Proposal Penelitian Kualitatif (Skripsi

)

Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistickontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan cirri-ciri naturalistic yang penuh keotentikan.

Format Proposal Penelitian Kualitatif

1. Konteks Penelitian atau Latar Belakang Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk maksud apa peelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian. (Lihat juga membuat pendahuluan skripsi )

2. Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik -topik pokok yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini. Apabila digunakan istilah rumusan masalah, fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan. Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan.

3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan.

4.

Landasan Teori

Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu ³teori´.

5. Kegunaan Penelitian Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.

6. Metode Penelitian Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian. a. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pada bagian II peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berfikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas. b. Kehadiran Peneliti Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan. c. Lokasi Penelitian Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara

jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci. d. Sumber Data Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data, da teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling). Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu. e. Prosedur Pengumpulan Data Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas da struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data. f. Analisis Data Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan -bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika. (lihat analisis ) g. Pengecekan Keabsahan Temuan Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan mengunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi(menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferrability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapattidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability) .

nama awal. 7. termasuk subjudul 4. kota tempat penerbitan. semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi. Tatacara penulisan daftar rujukan. Daftar Rujukan Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. tanpa ge lar akademik. dan 5. tesis. Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi: 1. judul. tahun penerbitan 3. Artinya. sampai pada penulisan laporan. (Lihat Contoh cara membuat rujukan) Lihat resource yang lain: Prinsip Metodologi Penelitian Definisi Penelitian Jenis-jenis Penelitian Kode Etik Penelitian di Internet How to Do Ethnographic Research: A Simplified Guide Sampling Methods Components of a Research Proposal Rencana Kerja Penulisan Proposal Skripsi Sample Proposal (English) Sample Proposal (Arabic) . nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir. penelitian sebenarnya. 2. nama penerbit. nama tengah.h. Tahap-tahap Penelitian Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan penelitian mulai dari penelitian pendahuluan. pengembangan desain. bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya.

Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti. Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika. masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.Proposal Penelitian Kualitatif Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal Penelitian Kajian Pustaka Proposal Penelitian Pengembangan Proposal Penelitian Kuantitatif (Skripsi) Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. jenis atau sifat hubungan antara variabelvariabel tersebut. gagasan para ahli. rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori. kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. kemudian dikembangkan menjadi permasalahanpermasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan. dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Latar Belakang Masalah Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya. Contoh: Apakah terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika?. hasil-hasil penelitian. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori. Selain itu. dan subjek penelitian. (Tips membuat rumusan masalah ) 3. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. . Dengan demikian. dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat. padat. (lihat pendahuluan ) 2. jelas. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Rumusan Masalah Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Format Proposal Penelitian Kuantitatif 1.

karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Penelitian kluantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian. Dengan kata lain. tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. teknik . atau disertasi hasil penelitian kuantitatif. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. (c) dirumuskan secara singkat. serta (d) dapat diuji secara empiris. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu. Namun. Namun secara teknis. maka di dalam latar belakang masalah sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam bentuknya yang ringkas. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih. Artinya. Dalam bagian ini dapat juga dipaparkan penjabaran variabel menjadi subvariabel beserta indikator-indikatornya. Asumsi Penelitian (jika diperlukan) Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. Keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam skripsi. dan disertasi. Atas dasar inilah. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka. Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecerdasannya sedang. dan jelas. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian. Oleh karena itu subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. padat. Misalnya. Kegunaan Penelitian Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. 6. Hipotesis Penelitian (jika ada) Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. dan lokasi penelitian. 5. 7. populasi atau subjek penelitian. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan. melainkan telah ditunjukan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Pertama.4. Contoh: Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika. tesis. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. tesis. dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antarvariabel. keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian Yang dikemukakan pada bagian ruang lingkup adalah variabel-variabel yang diteliti. peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural.

dan menggunakan desimal. terutama dalam penelitian eksperimental. dan komparasi kausal. Rancangan Penelitian Penjelasan mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk setiap jenis penelitian. Pada penelitian noneksperimental. Definisi istilah dapat berbentuk definisi operasional variabel yang akan diteliti. terutama penelitian eksperimental. deskriptif. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Di samping itu. (4) pengumpulan data. dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. tesis. keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat. Definisi istilah lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti.penelitian. Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam skripsi. atau disertasi. apakah penelitian eksploratoris. dan (5) analisis data. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. (3) instrumen penelitian. membagi. Di samping itu. Dalam penelitian eksperimental. atau penelitian historis. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akan memudahkan pengukurannya. ataupun karena faktor logistik. (Lihat beberapa kesalahan dalam desain penelitiian) b. mengalikan. sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subjek tergantung pada cara pengambilan datanya. mengurangi. bahasan dalam subbab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya. dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya. penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. (2) populasi dan sampel. a. (Lihat Glossary) 9. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatui vari bel. Definisi istilah disampaikan secara langsung. . tradisi. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Populasi dan Sampel Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. korelasional. Metode Penelitian Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakup aspek (1) rancangan penelitian. Contoh a definisi operasional dari variabel ³prestasi aritmatika´ adalah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah. survai. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi. Kedua. akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian. 8. eksplanatoris. rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabelvariabel terikat. Dalam survai. etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari data yang diinginkan. Definisi Istilah atau Definisi Operasional Definisi istilah atau definisi operasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurangjelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan.

Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik. paling tidak ditinjau dari segi isinya. harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrumen. Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan. perlu juga . tetap ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan kakarteristik populasinya. Untuk alat dan bahan harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. terutama disertasi. Oleh karena itu. maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. bukan kecanggihannya. yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian. Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti. Dilihat dari metodenya. Instrumen penelitian Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrikdan statistik nonparametrik. Pengumpulan Data Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh dab teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam tesis. ada dua jenis statistik yang dapat dipilih. Kerepresentatifan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian sampel terhadap populasinya. d. Proses mendapatkan ijin penelitian. Jadi. dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan. serta (c) besarnya sampel. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Penerapan statistik parametrik secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi). (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel. subbab instrumen penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan.Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data. halhal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah (a) identifikasi dan batasanbatasan tentang populasi atau subjek penelitian. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpulan data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. c. Sebuah instrumen yang baik juag harus memenuhi persyaratan reliabilitas. sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan tertentu. Oleh karena itu. menemui pejabat yang berwenang. Analisis Data Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan. e. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif. dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data.

Sebaliknya.dijelaskan alasan pemilihannya. peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. buku teks. 11. Selanjutnya. Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi: 1. Pada bagian akhir kajian pustaka dalam tesis dan disertasi perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. berdasarkan kajian pustaka dapatlah diidentifikasi posisi dan peranan penelitian yang sedang dilakukan dalam konteks permasalahan yang lebih luas serta sumbangan yang mungkin dapat diberikan kepada perkembangan ilmu pengetahuan terkait. Dengan prinsip kemutakhiran. skripsi. laporan seminar dan diskusi ilmiah. yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan Bab I. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti. tesis. Tatacara penulisan daftar rujukan. terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Landasan Teori Dalam kegiatan ilmiah. nama tengah. nama awal. disertasi. dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Artinya. 2. maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. dan disertasi harus dicantumkan dalam d aftar rujukan. makalah. Akan lebih baik jika kajian teoretis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer. laporan penelitian. semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi. Sebaliknya. maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. Untuk tesis dan disertasi. . Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir. Daftar Rujukan Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti. maka uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. (lihat analisis ) 10. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria. Apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan programnya. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal. Kajian pustaka memuat dua hal pokok. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. misalnya SPSS for Windows. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu subbab tersendiri. tesis. teori yang dikaji tidak hanya teori yang mendukung. tetapi juga teori yang bertentangan dengan kerangka berpikir peneliti. Untuk disertasi. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti yang dipaparkan dalam Landasan Teori atau Kajian Pustaka. jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer). yakni (1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) prinsip relevansi. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan penelitian. tanpa gelar akademik.

Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh: 1. dalam rangka . (5) Bidang ilmu yang diteliti. dan 5. (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Mempunyai alasan intelektual. judul. (2) Pendekatan. nama penerbit. termasuk subjudul 4. (Lihat Contoh cara membuat rujukan) Lihat resource yang lain: Prinsip Metodologi Penelitian Definisi Penelitian Jenis-jenis Penelitian Kode Etik Penelitian di Internet How to Do Ethnographic Research: A Simplified Guide Sampling Methods Components of a Research Proposal Rencana Kerja Penulisan Proposal Skripsi Sample Proposal (English) Sample Proposal (Arabic) Proposal Penelitian Kualitatif Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal Penelitian Kajian Pustaka Proposal Penelitian Pengembangan Jenis-jenis Penelitian Ilmiah Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. kota tempat penerbitan. (8) Keilmiahan. Berikut ini masingmasing pembagiannya. (3) Tempat. Basic Research (Penelitian Dasar).tahun penerbitan 3. (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh. (7) Teknik yang digunakan. antara lain berdasarkan: (1) Tujuan. (6) Taraf Penelitian.

Library Research (Penelitian Kepustakaan). 3. tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi. dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya. Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah: 1. efisien. menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. langsung di lapangan. Penelitian Sosial. Penelitian Eksakta. secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia. dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. Fisika. Berdasarkan Tempat Penelitian : 1. Mempunyai alasan praktis. hukum. 2. 2. keinginan untuk mengetahui. Berdasarkan Keilmiahan : 1. biasanya bersifat eksperimen atau percobaan. pendidikan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggirendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu: 1. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti: 2. Penelitian Ilmiah Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran. . 2. Berdasarkan Bidang yang diteliti: 1. bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium). Teknik. Applied Reseach (Penelitian Terapan). Experimen Research (Penelitian Percobaan). dsb. dsb.pengembangan ilmu pengetahuan. Berdasarkan Teknik yang digunakan : 1. Survey Research (Penelitian Survei). Purposiveness. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain. 2. dilaksanakan pada tempat tertentu / lab. fokus tujuan yang jelas. efektif. Field Research (Penelitian Lapangan).

Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok. pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Variabel : masa lalu. Penelitian ini dapat berupa : 1. Ekonomi (Mikro. Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya. Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa. 2. Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional. Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis. Hukum (Perdata. Mempelajari masalah dalam masyarakat. dll. Teknik. . proses yang sedang berlangsung. Testibility. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel. Manajemen. bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik. Internasional). Penelitian Exploratif (Penjajagan). Parsimony. Terbuka. 2. teliti. Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat. Penelitian Deskriptif. Makro. Pemasaran). Tatanegara.2. mencari-cari. Generalizability. Agronomi. 8. sekarang. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda. Peneliti mengembangkan konsep. yang ditatap. Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah) y y Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting. Pidana. 4. pandangan. daerah dsb. 3. tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi. Precision. Rigor. Pembangunan). Kehumasan/PR. Periklanan). Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna. 7. Hama Tanaman). Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan. pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. menghimpun fakta. yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Budi Daya Tanaman. Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian. Keuangan. prosedur pengujian hipotesis jelas Replicability. pengaruh dari suatu fenomena. Komunikasi (Massa. PENELITIAN SECARA UMUM : o Penelitian Survei: y y y y y y Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada. akan datang. Pertanian (agribisnis. 5. memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik. sikap. 6. Bisnis. Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen. Objectivity.

membuktikan teori. 2. 3. Penelitian Prediksi. 4. 1998-2003. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Tesis. Dalam riset ini data merupakan sumber teori. o Grounded Research Mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan. mengembangkan teori. meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait-mengkait. Menggunakan data yang sama. Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar. pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu 2. 5. Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan). Penelitian Evaluasi. menetapkan konsep. TUJUAN PENELITIAN : Secara umum ada empat tujuan utama : 1. Disertasi) PERANAN PENELITIAN 1. meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi. Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program). Penelitian Pengembangan Sosial. Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada 3. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis. 3. teori berdasarkan data. Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru : PERSYARATAN PENELITIAN : . Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan. bertujuan mengadakan generalisasi empiris. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada 4.tapi tidak menguji hipotesis. 6. Pemecahan Masalah. Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu. menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis. Teori menerangkan data setelah data diurai.

Dilakukan dengan hati-hati. dari mana diperoleh? Observasi. 10. Apa jenis data akan menentukan teknis analisisnya 10. Merumuskan Masalah. cermat. memerlukan ketekunan dan pengertian terhadap data. Parismony. Sistematis/Pola tertentu 3. objeknya apa. 2. 6. 5. dengan cara apa? 9. 9. Mengikuti konsep ilmiah 2. Menentukan variabel dan Sumber data. PROSEDUR / LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN : Garis besar : 1. Memilih pendekatan. Pelaksanaan penelitian. Bersifat objektif. apakah hipotesis terbukti? . jelas. Studi Pendahuluan. Terencana Penelitian dikatakan baik bila : 1. Objectivity. Coherency. 4. 3. jenis / tipe penelitian : sangat menentukan variabel apa. memerlukan kepekaan 2. subjeknya apa. Pembuatan laporan penelitian Bagan arus kegiatan penelitian 1. studi eksploratoris. interview. Replicability. sebagai tempat berpijak. 8. Purposiveness. 6. Testability. 3. Mengumpulkan data. Consistency. Generalization. Menarik kesimpulan. Dapat diuji atau dikaji. ke mana harus pergi dan dengan apa 4. metode atau cara penelitian. tidak berlebihan. data/ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata/ungkapan yang memiliki arti sama. kuesioner? 8. 3. dari mana harus mulai. Apa yang akan diteliti? Data diperoleh dari mana? 7. Analisis data. mencari informasi. Exactitude. apa jenis data. 7. Tujuan yang jelas. Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya. Dapat diulang oleh peneliti lain. sumber datanya di mana. (hipotesis).1. Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel. memerlukan kejujuran. Merumuskan anggapan dasar. Hemat. Menentukan dan menyusun instrumen. Memilih Masalah. 2. 5. Pembuatan rancangan. teliti. Precision and Confidence. dari mana. Berlaku umum.

Sumber: (abdulhamid. saya hanya bisa bingung. Rene Descartes Dalam karyanya Discourse On Methoda. Metodologi juga dapat dipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaidah penalaran yang tepat. dimana dalam menentukan plot di lapangan. Beberapa prinsip metodologi oleh beberapa ahli. memerlukan penguasaan bahasa yang baik dan benar.com) Prinsip Metodologi Penelitian Ilmiah Mengingatkan saya sewaktu pertama kali mendapat tugas untuk mengerjakan proposal pada mata kuliah Metodologi Penelitian. ia pertama-tama membagi daerah dalam 4 (empat) buah blok. Jika kita membicarakan bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian dilakukan. Asumsi-asumsi yang dimaksud adalah pendirian atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupun peneliti di dalam kegiatan ilmiah mereka.files. maka yang dibicarakan adalah Metode Penelitian. Kemudian blok-blok tersebut dibagi 4 (empat). (http://supermahasiswa. Jika kita membicarakan metodologi maka hal yang tak kalah pentingnya adalah asumsi-asumsi yang melatarbelakangi berbagai metode yang dipergunakan dalam aktivitas ilmiah. Karena banyak hal (misal bolos kuliah). Berikut ini saya kutipkan beberapa prinsip metodologi dari Titin Supenti dalam Sukses Membuat Proposal .wordpress. Diteruskan dengan memberikan perlakuan pada masing-masing blok tersebut. Maka yang dibicarakan di sini adalah Prosedur Penelitian. dikemukakan 6 (enam ) prinsip metodologi . dan seterusnya. diantaranya: A. ³Apa yang harus saya isi pada bagian ini? Apa bisa µmengarang indah¶?´ Akhirnya saya sedikit mengerti tentang metodologi: (mudahnya kurang lebih begini) Jika seorang berbicara tentang cara seorang peneliti melakukan percobaan lapangan. Menyusun laporan. Prinsip Metodologi Metodologi merupakan bagian epistemologi yang mengkaji perihal urutan langkahlangkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri Ilmiah.11.multiply. akhirnya sewaktu bertemu bagian metodologi.com/journal/item/5/Sukses_Membuat_Proposal_Penelitian).

yaitu: 1. B. Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: (1) Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri. Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya karena ciptaan Tuhan. (3) Berusaha lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia. sambil berpegang pada agama yang diajarkan sejak masa kanak -kanak. Akal sehat menurut Descartes ada yang kurang. 3. Menjelaskan kaidah-kaidah pokok tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitas ilmiah maupun penelitian. dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan diantara objek yang sebelum itu tidak mempunyai ketertiban baru. Jiwa manusia itu abadi. Terdapat dua jenis verifikasi yaitu: 1. Jiwa secara kodrat tidak mungkin mati bersama dengan tubuh. jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui. dan adakan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan. Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acap kali terkecoh oleh indera. 2. (5)Langkah yang digambarkan Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalam memperoleh kebenaran yang pasti. (2) Bertindak tegas dan mantap. baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. Menegaskan perihal dualisme dalam diri manusia yang terdiri atas dua substansi yaitu RESCOGITANS (jiwa bernalar) dan RES-EXTENSA (jasmani yang meluas). Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang.(3) Arahkan pemikiran anda secara jernih dan tertib. Oleh karena itu. namun kita tidak mungkin meragukan kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu ragu. Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapat mendukung metode yang dimaksud yaitu: (1) Jangan pernah menerima baik apa saja sebagai yang benar. kita dapat saja meragukan segala sesuatu. namun yang terpenting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah. adapula yang lebih banyak memilikinya. Kita memang dapat membayangkan diri kita tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kita tidak bereksistensi. 4. lalu meningkat sedikit demi sedikit. maka tertata lebih baik. Alfred Julesayer Dalam karyanya yang berjudul Language. Artinya. karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. Atas ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani. 5. dengan cermat hindari kesimpulankesimpulan dan pra konsepsi yang terburu-buru dan jangan memasukkan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi. Verifikasi dalam arti yang ketat (strong verifiable) yaitu sejauh mana kebenaran suatu . Truth and Logic yang terkait dengan prinsip metodologi adalah prinsip verifikasi. setahap demi setahap ke pengetahuan yang paling kompleks. (4) Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin. (2) Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik.

R. Hipotesa yang berhasil dibenarkan (justifikasi) akan berubah menjadi hukum. Popper menolak anggapan umum bahwa suatu teori dirumuskan dan dapat dibuktikan kebenarannya melalui prinsip verifikasi. K. yaitu bahwa sebuah pernyataan dapat dibuktikan kesalahannya. ataukah teori kebenarannya bersifat sementara. bahwa sebuah pernyataan itu dapat dibenarkan berdasarkan bukti-bukti verifikasi pengamatan empiris. K. 2. K. 3. hukum. dan lain-lain). Verifikasi dalam arti yang lunak. maka hipotesa tersebut semakin diperkokoh (CORROBORATION). Setiap teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori lain yang lebih tepat. terutama pada asas verifiabilitas. Teori-teori ilmiah selalu bersifat hipotetis (dugaan sementara). Ayer menampik kekuatiran metafisika dalam dunia ilmiah.R. Namun apabila suatu hipotesa dapat bertahan melawan segala usaha penyangkalan. . Popper seorang filsuf kontemporer yang melihat kelemahan dalam prinsip verifikasi berupa sifat pembenaran (justification) terhadap teori yang telah ada. kuning. Selanjutnya hipotesa itu dikukuhkan dengan cara menemukan bukti-bukti empiris yang dapat mendukungnya.multiply. 2. Karl Raimund Popper K. 3. Misalnya. sejauh belum ada ditemukan kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya. hijau. Maksudnya sebuah hipotesa.R Popper menawarkan pemecahan baru dengan mengajukan prinsip FALSIFA BILITAS. Sumber: http://supermahasiswa.com/journal/item/5/Sukses_Membuat_Proposal_Penelitian. Popper mengajukan prinsip verifikasi sebagai berikut: 1.R. tak ada kebenaran terakhir. Akhirnya. maka runtuhlah pernyataan tersebut. karena pernyataanpernyataan metafisika (termasuk etika theologi) merupakan pernyataan yang MEANING LESS (tidak bermakna) lantaran tidak dapat dilakukan verifikasi apapun C.proposisi (duga-dugaan) itu mendukung pengalaman secara meyakinkan. semoga peristiwa mengarang indah seperti yang saya lamunkan dapat dihindari dan sekelumit eceran informasi ini bisa mengisi penelitian yang benar indah. Pengamatan yang berulang ulang itu akan memperlihatkan adanya ciri-ciri umum yang dirumuskan menjadi hipotesa. jika ada pernyataan bahwa semua angsa berbulu putih melalui prinsip falsifiabilitas itu cukup ditemukan seekor angsa yang bukan berbulu putih (entah hitam. Cara kerja metode induksi yang secara sistematis dimulai dari pengamatan (observasi) secara teliti gejala (simpton) yang sedang diselidiki. Popper menolak cara kerja di atas. yaitu jika telah membuka kemungkinan untuk menerima pernyataan dalam bidang sejarah (masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataan yang mengandung makna.

Beberapa pakar lain memberikan definisi penelitian sebagai berikut : . Pengertian Penelitian P enelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan secara teliti. dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu.Lihat resource yang lain: Prinsip Metodologi Penelitian Definisi Penelitian Jenis-jenis Penelitian Kode Etik Penelitian di Internet How to Do Ethnographic Research: A Simplified Guide Sampling Methods Components of a Research Proposal Rencana Kerja Penulisan Proposal Skripsi Sample Proposal (English) Sample Proposal (Arabic) Proposal Penelitian Kualitatif Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal Penelitian Kajian Pustaka Proposal Penelitian Pengembangan y Pengertian Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah.

primernya. mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Menurut kamus Websterâ⠬⠢s New Internasional. Kadang-kadang orang menyamakan pengertian penelitian dengan metode ilmiah.1. dan search berarti mencari). Sesuai dengan . 4. The New Horison Ladder Dictionary Pengertian research ialah a careful study to discover correct information. J. hati-hati. penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip. yang artinya. penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk m enemukan. Hillway dalam bukunya Introduction to research mengemuka-kan bahwa penelitian adalah suatu metode belajar yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. teknik dan metode. penelitian berasal dari bahasa Inggris â⠬Šresearchâ⠬ (re berarti kembali. (Hillway. baik berupa teori. 3. prinsip baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan melalui alat. Mohammad Ali Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu. Sutrisno Hadi Sesuai dengan tujuannya. generaliasi. serta sistematis. yaitu empiris dan analisis. 2. yang dilakukan secara hati hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan. suatu penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati untuk memperoleh informasi yang benar. Dengan demikian research berarti mencari kembali. Secara etimologi. Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah tertentu. 5. David H Penny Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Penelitian itu sendiri bekerja atas dasar asumsi. suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Suprapto Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar. 1965) Tuckman mendefinisikan penelitian (research) : â⠬Ša systematic attempt to provide answer to question â⠬ yaitu penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah.

teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif dalam pengembangan generalisasi.tujuannya. Commonsense: akal sehat. Contoh : Doktrin dari Supranatural 1. 1. Empiris . Logika Pengetahuan yang didasarkan pada kebenaran rasional atau logika. Masalah adalah titik sentral dari keseluruhan penelitian. Cara memperoleh pengetahuan 1. Intuitif Pengetahuan yang didasarkan atas firasat atau pengalaman. mengembangkan. yang merupakan doktrin dari kaum gereja yang berkuasa saat itu. B. Fokus perhatian dalam suatu penelitian adalah masalah. tapi tidak ditunjang oleh informasi empiris. serta menguji ilmu pengetahuan berdasarkan atas prinsip-prinsip. masalah yang muncul dalam pikiran peneliti berdasarkan penelaahan situasi yang meragukan (a perplexing situation). Contoh : Mayor premise : Semua manusia mati Minor premise : Socrates adalah manusia Kesimpulan : Sorates mati. Contoh : Dimasa Ptolemaeus berkembang teori geosentri. 1. penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan. 1. dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dimana usaha -usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Pengetahuan didasarkan pada pikiran sehat yang secara umum diterima kebenarannya. Sedangkan metode ilm iah lebih mementingkan aplikasi berpikir deduktif-induktif di dalam memecahkan suatu masalah. Otoritas Pengetahuan didasarkan pada penghormatan atas kekuasaan seseorang atau sesuatu tanpa kritik. Contoh : matematika adalah pengasah otak. Kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan objektif dalam usaha mengembangkan.

4. Berakurasi dan valid. sistematis. Siklikal. 2007 . pengolahan dan penyimpulan data (fakta dan opini). C. 3. Pengolahan dan analisis data. 10. 5. 2. Terencana. Berproduk: abstrak (berupa: prinsip. Identifikasi. pengetahuan diperoleh dari data -data hasil penelitian. Interpretasi hasil analisis.yahoo.Pengetahuan diperoleh dari objek pegetahuan itu sendiri. Memiliki sumber data. 10. Karakteristik penelitian : 1. dan perumusan masalah. 6. E. 7. Memiliki masalah. 8. Penyusunan hipotesis.02:42pm (ICT) http://blog. 9. 6. Penyusunan rancangan penelitian. Identifikasi. Ciri â⠬â ciri penelitian 1. generalisasi. 9._kM-?cq=1&p=93 .360. Penelaahan kepustakaan. berdasarkan analisis teoritis. Pengumpulan data. Melibatkan kegiatan pengumpulan.. bersifat objektif. Empiris. 11. Penyusun laporan/publikasi penelitian. klasifikasi. terumus jelas dan terperinci. berdasarkan observasi fenomena. 7. 5. Langkah-langkah penelitian : 1.. 3. 3. Tuesday March 20. terumus jelas dan terperinci. Berfungsi menjawab permasalahan tertentu. Dilakukan secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu. pemilihan. dan teoritik) atau konkret (berupa: model atau alat) D. Penentuan sample. menggunakan instrumen yang tepat dan reliabel. 4. 2. primer dan sekunder. Memiliki hipotesis. Non-etikal. dan pemberian definisi operasional variable-variabel. 2.com/blog-z0yPW. 8. bertujuan dan bermetode. Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data. Berlogika.

yang dilakukan secara hati hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya. hati-hati. J. mengembangkan. Usaha untuk menemukan. Sesuai dengan tujuannya. yaitu empiris dan analisis. teknik dan metode. c. baik berupa teori. Sutrisno Hadi. Kadang-kadang orang menyamakan pengertian penelitian dengan metode ilmiah. Dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah. suatu penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati untuk memperoleh informasi yang benar. David H Penny. . 4.Penelitian Ilmiah dan Non Ilmiah Beberapa pengertian Penelitian : Penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan secara teliti. Penelitian itu sendiri bekerja atas dasar asumsi. mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode -metode ilmiah. e. 2. prinsip baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan melalui alat. Suatu penyelidikan secara sistematis. mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk akan menetapkan faktor-faktor pokok atau akan menemukan paham-paham baru dalam mengembangkan metode-metode baru. dan search berarti mencari). Secara etimologi. Penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan utnuk memperoleh fakta -fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar. penelitian berasal dari bahasa Inggris research (re berarti kembali. Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan. Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah tertentu. Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Selain itu penelitian juga dapat didefinisikan sebagai : a. 5. generaliasi. Beberapa pakar lain memberikan definisi penelitian sebagai berikut : 1.primernya. d. The New Horison Ladder Dictionary. hati-hati serta sistematis. Suprapto. Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu. Pengertian research ialah a careful study to discover correct information. Sesuai dengan tujuannya. 3. penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan. b. Dengan demikian research berarti mencari kembali. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan. Suatu usaha untuk mengumpulkan. Tuckman mendefinisikan penelitian (research) : a systematic attempt to provide answer to question yaitu penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah. dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dimana usaha -usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan objektif dalam usaha mengembangkan. Mohammad Ali. yang artinya. serta sistematis. dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar. mencatat dan menganalisa sesuatu masalah.

maka gejala-gejala itu harus dapat di verifikasi secara empirik. Penelitian tidak ilmiah mempunyai ciri-ciri dilakukan tidak sistematik. eksperimen. mencatat dan menganalisa data (informasi/keterangan). Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu: a. . masalah yang muncul dalam pikiran peneliti berdasarkan penelaahan situasi yang meragukan (a perplexing situation). generalisasi. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti. dan tujuannya adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian. Perbedaan Penelitian Berdasarkan Keilmiahan : 1. Sedangkan penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik dan obyektif untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip -prinsipnya yang mendasar dan berlaku umum (teori) mengenai masalah tersebut. 2. Sehingga jika suatu pernyataan mengenai gejala-gejala itu harus diterima sebagai kebenaran. setiap hukum atau rumus atau teori ilmiah haruslah dibuat berdasarkan atas adanya bukti-bukti empirik. Penelitian yang dilakukan. Karena itu penelitian tidak ilmiah adalah penelitian yang coraknya subyektif. khususnya melalui pengamatan dan pendengaran. Penelitian dapat digolongkan dalam dua. Dikerjakan dengan sabar. generalisasi. Sedangkan dalam ilmu-ilmu sosial dan budaya. data yang dikumpulkan dan cara-cara pengumpulan data bersifat subyektif yang sarat dengan muatan-muatan emosi dan perasaan dari si peneliti. Sedangkan metode ilmiah lebih mementingkan aplikasi berpikir deduktif-induktif di dalam memecahkan suatu masalah. eksperimen. Metode ilmiah adalah suatu kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan prinsip-prinsip (menemukan/ mengembangkan/menguji kebenaran). hati-hati. menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. yang terbanyak dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan pengamatan. Dengan cara/kegiatan mengumpulkan. teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif dalam pengembangan generalisasi. dan verifikasi. Dalam sains dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan. Penelitian Ilmiah Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran. B. Masalah adalah titik sentral dari keseluruhan penelitian. penelitian ilmiah dilakukan dengan berlandaskan pada metode ilmiah. dan verifikasi juga dilakukan dalam kegiatan-kegiatan penelitian oleh para ahli dalam bidang-bidang ilmu-ilmu sosial dan pengetahuan budaya untuk memperole hasil-hasil penelitian tertentu sesuai dengan tujuan h penelitiannya. Jadi. sesuai dengan ukuran kwalitasnya yaitu penelitian ilmiah dan penelitian tidak ilmiah atau yang dilakukan oleh orang awam. sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah. Fokus perhatian dalam suatu penelitian adalah masalah. Metode ilmiah berlandaskan pada pemikiran bahwa pengetahuan itu terwujud melalui apa yang dialami oleh pancaindera. Berbeda dengan penelitian tidak ilmiah.serta menguji ilmu pengetahuan berdasarkan atas prinsip-prinsip. Dari kelima definisi di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teori-teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian terdahulu.

Parsimony. Generalizability. Purposiveness. Pidana. Penelitian non ilmiah a. (2) permasalahan yang timbul. Precision. Makro. 8. aktif. memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik. Syarat-syarat/kriteria agar suatu penelitian dikatakan sebagai Penelitian Ilmiah Sifat atau ciri dari penelitian: 1. prosedur pengujian hipotesis jelas 4. Agronomi. Manajemen Pemasaran) 2. dan (4) metode ilmiah.b. Sistematik Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar. Pasif. yaitu : 1. b. hanya ingin memperoleh gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan 2. sekarang. fokus tujuan yang jelas. Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah: 1. dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks. Testibility. . Ekonomi (Mikro. 2. Penelitian yang dilakukan dengan metode ilmiah disebut penelitian ilmiah. Pertanian (agribisnis. Kehumasan / PR. Tatanegara. Variabel : masa lalu. yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen. Pembangunan). 5. Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya. Bisnis (Akunting. C. Bisnis. Teknik. akan datang. Hama Tanaman) 5. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan/ menggambar -kan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/ menggambarkan). teliti. Replicability. 3. Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian. Umumnya ada lima karakteristik penelitian ilmiah. yang ditatap. Budi Daya Tanaman. Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional. Periklanan) 3. (3) ilmu pengetahuan. Rigor. Hukum (Perdata. dll. Suatu penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat. Komunikasi (Massa. Keuangan. 6. 3. 7. 2. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain. Posisi penelitian sendiri pada umumnya adalah menghubungkan: (1) Keinginan manusia. ingin memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesa. Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Sebagian penelitian yang non ilmiah didapati pada bidang garapan sebagai berikut : 1. Objectivity. Internasional) 4. Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis. Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna.

Tripodi dan Meyer (1969) penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan.¤   §  ¤   § ¦ ¦ ©¦¦ ¦  ©¦ ¦¦ ¦¤ §  2 s S e e e e e s e s e se e y s se e s s v s s es y es s s e y 3 y s e e s y s e s c -c y e s e e e y . ¤ ¤ § © ¨ ¤ ¦ ©¤ © ¨ ¦ ©¦ ¤¦ ©   ¦¤¦ £ £ £ § ©¦ £ © ¦¤ ¤ © ¨ ¥ ¦ ¥ § § ¦ ©¤  ¦ § s -  ¤ ¦ ¤ ¨ '    § ¤ ¦¤ ©   ¤ § ¦ ©¤  ¦ § &   . Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fak ta-fakta atau fenomena alam. Kerlinger mendefinisikan penelitian ¥  ¨ ¦  ¨ ¦ ¤ ¥  ¦ ©  © ¦¤ ¤ © ¨ ¥ ¦ ¥ § § e e y s y s e y s e s ¥¦  ©¦ ©¤¦ ¤ ¤ © ¨  ¢ ¤¦  ¤ ¥¤ § ¥¦  ©¦ ¦¤  ¦© ¨ ¥ e e s e j e e e e e j e e c e e s y e y s ¦ £(  ¦¦ ©¦ £ ¤ ¤©¢ ©¦ ¦¤ ¦©¢¤ ¦ ¨¢ ¤ ¤©¤  © ¦ © ¥ ¥ © ¨  ¤ ¦ ¤ ¨  ¦ ¤   §    § ¤  ¢  ©¦ ©  ©¦¥¦¤ ¦¤  ¦¦ ©¦ ¤ ¦ ©¦¤   £ £ § § e s v e se ©¦¢ £ Menurut Fellin. Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah (Indriantoro & Supomo. 1986: 17 -18). memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.1999: 16).e se e ses c e s sec e e e e s e ej y e ©¦¤¦ ©   ¤¤¨ y  ¥   ¥¥ ¦ ¤   ©¦ ©¦¦ ¦ © ¨ ¤¦ ¥ ¥ ¦ ¤   ©¦ ©¦¥¨¤ £ £ §  § §  ¤¦©  ¥ ©¥ ¤¤¨  ¦¦ ¥ ¤¦ ¤ ¥   ¥  ¢¨ ¥¦ ¦ ! ¥ ¥ ¦¥¤ ¤©¤ ¥ ¦ ¤¦ ¦  ¤¦ £ § § §  § ¥ ¥ ©¦¥ ¨¤  ¤¦©  ¥ ©¥ ¤¤¨  ¦¦ ¥ ¤¦ ¤  ¥  ©¤  ¥  ¢¨ ¦ ¤ ¤¦¦¨¤  ©¦ ©¦¦¦© ¨ £ § §  § ¢¨ ¥¥©  ©¥ ©¦  ¥¦ ©¦¦ ©   ¦¦ ¦ ©¦    ¦ ¤¦ ¥¦ ¦ ¥ £ £ § § ¢  ¦¤ ¢ ¥ ¤¦ £ § y se y c e e es e y se e e c e e y es e ¥¦ ¦ ©¦¥ § ¤  ©¦ £ § ¤¦ ¤¦ ©¦¦¦ © ¨ ¦¦¨ ©¦¦ ¦¤ ¦ ©¦ ¦¤ ©¦¤ ¤ © ¨ ¥ ¦¥ £ § § se   © ¦¤ ¤ © ¨ ¤ ¦  ¤ ¦ ¦  £ § e e ©¦ ©¤©¦ ¨ ¥¦ ¦ ©¦ ©¢¢ © ¨ ¦ ¦ £ £ ££ § ©¦¦  ¨ ©¦ ©¦¦¦  ¨ ¤¤¤  ¥¦ # ¥ ¤¦ § ¦ ¤ ¦¦ ¤¤¨ £ § e e s e ye e y e e e c se se  ¦ © ¦ ©¥¥  ¦ ¦ £ ¦ © ¦  © ¨ ¦ ¦ ©¦©¤¦  ©¦¥ ¥ ¦ ©¦ ©  ¤¦ ¥ % £ § §   ¦¦ ¦ ¤   ¦ ¤ § ¤¤¨ ¦ ¥ ¦ ¥  ¥¦ ¤¤¨  !©¤¦ ¦¦ ¤¤¨ ¦ ©¦¤ ©¦¤¥  ©¦ £ £ § ¦ ¢ © ¦¤ ¤ © ¨ © ¦ ¦  © ¦ § ¡ ¤ ¦  ¤ ¥ ¦  ¦ ¢ ¦ ©¤  ¦ § ¤  ¦ ¨ ¦  ¦¤   ¦ ©  © ¦  ¦ ¦ ¤  © ¦¤ ¤ § § § § ye y s e s 5 e y s e e es e e e  ! ¦ ¤¦ § ¦ ¦$   ¦ ¦$   ¥ ¦ § ¦ ¦$  ¦ ¤¤¨"   © ¨ ¥ ¦¥ § ¤ ¢   £ ¡ 4 e e e j s e. Peneliti n adalah investi asi yang sistematis.e se e es s s . empiris dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena (Kerlinger. terkontrol.s e s ye y ¤¦¤© ©¦ ©  ¦ ©©¦¥ ¨¦ ©  ¦¤ ¥ ¤¦ £ § § Definisi penelitian di antara ketiga ahli ini tentu didasarkan p latar belakang pendidikan ada yang berbeda juga latar belakang waktu yang berbeda.

Selanjutnya Karlinger menyebutkan objek penelitian yaitu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena. Definisi yang ketiga dari Fellin dkk. (2010). Uniknya. sehingga definisi Karlinger bisa disebut lengkap karena memuat kata kerja utama penelitian yaitu investigasi atau penyelidikan. Sehingga orang awam akan kesulitan memahami maksud definisi yang diuraikannya. Meski definisi di atas sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Erni. Hal unik dari pengertian ini adalah adanya pengertian ³refleksi dari keinginan´. terkontrol. Indriantoro & Supomo memiliki kesamaan dengan Karlinger dalam menyebutkan objek dari penelitian ini. terkontrol. Empat karakterisitik ini sudah melingkupi prasyarat dari sebuah penelitian. karena sangat benar jika dikatakan sebuah penelitian diawali oleh sebuah keinginan. Pengertian.blogspot.Ibnu. .wordpress. dapat saya simpulkan bahwa pengertian penelitian yaitu : Suatu penyelidikan yang bersifat sistematik. Selanjutnya definisi dari Indriantoro & Supomo pada tahun 1999. Implikasi Dan Langkah-Langkah Penelitian . menyebutkan kembali satu karakteristik yang disebutkan Kerlinger sebelumnya yaitu ³sistematik´. dalam mengungkap suatu fenomena atau hubungan fenomena tertentu den gan maksud meningkatkan. Hakikat Ilmu dan Penelitian. yaitu ³meningkatkan. 15 September 2010. karakteristik penelitian. Rusdi. tapi tetap saja memuat istilah yang tidak semua orang dapat memahaminya. sedangkan Indriantoro & Supomo hanya menyebutkan fenomena dan fakta secara umum. (2008). Dari analisis ketiga definisi dari para ahli di atas. Kerlinger memuat beberapa istilah yang tidak mudah dikenali orang dalam definisi penelitiannya. Tidak akan lahir sebuah penelitian jika tidak ada pemikiran kritis yang menimbulkan keingintahuan untuk mencari tahu lebih dalam tentang sesuatu. empiris dan kritis. [online].com/2008/04/06/pengertian-penelitian/. Sehingga satu kalimat definisi singkat. seperti kata ³investigasi´ atau ³proposisi´. menjabarkan banyak makna. Namun bedanyam Karlinger menyebutkan objeknya yaitu hubungan antarfenomena. memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat diverifikasi. Namun penggunaan istilah ini digunakan untuk keefisienan definisi tersebut. Indriantoro tidak menyematkan karakteristik penelitian dalam definisinya. Tujuan. 15 September 2010. Tersedia : http://ernakurniasih. Referensi Kurniasih. Tersedia :http://ibnurusdi. juga rasa keingintahuan terhadap sesuatu.com/2010/02/hakikat-ilmu-dan-penelitian. empiris dan kritis. yaitu fenomena.html. [online]. cukup berbeda dengan definisi yang diuraikan Karlinger. memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan´ tidak seperti kedua definisi sebelumnya yang tidak menyematkan tujuan penelitian pada definisi miliknya. Karlinger menyebutkan empat karakteristik penelitian yaitu sistematis. mereka menguraikan tujuan dari penelitian itu sendiri. dan objek penelitian.pada tahun 1986.

Penutup Diterbitkan di: Agustus 28. Masalah 3. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya. Komunikatif. Pelaksanaan 6. sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis: 1. sbeaiknya membuat proposal terlebih dahulu. JUDUL PENELITIAN Setelah kita membahas bagaimana cara menemukan masalah. Memuat variabel penelitian 3. Dalam membuat judul penelitian. Sebuah proposal harus menyajikan hal-hal berikut : 1. Anggaran Pelaksanaan 8. sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi. mudah dipahami maksudnya oleh pembaca 2. 2010 pengertian proposal pengertian proposal Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. 2. . 2010 Diperbarui: Oktober 05. Latar belakang 2. Tujuan 4. Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. dan tujuan hal yang perlu diperhatikan dalam membuat proposal: A. langkah selanjutnya adalah membuat Judul Penelitian. misi. Jadwal Pelaksanaan 7. dan tujuan.Memperluas wawasan dapat dilakukan dengan cara mengadakan kegiatan ilmiah. 3. Proposal merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. beberapa hal yang harus diketahui adalah judul itu harus: 1. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca. misi. Menjawab apa yang ingin ditingkatkan 4. Sasaran 5. Proposal adalah usulan untuk melakukan suatu kegiatan. Sebelum melaksanakan suatu kegiatan. Misalnya seminar atau karya wisata. Dengan cara apa/upaya apa untuk meningkatkannya. Proposal dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan izin atau persetujuan atas kegiatan yang akan dilaksanakan.

dll. Terkecuali penelitian yang ditekuninya masih ada hubungannya dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Inovasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sekitar (IPAS) Pokok Bahasan Kimia Lingkungan Melalui Pembuatan Film tentang Pencemaran Lingkungan Sekitar Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak 1 SMK Negeri 8 Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007 (Oleh : Ardan Sirodjuddin. Sri Wahyuni Dwiyanti M.Pd. Sasaran dan Lokasi tercermin dalam judul.5.) 2. yang meliputi: a. (Oleh : Juremi) 4. Penggunaan ³Dakon Elektron´ Dalam meningkatkan Keefektifan Proses Pembelajaran IPA Kelas I Kecantikan Kulit Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2004/2005 SMK Negeri 1 Tegal (Oleh : Ibnu Hajar Dewantoro). Contohnya pembuatan media pembelajaran. Dalam pendahuluan harus dikemukakan: 1. 3. Bidang penelitian yang diteliti sebaiknya relevan dengan disiplin ilmu guru. misalnya guru matematika tidak membahas pembelajaran yang ada di pelajaran Biologi. Uraian tentang kedudukan mata pelajaran dalam kurikulum (semester. Begitupun sebaliknya. Penggunaan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas III IPS SMA Negeri 1 Randublatung Pada Semester I Tahun Pelajaran 2004/2005. 6. Latar belakang masalah secara jelas dan sistematis. C. S. PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Banyak kata sekitar 15-20 kata Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi. B. Pembelajaran Berbasis Project Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari Tahun Pelajaran 2007/2008 (Oleh : Dra. b. Contoh judul penelitian Tindakan kelas antara lain : 1. Gambaran umum isi mata pelajaran tsb termasuk pembagian waktunya (lampirkan Analisis . mata pelajaran yang ditunjang dan mata pelajaran penunjang). BIDANG ILMU Tuliskan bidang ilmu (Jurusan) dari Ketua Peneliti dan kajian masalah yang diteliti. Alasan pemilihan judul juga harus: * Menarik minat * Layak diteliti * Bermanfaat bagi masyarakat.Pd).

strategi dan metodologi pembelajaran. operasional. c. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil positif yang diantisipasi. Setelah didiagnosis (diidentifikasi) masalah penelitiannya. penguasan materi ajar.Instruksional. RPP. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. kemampuan menyediakan fasilitas (dana. D. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di kelas. seperti kemampuan metodologi penelitian. Metode pembelajaran yang digunakan saat ini. dan tenaga). dan tindakan yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut Teknis: Mempertimbangkan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. 2. teori. tetapi masalah kelas. tidak bermakna ganda. Silabus dari mata pelajaran yang bersangkutan). penting dan mendesak untuk dipecahkan. * Bukan permasalahan individual siswa. jelas. selanjutnya perlu diidentifikasi dan dideskripsikan akar penyebab dari masalah tersebut. analisis masalah. Pada perumusan masalah perlu diperhatikan : Substansi: Perlu mempertimbangkan bobot dan manfaat tindakan yang dipilih untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki pembelajaran Orisinalitas (tindakan): Perlu mempertimbangkan belum pernah tidaknya tindakan dilakukan guru sebelumnya Formulasi: dirumuskan dalam kalimat tanya. PERUMUSAN MASALAH Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik apa yang dipermasalahkannya. . Masalah yang dihadapi guru ditinjau dari hasil belajar yang dicapai siswa selama proses pembelajaran. asumsi. * Rumusan masalah: singkat. Kriteria masalah yang dapat dibuat PTK adalah : * Masalah di sekolah/di kelas * Layak diteliti dan terjangkau PTK * Perlu ada: identifikasi masalah. waktu.

sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. H. F. sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas (yang meliputi: perencanaan-tindakanobservasi/ evaluasi-refleksi. yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas. TUJUAN PENELITIAN Kemukakan secara singkat tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. yang bersifat daur ulang atau siklus). TINJAUAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori. . Cara pemecahan masalah telah menunjukkan akar penyebab permasalahan dan bentuk tindakan (action) yang ditunjang dengan data yang lengkap dan baik. maupun komponen pendidikan lainnya. guru. temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan. CARA PEMECAHAN MASALAH Uraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. G. KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.Contoh perumusan masalah : * Apakah pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan prestasi belajar geografi khusus kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan pada siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ? * Apakah pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran pada kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ? * Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kualitas proses belajar matematika siswa SMPN 5 Jepara? * Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMPN 5 Jepara? E. sehingga tampak keberhasilannya.

Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Proposal Penelitian Kajian Pustaka 3. Proposal Penelitian Pengembangan Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. J. Dalam hal ini. Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan telah dihasilkan sampai saat ini Proposal Penelitian dibagi 4 yaitu: 1. Proposal Penelitian Kualitatif 4. I. Daftar Pustaka.Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. Contohnya. prinsip-prinsip. jabatan. atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. pangkat. sama seperti pada Lembar Pengesahan. dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart. latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas. MLA atau Turabian. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan-tindakanobservasi/evaluasi-refleksi. Kemukakan obyek. kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori. Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus. dan lembaga tempat tugas. PERSONALIA PENELITIAN Jumlah personalia penelitian maksimal 3 orang. METODE PENELITIAN Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. yang bersifat daur ulang atau siklis. Rincilah nama peneliti. JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan. . Proposal Penelitian Pengembangan 2. pelaksanaan. konsep-konsep. Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Bila penelitian berkolaborasi) 3. jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan. Proposal Penelitian Kuantitatif 1. Lampiran-lampiran 1. 2. K. Uraikan peran dan jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. yang dituliskan secara konsisten menurut model APA. golongan.

ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya. 3. Proposal Penelitian Kajian Pustaka Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. 2. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Proposal Penelitian Kuantitatif Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Diposkan oleh yunita di 00. 4. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru. atau sebagai dasar pemecahan masalah. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca. sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi. sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan. sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada. Proposal penelitian untuk skripsi merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilakukan sebagai bahan utama penulisan skripsi mahasiswa. Proposal Penelitian Kualitatif Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Oleh karena itu.57 Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menj elasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori. karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. dan tujuan. misi. tesis. laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan. tesis. dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian. gagasan para ahli. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif.Skripsi. dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi. Rancangan ini harus diseminarkan untuk penyempurnaan sehingga akan sangat membantu mahasiswa . kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

maka kemungkinan besar penu lisan proposal akan menemui kesulitan. Pe nulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya.Waktu dan Tempat Pelaksanaan 9. disertasi). harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan. seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Dalam pengertian lain. tanda baca. Ini berarti. Bentuk ³Proposal Penelitian´ ini.Target Kegiatan 7. proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian.Jadwal Kegiatan 12. Dalam dunia ilmiah.dalam melaksanakan penelitian di lapangan sekaligus membantu kelancaran mengumpulkan bahan skripsinya.Sasaran / Peserta Kegiatan 8. Secara mendasar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini. Sistematika Penulisan Proposal 1. kita dapat membandingkannya dengan istilah ³Proposal Penelitian´ dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi. tesis.Tujuan Kegiatan 4.Penutup .Jenis Kegiatan 6. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa. biasanya memiliki suatu bentuk. kutipan dll.Susunan Panitia 11.Tema Kegiatan 5.Anggaran Dana 10.Pendahukuan 2. tanpa terlebih dahulu melakukan langkah¬langkah sebagaimana yang diuraikan dalam buku ini.Dasar Pemikiran 3.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.