DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kesehatan Mental B. Pola-pola Wawasan Kesehatan Jiwa C. Metode Pemerolehan dan Pemeliharaan D. Ayat-ayat Al Quran yang Berkaitan dengan Tolak Ukur Kesehatan Mental 1. Metode Imaniah 2. Metode Islamiah 3. Metode Ihsaniah E. Prinsip-Prinsip Islam Untuk Pengembangan Pribadi Dan Kesehatan Jiwa F. Tanda-Tanda Kesehatan Mental dalam Islam BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

1

Dalam tulisannya, ‘Pengantar dalam Kesehatan Jiwa’ (1982), Saparinah Sadli, guru besar Fakultas Psikologi UI mengemukakan tiga orientasi yang dapat dijadikan ukuran kesehatan jiwa, yakni1: 1) Orientasi Klasik: Seseorang dianggap sehat bila ia tak mempunyai keluhan tertentu, seperti: ketegangan, rasa lelah, cemas, rendah diri atau perasaan tidak berguna, yang semuanya menimbulkan perasaan ‘sakit’ atau ‘rasa tidak sehat’ serta mengganggu efisiensi kegiatan sehari-hari. Orientasi ini banyak dianut di dunia kedokteran; 2) Orientasi Penyesuaian Diri: Seseorang dianggap sehat secara psikologis bila ia mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntunan orang-orang lain serta lingkungan sekitarnya; 3) Orientasi Pengembangan Potensi: Seseorang dianggap mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan sehingga ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Terdapat empat rumusan kesehatan jiwa yang lazim dianut para ahli2: 1)Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psichose); 2)Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan tenpat ia hidup; 3)Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsifungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problema-problema yang biasa terjadi, serta terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik); 4)Kesehatan adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kebahagiaan diri dan orang lain, serta terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa; 5)Kesehatan mental adalah terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsifungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara manusia dengan dirinya dan lingkungannya, berlandaskan keimanan dan ketakwaan, serta bertujuan untuk mencapai hidup yang bermakna dan bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kesehatan Mental
1

Saparinah Sadli, ‘Pengantar dalam Kesehatan Jiwa’, dalam buku Pedoman Bimbingan dan Konseling, Badan Konsultasi Mahasiswa UI, Jakarta, 1982 2 Zakiah Darajat, Kesehatan Mental: Peranannya dalam Pendidikan dan Pengajaran, Pidato Pengukuhan Sebagai gurubedsar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 1984

2

sanggup mengatasi problema hidup termasuk kegelisahan dan konflik batin yang ada. Terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psychose). Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh Stressor (Penyebab terjadinya stres) orang yang memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri dan lingkungannya. mampu mengharmoniskan fungsi-fungsi jiwanya. Seseorang dapat dikatakan sehat tidak cukup hanya dilihat dari segi fisik. bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial) (Mujib dan Mudzakir. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa. serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem biasa yang terjadi. serta terhindar dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa. 3. sehingga membawa kebahagiaan pada diri dan orang lain. melainkan patut pula dilihat sejauhmana seseorang itu mampu menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi. kata mental berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kejiwaan. serta sanggup mengaktualisasikan potensi dirinya untuk mencapai kebahagiaan. dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup. Inilah kemudian yang disebut Dadang Hawari sebagai empat dimensi sehat itu. Jadi seseorang yang sehat mentalnya tidak cukup hanya terbatas pada pengertian terhindarnya dia dari gangguan dan penyakit jiwa baik neurosis maupun psikosis. 2001. 4. (Noto Soedirdjo.Istilah Kesehatan Mental diambil dari konsep mental hygiene. 1980) menyatakan bahwa ciri-ciri orang yang memilki kesehatan mental adalah memilki kemampuan diri untuk bertahan dari tekanan-tekanan yang datang dari lingkungannya. dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya. Kata mental memilki persamaan makna dengan kata Psyhe yang berasal dari bahasa latin yang berarti Psikis atau Jiwa. jadi dapat diambil kesimpulan bahwa mental hygiene berarti mental yang sehat atau kesehatan mental. dan sosial saja. 2. psikologis. 2003). Zakiah Daradjat (1985:10-14) mendefinisikan kesehatan mental dengan beberapa pengertian: 1. yaitu: bio-psiko-sosial-spiritual. Sedangkan menurut Clausen 3 . tetapi juga perlu dilihat dari segi spiritual atau agama.

kemampuan untuk membentuk ikatan kasih. Atkinson. meskipun tak seorang pun yang benar-benar menyadari perilaku dan perasaannya sendiri. terj. Pengertian ini diasumsikan bahwa pada prinsipnya manusia itu dilahirkan dalam kondisi sehat. Ia merasa nyaman bersama orang lain dan mampu beradaptasi atau mereaksi secara spontan dalam segala situasi sosial. serta tidak berkelebihan dalam memuja diri sendiri. proses belajar dan budaya yang ada dilingkungannya. persepsi realita yang efisien. Atkinson menentukan kesehatan mental dengan kondisi normalitas kejiwaan. jilid II. Individu yang dapat menyesuaikan diri adalah individu yang memiliki kesadaran akan motif dan perasaannya sendiri. produktivitas.). B. 4 . Atkinson3 lebih lanjut menyebutkan enam indikator normalitas kejiwaan seseorang. Widjaja Kusuma. harga diri dan penerimaan. Penyesuaian diri seseorang sangat ditentukan oleh penilaian terhadap harga diri sendiri dan merasa diterima oleh orang di sekitarnya. sehingga ia mampu mengendalikannya. Kedua. (Batam: Interaksara. Keenam. judul asli “Introduction to Psychology”. Ketiga. yaitu kondisi kesejahteraan emosional kejiwaan seseorang. Individu yang baik adalah individu yang menyadari kemampuannya dan dapat diarahkan pada aktivitas produktif. Pola-pola Wawasan Kesehatan Jiwa 3 Rita L. mengenali diri sendiri. Kelima. Keempat. Individu cukup realistik dalam menilai kemampuannya dan dalam menginterpretasi terhadap dunia sekitarnya. tt. dkk. juga intensitas stressor yang diterima oleh seseorang dengan orang lain juga berbeda. melainkan jika ia melakukannya maka ia menyadari dan berusaha menekan dorongan seksual dan agresifnya. individu yang abnormal terlalu mengurusi perlindungan diri sendiri (self-centered). Ia peka terhadap perasaan orang lain dan tidak menuntut yang berlebihan kepada orang lain. Sebaliknya. Ia tidak terus menerus berpikir negatif terhadap orang lain. Individu yang normal dapat membentuk jalinan kasih yang erat serta mampu memuaskan orang lain. Kondisi seperti itu tidak berarti menunjukkan bahwa individu tersebut bebas dari segala tindakan impulsif dan primitif.Karentanan (Susceptibility) Keberadaan seseorang terhadap stressor berbeda-beda karena faktor genetic. hlm. Pertama. kemampuan untuk mengendalikan perilaku secara sadar. 404-406. Pengantar Psikologi.. Individu yang normal memiliki kepercayaan yang kuat akan kemampuannya.

Pola yang kedua ini lebih umum dan lebih luas dibanding dengan pola pertama. Integrasi Psikologi dengan Islam. 133-134. Menuju Pikologi Islami. produktivitas. yaitu pola simtomatis. dan sebagainya. atau memenuhi kebutuhan pribadi tanpa mengganggu hak-hak orang lain. Hanna Djumhana Bastaman lebih luas menyebut empat pola yang ada dalam kesehatan mental.).6 Statement itu menunjukkan bahwa 4 Muhammad Mahmud Mahmud. hlm. (Jeddah: Dar al-Syuruq. tanggung jawab.5 Pertama. dan pola agama. pola pengembangan potensi. pola positif (ijabiy). tt. 336-337. Kesehatan mental berarti kemampuan individu untuk memfungsikan potensipotensi manusiawinya secara maksimal. Kedua. 61. Ibn Rusyd misalnya dalam “Fashl al-Maqal” menyatakan. 1995).Musthafa Fahmi. Kesehatan mental yang dimaksudkan di sini lebih terfokus pada kesehatan mental yang berwawasan agama. (Mesir: Dar alMa’arif.4 menemukan dua pola dalam mendefinisikan kesehatan mental: pertama. Kesehatan mental berarti kemampuan seseorang untuk meyesuaikan diri secara aktif terhadap lingkungan sosialnya. Keempat. keluhan. Ketiga. 1984). “takwa itu merupakan kesehatan mental (shihah al-nufus)”. Kesehatan mental berarti terhindarnya seseorang dari segala gejala. bahwa kesehatan mental adalah kemampuan individu dalam penyesuaian terhadap lingkungan sosialnya. hlm. Kesehatan mental adalah kemampuan individu untuk melaksanakan ajaran agama secara benar dan hak dengan landasan keimanan dan ketakwaan. Pemilihan ini selain karena konsisten denga pola-pola yang dikembangkan dalam psikopatologi dan psikoterapi. pola simtomatis adalah pola yang berkaitan dengan gejala (symptoms) dan keluhan (compliants). baik berupa neurosis maupun psikosis. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. pola penyesuaian diri. Kedua. sehingga ia memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. pola negatif (salabiy). kecerdasan. pola agama adalah pola yang berkaitan dengan ajaran agama. Fashl al-Maqal fima bayn al-Hikmat wa al-Syari’at min al-Ittishal. sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad Mahmud Mahmud. 5 . 5 Hanna Djumhana Bastaman. pola penyesuaian diri adalah pola yang berkaitan dengan keaktifan seseorang dalam memenuhi tuntutan lingkungan tanpa kehilangan harga diri. dan gangguan mental. gangguan atau penyakit nafsaniah. ‘Ilm al-Nafs al-Ma’ashir fi Dhaw’I al-Islam. 6 Abu al-Walid ibn Rusyd. bahwa kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari segala neurosis (alamradh al-ashabiyah) dan psikosis (al-amradh al-dzihaniyah). hlm. juga sesuai dengan khazanah Islam yang berkembang. pola pengembangan diri adalah pola yang berkaitan dengan kualitas khas insani (human qualities) seperti kreativitas.

thariqah.D. Menelusuri Pola-pola Kesehatan Mental dengan UU No. takhalli. C. Bastaman. Ayat-ayat al-Qur’an (dan al-Hadits) yang berkaitan dengan tolak ukur kesehatan mental. dll dan mendatangkan manfaat bila dikembangkan secara optimal. Empat pola wawasan kesehatan jiwa dengan orientasinya sebagai berikut7: 1. dan tajalli. kecerdasan. yang mau tidak mau harus dijadikan sebagai keutuhan wacana Psikologi Islam saat ini. Pola wawasan yang berorientasi agama berpandangan bahwa agama atau keruhanian memiliki daya yang dapat menunjang kesehatan jiwa dan kesehatan jiwa diperoleh sebagai akibat dari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. 2.1986 6 .dialektika kesehatan mental telah lama dibangun oleh para psikolog muslim. Metode Pemerolehan dan Pemeliharaan Terdapat tiga pola yang mengungkapkan metode pemerolehan dan pemeliharaan kesehatan mental dalam perspektif Islam: Pertama. metode tahali. Tuntunan agama Islam untuk kesehatan mental dikemukakan dalam dua hal. metode iman. Islam dan ihsan. Pola wawasan yang berorientasi penyesuaian diri berpandangan bahwa kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri merupakan unsur utama dari kondiri jiwa yang sehat. serta menerapkan tuntunan-tuntunan keagamaan yang hidup. makalah S-2. Fakultas Psikologi UI. Pola wawasan yang berorientasi simtomatis menganggap bahwa hadirnya gejala (symtomps) dan keluhan (compliants) merupakan tanda adanya gangguan atau penyakit yang diderita seseorang. seperti kreativitas. Sebuah hadits menunjukkan tiga metode yang mengungkapkan metode pemerolehan dan pemeliharaan kesehatan mental yaitu: 1) metode iman yang berkaitan dengan prinsipprinsip kepercayaan dan keyakinan kepada Tuhan dan kepada hal-hal yang gaib. 2. 3. Jakarta . metode syariah. rasa humor. yaitu: 1. rasa tanggung jawab. 2) metode 7 H. 3 Tahun 1966 tentang Kesehatan Mental’ sebagai Fokus Telaah. haqiqah dan ma’rifat. dan ketiga. Kedua. Pola wawasan yang berorientasi pengembangan potensi pribadi bertolak dari pandangan bahwa manusia adalah makhluk bermartabat yang memiliki berbagai potensi dan kualitas yang khas insani (human qualities). 4. Prinsip-prinsip Islam untuk pengembangan pribadi pada umumnya dan mengembangan kesehatan mental pada khususnya.

3) metode ihsan yang berkaitan dengan prinsp-prinsip moral atau etika. jalur tertulis yang termaktub dalam kitab suci Al-Quran dengan pemberian petunjuk inu dengan mengutus Rasul dan Malaikat-Nya. ‘Manusia dan Proses Penyempurnaan Diri’. Proses tabaqquq adalah kesadaran diri akan adanya kebenaran. hlm. dalam Budhy Munawar-Rachman (editor). yaitu karakter yang mampu menginternalisasikan sifat-sifat Malaikat yang agung dan mulia. Kontekstualisasi Doktrn Islan dalam Sejarah (Jakarta. Kepribadian maliki diantaranya menjalankan perintahNya dan tidak berbuat maksiat (QS. 1995). 1. Al-Tahrim: 6). Allah SWT memberikan rambu-rambu petunjuk (hidayah)-Nya untuk kelangsungan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Orang yang beriman berarti jiwanya merasa tenang dan sikapnya penuh keyakinan dalam menghadapi semua masalah hidup. dan tabaqquq8. Dalam mengatur alam dan isinya. membagi-bagikan rizki untuk kesejahteraan berama dan memelihara kebun (Jannat) yang indah (QS. keagungan Allah SWT sehingga tingka lakunya didominasi olehNya. takballuq.Islam yang berkaitan dengan prinsip-prinsip ibadah dan muamalah. Proses pembentukan kepribadiannya ditempuh melalui tiga tahap yaitu ta’alluq. Paramadina. ArRa’d: 24). Karakter Maliki. bertasbih kepadaNya (QS. menyampaikan informasi kepada yang lain (QS. Keimanan yang direalisasikan secara benar akan membentuk kepribadian mukmin yang membentuk 6 karakter yaitu: a. Petunjuk yang dimaksud diturunkan melalui dua jalur: Pertama. Ali-Imran:191). b. Karakter Rabbani. yaitu karakter yang mampu menginternalisasikan (mengambil dan mengamalkan) sifat-sifat dan asma-asma Allah ke dalam tingkah laku nyata sebatas pada kemampuan manusiawinya. Al-Zumar: 75). 8 Komarudin Hidayat. Kedua. jalur tidak tertulis yang berkaitan dengan alam dan isinya yang disebut dengan jalur kauniyah atau sunnatulah. Metode Imaniah Iman secara harfiah diartikan dengan rasa aman (al-aman) dan kepercayaan (alamanah). Jalur ini lazim disebut jalur Quraniyah. Proses takballuq adalah adanya kesadaran untuk menginternalisasikan sifat-sifat dan asma-asma Allah ke dalam tingkah laku nyata sebatas pada kemampuan manusiawinya. 191-192 7 . Proses ta’alluq adalah menggantungkan kesadaran diri dan pikiran kepada Allah dengan cara berpikir dan berzikir kepadaNya (QS. Proses ini dlakukan karena adanya fitrah menusia yang memiliki potensi asma’ al-husna. Al-Nahl: 102). kemuliaan.

perdamaian dan keamanan (al-salm). Karakter syabadatain yaitu karakter yang mampu menghilangkan dan membebaskan diri dari segala belenggu atau dominasi tuhan-tuhan temporal dan relatif seperti materi dan hawa nafsu (QS. memahami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalam Al-Quran dan Sunnah. Realisasi metode Islam dapat membentuk kepribadian muslim yang mendorong seseorang untuk hidup bersih. Karakter Rasuli.c. aturan-aturan dan sunnah-sunnah Allah SWT untuk kemaslahatan hidupnya. Lalu mengisi diri sepenuh hati hanya kepada Allah SWT. Al-Furqon: 43). Metode Islamiah Islam secara etimologi memilik tiga makna yakni penyerahan dan ketundukan (alsilm).sedangkan kominukasi ihsaniah ditandai dengan salam. Karakter mushailli juga menghendaki adanya kebersihan dan kesucian lahir dan batin dengan berwudhu (kesucian lahir) dan dalam kesucian batin diwujudkan dalam bentuk keikhlasan dan kekhusyu’an. yaitu karakter yang mampu menginternalisasikan sifat-sifat Rasul yang mulia. Karakter Takdiri. 9 Afif Abd al-Fatah. a. al-Dhuha: 4). Karakter kepribadian Qurani seperti membaca. 1966). bertanggung jawab (QS. 18 8 . Karakter Qurani. e. d. yaitu karakter yang menghendaki adanya penyerahan dan kepatuhan pada hukum-hukum. Ruub al-Din al-Islamiy (Damascus: Syarif Khalil Syakar. Kepribadian muslim membentuk lima karakter ideal. al-Nisaa’: 77). Komunikasi ilahiah ditandai dengan takbir. 2. suci dan dapat menyesuaikan dengan segala kondisi yang merupakan syarat terciptanya kesehatan mental. Karakter yang berwawasan dan mementingkan masa depan (hari akhir) yang menghendaki adanya karakter yang mementingkan jangka panjang daripada jangka pendek atau wawasan masa depan daripada masa kini (QS. yaitu karakter yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai Qurani dalam tingkah laku nyata. b. Karakter kepribadian Rasuli diantaranya jujur (al-Siddiq). dan keselamatan (al-salamah)9. hlm. dapat dipercaya (al-Amanah). f. Karakter mushailli yaitu karakter yang mampu berkomunikasi dengan Allah dan dengan sesama manusia. menyampaikan informai atau wahyu (al-Tabligh) dan cerdas (al-Fathonah).

3) tidak terikat oleh gemerlapan materi. Dan apabila dirinya terbebas dari nafsu-nafsu rendah maka ia berusaha mengisi diri dengan tingkah laku yang baik. maksiat dan tercela. Ia sadar dalamkerinduan itu terdapat tabir (al-hijab) yang menghalangi hubungannya sehingga ia berusaha menghilangkan tabir tersebut. berzikir dan sebagainya. Dar al-Ma’arif. seseorang akan rindu pada khaliknya. d.c. mengaplikasikan dengan prosedur yang baik dan dlakukan dengan niatan yang baik. tt) hlm. Metode ini bila dilakukan dengan benar maka memberikan kepribadian muhsin yang ditempuh dalam beberapa tahapan10. 6) tawakkal pada putusan Allah. Tahapan ini disebut takhalli yaitu mengosongkan diri dari segalasifat kotor. 8) merasa bersyukur atas nikmay yang Allah berikan. 12) takwa kepada Allah. 17-25 9 . Tahapan ini harus ditopang tujuh pendidikan dan latihan psikofisik yaitu: 10 Ibrahim Basyuniy. Karakter hajji yaitu karakter yang mampu mengorbankan harta. al-Taubah: 103). Tahapan kesungguhan dalam menempuh kebaikan (al-mujabadat) Tahapan ini kepribadian seseorang telah bersih dari sifat-sifat tercela dan maksiat lalu berusaha secara sungguh-sungguh untuk mengisi diri dengan tingkah laku yang baik yang disebut dengan tahapan tahailli. 13) jujur. 5) sabar terhadap cobaan dan melaksanakan kebajikan. Karakter sha’im yaitu karakter yang mampu mengendalikan dan menahan diri dari nafsu-nafsu rendah. (Mesir. e. 2) menjaga diri dari hal-hal yang subhat (al-wara’). 4) merasa butuh pada Allah (al-faqr). yaitu karakter yang berani mengorbankan hartanya untuk kebersihan dan kesucian jiwanya (QS. Tahapan permulaan (al-bidayah) Pada tahap ini. Nasy’at al-Tasbawwuf al-Islamiy. b. 9) ikhlas melakukan apa saja demi Allah. Metode Ihsaniah Ihsan secara bahasa berarti baik. 3. Orang yang baik (Muhsin) adalah orang yang mengetahui hal-hal yang baik. waktu. 11) kontinue dalam melakukan kewajiban (al-istiqomah). Karakter muzakki. 7) ridha terhadap pemberian Allah. yaitu: a. berpikir. serta pemerataan kesejahteraan ummat pada umumnya. 10) takut (al-khauf) dan berharap (al-raja) terhadap Allah. Tahailli adalah upaya mengisi diri dengan sifatsifat yang baik yang terdiri dari beberapa fase yaitu: 1) taubat dari segala tngkah laku yang mengandung dosa. bahkan nyawa demi memenuhi panggilan Allah SWT.

Tahapan merasakan (al-Muziqat) Pada tahapan ini seorang hamba tidak sekedar menjalankan perintah Khalik-nya dan menjauhi larangannya. yaitu memberikan dan menemukan syarat bagi diri sendiri. Mu’atabah. 1) Bakhil 11 Harun Nasution. Ujub. yaitu menghukum diri sendiri karena melakukan keburukan. yaitu bersungguh-sungguh berusaha menjadi baik. 83 10 . Bila seseorang mampu menghilangkan wujud jasmaniah dengan menghilangkan nafsu-nafsu impulsifnya dan tidak terikat oleh materi atau lingkungan sekitar. Muhasabah. (Jakarta. kelezatan. c. makaia telah alfana. Kondisi itu lalu beralih pada ke-baqa-an wujud ruhani yang ditandai dengan tetapnya sifat-sifat ketuhanan11. Muraqabah. yaitu membuat perhitungan terhadap tingkah laku yang diperbuat. jilid II. yaitu mawas diri dari perbuatan maksiat agar selalu dekat kepada Allah. Nifak dan Ghadhab. 1979). Tahapan ini disebut tajalli.• • • • • • • Musyarathah. Dengki. yaitu menyesali diri atas perbuatan dosanya. yaitumembuka penghalang atau tabir agar tersingkap semua rahasia Allah. yaitu: Bakhil. Islam Ditinjau dari Beberapa Aspeknya. Mu’aqabah. kerinduan denganNya. hlm. UI-Press. Aniaya. Mukasyafah. Mujahadah. namun ia merasakan kedekatan. Ketika tahapan itu telah dilalui maka muncul apa yang disebut al-baal yaitu kondisi spiritual dimana sang pribadi telah mencapai kebahagiaan tertinggi yang dicita-citakan. Oleh sufi tahapan ini biasa dilalui dalam dua proses yaitu al-fana dan al-baqa. D. yaitu menempakkan sifat-sifat Allah pada diri manusianya setelah sifat-sifat buruknya dihilangkan dan tabir menjadi sirna. Ayat-ayat Al Quran yang Berkaitan dengan Tolak Ukur Kesehatan Mental • Ayat-Ayat Al-Qur’an Mengenai Beberapa Sifat Tercela (Mazmumah) Sifat-sifat tercela secara tidak langsung atau langsung dapat menimbulkan gangguan dan penyakit kejiwaan yang dalam tulisan ini dibatasi enam sifat tercela.

agama dan lain-lain. orang bakhil biasanya tidak pernah puas mengumpulkan harta benda.Bakhil artinya kikir. Muhammad: 38) 2) Aniaya Aniaya adalah perbuatan yang melanggar hukum dan keadilan serta menimbulkan kerugian pada diri sendiri dan orang lain serta menimbulkan kerusakan terhadap lingkungannya. Maka di antara kamu ada orang yang kikir.’ (QS. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya). kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. dan mereka tidak akan seperti kamu (ini). Ayat Al Qur’an mengenai dengki: 11 . dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain. Ayat Al Qur’an mengenai perbuatan bakhil: ’Ingatlah. Di lain pihak. kepentingan umum. akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.’ (QS. yaitu ketidaksediaan untuk memberikan sebagian hartanya kepada pihak-pihak lain yang membutuhkan seprti. fakir miskin. dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Yunus: 44) 3) Dengki Dengki artinya tidak senang melhat orang lain memperoleh keberuntungan kebajikan. Orang-orang dengki senantiasa mengharapkan bahkan berupaya agar keberuntungan yang diperoleh orang lain hilang ayau jatuh kepada si pendengki itu sendiri. Ayat Al Qur’an mengenai aniaya: ‘Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.‘Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ayat Al-Qur’an mengenai ujub: ‘Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik.’ (QS. (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka. maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Ayat Al Qur’an mengenai nifak: ’Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian". karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri. padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.’ (QS. Al-Baqarah: 8) 12 . AL-Fathir:8) 5) Nifak Nifak artinya bermuka dua atau berpura-pura yang menjadi karakteristik orang munafik.’ (QS. dengan perasaan bahwa dirinya lebih unggul dari orang lain. setelah nyata bagi mereka kebenaran. Al-Baqarah:109) 4) Ujub Ujub artinya membesar-besarkan perbuatan baik diri sendiri dan perasaan puas karenanya. sampai Allah mendatangkan perintah-Nya.

dan Ihsan (akhlak). yaitu: iman (akidah). Islam (syari’ah). Yusuf: 53) • Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Berkaitan Dengan Pentingnya Agama Untuk Kesehatan Mental Sudah tentu semua ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan pentingnya agama untuk keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Zakiah Daradjat dalam tulisan-tulisannya mengenai Agama dan Kesehatan Jiwa menunjukkan pengaruh positif dari pelaksanaan rukun iman dan rukun islam terhadap kondisi kesehatan mental. sedangkan secara umum diartikan sebagai al nafsu al ammarah bissu’ yang selalu mendorong perbuatan jahat sehingga mengakibatkan kerugian pada diri sendiri dan orang lain. Mengingat masalah agama merupakan masalah yang sangat luas dan kompleks.6) Ghadhab Ghadhab diartikan secara khusus sebagai marah atau kemarahan dalam konotasi negatif dan berlebihan. Dengan demikian dalam Islam nyatalah betapa pentingnya pengembangan pribadi untuk meraih kualitas insan paripurna yang didalam otaknya sarat dengan ilmu pengetahuan. dalam artian kondisi kejiwaan yang sehat merupakan hasil sampingan (by product) dari kondosi pribadi yang matang secara emosional. maka tulisan ini hanya mengungkapkan ayat-ayat di Al Qur’an yang berkaitan dengan tiga pilar agama Islam. kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.’ (QS. Ayat Al Qur’an mengenai ghadhab: ‘Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan). karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan. termasuk meraih jiwa yang sehat. Prinsip-Prinsip Islam Untuk Pengembangan Pribadi Dan Kesehatan Jiwa Dalam Islam pengembangan kesehatan jiwa terintegrasi dalam pengembangan pribadi pada umumnya. dan sosial. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. E. terutama matang pula keimanan dan ketetakwaannya kepada Allah SWT. bersemayam dalam 13 . intelektual.

syari’ah dan akhlak. sikap dan perilakunya benar-benar merealisasikan nila-nilai keislaman yang mantap dsan teguh. baik kewajiban terhadap dirinya. serta berusaha menjauhi hal-hal yang dilarang agama. Al-waqarah. kedamaian dan kasih sayang. quietness (keamanan). hlm. Atau. Cara peningkatan kualitas pribadi yang sedikit mendekati tipe ideal: • Hidup secara Islami. 342-349. al-thuma’ninah yang berarti ketenangan. Kata “sakinah” dalam kajian semantik bahasa Arab berasal dari kata sakana yang berarti makan (tempat). op. 14 Ibid. jilid XIII. 15 Anxiety adalah kekhawatiran atau ketakutan yang kuat dan meluap-luap. 213.. Abi al-Fadh Jamal al-Din Muhammad ibn Mukarram ibn Manzur.cit. terdapat sembilan macam. J.. Sakinah juga memiliki arti meninggalkan permusuhan atau 12 13 Muhammad Mahmud Mahmud. masyarakat. dan rileks (al-rahah) batin dalam menjalankan kewajiban. mampu menyesuaikan diri. yakni mengintensifkan dan meningkatkan kualitas ibadah. maupun Tuhan. Lisan Arab (Beirut: Dar al-Shadir. diharapkan para peserta sadar diri akan keunggulan dan kelemahannya. hlm. Terminologi “sakinah” juga memilikii arti (1) al-wada’ah. ketenangan (al-thuma’ninah). dalam arti berusaha secara sadar untuk mengisi kegiatan seharihari dengan hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan nilai-nilai akidah.14 Atau dalam bahasa Inggris berarti calmness (ketenangan). op. hlm. kemapanan (al-sakinah). Dengan ini. menurut Muhammad Mahmud Mahmud. sukn yang berarti ahl aw ‘iyal al-dar (penduduk desa atau negara). • Melakukan latihan intensif yang bercorak Psiko-edukatif.13 Dari pengertian semantik ini. peacefulness (perdamaian). rasa takut atau kekhawatiran kronis pada tingkat yang ringan.kalbunya iman dan takwa kepada Allah SWT. F. kata “sakinah” memiliki arti kemapanan disebabkan memiliki tempat tinggal atau wilayah yang menetap dan tidak berpindah-pindah. • Pelatihan disiplin diri yang lebih berorientasi spiritual-religius.12 yaitu: pertama. menemukan arti dan tujuan hidupnya serta menyadari serta menghayati betapa pentingnya menigkatkan diri. dan serenity (ketenteraman).cit. wataknya terpuji. Tanda-Tanda Kesehatan Mental dalam Islam Tanda-tanda kesehatan mental. 1990). semangat kerja tinggi. 14 . 214. hlm.P Chaplin. maskin yang berarti manzil atau bayt (tempat tinggal atau rumah). 32. Al-Zuhaili dalam tafsirnya memberi arti “sakinah” dengan ketetapan atau ketenangan (al-tsabat dan al-thuma’ninah) jiwa dari segala kecemasan (al-qalaq/anxiety)15 dan kesulitan atau kesempitan batin (al-Idtirar). (2) alrahmah yang berarti kasih sayang.

1992). Madarij al-Salikin bayn Manazil lyyaka Na’budu wa lyyaka Nasta’in. 17 Ibid. Al-Fath: 4). 183. hlm. Tafsir al-Munir.” Firman Allah SWT: ‘(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. 1991). (2) ketenangan dalam bergaul dengan mengevaluasi diri. jilid 10. sebab dalam “sakinah” terdapat aktivitas yang disertai dengan perasaan tenang.peperangan. “kebaikan itu adalah sesuatu yang menenangkan di dalam hati” dan dalam perkataan sahabat. sedang dusta itu meragukan (raibah).18 Pengertian “ketenangan” di dalam istilah sakinah tidak berarti statis atau tidak bergerak. XXVI. Apabila istilah sakinah memiliki arti statis dan tidak bergerak bararti jiwa manusia tidak akan berkembang. Pada jiwa orang-orang mukmin yang takut. 18 Ibnu Qayyim al-Jauziyah membagi sakinah dalam tiga tingkatan: (1) ketenangan dalam kekhusyuan saat melakukan ibadah (QS. hlm. seperti orang yang melakukan kerja dengan disertai rasa ketenangan. resah dan gelisah. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. dan (3) ketenangan yang memperteguh keridhaan dalam menerima bagian. Firman Allah SWT: ’Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Kata thuma’ninah hampir memiliki makna yang sama dengan sakinah. (Beirut: Daral al-Fikr al-Ma’ashir. hlm. hilangnya ketakutan (al-khwf/phobia) dan kesedihan dari jiwa. 503-512. 154. Ingatlah.’ (QS. “kejujuran itu menenangkan. yang hal itu menyalahi hukum-hukum perkembangan. bersikap lemah lembut pada makhluk dan tidak melupakan hak-hak Allah. Al-Ra’d: 28) Ibnu Qayyim mencatat dua perbedaan pendapat mengenai kedudukan sakinah dan thuma’ninah. 195.17 Ibnu Qayyim memberi arti sakinah dengan ketenangan yang dihujamkan oleh Allah SWT.. 218. Menurut sabda Nabi. yaitu ketetapan kalbu pada sesuatu tanpa disertai kekacauan. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Pendapat pertama dinyatakan bahwa thuma’ninah merupakan akibat dari 16 Wahbah al-Zuhaili. Al-Hadid:16). 15 . agar keimanan dan keyakinannya bertambah. jilid.’ (QS. (Cairo: Dar alFikr. jilid II.16 rasa aman (al-aman).

Bila ia membenci seseorang maka tiada dendam. keimanan. Jika batin bersih laksana cermin. Ibnu Qayyim sl-Jauziyah.. jika ia terkena musibah maka musibah itu diserahkan dan dikembalikan kepada Allah (QS. tenang. yaitu: (1) adanya kemampuan individu dalam menghadapi perubahan dan persoalan zaman. dan kebimbangan. bersikap bersahaja dalam menghadapi sesuatu. sehingga menghilangkan ketakutan dan mendatangkan harapan. Bila ia ingin hidup ceria dan bahagia. meskipun mengerjakan pekerjaan yang amat berat. sebab sesuatu yang dibenci terkadang memiliki nilai baik. seperti karena tidak dipedulikan atau dimarahi ibunya. Al-Baqarah:156). Bila ia mengalami goncangan jiwa. 512-518. dan mencapai kedudukan pada cahaya yang abadi. maka elemenelemen yang jahat mudah bersenyawa dan membentuk komposisi tubuh yang gampang terkena goncangan. (2) kemampuan individu dalam bersabar menghadapi 19 Ibnu Qayyim membagi thuma’ninah dalam tiga tingkatan: (1) thuma’ninah karena berdzikir kepada Alah. Sementara batin yang penuh kotoran maka ia membentuk biang-biang dan karat-karat dosa yang berasal dari akumulasi persenyawaan elemen-elemen jahat. ia segera lupa dan dapat tidur pulas. Ibnu Qayyim menyatakan bahwa thuma’ninah lebih umum dari pada sakinah. op. dan berkumpul setelah berpisah. segera diketahui dan mudah untuk dihapus. hlm. Kondisi rileks memiliki korelasi yang signifikan dengan kesucian batin. maka cukup dengan permainan yang sarananya cukup sederhana. dan (3) thuma’ninah karena menyaksikan kehadiran kasih sayang Tuhan. kotoran. yang tumbuh dalam keadaan bersih dan suci dari segala dosa. Bila ia menangis maka dengan segera dapat tersenyum dan tertawa terbahakbahak.sakinah. Relaksasi batin seseorang tercermin sebagaimana ketika ia dilahirkan. rindu akan janji. yaitu keadaan batin yang santai. tetapi segera melupakan dan kembali timbul keakraban. dan penyakit. keyakinan. menggapai kebakaan. Kondisi mental yang tenang dan tenteram dapat digambarkan dalam tiga bentuk.cit.19 Sedangkan rileks (rahah) merupakan akibat dari sakinah dan thuma’ninah. (2) thuma’ninah ruh ketika mencapai tujuan kasyaf (terbukanya rahasia Tuhan). Al-Baqarah:216). Seseorang yang memiliki jiwa yang kotor dan penuh dosa karena maksiat. Menyikapi dua perbedaan ini. bahkan thuma’ninah merupakan puncak sakinah. dan tanpa adanya tekanan emosi yang kuat. sebab thuma’ninah mencakup ketenangan dari ilmu. Misalnya. Dosa adalah apa yang dapat memuaskan dan membahagiakan jiwa. sementara sesuatu yang disenangi memiliki nilai buruk (QS. keresahan. tanpa menggantungkan diri dengan minum-minuman keras dan obat tidur. sedang sakinah hanya mencakup ketenangan dari rasa takut. tanpa memerlukan zat adiktif seperti Narkoba. Pendapat yang lain dinyatakan bahwa sakinah merupakan akibat thuma’ninah. maka setitik noda yang menempel di dalamnya. 16 .

al-Baqarah:155). baik berkaitan dengan kondisi fisik. Anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia terdapat dua jenis. seperti keadaan postur tubuh. al-Bukhari dan Muslim). ia dilahirkan dari keluarga tertentu. Sebaliknya. al-Bukhari) Ketiga. keterampilan. asih. Firman Allah SWT : “Supaya mereka dapat makan dari buahnya. Manusia yang sehat tentunya akan mengerahkan segala daya upayanya secara optimal agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Orang yang sehat mentalnya adalah orang yang menerima keadaan sendiri. sebab Nabi Dawud makan dari hasil kerjanya sendiri. dan kedudukannya secara baik maka ia dapat bekerja dengan baik pula. dan sebagainya. sehingga ia mampu bergaul dan menyesuaikan diri dengan orang lain. dan (3) kemampuan individu untuk optimis dan menganggap baik dalam menempuh kehidupan. memadahi (al-kifayah) dalam beraktivitas. yang pada saatnya mendatangkan penyakit mental.persoalan-persoalan hidup yang berat. Tanda kesehatan mental yang lain adalah adanya kesediaan diri untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan orang lain. yaitu: (1) bersifat alami (fitri). dan asuh. Yasin:35). dan hal itu merupakan tanda dari kesehatan mentalnya. bagaimana memfungsikan karakter agresif. Seseorang yang mengenal potensi. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. seperti bagaimana mendayagunakan postur tubuh yang gemuk dalam bekerja atau berkarier. menerima keberadaan dirinya dan keberadaan orang lain. Sikap yang dikembangkan seperti cinta kepada sesama saudaranya seperti ia menyintai dirinya sendiri (HR. karena keadaan itu merupakan anugerah (fadhl) dari Allah SWT untuk menguji kualitas kerja manusia. kecantikan/ketampanan atau keburukannya. Manusia yang sehat akan mensyukuri anugerah itu tanpa mempertanyakan mengapa Tuhan menciptakan seperti itu. Firman Allah SWT: 17 . kedudukan. alInsyirah:4-5). sebab di balik penciptaan-Nya pasti terdapat hikmah yang tersembunyi. Sabda Nabi SAW: “makanan yang lebih baik dimakan oleh seseorang adalah makanan yang berasal dari jerih payahnya sendiri. misalnya cobaan akan ketakutan dan kemiskinan (QS. sebab setiap ada kesulitan pasti akan datang kemudahan (QS. maupun kemampuanya. dan sebagainya. sikap saling membantu. potensi. Kedua.” (HR. dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka.asah. (2) dapat diusahakan (kasbi). seseorang yang memaksa menduduki jabatan tertentu dalam bekerja tanpa diimbangi kemampuan yang memadai maka hal itu akan mengakibatkan tekanan batin.

maka jiwa harus dapat menahan diri. An-Nisa’: 32) Keempat. adanya kemampuan untuk memelihara atau menjaga diri. Berkorban berarti kepedulian diri seseorang untuk kepentingan bersama dengan cara memberikan sebagian kekayaan dan/ atau kemampuannya.’ (QS. sehingga ia berani menanggung segala risiko akibat kesalahannya. apabila seseorang menerimanya dalam kondisi baik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. kesehatan mental seseorang ditandai dengan kemampuan untuk memilah-milah dan mempertimbangkan perbuatan yang akan dilakukan. kemudian ia senantiasa berusaha memperbaikinya agar tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. melainkan digunakan untuk kemashalatan di jalan Allah. menyikapi secara apatis dan pesimis. artinya. Kedua persoalan ini dianggap sebagai tanda kesehatan mental. 18 . Namun apabila diterima dalam kondisi kurang baik. Keenam. Sebagai amanah. namun jika untuk kepentingan ibadah atau takwa kepada Allah SWT maka harus dilakukan sebaik mungkin. Kelima. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan. Perbuatan yang baik menyebabkan pemeliharaan kesehatan mental. maka tidak boleh disia-siakan atau mensikapi dengan sikap yang meledak-ledak sehingga mengganggu stabilitas emosi. maka tidak boleh mengumpat-ngumpat. sekaligus sebagai tanda-tanda kesehatan mentalnya. memiliki kemampuan untuk berkorban dan menebus kesalahan yang diperbuat. dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan. maupun agama. hanyalah amanah Allah SWT semata.’Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. baik berupa jiwa-raga atau kekayaan. sosial. sebab apa yang dimiliki menusia. apalagi mengkufurinya. Jika perbuatan itu semata-mata untuk kepuasan seksual. kemampuan untuk memikul tanggunga jawab. baik tanggung jawab keluarga. Sedang menebus kesalahan artinya kesadaran diri akan kesalahan yang diperbuat. Tanggung jawab menunjukkan kematangan diri seseorang. dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.

Apabila ia ditimpa musibah maka yang lain ikut membantunya. keinginan yang terkatung-katung akan menambah beban batin dan kegilaan. melainkan dari kualitas dan berkahnya. Davis bersama Newstrom mendefinisikan kepuasan sebagai “perasaan dan sikap individu tentang 20 Motif (motive) adalah suatu keadaan ketegangan di dalam individu. dan beramalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau nati esok hari. Kedelapan. kegilaan. Keingina yang terealisir dapat memperkuat kesehatan mental. tidak asing di lingkungannya sendiri. Kepuasan dan kebahagiaan dikatakan sebagai tanda-tanda kesehatan mental. Ketujuh. atau. dan adu domba. Dikap penerimaan nikmat yang mendatangkan kepuasan atau kebahagiaan tidak selalu dipandang dari sisi kuantitatif. iri hati. adanya rasa kepuasan. Atau. sebab individu merasa sukses. yang diberikan individu bagi tingkah lakunya. Pergaulan hidupnya dilandasi oleh sikap saling curiga. Hal itu dianggap sebagai tanda kesehatan mental.Sikap yang seharusnya dilakukan adalah menerima dengan baik dan berusaha seoptimal mungkin. buruk sangka. dan terpenuhi kebutuhan hidupnya. Kepuasan adalah suatu kondisi kesenangan dan kesejahteraan seseorang karena telah mencapai satu tujuan atau sasaran. kegembiraan (al-farh atau al-surur) dan kebahagiaan (al-sa’adah) dalam mensikapi atau menerima nikmat yang diperoleh. dan hidupnya mendapatkan simpati dari lingkungan sosialnya. Keinginan yang baik adalah keinginan yang dapat mencapai keseimbangan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. sebab masing-masing pihak merasa hidup tidak sendiri. telah terbebas dari segala beban. satu perasaan yang menyertai seseorang setelah ia memuaskan satu motif. Apabila ia mendapatkan keluasan rizki maka yang lain ikut menikmatinya. dan kegagalan. memiliki keinginan yang realistik. Dengan melakukan yang demikian itu maka hidupnya tidak menjadi salah tingkah. 19 .20 Unsur utama dalam kepuasan adalah adanya perasaan senang dan sejahtera dan perasaaan itu timbul setelah suatu tujuan motif dicapai.” Kesembilan. kemampuan individu untuk membentuk hubungan sosial yang baik yang dilandasi sikap saling percaya dan saling mengisi. sebaliknya. Kepuasan (satisfaction) merupakan salah satu suasana batin seseorang yang secara umum dapat disebabkan oleh beberapa faktor dalam memasuki semua aspek kehidupan. cemburu. Hal itu sesuai dengan hadits Nabi yang mauquf riwayat Ibnu Qutaibah: “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup untuk selamanya. yang membangkitkan. sehingga dapat diraih secara baik. memelihara dan mengarahkan tingkah laku menuju pada satu tujuan atau sasaran. alasan yang disadari. Keinginan yang tidak masuk akal akan membawa seseorang ke jurang angan-angan. lamunan.

1996). benar. dan sebagainya. kepuasan yang esensial. Newstrom. hirarki kebutuhan tersebut digolongkan atas dua taraf. namun terdapat penyebab lain yang hakiki. meliputi apa saja yang terkandung dalam aktualisasi diri seperti keadilan. 22 Philip R. Perilaku dalam Organisasi. terj Agus Dharma (Jakarta: Erlangga. Dengan ridha Allah pula ia mendapatkan kepuasan dari aktivitasnya tanpa mengganggu hak-hak orang lain. Ridha Allah menjadi sumber kepuasan hidup. Menurut teori Abraham Maslow. Cinta dianggap sebagai tanda kesehatan mental sebab cinta menunjukkan citra diri positif. 412. saling kasihmengasihi. yang meliputi kebutuhan fisik. hlm. cinta dan ikut memiliki (sosial). yaitu: (1) kebutuhan-kebutuhan taraf dasar (basic needs). rasa aman dan terjamin. terutama yang dikembangkan dalam psiko-sufistik adalah kepuasan disebabkan adanya keridhaan dari Allah SWT. dendam.menyenangkan atau tidaknya suatu aktivitas yang bersumber dari seperangkat keinginan. 105-106. Newman. Illinois: The Dorsey Press. 21 Keith Devis and John W. kesatuan. rukun.22 Tanpa menafikan teori Maslow. Psychology (Homewood. jujur. Cinta mendorong individu untuk hidup berdamai. keteraturan. yaitu kebutuhan meta-material. kebaikan. kebutuhan. 20 . dan (2) metakebutuhan-metakebutuhan (meta needs). dan menjauhkan dari kebencian. dan pengalaman masa lalu yang membentuk harapan. dan pertikaian. permusuhan. keindahan. hasrat. Tanda-tanda kesehatan mental selain tanda-tanda di atas adalah adanya perasaan cinta (al-mahabbah). dan mentaati segala aturan. sebab kondisi itu tidak akan diperoleh seseorang kecuali ia beraktivitas secara baik. seperti kebutuhan spiritual. Newman and Barbara M. hlm. dan harga diri.”21 Kriteria kepuasan atau kebahagiaan batin seseorang tidak semata-mata disebabkan terpenuhinya kebutuhan material. 1983).

Sedangkan tahapan Ihsaniah. pola negatif (salabiy). suci dan dapat menyesuaikan dengan segala kondisi yang merupakan syarat terciptanya kesehatan mental. karakter Qurani. kata mental berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kejiwaan. Metode Islam dapat membentuk karakter muslim yang mendorong seseorang untuk hidup bersih. 21 . Musthafa Fahmi. metode iman. pola positif (ijabiy). (Jeddah: Dar al-Syuruq. Kedua. jadi dapat diambil kesimpulan bahwa mental hygiene berarti mental yang sehat atau kesehatan mental. haqiqah dan ma’rifat. 1984). bahwa kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari segala neurosis (alamradh al-ashabiyah) dan psikosis (al-amradh al-dzihaniyah).BAB III PENUTUP Istilah Kesehatan Mental diambil dari konsep mental hygiene. ‘Ilm al-Nafs al-Ma’ashir fi Dhaw’I al-Islam. metode tahali. thariqah. hlm. dan tajalli. 2) metode Islam yang berkaitan dengan prinsip-prinsip ibadah dan muamalah. dan ketiga. 3) metode ihsan yang berkaitan dengan prinsp-prinsip moral atau etika. 23 Muhammad Mahmud Mahmud. karakter yang berwawasan dan melihat ke masa depan dan karakter takdiri. takhalli. 336-337. Kedua. Islam dan ihsan. dibentuk dalam tiga tahapan yaitu: Tahapan permulaan (al-bidayah). karakter Rasuli. sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad Mahmud Mahmud. Terdapat tiga pola yang mengungkapkan metode pemerolehan dan pemeliharaan kesehatan mental dalam perspektif Islam: Pertama. metode syariah. dan Tahapan merasakan (al-Muziqat). Tahapan kesungguhan dalam menempuh kebaikan (al-mujabadat).23 menemukan dua pola dalam mendefinisikan kesehatan mental: pertama. Sebuah hadits menunjukkan tiga metode yang mengungkapkan metode pemerolehan dan pemeliharaan kesehatan mental yaitu: 1) metode iman yang berkaitan dengan prinsipprinsip kepercayaan dan keyakinan kepada Tuhan dan kepada hal-hal yang gaib. Metode imaniah akan membentuk karakter Rabbani. Kata mental memilki persamaan makna dengan kata Psyhe yang berasal dari bahasa latin yang berarti Psikis atau Jiwa. karakter Maliki.

Diakses tanggal 4 November 2009 pukul 9.com/2008/05/kesehatan-mental-dan-dinamika.com/109080-kesehatan-mental Mujib. Abdul. Daradjat.com/2008/05/19/agama-dankesehatan-mental/ Kesehatan Mental. (1995). D.blogspot. (2008). Agama dan kesehatan mental.org/hal-faktor-yang-mempengaruhi-kesehatan-mental-manusiainternal-dan-eksternal-psikologi Hasyim.37 pm dari http://mawardiumm.13 pm dari http://www.html 22 . (1982). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kesehatan Mental dan Dinamika Kepribadian dalam Islam (bagian 1). Internal Dan Eksternal .wordpress. F. Nuansa-nuansa psikologi Islam. Diakses tanggal 4 November 2009 pukul 9. Rz Mawardi. H.46 pm dari http://yodisetyawan.wattpad. (2008).DAFTAR PUSTAKA Bastaman. Diakses tanggal 4 November 2009 pukul 9. menuju psikologi Islami. Imam. Integrasi psikologi dengan Islam. (2002).19 pm dari http://organisasi.Psikologi. Jakarta: PT Gunung Agung. M.Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Islam dan kesehatan mental. (2007). Zakiah. Hal / Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Manusia. Diakses tanggal 4 November 2009 pukul 9. Godam64.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful