Diferensial Dan Aplikasinya Dalam Ilmu Fisika

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Diferensial adalah salah satu cabang kalkulus dalam matematika yang mempelajari bagaimana nilai suatu fungsi berubah menurut perubahan input nilainya. Topik utama dalam pembelajaran kalkulus diferensial adalah turunan. Turunan dari suatu fungsi pada titik tertentu menjelaskan sifat-sifat fungsi yang mendekati nilai input. Untuk fungsi yang bernilai real dengan variabel real tunggal, turunan pada sebuah titik sama dengan kemiringan dari garis singgung grafik fungsi pada titik tersebut. Secara umum, turunan suatu fungsi pada sebuah titik menentukan pendekatan linear terbaik fungsi pada titik tersebut. Proses pencarian turunan disebut pendiferensialan (differentiation). Teorema dasar kalkulus menyatakan bahwa pendiferensialan adalah proses keterbalikan dari pengintegralan. Turunan mempunyai aplikasi dalam semua bidang kuantitatif. Di fisika, turunan dari perpindahan benda terhadap waktu adalah kecepatan benda, dan turunan dari kecepatan terhadap waktu adalah percepatan. Hukum gerak kedua Newton menyatakan bahwa turunan dari momentum suatu benda sama dengan gaya yang diberikan kepada benda. Laju reaksi dari reaksi kimia juga merupakan turunan. Dalam riset operasi, turunan menentukan cara paling efisien dalam memindahkan bahan dan mendesain pabrik. Dengan menerapkan teori permainan, turunan dapat memberikan strategi yang paling baik untuk perusahaan yang sedang bersaing. Turunan sering digunakan untuk mencari titik ekstremum dari sebuah fungsi. Persamaan-persamaan yang melibatkan turunan disebut persamaan diferensial dan sangat penting dalam mendeskripsikan fenomena alam. Turunan dan perampatannya (generalization) sering muncul dalam berbagai bidang matematika, seperti analisis kompleks, analisis fungsional, geometri diferensial, dan bahkan aljabar abstrak.

dan zaman modern. bersama dengan matematikawan-astronom dari mazhab astronomi dan matematika Kerala. Pada periode zaman kuno. Perhitungan volume dan luas yang merupakan fungsi utama dari kalkulus integral bisa ditelusuri kembali pada Papirus Moskwa Mesir (c. [6] Pada abad ke-14. seorang Persia Sharaf al-Din al-Tusi menemukan turunan dari fungsi kubik.BAB II PEMBAHASAN 2. namun sekarang dianggap sebagai kontributor kalkulus yang hasil kerjanya dilakukan secara terpisah. beberapa pemikiran tentang kalkulus integral telah muncul. dan dengan menggunakan induksi matematika.[5] Pada abad ke-12. menjelaskan kasus khusus dari deret Taylor[7]. beberapa matematikawan seperti John Wallis dan Isaac Barrow memberikan terobosan dalam kalkulus. Newton mengaplikasikan kalkulus secara umum ke bidang fisika sementara Leibniz mengembangkan notasi-notasi kalkulus yang banyak digunakan sekarang. Ketika Newton dan Leibniz mempublikasikan hasil mereka untuk pertama kali.[3] Persamaan ini kemudian mengantar Bh skara II pada abad ke-12 untuk mengembangkan bentuk awal turunan yang mewakili perubahan yang sangat kecil takterhingga dan menjelaskan bentuk awal dari "Teorema Rolle". yang sering dipinjamkan Newton kepada beberapa anggota dari Royal Society. penemuan independen terjadi pada awal abad ke-17 di Jepang oleh matematikawan seperti Seki Kowa. dia mengembangkan suatu metode untuk menurunkan rumus umum dari hasil pangkat integral yang sangat penting terhadap perkembangan kalkulus integral. yang dituliskan dalam teks Yuktibhasa. matematikawan Irak Ibn al-Haytham (Alhazen)z menjadi orang pertama yang menurunkan rumus perhitungan hasil jumlah pangkat empat. menggunakan konsep kecil takterhingga pada tahun 499 dan mengekspresikan masalah astronomi dalam bentuk persamaan diferensial dasar. matematikawan India. Pada zaman modern.[2] Pada zaman pertengahan. tetapi tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis. Newton menurunkan hasil kerjanya terlebih dahulu.1 Sejarah Kalkulus Sejarah perkembangan kalkulus bisa ditilik pada beberapa periode zaman. 1800 SM) di mana orang Mesir menghitung volume piramida terpancung[1]. sebuah hasil yang penting dalam kalkulus diferensial. Leibniz dan Newton mendorong pemikiran-pemikiran ini bersama sebagai sebuah kesatuan dan kedua orang ilmuwan tersebut dianggap sebagai penemu kalkulus secara terpisah dalam waktu yang hampir bersamaan. Aryabhata. Newton menuduh Leibniz mencuri pemikirannya dari catatan-catatan yang tidak dipublikasikan. James Gregory membuktikan sebuah kasus khusus dari teorema dasar kalkulus pada tahun 1668. timbul kontroversi di antara matematikawan tentang mana yang lebih pantas untuk menerima penghargaan terhadap kerja mereka. Archimedes mengembangkan pemikiran ini lebih jauh dan menciptakan heuristik yang menyerupai kalkulus integral. Gottfried Wilhelm Leibniz pada awalnya dituduh menjiplak dari hasil kerja Sir Isaac Newton yang tidak dipublikasikan. . yaitu zaman kuno. Di Eropa.[4] Sekitar tahun 1000. Madhava. zaman pertengahan. tetapi Leibniz yang pertama kali mempublikasikannya.

India. panjang busur. kita sebut terdiferensialkan. Apabila kita mengambil limit h mendekati 0. kerja. dan gerak. Iraq. baik Newton dan Leibniz diberikan penghargaan dalam mengembangkan kalkulus secara terpisah. dan optimalisasi. Kalkulus memberikan solusi. dan tekanan. maka kita akan mendapatkan kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva (x) pada titik x. Apabila z = x + h. dengan Leibniz memulai dari integral dan Newton dari turunan. (x)) pada kurva (x). volume. (x)) dan (x+h. Turunan dari suatu fungsi mewakili perubahan yang sangat kecil dari fungsi tersebut terhadap variabelnya. Hal ini berarti pula garis singgung . dan h mendekati 0 jika dan hanya jika z mendekati x.Pemeriksaan secara terperinci menunjukkan bahwa keduanya bekerja secara terpisah. Tiongkok. f(x)).2 Pengaruh penting Walau beberapa konsep kalkulus telah dikembangkan terlebih dahulu di Mesir. kemiringan suatu kurva. terutama di bidang limit dan deret takterhingga. turunan fungsi (x) terhadap variabel x adalah yang nilainya pada titik x adalah: dengan syarat limit tersebut eksis. Aplikasi dari kalkulus integral meliputi perhitungan luas. penggunaaan kalkulus modern dimulai di Eropa pada abad ke-17 sewaktu Isaac Newton dan Gottfried Wilhelm Leibniz mengembangkan prinsip dasar kalkulus. kita katakan bahwa terdiferensialkan (memiliki turunan) pada x. Sejak itu. h = x . Secara matematis.3 Prinsip Dasar Turunan Grafik fungsi turunan. Proses menemukan turunan dari suatu fungsi disebut sebagai pendiferensialan ataupun diferensiasi. banyak matematikawan yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan lebih lanjut dari kalkulus. 2. Seorang filsuf Yunani kuno memberikan beberapa contoh terkenal seperti paradoks Zeno. yang kemudian berhasil memecahkan paradoks tersebut. Yunani. Hasil kerja mereka kemudian memberikan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan fisika. Matematikawan seluruh dunia terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan kalkulus. dan jika eksis di setiap titik pada domain . Persia. waktu. sedangkan Newton menamakannya "The science of fluxions". para matematikawan dan filsuf berusaha memecahkan paradoks yang meliputi pembagian bilangan dengan nol ataupun jumlah dari deret takterhingga. maka definisi turunan di atas dapat pula kita tulis sebagai: Garis singgung pada (x. Aplikasi kalkulus diferensial meliputi perhitungan kecepatan dan percepatan. dan Jepang. Jika eksis pada titik x tertentu. Perhatikan bahwa ekspresi pada definisi turunan di atas merupakan gradien dari garis sekan yang melewati titik (x. Adalah Leibniz yang memberikan nama kepada ilmu cabang matematika ini sebagai kalkulus. Selama berabad-abad.z. Aplikasi lebih jauh meliputi deret pangkat dan deret Fourier. Turunan f'(x) sebuah kurva pada sebuah titik adalah kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut. Kalkulus juga digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih rinci mengenai ruang. pusat massa. Kalkulus menjadi topik yang sangat umum di SMA dan universitas zaman modern. 2. Sekarang.

meliputi notasi Leibniz. Dalam kasus ini. Turunan dari f pada titik x adalah pendekatan yang paling baik terhadap gagasan kemiringan f pada titik x. Notasi Euler menggunakan operator diferensial D yang diterapkan pada fungsi untuk memberikan turunan pertamanya Df. untuk menemukan gradien dari fungsi f(x) = x2 pada titik (3. dan notasi Euler. menempatkan titik di atas fungsi untuk menandakan turunan. Salah satu dari jenis fungsi yang paling sederhana adalah fungsi linear.9): Ilmu yang mempelajari definisi. Notasi Euler kemudian ditulis sebagai:  atau . notasi Newton. m disebut sebagai kemiringan dengan rumus: di mana simbol (delta) memiliki arti "perubahan nilai". maka sering kali x dilekatkan pada D untuk mengklarifikasikan keterbebasan variabel x. Notasi Leibniz Notasi Lagrange Notasi Newton Notasi Euler Turunan (x) terhadap x (x) dengan y = (x) 2. dan aplikasi dari turunan atau kemiringan dari sebuah grafik disebut kalkulus diferensial Garis singgung sebagai limit dari garis sekan. Turunan dari fungsi tersebut terhadap x ditulis sebagai: ataupun Notasi Lagrange diperkenalkan oleh Joseph Louis Lagrange dan merupakan notasi yang paling sering digunakan. hal-hal di atas hanya berlaku kepada fungsi linear. atau disebut linearisasi.Namun. maka mewakili turunan y terhadap t. Dalam notasi ini. Kemiringan ini ditentukan dengan memakai nilai limit dari kemiringan garis sekan.suatu kurva merupakan limit dari garis sekan. properti. f(x)) Bilamana x dan y adalah variabel real. Notasi ini hampir secara eksklusif digunakan untuk melambangkan turunan terhadap waktu. Sifat-sifat ini biasanya diambil sebagai definisi dari turunan. turunan dari f adalah bilangan real. y = f(x) = m x + c. Sebagai contoh. juga disebut sebagai notasi titik. Ini adalah grafik fungsi dari garis lurus. turunan dari f menentukan pendekatan linear paling dekat. biasanya ditandai dengan f'(x) atau dy/dx. Notasi ini sering terlihat dalam bidang fisika dan bidang matematika yang berhubungan dengan fisika. demikian pulanya turunan dari suatu fungsi (x) merupakan gradien dari fungsi tersebut.Notasi Newton. maka pendekatan linear yang paling mendekati grafik f tergantung pada bagaimana f berubah di . 2. notasi Lagrange. Karena sumber dan target dari f berdimensi satu. di mana m dan c adalah bilangan real yang tergantung pada garis mana grafik tersebut ditentukan. Apabila y = (t).Notasi Euler ini sering digunakan dalam menyelesaikan persamaan diferensial linear. Jika x dan y adalah vektor. Fungsi nonlinear tidak memiliki nilai kemiringan yang pasti. turunan dari f pada x adalah kemiringan dari garis singgung grafik f' di titik x. dari f di dekat titik x. Rumus ini benar adanya karena y + y = f(x + x) = m (x + x) + c = m x + c + m x = y + m x. Garis singgung pada (x. Turunan dari kurva f(x) di suatu titik adalah kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut. Bersama dengan nilai f di x. turunan fungsi (x) ditulis sebagai (x) ataupun hanya . Apabila y = (x) adalah variabel terikat.4 Notasi pendiferensialan Terdapat berbagai macam notasi matematika yang dapat digunakan digunakan untuk menyatakan turunan. Notasi Leibniz diperkenalkan oleh Gottfried Leibniz dan merupakan salah satu notasi yang paling awal digunakan. yaitu y = f(x).5 Aplikasi Diferensial Pada Ilmu Fisika Misalkan x dan y adalah bilangan real di mana y adalah fungsi dari x. Diikuti pula y = m x.Sebuah istilah yang saling berhubungan dekat dengan turunan adalah diferensial fungsi. Ia sering digunakan terutama ketika hubungan antar y = (x) dipandang sebagai hubungan fungsional antara variabel bebas dengan variabel terikat.

dan jika tidak ada satupun dari keadaan di atas yang terpenuhi (misalnya ada beberapa eigennilai yang nol) maka uji tersebut inkonklusif. x mungkin maksimum lokal. Uji turunan kedua masih dapat digunakan untuk menganalisa titik-titik kritis dengan menggunakan eigennilai matriks Hessian dari turunan parsial ke-dua fungsi di titik kritis. Turunan total ini adalah transformasi linear. Jika semua eigennilai tersebut adalah positif.Menurunkan fungsi dan mencari titik-titik kritis biasanya merupakan salah satu cara yang sederhana untuk mencari minima lokal dan maksima lokal. ataupun tidak kedua-duanya. x adalah maksimum lokal. biasanya ditandai dengan ˜y/˜x.beberapa arah secara bersamaan. Jika ada beberapa yang positif dan beberapa yang negatif. sebaliknya f(x) = ±x4 mempunyai titik kritis di x = 0 dan titik itu adalah titik minimum maupun maksimum.‡ jika turunan ke-dua bernilai negatif. sebuah grafik perkiraan dapat kita dapatkan dari pengamatan bahwa ia akan meningkat dan menurun di antara titik-titik kritis. maka turunan dari f di titik x adalah nol. . Sesuai dengan teorema nilai ekstremum.Hal ini juga mempunyai aplikasi tersendiri dalam proses sketsa grafik: jika kita mengetahui minima dan maksima lokal dari fungsi yang dapat diturunkan tersebut. ini secara konsep sama dengan mengambil garis singgung ke semua arah secara bersamaan. titik kritis x dari f dapat dianalisa dengan menggunakan turunan ke-dua dari f di x:‡ jika turunan ke-dua bernilai positif. dan ia menentukan hiperbidang yang paling mendekati grafik dari f. Jika fungsi tersebut dapat diturunkan. namun titik itu bukanlah titik maksimum ataupun titik minimum.) Ini dinamakan sebagai uji turunan ke dua.Di dimensi yang lebih tinggi. uji turunan pertama melibatkan nilai f ' di kedua sisi titik kritis. (Sebagai contohnya. titik kritis dari nilai skalar fungsi adalah titik di mana radien fungsi tersebut adalah nol. f(x)=x³ memiliki titik kritis di x=0. maka titik itu adalah maksimum lokal. (Definisi dari titik kritis kadang kala diperluas sampai meliputi titik-titik di mana turunan suatu fungsi tidak eksis. Dengan mengambil pendekatan linear yang paling dekat di satu arah menentukan sebuah turunan parsial. Linearisasi dari f ke semua arah secara bersamaan disebut sebagai turunan total. ‡ jika turunan ke-dua bernilai nol. minima dan maksima hanya dapat terjadi pada titik kritis atau titik akhir. maka titik kritis tersebut adalah titik pelana. suatu fungsi yang kontinu pada interval tertutup haruslah memiliki nilai-nilai minimum dan maksimum paling sedikit satu kali. Hiperbidang ini disebut sebagai hiperbidang oskulasi. minimum lokal. maka titik tersebut adalah minimum lokal.) Sebaliknya. yang dapat digunakan untuk optimalisasi. Jika f adalah fungsi yang dapat diturunkan pada R (atau interval terbuka) dan x adalah maksimum lokal ataupun minimum lokal dari f. jika semuanya negatif. titik-titik di mana f '(x) = 0 disebut titik kritis atau titik pegun (dan nilai dari f di x disebut nilai kritis). Sebuah pendekatan alternatif lainnya. x adalah minimum lokal.

ataupun turunan kedua posisi benda terhadap waktu. model matematika. jika posisi sebuah benda dalam sebuah garis adalah: maka kecepatan benda tersebut adalah: dan percepatan benda itu adalah: 2. Persamaan diferensial muncul secara alami dalam sains fisik. Teorema nilai purata membuktikan bahwa hal ini haruslah benar. disebut sebagai persamaan diferensial. misalkan f memiliki turunan yang sama dengan nol di setiap titik. turunan waktu terhadap posisi benda sangat penting dalam fisika Newtonan: ‡ kecepatan adalah turunan posisi benda terhadap waktu.5.1 Persamaan diferensial Persamaan diferensial adalah hubungan antara sekelompok fungsi dengan turunanturunannya. t) adalah temperatur tongkat pada posisi x dan waktu t dan tetapan yang bergantung pada seberapa cepat kalor tersebut berdifusi. Sebagai contoh. Banyak proses fisika yang dapat dideskripsikan dengan turunan.1. maka teorema nilai purata mengatakan bahwa kemiringan antara dua titik (a. jadi garis sembarang antara titik yang satu dengan titik yang lainnya di fungsi tersebut memiliki kemiringan yang bernilai nol.2. Persamaan diferensial biasa adalah sebuah persamaan diferensial yang menghubungkan fungsi dengan sebuah variabel ke turunannya terhadap variabel itu sendiri. adalah sebuah 2.1. bahwa kemiringan antara dua titik di grafik f haruslah sama dengan kemiringan salah satu garis singgung di f. ‡ percepatan adalah turunan dari kecepatan benda terhadap waktu. Jika f(x) adalah fungsi yang bernilai real dan a dan b adalah bilangan dengan a < b. . dan dalam matematika itu sendiri. Dengan kata lain: Dalam prakteknya. Sebagai contohnya. Semua kemiringan tersebut adalah nol.1 Fisika Kalkulus sangatlah penting dalam fisika. dan konsep "turunan waktu"²laju perubahan terhadap perubahan waktu² sangatlah penting sebagai definisi yang tepat pada beberapa konsep penting. f(a)) dan (b. Hukum kedua Newton yang menggambarkan hubungan antara percepatan dengan posisi dapat dimulai dengan persamaan diferensial biasa: Persamaan kalor di variable satu ruang yang menggambarkan bagaimana kalor dapat berdifusi melalui satu tongkat yang lurus adalah persamaan diferensial parsial Di sini u(x. Fisika secara spesifik mempelajari perubahan kuantitas terhadap waktu. Persamaan diferensial parsial adalah persamaan diferensial yang menghubungkan fungsi yang memiliki lebih dari satu variable ke turunan parsialnya. Sebagai contoh. maka fungsi tersebut haruslah horizontal.2 Teorema nilai purata Teorema nilai purata memberikan hubungan antara nilai dari turunan dengan nilai dari fungsi asal.5. Sebagai contoh.5. teorema nilai purata ini mengontrol sebuah fungsi terhadap turunannya. f(b)) adalah sama dengan kemiringan garis singgung f di titik c di antara a and b. Namun hal ini juga mengatakan bahwa fungsi tersebut tidak naik maupun turun.

c. haruslah terdapat pilihan nilai koefisien yang paling tepat untuk a. c haruslah f''(x0)/2. dan gagasan ini dapat diperluas sampai polinomial berderajat tinggi. b. Adalah tidak mungkin untuk fungsi yang tidak kontinu atau memiliki sudut yang tajam untuk menjadi fungsi analitik. namun pendekatan ini bisa sangat berbeda dengan fungsi asalnya. Untuk a. Masih lebih baik lagi apabila menggunakan polinomial kubik a + b(x . Untuk c. Deret Taylor biasanya merupakan pendekatan yang cukup dekat dengan fungsi asalnya. dan sangat mungkin untuk mendapatkan pendekatan yang lebih baik dengan menggunakan polinomial kuadratik a + b(x . Fungsi-fungsi yang sama dengan deret Taylor disebut sebagai fungsi analitik. Untuk setiap polinomial ini.x0) + c(x .x0) + d(x .3 Polinomial Taylor dan deret Taylor Turunan memberikan pendekatan linear yang paling baik. Dengan menggunakan koefisen ini. d. maka polinomial Taylor dengan derajat d sama dengan f. koefisien-koefisien ini ditentukan dengan turunan berderajat tinggi dari f. dan koefisiennya dapat ditentukan dengan perampatan dari rumus di atas.x0)³. dan untuk b selalu bernilai f'(x0).x0) + c(x . dan d haruslah f'''(x0)/3!. dan koefisien berderajat tinggi lainnya. pilihan nilai yang terbaik selalu bernilai f(x0).x0) .5. Salah satu cara untuk memperbaiki pendekatan ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuadratik. kita mendapatkan polinomial Taylor dari f. Batasan dari polinomial Taylor adalah deret tidak terbatas yang disebut sebagai deret Taylor. . Teorema Taylor memberikan batasan-batasan yang detail akan seberapa baik pendekatan tersebut.x0). Namun terdapat pula fungsi mulus yang bukan analitik. Linearisasi dari fungsi bernilai real f(x) pada suatu titik x0 adalah linearisasi polinomial a + b(x . Polinomial taylor berderajat d adalah polinomial dengan derajat d yang memberikan pendekatan yang paling baik terhadap f. dan d yang membuat pendekatan ini sedekat mungkin. Jika f adalah polinomial dengan derajat yang lebih kecil atau sama dengan d.1.2.

Dengan katalain diferensial mengoptimalkan cara perhitungan hanya pada penurunan suatu nilai. . penemunya sudah meninggal tetapi ilmu tetap bermanfaat bagi makhluk hidup. Topik utama dalam pembelajaran kalkulus diferensial adalah turunan. Diferensial pertama kali diperkenalkan oleh Leibniz dan mendapat tuduhan dari Newton.BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Diferensial adalah salah satu cabang kalkulus dalam matematika yang mempelajari bagaimana nilai suatu fungsi berubah menurut perubahan input nilainya. Itulah ilmu. tetapi setelah diselidiki tidak terbukti tuduhan itu. sehingga diferensial tetap menjadi hak milik Leibniz dan dipergunakan hingga sekarang. terutamannya manusia.

blogspot. Mathematical Methods for Scientists and Engineers.com/2010/04/diferensial-dan-aplikasinya-dalam-ilmu. University Science Books. http://prasoit.DAFTAR PUSTAKA ‡ Donald A.2002. 5th ed. Calculus: Early Transcendentals.2003.html . ‡ James Stewart . McQuarrie . Brooks Cole.

teori elektromagnetik. sedangkan Transformasi Laplace dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial parsial dari fungsi-fungsi yang intervalnya berhingga (finite) dan semi-infinite. Salah satu persamaan diferensial parsial yang penting dalam sains dan teknik antara lain adalah persamaan panas dimensi-satu dan persamaan panas dimensi-dua Ada dua metode yang dikenal dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan fungsi periodic yaitu dengan menggunakan Deret Fourier dan Transformasi Laplace. dibandingkan dengan kisaran penerapan persamaan diferensial biasa.APLIKASI TRANSFORMASI FOURIER PADA PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL DENGAN FUNGSI NONPERIODIC Undergraduate Theses from JIPTUMMPP / 2009-07-29 14:33:12 Oleh : Lailatul Muannisak ( 05320054 ). Penyelesaian masalah tersebut tidak bisa dengan metode Deret Fourier dan Transformasi Laplace. . Transformasi Fourier. Berdasarkan masalah tersebut. Masalah lain muncul ketika fungsi-fungsi tersebut merupakan fungsi nonperiodic yang intervalnya didefinisikan untuk seluruh sumbu-x. Url : http:// ABSTRAK Persamaan diferensial parsial dijumpai dalam kaitan dengan berbagai masalah fisik dan geometris bila fungsi yang terlibat tergantung pada dua atau lebih peubah bebas. kisaran penerapan persamaan diferensial parsial sangatlah besar. Mekanika fluida dan mekanika padat. transfer panas. Maka ada metode lain yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan Transformasi Fourier. dan berbagai bidang fisika lainnya penuh dengan masalah-masalah yang harus dimodelkan dengan persamaan diferensial parsial. Mathematics Dibuat : 2009-07-29. Persamaan Panas Dimensi-satu dan Dimensi-dua. penulis sangat tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut dalam skripsi ini. Penggunaan Deret Fourier hanya sebatas pada fungsi-fungsi yang intervalnya berhingga (finite). dengan 2 file Keyword : Persamaan Diferensial Parsial. Dan sesungguhnya. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan aplikasi transformasi fourier dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan fungsi nonperiodic yang selanjutnya dibatasi pada persamaan panas berdimensi-satu dari sebuah batang tak hingga yang homogen dan persamaan panas berdimensi-dua keadaan stabil dari sebuah plat tipis berbentuk bujur sangkar. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa hanya sistem fisik yang paling sederhanalah yang dapat dimodelkan dengan persamaan diferensial biasa.

and all kinds of physics is full with a problem that has to modelled by partial differential equation. the writer so interest to examine that problem in this thesis. Selanjutnya. ABSTRACT Differential equation is detectable in a physics problem and geometric if the function depends on two or more independent variables.Aplikasi transformasi fourier ini akan mengubah persamaan diferensial parsial dan nilai awal ke dalam persamaan diferensial biasa dan nilai awal yang baru dalam variable w. Next. the solution for last partial differential equation can solve with Fourier transformation inverse from that ordinary differential equation. dan syarat batas campurannya adalah . Based on the working through. Untuk mempermudh dalam mencari hasil invers dari selesaian transformasi fourier. providable that a solution of heat equation one-dimension with . Persamaan diferensial biasa yang diperoleh diselesaikan dan dengan memanfaatkan nilai awal yang baru diperoleh suatu selesaian. Sedangkan solusi dari persamaan panas dimensi-dua dengan syarat awal . dapat digunakan table transformasi fourier. So as to easy to find the result of this inverse from Fourier transformation solution. Actually. The ordinary differential equation that provide is solved and we can use a new initial value is profitable a solution. The solving of the problem can?t use Fourier series or lap lace transformation. dan syarat batas campurannya adalah . and lap lace transformation can use to solve partial differential equation with a function that has a finite and semi-infinite interval. Based on the problem. heat transfer. It is not excessive if we say that only a simple physics system can modelling by ordinary differential equation. Fluid mechanic and mechanic dense. selesaian masalah untuk persamaan diferensial parsial semul dapat dicari dengan invers transformasi fourier dari persamaan diferensial biasa tersebut. One of kind of partial differential equation that important in technical and science is heat equation one-dimension and heat equation two-dimension. we can use Fourier transformation table information. The solution is we have to use Fourier transformation to solve it. The use of Fourier series in only on a function that has a finite interval. The purpose of this writing is describing the application Fourier transformation to solve partial differential equation with no periodic function. The other problem is come when the function is a no periodic function that has an infinite interval. Berdasarkan hasil pembahasan ini diperoleh bahwa solusi dari persamaan panas dimensisatu dengan syarat awal . There are two method that we know to solve partial differential equation with periodic function there are using Fourier series and lap lace transformation. the comparison of application of the partial differential equation larger than ordinary differential equation. And this writing delimitates on a heat equation one-dimension of an infinite homogeny stalk and heat equation two-dimension with steady of a square thin metal sheet. The application of Fourier transformation will change a partial differential equation and initial value to a new ordinary differential equation and initial value in w variable. electromagnetic theory.

. Persamaan diferensial biasa yang diperoleh diselesaikan dan dengan memanfaatkan nilai awal yang baru diperoleh suatu selesaian. Dan sesungguhnya. Sedangkan solusi dari persamaan panas dimensi-dua dengan syarat awal . sedangkan Transformasi Laplace dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial parsial dari fungsi-fungsi yang intervalnya berhingga (finite) dan semi-infinite. And the solution of heat equation twodimension with Initial requisite . andmix limit requisite is . selesaian masalah untuk persamaan diferensial parsial semul dapat dicari dengan invers transformasi fourier dari persamaan diferensial biasa tersebut. Maka ada metode lain yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan Transformasi Fourier. Deskripsi Alternatif : ABSTRAK Persamaan diferensial parsial dijumpai dalam kaitan dengan berbagai masalah fisik dan geometris bila fungsi yang terlibat tergantung pada dua atau lebih peubah bebas. Untuk mempermudh dalam mencari hasil invers dari selesaian transformasi fourier. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan aplikasi transformasi fourier dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan fungsi nonperiodic yang selanjutnya dibatasi pada persamaan panas berdimensi-satu dari sebuah batang tak hingga yang homogen dan persamaan panas berdimensi-dua keadaan stabil dari sebuah plat tipis berbentuk bujur sangkar. dan syarat batas campurannya adalah . transfer panas. Penyelesaian masalah tersebut tidak bisa dengan metode Deret Fourier dan Transformasi Laplace. and mix limit requisite Is . Berdasarkan masalah tersebut. dapat digunakan table transformasi fourier. Berdasarkan hasil pembahasan ini diperoleh bahwa solusi dari persamaan panas dimensi-satu dengan syarat awal . penulis sangat tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut dalam skripsi ini. Penggunaan Deret Fourier hanya sebatas pada fungsi-fungsi yang intervalnya berhingga (finite). dibandingkan dengan kisaran penerapan persamaan diferensial biasa. kisaran penerapan persamaan diferensial parsial sangatlah besar. Aplikasi transformasi fourier ini akan mengubah persamaan diferensial parsial dan nilai awal ke dalam persamaan diferensial biasa dan nilai awal yang baru dalam variable w. dan berbagai bidang fisika lainnya penuh dengan masalahmasalah yang harus dimodelkan dengan persamaan diferensial parsial. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa hanya sistem fisik yang paling sederhanalah yang dapat dimodelkan dengan persamaan diferensial biasa.Initial requisite . teori elektromagnetik. Masalah lain muncul ketika fungsi-fungsi tersebut merupakan fungsi nonperiodic yang intervalnya didefinisikan untuk seluruh sumbu-x. dan syarat batas campurannya adalah . Selanjutnya. Mekanika fluida dan mekanika padat. Salah satu persamaan diferensial parsial yang penting dalam sains dan teknik antara lain adalah persamaan panas dimensi-satu dan persamaan panas dimensi-dua Ada dua metode yang dikenal dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan fungsi periodic yaitu dengan menggunakan Deret Fourier dan Transformasi Laplace.

http://digilib. and lap lace transformation can use to solve partial differential equation with a function that has a finite and semi-infinite interval.php?mod=browse&op=read&id=jiptummpp-gdl-s1-2009-lailatulmu16620&PHPSESSID=42d6ee65b827a38f44956092d28ba985 . The ordinary differential equation that provide is solved and we can use a new initial value is profitable a solution. The purpose of this writing is describing the application Fourier transformation to solve partial differential equation with no periodic function. The other problem is come when the function is a no periodic function that has an infinite interval. we can use Fourier transformation table information. and mix limit requisite Is . Based on the problem. the writer so interest to examine that problem in this thesis. So as to easy to find the result of this inverse from Fourier transformation solution.umm. providable that a solution of heat equation one-dimension with Initial requisite . The solving of the problem can?t use Fourier series or lap lace transformation. and mix limit requisite is . the solution for last partial differential equation can solve with Fourier transformation inverse from that ordinary differential equation. And the solution of heat equation two-dimension with Initial requisite . There are two method that we know to solve partial differential equation with periodic function there are using Fourier series and lap lace transformation. Based on the working through.ac. Fluid mechanic and mechanic dense. The solution is we have to use Fourier transformation to solve it.ABSTRACT Differential equation is detectable in a physics problem and geometric if the function depends on two or more independent variables.id/gdl. the comparison of application of the partial differential equation larger than ordinary differential equation. It is not excessive if we say that only a simple physics system can modelling by ordinary differential equation. One of kind of partial differential equation that important in technical and science is heat equation one-dimension and heat equation two-dimension. and all kinds of physics is full with a problem that has to modelled by partial differential equation. And this writing delimitates on a heat equation one-dimension of an infinite homogeny stalk and heat equation two-dimension with steady of a square thin metal sheet. Actually. The application of Fourier transformation will change a partial differential equation and initial value to a new ordinary differential equation and initial value in w variable. The use of Fourier series in only on a function that has a finite interval. Next. heat transfer. electromagnetic theory.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful