PARASITOLOGI Entamoeba histolytica dan Entamoeba coli

Oleh: Agung Gede Wikantara (0508505068) Bayu Anggara (0808505027) I. B. Pt. Dharma Santosa (0808505036)

JURUSAN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN 2010

Entamoeba histolytica

Amoebiasis adalah suatu keadaan terdapatnya Entamoeba histolytica dengan atau tanpa manifestasi klinik, dan disebut sebagai penyakit bawaan makanan (Food Borne Disease). Entamoeba histolytica juga dapat menyebabkan Dysentery amoeba, penyebarannya kosmopolitan banyak dijumpai pada daerah tropis dan subtropics terutama pada daerah yang sosio ekonomi lemah dan hugiene sanitasinya jelek. Entamoeba histolytica pertama kali ditemukan oleh Losh tahun 1875 dari tinja disentrai seorang penderita di Leningrad, Rusia. Pada autopsi, Losh menemukan Entamoeba histolytica bentuk trofozoit dalam usus besar, tetapi ia tidak mengetahui hubungan kausal antara parasit ini dengan kelainan ulkus usus tersebut. Pada tahun 1893 Quiche dan Roos rnenemukan Entamoeba histolytica bentuk kista, sedangkan Schaudin tahun 1903 memberi nama spesies Entamoeba histolytica dan membedakannya dengan amoeba yang juga hidup dalam usus besar yaitu Entamoeba coli. Sepuluh tahun kemudian Walker dan Sellards di Filiphina membuktikan dengan eksperimen pada sukarelawan bahwa entamoeba histolytica merupakan parasit komensal dalam usus besar. Klasifikasi amoebiasis menurut WHO (1968) dibagi dalam asimtomatik dan simptomatik, sedang yang termasuk amoebiasis simptomatik yaitu amoebiasis intestinal yaitu dysentri, non-dysentri colitis, amoebic appendicitas ke orang lain oleh pengandung kista entamoeba hitolytica yang mempunyai gejala klinik (simptomatik) maupun yang tidak (asimptomatik) 1. Taksonomi Kingdom Filum Kelas Ordo Genus : Protista : Sarcomastigophora : Rhizopoda : Amoebida : Entamoeba

Bentuk kista tersebut dapat bertahan diluar tubuh dalam waktu yang lama. Epidemiolgi Amooebasis tersebar luas diberbagai negara diseluruh dunia. Infeksi dapat juga terjadi dengan atau melalui vektor serangga seperti lalat dan kecoak (lipas) atau tangan orang yang menyajikan makanan (food handler) yang menderita sebagai "carrier".2 -50 % dan berhubungan langsung dengan sanitasi lingkungan sehingga penyakit ini akan banyak dijumpai pada daerah tropik dan subtropik yang sanitasinya jelek. 3. rumah sakit jiwa dan lain-lain. dan banyak dijumpai juga dirumahrumah sosial. Kista dapat menginfeksi manusia melalui makanan atau sayuran dan air yang terkontaminasi dengan tinja yang mengandung kista. Bukti-bukti tidak langsung tetapi jelas menunjukkan bahwa air merupakan perantara penularan. Distribusi Grafik Amebiasis terdapat di seluruh dunia (kosmopolit) terutama di daerah tropic dan di daerah beriklim sedang. penjara. Penularan diantara keluarga sering juga terjadi terutama . Sumber infeksi terutama "carrier" yakni penderita amoebiasis tanpa gejala klinis yang dapat bertahan lama megeluarkan kista yang jumlahnya ratusan ribu perhari. Pada berbagai survei menunjukkan frekwensi diantara 0. Sumber air minum yang terkontaminasi pada tinja yang berisi kista atau secara tidak sengaja terjadi kebocoran pipa air minum yang berhubungan dengan tangki kotoran atau parit.Spesies : Entamoeba histolytica 2. sayur-sayuran yang dipupuk dengan tinja manusia dan selada buah yang ditata atau disusun dengan tangan manusia.

3. dapat mengkontaminasi makanan sewaktu menyediakan atau menyajikan makanan tersebut. amoebiasis kolon banyak dijumpai dalam keadaan endemi. Di Cina. histolytica . Prevalensi Entamoeba histolytica di berbagai daerah di Indonesia berkisar antara 10 –18 %.5%.2 -50 % dan berhubungan dengan sanitasi lingkungan sehingga penyakit ini akan banyak dijumpai pada daerah tropic dan subtropik yang sanitasinya jelek. amoebiasis kolon banyak ditemukan. 2. amoebiasis hati hanya kadang-kadang amoebiasis otak lebih jarang lagi dijumpai. defikasi disembarang tempat. abses hati dan Giardia lamblia yang banyak ditemukan pada anak-anak. Perbandingan berbagai macam amoebiasis di Indonesia adalah sebagai berikut. kista juga tahan terhadap Clor ( Cl ) yang terdapat dalam air leding dan kista akan mati pada suhu 50° C atau dalam keadaan kering. Morfologi E. Pada berbagai survei menunjukkan frekuensi diantara 0. sumber air sering tercemar. Frekuensi infeksi Entamoeba histolytica diukur dengan jumlah pengandung kista. Dalam lingkungan yang dingin dan lembab kista dapat hidup selama kurang lebih 12 hari. 4. Entamoeba histolytica ini juga menyebabkan Dysenteriae amoeuba. Kista dapat hidup lama dalam air (10 -14 hari). Infeksi juga ditularkan dalam bentuk kista.1 –11. Pengandung kista yang jumlahnya besar dan penderita dalam keadaan konvalesensi merupakan bahaya potensial yang merupakan sumber infeksi dan harus diobati dengan sempurna karena keduanya merupakan masalah kesehatan yang besar. antara lain: 1. Di Indonesia. Mesir. Tdak adanya jamban.pada ibu atau pembantu rumah tangga yang merupakan "carrier". di Eropa utara 5 -20%. Pembuangan sampah yang jelek merupakan tempat pembiakan lalat atau lipas yang berperan sebagai vektor mekanik. Pada tingkat keadaan sosio ekonomi yang rendah sering terjadi infeksi yang disebabkan berbagai masalah. sehingga pengandung kista adalah penting dalam penyebaran penyakit ini. di Eropa Selatan 20 -51 % dan di Amerika Serikat 20%. India dan negeri Belanda berkisar antara 10. Penyediaan air bersih. Amoebiasis juga tersebar luas diberbagai negara diseluruh dunia. memungkinkan amoeba dapat dibawa oleh lalat atau kecoa.

coli. namun biasanya menghilang setelah terbentuk kista matang. 5. Sitoplasma bergranuar dan mengandung eritrosit. Bentuk minuta dari E. ditandai dengan karyosom padat yang terletak di tengah inti. Siklus Hidup . Ukuran 10-60 mikron 2. Trofozoitnya memiliki ciri-ciri morfologi : 1.Amoeba ini memiliki bentuk trofozoit dan kista. Terdapat satu buah inti entamoeba. Bentuk ini dikenal dengan istilah minuta. histolytica sangat mirip dengan bentuk trofozoit dari E. serta kromatin yang tersebar di pinggiran inti. Dalam peralihan bentuk trofozoit menjadi kista. 3. Bentuk memadat mendekati bulat. Kista yang belum matang memiliki glikogen berbentuk seperti cerutu. Kista matang memiliki 4 buah entamoeba. ukuran 10-20 mikron 2. histolytica memiliki cirri-ciri morfologi sebagai berikut : 1. Bergerak progesif dengan alat gerak ektoplasma yang lebar disebut pseudopodia. Kista E. 3. yang merupkan penanda penting untuk diagnosisnya. ektoplasma dan di dalam sitoplasma tidak dijumpai lagi eritrosit. Tidak dijumpai lagi eritrosit dalam sitoplasma 4. 4.

hati. E.Daur hidup E. Bentuk ini berkembang biak secara belah pasang di jaringan dan dapat merusak . Dalam daur hidupya Entamoeba histolytica memiliki 3 stadium yaitu: 1. dapat dilihat dengan nyata. kulit dan vagina. otak. Bentuk histolytica ini patogen dan dapat hidup dijaringan usus besar. bentuk kista Bentuk histolitika dan bentuk minuta adalah bentuk trofozoit. Bentuk histolitika. tetapi mengandung sel darah merah. dimana parasit ini didalam usus besar akan memperbanyak diri. Pseudopodium yang dibentuk dari ektoplasma. Perbedaan antara kedua bentuk tropozoit tersebut adalah bahwa bentuk histolytika bersifat fatogen dan mempunyai ukuran yang lebih besar dari bentuk minuta. di biasanya tidak mengandung bakteri atau sisa makanan. Dari sebuah kista akan terbentuk 8 tropozoit yang apabila tinja dalam usus besar konsistensinya padat maka. paru. mempunyai inti entamoeba yang terdapat di endoplasma. Bentuk minuta 3. histolytica terdapat diseluruh dunia (kosmopolit) terutama didaerah tropic dan daerah beriklim sedang. pembentukan kista terjadi diluar tubuh. Ektoplasma bening homogen terdapat di bagian tepi sel. besar dan lebih seperti daun. histolytica sangat sederhana. 2. tropozoit langsung akan terbentuk menjadi kista dan dikeluarkan bersama tinja. Bentuk histolitika berukuran 20 – 40 mikron. sementara apabila konsistensinya cair maka.

karena itu terdapat pada kista muda. menyerupai lisong dan terdapat juga vakuol glikogen. Trofozoit kemudian memperbanyak diri dengan cara belah pasang. Kista dikeluarkan bersama tinja. Di endoplasma terdapat benda kromatoid yang besar.bE. bentuk kista dapat bertahan terhadap pengaruh buruk di luar tubuh manusia. sehingga trofozoit dapat menembus dinding usus dan kemudian beredar di dalam sirkulasi darah (hematogen). kemudian dapat membentuk dinding dan berubah menjadi bentuk kista. 6. Dengan adanya dinding kista. kista akan mengalami ekstitasi di ileum bagian bawah trofozoit kembali. Pada kista matang. Benda kromatoid dan vakuol glikogen dianggap sebagai makanan cadangan. histolytica bersifat invasif. Bentuk minuta berkembang biak secara belah pasang dan hidup sebagai komensal di rongga usus besar. tetapi dapat berubah menjadi bentuk histolitika yang patogen. Bentuk kista dibentuk di rongga usus besar. Setelah tertelan. hanya tampak bila membentuk pseudopodium. Trofozoit kerap mengalami enkistasi (merubah diri menjadi bentuk kista). tetapi dapat merupakan bentuk infektif. Endoplasma berbutir halus Bentuk yang infektif adalah kista. benda kromatoid dan vakuol glikogen biasanya tidak ada lagi. Pseudopodium dibentuk perlahan-lahan sehingga pergerakannya lambat. Bentuk minuta adalah bentuk pokok esensial. Bentuk kista ini tidak patogen. Kista akan dikeluarkan bersama tinja. Dalam tinja bentuk ini biasanya berinti 1 atau 2. berbentuk bulat lonjong. besamya 10-20 mikron. Ektoplasma tidak nyata. kadang-kadang terdapat yang berinti 2. pergerakannya cepat. Bentuk trofozoit dan kista dapat dijumpai di dalam tinja. berkembang biak secara belah pasang. Inti entamoeba terdapat di endoplasma yang berbutir-butir.jaringan tersebut sesuai dengan nama spesiesnya Entomoeba histolitica (histo= jaringan. Endoplasma tidak mengandung sel darah merah tetapi mengandung bakteri dan sisa makanan. mempunyai dinding kista dan ada inti entamoeba. Namun trofozoit biasanya dijumpai pada tinja cair. Entamoeba histolytica biasanya hidup sebagai bentuk minuta di rongga usus besar manusia. tanpa bentuk minuta daur hidup tidak dapat berlangsung. lysis = hancur). Patologi dan Gejala Klinik . bentuk dengan mendadak. besamya 10 -20 mikron.

Infeksi amoeba di otak menunjukkan berbagai tanda dan gejala seperti abses atau tumor otak. Amoebiasis ekstra intestinalis ini dapat juga dijumpai di penis. sangat sakit dan mudah berdarah. Sayang sekali infeksi seperti ini baru didiagnosa pada autopsi otak. Dengan adanya sindrom disentri berupa diare yang berdarah dengan mukus atau lendir yang disertai dengan perasaan sakit perut dan tenesmusani yang juga sering disertai dengan adanya demam. vulva. Amoebiasis ekstra intestinalis memberikan gejala sangat tergantung kepada lokasi absesnya. Amoebiasis yang akut mempunyai masa tunas 1-14 minggu. icterus ringan. yang dapat mengeluarkan berjutajuta kista sehari. Penyakit disentri yang ditimbulkannya hanya dijumpai pada sebagian kecil penderita tanpa gejala dan tanpa disadari merupakan sumber infeksi yang penting yang kita kenal sebagai "carrier". Penyakit menahun yang melemahkan ini mengakibatkan menurunnya berat badan. pleural effusion dengan demam disertai dengan menggigil. Sering dijumpai pada orang-orang dewasa muda dan lebih sering pada pria daripada wanita dengan gejala berupa demam berulang. terutama didaerah dingin. kulit setentang hati atau kulit setentang colon atau di tempat lain dengan tanda-tanda suatu ulkus dengan pinggirnya yang tegas. lemah dan neurastenia. sering ada rasa sakit sekali pada bahu kanan dan hepatomegali. Infeksi menahun dengan gejala subklinis dan terkadang dengan eksaserbasi kadangkadang menimbulkan terjadinya kolon yang "irritable" sakit perut berupa kolik yang tidak teratur. Abses ini dapat meluas ke paru-paru disertai batuk dan nyeri tekan intercostal. Amoebiasis yang menahun dengan serangan disentri berulang terdapat nyeri tekan setempat pada abdomen dan terkadang disertai pembesaran hati. perineum. dengan adanya konstipasi. bagian kanan diafragma sedikit meninggi. kadang-kadang disertai menggigil. Penderita amoebiasis intestinalis sering dijumpai tanpa gejala atau adanya perasaan tidak enak diperut yang samar-samar.Gejala-gejala klinik dari amoebiasis tergantung daripada lokalisasi dan beratnya infeksi. Pada pemeriksaan darah dijumpai lekositosis kadang-kadang amoebiasis hati sudah lama diderita tanpa tanda-tanda dan gejalanya khas yang sukar didiagnosa. . Yang paling sering dijumpai adalah amoebiasis hati disebabkan metastasis dari mukosa usus melalui aliran sistem portal.

Pemeriksaan serologis. Diagnosis laboratorium dapat dibuat dengan pemeriksaan mikroskopis atau menemukan parasit dalam biakan tinja sering dijumpai Entamoeba histolytica bersamasama dengan kristal Charcot-Leyden. Kegagalan dapat terjadi dengan teknik yang salah. mencari parasit tidak cukup teliti atau sering dikacaukan dengan protozoa lain dan sel-sel artefak. Pada amoebiasis kolon akut biasanya diagnosis klinis ditetapkan bila terdapat sindrom disentri disertai sakit perut (mules). cristal Charcot–Letden. Biasanya gejala diare berlangsung tidak lebih dari 10 kali sehari. pemeriksaan tinja perlu diulangi 3 . sedangkan pada tinja padat pada penderita tanpa gejala terutama pada penderita menahun "carrier" akan dijumpai terutama bentuk kista. Diagnosis Diagnosis pasti penderita amoebiasis adalah menemukan parasit didalam tinja atau jaringan. yang dicernakan dan kista-kista dapat dikenali dari bentuknya yang bulat dimana jumlah inti 1 . atau lugol. Diagnosis tidak selalu mudah. Pada disentri basilaris terdapat sindrom disentri dengan diare yang lebih sering. test haemaglutinasi. nukleus dan adanya sel darah merah. Diagnosis laboratorium ditegakkan dengan menemukan Entamoeba histolytica bentuk histolytica dalam tinja. Amoebiasis kolon menahun biasanya terdapat gejala diare yang ringan diselingi dengan obstipasi. hematoksilin (sediaan permanen) atau dengan metode konsentrasi.7. kadangkadang sampai lebih dari 10 kali sehari. ektoplasma yang berbatas jelas. Diagnosis laboratorium ditegakkan dengan menemukan Entamoeba histolytica bentuk histolytica dalam tinja. Pada umumnya pada tinja encer akan di jumpai bentuk tropozoit disertai gejala klinik nyata.4 dan benda chromatoidnya. dengan pengecatan trichrom. pemeriksaan radiologis atau scalhing berperan pada penderita ekstra intestinal amoebiasis. Pemeriksaan tinja dengan sediaan langsung dengan memakai air garam faal. Aspirasi abses dapat dilakukan dengan menemukan cairan warna coklat dan pada akhir aspirasi akan ditemukan bentuk tropozoit. maka perlu dilakukan pemeriksaan berulang teristimewa pada kasus menahun. test presipitin. terdapat juga demam dan lekositosis. Bila amoeba tidak ditemukan. Bentuk trophozoit dapat dikenal karena gerakannya aktif. Dapat juga terjadi suatu eksaserbasi akut dengan sindrom disentri. Gejala tersebut dapat dibedakan dari gejala penyakit disentri basilaris.

1 gram sehari. Pemberian emetin ini hanya efektif bila diberikan secara parenteral karena pada pemberian secara oral absorpsinya tidak sempurna. sakit kepala. Dosis yang dianjurkan adalah 25 mg/kg bb/hari selama 5 hari. Peromomisin bekerja langsung pada amoeba. Pada pemeriksaan radiologi biasanya didapatkan peninggian diafragma. mual. diare. Sedangkan pada amoebiasis hati secara klinis dapat dibuat diagnosis bila terdapat gejala berat badan menurun. Pemeriksaan darah menunjukkan adanya kista dan trofozoit. Lama pengobatan 4 sampai 6 hari. Dosis maksimum untuk orang dewasa adalah 65 mg sehari. demam. terutama terhadap otot jantung. Obat ini merupakan amoebisid jaringan. kemudian 500 mg sehari selama 2 sampai 3 minggu. Pada orang tua dan orang yang sakit berat. Dosis untuk orang dewasa adalah 1 gram sehari selama 2 hari. Obat ini berkhasiat terhadap bentuk histolitika. berkhasiat terhadap bentuk histolytica. Emetin dan dehidroemetin efektif untuk pengobatan abses hati (amoebiasis hati). Proktoskop dapat digunakan untuk melihat luka yang terdapat di rektum dan untuk melihat kelainan di sigmoid digunakan sigmoidoskop. Dosis maksimum adalah 0.hari berturut-turut. dosis harus dikurangi. Metronidazol (Nitraomidazol). Anti Biotik. Tetrasiklin dan eritomisin bekerja secara tidak langsung sebagai amebiasid dengan mempengaruhi flora usus. Toksisitasnya relatif tinggi. pada penderita dengan gangguan jantung dan ginjal. muntah. Pemberian emetin tidak dianjurkan pada wanita hamil. diberikan secara terbagi. Klorokuin. diberikan selama 4–6 hari. . badan terasa lemah. Dehidroemetin relatif kurang toksik dibandingkan dengan emetin dan dapat diberikan secara oral. Pengobatan Beberapa obat amoebiasis yang penting adalah : Emetin Hidroklorida. 8. Reaksi serologi perlu dilakukan untuk menunjang disgnosis. Efek samping dan efek toksiknya bersifat ringan antara lain. tidak nafsu makan disertai pembesaran hati yang nyeri tekan.

Dosis untuk orang dewasa adalah 2 gram sehari selama 3 hari berturut-turut dan diberikan secara terbagi. menutup dengan baik makanan yang dihidangkan untuk menghindari kontaminasi oleh lalat dan lipas. Kebersihan perorangan antara lain adalah mencuci tangan dengan bersih sesudah mencuci anus dan sebelum makan.Metronidazol merupakan obat pilihan. Taksonomi Kindom Filum Kelas : Protista : Sarcomastigophora : Rhizopoda . Pencegahan penyakit amoebiasis terutama ditujukan kepada kebersihan perorangan (personal hygiene) dan kebersihan lingkungan (environmental hygiene). Efek samping ringan. Pencegahan. buang air besar dijamban. muntah dan pusing. tidak menggunakan tinja manusia untuk pupuk. mencuci sayuran sampai bersih atau memasaknya sebelum dimakan. maka perlu diadakan usaha jangka panjang berupa pendidikan kesehatan dan perbaikan sanitasi lingkungan dan usaha jangka pendek berupa penyuluhan kesehatan dan pembersihan kampung halaman secar serentak (gotong royong) dan juga dengan pengobatan massal ataupun individual. 9. membuang sampah ditempat sampah yang ditutup untuk menghindari lalat. antara lain. Untuk menurunkan angka sakit. mual. Kebersihan lingkungan meliputi: memasak air minum. karena efektif terhadap bentuk histolytica dan bentuk kista. Entamoeba coli 1.

Sitoplasma mengandung banyak vakuola yang berisi bakteri. maka trofozoit E. Berkembangbiak dengan cara membelah biner. coli sangat mirip dengan prekista dariE. Morfologi Bergerak dan menangkap mangsa dengan menggunakan kaki semu (ada dua macam yaitu lobodia dan filopodia). Nukleus dengan karyosom sentral dan kromatin mengelilingi pinggirannya 4.coli memiliki ciri-ciri berikut: . Bentuk ameboid. Pseudopodia kurang lebar. Kista E. sehingga tidak progresif dalam bergerak Dengan morfologi demikian. Habitat di air tawar. Di Indonesia frekuensinya antara 8-18% 3.histolytica. Trofozoit ditandai dengan ciri-ciri morfologi berikut : 1. Hidup bebas di dalam air laut dan tawar. Mempunyai vakuola makanan dan vakuola kontraktil Reproduksi dengan pembelahan biner.Ordo Genus Spesies : Amoebida : Entamoeba : Entamoeba coli 2. jamur dan debris (tanpa eritrosit) 3. Distribusi Geografik Amoeba ini ditemukan kosmopolit. .Bentuk selalu berubah-ubah. ukuran 15-50 mikron 2. coli memiliki bentuk trofozoit dan kista. E. Inti sel berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung dalam sel.

Bentuk membulat dengan ukuran 10-35 mikron 2.1. Cromatoidal bodies berupa batang-batang langsing yang menyerupai jarum Bentuk kista E. coli Bentuk trrofozoit Entamaoeba coli . Kista batang berisi 8-16 inti 3.

Pada kista matang. Bentuk trofozoit berukuran 15-30 mikron. Di endoplasma terdapat benda kromatid yang besar. Bemtuk kista ini tidak pathogen. berbentuk lonjong atau bulat. benda kromatid dan vakuola glikogen biasanya tidak ada lagi. kista tersebut sampai di lambung masih dalam keadaan utuh karena dinding kista tahan terhadap asam lambung. Benda kromatid dan vakuola glikogen di anggap sebagai makanan cadangan. Kista memiliki dinding yang mampu melindungi atau dapat bertahan terhadap pengaruh buruk di luar badan manusia. Dalam daur hidupnya terdapat bentuk trofozoit dan bentuk kista. terjadi eksitasi dan keluarlah bentukbentuk trofozoit yang masuk ke rongga usus besar.4. menyerupai lisong dan terdapat juga vakuola glikogen. Di rongga usus halus dinding kista dicernakan. karena itu terdapat pada kista muda. Bila Kista matang tertelan. Daur Hidup E. . coli hidup sebagai komensial di rongga usus besar.coli E. tetapi dapat merupakan bentuk infektif. Bentuk ini mempunyai sebuah inti entamoeba. dengan kariosom kasar dan biasanya letaknya eksentrik.

Kista matang yang berinti 8 biasanya tidak lagi mengandung vakuola glikogen dan benda kromatid. Bentuk kista bulat atau lonjong berukuran 15-22 mikron. Pengobatan Pengobatan tidak diperlukan karena protozoa ini non pathogen. tidak mengandung sel darah merah.Butir-butir kromatin perifer juga kasar dan letaknya tidak merata. Namun Parasit E. Bentuk trofozoit E. Namun dalam beberapa kasus diare yang disebabkan konsentrasi E. dibentuk perlahan-lahan sehingga pergerakannya lambat.coli yg berlebih di dalam tubuh manusia. Dinding kista tebal. Kista mudah dibedakan bila telah memiliki lebih dari 4 inti. Diagnosis dilakukan dengan pemerikasaan tinja. histolytica. Endoplasma bervakuola. Patologi dan gejala Klinis Infeksi E. berwarna hitam. 7. Bentuk trofozoit biasanyaditemukan dalam tinja lembek atau cair. Infeksi terjadi dengan menelan kista matang.coli agak sukar dibedakan dengan bentuk prekista E.coli bersifat asimtomatis dan non pathogen. Cara berkembangbiaknya dengan belah pasang. Kista yang berinti 2 mempunyai vakuola glikogen yang besar dan benda kromatid yang halus dengan ujung runcing seperti jarum. 5. Dalam tinja biasanya kista berinti 2 atau 8. coli sering dijumpai bersamaan dengan infeksi E. mengandung bakteri dan sisi makanan. hanya tampak bilapseudopodium dibentuk. . Ektoplasma tidak nyata. Psedopodium lebar. Bentuk ini tidak dapat dibedakan dari bentuk minuta E. hystolytica pada penderita amobiasis 6. dapat diberikan pengobatan berupa oralit untuk menjaga elektrolit tubuh pasien. Diagnosis ditegakkan dengan menemukan bentuk trofozoit atau bentuk kista dalam tinja.histolytica.

Kebersihan perorangan antara lain adalah mencuci tangan dengan bersih sesudah mencuci anus dan sebelum makan. maka perlu diadakan usaha jangka panjang berupa pendidikan kesehatan dan perbaikan sanitasi lingkungan dan usaha jangka pendek berupa penyuluhan kesehatan dan pembersihan kampung halaman secara serentak (gotong royong) dan juga dengan pengobatan massal ataupun individual.2 -50 % dan berhubungan langsung dengan sanitasi lingkungan sehingga penyakit ini akan banyak dijumpai pada daerah tropik dan subtropik yang sanitasinya jelek. Daftar Pustaka .8. dan banyak dijumpai juga dirumahrumahsosial. Pada berbagai survei menunjukkan frekwensi diantara 0. Kebersihan lingkungan meliputi: memasak air minum. 9. Pencegahan Pencegahan terutama ditujukan kepada kebersihan perorangan (personal hygiene) dan kebersihan lingkungan (environmental hygiene). Epidemiologi Parasit E. buang air besar dijamban. penjara. membuang sampah ditempat sampah yang ditutup untuk menghindari lalat. mencuci sayuran sampai bersih atau memasaknya sebelum dimakan. menutup dengan baik makanan yang dihidangkan untuk menghindari kontaminasi oleh lalat dan lipas. tidak menggunakan tinja manusia untuk pupuk. rumah sakit jiwa dan lain-lain. coli tersebar luas diberbagai negara diseluruh dunia. Untuk menurunkan angka sakit.

Siklus hidup protozoa http://parasitfkundip.dr.pdf.A. P. Prof. Herry. Jakarta: EGC Hemma Yulfi.rasmaliah. Yogyakarta.pdf Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakata USU.. Yogyakarta Anonim . Rasmaliah.com/ Gandahusada. Diagnostik Parasitologi Kedokteran.dkk.usu. Sriasi. Samik Wahab. Prof. D Ilahude dan Wita.wordpress. Parasitologi Kedokteran.ac. amoebiasis http://library. Parasitologi Kedokteran. 1988. Garcia. Fakultas Kedokteran UGM.id/download/fkm/fkm.dr. Medan.1996.http://library. 2006. 2008. Lynne S. Imunologi III.ac. Fakultas Kedokteran Universitas Gajah mada.id/download/fk/06001187. Universitas Sumatera Utara..1997. Bina Cipta Bandung . 1993. Protozoa Intestinalis. Medan.usu. Sri Oemijati.

Apakah E.coli akan berbentuk kista matang dalam tinja manusia. ukuran 15-50 mikron b. coli memiliki resevoar berupa seperti kecoa. kista akan bertahan hingga tinja manusia telah mengurai sempurna oleh bakteri pembusuk. Bentuk kista akan berkembang menjadi kista matang yang dapat menginfeksi sel host. Kista akan mengalami masa dorman. Karena dalam E. 3. Ni Ketut Melysa C (08-04) 1.coli memiliki hospes perantara atau reservoar?? E. sehingga tidak progresif dalam bergerak 2. Bisakah dijelaskan bentuk trofozoit itu dilihat dari ciri-cirinya dan gambarnya? a. kemudian akan berkembang biak dengan melakukan pembelahan secara biner.Rico Pramana ( 08-32 ) 1. Bentuk ameboid.coli dapat hidup secara kosmopolit yang artinya dapat hidup pada suhu berapa pun tak terkecuali hidup di daerah dingin. Bagaimana perkembangan kista tersebut sampai bisa menginfeksi host? Apakah dalam bentuk kista saja sudah dapat menginfeksi host? Kista akan berbentuk kista matang hingga masuk ke dalam sistem pencernaan di usus. jamur dan debris (tanpa eritrosit) c. A Agustia Sinta D. 2. Dengan menggunkan oraganel kromosom dalam intinya ada 2 kemungkinan yang terbentuk yaitu bentuk trofozoit dan kista. Kista E.( 08-19 ) .coli dalam tinja manusia bisa hidup atau tahan berapa lama? Kista E.coli memilki ketahanan terhada suhu rendah. Sitoplasma mengandung banyak vakuola yang berisi bakteri. Pseudopodia kurang lebar. Apa Penyebabnya E.coli hanya sering hidup di daerah panas? E. Nukleus dengan karyosom sentral dan kromatin mengelilingi pinggirannya d. lalat dll A.

terjadi gangguan pada sistem otak ( tumor otak ). Saya masih belum mengerti tentang daur hidup parasit ini.coli akan berbahaya pada manusia?? Bentuk kista matang. AA.08-(07) 1. perut terasa mules mules ( berhari-hari). Bagaimana cirri-ciri orang yang menderita amebiasis?? Dilihat dari cirri-ciri fisik. Lain halnya dengan bentuk kista.coli. bagi orang yang menderita penyakit amebiasis dapat dilihat dari pemeriksaan tinjanya. hatinya mengalami abses. namun secar fisiologi ada beberapa cirri sebagai berikut. Apabila kista matang ini yang tertelan maka proses infeksi dalam tubuh akan terjadi. Dengan menyerapa sumber ion2/ elektrolit dalam tubuh yang dapat menyebabkan gejala diare . Ni Putu Dian Priyatna S. Dalam kondisi trofozoit akan mengalami pembelahan biner. Ni Putu Parwatininghati ( 08-17 ) 1.1. 2. menghasilkan 2 anakan yaitu bentuk trofozoit dan kista. penderita amebiasis tidak nyata. Bentuk kista muda yang masih memliki vakuola glikogen dan benda kromatid yang dapat membantu proses hidupnya hingga menjadi kista matang kedua organel itu akan menghilang. Pada daur hidup E. nafsu makan menurun. Bentuk trofozoit akan terus membelah membuntuk 2 anakan tadi. Istri Devi Purnamaningrat ( 08-24 ) . dan tidak bisa menyebabkan penyakit amebiasis.coli bersifat tidak pathogen. 2.coli pada penderita amebiasis? E. Dalam bentuk apakah E. Pada Saat apakah yang paling berbahaya?? Pada Saat berbentuk kista matang. Apakah anda dapat menjelaskan kembali?? Makanan yang tertelan dengan mengandung kista matang. Bagaimana penyerangan parasit E. Prosesnya kista dalam tinja yang keluar bertranformasi membentuk trofozoit.

coli. Bisa dijelaskan apa itu asimtomatis?? Asimtomatis artinya tidak memiiki gejala secara klinis yang nyata. Saya masih belum mengerti dari daur hidupnya baik secara vegetative dan kista. I Gede Dwija Bawa Temaja (08-31 1. Bagaimana mekanisme peredaran tropozoit didalam tubuh manusia ketika makanan atau minuman yang mengandung tropozoid dimakan oleh manusia??? Tropozoit yang tertelan masuk ke . penyakit ini dapat terjadi hampir diseluruh dunia. Bagaimana membedakan antara E.khan perbedaan iklimnya jauh.coli bersifat asimtomatis. Tadi dijelaskan E.coli hidup didaerah tropis. E. 2.coli dibawa oleh manusia yang tinggal disana sehingga dapat ditemukan kasus seperti itu. hanya berupa simptom. Maksud dari kosmopolit itu apa? Kosmopolit artinya terdistribusi merata ke seluruh dunia.hystolitica yang hidup diusus??? E.histolitica menyebabkan amoebiasis.coli tidak menyebabkan penyakit khusus.tadi disebutkkan juga bahwa dialaska ada kasus E. Martiari(08-23) 1.. Mira semarawati(08-16) 1. 2. Pada patologi dan gejala klinis disebutkan infeksi E.coli dan E.coli disitribusikan secara kosmopolit. Bisa dijelaskan keduanya? Daur hidup secara vegettif terjadi pada saat kromatid dari trofozoit ada namun fungsinya untuk pembelahan secar biner. Daur hidup secara kista diawali dari perubahan secara transformasi dari kista menjadi trofozoit dengan perubahan jumlah inti entamoeba.mengapa bisa demikian??? Karena pada daerah tersebut E.1. Tadi diisebutkan bahwa E.

menghasilkan 2 anakan yaitu bentuk trofozoit dan kista. Flora usus normal jumlahnya tergantung fisiologi seseorang.coli yang melewati jumlah normalnya terjadi umumnya karena keadaan fisiologi manusia yang sedang menurun atau adanya asupan yang terkontaminasi E. 3. Bisa dijelaskan kemabli tentang daur hidup entamoeba coli?? Makanan yang tertelan dengan mengandung kista matang. Bagaimana pengaruh penggunaan obat diare pada jumlah E. Lain halnya dengan bentuk kista.bagaimana entamoeba itu terlalu banyak dalam tubuh manusia?? apa akibatnya??? Jumlah E.dalam saluran pencernaan kemudian dilisis oleh enzim – enzim yang terdapat di dalam saluran pencernaan. Seberapa lama E.coli bertahan dalam tinja dilingkungan luar??? Anggie Anggraeni(08-02) 1. Bentuk kista muda yang masih memliki vakuola glikogen dan benda kromatid yang dapat membantu proses hidupnya hingga menjadi kista matang kedua organel itu akan menghilang. Prosesnya kista dalam tinja yang keluar bertranformasi membentuk trofozoit. Akibatnya akan terjadi diare. Bentuk trofozoit akan terus membelah membuntuk 2 anakan tadi. Dalam kondisi trofozoit akan mengalami pembelahan biner. 2.coli dalam usus???flora usus normal brapa???Mengurangi jumlah E. 2.coli bersifat non-patogen. 3.coli dari luar tubuh. Bila E. Dengan menyerapa sumber ion2/ elektrolit dalam tubuh yang dapat menyebabkan gejala diare. Apa pengertian dari asymtomatis??? Artinya tidak menimbulkan gejala khusus.coli dalam usus. . Apabila kista matang ini yang tertelan maka proses infeksi dalam tubuh akan terjadi.

2.coli ditemukan bersamaan dengan E. Ni luh gede lisniawati(08-21) 1.coli dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh?? E.histolitica pada penderita amobiasis??? Dilakukan pengobatan sesuai gejala penyakit. Eka sumartini(08-26) 1. Penanganannya dengan menjaga kebersihan lingkungan. 2. Apa arti dari asymptomatis?? Artinya tidak menimbulkan gejala khusus. Mengapa E. hanya menyebabkan simptom berupa diare.coli untuk berkembang biak??? Secara pembelahan biner.coli berkembang melalui tinja. . 3.coli lebih besar.coli yang terdapat dalam jumlah melebihi normal di usus menyebabkan gejala penyakit berupa diare namun tidak menyebabkan penyakit khusus. Made Surya Wedana JS(08-22) 1.coli?? E.coli.hystolica pada penderita amobiasis??? Karena di dalam tubuh secara normal terdapat Entamoeba coli sehingga dalam keadaa amoebiasis dapat pula ditemukan E. Contohnya karbon aktif. 2. Tadi dijelaskan bahwa E.hystolitica pada penderita amobiasis??? Bagaimana pengobatannya apabila infeksi E. Apa gejala-gejala penyakit yang ditimbulkan E.coli tidak menimbulkan penyakit. Tadi dikatakan E.tidak boleh dijadikan pupuk!!bagaimana bila dijadikan pupuk?? Bagaimana penangannya??? Bila dijadikan pupuk akan dapat menyebabkan kemungkinan terinfeksi E. Selain pemberian oralit pada diare yang disebabkan oleh E.coli apakah ada obat-obat lain yang dapat digunakan untuk mengobati diare tersebut??? Ada.Arry andi yastawa(08-34) 1. Bagaimana proses didalam tubuh hingga E.coli sering dijumpai bersamaan dengan E. Bagaimana cara E.coli sering dijumpai bersamaan dengan E.

Dalam siklus hidup E.coli tidak bersifat pathogen.Pande putu ayu sukmawati(08-11) 1.coli bersifat non-patogen sehingga pengobatannya ringan. Persebaran dari E.coli ada fase tropozoid dan kista.coli dapat menyebabkan penyakit ringan pada manusia???? Bagaimana mekanisme proses infeksi E.apa perbedaan dari kedua fase hidup tersebut dan fase mana yang menyebabkan infeksi pada manusia??? Fase Kista tidak memiliki pseudopoda dan fase kista yang bersifat infektif. 2. Apa bedanya tropozoid dan kista??? Kista bersifat infektif sedangkan tropozoit tidak. Infeksi terjadi dengan menelan kista matang dan yang ditemukan dalam tinja adalah bentuk tropozoidnya. Apakah ada / seperti apa gejala-gejala klinis yang dapat ditimbulkan oleh E. Walaupun tadi disebutkan E.apa yang dimaksud dengan kosmopolit??? E.pengobatan ringan itu seperti apa??? Hanya mengobati simptom yang timbul. .namun E. Lalu bagaimana proses perubahan dari kista matang ini hingga menjadi tropozoidnya??? Kista di dalam usus berubah menjadi tropozoit. jumlah E. Karena dalam E.coli memilki ketahanan terhada suhu rendah. 2.coli yang melebihi normal dapat menyebabkan diare.coli dapat hidup secara kosmopolit yang artinya dapat hidup pada suhu berapa pun tak terkecuali hidup di daerah dingin. Liana dwi anggraeni(08-05) 1. Diare. 2.coli?? Ada. Ni Luh Putu Ariasih(08-20) 1. Tadi dijelaskan protozoa E.coli adalah kosmopolit.coli pada penyakit yang menyerang manusia itu? Kista yang tertelan oleh manusia masuk ke dalam usus. Ni made ayu suartini(08-15) 1.

coli tidak phatogen. Dimana tempat berlangsung fase tropozoid??? Di dalam rongga usus manusia. 3. Gejala klinisnya seperti apa???apa hanya gejala diare saja??? Hanya diare saja.apa artinya asimtomatis??? menimbulkan gejala khusus. Infeksi E.coli sehingga menyebabkan diare??? E.2. Ada fase troposoid dan kista. Terdapat pada makanan karena terbawa bersama debu atau serangga. Bagaimana pengaruh E. Apa bedanya tropozoid dan kista???bagaimana prosesnya hingga tropozoid yang ada pada tinja bisa terdapat pada makanan??? Fase Kista tidak memiliki pseudopoda dan fase kista yang bersifat infektif. Ni komang enny wahyuni(08-25) 1.coli bersifat asymtomatis. Ria medisina(08-30) 1.coli dengan parasit lainnya??? Tidak ada. Meskipun E. Dalam bentuk apa E. Apa yang membedakan diare yang disebabkan E. Apa perbedaan tropozoid dan kista??? Fase Kista tidak memiliki pseudopoda dan fase kista yang bersifat infektif. Tidak 3. 2. 3. tapi dapat menyebabkan penyakit. 2. 5. bentuk mana yang infected dan bagaimana cara menginfeksinya??? Bentuk kista yang bersifat infektif cara menginfeksinya dapat melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi kista tersebut.coli yang terdapat dalam jumlah melebihi normal di dalam usus manusia menyebabkan diare. . Bagaimana cara menghilangkan parasit ini dari dalam tubuh??apakah dengan cara keseimbangan elektrolit tubuh mampu menghilangkan parasit ini dari dalam tubuh??? Tidak. 4.coli masuk dalam tubuh manusia???tropozoid atau kista??? Dalam bentuk kista.

Made ari puji astuti(08-13) 1. Tidak terdapat hospes perantara.coli hidup dalam rongga usus besar manusia yang tidak bersifat phatogen.coli atau caranya perbanyak diri??E. Bagaimana ciri-ciri terinfeksi E. Khatija taher ali(08-14) 1. . Apakah E. 2. E. Asimptomatis artinya tidak menyebabkan gejala khusus.coli dapat mati dengan pemberian disinfektan??? Dapat. 2.coli? Dan apa arti asimtomatis?? Diare.coli.coli dapat menyebabkan penyakit pada manusia?? Dalam keadaan fisiologis manusia yang sedang tidak baik dan jumlah E.coli menyebabbkan diare?? Jumlahnya yang melebihi jumlah normal dalam tubuh menyebabkan ketidakseimbangan di rongga usus sehingga menyebabkan diare.coli memperbanyak diri dengan cara pembelahan biner.coli berlebih dalam usus manusia. Karena pada usus besar terdapat makanan yang diperlukan E. Apakah kista E. 2. 3. Saya masih belum jelas dengan siklus hidup E.coli mempunyai hospes reservoar dan hospes perantara??? Hospes reservoarnya serangga seperti lalat dan kecoa. Dimana E. Dalam keadaan bagaimana E.coli dapat hidup dan berkembang biak dalam tubuh manusia?? mengapa tempat itu yang dipilih?? Di usus besar. Bagaimana mekanisme E. bagaimana perkembangan E. Ni Made Wiryatini(08-03) 1.coli.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.