P. 1
SUMBER-SUMBER KECELAKAAN KERJA PP

SUMBER-SUMBER KECELAKAAN KERJA PP

|Views: 909|Likes:
Published by Dini Anggra

More info:

Published by: Dini Anggra on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

SUMBER-SUMBER KECELAKAAN KERJA

Faktor-faktor yang besar pengaruhnya terhadap timbulnya bahaya dalam proses industri maupun laboratorium meliputi : - Suhu - Tekanan - Konsentrasi zat-zat pereaksi. - Sifat bahan

Manajemen . Beberapa langkah yang harus ditempuh dalam penanganan bahan kimia berbahaya meliputi: .Cara pengatasan .Penyimpanan .Pelabelan .Beberapa sumber bahaya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. Bahan Kimia.

.Kesehatan pribadi para pekerja .Pengendalian .Disposal .Pengontrolan tempat kerja .Dekontaminasi .Prosedur keadaan darurat .Pelatihan. .Keselamatan di laboratorium .

asam organik lemah. hidrida. dan uap yang mudah terbakar) . alkil kuat.Bahan kimia yang merusak paru-paru (asbes) .Bahan kimia yang korosif (asam anorganik kuat. asam organik kuat. . logam aktif. gas yang mudah terbakar. alkil logam. . senyawa tidak stabil secara termodinamika.Teratogenik. asam anorganik lemah.Bahan kimia karsinogenik (memicu pertumbuhan sel kanker) . pelarut organik). pengoksidasi.Bahan kimia yang eksplosif (oksidator.Bahan kimia beracun .Bahan kimia berbahaya dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori yaitu : .

Penanganan dalam penyimpanan. asam amino. maupun pembuangan bahan biologis ini perlu mendapatkan ketelitian dan kehati-hatian.2. termasuk di dalamnya gula sederhana. mengingat gangguan kontaminasi akibat organisme dapat menyebabkan kerusakan sel-sel tubuh yang serius pada karyawan atau tenaga kerja. Bahan-bahan Biologis Pada golongan ini bukan hanya organisme saja. dan substrat yang digunakan dalam proses industri. proses. . tetapi juga semua bahan biokimia.

(4) Berhati-hati dengan air . Pemakaian safety switches yang dapat memutus arus listrik jika penggunaan melebihi limit/batas yang ditetapkan oleh alat. (2). Aliran Listrik Beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain: (1).3. Improvisasi terhadap peralatan listrik harus memperhatikan standar keamanan dari peralatan. Penggunaan peralatan yang sesuai dengan kondisi kerja sangat diperlukan untuk menghindari kecelakaan kerja. (3).

Perhatikan instalasi listrik jika bekerja pada atmosfer yang mudah meledak. . Berhati-hati dalam membangun atau mereparasi peralatan listrik (6).(5). (7). Sifat korosif bahan kimia dapat menyebabkan kerusakan pada komponen listrik. (8). Pengoperasian suhu dari peralatan listrik akan memberikan pengaruh pada bahan isolator listrik. Pertimbangan bahwa bahan kimia dapat merusak peralatan listrik maupun isolator sebagai pengaman arus listrik.

dan radiasi elektromagnetik dan medan magnet juga harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebagai sumber kecelakaan kerja. frekuensi radio. atau serapan melalui kulit. infra merah. Non-ionisasi radiasi seperti ultraviolet. laser.4. . Radiasi Radiasi dapat dikeluarkan dari peralatan semacam X-ray difraksi atau radiasi internal yang digunakan oleh material radioaktif yang dapat masuk ke dalam badan manusia melalui pernafasan.

sehingga kesalahan prosedur kerja dapat menyebabkan kecelakaan kerja. namun demikian kerja mekanik masih harus dilakukan. Mekanik. sepatu. dan lainlain perlu mendapatkan perhatian khusus dalam lingkup pekerjaan ini. Walaupun industri dan laboratorium modern lebih didominasi oleh peralatan yang terkontrol oleh komputer. termasuk di dalamnya robot pengangkat benda berat.5. Pekerjaan mekanik seperti transportasi bahan baku. sarung tangan. masih harus dilakukan secara manual. Peralatan keselamatan kerja seperti helmet. penggantian peralatan habis pakai. .

6. termasuk di dalamnya tentang kuantitas bahan yang diperkenankan untuk disimpan secara aman. Gas bertekanan juga merupakan sumber kecelakaan kerja akibat terbentuknya atmosfer dari gas yang mudah terbakar. Sumber api yang lain dapat berasal dari senyawa yang dapat meledak atau tidak stabil. . Api Dokumen MSDS memberikan penjelasan tentang tingkat bahaya dari setiap bahan kimia. Senyawa yang tidak stabil harus diberi label pada penyimpanannya. Banyak senyawa kimia yang mudah meledak sendiri atau mudah meledak jika bereaksi dengan senyawa lain.

7. Selain angka kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin. para pekerja haru memperhatikan berapa lama mereka bekerja dalam lingkungan tersebut. atau mesin pembuat vakum. Generator pembangkit listrik. Pelindung telinga dari kebisingan juga harus diperhatika untuk menjamin keselamatan kerja. . Peralatan-peralatan diatas berpotensi mengeluarkan suara yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan kerja. instalasi pendingin. Suara (kebisingan). merupakan sekian contoh dari peralatan yang diperlukan dalam industri.

ammoniak.Tidak beracun. 2. minyak dan lemak dapat dibuang kesaluran pembuangan. . Sebelum dibuang larutan basa itu harus dinetralkan terlebih dahulu. .Tidak eksplosif (mudah meledak). . Hanya larutan basa dari alkali hidroksida yang bebas sianida. 1. Fine chemicals hanya dapat dibuang ke saluran pembuangan atau tempat sampah jika: . Larutan basa. . . Proses penetralan dilakukan pada tempat yang disediakan dan dilakukan menurut prosedur mutu laboratorium.Tidak bersifat radioaktif.Komposisinya diketahui jelas. senyawa organik.Tidak bereaksi dengan air. Fine chemicals.Bahan-bahan buangan yang umum terdapat di laboratorium.

dan iodida). larutan asam tidak boleh mengandung senyawa-senyawa beracun dan berbahaya dan selain itu sebelum dibuang juga harus dinetralkan pada tempat dan prosedur sesuai ketentuan laboratorium. bromida. Untuk pelarut yang mengandung halogen seperti kloroform (CHCl3) sebelum dibuang harus dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pengurus atau pengelola laboratorium tempat dimana bahan tersebut akan dibuang. Pelarut yang tidak dapat digunakan lagi dapat dibuang ke saluran pembuangan jika tidak mengandung halogen (bebas fluor. . Pelarut. Jika diperlukan dapat dinetralkan terlebih dahulu sebelum dibuang ke saluran air keluar. 4.3. Larutan asam. klorida. Seperti juga larutan basa.

manometer. pompa merkuri. Untuk bahan yang mengandung merkuri (seperti pecahan termometer merkuri. Air pembilas. ammoniak. 7. Bahan radiokatif. Bahan mengandung merkuri. Air pembilas harus bebas merkuri. lemak. dan sebagainya) pembuangan harus ekstra hati-hati.Otoritas yang berwenang dalam pengelolaan sampah radioaktif di Indonesia adalah Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). dan bahan beracun serta bahan berbahaya lainnya sebelum dibuang ke saluran pembuangan keluar. sianida. minyak. Perlu dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pengelola laboratorium sebelum bahan tersebut dibuang. 6. .5. Sampah radioaktif memerlukan penanganan yang khusus.

maka lakukan pemadaman dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). 5. Matikan sumber listrik/gardu utama agar listrik tidak mengganggu upaya pemadaman kebakaran. jangan mencoba-coba untuk memadamkan api dengan APAR. Jika api mulai membesar. 4. dan jangan mengambil tidakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.Penanganan Kebakaran usaha-usaha yang dilakukan sebagai berikut: 1. Lokalisasi api supaya tidak merember ke arah bahaan mudah terbakar lainnya. Segera panggil mobil unit Pertolongan Bahaya Kebakaran (PBK) yang terdekat. . Jika apinya kecil. Bersikaplah tenang dalam menangani kebakaran. 3. 2.

Explosive (bersifat mudah meledak) Bahaya Contoh Keamanan : eksplosif pada kondisi tertentu : ammonium nitrat. TNT : hindari benturan. 1. dan panas .Berikut ini adalah penjelasan simbol-simbol bahaya . gesekan. loncatan api. nitroselulosa.

Oxidizing (pengoksidasi) Bahaya : oksidator dapat membakar bahan lain.2. kalium perklorat Keamanan : hindari panas serta bahan mudah terbakar dan reduktor . penyebab timbulnya api atau penyebab sulitnya pemadaman api Contoh : hidrogen peroksida.

Keamanan : hindari campuran dengan udara dan hindari sumber api. propane. Keamanan : jauhkan dari sumber api dan loncatan bunga api. keamanan : hindari campuran dengan udara. zat terbakar langsung. contohnya aluminium alkil fosfor. . 3. Cairan mudah terbakar. Contoh : butane. 4. contoh : aseton dan benzene. Meliputi : 1. gas amat mudah terbakar.3. cairan dengan titik bakar di bawah 21 0C. Flammable (mudah terbakar) Bahaya : mudah terbakar . yakni zat yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau api. 2. Zat sensitive terhadap air.

4. tertelan atau kontak dengan kulit. berbahaya bagi kesehatan bila terhisap. Contoh : arsen triklorida. dan dapat mematikan. . merkuri klorida Kemananan : hindari kontak atau masuk dalam tubuh. Toxic (beracun) Bahaya : toksik. segera berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan.

kontak dengan kulit dan mata. Harmful irritant (bahaya. mata.5. dan alat pernapasan Contoh : ammonia dan benzyl klorida Keamanan : hindari terhirup pernapasan. . Contoh : peridin Kemanan : hindari kontak dengan tubuh atau hindari menghirup. iritasi) Kode Xn (Harmful) Bahaya : menimbulkan kerusakan kecil pada tubuh. segera berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan. Kode Xi (irritant) Bahaya : iritasi terhadap kulit.

belerang dioksida Keamanan : hindari terhirup pernapasan.6. Corrosive (korosif) Bahaya: korosif atau merusak jaringan tubuh manusia Contoh: klor. kontak dengan kulit dan mata .

gangguan ekologi Contoh: tributil timah klorida. petroleum bensin Keamanan : hindari pembuangan langsung ke lingkungan . tetraklorometan.7. Dangerous for Enviromental (Bahan berbahaya bagi lingkungan) Bahaya: bagi lingkungan.

limbah katun yang mengandung minyak Limbah kalsium karbida.3 5. butane.2 4.1 4. aseton Limbah nitroselulosa.Contoh limbah dalam klas bahan berbahaya yang berbeda Klas 1 Notasi Explosive substances and materials containing explosive Gases Flammable liquid substances Flammable solid substances Self-igniting substances Substances forming flammable gases Oxidizing substances Contoh Kembang api. limbah karet Limbah seluloid . amunisi 2 3 4.1 Propane. logam alkali Formulasi mengandung ammonium nitrat . asetilen Alcohol.

berbagai bahan polutan air . jarum suntik) Limbah radioaktif dengan spesifik aktivitas rendah (mis tritium dari riset biologi) Asam nitrat. asam sulfat 6.5. kemikalia tertentu Limbah rumah sakit (material bekas operasi.2 Organic peroxides Asam peroksiasetat 6. syringe.2 Infectious materials 7 Radioactive materials 8 Corrosive substances 9 Various hazardous substances and materials Asbes.1 Toxic substances Kontainer kosong bekas pestisida yang tidak bersih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->