TATA CARA SHALAT BERJAMAAH

Alif_lam_mim_1711@yahoo.co.uk Yaa_Siin_36@yahoo.co.id

[At Taubah: 18] Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Segala puji bagi ALLAH, Tuhan semesta alam, Yang Maha Suci lagi Maha Agung. Hanya kepada-NYA kita menyembah dan kepada-NYA pula kita memohon belas kasihan. Salam dan shalawat senantiasa kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, beserta istri-istri dan keturunan beliau, juga para sahabat, tabi in dan tabiut tabi in yang saleh sumber ilmu. Cara shalat berjamaah yang diajarkan oleh para ulama, kyai, dai, ustadz dan muallim masa kini yang telah menjadi kebiasaan bertahun-tahun itu sebenarnya menyalahi ajaran mazhab Syafi i yang dipegang ulama kaum melayu terdahulu. Apakah alasan mereka merubahnya??? Padahal sumber utama yang mengajarkan shalat itu hanya satu orang, yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Jadi seharusnya yang menjadi teladan kita itu adalah Rasulullah, bukannya ulama/kyai/ustadz/dai. Jadi marilah kembali mengikuti sunnah Rasul. Insya ALLAH, presentasi ini mencoba menjelaskan tata cara shalat berjamaah sesuai sunnah yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersama dengan jamaah yang terdiri dari sahabat-sahabat beliau yang saleh. Wallahu a lam. Hanya ALLAH Yang Maha Mengetahui. Dan hanya kepada ALLAH saja kita memohon petunjuk dan menggantungkan harapan. Yang kita sampaikan dalam file ini hanyalah satu dari sekian pendapat tentang cara shalat berjamaah. Fatwa yang kita ikuti kita pilihkan dari pendapat alim ulama dengan hujjah dan atsar yang kuat dan shahih.

Cinta-Rasul-Owner@yahoogroups.com

Oleh karena itu di dalam pelajaran agama Islam. Kata Sembah berarti menyembah. dan kata Yang diambil dari sebutan untuk Hyang Wedhi (Yang Maha Esa). Shalat dalam arti agama adalah rangkaian dari rukun-rukun dan zikir-zikir tertentu dengan syarat-syarat tertentu dan pada waktu yang tertentu pula. dua orang atau lebih. Sehingga kata itu wajib kita tinggalkan. sedangkan dalam bahasa melayu kita menyebutnya sembahyang. kita tidak dianjurkan atau bahkan dilarang untuk memakai kata sembahyang karena cenderung kepada tasyabbuh (menyerupai orang kafir). shalat jamaah adalah shalat yang dilakukan secara bersama-sama yaitu berkumpul dengan manusia lain. Jamaah juga berasal dari bahasa Arab yang artinya berkumpul atau bergabung. Dari kata sembahyang ini dapat kita simpulkan bahwa nenek moyang kita dahulu adalah pengikut agama Animisme / Hindu / Budha. Kata shalat berasal dari bahasa Arab. . Kata sembahyang ini bersifat umum. Jadi. karena arti dari shalat untuk kita adalah menyembah ALLAH subhanahu wa ta ala. Sembahyang diambil dari kata sembah dan yang . Sehingga sembahyang berarti menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Dan kata yang pantas untuk kita adalah shalat .Shalat dalam arti kata adalah doa dan permohonan ampun serta pemujaan kepada ALLAH. sebagaimana Tuhan Yang Maha Esa itu juga nama yang umum yang dikenal oleh semua agama.

HUKUM SHALAT BERJAMAAH ADALAH WAJIB FARDHU µAIN .

niscaya mereka akan mendatanginya. Kalaulah mereka tahu pahala keduanya. [HR. Muslim & matan berbeda dari Bukhari] Dari Abu Hurairah katanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik ialah shalat Isya dan shalat Subuh. [HR. Inginlah aku rasanya menyuruh seseorang menggantikanku mengimami shalat. Muslim & matan berbeda dari Bukhari] . Kalaulah mereka tahu betapa besarnya pahala yang akan mereka dapatkan. sesudah itu aku suruh bakar rumah-rumah mereka dengan ikatan-ikatan kayu bakar. niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. kemudian aku pergi mencari orang-orang yang tidak datang berjamaah. sesudah itu aku pergi dengan beberapa orang membawa ikatan-ikatan kayu bakar ke rumah-rumah orang yang tidak datang berjamaah. Karena itu beliau bersabda: Ingin aku rasanya menyuruh seseorang mengimami shalat berjamaah (menggantikan aku). lalu dibakar rumah-rumah mereka.HUKUM SHALAT JAMAAH Dari Abu Hurairah katanya: Pada suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat sangat sedikit orang yang shalat berjamaah.

maka shalat berjamaah tidak dapat lagi dianggap kifayah karena hal itu dapat melunturkan nilainilai syiar Islam. . aku ini buta. wahai Rasulullah! Sabda Nabi SAW: Kalau begitu. Karena shalat berjamaah adalah syiar Islam. sedangkan dimasa sesudah mereka dan zaman seperti sekarang ini dimana banyak orang-orang yang fasik. jika dimasa tabiin masih boleh disebut sebagai fardhu kifayah. [HR. Namun pendapat ulama pengikut beliau seperti Ibnu Hajar Al Asqalani menolak pendapat Imam Syafi i itu.HUKUM SHALAT JAMAAH Dari Abu Hurairah katanya: Seorang laki-laki buta datang kepada Rasulullah SAW lalu dia bertanya: Ya Rasulullah. penuhilah panggilan adzan itu. dan (beliau) bertanya: Adakah suara adzan shalat terdengar sampai ke rumah anda? Orang buta itu menjawab: Ya terdengar. dia dipanggil kembali oleh beliau SAW. Jika pembaca file ini termasuk pengikut mazhab Syafi i tentu mengetahui tentang Imam Syafi i yang berpendapat bahwa shalat berjamaah ini hukumnya Fardhu Kifayah (kewajiban masyarakat). tidak ada orang yang akan menuntunku pergi ke masjid (untuk shalat berjamaah) . Muslim dan matan berbeda dari Bukhari] -----Hadis tentang keinginan Rasulullah SAW ingin membakar rumah-rumah orang yang tidak mau berjamaah dan penolakan Rasulullah terhadap orang buta sekalipun sudah sangat jelas menyebut bahwa shalat berjamaah adalah Fardhu Ain (kewajiban setiap manusia). Tetapi setelah orang itu pergi belum begitu jauh. Mula-mula Nabi SAW membolehkannya. Sehingga ulama tabiut tabiin dan mutakhirin menjadikannya fardu ain. Lalu dia meminta agar Nabi SAW memperbolehkannya untuk shalat di rumahnya.

Barangsiapa berwudhu dengan sebaik-baiknya. [HR. [HR. Muslim] Dari Abdullah (bin Mas ud). dan diangkat derajatnya satu derajat. Sungguh salah seorang dari kami ada orang yang pergi shalat berjamaah ke masjid dengan dipapah oleh dua orang laki-laki sampai ia ditegakkan dalam shaf. tidak datang ke masjid seperti halnya orang-orang yang tidak datang ini. berarti anda telah sesat. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan ajaran-ajaran agama (sunanal huda). Menurut pendapat kami. Diantara sunanal huda itu adalah shalat berjamaah ke masjid bila mendengar adzan. diantaranya adalah shalat berjamaah itu. maka dituliskan oleh ALLAH baginya untuk setiap langkah kaki yang dilangkahkannya ke masjid itu sebagai pahala satu kebajikan. berarti anda telah meninggalkan sunnah Nabi anda. kecuali orang yang munafik yang jelas nifaknya. Apabila anda meninggalkan sunnah Nabi. orang yang tidak suka shalat berjamaah ke masjid ialah orang-orang munafik. kemudian dia pergi ke salah satu masjid. tidak ada orang yang tertinggal shalat berjamaah. katanya: Barangsiapa yang ingin bertemu dengan ALLAH kelak sebagai seorang muslim yang sempurna. serta dihapuskan daripadanya dosa satu kejahatan. Muslim] . Karena ALLAH telah mengukuhkan (menguatkan) hukum-hukum agama kepada Nabi-NYA. maka hendaklah dia selalu shalat berjamaah setiap mendengar adzan.HUKUM SHALAT JAMAAH Dari Abdullah (bin Mas ud). atau orang sakit yang apabila pergi shalat harus dipapah oleh dua orang ke tempat shalat. Andaikata anda shalat sendirian di rumah anda. katanya: Menurut pengamatan kami.

maka tidak sah shalat yang dilakukannya sendirian . dan dinyatakan sahih oleh beliau] Dari Abu Darda. [HR. maka syetan akan mempecundangi mereka! Hendaklah kalian senantiasa menegakkan shalat berjamaah. maka tidak ada shalat baginya kecuali jika ada udzur. Al Hakim dalam kitab Al Mustadrak] . [HR. Mereka berkata: Apa itu udzur? Rasulullah SAW menjawab: Rasa takut (tidak aman) atau sakit. Al Hakim. bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Bilamana (ada) tiga orang yang tinggal di satu kota atau desa yang tidak menegakkan shalat berjamaah.HUKUM SHALAT JAMAAH Dari Ibnu Abbas dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda: Barangsiapa mendengar seruan adzan sedang ia tidak ada udzur yang menghalanginya mengikuti shalat berjamaah. [HR. Abu Dawud] Dari Ibnu Abbas [nama lengkapnya Abdullah bin Abas] dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda: Barangsiapa mendengar seruan adzan namun ia tidak mendatanginya.

Bukhari] --------Demikianlah sebagian hadis-hadis sahih yang mencela orang-orang yang tidak mau mengikuti shalat berjamaah.HUKUM SHALAT JAMAAH Dari Abu Hurairah bahwa Rasullullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: Demi dzat yg jiwaku berada di tangan-NYa. niscaya ia akan menghadiri shalat Isya. lalu aku memerintahkan seseorang untuk mengimami manusia. Kemudian aku memerintahkan shalat dan dikumandangkan adzan. sungguh telah timbul keinginanku untuk memerintahkan agar kayu bakar dikumpulkan. apabila salah seorang mereka mengetahui bahwa ia memperoleh tulang yang gemuk atau daging yang baik. . Yang dapatlah kita jadikan hujjah fatwa bahwa hukum shalat berjamaah adalah Fardu Ain (wajib untuk setiap manusia yang muslim). Kemudian aku pergi kepada beberapa orang laki-laki. [HR. Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-NYA. lalu aku bakar rumah-rumah mereka.

KEUTAMAAN SHALAT JAMAAH .

Muslim] Dari Abu Hurairah katanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Pahala shalat berjamaah melebihi pahala shalat sendirian dua puluh lima derajat. katanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian 25 (dua puluh lima) derajat. lalu dia duduk sendirian. katanya: Pada suatu ketika Usman bin Affan masuk ke masjid sesudah shalat Maghrib. [HR.Dari Ibnu Umar. Dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah. [HR. [HR. Karena itu aku duduk mendekatinya. Katanya (Usman): Wahai anak saudaraku. Muslim] . maka nilainya samaa dengan shalat seperdua malam. Bukhari & Muslim] Dari Abdurrahman bin Abu Amrah. Malaikat malam dan malaikat siang bertemu pada waktu Subuh . [HR. aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang shalat Isya berjamaah. nilainya sama dengan shalat sepanjang malam. katanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian 27 (dua puluh tujuh) derajat. Bukhari] Shalat Dari Abu Hurairah. karena membacanya diwaktu subuh akan disaksikan oleh para malaikat. Kemudian Abu Hurairah berkata lagi: Karena itu bacalah Qur an pada waktu subuh.

Seandainya mereka mengetahui apa yang ada pada tahjir [menyegerakan shalat di awal waktu].Dari Usman bin Affan. maka mereka akan mengundinya. bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: Seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam adzan dan shaf pertama. [HR. niscaya mereka akan mendatangi kedua-duanya meskipun dengan merangkak. Muslim] Dari Abu Hurairah. [HR. Seandainya mereka mengetahui apa yang terdapat pada shalat Isya dan Subuh. kemudian berangkat menuju shalat fardhu. . Bukhari dan Muslim] ---------Dan masih banyak hadis shahih lainnya yang mengajarkan keutamaan yang besar dari shalat berjamaah yang tidak kita tuliskan dalam file ini karena banyaknya. katanya ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa berwudhu untuk mengerjakan shalat kemudian ia menyempurnakan wudhunya. lalu ia mengerjakannya bersama kaum muslimin atau bersama jamaah atau mengerjakannya di masjid secara berjamaah. niscaya mereka akan berlomba-lomba kepadanya. niscaya akan diampuni dosa-dosanya. kemudian mereka tidak menemukan (cara lain untuk bisa mendapatkannya) kecuali dengan mengadakan undian.

YANG MENJADI IMAM SHALAT JAMAAH .

2. Yang paling fasih (lancar bahasa Arab) dan dalam bacaan Al-Qur an 3. Yang paling banyak hafalan Al-Qur an 4. Yang paling tua usianya 2.SYARAT-SYARAT IMAM SHALAT BERJAMAAH SYARAT1. Dan hukumnya tetap dianggap sah serta tetap dapat pahala jamaah. Yang paling mengerti tentang tata cara shalat berjamaah yang benar 5. Yang baik kepribadiannya dan mengerti tentang shalat Jika syarat-syarat di atas masih belum didapatkan maka terpaksa boleh berimam kepada orang yang fasiq/munafik tetapi mereka mengerti tata cara shalat berjamaah. Diurutkan berdasarkan keutamaan yang dimiliki individu yang bersangkutan: 1. .

SYARAT-SYARAT IMAM SHALAT BERJAMAAH SYARATDari Malik bin Al Huwairits dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda: Apabila (waktu) shalat telah tiba maka hendaklah kalina bedua adzan dan qamat. [HR. Muslim] Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Shalat lima waktu wajib dikerjakan secara berjamaah bersama imam muslim yang shalih maupun yang fasiq. Apabila bacaan mereka sama (bagusnya). meskipun sang imam melakukan dosa-dosa besar. [HR. Apabila mereka sama dalam hal hijrah. maka hendaklah yang mengimami mereka yang paling tua usianya di antara mereka. maka hendaklah yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrah di antara mereka. kemudian hendaklah yang paling tua di antara kalian menjadi imam. Abu Dawud] . Bukhari] Dari Abu Mas ud Al Ansyari dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda: Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling baik bacaannya terhadap kitabullah (AlQur'an). [HR.

Dan budak-budak para sahabat Nabi umumnya memiliki keistimewaan dalam hal agama. Bukhari] Dari Ibnu Umar. [HR. meski diangkat seorang Habasyah untuk memimpin kalian (sebagai imam). dia berkata: Ketika kaum Muhajirin pertama mendatangi Ushbah (suatu tempat di Quba ) sebelum kedatangan Rasulullah SAW. orang-orang Afrika ini kebanyakan adalah budak. Sehingga apabila mereka dimerdekakan.SYARAT-SYARAT IMAM SHALAT BERJAMAAH SYARATDari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Mereka (imam) shalat untuk kamu. bekas budak itu bahkan dapat menduduki posisi imam masjid dan kedudukan dalam Khilafah Islam. [HR. Bukhari] Dari Anas. dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda: Dengarkanlah oleh kalian dan taatilah. [HR. Pada zaman Nabi. . maka yang menjadi imam mereka adalah Salim (bekas budak Abu Hudzaifah) dan dia (Salim) adalah orang yang paling banyak hafal Al-Qur'an di antara mereka. yang kepalanya seperti kismis. Bukhari] Habasyah pada zaman sekarang ini adalah nama/sebutan untuk orang Afrika yang berkulit hitam dan berambut keriting menggumpal ibarat kismis. apabila mereka benar maka untuk kamu (pahalanya) dan apabila mereka salah maka untuk kamu (pahalanya) dan (dosanya) menjadi tanggungan mereka.

lalu kami merasa berdosa . Kisah ini juga ada dalam kitab Shirah Nabawiyah. . Usman berkata: Shalat adalah perbuatan terbaik yang dilakukan manusia. maka jauhilah keburukan mereka.SYARAT-SYARAT IMAM SHALAT BERJAMAAH SYARATDari Ubaidillah bin Adi bin Khiyar bahwasanya beliau masuk menemui Usman bin Affan yang saat itu terkepung. rumahnya dimasuki dan Usman dibunuh. [HR. Sedangkan apabila mereka berbuat buruk. Sejarah mengatakan ini adalah pemberontakan yang berasal dari fitnah kaum Syi ah (Abdullah bin Saba). maka berbuat baiklah kepada mereka. Kisah lengkap tentang ini ada dalam kitab Al Bidayah wan Nihayah (kisah para sahabat Nabi) karangan Ibnu Katsir [penulis Kitab Tafsir Al AlQur an yang sangat terkenal]. Setelah beberapa hari kemudian. dan yang mengimami kami shalat adalah imam fitnah. sementara engkau ditimpa apa yang kita lihat. Ia berkata: Sesungguhnya engkau adalah imam bagi semuanya [Khalifah]. Apabila manusia berbuat baik. Bukhari] Ketika itu Usman dikepung oleh pemberontak dan ia tidak dapat keluar rumah untuk mengimami shalat berjamaah.

ADAB DAN ETIKA SEBELUM MENGIKUTI SHALAT BERJAMAAH .

namun sunat bagi perempuan. hingga selesai shalat berjamaah. Jangan memakan makanan yang berbau busuk seperti bawang putih.Beberapa anjuran yang kita tulis dibawah ini ada yang disebut dalam hadis dan ada yang tidak. Sebaiknya berwudhu di rumah. Anjuran menggosok gigi ini banyak disebut dalam hadis Bukhari. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam mazhab Syafi i banyak berisi anjuran yang mana hal itu demi kesempurnaan ibadah. Namun kita tidak menyebut hadisnya dengan lengkap. bawang merah. 3. Dalam segi kesempurnaan tentu saja sikat gigi lebih baik daripada siwak. petai dan jengkol. 2. karena pahala jamaah dihitung sejak niat dan melangkahkan kaki dari rumah ke masjid. namun dizaman modern ini para ulama sudah menggantinya dengan sikat gigi. Seandainya pada zaman Nabi sudah ada sikat gigi tentu tidak akan ada hadis tentang siwak. Kita memaklumkan bahwa shalat berjamaah adalah wajib bagi laki-laki. Dianjurkan untuk membersihkan diri. Siwak dizaman Nabi yaitu sejenis kayu. . karena itu anjuran yang kita pilih sebelum melaksanakan shalat berjamaah adalah: 1. karena siwak dapat melukai gusi. Anjuran ini ada dalam shahih Muslim dan kitab sunan Abu Dawud. Muslim dan lainnya. baik itu mandi (wajib jumat) maupun bersiwak atau menggosok gigi (berberus). karena hal ini hanyalah anjuran. Dan juga jangan merokok karena asapnya dapat menempel pada baju dan mulut.

sesuai hadis-hadis dalam Bukhari dan Muslim. Kebanyakan orang menganggap shalat ini sunat dan diremehkan. maka hal itu boleh saja.4. sesuai pesan ALLAH dalam Al-Qur'an surah Al A raaf: 31. 7. padahal ia adalah sunat muakkad (mendekati wajib). Kaum wanita lebih utama dianjurkan untuk shalat di rumah. . maka janganlah duduk sebelum melaksanakan shalat dua rakaat. Muslim] 5. indah dan rapi. [HR. Juga dianjurkan memakai wangiwangian. Apabila sudah sampai di masjid. Zikir seperti bismillahi tawakkaltu alallah dan lainnya ini ada pada artikel zikir harian . Membaca doa atau zikir ketika melangkah keluar dari rumah menuju masjid. Untuk kaum laki-laki dianjurkan memakai pakaian yang baik. Tidak usah membawa sajadah karena shaf dalam jamaah harus rapat. Sedangkan untuk wanita tidak diperbolehkan memakai pakaian dan minyak wangi yang memancing penglihatan kaum laki-laki. jangan langsung duduk sebelum melakukan shalat Tahiyatul Masjid. namun jika mereka ingin ikut ke masjid. 6. asalkan mereka tidak tabarruj (bersolek yang berlebihan). Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Jika salah seorang kamu masuk ke dalam masjid.

8. 9. karena hal ini akan menjadi wajib jika dalam masjid itu banyak orang yang berlalu lalang. dalam istilah Arab disebut dengan nama sutrah . Ini adalah perbuatan manusia-manusia akhir zaman dimana mereka ngerumpi dan ngegosip di dalam masjid. Hanya tasbih dan kalimat pujian bagi ALLAH yang pantas di dalam masjid. -----Demikianlah beberapa anjuran sebelum mengikuti pelaksanaan shalat berjamaah agar kita mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari perkara yang sunat. [penjelasan tentang hal yang berhubungan dengan kewajiban shalat menghadap sesuatu penghalang (dinding. Menjawab adzan meskipun kita masih dalam perjalanan menuju masjid dimana adzan itu dikumandangkan. Tentang hal ini ALLAH menulisnya dalam AlQur an surah ke-24 An Nuur ayat 36 37. 10. Hendaklah memilih shaf yang terdepan atau mengisi shaf yang masih kosong. tembok atau yang lain). Dan hadis tentang ini sangat banyak atau mutafaq alaihi. lebih lagi pada perkara yang wajib/rukun. insya ALLAH akan kita sampaikan dalam file terpisah] Jangan mengisi masjid dengan perkataan yang sia-sia atau berhubungan dengan urusan keduniawian. .

TATA CARA PENGATURAN SHAF JAMAAH .

. Jadi. maka kita tidak dianjurkan atau bahkan dilarang untuk membawa sajadah. dinding atau kain tirai penghalang atau sutrah.. Dalam artikel terdahulu yaitu tentang tata cara shalat . Selama lantai masjid itu bersih. Sedangkan sajadah itu sendiri lebih condong kepada kesombongan apabila ia dibawa oleh orang yang tidak mengerti sunnah Rasulullah dan fiqih Islam. karena ada tata cara shalat berjamaah yang tidak mungkin terlaksana jika memakai sajadah yaitu merapatkan barisan shaf. Dan sajadah hanya pantas untuk shalat sunat di rumah saja. Kecuali kita shalat bersama masyarakat ahli bid ah yang mana mereka tidak mau merapatkan shaf. Jumhur ulama sependapat bahwa merapatkan shaf adalah termasuk rukun wajib shalat berjamaah. apabila kita berniat untuk shalat berjamaah di masjid. Sajadah hanya diperbolehkan untuk shalat berjamaah di lapangan terbuka di atas tanah yang kotor atau berdebu.  . Penjelasan tentang hal ini insya ALLAH kita buat terpisah. ada baiknya jika kita sampaikan tentang kebiasaan ulama-ulama saleh yaitu bahwa kita tidak dianjurkan membawa sajadah ke masjid. Dan anjuran ini berlaku untuk kaum lelaki dan perempuan.CATATAN:  Sebelum kita lanjutkan pembahasan mengenai tata cara pengaturan shaf. kita tidak menyebut adanya kewajiban untuk shalat menghadap tembok. maka sebaiknya janganlah membawa sajadah.

Jika jamaah laki-laki ada dua atau lebih. 3. maka makmum berdiri di belakang imam. Dan makmum wanita berada di belakang makmum laki-laki. Dan makmum wanita berada di belakang imam. Jika jamaah laki-laki hanya satu orang. Shalat berjamaah di masjid dimana laki-lakinya banyak atau lebih dari satu shaf. . maka makmum berdiri disebelah kanan imam dan sejajar menempel. maka imam berdiri di depan di tengah-tengah shaf.TATA CARA PENGATURAN SHAF Jumhur ulama sependapat bahwa situasi dan kondisi pengaturan shaf dalam shalat berjamaah hanya ada tiga. 2. Dan antara makmum laki-laki dan makmum wanita harus ada tabir (tirai penghalang) atau dalam bahasa Arabnya yaitu sutrah . Dan makmum yang lebih dari satu shaf maka harus pula mengutamakan bagian tengah shaf. yaitu: 1. Sutrah ini wajib ada untuk menghindari ada yang lalu lalang di depan makmum wanita.

antara makmum laki-laki dan makmum wanita harus ada tabir (tirai lakipenghalang) atau dalam bahasa Arabnya yaitu sutrah . demikian seterusnya. Setelah itu shaf kedua diisi dengan mengutamakan bagian tengah di belakang imam. Semakin banyak jamaahnya semakin disukai oleh ALLAH. Jika masjid itu ramai dan kemungkinan orang yang masbuk (terlambat datang ke masjid) itu juga akan ada.1. maka shaf pertama harus diisi sesuai lebar masjid dengan rapat dan lurus. Al Hakim. maka di depan shaf pertama makmum wanita harus ada sutrah (dinding/tabir pembatas) agar orang-orang yang masbuk itu tidak melewati di hadapan mereka. lebih dari satu shaf maka harus pula mengutamakan bagian tengah shaf. Dan makmum yang tengahshaf. shalat berjamaah bersama dua orang lebih baik daripada shalat berjamaah bersama satu orang. Shalat berjamaah di masjid dimana laki-lakinya banyak atau lebih dari satu lakishaf. Sutrah ini wajib ada untuk menghindari ada yang lalu lalang di depan makmum wanita. Karena dosa akibat lewat dihadapan orang yang sedang shalat itu sangat besar. dan dinyatakan shahih dalam Al Mustadrak III/269] Pada masjid yang banyak diikuti jamaah. kecuali shaf masih kosong maka mereka boleh bergabung dan merapatkan shaf dengan orang dewasa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Shalat bersama orang lain berjamaah lebih baik daripada shalat sendirian. [HR. maka imam berdiri di depan di tengah-tengah shaf. . Rasulullah menganggapnya setan yang pantas dibunuh. wanita. Makmum anak-anak harus berada di belakang shaf orang dewasa. Dan shaf.

maka utamakan tengah dan wajib sutrah) IMAM MAKMUM LAKI-LAKI DEWASA MAKMUM LAKI-LAKI ANAK-ANAK SUTRAH MAKMUM PEREMPUAN .SKETSA PENYUSUNAN SHAF (Jika makmumnya banyak.

Dan tiga/lebih makmum itu merapatkan dan meratakan shaf hingga mereka sejajar dan lurus dengan merapatkan ujung kaki dan menempelkan bahu satu sama lainnya.Jika makmum laki-laki ada tiga orang atau lebih. maka makmum posisi berdirinya berada di tepat belakang imam. Inilah makna hadis yang tersirat tentang ucapan Nabi berdiri dibelakangku . MAKMUM IMAM .

dia berkata: Aku bersama anak yatim shalat di belakang Nabi shallallahu alaihi wa sallam di rumah kami. Jika jamaah laki-laki ada dua atau lebih. [HR.2. imam. Dan makmum wanita berada di belakang makmum laki-laki. aku hendak mengimami anda semua shalat (sunat) berjamaah . katanya: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah seorang yang berakhlak paling baik. Beliau menyuruh membentangkan (menghampar) tikar. katanya neneknya (yang bernama) Mulaikah mengundang Rasulullah SAW menyantap juadah (masakan gulai) yang disediakannya untuk beliau SAW. Kata Anas: Aku mengambil sehelai tikar yang telah menghitam karena telah lama dipakai. Dari Anas bin Malik. sesudah itu selesai. kemudian diperciki air. kemudian (tikar itu) aku percikkan dengan air. Setelah selesai makan Rasulullah SAW bersabda: Berdirilah. Kemudian Rasulullah shalat di tikar itu. Muslim] Dari Anas bin Malik. Bukhari] . Aku dan seorang anak yatim berbaris di belakang beliau. [HR. dan nenek di belakang kami. Sesudah itu beliau shalat mengimami kami. [HR. Beliau mengimami kami dua rakaat. dan kami mengikuti beliau di belakang. Muslim] Dari Anas bin Malik. lalu beliau shalat di rumah itu. laki-laki. beliau suruh agar disapu (dibersihkan dari debu). sedangkan ibuku [Ummu Sulaim] di belakang kami. maka makmum berdiri di belakang lakiimam. Tikar kami terbuat dari pelepah kurma. Beliau sering datang ke rumah kami.

SKETSA PENYUSUNAN SHAF (Seorang wanita dihitung satu shaf) IMAM MAKMUM LAKI-LAKI MAKMUM PEREMPUAN .

IMAM Dan dua makmum itu merapatkan dan meratakan shaf hingga mereka sejajar dan lurus dengan menempelkan bahu dan ujung kaki mereka. .MAKMUM Jika makmum laki-laki ada dua orang. maka makmum posisi berdirinya berada di belakang imam dengan lurus tepat ditengah imamnya.

kemudian tidur. maka beliau memegang kepalaku dan menempatkanku di bagian kanannya. lalu beliau menempatkanku di samping kanannya. maka aku datang dan berdiri di samping kirinya. lalu aku berdiri melakukan shalat bersamanya. Lalu beliau tidur hingga aku mendengar suara dengkurannya [atau ia berkata: suara nafas Nabi] kemudian beliau keluar untuk shalat (Subuh). belakang imam. Bukhari] Dari Ibnu Abbas. maka makmum berdiri di sebelah lakikanan imam dan mereka saling sejajar. Bukhari] Pada saat itu Ibnu Abbas masih anak kecil sehingga Nabi menuntunnya dengan memegang di kepala sebagaimana kita biasa mengusap kepala anak-anak. [HR. maka Nabi SAW berdiri melakukan shalat disebagian malam. dia berkata: Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah (istri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam). imam. kemudian shalat dua rakaat (Fajar). dia berkata: Aku bermalam di rumah bibiku. Dan makmum wanita berada di sejajar. . Aku berdiri di bagian kirinya.3. Jika jamaah laki-laki hanya satu orang. Kemudian shalat (malam). [HR. Dari Ibnu Abbas. maka Rasulullah SAW shalat Isya . Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat lima rakaat (witir). Kemudian datang (untuk berjamaah) dan shalat empat rakaat.

Kemudian ibuku berkata kepada beliau: Ya Rasulullah! Doakan pula pelayan kecil anda ini! [maksudnya Anas yang ketika ini masih anak kecil]. maka makmum berdiri di sebelah lakikanan imam dan mereka saling sejajar. ibuku dan bibiku. Muslim] Dari Anas bin Malik. Seorang laki-laki bertanya kepada Tsabit: Ketika itu dimana Anas berdiri? Jawab Tsabit: Di sebelah kanan Rasulullah SAW. Kemudian beliau SAW mendoakan kepadaku kebaikan dunia dan akhirat. aku hendak mengimami anda shalat [dalam riwayat ini adalah shalat sunat]. Muslim] . Kata Anas: Setelah selesai shalat beliau mendoakan kepada ALLAH kebaikan dunia dan akhirat bagi kami seisi rumah.3. belakang imam. Kemudian berikanlah keberkahan semua itu baginya. [HR. Kata beliau SAW: Berdirilah. Lalu beliau shalat berjamaah dengan kami. imam. Dari Tsabit. [HR. Akhir dari doa beliau itu adalah: Ya ALLAH. Dan makmum wanita berada di sejajar. Jika jamaah laki-laki hanya satu orang. dengan ibunya dan dengan bibinya. katanya Rasulullah SAW shalat berjamaah bersama-sama dengannya. Kata Anas: Rasulullah menyuruhku berdiri sebelah kanan beliau dan para wanita di belakang kami. dari Anas (bin Malik). banyakkanlah hartanya dan anaknya. sedangkan di rumah yang ada hanya aku. katanya: Nabi shallallahu alaihi wa sallam datang ke rumah kami.

SKETSA PENYUSUNAN SHAF (Satu makmum laki-laki berada sebelah kanan & sejajar imam) laki- MAKMUM IMAM LAKI-LAKI MAKMUM PEREMPUAN .

.Jika makmum laki-laki hanya satu orang. MAKMUM IMAM Dan makmum meratakan shaf hingga ia sejajar dan lurus dengan imamnya dengan menempelkan ujung kaki dan bahu mereka. maka makmum posisi berdiri nya berada di sebelah kanan imam dan sejajar dengan imamnya. Inilah makna hadis Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan dari kisah Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.

WAJIB MELURUSKAN SHAF JAMAAH .

[HR. Bukhari dan matan yang berbeda dari Muslim] . karena sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang punggungku. [HR. [HR. maka Rasulullah SAW menghadap kepada kami dengan wajahnya seraya bersabda: Luruskan shaf dan rapatkanlah. Bukhari] Dari Anas bin Malik. dia berkata: Qamat untuk shalat telah dilakukan. Bukhari] Dari Anas bin Malik. beliau bersabda: Ratakanlah shaf-shaf kamu. dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Hendaklah kalian meratakan barisan kalian atau ALLAH menjadikan berselisih antara wajah-wajah kamu.WAJIB MELURUSKAN SHAF Dari An Nu man bin Basyir. karena sesungguhnya meratakan shaf termasuk bagian menegakkan shalat (yang sempurna). Bukhari] Dari Anas. sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang punggungku. [HR. dari Nabi SAW. bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Luruskan shaf-shaf (barisan shalat).

maka janganlah kalian berbeda dengannya. kemudian yang pandai dan seterusnya. maka hendaklah kalian ruku . Apbila ia mengucapkan sami allahu liman hamidah [semoga ALLAH mendengar orang yang memuji-nYA]. Luruskan shaf dalam shalat. apabila ia (imam) shalat sambil duduk. Apabila ia ruku. maka dikatakan kepadanya: Apakah yang engkau ingkari pada kami sejak engkau mengikuti Rasulullah SAW? Dia berkata: Aku tidak mengingkari sesuatu kecuali bahwa kalian tidak meratakan shaf-shaf (dalam shalat berjamaah). [HR. Orang yang dewasa yang cerdik dan pandai hendaklah berdiri dekat di belakangku. jangan bengkok-bengkok. [HR. dari Anas bin Malik bahwa dia datang ke Madinah. [HR. hendaklah kalian shalat sambil duduk. karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kebaikan shalat. maka katakanlah rabbana lakal hamdu [wahai Tuhan kami bagi-MU segala puji].WAJIB MELURUSKAN SHAF Dari Abu Hurairah. Apabila ia sujud hendaklah kalian sujud. Bukhari] Dari Abu Mas ud katanya: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memegang bahu kami sebelum shalat sambil berkata: Luruskan barisanmu. Karena barisan (shaf) yang bengkok niscaya akan menyebabkan hatimu berpecah-pecah. Muslim] Dari Busyair bin Yasar Al Anshari. Bukhari] . dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda: Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti.

Muslim] --------Itulah sebagian dari hadis-hadis shahih yang menyatakan bahwa meluruskan shaf dalam shalat berjamaah adalah wajib. sekonyong-konyong terlihat oleh beliau seorang laki-laki menonjolkan dadanya dari shaf. Maka beliau bersabda: Wahai hamba ALLAH. [HR. kemudian yang pandai (beliau ucapkan sampai tiga kali) dan jauhilah hiruk-pikuk seperti di pasar. Meskipun dalam masyarakat kita khususnya bangsa melayu. luruskan shaf anda! Kalau tidak niscaya ALLAH akan mencerai-beraikan hati anda.WAJIB MELURUSKAN SHAF Dari Abdullah bin Mas ud. Pada suatu hari ketika beliau hendak shalat dan hampir takbir. sunnah ini tidak dilaksanakan dengan benar . [HR. karena ia merupakan kesempurnaan shalat. Sehingga bagi kita yang mencintai sunnah Rasul hendaklah kita ikuti ajaran beliau. katanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Hendaklah yang berdiri dekat denganku orang-orang dewasa yang cerdik dan pandai. Muslim] Dari Nu man bin Basyir katanya: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah meluruskan shaf kami. sehingga beliau kelihatan seolah-olah sedang meluruskan anak panah sampai lurus benar.

TATA CARA MELURUSKAN SHAF JAMAAH .

dan barangsiapa yang memutuskan shaf maka ALLAH akan memutuskannya. Barangsiapa yang menyambung shaf maka ALLAH akan menyambungnya.Menempelkan bahu dengan bahu. Ia berkata: Sungguh aku melihat orang di antara kami menempelkan pundaknya kepada pundak temannya dan kakinya kepada kaki temannya. Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim menyebutnya sebagai hadis shahih] Dari Abu Al Qasim Al Jadali [nama asli = Husain bin Al Harits]. dia berkata: Aku mendengar An Nu man bin Basyir berkata: Bahwa Rasulullah SAW menghadapkan wajahnya kepada manusia seraya bersabda: Luruskanlah shaf-shaf kamu [diucapkan oleh beliau tiga kali]. dan kakinya kepada kaki temannya. dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. beliau bersabda: Luruskan shaf-shaf kamu. [HR. karena sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang punggungku. [HR. Bukhari] Dari Ibnu Umar. bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Luruskanlah shaf-shaf. kaku dengan kaki Dari Anas bin Malik. Abu Dawud. isilah celah-celah yang kosong. dan jangan meninggalkan celah bagi syetan. Salah seorang di antara kami menempelkan bahunya kepada bahu temannya. hendaklah kalian meluruskan shaf-shaf kamu atau ALLAH menjadikan hati kalian saling berselisih. Abu Dawud dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah] . [HR. sejajarkan antara pundak-pundak. demi ALLAH.

Yaitu dengan menempelkan jari-jari kelingking antara makmum dengan makmum atau imam dengan makmum. .CARA MELURUSKAN SHAF YANG BENAR Bahu dengan bahu harus rapat atau minimal harus bersentuhan Kaki-kaki yang dimaksud dalam hadis adalah ujung kaki atau jari kelingking kaki.

GERAKAN/BACAAN IMAM DAN MAKMUM .

sujud dan berdiriku. Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda: Adakah salah seorang diantara kamu merasa takut [atau adakah salah seoraqng di antara kamu tidak merasa aman] apabila ia mengangkat kepalanya sebelum imam.1. apabila mereka benar maka untuk kamu. dan apabila mereka salah maka untuk kamu (pahalanya) dan (dosanya) menjadi tanggungan mereka. Dan jangan pula mendahuluiku dalam berpaling. [HR. [HR. [HR. atau ALLAH menjadikan bentuknya seperti bentuk keledai. maka janganlah mendahului rukuk. Imam harus mendahului makmum. Bukhari] Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Mereka shalat untuk kamu. maka ALLAH akan menjadikan kepalanya seperti kepala keledai. Bukhari] Dari Anas bin Malik ia berkata: Pada Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat mengimami kami. Setelah selesai shalat beliau menghadap kepada kami dan berkata: Wahai sekalian manusia. aku adalah imam kalian. Muslim] . haram pula bersamaan gerakannya dengan Imam. Makmum haram mendahului imam. Sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari depan dan dari belakangku.

Jika imam shalat dalam keadaan duduk. Al Barra telah menceritakan kepadaku. Kemudian kamipun sujud sesudahnya. Ketika Imam membaca iktidal ³sami¶allahu liman hamidah´ maka makmum menjawab ³rabbana lakal hamdu´. Bertakbirlah jika imam telah bertakbir.2. Muslim & Abu Nu aim] Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Imam diangkat untuk diikuti. maka tidak ada seorangpun di antara kami yang membungkukkan punggungnya hingga Nabi SAW berada dalam kondisi sujud. Muslim] . maka ucapkanlah rabbana wa lakal hamdu . dia berkata bahwa apabila Rasulullah SAW mengucapkan sami allahu liman hamidha . Dari Abdullah bin Yazid dia berkata. maka duduklah kalian semua. [HR. Bukhari. Jika imam mengucapkan sami allahu liman hamidah . [HR. bangkitlah jika imam telah bangkit. sujudlah jika imam telah sujud.

sedangkan makmum membaca Fatihah secara suara lirih atau berbisik (syirr) 3. sedangkan makmum membaca Fatihah secara suara lirih atau berbisik (syirr) 2. Hukum membaca Al Fatihah bagi Makmum Jumhur ulama Mazhab Syafi i berpendapat yaitu: 1. Rasulullah SAW bersabda: Aku tahu maksudmu baik. Isya dan Subuh) Imam harus membaca Fatihah dengan suara nyaring (jahr).3. Tetapi kamu mengganggu orang lain. maksud saya hanya sematamata untuk kebaikan. Adapun kewajiban bagi Imam dan Makmum membaca Fatihah adalah berdasarkan dalil hadis muttafaq alaihi yang menyebut bahwa Rasulullah bersabda: Tidak sah shalat yang tidak membaca Fatihah . apabila dikerjakan pada siang hari maka disebut sebagai sunat Syirr dan jika dikerjakan malam hari maka dianggap sunat Jahr. Pada shalat jahr (bacaan dikeraskan yaitu Maghrib. Pada shalat sunat berjamaah. [HR. Pada shalat Syirr (bacaan dilirihkan yaitu Zuhur dan Ashar) Imam harus membaca Fatihah dengan suara pelan atau tidak terdengar (syirr). Dari Imran bin Husain. katanya: Pada suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengimami kami shalat Zuhur atau Ashar. Setelah selesai shalat beliau bersabda: Siapakah tadi dibelakangku yang menjaharkan (membaca dengan keras/nyaring) bacaan Sabbihisma Rabbikal A la? Jawab seorang sahabat: Saya. Muslim] .

4. Tirmizi. Bukhari. Ad Darami] Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: Apabila imam mengucapkan ghairil maghdhuubi alaihim waladhdhaalliin (ayat terakhir Fatihah). Perkara membaca amin sudah disepakati keshahihannya oleh jumhur ulama manapun. Bukhari & Muslim] -----Masih ada hadis shahih Bukhari dan Muslim yang lain yang menjelaskan tentang keutamaan membaca amin. [HR. Nasai. Malik. . maka ucapkanlah amiin . Abu Dawud. Imam dan makmum membaca Amin bersama-sama bersamaDari Sa id bin Al Musayyib dan Abu Salamah bin Abdurrahman. karena barangsiapa yang ucapan amin-nya bersamaan dengan ucapan amin para malaikat niscaya akan diampuni dosanya telah lalu. keduanya mengabarkan kepadanya dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: Apabila imam mengucapkan amiin maka ucapkanlah (juga) oleh kalian amiin . Muslim. maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. [HR. Ahmad. namun tidak kita sebutkan disini. Karena sesungguhnya barangsiapa yang ucapannya bertepatan dengan ucapan para malaikat. Ibnu Majah.

Contoh kasus ini ada dalam kisah Rasulullah. Maka semuanya akan mendapat pahala jamaah. Dan bagi orang-orang yang masbuk itu wajib menyempurnakan bilangan rakaat yang tertinggal.5. Berubah niat Yang dimaksud dengan berubah niat yaitu misalannya seorang laki-laki bermaksud untuk shalat sendirian karena tidak ada makmum yang mendatangi jamaah. . Tibatiba datang orang-orang yang masbuk kemudian mereka bermakmum dan langsung membentuk shaf di belakang laki-laki tadi. ketika ia sudah berada di rakaat yang selanjutnya. ketika beliau shalat sunat di dalam kamar rumah beliau bersama Aisyah. Maka laki-laki pertama tadi boleh langsung mengganti niatnya yaitu menjadi imam dan terus memimpin makmum yang masbuk tadi. Kemudian laki-laki itu memulai shalatnya sendirian. karena contoh kasus semacam itu sangat jarang atau tidak pernah ada di era modern sekarang ini. tiba-tiba para sahabat membentuk jamaah di luar rumah Nabi dan bermaksud menjadi makmum. [riwayat Bukhari dan Muslim] Kita tidak menulis hadis itu dengan lengkap. Maka shalat mereka pun dianggap jamaah.

JANGAN MEMPERPANJANG SHALAT .

kemudian beliau SAW memerintahkannya (kepada Muadz agar membaca) dua surah yang merupakan surah sedang (tidak panjang) di antara surah-surah Al Mufashal. Suatu ketika beliau (Muadz) shalat Isya dan membaca Al Baqarah. Amr berkata: Aku tidak hafal kedua surah itu. pembuat fitnah. Bukhari dan matan berbeda dari Muslim] -----------Dua surah yang dimaksud adalah sabbihisma rabbika (QS:87 Al-A laa) dan wasyamsi wadhuhaha (QS:91 Asy-Syamsu) serta Wal laila idza yaghsya (QS:92 Al-Lail). [HR. dia berkata: AKu mendengar Jabir bin Abdullah berkata bahwa biasanya Muadz bin Jabal shalat bersama Nabi SAW. Lalu berita ini sampai kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. orang yang banyak berbuat fitnah [3x] atau beliau bersabda: pembuat fitnah. kemudian ia pulang lalu mengimami kaumnya. maka beliau bersabda: Orang yang banyak berbuat fitnah. pembuat fitanh.ANJURAN AGAR IMAM MERINGANKAN SHALAT Dari Amr. orang yang banyak berbuat fitnah. Surah-surah Al Mufashal ini kemudian kita sebut dengan surah-surah dalam Juz Amma (juz terakhir ke-30) . Maka seorang laki-laki berbalik (meninggalkan shalat berjamaah) dan sepertinya Muadz mencelanya.

maka hendaklah ia meringankan (shalatnya). Bukhari] Menurut hadis riwayat yang lain. Bukhari] Dan masih banyak hadis shahih lain yang mengajarkan agar shalat yang sederhana saja. karena sesungguhnya di antara mereka ada yang lemah. Maka barangsiapa di antara kalian shalat mengimami manusia hendaklah ia meringankan (shalatnya). imam yang dimaksud dalam hadis ini adalah Ubay bin Kaab yang mengimami penduduk Quba Dari Abu Hurairah. Maka aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyampaikan nasihat dengan kemarahan yang lebih besar daripada hari titu. karena di antara mereka ada yang lemah. Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya di antara kalian ada yang membuat orang menjauh. bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian shalat mengimami manusia. sakit dan orang tua. maka hendaklah memanjangkan sebagaimana yang ia kehendaki. . orang tua dan ada yang memiliki keperluan. wahai Rasulullah. [HR. sesungguhnya aku tidak mengikuti shalat Subuh (berjamaah) dikarenakan si fulan memperpanjang shalat atas kami. Apabila ia shalat untuk dirinya sendiri. [HR.ANJURAN AGAR IMAM MERINGANKAN SHALAT Dari Abu Mas ud bahwa seorang laki-laki berkata: Demi ALLAH.

HUKUM SHALAT JAMAAH BAGI WANITA .

Bukhari & Muslim] Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kalian melarang kaum wanita mendatangi masjid. Al Hakim dalam Al Mustadrak dengan isnad shahih] . Namun jika wanita ingin mendatangi masjid. [HR.Jumhur (pendapat banyak yang tiada perselisihan di antara mereka) ulama sependapat bahwa wanita tidak wajib mengikuti shalat berjamaah. [HR. [HR. kaum wanita hadir mengikuti shalat beliau dengan mengenakan kain untuk menutupi tubuh mereka. [HR. akan tetapi hendaklah mereka mendatanginya dengan tidak mengenakan wewangian (minyak harum). maka hal itu diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu diantaranya: tidak boleh memakai minyak wangi. tabarruj (memamerkan perhiasan/baju/kecantikan) Dalil yang mengatakan tentang hal ini diantaranya: Dari Aisyah ia berkata: Ketika Rasulullah SAW mengerjakan shalat Fajar (Subuh). Selepas shalat mereka langsung kembali ke rumah mereka dan tidak ada seorangpun yang dapat mengenali mereka. Abu Dawud] Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sebaik-baik tempat shalat bagi kaum wanita adalah di dalam ruangan rumahnya. Abu Dawud] Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kalian melarang kaum wanita mendatangi masjid. meskipun sebenarnya tetap berada di rumah itu lebih baik bagi mereka.

. tidak cantik dan tidak menarik bagi kaum laki-laki. hukumnya mubah (boleh) bagi mereka ikut jamaah. 3. Wanita yang jelek. namun dapat mengalihkan perhatian kaum laki-laki. Wanita muda atau gadis yang belum menikah. Wanita muda atau gadis yang belum menikah yang berwajah cantik dan pasti menarik perhatian kaum laki-laki. yang tidak menarik minat bagi kaum lelaki. maka status mereka sama seperti kaum laki-laki. hukumnya makruh atau bahkan dilarang untuk keluar rumah dan ikut jamaah. 4. 2. yang jelek. tidak cantik dan tidak menarik bagi kaum laki-laki. Wanita yang sudah tua atau lanjut usia (menopause) atau berumur diatas 60 tahun.Ibnu Rusyd Al Maliki menjelaskan bahwa wanita itu dibagi menjadi empat macam: 1. dan halal bagi mereka ikut jamaah. hukumnya mubah (boleh) bagi mereka ikut jamaah. namun dapat mengalihkan perhatian kaum laki-laki.

SIAPA YANG JADI IMAM BAGI JAMAAH WANITA DIRUMAH? .

atau yang paling tua. Namun dalam shalat Jahr. hendaknya imam wanita itu tidak terlalu keras membaca surah/ayat yang menyebabkan dapat didengar kaum laki-laki. Salah satu hadis yang menyatakan tentang imam wanita yaitu: Dari Abdurrahman bin Khallad dari Ummu Waraqah disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Marilah ikuti kami mengunjungi AsySyahidah! Rasulullah SAW mengizinkannya mengumandangkan adzan dan mengimami keluarganya shalat fardhu di rumah. Ia (Asy-Syahidah) adalah seorang wanita yang telah menghafal Al-Qur'an. atau yang paling banyak hafalan Al-Qur'an. [HR. atau yang paling fasih bahasa Arabnya.IMAM UNTUK WANITA Jumhur ulama sependapat bahwa sebagaimana kaum laki-laki. imam shalat berjamaah bagi kaum wanita juga dipilih dari yang paling faham tentang agama. Al Hakim dan Ibnu Khuzaimah dan dishahihkan oleh keduanya] . Abu Dawud.

UDZUR YANG MEMBOLEHKAN UNTUK TIDAK IKUT JAMAAH .

PENGERTIAN UDZUR
Udzur yaitu halangan atau alasan. Dan dalam shalat berjamaah, maka udzur ini berarti alasan yang diperbolehkan kepada seseorang untuk tidak mengikuti shalat berjamaah. Udzur terbagi dua: 1. Udzur Umum, yaitu situasi/kondisi keadaan alam yang tidak memungkinkan untuk menuju masjid. Contoh: banjir, hujan lebat disertai petir, tanah/jalan menuju masjid yang becek dan berlumpur parah.

2. Udzur Khusus , yaitu berkenaan dengan keadaan manusia itu sendiri.

Tentang udzur khusus ini kita sebutkan pada slide selanjutnya.

UDZUR KHUSUS
1.

Sakit yang memberatkan penderitanya dalam jamaah atau ia dapat menyebarkan virus pada orang lain. Kecuali pusing, sakit kepala, flu dsb, hal ini tidak termasuk sakit dan bukanlah termasuk udzur. Dalil tentang hal ini diambil dari hadis Bukhari dan Muslim yang bercerita tentang akhir hayat Nabi yang sakit parah dan beliau tidak dapat berjamaah selama beberapa hari, dan imam yang ditunjuk menggantikan Nabi adalah Abu Bakar.

2.

Kondisi yang tidak aman yang dapat membahayakan diri, harta dan kehormatannnya. Contoh: jalan menuju masjid melewati tempat nongkrong preman, pemabuk, pemalak dll. Dari Ibnu Abbas dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda: Barangsiapa mendengar seruan adzan sedang ia tidak ada udzur yang menghalanginya mengikuti shalat berjamaah, maka tidak sah shalat yang dilakukannya sendirian . Mereka berkata: Apa itu udzur? Rasulullah SAW menjawab: Rasa takut (tidak aman) atau sakit. [HR. Abu Dawud]

UDZUR KHUSUS
3.

Menahan Al Akhbatsain (ingin buang air besar/kecil) Lapar atau kelaparan Dari Aisyah ia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak boleh mengerjakan shalat saat makanan telah dihidangkan dan tidak pula saat menahan al akhbatsain. [HR. Muslim] Dari Nafi dan Abdullah bin Umar berkata: Apabila salah seorang dari kamu sedang menyantap makanan, janganlah tergesa-gesa hingga ia menyelesaikan makannya meskipun Qamat sudah dikumandangkan. [HR. Al Baihaqi dalam kitab Sunanul Kubra & Muslim dengan matan yang berbeda] Dua udzur diatas berhubungan dengan khusyu , jika seseorang sedang masuk angin atau sakit perut sehingga ia ingin buang air besar maka ia boleh meninggalkan jamaah, karena jika keinginan untuk buang air itu ditahan, maka rusaklah shalatnya akibat tidak ada khusyu. Begitu pula jika sedang kelaparan dan pada saat ia makan ia mendengar Qamat sudah berbunyi, maka ia boleh meneruskan makannya dan meninggalkan jamaah, karena shalat dengan perut sakit akibat lapar juga mengganggu khusyu dalam shalat.

4.

Imam ratib (imam tetap) yang senantiasa memanjangkan shalat. dan jika imam sudah mau menyederhanakan shalat. Muslim] 6. maka tidak ada uzdur lagi karena sebab ini. karena itu ia boleh meninggalkan jamaah. Imam seperti itu harus ditegur. Namun jika pada setiap akan shalat ia senantiasa memakan makanan yang berbau agar ia dapat keluar dari shalat berjamaah. . Memakan makanan yang berbau seperti bawang putih. petai dan lainnya termasuk rokok.UDZUR KHUSUS 5. maka makmum yang merasa berat boleh meninggalkan shalat berjamaah. jengkol. maka ia telah berniat culas dan mendustakan agamanya. Bau mulut tentu mengganggu kekhusyuan jamaah lain yang berada disekitarnya. Dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa memakan bawang merah atau bawang putih hendaklah menjauhi masjid kami dan hendaknya ia tetap di rumah saja. [HR.

11. hendaklah ia mengerjakannya saat ia mengingatnya. 12.UDZUR KHUSUS 7. maka orang yang diisolir itu boleh meninggalkan shalat berjamaah. maka lebih baik baginya untuk tidur walaupun ia mendengar panggilan shalat dan ia boleh meninggalkan shalat berjamaah. Baru terhitung lalai apabila dalam keadaan terjaga. 9. 10. Mengantuk berat. 8. Abu Dawud] Tidak mempunyai baju atau bajunya hanya sehelai tidak cukup untuk syarat pakaian shalat (yaitu dua helai. [HR. Dari Abu Qatadah secara marfu (dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam) ia berkata: Tidak terhitung lalai karena tertidur. minimal seperti pakaian ihram) Dalam keadaan safar (perjalanan) dan khawatir ditinggalkan rombongan Sibuk mengurus jenazah Ada masalah penting yang sangat mengganggu konsentrasi yang dapat menghilangkan khusyu. Contoh kasus ini adalah seperti hadis tentang Usman yang terkurung di rumahnya karena jika ia keluar rumah maka ia akan dibunuh. . Jika kalian terluput (ketinggalan) mengerjakan shalat. Jika seseorang sehabis bekerja berat atau terlalu lelah sehingga ia kurang tidur dan sangat mengantuk. Contoh: adanya kasus kecelakaan pada salah seorang keluarga Di-isolir atau terkurung atau dikucilkan oleh sekelompok manusia.

KESALAHAN & BID¶AH DALAM SHALAT JAMAAH MELAYU .

Soeharto (orde baru) hingga saat ini. Ibnu Hibban dan lain-lain. Imam Muslim. Kaum tua dan kaum muda menjadi bermusuhan. tentu kita sadar bahwa mereka dahulu masih benar-benar mengikuti sunnah Rasulullah. An Nawawi. Bahkan ada pula orang alim yang mencampur ibadah Islam dengan tradisi nenek moyang kita yang ketika itu masih penyembah berhala Hindu dan Animisme yang penuh tahayul. Soekarno. Perkara Shalat adalah ibadah wajib (rukun Islam) yaitu perkara tauqifiyah. yang mana kebanyakan berhujjah menggunakan hadis dhaif (lemah) dan gharib (samar). Jika kita ikuti petuah ulama-ulama nusantara yang terdahulu. menambah atau mengurangi ajaran-ajaran atau sunnah Rasulullah yang telah beliau SAW ajarkan dan ditulis dalam kitab hadis oleh imam-imam Mazhab Syafi i kita seperti Imam Bukhari. artinya harus ada dalil hadis shahih yang mengatur tata caranya. Abu Dawud. Ibnu Khuzaimah. Karena setiap perbuatan yang menambah-nambah dalam urusan ibadah berarti bid ah yang sesat. khurafat dan syirik. thariqat dan lainnya. kita tidak dianjurkan merubah. tasawuf. Jika dahulu Kaum Tua dan Kaum Muda masih shalat bersama-sama dalam satu masjid. ternyata ajaran mazhab Syafi i yang masih murni sudah mulai terkikis. dan mendirikan masjid masing-masing. Namun dimasa sejak jaman kemerdekaan. Sehingga semakin bingunglah masyarakat manakala mereka bertanya: Bagaimana shalat berjamaah yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam??? . Ibnu Hajar Al Asqalani. Nasa i. Adalah kita ketahui pula bahwa sebagian ulama Melayu masih terbelenggu dengan ajaran Sufism. maka dizaman ini berbalik.Sebagaimana senantiasa diajarkan oleh alim ulama Melayu yang saleh.

Tidak menjawab adzan. Membaca doa setelah Qamat. 4. Hal ini termasuk bid ah karena tidak ada hadis yang mengajarkan. karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah. dan ketika Qamat dibaca. Makmum membaca shadaqAllahul adzim (Maha Benar ALLAH Yang Maha Agung) setelah imam selesai membaca surah Al-Qur an dalam shalat. karena lafaz niat tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan juga para ulama Syafi I. karena dalilnya adalah dari Bukhari & Muslim yang notabene kita anggap sebagai hujjah terbesar sesudah Al-Qur'an. Yang benar adalah kita dianjurkan membaca doa sesudah Adzan. maka semua makmum berdiri untuk bersiap-siap mengatur shaf dengan merapatkan dan meluruskannya. Ini adalah kesalahan besar.KESALAHAN DAN BID¶AH DALAM SHALAT BERJAMAAH KAUM MELAYU 1. 2. Ini termasuk bid ah. Bahkan orang yang bersin (bangkis) pun dilarang Nabi untuk mengucap alhamdulillah . Ini termasuk menambah-nambah (bid ah). insya ALLAH kita sampaikan secara terpisah dari file ini. Pembahasan tentang Adzan dan Qamat. padahal mengikuti bacaan bilal (muadzin) adalah wajib bagi orang yang mendengarnya ketika berada di masjid. 3. Membaca niat seperti ushalli fardhal mustaqbilal kiblati adaan imaaman/makmuman lillahi ta ala . . Dan tidak ada apa-apapun yang dibaca selama itu. termasuk Al Ghazali.

Ketika iktidal. 6. Yang benar adalah pada saat itu bahwa imam harus mengingatkan makmum agar meluruskan dan merapatkan shaf. imam membaca sami allahu liman hamidah . Zikir dan doa yang dibaca bersama-sama sesudah shalat. Namun ternyata zikir/doa berjamaah sesudah shalat tidak pernah ada dalam syariat Islam dan dalam mazhab Syafi i sekalipun. yang menurut mereka untuk mengusir syetan dan menolak was-was. sebelum mengangkat tangan untuk takbiratul ihram. Ini adalah kesalahan kecil yang terjadi jika para imam kita kurang memahami sunnah Nabi. Jika hal ini benar tentu ada sahabat yang mengajarkan yang ditulis dalam kitab hadis. yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Yang benar adalah makmum menyahut bacaan imam itu dengan rabbana lakal hamdu .KESALAHAN DAN BID¶AH DALAM SHALAT BERJAMAAH KAUM MELAYU 5. ketika berdiri dalam shaf. Sesudah Qamat. 7. . namun makmum juga ikut membaca bacaan yang sama. ada imam/makmum yang membaca surah Al Falaq (QS:113) dan surah An Naas (QS:114). Ini adalah bid ah yang sesat. Dan tentu kita tahu bahwa kita dilarang (diharamkan) untuk ber-ijtihad (berpendapat) tentang perkara agama apabila masih ada hadis yang menerangkannya. Tentang hal ini kita sampaikan dalam artikel zikir sesudah shalat . Hal ini juga kita kategorikan sebagai bid ah yang tidak pernah ada dalam riwayat Nabi maupun sahabat maupun tabiut hingga tabiut tabiin yang saleh.

. Perkara ini termasuk syiar Islam yang semakin surut & ditinggalkan diakhir zaman. Maka orang yang tidak tahu ini secara tidak sengaja telah membuat dosa baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. 9. Ini termasuk kesalahan besar yang seharusnya diketahui imam. dimana ia selain memimpin shalat maka wajib pula baginya mengatur shaf. Hingga saat ini tentu kita masih mendengar sebelum takbiratul ihram imam senantiasa berkata: Luruskan dan rapatkan shaf. karena kesempurnaan shaf adalah kesempurnaan shalat . Namun dalam masyarakat melayu banyak orang yang bodoh yang berdiri shalat sunat disembarang tempat sehingga orang-orang bodoh lainnya lewat di hadapannya tanpa pula ia menghalanginya.KESALAHAN DAN BID¶AH DALAM SHALAT BERJAMAAH KAUM MELAYU 8. Insya ALLAH pembahasan tentang hal ini kita sampaikan dalam artikel yang berhubungan dengan kewajiban shalat menghadap dinding/tabir/tirai/pembatas atau dalam bahasa Arab disebut dengan istilah sutrah . Namun pada prakteknya imam tidak merapatkan shaf. Ini adalah satu kebodohan besar ketika kita mengetahui begitu besar dosa karena lewat di depan orang yang sedang shalat. ada orang yang mengerjakan shalat sunat di masjid dan dia shalat di dekat pintu menghalangi jalan atau dia shalat dimana orang banyak berlalu lalang. Sesudah shalat fardhu dan sesudah zikir. Hal ini adalah pemandangan yang sangat banyak dalam tradisi kita. Seperti kita ketahui bahwa kita di-haram-kan untuk lewat di hadapan orang yang sedang shalat. Hal ini dapat pula karena adanya sajadah. Tidak merapatkan shaf.

Wallahu µalam Hanya ALLAH Yang Maha Mengetahui File-file yang berhubungan: Adzan dan Qamat Kewajiban untuk Shalat dengan Sutrah Tata Cara Shalat Bacaan dan Gerakan Tata Cara Shalat Berjamaah Zikir Sesudah Shalat Pelaksanaan Shalat Jum at Shalat-shalat Sunat Berjamaah .

com .com Cinta_Rasul@googlegroups.FATWA ini diedarkan dan dipertanggungjawabkan dalam milis: Public Unmoderated: Cinta_Rasul@yahoogroups.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful