EKSTENSIBILITAS DAN ELASTISITAS OTOT

LAPORAN PRAKTIKUM Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi Hewan yang dibimbing oleh Ibu Yayuk dan Ibu Susilowati Oleh KELOMPOK 2 Ahmad Fanani (309342417627) Endang Sujarwati (309342417628) Rifka Afifi F (309342417635) Arie Setyawati (309342417645) Herlina Putri (309342417653) Imti Yazil W (309342417661)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Februari 2011

EKSTENSIBILITAS DAN ELASTISITAS OTOT

semuanya menunjukkan sifat ekstensibilitas dan elastisitas otot (Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. serta mampu mengembngkan lewat penelitian. sedangkan relaksasi terjadi jika otot sedang beristirahat (Vika. 2011). apabila diberikan gaya (beban/tarikan). DASAR TEORI Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi ketika dirangsang. Percobaan ini berdasarkan pada beberapa prinsip dasar yaitu: . Kontraksi terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan. Perbedaan struktur jaringan otot dengan otot lurik berpengaruh terhadap sifat elastisitas dan ekstensibilitasnya. Contoh lain misalnya pada pembuluh dan alat pencernaan makanan. Adanya sifat ekstensibilitas dan elastisitas ini memungkinkan sel-sel otot tidak mudah rusak apabila dikenai gaya. Bila jantung berkontraksi akan menghasilkan kontraksi yang lebih kuat. 2011). Elastisitas artinya sel-sel otot dapat kembali pada bentuk semula apabila gaya yang diberikan kepadanya dihilangkan (Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. elastisitas dan kontraktilitas.TUJUAN Untuk meningkatkan pemahaman mahasisiwa tentang sifat ekstensibilitas dan elastisitas otot polos dan otot lurik. memungkinkan serambi dan bilik jantung mampu menampung darah cukup banyak tanpa mengalami kerusakan. bila serambi atau bilik jantung berisi darah. rangsangan karena suhu panas atau dingin. 2010). dan rangsangan kimia seperti asam dan basa. Misalkan pada jantung. sel-sel ototnya merenggang. Rangsangan pada otot dapat berupa rangsangan mekanik seperti pijatan. Sel-sel otot memiliki sifat khusus yang tidak dimiliki oleh selsel lain yaitu sifat ekstensibilitas. Otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. Ekstensibilitas artinya sel-sel dapat meregang (memanjang) sampai batas tertentu.

2010). - Otot dikatakan memiliki elastisitas 100%. maka otot mampu kembali ke panjang (Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. Miofibril menyusun serabut otot dan serabut-serabut otot menyusun otot. Serabut otot isebut juga dengan sel-sel otot.Filamen miosis (tebal) Kedua filamen ini menyusun miofibril. Otot tersusun atas dua macam filamen dasar yaitu: . otot mampu merenggang lebih panjang. - Ekstensibilitas diukur dari selisih dari panjang otot sebelum dan sesudah diberi beban. Ekstensibilitas adalah kemampuan terulur atau meningkatnya pemanjangan otot. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang ekstensibilitas dan elastisitas otot. dan elastisitas adalah kemampuan otot untuk kembali ke panjang normal setelah diulur (distretch). Elastisitas otot akan mengembalikan otot ke posisi pemanjangan istirahat normal (normal resting) setelah mengalami penguluran dan memberikan transmisi ketegangan yang halus dari otot ke tulang (Vika. - Otot dikatakan tidak memiliki ekstensibilitas apabila otot diberi beban cukup. 2011).Filamen aktin (tipis) . apabila beban yang diberikan pada otot dihilangkan. - Elastisitas diukur dari selisih dari panjang otot sebelum dan sesudah beban dihilangkan. . otot tidak memanjang sama sekali. Ekstensibilitas Sifat ekstensibilitas umumnya terdapat pada beberapa jaringan biologis.- Otot yang digunakan harus memiliki penampang dan panjang yang relatif sama. - Otot dikatakan memiliki ekstensibilitas lebih besar apabila diberi beban sama.

Otot ini bekerja di bawah kesadaran (volunteer). dan meningkatkan ROM sendi. maka secara progresif otot akan memanjang. Respon viskoelastik ini pada otot tidak bergantung pada jenis kelamin (Vika. Demikian pula. . bekerja sebagai pegas yang lentur untuk menyimpan energi elastis ketika otot yang tegang diulur (distretch). Elastisitas otot skeletal manusia secara utama terdapat pada SEC (tendon). tetapi secara bertahap akan memendek selama jangka waktu tertentu. Sel-sel serabut bersatu membentuk berkas yang disebut dengan fasikel (Vika. maka tidak akan kembali dengan segera ke posisi pemanjangan istirahat (resting length). miofibrilnya mempunyai jalur-jalur melintang yang gelap (anisotrop) dan terang (isotrop). setelah group otot tertentu diulur (distretch). sel-selnya berbentuk silindris dan mempunyai banyak inti. Pada otot lurik. tersusun berselang-seling. Otot Lurik Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. 2010). yang memberikan tahanan pada saat otot secara pasif terulur (stretch) dan komponen elastis seri (SEC) terdapat pada tendon. 2010). Ketika penguluran statik pada group otot seperti hamstring dipertahankan selama jangka waktu tertentu. Baik SEC dan PEC memiliki sifat merekat yang memungkinkan otot terulur dan kembali ke dalam bentuk semula. Otot lurik dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkali-kali. dimana memberikan komponen kontraktil. Otot lurik ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus oleh fasia propia (Vika. Komponenkomponen elastisitas otot ini dinamakan demikian karena membran otot dan tendon masing-masing paralel dengan serabut otot dan seri atau segaris dengan serabut otot. 2010).Elastisitas Sifat elastis otot digambarkan sebagai dua komponen utama yaitu komponen elastis paralel (PEC) ditunjukkan oleh membran otot.

misalnya pada dinding saluran pencernaan. lebar sesuai dengan lebar usus Membuat sediaan Otot Polos Mengeluarkan usus dari katak yang telah digunakan untuk membuat sediaan otot lurik Memasukkan potongan usus ke dalam larutan ringer untuk di istirahatkan selama 2-3menit Memotong usus dengan panjag 3cm Membersihkan usus katak dari kotoran yang ada dalam usus . Otot polos terdapat pada alat-alat dalam tubuh. Otot polos tidak melekat pada penyusun rangka tubuh.Otot Polos Otot polos disebut juga otot tak sadar atau otot viseral. tetapi dikontrol oleh saraf otonom. saluran kencing. dan saluran reproduksi (Vika. 2010). saluran pernapasan. Otot polos tersusun atas sel-sel yang berbentuk kumparan halus. Kntraksi otot polos tidak menurut kehendak (involunteer). Masing-masing sel memiliki satu inti yang letaknya di tengah. pembuluh darah. CARA KERJA Membuat sediaan Otot Lurik Merusak otak katak dengan melakukan single pith Merendam potongan otot abdominis dalam larutan ringer selama 2-3menit Mmisahkan kulit abdomen hingga nampak otot rektus abdominisnya Membuat potongan otot rektus abdominis dengan panjang 3cm.

Mengukur ekstensibilitas dan elastisitas Otot Lurik Mengikat kedua ujung otot katak dengan menggunakan tali Mencatat pengurangan panjang otot setelah beban dikurangi Mengikatkan tali di salah satu ujung pada penggantung dan satu ujung lain pada tempat beban Mengurangi beban dengan setiap kali pengurangan sebesar 10gram hingga beban mencapai 0gram (PO2) Mengukur panjang otot antar dua ikatan sebelum diberi beban (P01) Mencatat pada tabel pertambahan panjang otot setelah diberi beban Menambahkan beban 10 gram(PO10 ) hingga beban menjadi 50gram (PO50 ) .

Mengukur ekstensibilitas dan elastisitas Otot Polos Mengikat kedua ujung usus katak dengan menggunakan tali Mencatat pengurangan panjang otot setelah beban dikurangi Mengikatkan tali di salah satu ujung pada penggantung dan satu ujung lain pada tempat beban Mengurangi beban dengan setiap kali pengurangan sebesar 10gram hingga beban mencapai 0gram (PO2) Mengukur panjang otot antar dua ikatan sebelum diberi beban (P01) Mencatat pada tabel pertambahan panjang otot setelah diberi beban Menambahkan beban 10 gram(PO10 ) hingga beban menjadi 50gram (PO50 ) DATA PENGAMATAN NO PERLAKUAN FAKTOR YANG DIUKUR .

0cm Ekstensibilitas otot lurik = = Elastilitas otot lurik = = = X 100% X 100% = 67.5cm 3.5cm 4.1cm 4.7cm 3.5cm 4.5cm 4.6cm 3.0cm 3.1cm 4.8cm 3.2cm 3.7cm PO2 3.2cm 3.7cm ELASTISITAS PO2 4.EKSTENSIBILITAS 1 Otot Lurik PO1/PO2 P10 P20 P30 P40 P50 2 Otot Polos PO1/PO2 P10 P20 P30 P40 P50 PO1 2.9cm 4.0cm 3.5cm 4.5% X 100% Ekstensibilitas otot polos= .7cm 3.2cm 4.7cm 4.4cm 4.8cm 3.0cm PO1 2.8% X 100% X 100 % X 100% = 31.

8% X 100% X 100 % X 100% = 66.66% .= Elastilitas otot polos = = = X 100% = 42.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful