Tidak Ada Pacaran Islami (Between Myth and Fact

)
Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar. trackback

November 9, 2005

Pacaran sebuah kata yang sangat menarik untuk dibicarakan. Sekan tak ada usainya, sepanjang roda dunia ini masih berputar. Pro-kontra mengenainya pun sudah ada sejak pacaran itu sendiri ada, yang menurut saya sudah ada sejak diciptakannya Hawa –ibu bangsa manusia. Adalah hal yang wajar bagi generasi muda untuk selalu ingin tahu tentang segala sesuatu, bahkan akan menjadi aneh bila orang muda tidak ingin banyak tahu. Demikian juga tentang pacaran, generasi muda Islam saat ini pun seringkali menanyakan hal pacaran. Namun kebanyakan yang ditanyakan adalah mengenai fikih pacaran. Intinya kebanyakan mereka bertanya, “Sebenarnya boleh tidak sih, pacaran itu?�? atau, “Ada tidak sih pacaran yang Islami itu?�? dan pertanyaan lain yang senada. Jawaban sang ustadz pun berbeda-beda. Ada yang dengan keras melarang dengan mengatakan “Pacaran itu haram!�? ada juga yang agak “remang-remang�? boleh lah asal tidak kebangetan. Namun saya sangat tertarik dengan jawaban Ustadz Wijayanto mengenai pertanyaan ini. Beliau menjawab pertanyaan itu dengan jenaka dan diplomatis, “Dalam Islam tidak ada larangan maupun anjuran untuk berpacaran. Tidak ada dalil yang mengatakan ‘wala pacaranu inna pacaranu minassyayatiin’ atau ‘fapacaranu, inna pacaranu minattaqwa’ .�? Saya sepakat mengenai hal ini, karena memang pacaran itu sendiri tidak jelas definisinya. Cobalah Anda tanya pada beberapa anak SMP atau SMA dari berbagai komunitas dan kelompok. Pasti akan muncul berbagai definisi berbeda mengenai pacaran. Ada yang bilang pacaran itu jalan bareng sama seseorang yang kita cintai dan mencintai kita. Wah berarti jalan bareng sama bapak ibu juga pacaran dong? Yang lain bilang pacaran itu menyepi, ngobrol berduaan dengan kekasih hati. Nah yang ini malah sering dilakukan sama Pak Ustadz dan santri-santrinya saat sepuluh hari terakhir Ramadhan, alias iktikaf. Ada juga yang bilang pacaran itu ketemu dengan orang yang kita cintai, entah rame, entah sepi, pokoknya ketemu trus ngobrol, bertukar pikiran, atau diskusi. Naah… yang ini malah mirip acaranya anak-anak TSC* saban sore tuh! Sementara yang lain bilang pacaran itu jalan bareng, makan, atau nonton, atau shopping di mall bareng kekasih hati. Yaaa… yang ini sih acaranya anak borju, kelaut aje…. So, karena gak ada definisi jelas tentang pacaran, maka hukum pacaran sendiri jadi gak bisa begitu saja diputuskan.

Kata Dr. Yusuf Qardhawi jangan mudah mengharamkan sesuatu, apalagi yang belum jelas definisinya. Nah, sekarang coba kita rumuskan definisi umum pacaran, alias akan adakah benang merah yang dapat kita tarik dari timbunan terigu kebingungan kita. Atau tepatnya, kita mencoba mencari irisan dari semua himpunan definisi yang tadi udah kita cari, yang ternyata jumlahnya banyak dan beda-beda semua. Akan saya coba rumuskan bahwa pacaran itu adalah interaksi antara dua orang manusia berbeda jenis kelamin yang saling mencintai sebelum menikah. Karena dari berbagai definisi tadi yang cukup mewakili untuk disebut sebagai irisan adalah kata interaksi, saling mencintai dan berlainan jenis kelamin, serta belum menikah. Atawa kita sebut aja interaksi pra-marital dengan dasar saling ketertarikan atau saling mencintai. Nah dengan definisi ini akan mudah bagi kita untuk mengetahui hukum pacaran itu, atau adakah pacaran yang Islami itu. karena sekali lagi dalam Islam tidak pernah diatur, atau ada dalil yang melarang “pacaran�?. Yang ada dalam Islam adalah aturan-aturan dalam berinteraksi dengan manusia. Bagaimana kita berinteraksi dengan orang tua, dengan teman, guru, Nabi, semua ada aturannya dalam Islam. Interaksi yang sesuai dengan kaidah Islam berati Islami, sementara yang tidak sesuai adalah tidak Islami. Dengan definisi dasar bahwa pacaran itu adalah interaksi dan saling mencintai, maka pacaran secara dasar hukum adalah netral. Karena interaksi dalam Islam itu adalah netral, akan tergantung bentuknya. Sementara tidak ada larangan bagi umat Islam untuk mencintai lawan jenisnya. Dengan demikian sekali lagi pacaran adalah netral, tergantung bagaimana kita melakukannya. Dengan netralnya pacaran, berarti pula ada pacaran yang Islami dan ada pacaran yang tidak Islami. Lebih lanjut lagi jika kita tinjau dari segi asal kata, pacaran berasal dari kata dasar “pacar�?, yang artinya kurang lebih adalah seseorang –lawan jenis tentunya- yang kita cintai namun belum menikah dengan kita. Maka semakin jelaslah bahwa pacaran itu adalah netral. Karena sekali lagi bahwa mencintai seseorang lawan jenis adalah tidak terlarang dalam Islam. Seperti kisah Umar bin Abu Rabi’ah tentang seorang pemuda Arab yang lagi jatuh cinta, yang dilukiskan dengan begitu indah di dalam buku “Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu�?, yang terkenal itu. Baca sendiri dah kisahnya, gak kalah romantis sama kisah Romeo dan Juliet yang fiksi itu. Selanjutnya pula berati pernyataan bahwa tidak ada pacaran Islami, atau tidak ada pacaran dalam Islam itu kurang tepat. Atau lebih tepatnya, adalah sepihak

pernyataan yang menyatakan tidak ada pacaran Islami itu, karena setelah kita kaji lebih lanjut, ternyata kata pacaran itu sendiri bersifat netral, seperti halnya seni. Seni dalam Islam adalah netral, tergantung bagaimana kita melakukannya, bisa jadi seni itu haram, ketika seni tersebut tidak sesuai kaidah Islam, namun juga sebaliknya. Namun kemudian muncul pandangan baru yang menyatakan tidak boleh mencintai lawan jenis sebelum menikah! Sebuah pernyataan yang agak naif dan sulit untuk dibenarkan. Selain tidak ada dalil naqli-nya, juga sangat lemah dalam logika manusiawi. Sederhana saja, Nabi memerintahkan kita “Wanita-wanita dinikahi karena kecantikannnya, hartanya, nasabnya, dan agamanya….�? dan seterusnya sampai akhir hadits. Dari potongan hadits tadi dapat kita simpulakn bahwa Nabi menyuruh kita untuk memilih wanita –dalam hal ini untuk pria- yang akan kita nikahi. Apa artinya memilih? Memilih artinya mengunakan kecendrungan –rasa- untuk memutuskan pilihan dari beberapa variabel yang ada. Misalnya saja saat Anda ingin membeli mie ayam, dari sekian banyak warung mie ayam, Anda akan memilih warung yang paling Anda sukai (baca: cintai). Adapun mengapa Anda membuat pilihan itu, akan ada banyak variabel yang membuat Anda menentukan pilihan itu. Misalnya saja karena rasanya enak, warungnya bersih, atau karena penjualnya ramah. Nah akumulasi dari variabel yang Anda jadikan ukuran itu disebut rasa, hasrat, atau cinta. Artinya Anda lebih mencintai untuk makan mie ayam di tempat X ketimbang di tempat lain. Demikian juga dalam memilih pasangan hidup, Andapun akan punya banyak variabel yang menjadi ukuran dalam menentukan pilihan Anda. Misalnya saja, Anda memilih yang cantik –ini pun akan sangat subjektif, misalnya saja cantik menurut Anda adalah yang tinngi, semampai, manja dan imut-imut serta ceria-, yang muslimah, yang kaya, atau yang anak Pak Lurah. Nah akumulasi dari kriteria yang Anda jadikan ukuran inilah yang disebut dasar cinta atau sebab cinta. Anda akan lebih mencintai seorang gadis yang cantik, muslimah, kaya, dan anaknya Pak Lurah, ketimbang gadis lain yang tidak sesuai dengan kriteria Anda ini. Artinya apa? Tidak mungkin Anda memilih seorang istri atau suami tanpa mencintainya terlebih dahulu sebelum menikah! Jika tidak, maka Anda akan segera bercerai! Kisah ini sudah ada di zaman Nabi dahulu. Dimana perceraian rumah tangga seorang sahabat terjadi karena memang sang istri tidak mencintai sang suami. Seperti dalam kisah pernikahan Tsabit bin Qais dengan Habibah binti Sahl yang terpaksa harus berakhir karena Habibah

tidak mencintai Tsabit. Dan ini diperkenankan Nabi. Artinya Nabi jelas menginginkan suatu rumah tangga itu dibangun atas dasar saling cinta. Nah untuk mencegah perceraian yang cukup tragis seperti ini perlulah sebuah pernkahan itu dibangun atas dasar saling mencintai. Sebenarnya inti dari resistensi kalangan aktivis yang menolak pendapat saya adalah, bahwa mereka menganggap terobsesi pada seseorang akibat cinta mendalam itu adalah sebuah dosa. Mereka menganggap bahwa mencintai seseorang sampe gak bisa tidur, gak doyan makan, adalah sebuah big sin, dosa gedhe. Alasannya, nanti kalao ibadah ntar jadi gak ikhlas, niatnya karena si yang dicintai itu, bukan karena Allah. Ujung-ujungnya ntar bisa syirik. Whii syerem gitu. Padahal kalau mau jujur, sebenarnya bukan cuma cewek or cowok kita yang bisi bikin niat kita jadi gak bener. Ustadz, babe, nyak, engkong, encing, dosen, murabbi, temen, jamaah di masjid, semua bisa bikin kita punya niat jadi gak lurus. Bahkan anak-anak dan preman yang nongkrong di pinggir jalan dan sering godain kita, saat kita brangkat ke masjid bisa bikin kita jadi brubah niat jadi arogan dan pengen dikatain “Tuh yang ahli surga, kerjanya ke mesjid mulu!�?. Sementara di dalam hati tanpa sadar kita bilang “Ntar loe pade jadi kerak nerake, gare-gare kagak pernah jamaah di masjid, mampus loe!�?. Artinya sale besar kalo menjadikan cinta kita pada kekasih kita menjadi satu-satunya penyebab utama melencengnya niat kita. Sementara itu gak pernah ada yang bingung dan ribut melarang kita punya murabbi, dosen, guru, temen, yang juga bisa bikin niat kita melenceng. Padahal kalau mereka membaca sejarah para sahabat, seharusnya mereka tidak mempunyai pendapat seperti itu, banyak juga para sahabat yang truly, madly, deeply, loving a woman. kita simak lagi sejarahnya Abdullah bin Abu Bakar yang begitu love-nya sama Atikah sehinga saat dipaksa bercerai (yang artinya saat itu Atikah bukan apa-apanya Abdullah, tidak ada ikatan pernikahan) oleh ortunya –yang khawatir Si Abdul jadi over loving her and forget Lord- jadi seperti orgil. Suka ndomblong di depan rumah dengan tatapan kosong, ra doyan maem, bikin syair tentang rindu. Toh gak ada yang nuduh Abdullah jadi rada sesat gara-gara itu. Malah akhirnya mereka dirujukkan kembali, artinya babenya Abdul tidak ngelarang cinta mereka. Ini juga menyangkal anggapan mereka yang mengatakan boleh cinta tapi tidak boleh mengekspresikannya sebelum menikah. Buktinya Abdul juga bikin puisi cinta, dan juga ekspresi sedihnya yang jelas menunjukkan kerinduannya pada sang kekasih hati. Dengar juga komentar sang Pintu Kota

Ketika kemudian si gadis menjadi tidak berjilbab. Lain lagi dengan seorang teman saya. Mencintai bukanlah sebuah dosa. gak peduli! Yang penting saya cinta dia. dan zina itu sendiri. Ali bin Abi Thalib. Dia mencintai seorang gadis namun karena si gadis ternyata baru memenuhi sebagian dari ukuran-ukuran cintanya. Jika Anda memang mencintai si gadis lebih dari Allah maka akan mudah saja. Dosa itu adalah ketika kita. “Wahai wanita yang berada di tempat yang tinggi. walaupun akhirnya dia mengembalikannya pada keluarganya. santun akhlaknya. dan dosa urusan Allah dengan hambanya. Jangan ghuluw dengan membuat batasan-batasan yang tidak pernah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. saat pernikahan Atikah dengan Umar bin Khattab. Minta ijin sama si suami tuk sekedar nginjen manten perempuan and bilang. dan harus segera direvisi. Cukuplah apa yang Allah dan rasulNya berikan. kelaut aje…. Anda akan menerima si gadis apa adanya. bersentuhan. urakan. aku bersumpah tak akan mengalihkan pandanganku darimu agar kulitku menguning…�? what a love?!! Belum puas? Baca kisah Umar bin Abdul Aziz yang terobsesi pada seorang budak yang cantik. ketika Anda mencintai seseorang. maka cinta Anda pada si gadis akan luntur. Jelaslah bahwa Anda lebih mencintai Allah ketimbang si gadis. Dosa adalah perbuatan yang melanggar secara hukum fikih. Ikatan hati selama dalam koridor syariat tiada berdosa. Mencintai lawan jenis akan mengalahkan cinta kita kepada Allah.Ilmu. Ikatan hati sebelum nikah bukanlah sebuah dosa. Karena yang menjadi ukuran Anda untuk mencintai si gadis adalah ukuran-ukuran yang telah diberikan Allah. suka mengaji dan berdakwah. Entah dia ndugal. pakaian mini. Baiknya jangan menjadi orang yang ramutu dan mengingkari fitrah dan mengada-adakan dalil yang ngelarang kita mencintai lawan jenis sebelum menikah. nakal. Caranya? Mudah saja. gaul bebas. maka dia berkata pada saya “Saya tidak bisa mencintainya karena dia belum . Namun muncul perdebatan lain. Misalnya saja Anda mencintai seorang gadis karena dia seorang gadis muslimah dan berjibab. dan Anda akan bilang pada si gadis. Namun dapat kita ukur dengan mudah. berkatakata dengan menggoda. “Kalo Loe kagak berubah. apa yang menjadi ukuran Anda untuk mencintainya.�? karena si gadis sudah tidak lagi sesuai dengan ukuran-ukuran yang Anda jadikan kriteria untuk mencintainya. Naaah kalau sudah begini barulah cinta ini berbahaya. dan urakan. melakukan khalwat. Bahkan Utsman bin Affan pun berkata bahwa dirinya adalah seseorang yang amat suka pada wanita. Saya pikir ini sangat subjektif.

Ada tidak sih pacaran Islami itu? Saya akan berani menjawab ada! Jadi tidak tepat kalau banyak aktivis dakwah secara “madju tak gentar�? mengkampanyekan anti pacaran. Karena Anda kan segera meneriama si gadis apa adanya. Anda dan saudara kita semua.�? Dia balas menjawab. ajarin dia dong! Ajak ngaji. setelah tulisan yang panjang dan bertele-tele ini. kelompok ilmiah remaja-nya SMU N 1 Yogyakarta yang sering disamperin sama anak-anak PSG) PageSevenGreen™ 2002 (hasil dialog sore hari dg WA) potret remaja Kayaknya kita semua udah pada tahu deh. Jika Anda berbuat itu karena si gadis. Fase usia remaja tuh merupakan masa dimana manusia sedang mengalami perkem¬bangan yang begitu pesat. kenapa tidak Kamu buat dia menjadi sesuai dengan syariat Tuhan. pemilik kebenaran sejati. psikologis dan sosial. “Lo. maka Anda telah berbuat untuk Tuhan! �? mengapa? Karena apa yang Anda lakukan itu agar dia sesuai dengan kehendak Tuhan arinya jelas-jelas Anda lebih mencintai Tuhan ketimbang si gadis. Dan hanya Dia lah Yang Maha Benar. “Saya takut saya mengubahnya bukan karena Tuhan saya tetapi karena saya mencintai dia. Namun coba Anda renungkan lagi. Gimana? Setuju? Seandainya Anda tidak setuju maka marilah kita dialogkan. Sehingga objek dakwah menjadi lebih tahu. Karena memang yang namanya pacaran itu adalah sesuatu yang netral. apa sih yang boleh dan apa sih yang tidak boleh. Bukannya menambah kebingungan yang berujung sikap menolak dakwah karena apa yang dikampanyekan tidak jelas dasar hukumnya. Semoga Tuhan mengampuni semua dosa saya. Kita hanya mencoba mengais setetes kebijaksanaan-Nya di tengah samudera Maha Bijak-Nya.sesuai dengan ketentuan Tuhan saya. Nahhh. kembali kita ke judul utama. Lebih tepat kalau aktivis dakwah mengakampanyekan secara progresif tentang aturan berinteraksi di dalam Islam. Sesungguhnya segala sesuatu itu kembali pada-Nya. sebenarnya dia berbuat itu untuk siapa? Untuk si gadis atau untuk Tuhan? Saya akan dengan mantap bilang “Jika Anda berusaha mengubah dia agar sesuai dengan syariat Tuhan. Entah dia sesuai atau tidak dengan aturan Tuhan. buat apa repot-repot mengajak ngaji dan sebagainya. Kan Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali dia berusaha mengubahnya. mungkin saja saya banyak kekurangan referensi dan kekhilafan logika.�? Kemudian saya bilang. And semoga saja tulisan saya ini ada manfaatnya… ciao!!! J * (Teladan Science Club. baik secara fisik. .�? Kedengarannya teman saya ini benar.

1 persen remaja di kota Kupang telah terlibat hubungan seks secara aktif.5 responden laki-laki di kota Bali pernah berhubungan seks. Pacaran remaja enggak selamanya merupakan sebuah cerita yang bersifat manis dan dapat dinikmati oleh kedua belah pihak. 8. petting. Secara sosial perkembangan ini ditandai dengan semakin berkurangnya ketergantungan dengan orang tuanya. Persoalan-persoalan yang muncul di luar perilaku seksual dalam pacaran antara lain komunikasi (40 persen). berpelukan.. ketertarikan dengan lawan jenis juga mulai muncul dan berkembang. Berpacaran berarti upaya untuk mencari seorang teman dekat dan di dalamnya terdapat hubungan belajar mengkomunikasikan kepada pasangan. bercumbu dan akhirnya melakukan hubungan seksual. dan proses pendewasaan kepribadian. Penelitian Sahabat Remaja tentang perilaku seksual di empat kota menunjukkan bahwa 3. Asik khan? Makanya baca terus…. membangun kedekatan emosi.6 persen remaja di kota Medan. Berdasarkan laporan yang berhasil dikumpulkan dari rekap Konseling Sahaja-PKBI DIY pada tahun 1998 hingga 1999 tampak bahwa hampir separo (48 persen) dari 1.514 klien yang melakukan konsultasi mengalami permasalahan seputar pacaran. perkembangan jaman juga akan mempengaruhi perilaku seksual dalam berpacaran para remaja. Rasa ketertarikan pada remaja kemudian dimunculin dalam bentuk (misalnya) berpacaran di antara mereka. Penelitian yang pernah dilak¬ukan oleh Pusat Penelitian Kependudukan UGM menemukan bahwa 33. konflik dengan pihak ketiga dan lain sebagainya. beda agama. kekerasan. karena minimnya informasi yang benar mengenai pacaran yang sehat. Di Yogyakarta kota sebanyak 15.5 persen. Pada masa ini pula.4 persen remaja di kota Surabaya serta 31. Jenis perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja dalam berpacaran biasanya bertahap mulai dari timbulnya perasaan saling tertarik yang kemudian akan diikuti oleh kencan. necking. Masalah pacaran remaja Masalah prosentase (%) taksir menaksir 25 ditolak atau menolak 4 patah hati 5 komunikasi 30 kekerasan fisik 1 kekrasan psikologis atau verbal 2 persiapan pernikkahan 2 belum punya pacar 2 beda agama 2 konflik dengan pihak ketiga 7 pacaran jarak jauh 2 gonta-ganti pacar 1 perselingkuhan 4 lain-lain 11 sumber: karakteristik klien youth center PKBI DIY (Januari-Juli 1999) Seringkali. karena kita bakal ngelihat data yang berupa angka perilaku remaja kita kalo pacaran. sedangkan di desa Bali sebanyak 23. Banyak persoalan yang kemudian muncul di antara mereka dalam menjalani dan menapaki perjalanan kisah-kasih asmara. Pacaran sih emang sudah sering dibahas. Tapi diskusi kita kali ini lebih oke.5 persen remaja di kota Yogyakarta dan 3. persiapan pernikahan. pergaulan dengan sebaya maupun masyarakat luas. dating lalu bikin komitment tertentu dan apabila di antara remaja ada kecocokan maka akan dilanjutkan dengan berpacaran.Eit! jangan salah. Hal ini misalnya dapat dilihat bahwa hal-hal yang ditabukan remaja pada beberapa tahun yang lalu seperti berciuman dan bercumbu . maka terkadang tidak sedikit remaja saat berpacaran unsur nafsu seksual menjadi unsur dominan.5 persen sedangkan di desa sebanyak 0. (lihat tabel). sampai dengan hubungan seksual dengan banyak orang. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual pada remaja ini mempunyai korelasi dengan sikap remaja terhadap seksualitas.6 persen laki-laki. Kemudian berpacaran biasa¬nya dimulai dengan membuat janji. hubungan seksual. Pacaran? Bosen ah! …. taksir menaksir (25 persen). berciuman.Perkembangan secara fisik ditandai dengan semakin matangnya organ-organ tubuh termasuk organ reproduksinya. sehingga remaja biasanya akan semakin mengenal komunitas luar dengan jalan inter¬aksi sosial yang dilakukannya di sekolah. Hasil Baseline Survai Lentera-Sahaja PKBI Yogyakarta memperlihatkan bahwa perilaku seksual remaja mencakup kegiatan mulai dari berpegangan tangan. perselingkuhan (11 persen) serta permasalahan patah hati. Di samping itu.

Bali dan Manado angka kehamilan sebelum nikah pada remaja dan yang mencari pertolongan untuk digugurkan meningkat dari tahun ke tahun. Catatan konseling Sahaja menunjukkan bahwa kasus kehamilan tidak dikehendaki yang tercatat pada tahun 1998/1999 tercatat sebesar 113 kasus. serta bagaimana memilih perilaku yang sehat dan bertanggung jawab.7%). Yogyakarta. Upaya pendampingan dari orang tua dan lembaga yang peduli kepada remaja adalah sebuah hal yang musti dilakukan. berpihak dan tahu akan kebutuhan remaja. lagi lagi ujungnya adalah pentingnya pendidikan seksual bagi kita semua para remaja.2 . inisiatif hubungan seks dengan pasangan (39. klien (9. keputusan melakukan hubungan seks: tidak direncanakan (45%). PACARAN DAN TUNANGAN • • • • (13 Tinjauan) Kunjungan : 650 Summary ratin g: 3 stars kata:600 . Jakarta.sekarang dibenarkan oleh remaja saat ini. Beberapa hal menarik berkaitan dengan catatan tersebut misalnya.3%). Pacaran Dan Tunangan oleh: Firin Pengarang: DALIL HADIS LARANGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN TTM. Lima tahun kemudian angka ini naik menjadi 17 persen yang setuju. Dua puluh tahun yang lalu hanya 1. Konsekuensi dari kehamilan remaja ini adalah pernikahan remaja dan pengguguran kandungan.5%).8%). Dalil Hadis Larangan Yang Berhubungan Dengan Ttm. Perubahan terhadap nilai ini misalnya terjadi dengan pandangan remaja terhadap hubungan seks sebelum menikah.5%). keduanya (11. hubungan seks pertama kali biasanya dilakukan dengan pacar (71 %).9. teman biasa (3. Sebuah perkiraan yang dibuat oleh sebuah harian menunjukkan bahwa setiap tahun satu juta perempuan Indonesia melaku¬kan pengguguran dan 50 persen berstatus belum menikah serta 10-15 persen diantaranya remaja. Sementara itu kasus-kasus kehamilan yang tidak dikehendaki sebagai akibat dari perilaku seksual di kalangan remaja juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan ada sebagian kecil dari mereka setuju dengan free sex. Dan tentu saja.5%). Surabaya.4%) dan tempat yang biasa digunakan untuk melakukan hubungan seks adalah rumah (25. Bahkan ada remaja sebanyak 12. resiko resiko perilaku seksual kita. agar kita ngerti bener diri dan tubuh kita.2 persen yang setuju dengan free sex. Walaupun sulit untuk diketahui secara pasti di Indonesia angka kehamilan sebelum menikah. dan tentu aja pendampingan yang bersahabat. tetapi dari berbagai penelitian tentang perilaku seksual remaja menya¬takan tentang besarnya angka kehamilan remaja. Sepuluh tahun kemudian angka tersebut naik menjadi di atas 10 persen.7%) hotel (13. Hasil penelitian PKBI beberapa waktu yang lalu menunjukkan bahwa di Medan. suami (3.6 persen setuju dengan hubungan seks sebelum menikah. direncanakan (20.

LARANGAN DUDUK DI PINGGIR JALAN • Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Sesungguhnya ALLAH telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berhijablah kamu daripadanya”. kemudian Ibnu Ummi Maktum masuk. Zina kedua mata adalah memandang. Kami berkata: Wahai Rasulullah. [Bukhari.More About : larangan pacaran DALIL HADIS LARANGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN TTM. Kejadian itu sesudah turunnya ayat yang memerintahkan kami untuk berhijab. bukankah . PACARAN DAN TUNANGAN 1. ia berkata: Ketika saya bersama Maimunah berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan. maka pandangan itu termasuk zina • Dari Jarir. kemudian beliau bersabda: “Pejamkanlah matamu”. serta kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu. zina lisan (lidah) adalah mengucapkan. Muslim. [Muslim] Artinya manakala kita melihat perkara yang diharamkan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala. maka hendaklah kita memejamkan mata. Abu Dawud dan Ahmad] • Hadis ini menerangkan bahwa mata yg memandang kepada seseorang yg bukan muhrim dimana pandangan itu diiringi nafsu syahwat atau tidak sesuai tuntunan agama. ia berkata: Saya menanyakan tentang melihat sesuatu yang diharamkan yang datang dengan tiba-tiba kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. • Dari Ummi Salamah.

Abu Dawud dan Ahmad] • Hadis ini menerangkan bahwa mata yg memandang kepada seseorang yg bukan muhrim dimana pandangan itu diiringi nafsu syahwat atau tidak sesuai tuntunan agama. 2010 Lebih lanjut tentang: Dalil Hadis Larangan Yang Berhubungan Dengan Ttm. kemudian Ibnu Ummi Maktum masuk.ia seorang yang buta tidak melihat dan tidak mengetahui kami? Nabi SAW bersabda: “Apakah kamu juga buta? Tidak kah kamu melihat orang itu?” [Abu Dawud dan Tirmizi. hadis dengan isnad hasan shahih] Bersambung DALIL HADIS LARANGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN TTM. • Dari Ummi Salamah. Kejadian itu sesudah turunnya ayat yang memerintahkan kami untuk berhijab. ia berkata: Saya menanyakan tentang melihat sesuatu yang diharamkan yang datang dengan tiba-tiba kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. zina lisan (lidah) adalah mengucapkan. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berhijablah kamu daripadanya”. [Muslim] Artinya manakala kita melihat perkara yang diharamkan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala. Pacaran Dan Tunangan . BERSENTUHAN BUKAN MUHRIM • Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Sesungguhnya ALLAH telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata adalah memandang. LARANGAN BERSALAMAN. 2010 Diperbarui: Oktober 05. bukankah ia seorang yang buta tidak melihat dan tidak mengetahui kami? Nabi SAW bersabda: “Apakah kamu juga buta? Tidak kah kamu melihat orang itu?” [Abu Dawud dan Tirmizi. serta kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu. ia berkata: Ketika saya bersama Maimunah berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan. maka pandangan itu termasuk zina • Dari Jarir. Muslim. [Bukhari. hadis dengan isnad hasan shahih] 2. maka hendaklah kita memejamkan mata. Kami berkata: Wahai Rasulullah. kemudian beliau bersabda: “Pejamkanlah matamu”. PACARAN DAN TUNANGAN II Diterbitkan di: Januari 21.

PKBI Rakyat Merdeka. Dr. Perbuatan anak-anak remaja seperti ini. dengan pengawasan orang tua yang ekstra ketat terhadap anak-anak mereka itu.” kata Badarudin yang juga Guru Besar FISIP USU. kalau beginilah yang terus mereka lakukan. sebanyak 51% terdapat di Jabotabek. “Tindakan yang salah dan melanggar hukum itu. Komnas PA dan analisa SKRRI 2002. Ditemukan bahwa 52% remaja pernah melakukan hubungan seks pra nikah.” kata Badarudin. pendidikan agama dan keimanan yang cukup kuat juga dapat mencegah atau “membentengi” para remaja agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji atau dapat menyesatkan. diharapkan tidak ada lagi ditemukan remaja yang berhubungan seks di luar nikah. . Rata-rata usia remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah itu antara 13 sampai 18 tahun. Sugiri Syarif saat memberikan kuliah umum bagi mahasiswa di Unimed. agar secepatnya dicegah. Minggu (24/05). “Pengawasan orangtua dan pendidikan keimanan dapat menyelamatkan masa depan generasi muda agar tidak berperilaku amoral. “Peran orang tua itu sangat penting untuk membina dan mengawasi anak-anak mereka yang masih berusia remaja.(13/5) mengatakan. menonton film porno dan kegiatan yang merugikan lainnya. Badarudin mengatakan. Data tersebut berdasarkan hasil penelitian survei DKT Indonesia. Bahkan. selain pengawasan orang tua agar para remaja tidak terjerumus berhubungan seks di luar nikah. sebanyak 52% remaja di Kota Medan mengaku pernah berhubungan seks di luar nikah. Hal tersebut dikatakannya ketika diminta komentarnya mengenai 52% remaja pernah melakukan hubungan seks pra nikah. “Ini jelas sangat memalukan dan dianggap tidak bermoral. Selanjutnya. (wo/bee) Peranan orang tua sangat diperlukan untuk mencegah para remaja melakukan hubungan seks pra nikah (di luar nikah). menurut dia. Kepala BKKBN Pusat.” kata Sosiolog Prof. Perilaku jelek yang tidak mencerminkan budaya ketimuran itu harus dapat dihilangkan jauh-jauh. ia menjelaskan. 54% di Surabaya dan juga 47% terdapat di Bandung yang remajanya pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Lebih lanjut ia mengatakan. karena ini jelas menyangkut moral generasi muda harapan bangsa. Rabu. Selain itu. bagaimana nantinya masa depan generasi muda calon-calon pemimpin bangsa itu. Badarudin. Sebelumnya. MA di Medan. harus secepatnya dihentikan dan jangan terus dibiarkan meluas di tengah-tengah masyarakat.com – Peranan orang tua sangat diperlukan untuk mencegah para remaja melakukan hubungan seks pra nikah (di luar nikah).” ujarnya.50% Remaja Indonesia Melakukan Seks Pra Nikah IN: PENYIMPANGAN SEKSUAL 26Dec2009 KapanLagi.

Komnas PA dan analisa SKRRI 2002.Data tersebut berdasarkan hasil penelitian survei DKT Indonesia. PKBI Rakyat Merdeka. PERGAULAN REMAJA .

kasus HIV/AIDS di Indonesia mencapai 21. Tangerang dan Bekasi kehilangan keperawanan dan melakukan hubungan seks pra-nikah. Kasus penularan HIV/AIDS terbanyak ada di kalangan heteroseksual (49. Selain di Jabodetabek. data y ang sama juga diperoleh di wilayah lain.JAKARTA- P ertumbuhan budaya seks dikalangan pelajar mulai mengancam masa depan bangsa Indonesia. . Minggu (28/11) kemaren. "ujar Sugiri. Menurutnya data ini dikumpulkan BKKBN sepanjang kurun waktu 2010 saja.SEPARUH GADIS DI KOTA BESAR TAK PERAWAN HASIL SURVEI BKKBN JPNN. "Ini ancaman yang diam-diam bisa menghancurkan masa depan bangsa. khususnya dikalangan remaja berimbas padda kasus infeksi penularan HIV/AIDS yang cenderung berkembang di Indonesia.3 persen) dan IDU atau jarum suntik (40. Maraknya perilaku seks bebeas.Rentang usia remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah antara 13-18 tahun. 51 diantaranya sudah tidak lagi perawan. Ironisnya temuan serupa juga terjadi di kota-kota besar lain di Indonesia." ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarief ketika ditemui dalam peringatan Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI Monas. separuh remaja perempuan lajang yang tinggal di Jakarta. Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) berdasarkan survei menyatakan. Bandung 47%. "Berdasarkan data yang kami himpun dari 100 remaja.4 persen). Bahkan. Bogor. Pemerintah menemukan indikator baru yakni makin sulitnya menemukan remaja putri yang masih perawan (virginity) di kota-kota besar. tidak sedikit yang hamil di luar nikah. Mengutip data dari Kemenkes pada pertengahan 2010. di Medan 52%.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun (30. dan Yogyakarta 37%. remaja perempuan sudah hilang mencapai 54%. Perilaku seks bebas merupakan memicu meluasnya kasus HIV/AIDS.770 kasus AIDS Positif dan 47. Di Surabaya misalnya.9 persen). jadi harus segera ditemukan solusinya.

Sebanyak 75 persen di antaranya atau 2. rata-rata terdapat 17 persen kehamilan di luar nikah yang terjadi setiap tahun. Seksologi Remaja Indonesia Berhubungan Seks di Usia Relatif Muda IN: PENYIMPANGAN SEKSUAL 22Dec2009 . asumsi yang beredar di kalangan publik kebanyakan pendidikan seks dinilai sama dengan sosialisasi tentang aktivitas dan identitas seks. Dari 1. Sugiri menyampaikan.09 Label: Artikel. disamping masalah seks pranikah. Tingkat kehamilan di luar nikah juga sangat tinggi." kata dia. remaja dihadapkan pada dua masalah besar lainnya yang terkait dengan penularan HIV/AIDS. "Ini adalah problem nasional yang harus dihadapi bersama-sama. pendidikan seks tidak diberikan karena dianggap tabu. Data Kemenkes memang menyebutkan bahwa pertumbuhan jumlah penggunaan narkoba di Indonesia saat ini mencapai 3. jadi bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan demi menemukan solusi yang tepat atas persoalan ini. Bentuk yang paling riil adalah dengan menggiatkan pendidikan seks secara khusus kepada pelajar di sekolah-sekolah. Sebagian dari jumlah tersebut bermuara pada praktik aborsi . tidak hanya menyasar pada kalangan pelajar saja.2 juta jiwa." kata dia.Fenomena free seks di kalangan remaja.5 juta jiwa adalah remaja. dengan jumlah rata-rata per tahun mencapai 2."kata Sugiri. menurutnya. sekitar 37 persen mengaku sudah kehilangan kegadisannya. Artikel Keluarga. Diposkan oleh BUNDA DAN ANANDA di 16. Yang terjado di Indonesia. "Seperti yang berlaku di negara-negara maju.4 juta jiwa.660 responden mahasiswi di kota pelajar Yogyakarta. "Masalah itu adalah tingkat aborsi yang tinggi dan penyalahgunaan narkoba. menurut dia. Sugiri mengatakan. grafik aborsi di Indonesia masuk kategori tinggi. tetapi juga jamak didapati di kelompok mahasiswa. Siswa harus diberi pendidikan seks agar mengenalinya dan meminimalkan seks bebas. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno mengatakan. pihaknya sedang merancang solusi untuk membendung arus perilaku seks bebas di kalangan pelajar.

hanya 5% dari responden remaja ini mendapatkan informasi tentang seks dari orang tuanya. kategori masyarakat umum dengan kelas sosial menengah keatas dan kebawah. Para remaja ini juga mengaku tahu resiko terkena penyakit seksual (27%) sehingga harus menggunakan kontrasepsi (27%). Survey ini mengambil 450 responden dari 4 kota itu dengan kisaran usia antara 15 sampai 24 tahun. hasil itu menjadi salah satu kesimpulan yang mengemuka dalam paparan hasil penelitian Synovate Research tentang perilaku seksual remaja di 4 kota. 44% responden mengaku mereka sudah pernah punya pengalaman seks di usia 16 sampai 18 tahun. Sementara 16% lainnya mengaku pengalaman seks itu sudah mereka dapat antara usia 13 sampai 15 tahun. Tapi. Sebab. Makanya. Surabaya dan Medan. . hanya 24% dari responden ini yang melakukan preventiv untuk mencegah penyakit AIDS menghinggapi mereka. Dari penelitian yang dilakukan sejak September 2004 itu. juga diberikan pembagian terhadap para responden ini berdasarkan aktivitas seks yang aktif dan pasif. Selain itu. Synovate mengungkapkan bahwa sekitar 65% informasi tentang seks mereka dapatkan dari kawan dan juga 35% sisanya dari film porno. ternyata sebagian besar remaja merasa tidak cukup nyaman curhat sama orang tuanya. mereka lebih suka cari tahu sendiri melalui sesama teman … dan menonton film porno dan mencari cerita-cerita seks di situs-situs porno di internet Setidaknya.Siapa sangka. terutama bertanya seputar masalah seks. Bandung. yaitu Jakarta. Pengalaman Berhubungan Seks Sejak Usia 16 Tahun Dalam penelitian ini juga menarik untuk melihat pengalaman seksual remaja di 4 kota ini. Ironisnya.

. meskipun hasil penelitian ini memberikan gambaran rata-rata pada perilaku remaja kita saat ini. Sementara. hilang keperawanan dan takut ketahuan orang tua. rumah menjadi tempat paling favorit (40%) untuk melakukan hubungan seks. berdosa. akan mencoba memberikan konseling lebih detil tentang alat-alat reproduksi kepada remaja. mereka 82% tahu dari televisi. Tapi. “Mereka juga tahu bahwa ada beberapa jenis penyakit yang ditularkan dari hubungan seksual. Edukasi dan Advokasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) melihat. Caranya dengan masuk ke sekolah-sekolah melalui kegiatan ekstra kulikuler seperti Pramuka. mereka memilih hubungan seks di kos (26%) dan hotel (26%). Nah bagaimana halnya dengan sekarang ini? tentu dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan merasuknya gaya hidup modern bebas ala barat yang kebablasan tentunya lebih memiliki ancaman besar terhadap meningkatnya aktivitas seks di usia remaja. mulai dari pembuahan sampai hamil dan melahirkan. Perlu informasi lebih lengkap Meskipun hasil penelitian ini bukan hal yang baru bagi masyarakat saat ini. Para responden pria justru 37% mengaku kalau mereka merencanakan hubungan seks dengan pasangannya. “Ini penting agar mereka mengerti organ reproduksi mereka sendiri. itu tetap dalam kategori aktif secara seksual?” Namun. Adrianus Tanjung. Misalnya. Dengan begitu. tetap saja perlu hati-hati menyikapinya agar tidak menjadi salah persepsi. apakah jika remaja yang pernah sekali melakukan hubungan seksual tapi lalu tidak melakukannya lagi. Misalnya 93% tahu tentang AIDS dan 34% tahu Sipilis. tahu resikoresikonya. 47% responden perempuan merasa menyesal karena takut hamil.” tambah Tanjung. Kalau tentang AIDS. ketika ditanya bagaimana perasaan para responden setelah melakukan hubungan seks pra nikah itu. 20% dari internet dan hanya 10% yang tahu dari orang tuanya. 39% responden perempuan mengaku dibujuk melakukan hubungan seks oleh pasangannya. mereka akan lebih dapat menjaga diri sendiri. mereka mengaku hubungan seks itu dilakukan tanpa rencana. Uniknya. “Seperti pembagian remaja yang aktif dan pasif secara seksual dalam penelitian ini. ada beberapa faktor yang bisa saja bias. Project Director Synovate yang mempresentasikan hasil penelitian ini.Selain itu. Karenanya.Selain itu. Kepala Divisi Komunikasi Informasi. (Lily Bertha Kartika) Informasi ini saja menggunakana data yang diambil pada 2005 lalu. ia melihat bahwa hasil penelitian ini memberikan kecenderungan yang makin menguat bahwa para remaja ini membutuhkan tempat yang nyaman untuk mencurahkan perasaan atau bertanya seputar seks. menurut Tanjung. meskipun tidak selalu dalam pantauan orangtua.” kata camita Wardhana.” demikian Andrianus Tanjung. Sebab itu. mungkin juga mereka membutuhkan tempat yang didesain nyaman supaya mereka mau datang ke konseling seks. para responden ini sadar bahwa seharusnya mereka menunda hubungan seks sampai menikah (68%) dan mengerti bahwa hubungan seks pra nikah itu tidak sesuai dengan nilai dan agama mereka (80%). “Mereka sulit tanya ke orangtua karena bisa aja orangtua nggak tahu . PKBI yang juga pernah mendapatkan hasil serupa dari penelitian sejenis beberapa waktu lalu ini. masih bisa diperdebatkan. Sisanya.

post kontroversial ini akan menjadi menarik untuk disimak karena Anda harus mencoba melawan musuh .Cinta dan Anak Muda Seringkali kita melihat — entah itu di televisi atau bahkan di dunia nyata sekali pun — banyak (sekali) anak muda yang bercinta dengan pasangannya. tapi yang jelas di sini Saya akan menggarisbawahi mereka yang masih terlalu muda untuk urusan percintaan ini — meski pada kenyataannya post ini ditujukan untuk seluruh orang dan tidak peduli dari umur berapa mereka — yaitu siswa SMP dan SMA. Saya tidak memiliki statistik yang jelas untuk umur mereka kebanyakan dari berapa tahun. Saya pikir.

terbesar Anda: hawa nafsu. dan ketiga frasa dalam subjudul ini memiliki kaitan yang sangat erat. Ketidakjelasan Frasa pertama ini mungkin sering mereka katakan. binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Padahal beberapa puluh tahun yang lalu tidak sedikit manusia yang malu menjalani aktivitas ini. mereka harus mengungkapkannya terhadap pasangannya. Yang konyol. harta yang banyak dari jenis emas.. mereka anggap "mereka resmi berhubungan" dan mereka bisa jalan ke mana pun yang mereka suka — entah itu Mall atau sekedar jalan-jalan di taman biasa. perak. anak-anak. Setelah sebuah proses yang mereka sebut "jadian" dan "penembakan". mereka fine-fine aja berjalan dengan pasangannya tanpa harus diliputi rasa bersalah atau pun rasa malu — karena di saat yang sama mereka berjalan dengan pasangannya. Aku Sayang Padamu. karena mereka sadar hal ini sangat melanggar etika dan norma yang berlaku (orang-orang dahulu sangat mengagung-agungkan etika dan aktivitas yang disebut "pacaran" atau "ngedate" ini sangat melanggar etika tersebut). Rasa cinta adalah suatu hal yang wajar karena memang itulah fitrah manusia dan tidak dapat ditolak. Itulah kesenangan hidup di dunia. . Yang mereka tahu. dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Tapi yang patut diperhatikan adalah latar belakang munculnya kata-kata ini.. yaitu: wanitawanita. kuda pilihan. mereka melihat pemandangan yang tidak jauh dari apa yang mereka sedang lakukan. setelah rasa cinta itu muncul. [Ali 'Imran ayat 14] Tapi permasalahannya adalah implikasi dari rasa cinta itu: Kebanyakan dari mereka (anak muda itu) tidak mengetahui apa yang harus mereka lakukan setelah munculnya rasa cinta. Cinta "Primata".. Dalam Qur'an — kitab suci mumat islam — pun dijelaskan demikian: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini.

Terlebih dan yang paling pasti adalah mereka diliputi ketidakjelasan. semua syair disebutkan.Jelas aktivitas berjalan berdua ini sangat dilarang. dielus-elus (huh seperti binatang saja?). tapi mungkin yang paling sering adalah: Hatiku damai bersamamu.. dipandang. Terlebih untuk sang gadis karena ini pasti menjadi mimpi buruk baginya. dipegang-pegang (hmf. Memang dengan mereka berduaan mereka akan senang. Huh? Iya rasa damai itu adalah rasa ketidaktenangan hati mereka sebenarnya. dirangkul. lemahnya iman dan akhlak dari kedua pasangan hingga minusnya pakaian sang gadis sehingga membuat sang lelaki semakin suka padanya. tapi mereka tidak sadar sehingga mereka menyebutnya damai. Kamuflase Bernama "Pacaran" Masih berkaitan dengan subjudul sebelumnya. Terdorong ini bukan hanya dari hati masing-masing tapi bisa jadi dari berbagai macam sumber tidak jelas.. Bayangkan saja. Sinetron yang menampilkan adegan romantis. dan di... Setelah mereka saling suka mereka terdorong untuk melakukan pacaran. Dan disinilah maksud daripada "ketidakjelasan" dari "pacaran" tersebut. dia rela dirayu-rayu oleh "sang kekasih". Mungkin STFW adalah jawabannya. Untuk sang gadis jelas pacaran ini sangat merugikan dia. ya. Dan pacaran merupakan inti dari semua masalah ini: Karena sesuai dengan diagram tercantum.. Padahal (atau pasti) belum tentu "sang kekasih" itu merupakan "sang kekasih" sungguhan yang akan dia nikahi. dibuat harga dirinya jatuh.. karena emosi para remaja pelajar itu sangat labil dan mereka cenderung memilih pasangan bukan dari sisi baiknya.). Sayang sekali Saya lupa ayat Qur'an yang menjelaskan tentang hal ini (atau mungkin pembaca ada yang tahu?). Itu semua bisa jadi menjadi faktor pendorong mereka untuk pacaran atau pacaran lebih parah . teman-teman dari kedua pasangan sehingga mereka semakin senang terhadap pasangannya (sebutan cieeee fit fiw mungkin lebih mudah dipahami). setelah mereka "menembak" maka mereka "pacaran" — sebuah kegiatan yang tidak baik yang mereka kamuflasekan sebagai suatu pernyataan cinta yang tidak masuk akal.

Lebih Baik Menikah Di islam hal percintaan itu diatur dengan sangat ketat. Selain itu. . Mereka tidak boleh berduaan karena memang bahaya sekali bagi wanita. Mereka tidak boleh saling pandang karena akan timbul rasa suka. ada hadits Nabi "5 Perbuatan Sunah yang Kalau Dikerjakan Buru-Buru Bukanlah Perbuat Setan" yang salah satu isinya adalah "Jika ada anak yang sudah gadis maka buru-burulah menikah". Mereka tidak boleh bergaul sangat lama karena akan timbul rasa cinta. Dan mereka sangat amat disarankan untuk menikah jika meman keduanya sudah cocok.— atau mereka menyebutnya dengan "romantis".

dengan berlapar-lapar ria. dengan menjaga pandangan. Wallahualam bishawab. Boleh jadi kamu membenci sesuatu. padahal ia amat baik bagimu. Saya harap pedoman yang terlalu sederhana ini bisa membuat pikiran anak muda itu berubah sehingga tidak hanya berbicara mengenai "cewe" saja. Allah mengetahui. Belajar membuat pelajar itu berprestasi yang berimbas kepada kemudahan melanjutkan pendidikannya dan bersosialisasi agar mereka tidak terus-menerus termenung dan menghiraukan kawannya. Pelajar! Yang pasti menjadi solusi atas keinginan terhadap wanita ini adalah puasa. dengan berpikiran jernih. Sedikit yang ingin saya sampaikan adalah kata ganti pihak ke-3 "mereka" yang Saya pakai di sini mengarah kepada pelajar SMA/SMP. sedang kamu tidak mengetahui. Tapi bersosialisasilah yang wajar. Di kirim oleh Mufid pada 8/03/2008 09:58:00 AM Label: Social Dynamics . jangan kebanyakan bersosialisasi dengan wanita karena itu justru membuat kondisi semakin parah. Sehingga akan lebih baik jika mereka memanfaatkan waktunya untuk belajar dan bersosialisasi yang terkontrol dengan teman-temannya."Tapi kita kan masih SMA/SMP sehingga gak mungkin nikah?" Kalau begitu siapa suruh pacaran? Memang apa juga untungnya pacaran bagi kalian? Agar mengenal pasangannya? Apakah kalian sebegitu yakin akan menikah selepas sekolah? Apakah kalian sangat yakin itu pasangan terbaik kalian? Apakah kalian yakin yang kalian perbuat itu baik? Saya pikir yang kalian perbuat hanyalah perbuatan setan semata. Jadi sudah terbukti pacaran bukanlah solusi masalah atas rasa cinta yang timbul dalam diri manusia. pastilah keinginan terhadap "hal tersebut" akan berkurang. padahal ia amat buruk bagimu. Dengan berpuasa. dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu. [Al Baqarah ayat 216] Berprestasilah.

Mengapa Harus ya? • • Pubertas.21 Pacaran. Teen Talks by admin .

sistem hormonal yang sedang terjadi pada masa pubertas mengondisikan remaja untuk tertarik kepada lawan jenisnya. Jika kamu tidak memiliki mental kuat dan kepercayaan diri yang kukuh. dan seabreg celaan lainnya memang sulit untuk dihindarkan. Ini adalah reaksi alamiah agar antara laki-laki dan perempuan memulai membina hubungan yang lebih dekat yang akan sangat berguna dalam upaya-upaya pelestarian kehidupan manusia. Memiliki pacar di saat remaja. label jomlo. label kuper. Bebas mana antara yang punya pacar sama yang tidak punya pacar. cemoohan. saling memberi. Lalu. untuk memiliki keluarga yang harmonis. mengapa? Memang. sering saling melukai hati masing-masing. label ortodoks. Apakah remaja single akan dilanda perasaan cemburu yang menyita konsentrasi belajar? . Menurutmu. kadang kasar. label nggak gaul. sindiran. gampang putus. mudah memaafkan. Apalagi ajaran agama. berkecukupan secara ekonomi.Mengapa pada sebagian besar remaja ada pikiran harus memiliki pacar? Bahkan ada perasaan malu jika belum punya pacar. label sok suci. banyak yang mengharamkan gaya praktik-praktik pacaran remaja kini. Bagaimana dengan gurumu? Pasti tidak pernah ada anjuran di sekolah manapun agar murid-muridnya harus punya pacar. Bukti paling kuat bahwa rasa tertarik diantara remaja putra dan putri tidak cukup kuat diantaranya adalah mudah terbakar cemburu. Seperti yang selama ini kamu rasakan sebagai anak. empati. dan bahagia. pengucilan. Ini berbeda sekali dengan ketertarikan (cinta sejati) pada pasangan-pasangan yang sudah dewasa yang saling menghormati. Ketertarikan sesama lawan jenis di usia puber (remaja) tidak cukup ampuh dan kuat untuk mengemban misi pelestarian kehidupan manusia. ternyata faktor penekan terkuat atau penuntut utama agar seorang remaja harus memiliki pacar datang dari sesama remaja itu sendiri. dan egois. Capek mana perasaan yang punya pacar dengan yang tidak. Kira-kira. Dalam waktu kurang dari 100 tahun. Jadi. Itu pun masih kamu vonis dengan tuduhan ‘ayah-ibu tidak pernah bisa mengerti kamu’. manusia akan musnah! Eit. kira-kira apa yang akan terjadi jika tidak ada rasa tertarik antara laki-laki dengan perempuan? Tepat sekali. cinta lokasi (kadang bubar hanya karena pindah sekolah). sulit memaafkan. jangan senang dulu ya. apakah orang tuamu menuntut kamu punya pacar? Malah kebanyakan orang tua masih melarang anak remajanya punya pacar. memang sepertinya mengasyikan. boros mana pasangan yang punya pacar dibandingkan yang single. dan mendahulukan kepentingan bersama (keluarga). Tekanan teman-teman berupa ejekan. orang tua kamu sudah berupaya habis-habisan. apa dong pemicu utama remaja-remaja ingin segera memiliki pacar. Lebih banyak mana untung dan ruginya (manfaat vs mudharat)? Hayo jujur. Alasan hormonal tidak dapat dijadikan kambing hitam atas wajibnya pacaran bagi remaja ya. label kuno. rela berkorban. Coba kamu periksa. tidak ada cara lain bagi kamu selain dapet pacar sesegera mungkin. bahu membahu saling menolong. Setelah dipelajari lebih dalam. Saya bantu ya dengan fakta-fakta ini. Tapi coba kamu telaah dan pikirkan dengan jernih.

Keenam. milikilah kepercayaan diri yang kuat melalui keyakinan yang benar dan pengetahuan yang luas. Jika sangat terpaksa atau terlanjur sudah memiliki pacar. ingat Tuhan terus ya. bukan cinta sejati. yang kalah jadi abu yang menang jadi arang! Jadi. cinta semasa remaja adalah cinta monyet. Ketujuh. pacar. Bukankah sang remaja putra bisa masuk penjara karena memerkosa pacarnya! Kata peribahasa. manusia. memiliki banyak teman. mojok berduaan (yang ketiganya pasti setan!).Tahu tidak. Kedua. pacaran. Menurut penelitian di barat (yang menganut seks bebas sekalipun). berhubungan intim dengan remaja putri yang berusia kurang dari 16 tahun dikategorikan sebagai pemerkosaan! Ini bencana bagi kedua belah pihak. berpelukan. Haramkan praktik-praktik pacaran gaya ‘bule’ seperti ciuman. Sebagian besar remaja putri dipaksa pacarnya untuk berhubungan intim sebelum menikah. bagaimana dong agar kamu tahan banting untuk tetap tidak memiliki pacar. Yang pertama adalah berpikir jernih beribu kali. dalam kacamata hukum di Indonesia. olah raga. ada fakta yang lebih menyeramkan bagi remaja akibat punya pacar. apapun alasannya. puber. dan tidak pantas ditukar dengan pengorbanan masa depanmu (apalagi kesucianmu). Keempat. nomorsatukan prestasi (akademik. Ketiga. remaja . jangan pernah curhat masalah pribadi dengan teman. dan terutama hubungan intim! By Syarif Niskala Tags: cinta. cinta semu. bercumbu. baik remaja putri maupun remaja putra yang pacarannya melampaui batas. hobi. seni. apa manfaat dan mudharatnya. hormon. jangan kebablasan. dll). musik. sosial. Kelima. tidak ada remaja putri yang sukarela berhubungan intim sebelum menikah! Kemudian.

25-26). sebagaimana diterangkan oleh Imam Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya An-Nizham Al-Ijtima’i fi Al-Islam (2003). Namun jika demikian. pasar. Hanya Syariah Islam. Sementara di . Kedua. pertanian. tegas An-Nabhani. pengaturan yang ada hendaknya dapat mengakomodasi dua faktor berikut ini. misalnya ketika bertemu di jalan. (h. misalnya di bidang perdagangan. seperti pelecehan seksual terhadap wanita. melainkan dibolehkan berinteraksi dalam koridor yang dibenarkan Syariah. yang dapat mengakomodasi dua realitas yang seakan paradoksal itu dengan pengaturan yang canggih dan berhasil. dan lain-lain. Tapi. Pengaturan tersebut sebenarnya bukan persoalan yang mudah. 2009 — Taukhid KH. Sebaliknya. bisa jadi muncul pandangan bahwa pria dan wanita harus dipisahkan secara total. kantor.MENGATUR INTERAKSI PRIA WANITA MENURUT SYARIAH Februari 14. dengan begitu akibatnya adalah bangkitnya hasrat seksual secara liar. dengan maksud agar pria dan wanita dapat tolong menolong secara optimal. Pertama. tolong menolong di antara keduanya terpaksa dikorbankan alias tidak terwujud. bahwa potensi hasrat seksual pada pria dan wanita dapat bangkit jika keduanya berinteraksi. bahwa pria dan wanita harus saling tolong menolong (ta’awun) demi kemaslahatan masyarakat. tanpa peluang berinteraksi sedikit pun. Dengan maksud agar hasrat seksual tidak bangkit. Di satu sisi Syariah mencegah potensi bangkitnya hasrat seksual ketika pria dan wanita berinteraksi. sehingga malah menghilangkan kehormatan (al-fadhilah) dan moralitas (akhlaq). Bagaimana mempertemukan dua faktor tersebut? Memang tidak mudah. pendidikan. boleh jadi interaksi di antara keduanya dilonggarkan tanpa mengenal batasan. Jadi pria dan wanita tidaklah dipisahkan secara total. dan sebagainya. sekolah. khususnya hal. M. Karena menurut An-Nabhani. 25-30 pada bab Tanzhim Ash-Shilat Bayna Al-Mar`ah wa Ar-Rajul (Pengaturan Interaksi Wanita dan Pria). Shiddiq Al-Jawi Pengantar Telaah ini bertujuan menerangkan pengaturan interaksi pria dan wanita dalam kehidupan publik menurut Syariah Islam.

Pria dan wanita. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku. kecuali wanita itu disertai mahramnya. AlBaihaqi. 4/349. Ibnu Khuzaimah. Syariah menjaga dengan hati-hati agar tolong menolong antara pria dan wanita tetap berjalan demi kemaslahatan masyarakat. busana wanita ada dua. Yang dimaksud ghadhdhul bashar menurut An-Nabhani adalah menundukkan pandangan dari apa-apa yang haram dilihat dan membatasi pada apa-apa yang dihalalkan untuk dilihat (h.”(Qal’ah Jie & Qunaibi. Larangan ini berdasarkan hadits Nabi SAW : “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk melakukan perjalanan selama sehari semalam. Perintah menundukkan pandangan (ghadhdhul bashar). Pandangan mata adalah jalan masuknya syahwat dan bangkitnya hasrat seksual. (Abdul Ghani.” (HR Al-Hakim. Khalwat artinya adalah bertemunya dua lawan jenis secara menyendiri (al-ijtima’ bayna itsnaini ‘ala infirad) tanpa adanya orang lain selain keduanya di suatu tempat. Perintah atas wanita mengenakan jilbab dan kerudung. keduanya diperintahkan Allah SWT untuk ghadhdhul bashar. Pengaturan Syariah An-Nabhani kemudian menerangkan beberapa hukum syariah untuk mengatur interaksi pria dan wanita. Majma’uz Zawaid. Misalnya. Jilbab artinya bukan kerudung. Hukum-hukum ini dipilih berdasarkan prinsip bahwa meski pria dan wanita dibolehkan beriteraksi untuk tolong menolong. antara lain dalam kitab Mu’jam Lughah AlFuqaha` : “[Jilbab adalah] baju longgar yang dipakai wanita di atas baju (rumah)-nya. 8/63). Aku gantikan pandangan itu dengan keimanan yang akan dia rasakan manisnya dalam hatinya. yakni tetap menjaga kehormatan (al-fadhilah) dan moralitas (akhlaq). Sedang kerudung (khimar) adalah apa-apa yang digunakan untuk menutupi kepala (h. Penjelasan An-Nabhani mengenai arti “jilbab” ini sejalan beberapa kamus. Larangan khalwat antara pria dan wanita.sisi lain. 27). tapi baju terusan yang longgar yang terulur sampai ke bawah.”(HR Muslim.Al-Mu’jamul Wasith. Ibnu Hibban). hal. 2004) 2. sesuai sabda Nabi SAW dalam satu hadits Qudsi : “Pandangan mata [pada yang haram] adalah satu anak panah di antara berbagai anak panah Iblis. (QS An-Nuur : 30-31). 61). (h. 44). Al-Mustadrak. yang dipakai di atas baju rumah (h. 124. Larangan atas wanita bepergian selama sehari semalam. Di antara hukum-hukum itu adalah : 1. Mu’jam Lughah Al-Fuqaha`. 44. namun interaksi itu wajib diatur sedemikian rupa agar tidak membangkitkan hasrat seksual. Menurut An-Nabhani. yaitu jilbab (QS Al-Ahzab : 59) dan kerudung (khimar) (QS An-Nuur : 31). 4. kecuali dia disertai mahramnya. di . kecuali disertai mahramnya. 1/128). 3. 41). (h. 97). Ibrahim Anis dkk. sebagaimana yang disalahpahami kebanyakan orang.

h. Satu dari sepuluh remaja puteri AS (berumur 15-19 tahun) telah hamil di luar nikah. perkosaan. 29). An-Nizham Al-Ijtima’i fi Al-Islam. tapi juga di masyarakat Dunia Islam yang bertaklid kepada Barat. Maka Allah SWT pun mewahyukan kepada Nabi SAW : “Sesungguhnya Aku telah mengampuni wanita itu karena ketaatannya kepada suaminya. prostitusi. perdagangan wanita. Penyakit sosial ini tak hanya ada di masyarakat Barat (AS dan Eropa). sebanyak 21 % remaja puteri AS telah kehilangan keperawanan pada umur 14 tahun. Ketika ayah wanita itu meninggal.” (HR Bukhari dan Muslim). Di AS. Nabi SAW tetap tidak mengizinkan. ada seorang wanita yang suaminya bepergian. Perintah ini berlaku untuk kehidupan umum seperti di masjid dan sekolah. 30). (Thabib. Ternyata sejumlah 56 % wanita karier di AS mengalami pelecehan seksual pada saat berkerja. Nabi SAW tidak mengizinkan. Larangan atas wanita keluar rumah. yaitu interaksi atau pergaulan antara pria dan wanita yang rusak. Syariah : Obat Mujarab Bagi Penyakit Sosial Beberapa hukum syariah yang disebutkan An-Nabhani di atas sesungguhnya merupakan obat bagi penyakit sosial saat ini. (h. 5. penyakit menular seksual (AIDS dll).12 %) tidak perawan lagi pada umur 20 tahun (Abdul Ghani. kecuali wanita itu disertai mahramnya. wanita itu minta izin Nabi SAW untuk menghadiri penguburan jenazahnya. wanita itu minta izin Nabi SAW untuk menjenguknya. dan satu dari lima remaja puteri AS telah . Pada tahun 1975 Universitas Cornell AS mengadakan survei mengenai pelecehan seksual (sexual harassement) bagi wanita karier di tempat kerja.” (Taqiyuddin An-Nabhani. atau pria dan wanita pergi bertamasya bersama.Wanita (isteri) haram keluar rumah tanpa izin suaminya. Perintah pemisahan (infishal) antara pria dan wanita. 7. Penyakit masyarakat ini misalnya pelecehan seksual. seks bebas. Khalwat diharamkan. 29). lesbianisme. yakni telah keluar dari ketentuan Syariah Islam. homoseksualisme.rumah atau di tempat sepi yang jauh dari jalan dan keramaian manusia. AnNabhani menukilkan riwayat Ibnu Baththah dari kitab Ahkamun Nisaa`. Ketika ayah wanita itu sakit. Interaksi khusus yang tidak dibolehkan ini misalnya saling mengunjungi antara pria dan wanita yang bukan mahramnya (semisal “apel” dalam kegiatan pacaran). karena suaminya mempunyai hak-hak atas isterinya itu. dan satu dari delapan remaja puteri kulit putih AS (7. 1996). sesuai hadits Nabi SAW : “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita. hamil di luar nikah. aborsi. dan sebagainya. (AlJauziyah. kecuali dengan seizin suaminya. 6. 2003:401-dst). Interaksi pria wanita hendaknya merupakan interaksi umum. juga dalam kehidupan khusus seperti rumah. Islam telah memerintahkan wanita tidak berdesak-desakan dengan pria di jalan atau di pasar (h. 2004). bukan interaksi khusus.

tidak ada obat yang mujarab untuk penyakit itu. dalam Abdul Ghani. Muhammad Nashiruddin. Jilbab Wanita Muslimah Menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah (Jilbab Al-Mar`ah Al-Muslimah fi al-Kitab wa As-Sunnah). (Andrew Saphiro.6 % remaja usia 10-18 tahun sudah melakukan apa yang disebut “pacaran”.Tp. dan 1. Muhammad Shiddiq. Sayang kenyataan pahit itu tak hanya terjadi di Barat. 6 orang dengan penjaja seks. (Al-Jawi. 2004). : T. (Bogor : Al Azhar Press). Di sinilah letak strategisnya gagasan An-Nabhani di atas. 98. Yaitu tanpa membangkitkan hasrat seksual secara ilegal. Hanya dengan Syariah Islam. yang sebenarnya berakar pada pengaturan interaksi pria dan wanita yang liberal dan sekular. . Ath-Thuruq Al-Hukmiyah fi As-Siyasah Asy-Syar’iyah. h. Akibatnya pun sama dengan yang ada di masyarakat Barat.5 juta per tahun. Ibnu Qayyim. 2002:69) Data-data ini menunjukkan penyakit sosial yang parah juga melanda masyarakat kita. Sungguh. 50. 2004 Al-Albani. Di RSCM Jakarta. We’re Number One. Muhammad Ahmad. (T. Penerjemah Hawin Murtadlo & Abu Sayyid Sayyaf.melakukan hubungan seksual di luar nikah. dari 400-an responden. 2001. bukan yang lain. yaitu menjadi obat atau solusi terhadap penyakit sosial yang kronis dengan cara mengatur kembali interaksi pria wanita secara benar dengan Syariah Islam. Malapetaka Akibat Hancurnya Khilafah. yang telah mengekor pada masyarakat Barat yang bejat dan tak bermoral. setiap minggunya didatangi 4 hingga 5 orang pasien HIV/AIDS (data tahun 2001). yang telah menjauhkan diri dari nilainilai moral dan spiritual. Indonesia yang sekular juga tidak menjadikan Syariah untuk mengatur interaksi/pergaulan pria dan wanita. Hasilnya. 5 orang dengan teman.5 juta di antaranya dilakukan oleh remaja. 25 % pernah melakukan cumbuan berat.5 % pernah melakukan hubungan seks. dan 17 orang dengan pacar. kecuali Syariah Islam.p). termasuk Indonesia. yaitu timbulnya berbagai penyakit sosial yang kronis yang sulit disembuhkan. (At-Tibyan : Solo).7 % pernah melakukan cumbuan ringan.18. LSM Plan bekerjasama dengan PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) pernah meneliti perilaku seks remaja Bogor tahun 2000. Al-’Adalah Al-Ijtimaiyah fi Dhau` Al-Fikri Al-Islami Al-Mu’ashir. dan 6. 1996 Al-Jawi. Wallahu a’lam [ ] DAFTAR PUSTAKA Abdul Ghani. interaksi pria wanita dapat diatur secara sehat dan berhasil-guna. Al-Jauziyah. 2004. Kasus aborsi terjadi 2. namun tetap dapat mewujudkan tolong menolong di antara kedua lawan jenis untuk mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat. (Makkah : AlMaktabah At-Tijariyah). Beberapa data tersebut menunjukkan bobroknya masyarakat Barat. Sebanyak 28 responden (pria dan wanita) telah melakukan seks bebas. tapi juga di Dunia Islam.

Al-Mu’jam Al-Wasith. (Beirut : Darun Nafa`is). 1988 Ditulis dalam Muamalah. (Beirut : Darul Ummah). Hamad Fahmi. An-Nizham Al-Ijtima’i fi Al-Islam. & Hamid Shadiq Qunaibi. (Kairo : Darul Ma’arif). Hatmiyah Inhidam Ar-Ra’sumaliyah Al-Gharbiyah. 1972 Thabib. Ibrahim dkk. 2003 Anis. Kaitkata: khilafah1924.org.An-Nabhani. Rawwas. Taqiyuddin. 1 Komentar » . 2003 Qal’ah Jie. Mu’jam Lughah Al-Fuqaha`.

pekerjaan haram. * Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dihidu oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya. * Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan mual dan tidak percaya. Di antara akibat buruk dan bahaya tersebut adalah : * Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina. Ini adalah kerana. Kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus. * Penzina telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari yang jelita di syurga kelak. kerana orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya. padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat dan perhiasan yang sangat indah khasnya bagi wanita. dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan. derhaka kepada orang tua. Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas. * Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah mahupun sesama manusia. Amat mengerikan. * Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap. khususnya dan kepada seluruh umat amnya. hatta. walaupun hanya mendekatinya. . * Zina membunuh rasa malu. naudzubillah min dzalik. Tazkirah. 56 Comments ZINA merupakan kejahatan yang sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan sihir serta dosa-dosa besar yang lain. Petua & Amalan. * Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim. berbuat zalim. hilangnya sikap wara’ (menjaga diri dari dosa). * Aib yang dicontengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada asakan akidah kafir. Tafakur (Muhasabah). Kehidupan Sosial. Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan keji ini. misalnya. Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula. * Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. * Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya. * Allah akan mencampakkan sifat liar di hati penzina. Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disedari siapa dia sebenarnya. sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal. Taubat. orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan. * Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merosakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan sahaja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya. maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari dosa zina. * Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab). * Pezina laki-laki bererti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita. buruk keperibadian dan hilangnya rasa cemburu. * Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa . serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan.AKIBAT BAHAYA BERZINA PADA REMAJA Bahaya dan Akibat Buruk Zina Posted by nurjeehan in Akhlak & Adab. namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa kerana walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeza dengan orang yang tidak pernah melakukannya. * Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah sebalik dari apa yang diingininya.

* Pezina muhson (yang sudah bersuami atau beristeri) lebih hina daripada gadis atau jejaka. boleh menyalakan api permusuhan dan merosak keutuhan rumah tangganya. * Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi. ” (QS. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima taubat itu dan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan. * Kedua. Umumnya sifat kasihan adalah diharuskankan bahkan Allah itu Maha Pengasih namun rasa kasihan ini tidak boleh sehingga menghalang dari menjalankan syariat Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh. siphilis. * Berzina dengan wanita yang ada pertalian darah atau mahram lebih jahat dan hina daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu. kecuali orang-orang yang bertaubat. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa sahaja dan apa sahaja yang boleh menarik ke arah perbuatan keji tersebut. demikian juga orang yang melakukanya berkali-kali dosanya lebih besar daripada yang melakukannya hanya sekali. menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Allah secara khusus menyebutkan larangan merasa kasihan terhadap penzina. bahkan kepada sesiapa sahaja yang menunjukkan jalan untuk terjadinya zina. hukuman mati secara hina (rejam) bagi pezina kemudian diringankan (bagi yang belum nikah) dengan dua jenis hukuman. * Berzina dengan jiran lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya. niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). Hal ini ditekankan kerana orang biasanya lebih kasihan kepada penzina daripada pencuri. * Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit berbahaya seperti aids. 25:68-70) . baik siangnya ataupun malamnya. hukuman fizikal yakni dirotan seratus kali dan hukuman mental dengan diasingkan selama satu tahun. maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain. barangsiapa yang melakukan demikian itu. pemabuk dan sebagainya. HUKUMAN ZINA Demikianlah besarnya bahaya dosa zina. dan ingatlah. tidak ada istilah ‘putus asa’ dalam mencari rahmat Allah. ketika mengulas tentang hukuman bagi penzina. beriman dan mengerjakan amal saleh. dan gonorhea atau kencing bernanah. dalam keadaan terhina. perompak. * Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita). maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain. BERTAUBAT Bertaubat ini bukan khusus hanya kepada penzina. * Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat. * Kemudian dari segi tempat dilakukannya. sehingga Ibnul Qayyim. Di samping itu penzinaan boleh dilakukan oleh siapa sahaja termasuk orang kelas atasan yang mempunyai kedudukan tinggi yang menyebabkan orang yang menjalankan hukuman merasa enggan dan kasihan untuk menjalankan hukuman. sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain. * Ditinjau dari segi waktu maka berzina di bulan Ramadhan. berkata: “Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan iaitu: * Pertama.* Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya. * Berzina dengan wanita yang sedang ditinggalkan suami kerana perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain. mafhumnya: “Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar. membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya. orang tua lebih buruk daripada pemuda. Allah berfirman. orang alim lebih buruk daripada yang jahil dan orang yang berkemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah. * Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan. * Ketiga. BEBERAPA PERKARA PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN Orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang berzina hanya dengan satu orang. Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina disaksikan oleh orang-orang mukmin dengan maksud menjadi pengajaran dan memberikan kesan positif bagi kebaikan umat. dan tidak berzina.

kerjaya tergugat. Sukar untuk mempercayai perkara sedemikian berlaku di kalangan masyarakat yang membesarkan anak kecil mereka dengan gambaran bahawa seks adalah satu perkara yang ‘tidak baik’ melainkan adanya ikatan perkahwinan antara dua pasangan lelaki dan perempuan. Sanggup dibuang keluarga kerana menconteng arang ke muka mereka semata-mata kerana mengikut nafsu? Sanggup `dibelasah’ kerana merosakkan anak gadis orang? Pendek kata. sosial dan spiritual kepada pelakunya. sesetengah ibu bapa tidak menitikberatkan pendidikan seks kepada anak-anak sehingga menyebabkan anak-anak itu berusaha mendapatkan maklumat yang ‘tidak selamat’ daripada sumber lain seperti rakan. sama seperti hubungan seks secara langsung. keluarga dan masyarakat. remaja seharusnya didedahkan mengenai keburukan perbuatan ini pada fizikal. dulu. ia masih berisiko untuk menyebarkan penyakit kelamin. Bukan itu saja. Ramai remaja juga menerima perlakuan `intim’ seperti berpeluk. emosi. Lupakan sejenak perbezaan kedua-dua pendapat ini kerana realitinya. karya Muhammad bin Ibrahim al Hamd. Melihatkan peningkatan bilangan kelahiran anak luar nikah dan pengguguran bayi. Pakar Psikologi dan Ketua Unit Pembangunan Penyelidikan Kesihatan. Ada juga yang terbabit dalam seks luar nikah ini memberi pelbagai alasan – seperti tekanan hidup – untuk `menghalalkan’ perbuatan mereka. Pihak berkaitan.7 tahun. mental.3 tahun berbanding 20 tahun pada 2001 sedangkan kajian Persekutuan Persatuan-persatuan Perancangan Keluarga Malaysia (PPPKM) mendapati usia sesuai untuk berkahwin di Malaysia bagi lelaki adalah 28 tahun dan 25 tahun bagi perempuan berbanding masing-masing 21 tahun dan belasan tahun. Fakulti Perubatan. sifilis dan hepatitis. laman web atau cakera padat video (vcd) lucah. buku. dunia tanpa sempadan dan globalisasi yang penuh mencabar? Tidakkah mereka memikirkan masa depan yang akan gelap jika hamil sebelum berkahwin? Apakah yang akan terjadi pada persekolahan atau kerjaya mereka? Sekolah terbiar. bercium atau seks antara pasangan kekasih.000 responden dari 41 negara – secara purata. semakin ramai remaja terbabit dalam aktiviti seks luar nikah dewasa ini. Di era kemajuan kini. biarpun tidak menyebabkan kehamilan. Mengikut Tinjauan Seks Sejagat Durex 2004 – membabitkan 350. seseorang mula melakukan hubungan seks buat pertama kali – hilang dara atau teruna – antara usia 16 tahun dan 20 tahun atau purata usia 17. . Harus diingat. Remaja Malaysia? Secara purata. ramai yang lebih terbuka dalam membicarakan perihal seks dari pelbagai sudut dan perspektif walaupun masih ada yang menganggap ia sesuatu yang ‘taboo’ (pantang) dan tidak manis diperkatakan. terutama ibu bapa harus memandang serius perkara ini. herpes. Prof Dr Sarinah Low Abdullah berkata. Belum lagi mengambil kira malu pada diri. ada yang melakukan seks oral (hubungan seks yang membabitkan mulut dan alat sulit saja) dengan anggapan bahawa ia ‘ringan’ dan tidak akan menyebabkan kehamilan. Universiti Malaya. tetapi rela membiarkan nafsu menguasai diri berbanding akal fikiran yang waras. dunia akan `tunggang-terbalik’! Kebanyakan remaja yang terbabit dalam hubungan seks ini menyedari bahawa perbuatan mereka itu salah. Adakah remaja hari ini tidak menerima lagi pandangan dan `didikan’ ini hanya kerana dunia dan masyarakat semakin moden. remaja Malaysia melakukan seks kali pertama pada usia 19. majalah. sebagai sesuatu yang normal. terutamanya oleh mereka yang belum berkahwin. HINDARI SEKS DI KALANGAN REMAJA Seks luar nikah Oleh Diyanah Anuar Mengapa remaja `menghalalkannya’? SEKS…satu perkataan ringkas tetapi mempunyai pemahaman yang sungguh luas dan subjektif.Disaring dari risalah Daarul Wathan judul Min mafasid az-zina.

Majoriti remaja iaitu 81 peratus mendapatkan maklumat mengenai seks daripada buku dan majalah (bukan bahan bacaan lucah). Penemuan kami. Sikap liberal remaja ini sememangnya `menggerunkan’ dan sewajarnya membuka mata pihak berkaitan untuk melakukan sesuatu kerana ia akan mendorong kepada amalan tidak sihat. Kira-kira 90 peratus remaja menganggap hubungan seks luar nikah sebagai tidak baik dan boleh menjejaskan hubungan kekeluargaan. pemahaman dan tahap kesedaran berhubungnya. Walaupun kajian ini tidak mewakili keseluruhan remaja di negara ini. ia setidak-tidaknya dapat memberi gambaran mengenai pandangan remaja mengenai isu seks. berusia lingkungan 15 tahun ke 30 tahun. Mereka ini terdiri daripada pelajar. 55 peratus remaja pernah menonton filem lucah. remaja ini `hanyut’ melayan nafsu atas alasan ingin tahu dan cinta. Lebih membimbangkan apabila sebahagian besar pelajar iaitu 65 peratus membenarkan pengguguran dilakukan jika mengandung anak luar nikah. Kira-kira 30 peratus ke 40 peratus remaja mendapat pengetahuan mengenai seks daripada video. DAMPAK PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA . 69 peratus remaja pernah berpeluk dengan teman istimewa. Peratusan kadar maklum balas penting bagi menentukan kajian ini sahih dan boleh digunakan) Responden ini ditemui i-Kon dalam kajian yang dijalankan di pusat beli-belah. remaja juga harus berfikir dengan lebih rasional dan tidak terlalu terikut-ikut dengan budaya yang tidak baik. 31 peratus (31 remaja) mengaku sudah melakukan seks dan tujuh daripadanya (23 peratus daripada 31 remaja) melakukan perbuatan itu ketika belum mencecah usia 15 tahun! Mengejutkan? Sudah pasti ya kerana di kala usia masih mentah dan kehidupan seharusnya ditumpukan untuk mencapai cita-cita. Penemuan lain kajian i-Kon: 57 peratus remaja mengaku pernah bercium. yang akan membantu menjadi benteng menangani gejala tidak sihat. penuntut institusi pengajian tinggi dan sebahagiannya sudah memasuki alam pekerjaan. majalah dan laman web lucah. (Kadar maklum balas adalah 100 peratus – bermakna semua remaja yang didekati bersetuju untuk menyertai kajian ini. stesen pengangkutan awam dan kedai makan. Hubungan kekeluargaan yang erat juga mampu menghindarkan golongan remaja daripada melakukan perkara yang negatif dan pada masa yang sama. 72 peratus remaja mendapat maklumat seks daripada rakan. “Tanpa nilai ini.Katanya. Kajian ini membabitkan 100 remaja di sekitar Kuala Lumpur dan Shah Alam. anak-anak ini harus diberi pendidikan nilai dan spiritual. remaja akan memudah `tergoda’ dengan pujuk rayu dan ajakan untuk melakukan perkara tidak baik kerana tiada disiplin dan prinsip yang kukuh untuk dipegang. 30 peratus remaja `terjebak’… i-Kon turut menjalankan kajian mengenai isu ini. 43 peratus remaja pernah melayari laman web lucah.” katanya. terutama dengan teman istimewa. 80 peratus remaja berpegang tangan dengan teman istimewa. 59 peratus remaja bersetuju penggunaan kondom adalah antara kaedah perancangan keluarga yang berkesan.

kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita. dalam masa pacaran. Akibatnya. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanakkanak. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. minuman keras. Sebagai contoh kebudayaan free sex itu tidak cocok dengan kebudayaan kita. sex bebas. para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Akibatnya. Oleh karena itu. Sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita.s ini mengenai tentang NARKOBA DAMPAK PERGAULAN BEBAS BAGI REMAJA Diposkan oleh Abdul Rauf on Senin. Pacar. Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. Demikian pula dengan pacaran. Sehingga banyak kebudayaankebudayaan yang asing yang masuk. bagi mereka. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif. anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Remaja harus diselamatkan dari globalisasi. di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya. Pada saat ini. merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. . Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. 15 September 2008 Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek. namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. yang antara lain. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Sekarang ini zaman globalisasi. mengkonsumsi obat terlarang. dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS. sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan.

3 juta. orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Surabaya. dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan. Hal ini . seimbang antar pengawasan dengan kebebasan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada orangtua. Semakin muda usia anak. orangtua hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka. dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan. Bahkan di pulau Palu. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Apabila usia makin meningkat. seperti Jakarta. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Dengan demikian. ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Namun. Bila tidak berhasil. Kisaran angka tersebut. menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini. dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja. dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat.9 persen. orangtua hendaknya bersikap seimbang. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. dan bijaksana kepada para remaja. kata Boyke. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun. sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980an. Palu dan Banjarmasin. Tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini. Sulawesi Tenggara. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat. Orangtua hendaknya menjadi sahabat anak. mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan. semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. Misalnya. remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. sabar. serta kurangnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Celakanya. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal yang paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan.Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta. gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan.

Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun.11:06. Seksualitas Remaja Indonesia Oleh redaksi pada Rab. Dengan demikian. Video klip lagu dangdut saja. lebih senang menitipkan anaknya di babby sitter. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni dengan pesan sesatnya. Seks pranikah. lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. juga dibentengi dengan pendampingan orang tua dan selektivitas dalam memilih temanteman. Jawa Timur dan Lampung) menemukan 46. risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. Kini tak sedikit orang tua dengan alasan sibuk karena termasuk tipe “jarum super” alias jarang di rumah suka pergi. pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif. sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas-terutama di kalangan remaja-bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsur agama yang kuat. Konyolnya. maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar “sekwilda”. Dari sisi kesehatan. dan gambar “bupati”. 01/02/2008 . juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan. Selain itu. Udah gedean dikit di sekolahin di sekolah yang mahal tapi miskin nilai-nilai agama. Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi. Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tidak begitu kuat.pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi. Diantaranya. anehnya banyak orang tua yang cuek bebek saja terhadap perkembangan anak-anaknya. seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut. apabila ibunya sudah tidak menghendaki. kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol. Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’. terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam keterpurukan dunia remaja saat ini. alias buka paha tinggi-tinggi. Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas. namun bukan pendidikan seks secara vulgar. alias sekitar wilayah dada. anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. Ditambah lagi. Jawa Tengah. • Artikel Oleh: Siti Rokhmawati Darwisyah Sebuah survei terbaru terhadap 8084 remaja laki-laki dan remaja putri usia 15-24 tahun di 20 kabupaten pada empat propinsi (Jawa Barat. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri. tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya.2% remaja masih menganggap bahwa perempuan tidak akan hamil hanya dengan sekali melakukan hubungan seks. saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bikin dekdekan jantung para lelaki. perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. . tetapi bahaya akibat pergaulan bebas.

1993) menemukan bahwa sebagian besar responden setuju bahwa pengetahuan mengenai kontrasepsi sudah harus dimiliki sebelum menikah. Hambatan utama adalah justru bagaimana mengatasi pandangan bahwa segala sesuatu yang berbau seks adalah tabu untuk dibicarakan oleh orang yang belum menikah (Iskandar. Angka ini menurun menjadi 1% bila ditanya sikap mereka terhadap perempuan yang berhubungan seks sebelum menikah. Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja seringkali merasa tidak nyaman atau tabu untuk membicarakan masalah seksualitas dan kesehatan reproduksinya.9% remaja yang telah seksual aktif. mereka lebih yakin dan tidak merasa canggung untuk membicarakan topik yang berhubungan dengan masalah seks (Iskandar.2% responden setuju apabila laki-laki berhubungan seks sebelum menikah. Dari survei yang sama juga didapatkan bahwa hanya 19.. . 1999a:96-97). Ada 2. Persentase remaja yang telah mempraktikkan seks pra-nikah terdiri dari 3. 1998).2% remaja yang menyadari peningkatan risiko untuk tertular PMS bila memiliki pasangan seksual lebih dari satu. 1997). Kebanyak orang tua memang tidak termotivasi untuk memberikan informasi mengenai seks dan kesehatan reproduksi kepada remaja sebab mereka takut hal itu justru akan meningkatkan terjadinya hubungan seks pra-nikah. 51% mengira bahwa mereka akan berisiko tertular HIV hanya bila berhubungan seks dengan pekerja seks komersial (PSK) (LDFEUI & NFPCB. anak yang mendapatkan pendidikan seks dari orang tua atau sekolah cenderung berperilaku seks yang lebih baik daripada anak yang mendapatkannya dari orang lain (Hurlock.7%) dibandingkan pada remaja putri (42. dkk. 1999:101). Sebuah studi yang dilakukan LDFEUI di 13 propinsi di Indonesia (Hatmadji dan Rochani. 1999a:92). melaporkan persentase yang lebih tinggi. Akan tetapi karena faktor keingintahuannya mereka akan berusaha untuk mendapatkan informasi ini. Padahal. Sebuah survei terhadap pelajar SMU di Manado.4% remaja putra dan 2. 1972 dikutip dari Iskandar. Perilaku Seksual Remaja Survei remaja di empat propinsi kembali melaporkan bahwa ada 2. 1997:1). Jika hubungan seks dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai. 1997:3). maka responden yang setuju menjadi 8. Jika mereka berencana untuk menikah. Sikap Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi Responden survei remaja di empat propinsi yang dilakukan pada tahun 1998 memperlihatkan sikap yang sedikit berbeda dalam memandang hubungan seks di luar nikah. Keengganan para orang tua untuk memberikan informasi kesehatan reproduksi dan seksualitas juga disebabkan oleh rasa rendah diri karena rendahnya pengetahuan mereka mengenai kesehatan reproduksi (pendidikan seks).3%) (LDFEUI & NFPCB. 1999b:14). Seringkali remaja merasa bahwa orang tuanya menolak membicarakan masalah seks sehingga mereka kemudian mencari alternatif sumber informasi lain seperti teman atau media massa. yaitu 20% pada remaja putra dan 6% pada remaja putri (Utomo.5% (LDFEUI & NFPCB. Hasil pre-test materi dasar Reproduksi Sehat Anak dan Remaja (RSAR) di Jakarta Timur (perkotaan) dan Lembang (pedesaan) menunjukkan bahwa apabila orang tua merasa meiliki pengetahuan yang cukup mendalam tentang kesehatan reproduksi.6%. responden yang setuju kembali bertambah menjadi 12.Kesalahan persepsi ini sebagian besar diyakini oleh remaja laki-laki (49.3% remaja putri (LDFEUI & NFPCB.

Baseline Survey of Young Adult Reproductive Welfare in Indonesia 1998/1999. D. R. Ch. Dalam N. and Manado. Makalew. Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: LDFEUI dan NFPCB. B. F. Moran Mills. Surabaya. 1997. Juli 1999b. Sebuah studi kualitatif di perkotaan Banjarmasin dan pedesaan Mandiair melaporkan bahwa interval 8-10 tahun adalah rata-rata jarak antara usia pertama kali berhubungan seks dan usia pada saat menikah pada remaja putra. dan HAPP/Family Health International." Makalah pada Lokakarya Penyusunan Rencana Pengembangan Media. Oleh karena itu.Sebuah studi di Bali menemukan bahwa 4. Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.4% remaja putri di perkotaan telah seksual aktif. Executive Summary and Recommendation Program. dan J. Jakarta: Depkes-Binkesmas-Binkesga. "Hasil Uji Coba Modul Reproduksi Sehata Anak & Remaja untuk Orang Tua. Baseline Survey of Young Adult Reproductive Welfare in Indonesia 1998/1999 Book I. FISIP-UI. Status Kesehatan Remaja Propinsi Jawa Barat dan Bali: Laporan Penelitian 1995/1996. Kollman (ed). Rosdiana. 1998:9-20.. Depok: Laboratorium Antropologi. 20-21 Mei 1997. Jakarta. Haryanto B. 1998. diselenggarakan oleh PKBI. Daftar Pustaka Iskandar. M dan Depkes. D. Hartono. Baseline STD/HIV/Risk Behavioral Surveillance 1996: Result from the Cities of North Jakarta. Saifuddin. the Ministry of Health RI. A. LDFEUI dan NFPCB. Kristanti. Juli 1999a. Dharmaputra. dkk. • Silahkan Login atau daftar untuk memberi komentar . Studi di Jawa Barat menemukan perbedaan antara remaja putri di perkotaan dan pedesaan yang telah seksual aktif yaitu berturut-turut 1. Meiwita B. 1997:78).. 1996. LDFEUI dan NFPCB. sedangkan pada remaja putri interval tersebut adalah 4-6 tahun (Saifuddin dkk. 1996: Tabel 8b). Utomo.4% (Kristanti & Depkes. Tentu saja angka-angka tersebut belum tentu menggambarkan kejadian yang sebenarnya.3% dan 1. Jakarta: LDFEUI dan NFPCB. Perilaku Seksual Remaja di Kota dan di Desa: Kasus Kalimantan Selatan. mengingat masalah seksualitas termasuk masalah sensitif sehingga tidak setiap orang bersedia mengungkapkan keadaan yang sebenarnya. Pokok-Pokok Pikiran Pendidikan Seks untuk Remaja. tidaklah mengejutkan apabila angka sebenarnya jauh lebih besar daripada yang dilaporkan. Jakarta: Center for Health Research University of Indonesia.

percobaan bunuh diri. kekerasan. yang ditandai dengan perubahan fisis. Remaja merupakan kelompok masyarakat yang hampir selalu diasumsikan dalam keadaan sehat. dan zat adiktif lainnya (NAPZA). guru. penyalahgunaan narkotika. dan . Padahal banyak remaja yang meninggal sebelum waktunya akibat kecelakaan. jiwa maupun sosial. bukan hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. dan pematangan fungsi seksual. Remaja yang mengalami gangguan kesehatan berupaya untuk melakukan reaksi menarik diri karena alasan-alasan tersebut. penyakit menular seksual. Peralihan ini disebut sebagai fase pematangan (pubertas). hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan aktif diproduksi. Masa ini merupakan masa terjadinya proses awal pematangan organ reproduksi dan perubahan hormonal yang nyata. psikis. Remaja menghadapi berbagai masalah yang kompleks terkait dengan perubahan fisis. perkembangan psikososial. yang akan mencetuskan penyakit atau kematian pada usia muda. Pada masa remaja terjadi perubahan baik fisis maupun psikis yang menyebabkan remaja dalam kondisi rawan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya. 2. teman sebayanya. Sehat adalah keadaan sejahtera seutuhnya baik secara fisis. kurang gizi. Human Immunodeficiency Virus – Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS). kehamilan yang mengalami komplikasi dan penyakit lainnya yang sebenarnya bisa dicegah atau diobati. Mengetahui masalah kesehatan remaja di Indonesia. dan juga pihak terkait agar mereka dapat melalui masa transisi dari kanak menjadi dewasa dengan baik. Pada masa pubertas. alkohol.Kesehatan Remaja di Indonesia Objektif 1. kecukupan gizi. emosi dan kecerdasan yang akhirnya menimbulkan konflik dalam dirinya yang kemudian memengaruhi kesehatannya. Mengetahui program-program penanganan masalah remaja di Indonesia. dan kurang berolahraga. Pencegahan terhadap terjadinya gangguan kesehatan pada remaja memerlukan pengertian dan perhatian dari lingkungan baik orangtua. psikotropika. Semua ini. Siapakah yang termasuk dalam kelompok remaja? Remaja dimengerti sebagai individu yang berada pada masa peralihan dari masa kanak ke masa dewasa. Banyak juga penyakit serius akibat perilaku yang dimulai sejak masa remaja contohnya merokok.

usia 19 tahun: 0. dipaksa oleh pasangannya (21. Perempuan usia 30-34 tahun yang menikah pada usia 15 tahun sebesar 9%. Masa remaja merupakan periode krisis dalam upaya mencari identitas dirinya. lelaki: 3.menjadikan remaja memiliki kemampuan reproduksi.2%. selain cenderung berani mengambil risiko tanpa pertimbangan matang terlebih dahulu. usia 16 tahun : 0.5 %.6%.0%.3%.7%. pada yusia 12-14 tahun: 22. 4.6%.0%. remaja dikelompokkan menurut rentang usia sesuai dengan sasaran pelayanan kesehatan anak.5%.8%.y Lelaki yang memiliki pengalaman seks untuk pertama kali pada usia: <15 tahun: 1. Untuk hal ini. Untuk melindungi sumber daya manusia potensial. dan tak menentu.3%). Ditinjau dari sisi bahwa remaja belum mampu menguasai fungsi fisis dan psikisnya secara optimal. Emosi pada masa remaja cenderung tidak stabil. sedangkan lelaki: 47. berpetualang. serta pengetahuan untuk memenuhi keingintahuan mempengaruhi keterampilan remaja dalam mengambil keputusan untuk berperilaku.7%. menjadi relatif lebih mandiri. Perempuan pertama kali pacaran pada usia <12 tahun: 5. keinginan untuk bereksperimen.0%.8%). Disesuaikan dengan konvensi tentang hak-hak anak dan UU RI no. Delapan puluh empat orang (1%) dari responden pernah mengalami KTD.6%. usia 18 tahun: 0.3 %. Peminum alkohol aktif: perempuan: 3. sedangkan perempuan usia 20-24 tahun yang menikah pada usia 15 tahun sebesar 4% (BPS and Macro International. menikah pada usia 15 tahun. Pengalaman seksual pada perempuan: 1.5%. • Kasus AIDS sampai dengan 31 Maret 2009 dilaporkan melalui laporan triwulan Direktorat jendral pengendalian penyakit dan pengendalian lingkungan (Ditjen P2PL). 60% di antaranya mengalami atau melakukan aborsi. Mengapa perlu memperhatikan kesehatan remaja? Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dari aspek fisis. ditelan 1. Melakukan petting saat pacaran: 19.4%). Mantan peminum alkohol: Perempuan: 1. karena terjadi begitu saja (25. usia 12-14 ytahun: 18. Sementara itu. usia 17 tahun: 1. usia 15-17 tahun: 39.7%. Remaja merupakan aset sekaligus investasi generasi mendatang.5%. Lelaki pertama kali pacaran pada usia <12 tahun: 5. usia 15-17 tahun: 36. Remaja berupaya melepaskan ketergantungan sosial-ekonomi.3%.1%. Upaya pemenuhan Hak Asasi Manusia. terdapat peningkatan secara substansial pada usia perempuan pertama kali menikah. sebagai berikut: . persentase perempuan dan lelaki yang tidak menikah. sebagaimana ditunjukkan oleh data berikut: survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menunjukkan 17% perempuan yang saat ini berusia 45-49. sering berubah. usia 18-19 tahun: 3. remaja termasuk golongan anak. Lelaki pengguna obat dengan cara dihisap: 2.2%. Beberapa alasan mengapa program kesehatan remaja ini perlu diperhatikan antara lain disebabkan: 1. dan mencoba bermacam tantangan. berusia 15-19 tahun merupakan : • • • • • • • • • Perokok aktif hingga saat ini: Perempuan: 0. Dari beberapa survei diketahui besaran masalah remaja. Menurut survei kesehatan reproduksi remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2007.2%. lelaki: 15. Ketersediaan akan akses terhadap informasi yang baik dan akurat. Sedangkan pada lelaki. walaupun selama ini diasumsikan sebagai kelompok yang sehat. usia 18-19 tahun: 3. emosi. dan lelaki: 15. 2. intelektual. remaja berusia antara 10-18 tahun. 3.2%. Perkembangan psikologis ditunjukkan dengan kemampuan berpikir secara logis dan abstrak sehingga mampu berpikir secara multi-dimensi. alasan tertinggi ialah karena ingin tahu (51. dihirup: 0.5%.3%. 2008). Remaja akan menjalani perilaku berisiko. dan sosial pada masa remaja merupakan pola karakteristik yang ditunjukkan dengan rasa keingintahuan yang besar.9%.7%. Bagaimana keadaan kesehatan remaja di Indonesia? Remaja menghadapi masalah kesehatan yang kompleks. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Jumlah remaja di Indonesia lebih kurang 20% dari populasi.2%). bila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat dan selanjutnya menerima akibat yang harus ditanggung seumur hidupnya dalam berbagai bentuk masalah kesehatan fisis dan psikososial. Melakukan petting pada saat pacaran: 6. Alasan melakukan hubungan seksual pertama kali sebelum menikah ypada remaja berusia 15-24 tahun ialah: Untuk perempuan alasan tertinggi adalah karena terjadi begitu saja (38.

jantung: 0. yaitu: lelaki: 91.5%. dan pencapaian pembangunan tujuan millenium (millenium development goal).2%. yaitu: Umur 5-14 tahun: asma: 1. dan kebutuhan remaja belum dilaksanakan. Selama lebih dari 10 tahun.9%.3%. Secara tidak langsung masalah kesehatan remaja tersebut turut menghambat laju pembangunan manusia (human development) di Indonesia.7%. yhomoseksual: 3.• • • • • • Persentase kumulatif kasus AIDS berdasarkan: Cara penularan: pengguna jarum suntik: 42%. selera. Jika kebiasaan merokok ini dibagi menurut karakteristik usia responden. dan perempuan: 3 %.4%.4%. dan kader remaja lainnya yang dibentuk oleh puskesmas.2%. • • • • • Tingginya perilaku berisiko pada remaja yang ditunjukkan oleh data di atas merupakan hasil akhir dari sifat khas remaja. promotif. Sebagai contoh bagaimana SPN akan menyebabkan kehamilan dan persalinan dengan komplikasi. Apa yang telah dilakukan? enanganan masalah remaja dilakukan melalui kerjasama multi-sektoral dan multidimensional.1%. lelaki 46. 15-24 tahun: 52%. dan perempuan: 54. jantung.2%. diabetes mellitus: 0. dan tumor menurut karakteristik responden yang didiagnosis oleh tenaga kesehatan.7% Prevalensi anemi menurut kelompok umur 5-14 tahun: 9. kuratif dan rehabilitatif yang komprehensif.4%. diabetes mellitus. nilai moral yang dianut.8%. 15-24 tahun: 6. dan 20-29 tahun: 64. tumor 1.7%. Pemberian pelayanan khusus kepada remaja yang disesuaikan dengan keinginan. jantung: 4. Prevalensi jenis cedera menurut karakteristik responden berusia 5-14 tahun: luka lecet 62.9%. 2.2%.4%. Program kesehatan remaja sudah mulai diperkenalkan di puskesmas sejak satu dekade yang lalu. jantung. 4. 3.8%. didapatkan data bahwa pada usia 10-14 tahun: 0. tumor: 2. Secara nasional persentase kebiasaan merokok penduduk Indonesia berumur >10 tahun sebesar 23. Prevalensi kurang aktivitas fisik penduduk berusia ≥ 10 tahun ymenurut karakteristik usia: 10-14 tahun: 66.7%. pengetahuan remaja tentang kesehatan. bayi yang dilahirkan dengan komplikasi. Provinsi dengan jumlah pasien AIDS terbanyak pada pengguna napza ysuntik adalah Jawa Barat. Umur 15-24 tahun: asma 2.366 orang. Prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk berumur 15 tahun ke atas (berdasarkan self reporting questionnaire-20) menurut karakteristik responden 15-24 tahun adalah: 8. usia 15-24 tahun: cedera akibat terjatuh 47. diabetes mellitus. berupa penyuluhan dan diskusi dengan remaja tentang masalah kesehatan melalui wadah usaha kesehatan sekolah (UKS). Remaja yang berkunjung ke puskesmas masih diperlakukan selayaknya pasien lain sesuai dengan keluhan atau penyakitnya. diabetes mellitus: 0. serta ada tidaknya kondisi lingkungan yang turut memengaruhi. Petugas puskesmas berperan sebagai fasilitator dan narasumber. Umur 15-24 tahun: asma: 1.8%.08%. tidak diketahui: 0. Persentase kumulatif kasus AIDS pada pengguna napza suntik di yIndonesia berdasarkan golongan usia.0%.4%.7%. jantung: 2. program ini lebih banyak bergerak dalam pemberian informasi.5%. usia 15-24 tahun: luka lecet 57. karang taruna.9%. heteroseksual: 48.3%.7%. Prevalensi cedera dan penyebab cedera menurut karakteristik yresponden usia 5-14 tahun: cedera akibat terjatuh: 78. 20-29 tahun: 50. yaitu: 15-19 tahun: 1. dengan intervensi pada aspek preventif.5%. Melihat kebutuhan remaja dan memperhitungkan tugas puskesmas sebagai barisan terdepan pemberi layanan . dan tumor menurut karakteristik responden yang didiagnosis oleh tenaga kesehatan atau dengan gejala: Umur 5-14 tahun: asma: 2%. sebanyak 2. atau organisasi pemuda. jantung: 0. Prevalensi penyakit asma. Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007: • • 1. usia 15-24 tahun: 17.2%. atau mengakibatkan KTD yang dapat menimbulkan kejadian aborsi yang menyebabkan kematian. Persentase kasus AIDS pada pengguna napza suntik di Indonesia yberdasarkan jenis kelamin.4%. 5. Kelompok usia: 15-19 tahun: 3. diabetes mellitus: 0%. perempuan: 7.8%.7%.5%. Demikian halnya dengan penyalahgunaan napza yang dapat mengakibatkan terjadinya infeksi HIV yang selanjutnya menjadi AIDS dan akhirnya mengakibatkan kematian. Prevalensi penyakit asma. Sedangkan jika dilihat berdasarkan jenis kelamin lelaki: 41. diabetes mellitus: 0%.

dapat dilaksanakan di dalam atau di luar gedung. Di beberapa propinsi lainnya petugas kesehatan dilatih agar kompeten dalam menghadapai masalah kesehatan remaja. baik secara perorangan atau berkelompok. beberapa badan donor telah memberikan dukungan bagi pendekatan pelayanan kesehatan peduli remaja. Pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukannya. atau penyaluran kepada lembaga tertentu agar mendapatkan program pendampingan dalam upaya rehabilitasi mental korban perkosaan. remaja di sekolah dilatih dan dibina oleh puskesmas menjadi konselor sebaya. • • Dilaksanakan di dalam atau di luar gedung. Hingga akhir tahun 2008. Pelayanan kesehatan peduli remaja diselenggarakan di puskesmas. Sesuai dengan kebutuhan. Rujukan sosial juga dilakukan oleh puskesmas. rumah sakit Fatmawati di Jakarta. Untuk sasaran perorangan atau kelompok. Hal yang perlu diperhatikan dalam melayani remaja yang berkunjung ke puskesmas adalah: • • Bagi remaja yang menderita penyakit tertentu tetap dilayani dengan mengacu pada prosedur tetap penanganan penyakit tersebut. telah melakukan pengembangkan tim kesehatan remaja atau poliklinik kesehatan remaja. diskusi interaktif. dari daerah perkotaan hingga terpencil perdesaan. puskesmas sebagai bagian dari pelayanan klinis medis. untuk kemudian bila ada. Memberi layanan pada remaja dengan model PKPR ini merupakan salah satu strategi yang penting dalam mengupayakan kesehatan yang optimal bagi remaja kita. menyalurkannya ke ruang konseling bila diperlukan. Menggunakan metoda ceramah tanya jawab. sebanyak 1611 dari 8114 puskesmas di seluruh Indonesia (22.39%) melaporkan telah melaksanakan PKPR dengan jumlah tenaga yang dilatih untuk menangani PKPR ini sejumlah 2866 orang. Di propinsi Jawa Barat.kesehatan kepada masyarakat. diharapkan dapat menggali masalah psikososial atau yang berpotensi menjadi masalah khusus remaja. puskesmas sebaiknya memberikan pelayanan langsung kepada remaja sebagai salah satu kelompok masyarakat yang dilayaninya. dan memenuhi kriteria peduli • . melaksanakan rujukan kasus ke pelayanan medis yang lebih tinggi. seperti halnya petugas khusus PKPR juga harus menjaga kerahasiaan remaja tersebut. orangtua. yang sebelumnya dikenal dengan youth friendly health services (YFHS). dengan bahasa yang sesuai dengan bahasa sasaran (remaja. atau dari lintas sektor terkait dengan menggunakan materi dari (atau sepengetahuan) puskesmas. di propinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pelayanan bagi remaja dilaksanakan di luar gedung puskesmas. berdasarkan kemitraan. Dapat dilaksanakan oleh guru. Pemberian informasi dan edukasi1. Pelayanan kesehatan remaja di puskesmas amat strategis dan dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien mengingat ketersediaan tenaga kesehatan dan kesanggupan jangkauan puskesmas ke segenap penjuru Indonesia seperti halnya keberadaan remaja sendiri. misalnya penyaluran kepada lembaga keterampilan kerja untuk remaja pasca penyalahgunaan napza. Bagaimana bentuk pelayanan kesehatan remaja? Beberapa tahun terakhir mulai dilaksanakan beberapa model pelayanan kesehatan remaja yang memenuhi kebutuhan. dan tempat-tempat umum lainnya di mana remaja berkumpul. Jenis kegiatan tersebut meliputi: 1. yang dilengkapi dengan alat bantu media cetak atau media elektronik (radio. hak dan “selera” remaja di beberapa propinsi. focus group discussion (FGD). lebih intensif kepada aspek promotif dan preventif dengan cara “peduli remaja“. dan rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. kesehatan ibu dan anak (KIA) dalam menghadapi remaja yangdatang. Khusus untuk remaja perlu diingat untuk bersikap tidak menggurui serta perlu bersikap santai. Semarang. Sedangkan rujukan pranata hukum untuk memberi kekuatan hukum bagi kasus tertentu atau dukungan dalam menindaklanjuti suatu kasus belum banyak dilakukan. balai pengobatan gigi. Pelayanan komprehensif kepada remaja ini merupakan bentuk kerjasama berbagai sektor yang diawali dengan komitmen antar institusi terkait. dan juga petugas – loket atau petugas laboratorium. Sementara itu beberapa rumah sakit seperti rumah sakit Kariadi. Selain itu. dan telepon/hotline. Jenis kegiatan dalam PKPR Kegiatan dalam PKPR sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. pendidik sebaya yang terlatih dari sekolah. Sebutan ini merupakan terjemahan dari istilah adolescent friendly health services (AFHS). rumah sakit. Petugas dari balai pengobatan umum. email. SMS). Petugas yang menjaring remaja dari ruangan. Menggunakan sarana komunikasi informasi edukasi (KIE) yang lengkap. guru) dan mudah dimengerti. Pelayanan kesehatan remaja sesuai permasalahannya. dilaksanakan oleh petugas puskesmas atau petugas lain di institusi atau masyarakat. • • 2. dan diperkenalkan dengan sebutan pelayanan kesehatan peduli remaja atau disingkat PKPR.

Sedangkan life skills atau keterampilan hidup adalah kemampuan psikososial seseorang untuk memenuhi kebutuhan. mempunyai motivasi untuk mencari bantuan bila menghadapi masalah. Berpikir kreatif terealisasi karena adanya kesanggupan untuk menggali alternatif yang ada dan mempertimbangkan sisi baik dan buruk dari tindakan yang akan diambil. Membantu remaja untuk dapat mengenali masalahnya dan membantunya agar dapat mengambil keputusan dengan mantap tentang apa yang harus dilakukannya untuk mengatasi masalah tersebut. Berpikir kreatif Berfikir kreatif akan membantu pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. depresi. pendapat. Harus disesuaikan antara budaya dan situasi. Contoh yang jelas bahwa peningkatan keterampilan psikososial ini dapat memberi kontribusi yang berarti dalam kehidupan keseharian adalah keterampilan mengatasi masalah perilaku yang berkaitan dengan ketidak sanggupan mengatasi stres dan tekanan dalam hidup dengan baik.remaja. 2. 2. Keputusan yang salah tak jarang mengakibatkan masa depan menjadi suram. Kompetensi psikososial tersebut meliputi 10 aspek keterampilan. tekanan teman sebaya. Pendidikan ketrampilan hidup sehat merupakan adaptasi dari life skills education (LSE).Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS) Dalam menangani kesehatan remaja perlu tetap diingat dengan optimisme bahwa bila remaja dibekali dengan keterampilan hidup sehat maka remaja akan sanggup menangkal pengaruh yang merugikan bagi kesehatannya. 4. • Petugas PKPR harus menjaga kelangsungan pelayanan dan mencatat hasil rujukan kasus per kasus. untuk mendapatkan dukungan sosial. Komunikasi efektif Komunikasi ini akan membuat remaja dapat mengekspresikan dirinya baik secara verbal maupun non-verbal. Konseling Tujuan konseling dalam PKPR yaitu: • • 1. dan sebagainya. Pendidikan ketrampilan hidup sehat dapat diberikan secara berkelompok di mana saja. Memberikan pengetahuan. Kesadaran diri . sanggar. mental. meningkatkan hubungan baik sesama anggota keluarga. dan mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif. 5. yaitu: kesehatan fisis. 7. Keterampilan ini mempunyai peran penting dalam promosi kesehatan dalam lingkup yang luas. antara lain: di sekolah. berpikir kreatif akan membantu remaja merespons secara fleksibel segala situasi dalam keseharian hidup. dengan cara menyampaikan keinginan. misalnya: tata-nilai. Keahlian ini diperlukan juga agar terampil dalam mengakhiri hubungan yang tidak sehat dengan cara yang positif. atau masalah kesehatan mental lainnya. Keterampilan psikososial di bidang kesehatan dikenal dengan istilah PKHS. 3. Hal ini akan mempermudah remaja untuk meminta nasihat atau pertolongan bilamana mereka membutuhkan. 6. Meski tak menghasilkan suatu keputusan. 3. Berpikir kritis Merupakan kesanggupan untuk menganalisa informasi dan pengalaman secara objektif. Hal ini akan membantu mengenali dan menilai faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku. yaitu: 1.Pengambilan keputusan Pada remaja keterampilan pengambilan keputusan ini berperan konstruktif dalam menyelesaikan masalah berkaitan dengan hidupnya. sehingga mereka dapat meciptakan persahabatan. penggalian potensi dan sumber daya secara berkesinambungan hingga dapat membantu remaja agar mampu: mengatasi kecemasan. puskesmas. keterampilan. 4. dan yang terpenting adalah mereka dapat mempertahankan hubungan tersebut. dan media.Pemecahan masalah Masalah yang tak terselesaikan yang terjadi karena kurangnya keterampilan pengambilan keputusan akan menyebabkan stres dan ketegangan fisis. Hubungan interpersonal Membantu menjalin hubungan dengan cara positif dengan orang lain. 3. rumah singgah. meningkatkan kewaspadaan terhadap isu masalah yang mungkin terjadi pada dirinya. dan sosial. Hubungan interpersonal ini sangat penting untuk kesejahteraan mental remaja itu sendiri. kebutuhan dan kekhawatirannya.

. serta mengembangkan empati terhadap orang lain. Koordinasi. penghinaan) tidak menimbulkan akibat psikis apabila kompetensi life skills diterapkan seperti berpikir kreatif. dan juga membantu menimbulkan perilaku positif terhadap sesama yang mengalaminya. Kekerasan mental (tekanan. 9. berpikir kreatif untuk mencari cara penolakan agar tidak menyakiti hati temannya dan mengerahkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan mengendalikan emosi. 2000. remaja dapat mengambil keputusan segera untuk menolak ajakan tersebut. dan mengurangi sumber penyebabnya. Kesadaran diri akan mengembangkan kepekaan pengenalan dini akan adanya stres dan tekanan yang harus dihadapi. selain dididik sejak dini dan dibekali dengan pendidikan ketrampilan hidup sehat hingga terampil dalam mengembangkan potensi dirinya untuk hidup secara kreatif dan produktif. serta mengetahui bagaimana emosi dapat memengaruhi perilaku. Jakarta: Indonesia. kekuatan dan kelemahan. sifat. beberapa keuntungan diperoleh. Kader yang berminat. Mengendalikan emosi Keterampilan mengenali emosi diri dan orang lain. Kesimpulan Remaja bukanlah kelompok masyarakat yang tidak menghadapi masalah kesehatan. serta pengenalan akan hal yang disukai dan dibenci. Kesadaran diri ini harus dimiliki untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan hubungan interpersonal yang baik. Materi pelatihan bimbingan dan penyuluhan KRR bagi petugas kesehatan. Empati Dengan empati. Kekerasan fisis termasuk kekerasan seksual dapat dihindari dengan berpikir kritis dan kreatif serta menggunakan komunikasi efektif untuk menghindari dan menyelamatkan diri dari ancaman tersebut. Dengan melatih remaja menjadi kader kesehatan remaja atau konselor sebaya dan pendidik sebaya. 5. pengendalian emosi dan komunikasi efektif. 8. kelompok ini terlibat dan siap membantu dalam perencanaan. pelecehan.Merupakan keterampilan pengenalan terhadap diri. Empati melatih remaja untuk mengerti dan menerima orang lain yang mungkin berbeda dengan dirinya. laju masalah kesehatan pada remaja sebagai akibat perilaku berisiko jauh lebih cepat daripada penanganan yang dilakukan oleh banyak pihak. beberapa kompetensi dari life skills ini dapat membantu remaja mengambil keputusan agar dapat merespons ancaman atau tindak kekerasan tersebut. Di Indonesia. Pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya Pelatihan ini merupakan salah satu upaya nyata mengikut sertakan remaja sebagai salah satu syarat keberhasilan PKPR. Misalnya membuat perubahan di lingkungan sekitar atau merubah cara hidup (lifestyle). sehingga penolakan akan berhasil dilaksanakan dengan mulus. berbakat. Dengan menerapkan ajaran PKHS. Dalam menghindari diri dari tindak kekerasan baik fisis ataupun mental. Mengatasi stres Pengenalan stres dan mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh. membantu mengontrol stres. pelaksanaan dan evaluasi PKPR. yaitu kelompok ini berperan sebagai agen perubahan di antara kelompok sebayanya agar berperilaku sehat. dan sering menjadi tempat “curhat” bagi teman yang membutuhkannya dapat diberikan pelatihan tambahan untuk memperdalam keterampilan interpersonal relationship dan konseling. Pelaksanaan PKHS di puskesmas di samping meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup sehat dapat juga menimbulkan rasa gembira bagi remaja sehingga dapat menjadi daya tarik untuk berkunjung kali berikut. Lebih dari itu. serta mendorong melakukan promosi tentang adanya PKPR di puskesmas kepada temannya dan menjadi sumber penular pengetahuan dan keterampilan hidup sehat kepada teman-temannya. Departemen Kesehatan RI. memudahkan menggali kemampuan merespons emosi dengan benar. meskipun dalam situasi yang tidak di kenal dengan baik. merasa yakin akan kemampuannya menolak ajakan tersebut. Diajarkan pula bagaimana bersikap santai sehingga tekanan yang terjadi oleh stres yang tak terhindarkan tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius. Perilaku berisiko yang dijalani akibat tidak tepatnya keputusan yang diambil pada masa remaja yang labil menghadapkan remaja kepada masalah kesehatan. Mengendalikan dan mengatasi emosi diperlukan karena luapan emosi kemarahan atau kesedihan dapat merugikan kesehatan bila tidak disikapi secara benar. Daftar Bacaan: 1. Remaja diberi kesempatan dan akses seluas-luasnya agar berperilaku positif dan sanggup menangkal pengaruh yang merugikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain serta mampu menghadapi tantangan secara efektif dalam kehidupannya. sehingga pembangunan manusia dan tujuan pembangunan milenium dapat tercapai. remaja mampu membayangkan bagaimana kehidupan orang lain. Remaja dengan sifat khasnya dilibatkan secara aktif dalam tiap upaya. 10. integrasi dan sinkronisasi menjadi esensial bagi upaya penanganan masalah kesehatan pada remaja untuk menekan laju tersebut.

USA: BPS and Macro International. Pencegahan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja Modul kesehatan reproduksi remaja. 12. Statistics Indonesia (Badan Pusat Statistik-BPS) and Macro International. Adolescent friendly health service. an agenda for change. Jakarta: Indonesia. 2009. Maryland. 6. Geneva: 1997. 2008. Jakarta: Indonesia. Departemen Kesehatan RI. 3. Jakarta: Indonesia. 4. Jejaring nasional pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular (PTM). World Health Organization (WHO). 2003. Geneva: Switzerland. Jakarta: Indonesia. 7. Departemen Kesehatan RI. Pedoman pelaksanaan pendidikan ketrampilan hidup sehat bagi petugas kesehatan di puskesmas dalam laporan penyusunan materi PKHS. 2008. laporan nasional 2007. 9. Sekretariat Jenderal. Departemen Kesehatan RI. Indonesia young adult reproductive health survey. 10. Kemitraan menuju Indonesia sehat 2010. USA: BPS and Macro International. programme on mental health. Laporan triwulan kasus AIDS sampai dengan 31 Maret 2009. Penulis : Rinni Yudhi Pratiwi Sumber : Buku The2nd Adolescent Health National Symposia: Current Challenges in Management . 8. 2007. badan penelitian dan pengembangan kesehatan. Departemen Kesehatan RI. Indonesia demographic and health survey 2007. 5. 2002. World Health Organization (WHO). Departemen Kesehatan RI. Calverton.2. Riset kesehatan dasar (RISKESDAS) 2007. Jakarta: Indonesia. Departemen Kesehatan RI. Calverton. Pusat promosi kesehatan. introduction and guidelines to facilitate the development and implementation of life skill programme. Direktorat jenderal P2PL Depkes RI. 2008. 2003. Badan Pusat Statistik (BPS)-Statistics Indonesia and Macro International. Maryland. Jakarta: Indonesia. 2001. 11. 2002. Life skills education for children and adolescents in schools.