P. 1
PENGANTAR HUKUM INDONESIA (complete)

PENGANTAR HUKUM INDONESIA (complete)

|Views: 2,302|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Nizar Nuky Al-Firdaus on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

Ini versi lengkapnya sampai pertemuan terakhir

PENGANTAR HUKUM INDONESIA
Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang tidak mempunyai hukum. Setiap bangsa mempunyai hukumnya sendiri yang berada di suatu tata hukum. Aturan-aturan hukum yang berlaku terdiri dari ketentuan-ketentuan atau aturan-aturan hukum yang saling berhubungan. Aturan-aturan hukum tersebut merupakan suatu susunan atau tata sehingga disebut tata hukum dan menentukan. Tata hukum adalah susunan hukum yang terdiri dari berbagai aturan -aturan dan ketentuanketentuan hukum yang tertata atau tersusun sedemikian rupa sehingga orang mudah menemukannya bila diperlukan untuk menyelesaikan peristiwa-peristiwa hukum yang timbul atau terjadi dalam masyarakat. Aturan-aturan yang ditata sedemikian rupa tadi saling menentukan satu sama lain. Tata hukum yang berlaku di suatu masyarakat karena disahkan oleh penguasa masyarakat tersebut atau pemerintah negara tersebut. Tata hukum yang sah dan berlaku pada waktu tertentu di wilayah atau negara tertentu disebut hukum positif (ius constitutum). Sedangkan masyarakat yang menaati aturan yang sudah dibuat oleh pemerintahnya disebut masyarakat hukum. Masyarakat harus patuh karena aturan aturan itu timbul dalam masyarakat itu sendiri sehingga masyarakat harus mematuhinya. Tiap-tiap tata hukum mempunyai strukturnya sendiri: hidup, berkembang (dinamis) dan berubah sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, sehingga dikatakan bahwa tata hukum itu berstruktur terbuka. Tujuan mempelajari tata hukum adalah ingin mengetahui, memahami seluruh aturan hukum yang sedang berlaku di negara tersebut dan ia akan mempelajari hukum positif negara tersebut. Ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum yang sedang berlaku di suatu negara disebut ilmu pengetahuan hukum positif. Untuk memelihara ketertiban hukum dalam masyarakat, kita mempelajari aturan -aturan hukum tersebut lebih dalam lagi. Tata hukum suatu negara adalah peraturan-peraturan yang dibuat dan disahkan oleh penguasa negara tersebut. Hal ini merupakan prinsip atau ketent uan umum. Tata hukum Indonesia berstruktur terbuka karena bersifat dinamis karena mengikuti perkebangan kebutuhan masyarakat. Dengan kata lain perkembangan kebutuhan masyarakat selalu diikuti dengan perkembangan aturan-aturan hukum. Karena itu hukum itu bertujuan untuk mengatur dan melindungi kepentingan hidup masyarakat, agar tercapai suatu masyarakat yang tertib. Tata hukum Indonesia baru ada setelah lahirnya negara Indonesia (sejak 17 Agustus 1945). Pernyataan yang ada dalam teks proklamasi, pembukaan UUD 1945 alinea II dan IV menyatakan

bahwa negara Indonesia adalah negara yang adil dan berdaulat serta menetapkan bahwa tata hukum Indonesia yang tertinggi di dalam UUD 1945. UUD 1945 hanya memuat aturan dasar atau pokok saja. Ketentuan lebih lanjut dijabarkan dalam peraturan perundangan yang lain yang berlaku di Indonesia. Sebagai negara yang baru merdeka epemerintah Indonesia belum mampu untuk membuat aturan-aturan hukum yang akan mengatur tata kehidupan di Indonesia sendiri. Karena seluruh tenaga dan pikiran telah dicurahkan untuk merebut kemerdekaan. Padahal suatu negara akan membawa akibat yang sangat fatal tanpa ada landasan hukumnya. Jalan keluarnya, pemimpin Indonesia waktu itu mencantumkan pasal II aturan peralihan UUD 1945 (semua aturan -aturan hukum yang sudah ada dinyatakan tetap berlaku sampai diganti dengan UUD yang baru (UUD 1945)). Aturan tersebut dibuat tujuannya semata-mata untuk menghindari kekosongan hukum. Karena itulah peraturan perundang-undangan di Indonesia dikatakan beraneka warna (kar ena ada peraturan perundangan yang dibuat Indonesia sendiri, ada pula yang dibuaat oleh pemerintah Hindia Belanda dan Jepang yang masih berlaku sampai sekarang di Indonesia (sesuai dengan pasal II aturan peralihan UUD 1945)). UUD kita juga pernah mengalami perubahan: 1. 2. 3. 4. 5. UUD 1945 pasal II Aturan Peralihan pasal 192 Ketentuan Peralihan

Konstitusi RIS 1949 UUD S 1950

pasal 142 Ketentuan Peralihan pasal II Aturan Peralihan pasal I Aturan Peralihan

UUD 1945 (tahun 1959)

UUD 1945 (baru atau setelah amandemen)

Keadaan Tata Hukum Indonesia Sebagian besar aturan-aturan hukum yang berlaku di Indonesia sampai sekarang ini telah dikodifikasikan. Dasar hukum kodifikasi pasal 131 ayat 1 IS (isinya sebuah perintah bahwa hukum perdata, hukum pidana, hukum dagang, hukum acara perdata, hukum acara pidana harus dikodifikasi) dan dilakukan berdasarkan asas konkordansi (persamaan, keselarasan), sesuai pasalo 131 ayat 2. Asas konkordansi adalah aturan hukum yang berlaku bagi orang-orang Belanda di Indonesia harus disamakan dengan aturan hukum yang berlaku di Belanda.
y

Hukum Pidana (termasuk Hukum Acara Pidana) Selain sudah dikodifikasi juga sudah unifikasi artinya aturan-aturan hukum pidana itu berlaku untuk seluruh penduduk Indonesia (mulai berlaku 1 Januari 1918).

y

Hukum Perdata, Hukum Acara Perdata, Hukum Dagang Belum unifikasi, sifatnya masih pluralisme (beraneka atau banyak aturan hukum yang berlaku), tetapi sudah dikodifikasi.

berlaku hukum perdata eropa (Belanda) Untuk orang timur asing. sama dengan aturan-aturan hukum orang eropa kecuali hukum kekeluargaannya.Contoh: y y y Untuk orang eropa. Untuk orang bumiputra. . berlaku hukum adat masing-masing.

Pokok-pokok Hukum Tata Negara Indonesia . dan rakyat negara. Sejarah pemerintahan Indonesia lebih tepatnya dimulai sejak berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945). Mendorong lahirnya NKRI Proklamasi merupakan puncak perjuangan kemerdekaan Indonesia Proklamasi menandai mulanya sejarah permerintahan NKRI Bentuk negara ada dua. 2. tugas negara. 3. Menurut Mac Iver. yaitu ketentuan-ketentuan yang mengatur mengenai susunan negara. Menurut Prof. Syarat-syarat tersebut antara lain: 1. Oppenheim. Dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden (tanggal 18 Agustus 1945) secara formal terbentuklah negara Indonesia. negara adalah suatu organisasi politik yang ada di dalam masyarakat. bentuk pemerintahan. negara adalah suatu organisasi yang bertujuan mengatur serta menyelenggarakan suatu masyarakat.HUKUM TATA NEGARA Hukum tata negara adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur mengenai organisasi negara pada umumnya. Objek dari hukum tata negara adalah negara. antara lain karena: 1. wewenang negara. Proklamasi memiliki arti yang penting bagi bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 merupakan sumber hukum bagi pembentukan negara Indonesial. hukum tata negara mengatur negara dalam keadaan diam. karena semua syarat formalnya telah terpenuhi. hukum tata negara adalah hukum yang mengatur tentang bentuk negara. Adanya rakyat negara (bangsa Indonesia) Adanya wilayah negara (tanah air Indonesia yang dulu dinamakan Hindia Belanda) Adanya pemerintahan (dimulai sejak ditetapkannya presiden dan wakil presiden) Adanya tujuan negara (baru ada sejak ditetapkannya UUD 1945 alinea ke (mewujudkan -II masyarakat yang adil dan makmur). untuk mewujudkan visi negara caranya ada di alinea ke-IV (yang merupakan misi negara)). Menurut Van Vollenhoven. 4. yaitu Kesatuan dan Serikat. hubungan kekuatan alat-alat kelengkapan negara satu dengan yang lain. 3. Dasar-dasar pemerintahan suatu negara pada umumnya termuat di dalam konstitusi atau undang-undang dasar negara yang bersangkutan. wilkayah negaram alat-alat perlengkapana negara. Sedangkan bentuk pemerintahan terdiri dari Republik dan Monarkhi (Kerajaan). 2. Menurut Logemann. Hukum tata negara tidak mengatur cara kerja alat-alat perlengkapan negara di dalam menjalankan tugas tugasnya.

MPR mempunyai kewenangan: a. tidak bersifat absolut. . XI Tahun 2003). 1. 3. Karena presiden dipilih langsung oleh rakyat (pasal 6A yat (1)). Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechstaat) tidak berdasarkan kekuasaan hukum semata (maachstaat) Sistem konstitusional. 4. Sistem pemerintahan NKRI menurut UUD setelah amandemen 6. b. Presiden adalah penyelenggara pemerintahan tertinggi di bawah MPR. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan MPR. Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (pasal 1 ayat (2)). Indonesia adalah negara hukum (pasal 1 ayat (3)). 2. Sistem Pemerintahan NKRI Menurut UUD 1945 (sebelum amandemen). Tapi MPR sebagai pemegang dan pelakasana kedaulatan rakyat (Tap MPR No. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.1. 5. Jadi presiden bukan lagi mandataris MPR. bukan bertanggung jawab kepada DPR). 7. artinya kedaulatan rakyat dipegang oleh suatu badan yang disebut MPR (penjelmaan kedaulatan rakyat). Kekuasaan tertinggi bukan lagi dipegang oleh MPR. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR (karena kedudukan presiden sejajar dengan kedudukan DPR). Presiden memegang kekuasaan pemerintahan (pasal 4 ayat (1)). oleh karena itu menteri bertanggung jawab kepada presiden. c. yang berarti bahwa negara Indonesia berdasarkan konstitusi atau hukum dasar. Menteri-menteri negara adalah pembantu presiden (menteri negara diangkat dan diberhentikan presiden. disebut juga mandataris MPR) 2. menetapkan atau merubah UUD menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (suatu pedoman atau perintah bagi presiden dalam melaksanakan tugasnya) mengangkat presiden dan wakil presiden (Preseden harus tunduk dan bertanggung jawab kepada MPR. 3. sistem pemerintahan NKRI (termuat atau dijelaskan di dalam penjelasan UUD 1945) berdasarkan 7 asas atau 7 kunci pokok: 1.

Alat Perlengkapan Negara Menurut UUD 1945 lama (sebelum amandemen) MPR Lembaga Tertinggi Negara DPR DPA Presiden MA BPK Lembaga Tinggi Negara Menurut UUD 1945 baru (setelah amandemen) Rakyat / UUD 45 MPR DPR DPD Presiden MA MK KY Landasan hukum dari HTN: 1. 5. 4.Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun dan dapat d ipilih kembali dalam jabatan yang sama. dan pasal 7C). renstra dan peraturan perundangan yang lain. Hal ini menunjukkan masa jabatan presiden terbatas. . Pancasila Landasan konstitusi. UUD 1945 Landasan operasional. pasal 6. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR maupun MPR (pasal 7B ayat (1). Menteri-menteri sebagai pembantu presiden (pasal 17 ayat (1) dan (2)). 2. Landasan idiil. 2. 3. hanya untuk satu kali masa jabatan (pasal 7).

Sumber Hukum Formal Hukum Administrasi Negara (menurut Utretch) 1. Asas kesamaan hak bagi setiap warga negara (Asas Non Diskriminasi). sedangkan hukum tata negara berfokus pada Administrasi disini merupakan cara bagaimana pemerintah menjalankan hubungan pemerintahannya (surat menyurat). Menurut Oppenheim. karena jika terjadi sesuatu akan sulit untuk menentukan siapa yang harus bertanggung jawab. Kusumadi. Asas tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan (Asas De Tournement). Perbedaannya hanya terletak pada fokus pembahasannya. Menurut Prof. . Undang-undang Praktek administrasi negara Yurisprudensi Doktrin Menurut Prof. Asas yang berlaku dalam Hukum Administrasi Negara 1. Hukum tata negara mengatur negara dalam keadaan diam. hukum administrasi negara merupakan perpanjangan dari hukum tata negara. Menurut Van Vollenhoven. 4. Di dalam hukum administrasi negara fokus pembahasannya ada pada administrasi negara. Asas legalitas: setiap kegiatan administrasi negara harus berdasarkan hukum. hukum administrasi negara adalah aturan-aturan hukum yang mengatur administrasi yaitu hubungan antara warga negara dengan pemerintahnnya yang menyebabkan negara tersebut berfungsi. Prajudi. 2. Asas tidak boleh mengambil atau menyerobot wewenang badan administrasi negara yang lain (Asas Exes de Pouvoir). 3. hukum administrasi negara adalah peraturan-peraturan mengenai negara dan alat-alat perlengkapan negara di lihat dalam gerakannya. tidak ada perbedaan prinsip antara hukum administrasi negara dan hukum tata negara. Sedangkan hukum administrasi negara merupakan hukum mengenai pelaksanaan dari kewenangan-kewenangan tersebut. hukum administrasi negara adalah keseluruhan aturan hukum yang mengatur bagaimana negara sebagai penguasa menjalankan usaha-usahanya untuk memenuhi tugas-tugasnya. 3. 4.HUKUM ADMINISTRASI NEGARA / HUKUM TATA USAHA NEGARA Menurut Prof. hukum tata negara merupakan hukum tentang distribusi kekuasaan negara. Menurut Abdul Jamali. Prins. 2.

. badan-badan administrasi negara diberi kebebasan dalam hal menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut kepentingan umum bangsa dan negara. Asas kebebasan (Asas Freies Ermessen).5.

HUKUM PERDATA Hukum perdata biasa disebut sebagai hukum yang berisi aturan-aturan yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan yang lainnya dalam masyarakat dengan menitikberatkan pada kepentingan perseorangam. Diberlakukan berdasarkan asas konkordansi. 2. orang Cina. Golongan eropa Golongan timur asing. Menurut pasal 131 IS pemerintah Hindia Belanda memberlakukan hukum yang berbeda bagi setiap golongan: 1. Di dalam perkembangannya hukum perdata juga mengatur hubungan hukum antara pemerintah/ negara dengan anggota masyarakat/ warga negaranya. Golongan eropa: hukum pedata Belanda Golongan timur asing: sama dengan aturan-aturan hukum orang eropa kecuali hukum kekeluargaan Golongan bumiputra: hukum adat masing-masing (hukum perdata adat) 3. artinya orang-orang Belanda yang ada di Indonesia diberlakukan ketentuan-ketentuan hukum perdata seperti yang berlaku di Belanda (memberlakukan hukum negara penjajah di negara jajahannya). Arab. . Hukum perdata yang terhimpun atau terkodifikasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP) yang berlaku di Indonesia sampai saat ini berasal dari KUHP Belanda. dan selain orang eropa dan bumiputra Golongan bumiputra (penduduk asli) 2. Menurut pasal 163 IS pemerintah Hindia Belanda membagi penduduk Indonesia menjadi 3 golongan: 1. 2. 3. Sejarah hukum perdata di Indonesia 1. Hukum perdata Perancis berasal dari hukum perdata Romawi. Hukum perdata Belanda berasal dari hukum perdata Perancis. Dulunya hukum perdata Belanda hanya diberlakukan bagi orang Belanda yang ada di Indonesia.

Pasal 163 IS dan pasal 131 IS Aturan tentang persamaan hak dimana orang -orang bukan eropa disamakan kedudukannya dengan orang eropa. Faktor-faktornya antara lain: 1. Faktor etnis Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang mempunyai hukum adatnya masing-masing. 2. karena adanya politik Hindia Belanda terhadap hukum di Indonesia. £ 5 £ 4 £ 3 £ 2 £ 1 UUD 1945 pasal II Aturan Peralihan pasal 192 Ketentuan Peralihan Konstitusi RIS 1949 UUD S 1950 pasal 142 Ketentuan Peralihan pasal II Aturan Peralihan pasal I Aturan Peralihan UUD 1945 (tahun 1959) UUD 1945 (baru atau setelah amandemen)     ¡ ¢ Code De Commerce (hukum dagang) WvK (KUHD) KUHD . Aturan-aturan tentang pendudukan diri secara sukarela kepada hukum perdata Hindia Belanda 3. Faktor yuridis Aturan-aturan hukum yang dibuat oleh pemerintah Hindia Belanda 1.Hukum Romawi / orpus Juris ivilis Perancis Code Pe al (hukum pidana) Code Napolleon (hukum perdata) Belanda Wv (KUHPidana) BW (KUHPerdata) Indonesia KUHP KUHP Dasar hukum mengapa hukum Belanda sampai sekarang masih berlaku di Indonesia: Keadaan hukum perdata di Indonesia masih bersifat pluralistik (banyak macamnya). 2.

Buku III : tentang perikatan (v. Buku IV : tentang pembuktian dan kadaluarsa Mengatur tentang alat-alat bukti di dalam lapangan hukum perdata dan akibatakibat dari kadaluarsa terhadap hubungan-hubungan hukum. dan catatan sipil seseorang. siapa subjek hukum. Buku II : tentang benda (v. bagaimana kecakapan hukum subjek hukum. nama. Anak-anak yang berada di bawah kekuasaan orang tua adalah anak-anak yang belum dewasa (berusia 21 tahun) atau belum menikah. Persoonen) Buku ini tidak hanya mengatur tentang orang atau manusia sebagai subjek hukum tetapi juga mengatur mengenai hukum kekeluargaan. alat bukti tulisan atau dokumen 2. Kekuasaan orang tua adalah kekuasaan yang dijalankan pada pribadi anak dan harta benda anak (kewajiban alimentasi). Sehingga dalam pasal 1687 KUHP ditentukanlah alat bukti yang dapat digunakan: 1. barang siapa yang menyatakan mempunyai hak atau menyatakan sesuatu yang berbeda dari yang dinyatakan oleh pihak lain maka dia harus membuktikan adanya haknya atau kewenangan keperdataanya. Buku ini mengatur apa subjek hukum itu. kesaksian 3.y y y Tunduk untuk sepenuhnya Tunduk hanya sebagian Tunduk secara diam-diam (tidak melalui proses penetapan hakim) Saat ini keadaan pluralistik di Indonesia semakain berkurang karena semakin banyak semua diciptakan peraturan perundang-udangan nasional yang berlaku untuk semua penduduk Indonesia. persangkaan atau dugaan 4. Jadi pluralisme dalam lapangan hukum pedata karena belum ada unifikasi hukum di Indonesia. Karena hukum kekeluargaan mempunhyai pengaruh terhadap kecakapan atau status seseorang. domisili. Sistematika menurut Undang-undang / menurut KUHP KUHP dibagi menjadi 4 buku: y y y y Buku I : tentang orang (v. Hukum keluarga adalah aturan-aturan hukum yang timbul di dalam pergaulan hidup kekeluargaan. Zaken) Selain mengatur tentang hukum benda juga mengatur tentang w aris. Sistematika Hukum Perdata di Indonesia 1. Menurut pasal 1865 KUHP. sumpah . pengakuan 5. Verbintenissen) Perikatan adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan hukum antara dua pihak dalam lapangan harta kekayaan dimana pihak yang satu berhak atas suatu prestasi dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi atau melaksanakan. Hukum waris di atur di buku II tentang benda karena perwarisan merupakan salah satu cara untuk memperoleh hak atas suatu benda.

domisili. sehingga buku II KUHP menganut sistem tertutup (tidak boleh dikurangi. Di dalam KUHP terdapaqt peraturan-peraturan yang bersifat memaksa (dwingen recht). Oleh karena itu para ahli hukum membuat sistematika sendiri: 1. buku IV sangat tidak tepat dijadikan sistematika hukum perdata. 3. Hukum Kekeluargaan (Familie Raachts) Diatur mengenai perkawinan. kecakapan seseorang. Hukum Waris Mengatur siapa saja ahli waris. perwalian. perceraian. hukum waris tidak tepat dimasukkan ke buku ke karena hukum waris lebih erat -II. Jadi tidak ada masalah jika dijadikan sistematika KUHP. Karena alat bukti merupakan hukum formil atau acara sehingga harus dimasukkan dalam hukum acara perdata. berapa bagian masing-masingnya. Kadaluarsa membawa 2 akibat bagi hubungan hukum seseorang: menimbulkan atau memberikan hak seseorang menghapuskan kewajiban seseorang Sistematika menurut Doktrin Ada karena sistematika menurut undang-undang diprotes oleh ahli hukum Belanda: 1. 3. tidak boleh ditambah)). 2. Hukum Perorangan Mengatur orang sebagai subjek hukum. 2. 4. harus dipenuhi (terdapat dfi buku II tentang benda. kaitnnya dengan hukum keluarga. hukum kekeluargaan tidak tepat dimasukkan ke buku ke-I.1. karena hukum kekeluargaan seharusnya mengatur hubungan perseorangan. Hukum Harta Kekayaan Aturan-aturan hukum yang dapat mengatue hubungan -hubungan hukum yang dapat dinilai dengan uang. dan ada yang bersifat mengatur atau melengkapi (aanfullen recht). 2. 2. Bersifat memaksa artinya ketentuan-ketentuan itu tidak boleh ditinggalkan atau diabaikan. dsb. Sedangkan menurut pemerintah hukum formil dibagi menjadi 2: 1. 2. . hubungan anak-orang tua. bagian materiil. nama. meliputi alat-alat bukti bagian formil.

Selain itu ditambah adanya pasal pasal yang tidak berlaku lagi menurut keputusan hakim. Berdasarkan surat edaran MA (SEMA No.Bersifat mengatur artinya aturan-aturan itu fungsinya hanya sebagai pedoman. Status KUHP Sekarang sebagai Hukum Objektif 1. sehingga disebut menganut sistem terbuka) asal tidak melanggar perjanjian dan kesusilaan. artinya hakim pengadilan dapat menganggap suatu pasal di dalam KUHP tidak berlaku lagi jika dianggapnya pasal tersebut bertentangan atau tidak sesuai lagi dengan keadaan zaman dan kemerdekaan sekarang ini. karena belum ada undang-undang yang mencabutnya. boleh dipakai. boleh ditambah. Jadi kedudukan KUHP sekarang sebagai pedoman hakim dalam melaksanakan tugas-tugasnya. KUHP sekarang bukan lagi sebagai KUHP yang utuh sebagaimana awalnya karena ada bagian bagian di dalam KUHP yang sudah dinyatakan tidak berlaku lagi baik karena sudah ada peraturan perundang-undangan yang baru (nasional). boleh dikurangi (terdapat di buku III tentang perikatan. 2. . 3 Tahun 1963) kedu dukan KUHP (termasuk KUHD) tidak lagi merupakan WETBOEK (kitab undang -undang) tetapi hanya sebagai RECHTBOEK (kitab hukum atau kitab yang berisi aturan-aturan hukum) atau sebagai pedoman. boleh tidak. Secara yuridis formil kedudukan KUHP tetap sebagai undang -undang..

Sudirman. Buku II (tentang hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang timbul dari pelayaran) Terdiri dari 13 bab. 2. Tirtaamidjaja. KUHD merupakan lex spesialis terhadap KUHP sebagai lex generalis. Menurut Mankan. dsb. Di dalamnya diatur mengenai pembukuan. Sumber Hukum Hukum Dagang 1. Hukum tertulis yang sudah dikodifikasi (KUHD dan KUHPerdata) Hukum tertulis yang belum dikodifikasi (aturan-aturan hukum yang ada di luar KUHD dan KUHPerdata : aturan perundang-undangan khusus yang mengatur mengenai perdagangan (Contoh: undang-undang kepailitan. Menurut Prof. . bisa dibuktikan pemberlakuannya satu paket (awalnya di Belanda KUHD dan KUHP dihimpun dalam satu kitab (KUHP). kedudukan KUHP dan KUHD adalah sebagai hukum khusus (KUHD) terhadap hukum umum (KUHP). Alasan dibuatnya buku tersendiri yang mengatur tentang -hak dan kewajiban-kewajiban yang timbul dari pelayaran adalah karena dulu perdagangan dilakukan melalui laut. cek. ABK. KUHP (BW). Di dalamnya diatur mengenai kapal dan muatannya. macam-macam persekutuan dagang. usaha pengangkutan barang. Perdagangan adalah suatu pekerjaan membeli dan menjual barang dengan maksud untuk mencari keuntungan. Diperkuat dengan pasal 1 KUHD yang mengatakan bahwa KUHP dapat juga berlaku dalam hal-hal yang diatur dalam KUHD sepanjang KUHD tidak mengaturnya secara khusus.HUKUM DAGANG Hukum dagang adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan badan-badan hukum satu dengan yang lainnya di dalam lapangan perniagaan atau perdagangan. tetapi lapangannya berbeda). karena adanya asas konkordansi. y y y y y Menurut Prof. Oleh karena itu hukum dagang disebut juga hukum perdata khusus (karena prinsipnya sama. dsb. Menurut Prof. asuransi. pasal 1 KUHD memelihara kesatuan antara hukum perdata dengan hukum dagang. Menurut Prof. resiko tabrakan kapal. kemudian terjadi pemisahan karena perdagangan sangat pesat perkembangannya.) Sistematika KUHD y y Buku I (tentang pedagangan pada umumnya) Terdiri dari 10 bab. perjanjian kerja laut. wesel. dsb. Hubungan Hukum Dagang dengan Hukum Perdata Hubungan antara KUHD dan KUHP sangat erat. hukum dagang adalah hukum perdata yang istimewa. undang-undang koperasi. Sejarah hukukm dagang yang berlaku di Indonesia sekarang ini sebagai hukum objektif sama dengan hukum perdata. KUHD(BWK)). Subekti. Sutardono. hukum dagang adalah tambahan hukum perdata yaitu mengatur hal hal khusus (hanya soal perdagangan saja).

pejabatpejabat negara. Perampasa/penyitaan barang-barang tertentu. undang-undang.PENGANTAR HUKUM PIDANA Hukum pidana (secara umum) adalah hukum yang mengatur tentang pelanggaran pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum. misalnya seluruh harta benda yang diduga berasal dari korupsi disita Hukuman tambahan tidak bisa dijatuhkan sendiri (harus ada hukuman pokoknya) Sejarah HUKUM PIDANA Berasal dari wetboek/WB. Kejahatan adalah perbuatan-perbuatan mengenai perbuatan yang berat sehingga diancam dengan hukuman yang juga berat. Kepentingan umum adalah kepentingan hukum setiap manusia. perbuatannya diancam dengan hukuman yang berupa penderitaan. dsb. Pencabutan hak-hak tertentu. seperti perbuatan-perbuatan terhadap jiwa manusia. Aturan-aturan hukum pidana tidak hanya ada pada kitab undang -undang hukum pidanan tetapi ada pada peraturan UU lain diluar KUHPidana yang sanksinya adalah sanksi pidana. PP. kehormatan seseorang (penghinaan). Pidana kurungan (dibawah satu tahun) d. penyekapan). misalnya dijatuhi pidana penjara selama 16 tahun dan dicabut haknya sebagai PNS b. Pelanggaran adalah tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan mengenai perbuatan yang kecil atau tingan sehingga diancam dengan hukuman yang juga ringan. . Pidana pokok/utama a. Pidana mati b. Contoh: pencurian. hukuman pidana terdiri dari : 1. raga manusia (penganiayaan). Menurut pasal 10 KUH pidana. perlengkapan-perlengkapan negara. pembunuhan. harta benda seseorang(pencurian). Pidana denda 2. Keistimewaan hukum pidana adalah terletak pada sifatnya yang keras oleh karena itu dikeluarkan ultimatum reminum : tidakan terakhir dari negara supaya orang mau matuhi kecuali yang ada di dalam KUH Pidana. Berbeda dengan hukum perdata yang masih pluralisasi. pegawai negeri. merupakan hukum yang sudah unifikasi. Pidana tambahan a. Mulai berlaku 1 Januari 1918 berlaku untuk semua golongan penduduk Indonesia. Kepentingan umum adalah kepentingan badan dan peraturan-peraturan perundang-undangan negara seperti perbuatan-perbuatan terhadap negara. Pidana penjara (seumur hidup maupun selama waktu tertentu) c. kemerdekaan seseorang (penculikan.

hukum pidana khusus memuat ketentuan -ketentuan dan asas-asas yang berbeda. siapa yang dapat dihukum. o H. Hukum pidana objektif dan hukum pidana subjektif Hk.. Artinya disamping berlaku bagi KUHP sendiri juga berlaku bagi semua hukum pidana diluar KUHP. dan hukum pidana korupsi. hukuman apa yang dap at diterapkan. hukum pidana subversif. Misalnya : hukum pidana militer. hukum pidana ekonomi. Setiap bab terdiri dari psal-pasal. Terdiri dari 3 bab. Hk. Terdiri dari 9 bab. Pidana Objektif : semua peraturan-peraturan yang memuat perintah-perintah/laranganlarangan yang disertai dengan ancaman hukuman bagi setiap pelanggarnya. terdiri dari tiga buku : y Buku 1  Tentang aturan umum. yaitu peraturan-peraturan/merumuskan tentang perbuatanperbuatan apa yang dapat dihukum. pasal 9 KUHP. y Buku 2. Huku pidana obyektif pada hakikatnya membatasi hak negara tidak boleh menghukum seseorang apabila hukum objektifnya belum ada. P. Ada beberapa asas : .M. tentang kejahatan. Asas berlakunya hukum pidana berkaitan dengan tempat. na Hukum acara pidana diatur dalam HIR diperbaharui menjadi RIB lalu menjadi KUHAP. Terdiri dari 9 bab. Pidana Subyetif : adalah hak negara/alat-alat negara untuk menghukum seseorang berdasarkan hukum pidana objektif karena tidak dibenarkan orang untuk bertinda sendiri/main k hakim sendiri.d. tentang pelanggaran.  Terdiri dari beberapa bab/titel. Khusus : hanya berlaku untuk orang-orang tertentu/tindak pidana tertentu/perbuatan tertentu. yang menyimpang. y Hukum pidana formil (hukum acara pidana).P. Hk. Pidana Objektif terdiri atas: y Hukum pidana materiil. Menurut POMPE.KUHP yang sekarang berlaku sebagai hukum objektif. dimuat asas-asas dan pengertian hukum yang berlaku umum. berlawanan dari asas -asas yang tercantum dalam hukum pidana umum. sehingga harus menyerahkan si pelaku kepada alat negara. HP Materiil terbagi menjadi : o H. Sekarang isi dan jiwanya sudah disesuaikan dengan keperluan dan keadaan nasional Negara Indonesia. Hukum pidana materiil mengatur tentang syarat-syarat seseorang untuk dapat dihukum. Umum : hukum materiil yang tercakup dalam KUHP merupakan hukum pidana umum (berlaku bagi siapa saja). Setiap pasal terdiri dari ayat-ayat. Penyesuaian isi dan jiwa didasarkan oleh UU No. yaitu aturan -aturan hukum yang mengatur bagaimana cara melaksanakan/mempertahankan dan menegakkan hukum pida materiil. 1 1946. Sistematika KUH Pidana. y Buku 3. diatur dalam pasal 2 s. Setiap bab terdiri dari pasal-pasal dan ayat-ayat. M.

Oleh karena itu asas ini juga disebut asas perlindungan. HUKUM PUBLIK INTERNASIONAL/HUKUM INTERNASIONAL (termasuk lapangan hukum publik) Yaitu aturan-aturan hukum yang mengtur tentang hubungan-hubungan antara negara yang satu dengan negara yang lain dalam kepentingan di dunia internasional. Asas universal Menentukan bahwa Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia dapat diberlakukan pada tindak pidana/perbuatan jahat yang dapat merugikan keselamatan dunia internasional. melindungi kepentingan hukum suatu negara. Berdasarkan asas ini UU Hukum Pidana Indonesia dapat melakukan penuntutan terhadap siapapun yang melakukan tindak pidana di luar negeri (untuk orang asing)/perbuatan itu merugikan kepentingan hukum negara Indonesia. Untuk dapat menuntut orang-orng yang melakukan tindak pidana di luar negeri. Titik beratnya ada pada dimana tindak pidana itu dilakukan. Kesimpulannya. udara yang ada diatasnya. terlebih dahulu tentu si pelaku diserahkan ke negara yang bersangkutan (mis. Penyerahan pelaku tindak pidana ini dapat dilakukan apabila sudah ada perjanjian ekstradisi (penyerahan) antara negara Indonesia dengan negara yang bersangkutan. Asas nasional aktif/asas persoonalite Ada pada pasal 5 dan 6 KUH Pidana. Yang termasuk wilayah kekuasaan hukum pidana itu selain daerah daratan. wakil organisasi internasional.1. Perbuatan yang merugikan kepentingan negara. Ketentuan yang ada di Indonesia mengikuti warga negaranya dimanapun dia berada. ketentuan UndangUndang Hukum pidana Indonesia mempunyai kekuasaan yang luas baik di dalam maupun di luar negeri. Selat malaka). Siapapun yang melakukannya walaupun diluar negeri maka dia dapat dihukum di Indonesia. Perjanjian ekstradisi dilakukan melalui hubungan/saluran diplomatic melalui duta besar dari dua negara. tidak diproses oleh hukum yang ada di Indonesia (dimana orang tersebut melakukan kejahatan). lambang negara. 3. Indonesia). materai. daerah yang setelah diukur 12 mil dari pantai surut. Asas territorial/asas daerah Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia berlaku terhadap siapapun juga yang melakukan tindak pidana di dalam wilayah negara Indonesia. Baru setelah itu pemerintah Indonesia mengirimkan surat penyerahan pelaku ke Indonesia. Pengertian kekebalan hukum ini yaitu orang tersebut akan diproses oleh hukum yang ada di negaranya. juga kapal-kapal yang memakai bendera Indonesia. kedutaan besar. . 4. diadili sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. misalnya memalsukan mata uang. Berdasarkan kepentingan hukum negara yang dilanggar. misalnya lautan bebas (ex. Aturan-aturan hukum pidana Indonesia berlaku juga terhadap warga negara Indonesia yang melakukan tidak pidana di luar negeri. Perbuatan tersebut terjadi di daerah tak bertuan. 2. orang-orang yang mempunyai kekebalan hukum seperti anggota parlemen. lautan. Tidak berlaku bagi orang-orang yang mempunyai hak eksteritorial seperti kepala negara asing yang sedang berkunjung. Asas nasional pasif Ada pada pasal 4 dan 8 KUH Pidana.

2. Bagaim ana mengajukan perkara ke pengadilan.Sumber-sumber yang digunakan oleh Mahkamah Internasional di dalam memutuskan masalah-masalah hubungan internasional : 1. Kekuasaan pengadilan harus bebas dari pengaruh badan -badan yang lain. misalnya Indonesia menempatkan seorang duta besar sebagai wakil negara A . yaitu aturan-aturan hukum yang mengatur cara-cara memelihara/caracara menegakkan/mempertahankan hukum perdata materiil. Harus independen (mandiri) supaya dapat memutuskan perkara secara adil. 4. Negara yang berdaulat (yang merdeka) 3. Yang menjadi subjek hukum internasional : 1. Acara pidana. Tetap harus menggunakan jalur pengadilan. cara-cara hakim memproses perkara tersebut dan memutuskannya. Perkara perdata : perkara mengenai perselisihan antara kepentingan perorangan. Siapa yang menjadi subjek dalam hukum internasional? Yaitu organisasi/badan yang ikut serta di dalam pergaulan internasional. segala keperdataan diluar KUH Perdata. Semua keputusan pengadilan (perdata/pidana) harus berdasarkan hukum. tidak boleh menghukum orang jika tidak ada aturan hukumnya. Tidak bertindak main hakim sendiri baik dalam perkara perdata apalagi perkara pidana. 2. . ASEAN) 4. Traktat (mengikat pihak-pihak yang manandatanganinya) 2. yaitu aturan-aturan hukum yang mengatur cara-cara memelihara/menegakkan hukum pidana materiil. 3. Asas-asas hukum acara (baik acara perdata maupun pidana) 1. Acara perdata. Perkara pidana : perkara tentang pelanggaran kejahatan terhadap kepentingan umum dan diancam dengan hukuman yang bersifat penderitaan. Organisasi internasional (PBB. Hukum acara harus tertulisn dan dikodifikasi supaya ada kepastian hukum. Kebiasaan internasional. Vatikan (pusat negara katolik) Dengan cara menempatkan/membentuk perwakilan suatu negara di tempat lain perwakilan diplomatik (duta besar/tetap/sementara/khusus/berkuasa penuh) Konsulat (konsul jenderal/wakil dari suatu negara di negara lain) dalam rangka menjalin hubungan internasional. Di Indonesia ada dua macam hukum acara : 1. Gabungan negara (Uni Emirat Arab. HUKUM ACARA/FORMIL Adalah peraturan-peraturan hukum yang mengatur tentang cara -cara melaksanakan/memelihara dan mempertahankan/menegakkan hukum materiil. yang mempunyai hak dan kewajiban. Uni Soviet) 2. Hukum perdata materiil : semua aturan yang teradapat di KUH Perdata.

Alat bukti tulisan . semua diserrahkan pada kehendak perorangan. Berdasarkan surat gugatan tadi maka hakim akan memanggil dua pihak tersebut. Keputusan deklaratoir. Pihak yang dirugikan mengajukan gugatan ke pengadilan negeri. Setelah datang ke pengadilan maka tindakan hakim yang pertama adalah mengusahakan perdamaian antara keduanya. Gugatan ini dapat diajukan secara tertulis diatas kertas bermaterai atau secara lisan. baik penggugat maupun tergugat untuk datang ke pengadilan. 2. Bisa berarti gugatan diterima (penggugat menang) atau gugatan ditolak (tergugat menang). HUKUM ACARA PERDATA Dasar hukum acara perdata 1. menitikberatkan pada kepentingan seseorang. yaitu keputusan yang menetapkan hukuman terhadap salah satu pihak. 2. Reglemen Indonesia yang diperbaharui (RIB) yaitu hukum acara untuk golongan Indonesia di jawa dan Madura. misalnya penggugat mengajukan gugatan bahwa tergugat tidak memenuhi kewajibannya dalam perjanjian sewa menyewa. namun jika gugatan itu tidak tepat hakim akan membetulkan gugatan tersebut. Keputusan konstitutif. Pihak yang kalah diharuskan membayar ongkos persidangan. Penggugat dan tergugat dapat diwakili oleh pembela/pengacara. Sidang pengadilan harus terbuka untuk umum kecuali ditentukan lain oleh hukum/hukum yang menyatakan siding harus tertutup. Semua sudah dijadikan satu menjadi KUHAP yang sudah berlaku/diunifikasi di seluruh Indonesia. 4. dan jam). 2. Bila tidak tercapai penyelesaian secara damai. yaitu keputusan hakim yang menguatkan sese orang. Proses acara perdata (pelaksanaan acara perdata) Karena mengatur hubungan antara orang dengan orang. Namun keputusan pengadilan harus dilakukan secara terbuka (siding tertutup misalnya asusila dan perceraian). Keputusan hakim dalam perkara perdata dapat berupa : 1. maka hakim akan melanjutkan proses peradilan sesuai gugatan 5. Apabila pemeriksaan sudah dirasa cukup maka hakim akan sampai pada tahap terakhir yaitu menjatuhkan keputusan. yaitu keputusan yang menghasilkan hukum baru. Setiap pengajuan harus membayar biaya administrasi. Reglemen (undang-undang) hukum acara perdata untuk golongan eropa di jawa dan Madura. Di dalam acara perdata proses pemeriksaannya dapat berupa : 1. 3. Hakim menentukan waktunya (hari. 1.5. Pihak ini disebut penggugat/agar orang yang dituduh merugikannya mengganti kerugian. disampaikan kepada ketua/panitera pengadilan negeri. tanggal. Keputusan kondemnatoir. 3.

HIR diperbaharui menjadi RIB. awalnya pluralism lalu unifikasi. Sumpah Dilakukan jika bukti lain belum memenuhi. 3. Proses pelaksanaan acara pidana : 1. Akte otentik. Kesaksian yang diberikan yaitu segala sesuatu yang dilihat. 2. tapi ada saksinya. Bukti 5. Persangkaan : kesimpulan yang ditarik dari hal-hal yang sudah jelas. ex : sobekan karcis kereta. Jida sumpah tersebut terbukti palsu maka akan diproses ke pengadilan pidana. keterangan. Setelah pengusutan dilakukan oleh polisi. tapi sengaja dibuat oleh pihak ayng baersangkutan. Saksi Minimal berumur 15 tahun untuk memberi kesaksian. 2. Ada dua macam akte : a. Pengakuan : keterangan yang dikeluarkan oleh pelaku/pelapor. yaitu sumpah atas permintaan salah satu pihak yang berperkara (digugat/penggugat) Tujuannya : 1. yaitu : 1. Pengusutan/mencari/menyelidiki suatu tindak pidana yang terjadi. yang dibuat hanya untuk dicatat. Akte adalah tulisan yang sengaja dibuat untuk dijadikan alat bukti. Untuk menyelesaikan suatu proses perkara Bunyi sumpahnya ditentukan oleh hakim. Unutk memutus suatu perkara bila kekurangan bukti-bukti 2. Akte bawah tangan. Sumpah dibagi menjadi dua. Pemeriksaan pendahuluan Tindakan-tindakan pengusutan dan penyelidikan apakah suatu sangkaa n/dugaan itu benarbenar beralasan atau tidak dan dapat dibuktikan kebenarannya. Meninjaunya secara yuridis/perbuatan apa yang dilanggar?/mencari alat bukti. Tulisan biasa. dan saksi. 4. Biasa berupa akte/berupa tulisan biasa. polisi membuat berita acara lalu . yaitu akte yang dibuat bukan oleh pihak yang berwenang. HUKUM ACARA PIDANA Sumber hukumnya dikatakan sama dengan hukum acara perdata. Sumpah suplatoire. Sumpah penentu (decisoire)/pemutus.Paling tinggi nilainya. Di dalam pemeriksaan pendahuluan kegiatan yang dilakukan : a. yaitu sumpah yang diperintahkan oleh hakim karena jabatannya untuk melengkapi bukti-bukti yang sudah ada (bukti sudah ada namun hakim masih ragu). Saksi yang mengalami kejadian itu sendiri disebut saksi korban. Menitikberatkannya untuk meyakini bahwa tindak pidana tersebut memang terjadi. b. yaitu akte yang dibuat oleh/dihadapan pejabat yang berwenang untuk membuat akte. dan dirasakan sendiri. Yang aktif adalah polisi sebagai penyidik. didengar. Berbeda-beda untuk bumi putera dan orang eropa.

Asas pemeriksaan keadilan yang terbuka untuk umum kecuali ditentukan lain. Asas praduga tak bersalah/presunction of innocent . b. jika terpidana melarikan diri maka yang bertanggung jawab adalah JPU. dijatuhkan oleh hakim karena kurang cukup bukti. Asas untuk memperoleh bantuan hukum seluas-luasnya. dll. Jaksa yang akan membawa terpidana kepenjara. Penuntutan Dilakukan oleh JPU. Asas kesamaan. Bagi yang tidak mampu membayar pembela maka akan disediakan oleh negara. polisi penyidik mengajukan perkara ke pengadilan negeri. Asas hadirnya terdakwa Dalam perkara pidana. pasal yang dilanggar sesuai atau tidak. Pelaksanaan hukuman Dilaksanakan oleh JPU. Menjatuhkan hukuman. Pembebasan dari segala tuduhan. Pemeriksaan dilakukan secara terbuka. Artinya berkas perkara akan dipelajari oleh hakim. Untuk meneliti dan memeriksa apakah tindak pidana tersebut benar terjadi. Yang menuntut adalah jaksa (bukan korban) atas nama negara. Keputusan vonis hakim tersebut yaitu : 1. untuk menentukan adanya tindak pidana atau tidak. Setelah pemeriksaan perkara dianggap cukup. hakim baru akan menjalankan persidangan kalau terdakwa hadir. f. b. Pembebasan dari segala tuntutan Disini perkara dapat dibuktikan tapi perbuatannya bukan merupakan tindak pidana. siapa saja boleh menyaksikannya. Terdakwa sudah terbukti melanggar hukum. 2. bukti buktinya sama atau tidak. Pemeriksaan dalam sidang pengadilan bersifat akusator. jenis kelamin. Jika sudah cukup maka hakim akan menentukan tanggal persidangan dan memanggil jaksa untuk memanggil terdakwa. yaitu setiap perintah penyelidikan maupun penangkapan harus tertulis. Jaksa akan mengkaji ulang apa proses pengusutan lengkap atau belum. e. dengan mendasar dari KUHP. Beberapa asas khusus untuk acara pidana : a. Terdakwa dan penuntut/jaksa mempunyai kedudukan yang sederajat. Jaksa harus menghadirkan terdakwa di pengadilan. d. Pemeriksaan di dalam sidang pengadilan. Penyelidikan : dilakukan paling awal. yaitu asas persamaan hukum yang tidak membeda-bedakan derajat. Penyidikan : dilakukan lebih lanjut setelah penyelidikan.disampaikan ke kejaksaan. 3. penuntut umum/jaksa membacakan tuntutannya (requisitor). 2. Tetapi pada pemeriksaan pendahuluan kedudukan tersangka dibawah penuntut/tidak punya hak untuk dapat pembela/dibela. sah atau tidak. c. Hak terdakwa sama (dapat memperoleh pembelaan). Asas perintah tertulis. 3.

Perbedaan dalam penarikan kembali suatu perkara Dalam perkara perdata. 6. 4. berhadapan dengan yang digugat tidak ada JPU. salah tahan. Perbedaan penuntutan HA Perdata yang menuntut adalah pihak yang dirugikan. Antara hukum acara pidana dan hukum acara perdata ada beberapa perbedaan 1. mewakili negara. tidak boleh hanya berdasarkan kebenaran formal.Seseorang harus dianggap tidak bersalah sebelum dibuktikan sebaliknya. dan salah tuntut. Perbedaan mengadili HA Perdata tata cara mengadili perkara perdata di muka pengadilan perdata oleh hakim perdata. Dalam perkara pidana tidak bisa ditarik kembali karena penuntut umumnya adalah jaksa dan perkara tersebut telah melanggar kepentingan umum. inisiatif datang dari pihak yang merasa dirugikan HA Pidana. sebelum ada keputusan hakim pihak-pihak yang berperkara dapat/boleh menarik kembali perkaranya. HA Pidana jaksa yang menjadi penuntut terhadap terdakwa. Asas wajib diberi tahu dakwaan dan dasar-dasar hukumnya. HA Pidana sebaliknya 2. kurungan. denda. . tergugat yang kesalahannya sudah terbukti dihukum dengan hukuman denda/ganti rugi/kurungan sebagai pengganti denda. 7. Perbedaan pelaksanaan HA Perdata. Perbedaan dalam dasar keputusan hakim Perdata :keputusan hakim cukup pada kebenaran formal saja. Dalam HA Pidana. artinya kebenaran sesuai keyakinan/sesuai dengan perasaan keadilan hakim tersendiri. pencabutan hak-hak tertentu/bersifat penderitaan. h. penjara. sumpah merupakan alat bukti Dalam HA Pidana. g. hukumannya berupa pidana mati. Perbedaan macam hukuman Dalam HA Perdata. Asas memberikan ganti rugi dan rehabilitasi atas salah tangkap. Dalam HA Perdata. inisiatif datang dari penuntut umum/jaksa Korban dari kejahatan berkedudukan sebagai saksi (saksi korban) 3. Pidana :putusan hakim harus berdasar kepada kebenaran materiil. sumpah bukan merupakan alat bukti 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->