PENDAHULUANPendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah.Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. Selain itu pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat.[1] Masyarakat mempercayai, mengakui dan menyerahkan kepada guru untuk mendidik tunas-tunas muda dan membantu mengembangkan potensinya secara professional. Kepercayaan, keyakinan, dan penerimaan ini merupakan substansi dari pengakuan masyarakat terhadap profesi guru. Implikasi dari pengakuan tersebut mensyaratkan guru harus memiliki kualitas yang memadai. Tidak hanya pada tataran normatif saja namun mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki, baik kompetensi personal, professional, maupun kemasyarakatan dalam selubung aktualisasi kebijakan pendidikan.Hal tersebut lantaran guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek "guru" dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional. II. PERMASALAHANBerdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang hendak dibahas dalam makalah ini adalah mengapa guru memerlukan layanan supervisi pendidikan dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan dalam pembinaan profesional melalui supervisi pengajaran sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru ?III. PEMBAHASAN A. Pengertian Supervisi Konsep supervisi modern dirumuskan oleh Kimball Wiles (1967) sebagai berikut : ³Supervision is assistance in the devolepment of a better teaching learning situation´. Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik.Rumusan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar (goal, material, technique, method, teacher, student, an envirovment). Situasi belajar inilah yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan melalui layanan kegiatan supervisi. Dengan demikian layanan supervisi tersebut mencakup seluruh aspek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Konsep supervisi tidak bisa disamakan dengan inspeksi, inspeksi lebih menekankan kepada kekuasaan dan bersifat otoriter, sedangkan supervisi lebih menekankan kepada persahabatan yang dilandasi oleh pemberian pelayanan dan kerjasama yang lebih baik diantara guru-guru, karena bersifat demokratis. Istilah supervisi pendidikan dapat dijelaskan baik menurut asal usul (etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik).1) EtimologiIstilah supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris ³ Supervision´ artinya pengawasan di bidang pendidikan. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.2) MorfologisSupervisi dapat dijelaskan menurut bentuk perkataannya. Supervisi terdiri dari dua kata Super berarti atas, lebih. Visi berarti lihat, tilik, awasi. Seorang supervisor memang mempunyai posisi diatas atau mempunyai kedudukan yang lebih dari orang yang

Baik itu pertumbuhan pribadi guru maupun pertumbuhan profesi guru. agar sungai itu dapat mengalirkan air terus-menerus. Pertama. 1982). 2) kemampuan profesional 3) kemampuan sosial (Depdiknas. Termasuk sumber daya pendidikan. Namun yang menjadi sasaran supervisi diartikan pula pembinaan guru. Sumber air itu harus terus menerus bertambah. maka layanan dan aktivitas kesupervisian harus lebih diarahkan kepada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajarb.3) Semantik Pada hakekatnya isi yang terandung dalam definisi yang rumusanya tentang sesuatu tergantung dari orang yang mendefinisikan. dana dan sarana dan prasarana. Hal-hal yang menunjang kegiatan belajar mengajarKarena aspek utama adalah guru.[2] B. pegawai tata usaha. jabatan guru diumpamakan dengan sumber air. supervisi ditujukan kepada penciptaan atau pengembangan situasi belajar mengajar yang lebih baik. bila akar induk pohon tidak menyerap zat-zat makanan yang berguna bagi pertumbuhan pohon itu. Sedangkan Depdiknas (1994) merumuskan supervisi sebagai berikut : ³ Pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik ³. Dengan demikian. guru. tidak menambah ilmu pengetahuan tentang apa yang diajarkan. Atas dasar uraian diatas. Demikianlah bila seorang guru tidak pernah membaca informasi yang baru. Untuk itu ada dua hal (aspek) yang perlu diperhatikan :a. Yang termasuk dalam sumber daya pendidikan yaitu ketenagaan. maka ia tidak mungkin memberi ilmu dan pengetahuan dengan cara yang lebih menyegarkan kepada peserta didik. maka pengertian supervisi dapat dirumuskan sebagai berikut ³ serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor ( Pengawas sekolah. dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar. akses informasi sangat cepat dan persaingan hidup semakin ketat.disupervisinya. Bila tidak. Wiles secara singkat telah merumuskan bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi mengajar belajar agar lebih baik. Begitu juga dengan jabatan guru yang perlu bertumbuh dan berkembang. Ada dua metafora untuk menggambarkan pentingnya pengembangan sumber daya guru. semua bangsa berusaha untuk meningkatkan sumber daya manusia. Karena supervisi atau pembinaan guru tersebut lebih menekankan pada pembinaan guru tersebut pula ³Pembinaan profesional guru³ yakni pembinaan yang lebih diarahkan pada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru. Untuk itu guru harus memiliki yakni : 1) kemampuan personal. Adam dan Dickey merumuskan supervisi sebagai pelayanan khususnya menyangkut perbaikan proses belajar mengajar. yaitu era globalisasi dimana semuanya serba digital. Hanya manusia yang mempunyai sumber daya unggul dapat bersaing dan mempertahankan diri dari dampak persaingan global yang ketat.[3]Guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial.Kedua. sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek "guru" dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional. Setiap guru perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan output pendidikan berkualitas. Pentingnya Pengembangan Sumber Daya Guru dengan Supervisi Di abad sekarang ini. Pohon itu tidak akan berbuah lebat. kepala sekolah. Sedangkan sasaran pembinaan tersebut bisa untuk kepala sekolah. maka sumber air itu akan kering. jabatan guru diumpamakan dengan sebatang pohon buah-buahan. Itulah sebabnya guru perlu belajar terus .Supervisi dapat kita artikan sebagai pembinaan.

Sejak dini pengalaman belajar dan kegiatan belajarmengajar harus daingkat dari isi kebudayaan yang hidup di masyarakat itu. Namun demikian. Sekolah bertugas untuk mengkoordinasi semua usaha dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Untuk itu. bahwa guru punya peranan utama dalam pembentukan harkat dan martabat manusia. Perlunya bantuan supervisi terhadap guru berakar mendalam dalam kehidupan masyarakat. Hal ini berarti bahwa guru-guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana secara baik. upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data. guru dan Kepala Sekolah yang melaksanakan kebijakan pendidikan di tingkat paling mendasar memerlukan bantuan-bantuan khusus dalam memenuhi tuntutan pengembangan pendidikan. Dengan demikian. menyatakan bahwa ada dua hal yang mendasari pentingnya supervisi dalam proses pendidikan. Latar Belakang SosiologisSecara sosiologis perubahan masyarakat punya dampak terhadap tata nilai. Swearingen mengungkapkan latar belakang perlunya supervisi berakar mendalam dalam kebutuhan masyarakat dengan latar belakang sebagai berikut :1. 3. Banyak hal sering menghambat. Latar Belakang PsikologisSecara psikologis supervisi itu berakar mendalam pada pengalaman manusia.menerus. yaitu tidak lengkapnya informasi yang diterima. Supervisi harus bersumber pada kondisi masyarakat. Pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus-menerus dengan keadaan nyata di lapangan. membaca informasi terbaru dan mengembangkan ide-ide kreatif dalam pembelajaran agar suasana belajar mengajar menggairahkan dan menyenangkan baik bagi guru apalagi bagi peserta didik. masyarakat yang tidak mau membantu. fakta yang objektif (Sahertian.Peningkatan sumber daya guru bisa dilaksanakan dengan bantuan supervisor. merawat dan menstimulasi pertumbuhan jabatan guru. Pengembangan personel. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan.Supandi (1986:252).2.6. Diharapkan guru menjadi semakin professional dalam mengemban amanat jabatannya dan dapat meningkatkan posisi tawar guru di masyarakat dan pemerintah. 2000:20). yaitu orang ataupun instansi yang melaksanakan kegiatan supervisi terhadap guru. khususnya pengembangan kurikulum. Permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan supervisi di lingkungan pendidikan dasar adalah bagaimana cara mengubah pola pikir yang bersifat otokrat dan korektif menjadi sikap yang konstruktif dan kreatif. Perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur maupun fungsi kurikulum. Latar Belakang Pertumbuhan Jabatan Supervisi bertugas memelihara. Latar Belakang KulturalPendidikan berakar dari budaya arif lokal setempat. 4.5. Supervisor bertugas menukar ide dan pengalaman tentang mensikapi perubahan tata nilai dalam masyarakat secara arif dan bijaksana. yaitu sikap yang menciptakan situasi dan relasi di mana guru-guru merasa aman dan diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. Latar Belakang SosialSeorang supervisor dalam melakukan tanggung jawabnya harus mampu mengembangkan potensi kreativitas dari orang yang dibina melalui cara mengikutsertakan orang lain untuk berpartisipasi bersama. . keterampilan menerapkan metode yang masih harus ditingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. Tugas supervisi ialah menciptakan suasana sekolah yang penuh kehangatan sehingga setiap orang dapat menjadi dirinya sendiri. Pengembangan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melalui penataran. Pengembangan personal dapat dilaksanakan secara formal dan informal.1. Latar Belakang FilosofisSuatu system pendidikan yang berhasil guna dan berdaya guna bila ia berakar mendalam pada nilai-nilai filosofis pandangan hidup suatu bangsa.2. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. pegawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus-menerus dalam suatu organisasi.

3) mengatur program kesejahteraan guru. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. dan5) mencatat masalah atau keluhan-keluhan guru. Bidang Kesiswaan. mencakup kegiatan:1) mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru.tugas belajar. Saat kegiatan supervisi berlangsung. dan 4) mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku. mencakup kegiatan: 1) penyediaan dan seleksi buku pegangan guru. 2) layanan perpustakaan dan laboratorium. gaji.c. kepala sekolah menggunakan leembar observasi yang sudah dibakukan.7) meningkatkan perbaikan mengajar. Hal-hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervisi untuk memantau kinerja kepala sekolah. Bidang Keuangan. mencakup kegiatan:1) kerjasama sekolah dengan orangtua .4) menentukan norma kenaikan kelas. Pelaksanaan kegiatan supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam memberikan pembinaan kepada guru.2) mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah. Dalam prosesnya.6) mengatur pelaksanaan evaluasi belajar. Secara rutin dan terjadwal Kepala Sekolah melaksanakan kegiatan supervisi kepada guru-guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang dilaksanakan. yakni: 1.3) mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa. dan lain sebagainya. Hal tersebut karena proses belajar-mengajar yang dilaksakan guru merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Bidang Sarana dan Prasarana. dan 4) mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler.2) mengatur jadwal pelajaran. Supervisi yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah kepada Kepala Sekolah dan guruguru untuk meningkatkan kinerja. Guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencana pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran yang dilakukan guru. Bidang Hubungan Masyarakat. mencakup kegiatan:1) mengatur pembagian tugas guru. loka karya dan sejenisnya.4) mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru.d. 5) keindahan dan kebersihan kelas.e. dan 6) perbaikan kelengkapan kelas. 8) mengatur kegiatan kelas apabila guru tidak hadir. di antaranya administrasi sekolah. 3) penggunaan alat peraga. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggung jawab pegawai sendiri dan dilaksanakan secara mandiri atau bersama dengan rekan kerjanya.5) menentukan norma penilaian. Gugus Sekolah adalah gabungan dari beberapa sekolah terdekat. Supervsi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kepada guru-guru. APKG terdiri atas APKG 1 (untuk menilai Rencana Pembelajaran yang dibuat guru) dan APKG 2 (untuk menilai pelaksanaan proses pembelajaran) yang dilakukan guru.3) mengatur pelaksanaan penyusunan model satuan pembelajaran. meliputi:a. biasanya terdiri atas 5-8 Sekolah Dasar.2. dan9) mengatur disiplin dan tata tertib kelas. Bidang Akademik.Kegiatan supervisi pengajaran merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.Secara umum ada 2 (dua) kegiatan yang termasuk dalam kategori supevisi pengajaran. Oleh karena kegiatan supervisi dipandang perlu untuk memperbaiki kinerja guru dalam proses pembelajaran. mencakup kegiatan: 1) menyiapkan rencana anggaran dan belanja sekolah. dan mutasi guru. yakni Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).3) mengalokasikan dana untuk kegiatan sekolah. kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar.f.2) mengelola layanan bimbingan dan konseling. Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh Pengawas Sekolah yang bertugas di suatu Gugus Sekolah. percobaan suatu metode mengajar. 4) kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.b. Bidang Personalia.2) mengajukan kenaikan pangkat. mencakup kegiatan:1) menyusun program tahunan dan semester.

Sedangkan ketika mensupervisi guru. apakah telah sesuai dengan spesialisasinya atau tidak. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional (teacher's time). Penyusunan rencana harian d. hal-hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus dikerjakan guru. Guru . Apalagi profesi guru yang sehari-hari menangani benda hidup yang berupa anak-anak atau siswa dengan berbagai karakteristik yang masing-masing tidak sama. memiliki keterbukaan profesional dalam memahami potensi. kemampuan manajerial. tanggungjawab. jabatan dan golongan. kemampuan profesional (professional capacity). bisa jadi profesi mengajarnya berubah menjadi sambilan. trampil. dan 4) kerjasama sekolah dengan masyarakat sekitar (Depdiknas 1997). Studi yang dilakukan oleh Ace Suryani menunjukkan bahwa Guru yang bermutu dapat diukur dengan lima indikator.siswa. Buku program Bimbingan dan Konselingk. pengalaman mengajar serta lainnya. Guru yang profesional amat berarti bagi pembentukan sekolah unggulan. Penggunaan rencana pembelajaran c. Suatu proporsi yang sangat tidak relevan dengan keadaan dan kebutuhan siswa. sebagaimana terukur dari masa jabatan. Terjadi ketidaksiapan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar ketika guru tidak memahami tujuan umum pendidikan. kapasitas intelektual. Buku daftar nilai h.Banyak kegiatan belajar mengajar yang tidak sesuai dengan tujuan umum pendidikan yang menyangkut kebutuhan siswa dalam belajar. karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik. mampu mengembangkan rencana studi dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum. disiplin. jenjang pendidikan. kreatif. upaya profesional (professional efforts). Kumpulan soal f. Bahkan ada yang mempunyai kebiasaan mengajar yang kurang baik yaitu tiga perempat jam pelajaran untuk basa-basi bukan apersepsi dan seperempat jam untuk mengajar. dengan berbagai alasan dan latar belakangnya menjadi sangat sibuk sehingga tidak jarang yang mengingat terhadap tujuan pendidikan yang menjadi kewajiban dan tugas pokok mereka. Seringkali kesejahteraan yang kurang atau gaji yang rendah menjadi alasan bagi sebagian guru untuk menyepelekan tugas utama yaitu mengajar sekaligus mendidik siswa. sebagaimana terukur dari kegiatan mengajar. diantaranya :a. 2) kerjasama sekolah dengan Komite Sekolah. Buku pekerjaan siswa g. Profesionalisme Guru Profesionalisme menjadi tuntutan dari setiap pekerjaan. moral. sedangkan kemampuan dirinya mengalami stagnasi. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler C. serta kelima. Ketiga.Guru yang profesional adalah mereka yang memiliki kemampuan profesional dengan berbagai kapasitasnya sebagai pendidik. ketaqwaan. 3) kerjasama sekolah dengan lembagalembaga terkait. Tingkat kesejahteraan yang rendah bisa mendorong seorang pendidik untuk melakukan kerja sambilan. sebagaimana terukur dari ijazah. wawasan kependidikan yang luas. honor atau penghasilan rutinnya. Guru profesional memiliki pengalaman mengajar. Guru menganggap siswa hanya sebagai pendengar setia yang tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai dengan kemampuannya. pengabdian dan penelitian. Kedua. yaitu: pertama. Buku analisis hasil evaluasii. keperluan masyarakat terhadap sekolah dan mata pelajaran yang dipelajari. Keempat. Buku program perbaikan dan pengayaan j. kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya (link and match). sebagaimana terukur dari mata pelajaran yang diampu.[4] Dewasa ini banyak guru. Penggunaan program semester b. Pekerjaaan sebagai guru menjadi lebih berat tatkala menyangkut peningkatan kemampuan anak didiknya. dan bilamana kerja sambilan ini sukses. Guru hanya sebagai penyampai materi yang berupa fakta-fakta kering yang tidak bermakna karena guru menang belajar lebih dulu semalam daripada siswanya. Program dan pelaksanaan evaluasie. serta pelatihan. tingkat kesejahteraan (prosperiousity) sebagaimana terukur dari upah. keimanan.

Sarana dan prasarana penunjang pelajaran yang kurang memadai. penemuan-penemuan baru tidak menarik untuk dibaca dan tidak menarik perhatian. pelatihan dan pembekalan tidak dilakukan. Guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam pemakaian sarana dan media yang ada demi peningkatan mutu pendidikan. Gubernur. guru tidak akan mampu mengembangkan diri. buku-buku pelajaran diperpustakaan dimakan rayap.memasuki kelas tidak mengetahui tujuan yang pasti. Pengawas. Sedangkan berita-berita mengenai pendidikan. Ini adalah realita dilapangan yang patut disesalkan. Kita masih harus "Khusnudhon" bahwa dirumah mereka berlangganan koran harian yang siap disantap setiap pagi. Rangsangan itu dapat berupa penghargaan terhadap guru-guru yang berprestasi atau guru yang inovatif dalam proses belajar mengajar. karena di tangan gurulah keberhasilan belajar siswa ditentukan. terutama di daerah terpencil. Anggaran pendidikan minimal 20 % harus dilaksanakan dan diperjuangkan unutk ditambah karena pendidikan menyangkut kelangsungan hidup suatu bangsa. dipikirkan. Banyak guru enggan meningkatkan kualitas pribadinya dengan kebiasaan membaca untuk memperluas wawasan.Guru harus diberi keleluasaan dalam menetapkan dengan tepat apa yang digagas. konsentrasi guru dalam mengajar akan lebih banyak tercurah untuk siswa. tidak oleh Bupati. tidak kreatif dan cenderung apa adanya.Tingkat kesejahteraan guru yang kurang mengakibatkan banyak guru yang malas untuk berprestasi karena disibukkan mencari tambahan kebutuhan hidup yang semakin berat. Sekolah juga tidak harus bergantung pada bantuan dari pemerintah mengingat kebutuhan masing-masing sekolah tidaklah sama.Penataran dan pelatihan mutlak diperlukan demi meningkatkan pengetahuan. Mutlak dilakukan ketika awal menjadi guru adalah memahami tujuan umum pendidikan. alat-alat praktek di laboratorium hanya tersimpan rapi di almari tidak pernah dipergunakan. Lebih baik rusak karena digunakan untuk praktek siswa. mamahami karakter siswa dengan berbagai perbedaan yang melatar belakanginya. Idealisme menjadi luntur ketika yang dihadapi ternyata masih anak-anak dan kalah dalam pengalaman. Jarang pula yang secara rutin pergi ke perpustakaan untuk melihat perkembangan ilmu pengetahuan. direncanakan dan dilaksanakan dalam pengajaran sehari-hari. Yang sering dijumpai adalah sudah ada sarana tetapi tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Media pengajaran yang sudah ada jangan dibiarkan rusak atau berkarat gara-gara disimpan. Terkadang kita juga harus memakai prisip ekonomi yang ternyata dapat membawa kemajuan. Tetapi ada juga kekhawatiran bahwa yang lebih banyak dibaca adalah berita-berita kriminal yang menempati peringkat pertama pemberitaan di koran maupun televisi. Kebiasaan membaca saja sulit dilakukan apalagi kebiasaan menulis menjadi lebih mustahil dilakukan. tetapi hasilnya juga akan seimbang jika dilaksanakan secara baik. Tetapi hal ini tidak bisa dijadikan alasan bahwa dengan sarana yang minimpun dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin agar mendaptkan hasil yang bagus. jarang sekali guru memberi contoh untuk mengunjungi perpustakaan secara rutin. Walikota. Sangatlah penting untuk memahami bahwa siswa balajar dalam . Kebiasaan membeli buku menjadi suatu kebiasaan yang mustahil dilakukan karena guru sudah merasa puas mengajar dengan menggunakan LKS ( Lembar Kegiatan Siswa ) yang berupa soal serta sedikit ringkasan materi. Kecenderungan ini ditambah dengan tidak adanya rangsangan dari pemerintah atau pejabat terkait terhadap profesi guru. Jika kegiatan penataran. globe atau bola dunia dibiarkan berkarat tidak pernah tersentuh. Lebih banyak pengunjung yang berseragam sekolah daripada berseragam PSH. yang penting demi menggugurkan kewajiban. Apabila tingkat kesejahteraan diperhatikan.Dapat dilihat daftar pengunjung di perpustakaan sekolah maupun di perpustakaan umum. Kegiatan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. dipertimbangkan. Peta dunia hanya dipajang di depan kelas. Kepala Sekolah bahkan Presiden sekalipun. wawasan dan kompetensi guru.

memerlukan cara pendekatan pembelajaran yang berbeda. b) membuat alat bantu yang sederhana. Seperti Amerika Serikat.4) Penggunaan media atau sumber. d) menggunakan micro teaching untuk unit program pengenalan lapangan. 2) Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada siswa. kemampuan professional guru dapat diwujudkan dalam penguasaan sepuluh kompetensi guru.Dalam konteks yang aplikatif. meliputi: a) mengenal. Menurut Jurnal tersebut. hal ini meryupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. yakni: 1) Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Cara belajar siswa yang berbeda-beda. dan belajar dari pengalamannya. 3) Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. memilih dan menggunakan media. c) menggunakan perpustakaan dalam proses belajar-mengajar. Makin kuatnya tuntutan akan profesionalisme guru bukan hanya berlangsung di Indonesia. Kemampuan guru untuk melakukan berbagai pendekatan dalam belajar perlu diasah dan ditingkatkan. 4) Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. meliputi: a) mengenal fungsi dan layanan program bimbingan dan konseling. seorang guru dituntut memiliki lima hal. b) menciptakan iklim belajar-mengajar yang serasi. Bagi guru. tetapi sekaligus sebagai pendidik yang akan membentuk jiwa dan kepribadian siswa.6) Mengelola interaksi-interaksi belajar-mengajar. meliputi: a) merumuskan tujuan pembelajaran. karena mutlak diperlukan kondisi yang sejahtera agar dapat bekerja secara baik dan meningkatkan profesionalisme. d) mengenal kemampuan anak didik. Pemerintah juga harus senantiasa memperhatikan tingkat kesejahteraan guru. 8) Mengenal fungsi layanan bimbingan dan konseling di sekolah.berbagai cara yang berbeda. tetapi lihat hasil yang didapat setelah mengajar. Karena tugas guru tidak hanya sebagai pengajar. untuk menjadi professional. Guru harus mempergunakan berbagai pendekatan agar anak tidak cepat bosan. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya. yang meliputi: 1) Menguasai bahan.7) Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pelajaran. Guru juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang psikologi pendidikan dalam menghadapai siswa yang berneka ragam. Perlu juga dipelajari penjabaran dari kurikulum ang dipergunakan agar yang diajarkan ketika di kelas tidak melencenga dari GBBP/kurikulum yang sudah ditentukan. Jangan cepat merasa puas setelah mengajar. Artinya. c) melaksanakan program belajar-mengajar. ia harus tahu mana yang benar dan salah. meliputi: a) menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum. serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa. b) mengenal dan menggunakan prosedur pembelajaran yang tepat. harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. b) menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. 3) Mengelola kelas. misalnya PGRI dan organisasi profesi lainnya (Supriadi. Untuk bisa belajar dari pengalaman. isu tentang profesionalisme guru ramai dibicarakan pada pertengahan tyahun 1980-an. beberapa siswa merespon pelajaran dalam bentuk logis. Educational Leadership edisi Maret 1933 menurunkan laporan mengenai tuntutan guru professional. 9) Mengenal dan menyelenggarakan . b) menguasai bahan pengayaan/penunjang bidang studi. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampau tes hasil belajar. meliputi: a) mengatur tata ruang kelas untuk pelajaran. beberapa lagi belajar dengan melalui pemecahan masalah (problem solving). Jurnal terkemuka manajemen pendidikan. melainkan di negara-negara maju. 2) Mengelola program belajar-mengajar. 1999:98). Maju dan mundur sebuah bangsa tergantung pada keberhasilan guru dalam mendidik siswanya.5) Guru seyogianya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.5) Menguasai landasan-landasan pendidikan. Sudahkah sesuai dengan tujuan umum pendidikan. beberapa senang belajar sendiri daripada berkelompok.

7) iklim sekolah yang kondusif. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS/SBM). 8) penilaian diri terhadap kekuatan dan kelemahan. datang perubahan yang lain. Dalam konsep yang lebih luas. D. efisiensinya. dan dengan frekuensi yang sangat tinggi. Berdasarkan konsep mutu pendidikan maka dpaat dipahami bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan faktor proses pendidikan. Ujian Akhir Nasional (UAN) pengganti EBTANAS. Bila diamati lebih jauh.administrasi sekolah. Selama tahun 2002 dunia pendidikan ditandai dengan berbagai perubahan yang datang bertubi-tubi.Input pendidikan merupakan hal yang mutlak harus ada dalam batas . 3) proses belajar-mengajar yang efektif. 4) pengembangan staf yang terpogram. pengertian mutu mencakup input. 2002:12). Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah yang dapat diukur dari kualitasnya. dari pengelolaan di . Fenomena yang menarik adalah perubahan itu umumnya memiliki sifat yang sama. perubahan yang "berbasis" itu umumnya dari atas ke bawah: dari pusat ke daerah. 2001:5). Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain dengan mengintegrasikan input sekolah sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning). Setiap pembaruan tersebut memiliki kisah dan problematiknya sendiri.. 9) komunikasi efektif baik internal maupun eksternal. ada sepuluh faktor penentu terwujudnya proses pendidikan yang bermutu. 6) memiliki visi dan misi yang jelas. efektivitasnya. produktivitasnya. Menurut Townsend dan Butterworth (1992:35) dalam bukunya Your Child's Scholl. dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik. Dalam konteks pendidikan. mampu mendorong motivasi dan minat belajar. 5) kurikulum yang relevan. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK/CBC). mutu pendidikan mempunyai makna sebagai suatu kadar proses dan hasil pendidikan secara keseluruhan yang ditetapkan sesuai dengan pendekatan dan kriteria tertentu (Surya. yakni: 1) keefektifan kepemimpinan kepala sekolah 2) partisipasi dan rasa tanggung jawab guru dan staf. Konsep Mutu Pendidikan Proses pendidikan yang bermutu ditentukan oleh berbagai unsur dinamis yang akan ada di dalam sekolah itu dan lingkungannya sebagai suatu kesatuan sistem. dan 10) keterlibatan orang tua dan masyarakat secara instrinsik. serempak. inovasinya. Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. yakni menggunakan kata berbasis (based). Belum tuntas sosialisasi perubahan yang satu. pembentukan dewan sekolah dan dewan pendidikan kabupaten/kota. dan moral kerjanya. Beberapa inovasi yang mendominasi panggung pendidikan selama tahun 2002 antara lain adalah Pendidikan Berbasis Luas (PBL/BBE) dengan life skills-nya. proses.batas tertentu tetapi tidak menjadi jaminan dapat secara otomatis meningkatkan mutu pendidikan (school resources are necessary but not sufficient condition to improve student achievement). dan output pendidikan (Depdiknas.10) Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran (Suryasubrata 1997:4-5).

dan sejenisnya.tingkat atas menuju sekolah. kurikulum berbasis kompetensi (competence based curriculum).Implementasi kemampuan professional guru mutlak diperlukan sejalan diberlakukannya otonomi daerah. khsususnya bidang pendidikan. manajemen pendidikan berbasis lokal (local based educational management). pendidikan berbasis luas (broad based education). serba tergesa-gesa. peningkatan mutu berbasis sekolah (school based quality improvement). dan isntitusi) dalam perencanaan dan realisasi program pendidikan yang diluncurkan sangat dibutuhkan dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan. Apa itu artinya? Simak saja label-label perubahan yang dewasa ini berseliweran dalam dunia pendidikan nasional (kadang-kadang dipahami secara beragam): manajemen berbasis sekolah (school based management). terukur dan realistik dalam sasarannya. pembiayaan pendidikan berbasis masyarakat (community based educational financing). memerlukan tahap-tahap yang dirancang dengan benar sejak ide dikembangkan hingga dilaksanakan". Kepala Sekolah. pendidikan berbasis masyarakat (community based education). dari bawah ke atas (bottom up). termasuk dalam pendidikan. pengajaran/pelatihan berbasis kompetensi (competence based teaching/training). evaluasi berbasis kelas (classroom based evaluation). kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan entah apa lagi. dan dengan skala yang luas akan selalu memerlukan waktu. belajar berbasis internet (internet based learning). berbagai kondisi perlu diperhitungkan. mulai substansi inovasi itu sendiri sampai kondisi-kondisi lokal tempat inovasi itu akan diimplementasikan. Upaya meningkatkan mutu pendidikan perlu dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada rencana strategis. tetapi dengan risiko kegagalan yang besar akibat inovasi itu kurang dihayati secara penuh oleh pelaksananya. suatu perubahan yang mendasar. Sejak awal. dari pemerintah ke masyarakat. melibatkan banyak pihak. Komite Sekolah. di samping secara konseptual "cacat sejak lahir". akar rumput (grass-root). IV. Kemampuan professional guru akan terwujud apabila guru memiliki kesadaran dan komitmen yang tinggi dalam mengelola interaksi belajarmengajar pada tataran mikro. Mungkin tak aneh bila dilaporkan banyak guru mengalami stres dan jenuh. dari sesuatu yang sifatnya nasional menuju yang lokal. Istilah-istilah lain yang populer dan memiliki nuansa yang sama dengan "berbasis" adalah pemberdayaan (empowerment).000 jenis urusan dengan karakteristik yang berbeda dan itu merupakan sumber stres bagi mereka. dan secara implisit dimuati obsesi demi menanamkan "aset politik" di masa depan. Kami menilai bahwa banyak inovasi pendidikan yang diluncurkan di Indonesia dewasa ini yang melanggar prinsip-prinsip tersebut. Intinya. Langkah percepatan dapat saja dilakukan. Fullan & Stiegerbauer (1991: 33) dalam "The New Meaning of Educational Change" mencatat bahwa setiap tahun guru berurusan dengan sekitar 200. Dewan Pendidikan. Suatu inovasi mestinya jelas kriterianya.Salah satu upaya peningkatan profesional guru adalah melalui . Keterlibatan seluruh komponen pendidikan (guru. masyarakat. KESIMPULANKebijakan pendidikan harus ditopang oleh pelaku pendidikan yang berada di front terdepan yakni guru melalui interaksinya dalam pendidikan. serba instan. evaluasi berbasis siswa (student based evaluation) dikenal juga dengan evaluasi portofolio. dan dirasakan manfaatnya oleh pihak yang melaksanakannya. targetnya tidak realistik. dan memiliki kontribusi terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan pada tataran makro. Supriadi (2002:17) mengatakan: "orang yang mendalami teori difusi inovasi akan segera tahu bahwa setiap perubahan atau inovasi dalam bidang apa pun. didasari asumsi yang linier seakan-akan suatu inovasi akan bergulir mulus begitu diluncurkan.

2000.Implementasi kemampuan professional guru mensyaratkan guru agar mampu meningkatkan peran yang dimiliki. David. baik kepala sekolah dan pengawas menggunakan lembar pengamatan yang berisi aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah. Mewujudkan kondisi ideal di mana kemampuan professional guru dapat diimplementasikan sejalan diberlakukannya otonomi daerah. Administrasi Pendidikan. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Supandi. (http://www. mediator. Fullan & Stiegerbauer. Supriadi. Semarang: Universitas NegeriSemarang.html). Fungsi dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah sebagai Administrator dan Supervisor Sekolah. Pemahaman Guru Terhadap Inovasi Pendidikan.depdiknas. Profesionalisasi Guru Secara Internal. dan evaluator sehingga diharapkan mampu mengembangkan kompetensinya. sarana dan prasarana. 2003. keuangan.olam. 1989. Jakarta: Kompas (16 Agustus 2002). Akuntabiliras Profesi. Jakarta : Kompas. "belajar mengetahui (learning to know). Boston: Houghton Mifflin Company. belajar hidup bersama (learning to live together). MD. Achmad. Artikel. 1996. transmitter (penerus). Educational Reform in an Era of Disinformation. Petunjuk Pengelolaan Adminstrasi Sekolah Dasar. 2002.Jakarta: Depdiknas. Semarang: IKIP Semarang Press. Dedi. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (Buku 1). fasilitator. baik sebagai informatory(pemberi informasi). selaras dengan paradigma pembelajaran yang direkomendasiklan Unesco. Suprihatin. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. motivator. Data Standardisasi Kompetensi Guru.go. inisiator (pemrakarsa inisiatif). sedangkan untuk mensupervisi kinerja sekolah dilakukan dengan mencermati bidang akademik. bukan merupakan hal yang mudah. Sahertian.edu/epaa/v1n2. director. organisator. The New Meaning of Educational Change. Jakarta: Departemen Agama Universitas Terbuka. Sapari.html). 1997. Dalam pelaksanaannya. Sucipto. Depdiknas. Pelaksanaan supervisi pengajaran perlu dilakukan secara sistematis oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah bertujuan memberikan pembinaan kepada guru-guru agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Piet A. 2000. DAFTAR PUSTAKA Balitbang Depdiknas. Konsep-Konsep dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Laporan Akhir Tahun Bidang Pendidikan & Kebudayaan.supervisi pengajaran. Artikel.Jakarta: Rineka Cipta. Untuk mensupervisi guru digunakan lembar observasi yang berupa alat penilaian kemampuan guru (APKG). Dedi. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Makalah Seminar Nasional. 2002.1991. . 1999. 2001. Depdiknas. keterkaitan berbagai komponen pendidikan sangat menentukan implementasi kemampuan guru agar mampu mengelola pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu.id.asu. dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be)". Jakarta: Depdiknas. Supriadi. Berliner. serta hubungan masyarakat. kesiswaan. 2001. personalia. Hal tersebut lantaran aktualisasi kemampuan guru tergantung pada berbagai komponen system pendidikan yang saling berkolaborasi. belajar bekerja (learning to do). (http://www.

Jakarta: Dirjen Dikti. New York: A Plime Book. 2000) hal. http://s1pgsd. 2000. Sahertian. Piet A.blogspot. Moh Uzer. (Jakarta : PT Rineka Cipta. Jakarta: Rineka Cipta. Usman. Seminar Lokakarya Internasional.1997. Samana. Drs.27-29 . (Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Sahertian. Your Child's Scholl.com/2009/02/supervisi-pendidikan-1. Prof. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. h.html [1] . 2 [4] . Mohamad. 2000) hal.html [3] . Bandung: Remaja Rosdakarya http://s1pgsd. 1 [2] . (Jakarta : PT Rineka Cipta. IGK. Semarang: IKIP PGRI. Wardani. Drs. . Townsend. Peran Organisasi Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.com/2009/02/supervisi-pendidikan-1. Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).Surya. 1992. 1996. 1994). Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Suryasubrata.blogspot. 2002. Prof. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Menjadi Guru Profesional. Diana & Butterworth. Piet A. A. Profesionalisme Keguruan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful