P. 1
hidrolika1

hidrolika1

|Views: 7,500|Likes:
Published by fas-darsyah-7221

More info:

Published by: fas-darsyah-7221 on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

Kemampatan fluida adalah perubahan (pengecilan) volume karena adanya perubahan

(penambahan) tekanan.

Kondisi tersebut ditunjukkan oleh perbandingan antara perubahan tekanan dan perubahan

volume terhadap volume awal. Perbandingan ini dikenal dengan modulus elastisitas.

Bila dp adalah pertambahan tekanan dan dv adalah pengurangan volume dari volume awal

∀, maka:

=

dv

dp

K

Apabila ditinjau benda dengan volume ‘∀’ dan massa ‘m’, maka:

= m

ρ

Dideferensikan:

=

=

=

dv

dv

m

m

d

d

ρ

ρ

2

)

(

atau:

ρρ

d

d

=

∀∀

sehingga

K =

ρρ

d

dP

Persamaan di atas menunjukkan, harga ‘K’ tergantung pada tekanan dan rapat massa.

Karena rapat massa dipengaruhi temperatur, maka harga ‘K’ juga tergantung pada perubahan

temperatur selama pemampatan.

Apabila perubahan terjadi pada temperatur konstan, maka Ki di sebut modulis elastifitas

isothernal.

Apabila tidak terjadi transfer panas selama proses perubahan, maka Ka di sebut dengan

modus elastisitas adiabatik.

Nur Qudus - Hidrolika - Teknik Sipil FT UNNES

16

Pada zat cair dan padat; Ka = Ki

Harga ‘K’ untuk zat cair sangat besar, hingga perubahan rapat massa karena perubahan

tekanan adalah sangat kecil, sehingga perubahan rapat massa zat cair sering di abaikan, dan

dianggap sebagai zat tak kompresibel atau tidak termampatkan

Tetapi pada kondisi tertentu di mana perubahan tekanan sangat besar dan mendadak, maka

anggapan zat cair ter kompresibel tidak bisa berlaku.

Contoh: misalnya terjadi pada penutupan katup turbin PLTA secara mendadak, sehungga

mengakibatkan perubahan (kenaikan yang sangat besar).

Pada gas, mempunyai harga K yang sangat kecil dan tidak konstan sehingga modus elastisitas

tidak di gunakan dalam analisis gas.

Contoh:

- Modulus elastisitas air ‘K’ = 2,24 x 109

N/m2

- Berapa perubahan volume dari 1 m3

air bila terjadi pertambahan tekanan 20 bar (1 bar =

10 ton/m2

= 105

N/m2

)

- Penyelesaian:

- Persamaan; K -

∀∀

d

dp

atau :

k

dp

d ∀

=

=

3

9

5

00089
,
0

10
.
24
,
2

10

20

1

m

x

x

=

Terlihat, dengan pertambahan tekanan yang sangat besar, terjadi perubahan volume yang

sangat kecil.

Nur Qudus - Hidrolika - Teknik Sipil FT UNNES

17

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->