P. 1
Tabloid Manunggal Carut Marut Transportasi Semarang

Tabloid Manunggal Carut Marut Transportasi Semarang

|Views: 263|Likes:
Published by Manunggal Press

More info:

Published by: Manunggal Press on Feb 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2012

pdf

text

original

Edisi II Tahun IX Mei 2010

Sajian utama

arut Marut C Transportasi Semarang

SALAM REDAKSI

Rendah, Kualitas Transportasi Publik di Semarang

P

uji Syukur kepada Tuhan YME, Tabloid Manunggal Edisi II tahun 2010 akhirnya terbit.Bukan hal yang mudah untuk menjaga konsistensi dan kualitas. Namun, tim redaksi selalu berusaha menyajikan yang terbaik bagi pembaca setia Manunggal. Setelah edisi Pemilihan Rektor Undip 2010,kali ini kami mencoba menyoroti kondisi transportasi publik di Semarang.Transportasi pulblik yang nyaman, aman dan kondusif adalah harapan semua masyarakat. Apabila sistem dan kualitas transportasi publik baik maka kemacetan, polusi, dan masalah transportasi lainnya dapat teratasi. Sayang, impian itu belum terwujud. Apa yang menjadi kendalanya? Kemudian, kondisi kampus Undip yang berada di Jepara menjadi fokus tabloid ini. Salah satunya, milik Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Ternyata, kendala jarak menjadikan pengelolaan kampus tersebut minim.
Azzam/ Manunggal

Mahasiswa pun mengeluhkan kampus di sana yang kurang nyaman. Dalam rubrik sosok, Manunggal menghadirkan dr Nur Kukuh MKes. Ada yang unik dari dosen yang berdomisili di Jepara ini. Dalam aktivitasnya yang padat, dosen FK ini tak mempunyai handphone. Nasionalisme menjadi salah satu faktor penyebabnya. Tak kalah menarik,sosok mahasiswa kali ini adalah Buna Rizal, mahasiswa Teknik Industri yang menjadi ketua delegasi Undip dalam Harvard National Model United Nation. Selain itu, bagaimana menyulap sabut kelapa menjadi busa bernilai tinggi tersaji dalam penelitian. Bila sedang jenuh, perjalanan ke Rawa Pening siap menjadi alternatif. Berbagai konten lain pun tak kalah menarik disimak. Semoga tabloid ini bermanfaat. Selamat membaca. (Redaksi)

SURAT PEMBACA

Pengamanan Terintegrasi di Tembalang
Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas terkemuka di Jawa Tengah, saat ini telah memulai perubahan baru. Untuk mengintegrasikan sivitas akademika, fakultas-fakultas yang awalnya berada di Pleburan, seperti Fakultas Ekonomi, FISIP, Fakultas Ilmu Budaya hingga Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, kini akan dipindah ke Tembalang.Diharapkankepindahan ini akan membawa perubahan yang lebih baik bagi Undip. Namun, perlu diingat pula, kepindahan tersebut pasti akan membawa perubahan pula bagi kondisi daerah Tembalang. Apalagi dengan adanya Rusunawa yang ditujukan bagi mahasiswa. Pastinya, aktivitas di Tembalang akan semakin padat. Roda perekonomian juga semakin cepat bergulir. Oleh karena itu, pengawasan di Kampus Tembalang diharapkan lebih diperketat lagi. Hal ini dikarenakan seringkali terjadi kriminalitas di daerah Tembalang, seperti pencurian motor dan lainnya.Dengandemikian,mahasiswa Undip akan nyaman dan tenang menjalani aktivitasnya di kampus. Saya tambahkan pula, diperlukan adanya pengamanan yang terintegrasi dan komprehenif sehingga kriminalitas sedapat mungkin terhindarkan. (Nurseto, FISIP)

G O N G

Transportasi Semarang butuh perbaikan total Atau mau nunggu hingga macet total? *****

Kampus Undip di luar Semarang kurang diperhatikan Katanya mau jadi World Class University...
*****

Kualitas transportasi publik, cermin keberhasilan Biaya pemeliharaan Gedung Marine Station pembangunan FPIK diserahkan kepada Universitas Yang penting aman, nyaman, dan tertib Tapi kok masih terbengkalai? ***** *****

Diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Manunggal Universitas Diponegoro Pelindung: Prof dr Susilo Wibowo MS MED SpAnd Penasehat: Prof Dr Ignatius Riwanto SpBD, Dr H Muhammad Nasir MSi Akt, Sukinta SH MHum, Dr Muhammad Nur DEA, Dr Adi Nugroho Pemimpin Umum: Hendra Kusuma Wahyu H. Sekretaris Umum: Ratna Trianingsih Pemimpin Redaksi: Ridha Swasti Hapsari Pemimpin Litbang: Alan Prahutama Pemimpin Perusahaan: Arvinda Hanugraheningtyas Sekretaris Redaksi: Satya Sandida Redaktur Pelaksana: Nurul Huda Staf Redaksi: Astri Nur Afidah, Muhammad Alfi M, Nedia Guswina, Mar’atush Sholihah, Destya Dwi Pangestika, Allaely Hardhiani. Redaktur Artistik dan Online: Siti Khatijah Staf Artistik dan Online: Furqon Abdi, Amalia Puspita Sari, Muhammad Reza Husain, Azam David Saifullah, Widya Prabandari, Ratih Putri Budiayanty. Manajer Iklan: Taufik Hidayat Staf Iklan: Hayattul Fitri, Rahman Adi Nugroho, Taufik Budiawan. Manajer Rumah Tangga: Eka Mei Fajar Y Manajer Produksi dan Distribusi: Tidar Priyo Santoso Staf Produksi dan Distribusi: Widayanti. Kadiv Data dan Informasi: Ali Budi Utomo. Staf Data dan Informasi: Andri Imam Subekhi. Kadiv Jaringan dan Kerjasama: Farah Melchalida. Staf Jaringan dan Kerjasama: Lutfi Agung Mardiansyah. Kadiv Kaderisasi: Bondika Ariandani Aprilia. Staf Kaderisasi: Septian Ananggadipa. Alamat Redaksi, Iklan dan Sirkulasi: Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Joglo Universitas Diponegoro Jl. Imam Bardjo, SH No.2 Semarang 50241 Telp: (024) 8446003 E mail persmanunggal@yahoo.com Website www.manunggal.undip.ac.id
Redaksi menerima tulisan berupa opini, esai, puisi, cerpen, surat pembaca, resensi buku dan akademika. Tulisan diketik rapi dengan spasi 2 maksimal 3 folio. Redaksi berhak melakukan penyuntingan naskah seperlunya.

2 2

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

GAUNG

Mengurai Semarang Menuju Kota Metropolitan
Ratna Trianingsih *

H

arus lebih bersabar. Itulah mungkin yang orang pikirkan saat keluar rumah dan harus bergelut dengan lalu lintas dan kemacetan yang ada di Jakarta. Semarang pun sama. Sejak beberapa tahun lalu, Semarang telah mencanangkan tekad menjadi Kota Metropolitan Religius Berbasis Perdagangan dan Jasa. Namun, Semarang masih dibelit sejumlah persoalan transportasi. Bus Rapid Transit (BRT) yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan pun tak efektif. Berbagai usaha telah dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam rangka menyukseskan penggunaan BRT. Misalkan dengan pembuatan bus line, marka khusus, bukan jalur khusus seperti busway, serta pembuatan koridor dan halte dalam pengoperasiannya. Namun alat transportasi ini masih jarang diminati warga. Pasalnya, tidak semua wilayah dilalui jalur BRT. Berbicara mengenai kebijakan yang berkaitan dengan transportasi memang sangat kompleks. Banyak hal yang harus dikaji sebelum suatu kebijakan dipilih untuk menjadi solusi. Kesalahan identifikasi permasalahan justru akan membuat kebijakan tidak tepat sasaran. Pertama

yang harus diidentifikasi adalah penyebab kemacetan tersebut, misalkan jika ditinjau dari pengguna jalan sendiri. Adakah penyimpangan pengguna jalan dalam menaati rambu-rambu lalu lintas? Selain itu, ketersediaan sarana juga harus dilihat, misalkan rambu-rambu lalu lintas, apakah sudah memenuhi standar? Dan tentunya tak terlepas dari aparat penertiban lalu lintas, peran mereka dalam menertibkan pengguna jalan memang sangat diperlukan selama tidak disalahgunakan. Sarana dan prasarana yang tersedia haruslah diperhatikan, seperti lahan parkir yang seharusnya dipenuhi dalam suatu bangunan, tanpa harus menyita badan jalan. Meskipun sudah dilakukan pelebaran di sebagian jalan di Semarang, kapasitas jalan di Semarang tetap tidak sebanding dengan banyaknya kendaraan bermotor. Inilah yang menjadikan sulit dilakukan monitoring untuk perbaikan dalam hal transportasi, terutama masalah kemacetan lalu lintas. Untuk melarang penggunaan sepeda

motor tentunya bukan suatu kebijakan.Apalagi untuk mempunyai sepeda motor kini bukanlah hal yang sulit, kemudahan kredit sepeda motor menjadikan jumlah penggunanya melonjak tajam, dan susah untuk dikontrol. Setelah diketahui penyebabnya, barulah disusun beberapa alternatif kebijakan yang nantinya dapat diambil sebagai kebijakandibidangtransportasi. Jika menilik kondisi jalan di Semarang, sebenarnya banyak jalur alternatif yang bisa dipakai pengguna jalan untuk dapat menghindari macet di Semarang. Tetapi kondisi jalannya masih belum optimal,badan jalan banyak yang belum diaspal, adapun yang sudah hanya sebagian. Sehingga banyak badan jalan yang diserobot bangunan maupun ruko liar, dan jalan semakin menyempit. Oleh karena itu, kebijakan pembukaan maupun perbaikan jalan alternatif ini bisa menjadi salah satu solusi kemacetan di Semarang. Transportasi seharusnya mampu memudahkanmobilitaswarga,tentunyatidakhanya berkutat pada permasalahan transportasi

dalam kota, tetapi kemudahan mobilitas dari dan ke kota-kota penyangga.Misalnya kereta api yang dijadikan warga untuk mobilitas tersebut. Dalam konteks ini, penyediaan rute pendek maupun panjang melalui kereta memberikan dampak besar terhadappertumbuhandanpembangunan perekonomian di Kota Semarang.Sementara itu, Semarang tidak bisa menafikkan keberadaan dua pintu masuk penting,yaitu PelabuhanTanjung Emas dan Bandara Internasional Ahmad Yani. pengembangan pelabuhan laut dan bandara ini merupakan suatu keharusan untuk mencapai Kota Semarang yang metropolis. Pembenahan transportasi di Kota Semarang memang tidak melulu urusan kemacetan dalam kota. Semua lini harus diperhatikan, termasuk akses ke daerahdaerah penyangga maupun transportasi ke daerah lain.Jika semua ini dapat dijalankan dengan maksimal, maka harapan untuk menjadi kota metropolitan, kota perdagangan dan jasa bukan hanya utopia. * Sekretaris Umum LPM Manunggal 2010

OPINI

Orientasi Salah Ekonomi Indonesia

S

Oleh: Nugroho SBM *)

ebuah perekonomian yang baik adalah perekonomian yang berkelanjutan dalam jangka panjang, baik dalam hal pertumbuhan, stabilitas, maupun pemerataannya. Namun akhir-akhir ini orientasi ekonomi Indonesia justru ke arah hal-hal yang sifatnya jangka pendek. Beberapa indikator menunjukkan hal itu. Pertama, para pemilik dana atau investor lebih tertarik menggunakan uangnya untuk berspekulasi dalam saham-saham dan obligasi yang laris diperdagangkan di bursa daripada melakukan investasi di sektor riil. Saham-saham dan obligasi itu laris karena harganya dipermainkan. Kedua, selain saham dan obligasi, dana masyarakat banyak ditempatkan pada instrumen keuangan perbankan jangka pendek. Misalnya deposito 1 bulanan (konon jumlahnya mencapai 70 persen dari dana pihak ketiga di bank) dan tabungan.Dampaknya,perbankan tidak berani menyalurkan dana-dana itu untuk kredit jangka panjang, tetapi ke kredit jangka pendek. Data yang dikemukakan oleh Gubernur Bank Indonesia menunjukkan bahwa dana yang mengendap di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sampai saat ini ada Rp 300 trilyun. Sebuah jumlah yang fantastik. Ketiga, bank-bank juga menunjukkan perilaku mementingkan keputusan-keputusan dalam jangka pendek. Di samping memberikan kredit jangka pendek dan menempatkan dananya di

SBI jangka pendek, juga dalam pemberian bunga deposito yang lebih tinggi untuk deposito jangka pendek daripada yang jangka panjang. Demikian pula dalam pemberian kredit, bunga tetap hanya berani diberikan pada tahun pertama. Selebihnya bunga akan berfluktuasi mengikuti bunga pasar. Keempat, karena keterbatasan dana, pemerintah hanya berkutat pada pengeluaran rutin jangka pendek seperti pembayaran utang dan alokasi dana ke daerah. Ditambahlagi,pengeluaranpemerintah juga tersedot untuk penanggulangan bencana di berbagai daerah. Pengeluaran untuk investasi seperti pembangunan infrastruktur yang bisa memacu pertumbuhan ekonomi hampir tidak ada. Padahal infrastruktur banyak yangrusak akibat berbagai bencana. Kerugian Ekonomi Jangka Pendek Perekonomian yang berorientasi jangka pendek perlu dikhawatirkan karena membawa beberapa kerugian. Pertama, kesempatan kerja baru tidak akan tercipta, sebab semua aktivitas ekonomi jangka pendek hanya memburu rente dan tidak melakukan kegiatan produksi baik barang maupun

jasa. Padahal, masalah penciptaan kesempatan kerja merupakan masalah penting bagi perekonomian Indonesia sampai sekarang. Kedua, kegiatan ekonomi jangka pendek akan menciptakan indikator-indikator ekonomi baik makro maupun mikro. Secara makro kenaikan IHSG selalu disambut gembira, padahal tidak menyumbang apa-apa bagi perekonomian .Selain membuat senang para spekulan saham. Secara mikro, kenaikan harga saham karena transaksi yang “d i p e r m a i n kan” juga bisa menipukarena seolah-olah perusahaan yang harga sahamnya selalu naik merupakan perusahaan yang baik padahaltidakselalu begitu. Ini berbahaya bila perusahaan tibatiba bangkrut, karena saham yang dipegang para investor tak ada lagi harganya. Ketiga, pembangunan infrastrukturoleh pemerintah sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga, kesempatan kerja tidak optimal. Jalan Keluar Ada beberapa jalan keluar untuk men-

gatasi masalah orientasi jangka pendek ekonomi Indonesia. Pertama, penciptaan iklim investasi yang lebih baik.Hal tersebut bertujuan untuk mendorong pemilik dana agar tidak menggunakan dananya untuk spekulasi dan mencari rente jangka pendek Misalnya dengan dukungan berbagai undang-undang yang merangsang investasi, seperti UU Ketenagakerjaan yang lebih ramahterhadappemilikmodaltanpamengorbankan kepentingan tenaga kerja. Kedua, pemerintah perlu menerbitkan obligasi jangka panjang untuk kepentingan pembangunan infrastruktur khusus. Misalnya saja Obligasi jalan tol. Pemerintah pernah melakukan langkah ini, tetapi akhir-akhir ini agak mengendor. Oleh karenanya, hal tersebut perlu digiatkan lagi agar obligasi menarik minat pemilik dana. Suku bunganya harus lebih tinggi dari bunga deposito. Ketiga, dalam pengeluaran APBN maupun APBD, orientasinya tidak dalam jangka pendek seperti untuk hal-hal rutin dalam tahun anggaran.Namun,dilakukan untuk hal-hal jangka panjang misalnya untuk pembangunan infrastruktur.Untuk mengatasi pendanaan yang besar maka sebuahproyekpembangunaninfrastruktur bisa dibiayai dengan APBN dan APBD selama beberapa tahun anggaran. *) Dosen Fakultas Ekonomi Undip

3

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

3

SAJIAN UTAMA

Carut Marut Transportasi Semarang
Kemacetan merupakan fenomena yang terjadi hampir di setiap kota-kota besar di Indonesia, tak terkecuali Semarang. Salah satu penyebabnya, volume kendaraan pribadi yang terlalu banyak. Ini menjadi indikasi kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap transportsi publik.

an,pemerintahjugaakanmudahmengontrol. “Jika telah menjadi badan usaha tarif bisa disubsidiolehpemerintah,kualitaspelayanan juga terkontrol karena pengusaha juga tidak berat mengelola perawatan bus,” terangnya.
Pemerintah Tak Beri Contoh

P

Dok. Manunggal

adahal, kualitas pelayanan transportasi publik adalah cerminan keberhasilan pemerintah mengelola kenyamanan rakyatnya. Djoko Setyowarno, Pakar Transportasi Publik yang juga Dosen Unika Soegiyapranata sangat menyayangkan berbagai masalah terkait transportasi publik yang sangat buruk. “Transportasi publik sekarang ini saya beri nilai empat,” kesalnya. Djoko menerangkan pada tahun 90an, pelayanan transportasi publik sangat baik. Hal itu terjadi karena transportasi umum pada masa itu masih dikuasai pemerintah (Damri). “Saat itu masih ada bus tingkat, bahkan beberapa kali memberikan diskon bagi pelajar.” Saat masa krisis, swasta masuk. Setelah itu, kendali transportasi publik menjadi luas dan kualitasnya menurun. Ketika swasta masuk, menurut Djoko terjadi “jual beli” trayek. Hal ini bermuara kepada banyaknya pengusaha transportasi perorangan yang diubah menjadi badan usaha. “Sekarang, banyak pengusaha yang cuma mempunyai tiga atau empat angkutan umum,” terangnya. Ketika kontrol menjadi sulit, pengelolaan pun terabaikan. Misalnya, pada terminal, kualitas jalan dan armada. “Dahulu terminal sangat kondusif, tapi sekarang kesannya negatif karena kumuh dan adanya premanisme,” tambahnya.
Bukan Masyarakat Bawah

rang, yang sangat tertinggal dari luar negeri. “Di luar negeri,masyarakat lebih suka menggunakan bus, monorail atau kereta. Karena di sana manajemennya bagus. Kalau disini kan tidak. Dari Bandara Ahmad Yani saja, mau ke Tembalang harus naik bus beberapa kali. Kalau begitu, rakyat kan malah rugi.” Dia berharap akan ada kebijakan yang mengintegrasi berbagai pihak karena kondisi sekarang, masyarakat cenderung lebih tertarik menggunakan kendaraan pribadi. “Ini juga bukan salah masyarakat sepenuhnya, karena mereka berharap kenyamanan dalam bepergian,” imbuhnya. Menurutnya, sudah saatnya manajemen transportasi diperbaiki.“Tentu saja harus ada intensif dari atas (pemerintah).Pihak ataslah yang harus tegas mengambil kebijakan yang mengakomodasi semua pihak,” ungkapnya. Eko menerangkan, semua masalah saling terkait seperti siklus. Sehingga keamanan, kenyamanan, dan manajemen semuanya harus terintegrasi dengan baik. Usul lain, adanya keterpaduan land use transportation, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum terpenuhi dengan baik. “Jangan sampai masyarakat malah terbebani dengan fasilitas transportasi publik yang disediakan,” katanya.
Kualitas Pelayanan

apkan tidak dipertimbangkan dan dikelola lebih baik, masih ada oknum yang “bermain”. “Melihat kondisi sekarang ini, Semarang butuh delapan jalur,” tuturnya. Djoko menilai berbagai solusi terkait masalah transportasi publik juga akan sulit diterapkan jika banyak badan usaha yang bersifat perorangan. “Subsidi BBM pada angkutan sulit, angkutan umum buruk itu karena masih banyak pengusaha perorangan,” ujarnya. Terkait trayek yang tidak teratur antara bus, angkot dan angkutan lainnya, Djoko memberikan solusi agar para pengusaha berkonsorsium sehingga pengusaha angkutan yang masih kecil hilang.Dengan demiki-

Hal lain yang juga dikritik Djoko adalah pemberian mobil dinas bagi para kepala daerah ataupun pejabat pemerintahan. Menurutnya,pemerintahharusmemberikan contoh dan meyakinkan kepada masyarakat bahwa transportasi publik lebih nyaman. “Kita lihat di negara-negara maju. Di Belanda saja, Perdana Menterinya naik kereta. Di sini tidak ada yang seperti itu. Bahkan, apabila pejabat lewat malah dikawal polisi. Harusnya, elit pemerintah menyatu dengan rakyat dengan memberikan teladan yang baik. Bukan berarti bermewah-mewahan begini,” jelasnya. Budiyanti, mahasiswi Undip yang memakai bus umum sebagai sarana transportasinya mengungkapkan kekecewaanya dengan transportasi di Semarang. “Saya selalu naik bus ke Kampus Undip Tembalang,” ungkapnya. Budi menyayangkan kualitas pelayanan yang kurang nyaman dan kondusif. Apalagi jumlah armada yang tentu datangnya, “kadang banyak, kadang harus berjam-jam nungguin,” kesalnya. Budi berharap pelayanan transportasi publik di Semarang akan lebih aman, nyaman dan baik. “Harusnya di zaman sekarang, bus yang beroperasi lebih terawat,” harapnya. (Huda)

Menurut budayawan Prof Eko Budihardjo, pengguna transportasi publik di Indonesia terkesan hanyalah “masyarakat kelas bawah”, padahal sebenarnya tidak. “Sebenarnya transportasi publik hadir untuk mengakomodasi kepentingan publik, sehingga tidak ada perbedaan kelas,”tuturnya. Eko mengungkapkan kekecewaannya atas manajemen transportasi publik di Sema-

Sisi lain transportasi yang belum optimal adalah kualitas pelayanan dan kondusivitas terminal. Jika dibandingkan dengan negara lain, sangatlah jauh. Djoko menuturkan, hal yang juga penting terkait kualitas transportasi publik adalah kualitas jalan. “Sekarang ini banyak jalan yang rusak, padahal jalan itu setiap hari dilewati. Tidak hanya orang Semarang saja. Orang luar juga melewatnya,” ungkapnya. Menurut Djoko, banyaknya kendaraan saat ini disebabkan kebijakan yang diter-

4

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

SAJIAN UTAMA
Dok. Manunggal

Transportasi Publik Butuh Perbaikan Total
Menilik kondisi transportasi Semarang yang semakin parah, perbaikan total seharusnya mampu menjadi solusi. Pembenahan di berbagai aspek, termasuk manajemen dan sistem pengelolaan, harus sesegera mungkin dilakukan.

M

enurut Triwibowo, Ketua Bagian Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Semarang, perbaikan transportasi dan lalu lintas di Indonesia tergantung bagaimana kesadaran masyarakat pengguna transportasi akan ketertiban lalu lintas. Ia menjelaskan, saat ini masyarakat sulit berubah karena terbiasa dengan kondisi lama, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah kurang optimal. “Semua sektor harus bergerak, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Hal yang paling penting bagi perubahan sistem transportasi di Indonesia adalah kesadaran masyarakat untuk menerima perubahan,” tutur Wibowo. Menurut Wibowo ada empat hal penting yang akan membuat sistem transportasi Semarangmenjadilebihbaik.Pertama, setiap individu menjadi agen tertib lalu lintas terhadap lingkungan dan menjadi contoh dalam berlalu lintas. Kedua, meningkatkan sinergisitas dan kerjasama antar stakeholder sesuai tugasdankewenanganmasing-masingdalam memecahkan masalah lalulintas yang ada. Ketiga, keterlibatan partisipasi aktif masyarakat, baik perorangan maupun ke-

lompok masyarakat, mengidentifikasikan masalah lalu lintas sehingga pemecahan sesuai kebutuhandanperaturanyangberlaku. Terakhir, ikut mendukung segala upaya dan kegiatan dalam mewujudkan Indonesia disiplin, khususnya menjadikan Jawa Tengah aman, tertib, selamat dan lancar.

mengungkapkan, pemilik kendaraan menolak meremajakan kendaraannya karena narik merupakan sumber penghasilan ekonomi keluarga. Kebijakan yang diambil Dinas Perhubungan (Dishub) adalah menetapkan aturan yang tegas mengenai peremajaan kendaraan. “Jika sudah melampaui batas maka kendaraannya akan dipinggirkan, terutama untuk kendaraan ukuran Perubahan Masyarakat kecil seperti Daihatsu C8 dan C9, ” ungkapnya. Ia juga tetap menekankan adanya peKendala selanjutnya, kemudahan rubahan masyarakat, sehingga kebijakan mendapatkan kredit, terutama kendaraan pemerintah dapat diimplementasikan den- bermotor. Hal ini berdampak pada pengan optimal. “Perubahan tidak bisa datang ingkatan volume kendaraan yang sangat dari satu sektor saja. Masyarakat sudah se- signifikan serta polusi di kota Semarang. harusnya berusaha mematuhi peraturan lalu Ketiga, buruknya pelayanan operator dan lintas yang telah dibuat oleh pemerintah penjual jasa transportasi angkutan umum. melalui dinas perhubungan,” lengkapnya. “Mereka sering ngetem terlalu lama di semSenada, Kepala Bagian Angku- barang tempat, kemudian sopir angkutan tan Umum Istijab menjelaskan, ken- yang ngebut dan ugal-ugalan,” terangnya. dala pertama dalam penanganan maSelain itu, Istijab menambahkan pola salah transportasi adalah krisis ekonomi. umum transportasi Semarang dibagi men“Mayoritas pemilik bisnis angkutan jadi jalur utama, jalur cabang dan jalur rantkendaraan umum di kota Semarang adalah ing. Oleh karena itu, salah satu program perorangan, bukan Perseroan Terbatas (PT), terdekat dari Dishub adalah mengalihkan sehingga petugas kesulitan mendata dan jalur cabang ke jalur ranting. Kebijakan menindak tegas tentang kendaraan yang ini diambil untuk menghindari kemacetan sudah tidak layak beroperasi,” jelasnya. Ia yang semakin sering terjadi di Semarang.

Mengedepankan Pelayanan

Ternyata,tidak semua pebisnis angkutan umum menolak peremajaan kendaraan. Gatot, Manajer Operasional PO Nugroho,mengungkapkan,selama ini PO Nugrohoselalumencobamengedepankan kenyamanan masyarakat. “Setelah lima atau tujuh tahun bus akan dijual dan diganti dengan yang baru,” terangnya. Gatot menambahkan, berbagai inovasi dilakukan PO Nugroho untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang. Oleh karena itu, pengawasan pelayanan difokuskan pada tiga lini. “Kami selalu melakukan standarisasi driver, armada, dan pelayanan staf kantor. Semua itu, kami lakukan untuk menjaga kualitas pelayanankepadakonsumen,”ungkapnya. Berbagai alternatif kebijakan memang telah diambil pemerintah Kota Semarang agar kualitas transportasi publik semakin maksimal. Meskipun demikian, masyarakat tidak boleh hanya berpangku tangan menunggu kebijakan pemerintah selanjutnya. Kerjasama yang baik bisa menjadi salah satu alternatif solusi. (Huda, Nedya, Lia)

Transportasi Buruk, Masyarakat Tak Puas

K

eberadaan transportasi di era sekarang merupakan suatu kebutuhan pokok. Namun, laju penduduk yang pesat tak sebanding dengan jumlah transportasi yang disediakan. Bukan rahasia lagi bila masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Tanggapan beragam muncul dari pengguna transportasi umum. Tak jarang keadaan yang semakin terpuruk tersebut ditambah perilaku pengguna angkutan umum yang tidak menaati peraturan. Keluhan dari masyarakat terhadap awak angkutan umum yang tak sopan dan cenderung kasar ikut memperbanyak daftar kekacauan transportasi yang terjadi.

Merasa aman dalam angkutan

Berangkat dari permasalahan transportasi diatas, LPM Manunggal menyelenggarakan jajak pendapat terhadap mahasiswa Undip. Berdasarkan data, 95% responden pernah menggunakan transportasi umum di Semarang. Sisanya, 5% responden menjawab tidak. Mahasiswa bahkan sering menggunakan transportasi umum karena tidak memiliki kendaraan pribadi untuk beraktivitas di kampus. Dari tingkat keamanan, sejumlah 61% responden mengaku cukup, 24% responden menjawab tidak aman, dan 15% responden mengaku aman. Ketidakamanan terjadi karena kurangnya pengecekan kendaraan sebelum berangkat oleh awak angkutan yang kelalaian yang berimbas pada kecelakaan. Fasilitasyangtersediajugaperludiperhatikantransportasi umum yang diakses masyarakat. Sebanyak 49% responden mengaku tidak puas dengan kursi penumpang. Ini sangat beralasan mengingat fasilitas kursi yang tersedia terbatas dan kurang memadai. Akibatnya, penumpang harus rela berdesak-desakan, bahkan nekat berdiri di samping pintu. Pemerintah selaku otoritas tertinggi dalam penanganan masalah transportasi harus memberikan perhatian ekstra. Setiap peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus diterapkan semua pengguna jasa transportasi. Namun, perhatian pemerintah dinilai kurang maksimal. Hal

Fasilitas yang kurang memuaskan menurut anda

tersebut disimpulkan dari 75% responden yang menjawab pemerintah kurang baik dalam menangani transportasi. Sebesar 10% menjawab keseriusan pemerintah sudah baik. Kemudahan masyarakat mendapatkan transportasi publik yang mudah dijangkau serta biaya yang murah sepertinya hanya wacana belaka. Program nyata pemerintah diharapkan dapat membantu publik memanfaatkan jasa angkutan umum layak jalan. (Litbang) *Jajak pendapat ini dilakukan oleh LPM Manunggal Undip. Pengambilan sampel dilakukan pada 14-16 Agustus2010.Respondenyangdiambilsebanyak41mahasiswa, dengan metode pengambilan data secara online.

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

5

LIPUTAN KHUSUS

Quickcount, Lebih Efektif dan Efisien
Lamanya perhitungan suara yang dilakukan oleh penyelenggara pemilihan umum seperti KPU merupakan salah satu tujuan adanya Quick count (Perhitungan cepat). Dengan quick count, hasil perhitungan suara bisa diketahui hanya dua-tiga jam setelah perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tutup.
Tommas.manunggal

MENGHITUNG. Petugas TPS (Tempat Pemungutan Suara) sedang menghitung surat suara yang terpakai pada Pemilu Gubernur Jateng 2008. Lembaga survei biasanya mengambil beberapa TPS untuk dijadikan sampel quick count.

untuk yang akurat. Lebih lanjut, Budi yang ikut bekerjasama dengan sebuah lembaga riset pada Quick count Pemilu Presiden 2009 menjelaskan jumlah sampel yang diambil hanya sebanyak 2000 TPS dari sekitar 300.000 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelum Pemilu berlangsung dirinya ikut terlibat beberapa kali dalam Survei Popularitas Capres dan Cawapres guna memprediksikan dan mengetahui persepsi masyarakat mengenai pasangan mana yang paling popular. Survei ini juga melibatkan relawan dari kalangan akademisi dan mahasiswa untuk langsung terjun ke lapangan. Untuk metode pengambilan sampel yang digunakan biasanya adalah Stratified-Cluster Sampling. Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada seminar teknik sampling memaparkan beberapa syarat dalam melakukan Quick count diantaranya adalah tersedianya samplingframe, sumber daya yang mendukung (relawan,teknologi dan biaya),tim yang kredibel yaitu memiliki kompetensi dan integritas dan terakhir unit analisis (TPS) yang bisa diakses. Untuk masalah pendanaan biasanya lembaga survei terkait bekerja sama dengan sponsor-sponsor seperti media atau bahkan bisa juga dengan salah satu tim sukses dari kandidat yang sedang mencalonkan diri dan bertarung dalam Pemilu.
Independensi Lembaga

besar samp e l yang diperlukan memperoleh estimasi

Q

uick count merupakan salah satu sumbangan penting statistika dalam dunia politik. Jika digunakan dengan metode dan prosedur yang benar dalam penarikan sampel maka quick count akan sama dengan hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasil perhitungan quick count juga lebih cepat. Kecepatan ini disebabkan karena quick count menggunakan metode sampling yaitu penarikan sampel dari sebagian anggota populasi sebagai landasan untuk membuat kesimpulan bagi seluruh anggota populasi. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat dan menjawab rasa penasaran masyarakat terhadap hasil Pemilu yang sesungguhnya. Hasil quick count mempunyai dampak politik yang cukup besar. Para kandidat, Politisi, media hingga masyarakat umum akan menunggu hasil quick count. Selama proses perhitungan suara berlangsung, tensi politik akan terus tinggi. Quick count berguna untuk mendinginkan tensi politik itu dengan menyajikan hasil perhitungan pemilu dengan cepat. General Maneger Biro Statistics Center (SC) Undip, Dina Kusuma Wardani

memaparkan, quick count harus dilakukan dengan metodologi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan karena hasil quick count dapat menimbulkan permasalahan baru dan menjadi kontoversi. SC mengaplikasikan ilmunya dengan mengadakan quick count pada Pemilihan Walikota (Pilwakot) Semarang 2010. Quick count SCUndipmemilikiefisiensiyangtinggi dalam hal waktu pelaksanaan dan sumber daya manusia karena hanya menggunakan 93 sampel TPS dari 2.782 TPS yang ada. Dengan menggunakan metode multistage random sampling, SC berhasil memprediksikan perolehan suara pada masing-masing pasangan. Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan Quick count SC adalah menetukan jumlah TPS sampel, pengambilan data pada TPS sampel, manajemen data (Komunikasi data, pencatatan, dan pengolahan data hasil) dan analisis terhadap hasil penyebaran suara yang diperoleh dengan membandingkan hasil Quick count dengan real count dari KPU. Dina menambahkan, hasil quick count dapat dinilai dari dua hal,yaitu tingkat akurasi dan tingkat presisi. Suatu perhitungan cepat

dikatakan memiliki tingkat akurasi tinggi apabilahasilperhitungancepattersebutdapat meramalkan siapa pemenang pemilu.Sedangkan quick count dikatakan memiliki tingkat presisi yang tinggi apabila hasil perhitungan cepat tersebut dapat meramalkan banyaknya perolehan suara untuk masing-masing partai atau kandidat dalam pemilu. Budi Warsito MSi, dosen program studi Statistika menjelaskan, selain untuk mendapatkan gambaran hasil perhitungan suara yang cepat dalam pemilu, Quick count juga berfungsi sebagai pengawas atau control dari hasil perhitungan KPU. Jika terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil perhitungan KPU dengan hasil quick count itu artinya hasil dari salah satu perhitungan ada yang salah. Quick count seharusnya menghasilkan hasil yang sama dengan perhitungan sebenarnya jika dilakukan dengan metode yang benar.
Pengambilan Sampel

Pengambilan ukuran sampel tergantung dari unit analisis dan sampling frame,variansi (homogenitas dan heterogenitas populasi) dan tingkat konfidensi, dan margin error. Semakin heterogen populasinya maka semakin

Independensi lembaga yang mengadakan quick count memang sering dipertanyakan. Namun jika terdapat perbedaan antara quick count dengan real count KPU maka ini bisa dijadikan ajang pembuktian kredibilitas lembaga survei dan fungsi major quick count sebagai control dalam proses dan hasil pemilu. Dewi, mahasiswa Teknik Arsitektur mengaku percaya dengan hasil perhitungan cepat yang dipublikasikan media televisi. “Saya percaya dengan hasil quick count,karena biasanya hasilnya sama dengan perhitungan sebenarnya,” jawab Dewi singkat. Ketika ditanyakan apakah dia mengerti metode yang digunakan dalam perhitungan cepat, Dewi menjawab dengan ragu-ragu bahwa quick count adalah perhitungan cepat dengan pengambilan sampel dari TPS. Agus, warga Tembalang, juga mengatakan percaya dengan hasil perhitungan cepat yang dilakukan lembaga survei.Menurut agus quick count memang lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan hasil perhitungan KPU yang butuh waktu lama. NamunAgustetapmenungguhasilperhitungan sebenarnya dari KPU untuk memastikan pemenang dalam Pemilu. (Nedia)

6 6

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

FOKUS
Mengintip Kondisi Kampus Undip Jepara

Dari Puskesmas hingga marine station
Satya/ manunggal

Selama sebaga ini, Undip dik e ik kasi di S ampusyangb nal e e yak yan marang. Tak rloba g memilik tahu, Undip nju i di luar S beberapa kam ga p e Kedokt marang. Fak us ul er nya, m an (FK) salah s tas emiliki fasilitas atupus di kamJepara .

K

ampus yang terletak di Kecamatan Mlonggo, Jepara, ini selain digunakan sebagai pembelajaran bagi mahasiswa juga bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kampus. Khusus mahasiswa, mereka dapat lebih mengenal masyarakat dan mengatur puskesmas yang terletak tepat di samping kampus. Mahasiswa yang belajar di kampus FK Jepara dapat tinggal di asrama dengan beberapa fasilitas, seperti kelas-kelas untuk pembelajaran, aula, tempat ibadah, dan puskesmas untuk praktek. Mereka hanya dikenakan biaya untuk akomodasi mereka sendiri, sedangkan praktek di lapangan sudah ditanggung fakultas. Kegiatan di kampus FK Jepara diisi mahasiswa yang mengambil tugas Praktek Belajar Lapangan (PBL), mahasiswa semester delapan yang sedang asistensi (co-ass), dan mahasiswa yang melakukan penelitian. Adanya puskesmas menjadi tempat praktek yang efektif dan memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan warga. Selain itu, pihak fakultas juga bekerjasama dengan beberapa puskesmas dan rumah sakit di sekitar Jepara. Menurut Endang Ambarwati, Pembantu Dekan II FK, tujuan didirikannya kampus Jeparainiuntukmemberikanwawasan

GEDUNG milik Fakultas Kedokteran (FK) yang berada di Kecamatan Mlonggo Jepara. Hingga saat ini gedung tersebut digunakan praktikum mahasiswa. Meskipun begitu, karena jarak, perawatan gedung ini kurang menjadi perhatian
kesehatanmasyarakatkepadamahasiswa FK. “Mahasiswa akan lebih mengenal kondisilapangansecaralangsungdengan berbagai permasalahannya,” tuturnya. Keberadaan kampus yang berdiri pada tahun 80-an ini pembiayaannya didukung langsung pihak fakultas. Selain itu, bantuan sumbangan dana dari orang tua murid berupa dana BPOM berperanpentingbagiberdirinyakampus ini. “Saat itu belum ada peran universitas dalam pembangunannya, murni dari fakultas,” tambah perempuan kelahiran 1956 ini. Pihak universitas hanya berperan dalam membantu biaya perawatan, seperti listrik, air dan pemeliharaan lainnya. Namun, tanggungjawabterbesar dalam pemeliharaan tetap ditanggung fakultas. “Biaya yang kami berikan untuk maintenance cukup besar, sekitar 12 juta. Biaya itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pemiliharaan dan operasional selama satu bulan,” ungkapnya.
Marine Station

Selain FK,Undip masih mempunyai satu kampus lain yang berada di area Jepara, yaitu kampus milik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Kampus yang beralamat di jalan Undip Raya Teluk Awur, Jepara, ini masih digunakan untuk kuliah mahasiswa semester empat dan lima, serta pratikum mahasiswa. Fasilitasnya pun memadai dengan adanya Marine Station. Seperti FK, kampus FPIK di Jepara ini pun memiliki Ir Suryono, MSc sebagai kepala dari Marine Station FPIK Teluk Awur. Saat ditemui Manunggal di kediamanannya di perumahan Dosen Teluk Awur, ia menjelaskan,pemeliharaan kampus di Jepara iniditanggunguniversitas.“Sebenarnyatanggung jawab pemeliharaan ini ada di fakultas, tetapi fakultas tidak mampu karena besarnya kampus dan luasnya lahan.” Ia menambahkan, yang mampu diberikan fakultas hanya pembiayaan rutin kantor seperti alat tulis, subsidi telepon, dan penyelenggaraanpratikum.“Sedangkanuniversitas berperan dalam perawatan kampus seperti pengecatan kampus dan asrama,” katanya. Kampus yang memiliki luas lahan 53,5 hektar ini terdiri dari 43 unit perumahan dosen,empat blok asrama (A,B,C,D) dengan 120 kamar. Karena itu, pembiayaan seharihari dirasa sangat susah. “Dulu pendapatan bisa diperoleh dari pengguna jasa laboratorium dan penyewa asrama. Nanti uang yang diperoleh disetor ke rekening rektor, baru ketikaadausulanperawatandimintakanbiaya untukmerealisasikannya.Sekarangtidakbisa lagi seperti itu,” jelas Suryono. Sejak ada Keppres 80 tahun 2007, bentuk

kerjasama memang harus sesuai prosedur. “Misalnya, bila ada orang yang ingin menyewa rumah, keputusan tidak bisa saya ambil sendiri. Harus melalui proses lelang minimal 3 kali,” tambah Suryono. Sejak tahun 1993, gedung Marine Station ini masih tetap seperti bentuk aslinya. Perbaikan hanya terbatas pada pengecatan dan perawatan gedung, belum mencakup peralatan. “Alat ada sebagian yang rusak. Pengadaan terakhir itu tahun 1994, setelah itu tidak ada lagi. Bahkan, barang yang dulu diadakan ada yang tidak sesuai spek. Alat yang rusak sudah dicoba diperbaiki, tetapi susah karena sudah out of date. Suku cadangnya pun sudah tidak ada,” jelas dosen yang juga mengajar di kampus FPIK Tembalang ini. “Namun, alat yang sifatnya komunal untuk kebutuhan pratikum masih bagus, seperti termometer dan alat pengukur salitas air.” Fasilitas yang ada di kampus Teluk Awur cukup lengkap. Suryono mengatakan, “Semua ruang kita miliki, ruang dekanat, ruang dosen,tapi ruangannya lowong karena terbatasnya SDM yang mau ditempatkan disini.” Dia juga mengeluhkan dosen yang mengampu mata kuliah di Kampus Jepara juga harus masih harus mengampu mata kuliah yang berada di kampus FPIK di Tembalang. Jarak Semarang dan Jepara memangmenjadi kendala utama dalam memajukan kampus Undip di Jepara. Namun, kita semua tentunya berharap agar kampus-kampus undip yang berada di luar semarang ini juga akan sama bagusnya dengan kampus Undip di semarang. (Satya, Afid)

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

7

KOLOM

Heneng, Hening, Hawas dan Heling
Oleh Ridha Swasti Hapsari *

A

lkisah, Arjuna sedang dalam keadaan sedih karena belum menemukan jalan untuk mencari wahyu. Ia duduk bersila di atas batu, terdiam dengan khusuk di bawah rindangnya pohon.Pikirannya tenggelam menunggu datangnya terang dan cahaya. Tiba-tiba ia sadar, dirinya tidak sendiri. Ia bersama kawan yang bijak, yaitu Semar. “Tuanku,” Semar menyapa dengan sopan. “Untuk dapat mencari wahyu, orang tidak dapat mengandalkan kuatnya fisik belaka. Bekal yang utama adalah kemauan dan tekad. Ikutilah keempat petunjukku, heneng, hening, hawas dan heling.”

Heneng, berarti mampu mengheningkan dan melawan kehendak yang tidak baik, menahan ego. Hening, menjernihkan pikiran. Hawas,waspada terhadap hambatan,rintangan dan segala sesuatu yang menyebabkan kegagalan. Sedangkan heling berarti ingat kepada Sang Pencipta, pasrah. Bagi Arjuna, petuah Semar tersebut merupakan pelita di tengah kegelapan.Tetapi perjalanannya masih jauh. Ia baru berhasil memperkokoh niatnya. Jika ingin sampai di Puncak Suwelagiri untuk mencari wahyu, ia harus mendaki lereng yang terjal dan penuh bahaya. Karena itu, ia mesti benar-benar heneng, hening, hawas dan heling. Di kaki Suwelagiri, Arjuna terhentikarenasusahnyamencari jalan. Tidak ada tandatanda manusia pernah lewat di tempat tersebut. Ia terkepung hutan yang rungkut,gelap. Namun, Arjuna telah bertekad bulat, lebih baik ia mati daripada tidak dapat meraih Puncak Suwelagiri. Dalam keadaan gelap gulita tersebut, datanglah raksasa Liman Situbanda menerjangnya. Arjuna tak sedikitpun kaget. Ia telah pasrah pada Sang Pencipta. Karena kuatnya keteguhan Arjuna, Liman Situbanda menghilang dari pandangan. Baru sesaat, muncul Garuda Mahambira hendak menerkamnya.Ia dengan tenang menghadapinya sehingga sang garuda musnah. Kejadian-kejadian tersebut justru membuat Arjuna

lebih menunduk. Ia lebih pasrah dan ikhlas menyerahkandirinya.Akhirnya,datangNaga Kwara, menyambar dan melilit tubuhnya. Arjuna tidak dapat bergerak lagi. Ia seolah terayun keatas laksana meluncurnya mimpi. Tanpa disadarinya, Naga Kwara telah membawanya sampai ke Puncak Suwelagiri. ***

Manusia seringkali melupakan kearifan hidup dalam mencari kesuksesan.Tak jarang, kesuksesan ditempuh melalui berbagai cara, entah baik atau buruk, halal atau haram, diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Kita bertindak tanpa perlu memperhatikan heneng, hening, hawas dan heling-nya. Padahal,bila berkaca dari sepenggal kisah Arjuna diatas, justru keempat hal tersebut yang mengantarnya sampai kepada wahyu. Dalam menahan kehendak yang tidak baik, kita sering tak mampu. Seseorang yang sedang menabung untuk hari depan, misalnya, sering tergoda membeli hal-hal tidak penting lainnya. Atau seorang pelajar, keasyikan bermain malah membuatnya lupa belajar. Demikian halnya dengan hening dan hawas.Kita acapkali melalaikannya.Bagaimana mau hening, hutang melilit, keluarga berantakan, dan bermacam masalah lain sangat mengganggu.Kita tidak ingat,bahwa dengan hati yang kacau berbagai persoalan tidak akanterselesaikan.Bahkan,persoalankadang dimulai dari ketidakjernihan pikiran. Seorang teman pernah bermasalah dengan sahabatnya karena kesalahpahaman. Ia dimaki dengan kata-kata kasar. Namun ia sadar, bila balas memaki, segalanya akan berubah jauh lebih buruk.Ia mencoba mena* Pemimpin Redaksi LPM Manunggal han amarah dan menjernihkan pikirannya.Ia 2010 pun berkata pada sahabatnya,“jernihkan dulu pikiranmu, baru kita bicara.”Ajaib, beberapa saat setelah itu mereka saling bermaafan!

Terakhir, dan paling sering kita lupakan adalah heling. Ingat bahwa diatas masih ada Sang Pencipta. Saat kesulitan datang, sebagian besar dari kita pasti mengeluh, betapa cobaan tersebut terlalu berat. Banyak pula yang tak tahan dan memilih mengakhiri hidupnya. Kita terlalu mudah menyerah dengan keadaan. Seperti Arjuna saat menghadapi buntunya jalan menuju Suwelagiri, seharusnya kita sadar, diatas segala daya upaya kita masih ada Dia. Serahkan semua kesulitan pada-Nya. Bila semua ikhtiar menemui jalan butu, helinglah, ingat, pasrah, Dia yang menentukan semua ending-nya, entah baik, entah buruk. Apabila kesuksesan telah diraih, bukannya semakin menunduk seperti Arjuna, kita terkadang lupa bersikap rendah hati. Keberhasilan menjadikan kita bangga secara berlebihan, sombong. Orang lain dianggap sebagai hal yang remeh temeh. Kita tidak belajar, semua kesuksesan yang kita raih bisa hilang dalam sekejap. Berapa banyak orang yang harus kehilangan harta benda karena banjir, badai, tsunami, atau tanah longsor? Semua mudah saja bagi-Nya. Seseorang yang ingin mencapai kesuksesan juga harus dapat menghancurkan egoisme dirinya. Jalan untuk meraihnya tidak mulus, tetapi licin, terjal, curam, bahkan kadang berbahaya. Untuk dapat pindah atau naik dari suatu level ke level lainnya diperlukan usaha yang berat dan tidak instan. Orang yang tidak kuat, tidak diridhoi, dan tidak diperkenankan oleh-Nya, jelas akan gagal.

OPINI

Sketsa Masa Depan
etika berumur 5 – 6 tahun, jika seorang guru SD bertanya pada siswanya, besok kalau sudah gede mau jadi apa, hanya butuh waktu kurang dari 5 detik untuk menjawab hal itu. Sederet profesi mentereng pun tak luputdarijawaban.Dokter,tentara,guru,polisi,arsitek,menteri bahkan presiden. Dan guru pun menjawab, makanya kalau mau jadi apa yang kita inginkan harus belajar… Namun jika pertanyaan itu disodori lagi 10 – 15 tahun mendatang ketika berumur 20 tahunan ke atas, butuh lebih dari 1 menit untuk menjawabnya. Setelah itu, hanya ada senyum simpul tanpa ada irama keluar dari bibir anda. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kemanakah cita cita yang dulu anda inginkan dan banggakan? Kemana semangat 45 yang dulu berkobar dari dada anda? Termakan usiakah? Mungkin alasan terakhir itu terlalu dini. Namun ketika kita berdalih, “logika sudah main jika pertanyaan itu disodori 10 tahun lagi” mungkin itu salah satunya. Ketika berumur 5 -6 tahun, logika dan nalar belum 100 % berfungsi secara sempurna. Anak kecil punya segudang impian, punya segudang cita – cita, punya segudang cerita untuk membayangkan ingin jadi apa dia kelak.

K

Oleh Berlin Dewan FriDiary*

Mungkin saya bukan seorang ahli psikolog yang terlalu ahli dibidang ini. Namun ada rasa penasaran sehingga ingin memaparkan tentang segudang penasaran ini. Logika yang sudah mulai jalan dan lebih berperan pada kisaran umur–umur 20 keatas memang faktor yang bisa dikatakan menjadi faktor utama. Dengan segala proses kehidupan yang telah dijalani,dengan berbagai masalah dan peristiwa yang terjadi juga dengan berbagai fase fase yang mendewasakan kita memang bisa dikatakan maklum lah butuh waktu lebih dari 2 menit untuk sekedar tersenyum menjawab pertanyaan itu kembali 10 – 15 tahun mendatang. Berpikir ingin menjadi apa, memang tak bisa ditebak, tak bisa diduga. Seorang Susilo Bambang Yudhoyono yang hanya seorang anak kolong berasal dari desa kecil di Pacitan, hidup penuh kesederhanaan, 30 - 40 tahun kemudian menjadi orang nomor satu di Indonesia ini. Barry seorang anak kecil yang sering dijahili teman-temannya sesamasa SD, bertinggalkan di Indonesia semasa SD, 20 - 30 tahun mendatang bisa menjadi orang nomor 1 di negara adidaya Amerika Serikat. Siapa bisa menebak, kehidupan itu misteri. Biarkan

masa depan itu datang dengan sendirinya, jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi. Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan tidak dapat diraba, belum berwujud dan tidak memiliki rasa, warna dan bau. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok? Mencemaskan kesialan- kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan rencana yang akan menimpa dan meramalkan bencana yang bakal ada didalamnya. Bukan kah kita tidak akan tahu, apakah esok kesenangan atau kesedihan yang menghampiri kita? Yang jelas hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Dan tidak sepantasnya , kita menyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya, siapa tahu kita tidak akan menjumpai jembatan itu, bisa jadi kita berhenti jalan sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai disana. Dan bisa jadi juga kita sampai di jembatan itu dan berhasil menyebranginya. * Mahasiswa Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

8

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

PENELITIAN

Busa Ramah Lingkungan
Pohon kelapa memang sangat bermanfaat bagi kehidupan seharihari. Setiap bagian dari pohon ini dapat dimanfaatkan. Selain buahnya yang segar, serabut kelapanya pun bisa dijadikan bahan dasar pembuatan busa.

P

De

sty

a/M

anu

ohon kelapa memang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Setiap bagian dari pohon ini dapat dimanfaatkan. Selain buahnya yang segar, serabut kelapanya pun bisa dijadikan bahan dasar pembuatan busa. Adalah Sidiq, Asep, Maflachatun, Bakti dan Deddy, yang berhasil menyulap serabut kelapa menjadi busa bernilai jual tinggi, alias cocolateks. Kelima mahasiswa Undip tersebut mengadakan penelitian dengan biaya sendiri. Kekurangan biaya produksi baru dibantu pihak universitas melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Pembuatan busa berbahan serabut kelapa ini diadaptasi dari pabrik busa di Cilacap. Sidiq dan kawan-kawan mengambil beberapa sampel busa dari serabut kelapa, lalu diteliti teknisnya. “Ide ini diambil dari Pabrik Winbarja di Cilacap.Kami membawa beberapa contoh produknya, lalu diteliti di Teknik Mesin mengenai gaya pegas dan daya tahannya,” ungkap Sidiq. Bentuk yang dihasilkan bisa bermacammacam, seperti busa jok mobil, bantal, kasur, matras, peredam suara, pot bunga, bahkan tempat sampah. Meskipun demikian, harganya masih tergolong mahal. Untuk sebuah busa kasur, harganya dipatok Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta, sementara untuk ukuran bantal harganya mulai Rp 75 ribu.Tingginya

harga disebabkan biaya produksinya yang masih mahal, mencapai Rp 600 ribu per bulan.
Proses Produksi

Setelah itu guci diputar

ngg

al

Proses produksi cocolateks menggunakan dua bahan dasar, yaitu 70% serabut kelapa dan 30% getah karet (lateks). Proses ini melalui empat tahap,yaitu proses pengolahan sabut kelapa menjadi serat keriting, proses pengolahan disperse kimia,proses pengolahan lateks, dan proses pembuatan serabut kelapa berkaret (cocolateks). Pada proses pengolahan sabut kelapa, kelapa yang digiling dengan mesin pemecah sabut untuk diambil seratnya.Selanjutnya serat gilingan disortir untuk memisahkan serat kasar dan halus. Setelah dipisah, serat kasar digiling ulang,sedangkan serat halus dipintal membentuk semacam tambang. Hasil pintalan serat dioven selama 4 jam dalam suhu 80° C. Usai dioven, pintalan kering diperam selama sehari semalam. Kemudian pintalan yang telah diperam dibongkar atau diurai kembali untuk menjadi serat keriting. Setelah proses pengolahan disperse kimia, kemudian padatan kimia ditimbang sesuai formula lalu masukan ke dalam guci keramik berpeluru dengan sudah ditambahkan air.

Proses Pembuatan
pengolahan sabut kelapa menjadi serat keriting
kelapa digiling dengan mesin pemecah sabut untuk diambil seratnya

pengolahan disperse kimia
serat gilingan disortir untuk memisahkan serat kasar dan halus

pengolahan lateks
pemisahan antara air dan lateks pekat, lalu menjadi kompon

pembuatan serabut kelapa berkaret (cocolateks) serabut kelapa yang sudah keriting dimasukan ke dalam cetakan. Setelah kering, cetakan disemprot dengan kompon/ lateks yang berfungsi sebagai perekat
Litbang/ Manunggal

selama 24 jam pada mesin pengocok supaya dapat menghasilkan senyawa. Lalu senyawa cairan kimia dituang dalam keadaan tertutup dalam bejana plastik hingga kemudiansiapdigunakanuntukprosespengolahan lateks karet alam. Pada proses pembuatan lateks, dibagi menjadi dua yaitu proses pembuatan dadih lateks dan proses menjadi kompon. Proses tersebut memakan waktu yang cukup lama, yaitu 4 jam untuk menjadikan senyawa, satu minggu untuk pemisahan antara air dan lateks pekat, lalu menjadi kompon dibutuhkan waktu 4 jam kembali. Terakhir proses pengolahan serabut kelapa berkaret (cocolateks), serabut kelapa yang sudah keriting tadi dimasukan ke dalam cetakan sesuai permintaan. Setelah kering, cetakan disemprot dengan kompon/ lateks yang berfungsi sebagai perekat. Proses penyemprotan ini mengambil 2 tahap, dengan dimasukan ke dalam oven selama 1 hingga 4 jam.
Anti Air

Dibandingkan busa lain,chocolateks mempunyai beberapa keunggulan. Pertama, busa

i n i anti air. Kebanyakan busa biasa bila dicelupkan ke dalam air akan rusak, tetapi busa yang ini beda, karena ketika dimasukan ke dalam air tidak berpengaruh. Bahkan bisa dikeringkan menggunakan hair dryer. Selain itu, busa ini awet karena bahannya langsung dari alam. Bahkan lateks yang digunakan di busa ini bisa diganti menjadi wewangian aroma therapy sehingga bisa mengurangi risiko infeksi saluran pernafasan yang biasa terjadi pada busa biasa. Yang paling penting busa ini ramah lingkungan. “Kami pernah menggunakan produk kami yaitu tempat sampah dari busa untuk hari lingkungan,” tutur Sidiq. Adakelebihan,adajugakekurangan.Banyak konsumen mengeluh karena mahalnya harga busa lateks ini, selain itu desain dan produksi masih sangat dibatasi sehingga mereka tidak bisa memesan lebih banyak dan variatif. Mungkin kekurangan ini saja yang membuat kebanyakan konsumen cocolateks mengeluh. Cocolateks merupakan salah satu bentuk apresiasi mahasiswa dalam dunia wirausaha. Siddiq dan kawan-kawannya optimis ke depan produknya berhasil menjadi salah satu produk alternatif dalam pembuatan busa. (Destiya)

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

9

Berawal dari Sinilah, Rumah Kita Berdiri
Foto dan teks : Satya Sandida

L

ensa

Batubata Merah

Mencetak Batubata

Tersusun Rapi

Senja di Lokasi Pembuatan Batubata

Bangunan rumah dan gedung megah tidak dapat terlepas dari bahan dasar pembuatannya, batubata. Melintasi jalanan menuju kota Jepara, di sisi kanan dan kiri jalan raya Welahan Gotri, kita disuguhi pemandangan menarik, yaitu tempat pengrajin batubata. Gubug-gubug kayu beratap jerami kering menjadi tempat penyimpanan puluhan ribu batubata siap pakai yang tertata rapi. Keberadaan pembuatan batubata ini telah ada sejak tahun 70-an. Salah satu yang hingga kini masih berdiri, usaha pembuatan batubata milik Pak Taufik. Produksi batubata yang dihasilkannya rata-rata 50.000 per bulan. Dibantu dua pekerja, 1500 batubata bisa dihasilkan setiap harinya. Harga tiap batubata di tempat ini Rp 250/ batubata. Keunggulannya, batubata miliknya memiliki sisi-sisi yang halus, sehingga lebih padat dan kuat.

Mengangkut Adonan
10

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

PERJALANAN

R

awa Pening

Danau Eksotis yang Perlu Perhatian

Rawa Pening adalah danau sekaligus tempat wisata air yang memiliki luas 2.670 hektare. Letak Geografis Rawa Pening berada di cekungan terendah lereng Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, dan Gunung Ungaran. Luas wilayah Rawa Pening menempati empat wilayah kecamatan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yaitu wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru.
mempesona. Rawa Pening juga menyajikan area pemancingan alam, disamping Rawa Peningmerupakansumbermatapencaharian nelayandanpetaniikan.Selainituwisatakerajinan dari enceng gondok hasil karya penghasil enceng gondok juga dapat dikunjungi untuk mencari cinderamata dan oleh-oleh khas. Selain wisata alam yang ada di Rawa Pening, pengunjung dapat menikmati wisata kuliner yang unik dan menarik disana. Salah satu tempat kuliner sederhana bagi pengunjung bila ingin memanjakan perut, adalah Warung Makan Iwak Manuk Rawa Pening. Lokasi warung sederhana itu tidak sulit untuk ditemukan. Yakni berada di jalan Imam Bonjol, kompleks, Pasar Banyu Putih. Warung Makan Iwak Manuk menyediakan berbagai jenis menu unggas terutama berasal dari sekitar Danau Rawapening. Berbagai jenis unggas tersebut umumnya merupakan tangkapan warga sekitar Danau Rawapening. Cukup dengan merogoh kocek Rp 15 ribu pengunjung bisa menikmati sajian iwak manuk ditambah nasi putih. Sajian itu dilengkapi pula dengan lalapan dan sambal yang membuat pengunjung, ingin intu masuk Taman Wisata dermaga danau, untk berkeliling danau mengulang kembali menikmati makanan itu. Rawa Pening terdapat di dan melihat banyaknya eceng gondok dan Menu iwak manuk tersebut dijajakan dalam daerah Ambarawa. Ja- kehidupan nelayan dirawa pening tersebut. berbagai sajian. Seperti dibakar, goreng, dan lan yang harus dilalui Untuk menyewa perahu yang berkapasitas pepes. Tersedia pula makanan khas Rawa pengunjung untuk masuk 10 sd 15 orang ini anda dapat menyewanya Pening seperti sate kerang, sate manuk, dan ke taman wisata Rawa Pening ter- seharga Rp 25.000/jam,untuk menikmati lainnya. Sajian ayam dan burung dara badapat di jalan Raya Semarang-Salati- keindahan danau yang eksotis. Selain itu kar serta goreng pun, tersedia di tempat itu. ga, Ambarawa, Kabupaten Semarang. pengunjung juga dapat menyewa perahu Daya tarik wisata yang ada di Rawa motor untuk bisa ke tengah Rawa Pen- Alami Pendangkalan Pening cukup banyak. Wisata Tirta, salah ing dengan tarif Rp.30.000,- untuk 30 Danauinimengalamipendangkalanyang satu objek wisata yang ramai diminati pen- menit dengan maksimal 6 orang per kapal. pesat. Di tengah-tengah Rawa Pening gunjung ketika singgah ke Rawa Pening. Keeksotisan alam Rawa Pening dapat banyak sekali tumbuh Parapengunjungbiasannyamenggunakan dijadikan sebagai obyek fotografi alam yang perahu tradisional yang telah sangat disediakan di
Dok. Manunggal

P

enceng gondok yang hampir menutupi seluruh permukaannya yang seharusnnya dapat menjadi tempat mencari ikan bagi penduduk sekitar. Gulma ini juga sudah menutupi Sungai Tuntang, terutama di bagian hulu. Rahmad salah satu penduduk yang tinggal diwilayah Rawa Pening mengatakan, “Usaha mengatasi gulma ini dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok dalam kerajinan, namun tekanan populasi tumbuhan ini sangat tinggi. Banyak objek wisata yang menjual sebagai mata pencaharian penduduk dan pemasukan daerah. Namun sayang segala potensi yang ada kurang bisa tergali karena pengelolaan yang terkesan seadanya.” Enceng Gondok bukan hanya sebagai gulma, tetapi enceng gondoklah pesona utama Rawa Pening jika dilihat pada pagi hari. Kecantikan Rawa Pening justru disebabkan oleh hijaunya tanaman eceng gondok yang menutupi sebagian besar areal danau. Di kejauhan, gunung dan pegunungan memberikan siluet berwarna kelabu mengelilingi danau ini. Saat terbaik untuk berkunjung ke Rawa Pening adalah pagi hari atau sore hari, saat matahari masih di timur atau sudah hampir terbenam. Oleh karena itu pemeliharaan ekosistem Rawa Pening sebagai aset pariwisata harus dikelola dengan baik karena Rawa Pening menjadi habitat banyak jenis burung air, ikan dan makhluk hidup lainnya. (Alfi)

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

11

PROFIL

Membayangkan tentang permainan masa kecil, yang terbayang dibenak kita pasti tak akan jauh dari playon. Seakan-akan playon menjadi salah satu permainan wajib anak-anak. Namun, Playon yang dimaksud ini ternyata merupakan komunitas yang menjadi wadah bagi mahasiswa Undip yang menyukai dunia periklanan dan marketing communications.
Solo, bahkan Jakarta, Warung Iklan pun sempat menjadi ikon kegiatan Playon pada tahun 2008. “Warung iklan menjadi salah satu ajang diskusi dan betukar informasi. Kita jadi tahu update dunia marcomm dan iklan khususnya.” Papar Tegar Yudhanataru (23), yang pernah menjabat sebagai ketua Playon. Selain mengadakan seminar dan workshop, pada tahun 2009 lalu dari pengalaman yang ada, Playon mencoba membuat kompetisi periklanan sendiri. Wacana minimnya perhelatan ajang perlombaan untuk para mahasiswa Indonesia menjadi cikal bakal terselenggaranya perhelatan Caraka Festival Kreatif yang bekerjasama dengan P3I Jateng. Ajang ini merupakan perlombaan bidang periklanan yang diperuntukkan khusus buat mahasiswa, mulai dari print ads, script iklan radio hingga desain packaging. Dan ditahun ke-2 ini, Caraka Festival Kreatif yang akan diselenggarakan pada bulan Juni mendatang, omunitas yang lahir gota Playon yang sedianya khusus mahasiswa akan menghadirkan lebih banyak kategori pada 29 November 2006 Komunikasi Undip mulai diperluas, terbuka perlombaan. Roadshow pun kini sedang ini pada awalnya berna- untuk fakultas lain. Kemudian, karena dirasa mereka lakukan ke banyak universitas di ma maniADS (Maniac nama ManiADS kurang eye catching, komu- Indonesia,mulai dari Surabaya,Jogja,Jakarta, Ads). Berawal dari Arya, nitas ini pun malih nama menjadi Playon Bandung hingga Medan. mahasiswa Ilmu Komu- KreADtiv. Bergabung bersama Playon menjadi salah nikasi angkatan 2003 yang menyukai Nama Playon KreADtiv bertahan be- satu pengalaman tersendiri bagi para angdunia periklanan dan marcomm, seringkali berapa saat. Namun, karena sering terjadi gotanya. Yap, di sini selain belajar tentang mengikuti kegiatan dan perlombaan di- kesalahan pengucapan maupun penulisan, iklan dan marcom,mereka juga belajar tentang bidang periklanan, seperti Citra Pariwara sekaligus efisiensi nama,kata’KreADtiv’pun danPinasthika.Darikegiatanyangdikutinya, ditanggalkan. Terbentuklah nama Playon Arya kemudian dapat berkenalan dengan hingga sekarang yang dalam bahasa jawa para praktisi dari dunia periklanan. Melihat mempunyai arti berlari-lari dengan filosofi atmosfer dunia periklanan di Semarang yang bahwa orang yang kreatif harus mampu berdirasa kurang dibandingkan daerah lain, ia fikir dan berkreasi kesana kemari sehingga pun berkeinginan mengumpulkan orang- ide yang dihasilkan ciamik dan berbeda. orang yang sehobi dengannya. Selama perjalanannya, berbagai prestasi Di awal pembentukanya, ManiADS tak sempat mereka torehkan. Hal ini tentunya punya terlalu banyak kerjaan. Mereka lebih membuat nama Playon menjadi semakin memilihmengikutilomba-lombaperiklanan terkenal selain juga turut mengharumkan (Citra Pariwara dan Pinasthika),baik sebagai nama Semarang di kancah industri kreatif peserta maupun panitia. Dari situlah Playon nasional. Beberapa perlombaan yang pernah membuka jaringan sekaligus memperkenal- mereka ikuti antara lain; Kompetisi Logo kan diri. Dengan banyak link yang dimil- CITO (Runner up, 2007), Kompetisi Iklan iki, menjadikan mereka dimudahkan dan Ramadan Undip (juara 1, 2007), Marketing pelan-pelan ManiAds pun bisa berkembang AdvertisingAward(juara3,2008),Phinastika Mereka pun berani mengadakan seminar- Advertising Festival (Bronze Award, 2009), seminar dan workshop periklanan,meskipun dan lain sebagainya. hanya beranggotakan beberapa orang. Dengan mengundang para praktisi pePerlahan, ManiADS kian dikenal. Ang- riklanan dari luar Semarang, seperti Jogja,

K

design, brand activation bahkan fotografi. Suka duka selama “berlari” bersama Playon juga menjadi cerita tersendiri. “Karena sudah menjadi hobi maka pas ngejalaninnya enjoy saja. Ketika ada kompetisi kemudian brainstroming, seneng kalo punya visi sama, jadi kedepannya juga akan sama. Semuanya terserah kita sendiri, tinggal bagaimana cara memanfaatkan wadah playon untuk masa depan kita” Ungkap Tegar yang jadi susah bangun pagi setelah sebelumnya begadang dengan teman-teman playon untuk sekedar berdiskusi ngobrolin tentang iklan. Berbeda dengan Tegar, Aprianto Pinarso mempunyai pengalaman berbeda. “Masuk Playon sangat ngebantu kuliahku, dari yang tadinya tidak tahu apa-apa menjadi tahu.dan karena Playon pula akhirnya nilai jelekku malah jadi bagus.” katanya. Suasana kekeluargaan pun menjadi salah satu nilai lebih tersendiri bagi Playon yang membedakan dengan komunitas lain yang ada di kampus Undip. Tak mengherankan jika para anggota keluarganya “betah” untuk tetap tinggal. Playon menjadi keluarga ke-2 bagi mereka,yang mayoritas merupakan anak perantauan. Wajar saja kalau banyak yang berminat menjadi anggota ketika Playon membuka pendaftaran anggota baru. Anggota Playon kini berjumlah 35 orang, tak hanya berasal dari mahasiswa komunikasi saja tapi juga dari fakultas lain, seperti Sastra dan Ekonomi. Tertarik juga menjadi anggota? Syaratnya mudah, cuma bermodalkan ketertarikan dan keseriusan untuk belajar tentang dunia periklanan. (Allaely)
Dok. Istimewa

Dok. Istimewa

12

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

Dok. Istimewa

POJOK USAHA

Mahatma Ecotravel:

Berwisata dengan Kenikmatan Tersendiri
Pernahkah kita berkeinginan menjelajahi daerah pelosok di Indonesia dengan biaya yang terjangkau? Bila berminat, kita dapat melirik Mahatma Ecotravel, sebuah usaha travelling yang dihasilkan dari semangat berwirausaha mahasiswa Jurusan
penggagas Mahatma Ecotravel mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang membedakan Mahatma Ecotravel dengan yang lain, adalah Mahatma menawarkan konsep jalan-jalan murah, kemudian memberikan cost social responsibility (CSR) pada penduduk lokal, misalnya dengan menginapkan wisatawan di rumah penduduk dan menjadikan penduduk lokal menjadi guider. “Selain itu, dari segi ekologi Mahatma menanamkan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan mengajak menjaga kebersihan lingkungan,” tambah Dina. Dina mengungkapkan bahwa keinginan membentuk Mahatma menjadi usaha travelling juga didukung dengan kesenangan para penggagasnya yang hobi jalan-jalan. Dari hobi tersebut, kemudian mereka menjalin hubungandenganpendudukdidaerahwisata tersebut. Setelah akrab, kemudian terbersit keinginan untuk membawa hubungan tersebut ke arah bisnis agar masyarakat di PERJALANAN. Konsep wisata nature backpacker di Mahatma Ecotravel daerah wisata tersebut mendapat ketrampimenawarkan wisata ke daerah-daerah terpencil di Indonesia dengan biaya ter- lan sehingga kualitas sumber daya manusia di sana menjadi lebih baik. Selain itu, juga jangkau penghasilan mereka akan meningkat. Denganmengusungjargon”Youcandream ereka adalah Pratama, untuk melanjutkan Mahatma menjadi and you can go!!”, Dini berharap usahanya Dini, Enggi, Cresti, dan suatu hal yang bermanfaat. Akhirnya setelah ini nanti akan menarik kesadaran wisatawan Aryantika. Kelimanya berdiskusi panjang, pada bulan Januari 2010 agar lebih banyak mengenal berbagai wisata menggagas Mahatma tercetuslah gagasan untuk membentuk usaha alamdiIndonesia,terutama didaerah-daerah Ecotravel untuk menampilkan inovasi travelling yang kini diberi nama Mahatma yang mungkin kurang terkenal seperti di baru dalam usaha travelling. Inovasi tersebut Ecotravel. Konsep yang unik dan berbeda Baduy. Selain itu, wisatawan akan meraterlihat dari konsep, tujuan dan kenikmatan dengan usaha travelling yang lain, mem- sakan kehidupan penduduk lokal yang belum wisata yang berbeda dengan usaha travel- buat Dini dan kawan-kawannya berharap pernah mereka rasakan. Dengan demikian, ling lain. Keunikan ini diharapkan menjadi Mahatma Ecotravel akan mampu bersaing wisatawan akan mengerti bagaimana kulmagnet bagi para wisatawan dengan biaya dengan berbagai usaha travelling lainnya. tur kehidupan warga di berbagai daerah di pas-pasan. Dengan semangat yang kuat, mereka beru- Indonesia. Salah satu keistimewaannya, Mahatma paya membangun Mahatma Ecotravel agar Meskipun selama ini, pemasaran MaEcotravel tidak semata mengedepankan semakin berkembang. Meskipun, di tengah hatma Ecotravel masih sebatas melalui blog, profit, tetapi juga memberi peluang usaha jalan Pratama Yoga, akhirnya memutuskan akun jejaring sosial (facebook dan twitter, berkepada penduduk lokal di daerah tujuan keluar dan membentuk usaha sendiri. sosialisasi ke kampus-kampus dan sekolahwisata. Diantaranya, menjadikan mereka Nama Mahatma sendiri diambil agar sekolahsertamengikutipameran.Nasebagai guider, menanamkan budaya hidup dalam menjalankan usahanya ke depan, mun, Dini optimis yang baik serta menyewakan tempat tinggal- Mahatma Ecotravel dapat Swadesi (men- usahanya akan nya sebagai tempat menginap wisatawan. cintai produk dalam negeri, berdikari), berhasil ke deBahkan, lima persen hasilnya akan diberikan Ahimsa (bermoral), Satya Graha (setia pada pan. “Selain usaha kepada penduduk lokal tersebut. kebenaran atau kejujuran) dan Hartal (men- ini memang belum Pembentukan Mahatma Ecotravel ini junjung solidaritas bersama). Oleh karena adadiSemarang,tisendiri bermula dari ketidaksengajaan. Saat itu, lambang Mahatma Ecotravel sendiri dak menyita waktu. itu, Dini dkk berpartisipasi dalam Danone menampakkan gambar 4 anak panah yang Asyiknya lagi, bisa Trust 2009. Peserta Danone Trust diuji saling berkaitan. Dengan semangat terse- jalan-jalan gratis,” kreativitasnya untuk memecahkan berbagai but, Dina dan kawan-kawannya berharap ungkap Dini. masalah universal. Dalam kompetisi ini, Un- usahanya bukan hanya sebagai usaha yang dip diwakili tiga tim, Gundala, Dynamatic mengedepankan profit tetapi juga mem- Nature Backpacker Pandawa dan Mahatma. berikan kontribusi terhadap kesejahteraan Saat ini konsep wiSetelah mengikuti kompetisi tersebut, penduduk lokal di daerah wisata tersebut. sata nature backpacker Dini dan kawan-kawannya berkeinginan Dina Hajar Rahmah, sebagai salah satu memang agak meninDok. Istimewa

M

gkat. Inilah sasaran utama dari Mahatma Ecotravel,yakni menawarkan wisata berkonsep back to nature dengan menambahkan berbagai keunikan tersendiri. Diantaranya, menginap di rumah warga setempat, membebaskan wisatawan menentukan wisatanya sendiri,berbaur dengan warga setempat serta menjaga kelestarian lingkungan. Biaya yang ditawarkan pun cukup terjangkau, sekitar 200.000 sampai 1.000.000 (biaya tersebut sudah termasuk biaya transport, makan , dan kelengkapan lainnya) tergantung jumlah wisatawan. Wisatawan boleh mengajukan berwisata privat atau pun bersama dengan wisatawan lain, minimal antara 10 sampai 15 orang. Daerah yang ditawarkan sendiri beragam, seperti: Karimun Jawa, Baduy, Kepulauan Sempu, Kepulauan Seribu, Candirejo, Borobudur,Madura,Semeru,Kawah Ijen,Pantain Blengkung, Pantai Pangandaran, Gunung Dieng dan berbagai daerah lainnya. Selain biayanya yang terjangkau, setiap wisatawan akan mendapatkan kaos dan pin yang setiap kalinya berbeda. Inilah salah satu bentuk usaha kreatif yang muncul dari kalangan mahasiswa. Dengan kreativitas Dini dan kawan-kawannya ini, selain bertujuan untuk mendapatkan profit juga mengusung berbagai manfaat lain, seperti mengenalkan lebih banyak daerah wisata di Indonesia, menanamkan hidup yang menghargai kelestarian alam serta meningkatkan tangung jawab sosial pada masyarakat dengan membudidayakan warga di daerah wisata. Semoga kreativitas Dini dan kawan-kawannya ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk lebih bersemangat dalam berwirausaha dengan tidak melupakan tugas-tugas sosialnya pula. (Huda)

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

13

KONSULTASI

Abdi/M

anung

gal

Dosen Hipnotis dan Pengajar Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro

Sering Mengantuk Pasca Hipnosis

Saya punya pengalaman pernah dihipnotis orang. Memang, saya mengakui saat dihipnotis pikiran kita seperti nyaman dan saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Namun, yang saya tanyakan, kenapa setelah saya dihipnosis, kok malah jadi ngantukan ya? (Andi, PSIK)

orang bilang masuhati

Adik Poppy yang lagi bingung. Kata hati itu berbicara dengan mantap dan konsekuen. Masalahnya, apakah kita menyikapi suara dari hati itu uga dengan mantap? Biasanya kata hati itu muncul setelah masa “inkubasi” atau masa menenangkan diri sejenak. Karena itu, suara hati sulit berbicara bila kita masih terlalu emosional atau masih dalam keadaan tidak seimbang secara emosional. Suara hati itu suara kebaikan dari dalam yang bisa didengarkan atau diabaikan. Kita harus membuat pilihan. Bila kata hati bersuara dan Dik Poppy bisa merasakan getaran, ikuti dengan keyakinan. Belajar mendengarkan hati adalah latihan yang bagus untuk memiliki prinsip di tengah banyaknya pengaruh dari orang lain. Orang lain boleh memberi masukan dan saran. Itulah gunanya berteman dan bergaul. Namun, pengambil keputusan adalah kita sendiri. Kita adalah penanggung jawab tunggal untuk setiap keputusan yang kita ambil dalam hidup kita. Tidak ada yang salah ketika kita mendengarkan masukan dari orang lain, tetapi banyak masalah yang muncul ketika bertumpu pada orang lain dalam mengambil keputusan. Singkat cerita, be yourself!

?

Kata Hati atau Masukan Orang?

Hmm, ini tentang hipnosis atau tidur karena sugesti dari orang lain. Dik Andi, sebaiknya belajar mensugesti diri (self-suggestion) sendiri untuk lebih bersemangat. Cari momen-momen yang rawan membuat kantuk litu, lalu jadikan itu sebagai bahan sugesti diri untuk lebih bersemangat. Sugesti diri ini bisa dilakukan sebelum tidur dan segera sesudah bangun. Ucapkan sugesti itu dengan kalimat positif dan sungguh-sungguh,misalnya “Saya manjalani kegiatan kampus dengan semangat”.Banyak riset membuktikan sugesti diri mempunyai daya untuk mengubah hidup seseorang. Sugesti diri jauh lebih dahsyat dari sugesti orang lain. Selamat mencoba...
Abdi/M anungg al

Jawab:

?

Kadangsayabingung,harusmendengarkankatahatiataumasukan lain. Di satu sisi, kita harus mendengarkan kata hati, karena orang kata hati tidak mungkin salah. Namun, kita juga harus mendengarkan kan dari orang lain. Bagaimana caranya agar kita mengetahui apakah kata kita benar atau salah? (Poppy, Planologi)

Jawab:

Orangtua Terlalu Mengekang

Orangtua saya terlalu mengekang saya. Saya sangat dibatasi mengikuti kegiatan di kampus. Jam 5 sore saya harus sudah berada di rumah. Ibu saya kurang setuju dengan pacar saya, karena kami sering pulang melebihi jam 5 sore. Ibu saya mengira pacar saya yang mengajak main, tapi sebenarnya saya ada kegiatan di kampus sampai sore. Bagaimana kita menghadapi sikap orangtua yang terlalu mengekang itu? (Yuni, PSIK)

Abdi/Manunggal

“Di balik setiap perilaku, selalu ada niat yang baik”, begitu kata Virginia Satire, salah satu psikolog keluarga yang tersohor. Sayangnya, niat baik itu kadang-kadang menjadi buram dan tidak jelas karena anggapan, penilaian, dan asumsi yang terlalu tergesa-gesa. Yuni perlu yakin, kebahagiaan terbesar orangtua adalah melihat anaknya sudah bisa mandiri atau otonom dalam mengambil keputusan. Mandiri ini adalah salah satu ciri kedewasaan yang bisa terlihat dalam cara berkomunikasi dan menyikapi masalah. Karena itu, ada baiknya Yuni menunjukkan niat baik dan kedewasaan Yuni dengan berbicara dari hati ke hati dengan orangtua. Jika sudah mendapat kepercayaan itu, jaga dengan baik, sebaik-baiknya. Jika tidak, orangtua akan kembali menganggap Yuni belum dewasa. Kepercayaan bisa mengubah banyak hal. Karena itu, milikilah kepercayaan itu.

Jawab:

?

14

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

WANSUS

Bertolak dari Hal-hal Biasa
dOK/ mANUNGGAL

kan, perselisihan. dan pertikaian-pertikaian (memperjuangkan reformasi) merupakan pelajaran bagi kita untuk berpikir menemukan hal-hal baru yang bisa membuat kita melangkah lebih baik lagi. Sehingga adanya bentrokan-bentrokan itu bukanlah akhir perjuangan melainkan awal untuk mendapatkan hal yang baru yang lebih baik. Dengan demikian, apa pelajaran yang dapat diambil dari mereka? Para mahasiswa harus mempelopori, mengajarkan kepada masyarakat bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin. Sekarang ini, banyak orang telah melupakan jasa tokoh-tokoh bangsa. Bagaimana pendapat anda? Kelemahan kita, Kita baru ingat, baru menghargai seseorang ketika orang itu telah tiada. Sama seperti pacaran, kadang kita lupa dengan pacar kita tapi ketika dia pergi baru kita merasakan sakit hati. Nenek kita yang sering menemani kita, menceritakan dongeng kepada kita, seing kita melupakannya, setelah dia meninggal baru hidup kita terasa sunyi tanpanya. Satu tempat penting telah hilang. Namun, keterlambatan menghargai itu lebih baik daripada tidak pernah sama sekali menyadarinya. Dengan kepergian Gus Dur dan WS Rendra, apakah dibutuhkan tokoh-tokoh seperti mereka ke depan? Gus Dur Cuma 1, setiap orang harus menjadi dirinya.Dan itu,akan menjadi negeri ini kaya dan berwarna. Tinggal ,bagaimana kita berusaha dan kepintaran kita mencari kesempatan untuk mewarnai negeri ini seperti mereka (Gus Dur dan WS Rendra).

Mengapa di setiap pementasan Anda termasuk kali ini selalu menggunakan boneka dan pecut? Boneka adalah sesuatu yang murah dan biasa sekali. Saya bertolak-tolak dengan hal-hal biasa untuk menyampaikan pesan, seperti pecut dan boneka. Mengapa dalam pementasan kali ini juga Anda memakai musik yang menggelegar. Padahal, ini merupakan pertunjukkan untuk mengenang tokoh bangsa? Saya orang Bali, sehingga saya suka musik yang menggelegar. Itulah ekspresi saya. Setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda-beda. Sama seperti lagu Bengawan Solo, bisa dinyanyikan dengan keroncong, jazz dan lainnya. Saya menggunakan musik yang menggelegar untuk menghibur dan agar pesan saya mudah diterima. Berbicaramengenaibudaya,untukkesekiankalinya Malaysia mengklaim budaya asli Indonesia. Tanggapan anda? Ini sudah beberapa kali kejadian. Itu sama saja menantang, kenapa itu terus dilakukan. tindakan Malaysia ini sangat mengganggu masyarakat Indonesia. Insiden yang terjadi berkali-kali itu sudah dianggap menantang dan mempermainkan perasaaan rakyat Indonesia. Upaya apa yang harus dilakukan untuk menghindari kasus serupa terjadi? Peristiwa seperti ini bukan hal yang pertama terjadi. Bahkan, iklan pariwisata Malaysia yang menayangkan empat penari Tari Pendet dibuat di Bali. Untuk itu kita harus selalu menjaga dan melestarikan kebudyaan asli kita agar tidak diklaim bangsa lain.

Pahlawan bukan hanya pejuang di kala perang. Pahlawan adalah setiap orang yang tulus berjuang demi bangsa dengan kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, gelar pahlawan dapat diberikan kepada siapa saja yang memberikan kontribusi penting bagi bangsa. Namun, jasa pahlawan seringkali dilupakan oleh masyarakat.

BIODATA
Nama : I Gusti Ngurah Putu Wijaya Lahir : Bali, 11 April 1944 Istri : Dewi Pranumawati Anak : I Ngurah Taksu Wijaya Alamat : Kompleks Astya Puri No. 9A, Jln Kerta Mukti Cerendeu, Jakarta Selatan Karir : - Pimpinan Teater Mandiri, Jakarta (1971-sekarang) - Penulis skenario film, antara lain Perawan Desa (memperoleh Piala Citra FFI 1980), Kembang Kertas (memperoleh Piala Citra FFI 1985), Ramadhan dan Ramona, Dokter Karmila, Bayang-Bayang Kelabu, Anak-Anak Bangsa, Wolter Monginsidi, Sepasang Merpati, Telegram - Penulis skenario sinetron, antara lain Keluarga Rahmat, Pas, None, Warung Tegal, Dukun Palsu (komedi terbaik Karya Drama: Dalam Cahaya Bulan (1966), Lautan Bernyanyi (1967), Bila Malam Bertambah Malam (1970), Invalid (1974), Tak Sampai Tiga Bulan (1974), Anu (1974), Aduh (1975), Dag-Dig-Dug (1976), Gerr (1986), Edan, Hum-Pim-Pah, Dor, Blong, Ayo, Awas, Los, Aum, Zat, Tai, Front, Aib, Wah, Hah, Jpret, Aeng, Aut, dan Dar-Dir-Dor Karya Novel, diantaranya: Byar Pet (Pustaka Firdaus, 1995), Kroco (Pustaka Firdaus, 1995), Dar Der Dor (Grasindo, 1996), Aus (Grasindo, 1996), Terror (1991), Merdeka (1994), Perang (1992), Penghargaan: - Pemenang penulisan lakon Depsos (Yogya) - Pemenang penulisan puisi Suluh Indonesia Bali - Pemenang penulisan novel IKAPI - Pemenang penulisan drama BPTNI - Pemenang penulisan drama Safari - Pemenang penulisan cerita film Deppen (1977) - Tiga buah Piala Citra untuk penulisan skenario (1980, 1985, 1992) - Tiga kali pemenang sayembara penulisan novel DKJ - Empat kali pemenang sayembara penulisan lakon DKJ - Pemenang penulisan esei DKJ - Dua kali pemenang penulisan novel Femina - Dua kali pemenang penulisan cerpen Femina - Pemenang penulisan cerpen Kartini - Hadiah buku terbaik Depdikbud (Yel) - Pemenang sinetron komedi FSI (1995) - SEA Write Award 1980 di Bangkok - Pemenang penulisan esei Kompas - Anugerah Seni dari Menteri P&K, Dr Fuad Hasan (1991)

S

alah satu tokoh bangsa yang memberikan kontribusi bagi bangsa, diantaranya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan WS Rendra. Setelah pergi, banyak yang melupakan kontribusi mereka bagi negeri. Untuk mengenangnya, Putu Wijaya menggelar pertunjukan teater di Taman Budaya Raden Saleh Semarang. Saat ditemui Manunggal, ia mengutarakan alasannya membuat pertunjukan tersebut. Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia. Berikut petikan wawancara reporter Manunggal M Alfi dan Nurul Huda, dengan seniman kondang tanah air tersebut. Apakah yang melatarbelakangi Anda hingga membuat pertunjukkan mengenang Gus Dur dan WS Rendra? Kemerdekaan sendiri-sendiri itu tidak kita inginkan. Yang kita inginkan adalah kemerdekaan bersama-sama. Kita harus mengerti caranya untuk mempergunakan kemerdekaan itu.Orang yang tidak tahu cara menggunakan kemerdekaan,akan membuat kemerdekaan itu menjadi berbahaya, karena ia dapat mencederai kemerdekaan orang lain. Padahal kalau kita merdeka, sebenarnya orang lain disekitar kita juga merdeka. Berbeda suku, berbeda agama, berbeda ideologi, tapi sama-sama merdeka. Kita harus saling

menghormati dan bergotong-royong untuk membina Negara ini dalam semangat negara persatuan dan kesatuan. Jadi, saya membuat ini untuk menghargai mereka sebagai tokoh penting dalam memperjuangkan kemerdekaan dengan kemampuan saya. Menurut Anda, apa yang membuat mereka (Gus Dur dan WS Rendra) berbeda dengan tokoh-tokoh lain sehingga anda sangat menghormatinya? Banyak orang mengenal Gus Dur dan Rendra dari tindakan-tindakannya, perkataannya, pengalaman, serta keberaniannya untuk “melawan”. Tetapi yang banyak dilupakan adalah mereka mengajak kita untuk melihat berbagai persoalan-persoalan dengan sudut pandang yang baru.Sudut pandang yang berbeda dengan pemikiran masa lalu. Cara berpikir dengan cara yang baru itu membuat perbedaan menjadi kekuatan dan kekayaan. Jadi, bukan hanya ucapannya, tindakannya, dan keberaniannya tetapi cara berpikirnya adalah pesan bagi kita. Apa contoh dari pemikiran baru mereka? Pemikiran mereka misalnya tentang kemiskinan. Kemiskinan bukanlah sebuah kelemahan tetapi kemiskinan adalah pelajaran untuk bekerja lebih giat dan melawan kemiskinan itu. Kemudian, adanya bentro-

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

15

SASTRASASBUD BUDAYA

K

etika Ramadhan Datang
itu, pustakawan yang asli penduduk di sekitar Menara tersebut juga menuturkan, pada saat dandangan berlangsung, bermunculan gadis-gadis rupawan yang sebelumnya tidak pernah terlihat. Hingga saat ini, dandangan selalu ramai oleh pengunjung, baik dari Kudus maupun berbagai daerah yang lain. Apalagi tradisi tersebut dimeriahkan dengan arak-arakan keliling kota oleh elemen-elemen warga Kudus, mulai dari pelajar, budayawan, para ulama yang menampilkan berbagai kebudayaan kudus diiringi musik gamelan dan rebana.
Dugderan

S

Bulan dimula puasa (Ra nyamb i. Seluru madhan Di kot utnya deng h umat m ) baru saja tuk m a-kota di an berbag uslim mee a pun dinyambut dIndonesia, t i kegiatan. a g padusa elar, mula tangnya Rradisi unn, nya i dari d amadha dran d an n rah lain, an dug dangan, seperti Kenderan. dal,Semarang,

Cina Naga dan Buroq dari Arab,dengan kata lain,warak ngendhog adalah simbol persatuan dari berbagai golongan etnis di Semarang, mengingat kota yang didirikan Ki Ageng Pandanaran ini banyak bermukim etnis Cina.
Nyadran, Padusan, Meugang

elain melestarikan peninggalan leluhur dalam menyambut ramadhan, kegiatan tersebut digelar masyarakat untuk mengambil manfaat yang dipercaya akan membawa berkah sebelum menjalankan puasa.Bahkan,tak hanya umat muslim yang menikmatinya. Meskipun banyak masyarakat yang tidak menyadari esensi dari tradisi tersebut, hingga kini tradisi tersebut masih dilestarikan.Namun,kemeriahan tradisi penyambutan Ramadhan bukanlah nilai utamanya. Lebih dari itu, tradisi tersebut dimaknai sebagai upaya mempersiapkan diri menjadi insan berbudi mulia. Berikut tradisi Ramadhan di beberapa kota yang diliput reporter Manunggal Nurul Huda.
Dandangan

Demak, Pati, Jepara, Rembang, bahkan sampai Tuban, Jawa Timur. Karena banyaknya orang berkumpul, tradisi dandangan kemudian tidak sekadar mendengarkan informasi resmi dariMasjidMenara,tetapijugadimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di lokasi itu. Menurut Muhammad Muhibbuddin, pengamat sosial budaya,dulu dandangan juga diwarnai munculnya gadis-gadis Kudus Kulon(seputarDesaLanggardalem)yangkonon mempunyai wajah cantik rupawan.Biasanya, perempuan-perempuan itu hanya bisa menyaksikan ”dunia luar” dari balik jeruji jendela kamar pingitan mereka. Karena itu, dulu setiap rumah di Kudus Kulon selalu dilengkapi kere (tirai). Namun, khusus untuk menyambut dandangan, para orang tua si gadis memperbolehkan anak perempuan mereka ber-

Apabila penyambutan ramadhan di Kudus meriah dengan dandangan, maka di Semarang digelar Dugderan. Dugderan berasal dari kata dug dan der. Dug adalah suara dari bedug masjid yang ditabuh bertalu-talu sebagai tanda dimulainya puasa. Sedangkan, der adalah suara dentuman meriam yang dulu ditembakkan setelah bedug ditabuh. Dugderan dimulai tahun 1881 Masehi. Ketika itu Semarang diperintah oleh Kanjeng Bupati Raden Mas Tumenggung Adipati (RMTA) Purbaningrat. Pemukul bedug kala itu adalah Sang Adipati Semarang. Kini pemukul bedug dilakukan oleh WaliKota Semarang. Ada yang khas dalam dugderan, yaitu maskot binatang Warak. Sosok ini menyerupai kuda, naga dan ular. Badan berbentuk kuda, berleher ular, berkepala naga atau singa, berkulit sisik ular. Sosok warak memang hanya ada di Semarang. Konon, warak memiliki makna yang dalam. Warak berasal dari bahasa Arab wira’i yang berarti santun, penuh ketaatan, tidak sombong. Ada pula yang mengatakan warak berasal dari bahasa Jawa “warah” yang berarti pet-

Penyambutanbulanramadhanjugadilaksanakan oleh masyarakat di berbagai daerah lain. Seperti yang dilakukan masyarakat di Kabupaten Klaten,Boyolali,Salatiga,bahkan Yogyakarta. Banyak masyarakat yang menyambut ramadhan dengan mandi di sumber-sumberairdankolampemandian.Tradisi ini sering disebut ”padusan”. Makna dari padusan adalah membersihkan diri lahir dan batin untuk menyambut datangnya puasa. Di berbagai daerah di Jawa juga sering mengadakan nyadran, yakni membersihkan makam para keluarga serta mengirimkannya doa. Kemudian, masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, saat menjelang puasa, juga memiliki tradisi yang unik. Mereka memasak sebanyakbanyaknya. Masakan itu, disajikan kepada para tamu yang berkunjung ke rumahnya, bahkan kepada tamu yang belum dikenal sekalipun. Tradisi ini dimaknai untuk memperbanyak sedekah kepada siapapun. Di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sendiri ada Tradisi “Meugang”. Meugang adalah tradisi rakyat Aceh menyambut Ramadhan dengan menyembelih lembu atau kerbau. Tradisi meugang sudah ada sejak Sultan Aceh, sekitar tahun 1.400 Masehi. Selain itu, di Surabaya,

Menurut masyarakat Kudus, secara etimologis dandangan berasal dari kata dang-dang yaitu bunyi bedug yang ditabuh Syeh Ja’far Shadiq. Namun, ada pula yang mengasumsikannya berasal dari kata ndang-ndang yang berarti cepatcepat. Kata cepat-cepat itu dimaknai sebagai selekasnya menyiapkan makan sahur menjelang awal puasa esok hari. Tradisi dandangan merupakan agenda rutin bagi masyarakat Kudus. Tradisi ini dimulai sejak 450 tahun yang lalu, tepatnya di masa pembawa islam di Kudus, yakni Syekh Dja’far Soddiq (Sunan Kudus) masih hidup. Kala itu, pada saat menjelang bulan ramadhan (di waktu ashar) seluruh santri Syekh Dja’far Soddiq selalu berkumpul di Masjid Al Aqsha (atau yang sekarang dikenal dengan Masjid Menara) untuk mendengarkan pengumuman datangnya awal puasa yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Sunan Kudus. Ratusan santri yang datang tidak hanya berasal dari Kudus, tetapi juga berbagai dae-

main sepuas hati di lokasi tersebut. Karena

menjelang Ramadan ada tradisi yang disebut megengan. Konon, u a h tradisi ini dimulai dari kawasan b a i k . Ampel, di sekitar Masjid Ampel, Surabaya. D u a Megengan ditandai dengan makan apem, k a t a semacam serabi tebal berdiameter sekitar 15 ituber- sentimeter, yang dibuat dari tepung beras. makna Apemnya nyaris tawar, seperti kue mangb a i k kok yang dipakai warga keturunan Tiongsemua. hoa untuk sembahyangan menjelang Imlek. PesanKonon,nama apem atau apam berasal dari nya agar kata “afwan” yang dalam Bahasa Arab berarti masyara- maaf.Tradisi makan apem ini untuk memakkat se- nai permintaan maaf kepada sesama saudara, lalu berbuat kerabat,danteman.Sebelummemakanapem, baik, tidak didahului dengan selamatan atau tahlilan sombong, serta dengan hidangan apem dan pisang raja unberlaku santun. tuk mendoakan arwah saudara dan kerabat Selain itu, Menu- yang telah meninggal, sekaligus minta maaf. rut sejarawan Amen Bu- Setelah tahlilan, apem dan pisang dibagidiman,hewan ini merupakan kan kepada semua keluarga dan tetangga. perpaduan antara binatang mitos

16

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

INTERMEZZO

PUISI

Jurus Jitu Para Aktivis Kampus Jurus Jitu Para Aktivis Kampus

Ketika Aku Rindu...
Ketika aku rindu... aku melihat bayangmu... aku merasakan hangat tubuhmu.. Gerimis mewakili hatiku menangis... Seolah tahu aku sedang memikirkanmu.. Rindu ini seolah memuncak sampai ubun-ubunku.... Ketika aku rindu.... hanya doa yang bisa kukirimkan padamu.. Berharap Tuhan melindungimu di saat aku jauh... Tak ingin mengecewakanmu, karena itu aku bertahan..... Dengan kekuatan doa yang tak henti kalian panjatkan... Tuhan.... Izinkan aku membahagiakan mereka atas setiap pengorbanan yang telah diberikan untukku..... atas setiap tetes air mata, tiap kali melepas diriku menuntut ilmu... Tunggulah aku disana.. Membawa pulang seribu kebanggaan bagimu.. Membahagiakanmu... Disaat dirimu telah jatuh oleh usia... Ketika aku rindu... aku ingin memelukmu.. dalam setiap jengkal desah nafasku... Untukmu.. kedua orangtuaku yang jauh disana...

P

entingnya berorganisasi membuat setiap kampus menyediakan berbagai jenis kegiatan mahasiswa. Alhasil, satu orang mahasiswa bisa mengikuti lebih dari dua organisasi. Lalu bagaimana dengan prestasi akademik yang harus dicapai dengan banyaknya kegiatan kampus? Setelah mewawancarai beberapa aktivis kampus,mereka mengatakan memang agak “keteteran”untuk mengimbangi antara organisasi dan akademik. “Keteteran” bukan berarti tidak bisa mengimbangi, buktinya banyak diantara mereka yang sukses berorganisasi juga sukses dalam prestasi akademik. Buktinya, kini banyak pribadi sukses yang memang dulunya aktif berorganisasi. Berikut ini mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan dalam berorganisasi agar tugas akademik juga tidak terabaikan. 1. Buat prioritas Kerjakan apa yang menjadi prioritas. Kalau belajar untuk ujian atau mengerjakan tugas lebih mendadak, maka kerjakan itu terlebih dahulu. Namun bila deadline organisasi lebih mendesak, maka kerjakan organisasi dahulu. Artinya kita harus tegas untuk menentukan mana yang harus dikerjakan lebih dahulu. 2. Membuat timeline Ternyata mencatat semua agenda kita di buku atau kertas yang ditempel di tembok sangat bermanfaat. Karena dengan begitu jadwal kita lebih terarah dan waktu luang tidak akan terbuang percuma. 3. Gunakan waktu luang untuk belajar Resiko mengikuti organisasi, pastilah jadwal padat dan sedikit waktu luang. Oleh karena itu, ketika ada waktu luang, gunakanlah sebaik-sebaiknya, seperti belajar atau mengulang kembali mata kuliah yang baru didapat.Dengan begitu, ketika ujian datang, kita tidak terlalu berat untuk melahap semua materi mata kuliah yang diujikan. 4. Refresing Jadwal padat bukan berarti tidak boleh santai. Sesibuk apapun manusia,pasti juga membutuhkan refresing. Cobalah mengisi akhir pekan dengan jalan-jalan, keliling kota, membaca buku, atau melakukan hobi yang menjadi kesukaan. Hal ini dilakukan untuk membuang kepenatan dalam aktivitas yang sangat padat. 5. Jadikan kegiatan non-kuliah sebagai hiburan Rapat biasanya memang membosankan. Namun rapat bisa juga menjadi cara kita untuk refresing.Berdasarkan pengakuan beberapa aktivis kampus mengatakan bahwa rapat menjadi hobi mereka dan bisa menyegarkan pikiran dari aktivitas kuliah yang jenuh. Ketika kita mempunyai

“Jadi mahasiswa jangan hanya K3 (kuliah, kantin, kost). Banyak cara yang dapat ditempuh untuk memperkuat kepribadian kita salah satunya dengan berorganisasi.”

mindset seperti itu, otak akan menstimulus pikiran agar terus rileks dan enjoy. 6. Berpikirlah kelas adalah tempat belajar Tidak sedikit mahasiswa yang tidak focus mendengarkan dosen saat mengajar. Mereka lebih memilih memainkan laptop atau mengobrol dengan temannya. Kebiasaan ini yang membuat mereka kelimpangan saat harus ujian. Akhirnya, mereka semalaman belajar suntuk melahap semua materi ujian. Apabila memutuskan terjun ke dunia organisasi, sebaiknya jangan menerapkan cara seperti itu, karena hal itu sama saja kita membuang waktu belajar kita. Kelas itu adalah tempat untuk belajar akademis. Di luar kelas, kita belajar untuk berorganisasi. Sehingga ketika kita akan menghadapi ujian, kita hanya mengulang saja karena sudah dipelajari sewaktu di kelas. Jadi tidak kelabakan lagi kan? Beberapa tips di atas dapat menjadi referensi bagi kamu yang memang ingin terjun dalam dunia organisasi sesuai minatmu. Jangan takut mengabaikan kuliah, jika terjun ke dalam organisasi. Karena sebenarnya organisasi juga merupakan ladang ilmu yang memberikan pengalaman berharga yang tidak akan kamu dapatkan di bangku kuliah. Jadi, tidak ada salahnya dicoba bukan?( Destiya)

Tommas/Manunggal

Rizqa Audian Pratiwi Jurusan Ilmu Pemerintahan 2008 FISIP UNDIP

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

17

RESENSI

Buku

Jangan Anggap Remeh Seksualitas!!!
tidak melakukan pernikahan. Lain lagi cerita masyarakat Cina pengikut Tao yang justru kental dengan pemujaan seks. Dalam tradisi Tao dikenal usaha menggali energi seksual dan menyatukan Yin dan Yang melalui hubungan seksual. Inti ajaran taoisme yakni keseimbangan antara Yin dan Yang menjadi semacam simbolisasi seks antara lakilaki dan perempuan. Sementara itu, seksualitas dalam perspektif Islam bersumber dari ajaran-ajaran agama, baik itu firman Tuhan yang tercantum dalam Alquran maupun hadis-hadis Nabi Muhammad. Kajian Parrinder selanjutnya adalah Judisme atau Yahudi. Sikap Yahudi kuno terhadap kehidupan secara umum dan terhadap seks bersifat naturalis dalam pengertian menerima keduanya sebagai ciptaan Tuhan. Sama dengan Kristen yang menganggap seks sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Akan tetapi, orang Kristen tidak memperkenankan tindakan perceraian. Buku Parrinder ini terasa sangat komprehensif dalam membahas seksualitas dalam agama-agama dunia. Tidak hanya agamaagama besar seperti Islam, Yahudi, Judul buku dan Kristen. Kajian Par- Judul asli rinder dalam buku ini gions) sampai pada tradisi orang Penulis Afrika dan Baha’i. Penerjemah Kapasitas Parrinder se- Penerbit bagai Profesor Emeritus Halaman pada Kajian Perbandingan Agama di King’s College, University of London, tidak diragukan dalam buku ini. Bisa dibilang usaha Parrinder dalam memperbincangkan seks dengan melakukan telaah dari berbagai macam tradisi agama yang berbeda cukup berhasil. Selain membahas seksualitas ragawi, Parrinder juga mengetengahkan implikasi dari seksulitas itu sendiri, seperti perkawinan, perceraian, hak perempuan, sampai pada pelacuran. Sehingga dari membaca ini akan terbangun pemahaman, seks bukanlah melulu hubungan fisik akan tetapi ada nilai filosofis dan keluhuran. Dengan kata lain, seks bukan hanya aktivitas sesaat, tetapi juga memiliki implikasi lanjut. (Makrus Ali)
: Teologi Seksual : Sexual Morality: In the World’s Reli: Geoffrey Parrinder : Amiruddin, Asyhabuddin) : LKiS, Yogyakarta : vii+476

D

ulu, membicarakan tentang seks merupakan hal yang tabu. Namun, dalam era manusia modern,seks menjadi layak diperbincangkan. Geoffrey Parrinder mengemasnya dalam buku Sexual Morality: In the World’s Religions.Melalui buku yang diterjemahkan dengan judul Teologi Seksual ini, ia berani memperbincangkan seks dalam konteks dan perspektif agama-agama dunia. Dalam memandang seks, masing-masing agama memiliki persepsi berbeda. Parrinder lewat kajian-kajian agamanya menemukan hal yang berbeda. Tradisi Hindu, misalnya, menjelaskan bahwa hubungan seksual bukan semata-mata tindakan fisik. Seks mengandung ritual keagamaan, karena mempersiapkan jalan bagi perkembangan lebih lanjut. Selanjutnya Parrinder memaparkan Budhisme dan pandangan seks nya. Budhisme sangat terkenal dengan budaya asketis, yakni menjauhkan diri dari pengaruh dunia. Asketisme tentunya dijalankan oleh para biksu. Salah satu bentuk asketisme adalah tidak berhubungan dengan perempuan dengan

Haeundae

Film

Korea Diguncang Tsunami
lin hubungan dengan seorang wanita bernama Hee Mi (Kang Ye Won). Pemuda yang berprofesi sebagai penjaga pantai ini harus menghadapi masalah dalam hubungan cintanya saat ada seorang pemuda lain yang mengaku sebagai tunangan Hee Mi. Kisah cinta yang bermasalah juga tak luput dari kehidupan Kim Hwi (Park Joong Hoon). Kim Hwi merupakan ahli geologis yang menemukan adanya pergerakan bumi yang mencurigakan. Aktivitas-aktivitas pergerakan bumi itu hampir sama dengan keadaan Samudra Hindia pada saat tsunami tahun 2004 silam. Dengan penemuannya Kim Hwi berkesimpulan Haeundae dikhawatirkan tak luput dari bencana tsunami seperti tsunami yang telah terjadi sebelumnya. Film Haeundae telah berhasil dirampungkan dengan apik berkat arahan sutradara Yun Je gyun (sutradara film Sex Is Zero dan Miracle on 1 st street). Yun Je etelah Hollywood sukses dengan Gyun menyuguhkan film ini dengan efek 2012, Korea mencoba meluncur- visual sekelas film Hollywood dan tentu saja kan film serupa. Film bergenre tak lepas dari sentuhan drama percintaan action dan drama ini berjudul yang bakal menguras habis air mata anda. Haeundae, sebuah film yang menceritakan Dengan bantuan Hans Uhlig, kremusibah tsunami di pantai Haeundae,Korea. ator efek visual film The Perfect Storm Disana, hidup seorang duda beranak dan The Day after Tomorrow, film bersatu yang hidup bersama ibunya, Man Sik budget 13 juta dollar AS ini berhasil pula (Sol Kyung Gu). Ia membuka usaha se- menjadi No. 1 Box Office Hit In Korea. buah toko sushi kecil untuk menghidupi diri (MG-Nizza) dan keluarganya. Pengalaman pahit pernah ia rasakan ketika harus kehilangan rekan kerjanya dalam tsunami empat tahun lalu. Genre: Action Kekasih Man Sik, Yeon Hee (Ha Ji Datet released : 22 Juli 2009 Won) adalah seorang wanita yang cantik Director : Yoon Je-kyoon dan menerima Man Sik apa adanya. PerScript : Yun Je-gyun temuan keduanya berawal dari niat Man Produser : Hans Uhlig Sik untuk melindungi Yeon Hee sebagai Artis : Kyung-gu Sol, Ji-won Ha, Joongbentuk dari penebusan kesalahannya emHoon Park pat tahun silam. Ayah Yeon Hee meningDistributor : CJ Entertainment gal akibat kecerobohannya. Lama-kelamaan Duration : 129 minutes dari sikap melindungi tumbuh rasa cinta. Budget : US$16 million Dalam kisah cinta lainnya, adik Yeon Hee, Hyeong Sik (Lee Min Gi) menja-

B

Racikan Musik Ala Bondan Prakoso

Musik

S

erbagai aliran musik, seperti pop, ska, rap, blues, hip metal, hingga funk menjadi satu dalam For All. Bondan Prakoso, sang mantan penyanyi cilik, merilis album tersebut 16 Juni silam, dengan menggandeng grup musik Fade 2 Black. Dibandingkan dengan kelompok musik lain, Bondan dan Fade 2 Black adalah salah satu musisi yang masih peduli dengan musik nusantara. Seperti album sebelumnya yang mempersembahkan Keroncong Protol sebagai single utamanya, kolaborasi tersebut pun tak lupa menghadirkan grup musik Keroncong Tugu lewat perpaduan Blues Keroncong. Keroncong protol dipadu dengan setting video klip bernuansa nusantara yang mengambil Jogja sebagai lokasinya. Hal ini tergambar lewat trotoar merah dan dinding tua jalanan kota, angkringan jogja yang merakyat dan penuh penuh nilainilai humanisme,serta suasana pasar ngasem yang kini sudah tinggal nama,ditambah pasir pantai selatan bantul yang indah nan elok. Pada kesempatan ini, mereka tetap teguh dengan konsep musiknya, walaupun genre musik melayu kian meroket dan mendominasi akhir-akhir ini. Para rezpector, sebutan bagi fans Bondan Prakoso dan Fade 2 black pun tetap setia memberi dukungan. Albumkaliinidiharapkandapatmewakili beragam aliran musik yang ada, sehingga berjudul “For All”. Multi genre yang dimaksud di sini bukan hanya punk, keroncong, dan hip hop, tetapi terdapat banyak unsur musik yang lain. Namun, tentu saja tidak semua aliran musik terdapat dalam Judul Album: For All Rilis: 16 Juni 2010 Jumlah lagu: 11 Lagu Produser: Bondan Prakoso Genre: pop, ska, rap, blues, hip metal, funk Produksi: Sony BMG Music Entertainment

album ini, hanya musik-musik tertentu yang dianggap cukup mewakili, mengingat genre musik di dunia ini sangat beragam. Album ini terdiri dari sebelas lagu. Disini, Bondan berperan sebagai produser, aransemen, vokalis, basis sekaligus meracik berbagai jenis aliran musik yang ada. Fade 2 Black yang beranggotakan Tito, Ari, dan Eza tentu saja masih menjadi rekan setia Bondan Prakoso dalam penggarapan album ini. Sebelas lagu yang terdapat dalam album ini pun memiliki genre musik berbeda. Bondan dan Fade 2 Black mencoba mengangkat kembali gema musik yang pernah tenar era dahulu, seperti punk melodik pada tahun 1970-an. Bondan yang berlatar belakang musik punk rock, bertindak sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu. Penggarapan album ini juga melibatkan peran Sisco Barata, sang ayah dari mantan penyanyi cilik ini yang bertugas memainkan Trombone di beberapa lagu untuk lebih mewarnai musik dalam album terbaru putranya. Walaupun demikian, tidak ada kesulitan bagi Bondan dan ketiga personel Fade 2 Black yang beranggotakan Tito, Ari, dan Eza ini. Pemilihan kata dalam lagu ini pun tepat,mengalunlembutsertamenyentaksanubari,tetapi tetap harmonis dan dinamis. (Bondika)

18

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

17

SOSOK

Dr. Nurkukuh M. Kes.

Disiplin Tanpa Bantuan Handphone

D

i era modern sekarang ini, hubungan komunikasi lewat handphone sudah menjadi kebutuhan utama. Kemudahan berkomunikasi dengan orang lain tanpa harus bertemu dan dapat dilakukan dalam waktu yang cepat membuat hampir semua lapisan masyarakat menggunakan alat komunikasi ini. Namun, berbeda dengan sosok satu ini. Pak Nur, begitu beliau biasa disapa. Dosen Jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran (FK) Undip ini tidak menggunakan handphone dalam kesehariannya. Ia menuturkan, tanpa handphone biasanya seseorang akan kesulitan karena sudah menjadi kebiasaan, tetapi tidak dengannya. “Saat mengajar di S2 Jurusan Ilmu Gizi, mahasiswa yang bimbingan tesis dengan saya malah lebih senang, karena jadwal saya ke kampus sudah pasti,” tambah dosen yang telah mengajar sejak 1978 ini. Menurutnya, terkadang dosen peng-

guna handphone justru menyulitkan orang lain dengan merubah jadwal seenaknya saja. Ia mengatakan, hal itu tentu menyulitkan orang yang sudah ada janji sebelumnya. “Kalau saya sudah bilang ya, ya iya. Jadi tidak menyulitkan orang lain,” tegas pria kelahiran 21 September 1947 ini. Dosen lulusan FK Undip ini memiliki keinginan membawa handphone jika masyarakat Indonesia sendiri yang membuatnya. Menurutnya handphone yang ada sekarang cenderung membuat masyarakat konsumtif. Hal itu menguntungkan negara produsen seperti Cina. Selain mengajar mahasiswa, ia juga menjadi penanggung jawab kampus FK Undip di Jepara. Uniknya, selama tinggal di Jepara, ia mengaku lebih menyukai jasa transportasi antar kota saat mengajar di Semarang. Ini karena dengan naik transposrtasi umum ia dapat berinteraksi langsung dengan sesama. Meskipun demikian, jarang sekali ia datang terlam- bat. “Bila ter-

lambat ya saya berhenti untuk cari wartel, jadi mahasiswanya tahu. Saya juga hafal dimana saja tempat wartel berada selama perjalanan dari Jepara ke Semarang,” tuturnya sembari tersenyum. Ia menuturkan, waktu tidak boleh disia-siakan begitu saja. “Dalam hidup sehari-hari, kita harus benar-benar menghargai waktu. Hal itu akan berpengaruh dengan outputnya,” katanya. Saat mengajar, ia memberi metode pengajaran yang dapat menarik perhatian mahasiswanya. Ia bersikap interaktif dan memberikan gambaran langsung kepada mahsiswa sehingga tidak membosankan. Kadang,iamemberikanhadiahuangbagimahasiswa yang bisa menjawab pertanyaannya. Tinggal di Kampus FK Undip di Jepara membuat pengajar yang satu ini merasa lebih dekat dengan warga setempat, meskipun tempatnya sepi. Pernah menjabat sebagai seksi pengabdian masyarakat di senat mahasiswa membuatnya merasa

SatyaManunggal

nyaman tinggal di Kota Ukir. Dukanya, biaya perawatan kampus sangat minim. Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan baginya. Menurutnya biaya memang harus diupayakan dan diperjuangkan dengan gigih, terutama oleh pihak fakultas. (Satya, Farah)

S

iapa tak ingin pergi ke luar negeri, mengunjungi universitas-universitas ternama di dunia seperti Harvard tanpa perlu mengeluarkan banyak uang? Bila berminat, Buna Rizal Rachman bisa memberitahukan resepnya. AkrabdisapaBuna,mahasiswaTeknikIndustri ini sering terbang ke luar negeri dalam berbagai kompetisi.Terakhir, ia mewakili Undip dalam Harvard National Model United Nation (HNMUN). Setelah melalui seleksi yang ketat, pada 9 Februari silam ia menuju Boston, Amerika Serikat, untuk mengikuti sidang simulasi model PBB tersebut. Pada kesempatan tersebut, pria kelahiran Sukabumi, 25 Mei 1988 tersebut mempunyai kesempatan mewakili negara Paraguay dalam sidang. “Memang awalnya ada sedikit kekhawatiran, takutnya kalau kita mewakili negara sendiri, nilai-nilai kebersamaan tidak ada dan pada egois masing-masing negara” sambung Buna. Peserta yang diikutkan diambil dari seleksi yang dilakukan oleh dosen Student International Offive Division. Total peserta yang mendaftar adalah 80 peserta, lalu disaring menjadi 15 peserta, salah satunya Buna. Kelimabelas peserta tersebut berhasil menorehkan sejarah di Undip, karena tahun ini adalah pertama kali Undip mengirimkan delegasi dalam acara HNMUN. Terbang ke Amerika Serikat dalam waktu 10 hari tentu memakan biaya yang tidak sedikit. Pihak panitia hanya

Tetap Senang
Walau Tak Menang
menyediakan hotel tempat konferensi dan handout selama sidang. Selebihnya biaya ditanggung masingmasing peserta. Inilah tantangan yang cukup besar bagi mereka. “Kalau untuk dana kita menggunakan dana pribadi dan fakultas. Rektorat tidak memberi, selebihnya kita mencari sponsor. Namun kita terbantu oleh Pembantu Rektor IV karena beliau turun tangan memberikan relasi eksekutif, seperti Djarum, BNI, Sidomuncul. Akhirnya dana sponsor bisa cair. Kalau dihitung-hitung biaya per orang sampai 30 juta,” tuturnya. Kendala biaya tidak membuat tim delegasi Undip putus asa, mereka terus mencari sponsor bahkan sampai ke luar kota dan meninggalkan kuliah. “Kami sering mengorbankan kuliah buat cari sponsor sampai ke luar kota , kita juga pernah wawancara visa di kedutaan Amerika sampai ninggalin ujian,” cerita Buna. Mahasiswa Teknik Industri ini sempat mengalami kesulitan dalam konferensi. Dia merasakan materi yang dia punya kalah jauh dengan peserta lain. “Kesulitan pasti ada, pertama dari segi materi kita masih kalah jauh. Selain itu dalam berbicara di depan forum, kita bersaing dengan 100 lebih peserta yang sama-sama mengangkat kartu untuk berbicara, jadi kesempatan untuk berbicara lebih kecil,” jelas Buna. Kurangnya kesempatan berbicara membuat tim Undip belum berhasil mendapatkan penghargaan best delegate dalam konferensi tersebut.Penghargaan best delegate jatuh pada Chichago dan International Delegate diraih United Netherland, Belanda, karena kedua negara tersebut berpartisipasi aktif dalam konferensi dan pembuatan resolusi. Tidak mendapatkan penghargaan, tak membuat jago debat Inggris ini kecewa. Mereka tetap senang karena banyaknya pengalaman dan networking yang di dapat, selain itu mereka diberikan kesempatan untuk berjalan-jalan di Harvard University dan MIT. Daripengalamannyaberkompetisidiberbagai negara seperti Amerika,Singapura,dan Malaysia, pemilik tinggi 175 cm ini mempunyai tips-tips buat mahasiswa yang ingin terbang ke negara lain mencetak prestasi di sana. “Yang harus dilakukan adalah melatih bahasa inggrisnya. Bisa dari musik dengan memahami liriknya, kalau ada kosakata baru diserap.Bisa juga melalui film,lihat dialognya dan cari apa yang dimaksud.Motivasi dari diri sendiri adalah yang terpenting” tutur Buna. (Huda, Destiya)

MANUNGGAL / AGUSTUS 2010

Dok. Manun

ggal

19

Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Propinsi Jateng mengucapkan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

&

Syawal 1431 H

Mohon Maaf Lahir Batin
Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Propinsi Jateng mengucapkan selamat kepada

Prof. Sudharto P. Hadi, MES, PhD

sebagai rektor terpilih Universitas Diponegoro periode 2010-2014

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->