P. 1
Pedoman Tata Nama Kimia

Pedoman Tata Nama Kimia

|Views: 142|Likes:

More info:

Published by: Ciptadi Achmad Yusuf on Feb 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2014

pdf

text

original

PEDOMAN KHUSUS TATA ISTILAH DAN TATA NAMA KIMIA Penerbit: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta 1984 PRAKATA Peristilahan dalam bahasa Indonesia untuk berbagai bidang ilmu dan teknologi perlu dikembangkan dan dibakukan terus-menerus sejalan dengan perkembangan bahasa Indonesia, ilmu, dan teknologi. Pedoman Khusus Tata Istilah dan Tata Nama Kimia disusun oleh Dr. A. Hadyana Pudjaatmaka dan Prof. Dr. Soekeni Soedigdo untuk dijadikan sarana bantu bagi usaha pengembangan dan pembakuan peristilahan, khususnya peristilahan kimia dalam bahasa Indonesia. Pedoman ini, yang semula disusun dalam rangka kerja sama kebahasaan antara Indonesia dan Malaysia melalui Sidang Majelis Bahasa Indonesia Malaysia, yaitu Sidang XIV, XV, dan XVI, telah disahkan dan disetujui dalam Sidang XVII Majelis Bahasa Indonesia-Malaysia di Kuala Lumpur bulan Agustus 1981 untuk diterbitkan dan disebarluaskan. Kepada Pemimpin Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, para anggota Subpanitia Kimia, dan semua pihak yang telah memungkinkan terlaksananya penerbitan buku ini, saya sampaikan terima kasih yang tak terhingga. Mudah-mudahan buku pedoman ini bermanfaat bagi usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia, khususnya dalam bidang Kimia. Amran Halim Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa selaku Ketua Panitia Kerja Sama Kebahasaan Indonesia-Malaysia PEDOMAN KHUSUS TATA ISTILAH DAN TATA NAMA KIMIA Pedoman khusus ini terbagi dalam dua bagian: Bagian A : Pedoman Khusus Tata Istilah Kimia Bagian B : Pedoman Khusus Tata Nama Kimia BAGIAN A PEDOMAN KHUSUS TATA ISTILAH KIMIA 1. KONSEP DASAR Sebagai konsep dasar Pedoman Khusus Tata Istilah Kimia ini ialah Pedoman Umum Pembentukan Istilah sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0196/M/1975 (Bahan 4, Bab I). 2. SUMBER ISTILAH 2.1 Kosa Kata Umum Bahasa Indonesia Kosa Kata Umum Bahasa Indonesia dijadikan sumber bahan istilah dengan cara sebagai berikut. 2.1.1 Kata yang paling tepat dan yang tidak menyimpang maknanya jika ada dua kata atau lebih yang menunjukkan makna yang sama. Istilah Inggris ratio similarity Yang dipilih nisbah keserupaan Yang tak dipilih kadar (untuk: larutan) kesamaan (indentity)
1

structure

struktur

susunan

2.1.2 Kata yang paling singkat jika ada dua kata atau lebih yang mempunyai rujukan yang sama. Istilah Inggris Yang dipilih Yang tak dipilih lead timbel timah hitam noble metal logam mulia logam bangsawan 2.1.3 Kata yang bernilai rasa (konotasi) baik dan yang sedap didengar (eufonik). Istilah Inggris Yang dipilih Yang tak dipilih frequency frekuensi ulangan ground state keadaan dasar; keadaan tanah keadaan asas homogen homogen serbasama 2.1.4 Kata umum yang diberi makna baru atau makna khusus dengan jalan menyempitkan atau meluaskan makna asal. Istilah Inggris Istilah Indonesia flask labu salt garam 2.2 Kosa Kata Bahasa Serumpun Kalau di dalam bahasa Indonesia tidak ditemukan istilah yang dengan tepat dapat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan atau sifat yang dimaksudkan hendaknya dicari istilah dalam bahasa serumpun (yang memiliki pengertian itu). Misalnya: timbel (Jawa) = lead (Inggris) gambut (Banjar) = peat (Inggris) bobot (Jawa) = weight (Inggris) acak (Jawa) = random (Inggris) radas (Melayu) = apparatus (Inggris) 2.3 Kosa Kata Bahasa Asing Demi keseragaman, istilah asing yang diutamakan ialah istilah Inggris yang pemakaiannya internasional. Penulisan istilah ini sedapat-dapatnya dilakukan dengan mengutamakan ejaannya dalam bahasa sumber tanpa mengabaikan segi lafal. Misalnya: Inggris Indonesia atom atom electron elektron ion ion system sistem reactor reaktor configuration konfigurasi 2.3.1 Pemasukan Istilah Asing Pemasukan istilah asing dapat dipertimbangkan jika satu syarat atau lebih yang berikut ini dipenuhi. 2.3.1.1 Istilah asing yang dipilih lebih cocok karena konotasinya: Contoh: atom = atom, bukan zarah atau butiran
2

Misalnya: schakelaar (Belanda) = saklar (Indonesia) zekering = sekring winkel = bengkel pijp = pipa science = sains stable = stabil 2.3. memudahkan pengalihan antarbahasa mengingat keperluan masa depan. bukan butiran. bukan jasad renik 2. Pada prinsipnya diambil bentuk tunggal (singular). atau bentuk derivasinya.1. serbuk aromatic = aromatik. zarah.3 Pemakaian Istilah Asing yang Lazim Istilah asing yang telah lazim digunakan sebagai istilah Indonesia masih dapat dipakai sungguhpun bertentangan dengan salah satu kaidah pembentukan istilah.3.3.3. sedap atau wangi 2. Kata akar : ion. in vacuo in situ 3. kecuali kalau konteksnya condong pada bentuk jamak.2 Istilah asing yang dipilih lebih singkat jika dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya. Pemilihan bentuk di atas selalu dengan mempertimbangkan (1) konteks situasi dan ikatan kalimat. Contoh: decantation = dekantasi. bukan pengionisasian laboratorium = bukan laboratoria 2.1 Penggunaan Kata Dasar Contoh: 3 . dan (3) kepraktisan.2 Jenis Bentuk Istilah Asing Istilah yang diambil dari bahasa asing dapat terdiri atas bentuk dasar atau akar. bukan harum. bukan pengenaptuangan elusion = elusi. bukan antijasad 2.3. karena corak keinternasionalannya. bukan renik microbe = mikrob.4 Ejaan Istilah Asing yang Tetap Istilah asing yang ejaannya bertahan dalam semua bahasa dipakai juga dalam bahasa Indonesia dengan syarat diberi garis bawah atau dicetak miring. ASPEK TATA BAHASA PERISTILAHAN 3. bukan pembilaslepasan 2. tepung.antibiotic = antibiotik.4 Istilah asing yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesia terlalu banyak sinonimnya.3 Istilah asing.1. (2) kemudahan belajar bahasa. Contoh: granule = granul.1. bukan ionisasi Jadi : ionization = pengionan. Misalnya: cis inter alia trans in toto et al. Contoh: micro = mikro.3.

ASPEK SEMANTIK PERISTILAHAN 4.kacang-kacangan average .4. Contoh: chemical bond .zat penyerap absorbate .larut .bersistem 3.2 Proses Pengimbuhan Contoh: activity .gas ideal Gabungan kata yang mewujudkan istilah dapat ditulis menurut tiga cara berikut.5 Proses Peleburan Fonem yang Sama calibrate .tentukur (tentu + ukur) heteropoly acid .sudut 3.3 Proses Reduplikasi dan Dwipurwa Contoh: kacang .6 Proses Analogi Bentuk Istilah baru dapat dibentuk dengan menggunakan asas analogi.zat peserap (ingat: suruh-pesuruh) nomenclature .ikatan kimia free energy . absorbent .4.1 Penerjemahan Istilah baru dapat disusun dengan istilah asing transition metal .asam decompose angle . elektrokimia tegaklurus kakitiga 3.1 Kumpulan yang terpisah logam peralihan mekanika kuantum murni kimia 3. watt-jam ikatan tiga-pusat sistem tiga-komponen Kumpulan yang dirangkaikan menjadi satu jika gabungan tersebut dianggap sudah bersenyawa.energi bebas ideal gas .4.logam peralihan surface tension .absorb dissolve acid .rerata radius .4 Proses Penggabungan Istilah yang berupa gabungan kata sedapat-dapatnya berbentuk singkat dan tidak menimbulkan arti yang menyimpang. 3. sesuai dengan aturan ejaan yang berlaku.tegangan permukaan wavelength .panjang gelombang 4 .urai .3 3.serap .tata nama (ingat: tata bahasa) 4.asam gandaneka (ganda-aneka) 3.2 Kumpulan yang dirangkaikan menjadi satu jika gabungan tersebut dianggap sudah bersenyawa.jejari 3.keaktifan polarised .terkutub systematic .

disebut sinonim.zat thing . bukan kemiripan bentuk luarnya atau makna harfiahnya.4. absorption penyerapan.4 Sinonim dan Kesinoniman Dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama. average } rerata (rata-rata) mean } apparatus } radas 5 4. 4. Karena itu. farmakodinamika. Di dalam hubungan dengan kesinoniman ini. article barang material bahan matter materi object objek particle zarah substance . Baik istilah asing maupun istilah Indonesia itu dapat digolongkan ke dalam istilah yang diizinkan sebagai sinonim istilah yang diutamakan. yakni istilah yang sinonim sifatnya. bukan bahan.4 . maka makna dalam praktek pemakaian istilah perlu diusahakan seleksi. hidrodinamika. tetapi berlainan bentuk luarnya.benda dense . ada empat macam golongan istilah.air sadah (bukan air keras) 4. serapan adsorption penjerapan. conservation preservation 4.1 Istilah yang diutamakan.4. Contoh: Sinonim bahan ialah zat.mampat Istilah yang dijauhkan. ikatan elektrovalen.2 pelestarian pengawetan Istilah yang diizinkan.rapat solid . ikatan kimia. termodinamika. adsorpsi sorption pengerapan.2 Asas Penerjemahan Dalam penerjemahan yang pertama-tama harus diikhtiarkan ialah kesamaan dan kepadanan makna konsep. Untuk substance dipilih zat. absorpsi. ikatan hidrogen. perlu ditinggalkan segera. ikatan dwikutub.kompak compressed .padat compact . sorpsi Istilah sama makna yang dibedakan Sekumpulan kata atau ungkapan yang maknanya sama atau bermiripan dalam beberapa atau semua seginya sedapat-dapatnya diterjemahkan dengan istilah yang berbeda-beda.4. ikatan ion.3 4.4. tetapi yang menyalahi asas penamaan dan pengistilahan. ikatan kovalen. yakni istilah yang timbul karena adanya istilah asing yang diakui dan istilah Indonesia secara bersama. yakni istilah yang paling sesuai dengan prinsip pembentukan istilah dan yang pemakaiannya dianjurkan sebagai istilah baku. 4.4. Sekiranya ada kesinoniman. hard water . aerodinamika.3 Perangkat Istilah yang Bersistem Deret konsep yang berkaitan dilambangkan dengan perangkat istilah yang strukturnya juga mencerminkan bentuk yang berkaitan secara konsisten. bahan dipakai untuk material.

rule kaidah law hukum axiom aksioma postulate postulat viscous kental concentrated pekat 4.7 Kepolisemian 4. yakni superordinatnya: (1) Tembaga.7. metana. massa masa jelli jeli 4. emas.6 Hiponim dan Kehiponiman Hiponim ialah istilah yang maknanya terangkum oleh makna yang lebih luas. Contoh: mathematical solution  penyelesaian matematis dilute solution  larutan encer ground state  keadaan asal ground glass  kaca asah ground nutmeg  pala bubuk/serbuk 5. 4.5 Sinonim asing yang benar-benar sama diterjemahkan dengan satu istilah Indonesia. besi masing-masing merupakan hiponim. oksigen. sedangkan logam adalah superordinatnya.1 Homograf Homograf ialah bentuk istilah yang sama ejaannya. ISTILAH SINGKATAN LAMBANG 6 . ekstraksi.appliance } 4.5. tetapi yang mengungkapkan makna yang berbeda-beda karena berasal dari sumber yang berlainan. etana masing-masing merupakan hiponim.7. (2) Hidrogen.1 Kepolisemian ialah istilah yang mempunyai makna yang berbeda-beda.5. nitrogen. tetapi mungkin lain lafalnya: teras (teras kayu) teras (teras rumah) ber-evolusi } berevolusi be-revolusi } 4.2 Istilah asing yang polisemi harus diterjemahkan sesuai dengan artinya. sedangkan gas adalah superordinatnya. tetapi masih berkaitan menurut konteks penggunaannya.5 Homonim dan Kehomoniman Homonim ialah kata yang sama ejaan dan/atau lafalnya. sedangkan “pemisahan” adalah superordinatnya.2 Homofon Homofon ialah bentuk istilah yang sama lafalnya. (3) Kromatografi. 4. Contoh: cell  sel (dalam konteks biologi)  sel (dalam konteks elektrokimia)  sel (dalam konteks spektroskopi)  sel (dalam konteks kristalografi) 4.4. tetapi berlainan ejaannya. distilasi masing-masing merupakan hiponim.

5.1 Daftar Nama dan Lambang Unsur-unsur Kimia Bahasa Asing Actinium Aluminium Americium Antimony (Stibium) Argon Arsenic Astatine Barium Bercelium Beryllium Bismuth Boron Bromine Cadmium Calcium Californium Carbon Cerium Cesium Chlorine Chromium Cobalt Copper (Cuprum) Curium Dysprosium Einsteinium Erbium Europium Fermium Fluorine Francium Gadolinium Gallium Germanium Gold (Aurum) Hafnium Helium Holmium Hydrogen Indium Iodine Iridium Iron (Ferrum) Krypton Kurchatovium Lanthanum Lawrencium Lead (Plumbum) Lithium Bahasa Indonesia Aktinium Aluminium Amerisium Stibium (Antimoni) Argon Arsenik Astatin Barium Berselium Berilium Bismut Boron Bromin Kadmium Kalsium Kalifornium Karbon Serium Sesium Klorin Kromium Kobalt Kuprum (Tembaga) Kurium Disprosium Einsteinium Erbium Europium Fermium Fluorin Fransium Gadolinium Galium Germanium Aurum (Emas) Hafnium Helium Holmium Hidrogen Indium Iodin Iridium Ferum (Besi) Kripton Kurkatovium Lantanum Lawrensium Plumbum (Timbel) Litium Lambang Ac Al Am Sb Ar As At Ba Bk Be Bi B Br Cd Ca Cf C Ce Cs Cl Cr Co Cu Cm Dy Es Er Eu Fm F Fr Gd Ga Ge Au Hf He Ho H In I Ir Fe Kr Ku La Lw Pb Li Nomor Atom 89 13 95 51 18 33 85 56 97 4 83 5 35 48 20 98 6 58 55 17 24 27 29 96 66 99 68 63 100 9 87 64 31 32 79 72 2 67 1 49 53 77 26 36 104 57 103 82 3 7 .

Lutetium Magnesium Manganese Mendelevium Mercury Molybdenum Neodymium Neon Neptunium Nickel Niobium Nitrogen Nobelium Osmium Oxygen Palladium Phosphorus Platinum Plutonium Polonium Potassium Praseodymium Promethium Protactinium Radium Radon Rhenium Rhodium Rubidium Ruthenium Samarium Scandium Selenium Silicon Silver (Argentum) Sodium Strontium Sulphur (Sulfur) Tantalum Technetium Tellurium Terbium Thallium Thorium Thulium Tin (Stanum) Titanium Tungsten Uranium Vanadium Xenon Ytterbium Lutetium Magnesium Mangan Mendelevium Merkurium (Raksa) Molibdenum Neodimium Neon Neptunium Nikel Niobium Nitrogen Nobelium Osmium Oksigen Paladium Fosforus Platinum Plutonium Polonium Kalium Praseodimium Prometium Protaktinium Radium Radon Renium Rodium Rubidium Rutenium Samarium Skandium Selen Silikon Argentum (Perak) Natrium Strontium Sulfur (Belerang) Tantalum Teknetium Telurium Terbium Talium Torium Tulium Stanum (Timah) Titanium Wolfram Uranium Vanadium Xenon Iterbium Lu Mg Mn Md Hg Mo Nd Ne Np Ni Nb N No Os O Pd P Pt Pu Po K Pr Pm Pa Ra Rn Re Rh Rb Ru Sm Sc Se Si Ag Na Sr S Ta Tc Te Tb Tl Th Tm Sn Ti W U V Xe Yb 71 12 25 101 80 42 60 10 93 28 41 7 102 76 8 46 15 70 94 84 19 59 61 91 89 86 75 45 37 44 62 21 34 14 47 11 38 16 73 43 52 65 81 90 69 50 22 74 92 23 54 70 8 .

newton-meter. Satuan. joule per meter persegi newton per meter persegi newton saat per meter persegi poiseuille meter persegi per saat joule. Lambang.Yttrium Itrium Y Zinc Zink Zn Zirconium Zirkonium Zr Catatan: (  ) bermakna nama biasa bahasa Indonesia.2 meter kilogram saat (detik) ampere derajat Kelvin candela mol radian steradian m kg s A K cd mol rad sr Satuan Sistem Internasional Turunan luas volume frekuensi rapatan kecepatan kecepatan sudut percepatan percepatan sudut laju air volumetrik gaya tegangan permukaan tekanan viskositas dinamik viskositas kinematik kerja. dan Bilangan (Nomor) 5. lingkar per saat kilogram per meter kubik meter per saat radian per saat meter per saat persegi radian per saat persegi meter kubik per saat newton newton per meter.2 Kuantitas Fisika. joule per saat watt per meter persegi watt per meter kubik watt per meter persegi saat watt per derajat watt per meter saat coulomb volt. energi.2. watt per ampere volt per meter Hz N J W C V 9 . banyak kalor daya.2. fluks kalor rapatan fluks kalor laju pelepasan kalor volumetrik koefisien transfer (jenis) laju kapasitas daya hantar termal kuantitas kelistrikan daya gerak listrik (gaya elektromotif) kuat medan listrik meter persegi meter kubik hertz. 39 30 40 5.1 Satuan Sistem Internasional Dasar dan Tambahan panjang massa waktu arus listrik temperatur termodinamik intensitas cahaya banyaknya zat sudut datar sudut ruang 5. torsi. watt-saat watt.

2.5 Satuan Lain Nama Satuan Lambang Kuantitas Definisi atmosfer atm tekanan 101325 Nm-2 torr Torr tekanan 101325/760 Nm-2 mmHg mmHg tekanan 13.4 Pecahan dan Gandaan Satuan Sistem Internasional dengan Nama Khusus Nama Lambang Kuantitas angstrom A panjang mikron*) µ panjang barn b luas liter l volume ton t massa dyne dyn gaya bar bar tekanan erg erg energi stokes st viskositas kinematik poise P viskositas dinamik *) sekarang lebih lazim nm daripada mµ Definisi 10-10 m 10-6 m 10-28 m2 10-3 m3 103 kg 10-5 N 10-5 Nm-2 107 J 10-4 m2 s-1 10-1 kgm-1 s-1 5.2. candela steradian candela per meter persegi lux (lumen per meter persegi) Ω F Wb H T lm lx Awalan untuk Satuan Sistem Internasional Pecahan Awalan Lambang Penggandaan Awalan (10-n) (10n) n n 1 desi d 1 deka 2 centi c 2 hekto 3 mili m 3 kilo 6 mikro µ 6 mega M 9 nano n 9 giga 12 piko p 12 tera 15 femto f 18 ato Lambang da h k G T 5.665 x 10-2 Nm-2 kilowat jam kWh energi 3.2.3 ohm ampere per volt-meter farad weber henry (volt-saat per ampere) henry per meter tesla (weber per meter persegi) ampere per saat ampere lumen.5951 x 980.18 J 10 .6 x 106 J kalori termokimia kal energi 4.tahanan listrik daya hantar jenis listrik kapasitas listrik fluks magnetik induktans permeabilitas magnetik rapatan fluks magnetik kuat medan magnetik daya gerak magnetik (gaya magnetomotif) fluks cahaya luminans iluminasi 5.

2 Tetapan dengan Nilai Disarankan kecepatan cahaya dalam hampa C 2.6.3 Tetapan Terturunkan Muatan elementer Tetapan gas Tetapan Boltzmann Tetapan radiasi kedua Tetapan Einstein (yang menghubungkan energi-massa) Tetapan yang menghubungkan bilangan gelombang dan energi e = F/ N R = (PV) P = 0 0oC/T0oC k = R/N c2 = hc/k Y = c2 Z = Nhc 6.1 Ejaan Fonemik Penulisan istilah pada umumnya berdasarkan pada ejaan fonemik: artinya hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia dilambangkan dengan huruf. Tetapan Planck h 6.6 Tetapan dalam Kimia 5.66041 x 10-27 kg 5.o derajat Celsius C elektronvolt eV satuan massa atom sma temperatur Energi massa toC = ToK – 273.6.997925 x 1010 cms-1 Bilangan Avogadro N 6.6. sanksi lawan sangsi 11 .2 Ejaan Etimologi Untuk menegaskan kelainan makna.15 1.2.6256 x 10-27 erg.2. sepasang istilah dapat ditulis dengan mempertimbangkan ejaan etimologinya.1 Tetapan Terdefinisikan Tetapan satuan massa atom mol percepatan gaya berat tekanan udara titik gandatiga air kalori termokimia kalori kukus internasional inci pon Lambang u mol g atm Itp kal kalIT in lb 5.0 coulomb/ekuiv.s P = 0 o 1 mol gas pada 0 C dan tekanan nol (PV) 2271.02252 x 10 1023 molekul/mol Tetapan Faraday F 96487.6021 x 10-19 J 1 sma = 1.2. sehingga bentuknya berlainan walaupun lafalnya mungkin sama.06 0oC Jmol-1 5. EJAAN DALAM PERISTILAHAN 6.2. yakni sejarahnya. Misalnya: adsorben bukan adsorbent ekuivalen bukan ekuivalent objek bukan objekt 6.

6. yang di dalam bahasa aslinya ditulis dengan huruf Latin.6. Misalnya: Cannizaro. bentuk visual/diutamakan.6. disebut transkripsi. yang dipungut ke dalam bahasa Indonesia tanpa diterjemahkan. Hal ini. dengan tujuan menyarankan lafal bunyi unsur bahasa yang bersangkutan. coup d’etat struktuur kudeta struktur 6. Penulisan kata serapan adalah menurut kaidah-kaidah seperti berikut: ae tetap ae aeroble aerob aerial aerial aerosol aerosol 12 .5 Ejaan Nama Ejaan nama diri. ditetapkan pada huruf Arab. pada umumnya ditranskripsi lebih dahulu. misalnya. Friedel & Craft Backman. lepas dari lafal bunyi kata yang sebenarnya.4 Transkripsi Pengubahan teks dari satu ejaan ke ejaan yang lain. Moskou) (jiwa.3 catalyst (Inggris) polar (Inggris) katalis (Indonesia) polar (Indonesia) Kata asing yang pengucapannya dan penulisannya sudah sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Istilah-istilah tersebut digunakan dalam bahasa Indonesia. tidak diubah. tetapi pengucapannya dan penulisannya masih dikekalkan seperti dalam bahasa sumbernya: operator operator lakmus lakmus aerosol aerosol protein protein variable variabel 6. yakni penggantian huruf demi huruf abjad yang lain. Nama diri yang ditulis dengan huruf lain ditulis menurut ejaan Inggris dengan penyesuaian seperlunya pada abjad Indonesia. Dalam penyerapan ini. batin) 6.3 Transliterasi Pengejaan istilah dapat juga dilakukan menurut transliterasi.6.1 Masih ada kata asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia.2 Istilah bahasa asing selain Inggris sebaliknya diinggriskan terlebih dahulu sebelum diserap ke dalam bahasa Indonesia: katalisator (Belanda) polair (Belanda) 6.6 Penyesuaian Ejaan 6. Chichibabin 6. Istilah asing. Moskva psyche (Moskwa.

di muka i dan e jadi ks vaccine vaksin accelerator akselerator cch. oe. dan konsonan. dan konsonan. dan ch di muka a. jadi k accomodation akomodasi accumulation akumulasi cc. jadi k alcohol alkohol calcium kalsium carbon karbon cathode katode configuration konfigurasi electron elektron organic organik zirconium zirkonium c. u. tetap au autocatalytic autolysis tautomerism sekunder komplementer autokatalitik autolisis tautomerisme c. dan konsonan. menjadi ase atau asi percentage presentase voltage voltase baggage bagasi ai. dan y. di muka e. di muka a. di muka o. bila bervariasi dengan e menjadi e haemoglobin hemoglobin laevo levo age. o. u.ae. c. menjadi e secundair komplementair au. i. jadi s calcium kalsium cell sel coenocyte senosit cerium serium cyanide sianida cycloalkane sikloalkana cytosine sitosina cc. jadi k saccharide sakarida saccharin sakarin chabazite kabazit chalcogen kalkogen chelate kelat 13 .

tetap i imide imida ion ion isomerism isomerisme induction induksi ie. (oi Yunani) jadi e oenologi oestrogen koefisien gradien kuosien fluorin difusi faktor ferum kongruen mangan manganometri enologi estrogen 14 . tetap eu eugenol eutectic neutron neutrino nucleus pseudo fenolftalein fluoresein eikosana nukleon nukleofili nukleosida proteolisis eugenol eutektik neutron neutrino nukleus pseudo i. tatap ng congruent manganese manganometry oe. di muka c dan i.chlorine chromium mechanism technology klorin kromium mekanisme teknologi ch. tetap f fluorine diffusion factor ferrum ng. tetap eo nucleon nucleophile nucleoside proteolysis eu. tetap ie coefficient gradient quotient f. jadi s machine mesin ei. pada awal suku kata. tetap ei phenolphtalein fluorescein eicosane eo.

tetap rm chloroform isotherm mesoderm pseudo psikosomatik psikiatri psikrometer pteridosperm pteridologi ptialin ptomaina kuadran kualitas kuantitas kuota kuosien kuaterner renium rodium rombus reologi kloroform isoterm mesoderm sc.amoeba ameba ou. dan konsonan jadi sk scintillation sintilasi abscissa absisa 15 . tetap ps pseudo psychosomatic psychiatry psychrometer pt. (vokal ganda) tetap oo coordination koordinasi ps. jadi f graph orthophosphate phase phenolphthalein photon photochemistry graf ortofosfat fase fenolftalein foton fotokimia oo. jika lafalnya u. u. jadi u coumarin kumarin journal jurnal coupled reaction reaksi kupel ph. di muka a. o. tetap pt pteridosperm pteridology ptyalin ptomaine q. jadi r rhenium rhodium rhombus rheology rm. jadi k quadrant quality quantity quota quotient quaternary rh.

effervescence sch. tetap x xanthine xenon xylene xylenol dualisme kuartet kuersetin sekuester kuinina ekuivalensi vakum valensi vektor vinil vitamin voltmeter volume konveksi invertase xantina xenon xilena xilenol 16 . tetap ua dualism quartet ue. jadi si differentiation exponential potential reaction action ratio efervesens skema talium termometer teori sintesis bismut diferensiasi eksponensial potensial reaksi aksi rasio tetapi: enantiomer tetap enantiomer. tetap v valency vector vinyl vitamin voltmeter volume convection invertase x. jadi sk scheme th. tetap ui quinine equivalence uu. tetap ue quercetin sequester ui. pada awal kata. menjadi u vaccuum v. jadi t thalium thermometer theory synthesis bismuth ti. jika lafalnya si. anti tetap anti ua.

GUGUS KONSONAN (KONSONAN RANGKAP) PADA AKHIR SUKU KATA AKHIR 17 . jadi i amylase enzyme methyl vinyl ytterbium yttrium z. jika lafalnya y. tetap y yangonin yangonin yen yen yuccagenin yukagenin y. pada posisi lain.xylose x. jadi ks complex experiment exitation exlusive matrix text extract xilosa kompleks eksperimen eksitasi eksklusif matriks teks ekstrak y. ammine (kompleks logam) massa korosi efek ferum paladium telurium talium ammina massa Vokal berulang dikekalkan coordination zoology koordinasi zoologi 7. jika lafalnya i. tetap z azeotrope zeta zinc zirconium amilase enzim metil vinil iterbium itrium azeotrop zeta zink zirkonium Konsonan berulang dijadikan tunggal corrosion effect ferrum palladium tellurium thallium kecuali.

aksi. direktorat.Dalam penulisan istilah. misalnya aktif. PENYESUAIAN IMBUHAN Imbuhan asing dapat dianggap bagian yang tak terpisahkan dari kata istilah yang hendak diserap sehingga masuknya ke dalam bahasa Indonesia tidak sebagai imbuhan dan kata dasar. linear.1 Mempertahankan Gugus Konsonan Akhir b d l f k + m n + k + s r n s s t Contoh: golf napalm cobalt amorph isotherm modern Mars invert bank cocovenenans complex golf napalm kobalt amorf isoterm modern Mars invert bank kokovenenans kompleks 7. 18 . 7.2 Menanggalkan Konsonan Terakhir dari Gugus Konsonan f ks t n + m + b s d Contoh: text absorbent test catalyst ligand labyrinth bomb column teks absorben tes katalis ligan labirin bom kolom 7.3 Menambahkan vokal a atau e di Belakang Konsonan atau Menyerap Secara Utuh Istilah Asing dengan Penyesuaian Lafal Contoh: rhythm ritme pump pompa fact fakta quartz kuarsa prism prisma 8. penulisan konsonan rangkap mengikuti aturan yang berikut. melainkan bantuk itu diserap seutuhnya.

Beberapa dari imbuhan asing yang telah masuk dalam peristilahan Indonesia adalah sebagai berikut.1 Awalan Asing 8. Sebagai contoh. semikonduktor.1.1 Awalan asal Latin contrakontradede-. awa- contra-indication dehydration dehydrogenation decolourize desorption extranuclear extrapolation multicomponent multiplet multivalent nonnon-metal non-electrolyte predissociation predigestion precooling proenzyme provitamin semiconductor semipermeable semipolar subclass subtitle substructure superconductor superoxide supersonic transisomer transuranium transstilbene trichloride trivalent ultramicroscope ultrasonic ultraviolet amphiprotic antibonding anticathode antifluorite apoatropine apoacodeine extramultinonpreprosemisubsupertranstriultra- ekstra multitanbukanpraprosemisubsupertranstriultra- kontraindikasi dehidrasi dehidrogenasi awawarna desorpsi atau pengawaerapan ekstranukleus ekstrapolasi multikomponen multiplet multivalen tanair tanlogam tanelektrolit pradisosiasi prapencernaan prapendinginan proenzim provitamin semikonduktor semipermeabel semipolar subklas subjudul substruktur superkonduktor superoksida supersonik transisomer transuranium transstilbena triklorida trivalen ultramikroskop ultrasonik ultraviolet amfiprotik antiikatan antikatode antifluorit apoatropina apokodeina 19 8.2 Awalan asal Yunani amphiamfiantiantiapoapo- . pascasarjana.Di pihak lain. imbuhan asing itu dapat pula diambil alih sebagai imbuhan yang selanjutnya juga dipakai untuk pembentukan istilah lain.1. prasejarah. superstruktur. inframerah. 8.

autodiadidisendoepihept(a)heterohex(a)isomonohomohyperhypometaparapentaperiperpoly protopseudotele- autodiadi-. dipol dislokasi disosiasi diskontinu endomorf endotermik epimer epidioksida heptana heptavalen heterosiklik heteropolar heksaatom heksavalen isobar isotop isobutana monomer monoatom homolog homofase hiperkromik hiperkonjugasi hipertonik hipoborat hipoklorit metabolisme metaselulosa metakresol paraselulosa parakor pentaatom perihelion perimorf perokso polimer poligon polivinil protoaktinium protoplasma protovitamin pseudoisotop pseudomerisme teleskop telegenesis 20 . dwidisendoepiheptaheteroheksaisomonohomohiperhipometaparapentaperiperpoliprotopseudotele- apomorphine autocatalysis autolysis autooxidation diameter diamagnetic diacetyl dipole dislocation dissociation discontinuous endomorph endothermic epimer epidioxide heptane heptavalent heterocyclic heteropolar hexaatomic hexavalent isobar isotope isobutane monomer monoatom homologue homophase hyperchromic hyperconjugation hypertonic hypoborate hypochlorite metabolism metacellulose metacresol paracellulose parachor pentaatomic perihelion perimorph peroxo polymer polygon polyvinyl protoactinium protoplasm protovitamin pseudoisotope pseudomerism telescope telegenesis apomorfina autokatalisis autolisis autooksidasi diameter diamagnetik diasetil dwikutub.

absorbans kapasitans daya hantar. absorpsi 21 daya serap.2 Akhiran yang Lain Terdapat beberapa konsep yang berhubungan erat satu dengan yang lainnya. -ance daya atau -ans absorbance capacitance conductance resistance -action pe-an atau -asi atomization dissociation hydrogenation ionization polymerization substitution transformation -tion atau –sion pe-an atau -si absorption penyerapan.1 Akhiran asal Yunani -ism -isme -ic -ik humanism modernism socialism magnetism mechanism tautomerism epic epidemic academic freedom exothermic reaction spectroscopic method dynamics kinetics physics statistics thermodynamics ecconomical logical practical tropical humanisme modernisme sosialisme magnetisme mekanisme tautomerisme epik epidemik kebebasan akademik reaksi eksotermik metode spektroskopik dinamika kinetika fisika statistika termodinamika ekonomis logis praktis tropis -ics (ilmu) -ical (dalam kata sifat) -ika -is 8. Konsep yang sedemikian sebaiknya diberi nama secara sama. atomisasi disosiasi penghidrogenan pengionan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan akhiran pada dasar yang melahirkan konsep dasarnya. polimerisasi penukargantian. ionisasi pemolimeran. Di bawah ini diberikan beberapa akhiran yang demikian. konduktans daya tahan. transformasi . substitusi pengubahbentukan. resistans pengabutan.2.2.8.2 Akhiran Asing 8.

keabsorptifan. permeabilitas permitivitas kelarutan elektrofili nukleofili alkoholmeter altimeter ammeter kalorimeter fotometer refraktometer termometer asidimetri alkoholmetri alkalimetri kalorimetri 22 . kekonduktifan kedayapancaran ketelusan. difusi pemancaran. konduktivitas. adsorpsi pengerapan. emisi transmisi kardiogram osilogram polarogram spektrogram barograf kardiograf osilograf polarograf spektrograf kedayaserapan.adsorption sorption diffusion emission transmission -gram -gram cardiogram oscillogram polarogram spectrogram -graph -graf barograph cardiograph oscillograph polarograph spectrograph -ity ke-an atau -itas absorptivity conductivity emissivity permeability permitivity solubility -phile -fili electrophile nucleophile -meter -meter alcoholmeter altimeter ammeter calorimeter photometer refractometer thermometer -metry -metri acidimetry alkoholmetry alkalimetry calorymetry penjerapan. absorptivitas kedayahantaran. sorpsi pembauran.

asam anhidrogulonat.atau -or accelerator capacitor insulator reflector -er alat pe. Contoh: bis (m-nitrofenil) merujuk pada isomer geometri. reflektor alat penganalisis alat pengabut komputer -scope -skop microscope spectroscope telescope mikroskop spektroskop teleskop BAGIAN B PEDOMAN KHUSUS TATA NAMA KIMIA 1.polarymetry stoichiometry spectrometry -or alat pe. biasanya hubungan isomer. mengawali nama gugus kompleks. Misalnya.pada isomer geometrik > C=N. alokolesterol menunjukkan hilangnya satu molekul air (dua atom hidrogen dan satu atom oksigen). tempat kedua 23 C6H5 C N OH . sebagai lawan posisi sinAwalan ini setara dengan awalan trans. menunjukkan posisi anti. Misalnya. Contoh: apomorfina (turunan morfina) singkatan kata aromatik.tertentu. singkatan asimetrik bermakna dua atau rangkap.atau -er analyzer atomizer computer polarimetri stoikiometri spektrometri alat pencepat. Contoh: H apoarasbiscis- apoarasbiscis- anti-benzaldoksim atau trans-benzaldoksim awalan berasal dari bahasa Yunani (‘dari’) dengan arti ‘diturunkan dari’. aralkil. Misalnya. AWALAN INGGRIS (IUPAC) ald(aldo-) alloanhydroantiald(aldo-) aloanhidroantimerujuk pada aldehida. aldoheksosa menunjukkan adanya hubungan. aldoksim. isolator alat pemantul. akselerator kapasitor alat penyekat. Misalnya. aril.

or (+)-) epi- siklodDde(des-) Δ (delta-) dekstro(d. menunjukkan hubungan struktur. contoh: epiborneol sebagai isomer borneol.2-dimetilpropena. Lglukosa. merujuk ke dua gugus identik yang terikat pada satu atom. Contoh: gem-dimetil pada 2. Misalnya. heterosiklik. Misalnya Δ3 –1. lihat iso. Lihat juga nor. digunakan untuk isomer takaktif optis karena efek atom-atom karbon tak simetris saling mematikan dalam molekul itu (kompensasi dalam). huruf besar Yunani ini merujuk pada adanya ikatan rangkap. awalan Yunani yang menunjukkan jembatan atau hubungan intramolekul. posisi ditunjukkan oleh superskrip di belakang lambang ini. menunjukkan bahwa zat ini memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri. ketoheksosa. Contoh: epiklorohidrin 2HC CHCH2Cl gemheterohomo(hom-) hydro(hydr-) hypoiisoketo(ket-) levo(l-atau (-)Lm- gem-O heterohomo(hom-) hidro(hidr-) hipoiisoketo(ket-) levo(l-atau (-)Lmmeso- juga menunjukkan isomer (epimer). misalnya. tanpa merujuk ke arah sudut putar optis tertentu. isobutana. misalnya dalam hal bilangan oksidasi atom utamanya. lihat metamenunjukkan arti ‘antara’. de-N-metilmorfina. menunjukkan keserbasamaan. isoindol.atau (+)-) epi- gugus berada pada satu sisi. hipofosfit. ketoksim. asam dehidroaskorbat. Misalnya. l-efedrina. berasal dari bahasa Yunani (lewat. menunjukkan keadaan yang lebih rendah daripada senyawa lain. merujuk pada keton.cyclodDde(des-) Δ (delta-) dextro(d. Misalnya. tanpa merujuk pada arah sudut putar optis. homosiklik. di luar.dan anhidro-. menunjukkan bahwa zat ini memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan. Misalnya. Misalnya. awalan yang menunjukkan perbedaan. Contoh: asam mesotartarat. Contoh: L-gliseraldehida. Misalnya. setelah) dan 24 O mesometa- . lihat desktromenunjukkan adanya hubungan struktur. misalnya dehidrokolesterol. misalnya.4-dihidronaftalena. Misalnya. ketidaksamaan atau keanekaragaman.2-Azarsetina. asam hidroksamat. cis-stilbena H H C C C6H5 C6H5 menunjukkan struktur lingkar. siklopropana. merujuk pada hidrogen. d-glukosa. atau pada kamfor. Misalnya. hiposulfit. 1. homotaksana. juga penambahan gugus -CH2-. Contoh: D-glukosa menunjukkan pengabstraksian suatu atom.(jarang digunakan) menunjukkan isomer dari suatu senyawa lain.

seperti pada sim-dikloroetana (ClCH2-CH2Cl) berasal dari bahasa Yunani (dengan bersama-sama) dan menandakan persatuan. berasal dari bahasa Latin (di bawah. misalnya m-diklorobenzena (1. singkatan ‘normal’.4 pada cincin benzena. awalan Yunani (‘habis’) yang menunjukkan (1) sangat atau lebih dari biasa. misalnya asam metafosfat. asosiasi atau penumpukan. misalnya asam ortofostfat. misalnya polisakarida. misalnya permanganat (per sebagai singkatan peroksi-). menunjukkan atom oksigen yang terikat dengan ikatan rangkap pada suatu atom karbon (adanya gugus keton). singkatan ‘simetrik’. misalnya metaldehida. Contoh: subasetat. misalnya asam paraperiodat. misalnya norpinena. Dalam stereoisomeri posisi-sin menunjukkan kedekatan satu dengan yang lain. yang sama. berlawanan) yang menunjukkan (1) posisi-1. menunjukkan (1) penghilangan gugus metilena dari suatu rantai. (4) turunan senyawaan kompleks. lihat paraawalan Yunani (di luar. misalnya asam ortosilikat. dibandingkan dengan posisi anti.3diklorobenzena). misalnya paraformaldehida. hampir atau dekat) dan digunakan untuk menunjukkan derajat oksidasi rendah atau senyawa basa. (3) asam yang kekurangan molekul air. misalnya sec-butil alkohol. misalnya metaprotein. (2) pengecilan cincin sebanyak satu satuan -CH2-. (2) asam paling terhidroksilkan. Contoh: sin-benzaldoksim sym(s-) syn- sim(s-) sin- 25 . Awalan ini menunjukkan penukargantian maksimum. (2) di atas atau di luar. (3) penggantian oleh hidrogen semua gugus metil pada suatu sistem cincin. (3) menunjukkan sejumlah air yang dikandung. Misalnya: asam oksomalonat. misalnya perfluoronaftalena C10F8 menunjukkan adanya gugus peroksida.3 dalam cincin benzena. dan menunjukkan kekurangan atau radikal yang dirujuk. singkatan awalan orto(1) menunjukkan posisi-1. misalnya asam peroksiasetat (CH3-COOOH) menunjukkan gabungan beberapa molekul atau fragmen melekul. misalnya: n-butanol. karena campuran ekuimolar bentuk d. (2) senyawa polimer. suboksida.dan llihat sec singkatan ‘sekunder’.atau (+)-) ssec sub- menunjukkan antara lain (1) posisi 1. (3) asam dengan kandungan air yang normal.meta- nnor- nnor- oortho- oorto- oksooxopparappara- perper- peroksiperoxypolipolyracemic(dl. misalnya perasiditas.atau (+)-) ssec subracemik(dl. (4) menunjukkan adanya hubungan.2 dalam cincin benzena. menunjukkan ketakaktifan optis. misalnya parakasein. (2) polimerisasi.

dan seterusnya. awalan yang berarti empat untuk gugus kompleks (untuk gugus sederhana: tetra-). (iii) Awalan (atau sisipan) yang disenaraikan di bawah ini ditulis dengan huruf miring dan dipisahkan dari nama induknya dengan sempang. Lihat bissingkatan untuk taksimetris. seperti taksimtriklorobenzena (1. di-. pentakis-. tris-.4-triklorobenzena). dengan umumnya nama gugus ditulis dalam tanda kurung: bis-. tristristaksimunsymvicvic- 2. antiprismoantiprismodelapan atom terikat menjadi suatu antiprisma segi empat beraturan asymasimstruktur taksimetris catenakatenabangun rantai.3-trimetilbenzena). Misalnya: trans-stilbena C6H5 H C C H C6H5 awalan yang berarti tiga untuk gugus kompleks (untuk gugus sederhana: tri-). dari vicinal. sering digunakan untuk zat polimer lurus ciscisdua gugus menghuni dua posisi berdampingan (lihat fac-) closoklosostruktur tertutup atau sangkar cyclosiklobangun cincin dodecahedrododekahedrodelapan atom terikat dalam bidang dua belas bermuka segitiga facfactiga gugus menghuni sudut-sudut suatu muka segitiga suatu bidang delapan hexahedroheksahedrodelapan atom terikat dalam suatu bidang enam (misalnya kubus) hexaprismoheksaprismo12 atom terikat dalam suatu prisma segienam icosahedroikosahedro12 atom terikat dalam suatu ikosahedron segitiga mermermeridional. heksa-. undeka-. victrimetilbenzena (1.2. nona-. tri-. deka-. Misalnya. tetra-. berarti berdekatan. penta-. hepta-. dua atom pertama trans satu terhadap yang lain. dan seterusnya. dodeka-. IMBUHAN KHUSUS DALAM TATA NAMA KIMIA ANORGANIK i (i) ii iii (ii) Awalan penggandaan disatukan dengan pokok katanya (tanpa tanda sempang): mono-.2. seperti pada tert-butil alkohol. tetrakis-. tiga atom pada suatu oktahedron.H tterttetrakistranstterttetrakistrans- C6H5 C N OH lihat tertsingkatan untuk tersier. Awalan tanpa tanda sempang. okta-. Lihat bismerujuk pada isomer geometrik yang kedua gugusnya berseberangan. terutama untuk senyawaan boron octahedrooktahedroenam atom terikat dalam suatu bidang delapan 26 . atom ketiga cis terhadap kedua atom itu nidonidomirip kloso.

dan asam (klorida. morfina. ribosida) radikal asil (etanoil. dan asam (sulfat. ester. AKHIRAN KHUSUS KIMIA ORGANIK -al -ane -ase -ate -ene -ide -ine -ite -oic -ol -ole -one -osan -ose -oside -oyl -yl -ylene -ylidene -yne -al -ana -ase -at -ena -ida -ina -it -oat -ol -ola -on -osan -osa -osida -oil -il -ilena -ilidena -una aldehida (metanal) hidrokarbon jenuh (etana) enzim (amilase) garam. fosfina) garam. nitrit) asam (asam etanoat. indazola) senyawa keton polisakarida (pentosan. garam. karbamoil) radikal. dan asam (sulfit. asam benzoat) senyawa mengandung gugus hidroksil (alkohol. benzilidena C6H5CH) hidrokarbon berikatan ganda tiga 27 . fenol) senyawa heterosiklik lima anggota (pirola. nitrat) hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap (etena) anion. heksosan) karbohidrat. sukrosa) glikosida (glukosida.pentaprismoquadrosimtetrahedrotranstriangulotriprismo- pentaprismokuadrosimtetrahedrotranstriangulotriprismo- sepuluh atom terikat dalam suatu prisma segi lima empat atom terikat dalam suatu segi empat (misalnya bujur sangkar) simetris empat atom terikat dalam bidang empat dua gugus berseberangan melintasi suatu atom pusat tiga atom terikat dalam segitiga enam atom terikat dalam prisma segitiga 3. sianida) senyawa nitrogen bervalensi tiga (metilamina. ester. khususnya gula (dekstrosa. oksazola. o-fenilena) radikal bivalen hidrokarbon dengan kedua ikatan bebas pada satu atom karbon (etilidena CH3− CH. terutama radikal univalen hidrokarbon radikal bivalen hidrokarbon dengan ikatan bebas pada atom-atom karbon yang berlainan (propilena -CH2-CH2-CH2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->