1

BAB I PENDAHULUAN

PENGGUNAAN

PERMAINAN

ULAR

TANGGA

UNTUK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PENJUMLAHAN BILANGAN 2 ANGKA DI SEKOLAH DASAR. ( PTK pada Pembelajaran Matematika di Kelas I semester 2 SDN. Manangga 2 Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya)

A. LATAR BELAKANG Matematika merupakan salah satu pelajaran yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, bahkan setiap manusia beraktivitas tidak lepas dengan masalah matematika. Tetapi pelajaran matematika kurang disenangi bahkan menjadi momok bagi sebagian besar siswa karena dianggap menjenuhkan dan sulit untuk dipahami. Pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen, sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan model matematika serta sebagai alat komunikasi melalui simbol, tabel, grafik, diagram, dalam menjelaskan gagasan. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berpikir sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten. (Depdiknas, 2004 : 19 )

2

Pergeseran pandangan terhadap matematika akhir ± akhir ini sudah terjadi hampir diseluruh negara. Dari pendangan yang semula memandang matematika sebagai ilmu pengetahuan yang ketat dan terstruktur secara rapi ( Lakatos,1976) ke pandangan bahwa matematika adalah aktivitas kehidupan manusia (Freudental 1991). Hal ini berpengaruh terhadap cara memperolehnya, yaitu dari penyampaian rumus ± rumus, definisi, aturan, hukum, konsep, prosedur dan algoritma, yang dikenal sebagai ready-made mathematics ( de Lange 1985 ) menjadi penyampaian konsep matematika melalui konteks yang bermakna dan yang berguna bagi siswa. ( Turmudi: 2008 : 3) Saat ini, pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar masih banyak yang menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas tanpa adanya aktivitas olah tangan yang cukup berarti bagi siswa. Guru menjelaskan Matematika hanya sebatas produk dan sedikit proses. Hal itu disebabkan karena padatnya materi yang harus disampaikan dan diselesaikan berdasarkan kurikulum yang berlaku, dan terbatasnya media dan alat peraga yang menunjang proses pembelajaran Matematika. Padahal, dalam membahas Matematika tidak hanya menekankan pada produk (materi), tetapi yang lebih penting adalah keterampilan proses untuk membuktikan suatu teori atau hukum. Oleh sebab itu, sarana alat peraga sebagai alat media pend idikan sangat diperlukan untuk kelancaran proses pembelajaran dan penjelasan Matematika. Pembelajaran Matematika di SD yang menggunakan media peraga akan sangat efektif untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai ilmiah. Apalagi apabila penggunaan alat peraga dipadukan dengan permainan yang pada umumnya desenangi oleh siswa sekolah dasar. Dari uraian-uraian di atas jelaslah bahwa media atau alat peraga sangat diperlukan dalam proses pembelajaran karena merupakan alat untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan

3

kemauan siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Apalagi penjumlahan merupakan dasar dari pembelajaran matematika. Hampir semua materi pembelajaran matematika tidak lepas dari operasi penjumlahan. Sehingga apabila siswa kurang mampu dalam memahami dan menyelesaikan operasi penjumlahan secara cepat, maka penyelesaian materi pada pembelajaran matematika yang lainnya akan lambat. Dari hasil pengamatan selama ini baik secara langsung maupun tidak langsung ( wawancara dan observasi ) di kelasa I SDN Managga 2 ditemukan bahwa 60% siswa mengalami kesulitan belajar matematika salah satunya

yang berhubungan dengan penjumlah 2 angka. Motivasi belajar siswa sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dari perolehan persentase keberhasilan siswa dalam pembelajaran penjumlah 2 angka dengan rata-rata nilai yang diraih siswa hanya 50,5 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang

ditetapkan untuk Kompetensi Dasar ini adalah adalah 65. Berdasarkan analisis hasil evaluasi siswa kelas I tersebut mengalami kesulitan dalam

menjumlahkan bilangan 2 angka dan lambatnya siswa dalam menyelesaiakn soal soal penjumlahan 2 angka. Banyak diantara mereka yang masih

tergantung dengan alat bantu, seperti tangan dan lidi, padahal alat yang mereka gunakan sangat terbatas jumlahnya. Dengan demikian siswa harus benar-benar menguasai konsep dan kemampuan dasar penjumlahan. Dengan menguasai konsep dan kemampuan dasa rpenjumlahan, diharapkan siswa mampu

menyelesaikan soal penjumlahan 2 angka secara tepat, cepat dan memahami apa yang mereka pelajari. Hal ini dapat diupayakan dengan pemilihan alat

Hal inilah yang dirasakan oleh guru kelas I menjadi penyebab rendahnya prestasi belajar siswa kelas I di SDN Manangga 2 khususnya dalam materi penjumlahan bialangan 2 angka. Untuk memecahakan masalah tersebut dan sebagai upaya meningkatkan proses pembelajaran selama ini. maka perlu diadakan penelitian tindakan kelas. sehingga apa yang dipelajari akan bertahan lama dalam ingatan siswa. kreatif dan terampil. Berdasarkan pengamatan pra penelitian salah satu alat peraga yang dapat dikembangkan adalah penggunaan permainan Ular Tangga yang sudah dimodivikasi oleh guru. baik dalam papan maupun dalam tata cara permainannya. Selama ini guru belum pernah mencoba menggunakan alat peraga permainan Ular Tangga untuk dapat membantu pemahaman siswa. Selain itu dengan menggunakan alat peraga permainan Ular Tangga. pembelajaran lebih menyenangkan karena siswa terlibat langsung dengan apa yang mereka pelajari. diharapkan dengan menggunakan permainan Ular Tangga siswa dapat belajar lebih aktif.4 peraga sebagai penunjang dalam pembelajaran penjumlahan 2 angka. Penulis sebagai peneliti memandang permainan Ular Tangga merupakan salah satu alat / media yang dapat mewakili konsep Sehingga absrtak dari materi yang dipelajari juga sangat sederhana. Penulis mengadakan penelitian dengan judul ³PENGGUNAAN PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA . Penggunaan permainan Ular Tangga diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi dan kemampuan belajar siswa dalam pembelajaran penjumlahan 2 angka .

Identifikasi dan Ananlisis Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.5 DALAM PENJUMLAHAN BILANGAN 2 ANGKA DI SEKOLAH DASAR. Kemampuan guru dalam membuat rencana pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka b. maka permasalahan dapat diidentifikasi sebagai berikut : a. Kemampuan siswa dalam menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka d.´ ( PTK pada Pembelajaran Matematika di Kelas I semester 2 SDN. Manangga 2 Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya) B. Rumusan Masalah Untuk memudahkan dalam pelaksanaan penelitian. Kemampuan guru dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka c. Faktor pendukung dan penghambat yang timbul dalam pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka 2. PERUMUSAN MASALAH DAN CARA PEMECAHAN MASALAH 1. rumusan masalah diperinci dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut : .

Penyusunan desain pembelajaran/RPP yang menggunakan alat peraga permainan ular tangga b. Melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan instrument evaluasi yang sesuai dengan keharusan d.6 a. Cara Pemecahan Masalah a. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka c. Bagaimanakah bentuk perencanaan pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka b. Apakah faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka 3. . Bagaimanakah pencapaian hasil belajar siswa dalam penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan alat peraga permainan ular tangga d. Mengidentifikasi paktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran sebagai bahan refleksi pada pembelajaran selanjutnya. Melaksanakan proses pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan desain / RPP yang telah disusun c.

b.Manfaat Teoritis Manfaat secara teoritis kegiatan penelitian ini adalah mengembangkan . Mengetahui dan memperoleh data tentang bentuk perencanaan pembelajaran tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITAN 1. Mengetahui dan memperoleh data tentang faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga. d. TUJUAN PENELITIAN Secara umum tujuan penelitian ini dibuat untuk dapat memaksimalkan upaya guru dalam merencanakan pembelajaran dan mengoptimalkan pemahaman siswa kelas I SDN Manangga 2 tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakanalat peraga permainan ular tangga dalam pembelajaran matematika. 2.7 C. Mengetahui dan memperoleh data tentang proses kegiatan pembelajaran tentang bentuk perencanaan pembelajaran tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga. Lebih spesifik tujuan dirinci sebagai berikut : a. Mengetahui dan memperoleh data pencapaian hasil belajar siswa tentang bentuk perencanaan pembelajaran tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga. c. MANFAAT PENELITIAN 1.

Sebagai masukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. pemahaman dan prestasi belajar siswa.Menambah pengetahuan dan pengalaman guru dalam penggunaan permainan ular tangga untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka .8 ilmu pendidikan tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan permainan ular tangga di kelas I sekolah dasar. Bagi Guru . .Memberikan gambaran kemampuan siswa dalam penjumlahan bilangan 2 angka b.Dapat mengembangkan keterampilan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka . c. Bagi Siswa . motivasibelajara . . Manfaat Praktis a.Mengembangkan fungsi lembaga Sekolah Dasar sebagai Lembaga Pendidikan dan Pengajara serta Lembaga untuk penelitian.Dapat meningkatkan keaktifan siswa. hasil penelitian ini akan memberikan manfaat antara lain sebagai berikut: .Dapat mengembangkan keterampilan siswa menggunakan alat peraga dalam pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka . 2. Manfaat kelembagaan Bagi SDN Manangga 2.

(2) Penggunaan alat peraga untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.Peningkatan ilmu pengetahuan dan peningkatan prestasi belajar siswa D. Variabel ini memuat aspel-aspek : (1) Penggunaan alat peraga untuk memotivasi siswa . . Hasilnya dinilai secara kualitatif dan kuantitatif sebagai bahan refleksi dan tindak lanjut siklus pembelajaran. Variabel Hasil Variabel hasil pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Kemampuan guru untuk setiap aspek tersebut diukur dengan instrumen lembar observasi terstruktur.Suatu pembaharuan pembelajaran. Variabel Proses Variabel Prosse pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Penggunaan Permainan Ular Tangga.9 . b. diukur dengan instrumen soal. Sub variabel hasil adalah penguasaan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka. . (3) Penggunaan alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL a.

.´ .. Penggunaan Alat peraga Pada dasarnya anak belajar melalui benda konkret untuk dapat memahami konsep abstrak. KAJIAN PUSTAKA a. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika 1. ³ .10 BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. anak belajar melalui dunia nyata dan memanipulasikan benda-benda nyata sebagai pelantaranya.

Sehingga konsep abstrak yang mereka pelajari akan mengendap. dalam pembelajaran matematika sering menggunakan alat peraga.11 (Ruseffendi. karena tidak membayangkan bentuk-bentuk geometri ruang. Alat peraga dapat mewakili konsep yang diajarkan. melekat. selain itu anak lebih termotivasi untuk belajar. diantaranya : a. yaitu tahapan umur pada anak-anak SD tidak dapat memahami operasi (logis) dalam konsep matematika tanpa dibantu oleh benda-benda konkret¶. Dengan disajikannya konsep abstrak matematika bentuk konkret. Dengan adanya alat peraga. Anak akan senang. anak-anak akan lebih banyak mengikuti pelajaran matematika dengan gembira. terangsang. 2000: 39) memaparkan bahwa µanak usia 7 sampai dengan 11 tahun perkembangan kognitifnya masih berada pada tahap operasional konkret. walaupun tidak semua pokok bahasan harus menggunakan alat peraga. Menurut Ruseffendi (1997 : 229) ³Alat peraga yaitu alat untuk menerangkan atau mewujudkan konsep matematika. dan tahan lama dalam ingatan. Piaget (Suherman.benda nyatanya akan terbantu daya tiliknya sehingga lebih berhasil dalam belajarnya. b. dkk. Fungsi Alat Peraga Menurut Ruseffendi (1997 : 228) Ada beberapa fungsi alat peraga atau manfaat dari penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika. Maka dari itu. Dengan menggunakan benda-benda konkret anak akan lebih mudah memahami konsep yang mereka pelajari. maka siswa pada tingkat-tingkat yang lebih rendah akan lebih mudah memahami dan mengerti. 1997: 228).´ i. tertarik dan bersifat positif terhadap pengajaran matematika. c. sehingga melalui gambar dan benda . . Alat Peraga dapat membantu daya tilik ruang. sehingga minatnya dalam mempelajari matematika semakin besar.

Permainan ini diciptakan pada tahun 1870. Pemenang adalah pemain pertama yang mencapai kotak terakhir. Pengertian Permainan Ular Tangga Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih.wikipedia. mereka dapat langsung pergi ke ujung tangga yang lain.Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama (biasanya kotak di sudut kiri bawah) dan secara bergiliran melemparkan dadu. Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran disusun dan dirumuskan guru dengan berpedoman kepada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). mereka mendapat giliran sekali lagi. atau antara ilmu dengan alam sekitar dan masyarakat.id. Bidak dijalankan sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul. Papan permainan dibagi dalam kotak kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah "tangga" atau "ular" yang menghubungkannya dengan kotak lain. mereka harus turun ke kotak di ujung bawah ular. . dan mudah dimanipulasikan.Biasanya bila seorang pemain mendapatkan angka 6 dari dadu. Dalam membuat alat peraga perlu memperhatikan beberapa hal. maka giliran jatuh ke pemain selanjutnya. ALAT PERAGA PERMAINAN ULAR TANGGA 1. bentuk dan warnanya menarik. dapat mewakili konsep yang dipelajari/relevan. Langkah Pembelajaran dengan menggunakan permainan Ular tangga a. Alat peraga dapat dibuat dan disesuaikan dengan konsep yang akan dipelajari. yaitu dalam bentuk model matematika dapat dijadikan alat untuk penelitian ide-ide baru dan relasi-relasi baru. diantaranya : Harus tahan lama. Bila tidak.12 d. kuat. Bila pemain mendarat di ujung bawah sebuah tangga. ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran fisik anak. Konsep-konsep abstrak yang tersajikan dalam bentuk konkret.org) 2. (www. B. e. Anak akan menyadari adanya hubungan antara pengajaran dengan benda-benda yang ada di sekitarnya. Bila mendarat di kotak dengan ular. sederhana.

kegiatan inti dan kegiatan penutup. y Guru memberikan aperseps 2. Kegiatan Pendahuluan y Guru mengkondisikan siswa pada suasana pembelajaran. 6) Menyusun instrumen evaluasi pembelajaran. 4) Menyusun langkah-langkah pembelajaran. Eksplorasi y Siswa menyimak penjelasan guru tentang penjumlahan bilangan 2 angka y Siswa mengamati demonstrasi guru tentang langkah-langkah .meliputi halhal berikut : 1) Memilih standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kegiatan Inti a. mulai dari kegiatan pendahuluan. sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. 5) Menetapkan media dan sumber belajar yang relevan. 3) Menuliskan materi pokok pembelajaran sesuai dengan indikator hasil belajar. 2) Menetapkan indikator hasil belajar. Pelaksanaan Pembelajaran 1. y Guru memperkenalkan konsep yang akan dipelajari. y Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diajarkan.13 Adapun langkah-langkah umum perencanaan pembelajaran. b.

14 permainan ular tangga dalam hubungannya dengan penjumlahan bilangan 2 angka y Siswa secara individu mendapat LKS y Secara berkelompok siswa mendapat seperangkat alat permainan ular tangga b. tentang permainan ular tangga dan langkah ±langkah penyelesaian LKS y Selesai permainan siswa mendiskusikan LKS untuk mengecek hasil kerja individu c. . y Siswa yang bermasalah mendapat bimbingan guru y Setiap kelompok melaporkan hasil diskusi kelompoknya 3. Konfirmasi y Siswa bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya dan guru menjawab serta memberikan motivasi untuk berlomba baik dalam kelompoknya maupun dengan kelompok lainnya. Kegiatan Penutup y Siswa menyimak kesimpulan dari materi yang telah diajarkan y Siswa mengerjakan lembar evaluasi. Elaborasi y Siswa secara berkelompok melakukan permainan ular tangga y Siswa secara individu mengerjakan tugas yang ada dalam LKS y Siswa mendapat bimbingan guru.

atau jawaban terhadap suatu masalah yang diteliti dan secara teoritis dianggap mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya´ (Sudarsono. Berdasarkan hal tersebut diatas. jika guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran menggunakan alat peraga permainan ular tangga´. maka hipotesis dalam penelitian ini adalah ³Kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka akan meningkat. 1995 : 65). . HIPOTESIS TINDAKAN ³Hipotesis adalah dugaan tentang suatu hal yang akan terjadi jika suatu tindakan dilakukan.15 y Siswa menyimak saran guru dan rencana pembelajaran selanjutnya sebagai tindak lanjut B.

C. Rangkaian langkahlangkah dalam setiap siklus dapat digambarkan seperti pada diagram berikit ini. refleksi dan perencanaan kembali sebagai tahapan pemecahan masalah. Taggart. Berdasarkan model PTK dari Kemmis dan M. pengamatan. ketika tindakan berlangsung maka observasipun dilaksanakan. Desain Kemmis ini menggunakan model yang dikenal sistem spiral refleksi diri yang dimulai dengan rencana. Pada pelaksanaan penelitian tidak ada batasan siklus. pelaksanaan. Pada penelitian ini model PTK yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc Taggart. Keempat komponen tersebut merupakan untaian kegiatan dalam satu putaran yang disebut siklus. Pada model ini tindakan dan observasi dilakukan bersamaan dalam satu waktu. observasi dan refleksi. Model PTK Ada beberapa jenis model PTK yang sering digunakan di dalam dunia pendidikan. Model ini dipilih karena sederhana sehingga mudah untuk dipahami.16 BAB III PROSEDUR PENELITIAN 1. penelitian ini terdiri dari empat komponen yaitu : perencanaan. . tindakan. jumlah siklus tergantung pada tujuan yang ingin dicapai dari permasalahan yang dihadapi dan ingin dipecahkan.

Pelaksanaan a) Melaksanakan scenario pembelajaran tindakan pertama b) Melaksanakan tes dengan instrumen tindakan pertama Tindakan Kedua d. 3. Subjek Penelitian Subjek dari penelitian ini adalah siswa ±s iswi kelas 1 SDN Manangga 2 . Lokasi tersebut merupakan tempat tugas peneliti. Observasi Mengobservasi pelaksanaan tindakan kedua sesuai dengan Lembar observasi SIKLUS 2 Tindakan Kedua b. Lokasi Penelitian Lokasi yang dipakai untuk tempat penelitian adalah di SDN Manangga 2 Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Refleksi a) Merefleksi Tindakan Pertama rencana pembelajaran b) Merefleksi kegiatan siswa dalam belajar c) Merefleksi kegiatan guru dalam mengajar d) Merefleksi hasil evaluasi siswa SIKLUS I Tindakan Pertama b. Perencanaan a) Membuat skenario pembelajaran b) Membuat instrumen tindakan pertama Tindakan Kedua c. Refleksi dan Pelaporan Diagram Alur Penelitian Tindakan Kelas modifikasi model Kemmis dan Taggart 2. Observasi Mengobservasi pelaksanaan tindakan pertama sesuai dengan Lembar observasi d.17 Tindakan Pertama c. sehingga akan memudahkan dalam pelaksanaan penelitian. Pelaksanaan a) Melaksanakan scenario pembelajaran tindakan pertama b) Melaksanakan tes dengan instrumen tindakan kedua Tindakan Kedua a. Perencanaan a) Membuat skenario pembelajaran b) Membuat instrumen tindakan kedua Analisis. Refleksi a) Merefleksi rencana pembelajaran b) Merefleksi kegiatan siswa dalam belajar c) Merefleksi kegiatan guru dalam mengajar d) Merefleksi hasil evaluasi siswa Tindakan Pertama a.

18 Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. c. Variabel Penelitian dan Fokus Tindakan 1. Kedua. Variabel Proses Tindakan guru dalam mengelola pembelajaran mengenai materi penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan alat peraga permainan ular tangga sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan aktivitas siswa dalam pembelajaran tentang penjumlahan bilangan 2 angka. kemampuan siswa terhadap materi penjumlahan bilangan 2 angka sebelum tindakan pembelajaran. b. Dan satu orang guru kelas sebagai pengajar. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan selama 2 minggu. Variabel Penelitian a. Variabel Input Pertama. yaitu minggu ke 2 dan ke 3 bulan Januari 2010 5. 4. sebanyak 36 orang yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. kemampuan guru dalam membuat rencana pembelajaran serta kemampuan guru terhadap penggunaan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka sebelum tindakan pembelajaran. mengelola . Variabel Output Peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan.

7. Siklus 2 : meningkatkan kompetensi guru merancang dan mengelola pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan penjumlahan bilangan 2 angka. Vokus Tindakan Fokus tindakan penelitian ini adalah meningkatkan kinerja guru serta aktifitas dan hasil belajar siswa. Untuk setiap siklus. Prosedur Penelitian Prosedur Penelitian pada penelitian ini dilaksanakan berdasarkan tahapan sebagai berikut : a. Selain itu juga dilakukan observasi awal tahapan - . fokus tersebut adalah : 1. Orientasi dan Identifikasi Masalah Sebelum penelitian dilaksanakan. 6. Untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam terlebih dahulu menganalisis hasil evaluasi pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka. terlebih dahulu diadakan orientasi dan identifikasi masalah yang difokuskan pada pelaksanaan pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka.19 pembelajaran dan menggunakan alat peraga permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan siswa tentang penjumlahan bilangan 2 angka serta peningkatan kemampuan siswa dalam penjumlahan bilangan 2 angka setelah tindakan pembelajaran. Siklus 1 : meningkatkan kompetensi guru merancang dan mengelola pembelajaran matematika tentang penjumlahan bilangan 2 angka dengan menggunakan alat peraga permainan ular tangga. 2.

Dari hasil analisis dan observasi awal maka dalam refleksi awal ditetapkan bahwa tindakan yang dipergunakan dalam pembelajaran penjumlahan bilangan 2 angka adalah melalui penggunaan alat peraga kubus satuan. 3. Tahap perencanaan tindakan penelitian meliputi . 2.20 untuk mengetahui tindakan yang perlu diberikan dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa. lembar observasi hasil pembelajaran serta lembar observasi faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. b. Perubahan yang ingin dicapai dilaksanakan pada tiap siklus. Menyusun perangkat persiapan yang meliputi pemilihan alat peraga dan menyusun persiapan mengajar atau penyusunan RPP. Menyusun intrumen penelitian untuk mengumpulkan data penelitian yang meliputi. lembar observasi persiapan mengajar. c. Penetapan jumlah siklus dan tindakan penelitian. maka direncanakanlah pelaksanaan tindakan penelitian yang difokuskan pada penggunaan permainan ular tangga. lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan observasi setiap siklus . 1. Rencana Tindakan Penelitian Dengan berpatokan pada hasil refleksi awal. Pada tahap ini sekenario pembelajaran yang terdapat pada rencana pembelajaran dilaksanakan. Pelaksanaan Tindakan Penelitian Pelaksanaan tindakan penelitian berpatokan dan disesuaikan dengan rencana penelitian yang telah ditetapkan yaitu penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang didalamnya dilakukan tindakan-tindakan pembelajaran.

Penilaian hasil belajar tidak hanya dari hasil tes akhir tapi juga kinerja siswa pada saat menggunakan alat peraga permainan ular tangga. Observasi dan Refleksi. 8. Semuanya dilaksanakan dalam setiap tindakan secara berulang dalam dua siklus. Tetapi jika hasil dari pelaksanaan siklus II tersebut sudah memuaskan. Taggar yang terdiri dari empat komponen yaitu : Perencanaan. penelitian dapat dihentikan. Hasilnya dapat menentukan tingkat keterampilan siswa dalam menggunakan alat peraga. Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian tindakan kelas ini data penelitian diperoleh melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tes isian/evaluasi dan observasi yang dilakukan oleh peneliti dan rekan kerja sebagai observer. Pelaksanaan. Data tersebut berupa data hasil belajar yang diperoleh dari hasil kerja siswa dalam menyelesaikan soal pada saat tes akhir/post tes dan data hasil observasi. Kemudian dilaksanakan tahap refleksi setelah pembelajaran berakhir pada setiap siklus. Hasil refleksi siklus I merupakan rekomendasi pelaksanaan siklus II.21 dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan intrumen penelitian berupa lembar observasi oleh rekan kerja sebagai observer. dan hasil refleksi siklus II menjadi acuan siklus selanjutnya.C. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan M. . Hasil tes dapat menggambarkan tingkat kemampuan siswa dalam menguasai konsep yang sudah dipelajari.

Proses pengelolaan data mengacu pada pengelolaan data dari Hopkin ( Nurhaeti. 2008 : 34 ) dengan tahapan sebagai berikut a. b. Maka data kinerja guru diperlukan untuk mengukur sejauh mana guru menguasai materi dan sejauh mana guru terampil membimbing siswa dalam menggunakan alat peraga permainan ular tangga.22 Keterampilan guru pada proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga akan berdampak pada hasil belajar siswa. Coding dilaksanakan dengan cara memberi kode atau tanda pada asfek yang diteliti sesuai hasil pengamatan dilapangan. Observasi dilakukan selama tindakan dilakukan. 2) observasi kinerja siswa selama proses pembelajaran menyangkut keterampilan siswa dalam penggunaan alat peraga permainan ular tangga. diantaranya : 1) observasi kinerja guru mulai dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Maka observasi dilakukan untuk memperoleh data kinerja guru dan siswa selama proses pembelajaran. Triangulasi dilakuan untuk memeriksa kebenaran data yang diperoleh peneliti dengan data yang . Pengelompokan Data Data yang diperoleh dikumpulkan pada setiap siklus pembelajaran. hasil pembelajaran serta faktor pendukung dan pemghambat proses pembelajaran. Teknik Analisis Data Teknik analisis data hasil penelitian menggunakan teknik analisis deskriftif kualitatif. Validasi data Validasi data dilakukan melalui teknik coding dan triangulasi. 9.

wawancara ataupun didasarkan pada pengalaman mengajar sebelumnya. c. menghubungkan temuan dengan pengalaman pribadi berdasarkan intuisi guru mengenai situasi pembelajaran pecahan. 10. mencapai rata-rata paling kecil 3. Guru mengalami peningkatan kemampuan dalam merancang perencanaan pembelajaran.5 d. Guru mengalami peningkatan kemampuan dalam proses pembelajaran. Guru mampu mengidentifikasi faktor pendukung dan memperbaiki faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran . Interpretasi Pada tahapan ini data diinterpretasikan dengan merajuk pada acuan teori. observer dan kepala sekolah menentukan indikator keberhasilan PTK ini sebagai berikut : a.23 diperoleh dari sumber lain antara lain siswa dengan cara pengamatan langsung. Indikator Keberhasilan Peneliti.00 c. yang baik tentang pembelajaran mengurutkan bilangan Interpretasi/refleksi dilakukan pada setiap siklus pembelajaran. mencapai rata-rata paling kecil 3. Siswa mencapai hasil belajar dalam dalam penjumlahan 2 angka dengan nilai paling rendah 65 dan rata-rata kelas paling rendah 67. d. Tindak lanjut dan rekomendasi Hasil dari refleksi tindakan pada setiap siklus direkomendasikan untuk melakukan aksi/tindakan dan penelitian selanjutnya.00 b.

Depdiknas. M. (1997). Metoda Pembelajaran Matematika 2. Jakarta: Bumi Aksara Darhim. A. dkk. Departemen Pendidikan Nasional. Yurniwati (2008). Pelatihan Supervisi Pengajaran Untuk Sekolah Dasar : Kajian ³Pecahan³. (2003). Bandung: Fokusmedia. A.(2008). Bandung : Tarsito. Heruman. Yogyakarta. (2007). (2006). Noornia. Jakarta: Azka Press. Penalitian Tindakan Kelas. (2003). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Pelopor dan Unggul .Bandung : UPI. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer Jurusan Pendidikan Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam. Kamus Bahasa Indonesia. Undang-undang RI No. (2007). Model Pembelajaran Matematika. Sukayati. Kurikulum ± 2006 Standar Kompetensi Kelas VI Sekolah Dasar dan madrasah Ibtidaiyah. Penelitian Tindakan Kelas : Peningkatan Kemampuan Menulis Melalui Classroom Action Reseach. Metoda Pembelajaran Matematika 1.Pd. S. Tim Redaksi Fokusmedia. (2003).Pd. Azka Press. Jakarta: Depdiknas. (2009). (2001). Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya..24 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Yogyakarta: Pararaton. Kurikulum 2004 StandarKompetensi Kelas V Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Makalah PPPG. et al. Tasikmalaya: Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Suherman. (2000).M. Pedoman Pembuatan Dan Penggunaan Alat Peraga/Praktik Sederhana Mata Pelajaran Matematika Untuk Sekolah Dasar. UPI.Pd. Jakarta: Balai Pustaka. Tasikmalaya: Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Dra. Depdiknas. Pendidikan Matematika 2. Suroso. S. Depdiknas (2007). Yurniwati (2008). Jakarta: Ruseffendi. Pengajaran Matematika modern seri ke Tiga. Jakarta: Depdikbud.. Noornia. (1991). DR. dkk.

Rata-rata butir 3 = C Merancang pengelolaan kelas 4.4 Menentukan pengalaman belajar siswa.3 Menentukan sumber belajar.3 Menentukan cara-cara memotivasi siswa.2 Membuat alat penilaian. 6. 3.1 Mengorganisasikan materi pembelajaran.2 Menyusun langkah-langkah pembelajaran.1 Menggunakan bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum.1 Menentukan metode pembelajaran. Rata-rata butir 1 = A 2 Memilih dan mengorganisasikan materi / media / sumber 2. 4. : : : 1 3 NILAI 2 3 4 4 5 6 REKOMEN DASI 7 INDIKATOR / ASPEK KINERJA 2 Menentukan bahan pembelajaran dan merumuskan tujuan 1. 5.25 LEMBAR OBSERVASI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1/2 Hari Alokasi Waktu Pokok Bahasan NO 1 1. 3.2 Kepraktisan penggunaan.1 Kebersihan dan kerapian. Rata-rata butir 6 = F ( R = Rata-rata butir ) 3 4 5 6 Nilai APKG 1 = R R = A+B+C+D+E+F 6 = .1 Menentukan alokasi waktu pembelajaran.2 Menentukan cara-cara pengorganisasian siswa agar dapat berpartisipasi dalam pembelajaran. Rata-rata butir 4 = D Merancang prosedur dan mempersiapkan alat penilaian 5. 3. Rata-rata butir 5 = E Kesan umum rencana pembelajaran 6.3 Penggunaan bahasa tulis. Rata-rata butir 2 = B Merancang skenario pembelajaran 3.2 Menentukan alat bantu mengajar.1 Menentukan prosedur dan jenis penilaian. 6.2 Merumuskan tujuan khusus / indikator. 2. 2. 1.

4.76 .3.51 .50 = Cukup Skor 1.2.1.75 = Kurang (B) (C) (K) 119 Lampiran 7 .00 .25 = Baik Skor 1.26 Kriteria Penilaian : Skor 3.26 .00 = Sangat Baik ( SB ) Skor 2.

luwes serta mengembangkan sikap positif siswa 5.1 Menyampaikan materi pengait / apersepsi.1 Menggunakan jenis kegiatan yang sesuai dengan tujuan. Rata-rata butir 3 = R Mengelola interaksi kelas 3. 5.1 Menyediakan alat bantu / sumber.1 Menunjukkan sikap ramah.2 Menggunakan waktu secara efisien. luwes. dan gerakan. isyarat.2 Menggunakan pertanyaan dan merespon siswa. Rata-rata butir 1 = P 1 3 7 2 Mengelola ruang. Rata-rata butir 2 = Q Menggunakan strategi pembelajaran 3.1 Memberikan petunjuk/ penjelasan yang berkaitan dengan isi.4 Memicu keterlibatan siswa. Rata-rata butir 4 = S Bersikap terbuka.3 Menggunakan ekspresi lisan. 5. tulisan. waktu dan fasilitas 2.2 Memotivasi siswa untuk memulai pembelajaran. 3.27 LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1/2 Hari Alokasi Waktu Pokok Bahasan NO 1 1 : : : NILAI 2 3 4 4 5 6 REKO MENDASI INDIKATOR / ASPEK KINERJA 2 Membuka kegiatan pembelajaran 1. 3. 3.2 Menunjukkan kegairahan mengajar. 3. 3. 1.3 Menyampaikan kompetensi yang harus dicapai siswa.3 Melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam urutan yang logis. 3 4 5 . terbuka kepada siswa. 2.2 Menggunakan alat bantu / media pembelajaran yang sesuai. 1.4 Melaksanakan kegiatan secara individual. klasikal. 3.3 Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi. kelompok.

1 Mengembangkan pemahaman konsep. 8.3.3 Melaksanakan penilaian akhir.51 .5 Membantu siswa percaya diri.50 = Cukup Skor 1.2.2 Melatih penggunaan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Rata-rata butir 7 = V Menutup kegiatan pembelajaran 8. 5. Rata-rata butir 6 = U Melaksanakan penilaian awal.4 Mengelola pelaksanaan demonstrasi.76 .1 Melaksanakan penilaian awal.3 Mendemonstrasikan / membimbing siswa dalam melakukan percobaan.75 = Kurang (B) (C) (K) . 7.00 = Sangat Baik ( SB ) Skor 2.4 Membantu siswa menyadari kelebihan dan kekurangannya.4. Rata-rata butir 8 =W 121 7 8 Nilai APKG 2 = R ( R = Rata-rata butir ) R = P+Q+R+S+T+U+V+W 8 = Kriteria Penilaian : Skor 3.00 . 6.28 5. 7.2 Memberi tindak lanjut. 6.2 Melaksanakan penilaian proses. Rata-rata butir 5 = T 6 Kemampuan khusus dalam pembelajaran salah satu mata pelajaran 6. 6.26 .25 = Baik Skor 1. proses dan hasil 7.1 Merangkum materi.1.

3.29 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN SIKLUS I / II Pembelajaran Tanggal : ««««««««««. Siswa aktif dalam kelompok menggunakan kartu pecahan dalam menyelesaikan permasalahan tentang mengurutkan pecahan. Dengan bimbingan guru. Siswa memdapatkan kesempatan bertanya untuk hal-hal yang belum dimengerti. Siswa menyimak demontrasi tentang penggunaan kartu pecahan untuk mengurutkan bilangan pecahan. No 1.siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah tentang mengurutkan bilangan pecahan dengan menggunakan kartu pecahan. Siswa melaporkan hasil diskusi kelompoknya dalam menyelesaikan masalah mengurutkan pecahan. 5. 8. 7. Butir yang diobservasi Siswa menyimak penjelasan tentang tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. 2. Siswa mengikuti tes (evaluasi) Penilaian ya tidak Ket 4. Siswa menyimak apersepsi yang disampaikan oleh guru. . 6.

«««««««««««««««««.... «««««««««««««««««. ««««««««««««««««««.30 LEMBAR OBSERVASI FAKTOR PENGHAMBAT DAN CARA MENGATASINYA SIKLUS I / II Pembelajaran Tanggal : «««««««««««««..... ASPEK YANG DIOBSERVASI 1. Faktor siswa dan cara mengatasinya «««««««««««««««««. «««««««««««««««««... Faktor guru dan cara mengatasinya HASIL OBSERVASI «««««««««««««««««.. ««««««««««««««««««. «««««««««««««««««. Faktor fasilitas dan mengatasinya ««««««««««««««««««.. Keterangan : Isilah kolom titik-titik data lengkap temuan hasil pengamatan faktor penghambat dalam pembelajaran mengurutkan bilangan pecahan! . «««««««««««««««««. ««««««««««««««««««. ««««««««««««««««««. «««««««««««««««««. 3.... «««««««««««««««««.. «««««««««««««««««.. 2.

«««««««««««««««««. Faktor siswa «««««««««««««««««..31 LEMBAR OBSERVASI FAKTOR PENDUKUNG PEMBELAJARAN SIKLUS I /II Pembelajaran Tanggal : «««««««««««««... Keterangan : Isilah kolom titik-titik data lengkap temuan hasil pengamatan faktor penghambat dalam pembelajaran mengurutkan bilangan pecahan! . Faktor guru HASIL OBSERVASI «««««««««««««««««. 2.. ««««««««««««««««««. «««««««««««««««««. Faktor fasilitas dan lingkungan ««««««««««««««««««... «««««««««««««««««.. «««««««««««««««««. ««««««««««««««««««... «««««««««««««««««. «««««««««««««««««... ««««««««««««««««««. ASPEK YANG DIOBSERVASI 1. «««««««««««««««««.... ««««««««««««««««««. «««««««««««««««««. 3...

32 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful