P. 1
CIRI CIRI LABORATORIUM YANG IDEAL DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH

CIRI CIRI LABORATORIUM YANG IDEAL DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH

|Views: 5,717|Likes:
Published by Martha Novita

More info:

Published by: Martha Novita on Feb 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2014

pdf

text

original

CIRI CIRI LABORATORIUM YANG IDEAL DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH

Laboratorium merupakan tempat penerapan teori yang sudah dibahas

sebelumnya di dalam kelas. Pada laboratorium tradisional, kegiatan ini umumnya dilakukan pada jam khusus, tidak terintegrasi dengan pelajaran sains. Meja dan kursi pada laboratorium tradisional bersifat tetap dan tidak dapat dipindah-pindah. Keuntungan utama jenis penggunaan laboratorium seperti ini adalah sekolah tidak perlu menyediakan perangkat percobaan yang terlalu banyak. Kerugiannya adalah siswa tidak langsung memberikan respon terhadap konsep atau prinsip yang dipelajarinya. Kegiatan di dalam laboratorium tidak disertai semangat menemukan dan/atau semangat bertanya. Selama di dalam laboratorium boleh dikatakan tidak ada diskusi mengenai berbagai gejala yang teramati atau terukur.

Membangun Laboratorium Sekolah yang Baik Sebelum merancang atau membangun suatu ruang laboratorium, pihak manajemen sekolah perlu mengadakan diskusi antara arsitek dengan guru yang bersangkutan untuk mendapatkan masukan mengenai persyaratan yang perlu dipertimbangkan bagi laboratorium yang akan dibangun. Pada awal perencanaan pembangunan ruangan laboratorium, perlu ditentukan terlebih dahulu mengenai konsep laboratorium yang akan digunakan, tradisional atau modern. Jenis dan luas ruang laboratorium, serta jenis dan banyaknya alat dapat ditentukan setelah diputuskan konsep laboratorium yang akan dipakai.

Fasilitas Laboratorium Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk

memudahkan pemakai laboratorium dalam melakukan aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum (utilities) dan fasilitas khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran listrik, gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan mebelair, contohnya meja

Bak cuci Bak cuci atau sinks dapat terbuat dari beton atau porcelain. perlengkapan P3K. Selain jumlah pasokan. kursi. Bak cuci harus dilengkapi dengan saringan untuk mencegah masuknya sisa-sisa praktikum yang berupa bahan padat. Air Air merupakan fasilitas yang penting dalam laboratorium IPA. lemari asam. Ventilasi Laboratorium IPA membutuhkan ventilasi yang baik. kualitas air yang kurang baik dapat mempercepat kerusakan alat-alat terutama alat-alat yang terbuat dari logam. Bak cuci yang terbuat dari porcelain mudah ternoda apabila kena bahan-bahan kimia. Harus diperhatikan pembuangan air sisa cucian yang mengandung bahan-bahan yang dapat merusakkan pipa-pipa tersebut. papan tulis. Aliran air yang masuk ke dalam laboratorium harus lancar.siswa/mahasiswa. Sumber cahaya dapat berasal dari cahaya matahari atau dari listrik. Pasokan air ke dalam laboratorium tersebut harus cukup. terutama untuk laboratorium biologi. lemari bahan. Air yang masuk dan ke luar laboratorium biasanya lewat pipa-pipa. lebih-lebih untuk laboratorium biologi yang sering menggunakan bahan-bahan mudah menguap. Adanya kipas penyedot ini dapat membantu pergantian udara menjadi lebih baik. meja guru/dosen. Untuk . lemari alat. Demikian juga aliran air yang ke luar laboratorium. Hal ini untuk menghindari kerusakan pipa-pipa saluran air. dan ruang timbang. sehingga dibutuhkan alat perotasi udara seperti kipas penyedot (ceiling fans). Pembuangan sisa asam atau basa kuat atau bahan korosif lainnya harus melalui pengenceran dahulu sebelum dibuang lewat pipa. pemadam kebakaran dll. kualitasnya juga harus baik. Penerangan Ruang laboratorium harus memiliki pengatur penerangan yang dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan. Kadangkadang ventilasi tidak dapat dicukup dari jendela.

seperti oven. Instalasi listrik secara periodic perlu diperiksa kondisinya. hindarkan pembuangan bahan-bahan kimia seperti asam-basa kuat dan bahan-bahan korosif lainnya. Kabel-kabel listrik secara periodic disikat untuk menghilangkan bahan-bahan korosif yang biasanya menempel pada permukaan kabel. Kursi laboratorium apabila memungkinkan ketinggiannya dapat diatur. Besarnya daya yang terpasang harus mencukupi kebutuhan alat-alat laboratorium. Selain itu harus dilengkapi dengan pengaman yang mudah dijangkau. jangan didekatkan dengan aliran air dan gas. Tegangan listrik harus selalu dicek apakah stabil atau tidak. sehingga siswa / mahasiswa dapat menyesuaikan dengan jenis kegitan praktikum / percobaan.menghindari adanya kerusakan bak cuci. Namun demikian dapat juga meja samping tersebut dibuat dari bahan kayu keras. Ukuran meja samping panjangnya bervariasi sesuai kebutuhan.Tegangan listrik yang tidak stabil dapat merusak alat-alat. Listrik Pada laboratoium biologi. Mebelair Perlengkapan yang berupa mebelar harus diperhatikan kualitas dan ukurannya. Bagian bawah meja samping dapat sekaligus digunakan sebagai lemari. listrik merupakan fasilitas yang sangat penting. Socket dan plug harus diperiksa apakah masih berfungsi dengan baik atau rusak (aus). Apabila rusak harus segera diganti. Meja guru / dosen atau meja demonstrasi harus lebih tinggi dari meja siswa. agar sewaktu demonstrasi dapat terlihat sampai ke meja siswa paling belakang. terutama alat-alat laboratorium yang membutuhkan daya besar. Harus diperhatikan pula instalasi listrik. Misalnya untuk meja perlu diperhatikan ketinggiannya. Periksa juga secara periodic hubungan kabel ke socket apakah masih terikat dengan kuat. Terminal out let harus mudah dijangkau. Meja samping yang biasa dipakai untuk menyimpan alat-alat yang menetap umumnya terbuat dari cor beton. sedangkan lebarnya antara 50 cm sampai 60 cm . furnace. autoclave dan lain-lain. Umunya meja siswa / mahasiswa ukuran tingginya 70-75 cm.

Di Sekolah Menengah. Meja timbangan ini sangat cocok dibuat dari cor beton atau dari bahan kayu keras yang tebal.dengan ukuran tinggi 70cm -75 cm. Salah satu bagian dari pengelola lab ini adalah staf atau personal laboratorium. perlu disusun struktur organisasi laboratorium. Ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan atau jumlah mikroskop yang dimiliki. kimia atau biologi). pemeliharaan dan penyimpanan alat dan bahan. laboratoratorium perlu dikelola secara baik. Agar kinerja pengelola laboratorium berjalan baik. alat-alat dan bahan-bahan praktikum. Lemari mikroskop dibuat dengan tahapan (shelve) yang kokoh dan datar yang dapat dibuat dari bahan logam atau kayu keras. Personal Agar kesinambungan daya guna laboratorium dapat dipertahankan. Pada struktur organisasi tersebut. Sebagai contoh struktur organisasi tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: . Adakalanya dibutuhkan suatu lemari yang khusus digunakan untuk menyimpan mikroskop dan alat optik lainnya. kimia dan biologi sebagai penanggung jawab masing-masing alat/bahan. apakah laboratorium pusat atau laboratorium Jurusan. tergantung status laboratoriumnya. biasanya laboratorium dikelola oleh seorang penanggung jawab laboratorium yang diangkat dari salah seorang guru IPA (fisika. Tugas teknisi laboratorium membantu penyiapan bahan-bahan / alatalat praktikum. Di Perguruan Tinggi yang bertindak sebagai panggung jawab laboratorium adalah kepala laboratorium yang dapat diangkat oleh Ketua Jurusan atau Pimpinan Perguruan Tinggi. pengelola laboratorium bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah. Demikian halnya meja untuk timbangan harus rata dan tidak mudah bergetar atau goyang. Pada sekolah menengah. dicantumkan pula para guru mata pelajaran fisika. Selain pengelola laboratorium biasanya terdapat pula seorang teknisi laboratorium. Hal yang perlu diperhatikan untuk lemari mikroskop tersebut adalah diusahakan tidak lembab agar terhindar dari jamur. Staf atau personal laboratorium mempunyai tanggunga jawab terhadap efektifitas dan efisiensi laboratorium termasuk fasilitas. Lemari alat dan bahan hendaknya memiliki tahapan (shelve) yang dapat diubah-ubah posisinya agar memudahkan dalam menata alat-alat yang bervariasi ukurannya. pengecekan secara periodic.

. bahan habis tertentu dibutuhkan untuk digunakan c. ATK e. Specimen untuk biologi dan preparat mikro (microslide) d. Mengecek harga-harga alat/bahan pada saat ini dan memprediksi harga-harga tersebut berikut ini sangat bermanfaat untuk dipertimbangkan dalam Daftar yang dibuat harus mencakup tipe alat. Bahan habis b. Langkah-langkah penyusunan anggaran: 1. Alat/bahan yang rusak atau hilang 3. Alat-alat baru yang dibutuhkan pada tahun ajaran yang akan datang e. pembatalan dan finalisasi pesanan-pesanan dann pengadaan alat. sehingga cukup waktu untuk pertimbangan. Secara umum daftar kebutuhan meliputi: a. Alat-alat gelas. Dan lain-lain Mendiskusikan hal-hal yang penting dan kritis untuk penyelesaian kebutuhan alat/bahan tersebut dengan melibatkan Kepala Sekolah dan guru senior. gas dan lain-lain 5.Untuk laboratorium sains anggaran harus sudah disiapkan dua atau tiga bulan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Cek semua persediaan alat/bahan 2. model dan jumlah yang dibutuhkan. plastik dan logam c. Pengecekan fasilitas laboratorium mencakup suplai air. Dengan bantuan guru senior dan asisten laboratorium. Barang habis tahunan b. listrik. Alatalat yang mengalami kerusakan akut d. Mencari informasi proyeksi penerimaan siswa pada tahun ajaran yang akan datang 4. Urutan persiapan anggaran untuk laboratorium sains yang dianjurkan sebenarnya tidak ada tata cara yang standar disebabkan variasinya administrasi. mintakan informasi mengenai: a. Periode mana dari tahun ajaran.

spesifikasi yang jelas. . Membuat Instruksi Kerja. terlebih untuk pengujian cemaran mikroba harus dilengkapi bio hazard. 6. dan mempunyai pengalaman yang cukup serta memiliki kompetensi sesuai tugas dan tanggungjawabnya dalam melakukan pemeriksaan dan pengujian bidang Kesmavet. 11. Setiap hasil uji didokumentasikan di rekam dengan baik serta disimpan selama 5 tahun. terlatih. Perlu memiliki Petugas Pengambil Contoh yang bersertifikat/terakreditasi BSN. 8. ruang pemeriksaan organoleptik. 5. Contoh formatnya adalah sebagai berikut: Laboratorium untuk memenuhi Persyaratan Manajemen dan Persyaratan Teknis dalam Berlaboratorium Yang Baik dapat disarankan sebagai berikut: 1. Perlu penataan/pemisahan ruangan untuk penerimaan sampel/contoh.Pengusulan kebutuhan alat atau bahan hendaknya dibuat dalam bentuk format pemesanan dengan mencantumkan nama alat/bahan. Pengadaan bahan dan peralatan disesuaikan dengan kegiatan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan dan yang akan dilakukan untuk peningkatan kinerja laboratorium. 7. Menyusun Dokumen Sistem Mutu untuk pemeriksaan dan pengujian serta pengambilan contoh. Menetapkan anggaran sesuai dengan program pelaksanaan kegiatan pemeriksaan dan pengujian di laboratorium. ruang pengujian. 2. Perlu mempunyai Sistim Informasi artinya bahwa setiap hasil uji diinformsikan kepada customer dan dilaporkan kepada instansi terkait untuk mendapatkan tindak lanjut oleh Dinas Peternakan setempat. 4. Standar Operasional Prosedur pemeriksaan dan pengujian. Pelayanan Teknis. 10. Struktur Organisasi Laboratorium sekurang-kurangnya ada 4 (empat) orang sebagai Kepala Laboratorium. dan Pelaksana Pengujian. 3. Perlu dilengkapi fasilitas fisik dan lingkungan yang memadai. jumlah dan estimasi harganya. 9. Administrasi. Perlu memiliki SDM penguji yang trampil.

Fasilitas laboratorium Alat dan bahan Ruang penyimpanan alat dan bahan Ruang persiapan Ruang khusus (ruang asam.Ukuran 3.Organisasi laboratorium 1. dll) Gudang Sumber air Sumber gas 4.5 m2 Jumlah siswa dalam lab maksimal: 40 orang Tinggi langit-langit minimal 4m 3. ruang timbang.Unsur-Unsur Laboratorium Kimia 1.Fasilitas 4. Tata bangunan Mudah dikontrol Jauh dari pemukiman/tata-letaknya aman Memperhatikan pengelolaan limbah Sesuai dengan kebutuhan/jenis lab Pencahayaan 2. ruang steril.Tata bangunan 2. Keamanan laboratorium Ventilasi + blower .Tata tertib 6. Ukuran Laboratorium Persiswa +diperlukan 2.Keamanan 5. ruang gelap.

7. Pengelolaan laboratorium meliputi Pengelolaan pekerja laboratorium Pengelolaan bahan dan alat Pengelolaan kegiatan lab/praktikum Pengelolaan limbah laboratorium Pengelolaan keselamatan kerja di laboratorium . Karakteristik kegiatan di Laboratorium Kimia Melibatkan penggunaan bahan kimia yang sangat mungkin berbahaya Melibatkan penggunaan instrumen yang memerlukan penanganan khusus Memerlukan ruangan yang aman Menghasilkan limbah yang sangat mungkin berbahaya 8. Tata tertib laboratorium Untuk keselamatan sendiri Untuk keselamatan orang lain Untuk keselamatan lingkungan Untuk menunjang kelancaran kegiatan lab.Unit pengelolaan limbah Bak cuci dan saluran yang aman Pintu keluar/masuk yang cukup luas Alat pemadam api Alat pelindung diri Alat listrik yang aman Detektor asap. Organisasi laboratorium Struktur organisasi Job description Pengelolaan laboratorium/administrasi/dokumentasi data lab. shower Kotak P3K Peralatan keamanan khusus 5.itu sendiri 6.

9. Pekerja lab harus memiliki keahlian berlaboratorium Tugas pekerja laboratorium harus jelas dan tersurat Laboratorium yang ideal harus memiliki struktur organisasi yang jelas Harus ada dokumentasi tentang semua kegiatan lab. tidak berlebihan Mulai perkenalkan jenis alat praktikum skala kecil (microscale) . 9. Pengelolaan pekerja laboratorium Laboratorium dipimpin seorang kepala lab. cair dan limbah padat lainnya dalam tempat yang berbeda Bagaimana cara membuang limbah cair yang pekat? Cara mengurangi limbah di laboratorium Gunakan bahan kimia secukupnya. Pengelolaan kegiatan laboratorium Praktikum menunjang pemahaman konsep Praktikum mengembangkan keterampilan dasar laboratorium Praktikum mengarahkan pada cara berlaboratorium yang baik Praktikum mengarahkan pada keselamatan bekerja di lab Praktikum mengarahkan pada penanganan limbah yang efisien 11. Menjelaskan bahaya limbah lab yang berlebihan Menjelaskan cara/usaha meminimalkan limbah di lab Tidak boleh membuat bahan padat ke dalam wastafel Pisahkan limbahn bahan kimia padat. Praktikum mengarahkan pada keselamatan bekerja di lab Memperkenalkan alat-alat pelindung diri Menjelaskan cara membuang limbah di lab. teknisiLaboran/teknisiPengelolaan bahan dan alat Ditangani oleh laboran yang ahli Semua alat dan bahan harus terinventarisasi dengan baik Berhubungan dengan cara menempatkan alat dan bahan yang aman 10.

.

.

edu/Direktori/D%20%20FPMIPA/JUR.%20PEND.upi.pdf .%20KIMIA/198108192008012%20%20TUSZIE%20WIDHIYANTI/2%20%20pengantar%20Pengelolaan%20lab%2C%20.http://file.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->