Ini versi lengkapnya sampai pertemuan terakhir

PENGANTAR HUKUM INDONESIA
Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang tidak mempunyai hukum. Setiap bangsa mempunyai hukumnya sendiri yang berada di suatu tata hukum. Aturan-aturan hukum yang berlaku terdiri dari ketentuan-ketentuan atau aturan-aturan hukum yang saling berhubungan. Aturan-aturan hukum tersebut merupakan suatu susunan atau tata sehingga disebut tata hukum dan menentukan. Tata hukum adalah susunan hukum yang terdiri dari berbagai aturan -aturan dan ketentuanketentuan hukum yang tertata atau tersusun sedemikian rupa sehingga orang mudah menemukannya bila diperlukan untuk menyelesaikan peristiwa-peristiwa hukum yang timbul atau terjadi dalam masyarakat. Aturan-aturan yang ditata sedemikian rupa tadi saling menentukan satu sama lain. Tata hukum yang berlaku di suatu masyarakat karena disahkan oleh penguasa masyarakat tersebut atau pemerintah negara tersebut. Tata hukum yang sah dan berlaku pada waktu tertentu di wilayah atau negara tertentu disebut hukum positif (ius constitutum). Sedangkan masyarakat yang menaati aturan yang sudah dibuat oleh pemerintahnya disebut masyarakat hukum. Masyarakat harus patuh karena aturan aturan itu timbul dalam masyarakat itu sendiri sehingga masyarakat harus mematuhinya. Tiap-tiap tata hukum mempunyai strukturnya sendiri: hidup, berkembang (dinamis) dan berubah sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, sehingga dikatakan bahwa tata hukum itu berstruktur terbuka. Tujuan mempelajari tata hukum adalah ingin mengetahui, memahami seluruh aturan hukum yang sedang berlaku di negara tersebut dan ia akan mempelajari hukum positif negara tersebut. Ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum yang sedang berlaku di suatu negara disebut ilmu pengetahuan hukum positif. Untuk memelihara ketertiban hukum dalam masyarakat, kita mempelajari aturan -aturan hukum tersebut lebih dalam lagi. Tata hukum suatu negara adalah peraturan-peraturan yang dibuat dan disahkan oleh penguasa negara tersebut. Hal ini merupakan prinsip atau ketent uan umum. Tata hukum Indonesia berstruktur terbuka karena bersifat dinamis karena mengikuti perkebangan kebutuhan masyarakat. Dengan kata lain perkembangan kebutuhan masyarakat selalu diikuti dengan perkembangan aturan-aturan hukum. Karena itu hukum itu bertujuan untuk mengatur dan melindungi kepentingan hidup masyarakat, agar tercapai suatu masyarakat yang tertib. Tata hukum Indonesia baru ada setelah lahirnya negara Indonesia (sejak 17 Agustus 1945). Pernyataan yang ada dalam teks proklamasi, pembukaan UUD 1945 alinea II dan IV menyatakan

bahwa negara Indonesia adalah negara yang adil dan berdaulat serta menetapkan bahwa tata hukum Indonesia yang tertinggi di dalam UUD 1945. UUD 1945 hanya memuat aturan dasar atau pokok saja. Ketentuan lebih lanjut dijabarkan dalam peraturan perundangan yang lain yang berlaku di Indonesia. Sebagai negara yang baru merdeka epemerintah Indonesia belum mampu untuk membuat aturan-aturan hukum yang akan mengatur tata kehidupan di Indonesia sendiri. Karena seluruh tenaga dan pikiran telah dicurahkan untuk merebut kemerdekaan. Padahal suatu negara akan membawa akibat yang sangat fatal tanpa ada landasan hukumnya. Jalan keluarnya, pemimpin Indonesia waktu itu mencantumkan pasal II aturan peralihan UUD 1945 (semua aturan -aturan hukum yang sudah ada dinyatakan tetap berlaku sampai diganti dengan UUD yang baru (UUD 1945)). Aturan tersebut dibuat tujuannya semata-mata untuk menghindari kekosongan hukum. Karena itulah peraturan perundang-undangan di Indonesia dikatakan beraneka warna (kar ena ada peraturan perundangan yang dibuat Indonesia sendiri, ada pula yang dibuaat oleh pemerintah Hindia Belanda dan Jepang yang masih berlaku sampai sekarang di Indonesia (sesuai dengan pasal II aturan peralihan UUD 1945)). UUD kita juga pernah mengalami perubahan: 1. 2. 3. 4. 5. UUD 1945 pasal II Aturan Peralihan pasal 192 Ketentuan Peralihan

Konstitusi RIS 1949 UUD S 1950

pasal 142 Ketentuan Peralihan pasal II Aturan Peralihan pasal I Aturan Peralihan

UUD 1945 (tahun 1959)

UUD 1945 (baru atau setelah amandemen)

Keadaan Tata Hukum Indonesia Sebagian besar aturan-aturan hukum yang berlaku di Indonesia sampai sekarang ini telah dikodifikasikan. Dasar hukum kodifikasi pasal 131 ayat 1 IS (isinya sebuah perintah bahwa hukum perdata, hukum pidana, hukum dagang, hukum acara perdata, hukum acara pidana harus dikodifikasi) dan dilakukan berdasarkan asas konkordansi (persamaan, keselarasan), sesuai pasalo 131 ayat 2. Asas konkordansi adalah aturan hukum yang berlaku bagi orang-orang Belanda di Indonesia harus disamakan dengan aturan hukum yang berlaku di Belanda.
y

Hukum Pidana (termasuk Hukum Acara Pidana) Selain sudah dikodifikasi juga sudah unifikasi artinya aturan-aturan hukum pidana itu berlaku untuk seluruh penduduk Indonesia (mulai berlaku 1 Januari 1918).

y

Hukum Perdata, Hukum Acara Perdata, Hukum Dagang Belum unifikasi, sifatnya masih pluralisme (beraneka atau banyak aturan hukum yang berlaku), tetapi sudah dikodifikasi.

. Untuk orang bumiputra. berlaku hukum adat masing-masing.Contoh: y y y Untuk orang eropa. berlaku hukum perdata eropa (Belanda) Untuk orang timur asing. sama dengan aturan-aturan hukum orang eropa kecuali hukum kekeluargaannya.

2. 4. hukum tata negara mengatur negara dalam keadaan diam. tugas negara. hubungan kekuatan alat-alat kelengkapan negara satu dengan yang lain. Dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden (tanggal 18 Agustus 1945) secara formal terbentuklah negara Indonesia. Proklamasi memiliki arti yang penting bagi bangsa Indonesia. antara lain karena: 1. Sedangkan bentuk pemerintahan terdiri dari Republik dan Monarkhi (Kerajaan). Adanya rakyat negara (bangsa Indonesia) Adanya wilayah negara (tanah air Indonesia yang dulu dinamakan Hindia Belanda) Adanya pemerintahan (dimulai sejak ditetapkannya presiden dan wakil presiden) Adanya tujuan negara (baru ada sejak ditetapkannya UUD 1945 alinea ke (mewujudkan -II masyarakat yang adil dan makmur). 3. 3. Menurut Logemann. wewenang negara. yaitu ketentuan-ketentuan yang mengatur mengenai susunan negara. Menurut Van Vollenhoven.HUKUM TATA NEGARA Hukum tata negara adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur mengenai organisasi negara pada umumnya. 2. Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 merupakan sumber hukum bagi pembentukan negara Indonesial. Sejarah pemerintahan Indonesia lebih tepatnya dimulai sejak berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945). Menurut Mac Iver. Mendorong lahirnya NKRI Proklamasi merupakan puncak perjuangan kemerdekaan Indonesia Proklamasi menandai mulanya sejarah permerintahan NKRI Bentuk negara ada dua. negara adalah suatu organisasi yang bertujuan mengatur serta menyelenggarakan suatu masyarakat. Hukum tata negara tidak mengatur cara kerja alat-alat perlengkapan negara di dalam menjalankan tugas tugasnya. untuk mewujudkan visi negara caranya ada di alinea ke-IV (yang merupakan misi negara)). Pokok-pokok Hukum Tata Negara Indonesia . karena semua syarat formalnya telah terpenuhi. bentuk pemerintahan. hukum tata negara adalah hukum yang mengatur tentang bentuk negara. Syarat-syarat tersebut antara lain: 1. wilkayah negaram alat-alat perlengkapana negara. Oppenheim. Menurut Prof. dan rakyat negara. Dasar-dasar pemerintahan suatu negara pada umumnya termuat di dalam konstitusi atau undang-undang dasar negara yang bersangkutan. negara adalah suatu organisasi politik yang ada di dalam masyarakat. yaitu Kesatuan dan Serikat. Objek dari hukum tata negara adalah negara.

. bukan bertanggung jawab kepada DPR). Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (pasal 1 ayat (2)). Presiden adalah penyelenggara pemerintahan tertinggi di bawah MPR. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR (karena kedudukan presiden sejajar dengan kedudukan DPR). yang berarti bahwa negara Indonesia berdasarkan konstitusi atau hukum dasar. b. Presiden memegang kekuasaan pemerintahan (pasal 4 ayat (1)). 1. tidak bersifat absolut. Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechstaat) tidak berdasarkan kekuasaan hukum semata (maachstaat) Sistem konstitusional. 7. c. Sistem Pemerintahan NKRI Menurut UUD 1945 (sebelum amandemen). disebut juga mandataris MPR) 2. menetapkan atau merubah UUD menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (suatu pedoman atau perintah bagi presiden dalam melaksanakan tugasnya) mengangkat presiden dan wakil presiden (Preseden harus tunduk dan bertanggung jawab kepada MPR. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. sistem pemerintahan NKRI (termuat atau dijelaskan di dalam penjelasan UUD 1945) berdasarkan 7 asas atau 7 kunci pokok: 1. 5. oleh karena itu menteri bertanggung jawab kepada presiden. Kekuasaan tertinggi bukan lagi dipegang oleh MPR. Karena presiden dipilih langsung oleh rakyat (pasal 6A yat (1)). 4. Indonesia adalah negara hukum (pasal 1 ayat (3)). MPR mempunyai kewenangan: a. Tapi MPR sebagai pemegang dan pelakasana kedaulatan rakyat (Tap MPR No. XI Tahun 2003). Menteri-menteri negara adalah pembantu presiden (menteri negara diangkat dan diberhentikan presiden.1. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan MPR. Sistem pemerintahan NKRI menurut UUD setelah amandemen 6. 3. artinya kedaulatan rakyat dipegang oleh suatu badan yang disebut MPR (penjelmaan kedaulatan rakyat). 3. Jadi presiden bukan lagi mandataris MPR. 2.

4. Landasan idiil. 2. 5. renstra dan peraturan perundangan yang lain. dan pasal 7C). 3. UUD 1945 Landasan operasional. 2. . hanya untuk satu kali masa jabatan (pasal 7). Hal ini menunjukkan masa jabatan presiden terbatas. pasal 6. Alat Perlengkapan Negara Menurut UUD 1945 lama (sebelum amandemen) MPR Lembaga Tertinggi Negara DPR DPA Presiden MA BPK Lembaga Tinggi Negara Menurut UUD 1945 baru (setelah amandemen) Rakyat / UUD 45 MPR DPR DPD Presiden MA MK KY Landasan hukum dari HTN: 1. Menteri-menteri sebagai pembantu presiden (pasal 17 ayat (1) dan (2)). Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR maupun MPR (pasal 7B ayat (1). Pancasila Landasan konstitusi.Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun dan dapat d ipilih kembali dalam jabatan yang sama.

Hukum tata negara mengatur negara dalam keadaan diam. Asas tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan (Asas De Tournement). 2. Menurut Abdul Jamali. 3. Di dalam hukum administrasi negara fokus pembahasannya ada pada administrasi negara. Asas legalitas: setiap kegiatan administrasi negara harus berdasarkan hukum. 2. . Asas kesamaan hak bagi setiap warga negara (Asas Non Diskriminasi). 4. Sedangkan hukum administrasi negara merupakan hukum mengenai pelaksanaan dari kewenangan-kewenangan tersebut. Undang-undang Praktek administrasi negara Yurisprudensi Doktrin Menurut Prof. Sumber Hukum Formal Hukum Administrasi Negara (menurut Utretch) 1. 4. hukum administrasi negara merupakan perpanjangan dari hukum tata negara. hukum administrasi negara adalah peraturan-peraturan mengenai negara dan alat-alat perlengkapan negara di lihat dalam gerakannya. tidak ada perbedaan prinsip antara hukum administrasi negara dan hukum tata negara. hukum tata negara merupakan hukum tentang distribusi kekuasaan negara. karena jika terjadi sesuatu akan sulit untuk menentukan siapa yang harus bertanggung jawab. hukum administrasi negara adalah aturan-aturan hukum yang mengatur administrasi yaitu hubungan antara warga negara dengan pemerintahnnya yang menyebabkan negara tersebut berfungsi.HUKUM ADMINISTRASI NEGARA / HUKUM TATA USAHA NEGARA Menurut Prof. Menurut Oppenheim. 3. Prajudi. sedangkan hukum tata negara berfokus pada Administrasi disini merupakan cara bagaimana pemerintah menjalankan hubungan pemerintahannya (surat menyurat). Perbedaannya hanya terletak pada fokus pembahasannya. Prins. Kusumadi. Asas yang berlaku dalam Hukum Administrasi Negara 1. Menurut Van Vollenhoven. Menurut Prof. Asas tidak boleh mengambil atau menyerobot wewenang badan administrasi negara yang lain (Asas Exes de Pouvoir). hukum administrasi negara adalah keseluruhan aturan hukum yang mengatur bagaimana negara sebagai penguasa menjalankan usaha-usahanya untuk memenuhi tugas-tugasnya.

badan-badan administrasi negara diberi kebebasan dalam hal menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut kepentingan umum bangsa dan negara. .5. Asas kebebasan (Asas Freies Ermessen).

orang Cina. 3. Diberlakukan berdasarkan asas konkordansi. . Hukum perdata Perancis berasal dari hukum perdata Romawi. dan selain orang eropa dan bumiputra Golongan bumiputra (penduduk asli) 2. Menurut pasal 163 IS pemerintah Hindia Belanda membagi penduduk Indonesia menjadi 3 golongan: 1. Arab. Sejarah hukum perdata di Indonesia 1. Golongan eropa Golongan timur asing. Hukum perdata Belanda berasal dari hukum perdata Perancis. artinya orang-orang Belanda yang ada di Indonesia diberlakukan ketentuan-ketentuan hukum perdata seperti yang berlaku di Belanda (memberlakukan hukum negara penjajah di negara jajahannya). Golongan eropa: hukum pedata Belanda Golongan timur asing: sama dengan aturan-aturan hukum orang eropa kecuali hukum kekeluargaan Golongan bumiputra: hukum adat masing-masing (hukum perdata adat) 3.HUKUM PERDATA Hukum perdata biasa disebut sebagai hukum yang berisi aturan-aturan yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan yang lainnya dalam masyarakat dengan menitikberatkan pada kepentingan perseorangam. Hukum perdata yang terhimpun atau terkodifikasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP) yang berlaku di Indonesia sampai saat ini berasal dari KUHP Belanda. Menurut pasal 131 IS pemerintah Hindia Belanda memberlakukan hukum yang berbeda bagi setiap golongan: 1. 2. Di dalam perkembangannya hukum perdata juga mengatur hubungan hukum antara pemerintah/ negara dengan anggota masyarakat/ warga negaranya. Dulunya hukum perdata Belanda hanya diberlakukan bagi orang Belanda yang ada di Indonesia. 2.

Aturan-aturan tentang pendudukan diri secara sukarela kepada hukum perdata Hindia Belanda 3. Faktor yuridis Aturan-aturan hukum yang dibuat oleh pemerintah Hindia Belanda 1. Faktor-faktornya antara lain: 1.Hukum Romawi / orpus Juris ivilis Perancis Code Pe al (hukum pidana) Code Napolleon (hukum perdata) Belanda Wv (KUHPidana) BW (KUHPerdata) Indonesia KUHP KUHP Dasar hukum mengapa hukum Belanda sampai sekarang masih berlaku di Indonesia: Keadaan hukum perdata di Indonesia masih bersifat pluralistik (banyak macamnya). Faktor etnis Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang mempunyai hukum adatnya masing-masing. 2. karena adanya politik Hindia Belanda terhadap hukum di Indonesia. £ 5 £ 4 £ 3 £ 2 £ 1 UUD 1945 pasal II Aturan Peralihan pasal 192 Ketentuan Peralihan Konstitusi RIS 1949 UUD S 1950 pasal 142 Ketentuan Peralihan pasal II Aturan Peralihan pasal I Aturan Peralihan UUD 1945 (tahun 1959) UUD 1945 (baru atau setelah amandemen)     ¡ ¢ Code De Commerce (hukum dagang) WvK (KUHD) KUHD . Pasal 163 IS dan pasal 131 IS Aturan tentang persamaan hak dimana orang -orang bukan eropa disamakan kedudukannya dengan orang eropa. 2.

Kekuasaan orang tua adalah kekuasaan yang dijalankan pada pribadi anak dan harta benda anak (kewajiban alimentasi). sumpah . bagaimana kecakapan hukum subjek hukum. barang siapa yang menyatakan mempunyai hak atau menyatakan sesuatu yang berbeda dari yang dinyatakan oleh pihak lain maka dia harus membuktikan adanya haknya atau kewenangan keperdataanya. Jadi pluralisme dalam lapangan hukum pedata karena belum ada unifikasi hukum di Indonesia. Zaken) Selain mengatur tentang hukum benda juga mengatur tentang w aris.y y y Tunduk untuk sepenuhnya Tunduk hanya sebagian Tunduk secara diam-diam (tidak melalui proses penetapan hakim) Saat ini keadaan pluralistik di Indonesia semakain berkurang karena semakin banyak semua diciptakan peraturan perundang-udangan nasional yang berlaku untuk semua penduduk Indonesia. domisili. pengakuan 5. Buku ini mengatur apa subjek hukum itu. siapa subjek hukum. kesaksian 3. Buku III : tentang perikatan (v. Buku IV : tentang pembuktian dan kadaluarsa Mengatur tentang alat-alat bukti di dalam lapangan hukum perdata dan akibatakibat dari kadaluarsa terhadap hubungan-hubungan hukum. Sistematika menurut Undang-undang / menurut KUHP KUHP dibagi menjadi 4 buku: y y y y Buku I : tentang orang (v. dan catatan sipil seseorang. Anak-anak yang berada di bawah kekuasaan orang tua adalah anak-anak yang belum dewasa (berusia 21 tahun) atau belum menikah. Hukum keluarga adalah aturan-aturan hukum yang timbul di dalam pergaulan hidup kekeluargaan. Sehingga dalam pasal 1687 KUHP ditentukanlah alat bukti yang dapat digunakan: 1. persangkaan atau dugaan 4. Verbintenissen) Perikatan adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan hukum antara dua pihak dalam lapangan harta kekayaan dimana pihak yang satu berhak atas suatu prestasi dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi atau melaksanakan. Hukum waris di atur di buku II tentang benda karena perwarisan merupakan salah satu cara untuk memperoleh hak atas suatu benda. Persoonen) Buku ini tidak hanya mengatur tentang orang atau manusia sebagai subjek hukum tetapi juga mengatur mengenai hukum kekeluargaan. nama. alat bukti tulisan atau dokumen 2. Buku II : tentang benda (v. Sistematika Hukum Perdata di Indonesia 1. Menurut pasal 1865 KUHP. Karena hukum kekeluargaan mempunhyai pengaruh terhadap kecakapan atau status seseorang.

hukum kekeluargaan tidak tepat dimasukkan ke buku ke-I. tidak boleh ditambah)). 3. buku IV sangat tidak tepat dijadikan sistematika hukum perdata. kaitnnya dengan hukum keluarga. 2. berapa bagian masing-masingnya. perceraian. domisili. dan ada yang bersifat mengatur atau melengkapi (aanfullen recht). Jadi tidak ada masalah jika dijadikan sistematika KUHP. harus dipenuhi (terdapat dfi buku II tentang benda. 2. Karena alat bukti merupakan hukum formil atau acara sehingga harus dimasukkan dalam hukum acara perdata. kecakapan seseorang. hubungan anak-orang tua. 3. Hukum Harta Kekayaan Aturan-aturan hukum yang dapat mengatue hubungan -hubungan hukum yang dapat dinilai dengan uang. Hukum Waris Mengatur siapa saja ahli waris.1. Sedangkan menurut pemerintah hukum formil dibagi menjadi 2: 1. 2. bagian materiil. dsb. Di dalam KUHP terdapaqt peraturan-peraturan yang bersifat memaksa (dwingen recht). nama. hukum waris tidak tepat dimasukkan ke buku ke karena hukum waris lebih erat -II. Hukum Perorangan Mengatur orang sebagai subjek hukum. Kadaluarsa membawa 2 akibat bagi hubungan hukum seseorang: menimbulkan atau memberikan hak seseorang menghapuskan kewajiban seseorang Sistematika menurut Doktrin Ada karena sistematika menurut undang-undang diprotes oleh ahli hukum Belanda: 1. Bersifat memaksa artinya ketentuan-ketentuan itu tidak boleh ditinggalkan atau diabaikan. 2. 2. Hukum Kekeluargaan (Familie Raachts) Diatur mengenai perkawinan. karena hukum kekeluargaan seharusnya mengatur hubungan perseorangan. Oleh karena itu para ahli hukum membuat sistematika sendiri: 1. 4. . perwalian. sehingga buku II KUHP menganut sistem tertutup (tidak boleh dikurangi. meliputi alat-alat bukti bagian formil.

karena belum ada undang-undang yang mencabutnya. sehingga disebut menganut sistem terbuka) asal tidak melanggar perjanjian dan kesusilaan.. Berdasarkan surat edaran MA (SEMA No. 2. Selain itu ditambah adanya pasal pasal yang tidak berlaku lagi menurut keputusan hakim. Secara yuridis formil kedudukan KUHP tetap sebagai undang -undang. . boleh dipakai. Jadi kedudukan KUHP sekarang sebagai pedoman hakim dalam melaksanakan tugas-tugasnya.Bersifat mengatur artinya aturan-aturan itu fungsinya hanya sebagai pedoman. artinya hakim pengadilan dapat menganggap suatu pasal di dalam KUHP tidak berlaku lagi jika dianggapnya pasal tersebut bertentangan atau tidak sesuai lagi dengan keadaan zaman dan kemerdekaan sekarang ini. Status KUHP Sekarang sebagai Hukum Objektif 1. boleh ditambah. boleh dikurangi (terdapat di buku III tentang perikatan. 3 Tahun 1963) kedu dukan KUHP (termasuk KUHD) tidak lagi merupakan WETBOEK (kitab undang -undang) tetapi hanya sebagai RECHTBOEK (kitab hukum atau kitab yang berisi aturan-aturan hukum) atau sebagai pedoman. boleh tidak. KUHP sekarang bukan lagi sebagai KUHP yang utuh sebagaimana awalnya karena ada bagian bagian di dalam KUHP yang sudah dinyatakan tidak berlaku lagi baik karena sudah ada peraturan perundang-undangan yang baru (nasional).

Sejarah hukukm dagang yang berlaku di Indonesia sekarang ini sebagai hukum objektif sama dengan hukum perdata. bisa dibuktikan pemberlakuannya satu paket (awalnya di Belanda KUHD dan KUHP dihimpun dalam satu kitab (KUHP). Diperkuat dengan pasal 1 KUHD yang mengatakan bahwa KUHP dapat juga berlaku dalam hal-hal yang diatur dalam KUHD sepanjang KUHD tidak mengaturnya secara khusus. asuransi. cek. kedudukan KUHP dan KUHD adalah sebagai hukum khusus (KUHD) terhadap hukum umum (KUHP). undang-undang koperasi. dsb. perjanjian kerja laut. Buku II (tentang hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang timbul dari pelayaran) Terdiri dari 13 bab. ABK. Hubungan Hukum Dagang dengan Hukum Perdata Hubungan antara KUHD dan KUHP sangat erat. Hukum tertulis yang sudah dikodifikasi (KUHD dan KUHPerdata) Hukum tertulis yang belum dikodifikasi (aturan-aturan hukum yang ada di luar KUHD dan KUHPerdata : aturan perundang-undangan khusus yang mengatur mengenai perdagangan (Contoh: undang-undang kepailitan. Menurut Prof. usaha pengangkutan barang. KUHD(BWK)). y y y y y Menurut Prof. Menurut Mankan.) Sistematika KUHD y y Buku I (tentang pedagangan pada umumnya) Terdiri dari 10 bab. pasal 1 KUHD memelihara kesatuan antara hukum perdata dengan hukum dagang. Menurut Prof. Oleh karena itu hukum dagang disebut juga hukum perdata khusus (karena prinsipnya sama. Sudirman. Tirtaamidjaja. Perdagangan adalah suatu pekerjaan membeli dan menjual barang dengan maksud untuk mencari keuntungan. tetapi lapangannya berbeda). Alasan dibuatnya buku tersendiri yang mengatur tentang -hak dan kewajiban-kewajiban yang timbul dari pelayaran adalah karena dulu perdagangan dilakukan melalui laut. hukum dagang adalah tambahan hukum perdata yaitu mengatur hal hal khusus (hanya soal perdagangan saja). Di dalamnya diatur mengenai pembukuan. karena adanya asas konkordansi. 2. dsb. Sumber Hukum Hukum Dagang 1. kemudian terjadi pemisahan karena perdagangan sangat pesat perkembangannya.HUKUM DAGANG Hukum dagang adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan badan-badan hukum satu dengan yang lainnya di dalam lapangan perniagaan atau perdagangan. macam-macam persekutuan dagang. KUHD merupakan lex spesialis terhadap KUHP sebagai lex generalis. . KUHP (BW). dsb. Menurut Prof. Sutardono. hukum dagang adalah hukum perdata yang istimewa. wesel. Di dalamnya diatur mengenai kapal dan muatannya. Subekti. resiko tabrakan kapal.

Pidana mati b. kehormatan seseorang (penghinaan). Perampasa/penyitaan barang-barang tertentu. Pidana penjara (seumur hidup maupun selama waktu tertentu) c. Kejahatan adalah perbuatan-perbuatan mengenai perbuatan yang berat sehingga diancam dengan hukuman yang juga berat. pejabatpejabat negara. hukuman pidana terdiri dari : 1. raga manusia (penganiayaan). Kepentingan umum adalah kepentingan badan dan peraturan-peraturan perundang-undangan negara seperti perbuatan-perbuatan terhadap negara. Pidana tambahan a. Mulai berlaku 1 Januari 1918 berlaku untuk semua golongan penduduk Indonesia. Pidana kurungan (dibawah satu tahun) d. merupakan hukum yang sudah unifikasi. Pidana denda 2. Pencabutan hak-hak tertentu. Keistimewaan hukum pidana adalah terletak pada sifatnya yang keras oleh karena itu dikeluarkan ultimatum reminum : tidakan terakhir dari negara supaya orang mau matuhi kecuali yang ada di dalam KUH Pidana. Menurut pasal 10 KUH pidana. Pidana pokok/utama a. perbuatannya diancam dengan hukuman yang berupa penderitaan. harta benda seseorang(pencurian). Aturan-aturan hukum pidana tidak hanya ada pada kitab undang -undang hukum pidanan tetapi ada pada peraturan UU lain diluar KUHPidana yang sanksinya adalah sanksi pidana. Berbeda dengan hukum perdata yang masih pluralisasi. pembunuhan.PENGANTAR HUKUM PIDANA Hukum pidana (secara umum) adalah hukum yang mengatur tentang pelanggaran pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum. penyekapan). dsb. seperti perbuatan-perbuatan terhadap jiwa manusia. Pelanggaran adalah tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan mengenai perbuatan yang kecil atau tingan sehingga diancam dengan hukuman yang juga ringan. undang-undang. perlengkapan-perlengkapan negara. misalnya dijatuhi pidana penjara selama 16 tahun dan dicabut haknya sebagai PNS b. pegawai negeri. Kepentingan umum adalah kepentingan hukum setiap manusia. misalnya seluruh harta benda yang diduga berasal dari korupsi disita Hukuman tambahan tidak bisa dijatuhkan sendiri (harus ada hukuman pokoknya) Sejarah HUKUM PIDANA Berasal dari wetboek/WB. kemerdekaan seseorang (penculikan. PP. Contoh: pencurian. .

hukum pidana khusus memuat ketentuan -ketentuan dan asas-asas yang berbeda. hukuman apa yang dap at diterapkan. Menurut POMPE. M. Hukum pidana objektif dan hukum pidana subjektif Hk. Setiap pasal terdiri dari ayat-ayat. diatur dalam pasal 2 s. Hukum pidana materiil mengatur tentang syarat-syarat seseorang untuk dapat dihukum.d.P. y Hukum pidana formil (hukum acara pidana). Misalnya : hukum pidana militer. Umum : hukum materiil yang tercakup dalam KUHP merupakan hukum pidana umum (berlaku bagi siapa saja).  Terdiri dari beberapa bab/titel. o H. sehingga harus menyerahkan si pelaku kepada alat negara. Sistematika KUH Pidana. y Buku 3. Terdiri dari 3 bab. Pidana Objektif : semua peraturan-peraturan yang memuat perintah-perintah/laranganlarangan yang disertai dengan ancaman hukuman bagi setiap pelanggarnya. terdiri dari tiga buku : y Buku 1  Tentang aturan umum. Hk. Artinya disamping berlaku bagi KUHP sendiri juga berlaku bagi semua hukum pidana diluar KUHP. Terdiri dari 9 bab. Pidana Subyetif : adalah hak negara/alat-alat negara untuk menghukum seseorang berdasarkan hukum pidana objektif karena tidak dibenarkan orang untuk bertinda sendiri/main k hakim sendiri. dimuat asas-asas dan pengertian hukum yang berlaku umum. dan hukum pidana korupsi.M. yaitu peraturan-peraturan/merumuskan tentang perbuatanperbuatan apa yang dapat dihukum. tentang pelanggaran. Huku pidana obyektif pada hakikatnya membatasi hak negara tidak boleh menghukum seseorang apabila hukum objektifnya belum ada. Asas berlakunya hukum pidana berkaitan dengan tempat. Khusus : hanya berlaku untuk orang-orang tertentu/tindak pidana tertentu/perbuatan tertentu. P. Ada beberapa asas : . HP Materiil terbagi menjadi : o H. na Hukum acara pidana diatur dalam HIR diperbaharui menjadi RIB lalu menjadi KUHAP. Sekarang isi dan jiwanya sudah disesuaikan dengan keperluan dan keadaan nasional Negara Indonesia. siapa yang dapat dihukum. pasal 9 KUHP.KUHP yang sekarang berlaku sebagai hukum objektif. yaitu aturan -aturan hukum yang mengatur bagaimana cara melaksanakan/mempertahankan dan menegakkan hukum pida materiil. yang menyimpang. y Buku 2. tentang kejahatan. Setiap bab terdiri dari psal-pasal. Terdiri dari 9 bab. berlawanan dari asas -asas yang tercantum dalam hukum pidana umum. Setiap bab terdiri dari pasal-pasal dan ayat-ayat. hukum pidana ekonomi. Penyesuaian isi dan jiwa didasarkan oleh UU No.. Hk. hukum pidana subversif. 1 1946. Pidana Objektif terdiri atas: y Hukum pidana materiil.

3. . misalnya memalsukan mata uang. Asas universal Menentukan bahwa Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia dapat diberlakukan pada tindak pidana/perbuatan jahat yang dapat merugikan keselamatan dunia internasional. 2. Oleh karena itu asas ini juga disebut asas perlindungan. Berdasarkan asas ini UU Hukum Pidana Indonesia dapat melakukan penuntutan terhadap siapapun yang melakukan tindak pidana di luar negeri (untuk orang asing)/perbuatan itu merugikan kepentingan hukum negara Indonesia. Aturan-aturan hukum pidana Indonesia berlaku juga terhadap warga negara Indonesia yang melakukan tidak pidana di luar negeri. juga kapal-kapal yang memakai bendera Indonesia. 4. wakil organisasi internasional. Pengertian kekebalan hukum ini yaitu orang tersebut akan diproses oleh hukum yang ada di negaranya. Tidak berlaku bagi orang-orang yang mempunyai hak eksteritorial seperti kepala negara asing yang sedang berkunjung. Siapapun yang melakukannya walaupun diluar negeri maka dia dapat dihukum di Indonesia. Titik beratnya ada pada dimana tindak pidana itu dilakukan.1. Ketentuan yang ada di Indonesia mengikuti warga negaranya dimanapun dia berada. Asas territorial/asas daerah Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia berlaku terhadap siapapun juga yang melakukan tindak pidana di dalam wilayah negara Indonesia. materai. lautan. Berdasarkan kepentingan hukum negara yang dilanggar. Untuk dapat menuntut orang-orng yang melakukan tindak pidana di luar negeri. kedutaan besar. Baru setelah itu pemerintah Indonesia mengirimkan surat penyerahan pelaku ke Indonesia. Perbuatan yang merugikan kepentingan negara. Perbuatan tersebut terjadi di daerah tak bertuan. udara yang ada diatasnya. orang-orang yang mempunyai kekebalan hukum seperti anggota parlemen. Yang termasuk wilayah kekuasaan hukum pidana itu selain daerah daratan. diadili sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Penyerahan pelaku tindak pidana ini dapat dilakukan apabila sudah ada perjanjian ekstradisi (penyerahan) antara negara Indonesia dengan negara yang bersangkutan. tidak diproses oleh hukum yang ada di Indonesia (dimana orang tersebut melakukan kejahatan). misalnya lautan bebas (ex. terlebih dahulu tentu si pelaku diserahkan ke negara yang bersangkutan (mis. Perjanjian ekstradisi dilakukan melalui hubungan/saluran diplomatic melalui duta besar dari dua negara. melindungi kepentingan hukum suatu negara. daerah yang setelah diukur 12 mil dari pantai surut. Asas nasional pasif Ada pada pasal 4 dan 8 KUH Pidana. ketentuan UndangUndang Hukum pidana Indonesia mempunyai kekuasaan yang luas baik di dalam maupun di luar negeri. HUKUM PUBLIK INTERNASIONAL/HUKUM INTERNASIONAL (termasuk lapangan hukum publik) Yaitu aturan-aturan hukum yang mengtur tentang hubungan-hubungan antara negara yang satu dengan negara yang lain dalam kepentingan di dunia internasional. Asas nasional aktif/asas persoonalite Ada pada pasal 5 dan 6 KUH Pidana. Indonesia). Kesimpulannya. lambang negara. Selat malaka).

Sumber-sumber yang digunakan oleh Mahkamah Internasional di dalam memutuskan masalah-masalah hubungan internasional : 1. Kebiasaan internasional. 2. Vatikan (pusat negara katolik) Dengan cara menempatkan/membentuk perwakilan suatu negara di tempat lain perwakilan diplomatik (duta besar/tetap/sementara/khusus/berkuasa penuh) Konsulat (konsul jenderal/wakil dari suatu negara di negara lain) dalam rangka menjalin hubungan internasional. 3. Acara pidana. yang mempunyai hak dan kewajiban. Hukum perdata materiil : semua aturan yang teradapat di KUH Perdata. Kekuasaan pengadilan harus bebas dari pengaruh badan -badan yang lain. Perkara perdata : perkara mengenai perselisihan antara kepentingan perorangan. Negara yang berdaulat (yang merdeka) 3. ASEAN) 4. Gabungan negara (Uni Emirat Arab. Perkara pidana : perkara tentang pelanggaran kejahatan terhadap kepentingan umum dan diancam dengan hukuman yang bersifat penderitaan. segala keperdataan diluar KUH Perdata. yaitu aturan-aturan hukum yang mengatur cara-cara memelihara/menegakkan hukum pidana materiil. yaitu aturan-aturan hukum yang mengatur cara-cara memelihara/caracara menegakkan/mempertahankan hukum perdata materiil. Uni Soviet) 2. Semua keputusan pengadilan (perdata/pidana) harus berdasarkan hukum. cara-cara hakim memproses perkara tersebut dan memutuskannya. Acara perdata. misalnya Indonesia menempatkan seorang duta besar sebagai wakil negara A . Harus independen (mandiri) supaya dapat memutuskan perkara secara adil. 4. 2. Tetap harus menggunakan jalur pengadilan. HUKUM ACARA/FORMIL Adalah peraturan-peraturan hukum yang mengatur tentang cara -cara melaksanakan/memelihara dan mempertahankan/menegakkan hukum materiil. Bagaim ana mengajukan perkara ke pengadilan. Asas-asas hukum acara (baik acara perdata maupun pidana) 1. Hukum acara harus tertulisn dan dikodifikasi supaya ada kepastian hukum. Traktat (mengikat pihak-pihak yang manandatanganinya) 2. . Organisasi internasional (PBB. Yang menjadi subjek hukum internasional : 1. tidak boleh menghukum orang jika tidak ada aturan hukumnya. Di Indonesia ada dua macam hukum acara : 1. Siapa yang menjadi subjek dalam hukum internasional? Yaitu organisasi/badan yang ikut serta di dalam pergaulan internasional. Tidak bertindak main hakim sendiri baik dalam perkara perdata apalagi perkara pidana.

yaitu keputusan yang menetapkan hukuman terhadap salah satu pihak. Penggugat dan tergugat dapat diwakili oleh pembela/pengacara. semua diserrahkan pada kehendak perorangan. Keputusan kondemnatoir. Namun keputusan pengadilan harus dilakukan secara terbuka (siding tertutup misalnya asusila dan perceraian). maka hakim akan melanjutkan proses peradilan sesuai gugatan 5. baik penggugat maupun tergugat untuk datang ke pengadilan. yaitu keputusan yang menghasilkan hukum baru. 2. Pihak yang kalah diharuskan membayar ongkos persidangan. 4. Pihak yang dirugikan mengajukan gugatan ke pengadilan negeri. Keputusan hakim dalam perkara perdata dapat berupa : 1. 1. 3. 2. Gugatan ini dapat diajukan secara tertulis diatas kertas bermaterai atau secara lisan. Alat bukti tulisan . Setiap pengajuan harus membayar biaya administrasi. Sidang pengadilan harus terbuka untuk umum kecuali ditentukan lain oleh hukum/hukum yang menyatakan siding harus tertutup. disampaikan kepada ketua/panitera pengadilan negeri. Reglemen Indonesia yang diperbaharui (RIB) yaitu hukum acara untuk golongan Indonesia di jawa dan Madura. yaitu keputusan hakim yang menguatkan sese orang. Di dalam acara perdata proses pemeriksaannya dapat berupa : 1. Reglemen (undang-undang) hukum acara perdata untuk golongan eropa di jawa dan Madura. Setelah datang ke pengadilan maka tindakan hakim yang pertama adalah mengusahakan perdamaian antara keduanya. Berdasarkan surat gugatan tadi maka hakim akan memanggil dua pihak tersebut. Bila tidak tercapai penyelesaian secara damai. menitikberatkan pada kepentingan seseorang. Semua sudah dijadikan satu menjadi KUHAP yang sudah berlaku/diunifikasi di seluruh Indonesia. Pihak ini disebut penggugat/agar orang yang dituduh merugikannya mengganti kerugian. dan jam). Bisa berarti gugatan diterima (penggugat menang) atau gugatan ditolak (tergugat menang). Proses acara perdata (pelaksanaan acara perdata) Karena mengatur hubungan antara orang dengan orang. misalnya penggugat mengajukan gugatan bahwa tergugat tidak memenuhi kewajibannya dalam perjanjian sewa menyewa. tanggal. Hakim menentukan waktunya (hari. namun jika gugatan itu tidak tepat hakim akan membetulkan gugatan tersebut. Apabila pemeriksaan sudah dirasa cukup maka hakim akan sampai pada tahap terakhir yaitu menjatuhkan keputusan. HUKUM ACARA PERDATA Dasar hukum acara perdata 1. Keputusan konstitutif. 3.5. Keputusan deklaratoir. 2.

2. b. Pengakuan : keterangan yang dikeluarkan oleh pelaku/pelapor. Meninjaunya secara yuridis/perbuatan apa yang dilanggar?/mencari alat bukti. Akte bawah tangan. 4. Akte otentik. Berbeda-beda untuk bumi putera dan orang eropa. Proses pelaksanaan acara pidana : 1. Untuk menyelesaikan suatu proses perkara Bunyi sumpahnya ditentukan oleh hakim. dan dirasakan sendiri. polisi membuat berita acara lalu . 3. dan saksi. awalnya pluralism lalu unifikasi. yaitu sumpah atas permintaan salah satu pihak yang berperkara (digugat/penggugat) Tujuannya : 1. Sumpah Dilakukan jika bukti lain belum memenuhi. tapi ada saksinya. Jida sumpah tersebut terbukti palsu maka akan diproses ke pengadilan pidana. Saksi Minimal berumur 15 tahun untuk memberi kesaksian. Setelah pengusutan dilakukan oleh polisi. yaitu akte yang dibuat oleh/dihadapan pejabat yang berwenang untuk membuat akte. yaitu sumpah yang diperintahkan oleh hakim karena jabatannya untuk melengkapi bukti-bukti yang sudah ada (bukti sudah ada namun hakim masih ragu). tapi sengaja dibuat oleh pihak ayng baersangkutan. HIR diperbaharui menjadi RIB. Kesaksian yang diberikan yaitu segala sesuatu yang dilihat. keterangan. 2. Persangkaan : kesimpulan yang ditarik dari hal-hal yang sudah jelas. Ada dua macam akte : a. Pengusutan/mencari/menyelidiki suatu tindak pidana yang terjadi. yang dibuat hanya untuk dicatat. Sumpah suplatoire. HUKUM ACARA PIDANA Sumber hukumnya dikatakan sama dengan hukum acara perdata. ex : sobekan karcis kereta. Unutk memutus suatu perkara bila kekurangan bukti-bukti 2. Yang aktif adalah polisi sebagai penyidik. Sumpah penentu (decisoire)/pemutus. didengar. Akte adalah tulisan yang sengaja dibuat untuk dijadikan alat bukti. yaitu akte yang dibuat bukan oleh pihak yang berwenang. Bukti 5. Saksi yang mengalami kejadian itu sendiri disebut saksi korban.Paling tinggi nilainya. Biasa berupa akte/berupa tulisan biasa. yaitu : 1. Di dalam pemeriksaan pendahuluan kegiatan yang dilakukan : a. Tulisan biasa. Sumpah dibagi menjadi dua. Pemeriksaan pendahuluan Tindakan-tindakan pengusutan dan penyelidikan apakah suatu sangkaa n/dugaan itu benarbenar beralasan atau tidak dan dapat dibuktikan kebenarannya. Menitikberatkannya untuk meyakini bahwa tindak pidana tersebut memang terjadi.

Asas untuk memperoleh bantuan hukum seluas-luasnya. sah atau tidak. Setelah pemeriksaan perkara dianggap cukup. dengan mendasar dari KUHP. Pemeriksaan di dalam sidang pengadilan. Pemeriksaan dalam sidang pengadilan bersifat akusator. Pembebasan dari segala tuntutan Disini perkara dapat dibuktikan tapi perbuatannya bukan merupakan tindak pidana. Tetapi pada pemeriksaan pendahuluan kedudukan tersangka dibawah penuntut/tidak punya hak untuk dapat pembela/dibela. 2. Untuk meneliti dan memeriksa apakah tindak pidana tersebut benar terjadi. Bagi yang tidak mampu membayar pembela maka akan disediakan oleh negara. Asas kesamaan. 3. Hak terdakwa sama (dapat memperoleh pembelaan). Jaksa harus menghadirkan terdakwa di pengadilan. Jaksa yang akan membawa terpidana kepenjara. 3. b. Penyidikan : dilakukan lebih lanjut setelah penyelidikan. untuk menentukan adanya tindak pidana atau tidak. Jika sudah cukup maka hakim akan menentukan tanggal persidangan dan memanggil jaksa untuk memanggil terdakwa. Beberapa asas khusus untuk acara pidana : a. Pelaksanaan hukuman Dilaksanakan oleh JPU. Menjatuhkan hukuman. Terdakwa sudah terbukti melanggar hukum. Yang menuntut adalah jaksa (bukan korban) atas nama negara. jika terpidana melarikan diri maka yang bertanggung jawab adalah JPU. e. siapa saja boleh menyaksikannya. penuntut umum/jaksa membacakan tuntutannya (requisitor). jenis kelamin. Keputusan vonis hakim tersebut yaitu : 1. Artinya berkas perkara akan dipelajari oleh hakim. Asas perintah tertulis. Asas pemeriksaan keadilan yang terbuka untuk umum kecuali ditentukan lain. c. 2. yaitu asas persamaan hukum yang tidak membeda-bedakan derajat. dijatuhkan oleh hakim karena kurang cukup bukti. polisi penyidik mengajukan perkara ke pengadilan negeri. f. Asas hadirnya terdakwa Dalam perkara pidana. Penuntutan Dilakukan oleh JPU. d. bukti buktinya sama atau tidak.disampaikan ke kejaksaan. pasal yang dilanggar sesuai atau tidak. Jaksa akan mengkaji ulang apa proses pengusutan lengkap atau belum. Pembebasan dari segala tuduhan. yaitu setiap perintah penyelidikan maupun penangkapan harus tertulis. Terdakwa dan penuntut/jaksa mempunyai kedudukan yang sederajat. b. Asas praduga tak bersalah/presunction of innocent . Pemeriksaan dilakukan secara terbuka. hakim baru akan menjalankan persidangan kalau terdakwa hadir. Penyelidikan : dilakukan paling awal. dll.

sebelum ada keputusan hakim pihak-pihak yang berperkara dapat/boleh menarik kembali perkaranya. h. Perbedaan macam hukuman Dalam HA Perdata. penjara. salah tahan. HA Pidana sebaliknya 2. Perbedaan mengadili HA Perdata tata cara mengadili perkara perdata di muka pengadilan perdata oleh hakim perdata. Antara hukum acara pidana dan hukum acara perdata ada beberapa perbedaan 1. Perbedaan pelaksanaan HA Perdata. Perbedaan penuntutan HA Perdata yang menuntut adalah pihak yang dirugikan. . g. Dalam perkara pidana tidak bisa ditarik kembali karena penuntut umumnya adalah jaksa dan perkara tersebut telah melanggar kepentingan umum. denda. HA Pidana jaksa yang menjadi penuntut terhadap terdakwa. artinya kebenaran sesuai keyakinan/sesuai dengan perasaan keadilan hakim tersendiri. 4. Pidana :putusan hakim harus berdasar kepada kebenaran materiil. hukumannya berupa pidana mati. 7. Asas memberikan ganti rugi dan rehabilitasi atas salah tangkap. Dalam HA Perdata. Perbedaan dalam penarikan kembali suatu perkara Dalam perkara perdata. mewakili negara. sumpah bukan merupakan alat bukti 5. Perbedaan dalam dasar keputusan hakim Perdata :keputusan hakim cukup pada kebenaran formal saja. kurungan. dan salah tuntut. sumpah merupakan alat bukti Dalam HA Pidana. Asas wajib diberi tahu dakwaan dan dasar-dasar hukumnya. Dalam HA Pidana. inisiatif datang dari pihak yang merasa dirugikan HA Pidana. tergugat yang kesalahannya sudah terbukti dihukum dengan hukuman denda/ganti rugi/kurungan sebagai pengganti denda.Seseorang harus dianggap tidak bersalah sebelum dibuktikan sebaliknya. inisiatif datang dari penuntut umum/jaksa Korban dari kejahatan berkedudukan sebagai saksi (saksi korban) 3. pencabutan hak-hak tertentu/bersifat penderitaan. tidak boleh hanya berdasarkan kebenaran formal. 6. berhadapan dengan yang digugat tidak ada JPU.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful