P. 1
Rangkuman UN SMP

Rangkuman UN SMP

|Views: 2,309|Likes:
Published by 12ndhamster
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: 12ndhamster on Feb 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2013

pdf

text

original

Sections

Matematika

2
12ndhamster@gmail.com
1
Bilangan
A. MACAM-MACAM BILANGAN
1. Bilangan Asli
1, 2, 3 , 4, 5, 6, … , dan seterusnya.
2. Bilangan Cacah
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7… , dan seterusnya.
3. Bilangan Prima
Bilangan prima yaitu bilangan asli yang tepat
mempunyai 2 faktor, yaitu 1 dan bilangan itu
sendiri. Yaitu: 2, 3, 5, 7, 11, … , dan seterusnya.
4. Bilangan Bulat
…, –2, –1, 0, 1, 2, 3, … , dan seterusnya.
5. Bilangan Rasional
Bilangan rasional yaitu bilangan dalam bentuk
a
b
, dengan a dan b anggota bilangan bulat
dan b ≠ 0. Contoh:
1
4
à a = 1 dan b = 4.
B. SIFAT OPERASI PADA BILANGAN BULAT
Misalkan:
B = { … ,–3 ,–2 ,–1 ,0 ,1 ,2 ,3 , … }
adalah himpunan bilangan bulat.
ØSifat operasi penjumlahan pada bilangan bulat.
a. Tertutup
Untuk a, b ∈ B maka a + b ∈ B
dengan “∈” dibaca “anggota himpunan”.
b. Komutatif
a + b = b + a
c. Asosiatif
(a + b) + c = a + (b + c)
d. Identitas
a + 0 = 0 + a = a
dengan “0” adalah unsur identitas.
e. Invers (lawan)
a + (–a) = (–a) + a = 0
dengan “–a” adalah invers dari a.
ØSifat operasi pengurangan pada bilangan bu-
lat, yaitu tertutup.
a – b = a + (–b)
ØSifat operasi perkalian pada bilangan bulat.
a. Tertutup
Untuk a, b ∈ B maka a × b ∈ B
b. Komutatif
a × b = b × a
c. Asosiatif
(a × b) × c = a × (b × c)
d. Identitas
a × 1 = 1 × a = a
dengan “1” adalah elemen identitas terhadap perkalian.
3
12ndhamster@gmail.com
e. Invers
a ×
1
a
=
1
a
× a = 1
dengan “
1
a
” adalah invers dari a terhadap perkalian.
f. Distributif terhadap penjumlahan dan
pengurangan
(a + b) × c = (a × c) + (b × c)
(a – b) × c = (a × c) – (b × c)
ØSifat operasi pembagian pada bilangan bulat.
a : b = a ×
1
b
Sifat yang berlaku adalah sifat distributif ter-
hadap penjumlahan dan pengurangan, yaitu:
(a + b) : c = (a : c) + (b : c)
(a – b) : c = (a : c) – (b : c)
C. KPK DAN FPB
1. KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)
2. FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)
Contoh:
Tentukan KPK dan FPB dari 12 dan 40!
Faktorisasi dari bilangan 12 dan 40 dapat di-
tuliskan:
2
12 2 2 3 2 3 × × × dan
3
40 2 2 2 5 2 5 × × × ×
l KPK dari 12 dan 40: 2
3
× 3 × 5 = 120.
l FPB dari 12 dan 40: 2
2
= 4.
D. BILANGAN PECAHAN
Contoh: Bilangan
3
4
, dengan 3 (tiga) sebagai
pembilang dan 4 (empat) sebagai penyebut.
1. Macam-macam Bentuk Pecahan
a. Pecahan biasa. Contoh:
1 2 4
, ,
4 3 9
, dll.
b. Pecahan campuran. Contoh:
1 4
2 , 4
4 5
.
c. Pecahan desimal. Contoh: 0,5; 0,75; dll.
d. Persen (%) atau per seratus. Contoh:
25% , 47% ,75%, dll.
e. Permil (
0
/
00
) atau per seribu. Contoh:
5
0
/
00
, 20
0
/
00
, 860
0
/
00
, dll.
2. Operasi pada Bilangan Pecahan
a. Penjumlahan
l Jika penyebut dua pecahan sama:
a b a b
, c 0
c c c
+
+ ≠
Contoh:
1 2 1 2 3
7 7 7 7
+
+
l Jika penyebut dua pecahan berbeda:
Cara 1: menggunakan perkalian silang.
( ) ( ) a d b c
a c
; b,d 0
b d b d
× + ×
+ ≠
×
4
Cara 2: menyamakan penyebutnya.
Contoh:
1 5
....
8 12
+
Cara 1: menggunakan perkalian silang.
1 5 1 12 5 8 12 40 52 13
8 12 8 12 96 96 24
× + × +
+
×
Cara 2: menyamakan penyebutnya.
KPK dari 8 dan 12 adalah 24.
1 5 3 10 13
8 12 24 24
+
+
Sifat penjumlahan bilangan pecahan
sama seperti sifat penjumlahan pada
bilangan bulat.
l Komutatif

a c c a

b d d b
+ +
l Asosiatif

a c e a c e
b d f b d f
| ` | `
+ + + +
' J ' J
( J ( J
b. Pengurangan
l Jika penyebut kedua pecahan sama

a b a b
, c 0
c c c
÷
÷ ≠
l Jika penyebut dua pecahan berbeda
Cara 1: menggunakan perkalian si-
lang.

( ) ( ) a d b c
a c
; b,d 0
b d b d
× ÷ ×
÷ ≠
×
Cara 2: menyamakan penyebutnya.
Sifat pengurangan bilangan pecahan
sama seperti sifat pengurangan pada
bilangan bulat.
c. Perkalian
a c a c
= ; b,d 0
b d b d
×
× ≠
×
d. Pembagian
a c a : c
: ; b, c, d 0
b d b : d

atau
a c a d
: ; b, c, d 0
b d b c
×

×
3. Mengurutkan Pecahan
l Menyamakan penyebut
Semakin besar nilai pembilangnya, maka
pecahan tersebut akan bernilai semakin
besar dan berlaku sebaliknya.
l Menyamakan pembilang
Semakin kecil nilai penyebutnya, maka
pecahan tersebut bernilai semakin besar
dan berlaku sebaliknya.
Contoh:
Perhatikan kelompok pecahan berikut.
15 15 15 15
, , ,
43 51 42 49
Jika diurut dari pecahan terkecil ke pecahan
terbesar menjadi:
15 15 15 15
, , ,
51 49 43 42
.
12ndhamster@gmail.com
5
E. PEMANGKATAN
( )
( )
m
m m
m n m n
m
m n
n
m
m
m
n
m mn
a b a b
a a a
a
a
a
a a
b b
a a
+
÷
× ×
×

| `

' J
( J

Catatan:
a
0
= 1, 0
a
= 0
0
0
= tidak terdefnisikan
( )
m
m
a a ÷ , m genap,
( )
m
m
a a ÷ ÷ , m ganjil,
m
m
1
a
a
÷

F. PENARIKAN AKAR
( )
p p p
p
p
p
q
p
q p
c
c
a b = a b
a a
=
b
b
a = a
a = a
× ×
G. BENTUK BAKU
1. Bilangan lebih dari 10.
n
a 10 ×
2. Bilangan antara 0 dan 1.
n
a 10
÷
×
dengan 1 a 10 ≤ ≤ , n bilangan asli.
Contoh:
l 3,750 = 3,75× 10
3
l 0,00432 = 4,32× 10
–3
2
Bentuk Aljabar
A. PENGERTIAN
ØVariabel adalah suatu besaran matematika
yang nilainya dapat berubah-ubah.
ØKoefsien adalah suatu nilai yang dilengkapi
dengan variabel.
ØKonstanta adalah suatu nilai yang tetap tidak
bergantung pada variabel.
Contoh:
1. a
3
= a × a × a
pqr = p × q × r
2.
2 2
x y 2xy 10xy 15 + + + +
Bentuk aljabar tersebut terdiri dari:
l variabel: x dan y,
l konstanta: 15,
l koefsien dari x
2
adalah 1, koefsien dari
2xy adalah 2, dan koefsien dari 10xy
adalah 10,
l derajat bentuk aljabar adalah derajat
yang tebesar yaitu 2,
l suku-suku sejenis adalah suku-suku
yang mempunyai variabel sama dan de-
rajat sama, yaitu: 2xy dan 10xy, x
2
dan
y
2
bukan merupakan suku sejenis karena
variabelnya berbeda.
12ndhamster@gmail.com
6
B. OPERASI BENTUK ALJABAR
1. Penjumlahan dan Pengurangan Suku Sejenis
Bentuk aljabar dapat dijumlahkan atau di-
kurangkan hanya jika suku-sukunya sejenis.
Contoh:
l 4x + 2x = (4 + 2)x = 6x
l a
2
+ b
2
+ 12ab – 10ab + 3b
2
Pada bentuk aljabar tersebut, suku-suku
yang sejenis adalah b
2
dan 3b
2
. Selain itu
juga 12ab dan 10ab. Jadi
( ) ( )
2 2 2
2 2 2
2 2
2 2
a b 12ab 10ab 3b
a b 3b 12ab 10ab
a 1 3 b 12 10 ab
a 4b 2ab
+ + ÷ +
+ + + ÷
+ + + ÷
+ +
2. Perkalian dan Pembagian
a. Perkalian
Operasi perkalian bentuk aljabar dapat
dilakukan pada suku yang tidak sejenis.
Contoh:
4p× 4q× 4pq
= (4× 4× 4) × (p× q× p× q) = 64p
2
q
2
b. Pembagian
Contoh:
2
2
a b a a b
a b : ab a
ab a b
× ×

×
3. Pemangkatan
Sifat-sifat pemangkatan bilangan bulat juga
berlaku pada pemangkatan bentuk aljabar.
Contoh:
(2ab)
2
= 2ab × 2ab = (2 × 2) × (ab × ab)
= 4(ab)
2
= 4a
2
b
2
ØPemangkatan bentuk aljabar dengan
bentuk a + b.
Contoh:
(a + b)
2
= (a + b)(a + b)
= (a + b)a + (a + b)b
= a
2
+ ab + ab + b
2

= a
2
+ 2ab + b
2

ØPemangkatan bentuk aljabar dengan
bentuk a – b.
Contoh:
(a – b)
2
= (a – b)(a – b) = a
2
– 2ab + b
2
Segitiga Pascal.
1+1
1 2 2+1
3 1 1+3 3 3
1
1 1
1 2 1
1 3 3 1
1 4 6 4 1
dan seterusnya
+
+ +
.
..
. ..
.
Penggunaannya adalah sebagai berikut.
Perpangkatan bentuk aljabar (a + b)
n
.
l (a + b)
0
= 1
(gunakan baris 1 pola bilangan Pascal)
l (a + b)
1
= a + b
(gunakan baris 2 pola bilangan Pascal)
12ndhamster@gmail.com
7
l (a + b)
2
= a
2
+ 2ab + b
2

(gunakan baris 3 pola bilangan Pascal)
l (a + b)
3
= a
3
+ 3a
2
b + 3ab
2
+ b
3

(gunakan baris 4 pola bilangan Pascal)
Pemangkatan bentuk aljabar (a – b)
n
juga
mengikuti pola segitiga Pascal. Bedanya, tan-
da koefsiennya selalu berganti dari (+) untuk
suku ganjil dan (–) untuk suku genap.
(a – b)
0
= 1
(a – b)
1
= a – b
(a – b)
2
= a
2
– 2ab + b
2
(a – b)
3
= a
3
– 3a
2
b + 3ab
2
– b
3
C. FPB DAN KPK BENTUK ALJABAR
Contoh:
Tentukan KPK dan FPB dari 12a
3
b
2
c
2
dan 6a
2
c
3
.
Jawab:
12a
3
b
2
c
2
= 2
2
× 3 × a
3
× b
2
× c
2
6a
2
c
3
= 2 × 3 × a
2
× c
3
l KPK = 2
2
× 3 × a
3
× b
2
× c
3
= 12a
3
b
2
c
3
l FPB
Faktor-faktor yang sama: 2
2
dengan 2, 3 den-
gan 3, a
3
dengan a
2
, c
2
dengan c
3
. Selanjut-
nya diambil faktor-faktor yang berderajat ter-
kecil, kemudian dikalikan sehingga diperoleh:
FPB = 2 × 3 × a
2
× c
2
= 6a
2
c
2
D. PECAHAN BENTUK ALJABAR
Bentuk aljabar juga dapat berupa pecahan.
Contoh:
a
2b
,
2x
y z +
,
3
5x x
xy xz
+
+
, dan sebagainya.
Operasi pada pecahan bentuk aljabar.
1. Penjumlahan dan Pengurangan
Contoh:
l
a a 2a a 3a
+ = + =
2 4 4 4 4
l
2 2
a 2 a 2b a 2b
= =
b a ab ab ab
÷
÷ ÷
2. Perkalian dan Pembagian
Perkalian pecahan bentuk aljabar:
a c ac
=
b d bd
×
Pembagian pecahan bentuk aljabar:
a c a d ad
: = =
b d b c bc
×
Contoh:
l
2
3y x 3xy
=
z 2z 2z
×
l
p 2 p qr pqr
: = =
s qr s 2 2s
×
3. Pemangkatan
Pemangkatan pecahan bentuk aljabar adalah
perkalian pecahan bentuk aljabar tersebut
dengan dirinya sendiri sebanyak n kali.
Contoh:
2
2
2
y y y y
= =
3z 3z 3z 9z
| `
×
' J
( J
12ndhamster@gmail.com
8
E. PEMFAKTORAN
1. Bentuk distributif
ax + ay = a(x + y)
ax – ay = a(x – y)
dengan a bisa koefsien atau variabel.
Contoh:
l 5x + 10y = 5(x + 2y), a berbentuk koefsien.
l xy – xz = x(y – z), x berbentuk variabel.
2. Selisih kuadrat
a
2
– b
2
= (a + b)(a – b)
Contoh:
x
2
– 9 = (x + 3)(x – 3)
3. Kuadrat sempurna
a
2
+ 2ab + b
2
= (a + b)
2
a
2
– 2ab + b
2
= (a – b)
2
Contoh:
l x
2
+ 6x + 9 = (x + 3)
2
l x
2
– 6x + 9 = (x – 3)
2
4. Bentuk: x
2
+ bx + c = (x + p)(x + q),
dengan p + q = b dan pq = c
Contoh:
x
2
+ 3x + 2 = (x + 1)(x + 2)
5. Pemfaktoran ax
2
+ bx + c dengan a ≠ 1
Contoh:
2x
2
+ 3x + 1 bila difaktorkan menjadi
(2x + 1)(x + 1).
Cara pemfaktorannya sebagai berikut.
Ubah 3x menjadi penjumlahan dua suku,
misalnya x + 2x.
2x
2
+ 3x + 1 = 2x
2
+ x + 2x + 1
= (2x
2
+ x) + (2x + 1)
= x(2x + 1) + (2x + 1)
(sifat distributif)
= (x + 1)(2x + 1)
F. PENYEDERHANAAN PECAHAN BENTUK ALJABAR
Contoh:
l
2
2
a b a a b
a b : ab a
ab a b
× ×

×
,
dilakukan operasi pembagian.
l
3 2
2
4x 8x 4x(1 2x )
1 2x
4x 4x
+ +
+ ,
dilakukan operasi pemfaktoran dan pembagian.
l
2
x 3x 2 (x 1)(x 2)
x 2
(x 1) (x 1)
÷ + ÷ ÷
÷
÷ ÷
,
dilakukan operasi pemfaktoran dan pembagian.
12ndhamster@gmail.com
9
3
Persamaan dan Pertidak-
samaan Satu Variabel
A. PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL (PLSV)
ØPersamaan linear adalah suatu persa-
maan yang variabel/peubahnya berpangkat
(berderajat) paling tinggi 1 (satu).
ØPersamaan linear satu variabel artinya suatu
persamaan yang variabel/ peubahnya ber-
pangkat (berderajat) paling tinggi 1 (satu)
dan hanya mempunyai satu variabel.
Bentuk Umum Persamaan Linear Satu Variabel
ax + b = c
Dengan:
l a 0 ≠ dengan x disebut variabel/peubah,
l semua suku di sebelah kiri tanda “=” disebut
ruas kiri,
l semua suku di sebelah kanan tanda “=”
disebut ruas kanan.
2. Operasi Persamaan Linear Satu Variabel
ØKedua ruas dalam satu persamaan dapat di-
tambah (+), dikurang (–), dikali ( × ), dibagi (:)
dengan bilangan yang sama.
ØSetiap perpindahan ruas dari ruas kiri ke ruas
kanan atau sebaliknya selalu diikuti dengan
perubahan tanda bilangan (dari positif (+)
menjadi negatif (–) dan sebaliknya).
Untuk mencari penyelesaian dari PLSV dapat di-
lakukan dengan cara berikut.
1. Menambah atau mengurangi kedua ruas
persamaan dengan bilangan yang sama.
Contoh:
x – 2 = 4
⇔x – 2 + 2 = 4 + 2
(kedua ruas ditambah 2)
⇔x = 6
2. Mengalikan atau membagi kedua ruas persa-
maan dengan bilangan yang sama.
Contoh:
3x = 9
⇔3x : 3 = 9 : 3 (kedua ruas dibagi 3)
⇔x = 3
3. Gabungan dari operasi 1 dan 2.
Contoh:
3x – 3 = 7 + x
⇔ 3x – 3 + 3 = 7 + x + 3
(kedua ruas ditambah 3)
⇔ 3x = 10 + x
⇔ 3x – x = 10 + x – x
(kedua ruas dikurangi x)
⇔ 2x = 10
⇔ 2x : 2 = 10 : 2
(kedua ruas dibagi 2)
⇔ x = 5
Jadi, x = 5 adalah penyelesaian dari
3x – 3 = 7 + x.
12ndhamster@gmail.com
10
B. PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL
(PtLSV)
Pertidaksamaan linear satu variabel artinya
suatu pertidaksamaan yang variabel/pe-ubahnya
berpangkat (berderajat) paling tinggi 1 (satu) dan
hanya mempunyai satu variabel.
Contoh: x + 3 > 4; x 3x 1 ≥ ÷
Untuk mencari penyelesaian dari pertidak-sa-
maan linear satu variabel (PtSLV) dapat dilaku-
kan dengan cara:
1. menambah atau mengurangi kedua ruas
dengan bilangan yang sama;
2. mengalikan atau membagi kedua ruas den-
gan bilangan yang sama dengan catatan jika
dikalikan atau dibagi bilangan negatif, tanda
pertidaksamaannya dibalik.
Contoh:
x 3x 4 ≥ +
⇔ x 3x 3x 3x 4 ÷ ≥ ÷ + (kedua ruas dikurangi 3x)
⇔ 2x 4 ÷ ≥

1 1
2x 4
2 2
÷ × ≤ ×
÷ ÷

(kedua ruas dikali
1
2 ÷
, akibatnya tanda pertidaksamaan-
nya dibalik)
⇔ x 2 ≤ ÷
Jadi, x 2 ≤ ÷ adalah penyelesaian dari
x 3x 4 ≥ + .
4
Aritmetika Sosial
A. HARGA PEMBELIAN, HARGA PENJUALAN,
UNTUNG, DAN RUGI
1. Harga pembelian yaitu harga yang didapat-
kan oleh seorang pedagang ketika membeli
barang-barang dagangan.
2. Harga penjualan yaitu harga yang ditentu-
kan oleh seorang pedagang ketika menjual
barang-barang dagangan ke pembeli.
3. Untung (Laba) terjadi jika harga penjualan
lebih besar (lebih tinggi) daripada pembelian.
4. Rugi terjadi jika harga penjualan lebih kecil
(lebih rendah) daripada harga pembelian.
UNTUNG
Syarat: harga penjualan > harga pembelian
Untung = harga penjualan – harga pembelian
untung
% untung = 100%
harga pembelian
×
RUGI
Syarat: harga penjualan < harga pembelian
Rugi = harga pembelian – harga penjualan
rugi
% rugi = 100%
harga pembelian
×
12ndhamster@gmail.com
11
HARGA PENJUALAN DAN HARGA PEMBELIAN
Jika untung:
Harga penjualan = harga pembelian + untung
Harga pembelian = harga penjualan – untung
Jika rugi:
Harga penjualan = harga pembelian – rugi
Harga pembelian = harga penjualan + rugi
B. RABAT (DISKON), BRUTO, TARA, DAN NETTO
ØRabat atau diskon adalah potongan harga.
Diskon = harga semula – harga yang dibayar
diskon
% diskon = 100%
harga semula
×
ØBruto adalah berat kotor barang.
ØNetto adalah berat bersih barang.
ØTara adalah berat kemasan.
Bruto = netto + tara
Netto = bruto – tara
Tara = bruto – netto
tara
%Tara = 100%
bruto
×
Contoh:
Dalam sebuah peti kemasan mangga terdapat
keterangan: Bruto = 100 kg dan tara = 5 %. Di-
peroleh:
Bruto = 100 kg
Tara = 5% . 100 kg = 5 kg
Netto = Bruto ÷ tara = 100 ÷ 5 = 95 kg
C. BUNGA TABUNGAN (BUNGA BANK)
Misalnya:
Besarnya uang yang ditabung adalah M,
Besar bunga yang diberi bank adalah p%,
Lama menabung adalah t tahun.
Diperoleh:
Bunga selama 1 tahun = p% M ×
Bunga selama t tahun = ( ) p% M t × ×
Bunga selama n bulan =
n
p% M
12
× ×
Jumlah tabungan seluruhnya = M + bunga
Perhitungan suku bunga dalam persen
bunga dalam setahun
Suku bunga = 100%
M
×
Contoh:
Seorang nasabah menabung pada sebuah bank
sebesar Rp1.500.000,00 dengan suku bunga
12% per tahun. Besarnya tabungan setelah 6 bu-
lan adalah ….
Jawab:
6
Bunga = 12% Rp1.500.000,00
12
= 6% Rp1.500.000,00 = Rp90.000,00
× ×
×
Tabungan setelah 6 bulan
= tabungan awal + bunga
= Rp1.500.000,00 + Rp90.000,00
= Rp1.590.000,00
12ndhamster@gmail.com
12
5
Perbandingan
A. SKALA
ukuran pada gambar (peta)
Skala =
ukuran sebenarnya
Skala 1 : n artinya 1 cm pada peta mewakili n cm
pada ukuran sebenarnya
Contoh:
Skala 1 : 100.000 artinya 1 cm mewakili 100.000
cm atau 1 km jarak sebenarnya.
B. PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI
1. Perbandingan Senilai
naik turun
naik turun
a a a
b b b

Contoh:
Banyak liter BBM dan jarak yang ditempuh.
2. Perbandingan Berbalik Nilai
a dan b dikatakan berbanding berbalik nilai
jika saat nilai a naik maka nilai b turun, begitu
juga sebaliknya jika a turun maka nilai b naik.
Contoh:
Banyak pekerja proyek dan lama waktu
mengerjakan proyek.
Contoh:
1. Sebuah lapangan sepak bola berbentuk persegi
panjang berukuran panjang 100 m dan lebar 80 m.
Jika dibuat model dengan skala 1 : 500 maka luas
lapangan bola pada model adalah ….
Jawab:
Panjang sebenarnya = 100 m = 10.000 cm
Lebar sebenarnya = 80 m = 8.000 cm
gambar gambar
sebenarnya sebenarnya
p
Skala = =
p
/
/
model sebenarnya
p skala p
1
10.000 cm 20 cm
500
×
×
model sebenarnya
skala
1
8.000 cm 16 cm
500
×
×
/ /
Ukuran pada model adalah
panjang = 20 cm dan lebar = 16 cm.
Luas = panjang × lebar
= 20 cm × 16 cm = 320 cm
2
.
2. Untuk menjahit 5 karung beras diperlukan benang
sepanjang 25 m, maka untuk menjahit 120 karung
beras diperlukan benang sepanjang ….
Jawab:
Misalkan panjang benang yang diperlukan untuk
menjahit 120 karung beras adalah A. Maka:
5 25
120 A
5A 25 120
5A 3.000
A 600

⇔ ×


12ndhamster@gmail.com
13
6
Himpunan
ØHimpunan adalah kumpulan benda-benda
atau objek yang mempunyai ciri yang sama.
ØNama himpunan ditulis dengan nama huruf
kapital dan anggotanya ditulis di antara ku-
rung kurawal ({ }).
A. ANGGOTA HIMPUNAN
ØAnggota himpunan dilambangkan dengan
“ ” dan jika bukan anggota dilambangkan
dengan “ “.
ØBanyaknya anggota himpunan A dinotasikan
dengan n(A).
Contoh:
1. Himpunan bilangan bulat, ditulis:
B = {bilangan bulat} = {… , –2, –1, 0, 1, 2, …}
2. Himpunan bilangan ganjil kurang dari 10, ditulis:
A = {bilangan ganjil kurang dari 10} atau
A = {1, 3, 5, 7, 9},
maka 1 A, 3 A, 5 A, 7 A, 9 A sedang-
kan 2

A, 4 A.
Banyaknya anggota himpunan A adalah
n(A) = 5.
B. MENYATAKAN SUATU HIMPUNAN
Contoh: A adalah himpunan bilangan genap
kurang dari 15. Ditulis:
1. Menuliskan sifat anggotanya.
A = {bilangan genap kurang dari 15}
2. Memberikan notasi pembentuk
himpunan.
A = {x | x < 15, x ∈ bilangan genap}
Dibaca: “Himpunan A beranggotakan x, den-
gan x kurang dari 15 dan x anggota himpu-
nan bilangan genap”.
3. Menyatakan semua anggotanya.
A = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14}
C. MACAM-MACAM HIMPUNAN
1. Himpunan Kosong
Himpunan kosong adalah himpunan yang ti-
dak mempunyai anggota. Himpunan kosong
dilambangkan dengan { } atau .
Contoh:
K himpunan nama hari yang diawali huruf
z. Karena tidak ada nama hari yang diawali
huruf z maka K = { }.
2. Himpunan Terhingga
Himpunan terhingga adalah himpunan yang
banyak anggotanya terhingga atau terbatas.
Contoh:
L himpunan bilangan asli kurang dari 5. Ditu-
lis: L = {1, 2, 3, 4}
3. Himpunan Tak Terhingga
Himpunan tak terhingga adalah himpunan
yang banyak anggotanya tak terhingga atau
tak terbatas.
Contoh: Himpunan bilangan asli. Ditulis:
A = {1, 2, 3, 4, …}
12ndhamster@gmail.com
14
4. Himpunan Semesta
Himpunan semesta adalah himpunan yang
memuat semua anggota himpunan (objek)
yang sedang dibicarakan. Notasi “S”.
Contoh:
M = {apel, mangga, pisang, stroberi, anggur}
Himpunan semesta yang mungkin dari him-
punan di atas adalah: S = {nama buah}.
5. Himpunan Bagian
Himpunan bagian adalah himpunan yang
merupakan anggota dari himpunan keselu-
ruhan. Himpunan bagian dilambangkan den-
gan “ ”.
ØHimpunan kosong merupakan himpunan
bagian dari setiap himpunan.
ØSetiap himpunan merupakan himpunan
bagian dari himpunan itu sendiri.
Diketahui himpunan A dengan banyak ang-
gota n(A) maka banyaknya himpunan bagian
yang mungkin dari himpunan itu adalah
2
n(A)
Contoh:
Diketahui himpunan A = {1, 3, 5}
Banyak himpunan bagian yang mungkin dari
himpunan A adalah
2
n(A)
= 2
3
= 8
Himpunan bagian dari A adalah
A, ∅, {1}, {3}, {5}, {1, 3}, {1, 5}, {3, 5}.
D. DIAGRAM VENN
Diagram Venn adalah diagram yang digunakan
untuk menyatakan beberapa himpunan atau
hubungan antarhimpunan.
Contoh:
Buatlah diagram Venn dari himpunan-himpunan
berikut!
A = {1, 2, 3, 4, 5}; B = {2, 3, 5, 7}
S = {bilangan asli kurang dari 8}
Dari soal, diperoleh S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}
S
B A
7
4
1
6
2
3
5
E. HUBUNGAN ANTARHIMPUNAN
1. Himpunan Ekuivalen
Himpunan A ekuivalen dengan himpunan B
jika n(A) = n(B).
Contoh: A = {1, 2, 3, 4}; B = {5, 6, 7, 8}
Karena n(A) = n(B) maka himpunan A ekuiva-
len dengan himpunan B.
2. Himpunan Sama
Himpunan A dikatakan sama dengan himpu-
nan B jika anggota himpunan A sama den-
gan anggota himpunan B atau sebaliknya.
Jika himpunan A sama dengan B maka dapat
ditulis A = B.
Contoh: A = {a, d, i} dan B = {i, d, a}
A = B.
12ndhamster@gmail.com
15
G. IRISAN DAN GABUNGAN DUA HIMPUNAN
ØIrisan dua himpunan A dan B adalah himpu-
nan yang anggota-anggotanya merupakan
anggota himpunan A sekaligus B.
A B = {x | x A dan x B} ∈ ∈ ´
ØGabungan dua himpunan A dan B adalah
himpunan yang anggota-anggotanya me-
rupakan anggota himpunan A saja atau ang-
gota B saja.
A B = {x | x A atau x B} ∈ ∈ .
Irisan dan gabungan dua himpunan dalam dia-
gram Venn.
S S
A ∩ B A ∪ B
B A B A
Contoh: Diketahui:
A = {bilangan genap kurang dari 11} dan
B = {faktor dari 10}.
Tentukan irisan dan gabungan himpunan A dan B!
Dari soal diketahui:
A = {2, 4, 6, 8, 10} dan B = {1, 2, 5, 10}
S S
A ∩ B A ∪ B
B A A
B
1
5
2
10
4
6
8
1
5
2
10
4
6
8
A ∩ B = {2, 10} dan A ∪ B = {1, 2, 4, 5, 6, 8, 10}
H. SIFAT-SIFAT OPERASI HIMPUNAN
1. Komutatif
A B = B A
A B = B A
´ ´
. .
2. Asosiatif
( ) ( )
( ) ( )
A B C = A B C
A B C = A B C
´ ´ ´ ´
. . . .
3. Distributif
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
A B C A B A C
A B C A B A C

´ . ´ . ´
. ´ . ´ .
4. Dalil De Morgan
( )
( )
c
c c
c
c c
A B = A B
A B = A B
´ .
. ´
Contoh:
1. Dalam suatu kelas terdapat 40 anak, 24 anak
gemar menari, 21 anak gemar menyanyi,
dan 10 anak gemar keduanya. Banyaknya
anak yang tidak gemar keduanya adalah .…
Jawab:
Misalkan:
S = {anak yang ada di kelas}à n(S) = 40
A = {anak yang gemar menari}à n(A) = 24
B = {anak yang gemar menyanyi} à n(B) = 21
A ∩ B = {anak yang gemar menari dan me-
nyanyi} à n(A ∩ B) = 10
12ndhamster@gmail.com
16
A ∪ B = {anak yang gemar menari atau me-
nyanyi}
(A ∪ B)
c
= {anak yang tidak gemar menari
atau menyanyi}
Dengan menggunakan rumus diperoleh:
n(A B) = n(A) + n(B) ÷ n(A B)
= 24 + 21 ÷ 10 = 35
n(S) = n(A B) + n(A B)
c
⇔ 40 = 35 + n(A B)
c
⇔ n(A B)
c
= 5
Jadi, banyaknya anak yang tidak gemar menari
atau menyanyi adalah 5 anak.
Dalam diagram Venn dapat digambarkan
S
B A
11
5
10 14
2. Diketahui himpunan berikut.
A = {b, u, n, d, a}
B = {i, b, u, n, d, a}
C = {lima bilangan asli yang pertama}
D = {bilangan cacah kurang dari 6}
Jawab:
A = {b, u, n, d, a} à n(A) = 5
B = {i, b, u, n, d, a} à n(B) = 6
C = {lima bilangan asli yang pertama}
= {1, 2, 3, 4, 5 } à n(C) = 5
D = {bilangan cacah kurang dari 6}
= { 0, 1, 2, 3, 4, 5 } à n(C) = 6
Karena n(A) = n(C) = 5 dan n(B) = n(D) = 6,
maka pasangan himpunan yang ekuivalen
adalah A dengan C dan B dengan D.
7
Sudut dan Garis
A. Garis
Garis adalah deretan/kumpulan titik-titik yang
banyaknya tak terhingga, yang saling bersebe-
lah-an dan memanjang ke dua arah.
1. Dua Garis Berpotongan
Garis g dan / berpotongan di titik P.
P
g
l
2. Dua Garis Sejajar
Garis g dan / tidak berpotongan.

g
l
3. Dua Garis Berimpit
Garis g dan / mempunyai lebih dari satu
titik potong.
g l
B. Sudut
Sudut adalah daerah yang dibatasi oleh dua
buah penggalan garis lurus yang bertemu pada
satu titik pangkal.
12ndhamster@gmail.com
17
Unsur dan nama sudut
A
O
B
Keterangan:
O = titik pangkal sudut
OA, OB = kaki sudut
∠AOB = sudut
1. Jenis Sudut Berdasarkan Besar Sudut
Jenis
sudut
Gambar Keterangan
Sudut
lancip
A
O
B
Sudut yang
besarnya
antara 0
o
dan
90
o
.
Sudut
siku-siku
A
O
B
Sudut yang
besarnya 90
o
.
Sudut
tumpul
A
O
B
Sudut yang
besarnya lebih
dari 90
o
.
Sudut
lurus
A O
B
Sudut yang
besarnya 180
o
.
2. Hubungan Antarsudut
ØDua sudut berpelurus (bersuplemen)
180
o
α β +
A
α β
O B
Sudut dan berpelurus dan
jumlahnya 180
o
.
ØDua sudut berpenyiku (berkomplemen)
α
β
A
O
B
Sudut dan
berpenyiku dan
jumlahnya 90
o
.
90
o
α β +
Contoh:
Perhatikan gambar di bawah. Besar ∠ABD
adalah ....
A B C
5x
o
7x
o
D
Jawab:
∠ABD + ∠BCD = 180°
7x + 5x = 180
12x = 180
x = 15
Besar ∠ABD adalah 7 . 15° = 105°.
12ndhamster@gmail.com
18
ØDua sudut bertolak belakang
Dua sudut dan besarnya sama yaitu =
O
D
A
C
B
Berdasarkan gambar di atas diperoleh:
n ∠AOC bertolak belakang dengan ∠BOD,
sehingga ∠AOC = ∠BOD.
n ∠AOD bertolak belakang dengan ∠BOC,
sehingga ∠AOD = ∠BOC.
ØSudut-sudut yang terbentuk oleh dua
garis sejajar dipotong sebuah garis
g
h
l
1 2
3 4
1 2
3 4
A
B
n Dua sudut sehadap mempunyai besar
sudut yang sama.
∠A
1
dengan ∠B
1
∠A
2
dengan ∠B
2
∠A
3
dengan ∠B
3
∠A
4
dengan ∠B
4
∠A
1
= ∠B
1
∠A
2
= ∠B
2
∠A
3
= ∠B
3
∠A
4
= ∠B
4
n Dua sudut dalam berseberangan mem-
punyai besar sudut yang sama.
∠A
4
dengan ∠B
1
∠A
3
dengan ∠B
2
,
4 1
A B ∠ ∠
3 2
A B ∠ ∠
n Dua sudut luar berseberangan mem-
punyai besar sudut yang sama.
∠A
2
dengan ∠B
3
∠A
1
dengan ∠B
4
2 3
A B ∠ ∠

1 4
A B ∠ ∠
n Dua sudut dalam sepihak jumlah
sudutnya adalah 180
o
.
∠A
4
dengan ∠B
2
∠A
3
dengan ∠B
1
4 2
180
o
A B ∠ + ∠
3 1
180
o
A B ∠ + ∠
n Dua sudut luar sepihak besar jumlah
sudut-nya adalah 180
o
.
∠A
1
dengan ∠B
3
∠A
2
dengan ∠B
4
1 3
180
o
A B ∠ + ∠
2 4
180
o
A B ∠ + ∠
Contoh:
Perhatikan gambar di bawah ini!
g
h
l
1 2
3 4
1 2
3 4
A
B
Jika besar ∠A
1
= 105
o
maka
besar sudut ∠B
4
adalah ….
Jawab:
Sudut ∠A
1
dan ∠B
4
merupakan sudut luar berse-
berangan, maka ∠A
4
= ∠A
1
= 105
o
12ndhamster@gmail.com
19
8
Relasi dan Fungsi
A. RELASI
Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah
pemasangan anggota himpunan A dengan ang-
gota himpunan B.
Menyatakan Relasi
1. Diagram panah
Contoh:
Diketahui A = {1, 2, 3} dan B = {1, 3, 6}. Maka
relasi yaitu “faktor dari” dari himpunan A ke
himpunan B dapat dinyatakan dengan dia-
gram panah sebagai berikut:
1
2
3
1
3
6
2. Diagram Cartesius

1
1
3
2 3
6
Contoh:
Diketahui A = {1, 2, 3} dan
B = {1, 3, 6}. Relasi“faktor
dari” dari himpunan A ke
himpunan B dapat din-
yatakan dalam diagram
Cartesius disamping.
3. Himpunan pasangan berurutan
Contoh:
Diketahui A = {1, 2, 3} dan B = {1, 3, 6}. Relasi
“faktor dari” dari himpunan A ke himpunan B
dapat dinyatakan dalam himpunan pasangan
berurutan sebagai berikut.
{(1, 1), (1, 3), (1, 6), (2, 6), (3, 3), (3, 6)}
B. FUNGSI (PEMETAAN)
1. Pengertian Fungsi (Pemetaan)
Fungsi (pemetaan) dari A ke B adalah suatu
relasi yang lebih khusus yang menghubung-
kan setiap anggota A dengan tepat satu ang-
gota B.
Contoh:
A B
Pada contoh, setiap anggota di A dipasang-
kan dengan tepat satu anggota di B.
2. Domain, Kodomain, dan Range
Ødomain adalah daerah asal atau daerah
defnisi fungsi itu,
Økodomain adalah daerah kawan,
Ørange atau daerah hasil adalah himpun-
an bagian dari daerah kawan atau kodo-
main.
12ndhamster@gmail.com
20
Contoh:
A
1
1
4
8
9
2
3
B
- Domain:
A = {1, 2, 3}
- Kodomain:
B = {1, 4, 8, 9}
- Range:
{1, 4, 9}
3. Banyak Fungsi (Pemetaan)
Diketahui banyak anggota himpunan A
adalah n(A) dan banyak anggota himpunan
B adalah n(B), maka:
ØBanyak fungsi dari A ke B = n(B)
n(A)
ØBanyak fungsi dari B ke A = n(A)
n(B)
Contoh:
Diketahui A = {1, 2, 3} dan B = {A, B, C, D},
maka n(A) = 3 dan n(B) = 4.
a. Banyak fungsi yang mungkin dari A ke B
= n(B)
n(A)
= 4
3
= 64.
b. Banyak fungsi yang mungkin dari B ke A
= n(A)
n(B)
= 3
4
= 81.
4. Notasi dan Rumus Fungsi Linear
a. Notasi fungsi linear
Fungsi linear dinotasikan dengan
f : x ÷ ax + b
x variabel.
Keterangan:
f = nama fungsi
x = anggota daerah asal
ax + b = bayangan dari x
b. Rumus fungsi linear
f(x) = ax + b
x variabel dan f(x) nilai fungsi.
Contoh:
f(x) = 2x + 1
Nilai fungsi untuk x = 1 adalah
f(1) = (2× 1) + 1 = 3
c. Grafkfungsilinear
Contoh:
Diketahui fungsi f(x) = 2x + 1.
Gambarkan fungsi linear tersebut ke
dalam bentuk grafk!
Diambil nilai x = 0 dan x = 1.
l Untuk x = 0 à y = 2× 0 + 1 = 1. Maka,
diperoleh koordinat (0, 1)
l Untuk x = 1 à y = 2× 1 + 1 = 3. Maka,
diperoleh koordinat (1, 3)
(0, 1)
1
(1, 3)
y
x
Contoh:
Diketahui pemetaan f : x à 2 – 3x. Jika daerah
asalnya {–2, –1, 0, 1, 2} maka daerah hasilnya
adalah ….
Jawab:
12ndhamster@gmail.com
21
Diketahui pemetaan f : x à 2 – 3x, dengan dae-
rah asal {–2, –1, 0, 1, 2}.
Maka diperoleh:
f : –2 à 2 – (3× (–2)) = 2 + 6 = 8
f : –1 à 2 – (3× (–1)) = 2 + 3 = 5
f : 0 à 2 – (3× 0) = 2 – 0 = 2
f : 1 à 2 – (3× 1) = 2 – 3 = –1
f : 2 à 2 – (3× 2) = 2 – 6 = –4
Daerah hasilnya adalah {–4, –1, 2, 5, 8}.
C. KORESPONDENSI SATU-SATU
1. Pengertian Korespondensi Satu-satu
Himpunan A dikatakan berkorespondensi
satu-satu dengan himpunan B jika setiap
anggota A dipasangkan dengan tepat satu
anggota B dan setiap anggota B dipasang-
kan dengan tepat satu anggota A. Dengan
demikian, pada korespondensi satu-satu dari
himpunan A ke himpunan B, banyak anggota
himpunan A dan himpunan B harus sama.
2. Banyak Korespondensi Satu-satu
Diketahui n(A) = n(B) = n. Maka banyaknya
korespondensi satu-satu yang mungkin an-
tara himpunan A dan B adalah
1 2 3 ... (n 1) n × × × × ÷ ×
Contoh:
Diketahui himpunan A = {1, 2, 3} dan B =
{a, b, c}. Banyaknya korespondensi satu-
satu yang mungkin untuk himpunan A dan B
adalah 1 2 3 × × = 6.
9
Persamaan Garis
Lurus
Bentuk umum persamaan garis lurus:
y = mx + c
Keterangan:
m = gradien
c = konstanta
Persamaan garis dapat dinyatakan dalam berb-
agai bentuk dan variabel.
Contoh: y = 3x + 1 dan a = b + 2
A. GRADIEN
Gradien (m) adalah nilai yang menyatakan ke-
miringan suatu garis.
1. Garis melalui dua titik A(x
1
, y
1
) dan B(x
2
, y
2
)
O
A(x
1
, y
1
)
x
y
B(x
2
, y
2
)
2 1 1 2
2 1 1 2
y y y y
m
x x x x
÷ ÷

÷ ÷
12ndhamster@gmail.com
22
2. Gradien dua garis sejajar
Garis g sejajar dengan garis h. Jika gradien
garis h adalah m
h
, maka gradien garis g
adalah
g h
m m
3. Gradien dua garis tegak lurus
g h
m m 1 × ÷ atau
g
h
1
m
m
÷

B. RUMUS PERSAMAAN GARIS
1. Persamaan garis yang melaui titik A(x
1
, y
1
)
dan bergradien m.

O
A(x
1
, y
1
)
gradien m
x
y
( )
1 1
y y m x x ÷ ÷
2. Persamaan garis yang melaui titik A(x
1
, y
1
)
dan B(x
2
, y
2
).

O
A(x
1
, y
1
)
x
y
B(x
2
, y
2
)

1 2 1
1 2 1
y y y y
x x x x
÷ ÷

÷ ÷
Contoh:
1. Gradien garis yang tegak lurus dengan garis h : 3x
– 6y + 4 = 0 adalah ….
Jawab:
1 2
2 3
3x 6y 4 0
6y 3x 4
y x
÷ +
⇔ ÷ ÷ ÷
⇔ +
Gradien garis h adalah m
h
= ½.
Misalkan garis yang ditanyakan adalah garis g,
maka gradien garis g adalah
g
1
2 h
1 1
m 2
m
÷ ÷ ÷
.
2. Persamaan garis yang melalui titik A(2, 3) dan se-
jajar dengan garis 3x + 5y = 15 adalah .…
Jawab:
3x + 5y = 5 ⇔ y =
3
5
÷ x + 3
Gradien garis tersebut adalah m =
3
5
÷
.
Karena garis yang dicari sejajar dengan garis 3x +
5y = 15, maka gradiennya juga m =
3
5
÷
.
Karena melalui titik A(2, 3), maka persamaan
garisnya adalah
( )
( )
1 1
y y m x x
3
y 3 x 2
5
÷ ÷
⇔ ÷ ÷ ÷
3 6
y 3 x
5 5
5y 15 3x 6
3x 5y 21
⇔ ÷ ÷ +
⇔ ÷ ÷ +
⇔ +
12ndhamster@gmail.com
23
10
Sistem Persamaan
Linear Dua Variabel
ØPersamaan linear dua variabel adalah suatu
persamaan yang variabelnya berpangkat
(berderajat) paling tinggi 1 (satu) dan mem-
punyai dua variabel.
Contoh:
3x + 2y =3
ØSistem persamaan linear dengan dua varia-
bel adalah suatu sistem persamaan yang
terdiri atas dua persamaan linear di mana
masing-masing persamaan mempunyai dua
variabel dan sistem tersebut mempunyai te-
pat satu penyelesaian.
Bentuk Umum Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel
1 1 1
2 2 2
a x + b y = c
a x + b y = c
dengan x dan y adalah variabel.
Menentukan Penyelesaian Sistem Persamaan
Linear Dua Variabel
Contoh:
Carilah penyelesaian dari persamaan:
y = 2x
2x + y = 8
|
|
|
Untuk menentukan penyelesaian dari sistem pers-
amaan linear dua variabel tersebut dapat dilaku-
kan dengan metode berikut.
1. Substitusi
Substitusikan persamaan y = 2x ke dalam
persamaan 2x + y = 8, diperoleh:
2x + y = 8 ⇒ 2x + 2x = 8
4x = 8
x = 2
Substitusikan x = 2 ke persamaan
y = 2x, diperoleh:
x = 2 à y = 2x = 2 × 2 = 4
Jadi, penyelesaiannya adalah x = 2 dan y = 4.
2. Eliminasi
Untuk menentukan nilai y maka x dieliminasi
dengan cara:
x + y = 3 ×2 2x + 2y = 6
2x − y = 0 ×1 2x − y = 0
3y = 6
y = 2

Untuk menentukan nilai x maka y dieliminasi
dengan cara:
x + y = 3
2x − y = 0
3x = 3 ⇔ x = 1
+
Jadi, penyelesaiannya adalah x = 1 dan y = 2.
12ndhamster@gmail.com
24
3. Grafk
l Menentukan titik potong garis
x – y = 1 dengan sumbu x dan y.
Jika x = 0 maka y = –1.
Jika y = 0 maka x = 1.
Jadi, persamaan garis x – y = 1 melalui
titik (0, –1) dan (1, 0).
l Menentukan titik potong garis
x + 2y = 4 dengan sumbu x dan y.
Jika x = 0 maka y = 2.
Jika y = 0 maka x = 4.
Jadi persamaan garis x + 2y = 4 melalui
(0, 2) dan (4, 0).
Gambar grafknya:
y
x
x − y = 1
(4, 0)
(0, 0)
(0, −1)
(2, 1)
(0, 2)
Berdasarkan gambar grafk tersebut, titik
potong garis x – y = 1 dan x + 2y = 4
adalah titik (2, 1). Jadi penyelesaiannya
adalah x = 2 dan y = 1.
Contoh:
Harga 2 kg salak dan 3 kg jeruk adalah
Rp32.000,00, sedangkan harga 3 kg salak dan
2 kg jeruk adalah Rp33.000,00. Harga 1 kg salak
dan 5 kg jeruk adalah ....
Jawab:
Harga 2 kg salak dan 3 kg jeruk adalah
Rp32.000,00, sedangkan harga 3 kg salak dan 2
kg jeruk adalah Rp33.000,00.
Dari permasalahan di atas, dapat diperoleh
sistem persamaan linear berikut.
Misalkan: harga 1 kg salak dilambangkan s;
harga 1 kg jeruk dilambangkan j.
Diperoleh:
2s + 3j = 32.000 |× 3| 6s + 9j = 96.000
3s + 2j = 33.000 |× 2| 6s + 4j = 66.000 –
5j = 30.000
j = 6.000
Bila harga 1 kg jeruk adalah Rp6.000,00 maka:
2s + 3 . Rp6.000,00 = Rp32.000,00
2s + Rp18.000,00 = Rp32.000,00
2s = Rp14.000,00
s = Rp7.000,00
Harga 1 kg salak dan 5 kg jeruk adalah
= Rp7.000,00 + 5 . Rp6.000,00
= Rp37.000,00.
12ndhamster@gmail.com
25
11
Segitiga dan Teorema
Pythagoras
Segitiga adalah bangun yang dibatasi oleh tiga
ruas garis dan mempunyai tiga titik sudut.
Perhatikan gambar berikut!
A B
C
b
c
a
Keterangan:
Ø Gambar di atas merupakan segitiga ABC yang dibatasi
oleh ruas garis AB = c, BC = a, AC = b dan mempunyai
tiga titik sudut, yaitu sudut A ( A ∠ ), sudut B ( B ∠ ), dan
sudut C ( C ∠ ).
Ø Lambang sebuah segitiga biasanya dinotasikan dengan
∆ . Jadi, segitiga ABC dapat ditulis dengan ABC ∆ .
Ø Jumlah sudut-sudut suatu segitiga adalah 180
o
. Jadi,
o
A B C 180 ∠ + ∠ + ∠ .
A. JENIS-JENIS SEGITIGA
1. Jenis Segitiga Ditinjau dari Panjang Sisi-
sisinya
Segitiga
sama kaki
A B
C
D
Panjang AC = BC.
A ∠ = B ∠ .
Mempunyai satu
simetri lipat yaitu
CD, tetapi tidak
mempunyai simetri
putar.
Segitiga
sama sisi
A B
D
E F
C
Panjang AB = BC
= AC.
A ∠ = B ∠ = C ∠
= 60
o
.
Mempunyai tiga
simetri lipat yaitu
AE, BF, dan CD,
serta mempunyai
tiga simetri putar.
Segitiga
sembarang
A
B
C
Panjang AB ≠
BC ≠ AC.
A ∠ ≠ B ∠ ≠
C ∠ .
2. Jenis Segitiga Ditinjau dari Besar Sudutnya
a. Segitiga siku-siku, segitiga yang besar
salah satu sudutnya 90
o
.
b. Segitiga lancip, segitiga yang besar tiap-
tiap sudutnya kurang dari 90
o
.
c. Segitiga tumpul, segitiga yang besar
salah satu sudutnya lebih dari 90
o
.
B. MACAM-MACAM GARIS PADA SEGITIGA
Garis AE, BF, dan CD
merupakan garis tinggi
segitiga ABC.
Titik tinggi ABC ∆ di
samping adalah titik O.
A B
D
E F
C
Garis AE, BF, dan CD
merupakan garis bagi
segitiga ABC.
Titik bagi ABC ∆ di
samping adalah titik O.
A
B
C
F
D
E
12ndhamster@gmail.com
26
Garis AE, BF, dan CD
merupakan garis berat
segitiga ABC.
Titik berat ABC ∆ di
samping adalah titik O.
A
B
C
F
D
E
Garis TE, TF, dan TD
merupakan garis sumbu
segitiga ABC. Titik sumbu
ABC ∆ di samping adalah
titik T.
A
B
C
F
T
D
E
C. KELILING DAN LUAS SEGITIGA
Perhatikan gambar di bawah ini!
A B
C
a
t
A B
C
a
t
A B
C
a
t
t = tinggi
a = alas
Keliling segitiga ABC:
K = AB + BC + AC
Luas segitiga ABC:
1 1
L = alas tinggi = a t
2 2
× × × ×
( )( )( ) L = s s a s b s c ÷ ÷ ÷ ,
dengan
1
s = (a + b + c)
2
.
D. TEOREMA PYTHAGORAS
Teorema Pythagoras:
Pada segitiga siku-siku, berlaku kuadrat sisi mir-
ing sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi pe-
nyikunya.
Perhatikan gambar berikut!

A B
C
Teorema Pythagoras untuk
segitiga ABC dirumuskan
dengan:
( ) ( ) ( )
2 2 2
BC AB AC +
1. Tripel Pythagoras
Tripel Pythagoras adalah tiga pasang bilang-
an yang memenuhi teorema Pythagoras.
Misalkan untuk segitiga siku-siku ABC di
atas, tripel Pythagorasnya adalah

Tripel tersebut berlaku
juga untuk kelipatan-
nya. Misalnya: 6, 8, 10
merupakan kelipatan
dari 3, 4, 5. Maka 6, 8,
10 juga merupakan tripel
Pythagoras
AB AC BC
3 4 5
5 12 13
7 24 25
8 15 17
11 60 61
20 21 29

2. Jenis Segitiga Berdasarkan Ukuran Sisi-
sisinya
2 2 2
a b c + ABC ∆ segitiga siku-siku.
2 2 2
a b c < + ABC ∆ segitiga lancip.
2 2 2
a b c > + ABC ∆ segitiga tumpul.
12ndhamster@gmail.com
27
Contoh:
1. Sebuah segitiga panjang alasnya adalah 6 cm dan
tingginya 10 cm. Luas segitiga itu adalah … cm
2
.
Jawab:
Diketahui: alas = 6 cm, tinggi = 10 cm
Luas segitiga:
2
1 1
L = alas tinggi = 6 10 = 30 cm
2 2
× × × ×
2. Sebuah segitiga ABC siku-siku di A. Jika AB = 12
cm, dan AC = 16 cm maka panjang BC adalah ….
Jawab:
A
B
C
12 cm
16 cm
Diketahui segitiga ABC siku-
siku di A, dengan panjang AB =
12 cm dan AC = 16 cm.
Dengan menggunakan teorema Pythagoras di-
peroleh panjang BC, yaitu:
( ) ( ) ( )
2 2 2
2 2
BC AB AC 12 16
144 256 400
BC 400 20 cm
+ +
+

3. Pada segitiga ABC diketahui panjang sisi-sisi a
: b : c = 5 : 7 : 8. Jika keliling segitiga ABC 200 cm
maka panjang sisi AC adalah … cm.
Jawab:
Misalkan: a = 5x, b = 7x, c = 8x
a + b + c = 200
5x + 7x + 8x = 200
20x = 200
x = 10 cm
Panjang AC = b = 7x = 7.10 cm = 70 cm.
12
Bangun Datar
A. PERSEGI
A B
C D
O
Persegi adalah bangun datar
yang dibatasi oleh 4 buah sisi
yang panjangnya sama.
Keterangan:
Ø Mempunyai 4 buah sisi yang sama panjang:
AB = BC = CD = DA.
Ø Mempunyai 2 pasang sisi yang saling sejajar:
AB sejajar CD dan AD sejajar BC.
Ø Mempunyai 4 buah sudut siku-siku (besarnya 90
o
).
∠A + ∠B + ∠C + ∠D = 90
o
Ø Mempunyai 4 sumbu simetri lipat dan 4 simetri putar.
Ø Mempunyai 2 garis diagonal yang saling berpotongan
tegak lurus yang sama panjangnya.
AC = BD dan AC BD.
Ø Mempunyai 8 cara untuk dipasangkan menempati
bingkainya.
Keliling dan Luas Persegi
Misalkan AB = BC = CD = AD = sisi = s
Keliling persegi = 4s
Luas persegi = s
2
B. PERSEGI PANJANG
Persegi panjang adalah bangun datar yang diba-
tasi oleh 4 buah sisi dengan sisi-sisi yang berha-
12ndhamster@gmail.com
28
dapan sama panjang dan sejajar, serta sisi-sisi
yang bersebelahan saling tegak lurus.
A B
C D
Keterangan:
Ø Mempunyai 4 buah sisi dengan sisi-sisi yang berhadap-
an sama panjang: AB = CD dan AD = BC.
Ø Mempunyai 2 pasang sisi yang saling sejajar: AB sejajar
CD dan AD sejajar BC.
Ø Mempunyai 4 buah sudut siku-siku (besarnya 90
o
).
∠A + ∠B + ∠C + ∠D = 90
o
.
Ø Mempunyai 2 buah sumbu simetri lipat dan 2 buah
simetri putar.
Ø Mempunyai 2 garis diagonal yang saling berpotongan yang
panjangnya sama: AC = BD.
Ø Mempunyai 4 cara untuk dipasangkan menempati
bingkainya.
Keliling dan Luas Persegi Panjang
AB = CD = panjang = p dan
BC = AD = lebar = /
Keliling = 2 × (panjang + lebar)
= ( ) 2 p × + /
Luas = panjang × lebar
= p×/
C. JAJARGENJANG
Jajargenjang adalah bangun datar yang dibatasi
oleh 4 buah sisi, dengan sisi-sisi yang saling ber-
hadapan sama panjang dan sejajar. Sisi yang sa-
ling bersebelahan tidak saling tegak lurus.
A B
O
C
D
Keterangan:
Ø Mempunyai 4 buah sisi dengan sisi-sisi yang berhadapan
sama panjang: AB = CD dan AD = BC.
Ø Mempunyai 2 pasang sisi yang saling sejajar: AB sejajar
CD dan AD sejajar BC.
Ø Mempunyai 4 buah sudut dengan susut-sudut yang
berhadapan sama besar: ∠A = ∠C dan ∠B = ∠D.
Ø Jumlah dua sudut yang berdekatan adalah 180
o
.
∠A + ∠B = ∠B + ∠C = ∠C + ∠D = ∠A + ∠D = 180
o
.
Ø Mempunyai 2 buah simetri putar tetapi tidak mempunyai
simetri lipat.
Ø Mempunyai 2 garis diagonal yang saling berpotongan di
titik O yang panjangnya tidak sama. Diagonal-diagonal
tersebut saling membagi sama panjang.
AO = OC dan OB = OD.
Ø Mempunyai 2 cara untuk dipasangkan menempati
bingkainya.
Keliling dan Luas Jajargenjang
AB = CD = panjang = p dan
BC = AD = lebar = / .
A B
t
C
D
Keliling = 2 × (panjang + lebar)
= ( ) 2 AB AD × +
Luas = panjang × tinggi
= AB × t
12ndhamster@gmail.com
29
D. BELAH KETUPAT
A
B
C
D
O
Belah ketupat adalah ba-
ngun datar yang dibatasi
oleh 4 buah sisi yang pan-
jangnya sama, sisi-sisi
yang saling berhadapan sa-
ling sejajar, dan sisi-sisinya
tidak saling tegak lurus.
Keterangan:
Ø Mempunyai 4 buah sisi yang sama panjang:
AB = BC = CD = DA.
Ø Mempunyai dua pasang sisi yang saling sejajar: AB
sejajar CD dan AD sejajar BC.
Ø Mempunyai 4 buah sudut dengan susut-sudut yang
berhadapan sama besar: ∠A = ∠C dan ∠B = ∠D.
Ø Jumlah dua sudut yang berdekatan adalah 180
o
.
∠A + ∠B = ∠B + ∠C = ∠C + ∠D = ∠A + ∠D = 180
o
.
Ø Mempunyai 2 sumbu simetri lipat dan 2 simetri putar.
Ø Mempunyai 2 garis diagonal yang saling berpotongan
tegak lurus (AC BD), tetapi panjangnya berbeda.
Diagonal-diagonal tersebut saling membagi sama
panjang. AO = OC dan OB = OD.
Ø Mempunyai empat cara untuk dipasangkan menempati
bingkainya.
Keliling dan Luas Belah Ketupat
Misalkan AB = BC = CD = AD = s
Keliling = AB + BC + CD + AD = 4s
Luas =
1
2
d
1
d
2
Dengan:
d
1
= diagonal 1 = AC
d
2
= diagonal 2 = BD
E. LAYANG-LAYANG

A
B D
C
d
2
d
1
Layang-layang adalah ba-
ngun datar segi empat yang
dibentuk oleh dua segitiga
sama kaki dengan alas yang
sama panjang dan berimpit.
Keterangan:
Ø Mempunyai dua pasang sisi yang sama panjang:
AB = AD dan BC = CD.
Ø Dibentuk oleh 2 buah segitiga sama kaki, yaitu:
segitiga ABD dan segitiga CDB.
Ø Mempunyai 4 buah sudut yang sepasang sudutnya
sama besar (∠B = ∠D) dan sepasang lainnya tidak.
Ø Mempunyai 1 buah sumbu simetri lipat, yaitu AC.
Ø Mempunyai 2 garis diagonal yang saling berpotongan
tegak lurus (AC BD), tetapi panjangnya berbeda.
Diagonal AC membagi diagonal BD sama panjang (OB
= OD).
Ø Mempunyai 2 cara untuk dipasangkan menempati
bingkainya.
Keliling dan Luas Layang-layang
AB = AD = sisi pendek; BC = CD = sisi panjang
Keliling = ( ) 2 AB BC × +
Luas =
1
2
d
1
d
2
Dengan:
d
1
= diagonal 1 = AC
d
2
= diagonal 2 = BD
12ndhamster@gmail.com
30
F. TRAPESIUM
Trapesium adalah segi empat dengan sepasang
sisi yang berhadapan sejajar.
A B
t
C
D
Jenis-jenis Trapesium
a. Trapesium siku-siku
b. Trapesium sama kaki
c. Trapesium sembarang
Keliling dan Luas Trapesium
Keliling = AB + BC + CD + AD
Luas = ( )
1
AB CD t
2
× + ×
AB dan CD merupakan dua sisi sejajar.
Contoh:
1. Jika luas luas ja-
jargenjang 96 cm
2

maka DE : DF
adalah ….

A B
E
F
t
C
D
12 cm
8

c
m
Jawab:
Luas jajargenjang ABCD = AB× DE … (i)
Luas jajargenjang ABCD = BC× DF … (ii)
Dengan menggunakan (i) diperoleh:
Luas jajargenjang ABCD = AB× DE
96 12 DE
96
DE 8 cm
12
⇔ ×

Dengan menggunakan (ii) diperoleh:
Luas jajargenjang ABCD = BC× DF
96 9 DF
96 32
DF cm
9 3
⇔ ×

DE 8 3
32
DF 4
3

2. Diketahui belah ketupat ABCD dengan pan-
jang diagonalnya masing-masing adalah AC
= 24 cm dan BD = 18 cm. Keliling belah ketu-
pat tersebut adalah ….
Jawab:
Salah satu sifat belah ketupat adalah keem-
pat sisinya sama panjang. Maka:

A
B
C
D
O
2
4

c
m
18 cm
9 cm
AB = BC = CD = AD.
2 2
2 2
AB AO BO
12 9
144 81
225 15 cm
+
+
+

Keliling belah ketupat
= AB + BC + CD + AD
= 15 cm + 15 cm + 15 cm + 15 cm = 60 cm.
12ndhamster@gmail.com
31
13
Kesebangunan dan Kekong-
ruenan Bangun Datar
A. KESEBANGUNAN BANGUN DATAR
1. Dua Bangun Datar yang Sebangun
Syarat:
a. Panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada
bangun-bangun tersebut memiliki per-
bandingan yang senilai.
b. Sudut-sudut yang bersesuaian pada ba-
ngun-bangun tersebut sama besar.
Contoh:
A
P
B
Q
C
R
D
S
3 cm
6 cm 12 cm
6 cm
Perhatikan bangun persegi panjang ABCD
dan bangun persegi panjang PQRS.
Ukuran persegi panjang ABCD dan per-
segi panjang PQRS.
n Perbandingan panjang kedua ban-
gun di atas adalah:

6 1
12 2
AB
= =
PQ
n Perbandingan lebar kedua bangun di
atas adalah:
3 1
6 2
AD
= =
PS
Besar sudut-sudut pada persegi panjang
ABCD dan persegi panjang PQRS.
Kedua bangun tersebut merupakan ban-
gun persegi panjang, sehingga setiap
sudutnya merupakan sudut siku-siku. Di-
peroleh:
∠A = ∠P; ∠C = ∠R; ∠B = ∠Q; ∠D = ∠S
Dengan demikian, karena kedua syarat di-
pernuhi, maka persegi panjang ABCD se-
bangun dengan persegi panjang PQRS.
2. Dua Segitiga yang Sebangun
Syarat:
a. Panjang sisi-sisi yang bersesuaian memiliki
perbandingan yang sama. Syarat ini dising-
kat s.s.s (sisi-sisi-sisi).
b. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
Syarat ini disingkat sd.sd.sd (sudut-sudut-
sudut).
c. Dua sisi yang bersesuaian memiliki perband-
ingan yang sama dan sudut bersesuaian
yang diapit sama besar. Syarat ini disingkat
s.sd.s (sisi-sudut-sisi).
Kesebangunan dinotasikan dengan “ ~ “.
a. b.
c.
12ndhamster@gmail.com
32
Rumus:
A
B
C
D
E

CD DE EC
= =
AC AB BC
Contoh:
1. Perhatikan gambar di bawah.
A
C
B
BD = 4 cm dan AD = 3 cm.
Panjang BC adalah ....
Pembahasan:
Perhatikan gambar berikut.
BD = 4 cm dan AD = 3 cm.

3 4
9 4
2,25
×
×

AD CD BD
CD
CD
CD
Panjang BC adalah
BD + CD = 4 cm + 2,25 cm = 6,25 cm.
2. Diketahui panjang CD = 12 cm, AD = 6 cm,
dan AB = 9 cm. Tentukan panjang DE.
A B
C
D E
Jawab:
12
12 6 9
12 9
18
6

+
×

CD DE
AC AB
DE
DE
DE cm
Jadi, panjang DE adalah 6 cm.
B. KEKONGRUENAN BANGUN DATAR
Dua benda atau lebih yang memiliki bentuk dan
ukuran yang sama disebut kongruen. Kekongru-
enan dinotasikan dengan lambang “ “.
1. Dua Bangun Datar yang Kongruen
Dua bangun atau lebih dikatakan kongruen jika
bangun-bangun tersebut memiliki bentuk dan
ukuran yang sama serta sudut-sudut yang ber-
sesuaian sama besar.
Contoh:
B A
C
75
o
65
o
D
P Q
S
105
o
x
R
Tentukan besar sudut R.
Perhatikan bangun trapesium ABCD dengan
bangun trapesium PQRS.
12ndhamster@gmail.com
33
Jawab:
Agar dapat menentukan besar sudut R, terlebih
dahulu kita buktikan bangun trapesium ABCD
kongruen dengan bangun trapesium PQRS.
Bukti:
Berdasarkan gambar diperoleh keterangan bah-
wa panjang:
AB = PQ BC = PS
AD = QR CD = RS
Panjang sisi-sisi pada bangun trapesium ABCD
ternyata sama panjang atau bersesuaian dengan
panjang sisi-sisi bangun trapesium PQRS.
Jadi, terbukti jika bangun trapesium ABCD kong-
ruen dengan bangun trapesium PQRS, atau:
Trapesium ABCD trapesium PQRS.
Berdasarkan sifat-sifat kekongruenan yang ber-
laku maka:
∠A = ∠Q = 75°
∠B = ∠P = 65°
∠C = ∠S = 105°
∠D = ∠R
Pada trapesium berlaku jumlah besar keempat
sudutnya adalah 360°.
Dengan demikian,
∠D = 360° – (105° + 65° + 75°) = 360° – 245°
= 115°
Jadi, besar sudut ∠D adalah 115°.
2. Dua Segitiga yang Kongruen
Bila dua buah segitiga kongruen maka dua segi-
tiga tersebut dapat saling menutupi secara tepat.
Dua buah segitiga dikatakan kongruen bila me-
menuhi syarat-syarat berikut.
a. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang,
disingkat s.s.s (sisi-sisi-sisi).
b. Dua sisi yang bersesuaian sama panjang
dan satu sudut yang diapit oleh kedua sisi
tersebut sama besar, disingkat s.sd.s (sisi-
sudut-sisi).
c. Dua sudut yang bersesuaian sama besar dan
satu sisi yang bersesuaian sama panjang,
disingkat sd.s.sd (sudut-sisi-sudut).
Contoh:
Perhatikan gambar di bawah. Jika ∆ABC dan
∆PQR kongruen, panjang sisi PR adalah....
Q
R
P
A
C
10 cm
6 cm 7 cm
B
Jawab:
Diketahui ∆ABC dan ∆PQR kongruen.
∠C = ∠R
∠A = ∠Q
Dengan demikian, ∠B = ∠P
Sehingga:
BC = PR = 10 cm
AC = QR = 6 cm
AB = PQ = 7 cm
Panjang sisi PR adalah 10 cm
12ndhamster@gmail.com
34
14
Lingkaran dan Garis
Singgung Lingkaran
A. UNSUR-UNSUR LINGKARAN
Juring
Tembereng Apotema
d
r
A
D
E
B
O
Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik
yang berjarak sama terhadap satu titik tetap yang
dise-but titik pusat lingkaran.
Unsur-unsur pada lingkaran adalah sebagai berikut.
Ø Titik O disebut pusat lingkaran
Ø Garis OA = OB = OD disebut jari-jari lingkaran dan
dilambangkan dengan r.
Ø Garis AB disebut diameter dan dilambangkan dengan d.
Ø Garis lurus AD disebut tali busur.
Ø Garis lengkung AD dan BD disebut busur dan
dilambangkan dengan
¯
AD dan
¯
BD .
Ø Garis OE disebut apotema.
Ø Daerah yang dibatasi oleh dua jari-jari dan satu busur
disebut juring. Misalnya: BOD.
Ø Daerah yang dibatasi oleh sebuah tali busur dan busur
disebut tembereng. Pada gambar, tembereng adalah
daerah yang diarsir.
B. KELILING DAN LUAS LINGKARAN
Keliling lingkaran: K = 2 r = d r r
Luas lingkaran:
2 2
1
L = r = d
4
r r
Keterangan:
22
7
r atau 3,14 r .
Contoh:
Pada gambar di bawah ini, panjang diameter
lingkaran besar adalah 28 cm. Keliling lingkaran
yang diarsir adalah ….
Jawaban:
14 cm 14 cm
28 cm
Diameter lingkaran besar: d
1
= 28 cm.
Diameter lingkaran kecil: d
2
= 14 cm.
Keliling daerah yang diarsir
1 2
2
1
besar kecil
2
1 1 22 22
28 14
2 2 7 7
44 44
88 cm
| `
× +
' J
( J
| ` | `
× r + r × × + ×
' J ' J
( J ( J
+

¨ ¨ K K
d d
12ndhamster@gmail.com
35
C. PANJANG BUSUR DAN LUAS JURING
o
AOD
Panjang busur AD keliling lingkaran
360

×
o
AOD
Luas juring AOD luas lingkaran
360

×
Luas tembereng = L.juring AOD – L. ∆ AOD
Hubungan antara sudut pusat, panjang busur,
dan luas juring.
o
AOD panjang busur AD luas juring AOD
keliling lingkaran luas lingkaran 360


Hubungan antara sudut pusat, panjang busur,
dan luas juring.
AOD panjang busur AD luas juring AOD
BOD panjang busur BD luas juring BOD



D. SUDUT PUSAT DAN SUDUT KELILING
Besar sudut pusat adalah dua kali besar sudut
keliling yang menghadap busur yang sama.
O
B
A
C
Pada gambar, AOB adalah
sudut pusat dengan sudut kel-
ilingnya salah satunya adalah
ACB. Hubungan sudut pusat dan
sudut keliling dapat dituliskan:
AOB 2 ACB ∠ ×∠
Besar dua sudut keliling yang menghadap busur
yang sama adalah sama.
O
B
A
C
X
Y
ACB ∠ , AXB ∠ , dan AYB ∠
menghadap busur yang sama,
yaitu busur AB. Jadi
ACB AXB AYB ∠ ∠ ∠
Contoh:
AC adalah diameter
lingkaran. Jika besar
∠CBD = 20
o
maka besar
∠AOD adalah .…
O
B
A
C
D
Jawab:
∠COD dan ∠CBD menghadap busur yang sama,
yaitu CD, di mana ∠COD sudut pusat dan ∠CBD
sudut keliling. Maka:
2 2 20 40 . ∠ × ∠ ×
o o
COD CBD
∠COD dan ∠AOD saling berpelurus, maka:
180
40 180
140
∠ + ∠
+ ∠

o
o o
o
COD AOD
AOD
AOD
E. SEGI EMPAT TALI BUSUR DAN SUDUT AN-
TARA DUA TALI BUSUR
Segi empat tali busur adalah segi empat yang di-
batasi oleh empat tali busur di mana keempat titik
sudutnya terletak pada lingkaran.
12ndhamster@gmail.com
36
Pada segi empat tali busur, jumlah dua sudut
yang berhadapan adalah 180
o
.
O
B
A
C
F
D
o
A C 180 ∠ + ∠
o
B D 180 ∠ + ∠
Pada gambar di atas, AB dan DC diperpanjang
sehingga berpotongan di titik E, maka:
( )
1
BEC AED AOD BOC
2
∠ ∠ × ∠ ÷ ∠
F. GARIS SINGGUNG LINGKARAN
Garis singgung lingkaran adalah garis yang
memotong lingkaran di satu titik dan tegak lurus
dengan jari-jari yang melalui titik singgungnya.
1. Garis Singgung Persekutuan Dalam Dua Ling-
karan
O O
A
C
r
1
r
1
+ r
2
r
2
B
AB disebut garis singgung persekutuan dalam
dua lingkaran O dan P dan panjangnya:
( )
2
2
1 2
AB OP r r ÷ +
2. Garis Singgung Persekutuan Luar Dua Ling-
karan
O O
A
C r
1
r
1
− r
2
r
2
B
AB disebut garis singgung persekutuan luar
dua lingkaran O dan P dan panjangnya:
( )
2
2
1 2
AB OP r r ÷ ÷
G. LINGKARAN DALAM DAN LINGKARAN LUAR
SEGITIGA
1. Lingkaran Dalam Segitiga
A
b
c
a
B
E
D
F
O
r
d
r
d
C
Misalkan panjang jari-jari dari lingkaran dalam
segitiga ABC adalah r
d
,AB = c, BC = a, AC = b
d
Luas ABC
r
s

Dengan:
( )( )( ) Luas ABC s s a s b s c ∆ ÷ ÷ ÷
( )
1
s a b c
2
× + +
12ndhamster@gmail.com
37
2. Lingkaran Luar Segitiga
Misalkan panjang jari-jari dari lingkaran
dalam segitiga ABC adalah r
L
, maka
A
B
a
c
b
O
r
L
r
L
r
L
C

L
a b c
r
4 Luas ABC
× ×

× ∆

Contoh:
Luas daerah yang
1
6
c
m
1
2

c
m
diarsir adalah . . . .
(p = 3,14).
Jawab:
Panjang sisi miring segitiga di dalam lingkaran:
+ +
2 2
16 12 256 144 400 20
Untuk mencari jari-jari lingkaran luar segitiga
dapat digunakan cara berikut.
16.12.20
10
1
4
4. .16.12
2


abc
R
L
Jadi, jari-jari lingkaran luar segitiga adalah 10 cm.
Luas segitiga = × ×
1
12 16
2
= 96cm
2
Luas lingkaran = 3,14 × 10 × 10 = 314 cm
2
.
Luas daerah yang diarsir = 314 – 96 = 218 cm
2
.
15
Bangun Ruang
A. KUBUS

A B
C
G
F
H
E
D

Kubus adalah suatu bangun
ruang yang dibatasi oleh
enam buah bidang sisi yang
kongruen berbentuk persegi.
Keterangan:
Ø Mempunyai 8 buah titik sudut, yaitu: A, B, C, D, E, F, G,
dan H.
Ø Mempunyai 6 buah sisi yang kongruen berbentuk
persegi, yaitu: ABCD, ABFE, BCGF, CDHG, ADHE, dan
EFGH.
Ø Mempunyai 12 buah rusuk yang sama panjang, yaitu:
AB, BC, CD, AD, BF, CG, AE, DH, EF, FG, GH, dan HE.
Ø Mempunyai 12 buah diagonal sisi (bidang) yang sama
panjang, yaitu: AC, BD, BG, CF, CH, DG, AH, DE, EG,
dan FH.
Ø Mempunyai 4 buah diagonal ruang, yaitu: HB, DF, CE,
dan AG.
Luas dan Volume Kubus
Pada kubus dengan rusuk s, maka:
Luas permukaan: L = 6s
2
Volume: V = s
3
Rumus-rumus pada kubus:
Jumlah panjang rusuknya = 12s
Panjang diagonal sisi = s 2
Panjang diagonal ruang = s 3
12ndhamster@gmail.com
38
B. BALOK
A
B
C
G
F
H
E
D
p
l
t
Balok adalah suatu bangun ruang yang dibatasi
oleh 6 buah persegi panjang yang terdiri dari 3
pasang persegi panjang yang kongruen.
Keterangan:
Ø Mempunyai 8 buah titik sudut, yaitu: A, B, C, D, E, F, G,
dan H.
Ø Mempunyai 6 buah sisi yang berbentuk persegi panjang
yang terdiri dari 3 pasang persegi panjang yang
kongruen, yaitu: ABCD dan EFGH, ABFE dan CDHG,
serta BCGF dan ADHE.
Ø Mempunyai 12 buah rusuk yang dikelompokkan menjadi
3 kelompok rusuk-rusuk yang sama dan sejajar, yaitu:
AB = CD = EF = GH = panjang = p,
BC = AD = FG = EH = lebar = / ,
AE = BF = CG = DH = tinggi = t.
Ø Mempunyai 12 buah diagonal sisi (bidang), yaitu: AC,
BD, BG, CF, CH, DG, AH, DE, EG, dan FH.
Ø Mempunyai 4 buah diagonal ruang yang sama panjang,
yaitu: HB, DF, CE, dan AG.
Luas dan Volume Balok
Luas permukaan:
L = 2× ((p× / )+(p× t)+( / × t))
Volume: V = p × / × t
Jumlah panjang rusuknya = 4 (p + / + t)
Panjang diagonal sisi depan =
2 2
p t +
Panjang diagonal sisi samping =
2 2
t + /
Panjang diagonal sisi alas =
2 2
p + /
Panjang diagonal ruang =
2 2 2
p t + + /
C. PRISMA
Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh
2 buah bidang berbentuk segi banyak sejajar
serta dibatasi oleh sisi-sisi tegak yang berbentuk
segi empat. Macam-macam prisma.
1. Prisma segitiga (gambar 1).
2. Prisma segi empat (gambar 2).
3. Prisma segi-n (gambar 3 – prisma segi-5).
(1) (12) (3)
A B
C
F
E
D
A B
C
G
F
H
E
D
A B
C
G
F
H
I
J
E
D
Luas dan Volume Prisma
Luas permukaan: L = (2 L.alas) + L. sisi tegak
Volume: V = luas alas tinggi
D. LIMAS
Limas adalah bangun ruang yang dibatasi oleh
sebuah alas berbentuk segi-n dan sisi sam-ping
berupa segitiga yang bertemu di satu titik.
t
A
B
C
D
E
T
12ndhamster@gmail.com
39
Luas dan Volume Limas
Luas permukaan: L = L.alas + L.sisi miring
Volume: ( )
1
V = luas alas tinggi
3
× ×
E. TABUNG
r
t
d
Tabung adalah bangun ruang
berbentuk prisma tegak ber-
aturan yang alas dan tutupnya
berupa lingkaran.
Keterangan:
Ø Mempunyai 3 buah bidang sisi, yaitu bidang alas, bidang
tutup, dan sisi tegak.
Ø Bidang alas dan bidang tutup berbentuk lingkaran.
Ø Sisi tegak berupa bidang lengkung dan disebut selimut
tabung.
Ø Mempunyai 2 buah rusuk.
Ø Tinggi tabung adalah jarak antara titik pusat lingkaran
alas dengan titik pusat lingkaran tutup.
Ø Jari-jari lingkaran alas dan tutup besarnya sama.
Luas dan Volume Tabung
Luas permukaan:
Luas = 2.luas alas + luas selimut
= 2rr
2
+ 2rrt
=2rr(r + t)
Volume:
V = luas alas × tinggi = rr
2
t
F. KERUCUT
B
O r
t
s
T
A
Kerucut adalah bangun ruang
berbentuk limas dengan alas-
nya berbentuk lingkaran.
Keterangan:
ØMempunyai 2 buah bidang sisi, yaitu bidang alas dan
bidang lengkung yang disebut selimut kerucut.
Ø Mempunyai sebuah rusuk dan sebuah titik sudut
Ø Tinggi kerucut adalah jarak antara puncak kerucut
dengan titik pusat lingkaran alas.
Luas dan Volume Kerucut
Diketahui
2 2
s r t + , maka:
Luas permukaan:
Luas = luas alas + luas selimut
= rr
2
+ rrs =rr(r + s)

Volume:
2
1 1
V = luas alas tinggi = r t
3 3
× × r
G. BOLA
r
Bola adalah bangun ruang
yang dibatasi oleh sebuah
bidang sisi yang berbentuk
lengkung.
Keterangan:
Ø Mempunyai sebuah bidang sisi lengkung.
ØTidak mempunyai rusuk dan tidak mempunyai titik
sudut.
Ø Jari-jari bola adalah r.
40
Luas dan Volume Bola
Luas permukaan:
2
L = 4 r r
Volume:
3
4
V = r
3
r
Contoh:
1. Diketahui sebuah prisma tegak yang alasnya
berbentuk belah ketupat dengan panjang di-
agonal 24 cm dan 10 cm. Jika luas permu-
kaan prisma 1.020 cm
2
, volume prisma terse-
but adalah . . . cm
3
.
Jawab:
Luas alas prisma = luas tutup prisma yaitu:
× ×
1
24 10
2
= 120 cm
2
Panjang sisi belah ketupat
| ` | `
× + × +
' J ' J
( J ( J
+
2 2
2 2
1 1
24 10 12 5
2 2
144 25 169 13 cm
Misalkan tinggi prisma dilambangkan t.
Dengan demikian:
2 . 120 + 4 . 13 . t = 1.020
240 + 52t = 1.020
52t = 780
t = 15
Volume prisma tersebut = 120 . 15 = 1.800
cm
3
.
2. Sebuah aquarium berbentuk tabung tanpa
tutup dengan panjang jari-jari alas 14 cm
dan tinggi 100 cm. Jika aquarium terbuat dari
kaca, luas kaca yang diperlukan untuk mem-
buat aquarium adalah ....
Jawab:
Diketahui aquarium terbuat dari kaca.
Luas kaca yang diperlukan untuk membuat
aquarium adalah luas selimut + luas alas
tabung. Diperoleh:
= 2prt + pr
2
= 2 .
22
7
. 14 . 100 +
22
7
. 14
2

= 8.800 + 616
= 9.416
Jadi, luas kaca yang diperlukan 9.416 cm
2
.
3. Kawat sepanjang 10 m akan dibuat model
kerangka balok yang berukuran 5 cm × 4 cm
× 3 cm. Banyak model kerangka balok yang
dapat dibuat adalah ….
Jawab:
Panjang kawat yang dibutuhkan untuk mem-
bentuk satu balok
= 5 cm (4) + 4 cm (4) + 3 cm (4)
= 20 cm + 16 cm + 12 cm
= 48 cm = 0,48 m = 0,5 m
Sedangkan kawat yang tersedia sepanjang 10m.
Jadi dari kawat tersebut dapat dibentuk mo-
del balok sebanyak:
10
20
0,5
12ndhamster@gmail.com
41
16
Statistika dan
Peluang
A. Statistika
Statistik adalah pengetahuan yang berhu-
bungan dengan cara-cara pengumpulan
data, pengolahan data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan berdasarkan kumpul-
an data yang dilakukan.
Data adalah suatu informasi yang diperoleh
dari pengamatan atau penelitian.
Macam-macam data.
1. Data kuantitatif adalah data berupa angka.
Contoh: data nilai matematika siswa SMP.
2. Data kualitatif adalah data yang berhubungan
dengan kategori yang berupa kata-kata (bukan
angka). Contoh: data tentang warna favorit.
1. Penyajian Data
Data dapat disajikan dengan:
a. Tabel Frekuensi
b. Diagram Batang
c. Diagram Garis
d. Diagram Lingkaran
e. Piktogram
Contoh:
1. Di bawah ini adalah nilai ulangan matematika
dari 30 siswa SMP.
5 9 8 7 5 5 4 6 6 8
9 8 7 6 6 5 5 9 8 4
5 5 9 8 8 7 7 6 6 7
Tabel Frekuensi
Nilai Matematika Siswa SMP
Nilai Turus Frekuensi
4
5
6
7
8
9
II
IIII II
IIII I
IIII
IIII I
IIII
2
7
6
5
6
4
Jumlah 30
2. Misalnya, data berat badan 40 siswa sebagai
berikut.
Tabel berat badan 40 siswa
No. Berat Badan Banyak Siswa
1. 28 kg 5
2. 29 kg 15
3. 30 kg 6
4. 31 kg 10
5. 32 kg 4
Jumlah 40
Bentuk penyajian data dengan diagram
batangnya seperti berikut.
12ndhamster@gmail.com
42
20
15
10
6
5
4
28 29 30 31 32
Berat Badan (kg)
B
a
n
y
a
k

S
i
s
w
a
Diagram Garis
Diagram Batang
20
15
10
6
5
4
28 29 30 31 32
Berat Badan (kg)
B
a
n
y
a
k

S
i
s
w
a
Diagram Lingkaran
Perhatikan tabel frekuensi yang menyatakan
hobi dari 40 siswa SMP berikut.
Tabel Frekuensi
Hobi 40 Siswa SMP
Hobi Frekuensi
Olahraga
Menyanyi
Menari
Belajar
15
10
5
10
Jumlah 40
10
5
10
15
o
l
a
h
r
a
g
a
m
e
n
y
a
n
y
i
belajar
menari
o o
15
Olahraga 360 135 .
40
×
o o
10
Menyanyi 360 90 .
40
×
o o
10
Belajar 360 90 .
40
×
o o
5
Menari 360 45 .
40
×
Piktogram
Piktogram adalah diagram yang disajikan dalam
bentuk gambar atau lambang.
Contoh:
Nilai Frekuensi
4
5
6
7
8
9
☺☺
☺☺☺☺☺☺☺
☺☺☺☺☺☺
☺☺☺☺☺
☺☺☺☺☺☺
☺☺☺☺
Jumlah ☺ = mewakili 10 orang
b. Ukuran Pemusatan data
1) Mean ( x ) atau rata-rata
jumlah nilai data
Rata rata
banyaknya data
÷
Contoh:
Tabel di bawah ini menyatakan nilai ulangan
matematika.
Nilai Jumlah Siswa
5 3
12ndhamster@gmail.com
43
6 8
7 12
8 10
9 7
Banyak siswa yang mendapat nilai kurang dari
nilai rata-rata adalah ....
Jawab:
Rata-rata nilainya adalah:
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) × + × + × + × + ×
+ + + +
+ + + +

5 3 6 8 7 12 8 10 9 7
3 8 12 10 7
15 48 84 80 63
40
290
7,25
40
Banyak siswa yang mendapat nilai kurang dari
nilai rata-rata atau < 7,25 adalah
12 + 8 + 3 = 23 orang.
2) Modus (Mo)
Modus (Mo) adalah data yang paling sering
muncul atau data yang memiliki frekuensi ter-
besar.
3) Median dan Kuartil
a) Median (Me) adalah nilai tengah dari
kumpulan data yang telah diurutkan.
Data ganjil:
1

2
+

n
Me x
Data genap:
1
2 2

2
+
+

n n
x x
Me
Contoh:
Diberikan data sebagai berikut.
2, 4, 4, 5, 9, 8, 7, 4, 6, 3
Jawab:
Data setelah diurutkan:
2, 3, 4, 4, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Diketahui n = 10. Karena n = 10 genap, maka:
10 10
1
5 6 2 2

4 5
4,5
2 2 2
+
+
+ +

x x
x x
Me
b) Kuartil (Q) adalah aturan membagi data
menjadi 4 bagian.
Q
1
= kuartil pertama (bawah)
Q
2
= kuartil kedua (median)
Q
3
= kuartil ketiga (atas)
Contoh:
4 5 6 7 8 9
Q
1
Q
2
Q
3
2
6 7
Q Me 6,5
2
+

c. Ukuran Penyebaran Data
Jangkauan data (range)
Range = data terbesar – data terkecil
Jangkauan kuartil (hamparan)
H = Q
3
– Q
1
12ndhamster@gmail.com
44
B. Peluang
1. Ruang Sampel dan Titik Sampel
Percobaan adalah usaha yang memun-
culkan kemungkinan-kemungkinan ter-
tentu.
Ruang sampel adalah himpunan semua
hasil yang mungkin terjadi dari suatu per-
cobaan.
Titik sampel adalah semua anggota ru-
ang sampel.
Banyaknya anggota ruang sampel dino-
tasikan dengan n(S).
Contoh:
Pada percobaan melempar sebuah dadu, di-
peroleh:
n Titik sampelnya adalah 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
n Himpunan ruang sampel, yaitu:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} à n(S) = 6.
Menentukan Ruang Sampel Suatu Percobaan
Untuk menentukan ruang sampel suatu perco-
baan dapat dilakukan dengan cara:
a. membuat tabel,
b. membuat diagram pohon.
Contoh:
Suatu percobaan melempar dua uang logam
yang sama dilakukan bersama-sama. Ruang
sampelnya dapat ditentukan dengan cara seb-
agai berikut.
a. Membuat tabel
Mata uang ke- Titik
sampel
1 2
A
A
G
G
A
G
A
G
AA
AG
GA
GG
A = muncul angka dan G = muncul gambar
Misalkan, titik sampel AA berarti uang ke-1
muncul angka dan uang ke-2 muncul angka.
Ruang sampelnya adalah
S = {AA, AG, GA, GG} dan n(S) = 4.
b. Membuat diagram pohon
→ |
¦

|
→ |
¦

|
A AA
A
G AG
A GA
G
G GG
Ruang sampelnya adalah
S = {AA, AG, GA, GG} dan n(S) = 4.
2. Peluang Suatu Kejadian
Peluang suatu kejadian adalah perbandin-
gan antara banyaknya kejadian yang diamati
dengan banyaknya kejadian yang mungkin.
Rumus:
( )
( )
( )

n A
P A
n S
Keterangan:
P(A) = nilai peluang munculnya kejadian A.
n(A) = banyaknya kejadian A.
12ndhamster@gmail.com
45
Diketahui adalah kejadian yang bukan
merupakan kejadian A, maka:
P(A) + P( ) = 1
Contoh:
Pada pelemparan 3 buah mata uang secara
bersamaan, peluang munculnya 2 angka dan 1
gambar adalah ….
Jawab:
Untuk menentukan ruang sampel dari pelem-
paran tiga buah mata uang, dilakukan dengan
membuat diagram pohon.
| → |
¦ |

| |
¦
→ |
|
¦
|

| |
| → |
¦ |

| |
¦
→ |
|
¦
|

| |
A AAA
A
G AAG
A
A AGA
G
G AGG
A GAA
A
G GAG
G
A GGA
G
G GGG
| → |
¦ |

| |
¦
→ |
|
¦
|

| |
| → |
¦ |

| |
¦
→ |
|
¦
|

| |
A AAA
A
G AAG
A
A AGA
G
G AGG
A GAA
A
G GAG
G
A GGA
G
G GGG
Ruang sampelnya adalah
S = {AAA, AAG, AGA, AGG, GAA, GAG, GGA, GGG}
n(S) = 8
Misalkan A = kejadian munculnya 2 angka dan
1 gambar.
A = {AAG, AGA, GAA}, maka n(A) = 3.
Jadi, peluang munculnya 2 angka dan 1 gambar
pada pelemparan 3 buah mata uang secara ber-
samaan adalah
( ) 3
( )
( ) 8

n A
P A
n S
.
3. Frekuensi Harapan (Ekspektasi)
Misalkan A adalah sebuah kejadian pada ruang
sampel S dari suatu percobaan. Jika percobaan
tersebut dilakukan sebanyak n kali, maka frekue-
nsi harapan kejadian A atau E(A) dari n kali per-
cobaan dirumuskan:
( ) ( ) × E A n P A
Keterangan:
E(A) = frekuensi harapan A
P(A) = nilai peluang munculnya kejadian A
Contoh:
Andi melempar koin sebanyak 100 kali. Frekuensi
harapan munculnya angka adalah ….
Jawab:
Pada pelemparan koin, ruang sampelnya
adalah
S = {A, G}.
n(S) = 2
n(A) = 1
n = 100 kali.
Peluang munculnya angka:
( ) 1
( )
( ) 2

n A
P A
n S
Frekuensi harapan munculnya angka:
1
( ) ( ) 100 50
2
× × E A n P A
12ndhamster@gmail.com
46
17
Pola Bilangan
A. PENGERTIAN POLA BILANGAN
Pola bilangan adalah aturan terbentuknya se-
buah kelompok bilangan dengan suatu aturan
yang telah diurutkan.
1. Pola bilangan asli: 1, 2, 3, 4, 5,…
Pola bilangan: n, n bilangan asli
2. Pola bilangan genap: 2, 4, 6, 8,…
Pola bilangan: 2n, n bilangan asli.
3. Pola bilangan ganjil: 1, 3, 5, 7,…
Pola bilangan: 2n –1 , n bilangan asli.
4. Pola bilangan persegi: 1
2
, 2
2
, 3
2
, 4
2
,…
Pola bilangan: n
2
, n bilangan asli.
5. Pola bilangan segitiga: 1, 3, 6, 10,…
Pola bilangan:
1
2
n(n + 1), n bilangan asli.
6. Pola bilangan persegi panjang: 2, 6, 12, …
Pola bilangan: n(n + 1), n bilangan asli.
7. Pola bilangan segitiga Pascal
1
1 1
2 1 1
1
1
3
4
3
6
1
1 4
Pola bilangan: 2
n–1
, n bilangan asli.
B. BARISAN DAN DERET
1. Aritmatika
Barisan aritmatika adalah barisan bilangan
yang mempunyai beda suku yang berde-ka-
tan sama.
Deret arimatika merupakan jumlah suku-su-
ku pada barisan aritmatika.
Beda = U
2
– U
1
= U
3
– U
2
= … = U
n
– U
n–1
Suku ke-n barisan dan jumlahan n suku deret
aritmatika dicari dengan rumus:
U
n
= a + (n – 1)b
n 1 n
1
S (U U )
2
+ atau ( )
n
1
S 2a (n 1)b
2
+ ÷
Keterangan:
a = suku pertama
b = beda
U
n
= suku ke-n, dengan n = 1, 2, 3, ….
S
n
= jumlah n suku bilangan, dengan n = 1, 2, 3, ….
2. Geometri
Barisan geometri adalah suatu barisan bi-
langan yang mempunyai rasio suku yang
berdekatan sama.
Deret geometri merupakan jumlah suku-suku
pada barisan geometri.
12ndhamster@gmail.com
47
Rasio =
3 2 n
1 2 n 1
U U U
...
U U U
÷
.
Suku ke-n barisan dan jumlah n suku geome-
tri dicari dengan rumus:
U
n
= ar
n – 1
n
n
a(r 1)
S
r 1
÷

÷
, untuk r > 1
n
n
a(1 r )
S
1 r
÷

÷
, untuk r < 1
Keterangan:
a = suku pertama; r = rasio
Contoh:
1. Diketahui pola bilangan 2, 6, 10, 14, …. Rumus
suku ke-n dari pola bilangan tersebut adalah ….
Jawab:
Diketahui suku pertama: a = 2
Beda: b = 6 – 2 = 10 – 6 = 4
Rumus suku ke-n adalah
Un a (n 1)b 2 (n 1)4 4n 2 + ÷ + ÷ ÷
2. Suku ke-10 dari barisan 512, 256, 128, … adalah
.…
Jawab:
Dari barisan tersebut diperoleh a = 512 dan
2
1
U 256 1
r
U 512 2

, maka:
( )
9
10 1
1
2 10
U ar 512. 1
÷

18
Bilangan Berpangkat
dan Bentuk Akar
A. Bilangan Berpangkat
Defnisi:
a
n
= a × a × ... × a
n faktor
1. Bilangan Berpangkat Sebenarnya
Bilangan berpangkat sebenarnya adalah bi-
langan yang diperoleh dengan melakukan
perkalian berulang.
Contoh: 8
3
, 10
8
, 12
2
.
2. Bilangan Berpangkat Tak Sebenarnya
Bilangan berpangkat tak sebenarnya adalah
bilangan berpangkat yang tidak dapat di-
peroleh dengan perkalian berulang.
Contoh: 2
–5
,
3
2
64 ,
1
2
6 , 7
0
.
Sifat-sifat perpangkatan bilangan.
1. (a × b)
p
= a
p
+ b
p
2. a
p
× b
q
= a
p + q

3. a
p
: a
q
= a
p

– q

4. (a
p
)
q
= a
pq
5. a
0
= 1, dengan a adalah bilangan real.
0
a
= 0
0
0
= tidak terdefnisikan
12ndhamster@gmail.com
48
Catatan:
(–a)
p
= a
p
, untuk p bilangan genap,
(–a)
p
= –(a
p
), untuk p bilangan ganjil,
( )
1
÷

p
p
a
a
Contoh:
Hasil dari 8
–5
× 8
–2
adalah....
Jawab:
Menggunakan sifat pemangkatan:
8
–5
× 8
–2
= 8
–5 + (–2)
= 8
–7
B. Bentuk Akar
1. Bilangan Rasional
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat
dinyatakan ke dalam bentuk
a
b
dengan a, b
merupakan anggota bilangan bulat, dan b ≠ 0.
Contoh:
1 3 9
, ,
2 5 2
÷ . Sifat-sifat yang berlaku
pada bilangan bulat berpangkat bilangan
bulat berlaku juga pada bilangan rasional
berpangkat bulat.
Contoh:
3
4 64
=
5 125
| `
' J
( J
2. Bilangan Irasional
Bilangan irasional adalah bilangan yang
tidak dapat dinyatakan ke dalam bentuk
a
b

dengan a, b merupakan anggota bilangan
bulat, dan b ≠ 0. Contoh: 3, 7, 5 . Bentuk
bilangan seperti 3, 7, 5 disebut bentuk
akar.
Sifat-sifat bentuk akar seperti berikut.
1. × ab = a b , dengan a dan b
merupakan bilangan real positif.
Contoh: 21 = 7 3 × .
2.
a a
b
b
, dengan a ≥ 0 dan b > 0.

Contoh:
2 2 2 1
= = =
6
6 3 2 3 ×
.
Operasi aljabar pada bentuk akar
mempunyai sifat-sifat seperti berikut.
1. ( ) a c + b c = a+ b c , dengan a, b, c
bilangan real dan c ≥ 0.
2. ( ) ÷ ÷ a c b c = a b c , dengan a, b, c
bilangan real dan c ≥ 0.
3. ( ) × a c b d = ab cd , dengan a, b, c, d
bilangan real dengan a ≥ 0 dan b ≥ 0.
4.
c a c a
d b
d b
, dengan a, b, c, d bilangan
real dengan a ≥ 0 dan b ≥ 0.
12ndhamster@gmail.com
49
Bentuk akar
a
b
dapat dirasionalkan
dengan cara:

×
a a b a
= = b
b
b b b
Bentuk akar
c
a + b

Sekawan penyebut a + b adalah.
( )
÷
÷
×
÷
÷
c a b
c c a b
=
a b
a + b a + b a b
Catatan:
Bila penyebutnya adalah ÷ a b , maka bentuk
sekawannya adalah a + b .
Contoh:
1. Hasil dari 108 + 12 48 ÷ adalah ....
Jawab:
108 + 12 48 ÷


= 36 3 + 4 3 16 3 × × ÷ ×
= 6 3 + 2 3 4 3 ÷ = 4 3
2. Jika
2 3
6
2 3
÷
= a+ b
+
dengan a dan b
bilangan bulat, maka a + b = ....
Jawab:
Diketahui
2 3
6
2 3
÷
= a+ b
+

dengan a dan b bilangan bulat.
Bentuk rasional dari
2 3
2 + 3
÷
adalah:
2 3 2 3 2 3
=
2 + 3 2 + 3 2 3
÷ ÷ ÷
×
÷

=
( )
2
2 3
2 3
÷
÷
=
( )
2
2 3
1
÷
÷


=
( )
2
2 3 ÷ ÷ =
( )
2 2 6 3 ÷ ÷ ÷


= 1+ 2 6
Nilai a + b = 1 + 2 = 3.
12ndhamster@gmail.com
50
19
Persamaan dan Pertidak-
samaan Kuadrat
A. PERSAMAAN KUADRAT
Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan
yang pangkat (derajat) tertingginya dari variabel/
peubahnya adalah 2 (dua).
1. Bentuk Umum Persamaan Kuadrat
Persamaan kuadrat memiliki bentuk umum:
ax
2
+ bx + c = 0
dengan a, b, c ∈ R dan a ≠ 0 dan x variabel.
Contoh:
2x
2
– 4x + 3 = 0, a = 2, b = –4, c = 3.
2. Mencari Akar-akar Persamaan Kuadrat
Akar-akar dari persamaan kuadrat dapat ditentu-
kan dengan cara berikut.
a. Pemfaktoran
Contoh:
l Tentukan himpunan penyelesaian dari
persamaan x
2
+ 4x + 3 = 0.
Jawab:
Untuk memfaktorkan bentuk x
2
+ 4x + 3 = 0,
dicari nilai dua bilangan yang mana:
vjumlahnya 4, (dari koefsien x)
vhasil kalinya 3.
(hasil kali koefsien x
2
dengan konstanta)
Bilangan-bilangan itu adalah 1 dan 3.
x
2
+ 4x + 3 = 0
⇔ (x + 1)(x + 3) = 0


x + 1 = 0 atau x + 3 = 0


x = –1 atau x = –3
Jadi, himpunan penyelesaiannya = {–1, –3}.
l Tentukan himpunan penyelesaian dari
persamaan 2x
2
+ 5x – 3 = 0.
Jawab:
Untuk memfaktorkan bentuk 2x
2
+ 5x – 3 = 0,
terlebih dahulu dicari nilai dua bilangan yang
mana:
vjumlahnya 5, (dari koefsien x)
vhasil kalinya –6. (hasil kali koefsien x
2
den-
gan konstanta (2 × ( –3) = –6))
Bilangan-bilangan itu adalah –1 dan 6.
2x
2
+ 5x – 3 = 0
⇔2x
2
+ 6x – x – 3 = 0
⇔2x(x + 3) – (x + 3) = 0
⇔ (2x – 1)(x + 3) = 0
⇔2x – 1 = 0 atau x + 3 = 0
x = ½ atau x = –3
Jadi, himpunan penyelesaiannya = {½, –3}.
b. Menggunakan Rumus ABC
Diketahui bentuk persamaan kuadarat
ax
2
+ bx + c = 0. Rumus ABC:
2
1,2
b b 4ac
x =
2a
÷ ± ÷
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari per-
samaan x
2
– 4x + 3 = 0.
Jawab:
12ndhamster@gmail.com
51
Diektahui a = 1, b = –4, dan c = 3, maka:
( ) ( )
2
1,2
2
b b 4ac
x
2a
4 4 4.1.3
2 1
4 16 12
2
4 4
2
4 2
2 1
2
÷ ± ÷

÷ ÷ ± ÷ ÷

×
± ÷

±

±
±
x
1
= 2 + 1 = 3, x
2
= 2 – 1 = 1.
Jadi, himpunan penyelesaiannya = {3, 1}.
c. Melengkapkan Kuadrat Sempurna
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari persa-
maan x
2
– 4x + 3 = 0.
Jawab:
2
2
2 2
2
2
2
1 2
x 4x 3 0
x 4x 3
4 4
x 4x 3
2 2
4
(x ) 3 4
2
(x 2) 1
x 2 1
x 1 2 3 dan x 1 2 1
÷ +
⇔ ÷ ÷
÷ ÷ | ` | `
⇔ ÷ + ÷ +
' J ' J
( J ( J
÷ | `
⇔ + ÷ +
' J
( J
⇔ ÷
⇔ ÷ ±
+ ÷ +
Jadi, himpunan penyelesaiannya = {3, 1}.
3. Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Dik-
etahui Akar-akarnya
Diketahui x
1
dan x
2
adalah akar-akar per-sa-
maan kuadrat. Persamaan kuadrat tersebut
adalah:
(x – x
1
)(x – x
2
) = 0
x
2
– (x
1
+ x
2
)x + x
1
x
2
= 0
Secara umum, bentuk persamaan kuadrat
adalah:
2 2
b c
ax bx c 0 atau x x 0
a a
+ + + +
Diperoleh:
1 2 1 2
b c
x x dan x .x
a a
+ ÷
Contoh:
l Diketahui akar-akar persamaan kuadrat
adalah 2 dan 4. Tentukan persamaan
kuadratnya!
Jawab:
Diketahui x
1
= 2 dan x
2
= 4.
Persamaan kuadratnya adalah
x
2
– (x
1
+ x
2
)x + x
1
x
2
= 0
⇔x
2
– (2 + 4)x + 2.4 = 0
⇔x
2
– 6x + 8 = 0
Jadi, persamaan kuadrat yang dimaksud
adalah x
2
– 6x + 8 = 0
l Akar-akar persamaan kuadrat x
2
– 2x +
2 = 0 adalah x
1
dan x
2
.
Tentukan nilai x
1
+ x
2
dan x
1
.x
2
!
Jawab:
12ndhamster@gmail.com
52
Diketahui: x
2
– 2x + 2 = 0.
Diperoleh a = 1, b = –2, dan c = 2.
( )
1 2
2
b
x x 2
a 1
÷
+ ÷ ÷
1 2
c 2
x .x 2
a 1

B. PERTIDAKSAMAAN KUADRAT
Pertidaksamaan kuadrat adalah suatu pertidak-
samaan yang variabel/peubahnya berpangkat
(berderajat) paling tinggi 2 (dua).
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari perti-
daksamaan x
2
+ 4x + 3 > 0.
Jawab:
Dengan menggunakan pemfaktoran diperoleh
x
2
+ 4x + 3 > 0
⇔ (x + 1)(x + 3) > 0
Harga nol dari (x + 1)(x + 3) = 0 adalah x = –1
atau x = –3.
Kemudian dengan menggunakan garis bilangan
diperoleh:
+ + + + + + − − −
−3 −1
Keterangan:
(i) Bilangan –1 dan –3 merupakan harga nol untuk
pertidaksamaan x
2
+ 4x + 3 > 0.
(ii) Tanda (+) diperoleh dengan memasukkan bilangan di
sebelah kanan –1 misalnya nol (0). Masukkan nilai x = 0
ke x
2
+ 4x + 3 sehingga diperoleh 0
2
+ 4.0 + 3 = 3 > 0.
(iii) Tanda (– ) diperoleh dengan memasukkan bilangan an-
tara –3 dan –1 misalnya –2. Masukkan nilai x = –2 ke x
2

+ 4x + 3 sehingga diperoleh (–2)
2
+ 4.(–2) + 3 = –1 < 0.
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah
{x | x > –1 atau x < –3}
Contoh penerapan
Hasil kali dua bilangan asli genap yang berurut-
an adalah 360. Bilangan terbesarnya adalah .…
Jawab:
Misalkan:
Bilangan I = x
Bilangan II = (x + 2)
Hasil kali dua bilangan asli genap yang berurut-
an adalah 360, maka:
x(x + 2) = 360
⇔x
2
+ 2x = 360
⇔x
2
+ 2x – 360 = 0
⇔ (x – 18)(x + 20) = 0
⇔x = 18 atau x = –20
Karena bilangan yang dimaksud adalah bilangan
cacah genap maka:
Bilangan I = x = 18
Bilangan II = x + 2 = 20
Bilangan yang terbesar di antara keduanya
adalah 20.
12ndhamster@gmail.com
Bahasa Indonesia
54
1
Ejaan
Ejaan adalah keseluruhan peraturan tentang
pelambangan bunyi ujaran dan hubungan antara
lambang-lambang itu. Secara garis besar, ejaan
berkaitan dengan pemakaian dan penulisan hu-
ruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan
pemakaian tanda baca.
A. PEMAKAIAN HURUF
1. Huruf Kapital atau Huruf Besar
a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
kata pada awal kalimat. Contoh:
Dia berbelanja.
b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
petikan langsung. Contoh:
Ibu bertanya, “Kapan kita berangkat?”
c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
dalam ungkapan yang berhubungan dengan
nama Tuhan dan kitab suci.
Contoh: Yang Maha Penyayang
d. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
nama gelar kehormatan, keturunan, dan ke-
agamaan yang diikuti nama orang.
Contoh: Haji Ahmad Dahlan
e. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama
orang. Contoh:
Perdana Menteri Nehru
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf per-
tama nama jabatan dan pangkat yang tidak
diikuti nama orang atau nama tempat.
Contoh:
Siapa gubernur yang baru dilantik itu?
f. Huruf kapital dipakai sebagai unsur-unsur
ejaan nama orang. Contoh:
Agung Laksono
Wage Rudolf Supratman
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf per-
tama nama orang yang digunakan sebagai
nama jenis atau satuan ukuran. Contoh:
15 volt
mesin diesel
g. Huruf kapital dipakai pada huruf pertama
nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Contoh: bahasa Indonesia, suku Jawa
Huruf kapital tidak dipakai pada huruf per-
tama nama bangsa, suku, dan bahasa yang
dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.
Contoh: keinggris-inggrisan
h. Huruf kapital dipakai pada huruf pertama
nama tahun, bulan, dan peristiwa sejarah.
Contoh: hari Kamis, Perang Candu
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf per-
tama peristiwa sejarah yang tidak dipakai se-
bagai nama. Contoh:
Perlombaan senjata membawa risiko per-
ang dunia.
12ndhamster@gmail.com
55
i. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama
nama geograf. Contoh: Bukit Barisan
Huruf kapital tidak dipakai pada huruf perta-
ma istilah geograf yang tidak menjadi unsur
nama diri. Contoh: menyeberangi sungai
Huruf kapital tidak dipakai pada huruf perta-
ma nama geograf yang digunakan se-bagai
nama jenis. Contoh:
pisang ambon, gula jawa
j. Huruf kapital dipakai pada huruf pertama
nama negara, lembaga pemerintah dan ke-
tatanegaraan, serta nama dokumen resmi
kecuali kata seperti dan. Contoh:
Keputusan Presiden Republik Indonesia,
Nomor 57, Tahun 1972.
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf per-
tama kata yang bukan nama negara, lem-
baga pemerintahan dan ketatanegaraan,
badan, serta nama dokumen resmi. Contoh:
menjadi negara republik
k. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
setiap bentuk ulang sempurna yang terdapat
pada nama badan, lembaga pemerintahan
dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Contoh:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
l. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
semua kata (termasuk semua unsur kata
ulang sempurna) di dalam buku, majalah,
surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata
seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang
tidak terletak pada posisi awal. Contoh:
Buku itu berjudul Dari Ave Maria ke Jalan
Lain ke Roma
m. Huruf kapital dipakai pada huruf pertama
singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh: S.S sarjana sastra
Ny. nyonya
n. Huruf kapital digunakan sebagai huruf per-
tama kata hubungan kekerabatan, seperti
bapak, ibu, saudara, kakak, dan paman.
Contoh:
Jani bertanya, “Apa yang terjadi, Bu?”
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf per-
tama kata hubungan kekerabatan yang tidak
dipakai di pengacuan atau penyapaan.
Contoh:
Kita harus menghormati bapak, ibu kita.
o. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama
kata ganti Anda. Contoh:
Kata-kata Anda sudah saya pahami.
2. Huruf Miring
a. Huruf miring dipakai untuk menuliskan nama
buku, majalah yang dikutip dalam tulisan.
Contoh:
surat kabar Suara Merdeka
b. Huruf miring dipakai untuk menegaskan hur-
uf, bagian kata, atau kelompok kata. Contoh:
Dia bukan ditipu, tetapi menipu.
c. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata
nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali
yang telah disesuaikan ejaannya. Contoh:
Nama ilmiah padi adalah Oryza sativa.
12ndhamster@gmail.com
56
B. PENULISAN KATA
1. Kata Dasar
Kata dasar adalah kata yang belum mengalami
pengimbuhan, perulangan, maupun pemajemuk-
an. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Contoh: kantor, pajak, telah, roboh
2. Kata Berimbuhan
Kata berimbuhan adalah kata yang telah meng-
alami proses pengimbuhan atau kata yang telah
dilekati oleh imbuhan.
Ketentuan pada penulisan imbuhan adalah seb-
agai berikut.
a. Imbuhan berupa awalan, sisipan, dan akhir-
an ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Contoh:
berkumpul, dipegang, mempermainkan
b. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata,
awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan
kata yang langsung mengikutinya atau men-
dahuluinya. Contoh:
garis bawah garis bawahi
c. Jika gabungan kata mendapat awalan dan
akhiran sekaligus, unsur gabungan kata
tersebut ditulis serangkai. Contoh:
tanda tangan ditandatangani
d. Jika bentuk dasar mendapat awalan dari ba-
hasa asing, gabungan kata tersebut ditulis
serangkai. Contoh:
ekstrakurikuler, dwiwarna, poligami
e. Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf
awalnya kapital, di antara kedua unsur terse-
but diberi tanda hubung. Contoh:
non-Indonesia, pro-Pakistan
f. Jika kata maha sebagai unsur gabungan dii-
kuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata
dasar, gabungan itu ditulis terpisah. Contoh:
Tuhan Yang Maha Esa.
3. KataUlang
Kata ulang adalah kata yang mengalami
proses pengulangan, baik sebagian atau se-
luruhnya. Contoh:
tukar-menukar, bergerak-gerak. lauk-pauk
4. Gabungan Kata
Gabungan kata atau kata majemuk merupakan
kata yang dibentuk oleh dua kata atau lebih.
Ketentuannya adalah sebagai berikut.
a. Unsur-unsur gabungan kata ditulis terpisah.
Contoh: kambing hitam, meja hijau.
b. Gabungan kata yang mungkin menimbulkan
kesalahan pengertian ditulis dengan tanda
hubung untuk menegaskan pertalian di an-
tara unsur yang bersangkutan. Contoh:
buku sejarah-baru, anak-istri saya.
c. Gabungan kata yang hubungan anta-
runsurnya sudah sangat erat, ditulis serang-
kai. Contoh:
kacamata, saputangan, sukacita, sukarela
5. Kata ganti -ku, kau-, -mu, dan –nya
Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai de-ngan
kata yang mengikutinya; -ku, –mu, dan –nya ditu-
12ndhamster@gmail.com
57
lis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Contoh: kumiliki, kauambil, bajuku
6. Kata Depan di, ke, dari
Kata depan di, ke, dari ditulis terpisah dari kata
yang mengikutinya kecuali dalam gabungan kata
yang dianggap sebagai satu kata, seperti kepada
dan daripada.
Contoh: di kamar, ke pasar, dari tikungan
7. Singkatan dan Akronim
a. Singkatan
Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan
yang terdiri atas satu huruf atau lebih.
1) Singkatan nama orang, gelar, jabatan
pangkat diikuti dengan tanda titik.
Contoh:
Muh. Yamin, Sumanto Hs., Bpk., S. Pd.
2) Singkatan nama resmi lembaga peme-
rintah, oranisasi, serta nama dokumen
resmi yang terdiri atas huruf awal kata di-
tulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti
dengan tanda titik.Contoh:
MPR SMP
DPR
3) Singkatan umum yang terdiri atas tiga
huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.
Jika singkatan hanya terdiri atas dua hur-
uf, digunakan dua titik yang diletakkan
setelah huruf. Contoh:
dsb. = dan sebagainya
4) Lambang kimia, singkatan satuan ukur,
takaran, timbangan, dan mata uang tidak
diikuti tanda titik. Contoh: Rp, kg, cm, Cu
b. Akronim
Akronim adalah singkatan yang berupa
gabungan huruf awal, gabungan suku kata,
ataupun gabungan huruf dan suku kata dari
deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
1) Akronim nama diri yang berupa gabung-
an huruf awal dari deret kata ditulis selu-
ruhnya dengan huruf kapital. Contoh:
LAN (Lembaga Administrasi Negara)
PBSI (Persatuan Bulutangkis Selu-
ruh Indonesia)
2) Akronim nama diri yang berupa gabung-
an suku kata dari deret kata ditulis den-
gan huruf awal huruf kapital. Contoh:
Bappenas (Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional)
Kowani (Kongres Wanita Indonesia)
3) Akronim yang bukan nama diri yang
berupa gabungan huruf, suku kata, atau-
pun gabungan huruf dan suku kata dari
deret kata ditulis dengan huruf kecil.
Contoh:
pemilu (pemilihan umum)
C. PENULISAN ANGKA DAN BILANGAN
1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang
bilangan atau nomor. Contoh:
angka Arab: 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya
angka Romawi: I, II, III, IV, V, VI...
2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) uku-
ran panjang, luas, berat, dan isi, (ii) satuan
waktu, (iii) nilai uang, (iv) kuantitas.
12ndhamster@gmail.com
58
Contoh:
1,5 sentimeter
2 jam 35 menit
3. Angka digunakan untuk melambangkan
nomor jalan, rumah, atau kamar pada alamat.
Contoh: Hotel Ritz Carlton, Kamar 1808
4. Angka digunakan untuk menomori bagian
karangan dan ayat kitab suci. Contoh:
Bab XI, Pasal 4, halaman 34
5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf
Contoh bilangan utuh dan pecahan:
sembilan belas 19
tiga dua pertiga 3
2
/
3
6. Penulisan lambang bilangan tingkat.
Contoh: Bab ke-2, Bab kedua, Bab II
7. Pada lambang bilangan yang mendapatkan
akhiran –an. Contoh:
tahun ’50-an = tahun lima puluhan
8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan
de-ngan satu atau dua kata ditulis dengan
huruf, kecuali jika dipakai secara berurutan
seperti dalam perincian. Contoh:
Ibu membeli dua ratus butir telur
Di antara 15 orang, 10 orang setuju, 5 ti-
dak.
9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis
dengan huruf. Contoh:
Dua belas orang terluka karena ke-
celakaan.
10. Angka yang menunjukkan bilangan utuh
yang besar dapat dieja sebagian agar mudah
dibaca.
Contoh:
Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari
200 juta orang.
11. Bilangan tidak perlu ditulis dengan huruf dan
angka sekaligus kecuali dokumen resmi.
Contoh:
Di ruangan itu tersimpan 205 buku.
12. Jika bilangan dilambangkan dengan angka
dan huruf, penulisannya harus tepat.
Contoh:
Saya lampirkan tanda terima uang sebesar
Rp 999,75 (sembilan ratus sembilan puluh
sembilan dan tujuh puluh lima perseratus ru-
piah).
D. PEMAKAIAN TANDA BACA
1. Titik (.)
a. Titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan
pertanyaan atau seruan. Contoh:
Aku membaca buku.
b. Tanda titik dipakai di belakang angka atau
huruf dalam satu bagan dan daftar. Contoh:
III. Depaertemen Dalam Negeri
A. Direktorat Jenderal Pembangunan
Masyarakat Desa
B. Direktorat Jenderal Agama
I. ...
c. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka
yang menunjukkan waktu. Contoh:
pukul 2.47.23 (pukul 2 lewat 47 menit 23
detik)
12ndhamster@gmail.com
59
d. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka
yang menunjukkan jangka waktu. Contoh:
1.32.12 (1 jam, 32 menit, 12 detik)
e. Tanda titik dipakai di antara nama penulis,
judul tulisan. Contoh:
Muslich, Masnur. 2008. Tata Bentuk Bahasa
Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
f. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan
bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak
menunjukkan jumlah. Contoh:
Kota itu berpenduduk 13.000 orang.
g. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang
merupakan kepala karangan. Contoh:
Teori Pengkajian Fiksi
h. Tanda titik tidak dipakai di belakang nama,
alamat dan tanggal surat. Contoh:
Yth. Sdr. Abi Natan
Jalan Solo 9.
Yogyakarta, 9 Juli 2009.
2. Koma (,)
a. Tanda koma dipakai di antara suatu perincian
atau pembilangan. Contoh:
satu, dua, tiga!
b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kali-
mat setara yang satu dari kalimat setara beri-
kutnya yang didahului oleh kata tetapi dan
melainkan. Contoh:
Saya ingin pergi, tetapi adik melarang.
c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak
kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat
mendahului induk kalimatnya.
Contoh:
Kalau saya mendapatkan uang, saya
akan pergi ke Bali.
d. Tanda koma dipakai di belakang ungkapan
penghubung antarkalimat yang terdapat
pada awal kalimat. Contoh: Jadi, kita harus
patuh pada guru.
e. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata
o, ya, wah, aduh, kasihan, dari kata lain.
Contoh: Aduh, kakiku sakit!
f. Tanda koma dipakai untuk memisahkan peti-
kan langsung dari bagian lain. Contoh:
Kata Ibu, “Ibu akan membeli baju.”
g. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan
alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat
dan tanggal, (iv) nama tempat dan wilayah
atau negeri yang ditulis berurutan. Contoh:
Sdr. Rianto, Jalan Pahlawan 3, Malang
h. Tanda koma dipakai untuk memisahkan ba-
gian nama yang dibalik dalam susunannya
dalam daftar pustaka. Contoh:
Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Teori Peng-kaji-
an Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada Uni-
versity Press.
i. Tanda koma dipakai di antara nama orang
dan gelar akademik. Contoh: Ristanti, S. E.
j. Tanda koma dipakai di muka angka persepu-
luhan atau di antara rupiah dan sen.
Contoh:
13,5
Rp 50,25
12ndhamster@gmail.com
60
k. Tanda koma digunakan untuk mengapit ket-
erangan tambahan yang sifatnya tidak mem-
batasi. Contoh:
Guru saya, Bu Intan, baik sekali.
l. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah
baca di belakang keterangan. Contoh:
Dalam pembinaan bahasa, kita memerlukan
sikap yang bersungguh-sungguh.
m. Tanda koma tidak digunakan untuk memisah-
kan petikan langsung berakhir dengan tanda
tanya atau tanda seru. Contoh:
“Mengapa Ibu pergi?” tanya Nina.
3. Titik Koma (;)
a. Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan
bagian-bagian kalimat yang sejenis.
Contoh:
Malam makin larut; dia belum pulang juga.
b. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai peng-
ganti kata penghubung untuk memisahkan
kalimat setara dalam kalimat majemuk.
Contoh:
Ibu memasak di dapur; Adik membaca buku
di kamar; Kakak menyiram tanaman.
4. Titik Dua (:)
a. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu per-
nyataan lengkap jika diikuti rangkaian.
Contoh:
Kita memerlukan perabotan rumah tang-
ga: meja, kursi, dan lemari.
b. Tanda titik dua tidak dipakai jika merupakan
pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh:
Ibu berbelanja sayur, daging dan beras.
c. Tanda titik dua dipakai setelah kata yang me-
merlukan pemerian. Contoh:
Tempat : Ruang C.104
d. Tanda titik dua dipakai pada teks drama yang
menunjukkan pelaku percakapan. Contoh:
Ibu: (meletakkan tas berisi barang belan-
ja) “Bawa barang ini ke dapur, Nak.”
e. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau
nomor dan halaman, (ii) antara bab dan ayat
dlam kitab suci, (iii) antara judul dan anak
judul suatu karangan, (iv) nama kota dan
penerbit buku dalam karangan. Contoh:
Karangan Masnur Muslich, Tata Bentuk Ba-
hasa Indonesia: Kajian ke Arah Tataba-
hasa Deskriptif
5. Tanda Hubung (-)
a. Tanda hubung menyambung suku-suku
dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contoh:
Selain bentuk itu, ada ju-
ga bentuk yang lain.
b. Tanda hubung menyambung awalan dengan
kata belakangnya atau akhiran dengan kata
di depannya pada pergantian baris.
Contoh:
Kini engkau harus me-
milih.
12ndhamster@gmail.com
61
Semuanya demi kebaik-
an kita.
c. Tanda hubung menyambung pengulangan.
Contoh:
siswa-siswa, kehijau-hijauan
d. Tanda hubung menyambung huruf kata yang
dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh:
h-i-d-u-p; 31-10-1986
e. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan
(i) se- dengan kata berikutnya yang diawali
dengan huruf kapital, (ii) ke- dengan angka,
(iii) angka dengan –an, (iv) singkatan ber-
huruf kapital dengan imbuhan atau kata, (v)
nama jabatan rangkap. Contoh:
se-Indonesia ulang tahun ke-23
tahun ’70-an mem-PHK-kan
f. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan
unsur bahasa Indonesia dengan asing.
Contoh: di-smash
6. Tanda Pisah ( )
a. Tanda pisah membatasi penyisipan kata di
luar bangun kalimat.
Contoh:
Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan
tercapai-diperjuangkan oleh bangsa sendiri.
b. Tanda pisah menegaskan adanya keteran-
gan aposisi atau yang lain sehingga lebih
jelas. Contoh:
Rangkaian temuan ini-evolusi, teori kenis-
bian, dan kini juga pembelahan atom-telah
mengubah konsepsi kita tentang alam se-
mesta.
c. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan
atau tanggal dengan arti ‘sampai’. Contoh:
tanggal 3-5 Agustus 2009
7. Tanda Elipsis (...)
a. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang ter-
putus-putus. Contoh:
Kalau begitu...aku menurut saja padamu.
b. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam
suatu kalimat ada bagian yang dihilangkan.
Contoh:
Sebab-sebab keterbelakangan...akan diteliti
lebih lanjut.
8. Tanda Tanya (?)
a. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat.
Contoh:
Apakah kau mengetahuinya?
b. Tanda tanya digunakan dalam tanda kurung
untuk menyatakan keraguan. Contoh:
Dia memiliki 34 orang anak (?)
9. Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai pada kalimat perintah, keti-
dakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh:
Sungguh menyedihkan peristiwa itu!
Pergilah dari sini!
12ndhamster@gmail.com
62
10.Tanda Kurung ( (...) )
a. Tanda kurung mengapit tambahan keterang-
an. Contoh:
Bagian Perencanaan sudah selesai menyu-
sun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.
b. Tanda kurung mengapit keterangan yang bu-
kan merupakan bagian pokok pembicaraan.
Contoh:
Keterangan itu (lihat Tabel 9) menunjukkan
arus perkembangan.
c. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang
di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:
Orang itu berasal dari (negara) Jerman.
d. Tanda kurung mengapit angka atau huruf
yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh:
Faktor produksi menyangkut masalah (a)
alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.
11.Tanda Kurung Siku ([...])
a. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata se-
bagai koreksi atau tambahan pada kalimat
yang ditulis orang lain. Contoh:
Sang Sapurba men[d]engar bunyi itu.
b. Tanda kurung siku mengapit keterangan
dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda
kurung. Contoh:
Persamaan kedua proses ini (perbedaannya
[lihat halaman 41-43] tidak dibicarakan) perlu
dibentangkan di sini.
12.Tanda Petik (“...”)
a. Tanda petik mengapit petikan langsung pem-
bicaraan atau naskah. Contoh:
“Saya belum makan,” kata Fitri, “tunggu
sebentar!”
b. Tanda petik mengapit judul syair, karangan,
atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:
Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada hala-
man 25 buku ini.
Bacalah ”Bola Lampu” dari buku Dari
Suatu Masa, dari suatu Tempat.
c. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang
kurang dikenal yang mempunyai arti khusus.
Contoh:
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara
“coba dan ralat” saja.
d. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca
yang mengakhiri petikan langsung.
Contoh: Kata Tina, “Saya ingin ikut.”
e. Tanda baca penutup kalimat ditempatkan di
belakang tanda petik yang mengapit kata
atau ungkapan.
Contoh: Karena warna kulitnya, Andi
mendapat julukan “Si Hitam”.
13. Tanda Petik Tunggal (‘...’)
a. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang
tersusun di dalam petikan lain.
Contoh:
Tanya Dani, “Kau dengar bunyi ‘kring-kring’
tadi?”
12ndhamster@gmail.com
63
b. Tanda petik tunggal mengapit makna,
terjemahan,atau penjelasan kata ungkapan
asing.Contoh:
feed-back ‘balikan’
14.Tanda Garis Miring ( / )
a. Tanda garis miring dipakai pada nomor dan
penandaan masa tahun takwim.
Contoh:
No. 6/PK/2008 - Jalan Supeno IV/9
Tahun anggaran 2007/2008
b. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti
kata dan, atau, atau tiap.
Contoh: harganya Rp 1000,00/biji
15.Tanda Penyingkatan atau Apostrof (‘)
Tanda penyingkat atau apostrof menunjukkan
penghilangan bagian kata atau bagian angka ta-
hun.
Contoh:
Tami ‘kan ku jemput. (‘kan = akan)
11 Januari ’08 (’08 = 2008)
2
Kalimat
Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil,
dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengung-
kapkan pikiran yang utuh.
Wujud lisan: diucapkan dengan suara naik turun.
Wujud tulisan: dimulai dengan huruf kapital dan
diakhiri dengan tanda titik atau tanda baca lain.
A. JABATAN DALAM KALIMAT
Jabatan atau fungsi dalam kalimat meliputi sub-
jek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.
1. Subjek (S)
Subjek merupakan fungsi inti kedua setelah
predikat. Subjek dalam sebuah kalimat dapat
ditentukan dengan menggunakan pertanya-
an siapa dan apa.
2. Predikat (P)
Predikat menjadi fungsi paling inti karena
penghubung fungsi-fungsi lainnya. Predikat
biasanya menyatakan tindakan (action), pro-
ses, peristiwa, keadaan, atau perihal.
3. Objek (O)
Objek merupakan bagian yang menerangkan
langsung terhadap predikat kata kerja tran-
sitif. Pada kalimat aktif transitif, objek akan
bergeser fungsinya menjadi subjek jika kali-
mat itu dipasifkan.
12ndhamster@gmail.com
64
4. Pelengkap (Pel.)
Dalam kalimat, pelengkap menerangkan
langsung predikat kata kerja intransitif.
Pelengkap memiliki kemiripan dengan objek.
Namun, pelengkap tidak dapat menjadi sub-
jek akibat pemasifan kalimat.
5. Keterangan (Ket.)
Keterangan merupakan bagian kalimat yang
menerangkan seluruh bagian kalimat dan
dapat dipindahkan tanpa mengubah makna
kalimat.
B. FRASA DAN KLAUSA
1. Frasa
Frasa adalah gabungan kata atau kelompok kata
yang terdiri atas dua kata atau lebih yang men-
duduki satu fungsi atau jabatan tertentu (S, P, O,
Pelengkap, Keterangan) dan tidak menimbulkan
makna baru.
Frasa dikelompokkan menjadi frasa endosentrik
dan eksosentrik.
a. Frasa endosentrik
Frasa endosentrik merupakan frasa yang
memiliki distribusi sama dengan unsurnya,
baik semua unsurnya maupun salah satu un-
surnya.
Frasa endosentrik dibedakan menjadi tiga
golongan berikut.
1) Endosentrik koordinatif
Frasa ini terdiri atas unsur-unsur yang se-
tara. Unsur-unsur dalam frasa endosen-
trik koordinatif memungkinkan disisipi
kata dan dan atau.
Contoh: ayah ibu, suami istri, bersih ter-
atur
2) Endosentrik atributif
Frasa endosentrik atributif terdiri atas
unsur-unsur yang tidak setara sehingga
tidak mungkin dihubungkan dengan kata
penghubung dan dan atau. Frasa endo-
sentrik atributif mempunyai struktur dite-
rangkan menerangkan (DM) dan mene-
rangkan diterangkan (MD). Bagian yang
diterangkan merupakan unsur inti.
Contoh: buku baru, sedang belajar, ma-
lam ini, halaman luas
3) Endosentrik apositif
Unsur-unsur pada frasa ini terdiri atas un-
sur pusat dan unsur aposisi. Unsur apo-
sisi menjelaskan unsur pusat dan dapat
menggantikan unsur pusat.
Contoh:
SBY, Presiden RI
Yogyakarta, kota pelajar
b. Frasa eksosentrik
Frasa eksosentrik merupakan frasa yang ti-
dak mempunyai distribusi yang sama dengan
semua unsurnya.
1) Eksosentrik preposisional
Unsur-unsur frasa eksosentrik preposi-
sional yaitu preposisi dan unsur lain beru-
pa kata atau frasa sebagai poros.
12ndhamster@gmail.com
65
Contoh: di kantor, ke rumah teman
2) Eksosentrik konjungtif
Frasa eksosentrik konjungtif terdiri atas
unsur konjungsi dan unsur lain berupa
kata, frasa, atau klausa sebagai poros.
Contoh: karena kesakitan, jika kamu be-
rangkat, hingga lelah
3) Eksosentrik artikel
Frasa eksosentrik artikel terdiri atas un-
sur artikel dan unsur lain berupa kata
atau frasa sebagai poros.
Inti Frasa
Inti frasa adalah unsur frasa yang diutamak-
an.Misalnya, jika inti sebuah frasa berupa
kata benda, frasa itu disebut frasa benda.
Contoh:
pegawai muda, inti frasa tersebut adalah
pegawai (kata benda) sehingga frasa
tersebut merupakan frasa benda
2. Klausa
Dalam banyak hal, klausa tidak berbeda dari
kalimat dan mempunyai unsur predikat.
C. PENGGOLONGAN KALIMAT
1. Berdasarkan Jumlah Klausa yang
Membentuknya
a. Kalimat tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri
atas satu klausa atau satu pola kalimat.
Kalimat tunggal minimal terdiri atas subjek
dan predikat. Kalimat tunggal yang lebih
lengkap mengandung subjek, predikat, ob-
jek, pelengkap, dan keterangan.
Dia pergi
S P
Mereka membentuk kelompok belajar
S P O
Dinda membaca buku cerita di ruang tamu
S P O Keterangan
Susi berjualan pakaian
S P Pelengkap
Contoh

b. Kalimat majemuk
Kalimat majemuk terbentuk dari dua klausa
atau lebih. Jenis-jenis kalimat majemuk:
1) Kalimat majemuk setara atau koordinatif
Kalimat yang kedudukan antarklausa
yang membentuknya sejajar atau setara.
Kalimat majemuk setara ada tiga macam.
Kalimat majemuk setara penjumlahan
Kalimat ini ditandai dengan kata pen-
ghubung dan, kemudian, lalu, serta,
lagi, lagipula, di samping, baik…
maupun.
Contoh:
Mereka datang kesini kemudian
pergi.
Kalimat majemuk setara pemilihan
Kalimat ini ditandai dengan kata atau.
12ndhamster@gmail.com
66
Contoh:
Dia sedang belajar atau mela-
munmemikirkan ibunya?
Kalimat majemuk setara perlawanan
Kalimat ini ditandai dengan kata teta-
pi, melainkan, sedangkan, namun.
Contoh:
Adikku belum bersekolah, tetapi
dia sudah bisa membaca.
2) Kalimat majemuk rapatan
Kalimat yang bagian-bagiannya dirapat-
kan karena menduduki fungsi yang sama.
Caranya adalah dengan menghilangkan
salah satu fungsi kalimat yang sama.
1. Bu Indah, guru bahasa Indo-
nesia.
2. Bu Indah, teman ayahku.
3. Bu Indah, guru bahasa Indo-
nesia dan teman ayahku.
Contoh
1. Adik membawa roti.
2. Ibu membawa roti.
3. Adik dan Ibu membawa roti.
rapatan
subjek
rapatan
predikat
3) Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat yang hubungan antara unsur-
unsurnya tidak sederajat. Klausa yang
bergantung pada klausa yang lain meru-
pakan klausa bawahan atau klausa anak,
sedangkan klausa yang menjadi tempat
bergantung merupakan klausa utama
atau klausa induk.
Kalimat majemuk bertingkat berdasarkan
makna hubungannya adalah sebagai berikut.
Makna hubungan waktu
Kata penghubung yang biasa digunakan
antara lain sejak, sedari, waktu, sewaktu,
ketika, selagi, setelah, sambil.
Contoh:
Ketika sedang belajar, Tuti pingsan.
Makna hubungan syarat
Ditandai oleh kata penghubung jika, ka-
lau, asalkan, apabila, bilamana.
Contoh:
Asalkan mau belajar, kau pasti bisa
mengerjakan soal itu.
Makna hubungan pengandaian
Ditandai oleh kata penghubung andaika-
ta, seandainya, andaikan, sekiranya.
Contoh:
Seandainya dia datang lebih cepat,
aku pasti bertemu dengannya.
Makna hubungan tujuan
Ditandai oleh agar, supaya, untuk, biar.
Contoh:
Dia tinggal di kota agar bisa me-
nemani ibunya.
Makna hubungan konsesif (perlawanan)
Ditandai dengan kata penghubung wa-
laupun, meskipun, sekalipun, biarpun.
Contoh:
Walaupun hatinya sedih, dia tidak
12ndhamster@gmail.com
67
pernah menangis.
Makna hubungan pembandingan
Ditandai oleh kata penghubung seperti,
bagaikan, laksana, ibarat, sebagaimana,
daripada, alih-alih.
Contoh:
Daripada melamun, bantulah ibumu.
Makna hubungan sebab
Kata penghubung yang digunakan adalah
sebab, karena, akibat, oleh karena.
Contoh:
Acara itu dibatalkan karena hujan tu-
run sangat deras.
Makna hubungan akibat atau hasil
Kata penghubung yang digunakan
adalah sehingga, sampai-sampai, maka.
Contoh:
Kami tidak setuju, maka kami protes.
Makna hubungan cara
Ditandai dengan kata dengan, cara.
Contoh:
Dia berjalan dengan santai.
Makna hubungan alat
Ditandai dengan kata dengan, tanpa.
Contoh:
Tanpa memakai kendaraan, dia sam-
pai di rumahku.
Makna hubungan penjelasan atau isi
Ditandai dengan kata bahwa.
Contoh:
Sekarang dia tahu bahwa adiknya bisa
membaca.
d. Kalimat majemuk campuran
Merupakan gabungan antara kalimat maje-
muk setara dan bertingkat. Kalimat majemuk
campuran minimal dibentuk dari tiga kalimat
tunggal. Contoh: Ayah pulang ketika ibu me-
masak dan adik membaca buku.
2. Berdasarkan Langsung Tidaknya
Penuturan
a. Kalimat langsung
Kalimat langsung mengandung kutipan lang-
sung dari pernyataan orang pertama yang di-
tulis di antara tanda petik dua. Contoh:
Ibu bertanya, “Kapan kita pulang?”
b. Kalimat tidak langsung
Merupakan kalimat tiruan atau pengulang-
an dari pernyataan orang pertama. Ditandai
dengan kata bahwa dan kalau. Contoh:
Ita mengatakan bahwa ibunya mau ke
pasar.
3. Berdasarkan Sifat Hubungan Pelaku
Tindakan
a. Kalimat aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang unsur
subjeknya diisi oleh pelaku. Predikat dalam
kalimat aktif melakukan suatu pekerjaan.
Umumnya, predikat ditandai oleh kata kerja
berimbuhan me(N)- dan ber-, atau kata ker-
ja tidak berimbuhan (kata kerja aus). Ada 2
macam kalimat aktif, yaitu:
12ndhamster@gmail.com
68
1) Kalimat aktif transitif
Kalimat yang predikatnya harus diikuti objek
atau pelengkap atau objek dan pelengkap.
Contoh:
Panitia menyeleksi peserta lomba.
S P O
Ibu berbelanja sayuran.
S P Pelengkap
Budi memberi fakir miskin bantuan.
S P O Pelengkap
2) Kalimat aktif intransitif
Kalimat yang predikatnya tidak diikuti unsur
lain, baik objek maupun pelengkap.
Contoh:
Rani duduk di sampingku
S P Keterangan
Dia bersepeda di taman dengan gembira.
S P Ket. 1 Ket. 2
b. Kalimat pasif
Kalimat yang unsur subjeknya berperan se-
bagai penderita. Predikat dalam kalimat ini
biasanya berimbuhan di- atau ter-
Contoh:
Rumahnya dijual oleh orangtuanya
S P Pelengkap
Bukunya terbawa oleh temannya.
S P Pelengkap
D. KALIMAT EFEKTIF
Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki
daya informasi yang tepat sehingga dapat diteri-
ma pembaca sesuai dengan yang dimaksud pe-
nulis. Ciri-ciri kalimat efektif:
1. Minimal terdiri atas unsur subjek dan predikat.
2. Tidak boleh hanya terdiri atas klausa bawahan.
3. Subjek dan objek tidak boleh didahului kata
depan.
4. Hemat dalam pilihan kata.
5. Paralelisme.
6. Menggunakan pilihan kata yang tepat.
Contoh:
1. Pemuda yang akan melamar gadis di kam-
pung kami.
Kalimat tersebut tidak efektif karena belum
mempunyai predikat.
2. Kepada hadirin harap tenang.
Kalimat tersebut tidak efektif karena subjek
menggunakan kata depan.
3. Banyak anak-anak bermain bola.
Kalimat tersebut tidak efektif karena tidak he-
mat dalam pilihan kata.
4. Dia tidak diterima bekerja karena kemalasan
dan curang.
Kalimat tersebut tidak paralel sehingga tidak
termasuk kalimat efektif.
5. Mereka sedang membicarakan rencana li-
buran di Bali.
Kalimat tersebut merupakan kalimat efektif.
12ndhamster@gmail.com
69
3
Imbuhan
Imbuhan adalah morfem terikat yang digunakan
atau dilekatkan pada bentuk dasar untuk mem-
bentuk suatu kata.
A JENIS IMBUHAN
1. Awalan(Prefks)
a. Awalan ber-
Awalan ber- mempunyai variasi bentuk ber-,
be-, dan bel-.
Awalan ber- berfungsi sebagai pembentuk
kata kerja (prefks verbal). Kalimat yang pre-
dikatnya berawalan ber- tidak mempunyai
objek tetapi mempunyai pelengkap.
Awalan ber- mempunyai makna berikut.
1) ’memiliki’ atau ’mempunyai’
Ia beristri dua.
2) ’menyatakan’ atau ’mengakui’
Aku berkakak kepadanya.
3) ’menghasilkan’ atau ’mengeluarkan’
Pohon itu sudah bertunas.
4) ’biasa melakukan’, ’bekerja sebagai’
Ia bertani.
5) ’melakukan pekerjaan mengenai diri sendiri’
Kakak berhias di depan cermin.
6) ’mendapat’, ’dikenai’, ’dapat di-’
gayung bersambut
7) ’memakai’, ’mengendarai’, ’naik’
Saya bersepeda ke sekolah.
8) ’menjadi kelompok’
Kami bertiga adalah siswa SMP.
b. Awalan per-
Awalan per- berfungsi sebagai pembentuk
kata kerja dan per- (pe- dan pel-) sebagai
pembentuk kata benda (prefks nominal).
Ada beberapa perubahan bentuk awalan
per- ketika dilekatkan pada dasar, yaitu:
1) per- menjadi pe- jika ditambahkan pada
dasar yang dimulai dengan fonem /r/ atau
dasar yang suku pertamanya berakhir
dengan /ǝr/. Contoh:
per- + renang perenang
2) per- berubah menjadi pel- jika ditam-bah-
kan pada bentuk dasar ajar. Contoh:
per- + ajar pelajar
3) per- tidak mengalami perubahan bentuk
jika bergabung dengan dasar lain selain
kaidah 1 dan 2 tersebut. Contoh:
per- + panjang perpanjang
Makna awalan per- sebagai kata kerja
1) ’(men) jadikan lebih’
perindah, perjelas
2) ’membagi jadi’
Perdua roti itu.
12ndhamster@gmail.com
70
Makna awalan per- (pe-, pel-) sebagai kata
benda yaitu:
1) ’yang memiliki’, ’yang ber-’
persegi, pejabat, pertanda
2) ’yang menghasilkan’, ’mengeluarkan’
ayam pedaging, ayam petelur
3) ’yang biasa melakukan’, ’yang ber-’
pertapa, petani, pemabuk
4) ’yang melakukan pekerjaan mengenai
dirinya sendiri’
lelaki pedandan
5) ’yang dikenai laku’, ’yang ber-’
pesuruh, petatar
c. Awalan meng-
Awalan meng- berfungsi sebagai pembentuk
kata kerja aktif.
Beberapa perubahan bentuk meng-
1) Jika ditambahkan pada dasar yang dimu-
lai dengan fonem /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ǝ/,
/k/, /g/, /h/, dan /x/, bentuk meng- tetap
meng-. Contoh:
meng- + kalah mengalah
2) Jika ditambahkan pada dasar yang dimu-
lai dengan fonem /l/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/,
/y/, /w/, bentuk meng- berubah menjadi
me-. Contoh:
meng- + makan memakan
3) Jika ditambahkan pada bentuk dasar
yang dimulai /d/ atau /t/, bentuk meng-
berubah menjadi men-. Contoh:
meng- + duga menduga
4) Jika ditambahkan pada dasar yang di-
mulai dengan fonem /b/, /p/, atau /f/, ben-
tuk meng- berubah menjadi mem-.
Contoh:
meng- + babat membabat
5) Jika ditambahkan pada bentuk dasar
yang dimulai dengan fonem /c/, /j/, /s/,
bentuk meng berubah menjadi meny-.
Dalam ejaan baku, bentuk meny- yang
bergabung dengan huruf <c>, <j>, <sy>
pada awal dasar, disederhanakan men-
jadi men-. Contoh: .
meng- + jatuhkan menjatuhkan
6) Jika ditambahkan pada dasar yang ber-
suku satu, bentuk meng- berubah men-
jadi menge-. Contoh:
meng- + tik mengetik
7) Jika ditambahkan pada kata-kata yang
berasal dari bahasa asing yang dimulai
dengan /s/ menjadi men-. Contoh:
meng- + transfer à mentransfer
8) Jika kata kerja tunggal diulang, dasarnya
diulangi dengan mempertahankan kon-
sonan pertamanya. Dasar yang bersuku
satu mempertahankan unsur nge- di de-
pan dasar yang diulang. Contoh:
- tulis menulis menulis-nulis
Awalan me- mempunyai makna berikut.
1) ’melakukan’, ’mengerjakan’
Ia rajin membaca buku.
2) ’menjadi’
Tujuan kita sudah menyatu.
12ndhamster@gmail.com
71
3) ’melakukan peringatan’
menyeratus hari nenek
4) ’menggunakan’, ’memakai’
menggunting baju, menggergaji kayu
5) ’membuat’, ’menghasilkan’
menggambar burung, menyulam
6) ’mengeluarkan (suara)’
mengeong, mengaum, mengerang
7) ’memberi’, ’melengkapi dengan’
mengecat mobil, memagari rumah.
8) ’menuju’
menepi, menyeberang
9) ’mencari’
Ayah pergi merotan.
d. Awalan peng-
Awalan peng- berfungsi sebagai pembentuk
kata benda (prefks nominal) yang bertalian
bentuk dan maknanya dengan awalan meng-.
Awalan peng- mempunyai makna berikut.
1) ’yang melakukan’
pembaca puisi, pelempar lembing.
2) ’yang menjadi’, ’yang menjadikan’
pemerah bibir, pil penenang
3) ’yang menggunakan’, ’yang memakai’
penggunting, penyabit
4) ’yang menghasilkan’, ’yang membuat’
perajin rotan, pengayam topi bambu
5) ’yang mengeluarkan (suara)’
pengembik, perintih
6) ’yang memberi’, ’yang melengkapi dengan’
pengecat gedung, pemagar rumah
7) ’yang menuju’
pendarat, penepi
8) ’yang mencari’, ’yang mengumpulkan’
pemulung, perotan
e. Awalan di-
Awalan di- tidak akan mengalami perubahan,
tetapi penulisan di- sebagai awalan berbeda
dengan di sebagai kata depan. Di- sebagai
awalan ditulis serangkai dengan yang dile-
katinya, sedangkan sebagai kata depan ditu-
lis terpisah. Di sebagai kata depan menun-
jukkan tempat.
Makna awalan di- adalah sebagai berikut.
1) ’dikenai laku’, ’dikenai tindakan’
Buku itu sudah dibacanya.
2) ’dikenai dengan’
Kayu itu digergaji.
3) ’dibuat’, ’dijadikan’
Tomat itu disambal.
4) ’diberi’, ’dilengkapi dengan’
Rumah itu dipagar bambu.
f. Awalan ter-
Awalan ter- berfungsi sebagai pembentuk
kata kerja dan kata sifat.
Perubahan bentuk awalan ter- adalah:
1) Awalan ter- berubah menjadi te- jika di-
tambahkan pada dasar yang dimulai de-
ngan fonem /r/. Contoh:
ter- + rebut terebut
12ndhamster@gmail.com
72
2) Jika suku pertama berakhir dengan bunyi
/ǝr/, fonem /r/ pada prefks ter- ada yang
muncul dan ada pula yang tidak. Contoh:
ter- + percaya terpercaya
3) Selain kedua kaidah tersebut, awalan ter-
tidak mengalami perubahan.
g. Awalan ke-
Awalan ke- tidak mengalami perubahan ben-
tuk apapun. Awalan ke- berfungsi sebagai
pembentuk kata kerja dan kata benda.
Makna awalan ke- sebagai pembentuk
kata kerja.
1) Mempunyai makna ’telah mengalami’,
menderita keadaan’.
Kucing itu ketabrak sepeda.
2) ’di urutan’ , ’pada urutan’
Ia menjadi juara ketiga.
Sebagai pembentuk kata benda, awalan
ke- mempunyai makna berikut.
1) ’yang mempunyai sifat atau ciri’
ketua, kehendak
2) ’kumpulan’
Kedua orang itu adalah tahanan polisi.
h. Awalan se-
Awalan se- berfungsi sebagai klitika dan
membentuk adverbia.
Awalan se- berupa klitika mempunyai
makna berikut.
1) ’satu’
Aku tinggal serumah dengan kakakku.
2) ’seluruh’
Rapat guru se-Sleman
3) ’sama’, ’sampai’
Sepandai ayahnya
Sebagai pembentuk adverbia atau kata
keterangan, se- memiliki makna berikut.
1) ’dengan’
Seizin ayahnya, dia berangkat.
2) ’seturut’, ’menurut’
Dia berbuat semaunya saja.
3) ’setelah’
Sesampai di sana, dia sakit.
2 Sisipan(Infks)
Sisipan atau infks meliputi –el-, -em-, -er-, dan
–in-. Contoh: telunjuk, telapak, kemelut, kemilau,
seruling, gerigi dan gelembung.
3. Akhiran(Sufks)
a. Akhiran –i
Terdapat dua akhir-an –i yaitu –i sebagai
pembentuk kata kerja dan –i (-iah, -wi, -wiah)
sebagai pembentuk kata sifat.
Sebagai pembentuk kata kerja, akhiran –i
mempunyai makna berikut.
1) ’...di’
Tanami sawah itu dengan padi.
2) ’...kepada’
Kami datangi dia ke rumahnya.
3) ’...ke’
Hadapi dia dengan tenang.
12ndhamster@gmail.com
73
4) ’...dari’
Jangan jauhi dia.
5) ’membuang dari’
Ia menguliti ayam
6) ’berulang-ulang’, ’berkali-kali’
Adik memetiki mangga di pohon.
7) ’memberikan...kepada’,
memanasi sayur, menugasi saya
8) ’memasangi...dengan’, ’memasangkan
...pada’
memagari, menghitami wajah
9) ’...untuk’
menangisi, menertawai
Akhiran -i, -wi, -iah, -wiah diserap dari ba-
hasa Arab. Sebagai pembentuk kata sifat,
-i (-wi, -iah, -wiah) memiliki makna ’bersifat’,
atau ’berkenaan dengan’.
Contoh: alami, duniawi, manusiawi.
b. Akhiran –kan
Akhiran –kan tidak mengalami perubahan
apabila ditambahkan pada kata apapun, dan
berfungsi membentuk kata kerja.
Makna akhiran –kan antara lain:
1) ’menyebabkan’, ’menjadikan’
Kisah sedih itu menangiskan kami.
2) ’melakukan untuk/ bagi orang lain’
Aku membuatkan adik makanan.
3) ’sungguh-sungguh’
Perhatikan gambar berikut.
4) ’dengan’
Ikatkan tali ini pada dahan itu.
c. Akhiran –wan dan -wati
Akhiran –wan dan –wati menunjuk pada
orang yang ahli di bidang tertentu, orang
yang mata pencahariannya atau peker-
jaannya di bidang tertentu, orang yang
memiliki barang atau sifat khusus.
Akhiran –wan memiliki bentuk –man dan
–wati. Akhiran –man diletakkan pada
dasar yang berakhir dengan fonem –i,
contohnya budiman dan seniman. Akhi-
ran –wati merujuk pada perempuan, con-
tohnya karyawati.
d. Akhiran –is, -isme, -isasi
Akhiran –is, -isme, dan –isasi merupakan
akhiran yang dipungut dari bahasa asing.
Akhiran –is berfungsi sebagai pembentuk
kata benda dan kata sifat.
Sebagai pembentuk kata benda, con-
tohnya jurnalis, idealis.
Sebagai pembentuk kata sifat con-
tohnya agamis, egois. Makna akhiran
–is adalah ’orang, pelaku’ dan ’berke-
naan dengan, bersifat’.
Akhiran –isme berfungsi sebagai pem-
bentuk kata benda dan bermakna ajaran
atau paham. Contoh: komunisme, liber-
alisme, kapitalisme.
Akhiran –isasi berfungsi sebagai pem-
bentuk kata benda yang menyatakan
‘proses’, ‘cara’, ‘perbuatan’.
Contoh: globalisasi, liberalisasi
12ndhamster@gmail.com
74
5. ImbuhanTerbelah(Konfks)
Konfks merupakan imbuhan tunggal yang terdiri
atas dua unsur yag terpisah, kiri dan kanan.
a. Konfkske-an
Fungsi konfks ke-an bisa sebagai pemben-
tuk kata kerja, kata sifat, dan kata benda.
1) Sebagai pembentuk kata kerja, ke-an
mempunyai makna ’menderita, meng-
alami kejadian, mengalami keadaan’.
Contoh:
Kemalaman di perjalanan.
2) Sebagai pembentuk kata sifat, ke-an
mempunyai makna ’terlalu’, ’terlampau’
Contoh:
Pakaian seragamnya kekecilan.
3) Sebagai pembentuk kata benda, ke-an
mempunyai makna ’ciri sifat’ dan ’ciri
tempat’.
Contoh:
keadilan, kemanusiaan: mempunyai
ciri tempat
kedudukan, kecamatan: mempunyai
ciri sifat
b. Konfksber-an
Berfungsi sebagai pembentuk kata kerja.
Berikut makna konfks ber-an.
1) ’melakukan sesuatu dengan laku atau
pelaku banyak’, ’tidak beraturan’
Contoh:
Kami berlarian menyelamatkan diri.
2) ’saling’, ’berbalasan’
Contoh: Mereka bersalaman
c. Konfksber-kan
Berfungsi sebagai pembentuk kata kerja
transitif atau yang memerlukan objek.
Beberapa makna imbuhan ber-kan adalah:
1) ’memakai’, ’menggunakan’
Dia tidur beralaskan koran.
2) ’mempunyai’
berharapkan, bermimpikan
3) ’menjadikan’
berasaskan, beristrikan
d. Konfksper-an
Konfks per-an mempunyai bentuk per-an,
pel-an, pe-an. Berfungsi sebagai pembentuk
kata benda. Makna konfks per-an adalah :
1) ’perihal’, ’yang berhubungan dengan’
pekerjaan berat
2) ’hasil memper-...’, ’perihal memper-...’
perpanjangan, perpendekan
3) ’tempat ber-...’
peristirahatan, permukiman
e. Konfksse-nya
Konfks ini dilekatkan pada dasar yang beru-
pa kata sifat perulangan maupun yang bukan
perulangan. Konfks se-nya mempunyai mak-
na ’paling’ atau ’tingkat relatif yang tinggi’.
Contoh: sebenarnya, sejujurnya, setinggi-
tingginya, sebaik-baiknya.
12ndhamster@gmail.com
75
4
Kata Tugas
A. PENGERTIAN
Kata tugas merupakan kata yang hanya mem-
punyai arti gramatikal dan tidak memiliki arti
leksikal. Jadi, kata tugas merupakan kata atau
gabungan kata yang tugasnya semata-mata me-
mungkinkan kata lain berperanan dalam kalimat.
B. MACAM-MACAM KATA TUGAS
1. Preposisi (Kata Depan)
Preposisi terletak di bagian awal frase. Unsur
yang mengikutinya dapat berupa kata benda,
kata sifat, kata kerja. Preposisi ada dua macam,
yaitu tunggal dan gabungan.
a. Preposisi tunggal
Preposisi tunggal terdiri atas satu kata, bi-
asanya kata dasar (di, ke dari, pada, bagi,
oleh) dan berimbuhan (bersama, beserta,
menuju, menurut, terhadap, melalui).
b. Preposisi gabungan
Terdiri atas dua preposisi yang letaknya
berurutan (daripada, kepada, oleh kare-
na, sampai dengan) dan berhubungan.
Preposisi daripada hanya digunakan un-
tuk menyatakan perbandingan.
Preposisi gabungan terdiri atas dua un-
sur yang berpasangan, tetapi terpisah
oleh kata lain, contohnya: dari..hingga..,
dari..sampai ke.., dari..ke.., antara..den-
gan.., antara..dan.., sejak..hingga..
2. Konjungsi (Kata Sambung)
Konjungsi adalah kata tugas yang menghubung-
kan kata dengan kata, frasa dengan frasa, dan
klausa dengan klausa. Jenis-jenis konjungsi:
a. Konjungsi koordinatif
Konjungsi yang menghubungkan dua unsur
atau lebih yang sama pentingnya, atau me-
miliki status yang sama. Konjungsi koordina-
tif antara lain dan, serta, atau, tetapi, melain-
kan, padahal, sedangkan.
b. Konjungsi korelatif
Konjungsi terdiri atas dua bagian yang di-
pisahkan oleh salah satu kata, frasa, klausa
yang dihubungkan. Konjungsi korelatif me-
liputi tidak hanya..., tetapi juga; baik...mau-
pun; bukan hanya..., melainkan juga; jangan-
kan...,...pun...; entah...entah...
c. Konjungsi subordinatif
Konjungsi yang menghubungkan dua klausa
atau lebih. Salah satu klausa merupakan
anak kalimat. Konjungsi subordinatif dibagi
menjadi berikut.
1) Konjungsi subordinatif waktu: sejak, se-
dari, sewaktu, ketika, selama, sesudah,
setelah, hingga, sampai.
12ndhamster@gmail.com
76
2) Konjungsi subordinatif syarat: jika, kalau,
asal, bila
3) Konjungsi subordinatif pengandaian:
andaikan, seandainya, sekiranya
4) Konjungsi subordinatif tujuan: agar,
supaya, biar
5) Konjungsi subordinatif konsesif:
meskipun, walaupun, sungguhpun
6) Konjungsi subordinatif pembandingan:
seakan-akan, seolah-olah, seperti, lak-
sana, daripada, ibarat
7) Konjungsi subordinatif sebab: sebab, ka-
rena, oleh karena
8) Konjungsi subordinatif hasil: sehingga,
sampai-sampai
9) Konjungsi subordinatif alat: dengan, tanpa
10) Konjungsi subordinatif cara: dengan, tanpa
11) Konjungsi subordinatif komplementasi:
bahwa
12) Konjungsi subordinatif atribut: yang
13) Konjungsi subordinatif perbandingan:
sama...dengan, lebih...daripada
d. Konjungsi antarkalimat
Konjungsi yang menghubungkan satu kali-
mat dengan kalimat yang lain.
Contoh: biarpun demikian, meskipun demiki-
an, kemudian, setelah itu, selanjutnya, oleh
karena itu, akan tetapi, namun.
3. Interjeksi (Kata Seru)
Interjeksi adalah kata tugas yang mengungkap-
kan rasa hati manusia.
Interjeksi dapat dikelompokkan menjadi:
a. Interjeksi kejijikan: cih, cis, ih
b. Interjeksi kakaguman: aduhai, amboy, asyik
c. Interjeksi kekagetan: astaga
d. Interjeksi ajakan: ayo, mari
e. Interjeksi simpulan: nah
f. Interjeksi keheranan: lo, aduh, aih
4. Artikel (Kata Sandang)
Artikel adalah kata tugas yang membatasi mak-
na jumlah nomina. Artikel dibagi menjadi 3 ke-
lompok yaitu:
a. Artikel yang bersifat gelar.
Umumnya berhubungan dengan hal yang
bermartabat. Contoh: sang, sri, hang, dang.
b. Artikel yang mengacu ke makna kelompok
atau makna kolektif adalah para.
Para dipakai untuk kelompok manusia yang
memiliki kesamaan sifat, pekerjaan atau
kedudukan. Contoh: para petani, para guru.
c. Artikel yang menominalkan adalah si.
Artikel si digunakan untuk mengiringi nama
orang, membentuk kata benda dari kata sifat
atau kata kerja.
Contoh:
- Si hitam manis itu sangat baik hati.
5. Partikel
Partikel adalah kata tugas yang dalam ucapan
tidak memiliki tekanan dan tidak merupakan kata
karena tidak dapat berdiri sendiri, seperti: –lah,
-kah, -tah, pun.
a. Partikel –lah
Dalam kalimat perintah, -lah dipakai untuk
12ndhamster@gmail.com
77
menghaluskan nada perintah. Dalam kalimat
berita, -lah dipakai untuk ketegasan. Contoh:
Pergilah sekarang, sebelum Ayah mema-
rahimu! (kalimat perintah)
b. Partikel –kah
1) Digunakan untuk mengubah kalimat beri-
ta menjadi kalimat pertanyaan. Contoh:
Dia yang akan pergi. (kalimat berita)
Diakah yang akan pergi? (pertanyaan)
2) Partikel –kah membuat kalimat perta-
nyaan menjadi lebih formal dan halus.
Contoh:
Apa Ayahmu sudah pulang?
Apakah Ayahmu sudah pulang?
3) Digunakan untuk memperjelas kalimat
pertanyaan jika dalam kalimat tersebut
tidak terdapat tanda tanya. Contoh:
Harus aku yang pergi?
Haruskah aku yang pergi?
c. Partikel –tah
Digunakan dalam kalimat pertanyaan yang
tidak mengharapkan jawaban. Contoh: Sia-
patah orangnya yang mau peduli padaku?
d. Partikel pun
1) Dipakai dalam kalimat berita. Pun digu-
nakan untuk mengeraskan arti kata.
Contoh: Kami pun mau menerimanya.
2) Pun sering digunakan bersama –lah un-
tuk menandakan proses mulai terjadi.
Contoh: Tidak lama kemudian, hujan
pun turunlah dengan deras.
5
Makna
A. JENIS MAKNA
1. Makna Leksikal dan Makna Gramatikal
a. Makna Leksikal
Di mana kata dapat dipahami dalam kondisi
lepas, tanpa berada di dalam struktur kali-
mat. Makna leksikal dapat disebut sebagai
makna kamus. Makna leksikal dimiliki oleh
kata bentuk dasar. Contoh: ibu, beli, sayur.
b. Makna Gramatikal
Merupakan makna yang timbul akibat berte-
munya unsur bahasa yang satu dengan un-
sur bahasa yang lain.
Contoh: imbuhan ber- tidak memiliki mak-
na apabila dalam kondisi lepas, tetapi akan
mempunyai makna ‘memiliki’ jika bergabung
dengan rambut menjadi berambut.
2. Makna Denotatif dan Konotatif
a. Makna Denotatif
Makna denotatif adalah makna kata secara
objektif atau apa adanya. Makna denotatif
disebut juga makna lugas.
Contoh:
Ibu memiliki banyak bunga di taman.
bunga adalah ‘bagian tumbuhan yang akan
12ndhamster@gmail.com
78
menjadi buah, biasanya elok warnanya dan
harum baunya’
b. Makna Konotatif
Makna konotatif adalah makna kiasan yang
memiliki kriteria tambahan yang dikenakan
pada makna sebenarnya.
Contoh:
Mereka gugur sebagai bunga bangsa.
Bunga adalah ‘orang yang berjasa kepada
negara, pahlawan’
B. PERTALIAN BENTUK MAKNA
1. Sinonim dan Antonim
a. Sinonim
Sinonim adalah ungkapan yang bermakna
sama atau kurang lebih sama dengan ungka-
pan yang lain. Berikut beberapa perbedaan
kata-kata bersinonim.
1) Makna salah satu kata sinonim lebih
umum daripada lainnya.
Contoh:
memasak lebih umum dibandingkan
mengukus, merebus, memanggang
melihat lebih umum daripada melirik,
menengok, mengintip
2) Makna salah satu kata sinonim lebih in-
tensif daripada lainnya.
Contoh:
gemar lebih intensif daripada suka
3) Makna salah satu kata sinonim lebih
halus atau sopan dibandingkan lainnya.
Contoh:
santap lebih halus daripada makan
4) Makna salah satu kata sinonim lebih ber-
sifat kesastraan (literer) daripada lainnya.
Contoh:
surya lebih literer daripada matahari
tirta lebih literer daripada air
5) Makna salah satu kata sinonim lebih
kolokial (tidak resmi atau santai) diban-
dingkan lainnya. Contoh:
ayah lebih kolokial daripada bapak
6) Makna salah satu kata lebih bersifat ke-
daerahan dibandingkan lainnya
Contoh:
gue, kula, beta lebih bersifat kedae-
rahan daripada saya
7) Salah satu kata sinonim merupakan ko-
sakata bahasa anak-anak.
Contoh:
pipis dan buang air kecil
b. Antonim
Antonim adalah ungkapan yang mempunyai
makna bertentangan atau kebalikan.
1) Antonim kembar
Jika satu disangkal, pasti muncul yang lain.
Contoh:
mati >< hidup, laki-laki >< perempuan
2) Antonim relasional
Kata yang satu merupakan syarat yang lain.
Contoh:
pembeli >< penjual, guru >< murid
12ndhamster@gmail.com
79
3) Antonim bertingkat (gradabel)
Antonim bertingkat berupa kata-kata sifat.
Contoh:
panas >< dingin, panjang >< pendek
4) Antonim majemuk
Jika salah satu disangkal, muncul seke-
lompok kata yang lain.
Contoh:
senin >< selasa, rabu, kamis,......
5. Antonim hierarkis
Jika salah satu disangkal, muncul seke-
lompok kata lain yang bertingkat.
Contoh:
mm >< cm, dm, m, dan seterusnya.
2. Homonim
Homonim adalah ungkapan yang bentuknya
sama tetapi mempunyai makna yang berbeda.
Homonim mencakup homofon dan homograf.
Contoh:
bisa ‘mampu’ dan bisa ‘racun
a. Homofon
Merupakan dua kata yang bunyinya sama,
tetapi berbeda tulisan, ejaan dan makna.
Contoh:
sanksi ‘hukuman’ dan sangsi ‘ragu-ragu’
b. Homograf
Merupakan dua kata yang menunjukkan kes-
amaan bunyi dan ejaan tetapi beda makna.
Contoh:
tahu ‘mengerti’ dan tahu ‘makanan’
3. Polisemi
Polisemi merupakan kata yang memiliki makna
atau penafsiran lebih dari satu. Contoh:
Kata kepala memiliki beberapa makna, yaitu:
‘bagian tubuh dari leher ke atas’
‘bagian depan atau atas sesuatu yang diang-
gap penting’ (contohnya: kepala surat),
‘pemimpin’ (contohnya: kepala sekolah)
4. Hiponim
Hiponim adalah hubungan makna antara yang
lebih kecil dan yang lebih besar atau antara yang
bersifat khusus dan yang bersifat umum. Contoh:
hubungan antara mawar, melati, anggrek,
kamboja, dan bunga
Mawar, melati, anggrek, kamboja merupa-
kan hiponim dari bunga.
D. PERGESERAN MAKNA
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran
atau perubahan makna adalah perkembangan
ilmu, teknologi, budaya dan sebagainya.
1. Perubahan Makna Meluas
Kata-kata saudara, ibu, bapak, adik, kakak, pada
awalnya hanya mengacu pada orang yang me-
miliki hubungan darah, tetapi sekarang diguna-
kan dalam sapaan untuk umum.
2. Perubahan Makna Menyempit
Kata sarjana pada awalnya bermakna ‘orang
pandai atau cendekiawan’, sekarang sarjana
bermakna ‘ orang yang telah lulus dari perguruan
tinggi’.
12ndhamster@gmail.com
80
3. Amelioratif atau Perubahan Makna
Membaik
Kata yang semula mempunyai makna buruk
berubah menjadi baik.
Contoh: tuna netra lebih baik daripada buta.
4. Peyoratif atau Perubahan Makna
Memburuk
Perubahan makna yang mengakibatkan sebuah
ungkapan yang tidak baik atau kasar.
Contoh:
gerombolan pada awalnya bermakna ‘orang-
orang yang berkelompok atau bergerombol’,
sekarang gerombolan bermakna ‘pengacau’
5. Sinestesia
Perubahan makna yang terjadi karena pertuka-
ran tanggapan dua indera yang berbeda.
Contoh:
Kata-katanya manis, membuatku percaya pa-
danya. Kata manis merupakan tanggapan indera
pengecap tetapi dalam kalimat tersebut diguna-
kan untuk tanggapan indera pendengar.
6. Perubahan total
Perubahan total adalah perubahan makna yang
menyimpang jauh atau berbeda sama sekali
dengan makna semula.
Contoh:
Kata canggih pada awalnya bermakna
‘cerewet’, sekarang bermakna ‘modern’, ‘ru-
mit’, atau ‘pelik’.
Kata ceramah pada awalnya bermakna
‘cerewet’ atau ‘banyak cakap’, sekarang ber-
makna ‘pidato’
6
Majas
A. PENGERTIAN
Majas disebut juga bahasa kias atau gaya baha-
sa, yaitu penyimpangan dari bahasa yang biasa,
yang digunakan untuk meningkatkan efek dan
menimbulkan konotasi tertentu.
B. JENIS-JENIS MAJAS
1. Majas Pertentangan
Majas yang mengandung pertentangan antara
yang dinyatakan dengan yang sesungguhnya.
a. Hiperbola
Pernyataan yang membesar-besarkan suatu
peristiwa. Contoh:
Ia terkejut setengah mati mendengar sa-
habatnya mengalami kecelakaan.
b. Litotes
Digunakan untuk memperhalus atau menge-
cilkan suatu peristiwa atau kenyataan.
Contoh:
Datanglah ke gubug kami.
c. Ironi
Majas yang menggunakan kata yang berten-
tangan dengan peristiwa sesungguhnya de-
ngan maksud menyindir secara halus.
12ndhamster@gmail.com
81
Contoh:
Rajin sekali engkau, Nak. Di rumah, eng-
kau hanya makan dan tidur-tiduran.
d. Oksimoron
Majas yang menyatakan sesuatu melalui dua
pernyataan yang bertentangan.Contoh:
Yang tetap dalam hidup ini adalah per-
ubahan.
e. Paradoks
Gaya bahasa yang menggunakan hal-hal
yang bertentangan dengan pendapat umum,
tetapi bisa saja mengandung kebenaran.
Contoh:
Hatinya terasa sepi, tinggal di kota yang
ramai ini.
f. Antitesis
Antitesis bersifat mempertentangkan, bukan
memperbandingkan.Contoh:
Tua ataupun muda, warga wajib mengi-
kuti kerja bakti.
g. Kontradiksi
Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata
yang menentang pernyataan. Contoh:
Tak seorang pun datang kecuali engkau.
2. Majas Perbandingan
Majas yang membandingkan antara sesuatu
yang akan dinyatakan dengan sesuatu yang lain.
a. Personifkasi
Dalam majas ini, benda-benda mati dibuat
seolah memiliki sifat seperti manusia. Contoh:
Mata pisau itu tak berkedip menatapmu.
b. Metafora
Majas yang menyatakan sesuatu sebagai hal
yang sebanding degan hal lain yang sesung-
guhnya tidak sama. Contoh:
Dia baru bangun ketika raja siang telah
bersinar cerah.
Seluruh harta bendanya habis dilalap
jago merah.
c. Perumpamaan
Majas yang memperbandingkan dua hal
yang pada hakikatnya berbeda tetapi diang-
gap sama, menggunakan kata seperti, bagai,
laksana, bagaikan, seumpama, semisal.
Contoh:
Kakak beradik itu tak pernah rukun bagai
anjing dengan kucing.
d. Alegori
Alegori merupakan bentuk metafora yang di-
perpanjang. Contoh:
Hati-hatilah kamu dalam mendayung bahtera
rumah tangga, mengarungi lautan kehidupan
yang penuh dengan badai dan gelombang.
3. Majas Pertautan
Majas yang menautkan atau menghubungkan
antara sesuatu dengan sesuatu yang lain.
a. Metonimia
Majas metonimia memakai nama ciri yang
ditautkan dengan mana orang, barang, atau
hal lain sebagai penggantinya.
Contoh:
Ia naik Garuda ke Jakarta. (Garuda
merupakan nama pesawat)
12ndhamster@gmail.com
82
b. Sinekdok
Sinekdok ada yang pars pro toto merupakan
penyebutan sebagian untuk menyatakan ke-
seluruhan, ada juga totem pro parte meru-
pakan penyebutan seluruhnya untuk me-
nyatakan sebagian. Contoh:
Puluhan ekor ayam mati karena fu bu-
rung. (pars pro toto)
Indonesia berhasil merebut juara I Olim-
piade Fisika. (totem pro parte)
c. Eufemisme
Eufemisme merupakan pemakaian ungkap-
an agar peryataan menjadi lebih halus.
Contoh:
Ali adalah anak orang yang tidak mampu.
d. Alusio
Majas yang merujuk pada tokoh atau peris-
tiwa yang sudah diketahui bersama. Contoh:
Sekarang, banyak Edy Tansil disini.
e. Elipsis
Merupakan majas yang menghilangkan salah
satu unsur penting dalam kalimat lengkap.
Contoh:
Doni dan Tata ke Singapura. (penghilang-
an unsur predikat: pergi)
f. Inversi
Inversi adalah majas yang di dalamnya ter-
dapat pengubahan susunan kalimat.
Contoh:
Malam ini sepi à Sepi malam ini
S P P S
4. Majas Perulangan
a. Aliterasi
Majas yang mempunyai bunyi yang sama.
Contoh:
Lelaki tua putra Madura
Dara damba daku, datang dari danau
b. Repetisi
Majas yang mengulang kata-kata sebagai
penegasan yang dalam kalimat yang sama.
Contoh:
Terima kasih pujaanku, terima kasih pah-
lawanku, terima kasih bunga bangsaku.
c. Paralelisme
Paralelisme merupakan majas yang mengu-
lang kata-kata yang ditulis dalam baris ber-
beda. Contoh:
Tiang tanpa akhir tanpa apa di atasnya
Tiang tanpa topang apa di atasku
Tiang tanpa akhir tanda dukaku
Tiang tanpa siang tanpa malam tanpa
waktu
d. Kiasmus
Kiasmus adalah majas yang berisi pengu-
langan dan merupakan inversi.Contoh:
Banyak orang pintar yang mengaku dirinya
bodoh dan orang bodoh yang mengaku diri-
nya pintar.
e. Antanaklasis
12ndhamster@gmail.com
83
7
Reduplikasi
Reduplikasi atau proses pengulangan meru-
pakan peristiwa pembentukan kata dengan jalan
mengulang bentuk dasar, baik seluruhnya mau-
pun sebagian.
A. JENIS PENGULANGAN
1. Pengulangan Seluruh
Pengulangan seluruh disebut juga dwilingga,
pengulangan yang tanpa pembubuhan imbuhan
dan tanpa perubahan fonem.
Contoh: rumah-rumah, kerusakan-kerusakan
2. Pengulangan Sebagian
Pengulangan sebagian adalah pengulangan
ben-tuk dasar secara sebagian berupa peruba-
han fonem, biasa disebut juga dwipurna.
Contoh:
terguling terguling-guling
3. Pengulangan yang Berkombinasi dengan
PembubuhanImbuhan(Afks)
Pengulangan bentuk dasar dengan penambahan
imbuhan secara bersama-sama atau serentak
dan bersama-sama pula mendukung satu arti.
Contoh:
jauh + se- (pengulangan) –nya sejauh-
jauhnya
4. Pengulangan dengan Perubahan Fonem
Pengulangan yang berubah bunyi. Perubah-
an bunyi tersebut ada yang terjadi pada vokal
atau pada konsonan.
Contoh:
}
}
balik bolak-balik
serba serba-serbi
lauk lauk-pauk
ramah ramah-tamah
Perubahan fonem
vokal
Perubahan fonem
konsonan
B. MAKNA PENGULANGAN
Makna reduplikasi sangat beragam, antara lain:
1. ‘banyak’. ‘bermacam-macam’ buah-buah-
an, lauk-pauk, sayur-mayur
2. ‘saling’ tolong-menolong, pandang-pan-
dang-an, bersalam-salaman
3. ‘menyerupai’, ‘tiruan’ rumah-rumahan, ku-
da-kudaan, langit-langit
4. ‘tindakan yang dilakukan berulang-ulang’
berpindah-pindah, tertawa-tawa.
5. ‘intensitas, kualitas’ kuat-kuat, keras-
keras, dalam-dalam
6. ‘melemahkan sesuatu yang disebut pada
kata dasar, ‘agak’ kekanak-kanakan
7. ‘keremehan’ dia-dia, mereka-mereka
12ndhamster@gmail.com
84
8
Membaca
Membaca adalah melihat atau memahami isi dari
apa yang tertulis (dengan lisan atau dalam hati).
A. JENIS-JENIS MEMBACA
Dilihat dari terdengar atau tidaknya
suara:
1. Membaca Nyaring
Membaca dengan mengeluarkan suara atau
membaca yang dilakukan secara lisan seperti
membaca deklamasi puisi, pidato, berita.
2. Membaca dalam Hati
Disebut juga dengan silent reading, yaitu mem-
baca tanpa mengeluarkan suara dan hanya
menggunakan aktiftas visual atau penglihatan.
Membaca dalam hati biasanya dilakukan untuk
memahami isi bacaan dengan cepat dan baik,
seperti membaca buku pelajaran, surat kabar.
Dilihat dari tujuannya, membaca dibagi
menjadi membaca intensif dan membaca
ekstensif.
1. Membaca Intensif
Membaca yang dilakukan dengan seksama
terhadap rincian-rincian suatu teks atau ba-
caan.
2. Membaca Ekstensif
Membaca yang dilakukan pada teks dalam
jumlah sebanyak-banyaknya tetapi dengan
waktu yang sesingkat-singkatnya.
Tujuan membaca untuk memperoleh gamba-
ran umum dan hal-hal tertentu dari teks.
Membaca ekstensif meliputi membaca skim-
ming dan membaca scanning.
Membaca skimming adalah suatu ket-
erampilan membaca yang diatur secara
sistematis untuk mendapatkan hasil
yang efsien, seperti mengenali topik
bacaan, mengetahui pendapat orang,
mendapatkan bagian penting yang di-
perlukan tanpa membaca seluruhnya,
mengetahui urutan ide pokok.
Membaca scanning adalah suatu teknik
membaca untuk mendapatkan suatu in-
formasi tanpa membaca yang lain-lain.
Misalnya mencari nomor telepon, men-
cari kata dalam kamus, angka statistik
Menghitung kecepatan efektif membaca meng-
gunakan rumus berikut
Jumlah kata dalam teks
Waktu baca per menit
% pemahaman = ... kpm
dengan kpm = kata per menit
12ndhamster@gmail.com
85
B. MEMBACA TABEL, DIAGRAM, GRAFIK, DAN
DENAH
Tabel, diagram, grafk, dan denah merupakan
alat bantu visual yang menarik dan efektif untuk
menunjukkan fakta dengan jelas.
1. Tabel
Tabel adalah daftar berisi informasi, kata-
kata dan bilangan yang tersusun, urut ke
bawah dengan garis pembatas sehingga
dapat mudah disimak.
Tabel juga alat pembantu untuk perangku-
man gagasan-gagasan tertentu.
Pokok tabel dapat diketahui dari judul.
2. Diagram
Diagram adalah gambaran (sketsa) untuk
menerangkan sesuatu.
Bentuk diagram dibedakan menjadi diagram
batang dan diagram lingkaran.
Diagram batang berbentuk persegi pan-
jang dan dilengkapi dengan skala.
Diagram lingkaran menyatakan suatu
peristiwa dalam bentuk lingkaran (360
o
)
yang dipotong-potong menjadi segmen.
3. Grafk
Grafk adalah lukisan pasang surut suatu ke-
adaan dengan garis atau gambar (tentang turun
naiknya hasil, statistik, dan sebagainya).
4. Denah
Denah merupakan gambar yang menyatakan le-
tak kota, jalan, dan sebagainya.
9
Surat Menyurat
Surat-menyurat merupakan suatu bentuk ko-
munikasi tertulis yang dilakukan dengan peran-
taraan surat. Adanya keterbatasan tempat, wak-
tu, tenaga, dan biaya menjadikan surat dianggap
lebih efsien, efektif, praktis, dan ekonomis.
A. PENGGOLONGAN SURAT
1. Menurut isi dan pembuatannya, surat
dibedakan menjadi surat bisnis, surat di-
nas, dan surat pribadi.
a. Surat bisnis adalah surat yang berkaitan
langsung dengan kegiatan bisnis, con-
tohnya surat permintaan dan penawaran,
surat pesanan, surat tagihan.
b. Surat dinas adalah surat yang berkaitan
dengan kegiatan umum, seperti pengu-
mum-an, pemberitahuan, surat tugas,
dan surat keterangan.
c. Surat pribadi dibagi menjadi dua jenis,
yaitu surat pribadi yang bersifat resmi
(seperti surat lamaran, surat izin tidak
masuk kerja, dan surat permohonan)
serta surat pribadi yang bersifat tidak
resmi (seperti surat kepada orang tua,
sahabat, dan sebagainya).
12ndhamster@gmail.com
86
2. Menurut maksud dan tujuan penulisan-
nya, surat dibagi menjadi berikut.
a. Surat pemberitahuan, yaitu surat yang
dibuat untuk memberitahukan sesuatu.
b. Surat keputusan, yaitu surat yang dibuat
untuk maksud memutuskan sesuatu.
c. Surat keterangan, yaitu surat yang di-
buat untuk maksud menerangkan sesuatu.
d. Surat tugas, yaitu surat yang dibuat untuk
menugaskan seseorang melakukan pe-
kerjaan tertentu.
e. Surat permintaan penawaran, yaitu su-
rat yang dibuat untuk maksud meminta
penawaran suatu produk atau jasa.
f. Surat penawaran, yaitu surat yang
dibuat untuk menawarkan suatu produk
atau jasa.
g. Surat pesanan, yaitu surat yang dibuat
untuk memesan suatu produk atau jasa.
B. KRITERIA SURAT YANG BAIK
1. Pemilihan Bentuk Surat
2. Cara Penulisan Bagian-bagian Surat
3. Bahasa Surat
4. Penampilan Surat
5. Efektivitas dan Efsiensi Surat
C. BAGIAN-BAGIAN SURAT
1. Kepala Surat/Kop Surat
2. Nomor Surat
3. Tanggal Surat
4. Alamat Surat
5. Hal surat
6. Salam Pembuka
7. Isi Surat
a. Alinea pembuka
b. Alinea inti
c. Alinea penutup
8. Salam Penutup
9. Nama Organisasi
10. Tanda Tangan dan Nama Terang
11. Jabatan Penandatangan Surat
a. Lampiran
b. Tembusan surat
c. Inisial
D. BENTUK SURAT
1. Bentuk Lurus
a
c
g
h
i
j
l
m
n
f
e
d
b
k
12ndhamster@gmail.com
87
2. Bentuk Setengah Lurus
a
c
g
h
i
j
l
m
n
f
e
d
b
k
Keterangan:
a. Kepala surat/kop surat
b. Nomor surat
c. Tanggal surat
d. Alamat surat
e. Hal surat
f. Salam pembuka
g. Isi surat
h. Salam penutup
i. Nama organisasi
j. Tanda tangan dan nama terang
k. Jabatan penandatangan surat
l. Tembusan surat
m. Lampiran
n. Inisial

10
Menulis
A. MENULIS RESENSI
Resensi berasal dari bahasa Belanda recen-
sie atau dari bahasa Latin recenseo yang
berrati ulasan atau uraian tentang buku, flm,
drama, teater, maupun kaset.
Resensi bersifat informatif mengenai pertim-
bangan mutu, baik atau buruk sebuah buku.
Resensi bertujuan memberikan pertimbang-
an atau penilaian tentang sebuah buku ke-
pada pembaca, sehingga pembaca dapat
menentukan penting dan tidaknya buku
tersebut. Resensi buku juga dapat memban-
tu penerbit atau pengarang untuk memperke-
nalkan buku yang baru diterbitkan.
1. Bagian-bagian Resensi
a. Identitas buku, meliputi judul, nama penga-
rang, nama penerbit, tempat dan tahun terbit,
cetakan, serta tebal buku.
b. Macam atau jenis buku
c. Keunggulan buku
Beberapa faktor yang dapat menjadi kriteria
penilaian keunggulan buku adalah:
1) organisasi buku, meliputi kepaduan, ke-
jelasan, dan perkembangan yang logis
dari sebuah buku.
12ndhamster@gmail.com
88
2) isi buku, sebuah buku dikatakan berbo-
bot jika organisasi dan tema terangkai
padu, baik, dan benar.
3) bahasa, bahasa dapat dilihat dari segi
struktur kalimat, hubungan antarkalimat,
dan diksi atau pilihan kata.
d. Kelemahan buku
e. Nilai buku
2. Bentuk-bentuk Resensi Buku
a. Meringkas d. Membandingkan
b. Menjabarkan e. Memberi penekanan
c. Menganalisis
B. KARYA TULIS
Karya tulis adalah laporan berdasarkan pene-
litian ilmiah. Penelitian ilmiah merupakan suatu
kegiatan untuk mengumpulkan data, menganali-
sis data, dan menyajikan data yang dilakukan se-
cara sistematis dan objektif untuk memecahkan
masalah. Bagian-bagian karya tulis:
1. Pelengkap pendahuluan
Mencakup halaman kulit muka, halaman
judul, halaman pengesahan, halaman
persembahan dan motto, kata pengantar,
daftar isi, dan daftar tabel dan gambar.
2. Isi karangan
a. Pendahuluan
Pendahuluan memuat hal-hal berikut.
Uraian tentang topik yang dikaji, baik
latar belakang maupun sejarah masalah
yang timbul.
Alasan dipilihnya topik.
Uraian tentang arti penting masalah yang
diugkap dan mengapa harus dipecahkan.
Ruang lingkup batas penyusunan karya
tulis.
Uraian mengenai pandangan hidup da-lam
mengkaji masalah yang muncul.
Kerangka teoritis untuk membahas per-
masalahan.
Alasan mengapa penulis menyusun
karya tulis.
b. Tubuh karangan
Tubuh karangan memuat pembahasan ma-
salah-masalah yang muncul.
c Penutup
3. Pelengkap penutup
C. BERITA
Berita adalah laporan peristiwa atau pendapat
yang aktual, menarik, penting, serta cermat
dalam fakta. Berita dapat disajikan secara lisan
dan tulisan. Berita biasanya disiarkan melalui
media elektronik, seperti televisi dan radio, serta
media cetak seperti koran dan majalah.
1. Syarat Berita
Berita harus memenuhi beberapa persyaratan,
antara lain: berlandaskan fakta, aktual, menarik,
objektif, lengkap, sistematis, dan dapat dipahami.
2. Pokok-pokok Berita
Pokok-pokok dalam berita meliputi:
a. when, kapan berita itu terjadi
b. where, di mana berita itu terjadi
12ndhamster@gmail.com
89
c. who, siapa pelaku yang diberitakan (orang,
lembaga, organisasi, negara)
d. what, apa yang diberitakan (tema atau topik
berita yang disampaikan)
e. why, mengapa berita itu terjadi
f. how, bagaimana proses peristiwa itu terjadi
3. Fakta dan Opini
Fakta adalah hal, keadaan, atau peristiwa
yang benar-benar terjadi atau ada, sedang-
kan opini atau pendapat merupakan perki-
raan, pikiran, atau anggapan tentang suatu
hal (seperti orang atau peristiwa).
Pendapat atau opini berupa gagasan,
pendapat, dan harapan. Setiap orang akan
memiliki kesamaan dalam pengamatan
suatu fakta, sebaliknya pendapat atau opini
orang mengenai suatu hal dapat berbeda-
beda. Perbedaan ini tergantung pada sudut
pandang dan latar belakang yang dimiliki.
D. BIOGRAFI
Biograf berasal dari bahasa Yunani biographia,
bio berarti ‘hidup’ dan graphein berarti ‘menulis’.
Dengan demikian, biograf berarti ‘tulisan tentang
hidup’.
Biograf adalah tulisan tentang riwayat kehidu-
pan seseorang. Gaya penceritaan biograf dapat
berupa pemaparan biasa tentang seluruh ke-
hidupan secara utuh (dari lahir hingga wafat)
atau dapat juga ditulis dengan gaya sastra yang
menarik.
11
Iklan, Pengumuman,
dan Poster
A. IKLAN
Iklan mengandung dua pengertian, yaitu:
a. berita pesanan untuk mendorong, membujuk
atau memberikan persuasi kepada khalayak
ramai agar tertarik pada barang atau jasa
yang ditawarkan,
b. pemberitahuan kepada khalayak menge-
nai barang atau jasa yang dijual, dipasang
di dalam media massa atau tempat-tempat
umum.
1. Syarat-syarat iklan
a. Harus objektif dan jujur.
b. Jelas dan mudah dipahami.
c. Tidak menyinggung pihak lain
d. Menarik perhatian orang banyak
Bahasa yang digunakan dalam iklan memiliki kri-
teria berikut.
a. Menggunakan pilihan kata yang tepat, me-
narik, logis, dan sopan.
b. Ungkapan atau majas yang digunakan memi-
kat dan memiliki daya sugesti bagi khalayak.
c. Bahasa disusun untuk menonjolkan informa-
si yang dipentingkan.
d. Teks iklan harus menuju sasaran.
12ndhamster@gmail.com
90
3. Jenis-jenis iklan
a. Iklan pemberitahuan atau pengumuman,
yaitu iklan yang bertujuan untuk memberi-
tahukan sesuatu kepada khalayak. Contoh:
iklan keluarga, yaitu iklan yang berisi berita
keluarga, misalnya kelahiran, ulang tahun,
perkawinan, kematian, dan sebagainya.
b. Iklan undangan, iklan yang berisi ajakan atau
imbauan untuk mendatangi suatu acara atau
pertemuan.
c. Iklan layanan masyarakat, yaitu iklan yang
bertujuan memberikan penerangan atau
penjelasan kepada masyarakat. Contoh: iklan
keluarga berencana dan iklan bahaya narkotika.
d. Iklan permintaan, yaitu iklan yang berisi per-
mintaan sesuatu, seperti lowongan pekerjaan.
e. Iklan penawaran, yaitu iklan yang bertujuan
menawarkan suatu produk.
f. Iklan baris, yaitu iklan kecil (singkat) berisi
penawaran atau informasi tentang sesuatu
yang terdiri atas beberapa baris saja. Iklan
baris disebut juga iklan mini. Ciri-ciri:
menggunakan bahasa yang singkat, pa-
dat, dan tepat,
menggunakan bahasa yang memikat dan
memiliki daya sugesti,
menggunakan kata konotasi positif,
isi iklan baris bersifat objektif, jujur, sing-
kat, jelas, menarik perhatian, dan tidak
menyinggung golongan atau produk lain.
g. Iklan artikel, yaitu iklan yang berisi informasi
atau penawaran panjang yang diawali dengan
perkenalan, isi, keunggulan, dan penutup.
B. POSTER
Poster adalah pengumuman berbentuk gambar
atau tulisan yang ditempelkan di dinding, tem-
bok, atau tempat-tempat umum yang strategis
agar mudah diketahui banyak orang.
1. Jenis poster
Ditinjau dari keperluannya, poster dibedakan
menjadi poster pendidikan, poster penerangan,
poster kegiatan keilmiahan, poster niaga, poster
hiburan atau pertunjukan, dan poster semboyan
suatu daerah. Tujuan poster adalah menarik per-
hatian khalayak untuk berpartisipasi memenuhi
himbauan sesuatu yang diposterkan.
2. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam
Poster
a. Isi poster
Segera menarik perhatian khalayak
Singkat, padat, dan jelas
Tidak menyinggung perasaan orang lain
Tidak membosankan
b. Bahasa poster
Informatif, artinya dapat segera mem-
bangkitkan rasa ingin tahu, rasa ingin
mengerti sesuatu hal itu.
Komunikatif, artinya kalimatnya singkat,
jelas, mudah dipahami, dan tidak banyak
memberikan tafsiran ganda.
Persuasi, artinya dapat segera mem-
bangkitkan rasa tertarik ingin memiliki
dan berbuat sesuatu yang diberitahukan.
12ndhamster@gmail.com
91
Langsung menuju sasaran yang hendak
dicapai atau yang hendak dijangkau.
Dapat disertai gambar, lukisan, sketsa,
yang dapat mendukung bunyi poster atau
ada persamaan tema antara kalimat dan
variasi gambar.
PERBEDAAN IKLAN DAN POSTER
Iklan Poster
 Mementingkan
susunan kata
atau kalimat
 Dipasang di
media cetak atau
elektronik
 Mementingkan
gambar
 Dipasang di
tepi jalan, dekat
pasar, pusat
perbelanjaan, atau
dekat simpang
empat jalan
C. PENGUMUMAN
Pengumuman merupakan bentuk penyampaian
suatu informasi atau pemberitahuan kepada kha-
layak. Cara penyampaiannya bisa berbentuk su-
rat dan bisa pula berbentuk iklan.
Surat pengumuman biasanya ditandai oleh per-
nyataan seperti berikut.
Dalam rangka…, dengan ini kami umumkan
bahwa … Berkenaan dengan surat…dengan ini
kami umumkan bahwa…
12
Jenis Sastra
Jenis sastra adalah suatu hasil klasifkasi ter-
hadap bentuk dan jenis isi sastra yang terdapat
dalam realitas. Pengklasifkasian yang dilakukan
terhadap karya sastra dengan menjadikannya ke
dalam beberapa jenis biasanya didasarkan pada
kriteria tertentu.
A. PEMBAGIAN JENIS SASTRA
1. Naratif
Jenis sastra yang bersifat naratif adalah semua
teks yang isinya tidak bersifat dialog dan meru-
pakan suatu kisah sejarah atau sebuah deretan
peristiwa.
a. Roman
Secara umum, roman tidak jauh berbeda
dengan novel. Perbedaannya adalah jika
novel hanya menceritakan bagian-bagian
tertentu atau bagian yang paling mengubah
kehidupan dari sang tokoh, roman menceri-
takan kisah kehidupan sang tokoh secara
utuh, semenjak lahir sampai meninggal.
b. Novel
Karya sastra tentang kehidupan tokoh dan
menonjolkan watak setiap pelaku. Ciri-ciri:
1) Menceritakan sebagian kehidupan yang
luar biasa.
12ndhamster@gmail.com
92
2) Di dalamnya mengandung konfik yang
mengubah nasib pelakunya.
3) Mempunyai beberapa alur cerita.
4) Perwatakan dan penokohan disajikan se-
cara mendalam.
Novel mempunyai beberapa unsur intrinsik
yang membangun cerita, yaitu:
1) Tema, merupakan gagasan pokok.
2) Sudut pandang, cara pengarang me-
nampilkan tokoh di dalam novel.
3) Perwatakan atau penokohan, pembe-
rian sifat pada seorang tokoh.
4) Latar, merupakan gambaran tempat,
waktu, dan peristiwa dalam novel.
5) Alur, yaitu jalinan atau rangkaian peris-
tiwa dari awal sampai tahap akhir cerita.
Alur dibedakan menjadi alur maju, alur
mundur, dan alur gabungan.
Alur maju, dimulai dari tahap perke-
nalan, tahap masalah, penyelesaian.
Alur mundur, dimulai tahap penyele-
saian, diikuti tahap-tahap peristiwa
yang mendahuluinya.
Alur gabungan, diawali dengan pun-
cak ketegangan, dilanjutkan dengan
perkenalan, dan diakhiri dengan pe-
nyelesaian.
c. Novelet
Novelet adalah bentuk prosa atau cerita
naratif yang lebih panjang dan lebih kom-
pleks dari cerita pendek tetapi tidak sepan-
jang novel.
d. Cerpen
Cerpen merupakan karangan fktif yang
menceritakan sebagian kehidupan se-
seorang atau kehidupan manusia yang
diceritakan secara ringkas.
Unsur intrinsik yang terdapat dalam cer-
pen adalah tema, sudut pandang, per-
watakan, latar atau setting, dan alur.
e. Cerita anak asli dan terjemahan
f. Dongeng
Dongeng merupakan salah satu bentuk
karya sastra lama yang berjenis prosa.
Dongeng juga merupakan cerita rekaan,
khayal, atau fksi.
Unsur-unsur dongeng: tokoh, watak to-
koh, alur, latar, tema, dan amanat.
Perbedaan antara dongeng dan cerpen
atau novel adalah tingkat rekaannya.
Oleh karenanya, dongeng mempunyai
daya tarik tersendiri bagi anak-anak.
Dongeng mempunyai ciri-ciri berikut.
1) Alur sederhana
2) Singkat
3) Tokoh tidak diuraikan secara rinci
4) Penceritaan lisan
5) Pesan dan tema ditulis dalam cerita
6) Pendahuluan singkat dan langsung
2. Drama
Teks-teks drama adalah semua teks yang bersi-
fat dialog dan isinya membentangkan sebuah
alur. Drama merupakan proyeksi konfik kehidup-
an manusia di dunia nyata, yang disajikan di
12ndhamster@gmail.com
93
atas pentas dalam bentuk dialog dan gerakan.
Berdasarkan pengertian drama, ciri khas drama
adalah dialog. Dalam teks naratif dan puisi, dia-
log tidak begitu menonjol.
Jenis-jenis drama
1) Berdasarkan bentuk sastra cakapannya
Drama puisi, yaitu drama yang sebagian
besar cakapannya disusun dalam bentuk
puisi atau menggunakan unsur-unsur puisi.
Drama prosa, yaitu drama yang cakapan-
nya disusun dalam bentuk prosa.
2) Berdasarkan sajian isinya
Tragedi (drama duka), yaitu drama yang
menampilkan tokoh yang sedih atau mu-
ram, yang terlibat dalam situasi gawat ka-
rena sesuatu yang tidak menguntungkan.
Komedi (drama ria), yaitu drama ringan
yang bersifat menghibur, walaupun selo-
rohan di dalamnya dapat bersifat menyin-
dir, dan yang berakhir dengan bahagia.
Tragikomedi (drama dukaria), yaitu
drama yang sebenarnya menggunakan
alur dukacita tetapi berakhir dengan ke-
bahagiaan.
3) Berdasarkan besarnya pengaruh unsur
seni lainnya
Opera/operet, yaitu drama yang menon-
jolkan seni suara atau musik.
Sendratari, yaitu drama yang menonjolkan
seni tarian tanpa dialog, diiringi musik.
Tablo, yaitu drama yang dilakukan tanpa
gerak atau tanpa dialog.
4) Berdasarkan kuantitas cakapannya
Pantomim, yaitu drama tanpa kata-kata
Minikata, yaitu drama yang menggunak-
an sedikit sekali kata-kata.
Doalogmonolog, yaitu drama yang meng-
gunakan banyak kata.
5) Bentuk-bentuk lain
Drama absurd, yaitu drama yang se-
ngaja mengabaikan atau melanggar kon-
versi alur, penokohan, tematik.
Drama baca, naskah drama yang hanya
cocok untuk dibaca, bukan dipentaskan.
Drama borjuis, drama yang bertema
tentang kehidupan kaum bangsawan
(muncul abad ke-18).
Drama domestik, drama yang men-ceri-
takan kehidupan rakyat biasa.
Drama duka, yaitu drama yang khusus
menggambarkan kejatuhan atau kerun-
tuhan tokoh utama
Drama liturgis, yaitu drama yang pe-
mentasannya digabungkan dengan upa-
cara kebaktian gereja (pada abad perte-
ngahan).
Drama satu babak, yaitu lakon yang ter-
diri dari satu babak, berpusat pada satu
tema dengan sejumlah kecil pemeran
gaya, latar, serta pengaluran yang ring-
kas.
Drama rakyat, yaitu drama yang timbul
dan berkembang sesuai dengan festival
rakyat yang ada (terutama di pedesaan).
12ndhamster@gmail.com
94
Unsur-unsur drama
a) Naskah f) Cahaya
b) Sutradara g) Penonton
c) Pemeran h) Kostum
d) Panggung i) Rias
e) Bunyi (sound effect)
3. Puisi
Puisi adalah bentuk karya sastra imajinatif yang
berisi ungkapan pikiran dan perasaan penyair
berdasarkan pengalaman jiwanya yang memuat
pesan dengan tafsiran arti yang relatif luas kare-
na kadang dibuat dalam bahasa yang tidak lugas.
a. Unsur-unsur Puisi
1) Tema, merupakan gagasan pokok yang akan
diungkapkan penyair.
2) Diksi, merupakan pilihan kata yang digunak-
an penyair. Kata-kata yang digunakan dalam
puisi bersifat konotatif atau memiliki kemung-
kinan makna lebih dari satu dan puitis yaitu
mempunyai efek keindahan.
3) Rima, sering disebut juga sajak atau persa-
maan bunyi.
4) Gaya bahasa, merupakan unsur yang men-
jadikan puisi lebih hidup dan men-jelaskan
gambaran angan.
b. Jenis
1) Puisi lama
Pantun
Terdiri atas dua bagian, yaitu bagian
sampiran dan isi.
Salah satu keindahan bahasa dalam se-
buah pantun ditandai oleh rima a - b - a - b.
Syarat-syarat pantun:
satu bait terdiri atas empat baris,
baris pertama dan kedua merupakan
sampiran, sedangkan bait ketiga dan ke-
empat merupakan isi,
setiap baris terdiri atas 8 - 12 suku kata,
rima akhir berpola a - b - a - b.
Contoh pantun:
Asam pauh dari seberang
Dimuat di dalam peti
Badan jauh di rantau orang
Kalau sakit siapa mengobati
Berdasarkan isinya, pantun terdiri atas
tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
Pantun anak-anak, terdiri atas pantun
teka-teki dan pantun jenaka.
Pantun remaja, terdiri atas pantun perke-
nalan, pantun berkasih-kasihan, dan pan-
tun perpisahan.
Pantun orang tua, terdiri atas pantun adat,
pantun agama, dan pantun nasihat.
Syair
Ciri-ciri:
setiap bait terdiri atas empat baris,
setiap baris merupakan kalimat lengkap
yang terdiri atas 8-12 suku kata dan 3-4
kata,
memiliki pola sajak a-a-a-a,
semua baris merupakan isi,
rangkaian bait satu dengan bait berikut-
nya merupakan rangkaian cerita.
12ndhamster@gmail.com
95
Contoh syair:
Inilah gerangan suatu madah,
mengarangkan syair terlalu mudah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah itikad diperetuli sudah.
Gurindam
Gurindam berasal dari Tamil yang dibawa
oleh orang-orang Hindu. Ciri-ciri:
Terdiri atas dua baris
Setiap baris terdiri atas 4-6 kata atau 10-
14 suku kata.
Memiliki pola rima sempurna, yaitu a-a-a-a.
Baris pertama merupakan sebab dan
baris kedua adalah akibat.
Gurindam berisi nasihat.
Contoh gurindam:
Kurang pikir, kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat
2) Puisi baru
Puisi baru merupakan puisi yang muncul
pada tahun 30-an. Puisi baru terbagi menjadi
delapan, yaitu:
Distikon (puisi dengan untaian 2 baris),
Terzina (puisi dengan untaian 3 baris),
Kuatren (puisi dengan untaian 4 baris),
Kuin (puisi dengan untaian 5 baris),
Sekstet (puisi dengan untaian 6 baris),
Septima (puisi dengan untaian 7 baris),
Oktaf (puisi dengan untaian 8 baris),
Soneta (puisi dengan untaian 14 baris).
13
Kategori Kata
A. KATA KERJA (VERBA)
Kata kerja atau verba merupakan kata yang ber-
fungsi sebagai predikat atau sebagai inti predikat
dalam kalimat. Verba mempunyai makna ‘per-
buatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan
sifat dan bukan kualitas’.
Ciri-ciri Kata Kerja
a. Verba tidak dapat diberi prefks ter- yang be-
rarti ‘paling’. Contohnya,verba mati dan suka
tidak dapat diubah menjadi termati, tersuka.
b. Pada umumnya, verba tidak dapat bergabung
dengan kata-kata yang menyatakan makna
kesangatan. Contohnya, tidak ada bentuk
sangat makan, sangat tidur, sangat pergi.
B. KATA BENDA (NOMINA)
Kata benda atau nomina adalah kata yang men-
gacu pada manusia, binatang, benda, dan kon-
sep atau pengertian.
Ciri-ciri kata benda:
a. Dalam kalimat yang predikatnya kata kerja,
kata benda cenderung menduduki fungsi
subjek, objek atau pelengkap. Misalnya, kata
pekerjaan dalam kalimat Ayah mencarikan
saya pekerjaan adalah kata benda.
12ndhamster@gmail.com
96
b. Kata benda tidak dapat diingkarkan dengan
kata tidak. Kata pengingkarnya adalah kata
bukan. Contoh, untuk mengingkarkan kali-
mat Ayah saya guru harus dipakai kata bu-
kan: Ayah saya bukan guru.
c. Kata benda umumnya dapat diikuti oleh kata
sifat, baik secara langsung maupun dengan
kata penghubung yang. Misalnya, kata buku
merupakan kata benda karena dapat ber-
gabung menjadi buku baru atau buku yang
baru.
C. KATA SIFAT (ADJEKTIVA)
Kata sifat disebut juga adjektiva, yaitu kata
yang digunakan untuk menyatakan sifat atau ke-
adaan orang, benda, atau binatang.
1. Ciri-ciri Kata Sifat
a. Kata sifat dapat diberi keterangan pemband-
ing lebih dan paling
Contoh: lebih bahagia, paling kecil
b. Kata sifat dapat diberi keterangan penguat
sangat, sekali, benar, terlalu
Contoh: sangat jauh, kecil sekali, terlalu panjang
c. Kata sifat dapat diingkari dengan tidak. Con-
tohnya: tidak jauh, tidak cantik
d. Kata sifat dapat diulang dengan se–nya.
Contoh: setinggi-tingginya, sedekat-dekatnya
e. Pada kata tertentu berakhir dengan –er, -(w)
i, -iah, -if, -al ,dan -ikan.
Contoh: duniawi, alamiah, progresif
2. Jenis-jenis Kata Sifat
a. Kata sifat bertaraf
Kata sifat bertaraf terdiri atas kata sifat
pemeri sifat, kata sifat ukuran, warna, waktu,
jarak, sikap batin, cerapan.
1) Kata sifat pemberi sifat
Kata sifat pemeri sifat memerikan kuali-
tas atau intensitas fsik dan mental, se-
perti lingkungan nyaman, rumah bersih,
pasangan serasi, sungai dangkal.
2) Kata sifat ukuran
Kata sifat ukuran mengacu pada kuali-
tas yang dapat diukur secara kuantitatif,
seperti rumah kecil, menara tinggi, badan
besar, kursi panjang.
3) Kata sifat warna
Kata sifat warna mengacu pada warna
sesuatu, seperti baju merah, noda hitam,
sepatu putih, langit biru, dan sebagainya.
Kata sifat warna dapat diberi pewatas
(misalnya muda, tua, dan semu), seperti
merah muda berarti ‘merah agak pucat’,
‘merah yang kurang terang’; merah tua
berarti merah kehitam-hitaman’, ‘merah
yang sangat merah’; semu merah yang
berarti ‘agak merah’. Nama warna juga
dapat berupa gabungan dua warna, dan
unsur keduanya diulang, seperti cokelat
kehitam-hitaman, biru kehijau-hijauan.
4) Kata sifat waktu
Kata sifat waktu mengacu pada proses,
perbuatan atau keadaan dan berlang-
12ndhamster@gmail.com
97
sungnya sesuatu, seperti lama, segera,
sering, cepat, larut, mendadak, dan singkat.
5) Kata sifat jarak
Kata sifat jarak mengacu pada ruang
antara dua benda atau tempat, seperti
rumah yang jauh, jarak dekat, rambutnya
jarang, sahabat karib, pikiran sempit.
6) Kata sifat sikap batin
Kata sifat sikap batin bertalian merujuk
pada suasana hati atau perasaan, mis-
alnya bahagia, bangga, ngeri, rindu, ce-
mas, takut, sayang.
7) Kata sifat cerapan
Kata sifat cerapan berhubungan dengan
panca indera, yaitu penglihatan, pende-
ngaran, penciuman, perabaan, dan cita rasa.
Contoh:
penglihatan: terang, suram, gemerlap
pendengaran: bising, merdu, nyaring
penciuman: harum, anyir, busuk, amis
perabaan: halus, kasar, kesat, lembut,
basah, lembap
cita rasa: asam, enak, pahit, tawar
b. Kata sifat tak bertaraf
Kata kerja tak bertaraf menyebabkan kata
benda acuannya berada di dalam atau di luar
kelompok atau golongan tertentu. Kehadiran
kata sifat itu tidak dapat bertaraf-taraf se-
hingga kata benda acuannya harus berada
di dalam atau di luar kelompok itu, misalnya
dunia gaib, jalan buntu, kisah abadi, makna
ganda, istri sah, dan sebagainya.
D. KATA KETERANGAN (ADVERBIA)
Kata keterangan atau adverbia adalah kata
yang menjelaskan kata kerja, kata sifat, dan kata
keterangan yang lain. Kata keterangan juga ber-
fungsi menjelaskan fungsi fungsi predikat. Ben-
tuk kata Keterangan:
1. Kata keterangan tunggal
a. Kata keterangan tunggal berupa kata dasar,
contohnya: hampir, segera, paling, saja.
b. Kata keterangan tunggal berupa kata ber-afks
Kata keterangan tunggal kata berafks di-
peroleh dari konfks se-nya yang dilekatkan
pada kata dasar. Contohnya: sebaiknya,
sesungguhya.Selain itu, ada pula kata ket-
erangan yang diperoleh dari awalan ter- con-
tohnya: teramat, terlalu, terlampau.
c. Kata keterangan tunggal berupa kata ulang
Kata keterangan tunggal berupa kata ulang
dapat diperoleh dari (1) pengulangan kata
dasar, seperti diam-diam, tinggi-tinggi, (2)
pengulangan kata dasar dan penambahan
awalan se-, seperti sepandai-pandai, set-
inggi-tinggi, (3) pengulangan kata dasar dan
penambah-an akhiran –an, seperti kecil-keci-
lan, mati-matian, (4) pengulangan kata dasar
dengan konfks se-nya, seperti setinggi-
tingginya, sebanyak-banyaknya.
2. Kata keterangan gabungan
Kata keterangan gabungan berupa kata ke-
terangan gabungan yang berdampingan dan
yang tidak berdampingan.
12ndhamster@gmail.com
98
a. Kata keterangan berdampingan, contohnya:
hampir selalu, lagi pula
b. Kata keterangan tidak berdampingan, con-
tohnya: hanya…saja, sangat…sekali
E. KATA GANTI (PRONOMINA)
Kata ganti adalah kata yang dipakai untuk men-
gacu kepada kata benda lain. Kata ganti men-
duduki posisi sebagai subjek, objek dan mungkin
sebagai predikat. Jenis kata ganti:
1. Kata ganti orang adalah kata ganti yang di-
gunakan untuk mengacu atau menggantikan
orang. Contohnya:
Kata ganti
orang
Tunggal Jamak
Petama (yang
berbicara)
Saya, aku,
daku, -ku, -ku
Kami, kita
Kedua (yang
diajak berbi-
cara)
Engkau, kamu,
Anda, dikau,
kau-, -mu
Kalian, kamu
sekalian, Anda
sekalian
Ketiga (yang
dibicarakan)
Ia, dia, beliau,
-nya,
mereka
2. Kata ganti tunjuk dipakai untuk mengacu ke-
pada benda, tempat, atau hal.
Contoh:
ini (menunjuk benda)
di sana (menunjuk tempat)
begini (menunjuk hal)
3. Kata ganti penanya berfungsi menanyakan
orang atau benda, yaitu berfungsi sebagai
penanda pertanyaan.
Contoh:
apa, siapa, di mana, mengapa
F. KATA BILANGAN (NUMERALIA)
Kata bilangan adalah kata yang dipakai untuk
menghitung banyaknya orang, binatang, barang,
dan konsep. Jenis kata bilangan:
1. Kata bilangan pokok atau utama
Kata bilangan pokok adalah kata bilangan
yang menjadi dasar atau sumber bilangan-
bilangan lain. Kata bilangan pokok bisa beru-
pa kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang,
dan gabungan kata. Contoh: satu, ratusan,
beribu-ribu, tiga ikat
2. Kata bilangan tingkat
Kata bilangan tingkat berfungsi menyatakan
urutan tempat beradanya sesuatu, diguna-
kan di belakang kata benda.
Kata bilangan utama dapat menjadi kata bi-
langan tingkat dengan menambahkan awa-
lan ke-. Contoh: kedua, kesepuluh
H. KATA SAPAAN DAN KATA ACUAN
1. Kata Sapaan
Kata sapaan atau kata penyapa (nomina
sapaan) adalah kata yang dipakai sebagai
kata ganti orang kedua (persona kedua) un-
tuk menegur, mengajak bercakap-cakap, dan
sebagainya.
Huruf pertama kata sapaan ditulis menggu-
nakan huruf kapital. Pada umumnya, kata sa-
paan berkaitan dengan istilah kekerabatan.
Contohnya: Bapak, Ibu, Kakak, Adik, Sauda-
ra. Selain berkaitan dengan hubungan keker-
12ndhamster@gmail.com
99
abatan, kata sapaan juga berkaitan dengan
nama jabatan dan pangkat. Contohnya: dok-
ter, profesor, dan lurah.
Kata sapaan yang berdasarkan hubungan
kekerabatan dan nama jabatan mempunyai
bentuk yang lebih pendek dan singkat, se-
perti Pak, Bu, Dok, dan Prof. Dalam konteks
tertentu, bentuk lengkap dan bentuk singkat
dapat digunakan. Namun, dalam konteks
yang lain, hanya salah satu yang dapat dipak-
ai. Apabila nama diri mengikuti kata sapaan,
kedua macam bentuk itu dapat dipakai.
Contoh:
Bapak Agung sekarang mengajar di mana?
Pak Agung sekarang mengajar di mana?
Profesor Darmiyati akan pergi ke mana?
Prof. Darmiyati akan pergi ke mana?
Jika kata sapaan tidak diikuti nama diri, ben-
tuk singkat tidak dapat dipakai. Contoh:
Apakah Pak sudah makan?
Apakah Prof. hari ini bisa mengajar?
Contoh kalimat tersebut adalah kalimat yang
tidak berterima. Jika bentuk singkat akan
dipakai tanpa nama diri, kalimat tersebut ha-
rus berakhir dengan sapaan.Contoh:
Apa sudah makan, Pak?
Apa hari ini bisa mengajar, Prof?
2. Kata Acuan
Kata acuan merupakan kata yang digunakan
untuk menggantikan kata ganti dalam komu-
nikasi langsung.
Kata sapaan dan kata acuan memiliki kemi-
ripan, yaitu keduanya sama-sama menggu-
nakan kata benda. Namun, keduanya mem-
punyai fungsi yang berbeda. Contoh:
Anak-anak, Bapak akan menceritakan
pengalaman menarik.
Ibu akan pergi, jaga adikmu baik-baik ya.
G. KATA TUGAS
Kata tugas merupakan kata atau gabungan kata
yang tugasnya semata-mata memungkinkan
kata lain berperanan dalam kalimat. Kata tugas
merupakan kelas kata yang tertutup sehingga
tidak mudah terpengaruh oleh unsur bahasa as-
ing. Kata tugas berupa preposisi (kata depan),
konjungsi (kata sambung), interjeksi (kata seru),
artikel (kata sandang, dan partikel.
14
Berbicara
A. DISKUSI
Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi an-
tara dua orang atau lebih/kelompok.
Etika Memberikan Pendapat dalam Diskusi
a. Menunjukkan solidaritas, partisipasi, dan
suasana segar.
12ndhamster@gmail.com
100
b. Memberikan usul, saran, dan pendapat ke-
pada pihak lain.
c. Mengajukan pertanyaan, keberatan, dan me-
minta dasar pendirian orang lain serta men-
gusulkan suatu kesimpulan.
d. Tidak berprasangka buruk, tidak berperilaku
ekstrim, dan tidak pasif.
e. Mendengarkan semua informasi, menganali-
sis, dan membuat catatan khusus mengenai
hal dimaksud.
B. WAWANCARA
Wawancara adalah percakapan dengan maksud-
maksud tertentu.
1. Jenis Wawancara
a. Wawancara berstruktur
Wawancara berstrukur adalah wawancara
yang dilakukan dengan mengajukan bebe-
rapa pertanyaan secara sistematis dan per-
tanyaan yang diajukan telah disusun sebe-
lumnya.
b. Wawancara tidak berstruktur
Wawancara tidak berstruktur adalah wa-
wancara dengan mengajukan beberapa per-
tanyaan secara lebih luas dan leluasa tanpa
terikat oleh susunan pertanyaan yang telah
dipersiapkan sebelumnya.
c. Wawancara secara terang-terangan
Wawancara secara terang-terangan adalah
wawancara yang dilakukan untuk mem-
peroleh informasi secara leluasa dengan
baik dan benar dari lawan bicara, karena be-
rawal dari keterbukaan dan keterusterangan
bahwa peneliti menginginkan beberapa infor-
masi dari responden.
d. Wawancara dengan menempatkan
informan sebagai jawatan.
Jenis wawancara ini menempatkan infor-
man atau responden sebagai co-researcher
(pasangan atau sejawat) peneliti. Pada ke-
sempatan ini, peneliti berterus terang meng-
ungkapkan maksud dan tujuan penelitian,
juga beberapa harapan yang diinginkan dari
informan. Pada jenis wawancara ini, data
dan informasi yang diperoleh sangat mem-
pengaruhi kualitas hasil penelitian.
2. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam
Wawancara
a. Jelaskan maksud dilakukannya survai ini se-
belum memulai wawancara.
b. Berikan penjelasan singkat atau pemaham-
an seputar topik yang dibahas.
c. Sebelum mengakhiri wawancara, pastikan
semua pertanyaan telah diajukan dan semua
jawaban telah dicatat dengan rapi.
d. Di akhir wawancara ucapkan terima kasih ke-
pada responden.
Untuk melaksanakan wawancara dengan baik,
beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu:
bagaimana pewawancara, apa isi wawancara,
bagaimana situasi wawancara, dan bagaimana
kesiapan responden.
12ndhamster@gmail.com
Bahasa Inggris
102
1
Adverbs
Adverbs adalah kata yang ditambahkan setelah
kata lain (selain kata benda dan kata ganti), yang
berfungsi sebagai kata keterangan.
Macam macam adverbs adalah sebagai berikut.
1. Adverbs of time (kata keterangan waktu)
a. Defnitetime(waktutertentu)
today, tomorrow, yesterday, everyday,
tonight,last…(week,month,etc.),next…
(week,month,Sunday,etc.),in…(Febru-
ary, the afternoon, etc.)
Contoh:Shewillcomein January.
b. Indefnitetime(taktentu)
already, yet, recently, ever, never, before,
after, usually, often, sometimes, soon,
still.
Contoh:Thetrainwillarrivesoon.
2. Adverbs of place (kata keterangan tempat)
at…, on…, anywhere, here, there, inside,
in front of, in back, behind, around, hereby,
hereto.
Contoh: The girl isn’t here.
3. Adverbs of manner (kata keterangan cara)
quickly, rudely, kindly.
Contoh: He speaks rudely.
4. Adverbs of frequency (kata keterangan
tingkat)
always, often, usually, ever, seldom, rarely,
never.
Contoh:Shenever comes late to school.
5. Adverbs of quantity (kata keterangan jumlah)
once,twice,…times(morethantwo),half.
Contoh: Dika goes to the library four timesaweek.
Catatan:
Adverbs of manner terbentuk dari adjectives +
–ly (contoh: quick+ –ly = quickly).
Namun, ada pula adverb yang bentuknya sama
dengan adjectives dan tidak boleh ditambah –ly
setelahkatatersebut(fast,hard,high,low,late,
long, early)
Contoh: He can run fast.
Contoh:
RoniandDinistudyatSMP1.Theirschoolhas
a nice library. The library is not so big, but it has
alotofbooks,newspaper,andmagazines.The
books are arranged according to a system.
Howarethebooksarrangedinthelibrary?They
are arranged ....
a. neatly c. mathematically
b. orderly d. systematically
Jawab: (d)
Jawabandapatdilihatpadakalimatterakhir.”The
books are arranged according to a system” arti-
nya “buku-buku disusun berdasarkan sistem”.
Kata system dapat diubah menjadi kata keteran-
gan menjadi systematically, artinya ‘secara siste-
matis’.
12ndhamster@gmail.com
103
2
Conjunctions
Conjunctions adalah kata sambung/penghu-
bung atau kelompok kata dalam bahasa Inggris
yang berfungsi menghubungkan dua kata, frase,
atau kalimat.
Macam-macam kata hubung.
1. Because, as, since, because of, due to (se-
bab), for (karena).
Contoh: Dita doesn’t go to school because
she is sick.
2. And (dan).
Contoh: Yudit and Andre are doctor.
3. Although, even though, though, despite, in
spiteof(walaupun,meskipun).
Contoh: They still go although there is hard
rain.
4. Therefore, so, so that, thus (oleh karena itu).
Contoh:Thequestionsweresodiffcultthere-
fore, many students couldn’t do that.
5. Moreover, furthermore (lagi pula).
Contoh: Mr. Harry is very rich, moreover he is
very generous.
6. Besides,inaddition(selainitu,disampingitu).
Contoh: The students must do the assign-
ment; in addition, they must submit it soon.
7. However (namun), but(tetapi),nevertheless
(akan tetapi), yet, still (namun demikian).
Contoh: His leg is broken; however, he can
fnishthegame.
Contoh:
1. Mother:Whydoyoucomehomelate?
Ghifar :There was a school football match,
Mom.…Iwatcheditfrstwithmyfriend.
Mother:Don’t do it again without telling me
before.
Ghifar : Okay, Mom.
a. So c. But
b. And d. Or
Jawab: (a)
Percakapan tersebut bersifat causatives,
maka kata so harus digunakan.
There was a school football match Mom. So
I watched it frst with my friend (Karena ada
pertandingan sepak bola makanya aku ber-
sama teman-teman menontonnya).
2. Hefeltveryscared...hesawsamedogsand
a huntsman with a black face and horn be-
hind them coming nearer.
a. when c.so
b. but d. and
Jawab: (a)
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat
tersebut adalah kata when (ketika) untuk
menerangkan keterangan waktu. Jadi, dia
merasa sangat takut ketika melihat anjing
yangsamadanpemburuberwajahgelap.
12ndhamster@gmail.com
104
3
Correlative
Conjunctions
Correlative conjunctions adalah kata sambung
yang memiliki pasangan masing-masing untuk
menggabungkan dua buah kalimat/frase.
1. Not only … but also…
(bukan hanya… tetapi juga…)
Contoh:
l Reptiles live not only on the land but also
inthewater.
l Ariel not only sings the song but also
composes it.
2. Either … or …
(baik… maupun…)
Contoh:
DewigoestothelibraryonMonday
Desy goes to the library on Monday
→ EitherDewior Desy goes to the library on
Monday.
3. Neither … nor …
(baik… maupun… tidak)
Contoh:
Idon’treadthenewspaper.
Youdon’treadthenewspaper.
→ Neither I noryoureadthenewspaper.
4. Both … and …
(baik… dan … keduanya)
Contoh:
l Shereadsboth quickly and carefully.
l BothFirdaand Gisca play tennis.
Contoh:
X :WhatdotheOlympicGamesconsistof?
Y :The summer games and the winter games
… are held every four years.
a. Both c. Notonly
b. All d. None of
Jawab: (a)
Dari percakapan tersebut diketahui ada dua sub-
jek yang dirangkai dengan and, dalam correlative
conjunction berpasangan dengan both.
The summer games and the winter games both
are held every four years
4
Degree of
Comparison
A. COMPARATIVES (TINGKAT LEBIH)
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menun-
jukkan tingkat kualitas dari kata sifat (adjective)
dan kata keterangan (adverb).
1. Menambahkan akhiran –er pada adjective
12ndhamster@gmail.com
105
dan adverb yang mempunyai 1 suku kata/2
sukukatayangberakhiran–er,–le,–ow,–y.
adjective
fast – faster
funny – funnier
adverb hard – harder
2. Menambahkan kata more sebelum adjective
dan adverb yang mempunyai 3 suku kata
atau lebih.
adjective
expensive–moreexpen-
sive
adverb quickly – more quickly
B. SUPERLATIVES (TINGKAT PALING)
1. Menambahkan akhiran –est pada adjective
dan adverb yang mempunyai 1 suku kata/2
sukukatayangberakhiran–er,–le,–ow,–y.
adjective
fast – fastest
funny – funniest
adverb hard – hardest
2. Menambahkan kata the most sebelum adjec-
tive dan adverb yang mempunyai 3 suku kata
atau lebih.
adjective
expensive–themost
expensive
adverb quickly – the most quickly
Catatan:
ada beberapa adjective yang mempunyai bentuk
perbandingan yang tidak tetap (irregular com-
parative forms)
bad
good
many
little
old
far
worse
better
more
less
older/ elder
farther/ further
worst
best
most
least
oldest/ eldest
farthest/ fur-
thest
Contoh:
Complete the sentence based on this table.
Name
Number of
cars sold
Mr. Hadi
Mr. Jack
18
25
Mr. Hadi sells ... cars than Mr. Jack does.
a. less c. fewer
b. little d. more
Jawab: (a)
Dari tabel dapat diketahui bahwa Mr. Hadi
menjual lebih sedikit mobil daripada Mr. Jack.
Lebih sedikit dalam konteks jumlah mobil
adalah barang yang dapat dihitung, sehingga
kata yang tepat untuk melengkapi kalimat
tersebut adalah kata less.
12ndhamster@gmail.com
106
5
Tenses
Tenses adalah perubahan bentuk kata kerja
(verb) karenaperubahanwaktudansifatkejadi-
an tertentu pada suatu konteks kalimat.
A. SIMPLE PRESENT TENSE
(+) S + V
1
/V
s/es
I play badminton everyday.
Sheplaysbadmintoneveryday.
(–) S + don’t/doesn’t
I don’t play badminton everyday.
Shedoesn’tplaybadmintoneveryday.
(?) Do/does + S + V
1
?
DoIplaybadmintoneveryday?
Doessheplaybadmintoneveryday?
B. PRESENT CONTINUOUS TENSE
(+) S + be (is, am, are) + V–ing
Iamrepairingyourbicyclenow.
Heisrepairingyourbicyclenow.
Theyarerepairingyourbicyclenow
(─) S + be (is, am, are) + not V–ing
Iamnotrepairingyourbicyclenow.
Heisn’trepairingyourbicyclenow.
Theyaren’trepairingyourbicyclenow
(? ) Be (is, am, are) + S + V–ing?
AmIrepairingyourbicyclenow?
Isherepairingyourbicyclenow?
Aretheyyourbicyclenow?
C. PRESENT PERFECT TENSE
(+) S + has/have + V
3
I have opened the door since 7 o’clock.
He has opened the door since 7 o’clock.
(─) S + has/have not + V
3
I have not opened the door.
Shehasnotopenedthedoor.
(?) Has/have +S + V
3
?
Haveyouopenedthedoor?
Hassheopenedthedoor?
D. PRESENT PERFECT CONTINUOUS TENSE
(+) S + has/have + been + V-ing
Theyhavebeenwaitingfortwohours.
Hehasbeenwaitingfortwohours.
(─) S + has/have not + been + V-ing
Theyhavenotbeenwaitingfortwohours.
Hehasnotbeenwaitingfortwohours.
12ndhamster@gmail.com
107
(?) Has/have + S + been + V-ing?
Havetheybeenwaitingfortwohours?
Hashebeenwaitingfortwohours?
E. SIMPLE PAST TENSE
(+) S + V
2
Sheboughtthebicycleyesterday.
(─) S + did not + V
1
Shedidnotbuythebicycleyesterday.
(? ) Did + S + V
1
?
Didshebuythebicycleyesterday?
F. PAST CONTINUOUS TENSE
(+) S + be (was, were) + V-ing
HewasreadingabookwhenIcame.
TheywerereadingabookwhenIcame.
(─) S + be (was, were) not + V-ing
HewasnotreadingabookwhenIcame.
TheywerenotreadingabookwhenIcame
(? ) Be (was,were) + S + V-ing?
WashereadingabookwhenIcame?
WeretheyreadingabookwhenIcame?
G. PAST PERFECT TENSE
(+) S + had + V
3
He had eaten the food before his mother ar-
rived.
(─) S + had not + V
3

He had not eaten the food before his mother
arrived.
(? ) Had + S + V
3
?
Had he eaten the food before his mother ar-
rived?
H. PAST PERFECT CONTINUOUS TENSE
(+) S + had + been + V-ing
I had been living in Japan for 2 years before
I moved to Italy.
(─) S + had not + been + V-ing
I had not been living in London for 2 years
before I moved to Italy.
(? ) Had + S + been + V-ing?
Had you been living in London for 2 years be-
foreImovedtoItaly?
12ndhamster@gmail.com
108
I. SIMPLE FUTURE TENSE
(+) S + will/shall +V
1
Shewillborrowthebooktomorrow.
(─) S + will/shall not + V
1
Shewillnotborrowthebooktomorrow.
(?) Will/shall + S + V
1
?
Willsheborrowthebooktomorrow?
J. FUTURE CONTINUOUS TENSE
(+) S + will/shall + be + V-ing
Iwillbecomingtherenextweek.
(─) S + will/shall not + be V-ing
Iwillnotbecomingtherenextweek.
(? ) Will/shall + S + be + V-ing?
Willyoubecomingtherenextweek?
K. FUTURE PERFECT TENSE
(+) S + will/shall +have + V
3
Hewillhavefnishedthisassignmentbythe
endofthisweek.
(─) S + will/shall not + have + V
3

Hewillhavenotfnishedthisassignmentby
theendofthisweek.
(?) Will/shall + S + have + V
3
?
Willhehavefnishedthisassignmentbythe
endofthisweek?
L. FUTURE PERFECT CONTINUOUS TENSE
(+) S + will/shall +have + been + V-ing
He will have been sleeping for 2 hours before
she arrives.
(─) S + will/shall not + have + been + V-ing
He will not have been sleeping for 2 hours
before she arrives.
(?) Will/shall + S + have + been + V-ing?
Will he have been sleeping for 2 hours before
shearrives?
Contoh:
YeminLoyolaisaMexicangirl.She...inIndonesia
sincelastyear.SheisheretostudyIndonesian
culture in a private university in Central Java.
a. is c. has been
b. was d.havebeen
Jawab: (c)
“She ... in Indonesia since last year”. Ini adalah
bentuk present perfect, yang maknanya telah
dan masih. Jadi, untuk melengkapinya perlu
kata bantu has atau have. Karena bentuknya
orang ketiga tunggal maka kata bantu yang tepat
adalah has.
12ndhamster@gmail.com
109
6
Modals
Modals sering disebut juga sebagai auxiliary
karena fungsinya dalam kalimat adalah sebagai
kata kerja bantu.
A. MODAL PRESENT
1. Will/to be going to (akan)
Menyatakan future (untuk menunjukkan
peristiwa yang akan datang dengan tingkat
kepastian 90%). Contoh: it will rain soon.
2. Shall (akan)
Bentuk future (menunjukkan peristiwa yang
akan datang).
Contoh:Weshallleaveherenextmonth.
3. Must/has to/have to (harus, pasti)
Keharusan (tidak boleh tidak dikerjakan).
Contoh: You must study hard.
4. May (mungkin, boleh)
Kemungkinan sekarang (present).
Contoh: He is absent. He may be sick.
5. Ought to (seharusnya)
Menyatakan keharusan.
Contoh: You ought to practice a lot before the
competition.
6. Can (dapat, mampu)
Menyatakan kemampuan.
Contoh: I can sing.
B. MODAL PAST
1. Would
Bentukpast dari will.
Menyatakan permintaan yang lebih sopan.
Contoh: Would you like to open the door,
please?
2. Should
Bentukpast dari shall.
Menyatakan sesuatu yang seharus-
nya dikerjakan/tidak dikerjakan.
Contoh: The man should not swim in that
dangerous beach.
3. Must/had to
Bentukpast dari must.
Keharusan (tidak boleh tidak dikerjakan).
Contoh:You must/had to study in biology
class yesterday.
4. Might
Bentukpast dari may.
Menyatakan ungkapan yang lebih so-
pan.
Contoh: Joni mightdotheexamwell.
5. Could
Bentukpast dari can yang menya-takan
kemampuan.
Contoh: I couldswim.
Menyatakan permintaan yang lebih so-
pan.
Contoh: Couldyouopenthedoorplease?
Menyatakankebolehan/izin.
Contoh: You couldopenthewindow.
12ndhamster@gmail.com
110
Contoh:
1. Nurma:Hi,Kristin!
Kristin : Oh hello, Nurma. Look, this suitcase
istooheavyforme...?
Nurma: With pleasure. Well, come on let’s
lift it up together.
a. Wouldyouhelpme,please
b. HowcouldIdoitmyself
c. ShallIliftitupforyou
d. WhatcanIdoforyou
Jawab: (a)
Kristin hendak meminta bantuan kepada Nur-
ma, maka kalimat yang tepat dikatakan oleh
Kristin adalah ”Would you help me please?”
2. ‘Would you like to have dinner with us this
evening?’
‘No, thank you. I ______ fnish a report for
tomorrow.’
a. must
b. will
c. may
Jawab: (a)
Suatu ‘keharusan’ yang dikerjakan di waktu
sekarang, digunakan bentuk modal present
‘must + V
1
/be.’ Jawabannya ‘I must fnish a
report for tomorrow’ (Saya harus menyele-
saikan laporan untuk besok).
7
Nouns
Nouns adalah kata benda atau hal-hal yang
dibendakan. Nouns dapat dibagi menjadi 2 jenis,
yaitu sebagai berikut.
1. Countable Nouns (kata benda yang dapat
dihitung). Dua bentuk countable nouns yaitu
tunggal (singular) dan jamak (plural):
Singular Plural
One book
A car
Twobooks
Fourcars
Beberapacarauntukmembentukkatabenda
jamak:
Cara Tunggal Jamak
+s setelah kata benda
book
car
books
cars
+es setelah kata benda
berakhiran–s,–ss,–x,
–ch, –sh
bus
box
watch
buses
boxes
watches
+s setelah kata benda
berakhiran –y yang
diawalihurufvokal
way
key
donkey
ways
keys
donkeys
12ndhamster@gmail.com
111
mengganti dengan
akhiran –ies untuk
kata benda berakhiran
–yyangdiawalihuruf
konsonan
butterfly
baby
country
butter-
fies
babies
coun-
tries
mengubah akhiran –f
atau –fe menjadi –ves
wolf
knife
wife
wolves
knives
wives
Karakteristik countable nouns:
a. Menggunakan kata sandang a, an, a few,
many, several, some dan a lot of.
(a pen, an orange, a few things, many
cars, etc.)
b. Dapat diubah menjadi bentuk plural.
(an eraser à many erasers)
2. Uncountable Nouns (kata benda yang tidak
dapat dihitung)
Contoh: water, coffee, rice, money, oil, milk,
bread, butter, ink.
Karakteristik uncountable nouns:
a. Menggunakan kata sandang a little,
much, a lot of, a great deal of, plenty of.
b. Uncountable nouns dapat dijadikan
countable nouns dengan cara menam-
bahkan quantifer (kata petunjuk kuanti-
tas dan ukuran) di depan kata benda.
- Water → a glass of water
- Coffee→ a cup of coffee
- Rice → a kilogram of rice
c. Tidak dapat diubah ke dalam bentuk ja-
mak. Yang dapat diubah jadi bentuk ja-
mak adalah ukurannya.
a glass of water
a cup of coffee
a kilogram of rice
two glasses of water
three cups of coffee
two kilograms of rice
Catatan:
l Kata benda yang menggunakan kata san-
dang kelompok/kumpulan dianggap tunggal.
- A team of players
- A group of singers
l Singular subject harus diikuti singular verb,
(A team of players wins the game) sedang-
kan plural subject diikuti plural verb (A lot of
persons go to the cinema)
Contoh:
Cici :I can’t fnd my biology book. Does ...
knowwhereitis?
Betty :Eko came here just now and took
the book. He is going to get it in the
afternoon.
Cici : I see.
a. everybody c. anybody
b. nobody d. somebody
Jawab: (c)
Cici belum menemukan buku biologi yang dicar-
inya. Dan dia bertanya adakah orang yang tau di
mana bukunya, maka kalimat yang diungkapkan
oleh Cici adalah does anybody know where is it?
12ndhamster@gmail.com
112
8
Pronouns
Pronounsadalahkatapenggantikatabenda.Pronounsdipakaiuntukmenghindariadanyakeambi-
guan atau pengulangan kata yang janggal.
Macam-macam pronouns
Personal pro-
nouns
Possessive pronouns
Refexive
pronouns
Relative pro-
nouns
Demonstrative
pronouns
subject object adjectives pronouns subject object here there
s
i
n
g
u
l
a
r
I
You
He
She
It
one
Me
You
Him
Her
It
one
My
Your
His
Her
Its
One’s
Mine
Yours
His
Hers
-
-
Myself
Yourself
Himself
Herself
Itself
Oneself
Who
Which
That
Whose
Who
Which
That
Whom
this that
p
l
u
r
a
l
We
You
they
Us
You
them
Our
Your
their
Ours
Yours
theirs
Ourselves
Yourselves
themselves
these those
Catatan:
Kata ganti orang (who, whom)
Kata ganti benda (which,that)
Kata ganti kepemilikan (whose)
12ndhamster@gmail.com
113
Exercises:
1. Youcaninvite(he)intheparty.
You can invite him in the party.
2. Thisis(I)book,whereis(you)?
This is mybook,whereisyours?
3. Dithawillgototheshopwith(we)bycar.This
is(we)car.Thecaris(we)
Dithawillgotheshopwithus by car. This is
our car. The car is ours.
4. The building is very big. The building is my
house.
Thebuildingwhichisverybigismyhouse.
5. You have a house. Its gate is very big.
Youhaveahousewhosethegateisverybig.
6. I meet a girl. You help her.
I meet a girl whom you help.
7. Themanwearsablackshirt.Themanismy
brother.
The man who wears the black shirt is my
brother.
8. Thisismypenand(…)areyourpens.
This is my pen and these are your pens.
Contoh:
1. Sella :Myuncleboughtmetwot-shirtandI
wanttogiveyouone.
Bestha:Oh,thankyouverymuch.Howkind
of you.
Sella :Don’tmentionit.But...doyouwant?
Theredoneortheblueone?
Besthe:Theredone,please!
a. what c. whichone
b. whose d. whom
Jawab: (c)
Kata yang tepat untuk menyatakan
penawaran pilihan adalah which one “yang
mana” atau “pilih yang mana”.
2. Susanti : CanIhavesomeapples,please?
Salesman:...doyouwant?
Susanti :TheAustralianones,please!
a. Howmany c. Which
b. Howmany d. What
Jawab: (c)
Dari percakapan diketahui bahwa salesman
menawarkankeSusanti.Untukmenawarkan
pilihan, kalimat harus dilengkapi dengan kata
which artinya yang mana/mana.
12ndhamster@gmail.com
114
9
Expressions
Expressions How to express it
• Expressingagreement
(mengungkapkan persetujuan)
• Expressingdisagreement
(mengungkapkan ketidaksetujuan)
• I agree, I quite agree, I think so, that’s a good idea.
• Idon’tagree,Idisagreewithyou,Idon’tthinkso
• Expressinglike
(mengungkapkan suka)
• Expressingdislike
(mengungkapkan tidak suka)
• I like, I enjoy, I’m very keen on it.
• I don’t like it, I dislike, I can’t stand…, I’m not really keen on it.
• Expressingability
(mengungkapkan kemampuan)
• Expressingdisability
(mengungkapkan ketidakmampuan)
• I can…, I am able…, I am capable of…
• I can’t, I am not able, I am not capable.
• Expressingcertainty
(mengungkapkan kepastian)
• Expressinguncertainty
(mengungkapkan ketidakpastian)
• I am sure about it, I am really certain about it, no doubt, that’s my
conviction.
• I am not sure about it, I am not certain, there’s some doubt in my
mind, I can’t make up my mind.
• Expressingpleasure
(mengungkapkan senang)
• Expressingdispleasure
(mengungkapkan tidak senang)
• Iamverypleasedwithit,that’sgreat!,Iamreallydelighted.
• It’s unpleasant for me, I am very annoyed, I am very disappointed.
• Expressingpossibility
(mengungkapkan kemungkinan)
• Expressingimpossibility
(mengungkapkan
ketidakmungkinan)
• It is possible, perhaps…, maybe…
• It is impossible
12ndhamster@gmail.com
115
Expressions How to express it How to response it
Expressing gratitude
(mengungkapkan terima kasih)
Thank you, thank you very much,
thanks, that’s very kind of you
You’rewelcome,notatall,
don’tmentionit,itwasnothing,
it’sapleasure,Iwasgladto
do it.
Expressing apology
(mengungkapkan permintaan
maaf)
I’msorry,I’mafraid…,Idoapologize That’s all right, it’s OK, no
problem, never mind
Asking permission
(mengungkapkan permintaan izin)
MayI…?CouldI…?Doyoumind
ifI…?Woulditbepossible…?
• Menerima: sure; yes, of
course; certainly, go ahead,
by all means, not at all.
• Menolak: sorry but I …, I
am afraid not, I’d rather you
didn’t
Expression of offering
something
(mengungkapkan menawarkan
sesuatu)
CanIhelpyou?WhatcanIdofor
you?Letmehelpyouto…!,canI
…?MayI…?Wouldyoulikeany
help?IsthereanythingIcando?
• Menerima: thank you; yes,
please; I’d love to; that’s
very kind of you, thanks; that
wouldbeverynice.
• Menolak: no, thanks; I’m
not sure I can; not this time,
thanks;
Expressing sympathy
(mengungkapkan rasa simpati)
Beritasedih:
That’sawful!,that’sapity!,what
apity!,howterrible!,I’msorryto
hearthat!,pooryou!,Iexpressmy
condolence
Beritagembira:
I’mgladtohearthat!,I’mpleasedto
hearthat!
Thank you, it’s very kind of you
12ndhamster@gmail.com
116
Contoh:
Doctor: ...?
Patient:Mystomachaches.
Doctor : Let me see.
a. Whatcanyoudoforme
b..What’swrongwithyou
c. Whydon’tyoutakearest
d. Whydon’tyouseethedoctor
Jawab:(b)
Pada percakapan tersebut dokter bermaksud
menanyakan keadaan pasien. Pasien mengata-
kan ”My stomach aches”. Kalimat ini menyatakan
jawabandanpertanyaandokter”Apa yang terjadi
pada kamu”. ”What’s wrong with you?” adalah
pertanyaan yang disampaikan kepada pasien
tersebut.
10
Prepositions
Prepositions adalah kata depan yang biasanya
mengawali kata benda (nouns) atau kata ganti
(pronouns).Prepositionsberfungsimenunjukkan
hubungan kata dengan sesuatu hal lain, teruta-
matempatdanwaktu.
1. At, on, in (waktu)
a. At(diikutiolehketeranganwaktu)
at night, at the week end, at the same
time, at the age of…
Contoh: Cilla usually goes to school at 6
o’clock.
b. On (diikuti oleh hari &tgl)
on Friday, on 28 July, on Sunday morning
Contoh:Iwasbornon28July.
c. In (diikuti oleh jangka waktu yang lebih
lama)
inMarch,in1986,insummer
Contoh:Iwasbornin1986.
2. At, on, in (tempat)
in a room, in a garden, on the foor, on the
wall,atthedoor,atthetop.
Contoh: The children are playing in a garden
3. During, for, while (selama)
during the rain, for six years, while we are
waiting.
Contoh:Shehaslivedthereforsixyears.
4. By, with (dengan)
by car, with me
Contoh:Yudicangowithme.
5. Beside (di samping), besides (tambahan)
beside the tree, besides bread
Contoh:
Rio stands beside the tree.
Wecaneatbreadbesidesrice.
6. Between (di antara dua), among (di antara
banyak)
betweentwobuildings,amongpeople
Contoh:
Theyardislocatedbetweentwobuildings.
Weshouldmovetoamongpeoplethere.
12ndhamster@gmail.com
117
Contoh:
Hello, my name is Vicky.
IlivewithmycousinsDonyandBryan,
at60HydeParkStreet.
ItisnearLakelandStreet
WheredoesVickylives?
a. NearHydeParkStreet
b. OnLakelandStreet
c. OnHydeParkStreet
d. NexttoLakelandParkStreet
Jawab: (c)
Dari text di atas, bisa dilihat bahwa Vicky ting-
galbersamasepupunyadi60HydeParkStreet.I
live with my cousins Dony and Bryan, at 60 Hyde
Park Street.
11
Question Tag
Question Tag merupakan suatu kata bentuk pen-
egasan kalimat yang digunakan untuk menguat-
kan pendapat, yang dalam bahasa Indonesia,
biasanya diartikan kan? atau bukan?
Positive sentence + Negative question tag
Negative sentence + Positive question tag
Contoh:
You are a doctor, aren’tyou?
+ –
Thequestionisn’tdiffcult, isit?
– +
Beberapaketentuanyangdipakai:
1. Bila dalam kalimat menggunakan:
a. To be, tag–nya to be.
l The shops are closed, aren’tthey?
l Lucy isn’t a teacher, isshe?
b. Kata kerja simple present/past, tag–nya
adalahauxiliaryverbs(dodoes,did).
l Vina cleans the room, doesn’t she?
l Dodi didn’t go to school, did he?
c. Kata kerja present/past perfect, tag–nya
have, has, had.
l The nurse has gone, hasn’t she?
l The boy hadn’t slept before his moth-
er come, hadhe?
d. Modal, tag–nya modal yang sama.
l Rosa could sing, couldn’t she?
2. Bila subyek yang dipakai adalah:
a. Everything,anything,nothing,some-
thing, tag–nya adalah it.
l Somethingismissing,isn’tit?
b. Everybody,anybody,nobody,somebody,
tag–nya adalah they.
l Somebodyputthebox,don’tthey?
c. There, tag–nya tetap there.
l Therewasahorse,wasn’t there?
12ndhamster@gmail.com
118
d. This/that, tag–nya it.
l This isn’t yours, is it?
e. These/ those, tag–nya they.
l These are your books, aren’t they?
Catatan:
Kata seldom, rarely, barely, never, hardly,
few, little, dan no akan menjadikan sebuah
kalimat menjadi kalimat negatif, maka tag
nya harus positif.
Contoh:
You seldom bring the dictionary, doyou?
Sintanever eats durian, doesshe?
Contoh:
1. Ari :Sheusuallytravelsbytrain,…
Adi : Yes. She prefers to go by train to
bus because it’s more comfortable.
a. doesn’tshe? c. isshe?
b. doesshe? d. won’tshe?
Jawab: (a)
Dalam percakapan ini diminta untuk meleng-
kapi kalimat dengan question tag. Dalam
question tag:
Pertanyaan Tagnya
+ –
– +
Sheusuallytravelsbytrain, doesn’t she?
+ –
2. Andien:You’llhavetheauditionnextweek,...?
Delon : Yes, pray for me.
Andien : Good luck to you.
a. won’tyou? c.don’tyou?
b. willyou? d.doyou?
Jawab: (a)
Dalam percakapan ini diminta untuk meleng-
kapi kalimat dengan question tag. Dalam
question tag:
You’llhavetheauditionnextweek, won’t you?
+ –
You’ll = you will, dalam question tag bentuk
negatifdariwillbukanwill not, melainkan won’t.
12ndhamster@gmail.com
119
12
Reading
Sections

Text I, No. 1 – 3

My family and I live in a new house in
Surabaya on Jl. Kartini. It is a very nice house
and I like it. The house has four bedrooms,
one living room, and one kitchen. There are
two bathrooms and one of them is next to
my room. My house also has a garage. Be-
side the garage, there is a small swimming
pool. There is also a large garden in front of
the house.
1. Thetextgivesusinformationabout....
a. thewriter’sfamily
b. thewriter’shouse
c. thewriter’sroom
d. thewriter’skitchen
Jawab: (b)
Paragrafdiatasmenggambarkantentangru-
mah yang dihuni oleh penulis.
Pernyataan ini terdapat dalam kalimat per-
tama dan kalimat berikutnya adalah kalimat
pendukung.
2. Whatisnexttothewriter’sroom?
a. Bathroom
b. Kitchen
c. Garage
d.Swimmingpool
Jawab: (a)
Ruangan yang berada di samping kamar
penulis adalah kamar mandi. There are two
bathrooms and one of them is next to my
room (kalimat ke 3)
3. Whatisthekindofthetextabove?
a. Procedures
b. Recount
c. Narratives
d. Descriptive
Jawab: (d)
Paragraf di atas menggambarkan tentang
rumah penulis. Ini termasuk teks deskriptif.
Teks deskriptif menggambarkan karakteris-
tik dari sesuatu, misalnya manusia, hewan,
atau benda.
Karakteristik teks deskriptif:
1. Introduction(informasiumum)
2. Main part (gambaran detail)
12ndhamster@gmail.com
120
Text II, No. 4 – 6
My Holiday
Last week I went to Mount Bromo. I
stayed at my friend’s house in Probolinggo,
East Java. The house has a big garden with
colorful fowers and a small pool.
In the morning, my friend and I saw
Mount Batok. The scenery was very beauti-
ful. We rode on horseback. It was scary, but
it was fun. Then, we went to get a closer look
at the mountain. We took pictures of the
beautiful scenery there. After that, we took
a rest and had lunch under a big tree. Before
we got home, we went to the zoo at Wonok-
romo. We went home in the afternoon.
We were very tired. However, I think it was
really fun to have a holiday like this. I hope
my next holiday will be more interesting.
(www.andrewseaton.com)
4. Wheredidthewritergolastweek?
a. Mount Merapi
b. MountBromo
c. Mount Galunggung
d. Mount Gede
Jawab: (b)
Jawaban dapat ditemukan dalam kalimat
pertama paragraf satu. Last week I went to
Mount Bromo.
5. Whatwasseenbythewriteronthemorning?
a. MountBromo
b. Zoo
c. Colorfulfowers
d. MountBatok
Jawab: (d)
Jawaban dapat ditemukan dalam kalimat
pertama paragraf dua. In the morning, my
friend and I saw Mount Batok
6. Whatisthekindofthetextabove?
a. Procedures
b. Recount
c. Narratives
d. Descriptive
Jawab: (b)
Teks di atas adalah jenis teks recount. Teks
ini menceritakan tentang ‘apa yang telah ter-
jadi’. Tujuan dari teks recount adalah untuk
mendokumentasikan kejadian-kejadian yang
telahterjadidalamsatuperistiwa.
Karakteristiik teks recount adalah: infor-
masi tentang tokoh, lokasi, dan apa yang ter-
jadi (orientation), serangkaian kejadian (a re-
cord of events), pendapat/ komentar pribadi
(personal comments).
12ndhamster@gmail.com
121
Text IV, No. 7 – 8
The Legend of Banyuwangi
Once upon a time, there was a local rul-
er named King Sulahkromo. The king had
a prime minister named Raden Sidopekso.
The prime minister had a wife named Sri
Tanjung. She was so beautiful that the king
wanted her to be his wife.
One day, the king sent his prime minis-
ter to a long mission. While the prime min-
ister was away, the king tried to get Sri Tan-
jung. However he failed. He was very angry.
Thus, when Sidopekso went back, the king
told him that his wife was unfaithful to him.
The prime minister was very angry with his
wife. Sri Tanjung said that it was not true.
However, Sidopekso said that he would kill
her. He brought her to the river bank. Before
he kill her and throw her to the river, she
said that her innocence would be proven.
After Sidopekso killed her, he threw
her dead body into the dirty river. The river
immediately became clean and began to
spread a wonderful fragrance. Sidopekso
said, “Banyu… Wangi… Banyuwangi”. This
means “fragrant water”. Banyuwangi was
born from the proof of noble and sacred love.
(www.eastjava.com)
7. Which of the following statement is true ac-
cordingtothetext?
a. SriTanjungwasthewifeofSulahkromo
b. TheKingwantedtokillSriTanjung
c. SriTanjungwasinnocence
d. SriTanjungliedtohishusband
Pembahasan:
SriTanjungbukanistriSulahkromo,tetapi
Sidopekso(kal3,par1).
Bukan Raja yang ingin membunuh Sri
Tanjung,tetapiSidopekso(kal8,par2)
SriTanjungtidakbersalah(par3)
SriTanjungtidakberbohongkepadasua-
minya (par 3)
Jawaban: c
8. Whatisthekindofthetextabove?
a. Procedures
b. Recount
c. Narratives
d. Descriptive
Pembahasan:
Teks di atas adalah jenis teks narativ. Teks ini
berisi tentang kejadian-kejadian dalam cerita
yang mempunyai masalah yang dapat meng-
hibur/ mendidik pembaca.
Karakteristik teks narativ: pengenalan para
tokoh cerita (orientation), puncak masalah
(complication), dan penyelesaian masalah
(resolution)
Jawaban: c
12ndhamster@gmail.com
122
Text III, No. 9 – 11
Fried Eggs
Ingredients:
2 teaspoons of butter
2 or 3 large eggs, depending on appetite
Salt and pepper to taste
Equipment:
A small (10”) frying pan
A spatula
Gas ring, at medium heat
Method:
First, melt the butter in the pan over
medium heat.
Then, crack open the eggs into the
pan and let fry until the yolks begin to
harden at the edges (indicating by a
lightening in the yolk colour)
Using the spatula, fip the eggs over
and allow to cook ten seconds for over-
easy, or up to one minute for over-hard.
Finally, add salt and pepper to taste,
and serve
(http://en.wikibooks.org)
9. Whatdoesthetexttellus?
a. Howtosellfriedeggs
b. Howtobuyfriedeggs
c. Howtomakefriedeggs
d. Howtogetfriedeggs
Jawab: (c)
Teks di atas adalah sebuah resep ma-
sakan. Teks tersebut memberikan informasi
bagaimana cara membuat telur goreng.
10.Whatisthekindofthetextabove?
a. Procedures c. Narratives
b. Recount d. Descriptive
Pembahasan:
Teks di atas adalah procedural text. Teks
prosedur memberikan informasi bagaimana
membuat atau melakukan sesuatu. Karak-
teristik teks prosedur adalah: tujuan (the
goal of the activity), bahan-bahan yang diper-
lukan (any materials needed), dan langkah
langkahnya (steps). Tujuan dari teks di atas
adalah membuat telur goreng. Ingredients
(bumbu) menunjukkan bahan-bahan yang
diperlukan, sedangkan Procedure (langkah)
menunjukkan tentang cara membuat telur
goreng.
11. Thefolllowingisnottheequipmentneeded.
a. A knife c. A frying pan
b. A gas ring d. A spatula
Jawab: (a)
Peralatan (equipment) yang dibutuhkan
adalah: penggorengan kecil (a small frying
pan),spatula,dankomporgas.Pisau(knife)
tidak disebutkan dalam resep.
12ndhamster@gmail.com
Fisika
124
1
Besaran dan
Satuan
A. BESARAN
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur
dan dinyatakan dengan angka.
1. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuan-
nya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak
diturunkan dari besaran lain.
No Besaran Pokok Satuan
1. Panjang meter (m)
2. Massa kilogram (kg)
3. Waktu sekon (s)
4. Suhu kelvin (K)
5. Kuat arus ampere (A)
6. Intensitas cahaya candela (Cd)
7. Jumlah molekul mol
2. Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang ditu-
runkan dari satu atau lebih besaran pokok.
No.
Besaran
turunan
Simbol Satuan
1. Luas A m
2
2. Kecepatan v m/s
3. Volume V m
3
4. Tekanan P N/m
2
5. Gaya F N = kg/ms
2
6. Usaha W J = Nm
7. Percepatan a m/s
2
8. Massa jenis kg/m
3
B. SISTEM SATUAN
Satuan adalah sesuatu yang digunakan se-
bagai pembanding dalam pengukuran.
Pengukuran adalah membandingkan suatu
besaran, yang diukur dengan besaran seje-
nis yang dipakai sebagai satuan.
Sistem Satuan Internasional (SI) adalah sis-
tem satuan yang berlaku secara internasional.
Sistem Satuan Internasional terbagi menjadi
2 macam.
1. Sistem MKS (Meter, Kilogram, Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter, Gram, Sekon)
No. Besaran
Satuan Internasional
MKS CGS
1. Panjang meter (m) centimeter (cm)
2. Massa kilogram (kg) gram (gr)
3. Waktu sekon (s) sekon (s)
4. Gaya newton (N) dyne
5. Usaha joule (J) erg
6. Kecepatan m/s cm/s
7. Massa jenis kg/m
3
gr/cm
3
8. Percepatan m/s
2
cm/s
2
9. Muatan elektron coulomb stat coulomb
12ndhamster@gmail.com
125
C. ALAT UKUR
1. Alat Ukur Panjang
Alat ukur Ketelitian
Mistar 1 mm
Rol meter 1 mm
Jangka sorong 0,1 mm
Mikrometer sekrup 0,01 mm
Rahang
tetap atas
Rahang
tetap bawah
Rahang
sorong atas
Rahang
sorong bawah
Skala nonius
Skala utama
Jangka sorong
Landasan
Sekrup
Timbal
Roda bergerigi
Lengan
mikrometer
Bingkai
Mikrometer sekrup
2. Alat Ukur Massa
Alat ukur massa dapat menggunakan neraca.
Dari berbagai jenis neraca, di antaranya adalah
neraca batang yang disebut neraca o’hauss.
3. Alat Ukur Waktu
Untuk mengukur waktu digunakan jam atau
stopwatch.
4. Alat Ukur Suhu
Untuk mengukur suhu digunakan termometer.
Contoh:
Gambar di bawah ini menunjukkan hasil pengu-
kuran tebal sebuah pelat kayu dengan menggu-
nakan mikrometer sekrup.
Skala utama
Selubung
luar
Tebal pelat tersebut adalah….
Jawab:
Tebal pelat adalah sebagai berikut:
Angka yang ada pada skala utama menun-
jukkan 4,5 mm.
Pada selubung luar yang berimpit dengan
skala utama terbaca:

20 0,01 mm = 0,20 mm ×
Maka hasil pengukurannya adalah:

4,5 mm 0,20 mm 4,70 mm +
12ndhamster@gmail.com
126
2
Suhu dan
Pemuaian
A. SUHU
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat
panas dan dingin suatu benda.
1. Alat Ukur Suhu
Alat untuk mengukur suhu adalah termometer.
Ada 2 macam termometer, yaitu termo-meter
berisi alkohol dan air raksa.
RAKSA ALKOHOL
K
E
U
N
T
U
N
G
A
N
• mudah dilihat
karena mengkilap,
• pemuaiannya
teratur,
• jangkauan
suhunya cukup
besar, yaitu –39 °C
sampai 357 °C.
• lebih teliti untuk
perubahan yang
sangat kecil karena
pemuaiannya cukup
besar,
• harganya murah,
• titik bekunya ren-
dah, yaitu –112 °C.
K
E
R
U
G
I
A
N
• harganya mahal,
• tidak dapat men-
gukur suhu–suhu
rendah (kurang
dari –39 °C),
• merupakan bahan
beracun.
• titik didihnya
rendah, yaitu 78 °C
sehingga tidak bisa
mengukur suhu
tinggi,
• tidak berwarna se-
hingga sulit dilihat,
• membasahi dinding.
2. Jenis–jenis Termometer Air Raksa
a. Celcius (C) c. Fahrenheit (F)
b. Reamur (R) d. Kelvin (K)
Penetapan Skala Beberapa Jenis Termometer
Celcius Reamur Fahrenheit Kelvin
Titik
lebur
Titik
didih
Jumlah
skala
Perban-
ingan

100°
100°
5

80°
80°
4
32°
212°
180°
9
273°
373°
100°
5
Dari perbandingan pada tabel di atas diperoleh:
Termometer Celcius dan Kelvin mempunyai
skala yang sama, yaitu 100
o
. Oleh karena itu:
K = C + 273
Termometer Celcius, Reamur, dan Fahren-
heit mempunyai perbandingan:
C : R : (F – 32) = 5 : 4 : 9
Jadi, diperoleh rumus:
5
C R
4

4
R C
5

9
F C 32
5
| ·
× +
' J
( J
( )
5
C F 32
9
× ÷ ( )
4
R F 32
9
× ÷
9
F R 32
4
+
Termometer Khusus
Termometer Six–Bellani: untuk mengukur
suhu tertinggi dan terendah di suatu tempat.
Ciri–ciri:
skala ukurnya antara –20 °C sampai 50 °C,
12ndhamster@gmail.com
127
menggunakan zat muai alkohol dan raksa.
Dilengkapi dua keping baja sebagai
penunjuk skala,
disediakan magnet tetap, untuk menarik
keping baja turun melekat pada raksa.
Termometer Klinis: termometer yang digu-
nakan untuk mengukur suhu tubuh manusia.
Ciri–ciri:
skala ukur hanya 35 °C – 42 °C,
menggunakan zat muai raksa (Hg),
pada pembuluh termometernya terdapat
bagian yang disempitkan,
untuk mengembalikan raksa ke dalam
tendon, termometer harus diguncang–
guncangkan terlebih dahulu,
hanya dapat mengukur suhu tertinggi se-
hingga disebut termometer maksimum.
B. PEMUAIAN
1. Muai Panjang
Koefsien muai panjang zat adalah bilangan
yang menyatakan pertambahan panjang tiap
satuan panjang suhu zat itu dinaikkan 1 °C.
Rumus:
∆L = L
0
. a . ∆T
dengan ∆L = L
t
- L
0
dan ∆T = T - T
0
. Diperoleh:
L
t
= L
0
+ L
0
. a . ∆T
2. Muai Luas
Rumus:
∆A = A
0
. b . ∆T
dengan ∆A = A
t
- A
0
dan ∆T = V - T
0
. Diperoleh:
A
t
= A
0
+ A
0
. b . ∆T
3. Muai Volume (Ruang)
Koefsien muai ruang suatu zat adalah bilan-
gan yang menyatakan pertambahan volume
tiap satuan volume bila suhu zat itu dinaikkan 1
°C.
Rumus:
∆V = V
0
. g . ∆T
dengan ∆V = V - V
0
dan ∆T = T - T
0
. Diperoleh:
V
t
= V
0
+ V
0
. g . ∆T
Keterangan:
L
0
= panjang mula–mula (m, cm),
L
t
= panjang akhir (m, cm),
∆L = pertambahan panjang benda,
T
0
= suhu mula–mula (°C),
T = suhu akhir (°C),
∆T = perubahan suhu (°C),
a = koefsien muai panjang (°C
–1
),
A
o
= luas mula–mula,
A
t
= luas setelah dipanasi,
β = koefsien muai luas,
V
0
= volume mula–mula (m
3
),
V
t
= volume akhir (m
3
),
γ = koefsien muai volume,
2 β α dan 3 γ α
12ndhamster@gmail.com
128
4. Muai Gas
Jika zat gas dipanaskan, maka hanya mem-
punyai muai ruang saja. Gay–Lussac men-
emukan bahwa koefsien muai gas besarnya:
o o 1
1 1
/ C C
273 273
÷
γ
a. Pemanasan gas pada tekanan tetap
∆ ]
+ γ ⋅ ∆ +
]
]
t 0 t 0
T
V V (1 T) atau V V 1
273
b. Pemanasan gas pada volume tetap
∆ ]
+ γ ⋅ ∆ +
]
]
t 0 t 0
T
P P (1 T) atau P P 1
273
c. Pemanasan gas pada tekanan dan vol-
ume tidak tetap

1 1 2 2
1 2
P V P V

T T
Keterangan:
V
0
= volume gas mula–mula (sebelum dipanaskan),
V
t
= volume gas setelah dipanaskan,
P
0
= tekanan mula–mula,
P
t

= tekanan gas setelah dipanaskan,
∆T = perubahan suhu.
P
1
= tekanan pada keadaan 1 (atm, N/m
2
),
V
1
= volume pada keadaan 1 (m
3
, cm
3
),
T
1
= suhu pada keadaan 1 (°K),
P
2
= tekanan pada keadaan 2 (atm, N/m
2
),
V
2
= volume pada keadaan 2 (m
3
, cm
3
),
T
2
= suhu pada keadaan 2 (°K).
Contoh:
1. Faiz mengukur suhu air dengan termometer
skala Fahrenheit dan menunjukkan angka
41°F. Berapakah suhu tersebut bila din-
yatakan dalam: skala Celcius,
Jawab:
Diketahui: T
F
= 41 °F
Dalam skala Celcius
( ) ( )
C F
5 5
t t 32 41 32
9 9
5
9 5
9
× ÷ × ÷
×

Jadi, 41 °F = 5 °C
2. Sebuah logam (besi) yang berbentuk lem-
peng, luasnya mula–mula 50 cm
2
, pada suhu
40 °C. Kemudian besi tersebut dipanas-
kan sampai suhu 80 °C. Jika koefsien besi
0,000011/°C, berapakah luasnya sekarang?
Jawab:
Diketahui: A
o
= 50 cm
2
,
T
1
= 40 °C, T
2
= 80 °C,
a = 0,000011 /°C.
Ditanya: A
t
= …?
∆T = T
2
– T
1
= 80 °C – 40 °C = 40 °C, maka
A
t
= A
0
(1 + b × ∆T)
A
t
= A
0
(1 + 2α × ∆T)
= 50 cm
2
(1 + 2 × 0,000011 /°C × 40 °C)
= 50 cm
2
(1 + 0,00088)
= 50 cm
2
(1,00088) = 50,044 cm
2
T
12ndhamster@gmail.com
129
3
Zat dan
Wujudnya
A. WUJUD ZAT
Ciri-ciri Gambar partikel
Z
a
t

p
a
d
a
t
- gaya tarik menarik antar-
partikelnya sangat kuat,
- letak molekulnya saling
berdekatan dan teratur,
- gaya partikelnya sangat ter-
batas (bergetar di tempat),
- bentuk dan volumenya tetap.
Z
a
t

c
a
i
r
- gaya tarik menarik antar-
partikelnya tidak begitu kuat,
- letak molekulnya agak
berjauhan,
- gaya partikel dapat berpin-
dah tempat, tetapi tidak
mudah meninggalkan
kelompoknya,
- bentuk berubah–ubah,
tetapi volumenya tetap.
Z
a
t

g
a
s
- gaya tarik menarik antarpar-
tikelnya tidak begitu kuat,
- letak molekulnya berjauhan,
- gaya partikel dapat berpin-
dah tempat, tetapi tidak
mudah meninggalkan
kelompoknya,
- bentuk berubah–ubah,
tetapi volumenya tetap.
B. PERUBAHAN WUJUD ZAT
1. Perubahan Fisika
Perubahan fsika adalah perubahan zat yang
tidak menyebabkan terjadinya zat jenis baru.
Contoh: es mencair, air menjadi uap.
Skema Perubahan Wujud
Padat
Cair
Gas
Menguap
Mengembun
M
e
m
b
e
k
u
M
e
n
c
a
ir
M
e
n
y
u
b
lim D
e
p
o
s
is
i
Memerlukan kalor Melepaskan kalor
Padat menjadi cair Cair menjadi padat
Cair menjadi gas Gas menjadi padat
Padat menjadi gas Gas menjadi cair
2. Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan zat yang
menyebabkan terjadinya zat baru
Contoh: kayu terbakar menghasilkan api,
arang, dan debu.
C. GAYA ANTARPARTIKEL
Kohesi adalah gaya tarik menarik antara dua
partikel yang sejenis.
Adhesi adalah gaya tarik menarik antara dua
partikel yang tidak sejenis.
12ndhamster@gmail.com
130
a. Miniskus Cekung
Miniskus cekung adalah bentuk penampang
permukaan zat cair yang seperti bulan akhir.
Contoh: bentuk penampang permukaan air dalam
tabung reaksi.
b. Miniskus Cembung
Miniskus cembung adalah bentuk penampang
permukaan zat cair yang seperti bulan sabit.
Contoh: bentuk penampang permukaan raksa
dalam tabung.
c. Kapilaritas
Kapilaritas adalah naiknya zat cair melalui lu-
bang yang sempit (pipa kapiler).
D. MASSA JENIS
1. Massa Jenis ( )
Massa jenis suatu zat adalah massa per sa-
tuan volume zat tersebut.
Rumus:
ρ
m

V
2. Massa Jenis Relatif (
relatif
)
Massa jenis relatif adalah perbandingan mas-
sa jenis suatu benda dengan massa jenis air.
Rumus:
benda
relatif
air

ρ
ρ
ρ
3. Massa Jenis Campuran
Rumus:
A B
campuran
A B
m m

V V
+
ρ
+
Keterangan:
r = massa jenis (kg/m
3
atau gr/cm
3
),
m = massa benda (kg atau gr),
V = volume benda (m
3
atau cm
3
),
V
A
= volume benda A (m
3
atau cm
3
),
V
B
= volume benda B (m
3
atau cm
3
),
m
A
= massa benda A (kg atau gr),
m
B
= massa benda B (kg atau gr).
Tabel massa jenis (r) beberapa zat dengan
standar SI dan CGS
Nama zat
Massa jenis dalam satuan
SI (kg/m
3
) CGS (gr/m
3
)
Air
Alkohol
Air raksa
Aluminium
Besi
Emas
Kuningan
Perak
Platina
Seng
Udara (27 °C)
Es
1000
800
13.600
2.700
7.900
19.300
8.400
10.500
21.450
7.140
1,2
920
1
0,80
13,60
2,7
7,90
19,30
8,40
10,50
21,45
7,14
0,0012
0,92
Contoh:
1. Dua macam zat A dan B akan dicampur.
Massa zat A 500 gr dan massa jenis zat A
3,5 gr/cm
3
. Massa zat B 800 gr dan massa
jenis zat B 3 gr/cm
3
. Berapakah massa jenis
campuran?
Jawab:
12ndhamster@gmail.com
131
Diketahui: m
A
= 500 gr, m
B
= 800 gr,
r
A
= 3,5 gr/cm
3
, r
B
= 3 gr/cm
3
.
A
A
A
3
3
m
V
500 gr
3,5 gr/cm
142,86 cm

ρ

B
B
B
3
3
m
V
800 gr
3 gr/cm
266, 67 cm

ρ

r
campuran
=
A B
A B
m m
V V
+
+
=
3 3
500 gr 800 gr
142,86 cm 266, 67 cm
+
+
=
3
1.300 gr
409,53 cm
= 3,17 gr/cm
3
Jadi, r
campuran
zat A dan B adalah 3,17 gr/cm
3
.
2. Perhatikan proses pengukuran volume batu
berikut!
10
20
30
40
50
Tali
Batu
Gelas
berpancuran
Gelas ukuran
Air yang
keluar dari
gelas
berpancuran
cm
3
Pipa
Ketika batu dimasukkan
ke dalam gelas berpan-
curan, air yang terdesak
batu keluar pipa dan
ditampung pada gelas
ukuran apabila massa
batu 330 gram, maka mas-
sa jenisnya adalah ....
Jawab:
V = volume batu
= volume air yang terdesak= 30 cm
3
m = 330 gram
3
3
330 g
11,0 g/cm
30 cm
m
V
ρ
4
Kalor
A. KALOR
Kalor: energi yang diterima atau dilepaskan oleh
sebuah benda. Kalor berpindah secara alamiah
dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang
bersuhu rendah.
Satuan kalor: kalori atau joule. Satu kalori adalah
banyaknya kalor yang diperlukan untuk me-
manaskan 1 gr air sehingga suhunya naik 1 °C.
1 kilokalori = 4,186 × 10
3
joule = 4,2 × 10
3
joule
1 kal = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori
Kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor
yang diperlukan oleh suatu zat untuk menaikkan
suhu 1 kg zat itu sebesar 1 °C.
Rumus:
Q = m × c × ∆T
Keterangan:
c = kalor jenis ((kal/g °C) atau (joule/kg °C)),
Q = banyaknya kalor yang diperlukan (kalori) atau (joule),
m = massa benda (g) atau (kg),
∆T = perubahan suhu (°C).
12ndhamster@gmail.com
132
Tabel kalor jenis beberapa bahan
No. Jenis bahan
Kalor
jenis
(J/ kg °C)
Kalor jenis
(kal/kg °C)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Besi
Aluminium
Tembaga
Timah putih
Perak
Spiritus
Air
Alkohol
Minyak tanah
460
880
380
210
230
2.400
4.200
2.400
1.200
0,1
0,21
0,09
0,05
0,055
0,57
1
0,57
0,50
Kapasitas kalor: banyaknya kalor yang diper-
lukan suatu zat untuk menaikkan suhu zat 1 °C.
Rumus:


Q
C
T
C mc
Keterangan:
C = kapasitas kalor (joule/K, joule/°C atau kal/°C),
∆T = kenaikan suhu (K) atau (°C),
B. ASAS BLACK
“Banyaknya kalor yang dilepaskan benda ber-
suhu tinggi sama dengan banyaknya kalor yang
diterima benda yang bersuhu lebih rendah.“
Secara matematis dinyatakan dengan rumus:
Q
lepas
= Q
terima
Karena Q = m . c . ∆t, maka:
( m . c . T ∆ )
lepas
= ( m . c . T ∆ )
terima
C. KALOR LEBUR DAN KALOR UAP
Kalor lebur: banyaknya kalor yang dibutuhkan
untuk mengubah satu satuan massa zat padat
menjadi cair pada titik leburnya.
Kalor lebur es = 80 kl/gr = 80 kkal/kg
= 336 joule/gram
Rumus:
Q = m × L
Keterangan:
Q = kalor (kalori, joule),
m = massa es (gram, kg),
L = kalor lebur es (kal/gr, kilokalori/kg).
Kalor lebur menyebabkan terjadinya perubahan
wujud dari es menjadi air pada suhu 0 °C.
Perhatikan diagram berikut ini!
Q (k.kal)
T (
o
C)
0
o
C
Es
Q = m . c . ∆T
Q = m . L
Q = m . c . ∆T
Es
Air
Kalor uap: banyaknya kalor yang digunakan untuk
menguapkan satu satuan zat pada titik didihnya.
Kalor uap air pada 100 °C = 540 kalori/gr
= 2.268 joule/gr
12ndhamster@gmail.com
133
Rumus:
Q = m × u
Keterangan:
u = kalor lebur uap (kal/gr, kilokalori/kg).
Perhatikan diagram di bawah ini!
Q (k.kal)
T (
o
C)
0
o
C
100
o
C
Es
Q = m . c . ∆T
Q = m . L
Q = m . c . ∆T
Q = m . u
Es
Air
Air
Uap
D. PERPINDAHAN KALOR
1. Konduksi (hantaran): perpindahan kalor me-
lalui zat padat tanpa disertai perpindahan
partikel zat. Contoh: besi yang dipanaskan
pada salah satu ujungnya, pada ujung lain-
nya lama–kelamaan akan terasa panas juga.
2. Konveksi (aliran): perpindahan kalor melalui
suatu zat cair atau gas yang disertai per-
pindahan partikel zat tersebut. Contoh: air
yang dimasak, konveksi udara pada ventilasi
rumah, angin laut dan angin darat.
3. Radiasi (pancaran): perpindahan kalor tan-
pa melalui zat perantara. Contoh: pancaran
sinar matahari ke bumi, rambatan kalor dari
lampu ke telur–telur pada mesin penetas
sederhana.
Contoh:
Sepotong aluminium yang massanya 150 gr dan
suhunya 85 °C, dimasukkan ke dalam 75 gr air
yang suhunya 15 °C. Jika kalor jenis aluminium
0,21 kal/gr °C dan kalor jenis air 1 kal/gr °C,
berapakah suhu akhir campuran?
Jawab:
Diketahui: m
aluminium
= 150 gram,
T
aluminium
= 85 °C,
c
aluminium
= 0,21 kal/gr °C,
m
air
= 75 gram,
T
air
= 15 °C, c
air
= 1 kal/gr °C.
Q
lepas
= Q
terima
Karena suhu aluminium lebih tinggi daripada air,
maka yang melepaskan kalor adalah aluminium
dan yang menerima kalor adalah air.
m
Al
× C
Al
× ∆T
Al
= m
air
× C
air
× ∆T
air
⇔m
Al
× C
Al
× (85 – T
A
) = m
air
× C
air
× (T
A
– 15)
⇔150 × 0,21 × (85 – T
A
) = 75 × 1 × (T
A
– 15)
⇔2 × 0,21 × (85 – T
A
) = 1 × 1 (T
A
– 15)
⇔ 0,42 (85 – T
A
) = 1 (T
A
– 15)
⇔0,42 × 85 – 0,42 × T
A
= T
A
– 15
⇔35,7 – 0,42 × T
A
= T
A
– 15
⇔35,7 + 15 = T
A
+ 0,42 T
A
⇔ 50,7 = 1,42 T
A
⇔ T
A
=
50,7
1, 42
⇔ T
A
= 35,7 °C
Jadi, suhu akhir campuran adalah 35,7 °C.
12ndhamster@gmail.com
134
5
Gerak
A. PENGERTIAN GERAK
Gerak adalah perubahan kedudukan suatu ben-
da terhadap titik acuannya.
Gerak menurut keadaan benda:
- gerak yang sebenarnya,
- gerak semu.
Gerak menurut bentuk lintasan:
- gerak lurus,
- gerak melingkar,
- gerak parabola,
- gerak tidak beraturan.
B. GERAK LURUS BERATURAN
Gerak lurus beraturan: gerak suatu benda yang
lintasannya berupa garis lurus dan besar ke-
cepatannya setiap saat selalu sama atau tetap.
1. Kecepatan Tetap
Rumus:
s
v
t

Keterangan:
v = kecepatan (km/jam, m/s),
s = jarak (km, m),
t = waktu (jam, sekon).
2. Kecepatan Rata-rata
Rumus:
total 1 2 n
total 1 2 n
s s ... s
s
v
t t ... t
t
+ + +

+ + +
Keterangan:
v = kecepatan rata-rata (km/jam, m/s),
s
total
= jarak total yang ditempuh (km, m),
t
total
= waktu total (jam, sekon).
C. GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN
(GLBB)
Gerak lurus berubah beraturan: gerak lurus yang
memiliki perubahan kecepatan setiap sekon
(percepatan) yang selalu tetap.
Percepatan: pertambahan kecepatan setiap
waktu pada benda yang bergerak. Perlambatan
adalah percepatan yang bernilai negatif.
Rumus:
t 0

v v
a
t
÷

t 0
2
0
2 2
t 0
v v a t
1
s v t a t
2
v v 2 a s
+ ⋅
⋅ + ⋅ ⋅
+ ⋅ ⋅
Keterangan:
a = percepatan gerak benda (m/s
2
, km/jam),
v
0
= kecepatan awal (m/s atau km/jam),
v
t
= kecepatan akhir (m/s atau km/jam),
t = waktu tempuh, dalam satuan sekon (s).
12ndhamster@gmail.com
135
Contoh:
1. Perhatikan gambar berikut!
D A
B C
Seorang anak meluncur maju di jalan se-
perti pada gambar berikut tanpa mengayuh
pedal sepedanya. Jenis gerak lurus berubah
beraturan (GLBB) yang terjadi pada sepeda
ketika melalui lintasan ....
Jawab:
Jenis gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
yang terjadi pada sepeda, yaitu:
a. Gerak C – D: GLBB diperlambat (kecepatan
benda berkurang secara teratur)
b. Gerak A – B: GLBB dipercepat (kecepatan
benda bertambah secara teratur)
2. Budi mengendarai sepeda motor dengan
kecepatan tetap 36 km/jam. Jika jarak yang
ditempuh Budi 250 m, berapa lama waktu
perjalanan Budi?
Jawab:
v = 36 km/jam =
36 1.000 m
3600 s
×

= 10m/s,
s = 250 m.

`
s v t
250 m 10 m/ s t
250 m
t 25 s
10 m/ s
×
⇔ ×

6
Gaya
A. PENGERTIAN GAYA
Gaya adalah sesuatu yang dapat menyebabkan
terjadinya perubahan kecepatan dan perubahan
bentuk suatu benda. Alat untuk mengukur gaya
disebut neraca pegas atau dinamometer.
- satuan gaya = newton atau dyne,
- 1 newton = 1 kg m/s
2
,
- 1 dyne = 1 gr cm/s
2
,
- 1 newton = 10
5
dyne.
Rumus:
F = m × a
Keterangan:
F = gaya (newton atau dyne),
m = massa benda (kg atau gr),
a = percepatan (m/s
2
atau cm/s
2
).
1. Gaya Sentuh
Gaya sentuh: gaya yang mempengaruhi benda
dengan cara bersentuhan langsung dengan
benda tersebut. Contoh: gaya otot.
2. Gaya Tak Sentuh
Gaya tak sentuh: gaya yang mempengaruhi ben-
da tanpa bersentuhan langsung dengan benda
tersebut. Contoh: gaya magnet, gaya listrik.
12ndhamster@gmail.com
136
B. RESULTAN GAYA
Gaya yang arahnya sama dapat diganti dengan
sebuah gaya yang nilainya sama dengan jumlah
kedua gaya. Gaya pengganti itu disebut resultan
gaya yang dilambangkan dengan R.
1. Gaya Sejajar dan Searah
F
1
F
2
Resultan gaya yang sejajar dan searah
R = F
1
+ F
2
2. Gaya Sejajar dan Berlawanan Arah
F
2
F
1
Resultan gaya yang sejajar dan berlawanan
arah
R = F
1
– F
2
3. Gaya Saling Tegak Lurus
F
2
F
1
Resultan gaya saling tegak lurus
2 2
1 2
R F F +
Contoh:
Empat buah gaya bekerja pada balok, seperti
gambar di bawah ini. Besar dan arah resultan
gaya dari gaya-gaya tersebut adalah ….
400 N
200 N
300 N 500 N
Jawab:
(500 400) (300 200)
900 500 400
kanan kiri
R F F
N
+
+ ÷ +
÷
Tanda positif menunjukkan arah resultan gaya ke
kanan.
C. GAYA BERAT DAN BERAT JENIS BENDA
Gaya berat adalah besaran gaya gravitasi yang
bekerja pada benda. Hubungan antara massa
benda dan beratnya yaitu:
1. semakin besar massa benda, semakin besar
pula beratnya,
2. perbandingan antara berat benda dan massa
benda cenderung tetap.
Rumus:
w = m . g
Keterangan:
w = berat benda (newton atau dyne),
m = massa benda (kg atau gram),
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s
2
).
12ndhamster@gmail.com
137
Berat jenis adalah perbandingan berat dan vo-
lume benda.
Rumus:
w
S
V

S . g ρ
Keterangan:
S = berat jenis benda (N/m
3
),
r = massa jenis benda (kg/m
3
),
g = percepatan gravitasi (m/s
2
),
V = volume benda.
Contoh:
Sebuah benda beratnya 250 N dan volumenya
5 m
3
. Berapakah berat jenis benda? Apabila per-
cepatan gravitasi bumi 9,8 m/s
2
, berapakah mas-
sa jenis benda?
Jawab:
Diketahui: w = 250 N, V = 5 m
3
, g= 9,8 m/s
2
.
a. S =
w
V
=
3
250 N
5 m
= 50 N/m
3
b. S = . g, maka diperoleh:

r =
S
g

=
3
250 kg
9,8 m
= 25,51 kg/m
3
7
Energi dan
Usaha
A. ENERGI
Energi adalah kemampuan untuk melakukan
usaha atau kerja. Dalam satuan SI, energi di-
nyatakan dalam joule (J) atau kalori (kal).
1. Bentuk–bentuk Energi
Energi kimia, energi kinetik, energi listrik,
energi kalor, energi cahaya, energi otot, energi
bunyi, energi nuklir, energi potensial.
2. Perubahan Bentuk Energi
a. Energi listrik → energi kalor
Contoh: seterika, kompor listrik.
b. Energi listrik → energi cahaya
Contoh: lampu.
c. Energi listrik → energi bunyi
Contoh: radio dan bel listrik.
d. Energi listrik → energi kinetik
Contoh: kipas angin.
3. Sumber–sumber Energi
Sumber energi yang ada di alam banyak
sekali jumlahnya, antara lain: matahari, air
(air terjun dan gelombang permukaan air),
angin, fosil, nuklir/inti atom.
4. Energi Kinetik, Potensial, dan Mekanik
12ndhamster@gmail.com
138
a. Energi Kinetik
Energi kinetik: energi yang dimiliki benda
yang bergerak.
Rumus:
E
k
=
2
1
m v
2
Keterangan:
E
k
= energi kinetik,
m = massa benda (kg),
v = kecepatan gerak benda (m/s
2
).
b. Energi Potensial
Energi potensial: energi yang dimiliki oleh
suatu benda karena letak atau kedudukan-
nya.
Rumus:

E
p
= m . g . h
Keterangan:
E
p
= energi potensial (joule),
g = percepatan gravitasi (m/s
2
),
h = ketinggian (m).
c. Energi mekanik
Rumus:
E
m
= E
k
+ E
p
Hukum Kekekalan Energi
“Energi tidak dapat dimusnahkan dan dicip-
takan. Energi hanya dapat berubah bentuk
dari suatu bentuk ke bentuk yang lain.”
Contoh:
Seekor burung terbang pada ketinggian 20 m
dengan kecepatan 8 m/s. Jika massa burung
tersebut 0,25 kg, energi mekaniknya adalah ….
Jawab:
Diketahui: h = 20 m, v = 8 m/s, dan m = 0,25 kg.
E
m
= E
p
+ E
k
= (m . g . h) + (
2
1
m v
2
)

= 0,25 kg.10 m/s
2
.20 m + ½ . 0,25 kg . (8 m/s)
2
= 50 joule + 8 joule = 58 joule
B. USAHA
Usaha adalah suatu proses yang dilakukan untuk
me-mindahkan kedudukan suatu benda.
Rumus:
W = F . s
Keterangan:
W = usaha (joule), F = gaya (N),
s = jarak perpindahan benda (m).
1. Pesawat Sederhana
Pesawat sederhana: suatu alat yang digunakan
untuk mempermudah pekerjaan manusia.
a. Tuas (pengungkit)
Beban
Penumpu
Lengan beban
Lengan kuasa
kuasa
- Lengan beban: jarak benda ke penumpu.
- Lengan kuasa: jarak gaya kuasa ke penumpu.
12ndhamster@gmail.com
139
Rumus:
w × L
b
= F × L
k
Keuntungan mekanis tuas
k
b
L w
KM
F L

Keterangan:
w = berat benda (newton),
L
b
= lengan beban (meter),
F = gaya yang diberikan,
L
k
= lengan kuasa (meter).
Contoh:
Sebuah linggis dipakai untuk mengungkit batu
yang beratnya 500 N. Jika panjang linggis 2,4
m dan lengan beban 40 cm, berapa gaya kuasa
untuk mengungkit batu itu? Berapa keuntungan
mekanisnya?
Jawab:
Diket: w
B
= 500 N, L= 2,4 m,L
b
= 40 cm = 0,4 m.
Ditanya: F
k
= …? dan KM = …?
Lengan kuasa L
k
= L – L
b
= 2,4 m – 0,4 m = 2 m
× ×
⇔ × ×

500 N 0,4 m 2 m
200 Nm
100 N
2 m
b b k k
k
k
w L F L
F
F

k
b
L 2 m
5
L 0,4 m
KM
Gaya kuasa = 100 N dan keuntungan mekanis = 5.
Macam-macam Tuas
a) Tuas jenis pertama. Titik tumpu (T) terletak
di antara titik kuasa (K) dan titik beban (B).
Contoh: gunting, palu, tang, dan lain–lain.
b) Tuas jenis kedua. Titik beban (B) terletak di
antara titik tumpu (T) dan titik kuasa (K). Con-
toh: gerobak dorong, pemecah biji, pembuka
botol, dan lain–lain.
c) Tuas jenis ketiga. Titik kuasa (K) terletak
di antara titik tumpu (T) dan titik beban (B).
Contoh: lengan bawah, jepitan, sekop.
b. Katrol (kerekan)
Katrol
tetap
Katrol
bebas
Katrol
majemuk
Keuntungan
mekanis
1
w
KM
F
2
w
KM
F

w
KM n
F
n = jumlah katrol
Gambar

K
T
B
F
k
W
b
K T B
F
k
W
b
W
b
c. Bidang Miring
B
w
F
T
h
l
12ndhamster@gmail.com
140
Rumus:
w

F h


Keterangan:
F = gaya (kuasa),
w = berat beban,
 = panjang lintasan,
h = tinggi bidang miring.
Beberapa pesawat sederhana yang prinsip ker-
janya sama dengan bidang miring, yaitu: baji dan
sekrup.
d
d
Jika r = jari–jari sekrup dan d = jarak antara 2
ulir, maka diperoleh keuntungan mekanis sekrup
adalah:
π

2 r
KM
d
2. Daya
Daya adalah kecepatan melakukan usaha
atau kecepatan memindahkan atau men-
gubah energi tersebut.
Rumus:
W
P
t

Keterangan:
P = daya (joule/detik, atau watt),
W = usaha (joule),
t = waktu (sekon atau detik).
8
Tekanan
A. PENGERTIAN
Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja
pada benda tiap satuan luas.
Rumus:
F
P
A

Keterangan:
P = tekanan (N/m
2
atau Pa/pascal),
F = gaya tekanan (N),
A = luas bidang tekanan (m
2
).
Tekanan Hidrostatis (P
h
)
Tekanan hidrostatis adalah tekanan dalam zat
cair yang disebabkan oleh berat zat itu sendiri.
Rumus:
P
h
= r . g . h
Keterangan:
P
h
= tekanan hidrostatis (N/m
2
, Pa, atm),
r = massa jenis zat cair (kg/m
3
, gr/cm
3
),
g = gravitasi (9,8 m/s
2
).
1 Pa = 1 N/m
2
1 N = 1 kg m/s
2
12ndhamster@gmail.com
141
Contoh:
Apabila percepatan gravitasi bumi sebesar 10 m/
s
2
dan massa jenis air 1.000 kg/m
3
, tekanan hi-
drostatis yang dialami oleh ikan adalah ....
2
0

c
m

5
0

c
m

Pembahasan:
g = 10 m/s
2

= 1000 kg/m
3

Ditanyakan:
P
h
(tekanan
hidrostatis)?
Jawab:
• Mencari ketinggian ikan dari permukaan air:
h = 50 cm ÷ 30 cm = 30 cm = ÷0,3 m
• Besarnya tekanan hidrostatis adalah:
Ph = . g . h = 1000 . 10 . 0,3
= 3000 N/m
2
B. HUKUM PASCAL
“Gaya yang bekerja pada suatu zat cair dalam ru-
ang tertutup, tekanannya diteruskan oleh zat cair
itu ke segala arah dengan sama besar.”
Secara matematis hukum Pascal dituliskan:


1 2
1 2
F F

A A

Keterangan:
F
1
= gaya tekan pada ruang 1 (N),
F
2
= gaya tekan pada ruang 2 (N),
A
1
= luas permukaan ruang 1 (m
2
),
A
2
= luas permukaan ruang 2 (m
2
).
Contoh alat yang bekerja berdasarkan hukum
Pascal antara lain: dongkrak, jembatan angkat
kempa hidrolik, rem hidrolik, pengangkat hidrolik.
C. HUKUM ARCHIMEDES
Benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya
ke dalam zat cair, mengalami gaya ke atas yang
besarnya sebanding dengan volume zat cair
yang dipindahkan.
Rumus:
F
A
= r
f
× g × V
f
Keterangan:
F
A
= gaya ke atas oleh zat cair (newton),
r
f
= massa jenis fuida (zat cair) (kg/m
3
, gr/m
3
),
V
f
= volume fuida yang dipindahkan (volume benda
yang tercelup di dalam fuida),
g = gravitasi bumi (9,8 m/s
2
).
1. Benda terapung
- massa jenis benda lebih kecil daripada
massa jenis zat cair tersebut (r
b
< r
a
),
- volume zat cair yang dipindahkan lebih
kecil daripada volume benda (V
f
< V
b
),
- berat benda sama dengan gaya ke atas
(w
b
= F
A
).
12ndhamster@gmail.com
142
2. Benda melayang
- massa jenis benda sama dengan massa
jenis zat cair (r
b
= r
f
),
- volume zat cair yang dipindahkan sama
dengan volume benda (V
f
= V
b
),
- berat benda sama dengan gaya ke atas
(w
b
= F
A
).
3. Benda tenggelam
- massa jenis benda lebih besar dari mas-
sa jenis zat cair (r
b
> r
f
),
- volume zat cair yang dipindahkan sama
dengan volume benda (V
f
= V
b
),
- berat benda lebih besar daripada gaya ke
atas (w
b
> F
A
).
Terapung Tenggelam Melayang
Contoh penerapan hukum Archimedes, antara
lain pada: kapal selam, kapal laut, galangan ka-
pal, balon udara, hidrometer (alat untuk mengu-
kur massa jenis zat cair), jembatan ponton.
Contoh:
Sebuah benda melayang dalam air. Jika massa
jenis air adalah 1 gr/cm
3
dan volume benda 500
cm
3
, berapakah massa benda tersebut? (g = 9,8
m/s
2
)
Jawab:
r
air
= 1 gr/cm
3
, V
b
= 500 cm
3
, g = 9,8m/s
2
.
Syarat benda melayang adalah
w
b
= F
A
⇔ m
b
g =
f
V
f
g
⇔ m
b
=
f
V
f
Karena melayang, maka V
f
= V
b
, sehingga
m
b
=
f
V
f
=
f
V
b
= 1 gr/cm
3
500 cm
3
= 500 gr
Jadi, massa benda tersebut adalah 500 gram.
D. TEKANAN UDARA
Rumus:
P = r × g × h
Keterangan:
P = tekanan udara (atm, N/m
2
, Pa),
r = massa jenis zat (kg/m
3
, gr/m
3
),
g = gravitasi bumi (9,8 m/s
2
atau 10 m/s
2
),
h = tinggi zat cair (m, cm).
1 atm = 76 cm Hg,
1 atm = 1,013 × 10
5
Pa
r
air raksa
= 13.600 kg/m
3
,
r
udara
= 1,3 kg/m
3
,
1 newton = 1 kg m/s
2
.
Tekanan udara luar diukur dengan alat yang
disebut barometer. Ada 2 macam barometer
yang biasa digunakan barometer raksa, baro-
meter aneroid.
Hasil percobaan diperoleh:
“Setiap kenaikan 10 m dihitung dari permukaan
air laut, permukaan raksa dalam tabung turun
rata–rata 1 mm.“
12ndhamster@gmail.com
143
Tekanan udara dalam ruang tertutup diukur de-
ngan alat yang disebut manometer.
a. Manometer Raksa Terbuka
P
gas
> P
udara
,

maka P
gas
= P
udara
+ h
P
gas
< P
udara
,

maka P
gas
= P
udara
– h
Keterangan:
P
gas
= tekanan gas dalam ruang tertutup
(yang diukur),
P
udara
= tekanan udara luar,
h = perbandingan tinggi raksa pada kedua
kaki menometer.
b. Manometer Raksa Tertutup
Tekanan gas dalam ruang tertutup diukur
dengan cara:
]
ρ ρ +
]
]
1
gas udara
2
h
h
h
Keterangan:
h
1
= tinggi kolom udara sebelum manometer
digunakan,
h
2
= tinggi kolom udara ketika manometer di-
gunakan,
c. Manometer Logam
Tekanan gas dalam ruang tertutup, besarnya
dapat dilihat secara langsung pada skala
yang terdapat dalam alat ukur.
E. HUKUM BOYLE
“Hasil kali tekanan udara dan volume suatu gas
dalam ruang tertutup adalah tetap, asal suhu gas
itu tetap.”
Rumus:
P
1
V
1
= P
2
V
2
Keterangan:
P
1
= tekanan awal, P
2
= tekanan akhir,
V
1
= volume awal, V
2
= volume akhir.
Contoh:
Di dalam sebuah ruang tertutup yang volumenya
200 cm
3
, terdapat udara dengan tekanan 2 atm.
Jika ruangan tersebut diperkecil volumenya men-
jadi 50 cm
3
pada suhu tetap, berapakah tekanan
udara dalam ruang tertutup?
Jawab:
Diketahui: V
1
= 200 cm
3
, P
1
= 2 atm, V
2
=
50 cm
3
,
2
1 1 2 2
3
2
3
3
2
2
P V P V
2 atm 200 cm P 50 atm
2 atm 200 cm
P
50 cm
400
P atm
50
P 8 atm
× ×
⇔ × ×
×



Jadi, tekanan udara dalam ruang itu adalah 8 atm.
12ndhamster@gmail.com
144
9
Getaran dan
Gelombang
A. GETARAN
Getaran adalah gerakan suatu benda di sekitar
titik keseimbangannya pada lintasan tetap.
Suatu benda dikatakan bergetar bila benda itu
bergerak bolak–balik secara berkala melalui titik
keseimbangan.
Beberapa contoh getaran antara lain:
a. senar gitar yang dipetik,
b. bandul jam dinding yang sedang bergoyang,
c. ayunan anak–anak yang sedang dimainkan,
A
A
A
B
Titik-titik keseimbangan pada getaran pegas, penggaris, dan
bandul.
Titik keseimbangan getaran pada pegas adalah
O. Titik keseimbangan pada getaran ujung peng-
garis dan bandul adalah B.
Garis yang melalui titik B dan O pada getaran
ujung penggaris dan ayunan adalah garis kes-
eimbangan.
- Jarak antara benda yang bergetar dengan titik
(garis) keseimbangannya disebut simpangan.
- Simpangan terbesar suatu benda yang ber-
getar disebut amplitudo.
Frekuensi Getaran dan Periode Getaran
Frekuensi getaran adalah banyaknya getaran
yang terjadi dalam satu sekon.
Periode getaran adalah waktu yang dibutuhkan
untuk melakukan satu getaran.


getaran
1
f
t T
f
1
T

Keterangan:
getaran = jumlah getaran,
f = frekuensi (hertz disingkat Hz),
t = waktu (s),
T = periode (s).
B. GELOMBANG
Gelombang adalah getaran yang merambat.
Gelombang yang memerlukan zat perantara dalam
perambatannya disebut gelombang mekanik.
1. Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang
yang arah getarnya tegak lurus terhadap
arah rambatannya. Contoh: getaran senar
gitar yang dipetik, TV, radio, gelombang air.
12ndhamster@gmail.com
145
2. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang
yang arah getarnya sejajar atau berimpit
dengan arah rambatannya.
Contoh: gelombang bunyi, pegas, gelom-
bang pada slinky yang diikatkan kedua
ujungnya pada statif kemudian diberi usikan
(getaran) pada salah satu ujungnya.
Panjang Gelombang ( )
Panjang gelombang adalah jarak yang ditempuh
oleh gelombang dalam waktu 1 periode.
simpul
perut
simpul
simpul
l
Pada gelombang transversal, satu gelombang terdiri
atas 3 simpul dan 2 perut. Jarak antara dua simpul
atau dua perut yang berurutan disebut setengah pan-
jang gelombang atau ½ .
l
rapatan
regangan regangan
rapatan rapatan
Satu gelombang = 1 regangan dan 1 rapatan
Hubungan Antara Panjang Gelombang, Peri-
ode, Frekuensi, dan Kecepatan Gelombang
Rumus:
v . f
T
λ
λ
Keterangan:
l = panjang gelombang (m),
v = kecepatan gelombang (m/s),
T = periode gelombang (sekon atau detik),
f = frekuensi gelombang (s
–1
atau hertz).

Contoh:
Sebuah sumber getar mempunyai panjang ge-
lombang 17 m ketika bergetar di udara, Jika
cepat rambat gelombang di udara adalah 340
m/s, berapakah periode dan frekuensinya?
Jawab:
Diketahui: l = 17 m dan v = 340 m/s.
a. Periode
v
T
17 m 1
T sekon
v 340 m/s 20
λ

λ

b. Frekuensi
1 1
f 20 Hz
1
T
sekon
20

12ndhamster@gmail.com
146
10
Bunyi
A. GELOMBANG BUNYI
- Bunyi dihasilkan oleh suatu getaran.
- Bunyi merupakan gelombang mekanik.
- Medium perambatan bunyi bisa berupa zat
padat, zat cair, dan gas.
- Bunyi merambat lebih cepat pada medium
zat padat dibandingkan pada medium zat
cair dan gas.
- Bunyi tidak terdengar pada ruang hampa.
Syarat terjadinya bunyi: adanya sumber bunyi,
adanya zat antara atau medium, adanya pene-
rima di sekitar bunyi.
Kuat bunyi dipengaruhi oleh amplitudo dan jarak
sumber bunyi dari penerima.
- Semakin besar amplitudonya, semakin kuat
bunyi yang terdengar, begitu juga sebaliknya.
- Semakin dekat pendengar dari sumber bu-
nyi, semakin kuat bunyi itu terdengar, begitu
juga sebaliknya.
Frekuensi bunyi terbagi menjadi 3 macam.
1. Infrasonik (< 20 Hz).
Hanya dapat didengar oleh beberapa bina-
tang seperti: lumba–lumba, anjing.
2. Audiosonik (20–20.000 Hz)
Dapat didengar oleh manusia.
3. Ultrasonik (> 20.000 Hz)
Dapat didengar kelelawar.
Cepat Rambat Bunyi
Rumus:

s
v
t
atau v
T
λ

Keterangan:
v = cepat rambat bunyi (m/s),
l = panjang gelombang bunyi (m),
T = periode bunyi (sekon),
s = jarak sumber bunyi terhadap pendengar (m),
t = waktu tempuh bunyi (s).
Intensitas bunyi: besaran yang menyatakan
berapa besar daya bunyi tiap satu satuan luas.
Satuan intensitas bunyi: watt/m
2
atau W/m
2
.
Intensitas bunyi bergantung pada amplitudo sum-
ber bunyi dan jarak pendengar dengan sumber
bunyi. Semakin besar amplitudo sumber bunyi,
semakin besar intensitasnya, dan semakin jauh
pendengar dari sumber bunyi, akan semakin ke-
cil intensitas bunyi yang terdengar.
B. NADA
- Nada: bunyi yang frekuensinya beraturan.
- Desah: bunyi yang frekuensinya tidak teratur.
- Dentum: desah yang bunyinya sangat keras
seperti suara bom.
12ndhamster@gmail.com
147
C. HUKUM MERSENNE
Menurut hukum Mersenne, frekuensi senar (f):
- berbanding terbalik dengan panjang senar ( ),
- berbanding terbalik dengan akar luas penam-
pang senar (A),
- berbanding terbalik dengan akar massa jenis
bahan senar (r),
- sebanding dengan akar tegangan senar (F).
Rumus:


1 F
f
2 A

ρ 
atau
1 F
f
2 m
×



Keterangan: m = massa senar (kg)
Untuk perbandingan frekuensi dua buah senar,
berlaku:
1 2 1 2 2
2 1 2 1 1
f F A

f F A
ρ

ρ


D. RESONANSI
Resonansi sebuah benda akan terjadi jika benda
tersebut memiliki frekuensi sama dengan benda
yang lain yang sedang bergetar.
Rumus terjadinya resonansi:
L (2n 1)
4
λ
÷
Keterangan:
L = panjang kolom udara (cm),
n = 1, 2, 3, … ,
n = 1 jika terjadi resonansi pertama,
n = 2 jika terjadi resonansi kedua, dst.
E. HUBUNGAN CEPAT RAMBAT BUNYI DENGAN
SUHU
Rumus:
V
2
= V
1
+ 0,6 T
Keterangan:
V
1
= kecepatan bunyi pada awal (cm/s, m/s),
V
2
= kecepatan bunyi pada suhu kedua (cm/s,
m/s),
T = perubahan suhu (kenaikan suhu) (°C).
Cepat rambat bunyi di udara pada suhu 0°C =
332 m/s
Pertambahan kecepatan bunyi di udara = 0,6 m/s °C
F. PEMANTULAN BUNYI
Macam–macam bunyi pantul adalah:
1. Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli
2. Gaung atau kerdam: bunyi pantul yang datang-
nya hanya sebagian atau bersamaan dengan
bunyi asli sehingga bunyi asli menjadi tidak
jelas.
3. Gema: bunyi pantul yang terdengar jelas
setelah bunyi asli.
12ndhamster@gmail.com
148
Bunyi pantul dapat digunakan untuk mengukur
kedalaman laut dan panjang lorong.
Untuk mengukur kedalaman laut digunakan ru-
mus:
v t
h
2
×

Keterangan:
h = kedalaman laut,
v = kecepatan bunyi di dalam air (m/s),
t = waktu bunyi bolak–balik (s).
Contoh:
1. Sepotong senar massanya 62,5 gram dan
panjangnya 40 cm, diberi tegangan 6.250
newton. Hitunglah frekuensi nada yang di-
hasilkan senar tersebut!
Jawab:
Diketahui: m = 62,5 gr = 0,0625 kg,
 = 40 cm = 0,4 m,
F = 6.250 newton.
Jawab:
f =
1 F
2 m
× 

=
1 6.250 0, 4
2 0, 4 0,0625
×
×

=
1 2.500
0,8 0,0625
=
1
40.000
0,8

=
10
200
8
×
= 250 Hz
Jadi, frekuensi yang dihasilkan adalah 250 Hz.
2. Sebuah kapal yang dilengkapi dengan
pemancar gelombang sebagai sumber bu-
nyi dan sebuah hidrofon sebagai penangkap
pantulan bunyi, hendak mengukur kedala-
man laut. Jika cepat rambat bunyi di dalam
air laut adalah 1.500 m/s dan waktu yang
dibutuhkan untuk bolak–balik adalah 0,5
sekon. Berapakah kedalaman laut tersebut?
Jawab:
Diketahui: v = 1.500 m/s dan t = 0,5 s.
h =
v t
2
×
=
1.500 m/s 0,5 s
2
×

=
750 m
2
= 375 m.
Jadi, kedalaman laut tersebut adalah 375
meter.
12ndhamster@gmail.com
149
11
Cahaya dan
Optik
A. SIFAT–SIFAT CAHAYA
Cahaya merupakan salah satu gelombang elektro-
magnetik, yang berarti cahaya dapat merambat
di dalam ruang hampa udara.
Kecepatan cahaya merambat dalam ruang ham-
pa udara adalah 3 × 10
8
m/s
Sifat–sifat cahaya antara lain: merambat lurus,
dapat dipantulkan, dapat dibelokkan, dapat di-
lenturkan, dapat digabungkan, dapat merambat
dalam ruang hampa.
B. CERMIN
1. Cermin Datar
Sifat bayangan:
- sama tegak,
- bersifat maya (semu),
- jarak bayangan ke cermin sama dengan
jarak benda ke cermin (s = s’),
- tinggi bayangan sama dengan tinggi benda
(h’ = h),
- besar bayangan sama dengan besar benda
(M’ = M),
- posisi bayangan (orientasi kanan kiri) berla-
wanan dengan bendanya.
Macam-macam bayangan:
- Bayangan nyata: bayangan yang terjadi
karena berpotongan sinar–sinar pantul.
- Bayangan maya (semu): bayangan yang ter-
jadi karena perpotongan perpanjangan sinar
pantul.
Jika dua buah cermin datar saling membentuk
sudut a maka banyaknya bayangan yang ter-
bentuk adalah:
360
n 1
a
= -
Keterangan:
n = banyaknya bayangan,
a = sudut antara 2 cermin datar.
2. Cermin Cekung
Sinar istimewa cermin cekung, yaitu:
a. sinar datang yang sejajar dengan sumbu
utama akan dipantulkan melalui titik fokus
utama (F),
b. sinar datang yang melalui titik fokus utama
(F) akan dipantulkan sejajar sumbu utama,
c. sinar datang yang melalui titik kelengkungan
(M) akan dipantulkan melalui M juga.
a
b
c
f M
A
A
12ndhamster@gmail.com
150
Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung
Ruang
Sifat
bayangan
Benda
ruang III,
bayangan
ruang II
nyata,
terbalik,
diperkecil
Benda
ruang II,
bayangan
ruang III
nyata,
terbalik,
diperbesar
Benda
ruang I,
bayangan
ruang IV
maya,
tegak
diperbesar
Dari tabel di atas, diperoleh hubungan antara
ruang benda (R
benda
) dan ruang bayangan (R
bay
),
yaitu:
R
benda
+ R
bay
= 5
2. Cermin Cembung
Sinar–sinar istimewa pada cermin cembung:
a. Sinar datang sejajar sumbu utama, dipan-
tulkan seolah–olah berasal dari titik fokus.
b. Sinar datang menuju fokus, dipantulkan seja-
jar sumbu utama.
c. Sinar datang menuju jari–jari M atau pusat
kelengkungan, dipantulkan melalui M juga.
A
B a
c
b
B
M f f
A
Sifat bayangan pada cermin cembung selalu
maya, tegak, diperkecil. Pada cermin cembung
juga berlaku:
R
benda
+ R
bay
= 5
Rumus Pembentukan Bayangan dan Perbe-
saran Bayangan pada Cermin
Rumus:
o i
1 1 1 2

s s f R
+
i i
o o
s h
M
s h

R = 2 f
12ndhamster@gmail.com
151
Keterangan:
S
o
= jarak benda dari cermin,
S
i
= jarak bayangan dari cermin,
F = jarak fokus dari cermin,
R = jari–jari,
M = perbesaran bayangan,
h
o
= tinggi benda,
h
i
= tinggi bayangan.
Contoh:
Sebuah benda diletakkan 30 cm di depan cer-
min cembung yang memiliki jarak fokus 15 cm.
Hitunglah jarak dan perbesaran bayangan yang
terbentuk!
Jawab:
Diketahui: s
o
= 30 cm dan f = –15 cm.
a. Jarak bayangan yang terbentuk

o i i o
i
i
i
1 1 1 1 1 1

f s s s f s
1 1 1
s 15 30
1 3
s 30
30
s 10 cm
3
+ ⇔ ÷
÷
÷
÷
÷ ÷
Jadi, jarak bayangan yang dibentuk adalah
10 cm di belakang cermin cembung.
b.
i
o
s
M
s
=
10 cm
30 cm
÷
=
1
3
C. PEMBIASAN CAHAYA (REFRAKSI)
Yaitu peristiwa pembelokkan arah rambatan ca-
haya karena melewati dua medium yang berbe-
da kecepatan optiknya.
1. Hukum Snellius untuk Pembiasan
a. Sinar datang, garis normal, dan sinar
bias terletak pada satu bidang datar dan
berpotongan pada satu titik.
b. Sinar datang dari medium kurang rapat
ke medium lebih rapat akan dibiaskan
mendekati garis normal. Jika sebaliknya
akan dibiaskan menjauhi garis normal.
2. Indeks Bias
Indeks bias mutlak (n): Indeks bias relatif:
n
C
n
C

2 2
21
1 1
n C
n
n C

Keterangan:
C = cepat rambat cahaya pada ruang hampa
= 3× 10
8
m/s
C
n
= cepat rambat cahaya dalam medium
n
1
= indeks bias medium 1
n
2
= indeks bias medium 2
C
1
= cepat rambat cahaya dalam medium 1
D. LENSA
1. Lensa Cekung (Konkaf, Lensa Negatif (–))
Lensa cekung terdiri atas 3 bentuk, yaitu lensa
bikonkaf (cekung rangkap (a)), lensa plankonkaf
(cekung datar(b)), dan lensa konveks-konkaf
12ndhamster@gmail.com
152
(cekung cembung (c)). Lensa cekung memiliki
sifat dapat menyebarkan cahaya (divergen).
a b c
Sinar-sinar istimewa:
Sifat bayangan selalu: maya, tegak.
Apabila R
benda
< R
bayangan
= bayangan diperbesar.
2. Lensa Cembung (Konveks, Lensa Positif (+))
Lensa cembung terdiri dari lensa cembung–
cembung (bikonveks (a)), lensa cembung da-
tar (plankonveks (b)), lensa cekung cembung
(konkaf konveks (c))
a b c
Sinar-sinar istimewa:
Sifat bayangan:
nyata, terbalik  di belakang lensa
maya, diperbesar  di depan lensa
Rumus pada lensa cekung dan cembung:
0 i
1 1 1

f s s
+ dan
i i
o o
s h
M
s h


Keterangan:
l f positif untuk lensa cembung dan f negatif untuk
lensa cekung,
l jarak benda s
o
positif jika terletak di depan benda,
l jarak bayangan s
i
positif jika berada di belakang
lensa.
Contoh:
1. Sebuah lensa cembung memiliki jarak fokus
20 cm. Apabila sebuah benda diletakkan 30
cm di depan lensa, tentukanlah:
a. jarak bayangan dari lensa,
b. persebaran bayangan,
c. sifat bayangan.
12ndhamster@gmail.com
153
Jawab:
Diketahui: f = 20 cm dan s
o
= 30 cm.
a.
o i i o
1 1 1 1 1 1

f s s s f s
+ ⇔ ÷


i
i
i
1 1 1
s 20 30
1 1
s 60
60
s 60 cm
1
÷

b.
i
o
s
M
s
=
60
30
= 2
c. Sifat bayangan: nyata, terbalik, diperbesar.
2. Cepat rambat cahaya dalam suatu cairan
adalah 2,5 .10
8
m/s, berapakah indeks bias
cairan tersebut?
Jawab:
- Cepat rambat cahaya di ruang hampa
c = 3.10
8
m/s
- Cepat rambat cahaya dalam cairan
c
n
= 2,5 .10
8
m/s
8
8
3.10
2,5.10
1,2
n
c
n
c

12
Alat-alat Optik
A. MATA
Mata normal dapat melihat benda dekat dan jauh,
hal ini karena mata mempunyai daya akomodasi.
1. Daya akomodasi adalah kemampuan mata
untuk mencembung atau memipihkan len-
sanya sesuai dengan jarak benda.
2. Titik dekat mata (punctum proximum = PP)
adalah jarak terdekat mata sehingga benda
masih dapat terlihat dengan jelas dengan
mata berakomodasi maksimum.
3. Titik jauh mata (punctum remotum = PR)
adalah jarak terjauh mata sehingga benda
masih terlihat dengan jelas dengan mata ti-
dak berakomodasi maksimum.
4. Emetropi adalah mata normal yang masih
dapat melihat jelas benda antara 25 cm sam-
pai tak terhingga (~).
Untuk mata normal:
PP = 25 cm, sedangkan PR = (tak terhingga).
5. Cacat mata/kelainan pada mata, yaitu:
a. Miopi (rabun jauh): cacat mata yang
menyebabkan tidak dapat melihat jauh,
karena bayangan benda jatuh di depan
retina. Penderita miopi dapat ditolong
dengan kacamata negatif (cekung).
12ndhamster@gmail.com
154
b. Hipermetropi (rabun dekat): cacat mata
yang tidak dapat melihat benda dekat,
akibatnya bayangan terbentuk di be-
lakang retina, sehingga tampak kurang
jelas. Penderita hipermetropi dapat dito-
long dengan kacamata positif (cembung).
c. Presbiopi (mata tua): cacat mata yang
disebabkan menurunnya daya akomo-
dasi mata karena usia lanjut. Penderita
presbiopi dapat ditolong dengan kaca-
mata berlensa rangkap (bifocal).
Rumus:
100
P
PR
=-
1 1 1

f 25 PP
100
P
f
= +
-
=
Untuk mata
miopi
Untuk mata
hipermetropi

Keterangan:
P = kekuatan lensa dengan satuan miopi
PR = titik jauh mata
PP = titik dekat mata penderita
B. LUP (KACA PEMBESAR)
Lup terbuat dari sebuah lensa cembung yang
memiliki jarak fokus tertentu.
Pengamatan dengan lup dapat dilakukan de-
ngan dua cara berikut.
1. Mata berakomodasi maksimum.
Perbesaran:
25
M= 1
f
+
2. Mata berakomodasi minimum
Perbesaran:
25
M=
f
C. MIKROSKOP
Mikroskop digunakan untuk mengamati benda-
benda yang berukuran sangat kecil. Mikroskop
terdiri dari 2 lensa positif (lensa cembung).
1. Lensa obyektif: lensa yang berada dekat
dengan objek.
2. Lensa okuler: lensa yang berada dekat de-
ngan mata.
Rumus perbesaran mikroskop:
d = S’
ob
+ S
ok
ob ok
M M M ×
oby
ok
oby ok
S'
S'
M
S S
×
Keterangan:
M = perbesaran mikroskop,
d = jarak lensa obyektif ke lensa okuler.
12ndhamster@gmail.com
155
13
Listrik Statis
A. BENDA NETRAL DAPAT DIMUATI LISTRIK
Model Atom
Model atom adalah bagian terkecil dari suatu un-
sur yang masih memiliki sifat dari unsur itu.
e
e
e
+ +
+
Inti atom
elektron
proton
neutron
- massa proton  m
p
= 1,674 × 10
–27
kg
- massa neutron  m
n
= 1,675 × 10
–27
kg
- massa elektron  m
e
= 9,11 × 10
–31
kg
Massa atom = m
p
+ m
n
+ m
e

Muatan Atom dan Jenis Muatan Listrik
- Proton bermuatan listrik positif
q
p
= +1,6 × 10
–19
C
- Elektron bermuatan listrik negatif
q
e
= –1,6 × 10
–19
C
- Neutron bermuatan listrik netral
Muatan suatu atom ditentukan oleh jumlah pro-
ton dan jumlah elektron yang dimiliki oleh atom
tersebut.
- Atom bermuatan positif, apabila jumlah pro-
ton lebih banyak daripada jumlah elektron-
nya.
- Atom bermuatan negatif, apabila jumlah elek-
tron lebih banyak daripada jumlah protonnya.
- Atom tidak bermuatan (netral), apabila jum-
lah proton sama dengan jumlah elektronnya.
Memberi Muatan Listrik dengan Cara
Menggosok
Benda Keterangan
Muatan listrik
yang dihasilkan
Plastik digosok dengan kain wol negatif
Ebonit digosok dengan kain wol negatif
Kaca digosok dengan kain sutra positif
Sisir digosok dengan rambut negatif
B. HUKUM COULOMB
Gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara
dua benda yang bermuatan listrik adalah ber-
banding lurus (sebanding) dengan muatan ma-
sing–masing benda dan berbanding terbalik de-
ngan kuadrat jarak antara kedua benda tersebut.
l Jika muatan sejenis tolak-menolak
+
q
1
F
1
+
F
2
q
2
-
F
2
q
2
-
F
1
q
1
12ndhamster@gmail.com
156
l Jika muatan berlainan jenis tarik-menarik
-
F
2
q
2
+
F
1
q
1
Rumus:
1 2
2
q q
F k
r
×

Keterangan:
F = gaya Coulomb (N),
q
1
= muatan benda 1 (C),
q
2
= muatan benda 2 (C),
r = jarak antarbenda (m),
k = konstanta, yang besarnya 9 × 10
9
Nm
2
/C
2
.
Contoh:
Dua benda masing–masing bermuatan listrik
sebesar +6×10
–9
C dan 8×10
–9
C. Keduanya
dipisahkan pada jarak 4 cm. Jika nilai k = 9×10
9

Nm
2
/C
2
, berapakah gaya tolak-menolak antara
kedua benda tersebut?
Jawab:
Diketahui: q
1
= 6 ×10
-9
C,
q
1
= 8 × 10
-9
C,
r = 4 cm = 0,04 m.
F =
1 2
2
q q
k
r
×

=
9 9
9 2 2
2
(6 10 C) (8 10 C)
(9 10 Nm /C )
(0,04 m)
÷ ÷
× × ×
×
=
9
9 6 8 10
0,0016
÷
× × ×
= 27 ×10
–5
N
Jadi, gaya tolak-menolak antara kedua benda
sama dengan 27 ×10
–5
N.
C. MEDAN LISTRIK
Medan listrik adalah ruangan di sekitar benda
bermuatan listrik yang masih dipengaruhi gaya
listrik. Medan listrik dapat dinyatakan sebagai
garis–garis gaya dengan arah dan muatan posi-
tif ke muatan negatif. Kuat medan listrik muatan
q
1
yang didasarkan muatan q
2
dapat dinyatakan
dengan rumus:
2
F
E
q

Keterangan:
E = kuat medan listrik muatan q
1
(N/C),
F = gaya Coulomb yang bekerja pada q
2
(N),
D. POTENSIAL LISTRIK
Potensial listrik adalah energi potensial listrik per
satuan muatan listrik.
Rumus:
W
V
q

Keterangan:
V = potensial listrik (V),
W = energi potensial listrik (J),
q = muatan listrik (C).
12ndhamster@gmail.com
157
14
Sumber Arus
Listrik
Arus listrik dapat didefnisikan sebagai berikut.
1. Arus listrik didefnisikan berdasarkan partikel-
partikel bermuatan listrik positif.
2. Arah arus listrik (arus konvensional) berla-
wanan dengan arah arus elektron.
3. Arus listrik mengalir dari titik berpotensial
tinggi ke titik berpotensial rendah.
A. KUAT ARUS LISTRIK
Rumus:
Q
I
t

1 C = 6,25 ×10
18
elektron

Keterangan:
I = kuat arus listrik (ampere, A),
Q = muatan listrik (coulomb, C),
t = selang waktu (sekon, s).
Catatan:
- Alat untuk mengukur arus listrik: ampereme-
ter.
- Alat untuk mengukur tegangan listrik: voltme-
ter.
B. SUMBER ARUS LISTRIK DAN TEGANGAN
LISTRIK
1. Elemen Volta
Elemen volta menggunakan pelat tembaga
(Cu) sebagai elektroda positif (anoda) dan
pelat seng (Zn) sebagai elektroda negatif.
2. Baterai (Elemen Kering)
- Larutan elektrolitnya: ammonium klorida.
- Baterai menggunakan larutan tambahan,
yaitu mangan dioksida kering yang di-
campur dengan serbuk karbon.
- Mangan dioksida berfungsi sebagai de-
polarisator, yaitu melindungi larutan am-
monium klorida supaya arus listrik yang
dihasilkan dapat bertahan lama.
- Baterai tersusun dari batang karbon (C)
sebagai anoda dan seng (Zn) sebagai
katoda.
- Baterai mengubah energi kimia menjadi
energi listrik.
3. Akumulator (Aki)
Aki terdiri dari anoda yang terbuat dari batang
timbal dioksida (PbO
2
) dan elektroda batang
timbal (Pb). Larutan elektrolitnya adalah
asam sulfat encer (H
2
SO
4
).
C. GAYA GERAK LISTRIK DAN TEGANGAN JEPIT
Gaya gerak listrik suatu sumber arus listrik
adalah beda potensial antara ujung–ujung
sumber arus listrik ketika sumber arus listrik
tidak mengalirkan arus listrik.
12ndhamster@gmail.com
158
baterai
lampu
saklar
Rangkaian untuk mengukur gaya gerak listrik (GGL)
Tegangan jepit adalah beda potensial antara
ujung-ujung sumber arus listrik ketika sumber
arus mengalirkan arus listrik.
j
V E I r ÷ ⋅
Keterangan:
E = tegangan GGL
I = kuat arus listrik
r = hambatan dalam sumber tegangan
V
j
= tegangan jepit
Contoh:

12 V; 1 Ω
5 Ω
Tegangan jepit dari rangkaian di atas adalah....
Jawab:

+ +
E 12
I 2 A
R r 5 1
÷
jepit
V E I.r 12-2x1 10 V
15
Listrik Dinamis
A. HUKUM OHM
Rumus:
V = I × R

Keterangan:
V = beda potensial atau tegangan listrik (volt),
I = kuat arus listrik (ampere),
R = hambatan (ohm = W).
B. MENGUKUR HAMBATAN LISTRIK
1. Mengukur hambatan listrik secara langsung
Hambatan listrik dapat diukur secara lang-
sung dengan menggunakan multimeter.
2. Mengukur hambatan listrik secara tidak lang-
sung
Hambatan listrik secara tidak langsung dapat
diukur dengan menggunakan metode volt-
meter–amperemeter pada gambar berikut.
R
-
+
A
V
12ndhamster@gmail.com
159
Nilai R dapat dihitung dengan:
pembacaan voltmeter V
R
pembacaan amperemeter

Hambatan Jenis Penghantar (r)
Rumus:
L
R
A
ρ
Keterangan:
R = hambatan kawat,
r = hambatan jenis (W meter),
L = panjang kawat,
A = luas penampang kawat (m
2
).
Contoh:
Sepotong kawat panjangnya 2 m mempunyai
luas penampang 6 ×10
–7
m
2
. Jika hambatan
kawat tersebut adalah 3 W, hitunglah hambatan
jenis kawat itu!
Jawab:
Diketahui: L = 2 m, A = 6 × 10
–7
m
2
, R = 3 W.
R =
L

A
ρ

⇔3 W = r×
7 2
2 m
6 10 m
÷
×


⇔18 × 10
–7
m
2
W = r 2 m

⇔ r =
7 2
18 10 m
2 m
÷
× Ω
= 9×10
–7
Wm
Jadi, hambatan jenis kawat = 9 10
–7
Wm.
C. DAYA HANTAR ARUS LISTRIK SUATU ZAT
Daya hantar arus listrik suatu zat adalah kemam-
puan zat itu untuk menghantarkan arus listrik.
Dilihat dari konduktiftas listriknya, zat atau ba-
han dibagi menjadi 3 jenis.
1. Bahan konduktor: bahan yang mudah meng-
hantarkan arus listrik. Contoh: perak, alumi-
nium, dan tembaga.
2. Bahan isolator: bahan yang sukar menghan-
tarkan arus listrik. Contoh: karet, plastik, dan
kayu.
3. Bahan semikonduktor: bahan yang dapat
bertingkah laku kadang–kadang seperti kon-
duktor dan kadang–kadang seperti isolator.
Contoh: germanium dan silikon
D. HUKUM KIRCHHOFF
Hukum Kirchhoff berbunyi:
“Jumlah kuat arus yang masuk ke suatu titik ca-
bang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar
dari titik cabang tersebut.“
Secara matematis:
masuk keluar
I I ∑ ∑
Contoh:
I
1
I
2
I
3
I
4
I
5
A
12ndhamster@gmail.com
160
Jika diketahui: i
1
= 3 A, i
2
=5 A, i
3
=2 A, i
4
=4 A, ten-
tukan niali i
5
!
Jawab:
masuk keluar
I I ∑ ∑
i
1
+ i
2
= i
3
+ i
4
+ i
5
i
5
=(i
1
+ i
2
) - (i
3 +
i
4
)
i
5
=8 A - 6 A = 2 A
E. RANGKAIAN HAMBATAN LISTRIK
1. Rangkaian Seri
R
1
R
2
Pada rangkaian hambatan yang disusun
seri, kuat arus yang melalui setiap hambatan
adalah sama.
Besarnya hambatan pengganti (R
S
):
R
S
= R
1
+ R
2
+ R
3
+ …+ R
n
2. Rangkaian Paralel
R
1
R
2
R
n
Besar hambatan pengganti dari rangkaian
paralel dirumuskan:
P 1 2 n
1 1 1 1
...
R R R R
+ + +
F. HUKUM OHM PADA RANGKAIAN TERTUTUP
R
E
i
r
-
+
Hukum Ohm pada rangkaian tertutup
Pada rangkaian tertutup berlaku rumus:
E
I
R r

+
Keterangan:
I = kuat arus listrik (A),
E = beda potensial atau tegangan (volt),
R = hambatan (ohm),
r = hambatan dalam (ohm).
12ndhamster@gmail.com
161
Contoh:
1. Tiga buah hambatan R
1
= 2 W, R
2
= 4 W, dan
R
3
= 12 W disusun secara paralel. Berapakah
hambatan penggantinya?
Jawab
Diketahui: R
1
= 2 W, R
2
= 4 W, R
3
= 12 W.
P 1 2 3
P
1 1 1 1

R R R R
1 1 1

2 4 12
10
12
12
R 1, 2
10
+ +
+ +


2. Sebuah lampu mempunyai hambatan 1,8 W,
dihubungkan dengan baterai yang beda po-
tensialnya 8 volt. Jika hambatan dalam bat-
erai 0,2 W, berapa arus yang mengalir?
Jawab:
Diketahui: R = 1,8 W, E = 8 volt, r = 0,2
W.
Ditanya: I = …?
Jawab:
I =
E
R r +
=
8
1,8 0, 2 +
=
8
2
= 4 ampere
16
Energi dan
Daya Listrik
A. ENERGI LISTRIK
1. Persamaan Energi Listrik
Apabila sebuah penghantar yang hambatan-
nya R diberi beda potensial V pada kedua
ujungnya sehingga mengalir arus sebesar
I, maka dalam waktu t energi yang diserap
penghantar tersebut dapat ditentukan den-
gan tiga persamaan berikut.

W = V I t
W = I
2
R t
W =
2
V
R
. t
Keterangan:
W = energi listrik (joule),
V = tegangan (volt),
I = kuat arus (ampere),
R = hambatan (ohm),
t = waktu (sekon).
2. Konversi Energi Listrik Menjadi Kalor
Alat–alat listrik seperti seterika, kompor lis-
trik, ketel listrik, solder listrik, dan elemen pa-
nas merupakan alat–alat yang memiliki prin-
sip kerja yang sama, yaitu mengubah energi
listrik menjadi energi kalor.
W = Q atau V . I . t = m . c . ∆T
Keterangan:
m = massa air (kg), c = kalor jenis (J/kg K),
∆T = kenaikan suhu (K).
12ndhamster@gmail.com
162
B. DAYA LISTRIK
Daya listrik: energi listrik tiap satuan waktu.
Rumus:
W
P
t

Keterangan:
P = daya listrik (J/sekon atau watt),
W = energi listrik (joule),
t = waktu (detik atau sekon).
Catatan: 1 hp (house power) = 746 watt.
Karena energi: W = V . I . t
Maka rumus–rumus daya (P) yang lain adalah:
P = V . I
P = I
2
. R
P =
2
V
R
Rekening listrik adalah suatu bentuk surat tagi-
han terhadap penggunaan energi listrik yang
dipakai dalam kehidupan kita sehari–hari.
Untuk menghitung besarnya biaya pemakaian
listrik, digunakan rumus:
Biaya = energi listrik × tarif per kWh
C. PERUBAHAN ENERGI LISTRIK
1. Energi listrik menjadi energi kalor
Contoh alat yang mengubah energi listrik
menjadi energi kalor antara lain:
- seterika listrik,
- kompor listrik,
- ketel listrik,
- solder listrik,
- elemen pemanas.
2. Energi listrik menjadi cahaya
- lampu pijar,
- lampu tabung.
3. Energi listrik menjadi energi gerak
- kipas angin,
- blender,
- mixer.
4. Penyepuhan sebagai contoh perubahan
energi listrik menjadi energi kimia.
Syarat–syarat penyepuhan adalah:
- menggunakan arus listrik searah,
- bahan yang disepuh dipasang sebagai
katode (kutub negatif) dan bahan pe-
nyepuh dipasang sebagai anode (kutub
positif),
- menggunakan larutan elektrolit (larutan
yang dapat mengalirkan arus listrik) yang
tepat.
Contoh:
Penyepuhan perak menggunakan:
- perak nitrat (AgNO
3
),
- larutan asam khromat (H
2
CrO
4
),
- larutan tembaga sulfat (CuSO
4
).
12ndhamster@gmail.com
163
Contoh:
1. Sebuah kawat mempunyai hambatan 25 W.
Jika dialiri listrik 2 A selama 1 jam, berapakah
energi panas yang terjadi?
Jawab:
Diketahui: R = 25 W, I = 2 A, t = 1 jam = 3.600 s.
W = I
2
. R . t = 2
2
A . 25 W . 3.600 s = 360.000 J.
2. Dalam sebuah rumah terdapat 4 lampu 20
W, 2 lampu 60 W, dan sebuah TV 60 W. Se-
tiap hari dinyalakan 4 jam. Berapakah biaya
yang dibayarkan selama 1 bulan (30 hari) jika
harga 1 kWh = Rp150,00?
Jawab:
4 lampu 20 W  P
1
= 4 × 20 W = 80 W,
2 lampu 60 W  P
2
= 2 × 60 W = 120 W,
1 TV 60 W  P
3
= 1 × 60 W = 60 W,
biaya 1 kWh = Rp. 150,00.
- Daya total komponen listrik
P
tot
= P
1
+ P
2
+ P
3
= 80 + 120 + 60 = 260 W
- Waktu total selama 30 hari bila setiap hari
dinyalakan selama 4 jam:
t = 30 hari ×4 jam/hari = 120 jam
- Energi listrik yang digunakan selama se-
bulan
W = P ×t = (260 watt) (120 jam)
= 31.200 watt jam = 31,2 kWh
- Biaya yang harus dibayarkan selama
satu bulan
Biaya = energi listrik ×tarif per kWh
= 31,2 kWh × (Rp150,00/kWh)
= Rp4.680,00
17
Kemagnetan
Magnet berasal dari Yunani, yaitu magnesia.
Magnet adalah suatu benda yang dapat menarik
benda–benda yang terbuat dari besi, baja, dan
logam–logam tertentu.
Penggolongan Benda Berdasarkan Sifat
Kemagnetannya
1. Bahan magnetik (ferromagnetik): bahan
yang dapat ditarik oleh magnet dengan cu-
kup kuat. Contoh: besi, nikel, dan baja.
2. Bahan nonmagnetik.
a. Paramagnetik: bahan yang hanya sedikit
ditarik oleh magnet. Contoh: kayu, alu-
minium, dan platina.
b. Diamagnetik: bahan yang sedikit ditolak
oleh magnet kuat. Contoh: emas, bis-
muth, merkuri.
Berdasarkan sifat bahan pembentuk magnet,
magnet dapat digolongkan menjadi berikut.
1. Magnet keras: bahan yang sukar dijadikan
magnet, tetapi setelah menjadi magnet akan
menyimpan kemagnetannya dalam waktu
yang lama. Contoh: baja, akomak, dan kobalt.
2. Magnet lunak: bahan yang mudah dijadikan
magnet, namun tidak mampu menyimpan ke-
magnetannya dalam waktu yang lama. Con-
toh: besi.
12ndhamster@gmail.com
164
A. SIFAT KEMAGNETAN
Beberapa sifat kemagnetan yang dapat diamati:
1. Magnet memiliki dua kutub, yaitu: kutub utara
dan kutub selatan.
2. Kutub–kutub sejenis akan tolak menolak dan
kutub–kutub tidak sejenis akan tarik menarik.
3. Dapat menarik benda logam tertentu.
4. Gaya tarik magnet terbesar pada kutubnya.
B. PEMBUATAN MAGNET
1. Cara Menggosok
kutub-kutub hasil gosokan
Bahan magnet dapat dijadikan magnet de-
ngan cara menggosokkan magnet dengan
arah yang senantiasa tidak berubah (searah).
Ujung akhir bahan magnet yang digosok akan
menjadi kutub yang berlawanan dengan ku-
tub magnet yang menggosok (lihat gambar).
2. Cara Induksi
Peristiwa batang besi atau baja menjadi mag-
net karena sebuah magnet berada di dekat-
nya (tanpa menyentuh) disebut induksi mag-
netik.
Bahan magnetik
jauh dari
magnet utama
Bahan
magnetik
didekatkan
dengan magnet
utama
Bahan magnetik
dijauhkan dari
magnet utama
U
magnet utama
besi baja
U
S S
U U
magnet utama
kutub-kutub
induksi
U
magnet utama
baja memper-
tahankan sifat
magnet
besi kehi-
langan sifat
magnet
S S
U U
3. Menggunakan Arus Listrik
Magnet yang dihasilkan dinamakan elektro-
magnet. Kelebihan elektromagnetik adalah:
a. sifat kemagnetannya dapat diperbesar
dengan cara memperbanyak jumlah lili-
tan atau memperbesar arus listrik,
b. sifat kemagnetannya dapat dihilangkan
dengan cara memutuskan arus listrik,
dan dapat ditimbulkan kembali dengan
cara menyambung arus listrik,
c. kutub–kutub magnetnya dapat ditukar
dengan cara mengubah arah arus listrik.
Untuk memperkuat medan magnetik yang
dihasilkan kawat berarus, kawat dapat dililit-
kan membentuk kumparan. Kumparan yang
demikian disebut solenoida.
Untuk menentukan ujung mana yang jadi ku-
tub utara dan selatan, digunakan kaidah ta-
ngan kanan berikut.
12ndhamster@gmail.com
165
baterai
arah arus
listrik
arah listrik
arah ibu jari
menunjukkan
kutub utara
baja dimagnetkan
solenoida
tangan kanan
Sifat kemagnetan dapat dihilangkan dengan
cara pemanasan atau pemukulan.
C. MEDAN MAGNETIK
1. Medan magnetik adalah daerah di sekitar
magnet di mana magnet lain masih dipenga-
ruhi oleh gaya magnet jika diletakkan pada
daerah tersebut.
2. Garis gaya magnet adalah pola garis yang
dibentuk oleh kutub magnet.
3. Sifat garis gaya magnet adalah:
- garis gaya magnet keluar dari kutub utara
dan masuk ke kutub selatan,
- garis gaya magnet tidak pernah berpo-
tongan,
- tempat yang mempunyai garis gaya mag-
net dapat menunjukkan medan magnetik
yang kuat dan sebaliknya.
Sifat Kemagnetan Bumi
kutub utara geograf
kutub utara magnet
kutub selatan magnet
jarum kompas
garis gaya
magnetik bumi
ekuator bumi
inklinasi 0
o
kutub selatan geograf
- Sudut yang dibentuk oleh jarum kompas den-
gan arah utara–selatan sebenarnya disebut
sudut deklinasi.
- Sudut yang dibentuk oleh medan magnetik
bumi dengan garis horizontal dinamakan
sudut inklinasi.
Aturan Genggaman Tangan Kanan
“Bila kawat berarus listrik digenggam dengan ta-
ngan kanan sedemikian sehingga arah arus sama
dengan arah ibu jari, maka arah medan magnet
searah dengan arah genggaman jari yang lain.”
arus listrik
Aturan genggam tangan kanan
12ndhamster@gmail.com
166
Percobaan Oersted
a. Semakin jauh dari kawat berarus, semakin
kecil kuat medan magnetnya.
b. Semakin besar kuat arusnya, semakin kuat
medan magnetnya.
D. GAYA LORENTZ
Besar gaya Lorentz dapat ditentukan dengan:
F = B × I × L
Keterangan:
F = gaya Lorentz (newton),
B = kuat medan magnet (tesla),
I = kuat arus listrik (ampere),
L = panjang kawat penghantar (meter).
Arah gaya Lorentz dapat ditentukan dengan
I
B
F
Keterangan:
I = ibu jari menunjukkan arah
arus listrik,
B = jari telunjuk menunjukkan
arah medan magnetik,
F = jari tengah menunjukkan
arah
Contoh:
1. Kaca yang digosok dengan kain sutra dapat
bermuatan positif, karena ….
A. elektron berpindah dari kain sutra ke kaca
B. elektron berpindah dari kaca ke sutra
C. proton berpindah dari kaca ke kain sutra
D. proton berpindah dari kain sutra ke kaca
Jawab:
Sebelum kaca digosok dengan kain sutra,
keduanya tidak bermuatan listrik. Setelah
kaca digosok dengan kain sutra maka kaca
bermuatan positif. Hal ini disebabkan oleh:
a. elektron berpindah dari kaca ke kain
sutra,
b. kain sutra kelebihan elektron, sehingga
kain sutra bermuatan negatif.
Catatan: elektron dapat berpindah dari ben-
da satu ke benda yang lain, sedangkan pro-
ton dan neutron tidak dapat berpindah.
Jawaban: B. elektron berpindah dari kaca ke
sutra
2. Suatu kawat lurus panjangnya 10 cm dialiri
arus 5 ampere. Jika kawat tersebut berada
ruangan medan magnetik sebesar 16 Wb/m
2
,
gaya lorentz maksimum yang bekerja pada
kawat tersebut adalah…
Jawab:
F = B.i.l = 16 . 5 . 0,1 = 8 N
12ndhamster@gmail.com
167
18
Induksi
Elektromagnetik
A. GAYA GERAK LISTRIK INDUKSI
Michael Faraday menjelaskan bahwa:
“Gaya gerak listrik induksi (ggl induksi) akan
muncul bila kumparan menangkap garis gaya
magnetik yang jumlahnya berubah.“
magnet diam
arus mengalir
tidak ada arus
arus mengalir ke
arah berlawanan
magnet digerakkan
ke dalam
magnet digerakkan
ke luar
Gaya gerak listrik induksi
GGL induksi yang timbul pada ujung–ujung
kumparan bergantung pada tiga faktor sebagai
berikut.
1. Jumlah lilitan kumparan. Semakin banyak
lilitan kumparan, semakin besar ggl induksi
yang timbul.
2. Kecepatan keluar masuk magnet dari dan
ke dalam kumparan. Semakin cepat magnet
dimasukkan dan dikeluarkan dari kumparan,
semakin besar ggl induksi yang timbul pada
ujung–ujung kumparan.
3. Kekuatan magnet batang yang digunakan.
Semakin kuat magnet batang yang diguna-
kan, semakin besar ggl induksi yang timbul.
Di samping dengan menggerakkan magnet ke
dalam atau ke luar kumparan, gaya gerak listrik
induksi juga dapat ditimbulkan dengan cara:
1. memutar magnet batang di dekat kumparan,
2. memutar kumparan di dekat magnet batang,
3. memutushubungkan arus listrik pada kum-
paran primer sehingga terjadi arus induksi
pada kumparan sekunder.
Beberapa sumber arus dan peralatan yang
menggunakan percobaan Faraday sebagai
dasarnya adalah AC, generator DC, dinamo, dan
transformator.
Generator
Yaitu mesin yang mengubah energi kinetik men-
jadi energi listrik (kebalikan dari motor).
1. Generator arus bolak–balik (generator AC),
disebut juga alternator.
2. Generator arus Searah
12ndhamster@gmail.com
168
B. TRANSFORMATOR
Transformator adalah alat yang digunakan untuk
mengubah tegangan arus bolak balik menjadi
lebih rendah atau lebih tinggi.
Transformator terdiri dari:
1. kumparan primer,
2. kumparan sekunder,
3. inti besi lunak.
inti besi lunak
medan magnet berubah-ubah
arus bolak-balik
arus induksi bolak-balik
kumparan sekunder
kumparan primer
Ada 2 jenis transformator, yaitu sebagai berikut.
1. Transformator penaik tegangan (Step–up)
Untuk menaikkan tegangan bolak–balik.
Ciri–ciri transformator step–up adalah:
– jumlah lilitan sekunder lebih banyak daripada
jumlah lilitan primer,
– tegangan sekunder lebih besar daripada te-
gangan primer,
– kuat arus sekunder lebih kecil daripada kuat
arus primer.
2. Transformator penurun tegangan (Step–down)
Untuk menurunkan tegangan bolak–balik.
Ciri–ciri transformator step–down adalah:
– jumlah lilitan sekunder lebih sedikit daripada
jumlah lilitan primer,
– tegangan sekunder lebih kecil daripada te-
gangan primer,
– arus sekunder lebih besar daripada kuat arus
primer.
Hubungan antara tegangan primer dengan te-
gangan sekunder untuk transformator ideal:
S P S
P S P
V I N

V I N

Keterangan:
N
P
= jumlah lilitan primer,
N
S
= jumlah lilitan sekunder,
V
P
= tegangan primer,
V
S
= tegangan sekunder,
I
P
= arus primer,
I
S
= arus sekunder.
Efsiensi Transformator
Efsiensi transformator adalah perbandingan an-
tara daya pada kumparan sekunder dengan daya
pada kumparan sebuah transformator.

S
P
P
100 %
P
η ×
Keterangan:
P
S
= daya sekunder (W) → V
S
× I
S
,
P
P
= daya primer (W) → V
P
× I
P
,
h = efsiensi transformator (%).
Peralatan sehari–hari yang memanfaatkan in-
duksi elektromagnetik, yaitu:
1. tungku industri
2. induktor Ruhmkorff
3. rem magnetik
12ndhamster@gmail.com
169
Contoh:
Sebuah transformator memiliki efsiensi 80 %,
tegangan primernya adalah 330 volt, kuat arus
primernya 10 A. Jika kuat arus sekundernya 20
A, berapa volt tegangan sekundernya?
Jawab:
Diketahui: h = 80 %, V
P
= 330 volt,
I
P
= 10 A, I
s
= 20 A.
S
P
S S
P P
S
S
S
S
S
S

S
P
100 %
P
V I
100 %
V I
V 20
80% 100 %
330 10
V 20
80% 100 %
330 10
V 20 80 %
100 % 3300
V 20 8
10 3300
8 3300
V
10 20
8 33
V
2
V 132 volt
η ×
×
η ×
×
×
×
×
×
×
×
×

×

×

×
×

Jadi, tegangan sekundernya adalah 132 volt.
19
SistemTata
Surya
A. TATA SURYA
Tata surya adalah sebuah sistem yang terdiri
dari Bumi, Matahari, dan anggota kelompok lain
seperti planet-planet, satelit, asteroid, komet, dan
meteoroid.
1. Planet
Ada 8 planet dalam tata surya kita, antara lain
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Satur-
nus, Uranus, Neptunus.
l Orbit: garis edar planet.
l Revolusi: peredaran planet mengelilingi
Matahari.
l Kala revolusi: waktu yang diperlukan oleh
sebuah planet untuk sekali melakukan
revolusi.
l Rotasi: perputaran planet mengelilingi
sumbunya.
l Kala rotasi: waktu yang diperlukan oleh
planet untuk sekali melakukan rotasi.
l Khusus bidang edar Bumi disebut eklip-
tika.
Pengelompokan planet
a. Berdasarkan Bumi sebagai pembatas
Planet Inferior adalah planet yang orbitnya
terletak di antara orbit Bumi dan Matahari,
yaitu: Merkurius dan Venus.
12ndhamster@gmail.com
170
Planet Superior adalah planet yang orbitnya
di luar orbit Bumi, yaitu: Mars, Yupiter, Satur-
nus, Uranus, dan Neptunus.
b. Berdasarkan sabuk asteroid (antara Mars
dan Yupiter)
Planet dalam adalah planet yang letaknya
di dalam sabuk asteroid, yaitu: Merkurius,
Venus, Bumi, dan Mars. Planet luar adalah
planet yang letaknya di luar sabuk asteroid,
yaitu Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptu-
nus.
c. Berdasarkan ukuran dan komposisi pe-nyu-
sun
Planet terrestrial adalah planet yang kompo-
sisi penyusunnya berupa batuan (menyeru-
pai Bumi), yaitu: Merkurius, Venus, Bumi,
dan Mars. Planet Jovian adalah planet-planet
yang berukuran besar dan komposisi penyu-
sunnya berupa es dan gas hidrogen, yaitu:
Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus
2. Satelit
Yaitu benda langit yang mengelilingi pla-net.
Masing-masing planet mempunyai satelit, ke-
cuali Merkurius dan Venus.
3. Asteroid atau Planetoid
Yaitu planet–planet kecil yang jumlahnya pu-
luhan ribu yang mengorbit mengelilingi Ma-
tahari, terletak antara Mars dan Yupiter.
4. Komet
Komet adalah bintang berekor karena benda
langit ini memiliki ekor. Komet yang sangat
terkenal adalah komet Halley, ditemukan
oleh Edmund Halley, dan memiliki kala rev-
olusi 76 tahun. Komet Halley muncul terakhir
pada tahun 1986 dan akan kembali muncul
pada tahun 2062. Berikut beberapa contoh
komet lainnya.
l Komet Encke, tampak setiap 3,3 tahun
sekali.
l Komet Brooks, tampak setiap 7 tahun
sekali.
l Komet Gale, tampak setiap 11 tahun sekali.
l Komet Biela, tampak setiap 6,6 tahun
sekali.
5. Meteoroid
Meteoroid adalah benda langit berukuran
sangat kecil hingga berukuran sebesar batu
kali. Meteor adalah meteoroid yang jatuh ke
Bumi dan berpijar. Meteorit adalah benda sisa
meteor dan beratnya hampir puluhan ton.
B. BUMI DAN BULAN YANG MENGELILINGI
MATAHARI
Bumi beredar mengelilingi Matahari. Bumi berot-
asi dari barat ke timur.
l Dalam beredar mengelilingi Matahari, poros
Bumi miring membuat sudut sebesar 23,5°
terhadap garis yang tegak lurus terhadap
ekliptika, maka panjang siang dan malam se-
lalu berubah.
l Bulan yang mengorbit Bumi juga disebut rev-
olusi. Kala revolusi Bulan adalah 27,3 hari.
Kala revolusi ini disebut juga sebagai 1 bulan
sideris.
12ndhamster@gmail.com
171
l Untuk terjadi saat bulan purnama ke bulan
purnama berikutnya (atau dari bulan baru
ke bulan baru berikutnya) dibutuhkan waktu
29,53 hari. Waktu ini disebut juga sebagai 1
bulan sinodis.
Gaya Gravitasi
Newton menyampaikan bahwa antara dua benda
yang massanya masing-masing m dan M akan
terjadi gaya tarik-menarik yang disebut gaya
gravitasi. Besarnya gaya gravitasi ini dapat dicari
dengan persamaan berikut.
2
mM
F G
r

Keterangan:
F = gaya tarik-menarik/gaya gravitasi (N),
G = tetapan gravitasi = 6.67 × 10
–11
(Nm²/kg²),
M = massa benda pertama (kg),
m = massa benda kedua (kg),
r = jarak antara kedua benda (m).
C. HUKUM PERGERAKAN PLANET–PLANET
1. Nicolaus Copernicus
Menyatakan bahwa Matahari adalah pusat
tata surya (teori heliosentris). Anggota-ang-
gota tata surya yang lain beredar mengel-
ilingi Matahari.
2. Hukum I Kepler
“Orbit setiap planet berbentuk elips dan Ma-
tahari terletak pada salah satu fokusnya.”
matahari
titik
aphelium
titik
perihelium
3. Hukum II Kepler
“Dalam jangka waktu yang sama garis yang
menghubungkan planet dengan Matahari se-
lama revolusi tersebut akan melewati bidang
yang luasnya sama.”
matahari (M)
A
B
C
D
Jika panjang busur CD = AB, maka luas jur-
ing MCD = luas juring MAB.
4. Hukum III Kepler
“Kuadrat kala revolusi planet-planet ber-
banding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-
ratanya dari Matahari.”
Secara matematis dapat ditulis:
2 2 3 3
1 2 1 2
P : P a : a
matahari (M)
planet 1
planet 2
R
1
R
2
Keterangan:
P
1
= Kala revolusi planet pertama
P
2
= Kala revolusi planet kedua
a
1
= Jarak antara Matahari dengan planet pertama
a
2
= Jarak antara Matahari dengan planet kedua
12ndhamster@gmail.com
172
D. MATAHARI
l Matahari adalah bintang.
l Jarak Bumi-Matahari, bagi ukuran jagat raya
sangat dekat, yaitu sekitar 150.000.000 km
(= 1 satuan astronomi = 1 SA).
l Jarak antarbintang di jagat raya diukur den-
gan satuan tahun cahaya.
l 1 tahun cahaya = 10
13
km.
Energi di Matahari
Hal yang memungkinkan terbentuknya energi di
matahari yang luar biasa adalah proses reaksi
nuklir (fusi nuklir). Menurut Albert Einstein, be-
sarnya energi yang timbul pada reaksi nuklir di
Matahari dapat dihitung dengan per-samaan:
E = mc²
Keterangan:
E = energi yang timbul,
m = massa yang berubah menjadi energi,
c = cepat rambat cahaya di ruang hampa (3 ×
10
8
m/s),
Lapisan-lapisan Matahari
korona
kromosfer
permukaan yang
terlihat
daerah radiatif
inti
daerah konveksi
lidah api
1. Inti Matahari
Inti Matahari merupakan bagian yang selalu
bergerak. Pada inti Matahari terjadi reaksi
termonuklir yang menghasilkan energi
yang besar. Suhu yang ada di inti Matahari
mencapai 13.600.000° C.
2. Fotosfer (lapisan cahaya)
Fotosfer adalah lapisan cahaya yang sangat
terang, putih dan menyilaukan mata. Tebal-
nya sekitar 320 km dengan suhu mencapai
6.000° C.
3. Kromosfer
Kromosfer disebut juga atmosfer Matahari.
Tebalnya mencapai 2.400 km. Suhunya
4.000° C, namun bagian luarnya bisa menca-
pai 10.000° C.
4. Korona
Korona adalah lapisan atmosfer luar Mataha-
ri yang berbentuk mahkota.
E. BUMI DAN PERILAKUNYA
1. Akibat Rotasi Bumi
a. Bumi menggembung di khatulistiwa dan
pepat di kedua kutubnya.
b. Terjadinya pergantian siang dan malam.
c. Terjadinya perbedaan suhu.
d. Gerak semu harian Matahari dan benda-
benda langit yang lain.
e. Adanya perubahan arah angin.
2. Akibat Revolusi Bumi
a. Terjadinya perubahan musim.
b. Terjadinya perbedaan panjang siang dan
12ndhamster@gmail.com
173
malam di belahan Bumi utara dan se-
latan.
c. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda-
beda dari waktu ke waktu dalam satu ta-
hun.
d. Gerak semu tahunan Matahari.
l Tanggal 21 Maret Matahari akan ter-
bit di atas khatulistiwa.
l Tanggal 21 Juni Matahari akan terbit
di atas garis balik utara.
l Tanggal 23 September Matahari akan
terbit di atas garis khatulistiwa.
l Tanggal 22 Desember Matahari akan
terbit di atas garis balik selatan.
F. BULAN DAN PERILAKUNYA
1. Rupa Bulan
a. Bulan termasuk benda gelap, karena ti-
dak bisa menghasilkan cahaya sendiri,
cahaya yang tampak dari bumi hanyalah
hasil dari pantulan cahaya Matahari yang
jatuh di permukaannya.
b. Jarak Bulan ke Bumi 384.403 km dan Bu-
lan bermassa kira-kira hanya 1/81 mas-
sa Bumi (massa bulan 8,1×10
22
kg).
c. Gravitasi Bulan hanya 1/16 kali gaya
gravitasi Bumi. Diameter bulan ¼ kali di-
ameter Bumi.
2. Bulan Tidak Memiliki Atmosfer
Karena tidak memiliki atmosfer, maka di Bu-
lan terjadi peristiwa sebagai berikut.
a. Suhu di Bulan sangat ekstrim. Di bagian
yang terkena sinar Matahari suhunya
mencapai 110° C, sedangkan di bagian
yang tidak terkena sinar Matahari suhu-
nya mencapai –173° C.
b. Bunyi tidak dapat merambat di Bulan.
c. Langit di Bulan berwarna hitam kelam.
d. Di Bulan tidak mengenal siklus air.
3. Rotasi dan Revolusi Bulan
Di samping mengorbit Bumi, Bulan bersama
Bumi juga beredar mengelilingi Matahari.
Pasang surut air laut disebabkan oleh gaya
gravitasi Bulan dan Matahari terhadap Bumi.
Akan tetapi pasang surut terutama disebab-
kan oleh gaya gravitasi Bulan. Hal ini dise-
babkan jarak Bumi dan Bulan terlalu dekat.
Fase-fase bulan:
kuartir ketiga
kuartir pertama
kuartir kedua
bulan lonjong
bulan lonjong
bulan sabit
bulan sabit
bulan baru
7 1/2 hari
29 1/2 hari
14 1/2 hari
22 1/2 hari
3 3/4 hari
18 3/4 hari
26 hari
G. GERHANA BULAN DAN GERHANA MATAHARI
l Pada saat bulan purnama, Bulan me-nem-
bus bidang ekliptika. Saat itu terjadi kedudu-
kan Matahari, Bulan, dan Bumi akan berada
12ndhamster@gmail.com
174
dalam satu garis lurus sehingga akan terjadi
gerhana Bulan.
l Pada saat Bulan menembus bidang eklip-
tika, yaitu pada saat bulan mati, akan terjadi
gerhana Matahari. Saat itu Matahari berada
pada satu garis lurus dengan bulan jika dili-
hat dari Bumi.
H. SATELIT BUATAN
Satelit buatan adalah benda yang sengaja dibuat
dan diletakkan di angkasa luar mengorbit Bumi
untuk tujuan tertentu. Ada 5 macam satelit buatan.
1. Satelit komunikasi adalah satelit yang dilun-
curkan untuk memberikan pelayanan radio
dan televisi kepada penduduk yang ada di
Bumi. Contoh: satelit Palapa.
2. Satelit cuaca adalah satelit yang diluncurkan
untuk menunjukkan formasi awan yang me-
nyelimuti permukaan Bumi.
3. Satelit navigasi adalah satelit transit yang
diluncurkan untuk membantu navigasi darat
dan laut.
4. Satelit penelitian adalah satelit yang dilun-
curkan untuk berbagai macam penelitian /
misi.
5. Satelit mata-mata adalah satelit yang digu-
nakan untuk menyampaikan informasi bagi
kalangan militer.
I. ATMOSFER BUMI
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti
Bumi, tebal lapisan atmosfer kurang lebih 10.000
km dari permukaan Bumi. Kandungan zat atmos-
fer dalam keadaan kering:
1. Nitrogen 78 %
2. Zat asam (oksigen) 21 %
3. Gas argon 0,9 %
4. Zat asam arang (CO
2
) 0,03 %
5. Gas lain (kripton, neon, xenon, hidrogen, he-
lium, dan ozon) 0,07 %
Atmosfer berdasarkan suhunya dapat dibagi atas
beberapa lapisan berikut.
1. Troposfer, lapisan yang paling dasar.
2. Stratosfer, lapisan yang terdiri dari lapisan
ozon (O
3
).
3. Mesosfer, lapisan yang berada di atas stra-
tosfer.
4. Eksosfer, lapisan yang berada di atas mesosfer.
12ndhamster@gmail.com
Kimia
176
1
Berkenalan
dengan Kimia
Ilmu kimia: cabang dari ilmu pengetahuan (sains)
yang mempelajari materi (zat) dan perubahannya.
A. CABANG ILMU KIMIA
Bidang yang dipelajari dalam ilmu kimia sangat
luas, sehingga secara umum ilmu kimia dibagi
menjadi lima cabang, yaitu sebagai berikut.
1. Kimia analitik adalah cabang ilmu kimia yang
mempelajari jenis zat penyusun suatu bahan
serta menentukan jumlahnya.
2. Kimia fsika adalah cabang ilmu kimia yang
mempelajari hubungan antara konsep-kon-
sep kimia dengan konsep-konsep fsika.
3. Kimia organik adalah cabang ilmu kimia yang
mempelajari bahan-bahan yang terdapat
atau berasal dari makhluk hidup. Senyawa
tersebut tersusun dari atom karbon dan hi-
drogen.
4. Kimia anorganik adalah cabang ilmu kimia
yang mempelajari bahan-bahan yang tidak
terdapat atau bukan berasal dari makhluk
hidup. Senyawa tersebut berupa logam, min-
eral, atau garam.
5. Biokimia adalah cabang ilmu kimia yang
mempelajari proses kimia yang terjadi di
dalam tubuh makhluk hidup.
B. METODE ILMIAH
Metode ilmiah adalah langkah-langkah ilmiah
yang dilakukan untuk memecahkan masalah se-
cara logis. Metode ilmiah berguna untuk meneliti
setiap masalah karena mengandung penalaran
dan pembuktian dengan penelitian. Tahap-tahap
metode ilmiah adalah sebagai berikut.
1. Merumuskan masalah.
2. Pengumpulan data (observasi).
3. Membuat hipotesis.
4. Melakukan penelitian (eksperimen).
5. Menarik kesimpulan.
C. LABORATORIUM KIMIA
Kimia tidak dapat dipisahkan dari eksperimen.
Tempat untuk melakukan eksperimen-ekspe-
rimen kimia disebut laboratorium kimia. Agar
ketika kita melakukan eksperimen tidak terjadi
kecelakaan dan dapat berjalan dengan lancar,
perlu diperhatikan hal-hal berikut.
1. Mengetahui alat-alat praktikum kimia serta
kegunaannya.
2. Mengetahui arti dari simbol-simbol yang ter-
dapat pada laboratorium kimia.
3. Menggunakan alat-alat pelindung seperti jas
laboratorium, sepatu, dan sarung tangan khu-
sus, karena beberapa bahan kimia dapat ber-
bahaya.
4. Mematuhi aturan-aturan di laboratorium kimia.
5. Melakukan langkah-langkah kerja secara
berurutan.
12ndhamster@gmail.com
177
Beberapa alat yang biasa digunakan dalam
praktikum kimia.
Alat Kegunaan Gambar
Tabung
reaksi
Mereaksikan
zat kimia
Labu erlen-
meyer
Untuk wadah
larutan
Pipet
Untuk meng-
ambil larutan
dari wadahnya
Batang
pengaduk
Untuk meng-
aduk larutan
Gelas ukur
Mengukur vol-
ume larutan
Beberapa simbol yang terdapat pada bahan
kimia berbahaya.
Simbol Arti
Mudah meledak
Bahaya oksidasi
Mudah terbakar
Beracun
Bahaya radiasi
Korosif

12ndhamster@gmail.com
178
2
Unsur, Senyawa,
dan Campuran
Materi: segala macam benda yang terdapat di
sekitar kita. Materi dapat dikelompokkan menjadi
dua macam, yaitu zat murni dan campuran. Zat
murni adalah materi yang memiliki susunan dan
komposisi yang tetap. Zat murni dapat dibagi
menjadi dua macam, yaitu unsur dan senyawa.
Campuran adalah materi yang tidak memiliki su-
sunan dan komposisi tertentu. Campuran dapat
dibagi menjadi dua macam, yaitu homogen dan
heterogen.
Klasifkasi materi menurut kimia diperlihatkan
dalam bagan berikut.
Heterogen
Homogen
Senyawa
Unsur
Campuran
Zat murni
MATERI
A. UNSUR
Unsur adalah zat yang paling sederhana dan tidak
dapat diuraikan lagi. Saat ini telah ditemukan 110
unsur yang merupakan unsur logam, semilogam,
dan nonlogam. Unsur-unsur tersebut sebagian
besar merupakan unsur alami, sedangkan
sisanya adalah unsur buatan manusia. Sifat-sifat
unsur sebagai berikut.
Logam Nonlogam Semilogam
- Wujud
padat dan
kuat
- Meru-
pakan
konduktor
Contoh:
besi,tembaga,
perak
- Wujud
padat, cair,
gas.
- Dalam wujud
padat mudah
dihancurkan
- Merupakan
isolator
Contoh: oksigen,
karbon, belerang
- Sifatnya be-
rada di antara
logam dan
nonlogam.
- Memiliki sifat
penghantar
lebih baik dari
isolator tetapi
kurang dari
konduktor
Contoh: silikon,
germanium, boron.
Tiap-tiap unsur dilambangkan dengan huruf.
Tata nama dan penulisan lambang unsur secara
resmi diatur oleh International Union of Pure and
Applied Chemistry (IUPAC).
l Unsur dilambangkan dengan huruf kapital
dari huruf pertama nama suatu unsur.
l Unsur yang memiliki huruf pertama sama di-
lambangkan dengan huruf kapital untuk huruf
pertama dan huruf kedua yang ditulis dengan
huruf kecil.
12ndhamster@gmail.com
179
Contoh beberapa unsur dan lambangnya:
Jenis Nama Unsur Lambang Unsur
Logam
Nonlogam
Kalium
Natrium
Kalsium
Raksa
Besi
Klorin
Helium
Hidrogen
Oksigen
Carbon
K
Na
Ca
Hg
Fe
Cl
He
H
O
C
B. MOLEKUL
Molekul adalah gabungan dari beberapa unsur
atau lebih. Berdasarkan unsur penyusunnya
molekul dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
l Molekul unsur adalah gabungan dari unsur-
unsur yang sejenis. Biasanya berasal dari
unsur-unsur nonlogam.
Contoh: H
2
, O
2
, Cl
2
, dsb.
l Molekul senyawa adalah gabungan dari un-
sur-unsur yang tidak sejenis.
Contoh: H
2
O, NaCl, H
2
SO
4
, dsb.
1. Penulisan Rumus Kimia dan Penamaan
Senyawa
l Rumus kimia senyawa ditulis dengan
lambang huruf penyusunnya.
Penamaannya unsur logam disebutkan
terlebih dahulu, kemudian unsur non-lo-
gam dan diberi akhiran –ida.
Contoh:
NaCl = natrium klorida
Na merupakan unsur logam, Cl merupakan
unsur nonlogam.
Natrium dilambangkan Na, klorin dilambang-
kan Cl, sehingga dinamakan natrium klorida.
l Senyawa dengan jumlah unsur lebih dari
dua, diberi awalan berikut:
1 = mono- 4 = tetra-
2 = di- 5 = penta-
3 = tri-
Contoh:
CO
2
= karbon dioksida
Terdapat 1 unsur karbon, dilambangkan C.
Terdapat 2 unsur oksigen, dilambangkan O,
karena ada 2 diberi awalan di-.
Jadi, dinamakan karbon dioksida.
l Senyawa dengan nama tertentu dengan
ketentuan sebagai berikut.
OH

= hidroksida CO
3
2–
= karbonat
SO
4
2–
= sulfat CN

= sianida
NO
3

= nitrat NH
3
+
= ammonium
Contoh:
NaOH = natrium hidroksida
Terdiri dari unsur Na, O, dan H.
Na adalah lambang unsur natrium dan OH
disebut hidroksida.
Jadi, dinamakan natrium hidroksida.
2. Pembentukan dan Penguraian Senyawa
l Pembentukan senyawa
Suatu senyawa dapat terbentuk melalui
reaksi kimia, reaksi pembakaran, dan
reaksi penguraian.
12ndhamster@gmail.com
180
- Reaksi Kimia
Reaksi kimia dapat terjadi antarunsur
dengan senyawa atau antarsenyawa
sehingga menghasilkan senyawa baru.
Contoh:
Na + Cl NaCl
Unsur natrium (berupa logam) direak-
sikan dengan unsur klorin (berupa
nonlogam) hasilnya adalah natrium
klorida.
- Reaksi Pembakaran
Unsur logam, nonlogam, dan senyawa
dapat dibakar sehingga menghasil-
kan senyawa baru. Dibakar artinya
direak-sikan dengan oksigen.
Contoh:
Mg + O
2
MgO
Unsur magnesium (berupa logam) di-
reaksikan dengan oksigen (dibakar)
menghasilkan magnesium oksida.
l Penguraian senyawa
Senyawa dapat diuraikan lagi menjadi
unsur-unsur penyusunnya atau senyawa
lain yang lebih sederhana melalui reaksi
kimia.
Reaksi penguraian ini disebut dekompo-
sisi.
- Dekomposisi termal
Dilakukan dengan memanaskan se-
nyawa sehingga terbentuk senyawa
yang lebih sederhana.
Contoh: kalsium karbonat yang di-
panaskan menjadi kalsium oksida
dan karbon dioksida.
- Dekomposisi elektrik (elektrolisis)
Dilakukan dengan mengalirkan listrik
pada senyawa.
Contoh: elektrolisis air menghasilkan
oksigen dan hidrogen.
C. CAMPURAN
Campuran adalah materi yang tidak memiliki su-
sunan dan komposisi tertentu. Campuran terben-
tuk tanpa melalui reaksi kimia.
l Campuran homogen
Campuran yang zat-zat penyusunnya ber-
campur secara merata sehingga setiap ba-
gian memiliki bagian yang sama.
Contoh: gula larut dalam air.
l Campuran heterogen
Campuran yang zat-zat penyusunnya tidak
bercampur merata sehingga ada bagian
campuran yang memiliki sifat berbeda.
Campuran heterogen dibedakan menjadi dua
macam, yaitu suspensi dan koloid.
- Suspensi adalah campuran antara zat
padat dengan cairan atau gas di mana
zat padat tersebut tidak larut.
Contoh: campuran pasir dengan air.
- Koloid adalah campuran antara dua zat
atau lebih di mana salah satu zat peny-
usunnya tersebar dalam zat penyusun
lain.
Contoh: debu, keju, kabut, dsb.
12ndhamster@gmail.com
181
D. PERBEDAAN CAMPURAN DAN SENYAWA
Campuran Senyawa
- Terbentuk melalui
perubahan fsika
- Mudah dipisahkan
secara fsika
- Sifat campurannya
sama dengan sifat
penyusunnya
- Zat penyusun-
nya tidak memiliki
perbandingan yang
tetap
- Terbentuk melalui
reaksi kimia
- Tidak dapat
dipisahkan secara
fsika, pemisahan
secara kimia
- Sifat senyawa ber-
beda dengan sifat
penyusunnya
- Zat penyusunnya
memiliki perban-
dingan yang tetap
Contoh
Apa nama dari senyawa-senyawa berikut ini.
a. CaO b. N
2
O
5
c. CaCO
3
Pembahasan:
a. Ca merupakan unsur logam, O merupakan
unsur nonlogam. kalsium dilambangkan Ca,
oksigen dilambangkan O.
Jadi, CaO = kalsium oksida.
b. Terdapat 2 unsur nitrogen, dilambangkan N,
karena ada 2 diberi awalan di-.
Terdapat 5 unsur oksigen, dilambangkan O,
karena ada 5 diberi awalan penta-.
Jadi, N
2
O
5
= dinitrogen pentaoksida.
c. Terdiri dari unsur Ca, C, dan O
Ca adalah lambang unsur kalsium dan CO
3

disebut karbonat.
Jadi, CaCO
3
= kalsium karbonat.
3
Atom, Ion, dan
Molekul
A. ATOM
Atom berasal dari bahasa Yunani “atomos” yang
berarti tidak dapat dibagi. Atom adalah bagian
terkecil dalam unsur kimia tanpa mengubah sifat
kimianya.
1. Perkembangan Model Atom
l Leucippus dan Demokritus (500SM–400SM)
Menyatakan bahwa materi dapat dibagi
menjadi bagian yang lebih kecil, sam-
pai diperoleh bagian terkecil yang tidak
dapat dibagi lagi.
l Aristoteles ( 384 SM– 332 SM )
Menyatakan bahwa materi dapat dibagi
secara terus-menerus menjadi bagian
yang lebih kecil.
l Dalton
Atom merupakan partikel terkecil yang
tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian
yang lebih kecil.
l J.J Thomson
Atom berupa bola pejal yang bermuatan
positif dan elektron melekat pada permu-
kaan (seperti roti kismis melekat pada roti).
l Rutherford
Atom terdiri dari inti atom yang sangat ke-
cil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh
12ndhamster@gmail.com
182
elektron yang bermuatan negatif (seperti
tata surya).
l Bohr
Pada dasarnya model atom Bohr hampir
sama dengan model atom Rutherford,
tetapi pada model atom Bohr elektron-
elektron mengelilingi inti pada lintasan-
lintasan tertentu yang disebut kulit elek-
tron atau tingkat energi.
Model Atom:

Dalton Thomson Rutherford Bohr
l Teori modern
Model atom modern mirip dengan mo-
del atom Bohr, tetapi kedudukan elektron
berada di daerah sekitar inti, yaitu awan
elektron yang disebut orbital.
Letak elektron tidak dapat ditentukan
dengan pasti.
Model atom ini berlaku hingga saat ini.
Inti atom
awan di sekitar inti
2. Struktur Atom
Struktur atom terdiri dari inti atom dan kulit
atom.
Pada inti atom terdapat:
- proton, yaitu muatan positif,
- neutron, yaitu muatan netral.
Pada kulit atom terdapat:
- elektron, yaitu muatan negatif.
Muatan suatu atom ditentukan oleh jumlah
proton dan elektronnya.
- Jumlah proton sama dengan elektron:
atom bermuatan netral.
- Jumlah proton lebih banyak dari elektron:
atom bermuatan positif.
- Jumlah elektron lebih banyak dari proton:
atom bermuatan negatif.
Susunan atom dapat ditulis dengan notasi
berikut.
A
X
z


Keterangan:
X = lambang unsur
A = massa atom = (jumlah proton + jumlah neutron)
Z = nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron
A – Z = jumlah neutron

Contoh:
16
O
8
: lambang unsur = O (oksigen)
Massa atom = 16
Nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron = 8
Jumlah neutron = 16 – 8 = 8
Suatu inti atom yang ditandai dengan jumlah
proton dan neutron tertentu disebut nuklida.
Beberapa nuklida dapat memiliki persamaan
nomor massa, jumlah proton, dan jumlah
neutron.
- Nuklida yang memiliki nomor massa yang
sama tetapi nomor atom berbeda disebut
isobar. Contoh:
14
C
6
,
14
N
7
12ndhamster@gmail.com
183
- Nuklida yang memiliki jumlah proton
yang sama tetapi jumlah neutron berbe-
da disebut isotop. Contoh:
10
C
6
,
12
C
6
- Nuklida yang memiliki jumlah neutron
yang sama tetapi jumlah proton dan no-
mor massa berbeda disebut isoton.
Contoh:
11
B
5
,
12
C
6
Konfgurasielektron
Konfgurasi elektron adalah persebaran elek-
tron pada kulit-kulit atom. Menurut Pauli, jum-
lah elektron maksimum yang dapat menem-
pati pada tiap kulit dirumuskan:
2n
2
Keterangan: n adalah kulit ke-n
Contoh:
Jumlah elektron maksimum yang dapat menem-
pati kulit M.
M adalah kulit ke-3, sehingga: 2(3
2
) = 2 × 9 = 18
Kulit M dapat ditempati 18 elektron.
Berikut adalah tabel jumlah elektron pada
tiap kulit atom.
Orbital Kulit ke-
Jumlah
elektron
K
L
M
N
1
2
3
4
2
8
18
32
Tiap-tiap atom memiliki konfgurasi elektron
yang berbeda-beda menurut jumlah elektron-
nya. Jumlah elektron suatu atom dapat dilihat
pada nomor atomnya. Cara menyusun kon-
fgurasi elektron diurutkan dari kulit K, kemu-
dian L dan seterusnya hingga semua elektron
telah menempati kulit atom. Elektron yang
berada pada kulit paling luar disebut elektron
valensi. Atom-atom yang memiliki elektron
valensi sama akan memiliki sifat-sifat yang
sama dan dalam Sistem Periodik Unsur dil-
etakkan dalam golongan yang sama.
Contoh:
Nama
atom
Lam-
bang
atom
Nomor
atom
Jumlah elek-
tron pada kulit
Elek-
tron
valensi K L M N
Hidrogen
Karbon
Oksigen
Klorin
H
C
O
Cl
1
6
8
17
1
2
2
2
4
6
8 7
1
4
6
7
B. ION
Ion adalah atom yang bermuatan listrik.
l Kation adalah ion yang bermuatan positif.
- Kation tunggal: K
+
, Mg
2+
, Fe
3+
- Kation poliatom: NH
4
+
Pembentukan kation: melepaskan elektron.
Na
Na
+
+ elektron
l Anion adalah ion yang bermuatan negatif.
- Anion tunggal: Cl
-
, O
2-
, F
-
- Anion poliatom: SO
4
-
, NO
3
-
Pembentukan anion: menarik elektron.
Cl + elektron Cl
-
12ndhamster@gmail.com
184
C. MOLEKUL
Molekul adalah gabungan dari beberapa unsur
atau lebih.
1. Molekul unsur adalah gabungan dari unsur-
unsur yang sejenis.
l Molekul diatomik adalah molekul yang
tersusun dari 2 atom sejenis. Contoh: H
2
,
O
2
, Cl
2
.
l Molekul triatomik adalah molekul yang
tersusun dari 3 atom sejenis. Contoh: O
3
.
l Molekul poliatomik adalah molekul yang
tersusun lebih dari 3 atom sejenis. Con-
toh: P
4

2. Molekul senyawa adalah gabungan dari un-
sur-unsur yang tidak sejenis.
Contoh: H
2
O, NaCl, H
2
SO
4
.
Berikut sekilas tentang molekul.
l O
2
(oksigen)
- Molekul unsur diatomik.
- Diambil dari udara ketika kita bernapas.
- Digunakan untuk proses pembakaran
di dalam tubuh untuk menghasilkan
energi.
- Merupakan salah satu hasil fotosinte-
sis tumbuhan hijau.
l O
3
(ozon)
- Molekul unsur triatomik.
- Merupakan penyusun lapisan tipis
yang melindungi bumi.
- Terdapat di lapisan stratosfer.
- Berfungsi menyerap radiasi sinar ul-
traviolet.
l H
2
O (air)
- Molekul senyawa.
- Dibutuhkan oleh tubuh + 6 liter se-
hari.
- Digunakan untuk kebutuhan sehari-
hari manusia seperti mandi dan men-
cuci.
l NaCl (natrium klorida)
- Molekul senyawa.
- Dalam kehidupan sehari-hari disebut
garam dapur.
- Digunakan untuk memberi rasa asin
ketika kita memasak.
Contoh:
Jika
85
Rb
37
maka atom tersebut mengandung ....
a. 48 proton, 37 neutron, 48 elektron
b. 37 proton, 37 neutron, 48 elektron
c. 37 proton, 48 neutron, 37 elektron
d. 37 proton, 85 neutron, 37 elektron
Jawab: (c)
Susunan atom dapat ditulis dengan notasi beri-
kut.
A
X
z
Keterangan:
X = lambang unsur
A = massa atom = (jumlah proton + jumlah neutron)
Z = nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron
A – Z = jumlah neutron
85
Rb
37
mengandung:
Jumlah proton = jumlah elektron = 37
Jumlah neutron = 85 – 37 = 48
12ndhamster@gmail.com
185
4
Perubahan Fisika
dan Kimia
A. PERUBAHAN FISIKA
Perubahan fsika adalah perubahan materi yang
bersifat sementara dan tidak menghasilkan zat
baru. Contoh: air membeku menjadi es batu,
pelarutan gula dengan air, kayu dibuat menjadi
meja.
1. Ciri-ciri perubahan fsika, antara lain:
l perubahan terjadi hanya pada penam-
pakannya,
l sifat zat hasil perubahan sama dengan
sifat zat sebelumnya,
l umumnya dapat dikembalikan lagi sep-
erti sebelum perubahan.
2. Perubahan fsika dapat terjadi karena:
l Pencampuran
l Perubahan wujud
l Aliran energi
Contoh:
- lampu jika dialiri energi listrik akan
menyala dan menghasilkan energi
cahaya,
- seterika jika dialiri energi listrik akan
memanas dan menghasilkan energi
panas.
l Perubahan bentuk
B. PERUBAHAN KIMIA
Perubahan kimia adalah perubahan materi yang
sifatnya tidak dapat balik dan menghasilkan zat
baru (susunan rumus kimianya berubah).
Contoh: kertas dibakar dan menjadi abu,
perkaratan besi, telur dimasak.
1. Ciri-ciri perubahan kimia, antara lain:
l perubahan terjadi pada tingkatan
molekul,
l sifat zat hasil perubahan berbeda de-
ngan sifat zat sebelumnya,
l tidak dapat dikembalikan lagi seperti se-
belum perubahan.
2. Perubahan kimia dapat terjadi karena:
l pemasakan,
l pembakaran,
l perkaratan,
l fotosintesis.
3. Terjadinya reaksi kimia dapat dilihat dari tan-
da-tanda berikut ini.
l Terjadi perubahan warna.
l Terbentuk endapan.
l Terbentuk gelembung gas.
l Tercium bau.
C. PERUBAHAN BIOLOGIS
Perubahan biologis adalah perubahan materi
yang disebabkan oleh suatu mikroorganisme.
Contohnya pembusukan dan fermentasi.
12ndhamster@gmail.com
186
5
Pemisahan
Campuran
A. TUJUAN PEMISAHAN CAMPURAN
Proses pemisahan campuran dilakukan untuk
memisahkan zat-zat penyusun suatu campuran.
Contohnya pada proses pengolahan minyak
bumi ada pemisahan campuran, sehingga meng-
hasilkan bensin, solar, minyak tanah, kerosin,
dan parafn.
B. METODE PEMISAHAN CAMPURAN
Metode pemisahan campuran, antara lain:
1. Pengayakan
Digunakan untuk memisahkan campuran
padatan yang memiliki ukuran partikel yang
berbeda-beda.
Contohnya mengayak pasir untuk memisah-
kan pasir dengan kerikil atau batu-batu kecil.
2. Dekantir
Metode dekantir digunakan untuk memisah-
kan campuran yang penyusunnya berupa
cairan dan padatan.
3. Penyaringan (Filtrasi)
Dalam kehidupan sehari-hari metode fltrasi
digunakan untuk menyaring udara pada AC
dan proses penjernihan air.
4. Pemusingan (Sentrifugasi)
Metode sentrifugasi digunakan untuk me-
misahkan campuran yang penyusunnya
berupa cairan dan padatan yang merupakan
partikel sangat kecil dan tersebar merata
dalam cairan.
5. Penguapan (Evaporasi)
Metode evaporasi digunakan untuk me-
misahkan campuran yang berupa cairan dan
padatan yang larut dalam cairan tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari metode pen-
guapan digunakan untuk proses pe-ngolah-
an garam dari air laut.
6. Pemisahan Campuran dengan Menggu-
nakan Magnet
Digunakan untuk memisahkan bahan yang
bersifat magnetik dengan bahan nonmagnetik.
7. Sublimasi
Digunakan untuk memisahkan campuran
yang penyusunnya merupakan zat yang me-
nyublim ketika dipanaskan.
Contohnya pemisahan campuran yang men-
gandung ammonium klorida dan natrium
klorida. Bila dilakukan pemanasan, maka
ammonium klorida akan menguap kemudian
menyublim pada corong gelas, sedangkan
natrium klorida tertinggal pada cawan.
8. Penyarian (Ekstraksi)
Metode penyarian digunakan untuk me-
misahkan campuran berdasarkan perbe-
daan kelarutan zat terlarut di dalam pelarut
12ndhamster@gmail.com
187
yang berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari
metode ekstraksi digunakan saat kita me-
nyeduh teh atau kopi.
9. Penyulingan (Destilasi)
Metode destilasi digunakan untuk memi-sah-
kan campuran yang berupa larutan. Pemisa-
han didasarkan pada perbedaan titik didih
zat penyusunnya. Dalam kehidupan sehari-
hari, metode destilasi digunakan dalam indus-
tri penyulingan minyak atsiri (minyak yang
berasal dari tumbuh-tumbuh-an) seperti min-
yak cengkeh, minyak kayu putih, dll. Metode
destilasi digunakan untuk memisahkan min-
yak yang berguna dengan zat-zat pengotor
di dalam tumbuhan.
10.Kromatograf
Digunakan untuk memisahkan campuran
yang berupa larutan dan volume campuran
yang dipisahkan sangat sedikit hingga tidak
mungkin dilakukan dengan ekstraksi.
Pemisahan didasarkan pada perbedaan sifat
kelarutan zat penyusunnya. Dalam kehidu-
pan sehari-hari pemisahan dengan metode
kromatograf sederhana digunakan untuk
memisahkan tinta atau bahan pewarna.
6
Asam, Basa, dan
Garam
Jenis-jenis zat juga dapat dibedakan menurut
sifat keasamannya. Sifat keasaman suatu zat
dinyatakan dengan nilai pH (power of Hydrogen).
Berdasarkan nilai pH, jenis zat dibedakan men-
jadi 3, yaitu asam, basa, dan garam. Nilai pH be-
rada pada kisaran 1–14. Batas nilai pH adalah 7
yang merupakan pH air, disebut pH netral.
A. ASAM
Asam adalah senyawa yang menghasilkan ion
hidrogen (H
+
) ketika dilarutkan ke dalam air.
HA(aq) → H
+
(aq) + A
-
(Aq)
Contoh:
HCl (aq) → H
+
(aq) + Cl
-
(Aq)
Asam memiliki nilai pH di antara 1–6.
Berdasarkan nilai pH–nya asam dibedakan men-
jadi 2, yaitu asam kuat dan asam lemah.
- Asam dengan nilai pH 1–3 disebut asam
kuat.
Asam kuat dapat berbahaya apabila me-
ngenai tubuh kita. Dapat mengakibatkan luka
bakar.
- Asam dengan nilai pH 3–6 disebut asam le-
mah.
12ndhamster@gmail.com
188
Suatu zat termasuk asam jika memiliki sifat-sifat:
- rasanya masam,
- bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan
ion hidrogen (H
+
),
- mengubah warna lakmus biru menjadi merah,
- dapat menghantarkan arus listrik.
Penamaan Asam
Asam terdiri dari anion (ion positif), yaitu H
+
dan
kation (ion negatif). Untuk penamaan asam, ion
H
+
dibaca asam kemudian diikuti nama kation
seperti aturan dalam penamaan senyawa.
Contoh:
Anion Kation Nama
HCl
HF
H
2
SO
4
HNO
3
H
+
H
+
2H
+
H
+
Cl
-
(ion klorida)
F
-
(ion fuorida)
SO
4
2-
(ion sulfat)
NO
3
-
(ion nitrat)
Asam klorida
Asam fuorida
Asam sulfat
Asam nitrat
Beberapa asam dinamakan berdasarkan asalnya.
Contoh:
Nama asam Asal Rumus kimia
Asam formiat
Asam stearat
Asam kaproat
semut (formica)
lemak hewan
(stear)
kambing
(kapro)
HCOOH
C
17
H
35
COOH
CH
3
(CH
2
)
4
COOH
Macam-macam Asam
Berdasarkan asalnya, asam dibedakan menjadi
2, yaitu asam organik dan asam anorganik (biasa
disebut asam mineral).

- Asam organik
Asam yang berasal dari makhluk hidup. Ciri-
cirinya terdapat atom C (karbon). Asam or-
ganik memiliki nilai pH di sekitar 4–6 sehing-
ga termasuk asam lemah. Contoh pada tabel
sebelumnya.
- Asam mineral
Asam yang tidak berasal dari makhluk hidup.
Ciri-cirinya tidak terdapat atom C (karbon).
Nama asam Rumus kimia
Asam klorida
Asam fuorida
Asam sulfat
Asam nitrat
HCl
HF
H
2
SO
4
HNO
3
Asam dalam Kehidupan Sehari-hari
- Asam klorida (HCl)
Asam yang terdapat di lambung kita. Disebut
juga asam lambung. Berfungsi untuk mem-
bunuh kuman-kuman yang terbawa oleh
makanan dan masuk ke dalam lambung.
- Asam sulfat (H
2
SO
4
)
Asam yang digunakan untuk mengisi aki
pada kendaraan bermotor. Termasuk asam
kuat. Apabila mengenai kulit dapat menga-
kibatkan luka bakar.
- Asam asetat (CH
3
COOH)
Asam yang terdapat pada cuka, sehingga
disebut juga asam cuka. Menurut IUPAC
dinamakan asam etanoat. Termasuk jenis
asam organik dan asam lemah.
12ndhamster@gmail.com
189
B. BASA
Basa adalah senyawa yang menghasilkan ion
hidroksida (OH
-
) ketika dilarutkan ke dalam air.
LOH (aq) → L
+
(aq) + OH
-
(Aq)
Contoh:
NaOH (aq) → Na
+
(aq) + OH
-
(Aq)
Basa memiliki nilai pH antara 8–14. Berdasarkan
nilai pH–nya basa dibedakan menjadi 2, yaitu
basa kuat dan basa lemah.
- Basa dengan nilai pH 8–11 disebut basa le-
mah.
- Basa dengan nilai pH 11–14 disebut basa
kuat.
Seperti halnya asam kuat, basa kuat juga dapat
berbahaya apabila mengenai kulit kita. Dapat
mengakibatkan luka bakar.
Suatu zat termasuk basa jika memiliki sifat-sifat:
- rasanya pahit,
- bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan
ion hidroksida (OH
-
),
- mengubah warna lakmus merah menjadi
biru,
- dapat menghantarkan arus listrik.
Penamaan Basa
Basa terdiri dari anion (ion positif) yang meru-
pakan ion logam dan kation (ion negatif) yaitu
ion OH
-
. Untuk penamaan basa, anion dibaca
dengan nama logamnya seperti aturan dalam
penamaan senyawa kemudian diikuti ion OH
-

yang disebut hidroksida.
Contoh:
Senyawa Anion Kation Nama
NaOH
KOH
Mg(OH)
2
Ca(OH)
2
NH
4
OH
Na
+
(ion natrium)
K
+
(ion kalium)
Mg
2+
(ion magne-
sium)
Ca
2+
(ion kalsium)
NH
4
-1
(ion am-
monium)
OH
-
OH
-
OH
-
OH
-
OH
-
Natrium
hidroksida
Kalium
hidroksida
Magnesium
hidroksida
Kalsium
hidroksida
Ammonium
hidroksida
Basa dalam Kehidupan Sehari-hari
- Natrium hidroksida (NaOH)
Bahan dasar pembuatan sabun yang teks-
turnya keras. Sabun keras merupakan hasil
reaksi antara natrium hidroksida dengan le-
mak hewan atau tumbuhan.
Natrium hidroksida disebut juga soda kostik.
- Kalium hidroksida (KOH)
Bahan dasar pembuatan sabun yang teks-
turnya lunak. Sabun lunak merupakan hasil
reaksi antara kalium hidroksida dengan le-
mak hewan atau tumbuhan.
Kalium hidroksida disebut juga soda potas.
- Magnesium hidroksida (Mg(OH)
2
)
Terdapat pada obat sakit maag. Untuk men-
etralkan asam klorida agar kadar asam di
dalam lambung berkurang digunakan mag-
nesium hidroksida.
- Kalsium hidroksida (Ca(OH)
2
)
Digunakan untuk menetralkan tanah. Untuk
mengurangi kadar keasaman tanah terse-
but digunakan kalsium hidroksida atau yang
disebut juga air kapur.
12ndhamster@gmail.com
190
C. GARAM
Garam adalah hasil reaksi antara asam dan
basa. Reaksi antara asam dan basa akan meng-
hasilkan garam dan air. Reaksi tersebut disebut
reaksi penetralan.
HX (aq) + LOH (aq) → LX (aq) + H
2
O

(Aq)
asam basa garam air

Contoh:
HCL (aq) + NaOH (aq) → NaCl (aq) + H
2
O

(Aq)
asam basa garam air
Garam memiliki nilai pH di sekitar 6–8, tergan-
tung pada asam dan basa yang membentuknya.
Garam tidak identik dengan garam dapur. Garam
dapur hanya merupakan satu dari contoh garam.
Penamaan garam sama dengan penamaan se-
nyawa. Beberapa contoh garam antara lain:
Nama
garam
Rumus Kegunaan
NaCl
KNO
3
NaBr
NaF
CaSO
4
Natrium klorida
Kalium nitrat
Natrium bromida
Natrium fuorida
Kalsium sulfat
Garam dapur
Bahan pupuk
Bahan flm
Pasta gigi
Bahan gips
D. INDIKATOR pH
Nilai pH dapat diukur menggunakan indikator pH.
Indikator merupakan senyawa kompleks yang
dapat bereaksi dengan asam atau basa. Indika-
tor pH dibedakan menjadi dua macam, yaitu indi-
kator buatan dan alami.
l Indikator buatan
Macam-macam indikator pH buatan:
- Kertas lakmus
a) Lakmus merah
Jika dicelupkan ke dalam larutan asam
tidak akan berubah warna, jika dicelup-
kan ke dalam larutan basa akan berubah
warna menjadi biru.
b) Lakmus biru
Jika dicelupkan ke dalam larutan basa
tidak akan berubah warna, jika dicelup-
kan ke dalam larutan asam akan berubah
warna menjadi merah.
- Indikator pH yang berupa larutan
Indikator pH yang berupa larutan akan
berubah warna pada kisaran pH tertentu.
Berikut beberapa contoh indikator pH yang
berupa larutan.
Nama indikator Kisaran pH
Perubahan
warna
Phenolphthalein (pp)
Metil oranye (mo)
Metil merah
Bromtimol biru
Metil biru
8,3 – 10
3,2 – 4,4
4,8 – 6,0
6,0 – 7,6
10,6 – 13,6
Tidak berwarna
Merah – kuning
Merah – kuning
Kuning – biru
Biru – ungu
- Indikator universal
Merupakan salah satu indikator pH yang me-
miliki tingkat kepercayaan yang baik karena
dengan indikator universal dapat ditentukan
nilai pH. Indikator universal adalah indikator
12ndhamster@gmail.com
191
yang terdiri dari berbagai macam indikator
yang memiliki warna berbeda untuk setiap
nilai pH 1–14.
- pH meter
pH meter merupakan indikator pH elektronik.
Alat ini adalah indikator pH yang paling aku-
rat karena dapat menentukan nilai pH secara
tepat yang akan langsung terbaca pada layar
digital.
l Indikator alami
Indikator alami adalah indikator yang dibuat
dari bagian tumbuh-tumbuhan tertentu yang
memiliki warna. Contoh indikator alami
adalah:
- daun kubis ungu,
- kunyit,
- kayu secang, dan lain-lain.
Berikut cara penggunaan indikator pH alami.
a) Membuat ekstrak (sari) dari tumbuhan
yang dapat dijadikan indikator alami den-
gan cara digerus atau diparut kemudian
dilarutkan dengan air panas.
b) Ekstrak tumbuhan ditambahkan ke laru-
tan yang diuji.
c) Amati perubahan yang terjadi.
Contoh:
1. Rumus senyawa untuk garam dapur adalah
….
a. H
12
O
6
C
12
c. CH
3
b. H
2
SO
4
d. NaCl
Jawab: (d)
Berikut adalah rumus-rumus kimia senyawa:
H
12
O
6
C
12
= glukosa
H
2
SO
4
= asam sulfat
CH
3
= etana
NaCl = natrium klorida (garam dapur)
2. Dari senyawa ini, yang merupakan asam
adalah ….
a. H
2
SO
4
c. NaOH
b. H
2
O d. AgCl
Jawab: (a)
Dari senyawa tersebut yang merupakan
asam adalah H
2
SO
4
(asam sulfat).
3. Salah satu sifat fsika asam adalah ….
a. rasa asin
b. warna merah muda
c. rasa asam
d. mengandung ion OH
+
Jawab: (c)
Sifat-sifat asam adalah:
• rasanya asam,
• dalam air menghasilkan ion H
+
,
• bersifat elektrolit,
• dapat bereaksi dengan logam aktif, kar-
bonat, dan basa.
12ndhamster@gmail.com
192
7
Bahan Kimia di
Rumah
A. PEMBERSIH
Pembersih berfungsi untuk membersihkan kotoran,
minyak dan lemak dari tubuh, kulit, dan rambut
kita serta benda-benda di sekitar kita seperti baju.
l Sabun
Sabun telah dikenal manusia sejak kira-kira
5000 tahun yang lalu. Sabun dibuat melalui
reaksi kimia yang disebut reaksi saponifkasi,
yaitu reaksi antara kalium hidroksida/natrium
hidroksida dengan lemak hewan/lemak tum-
buhan.
- Sabun yang mengandung kalium hi-
droksida (KOH) disebut sabun lunak.
Sabun lunak adalah sabun yang kita gu-
nakan untuk mandi.
- Sabun yang mengandung natrium hi-
droksida (NaOH) disebut sabun keras.
Molekul sabun memiliki dua bagian, yaitu ba-
gian kepala dan ekor.
CH
3
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
CH
2
C
O
ONa
bagian ekor
larut dalamlemak
bagian kepala
larut dalam air
Cara kerja sabun ketika membersihkan ko-
toran adalah bagian ekor akan larut dalam
minyak, sedangkan bagian kepala akan tetap
larut dalam air.
l Deterjen
Deterjen terbuat dari bahan dari pengolahan
minyak bumi yang disebut alkil benzena sulfo-
nat (ABS). Sisa penggunaan deterjen susah
diuraikan oleh mikroorganisme sehingga
kurang ramah lingkungan. Untuk mengatasi
masalah lingkungan yang diakibatkan oleh
deterjen, saat ini bahan dasar yang digunak-
an untuk membuat deterjen diganti dengan
linier alkil sulfonat (LAS). LAS mudah diurai-
kan oleh mikroorganisme dan dikenal seb-
agai bahan yang ramah lingkungan.
l Sampo
Sampo dibuat dengan menggunakan bahan
dasar natrium laurit sulfat atau natrium de-
odesil sulfat.
l Pasta gigi
Pasta gigi juga dibuat dengan menggunakan
bahan dasar natrium laurit sulfat atau natrium
deodesil sulfat, dengan bahan tambahan ba-
han abrasif, kalsium karbonat, titanium diok-
sida, dan silika terhidrasi. Untuk menguatkan
gigi digunakan beberapa senyawa seperti
timah fuoride.
l Sabun pencuci piring
Sabun pencuci piring mengandung natrium
metasilikat, natrium tripolisulfat, dan sedikit
klorin.
12ndhamster@gmail.com
193
B. PEMUTIH
l Pemutih pakaian
Pemutih pakaian mengandung senyawa yang
mengandung klorin, yaitu kalsium hipoklorit
(kaporit) yang berbentuk bubuk dan natrium
hipoklorit yang berbentuk ca-iran. Pemutih
pakaian akan berbahaya jika dicampur den-
gan bahan pembersih yang mengandung
asam klorida (HCl) karena dapat bereaksi
dan menghasilkan gas klorin yang beracun.
l Pemutih kulit
Pemutih kulit mengandung zat hidrokuinon.
Selain itu ditambahkan vitamin E yang dapat
menyehatkan kulit.
C. PEWANGI
Pewangi dapat berupa pewangi ruangan, pe-
wangi yang ditambahkan ke dalam bahan-bahan
pembersih (sabun, sampo, deterjen, dll), dan pe-
wangi badan (parfum). Biasanya, parfum men-
gandung 10%–25% zat pewangi yang dilarutkan
dalam alkohol dan chloro fuoro carbon (CFC)
sebagai gas pendorong. Penggunaan CFC yang
berlebihan dapat meng-akibatkan berlubangnya
lapisan ozon.
D. INSEKTISIDA
Insektisida adalah zat yang digunakan untuk
membunuh serangga dan hama yang meng-
ganggu. Insektisida mengandung zat para-thion,
malation, tetraetil pirosulfat, senyawa karbonat-
propoksur, karbanil, aldikarb, dimetan, piralon,
dieldrin, aldrin, dan bahan-bahan lain sebagai
campuran. Bahan-bahan tersebut merupakan
racun bagi serangga.
Penggunaan insektisida yang berlebihan dapat
menyebabkan pencemaran air, serangga men-
jadi kebal, dan semua zat pada insektisida bera-
cun bagi manusia dan dapat memicu timbulnya
kanker (zat karsinogenik).
Berdasarkan cara kerjanya, insektisida dibagi
menjadi tiga kelompok berikut.
a) Kelompok racun pencernaan
Membunuh serangga apabila ikut termakan.
Contoh: DDT (dikloro difenil trikloroetana),
BHC (benzena heksa klorida), metasiklor,
dan lain-lain.
b) Kelompok racun luar tubuh
Membunuh serangga apabila mengenai
badan.
Contoh: DDT, BHC, dieldrin, aldrin, dan lain-
lain.
c) Kelompok racun pernapasan
Membunuh serangga bila terhirup
Contoh: BHC, asam sianida, karbon disul-
fda, dan lain-lain.
12ndhamster@gmail.com
194
8
Bahan Kimia
dalam Makanan
A. ZAT MAKANAN
l Karbohidrat
Tersusun dari unsur-unsur C, H, dan O.
Fungsi:
- pembentuk energi dengan mengeluar-
kan kalori,
- pembentuk protein dan lemak,
- menjaga keseimbangan asam dan basa
tubuh.
l Protein
Tersusun dari unsur C, H, O, N dan terkadang
juga mengandung unsur S dan P.
- Protein hewani
Contoh: albumin (putih telur), miosin
(daging ikan), albumin laktat (susu).
- Protein nabati
Contoh: gluten (gandum), legumen (bun-
cis, kacang polong, kedelai), gelatin
(rumput laut).
Fungsi:
- pembentuk enzim,
- zat pembangun dan pengganti sel tubuh
yang rusak,
- pelindung (antibodi tubuh).
l Lemak
Lemak disebut juga lipid. Tersusun dari un-
sur-unsur C, H, dan O, tetapi memiliki struktur
yang lebih kompleks daripada karbohidrat.
Merupakan molekul yang tidak larut dalam
air. Fungsi:
- cadangan makanan,
- penyimpan panas tubuh,
- pelarut vitamin A, D, E, dan K.
l Mineral
- Makromineral
Mineral yang dibutuhkan oleh tubuh
dalam jumlah banyak. Contoh: natrium,
kalium, kalsium, dan lain-lain.
- Mikromineral
Mineral yang dibutuhkan oleh tubuh
dalam jumlah sedikit. Contoh: Fe (besi),
iodin, Cu (tembaga), dan lain-lain.
l Vitamin
- Vitamin yang larut dalam air.
Contoh: vitamin B dan C.
- Vitamin yang tidak larut dalam air (larut
dalam lemak).
Contoh: vitamin A, D, E, dan K
l Air
Tersusun dari unsur-unsur O dan H. Memiliki
rumus kimia H
2
O. Fungsi:
- pelarut berbagai macam zat,
- pengatur suhu tubuh.
12ndhamster@gmail.com
195
B. ZAT ADITIF PADA MAKANAN
l Pewarna
- Pewarna alami.
Contoh: kunyit (warna kuning), daun suji
dan daun pandan (warna hijau), gula ke-
lapa (warna merah kecokelatan), dll.
- Pewarna sintetis.
Contoh: tartazin (warna kuning), sunsut
yellow FCF (warna kuning), karmoisin
(warna merah), dll.
l Pemanis
- Pemanis alami.
Contoh: gula dan gula merah.
- Pemanis sintetis
Contoh:
Pemanis buatan
Tingkat kemanisan
relatif dengan gula
Aspartam
Sakarin
Sukralosa
P-4000
Neotam
160 X
500 X
600 X
4.000 X
13.000 X
l Penyedap
- Penyedap rasa alami
Contoh: gula, garam, rempah-rempah,
bawang, dan lain-lain.
- Penyedap rasa sintetis
Contoh: MSG (monosodium glutamate).
l Pengawet
- Pengawet alami
Contoh: garam dan gula.
- Pengawet sintetis
Contoh:
1) Natrium nitrit digunakan sebagai pen-
gawet bahan makanan yang berasal
dari daging.
2) Asam benzoat/natrium benzoat di-
gunakan sebagai pengawet dalam
minuman, saos, sambal, dan kecap.
3) Asam propionat digunakan seba-gai
pengawet roti dan keju.
l Antioksidan
Digunakan untuk mencegah makanan men-
jadi tengik karena bereaksi dengan oksigen
(reaksi oksidasi).
- Antioksidan alami.
Contoh: air jeruk nipis.
- Antioksidan sintetis.
Contoh: BHT (butil hidroksi toluenen).
C. MEMILIH MAKANAN YANG SEHAT
1. Makan makanan bergizi.
2. Memilih makanan yang dimasak dan disaji-
kan dengan bersih.
3. Mengurangi penggunaan bahan sintetis.
4. Memilih makanan yang warnanya tidak ter-
lalu mencolok karena warna yang mencolok
biasanya pewarna yang digunakan adalah
pewarna sintetis dengan kadar yang banyak.
5. Mencermati bahan-bahan yang tertulis di ba-
gian belakang makanan.
12ndhamster@gmail.com
196
9
Bahan Kimia
dalam Keseharian
A. BAHAN KIMIA DI BIDANG INDUSTRI
1. Cat
Cat terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
- pigmen adalah zat pemberi warna,
- binder adalah zat pengikat yang mengi-
kat partikel pigmen cat,
- solven adalah zat pelarut yang berfungsi
menjaga kekentalan cat agar tetap cair
selama digunakan, contohnya: air, alko-
hol, pelarut organik,
2. Bahan bakar
Bahan bakar berasal dari fosil tumbuhan dan
hewan, serta mikroorganisme yang terkubur
di dalam karang. Bahan bakar yang berasal
dari fosil hewan disebut minyak bumi, bahan
bakar yang berasal dari fosil tumbuhan dise-
but batu bara, bahan bakar yang berasal dari
mikroorganisme yang terkubur di dalam ka-
rang disebut gas alam.
3. Plastik
Plastik terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
- Resin adalah bahan utama plastik, con-
tohnya: PVC (poli vinil clorida) dan bakelit.
- Bahan plastis adalah bahan yang mem-
buat plastik menjadi lentur.
- Bahan pengisi adalah bahan pemberi
bentuk plastik, contohnya: asbes, tepung,
dan glasswood.
4. Semen
Bahan baku pembuatan semen adalah batu
kapur, tanah liat yang mengandung silikat,
aluminat, magnesium, dan besi.
- Semen rakyat/semen pouzzuolona/ semen
trans. Terdiri dari campuran kapur yang
digiling halus.
- Semen merah merupakan semen yang
digunakan sebagai bahan adukan yang
digunakan untuk plesteran. Semen merah
dibuat dengan mencampurkan batu bata
yang ditumbuk halus dengan kapur.
- Semen fosfat merupakan semen yang
sangat kuat sehingga digunakan untuk
melekatkan tambahan cor. Semen ini ter-
diri atas serbuk yang berisi oksida seng,
magnesium, silika, dan bismut.
Cairannya terdiri dari H
3
PO
4
dengan tam-
bahan AL, Zn, Mg, dan air.
- Semen bauksit/semen aluminat. Semen
ini dibuat dengan cara meleburkan kapur
dan bauksit dengan jumlah perbandingan
yang sama. Semen ini dapat mengeras
dengan cepat dan mempunyai daya
tahan tinggi terhadap air laut dan air yang
mengandung sulfat sehingga bangunan-
bangunan yang letaknya di tepi pantai
dan bangunan pabrik dibangun dengan
menggunakan semen jenis ini.
12ndhamster@gmail.com
197
- Semen portland mengandung 64% kali-
um oksida, 5,5% aluminium oksida, 21%
silikon oksida, 4,5% feri oksida, dan 2,4%
magnesium oksida. Untuk membuat se-
men portland campuran-campuran terse-
but dibakar sehingga diperoleh campuran
dalam bentuk bubuk yang selanjutnya di-
campur dengan gypsum (CaSO
4
).
B. BAHAN KIMIA DI BIDANG PERTANIAN
Pupuk
Pupuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan
zat hara/gizi yang dibutuhkan oleh tumbuhan
agar dapat tumbuh dengan subur.
a) Pupuk alami adalah pupuk yang berasal dari
bahan-bahan alami. Pupuk alami terdiri dari
pupuk kandang, pupuk kompos, dan pupuk
hijau.
b) Pupuk buatan dibedakan menjadi dua ya-itu
pupuk tunggal dan pupuk campuran. Pupuk
tunggal adalah pupuk yang hanya mengand-
ung 1 jenis zat hara yang dibutuhkan tana-
man. Pupuk campuran adalah pupuk yang
dalam satu jenis pupuk mengandung lebih
dari satu zat hara. Contoh pupuk campuran:
pupuk amophos memiliki rumus kimia NH
4
H-
2
PO
4
mengandung unsur hara nitrogen 11–
14% dan fosfor 48–55%.
Berikut contoh pupuk tunggal.
l Pupuk nitrogen berguna untuk merang-
sang pertumbuhan batang, cabang,
daun, dan merangsang pembentukan
klorofl. Contoh: pupuk urea (CO(NH
2
)
2
)
dan pupuk ZA (zwavelzuur ammonium/
ammonium sulfat).
l Pupuk fosfor berguna untuk merangsang
pertumbuhan akar-akar baru dan mem-
bantu proses fotosintesis.
Contoh:
Jenis pupuk Rumus kimia
Kandungan
fosfor
ESP
(Engkel Super
Phospate)
CaH
2
PO
4
8–20%
DSP
(Double Super
Phospate)
Ca(H
2
PO
4
)
2
38–40%,
TSP
(Triple Super
Phospate)
3Ca(H
2
PO
4
)
2
48–54%
l Pupuk kalium berguna untuk membantu
enzim yang terdapat di dalam tanaman
untuk mempercepat reaksi-reaksi kimia
di dalam sel sehingga mempercepat
pembentukan bunga, biji, dan buah ser-
ta berguna untuk memperkokoh batang
tanaman.
Jenis pupuk Kandungan kalium
KCl 80 49-50%
KCl 90 52-53%
ZK 90 40-50%
ZK 96 52-53%
Penggunaan pupuk buatan yang tidak tepat
dapat menimbulkan:
l pencemaran lingkungan tanah dan air,
l menghambat pertumbuhan tanaman,
l mengakibatkan booming alga.
12ndhamster@gmail.com
198
C. BAHAN KIMIA DI BIDANG KESEHATAN
Bahan kimia di bidang kesehatan yang paling
dikenal adalah obat-obatan. Obat-obatan meru-
pakan suatu bahan campuran untuk men-
diagnosis, mencegah, menghilangkan, mengu-
rangi, atau menyembuhkan suatu penyakit, lu-ka,
dan lain-lain. Berdasarkan tingkat keamanan-
nya obat digolongkan menjadi 4, yaitu sebagai
berikut.
- Obat bebas adalah golongan obat yang mu-
dah diperoleh di toko maupun apotek dengan
bebas tanpa menggunakan resep dokter. Di-
tandai dengan lingkaran hijau dengan garis
tepi hitam. Contoh: promag, oskadon, riva-
nol, dll.
- Obat bebas terbatas adalah golongan obat
yang dapat dibeli dengan bebas tetapi diberi-
kan dalam jumlah terbatas. Ditandai dengan
lingkaran biru dengan garis tepi hitam. Con-
toh: vicks, OBH, daktarin, dll.
- Obat keras adalah obat yang pemakaiannya
harus di bawah pengawasan dokter. Ditandai
dengan lingkaran merah dengan garis tepi
hitam. Contoh: antibiotik, obat suntik, vaksin,
dll.
- Obat narkotika merupakan obat terlarang
karena sangat berbahaya bagi kesehatan.
Contoh: kokain, ganja, morfn, dll.
Berdasarkan bentuknya obat dibedakan menjadi
2 jenis.
- Obat padat dapat berupa serbuk, kapsul, tab-
let, pil.
- Obat cair dapat berupa larutan, emulsi, sus-
pensi, dan eliksir.
Obat-obatan apabila tidak digunakan sesuai
aturan justru dapat meracuni tubuh kita.
Berikut cara penggunaan obat dengan benar.
- Pemakaian obat sesuai dengan dosis yang
tercantum atau sesuai petunjuk dokter.
- Mencermati efek samping dan mematuhi
kontraindikasi yang tercantum dalam kema-
san obat.
- Mengetahui komposisi penyusun obat dan
kegunaannya.
Contoh:
Perhatikan data berikut.
1. Urea 3. NPK
2. KCl 4. TSP
Dari data di atas jenis pupuk yang mengandung
nitrogen adalah ….
a. 1 dan 2 c. 3 dan 4
b. 2 dan 3 d. 1 dan 3
Jawab: (d)
Perhatikan jenis pupuk berikut.
- Urea: mengandung nitrogen
- KCl: mengandung kalium
- NPK: mengandung nitrogen, phospor, dan
kalium
- TSP: mengandung phosphor
12ndhamster@gmail.com
199
10
Zat Adiktif dan
Psikotropika
l Zat adiktif adalah zat-zat kimia yang dapat
mengakibatkan kecanduan atau ketagihan
pada pemakainya.
l Psikotropika adalah zat atau obat yang dapat
mempengaruhi aktivitas mental dan perilaku
yang biasa digunakan untuk mengatasi berb-
agai gangguan kejiwaan.
A. JENIS DAN PENGGOLONGAN PSIKOTROPIKA
1. Stimulan (obat perangsang)
Golongan obat-obatan yang sangat efektif
memberikan rangsangan terhadap otak dan
sistem saraf.
l Amfetamin (ectasy)
Obat ini dapat digunakan untuk:
- meningkatkan daya tahan dan ke-
waspadaan,
- mengilangkan rasa letih, lapar, dan
kantuk,
- memberikan efek gembira (euforia),
- sebagai doping untuk meningkatkan
prestasi di atas kemampuan normal-
nya.
Pemakaian yang berlebihan dapat meng-aki-
batkan kekacauan pikiran, perilaku ganas,
halusinasi, stroke dan serangan jantung.
l Kokain
Merupakan obat perangsang yang le-bih
kuat dari amfetamin. Obat ini dihasil-kan
dari tanaman Erythroxylon coca.
Penggunaan obat ini dapat menimbulkan
efek, antara lain:
- menghambat perasaan lapar,
- menurunkan perasaan letih dan ke-
butuhan tidur,
- memicu jantung,
- meningkatkan tekanan darah dan
suhu badan.
Penyalahgunaan obat ini dapat meng-
akibatkan sembelit, perasaan gugup
yang sangat besar, kerusakan pada urat
saraf, halusinasi, tidak bisa tidur, perilaku
ganas, perasaan takut, serta kerusakan
selaput lendir hidung atau tenggorokan.
Dalam dunia medis, kokain digunakan
untuk anestesi (pembiusan) lokal.
2. Depresan
Golongan obat-obatan yang dapat mem-
perlambat aktivitas sistem saraf pusat yang
mengakibatkan turunnya tingkat kesadaran.
Disebut sebagai obat penenang.
Contoh:
l Morfn
Morfn diperoleh dari getah tumbuhan
Papaver somniverum. Morfn berguna
untuk:
- menghilangkan/mengurangi rasa sakit,
- memberikan perasaan nyaman dan
12ndhamster@gmail.com
200
gembira, dan
- mengurangi perasaan cemas dan ge-
lisah.
Secara medis, morfn digunakan untuk
menghilangkan refeks batuk dan meng-
atasi rasa sakit pada pembedahan.
Penyalahgunaan morfn yang berlebihan
dapat menyebabkan pingsan dan kema-
tian.
l Barbital
Barbital tergolong obat penenang yang
dapat digunakan untuk:
- membantu segera tidur,
- menghalau kecemasan, ketegang-
an, dan frustasi.
Secara medis, barbital digunakan seb-
agai obat tidur, obat epilepsi (ayan), dan
obat penenang pada keadaan stres.
Pemakaian barbital yang berlebihan,
apalagi jika dicampur dengan alkohol
dapat mengakibatkan koma, bahkan ke-
matian.
3. Halusinogen
Golongan obat-obatan yang menyebabkan
timbulnya halusinasi (khayalan).
l LSD
Berguna untuk mengobati sakit kepala
(migrain) dan mengurangi pendarahan
setelah melahirkan.
Efek samping penggunaan LSD adalah
membangkitkan kecenderungan bunuh
diri.
l Ganja
Ganja dibuat dari tanaman Cannabis sa-
tiva yang dikeringkan. Efek:
- menimbulkan situasi seperti bermimpi,
- memberikan perasaan nyaman dan
gembira.
Secara medis ganja digunakan untuk
meredakan serangan migrain, mengu-
rangi tekanan pada mata pada pen-derita
glaukoma (katarak), mengobati nausea
(mual-mual) pada penderita kanker yang
mengalami efek kemote-rapi dan radiasi.
Efek samping pemakaian ganja, antara
lain pusing, malas, bicara tidak karuan,
gejala paranoid (rasa takut), daya komu-
nikasi dan mobilitas menurun.
B. JENIS DAN PENGGOLONGAN ZAT ADIKTIF
1. Narkoba
Disebut juga narkotika, berasal dari bahasa
Inggris (narcotics) yang artinya obat bius.
Berdasarkan sumber dan cara pembuatan-
nya narkotika digolongkan menjadi tiga.
l Candu
Disebut juga opium. Candu dapat digu-
nakan untuk menghasilkan morfn, hero-
in, dan kafein.
l Coca
Dikenal dengan nama tanaman Erythrox-
ilon coca atau lomarch.
l Ganja
12ndhamster@gmail.com
201
2. Minuman keras
Minuman keras mengandung alkohol yang
disebut ethanol. Alkohol diperoleh dari pros-
es peragian madu, gula, sari buah, atau
umbi-umbian. Kadar alkohol dalam darah
maksimum dicapai 30 – 90 mililiter per menit.
Pengaruh peningkatan kadar alkohol dalam
darah akan menyebabkan orang euforia (ma-
buk), tetapi setelah mengalami penurunan
orang tersebut menjadi depresi.
Terdapat tiga golongan minuman beralkohol,
yaitu sebagai berikut.
l Golongan A
Minuman keras dengan kadar ethanol
antara 1%– 5%. Contoh: bir.
l Golongan B
Minuman keras dengan kadar ethanol
antara 5%–20%. Contoh: whisky.
l Golongan C
Minuman keras dengan kadar ethanol
antara 20%–55%. Contoh: arak, brandy.
3. Psikotropika
Psikotropika yang berpotensi sebagai penye-
bab sindroma ketergantungan digolongkan
menjadi 4, yaitu sebagai berikut.
l Golongan I
Jenis ini mempunyai potensi yang sa-
ngat kuat dalam menyebabkan ketergan-
tungan dan dinyatakan sebagai barang
terlarang. Contoh: ectacy.
l Golongan II
Jenis ini mempunyai potensi yang kuat
dalam menyebabkan ketergantungan.
Contoh: feksilidine (PCP).
l Golongan III
Jenis ini mempunyai potensi sedang
dalam menyebabkan ketergantungan.
Contoh: funitra-zepam, rohipnol, dan
magadon.
l Golongan IV
Jenis ini mempunyai potensi ringan
dalam menyebabkan ketergantungan.
Contoh: alparozolam (xanax) dan bro-
mazepam (lexotan).
4. Zat adiktif lain
l Inhalasin
Berasal dari larutan-larutan yang mu-
dah menguap seperti lem, cat semprot,
hairspray, pengharum ruangan. Dapat
pula berasal dari gas seperti gas nitrous
oksida (gas ketawa) dan zat anestesi
(pembius), contohnya: eter dan kloroform.
Penggunaan inhalasin berlebihan dapat
menyebabkan pusing yang tidak tertah-
ankan bahkan hingga pingsan.
l Nikotin
Terkandung dalam daun tembakau. Tem-
bakau kemudian dibuat menjadi rokok.
Selain nikotin, rokok dan asapnya juga
mengandung 4000 zat kimia yang berba-
haya bagi tubuh. Di antaranya:
12ndhamster@gmail.com
202
Bahan kimia Akibat
Nikotin - menyebabkan kecanduan,
- merusak jaringan otak,
- mengakibatkan darah mudah
menggumpal.
Tar - merusak sel paru-paru,
- meningkatkan produksi dahak/
lendir di paru-paru,
- menyebabkan kanker paru-paru.
Karbon
monoksida
- mengurangi jumlah oksigen yang
dapat diikat oleh darah,
- menghalangi transportasi oksigen
dalam tubuh.
Zat karsinogen Memicu pertumbuhan sel kanker
dalam tubuh.
Zat iritan - mengakibatkan batuk,
- menyebabkan kanker paru-paru,
- mengiritasi paru-paru.
Orang yang merokok disebut perokok ak-
tif dan orang yang tidak sengaja menghir-
up asap rokok yang dihasilkan oleh pero-
kok aktif disebut perokok pasif. Dampak
yang dirasakan oleh perokok pasif lebih
berbahaya daripada perokok aktif karena
mereka menghirup asap yang tidak ter-
saring.
Orang yang merokok berarti memasuk-
kan racun ke dalam tubuh, bagi wanita
hamil yang merokok dapat menggugur-
kan janin, dan racun rokok juga dapat
mengakibatkan kemandulan.
l Kafein
Zat stimulan (pembangkit semangat). Ka-
fein berfungsi untuk menghilangkan rasa
kantuk, rasa letih, dan rasa lapar.
Dalam bahan alami, kafein terdapat
dalam teh atau kopi dalam kadar yang
rendah. Teh atau kopi dapat menimbul-
kan kecanduan jika dikonsumsi berlebi-
han (lebih dari 20 gelas per hari). Kon-
sumsi yang berlebihan (lebih dari batas
maksimum yang tercantum di kemasan),
selain menyebabkan kecanduan juga
menyebabkan gagal ginjal dan jantung
bekerja melampaui batas karena selalu
dipicu.
Contoh:
Perhatikan tabel zat aditif dan fungsinya!
Zat aditif Fungsi
Pengawet
Antioksidan
Pewarna
Penyedap
Pemanis
Menghambat bakteri/jamur dan
menjaga zat gizi dalam makanan.
Mencegah reaksi oksidasi pada
makanan.
Memberi warna yang menarik pada
makanan.
Meningkatkan rasa pada makanan.
Memberikan rasa manis pada
makanan.
Eko ingin membuat nasi kuning untuk pesta
ulang tahunnya. Zat aditif yang harus ditambah-
kan adalah…
a. pengawet c. antioksidan
b. pemanis d. pewarna
Jawab: (d)
Zat aditif yang digunakan untuk membuat nasi
kuning adalah pewarna (untuk memberi warna
kuning).
12ndhamster@gmail.com
Biologi
204
1
Kerja Ilmiah
Biologi berasal dari bahasa Latin, yaitu bios yang
berarti kehidupan dan logos yang berarti ilmu.
Dengan demikian, biologi berarti ilmu yang mem-
pelajari tentang makhluk hidup. Cabang-cabang
ilmu biologi sebagai berikut.
1. Morfologi, yaitu ilmu yang mempelajari
penampilan fsik makhluk hidup.
2. Anatomi, yaitu ilmu yang mempelajari struk-
tur tubuh makhluk hidup.
3. Botani, yaitu ilmu yang mempelajari tumbuh-
an.
4. Zoologi, yaitu ilmu yang mempelajari hewan.
5. Mikrobiologi, yaitu ilmu yang mempelajari
mikroorganisme.
6. Mikologi, yaitu ilmu yang mempelajari jamur.
7. Ekologi, yaitu ilmu yang mempelajari hu- yaitu ilmu yang mempelajari hu- hu-
bungan makhluk hidup dengan lingkungan
(ekosistem).
8. Genetika, yaitu ilmu yang mempelajari
pewarisan sifat makhluk hidup.
9. Taksonomi, yaitu ilmu yang mempelajari kla-
sifkasi makhluk hidup.
10. Evolusi, yaitu ilmu yang mempelajari per- yaitu ilmu yang mempelajari per- per-
kembangan dan kekerabatan makhluk hidup.
A. KERJA ILMIAH
1. Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah metode yang tersusun
atas langkah-langkah yang sistematis yang
digunakan untuk memecahkan masalah.
Langkah-langkah metode ilmiah adalah:
a. menentukan dan merumuskan masalah,
b. mengumpulkan data,
c. membuat hipotesis,
d. melakukan eksperimen/percobaan,
e. menarik kesimpulan.
2. Sikap Ilmiah
Sikap ilmiah adalah suatu sikap yang meli-
puti rasa ingin tahu, kejujuran, ketentuan,
ketekunan, objektivitas, keterbukaan.
3. Sifat Metode Ilmiah
Metode ilmiah memiliki sifat-sifat:
l dapat diuji kembali kebenarannya,
l kesimpulan dapat berubah bila ditemu-
kan bukti kebenaran yang baru.
B. MIKROSKOP DAN PENGGUNAANNYA
1. Macam-macam Mikroskop
a. Mikroskop cahaya, mempunyai perbesa-
ran maksimal 1000 kali,
b. Mikroskop stereo, mempunyai perbesaran
7-30 kali.
c. Mikroskop elektron
l mempunyai perbesaran sampai
100.000 kali
12ndhamster@gmail.com
205
l ada 2 tipe yaitu, Scanning Electron
Mikroscope (SEM), untuk studi per-
mukaan sel, dan Transmission Elec-
tron Microscope (TEM), untuk studi
struktur internal sel
2. Bagian-bagian Mikroskop
a. Bagian optik, terdiri atas:
lensa okuler, lensa objektif, lensa kon-
densor, cermin, diafragma.
b. Bagian statik, terdiri atas:
kaki atau alas, lengan, meja preparat,
tabung mikroskop, rovolver, pemfokus
kasar dan halus.
C. KESELAMATAN KERJA
1. Menjauhkan bahan-bahan yang berbahaya.
2. Mematuhi tata tertib dan alat keselamatan
kerja di laboratorium.
l Buatlah prosedur kerja.
l Selama berada di laboratorium, perhati-
kan harus menjaga ketertiban, kebersih-
an, dan keselamatan diri dan orang lain.
l Mempersiapkan alat dan memperhatikan
cara penggunaannya.
l Bahan kimia, dalam menggunakan ba-
han kimia ada yang perlu diperhatikan.
l Setelah selesai praktikum, hasil laporan
dilaporkan ke guru pembimbing dalam
bentuk tulisan.
3. Menggunakan alat-alat yang dianjurkan saat
berada di laboratorium, seperti jas laborato-
rium, sarung tangan tahan panas, dan lain-
lain.
2
Ciri dan Klasifkasi
Makhluk Hidup
A. CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
Ciri-ciri makhluk hidup adalah sebagai berikut.
1. Bernapas
Tujuan: untuk membebaskan energi yang
terdapat di dalam makanan yang telah di-
makan.
2. Bergerak
3. Membutuhkan makanan
Manfaat makanan bagi makhluk hidup ada-
lah untuk membantu pertumbuhan, untuk
memperoleh energi, mengganti sel-sel yang
rusak. Makhluk hidup yang dapat membuat
makanan sendiri disebut autotrof, contohnya
tumbuhan hijau. Makhluk hidup yang tidak
dapat membuat makanannya sendiri disebut
heterotrof.
4. Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)
5. Peka terhadap rangsang (iritabilitas)
Yaitu kemampuan makhluk hidup untuk me-
nerima dan menanggapi rangsang.
6. Tumbuh
Yaitu proses penambahan volume pada
makhluk hidup yang bersifat tidak dapat ba-
lik. Disebabkan bertambahnya jumlah dan
volume sel.
7. Berkembang biak (reproduksi)
8. Beradaptasi
12ndhamster@gmail.com
206
B. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
- Ilmu yang mempelajari klasifkasi makhluk
hidup disebut taksonomi.
- Pelopor taksonomi adalah Carolus Linnaeus.
Urutan Takson dalam Klasifkasi
Hewan Tumbuhan
Phylum
Kelas
Ordo
Familia
Genus
Spesies
Divisio
Kelas
Ordo
Familia
Genus
Spesies
Metode Penamaan Ilmiah
Digunakan sistem binomial nomenklatur (sistem
tata nama ganda), yang aturannya sebagai berikut.
a. Setiap makhluk hidup memiliki nama yang
terdiri atas dua kata Latin.
b. Kata pertama menunjukkan genus dan penu-
lisannya diawali huruf besar dan kata kedua
menunjukkan spesies dan penulisannya di-
awali huruf kecil.
c. Penulisan nama makhluk hidup dilakukan
dengan huruf miring atau diberi garis bawah.
Contoh:
l padi (Oriza sativa),
l ketela pohon (Manihot utilissima).
Perkembangan Sistem Klasifkasi
Pada awalnya makhluk hidup dibedakan atas
dua kingdom, yaitu kingdom tumbuhan (plantae)
dan hewan (animalia). Kemudian, dikemukakan
oleh Robert H. Whittaker klasifkasi 5 kingdom
yaitu sebagai berikut.
a. Monera, terdiri atas makhluk hidup prokario-
tik, yaitu bakteri dan alga hijau-biru.
b. Protista, terdiri atas makhluk hidup euka-riotik
bersel tunggal, yaitu: protozoa, alga cokelat,
alga merah, alga hijau, dan alga pirang.
c. Fungi, terdiri atas makhluk hidup eukariotik
bersel banyak dan dapat menguraikan bahan
organik.
d. Plantae, terdiri atas makhluk hidup eukariotik
bersel banyak dan dapat berfotosintesis, ya-
itu: tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan
paku (Pteriodophyta), dan tumbuhan berbiji
(Spermatophyta).
e. Animalia, terdiri atas makhluk hidup eukari-
otik bersel banyak dan bersifat heterotrof,
yaitu porifera, colenterata, plathyhelminthes,
dan lain-lain.
Manfaat Klasifkasi
a. Memudahkan untuk mengenal makhluk hidup.
b. Memudahkan untuk mempelajari makhluk
hidup.
c. Mengetahui adanya hubungan kekerabatan
antara makhluk hidup.
Contoh
Asteraceae adalah nama ….
Jawab:
Asteraceae adalah nama pada tingakatan familia
ditandai dengan suku kata -eae pada akhir nama
tersebut. Contoh lainnya adalah Poaceae (ke-
luarga rumput-rumputan), Cucurbitaceae (kelu-
arga mentimun, tomat, dan melon), dan Palmae
(keluarga palm/kelapa).
12ndhamster@gmail.com
207
3
Organisasi
Kehidupan
A. SEL
Menurut Mathias Schleiden dan Theodor Schwan,
sel adalah unit terkecil penyusun organisme.
Sel dapat dibedakan menjadi 2 macam:
l prokariotik: sel yang tidak memiliki membran
inti, misalnya bakteri dan alga biru,
l eukariotik: sel yang memiliki membran inti,
misalnya hewan dan tumbuhan.
Berdasarkan banyaknya sel yang menyusun tu-
buh, organisme dibedakan menjadi 2.
a. Organisme bersel satu (uniseluler)
Contoh:
- tumbuhan bersel satu: ganggang biru
(Chyanophyta), ganggang hijau (Chlo-
rophyta),
- hewan bersel satu: protozoa dan bakteri.
b. Organisme bersel banyak (multiseluler)
Contoh:
- tumbuhan bersel banyak: alga, lumut,
paku, dan tumbuhan tingkat tinggi,
- hewan bersel banyak: porifera dan ma-
malia.
Struktur sel
Nama bagian
sel
Fungsi
Membran sel
Mengatur masuknya zat ke dalam
sel dan ke luar sel
Sitoplasma
(cairan sel)
Tempat berlangsungnya reaksi
metabolisme sel karena organel sel
terdapat di sitoplasma.
Inti sel
(nukleus)
Berperan dalam pembuatan kompo-
nen ribosom.
Mitokondria
Sebagai tempat penghasil energi
semakin aktif suatu sel, semakin
banyak mitokondrianya.
Ribosom Berperan dalam pembuatan protein.
Retikulum
endoplasma
(RE)
Berperan dalam membuat dan
menyalurkan bahan-bahan yang di-
butuhkan oleh organel-organel sel.
Bahan golgi
(kompleks
golgi)
Berperan dalam memodifkasi ba-
han-bahan yang dihasilkan oleh RE
dan menyalurkannya ke organel-
organel yang membutuhkan.
Lisosom
Untuk mencerna zat sisa makanan
atau zat asing.
Sentriol
Berperan dalam pembelahan sel,
hanya dimiliki oleh sel hewan.
Vakuola
(ruangan sel)
- Vakuola makanan berfungsi untuk
mencerna makanan
- Vakuola kontraktil berfungsi
mengeluarkan zat sisa dan men-
gatur keseimbangan dalam sel.
Dinding sel
Menjaga bentuk sel tumbuhan men-
jadi tetap dan kaku.
Melindungi membran sel
12ndhamster@gmail.com
208
Struktur sel hewan
Mikroflamen
Mikrotubula
Flagela
Nukleolus
Selubung
nukleus
Kromatin
Periksisom
Mitokondria
Sentriol
Lisosom
Aparatus golgi
RE halus
Membran plasma
Nukleus
RE kasar
Nukleolus
Selubung
nukleus
Kromatin
Periksisom
Nukleus
Plasmodesmata
Dinding sel
Tonoplas
Mitokondria
Vakuola
sentral
kloroplas
Struktur sel tumbuhan
Membran plasma
Aparatus golgi
RE halus
RE kasar
Mikroflamen
Ribosom
B. JARINGAN
1. Jaringan Tumbuhan
Jaringan tumbuhan terdiri dari:
a. Jaringan Epidermis
Jaringan paling luar dari tubuh tumbuhan.
Ciri-ciri: berbentuk pipih, melebar, bertaut-an
satu dengan sel lainnya
b. Jaringan Dasar (Parenkim)
Fungsi:
- sebagai cadangan makanan,
- membantu proses fotosintesis,
- mengisi di antara jaringan-jaringan lain.
c. Jaringan Penguat (Penyokong)
Fungsi: menguatkan bagian dari tumbuh-an.
Macam-macam jaringan penyokong:
1). jaringan kolenkim, merupakan jaring-an
yang letaknya di dekat epidermis,
2). jaringan sklerenkim, merupakan jaring-an
yang terdiri dari sel-sel.
d. Jaringan Pengangkut
1). Xilem (pembuluh kayu), berfungsi untuk
mengangkut zat-zat makanan, berupa
garam mineral dari dalam tanah kemu-
dian mengedarkannya ke seluruh bagian
tumbuhan.
2). Floem (pembuluh tapis), berfungsi untuk
mengangkut zat makanan yang diolah
pada daun, dan mengedarkan ke seluruh
bagian tubuh tumbuhan.
e. Jaringan Meristem
Merupakan jaringan yang sel-selnya masih
aktif membelah diri. Jaringan meristem ter-
dapat di ujung batang dan ujung akar.
f. Jaringan Endodermis
Fungsi: pengatur arah gerak air supaya ma-
suk ke pembuluh pengangkut.
Terdapat pada akar dan batang.
2. Jaringan Hewan dan Manusia
a. Jaringan Epitel
Jaringan yang melapisi seluruh permukaan
dalam dan luar dari tubuh dan organ tubuh.
Fungsi:
- pelindung tubuh,
- penyerapan zat,
12ndhamster@gmail.com
209
- pengeluaran zat yang berguna,
- tempat difusi zat.
Berdasarkan jumlah lapisan dan morfologi
sel, jaringan epitel dapat dibagi menjadi:
- Epitel berlapis tunggal
Contoh: epitel pipih selapis, epitel silin-
dris selapis, dan epitel kubus selapis.
- Epitel berlapis banyak
Contoh:
- epitel silindris berlapis banyak, ter-
dapat pada konjungtiva mata.
- epitel kubus berlapis banyak, ter-
dapat pada ovarium.
b. Jaringan otot
Jaringan otot berperan sebagai alat peng-
gerak ketika otot mendapat pasangan.
Sifat jaringan otot: elastis, dapat dirangsang, da-
pat berkontraksi, dapat diregangkan.
c. Jaringan penyokong atau pengikat
Macam-macam jaringan penyokong.
1). Jaringan ikat
2). Jaringan tulang rawan
3). Jaringan tulang
4). Jaringan darah
5). Jaringan limfa
C. ORGAN
Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan.
1. Organ Tumbuhan
a. Akar
Fungsi:
l menunjang berdirinya tubuh tumbu-
han pada tempat hidupnya,
l menyerap unsur hara,
l menyimpan cadangan makanan.
b. Batang
Fungsi:
l menghubungkan antara akar ke daun,
l menegakkan tubuh tumbuhan,
l menyimpan cadangan makanan.
c. Daun
Fungsi:
l tempat fotosintesis
l penguapan air
l pertukaran udara
2. Organ Hewan dan Manusia
Organ pada hewan dan manusia mempunyai
fungsi khusus.
a. Lidah, hidung, telinga, dan mata se-bagai
organ indra.
b. Paru-paru sebagai organ pernapasan.
c. Lambung, usus, dan hati sebagai organ
pencernaan.
d. Ginjal, kulit, hati, dan paru-paru se-bagai
organ pengeluaran.
D. SISTEM ORGAN
Sistem organ adalah organ-organ yang bekerja
sama melakukan fungsi tertentu pada tubuh or-
ganisme.
Organisasi kehidupan:
sel organ jaringan
sistem organ organisme
12ndhamster@gmail.com
210
Contoh:
1. Berikut ini yang bukan penyusun membran
plasma adalah ….
a. karbohidrat c. lignin
b. lemak d. protein
Jawab: (c)
Membran plasma baik pada tumbuhan mau-
pun hewan tersusun atas karbohidrat, lemak/
lipid, dan protein. Lignin adalah bagian dari
dinding sel.
2. Manakah dari pernyataan berikut ini yang te-
pat?
a. Contoh jaringan pada tumbuhan adalah
jaringan daun.
b. Virus termasuk organisme seperti halnya
hewan dan tumbuhan.
c. Sel adalah unit terkecil makhluk hidup
yang mampu melaksanakan proses ke-
hidupan.
d. Semua makhluk hidup memiliki inti sel.
Jawab:(c)
Pernyataan a salah, sebab daun bukan con-
toh jaringan melainkan organ.
Pernyataan b salah, sebab satuan terkecil
makhluk hidup adalah sel, sementara virus
belum bisa dikategorikan sel, sehingga virus
bukan makhluk hidup/organisme.
Pernyataan c benar, karena unit satuan ter-
kecil makhluk hidup adalah sel.
Pernyataan d salah, sebab tidak semua
makhluk hidup memilki inti sel, yakni yang
termasuk ke dalam kelompok Monera.
4
Ekosistem
A. SATUAN-SATUAN EKOSISTEM
Kesatuan interaksi antara organisme dengan
lingkungannya disebut ekosistem.
Ekosistem terdiri dari satuan-satuan ekosistem
yang saling berinteraksi satu sama lain.
1. Individu, yaitu satu makhluk hidup tunggal.
2. Populasi, yaitu kumpulan makhluk hidup se-
jenis (satu spesies), yang hidup dalam suatu
habitat.
3. Komunitas, yaitu kumpulan dua atau lebih
populasi dalam suatu habitat.
4. Ekosistem dan Biosfer
Biosfer adalah lingkungan yang dibentuk oleh
keseluruhan ekosistem yang ada di bumi.
Biosfer terdiri dari:
a. hidrosfer (ekosistem perairan),
b. litosfer (ekosistem daratan),
c. atmosfer.
5. Habitat, yaitu tempat hidup alami suatu
makhluk hidup.
B. KOMPONEN EKOSISTEM
1. Komponen Abiotik
Meliputi tanah, udara, cahaya matahari,
temperatur, dan kelembapan (kadar air).
12ndhamster@gmail.com
211
2. Komponen Biotik
a. Produsen (penghasil), yaitu penghasil
makanan bagi makhluk hidup lainnya.
b. Konsumen (Pemakai)
l Herbivora (konsumen I), yaitu hewan
pemakan tumbuh-tumbuhan.
l Karnivora (konsumen II), yaitu hewan
pemakan daging atau hewan yang
memakan konsumen tingkat perta-
ma.
l Omnivora (konsumen tingkat III),
yaitu hewan pemakan segala, atau
hewan yang memakan konsumen
tingkat kedua dan pertama.
c. Pengurai (Dekomposer)
l Organisme yang berperan sebagai
pengurai dalam suatu ekosistem
adalah bakteri dan jamur saproft.
l Organisme saproft adalah organis-
me yang menguraikan zat organik
dari sisa-sisa makhluk hidup yang
telah mati menjadi zat anorganik (zat
hara) yang siap diserap tumbuhan.
3. Organisme Autotrof
4. Organisme Heterotrof
l Parasit obligat: organisme yang secara
mutlak tidak mampu membuat maka-
nan sendiri karena tidak memiliki klorofl.
Contoh: jamur, rafesia.
l Hiperparasit: parasit yang mengambil
makanannya dari parasit.
Contoh: viscum yang hidup pada tumbu-
han benalu.
l Saprotor: Organisme yang memperoleh
makanan dengan memakan sisa-sisa or-
ganisme yang mati.
Contoh: cacing tanah, bakteri saproft,
dan jamur saproft.
l Herbivora, omnivora, karnivora.
C. POLA INTERAKSI
1. Netralisme adalah hubungan yang tidak sa-
ling mempengaruhi, meskipun organisme-
organisme hidup pada habitat yang sama.
Contoh: kambing dan kodok berada di suatu
habitat sawah, kambing makan rumput dan
kodok makan serangga pada malam hari.
2. Kompetisi adalah bentuk interaksi antar-
individu sejenis atau antarpopulasi di mana
individu atau populasi tersebut bersaing
mendapatkan sarana untuk tumbuh dan ber-
kembang. Contoh: persaingan antara belal- Contoh: persaingan antara belal-
ang dengan ulat.
3. Predasi adalah interaksi antarpemangsa
(predator) dan mangsa (prey).Contoh: tikus
dengan ular, kijang dengan harimau.
4. Parasitisme adalah hubungan antardua or-
ganisme yang berbeda jenis di mana salah
satu pihak mendapat keuntungan, sedang-
kan pihak lain mendapat kerugian.
Contoh: Benalu dan tali putri yang hidup seb-
agai parasit pada ranting pohon.
5. Mutualisme adalah interaksi yang saling
menguntungkan kedua belah pihak.
Contoh: burung jalak dengan kerbau.
12ndhamster@gmail.com
212
6. Komensalisme adalah interaksi yang hanya
menguntungkan satu pihak saja, sedangkan
pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan.
Contoh: ikan remora dengan ikan hiu.
7. Amensalisme adalah interaksi organisme
di mana salah satu organisme menghambat
pertumbuhan organisme lain.
D. SALING KETERGANTUNGAN DI ANTARA KOM-
PONEN BIOTIK
1. Rantai makanan (food chain), adalah rang-
kaian proses makan dan dimakan dengan
urutan tertentu, yang ditunjukkan dengan
satu arah.
Contoh:
tumbuhan → kelinci → ular → elang →
pengurai
2. Jaring-jaring makanan (food webs), ada-lah
gabungan dua atau lebih dari rantai makan-
an yang saling berhubungan satu sama lain.
3. Piramida makanan adalah urutan biomassa
pada rantai makanan yang saling ber-
hubungan satu sama lainnya.
5
Keanekaragaman
Hayati
A. KEANEKARAGAMAN HAYATI
Keanekaragaman makhluk hidup terjadi karena
adanya keanekaragaman gen (pembawa sifat ke-
turunan). Keanekaragaman gen dipengaruhi oleh
lingkungan dalam selang waktu yang lama.
B. PENYEBAB KELANGKAAN HEWAN DAN TUM-
BUHAN
Kelangkaan tumbuhan dan hewan disebabkan
oleh:
1. tingkat reproduksi yang rendah,
2. bencana alam,
3. aktivitas manusia, antara lain:
l perburuan hewan langka secara terus
menerus,
l penangkapan ikan menggunakan bahan
kimia,
l penebangan hutan secara liar,
l mengembangkan secara besar-besaran
tumbuhan dan hewan tertentu terutama
yang mempunyai nilai tinggi,
l mendatangkan hewan dan tumbuhan
dari negara lain sehingga hewan dan
tumbuhan asli berkurang.
12ndhamster@gmail.com
213
C. USAHA-USAHA PELESTARIAN
KEANEKARAGAMAN HAYATI
1. Mensosialisasikan tumbuhan dan hewan
langka kepada manusia.
2. Merehabilitasi dan mereboisasi lahan kritis.
3. Pelestarian keanekaragaman hayati secara:
a. in situ: melakukan perlindungan atau
pelestarian organisme di habitat aslinya,
b. ek situ: melakukan perlindungan atau
pelestarian organisme di luar habitat asli-
nya.
4. Pengaturan pemanfaatan tumbuhan dan he-
wan melalui cara:
a. tebang pilih,
b. perburuan hewan tertentu pada masa
tertentu,
c. peremajaan hutan,
d. budi daya hewan dan tumbuhan langka,
e. mendirikan pusat-pusat studi hewan dan
tumbuhan langka di beberapa wilayah.
Kawasan pelestarian keanekaragaman hayati
meliputi kawasan berikut.
a. Kawasan suaka alam, adalah kawasan khu-
sus untuk perlindungan dan pelestarian sum-
ber daya alam hayati, baik yang berada di
daratan maupun di perairan.
1. Cagar Alam (CA), tempat atau ka-
wasan untuk perlindungan dan peles-
tarian keanekaragaman hayati beserta
lingkungan fsiknya yang khas.
2. Suaka Margasatwa (SM) adalah kawasan
untuk perlindungan dan pelestarian jenis-
jenis satwa beserta habitatnya.
b. Kawasan wisata, adalah kawasan di darat
atau di perairan yang secara khusus dibina,
dipelihara, dan dimanfaatkan untuk kepen-
tingan wisata.
Terdiri atas taman wisata dan taman buru.
1) Taman wisata mempunyai keindahan
dan keunikan alam sehingga dapat di-
manfaatkan untuk rekreasi, pariwisata
maupun pendidikan. Contoh: taman wi-
sata Bunaken.
2) Taman buru merupakan kawasan di
mana beberapa satwa yang terdapat di
dalamnya boleh diburu.
c. Taman nasional (TN), merupakan kawasan
yang bertujuan untuk melindungi fora, fauna,
dan ekosistemnya.
Contoh:
TN Gunung Gede - Pangrangon (Jawa Barat),
TN Gunung Leuser (Aceh dan Sumatera).
Contoh:
Berikut ini yang merupakan pelestarian in situ
adalah ….
a. Kebun Raya Bogor
b. Kebun Binatang Gembira Loka
c. Taman Nasional Pulau Komodo
d. Taman Anggrek Indonesia Indah
Jawab: (c)
Pelestarian in situ adalah pelestarian hewan dan
tumbuhan tetap pada habitat aslinya. Contohnya
pelestarian komodo di Taman Nasional Pulau
Komodo dan pelestarian keanekaragaman laut di
Taman Laut Nasional Bunaken.
12ndhamster@gmail.com
214
6
Kepadatan
Populasi Manusia
A. PENYEBAB PERUBAHAN POPULASI
MANUSIA
Rumus angka perubahan populasi manusia per
tahun (AP):
AK AM
AP (%) 100%
100

= ×
Keterangan:
AK = angka kelahiran
AM = angka kematian

Rumus pertumbuhan populasi manusia:
P = (L – m) + (i – e)
Keterangan:
P = pertumbuhan populasi manusia
L = jumlah kelahiran
m = jumlah kematian
i = jumlah imigrasi
e = jumlah emigrasi
1. Natalitas (angka kelahiran)
Untuk menghitung natalitas digunakan rumus:
jumlah bayi yang lahir
Natalitas = 100%
jumlah populasi manusia
×
Kriteria natalitas:
a. > 30 angka kelahiran tinggi,
b. 20-30 angka kelahiran sedang,
c. < 20 angka kelahiran rendah.
2. Mortalitas (angka kematian)
jumlah kematian
Mortalitas = 100%
jumlah populasi manusia
×
Kriteria mortalitas:
a. > 18 angka kematian tinggi,
b. 14 - 18 angka kematian sedang,
c. 9 - 13 angka kematian rendah.
3. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari
suatu tempat ke tempat lain. Migrasi dapat
dibedakan menjadi:
a. Transmigrasi adalah perpindahan pen-
duduk dari daerah yang padat pendu-
duknya ke daerah yang kurang padat
penduduknya dalam suatu negara.
b. Urbanisasi adalah perpindahan pen-
duduk dari desa ke kota dalam suatu
negara. Sebaliknya disebut ruralisasi.
c. Imigrasi adalah masuknya penduduk ke
suatu negara lain dengan tujuan menetap.
Orangnya disebut imigran.
d. Emigrasi adalah keluarnya penduduk
dari suatu negara ke negara lain de-ngan
tujuan menetap di negara yang dituju.
Jika orang tersebut kembali ke negara
asalnya disebut remigrasi.
12ndhamster@gmail.com
215
B. AKIBAT PERUBAHAN POPULASI MANUSIA
1. Kebutuhan air dan udara bersih bertambah.
2. Kebutuhan pangan dan lahan permukiman.
3. Kesehatan masyarakat.
C. USAHA MENGATASI PERTUMBUHAN POPU-
LASI MANUSIA
Usaha mengatasi pertumbuhan populasi manu-
sia.
1. Mengendalikan pertumbuhan penduduk
dengan cara program keluarga berencana.
2. Meningkatkan kualitas kehidupan penduduk
dengan cara:
a. meningkatkan pendidikan agar masyara-
kat memiliki sikap dan perilaku berwa-
wasan lingkungan,
b. meningkatkan gizi balita,
c. menunda perkawinan di usia muda,
d. meningkatkan pencegahan, pengobatan,
dan penanggulangan penyakit pada ibu
dan anak-anak.
3. Meningkatkan lapangan kerja dengan
mengembangkan industri dan peningkat-
an keterampilan masyarakat agar mampu
mandiri.
4. Meningkatkan produksi pangan melalui pan-
ca usaha tani, penemuan sumber makanan
baru dan diversifkasi pertanian.
7
Peranan Manusia
dalam Pengolahan
Lingkungan
A. DAMPAK PENEBANGAN HUTAN
Akibat dari penebangan hutan adalah:
1. punahnya organisme yang terdapat di dalamnya,
2. suhu lingkungan meningkat,
3. terjadinya erosi, tanah longsor, banjir,
5. kekeringan ketika musim kemarau.
Upaya-upaya penanggulangan kerusakan hutan.
1. Memberi pemahaman kepada masyarakat
tentang manfaat hutan dan dampak keru-
sakan hutan.
2. Penebangan dan penanaman kembali harus
seimbang.
3. Reboisasi dan penghijauan untuk memper-
baiki kerusakan hutan.
B. PENCEMARAN LINGKUNGAN
1. Pencemaran Air
Air limbah digolongkan menjadi 2.
a. Air limbah domestik yang dihasilkan ma-
nusia secara langsung seperti ke-giatan
rumah tangga dan pasar.
b. Air limbah nondomestik yang dihasil-
kan oleh kegiatan manusia secara tidak
langsung seperti industri-industri per-
tambangan, peternakan, pertanian, dsb.
12ndhamster@gmail.com
216
Dampak pencemaran air adalah:
a. timbulnya endapan, koloid, dan bahan
terlarut,
b. perubahan pH,
c. perubahan warna, bau, dan rasa,
d. eutrofkasi.
Untuk mengatasi polusi air, dengan cara:
a. mengelola limbah cair industri dan rumah
tangga sebelum dibuang ke perairan,
b. tidak membuang sampah ke perairan,
c. tidak membuang sisa pestisida ke perairan,
d. secara rutin membersihkan perairan.
2. Pencemaran Tanah
Upaya-upaya mengatasi pencemaran tanah.
a. memilah sampah yang mudah terurai
dan susah terurai,
b. sampah organik yang mudah terurai di-
gunakan sebagai pupuk kompos,
c. sampah yang sulit terurai seperti kardus,
kain, dan botol dapat digunakan lagi,
d. penyuluhan tentang pengolahan sampah
pada masyarakat,
e. membuang sampah pada tempatnya,
f. penggunaan pestisida buatan dikurangi
atau diganti dengan pestisida alami,
g. mengolah limbah industri sebelum dibuang.
3. Pencemaran Udara
Zat pencemar udara digolongkan menjadi 2.
a. Partikel yang merupakan butiran halus
dan masih mungkin terlihat dengan ma-ta
seperti debu, uap air, asap, dan kabut.
b. Zat pencemar berupa gas yang hanya
dirasakan melalui penciuman atau akibat
langsung (SO
2
, NO
x
, CO
3
, dan CO
2
).
Dampak pencemaran udara:
a. rusaknya lapisan ozon karena bereaksi
dengan CFC (Chloro Fluoro Carbon),
b. pemanasan global (efek rumah kaca),
c. hujan asam,
d. pengaruh polusi udara pada organ tubuh
manusia.
Upaya-upaya mengatasi polusi udara:
a. lokalisasi industri dan mengharuskan
pabrik yang menghasilkan gas pence-
mar untuk memasang flter,
c. tidak memakai lemari es yang mengan-
dung CFC,
d. pembuatan taman kota dan jalur hijau,
f. mencegah penebangan dan pemba-
karan hutan,
g. menggunakan bahan bakar alternatif
yang ramah lingkungan.
4. Pencemaran Suara
Upaya penanggulangan pencemaran suara:
a. membuat dinding kedap suara,
b. menanam tanaman yang dapat meredap
suara di sekitar rumah, jalan, dan pabrik,
c. mesin-mesin yang dapat mengeluarkan
suara bising harus dilengkapi alat pere-
daran suara,
d. para pekerja harus menggunakan penutup
telinga untuk mencegah telinga tuli.
12ndhamster@gmail.com
217
8
Pertumbuhan dan
Perkembangan
Makhluk Hidup
Pertumbuhan adalah proses perubahan berupa
pertambahan ukuran, sedangkan perkembangan
adalah proses menuju kedewasaan pada makh-
luk hidup yang berupa diferensi sel membentuk
struktur dan fungsi tertentu.
A. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA
HEWAN
Pada hewan tertentu mengalami metamorfo-sis,
yaitu perubahan bentuk pada hewan secara bert-
ingkat dari masa muda hingga dewasa.
1. Metamorfosis sempurna dicirikan dengan
adanya bentuk tubuh yang berbeda di setiap
fase metamorfosis. Contoh: kupu-kupu.
2. Metamorfosis tidak sempurna ditandai dengan
adanya bentuk tubuh yang sama tapi ukuran-
nya beda pada salah satu fase metamorfosis.
Contoh: belalang.
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan pada hewan ada 2, yaitu:
1. faktor internal (gen dan hormon),
2. faktor eksternal (air, makanan, dan cahaya).
B. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA
TUMBUHAN
Penyatuan 2 sperma dengan sel-sel yang berbeda
dalam kantung embrio disebut pembuahan ganda.
1. Pertumbuhan primer, yaitu pertumbuhan yang
terjadi akibat dari pembelahan sel-sel jarin-
gan meristem primer.
Contoh:
a. Tunas embrionik (calon batang dan daun
yang dapat tumbuh jadi daun)
b. Akar embrionik (calon akar yang berkem-
bang jadi akar)
2. Pertumbuhan sekunder, yaitu pertumbuhan
yang terjadi akibat dari pembelahan sel-sel
jaringan meristem sekunder.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan pada tumbuhan.
a. Faktor internal terdiri atas faktor genetik dan
hormon.
Hormon yang ada pada tumbuhan yaitu:
auksin, giberelin, sitokinin, asam abisat, gas
etilen, kalin, dan asam traumalin.
b. Faktor eksternal (air dan mineral, cahaya,
suhu udara, dan kelembapan udara).
METAGENESIS
Yaitu siklus hidup tumbuhan memperlihatkan
suatu pergiliran keturunan. Pergiliran keturunan
meliputi gametoft dan sporoft.
12ndhamster@gmail.com
218
Metagenesis tumbuhan lumut (Bryophyta)
tumbuhan lumut
protalium dewasa
(gametoft)
fertilisasi
protonema
sporongium
gametoft muda
meiosis kapsul sporoft
tumbuh
antheridium
Metagenesis tumbuhan paku (Pteridophyta)
tumbuhan paku
(sporoft)
zigot
tumbuhan paku
muda
fertilisasi
arkegonium
sel telur
anteridium
protalium dewasa
(gametoft)
protalium
muda
sporangium
pelepasan
spora
sorus
daun sporofl
C. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA
MANUSIA
Bersatunya sel telur dan sel sperma disebut
pembuahan/fertilisasi. Hasil pembuahan berupa
sebuah sel disebut zigot.
Embrio yang tumbuh pada rahim akan terus
tumbuh dan berkembang menjadi 2 bagian uta-
ma sel dan jaringan.
Bagian pertama yaitu embrio akan menjadi
janin dan bagian yang kedua akan membentuk
membran ekstra embrio yang selanjutnya bagian
ini membentuk amnion dan tali pusat yang meru-
pakan penghubung antara janin dan induknya.
Setelah itu, bayi akan terus tumbuh menjadi
anak dewasa. Pada masa remaja terjadi pertum-
buhan sekunder dan pematangan organ kelamin
manusia. Perubahan kondisi tubuh ini disebab-
kan oleh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar
endokrin.
Perubahan Kondisi Tubuh dan Psikis
Remaja laki-laki Remaja perempuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Dada menjadi lebih
lebar dan persegi
Otot-otot menjadi
lebih kuat
Tumbuh rambut di
bagian tertentu
Pangkal tenggorokan
menjadi lebih besar
Suara menjadi lebih
berat
Kemaluan mengelu-
arkan sperma ketika
mimpi basah
Payudara membesar
dan mulai menonjol
Pinggul menjadi lebih
lebar
Tumbuh rambut di
bagian tertentu
Paha dan lengan
melebar
Wajah berubah men-
jadi lebih wanita
Menstruasi
12ndhamster@gmail.com
219
9
Sistem Gerak
Manusia
Manusia bergerak menggunakan otot sebagai
alat gerak aktif dan rangka sebagai alat gerak pa-
sif. Rangka berfungsi untuk menegakkan tubuh,
memberi bentuk tubuh, melindungi organ-organ
tubuh yang penting, tempat melekatnya otot, dan
tempat pembentukan sel darah.
A. TULANG
Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan men-
jadi:
1. Tulang Rawan (Kartigo)
Tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondro-
sit), matriks (kondrin), zat perekat berupa ko-
lagen, dan mengandung sedikit zat kapur.
Ada 3 jenis tulang rawan.
a. Tulang rawan hialin
Terdapat pada cincin batang tenggorokan,
cuping hidung, persendian, dan antara
tulang rusuk dan tulang dada.
b. Tulang rawan elastis
Bersifat lentur, terdapat pada epiglotis
dan bagian luar telinga.
c. Tulang rawan fbrosa
Bersifat kurang lentur, terdapat pada an-
tarruas tulang belakang.
2. Tulang Keras (Estelon)
Ada 2 macam tulang berdasarkan matriks-
nya, yaitu tulang spons (karang)/berongga,
dan tulang kompak. Berdasarkan bentuknya
tulang keras dibedakan menjadi:
a. Tulang pipa
Contoh: tulang paha, lengan, betis, ker-
ing, hasta, dan pengumpil.
b. Tulang pipih
Contoh: tulang rusuk, tulang belikat, dan
tulang tengkorak.
c. Tulang pendek
Contoh: pergelangan kaki dan tangan.
d. Tulang tak beraturan
Terdapat pada wajah dan tulang be-
lakang.
Pembentukan Tulang
Dimulai setelah terbentuknya tulang rawan.
Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang
keras disebut osifkasi.
Susunan Rangka Manusia
Dibagi menjadi rangka aksial (sumbu tubuh) dan
rangka apendikular (anggota tubuh).
a. Rangka aksial, terdiri atas tulang tengkorak,
tulang belakang, tulang dada, dan rusuk.
b. Rangka apendikular, terdiri atas rangka atas
dan bawah. Rangka atas terdiri dari gelang
bahu dan tulang tangan. Rangka bawah ter-
diri dari gelang panggul dan tulang kaki.
Hubungan Antartulang
Hubungan antartulang disebut artikulasi.
12ndhamster@gmail.com
220
Hubungan antartulang yang memungkinkan
pergerakan disebut persendian.
Berdasarkan ada tidaknya gerakan, artikulasi
dibedakan menjadi:
a. sendi mati, contoh: sendi antartulang teng-
korak,
b. sendi kaku, contoh: antarruas tulang be-
lakang, antara tulang rusuk dan dada, dan
antara tulang betis dan tulang kering.
c. sendi gerak, dibedakan menjadi:
1). Sendi engsel → hanya dapat digerakkan
satu arah.
Contoh: pada lutut, siku, dan ruas antar-
jari.
2). Sendi peluru → memungkinkan gerakan
ke segala arah.
Contoh: antara gelang bahu dan lengan
atas.
3). Sendi putar → gerakan memutar
Contoh: tulang atlas dan tulang leher.
4). Sendi pelana → ujung berporos, bentuk-
nya seperti orang menunggang kuda
Ada pada tulang ibu jari dan telapak ta-
ngan dengan jari tangan.
B. OTOT
Jenis-jenis Otot
otot lurik
otot jantung
otot polos
nukleus
nukleus
nukleus
Ciri-ciri
O
t
o
t

l
u
r
i
k
• bekerja menurut kemauan/sadar (volunter)
• memiliki inti banyak di daerah tepi
• sel otot rangka lebih panjang dibanding-
kan dengan sel otot polos dan jantung
• memiliki daerah terang dan gelap yang
tersusun rapi (lurik)
• merespon rangsangan dengan cepat
• contoh: otot pada tulang
O
t
o
t

p
o
l
o
s
•berbentuk gelondong
•mempunyai inti satu di tengah
•tidak memiliki daerah gelap dan terang
•serabut aktin dan miosin tidak tersusun
rapi
•lambat merespon rangsang
•contoh: otot pada dinding saluran pencer-
naan
O
t
o
t

j
a
n
t
u
n
g
• bentuknya seperti otot lurik
• bekerja secara tidak sadar (involunter)
• mempunyai inti banyak di tengah
• sel otot jantung bercabang membentuk
anyaman
• contoh: otot pada jantung
Sifat Kerja Otot
a. Antagonis, yaitu kerja 2 otot berlawanan. Jika
yang satu berkontraksi yang lain relaksasi
Contoh:
- feksi dan ekstensi pada sendi siku dan
lutut,
- abduksi dan adduksi pada sendi le-ngan
atas dan sendi paha,
- pronasi dan supinasi pada telapak tangan,
12ndhamster@gmail.com
221
- depresi dan elevasi ketika kepala menun-
duk dan menengadah.
b. Sinergis, yaitu kerjanya saling kerja sama.
Contoh: otot pronator teres dan kuadratus
pada telapak tangan.
C. GANGGUAN DAN KELAINAN SISTEM GERAK
1. Gangguan dan Kelainan Tulang
a. Skoliosis: tulang belakang membengkok
ke kiri atau ke kanan.
b. Lordosis: tulang belakang membengkok
ke depan.
c. Kifosis: tulang belakang membengkok ke
belakang.
d. Fraktura: patah tulang.
e. Osteoporosis: tulang keropos.
f. Rakitis: kaki bengkok berbentuk O atau X.
2. Gangguan pada persendian
a. Atritis eksudatif: sendi bernanah.
b. Artritis sika: sendi kering.
c. Dislokasi: sendi bergeser.
d. Terkilir.
e. Ankilosis: sendi menyatu sehingga tidak
bisa digerakkan
3. Gangguan dan Kelainan Otot
a. Atropi: otot mengecil dan tidak kuat diger-
akkan.
b. Hipertropi: otot membesar.
c. Kram: kejang otot.
d. Tetanus: otot terus-terus berkontraksi.
e. Miestenia gravis: otot melemah.
Gambar rangka manusia

12ndhamster@gmail.com
222
Contoh:
1. Yang merupakan ciri otot polos adalah ….
a. tiap sel berinti banyak di tepi
b. sel otot seperti sel otot lurik
c. bekerja secara involuntir
d. menyusun otot rangka
Jawab: (c)
Ciri-ciri otot polos antara lain sel berbentuk
gelondong, berinti satu di tengah, menyu-
sun organ seperti lambung dan usus, serta
bekerja di luar kesadaran (involuntir).

2. Otot yang berkontraksi menunjukkan ciri-ciri
….
a. memendek, mengeras, memanjang
b. memendek, mengeras, membesar
c. memanjang, mengeras, membesar
d. memanjang, memendek, membesar
Jawab: (b)
Ciri-ciri otot yang berkontraksi adalah otot
memendek, membesar, dan mengeras.

10
Sistem Pencernaan
Manusia
Saluran Pencernaan Manusia
mulut
kelenjar
ludah
hati
pankreas
usus buntu
anus
duodenum
lambung
esofagus
(kerongkongan)
usus
besar
usus
halus
1. Mulut
a. Gigi
Terbentuk dari tulang gigi (dentin). Struk-
turnya terdiri dari mahkota gigi, leher, dan
akar gigi.
Ada 3 macam gigi pada manusia yaitu:
l gigi seri (memotong makanan),
l gigi taring (mengoyak makanan), dan
l gigi geraham (mengunyah makanan).
Pada anak-anak disebut gigi susu (20
buah). Pada orang dewasa ada 38 buah.
Pencernaan makanan pada gigi disebut
pencernaan mekanis.
b. Air liur/ludah (saliva)
Pada mulut ada 3 kelenjar saliva, yaitu
12ndhamster@gmail.com
223
parotis, sublingualis, dan submandibularis.
Air liur mengandung enzim ptialin dan ami-
lase yang berfungsi mengubah amilum
menjadi glukosa. Pencernaan pada mulut
yang dibantu air liur disebut pencernaan
kimiawi.
c. Lidah
Berfungsi menempatkan makanan di an-
tara gigi sehingga mudah dikunyah.
2. Faring dan Esofagus
Setelah dari mulut, makanan masuk dalam
tekak (faring). Pada faring terdapat epiglotis
(katup) yang berfungsi menutup ujung sal-
uran pernapasan agar makanan tidak masuk
ke saluran pernapasan.
3. Lambung
Getah lambung mengandung asam hidroklor
(HCl), enzim pepsin, renin, dan lipase.
Enzim Fungsi
HCL Mengaktifkan pepsinogen
menjadi pepsin, mematikan
bakteri yang merugikan
Pepsin Mengubah protein menjadi
pepton
Renin Mengubah kaseinogen men-
jadi kasein
Lipase Mengubah lemak menjadi
asam lemak dan gliserol
4. Usus Halus
Ada 3 bagian, yaitu: usus 12 jari (duodenum),
usus tengah (jejenum) dan usus penyerapan
(ileum). Terdapat enzim disakarase, lipase, dan
erepsin. Enzim disakarase berfungsi meng-
ubah disakarida menjadi glukosa, sedangkan
erepsin memecah pepton menjadi asam ami-
no. Pankreas menghasilkan enzim tripsin,
amilase, dan lipase. Enzim tripsin berfungsi
untuk me-mecah protein menjadi pepton.
5. Usus Besar
Bahan makanan yang telah diproses di usus
halus masuk ke dalam usus besar. Bagian
usus besar terdiri dari usus buntu (appen-
dix), bagian yang menaik (ascending colon),
bagian mendatar (tranverse colon), bagian
yang menurun (descending colon), dan anus.
Usus besar berfungsi untuk mengatur kadar
air pada sisa makanan. Sisa makanan yang
tidak terpakai oleh tubuh akan dikeluarkan
melalui anus.
Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pencernaan
l Parotitis (penyakit gondong), penyakit yang
disebabkan virus menyerang kelenjar air lu-
dah di bagian bawah telinga akibatnya kelen-
jar ludah menjadi bengkak.
l Yerostomia, mulut kering karena rendahnya
produksi air liur.
l Tukak lambung, luka pada dinding lambung
bagian dalam.
l Apendiksitis/usus buntu.
l Diare/feses encer.
l Konstipasi/sembelit.
12ndhamster@gmail.com
224
Contoh:
1. Yang bukan termasuk saluran pencernaan
makanan pada manusia adalah .…
a. kerongkongan c. usus halus
b. hati d. lambung
Jawab: (b)
Sistem pencernaan dibagi menjadi saluran
pencernaan dan kelenjar pencernaan. Sal-
uran pencernaan adalah saluran yang dile-
wati oleh makanan pada proses pencernaan.
Saluran pencernaan pada manusia meli-
puti mulut, kerongkongan, lambung, usus
halus, dan usus besar. Sementara kelenjar
pencernaan berperan menghasilkan getah-
getah pencernaan. Kelenjar pencernaan an-
tara lain kelenjar ludah, hati, lambung, usus
halus, dan pankreas.

2. Bagian gigi yang berisi pembuluh darah dan
sel-sel syaraf adalah ….
a. mahkota gigi c. email
b. leher gigi d. rongga gigi/pulpa
Jawab: (d)
Pembuluh darah dan syaraf terdapat pada
rongga gigi/pulpa.

11
Sistem Pernapasan
manusia
A. SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
Udara masuk ke dalam sepasang hidung melalui
lubang hidung. Kemudian dilembapkan. Melewa-
ti faring kemudian menuju laring. Setelah melalui
laring, udara masuk dalam trakea. Trakea men-
jalur ke bawah leher dan akhirnya bercabang
menjadi bronkus yang menuju paru-paru. Di
gelembung–gelembung kecil seperti bola (alveo-
lus) inilah udara berak-hir.
tenggorokan
bronkus
bronkiolus
alveolus
hidung
laring
diafragma
Pernapasan terdiri atas 2 fase, yaitu inspirasi
(proses pemasukan oksigen dalam tubuh), dan
ekspirasi (proses pengeluaran karbon dioksida
dari dalam tubuh).
12ndhamster@gmail.com
225
B. MEKANISME PERNAPASAN
Pernapasan Dada
Kontraksi otot-otot tulang rusuk.
Pernapasan Perut
Kontraksi otot diafragma.
diafragma
ekspirasi inspirasi
Pernapasan dada Pernapasan perut
Mekanisme Pertukaran O
2
dan CO
2
Oksigen berdifusi dari alveolus ke dalam darah.
Hb/sel darah merah mengikat oksigen memben-
tuk oksihemoglobin. O
2
diedarkan oleh darah
ke seluruh jaringan dan sel tubuh untuk proses
respirasi sel. Respirasi menghasilkan energi dan
karbon dioksida. CO
2
berdifusi dari jaringan ke
dalam darah dan diikat oleh Hb dibawa ke paru-
paru dan dikeluarkan dari tubuh.
Frekuensi Pernapasan
Orang normal bernapas 12-15 kali per menit.
Frekuensi bernapas dipengaruhi oleh jenis kela-
min, aktivitas, dan usia.
Volume Udara Pernapasan
Paru-paru orang dewasa dapat memuat kira-kira
4,5 liter udara. Terbagi atas:
Udara komplementer: 1,5 liter
kapasitas
Udara pernapasan: 0,5 liter kapasitas
vital
Udara cadangan: 1,5 liter total
Udara residu: 1 liter
Jika bernapas semaksimal mungkin, udara yang
masuk sekitar 1,5 liter, sedangkan kapasitas vital
paru-paru berjumlah 3,5 liter. Sisa udara 1 liter
disebut udara residu.
Jika bernapas normal, volume udara yang masuk
ke paru-paru dalam sekali inspirasi dan udara
yang keluar dari paru-paru dalam sekali ekspirasi
kira-kira setengah liter. Ini disebut udara per-
napasan (UP).
C. KELAINAN PENYAKIT PERNAPASAN
l TBC/menyerang paru-paru.
l Pneumonia/radang alveolus yang dipenuhi
oleh nanah.
l Bronchitis/radang pada dinding bronkus.
l Asma/penyempitan saluran pernapasan.
l Pleuritis/radang pada pleura.
l Asfksi/terganggunya pengangkutan O
2
.
12ndhamster@gmail.com
226
Contoh:
1. Pertukaran gas antara gas CO
2
dari sel tubuh
ke darah dengan gas O
2
dari darah menuju
ke sel tubuh disebut sebagai pernapasan ….
a. pernapasan perut
b. pernapasan dada
c. pernapasan internal
d. pernapasan eksternal
Jawab: (c)
Proses pernapasan terdiri dari dua tahap
yaitu pernapasan eksternal dan pernapasan
internal. Pernapasan eksternal adalah per-
tukaran gas antara CO
2
dari darah ke paru-
paru dan O
2
dari paru-paru ke darah. Semen-
tara pernapasan internal terjadi pertukaran
gas CO
2
dari sel tubuh ke darah dan gas O
2
dari darah ke sel tubuh.
2. Fungsi selaput lendir pada rongga hidung
adalah untuk ….
a. memilih jenis gas yang diperbolehkan
masuk paru-paru
b. mengatur kelembapan dan suhu udara
yang masuk
c. membantu menangkap O
2
d. mengatur banyak sedikitnya udara yang
masuk paru-paru
Jawab: (c)
Lendir pada hidung berfungsi untuk menga-
tur kelembapan dan suhu udara yang masuk
rongga hidung sebelum masuk paru-paru.
Selain itu, lendir juga berfungsi memerang-
kap kuman dan debu yang terjerembap dan
mengeluarkannya.
12
Sistem Transportasi
pada Manusia
A. ALAT TRANSPORTASI PADA MANUSIA
Alat peredaran darah manusia terdiri dari jantung
dan pembuluh.
1. Jantung
Terdiri 4 ruang, yaitu 2 ruang sebelah atas
yang terdiri atas serambi kanan (atrium dex-
ter) dan serambi kiri (atrium sinister) serta
2 ruang sebelah bawah terdiri atas bilik kiri
(ventrikel sinister) dan bilik kanan (ventrikel
dexter).
bilik
kanan
Serambi kiri
bilik kiri
serambi
kanan
vena cava
inferior
vena cava superior
aorta
ateri pulmonalis
vena pulmonalis
2. Pembuluh Darah
Terdiri dari pembuluh nadi (arteri), pembuluh
balik (vena), dan pembuluh kapiler.
12ndhamster@gmail.com
227
Perbedaan pembuluh nadi dan pembuluh balik
Arteri Vena
Dinding
pembu-
luh
Tebal, kuat,
dan elastis
Tipis dan tidak
elastis
Letak Tersembunyi di
bawah otot
Dekat permukaan
tubuh atau di ba-
wah kulit
Fungsi Mengalirkan
darah dari jan-
tung ke seluruh
tubuh
Mengalirkan
darah dari seluruh
tubuh ke jantung
Denyut Terasa Tidak terasa
Katup Hanya satu di
dekat jantung
Banyak di sepan-
jang pembuluh
Apabila
luka
Darah memun-
crat keluar
Darah menetes
B. STRUKTUR DAN FUNGSI DARAH
Darah tersusun atas bagian berikut.
1. Bagian Cair/Plasma Darah
Fungsi:
l mengatur tekanan osmosis darah,
l membawa zat-zat makanan ke seluruh
tubuh,
l mengangkut zat-zat sisa metabolisme dari
jaringan tubuh.
Terdapat fbrinogen yang berperan dalam
proses pembekuan darah. Jika terluka, fbrin-
ogen akan membentuk benang fbrin yang
berfungsi menutup luka.
2. Sel-sel Darah (Bagian Padat)
a. Sel Darah Merah (Eritrosit)
Terbentuk di sumsum tulang. Banyak
mengandung hemoglobin yang me-
ngandung zat besi.
b. Sel Darah Putih (Leukosit)
Mempunyai inti, bentuknya tidak tetap,
dapat bergerak secara amoeboid, dan
dapat me-nembus dinding kapiler. Ada
5 jenis leukosit yaitu monosit, neutrofl,
basofl, eusinofl, dan limfosit. Leukosit
berfungsi melindungi tubuh dari kuman-
kuman penyakit yang masuk dalam tu-
buh. Dibentuk di dalam sumsum tulang,
limpa, dan kelenjar getah bening.
c. Keping Darah (Trombosit)
Bentuknya tidak teratur dan tidak berinti.
Berperan dalam proses pembekuan da-
rah dengan bantuan vitamin K.
Mekanisme pembekuan darah:
Jaringan
yang luka
Trombokinase
Protombin Trombin
Ca
2+
Ca
2+
vit K
Benang-benang
fbrin
Fibrinogen
Luka
tertutup
Mengeluarkan
Mengubah
Fungsi darah:
l sebagai alat pengangkut,
l leukosit à sebagai pembunuh kuman penya-
kit,
l trombosit à proses pembekuan darah,
l menstabilkan suhu tubuh.
12ndhamster@gmail.com
228
Golongan Darah
Golongan
darah
Aglutinogen
Aglutinin
(antiaglutinogen)
A A b
B B a
AB A dan B Tidak ada
O Tidak ada a dan b
Skema Transfusi Darah
Skema
transfusi
Golongan darah
donor
A B AB O
Golongan
darah
resipien
A – X X –
B X – X –
AB – – – –
O X X X –
X = terjadi penggumpalan
= tidak terjadi penggumpalan
Karena golongan darah O mampu mendonorkan
ke semua golongan darah maka disebut donor
universal, sedangkan golongan darah AB karena
dapat menerima darah dari semua golongan da-
rah maka disebut resipien universal.
C. PERBEDAAN DARAH
Sistem peredaran darah manusia adalah sistem
peredaran darah tertutup dan rangkap. Tertutup
artinya darah hanya mengalir melalui pembuluh
darah dalam tubuh. Rangkap berarti dalam 1 kali
peredaran, darah melalui jantung sebanyak 2 kali.
1. Sistem Peredaran Darah Besar
Darah yang kaya oksigen dari bilik kiri jan-
tung, melalui pembuluh nadi tubuh, akan
diedarkan ke sel-sel tubuh. Di sini terjadi
pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Kemudian darah yang kaya karbon dioksida
melalui pembuluh balik, akan dibawa ke se-
rambi kanan, darah tersebut melalui sistem
peredaran darah kecil.
2. Sistem Peredaran Darah Kecil
Darah yang kaya CO
2
dari bilik kanan jantung
keluar melalui arteri paru-paru kanan dan pa-
ru-paru kiri. Kemudian darah yang kaya O
2

dibawa ke serambi kiri jantung.
D. KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM
TRANSPORTASI MANUSIA
l Anemia/kekurangan sel darah merah.
l Polisitemia/meningkatnya eritrosit melebihi
normal sehingga darah menjadi kental dan
menaikkan viskositas serta menurunkan ke-
cepatan aliran darah.
l Leukimia/kanker darah.
l Hemoflia/darah sukar membeku.
l Tekanan darah tinggi/hipertensi.
l Tekanan darah rendah/hipotensi.
l Varises/pelebaran atau pembesaran vena.
l Aterosklerosis dan arteriosklerosis/penimbun-
an lemak pada arteri.
12ndhamster@gmail.com
229
13
Sistem Reproduksi
Manusia
A. SISTEM REPRODUKSI PRIA
Organ-organ penyusun sistem reproduksi pria:
1. Testis → menghasilkan sperma dan hormon
kelamin.
2. Skrotum → kantung yang di dalamnya ter-
dapat testis dan mengatur suhu yang cocok
bagi kehidupan sperma.
3. Tubulus seminiferus → sebagai tempat pem-
bentukan sperma.
4. Sel interstisial → menghasilkan hormon kela-
min pria dan terdapat di testis.
5. Sel sertoli → sel yang terdapat di testis dan
berfungsi untuk menyediakan makanan bagi
sperma.
6. Penis → sebagai alat kopulasi.
7. Vasa deferensia → menyalurkan sperma ke
kantong sperma.
8. Duktus epididimidis → tempat pematang-an
dan penyimpanan sementara sperma.
9. Kantong sperma → tempat menampung
sperma.
10. Kelenjar prostat dan cowper → berfungsi
menghasilkan cairan semen untuk memberi
nutrisi dan mempermudah gerakan sperma.
B. SISTEM REPRODUKSI WANITA

Fungsi organ-organ penyusun sistem reproduksi
wanita
1. Ovarium → tempat memproduksi sel telur.
2. Tuba fallopi → membawa sel telur dari ova-
rium menuju uterus dan tempat terjadinya
pembuahan.
3. Uterus → tempat tumbuh dan berkembang-
nya embrio.
4. Vagina → tempat keluarnya bayi pada kelahir-
an alami.

Alat reproduksi pada pria
saluran
sperma
penis
testis
kandung kemih
saluran ejakulasi
kelejar prostat
skrotum
uretra
Rahim
Kandung kemih
Vagina
Saluran telur
Ovarium
Alat reproduksi pada wanita

C. PROSES FERTILISASI (PEMBUAHAN)
1. Ovum dikeluarkan dari ovarium menuju ra-
him (ovulasi).
12ndhamster@gmail.com
230
2. Ovum bertemu sperma di saluran telur (fertil-
isasi).
3. Kepala sperma masuk ke dalam ovum.
4. Terbentuk zigot.
D. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
EMBRIO
1. Zigot.
2. Menuju rahim mengalami mitosis dan mem-
bentuk embrio.
3. Hari ke-5 embrio sampai ke rahim.
4. Hari ke-7 embrio menempel pada dinding
uterus.
5. Hari ke-12 terbentuk ektodermis dan endo-
dermis.
6. Minggu ke-8 struktur umum tubuh dewasa
terbentuk dan terbentuk plasenta.
7. Terbentuk mesodermis.
E. KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM
REPRODUKSI MANUSIA
1. Gonorrhed (kencing nanah)
Pada wanita: keluarnya nanah dari vagina
dan saluran urin.
Pada pria: keluarnya nanah pada penis dan
saluran urin.
2. Klamidiasis → keluarnya darah sama de-
ngan gonorrhed.
3. Sifllis → luka pada vagina atau penis.
4. Herpes → luka pada vagina atau penis
seperti bercak-bercak yang menyerang
pada alat kelamin manusia.
5. Candida → infeksi pada dinding vagina.
6. AIDS → rusaknya sel darah putih, perta-han-
an tubuh melemah.
Contoh:
1. Berikut ini cara penularan HIV/AIDS, kecuali
….
a. penggunaan jarum suntik yang tidak di-
ganti untuk orang yang berbeda-beda
b. hubungan seks bergonta-ganti pasan-
gan
c. transfusi darah
d. bersalaman dengan penderita
Jawab: (d)
HIV/AIDS dapat menular jika ada cairan dari
tubuh penderita yang masuk ke dalam tubuh
orang lain. Masuknya cairan tersebut dapat
terjadi melalui pemakaian bersama jarum
suntik, hubungan seks, dan melalui transfusi
darah.

2. Bayi kembar normal yang berasal dari pem-
belahan satu sel telur disebut ….
Jawab:
Terjadinya bayi kembar bisa berasal dari
dua sel telur yang berbeda atau dari satu sel
telur. Jika bayi kembar berasal dari dua sel
telur yang berbeda maka disebut kembar bi-
asa. Jika bayi kembar berasal dari sel telur
yang sama disebut kembar identik. Kembar
siam merupakan kembar identik yang tidak
memisah secara sempurna pada saat terjadi
pembelahan zigot.
12ndhamster@gmail.com
231
14
Sistem Ekskresi
Manusia
Dalam sistem ekskresi, organ yang berperan
adalah paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. Masing-
masing organ tersebut menghasilkan ekskret
(ekskresi yang berbeda-beda).
1. Paru-paru
Ekskret paru-paru adalah karbon dioksida
(CO
2
) dan uap air (H
2
O) yang dihasilkan oleh
proses pernapasan.
2. Hati (Hepar)
Hati mempunyai fungsi antara lain:
l tempat penyimpanan gula dalam bentuk
glikogen,
l tempat pembentukan dan pembongkaran
protein,
l tempat membongkar sel darah merah
(eritrosit) yang telah tua atau rusak,
l menghasilkan cairan empedu,
l menetralkan obat dan racun,
l tempat untuk membuat vitamin A dari
provitamin A.
3. Ginjal
Ginjal terdiri dari ginjal bagian luar (korteks)
dan ginjal bagian dalam (medulla). Ekskret
berupa urin yang mengandung urea dan
garam mineral, vitamin, obat, hormon, asam
urat, dan keratin. Urin adalah zat sisa yang
terdapat dalam darah. Penyaringan darah
hingga berbentuk urin meliputi:
l penyaringan (fltrasi) darah yang meng-
hasilkan urin primer,
l penyerapan kembali (reabsorbsi) zat
dalam urin primer yang masih berguna,
seperti air, glukosa, dan garam mineral.
Filtrat hasil reabsorbsi disebut urin sek-
under,
l pengeluaran zat yang tidak berguna atau
berlebihan ke dalam urin (augmentasi).
4. Kulit
Organ ini terdiri atas bagian berikut.
a. Kulit Ari (Epidermis)
Pada lapisan ini terdapat ujung saraf te-
lanjang yang berfungsi sebagai penerima
rangsang geli dan nyeri, saluran keringat,
serta saluran kelenjar minyak. Lapisan
epidermis terdiri dari 3 lapisan berikut.
1). Lapisan granula (stratum granulo-
sum)
Pada lapisan ini terdapat pigmen
melanin yang memberikan warna ku-
lit dan melindungi kulit dari sengatan
matahari.
2). Lapisan tanduk (stratum korneum)
Berfungsi untuk melindungi sel-sel di
dalamnya dan mencegah masuknya
kuman penyakit.
3). Lapisan germinativum
b. Lapisan Dermis
Pada lapisan ini terdapat:
l pangkal kelenjar keringat,
12ndhamster@gmail.com
232
l pangkal kelenjar minyak,
l akar rambut,
l pembuluh darah dan ujung saraf pe-
nerima rangsang panas, dingin, sen-
tuhan, serta tekanan.
c. Jaringan Bawah Kulit (Subkutan)
Pada jaringan bawah kulit terdapat jarin-
gan lemak. Jaringan lemak berfungsi un-
tuk menumpuk lemak sebagai cadangan
makanan dan menjaga suhu tubuh agar
tetap hangat.
Fungsi kulit:
a. pelindung tubuh,
b. pengatur temperatur tubuh,
c. menjaga agar pengeluaran air tidak ber-
lebihan,
d. sebagai alat ekskresi untuk mengeluar-
kan keringat serta minyak,
e. sebagai alat peraba.
Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi
l Anuria: kegagalan ginjal menghasilkan urin.
l Glikosura: ditemukannya glukosa pada urin,
sehingga terjadi kerusakan pada urin.
l Albuminaria: ditemukannya protein albumin
dalam urin, sehingga terjadi kenaikan per-
meabilitas membran glomerulus.
l Hematuria: disebabkan oleh radang organ-
organ sistem urin karena penyakit atau iritasi
oleh batu ginjal.
l Bilirubinaria: konsentrasi bilirubin dalam urin
di atas normal.
l Batu ginjal: butiran kalsium karbonat di da-
lam saluran ginjal maupun saluran urin.
l Nefritis glomerulus: radang ginjal yang meli-
batkan glomerulus.
l Pielonefritis: merupakan radang pelvis ginjal,
medula dan korteks oleh infeksi bakteri.
l Kistisis: radang kantung kemih yang melibat-
kan lapisan mukosa dan submukosa.
l Nefrosis: bocornya membran glomerulus.
l Polisistik: disebabkan oleh kerusakan salur-an
ginjal yang merusak nefron dan meng-hasilkan
kista mirip dilatasi sepanjang saluran.
l Gagal ginjal: kegagalan fungsi akut ginjal.
l Albino: terjadi karena tidak ada pigmen mela-
nin pada lapisan granulosum.
Contoh:
Urin yang dihasilkan pada fltrasi adalah ….
a. urin primer c. urin tertier
b. urin sekunder d. urin akhir
Jawab: (a)
Filtrasi terjadi pada kapsula Bownman meng-
hasilkan urin primer yang mengandung air, asam
amino, garam-garaman, asam urat, dan sedikit
hormon.

12ndhamster@gmail.com
233
15
Sistem Koordinasi
Manusia
Sistem koordinasi manusia terdiri atas sistem
saraf, sistem indera, dan sistem koordinasi.
A. SISTEM SARAF
Fungsi sistem saraf:
l penerima informasi dalam bentuk rangs-
angan,
l memproses informasi yang diterima,
l memberi tanggapan atau reaksi terhadap
rangsangan.
Unit terkecil penyusun sistem saraf adalah neu-
ron (sel saraf). Satu neuron terdiri atas badan sel
saraf, dendrit, dan akson. Badan sel saraf men-
gandung inti sel dan sitoplasma.
Sel saraf (neuron) dapat digolongkan menjadi:
1. Neuron sensorik, berfungsi menghantarkan
rangsang dari penerima rangsang.
2. Neuron motorik, berfungsi menghantarkan
rangsang dari saraf pusat ke otot dan kelen-
jar.
3. Neuron konektor, berfungsi sebagai peng-
hubung antarneuron
4. Neuron ajustor, berfungsi sebagai peng-
hubung neuron sensorik dan neuron motorik
di sumsum tulang belakang dan otak.
dendrit
nukleus
sel schwann
nodus ranvier
akson
badan sel
Sistem saraf pada manusia dapat dibedakan
menjadi berikut.
1. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat berfungsi sebagai tempat
koordinasi. Sistem saraf pusat terdiri dari:
a. Otak
l Otak besar
Fungsi: pusat pengendali berbagai akti- pusat pengendali berbagai akti-
vitas tubuh yang disadari, yaitu berpikir,
kemauan, ingatan, mendengar, membau,
bergerak, dan melihat.
l Otak tengah
Terdapat lobus optikus yang berfungsi se-
bagai pusat refeksi pupil mata, pe-ngatur
gerak bola mata, dan refek akomodasi
mata.
l Otak kecil (serebelum)
Otak kecil berfungsi sebagai pusat ke-
seimbangan tubuh dan koordinasi gerak
tubuh.
b. Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata)
Fungsi:
l sebagai pusat pengatur denyut jantung
dan tekanan darah,
l membantu gerak pernapasan,
12ndhamster@gmail.com
234
l pelebaran dan penyempitan pembuluh darah,
l refeks menelan, muntah, batuk, dan bersin.
c. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)
Fungsi:
l sebagai alat penghantar rangsang,
l sebagai pusat gerak refeks kaki dan
tangan.
2. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri dari:
a. Saraf Sadar (Somatik)
Fungsi: mengatur kerja organ tubuh secara
sadar.
b. Saraf Autonom (Viseral)
Fungsi: mengontrol organ-organ dalam tan-
pa dipengaruhi kesadaran.
Ada 2 macam saraf autonom, yaitu saraf sim-
patik dan saraf parasimpatik.
l Urutan rangsang pada gerak sadar
Reseptor → neuron sensorik → otak
besar area sensorik → otak besar area
asosiasi → otak besar area motorik →
neuron motorik → efektor
l Urutan rangsang pada gerak refeks
Reseptor → neuron sensorik → sumsum
tulang belakang → neuron motorik →
efektor
l Urutan jalannya rangsang pada neuron
Dendrit → badan sel saraf → nukleus→
akson (neurit) → sinapsis
B. SISTEM INDRA
1. Indra Penglihatan (Mata)
Berdasarkan anatominya, mata terbagi menjadi
3 bagian utama.
a. Jaringan Penunjang Mata
Jaringan penunjang mata terdiri dari:
1) Kelopak mata
Fungsi: untuk melindungi bola mata dari
sengatan sinar matahari dan kotoran dari
luar seperti debu dan untuk menjaga
mata agar tetap basah.
3) Kelenjar air mata
Fungsi:
l untuk menjaga bola mata agar tidak
kering,
l membersihkan permukaan bola mata
dari kotoran,
l membunuh kuman-kuman yang ma-
suk ke rongga mata.
b. Bola Mata
Susunan bola mata:
l Konjungtiva, bagian terluar dari bola
mata yang memiliki pembuluh darah.
l Iris, terletak di antara lensa dan kornea
mata.
l Kornea, berwarana bening dan dapat di-
tembus cahaya.
l Lensa, berfungsi untuk akomodasi dan
pusat pembiasan.
l Pupil, berfungsi mengatur jumlah sinar
yang masuk ke mata.
l Retina (selaput jala), berfungsi untuk me-
12ndhamster@gmail.com
235
nangkap bayangan benda.
l Koroid, berfungsi menyuplai darah ke re-
tina dan melindungi refeksi cahaya da-
lam mata
l Sklera, berfungsi melindungi mata dari
kerusakan dan tempat melekatnya otot.
l Sel batang, menangkap cahaya yang le-
mah.
l Sel kerucut, menangkap cahaya yang
kuat.
l Bintik kuning, menangkap cahaya.
l Bintik buta, bagian mata yang tidak peka
terhadap rangsang sinar.
l Otot mata, menggerakkan mata.
c. Tulang Orbita
Terdapat bola mata, otot mata, selaput pem-
bungkus, pembuluh darah, saraf, dan jarin-
gan lemak.
2. Indra Pendengaran (Telinga)
Bagian-bagian telinga terdiri dari:
a. Telinga luar, terdiri dari daun telinga, lubang
telinga.
b. Telinga tengah, untuk menjaga agar tekanan
udara di luar dan di dalam rongga telinga te-
tap seimbang.
c. Telinga dalam, berperan dalam menerima
rangsang. Terdapat rumah siput (koklea) dan
tiga saluran setengah lingkaran.
Gangguan pada telinga:
l Tuli konduktif, disebabkan penjalaran suara
menuju rumah siput terganggu. Penyebab-
nya adanya kotoran telinga yang menumpuk
atau nanah yang memenuhi telinga.
l Tuli saraf, disebabkan rumah siput dan saraf
pendengaran mengalami kerusakan.
3. Indra Penciuman (Hidung)
a. Hidung luar
Hidung luar dilapisi oleh kulit, jaringan ikat
dan otot kecil. Otot kecil berfungsi untuk me-
lebarkan atau menyempitkan lubang hidung.
b. Rongga hidung
Fungsi hidung:
l untuk jalannya napas,
l alat pengatur kelembapan dan tempera-
tur,
l penyaring udara dari kotoran,
l membersihkan refeks terhadap iritasi
melalui bersin.
4. Indra Pengecap (Lidah)
Fungsi lidah:
l mengatur letak makanan,
l membantu menelan makanan,
l berbicara,
l alat perasa makanan.
Bagian-bagian dari lidah:
l pangkal lidah → mengecap rasa pahit,
l pinggir lidah → mengecap rasa asam,
l ujung lidah → mengecap rasa manis dan
asin,
l daerah tengah lidah → mengecap ke-
seluruhan rasa.
5. Indra Peraba (Kulit)
Reseptor berupa sentuhan atau disebut juga
tango reseptor.
12ndhamster@gmail.com
236
(Lebih lengkap mengenai kulit, buka kembali bab
Sistem Ekskresi Manusia)
C. HORMON
1. Hormon pada Manusia
a. Kelenjar hipofsis, menghasilkan hormon
yang mengatur kelenjar hormon lain, sehing-
ga disebut dengan master gland (kelenjar ut-
ama). Kelenjar hipofsis berada di otak besar.
Hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar
hipofsis, antara lain:
l Laktotropic Hormone (LTH): merangsang
produksi air susu.
l Thyroid Stimulating Hormone (TSH):
mengontrol sekresi hormon oleh kelenjar
tiroid.
l Adrenorcoticotropic hormone (ACTH):
mengontrol sekresi hormon oleh korteks
adrenal.
l Hormon pertumbuhan.
l Follicle Stimulating Hormone (FSH):
- pada wanita merangsang perkem-
bangan folikel pada ovarium dan
sekresi estrogen,
- pada pria memicu testis untuk meng-
hasilkan sperma.
l Luteinizing Hormone (LH):
- pada wanita menstimulasi ovulasi
dan sekresi progesteron,
- pada pria menstimulasi sel inter-stisi-
al untuk menghasilkan testosteron.
b. Kelenjar tiroid (kelenjar gondok), hormon
yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid:
l Tiroksin, fungsi:
- meningkatkan metabolisme energi,
- mempengaruhi perkembangan mental,
- mempengaruhi pertumbuhan tubuh.
Kekurangan hormon tiroksin dapat me-
nyebabkan kekerdilan (kretinisme). Kele-
bihan hormon tiroksin dapat menyebab-
kan penyakit basedow.
l Kalsitonin, fungsi:
- mencegah pengeroposan tulang,
- menurunkan kadar kalsium dalam
plasma darah.
Kekurangan hormon kalsitonin dapat me-
nyebabkan terjadinya osteoporosis.
c. Kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok),
fungsi: meningkatkan kadar zat kapur (kal-
sium) dalam plasma darah.
d. Kelenjar adrenal (kelenjar anak ginjal)
Hormon yang dihasilkan, antara lain:
l Korteks adrenal
- Mineralokortokoid, mengatur meta-
bolisme mineral.
- Glukokortikoid, mengatur metabolis-
me glukosa.
l Modula adrenal
Terdiri dari adrenalin (epinefrin) dan
norepinefrin yang berfungsi:
- mengubah glikogen menjadi glukosa,
- menaikkan denyut jantung,
- memperlebar bronkiolus.
d. Kelenjar pankreas, menghasilkan hormon in-
sulin dan glukagon.
12ndhamster@gmail.com
237
Hormon insulin berfungsi:
- menurunkan glukosa darah,
- mengaktifkan enzim yang mengubah glu-
kosa menjadi glikogen.
Hormon glukagon berfungsi meningkatkan
glukosa darah.
e. Kelenjar kelamin, menghasilkan hormon tes-
tosteron dan estrogen.
l Testosteron, fungsi:
- memacu pembentukan sperma,
- mendorong pertumbuhan sekunder
pria.
l Estrogen, fungsi:
- menstimulasi ovulasi,
- mendorong pertumbuhan sekunder
wanita.
l Progesteron, fungsi:
menghalang pertumbuhan dinding uterus.
2. Hormon pada Tumbuhan
a. Hormon auksin
- Membantu pertumbuhan.
- Mempercepat pembentukan akar,
batang, buah, bunga, dan tunas.
b. Hormon giberelin
Mempercepat perpanjangan sel pada
perkecambahan dan pertumbuhan biji
serta tunas.
c. Hormon sitokinin
- Merangsang pembelahan sel.
- Menghambat proses penuaan.
Contoh:
1. Perbedaan koordinasi melalui saraf dan hor-
mon di bawah ini benar, kecuali ….
a. koordinasi melalui saraf berlangsung
cepat
b. koordinasi melalui hormon berlangsung
lambat
c. koordinasi melalui hormon melalui sal-
uran khusus
d. koordinasi melalui saraf melalui sel-sel
saraf
Jawab: (c)
Respon yang ditimbulkan oleh hormon relatif
lambat sementara respon melalui saraf ber-
langsung cepat. Rangsang yang diterima
reseptor oleh sel saraf akan diteruskan
melalui sel-sel saraf sementara hormon akan
mengirimkan signal menuju organ target/
efektor melalui saluran darah.

2. Alat indra berikut merupakan tempat ter-
dapatnya pusat keseimbangan tubuh adalah
….
a. mata c. hidung
b. telinga d. kulit
Jawab: (b)
Pusat keseimbangan tubuh manusia ter-
dapat pada otak kecil dan pada tiga saluran
setengah lingkaran yang terdapat pada rong-
ga telinga.

12ndhamster@gmail.com
238
16
Kelangsungan Hidup
Makhluk Hidup
A. ADAPTASI MAKHLUK HIDUP
Adaptasi adalah kemampuan organisme untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Tujuan adaptasi: untuk mempertahankan ke-
lang-sungan hidupnya sehingga kelestariannya
dapat terjamin.
Faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi di
darat:
l air, l kelembapan udara,
l suhu, l intensitas cahaya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi di air:
l kadar garam atau mineral,
l kadar oksigen,
l kedalaman dan arus air,
l intensitas cahaya,
Ada 3 macam adaptasi, yaitu sebagai berikut.
1. Adaptasi morfologi, adalah penyesuaian
bentuk alat-alat tubuh makhluk hidup sesuai
dengan lingkungannya. Contoh pada hewan:
l bentuk paruh burung sesuai dengan ma-
kanannya,
l bentuk kaki burung sesuai dengan tem-
pat hidupnya,
l bentuk gigi pada omnivora, herbivora, kar-
nivora sesuai dengan jenis makanannya.
Contoh pada tumbuhan:
l xeroft merupakan tumbuhan yang hidup
di lingkungan kering seperti gurun, con-
tohnya kaktus,
l hidroft merupakan tumbuhan yang hidup
di air, contohnya teratai,
l higroft merupakan tumbuhan yang hidup
di tempat lembap, contohnya lumut.
2. Adaptasi fsiologi, yaitu kemampuan organisme
untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan-
nya berdasarkan fungsi kerja alat-alat tubuh.
Contoh:
l osmoregulasi (pengaturan tekanan os-
mosis) pada ikan air tawar,
l tubuh manusia yang hidup di dataran
tinggi akan beradaptasi dengan ling-
kungannya dengan cara membentuk le-
bih banyak butir-butir darah merah dan
hemoglobin.
3. Adaptasi tingkah laku, adalah kemampuan
makhluk hidup untuk menyesuaikan diri ter-
hadap lingkungannya berdasarkan pada
tingkah laku. Contoh:
l pohon jati menggugurkan daunnya pada
musim kemarau untuk mengurangi peng-
uapan,
l keladi meneteskan air untuk mengurangi
kelebihan air,
l rayap dewasa memakan kembali kulit-
nya yang terkelupas untuk mendapatkan
kembali fagelata,
l rayap yang baru menetas menjilati dubur
rayap dewasa untuk mendapatkan fage-
12ndhamster@gmail.com
239
lata,
l paus secara periodik muncul ke permu-
kaan air untuk bernapas,
l mimikri pada bunglon dan serangga.
B. PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP
Makhluk hidup berkembang biak untuk melesta-
rikan jenisnya dengan mewariskan sifat kepada
keturunannya. Contoh:
l paus biru hampir punah karena dalam waktu
10 tahun hanya melahirkan 2 anak,
l gajah masa kehamilannya 96 minggu,
l badak tingkat reproduksinya rendah, masa
kehamilannya hanya 90 minggu.
Contoh:
Aktivitas tidur beruang kutub sepanjang musim
salju untuk menghemat energi disebut ….
a. mimikri c. dormansi
b. estivasi d. hibernasi
Jawab: (d)
Peristiwa tidurnya hewan-hewan pada musim
dingin disebut hibernasi.
Mimikri: penyamaran warna tubuh sesuai warna
lingkungannya.
Estivasi: aktivitas mencari makan pada malam
hari oleh hewan-hewan gurun.
Dormansi: tertundanya perkecambahan biji pada
tumbuhan

17
Reproduksi
Makhluk Hidup
A. REPRODUKSI VEGETATIF (ASEKSUAL)
Tidak didahului oleh peleburan sel kelamin jan-
tan dan betina. Reproduksi ini hanya melibat-kan
satu induk dan menghasilkan keturunan yang
sama secara genetik dengan induknya.
1. Reproduksi Vegetatif pada Tumbuhan
a. Rizoma: batang yang tumbuh di dalam
tanah, karena itu rizoma mempunyai ciri
yang sama dengan batang yaitu berbuku-
buku dan bertunas.
Contoh: lengkuas, jahe, kunyit, dan lain-
lain.
b. Umbi lapis: batang yang tertutup lapisan
daun berdaging. Lapisan daun berdaging
merupakan cadangan makanan.
Contoh: bawang merah, bawang putih,
dan bakung.
c. Umbi batang: bagian batang yang tum-
buh di dalam tanah dan mengandung ca-
dangan makanan, khususnya dalam ben-
tuk amilum atau pati. Contoh: kentang.
d. Umbi akar
Contoh: singkong, bengkuang, ketela po-
hon, dan dahlia.
e. Tunas, berasal dari ujung batang atau ke-
tiak daun.
12ndhamster@gmail.com
240
Contoh: pisang, tebu, dan bambu.
f. Tunas adventif, tunas yang tumbuh tidak
pada ujung batang dan ketiak daun.
l Tunas adventif pada daun, contohnya
cocor bebek.
l Tunas adventif pada akar, contohnya
cemara, sukun, dan kesemek.
g. Stolon (runner), batang yang tumbuh
menjalar di atas tanah, contohnya pada
tanaman arbei.
h. Pembentukan spora
Contoh: tumbuhan paku dan lumut.
2. Reproduksi Vegetatif pada Hewan
a. Pembelahan diri, terjadi pada organisme
bersel satu.
Contoh: Amoeba, Paramaecium, dan Di-
nofagelata.
b. Fragmentasi, membentuk individu baru
dari bagian tubuh yang terbagi-bagi.
Contoh: cacing planaria.
c. Pembentukan tunas
Contoh: ubur-ubur, hydra dan obelia.
d. Paratogenesis, peristiwa perkembangan
sel kelamin betina menjadi individu baru
tanpa melalui fertilisasi. Jadi individu
baru ini merupakan individu haploid yang
tumbuh dari sel haploid.
Contoh: kecoa dan lebah.
B. REPRODUKSI GENERATIF
Melalui peleburan sel kelamin jantan dengan sel
kelamin betina.
1. Kromosom dan Pembelahan Sel
Pembelahan sel dapat terjadi melalui dua
cara, yaitu:
l mitosis, pembelahan sel menjadi dua
sel baru dengan jumlah kromosom anak
sama dengan kromosom sel induknya,
l meiosis, pembelahan sel menjadi empat
sel baru dengan sel anak memiliki jumlah
kromosom setengah dari kromosom sel
induknya.
2. Reproduksi Seksual pada Alga
Alga berkembang biak dengan cara konjugasi,
yaitu pemindahan langsung bahan genetik
(DNA) di antara dua individu melalui jem-
batan sitoplasma.
3. Reproduksi Seksual pada Tumbuhan
Berbiji
Bunga merupakan alat reproduksi generatif
tumbuhan berbiji.
Penyerbukan pada Tumbuhan Berbiji
Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan
dibedakan menjadi:
l Penyerbukan sendiri (autogami)
Terjadi bila serbuk sari dan putik ber-asal
dari satu bunga pada satu tanaman.
Contoh: padi dan kedelai.
l Penyerbukan tetangga (geitonogami)
Terjadi bila serbuk sari dan putik ber-asal
dari bunga lain yang berbeda pada satu
tumbuhan.
Contoh: jagung
l Penyerbukan silang (allogami)
Terjadi bila serbuk sari dan putik ber-asal
12ndhamster@gmail.com
241
dari bunga lain yang terdapat pada tum-
buhan lain yang sejenis.
Contoh: pepaya dan salak.
l Bastar, penyerbukan silang beda varietas.
4. Reproduksi Seksual pada Hewan
Pembentukan Sel Kelamin Jantan dan
Betina
Proses pembentukan sel kelamin atau gamet
disebut gametogenesis. Gametogenesis pada
hewan dibedakan menjadi 2, yaitu:
l pembentukan sel kelamin jantan (sper-
matogenesis),
l pembentukan sel kelamin betina (ooge-
nesis).
Pembuahan pada Hewan
l Pembuahan eksternal → pembuahan
yang terjadi di luar tubuh induknya.
l Pembuahan internal → pembuahan yang
terjadi di dalam tubuh induknya.
Contoh:
Peristiwa berkecambahnya biji jagung saat biji
belum dipetik dari pohonnya disebut ….
a. dormansi c. germinasi
b. ovoviviparous d. entomogami
Jawab: (b)
Biji beberapa tanaman dapat berkecambah (ger-
minasi) meski belum dipetik/jatuh dari pohon-
nya, misalnya pada tanaman jagung dan pacar
air. Peristiwa tersebut disebut ovoviviparous.

18
Struktur Tubuh
Tumbuhan
A. STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN TUMBUHAN
1. Akar
Bagian paling bawah berfungsi menambat-
kan dan memperkokoh berdirinya tumbuhan,
menyerap air dan garam mineral, tempat me-
nyimpan cadangan makanan, dan bernapas.
Struktur anatomi akar terdiri atas:
a. epidermis berfungsi memperluas bidang
penyerapan serta menyerap air dan ga-
ram mineral,
b. korteks terdiri atas sel-sel parenkim yang
berfungsi menyimpan cadangan makanan,
c. endodermis,
d. silinder pusat (stele).
2. Batang
Berfungsi menegakkan tubuh tumbuhan,
menghubungkan akar dan daun, serta seb-
agai cadangan makanan.
Stuktur anatomi batang mirip dengan akar.
3. Daun
Umumnya berwarna hijau, berbentuk lebar
dan pipih. Susunan daun dibedakan men-
jadi daun tunggal apabila pada tangkai daun
terdapat satu helai daun dan daun majemuk
apabila terdapat beberapa helai daun pada
12ndhamster@gmail.com
242
satu tangkai daun. Struktur anatomi daun
adalah sebagai berikut.
a. Epidermis
Terdapat di permukaan atas maupun
bawah.
b. Mesofl
Terletak di antara epidermis atas dan
bawah. Pada dikotil mesofl berdiferen-
siasi menjadi jaringan tiang dan bunga
karang, sedangkan pada monokotil tidak
berdiferensiasi dan bentuknya seragam.
c. Berkas pengangkut
Berkas pengangkut terdapat di antara ja-
ringan bunga karang. Berkas pengangkut
membentuk tulang daun. Fungsi tulang
daun untuk mengangkut air dan garam
mineral dari tanah dan mengedarkan ha-
sil fotosintesis ke tubuh tumbuhan.
4. Bunga
Berfungsi sebagai organ reproduksi generatif.
Bunga dapat dibedakan menjadi 2 kelompok.
a. Bunga lengkap → memiliki kelopak, mah-
kota, benang sari, dan putik.
b. Bunga tidak lengkap → salah satu bagi-
annya tidak ada.
Bagian-bagian bunga.
a. Kelopak (calyx). Pada waktu masih kun-
cup kelopak berfungsi sebagai selubung-
nya, melindungi kuncup dari pengaruh
luar. Helaian penyusun kelopak disebut
sepal.
b. Mahkota bunga (carolla). Bentuk dan
warnanya beraneka ragam. Berfungsi
menarik serangga untuk membantu pe-
nyerbukan. Helaian penyusunnya dise-
but petal.
c. Alat kelamin jantan (androecium).
benangsari (stamen).
d. Alat kelamin betina (gynocium)
Alat kelamin betina (putik) tersusun atas
satu atau lebih daun buah.
1. Bakal buah (ovarium)/tempat sel telur
2. Tangkai putik (stillus)/saluran sempit
yang dilalui serbuk sari ketika pem-
buahan.
3. Kepala putik (stigma)/tempat melekat-
nya serbuk sari ketika penyerbukan.
Penyerbukan merupakan peristiwa jatuhnya
benang sari di atas kepala putik, kemudian
dilanjutkan dengan pembuahan, yaitu pele-
buran sel kelamin jantan dan sel telur.
Perbedaan monokotil dan dikotil
Monokotil Dikotil
Akar Serabut Tunggang
Batang Tak berkam-
bium
Berkambium
Tulang
daun
Sejajar atau
melengkung
Menyirip atau
menjari
Bunga 3 atau kelipa-
tannya
2 atau 5 atau
kelipatannya
B. TRANSPORTASI AIR DAN GARAM MINERAL
PADA TUMBUHAN
Air dan mineral diserap oleh akar dari dalam ta-
nah, sedangkan gas-gas seperti CO
2
dan O
2
di-
ambil alih oleh stomata dan lentisel dari atmosfer.
12ndhamster@gmail.com
243
Air dan garam mineral masuk ke akar melalui
epidermis akar secara difusi dan osmosis, dan
dibawa ke daun oleh xilem.
1. Transportasi Ekstravasikuler
Pengangkutan tanpa melalui xilem. Pen-
gangkutan ini berjalan dari sel ke sel dan
arahnya mendatar (horizontal). Pengangku-
tan ekstravasikuler terjadi secara apo-plas
dan simplas.
Apoplas yaitu pergerakan air dan garam min-
eral melalui ruang antarsel. Simplas adalah
pergerakan air dan garam mineral melewati
sel-sel akar melalui plasmodesmata.
2. Transportasi Intravasikuler
Pengangkutan yang terjadi dalam xilem. Fak-
tor-faktor yang menyebabkan pengangkutan
ini adalah tekanan akar, kapilaritas, dan daya
isap daun.
Contoh:
Celah pada batang tumbuhan yang berfungsi se-
bagai tempat keluar masuknya gas pernapasan
adalah ….
a. stomata c. trikoma
b. lentisel d. kaliptra
Jawab: (b)
Gas pernapasan dapat keluar masuk tumbuhan
melalui stomata pada permukaan daun maupun
lentisel yang berupa celah pada batang.

20
Respirasi dan
Fotosintesis
A. RESPIRASI TUMBUHAN
Bernapas meliputi 2 tahap, yaitu pertukaran
gas dan respirasi sel. Proses respirasi terjadi di
dalam mitokondria. Berdasarkan ada tidak-nya
oksigen, ada 2 macam respirasi, yaitu respirasi
aerob (memerlukan O
2
) dan respirasi anaerob (ti-
dak memerlukan O
2
).
1. Alat Respirasi Tumbuhan
a. Stomata
Berfungsi sebagai tempat pertukaran gas
pada tumbuhan, sedangkan sel penjaga
pada daun berfungsi untuk mengatur
membuka dan menutupnya stomata.
b. Lentisel
Lubang-lubang pada batang disebut len-
tisel dan memungkinkan sel-sel tetap
hidup di dalam batang melalui pertukaran
gas dengan udara luar.
c. Rambut Akar
Berfungsi menghisap air dan garam-ga-
ram mineral dan sebagai alat pernapasan
dan juga mengambil O
2
yang ada pada
pori-pori.
d. Alat Pernapasan Khusus
Kemampuan tumbuhan beradaptasi ter-
12ndhamster@gmail.com
244
hadap lingkungan menghasilkan alat
pernapasan khusus, akar napas pada
bakau, akar gantung pada pohon berin-
gin dan anggrek, dan batang berongga
pada enceng gondok dan kangkung.
2. Pertukaran Gas
Berlangsung secara difusi. Difusi adalah per-
pindahan zat dari larutan pekat ke larutan
encer. Perpindahan O
2
dan CO
2
antara ruang
antarsel dengan lingkungan luar berlangsung
difusi.
3. Proses Respirasi
C
6
H
12
O
6
+ 6O
6
6CO
2
+ 6H
2
O + Energi

B. FOTOSINTESIS
Yaitu proses pembentukan bahan organik
(karbohidrat) dengan bantuan sinar matahari.
Terjadi hanya pada sel-sel yang mempunyai
klorofl, yaitu bakteri dan tumbuhan. Prosesnya:
6CO
2
+ 6H
2
O
Cahaya
matahari
Oksigen
C
6
H
12
O
6
+ 6O
6

Karbon dioksida air glukosa oksigen
1. Mesofl dan Klorofl
Bagian daun yang paling banyak mengand-
ung klorofl adalah mesofl. Reaksi gelap fo-
tosintesis yang menghasilkan glukosa terjadi
di stroma (rongga-rongga cair).
2. Proses Fotosintesis
Air dan mineral diserap dari dalam tanah oleh
rambut akar. Setelah sampai di xilem akar, air
dan mineral mengalir ke xilem batang, daun,
dan sampai di mesofl daun. Karbon dioksida
yang dibutuhkan akan diperoleh dari udara
masuk melalui stomata dan sampai di ja-
ringan mesofl. Fotosintesis terjadi dalam
2 tahap, yaitu gelap dan terang. Pada fase
terang energi matahari diserap dan diubah
menjadi ion hidrogen dan oksigen, sedang-
kan pada reaksi gelap CO
2
dan ion hidrogen
diperlukan untuk berikatan dengan CO
2
men-
jadi glukosa.
NADPH
ADP
Glukosa
Reaksi terang
ATP
Proses fotosintesis
Reaksi
gelap
NADP
+
H
2
O
O
2
Tilakoid
Klorofl
cahaya matahari
CO
2
Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis
a. Air
b. Suhu
c. Cahaya
12ndhamster@gmail.com
245
d. Kadar CO
2

e. Kadar O
2
f. Kandungan hara dalam tanah
Contoh:
1. Percobaan untuk menyelidiki ada tidaknya
amilum pada bagian tumbuhan adalah per-
cobaan ….
Jawab:
Untuk menyelidiki ada tidaknya amilum pada
bagian tanaman maka dilakukan percobaan
dengan menggunakan bahan penguji berupa
yodium. Objek yang diteliti akan menjadi ber-
warna biru setelah direndam pada yodium
jika objek tersebut mengandung amilum.
Nama percobaan tersebut adalah percobaan
Sachs.

2. Kloroplas pada daun tanaman tempat ter-
jadinya fotosintesis terdapat pada jaringan
….
a. kutikula
b. pengangkut foem
c. pengangkut xilem
d. parenkim palisade
Jawab: (d)
Kloroplas pada daun banyak terdapat pada
jaringan parenkim palisade yang menimbul-
kan warna hijau. Pada lapisan kutikula tidak
terdapat kloroplas.

21
Gerak
Tumbuhan
Berdasarkan ada tidaknya rangsangan, gerak
pada tumbuhan dibedakan:
l gerak endonom: gerak yang tidak dipengaruhi
oleh faktor luar,
l gerak etionom: gerak yang dipengaruhi oleh
faktor dari luar.
A. TROPISME
Adalah gerak tumbuhan yang arah geraknya di-
pengaruhi oleh arah datangnya rangsangan.
l Tropisme positif adalah gerak yang arahnya
mendekati rangsangan.
l Tropisme negatif adalah gerak yang arahnya
menjauhi rangsangan.
1. Fototropisme
Gerak tropisme karena pengaruh rangsang
cahaya.
2. Geotropisme
Gerak tropisme karena rangsang gravitasi
bumi. Misalnya gerak akar tumbuhan.
3. Tigmotropisme
Gerak tropisme yang disebabkan sentuhan.
Misalnya pada tumbuhan pemanjat.
4. Kemotropisme
Gerak tropisme karena adanya rangsangan
kimia. Contohnya gerak akar menuju pupuk
12ndhamster@gmail.com
246
dan pertumbuhan saluran serbuk sari menu-
ju bakal buah ketika pembuahan.
5. Hidrotropisme
Gerak tropisme yang disebabkan adanya
rangsangan air.
B. NASTI
Nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arah
geraknya tidak dipengaruhi arah datangnya rang-
sangan, disebabkan oleh perubahan turgor pada
jaringan di tulang daun.
1. Tigmonasti (Seismonasti)
Akibat adanya rangsangan sentuhan.
Misalnya pada putri malu.
2. Niktinasti
Gerak nasti karena pengaruh gelap.
Misalnya merunduknya daun-daun anggota
famili Leguminoceae pada sore hari.
3. Fotonasti
Karena adanya pengaruh rangsang cahaya.
Contohnya bunga pukul 4 dan 9.
4. Termonasti
Gerak akibat rangsangan suhu.
Misalnya bunga tulip di musim semi.
5. Nasti Kompleks
Gabungan dari fotonasti, kemonasti, dan hi-
dronasti. Gerak ini dipengaruhi oleh cahaya,
kimia, suhu, dan air. Misalnya membuka dan
menutupnya stomata.
C. TAKSIS
Taksis adalah gerak yang terjadi akibat rangsangan
dari luar.
1. Fototaksis
Gerak taksis karena rangsang cahaya.
Contohnya euglena yang bergerak dengan
bulu cambuk menuju cahaya.
2. Kemotaksis
Taksis karena rangsang kimia. Contohnya
sel gamet pada lumut.
3. Galvanotaksis
Taksis karena pengaruh arus listrik.
Contohnya bakteri ke arah kutub positif (+)
dan negatif (–).
Contoh:
Gerak serbuk sari yang menempel pada kepala
putik menuju sel telur pada dasar putik dalam
peristiwa penyerbukan disebut gerak ….
a. kemotaksis + c. hidrotropisme
b kemotaksis – d. geotropisme +
Jawab: (a)
Serbuk sari bergerak berpindah tempat dari ke-
pala putik menuju sel telur yang terletak pada
bagian dasar putik. Gerak berpindah tempat
semacam ini disebut sebagai gerak taksis.
Bergeraknya serbuk sari dipengaruhi oleh rang-
sang zat kimia yang terdapat pada sel telur.
Rangsang zat kimia disebut rangsang kemis.
Serbuk sari bergerak menuju arah datangnya
rangsang (gerak +). Sehingga gerak serbuk sari
tersebut disebut sebagai kemotaksis +.

12ndhamster@gmail.com
247
22
Pewarisan
Sifat
Teori penurunan sifat pertama kali dipopulerkan
oleh Gregor Mendel (1865).
A. ISTILAH-ISTILAH GENETIKA
l Genotipe: sifat yang tidak tampak dari luar.
l Fenotipe: sifat yang tampak jelas dari luar.
l Galur murni: tanaman yang memiliki sifat
yang sama dengan induknya
l Dominan: sifat yang muncul pada keturunan-
nya.
l Resesif: sifat yang tidak muncul keturunan-
nya.
l Homozigot: pasangan gen yang sama.
- Homozigot dominan: pasangan gen yang
sama dan muncul pada keturunannya.
Contoh: MM
- Homozigot resesif: pasangan gen yang
sama dan tidak muncul pada keturunannya.
Contoh: mm
l Homozigot: pasangan gen yang terdiri dari
satu gen dominan dan satu gen resesif.
l Kromosom: benang-benang halus dalam inti
sel yang terdiri dari DNA (deoxyribonucleic
acid), RNA (ribonucleic acid), dan protein histon.
l Gen: pembawa sifat keturunan. Gen terdapat
di kromosom yang ada di dalam inti sel.
- Intermediet: sifat gen yang tidak dominan
dan juga tidak resesif atau sama kuat.
Macam-macam persilangan.
- Persilangan monohibrid: persilangan dua
individu dengan satu sifat beda.
Ada 2 macam:
1) monohibrid dominan penuh,
2) monohibrid dominan tidak penuh.
- Persilangan dihibrid: persilangan dua in-
dividu dengan dua sifat beda.
B. HUKUM MENDEL
1. Hukum Mendel I
Menyatakan prinsip pemisahan gen secara
bebas. Pada pembentukan gamet, 2 gen
yang berpasangan akan dipisahkan ke dalam
2 sel atau gamet secara bebas.
2. Hukum Mendel II
Menyatakan prinsip berpasangan secara
bebas. Pada pembentukan gamet, gen-gen
yang memisahkan diri dari suatu pasangan
akan secara bebas berkelompok dengan gen-
gen lain yang berasal dari pasangan lain.
C. PEWARISAN SIFAT PADA MANUSIA
Pewarisan sifat pada manusia terjadi melalui gen
yang ada di dalam kromosom. Kromosom terdiri
dari 2 jenis, yaitu kromosom autosom dan kromo-
som gonosom (seks).
Sifat yang diwariskan induk pada anaknya dapat
melalui kromosom autosom atau gonosom. Kro-
mosom yang menentukan jenis kelamin perem-
12ndhamster@gmail.com
248
puan diberi kode huruf XX, kromosom yang me-
nentukan jenis kelamin pria diberi kode XY.
D. SIFAT/KELAINAN YANG DIWARISKAN
l Sifat/kelainan yang diwariskan melalui auto-
som dominan, antara lain: jari pendek, jari
bergabung, rambut keriting, dan warna kulit.
l Sifat/kelainan yang diwariskan melalui auto-
som resesif, antara lain: idiot, kelainan rantai
alfa dan beta, serta anemia sel sabit.
l Sifat/kelainan yang diwariskan melalui kro-
mosom/gonosom, antara lain: buta warna,
hemoflia yang diwariskan melalui kromosom
X, serta telinga dan seluruh tubuh berambut
yang diwariskan melalui kromosom Y.
l Kelainan karena perubahan jumlah kromo-
som, antara lain:
- sindrom turner (44 A + XO),
- sindrom klinefelter (44 A + XXY),
- sindrom down (45 A + XX, + a21 atau 45
A +XY, + a21).
l Kelainan akibat perubahan struktur kromosom
adalah:
- lengan kromosom X seperti putus yang
menyebabkan idiot,
- sindrom cat cry (tangis kucing).
Contoh:
1. Gamet yang dibentuk oleh individu dengan
genotip MmTt sebanyak ….
a. 1 c. 3
b. 2 d. 4
Jawab: (d)
Gamet yang bisa terbentuk dari genotip
MmTt:
T MT T mT
M m
t Mt t mt
→ →
→ →
Terbentuk 4 gamet.
2. Persilangan antara kucing hitam berekor
panjang (HhPP) dengan kucing hitam ber-
ekor pendek (Hhpp) akan diperoleh kucing
berekor panjang sebanyak ….
a. 25% c. 75%
b. 50% d. 100%
Jawab: (d)
Fenotipe: kucing hitam berekor panjang
Genotipe: HhPP
Gamet: HP dan hP
disilangkan dengan
Fenotipe: kucing hitam berekor pendek
Genotipe: Hhpp
Gamet: Hp dan hp
Gamet HP hP
Hp HHPp HhPp
hp HhPp hhPp
HHPp: 1 hitam berekor panjang
HhPp: 2 hitam berekor panjang
hhPp: 1 putih berekor panjang
Banyaknya kucing berekor panjang
1 2 1
100% 100%
4
+ +
= × =

12ndhamster@gmail.com
249
23
Bioteknologi
Bioteknologi adalah pemanfaatan bahan biologi
(sel dan organisme) untuk menghasilkan suatu
produk yang berguna dan bernilai ekonomi den-
gan teknik tertentu.
A. BIOTEKNOLOGI PERTANIAN
1. Kultur Jaringan (Tissue Culture)
Yaitu membudidayakan suatu jaringan ta-
naman menjadi tanaman kecil yang mem-
punyai sifat seperti induknya.
2. Pembastaran (Persilangan)
Yaitu perkawinan antardua individu tanaman
yang berbeda varietas, tetapi masih dalam
satu spesies.
3. Teknologi Nuklir (Sinar Radioaktif)
l Mutasi tanaman untuk mendapatkan va-
rietas unggul.
Dengan cara meradiasi sel atau jaringan
tanaman sehingga terjadi perubahan gen.
l Pemberantasan hama tanaman.
Dengan cara memandulkan hama jantan
melalui sinar radioaktif.
l Pengawetan makanan.
Dengan sinar radioaktif yang bertujuan:
- menghambat pertunasan,
- mengurangi bakteri pembusukan pada
daging,
- membersihkan rempah-rempah dari
kuman,
- mengendalikan kuman penyebab pe-
nyakit pada makanan.
- memperpanjang masa simpanan,
l Mengetahui masa pemupukan yang pa-
ling baik.
4. Pengolahan Lahan Pertanian
l Ekstensifkasi: usaha memperluas lahan
pertanian.
l Intensifkasi: usaha meningkatkan kua-
litas dan kuantitas hasil pertanian pada
lahan terbatas dengan panca usaha tani:
a. pengolahan tanah,
b. penggunaan bibit unggul,
c. pemupukan,
d. pengairan yang baik,
e. pemberantasan hama, gulma, dan
penyakit.
5. Teknologi Hidroponik
Yaitu metode bercocok tanam tanpa tanah.
Media-media tanamnya dapat berupa kerikil,
pasir, sabut kelapa, zat silikat, pecahan batu
karang, batu bata, potongan kayu atau basa.
Keuntungan menggunakan hidroponik:
l hasil tanamannya berkualitas tinggi,
l bebas hama penyakit,
l penanaman tidak harus mengikuti musim
tanam,
l tidak memerlukan tanah yang luas,
12ndhamster@gmail.com
250
B. BIOTEKNOLOGI
1. Inseminasi buatan: proses pembuahan de-
ngan bantuan manusia.
Keunggulan:
l sperma dari pejantan unggul dapat disim-
pan,
l sperma dari satu pejantan dapat mem-
buahi banyak hewan betina.
2. Hibridisasi: perkawinan antara dua individu
hewan yang mempunyai dua sifat beda, te-
tapi masih dalam satu spesies.
3. Rekayasa genetika: suatu usaha memani-
pulasi sifat genetika suatu makhluk hidup un-
tuk menghasilkan makhluk hidup yang memi-
liki sifat yang diinginkan.
Contoh:
l Sapi disuntikkan hormon (Bovine Growth Hor-
mone) yang dibuatkan oleh bakteri Escheri-
cia coli untuk meningkatkan produksi susu.
l Ikan salmon diberi gen hormon pertumbuhan
asing sehingga hanya dalam setahun telah
mencapai ukuran yang biasanya membutuh-
kan waktu pertumbuhan 2-3 tahun.
Contoh:
1. Mikroorganisme berikut ini yang biasa digu-
na-kan dalam bioteknologi tradisional, kecu-
ali ….
a. Saccharomyces cereviseae
b. Rhizopus oryzae
c. Bacillus thuringiensis
d. Acetobacter xyllinum
Jawab: (c)
Bioteknologi tradisional adalah pemanfaatan
mikroorganisme dalam pembuatan makan-
an, minuman, dan obat-obatan.
• Saccharomyces cereviseae
pembuatan tape.
• Rhizopus oryzae pembuatan tempe.
• Acetobacter xyllinum pembuatan nata
de coco.
• Bacillus thuringiensis pembuatan
tanaman kapas transgenik yang tahan
terhadap serangan hama serangga lepi-
doptera.
2. Dampak positif bioteknologi modern antara
lain .…
Jawab:
Dampak positif bioteknologi modern:
• diperoleh tanaman pertanian dan perke-
bunan yang tahan terhadap hama,
• diperoleh tanaman pertanian dan perke-
bunan yang tahan terhdap kondisi
kurang air,
• diperoleh obat-obatan baru,
• diperoleh makanan yang memilki nilai
gizi yang lebih baik,
• teknologi pengolahan limbah meman-
faatkan makhluk hidup,
12ndhamster@gmail.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->