1

BAB I PENDAHULUAN

PENGGUNAAN

PERMAINAN

ULAR

TANGGA

UNTUK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PENJUMLAHAN BILANGAN 2 ANGKA DI SEKOLAH DASAR. ( PTK pada Pembelajaran Matematika di Kelas I semester 2 SDN. Manangga 2 Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya)

A. LATAR BELAKANG Matematika merupakan salah satu pelajaran yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, bahkan setiap manusia beraktivitas tidak lepas dengan masalah matematika. Tetapi pelajaran matematika kurang disenangi bahkan menjadi momok bagi sebagian besar siswa karena dianggap menjenuhkan dan sulit untuk dipahami. Pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen, sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan model matematika serta sebagai alat komunikasi melalui simbol, tabel, grafik, diagram, dalam menjelaskan gagasan. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berpikir sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten. (Depdiknas, 2004 : 19 )

2

Pergeseran pandangan terhadap matematika akhir ± akhir ini sudah terjadi hampir diseluruh negara. Dari pendangan yang semula memandang matematika sebagai ilmu pengetahuan yang ketat dan terstruktur secara rapi ( Lakatos,1976) ke pandangan bahwa matematika adalah aktivitas kehidupan manusia (Freudental 1991). Hal ini berpengaruh terhadap cara memperolehnya, yaitu dari penyampaian rumus ± rumus, definisi, aturan, hukum, konsep, prosedur dan algoritma, yang dikenal sebagai ready-made mathematics ( de Lange 1985 ) menjadi penyampaian konsep matematika melalui konteks yang bermakna dan yang berguna bagi siswa. ( Turmudi: 2008 : 3) Saat ini, pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar masih banyak yang menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas tanpa adanya aktivitas olah tangan yang cukup berarti bagi siswa. Guru menjelaskan Matematika hanya sebatas produk dan sedikit proses. Hal itu disebabkan karena padatnya materi yang harus disampaikan dan diselesaikan berdasarkan kurikulum yang berlaku, dan terbatasnya media dan alat peraga yang menunjang proses pembelajaran Matematika. Padahal, dalam membahas Matematika tidak hanya menekankan pada produk (materi), tetapi yang lebih penting adalah keterampilan proses untuk membuktikan suatu teori atau hukum. Oleh sebab itu, sarana alat peraga sebagai alat media pend idikan sangat diperlukan untuk kelancaran proses pembelajaran dan penjelasan Matematika. Pembelajaran Matematika di SD yang menggunakan media peraga akan sangat efektif untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai ilmiah. Apalagi apabila penggunaan alat peraga dipadukan dengan permainan yang pada umumnya desenangi oleh siswa sekolah dasar. Dari uraian-uraian di atas jelaslah bahwa media atau alat peraga sangat diperlukan dalam proses pembelajaran karena merupakan alat untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan

3

kemauan siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Apalagi penjumlahan merupakan dasar dari pembelajaran matematika. Hampir semua materi pembelajaran matematika tidak lepas dari operasi penjumlahan. Sehingga apabila siswa kurang mampu dalam memahami dan menyelesaikan operasi penjumlahan secara cepat, maka penyelesaian materi pada pembelajaran matematika yang lainnya akan lambat. Dari hasil pengamatan selama ini baik secara langsung maupun tidak langsung ( wawancara dan observasi ) di kelasa I SDN Managga 2 ditemukan bahwa 60% siswa mengalami kesulitan belajar matematika salah satunya

yang berhubungan dengan penjumlah 2 angka. Motivasi belajar siswa sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dari perolehan persentase keberhasilan siswa dalam pembelajaran penjumlah 2 angka dengan rata-rata nilai yang diraih siswa hanya 50,5 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang

ditetapkan untuk Kompetensi Dasar ini adalah adalah 65. Berdasarkan analisis hasil evaluasi siswa kelas I tersebut mengalami kesulitan dalam

menjumlahkan bilangan 2 angka dan lambatnya siswa dalam menyelesaiakn soal soal penjumlahan 2 angka. Banyak diantara mereka yang masih

tergantung dengan alat bantu, seperti tangan dan lidi, padahal alat yang mereka gunakan sangat terbatas jumlahnya. Dengan demikian siswa harus benar-benar menguasai konsep dan kemampuan dasar penjumlahan. Dengan menguasai konsep dan kemampuan dasa rpenjumlahan, diharapkan siswa mampu

menyelesaikan soal penjumlahan 2 angka secara tepat, cepat dan memahami apa yang mereka pelajari. Hal ini dapat diupayakan dengan pemilihan alat

Berdasarkan pengamatan pra penelitian salah satu alat peraga yang dapat dikembangkan adalah penggunaan permainan Ular Tangga yang sudah dimodivikasi oleh guru. pembelajaran lebih menyenangkan karena siswa terlibat langsung dengan apa yang mereka pelajari. kreatif dan terampil. baik dalam papan maupun dalam tata cara permainannya. sehingga apa yang dipelajari akan bertahan lama dalam ingatan siswa. Hal inilah yang dirasakan oleh guru kelas I menjadi penyebab rendahnya prestasi belajar siswa kelas I di SDN Manangga 2 khususnya dalam materi penjumlahan bialangan 2 angka. Penulis mengadakan penelitian dengan judul ³PENGGUNAAN PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA . diharapkan dengan menggunakan permainan Ular Tangga siswa dapat belajar lebih aktif.4 peraga sebagai penunjang dalam pembelajaran penjumlahan 2 angka. maka perlu diadakan penelitian tindakan kelas. Untuk memecahakan masalah tersebut dan sebagai upaya meningkatkan proses pembelajaran selama ini. Selain itu dengan menggunakan alat peraga permainan Ular Tangga. Penggunaan permainan Ular Tangga diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi dan kemampuan belajar siswa dalam pembelajaran penjumlahan 2 angka . Penulis sebagai peneliti memandang permainan Ular Tangga merupakan salah satu alat / media yang dapat mewakili konsep Sehingga absrtak dari materi yang dipelajari juga sangat sederhana. Selama ini guru belum pernah mencoba menggunakan alat peraga permainan Ular Tangga untuk dapat membantu pemahaman siswa.

maka permasalahan dapat diidentifikasi sebagai berikut : a. Faktor pendukung dan penghambat yang timbul dalam pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka 2. Manangga 2 Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya) B.5 DALAM PENJUMLAHAN BILANGAN 2 ANGKA DI SEKOLAH DASAR.´ ( PTK pada Pembelajaran Matematika di Kelas I semester 2 SDN. PERUMUSAN MASALAH DAN CARA PEMECAHAN MASALAH 1. Kemampuan siswa dalam menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka d. Identifikasi dan Ananlisis Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Kemampuan guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka c. Rumusan Masalah Untuk memudahkan dalam pelaksanaan penelitian. rumusan masalah diperinci dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut : . Kemampuan guru dalam membuat rencana pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka b.

Bagaimanakah bentuk perencanaan pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka b. Mengidentifikasi paktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran sebagai bahan refleksi pada pembelajaran selanjutnya. Bagaimanakah pencapaian hasil belajar siswa dalam penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan alat peraga permainan ular tangga d. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka c. Melaksanakan proses pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan desain / RPP yang telah disusun c. Melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan instrument evaluasi yang sesuai dengan keharusan d. Penyusunan desain pembelajaran/RPP yang menggunakan alat peraga permainan ular tangga b.6 a. . Apakah faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka 3. Cara Pemecahan Masalah a.

b. 2. TUJUAN PENELITIAN Secara umum tujuan penelitian ini dibuat untuk dapat memaksimalkan upaya guru dalam merencanakan pembelajaran dan mengoptimalkan pemahaman siswa kelas I SDN Manangga 2 tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakanalat peraga permainan ular tangga dalam pembelajaran matematika. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITAN 1. Mengetahui dan memperoleh data tentang proses kegiatan pembelajaran tentang bentuk perencanaan pembelajaran tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga. Mengetahui dan memperoleh data pencapaian hasil belajar siswa tentang bentuk perencanaan pembelajaran tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga. c.7 C. MANFAAT PENELITIAN 1. Mengetahui dan memperoleh data tentang bentuk perencanaan pembelajaran tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga. d. Lebih spesifik tujuan dirinci sebagai berikut : a. Mengetahui dan memperoleh data tentang faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga.Manfaat Teoritis Manfaat secara teoritis kegiatan penelitian ini adalah mengembangkan .

Bagi Siswa .Menambah pengetahuan dan pengalaman guru dalam penggunaan permainan ular tangga untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka .Sebagai masukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. . motivasibelajara . c. pemahaman dan prestasi belajar siswa. Bagi Guru . Manfaat Praktis a. Manfaat kelembagaan Bagi SDN Manangga 2. .Dapat mengembangkan keterampilan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka .8 ilmu pendidikan tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga di kelas I sekolah dasar. hasil penelitian ini akan memberikan manfaat antara lain sebagai berikut: .Memberikan gambaran kemampuan siswa dalam penjumlahan bilangan 2 angka b.Dapat meningkatkan keaktifan siswa. 2.Dapat mengembangkan keterampilan siswa menggunakan alat peraga dalam pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka .Mengembangkan fungsi lembaga Sekolah Dasar sebagai Lembaga Pendidikan dan Pengajara serta Lembaga untuk penelitian.

. Variabel ini memuat aspel-aspek : (1) Penggunaan alat peraga untuk memotivasi siswa . diukur dengan instrumen soal. Sub variabel hasil adalah penguasaan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka.9 . (3) Penggunaan alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar. Kemampuan guru untuk setiap aspek tersebut diukur dengan instrumen lembar observasi terstruktur. . DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL a. (2) Penggunaan alat peraga untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Variabel Hasil Variabel hasil pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa.Peningkatan ilmu pengetahuan dan peningkatan prestasi belajar siswa D. b. Variabel Proses Variabel Prosse pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Penggunaan Permainan Ular Tangga. Hasilnya dinilai secara kualitatif dan kuantitatif sebagai bahan refleksi dan tindak lanjut siklus pembelajaran.Suatu pembaharuan pembelajaran.

. anak belajar melalui dunia nyata dan memanipulasikan benda-benda nyata sebagai pelantaranya. ³ . KAJIAN PUSTAKA a. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika 1. Penggunaan Alat peraga Pada dasarnya anak belajar melalui benda konkret untuk dapat memahami konsep abstrak.´ .10 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN A..

Alat peraga dapat mewakili konsep yang diajarkan. dan tahan lama dalam ingatan. maka siswa pada tingkat-tingkat yang lebih rendah akan lebih mudah memahami dan mengerti. Maka dari itu. Alat Peraga dapat membantu daya tilik ruang. Fungsi Alat Peraga Menurut Ruseffendi (1997 : 228) Ada beberapa fungsi alat peraga atau manfaat dari penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika. melekat. Piaget (Suherman. yaitu tahapan umur pada anak-anak SD tidak dapat memahami operasi (logis) dalam konsep matematika tanpa dibantu oleh benda-benda konkret¶. 1997: 228). tertarik dan bersifat positif terhadap pengajaran matematika. Dengan adanya alat peraga.benda nyatanya akan terbantu daya tiliknya sehingga lebih berhasil dalam belajarnya. b. Dengan disajikannya konsep abstrak matematika bentuk konkret. Anak akan senang. Menurut Ruseffendi (1997 : 229) ³Alat peraga yaitu alat untuk menerangkan atau mewujudkan konsep matematika. . dkk. Sehingga konsep abstrak yang mereka pelajari akan mengendap. diantaranya : a. sehingga minatnya dalam mempelajari matematika semakin besar.11 (Ruseffendi. c. walaupun tidak semua pokok bahasan harus menggunakan alat peraga.´ i. karena tidak membayangkan bentuk-bentuk geometri ruang. sehingga melalui gambar dan benda . selain itu anak lebih termotivasi untuk belajar. anak-anak akan lebih banyak mengikuti pelajaran matematika dengan gembira. dalam pembelajaran matematika sering menggunakan alat peraga. Dengan menggunakan benda-benda konkret anak akan lebih mudah memahami konsep yang mereka pelajari. terangsang. 2000: 39) memaparkan bahwa µanak usia 7 sampai dengan 11 tahun perkembangan kognitifnya masih berada pada tahap operasional konkret.

dapat mewakili konsep yang dipelajari/relevan.12 d. Pengertian Permainan Ular Tangga Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Alat peraga dapat dibuat dan disesuaikan dengan konsep yang akan dipelajari. B. ALAT PERAGA PERMAINAN ULAR TANGGA 1. . Pemenang adalah pemain pertama yang mencapai kotak terakhir. Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran disusun dan dirumuskan guru dengan berpedoman kepada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Papan permainan dibagi dalam kotak kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah "tangga" atau "ular" yang menghubungkannya dengan kotak lain. dan mudah dimanipulasikan.wikipedia. Bila pemain mendarat di ujung bawah sebuah tangga. e. (www. Bidak dijalankan sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul. Permainan ini diciptakan pada tahun 1870. yaitu dalam bentuk model matematika dapat dijadikan alat untuk penelitian ide-ide baru dan relasi-relasi baru. Anak akan menyadari adanya hubungan antara pengajaran dengan benda-benda yang ada di sekitarnya. Langkah Pembelajaran dengan menggunakan permainan Ular tangga a. Dalam membuat alat peraga perlu memperhatikan beberapa hal. sederhana. atau antara ilmu dengan alam sekitar dan masyarakat.org) 2. Konsep-konsep abstrak yang tersajikan dalam bentuk konkret. mereka harus turun ke kotak di ujung bawah ular.id. maka giliran jatuh ke pemain selanjutnya. diantaranya : Harus tahan lama. Bila mendarat di kotak dengan ular. Bila tidak. mereka mendapat giliran sekali lagi. ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran fisik anak.Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama (biasanya kotak di sudut kiri bawah) dan secara bergiliran melemparkan dadu. bentuk dan warnanya menarik. mereka dapat langsung pergi ke ujung tangga yang lain.Biasanya bila seorang pemain mendapatkan angka 6 dari dadu. kuat.

y Guru memberikan aperseps 2. mulai dari kegiatan pendahuluan. 6) Menyusun instrumen evaluasi pembelajaran. kegiatan inti dan kegiatan penutup.meliputi halhal berikut : 1) Memilih standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 4) Menyusun langkah-langkah pembelajaran. 3) Menuliskan materi pokok pembelajaran sesuai dengan indikator hasil belajar. y Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diajarkan. b. 5) Menetapkan media dan sumber belajar yang relevan. 2) Menetapkan indikator hasil belajar. y Guru memperkenalkan konsep yang akan dipelajari. Kegiatan Inti a. Eksplorasi y Siswa menyimak penjelasan guru tentang penjumlahan bilangan 2 angka y Siswa mengamati demonstrasi guru tentang langkah-langkah . Pelaksanaan Pembelajaran 1. sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Kegiatan Pendahuluan y Guru mengkondisikan siswa pada suasana pembelajaran.13 Adapun langkah-langkah umum perencanaan pembelajaran.

Elaborasi y Siswa secara berkelompok melakukan permainan ular tangga y Siswa secara individu mengerjakan tugas yang ada dalam LKS y Siswa mendapat bimbingan guru.14 permainan ular tangga dalam hubungannya dengan penjumlahan bilangan 2 angka y Siswa secara individu mendapat LKS y Secara berkelompok siswa mendapat seperangkat alat permainan ular tangga b. y Siswa yang bermasalah mendapat bimbingan guru y Setiap kelompok melaporkan hasil diskusi kelompoknya 3. Kegiatan Penutup y Siswa menyimak kesimpulan dari materi yang telah diajarkan y Siswa mengerjakan lembar evaluasi. tentang permainan ular tangga dan langkah ±langkah penyelesaian LKS y Selesai permainan siswa mendiskusikan LKS untuk mengecek hasil kerja individu c. . Konfirmasi y Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya dan guru menjawab serta memberikan motivasi untuk berlomba baik dalam kelompoknya maupun dengan kelompok lainnya.

15 y Siswa menyimak saran guru dan rencana pembelajaran selanjutnya sebagai tindak lanjut B. maka hipotesis dalam penelitian ini adalah ³Kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka akan meningkat. jika guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga´. . atau jawaban terhadap suatu masalah yang diteliti dan secara teoritis dianggap mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya´ (Sudarsono. Berdasarkan hal tersebut diatas. 1995 : 65). HIPOTESIS TINDAKAN ³Hipotesis adalah dugaan tentang suatu hal yang akan terjadi jika suatu tindakan dilakukan.

Rangkaian langkahlangkah dalam setiap siklus dapat digambarkan seperti pada diagram berikit ini. Pada penelitian ini model PTK yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc Taggart. Pada pelaksanaan penelitian tidak ada batasan siklus. refleksi dan perencanaan kembali sebagai tahapan pemecahan masalah. Model PTK Ada beberapa jenis model PTK yang sering digunakan di dalam dunia pendidikan. tindakan. penelitian ini terdiri dari empat komponen yaitu : perencanaan. jumlah siklus tergantung pada tujuan yang ingin dicapai dari permasalahan yang dihadapi dan ingin dipecahkan. pengamatan. pelaksanaan. Model ini dipilih karena sederhana sehingga mudah untuk dipahami. Pada model ini tindakan dan observasi dilakukan bersamaan dalam satu waktu. .C. Berdasarkan model PTK dari Kemmis dan M. Keempat komponen tersebut merupakan untaian kegiatan dalam satu putaran yang disebut siklus. observasi dan refleksi. Desain Kemmis ini menggunakan model yang dikenal sistem spiral refleksi diri yang dimulai dengan rencana. Taggart.16 BAB III PROSEDUR PENELITIAN 1. ketika tindakan berlangsung maka observasipun dilaksanakan.

Observasi Mengobservasi pelaksanaan tindakan pertama sesuai dengan Lembar observasi d. 3. Lokasi Penelitian Lokasi yang dipakai untuk tempat penelitian adalah di SDN Manangga 2 Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Perencanaan a) Membuat skenario pembelajaran b) Membuat instrumen tindakan pertama Tindakan Kedua c. Lokasi tersebut merupakan tempat tugas peneliti. Refleksi a) Merefleksi Tindakan Pertama rencana pembelajaran b) Merefleksi kegiatan siswa dalam belajar c) Merefleksi kegiatan guru dalam mengajar d) Merefleksi hasil evaluasi siswa SIKLUS I Tindakan Pertama b.17 Tindakan Pertama c. Refleksi a) Merefleksi rencana pembelajaran b) Merefleksi kegiatan siswa dalam belajar c) Merefleksi kegiatan guru dalam mengajar d) Merefleksi hasil evaluasi siswa Tindakan Pertama a. sehingga akan memudahkan dalam pelaksanaan penelitian. Pelaksanaan a) Melaksanakan scenario pembelajaran tindakan pertama b) Melaksanakan tes dengan instrumen tindakan kedua Tindakan Kedua a. Pelaksanaan a) Melaksanakan scenario pembelajaran tindakan pertama b) Melaksanakan tes dengan instrumen tindakan pertama Tindakan Kedua d. Subjek Penelitian Subjek dari penelitian ini adalah siswa ±s iswi kelas 1 SDN Manangga 2 . Perencanaan a) Membuat skenario pembelajaran b) Membuat instrumen tindakan kedua Analisis. Refleksi dan Pelaporan Diagram Alur Penelitian Tindakan Kelas modifikasi model Kemmis dan Taggart 2. Observasi Mengobservasi pelaksanaan tindakan kedua sesuai dengan Lembar observasi SIKLUS 2 Tindakan Kedua b.

Dan satu orang guru kelas sebagai pengajar. Variabel Penelitian a. Variabel Penelitian dan Fokus Tindakan 1. kemampuan siswa terhadap materi penjumlahan bilangan 2 angka sebelum tindakan pembelajaran. yaitu minggu ke 2 dan ke 3 bulan Januari 2010 5. sebanyak 36 orang yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Variabel Output Peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan selama 2 minggu. Variabel Proses Tindakan guru dalam mengelola pembelajaran mengenai materi penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan alat peraga permainan ular tangga sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan aktivitas siswa dalam pembelajaran tentang penjumlahan bilangan 2 angka. Variabel Input Pertama.18 Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. kemampuan guru dalam membuat rencana pembelajaran serta kemampuan guru terhadap penggunaan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka sebelum tindakan pembelajaran. mengelola . c. Kedua. b. 4.

Siklus 2 : meningkatkan kompetensi guru merancang dan mengelola pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan penjumlahan bilangan 2 angka.19 pembelajaran dan menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka serta peningkatan kemampuan siswa dalam penjumlahan bilangan 2 angka setelah tindakan pembelajaran. terlebih dahulu diadakan orientasi dan identifikasi masalah yang difokuskan pada pelaksanaan pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka. Siklus 1 : meningkatkan kompetensi guru merancang dan mengelola pembelajaran matematika tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan alat peraga permainan ular tangga. Selain itu juga dilakukan observasi awal tahapan - . Untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam terlebih dahulu menganalisis hasil evaluasi pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka. 2. 6. 7. fokus tersebut adalah : 1. Vokus Tindakan Fokus tindakan penelitian ini adalah meningkatkan kinerja guru serta aktifitas dan hasil belajar siswa. Prosedur Penelitian Prosedur Penelitian pada penelitian ini dilaksanakan berdasarkan tahapan sebagai berikut : a. Orientasi dan Identifikasi Masalah Sebelum penelitian dilaksanakan. Untuk setiap siklus.

Pelaksanaan observasi setiap siklus . Menyusun intrumen penelitian untuk mengumpulkan data penelitian yang meliputi. c. lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. 3. Tahap perencanaan tindakan penelitian meliputi . Penetapan jumlah siklus dan tindakan penelitian.20 untuk mengetahui tindakan yang perlu diberikan dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa. 2. maka direncanakanlah pelaksanaan tindakan penelitian yang difokuskan pada penggunaan permainan ular tangga. Pada tahap ini sekenario pembelajaran yang terdapat pada rencana pembelajaran dilaksanakan. Pelaksanaan Tindakan Penelitian Pelaksanaan tindakan penelitian berpatokan dan disesuaikan dengan rencana penelitian yang telah ditetapkan yaitu penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang didalamnya dilakukan tindakan-tindakan pembelajaran. Rencana Tindakan Penelitian Dengan berpatokan pada hasil refleksi awal. Perubahan yang ingin dicapai dilaksanakan pada tiap siklus. Dari hasil analisis dan observasi awal maka dalam refleksi awal ditetapkan bahwa tindakan yang dipergunakan dalam pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka adalah melalui penggunaan alat peraga kubus satuan. lembar observasi hasil pembelajaran serta lembar observasi faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. b. Menyusun perangkat persiapan yang meliputi pemilihan alat peraga dan menyusun persiapan mengajar atau penyusunan RPP. lembar observasi persiapan mengajar. 1.

Taggar yang terdiri dari empat komponen yaitu : Perencanaan. penelitian dapat dihentikan. Penilaian hasil belajar tidak hanya dari hasil tes akhir tapi juga kinerja siswa pada saat menggunakan alat peraga permainan ular tangga. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan M.21 dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan intrumen penelitian berupa lembar observasi oleh rekan kerja sebagai observer. Hasil refleksi siklus I merupakan rekomendasi pelaksanaan siklus II. Data tersebut berupa data hasil belajar yang diperoleh dari hasil kerja siswa dalam menyelesaikan soal pada saat tes akhir/post tes dan data hasil observasi. Kemudian dilaksanakan tahap refleksi setelah pembelajaran berakhir pada setiap siklus. 8. Tetapi jika hasil dari pelaksanaan siklus II tersebut sudah memuaskan. Pelaksanaan. dan hasil refleksi siklus II menjadi acuan siklus selanjutnya. . Semuanya dilaksanakan dalam setiap tindakan secara berulang dalam dua siklus. Observasi dan Refleksi. Hasilnya dapat menentukan tingkat keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga.C. Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian tindakan kelas ini data penelitian diperoleh melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tes isian/evaluasi dan observasi yang dilakukan oleh peneliti dan rekan kerja sebagai observer. Hasil tes dapat menggambarkan tingkat kemampuan siswa dalam menguasai konsep yang sudah dipelajari.

2) observasi kinerja siswa selama proses pembelajaran menyangkut keterampilan siswa dalam penggunaan alat peraga permainan ular tangga. 2008 : 34 ) dengan tahapan sebagai berikut a. b.22 Keterampilan guru pada proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga akan berdampak pada hasil belajar siswa. Triangulasi dilakuan untuk memeriksa kebenaran data yang diperoleh peneliti dengan data yang . Teknik Analisis Data Teknik analisis data hasil penelitian menggunakan teknik analisis deskriftif kualitatif. Maka data kinerja guru diperlukan untuk mengukur sejauh mana guru menguasai materi dan sejauh mana guru terampil membimbing siswa dalam menggunakan alat peraga permainan ular tangga. Validasi data Validasi data dilakukan melalui teknik coding dan triangulasi. Coding dilaksanakan dengan cara memberi kode atau tanda pada asfek yang diteliti sesuai hasil pengamatan dilapangan. 9. Maka observasi dilakukan untuk memperoleh data kinerja guru dan siswa selama proses pembelajaran. hasil pembelajaran serta faktor pendukung dan pemghambat proses pembelajaran. Observasi dilakukan selama tindakan dilakukan. diantaranya : 1) observasi kinerja guru mulai dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Proses pengelolaan data mengacu pada pengelolaan data dari Hopkin ( Nurhaeti. Pengelompokan Data Data yang diperoleh dikumpulkan pada setiap siklus pembelajaran.

Siswa mencapai hasil belajar dalam dalam penjumlahan 2 angka dengan nilai paling rendah 65 dan rata-rata kelas paling rendah 67.5 d. observer dan kepala sekolah menentukan indikator keberhasilan PTK ini sebagai berikut : a. wawancara ataupun didasarkan pada pengalaman mengajar sebelumnya. Tindak lanjut dan rekomendasi Hasil dari refleksi tindakan pada setiap siklus direkomendasikan untuk melakukan aksi/tindakan dan penelitian selanjutnya. mencapai rata-rata paling kecil 3. Indikator Keberhasilan Peneliti. menghubungkan temuan dengan pengalaman pribadi berdasarkan intuisi guru mengenai situasi pembelajaran pecahan. yang baik tentang pembelajaran mengurutkan bilangan Interpretasi/refleksi dilakukan pada setiap siklus pembelajaran. c. Interpretasi Pada tahapan ini data diinterpretasikan dengan merajuk pada acuan teori. d. Guru mengalami peningkatan kemampuan dalam proses pembelajaran.23 diperoleh dari sumber lain antara lain siswa dengan cara pengamatan langsung.00 c. Guru mampu mengidentifikasi faktor pendukung dan memperbaiki faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran . Guru mengalami peningkatan kemampuan dalam merancang perencanaan pembelajaran. 10. mencapai rata-rata paling kecil 3.00 b.

A. Jakarta: Depdiknas.M. Undang-undang RI No. Kurikulum 2004 StandarKompetensi Kelas V Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Depdiknas. Azka Press. (1997). Suherman. (2007). Model Pembelajaran Matematika. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Pelopor dan Unggul . Pedoman Pembuatan Dan Penggunaan Alat Peraga/Praktik Sederhana Mata Pelajaran Matematika Untuk Sekolah Dasar.Pd. dkk. Sukayati. (2006). Yogyakarta: Pararaton. Dra. Jakarta: Azka Press. Jakarta: Ruseffendi. UPI. Penalitian Tindakan Kelas. Pengajaran Matematika modern seri ke Tiga. (2003). (2003). (1991). Jakarta: Balai Pustaka. Tim Redaksi Fokusmedia.24 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Yogyakarta. Noornia. Suroso. (2000).(2008). Departemen Pendidikan Nasional. Makalah PPPG. S. dkk.Bandung : UPI. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer Jurusan Pendidikan Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam. Kamus Bahasa Indonesia. S.Pd. Metoda Pembelajaran Matematika 2. M. Bandung: Fokusmedia. Yurniwati (2008). Jakarta: Depdikbud. (2009).. Bandung : Tarsito. Pendidikan Matematika 2.. Noornia. Pelatihan Supervisi Pengajaran Untuk Sekolah Dasar : Kajian ³Pecahan³. Penelitian Tindakan Kelas : Peningkatan Kemampuan Menulis Melalui Classroom Action Reseach. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Pd. Depdiknas. Tasikmalaya: Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Kurikulum ± 2006 Standar Kompetensi Kelas VI Sekolah Dasar dan madrasah Ibtidaiyah. Metoda Pembelajaran Matematika 1. A. DR. Heruman. Depdiknas (2007). Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Yurniwati (2008). (2001). (2007). Jakarta: Bumi Aksara Darhim. (2003). et al. Tasikmalaya: Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

1. Rata-rata butir 2 = B Merancang skenario pembelajaran 3.2 Menyusun langkah-langkah pembelajaran.2 Membuat alat penilaian. 2.25 LEMBAR OBSERVASI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1/2 Hari Alokasi Waktu Pokok Bahasan NO 1 1. 3.1 Mengorganisasikan materi pembelajaran. Rata-rata butir 1 = A 2 Memilih dan mengorganisasikan materi / media / sumber 2.1 Kebersihan dan kerapian.4 Menentukan pengalaman belajar siswa.2 Kepraktisan penggunaan.3 Menentukan sumber belajar. 3. Rata-rata butir 4 = D Merancang prosedur dan mempersiapkan alat penilaian 5. 5.1 Menentukan metode pembelajaran.3 Penggunaan bahasa tulis. 6. 6.1 Menggunakan bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum.3 Menentukan cara-cara memotivasi siswa.2 Menentukan cara-cara pengorganisasian siswa agar dapat berpartisipasi dalam pembelajaran. Rata-rata butir 5 = E Kesan umum rencana pembelajaran 6. Rata-rata butir 6 = F ( R = Rata-rata butir ) 3 4 5 6 Nilai APKG 1 = R R = A+B+C+D+E+F 6 = . Rata-rata butir 3 = C Merancang pengelolaan kelas 4. 3.2 Menentukan alat bantu mengajar.1 Menentukan prosedur dan jenis penilaian.2 Merumuskan tujuan khusus / indikator. : : : 1 3 NILAI 2 3 4 4 5 6 REKOMEN DASI 7 INDIKATOR / ASPEK KINERJA 2 Menentukan bahan pembelajaran dan merumuskan tujuan 1.1 Menentukan alokasi waktu pembelajaran. 4. 2.

75 = Kurang (B) (C) (K) 119 Lampiran 7 .4.00 = Sangat Baik ( SB ) Skor 2.00 .2.3.51 .26 .50 = Cukup Skor 1.76 .26 Kriteria Penilaian : Skor 3.1.25 = Baik Skor 1.

Rata-rata butir 3 = R Mengelola interaksi kelas 3.1 Menunjukkan sikap ramah. luwes serta mengembangkan sikap positif siswa 5. 5. 3.2 Menggunakan pertanyaan dan merespon siswa. 1. 3. kelompok. Rata-rata butir 1 = P 1 3 7 2 Mengelola ruang.27 LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1/2 Hari Alokasi Waktu Pokok Bahasan NO 1 1 : : : NILAI 2 3 4 4 5 6 REKO MENDASI INDIKATOR / ASPEK KINERJA 2 Membuka kegiatan pembelajaran 1. 2.2 Menggunakan waktu secara efisien. luwes.4 Melaksanakan kegiatan secara individual. terbuka kepada siswa. 3.3 Melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam urutan yang logis.1 Menggunakan jenis kegiatan yang sesuai dengan tujuan. 3. 3.3 Menggunakan ekspresi lisan.3 Menyampaikan kompetensi yang harus dicapai siswa. tulisan. 5. klasikal.1 Menyediakan alat bantu / sumber. Rata-rata butir 4 = S Bersikap terbuka.1 Memberikan petunjuk/ penjelasan yang berkaitan dengan isi. dan gerakan.2 Memotivasi siswa untuk memulai pembelajaran.4 Memicu keterlibatan siswa.3 Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi. 3 4 5 .1 Menyampaikan materi pengait / apersepsi. Rata-rata butir 2 = Q Menggunakan strategi pembelajaran 3.2 Menggunakan alat bantu / media pembelajaran yang sesuai. waktu dan fasilitas 2. 1. isyarat. 3.2 Menunjukkan kegairahan mengajar.

1.3 Melaksanakan penilaian akhir.4 Membantu siswa menyadari kelebihan dan kekurangannya. 7.00 = Sangat Baik ( SB ) Skor 2.5 Membantu siswa percaya diri. proses dan hasil 7.2 Melatih penggunaan konsep dalam kehidupan sehari-hari. 5. Rata-rata butir 7 = V Menutup kegiatan pembelajaran 8.2 Melaksanakan penilaian proses. 7. Rata-rata butir 8 =W 121 7 8 Nilai APKG 2 = R ( R = Rata-rata butir ) R = P+Q+R+S+T+U+V+W 8 = Kriteria Penilaian : Skor 3.26 .51 .50 = Cukup Skor 1.2.4.75 = Kurang (B) (C) (K) . 6.2 Memberi tindak lanjut. 6.1 Melaksanakan penilaian awal. Rata-rata butir 5 = T 6 Kemampuan khusus dalam pembelajaran salah satu mata pelajaran 6.3. 8.28 5. Rata-rata butir 6 = U Melaksanakan penilaian awal.00 .3 Mendemonstrasikan / membimbing siswa dalam melakukan percobaan.25 = Baik Skor 1.76 .1 Merangkum materi. 6.1 Mengembangkan pemahaman konsep.4 Mengelola pelaksanaan demonstrasi.

Dengan bimbingan guru.siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah tentang mengurutkan bilangan pecahan dengan menggunakan kartu pecahan. Siswa aktif dalam kelompok menggunakan kartu pecahan dalam menyelesaikan permasalahan tentang mengurutkan pecahan. Siswa menyimak apersepsi yang disampaikan oleh guru. Butir yang diobservasi Siswa menyimak penjelasan tentang tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. . Siswa menyimak demontrasi tentang penggunaan kartu pecahan untuk mengurutkan bilangan pecahan. 2. Siswa melaporkan hasil diskusi kelompoknya dalam menyelesaikan masalah mengurutkan pecahan. No 1. 3.29 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN SIKLUS I / II Pembelajaran Tanggal : ««««««««««. 6. 5. Siswa mengikuti tes (evaluasi) Penilaian ya tidak Ket 4. 7. Siswa memdapatkan kesempatan bertanya untuk hal-hal yang belum dimengerti. 8.

. ««««««««««««««««««.. ««««««««««««««««««.. «««««««««««««««««... Faktor siswa dan cara mengatasinya «««««««««««««««««. «««««««««««««««««. Keterangan : Isilah kolom titik-titik data lengkap temuan hasil pengamatan faktor penghambat dalam pembelajaran mengurutkan bilangan pecahan! ... Faktor fasilitas dan mengatasinya ««««««««««««««««««.30 LEMBAR OBSERVASI FAKTOR PENGHAMBAT DAN CARA MENGATASINYA SIKLUS I / II Pembelajaran Tanggal : «««««««««««««.... 3. 2.. «««««««««««««««««. «««««««««««««««««. «««««««««««««««««.. ««««««««««««««««««. «««««««««««««««««. ««««««««««««««««««. «««««««««««««««««. ASPEK YANG DIOBSERVASI 1... Faktor guru dan cara mengatasinya HASIL OBSERVASI «««««««««««««««««. «««««««««««««««««...

. «««««««««««««««««. Faktor guru HASIL OBSERVASI «««««««««««««««««. «««««««««««««««««. Keterangan : Isilah kolom titik-titik data lengkap temuan hasil pengamatan faktor penghambat dalam pembelajaran mengurutkan bilangan pecahan! . ««««««««««««««««««. «««««««««««««««««.... «««««««««««««««««. ««««««««««««««««««. 2. Faktor siswa «««««««««««««««««..... ««««««««««««««««««.. «««««««««««««««««. ««««««««««««««««««. «««««««««««««««««...... ASPEK YANG DIOBSERVASI 1. «««««««««««««««««. Faktor fasilitas dan lingkungan ««««««««««««««««««. «««««««««««««««««.. 3..31 LEMBAR OBSERVASI FAKTOR PENDUKUNG PEMBELAJARAN SIKLUS I /II Pembelajaran Tanggal : «««««««««««««.

32 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful