1.

Kita mengenal Hippocrates dan Galenus yang mengemukakan bahwa manusia bisa dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat cair yang ada dalam tubuhnya. 1) Melancholicus (melankolisi), yaitu orang-orang yang banyak empedu hitamnya, sehingga orang-orang dengan tipe ini selalu bersikap murung atau muram, pesimistis dan selalu menaruh rasa curiga. 2) Sanguinicus (sanguinisi), yakni orang-orang yang banyak darahnya, sehingga orang-orang tipe ini selalu menunjukkan wajah berseriseri, periang atau selalu gembira, dan bersikap optimistis. 3) Flegmaticus (flegmatisi), yaitu orang-orang yang banyak lendirnya. Orang- orang seperti ini sifatnya lamban dan pemalas, wajahnya selalu pucat, pesimis, pembawaannya tenang, pendiriannya tidak mudah berubah. 10 2. 4) Cholericus (kolerisi), yakni yang banyak empedu kuningnya. Orang bertipe ini bertubuh besar dan kuat, namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri, sifatnya garang dan agresif.

3. Kutipan Buku : 4 Pola Watak Teori Kepribadian Hippocrates

Kembali ke zaman para filsuf Yunani purba, Hipocrates, bapak kedokteran modern, mulai mengobservasi para pasiennya. Dia menemukan bahwa sementara tidak ada 2 orang yang tepat sama, banyak yang mempunyai ciri khas serupa. Satu kelompok sering berbagi pola perilaku tertentu yang konsisten. Pada segi lain, kelompok lainnya memperlihatkan rangkaian perilaku yang yang sangat berbeda, walaupun mereka bertindak secara konsisten di dalam kelompoknya. Begitu Hippocrates dan rekan-rekan sekerjanya memperhatikan ke dalam kelompok mana seseorang cocok, mereka bisa dengan akurat meramalkan aspek-aspek lain tentang tanggapan orang itu terhadap kehidupan. 5. Mereka menyebut orang-orang yang ciri khasnya jelas suka ribut dan terlambat, optimistis, dan menyukai kesenangan "Sanguinis". Mereka menyebut orang-orang yang suka menjadi pemimpin kelompok dan cenderung sok berkuasa "Koleris". Orang-orang yang perlu agar seluruh kehidupannya teratur dan lebih pemurung dari pada lain-lainnya diberi nama "Melankolis". Dan akhirnya, mereka menunjuk orang-orang yang mudah menuju arah mana saja selama orang lain membuat pilihan sebagai "Phlegmatis". Hippocrates tadinya merasa bahwa setiap kelompok berperilaku seperti itu karena adanya cairan tubuh tertentu. Kata "Sanguine" berarti darah serta berhubungan dengan energi tinggi dan optimisme. "Choleric" adalah empedu kuning yang berhubungan dengan kontrol dan kemarahan. "Melancholy" mewakili empedu hitam dan dipilih karena kedalaman intelegensi dan kecenderungan orang itu ke arah tekanan jiwa. "Phlegmatic" berasal dari phlegma (lendir) tubuh yang menjaga orang itu agar tetap damai, pasif, dan mantap. Lama berselang ilmu kedokteran sudah membuang aspek analisis Hippocrates tersebut. Tetapi observasi perilaku ini masih tetap kokoh selama bertahun-tahun sehingga mayoritas telaah kepribadian berakar dalam teori Hippocrates tentang empat pola watak walaupun mungkin mereka telah mengubah labelnya menjadi Sosialiser atau Lingsang. BAB I PENDAHULUAN

4.

A. Latar Belakang

Seandainya dalam semua segi, setiap orang sama seperti kebanyakan atau bahkan semua orang lain, kita bisa tahu apa yang diperbuat seseorang dalam situasi tertentu berdasarkan pengalaman diri kita sendiri. Kenyataannya, dalam banyak segi, setiap orang adalah unik, khas. Akibatnya yang lebih sering terjadi adalah kita mengalami salah paham dengan teman di kampus, sejawat di kantor tetangga atau bahkan dengan suami/istri dan anak-anak dirumah. Kita terkejut oleh tindakan di luar batas yang dilakukan oleh seseorang yang biasa dikenal alim dan saleh, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, kita membutuhkan sejenis kerangka acuan untuk memahami dan menjelaskan tingkah laku diri sendiri dan orang lain.kita harus memahami defenisi dari kepribadian itu, bagaimana kepribadan itu terbentuk. Selain itu kita membutuhkan teori-teori tentang tingkah laku, teori tentang kepribadian agar tembentuk suatu kepribadian yang baik. Sehingga gangguangangguan yang biasa muncul pada kepribadian setiap individu dapat dihindari. B. Rumusan Masalah Adapun rumsan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu: 1. Bagaimana konsep-konsep kepribadian? 2. Menjelaskan jenis-jenis gangguan kepribadian. C. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah 1. Untuk memahami konsep-konsep kepribadian. 2. Untuk memahami jenis-jenis gangguan kepribadian. D. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan makalah ini, yaitu: 1. Pendahuluan 2. Pembahasan 3. Penutup

misalnya jabatan atau pekerjaan. Pembentukan Kepribadian Mengenai pengalaman-pengalaman yang ikut membentuk kepribadian. Pengaruh kebudayaan terhadap seseorang tidaklah sama karena medianya (orang tua. Lambat laun. Karena tiap-tiap kepribadian adalah unik. Pengalaman ini erat hubungannya dengan fungsi dan peranan seseorang dalam masyarakat. Pengalaman yang umum. saudara. sebagai laki-laki atau wanita seseorang mempunyai hak dan kewajiban tertentu. Meskipun demikian. B. Defenisi Kepribadian Kata kepribadian (personality) sesungguhnya sesungguhnya berasal dari kata latin: pesona. Struktur kepribadian ini dapat diketahui melalui pemeriksaan terhadap sejarah hidup. Yang dapat kita lakukan adalah mencoba mengenal seseorang dengan mengetahui struktur kepribadiannya. kepribadian seseorang tidak dapat sepenuhnya diramalkan atau dikenali hanya berdasarkan pengetahuan tentang struktur kebudayaan dimana orang itu hidup. kemudian individu tersebut diharapkan bertingkah laku berdasarkan atau sesuai dengan gambaran sosial yang diterimanya.BAB II PEMBAHASAN A. Pada mulanya kata personaini menunjuk pada topeng yang biasa digunakan oleh pemain sandiwara di zaman romawi dalam memainkan perannya. cita-cita. Setiap orang tua atau media massa mempunyai pandangan dan pendapatnya sendiri sehingga orangorang yang menerima pandangan dan pendapat yang berbeda-beda itu akan berbedabeda pula pendiriannya. 1971) adalah organisasi-organisasi dinamis dari sistem-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik/khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Beberapa dari peran itu dipilih sendiri oleh orang yang bersangkutan tetapi masih tetap terikat pada norma-norma masyarakat. Kepribadian (Allport. Misalnya. media massa dan lain-lain) tidaklah sama pula pada setiap orang. kita dapat membedakannya dalam dua golongan : 1. Hal ini disebabkan karena : a. yaitu yang dialami oleh tiap-tiap individu dalam kebudayaan tertentu. maka sukar sekali dibuat gambaran yang umum tentang kepribadian. kata persona (personality) berubah menjai satu istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok masyarakat. . dan persoalan-persoalan yang dihadapi seseorang.

kakak. 2. mencari pemuasan segera impuls biologis. karena remajaremaja cenderung mengidentifikasikan dirinya dengan beberapa tokoh sekaligus. dan sebagainya. Salah satu tingkat yang harus dilalui adalah identifikasi. dan superego (hati nurani. Tiap individu mempunyai pengalaman-pengalaman yang khusus. Pengalaman ini tidak tergantung pada status dan peran orang yang bersangkutan dalam masyarakat. dan superego. guru. Konflik dasar dari tiga sistem kepribadian tersebut menciptakan energi psikis individu. tokoh politik favoritnya dan sebagainya. menunda pemuasan sampai bisa dicapai dengan cara yang diterima masyarakat. Kalau kekaburan akan peranan sosial ini tidak dapat dihapuskan sampai remaja itu menjadi dewasa. disebut proses pembentukan identitas diri. Pengalaman yang khusus. dan teori psikoligi kognitif. ego. ibu. misalnya dengan ayah. 1. Id bekerja menggunakan prinsip kesenangan. yakni teori kepribadian psikoanalisis. Proses pembentukan identitas diri harus melalui berbagai tingkatan. Freud membangun model kepribadian yang saling berhubungan dan menimbulkan ketegangan satu sama lain. Pada masa remaja. saudara. Tiga sistem tersebut adalah id. Karena itu penting sekali diusahakan agar remaja dapat menentukan sendiri identitas dirinya dan berangsurangsur melepaskan identifikasinya terhadap orang-orang lain untuk akhirnya menjadi dirinya sendiri. teori kepribadian behaviorisme. Teori Kepribadian Psikoanalisis Dalam mencoba mamahami sistem kepribadian manusia. C. bintang film kesayangannya. misalnya dengan ayahnya. ego mematuhi prinsip realita. Energi dasar ini menjadi kebutuhan instink individu yang menuntut pemuasan. yaitu yang khusus dialami individu sendiri. yang terjadi pada dirinya sendiri. Pengalaman-pengalaman yang umum maupun yang khusus di atas memberi pengaruh yang berbeda-beda pada tiap individu-individu itu pun merencanakan pengalaman-pengalaman tersebut secara berbeda-beda pula sampai akhirnya ia membentuk dalam dirinya suatu stuktur kepribadian yang tetap (permanen). Jadi jelaslah bahwa dalam teori psikoanalisis Freud.suara hati) memiliki standar moral pada individu. tahap identifikasi ini dapat menyebabkan kebingungan dan kekaburan akan peran sosial. ego harus menghadapi konflik antara id ( yang berisi naluri seksual dan agresif yang selalu minta disalurkan) dan super ego (yang berisi . maka besar kemungkinannya ia akan menderita gangguan-gangguan kejiwaan pada masa dewasanya. teori-teori sifat (trait). Proses integrasi pengalaman-pengalaman ke dalam kepribadian yang makin lama makin dewasa. yaitu dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. Teori-Teori Kepribadian Ada empat teori kepribadian utama yang satu sama lain tentu saja berbeda.b.

dan orang lain mungkin hati-hati karena mengekspresikan kebutuhannya untuk mempertahankan keteraturan hidup. yang terpenting bukannya dorongan seks dan bukan pula koflik antara id dan superego. Kombinasi ketiga komponen ini menimbulkan . Bagi erikson. tetapi dengan motif berbeda. Jung tidak mendasarkan teorinya pada dorongan seks. melainkan harus mengelola dorongan-dorongan yang datang dari ketidak sadaran kolektif (yang berisi naluri-naluri yang diperoleh dari pengalaman masa lalu dari masa generasi yang lalu) dan ketidaksadaran pribadi yang berisi pengalaman pribadi yang diredam dalam ketidaksadaran. Berbeda dengan Freud. karena peka terhadap perasaan orang lain. Selanjutnya ego masih harus mempertimbangkan realitas di dunia luar sebelum menampilkan perilaku tertentu. kadang-kadang menceritakan kebohongan putih bagi orang ini. Adapun orang orang kedua menilai kejujuran lebih tinggi. Teori-Teori Sifat (Trait Theories) Teori sifat ini dikenal sebagai teori-teori tipe (type theories) yang menekankan aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil atau menetap. namun berbeda dalam hal kejujuran berkaitan dengan sifat lain. teori-teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki sifat atau sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat yang stabil ini menyebabkan manusia bertingkah laku relatif tetap dari situasi ke situasi. manusia tidak dapat digolongkan dalam tipe ini atau tipe itu. menurutnya. dan merupakan unsur utama dari kepribadian yang lebih banyak dipengarihi oleh faktor sosial daripada dorongan seksual. Bagi Erikson. Meskipun demikian ia sebenarnya menolak pengotakkan menurut tipe ini. bukan pasif seperti pada teori freud. Menurutnya. Orang mungkin pula memilki sifat yang sama. misalnya meskipun ia mengakui adanya id. dan superego. Namun. kepekaan sensitivitas adalah lebih tinggi dari kejujuran. manusia adalah makhluk rasional yang pikiran. Seseorang mungkin berhati-hati karena ia takut terhadap pendapat orang lain. 2. perasaan. Termasuk dalam teori-teori sifat berikutnya adalah teori-teori dari Willim Sheldom. Orang pertama. Allport membedakan antara sifat umum (general trait) dan kecenderungan pribadi (personal disposition). Jadi ego itu aktif. yakni pola kecenderungan untuk bertingkah laku dengan cara tertentu. Kecenderungan pribadi dimaksudkan sebagai pola atau konfigurasi unik sifat-sifat yang ada dalam diri individu. Akan tetapi.larangan yang menghambat naluri-naluri itu). ego. Dua orang mungkin sama-sama jujur. ego bukannya menghadapi konflik antara id dan superego. Teori Sheldom sering digolongkan sebagai teori topologi. setidak-tidaknya seseorang memiliki tiga komponen fisik yang berbeda menurut derajat dan tingkatannya masing-masing. dan mengatakan apa adanya walaupun hal itu melukai orang lain. dalam psikoanalisis Carl Gustav Jung. dan perilakunya dikendalikan oleh ego. Sifat umum adalah dimensi sifat yang dapat membandingkan individu satu sama lainnya. Tepatnya.

membutuhkan aktivitas fisik yang menantang. memiliki sifat-sifat. c. tidak menyukai keramaian dan takut kepada orang lain. Somatotonia. Orang kadang-kadang melakukannya dengan bentuk lain. 3. seperti berjalan menjauhi seseorang yang tealh menghina ita agar tidak kehilangan kontrol dan menyerang orang tersebut secara fisik. Ia memiliki reaksi yang cepat dan sulit tidur. agresif. Misalnya. Dia bukanlah agen penyebab tingkah laku. Bantuan fisik bisa juga digunakan untuk memudahkan perilaku tertentu. yang bisa dilihat pada orang yang memiliki masalah penglihatan dengan cara memakai kacamata. beberapa dari kita menutup mulut untuk menghindari diri dari menertawakan kesalahan orang lain. Viscerotonia. antara lain suka makan enak. pandai bergaul. studi mengenai kepribadian itu ditujukan pada penemuan pola yang khas dari kaitan antara tingkah laku organisme dan berbagai konsekuensi yang diperkuatnya. Bagi Skinner. Selanjutnya. serta memiliki kesadaran diri yang tinggi. Pribadi yang mempunyai nilai cerebretonia dikatakan bersifat tertutup dan senang menyendiri. Individu yang memiliki nilai viscerotonia yang tinggi. individu adalah organisme yang memperoleh perbendaharaan tingkah lakunya melalui belajar. Misalnya. melainkan tempat kedudukan atau suatu poin yang faktor-faktor lingkungan dan bawaan yang khas secara bersama-sama menghasilkan akibat (tingkah laku) yang khas pula pada individu tersebut. b. Cerebretonia. tenang toleran. pengendara truk meminum obat perangsang agar tidak mengatuk saat menempuh perjalanan jauh. Tekhnik tersebut antara lain adalah sebagai berikut : 1) Pengekangan fisik (psycal restraints) Menurut skinner. kurang peka dengan perasaan orang lain. Menurut Sheldom ada tiga komponen atau dimensi temperamental adalah sebagai berikut : a. Skinner telah menguraikan sejumlah teknik yang digunakan untuk mengontrol perilaku. Teori Kepribadian Behaviorisme Menurut Skinner. santai. lamban. kita mengntrol perilaku melalui pengekangan fisik.berbagai kemungkinan tipe fisik yang isebutnya sebagai somatotipe. pengejar kenikmatan. cenderung menguasai dan membuat gaduh. Bila sedang di rundung masalah. Individu dengan sifat somatotonia yang tinggi memiliki sifat-sifat seperti berpetualang dan berani mengambil resiko yang tinggi. 3) Mengubah kondisi stimulus (changing the stimulus conditions) . 2) Bantuan fisik (physical aids) Kadang-kadang orang menggunakan obat-obatan untuk mengontrol perilaku yang tidak dinginkan.

Misalnya. Teori Psikologi Kognitif Menurut para ahli. Bahkan. kita mungkin melakukan tindakan yang tidak berhubungan dengan pendapat kita tentang mereka. karena keduanya termasuk dalam kognisi manusia. Misalnya. 4) Memanipulasi kondisi emosional (manipulating emotional conditions) Skinner menyatakan terkadang kita mengadakan perubahan emosional dalam diri kita untuk mengontrol diri. Dalam teori ini. Misalnya. D. unsur psikis dan fisik tidak dipisahkan lagi. 5) Melakukan respons-respons lain (performing alternativeresponses) Menurut Skinner. dengan menonton film yang bagus. beberapa orang menggunakan tekhnik meditasi untuk mengatasi stess. orang yang berkelebihan berat badan menyisihkan sekotak permen dari hadapannya sehingga dapat mengekang diri sendiri. Kita mengenal Hippocrates dan Galenus . Mereka berpendapat bahwa dalam memersepsi lingkungannya. untuk menahan diri agar tidak menyerang orang yang sangat tidak kita sukai. 4. seorang mahasiswa menghukum dirinya sendiri karena gagal melakukan ujian dengan baik dengan cara menyendiri dan belajar kembali dengan giat. manusia tidak sekadar mengandalkan diri pada apa yang diterima dari penginderaannya.Suatu tekhnik lain adalah mengubah stimulus yang bertanggunggung jawab. Misalnya. Penelitian tentang kepribadian manusia dilakukan para ahli sejak dulu kala. seseorang mengkin menghukum diri sendiri karena gagal mencapai tujuan diri sendiri. adalah positive self-reinforcement. 7) Menghukum diri sendiri (self punishment) Akhirnya. tetapi masukan dari pengindraan itu. dengan teori ini dimungkinkan juga faktor-faktor diluar diri dimasukkan (diwakili) dalam lapangan psikologis atau lapangan kesadaran seseorang. 6) Menguatkan diri secara positif (positif self-reinforcement) Salah satu teknik yang kita gunakan untuk mengendalikan perilaku menurut Skinner. kita juga sering menahan diri dari melakukan perilaku yang membawa hukuman dengan melakukan hal lain. Tipe-Tipe Kepribadian Pada dasarnya setisp orang memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lain. diatur. Kita menghadiahi diri sendiri atas perilaku yang patut dihargai. Pandangan teori kognitif menyatakan bahwa organisasi kepribadian manusia tidak lain adalah elemen-elemen kesadaran yang satu sama lain saling terkait dalam lapangan kesadaran (kognisi). teori psikologi kognitif dapat dikatakan berawal dari pandangan psikologi Gestalt. Misalnya. saling dihubungkan dan diorganisasikan untuk diberi makna. dan selanjutnya dijadikan awal dari suatu perilaku. seorang pelajar menghadiahi diri sendiri karena telah belajar keras dan dapat mengerjakan ujian dengan baik.

leher pejal. 4) Cholericus (kolerisi). 2) Astenis. yakni keluar dirinya yang disebut extrovert. mempunyai kebiasaan yang tetap. 2) Sanguinicus (sanguinisi). sukar diselami batinnya. yaitu orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya. dengan ciri-ciri: tinggi. pesimistis dan selalu menaruh rasa curiga. kontak dengan lingkungan besar sekali. suka mnyendiri. yaitu berikut ini : 1) Atletis.G. orang-orang yang perhatiannya lebih mengarah pada dirinya. Ia menyatakan bahwa perhaian manusia tertuju pada dua arah. C. kurus. Kretschmer. yaitu orang-orang yang banyak empedu hitamnya. bahu sempit. Jadi. yakni orang-orang yang banyak darahnya. merupakan bentuk tubuh campuran dari ketiga tipe diatas. dengan ciri-ciri tubuh: besar. berotot kuat. pesimis. Adapun orang-orang yang tergolong introvert memiliki sifat-sifat : kurang pandai bergaul. dan kaki kecil. sehingga orang-orang dengan tipe ini selalu bersikap murung atau muram. kelihatan sombong. 4) Displastis. pembawaannya tenang. periang atau selalu gembira. Tipe watak orang yang berbentuk atletis dan astenis adalah schizothim. sukar menyesuaikan diri dengan situasi baru. penggembira. yakni yang banyak empedu kuningnya. sehingga orang-orang tipe ini selalu menunjukkan wajah berseri-seri. dengan ciri-ciri: bulat. dan kedalam dirinya yang disebut introvert. yaitu orang-orang yang banyak lendirnya. 1) Melancholicus (melankolisi). yaitu : 1) Tipe extrovert. egoistis dan bersifat ingin . tidak kuat. gemuk. kekar dan tegap. pendek. menurut jung tipe manusia bisa dibagi menjadi dua golongan besar. 3) Piknis. 2) Tipe introvert. Orang-orang seperti ini sifatnya lamban dan pemalas. mengemukakan adanya hubungan yang erat antara tipe tubuh dengan sifat dan wataknya. Mereka mudah memegaruhi dan mudah pula dipengaruhi oleh lingkungannya. Jung. muka bulat. antara lain : sulit bergaul. namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri. kepada orang-orang lain dan kepada masyarakat.yang mengemukakan bahwa manusia bisa dibagi menjadi empat golongan menurut keadaan zat cair yang ada dalam tubuhnya. berdada lebar. bahkan sering takut kepada orang lain. lancar dalam pergaulan. sifatnya garang dan agresif. 3) Flegmaticus (flegmatisi). dan bersikap optimistis. ramah. seorang ahli penyakit jiwa dari Swiss. yang menurut Kretschmer mempunyai sifat-sifat. wajahnya selalu pucat. Ia memebagi manusia dalam empat golongan menurut tipe atau bentuk tubuhnya masing-masing. pendiriannya tidak mudah berubah. ahli penyakit jiwa berkebangsaan Jerman. Orang yang tergolong tipe extrovert mempunyai sifat-sifat: berhati terbuka. lengan. Orang bertipe ini bertubuh besar dan kuat. pendiam. membuat pembagian tipe manusia dengan cara lain lagi.

E. mudah berubah-ubah stemmingnya. . yaitu saat dapat diperkirakan munculnya indikator dari ciri-ciri yang hendak diteliti. lekas memaafkan kesalahan orang lain. keluwesan. tahan sakit. kadang-kadang optimis. keras. dan otot-otot hampir tidak tampak berkembang. atau tipe wataknya sering disebut siklithim. Karena itu. tubuhnya tampak lemah dan langsing. Tipe Endomorp Menurut Sheldon. dan tentara. misalnya: otot-ototnya dominan. kehalusan. sedangkan kedua komponen lainnya rendah. sistem saraf. serangkaian instrumen yang menyingkap sejumlah sifat). Observasi direk memilih situasi tertentu. bagian-bagian tubuhnya yang berasal dari mesoderm relatif berkembang lebih baik ketimbang yang lain-lain. Berikut ini adalah beberapa diantaranya : 1. dada pipih. orang yang bertipe mesomorph. Lain halnya dengan orang yang memiliki bentuk tubuh piknis. orang yang komponen endomorp-nya tinggi. jantung juga dominan. suka humor. otot tampak bersegi-segi. sedangkan observasi biasa mengamati seluruh tingkah laku subjek. sedangkan observasi biasa mungkin tidak merencanakan untuk memilih waktu. Observasi Direct Observasi direk berbeda dengan observasi biasa. Tipe Mesomorph Dalam pandangan Sheldon. b. pengelana. Orang tipe ini punya kecenderungan kokoh. kadang pula pesimis. tetapi kurang setia. ditandai oleh alat-alat dalam dan seluruh sistem digestif (yang berasal dari endoderm) memegang peranan penting. komponen mesomorphnya tinggi. selalu berpikir terlebih dahulu masak-masak sebelum bertindak. c. Sifat orang-orang ini adalah mudah bergaul. Kecenderungan tipe entomorph adalah pada tangan dan kaki yang lurus. Tipe Ectomorph Orang-orang yang termasuk pada golongan tipe ectomorph ini adalah organ-organ mereka berasal dari ectoderm yang terutama berkembang. serta tangan-kaki yang lembut dan kecil. sedangkan komponen lainnya lagi rendah. Observasi direk mempunyai sasaran yang khusus . yaitu kulit. para olahragawan. dan tidak konsekuen. Sheldom menyebut tipe endomorph dengan kecenderungan pada kebulatan. misalnya. Pengukuran-Pengukuran Kepribadian Sifat kepribadian biasa diukur melalui angka rata-rata pelaporan dari (self-report)kuesioner kepribadian (untuk sifat khusus) atau penelusuran kepribadian seutuhnya (personality inventory. Termasuk pada golongan tipe ini. dan gemuknya tubuh. pembuluh-pembuluh darah kuat.berkuasa. jangkung. mudah menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. manusia bisa digolongkan menjadi tiga macam tipe yaitu : a. Ada beberapa macam cara untuk mengukur atau menyelidiki kepribadian. Menurut teori Sheldon.

b. Dalam pencatatan tersebut hal-hal yang menjadi perhatian adalah tentang intensitasnya. Incident Sampling Method Dalam incident sampling method. Hal yang diobservasi mungkin sekadar muncul tidaknya respons. tiap-tiap subjek diselidiki pada periode waktu tertentu. khusus pada waktu menangis.Ada tiga tipe metode dalam observasi direk yaitu: a. Time Sampling Method Dalam time sampling method. Misalnya. Laporan observasinya mungkin berupa catatan-catatan dari Ibu tentang anaknya. sibuk bekerja. 2. antara lain. Cara ini biasa digunakan untuk meneliti para tersangka dibidang kriminal dan sebagai pemeriksaan taraf ketiga. Syarat penggunaan metode ini. Stress interview Stress interview digunakan untuk mengetahui sejauh mana seseorang dapat bertahan terhadap hal-hal yang dapat mengganggu emosinya dan juga untuk mengetahui seberapa lama seseorang dapat kembali menyeimbangkan emosinya setelah tekanan-tekanan ditiadakan. dan sebagainya. dan sebgainya. b. orang mulai mengembangkan dua jenis wawancara. Wawancara (Interview) Menilai kepribadian dengan wawancara (interview) berarti mengadakan tatap muka dan berbicara dari hati ke hati dengan orang yang dinilai. Exhaustive Interview Exhaustive Interview merupakan cara interview yang berlangsung sangat lama. yakni: a. Interviewer ditugaskan untuk mengerjakan sesuatu yang mudah. Misalnya mengadakan observasi sendiri pada waktu sedang marah. Tes proyektif Cara lain untuk mengatur atau menilai kepribadian adalah dengan menggunakan tes proyektif. bahwa peneliti adalah orang dewasa yang cukup inteligen dan lebih jauh lagi adalah benar-benar ada pengabdian pada perkembangan ilmu pengetahuan. juga tentang efek-efek berikut setelah respons. pada waktu mogok makan. Dalam psikologi kepribadian. Orang yang dinilai akan memprediksikan dirinya melalui gambar atau hal-hal lain yang dilakukannya. atau aspek tertentu. 3. lamanya. sampling dipilih dari berbagai tingkah laku dalam berbagai situasi. pada saat berpidato. Metode Buku Harian Terkontrol Metode ini dilakukan dengan cara mencatat dalam buku harian tentang tingkah laku yang khusus hendak diselidiki oleh yang bersangkutan sendiri. kemudian dilanjutkan dengan sesuatu yang lebih sukar. c. diselenggarakn non-stop.Observasi direct diadakan dalam situasi terkontrol. dapat diulang atau dapat dibuat replikasinya. Tes proyektif pada dasarnya memberi peluang kepada testee (orang yang dites) .

Menurut Atkinson dan kawankawan. dan bagaimana episode itu akan berakhir. tingkat kecemasan) atau beberapa sifat kepribadian secara keseluruhan. Tes Rorschach Tes yang dikembangkan oleh seorang dkter psikiatrik Swiss. Jika kepada subjek diberikan tugas yang menunut penggunaan imajinasi. Ini menunjukkan bahwa mereka yang mengalami percobaan itu memproyeksikan sesuatu dalam noda-noda itu. Kuesioner ini mirip wawancara terstruktur dan ia menanyakan pertanyaan yang sama untuk setiap orang. Meskipun noda-noda itu secara objektif sama bagi semua peserta. b. 4. Mereka ditugaskan untuk menceritakan hal apa yang dilihatnya tergambar dalam noda-noda tinta itu. terdiri atas sepuluh kartu yang masing-masing menampilkan bercak tintan yang agak kompleks. jawaban yang mereka berikan berbeda satu sama lain. Inventori Kepribadian Inventori kepribadian adalah kuesioner yang mendorong individu untuk melaporkan reaksi atau perasaannya dalam situasi tertentu.untuk memberikan makna atau arti atas hal yang disajikan. ahli psikologi melihat tema yang berulang yang bisa mengungkapkan kebutuhan. Investori kepribadian yang terkenal dan banyak digunakan untuk menilai kepribadian seseorang ialah: (a) . Tes Apersepsi Tematik (Thematic Apperception Test/TAT) Tes apersepsi tematik atau Thematic Apperception Test (TAT). tidak ada pemaknaan yang dianggap benar atau salah. dan jawaban biasanya diberikan dalam bentuk yang mudah dinilai. Sebagian bercak itu berwarna. Jenis yang termasuk tes proyektif adalah: a. dikembangkan di Harvard University oleh Hendry Murray pada tahun 1930-an. orang cenderung menunjukkan dirinya. memantulkan (proyeksi) kepribadiannya untuk melakukan tugas yang kreatif. Kartu-kartu tersebut diperlihatkan kepada mereka yang mengalami percobaan dalam urutan yang sama. motif. mengenai pikiran dan perasaan yang dialami oleh orang-orang didalam gambar itu. Para peserta diminta mengarang sebuah cerita mengena tiaptiap gambar yang diperlihatkan kepadanya. Analisis dari sifat jawaban yang diberikan peserta itu memberikan petunjuk mengenai susunan kepribadiannya. Jika melakukan kegiatan yang bebas. kita dapat menganalisis hasil fantasinya untuk menguur cara dia merasa dan berpikir. seringkali dengan bantuan komputer. sebagian lagi hitam putih. Dalam menganalisis respon terhadap kartu TAT. atau karakteristik cara seseorang melakukan hubungan antarpribadinya. Mereka diminta membuat sebuah cerita mengenai latar belakang dari kejadian yang menghasilkan adegan pada setiap gambar. sebagian lagi kelihatan sebagai ilustrasi buku atau majalah. investori kepribadian mungkin dirancang untuk menilai dimensi tunggal kepribadian (misalnya. Hermann Rorschach. pada tahun 1920-an. TAT mempergunakan suatu seri gambar-gambar. Sebagian adalah reproduksi lukisan-lukisan.

Subjek menjawab tiap pertanyaan dengan menjawab benar . ketunaan watak berbatasan dengan tendensi kriminal.Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). status sosioekonomi. Pada prinsipnya. sikapnya. reaksi emosional. 5) Hysteroid. Subjek. lebih cocok dengan minatnya. Humm-Wadsworth Temperament Scale (H-W Temperament Scale) H-W Temperament Scale dikembangkan dari teori kepribadian Rosanoff (Muhadjir. Tiap kelompok diketahui berbeda dari normalnya menurut kriteria tertentu. 6) Epileptoid. dan (c) Humm-Wadsworth Temperament Scale (H-W Temperament Scale). diasumsikan memiliki mental kriminal. emosinya tak stabil dengan retardasi dan pesimisme. Menurut teori ini. jenis kelamin. MMPI dikembangkan guna membantu klinis dalam mendiagnosis gangguan kepribadian. dengan antusiasme dan aspirasi yang bergerak terus. Kelompok kriteria terdiri atas individu yang telah dirawat dengan diagnosis gangguan paranoid. c. atau pandangan hidupnya. 2) Schizoid Paranoid. tetapi mirip dengn kelompok kriteria dalah hal usia. 1992). dan variabel penting lain. Para perancang tes tidak menentukan sifat mengukurnya. yaitu: 1) Schizoid Autistik. emosinya tidak stabil dengan semangat berkobar. 3) Cycloid Manik. b.1992). dengan angan bahwa dirinya penting. Kelompok kontrol terdiri atas orang yang belum pernah didiagnosis menderita masalah psikiatrik. mempunyai tendensi tak konsisten. Suatu tes dikatakan volunter bila subjek dapat memilih pilihan yang lebih disukai. Rorced-Choice Inventories Rorced-Choice Inventories atau Inventori Pilihan-Paksa termasuk klasifikasi tes yang volunter. Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) MMPI terdiri atas kira-kira 550 pernyataan tentag sikap. a. misalnya. tetapi memberikan ratusn pertanyaan tes untuk mengelompokkan individu. serta pengalaman masa lalu. 4) Cycloid Depress. mempunyai tendensi tak konsisten. . lebih sesuai. yang lebih banyak bertolak dari keragaman abnomal. diminta memilih pilihan yang lebih disukai. gejala fisik dan psikologis. kepribadian memiliki enam komponen. atau tidak dapat mengatakan . salah . H-W Temperament Scale tersusun dalam sejumlah item yang berfungsi untuk memilahkan kelompok yang patologik dari kelompok penderita hysteroid. (b) Rorced-Choice Inventories. dalam hal ini. dan tahu bahwa semua pilihan itu benar. tidak ada yang salah (Muhadjir. berpikirnya lebih mengarah pada khayalan. jawaban mendapat nilai menurut kesesuaiannya dengan jawaban yang diberikan oleh orang-orang yang memiliki berbagai macam masalah psikologi.

memvonis sesuatu tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu. semangat. Persamaan kedua kelompok tersebut adalah sifat curiga yang berlebihan. tetapi dikenal pula sebagai orang yang tak dapat diramalkan. kasar. Penderita mungkin berhaasil menarik banyak teman karena sifatnya yang ramah. tanpa dukungan data yang akurat. suka menyendiri. membahayakan. Cepat tersinggun bila haknya dilanggar dan sangat gigih dalam mempertahankan haknya tersebut. menghindari kontak sosial dengan orang lain. membuat keterangan yang tak masuk akal tentang kesalahan-kesalahannya. yaitu: a. serta sangat peka terhadap apa yang dianggap haknya. Kepribadian Paranoid Kepribadian paranoid adalah gangguan kepribadian dengan sifat curiga yang menonjol. Pemikirannya autistik (hidup dalam dunianya sendiri). Ciri utamanya adalah cara menyesuaikan diri dan mempertahankan diri ditempuh dengan menarik diri. Penderita umumnya ditinggalkan teman-temannya dan mendapatkan banyak musuh. ingin mencelakai. perasa. masa remaja. dan berlanjut pada masa dewasa. khawatir. dan juga sering berperilaku aneh (ekstrinsik). serta mudah sekali tersinggung. dan ketidamampuan menyatakan rasa permusuhan. Kepribadian Skizoid Sifat-sifat kepribadian ini adalah pemalu. Kepribadian Afektif/Siklotim Ciri utama dari kepribadian siklotim adalah keadaan perasaan dan emosinya yang berubah-ubah antara depresi dan euforia. melemparkan tanggung jawab dan kesalahannya pada orang lain. gembira. dan sebagainya. yaitu: Kepribadian yang mudah tersinggung. . cepat merasakan bahwa sesuatu itu tertuju pada dirinya dan adanya negatif. bahkan nihilistik. pesimis. Keadaan ini merupakan pola perilaku yang tertanam dalam dan berlangsung lama. bereaksi terhadap pengalaman sehari-hari secara berlebihan dengan rasa menyerah dan rendah diri. serta cenderung menyalahkan orang lain tentang pengalamannya itu. Sering ia bersikap apriori. Dalam keadaan depresi. Orang lain selalu dilihat sebagai agressor. mengasingkan diri. muncul sebagai respon yang kaku terhadap rentangan situasi pribadi dan sosial yang luas. ingin merugikan. melamun berlebihan. ingin menyakiti. Gangguan Kepribadian Gangguan kepribadian adalah suatu proses perkembangan yang timbul pada masa kanak-kanak. b.F. hangat. Gangguan kepribadian paranoid dibagi dua. Penggolongan atau klasifikasi gangguan kepribadian bermacam-macam. memberontak. Sering ia mengancam. Kepribadian yang lebih agresif. pendiam. menolak. c. penderita dapat menjadi sangat cemas. sehingga ia bersikap sebagai pemberontak untuk mempertahankan harga dirinya.

sebagai reaksi terhadap stres yang dialaminya (walaupun mungkin stresnya sangat kecil). agrsif. Kepribadian Eksplosif Ciri utama tipe ini adalah diperlihatkannya sifat tertentu yang lain dari perilakunya sehari-hari. Kepribadian Pasif-Agresif Tipe ini dibagi menjadi dua. Orang dengan kepribadian ini sering terlambat unutk menikah. yaitu ledakan-ledakan amarah dan agresivitas. pemalu. lesu. Orangnya tdak kompromis serta sangat patuh (bahkan berlebihan) pada nora-norma. f. impulsif. dan moral. lemas. etika. suka menarik perhatian denga afek yang labil. Terdapat abulia atau kurang kemauan dan anhedonia (kurang mampu menikmati sesuatu). dan kelihatan masuk akal padahal tanpa dasar fakta atau data.d. terperinci. lemah. kebal terhadap rasa sakit. tidak sabilnya emosi. Segera sesudah itu biasanya ia menyesali perbuatannya. i. karena tuntutannya terlalu tinggi dan takut/ragu-ragu dalam mengambil keputusan. h. g. dan idak mampu belajar dari pengalaman ataupun hukuman yang diberikan. Kepribadian Astenik Ciri utamanya hidup tidak bergairah. Tipe kepribadian ini . Kepribadian Histerik Ciri utama kepribadian ini adalah sombong. merasa. Ia egosentris. disertai dengan pengawasan diri yang tinggi. idka bertangung jawab. tak ada tenaga sepanjang kehidupannya. Ia menunjukkan penangguhan dan sikap keras agar diterima dengan murah hati apa yang diharapkannya degan sangat. yaitu: Kepribadian pasif dependen. Ia dapat menyatakan perasaannya secara tepat dan sering disertai dengan gerakan badaniah dalam berkomunikasi. orang dengan tipe ini merasa bahwa kebutuhan akan ketergantungan tidak pernah terpenuhi. kaku. orang dengan tipe kepribadian ini selalu berpikir. letih. Orangnya tidak tahan terhadap stres hidup yang normal dalam kehidupan seharihari. sering berdusta dan menunjukkan pseudologika fantastika (menceritakan secara luas. selalu menyalahkan ornag lain dengan rasionalisasi. Vitalitas dan emosionalitasnya sangat rendah. Tidak loyal pada kelompok dan norma-norma sosial. e. dan bertindak bahwa kebutuhannya akan ketergantungannya itu dapat dipenuhi scara menakjubkan. Kepribadian pasif agresif. Kepribadian Anti Sosial Ciri utamanya ialah bahwa perilakunya selalu menimbulkan konflik dengan ornag lain atau lingkungannya. Kepribadian Anankastik Ciri utama tipe kepribadian ini adalah perfeksionisme dan keteraturan. egosentrik. tidak toleran terhadap kekecewaan atau frustasi.

BAB III PENUTUP Kesimpulan Kepribadian setiap individu berbeda satu sama lain. Ada beberapa hal yang mempengaruhi pembentukan kepribadian yaitu pengetahuan umum dan pengetahuan khusus. Penderta sendiri tidak merasakan sebagai bebean karena dianggapnya wajar dan harus diterima sebagaimana adanya. malas. Sehingga terbentuklah beberapa jenis kepribadian unik dari setiap individu. Untuk mengetahui kepribadian seseorang kita perlu mempelajari struktur kepribadiannya. Individu yang tidak dapat menghadapi masalah pribadi dan sosial yang timbul saat ia masih kanak-kanak sampai dewasa dapat menimbulkan gangguan kepribadian. menyabot. dan keras kepala. Perilaku ini merupakan pencerminan dari rasa permusuhan yang dinyatakan secara tertutup. . atau rasa tidak puas terhadap seseorang/sesuatu yang kepadanya ia sangat menggantungkan dirinya. Kepribadian Inadequat Ciri utama tipe ini adalah ketidakmampuannya secara terus menerus atau berulang-ulang untuk memenuhi harapan atau tuntutan teman atau sebayanya atau kenalannya. serta tidak mau dipaksa untuk melakukan sesuatu. Baik dalam respon emosional. maupun fisik. Penggolongan ini ada yang berdasarkan faktor eksternal dan internal.ditandai dengan sifat pasif dan agresif. Oleh kerena itu sejak dini kepribadian harus dibentuk dengan baik sehingga tidak mengalami gangguan kepribadian pada masingmasing individu. j. tidak mampu melaksanakan tugas. Agresifitas dapat dinyatakan secara pasif dengan cara bermuka masam. Orang dengan tipe ini biasanya juga empunyai kehidupan yang tak terprogram. sosial. intelektual.

Baihaqi. dkk. Sarwono. M. 2005. Bandung: PT Refika Aditama. Alex. Drs. Drs. . Sarlito Wirawan.Si. Psikiatri Konsep Dasar dan Gangguan-Gangguan. Bandung: Pustaka Setia. M. Psikologi Umum. 2003.DAFTAR PUSTAKA Sobur. Dr. Pengantar Umum Psikologi. Jakarta: PT Bulan Bintang.Si. 2000. MIF.

ialah tipe-tipe manusia sebagai berikut: 1. Spranger membagi watak/kepribadian 1) manusia menjadi Manusia 6 tipe. cenderung ke arah menilai dan menikmati keindahan musik. Religious. teoretis. saleh Orang ini pecinta nilai-nilai agama Berdasarkan studi atas arah kecenderungan perilaku afektif yang dominant terhadap jenis-jenis objek tertentu. 2) Nilai 3) Bagi 4) Nilai 5) Jiwa orang ini selalu yang terpenting orang ini. kepraktisan dan pertimbangan untung-rugi. ekspresi naturalistic (keindahan alam). Edward Spranger (Loree. 5.dan berkuasa. politik orang ini ialah politik seni oleh nilai-nilai kesenian Manusia sosial Manusia bagi Manusia dipengaruhi 6) Manusia e. Menurut Spranger Berdasarkan kuat lemahnya nilai-nilai dalam diri seseorang. cenderung selalu menilai dari segi kemanfaatan.cenderung selaluberusaha memahami rahasia alam semestadanmengabdikan dirinya kepada Sang Maha Penciptanya . mengabdikan diri dan sangat mencintai masyarakat sesamanya. ekonomis.cenderung untuk memperoleh kekuasaan. yaitu: teori Orang-orang ini berpendapat ilmu pengetahuan paling penting.artistic. nilai-nilai yang paling penting Manusia bagi orang ini ialah uang Ekonomi (ekonomi) sosial paling mempengaruhi jiwanya. 2.1975:467-468) mengidentifikasi enam jenis kecenderungan manusia. politis. cenderung menggandrungi dan mencari nilai kebenaran. berada di atas segalagalanya.bentuk dan harmonis.d. 3. 4. kesusastraan. estetis. Sosial. 6. R. yang akan berkembang menjadi karakteristik kepribadiannya.

Bagaimanakah pengaruh emosi anak terhadap kecenderungan prilaku afektif anak? . simpati. Latar Belakang Masalah Menurut English and English. Sedangkan Sarlito Wirawan Sarwono berpendapat bahwa emosi merupakan setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai warna afektif baik pada tingkat lemah ( dangkal ) maupun pada tingkat yang luas ( mendalam ). bangga dan rasa malu. cemas. Sebagai pendidik mengetahui setiap aspek tersebut dan hal yang lain merupakan sesuatu yang terbaik sehingga perkembangan remaja sebagai peserta didik berjalan dengan normal dan mulus tanpa ada mengalami gangguan sedikitpun. Emosi dapat juga didefinisikan sebagai suatu suasana yang kompleks dan getaran jiwa yang menyertai atau muncul sebelum/sesudah terjadinya prilaku. harapan-harapan dan putus asa. perlu dicermati dan dipahami dengan baik. Gejala. B. cemburu. Gejala-gejala seperti takut. emosi adalah A complex feeling accompanied by characteristic motor and glandular activies ( suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris ). dan sebagainya merupakan proses manifestasi dari keadaan emosional pada diri seseorang. Setiap anak memiliki emosi yang berbeda-beda dan biasanya hal itu tergantung dari Susana hatinya dan kadang juga dipengaruhi dari situasi dilingkungannya. senang. takut. iri. marah. cinta dan benci. Perasaan emosi anak ada yang negative ada pula yang positive. kasih saying.gejala emosional para anak seperti perasaan sayang. Rumusan Masalah 1. dongkol. Perasaan marah dan takut merupakan emosi negative pada anak sedangkan perasaan senang atau gembira merupakan emosi positif pada anak. marah.BAB I PENDAHULUAN A.

2. is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental physiological stirred up states in the individual. yaitu pertama. Bagaimana pengaruh emosi terhadap kepribadian anak? 3. tertawa itu karena gembira. BAB II KAJIAN TEORITIS DAN PEMBAHASAN A. Sistematika Uraian Sistematika uraian makalah ini terdiri dari tiga bagian. kesimpulan. reduksi data dan menyimpulkan data. (Syamsudin. Pengertian Emosi Emosi adalah sebagai sesuatu suasana yang kompleks (a complex feeling state) dan getaran jiwa ( a strid up state ) yang menyertai atau munculnya sebelum dan sesudah terjadinya perilaku. prosedur pemecahan masalah dan sistematika uraian. Bagaimana perkembangan prilaku social anak? C. isi atau kajian teori dari lingkugan pendidikan berdasarkan buku sumber. 2002:149) emosi adalah An emotion. rumusan masalah. bahwa emosi itu timbul karena pengaruh perubahan jasmaniah atau kegiatan individu. Misalnya menangis itu karena sedih. 2005:114). Sedangkan menurut . Sedangkan menurut Crow & crow (1958) (dalam Sunarto. pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah. Kedua. D. Ketiga. Menurut James & Lange. and that shows it self in his overt behavior. Prosedur Pemecahan Masalah Pemecahan masalah dalam makalah ini menggunakan prosedur sebagai berikut: mengumpulkan data tertulis dari sumber-sumber dan pendapat para tokoh untuk menjawab rumusan masalah. Jadi emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak.

(Yusuf. apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini ialah timbulnya rasa putus asa (frustasi) c. berbuat-tidak berbuat (diam). Suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengarui sikapnya dikemudian hari. b. d.mendekati-menjauh. bahkan lebih dalam lagi menyakiti-tidak menyakiti terhadap objek-objek (termasuk dirinya sendiri) baik bersifat material maupun non material atau manusiawi dan non manusiawi. menghargai-tidak menghargai. Pengaruh Emosi Terhadap Kepribadian Anak Emosional dapat diidentifikasikan pengaruhnya ke dalam berbagai kecenderungan bentuk perilaku seperti sikap-sikapnya untuk menolak-menerima. apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai. apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati. . baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. Pengaruh Emosi terhadap Kecenderungan Prilaku Afektif Anak Dibawah ini adalah beberapa contoh tentang pengaruh emosi terhadap perilaku afektif anak di antaranya sebagai berikut: a. mempercayai-tidak mempercayai. Melemahkan semangat. 2004 : 115). apabila sedang mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup (nervous) dan gagap dalam berbicara. e. Menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar. C. B. susunan syaraf bekerja sangat keras yang menimbulkan sekresi kelenjar-kelenjar tertentu yang dapat mempertinggi pekerjaan otak. Terganggu penyesuaian social. misalnya apabila individu mengalami frustasi. Memperkuat semangat. maka hal itu menimbulkan emosi.Lindsley bahwa emosi disebabkan oleh pekerjaan yang terlampau keras dari susunan syaraf terutama otak.

3. Perkembangan Prilaku Emosi Anak Pada umumnya. teoretis. Religious. perasaan marah perasaan ini akan muncul ketika anak terkadang merasa tidak nyaman dengan lingkungannya atau ada sesuatu yang mengganggunya.Berdasarkan studi atas arah kecenderungan perilaku afektif yang dominant terhadap jenis-jenis objek tertentu. Kemarahan pun akan dikeluarkan anak ketika merasa lelah atau dalam keadaan sakit. ekspresi naturalistic (keindahan alam). 4. politis. 2. Ketika menginjak masa anak-anak. kesusastraan. perasaan takut rasa takutini di rasakan anak semenjak bayi. ialah tipe-tipe manusia sebagai berikut: 1. mengabdikan diri dan sangat mencintai masyarakat sesamanya. cenderung selalu menilai dari segi kemanfaatan. estetis. cenderung menggandrungi dan mencari nilai kebenaran. 2. Sosial. 5.bentuk dan harmonis. ada empat kunci utama emosi pada anak yaitu : 1. D. Edward Spranger (Loree. Begitu punketika kemauannya tidak diturutioleh orangtuanya. kepraktisan dan pertimbangan untung-rugi. yang akan berkembang menjadi karakteristik kepribadiannya.cenderung selaluberusaha memahami rahasia alam semestadanmengabdikan dirinya kepada Sang Maha Penciptanya. perasaan takut mereka muncul apabila di .artistic. Ketika bayi merekatakut akan suara-suara yang gaduh atau rebut.dan berkuasa. terkadang timbulrasa marah pada sianak. 6.cenderung untuk memperoleh kekuasaan. ekonomis. cenderung ke arah menilai dan menikmati keindahan musik.1975:467-468) mengidentifikasi enam jenis kecenderungan manusia.

Mereka pu mulai berfantasi dengan adanya hantu. BAB III KESIMPULAN A. Aspek emosional dari suatu perilaku. Anak akan tertawa ketika melihat sesuatu yang lucu. gembira. Perasaan marah dan ketakutan merupakan sikap emosi yang negative sedangkan perasaan gembira dan rasa lucu atau humor merupakan sikap emosi yang positif. selalu melibatkan tiga variable. Banyak hal yang dapat membuat anak merasa gembira. Anak lebih banyak tertawa di bandingkan orang dewasa. Emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik.sekelilingnya gelap. takut. Keempat perasaan itu merupakan emosi negatifdan positif. perasaan gembira perasaan gembira ini tentu saja muncul ketika anak merasa senang akan sesuatu. 4. cemas. ketika anak juara dalam mengikuti suatu lomba. marah. perubahan-perubahan fisiologis yang . pada umumnya. rasa humor Tertawa merupakan hal yang sangat universal. Contohnya ketika anakdiberi hadiaholeh orang tuanya. yaitu : rangsangan yang menimbulkan emosi ( the stimulus variable ). sedih dan sebagainya. monster dan mahlukmahluk yang menyeramkan lainnya. Jenis emosi yang secara normal dialami antara lain: cinta. atau ketika anak dapat melakukan apa yang diperintahkan orang tuanya. 3. Emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak. Perkembangan Emosi Anak .

Implikasi perkembnagan emosi terhadap pendidikan dasar sangat berpengaruh sekali. Yang mingkindapatdiubah dan dipengaruhi atau diperbaiki ( oleh para pendidik atau guru ) adalah variabelpertama dan ketiga ( the stimulus-response variable ). implikasi dari perkembangan emosi anak terhadap pendidikan dasar Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan. maka belajarnya atau pendidikannya pun akan baik. guru dapat melakukan beberapa upaya dalam pengembangan emosi remaja misalnya: konsisten dalam pengelolaan kelas. Implikasinya dari segi perkembangannya. . belajar menimbang. Cara yang paling strategis untuk ini adalah apabila para pendidik terutama para orang tua dan guru dapat menampilkan pribadi-pribadinya yang dapat merupakan objek identifikasi sebagai pribadi idola para remaja. dan membantu siswa untuk berprestasi. Pemberian tugas . B. memilih dan mengambil keputusan yang tepat akan sangat menunjang bagi pembinaan kepribadiannya. dan pola sambutan ekspresi atas terjadinya pengalaman emosional itu ( the response variable ). sedangkan variable kedua tidak mungkin di perbaiki karena merupakan proses fisiologis yangterjadi pada organisme secara mekanis.terjadi bila mengalami emosi ( the organismic variable ). maka anak tersebut akan melakukan tugas-tugasnya dengan baik. mencoba memahami remaja. Semakin banyak kita mempelajari tentang perkembangan emosi anak. diperkirakan akan semakin baik kita dalam membimbing dan mengembangkan emosi anak. mendorong anak bersaing dengan diri sendiri. apabila seorang anak dapat mengontrol emosinya. Apabila emosinya baik atau stabil. pengelolaan diskusi kelas yang baik.tugas yang dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful