PAKET FASILITASI PEMBERDAYAAN KKG/MGMP MATEMATIKA

Pembelajaran Trigonometri SMA

Penulis:
Al. Krismanto, M.Sc.

Penilai:
Winarno, M.Sc.

Editor:
Sri Wulandari Danubroto, S.Si, M.Pd.

Ilustrator:
Fadjar Noer Hidayat, S.Si, M.Ed.

Dicetak oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika Tahun 2008

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA
YOGYAKARTA

i

ii

Pembelajaran Trigonometri SMA

KATA PENGANTAR ♦
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mengacu pada tiga pilar kebijakan pokok Depdiknas, yaitu: 1) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan; 2) Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; 3) Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik menuju insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Dalam rangka mewujudkan pemerataan, perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan, salah satu strategi yang dilakukan PPPPTK Matematika adalah meningkatkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta pemberdayaan guru inti/ guru pemandu/guru pengembang yang ada pada setiap kecamatan, kabupaten dan kota. Sebagai upaya peningkatan mutu dimaksud maka lembaga ini diharapkan mampu memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang terkait dengan implementasi pengembangan pembelajaran matematika di lapangan. Guna membantu memfasilitasi forum ini, PPPPTK Matematika menyiapkan paket berisi kumpulan materi/bahan yang dapat digunakan sebagai referensi, pengayaan, dan panduan di KKG/MGMP khususnya pembelajaran matematika, dengan topik-topik/bahan atas masukan dan identifikasi permasalahan pembelajaran matematika di lapangan. Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, atas bimbingan-Nya penyusunan Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu tiada kata yang patut diucapkan kecuali puji dan syukur kehadirat-Nya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, paket fasilitasi ini diharapkan bermanfaat dalam mendukung peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan melalui forum KKG/MGMP Matematika yang dapat berimplikasi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. Sebagaimana pepatah mengatakan, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan paket fasilitasi ini walaupun telah melalui tahap identifikasi, penyusunan, penilaian, dan editing masih ada yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu saran, Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika iii

kritik, dan masukan yang bersifat membangun demi peningkatan kebermaknaan paket ini, diterima dengan senang hati teriring ucapan terima kasih. Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan pula kepada semua pihak yang membantu mewujudkan paket fasilitasi ini, mudah-mudahan bermanfaat untuk pendidikan di masa depan.

Yogyakarta, Kepala,

KASMAN SULYONO NIP.130352806

iv

Pembelajaran Trigonometri SMA

6. Menggambar Grafik Fungsi Trigonometri Latihan 3 PE UTUP Rangkuman BAB III A Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika . 7. 2. 3. Melukis Pendekatan Nilai π Menurut Kochansky 2. B. D 1. 5. C.DAFTAR ISI ♦ Kata Pengantar Daftar Isi BAB I A. PE DAHULUA Latar Belakang Tujuan Penulisan Ruang Lingkup Sasaran Pedoman Penggunaan Paket TRIGO OMETRI DASAR DA PEMBELAJARA YA Tujuan Pembelajaran Masalah Memulai Pembelajaran Trigonometri Pengertian Sudut Ukuran Sudut Mendefinisikan sinus. 4. E BAB II A B C 1. D. kosinus. dan tangen Penguasaan Keterampilan Dasar Perbandingan Trigonometri Perluasan Nilai Perbandingan Trigonometri Pembelajaran Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Istimewa Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi Latihan 1 Pembelajaran Identitas Hubungan Perbandingan Trigonometri suatu Sudut Identitas Trigonometri Latihan 2 iii v 1 1 2 3 4 4 5 5 5 6 6 6 8 10 15 16 19 21 22 22 23 28 28 28 29 35 37 38 v E Grafik Fungsi Trigonometri 1. 2.

B Tugas Akhir Daftar Pustaka Lampiran 38 39 41 vi Pembelajaran Trigonometri SMA .

pendidikan memperlakukan peserta didik sebagai individu yang memiliki karakteristik khusus dan mandiri.BAB PENDAHULUAN I A. LATAR BELAKANG Pada umumnya hasil pembelajaran matematika di Indonesia. pendidikan diorganisasikan dalam suatu struktur yang fleksibel. untuk matematika yang di dalamnya. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 1 . untuk materi ajar trigonometri menunjukkan bahwa kesulitan guru dalam pengelolaan pembelajaran trigonometri ini menduduki peringkat di atas. termasuk trigonometri termasuk dalam kategori “rendah”. bahkan kadangkadang boleh dikatakan masih mengecewakan. menurut Zamroni (dalam Sutarto Hadi. 3. termasuk pembelajaran trigonometri di SMA masih jauh dari memuaskan. Menyimak hasil Monitoring dan Evaluasi (ME) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika dalam rangka pembinaan dan tindak lanjut pasca penataran sekaligus dalam rangka TNA (Training eed Assessment). yang sudah barang tentu termasuk trogonometri di dalamnya. 2000). Hal ini dapat dilihat dari hasil Nilai UAN dari tahun ke tahun. Paradigma baru dalam pendidikan matematika di Indonesia. baik dari segi pengelolaan pembelajaran dari guru maupun dari sisi pemahaman siswa. 4. seharusnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. 2. Meskipun sudah banyak dilakukan penataran-penataran guru dalam rangka inservice training untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika di SMA yang akhirnya diharapkan akan dapat meningkatkan prestasi siswa dalam matematika. pendidikan lebih menekankan pada proses pembelajaran (learning) dari pada pengajaran (teaching). pada kenyataannya belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Sehingga harus diterima sebagai kenyataan bahwa pengelolaan pembelajaran untuk materi ajar trigonometri di lapangan masih banyak dijumpai berbagai kesulitan dan kendala. pendidikan merupakan proses yang berkesinambungan dan senantiasa berinteraksi dengan lingkungan.

sesungguhnya banyak peluang mengembangkan pembelajaran berbasis masalah dan kontekstual dalam pembelajaran trigonometri. di antaranya untuk: 1. Secara khusus paket ini berfokus pada Pembelajaran Trigonometri dan mempunyai beberapa tujuan. Hal itu terutama karena guru lebih terbiasa dengan manipulasi rumus-rumus yang banyak dijumpai dalam trigonometri.Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan teknis yang berkaitan dengan perbandingan. diagram. agar siswanya memiliki kompetensi dasar untuk a. Jika dicermati. di samping pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan trigonometri dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol. Inilah yang hendak dicoba diatasi melalui paket ini. khususnya dalam trigonometri. fungsi. digunakan sebagai landasan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut di atas. 2 Pembelajaran Trigonometri SMA . kritis. Juga diharapkan pembelajaran hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). TUJUAN PENULISAN Penulisan Paket Fasilitasi Pemberdayaan MGMP bertujuan umum antara lain untuk dapat memfasilitasi MGMP Matematika agar dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran matematika yang sesuai dengan standar nasional pendidikan. tabel. Hal ini menyebabkan adanya anggapan di lapangan matapelajaran matematika. analitis. dan kreatif. sehingga trigonometri menjadi kering. serta kemampuan bekerjasama. dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah. fungsi. khususnya trigonometri masih merupakan mata pelajaran yang cenderung kurang menarik dan sukar bagi siswa. Namun sering dijumpai adanya kesulitan guru membelajarkan siswa dalam lingkup trigonometri dengan pendekatan di atas. membekali guru dalam mengantar anak didiknya menguasai standar kompetensi dalam hal menggunakan perbandingan. B. Kurikulum juga menuntut pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika. dan media lain. persamaan. sistematis. persamaan dan identitas trigonometri. Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika yang disusun.

Grafik Fungsi Trigonometri. Karena keterbatasan ruang yang juga harus dipenuhi. Pembelajaran Identitas. sehingga diharapkan dapat membantu para guru matematika SMA di dalam mengelola pembelajarannya. mengenai trigonometri agar agar dapat menyajikan materi ajar ini dengan baik. C. kecuali dalam hal-hal yang memerlukan kondisi untuk itu. M. dengan pendekatan pemecahan masalah. Dengan demikian maka materi dan metodologinya tidak secara ketat dipisahkan. menambah wawasan para guru matematika SMA.Sc. Mendefinisikan sinus. dan penafsirannya. persamaan dan identitas trigonometri. merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan perbandingan. Krismanto. menambah referensi tentang pembelajaran trigonometri. Ukuran Sudut. Isi bahan yang termuat di sini adalah: 1. 3. dan Perluasan Nilai Perbandingan Trigonometri. kosinus dan tangen. 3. M. maka tidak semua bahan terkait dengan kompetensi dasar tercakup dalam bahan ini.Sc. dilanjutkan dengan Pembelajaran Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Istimewa dan Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi serta Hubungan Perbandingan Trigonometri suatu Sudut. Penguasaan Keterampilan Dasar Perbandingan Trigonometri. M. fungsi. c. Setyawan. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 3 .Pd yang termuat dalam Paket Pembinaan Penataran SMA 2004 dan bahan dari bahan ajar pelatihan Guru Matematika SMA oleh Al. “Trigonometri Dasar dan Pembelajarannya” yang mencakup Pengertian Sudut. Adapun bahan yang digunakan dalam tulisan ini utamanya bersumber dari tulisan Drs. yang memuat Pengertian dan Landasan dasar dalam membuktikan kebenaran identitas. 2. khususnya yang menunjang tercapainya tujuan yang disebutkan di atas. RUANG LINGKUP Ruang lingkup dari penulisan bahan ini mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah dirumuskan dalam Standar Isi. persamaan dan identitas trigonometri.b. fungsi. 2. keduanya dalam kegiatan lingkup PPPPTK Matematika. dan Winarno. menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan perbandingan.

Jalan Kaliurang Km 6. 3. 2. para guru matematika SMA pada umumnya. dengan maksud untuk lebih memantapkan pemahaman materi tersebut. dengan alamat: PPPPTK Matematika. Bahan-bahannya terdiri dari bahan yang bersifat informasi materi.id 4 Pembelajaran Trigonometri SMA . Bahan diskusi diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembahasan bersama dalam kegiatan di MGMP. Anda dapat menyampaikan masalahnya melalui: 1.p4tkmatematika. Yogyakarta 55283.com melalui pos. Bahan yang bersifat informasi tersebut hendaknya dipahami sebagai bahan referensi yang tidak seluruhnya harus disajikan kepada siswa. peserta penataran guru matematika SMA yang diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika Yogyakarta. para Guru Inti MGMP Mata Pelajaran Matematika SMA.com alamat website: www. Yang bersifat dasar dan strategi pembelajaran hendaknya digunakan sebagai bahan alternatif pembelajaran. 2. Adapun latihan yang disiapkan untuk siswa hendaknya dikerjakan oleh guru sebelum disampaikan kepada siswa.co. PPPPTK Matematika. E. Penulis sangat berterima kasih jika pengguna paket memberikan saran-saran dalam rangka perbaikan paket ini. Jadikan soal-soal latihan tersebut sebagai bahan evaluasi diri. e-mail penulis. dasar dan strategi pembelajaran. SASARAN Sasaran dari paket ini adalah: 1. Hanya jika telah dapat menjawab paling sedikit 75% maka pengguna dapat dianggap telah menguasai bahan yang diujikan. dan bagian lain bahan diskusi dan latihan. PEDOMAN PENGGUNAAN PAKET Pelajarilah uraian materi yang tercantum dalam ruang lingkup tersebut di atas. karena alternatif lain perlu senantiasa dikembangkan dalam rangka penyesuaian dengan kondisi siswa masing-masing.D. Untuk soal latihan yang ditentukan dikerjakan para pembaca dan pada akhir uraian materi diberikan soal latihan untuk dikerjakan. alamat e-mail: p4tkmatematika@yahoo. dengan alamat: kristemulawak@yahoo. Bagi siapa pun yang ingin memberikan saran perbaikan atau ingin berkomunikasi tentang bahan ini.

dari pengertian sudut. kemudian mencari nilai sinusnya menggunakan tabel atau kalkulator. dan beberapa yang lain mencari busur derajat. memahami trigonometri dasar yaitu trigonometri yang menyangkut materi dasar dari trigonometri. Hanya sebagian sangat kecil saja yang menggambar segitiga siku-siku dengan sudut tersebut sebagai salah satu sudut lancipnya. Hal itu hanya salah satu saja dari beberapa penguasaan tentang dasar trigonometri yang belum mantap. Kesulitan lain di antaranya ialah memulai pembelajaran menggunakan pendekatan pemecahan masalah dan pembelajaran kontekstual dalam trigonometri. yaitu agar pengguna paket: 1. dapat menyusun rencana pembelajaran trigonometri dengan pendekatan pemecahan masalah dan kontekstual. 2. mengukur besar sudutnya. meskipun mereka mungkin tidak merasa kesulitan untuk memanipulasi rumus. beberapa guru menyatakan belum dapat ditentukan besarnya karena tidak jelas segitiga siku-sikunya. pengertian perbandingan dan fungsi trigonometri dan relasi-relasinya beserta penerapannya dalam dan untuk pemecahan masalah. sehingga perlu melakukan pembagian bilangan dengan pecahan yang tidak mudah. B. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 5 .TRIGONOMETRI DASAR BAB DAN PEMBELAJARANNYA II A. Itu pun ukuran segitiganya sembarang. MASALAH Ketika disajikan sebuah sudut lancip dan diminta menentukan berapa nilai sinus sudut tersebut. TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan pembelajaran paket dalam bab ini. yang terutama disebabkan terbiasa hanya menekankan pada manipulasi rumus. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan dasar tentang prosedur untuk menentukan perbandingan trigonometri suatu sudut belum mantap.

sesuai nama titik sudutnya: ∠A.C. c. Berangkat dari perputaran garis tersebut siswa diajak berdiskusi. dengan tiga huruf dari titik-titik pada kaki sudut dan titik sudut di antaranya. 2. sistem radian dan sistem sentisimal a. agar masing-masing mengkonstruksi konsep sudut pada diri/pikiran siswa masingmasing. nama sudutnya menjadi ∠1. Sistem Seksagesimal Untuk pembelajaran pengukuran sudut ini ditempuh langkah-langkah berikut : 6 Pembelajaran Trigonometri SMA . sehingga terbentuk sebuah bangun yang dinamakan sudut. Pengertian Sudut Di dalam taksonomi belajar menurut Gagne. b. Sudut tersebut dapat dinamai dengan beberapa cara (Barnett & Schmidt. Sudut di atas adalah ∠BAC atau ∠CAB. 2000): a.1 → • B Siswa diminta melukis sinar garis (misal AB ) kemudian sinar garis tersebut diputar berpusat di titik A sampai kedudukan tertentu dan terjadi sinar garis → AC . Ukuran Sudut Ada tiga macam satuan besar sudut. Untuk gambar di atas ∠α (baca: sudut alpha. yaitu yang mengacu pada sistem seksagesimal. sudut adalah suatu konsep dasar. dengan angka atau huruf kecil. MEMULAI PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI 1. “α” adalah huruf pertama abjad Yunani). Salah satu cara untuk mendefinisikan pengertian sudut ialah melalui rotasi sinar garis sebagai berikut : C• α A Gambar 2. Jika yang dituliskan bukan α melainkan angka 1.

2 Dalam sistem radian yang dimaksud besar sudut satu radian adalah besar sudut pusat dari suatu lingkaran yang panjang busur dihadapan sudut tersebut adalah sama dengan jari-jari lingkaran tersebut. Selanjutnya 1 derajat dibagi menjadi 60 bagian sama yang setiap bagian disebut “1 menit” dan satu menit dibagi menjadi 60 bagian sama yang dinamakan “1 detik”.Sebagai motivasi digunakan Sejarah Matematika. 1′ = 60′′ sehingga 1° = 3600′′. Sistem Radian Sebagai motivasi diceriterakan bahwa untuk pengukuran sudut elevasi penembakan meriam dalam kemiliteran zaman dulu digunakan ukuran sudut yang bukan ukuran derajat. Hendaknya tidak dirancukan menit dan detik di sini sebagai ukuran besar sudut dengan menit dan detik ukuran waktu. Q r 1 radian O r P r Gambar 2. bahkan dari peninggalan bangsa Sumeria (kira-kira 3. Dengan teknik bertanya untuk meningkatkan derajat keaktifan pembelajaran.000 tahun sebelum Masehi) mereka membagi satu putaran penuh menjadi 360 bagian yang sama. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 7 . panjang busur PQ r besar sudut POQ = radian = radian r r = 1 radian. Inilah yang menurut dugaan para ahli bahwa satu lingkaran penuh dibagi menjadi 360 derajat (selanjutnya ditulis dengan simbol 360°). Pada gambar di atas. Dengan demikian maka 1° = 60′. maka dibahas hubungan antara sudut dalam seksagesimal dan radian. namun ukuran lain yang lazim kita kenal dengan ukuran radian. Untuk diingat bahwa dapat ditemukannya hubungan tersebut berdasar pada teorema kesebandingan antara besar sudut dan panjang busur serta luas juring dalam sebuah lingkaran. b. ditemukan bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki bangsa Babilonia pada masa itu sudah tinggi. bahwa berdasar hasil penggalian situs purbakala di lembah Mesopotamia (sekarang termasuk daerah Irak).

Maka diperoleh: besar sudut 1 putaran adalah 200g 2 besar sudut besar sudut 1 4 putaran adalah 100 g putaran adalah 1g 1 400 Untuk ukuran sudut yang lebih kecil dikenal : = 10 dgr (dibaca : “10 decigrad”) 1g dgr 1 = 10 cgr (dibaca : “10 centigrad”) 1 cgr = 10 mgr (dibaca : “10 miligrad”) 1 mgr = 10 dmgr (dibaca : “10 decimiligrad”) Dengan mengingat definisi ukuran sudut dalam ketiga sistem siswa dapat ditugasi untuk menemukan konversi satuan ukuran sudut antara lain bahwa: (i) 360o = 400g atau 1o = 1.017453 radian Kadang-kadang 1 radian dibagi lagi dalam 1000 bagian.662g atau 1g = 0. Pembelajaran Trigonometri SMA 8 .. teodolit dikenal satuan sudut yang berbeda dengan kedua ukuran di atas. 2. 180° = π radian 1 radian ≈ 57. Pada sistem ini satu putaran penuh adalah 400g (dibaca “400 grad”). kosinus dan tangen adalah fungsi sudut dan bukan fungsi segitiga siku-siku maka pengertian sinus. Sistem ini dikenal dengan nama sistem sentisimal. Kosinus dan Tangen a. dan 2πr 360° = radian = 2π radian siswa dibawa untuk menemukan bahwa: r 1. Satuan Besar Sudut Sistem Sentisimal Pada instrumen-instrumen untuk keperluan astronomi. Mendefinisikan Sinus. 3. Untuk nantinya memahami bahwa fungsi sinus..0157 rad 3. 1g atau 1g = 0.Dengan mengingat bahwa π ≈ 3. peneropongan bintang. dan masingmasing bagian disebut miliradian (ditulis dengan tanda m ) / c.141592653589793238462643383.9o (ii) 2π rad = 400g ⇔ π rad = 200g ⇔ 1 rad ≈ 63.296° ≈ 57°17′45′′ 1° ≈ 0. kosinus dan tangen dapat dimulai dengan kegiatan sebagai berikut.

Terhadap sudut α. yaitu sudut dalam a segitiga siku-siku berikut ini (dengan menekankan bahwa seberapa pun α ukuran panjang sisi segitiga. namakanlah ∠α. dengan besar sudut kelompok satu dan lainnya tidak perlu sama tetapi satu kelompok sudutnya sama (Jika tidak tersedia jangka atau busur derajat sebelumnya guru menyiapkan gambar sudutnya dengan ketentuan di atas). 3) Dilakukan diskusi kelompok untuk memperoleh kesimpulan dari nilai perbandingan yang diperoleh terkait sudut yang sama. kosinus dan tangen suatu sudut dalam bentuk yang b disederhanakan. sisi BC disebut sisi siku-siku di hadapan sudut α. Berdasar hasil diskusi di atas dengan tanya jawab didiskusikan C pengertian-pengertian perbandingan trigonometri: sinus.Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. d) menentukan nilai hasil perbandingan panjang pasanganpasangan sisi segitiga siku-siku. c) mengukur panjang ruas garis dari sisi-sisi segitiga yang terbentuk. (dengan BC = a) sisi AB disebut sisi siku-siku kaki sudut α (AB = c). 4) Dilakukan diskusi antar kelompok untuk memperoleh kesimpulan dari nilai perbandingan yang diperoleh terkait sudut yang berbeda. 1) Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 9 . sedang sisi AC disebut hipotenusa (AC = b).3 perbandingannya sama). Diharapkan bahwa nilai perbandingan sisi-sisi seletak sama. e) melakukan kegiatan a) – d) untuk 2 atau 3 titik lainnya. Setiap kelompok ditugasi menggambar sebuah sudut yang sama. dan titik pilihan dapat dilakukan pada kaki yang berbeda dari pilihan pertama. 2) Setiap anggota kelompok melakukan kegiatan berikut: a) memilih sebuah titik pada salah satu kaki sudut b) memproyeksikan titik tersebut ke kaki sudut yang kedua. atau ∠β atau lainnya sesuai nomor kelompok. yaitu antara sisi siku-siku dan sisi terpanjang (hipotenusa) serta antara sisi siku-siku di depan dengan pada kaki sudut. b. asal c B sudut lancipnya tertentu nilai A Gambar 2.

Penguasaan Keterampilan Dasar Perbandingan Trigonometri Sesuai taksonomi belajar menurut Gagne. barulah dilakukan latihan berikutnya yang berupa latihan teknis menentukan nilai perbandingan trigonometri.siku di dekat sudut α c Catatan untuk guru : (i) Jika sudut α konstanta. kosinus serta tangen. (ii) Jika sudut α variabel.siku kaki sudut α c = hipotenusa b sisi siku . barulah kemudian digunakan. tan α disebut perbandingan trigonometri untuk sudut α. Karena itu pelatihan dalam rangka pembinaan keterampilan menggunakan konsep perbandingan trigonometri sangatlah penting. keterampilan ini dapat dipadukan ke dalamnya. Langkah ini dimaksudkan agar pengertian lebih dahulu diasosiasi maupun dimodifikasi di dalam benak siswa tersebut sampai pada pengingatan pengetahuan. dengan diawali Pasal 6.siku kaki sudut α a = sisi siku . . sin α.Nilai perbandingan trigonometri dari sudut α didefinisikan sebagai berikut : sisi siku . Perbandingan trigonometri merupakan salah satu materi yang diperlukan siswa dalam menguasai berbagai kompetensi yang perhitungan teknisnya berkaitan dengan matematika dan fisika lebih lanjut. yaitu jika siswa berhadapan dengan masalah sudut dalam berbagai kedudukan. maka sin α.b bab ini. nilainya tertentu.siku di hadapan sudut α a = hipotenusa b sinus α (ditulis dengan notasi sin α) = kosinus α (ditulis dengan notasi cos α) = tangen α (ditulis dengan notasi tan α) = sisi siku . Untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. cos α dan tan α disebut fungsi trigonometri (iii) Jika sudutnya bukan lancip. digunakan sudut berelasi (Pasal 7). 10 Pembelajaran Trigonometri SMA 4. cos α. seusai siswa kelas X mengkonstruksi pemahaman konsep dari perbandingan trigonometri sinus.

5 61 (iv) C Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 11 . kosinus dan tangen dari sudut-sudut lancip dalam segitiga siku-siku yang diketahui berikut ini: 1) . Menggunakan segitiga yang tingginya mudah dihitung Contoh: Tentukan nilai sinus. 4 3 (i) 2) 29 63 21 (i) 16 (ii) (iii) 65 56 41 (iv) 61 (v) 15 (ii) 8 5 (iii) 13 12 (iv) 9 60 37 (v) 24 25 Gambar 2.4 b. yang dengan panjang sisinya dapat dihitung tanpa menimbulkan kesulitan perhitungan bentuk akar. kosinus dan tangen untuk ∠A dan ∠B berikut C C 30 25 40 26 A B 28 (i) B A 39 (ii) B B 29 36 65 36 C 25 (iii) A A Gambar 2. Mengunakan segitiga siku-siku yang panjang dua sisinya diketahui. a. Contoh: Tentukanlah nilai sinus. dengan kedudukan segitiga yang bervariasi.Berikut disampaikan alternatif untuk keperluan di atas.

Untuk menerapkan pemahaman perbandingan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari dapat dipilih strategi cooperative learning dengan model jigsaw (Slavin) dan pendekatan kontekstual. sebagai berikut. 12 Pembelajaran Trigonometri SMA . melainkan lebih menekankan bagaimana cara memperolehnya. Menggunakan sudut (lancip) yang bervariasi. Jika guru ingin lebih mudah memeriksa hasilnya. dapat dimanfaatkan untuk memantapkan pengertian siswa tentang sinus. melainkan dengan tanya jawab. dinyatakan dalam bentuk desimal sampai dua tempat desimal? Gambar 2. Contoh: Berapa besar nilai sinus dan kosinus sudut berikut. 1) Guru mempersiapkan tugas yang harus menggunakan sinus. Sudut itu dapat disiapkan misalnya dalam bentuk lembar kerja. rumus atau teorema apa yang perlu digunakan untuk menentukan panjang ruas-ruas garis yang terbentuk? (iii) dari relasi-relasi itu bagaimana memanipulasinya untuk memperoleh hasil perbandingan trigonometrinya? Kompetensi dasar manakah yang ingin dicapai dari kegiatan di sini? c.6 d. Bimbingan kepada siswa bukan dalam memberikan secara langsung cara mengerjakannya.Di sini strategi pemecahan masalah dikembangkan dalam pembelajaran. Guru tidak harus tergesa-gesa minta atau memperoleh jawaban hasil. kosinus dan tangen yang diambil dari lingkungan sekolah: Misalnya : (a) Keberadaan tangga sekolah menuju lantai II. maka besar sudutnya ditentukan guru. misalnya: (i) (ruas garis) pertolongan apa yang harus ditambahkan agar muncul suatu bentuk gambar yang memberikan kemungkinan perbandingan trigonometri dapat dihitung? (ii) jika sudah ada gambar.

Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 13 . serta menggunakan konsep kosinus maka siswa dapat menentukan panjang tali pancang AC . dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman tentang konsep tangen C Tali pancang Dengan mengukur besar sudut BAC dan jarak antara A dan B. mengukur jarak dari dasar gedung dengan tempat berdiri siswa waktu menggunakan klinometer.8 B Dengan menggunakan klinometer (untuk mencari besar sudut elevasi). dan menggunakan perbandingan tangen maka siswa dapat mengukur tinggi bangunan itu. dapat dimanfaatkan untuk memantapkan konsep kosinus. dan menggunakan konsep sinus. (c) Keberadaan gedung tinggi di dekat sekolah. maka siswa ditugasi untuk menentukan ketinggian lantai II dari dasar lantai.Lantai II C Tangga Dengan mengukur panjang tangga BC . Demikian juga dapat digunakan masalah yang dibuat berdasarkan situasi di sekitar sekolah. dan mengukur besar sudut ABC.7 (b) Keberadaan suatu tiang (tiang listrik. yang sudah waktunya diganti itu! Tiang A Gambar 2. B A Gambar 2. papan reklame) yang diperkuat dengan talipancang.

Satu hal yang mesti dicatat di sini bahwa masing masing-masing anggota dari kelompok expert ini bertanggung jawab untuk menjelaskan hasilnya kepada anggota lain dari kelompok jigsaw-nya. yang banyak kelompoknya sama dengan banyak tu tugas yang dibuat oleh guru. dengan tugas masing-masing menjelaskan hasil yang telah diraih dari masing kelompok expert-nya.9 2) Guru membentuk kelompok kelompok-kelompok jigsaw. dan anggota masing-masing kelompok terdiri dari satu orang dari tiap kelompok jigsaw. 3) Guru membentuk kelompok expert (counterpart) group. Kemudian masing-masing kelompok diberi tugas untuk menyelesaikan ke masing semua tugas yang harus diselesaikan. Guru lnya pada kesempatan ini mengawasi dan menjadi nara sumber apakah kerja tim sudah sesuai dengan strategi yang dipilih guru. 4) Setelah masing-masing kelompok bekerja secara kooperatif masing untuk menyelesaikan tugas. maka kembalilah masing masing-masing anggota dari kelompok ekspert ke kelompok jigsaw semula. 14 Pembelajaran Trigonometri SMA . yang banyak anggotanya disesuaikan dengan banyak tugas yang dapat dikonstruksi berdasarkan situasi lingkungan sekolah. Kelompok ini dengan menggunakan strategi penyelesaian masalah berdiskusi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.α Gambar 2. dan mempersiapkan diri menyampaikan hasilnya kepada anggota lain di kelompok jigsaw-nya.

dikembangkan sifat hubungan antar masingmasing perbandingan trigonometri.3) : A C b a α c B kotangen α (ditulis dengan notasi cot α ) = sekan α (ditulis dengan notasi sec α ) = sisi di kaki sudut α c = sisi di depan sudut α a hipotenusa b = sisi di kaki sudut α c hipotenusa b = sisi di depan sudut α a kosekan α (ditulis dengan notasi csc α ) = b. dan tangen. kosinus. dengan pendekatan tanya-jawab. dan jangan lupa memberi penghargaan berupa pujian sebagai motivasi dan suasana kompetitif yang sehat.5) Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi kelas.b). 5. 1 tan α 1 (ii) sec α = cos α 1 (iii) csc α = sin α (i) cot α = sin α cos α cos α (v) cot α = sin α (iv) tan α = Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 15 . bahwa (Perhatikan salinan Gambar 2. dari diagram di atas (butir 3. siswa diarahkan untuk memahami konsep perbandingan kotangen. Perluasan ilai Perbandingan Trigonometri a. dalam memahami perbandingan trigonometri. sekan dan kosekan. di mana guru memantapkan pemahaman tentang sinus. Perluasan dari pengertian sinus. Berpangkal dari definisi perbandingan trigonometri di atas. kosinus dan tangen di atas.

45°. dengan model TAI (Team Accelerated Instruction) misalnya di samping memberi motivasi. Diskusi terjadi pada saat siswa saling mempertanyakan jawaban yang dikerjakan teman se-tim-nya. juga ada sedikit kompetisi yang sehat dengan tidak meninggalkan kelebihan pembelajaran gotong royong. Model TAI ini digunakan untuk mendorong siswa menemukan kembali rumus-rumus di bawah ini : (i) sin2α + cos2α = 1 (ii) tan2α + 1 = sec2α (iii) cot2α + 1 = csc2α 6. 90°. siswa melakukan reinvention (penemuan kembali) yang akhirnya berhasil membuktikan rumus-rumus di bawah ini. Ketiga. Untuk pembuktian sifat-sifat lainnya. 45°. 1) Bentuklah kelompok-kelompok belajar kooperatif. dan semua bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban pada akhir kegiatan sebagai tanggung jawab bersama. Anggota tim menggunakan lembar jawab yang digunakan untuk saling memeriksa jawaban teman setim. TAI disusun untuk memecahkan masalah dalam program pengajaran. a. di mana sebelumnya dibentuk kelompok-kelompok diskusi. Untuk memantapkan pemahaman tentang perbandingan trigonometri sudut-sudut 30°. Pembelajaran Istimewa ilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Selanjutnya perlu dibahas nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut 0°. Kedua. dapat digunakan strategi pembelajaran kooperatif dengan model TAI (Team Assissted Individualization). Model ini juga merupakan model kelompok berkemampuan heterogen. 30°. Pertama model ini mengkombinasikan keampuhan pembelajaran kooperatif dan program pengajaran individual. masing-masing kelompok beranggotakan kira-kira 5 orang siswa.c. dengan tugas 16 Pembelajaran Trigonometri SMA . Setiap siswa belajar pada aspek khusus pembelajaran secara individual. model ini memberikan tekanan pada efek sosial dari belajar kooperatif. 60°. guru dapat menggunakan pembelajaran kooperatif. 60°. untuk menyelesaikan tugas ini. misalnya dalam hal kesulitan belajar siswa secara individual. Secara singkat model pembelajaran kooperatif TAI dikembangkan oleh Slavin (1985) dengan beberapa alasan.

……. 60° ……. ……. 2) Tugasi kelompok mengerjakan lembar kerja yang isinya sebagai berikut: C S R A D ∆ABC sama sisi panjang sisi = 2a B P PQRS persegi panjang sisi = 2a Q Gambar 2. tentukan nilai perbandingan trigonometri sudut-sudut 30°. ……. ……. ……. ……. ……. …….10 Dengan menggunakan gambar di atas. maka dikaitkan nilai perbandingan trigonometri dengan sistem koordinat Cartesius: Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 17 . berdiskusi mengapa dan bagaimana dengan bahasa mereka untuk berdiskusi. dan agar siswa sampai pada relational understanding (bukan sekedar instrumental understanding). ……. ……. ……. 45° dan 60° α sin α cos α tan α cot α sec α csc α b. ……. kemudian anggota kelompok yang satu memeriksa hasil kelompok yang lain.masing-masing anggota kelompok mengerjakan seluruh tugas. ……. Untuk pengembangan sampai dengan perbandingan trigonometri untuk sudut 0° dan 90° (dan nantinya fungsi trigonometri berbagai sudut). ……. ……. 45° ……. 30° …….

maka. dapat dikembangkan untuk mencari nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut 0° dan 90° (Berapa absis/ordinat titik yang terkait dengan sudut tersebut?) Sudut-sudut yang terkait dengan kedudukan titik P tersebut selanjutnya dikaitkan dengan istilah besar sudut. sehingga: Jika P di kuadran I.Y P(x. maka sudut XOP dikatakan sudut pada kuadran III Jika P di kuadran IV. maka dapat didefinisikan perbandingan trigonometri untuk sudut α. 18 Pembelajaran Trigonometri SMA . dengan teknik bertanya. perbandingan trigonometri untuk sudut ∠XOP adalah: ordinat P r ordinat P sin α = tan α = sec α = r absis P absis P absis P r absis P cos α = cot α = csc α = r ordinat P ordinat P Catatan: Sudut yang dalam sistem koordinat sedemikian sehingga titik sudutnya pada titik O dan kaki utama (ingat definisi sudut terkait dengan rotasi sinar garis) pada sumbu X dikatakan sebagai sudut dalam kedudukan baku. maka sudut XOP dikatakan sudut pada kuadran IV (Ingat. maka sudut XOP dikatakan sudut pada kuadran I Jika P di kuadran II. y) dengan OP = r di mana pun P berada dalam sistem koordinat. maka sudut XOP dikatakan sudut pada kuadran II Jika P di kuadran III. Dengan berangkat dari definisi yang dihubungkan dengan konteks koordinat di atas. sebagai berikut: sin α = y r x cos α = r y tan α = x x y r sec α = x r csc α = y cot α = Gambar 2.11 Jadi untuk setiap titik P dengan OP = r dan besar sudut ∠XOP adalah α. arah putar positif XOP dalam sistem adalah arah dari X ke P diputar berpusat di titik O dengan arah berlawanan dengan arah putar jarum jam). y) r y α O x Untuk setiap titik P(x.

α° tangen dengan kotangen. Dengan dua contoh di atas. siswa diberi tugas untuk mencari dan akhirnya menemukan sifat-sifat : 1) (i) cos(90 − α)° = sin α° (ii) tan(90 − α)° = cot α° sin(180 − α)° = Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 19 .7. dan sekan O x dengan kosekan).y1) terhadap garis yang persamaannya y = x dan dengan teknik bertanya dibahas hubungan antara x1 dan y1 α° dengan x dan y (x1 = y dan y1 = x) P(x. Y P′ (−x.13 ordinat P' y = = sin α° r r Jadi sin(180 − α)° = sin α° d. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi Pada pembelajaran materi ajar ini. dengan langkah-langkah sebagai berikut. Menggunakan pencerminan titik x1 P′ (x1. Untuk meninggikan derajat keaktifan siswa pembelajaran relasi sin(180 − α)° = sin α° digunakan teknik bertanya c. Y a. dilanjutkan dengan strategi cooperative learning (Jigsaw misalnya). strategi yang dipilih adalah kombinasi dari eksposisi dengan tanya jawab yang efektif dan pembelajaran kooperatif. y) (180−α)° P(x. khususnya untuk X menemukan bahwa: sin(90 − α)° = cos α° Gambar 2.y) y1 kemudian hubungan fungsi dengan (90 − α)° kofungsinya (sinus dengan kosinus.12 b. y) α O sin α° = y r X Gambar 2.

4) (i) sin(360 − α)° = sin (−α°) = −sin α° (ii) cos(360 − α)° = cos (−α°)= cos α° (iii) tan(360 − α)° = tan (− α°) = − tan α° (iv) sifat nilai perbandingan yang lain dijadikan penilaian proses. sec(180 − α)° = −sec α°. Penulisan relasi-relasi di atas untuk sudut dengan ukuran radian dapat ditugaskan kepada siswa. e.180)° = tan α° sifat nilai perbandingan yang lain. Akhir dari pembahasan nilai perbandingan trigonometri sudut yang berelasi. dan csc(180 − α)° = csc α° dijadikan soal untuk penilaian proses. sec(90 − α)° = csc α°. 3) (i) sin(180 + α)° = − sin α° (ii) cos(180 + α)° = − cos α° (iii) tan(180 + α)° = tan α° (iv) sifat yang lain dijadikan soal penilaian proses. maka langkah berikutnya membawanya menjadi fakta (dalam taksonomi Gagne) atau pengetahuan siap. dijadikan penilaian proses. Perlu dibahas pula bahwa relasi-relasi di atas juga berlaku untuk sudutsudut dengan satuan ukuran bukan derajat. f. sampai pada kesimpulan Y hubungan antara nilai positif atau negatifnya nilai perbandingan Kuadran I Kuadran II trigonometri suatu sudut dengan semua sinus kuadrannya.360)° = cos α° (iii) tan(α + n. 5) Untuk setiap bilangan bulat n berlaku (i) sin(α + n.14 Pemahaman prinsip-prinsip ini secara relasional. O X tangen Kuadran III kosinus Kuadran IV Gambar 2.360)° = sin α° (ii) cos(α + n. perorangan ataupun secara berkelompok. dan csc(90 − α)° = sec α° dijadikan soal untuk penilaian proses 2) (i) cos(180 − α)° = − cos α° (ii) tan(180 − α)° = − tan α° (iii) sifat-sifat untuk cot(180 − α)° = −cot α°. sehingga misalnya: sin(π − α) = sin α dan cos(α + 2πn) = cos α. dan selanjutnya guru dapat 20 Pembelajaran Trigonometri SMA .(iii) sifat-sifat cot(90 − α)° = tan α°.

Tentukanlah nilai sinus. kotangen. kosinus. 5. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 21 .5 termasuk kelipatannya. Yang dimaksud sudut istimewa untuk sudut-sudut di kuadran bukan kuadran pertama adalah sudut-sudut pada ketiga kuadran lain yang terkait dengan sudut-sudut pada kuadran pertama.6 dinyatakan dalam bentuk desimal sampai dua tempat desimal? Jelaskan cara paling efektif yang Anda gunakan. tangen. yang artinya nilai perbandingan trigonometri positif untuk sudut di mana sudut itu berada.5 (i) dan (ii). Misalnya sudut 240° yang terkait dengan 60°.4. misalnya 3 π 4 radian yang terkait dengan 1 4 π radian. Tentukan nilai sinus dan kosinus untuk ∠A dan ∠B pada Gambar 2. kuadran I : semua (sinus. yang nilai sinus sudut-sudut lancipnya merupakan bilangan rasional. 315° yang terkait dengan 45°. LATIHAN 1 1. Misalnya "semanis Sinta tanpa kosmetika". 2. 4. yang nilai sinus dua sudut-sudut lancipnya merupakan bilangan rasional. kosinus dan tangen salah satu sudut lancip pada setiap segitiga siku-siku pada Gambar 2. mereka ditugasi untuk menyusun daftar nilainilai fungsi trigonometri sudut-sudut istimewa.menyarankan siswa untuk membuat jembatan keledai (mnemonic) untuk itu. Berikan contoh 3 buah segitiga siku-siku yang panjang sisi-sisinya merupakan bilangan bulat selain yang sudah dituliskan pada Gambar 2.5 termasuk kelipatannya.4 dan 2. atau dalam ukuran radian. Berapa besar nilai sinus gambar kiri dan kosinus gambar kanan sudut lancip pada Gambar 2. 3. sekan dan kosekan) kuadran II: sinus (bersama kosekan) kuadran III: tangen (bersama kotangen) kuadran IV: kosinus (bersama sekan) Untuk meyakinkan pemahaman siswa tentang tanda nilai sudut dari berbagai kuadran dan rumus-rumus perbandingan/fungsi trigonometri sudut-sudut yang berelasi.4 dan 2. Berikan contoh 3 buah segitiga lancip yang panjang sisi-sisinya merupakan bilangan bulat selain yang sudah dituliskan pada Gambar 2.

dengan strategi eksposisi dan dan mengefektifkan teknik bertanya diingatkan kembali rumus yang menghubungkan perbandingan trigonometri yang telah ditemukan di atas yaitu bahwa untuk setiap sudut α dan perbandingan trigonometri yang terdefinisi berlaku: (i) sin2α + cos2α = 1 (iii) tan2α + 1 = sec2α sin α (iv) 1 + cot2α = csc2α (ii) tan α = cos α b. siswa dibagi beberapa kelompok. memilih konsep-konsep dan prinsip yang tepat. masing-masing kelompok berdiskusi memecahkan suatu masalah. sin 120° = sin(180 − 120)° = sin 60° = 1 3 2 b. dan untuk itu strategi yang cocok adalah pemecahan masalah (G. ii. Kegiatan dengan pendekatan problem solving dapat dilakukan secara berkelompok dengan cooperative learning (TAI misalnya). Polya) yang saran langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: i. agar pemahaman tentang prinsip (menurut taksonomi Gagne) di atas dapat ditingkatkan menjadi pengetahuan siap. PEMBELAJARAN IDENTITAS 1. memeriksa kembali (looking back). Hasilnya digunakan secara klasikal untuk menyatakan bahwa relasi-relasi di atas berlaku untuk setiap sudut. c. iv. Relasi semacam itu dikenal sebagai identitas. Berilah 3 contoh masalah yang kontekstual dan memuat masalah perbandingan trigonometri berikut alternatif pemecahannya. Dalam mengerjakan soal seorang siswa menulis: a. merancang rencana (devising a plan). memahami masalah (understanding the problem). 22 Pembelajaran Trigonometri SMA . cos 240° = − cos(180 + 60)° = − cos 60° = − 1 2 Berikanlah komentar tentang pekerjaan siswa tersebut! D. Setiap kelompok ditugasi untuk melakukan substitusi berbagai nilai pengganti α. pada relasi-relasi di atas dengan sudut-sudut istimewa. iii. melaksanakan rencana (carrying out the plan). Hubungan Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut Untuk membahas materi ini ditempuh langkah-langkah sebagai berikut : a. 7. maka dilatih lewat soal-soal identitas.6.

Pengertian Identitas trigonometri adalah suatu relasi atau kalimat terbuka yang memuat fungsi-fungsi trigonometri dan yang bernilai benar untuk setiap penggantian variabel dengan konstan anggota domain fungsinya. yang bentuknya lebih sederhana. Identitas Trigonometri a. c berikut) 23 Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika . dan kosekan domain himpunan bilangan real sering menimbulkan masalah ketakhinggaan. b. Membuktikan Kebenaran Identitas Kebenaran suatu relasi atau kalimat terbuka merupakan identitas perlu dibuktikan kebenarannya. Namun dalam trigonometri identitas yang (langsung atau tak langsung) memuat fungsi tangen. atau 3) ruas kiri diubah menjadi bentuk lain yang identik dengannya. 2) ruas kanan diubah bentuknya sehingga menjadi tepat sama dengan ruas kiri. ruas kanan diubah menjadi bentuk lain juga. Dua cara pertama merupakan pilihan utama. maka meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit. yaitu menggunakan rumus-rumus atau identitas-identitas yang telah dibuktikan kebenarannya dengan cara: 1) ruas kiri diubah bentuknya sehingga menjadi tepat sama dengan ruas kanan. dibuktikan atau diubah bentuknya sehingga sama dengan bentuk yang tidak diubah. sekan. Domain sering tidak dinyatakan secara eksplisit. kotangen. Jika demikian maka umumnya domain yang dimaksud adalah himpunan bilangan real. Cara/langkah salah yang sering dilakukan adalah (1) mengumpulkan kedua ruas menjadi satu ruas dan (2) jika dalam bentuk pecahan dilakukan perkalian silang (lihat contoh pada akhir bagian 3. sehingga kedua bentuk hasil pengubahan itu tepat sama. Secara umum. maka syarat terjadinya fungsi tersebut merupakan syarat yang perlu diperhitungkan. yang diubah adalah bentuk yang paling kompleks (rumit). Karena itu.2. karena masing-masing jelas tujuan bentuk yang hendak dicapai. Ada tiga pilihan pembuktikan identitas.

Keberhasilan pembuktian kebenaran identitas memerlukan: 1) telah dikuasainya relasi. c. aturan. Contoh menyelesaikan masalah identitas Misalkan ada soal/masalah: Buktikan bahwa sin 2 α + sin 2 α cos 2 α + cos 4 α = 1 Cara I Seperti dikemukakan pada langkah pemecahan masalah. 2) merancang rencana Bentuk ruas kiri adalah sin2α + sin2α cos2α + cos4α yang harus dibuktikan sama dengan 1. bentuk-bentuk yang dituju biasanya adalah bentuk atau derajat yang lebih sederhana dan dapat ”dipaksakan” adanya dengan penyesuaian bentuk-bentuk lainnya (diarahkan ke bentuk yang menjadi tujuan pembuktian). 2) telah dikuasainya proses pemfaktoran. kosekan dan kotangen. Maksudnya. kotangen. Dalam proses pembuktian. bahwa: 1) langkah pertama adalah memahami masalah Jelas bahwa masalahnya adalah masalah pembuktian. Jadi jika harus membuktikan maka kiranya akan lebih mudah jika dari ruas kiri dibuktikan sama dengan ruas kanan. penyederhanaan. 3) pelatihan yang cukup. Masalah ini memuat keadaan ruas kiri lebih kompleks dari pada ruas kanan. yaitu bahwa ruas kiri harus sama dengan ruas kanan. operasi pada bentuk pecahan dan operasi hitung lainnya serta operasi dasar aljabar. guru dapat memberikan contoh. fungsi-fungsi tangen. sekan dan kosekan dapat diubah ke fungsi sinus atau kosinus. atau rumus-rumus dasar trigonometri dan aljabar. 2) selain menggunakan hubungan antara sekan dan tangen. 24 Pembelajaran Trigonometri SMA . yang sangat penting diperhatikan ialah bahwa: 1) perubahan-perubahan bentuk aljabar yang dilakukan berorientasi pada tujuan (ruas lain yang dituju). selain yang disebutkan pada dua butir pertama di atas.

sedangkan ”1” dalam trigonometri muncul dalam rumus sin2α + cos2α = 1. ada unsur 1 sesuai tujuan. Cara II 1) Jika strategi awalnya adalah penyederhanaan dengan pemfaktoran. maka perlu dimunculkan adanya bentuk sin2α + cos2α. maka dengan memfaktorkan dua suku pertamanya diperoleh: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α (1 + cos2α ) + cos4α Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Jika dua suku terakhir difaktorkan diperoleh: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α + (sin2 α + cos2α ) cos2α melaksanakan rencana Bukti: Ruas kiri: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α + (sin2 α + cos2α ) cos2α (cara 1) = sin2α + (1) cos2α = sin2 α + cos2α = 1 (= ruas kanan (terbukti)) memeriksa kembali Dalam hal ini pemeriksaan dilakukan hanya dalam hal pemeriksaan kembali langkah demi langkahnya. 2) Dari strategi di atas maka langkah pembuktiannya sebagai berikut: Bukti: Ruas kiri: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α (1 + cos2α ) + cos4α = (1 − cos2α ) (1 + cos2α ) + cos4α = (1 − cos4α ) + cos4α = 1 = ruas kanan (terbukti) Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 25 . Hal terakhir ‘terpikir’ karena adanya bentuk (1 + cos2α) yang jika dikalikan dengan 1 − cos2α (dari sin2 α = 1 − cos2α) akan menghasilkan 1 − cos4α.3) 4) Karena tujuannya adalah ”1”. maka 1 dalam trigonometri muncul antara lain dari rumus sin2 α + cos2α atau secara aljabar dapat muncul dari perkalian bentuk (1 − x)(1 + x). yaitu ruas kanan adalah 1. Hal ini dapat muncul jika dua suku terakhir dari ruas kiri difaktorkan.

maka perlu dimunculkan adanya bentuk sin2α + cos2α. sedangkan ”1” dalam trigonometri muncul dalam rumus sin2α + cos2α = 1. 2) Dari strategi di atas maka langkah pembuktiannya sebagai berikut: Bukti: Ruas kiri: sin2α + sin2α cos2α + cos4α = sin2α + sin2α cos2α + cos2α cos2α = sin2α (1 + cos2α ) + cos2α (1 − sin2α) = sin2α + sin2α cos2α + cos2α − cos2αsin2α = sin2α + cos2α = 1 ( sama dengan ruas kanan/terbukti) Berikut ini diberikan contoh cara atau langkah yang salah Bukti: sin 2 α + sin 2 α cos 2 α + cos 4 α = 1 1 – sin2α – sin2α cos2α – cos4α = 0 (langkah-langkah pembuktian salah): cos2α – sin2α cos2α – cos4α = 0 cos2α( 1 – sin2α – cos2α ) = 0 cos2α ( 1 – 1) = 0 cos2α × 0 = 0 0 = 0 (akhirnya tidak sesuai dengan yang harus dibuktikan) Contoh langkah pembuktian lainnya yang salah: 1 − sin θ cos θ Buktikan: = cos θ 1 + cos θ 26 Pembelajaran Trigonometri SMA . Hal ini dapat muncul jika ruas kiri difaktorkan sehingga sin2α + sin2α cos2α + cos2α cos2α dan dengan manipulasi lebih lanjut ruas kiri menjadi = sin2α (1 + cos2α ) + cos2α (1 − sin2α) Dengan menjabarkan lebih lanjut hasilnya = 1. Karena tujuannya adalah ”1”. atau bagian-bagiannya.Cara III 1) Jika strategi awalnya adalah penyederhanaan dari suku berderajat tinggi. maka diperoleh: Bentuk ruas kiri diubah menjadi sin2α + sin2α cos2α + cos2α cos2α yang harus dibuktikan sama dengan 1.

Namun jika keduanya sama tingkat kompleksitasnya atau derajat fungsinya. atau dari yang pangkatnya tinggi ke yang lebih rendah. maka dapat dipilih salah satu arah. yang utama adalah dari yang lebih kompleks ke lebih sederhana. Contoh 2: Buktikan bahwa sec4θ – sec2θ = tan4θ + tan2θ Bukti: Alternatif 1 Alternatif 2 Ruas kiri: Ruas kanan sec4θ – sec2θ tan4θ + tan2θ = sec2θ (sec2θ – 1) = tan2θ (tan2θ + 1) 2 2 = sec θ × tan θ = (sec2θ – 1) sec2θ 2 2 = (1 + tan θ) tan θ = sec4θ – sec2θ 2 4 = tan θ + tan θ = ruas kiri = ruas kanan e. masih harus dibuktikan sama) ⇔ 1 – sin2θ = cos2θ ⇔ cos2θ = cos2θ (berbeda dengan perintah yang harus dibuktikan) d. Berlatih memecahkan masalah identitas Siswa secara berkelompok dengan cooperative learning (TAI misalnya). bahwa pembuktian identitas dapat dilakukan antara lain mengubah bentuk ruas kiri menjadi sama dengan ruas kanan. Arah pembuktian Telah dinyatakan.Bukti: 1 − sin θ cos θ = cos θ 1 + cos θ ⇔ (1 – sin θ)(1 + sin θ) = cos2θ (seharusnya tidak boleh menggunakan tanda “=” karena belum sama. masing-masing kelompok berdiskusi memecahkan masalah identitas berikut 1) cos 4 θ − sin 4 θ = cos 2 θ − sin 2 θ (1 − tan α )(1 + tan α ) 2) = csc α − sec α tan α sin α 3) tan γ cos 4 γ + cot γ sin 4 γ = sin γ cos γ Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 27 . atau sebaliknya dari ruas kanan menjadi sama dengan ruas kiri. Hal ini tergantung kompleksitasnya atau ketinggian derajat fungsinya.

a. di mana rumus fungsi f(x) adalah perbandingan trigonometri yang telah dibahas di depan. sin 2 α sin x 1 − cos x 2 csc x = + 1 + cos x sin x 4 2 4 sec θ – sec θ = tan θ + tan2θ sin A−cos A+1 = sin A+1 sin A+cos A−1 cos A Agar pemahaman siswa lebih mendalam. Misalnya : Agar di dalam melukis fungsi trigonometri. GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI 1. LATIHAN 2 Buktikan kebenaran identitas-identitas pada butir pasal D butir 2.4) 5) 6) 7) 8) 1 − sin θ cos θ = cos θ 1 + cos θ tan 2 α − sin 2 α = tan 2 α . yaitu merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan identitas trigonometri. maka jika memungkinkan (mengingat waktu dan kemampuan siswa) maka dapat dilanjutkan tugas problem posing yang diajukan dari masing-masing kelompok kooperatifnya. maka perlu dikenal cara melukis π sebaiknya diberikan dahulu pemahaman tentang salah satu cara melukis pendekatan 28 Pembelajaran Trigonometri SMA . Melukis Pendekatan ilai π Menurut Kochansky Untuk pembelajaran fungsi trigonometri ini diingatkan pengetahuan prasyaratnya yaitu pengertian fungsi. yaitu untuk menyiapkan panjang ruas garis sebesar 2πr.e di atas. Fungsi kosinus f : x → cos x c. Fungsi tangen f : x → tan x Jika tidak ada penjelasan apapun besaran sudut dalam x (x∈R) sebagai argumen x fungsi adalah sudut dengan ukuran radian. E. Dari pengertian fungsi tersebut dikembangkan pengertian fungsi trigonometri f adalah suatu fungsi pada bilangan real f: x → f(x). Fungsi sinus f : x → sin x b. Ini menunjang bagian kompetensi dasar. satuan di sumbu-X dan sumbu-Y mempunyai perbandingan panjang yang tepat.

Menggambar Grafik Fungsi Trigonometri Untuk menggambar grafik fungsi-fungsi sinus.. Melihat hasil ini pendekatan DF sebagai πr sudah cukup teliti sampai tiga tempat desimal. kosinus dan tangen. Misalnya sebagai berikut. 2. Sedangkan di sisi lain. Ke arah keluar dari ∆ABC tarik CD ⊥ AC dengan CD = 1 satuan Tarik AD Berapakah panjang AC dan AD ? Lukislah sumbu AC dan AD . Gambar situasinya dapat disiapkan guru.141533. sedang perhitungannya dapat ditugaskan kepada siswa.1415926535897932384626433832795. dapat dilakukan dengan pemberian tugas kepada siswa. misal 1 satuan = 3 cm. DF = CD 2 + CF 2 = (2r ) 2 + (3r − 1 r 3 ) 2 3 = r 40 − 6 3 3 = 3.. Lukislah sebuah segitiga samakaki (misal ∆ABC siku-siku di B) dengan panjang sisi siku-siku 1 satuan sesuai pilihan masing-masing.nilai π. dengan jalan menentukan nilai fungsi dari sudut-sudut yang mudah dihitung nilai fungsi trigonometrinya.r. Cara Kochansky itu dasarnya adalah sebagai berikut: D OA = r EC = r cot 60o = 1r 3 3 Lukis EF = 3r Sehingga : CF = 3r − 1 r 3 3 B O r A 60 o E Gambar 2. misalnya dengan cara Kochansky. o Dengan tanya jawab dibahas nilai-nilai fungsi trigonometri sudut-sudut istimewa. Untuk keperluan ini siswa perlu memahami paling sedikit 1 cara menggambar √2 dan √3 satuan. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 29 . kita tahu dari hasil perhitungan π yang sebenarnya ≈ 3.15 C F Dengan teorema Pythagoras dapat dicari panjang DF..

315°. 330° dan 360° atau sudut-sudut sesuai dengan satuan ukuran radian. 45.17 a. 120°. 150°. 60°. 60. Untuk menggambar grafik fungsi trigonometri dengan menggunakan lingkaran satuan pertama kali pada lingkaran satuan itu dibuat sudutsudut khusus. 60° 45° 30° π/6 π/3 π/4 Gambar 2. 210°.Anda telah memperoleh ruas garis sepanjang satuan. 45°. 90°. yaitu 30°. 135°. 300°. 90. 180°. 240°. Hal ini dilakukan untuk memudahkan meletakkan posisi 30. 30 Pembelajaran Trigonometri SMA . 270°. 225°. 360 pada sumbu-X. Melukis grafik fungsi sinus menggunakan tabel 1) Menggunakan nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa termasuk sudut-sudut berelasinya. Ruas garis manakah itu? 1 2 √2 satuan dan 1 2 √3 Catatan: Kelengkapan hasil lukisannya adalah sebagai berikut: D 1 C √3 1 √2 1 1 2 D 1 C 1 2 1 √3 2 √2 √2 1 √3 2 B 1 A B Gambar 2. … .16 1 A o Lukisan juga dapat didasarkan pada atau menggunakan lingkaran satuan.

18 Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 31 . 1 2 ). 1 ).0). ( π . panjang interval 0 ≤ x ≤ 360 digunakan skala 2π satuan. ( π . 1 3 ). maka pasangan koordinat titik-titik: (0. (60. atau (0. sama dengan yang digunakan ketika menggambar dengan satuan ukuran radian. Panjang interval tersebut menggambarkan keliling lingkaran satu putaran penuh. sebagaimana tabel di bawah ini: x sin xo 0 30 45 60 90 120 135 150 180 210 225 240 270 300 315 330 360 … … … … … … … … … … … … … … … … … Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap. … . ( π . sebagaimana tabel di bawah ini: x 0 π 6 π 4 π 3 π 2 2π 3 3π 4 π 7π 6 5π 4 4π 3 3π 2 5π 3 5π 3 7π 4 11π 6 2π … sin x … … … … … … … … … … … … … … … … Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x°. Untuk kedua jenis satuan derajat. … . mula-mula siswa ditugasi untuk melengkapi nilai-nilai sin x untuk sudut-sudut istimewa (termasuk sudut relasinya). mula-mula siswa ditugasi untuk melengkapi nilai-nilai sin xo untuk sudut-sudut istimewa (termasuk sudut relasinya).Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x. 2 2 2 (360. 1 3 ). 1 ). (45. Y 1 1 √3 2 1 √2 1 2 2 1 2 5π 6 1 1 √3 2 √2 1 2 O0 1π 4 3π 4 5π π 6 1π 6 1π 3 1π 2 2 3 π 7π 6 5π 4 4π 3π 3 2 5π 3 7π 4 2π 11π X 6 panjang 2πr dengan r = 1 Gambar 2. (2π. selanjutnya titik tersebut digambar dalam sistem koordinat Cartesius yang sesuai. 0) untuk 6 2 4 2 3 2 satuan radian. 1 2 ).0).0) untuk satuan derajat. (30.

c. π .. Melukis grafik fungsi sinus dan kosinus menggunakan lingkaran satuan Untuk menentukan nilai sinus suatu sudut dengan menggunakan lingkaran satuan adalah bahwa nilai sinus suatu sudut dapat dinyatakan sebagai panjang proyeksi jari-jari lingkaran pada garis vertikal yang melalui pusat lingkaran. 0 < x < 2π. (Gambar 2. . 32 Pembelajaran Trigonometri SMA . kemudian dari gambar Gambar 2.19 b. 2π.17 dapat dibuat proyeksi titik-titik ujung jari-jari yang terkait dengan sudut-sudut istimewa.. misal 1 π → 30°). sesuaikan dengan Gambar 2. Selanjutnya lukis kurva mulus melalui titik-titik yang 6 diperoleh grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x. dibuat garis-garis mendatar sejajar sumbu X. Untuk grafik fungsi sinus.19) Y 1 1 2 √3 1 2 √2 1 √2 2 2 1 π 4 1 π 6 1 π 3 1 π 2 3 π 4 2 π 3 π 5π 6 7 π 6 5 π 4 4 π 3 3 π 2 7 π 4 5 π 3 2π 11π X 6 1 1 2 √3 1 2 O 1 0 panjang 2πr dengan r = 1 Gambar 2. sehingga nilainya dapat 6 4 3 diwakili oleh proyeksi jari-jari lingkaran satuan pada garis vertikal yang melalui pusat lingkaran tersebut. nilai dari hasil proyeksinya langsung dapat digunakan untuk membuat garis bantu sejajar sumbu X untuk menggambarkan nilai-nilai sinus sudut bersangkutan. 1) Dari uraian di atas.(untuk satuan derajat. Sehingga nilai sin x dari x = π . Sedangkan nilai kosinusnya dapat diwakili oleh proyeksi jari-jari lingkaran satuan pada garis mendatar yang melalui pusat lingkaran tersebut..17. Melukis grafik fungsi kosinus dan tangen menggunakan tabel Langkah kegiatannya melukis grafik fungsi kosinus dan tangen dengan tabel dapat dilakukan seperti pada kegiatan melukis grafik fungsi sinus dengan tabel. π .

2π] (Gambar 2. diperoleh grafik fungsi sinus pada interval [0. diperoleh hasil sebagai berikut: Y 1 π 4 3 π 4 1 π 3 1 π 2 2 π 3 π 5π 6 7 π 6 5 π 4 4 π 3 3 π 2 7 π 4 5 π 3 2π 11π 6 O0 1 π 6 X Gambar 2.21 3) Dengan menentukan titik-titik potong antara garis-garis pada langkah 1) dan langkah 2) yang bersesuaian.Y π/3 π/4 π/6 O X Gambar 2. dan melalui titik-titik tersebut dilukis kurva mulus.22 Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 33 .20 2) Jika sepanjang sumbu X diletakkan nilai-nilai sudut istimewa pada interval 0 ≤ x ≤ 2π kemudian dibuat garis-garis vertikal sejajar sumbu-Y.22) Y 1 π 4 3 π 4 1 π 3 1 π 2 2 π 3 π 5π 6 7 π 6 5 π 4 4 π 3 3 π 2 O0 1 π 6 7 π 4 5 π 11π 6 3 2π X Gambar 2.

Dengan demikian 2 maka titik potong yang nantinya dilalui kurva adalah titik potong misalnya antara garis x = 1 π dengan garis mendatar 6 yang melalui titik pada ujung jari-jari pembentuk sudut ( 1 π − 1 π ) (pada satuan derajat. Pemilihan sudut dapat saja dipilih misalnya semua kelipatan 15°. maka Y yang panjangnya 2π dibagi 24 sama panjang. Melukis grafik fungsi tangen menggunakan lingkaran satuan Jika dari Gambar 2.17 jari-jarinya diperpanjang sampai memotong sumbu Y. maka diperoleh gambar seperti pada Gambar 2. 2) d. kemudian dari titik-titik bagi itulah garis-garis sejajar sumbu Y dibuat. garis x = 30° dengan garis 6 2 mendatar yang melalui titik pada ujung jari-jari pembentuk sudut (90 − 30 = 60)°.Catatan 1) Untuk menggambar grafik fungsi kosinus menggunakan lingkaran satuan.23 π/6 A O D E F 30° P 34 Pembelajaran Trigonometri SMA .) Pada dasarnya sudut-sudut yang digunakan di sini tidak harus sudut ”istimewa”. penggunaan ”perpotongan garis mendatar dan tegak” pada langkah 3) di atas perlu memperhatikan relasi kofungsi.23. Y C B 60° 45° Y C B 60° 45° A O P D E F Gambar 2. yaitu bahwa cos x = sin( 1 π −x).

dan seterusnya seperti pada Gambar 2. ke bawah negatif). tan 30° = Y π/6 π/3 π/4 O0 1 π 4 1 π 6 1 π 3 1 π 2 3 π 4 2 π 3 π 5π 6 5 π 4 7 π 6 4 π 3 3 π 2 5 π 11 π 6 3 7 π 4 2π X Gambar 2. Untuk melukis grafiknya pembaca dapat menyesuaikan dengan cara yang dilakukan pada grafik fungsi sinus. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 35 . melainkan melalui titik-titik potong semacam A. B.24 LATIHAN 3 1.Perhatikan misalnya OA OA = = OA PO 1 OC OC = = OC tan 60° = PO 1 Contoh di atas menggambarkan bahwa panjang ruas-ruas garis sepanjang titik O sampai ke titik potong jari-jari yang terkait dengan suatu sudut (misal sudut x) dengan sumbu Y mengindikasikan nilai tangennya (ke arah atas bertanda positif.24. Lukislah grafik fungsi sinus. 2. Melukis garis sejajarnya seperti yang dilakukan pada kegiatan melukis grafik fungsi sinus dilakukan bukan melalui titik ujung jari-jari. kosinus dan tangen menggunakan (i) tabel dan (ii) lingkaran satuan Berikan masing-masing satu cara yang menurut Anda paling efektif untuk membelajarkan siswa melukis grafik fungsi sinus dan kosinus.

36 Pembelajaran Trigonometri SMA .

Pada paket ini terdapat tugas akhir dari Pembelajaran Trigonometri-1. alternatif pembelajaran baik yang terkait pemecahan masalah realistik maupun konteks yang sesuai yang ditawarkan di dalam paket ini masih perlu senantiasa dikembangkan dan diperbaharui. Bahkan jika diteliti. RANGKUMAN Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Trigonometri merupakan materi yang baru pertama kali diperoleh di SMA. Tujuannya agar dengan hanya melihat sudut siswa dapat menentukan dimana sudut siku-siku ingin digambarkannya untuk membentuk segitiga sikusiku. Pengguna dinyatakan menguasai paket ini jika telah memperoleh skor minimal 75%. Karena itu melalui pendekatan pemecahan masalah dan penugasan-penugasan sangat memungkinkan dikembangkan di sini.BAB PENUTUP III A. Karena itulah maka pembelajaran mengenai sudut yang terkait erat dengan trigonometri sangat perlu memperoleh perhatian. Pembelajarannya sebaiknya melalui kegiatan siswa menentukan perbandingan-perbandingan yang mengarah kepada perbandingan trigonometri. Trigonometri yang banyak aplikasinya di dalam kehidupan sehari-hari sangat mungkin dikembangkan pembelajarannya secara kontekstual. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 37 . pengertian sudut pun tidak dipelajari dengan cukup dalam di SMP. dan bukan fungsi segitiga. apakah lebih banyak memberikan informasi atau telah membelajarkan siswa dan memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan penalaran siswa selanjutnya. Karena itu. bukan dimulai dengan definisi yang berawal pada segitiga sikusiku. Lebih lanjut kesalahan persepsi bahwa dalam perbandingan trigonometri hanya terjadi pada segitiga siku-siku perlu dieliminasi karena perbandingan trigonometri ditinjau dari fungsi adalah fungsi sudut. menuju ke perbandingan trigonometri yang diperlukan. Diharapkan pengguna paket senantiasa merefleksi pembelajaran yang dikembangkannya. Mengubah bahan ajar menjadi kegiatan merupakan suatu strategi yang sangat mendukung tercapainya kompetensi siswa sesuai tuntutan kurikulum. Latihan yang umumnya menyangkut bahan trigonometri hendaknya dikembangkan dengan soal-soal yang konkuren dan dapat disusun melalui kegiatan problem posing antar peserta MGMP.

tan A + sec A − 1 = tan A + sec A tan A − sec A + 1 Berdasar pemahaman tentang sudut yang berelasi. jelaskan mengapa: a. TUGAS AKHIR Waktu: 60 menit 1. Buktikan: 3.B.2π atau x = π − α + k. 50 A A 61 C Gambarlah sebuah segitiga tumpul yang panjang sisi-sisinya merupakan bilangan bulat dan nilai sinus. sin x = sin α dipenuhi oleh x = α + k.2π b. Tentukanlah nilai sinus. kosinus dan tangens sudut A dan B pada gambar di bawah ini. 4. cos x = cos α dipenuhi oleh x = +α + k.2π atau x = π − α + k.2π 38 Pembelajaran Trigonometri SMA . kosinus dan tangen sudut-sudut lancipnya merupakan bilangan rasional. B B 58 72 65 36 C 2.

Cooperative Learning. 1985. Yogyakarta: PPPG Matematika Marpaung Y. 1988. Why & How. Theory. Belajar dan Mengajar Kontekstial. Pembelajaran Trigonometri Berorientasi PAKEM di SMA. (suatu makalah disajikan dalam Seminar asional "Pendidikan Matematika Realistik Indonesia" tanggal 14-15 ovember 2001. and Practice. Boston: Allyn Bacon Paul Suparno.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Randall Charles and Frank Lester. 2001. Paket Pembinaan Penataran. New York: Harper & Row. Yogyakarta: PPPG Matematika Skemp. Middlesex. Jakarta: Direktorat SLTP. What. The Instructional Design Process. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Palo Alto Ca: Dale Seymour Publications Setiawan. Beberapa Model dan teknik Pembelajaran Aktif-Efektif Matematika.David C. Depdiknas Gage. And Berliner. Rustana. NL. Slavin. Robert E. 1982. Pembelajaran Realistik dan SA I dalam Pembelajaran Matematika. The Psychology of Learning Mathematics. Skemp. Richard R. Boston: Houghton Mifflin Company Krismanto Al. 2001. Educational Psychology. Research. 2001. 1997. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 39 . England:Penguin Books Ltd. Jerrold E.DAFTAR PUSTAKA ♦ Cecep E. Publisher Co. Teaching Problem Solving. 2004. 1977. 1995.

Beberapa Metode dan Ketrampilan dalam Pengajaran Matematika. Winarno & Krismanto Al. Depdiknas. 2001. 1999. 2000. Teori Perkembangan Kognitif Jean Peaget. Trigonometri. Yogyakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Suryanto. 2000.Paul Suparno. Yogyakarta: PPPG Matematika 40 Pembelajaran Trigonometri SMA . Bahan Ajar Pelatihan Guru. Yogyakarta: PPPG Matematika Sutarto Hadi. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Teori Matematika Realistik. Matematika Humanistik sebagai Pembelajaran yang Aktif-Efektif. 1994. Enshede: University of Twente Tim Instruktur PKG Matematika SMU.

Nilai sinus.4. 1) 13 8 α 15 (ii) 12 5 α (iii) cos α = cos α = cos α = cos α = cos α = 3 5 15 17 5 13 35 37 24 25 24 37 α (iv) tan α = tan α = tan α = tan α = tan α = 9 25 α (v) 4 3 8 15 12 5 12 35 7 24 4 α 3 (i) (i) (ii) (iii) (iv) (i) 2) 29 sin α = sin α = sin α = sin α = sin α = 4 5 8 17 12 13 12 37 7 25 α 65 63 16 (ii) α α (iii) cos α = 21 29 16 cos α = 65 60 56 α 41 (iv) tan α = α 61 20 21 63 tan α = 16 21 (i) (i) (ii) sin α = 20 29 63 sin α = 65 (v) Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 41 .LAMPIRAN KUNCI/PETUNJUK PENYELESAIAN LATIHAN Latihan 1 ♦ 1. kosinus dan tangen salah satu sudut lancip pada setiap segitiga sikusiku pada Gambar 2.

72 -.36 dan (kanan) cos β = 0.(iii) (iv) (v) 56 65 9 sin α = 41 11 sin α = 61 sin α = 33 65 40 cos α = 41 60 cos α = 61 cos α = 56 33 9 tan α = 40 11 tan α = 60 tan α = 2. Nilai sinus dan kosinus dan tangen untuk ∠A dan ∠B pada Gambar 2. − cos(180 + 60)° = − (− cos 60°) = cos 60° 42 Pembelajaran Trigonometri SMA . sin 120° = sin(180 − 120)° = sin 60° = 1 3 2 Langkah I betul karena kebetulan fungsinya sinus. 4. Tak ada rumus dasarnya. 6. d. 7. Dalam mengerjakan soal seorang siswa menulis: c. sebab mengganti 240 dengan 180 + 60 saja tidak mengubah tanda nilai kosinus Langkah II juga salah. cos 240° = − cos(180 + 60)° = − cos 60° = − 1 2 Langkah I salah.5 (i) dan (ii) C C 26 30 25 40 A 28 (i) B A 39 (ii) B (i) 12 sin A = 13 24 25 12 tanA = 5 4 sin β = 5 tan β = tan β = 4 3 3 4 (ii) sin A = 3. 5. tanA = 24 7 sin β = 3 5 (kiri): sinus α = 0.

cos 4 θ − sin 4 θ = cos 2 θ − sin 2 θ cos 4 θ − sin 4 θ Bukti: Kiri: = (cos 2 θ + sin 2 θ )(cos 2 θ − sin 2 θ ) = 1 × (cos 2 θ − sin 2 θ ) = (cos 2 θ − sin 2 θ ) 6. sec4θ – sec2θ = tan4θ + tan2θ Ruas kiri: sec4θ – sec2θ = sec2θ (sec2θ – 1) = sec2θ × tan2θ = (1 + tan2θ) tan2θ Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 43 .Latihan 2 (sampel bukti) 1. 2 csc x = sin x 1 − cos x + 1 + cos x sin x sin x 1 + cos x Ruas kanan + 1 + cos x sin x = sin 2 x + (1 + cos x) 2 (1 + cos x) sin x sin 2 x + 1 + 2 cos x + cos 2 x (1 + cos x) sin x 1 + 1 + 2 cos x (1 + cos x) sin x = = = 2(1 + cos x) (1 + cos x) sin x 2 sin x = = 2 csc x = ruas kiri 7.

mula-mula membuat tabel nilai sin x untuk sudut-sudut istimewa sebagaimana tabel di bawah ini: x 0 0 7π 6 π 6 1 2 1 2 π 4 π 3 1 2 π 2 2π 3 1 2 3π 4 1 2 5π 6 1 2 π 0 sin x x sin x √2 1 5π 3 √3 √2 5π 4 4π 3 3π 2 7π 4 11π 6 2π 0 –1 2 – 1 √2 – 1 √3 2 2 –1 – 1 √3 2 – 1 √2 2 –1 2 Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap. Melalui titik-titik berurutan kurva mulus. 0) digambar dalam sistem 6 2 4 2 3 2 koordinat Cartesius. (2π. Melukis grafik fungsi sinus. ( π . … . 1 3 ).= tan2θ + tan4θ = ruas kanan Latihan 3 2. mula-mula membuat tabel nilai cos x untuk sudut-sudut istimewa sebagaimana tabel di bawah ini: x sin x x sin x π 6 1 2 0 1 7π 6 π 4 1 2 π 3 1 2 π 2 2π 3 3π 4 5π 6 π √3 5π 4 √2 0 3π 2 –1 2 5π 3 1 2 – 1 √2 – 1 √3 –1 2 2 7π 4 1 2 4π 3 11π 6 1 2 2π 1 – 1 √3 2 – 1 √2 2 −1 2 0 √2 √3 44 Pembelajaran Trigonometri SMA . 1 2 ). kosinus dan tangen menggunakan (i) tabel dan (ii) lingkaran satuan (i) 1). ). Melukis grafik fungsi sinus menggunakan tabel Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x. maka pasangan koordinat titik-titik: 1 (0. Melukis grafik fungsi kosinus menggunakan tabel Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = cos x.0). Hasilnya lihat Gambar 2. ( π .19 yang berurutan dilukis 2). ( π .

0). 1) digambar dalam sistem (0. ( π . ( π .Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap. 1). … . 0) digambar dalam sistem 6 3 4 3 koordinat Cartesius. 2π]. π ). ( π . maka pasangan koordinat titik-titik : (0. Y 1 1 1 2 √31 2 √2 1 2 1 π 6 O 1 0 1 √2 2 1 √3 2 2 1 π 4 1 π 3 1 π 2 2 π 3 3 π 4 π 5π 6 5 π 4 7 π 6 4 π 3 3 π 2 5 π 3 7 π 4 2π 11 6 π X panjang 2πr dengan r = 1 3). Melalui titik-titik berurutan yang berurutan dilukis kurva mulus. 2 2 4 4 Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 45 . 5π). 1 2 ). 1 6 2 4 2 3 2 koordinat Cartesius. ( π .1). (2π. ( π . 1 √3). (2π. Melalui titik-titik berurutan yang berurutan dilukis kurva-kurva mulus dalam interval [0.√3). Melukis grafik fungsi tangen menggunakan tabel Untuk melukis grafik fungsi f: x→ f(x) = sin x. 1 ). mula-mula membuat tabel nilai sin x untuk sudut-sudut istimewa sebagaimana tabel di bawah ini: x sin x 0 0 7π 6 1 √3 3 π 6 1 3 π 4 π 3 π 2 2π 3 3π 4 5π 6 π 0 √3 5π 4 1 4π 3 √3 3π 2 ∞ 5π 3 –√3 7π 4 –1 – 1 √3 3 11π 6 – 1 √3 3 x sin x 2π 0 1 √3 ∞ – 1 √3 3 –1 Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap. ( π . ( π . maka pasangan koordinat titik-titik: √3). … . ( 5π .

46 Pembelajaran Trigonometri SMA . 2π] seperti berikut ini.Y √3 1 1 √3 3 1 √O 3 3 0 1 π 4 1 π 6 1 π 3 1 π 2 2 3 3 π 4 π π 5π 6 7 π 6 5 π 4 4 π 3 3 π 2 7 11π π 6 4 5 π 3 2π X 1 √3 Catatan: lihat halaman 32. Catatan di bawah Gambar 2. (pengguna bahan ini melakukan kegiatan teknis sendiri. Melukis grafik fungsi kosinus dan tangen menggunakan tabel Langkah kegiatannya melukis grafik fungsi kosinus dan tangen dengan tabel dapat dilakukan seperti pada kegiatan melukis grafik fungsi sinus dengan tabel. dari membaca contoh pada halaman tersebut) 2) Melukis grafik fungsi kosinus menggunakan lingkaran satuan (seperti pada sinus. disesuaikan. (ii) 1). diperoleh grafik fungsi kosinus pada interval [0.22) Dengan menentukan titik-titik potong antara garis-garis pada langkah 1) dan langkah 2) yang bersesuaian. dan melalui titik-titik tersebut dilukis kurva mulus. lihat hlm 34. 4). Melukis grafik fungsi sinus menggunakan lingkaran satuan lihat halaman 32-33.

Gambarlah sebuah segitiga tumpul yang panjang sisi-sisinya merupakan bilangan bulat dan nilai sinus.Y 1 π 4 3 π 4 1 π 3 2 π 3 π 5π 6 7 6 5 π 4 π 7 π 4 4 π 3 3 π 2 5 π 3 11π 6 2π O0 1 π 6 X 3) Melukis grafik fungsi tangen menggunakan lingkaran satuan lihat halaman 34-35 pada d. dari membaca contoh pada halaman tersebut) Kunci Tugas Akhir 1. Melukis grafik fungsi tangen menggunakan lingkaran satuan (pengguna bahan ini melakukan kegiatan teknis sendiri. kosinus dan tangens sudut A dan B pada gambar di B bawah ini. kosinus dan tangen sudut-sudut lancipnya merupakan bilangan rasional. B 42 58 40 72 30 C sin A = 60 61 11 cos A = 61 60 tan A = 11 65 60 61 12 13 5 cos B = 13 12 tan B = 5 25 11 A 36 C sin A = cos A = tan A = 4 5 3 5 4 3 50 20 29 21 cos B = 29 20 tan B = 21 A sin B = sin B = 2. Tentukanlah nilai sinus. Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika 47 .

2π atau x = π − α + k. cos x = cos α dipenuhi oleh x = +α + k. dan d. jadi rasional. 3.2) dan d. 48 Pembelajaran Trigonometri SMA . Buktikan: tan A + sec A − 1 = tan A + sec A tan A − sec A + 1 tan A + sec A − 1 Bukti: Ruas kiri = tan A − sec A + 1 = tan A + sec A − 1 × tan A + sec A tan A − sec A + 1 tan A + sec A = tan A + sec A − 1 × tan A + sec A 2 A − sec 2 A + tan A + sec A 1 tan = tan A + sec A − 1 × tan A + sec A 1 − 1 + tan A + sec A = tan A + sec A 4.2π atau x = π − α + k. Berdasar pemahaman tentang sudut yang berelasi.2π b. sin x = sin α dipenuhi oleh x = α + k.c. kosinus dan tangen sudut-sudut lancipnya merupakan hasil atau nilai perbandingan bilangan-bilangan bulat. jelaskan mengapa: a.2π Petunjuk: Baca kembali teks pada Bab II butir 7 halaman 19-22.Alternatif: 40 C 51 24 B 32 77 45 A Tumpul karena: AB2 = 772 = 5929 AC2 + CB2 = 512 + 402 = 2601 + 1600 = 4201 < AB2 = 5929 AB2 > AC2 + CB2 Dari gambar tampak bahwa nilai sinus. khususnya 7.5 untuk sinus (soal a) serta d.5 untuk kosinus (soal b).