Analisis SWOT Organisasi ECPAT (End Child Prostitution in Asian Tourism).

ECPAT awalnya adalah kampanye yang diluncurkan oleh ECTWT (Economical Coalition in Third World Tourism), sebuah NGO (Non Goverment Organization) yang bergerak untuk merespon masalah prostitusi anak, menurut mereka prostitusi anak terjadi disebabkan karena adanya dampak kegiatan pariwisata. Tahun 1988, ECTWT meneliti masalah prostitusi anak ini di tiga negara Asia Tenggara, Thailand, Filiphina, dan Sri Lanka. Hasil dari penelitian ini kemudian dipresentasikan dalam sebuah pertemuan internasional, International Consultation, yang diselenggarakan di Chiang May, Thailand, dan dihadiri oleh 68 partisipan, yang merupakan perwakilan dari UNICEF, The International Catholic Child Burreau (ICCBC), agen – agen pemerintahan, universitas – universitas dan media.1 Hasil penelitian ini melahirkan sebuah kampanye yang kemudian dikenal dengan nama End Child Prostitution in Asian Tourism (ECPAT). Tahun 1996, melalui kongres dunia, dimana ECPAT dan dibantu oleh UNICEF sebagai penyelenggara kongres, menghasilkan Agenda for Action yang isinya antara lain, mendirikan sebuah organisasi khusus yang bertugas merespon dan melawan prostitusi anak di Asia Tenggara yang diakibatkan oleh dampak pariwisata. Di tahun inilah ECPAT resmi berdiri sebagai NGO, diketuai oleh Ron O’Grady dan berbasis di Bangkok Thailand. Hingga kini terdapat 73 kelompok yang tersebar di 67 negara dalam jaringan ECPAT ini. Masalah – masalah atau hambatan yang dihadapi ECPAT dalam mensuskseskan tujuannya untuk memecahkan masalah prostitusi anak dapat dilihat dari analisis lingkungan dibawah ini.

1

Jurnal ECTWT, Caught in Modern Slavery: Tourism and Child Prostitution in Asia, Bangkok, 1990, hal.4.

1

atau lebih dikenal dengan Theravada Buddhism. The Changing Situation of Children Prostitution in Northern Thailand. yang berkeliling di pedesaan Thailand.thaiworldview. hal. 3 Chodron. diakses tanggal 21 Juni 2010. Hal ini karena adanya kepercayaan reinkarnasi. Faktor Ekonomi Di Thailand. Jurnal ECPAT. Faktor Sosial Adanya diskriminasi gender di Thailand.Analisa Lingkungan 1. telah mencapai titik kehidupan tertinggi. 2. Bangkok.com/boudha/html. kurangnya pilihan untuk bertahan hidup. Sebagian keluarga miskin bahkan dengan sadar dan tanpa rasa terpaksa memasukkan anak – anak perempuan mereka kedalam bisnis prostitusi ini untuk mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. dan hanya anak laki – lakilah yang berhak menjadi 2 Baker. dalam www. 30. serta keadaan keuangan keluarga yang kurang baik . Reinkarnasi akan terus menerus berulang dan akan terhenti apabila seseorang telah menjadi biksu. terbatasnya kesempatan kerja. Kemiskinan biasanya berhubungan dengan buta huruf. Theravada Buddhism: A Guide to Fearlessness in Difficult Times.3 Menurut kepercayaan ini. 2000. A Study of Changwat Chiang Rai.2 Anak – anak perempuan dari keluarga miskin ini merupakan target utama agen yang merupakan kaki tangan dari mucikari rumah bordil. untuk mencapai titik kehidupan yang paling tinggi dengan menjadi biksu dan diharuskan anak laki – laki untuk menjadi biksu sebelum dewasa. faktor utama yang mendorong anak – anak terjun ke prostitusi adalah kemiskinan. diskriminasi ini berhubungan dengan kebudayaan dan agama yang dianut oleh suatu masyarakat. bahwa seseorang setelah meninggal akan hidup lagi ke dunia sebagai seseorang atau sesuatu yang berbeda dari kehidupan sebelumnya. Agama yang paling dominan dianut oleh masyarakat Thailand adalah Thai Buddhism. 2 .

Website – website ini menyediakan berbagai informasi detail tentang pariwisata seks anak. Faktor Teknologi internet yang menyediakan kemudahan akses bagi Merebaknya industri pariwisata seks anak ini. tempat tujuan. serta menggunakan kata kunci ”Thai Sex”.worldsexguide.4 4. Chicago.html 5 Altman. karena tidak dapat menjadi biksu. atau bahkan dijual ke seorang germo dan dipaksa masuk ke dalam dunia industri seks komersial.biksu.php atau http://www. juga disebabkan oleh teknologi pengguna pariwisata seks anak. dan peningkatan jumlah gadis – gadis yang menjadi penari dan ahli pijat. bar. Semua informasi ini dapat dengan mudah diakses melalui internet. Akibatnya banyak anak perempuan dengan sukarela dinikahi oleh laki – laki kaya dengan imbalan uang. dan tidak bisa mencapai titik kehidupan tertinggi. serta bagaimana cara memperoleh pelacur anak. dapat menghasilkan berbagai macam informasi mengenai pariwisata seks di Thailand.tv/thai. Hal. Melalui ”search engine” seperti Google atau Yahoo.travelsexguide. lengkap dengan harga. Faktor Politik Selama perang Vietnam. Global Sex. University Of Chicago Press. 3. agar pemerintah Thailand dapat menyediakan program Rest and Relaxation bagi prajurit – prajurit Amerika yang bertugas di Thailand. Departemen Pertahanan Amerika Serikat mempunyai perjanjian dengan pemerintah Thailand. ketersediaan informasi ini memudahkan wisatawan Selain seks itu anak dalam merencanakan wisata juga perjalanan mereka.5 Dalam waktu yang singkat terjadi peningkatan restoran. agen perjalanan mempublikasikan brosur pariwisata seks anak melalui internet. 2001. hotel. 11 3 . Setelah berakhirnya perang Vietnam dan ditariknya pasukan Amerika 4 Dapat dilihat dalam http://www. dan klab malam secara signifikan di daerah utara hingga selatan Pattaya.org/thailand. Wanita dianggap makhluk kedua.

sehingga pemerintah tidak merasa mempunyai peranan untuk mensukseskan berjalannya proyek ECPAT. • • Berpartner dengan NGO – NGO lokal dan universitas – universitas di Thailand Dikarenakan project ECPAT yang lebih ditujukan untuk generasi muda. sehingga keberadaannya dianggap tidak mengganggu kebijakan pemerintah. ECPAT adalah NGO yang konsisten mengatasi masalah prostitusi anak. maka membuat ECPAT menjadi organisasi non profit yang mempunyai tempat khusus di kalangan pemuda Thailand dan hal ini bidang Pemberantasan Prostitusi 4 . sehingga tujuan dan program kerja ECPAT selalu jelas dan tidak melenceng dari Visi dan Misi organisasi. bisnis ini semakin berkembang ke arah prostitusi terus dan merambah ke para wisatawan. Analisa SWOT Strength • • • Jaringan ECPAT terdiri dari 73 kelompok dan tersebar di 67 negara NGO yang tidak berkecimpung dalam bidang politik. Weakness • Sebuah organisasi yang tidak berafiliasi dengan pemerintah. serta berpartner dengan akademisi – akademisi muda di Thailand.dari kawasan Asia Tenggara. Opportunities • Mendapatkan dukungan dari perwakilan PBB dan yayasan – yayasan yang bergerak di Anak.

Sedangkan objective atau tujuan adalah. seperti kesempatan bersekolah bagi anak yang kurang mampu. tidak bisa di pecah – pecah menjadi beberapa bagian. disebabkan anak – anak mereka menolak untuk dijual kepada mucikari rumah bordil dan lebih memilih untuk bersekolah. dapat diukur. Misi Dan Tujuan ECPAT A. dan tidak melenceng dari misi perusahaan atau organisasi. Analisa Misi dan Tujuan ECPAT (End Child Prostitution in Menurut Wilson dan Ogden dalam Strategic Communications Planning (Fifth Edition: 2008: hal. Threat • Disebabkan project ECPAT yang lebih ditujukan kepada kalangan keluarga miskin. tahapan – tahapan yang digunakan oleh suatu perusahaan atau organisasi untuk mencapai misi atau tujuan dasar perusahaannya. memberikan dorongan kepada anak – anak agar lebih mengerti hak – hak mereka. jangka waktu pencapaian tujuan tersebut dapat di prediksi. 5 Asian Tourism) . 73). Tujuan harus spesifik. dapat dicapai. Penolakan keras atas project ECPAT ini adalaha ancaman kepada ECPAT untuk tidak melanjutkan program – programnya. Goal atau misi tidak dapat dijabarkan secara kuantitas.memudahkan ECPAT dalam proses perekrutan anggota baru dan pendekatan kepada masyarakat. karena misi adalah tujuan dasar suatu organisasi atau perusahaan. dan menanamkan pengertian bahwa prostitusi anak adalah suatu hal yang melanggar hukum. hal ini membuat ECPAT mendapat stigma bahwa project – projectnya membuat keluarga miskin menjadi lebih miskin. Goal adalah kalimat sederhana yang mendeskripsikan tujuan dasar suatu perusahaan atau organisasi.

org. serta memberikan semangat pada berbagai komunitas penduduk di dunia untuk ikut serta dalam menjamin agar semua pihak di belahan dunia manapun dapat mengerti dan sadar akan hak – hak anak untuk tidak dieksploitasi dalam bentuk apapun. antara lain7: • Menjamin bahwa tidak akan ada anak – anak berusia 18 tahun ke bawah. www. maka analisa Misi dan Tujuan ECPAT dijabarkan sebagai berikut: 1.Berdasarkan referensi. (baik alasan ekonomi. maka ECPAT mempromosikan mekanisme hukum dan prosedur legal yang dapat melindungi dan memperlakukan HAM anak – anak korban prostitusi dengan baik. maupun adanya ancaman dari luar) masuk ke dalam bisnis prostitusi. ECPAT’s Profile. yaitu untuk mengeliminasi masalah prostitusi anak. ibid 6 . 6 7 ECPAT. Tujuan Dalam rangka pencapaian misinya. Misi ECPAT International adalah berjuang bersama – sama dengan organisasi lain yang mempunyai misi serupa. Misi ECPAT International adalah organisasi nirlaba yang lintas politik dan lintas agama dan bergerak mengatasi masalah – masalah anak. pornografi dan perdagangan manusia di dunia.ecpat.6 2. • Dikarenakan anak – anak yang terlibat dalam kegiatan prostitusi merupakan korban eksploitasi. merumuskan beberapa tujuan organisasinya. pornografi anak. maka ECPAT dilandasi oleh misinya. dengan alasan apapun. dan perdagangan anak. alasan sosial. diakses 22 Juni 2010.

apabila ada anggota tim yang kehilangan arah. maka anggota tersebut dapat melihat buku panduan untuk menyelaraskan kembali persepsinya dengan anggota tim yang lain. Gunanya adalah. Tidak bisa menggunakan satu strategi untuk menghadapi beragam isu atau masalah. tidak bisa juga menggunakan satu strategi untuk 7 . Suatu objective (tujuan) yang baik harus ECPAT tercatat. target tujuan dari strategi harus tepat. • Mengupayakan agar anak –anak di seluruh dunia dapat terhindar dari bisnis prostitusi dengan cara mendirikan sekolah gratis untuk anak – anak kurang mampu. 2. Spesifik dan jelas (spesific and clearly defined). atau berkarakter baik. • Menentang pariwisata seksual anak dan mendorong industri pariwisata untuk mengadopsi standar operasi pariwisata yang ditetapkan ECPAT untuk dapat mengeliminir pariwisata seksual anak.• Berusaha untuk menjamin bahwa semua tindakan pelecehan seksual terhadap anak – anak dapat dijerat oleh hukum berskala nasional maupun ekstra teritorial. atau bila perlu di jadikan dalam bentuk buku panduan untuk anggota tim yang lain. Tertulis (written). mendirikan rehabilitasi mental untuk anak – anak yang telah terperosok ke dalam bisnis prostitusi. dan memberikan training – training bagi calon anggota baru yang bertugas mendampingi anak – anak korban prostitusi. sasaran dari tujuannya harus jelas. B. Formulasi tujuan (objectives) untuk mencapai misi (goal) Terdapat 8 karakteristik yang harus dipenuhi agar suatu tujuan mendapatkan predikat baik. 1. karena terjadinya perbedaan persepsi dengan anggota yang lain tentang tujuan organisasi / perusahaan.

menyelesaikan isu sekaligus meningkatkan citra suatu organisasi atau perusahaan. Objektif yang dibuat sebaiknya tidak terlalu sulit dicapai namun juga tidak terlalu mudah. 5. Terukur dan Terlihat Perkembangannya (Measureable and Improvement Oriented). Terikat Waktu (Time-bound). 3. 6. Kredibel (Credibel). dan perbaikan untuk manajemen. karena saat strategi itu berhasil maka siapapun yang merasakan keberhasilan itu akan percaya bahwa tim strategi komunikasi mereka yang telah merumuskannya. yang berbeda. Ukuran tentang lamanya suatu strategi komunikasi akan digunakan (permasalahan waktu berapa lama akan dipakai ditentukan dari masalah – masalah yang 8 . suatu strategi komunikasi yang masuk akal. ukuran keberhasilan suatu strategi komunikasi yang baik adalah terlihatnya suatu keberhasilan yang signifikan dan dapat diukur. maupun melalui perubahan sosial yang terjadi di masyarakat yang disebabkan diluncurkannya program . bagi perusahaan yang berorientasi bisnis. Baik melalui persentasi kenaikan laba. Diterima (Acceptable) Untuk dapat diterima sebuah objektif itu harus sesuai dan mendukung misi dan tujuan perusahaan. 7. gunanya untuk menentukan tentang berapa lama strategi itu terpakai).program sosial oleh organisasi nir-laba. dan dapat dipertanggung jawabkan. 4. dan harus membahas isu-isu. Objektif yang terlalu mudah dicapai akan membuat pimpinan perusahaan atau organisasi memandang bahwa tim komunikasi mereka tidak berani mengambil resiko. masalah. Realistis dan dapat dicapai (Realistic and attainable). berguna untuk menjaga agar objektif tetap spesifik dan jelas.

18 9 . 78 . Terikat dana (Budjet-bound). pornografi yaitu anak. serupa. Sementara kita harus memecahkan masalah dan mencapai tujuan. Misi ECPAT sendiri adalah berjuang bersama – sama dengan organisasi lain yang masalah mempunyai prostitusi misi anak.dihadapi oleh perusahaan atau organisasi dan kesempatan yang telah ditetapkan. Adapun program ECPAT yang sesuai dengan formulasi objektif yang baik adalah suatu program organisasi kerjasama di ECPAT yang dengan suatu NGO internasional yang bernama Taksvarkki Ry Dagsvereke. Lessons Learned From ECPAT/Taksvarkki Child Prostitution Prevention Project In Upper-North Thailand. serta memberikan semangat pada berbagai komunitas penduduk di dunia untuk ikut serta dalam menjamin agar semua pihak di belahan dunia manapun dapat mengerti dan sadar akan hak – hak anak untuk tidak dieksploitasi dalam bentuk apapun. Hal. dan juga advokasi kepada 8 Sprouting Tree. (Wilson & Ogden: 2008: hal. 2000. Objektif yang baik harus dapat memprediksi berapa lama waktu yang akan terpakai. penyuluhan. Taksvarkki adalah Finlandia kegiatan utamanya mengumpulkan sumbangan masyarakat dan subsidi pemerintah agar dapat menyediakan dana bagi pembangunan dan pengembangan internasional.8 Program ini dikenal dengan ECPAT/Taksvarkki Child Prostitution Preventation Project. kampanye. Proyek ini antara lain memberikan berbagai informasi. akan penulis gunakan untuk memformulasikan objektif – objektif ECPAT untuk mencapai misi ECPAT. strategi yang kita gunakan juga harus dapat mempertimbangkan budjet yang akan terpakai.80) Dari delapan karakteristik di atas. objektif yang baik harus dapat mempertimbangkan berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk mensukseskan tujuan perusahaan / organisasi. untuk dan mengeliminasi perdagangan anak. ECPAT/Taksvarkki: Thailand. 8.

2 ibid. Protection of Hill-Tribe Children from Sexual Exploitation Project dengan Hill Area Development Foundation. dan Life Quality Development Project to Prevent Child Prostitution denganYMCA. Program ini mendapatkan suntikan dana dari Taksvarkki Ry Dagsverke. The Objektif: • • Membangun perlindungan bagi para murid dan mengajarkan norma – norma serta tingkah laku yang bermoral Membangun rasa cinta kasih dan saling pengertian di setiap keluarga Project of Cooperation for Risk Prevention bekerjasaama dengan Baan Huay Krai School11 9 http://www. Program ini dibagi menjadi dua fase. yang memberikan pelayanan kepada berbagai kalangan komunitas di dunia dengan cara mendanai berbagai macam program pengembangan internasional melalui sumbangan dana dari masyarakat dan juga subsidi pemerintah.php?cat=100&lang=en diakses tanggal 23 juni 2010 Ibid.9 Dalam fase pertamanya proyek ini terdiri dari berbagai aktivitas yang dilakukan oleh lima organisasi grassroots di Thailand. hlm. New Path Project dengan Lampoon Women and Youth. The Community Theatre Project on Issue of Preventing the Child Sex Trade in Northern Thai Region dengan Community Theatre Group.10 1. suatu organisai yang berdomisili di Finlandia. dan fase kedua dimulai dari tahun 2001 sampai dengan 2004. Hal . 18 10 11 10 .taksvarkki.fi/kategoria. fase pertama dilaksanakan tahun 1998 – 2000.masyarakat Thailand di daerah pedesaaan dan juga komunitas suku perbukitan agar tidak menjual anak mereka ke dalam industri seks komersial. yaitu: The Project of Cooperation for Risk Prevention bekerjasama dengan Baan Huay Krai School.

Target sasaran dari program ini adalah empat desa dan sekolah ekstensi di sub distrik Pa Tung. serta anak – anak yang berusia antara 7 sampai 18 tahun. antara lain mereka yang telah melakukan kegiatan seksual pada usia sekolah. Target dalam program ini adalah 500 murid kelas 5 sampai kelas 9 sekolah Baan Huay Krai. agar dapat membuat keputusan yang tepat saat meilih pekerjaan ketika mereka dewasa kelak. 27 11 . 2. hlm. Menjamin bahwa anak – anak mengembangkan bakat dan kemampuan mereka untuk melindungi diri mereka dari praktek prostitusi anak. dan mereka yang berasal dari keluarga miskin dan orang tua yang bercerai. Komunitas penduduk perbukitan di Thailand mengalami masalah keterbatasan kepemilikan lahan. Protection of Hill-Tribe Children from Sexual Exploitation Project Objektif: bekerjasama dengan Hill Area Development Foundation12 • • Mempelajari berbagai faktor – faktor yang mengakibatkan anak – anak masyarakat perbukitan masuk kedalam industri seks komersil. • Mengembangkan kualitas hidup anak – anak komunitas masyarakat di daerah perbukitan. dan distrik Mae Chan di propinsi Chiang Rai.• Membangun insting dalam individu anak – anak mengenai bakat yang mereka punya. Program ini memilih murid – murid yang paling beresiko terjun ke dalam praktek prostitusi. mereka yang cenderung royal dalam menghabiskan uang. Masalah – masalah ini berarti bahwa banyak keluarga dari komunitas ini yang tak mampu mengirimkan anak 12 ibid. erosi tanah. serta rendahnya kualitas kesuburan tanah. serta 20 keluarga dari murid seolah tersebut.

Objektif: • • Meningkatkan kewaspadaaan. 25 ibid. 4. Banyak gadis remaja meninggalkan desanya untuk bekerja sebagai buruh maupun pekerja tidak tetap untuk membantu keluarga mereka. 3. hlm.hak anak dan masalah prostitusi anak. • Menguatkan organisasi – organisasi anak agar dengan tujuan agar mereka dapat melindungi diri dan komunitas mereka dari pelanggaran hak anak dan prostitusi anak. Remajanya banyak yang putus sekolah dan mengisi waktu luangnya bekerja di pabrik. propinsi Lampoon. dan memecahkan masalah pelanggaran hak .mereka untuk belajar di sekolah. The Community Theatre Project on Issue of New Path Project bekerjasama dengan Lampoon Women and Youth13 Preventing the Child Sex Trade in Northern Thai Region bekerjasama dengan Community Theatre Group14 Objektif: 13 14 ibid. Memberi jaminan bahwa pola pikir anak – anak berdasarkan nilai dan norma – norma kebudayaan setempat agar mereka mampu melindungi diri mereka sendiri dari pengaruh gaya hidup kota besar dan prostitusi. dan beberapa anak – anak dan remaja di Lampoon terlibat dalam kegiatan seks komersial. 24 12 . Target sasaran dari proyek ini adalah distrik Pasang. mencegah. penduduk di distrik tersebut miskin dan bercocok tanam merupakan sumber pendapatan utama mereka.baik sebagai pembeli maupun sebagai penjual. hlm. Thailand yang berada tidak jauh dari kawasan industri.

serta di daerah – daerah perbatasan di mana anak – anak migran datang untuk bekerja di Thailand. 5.• • Mengubah sikap permisif tentang prostitusi anak menjadi sikap penolakan tentang prostitusi anak kepada remaja dan anak – anak. daerah daerah di mana pada masa lalu kaum perempuannya telah menjadi pekerja seks telah dan daerah – daerah di mana masyarakat menerima kegiatan prostitusi sebagai hal yang biasa. Target sasaran dari proyek ini adalah daerah – daerah yang memiliki tingkat penjualan maupun pembelian narkotika tertinggi. • • Mendukung kelompok masyarakat untuk memecahkan masalah mereka dan mengurangi eksploitasi seksual di masyarakat Mendukung kelompok ibu rumah tangga dan kelompok remaja perempuan tambahan. hlm. Untuk mengatur 14 kelompok teater komunitas lokal di delapan propinsi di Thailand utara. daerah .daerah di mana penduduk desa tidak memiliki tanah dan anak-anak mereka tidak memiliki kesempatan untuk belajar. Objektif: Life Quality Development Project to Prevent Child Prostitution bekerjasama denganYMCA15 • • Menghentikan bahaya ditipu atau dipaksa untuk memasuki industri seks komersial kepada anak – anak maupun remaja. 15 dengan memberikan pelatihan tentang pembuatan kerajinan tangan dan menjahit untuk mendapatkan penghasilan ibid. mengembangkan keterampilan dan sikap untuk anak-anak dan keluarga dalam rangka memberantas eksploitasi seksual dan menghormati orang lain. 20 13 . di daerah – daerah perkotaan dimana anak – anak dan remajanya memiliki masalah broken home. masalah pelecehan seksual dan masalah anak – anak jalanan.

Kelompok kedua adalah orang tua dari anak – anak yang menerima beasiswa ini. 25) Dari pengertian di atas. Key Public Ruslan (1998) mendefinisikan pengertian publik internal dan publik eksternal. yaitu melawan komersialisasi seks dengan perempuan dan anak-anak. guna saling berkomunikasi dan saling bekerjasama untuk memberantas masalah prostitusi anak.tokoh masyarakat di wilayah sasaran. dan khalayak nonprofit utama bukan eksternal yaitu masyarakat ECPAT. Organisasi pemerintah seperti menggantungkan 14 . dapat ditarik kesimpulan bahwa key public itu terbagi menjadi dua. sedangkan publik eksternal adalah publik umum (masyarakat). dan dua kelompok orang dewasa. Kelompok pertama adalah anak – anak yang mendapatkan beasiswa dari YMCA. ada 49 anak yang mendapatkan beasiswa bulan September 1999. Kelompok terakhir adalah para guru di sembilan sekolah dan 12 tokoh . baik secara formal maupun nonformal di berikan pengajaran dan informasi tentang hak – hak anak dan hak – hak seksual anak. yang bertugas untuk mengembangkan jaringan. Publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Sekitar 10. Mereka juga diajari tentang bagaimana mendapatkan penghasilan tambahan.000 perempuan di wilayah sasaran juga mempelajari tentang masalah kesehatan reproduksi. khalayak utama internal yaitu para pihak yang berkepentingan dengan organisasi / perusahaan.• Membuat jaringan antara pemerintah dan organisasi nonpemerintah yang mempunyai misi yang sama dengan ECPAT. terdapat 39 anak-anak dan 10 anak – anak Chiang Rai. (Ruslan: 2002: hlm. dan 70%nya berada di daerah perbukitan. sendiri. Target sasaran dari proyek ini di bagi menjadi tiga kelompok yaitu anak – anak. Lampang dan Phayao distrik yang mendapatkan beasiswa.

Tujuan lain adalah menarik minat khalayak eksternal untuk menjadi sukarelawan atau menjadi anggota organisasi. Penentuan Key Public ECPAT Key Public internal ECPAT adalah struktur organisasi lembaga itu sendiri. 14 di Amerika. Eropa Timur. merupakan badan ECPAT yang tertinggi dalam struktur organisasi. 2) YMCA Bangkok. 1) Ban Huay Krai School. dikepalai oleh seorang Chair Person. dan 3 di Pasifik). Para donatur bagi organisasi non profit bukan pemerintah terdiri atas donatur perorangan. Pasifik. Struktur organisasi ECPAT terbagi atas tiga bagian utama yaitu: International Assembly. 3 di Timur Tengah dan Afrika Utara. Partner kerja ECPAT adalah. Organisasi perusahaan ini sangat atau bisa juga pada lembaga kegiatan pemerintah yang bersimpati dengan gerakan atau tujuan organisasi bergantung pengumpulan dana (fund raising). dan donatur ECPAT. Chiang Rai. 5)Hill 16 http://www. Mae Sai District. Badan tersebut terdiri dari 24 national groups dan 44 affiliate groups (12 di Afrika.asp diakses tanggal 24 juni 2010 15 . (Morissan: 2008: hlm. Thailand. Asia Timur. dan ECPAT Secretariat. 90) Sehingga tujuan utama strategi komunikasi bagi organisasi non profit bukan pemerintah adalah menarik khalayak guna kegiatan pengumpulan dana dan memberikan informasi kepada donatur sejauh mana penggunaan dana yang sudah terkumpul. 17 di Asia.ecpat. bersangkutan. 21 di Eropa. serta i Youth Representative.net/EI/Ecpat_network. dan membawahi 8 regional representatives dari berbagai kawasan (Afrika. diketuai oleh 1 direktur eksekutif dan berkantor pusat di Bangkok.ECPAT Secretariat. Pasang District. dan Eropa Barat). ECPAT Board. Amerika Latin. Amerika Utara. organisasi. Phayao Branch. ECPAT Board. International Assembly. 4)Lampoon Women and Youth Project.16. partner kerjasama ECPAT. 3)Community Theatre Group. Lampoon.operasional kegiatannya dari sumbangan para donatur. Chiang Mai.

serta Donatur ECPAT adalah Taksvarkki Ry Dagsverke. Strategi Pengiriman Pesan 16 . Sedangkan key public eksternal ECPAT adalah anak – anak yang berusia antara 7 – 18 tahun.Area Development Foundation. dan keluarga anak – anak tersebut.