu tindakan berpikir yang menggunakan akal budi untuk mencari dan menemukan menemukan kebenaran hakiki. yang pada akhirnya akan menyadarkan bahwa dirinya adalah makhluk kecil yang tiada berdaya dengan segala keterbatasan ditengah semesta keluasan dan kemahakuasaan Tuhan yang Maha Esa. 50 . Dengan berfilsafat seharusnya seseorang akan lebih mengerti hakikat kehadirannya dalam kehidupan didunia ini. Tetapi kebenaran ini sangat bersifat relatif bergantung kapasitas ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya. Seorang teman pernah mengatakan ”seseorang tak akan bisa menguasai semuanya. Semakin kaya seseorang dengan ilmu dan pengalaman maka semakin luas pula ruang lingkup filsafat yang akan dia jangkau. tetapi ”sesuatu” pasti dimiliki setiap orang. Seseorang yang berfilsafat pada hakikatnya sedang mempelajari dirinya sendiri.BAB III KESIMPULAN Berfilsafat bisa dilakukan oleh setiap orang.

Suriasumantri (2007).com/ hhttp://mubarok-institute. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer.com/ http://mawardiumm.friendster.com http://cacau.com http://purmadi.DAFTAR PUSTAKA http://akhmadsudrajat.com/2007/04/fllsafat-ilmu.blogspot. Diktat Kuliah Filsafat Ilmu. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan Misnal Munir (2004). Filsafat Ilmu.wordpress.com/2007/09/15/filsafat-dan-pembagiannya/ http://uharsputra.blogsome.doc Jujun S.files. UNY 51 .blog.wordpress.blogspot.wordpress. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Saidihardjo (2006).com/ http://duaberita.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->