Efisiensi dan Efektivitas Man Power Planning

Dalam kaitannya dengan organisasi khususnya Man Power Planning, maka komunikasi organisasi di sini adalah seperti yang telah didefinisikan yaitu pengiriman dan penerimaan informasi, termasuk di dalamnya adalah mengklarifikasi data. Efektif di sini berarti tepat jumlah dan tepat tempat dalam penyusunan rencana dan efisien berarti rencana tersebut tetap memperhatikan ketaatan anggaran yang ada, dalam pengertian sesuai dengan anggaran yang telah dicanangkan atau jika memungkinkan dapat lebih kecil dari anggaran tersebut. Kunci dari efektivitas adalah melakukan apa-apa yang membawa hasil dalam kualitas istimewa dalam lingkup tanggung jawab. Maka menjadi pribadi yang efektif artinya adalah menjadi seseorang yang menghasilkan efek yang powerful dan memang sejak awal pantas untuk diupayakan. Sementara kunci dari efesiensi adalah menjadikan kerjaan terselesaikan dalam caracara yang menghabiskan energi dari sumberdaya secukupnya saja. Ukuran efisiensi tidaklah diukur dari seberapa banyak aktivitas yang sudah kita rampungkan, melainkan sejak awal harus ditanyakan: seluruh aktivitas itu dilakukan untuk memenuhi tujuan apa. Sehingga tingkat efisiensi harian seorang karyawan hanya bisa diukur berdasarkan seberapa jauh aktivitas yang dilakukannya mencerminkan fungsi dan job description spesifik yang dimiliki. Orang yang efisien biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Rapih dan terorganisir; dia bisa menemukan apa-apa yang dia mau - benda atau dokumen, termasuk yang di komputer – dengan cepat. 2. Dia bisa menggunakan beragam perangkat lunak seperti Microsoft Office atau semacamnya dengan amat cepat, dengan keterampilan mengetik yang baik, penggunaan shortcut, program tambahan ataupun yang lain. 3. Dia bisa membuat email atau notifikasi apapun yang gamblang dan mudah dimengerti, sehingga tidak perlu ada komunikasi balik untuk sekedar minta kejelasan. 4. Dia bisa memimpin rapat dengan sedikit sekali distraksi, arahan yang tak melenceng, dan pengambilan keputusan yang cepat.

Dalam Man Power Planning. hal yang dapat diperoleh dari komunikasi organisasi adalah diperolehnya efisiensi biaya tenaga kerja sekaligus efektivitas dari unit organisasi yang merencanakan tenaga kerja tersebut. yang kemudian bisa juga kita sebut sebagai non-efisien dan apalagi non-efektif. termasuk didalamnya pendelegasian tugas. 3. maka segala aktivitas yang dilakukan bisa disebut salah arah. dan juga bagaimana kualitas hasil dari output kerjanya. Di luar itu. Efektivitas artinya apakah yang hendak dilakukan itu memang benar hal yang perlu untuk dilakukan. atau yang merupakan pemenuhan dari bakat-bakat terbesar dari dirinya. alihalih terus berlari dan terus berlari lebih kencang. Efektivitas didapat dari kemauan untuk berhenti sejenak dan mengevaluasi arah langkah. Kesimpulan Komunikasi organisasi yang lancar dalam suatu organisasi akan dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi organisasi. maka sudah seharusnyalah hal ini mendapat perhatian yang lebih dari organisasi dalam upaya mencapai tujuannya.5. Oleh karena komunikasi organisasi dapat menjadi alat untuk melakukan dua hal tersebut. Dia bisa merampungkan tugas dengan cepat melalui pengorganisiran kerja yang baik. waktu dan energi. Tapi itu semua harus dalam kerangka efektivitas semisal: 1. Sekali lagi: Efisiensi artinya menghemat uang. Apa-apa yang memang itu merupakan hasrat terbesar pribadinya. . fungsi dan job description yang dia miliki. Peran. Key Performance Indikator yang dikenakan pada diri atau tim yang dia kelola. Target apapun yang dibebankan pada dirinya (dengan anggapan bahwa target tersebut memang target yang memang layak untuk dijadikan target) 4. 2.

Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. . 8. . Menguasai prinsip-prinsip human relations.Urgensi Manajemen . Tujuan Manajemen . Mempunyai keyakinan dan percaya diri yang tinggi. 12. . baik personal maupun organisasional.Bawahan sebagai alat semata. Gemar dan cepat mengambil keputusan. 4. Mengetahui dengan jelas sifat hakiki dan kompleksitas tujuan yang hendak dicapai. Memiliki stamina (daya kerja) dan entusiasme yang besar. tergantung situasi dan masalah yang dihadapi.Efisien dalam menggunakan sumber daya.Efektif dalam pencapaian tujuan. Tipe-Tipe Pemimpin 1. 3. 10. . guru. 11. 7. Adil dalam perlakuan terhadap bawahan. Berpengetahuan luas. Dapat bertindak sebagai penasehat. Memiliki kondisi fisik yang sehat. 6. Berpengetahuan luas menyangkut wawasan dan visi. dan kepala terhadap bawahan. . 9. Berpengetahuan luas tidak selalu dapat diidentikkan dengan berpendidikan tinggi. Sifat.Menganggap organisasi sebagai milik pribadi.Sifat Seorang Pemimpin Yang Baik 1. 2.Memelihara keseimbangan antara tujuan-tujuan yang bertentangan. Ojektif. tidak terjebak hanya pada bidang keahliannya saja. 5. Mempunyai gambaran yang menyeluruh tentang semua aspek kegiatan organisasi. . Menguasai teknik-teknik berkomunikasi.Untuk menjangkau/mencapai tujuan (to reach objective). Tipe Otokratis .Mencapai efisiensi dan efektifitas.

Sering bersikap maha tahu. dan profil tidak dapat digunakan sebagai kriteria untuk kharisma.Senang menerima saran. Pemimpin dengan tipe ini mempunyai daya tarik yang amat besar dan umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. saran. Kekayaan. 2. .Jarang memberi kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan. .Tidak bisa menerima kritik. Maka hanya sering pemimpin tipe ini dianggap diberkahi kekuatan gaib (supernatural powers).Sukar menerima kritik. Tipe Kharismatik Belum ada teori yang bisa menjelaskan kenapa seorang pemimpin mempunyai kharisma.Menganggap bawahan manusia yang tidak dewasa.Menuntut disiplin tinggi yang kaku dari bawahan.Dalam menggerakkan bawahan bertitik tolak dari pendapat manusia adalah makhluk mulia. dan mengembangkan daya kreasi dan fantasinya. . kesehatan.Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan. 3. Tipe Paternalistik . . . dan pendapat. inisiatif. Tipe Demokratis . .Terlalu bergantung pada kekuasaan formalnya.Formalitas yang berlebih-lebihan.Menggerakkan bawahan dengan sistem perintah.Mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi para bawahannya. .Bersikap terlalu melindungi (overly protective). .Menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya. . 4. 5.Sering menggunakan approach yang mengandung unsur paksaan dan punitif. pendapat. Tipe Militeristik . umur.. . bahkan kritik. . . .

biar salah setelah itu dievaluasi dan diperbaiki. . .Berusaha menjadikan bawahannya lebih sukses.Senantiasa mengembangkan kapasitas pribadinya sebagai pemimpin.Mengutamakan kerjasama (teamwork)..Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif dan mengembangkan daya kreasi. . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful