P. 1
35-PembelajaranTrigonometriSMA

35-PembelajaranTrigonometriSMA

|Views: 13|Likes:
Published by SuratmanAlimuddin

More info:

Published by: SuratmanAlimuddin on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2014

pdf

text

original

Sections

  • A. LATAR BELAKANG
  • B. TUJUAN PENULISAN
  • C. RUANG LINGKUP
  • D. SASARAN
  • E. PEDOMAN PENGGUNAAN PAKET
  • A. TUJUAN PEMBELAJARAN
  • B. MASALAH
  • C. MEMULAI PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI
  • 1. Pengertian Sudut
  • 2. Ukuran Sudut
  • 3. Mendefinisikan Sinus, Kosinus dan Tangen
  • 5. Perluasan ilai Perbandingan Trigonometri
  • 7. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi
  • LATIHAN 1
  • D. PEMBELAJARAN IDENTITAS
  • 1. Hubungan Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut
  • 2. Identitas Trigonometri
  • LATIHAN 2
  • E. GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI
  • 1. Melukis Pendekatan ilai π Menurut Kochansky
  • 2. Menggambar Grafik Fungsi Trigonometri
  • LATIHAN 3

PAKET FASILITASI PEMBERDAYAAN KKG/MGMP MATEMATIKA

Pembelajaran Trigonometri SMA

Penulis:
Al. Krismanto, M.Sc.

Penilai:
Winarno, M.Sc.

Editor:
Sri Wulandari Danubroto, S.Si, M.Pd.

Ilustrator:
Fadjar Noer Hidayat, S.Si, M.Ed.

Dicetak oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika Tahun 2008

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA
YOGYAKARTA

i

ii

Pembelajaran Trigonometri SMA

KATA PENGANTAR ♦
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mengacu pada tiga pilar kebijakan pokok Depdiknas, yaitu: 1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan; 2) Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; 3) Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik menuju insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Dalam rangka mewujudkan pemerataan, perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan, salah satu strategi yang dilakukan PPPPTK Matematika adalah meningkatkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta pemberdayaan guru inti/ guru pemandu/guru pengembang yang ada pada setiap kecamatan, kabupaten dan kota. Sebagai upaya peningkatan mutu dimaksud maka lembaga ini diharapkan mampu memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang terkait dengan implementasi pengembangan pembelajaran matematika di lapangan. Guna membantu memfasilitasi forum ini, PPPPTK Matematika menyiapkan paket berisi kumpulan materi/bahan yang dapat digunakan sebagai referensi, pengayaan, dan panduan di KKG/MGMP khususnya pembelajaran matematika, dengan topik-topik/bahan atas masukan dan identifikasi permasalahan pembelajaran matematika di lapangan. Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, atas bimbingan-Nya penyusunan Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu tiada kata yang patut diucapkan kecuali puji dan syukur kehadirat-Nya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, paket fasilitasi ini diharapkan bermanfaat dalam mendukung peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan melalui forum KKG/MGMP Matematika yang dapat berimplikasi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. Sebagaimana pepatah mengatakan, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan paket fasilitasi ini walaupun telah melalui tahap identifikasi, penyusunan, penilaian, dan editing masih ada yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu saran, Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika iii

kritik, dan masukan yang bersifat membangun demi peningkatan kebermaknaan paket ini, diterima dengan senang hati teriring ucapan terima kasih. Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan pula kepada semua pihak yang membantu mewujudkan paket fasilitasi ini, mudah-mudahan bermanfaat untuk pendidikan di masa depan.

Yogyakarta, Kepala,

KASMAN SULYONO NIP.130352806

iv

Pembelajaran Trigonometri SMA

6. D 1. PE DAHULUA Latar Belakang Tujuan Penulisan Ruang Lingkup Sasaran Pedoman Penggunaan Paket TRIGO OMETRI DASAR DA PEMBELAJARA YA Tujuan Pembelajaran Masalah Memulai Pembelajaran Trigonometri Pengertian Sudut Ukuran Sudut Mendefinisikan sinus. 5.DAFTAR ISI ♦ Kata Pengantar Daftar Isi BAB I A. 7. D. 4. E BAB II A B C 1. 3. 2. dan tangen Penguasaan Keterampilan Dasar Perbandingan Trigonometri Perluasan Nilai Perbandingan Trigonometri Pembelajaran Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Istimewa Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi Latihan 1 Pembelajaran Identitas Hubungan Perbandingan Trigonometri suatu Sudut Identitas Trigonometri Latihan 2 iii v 1 1 2 3 4 4 5 5 5 6 6 6 8 10 15 16 19 21 22 22 23 28 28 28 29 35 37 38 v E Grafik Fungsi Trigonometri 1. kosinus. C. 2. B. Melukis Pendekatan Nilai π Menurut Kochansky 2. Menggambar Grafik Fungsi Trigonometri Latihan 3 PE UTUP Rangkuman BAB III A Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika .

B Tugas Akhir Daftar Pustaka Lampiran 38 39 41 vi Pembelajaran Trigonometri SMA .

untuk materi ajar trigonometri menunjukkan bahwa kesulitan guru dalam pengelolaan pembelajaran trigonometri ini menduduki peringkat di atas. termasuk trigonometri termasuk dalam kategori “rendah”.BAB PENDAHULUAN I A. pada kenyataannya belum menunjukkan kemajuan yang berarti. bahkan kadangkadang boleh dikatakan masih mengecewakan. Meskipun sudah banyak dilakukan penataran-penataran guru dalam rangka inservice training untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika di SMA yang akhirnya diharapkan akan dapat meningkatkan prestasi siswa dalam matematika. Hal ini dapat dilihat dari hasil Nilai UAN dari tahun ke tahun. 2. Sehingga harus diterima sebagai kenyataan bahwa pengelolaan pembelajaran untuk materi ajar trigonometri di lapangan masih banyak dijumpai berbagai kesulitan dan kendala. pendidikan diorganisasikan dalam suatu struktur yang fleksibel. pendidikan memperlakukan peserta didik sebagai individu yang memiliki karakteristik khusus dan mandiri. 2000). termasuk pembelajaran trigonometri di SMA masih jauh dari memuaskan. Paradigma baru dalam pendidikan matematika di Indonesia. pendidikan lebih menekankan pada proses pembelajaran (learning) dari pada pengajaran (teaching). seharusnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. LATAR BELAKANG Pada umumnya hasil pembelajaran matematika di Indonesia. baik dari segi pengelolaan pembelajaran dari guru maupun dari sisi pemahaman siswa. Menyimak hasil Monitoring dan Evaluasi (ME) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika dalam rangka pembinaan dan tindak lanjut pasca penataran sekaligus dalam rangka TNA (Training eed Assessment). yang sudah barang tentu termasuk trogonometri di dalamnya. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 1 . menurut Zamroni (dalam Sutarto Hadi. 4. pendidikan merupakan proses yang berkesinambungan dan senantiasa berinteraksi dengan lingkungan. 3. untuk matematika yang di dalamnya.

Namun sering dijumpai adanya kesulitan guru membelajarkan siswa dalam lingkup trigonometri dengan pendekatan di atas. membekali guru dalam mengantar anak didiknya menguasai standar kompetensi dalam hal menggunakan perbandingan. tabel. sehingga trigonometri menjadi kering. di antaranya untuk: 1. agar siswanya memiliki kompetensi dasar untuk a. digunakan sebagai landasan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut di atas. di samping pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan trigonometri dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol. melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan teknis yang berkaitan dengan perbandingan. TUJUAN PENULISAN Penulisan Paket Fasilitasi Pemberdayaan MGMP bertujuan umum antara lain untuk dapat memfasilitasi MGMP Matematika agar dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran matematika yang sesuai dengan standar nasional pendidikan. khususnya dalam trigonometri. dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah. Kurikulum juga menuntut pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika. kritis. sesungguhnya banyak peluang mengembangkan pembelajaran berbasis masalah dan kontekstual dalam pembelajaran trigonometri. persamaan dan identitas trigonometri. Hal itu terutama karena guru lebih terbiasa dengan manipulasi rumus-rumus yang banyak dijumpai dalam trigonometri. Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika yang disusun. dan kreatif. B. Juga diharapkan pembelajaran hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). diagram.Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. Inilah yang hendak dicoba diatasi melalui paket ini. Jika dicermati. fungsi. dan media lain. 2 Pembelajaran Trigonometri SMA . Hal ini menyebabkan adanya anggapan di lapangan matapelajaran matematika. khususnya trigonometri masih merupakan mata pelajaran yang cenderung kurang menarik dan sukar bagi siswa. serta kemampuan bekerjasama. fungsi. sistematis. analitis. persamaan. Secara khusus paket ini berfokus pada Pembelajaran Trigonometri dan mempunyai beberapa tujuan.

dilanjutkan dengan Pembelajaran Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Istimewa dan Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi serta Hubungan Perbandingan Trigonometri suatu Sudut. menambah referensi tentang pembelajaran trigonometri. “Trigonometri Dasar dan Pembelajarannya” yang mencakup Pengertian Sudut. kosinus dan tangen. RUANG LINGKUP Ruang lingkup dari penulisan bahan ini mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah dirumuskan dalam Standar Isi. maka tidak semua bahan terkait dengan kompetensi dasar tercakup dalam bahan ini. dan Perluasan Nilai Perbandingan Trigonometri. Mendefinisikan sinus. 2. menambah wawasan para guru matematika SMA. dan Winarno. dengan pendekatan pemecahan masalah. dan penafsirannya. persamaan dan identitas trigonometri.Sc. merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan perbandingan. Ukuran Sudut. menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan perbandingan. Dengan demikian maka materi dan metodologinya tidak secara ketat dipisahkan. Adapun bahan yang digunakan dalam tulisan ini utamanya bersumber dari tulisan Drs. M. 3. keduanya dalam kegiatan lingkup PPPPTK Matematika. khususnya yang menunjang tercapainya tujuan yang disebutkan di atas. Isi bahan yang termuat di sini adalah: 1.b. fungsi. Karena keterbatasan ruang yang juga harus dipenuhi. Setyawan. c. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 3 . Grafik Fungsi Trigonometri. Penguasaan Keterampilan Dasar Perbandingan Trigonometri. yang memuat Pengertian dan Landasan dasar dalam membuktikan kebenaran identitas. M. kecuali dalam hal-hal yang memerlukan kondisi untuk itu. sehingga diharapkan dapat membantu para guru matematika SMA di dalam mengelola pembelajarannya. mengenai trigonometri agar agar dapat menyajikan materi ajar ini dengan baik.Sc. 2.Pd yang termuat dalam Paket Pembinaan Penataran SMA 2004 dan bahan dari bahan ajar pelatihan Guru Matematika SMA oleh Al. Krismanto. persamaan dan identitas trigonometri. Pembelajaran Identitas. C. 3. M. fungsi.

3. Hanya jika telah dapat menjawab paling sedikit 75% maka pengguna dapat dianggap telah menguasai bahan yang diujikan.co. PPPPTK Matematika. Jadikan soal-soal latihan tersebut sebagai bahan evaluasi diri.p4tkmatematika. e-mail penulis. karena alternatif lain perlu senantiasa dikembangkan dalam rangka penyesuaian dengan kondisi siswa masing-masing. Yang bersifat dasar dan strategi pembelajaran hendaknya digunakan sebagai bahan alternatif pembelajaran. Yogyakarta 55283. Untuk soal latihan yang ditentukan dikerjakan para pembaca dan pada akhir uraian materi diberikan soal latihan untuk dikerjakan. peserta penataran guru matematika SMA yang diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika Yogyakarta. dasar dan strategi pembelajaran. SASARAN Sasaran dari paket ini adalah: 1. para guru matematika SMA pada umumnya. Adapun latihan yang disiapkan untuk siswa hendaknya dikerjakan oleh guru sebelum disampaikan kepada siswa. Bagi siapa pun yang ingin memberikan saran perbaikan atau ingin berkomunikasi tentang bahan ini. PEDOMAN PENGGUNAAN PAKET Pelajarilah uraian materi yang tercantum dalam ruang lingkup tersebut di atas. Anda dapat menyampaikan masalahnya melalui: 1. Jalan Kaliurang Km 6. Penulis sangat berterima kasih jika pengguna paket memberikan saran-saran dalam rangka perbaikan paket ini. dan bagian lain bahan diskusi dan latihan. Bahan-bahannya terdiri dari bahan yang bersifat informasi materi.com alamat website: www. Bahan diskusi diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembahasan bersama dalam kegiatan di MGMP. 2. 2. dengan alamat: kristemulawak@yahoo. Bahan yang bersifat informasi tersebut hendaknya dipahami sebagai bahan referensi yang tidak seluruhnya harus disajikan kepada siswa.id 4 Pembelajaran Trigonometri SMA . E.D.com melalui pos. dengan maksud untuk lebih memantapkan pemahaman materi tersebut. para Guru Inti MGMP Mata Pelajaran Matematika SMA. dengan alamat: PPPPTK Matematika. alamat e-mail: p4tkmatematika@yahoo.

TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan pembelajaran paket dalam bab ini. yaitu agar pengguna paket: 1. 2. dari pengertian sudut. meskipun mereka mungkin tidak merasa kesulitan untuk memanipulasi rumus. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan dasar tentang prosedur untuk menentukan perbandingan trigonometri suatu sudut belum mantap. Itu pun ukuran segitiganya sembarang. dapat menyusun rencana pembelajaran trigonometri dengan pendekatan pemecahan masalah dan kontekstual. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 5 . sehingga perlu melakukan pembagian bilangan dengan pecahan yang tidak mudah. beberapa guru menyatakan belum dapat ditentukan besarnya karena tidak jelas segitiga siku-sikunya. B. mengukur besar sudutnya. dan beberapa yang lain mencari busur derajat. Hal itu hanya salah satu saja dari beberapa penguasaan tentang dasar trigonometri yang belum mantap. Hanya sebagian sangat kecil saja yang menggambar segitiga siku-siku dengan sudut tersebut sebagai salah satu sudut lancipnya. Kesulitan lain di antaranya ialah memulai pembelajaran menggunakan pendekatan pemecahan masalah dan pembelajaran kontekstual dalam trigonometri. MASALAH Ketika disajikan sebuah sudut lancip dan diminta menentukan berapa nilai sinus sudut tersebut. memahami trigonometri dasar yaitu trigonometri yang menyangkut materi dasar dari trigonometri. pengertian perbandingan dan fungsi trigonometri dan relasi-relasinya beserta penerapannya dalam dan untuk pemecahan masalah. yang terutama disebabkan terbiasa hanya menekankan pada manipulasi rumus. kemudian mencari nilai sinusnya menggunakan tabel atau kalkulator.TRIGONOMETRI DASAR BAB DAN PEMBELAJARANNYA II A.

agar masing-masing mengkonstruksi konsep sudut pada diri/pikiran siswa masingmasing. MEMULAI PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI 1. Berangkat dari perputaran garis tersebut siswa diajak berdiskusi. sehingga terbentuk sebuah bangun yang dinamakan sudut. “α” adalah huruf pertama abjad Yunani). Salah satu cara untuk mendefinisikan pengertian sudut ialah melalui rotasi sinar garis sebagai berikut : C• α A Gambar 2.1 → • B Siswa diminta melukis sinar garis (misal AB ) kemudian sinar garis tersebut diputar berpusat di titik A sampai kedudukan tertentu dan terjadi sinar garis → AC . Untuk gambar di atas ∠α (baca: sudut alpha. Sudut di atas adalah ∠BAC atau ∠CAB. Ukuran Sudut Ada tiga macam satuan besar sudut. dengan tiga huruf dari titik-titik pada kaki sudut dan titik sudut di antaranya. dengan angka atau huruf kecil. 2. sesuai nama titik sudutnya: ∠A. Jika yang dituliskan bukan α melainkan angka 1. b. sudut adalah suatu konsep dasar. sistem radian dan sistem sentisimal a. Sistem Seksagesimal Untuk pembelajaran pengukuran sudut ini ditempuh langkah-langkah berikut : 6 Pembelajaran Trigonometri SMA . nama sudutnya menjadi ∠1.C. 2000): a. c. Sudut tersebut dapat dinamai dengan beberapa cara (Barnett & Schmidt. Pengertian Sudut Di dalam taksonomi belajar menurut Gagne. yaitu yang mengacu pada sistem seksagesimal.

Selanjutnya 1 derajat dibagi menjadi 60 bagian sama yang setiap bagian disebut “1 menit” dan satu menit dibagi menjadi 60 bagian sama yang dinamakan “1 detik”. namun ukuran lain yang lazim kita kenal dengan ukuran radian. b. ditemukan bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki bangsa Babilonia pada masa itu sudah tinggi. bahwa berdasar hasil penggalian situs purbakala di lembah Mesopotamia (sekarang termasuk daerah Irak). panjang busur PQ r besar sudut POQ = radian = radian r r = 1 radian. Dengan teknik bertanya untuk meningkatkan derajat keaktifan pembelajaran. Sistem Radian Sebagai motivasi diceriterakan bahwa untuk pengukuran sudut elevasi penembakan meriam dalam kemiliteran zaman dulu digunakan ukuran sudut yang bukan ukuran derajat. Hendaknya tidak dirancukan menit dan detik di sini sebagai ukuran besar sudut dengan menit dan detik ukuran waktu. bahkan dari peninggalan bangsa Sumeria (kira-kira 3. maka dibahas hubungan antara sudut dalam seksagesimal dan radian. 1′ = 60′′ sehingga 1° = 3600′′. Pada gambar di atas. Untuk diingat bahwa dapat ditemukannya hubungan tersebut berdasar pada teorema kesebandingan antara besar sudut dan panjang busur serta luas juring dalam sebuah lingkaran. Dengan demikian maka 1° = 60′. Q r 1 radian O r P r Gambar 2. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 7 .Sebagai motivasi digunakan Sejarah Matematika.2 Dalam sistem radian yang dimaksud besar sudut satu radian adalah besar sudut pusat dari suatu lingkaran yang panjang busur dihadapan sudut tersebut adalah sama dengan jari-jari lingkaran tersebut. Inilah yang menurut dugaan para ahli bahwa satu lingkaran penuh dibagi menjadi 360 derajat (selanjutnya ditulis dengan simbol 360°).000 tahun sebelum Masehi) mereka membagi satu putaran penuh menjadi 360 bagian yang sama.

Sistem ini dikenal dengan nama sistem sentisimal.. dan 2πr 360° = radian = 2π radian siswa dibawa untuk menemukan bahwa: r 1. teodolit dikenal satuan sudut yang berbeda dengan kedua ukuran di atas. Untuk nantinya memahami bahwa fungsi sinus. Mendefinisikan Sinus. Pembelajaran Trigonometri SMA 8 . kosinus dan tangen adalah fungsi sudut dan bukan fungsi segitiga siku-siku maka pengertian sinus. 3. Kosinus dan Tangen a. Satuan Besar Sudut Sistem Sentisimal Pada instrumen-instrumen untuk keperluan astronomi. Maka diperoleh: besar sudut 1 putaran adalah 200g 2 besar sudut besar sudut 1 4 putaran adalah 100 g putaran adalah 1g 1 400 Untuk ukuran sudut yang lebih kecil dikenal : = 10 dgr (dibaca : “10 decigrad”) 1g dgr 1 = 10 cgr (dibaca : “10 centigrad”) 1 cgr = 10 mgr (dibaca : “10 miligrad”) 1 mgr = 10 dmgr (dibaca : “10 decimiligrad”) Dengan mengingat definisi ukuran sudut dalam ketiga sistem siswa dapat ditugasi untuk menemukan konversi satuan ukuran sudut antara lain bahwa: (i) 360o = 400g atau 1o = 1. Pada sistem ini satu putaran penuh adalah 400g (dibaca “400 grad”).017453 radian Kadang-kadang 1 radian dibagi lagi dalam 1000 bagian.662g atau 1g = 0.Dengan mengingat bahwa π ≈ 3.0157 rad 3.9o (ii) 2π rad = 400g ⇔ π rad = 200g ⇔ 1 rad ≈ 63.296° ≈ 57°17′45′′ 1° ≈ 0. 1g atau 1g = 0. kosinus dan tangen dapat dimulai dengan kegiatan sebagai berikut.. 180° = π radian 1 radian ≈ 57.141592653589793238462643383. peneropongan bintang. dan masingmasing bagian disebut miliradian (ditulis dengan tanda m ) / c. 2.

(dengan BC = a) sisi AB disebut sisi siku-siku kaki sudut α (AB = c). 3) Dilakukan diskusi kelompok untuk memperoleh kesimpulan dari nilai perbandingan yang diperoleh terkait sudut yang sama. sisi BC disebut sisi siku-siku di hadapan sudut α. yaitu antara sisi siku-siku dan sisi terpanjang (hipotenusa) serta antara sisi siku-siku di depan dengan pada kaki sudut. Setiap kelompok ditugasi menggambar sebuah sudut yang sama.Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Berdasar hasil diskusi di atas dengan tanya jawab didiskusikan C pengertian-pengertian perbandingan trigonometri: sinus. sedang sisi AC disebut hipotenusa (AC = b). Terhadap sudut α. Diharapkan bahwa nilai perbandingan sisi-sisi seletak sama. kosinus dan tangen suatu sudut dalam bentuk yang b disederhanakan. d) menentukan nilai hasil perbandingan panjang pasanganpasangan sisi segitiga siku-siku. dengan besar sudut kelompok satu dan lainnya tidak perlu sama tetapi satu kelompok sudutnya sama (Jika tidak tersedia jangka atau busur derajat sebelumnya guru menyiapkan gambar sudutnya dengan ketentuan di atas). asal c B sudut lancipnya tertentu nilai A Gambar 2. dan titik pilihan dapat dilakukan pada kaki yang berbeda dari pilihan pertama. namakanlah ∠α. 2) Setiap anggota kelompok melakukan kegiatan berikut: a) memilih sebuah titik pada salah satu kaki sudut b) memproyeksikan titik tersebut ke kaki sudut yang kedua. yaitu sudut dalam a segitiga siku-siku berikut ini (dengan menekankan bahwa seberapa pun α ukuran panjang sisi segitiga. e) melakukan kegiatan a) – d) untuk 2 atau 3 titik lainnya. b.3 perbandingannya sama). c) mengukur panjang ruas garis dari sisi-sisi segitiga yang terbentuk. 1) Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 9 . atau ∠β atau lainnya sesuai nomor kelompok. 4) Dilakukan diskusi antar kelompok untuk memperoleh kesimpulan dari nilai perbandingan yang diperoleh terkait sudut yang berbeda.

Nilai perbandingan trigonometri dari sudut α didefinisikan sebagai berikut : sisi siku . dengan diawali Pasal 6. yaitu jika siswa berhadapan dengan masalah sudut dalam berbagai kedudukan. barulah kemudian digunakan. seusai siswa kelas X mengkonstruksi pemahaman konsep dari perbandingan trigonometri sinus. Karena itu pelatihan dalam rangka pembinaan keterampilan menggunakan konsep perbandingan trigonometri sangatlah penting.siku di dekat sudut α c Catatan untuk guru : (i) Jika sudut α konstanta. tan α disebut perbandingan trigonometri untuk sudut α. Langkah ini dimaksudkan agar pengertian lebih dahulu diasosiasi maupun dimodifikasi di dalam benak siswa tersebut sampai pada pengingatan pengetahuan. maka sin α.siku kaki sudut α a = sisi siku .siku kaki sudut α c = hipotenusa b sisi siku . cos α dan tan α disebut fungsi trigonometri (iii) Jika sudutnya bukan lancip. Perbandingan trigonometri merupakan salah satu materi yang diperlukan siswa dalam menguasai berbagai kompetensi yang perhitungan teknisnya berkaitan dengan matematika dan fisika lebih lanjut. keterampilan ini dapat dipadukan ke dalamnya. Untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. 10 Pembelajaran Trigonometri SMA 4. barulah dilakukan latihan berikutnya yang berupa latihan teknis menentukan nilai perbandingan trigonometri. cos α. kosinus serta tangen.siku di hadapan sudut α a = hipotenusa b sinus α (ditulis dengan notasi sin α) = kosinus α (ditulis dengan notasi cos α) = tangen α (ditulis dengan notasi tan α) = sisi siku . digunakan sudut berelasi (Pasal 7). nilainya tertentu. (ii) Jika sudut α variabel. Penguasaan Keterampilan Dasar Perbandingan Trigonometri Sesuai taksonomi belajar menurut Gagne. sin α. .b bab ini.

Menggunakan segitiga yang tingginya mudah dihitung Contoh: Tentukan nilai sinus. yang dengan panjang sisinya dapat dihitung tanpa menimbulkan kesulitan perhitungan bentuk akar. 4 3 (i) 2) 29 63 21 (i) 16 (ii) (iii) 65 56 41 (iv) 61 (v) 15 (ii) 8 5 (iii) 13 12 (iv) 9 60 37 (v) 24 25 Gambar 2. dengan kedudukan segitiga yang bervariasi. kosinus dan tangen dari sudut-sudut lancip dalam segitiga siku-siku yang diketahui berikut ini: 1) . Contoh: Tentukanlah nilai sinus.Berikut disampaikan alternatif untuk keperluan di atas. a. Mengunakan segitiga siku-siku yang panjang dua sisinya diketahui.5 61 (iv) C Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 11 .4 b. kosinus dan tangen untuk ∠A dan ∠B berikut C C 30 25 40 26 A B 28 (i) B A 39 (ii) B B 29 36 65 36 C 25 (iii) A A Gambar 2.

Untuk menerapkan pemahaman perbandingan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari dapat dipilih strategi cooperative learning dengan model jigsaw (Slavin) dan pendekatan kontekstual. maka besar sudutnya ditentukan guru. Sudut itu dapat disiapkan misalnya dalam bentuk lembar kerja. Jika guru ingin lebih mudah memeriksa hasilnya. melainkan dengan tanya jawab. sebagai berikut.Di sini strategi pemecahan masalah dikembangkan dalam pembelajaran. Bimbingan kepada siswa bukan dalam memberikan secara langsung cara mengerjakannya. Guru tidak harus tergesa-gesa minta atau memperoleh jawaban hasil. kosinus dan tangen yang diambil dari lingkungan sekolah: Misalnya : (a) Keberadaan tangga sekolah menuju lantai II. Menggunakan sudut (lancip) yang bervariasi. melainkan lebih menekankan bagaimana cara memperolehnya. 1) Guru mempersiapkan tugas yang harus menggunakan sinus. dinyatakan dalam bentuk desimal sampai dua tempat desimal? Gambar 2.6 d. misalnya: (i) (ruas garis) pertolongan apa yang harus ditambahkan agar muncul suatu bentuk gambar yang memberikan kemungkinan perbandingan trigonometri dapat dihitung? (ii) jika sudah ada gambar. Contoh: Berapa besar nilai sinus dan kosinus sudut berikut. rumus atau teorema apa yang perlu digunakan untuk menentukan panjang ruas-ruas garis yang terbentuk? (iii) dari relasi-relasi itu bagaimana memanipulasinya untuk memperoleh hasil perbandingan trigonometrinya? Kompetensi dasar manakah yang ingin dicapai dari kegiatan di sini? c. 12 Pembelajaran Trigonometri SMA . dapat dimanfaatkan untuk memantapkan pengertian siswa tentang sinus.

yang sudah waktunya diganti itu! Tiang A Gambar 2. (c) Keberadaan gedung tinggi di dekat sekolah. papan reklame) yang diperkuat dengan talipancang. dan mengukur besar sudut ABC. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 13 . dapat dimanfaatkan untuk memantapkan konsep kosinus.8 B Dengan menggunakan klinometer (untuk mencari besar sudut elevasi).7 (b) Keberadaan suatu tiang (tiang listrik.Lantai II C Tangga Dengan mengukur panjang tangga BC . maka siswa ditugasi untuk menentukan ketinggian lantai II dari dasar lantai. Demikian juga dapat digunakan masalah yang dibuat berdasarkan situasi di sekitar sekolah. serta menggunakan konsep kosinus maka siswa dapat menentukan panjang tali pancang AC . mengukur jarak dari dasar gedung dengan tempat berdiri siswa waktu menggunakan klinometer. B A Gambar 2. dan menggunakan perbandingan tangen maka siswa dapat mengukur tinggi bangunan itu. dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman tentang konsep tangen C Tali pancang Dengan mengukur besar sudut BAC dan jarak antara A dan B. dan menggunakan konsep sinus.

3) Guru membentuk kelompok expert (counterpart) group. dengan tugas masing-masing menjelaskan hasil yang telah diraih dari masing kelompok expert-nya. Kemudian masing-masing kelompok diberi tugas untuk menyelesaikan ke masing semua tugas yang harus diselesaikan. dan mempersiapkan diri menyampaikan hasilnya kepada anggota lain di kelompok jigsaw-nya.9 2) Guru membentuk kelompok kelompok-kelompok jigsaw. Kelompok ini dengan menggunakan strategi penyelesaian masalah berdiskusi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Guru lnya pada kesempatan ini mengawasi dan menjadi nara sumber apakah kerja tim sudah sesuai dengan strategi yang dipilih guru. yang banyak anggotanya disesuaikan dengan banyak tugas yang dapat dikonstruksi berdasarkan situasi lingkungan sekolah. dan anggota masing-masing kelompok terdiri dari satu orang dari tiap kelompok jigsaw. Satu hal yang mesti dicatat di sini bahwa masing masing-masing anggota dari kelompok expert ini bertanggung jawab untuk menjelaskan hasilnya kepada anggota lain dari kelompok jigsaw-nya. 14 Pembelajaran Trigonometri SMA . yang banyak kelompoknya sama dengan banyak tu tugas yang dibuat oleh guru. maka kembalilah masing masing-masing anggota dari kelompok ekspert ke kelompok jigsaw semula. 4) Setelah masing-masing kelompok bekerja secara kooperatif masing untuk menyelesaikan tugas.α Gambar 2.

siswa diarahkan untuk memahami konsep perbandingan kotangen. 5. Berpangkal dari definisi perbandingan trigonometri di atas. dengan pendekatan tanya-jawab. dan tangen.5) Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi kelas.3) : A C b a α c B kotangen α (ditulis dengan notasi cot α ) = sekan α (ditulis dengan notasi sec α ) = sisi di kaki sudut α c = sisi di depan sudut α a hipotenusa b = sisi di kaki sudut α c hipotenusa b = sisi di depan sudut α a kosekan α (ditulis dengan notasi csc α ) = b.b). Perluasan ilai Perbandingan Trigonometri a. kosinus dan tangen di atas. dan jangan lupa memberi penghargaan berupa pujian sebagai motivasi dan suasana kompetitif yang sehat. dalam memahami perbandingan trigonometri. sekan dan kosekan. Perluasan dari pengertian sinus. di mana guru memantapkan pemahaman tentang sinus. kosinus. bahwa (Perhatikan salinan Gambar 2. dari diagram di atas (butir 3. 1 tan α 1 (ii) sec α = cos α 1 (iii) csc α = sin α (i) cot α = sin α cos α cos α (v) cot α = sin α (iv) tan α = Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 15 . dikembangkan sifat hubungan antar masingmasing perbandingan trigonometri.

guru dapat menggunakan pembelajaran kooperatif. 45°. dan semua bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban pada akhir kegiatan sebagai tanggung jawab bersama. misalnya dalam hal kesulitan belajar siswa secara individual. 30°. TAI disusun untuk memecahkan masalah dalam program pengajaran. dapat digunakan strategi pembelajaran kooperatif dengan model TAI (Team Assissted Individualization). Ketiga. siswa melakukan reinvention (penemuan kembali) yang akhirnya berhasil membuktikan rumus-rumus di bawah ini. Diskusi terjadi pada saat siswa saling mempertanyakan jawaban yang dikerjakan teman se-tim-nya. juga ada sedikit kompetisi yang sehat dengan tidak meninggalkan kelebihan pembelajaran gotong royong. Kedua. dengan model TAI (Team Accelerated Instruction) misalnya di samping memberi motivasi. 90°. 60°. di mana sebelumnya dibentuk kelompok-kelompok diskusi. dengan tugas 16 Pembelajaran Trigonometri SMA . Untuk pembuktian sifat-sifat lainnya. Untuk memantapkan pemahaman tentang perbandingan trigonometri sudut-sudut 30°. Secara singkat model pembelajaran kooperatif TAI dikembangkan oleh Slavin (1985) dengan beberapa alasan. Pertama model ini mengkombinasikan keampuhan pembelajaran kooperatif dan program pengajaran individual. 1) Bentuklah kelompok-kelompok belajar kooperatif. Setiap siswa belajar pada aspek khusus pembelajaran secara individual. Pembelajaran Istimewa ilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Selanjutnya perlu dibahas nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut 0°. a.c. 60°. Model TAI ini digunakan untuk mendorong siswa menemukan kembali rumus-rumus di bawah ini : (i) sin2α + cos2α = 1 (ii) tan2α + 1 = sec2α (iii) cot2α + 1 = csc2α 6. model ini memberikan tekanan pada efek sosial dari belajar kooperatif. untuk menyelesaikan tugas ini. Anggota tim menggunakan lembar jawab yang digunakan untuk saling memeriksa jawaban teman setim. masing-masing kelompok beranggotakan kira-kira 5 orang siswa. 45°. Model ini juga merupakan model kelompok berkemampuan heterogen.

maka dikaitkan nilai perbandingan trigonometri dengan sistem koordinat Cartesius: Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 17 . ……. …….masing-masing anggota kelompok mengerjakan seluruh tugas. ……. Untuk pengembangan sampai dengan perbandingan trigonometri untuk sudut 0° dan 90° (dan nantinya fungsi trigonometri berbagai sudut). 2) Tugasi kelompok mengerjakan lembar kerja yang isinya sebagai berikut: C S R A D ∆ABC sama sisi panjang sisi = 2a B P PQRS persegi panjang sisi = 2a Q Gambar 2. ……. ……. berdiskusi mengapa dan bagaimana dengan bahasa mereka untuk berdiskusi. ……. ……. ……. 60° ……. 30° ……. 45° ……. ……. tentukan nilai perbandingan trigonometri sudut-sudut 30°.10 Dengan menggunakan gambar di atas. ……. dan agar siswa sampai pada relational understanding (bukan sekedar instrumental understanding). ……. ……. 45° dan 60° α sin α cos α tan α cot α sec α csc α b. ……. ……. ……. kemudian anggota kelompok yang satu memeriksa hasil kelompok yang lain.

arah putar positif XOP dalam sistem adalah arah dari X ke P diputar berpusat di titik O dengan arah berlawanan dengan arah putar jarum jam).Y P(x. y) r y α O x Untuk setiap titik P(x. maka sudut XOP dikatakan sudut pada kuadran I Jika P di kuadran II. maka sudut XOP dikatakan sudut pada kuadran III Jika P di kuadran IV. dengan teknik bertanya. maka dapat didefinisikan perbandingan trigonometri untuk sudut α. maka sudut XOP dikatakan sudut pada kuadran II Jika P di kuadran III. maka sudut XOP dikatakan sudut pada kuadran IV (Ingat. dapat dikembangkan untuk mencari nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut 0° dan 90° (Berapa absis/ordinat titik yang terkait dengan sudut tersebut?) Sudut-sudut yang terkait dengan kedudukan titik P tersebut selanjutnya dikaitkan dengan istilah besar sudut. perbandingan trigonometri untuk sudut ∠XOP adalah: ordinat P r ordinat P sin α = tan α = sec α = r absis P absis P absis P r absis P cos α = cot α = csc α = r ordinat P ordinat P Catatan: Sudut yang dalam sistem koordinat sedemikian sehingga titik sudutnya pada titik O dan kaki utama (ingat definisi sudut terkait dengan rotasi sinar garis) pada sumbu X dikatakan sebagai sudut dalam kedudukan baku. sehingga: Jika P di kuadran I. Dengan berangkat dari definisi yang dihubungkan dengan konteks koordinat di atas.11 Jadi untuk setiap titik P dengan OP = r dan besar sudut ∠XOP adalah α. y) dengan OP = r di mana pun P berada dalam sistem koordinat. sebagai berikut: sin α = y r x cos α = r y tan α = x x y r sec α = x r csc α = y cot α = Gambar 2. 18 Pembelajaran Trigonometri SMA . maka.

siswa diberi tugas untuk mencari dan akhirnya menemukan sifat-sifat : 1) (i) cos(90 − α)° = sin α° (ii) tan(90 − α)° = cot α° sin(180 − α)° = Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 19 . dengan langkah-langkah sebagai berikut. Dengan dua contoh di atas. α° tangen dengan kotangen.y1) terhadap garis yang persamaannya y = x dan dengan teknik bertanya dibahas hubungan antara x1 dan y1 α° dengan x dan y (x1 = y dan y1 = x) P(x. khususnya untuk X menemukan bahwa: sin(90 − α)° = cos α° Gambar 2. Untuk meninggikan derajat keaktifan siswa pembelajaran relasi sin(180 − α)° = sin α° digunakan teknik bertanya c.13 ordinat P' y = = sin α° r r Jadi sin(180 − α)° = sin α° d. dan sekan O x dengan kosekan).7. y) (180−α)° P(x.12 b. strategi yang dipilih adalah kombinasi dari eksposisi dengan tanya jawab yang efektif dan pembelajaran kooperatif. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi Pada pembelajaran materi ajar ini.y) y1 kemudian hubungan fungsi dengan (90 − α)° kofungsinya (sinus dengan kosinus. Menggunakan pencerminan titik x1 P′ (x1. dilanjutkan dengan strategi cooperative learning (Jigsaw misalnya). Y a. Y P′ (−x. y) α O sin α° = y r X Gambar 2.

O X tangen Kuadran III kosinus Kuadran IV Gambar 2. Akhir dari pembahasan nilai perbandingan trigonometri sudut yang berelasi. 3) (i) sin(180 + α)° = − sin α° (ii) cos(180 + α)° = − cos α° (iii) tan(180 + α)° = tan α° (iv) sifat yang lain dijadikan soal penilaian proses. sec(180 − α)° = −sec α°.14 Pemahaman prinsip-prinsip ini secara relasional. f.(iii) sifat-sifat cot(90 − α)° = tan α°. perorangan ataupun secara berkelompok. maka langkah berikutnya membawanya menjadi fakta (dalam taksonomi Gagne) atau pengetahuan siap. 5) Untuk setiap bilangan bulat n berlaku (i) sin(α + n. dan csc(180 − α)° = csc α° dijadikan soal untuk penilaian proses. Penulisan relasi-relasi di atas untuk sudut dengan ukuran radian dapat ditugaskan kepada siswa. sehingga misalnya: sin(π − α) = sin α dan cos(α + 2πn) = cos α.180)° = tan α° sifat nilai perbandingan yang lain. sec(90 − α)° = csc α°. e. 4) (i) sin(360 − α)° = sin (−α°) = −sin α° (ii) cos(360 − α)° = cos (−α°)= cos α° (iii) tan(360 − α)° = tan (− α°) = − tan α° (iv) sifat nilai perbandingan yang lain dijadikan penilaian proses. dan csc(90 − α)° = sec α° dijadikan soal untuk penilaian proses 2) (i) cos(180 − α)° = − cos α° (ii) tan(180 − α)° = − tan α° (iii) sifat-sifat untuk cot(180 − α)° = −cot α°. Perlu dibahas pula bahwa relasi-relasi di atas juga berlaku untuk sudutsudut dengan satuan ukuran bukan derajat. dan selanjutnya guru dapat 20 Pembelajaran Trigonometri SMA .360)° = sin α° (ii) cos(α + n. dijadikan penilaian proses. sampai pada kesimpulan Y hubungan antara nilai positif atau negatifnya nilai perbandingan Kuadran I Kuadran II trigonometri suatu sudut dengan semua sinus kuadrannya.360)° = cos α° (iii) tan(α + n.

Yang dimaksud sudut istimewa untuk sudut-sudut di kuadran bukan kuadran pertama adalah sudut-sudut pada ketiga kuadran lain yang terkait dengan sudut-sudut pada kuadran pertama. Tentukanlah nilai sinus.5 termasuk kelipatannya. LATIHAN 1 1. atau dalam ukuran radian.6 dinyatakan dalam bentuk desimal sampai dua tempat desimal? Jelaskan cara paling efektif yang Anda gunakan. Berikan contoh 3 buah segitiga siku-siku yang panjang sisi-sisinya merupakan bilangan bulat selain yang sudah dituliskan pada Gambar 2. Berikan contoh 3 buah segitiga lancip yang panjang sisi-sisinya merupakan bilangan bulat selain yang sudah dituliskan pada Gambar 2.5 termasuk kelipatannya.4. 3. tangen.menyarankan siswa untuk membuat jembatan keledai (mnemonic) untuk itu. 4. kuadran I : semua (sinus.4 dan 2. 315° yang terkait dengan 45°.5 (i) dan (ii). kosinus. yang nilai sinus sudut-sudut lancipnya merupakan bilangan rasional. Misalnya sudut 240° yang terkait dengan 60°. misalnya 3 π 4 radian yang terkait dengan 1 4 π radian. Misalnya "semanis Sinta tanpa kosmetika". kotangen. yang nilai sinus dua sudut-sudut lancipnya merupakan bilangan rasional. 2. kosinus dan tangen salah satu sudut lancip pada setiap segitiga siku-siku pada Gambar 2. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 21 . Berapa besar nilai sinus gambar kiri dan kosinus gambar kanan sudut lancip pada Gambar 2. 5. mereka ditugasi untuk menyusun daftar nilainilai fungsi trigonometri sudut-sudut istimewa. Tentukan nilai sinus dan kosinus untuk ∠A dan ∠B pada Gambar 2.4 dan 2. yang artinya nilai perbandingan trigonometri positif untuk sudut di mana sudut itu berada. sekan dan kosekan) kuadran II: sinus (bersama kosekan) kuadran III: tangen (bersama kotangen) kuadran IV: kosinus (bersama sekan) Untuk meyakinkan pemahaman siswa tentang tanda nilai sudut dari berbagai kuadran dan rumus-rumus perbandingan/fungsi trigonometri sudut-sudut yang berelasi.

PEMBELAJARAN IDENTITAS 1. Hubungan Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut Untuk membahas materi ini ditempuh langkah-langkah sebagai berikut : a. Polya) yang saran langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: i. siswa dibagi beberapa kelompok. 7. dan untuk itu strategi yang cocok adalah pemecahan masalah (G. merancang rencana (devising a plan). Hasilnya digunakan secara klasikal untuk menyatakan bahwa relasi-relasi di atas berlaku untuk setiap sudut. memilih konsep-konsep dan prinsip yang tepat. memahami masalah (understanding the problem). pada relasi-relasi di atas dengan sudut-sudut istimewa. Setiap kelompok ditugasi untuk melakukan substitusi berbagai nilai pengganti α. dengan strategi eksposisi dan dan mengefektifkan teknik bertanya diingatkan kembali rumus yang menghubungkan perbandingan trigonometri yang telah ditemukan di atas yaitu bahwa untuk setiap sudut α dan perbandingan trigonometri yang terdefinisi berlaku: (i) sin2α + cos2α = 1 (iii) tan2α + 1 = sec2α sin α (iv) 1 + cot2α = csc2α (ii) tan α = cos α b. Relasi semacam itu dikenal sebagai identitas. Dalam mengerjakan soal seorang siswa menulis: a. 22 Pembelajaran Trigonometri SMA . memeriksa kembali (looking back). sin 120° = sin(180 − 120)° = sin 60° = 1 3 2 b. melaksanakan rencana (carrying out the plan). masing-masing kelompok berdiskusi memecahkan suatu masalah. maka dilatih lewat soal-soal identitas. iv. ii. agar pemahaman tentang prinsip (menurut taksonomi Gagne) di atas dapat ditingkatkan menjadi pengetahuan siap.6. Kegiatan dengan pendekatan problem solving dapat dilakukan secara berkelompok dengan cooperative learning (TAI misalnya). cos 240° = − cos(180 + 60)° = − cos 60° = − 1 2 Berikanlah komentar tentang pekerjaan siswa tersebut! D. c. iii. Berilah 3 contoh masalah yang kontekstual dan memuat masalah perbandingan trigonometri berikut alternatif pemecahannya.

yang bentuknya lebih sederhana. sehingga kedua bentuk hasil pengubahan itu tepat sama. Membuktikan Kebenaran Identitas Kebenaran suatu relasi atau kalimat terbuka merupakan identitas perlu dibuktikan kebenarannya. Ada tiga pilihan pembuktikan identitas. Cara/langkah salah yang sering dilakukan adalah (1) mengumpulkan kedua ruas menjadi satu ruas dan (2) jika dalam bentuk pecahan dilakukan perkalian silang (lihat contoh pada akhir bagian 3. maka syarat terjadinya fungsi tersebut merupakan syarat yang perlu diperhitungkan. Secara umum. Pengertian Identitas trigonometri adalah suatu relasi atau kalimat terbuka yang memuat fungsi-fungsi trigonometri dan yang bernilai benar untuk setiap penggantian variabel dengan konstan anggota domain fungsinya. sekan. Dua cara pertama merupakan pilihan utama. Namun dalam trigonometri identitas yang (langsung atau tak langsung) memuat fungsi tangen. c berikut) 23 Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika . yaitu menggunakan rumus-rumus atau identitas-identitas yang telah dibuktikan kebenarannya dengan cara: 1) ruas kiri diubah bentuknya sehingga menjadi tepat sama dengan ruas kanan.2. b. maka meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit. dan kosekan domain himpunan bilangan real sering menimbulkan masalah ketakhinggaan. 2) ruas kanan diubah bentuknya sehingga menjadi tepat sama dengan ruas kiri. yang diubah adalah bentuk yang paling kompleks (rumit). kotangen. ruas kanan diubah menjadi bentuk lain juga. Domain sering tidak dinyatakan secara eksplisit. Identitas Trigonometri a. dibuktikan atau diubah bentuknya sehingga sama dengan bentuk yang tidak diubah. atau 3) ruas kiri diubah menjadi bentuk lain yang identik dengannya. Jika demikian maka umumnya domain yang dimaksud adalah himpunan bilangan real. Karena itu. karena masing-masing jelas tujuan bentuk yang hendak dicapai.

3) pelatihan yang cukup. Dalam proses pembuktian. atau rumus-rumus dasar trigonometri dan aljabar. Jadi jika harus membuktikan maka kiranya akan lebih mudah jika dari ruas kiri dibuktikan sama dengan ruas kanan. selain yang disebutkan pada dua butir pertama di atas.Keberhasilan pembuktian kebenaran identitas memerlukan: 1) telah dikuasainya relasi. yaitu bahwa ruas kiri harus sama dengan ruas kanan. yang sangat penting diperhatikan ialah bahwa: 1) perubahan-perubahan bentuk aljabar yang dilakukan berorientasi pada tujuan (ruas lain yang dituju). fungsi-fungsi tangen. 2) selain menggunakan hubungan antara sekan dan tangen. 24 Pembelajaran Trigonometri SMA . kotangen. bentuk-bentuk yang dituju biasanya adalah bentuk atau derajat yang lebih sederhana dan dapat ”dipaksakan” adanya dengan penyesuaian bentuk-bentuk lainnya (diarahkan ke bentuk yang menjadi tujuan pembuktian). c. Maksudnya. 2) merancang rencana Bentuk ruas kiri adalah sin2α + sin2α cos2α + cos4α yang harus dibuktikan sama dengan 1. guru dapat memberikan contoh. penyederhanaan. bahwa: 1) langkah pertama adalah memahami masalah Jelas bahwa masalahnya adalah masalah pembuktian. 2) telah dikuasainya proses pemfaktoran. Masalah ini memuat keadaan ruas kiri lebih kompleks dari pada ruas kanan. aturan. operasi pada bentuk pecahan dan operasi hitung lainnya serta operasi dasar aljabar. sekan dan kosekan dapat diubah ke fungsi sinus atau kosinus. kosekan dan kotangen. Contoh menyelesaikan masalah identitas Misalkan ada soal/masalah: Buktikan bahwa sin 2 α + sin 2 α cos 2 α + cos 4 α = 1 Cara I Seperti dikemukakan pada langkah pemecahan masalah.

3) 4) Karena tujuannya adalah ”1”. sedangkan ”1” dalam trigonometri muncul dalam rumus sin2α + cos2α = 1. 2) Dari strategi di atas maka langkah pembuktiannya sebagai berikut: Bukti: Ruas kiri: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α (1 + cos2α ) + cos4α = (1 − cos2α ) (1 + cos2α ) + cos4α = (1 − cos4α ) + cos4α = 1 = ruas kanan (terbukti) Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 25 . yaitu ruas kanan adalah 1. Cara II 1) Jika strategi awalnya adalah penyederhanaan dengan pemfaktoran. maka dengan memfaktorkan dua suku pertamanya diperoleh: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α (1 + cos2α ) + cos4α Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. ada unsur 1 sesuai tujuan. Jika dua suku terakhir difaktorkan diperoleh: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α + (sin2 α + cos2α ) cos2α melaksanakan rencana Bukti: Ruas kiri: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α + (sin2 α + cos2α ) cos2α (cara 1) = sin2α + (1) cos2α = sin2 α + cos2α = 1 (= ruas kanan (terbukti)) memeriksa kembali Dalam hal ini pemeriksaan dilakukan hanya dalam hal pemeriksaan kembali langkah demi langkahnya. Hal terakhir ‘terpikir’ karena adanya bentuk (1 + cos2α) yang jika dikalikan dengan 1 − cos2α (dari sin2 α = 1 − cos2α) akan menghasilkan 1 − cos4α. maka perlu dimunculkan adanya bentuk sin2α + cos2α. maka 1 dalam trigonometri muncul antara lain dari rumus sin2 α + cos2α atau secara aljabar dapat muncul dari perkalian bentuk (1 − x)(1 + x). Hal ini dapat muncul jika dua suku terakhir dari ruas kiri difaktorkan.

maka perlu dimunculkan adanya bentuk sin2α + cos2α. maka diperoleh: Bentuk ruas kiri diubah menjadi sin2α + sin2α cos2α + cos2α cos2α yang harus dibuktikan sama dengan 1. Karena tujuannya adalah ”1”. Hal ini dapat muncul jika ruas kiri difaktorkan sehingga sin2α + sin2α cos2α + cos2α cos2α dan dengan manipulasi lebih lanjut ruas kiri menjadi = sin2α (1 + cos2α ) + cos2α (1 − sin2α) Dengan menjabarkan lebih lanjut hasilnya = 1. sedangkan ”1” dalam trigonometri muncul dalam rumus sin2α + cos2α = 1.Cara III 1) Jika strategi awalnya adalah penyederhanaan dari suku berderajat tinggi. 2) Dari strategi di atas maka langkah pembuktiannya sebagai berikut: Bukti: Ruas kiri: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α + sin2α cos2α + cos2α cos2α = sin2α (1 + cos2α ) + cos2α (1 − sin2α) = sin2α + sin2α cos2α + cos2α − cos2αsin2α = sin2α + cos2α = 1 ( sama dengan ruas kanan/terbukti) Berikut ini diberikan contoh cara atau langkah yang salah Bukti: sin 2 α + sin 2 α cos 2 α + cos 4 α = 1 1 – sin2α – sin2α cos2α – cos4α = 0 (langkah-langkah pembuktian salah): cos2α – sin2α cos2α – cos4α = 0 cos2α( 1 – sin2α – cos2α ) = 0 cos2α ( 1 – 1) = 0 cos2α × 0 = 0 0 = 0 (akhirnya tidak sesuai dengan yang harus dibuktikan) Contoh langkah pembuktian lainnya yang salah: 1 − sin θ cos θ Buktikan: = cos θ 1 + cos θ 26 Pembelajaran Trigonometri SMA . atau bagian-bagiannya.

atau dari yang pangkatnya tinggi ke yang lebih rendah. maka dapat dipilih salah satu arah. bahwa pembuktian identitas dapat dilakukan antara lain mengubah bentuk ruas kiri menjadi sama dengan ruas kanan. Namun jika keduanya sama tingkat kompleksitasnya atau derajat fungsinya. Contoh 2: Buktikan bahwa sec4θ – sec2θ = tan4θ + tan2θ Bukti: Alternatif 1 Alternatif 2 Ruas kiri: Ruas kanan sec4θ – sec2θ tan4θ + tan2θ = sec2θ (sec2θ – 1) = tan2θ (tan2θ + 1) 2 2 = sec θ × tan θ = (sec2θ – 1) sec2θ 2 2 = (1 + tan θ) tan θ = sec4θ – sec2θ 2 4 = tan θ + tan θ = ruas kiri = ruas kanan e. Berlatih memecahkan masalah identitas Siswa secara berkelompok dengan cooperative learning (TAI misalnya).Bukti: 1 − sin θ cos θ = cos θ 1 + cos θ ⇔ (1 – sin θ)(1 + sin θ) = cos2θ (seharusnya tidak boleh menggunakan tanda “=” karena belum sama. Hal ini tergantung kompleksitasnya atau ketinggian derajat fungsinya. yang utama adalah dari yang lebih kompleks ke lebih sederhana. atau sebaliknya dari ruas kanan menjadi sama dengan ruas kiri. masing-masing kelompok berdiskusi memecahkan masalah identitas berikut 1) cos 4 θ − sin 4 θ = cos 2 θ − sin 2 θ (1 − tan α )(1 + tan α ) 2) = csc α − sec α tan α sin α 3) tan γ cos 4 γ + cot γ sin 4 γ = sin γ cos γ Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 27 . masih harus dibuktikan sama) ⇔ 1 – sin2θ = cos2θ ⇔ cos2θ = cos2θ (berbeda dengan perintah yang harus dibuktikan) d. Arah pembuktian Telah dinyatakan.

di mana rumus fungsi f(x) adalah perbandingan trigonometri yang telah dibahas di depan. GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI 1. sin 2 α sin x 1 − cos x 2 csc x = + 1 + cos x sin x 4 2 4 sec θ – sec θ = tan θ + tan2θ sin A−cos A+1 = sin A+1 sin A+cos A−1 cos A Agar pemahaman siswa lebih mendalam. yaitu merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan identitas trigonometri. maka jika memungkinkan (mengingat waktu dan kemampuan siswa) maka dapat dilanjutkan tugas problem posing yang diajukan dari masing-masing kelompok kooperatifnya. Melukis Pendekatan ilai π Menurut Kochansky Untuk pembelajaran fungsi trigonometri ini diingatkan pengetahuan prasyaratnya yaitu pengertian fungsi. a. E. Fungsi kosinus f : x → cos x c. Dari pengertian fungsi tersebut dikembangkan pengertian fungsi trigonometri f adalah suatu fungsi pada bilangan real f: x → f(x). yaitu untuk menyiapkan panjang ruas garis sebesar 2πr. maka perlu dikenal cara melukis π sebaiknya diberikan dahulu pemahaman tentang salah satu cara melukis pendekatan 28 Pembelajaran Trigonometri SMA . Ini menunjang bagian kompetensi dasar. Fungsi sinus f : x → sin x b. LATIHAN 2 Buktikan kebenaran identitas-identitas pada butir pasal D butir 2.4) 5) 6) 7) 8) 1 − sin θ cos θ = cos θ 1 + cos θ tan 2 α − sin 2 α = tan 2 α . satuan di sumbu-X dan sumbu-Y mempunyai perbandingan panjang yang tepat. Misalnya : Agar di dalam melukis fungsi trigonometri.e di atas. Fungsi tangen f : x → tan x Jika tidak ada penjelasan apapun besaran sudut dalam x (x∈R) sebagai argumen x fungsi adalah sudut dengan ukuran radian.

Menggambar Grafik Fungsi Trigonometri Untuk menggambar grafik fungsi-fungsi sinus. Gambar situasinya dapat disiapkan guru. sedang perhitungannya dapat ditugaskan kepada siswa. Lukislah sebuah segitiga samakaki (misal ∆ABC siku-siku di B) dengan panjang sisi siku-siku 1 satuan sesuai pilihan masing-masing.1415926535897932384626433832795. o Dengan tanya jawab dibahas nilai-nilai fungsi trigonometri sudut-sudut istimewa.141533. kosinus dan tangen..r. dapat dilakukan dengan pemberian tugas kepada siswa. Misalnya sebagai berikut. misalnya dengan cara Kochansky. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 29 . kita tahu dari hasil perhitungan π yang sebenarnya ≈ 3. DF = CD 2 + CF 2 = (2r ) 2 + (3r − 1 r 3 ) 2 3 = r 40 − 6 3 3 = 3. 2. misal 1 satuan = 3 cm. Untuk keperluan ini siswa perlu memahami paling sedikit 1 cara menggambar √2 dan √3 satuan.. Cara Kochansky itu dasarnya adalah sebagai berikut: D OA = r EC = r cot 60o = 1r 3 3 Lukis EF = 3r Sehingga : CF = 3r − 1 r 3 3 B O r A 60 o E Gambar 2. Sedangkan di sisi lain.nilai π. Ke arah keluar dari ∆ABC tarik CD ⊥ AC dengan CD = 1 satuan Tarik AD Berapakah panjang AC dan AD ? Lukislah sumbu AC dan AD . Melihat hasil ini pendekatan DF sebagai πr sudah cukup teliti sampai tiga tempat desimal.15 C F Dengan teorema Pythagoras dapat dicari panjang DF.. dengan jalan menentukan nilai fungsi dari sudut-sudut yang mudah dihitung nilai fungsi trigonometrinya.

… . Ruas garis manakah itu? 1 2 √2 satuan dan 1 2 √3 Catatan: Kelengkapan hasil lukisannya adalah sebagai berikut: D 1 C √3 1 √2 1 1 2 D 1 C 1 2 1 √3 2 √2 √2 1 √3 2 B 1 A B Gambar 2. 315°. 90. 135°. yaitu 30°. 210°. 150°. 225°. 330° dan 360° atau sudut-sudut sesuai dengan satuan ukuran radian. 30 Pembelajaran Trigonometri SMA .16 1 A o Lukisan juga dapat didasarkan pada atau menggunakan lingkaran satuan. 360 pada sumbu-X.Anda telah memperoleh ruas garis sepanjang satuan. 60°. Melukis grafik fungsi sinus menggunakan tabel 1) Menggunakan nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa termasuk sudut-sudut berelasinya.17 a. 270°. 300°. 120°. 45. 240°. 45°. 60° 45° 30° π/6 π/3 π/4 Gambar 2. 60. Untuk menggambar grafik fungsi trigonometri dengan menggunakan lingkaran satuan pertama kali pada lingkaran satuan itu dibuat sudutsudut khusus. 180°. Hal ini dilakukan untuk memudahkan meletakkan posisi 30. 90°.

(60. maka pasangan koordinat titik-titik: (0. … . sebagaimana tabel di bawah ini: x 0 π 6 π 4 π 3 π 2 2π 3 3π 4 π 7π 6 5π 4 4π 3 3π 2 5π 3 5π 3 7π 4 11π 6 2π … sin x … … … … … … … … … … … … … … … … Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x°.0) untuk satuan derajat. (45. sebagaimana tabel di bawah ini: x sin xo 0 30 45 60 90 120 135 150 180 210 225 240 270 300 315 330 360 … … … … … … … … … … … … … … … … … Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap. panjang interval 0 ≤ x ≤ 360 digunakan skala 2π satuan.0). (30. Panjang interval tersebut menggambarkan keliling lingkaran satu putaran penuh. sama dengan yang digunakan ketika menggambar dengan satuan ukuran radian. mula-mula siswa ditugasi untuk melengkapi nilai-nilai sin xo untuk sudut-sudut istimewa (termasuk sudut relasinya). mula-mula siswa ditugasi untuk melengkapi nilai-nilai sin x untuk sudut-sudut istimewa (termasuk sudut relasinya). selanjutnya titik tersebut digambar dalam sistem koordinat Cartesius yang sesuai. … . Untuk kedua jenis satuan derajat. 1 3 ). 0) untuk 6 2 4 2 3 2 satuan radian. 2 2 2 (360. (2π. 1 ). 1 3 ). atau (0. ( π .Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x. Y 1 1 √3 2 1 √2 1 2 2 1 2 5π 6 1 1 √3 2 √2 1 2 O0 1π 4 3π 4 5π π 6 1π 6 1π 3 1π 2 2 3 π 7π 6 5π 4 4π 3π 3 2 5π 3 7π 4 2π 11π X 6 panjang 2πr dengan r = 1 Gambar 2. ( π . ( π .0). 1 ).18 Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 31 . 1 2 ). 1 2 ).

π .. 0 < x < 2π. Selanjutnya lukis kurva mulus melalui titik-titik yang 6 diperoleh grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x. (Gambar 2. nilai dari hasil proyeksinya langsung dapat digunakan untuk membuat garis bantu sejajar sumbu X untuk menggambarkan nilai-nilai sinus sudut bersangkutan. Untuk grafik fungsi sinus..19 b. 32 Pembelajaran Trigonometri SMA .. Sehingga nilai sin x dari x = π . sesuaikan dengan Gambar 2. c. Melukis grafik fungsi sinus dan kosinus menggunakan lingkaran satuan Untuk menentukan nilai sinus suatu sudut dengan menggunakan lingkaran satuan adalah bahwa nilai sinus suatu sudut dapat dinyatakan sebagai panjang proyeksi jari-jari lingkaran pada garis vertikal yang melalui pusat lingkaran.19) Y 1 1 2 √3 1 2 √2 1 √2 2 2 1 π 4 1 π 6 1 π 3 1 π 2 3 π 4 2 π 3 π 5π 6 7 π 6 5 π 4 4 π 3 3 π 2 7 π 4 5 π 3 2π 11π X 6 1 1 2 √3 1 2 O 1 0 panjang 2πr dengan r = 1 Gambar 2.17 dapat dibuat proyeksi titik-titik ujung jari-jari yang terkait dengan sudut-sudut istimewa.17. Melukis grafik fungsi kosinus dan tangen menggunakan tabel Langkah kegiatannya melukis grafik fungsi kosinus dan tangen dengan tabel dapat dilakukan seperti pada kegiatan melukis grafik fungsi sinus dengan tabel. 2π. sehingga nilainya dapat 6 4 3 diwakili oleh proyeksi jari-jari lingkaran satuan pada garis vertikal yang melalui pusat lingkaran tersebut. . 1) Dari uraian di atas. kemudian dari gambar Gambar 2. π .(untuk satuan derajat. Sedangkan nilai kosinusnya dapat diwakili oleh proyeksi jari-jari lingkaran satuan pada garis mendatar yang melalui pusat lingkaran tersebut. dibuat garis-garis mendatar sejajar sumbu X. misal 1 π → 30°).

diperoleh grafik fungsi sinus pada interval [0. dan melalui titik-titik tersebut dilukis kurva mulus.Y π/3 π/4 π/6 O X Gambar 2.22) Y 1 π 4 3 π 4 1 π 3 1 π 2 2 π 3 π 5π 6 7 π 6 5 π 4 4 π 3 3 π 2 O0 1 π 6 7 π 4 5 π 11π 6 3 2π X Gambar 2.21 3) Dengan menentukan titik-titik potong antara garis-garis pada langkah 1) dan langkah 2) yang bersesuaian.22 Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 33 . 2π] (Gambar 2.20 2) Jika sepanjang sumbu X diletakkan nilai-nilai sudut istimewa pada interval 0 ≤ x ≤ 2π kemudian dibuat garis-garis vertikal sejajar sumbu-Y. diperoleh hasil sebagai berikut: Y 1 π 4 3 π 4 1 π 3 1 π 2 2 π 3 π 5π 6 7 π 6 5 π 4 4 π 3 3 π 2 7 π 4 5 π 3 2π 11π 6 O0 1 π 6 X Gambar 2.

maka diperoleh gambar seperti pada Gambar 2. Y C B 60° 45° Y C B 60° 45° A O P D E F Gambar 2.23 π/6 A O D E F 30° P 34 Pembelajaran Trigonometri SMA .Catatan 1) Untuk menggambar grafik fungsi kosinus menggunakan lingkaran satuan. maka Y yang panjangnya 2π dibagi 24 sama panjang. kemudian dari titik-titik bagi itulah garis-garis sejajar sumbu Y dibuat.17 jari-jarinya diperpanjang sampai memotong sumbu Y. garis x = 30° dengan garis 6 2 mendatar yang melalui titik pada ujung jari-jari pembentuk sudut (90 − 30 = 60)°. penggunaan ”perpotongan garis mendatar dan tegak” pada langkah 3) di atas perlu memperhatikan relasi kofungsi.23. Pemilihan sudut dapat saja dipilih misalnya semua kelipatan 15°. yaitu bahwa cos x = sin( 1 π −x). Dengan demikian 2 maka titik potong yang nantinya dilalui kurva adalah titik potong misalnya antara garis x = 1 π dengan garis mendatar 6 yang melalui titik pada ujung jari-jari pembentuk sudut ( 1 π − 1 π ) (pada satuan derajat.) Pada dasarnya sudut-sudut yang digunakan di sini tidak harus sudut ”istimewa”. 2) d. Melukis grafik fungsi tangen menggunakan lingkaran satuan Jika dari Gambar 2.

Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 35 .24 LATIHAN 3 1.24. Melukis garis sejajarnya seperti yang dilakukan pada kegiatan melukis grafik fungsi sinus dilakukan bukan melalui titik ujung jari-jari. 2. Lukislah grafik fungsi sinus. B. Untuk melukis grafiknya pembaca dapat menyesuaikan dengan cara yang dilakukan pada grafik fungsi sinus. melainkan melalui titik-titik potong semacam A.Perhatikan misalnya OA OA = = OA PO 1 OC OC = = OC tan 60° = PO 1 Contoh di atas menggambarkan bahwa panjang ruas-ruas garis sepanjang titik O sampai ke titik potong jari-jari yang terkait dengan suatu sudut (misal sudut x) dengan sumbu Y mengindikasikan nilai tangennya (ke arah atas bertanda positif. ke bawah negatif). kosinus dan tangen menggunakan (i) tabel dan (ii) lingkaran satuan Berikan masing-masing satu cara yang menurut Anda paling efektif untuk membelajarkan siswa melukis grafik fungsi sinus dan kosinus. tan 30° = Y π/6 π/3 π/4 O0 1 π 4 1 π 6 1 π 3 1 π 2 3 π 4 2 π 3 π 5π 6 5 π 4 7 π 6 4 π 3 3 π 2 5 π 11 π 6 3 7 π 4 2π X Gambar 2. dan seterusnya seperti pada Gambar 2.

36 Pembelajaran Trigonometri SMA .

RANGKUMAN Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Trigonometri merupakan materi yang baru pertama kali diperoleh di SMA. Karena itulah maka pembelajaran mengenai sudut yang terkait erat dengan trigonometri sangat perlu memperoleh perhatian. Pada paket ini terdapat tugas akhir dari Pembelajaran Trigonometri-1. Pengguna dinyatakan menguasai paket ini jika telah memperoleh skor minimal 75%. Latihan yang umumnya menyangkut bahan trigonometri hendaknya dikembangkan dengan soal-soal yang konkuren dan dapat disusun melalui kegiatan problem posing antar peserta MGMP. Karena itu melalui pendekatan pemecahan masalah dan penugasan-penugasan sangat memungkinkan dikembangkan di sini. Mengubah bahan ajar menjadi kegiatan merupakan suatu strategi yang sangat mendukung tercapainya kompetensi siswa sesuai tuntutan kurikulum. Karena itu. Lebih lanjut kesalahan persepsi bahwa dalam perbandingan trigonometri hanya terjadi pada segitiga siku-siku perlu dieliminasi karena perbandingan trigonometri ditinjau dari fungsi adalah fungsi sudut. Pembelajarannya sebaiknya melalui kegiatan siswa menentukan perbandingan-perbandingan yang mengarah kepada perbandingan trigonometri. Diharapkan pengguna paket senantiasa merefleksi pembelajaran yang dikembangkannya. alternatif pembelajaran baik yang terkait pemecahan masalah realistik maupun konteks yang sesuai yang ditawarkan di dalam paket ini masih perlu senantiasa dikembangkan dan diperbaharui. apakah lebih banyak memberikan informasi atau telah membelajarkan siswa dan memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan penalaran siswa selanjutnya. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 37 . Bahkan jika diteliti. menuju ke perbandingan trigonometri yang diperlukan. Tujuannya agar dengan hanya melihat sudut siswa dapat menentukan dimana sudut siku-siku ingin digambarkannya untuk membentuk segitiga sikusiku. Trigonometri yang banyak aplikasinya di dalam kehidupan sehari-hari sangat mungkin dikembangkan pembelajarannya secara kontekstual. pengertian sudut pun tidak dipelajari dengan cukup dalam di SMP. dan bukan fungsi segitiga. bukan dimulai dengan definisi yang berawal pada segitiga sikusiku.BAB PENUTUP III A.

kosinus dan tangen sudut-sudut lancipnya merupakan bilangan rasional. tan A + sec A − 1 = tan A + sec A tan A − sec A + 1 Berdasar pemahaman tentang sudut yang berelasi. TUGAS AKHIR Waktu: 60 menit 1.2π atau x = π − α + k. B B 58 72 65 36 C 2. sin x = sin α dipenuhi oleh x = α + k. jelaskan mengapa: a. kosinus dan tangens sudut A dan B pada gambar di bawah ini.B.2π atau x = π − α + k. Tentukanlah nilai sinus. Buktikan: 3. 50 A A 61 C Gambarlah sebuah segitiga tumpul yang panjang sisi-sisinya merupakan bilangan bulat dan nilai sinus.2π b.2π 38 Pembelajaran Trigonometri SMA . cos x = cos α dipenuhi oleh x = +α + k. 4.

2001. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 39 . Cooperative Learning. Richard R. Theory. The Instructional Design Process. Slavin. Boston: Houghton Mifflin Company Krismanto Al. Research. Robert E. Educational Psychology. Belajar dan Mengajar Kontekstial. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Pembelajaran Realistik dan SA I dalam Pembelajaran Matematika. Depdiknas Gage. NL. Yogyakarta: PPPG Matematika Marpaung Y. And Berliner. Paket Pembinaan Penataran. 1977. Rustana. The Psychology of Learning Mathematics. Publisher Co. 1997. Teaching Problem Solving. 2004. England:Penguin Books Ltd. Beberapa Model dan teknik Pembelajaran Aktif-Efektif Matematika. Jerrold E. 2001. Palo Alto Ca: Dale Seymour Publications Setiawan. Middlesex. 1988. Yogyakarta: PPPG Matematika Skemp.David C. Why & How. 1985. Pembelajaran Trigonometri Berorientasi PAKEM di SMA. Jakarta: Direktorat SLTP. 1995. 1982.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Randall Charles and Frank Lester.DAFTAR PUSTAKA ♦ Cecep E. and Practice. What. (suatu makalah disajikan dalam Seminar asional "Pendidikan Matematika Realistik Indonesia" tanggal 14-15 ovember 2001. New York: Harper & Row. 2001. Boston: Allyn Bacon Paul Suparno. Skemp.

Matematika Humanistik sebagai Pembelajaran yang Aktif-Efektif. Yogyakarta: PPPG Matematika 40 Pembelajaran Trigonometri SMA .Paul Suparno. 1994. Depdiknas. Trigonometri. Suryanto. Bahan Ajar Pelatihan Guru. Winarno & Krismanto Al. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Beberapa Metode dan Ketrampilan dalam Pengajaran Matematika. Enshede: University of Twente Tim Instruktur PKG Matematika SMU. 2000. 2000. Yogyakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Teori Matematika Realistik. Yogyakarta: PPPG Matematika Sutarto Hadi. 1999. 2001. Teori Perkembangan Kognitif Jean Peaget.

LAMPIRAN KUNCI/PETUNJUK PENYELESAIAN LATIHAN Latihan 1 ♦ 1. Nilai sinus. 1) 13 8 α 15 (ii) 12 5 α (iii) cos α = cos α = cos α = cos α = cos α = 3 5 15 17 5 13 35 37 24 25 24 37 α (iv) tan α = tan α = tan α = tan α = tan α = 9 25 α (v) 4 3 8 15 12 5 12 35 7 24 4 α 3 (i) (i) (ii) (iii) (iv) (i) 2) 29 sin α = sin α = sin α = sin α = sin α = 4 5 8 17 12 13 12 37 7 25 α 65 63 16 (ii) α α (iii) cos α = 21 29 16 cos α = 65 60 56 α 41 (iv) tan α = α 61 20 21 63 tan α = 16 21 (i) (i) (ii) sin α = 20 29 63 sin α = 65 (v) Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 41 . kosinus dan tangen salah satu sudut lancip pada setiap segitiga sikusiku pada Gambar 2.4.

6. sin 120° = sin(180 − 120)° = sin 60° = 1 3 2 Langkah I betul karena kebetulan fungsinya sinus. sebab mengganti 240 dengan 180 + 60 saja tidak mengubah tanda nilai kosinus Langkah II juga salah. cos 240° = − cos(180 + 60)° = − cos 60° = − 1 2 Langkah I salah. Dalam mengerjakan soal seorang siswa menulis: c. 7. 4. Tak ada rumus dasarnya.5 (i) dan (ii) C C 26 30 25 40 A 28 (i) B A 39 (ii) B (i) 12 sin A = 13 24 25 12 tanA = 5 4 sin β = 5 tan β = tan β = 4 3 3 4 (ii) sin A = 3. tanA = 24 7 sin β = 3 5 (kiri): sinus α = 0. − cos(180 + 60)° = − (− cos 60°) = cos 60° 42 Pembelajaran Trigonometri SMA .36 dan (kanan) cos β = 0.(iii) (iv) (v) 56 65 9 sin α = 41 11 sin α = 61 sin α = 33 65 40 cos α = 41 60 cos α = 61 cos α = 56 33 9 tan α = 40 11 tan α = 60 tan α = 2. d.72 -. 5. Nilai sinus dan kosinus dan tangen untuk ∠A dan ∠B pada Gambar 2.

2 csc x = sin x 1 − cos x + 1 + cos x sin x sin x 1 + cos x Ruas kanan + 1 + cos x sin x = sin 2 x + (1 + cos x) 2 (1 + cos x) sin x sin 2 x + 1 + 2 cos x + cos 2 x (1 + cos x) sin x 1 + 1 + 2 cos x (1 + cos x) sin x = = = 2(1 + cos x) (1 + cos x) sin x 2 sin x = = 2 csc x = ruas kiri 7. sec4θ – sec2θ = tan4θ + tan2θ Ruas kiri: sec4θ – sec2θ = sec2θ (sec2θ – 1) = sec2θ × tan2θ = (1 + tan2θ) tan2θ Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 43 . cos 4 θ − sin 4 θ = cos 2 θ − sin 2 θ cos 4 θ − sin 4 θ Bukti: Kiri: = (cos 2 θ + sin 2 θ )(cos 2 θ − sin 2 θ ) = 1 × (cos 2 θ − sin 2 θ ) = (cos 2 θ − sin 2 θ ) 6.Latihan 2 (sampel bukti) 1.

( π . … . Melalui titik-titik berurutan kurva mulus. ( π . Hasilnya lihat Gambar 2. ). 1 3 ). kosinus dan tangen menggunakan (i) tabel dan (ii) lingkaran satuan (i) 1).19 yang berurutan dilukis 2). Melukis grafik fungsi kosinus menggunakan tabel Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = cos x. (2π. 1 2 ). ( π .= tan2θ + tan4θ = ruas kanan Latihan 3 2. mula-mula membuat tabel nilai cos x untuk sudut-sudut istimewa sebagaimana tabel di bawah ini: x sin x x sin x π 6 1 2 0 1 7π 6 π 4 1 2 π 3 1 2 π 2 2π 3 3π 4 5π 6 π √3 5π 4 √2 0 3π 2 –1 2 5π 3 1 2 – 1 √2 – 1 √3 –1 2 2 7π 4 1 2 4π 3 11π 6 1 2 2π 1 – 1 √3 2 – 1 √2 2 −1 2 0 √2 √3 44 Pembelajaran Trigonometri SMA . 0) digambar dalam sistem 6 2 4 2 3 2 koordinat Cartesius. Melukis grafik fungsi sinus menggunakan tabel Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x. mula-mula membuat tabel nilai sin x untuk sudut-sudut istimewa sebagaimana tabel di bawah ini: x 0 0 7π 6 π 6 1 2 1 2 π 4 π 3 1 2 π 2 2π 3 1 2 3π 4 1 2 5π 6 1 2 π 0 sin x x sin x √2 1 5π 3 √3 √2 5π 4 4π 3 3π 2 7π 4 11π 6 2π 0 –1 2 – 1 √2 – 1 √3 2 2 –1 – 1 √3 2 – 1 √2 2 –1 2 Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap. maka pasangan koordinat titik-titik: 1 (0.0). Melukis grafik fungsi sinus.

maka pasangan koordinat titik-titik : (0. mula-mula membuat tabel nilai sin x untuk sudut-sudut istimewa sebagaimana tabel di bawah ini: x sin x 0 0 7π 6 1 √3 3 π 6 1 3 π 4 π 3 π 2 2π 3 3π 4 5π 6 π 0 √3 5π 4 1 4π 3 √3 3π 2 ∞ 5π 3 –√3 7π 4 –1 – 1 √3 3 11π 6 – 1 √3 3 x sin x 2π 0 1 √3 ∞ – 1 √3 3 –1 Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap.1). 1 6 2 4 2 3 2 koordinat Cartesius. 2π]. maka pasangan koordinat titik-titik: √3). ( π . Y 1 1 1 2 √31 2 √2 1 2 1 π 6 O 1 0 1 √2 2 1 √3 2 2 1 π 4 1 π 3 1 π 2 2 π 3 3 π 4 π 5π 6 5 π 4 7 π 6 4 π 3 3 π 2 5 π 3 7 π 4 2π 11 6 π X panjang 2πr dengan r = 1 3). ( π . ( 5π . ( π . … . (2π. (2π. Melalui titik-titik berurutan yang berurutan dilukis kurva-kurva mulus dalam interval [0. Melalui titik-titik berurutan yang berurutan dilukis kurva mulus. 5π). 0) digambar dalam sistem 6 3 4 3 koordinat Cartesius. π ). … . ( π .0). 1) digambar dalam sistem (0. ( π . ( π . 1 2 ). 2 2 4 4 Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 45 . 1 √3). 1 ). 1). ( π . Melukis grafik fungsi tangen menggunakan tabel Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x.Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap.√3).

46 Pembelajaran Trigonometri SMA . 4). dari membaca contoh pada halaman tersebut) 2) Melukis grafik fungsi kosinus menggunakan lingkaran satuan (seperti pada sinus. Catatan di bawah Gambar 2. dan melalui titik-titik tersebut dilukis kurva mulus. disesuaikan. Melukis grafik fungsi kosinus dan tangen menggunakan tabel Langkah kegiatannya melukis grafik fungsi kosinus dan tangen dengan tabel dapat dilakukan seperti pada kegiatan melukis grafik fungsi sinus dengan tabel. diperoleh grafik fungsi kosinus pada interval [0. lihat hlm 34.22) Dengan menentukan titik-titik potong antara garis-garis pada langkah 1) dan langkah 2) yang bersesuaian. 2π] seperti berikut ini. (pengguna bahan ini melakukan kegiatan teknis sendiri. (ii) 1). Melukis grafik fungsi sinus menggunakan lingkaran satuan lihat halaman 32-33.Y √3 1 1 √3 3 1 √O 3 3 0 1 π 4 1 π 6 1 π 3 1 π 2 2 3 3 π 4 π π 5π 6 7 π 6 5 π 4 4 π 3 3 π 2 7 11π π 6 4 5 π 3 2π X 1 √3 Catatan: lihat halaman 32.

Gambarlah sebuah segitiga tumpul yang panjang sisi-sisinya merupakan bilangan bulat dan nilai sinus.Y 1 π 4 3 π 4 1 π 3 2 π 3 π 5π 6 7 6 5 π 4 π 7 π 4 4 π 3 3 π 2 5 π 3 11π 6 2π O0 1 π 6 X 3) Melukis grafik fungsi tangen menggunakan lingkaran satuan lihat halaman 34-35 pada d. Tentukanlah nilai sinus. B 42 58 40 72 30 C sin A = 60 61 11 cos A = 61 60 tan A = 11 65 60 61 12 13 5 cos B = 13 12 tan B = 5 25 11 A 36 C sin A = cos A = tan A = 4 5 3 5 4 3 50 20 29 21 cos B = 29 20 tan B = 21 A sin B = sin B = 2. Melukis grafik fungsi tangen menggunakan lingkaran satuan (pengguna bahan ini melakukan kegiatan teknis sendiri. kosinus dan tangens sudut A dan B pada gambar di B bawah ini. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 47 . dari membaca contoh pada halaman tersebut) Kunci Tugas Akhir 1. kosinus dan tangen sudut-sudut lancipnya merupakan bilangan rasional.

jelaskan mengapa: a.2) dan d.2π Petunjuk: Baca kembali teks pada Bab II butir 7 halaman 19-22.2π atau x = π − α + k. khususnya 7. 48 Pembelajaran Trigonometri SMA .Alternatif: 40 C 51 24 B 32 77 45 A Tumpul karena: AB2 = 772 = 5929 AC2 + CB2 = 512 + 402 = 2601 + 1600 = 4201 < AB2 = 5929 AB2 > AC2 + CB2 Dari gambar tampak bahwa nilai sinus.2π b. 3.5 untuk sinus (soal a) serta d. dan d. Buktikan: tan A + sec A − 1 = tan A + sec A tan A − sec A + 1 tan A + sec A − 1 Bukti: Ruas kiri = tan A − sec A + 1 = tan A + sec A − 1 × tan A + sec A tan A − sec A + 1 tan A + sec A = tan A + sec A − 1 × tan A + sec A 2 A − sec 2 A + tan A + sec A 1 tan = tan A + sec A − 1 × tan A + sec A 1 − 1 + tan A + sec A = tan A + sec A 4.2π atau x = π − α + k. sin x = sin α dipenuhi oleh x = α + k. Berdasar pemahaman tentang sudut yang berelasi. cos x = cos α dipenuhi oleh x = +α + k.c. jadi rasional.5 untuk kosinus (soal b). kosinus dan tangen sudut-sudut lancipnya merupakan hasil atau nilai perbandingan bilangan-bilangan bulat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->