Diferensial Dan Aplikasinya Dalam Ilmu Fisika

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Diferensial adalah salah satu cabang kalkulus dalam matematika yang mempelajari bagaimana nilai suatu fungsi berubah menurut perubahan input nilainya. Topik utama dalam pembelajaran kalkulus diferensial adalah turunan. Turunan dari suatu fungsi pada titik tertentu menjelaskan sifat-sifat fungsi yang mendekati nilai input. Untuk fungsi yang bernilai real dengan variabel real tunggal, turunan pada sebuah titik sama dengan kemiringan dari garis singgung grafik fungsi pada titik tersebut. Secara umum, turunan suatu fungsi pada sebuah titik menentukan pendekatan linear terbaik fungsi pada titik tersebut. Proses pencarian turunan disebut pendiferensialan (differentiation). Teorema dasar kalkulus menyatakan bahwa pendiferensialan adalah proses keterbalikan dari pengintegralan. Turunan mempunyai aplikasi dalam semua bidang kuantitatif. Di fisika, turunan dari perpindahan benda terhadap waktu adalah kecepatan benda, dan turunan dari kecepatan terhadap waktu adalah percepatan. Hukum gerak kedua Newton menyatakan bahwa turunan dari momentum suatu benda sama dengan gaya yang diberikan kepada benda. Laju reaksi dari reaksi kimia juga merupakan turunan. Dalam riset operasi, turunan menentukan cara paling efisien dalam memindahkan bahan dan mendesain pabrik. Dengan menerapkan teori permainan, turunan dapat memberikan strategi yang paling baik untuk perusahaan yang sedang bersaing. Turunan sering digunakan untuk mencari titik ekstremum dari sebuah fungsi. Persamaan-persamaan yang melibatkan turunan disebut persamaan diferensial dan sangat penting dalam mendeskripsikan fenomena alam. Turunan dan perampatannya (generalization) sering muncul dalam berbagai bidang matematika, seperti analisis kompleks, analisis fungsional, geometri diferensial, dan bahkan aljabar abstrak.

James Gregory membuktikan sebuah kasus khusus dari teorema dasar kalkulus pada tahun 1668. beberapa pemikiran tentang kalkulus integral telah muncul. 1800 SM) di mana orang Mesir menghitung volume piramida terpancung[1]. menggunakan konsep kecil takterhingga pada tahun 499 dan mengekspresikan masalah astronomi dalam bentuk persamaan diferensial dasar. zaman pertengahan. . Pada periode zaman kuno. bersama dengan matematikawan-astronom dari mazhab astronomi dan matematika Kerala. Newton mengaplikasikan kalkulus secara umum ke bidang fisika sementara Leibniz mengembangkan notasi-notasi kalkulus yang banyak digunakan sekarang. yaitu zaman kuno. namun sekarang dianggap sebagai kontributor kalkulus yang hasil kerjanya dilakukan secara terpisah. yang dituliskan dalam teks Yuktibhasa. dia mengembangkan suatu metode untuk menurunkan rumus umum dari hasil pangkat integral yang sangat penting terhadap perkembangan kalkulus integral. Perhitungan volume dan luas yang merupakan fungsi utama dari kalkulus integral bisa ditelusuri kembali pada Papirus Moskwa Mesir (c. matematikawan India.[4] Sekitar tahun 1000. timbul kontroversi di antara matematikawan tentang mana yang lebih pantas untuk menerima penghargaan terhadap kerja mereka.BAB II PEMBAHASAN 2. Archimedes mengembangkan pemikiran ini lebih jauh dan menciptakan heuristik yang menyerupai kalkulus integral. dan dengan menggunakan induksi matematika.[2] Pada zaman pertengahan. tetapi tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis. seorang Persia Sharaf al-Din al-Tusi menemukan turunan dari fungsi kubik. Gottfried Wilhelm Leibniz pada awalnya dituduh menjiplak dari hasil kerja Sir Isaac Newton yang tidak dipublikasikan. beberapa matematikawan seperti John Wallis dan Isaac Barrow memberikan terobosan dalam kalkulus. penemuan independen terjadi pada awal abad ke-17 di Jepang oleh matematikawan seperti Seki Kowa. Aryabhata. matematikawan Irak Ibn al-Haytham (Alhazen)z menjadi orang pertama yang menurunkan rumus perhitungan hasil jumlah pangkat empat.1 Sejarah Kalkulus Sejarah perkembangan kalkulus bisa ditilik pada beberapa periode zaman. dan zaman modern. Ketika Newton dan Leibniz mempublikasikan hasil mereka untuk pertama kali. menjelaskan kasus khusus dari deret Taylor[7].[3] Persamaan ini kemudian mengantar Bh skara II pada abad ke-12 untuk mengembangkan bentuk awal turunan yang mewakili perubahan yang sangat kecil takterhingga dan menjelaskan bentuk awal dari "Teorema Rolle". Madhava. [6] Pada abad ke-14. Pada zaman modern. Newton menurunkan hasil kerjanya terlebih dahulu. Leibniz dan Newton mendorong pemikiran-pemikiran ini bersama sebagai sebuah kesatuan dan kedua orang ilmuwan tersebut dianggap sebagai penemu kalkulus secara terpisah dalam waktu yang hampir bersamaan. yang sering dipinjamkan Newton kepada beberapa anggota dari Royal Society. Newton menuduh Leibniz mencuri pemikirannya dari catatan-catatan yang tidak dipublikasikan. sebuah hasil yang penting dalam kalkulus diferensial.[5] Pada abad ke-12. Di Eropa. tetapi Leibniz yang pertama kali mempublikasikannya.

pusat massa.2 Pengaruh penting Walau beberapa konsep kalkulus telah dikembangkan terlebih dahulu di Mesir. turunan fungsi (x) terhadap variabel x adalah yang nilainya pada titik x adalah: dengan syarat limit tersebut eksis. (x)) pada kurva (x). (x)) dan (x+h. dengan Leibniz memulai dari integral dan Newton dari turunan. baik Newton dan Leibniz diberikan penghargaan dalam mengembangkan kalkulus secara terpisah. kita katakan bahwa terdiferensialkan (memiliki turunan) pada x. Apabila kita mengambil limit h mendekati 0. penggunaaan kalkulus modern dimulai di Eropa pada abad ke-17 sewaktu Isaac Newton dan Gottfried Wilhelm Leibniz mengembangkan prinsip dasar kalkulus. Kalkulus menjadi topik yang sangat umum di SMA dan universitas zaman modern. Kalkulus memberikan solusi. dan optimalisasi. 2. waktu. Aplikasi lebih jauh meliputi deret pangkat dan deret Fourier. dan gerak. h = x .Pemeriksaan secara terperinci menunjukkan bahwa keduanya bekerja secara terpisah. kita sebut terdiferensialkan.z. Hasil kerja mereka kemudian memberikan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan fisika. kerja. Sejak itu. Apabila z = x + h. Aplikasi kalkulus diferensial meliputi perhitungan kecepatan dan percepatan. dan jika eksis di setiap titik pada domain . Hal ini berarti pula garis singgung . Persia. 2. volume. Turunan dari suatu fungsi mewakili perubahan yang sangat kecil dari fungsi tersebut terhadap variabelnya. Seorang filsuf Yunani kuno memberikan beberapa contoh terkenal seperti paradoks Zeno. Iraq. Adalah Leibniz yang memberikan nama kepada ilmu cabang matematika ini sebagai kalkulus. Aplikasi dari kalkulus integral meliputi perhitungan luas. Secara matematis. Kalkulus juga digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih rinci mengenai ruang. terutama di bidang limit dan deret takterhingga. Matematikawan seluruh dunia terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan kalkulus. maka definisi turunan di atas dapat pula kita tulis sebagai: Garis singgung pada (x. kemiringan suatu kurva.3 Prinsip Dasar Turunan Grafik fungsi turunan. dan Jepang. Turunan f'(x) sebuah kurva pada sebuah titik adalah kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut. yang kemudian berhasil memecahkan paradoks tersebut. Selama berabad-abad. maka kita akan mendapatkan kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva (x) pada titik x. India. Tiongkok. dan h mendekati 0 jika dan hanya jika z mendekati x. Jika eksis pada titik x tertentu. banyak matematikawan yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan lebih lanjut dari kalkulus. Sekarang. dan tekanan. para matematikawan dan filsuf berusaha memecahkan paradoks yang meliputi pembagian bilangan dengan nol ataupun jumlah dari deret takterhingga. Perhatikan bahwa ekspresi pada definisi turunan di atas merupakan gradien dari garis sekan yang melewati titik (x. Proses menemukan turunan dari suatu fungsi disebut sebagai pendiferensialan ataupun diferensiasi. Yunani. f(x)). sedangkan Newton menamakannya "The science of fluxions". panjang busur.

maka pendekatan linear yang paling mendekati grafik f tergantung pada bagaimana f berubah di . turunan dari f adalah bilangan real. Turunan dari kurva f(x) di suatu titik adalah kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut. menempatkan titik di atas fungsi untuk menandakan turunan. f(x)) Bilamana x dan y adalah variabel real. m disebut sebagai kemiringan dengan rumus: di mana simbol (delta) memiliki arti "perubahan nilai". meliputi notasi Leibniz. Notasi Leibniz Notasi Lagrange Notasi Newton Notasi Euler Turunan (x) terhadap x (x) dengan y = (x) 2. Bersama dengan nilai f di x. biasanya ditandai dengan f'(x) atau dy/dx. Sifat-sifat ini biasanya diambil sebagai definisi dari turunan. Fungsi nonlinear tidak memiliki nilai kemiringan yang pasti. Rumus ini benar adanya karena y + y = f(x + x) = m (x + x) + c = m x + c + m x = y + m x. Ini adalah grafik fungsi dari garis lurus. notasi Newton. Notasi ini hampir secara eksklusif digunakan untuk melambangkan turunan terhadap waktu. demikian pulanya turunan dari suatu fungsi (x) merupakan gradien dari fungsi tersebut.suatu kurva merupakan limit dari garis sekan. Ia sering digunakan terutama ketika hubungan antar y = (x) dipandang sebagai hubungan fungsional antara variabel bebas dengan variabel terikat.Namun. untuk menemukan gradien dari fungsi f(x) = x2 pada titik (3. Turunan dari f pada titik x adalah pendekatan yang paling baik terhadap gagasan kemiringan f pada titik x. Dalam kasus ini. dari f di dekat titik x. juga disebut sebagai notasi titik. Garis singgung pada (x. Kemiringan ini ditentukan dengan memakai nilai limit dari kemiringan garis sekan. di mana m dan c adalah bilangan real yang tergantung pada garis mana grafik tersebut ditentukan. Notasi Leibniz diperkenalkan oleh Gottfried Leibniz dan merupakan salah satu notasi yang paling awal digunakan. turunan dari f pada x adalah kemiringan dari garis singgung grafik f' di titik x. dan aplikasi dari turunan atau kemiringan dari sebuah grafik disebut kalkulus diferensial Garis singgung sebagai limit dari garis sekan. Dalam notasi ini. Sebagai contoh. turunan dari f menentukan pendekatan linear paling dekat. Turunan dari fungsi tersebut terhadap x ditulis sebagai: ataupun Notasi Lagrange diperkenalkan oleh Joseph Louis Lagrange dan merupakan notasi yang paling sering digunakan.Sebuah istilah yang saling berhubungan dekat dengan turunan adalah diferensial fungsi. Notasi ini sering terlihat dalam bidang fisika dan bidang matematika yang berhubungan dengan fisika. hal-hal di atas hanya berlaku kepada fungsi linear. Salah satu dari jenis fungsi yang paling sederhana adalah fungsi linear. Apabila y = (t). 2. turunan fungsi (x) ditulis sebagai (x) ataupun hanya . Jika x dan y adalah vektor.4 Notasi pendiferensialan Terdapat berbagai macam notasi matematika yang dapat digunakan digunakan untuk menyatakan turunan.5 Aplikasi Diferensial Pada Ilmu Fisika Misalkan x dan y adalah bilangan real di mana y adalah fungsi dari x. maka sering kali x dilekatkan pada D untuk mengklarifikasikan keterbebasan variabel x.Notasi Newton.9): Ilmu yang mempelajari definisi. yaitu y = f(x). Apabila y = (x) adalah variabel terikat. maka mewakili turunan y terhadap t. properti.Notasi Euler ini sering digunakan dalam menyelesaikan persamaan diferensial linear. y = f(x) = m x + c. atau disebut linearisasi. Diikuti pula y = m x. Notasi Euler menggunakan operator diferensial D yang diterapkan pada fungsi untuk memberikan turunan pertamanya Df. Notasi Euler kemudian ditulis sebagai:  atau . notasi Lagrange. Karena sumber dan target dari f berdimensi satu. dan notasi Euler.

dan jika tidak ada satupun dari keadaan di atas yang terpenuhi (misalnya ada beberapa eigennilai yang nol) maka uji tersebut inkonklusif. maka titik tersebut adalah minimum lokal. namun titik itu bukanlah titik maksimum ataupun titik minimum. Jika semua eigennilai tersebut adalah positif.) Ini dinamakan sebagai uji turunan ke dua. Hiperbidang ini disebut sebagai hiperbidang oskulasi. titik kritis x dari f dapat dianalisa dengan menggunakan turunan ke-dua dari f di x:‡ jika turunan ke-dua bernilai positif. biasanya ditandai dengan ˜y/˜x. x adalah maksimum lokal. Sebuah pendekatan alternatif lainnya. Uji turunan kedua masih dapat digunakan untuk menganalisa titik-titik kritis dengan menggunakan eigennilai matriks Hessian dari turunan parsial ke-dua fungsi di titik kritis.Hal ini juga mempunyai aplikasi tersendiri dalam proses sketsa grafik: jika kita mengetahui minima dan maksima lokal dari fungsi yang dapat diturunkan tersebut. ataupun tidak kedua-duanya. Sesuai dengan teorema nilai ekstremum. dan ia menentukan hiperbidang yang paling mendekati grafik dari f. titik-titik di mana f '(x) = 0 disebut titik kritis atau titik pegun (dan nilai dari f di x disebut nilai kritis). suatu fungsi yang kontinu pada interval tertutup haruslah memiliki nilai-nilai minimum dan maksimum paling sedikit satu kali. sebuah grafik perkiraan dapat kita dapatkan dari pengamatan bahwa ia akan meningkat dan menurun di antara titik-titik kritis. Dengan mengambil pendekatan linear yang paling dekat di satu arah menentukan sebuah turunan parsial. maka turunan dari f di titik x adalah nol. Turunan total ini adalah transformasi linear. yang dapat digunakan untuk optimalisasi.beberapa arah secara bersamaan.) Sebaliknya.Di dimensi yang lebih tinggi. sebaliknya f(x) = ±x4 mempunyai titik kritis di x = 0 dan titik itu adalah titik minimum maupun maksimum. jika semuanya negatif. maka titik kritis tersebut adalah titik pelana. f(x)=x³ memiliki titik kritis di x=0. minima dan maksima hanya dapat terjadi pada titik kritis atau titik akhir. minimum lokal.‡ jika turunan ke-dua bernilai negatif.Menurunkan fungsi dan mencari titik-titik kritis biasanya merupakan salah satu cara yang sederhana untuk mencari minima lokal dan maksima lokal. x adalah minimum lokal. (Definisi dari titik kritis kadang kala diperluas sampai meliputi titik-titik di mana turunan suatu fungsi tidak eksis. . uji turunan pertama melibatkan nilai f ' di kedua sisi titik kritis. x mungkin maksimum lokal. ini secara konsep sama dengan mengambil garis singgung ke semua arah secara bersamaan. maka titik itu adalah maksimum lokal. Jika f adalah fungsi yang dapat diturunkan pada R (atau interval terbuka) dan x adalah maksimum lokal ataupun minimum lokal dari f. Jika ada beberapa yang positif dan beberapa yang negatif. ‡ jika turunan ke-dua bernilai nol. (Sebagai contohnya. Jika fungsi tersebut dapat diturunkan. titik kritis dari nilai skalar fungsi adalah titik di mana radien fungsi tersebut adalah nol. Linearisasi dari f ke semua arah secara bersamaan disebut sebagai turunan total.

maka teorema nilai purata mengatakan bahwa kemiringan antara dua titik (a. Banyak proses fisika yang dapat dideskripsikan dengan turunan. jika posisi sebuah benda dalam sebuah garis adalah: maka kecepatan benda tersebut adalah: dan percepatan benda itu adalah: 2. ataupun turunan kedua posisi benda terhadap waktu. dan konsep "turunan waktu"²laju perubahan terhadap perubahan waktu² sangatlah penting sebagai definisi yang tepat pada beberapa konsep penting. Hukum kedua Newton yang menggambarkan hubungan antara percepatan dengan posisi dapat dimulai dengan persamaan diferensial biasa: Persamaan kalor di variable satu ruang yang menggambarkan bagaimana kalor dapat berdifusi melalui satu tongkat yang lurus adalah persamaan diferensial parsial Di sini u(x. teorema nilai purata ini mengontrol sebuah fungsi terhadap turunannya. Jika f(x) adalah fungsi yang bernilai real dan a dan b adalah bilangan dengan a < b. Namun hal ini juga mengatakan bahwa fungsi tersebut tidak naik maupun turun.1 Fisika Kalkulus sangatlah penting dalam fisika. adalah sebuah 2. Dengan kata lain: Dalam prakteknya. ‡ percepatan adalah turunan dari kecepatan benda terhadap waktu. Persamaan diferensial biasa adalah sebuah persamaan diferensial yang menghubungkan fungsi dengan sebuah variabel ke turunannya terhadap variabel itu sendiri.5.2. bahwa kemiringan antara dua titik di grafik f haruslah sama dengan kemiringan salah satu garis singgung di f. .1. disebut sebagai persamaan diferensial. maka fungsi tersebut haruslah horizontal. f(a)) dan (b.5. turunan waktu terhadap posisi benda sangat penting dalam fisika Newtonan: ‡ kecepatan adalah turunan posisi benda terhadap waktu.1 Persamaan diferensial Persamaan diferensial adalah hubungan antara sekelompok fungsi dengan turunanturunannya. Sebagai contoh. dan dalam matematika itu sendiri. Fisika secara spesifik mempelajari perubahan kuantitas terhadap waktu. Persamaan diferensial parsial adalah persamaan diferensial yang menghubungkan fungsi yang memiliki lebih dari satu variable ke turunan parsialnya. Semua kemiringan tersebut adalah nol. Sebagai contohnya. Sebagai contoh.2 Teorema nilai purata Teorema nilai purata memberikan hubungan antara nilai dari turunan dengan nilai dari fungsi asal. t) adalah temperatur tongkat pada posisi x dan waktu t dan tetapan yang bergantung pada seberapa cepat kalor tersebut berdifusi. Teorema nilai purata membuktikan bahwa hal ini haruslah benar. Sebagai contoh.1. misalkan f memiliki turunan yang sama dengan nol di setiap titik.5. Persamaan diferensial muncul secara alami dalam sains fisik. f(b)) adalah sama dengan kemiringan garis singgung f di titik c di antara a and b. model matematika. jadi garis sembarang antara titik yang satu dengan titik yang lainnya di fungsi tersebut memiliki kemiringan yang bernilai nol.

Masih lebih baik lagi apabila menggunakan polinomial kubik a + b(x .x0). b. Untuk setiap polinomial ini. pilihan nilai yang terbaik selalu bernilai f(x0). dan koefisiennya dapat ditentukan dengan perampatan dari rumus di atas.3 Polinomial Taylor dan deret Taylor Turunan memberikan pendekatan linear yang paling baik.x0)³. Teorema Taylor memberikan batasan-batasan yang detail akan seberapa baik pendekatan tersebut.1. haruslah terdapat pilihan nilai koefisien yang paling tepat untuk a.5. maka polinomial Taylor dengan derajat d sama dengan f.x0) + c(x . dan d yang membuat pendekatan ini sedekat mungkin. Dengan menggunakan koefisen ini. kita mendapatkan polinomial Taylor dari f. . Fungsi-fungsi yang sama dengan deret Taylor disebut sebagai fungsi analitik. Adalah tidak mungkin untuk fungsi yang tidak kontinu atau memiliki sudut yang tajam untuk menjadi fungsi analitik. Untuk a. Linearisasi dari fungsi bernilai real f(x) pada suatu titik x0 adalah linearisasi polinomial a + b(x . dan sangat mungkin untuk mendapatkan pendekatan yang lebih baik dengan menggunakan polinomial kuadratik a + b(x . namun pendekatan ini bisa sangat berbeda dengan fungsi asalnya. koefisien-koefisien ini ditentukan dengan turunan berderajat tinggi dari f. dan koefisien berderajat tinggi lainnya. Salah satu cara untuk memperbaiki pendekatan ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuadratik. Jika f adalah polinomial dengan derajat yang lebih kecil atau sama dengan d. dan gagasan ini dapat diperluas sampai polinomial berderajat tinggi. c haruslah f''(x0)/2. Batasan dari polinomial Taylor adalah deret tidak terbatas yang disebut sebagai deret Taylor. Namun terdapat pula fungsi mulus yang bukan analitik. d. c. dan untuk b selalu bernilai f'(x0). dan d haruslah f'''(x0)/3!. Polinomial taylor berderajat d adalah polinomial dengan derajat d yang memberikan pendekatan yang paling baik terhadap f.x0) + c(x . Deret Taylor biasanya merupakan pendekatan yang cukup dekat dengan fungsi asalnya.x0) + d(x . Untuk c.2.x0) .

Topik utama dalam pembelajaran kalkulus diferensial adalah turunan. terutamannya manusia.1 KESIMPULAN Diferensial adalah salah satu cabang kalkulus dalam matematika yang mempelajari bagaimana nilai suatu fungsi berubah menurut perubahan input nilainya. tetapi setelah diselidiki tidak terbukti tuduhan itu. sehingga diferensial tetap menjadi hak milik Leibniz dan dipergunakan hingga sekarang. Dengan katalain diferensial mengoptimalkan cara perhitungan hanya pada penurunan suatu nilai. Diferensial pertama kali diperkenalkan oleh Leibniz dan mendapat tuduhan dari Newton. Itulah ilmu.BAB III PENUTUP 3. penemunya sudah meninggal tetapi ilmu tetap bermanfaat bagi makhluk hidup. .

DAFTAR PUSTAKA ‡ Donald A. Mathematical Methods for Scientists and Engineers.2002. Brooks Cole. http://prasoit.blogspot.2003. ‡ James Stewart .com/2010/04/diferensial-dan-aplikasinya-dalam-ilmu.html . Calculus: Early Transcendentals. McQuarrie . University Science Books. 5th ed.

Berdasarkan masalah tersebut.APLIKASI TRANSFORMASI FOURIER PADA PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL DENGAN FUNGSI NONPERIODIC Undergraduate Theses from JIPTUMMPP / 2009-07-29 14:33:12 Oleh : Lailatul Muannisak ( 05320054 ). kisaran penerapan persamaan diferensial parsial sangatlah besar. teori elektromagnetik. Salah satu persamaan diferensial parsial yang penting dalam sains dan teknik antara lain adalah persamaan panas dimensi-satu dan persamaan panas dimensi-dua Ada dua metode yang dikenal dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan fungsi periodic yaitu dengan menggunakan Deret Fourier dan Transformasi Laplace. Persamaan Panas Dimensi-satu dan Dimensi-dua. Url : http:// ABSTRAK Persamaan diferensial parsial dijumpai dalam kaitan dengan berbagai masalah fisik dan geometris bila fungsi yang terlibat tergantung pada dua atau lebih peubah bebas. sedangkan Transformasi Laplace dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial parsial dari fungsi-fungsi yang intervalnya berhingga (finite) dan semi-infinite. . Mekanika fluida dan mekanika padat. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan aplikasi transformasi fourier dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan fungsi nonperiodic yang selanjutnya dibatasi pada persamaan panas berdimensi-satu dari sebuah batang tak hingga yang homogen dan persamaan panas berdimensi-dua keadaan stabil dari sebuah plat tipis berbentuk bujur sangkar. Mathematics Dibuat : 2009-07-29. Maka ada metode lain yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan Transformasi Fourier. Penggunaan Deret Fourier hanya sebatas pada fungsi-fungsi yang intervalnya berhingga (finite). Dan sesungguhnya. dengan 2 file Keyword : Persamaan Diferensial Parsial. Masalah lain muncul ketika fungsi-fungsi tersebut merupakan fungsi nonperiodic yang intervalnya didefinisikan untuk seluruh sumbu-x. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa hanya sistem fisik yang paling sederhanalah yang dapat dimodelkan dengan persamaan diferensial biasa. transfer panas. penulis sangat tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut dalam skripsi ini. dan berbagai bidang fisika lainnya penuh dengan masalah-masalah yang harus dimodelkan dengan persamaan diferensial parsial. dibandingkan dengan kisaran penerapan persamaan diferensial biasa. Penyelesaian masalah tersebut tidak bisa dengan metode Deret Fourier dan Transformasi Laplace. Transformasi Fourier.

and lap lace transformation can use to solve partial differential equation with a function that has a finite and semi-infinite interval. The solving of the problem can?t use Fourier series or lap lace transformation. dapat digunakan table transformasi fourier. So as to easy to find the result of this inverse from Fourier transformation solution. selesaian masalah untuk persamaan diferensial parsial semul dapat dicari dengan invers transformasi fourier dari persamaan diferensial biasa tersebut. Actually. dan syarat batas campurannya adalah . It is not excessive if we say that only a simple physics system can modelling by ordinary differential equation. The other problem is come when the function is a no periodic function that has an infinite interval. And this writing delimitates on a heat equation one-dimension of an infinite homogeny stalk and heat equation two-dimension with steady of a square thin metal sheet. Untuk mempermudh dalam mencari hasil invers dari selesaian transformasi fourier. and all kinds of physics is full with a problem that has to modelled by partial differential equation. dan syarat batas campurannya adalah . the solution for last partial differential equation can solve with Fourier transformation inverse from that ordinary differential equation. The application of Fourier transformation will change a partial differential equation and initial value to a new ordinary differential equation and initial value in w variable. Based on the working through. The use of Fourier series in only on a function that has a finite interval. The ordinary differential equation that provide is solved and we can use a new initial value is profitable a solution. Based on the problem. Fluid mechanic and mechanic dense. One of kind of partial differential equation that important in technical and science is heat equation one-dimension and heat equation two-dimension. Next. the writer so interest to examine that problem in this thesis. ABSTRACT Differential equation is detectable in a physics problem and geometric if the function depends on two or more independent variables. The purpose of this writing is describing the application Fourier transformation to solve partial differential equation with no periodic function. electromagnetic theory. Berdasarkan hasil pembahasan ini diperoleh bahwa solusi dari persamaan panas dimensisatu dengan syarat awal . Selanjutnya. providable that a solution of heat equation one-dimension with . Sedangkan solusi dari persamaan panas dimensi-dua dengan syarat awal . Persamaan diferensial biasa yang diperoleh diselesaikan dan dengan memanfaatkan nilai awal yang baru diperoleh suatu selesaian. heat transfer. we can use Fourier transformation table information. the comparison of application of the partial differential equation larger than ordinary differential equation. The solution is we have to use Fourier transformation to solve it.Aplikasi transformasi fourier ini akan mengubah persamaan diferensial parsial dan nilai awal ke dalam persamaan diferensial biasa dan nilai awal yang baru dalam variable w. There are two method that we know to solve partial differential equation with periodic function there are using Fourier series and lap lace transformation.

and mix limit requisite Is . Persamaan diferensial biasa yang diperoleh diselesaikan dan dengan memanfaatkan nilai awal yang baru diperoleh suatu selesaian. Berdasarkan hasil pembahasan ini diperoleh bahwa solusi dari persamaan panas dimensi-satu dengan syarat awal . Penggunaan Deret Fourier hanya sebatas pada fungsi-fungsi yang intervalnya berhingga (finite). dapat digunakan table transformasi fourier. andmix limit requisite is . kisaran penerapan persamaan diferensial parsial sangatlah besar. Dan sesungguhnya. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa hanya sistem fisik yang paling sederhanalah yang dapat dimodelkan dengan persamaan diferensial biasa. Masalah lain muncul ketika fungsi-fungsi tersebut merupakan fungsi nonperiodic yang intervalnya didefinisikan untuk seluruh sumbu-x. dibandingkan dengan kisaran penerapan persamaan diferensial biasa. sedangkan Transformasi Laplace dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial parsial dari fungsi-fungsi yang intervalnya berhingga (finite) dan semi-infinite. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan aplikasi transformasi fourier dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan fungsi nonperiodic yang selanjutnya dibatasi pada persamaan panas berdimensi-satu dari sebuah batang tak hingga yang homogen dan persamaan panas berdimensi-dua keadaan stabil dari sebuah plat tipis berbentuk bujur sangkar. dan syarat batas campurannya adalah . teori elektromagnetik. Aplikasi transformasi fourier ini akan mengubah persamaan diferensial parsial dan nilai awal ke dalam persamaan diferensial biasa dan nilai awal yang baru dalam variable w. dan berbagai bidang fisika lainnya penuh dengan masalahmasalah yang harus dimodelkan dengan persamaan diferensial parsial. Maka ada metode lain yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan Transformasi Fourier. . Mekanika fluida dan mekanika padat. Deskripsi Alternatif : ABSTRAK Persamaan diferensial parsial dijumpai dalam kaitan dengan berbagai masalah fisik dan geometris bila fungsi yang terlibat tergantung pada dua atau lebih peubah bebas. penulis sangat tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut dalam skripsi ini. transfer panas. Penyelesaian masalah tersebut tidak bisa dengan metode Deret Fourier dan Transformasi Laplace. And the solution of heat equation twodimension with Initial requisite . selesaian masalah untuk persamaan diferensial parsial semul dapat dicari dengan invers transformasi fourier dari persamaan diferensial biasa tersebut. Sedangkan solusi dari persamaan panas dimensi-dua dengan syarat awal . Selanjutnya.Initial requisite . dan syarat batas campurannya adalah . Salah satu persamaan diferensial parsial yang penting dalam sains dan teknik antara lain adalah persamaan panas dimensi-satu dan persamaan panas dimensi-dua Ada dua metode yang dikenal dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan fungsi periodic yaitu dengan menggunakan Deret Fourier dan Transformasi Laplace. Untuk mempermudh dalam mencari hasil invers dari selesaian transformasi fourier. Berdasarkan masalah tersebut.

The application of Fourier transformation will change a partial differential equation and initial value to a new ordinary differential equation and initial value in w variable. So as to easy to find the result of this inverse from Fourier transformation solution.ABSTRACT Differential equation is detectable in a physics problem and geometric if the function depends on two or more independent variables. And the solution of heat equation two-dimension with Initial requisite . One of kind of partial differential equation that important in technical and science is heat equation one-dimension and heat equation two-dimension. we can use Fourier transformation table information.ac.id/gdl. Based on the working through. Fluid mechanic and mechanic dense. and all kinds of physics is full with a problem that has to modelled by partial differential equation. http://digilib.umm. There are two method that we know to solve partial differential equation with periodic function there are using Fourier series and lap lace transformation. The ordinary differential equation that provide is solved and we can use a new initial value is profitable a solution. electromagnetic theory. Based on the problem. The solving of the problem can?t use Fourier series or lap lace transformation. The use of Fourier series in only on a function that has a finite interval. the comparison of application of the partial differential equation larger than ordinary differential equation. and lap lace transformation can use to solve partial differential equation with a function that has a finite and semi-infinite interval. the solution for last partial differential equation can solve with Fourier transformation inverse from that ordinary differential equation. The other problem is come when the function is a no periodic function that has an infinite interval. The purpose of this writing is describing the application Fourier transformation to solve partial differential equation with no periodic function. It is not excessive if we say that only a simple physics system can modelling by ordinary differential equation. heat transfer. The solution is we have to use Fourier transformation to solve it. providable that a solution of heat equation one-dimension with Initial requisite . the writer so interest to examine that problem in this thesis.php?mod=browse&op=read&id=jiptummpp-gdl-s1-2009-lailatulmu16620&PHPSESSID=42d6ee65b827a38f44956092d28ba985 . and mix limit requisite Is . Next. Actually. And this writing delimitates on a heat equation one-dimension of an infinite homogeny stalk and heat equation two-dimension with steady of a square thin metal sheet. and mix limit requisite is .