23

Bab 4 – Double Linked List_________________

BAB 4 DOUBLE LINKED LIST
TUJUAN PRAKTIKUM Setelah mengenal tipe data single linked list maka : 1. Praktikan diharapkan dapat menggunakan double linked list. 2. Praktikan diharapkan mengerti perbedaan antara single linked list dan double linked list serta jenis-jenis double linked list yang lainnya. 3. Praktikan mampu membuat program pascal dengan menggunakan tipe data double linked list.

TEORI PENUNJANG Linked list yang kita pelajari sebelumnya hanya mempunyai sebuah pointer pada setiap simpulnya. Hal ini merupakan kelemahan bahwa linked list tersebut hanya bisa dibaca dalam satu arah saja, yaitu dari kiri ke kanan. Hal yang seperti ini kurang cepat jika kita ingin mencari data di dalam linked list. Untuk itulah kita memerlukan linked list yang setiap simpulnya mempunyai 2 buah pointer, dengan pointer pertama menunjuk ke simpul sebelumnya (sebelah kiri) dan pointer kedua menunjuk ke simpul sesudahnya (disebelah kanan). Hal ini akan mempermudah pembacaan (bisa dilakukan dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri), begitu juga untuk penambahan simpul baru dan penghapusan simpul. Linked list seperti ini disebut dengan Seranai Beranai Ganda (Double linkeded list). Juga disebut dengan Two Way List.

4.1. Double Linked list Secara garis besar Double linked list adalah linked list yang memiliki dua buah pointer yang menunjuk ke simpul sebelumnya (Prev) dan yang menunjuk ke simpul sesudahnya (Next). Gambar berikut menunjukkan gambaran Double Linked list:

Modul Praktikum Struktur Data – IT045329

Next : PSimpul. Membaca isi linked list (Membaca maju dan mundur). Belakang dan Tengah). Belakang dan Tengah). c. kecuali bentuk circular. 5. Double Linked list selalu memiliki pointer petunjuk yang selalu menunjuk pada awal dari list yang disebut Head. Var Head. kecuali jika simpul tersebut sudah ditunjuk oleh simpul yang lainnya (Double Linked list belum terhubung). Ada beberapa hal yang harus diketahui mengenai Double linked list. Setiap simpul yang terbentuk selalu memiliki nilai NIL. diantaranya adalah : 1. 4. 3. d. Menghapus Simpul (di Depan. Inisialisasi. b. Menambah Simpul (di Depan.1 Double Linked list dengan Empat Simpul Deklarasi Double Linked List di dalam Pascal : Type PSimpul Simpul = = ^Simpul Record Info : Tipe Data. Tail : PSimpul. Posisi simpul terakhir pada Doube linked list selalu bernilai NIL karena ia tidak menunjuk pada simpul yang lainnya.24 Bab 4 – Double Linked List_________________ Head Tail A B C D Gambar 4. Double Linked list juga selalu memiliki pointer petunjuk menunjuk pada akhir dari list yang disebut Tail. End. Operasi yang dapat dilakukan pada Double Linked list diantaranya adalah : a. Prev : PSimpul. 2. Modul Praktikum Struktur Data – IT045329 .

Head^. Berikut ini merupakan ilustrasi dari circular header double linked list.25 Bab 4 – Double Linked List_________________ 4.3. Circular Header Double Linked list Jenis linked list ini merupakan jenis double linked list yang memiliki simpul kepala dan tidak mempunyai tail (Head = Tail). sehingga simpul kepala pada saat inisialisasi bisa kita gambarkan sebagai berikut : Head Gambar 4.3 Inisialisasi Circular Double Linked list Procedure inisialisasi dari gambar diatas dapat kita susun sebagai berikut : Procedure Inisialisasi(Var Head : PSimpul). Fungsi simpul kepala dapat digunakan untuk menyimpan informasi tambahan pada list. Begin New(Head).Next := Head. yaitu : 1.2. Inisialisasi Proses ini dilakukan untuk mendefinisikan Circular double linked list untuk pertama kalinya atau dengan kata lain ingin membuat Head. End. Operasi Pada Circular Header Double Linked list Ada empat jenis operasi pada linked list.Prev := Head. Modul Praktikum Struktur Data – IT045329 .2 Circular Double Linked list dengan tiga simpul 4. Head A B C Gambar 4. Pada proses ini kita menginginkan agar pointer kiri (Prev) dan kanan (Next) dari simpul kepala tidak bernilai NIL. Head^.

Head Temp A B C d. Head Temp A B C b.4 Ilustrasi Penambahan Simpul pada Circular Header Double Linked List Modul Praktikum Struktur Data – IT045329 . Selanjutnya disertakan pula procedure untuk menambah simpul baru pada posisi belakang (Tail). belakang dan tengah.4 ini merupakan ilustrasi penambahan simpul di belakang. Gambar 3. Penambahan di belakang maksudnya menambahkan simpul-simpul baru pada posisi Tail. Gambar 4.26 Bab 4 – Double Linked List_________________ 2. Head Temp A B C e. Menambah Simpul Menambah simpul pada double linked list ada tiga macam yaitu menambah di depan. Head Temp A B C c. tapi hanya penambahan yang umum dipakai saja oleh double linked list yang akan dibahas yaitu penambahan simpul di belakang. Head Temp A B C a.

Tapi dengan menggunakan double linked list proses pencarian simpul yang akan dihapus menjadi semakin cepat. Elemen : Char).Next := Head. Until (Temp^. Head^. Begin If Head^. Var Temp : PSimpul.Next. Dispose(Temp).Next := Temp^.Prev^.Next = Head Then { Jika Linked list Masih Kosong } Writeln(‘Double Linked list Masih Kosong’) Else {Menghapus simpul tengah / } Begin {Akhir } Temp := Head { Memulai proses pencarian elemen yang akan dihapus } Repeat Temp := Temp^.Prev^.Next^. Temp := Head. Procedure Hapus selengkapnya adalah sebagai berikut : Procedure Hapus(Var Head : PSimpul. If Temp^. Temp^. Elemen : Char).Prev := Temp.Info=Elemen) or (Bantu = Head). Temp^. Menghapus Simpul Operasi menghapus simpul juga ada tiga macam yaitu menghapus simpul di depan. Modul Praktikum Struktur Data – IT045329 . End.Next.Next := Temp. belakang dan tengah.Prev.Prev := Head^. Temp^. Var Temp : PSimpul. Untuk menghapus sebuah simpul diperlukan satu buah tambahan variabel pointer yaitu variabel bantu yang berguna untuk menunjukkan simpul manakah yang akan dihapus. Head^.27 Bab 4 – Double Linked List_________________ Procedure Menambah dari gambar di atas dapat kita susun sebagai berikut : Procedure Tambah(Var Head : PSimpul. Temp^.Info := Elemen.Info = Elemen Then { Jika simpul ketemu } Begin Temp^. 3.Prev := Temp^. Begin New(Temp).Prev.

Modul Praktikum Struktur Data – IT045329 .’ ‘).’ ‘).Next. 4. Begin Temp := Head^. Sebutkan jenis-jenis double linked list beserta penjelasannya. 2. Kita hanya menggunakan satu prosedur bantu yang pointer next-nya kita gunakan jika kita ingin membaca mundur atau pointer prev-nya jika kita ingin melakukan pembacaan secara maju.Info.Info. Procedure BacaMundur(Head : PSimpul). Var Temp : PSimpul. Repeat Write(Temp^. Begin Temp := Head^. End.Prev. Bagaimana cara pendefinisian circular double linked list. Repeat Write(Temp^. Until (Temp=Head). Temp := Temp^. End. End. End. Membaca Isi Double Linked list Dengan menggunakan double linked list proses pembacaan simpul dapat dilakukan dua arah tanpa harus dilakukan prosedur membalik simpul. LAPORAN PENDAHULUAN 1.Prev. Procedure membaca isi double linked list selengkapnya adalah sebagai berikut : Procedure BacaMaju(Head : PSimpul).28 Bab 4 – Double Linked List_________________ End Else { Simpul yang akan dihapus tidak ketemu } Writeln(‘Simpul Tidak di ketemukan !’). Temp := Temp^.Next. Var Temp : PSimpul. Until (Temp=Head).

LAPORAN AKHIR Buat Algoritma dari program sebelumnya ditambah dengan ringkasan materi Double Linked list. Jelaskan mengenai operasi pada circular double linked list.29 Bab 4 – Double Linked List_________________ 3. Modul Praktikum Struktur Data – IT045329 . penyisipan dan penghapusan simpul). (penggambaran proses penginputan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful