P. 1
DEKOMPOSISI SPATIAL TENAGA KERJA

DEKOMPOSISI SPATIAL TENAGA KERJA

|Views: 50|Likes:
Published by Dahlan Tampubolon
Employment as an element of regional economic structure can be show held by decomposition method or shift-share analysis. This study used data employment from Statistical of People Welfare 1993 – 2003. In 2003 industrial mix of West Coast Region was positive with main sector are agriculture, transportation and communication, and financial service. Spatial factor of agriculture sector in Mountain Region less advantage but still can cover by favorable of this sector. Growth of employment in East Coast Region rather than average province with spatial factors can over unfavorable some sectors
Employment as an element of regional economic structure can be show held by decomposition method or shift-share analysis. This study used data employment from Statistical of People Welfare 1993 – 2003. In 2003 industrial mix of West Coast Region was positive with main sector are agriculture, transportation and communication, and financial service. Spatial factor of agriculture sector in Mountain Region less advantage but still can cover by favorable of this sector. Growth of employment in East Coast Region rather than average province with spatial factors can over unfavorable some sectors

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Dahlan Tampubolon on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2014

pdf

text

original

DEKOMPOSISI SPATIAL TENAGA KERJA: SUMATERA UTARA

Dahlan Tampubolon
Urban Studies & Planning Univ. of Malaya Pantai Valley 50603 Kuala Lumpur <dahlan_tbolon@perdana.um.edu.my>

Abstract: Employment as an element of regional economic structure can be show held
by decomposition method or shift-share analysis. This study used data employment from Statistical of People Welfare 1993 – 2003. In 2003 industrial mix of West Coast Region was positive with main sector are agriculture, transportation and communication, and financial service. Spatial factor of agriculture sector in Mountain Region less advantage but still can cover by favorable of this sector. Growth of employment in East Coast Region rather than average province with spatial factors can over unfavorable some sectors.
Keywords: employment, decomposition, shift-share, spatial, and industrial mix.

Pendahuluan Perubahan struktur ekonomi wilayah dapat ditampilkan dalam bentuk fraksi sektor-sektor ekonomi di suatu daerah. Perubahan komposisi spatial dianalisis menggunakan metode Analisis dekomposisi mula-mula

dekomposisi atau yang dikenal sebagai analisis shift-share.

diperkenalkan oleh Dunn (1960), kemudian diteruskan oleh sejumlah penulis lain seperti EstebanMarquillas (1972), Theil dan Gosh (1980), Arcelus (1984), Armstrong dan Taylor (1985), Patteerson (1991), Haynes dan Dinc (1997), Dinc dan Haynes (1999), dan Knudsen (2000). Metode ini kembali digunakan oleh Stevens dan Moore (1980) dengan kritikan dalam penggunaannya sebagai metode peramalan. Selain itu ada pula yang melakukan pengubahsuaian untuk penggunaan dalam metode spatial, seperti Nazara dan Hewings (2002). Metode shift share mengandaikan penyekatan pengaruh sektor-sektor ekonomi satu wilayah di dalam pertumbuhannya dari satu masa ke masa tertentu. Hal ini meliputi penguraian proses pertumbuhan satu wilayah, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa variabel penting (misal jenis sektor industri, pertambahan penduduk, pendapatan dan lainnya) di dalam membentuk sebuah unsur yang penting tersedianya kesempatan pekerjaan. Beberapa pakar menyebutnya sebagai industrial mix analysis, karena komposisi industri yang ada sangat mempengaruhi kelajuan pertumbuhan wilayah itu. Maksudnya satu sektor yang ada di wilayah itu termasuk ke dalam kelompok industri yang di peringkat provinsi memang maju pesat dan bahwa sektor tersebut sesuai bertempat di wilayah itu atau tidak. Unsur national share merupakan pertambahan tenaga kerja di dalam wilayah seandainya pertambahannya sama dengan kelajuan pertambahan tenaga kerja provinsi selama masa yang sama. Hal ini digunakan untuk menentukan kriteria wilayah adakah tumbuh lebih pesat atau lebih lambat berbanding rata-rata provinsi.

Penyimpangan ini positif di wilayah yang tumbuh lebih pesat dan negatif di wilayah yang tumbuh lebih lambat berbanding rata-rata pertumbuhan provinsi. Metode Kajian Data yang digunakan ialah data statistik kesejahteraan rakyat (sakesra)yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. Dan unsur differential shift (D) mengukur besarnya shift regional netto akibat sektor ekonomi tertentu tumbuh lebih cepat atau lebih lambat di daerah tersebut dibandingkan dengan tingkat Sumatera Utara. Unsur ini bernilai positif di wilayah yang berspesialisasi di dalam sektor-sektor yang di peringkat provinsi tumbuh lebih cepat. Di tiap-tiap wilayah.2 Unsur shift ialah penyimpangan dari national share di dalam pertumbuhan tenaga kerja wilayah. Masa yang diambil ialah tahun 1993 – 1998 (sampai dengan krisis ekonomi) dan 1998 – 2003 (pasca krisis ekonomi). dan negatif di wilayah yang berspesialisasi di dalam sektor-sektor yang tumbuh lambat atau bahkan menurun. Analisis shift-share menguraikan proses pertumbuhan satu daerah menjadi sejumlah unsur. Gj Gj = Ejt – Ejo = (N j+Pj+Dj) = pertumbuhan tenaga kerja total wilayah j Ejt = tenaga kerja total wilayah j tahun ke t Ejo = tenaga kerja total wilayah j awal Nj Pj Dj Nj Et = unsur national share wilayah j = unsur proportional shift wilayah j = unsur differential shift wilayah j = Ejo (E t/Eo ) – Ejo = tenaga kerja Sumatera Utara tahun ke t Eo = tenaga kerja Sumatera Utara awal Unsur proportional shift (P) mengukur besarnya shift regional netto akibat komposisi sektor ekonomi daerah tersebut. proportional shift dan differential shift. shift netto di bagi menjadi dua unsur. (P+D) j = Ejt – (E t/Eo ) Ejo = (Gj – Nj) Pj Eio Eit Eijo = i  it/Eio) – (E t/Eo ) ijo (E E = tenaga kerja sektor i Sumatera Utara awal = tenaga kerja sektor i Sumatera Utara tahun ke t = tenaga kerja sektor i wilayah j awal . Pembolehubah yang lazim digunakan ialah tenaga kerja dan pertumbuhan tenaga kerja daerah total (G) yang diuraikan menjadi unsur shift dan share. Unsur national share adalah pertumbuhan tenaga kerja (N) daerah seandainya pertumbuhannya sama dengan pertumbuhan Sumatera Utara.

077 1 Pertanian 2 Pertambangan 3 Manufaktur 4 Letrik.003 2.099 -5. Sedangkan di tahun 1998 hingga tahun 2003 terjadi penurunan jumlah penggunaan tenaga kerja.717 5.483 999 2. proportional shift dan differential shift untuk wilayah pantai Barat. dan kehutanan. Wilayah pantai Barat yang memiliki sumber alam yang mencukupi.043 -211 -5.649 163 -114 22.160 -885 -415 -3.031 -72.197 -2.049 -1.528 8.074 113. memerlukan investasi yang bercorak capital intensive.791 22 126.921 992 -54.003 -1. sektor manufaktur dan jasa keuangan.416 -8.261 1.817 -6.796 -13. sedangkan sebagian besar tenaga kerja bekerja di sektor tersebut.328 1.975 1.068 2. Keadaan eksternal banyak mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di wilayah pantai Barat ini.116 -1.150 1. Unsur proportional shift di wilayah Barat tahun 1998 negatif yang berarti bahwa wilayah tersebut kurang berpotensi di dalam peningkatan jumlah tenaga kerja bagi penduduknya. dan 6 Restoran Pengangkutan & 7 Komunikasi 8 Keuangan dan Perusahaan 9 Jasa Lainnya Jumlah -1.955 Proportional Shift 1998 2003 40.623 Differential Shift 1998 2003 Jumlah 1998 2003 -22.000 2.982 72.027 -166 -7. perikanan.918 571 -1.373 -9 -25 -2 -16 680 -3.832 -62. Sektor-sektor ini di peringkat provinsi mengalami pertumbuhan yang lambat. seperti pembukaan ladang sawit.459 751 3.188 -24 -885 2.062 115 1. Unsur ini mengukur besarnya shift netto yang diakibatkan oleh sektor-sektor tertentu tumbuh lebih cepat di wilayah berbanding dengan sektor yang sama di peringkat provinsi yang disebabkan oleh faktor-faktor internal spatial atau wilayah.835 83. Hotel. dan Air Bersih 5 Bangunan Perdagangan.926 -96 1.297 -43.225 -5.3 Dj Eijt = t ijt -(Eit/Eio) E ijo E = tenaga kerja sektor i wilayah j tahun ke t = (P+D)j –(Pj) Hasil Empiris Dekomposisi Tenaga kerja Wilayah Pantai Barat Tabel 1 menunjukkan national share.993 -27 -2 -70 0 1.023 912 1.227 -1. sektor lain mengalami penambahan penggunaan tenaga kerja.713 Sumber : Hasil Analisis Data Ketenagakerjaan Daerah Di tahun 1998. Sektor National Share 1998 2003 102. Pada masa yang sama boleh diketahui bahwa sumber- .157 -10.740 -79. unsur wilayah atau kesan faktor spatial memiliki nilai yang positif.478 33.334 -6 26. Gas.365 -9.926 698 1. Pada masa yang sama.677 4.853 859 -62 2. Tabel 1 Shift-Share Wilayah Pantai Barat Tahun 1998 dan 2003 No.960 200 7.402 155. kecuali sektor manufaktur dan keuangan.189 -1.792 -4. Melalui tabel tersebut boleh dilihat bahwa untuk tahun 1993 hingga tahun 1998 terjadi kenaikan jumlah penggunaan tenaga kerja.582 -1.908 -3.

tahun 1998 proportional shift di wilayah pegunungan negatif yang maknanya wilayah tersebut kurang berpotensi di dalam peningkatan kesempatan kerja bagi penduduknya. kecuali di sektor manufaktur. Perlu satu kebijakan yang berfokus ke atas pembangunan pertumbuhan sektorsektor lain yang mampu mengimbangi konsentrasi sektor-sektor yang statis atau bakhan menurun. Wilayah pantai Barat berpotensi dalam meningkatkan kesempatan kerja bagi penduduknya. sektor yang memiliki kecenderungan menguntungkan ialah sektor pengangkutan dan komunikasi. Sektor pertanian dan manufaktur sebagai sektor utama. Keadaan eksternal banyak mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di wilayah pantai pegunungan. Namun seiring pembangunan ekonomi yang dijalankan. mengalami pertumbuhan yang lambat di peringkat provinsi. perdagangan dan pengangkutan merupakan sektor yang utama di dalam penyerapan tenaga kerja dan pada masa yang sama tumbuh lebih laju berbanding dengan provinsi. Namun dilihat dari besaran differential shift wilayah pantai Barat. dan jasa keuangan. Tahun 1993 hingga tahun 1998 boleh diketahui bahwa pertumbuhan tenaga kerja wilayah lebih tinggi berbanding rata-rata provinsi dengan faktor-faktor lokal mengimbangi kurang baiknya proportional shift. sebagian besar sektor-sektor mengalami penurunan penggunaan tenaga kerja. seperti peningkatan mutu sistem pengangkutan. irigasi dan usaha keuangan. Sama halnya dengan wilayah pantai Barat. Perlu kebijakan pembangunan wilayah yang memfokuskan ke atas perbaikan prasarana wilayah.4 sumber yang ada mencukupi atau kegiatan ekonomi telah efisien. jasa keuangan dan jasa lainnya. Sektor pertanian. Sektor-sektor itu ialah pertanian dan pertambangan. Di tahun 2003. keuangan dan jasa lainnya. Di tahun 1998. banyak usaha jasa yang menutup usaha sehingga terjadi penurunan kesempatan kerja. sektor jasa keuangan tumbuh semula dan boleh menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. kecuali pengangkutan dan komunikasi serta jasa keuangan. terutama di sektor pertanian. . Pembangunan berbagai prasarana pengangkutan menyebabkan tumbuhnya kesempatan kerja. Dekomposisi Tenaga kerja Wilayah Pegunungan Jumlah tenaga kerja tahun 1998 di wilayah pegunungan mengalami pertumbuhan yang besar. pengangkutan dan komunikasi. Pertumbuhan kesempatan kerja wilayah yang lebih rendah berbanding dengan rata-rata provinsi menunjukkan bahwa faktor-faktor spatial atau wilayah kurang menguntungkan (disadvantagous) namun masih boleh diimbangi oleh proportional shift yang menyenangkan. demikian pula dengan semakin bergeraknya sektor komunikasi.

Sektor National Share 1998 2003 114.903 -7.025 8.276 1. sektor ini akan mampu bangun semula dan menjadi penggerak pertumbuhan tenaga kerja wilayah.781 1.332 -1.357 Sumber : Hasil Analisis Data Ketenagakerjaan Daerah Unsur spatial yang menguntungkan dalam penyerapan tenaga kerja di wilayah pengunungan tahun 1998 ialah pertanian.563 1. dan Air Bersih 5 Bangunan Perdagangan. Sektor yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja hanyalah pengangkutan dan komunikasi.145 13.148 -80. bangunan.773 -451 -12.232 -550 Differential Shift 1998 2003 Jumlah 1998 2003 -45. Sektor pertanian di tahun 2003 tumbuh lebih lambat berbanding rata-rata provinsi yang menunjukkan bahwa faktor spatial kurang menguntungkan tetapi masih boleh diimbangi oleh menyenangkannya (favorable)sektor ini. perdagangan dan jasa tumbuh lebih lambat berbanding rata-rata provinsi dengan faktor spatial dan berbagai ketidakunggulan.556 -37. utiliti.090 Proportional Shift 1998 2003 44.247 -206 -4.284 -89.368 -184 91. manufaktur.943 -19.268 -344 -1. dan 6 Restoran Pengangkutan & 7 Komunikasi 8 Keuangan dan Perusahaan 9 Jasa Lainnya Jumlah -1. Perlu pembangunan . Gas.440 6.169 124.560 -3.442 -4. Hotel.886 852 -314 -496 -32. serta jasa keuangan.941 -515 -10.129 203 2.797 -6 -43 -3 -22 -157 -39 -3 -133 -2 374 -5.429 1. Perubahan terjadi di tahun 2003.854 -94. Selain itu penduduk cukup berpengalaman menjalankan usaha pertanian hortikultura dengan keterampilan yang memadai.288 2.678 4.993 -12.872 1. Di peringkat provinsi kedua sektor itu mengalami penurunan.230 3.639 384 15.757 -1. Dengan kebijakan yang memfokuskan kepada perbaikan prasarana.495 6.639 408 -28 22.524 1 Pertanian 2 Pertambangan 3 Manufaktur 4 Letrik. Potensi sektor-sektor ini sangat kecil dalam meningkatkan kesempatan kerja.576 37. Potensi pertanian tanaman hortikultura berkembang di kawasan pegunungan karena faktor alam yang serasi dan sesuai dengan komoditas yang dihasilkan.554 8 155.474 32.826 -115.706 2.485 -695 -2.687 168.117 2.5 Tabel 2 Shift-Share Wilayah Pegunungan 1998 dan 2003 No. tetapi berbagai unsur spatial masih mampu mengimbangi penurunan tersebut.065 1.503 -19. pertumbuhan sektor-sektor ini diperingkat provinsi agar lebih produktif.172 -538 -1.830 165 -738 3.035 -1.063 50. Pertumbuhan kesempatan kerja wilayah lebih lambat berbanding yang terjadi di peringkat provinsi terutama sektor pertanian. dimana kesempatan kerja mengalami penurunan yang juga terjadi di peringkat provinsi. pertambangan dan pengangkutan.609 2.601 -5.822 2. Walaupun sektor pertanian di peringkat provinsi mengalami pertumbuhan yang lambat. tetapi peranan faktor spatial cukup baik di dalam meningkatkan kesempatan.737 -2.153 -1. Sektor pertambangan.046 -18.385 414 5.

036 14.343 -90. Kebijakan pemerintah perlu difokuskan kepada perbaikian prasarana spatial yang mampu mendukung majunya sektor ini.648 -12.132 15.369 4.125 -1.110 197 3.486 -2.576 Proportional Shift 1998 2003 Differential Shift 1998 2003 Jumlah 1998 2003 1 Pertanian 2 Pertambangan 3 Manufaktur 4 Letrik. sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki potensi paling kecil dengan pertumbuhan yang lebih lambat berbanding rata-rata provinsi dan faktor spatial yang tidak menguntungkan.748 248. sektor pertanian tumbuh cepat dan menyediakan beberapa keuntungan di dalam penyerapan tenaga kerja. Pada masa ini. Pada masa ini. Hasil dari perbaikan prasarana pertanian mulai menggairahkan pembangunan sektor ini.820 20. Hotel.318 -5.830 14. Sektor utiliti. dan Air Bersih 5 Bangunan Perdagangan.724 1.337 -1.896 2.461 -851 172.243 -126.039 -79. pengangkutan dan jasa tumbuh cepat berbanding rata-rata provinsi dengan komposisi sektor dan faktor spatial yang menguntungkan.957 7 Pengangkutan & Komunikasi 21.197 -2.527 418 9.696 1. Gas.552 -749 81. Sektor pertanian menjadi andalan di wilayah ini untuk membantu menyediakan kesempatan kerja bagi penduduknya. banyak penduduk di wilayah ini yang memanfaatkan kembali tanah-tanah yang terlantar.044 -49.085 -34 -199 12.581 14.648 3. Sejak krisis ekonomi.861 904 27.088 324.931 1.566 195.033 11. Tahun 1998. seperti halnya sektor pertambangan. dan 6 Restoran -1.881 2.703 719 3.308 141.006 15.6 Dekomposisi Tenaga kerja Wilayah Pantai Timur Berbanding wilayah pantai Barat dan wilayah pegunungan.688 2.999 Sumber : Hasil Analisis Data Ketenagakerjaan Daerah Tahun 2003 pertumbuhan kesempatan kerja di wilayah pantai Timur masih lebih tinggi berbanding rata-rata provinsi dengan faktor-faktor spatial yang mampu mengimbangi beberapa sektor yang kurang favorable.919 60. Sektor pengangkutan dan keuangan tumbuh lebih cepat berbanding rata-rata provinsi dengan komposisi tenaga kerja yang lebih menyenangkan mengimbangi berbagai faktor spatial yang kurang menguntungkan.501 -19 1. pertumbuhan tenaga kerja wilayah pantai Timur lebih cepat berbanding rata-rata provinsi yang menunjukkan bahwa komposisi tenaga kerja menyenangkan dan mampu mengimbangi kurang baiknya faktor spatial. bangunan.661 1.019 11.312 -60 98.586 43 366.701 8 Keuangan dan Perusahaan 9 Jasa Lainnya Jumlah 2. Tabel 3 Shift-Share Wilayah Pantai Timur Tahun 1998 dan 2003 No.967 20.509 -123.900 39. Sektor manufaktur dan keuangan tumbuh cepat. seperti perbaikan sistem pengangkutan dan penyebaran perusahaan keuangan ke berbagai daerah.641 -5.350 -901 -343 -39.685 198.397 38. perdagangan.600 16. Sektor National Share 1998 2003 164.967 -12.166 -16.420 2.420 35.742 15.720 48. proportional shift negatif tetapi faktor spatial boleh mengimbanginya.383 -239 -28 -616 -4 -3.986 -4.248 -116.641 -27.647 -175.865 -16.155 -685 39.913 56.436 40.116 151. . tenaga kerja di wilayah pantai Timur meningkat terus di tahun 1998 dan tahun 2003.

Haynes (1999). utiliti. Kebijakan wilayah yang memfokuskan kepada pembangunan industri-industri yang tumbuh laju akan mampu mengimbangi pemusatan industri di daerah yang telah statik ataupun menurun. dengan pertumbuhan yang lambat dan juga berbagai faktor spatial yang kurang menguntungkan. Dilihat dari besaran differential shift. Pertumbuhan tenaga kerja wilayah pegunungan lebih lambat berbanding peringkat provinsi. seperti peningkatan kualiti sistem pengangkutan. Pada masa ini. perdagangan dan jasa telah mengalami kejenuhan dengan pertumbuhan yang lebih lambat berbanding rata-rata provinsi yang menunjukkan bahwa sektor ini tidak lagi menyenangkan dalam menyerap tenaga kerja namun masih boleh diimbangi dengan potensi dan keuntungan yang dimiliki wilayah ini. Dinc. Medan. Source of Regional Inefficiency: An Integrated Shift-Share. . H. Penutup Potensi tenaga kerja wilayah pantai Barat di sektor pertanian. Growth and Change 15. Di peringkat provinsi kedua sektor itu mengalami penurunan. Sektor manufaktur. pengangkutan dan komunikasi. pp. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Pertumbuhan kesempatan kerja di wilayah pantai Timur masih lebih tinggi berbanding rata-rata provinsi dengan faktor-faktor spatial yang mampu mengimbangi beberapa sektor yang kurang menyenangkan.. serta jasa keuangan. Taylor. pp. Kebijakan wilayah yang memfokuskan kepada pembangunan industri-industri yang tumbuh laju akan mampu mengimbangi pemusatan industridi daerah yang telah statik ataupun menurun. The Annals of Regional Science 33. dan J. perdagangan dan jasa telah mengalami kejenuhan namun masih boleh diimbangi dengan potensi dan keuntungan yang dimiliki wilayah ini. dan K. London. F. Sektor yang mengalami peningkatan hanya pengangkutan dan komunikasi. 3–8. terutama di wilayah pantai Barat dan pegunungan. Data Envelopment Analysis and Input-Output Approach. Regional Economics and Policy. utiliti. sektor pertanian tumbuh cepat dan menyediakan beberapa keuntungan di dalam penyerapan tenaga kerja. irigasi dan usaha keuangan. An Extension of Shift Share Analisys. 1993 . M. Statistik Kesejahtreraan Rakyat. Blackwell.2003. Perlu kebijakan pembangunan wilayah yang memfokuskan perbaikan prasarana wilayah. Sektor pertambangan tidak lagi dapat diandalkan di dalam penyerapan tenaga kerja di wilayah ini.7 Sektor manufaktur.W. jasa keuangan dan jasa lainnya. 469–489. dan jasa keuangan. tetapi berbagai unsur spatial masih mampu mengimbangi penurunan tersebut. terutama sektor pertanian. Referensi Terpilih Arcelus. sektor yang memiliki kecenderungan menguntungkan ialah sektor pengangkutan dan komunikasi. Armstrong. 1984. 1985.

pp. 1997..L. 2000. Haynes. . dan R. Growth and Change 28. 1991. pp. dan G. dan M. A Critical Review of the Literature on Shift-Share as a Forcasting Technique. A Statistical and Analytical Tecghique for Regional Analysis. 211–216.S. 97–112.D. A Reinterpretation of Shift-Share Analysis.. 201–221. pp. Dinc. Moore. Nazara. J. dan C. Papaers of the Regional Science Association 6. E. B. H. Regional Science and Urban Economics 10. Journal of Regional Science 20. S. Regional Economics Application Laboratory -University of Illinois at Urbana. 249–255. Hewings. Regional and Urban Economics 2. Socio-Economic Planning Sciences 34. 177–198. 419–437. Knudsen. 1980. Stevens. K. Productivity Change in Manufacturing Regions: A Multifactor/Shift-Share Approach. M. A Comparison of Shift-Share and the RAS Adjustment.J. 1960. A Note on the Formulation of a Full-Analogue Regression Model of the Shift-Share Method. Theil.G. 1980. 2002.Champaign.M. Gosh. Towards Regional Growth Decomposition with Neighbor’s Effect: A New Perspective on Shift-Share Analysis. pp. 1972.8 Dunn. Patterson. Journal of Regional Science 31. pp. 175–180. Shift-Share Analysis: Further Examination of Models for the Description of Economic Change.H. Esteban-Marquillas. pp. mimeo. pp..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->