KEPEMIMPINAN WANITA DALAM ISLAM Wanita Dalam Pandangan Islam Diskursus Wanita dalam Islam mendapat perhatian yang

sangat serius. Peran dan fungsi wanita menjadi pokok perhatiannnya. Pada dasarnya wanita dan laki-laki dalam pandangan Islam didudukan secara sama dalam hukum. Uraian ini sangat jelas dalam surah An-Nisa 1: Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri dan daripadanya Alloh menciptakan istrinya dan daripada keduanya lahir menyebarlah banyak pria dan wanita. Sebuah hadits mengatakan: Semua manusia adalah sama, bagaikan gigi-gigi sisir. Tidak ada tuntutan kemuliaan seorang Arab atas seorang Ajam (bukan Arab), atau seorang kulit putih atas kulit hitam atau seorang pria atas seorang wanita, Hanya ketaqwaan seseorang yang menjadi pilihan Alloh. Akan tetapi dalam perspektif yang lain wanita didudukan sebagai obyek yang harus dipimpin laki-laki: "Lelaki adalah pimpinan bagi wanita" (An-Nisa 34) bukan berarti wanita tak mendapat kedudukan yang layak. Wanita dalam batasan tertentu malah menjadi sebuah dengan peran sertanya dalam mendidik keturunannya.1 Wanita juga menempati diri sebagai sang pengayom bagi siapa saja, sehingga dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan. Ungkapan ini sangat populer lewat sebuah hadits yang mengatakan, "surga di bawah telapak kaki ibu". Dalam sistem Islam, wanita ditempatkan dalam 3 kategori besar: 1) Wanita sebagai Anggota Umat Beriman
1

tonggak negara,

Lihat dalam Hibbah Rauf Izzat, Wanita dan Politik Pandangan Islam, Bandung, Remaja Rosda Karya, 1997.

Jakarta. pekerjaan apakah yang shalat tepat sangat pada disenangi Tuhan. yang paling dihormati di dalam keluarga adalah ibu. Baik dalam urusan ibadah dan Muamallah. hal. Wanita Sebagai Anggota Keluarga Kedudukan wanita di keluarga dalam Islam ditempatkan tempat terhormat. wanita juga mempunyai peran penting dalam hal pendidikan anak. bersikap murahlah kepada ayah dan ibumu. waktunya. Dengan demikian wanita mempunyai hak yang sama dalam usaha melakukan perbaikan (ishlah) dalam masyarakat.2 Dengan peranannya tersebut wanita menjadi sangat mempunyai arti penting dalam dimensi spiritual. Yayasan Obor Indonesia. 1987.230-233 . Ini tertuang dalam ayat berikut: 2 Ibid. Bahkan dalam ungkapan hadits yang lain. Sebelum kehadiran Islam. baru kemudian ayah. Kehormatan ini tercermin dalam ungkapan hadits: Seseorang bertanya Nabi. seperti yang telah diungkap Qur'an kelahiran seorang wanita adalah sebuah aib bahkan jika lahir hidup akan dikubur hidup-hidup. lihat juga dalam artikel Darleney May "Wanita Dalam Islam: Kemarin dan Hari ini" yang diedit oleh Harun Nasution dan Bakhtiar Effendi. tiada kelebihan laki-laki atas wanita. Di samping dalam lingkup spiritual. Memang dalam batasan tertentu menurut Mazhab Hambali. Bahkan dalam sejarah banyak ditemukan bahwa wanita bagi umat memberikan makna dan simbol kesucian dengan pengabdiannya yang luar biasa. Hak Azazi Manusia Dalam Islam. 2.Wanita sebagai bagian tak terpisahkan dari umat mendapat perlakuan yang sama persis dengan laki-laki. seorang wanita yang kafir tidak disiksa seberat laki-laki kafir. Bahkan wanita di wanita kepada berkata: sebagai rumah tangganya menjadi pilar utama yang akan menopang keberlangsungan keluarga. Orang Ia itu menunaikan melanjutkan: kemudian apa ? Nabi bersabda.

Lebih dari itu. maka Al-quran memberikan jaminan persamaan akan hak hidup perempuan: "Dan apabila bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup itu ditanya. kedudukan wanita di keluarga memberikan makna penjagaan syariat.. 152 4 lihat dalam Yusuf Qardhawy. Akan tetapi menurut pandangan Qardhawy. Dalam pandangan Islam. 3. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak. apakah ia akan menanggung kehinaan ataukah akan mengguburnya ke dalam tanah.3 Dialah pendidik dan penanam utama syariat sedari dini kepada anggota keluarga yang lain. Jakarta. Dalam bahasan fiqh ibadah. Wanita Sebagai Anggota Dalam Masyarakat Peranan wanita dalam masyarakat merupakan pokok persoalan. hal. Mereka bertanya kepada dirinya sendiri. Sedangkan dalam fiqh muamallah bisa dijalankan 3 dengan rukhshah darurat. maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya" (QS. Hal ini didukung Di mana kecenderungan penilaian bahwa normativitas Islam menghambat oleh pemahaman bahwa tempat terbaik bagi wanita adalah di rumah.. sedangkan di luar rumah banyak terjadi kemudharatan. Fiqh Daulah Dalam Perspektif al-Qur'an dan Sunnah. 31:8-9). karena dosa apakah dia dibunuh .. ibid. antara diperbolehkan dan tidak.4 bahwa keluarnya wanita dari rumah untuk lihat dalam Hibbah Rauf Izzat. disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Pustaka Al-Kautsar. Dari sinilah arti penting wanita dalam proses pendidikan dan sosialisasi dalam keluarga. seorang wanita akan menjadi peletak kepemimpinan dan syura dalam keluarga."Apabila seorang di antara mereka menerima berita dengan kelahiran anak perempuan. hitamlah muka mereka dan sangat marah. ruang gerak wanita dalam masyarakat. 231 ." (QS 16: 58-59) Dengan mempertimbangkan kejadian ini. 1997. jika subhat lebih baik ditinggalkan. Pandangan yang paling umum adalah bahwa keluarnya wanita dari rumah untuk maksud tertentu dihukumi dengan subhat.

bahkan sufi wanita. Wanita Islam Dalam Sejarah Kiprah wanita dalam sejarah menorehkan hasil yang gemilang. hal. Bandung. Bahkan menahan wanita di dalam rumah hanyalah bentuk perkecualian dalam jangka waktutertentu sebagai bentuk penghukuman. Hal ini tercermin dalam : "Maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya atau sampai Alloh memberi jalan yang lain kepadanya" (QS. Wanita seperti Asma bin Abu Bakar merupakan contoh bagaimana seorang wanita dapat 5 lihat Darleney May. sebagai agen intelektual. sebagai agen di bidang politik. sebagai agen di bidang hukum dan di bidang ekonomi. Kembang Peradaban: Citra Wanita di Mata Penulis Biografi Muslim.5 b. sebagai agen di bidang militer.. 249-252 6 Lihat lebih jauh dalam Ruth Roded. op. bahkan para shabahat nabi belajar padanya. Mizan. Banyak ditemukan guru-guru agama. sebagai agen ketrampilan masyarakat. . 4:15) Peranan wanita dalam masyarakat tidak terpisahkan dari keluarga. Keterlibatan wanita dalam masyarakat menurut Darleney May adalah.keperluan tertentu adalah diperbolehkan.6 Disamping berperan dalam agen intelektual dan kemuliaan. Perubahan sosial di masyarakat tidak akan berlangsung jika tidak terdapat gerakan dari keluarga.cit. 1995. perawi hadits. Siti Aisyah dikenal sebagai pembawa hadist yang sangat berarti. wanita memegang peranan dalam proses da'wah Islam. Wanita difahami telah memberikan andil yang besar dalam bidang intelektual klasik. Dalam sejarah juga diketemukan sufi Rabi'ah Al-Adalawiyah yang dalam maqam sufi dikenal sebagai wanita yang sangat berpengaruh di jamannya dengan segala kontroversi yang menyelimutinya.

menerima Islam dan menerima segala konsekuensinya.memberikan andil yang sangat berarti untuk menyusun strategi hijrah nabi7 Karya-karya besar wanita ini menarik para ulama Islam untuk menulis biografi tentang peranan wanita dalam jamannya. sepanjang dengan kajian tentang kajian sahabat. 48 . bahkan salah kepada wanita (surat An-Nisa'). Sirah Nabawiyah I. hal. Tidak kurang dari 35 ulama besar menulis tentang wanita dan segala perjuangannya.. Peranan besar wanita terlihat pertama kali ketika Siti Khadijah (istri nabi pertama) sebagai pengikut pertama Muhammad. Rabbani Press. Kajian ini telah ditelaah oleh Ibnu Sa'ad secara panjang lebar. bukan dari laki-laki-laki. Ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani (852/1449) menulis kamus biografis pertama tentang semua orang muslim terkemuka yang meninggal pada satu abad tertentu Islam -abad ke delapan Hijrah/Keempat belas Masehi." yang dikutip oleh Ruth Roded dalam op.9 Dari perspektif ini terlihat bahwa sejarah memberikan peranan yang besar.. ibid. "Ibnu Hajar al-Asqalani.8 Jumlah dan proporsi wanita yang terekam ke dalam tulisan ulama meliputi para sahabat Shahabat merujuk kepada gender laki-laki dan shahabiah merujuk kepada gender perempuan. hal.10 Al-Qur'an merujuk 7 sebagai sumber yang paling yang panjang otoritatif dalam Islam. satu suratnya memberikan uraian langsung lebar.cit. Rosenthal. baik usia ketika itu sudah dewasa dan kecil. Muslim Tradition. ibid.. Jakarta. sedangkan dalam pandangan kaum Syi'ah para sahabat menyimpang setelah Nabi wafat. Shahabat dalam pandangan kaum Sunni menempati kedudukan mulia. Banyak ditemukan lihat dalam peranan Asma binti Abu Bakar dalam memberikan strategi persembunyian Rasul dan Abu Bakar di gua Tsur ketika di kejar-kejar oleh orang Quraisy dalam Ramadhan al Buthi. 23 9 lihat uraian lebih jauh tentang pandangan ini dalam Juynboll. Artian secara umum generasi shahabat adalah orang-orang yang hidup semasa nabi yang mengakui. 39 10 lihat dalam Ruth Roded. yang dikutip oleh Ruth Roded. 1990 8 lihat dalam F. hal.

lihat dalam Qs. dan ayat tentang tuntutan harta istri nabi.11 Bahkan dalam keluarga Nabi sendiri.12 Karya wanita dalam sejarah Islam adalah keterlibatannya dalam proses ba'iah (sumpah masuk setia). Ataupun peran Ummi Kultsum binti 'Uqbah yang masuk ke Madinah setelah Perjanjian Hudaibiyyah. Nabi pernah mempunyai anak laki-laki (Ibrahim bin Muhammad) akan tetapi meninggal dunia ketika masih remaja. 11 wanita mencapai 449 wanita menyatakan diri masuk Islam dan menerima Muhammad. Al-Ahazab 32-33. An-Nur: 20. dengan peringatan adalah dan kejelasan tentang ayat Hijab dalam Al-Ahzab dan An-Nur. anak wanita menjadi sangat dominan. Sedangkan anak yang perempuan sebanyak 4 orang. dalam kerasulan (perang). Sumpah setia dari 2 wanita Madinah untuk An-Nisa'i bai'ah kedua jumlah Islam dan setia kepada Nabi tercermin dalam Bai'ah (bai'ah Perempuan). yang kemudian dikenal dengan bai'ah harbi Lihat lebih jauh dalam Qs.bahwa wanita menjadi tentang sebab turutnya berkait ayat. 1996. Bahkan dari generasi Fatimah ini diklaim sebagai generasi yang akan melahirkan keturunan yang paling baik dan ma'shum. Logos. Bukan hanya itu saja. Mazhab Politik dan Aqidah Dalam Islam. dan yang paling utama adalah Fatimah Zahrah. An-Nisa: 128. Jakarta. Masalah ini dapat dilihat dengan kemunculan mazhab politik Syi'ah yang kemudian menjadi mazhab Aqidah. baik dalam kapasitas peringatan Ayat ataupun dalam kapasitas wanita yang memberikan kejelasan. Bahkan dalam sejarah varian dari mazhan Syi'ah ini mengambil nama Fatimah az-Zahra sebagai varian dari Syiah. . Lebih jauh mazhab ini mampu mendirikan sebuah pemerintahan Fatimiyah Isma'liyyah di Mesir. Mumtahanah: 10 12 Lebih jauh lihat dalam Abu Zahrah Muhammad. Meski kita lihat setting utama yang digunakan adalah istri-istri nabi. adalah ayat sedangkan ayat tentang sanjungan yang memberikan keterangan tentang kesucian Aisyah yang sempat didiamkan Nabi dalam surat.

. sebagai seorang ahli hadist generasi kedua dari Basrah. Ia digambarkan oleh Ibnu Jauzi digambarkan sebagai wanita yang shaleh. Yang ke-terlibatan wanita cukup kontroversial dalam beberapa pertempuran yang menentukan. Wanita seperti 'Amra binti 'Abdur Rahman. antara Nabi dan orang-orang Madinah.Jakarta. 1993. Sirah Nabawiyyah: Analisis Ilmiah Manhajiah Terhadap Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah SAW Jilid I. Terdapat pula Aisyah binti Thalhah --cucu Abu Bakar-. Dalam perspektif yang khusus bai'ah posisi sebagai yang tonggak berdirinya dalam masyarakat Islam atau sebagai embrio negara Islam Madinah. Masalah-masalah Teori Politik Islam.14 Hal maupun lain yang cukup mengedepan adalah dalam masa khilafah Rasyidin.yang dalam sejarah cukup 13 mengandung kontroversi. yang terkenal dengan ketaqwaan dan kezahidannya. Bai'ah ini dilaksanakan di bukit Aqobah. ia melakukan shalat sepanjang waktu. Baik dalam masa Nabi peristiwa maupun ramalan masa adalah keterlibatan Siti Aisyah dalam perang Unta (Jamal) melawan Ali bin Abu Thalib karena masalah pengusutan pembunuhan Utsman yang tidak tuntas. yang meninggal Abu Jahl. Mizan. Bandung. Rabbani Press. sebagai seorang ahli fiqih yang mempunyai hubungan yang dekat dengan Aisyah. Di samping analisis di sekitar shahabat dan keluarga Nabi.cit.13 Kedudukan wanita mendapat menakjubkan sejarah. Bai'ah masih satu rumpun dengan kata al-ba'i atau jual beli. perantaraan mendatang. op. Terdapat pula Hafshah binti Sirin. Bahkan banyak mukjizati.Bai'ah itu sendiri dimaknai sebagai bentuk kesepakatan atau kontrak sosial. Tentang proses bai'ah sendiri dapat dilihat lebih jauh dalam Muhammad Said Ramadhan al-Buthy. Lihat lebih jauh dalam artikel Fathi Osman. 1993. 14 lihat dalam Ruth Roded. Orang itu adalah Sumayyah binti Khubbat. hal. "Bay'ah Al-Imam: Kesepakatan Pengangkatan Kepala Negara Islam" dalam Mumtaz Ahmad (ed). 74 . wanita di jaman tabi'in. hal 75-96. orang yang pertama kali di Makkah dibunuh turunnya oleh mendapat syahadah adalah wanita wanita menjadi bukan pria.

politik kenegaraan. Analisis tentang peran wanita dalam sejarah dalam zaman Abbasiyah melebar ke dalam masalah besar kepada suaminya.mampu mempengaruhi untuk mendapatkan hak-hak istimewa.mempunyai pengaruh yang pertimbangannya dalam segala hal. Kapasitas Durr sebelumnya adalah sebagai seorang selir Sultan Ayyubiyah yakni Malik Ash-Shalih Najmuddin. Ia dilukiskan oleh Adz-Dzahabi sebagai orang yang shaleh dan sopan. Dia memerintah karena yang mengharuskan juga dialami oleh mengambil yang kekuasaan ketika kondisi pemerintahan kacau. dan ancaman eksternal Ghaziyah. Ummu Salamah --istri bahkan Abu al-Abbas selalu meminta aldari Abu Al-Abbas sang pendiri Abbasiyah-. juga Kemampuan Durr tidak hanya kondisi yang sangat Hal darurat. Kekayaan tampilnya wanita dalam politik banyak di warnai dalam sejarah dinasti Mamluk dan Seljuk. Kemenakan perempuan Harun Rasyid --Zubaidah-.dari kepandaiannya sebagai penyampai hadist maupun tentang kecantikannya. C. Bukhari) . Dalam kekhilafahan Abbasiyah. demikian dalam masalah pemerintahan. puncak peran wanita dalam masalah politik adalah dengan tampilnya Syajarat Ad-Durr yang sempat memerintah di Mesir selama beberapa bulan. Kepemimpinan Wanita : Feminis dan Syari'ah Kepemimpinan bermula dari wanita merupakan yang persoalan pelik yang barrier sampai berupa saat ini terus menjadi tatanan perbincangan. memerintah mengatasnamakan putrnya yang masih kecil setelah suaminya meninggal. Pengaruh Zubaidah sendiri sampai masa pemerintahan khalifah alMakmun. Lingkup perbincangan tersebut syari'ah memberikan sinyalemen hadits bahwa tidak akan beruntung suatu masyarakat jika kepemimpinan diserahkan kepada wanita. sangat kuat. (Hr. ia ia terlibat dalam perang melawan pasukan Salib.

Logos. tersebut Sedangkan pemahaman secara berkaitan dengan diangkatnya hadits seorang wanita Persia menjadi pemimpin meski disekitarnya terdapat pemimpin yang memadai. ataupun difahami secara difahami secara kontekstual.16 15 lihat dalam Yusuf Qardhawy. Golongan Khawarij dalam menafisrkan ayat maupun hadits secara tekstual. Sedangkan dari pertimbangan matan. Bakrah hadits yang ini adalah Shahih sebab Bukhari. atau dapat difahami dengan logika Islam sebagai agama yang fitrah atau tidak. hal ini setidaknya melihat dampak dari pemahaman kelompok-kelompok seperti yang demikian yang dapat menimbulkan Khawarij berlebihan dalam agama. Pemahaman secara tekstual akan menyimpulkan bahwa haram hukum wanita menjadi kepala kontekstual. Artinya apakah secara matan (isi) suatu hadits tersebut bertentangan atau tidak dengan Qur'an. yang dari Abu kemudian dikutip Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari termasuk ke dalam shahih.. 1996 . Meski demikian Ibnu Abbas dan Ibnu Umar tidak semata-semata itu. Kemudian sanad interprestasi ataupun yang lain adalah Dengan berdasarkan kekuatan pembawanya. hal 246 16 Lihat lebih jauh dalam Abu Zahrah Muhammad.15 pertimbangan keumuman hukum kerajaan Mayoritas ulama ushul melihat bahwa lafazh lebih mengedepan bukan pada kekhususan sebab. mursal bahkan palsu. Aliran Politik dan Aqidah Dalam Islam. sehingga menjadikan agama sangat berat. bahkan sampai mengkafirkan perbedaan pendapat. Menurut periwayatannya hadist yang Yusuf Qardhawy.Interprestasi biasanya akan Hadits sebagai kepada sumber kedua setelah Quran diletakkan persoalan Sanad dan Perawinya. Jakarta. menggunakan kekuatan sanad akan melahirkan jenis hadist dari tingkat Shahih sampai dloif. hanya karena demikian. banyak calon menghendaki bahwa pemerintahan.cit. op. ada tekstual.

kata "Wallu Amrahum" (Yang Memerintah Kamu Semua). AlMawardi. 1996. RajaGrafindo Persada. yang tidak menyeluruh dalam masyarakat. hal 248 18 .. lihat pendapat ini dalam Yusuf Qardhawy. Lebih lanjut Hasan bin Ali 17 Lihat pemikiran tokoh-tokoh ini dalam Muhammad Azhar. bukan wanita. sehingga ketika Ali membenarkan hadits tersebut tak gubris. Jakarta.18 Meski demikian perkembangan pemikiran tentang kepemimpinan merupakan hak setiap insan. Dan shabahat Abu Bakrah dalam hal ini menjadi tertuduh terbesar. op. Sebab dialah yang Aisyah. sebagai Khalifah dalam memberikan memandang sebagai pemimpin tertinggi dalam hadits tersebut terdapat jumhur ulama ulama klasik Sebab dalam matan sistem politik Islam. Fatimah Mernisi seorang feminis muslim asal Aljazair bahkan secara radikal menyerang pemahaman ulama yang telah membuat fiqh yang diskriminasi kepada perempuan. Banyak hak perempuan dikebiri. Filsafat Politik: Perbandingan Islam dan Barat.Jumhur ulama sepakat akan haramnya wanita memegang kekuasan dalam al-wilayatul-kubra atau al-imamatul-uzhma (pemimpin tertinggi). Sehingga Khalifah Ali setelah menurut menurut bin Khattab perang Jamal dengan yang dalam yang Mernisi adalah karena Fatimah Shahabat keraguan pernah dihukum memberikan Mernisi hadits diriwayatkan Abu Bakrah adalah palsu dan tidak bisa dijadikan hujjah.17 Akan tetapi dalam batas kepemimpinan dalam satu bidang tertentu. Pandangan kaum modernis terutama yang diwakili oleh kalangan feminis. wanita berhak mendapatkan itu. pada wanita.cit. pendidikan bahkan menjadi menteri. Bahkan Ali difahami juga turut berbohong demi kepentingan politiknya. Ibnu Taimiyyah. Di mana wanita berperan urusan pemerintahan. Abu mengingatkan Bakrah sendiri oleh Umar saksi. Ini diungkapkan baik oleh Al-Ghazali. yang ditafsirkan Sehingga Hampir pengharaman perlu untuk mengetengahkan hawa hak menjadi khalifah adalah haq laki-laki. seperti dalam kejaksaan. Tampaknya Fatimah Mernisi menjadi sangat emosional. Ibnu Khaldun.

1994 . Wanita dan Politik di dalam Islam. Pustaka. 19 Lihat dalam Fatimah Mernisi.Bandung.juga mendukung wanita hadits tersebut. dan disebutnya Hasan bin Ali ada kepentingan karena kekuasaannya akan diambil Muawiyah.19 Tidak bolehnya duduk dalam kepemimpinan politik adalah produk ulama yang bias dengan patriakhi.