P. 1
Materi Kelas 3

Materi Kelas 3

|Views: 7,431|Likes:
Published by lutvchaky

More info:

Published by: lutvchaky on Feb 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

1 DAFTAR ISI Kata pengantar Daftar isi Kurikulum 2004 Bab 1 Mempersiapkan pendirian usaha .................................................................................. 3 A.

Perencanaan pendirian usaha .................................................................................. B. Mengurus surat izin usaha Soal-soal latihan Bab 2 Permodalan usaha A. Masalah permodalan usaha B. Peminjaman modal usaha tambahan Soal-soal latihan Bab 3 Pengajuan kredit usaha A. Kredit investasi B. Kredit modal kerja C. Prosedur mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja D. Skema kredit investasi dan kredit modal kerja Soal-soal latihan Bab 4 Menentukan tempat usaha dan fasilitas bahan baku A. Menentukan tempat usaha B. Analisis penentuan tempat usaha C. Mengadakan fasilitas dan bahan baku Soal-soal latihan Bab 5 Merekrut dan mengelola sumber daya manusia A. Merekrut sumber daya manusia sebagai tenaga kerja B. Konsep, unsure, sifat, manfaat dan penetapan sumber daya manusia C. Langkah dan tahapan pengelolaan sumber daya manusia D. Cara mengembangkan pengelolaan sumber daya manusia E. Pelaksanaan pengelolaan sumber daya manusia Soal-soal latihan Bab 6 Mempersiapkan dan mengelola administrasi usaha A. Masalah administrasi usaha B. Macam kegiatan administrasi usaha Soal-soal latihan Bab 7 Mengelola keuangan usaha dan menghitung rasionya A. Perencanaaan pengelolaan keuangan usaha B. Proses pengeloaan keuangan usaha Soal-soal latihan Bab 8 Pemasaran produk A. Peranan dan tujuan pemasaran produk B. System pemasaran produk C. Macam, jenis, tipe, dan proses pemasaran produk D. Menyususn perencanaan pemasaran produk E. Pelaksanaan pemasaran produk Soal-soal latihan Bab 9 Kiat persaingan usaha

2 A. Persaingan usaha B. Kiat mengatasi persaingan usaha Bab 10 Pengendalian usaha A. Pedoman pengendalian usaha B. Prinsip dan tujuan pengendalian usaha C. Pelaksanaan pengendalian usaha D. Praktek khusus pengendalian usaha Soal-soal latihan Bab 11 Penyusunan laporan pengelolaan usaha A. Menyusun laporan pengelolaan usaha B. Laporan keuangan usaha Soal-soal latihan Bab 12 Menyusun perencanaan pengembangan usaha A. Proses perencanaan pengembangan usaha B. Kerangka perencanaan pengembangan usaha C. Karakteristik perencanaan pengembangan usaha D. Teknik pengembangan usaha E. Realisasi pengembangan usaha Soal-soal latihan Bab 13 Mengevaluasi kegiatan usaha A. Konsep evaluasi usaha B. Model dan bentuk evaluasi kegiatan usaha Soal-soal latihan

MENERAPKAN PENDIRIAN USAHA

3

1.

MENERAPKAN PENDIRIAN USAHA 1. Pokok pikiran mempersiapkan pendirian usaha Seorang calon wirausaha didalam mempersiapkan pendirian usahanya, tidak mungkin berhasil dengan baik tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu. Perencanaan pendirian usaha itu memang harus ada, betapa pun sangat sederhana. Di sisi calon wirausaha, dalam rangka mempersiapkan pendirian usahanya, diwajibkan membuat perencanaan. Mengapa calon wirausaha harus membuat perencanaan usaha? Karena perencanaan wirausaha itu merupakan alat yang paling ampuh untuk menentukan prioritas, mengukur kemampuan, serta mengukur keberhasilan serta kegagalan usaha. Perencanaan pendirian usaha akan memberikan uraian tentang langkah-langkahnya dengan sasaran, target, petunujuk pelaksanaan, jadwal waktu, strategi, taktik, program, biaya, dan kebijakannya. Adapun perencanaan pendiriran usaha yang dibuat secara tertulis merupakan perangkat yang tepat untuk mengendalikan usaha agar fokus pelaksanaan usahanya tidak menyimpang. Membuat perencanaan pendirian usaha itu merupakan pengalaman yang paling berharga bagi para calon wirausaha. Selanjutnya berdasarkan pengalaman tersebut dan adanya data-data yang sudah terkumpul, maka pelaksanaan usahanya akan berkembang dan akan dapat mencapai sasaran dan tujuannya. Di dalam mempersiapkan pendirian usaha, calon wirausaha harus membuat dan menuangkan pokok-pokok pikirannya yang mencangkup: 1. nama perusahaan 2. lokasi perusahaan 3. komiditi yan akan diusahakan 4. konsumen yang akan dituju 5. pasar yang akan di tuju 6. patner yang akan di ajak kerja sama 7. personil yang dipercaya untuk membantu menjalankan usaha 8. jumlah modal yang dibutuhkan dan yang tersedia. 9. peralatan yang perlu disediakan 10. penyebaran promosi 2. Faktor pendirian usaha Dalam mengambil keputusan untuk mewujudkan minatnya berkaitan dengan persiapan pendirian usaha, unsur kepribadian calon wirausaha sangat berperan. Suatu keputusan didalam merencanakan pendirian usaha dengan penuh minat, selalu berhubungan dengan tanggung jawabnya. Selanjutnya calon wirausaha yang akan mendirikan usaha,dalam rangka mempersiapkan pendirian usahanya, perlu menelaah dan memahami kekuatan dan kelemahan yang ada padanya. Di dalam merencanakan pendirian usaha itu, calon wirausaha menerapkan kekuatan mentalnya dan selanjutnya dapat melaksanakannya sesuai dengan minat dan kemampuannya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi, biasanya selalu memberikan pengaruh positif terhadap perencanaan pendirian usaha. Selanjutnya faktor utama yang dapat mendorong seseorang ingin mendirikan usaha yaitu adanya peluang usaha, ingin menghimpun kekayaan, ingin menjadi bos sendiri, ingin memperoleh keuntungan dan sebagainya. Seperti kita ketahui semakin maju suatu Negara, akan semakin banyak orang terdidik dan banyak juga orang yang menganggur. Oleh karena itu akan semakin terasa pentingnya perkembangan dunia usaha. Adapun dunia usaha itu merupakan suatu

4 kegiatan usaha yang penuh tantangan dan penuh risiko. Oleh karena itu untuk mempersiapkan pendirian usaha, seorang calon wirausaha terlebih dahulu perlu menghayati faktor-faktor usaha yang dapat mendukungnya. Agar pendirian usahanya berhasil maka calon wirausaha selain memahami faktor-faktor usaha, juga harus dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Pemahaman dan penghayatan terhadap faktor-faktor usaha, sangat penting dalam rangka merealisasikan pendirian usaha. Agar lebih jelas faktor-faktor yang perlu diperhatikan dan dan dihayati oleh calon pendiri usaha. Simaklah uraian sebagai berikut: a. alam faktor alam yang perlu dipelajari oleh calon wirausha, antara lain: tanah, sumber air, bahan mentah dan bahan baku, bangunan atau pabrik dan sebaginya. b. modal usaha faktor modal usaha yang perlu dipelajari oleh calon wirausaha, meyangkut pembiayaan kegiatan usaha dan pengembangannya. c. keterampilan usaha faktor keterampilan usaha yang perlu dimiliki oleh calon usaha antara lain: keahlian, kemampuan, keterampilan teknis, pengetahuan teknologi dan sebagainnya. d. tenaga kerja faktor tenaga kerja sangatlah penting. Sumber tenaga kerja dapat diambil dari keluarga sendiri, teman-teman dan dari orang lain. e. faktor-faktor lainnya adapun faktor-faktor lainnya yang dapat menunjang keberhasilan dalam mempersiapkan pendirian usaha dapt diuraikan sebagai berikut: 1. faktor lingkungan internal faktor lingkungan internal merupakan suatu variabel yang menyatakan tingkat kemampuan calon wirausaha yang mengendalikan pendirian usahanya. Berikut ini diberikan uraian ringkas tentang faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor lingkungan internal. a. sumber daya finansial di dalam mempersiapkan pendirian usaha, faktor financial hendaknya disiapkan dan diuraikan berdasarkan kebutuhannya. b. sasaran dan tujuan calon wirausaha yang aakn mendirikan usaha, terlebih dahulu harus menetapkan sasaran dan tujuan usahanya. Hal itun dimaksudkan untuk mengetahui target-target yang harus di capai, kemajuan dan perkembangaannya. c. manajemen usaha calon wirausaha harus menyusun tim yang efektif dan efisien serta bertanggung jawab untuk mengimplementasikan dan merealisasikan pendirian usaha. d. pemasok pemasok yang digunakan harus didasrkan pada faktor-faktor penunjangnya seperti harganya , waktu penyerahannya, kualitas bahan bakunya dan sebagainya. 2. faktor lingkungan eksternal Faktor penunjang eksternal akan menunjang keberhasilan dalam merealisasikan pendirian usaha. Faktor lingkungan eksternal meliputi hal-hal berikut:

5 a. kebudayaan Calon wirausaha yang akan mendirikan usaha harus mempertimbangkan pergeseran populasi menurut demografi dan budaya masyarakat. Misalnya dampak ledakan penduduk, perubahan sikap pnduduk, kesehatannya, tuntutannya, adapt istiadatnya dan sebagainnya. b. persoalan hukum Dalam mempersiapkan pendirian usaha, biasanya calon usaha banyak menghadapi persoalan hukum, misalnya perizinan usaha. Disini calon wirausaha harus bersiap-siap untuk dapat mengurus dan mengatasi perizinan usaha dan persoalan hukum lainnya. c. perekonomian Dalam rangka mempersiapkan pendirian usaha, calon wirausaha harus memperhatikan dan mempertimbangkan perubahan dalam pendapatan nasional bruto, pengangguran menurut daerah geografis, dan sebagainya. d. teknologi Calon wirausaha yang mempersiapkan pendirian usaha, harus mempertimbangkan adanya perkembangan teknologi baru yang mungkin akan mempengaruhi pembuatan poduk dan perkembangan usahanya. e. persaingan Calon wirausaha yang akan mempersipkan pendirian usaha, sebagaian besar selalu menghadapi ancaman persaingan dari perusahaan-perusahaan besar yang sudah lama berdiri. Di sini calon wirausaha harus bersiap-siap untuk merencanakan strategi yang paling efektif dan tepat untuk menghadapi persaingan khususnya dalm bidang pemasaran. f. permintaan Sebagian besar produk akan mengikuti daur hidupnya. Berbagai tahap dari daur hidup produk, biasanya berhubungan dengan pertumbuhan permintaan, penurunan, permintaan dan sebagainya. Disini calon wirausaha harus membuat persiapan cara mengatasi berbagai perubahan dalam permintaan produk. Cara yang dapat dijalankan calon wirausaha adalh menetapkan saluran distribusi yang tepat, promosi, harga produk, model produk, manfaat produk dan sebagainya. g. bahan mentah dan bahan baku Dalam mempersiapkan pendirian usaha, calon wirausaha harus memperhatikan sumber bahan mentah atau bahan baku. Gagasan terbaik dalam mengatasi bahan mentah adalah membetuk hubungan yang kuat dengan pemasok dan mewaspadai adanya ancaman kelangkaan bahan mentah. Apabila calon wirausaha mempunyai gagasan atau ide untuk mempersiapkan pendirian usaha, maka dia akan mencari faktor-faktor yang dapat mendorong gagasan atau idenya itu. Faktor-faktor tersebut antar lain dapat berupa dukungan keluarga, teman, pengalaman, keuangan, keadaan ekonomi, keadaan lapangan kerja, sumber daya yang tersedia, dan sebagainya. Adapun faktorfaktor yang lain cukup berpengaruh yaitupertimbangan pengalaman dengan spirit, energi serta rasa optimis di dalam mengelola usahanya. Oleh sebab itu, persiapan pendirian usaha sebaiknya di lakukan pada saat calon wirausaha memiliki semangat rasa optimis dan sudah dipertimbangkan untung ruginya. Adapun faktor-faktor umum dalam rangka mempersiapkan pendirian usaha antara lain sebagai berikut:

6 1. personal Faktor rasional menyangkut aspek-aspek kepribadian calon wirausaha yang akan mendirikan usaha. 2. sociological Faktor sociological menyangkut masalah hubungan calon wirausaha yang akan mendirikan usaha dengan dukungan keluarga, famili, teman dan sebagainya. 3. environmental Faktor environmental menyangkut hubungan calon wirausaha yang akan mempersiapkan pendirian usaha dengan lingkungannya (bygrave, 1994). Dalam prakteknya kadang-kadang calon wirausaha yang akan mempersiapkan pendirian usaha di dorong oleh rasa optimis yang berlebihan. Untuk memecahkan atau mengatasi rasa optimis yang berlebihan itu ialah dengan melakukan evaluasi. Bagaimana cara mengevaluasinya? Cara untuk menevaluasi adalah berhubungan dengan teman-teman yang akan di ajak kerja sama, para karyawan, sumber modal, komiditi yang akan di jual, dan daya serap pasar. Mempersiapkan pendirian usah, bergantung juga pada faktor-faktor berikut ini. 1. Minat dalam usaha Dalam mempersiapkan pendirian usaha, apakah calon wirausaha berminat mengelola di bidang industri, di bidang jasa, dan sebagaianya. 2. Relasi usaha Dalam mempersiapkan pendirian usaha, apakah calon wirausaha sudah ada relasi usahanya yang menekuni usaha yang sama. 3. Perizinan usaha Dalam mempersiapkan pendirian usaha, apakah calon wirausaha sudah mengurus perizinan usahanya. Setaip timbul gagasan atau ide untuk perencanaan pendirian usah, akan timbul pertanyaan. Apakah bentuk dan jenis usahanya ? (Atesuna). Jika keliru memilih jenis usaha, akan menyebabkan kesulitan atau kegagalan di dalam usahanya. (Rhenaldi). 3. Situasi lingkungan usaha Calon wirausaha di dalam mempersiapkan pendirian usaha harus memperhatikan situasi lingkungannya. Adapun lingkungan usaha yang yang perlu diperhatikan dan dipahami calon usaha yaitu sebagai berikut. a. Situasi lingkungan usaha secara umum Situasi lingkungan usaha secara umum yang harus dipelajari oleh calon wirausaha dalam rangka pendirian usaha antara lain sebagai berikut: 1. Alam disekitar tempat usaha Dlam hal ini, calon wirausaha harus memperlajari:  Keadaan tanah, keadaan sumber air, keadaan bahan mentah atau bahan baku, dan sebagainya.  Kemudahan atau tersedianya sarana transportasi dan sebagainya. 2. lingkungan masyarakat Dalam hal ini calon wirausaha harus mempelajri tentang:  adat istiadatnya, aganmanya, budaya, pandangan, daya belinya, dan sebagainya.  Kegemarannya, hobinya, minatnya, dan sebagainya.

7 b. Situasi fasilitas usaha Situasi fasilitas usaha yang harus dipelajari oleh calon wirausaha antara lain sebagai berikut: 1. Peraturan pemerintah Peraturan pemerintah disini mengandung ketentuan tentang perizinan usaha, hak, dan kewajiban penyelenggaraan usaha. 2. Perkreditan Di sini calon wirausaha, dalam rangka mempersiapkan pendirian usaha, harus mencari lembaga-lembaga keuangan mana yang akan memberikan pinjaman modal usaha dengan persyaratan yang ringan. 3. Sarana usaha Di sini calon wirausaha, dalam rangka dalam rangka mempersiapkan pendirian usaha, harus menyiapkan sarana mana yang diperlukan dan efisien di dalam penggunaannya. 4. Pembinaan usaha Di sini calon wirausaha, dalam rangka mempersiapkan pendirian usaha, harus mengetahui badan atau lembaga-lembaga mana yang kiranya dapat membantu dan memberikan pembinaan. Calon wirausaha yang akan mempersiapkan pendirian usaha, dari awal harus menyadari dan mampu menganalisis situasi diri dan situasi lingkungan usaha dan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah ada peluang untuk bidang usaha yang akan didirikan? 2. apakah calon wirausaha tahu betul mengenai seluk beluk bidang usaha yang akan didirikan? 3. apakah calon wirausaha sudah menjajaki diaman, kapan, dan kepada siapa untuk mendapatkan pinjaman modal usaha? 4. apakah calon wirausaha tahu persis siapa nanti yang akan menjadi pesaing dan calon pesaing di dalam bidang usaaha yang sama? 5. apakah calon wirausaha tahu persis siapa pensuplainya?apakah ada calon pensuplai yang potensiapl di tempat lain? 6. apakah calon wirausaha tahu persis berapa besar pasar yang hendak dilayani? 7. apakah calon wirausaha tahu persis teknik pembuatan barang? 8. apakah calon wirausaha sudah menentukan dimana lokasi usaha akan didirikan? 9. apakah calon wirausaha mengerti tentang seluk beluk peralatan usaha yang diperlukan yang akan digunakan? 10. apakah calon wirausaha mengetahui cara untuk mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan? 11. apakah calon wirausaha mengetahui segala peraturan pemerintah yang menyangkut yuridis tentang perizinan usaha?

8  Berbisnis jika berhasil akan memberikan earning yang berlipat ganda, namun risikonya juga sepadan dengan hasilnya. (Rhenaldi)  Proses perencanaan usaha dimulai dengan merumuskan dengan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. (Danggun) 4. Faktor pertimbangan khusus Faktor pertimbangan khusus yang perlu dilakukan oleh calon wirausaha dalam rangka mempersiapkan pendirian usaha, meliputi hal-hal berikut ini: b. Perencanaan pasar Dengan adanya perkembangan dunia usaha dan semakin tajamnya persaingan, maka usaha yang baru didirikan, bukan hanya didorong untuk melayani kebutuhan pasar saja, akan tetapi harus dapat menciptakan pasar. Di sini, sebelum calon wirausaha menentukan jenis atau bentuk usaha, terlebih dahulu harus meneliti apa yang diminta oleh pasar. Seperti kita ketahui, kiblat pertama bagi calon wirausaha di dalam mempersiapkan pendirian usaha yitu harus merencanakan dan mempertimbangkan pasarnya. Selanjutnya dengan mendayagunakan kemampuannya, calon wirausaha harus merencanakan dab menciptakan pemasaran jenis barang yang berbeda dengan barang sejenis yang telah lama dikenal umum dipasaran. c. Perencanaan pokok usaha Setelah calon wirausaha mengadakan pengamatan dan penelitian pasar, diharapkan dapat memperkirakan pemasaran jenis barang dagangan atau produk apa yang akan dikembangkan. Berdasarkan luasnya pasar, calon wirausaha didalam rangka mempersiapkan pendirian usaha harus memperhitungkan perencanaan pokok usaha di bawah ini. 1. Perencanaan produksi Dalam merencanakan produksi, calon wirausaha diharapkan menguasai hal-hal yang menyangkut cara pembuatan dan peyediaan barang yang maksimal sebanyak jumlah yang didapat diserap oleh pasar. 2. Perencanaan keuangan Dalam mempersiapkan pendirian usaha, calon wirausaha diharapkan dapat menguasai faktor-faktor pendukung yang dapat menunjang keberhasilan usaha. Di sini calon wirausaha selalu dihadapkan pada banyak pilihan antara lain memproduksi barang, memasarkan barang, alat-alat produksi, dan merencanakan keuangan usaha. 3. Perencanaan penjualan Dalam mempersiapkan pendirian usaha, calon wirausaha harus memperhitungkan atau menafsirkan jumlah barang yang akan diproduksi dan dapat dijual serta dapat dijual oleh pasar. Selanjutnya calon wirausaha harus memperhatikan dan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini: a. bagaimana tanggapan konsumen dengan adanya perusahaan baru? b. Bagaimana tanggapan keluarga dan orang-orang yang akan membantu dalam mempersiapkan pendirian usaha?

9 c. Berapa jumlah bahan mentah atau bahan baku yang diperlukan dan berapa biayanya? d. Bagaimana kemampuan dan keahlian sumber daya manusia yang akan memproduksi barang-barang? e. Bagaimana mempersiapkan peralatan atau mesin-mesin meproduksi barang? f. Berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan? g. Bagaimana mempersiapkan anggaran keuangan usaha? 5. Proses perencanaan pendirian usaha Agar proses perencanaan pendirian usaha berhasil, maka calon wirausaha harus mempunyai perencanaan usaha jangka panjang dan jangka pendek. Adapun pelaksanaan proses pendirian usaha itu, dimulai dengan merumuskan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai perusahaan. Secara umum proses dan hakikat perencanaan pendirian usaha ynag dilakukan oleh para calon wirausaha adalah sama. Adapun proses perencanaan pendirian usaha itu ada delapan langkah pokok sistematis yaitu: Langkah pertama mrumuskan tujuan dan sasaran usaha. Kemudian calon wirausaha mengumpulkan data, fakta, dan informasi mengenai informasi mengenai situasi dan kondisi lingkungan di sekitar tempat usaha yang akan didirikan. Langkah kedua mngumpulkan fakta, data dan informasi mengenai situasi kondisi usaha yang akan didirikan. Langkah ketiga mengadakan pembahasan atau analisis mengenai fakta, data dan informasi yang didapatkan dari langkah 1 dan 2 untuk mencari peluang usaha, mengenai ancaman, kekuatan, dan kelemahan di dalam mengambil langkah-langkah kegiatan usaha pada masa mendatang. Langkah keempat merumuskan sasaran usaha yang akan didirikan dengan penuh tanggung jawab Langkah kelima merumuskan berbagai berbagai alternative dan memilih alternative yang terbaik dan dapt ditempuh untuk merealisasikan sasaran pendirian usaha. Langkah keenam merumuskan rencana strategis pendirian usaha jangka pendek. Langkah ketujuh merumuskan rencana taktis pendirian usaha jangka panjang. Langkah kedelapan menyusun anggaran belanja dalam rangka pendirian usaha. Perencanaan usaha merupakan alat yang ampuh untuk menentukan prioritas, mengukur kemampuan serta mengukur keberhasilan dkegagalan usaha. (Wiliam Jr) Suatu perencanaan usaha dapat menolong wirausaahawan untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan menyusun suatu rancangan yang teratur. 6. Kegiatan memulai usaha Di dalam praktek untuk mendirikan suatu usaha baru, calon wirausaha sangat memerlukan penguasaan mengenai berbagai faktor yang saling melengkapi.

10 Selanjutnya untuk melaksanakan serentetan kegiatan yang saling berhubungan itu, banyak hal yang perlu diperhitungkan dan dipertimbangkan diantaranya: a. berapa banyak bahan baku atau bahan mentah yang diperlukan oleh perusahaan? b. Berapa besarenya biaya yang diperlukan oleh perusahaan? c. Berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan? Sejak usaha baru didirikan maka para calon wirausaha akan dihadapkan pada banyak pilihan antara lain mengenai: a. produksi b. keuangan usaha c. pemilihan membuat produk barang atau jasa d. penetapan harga produk e. pelaksanaan pemasaran dan penjualan produk (barang atau jasa) setelah sebagain besar faktor-faktor usaha dapat dikuasai oleh wirausaha, kepribadiannya cukup mantap, modal usahanya sudah disiapkan, maka langkahlangkah kegiatan memulai usaha selanjutnya sebagai berikut: a. pengamatan pasar pengamatan pasar sangat penting dalam rangka pendirian usaha dan pengembangannya. Tujuan dari pengamatan pasar ialah agar produk (barang atau jasa) yang dihasilkan itu dapat dibeli oleh pasar dan menguntungkan. Pada dasarnya, kegiatan pengamatan pasar itu ialah untuk mencari dan memperoleh bahan keterangan dan informasi mengenai: 1. produk (barang/jasa) apa saja yang dapat diminta oleh pasar? 2. kapan produk (barang/jasa) tersebut diperlukan? 3. berapa jumlah produk (barang/jasa) yang diperlukan? 4. berapa dan siapa yang menjadi pembeli langsung? 5. bagaimana suasana persaingan dalam usaha? 6. bagimana cara pendistribusian produk (barang/jasa) di sini ada dua hal yang harus diperhatikan oleh para calon wirausaha mengenai bahan keterangan atau informasi yang perlu ditelaah, yaitu: 1. tanggapan khusus para pembeli mengenai barang/jasa yang dijual 2. mengatur potensi usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar b. menentukan jenis usaha dalam hal ini, akan sesuai dan cocok sekali jika calon wirausaha dapat menentukan jenis usaha yang akan dilaksanakan dan akan dikembangkannya. Didalam praktek, ada dua pilihan untuk menentukan jenis usaha yaitu: 1. menciptakan jenis kebutuhan pasar yang sesuai dengan potensial pasar 2. mengatur potensi usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar. c. pengaturan produksi agar jenis produk dan mutunya disenangi pembeli/pelanggan dan sesuai dengan kebutuhan pasar, maka calon wirausaha perlu menagtur produknya, antara lain dengan cara: 1. memperhatikan waktu, yaitu kapan produk itu diedarkan secepatnya. 2. menjaga kondisi produk, yaitu modelnya, mutunya, manfaatnya, bungkusnya, penyajiannya, dan sebagainya. 3. mengatur jumlah produk yang di produksi d. penentuan harga jual produk

11 di sini calon wirausaha harus dapat menentukan harga jual produk. Penentuan harga produk itu tergantung pada: 1. keuntungan usaha 2. daya beli konsumen/pembeli/pelanggan 3. harga produk umumnya dan persaingannya 4. komisi untuk para agen/penyalur 5. cara pembayarannya harga produk (brang atau jasa)itu merupakan salah satu penentu luasnya pasar. Oleh karena itu, untuk menentukan harga jual produk/jasa yang terbaik, diharapkan clon wirausaha dapat menguasai perhitungan masalah yang berkaitan dengan usaha. e. membuat produk jika jenis usaha sudah ditentukan dan akan dilaksanaka, selanjutnya calon wirausaha perlu mempertimbangkan dan memikirkan: 1. apakah keseluruhan proses produksi akan ditangani sendiri? 2. apakah ada sebagain proses yang dipercayakan kepada penguasha lain? f. tempat usaha 1. letak tempat usaha hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan diperhatikan dalam menentukan letak tempat usahnya: a. daerah sekitarnya dan masyarakatnya b. persaingan usahanya c. hubungan dengan pasar dan sumber bahan mentah atau bahan baku d. dekat dengan fasilitas air, listrik, jalan, telepon dan sebagainya. 2. tanah tempat usaha hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan diperhatikan dalam menentukan tanah tempat usaha yaitu: a. luas dan harganya b. sumber air, tempat pembuangan air limbah dan sebagainya g. rencana anggaran pendapatan dan belanja usaha (RAPB usaha) RAPB usaha adalah perhitungan kalkulasi usaha. Umtuk membuat RAPB usaha yang baru dimulai, semua pos-pos dalm jangka waktu tertentu harus di catat dengan teliti. Adapun manfaatnya RAPB ialah untuk mengawasi pelaksanaan usaha, mengetahui perkembangan usaha dan untuk mengambil keputusan yang tepat. Dengan adanya RAPB usaha, penggunaan uang akan lebih terkendali dan lebih terarah pada pencapaian usaha. 2. MENGURUS SURAT IZIN USAHA 1. Teknis pengurusan surat izin usaha Sebelum perusahaan memulai beroprasi, salah satu yang tidak boleh dilupakan oleh calon wirausah ialh mengurus surat perizinan usaha. Perizinan usaha itu merupakan alat untuk pembinaan , pengarahan, pengawasan, dan alat pengendalian pengelolaan usaha. Perizinan usaha ini dilakukan atau diwajibkan akan tercapai ketertiban di dalam usaha, kelancaran arus barang dan kesempatan untuk mengembangkan usaha. Didalam membantu perkembngn usaha, pemerintah daerah (pemda) banyak memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan usaha. Bagi pemerintah sendiri, perizinan usaha itu sangat penting untuk mengetahui perkembangan tentang di dunia usaha di wilayah Negara Republik Indonesia. Sebagai tindak lanjut inpres nomor 5 tahun 1984, tentang

12 penyederhanaan dan pengendalian perizinan di bidang usaha, telah diterbitkan SK Mentri perdagangan nomor 1458/KP/XII/1984. Dengan adanya kebijakan-kebijakan pemerintah daerah melalui peraturan dalam bidang perizinan usaha, berarti pememrintah daerah melalui peraturan dalam bidang perizinan bidang usaha, berarti pemerintah turut serta meningkatkan efektivitas dan produktivitas dalam bidang usaha. Adapun perizinan usaha yang harus dimiliki oleh calon wirausaha itu banyak macamnya dan bergantung pada jenis usaha yang akan dijalankannya. Seperti kita ketahui bahwa untuk usah industri pada prinsipnya diperlukan izin-izin usaha antara lain: izin prinsip izin prinsip (IP) adalah suatu persetujuan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah (pemda) setempat untuk mendirikan perusahaan industri. b. izin penggunaan tanah izin penggunaan tnah (IPT) ini dikeluarkan oleh kantor agraria pemda setempat, setelah izin pembebasan tanah dimiliki. Izin pembebasan tanah itu berupa sertifikat hak guna bangunan (SHGB). c. izin mendirikan bangunan Izin mendirikan bangunan (IMB) dikeluarkan oleh pemda melalui dinas pengawasan pembangunan kota (DPPK). Adapun persyaratan untuk menggurus IMB ialah bangunn yang akan didirikan harus sesuai dengan gambar yang telah disahkan oleh kepala dinas, pelaksanaan pembangunannya tidak bioleh menggangu tempat masyarakat disekitarnya dan sebagainya. d. izin gangguan izin gangguan diukeluarkan oleh bagian undang-undang gangguan pemda setempat, sebelum mengajukan permohonan izin gangguan, calon wirausaha yang akan mendirikan perusahaan, wajib memiliki izin dari RT, RW, dan kelurahan setempat serta mendapat persetujuan tidak keberatan dari para tetangga terdekat. Adapun persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh calon wirausaha jika akan mendirikan perusahaan yaitu : 1. tempat usaha dan perkarangan harus selalu bersih 2. diesel atau mesin-mesin tidak bising, pondasi bangunan harus kuat menahan getaran, dan sebagainya. 3. menyediakan sarana pengaman, seperti alat pemadam kebakaran, obat-obatan dan sebagainya. 4. buka usaha hanya pada jam tertentu dan tidak menganggu masyarakat disekitarnya. 5. memiliki surat izin usaha pedagangan (SIUP). 2. Pelaksanaan pengurusan izin usaha Didalam pelaksanaannya, mengurus surat izin usaha tersebut tidaklah terlalu sulit. Setelah semua persyaratan dipenuhi, selanjutnya calon wirausaha dapat langsung menghubungi instansi yang terkait yang berwenang (pemda, kanwil perdagangan, kanwil perindustriian, kanwil pertanian, kanwil pariwisata, dan sebagainya). Di dalam mengurus perizinan usaha, kepada calon wirausaha diberikan formulir isian untuk dilengkapi. Adapun keterangan-keterangan yang diperlukan untuk mengisi formulir tersebut yaitu: a. nama perusahaan b. bentuk usaha c. nomor pokok wajib pajak (NPWP) d. alamat kantor e. identitas pemilik dan pengurus perusahaan f. jenis usaha

13 g. ketenagakerjaan h. golongan usaha i. mesin-mesin peralatan usaha j. permodalan usaha k. akta pendiian usaha Adapun prosedur untuk memperoleh perizinan usaha sebagai berikut: a. calon pengusaha atau pemohon mendatangi kanwildag atau kantor perdagangan di bagian perizinan b. dari bagian perizinan, calon pengusaha akan di beri buku pedoman formulir surat permohonan izin (SPI) dan mendapat penjelasan-penjelasan yang berhubungan dengan penyelesaian perizinan usaha. c. calaon pengusaha atau pemohon melengkapi dokumen-dokumen atau persyaratan yang diperlukan dan mengisis formulir SPI. Apabila kurang jelas, pemohon dapat meminta penjelasan petugas di loket perizinan usaha. d. formulir SPI yang sudah diisi di lampiri dokumen-dokumen atau persyaratan lainnya diserahkan ke loket perizinan usaha dan di sana kelengkapan itu akan diperiksa oleh petugas. e. calon pengusaha atau pemohon meninggalkan loket perizinan dengan membawa dokumen-dokumen asli, sedangkan yang dilampirkan atau foto copy aslinya. f. apabila permohonannya dikabulkan, maka pemohon akan menerima surat perintah pembayaran uang administrasi dan uang jaminan ke bank yang ditunjuk. g. setelah menerima surat perintah membayar, maka calon pengusaha atau pemohon langsung mendatangi bank yang ditunjuk untuk melakukan pembayaran sebagaimana yang sudah ditentukan. h. dengan menyerahkan tanda bukti pembaran dari bank, calon pengusaha atau pemohon dapat menghubungi bagian perizinan untuk mengambil surat izin usaha perdagangan. b. SITU (surat izin tempat usaha) 1. Ketentuan-ketentuan pokok SITU Untuk kelancaran usaha stiap pengusaha perlu mengurus surat izin tempat usaha. Surat izin tempat usaha dikeluarkan oleh pemerintah daerah tingkat II, sepanjang ketentuan-ketentuan undang-undang gangguan (HO) mewajibkannya. Adapun prosedur pengurusan surat izin tempat usaha di antaranya:  Terlebih dahulu meminta izin para tetangga disekitarnya kiri-kanan dan depanbelakang.  Jika sudah memperoleh izin dari para tetangga serta sudah diketahui oleh RT dan RW, selanjutnya diteruskan ke kelurahan dan kecamatan untuk memperkuat izin tempat usaha.  Permohonan surat izin dari para tetangga yang sudah diketahui oleh lurah dan camat, akhirnya di urus ke kotamadya/kabupaten untuk memperoleh surat izin tempat usaha. SITU setiap tahun sekali dilakukan registrasi (daftar ulang).  Membayar biaya izin dan leges, berdasarkan PERDA nomor 17/PD/1976, nomor 35/PD/1977 dan nomor 09 tahun 1986. 2. Syarat-syarat yang tertuang dalam SITU Dalam menjalankan perusahaan, pengusaha/pemilik/pengurus yang bersangkutan wajib mentaati syarat-syarat sebagai berikut: a. keamanan ketentuan umum untuk keamanan tempat usaha antara lain:

14  Dalam perusahaan harus disediakan alat pemadam kebakaran  Perusahaan yang kegiatannya menyediakan bahan-bahan yang mudah terbakar, harus menyimpan barang-barang tersebut dengan aman.  Bangunan perusahaan harus terdiri atas bahan-bahan yang tidak mudah terbakar.  Harus mengikuti dan mentaati undang-undang keselamatan kerj. b. kesehatan ketentuan umum untuk kesehatan tempat usaha antara lain:  Harus memelihara dan menjaga kebersihan dan kesehatan.  Harus menyediakan tempat kotoran/sampah yang tertutup  Harus mencegah kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan hidup.  Harus menyediakan alat-alat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) c. ketertiban Ketentuan umum untuk ketertiban tempat usaha antara lain:  Harus menjaga ketertiban  Kegiatan perusahaan akan dapat dilakukan berdasarkan peraturan pemerintah daerah  Melebihi ketentuan jam kerja, dapat dilakukan izin khusus.  Dilarang menyimpan barang-barang di pinggir jalan umum.  Penggunaan bangunan usaha harus sesuai dengan peraturan pemerintah daerah tempat perusahaan itu berdomisili. d. syarat-syarat lain syarat-syarat lain yng hrus dipenuhi yaitu:  harus mengutamakan penerimaan tenaga kerja dari penduduk disekitarnya yng mempunyai KTP.  Harus menjaga keindahanlingkungan dan mengadakan penghijauan. Seperti kita ketahui bahwa perusahaan yan melanggar syarat-syarat tersebut di atas, berakibat SITU-nya akan di cabut dan dikenakan tindakan tutupnya perusahaan. SITU pada umumnya di berikan dalam jangka waktu 3 tahun terhitung mulai tanggal permohonan, dan selambat-lambatnya 1 bulan sebelum jangka waktu tersebut berakhir harus mengajukan perpanjangan. SIUP (surat izin usaha perdagangan 1. Ketentuan umum SIUP SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh mentri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha di bidang perdagangan dan jasa. SIUP diberikan kepada para pengusaha baik perorangan, firma, CV, PT, koperasi, BUMN, dan sebagainya. SIUP dikeluarkan berdasarkan domosili atau penanggung jawab perusahaa. SIUP perusahan kecil dan menengah diterbitkan dan ditandatangani oleh kepala kantor perdagangan daerah tingkat II atas nama mentri, sedangkan SIUP perusahaan besar diterbitkan dan ditandatangani oleh kepala kantor wilayah departemen perdagangan daerah tingkat I atas nama mentri. SIUP perusahaan kecil dan menengah masa berlakunya tidak terbatas atau selama perusahaan yang dimilikinya masih menjalankan kegiatan usaha. SIUP bagi

15 perusahaaan besar mempunyai masa 5 tahun, berdasarkan tempat kedudukan perusahaa, dan berlaku untuk melakukan kegiatan perdagangan dalam negeri di seluruh wilayah republic indonesi. Untuk memperoleh SIUP, perusahaan wajib mengajukan surat permohonan izin. Perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan dapat dibedakan menjadi: 1. perusahaan kecil yaitu perusahaan yang mempunyai modal dan kekayaan bersih (netto) di bawah Rp. 25.000.000. 2. perusahaan menengah yaitu perusahaan yang mempunyai modal dan kekayaan bersih (netto) Rp. 25.000.000 sapai 100.000.000. 3. perusahaan besar yaitu perusahaan yang mempunyai modal dan kekayaan bersih (netto) diatas Rp. 100.000.000. Kewajiban pemilik SIUP Dalam pelaksanaannya, ada beberapa kewajiban yang dibebankan kepada pemilik SIUP di antarnya sebagai berikut: a. Pemilik SIUP wajib melaorkan kepada 1. kepala kantor wilayah departemen perdagangan atau kepala departemen kantor departemen perdagangan yang menerbitka SIUP, apabila perusahaan tidak melakukan lagi kegiatan perdagangan atau menuntup perusahaan disertai dengan pengembalian SIUP. 2. kepala kntor wilayah departemen perdagangan setempat mengenai: a. pembukaan cabang/perwakilan perusahaan b. penghentian kegaiatan atau penutupan cabang/perwakilan perusahaan. b. Perusahaan wajib memberikan data informasi mengenai kegiatan usahanya apabila diperlukan oleh mentri atau pejabat berwenang. c. Perusahaan wajib membayar uang jaminan dan biaya administrasi perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 1. warna putih untuk perusahaan kecil 2. warna biru untuk perusahaan menengah 3. warna kuning untuk perusahaan besar c. NPWP (nomor pokok wajib pajak) Setiap wajib pajak wajib mendaftarkan dirinya pada kantor pelayanan pajak setempat dan kepadanya diberikan nomor pokok wajib pajak (NPWP). Terhadap wajib pajak yang tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP, akan dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan dalam pasal 39 undang-undang , nomor 6 tahun 1983, yaitu: “ Barang siapa yang tidak disengaja mendaftarkan dirinya atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP sehingga dapat menimbulkan kerugian pada Negara, di pidana dengan pidana penjara selama-lamanya tiga tahun dan atau denda setinggitingginya sebesar empat kali jumlah pajak yang terutang atau yang kurang atau yang tidak dibayar”. Pada umumnya yang diwajibkan untuk mendaftarkan dan mendapatkan NPWP adalah setiap wajib pajak yang meliputi: 1. Setiap badan yang menjadi subjek pajak penghasilan yaitu CV, PT, firma BUMN/Kongsi, Koperasi, Yayasan/lembaga, dan badan usaha tetap. 2. Setiap wajib pajak orang pribadi/perorangan pajak penghasilan yang mempunyai penghasilan neto di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) yang mulai berlaku sejak tahun 2000 besarnya adalah: a. Rp. 2.880.000/tahun untuk diri wajib pajak. b. Rp. 1.440.000/tahun untuk wajib pajak pajak yang kawin (istri).

2.

16 c. Rp. 1440000/tahun untuk setap orang keluarga sedarah dan semenda dalam garis lurus dan anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhyah, maksimal 3orang 3.setiap wajib pajak harus mengisi surat pemberi tahuan, menandatangani dan meyampaikan kedirektorat jendral pajak ( kantor pelayanan pajak/ KPP ) dalam wilayah wajib pajak bertempat tinggal atau berkedudukan . Pada Umumya, Setiap orang yang mempuyai MPWP wajib mengisi dan meyampai kan surat pemberitahuan ( SPT ). Apabila SPT tidak disampaikan atau di sampaikan tidak sesuai dengan atas waktu sebagai mana yang ditentukan tersebut, di kenakan sangsi adminitrasi sebesar Rp. 10000 pengisian SPT harus dilakukan secara benar,jelas, lengkap sesuai dengan petunjuk yang di berikan yang harus di sampaikan kepada kantor pelayanan pajak tepat pada waktuya. 4. Setiap wajib pajak harus mengambil sendiri SPT yang telah di sediakan oleh Direktorat jendral pajak Mengisi, Menghitung, Dan memperhitungkan sendiri pajak yang terutang dalam satu dalam satu masa pajak dan meyampaikan SPT yang telah di isi dan di tandangani tersebut kepada direktorat jendral pajak/ kantor pelayanan pajak setempat dalam batas waktu yang telah di tentukan d. NRP (nomor register perusahaan) Nomor regester perusahaan di sebut juga tanda daptar perusahaan ( TDP ). Bagian belakang Perhatian 1. tanda daptar perusahaan wajibdi pasang di tempat tyang mudah di lihat oleh umum. 2. nomor tanda daptar perusahaan wajib di cantumkan pada papan nama perusahaan dan dokumen dokumen yang di pergunakan dalam kegiatan usaha 3. apa bila tanda daptar perusahaan hilang atau rusak, wajib mengajukan permintaan tertulis kepada kantor pendaptaran perusahaan untuk memperoleh penggantiya dalam waktu 3 bulan kehilangan atau rusak. 4. setiap peruahan hal hal yang di daptarkan wajib dilaporkan kepada kantor pendaptaran perusahaan denagmeyebutkan alasa alasanya, dalam waktu 3 bulan setelah terjadiya 3 bulan. 5. daptar perusahaan hapus apabila terjadi hal hal berikut : 6. tanda daptar perusahaanberlaku untuk jangka waktu 5 tahun sejak di terbitkan dan wajib diperbaharui selambat lambatya 3 bula sebelum masa berlakunya berakhir. Ketentuan pidana 1. barang siapa yang menurut undang undang ini dan atau peraturan pelaksanaanya di wajibkan mendaptarkan perusahaanya dalam daptar yang dengan sengaja atau karna kelalayannya tidak memenuhi kewajibannya di ancam dengan pidana penjara selama lamya 3 bulan atau pidan setinggi-tingginya Rp 3000000. tindak pidan tersebut merupakan kejahatan. ( pasal 32 ) 2. Barangsiapa melakukan atau meyuruh melakukan pendafaran secara keliru atau tidak lengkap dalam Daptar perusahaan diancam dengan pidana kurungan selamlamanya 3 ( tiga ) bulan atau pidana dendasetinggi-tinggiya Rp. 1500000. tindak pidana tersebut merupakan pelanggaran. ( pasal 33 ). 3. barang siapa tidak memenuhi kewajibanya menurut undang-undang ini dan atau peraturan-peraturan pelaksanaannya untuk menghadap atau menolak untuk meyereahkan atau menagjukan sesuatu persyaratan dan atau keterangan lain untuk keperluan pendaptaran dalam daptar perusahaan diancam dengan pidana kurungan

17 selama-lamaya 2 bulan atau pidana denda setinggi-tingginya Rp. 1000000 tindak pidna tersebut merupakan pelanggaran. ( asal 34 ). e. NRB (nomor rekening bank) Persyaratan untuk mendapatkan No rekening bank adalah sebagai berikut: poto copy KTP atau SIM 2. Mengisi pormulir contoh tanda tangan Nomor rekening bank untuk peusahaan minimal 2 orang yaitu: Bendahara; 2. Manajer. Sedangkan nomor rekening bankunuk per orangan hana yang bersangkutan saja. f. AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) Analisis mengenai dampak lingkungan adalah keseluruhan proses yang meliputi peyusunan analisis mengenai dampak lingkungan bagi berbagai usaha atau kegiatan terpadu / multi sector. Dengan perkataan lain, AMDAL adalah hasil studi mengenai dampak penting usaha atau kegiatan yang terpadu yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan melibatkan kewenangan lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab. Terlaksananya pembangunan yang berwawasan lingkungan dan terkendaliya pemanfaatan sumberdaya alam secarabijaksana merupakan tujuan dalam AMDAL ( Analisis mengenai dampak lingkungan ). Dampak penting menurut penjelasan pasal 16 di tentukan antara lain oleh : Jumlah manusiayang akan terkenadampak: Luas wilayah persebaran dampak : lamaya dampak berlangsung: Intensitas dampak: banyaknya Komponen Lingkungan lainnya yang akan terkena dampak: Sifat kumulatif dampak tersebut : Berbalik ( reversible ) atau tidak berbalik ( irreversible ) Adapun yang mendasari analisis mengenai dampak lingkungan, di antaranya: 1. jumlah manusia yang akan terkena dampak ; 2. luas wilayah persebaran dampak; 3. lamanya dampak berlangsung; 4. intensitas dampak; 5. bayaknya komponen lingkungan lainnya yang akan terkena dampak; 6. sifat kumulatif dampak tersebut; 7. berbalik ( reversible ) atau tidak berbalik ( irreversible ). Adapun yang mendasari medasari analisis mengenei dampak lingkungan, diantaranya: 1. undang –undang No. 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup: 2. undang-undang no. 5 tahun 1990tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya 3. undang-undang no. 24 tahun 1992 tentang penataan ruang 4. peraturan pemerintah no. 20 tahun 1990 tentang pengendalian pencmaran air 5. peraturn pemerinteh no. 51 tahun 1993 tentang analisis mengenai dampak lingkungan 6. keputusan presiden RI no. 23tahun 1990 tentang badan pengendalian dampak lingkungan

1.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

18 7. surat mentri Negara lingkungan hidup No. B 2335/MENLH/12/93,No.B2347/MENLH/12/93, tentang konsep kriteria kegiatan wajib AMDAL. Menurut keputusan mentri Negara lingkungan hidup/kepala badan pengendalian dampak lingkungan nomor: KEP .11 / MENLH 3/ 94, tanggal 19 maret 1994 bahwa bidang usaha yang harus memperhatikan AMDAL, di antaranya: 1. Bidang pertambangan dan energi; 2. bidang kesehatan; 3. bidang pekerjaan umum; 4. bidang pertanian; 5. bidang parpistel; 6. bidang transmigrasi dan pemukiman; 7. bidang prindustria; 8. bidang prindusterian; 9. bidang perdagangan; 10. bidang pertahanan dan keamanan; 11. bidang pengembangan tenaga nuklir; 12. bidang kehutanan 13. bidang pengendalian bahan berbahaya dan beracun; 14. bidang kegiatan terpadu / multisektor 3. mempersiapkan dokumen-dokumen perusahaan untuk mengurus surat izin dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan dalam pengurusan SIUP, tergantung pada jenis perusahaan. Perusahaan yang berbentuk PT Untuk perusahaan yang berbentuk PT, dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan dalam pengurusan SIUP antaralain; Salinan akta pendirian yang di buat notaries ; salinan pengesahan anggaran dasar dari departemen kehakiman salinan pendaptaran akta pendirian pada kepanitraan penagadilanm setempat salinan berita Negara tentang pendirian perseroan terbatas salinan risalah rapat umum pemegang saham tentang pengangkatan dereksi dan dewan komisaris salinan SITU dari pemerintah daerah salinan kartu anda penduduk( KTP )dari penanggung jawab 8. Salinan surat keputusan ganti nama dari penanggung jawab perusahaan, yang di keluarkan oleh mentri kehakiman / kepala daerah tingkat II ( apabila ada pengganti nam ) 9. pas poto 2 buah ukuran 3 cm x 4 cm dari penanggung jawab 10. salinan surat keputusan direksi dan persetujuan dewan komisaris mengenai pendirian cabang / perwakilan dan nomor surat izun usah perdagangan dari perusahaan setempat Perusahaan yang berbentuk prima ( fa ) Untuk perusahaan yang berbentuk firma, dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan dalam pengurusan SIUP antara lain: salinan akta pendirian yang dibuar notaries 2. salina surat tentang pendaptaran akta pendirian pada kepanitraan pengadilan negri setempat 3. salinan berita Negara tentang pendirian firma

5.

.

19 4. salinan surat keterangan SITU dari pemerintah daerah 5. salinan kartu tanda penduduk (KTP) dari penanggung jawab/pemilik 6. salinan surat keputusan ganti nama, dari penanggung jawab/pemilik perusahaan, yang dikeluarkan oleh mentri kehakiman/kepala daerah tingkat II (apabila ada pegantian nama). 7. pas poto duah buah ukuran 3 cm x 4 cm dari penanggung jawab/pemilik. c. Perusahaan yang berbentuk CV Untuk perusahaan yang berbentuk CV, dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan dalam penggurusan SIUP antara lain: salinan akta pendirian yang dibuat notaries 2. salinan tentang pendaftaran akta pendirian pada kepaniteraan pengadilan negri setempat 3. salinan berita Negara tentang pendirian CV yang bersangkutan 4. salinan surat keterangan SITU dari pemerintah daerah tingkat II. d. Perusahaan yang berbentuk perorangan Untuk perusahaan perseorangan, dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan dalam penggurusan SIUP antara lain: 1. salinan kartu tanda penduduk (KTP) dari pemilik 2. salinan surat keterangan SITU dari daerah tingkat II, sepanjang ketentuan-ketentuan undang-undang gangguan (HO) mewajibkan. 3. pas poto 2 buah ukuran 3 cm x 4 cm dari penanggung jawab/pemilik e. Perusahaan yang berbentuk koperasi Untuk perusahaan yang berbentuk koperasi, dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan dalam penggurusan SIUP tergantung pada luas wilayah oprasionalnya. 1. Koperasi yang kegiatannya lebih dari 1 provinsi/daerah tk.1 a. salinan surat pendiian koperasi dari Direktorat Jendral Koperasi b. salinan surat keterangan dari direktorat salinan jendral koperasi tentang: • nama dan jabatan penggurus • nama manajer • nomor badan hukum • jenis kegiatan dan domisili 2. Koperasi yang kegiatannya didalam daerah provinsi/daerah tk 1 yang mencangkup beberapa kabupaten/daerah tingkat II a. salinan surat pendirian koperasi dari kantor wilayah koperasi b. salinan surat keterangan dari kantor koperasi tentang:  nama dan jabatan penggurus  nama manajer  nomor badan hukum  jenis kegiatan dan domisili 3. Koperasi yang kegiataannya di dalam daerah/kabupaten daerah tingkat II salinan surat pendirian koperasi dari kantor wilayah koperasi salinan surat keterangan dari kantor koperasi tentang:

1.

a. b.

20  nama dan jabatan penggurus  nama manajer  nomor badan hukum  jenis kegiatan dan domisili f. Perusahaan yang berbentuk perusahaan perseroan (PERSERO) Untuk perusahaan yang berbentuk persero, dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan dalam penggurusan SIUP antara lain: 1. Salinan peraturan pemerintah tentang penyertaan modal 2. Salinan surat keputusan menteri keuangan tentang pengangkatan menteri 3. salinan akta notaries tentang pendirian perusahaan perseroan.

21

Kewirausahaan Tkt XII

BAB II. PERMODALAN USAHA
A. MASALAH PERMODALAN USAHA 1. Pengertian dan penggunaan modal usaha a. Pengertian modal usaha Modal adalah kolektivitas dari barang-barang yang masih ada dalam proses produksi. Modal usaha terjadi karena sinkronisasi dari produksi tidak langsung melalui fase-fase yang berturut-turut. Ada beberapa pendapat pengertian modal, diantaranya: 1. Menurut Prof. Dr. Meij, modal adalah kolektivitas dari barang-barang modal yang tercatat di neraca sebelah debet. 2. Menurut Prof Bakker, modal adalah berupa barang-barang kongkret yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan yang tercatat di neraca sebelah debet. 3. Menurut Prof. Polak, modal adalah kekuasaan untuk menggunakan barangbarang modal yang tercatat di neraca sebelah kredit. Adapun yang dimaksud dengan barang-barang modal adalah semua barang yang ada di dalam rumah tangga perusahaan yang berfungsi secra produktif untuk membentuk pendapatan. Modal barang disini adalah modal berbentuk aktiva berwujud, contohnya: tanah, gedung/pabrik, alat-alat, mesin-mesin dan sebagainya. Oleh karena itu yang dapat menjamin maju mundurnya perusahaan. Begitu juga masalah modal awal, harus tetap diusahakan dan di cari sampai cukup untuk menggerakan langkah pertama di dalam berwirausaha. b. Sumber perolehan dan manfaat modal usaha Sumber modal usaha idealnya dari modal sendiri, atau dapat kerja sama dengan patner yang masing-masing menyetorkan modalnya dan bisa juga dengan pihak bank.. Ada orang yang optimis dengan berutang ke pihak bank. Mereka berpendapat bahwa tanpa berutang, perusahaannya sulit untuk maju dan berkembang, sebab di dalam melaksanakan pemupukan modal sendiri sangat lambat. tetapi ada juga orang yang tidak mau berutang karena takut utang itu akan menjadi beban hidupnya. Di dalam mempersiapkan pendirian usaha dan perkembangaanya, wirausaha sangat membutuhkan modal usaha. Jika suatu usaha kekurangan modal, maka akan menimbulkan masalah misalnya: Adanya kekurangan biaya untuk pelaksanaan usaha, penelitian pasar, memproduksi barang dan sebagainya. Adanya kekurangan uang untuk pembelian mesin-mesin produksi Adanya kekurangan biaya untuk ekstensifikasi, adanya kekurangan spareparts bagi modal mesin-mesin produksi Adanya kekurangan biaya untuk pelaksanaan promosi dan distribusi.

 

22

1. 2. 3. 4.

Selanjutnya masalah permodalan tersebut akan menyangkut keseimbangan di dalam modal usaha yang meliputi hal-hal berikut ini: keseimbangan modal intern keseimbangan modal intern adalah keseimbangan antara modal yang ada dan tersedia di dalam perusahaan. keseimbangan ekstern keseimbangan modal ekstern adalah keseimbangan antara modal yang dibutuhkan dengan modal yang tersedia pada masyarakat. keseimbangan modal kuantitatif keseimbangan modal kuantitaif adalah keseimbangan antara jumlah modal yang dibutuhkan dari satu pihak dengan jumlah modal yng akan ditarik. keseimbangan modal kualitatif keseimbangan modal kualitaif adalah keseimbangan antara jenis barang modal yang akan digunakan di satu pihak dengan jenis modal untuk di tarik ke dalam perusahaan pihak lain. Untuk memperkecil timbulnya masalah permodalan usaha, wirausaha perlu memperhatikan dan memahami hal-hal sebagai berikut:  Bagaimana cara wirausaha memperoleh modal usaha, apakah cukup dipenuhi dari kekayaan sendiri atau dengan pinjaman dari pihak bank.?  Berapa besar modal usaha yang harus dipenuhi oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan? Kebutuhan modal usaha disini, contohnya untuk pembelian lahan/tanah, biaya bahan baku, biaya peralatan, biaya mesin-mesin dan sebagainya.  Membuat perencanaan permodalan usaha secara mantap untuk melaksanakan kegiatan atau tindakan-tindakan yang akan di jalankannya. Besar kecilnya modal usaha yang dibutuhkan wirausaha sangat bergantung pada jenis produk bisnisnya dan cara pemasarannya, meliputi: • Pelaksanaan produksi dan pemasaran serta penjualan produk • Lama penyimpanan produk di dalam gudang. • Besarnya persediaan bahan baku yang dibutuhkan. Kalau wirausaha sebagai pemilik perusahaan merasa sangat perlu dan secara ekonomis menguntungkan tanpa menganggu likuiditas, dapat saja mengajukan permohonan dan menggunakan modal usaha pinjaman dari bank. Namun unutk memberikan pinjaman modal usaha tersebut, pihak bank akan meninjau prusahaan milik wirausaha dari berbagai sudut, yaitu sebagai berikut: 1) Solvabilitas Solvabilitas adalah kemampuan badan usaha untuyk memenuhi semua kewajibannya apabila badan usaha itu dibubarkan. Dengan perkataan lain, solvabilitas itu adalah berapa besarnya jaminan ekstra terhadap modal dari luar. 2) Likuiditas

23 Likuiditas adalah kemampuan badan usaha untuk membayar utangutangnya yang telah jatuh tempo. 3) Rentabilitas Rentabilitas adalah kemampuan badan usaha untuk menghasilkan laba atau keuntungan. Seorang wirausaha akan mengambil pinjaman usaha dari pihak bank harus disesuaikan dengan kemampuan cara mencicilnya. (Atesuna) Jangan mengambil pinjaman modal usaha dari pihak bank seecara besar-besaran jika wirausaha tidak mampu menggunakannya secara produktif dan mengguntungkan. (Rhenaldi) 2. Penggolongan modal usaha a. Modal sendiri dan modal pinjaman Berdasarkan sumber perolehannya, modal usaha dapat dibedakan ke dalam modal sendiri dan modal pinjaman. 1. Modal sendiri Modal sendiri adalah sejumlah uang dan barang milik sendiri yang khusus disiapkan untuk digunakan dan ditanam serta dikelola dalam usaha atau bisnis. 2. Modal pinjaman atau kredit Modal pinjaman atau kredit dapat diperoleh dari: a.bank pemerintah atau bank swasta b. perorangan c. pamili atau teman d. penyalur barang e. penambahan modal lewat penjualan hasil produksi f. penambahan modal lewat penyisihan sebagian keuntungan usaha b. Harta tetap dan harta lancar Modal usaha atau modal kerja yang akan digunakan wirausaha di dalam mengelola perusahaan dapat dibedakan dalam bentuk harta tetap dan harta lancer. 1. Harta tetap Harta tetap adalah barang-barang yang dibeli bernilai tinggi dan tidak bergerak. Contoh harta tetap yaitu tanah, bangunan, mesin-mesin, instalansi listrik, instalansi listrik, dan sebaginya. 2. Harta lancar Harta lancar di sini meliputi: a) Uang tunai ada di dalam kas atau yang disimpan di bank b) Piutang atau tagihan yaitu sejumlah barang atau uang yang masih berada di tangan orang lain c) Persediaan barang jadi, setengah jadi, dan bahan mentah c. Modal aktif dan modal pasif Pada dasranya di dalam kegiatan usaha atau bisnis dikenal ada 2 macam modal yaitu modal aktif dan modal pasif. 1. Modal aktif Modal aktif adalah modal yang berbentuk aktiva/harta yang menunjukan bentuk modal usaha yang ditanamkan di dalam perusahaan. Modal aktif dapat dikelompokan berdasarkan masa pakaianya atau penggunaannya dan bedasarkan wujudnya a. Berdasarkan masa pakainnya

24 • Modal lancar (current assets) Modal lancar adalah keseluruhan aktiva perusahaan yang masa pakaiannya atau penggunaannya kurang dari satu tahun. Contoh modal lancar yaitu kas, barang, wesel, surat-surat berharga dan sebagainya • Modal tetap (fixed assets) Modal tetap adalah keseluruhan aktiva perusahaan yang masa pakainya atau penggunaannya lebih dari satu tahun. Modal tetap dapat dibedakan atas - Aktiva tetap berwujud (tangible assets), contohnya tanah, gedung, pabrik, mesin, alat-alat tahan lama dan sebagainya - Aktiva tetap tak berwujud (intangible assets) contohnya hak cipta, goodwill, hak paten dan merek dagang, dan sebagainya. b. Berdasarkan wujudnya 1. Modal barang Modal barang adalh modal-modal berbentuk aktiva berwujud, contohnya tanah, barang-barang, gedung, alat-alat, mesin-mesin dan sebagainya. 2. Modal tunai Modal tunai adalah modal-modal yang berbentuk uang tunai, contoh nya uang kas, cek, wesel tagih, simpanan di bank dan sebagainya. 2. Modal pasif Modal pasif adalah modal yang menunjukan dari mana asalnya modal dan merupakan suatu jumlah yang abstrak. Modal pasif dapat dibedakan atas dasr sumbernya dan atas dasr lama penggunaannya. a. Modal pasif atas dasar sumbernya • Modal sendiri Modal sendiri adalh modal yang berasal dari pihak dalam perusahaan, termasuk modal para pemilik atau pemegang saham. • Modal asing Modal asing adalah modl yang berasal dari pihak luar perusahan yaitu para kreditor. b. Modal pasif atas dasar lama penggunaannya • Modal pasif jangka pendek Modal pasif jangka pendek adalah modal yang berasal dari pihak luar yang harus dilunasi kembali dalam jangka waktu di bawah satu tahun. • Modal pasif jangka panjang Modal pasif jngka panjang adalah modal yang berasal dari pihak luar yang harus di lunasi kembali dalm jangka waktu lebih dari satu tahun. 3. Manfaat dan cara menyimpan modal usaha Manfaat dari adanya simpanan modal usaha, terutama kalau perusahaan tengah mengalami kekurangan modal yang cukup besar. Faktor pendorong wirausaha melakukan simpanan modal usaha yaitu: a. Adanya kesulitan di dalam permodalan usaha akibat adanya suatu resiko b. Adanya kemungkinan hal-hal yang tidak dapat dihindari karena kurang tepatnya Penilaian dan penghapusan permodalan atau persediaan modal usaha. Oleh karena itu, setiap kali perusahaan memperoleh pendapatan yang berwujud keuntungan, penyisihan pendapatan mutlak perlu dilakukan sebagai simpanan modal usaha yaitu:

25 a. b. c. d. Simpanan dapat dilakukan dari keuntungan bersih (netto) pendapatan usaha Simpanan dapat dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif Simpanan dapat dilakukan tanpa pengorbanan usaha Simpanan dapat dilakukan dengan hasrat yang baik karena adanya masalah dalam permodalan usaha.

Sebaiknya mulailah berusaha dengan modal keerja minimal, sambil mempelajari kebutuhan modal tambahan untuk pengembangan usaha yang menguntukngkan (Danggun) Permodalan usaha merupakan barometer bagi para pembutuh modal jangka panjang yang akan dipergunakan untuk ekspansi pendirian usaha dan pengembangannya. (Ategawa) Adapun perlunya dan manfaat perusahaan memiliki simpanan modal usaha yaitu sebagai berikut: a. Simpanan sebagai cadangan untuk perbaikan modal usaha perusahaan b. Simpanan sebagai cadangan untuk stabilisasi perusahaan c. Simpanan sebagai cadangan untuk permodalan ekspansi perusahaan Wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus berusaha memperbaiki struktur-struktur permodalan permodalan usaha. Selanjutnya, wirausaha juga harus berusaha untuk memperkecil persentase modal pinjaman jika dibandingkan dengan jumlah modal seluruhan yang ada di dalam perusahaan. Adapun perbaikan-perbaikan dan upaya yang harus dijalankan oleh wirausaha disini dapat dicapai dengan cara : 1. Menahan sekian persen dari keuntungan usaha; 2. Melunasi utang-utang yang diambil dari hasil keuntungan usaha Seperti kita ketahui bahwa perlunya penahanan keuntungan usaha dapat diartikan untuk memperbaiki likuiditasi perusahan. Bagitu juga dengan memperhatikan pelunasan utana-utang dengan bagian keuntungan uasha,berarti akan melepaskan perusaan dari beban-beban tetap usahanya. Selanjutnya, keuangan perusahaan akan lebih setabil dan akan mudah untuk menarik modal usaha jika diperlukan. Tujuaan wirausaha mengadakan simpanaan modal usaha ialah untuk menjaga kemungkinan-kamungkinan akan kekurangan modal kemudian hari simpanan modal perusahaan hanya dapat dipergunakan untuk ekspansi apa bila ekspansi itu membutuhkan modal jangka pendek. Adapun penarikan modal sendiri atau modal pinjaman dari pihak bank, tegantung pada; 1 struktur keuangan perusaan 2 keadaan keuangan uasha pada waktu lampau 3ekspansi parusahaan yang akan dijalankan Untuk memparbaiki permodalan usaha wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat melakukan dengan cara 1 melaksanakan simpan modal usaha secara teratur 2 pengambilaan pinjaman uang desinvetasi Sehat tidaknya struktur permodalan perusahaan akan ditentukan oleh: 1. penarikan modal usaha 2. kualitas modal pinjaman 3. perbandiingan beban dan keuntungan dari modal pinjaman B. PEMINJAMAN MODAL USAHA TAMBAHAN

26 Tujuan peminjaman dan cara penataan perusahaan Persoalan pokok yang perlu dipahami dn dikuasai oleh wirausaha sebelum memohon pinjaman modal usaha ke pihak bank, terlebih dahulu harus mengecek dan meningkatkan kemampuan dirinya untuk meneta perusahaannya adapun tujuan peminjaman modal usaha ke pihak bank ialah untuk memperluas dan mengembangkan usahanya agar dapat meningkatkan keuntungan. Dalam hal ini, sangat penting dan perlu dijadikan pegangan untuk menuntun kea rah mana modal pinjaman usaha itu digunakan. Adapun cara penataan perusahaan dalam rangka peningkatan peminjaman modal usaha ke pihak bank sebagai berikut: a. Secara umum Penataan perusahaan secara umum sebagi berikut: 1. Mengusai tata laksana usaha secara umum 2. Mengusai dan menerapkan manajemen usaha 3. Menguasai penggurusan dan penggunaan keuangan usaha 4. Menguasai cara memproduksi barang 5. Menguasai cara pemasaran dan penjualan bareang b. Secara khusus Penataan perusahaan secara khusus ialah dengan membina dan memupuk hubungan baik dengan lembaga-lembaga keuangan yaitu dengan pihak bank, para relasi dagang, para pelanggan dan sebagainya. Setelah wirausaha membuat rencana pendiriasn usaha dan pengembangaanya secara cermat, maka ia dapat memperkirakan jumlah modal maksimal, pinjaman yang dibutuhkan. Besarnya permohonan pinjaman modal usaha itu akan diteliti ulang oleh pihak bank tersebut,besar kecilnya berhubungan dengan kepercayaan kepada pihak wirausaha sebagai pendiri perusahaan. Adapun wirausaha pemilik perusahaan meminjam modal usaha untuk tambahan permodalan perusahaan, dengan tujuan: a. Meningkatkan keuntungan usaha b. Manambah modal usaha c. Memperluas dan mengembangkan usaha 2. Permohonan pinjaman modal usaha Setelah melalui pertimbangan dan perhitungan yang tepat, wirausaha sebagai pendiri perusahaan dapat merancang suatu permohonan pinjaman tambahan modala usaha kepada pihak bank. Biasabya, pihak bank selalu melihat perusahaan yng memohon pinjaman tambahan modal usaha dari sudut likuiditasnya. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban untuk membayar kembali pinjamannya tepat waktu. Di samping itu, wirausaha perlu menyiapkan jaminan secara nyata dalam bentuk: a. Harta milik pribadi b. Harta perusahaan yang mudah di jual Di jamin harus ada jaminan tersebut, pihak bank juga harus memperhatikan proses pencapaian keunutngan perusahaan wirausaha yaitu seberapa jauh kemungkinan usahanya dapat menguntungkan. Setiap perusahaa yang baru didirikan pada umumnya diharapkan dapat berkembang dan mendapatkan tambahan modal untuk membiayai iprasional usahanya. Modal usaha yang dibutuhkan itu dapat diperoleh dari modal sendiri atau dari hasil pinjaman dri pihak bank. Semakin berkembang kegiatan usahanya, maka akan semakin besar modal yang digunakan unutuk membiayai kegiatan tersebut.

27 3. Cara memohon pinjaman modal usaha Wirausaha sebagai pendiri dan pengelola usaha yang memerlukan pinjaman modal dari pihak bank, dapat mengajukan permohonannya. Adapun cara mengajuikan permohonan pinjaman modal usaha kepada pihak bank yaitu sebagai berikut: a. Diajukan langung kepada kantor bank pelaksana b. Mengisi daftar isian yang formulirnya sudah disediakan oleh kantor cabang bank pelaksana c. Memberikan keterangan yang lengkap dan benar mengenai keadaan keuangan Untuk mendaptkan pinjaman modal usaha dari pihak bank, wirausaha sebagai pemohon harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pihak bank yaitu: 1. Pemohon adalah serang pengusaha yan memiliki atau sedang mengajukan izin usaha, memiliki jaminan, memiliki bukti pembayaran pajak, memiliki akta pendirian usaha, dan sebagainya 2. Peminjaman modal usaha yang diajukan tersebut benar-benar akan digunakan untuk kegiatan usaha yang produktif 3. Peminjam modal usaha mengajukan permohonan denga dilengakpi persyaratannya. Sedangkan dokumen-dokumen yang perlu dilampirkan dalam permohonan pinjaman modal usaha dari pihak bank yaitu sebagai berikut: 1. Akta pendirian usaha 2. Kartu tanda penduduk 3. SITU, SIUP, dan AMDAL 4. Neraca rugi/laba 5. NPWP 6. Proposal usaha Ambilah pinjaman modal usaha apabila ada peluang untuk meningkatkan efesien dan efektivitas usaha (Rhenaldi) Jangan silau dengan tawaran pinjaman dari pihak bank jika wirausaha tidak membutuhkan dan tidak bisa menjalankannya. (Dizagin)

PENGAJUAN KREDIT USAHA A. Kredit Investasi 1. Pengertian, tujuan, dan fungsi kredit. Menetapkan tujuan dan fungsi pengkreditan sangat penting. Akan tetapi sebelum kita menetapkan tujuan dan fungsi, sebaiknya mengetahuai terlebih dahulu tentang pemberian kredit. Kredit adalah suatu pemberian prestasi pada suatu pihak ke pihak yang lain yang akan dikembalikan lagi pada suatu masa tertentu disertai dengan suatu kontraprestasi berupa bunga. Dengan kata lain, uang atau barang yang diterima sekarang akan dikembalikan pada masa yang akan datang. Sedangkan dalam arti ekonomi, kredit adalah penundaan pembayaran. Didalam pemberian kredit, terdapat dua pihak yang berkepentingan langsung : pihak yang berlebihan uang.

28 Didalam pemberian kredit, terdapat dua pihak yang berkepentingan langsung : pihak yang berlebihan uang, disebut pemberi kredit (kreditur) dan pihak yang membutuhkan uang, disebut penerima kredit (debitur). Kita mengetahui bahwa para wirausaha atau para pengusaha, selalu berupa untuk memenuhi kebutuhan usaha atau bisnisnya. Kebutuhan wirausaha atau para pengusaha selalu meningkat, sedangkan kemampuan modalnya terbatas. Oleh karena itu, wirausaha selalu berusaha untuk mendapatkan kredit, baik kredit investasi maupun kredit modal kerja, guna meningkatkan usaha atau bisnisnya. Adapun yang menjadi dasar pemberian investasi dan kredit modal kerja adalah kepercayaan. Kredit produktif digunakan untuk peningkatkan usaha atau bisnis yang meliputi usaha-usaha produksi, perdagangan, atau investasi. Berbagai macam atau ragam jenis kredit banyak sekali, tetapi yang dibahas dibawah ini yaitu khusus mengenai kredit investasi.
a. Pengertian dan Tujuan Kredit Investasi. Kredit investasi adalah kredit yang diberikan bank untuk keperluan penambahan modal guna mengadakan rehabilitasi, perluasan usaha atau bisnis, serta untuk mendirikan suatu proyek baru. Dalam rangka penanaman modal inilah, kredit investasi menjadi popular dan secara langsung digerakkan dan di awasi oleh bank sentral atau bank Indonesia. Kredit investasi diberikan oleh pihak bank, kepada para wirausaha atau para pengusaha, untuk keperluan penanaman modal. Kredit investasi bukanlah untuk keperluan penambahan modal kerja, akan tetapi untuk keperluan perbaikan atau penambahan barang modal ( capital goods), beserta fasilitas-fasilitas yang erat hubungannya dengan itu. Misalnya : untuk membangun pabrik, untuk membeli atau mengganti mesin-mesin, dan untuk peralatan produksi. Kredit investasi bersifat produktif karena adanya perbaikan atau adanya pertambahan barang-barang modal (capital goods) dalam rangka meningkatkan produktivitas. Kredit investasi yang diberikan bank, pelaksanaannya mempunyai ciri-ciri tertentu. Adapun cirri-ciri kredit investasi yaitu sebagai berikut : 1. Mempunyai perencanaan yang terarah dan matang. 2. Waktu penyelesaian kredit, berjangka menengah atau berjangka panjang. 3. Diperlukan untuk penanaman modal. Dengan cirri-ciri kredit investasi tersebut, pada umumnya jumlah keuangan bank yang tertanam didalam proyek-proyek itu sangat besar. Untuk mensukseskan usaha atau binis para wirausaha atau pengusaha, pemerintah atau bank sentral menetapkan arah pemberian kredit investasi di bataskan dalm bentuk pembatasan kualitatif. Batasan yang dimaksud ditujukan untuk mengarahkan pemberian investasi ke sectorsektor usaha yang palin penting,seperti yang akan diuraikan sebagai berikut. 1. Sektor agraris Di sector agrasis, dititikberatkan pada pertannian bahan makanan, perkebunan, kehutanana, perikanan, peternakan dan irigasi.

29
2. Sector industri Di sector industry diarahkan untuk kebutuhan pokok masyarakat, seperti sandang dan pangan. Dan barulah ke bidang industry yang dapat menghasilkan devisa atau menghemat devisa, seperti industry pupuk, industry semen, industry kimia, industry semen-semen, industry farmasi, industry pertekstilan, industry kertas dan sebagainya. 3. Sector perhubungan Di sector perhubungan, dititikberatkan pada peningkatan: • • • • • • Angkutan jalan raya Angkutan laut Angkutan udara Angkutan sungai dan danau Telekomunikasi Produksi jasa

Kredit merupakan hal yang esesnsial dalam dunia perekonomian dank arena perkembangan yang sedemikian pesat maka perusahaan dan permasalahannya sagat memerlukan kredit. Kredit merupakan suatu barometer, suatu pengukur, apakah seorang wirausaha sukses atau tidak. b. Cash flow

Meningat lamanya pengedapan uang dalam proyek investasi, maka haruslah disusun suatu cash flow atau perputaran keuangan perusahaan yang mencangkup segala komponen biaya dan pendapatan. Denan demikian dapat diketahui berupa uang yang tersedia setelah segala kewajiban lainya terpenuhi. Setelah cash flow disusun kemudian dibuatkan suatu rencana pengangsuran kredit berdasarkan proyeksi kemampuan pendapatan dan biaya dari tahun ketahun. Keadaan cash flow ini disertai dengan perkiraan tentang keadaan-keadaan pada masa yang akan datang. Mengingat kredit invesatsi sesuai dengan sifatnya memerlukan waktu yang cukup panjang. Untuk memperkirakannya, perlu diperhitungkan dan dibuat neraca rugi laba selama kredit masih berjalan,. Dari perkembanganperkembangan inilah kemudian disusun dan diadakan pengukuran tentang kekuatan pendapatan dan kemampuan untuk mengangsur kredit investasi. Pelaksanaan kredit investasi di Negara indonesia harus sesuai dengan kebijaksanaan ekonomi dan moneter, serta kebijaksanaan dalam pembangunan. Dalam melaksanakan pembangunan yang dicita-citakan bangsa dan Negara, peranan

30
perbankan dalam pembiayaan kredit investasi sangat penting. Adapun tujuan kredit yaitu: 1. Untuk memperoleh hasil dari kredit, berupa keuntungan. 2. Untuk memperoleh keuntungan keamanan dari prestasi atau fasilitas yang diberikan bank c. Fungsi kredit investasi Dalam kehidupan perekonomian, bank memegang peranan angat penting dan berfungsi sebagai lembaga keuangan yang membantu para wirausaha dalm rangka meningkatkan keberhasilan usaha tau bisnisnya. Adapun fungsi kredit itu antara lain sebagai berikut: 1. Untuk meningkatkan daya guna dari modal/uang 2. Untuk menstabilkan perekonomian 3. Untuk menimbulakan kegairahan dalam berusaha atau berbisnis 4. Untuk menigkatkan peredaran dan lalu lintas uang 5. Untuk meningkatkan daya guna sesuatu barang Dalam kedaan ekonomi yang kurang sehat, langkah-langkah stabilisasi pada dasrnya diarahkan pada usaha-usaha antara lain: • • • • 2. Pengendalian inflansi Peningkatan ekspor Rehabilitasi sarana/prasarana Pemenuhan kebutuhan pokok rakyat

unsur-unsur kredit Kredit investasi dan kredit modal kerja dibeikan atas dasar kepercayaan. Dengan demikian pemberian kredit dapat diartikan sebagai pemberian kepercayaan. Hal ini bahwa prestasi yang diberikan kepada peminjam atau nasabah, benar-benar dapat diyakini dapat dikembalikn oleh penerima kredit, sesuai dengan waktu dan sayartsyarat yang sudah di setujui bersama. Berdasarkan hasil-hasil diatas, maka unsure-unsur yang terdapat dalam kredit yaitu sebagai berikut: a. Kepercayaan Di sini bank mempunyai keyakinan bhwa prestasi (uang, jasa atau barang) yang diberikan nasabah akan benar-benar diterimanya kembali pada tertentu yang akan datang.

31
b. Waktu Di sini bank menetapkan bahwa antara pemberian prestasi dan pengambilan kredit di batsi oleh waktu/masa tertentu. Dalam unsure waktu ini, terkandung dalam pengertian tentang nilai agio uang, bahwa uang sekarang lebih bernilai di banding uang pada masa yang akan datang. c. Degree of risk Di sini bank sudakh mengetahui bahwa pemberian kredit menimbulkan tingkat risiko pada masa-masa tenggang waktu yang dikenal dalam masa abstrak. Risiko timbul bagi pemberi kredit karena uang, jasa, atau barang yang berupa prestasi telah lepas dari orang lain (nasabah). d. Prestasi Disini bank sudah mengetahui bahwa suatu prestasi yang sudah diberikan dapat berupa uang, jasa, atau barang. Dalam perkembangan perkreditan pada zaman sekarang, yang dimaksud dengan prestasi dalam pemberian kredit itu adalah uang.

3.

Persyaratan memperoleh kredit

Kata kredit berasal dari bahasa yunani yaitu credere yang artinya kepercayaan.wirausaha yang memperoleh kredit dari bank didasarkan pada kepercayaan. Dalam hal ini, berarti prestasi yang diberikan benar-benar sudah diyakini, karena dapat dikembalikan lagi oleh si penerima kredit (nasabah ) sesuai dengan waktu dan persyaratannya. a) Persyaratan memperoleh kredit pada umumnya Masalah keuangan selalu berhubungan erat dengan masalah permodalan. Dengan demikian maslah permodalan merupakan salah satu aspek dalam rangka evaluasi suatun uslan investasi atau suaru proyek. Adapun modal usaha atau bisnis dapt diperoleh dari modal sendiri atau kredit bank. Salah stau factor yang terpenting dalam pemberian kredit ialah kepercayaan. Kepercayaan bank terhadap calon nasabah pada umumnya didasarkan atas keyakinan sebagai berikut: 1. Kejujuran dan itikad baik nasabah Mengapa pihak bank memberikan kredit kepada nasabah? Dalam hal ini, dikarenakan factor kejujuran dan itikad baik nasabah yang akan mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu. Dana kredit yang akan digunakan wirausaha, sesuai dengan telah disetujui dalam perjanjian kredit. 2. Permodalan Keadaan permodalan nasabah yang memadai tampak dari adanya asas-asas pembiayaan usahanya yang sehat. Pemberian kredit kepada nasabah,

32
dikarenakan keadaan keadaan permodalan nasabah yang memadai bagi asasasas pembiayaan usahanya secara teratur dan sehat. Permodalan nasabah tidak dilihat dari besar kecilnya modal, tetapi juga bagaimana distribusi modal itu ditempatkan. 3. Kemampuan Maksud kemampuan disini ialah kemampuan nasabah untuk melunasi kredit beserta bunganya sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan atau dijanjikan. Pihak bank perlu mengetahui, bagaimana cara nasabah untuk untuk mengembalikan pinjamannya. Dalam hal ini dapat dilihat dari perhitungan tentang kelancaran kegiatan usaha atau bisnis wirausaha yang bersangkutan. 4. Jaminan Jaminan adalah suatu tambahan untuk mengamankan kepentingan bank dalam sumber perlunasan kreditnya. Dalam hal ini jangan sampai terjadi atau menimbulakan kredit bermasalah. Jaminan merupakan hal yang diperhitungkan oleh bank bilamana ada suatu kesangsian pada nasbah yang bersangkutan. Oleh karena itu, jamnina nasabah merupakan data untuk menyakinkan dan dan menentukan besarnya nilai kredit yang diberikan pihak bank. No one like to be in debt. Tidak seorang pun pada hakikatnya mau terlibat hutang. Tetapi karena terlalu populernya kredit, para wirausaha selalu berusaha untuk memperolehnya. Hakikatnya masalah permodalan merupakan masalah hidup dan matinya suatu usaha atau bisnis. Kredit bukan hanya dengan sekedar utang, tetapi suatu modal, suatu alat untuk mencapai tujuan usaha. (Atesuna) b) Persyaratan memperoleh kredit investasi kecil dan kredit modal kerja permanen Kebijakan pemerintah melalui bank-banktelah mengeluarkan serangkaian peraturan dlam membantu modal usaha wirausaha atau para pengusaha . dalam membantu modal usaha tersebut, pemerintah mengeluarkan kredit investasi kecil (KIK) dan kredit modal kerja permanen (KMKP). Kredit investasi kecil adalah kredit jangka menengah atau panjang yang diberikan kepada wirausaha atau pengusaha pribumi golongan ekonomi lemah, guna membiayai barang modal untuk keperluan rehabilitasi perusahaan, memodernisasi perusahaa, perluasan usaha, dan proyek baru. Kredit modal kerja permanen adalah kredit yang diberika kepada para wirausaha atau para wirausaha pribumi golongan ekonomi lemah guna membiayai barangbarang modal untuk keperluan modal kerja. Contohnya: untuk bahan baku, bahan pembantu, upah atau gaji dan sebagainya.

33
Adapun persyaratan untuk memperoleh KIK dan KMKP yaitu sebagai berikut: 1. Pengusaha pribumi 2. Pengusaha atau perusahaan golongan ekonomi lemah 3. Mempunyai usaha yang jelas 4. Ada izin usaha atau sedang dalam penyelesaian 5. Tidak sedang menikmati kredit dari bank lainnya 6. Tidak termasuk daftar hitam atau daftar kredit rangkap atau daftar kredit macet, menurut catatan pihak bank. KIK tergoling kredit investasi, tetapi jumlahnya relative kecil, sedangkan KMKP adalah kredit modal kerja permanen dan tergolong dalam kredit produksi atau eksploitasi. Melalui KIK dan KMKP, diharapkan dapt meratakan kemanfaatan hasil pembangunan. Kedua macam kredit itu diberikan oleh bank-bank pemerintah dengan syarat-syarat yang lunak, yaitu dengan bungan rendah dan jangka waktunya relative panjang. Dengan kedua kredit ini diharapkan para wirausaha dapat memajukan dan memperluas usaha atau bisnisnya sampai mereka dapat swasembada dalam membiayai usahanya. 4. Pemberian kredit Kredit pada dasarnya merupakan kepercayaan dan hal itu akan tiimbul apabila telah ada pendekatan antara pemberi dan penerima kredit. Untuk menimbulkan kepercayaan, pihak pemberi kredit (bank) perlu meneliti terlebih dahulu apa, bagaimana, dan siapa calon peminjam (nasabah). Karena kredit sangat diperlukan oleh para wirausaha atau para pengusaha, maka kredit mempunyai suatu nilai tersendiri. Untuk menentukan nilai kredit biasanya ada beberapa formulasinya. Formulasi yang lazim digunakan pihak bank dikenal dengan istilah “P4” yaitu sebagai berikut: a. Personality Disini piahk bank mencari data-data tentang kepribadian si peminjam (nasabah), seperti riwayat hidup, keadaan keluarga, hobi, status sosial, dan hal-hal yang berhubungan dengan masalah kepribadiannya. b. Purpose Disini piahk bank mencari data-data tentang tujuan atau keperluan penggunaan kredit. Apakkah kredit itu untuk berdagang atau produksi. c. Prospect

34
Prospect adalah harapan masa depan dari usaha atau bisnis si peminjam (nasabah), selama beberapa bulan atau tahun. Ini dapat diketahui dari perkembangan ekonomi atau perdagangan sector usaha si peminjam (nasabah), kekuatan keuangan perusahaan, pendapatan dan keuntungan perusaahaan dan sebagainya. d. Payment Disini pihak bank harus mengetahui bagaimana pembayaran kembali pinjaman yang akan diberikan nasabah. Hal ini dapat diperoleh dari perhitungan tentang prospek kelancaran penjualan dan pendapatan, sehinggga dapat diperkirakan kemampuan pengembalian pinjaman ditinjau dari waktu serta jumlah pengembaliannya. B. KREDIT MODAL KERJA 1. Pengertian dan kegunaan kredit modal kerja Kredit modal kerja (working capital) tergolong dalam kredit produksi atau eksploitasi. Kredit modal kerja merupakan kredit jangka pendek, lamanya maksimum satu tahun. Kredit modal kerja diperlukan perusahaan untuk meningkatkan produksi,baik untuk peningaktan jumlah hasil produksi maupun kualitas produksi. Kredit modal kerja disebut juga kredit eksploitasi, karena modal kerja bantuan tersebut digunakan untuk menutup biaya-biaya eksploitasi perusahaan secara luas, berupa pembelian bahan-bahan baku, bahan penolong dan biaya-biaya produksi lainnya. 2. Pengelolaan kredit modal kerja Modal kerja ialah jumlah uang yang tergabung dalam aktiva lancar perusahaan. Sedangkan yang termasuk aktiva lancar adalah harta perusahaan dalam jangka paling lama satu tahun dan dap dicairkan menjadi uang kas. Adapun aktiva lancar itu terdiri atas jumlah harta perusahaan yang berupa: a. Uang kas dan jumlah saldo yang tersedia b. Surat-surat berharga yang dapat dicairkan c. Piutang-piutang dagang d. Persediaan barang dagangan 3. Pengaturan kredit modal kerja Pentingnya pengaturan modal kerja yaiutu sebagai berikut: a. Modal kerja selalu dibutuhkan modal usaha perusahaan masih beroprasi Kredit modal kerja perusahaan akan terus-menerus berputar didalam perusahaan. Karena kredit modal kerja sangat dibutuhkan secara terus-menerus, wirausaha atau pengusaha menaruh perhatian terhadap pengaruh modal kerja. Pengeluaran-pengeluaran yang

35
digunakan perusahaan seperti untuk pembelian bahan baku, bahan penoling, pembayaran upah/gaji, dan lain-lain. Dan kesemuanya itu akan kembali lagi menjadi uang kas melalui penjualan produknya. Jika di gambarkan perputaran modal kerja tersebut sebagai berikut:

Modal kerja Operasi perusahaan

Penjualan

Barang / jasa

b. Kredit modal kerja merupakan alat untuk mengukur likuiditas usaha perusahaan Modal kerja merupakan alat untuk mengetahui kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya yang harus dipenuhi dalam jangka waktu pendek. Dalam hal ini perusahaan dapat dinyatakan “likuid” atau lancar. c. Modal sebagai sarana penyusunan rencana usaha Pengaturan modal kredit kerja dapat membantu para wirausaha atau para pengusaha dalam menyusun perencanaan usaha perusahaan untuk waktu-waktu yang akan datang akan lebih baik. Dengan demikian para wirausaha sangat berkepentingan untuk mengatur modal kerja demi kelangsungan hidup perusahaan. 4. Perputaran modal kerja Perputaran kredit modal kerja yang diberikan bank dapat dimulai saat diinvestasikan dalam unsur-unsur modal kerja, sampai kembali lagi menjadi unsur uang kas. Seperti kita ketahui bahwa unsur-unsur modal kerja terdiri atas: • • • • Uang kas, Surat-surat berharga, Piutang-piutang dagang, Persediaan barang dagangan.

36
Perputaran kredit modal kerja ini, perlu diketahui oleh para wirausaha. Sebab, periode perputaran modal kerja merupakan salah satu factor untuk menentukan besarnya kebutuhan kredit modal kerja. Semakin lama/panjang periode perputaran modal kerja, berarti semakin besar pula kebutuhan-kebutuhan kredit modal kerja tersebut. Begitu pula semakin pendek periode perputaran modal kerja, akan menyebabkan semakin kecil kebutuhan akan kredit modal kerja. Jika digambarkan, perputaran modal kerja tersebut ialah sebagai berikut :

Kas

Beli barang

Jual barang

Kas

Persediaan barang

Jual kredit/ piutang

5. Besarnya kredit modal kerja Besar kecilnya kredit modal kerja yang dibutuhkan tergantung pada dua faktor sebagai berikut : a. Periode terikatnya modal kerja Meskipun jumlah pengeluaran setiap harinya tetap, tetapi jika periode terikatnya modal kerja makin lama, maka kredit modal kerja semakin dibutuhkan perusahaan. Begitu pula bila perputarannya tetap, tetapi pengeluaran kas setiap harinya besar maka jumlah modal kerja yang dibutuhkan semakin besar. b. Pengeluaran kas rata-rata setiap hari Pengeluaran kas rata-rata setiap hari merupkan jumlah pengeluaran setiap harinya. Tambahan kredit modal kerja dipergunakan untuk pembelian bahan baku, bahan penolong, pembayaran upah atau gaji dan biaya-biaya lainnya.

C. PROSEDUR PENDAPATAN KREDIT INVESTASI DARI KREDIT MODAL KERJA 1. Cara Memohon Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja

37
Setiap wirausaha atau pengusaha yang memerlukan kredit investasi dan kredit modal kerja dari bank, dapat mengajukan permohonannya. Adapun cara mengajukan kredit dari bank yaitu sebagai berikut : a. Diajukan kepada kantor cabang bank pelaksana, b. Mengisi daftar isian yang formulirnya sudah disediakan oleh kantor cabang bank pelaksana, c. Memberikan keterangan yang lengkap dan benar mengenai keadaan keuangan perusahaan dan kegiatan usaha si pemohon kredit. 2. Dokumen-dokumen Permohonan Kredit Dokumen-dokumen yang perlu dilampirkan dalam permohonan kredit dari bank antara lain sebagai berikut : a. Akte pendirian perusahaan, b. Kartu tanda penduduk, c. SITU, SIUP dan AMDAL, d. Neraca dalam perincian rugi laba, e. NPWP, f. Proposal usaha. 3. Praktek Lapangan a. Prosedur mengajukan kredit ke bank Para pengusah atau wirausaha yang akan menambah modal investasi dan modal kerjanya dapat mengajukan kredit ke bank. Permohonan kredit hendaknya diajukan kepada : 1) 2) 3) Kantor cabang bank pelaksana, Pemohon kredit mengisi daftar isian, Memberikan keterangan yang lengkap dan benar.

b. Pengolahan permohonan kredit Pengolahan permohonan kredit bank yaitu sebagai berikut : 1) Penelitian pendahuluan

Langkah awal dalam pengolahan permohonan kredit pada dasarnya berupa penelitian kelengkapan persyaratan dan keberadaan pemohon, yang antara lain meliputi penelitian :

38
a) Memenuhi persyaratan sebagai pemohon atau tidak, b) Pemohon kredit dapat dipercaya atau tidak, c) Apakah data pemohon lengkap atau tidak, d) Bagaimana sektor usaha pemohon yang akan dibiayai sudah jenuh atau belum, e) Apakah pemohon termasuk daftar hitam/kredit rangkap/kredit macet atau tidak, f) Sektor usaha pemohon termasuk yang dapat dibiayai bank atau tidak. 2) Wawancara atau interview

Kantor cabang bank pelaksana mengadakan wawancara (interview) dengan pemohon kredit atau nasabah. Dua hal yang terpenting dalam wawancara atau interview yaitu mengenai tujuan penggunaan kredit dan bagaimana rencana pengembaliannya. Mengenai kemampuan dan rencana pembayaran kembali harus menyebutkan sumbersumber keuangannya. Dengan demikina dapat diketahui tentang kemampuan utnuk melunasinya. 3) Pemeriksaan ketempat usaha

Pemeriksaan ke tempat usaha pemohon kredit memegang peranan yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang diperlukan bank. Pengalaman menunjukan bahwa sebenarnya si pemohon kredit lebih senang jika dikunjungi pejabat bank sebabnya yaitu: a) Pemohon kredit lebih senang dan bebas mengemukakan data-data lengkap yang diperlukan bank, b) Pemohon kredit dapat menunjukan kegiatan-kegiatan usahanya kepada pihak bank serta dapat dilihat kenyataanya, c) Dengan adanya kunjungan dari pihak bank akan membina hubungan yang baik dan akrab diantara kedua belah pihak, d) Dengan adanya kunjungan dari pihak bank akan dapat menciptakan hubungan komunikasi antara kedua belah pihak. 4) 5) Memintakan infomasi mengenai pemohon kredit dari bank-bank lainnya Penilaian atau analisis atar permohonan kredit nasabah a) Penilaian untuk menghadapi resiko kredit Adapun penilaian untuk menghadapi resiko kredit antara lain : 1) Watak (karakter)

39
Dalam hal penilaian bank menyangkut kemampuan pemohon kredit untuk dapat melunasi kredit berikut bunganya sesuai dengan perjanjian. Disamping itu pihak bank menilai apakah si pemohon kredit mempunyai pengalaman, pengetahuan, keterampialn untuk mengurus dan mengembangkan usahanya yang dibiayai oleh bank. 2) Kemampuan (capacity)

Dalam hal ini, penilaian bank menyangkut kemampuan pemohon kredit untuk dapat melunasi kredit berikut bunganya sesuai dengan perjanjian. Di samping itu pihak bank menilai apakah si pemohon kredit mempunyai pengalaman, pengetahuan, keterampilan untuk mengurus dan mengembangkan usahanya yang dibiayai oleh bank. 3) Modal (capital)

Dalam hal ini penilaian bank berhubungan dengan besarnya modal kekayaan perusahaan yang akan meminta kredit. 4) Kondisi (Condition),

Kondisi yang dinilai adalah factor-faktor yang dapat mempengaruhi usaha pemohon (nasabah) baik secara positif maupun negative. 5) Jaminan (collateral)

Jaminan untuk mendapatkan kredit ada 2 macam yaitu, jaminan poko (berupa barang-barang) dan jaminan tambahan (tanah, bangunan, kendaraan, dan jaminan pihak ketiga.). b) Analisis permohonan kredit 1. Aspek umum a. Izin/akte pendirian usaha b. Pemilik modal c. Pengalaman usaha d. Informasi pihak ketiga e. Lain-lain 2. Aspek manajemen a. Pengurus b. Jumlah personalia c. Jabatan rangkap diluar perusahaan dapat menghambat atau tidak

40
d. Pemohon berwenang atau tidak mengajukan permohonan kredit e. Kerapian administrasi f. Kebenaran data yang disampaikan

3. Aspek pemasaran a. Jenis barang yang dipasarkan b. Saluran distribusi c. Posisi pemohon terhadap perantara d. Cara pembayarnnya e. Rata-rata penjualan produk perbulan dan selama 6 bulan terakhir f. Rencana penjualan produk yang akan datng

g. Share pembiayaan pemohon kredit h. Konsumen akhir dan daerah pemasaran produk i. j. Rata-rata nilai kontrak 3 tahun terakhir (khusus untuk usaha kontruksi) Nilai kontrak yang sedang dilaksanakan (khusus untuk usaha kontruksi)

4. Aspek teknik dan produksi/pembelian a. Tempat usaha/lokasi proyek b. Peralatan yang diperlukan c. Keadaan peralatan dan mesin-mesin d. Biaya penambahan peralatan/mesin-mesin /pabrik dan lain-lain e. Rencana poduksi rata-rata perbulan f. Rata-rata produksi enam bulan terakhir

g. Perbandingan rata-rat produksi dan rata-rata penjualan h. Sumber bahan baku/sumber dagangan i. j. Jalur pembelian Cara pembayaran

k. Peralatan yang tersedia l. Pengalaman atas jenis proyek yang akan dilaksanakan

m. Jadwal termin dan tingkat penyelesaian proyek

41
5. Aspek keuangan a. Kalkulasi biaya menguntungkan atau tidak b. Analisis sumber dan penggunaan dana c. Analisis rtio • Likuiditas • Solvabilitas • Rentabilits • Soliditas • Aktivitas c) Perhitungan kebutuhan kredit dan jangka waktunya, d) Pemutusan (wewenang pimpinan) bank cabang pelaksana 1. Disetujui 2. Ditolak

D. SKEMA KREDIT INVESTASI DAN KREDIT MODAL KERJA Langkah-langkah untuk mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja, secara sistematis adalah sebagai berikut: Pertama Kedua Ketiga Keempat : perencanaan kredit : permohonan kredit : administrasi kredit : pengawasan/pengamanan kredit

Secara skematis system dan prosedur penyelesaian pemberian kredit investasi dan kredit modal kerja sebagai berikut: Pertama : permohonan diajukan oleh emohon (nasabah) kepada bank permohonan kredit itu disampaikan kepada direktur bank pelaksana yang segera diteruskan ke pada bagian kredit untuk untuk diolah. : oleh kepala bagian kredit permohonan diserahkan ke seksi analisis atau seksi pemberian kredit untuk dilakukan penelaahan/analisis. Apabila data untuk pertimbangan cukup, maka analisis dapat dilakukan. Tetapi apabila masih ada kekurangan data, maka seksi analisis dapat meminta tambahan keterangan atau data kepada pemohon (nasabah) secar tertulis. Ada kalanya

Kedua

42
permintaan ini dilakukan secara lisan ttapi sebaiknya secara tertulis agar administrasinya baik dan tertib. Ketiga : setelah analisis dilakukan selanjutnya data-data pemohon kredit diperiksa oleh kepala bagian kredit dan seterusnya disusun analisis secara tertulis dengan rapi. : direktur bank pelaksana memeriksa analisis dan mengambil keputusan. Diteruskan ke bagian kredit untuk dilaksanakan. Persiapan perjanjian kredit diurus oleh seksi pemberian kredit atau analisis. Setelah diparaf oleh kepala bagian kredit perjanjian ditandatangani oleh pemohon dan direktur bank pelaksana. : pengawasan/pengamanan fasilitas kredit yang diberikan bank dilakukan sampai kredit itu dibayar lunas.

Keempat

Kelima

Agar lebih jelas, disini dimuat skema organisasi kredit.

Skema organisasi kredit

Direktur Bagian kredit Bagian kredit Seksi pemberian Seksi pengawasa n

Skema sistem organisasi dan

43
prosedur penyelesaian pemberian kredit

Nasabah surat permohonan kredit

Perjanjian kredit

Direktur

Bagian kredit

Seksi pemberian

Seksi pengawasan

Skema organisasi kredit tersebut harus dapat disesuaikan dengan keadaan perekonomian zaman sekarang. Didalam bank terdapat beberapa perbedaan yang tidak prinsipiel didalam

44
penyusunan skema organisasi kredit dan kadang-kadang berbeda namanya saja. Akan tetapi pada hakikatnya pekerjaan dan prosedur pemberian kredit adalah sama. Dikalangan direksi ada seorang direktur yang membawahi secara langsung kegiatan perkreditan dan bertanggung jawab atas segala kegiatan perkreditan bank. Dibawak direktur perkreditan ada seorang kepala atau lebih mengatur teknis kegiatan perkreditan sehari-hari. Adapun organisasi kredit bank-bank besar, disusun berdasarkan prinsip-prinsip dab fungsi manajemen. Adanya unit perencana, unit pelaksana, unit pengawasan merupakan suatu keharusan. Apabila kita telaah dan teliti lebih lanjut, maka skema organisasi kredit bank yang besar mempunyai cabang-cabang yang terbesar di daerahdaerah diantaranya sebagai berikut: 1. Organisasi di kantor pusat (organisasi lini) a. Kekuasaan yang paling atas dalam perkreditan dipegang oleh seorang direktur. Direktur ini memimpin unit-unit pengarahan dana untuk mempelancar kegiatan perkreditan. b. Dibawahnya ialah seorang kepala biro (bidang atau devisi) perkreditan. c. Dibawahnya lagi yaitu: • Kepala bagian perencanaan kredit • Kepala bagian pemberian kredit • Kepala bagian pengawasan kredit d. Sesuai dengan kebutuhannya maka masing-masing bagian dilengkapi dengan seksiseksi atau sub-sub bagian. Pembagian sub bagian dan atau seksi itu, dapat dilakukan menurut pinjaman regional dan atau sektoral. 2. Staffing pada organisasi kredit Sesuai dengan fungsi dan tugas biro kredit yang sedemikian luasnya, maka pengorganisasian kredit harus dilengkapi dengan organisasi staff. Staff ini bertugas membantu kepala biro/devisi. 3. Corporate financial service Corporate financial service bertugas untuk membantu nasabah dalam mengatur perusahaan terutama dalam menyusun suatu rencana keuangan dalam suatu waktu tertentu. Disini diberikan bantuan kepada nasabah-nasabah tentang apa yang harus dilakukan perusahaan demi peningkatan usahanya. Misalnya: bagaimana seharusnya mengatur produksi, jumlah penjualan, biaya-biaya perusahaan, dan sebagiannya. Corporate financial ini masuk ke dalam organisasi lin, dan ditampung pada bagian pengawasan dan pembinaan kredit. 4. Organisasi di kantor distrik

45
Kantor distrik berfungsi sebagai coordinator kantor cabang. Fungsi kantor distrik ini yaitu sebagai alat pengawasan dan pembinaan dari kantor pusat. 5. Organisasi kredit di kantor cabang Seksi-seksi organisasi kredit di kantor cabang yaitu: • Seksi perencanaan kredit • Seksi pemberian kredit • Seksi administrasi kredit

MENENTUKAN TEMPAT USAHA DAN FASILITAS BAHAN BAKU A. MENENTUKAN TEMPAT USAHA 1. Menentuak dan memilih tempat usaha Penentuan dan pemilihan tempat usaha itu akan menyangkut masalah efisiensi transportasi, sifat bahan baku, dan kemudahan untuk mencapai para konsumen/pelanggan/pembeli. Para calon wirausaha disini, sudah mengetahui bahwa sifat bahan baku yang diperoleh dan bahan atau barang yang akan dipasarkan selau ikut mempengaruhi penentuan dan pemilihan tempat usaha. Penentuan dan pemilihan tempat badan usaha tidak begitu sukar jika dibandingkan dengan penentuan tempat perusahaan. Tempat usaha perusahaan besar sekali pengaruhnya terhadap ongkos atau biaya produksi, maupun biaya penjualan dan akan berpengaruh terhadap harga pokok hasil produiksinya. Menentukan dan mengurus trempat usaha bagi tiap-tiap jenis badan usaha, akan berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung pada jenmis lapangan usahanya. Selanjutnya di dalam menentukan dan mengurus tempat usaha perusahaan, harus memperhatikan dan mempertimbangkan tempat yang paling

46 menguntyungkan berdasarkan poertimbangan ekonomis. Disini pertimbanganpertimbangannya antara lain: a. Dekat dengan bahan baku b. Dekat dengan pasar c. Dekat dengan energy d. Dekat dengan tenaga kerja e. Mudah untuk memperoleh modal investasi Adapun penentuan dan pemilihan tempat badan usaha itu dapat dibedakan menurut bidang usahanya sebagai berikut: a. Badan usaha ekstratif dan agraris Penentuan dan pemilihan tempat badan usaha ekstratif dan agraris sangat dipengaruhi oleh factor alam. b. Badan usaha perdagangan Badan usaha peragangan adalah badan usaha yang lapangan usahanya membeli barang untuk di jual kembali. Dalam penentuan dan penggurusan tempat badan usaha perdagangan ada 2 hal sebagai berikut: 1. Pertokoan Tempat usaha pertokoan, tepanya berada di daerah tempat kediaman konsumen, daerah dekat pusat perkotaan, di daerah dekat pasar dan sebagainya. 2. Perusahaan dagang Karena perusahaan dagang banyak menjual barang dagangannya ke daerah lain, maka wirausaha akan menentukan dan menggurus tempat usaha yang mudah transportasinya. Untuk badan usaha yang menghasilkan jasa seorang wirausaha akan menentukan dan mengurus tempat usaha yang sesuai dengan sifat jasa yang dihasilkannya. Contoh menentukan dan memilih temapt ini ialah daerah temapt perbankan di kota-kota perdagangan dan sebagainya. Penentuan dan pemilihan tempat usaha itu sangat penting, karena menyangkut tempat oprasional usaha, pengembangan usaha, perluasan pembangunan usaha, dan sebagainya. Di sini setiap jenis usaha atau bentuk usaha, selalu menghendaki penentuan dan penggurusan tempat usaha yang berbeda. Penentuan dan penggurusan tempat usaha itu, sangat berguna untuk meningkatkan keberhasilan dan perkembangan perusahaan. Agar lebih jelas, di bawah ini dimuat pertanyaan-pertanyaan yang ada hubungannya dengan masalah penentuan dan penggurusan temapt usaha sebagai berikut: a) Di bagian wilayah/daerah/tempat usaha yang anda akan pilih? b) Di kota aman kira-kira tempat usaha yang anda tentukan atau akan anda pilih? c) Di temapat khusus mana dari bagian kota yang akan anda tentukan atau akan anda pilih? Menentuakn tempat usaha sangat penting, karena akan menyangkut efesiensi transportasi, sifat bahan baku dan kemudahan mencapai konsumen/pembeli/pelanggan. (Atesuna) 2. Faktor-faktor penentuan dan pemilihan tempat usaha Di dalam menentuakn dan memilih temapt usaha, factor-faktor yang dipertimbankan sangat berbeda-beda sesuai dengan sifat perusahaan yang di

47 kelola wirausaha. Namun pada umumnya para wirausaha di dalam menentukan dan memilih tempat usaha tersebut, selalu mempertimbangakn factor-faktor: a) Kedekatan dengan pasar b) Tersedianya bahan baku yang cukup c) Hubungannya dengan konsumen/pembeli/pelanggan d) Adayan staf dan kryawan yang dapat membantu di dalam perusahaan. Secara lebih rinci factor-faktor yang berperan dalam penentuan dan pemilihan tempat usaha yaitu sebagai berikut: Faktor lingkungan setempat Dalam factor ini, wirausaha sebagai pemilik perusahaan perlu memperhatikan dan mempertimbangkan masalah pengadaan tenaga kerja yang murah dan mudah di dapat, pengaruh usaha yang terhadap lingkungan, tingka sosial penduduk, adat istiadat, harga tanah, dan tersedianya bahan pembantu. Pengaruh factor lingkungan stetmapt ini, cukup banyak dalam rangka menentukan dan memilih tempat usaha yang diinginkan wirausaha. Di samping itu, di dalam menentukan tempat usaha, wirausaha perlu memperhatikan dan mempertimbangkan pula pengaruh limbah dari perusahaan, agar tidak merusak lingkungan setempat. 2. Factor bahan baku,pasar, dan transportasi Di dalam factor ini, wirausaha dapat memperhatikan dan mempertimbangkan bahan baku, pasar dan ongkos transportasi. Di sini perlu dipertahankan dan di pertimbangkan mengenai mudah tidaknya memperoleh bahan baku, ukuran, beratnya, volumenya, dekat pasar, transportasinya mudah dan murah. Selanjutnya, wirausaha tinggal menentukan dan memilih dimana tepat usaha yang cocok, tepat dan menguntungkan. Didalam prakteknya banyak wirausaha yang menentukan dan memilih tempat usaha dan lokasi atau di daerah perkotaan, dekat dengan jalan raya, dekat dengan pasar, dekat dengan sumber bahan baku dan sebagainya. 3. Factor-faktor lainnya Adapun factor-faktor lainnya yang dipertimbangkan oleh wirausaha didalam menentukan dan memilih tempat usaha di antaranya: a) Sifat produk yang diproses b) Sifat bahan baku yang diperlukan c) Sifat produk yang dihasilkan d) Kebutuhan-kebutuhan akan bahan baku e) Pengadaan tenaga kerja dan sumber air f) Peraturan-peraturan pemerintah setempat g) Fasilitas yang disediakan pemerintah, seperti perizinan usaha, listrik, telepon, jalan, transportasi dan sebaginya. Adapun factor lain yang menjadi pertimbangan didalam menentukan dan memilih tempat usaha yaitu: a) Temapt usaha dekat dengan pemerintah daerah b) Tempat usaha dekat dengan dunia perdagangan c) Tempat usaha dekat dengan bank, asuransi dan kantor jasa lainnya. Seperti kita ketahui bahwa tempat kedudukan usaha adalah tempat badan usaha dan biasanya pengelola perusahaan berada di tempat lain, sedangkan tempat kediaman usaha adalah tempat usaha perusahaan beroprasi. Adapun tempat antara kedudukan dan tempat kediaman ada beberapa perbedaan yaitu:

1.

48 1. Tempat yang baik untuk badan usaha, belum tentu baik untuk tempat perusahaan 2. Menentukan dan memilih tempat usaha lebih mudah dari pada menentukan dan memilih tempat untuk perusahaan 3. Badan usaha yang memimpin dan mempunyai beberapa perusahaa, harus memilih tempat usaha yang berlainan sebab factor-faktor yang mempengaruhi tiap-tiap perusahaan itu tidak sama 4. Penentuan dan pemilihan tempat kediaman perusahaan banyak tergantung pada rentabilitas yang diharapkan, misalnya keuntungan yang ditimbulkan oleh proses produksi, murahnya bahan baku, dan mudahnya transportasi , mudahnya tenaga kerja dan sebagainya. Ada dua hal yang penting menyangkut penentuan dan pemilihan tempt usaha yaitu tempat kedudukan dan tempat kediaman usaha. (Ategawa) B. ANALISIS PENENTUAN TEMPAT USAHA 1 Penentuan dan pemilihan tempat yang strategis Tempat usaha yang strategis merupakan tempat atau perusahaan melakukan aktivitasnya berikut pemasarannya, serta penjualan barang dagangan yang dapat memberikan keuntungan. Para wirausaha sebagai pengelola usaha sangat berkepentingan di dalam menentukan dan memilih tempat usaha yang strategis, besar sekali pengaruhnya terhadap biaya-biaya produksi, biaya pemasaran, dan biaya penjualan perdagangan. Berdasarkan analisis tempat usaha yang strategis yang akan dipilih harus berdekatan dengan tempat pemusatan para konsumen/pembeli/pelanggan, agar dapat menjamin penyerahan barang dengan mudah dan cepat. Disini pengambilan keputusan untuk menentuak dan memilih tempa usaha yang paling strategis dapat dipandang sebagai proses: a) Mencari tempat usaha umum yang strategis b) Mencari tempat usaha yang khas atau khusus Untuk menentuak dan memilih tempat usaha strategis, banyak kaitannya dengan badan usaha. Seperti kita ketahui bahwa untuk menentukan dan memilih tempat usaha yang strategis pada umumnya lebih mudah apabila dibandingkan dengan mencari tempat untuk pabrik, maka harus melalui pertimbangan secara seksama karena berkaitan dengan masalah bahan baku, tenaga kerja, transportasi dan sebagainya. 2 Masalah tempat usaha Masalah tempat usaha bagi suatu industry tidaklah sama, karena bagi suatu industry mungkin yang paling penting ialah sumber bahan baku dan yang alinnya mungkin masalah fasilitas tyransportasi. Jadi masalah-masalah utama yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan bagi para wirausaha di dalam menentukan dan memilih tempat usaha yaitu sebagai berikut: a) Bertalian dengan usaha ke depan Bertalian dengan usaha ke depan adalah masalah tempat usaha yang berhubungan dengan pemasaran hasil produksi. Masalah selanjutnya apakah tersedia konsumen-konsumen yang cukup menyerap hasi produksi perusahaan. b) Bertalian dengan usaha kebelakang Bertalian denan usaha ke belakng adalah masalah tempat yang berhubungan dengn sumber daya yang akan digunakan. Masalah ini mehyangkut tersedianya bahan baku, tenaga kerja , suasana, dan kondisi masyarakat setempat.

49 Berdasarkan hasil analisis, apabila wirausaha sebagai pengelola usaha telah menentukan dan memilih tempat usaha yang strategis, maka masalah-masalah lainnya yang akan dihadapinya yaitu sebagai berikut: 1. Masalah permodalan dan biaya usaha 2. Masalah pelayanan prima terhadap konsumen 3. Masalah arus pengunjung / konsumen 4. Masalah perparkiran 5. Masalah keamanan perusahaan dan konsumen 6. Masalah populasi lingkungan 7. Masalah persaingan di dalam usaha 8. Masalah transportasi 9. Masalah batas-batas perdagangan 10. Masalah keindahan, kenyamanan,kebersihan, kesehatan dan sebagainya. 11. Masalah tenaga kerja bahan baku dan sebagainya 3 Memilih tempat usaha yang paling strategis Di dalam analisis yang berkenaan dengan penentuan dan pemilihan tempat usaha yang paling strategis, para wirausaha sebelumnya harus menunjukan peta daerah yang menunjukan kepadatan konsumen dan para pesaing. Menentukan dan memilih tempat usaha harus disertai dengan analisis tentang daerah atau wilayah mana yang paling berpotensi tinggi dan berapa alternative banyaknya tempat usaha. Berdasarkan analisis memilih tempat usaha yang paling strategis akan menyangkut banyaknya pusat usaha perdagangan dan pusat penjualan produk. Adapun tempat usaha yang paling strategis dipengaruhi beberapa factor diantaranya: a. Corak barang yang disediakan perusahaan b. Model dan desain barang-barang yang dibuat c. Pelayanan prim yang diberikan perusahaan d. Harga barang yang sesuai dengan daya beli konsumen e. Penyerahan barang-barang f. Kemudahan transportasinya Tempat usaha yang ditentukan dan akan dipilih dan benar-benar paling strategis sangat ditentukan oleh kepentingan usaha yang paling diinginkan dan paling dipilih para wirausaha sebagai pemilik perusahaan serta para konsumen sebagai berikut: a. Tempat usaha yang diinginkan perusahaan Tempat usaha yang diinginkan perusahaan di antaranya: 1. Letaknya strategis 2. Dekat bahan baku atau bahan dasar 3. Dekat dengan pasar 4. Dekat dengan konsumen/pembeli/pelanggan 5. Mudah untuk mendaptkan tenaga kerja 6. Biaya transportasi murah dan mudah 7. Segala fasilitas yang diberikan pemerintah daerah mendukung dan menunjang 8. Daya beli dan minat para konsumen cukup potensial 9. Fasilitas tenaga pengerak/energi mudah didapt 10. Sosial ekonomi par konsumen di daerah tersebut baik sekali b. Tempat usaha yang diinginkan para konsumen

50 Tempat usaha yang diinginkan para konsumen diantarnya: 1. Adanya fasilitas peparkiran yang cukup luas 2. Adanya fasilitas transportasi yang mudah, murah dan lancar 3. Adanya keamanan dan keselamatan bagi para konsumen 4. Adanya barang-barang yang dibutuhkan cukup tersedia dan memuaskan 5. Adanya pelayanan yang memuaskan c. Dambaan tempat usaha yang diinginkan wirausaha Menentukan dan memilih tempat usaha yng paling strategis merupakan dambaan para wirausaha sebagai pengelola usaha, sebab: 1. Sangat menguntungkan 2. Dapat memuaskan para konsumen 3. Adanya kemudahan dalam mengurus segala hal 4. Memperlancar pemasaran dan penjualan barang dagangan Jika wirausaha telah menentukan dan memilih tempat usaha yang paling strategis, selanjutnya perlu merumuskan serta menganalisis kembali kembali dengan seksama untuk menentapkan dari sekian alternative memilih tempat usaha yang paling didambakan. Adapun yang menjadi ukuran yng dalam menentukan dan memilih tempat usaha yang paling didambakan para wirausah yaitu: a. Dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan b. Dapat menjamin pengembangan perusahaan c. Dapat menjamin keuntungan perusahaan Penentuan dan pemilihan tempat usaha menyangkut kebutuhan luas banguna, luas perusahaan, pengembangan usaha, dan perluasannya. (Rhenaldi) MENGADAKAN FASILITAS DAN BAHAN BAKU Aspek dan cara pengadaan bahan baku Pengertian dan aspek-aspek pengadaan bahan baku Perbekalan produksi meliputi semua barang dan bahan-bahan baku yang dimiliki perusahaan dan digunakan untuk proses produksi. Adapun yang dimaksud dengan bahan adalah unsure yang melekat dan secara langsung terlibat pada produik yang bersangkutan. Bahan dapat dibedakan atas bahan baku dan bahan pembantu. Bahan baku adalh bahan utama ynag diolah atau diproses menjadi produk jadi, sedangkan bahan pembantu adalah bahan yang ditambahkan dan sifatnya hanya untuk melengkapi. Pengadaan bahan baku yang dibutuhkan perusahaan terdiri dari atas: a. bahan baku untuk proses produksi b. bahan baku setengah jadi c. bahan baku untuk proses produksi d. bahan pengemas produk Adapun aspek-aspek didalam pengadaan bahan baku yaitu: 1. Sumber air dan listrik 2. Sumber tenaga kerja dan bahan baku 3. Jalan dan transportasi 4. Penunjang lainnya Perhitungan bahan baku Bahan baku yang diperlukan perusahaan ialah bahan baku yang lansung dibutuhkan untuk proses produksi. Selanjutnya untuk menghitung banyaknya bahan baku yang diperlukan perusahaan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

C. 1. a.

b.

51 1. Taksiran secara langsung Taksiran secara langsung adalah berdasarkan taksiran pengalaman wirausaha di dalam melakukan pembelian bahan baku pada waktu yang lampau. 2. Menggunakan perhitungan standar usage rate Cara ini adalah menentukan berapa satuan bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi satuan produk. Pengendalian bahan baku sangat penting mengiangat akan berpengaruh langsung terhadap kelancaran dan mutu produk. (Shogunata) Sangat disayangkan gara-gara kehabisan bahan baku atau mutunya rendah mengakibatkan produksinya bermutu rendah pula. (Atesuna) 3. Fasilitas dan tahapan pengadaan bahan baku Fasilitas pengadaan bahan baku sangat penting dan perlu diperhatikan sebelum wirausaha menetapkan suatu usaha. Fasilitas pengadaan bahan baku merupakan factor yang dapt menentukan tingkat harga pokok dan kelncaran proses produksi. Factor kemudahan di dalam mengelola usaha yang sangat dibutuhkan wirausaha untuk oprasionalnya yaitu cepat atau mudahnya memperoleh pengadaan bahan bakunya. Mengenali fasilitas tenaga kerja yang mudah dan murah, sangat diharapkan oleh wirausaha dan perlu dipertimbangkan karena mereka member sumbanagn terhadap perolehan laba perusahaan. Sedangkan sarana transportasi dan keadaan jalan raya yang baik untuk mengangkut bahan baku merupakan fasilitas yang sangat diperlukan wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Fasilitas lainnya yang dibutuhkan wirausaha diantaranya yaitu pemberian izin usaha yang mudah, pajak, adanya dukungan masyarakat setempat, dukungan dari pemerintah dan sebaginya. Tahapan-tahapan untuk mempermudah pengadaan bahan baku yang diperlukan wirausaha sebagai pemilik perusahaan yaitu sebagi berikut: 1. Membuat daftar jenis-jenis bahan baku yang dibutuhkan, persyaratannya, jumlahnya. 2. Membuat jadwal kapan bahan baku itu dibutuhkan perusahaan 3. Mencari bahan baku yang dibutuhkan perusahaan dengan cara penawaran umum 4. Melaksanakan pembelian bhan baku sesuai jadwal dan program perusahaan. Dalam tahap ini, wirausaha sebagai milik perusahaan harus melaksanakan pemeriksaan terhadap jumlah dan kualitas bahan baku yang dibelinya 5. Melaksanakan menyimapan bahan baku di dalam gudang milik perusahaan 6. Menempatkan tenaga pelaksana proses produksi 7. Menempatkan tenaga pengawas yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya proses produksi yang sesuai dengan program perusahaan. Bahan baku menyangkut pada tangible input yang digunkan dalam proses produksi. Bahan baku dapat berupa sumber daya alam atau dalam konteks industry yang memerlukan bahan mentah dan komponen yang langsung digubakan. Adapun fasilitas bahan baku itu merupakan kemudahan yang dapat dimanfaatkan untuk perkembangan usaha. Dari penjelasan materi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa fasilitas yang mungkin dapat digunakan yaitu sebagai berikut: a. Peraturan pemerintah yang mengatur hak dan kewajiban wirausaha b. Kemudahan akan kebutuhan tenaga kerja c. Kemudahan akan transportasi d. Kemudahan akan tenaga listrik, air, dan telepon

52 e. f. g. h. Kemudahan dan izin surat usaha Kemudahan akan bahan baku Kebutuhan akan dukungan masyarakat setempat Kemudahan akan kebutuhan pajak MEREKRUT DAN MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA A. MEREKRUT SUMBER DAYA MANUSIA SEBAGAI TENAGA KERJA 1. Persyaratan merekrut sumber daya manusia sebagai tenga kerja Pada dasrnya perusahaan merupakan sumber organisasi yang berdasarkan pada kerja sama antar manusia dalam jumlah kecil atau besar. Betapapun baiknya organisasi perusahaaan disususn, tidak berjalan lancar jika sumber daya manusia dalam hal ini adalah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Oleh karena itu dalam merekrut sumber daya manusia sebagai tenaga kerja, terutama yang menduduki jabatan tertentu dan sangat penting, terlebih dahulu harus diteliti kemampuan dan keahliannya, baik untuk sekarang maupun kemudian hari. Sebelum memutuskan untuk merekrut sumber daya manusia sebagai tenaga kerja, perlu diketahui dulu tenaga kerja apa dan berapa jumlah yang dibutuhkan. Untuk itu wirausaha sebagai pemilik perusahaan hendaknya membuat kelompok-kelompok bidang pekerjaan, kemudian dalam bidang pekerjaan itu disususn tugas-tugas pokok yang harus dipenuhi. Pengelompokan jenis-jenis pekerjaan yang mempunyai persamaan kegiatan, di satukan dalam kelompok bidang satu pekerjaan. Misalnya: kegiatan pembelian bahan-bahan baku, pengawasan proses produksi, pengemasan dan sebagainya dapat dikelompokan dalm bidang produksi, kegiatn penjualan, penagihan, promosi dan sebagainya dapat dikelompokan menjadi stu dalam bidang pemasaran. Kegiatan-kegiatan dalam dunia usaha atau bisnis biasanya dapat dikelompokan dalam bidang produksdi, administrasi, keungan, pemasaran, pimpinan, kepegawaian dan sebaginya. Untuk memudahkan pengelompokan jenis-jenis pekerjaan, dapat dibuatkan daftar kegiatan kerja sejak awal hingga akhir. Kemudian dari daftar kgiatan itu di pilih jenis-jenis kegiatn yang mempunyai kesamaan dan kemudian disatukan. Selanjutnya dari bidang-bidang yang dibuat, diuraikan tugas-tugas pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan tugasnya. Tugas-tugas pekerjaan itu terdiri atas tugas utama, rutin, dan incidental. Selanjutnya wirausaha sebagai pemilik perusahaan, baru merekrut sumber daya manusia sebagai tenaga kerja yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Seterusnya dalam merekrut sumber daya manusia sebagai tenaga kerja, ditentukan persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh setiap calon tenaga kerja. Pertimbangan lain dalam merekrut sumber daya manusia ialah besarnya dan beratnya jenis tugas pekerjaan dan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugasnya. Tugas-tugas di dalam perusahaan itu akan dapat di selesaikan dengan baik hanya oleh sumber daya manusia yang tepat dan terampil, serta penentuannya didasarkan oleh persyaratan tertentu. Adapun persyaratan-persyaratan di dalam merekrut sumber daya sebagai tenaga kerja yaitu: a. Keahlian mencangkup pendidikan formal, kejuruan, kursus-kursus keterampilan, pengalaman dan sebagainya. b. Umur

53 c. Jenis kelamin d. Kondisi fisik dan kesehatan e. Kondisi mental dan kejuruan Cara merekrut sumber daya manusia sebagai tenaga kerja Meskipun sumber daya manusia di indonesia cukup melimpah, untuk mendapatkan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja yang baik tidk selamanya mudah. Cara perekrutan tenaga kerja berdasarkan sumber daya Di sini ada 2 cara merekrut sumber daya manusia sebagai tenaga kerja, yaitu sebagai berikut. 1. Cara formal Cara merekrut sumber daya manusia sebagi tenaga kerja ini dpat dilakukan melalui bantuan kantor penenmpatan tenaga kerja yang ada daerah, sekolah atau kursus-kursus, perguruan tinggi, atau bursa tenaga kerja. Dengn cara ini persyartan keahlian dan kondisi perekrutan sumber daya manusia sebagi clon teng kerja angat mudah diperoleh. 2. Cara nonformal Car merekrut sumber daya manusia dapat dilakukan dengan perntaraan pegawi yang sudah ada di dalam perusahaan, rekan-rekan dan melalui iklan. Dengan melalui teman atau rekan-rekan, maka masalah karakter atau pribadi calon tenaga kerja relative lebih terjamin. Sedangkn jika melalui iklan, jangkauannya lebih luas dan diperlukan adanya latihan kerja. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalm merekrut tenaga kerja Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam merekrut sumber daya manusia sebagai tenaga kerja yaitu: 1. Membuat daftar kegiatan perusahaan secara lebih terperinci, kemudian dikelompokan ke dalm bidang kerja atau tugas tertentu. 2. Membuat uraian tugas pada masing-masing bidang yang mencangkup seluruh kegaiatan perusahaan 3. Menentukan persyaratan minimum sesuai tuntutan uraian tugas dan memperkirakan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. 4. Meneleksi dan merekrut kebutuhan tenaga kerja dengan mempertimbangkan tersedianya dana 5. Melakukan perekrutan tenaga kerj, baik melalui rencana resmi maupun tidak resmi. 6. Menyeleksi sumber daya manusia sebagai calon tenaga kerja menurut kebutuhan 7. Memberikan latihan atau pendidikan tertentu jika diperlukan 8. Memberikan msa percobaan terhadp tenaga kerja yang telah direkrut dan diterima untuk menilai kemampuan kerjanya, kejujurannya, loylitasnya, kemampuan kerja sama dan sebagainya. Segala usaha harus dilaksanakan wirausaha untuk merekrut tenag kerja, memelihara, mendidik, mengembangkan, dan membinanya kea rah suasana kerja yang memuaskan. (Fillipus) Sumber tenaga kerja yang baik dapat dipergunakan sebagai sumber recruitment tenaga kerja yang dibutuhkan. (Robertus) Seleksi calon tenaga kerja Baik perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah selalau mengadakn perekrutan dan seleksi terhadap calon tenaga kerja yang dibutuhkan. Menagpa

2.

a.

b.

c.

54 setiap calon pelamar pekerjaan yang akan direkrut harus diseleksi terlebih dahulu? Karena dalam hal ini, setiap wirausaha sebagai pemilik perusahaan ingin mendapatkan sumber dayua manusia yang cocok dan tept untuk memangku suatu jabatan tertentu. Apabil clon tenga kerja sudah resmi diterima jdi pegawai, diwajibkan untuk melaksanakan suatu orientasi terhadap lingkungan perusahaan dimana nantinya ia bekerja. Dalam masa orientasi, kepad tenaga kerja baru, diberikan suatu gambaran tentang seluk beluk masalah pekerjaan di dalam perusahaan. Orientasi itu merupakan masa perkenalan untuk memperoleh kesankesan terhadap masalah pekerjaan, agara para tenga kerja baru dapat menyesuaikan diri. Dengan adanya orientasi maka wirausaha sebagai pemilik perusahaan akan mengetahui apakah tenaga kerja baru itu merupakan tim yang baik atau tidak. Di dalm prakteknya, cara merekrut sumber daya manusia sebagai tenaga kerja melalui seleksi sebagai berikut: 1. Cara Seleksi Tidak Berdasarkan Ilmu pengetahuan Cara Seleksi ini tidak berdasakan ilmu pengetahuan dan tidak berdasarkan pada seleksi atas JOB SPECIFICASION. Seleksi Sumberdaya manusia Ini haya berdasarkan : a. Surat lamaran pekerjaan; b. Ijasa calon tenaga kerja; c. Penagalaman tenaga kerja; d. Wawancara langsung; e. Rekomendasi dari pihak tertentu; 2. Cara Dengan Berdasarkan Ilmu Pengetahuan Seleksi suimberdaya manusia yang berdasarkan ilmu pengetahuan, dapat di pertanggung jawabkan karena seleksi ini berdasarkan pada prosedur – prosedur RECRUITMENT yang benar. Adapun prosedurya: a. APLICATION FORM; lamaran dan persyaratan yang diperlukan b. Wawancara; wawancara awal dan akhir c. Tes/Ujian; tes intelensi, mekanisme, minat, bakat dan sebagaiya. 3. Sumber Dan Merekrut Sumber Daya Manusia Sebagai Tenaga Kerja Suatu keharusan bagian setiap wirausaha sebagai pemilik perusaan untuk mengadakan penilaian terhadap berbagai sumber daya manusia. Sumberdaya manusia sebagai calon tenga kerja yang baik, dapatdi pergunakan sebagai sumbrer RECRUIMENT yang di butuhkan perusahaan. Seuatau perusahaan yang akan merekrut sumbersumberdaya manusiasebagai tenaga kerja, selaian menetapkan kualipikasi, juga menetapkan dari mana calon para tenaga kerja tersebut harus direkrut. Merekrut sumberdaya manusia sebagai tenagakerja yang baru, Perlu di pertimbangkan dengan seksama berdasarkan pedoman dan persyaratan di dalam RECRUIMENT. Kebijaksanaan di dalam RECRUITMENT hendakya di buat prtauran-peraturan, apakah pencarian sumber – sumber tenag kerja itu akan meluas sampai keluar perusahaan ataucukup dari dalam perusahaan sendiri. Dengan adaya kebijaksanaan RECRUITMENT, makawira usaha sebagai Pemilik perusahaan dapat menentukan pola yang berhubungan dengan jenisJenis dari sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja yang diperlukan. adapun Tehnik RECRUITMENTyaitu;

55 Memasangiklan Membuat daptar orang- orang yang akan diwawancarai Memeriksa persyaratan para pelemar kerja Mewawancarai calon tenaga kerja yang sudah terdaptar Menentukan tes / ujian Memilih para pelamr pekerjaan yang paling cocok menurut kebutuhan; g. Membuat perjangjian tentang kerja Sumbr-sumber untuk merekrut simberdaya manusia sebagi tenaga kerja Sangat penting bagi setiap perusahaan. Pada umumnya sumber-sumber tenaga kerja yang di butuhkan wirausaha sebagai pemilik perusahaan itu di dapat dari; a. Dalam perusahaan sendiri b. Kantor penempatan tenaga kerja c. Teman – teman pegawai perusahaan sendiri d. Orang-orang yang mencari pekerjaan e. Begas pegawai yang dahulu pernah bekerja f. Lembaga-lembaga pendidikan g. Postr-poster surat edaran h. Keluarga Dan para tetangga Tenaga kerja manusia merupakan sumberdaya yang sangat penting karena dapat menentukan segala-galanya. Berhasilnya suatu proses pencapaian tujuan organisasi sangat tergantung pada unsure-unsur tenaga kerja manusia. Sumbergaya manusia sebagai tenaga kerja merupakan sumberdaya yang sangat penting didalam memajukan perusahaan. Oleh karena itu para wirausaha sebagai pemilik perusahaan, sebagai menitikberatkan perhatian dan usahaya agar tenaga kerja manusia dapat berdaya guna. Menurut pengamatan penulis, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa merekrut sumber daya manusi sebagai tenaga kerja di dalam perusahaan memeganhg perananpenting disegala bidang. Adapun peranan sumber daya manusia sebagai tenag kerja di dalam perusahaan itu, diantaraya: a. Sebagai perencana dan pengatur organisasi perusahaan b. Sebagai penentu kunci utama peruses maju mundurya perusahaan c. Sebagai sumberdaya yang produktif didalam perusahaan d. Sebagai generator ketatakerjaan didalam perusahaan e. Sebagai pengendali proses produksi didalam perusahaan f. Sebagai modal uttamapenghembangan perusahaan g. Sebagai pelaksana proses produksi di dalam perusahaan h. Sebagai penggerak menejemen perusahaan i. Sebagai administrator organisasi kepegawaiandi dalam perusahaan j. Sebagai dinamisator pembangunan di dalam perusahaan 4. Prosedur merakrut sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja Prosedurmerekrut sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja, terlebih dahulu harus di seleksi.peyeleksian sumbertenaga kerja, sangat penting untuk menjaga ketertiban dan kelencaran di dalam perekrutan atau penerimaan para tenaga kerja baru. Adapun prosedur seleksi 8ntuk merekrut sumberdaya manusia sebagai twenaga kerja baru, yaitu sebagai berikut: a. b. c. d. e. f.

56 a. Pengisian pormulir; Calon tenaga kerja baru, diharuskan mengisi piormulir dengan melampiri 1. Surat lamaran pekerjaan 2. Salinan ijasah 3. Suarat keyterangan berkelakuan baik 4. Surat keterangan tidak terlibat G.30.S/PKI 5. Suarat keterangan pengalaman tenaga kerja b. Wawancara pendahuluan Maksud Wawancara pendahuluan ialah Untuk memperoleh kesan tentang calon tenaga kerja. c. Wawanucara lanjutan; Berdasarkan formulir lamaran dan lampiran-lampiranya,diadakan lagi wawancara lanjutan untuk mendapatkan inpormasi calon tenaga kerja baru dengan lebih mendalam. d. Testing; Untuk mendapatkan kepastian lebih lanjut tentang ilmu pengetahuan dan mketerampiulanya, maka diadakan testingbagi calon tenaga kerja baru. e. Penelitian penagalaman dan surat keterangan; Setelah diadakan testing, perlu ditelitikembali pengalam calon tenaga kerja, serta persyaratan lainya yang diperlukan f. Pemeriksaankesehetan; Pemerisaan kesehatan calon tenaga kerja sangat pewrlu dan harus dilakukan oleh dokter yang kompeten g. Rekomendasi Rekomendasi tentang calon tenag kerja baru, diajukan kepada yang memerlukan pegawai h. Wawancara akhir Wawancara akhir dilakukan oleh bagian yang memerlukan tenaga kerja, sebagai bahan akhir dalam proses pengambilan keputusan diterima atau tidaknya seorang calon tenaga kerja. i. Penempatan calontenaga kerja; Sebelum diangkat sebagai tenaga kerja, maka calon pegawai tersebut diberikan masa percobaan terlebihdahulu j. Pengangkatan Tenaga kerja; Penganmgkatan tenaga kerja di lakukan oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan atau oleh menejer perusahaan. Untuk merekrut calon-calon tenaga kerja baru yang memenuhi persyaratan Terlebihb dahulu harus mengetahui data-data yang lengkap mengenai jabatan yang akan di isiya. Didalam pelaksanaan recruitment, terlebih dahulu wirausaha harus mengetahui orang yang bagaimanakah yang kirakira dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Kualipikasi dasar seleksi sumberdaya sebagai tenaga kerja Kualifikasi dasar seleksi dalam rangka merekrut tenaga kerja yaitu sebagai berikut. a. Keahlian b. Penagaman c. Umur d. Jeniskelamin e. Pendidikan

5.

57 f. Keadaan Fisik g. Bakat h. Tampang i. Temperamen j. Karakter Jenis tes dalam rangkamerekrut sumber tenaga Merekrut sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja Jenis-jenis tes dalam rangka Merekrut tenaga kerja untuk perusahaan antara lain sebagai berikut; a. Achaievement test Achaieveement test adalah suatu tes yang di tujukan untuk mengukur apa yang dapat dilakukan oleh seorang calon tenaga kerja. Cara tes ini ialah dengan mengajukan beberapa pertanyaan, baik secara tertulis maupun lisan.tes ini bertujuan untuk mengukur kecakapan dari calon tenaga kerja pada waktu di uji/di tes untuk melakukan tugas-tugas dan tanggung jawab tertentu dari suatu jabatan. b. Aptitude test Aptitude test suatu test yang tujuannya ingin mengukur kesanggupan atau bakat dari seorang calon pegawai atau tenaga kerja. Tes ini dapt dipergunakan untuk perseorangan atau untuk kelompok. Test ini ditujukan untuk meramalkan kecakapan belajar didalam bekerja bagi calon tenaga kerja pada kemudian hari. c. Intelligence test Intelligence test adalah suatu test yang tujuannnya untuk mengukur aspekaspek intelegensi seseorang calon tenaga kerja dan kesanggupan mentalnya. d. Personality test Personality test adalah tes kepribadian calon tenaga kerja. Dengan wawancara dapat diukur siaft-sifat kepribadian seorang calon tenaga kerja. Tes kepribadian didasarkan atas tampang, perangai, dan sikap calon tenaga kerja. Dengan adanya tes kepribadian diharapkan jawaban-jawaban calon tenaga kerja dapat menunjukan sifat-sifat dan wataknya seperti: ramah tamah, suka menghina, egoism, bekerja sama dengan orang lain, percaya pada diri sendiri dan sebagainya.

6.

Temperamen seorang tenaga kerja akan menunjukan cara bereaksi atau bertingkah laku yang bersifat tetap. Sedangkan istilah watak dibentuk oleh pengalaman semasa kanak-kanak dan dapat diubah oleh pengalamanpengalaman baru. B. KONSEP, UNSUR, SIFAT, MANFAAT, DAN PENETAPAN SUMBER DAYA MANUSIA 1. Konsep perencanaan sumber daya manusia Perencanaan pengelolaaan sumber daya manusia merupakan pola perbuatan yang mengambarkan sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan dan hal-hal yang akan dikerjakan pada kemudian hari. Dengan perkataan lain, perencanaan sumber daya manusia itu ialah memikirkan para pegawai/ karyawan perusahaan sekarang dan dilaksanakan serta tindakannya akan datang dalam masalah pekerjaan. Secara umum, sumber daya manusia itu merupakan system kerja dan

58 pengerah segala fasilitas, agar tujuan usaha yang telah ditentukan sebelumnya benar-benar tercapai dengan baik. Dalam manejemen modern, dijelaskan bahwa sumber daya manusia, merupakan sumber pokok yang paling menentukan keberhasilan dalam pengelolaan usaha. Pada dasarnya usaha atau bisnis yang dikelola wirausaha berkewajiban memanajemeni para pegawai/karyawan guna mengapai tujuan atau sasaran yang hendak di capai. Sudah terbukti apabila sumber daya manusia bermotivasi tinggi dan merasa sebagai bagian dari keluarga perusahaa, maka para pegawai/karyawan akan bekerja lebih efektif, efesien, prestatif, dan menguntungkan untuk perusahaan. Untuk mewujudkan hal ini, ada baiknya wirausaha sebagai pemilik perusahaan merencanakan pengelolaan sumber daya manusia dan menetapkan kebijakannya yang mantap meliputi: a. Merencanakan dan menetapkan cara mengelola sumber daya manusia sebagai tenaga kerja yang produktif. b. Merencanakan dan menetapkan syarat-syarat naik pangkat bagi mereka yang berhasil/berprestasi dalam melaksanakan pekerjaannya c. Menerapkan pedoman jamkerja, cara mengerjakan, masalah cuti kerja, dan sebagainya. d. Menetapkan gajih minimumdan tunjangan yang cukup untuk hidup wajar bagi para pegawai / karyawan Agar para perencanaan pengelolaan sumber daya manusia yang akan bekerja di dalam perusahaan berhasil dengan baik, maka para pegawai / karyawan peril memiliki ; a. Motivasi ataudorongan untuk bekerja secara prestatip; b. Koordinasi yang baik di dalam melaksakan pekerjaan dengan semua pihak; c. Loyalitas dan pengabdian pada perusahaan milik eira usaha; d. Kerjasama dengan semua pihak di dalam perusahaan e. Mempuyai kemampuan, keahlian, dan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaannya Konsep perencanaanpengelolaan sumber daya manusia sebagai pegawai / karyawwan perusahaan merupakn alat untuk menentukan prioritas, mengukur kemampuan keberhasilannya dalam meleksanakan pekerjaannya. Jika wirausaha sebagai pemilik perusahaan tidak membuat konsep perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja perusahaannya, bagaimana dapat mengetahui mau kemana, sampai dimana, dan apa yang harus dilakukannya sehubungan dengan pengelolaan usaha dan pengembangannya 2. Unsur-unsur perencanaan sumber daya manusia Setelah dikembangkan scientific manajemen usaha, maka sumber daya manusia mulai dianggap sebagai sosok yang mempuyai perasaan, pikiran, kebutuhan, kemampuan dan harga diri. Semua keinginan dan kebutuhannya serta segala permasalahannya harus di perhatikan dan di kembangkan agar prestasi kerja para pegawai/ karyawan perusahaan dapat meningkat. Sumberdaya manusia di sini merupakan para pegawai / karyawan perusahaan yang sangat penting dalam dapat menentukan maju mundurnya usaha. Maka dari itu, wira usaha sebagai pemilik perusahaan sudah sepantasnya menitik beratkan perhatiaan dan usahanya, agar tenaga kerja manusia dapat pberdaya guna dan berhasil guna sebagai mana yang di harapkan perusahaan. Di dalam manajemen usaha, realisasinya di titik beratkan terhadap pentingya peranan tenaga kerja manusia untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan

59 wirausaha sebelumnya. Adapun unsure-unsur perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia di dalam perusahaan milik wirausaha sebagai berikut a. Rasional Perencanaanpengelolaan sumberdaya manusia dalam perusahaan harus di buat dengan pemikiran secara rasional, tidak secara khayalan atau angan-angan saja b. Etimasi Dasar dari perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia dalam perusahaan yang baik ialah dari adaya penganalisisan fakta-fakta dan pemikiran-pemikiran yang mendekati ( estimasi ) keyataannya c. Preparasi Perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia dalam perusahaa, dibuar sebagai persiapan yaitu merupakan pedoman dan patokan untuk tindakan yang akan dilakukan oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan. d. Operasional Perenjcanaan pengelolaan sumberdaya manusia, sebaiknya di laksakan untuk keperluan sesuatu tindakan dalam pekerjaan didalam perusahaan dan bukan untuk yang sudah di oprasikan pada masa lalu 3. Sifat perencanaan sumber daya manusia Didalam konsep perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia, wirausaha sebagai pemilik perusahaan akan meyiaokan pegawai/kryawan yang di butuhkan perusahaan diman pekerjaan/aktipitas perlu dijalankan Konsep perencanaan pengelolaan sumberdardaya manusia ialah menp[ersiapkan sumbermanusianya, tentang apa yang dikerjakan dalam bats waktu tertentu agar memperoleh para pegawai/kaeyawan yang produktif dan prestatif. Adapuis sipat perenvanaan sumberdaya manusia dalam perusahaan yaitu sebagai berikut. a. Rasional Perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia yang baik harus atas dasar pemikiran yang masuk akal, ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan b. Faktual Perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia yang baik harus di buat berdasarkan pakta dan data yang ada, serta harus dipikirkan kejadian-kejadian yang akan timbul dalam pelaksanaan pekerjaan didalam perusahaan c. Pleksibel Perencanaan pengelolaan sumber daya manusia yang baik dan sempurna hrus mengikuti perkembangan perusahaan. d. Kontiniu Perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia yang baik harus dibuat dan dipesiapkan untuk tindakan yang terus menerus danm berkelamnjutan dalam bekerja di dalam perusahaan e. 4. Manfaat perencanaan pengelolaan sumber daya manusia Proses perencanaan sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja didalam perusahaan, hakikatnya sama dengan proses perencanaan yang lainnya. Dalam proses perencanaan pengelolaan sumberdya manusia, wirausaha harys mampu membayanmgkan dan mengantisipasi keberhasilan masa depan perusahaannya. Adapun manpaat perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia sebagai tenagta kerja didalam perusahaan yaitu;

60 a. Memberikan uraian tentang langkah-langkah yang harusdikerjakan dalam sasaran, target, dan petunjuk pelaksanaan merekrut tenaga kerja yang berkualitas b. Alat untuk memperkecil resiko dabn memperbesar peluang usaha, kaena adaya sumbertmanusia yang berkualiutas c. Alat untuk mengembangkan kemampuan manajerial atau kepemimpinan dalam perusahaan. d. Alat komunikasi dalam pengelolaan sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja didalam perusahaan 5. Penetapan perencanaan sumber daya manusia Setiap usaha atau bisnis yang di kelola wirausaha pasti mempuyai kegiatankegiatan yang dikerjakan. Misalnya;kegiata proses produksi, pemasyaran, penjualan, promosi, distribusi, dan sebagainya. Untuk melaksanakan kegiatan usaha atau bisnis memerlukan adaya penetepan perencanaan pengelolaan saumber daya manusia sebagai tenaga kerja yang terampil dan berkemampuan dalam bekerja.para wirausaha haruyus menetapkan dan mencata, apakah tanaga kerja yangf dimiliki sudah cukup baik dalam jumlahnya maupun keterampuilan dan kemampuannya. Contoh dalam bidang produksi, apakah sumberdatya manusia, sebagai tenaga kerja sudah mencukupi dan mampu memproses produksi barqangnya. Pungsi organisasi prusahaan yang di kelole wirausaha berpusat sumberdaya manusianya.pungsi ini perlu dilaksanakan direncanakan pengelolaannya sehubungan dengan pentingnya sumberdaya manusia dalam suatu usaha atau bisnis. Dengan melalui sumberdaya manusia maka sumberdaya lainnya dapt dikembangkan. Begitujuga dalam peraktek manejemen modern, paktor penetapan perwencanaan pengelolaan sumberdaya amanusia sebagai tenga kerja, merupakan unsure poko yang dapat menentukan keberhasilan usaha atau bisnis. Didalm usaha atau bisnisnya, wirausaha harus merencanakan pengelolaan sumberdaya manusia dan harus memahaminya, serta dilaksanakan dengan sebaik – baiknya. Bayak sumber daya manusia tersedia, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Sumber sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja yang baik. Dapat dipergfunakan sebagai bahan recruitment ( penerimaan ) tenaga kerja yang di butuhkan . masalah perencanaan menetapkan tenaga kerja yang yang di perlukan, wirausaha sebagai pemilik perusahaan yang sangat penting untuk mengganti tenaga kerja yang sudah lama dan sudah habis masa baktinya menurut undanundang yang berlaku. Penetepan perencanaan pengelolaan sumberdaya manusia, sebagai tenaga kerja yang di perlukan, harus dipertimbangkan dengan seksama dipertimbangkan dengan seksama dipertimbangkan pedoman recruitment ( penerimaan ). Kebijaksanaan didalam recruitment9 penerimaan ) sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja hendaknya di buat peraturan-peraturan, apakanh pencariandan pengelolaan tenaga kerja itu akan meluas sampai keluar perusahaan atau cukup dari dalam perusahaan saja. Dengan adaya kebijaksanaan dalam recruitment ( penerimaan ) sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja, maka wira usaha sebagai pemilik perusahaan dapat menentukan polqa dengan jenis sumbertenaga yang ada. Hal yang perlu dipertimbangkan dari seseorang tenaga kerrja yaitu keterampilannya, spesialisasinya, penaglamannya, dan kejujurannya. ( rhenaldi )

61 Didalam pengel0laan uysaha atau bisnis, paktor sumberdaya manusia merupakan unsure poko yang p[aling menentukan keberhasilannya. ( atesuna ) Pertencanaan pengelolaan sumberdaya manusia ialah mermilih dan menetapkan pegawai / karyawan yang di butuhkan, sehingga akan diperoleh kualitas hasilnya dalam bekerja. ( aditya ) C. LANGKAH DAN TAHAPAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA 1. Langkah pengelolaan sumberdaya manusia Pengelolaan sumberdaya manusia berkisar pada pengadaan, penggunaan, dam peningkatan sumberdaya manusia yang bekerja di dalam perusahaan.Tahap pengelolaan sumber daya didalam perusahaan, mencakup masalah recruitment ( penerimaan ), seleksi, orientasi, dan pengembangannya. Tahap pengelolaannya perlu memperhatikan kesesuaian antara kemampuan sumberdaya manusia dan apa yang menjadi tugas dan tangguing jawabnya didalam perusahaan. Dalam pengelolaan sumber daya manusia, wirausaha perlu memperhatikan dan memberi kesempatan untuk memperoleh pelatihan, pendidikan, supervisi, penilaian kerja, imbvalan, serta jaminan perlindungan, dan kesehatan kerja. Yang bekerja di dalam perusahaan ialah bagaimana agar para pegawai/karyawan merasa puas di dalam bekerja. Adapun langkah-langkah pengelolaan sumber daya manusia yang bekerja di dalam perusahaan yaitu: Pertama : membuat suatu pengelolaan sumber daya manusia dengan menentukan kebutuhan pegawai/karyawan dan tujuan yang akan dicapai perusahaan. Kedua : mengadakan observasi dan penelitian yaitu dengan melakukan penyelidikan atau penelitian terhadap keterangan-keterangan yang sudah dikumpulkan sehubungan dengan sumber daya manusia Ketiga : menyelesaikan masalah-masalah sumber daya manusia di dalam perusahaan dengan menetapkan periode yang diperkirakan relefansinya dengan keperluan pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas didalam perusahaan Keempat : berdasarkan hasil penilihan dan hasil percobaan terhadap sumber daya manusia sebagai pegawai/karyawan di dalam perusahaan akan ditemukan metode-metode atau alternative penyelesaian pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai tenaga kerja di dalam perusahaan. Kelima : metode-metode yang telah dipilih dan diuji, terus di evaluasi berdasarkan hasil pengalaman wirausaha di dalam mengelola sumber daya manusia di perusahaannya. Keenam : akhirnya, wirausaha melaksanakan metode pengelolaan sumber daya manusia yang sudah ditentukan dengan menetapkan pelaksanaanpelaksanaan atau petugas yang ada di perusahaan. 2. Tahapan pengelolaan sumberdaya manusia Pengelolaan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dan harus dilaksanakan oleh wirausaha untuk menentukan apa yang harus dikerjakan ileh pegawai/karyawan di dalam perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia merupakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan usaha membuat rencana, membuat iktisar lengakp, dan menetapkan karyawan/pegawai didalam perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia, akan memberikan pola-pola tinadakan yang akan mencangkup dan merupakan pedoman melaksanakan pekerjaan didalam

62 perusahaan. Adapun tahapan-tahapan dalam membuat pengelolaan sumber daya manusia didalam perusahaan milik wirausaha meliputi hal-hal berikut ini: a. Adanya ramalan Dalam ramalan pengelolaan sumber daya manusia yaiutu bagaimana jalanya perkembangan perusahaan untuk masa depan dan bagaimana kemampuan kinerja para pegawai atau karyawannya. b. Adanya sasaran Disini wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus menetapkan sasaran dan perincian singkat serta tegas mengenai apa yang akan dikerjakan dan akan dicapai oleh pegawai/karyawan didalam perusahaan. c. Adanya kebijaksanaan Di sini wirausaha sebagi pemilik perusahaan harus menerapkan kebijaksanaan rumusan cara-cara kerja yang dilakukan pegawai karyawan di dalam perusahaan. d. Adanya program Di dalam melaksanakan pekerjaan, sebaiknya ada urutan langkah-langkah yang akan dilakukan pegawai/karyawan di dalam perusahaan sesuai dengan program yang sudah ditentukan wirausaha sebagai pemilik perusahaan . e. Adanya factor waktu Adanya factor waktu ialah lamanya tiap-tiap pekerjaan harus diselesaikan tepat waktu sesuai dengan perencanaan perusahaan. f. Adanya prosedur kerja Didalam prosedur kerja harus ada penegasan system pekerjaan yang dilakukan pegawai/karyawan dalam pekerjaan. g. Adanya anggaran biaya Ddalam penetapan sumber-sumber keuangan peruisahaan untuk pelaksanaan pengelolaan sumber daya manusia, sebelumnya anggaran biaya harus dipersiapkan oleh wirausaha. 3. Maksud dan tujuan pengelolaan sumber daya manusia Pengelolaan sumber daya manusia selalu berhubunagn dengan segala macam usaha untuk mencapai dan memelihara pegawai/karyawan didalam perusahaan milik wirausaha dengan memuskkan. Adapun tujuan dan maksud dalam menerapkan pengelolaan sumber daya manusia pada pegawai/karyawan perusahaan yaitu: 1. Untuk mendapatkan pegawai/karyawan dan membinanya dalam rangka mendayagunakan sumber daya manusia yang berkualitas didalam melaksankan pekerjaanya. 2. Untuk meningkatkan kreativitas, inovatif, prestatif, dan keterampiln kerja pegawai/karyawan di dalam perusahaan milik wirausaha. 3. Untuk menciptakan suasana dan hubungan kerja lebih baik, harmonis, dn serasi diantara para pegawai karyawan, baik secara vertical maupun secara horizontal Pengelolaan sumber daya manusia di dalam perusahaan merupakan suatu fungsi manejemen yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan yang ingin mencapai sukses di bidang usaha atau bisnis pengelolaan sumber daya manusia, mempunyai beberapa keuntungan untuk wirausaha diantaranya sebagi berikut: 1. Memberikan sesuatu pedoman untuk mengadakan pengawasan terhadap pegawai/karyawan dalam manejemen kepegawaian dan usaha atau bisnis.

63 2. Memberikan gambaran yang jelas dan lengkap mengenai seluruh kegiatan kerja yang akan dilaksanakan oleh pegawai/karyawan di dalam perusahaan. 3. Kegiatan-kegiatan usaha atau bisnis dan kerjanya berlangsung secara teratur, dengan tujuan tertentu didalam perusahaan. 4. Sesuatu pekerjaan di dalam perusahaan menajdi lebih produktif dan efektif 5. Penggunaan fasilitas dan alat-alat dalam perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien. Pengelolaan sumber daya manusia dititikberatkan pada masalah manusianya yang ada hubungannya dengan masalah kualitas kerjanya. (Ategawa) Pengelolaan sumber daya manusia merupakan bagian manajemen yang beruhubungan dengan manusia, baik perorangan maupun kelompok dengan sumbangannya pada efektivitas kerjanya. (Rhenaldi) Dalam kegiatan manajemen usaha atau bisnis yang dijalankan wirausaha, sumber daya manusia merupakan factor yang sangat menentukan keberhasilan usaha atau bisnisnya. Sumber daya manusia akan menentukan tujuan dan proses kegiatan untuk mencapai keberhasilan yang telah ditetapkan wirausaha didalam perusahaannya. Tanpa adanya sumber daya manusia yang berkualitas tidak akan ada proses kerja didalam perusahaan. Sumber daya mnusia di dalam perusahaan merupakan pusat kegiatan dalam: a. Melahirkan proses kegiatan kerja b. Menggunakan alat-alat dan mesin dalam proses kerja c. Melaksanakan tugas kerja dengan produktif, efektif, efisien, dan prestatif. D. CARA MENGEMBANGKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA 1. Mengembangkan kemampuan bekerja Para wirausaha harus mengetahui bagaimanan menggunakan berbagai sumber daya manusia dalam lingkungan perusahaannya untuk membantu kegiatan proses produksi. Dalam prakteknya banyak sumber daya manusia yang berkualitas tersedia, baik dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan. Semakin maju suatu Negara semakin banyak sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan dan keterampilan didalam melakukan proses pekerjaannya. Sumber daya manusia merupakan potensi pembangunan baik dalam kuantitas maupun dalam kualitas. Wirausaha harus memajukan dan mengembangkan usaha atau bisnisnya dan berusaha mengembangkan para pegawai/ karyawannya dengan mendidik serta melatih agar mereka bias mandiri, disiplin, jujur, tekun, berkualitas dan prestatif didalam melaksanakan pekerjaan. Wirausaha selalu memberikan darma baktinya untuk melancarkan proses pengembangan kemampuan sumber daya manusia, produksi, distribusi dan keberhasilannya. Untuk meningkatkan pengembangan para pegawai/karyawan wirausaha selalu memberikan pendidikan dan pelatihan agar mereka memperoleh kemampuan, keterampilan, dan keahlian didalam melaksanakan pekerjaan diantaranya: a. Mengembangkan kemampuan strategis sumber daya manusia dalam rangka menghadapi persaingan global melalui pengemangan kualitas pegawai/karyawan didalam perusahaan milik wirausaha. b. Memperluas kesempatan bekerja melalui pengembangan kemampuan pengelolaan usaha atau bisnis c. Mengembangkan kemampuan bekerja atau memahami manajemen usaha atau bisnis

64 Stevenson mengatakan bahwa tingkah laku dan usaha wirausaha mencangkup kemampuan untuk menggunakan sumber daya manusia yang dimilikinya, seperti kemampuannya, keahliannya, keterampilannya, spesialisasinya, ide-idenya dan bakat-bakatnya. Adapun factor yang mendorong pola tingkah laku wirausaha dalam mengembangkan sumber daya manusia ialah ingin meningkatkan kualitas didalam bekerja dan mengurangi risikonya. 2. Peranan pengelolaan sumber daya manusia Para pegawai/karyawan perusahaan merupakan sumber daya manusia sangat penting, karena dapat menentukan keberhasilan dalam usaha/bisnisnya. Para pegawai/karyawan yang sumber daya manusianya berkualitas akan memegang peranan penting karena dapat meningkatkan produktivitas dalam mengembangkan usaha atau bisnis wirausaha. Adapun peranan pengelolaan sumber daya manusia sebagai pegawai/karyawan perusahaan milik wirausaha yaitu: a. Sebagai pelaksana proses pengembangan usaha atau bisnis b. Sebagai kunci proses maju mundurnya kegiatan usaha atau bisnis c. Sebagai sumber daya manusia yang produktif, inovatif dan prestatif d. Sebagi perencana dan mengatur organisasi didalam perusahaan milik wirausaha e. Sebagai modal dasar pengembangan dan kemajuan usaha atau bisnis f. Sebagai dinamisator pengembangan dan kemajuan usaha atau bisnis g. Sebagai pengendali proses produksi yang efektif dan efisien h. Sebagai penggerak manajemen usaha atau bisnis i. Sebagai administrator kepegawaian didalam perusahaan milik wirausaha j. Sebagai generator ketatakerjaan didalam perusahaan milik nasional 3. Penilaian pengelolaan sumber daya manusia Penilaian pengelolaan sumber daya manusia didalam perusahaan merupakan salah satu yang sangat penting dalam rangka pelaksanaan promosi. Didalam penilaian pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas banyak sekali permasalahannya. Roger Bellows menyebutkan didalam bukunya “ Psychology of personel in business and industry” bahwa sumber daya manusia itu adalahpegawai/ karyawan perusahaan yang dapat dipergunakan: a. Sebagai dasar untuk menentukan pembayaran gji/upah/bonus kepada pegawai/karyawan perusahaan b. Sebagai alat dalam pengawasan penugasan pekerjaan didalam perusahaan c. Sebagai alat latihan dan pendidikan bekerja didalam perusahaan d. Sebagai alat dalam pemberian tugas kerja didalam perusahaan e. Sebagai alat pemberian perangsang untuk pegawai/karyawan didalam melaksanakan pekerjaan didalam perusahaan Adapun tujuan penialaian sumber daya manusia yang berkualitas sebagai pegawai/karyawan perusahaan milik wirausaha yaitu: 1. Untuk menilai pegawai/karyawan yang berhubungn dengan masalah tmbahan gaji/upah/bonus 2. Untuk menilai aktivitas, kreativitas, dan inovatif pegawai/karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. 3. Untuk menilai kemampuan dan keterampilan pegawai/karyawan didalam melaksanakan tugas karyawnnya.

65 4. Untuk menilai hal-hal yang berhubungan dengan masalah promosi pegawai/karyawan perusahaan. 5. Untuk menilai pegawai/karyawan tentang kecakapannya dan kemampuannya bekerja di dalam perusahaan. Tidak ada satu usaha pun yang dapat bertahan lama serta mencapai sasarannya apabila tidak menggunakan praktek manajmen yang efektif. Sebab terwujudnya tujuan usaha sangat tergantung pada kemampuan sumber daya manusiannya. (Rhenaldi) Adapun komponen data dan fakta yang diperlukan di dalam penilaian dan pengelolaan sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan yaitu: 1. Kejujuran pegawai/karyawan 2. Tanggung jawab di dalam bekerja 3. Keandalan dan kemahiran di dalam bekerja 4. Kualitas pekerjaan para pegawai/karyawan 5. Inisiatif, inovatif, dan prestatif pegawai/karyawan 6. Pemanfaatan waktu di dalam bekerja 7. Sikap pegawai/karyawan terhadap perusahaan 8. Pengetahuan pegawai/karyawan terhadap pekerjaan 9. Kerja sama para pegawai/karyawan didalam perusahaan 10. Kehadiran dan kerajianan para pegawai/karyawan bekerja didalam perusahaan. E. PELAKSANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA 1. Pengelolaan sumber daya manusia melalui latihan dan pendidikan a. Manfaat latihan dan pendidikan kerja Sumber manusia dalam perusahaan salah satau aspek yang perlu ditangani secra berencana dan berkesinambungan. Dengan adanya latihan dan pendidikan kerja diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia yaitu para pegawai/karyawan perusahaan milik wirausaha diantaranya: 1. Keahliannya dalam bekerja akan meningkat 2. Kemampuannya dalam bekerja akan meningkat 3. Kepribadiannya dalam bekerja akan lebi baik 4. Keterampilannya dalam bekerja akan meningkat 5. Pengetahuannya dalam bekerja akan bertambah Dibawah ini akan diberikan beberapa pendapat para ahli tentang manfaat adanya ltihan dan pendidikan dalam rngka meningkatkan sumber daya manusia sebagai pekerja didalam perusahaan diantaranya: 1. D. Yoder : untuk mningkatkan stabilitasi pegawai/karyawan untuk memperbaiki dan meningkatkan cara bekerja dalam perusahaan 2. A. Latinier: Para pegawai/karyawan akan lebih berkembang, lebih cepat dan lebih baik Cara bekerja para pegawai/karyawan akan lebih prestatif 3. J. Tiffen :para pegawai/karyawan perusahaan akan melaksanakan tugasnya dengan baik dan tuntas Para pegawai/karyawan perusahaan akan melaksanakan tugasnya dengan efektif dan efisien

66 : perusahaan dapat memilih pegawai/karyawan yang berkualitas Para pegawai/karyawan perusahaan akan melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan tuntas Proetor dan Thorton menjelaskan tentang manfaat pengelolaan sumber daya manusia melalui latihan dan pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas pegawai/karyawan perusahaan sebagai berikut: 1. Meningkatkan rasa puas para pegawai/karyawan perusahaan 2. Meningkatkan pengetahuan serba guna untuk para pegawai/karyawan perusahaan 3. Meningkatkan dan memperbaiki komunikasi para pegawai/karyawan perusahaan 4. Meningkatkan kerja sama yang lebih baik dalam bekerja pada perusahaaan 5. Memperbaiki moral para pegawai/karyawan perusahaan 6. Mengurangi ketidakhadiran para pegawai/karyawan dalam bekerja pada perusahaan 7. Mengurangi biaya-biaya lembur pekerjaan dalam perusahaan 8. Mengurangi pemborosan dalam pelaksanaan kegiatan kerja didalam perusahaan 9. Mengurangi biaya pemeliharaan peralatan mesin-mesin milik perusahaan 10. Mengurangi keluhan-keluhan para pegawai karyawan pada waktu bekerja dalam perusahaan 11. Mengurangi kecelakaan-kecelakaan dalam pelaksanaan pekerjaan 12. Memperbaiki metode dan system dalam bekerja pada perusahaaan 13. Menaikan dan meningkatkan penghasilan/laba perusahaan b. Beberapa sasaran pengembangan dalm pengembangan sumber daya manusia Dalam rangka pengembangan, pengelolaan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan kerja didalam perusahaan milik wirausaha antara lain sebagai berikut: 1. Pengembangan pengetahuan, kemampuan, keterampilan pegawai/karyawan dalam bekerja di perusahaannya 2. Pengembangan informasi, misalnya dengan latihan orientasi kerja didalam perusahaan 3. Pengembangan sikap pegawai/karyawan, misalnya dengan menambah sensitivitas bekerja didalam perusahaan dan supervisor manajemen personaliannya Beberpa hal penting didalam sumber daya manusia yang akan diperlukan dan akan dinilai antara lain, mengenai produktivitas kerja, motivasi kerja, kepuasan kerja, pelatihan kerja, pengembangan kerja dan kepemimpinannya. Segala usaha harus dilaksanakan untuk mendapatkan, memelihara, mendidik, mengembangkan, dan membina sumber daya manusia yang diarahkan pada suasana kerja yang menyenangkan. (Dizadin) 2. Macam-macam latihan dan pendidikan Macam-macam latihan dan pendidikan dalam perusahaan yang dikelola wirausaha dalam rangka peningkatn sumber daya manusia meliputi hal-hal berikut ini: a. Latihan industry 4. F.W. Taylor

67 Latihan ini tujuannya untuk membantu pra pegawai/karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya secara efektif dan efisien. b. Latihan tugas (job training) Latihan ini tujuannya adalah untuk memberikan intruksi kepada poegawai/karyawan guna melaksanakan tugas-tugas tertentu didalam perusahaan. c. Latihan pengawasan (supervisor training) Latihan ini tujuannya adalah untuk mengajar karyawan/pegawai tentang bagaimana memeriksa dan megawasi kegiatan pekerjaan dalam perusahaan. d. Latihan manajemen ((management training) Latihan ini tujuannya adalah untuk melatih pegawai/karyawan yang memangku suatu jabatan tertentu didalam perusahaan, misalnya untuk menjadi sekertaris dan akuntn. e. Latihan pengembangan pimpinan (executive development) Latihan ini tujuannya adalah untuk pengembangan pimpinan/manajer perusahaan milik wirausaha agar mereka memperoleh kemampuankemampuan memimpin anak buahnya dalam rangka pengembangan usaha atau bisnisnya. 3. Metode latihan dan pendidikan Metode latihan dan pendidikan yang dijalankan wirausaha sebagai pemilik perusahaan dalam rangka peningkatan sumbe daya manusia antara lain: a. Latihan induksi Latihan induksi adalah latihan yang dapat ditempuh melalui kuliah-kuliah, dan melalui perjalanan dinas/studi banding b. Latiahn tugas Latihan tugas dapat dilaksanakan dalam bentuk para pegawai/karyawan bekerja sambil belajar, para pegawai/karyawan mengikuti pelatihan dan pendidikan di luar perusahaan, para pegawai/karywn mengikuti pelatihan dan pendidikan didalam perusahaan oleh tenaga ahli yang didatangkan wirausaha. c. Latihan pegawas Latiahn pengawas dapat dilaksanakn dalam bentuk para pegawai/karyawan dapat belajar melalui kursus-kursus di luar perusahaan, dan wirasusaha melaksanakan kursus didalam perushaan utnuk kepentingan pegawai/karyawan. d. Latihan manajemen Latihan manajemen dapat dilaksanakan dalam bentuk par karyawan/pegawai dapat mengikuti ujian professional manajemen perusahaan, dan dapat mengikuti sekolah khusus pada sore hari setelah selesai/ habis tugas di dalam perusahaan e. Pengembangan manajer/pimpinan perusahaan Pengembangan pimpinan/manajer perushaan dapat dilaksanakan dalam bentuk pimpinan/manajer perusahaan dapat belajar melalui kursus-kursus keahlian mananjemen usaha dan dapt sekolah lagi di pergurun tinggi. 4. Tujuan dan prinsip latiha/pendidikan Tujuan dan prinsi-prinsip latihan/pendidikan yang diselenggarakan wirausaha sebagai pemilik perusahaan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia sebagai berikut: a. Untuk meningkatkan kemampuan para pegawai/karyawn agar cara kerjanya lebih efektif dan efisisen

68 b. Pengawasan para pegawai/karyawn dalam car bekerja lebih mudah dan berkurang. c. Wirausaha dapart mengembangkan ilmu pengetahuan di dalam perusahaan d. Wirausaha dapat mengembangkan rasa kesetiakawanan para pegawai/karyawan dalam perushaaan. e. Wirausaha dapat mengembangkan para pegawai/karyawan secara positif dan prestatif dalam bekerja pada perusahaan f. Wirausaha dapat memupuk pengembangan para pegawai/karyawan untuk berprakarsa, berinisiatif dan berinovatif di dalam perusahaan. g. Wirausaha dapat mengembangkan para pegawai/karyawan di dalam perusahaan h. Wirausaha dapat mengembangkan daya guna dan hasil guna para pegawai/karyawan didalam bekerja pad perusahaan i. Wirausaha dapat mengembangkan dan meningkatkan pengabdian, kualitas, keahlian, kemampuan, keterampilan, para pegawai/karyawan di dalam perushaan. Adanya latihan dan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kepribadian, pengetahuan, dan kemampuan pegawai/karyawan sebagai sumber daya manusia. (Danggun) Adanya latihan dan pendidikan akan menjamin tersediannya pegawai/karyawan yang mempunyai keahlian khusus dan dapat mempergunakan keahliannya. (Ategawa) 5. Pengelolaan sumber manusia melalui analisis jabatan Didalam pengelolaan sumber daya manusia melaui analisis jabatan (job analysis), wirausaha terlebih dahulu mengetahui data-data yang lengakp mengenai jabatan yang akan diisinya. Analisis jabatan adalah suatu proses untuk membuat uraian pekerjaan jika nantinya dapat diperoleh keterangan pekerjaan untuk menilai jabatan tertentu. Untuk menetapkan kualifikasi sumber daya manusia di dalam perusahaan diperlukan keterangan-keterangan terperinci tentang suatu jabtan meliputi: 1. Apa yang harus dikerjakan oleh pegawi/karyawan pada jabatn tertentu didalam perusahaan? 2. Apa wewenang tanggung jawab pegawai/karyawan yang bersangkutan di dalam perusahaan? 3. Alat-alat atau mesin-mesin yang diperlukan dan akan dipergunakan oleh pegawai/karyawan didalam perusahaan 4. Kondisi-kondisi pekerjaan yang akan dilaksanakan 5. Latihan dan pendidikan keahlian khusus untuk pegawai/karyawan di dalam perusahaan. Adapun tujuan dari adanya analisis jabatan dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk mengisi suatu jabatan tertentu didalam perusahaan milik wirausaha sebagai berikut: 1. Untuk memberikan suatu pengertian tentang unsure-unsur jabatan yang tergantung dalam tiap-tiap jabatan didalam perusahaan 2. Meruapak dasar dari program-program manajemen kepegawaian di dalam perusahaan 3. Untuk menyelidiki proses, tugas, tanggung jawab, dan tentang masalah kerja didalam perusahaan

69 4. Untuk menentapakan suatu pekerjaan yang cocok bagi pegawai/karyawan didalam perusahaan 5. Untuk memberikan keterangan cara melaksanakan pekerjaan didalam perusahaan. Gambaran berikut ini perlu diperlukan untuk menetapkan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja yang diperlukan untuk mendapatkan keterangan yang lebih terperinci yaitu: 1. Kegiatan yang harus dikerjakan oleh pegawai/karyawan pada jabatan tertentu. 2. Wewenang dan tanggung jawab pegawai/karyawan yang bersangkutan 3. Alat-alat yang diperlukan dan dan diperguanakan oleh pegawai/karyawan 4. Kondisi-kondisi pekerjaan didalam perusahaan 5. Pendidikan dan pelatihan untuk pegawai/karyawan 6. Besarnya upah atau gaji, lamanya jam kerja dan promosi Adapun tugas pekerjaannya itu sangat dipengaruhi oleh adanya kualifikasi dan spesifikasi jabata. Spesifikasi jabatan adalah suatu keterangan tentang syaratsyarat tentang seorang pegawai/karyawan yang diperlukan untuk memangku jabatan tertentu.spesifikasi jabatan merupakan standar untuk menetukan kualifikasi sumber daya manusia sebagai tenaga kerja yang menentukan kualitas yang diperlukan dalam suatu jabatan tertentu didalam perusahaan. Sumber daya manusia merupakan modal dasar untuk usaha atau bisnis, karena sumber daya lainnya dapat dikelola dan dikembangkan. (Atedja) Pekerjaan-pekerjaan yang besar bukanlah yang dilakukan oleh tarikan otot atau keterampilan jasmani, melainkan oleh pengalaman, kekuatan, wata, dan keyakinan. (Cicero) 6. Cara menganalisis jabatan Salah satu cara untuk menganalisis jabatan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja didalam perusahaan ialah dengan daftar pertanyaan. Daftar pekerjaan diberikan atau dilimpahkan kepada karyawan/pegawai pelaksana dan harus menjelaskan hal-hal yang mengenai pekerjaannya. Untuk menentukan kualifikasi sumber daya manusia sebagai tenaga didalam perusahaan dapat diajukan pertanyaan-pertanyaan yaitu sebagai berikut: 1. What worker does 2. How he does it 3. Why he does it 4. The skill involve in the doing 7. Macam-macam ananlisis jabatan dan manfaatnya a. Macam-macam analisis jabatan Berikut ini akan diuraikan macam-macam analisis jabatan dalam rangka menentukan kualifikasi sumber daya manusia sebagai tenaga kerja didalam perusahaan: 1. Job analysis for personal specification 2. Job ananlysis for training purposes 3. Job ananlysis for setting rates 4. Job analysis for method improvement b. Manfaat analisis jabatan Dibawah ini diuraikan manfaat dari adanya analisis dalam rangka menempatkan dan menentukan kualifikasi sumber daya manusia sebagai tenaga kerja didalam perusahaan 1. Dalam penarikan dan penempatan

70 2. Dalam pendidikan dan latihan 3. Dalam penilaian jabatan 4. Dalam perbaikan syarat pekerjaan 5. Dalam perencanaan organisasi 6. Dalam pemindahan dan promosi Masih ada wirausaha sebagai pemilik perusahaan yang belum mengerti dan belu menerima kenyataan bahwa unsure manusia merupakan titik sentral perusahaan. (Atesuna) Risiko perusahaan tidak semuanya terletak pada wirausaha sebagai pemilik perusahaan, tetapi lebih banyak diletakan pada pundak seluruh tenaga kerja. (Danggun) 8. Pengelolaan sumber daya manusia melalaui mutasi Mutasi yang dilakukan oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan, diharapkan akan menimbulkan rasa percaya diri pada karyawan/pegawai dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dengan penuh kreatif, inovatif dan prestatif,. Pelaksanaan mutasi dilakukan oleh wirausaha sangat penting dalam perencanaan pengelolaan sumber daya manusi dintaranya: 1. Untuk menenmpatkan pegawai/karyawan yang tepat pada jabatan tertentu pada perusahaan 2. Untuk meningkatkan prestasi pegawai/karyawan didalam perusahaan 3. Untuk menanamkan rasa senang bagi karyawan/pegawai didalam melaksanakan tugas pekerjaan didalam perusahaan. 4. Untuk menimbulkan rasa puasdi dalam bekerja didalam perusahaan. 5. Untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan kecakapan pegawai/karyawan dalam bekerja pada perusahaan 6. Untuk menghilangkan rasa jenuh atau bosan dalam bekerja dalam perusahaan Adapun tujuan dari adanya mutasi yang dilaksankan oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan yaitu: 1. Untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai/karyawan didalam perusahaan. 2. Untuk mendayagunakan pegawai/karyawan didalam perusahaan 3. Untuk mengembangkan kecakapan dan keterampilan pegawai/karyawan bekerja didalam perusahaan 4. Untuk meningkatkan tenaga ahli pada unit-unit yang membutuhkan didalam perusahaan 5. Untuk mengisi jabatan-jabatan yang belum terisi didalam perusahaan Analisis jabatan merupakan alat utnuk mengenali susunan pekerjaan, hubungan pekerjaan dan syarat-syarat pekerjaan dalam raangka peningkatan sumber daya manusia. (Atesuna) Puas tidaknya bekerja didalam mutasi tergantung pada sikap mental pegawai/karyawan. (Rhenaldi) 9. Pengelolaan sumber daya manusia melalui promosi Promosi adalah kenaikan jabatan yang lebih tinggi baik kekuasaan maupun tanggung jawab seorang pegawai/karyawan dalam suatau struktur organisasi di perusahaan. Agar pelaksanaan promosi dapat berjalan dengan baik dan lancer maka wirausaha didalaam memberikan promosi harus berdasarkan pada pedoman dan suatu perencanaan yang mantap dengan berpedoman pada “ the right man in the right place”. Salah satu cara didalam perancanaan pengelolaan sumber daya manusia sebagai karyawan/pegawai perusahaan ialah dengan promosi.

71 Adapun pentingnya promosi untuk pegawai/karyawan perusahaan milik penguasaha yaitu sebagi berikut: a. Dapat meningktkan semangat kerja para pegawai/karyawan dengan prestatif. b. Merupakan suatu penghargaan terhadap pegawai/karyawan yang cukup membanggakan c. Dapat menjamin stabilitas kepegawaian didalam perusahaan d. Menanamkan rasa kepuasan didalam bekerja e. Meningklatkan produktivitas para pegawai/karyawan didalam bekerja f. Menambah harga diri para pegawai/karyawan yang kaut pada waktu bekerja g. Dapat meningkatkan kegairahan para pegawai/karyawan didalam bekerja h. Adanya motivasi kearah prestasi para pegawai/karyawan pada waktu bekerja. Setiap pelaksanaan promosi para pegawai/karyawan didalam perusahaan mempunyai persyaratan-persyaratn tertentu. Adapun syarat didalam pelaksanaan promosi pegawai/karyawan perusahaan dalam rangka perencanaan pengelolaan sumber daya manusia yaitu sebagai berikut: 1. Adanya promosi dalam suatu jabatan tertentu didalam perusahaan 2. Pegawai/karyawan yang bersangkutan mempunyai kecakapan yang tinggi dan merupakan sumber daya manusia yang berkualitas didalam perusahaan 3. Adanya kebijaksanaan dan prosedur-prosedur untuk mengukur rencana pengelolaan sumber daya manusia melalui promosi pegawai/karyawan didalam perusahaan 4. Pegawai/karyawn yang bersngkutan cukup lama masa kerjanya 5. Adanya metode-metode penilaian promosi tertentu didalam perusahaan 10. Pengelolaan sumber manusia melalui motivasi Perencanaan pengelolaan sumber daya manusia didalam perusahaan, diantarnya dengan cara member motivasi kepada para pegawai/karyawan diantarnya: a. Pemberian insentif semimaterial Pemberian insentif semimaterial adalah daya dorong yang diberikan wirausaha sebagai pemilik perusahaan kepada pegai/karyawan agar kegairahan kerjanya lebih meningkat dan produktif. Motivasi ini oleh wirausaha dapat diberikan dalam bentuk: 1. Penempatan pegawai/karyawn yan tepat di suatu jabatan yang tepat pula 2. Memberikan latihan pendidikan, penataran, kursus-kursus dan lokakarya secara sistematis 3. Memberikan dan menyediakn fasilitas kerja didalam perusahaan 4. Memberikan pekerjaan dan jabatan yang cocok dengan keahlian pegawai/karyawan didalam perusahaan. b. Pemberian insentif material Pemberian insentif material yang diberikan wirausaha sebagai pemilik perusahaan adalah daya dorongan yang dinilai dengan pemberian uang. Dengan memberikan/gaji/upah dn bonus yang memadai dan cukup untuk keperluan hidupnya akan mendorong peningkatan daya kerja para pegawai/karyawan dengan penuh prestatif dan produktif. Motivasi merupakan pendorong kegiatan kegairahan kerja pegawai/karyawan dengan hasil guna daya tarik yang penuh produktif. (Rhenaldi) Motivasi merupakan perangsang bagi par pegawai/karyawan kearah peningkatn kerja penuh inisiatif, kreatif, prestatif. (Dizadin) 11. Pengelolaan sumber daya manusia melalaui actuating

72 Pengelolaan sumber daya manusia dengan actuating (penggerakan) sangat penting. Kegiatan actuating pengelolaan sumber daya manusia didalam perusahaan biasanya akan memperoleh hasil yang maksimal apabila wirausaha memperhatikan factor-faktor dibawah ini: a. Memberikan dorongan untuk maju kepada pegawai/karyawan dan mampu mengembangkan potensi dirinya didalam bekerja b. Memperlakukan sumber daya manusia yang bekerja didalam perusahaan dengan sebaik-baiknya c. Mengusahakan adanya keadilan kepada pegawai/karyawan tanpa pilih kasih dalam bekerja milik wirausaha. d. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan sumber daya manusia yang bekerja di perusahaan milik wirausahawan e. Menghargai hasil pekerjaan pegawai/karyawan yang produktif didalam perusahaan milik wirausaha f. Menanamkan keinginan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bekerja sama secar produktif didalam perusahaan milik wirausaha g. Memberikan kesempatan dan bantuan yang cukup kepada pegawai/karyawan didalam bekerja pada perusahaan milik wirausaha.

MEMPERSIAPKAN DAN MENGELOLA ADMONISTRASI USAHA A. MASALAH ADMINISTRASI USAHA 1. Pengertian administrasi usaha Pada umumnya banyak maslah karena tidak besarnya administrasi usaha dapat menganggu kelancaran kegiatan perusahaan. Maka dari itu masalh administrasi usaha tidak dapat diabaikan begitu saja dalam rangka pengembangan perusahaan. Masalah administrasi pelaksanaannya tergantung pada keadaaan perusahaan yang bersangkutan. Administrasi berasal dari bahasa belanda yaitu ad dan ministratie yang artinya melakukan kegiatan ctat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan sebagainya.

73 Sedangkan pengertian administrasi secara lebih luas berasal dari bahasa inggris yaitu administration yang pengertiannya dinyatakan oleh para ahli administrasi berikut ini: a. Menurut H.A. Simon, administrasi adalah suatu kegiatan dari usaha kelompok yang mengadakan kerjasama umntuk mencapi tujuan bersama b. Menurut Leonard D. White administrasi adalah suatu proses yang umumnya terdapat pada semua kelompok usaha Negara, swasta, sipil atau militer serta berbagai bentuk kelompok perkumpulan. c. Secara umuim administrasi memiliki cirri-ciri sebagai berikut: • Adanya sekelompok orang • Adanya kerjasama dari sekelompok orang • Adanya tujuan yang harus di capai • Adanya proses kegiatan usaha • Adanya aspek bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan. Secara umum dapat dikatakan bahwa administrasi itu dapat dilaksanakan jika banyak orang yang berkepentingan terhadap aministrasi itu sendiri hal ini disebabkan seseorang untuk mengatur suatu organisasi dalam melaksanakan administrasi usaha sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan. Suatu administrasi usaha akan berhasil baik jikasemua orang yang melakukan kerja sama di dalamnya dan masing-masing mempunyai tugas, wewenang, tanggung jawab, dan cara-cara yang sesuai dengan tugasnya masing-masing. 2. Prinsip dan fungsi administrasi usaha pengaturan dan tujuan administrasi usaha Prinsip administrasi sangat diperlukan dan penting sekali dalam rangka pengembangan perusahaan. Pencatatan semua kegiatan perusahaan sangat diperlukan bagi kelancaran pengelolaan usaha dan masalah ini merupakan tugas administrasi. Tugas para pleksana administrasi di dalam perusahaan yaitu melakukan pencatatan data-data transaksi usaha, keuangan usaha, produksi, tenaga kerja, bahan baku, pemasaran, promosi, distribusi, dan sebagainya. Dengan demikian tanpa adanya administrasi yang baik semua pekerjaan didalam perusahaantidak akan berjalan lancar. Adapun yang menjadi prinsip didalam administari usaha itu timbul karena ada 3 faktor yaitu: 1. Adanya sekelompok manusia yang terikat didalam dunia usaha 2. Adanya tujuan yang diharapkan didalam dunia usaha 3. Adanya kerjasama usaha dengan semua pihak Adapun bentuk dan model administrasi bermacam-macan akan tetapi yang perlu diperhatikan ialah administrai tersebut dapat dibuat secara rapi, sistematis, tertib dan sederhana sehingga wirausaha dapat memeriksa dan mengendalikannya. Maka dari itu pembinaan terhadp penyelenggaraan buku-buku admministarsi perusahaan supaya lebih ditingkatkan dan dekerjakan secara kontinu. Adapu fungsi dari admnistrasi yaitu sebagai berikut: a. Menyediakan dan melengkapi serta mengelola buku-buku administrasi perusahaan dengan baik dan teratur. b. Mencatat alat-alat perlengkapan perusahaan dan kegiatan-kegiatan usaha atau bisnis kedalam buku-buku administrasi. c. Mengerjakan buku-buku administrasi perusahaan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. d. Memelihara buku-buku administrasi perusahaan denga baik dan benar.

74 Administrasi Administrasi yan baik merupakan jaminan terhadap pihak ketiga dalam rangka mengadakan kerjasama dibidang usaha atau mengadakan permohonan pinjaman modal kepihak bank. (Robert wagner) 3. Pengaturan dan tujuan administrasi usaha Administarsi itu harus diatur dan dibuat sebaik-baiknya dengan tujuan yang sudah ditentukan yaitu: a. Membantu wirausaha dalam rangka pengembangan usaha b. Memberikan kepuasan kepada para pembeli/pelanggan/konsumen. c. Memberikan kepeda tata usaha didalam perusahaan secara teratur d. Memberikan pelayanan yang baik kepada para pembeli/pelanggan/konsumen. Sedangkan pengaturan dan pelaksanaan administrasi usaha diantaranya: a. Pengaturan catatan dan dokumen transaksi usaha b. Pengaturan catatan dan dokumen pemasaran dan penjualan produk. c. Pengaturan catatan dan dokumen para konsumen/pembeli/pelanggan. d. Pengaturan catatan dan dokumen inventaris barang dagngan dan sebagainya. e. Pengaturan catatan dan dokumen personalia perusahaan f. Pengaturan catatan dan pengarsipan dokumen-dokumen perusahaan Dari penjelasan materi tersebut diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa maksud dan tujuan administrasi usaha yaitu sebagai berikut: 1. Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat memonitor kegiatan dan pengendalian usaha. 2. Agar wirusaha sebagai pemilik perusahaan dapat mengamankan jalannya kegiatan usaha. 3. Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat mengevaluasi kegiatankegiatan usaha. 4. Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat menyususn program pengembangan kegiatan usaha. 5. Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat menunjukan adanya buktibukti kegiatan usaha. 6. Agar wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat mngambil kepuitusan dalam pengembangan dan pengendalian usaha. Administasi merupakan alat mnajemen dan alat dasar penilain maju mundurnya kegiatan usaha atau bisnis. (Robert Wagner). Pada masa kini adminitrasi telah menduduki posisi penting dalam organisasi perusahaan dan berperan mendukung tujuan usaha. (William Jr). B. MACAM KEGIATAN ADMINISTRASI USAHA 1. Bentuk dan model catatan administrasi Biasanya yang banyak digunakan administrasi usahanya ialah bentuk daftar atau kolom-kolom dan system kartu. Agar lebih jelas, dibawah ini ada beberapa macam catatan kegiatan administrasi usaha yang mungkin dapat dipakai sebagai pebandin oleh para wirausaha. a. Surat menyurat b. Perjanjian dagang c. Pemesanan dan pengiriman produk d. Pemasaran produk e. Perbekalan/persediaan f. Kepegawaian

75 g. Proses produksi h. Gudang Banyak halkarena tidak beresnya administrasi dapat menganggu kelancaran jalanya perusahaan .(Jannsen) Ilmu administrasi perusahaan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana teknik untuk mencapai laba atau keuntungan usaha (Rhenaldi) 2. Pencatatan dan perlengkapan buku administrasi a. System pencatatan Barang-barang milik perusahaan baik itu barang-barang untuk digunakan sendiri maupun barang-barang dagangan mau dijual kepada konsumen, harus diadministrasikan sebaik-baiknya. Di dalam pelaksanaannya administrasi perusahaan itu ada 2 cara yang dapat digunakan yaitu sebagai berikutr: 1. System pencatatan terus-menerus System ini disebut juga system buku yang pencatatan persediaan barangbarangnya dilakukan secara terus-menerus. Untuk setiap jenis barang dibuat perkiraan, rekening, kartu atau buku administrasinya khusus. Dalam pelaksanaan administrasinya bertambahnya barang perusahaan harus dicatat sebelah debet dan berkurangnya barang dicatat disebelah kredit disetiap adanya transaksi bisnis. 2. System pencatatan secara periodik Dalam system ini setiap adanya transaksi penjualan produk hanya penerimaan uang atau piutang itulah yang perlu di catat, sedangkan harga pokok penjualan produk tersebut harus ditetapkan dan dicatat berdasarkan daftar perincian persediaan produk yang ada. b. Perlengkapan administrasi usaha Perlengkapan administrasi usaha yang mencatat pembelian dan penjualan barang yaitu sebagai berikut: 1. Buku pembelian Termasuk kedalam buku pembelian yaitu: • Buku persediaan barang • Buku pembelian tunai • Buku pembelian kredit 2. Buku penjualan Termasuk kedalam buku penjualan yaitu: • Buku penjualan tunai • Buku penjualan kredit 3. Buku perlengkapan Termasuk kedalam buku perlengkapan yaitu: • Buku voucher untuk mencatat prioritas pembayaran utang • Kuitansi, faktur,nota dan sebagainya. c. Hal-hal yang memerlukan pencatatan Adapun hal-hal yang memerlukan catatan-catatan di dalam administrasi usaha yaitu sebagai berikut: 1. Persediaan barang bahan mentah, barang dagangan dan sebagainya. 2. Utang-pituang dagang atau bisnis 3. Surat –surat relasi bisnis atau tanggapannya 4. Para pemesan produk alamatnya dan kapan harus dilayani

76 Dengan semakin meningkatnya perkembangan usaha administrasinya pun perlu dibuat dan ditingkatkan terutama pembukuan keuangan usaha. Hal ini berguna untuk: a. Membantu wirausaha guna mengambil keputusan sehubungan dengan perencanaan usaha b. Membantu wirausaha guna mengetahui keadaan keuangan usaha d. Unsur-unsur bidang administrasi Pengelolaan usaha dan kelengkapan serta pemeliharaan buku-buku administrasi sangat penting bagi kegiatan dan pengembangan usaha. Maka dari itu, penyelengaraan buku-buku administrasi agar ditangani lebih serius dan dikerjakan secara terus-menerus. Buku-buku administrasi itu sangat penting karena merupakan alat manajemen dalam rangka pengembangan dan pengendalian. Bahwa yang menjadi kepala bagian administrasi didalam perusahaan adalah orang-orang yang menentukan tujuan, menentukan kebijaksanaan, memberikan garis-garis peoman, dan melaksanakan kegiatannya. Agar wirausaha berhasil didalam mengelola usahanya maka ia harus memahami dan melaksanakan unsur-unsur bidang administrasi yang meliputi hal-hal berikut ini: 1. Pengorganisasian 2. Keuangan (financial) 3. Manajemen (management) 4. Kepegawaian (personalia) 5. Perbekalan (logistic) 6. Ketatausahaan (recording) 7. Tata hubungan (relationship) 8. Perwakilan/humas (public relation) Administrasi itu akan melibatkan penggunaan sumber daya manusia, dana, perlengkapan, peralatan, dan tempat-tempatnya. Di dalam pelaksanaan administrasi usaha menyangkut pengaturan dan penatalaksanaan berbagai kegiatan yang dimulai dari administrasi umum, keuangan, pembelian, pemasaran, penjualan, pengadaan, produksi dan sebagainya. Administrasi adalah suatu alat umum untuk mengerakkan sekelompok manusia (termasuk perlengkapan, peralatan, dan fasilitas) yang bekerja sama dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan. (Ategawa) 3. Prosedur administrasi usaha Prosedur administrasi usaha merupakan pedoman yang menunjukan pemilihan cara bertindak dan berhubungan dengan kegiatan usaha. Di dalam kegiatan administrasi usaha itu meliputi pencatatan seperti berikut ini: a. Administrasi dalam usaha kecil Dalam usaha kecil administrasinya dalam hal-hal berikut ini. 1. Pencatatan produksi dan pengadaan barang diantaranya: a. Pencatatan produksi barang b. Pencatatan persediaan barang c. Pencatatan pembelian barang dan pengarsipan faktur d. Pencatatan pengurusan rektur dan klaim e. Pembuatan surat pesanan/order pembelian barang 2. Pencatatan produksi dan barang dagangan diantaranya: a. Pencatatan produksi barang b. Pencatatan rektur dan klaim barang

77 c. Pencatatan penerimaan pesanan/order dari pelanggan d. Pencatatan penerimaan pembayaran e. Pencatatan persediaan barang f. Pembuatan nota/faktur g. Pembuatan surat jalan pengiriman barang h. Pelaksanaan penagihan b. Administrasi dalam usaha besar Kegiatan administrasi didalam kegiatan usaha besar meliputi antara lain: 1. Pencatatan produksi barang 2. Pencatatan pembayaran 3. Pencatatan rektur dan klaim 4. pencatatan penerimaan pesanan/order barang 5. Pembuatan kuitansi pembayaran 6. Pembuatan nota pengeluaran barang dari gudang 7. Pembuatan faktur penjualan barang 8. Pembuatan nota pengeluaran barang dari gudang 9. Pembuatan surat jalan pengiriman barang Berbagai kegiatan di bidang usaha ialah objek yang harus diadministrasikan. Penyelenggaraan administrasi usaha diatur sedemikian rupa dengan menempatkan orang-orang yang mampubekerja di bidangnya. (Danggun). 4. Perangkat administrasi usaha Di samping adanya peralatan danm perlengkapan perusahaan perlu mempersiapkan perangkat administrasi berupa formulir, kartu atau buku untuk mencatat dan membuat dokumen diantaranya: a. Buku produksi b. Buku penjualan c. Buku penerimaan kas d. Buku piutang e. Buku voucher f. Faktur penjualan g. Kuitansi h. Surat jalan dan sebagainya Di dalam suatu usaha, administrasinya dapat dilakukan dalam satu bagian dan dilengkapi dengan: a. Buku keuangan b. Buku pembelian tunai c. Buku pembelian kredit d. Buku utang e. Buku pergudangan f. Buku persediaan barang g. Buku voucher h. Buku kepegawaian i. Buku pemasaran dan penjualan MENGELOLA KEUANGAN USAHA DAN MENGHITUNG RASIONYA A. PERENCANAAN PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA 1. Memahami istilah keuangan usaha

78 Sebagai pemilik perusahaan, wirausaha harus mengetahui dan memahami istilahistilah keuangan, serta mampu menerapkan pedoman-pedoman dasar dalam pengelolaan keuangan usahanya. Dengan adanya perencanaan didalam perencanaan usaha terutama pada bidang keuangan maka wirausaha memungkinkan dapat mengendalikan keuangannya denganbaik. Perencanaan keuangan usaha dan pengendaliannya sangat penting bagi eksistensi terutama untuk perkembangan usaha masa depannya. a. Rencana-rencana yang harus dibuat Agar usahanya dapat bertahan dan berhasil maka wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus mampu merencanakan dan membuat: 1. Rencana pemasukan keuangan usaha pertahun yang kemudian dibagi-bagi menjadi perbulan 2. Rencana pengeluaran keuangan usaha pertahun yang kemudian dibagibagi menjadi perbulan. Semua wirausaha tentu sependapat bahwa perencanaan pengelolaan keuangan itu merupakan hal yang sangat penting didalam kehidupan kegiatan usaha. Keuangan usaha itu merupakan darah dan nafasnya perusahaan. Menurut manajemen modern uang dan keuangan merupakan salah satu fungsi yang saling penting disamping produksi, personalia, dan pemasaran produk dan jasa. b. Beberapa istilah di bidang keuangan usaha Sebelum wirausaha mengelola keuangan usahanya terlebih dahulu harus menyimak dan memahami pengertian beberapa istilah di bidang keuangan usaha diantaranya sebagai berikut: 1. Harta Harta adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, baik berupa benda berwujud atau hak-hak perusahaan yang dinyatakan dalam ukuran uang. 2. Harta lancar Harta lancar adalah hal-hal yang dapat diukur dengan uang tunai selama operasi perusahaan didalam 12 bulan mendatang. Pengertian secara umum, harta lancar dalah uang tunai, piutang, wesel tagih, persediaan dan investasi jangka pendek. 3. Biaya produksi Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan langsung dengan proses produksi dalam rangka menghasilkan suatau produk. Biaya produksi terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya tak langsung. 4. Biaya administrasi dan umum Biaya administrasi dan umum adalah biaya yang meliputi kegiatan seluruh bagian perusahaan. Biaya ini contohnya gaji, biaya lat-alat kantor, dan biaya penyusutan inventaris kantor. 5. Biaya langsung Biaya langsung adalah biaya yang berhubungan langsung dengan hasil produksi. Misalnya biaya bahan baku dan biaya upah langsung. 6. Biaya tidak langsung Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak langsung berhubungan dengan hasil produksi tertentu, tetapi berhubungan dengan suatu prestasi tertentu. 7. Biaya tetap

79 Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak terpengaruh oleh perubahan kegiatan perusahaan dalam batas tertentu. Biaya tetap ini contohnya gaji, biaya penyusutan alat-alat produksi, biaya pemeliharaan pabrik, biaya asuransi, biaya administrasi, biaya umum, biaya pengembangan produk, pembayaran bunga hipotik, dan sewa peralatan. Dengan perkataan lain biaya tetap adalah biaya yang diharapkan konstan, walaupun ada perubahan dalam volume penjualan produk (barang/jasa). 8. Biaya variable Biaya variable adalah biaya yang berubah-ubah dengan adanya perubahan volume kegiatan usaha. Dengan kata lain biaya variable adalah biaya yang besarnya berubah-ubah sebanding dengan perubahan kegiatan perusahaan. Contohnya biaya bahan baku, upah langsung dan bahan pembantu. 9. Biaya semi variable Biaya semi variable adalah biaya yang berubah-ubah tetapi tidak harus berkaitan dengan produksi atau penjualan. Contohnya untuk periklanan, promosi penjualan, riset awal, biaya supervisor, biaya bagian gudang, biaya sosial dan biaya riset pasar. Biaya semi variable ini bersifat variable dan sebagian lagi bersifat tetap. 10. Biaya operasi Biaya operasi adalah biaya yang diperlukan untuk memungkinkan terselenggaranya usaha dalam memenuhi fungsinya yaitu biaya jasa atau biaya tenaga kerja dan pengalokasian biaya umum. 11. Harta tetap Harta tetap adalah sumber daya fisik dalam jangka panjang yang digunakan berkali-kali untuk operasi usaha. 12. Harga pokok Harga pokok ialah suatu kombinasi dari biaya-biaya bahan mentah untuk proses produksi, biaya transportasi, biaya tenaga langsung, dan biaya umum. Dengan perkataan lain biaya pokok adalah biaya yang seharusnya diperhitungkan untuk memproduksi suatu produk dan dinyatakan dalam nilai uang sampai produk dan jasa itu berada di pasar. 13. Uang tunai Uang tunai adalah uang tunai di dalam catatan uang tunai di dalam kotak kas atau deposito di bank. Uang tunai ini bersifat siap pakai untuk pembayaran segera, seperti untuk membayar gaji karyawan, pinjaman, utang, dan sebagainya. 14. Ramalan uang tunai Ramalan uang tunai adalah suatu ramalan tentang keperluan uang tunai pda masa mendatang untuk operasi kegiatan perusahaan. 15. Laba kotor Laba kotor adalah penjualan dikurangi harga pokok penjualan. 16. Laba bersih Laba bersih adalah laba operasi ditambah pendapatan lain dikurangi biaya lainnya. 17. Laba rugi Laba rugi adalah selisih antara penghasilan/pendapatan dikurangi biayabiaya. Apabila penghasilan lebih besar dari pada biaya-biaya usaha, maka selisihnya merupakan laba. Jika biaya-biaya usaha lebih besar dari pada pendapatan maka selisihnya disebut rugi.

80 18. Utang dagang Utang dagang adalah utang-utang yang biasanya ditulis dalam bentuk uang rupiah yang ditanggung oleh perusahaan terhadap para pembekal (pensuplai) barang/jasa yang dibeli dikontrak pembayarannya. 19. Piutang dagang Piutang dagang adalah tagihan yang ditulis dalam istilah uang oleh perusahaan kepada orang lain, karena itu telah membeli barang/jasa dan pembayarannya untuk masa mendatang. 20. Catatan umur piutang Catatan umur piutang adalah pengelompokan umur piutang atas jumlah yang di pinjam oleh para pelanggan dalam jangka waktu 30 hari, 60 hari, 90 hari dari jatuh temponya. 21. Penjualan bruto Penjualan bruto adalah jumlah harga barang yang ditagih atau di jual setelah dikurangi potongan penjualan, tetapi belum dikurangi return penjualan barang/jasa. 22. Penjualan bersih Penjualan bersih adalah penjualan bruto atau kotor dikurangi potongan penjualan dan return penjualan barang/jasa. 23. Potongan penjualan Potongan penjualan adalah potongan ekstra yang diizinkan dan diberikan kepada para langganan yang membuat order besar. 24. Modal aktif Modal aktif adalah modal yang berbentuk aktiva/harta yang menunjukan dalam bentuk apa modal usaha itu ditanamkan. 25. Modal pasif Modal pasif adalah modal yang menunjukan dari mana asalnya dan merupakan jumlah yang abstrak. 26. Likuiditas Likuiditas adalah kemampuan badan usaha untuk membayar utangutangnya yang telah jatuh tempo. 27. Solvabilitas Solvabilitas adalah kemampuan badan usaha untuk memenuhi semua kewajibannya apabila badan usaha itu dibubarkan. 28. Rentabilitas Rentabilitas adalah kemampuan badan usaha untuk menghasilkan laba atau keuntungan. Rentabilitas selalu menunjukan perbandingan antara laba dengan modal yang dipergunakan. 29. Alat-alat kas Alat-alat kas adalah sesuatu yang menjamin badan usaha yang selalu dapat menggunakan keuangannya untuk pembayaran. Misalnya uang kas, uang yang disimpan di bank, dan surat-surat berharga yang mudah diuangkan. 30. Neraca Neraca dalah laporan keuangan yang menggambarkan suatu ringkasan dari sumber daya keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca harus mengambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat, yaitu posisi harta, uatng dan modal.

81 Selanjutnya dengan mempelajari dan memahami arti beberapa istilah-istilah keuangan usaha tersebut, maka wirausaha sebagai pemilik perusahaan akan dapat: a. Menetapkan tujuan didalam pengelolaan keuangan usaha b. Menetapkan dan mengembalikan prioritas keuangan usaha untuk mencapai hasil maksimal dalam waktu pendek. c. Mengevaluasi posisi pengelolaan keuangan usaha. d. Menyusun pengelolaan rencana keuangan sebagai peta kendali didalam usaha. e. Mengevaluasi hasil pengelolaan keuangan usaha yang dicapai per minggunya, perbulannya, pertriwulannya, dan pertahunnya. f. Mengendalikan penerimaan dan pengeluaran keuangan usaha secara ketat dan tepat. g. Mengkomunikasikan posisi keuangan usaha kepada karyawan, sehingga dapat mengambil tindakan-tindakan konkret sebelum terlambat. Semua kegiatan usaha atau bisnis selalu berkisar pada masalah uang atau keuangan. Pengelolaan dan pengendalian keuangan usaha sehari-hari sangat penting bagi wirausaha di dalam perencanaan kegiatn usaha. (Rhenaldi) 2. Perencanaan pengelolaan keuangan usaha Salah satu bidang kunci keberhasilan wirausaha di dalam mengelola usahanya adalah membuat perencanaan pengelolaan keuangan usaha. Perencanaan pengelolaan keuangan usaha itu sangat menentukan masa depan perusahaan. Maka dari itu wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus meluangkan waktunya dan berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan posisi pengelolaan keuangan usahanya. Selanjutnya wirausaha harus bersedia mengambil suatu tindakan secara korektif dan menginvestasikan sumber-sumber daya keuangannya. Adapun tata cara dalam perencanaan pengelolaan keuangan usaha yaitu: a. Mengumpulkan dan mengevaluasi fakta dan data angka keuangan usaha untuk melengkapi perencanaan pengelolaan keuangan usaha. b. Menetapkan tujuan pengelolaan keuangan usaha yang tepat dn pengendaliannya. c. Mengembangkan perencanaan pengelolaan keuangan usaha secara menyeluruh untuk memberikan peta masa depan perusahaan. d. Mengevaluasi strategi-strategi pengelolaan keuangan usaha. Perencanaan pengelolaan keuangan usaha perlu dianalisis dn dievaluasi untuk mengenali dan megetahui kelemah-kelemahannya yang dapat mengakibatkan kesulitan keuangan usaha. Adapun kunci untuk mengatasi masalah keuangan usaha tersebut ialah dengan pembuatan pembukuan dan administrasi yang rapid an teratur. Setoap ada transaksi usaha atau bisnis bagaimnapun besar kecilnya usah, harus selalu di catat dengan bukti yang jelas dan lengkap, seperti fktu. Kuitansi, dan sebagainya. Perencanaan pengelolaan keuangan usaha yang baik paling tidak mengandung asas-asas untuk mencapai suatu tujuan, realistis, wajar, dan efesien. Setelah perencanaan pengelolaan keuangan dalam bentuk masih global dan berjangka panjang dibuat hendaknya wirausaha menuangkannya ke dalam bentuk jangka pendek yaitu berupa proyek-proyek usaha. Perencanaan pengelolaan keuangan usaha akan dilengkapi dengan anggarannya. Perencanaan pengelolaan keuangan usaha di susun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam bentuk uang dan keuangan yang meliputi seluruh

82 kegiatan perusahaan. Dalam perencanaaan pengelolaan keuangan usaha masalah uang menempati posisi paling penting karena segala kegiatan akan dikuantifikasikan dalam bentuk uang. Adapun manfaat pengelolaan keuangan usaha bagi perusahaan antara lain: a. Sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan kegiatan keuangan perusahaan. b. Sebagai alat koordinasi kerja, alat pengawasan kerja, dan alat penilaian rencana pengelolaan keuangan usaha. Mengelola keuangan usaha yang baik dan teratur sangat membantu perusahaan utnuk mencapai sasarannya yaitu perusahaan yang sehat dan mendatangkan keuntungan. (Shogunataria) Untuk menganalisis pengelolaaan keuangan usaha dalam evaluasi kinerja prusahaan diperlukan rasio-rasio keuangan usaha yaitu rasio likuiditas, efisiensi, dan profitabilitas (Rhenaldi). B. PROSES PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA 1. Tujuan pengelolaan keuangan usaha Tujuan wirausaha melaksanakan pengelolaan keuangan usaha adalah ingin mengoptimalkan kemampuan mengelola sumber keuangan usaha yang mungkin diperoleh dan menggunakannya seefesien mungkin, serta menjaga likuiditas usahanya. Berdasarkan analisis keuangan tujuan dari pengelolaan keuangan usaha itu dapat ditinjau dari laba atau keuntungan yang membandingkannya antara pengeluaran dan pendapatan, ketersediaan keuangan, kemampuan perusahaan membayar utang, dan kestabilan keuangan usahanya. Pengelolaan keuangan usha itu mengurusnya harus didasarkan atas kebutuhan atas kebutuhan-kebutuhan keuangan didalam usaha dan tidak atas motif-motif pribadi wirausaha. Pengelolaan usaha itu akan berhasil dan stabil sejauh kegiatan-kegiatan usaha yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan sasaran perusahaan. Tujuan pengelolaan keuangan usaha yaitu sebagai berikut: 1. Ingin meningkatkan pertumbuhan usaha 2. Ingin meningkatkan kemampulabaan di dalam usaha 3. Ingin meningkatkan efesiensi di dalam usaha 4. Ingin meningkatkan imbalan untuk pemilik usaha. Kesimpulannya tujuan dari pengelolaan keuangan usaha tersebut sangat penting sebagai titik dimulainya sebagai proses pengelolaaan keuangan dan pengendaliannya. Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh agar tujuan pengelolaaan keuangan usaha berhasil sebagai berikut: a. Menyusun taksiran kebutuhan keuangan atau modal kerja usaha b. Menyusun pengelolaan keuangan usaha tahunan c. Mengadakan evaluasi dan analisis keadaan keuangan usaha 2. Fungsi pengelolaan keuangan usaha Adapun fungsi pengelolaan keuangan usaha yaitu sebagai berikut: a. Menangani masalah-masalah khusus yang ada di dalam perusahaan b. Mencari, memilih dan mencampur sumber keuangan usaha c. Perencanaan dan pengendalian keuangan usaha d. Pengadaan pemilihan sumber keuangan usaha Selanjutnya untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai fungsi pengelolaan keuangan usaha, wirausaha sebelumnya perlu mengetahui kekuatan dan kelemahan didalam bidang keuangannya. Adapun kekuatan yang dimiliki perusahaan yang dijadikan sebagai landasan dasar berpijak untuk mengelola keuangannya. Sedangkan sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah pada waktu

83 kegiatan usaha yang akan datang mengenai kekurangan keuangannya sulit dihindarkan. Adapun hasil-hasil pengelolaan keuangan usaha dan analisisnya merupakan informasi mengenai keadaan keuangan usaha. Berdasarkan analisis fungsi pengelola keuangan usaha dan pengendalian sangat penting untuk: a. Para wirausaha pemilik perusahaan b. Manajemen perusahaan c. Lembaga keuangan d. Pemerintah 3. System pengelolaaan keuangan usaha Di dalam membuat dan melaksanakan system pengelolaan keuangan ussaha, wirausaha sangat membutuhnkn data-data dan fakta yang benar dan lengkap, dantaranya hal-hal yang berhubungan dengan masalah keuangan di dalam perusahaannya. Berdasarkan data-data dan fakta akan diperoleh dari hasil proses audit informasi proses perusahaan mengenai keuangan usahanya. Berdasarkan data-data dan fakta hendaknya system pengelolaan keuangan usaha dapat menghasilkan informasi keuangan, sehingga wirausaha dapat mengambil keputusan di dalam pengendaliannya. System pengelolaan keuangan usaha itu sebenarnya dapat dilaksanakan dan duperhitungkan perkembangannya lebih jelas dan tepat. System pengelolaan keuangan usaha itu merupakan suatu pengelolaankeuangan dalam jangka pendek dan jangka panjang yang sangat kuantitatif dan biasanya dinyatakan dengan ukuran uang. System pengelolaan keuangan usaha akan menyangkut rencana pendapatan usaha, pengeluaran, pembiayaan kegiatan perusahaan. Siatem pengelolaan keuangan usaha harus dibuat secara tertulis dan dapat dipakai sebagai alat pengendalian keuangan perusahaan. Biasanya yang dikelola dalam system pengelolaan keuangan usaha yaitu keuangan penjualan, keuangan promosi, keuangan distribusi, keuangan gaji, pegawai, rugi laba,arus uang tunai, dan sebagainya. Didalam system pengelolaan keuangan usaha, hal-hal yang perlu dibuat dan dipertimbangkan oleh wirausaha yaitu sebagai berikut: 1. Membuat pembukuan yang teratur dan tertib, catat semua uang yang masuk dan keluar dengan rincian yang jelas tentang jumlahnya uang, asalnya, tujuannya, tanggal, serta keterangan lainnya. 2. Memeriksa keabsahan semua bukti pembayaran deidalam kegiatan usaha atau bisnis. 3. Memisahkan harta atau keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan. 4. Menentukan gaji para karyawan termasuk untuk pemilik perusahaan. 5. Menggunakan jasa bank dengan sebaik-baiknya. 6. Membuat anggaran usaha untuk semua aspek keuangan dan membandingkannya dengan realisasinya. System pengelolaan keuangan harus dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga seluruh dana tau keuangan dapat diedarkan kesemua kegiatan bagian perusahaan. Jika perusahaan kekurangan dana atau uang akan menyebabkan banyak program usaha menjadi terbengkalai dan jika kelebihan dana atau uang akan menyebabkan banyak sumber dana menganggur tiak efisien penggunaannya dan sebagainya. Oleh karena itu wirausaha harus dapat mengatasinya dengan cara membuat system pencatatan atau pembukuan keuangan usaha dengan sebaik-baiknya. System pengelolaan keuangan usaha itu adalah mengurus pemasukan dan pengeluaran uang tunai. Dengan adanya system pengelolaan usaha nantinya akan diketahui

84 adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan memungkinkan bagi pihak yang berkepentingan untuk menilai keadaan keuangan perusahaan. Semua kegiatan dalam pengelolaan usaha atau bisnis berkisar pada uang. Jika lebih banyak uang masuk dari pada keluar perusahaan akan mendapatkan laba. Manajemeni pengelolaan keuangan usaha sangat penting dalam meningkatkan kemampulabaan dan pengembangan perusahaan.(Shakugawa) 4. Langkah-langkah pengelolaan keuangan usaha Didalam menentapkan langkah-langkah pengelolaan keuangan usaha wirausaha harus dapat memahami siklus keuangan dan mengkaitkan investasi awal usaha dengan pendapatannya, pengeluaran biaya usaha, keuntungan usaha, imbalan usaha, dan laba diinvestasikan kembali pada perusahaannya. Adapun langkah-langkah didalam pengelolaan keuangan usaha yaitu sebagai berikut: a. Mendapatkan tujuan pengelolaan keuangan usaha b. Menetapkan tingkat dan target efisiensi usaha jika di pandang dari sudut imbalannya. c. Mengembangkan pengembangan pengelolaan keuangan usaha secara menyeluruh untuk memberikan peta peluang usaha pada masa mendatang. d. Mengevaluasi fakta dan data angka keuangan usaha. e. Mengevalusi strategi kemajuan dan pengembangan pengelolaan keuangan usaha . f. Memeriksa kebenaran pengelolaan keuangan usaha dan merevisinya jika ada kesalahan dan penyimpangan. g. Mendokumentasikan data-data dan fakta pengelolaan keuangan usaha. System pengelolaan keuangan usaha bagikan fungsi jantung pada makhluk hidup. Keuangan merupakan darah untuk menjalankan kegiatan perusahaan dalam bentuk modal kerja atau inventasi didalam perusahaan. (William Jr) Langkah-langkah pengelolaan keuangan usaha didalam prakteknya merupakan salah satu kendali yang sangat berguna dan membantu di dalam mengembangkan kegiatan perusahaan. Adapun jenis-jenis keuangan usaha yang perlu dikelola dan dikembangkan sebagai berikut: a. Keuangan penjualan produk b. Keuangan pemsaran produk c. Keuangan proses produksi d. Keuangan pembelian dan pengadaan bahan baku e. Keuangn distribusi produk f. Keuangan promosi produk g. Keuangan administrasi dan umum h. Keuangan untuk gaji karyawan dan pemilik usaha i. Keuangan pengemasan dan pengepakan produk j. Keuangan perawatan mesin dan produk 5. Tugas pokok pengelolaan keuangan usaha Dalam pengelolaan keuangan usaha ada 2 tugas poko yang perlu dipahami dan diperhatiakan oleh seorang wirausaha sebagai berikut: a. Keuntungan atau usaha laba Keuntungan atau usaha laba merupakan suatu ukuran sampai berapa besar keuntungan suatu usaha yang diperoleh atau kemampuan penanaman modal untuk dapat memberikan pendapatan yang menguntungakan. Jika suatu usaha

85 mempunyai keuntungan atau laba yang besar berarti usahanya tersebut mampu menggunakan modalnya dengan baik. Adapun cara untuk menghasilkan keuntungan atau laba didalamnya yaitu: 1. Menekan serendah mungkin biaya untuk mendapatkan modal usaha 2. Membatasi pengeluaran yang sesuai dengan sasaran usaha b. Kemampuan membayar kebutuhan dengan uang tunai Kemampuan disini maksudnya ialah bagaimana kemampuan usaha untuk memenuhi kewajiban membayar atau memenuhi kebutuhan usaha secara tunai (likuiditas). Adapun ketepatan waktu untuk memenuhi kewajiban membayar kebutuhannya dengan tunai sangat berhubungan dengan nama baik wirusaha sebagai pemilik perusahaan. Wirausaha harus siap mengeluarkan uang tunai ketika kewajibannya diajukn kepadanya. Wirusaha harus dapat mengatur pengeluaran dan pemasukan uang tunai. Kapan pemasukan keuangan bisa terjadi , bila mana pengeluarannya dan berapa jumlahnya. Didalam memperhitungkan kemampuan mebayar uang tunai, wirausaha perlu memperhitungkan pemasukan dan kewajibankewajibannya dalam satu periode waktu tertentu. Adapun keterangan yang diperlukan perusahaan yang mengenai pengelolaan usha yaitu dari laporan keuangan berupa neraca dan ikhtisar rugi laba yang diangkat dari catatn dan keuangan buku kas harian. Neraca dalah daftar yang merupakan cerminan atau gambaran keadaan pada suatu saat yang memuat uraian tentang sumber keuangan dan penggunaan atau suatu daftar yang menyebutkan harta, uatang dn modal perusahaan. Sedangkan yang dimaksud ikhtisar dan perhitungan rugi laba adalah daftar mengenai selisih penerimaan dan pengeluaran uang pada suatu saat atau tnggal tertentu. Adapun pentingnya neraca bagi wirausaha sebagai pemilik perusahaan yaitu sebagai berikut: 1. Utnuk meninjau dan meneliti sejauh mana usahanya didalam memperoleh keuntungan 2. Untuk mengetahui apakah keuntungan usahanya secara tepat guna. 3. Untuk meninjau dn meneliti pengguanaan modal kerja usahanya. Dri adanya laporan keuangan usaha itu dapat ditelaah berbagai hal secara teliti dan mendetail. Di dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan usahanya, dapat saja wirusaha meminta bantuan jasa seorang ahli akuntan dan penasihat didalam masalh keuangan usahnya. Salah satu bidang kunci sukses wirausahawan adalh membuat perencanaan pengelolaan keuangan usaha.(Janssen Jr) Pengelolaan keuangan yng baik dan tept sangat menentukan bagi pengembangan usaha .(Rhenaldi) Didalm mengelola keuangan wirausaha harus mengerti siklus keuangn dan mengkaitkannya dengan investasi awl dengan pendapatn, pengeluaran, dan keuntungan usahanya. (Atesuna) Adapun yang dimaksud posisi keuangan perusahaan yaitu harta, modal dan utang. Tugas selanjutnya wirausaha harus dapat menganalisis kelayakan pengelolaan keuangan usahanya. Analisis kelayakan pengelolaan keuangan usaha merupakan landasn utnuk menentukan sumber daya keuangan yang diperlukan untuk tingkat kegiatan usaha atau laba yang diharapkan. Analisis kelayakan pengelolaan keuangan usaha memerlukan pemilihan alternative

86 yang diterapkan. Adapun pendekatan analisis kelayakn pengelolaan keuangan usaha dipusatkan paa 4 langkah yaitu: 1. Penentuan kebutuhan keuangan total dengan dana-dana yang diperlukan untuk oprasional. 2. Penentuan sumber daya keuangan yang tersedia serta biaya-biaynya. 3. Penentun liran kas pada masa depan yang diharapkan dari operasi usaha. 4. Penentuan pengemblian melalui anlisis dri investasi keuangan didalam perusahaan. Selanjutnya langkah pertama dalam langkah perhitungan kelayakan pengelolaan usaha ialah analisis semua kewajiban keuangan dan kebutuhan pengeluaran secara mendetail yang harus dipenuhi usaha baru pada masa depan. Kebutuhan akan keuangan hendaknya diproyeksikan tiap bulan atu mingguan sekurang-kurangnya untuk operasi tahun pertama dari usaha baru. Adapun dari lngkah kedua dalm anlisi kelayakan pengelolaan keuangan usaha ialah proyeksi sumber daya keuangan yang tersedia. 6. Penghitungan rasio keuangan Menilai kinerja perusahaan dari aspek keuangan dapat dilakukan dengan berbagai cara antar lain dengan mengunakan rasio-rasio keuangan. Perencanaan perusahaan perlu di analisis untuk mengenali kelemaahan-kelemahan yang dapat mengakibatkan adanya kesulitan didalm masalah keuangan usaha. Menganalisis keuangan usaha itu bertujuan untuk membuat wirausaha dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada hubungannya dengan kegiatan perusahaanya. Adapun sebagai metode untuk menganalisis rasio keuangan usahanya, wirausaha dapat menjawab masalah pengelolaan dan penghitungan keuangan dibawah ini. a. Apakah wirausaha dapt memelihara tingkat efesiensi keuangan perusahaan yang dapat dipertanggung jawabkan? Dari hasil analisis maka rumus untuk menghitung rasio-rasio keuangan perusahaan yaitu sebagai berikut: Laba bersih 100% 1. Marjin bersih = x = ….. Penjualan 1 Laba kotor 2. Marjin kotor = Penjualan Pengeluaran 3. Marjin pengeluaran = Penjualan x 1 x 1 100% =…… 100% = ……

s b. Apakah wirausaha telah mengurangi risiko kerugian perusahaannya? Dari analisis maka rasio-rasio keuangan yang dapat dipakai untuk mengukur risiko perusahaannya sebagai berikut: 1. Break event point (BEP) BEP (titik impas) adalah titik penjualan yang harus dicapai dan dilewatkan secepatnya. BEP juga merupakan salah satu dari sekian banyak sasaran perusahaan. BEP (titik impas) ini dapat dihitung dengan rumus: Pengeluaran bisnis BEP = = ….

87 Marjin kotor 2. Dari BEP (titik impas) selanjutnya pindah kerasio keuangan lainnya yang disebut M/K (marjin keamanan atau marjin of sapety). M/K adalah persentase penurunan dalam penjualan produk dibawah penjualan yang sudah direncanakan sebelum mencapai BEP (titik impas). Adapun rumus rasio M/K adalah: Rencana penjualan - penjualan titik impas 100 MK = x = …. Rencana penjualan 1 3. Apakah keuangan perusahaan sudah mantap? Dari analisis berbagai ukuran dapat diketahui kemampuan keuangan perusahaannya. Adapun rumusnya adalah: Uang kas = ….kali Hutang lancar c. Bagaimana menghitung rasio likuiditas perusahaan Likuiditas perusahaan adalah kesanggupan perusahaan untuk membayar utang-utangnya yang sudah jatoh tempo. Perusahaan mampu membayar utangutangnya yang telah jatoh tempo apabila jumlah aktiva lebih lancar lebih besar daripada utang lancar. Makin besar jumlah aktiva lancar yang merupakan untuk membayar disbanding dengan jumlah utang lancar, bearti makin tinggi tingkat likuiditasnya. Likuiditas dari perusahaan dapat dihitung dari neracanya pada suatu saat yaitu dengan membandingkan jumlah aktiva lancar dengan utang lancar. Hasil perbandingan ini disebut “current ratio”. Selain itu untuk mengukur likuiditas perusahaan dapat juga menggunakan “quick ratio” atau accid ratio”. Pada umumnya currentratio pada perusahaan industry, jika kurang dari 2:1 maka dikatakan rasio keuangannya yang kurang baik. Jika yang dipergunakan alat ukur quick ratio maka perusahaan dapat dapat dikatakan likuid jika hasil perbandingannya tidak kurang dari 1:1. Selanjutnya agar lebih jelas dibawah ini diberikan contoh perhitungan current ratio dan current ratio. Perusahaan “ Suteja makmur” Neraca 31 Desember tahun 2004 Kas Rp. 600.000 Bank Rp. 2.000.000 Piutang Rp. 1.400.000 Persediaan barang Rp. 5.200.000 Tanah Rp. 4.000.000 Gedung Rp. 4.800.000 Mesin-mesin Rp. 10.000.000 Jumlah Rp. 28.000.000 Perhitungannya sebagai berikut: Utang dagang Utang wesel Utang hipotik Modal sendiri Rp. 2.400.000 Rp. 1.600.000 Rp. 4.000.000 Rp. 20.000.000

Rp. 28.000.000

88 Aktiva lancar terdiri atas: Kas Rp. 600.000 Bank Rp. 2.000.000 Piutang Rp. 1.400.000 Persediaan barang Rp. 5.200.000 Jumlah Rp. 9.200.000 Utang lancar terdiri atas: Utang dagang Rp. 2.400.000 Utang wesel Rp. 1.600.000 Jumlah Rp. 4.000.000 Perhitungan current ratio perusahaan adalah: Aktiva lancar : hutang lancar = 9.200.000 : 4.000.000 = 2,3 : 1 Aktiv lancar selain dari persediaan barang terdiri atas: Kas Rp. 600.000 Bank Rp. 2.000.000 Piutang Rp. 1.400.000 Jumlah Rp. 4.000.000 Utang lancar persediaan barang tersebut jumlahnya sebesar Rp. 4.000.000 Jadi perhitungan quick ratio keuangan perusahaan adalah aktiva lancar selain persediaan barang utang lancar = 4.000.000 : 4.000.000 = 1 : 1 Untuk menentapka likuid tidaknya keuangan perusahaan yang berdasarkan rasio harus dilihat dari standar rasionya. Standar rasio tersebut berlaku secara umum untuk setiap perusahaan yang sejenis. Pada umumnya pada perusahaan industry harus memiliki current ratio 200% atau perbandingan 2 : 1. Sedangkan untuk quick ratio harus mencapai 100% atau dengan perbandingan 1 : 1, jika ingin dipandang likuiditas perusahaan itu dianggap baik. Adapun rasio-rasio yang berhubungan dengan keuangan perusahaan, maka masalah likuiditasnya dapat dihitung dengan rumus: Aktiva lancar 1. current ratio = x 100% =…. Utang lancar Persediaan barang 2. quick ratio = x 100% =…. Utang dagang 3. quick assets = aktiva lancar – persediaan barang = …. d. Bagaimana cara menghitung rasio solvabilitas perusahaan? Solvabilitas perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk melunasi semua utang-utangnya pada saat perusahaan itu dibubarkan. Perusahaan yang memiliki kemampuan tersebut dinamakan solvable, sebaliknya yang tidak memiliki kemampuan tersebut dinamakan insolvable. Adapun ukuran solvabilitas yang ditentukan oleh setiap perusahaan itu berbeda-beda satu sama lainnya. Akan tetapi dapat dikatakan bahwa rasio minimum keuangan yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan adalah 100%, artinya jumlah harta berwujud sama dengan jumlah utang 1 : 1. Apabila jumlah aktiva berwujud

89 lebih besar daripada jumlah utang, maka nilai kelebihannya disebut axcess value. Pada neraca PT.Gunawan di Bandung diketahui bahwa total aktiva berwujud adalah Rp. 10.200.000 + Rp. 105.000.000 = Rp. 115.200.000 dan total utangnya Rp. 6.000.000 + Rp. 30.000.000 = Rp. 36.000.000. berdasarkan data-data tersebut maka akan dapat ditentukan tingkat solvabilitas PT. Gunawan di Bandung adalah : Rp. 115.200.000 1. Solvabilitas : x 100% = 320% atau 3,2 : 1 Rp. 36.000.000 Rp. 115.200.000 – Rp. 36.000.000 2. excess value : x 100% = 69% Rp. 115.000.000 Adapun rasio-rasio keuangan usaha PT. Gunawan adalah sebagai berikut: 1. setiap utang sebesar Rp. 100 akan dijamin oleh aktiva berwujud sebesar Rp. 320 2. setiap Rp. 100 aktiva akan memiliki nilai sebesar Rp. 69 dan dinilai ini akan dipergunakan untuk membayar utang 3. dari jumlah aktiva Rp. 100 hanya sebesar Rp. 310 yang dipergunakan untuk membayar utang e. Bagaimana cara menghitung rasio rentabilitas perusahaan Rentabilitas perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan atau laba. Rentabilitas perusahaan dapat dibedakan antara rentabilitas ekonomis dengan rentabilitas modal sendiri. Rentabilitas ekonomi adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dengan seluruh modal yang tertanam dalam perusahaan. Sedangkan yang termasuk dengan rentabilitas modal sendiri adalah kemampua perusahaan untuk memperoleh keuntungan dengan modal sendiri yang tertnam dalam perusahaan. Untuk menghitung rasio rentabilitas perusahaan dibawah ini diberikan contoh perhitungannya. PT Gunawan Neraca 31 Desember 2004 Kas Rp. 1.000.000 Utang dagang Piutang Rp. 500.000 6% obligasi PT Persediaan barang Rp. 480.000 X Penanaman modal Rp. 5.000.000 Modal saham Tanah Rp. 11.500.000 Laba usaha Gedung Rp. 13.000.000 Laba saham Peralatan Rp. 11.300.000

Rp. 1.500.000 Rp. 14.000.000 Rp. 20.000.000 Rp. 7.000.000 Rp. 280.000

Jumlah Rp. 42.780.000 Rp. 42.780.000 Berdasarkan neraca diatas rentabilitas perusahaan PT Gunawan dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Sisa laba

90 1. Rentabilitas perusahaan = Modal sendiri SL – LP – BP 2. Rentabilitas ekonomi = MS + MA – PM SL –LP 3. Rentabilitas modal sendiri : R = MS – PM Keterangan : R = Rentabilitas SL = Sisa laba LP = Laba penyertaan di perusahaan lain BP = bunga pinjaman jangka panjang MS = modal sendiri MA = modal asing PM = penyertaan modal di perusahaan lain Berdasarkan rumus-rumus tersebut maka rentabilitas dan rasio keuangan perusahaan PT. Gunawan sebagai berikut: SL = Rp. 7.000.000 LP = Rp. 280.000 BP = 6% x Rp. 14.000.000 = Rp. 840.000 MS = Rp. 20.000.000 MA = Rp. 15.000.000 ( utang dagang + obligasi PT X) PM = Rp. 5.000.000 = …… x 100% =…..

PEMASARAN PRODUK (BARANG DAN JASA) A. PERANAN DAN TUJUAN PEMASARAN PRODUK 1. Pengertian pemasaran produk Sebelum melaksanakan pemasaran produk, sebaiknya wirausaha terlebih dahulu mengetahui pengertian pemasaran. Berikut ini dimuat beberapa batasan tentang pengertian pemasaran. a. Philip kothler Philip kothler mendefinisikan bahwa pemasaran adalah serangkaian kegiatan manusia yang ditujukan untuk memperlancar serta menyempurnakan pertukaran. b. D. W. foster D. W. foster mendefinisikan bahwa pemasaran adalah suatu proses sistematika dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasannya. Pemasaran adalah suatu

91 filsafat yang menyatakan bahwa perusahaan harus dipengaruhi oleh fasilitas produksi atau teknik yang dimilikinya. c. William J Stanton William J Stanton mendefinisikan bahwa pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang/jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ad mupun kepada pembeli yang potensial. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah usaha untuk menciptakan dan mengarahkan suatu standar kehidupan masyarakat. Setelah mengetahui pengertian pemasaran selanjutnya seorang wirausaha harus dapat melaksanakan produk dari hasil produksi. 2. Pentingnya pemasaran produk Para wirausaha sebetulnya sudah sadar bahwa pemasaran produk itu sangat penting bagi keberhasilan usaha atau bisnisnya. Didalam melaksanakan produk, para wirausaha harus mengetahui seluk beluk konsep pemasaran dan segala macam informasinya. Selanjutnya untuk dapat menyusun pelaksanaan pemasaran produk seorang wirausaha wajib menjawab tiga pertanyaan di bawah ini: a. Darimana seorang wirausaha mulai usahanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seorang wirausaha harus memperhatikan latar belakang usahanya, serta bagaimana peluang pemasaran produk dan kendalanya. b. Kearah usaha mana seorang wirausaha akan menuju? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seorang wirausaha harus menetapkan sasaran pemasaran produk untuk masa yang akan datang. c. Bagaimana usaha wirausaha akan mencapai sasaran? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seorang wirausaha terlebih dahulu harus menetapkan strategi pemsaran, diantaranya penelitian pemasaran produk, penyiapan anggaran dan sebagainya. Adapun manfaat adanya pemasaran produk bagin pemerintah ialah dapat memberikan informasi adanya lapangan kerja, juga merupakan rencana usha untuk meningkatkan devisa Negara. Begitu pula pentingnya pemasaran produk bagi para wirausaha ialah dapat menentukan rencana mengalirnya produk ke tangan para konsumen. Dengan demikian intisari pentingnya kegiatan pemasaran produk yaitu sebagai berikut: 1. Menganalisa situasi lingkungan dan peluang pasar 2. Menetapkan strategi pemasaran produk/jasa 3. Mengembangkan sasaran pemasaran produk/jasa 4. Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan pemasaran produk. Di dalam melaksanakan pemasaran produk yang baik dan tepat harus didasarkan pada data, fakta, dan asumsi yang benar tentang: 1. Bagimana target marketnya , dimana lokasinya dan berapa besar daya serapnya? 2. Bagaimana cara melaksanakan teknik produksi yang efektif dan efisien? 3. Bagaimana perubahan harga produk/jasa di pasar? 4. Bagimana saluran distribusinya? 5. Bagaimana keadaan saingannya? 6. Bagaimana analisis SWOT dari perusahaan?

92 7. Bagaimana sumber daya manusianya, fasilitasnya dan sebaginya? Wirausaha yang bijaksana tak akan meremehkan pentingnya pemasaran produk walaupun kelihatannya sepele. (H.R Sutsina) Didalam dunia usaha apapun pemasaran produk tetap merupakan factor yang sangat menentukan keberhasilan usahanya. (Rhenaldi) Selanjutnya utnuk mengetahui mengetahui dan memahami konsep dan ruang lingkup pemasaran produk, para wirausaha perlu menjawab pertanyaan di bawah ini: 1. Produk apa yang akan dipasarkan perusahaannya? 2. Siapa yang akan memasarkan produk perusahaannya? 3. Bagaimana cara memasarkan produk perusahaannya? Oleh karena itu dengan adanya pelaksanaan pemasaran produk secara matang dan tepat, wirausaha yang mengelola perusahaannya akan dapat: 1. Memberikan suatu landasan pokok untuk fungsi-fungsi usaha lainnya 2. Menjadi alat ukur atas hasil-hasil yang akan dicapai dalam pemasaran produk. 3. Pekerjaan yang tidak produktif dalam usahanya dapat dihilangkan 4. Aktivitas-aktivitas pemasaran produk dapat dilakukan secara teratur dan terarah. 3. Peranan pemasaran produk Seorang wirausaha didalam megelola usahanya, harus menelaah dengan cara bagaimana organisasi perusahaan dapat menyusun kegiatan pemasaran produk secara efektif dan efisien. Pemasaran produk sangat diperlukan oleh seorang wirausaha untuk mengetahui perkembangan usahanya pada masa yang akan datang. Pemasaran produk pada dasarnya merupakan peryataan mengenai apa yang ingin dicapai oleh organisasi perusahaan. Pemasaran produk yang sudah di program perlu di koordinasi dan diarahkan agar tujuan usaha yang sudah ditetapkan sebelumnya dapat dicapai. Adapun peranan pemasaran produk-produk yaitu sebagai berikut: a. Agar wirausaha akan termotivasi untuk memikirkan usahanya jauh ke masa depan b. Agar wirausaha dapat mengkoordinasi kegiatan pemasaran produk jauh lebih baik dan terarah. c. Agar wirausaha dapat merumuskan tujuan pemasaran produk yang ingin di capainya. d. Agar wirausaha dapat merumuskan kebijakan operasional di bidang pemasaran produk. e. Agar wirausaha dapat berpartisipasi dan mempertebal rasa tanggung jawab para pelaksana di bidang produk. 4. Tujuan pemasaran produk Tujuan dan pemasaran produk yaitu sebagai berikut: 1. Membawa kearah peningkatan koordinasi ke dalam pemasaran produk 2. Menetapkan standar prestasi untuk mengukur hasil pemasaran produk 3. Memberikan dasar yang logis untuk pengambilan keputusan dalam pemasaran produk 4. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi perubahan-perubahan dalam pemasaran produk. 5. Memberikan pendekatan yang teratur bagi usaha untuk: a. Pengendalian didalam usaha-usaha kegiatan pemasaran produk

93 b. Menjamin keserasian antara bagian-bagian yang terdapat di perusahaan c. Menyelaraskan kegiatan pemasaran produk d. Mengunakan cara-cara berusaha dalam bidang pemasaran produk secara optimal. B. SISTEM PEMASARAN PRODUK 1. Keterampilan pemasaran produk System pemasaran produk merupakan salah satu uinsur utama untuk mencapai keuntungan perusahaan. Wirausaha sebagai pengelola usaha di dalam melaksanakan system pemasaran produk harus bisa menjaganya, agar selalu tetap seimbang antara permintaan pasar dengan kemampuan berproduksi. Oleh karena itu, wirausaha sebagai pemilik perusahaa, serta dapat meningkatkan pemasaran produk secara berkesinambungan. Disini wirausaha harus memahami bagaimana pelaksanaan system pemasaran produknya, distribusinya, penentuan harganya, cara kemasannya, cara penawarannya, pembayarannya dan promosinya. Oleh karena itu, wirausaha sebagi pemilik perusahaan harus dapat melaksanakan system pemasarannya produk dengan proses produksinya serta harus tetap dinamis dan saling mendukung. Wirausaha harus melaksanakan keterpaduan semua kegiatan pemasaran produk meliputi hal-hal berikut: a. Kebijaksanaan pemilihan produk Kebijaksanaan pemilihan produk itu akan menyangkut kebutuhan mana yang akan dipenuhi, apa kebutuhan premier, sekunder dan tersier sesuaidengan kemampuannya. Keijaksanaan pemilihan produk yang dilaksanakan wirausaha harus disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan dapat menarik minat konsumen. Disini produk yang akan dipasarkan perusahaan harus menarik dan menguntungkan, sehingga dapat merangsang para konsumen untuk membeli produk. b. Kebijaksanaan harga produk Cara-cara pembayaran produk perlu mendapatkan perhatian dalam pengelolaan bidang pemasaran karena dengan adanya keringanan dalam pembayarannya akan akan merupakan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Menurut waktunya pembayaran produk dapat dilakukan sekaligus akan bertahap dengan jangka waktu tertentu. Para konsumen yang membutuhkan dan dan berniat membeli produk mungkin akan mengurungkan atau membatalkan niatnya jika tidak ada kesesuaian dengan harganya. Oleh karena itu, system pemasaran harus dipentingkan dan diperhatikan terutama dalam kebijaksanaan harga produk dan didalam menyusun program pemasaran. c. Pengemasan dan pengepakan produk Pengemasan produk akan mempermudah pengangkutan dan penyimpangan serta mengurangi kemungkinan adanya kerusakan produk. Sedangkan pengepakan, berfungsi melindungi isi produk, juga berfungsi sebagi daya tarik bagi para konsumen/pembeli/pelanggan. Selanjutnya wirausaha sebagai pemilik perushaan harus memperhatikan kemasan karena kemasan produk yang baik, indah menarik akan meningkatkan minat konsumen/pembeli/ pelanggan untuk membeli produk. Kemasan produk yang khas juga akan mempermudah para konsumen/pelanggan/pembeli untuk mengingat produk yang dibutuhkan dan yang akan dibelinya.

94 Pengepakan produk yang menarik para konsumen/pelanggan/pembeli dapat juga dijadikan sebagai alat promosi dalam bidang pemasaran produk. Dengan melihat bungkus produk yang menarik maka para konsumen/pelanggan/pembeli tidak hanya mengenal merek produknya tetapi tertarik dan bersedia untuk membelinya. 2. Strategi pemasaran produk Wirausaha sebagai pengelola usaha perlu menetapkan strategi dasar pemasaran produk yang biasa idsebut grand strategy. Strategi dasar pemasaran (grand strategy) adalah memilih dan menganalisis pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai dan menganalisis pasar sasaran yang memuaskan. Seperti kita ketahui bahwa pemasaran produk diibaratkan sebagai suatu medan pertempuran bagi para wirausaha, produsen, para pedagang yang bergerak dalam komiditi yang sama. Wirausaha perlu sekali menciptakan suatu strategi pemasaran produk (grang strategy) agar dapat menang di dunia bisnis. a. Beberapa pilihan strategi pemasaran Jika strategi dasar pemasaran (grand stategy) sudah tepat dan benar maka diharapkan wirausaha sebgai pemilik perusahaan akan berhasil mencapai sasaran pemasaran produkny. Ada 4 pemilihan strategi pemasaran produk sebagai berikut: 1. Penetrasi pasar Penetrasi pasar adalah strategi pemasaran untuk tetap bertahan pada produk semula tetapi penjualannya di perbanyak. 2. Pengembangan produk Pengembangan produk dilakukan dengan adanya pembaharuan atau memproduksi produk baru akan tetapi pasar tetap seperti semula. 3. Perluasan pasar Perluasan pasar adalah tetap pada produk seperti semula tetapi pasarannya diperluas. 4. Diversifikasi Diversifikasi adalah strategi pemasaran dengan membuat produk baru dan pasar yang baru. b. Variabel pertama dalam penyusunan strategi penawaran produk Jika sasaran dan strategi pemasaran sudah ditetapkan wirausaha, selanjutnya perlu dilakukan penjatahan penjualan produk untuk setiap wilayah aau daerah pemasarannya. Wirausaha disini biasanya membuat pernyataan secara terbuka atas pertimbangan fakta dan data pemasaran produk masa lalu dan hasil-hasil penelitian pasarnya. Selanjutnya yang diharapkan wirausaha ialah menguasai market share yang luas maupun market position yang mantap. Market share artinya penguasaan luas pasar, sedangkan market position adalah kedudukan yang kokoh dari suatu produk pada suatu pasar. Adapun didalam penyusunan strategi pemasaran produk itu ada 2 variabel yang utama yang perlu dipertimbangkan oleh para wirausaha sebagai pengelola usaha yaitu sebagai berikut: 1. Variabel yang dapat dikontrol perusahaan Variable yang dapat dikontrol oleh perusahaan diantaranya sebgai berikut: a. Market segmentation

95 Jika seorang wirausaha ingin menjangkau semua segmen pasar, maka saasaran target marketnya mungkin tidak akan tercapai, karena pada zaman sekarang selalu muncul spesialisasi produk tertentu untuk segmen pasar tertentu pula. Wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus menetapkan strategi arah sasaran dari pemasaran produksi yang ditunjukan ke seluruh lapisan masyarakat konsumen atau hanya menetapkan segmen pasar tertentu. Dalam masa spesialisasi pada zaman sekarang wirausaha sangat sukar untuk mengarahkan pemasaran produk ke semua jenis konsumen. Dalam praktekny banyak wirausaha sebagai produsen sudah mulai memilih dan melaksanakan segmen pasar tertentu yang sifatnya lebih khusus atau spesialisasi. Adapun alas an wirausaha sebagai pemilik perusahaan melaksanakan market segmentation adalah karena adnaya perbedaan keinginan konsumen, lokasi usaha, sikap konsumen, kebiasaan konsumen dan sebagainya. Sedangkan cara wirausaha didalam menyusun segmen pasar (market segmentation) antara lain sebagai berikut: 1. Berdasarkan demografis Pemasaran produk berdasarkan demografis adalah pasar dibagi atas variable-variabel menurut jenis kelamin, umur, jumlah anggota keluarga, suku, jabatan, dan sebagainya. Alasannya karena kebutuhan dan keinginan para konsumen yang sangat hubungannya serta lebih lebih mudah diukur jumlah permintaannya. 2. Berdasarkan geografis Menysusn segmen pasar yang berdasarkan geografis ini pasar dapat dipilah-pilih menurut kebangsaan, kota dan sebagainya. Untuk mecapai sasaran geografis tersebut maka wirausaha sebgaai pemilik perusahaan harus menyusun dan melaksanakan periklanan, promosi serta usaha produk yang mengarah pada lokasi pemasaran lainnya. 3. Berdasarkan psikologis Pemasaran produk yang berdasarkan psikologis ini pasar dipilahpilah berdasarkan kelompok-kelompok kelas sosial para konsumen, akan mebuat adanya para konsumen yang daya belinyam kuat dan ada juga yang lemah. Demikian pula didalam gaya hidupnya membuat para konsumen sangat berbeda didalam mengkonsumsi produk yang dibelinya. 4. Berdasarkan prilaku Segmentasi pasar yang berdasarkan prilaku ini dititik beratkan pada pengetahuan, sikap kebutuhan, pemakaian atau tanggapan para konsumen terhadap produk yang dibutuhkan dan yang akan dibelinya. b. Market budget Pada umumya apabila dana bertambah untuk kegiatan pemasaran produk maka jumlah penjualan akan meningkat. Adapun strategi penetapan jumlah dana pemasaran (market budget) produk sangat mempengaruhi keberhasilan di wirausahanya. Jika wirausaha ingin berhasil di dalam usahanya, syaratnya ialah harus menambah anggaran belanja pemasarannya (market budget).

96 c. Timing Disini wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus dapat menjaga dan mengatur waktu (timing), kapan ia harus mulai melancarkan pemsaran produknya. Dengan menjaga ketepatan waktu (timing), maka wirausaha sebagai pemilik perusahaan akan mendapat suatu keuntungan. d. Marketing mix Marketing mix adalah kegiatan mengkombinasikan berbagai kegiatan pemasaran produk, agar dicapai kombinasi maksimal dan hasil usaha yang memuaskan. Didalam pelaksanaannya ada 4 elemen yang tercangkup dalm bauran pemasarn (marketing mix) produk yang dikenal dengan elemen 4P adalah sebagai berikut: 1. Product 2. Price 3. Place 4. Promotion 2. Variable yang tidak dapat dikontrol perusahaan Adapun variable yang tidak dapt dikontrol oleh perusahaan yaitu sebagai berikut: a. Perkembangan teknologi Didalm prakteknya wirausaha seagai pengelola usaha sangat sulit dan tidak akan dapat menduga kapan akan muncul teknologi baru yang dapat membuat proses produksi lebih efisien dan lebih berkualitas. Untuk menngatsi hal ini wirausaha harus mencoba dan berusaha menemukan serta menggunakan teknologi baru lebih cepat dri saingannya. b. Sumber daya alam Wirausaha dalam melaksanakan usahanya sangat sulit meramalkan kapan sumber daya alam akan habis atau kapan sumber daya alam yang baru akan diketemukan. c. Keadaan persaingan Didalam pelaksanaannya sangat sulit bagi seong wirausaha sebagai pemilik perusahaan untuk meramalkan kapan muncul saingan baru dalam usaha yang sama dan produk yang sama pula. Disini wirausaha tidak boleh lengah dan harus berusaha memperbaiki produk atau pelayanan usahanya gar tidak tersingkir oleh para pesain baru. d. Perubahan demografi Perubahan produk (demografi) juga sangat sulit untuk diantisipasi oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan, karena data-data perubahan penduduk itu sulit untuk diperoleh. Wirausaha harus berusaha mencari informasi masalah kependudukan dari biro statistic kependudukan. e. Kebijaksanaan ekonomi dan politik Perubahan-perubahan politik dan ekonomi pemerintah juga sulit untuk diantisipasi oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Contohnya terutama yan menyangkut masalah kredit bank, naik turunnya suku bunga, perubahan politik luar negeri, inflansi, devaluasi, penggantian para penjabat pemerintah dan sebagainya.

97 Secara konvensional perencanaan pemasaran produk didahului oleh analisis mengenai kekuatan, kelemahan, peluan dan risiko yang dihadapinya. (Anata) Ada 4 kekuatan yang dapat mengancam usaha seorang wirausaha yaitu customer (pelanggan), competition (persaingan), cost (biaya), crisis (krisis). (Atesuna) 3. Teknik pemasaran produk Teknik pemasaran produk dari wirausaha sebagai produsen sampai kepada para konsumen yaitu sebagai berikut: a. Pemasaran langsung Disisni pemasaran produk pelaksanaannya ialah langsung dari produsen ke para konsumen. Contohnya: produk kerajinan rumah tangga, pemasaran dan penjualannya ialah langsung ketangan konsumen. b. Pemasaran tidak langsung Pemasaran produk tidak langsung ialah melalui para perantara. Misalnya: melalui para agen, pedagang besar, pedagang kecil, pedagang eceran baru ke konsumen. c. Pemasaran semi langsung Pemasaran produk semi langsung disini digunakan satu perantara yaitu dengan menggunakan saluran ke pedagang eceran. C. MACAM, JENIS, TIPE DAN PROSES PEMASARAN PRODUK 1. Macam pemasaran produk Macam pemasaran produk didalam suatu perusahaan yang dikelola oleh wirausaha meliputi 2 hal sebagai berikut: a. Pemasaran produk secara strategis Pemasaran produk secara strategis bekaitan dengan usaha perusahaan dan kearah mana perusahaan wirausaha akan dikembangkan. Didalam pemasaran produk secara strategis, seorang wirausaha perlu mengembangkan dan mempertimangkan: 1. Para pelanggan yang akan dilayani 2. Para pesaing yang harus dihadapi 3. Ciri-ciri pasar yang ada 4. Trend lingkungan seperti sosial ekonominya, budaya, teknologi, politik dan sebagainya. Strategi pemasaran terpadu produk yaitu strtei produk, strategi harga, strategi promosi, dan strategi istribusi. b. Strategi peusahaan Strategi perusahaan adalah perencanaan pemasaran perusahaan jangka panjang yang bersifat menyeluruh. Didalam melakukan strategi pemasaran produk seorang wirausaha perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini. 1. Analisis sumber daya lingkungan strategis dengan cuan pemasaran produk. 2. Analisis situasi pemasaran produk yang mencangkup: a. Analisis pasar dan segmentasi pasar b. Analisis pengukuran pasar c. Analisis produktivitas usaha dan pemasaran d. Analisis rentabilitas pemasaran

98 3. Penetapan strategi pemasaran produk prusahaan yang mencangkup: a. Strategis penetrasi pasar b. Stategis pengembangan produk c. Strategis pengembangan pasar d. Strategis pemasaran produk e. Strategis diversifikasi produk c. Pemasaran produk baru Pemasaran produk baru adalah pemasaran produk yang masih baru dan disebarkan langsung kepada para konsumen. Didalam pemasarannya akan tercangkup sasaran yang akan dituju. d. Pemasaran operasional Pemasaran operasional adalah kegiatan pelaksanaan dibidang pemasaran produk atas daerah atau wilayah niaga dan waktu pemasarannya dalam jangka pendek. 2. Jenis pemasaran produk Jenis pemasaran produk didalam perusahaan yang dikelola oleh seorang wirausaha yaitu sebagai berikut: a. Perencanaan perusahaan Didalam perencanaan perusahaan diuraikan secara keseluruhan pemasara produk. Didalam perencanaan perusahaannya wirausaha harus membuat perincian kegiatan pemasaran produk secra tepat. b. Perencanaan devisi Perencanaan devisi adalah perencanaan mengenai pertumbuhan dan penganalisisan hasilnya yaitu laba atau keuntungan yang diharapkan oleh wirausha sebagai pemilik perusahaan. Didalam perencanaan devisi, diuraikan tentang strategi pemasaran produk, strategi keungan, strategi produksi, strategi produk, strategi keuangan, strategi kepegawaian dan sebagainya. c. Perencanaan jajaran produk Perencanaan jajaran produk adalah perencanaan yang menguraikan tujuan ssaran dan teknik suatu jajaran produk tetentu yang akan dipasarkan. d. Perencanaan merek produk Perencanaan merek produk memuat tentang tujuan, sasaran, dan teknik mengerjakan merek produk. Seperti kta ketahui bahwa masalah merek produk selalu berhubungan dengan promosi pemasaran produk. 3. Tipe pemasaran produk Seorang wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus memuat konsep tipe pemasaran produk yaitu sebagai berikut: a. Pemasaran produk keseluruhan Pemasaran produk secara keseluruhan akan mencangkup tentang ketentuan-ketentuan umum perencanaan yaitu perencnaan usaha jangka pnjang dan pengembangannya, serta strategi pemasaran produk untuk mencapai tujuan perusahaan. b. Pemasaran produk jangka panjang Pemasaran produk jangka panjang adalah adalah pemasaran dalam periode 3,5,10 sampi jangka waktu 25 tahun.masalah yang dihadapi didalam pemasaran produk jangka panjang sangat luas, karena berhubungan dengan perluasan pbrik, masalah pasar, masalah produksi, masalh,

99 pemasaran, masalah harga, masalah promosi, masalah distribusi dn sebagainya. c. Pemasaran produk tahunan Pemasaran produk tahunan waktunya relaif sangat pendek yaitu 1 tahun. Masalh pemasaran produk tahunan yang harus dibuat oleh wirausaha diantaranya berhubungan dengan periklanan, daerah operasi pemasaran, pembelian barang-barang, penjualan dan sebagainya. Pemasaran produk tahunan merupakan pedoman seorng wirausah didalm mengelola usahanya dengan cangkupan kegiatan pemasaran untuk produk tertentu. Adapun dlam operasi sehari-hari pemasaran produk tahunan itu akan menjadi dokumen praktis para wirausaha, karena brisis identifikasi pemasaran, taktik dan strategi, informasi dan alokasi anggaran pemasaran produk. Selanjutnya yang menjadi alasan wirausaha membuat program pemasaran produk tahunan antara lain sebagai berikut: a. Dapat mendorong para wirausaha untuk memandang masa depan kemajuan perusahaannya secara sistematis. b. Dapat mendorong para wirausaha didalam menghadapi dan memajukan perkembangan usaha pemasaran produk pada masa yang akan datang c. Dapat mendorong para wirausaha untuk menetapkan sasaran dan strategi pemasaran produk secara mantp dan terarah. d. Dapt menghasilkn koordinasi yang lebih sempurna terhdap kegiatan pemasaran produk. e. Dapat menghasilkan patokan-patokan pengontrolan dalam mengukur dan mengevaluasi serta keberhasilan di bidang pemasaran produk. Agar tujuan pemasaran produk tahunan dapat berhasil dengan baik, seorang wirausaha harus dapat menyusun perencanaan dan programnya berdasarkan pada 3 macam cara pendekatan berikut ini: 1. Extrapolative planning Di sini pada waktu melaksanakan manajemen pemasaran produk, seorang wirausaha perlu mempertimbngkan startegi dan memperkirakan tentang laba atau keuntungan dan tingkat pengembangan penjualan produk. 2. Optimization planning Di sini pada waktu melaksanakan manajemen pemasaran produk, seorang wirausaha manajemen pemasaran produk mempertimbangkan strategi alternative yang mempunyai pengaruh kuat terhadap laba atau keuntungan yang diinginkan perusahaan. Di dalam pemasaran produk ini ada kesempatan dan rasa optimis bagi wirausaha didalam meninkatkan omzet penjualan produk, serta akan mempunyai kesempatan untuk menanamkan investasinya dalam perusahaan pada masa yang akan datang. 3. Goal planning Di dalam goal planning, pelaksanaan manajemen pemasaran produk, wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus mempertimbangkan strategi alternative dalam mencapai laba atau keuntungan dan peningkatan omzet penjualan produk utnuk tahun tertentu. 4. Proses pemasaran produk

100 Adapun proses pemasaran produk pelaksanaannya harus diikuti dengan beberapa langkah diantaranya sebagai berikut: a. Perencanaan pemasaran produk Perencanaan perencanaan produk yang di susun oleh wirausaha harus menggambarkan adanya kegiatan dalam bidang pemasaran dan strateginya. b. Penetapan tujuan pemasaran produk Seorang wirausaha yang ingin berhasil didalam usahanya perlu menetapkan tujuan didalam bidang pemasaran produk. Tujuan pemasaran produk yang sudah ditentukan wirausaha akan mempengaruhi penetapan strategi pemasaran yang akan dilaksanakannya. D. MENYUSUN PERENCANAAN PEMASARAN PRODUK 1. Proses perencanaan pemasaran produk Sebelum menyusun perencanaan produk baik jangka pendek, jangka menegah, maupun jangka panjang, sebaiknya wirausaha sebagai pemilik perusahaan terelbih dahulu harus mempelajari prosesnya. Perencanaan pemasaran produk dan jasa yang akan dibuat itu meruapakan kegiatan merumuskan usaha-usaha yang dilakukan dalam bidang pemasaran pada masa yanga akan datang dalam rangka mencapai tjuan usahanya. Perencanaan pemasaran produk yang disusun wirausaha sebagai pemilik perusahaan tidak trlepas dri perencanaan kegiatan perusahaan secara menyeluruh baik jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Perencanaan pemasaran produk itu ialah memikirkan, menimbang, memutuskan dan menentukan: a. Apa yang dikerjakan dalam bidang pemasaran produk? b. Kapan pekerjaan pemasaran produk akan dilakukan? c. Siapa yan ditugaskan untuk melaksanakan pkerjaan dalam bidang pemasaran produk? d. Dimana pekerjaan bidang pemasaran produk akan dilakukan? e. Mengapa pekerjaan bidang pemasaran produk harus dilaksanakan perusahaan? a. Langkah –langkah dalam menyusun perencanaan pemasaran produk Adapun proses dalam menyusun perencanaan pemasaran produk, perlu diikuti dengan beberapa diantaranya sebagai berikut: 1. Analisis hasil prestasi kegiatan pemasaran 2. Analisis keungulan, kelemahan, kesempatan, dan ancamn dalam bidang pemasaran 3. Penyususnan program pemasaran 4. Penentuan tujuaj pemasaran 5. Penerapan strategi pemasaran 6. Penetapan target pemasaran 7. Penyusunan anggaran pemasaran b. Manfaat dari penyususnan rencana pemasaran Menyusun perencanaan pemasaran produk dapat memberikan manfaat bagi wirausaha sbagai pemilik perusahaan yaitu: 1. Utnuk mendorong cara berpikir lebih jauh ke masa depan didalam pengelolaan usahanya. 2. Untuk mengkoordinasi kegiatan pemasarn produk secara lebih baik dan terarah 3. Untuk mengawasi kegiatan pemasaran produk berdasarkan standar prestasi kerja yang sudah ditetapkan perusahaan

101 4. Untuk merumuskan tujuan yang ingin dicapai dn kebijakan operasional perusahaannya. 5. Untuk menggairahkan partisispasi dan mempertebal rasa tanggung jawab para pelaksana bidang pemasaran di dalam perusahaan. c. Tujuan penyusunan rencana pemasaran produk Dengan demikian menyusun perencanaan pemasaran produk bertujuan untuk memberikan pendekatan secara sistematis dan teratur. Adapun tujuan menyususn perencanaan pemasaran produk bagi wirausaha sebagai pemilik perusahaan yaitu sebagai berikut: a. Sebagai alat pengendalian yang cepat, tepat, dan tetur atas catatan, gagsn, kegiatan usaha b. Sebagai alat untuk menjmin keselarasan antara bagian-bagian yang terdapat didalam perusahaan untuk mencapai tujuan. c. Sebagai alat utnuk menyeimbangkan dan menyelaraskan kegiatan pemasaan yang dapat menjamin tercapai sasaran usahanya. d. Sebagai alat untuk menggunakan cara-car berusaha di bidang pemasaran produk secara intensif dan optimal. Penyusunan perencanaan pemasaran sangt menentukan keberhasilan pengelolaan usaha perusahaan untuk mencapai tujunnya. (Atesuna) Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas usahany, selalau menyususn rencn kegiatan pemasaran dalam rangka keberhasilnnya. (Rhenaldi) 2. Perencanaan pemasaran jangka pendek, sedang, dan panjang Perencanaan pemasarn produk yang diuu wirausaha sebgi pemilik perusahaan tidak terlepas dari rencana kegiatan secar menyeluruh baik jangka pendek, menengah, mupun jangk panjng. Perencanaan pemasaran produk jangka pendek (short range planning) adalah rencana pemasaran yang disiapkan untuk periode dibawah satu tahun atau yang sifatnya relative pendek. Perencanaan jangka pendek waktunya sngat sempit padahl kebutuhannya sngt mendesak dn tiba-tiba. Perencanaan produk jangka menengah (intermediate planning) adalah rencana pemasaran yang disiapkan untuk periode 1 tahun sampai 5 tahun. Adapun yang dimaksud dengan perencanaan pemasaran produk jangka pnjang (long rnge planning) pada jenis usah biasa, memerlukn waktu 5 tahun sampai 10 tahun. Bhkn utnuk jenis usaha yang memerlukan studi yang lama memerlukan waktu diatas 30 tahun. Disini terdapat perbedaan jangk waktu hal ini disebabkan oleh kondisi jenis usaha yang berbeda-beda. Contohny: jenis usaha makanan dan minuman dimana bahan bakunya cepat bususk, maka perencanaan pemasaran jangka pndek sangat diperlukan. tetapi hal yang paling penting bagi wirausahawan sebagai pemilik perusahaan dalh cara menyusun perencanaan pemasaran produk jangka pendek, menengah, panjang dengan baik dan terarah sehingga perencanaan pemasaran itu dapat diterapkn pada relisasi ktivitasnya. Yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan pemasaran yaitu sebagai berikut: a. Strategi planning of marketing Perencanaan strtegi ini harus ditkankan pada mananjerial strategi agar pemasran produk benar-benar mempunyai tepat guna sehingg tidak terjadi salh sasaran. b. Comprehensive planning of marketing

102 Tujuan perencanaan pemasaran secara menyeluruh ini sasarn dan proyeksinya harus diketahui agar semuanya dapat terliht di dalam pemasaran yang akn disususn baik untuk jangka pendek, jangka menegah maupun jangka panjang. c. Operational planning of marketing Perencanaan operasi pemasaran ini manajemennya sudah melangkah pada pelaksanaan yang harus dilaksanakan pada wktu pemasaran produk baru dimulai. Rincian dan acuan aktivitas pemasaran produk dapat disusun berdasarkan kebutuhan strategi dan jangkauan yang akan dicapai. Disini perusahaan dapat menggunakan planning organization dengan membuat chart dari perencanaan yang akan dilaksanakn perusahaan. 3. Perencanaaan pemasaran tahunan, lima tahunan dan dekade E. PELAKSANAAN PEMASARAN PRODUK

K1AT PERSAINGAN USAHA A. PERSAINGAN USAHA 1. Pengertian persaingan usaha
Pada umumnya persaingan usaha itu, ber-langsung di antara usaha atau bisnis yang menjual produk yang sama dan bisnis lain yang bersaingan untuk pembeli/pelanggan/konsumen yang sama pula. Dalam dunia usaha atau bisnis apapun bentuk/jenisnya, banyak sekali pesaing yang berjuang untuk memenangkan perlombaan usaha atau bisnis untuk mencapai prestasi dan tujuan yang diharapkannya. Jika demikian, apa yang dimaksud dengan saingan itu? Saingan adalah orang-orang atau pengusaha yang mempunyai maksud dan kemauan yang tidak sejalan dengan maksud atau tujuan wirausaha, sedangkan yang dimaksud dengan persaingan adalah sesuatu yang melekat pada kehidupan dunia usaha atau bisnis itu sendiri. Adapun pesaing yang menjual produk atau barang yang berlainan jenis dan kegunaannya, itu bukan termasuk saingan wirausaha. Jadi, tidak semua usaha atau bisnis merupakan saingan wirausaha. Kalau usaha atau bisnis dalam jenis atau lapangan yang sama, barulah itu disebut saingan. Dalam melayani pasar tertentu, suatu perusahaan tertentu, jarang sekali bergerak sendiri tanpa mendapat tandingan. Dalam prakteknya, kegiatan usaha atau bisnis seringkali mendapat tandingan dari perusahaan-perusahaan lain yang bergerak dalam jalur usaha atau bisnis yang sama. Akan tetapi persaingan dalam usaha atau bisnis itu dapat juga membawa keberuntungan, karena perasaan untuk mencapai peningkatan usahanya akan berkembang. Di sini wirausaha lawan akan membawa perusahaannya ke arah kemajuan dan dapat juga mendorong untuk bekerja lebih baik, lebih efektif, lebih produktif, dan prestatif. Menurut pengamatan penulis, salah sekali jika ada pengusaha yang selalu mengeluh ketika mendapat saingan dari perusahaan lainnya

103

2. Bentuk persaingan usaha
Bentuk persaingan usaha atau bisnii semakin tinggi memerlukan perencanaan yang tepat dan sistematis, baik dalam kuantitas maupun kualitas, untuk membantu wirausaha dalam mengawasi operasional dan sasaran usaha atau bisnis. Bagaimanapun besar atau kecilnya persaingan usaha atau bisnis, hal itu merupakan bentuk fenomena persaingan yang menarik di dalam perkembangan perusahaan. Adapun bentuk persaingan usaha atau bisnis bukan pada kuantitas dan kualitas produk saja, akan tetapi di dalam masalah harganya juga ikut terlibat persaingan. Memang dalam berusaha atau berbisnis selalu ada bentuk .persaingan yang semakin ketat dan sehat. Di sini wirausaha perlu berusaha dan melaksanakan kiat dalam mengatasi persaingan dan harus bisa berkelit dari suasana yang kurang menguntungkan. Adapun persaingan dalam usaha atau bisnis, bentuk persaingannya tidak hanya berkembang dalam jumlah dan ukuran yang besar, tetapi dapat juga persaingan dalam bentuk tekno-loginya. Bentuk persaingan dalam usaha atau bisnis, bisa muncul dalam segala macam jenis atau cara. Sebagai contoh, banyak produk atau barang yang diimport dari luar negeri, bahkan diselundupkan ke negara Indonesia dengan harga murah. Hal inilah yang merupakan ancaman bagi wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Wirausaha harus mengenal bentuk saingan dalam usaha atau bisnisnya dan berapa besar kekuatan dan kelemahan para pesaingnya. Agar lebih jelas, di bawah ini ada 3 (tiga) bentuk persaingan dalam usaha atau bisnis yang perlu dipelajari wirausaha.

a. Persaingan antarperusahaan
Di sini persaingan dapat terjadi antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang usahanya sejenis atau sama.

b. Persaingan bentuk barang
Persaingan bentuk barang adalah persaingan antara barang-barang yang memberikan pelayanan dan fungsi yang sama.

c. Persaingan generic Persaingan generik adalah persaingan di antara berbagai barang yang memberikan manfaat yang sama dalam memenuhi keperluan hakiki para konsumen/pembeli/pelanggan. Dalam bentuk persaingan yang ada di pasar., dimulai dari pengusaha yang sangat dominan, kekuatan yang sedang, dan ada juga yang lemah. Seperti kita ketahui bahwa berwirausaha itu penuh risiko, rintangan, dan tantangan, seperti adanya bentuk persaingan, turun naiknya harga, barang-nya tidak laku, dan sebagainya. Begitu juga walaupun adanya monopoli dan tidak kebal terhadap ancaman usaha atau bisnis, akan tetapi persaingan tetap saja merupakan suatu hambatan atau rintangan. Oleh karena itu, akan lebih baik jika wirausaha dapat menjual produknya dengan relatif murah, desainnya menarik, manfaatnya tinggi, dan model-nya menarik. Peningkatan kiat dalam mengatasi persaingan tanpa hentinya, harus dilaksanakan untuk me-ngejar dan melampaui usaha atau bisnis para pesaingnya. Tidak ada ruginya apabila wirausaha berupaya untuk mengerjakan usahanya atau bisnisnya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan usaha para pesaingnya. Oleh sebab itu, wirausaha lebih baik mengenal dan mengerti tentang apa persaingan itu, daripada harus bersikap masa bodoh atau berpurapura tidak mengetahui terhadap masalah bentuk persaingan. Adapun bentuk persaingan dalam usaha atau bisnis, terdapat pada tingkat usaha lokal, usaha regional, usaha nasional, dan usaha internasional. Di sini pihak pemerintah harus

104 dapat menertibkan persaingan yang tidak sehat dan saling menghancurkan di dalam kegiatan dunia usaha atau bisnis. Pengaturan dan penertiban atas persaingan tersebut, terutama ditujukan untuk melindungi usaha atau bisnis kecil. Menurut pengamatan penulis, ada produkproduk yang dihasilkan oleh industri perusahaan kecil, sama dengan yang dihasilkan oleh industri perusahaan besar dalam bentuk masal dengan kualitas yang lebih baik dan harga yang jauh lebih murah. Akan tetapi meskipun ada proteksi dari pemerintah untuk usaha atau bisnis kecil, namun hal itu bukan berarti satu-satunya jaminan bagi kelangsungan hidup dalam sektor industri kecil, Di sini jaminan yang lebih penting dalam kiat mengatasi persaingan justru dengan meningkatkan kualitas produk, manfaat produk, model produk, dan efisiensinya. Hindarilahkonflik dengan pesaing, karena kesukaran yang ditimbulkan olehnya tidak sepadan dengan hasilnya. (Rhenaldi) Hindarilah usaha-usaha mematahkan gerakan para pesaing dengan mengguna-kan suattt tindakan yang tidak terpuji. (Atesuna) 3. Manfaat persaingan dalam usaha Persaingan dalam usaha atau bisnis semakin ketat, begitu pula peluang pasar seakan-akan tidak pernah muncul. Persaingan dalam usaha atau bisnis itu selalu ada, akan tetapi seolah-olah tidak ada apabila tidak diciptakan oleh pesaing. Maka dari itu, persaingan dalam usaha atau bisnis, perlu . diamati secara cermat dan bilamana perlu gerak-annya bisa dihambat atau dilumpuhkan agar jangan mengganggu stabilitas pemasaran produk perusahaan milik wirausaha. Untuk menghambat atau melumpuhkan gerak saingan, wirausaha harus melaksanakan strategi dan taktik yang sesuai dengan etika bisnis secara umum. Dengan adanya persaingan di dalam dunia usaha atau bisnis, sebenarnya ada manfaat yang dapat menjamin barang dan jasa yang dijual pada harga dan kualitas yang tepat. Usaha untuk memuaskan kebutuhan para konsumen/pembeli/ pelanggan, akan mendorong wirausaha meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku, peralatan usaha, dan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan bermanfaat Adanya persaingan dalam dunia usaha atau bisnis, berjalan seperti perlombaan dalam peningkatan kualitas produk, kuantitas produk, harga produk, bentuk produk, manfaat produk, model produk, maupun peningkatan dalam pelayanan. Di dalam dunia usaha atau bisnis, ada saja orang yang mempunyai pikiran tidak tenang karena pola usahanya yang tidak benar, bahkan ada niat jahat dan ingin menjatuhkan saingannya. Menurut pendapat penulis, obat yang mujarab atau utama adalah dengan berbuat baik, dekat dengan Allah, walaupun wirausaha semuanya sibuk di dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya. Berwirausaha itu sebenarnya banyak memberi peluang kepada wirausaha dan kepada pesaingnya, untuk banyak berbuat baik dan bukan sebaliknya. Wirausaha di dalam mengelola usaha atau bisnisnya, sangat membutuhkan orang lain sebagai pesaing untuk hidup bersama dan bekerja sama. Wirausaha akan hidup sukses bila dapat memelihara hubungan yang harmonis dengan para pesaing, pemasok, dan para konsumen/pembeli/ pelanggan. Setiap persaingan yang dilakukan secara sehat, akan membawa suatu keuntungan dan kemajuan dalam segala usaha atau bisnisnya. Jika demikian, apa manfaatnya dengan adanya para pesaing usaha atau bisnis itu?

105 Manfaat dengan adanya para pesaing itu antara lain sebagai berikut: 1. Dengan adanya saingan, akan mendorong wirausaha untuk mencapai prestasi di dalam usahanya; 2. Dengan adanya saingan, maka tenaga pen-jualan dan pemasaran akan dihargai dan dihormati; 3. Dengan adanya saingan, wirausaha akan memperbaiki kualitas produknya, kuantitas produknya, desain atau model produknya, manfaat produknya, dan sebagainya; 4. Dengan adanya saingan, akan mendorong wirausaha untuk meningkatkan dan me-ngembangkan usahanya; 5. Dengan adanya saingan, akan meningkatkan kerja wirausaha secara prestatif. Jadi, persaingan itu sebenarnya bukanlah musuh yang sesungguhnya, akan tetapi merupakan lawan dalam mengadu kepandaian berusaha, dalam pelayanan usaha, dalam mencari kepercayaan, dan sebagainya. Para wirausaha sebenarnya sudah mengetahui bahwa saingan itu bukannya musuh yang sesungguhnya, melainkan hanya lawan dalam pertandingan bidang usaha atau bisnis. Para pesaing dapat menjadi sahabatbagi para wirausaha dan tanpa merintangi peterjaan dalam kegiatan usaha atau bisnisnya masing-msing. Bagaimana seandainya para pesaing mencela produk atau barang buatan wirausaha? Menurut pendapat penulis, jangan pedulikan apa yang dikatakan para pesaing terhadap produk atau barang kita dan jangan pula dibalas dengan menjelekkan atau membusukkan produk atau barang buatan pesaing. Sebaliknya wirausaha harus dapat membuktikan bahwa produk atau barang buatannya lebih berkualitas, besar manfaatnya, dan lebih berharga bagi para konsumen/pembeli/pelanggan. Akan tetapi dalam kenyataannya saingan usaha atau bisnis itu tetap saja disebut saingan. Maka dari itu, wirausaha janganlah memberi kesempatan kepada para pesaing untuk mengambil atau merebut para pelanggan miliknya. Sebaliknya, setiap saat wirausaha harus berusaha mencari konsumen/pembeli/pelanggan baru. Di sini wirausaha jangan membuka rahasia tentang kegiatan strategi. usaha atau'bisnisnya kepada para pesaingnya. Wirausaha juga tidak boleh merendahkan dan mencela produk atau barang-barang buatan para pesaingnya. Para konsumen/ pembeli/pelanggan yang mengerti, pasti akan memandang rendah kelakuan wirausaha tersebut apabila berbuat demikian. Wirausaha lebih baik dan lebih tepat membicarakan produk atau barang buatannya sendiri yang disenangi oleh konsumen/ pembeli/pelanggan dan yang laku dijual serta menguntungkan. Bersaing dengan menjelek-jelekkan barang saingan, berarti menunjukkan akhlak yang rendah (Y. Rodiah). Persaingan dalam jual beli yang tidak sehat bukanlah akhlak yang terpuji, karena dapat menimbulkan pertentangan dan merenggangkan persaudaraan (Soetedja). 4. Informasi persaingan usaha
Sebaiknya, wirausaha dapat belajar dari keberhasilan usaha atau bisnis para pesaingnya dan harus menghindari kesalahan-kesalahan di dalam pengelolaan usahanya. Mencari informasi usaha atau bisnis sangat penting, meliputi siapa pesaingnya (berapa banyaknya dan bagaimana ke-mampuannya) dan siapa-siapa saja yang menjadi pesaingnya. Wirausaha haruslah siap untuk mengadakan perubahan-perubahan di dalam pengelolaan usaha atau bisnisnya untuk menghadapi atau mengatasi adanya para pesaing. Wirausaha juga harus menyadari apa yang sedang dilakukan oleh para pesaingnya, mengenali-nya, karena dalam hal ini dapat membantu untuk mengetahui informasi kegiatan

106
usahanya. Se-lanjutnya, wirausaha akan dapat mencari informasi tentang strategi dan taktik usaha atau bisnis para pesaingnya. Seperti kita ketahui bahwa pada umumnya para pembekal mempunyai informasi tentang pembelian bahan mentah, barang setengah jadi, atau bahan-bahan lainnya yang dipergunakan oleh para pesaingnya. Biasanya para pembekal akan menginformasikan dan menyorot pelbagai kelebihan produk-produk para pesaing, bagaimana cara memproduksinya, dan cara mendistribusikannya. Akan tetapi para pesaing pun tidak akan diam, bahkan akan berusaha untuk mencapai informasi tentang strategi dan taktik usaha atau bisnis dari wirausaha. Mencari dan merebut informasi tentang usaha atau bisnis dari para pesaing merupakan cara untuk mencapai peningkatan pertumbuhan usaha atau bisnis wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Pada umumnya para pesaing pun akan bereaksi cepat jika kehilangan informasi usaha atau bisnisnya dan dalam hal ini biasanya akan menimbulkan permasalahan dalam persaingan. Di sini wirausaha daripada melawan para pesaing dari kelompok pelanggan yang sama, lebih baik memusatkan perhatiannya pada usaha atau bisnisnya sendiri, agar memperoleh para konsumen/ pembeli/pelanggan yang baru. Adapun informasi penting dalam persaingan usaha atau bisnis lainnya ialah informasi mengenai penguasaan pasar oleh pesaing perusahaan-perusahaan besar. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan perusahaan kecil pun dapat bersaing dengan perusahaan besar. Strategi dan taktik wirausaha di sini harus memusatkan kegiatan usaha atau bisnisnya pada segi-segi yang tidak mungkin dilakukan oleh pesaing perusahaan besar. Informasi usaha atau bisnis dapat saja diperoleh dari karyawan para pesaing usahanya yang mungkin bisa memberikan data-data konkret mengenai operasi dan strategi usahanya. Berikutnya wirausaha mempunyai beberapa kesempatan lain untuk mendapatkan informasi usaha atau bisnis lainnya yaitu: dari adanya pertemuan-pertemuan asosiasi perdagangan,

dari biro statistik mengenai informasi persaingan usaha atau bisnis mengenai kecenderungan pasar, dan dari badan^badan pemerintah. Selanjutnya, dari asosiasi bisnis dan dari majalah-majalah bisnis pun dapat dicari sejumlah informasi tentang seluk beluk persaingan usaha atau bisnis. Akhirnya, wirausaha akan membuat suatu keputusan atas dasar diperolehnya informasi persaingan usaha tentang problemaproblema usaha atau bisnisnya. Informasi dalam persaingan usaha tersebut datang dari pelbagai sumber yang berbeda-beda. Wirausaha sebenarnya sudah mengetahui bahwa informasi saingan dalam usaha atau bisnis dapat diperoleh dari informasi yang berbeda-beda. Para pelanggan wirausaha akan memberikan informasi tentang persaingan dalam usaha atau bisnis secara khusus mengenai produk dan jasa yang mereka beli dari saingannya. Para pelanggan merupakan sumber informasi persaingan di dalam usaha atau bisnis yang baik sekali, mengenai ke-kuatan atau kelemahan usahanya. Berikutnya, perpustakaan juga merupakan sumber informasi dalam persaingan usaha atau bisnis. Wirausaha di sini akan mengetahui informasi persaingan usaha yang tersedia dan terdapat di dalam buku atau majalah bisnis di perpustakaan. Selanjutnya, wirausaha harus dapat me-mahami data-data kuantitatif informasi saingan usaha atau bisnis, agar nantinya dapat mengambil suatu keputusan yang tepat di dalam mengembang-kan usahanya. Jangan lupa bahwa seorang akun-tan juga merupakan sumber informasi persaingan usaha atau bisnis dalam masalah keuangan dan prestasi bisnisnya pada masalampau. Prestasi usaha atau bisnis para pesaing pada masa lampau merupakan informasi saingan usaha yang terbaik di dalam mengambil keputusan mengenai pengembangan usaha wirausaha untuk masa depannya. Bersaing ingin mengalahkan usaha atau bisnis orang lain, menjadi alasan untuk membeli barang, tetapi tidak sekuat alasan membeli barang atas manfaatnya. (Dizadin)

107 Salah sekali jika ada orang mengeluh karena ada persaingan. Ingat, persaingan dalam bisnis itu sangat diperlukan. Tanpa persaingan, dunia bisnis tidak akan maju. (Ategawa) Wirausaha tidak pernah mengetahui secara mendadak, kapan datangnya informasi persaingan usaha yang dapat membantu strategi pengembangan bisnisnya. (Atesuna) B. KIAT MENGATASI PERSAINGAN USAHA 1. Faktor-faktor meningkatkan usaha a. Faktor-faktor utama dalam meningkatkan usaha Wirausaha sebagai pemilik perusahaan, untuk mengatasi persaingan usaha atau bisnisnya tidak cukup hanya pintar membuat produk. Wirausaha harus pandai juga dalam memasarkan dan menjual produknya. Dalam rangka mengatasi persaingan usahanya, wirausaha-harus mempunyai kiat dengan memperhatikan faktor-faktor 'dalam meningkatkan usaha atau bisnisnya yaitu: 1) Meningkatkan dan menjaga kualitas produk dengan harga jual yang relatif murah; 2) Membuat produk lebih cepat dan lebih berguna atau bermanfaat sesuai dengan jenis produknya. 3) Membuat produk jasa yang cepat laku dijual, serta berani bersaing dengan perusahaan lainnya. 4) Mendesain produk dengan bahan baru atau kombinasi yang disenangi oleh para konsumen/ pembeli/pelanggan. b. Faktor-faktor manajemen produksi dalam mengatasi persaingan usaha Selanjutnya, kalau menginginkan usaha atau bisnisnya bertahan-dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya, maka wirausaha harus dapat melaksanakan faktor-faktor manajemen produksi yaitu: 1) Menjaga dan memelihara serta meningkatkan kualitas produk yang dibutuhkan konsumen/ pembeli/pelanggan. 2) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia di dalam memproduksi produk yang dibutuhkan konsumen/pembeli/ pelanggan. 3) Meningkatkan teknik dan metode terbaru supaya wirausaha dapat memproduksi produknya dengan lebih cepat, lebih murah, dan berkualitas tinggi. 4) Mendesain produk atau model baru yang disenangi konsumen/pembeli/pelanggan. 5) Memperbaiki dan memperbaharui sarana kerja, tempat kerja, dan sebagainya. 6) Mengadakan promosi yang tepat sesuai dengan kondisi produk yang dihasilkan. 7) Memperbaiki jaringan penyaluran produk supaya lebih cepat, terpercaya, dan menguntungkan. 8) Memelihara hubungan yang baik dan harmonis dengan para penyalur konsumen/pembeli/ pelanggan. 9) Melaksanakan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada para konsumen/pembeli/ pelanggan. c. Kekuatan-kekuatan yang berperan dalam persaingan usaha Wirausaha harus mempelajari faktor persaingan usaha atau bisnis, mengenai situasi yang bakal terjadi, disesuaikan dengan kemampuannya untuk menghadapi para pesaingnya. Sasaran paling penting yang harus dijalankan oleh wirausaha ialah menitikberatkan pada usaha atau bisnis yang menguntungkan dan dapat berkembang. Kiat lain untuk mengatasi persaingan usaha atau bisnis ialah wirausaha harus berusaha mencari informasi tentang

108 mendesain produk atau bisnis yang disenangi konsumen/pembeli/pelanggan, strategi pemasarannya, dan melayani pasar yang lebih luas. Sebenarnya ada kekuatan yang berlaga dan bersama-sama menentukan kiat mengatasi persaingan suatu usaha atau bisnis kecil yaitu: 1. Para pembeli/konsumen/pelanggan yang dituju 2. Para pemasok produk yang dibutuhkan 3. Produk yang serupa atau sama; 4. Persaingan dengan perusahaan lainnya. Masalah tersebut di atas semuanya harus dapat disiasati sedemikian rupa oleh wirausaha dalam rangka menumbuhkembangkan usaha atau bisnis kecil dan dapat memenangkan persaingannya. Semua tantangan persaingan dalam usaha atau bisnis harus dihadapi dengan penuh perhitungan yang mantap dan strategi manajemen usaha yang tepat. Kiat untuk mengatasi persaingan usaha yang dijalankan wirausaha mungkin dengan produk model baru, bermanfaat, dan berkualitas serta disenangi oleh para konsumen. Dengan cara ini, penjualan produk kepada para konsumen'yang sudah ada dapat meningkat dan mungkin akan ada para pelanggan baru. Di sini wirausaha harus mempertimbangkan kiat-kiat menghindari dan mengatasi persaingan dengan memperkenalkan produk baru yang tidak ada kaitannya dengan cara pembuatan lini produknya. Kiat untuk mengatasi persaingan usaha selanjutnya ialah dengan cara pembuatan produk model yang aneh, peningkatan perangkat mesinmesinnya, peningkatan keuangannya, dan peningkatan saluran distribusinya. Upaya wirausaha lainnya yang dapat ditempuh untuk kiat mengatasi persaingan dalam usaha atau bisnis ialah dengan menciptakan peluang pasar dan mengetahui selera para konsumen terhadap produk yang dibuatnya. Oleh karena itu, untuk menarik selera para konsumen/pembeli/pelanggan, wirausaha harus mempelajari dan melaksanakan motif-motif para konsumen/pembeli/pelanggan, yaitu sebagai berikut. Motif rasional • Produk mudah dalam penggunaannya • Produk efisien dalam penggunaannya • Produk kualitasnya terjamin • Produk dapat dijamin pemakaiannya • Produk sangat hemat penggunaannya • Produk sangat awet atau kuat pemakaiannya. 2) Motif emosional • Adanya penonjolan diri si pemakai produk • Adanya pemenuhan cita rasa bagi konsumen • Adanya pemuasan selera terhadap pembelian produk • Adanya iri hati perusahaan lain • Adanya kebersihan dan pemeliharaan produk • Adanya ambisi untuk memiliki produk • Adanya naluri romantis dalam memiliki produk • Adanya persaingan ekonomis dalam pembelian produk • Adanya pemilihan yang menyenangkan terhadap produk • Adanya kebanggaan pribadi terhadap pembelian produk • Adanya pernyataan selera artistik terhadap produk

109 Itulah motif-motif konsumen/pembeli/pelanggan untuk membeli atau untuk mendapatkan produk yang mereka inginkan. Oleh karena itu, wirausahawan dalam memberikan pelayanannya harus senantiasa berfalsafah bahwa konsumen/ pembeli/pelanggan sebagai raja. Maksudnya, para konsumen/pembeli/pelanggan harus diberi petayanan prima atau pelayanan sebaik-baiknya dan memuaskan. Wirausaha yang baik tidak membiarkan dirinya direncanakan oleh pihak lain atau oleh pesaing, melainkan merencanakan pengembangan dirinya. (Rhenaldi) Ringankanlah atau mudahkanlah, jangan mempersukar; gembirakanlah, jangan menggusarkan; dan salingmengalahkan di antaramu. (HR. Bukhari) Manajemen harus bisamenciptakan bisnis baru, kemudian mendahului saingannya. (Akio Morita) d. Beberapa masalah yang perlu dijawab para wirausaha dalam mengatasi persaingan Wirausaha yang kreatif dan inovatif, biasanya berani mengambil risiko di dalam mengatasi persaingan usahanya. Mereka bersedia dan menerima perubahaii, mencoba perbagai alternatif, serta mengembangkan inovasi untuk barang dan jasa dalam bidangbidang bisnis baru. Dalam mengatasi kiat persaingan usahanya, wirausaha mempunyai ide-ide dan mampu mencari kombinasi-kombinasi baru serta sumber daya lainnya untuk mewujudkan tujuannya. Menilai potensi keberhasilan di dalam mengelola usaha atau bisnisnya merupakan suatu kegiatan yang sukar, akan tetapi hal ini perlu dilaksanakan dengan taktik dan strategi manajemen yang tepat. Untuk mengatasi kiat persaingan di dalam usaha atau bisnisnya, wirausaha harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan membantunya yaitu: 1) Apakah produknya berada dalam suatu industri yang sedang tumbuh pesat? 2) Apakah permintaan terhadap produknya pada masa depan tumbuh pesat, tetap, atau ber-kurang? 3) Bagaimana sifat persaingan usahanya? 4) Sampai di manakah ketergantungan usahanya kepada para pembekal dari bisnisnya? 5) Apakah memiliki cukup dana untuk membiayai perkenalan produk terbarunya? 6) Apakah ada kelemahan-kelemahan dari produk barunya itu? 7) Apakah produk baru itu serupa dengan atau berbeda dengan produk para pesaingannya? 8) Bagaimana cara meluaskan daerah pemasaran produk barunya? 9) Sampai di manakah sumbangan pemasaran produk baru di dalam usahanya? Di sini para konsumen/pembeli/pelanggan akan mempunyai pilihan dan wirausaha hendaknya memastikan secara positif tentang alasannya mem-beli produk baru atau barangnya. Akan mengun-tungkan di dalam kiat mengatasi persaingan, apa-bila ide-ide wirausaha digabungkan dengan ide-ide para pesaing. Wirausaha akan banyak belajar dari keberhasilan usaha atau bisnisnya para pesaing dan dapat menghindari kesalahankesalahan di dalam mengelola usahanya. Agar lebih jelas, di bawah ini ada pertanyaan-pertanyaan lagi yang perlu dijawab dan dipelajari oleh wirausaha mengenai kiat mengatasi persaingan di dalam usaha atau bisnisnya, yaitu: 1) Berapa banyak saingan yang merongrong kegiatan usahanya? 2) Bagaimana kekuatan dan kelemahan perusahaan milik wirausaha terhadap saingannya? 3) Apa dan bagaimana kebijaksanaan'saingannya dalam penjualan produknya? 4) Bagaimana bentuk-bentuk persaingan usaha atau bisnis yang dihadapi wirausaha? 5) Siapa saja yang akan dilayani oleh saingannya? 2. Persaingan usaha yang sehat

110 Persaingan usaha atau bisnis yang sehat adalah persaingan yang bukan berlandaskan pada "free fight competition", tetapi persaingan yang berlandaskan pada philosofi "The customer is a King". Persaingan usaha atau bisnis yang sehat bukanlah persaingan dengan tujuan ingin menghancurkan lawan bisnisnya, tetapi persaingan yang dapat meningkatkan daya pesona komoditas di mata konsumen/pembeli/pelanggannya. Pola persaingan yang sehat di dalam usaha atau bisnis, yaitu wirausaha selalu yakin akan dapat memenangkan persaingan di arena usaha atau bisnisnya pada masa depan. Seperti kita ketahui, dunia usaha atau dunia bisnis, biasanya penuh dengan rintangan, halangan, dan persaingan. Kendala dan persaingan usaha atau bisnis tersebar di manamana. Sifat hati dengki yang bersumber dari sifat iri hati dalam berbisnis sebaiknya dijauhi, karena akan mengarah pada tindakan kriminal. Perasaan iri hati di dalam persaingan usaha atau bisnis adalah ibu kandung dari sifat dengki yang dapat mencelakakan usaha sendiri dan orang lain. Padahal kita ketahui bahwa tujuan sebenamya dari setiap usaha atau bisnis apapun bentuk atau jenisnya ialah mencari laba atau keuntungan. Akan tetapi di dalam upaya mencari laba atau keuntungan dalam usaha atau bisnis, ada saja orang yang cenderung ingin menghalalkan segala cara, serakah, dan dengan melaksanakan persaingan usaha tidak sehat. Satu-satunya yang dapat mengendalikan nafsu serakah dalam persaingan dalam usaha atau bisnis ialah dengan melaksanakan persaingan secara sehat. Di sini wirausaha akan membedakan usaha atau bisnis yang baik dengan yang buruk dan dapat membedakan usaha yang halal dengan yang haram. Sebagai wirausaha yang berhasil di dalam usaha atau bisnisnya, ia harus mampu meningkatkan kiat dalam mengatasi persaingan dengan jalan cepat membaca dan merasakan jalan pikiran serta keinginan para konsumen/pembeli/pelanggan. Dengan demikian, wirausaha akan dapat melayani mereka dengan lebih baik, sesuai dengan peribahasa "konsumen/pembeli/pelanggan adalah raja". Dalam situasi persaingan usaha atau bisnis yang sehat akan ikut menentukan pilihan strategi di dalam mengelola kegiatan usaha dan mengem-bangkannya. Jika pesaing usahanya tertidur, maka wirausaha dapat menggesernya dengan meng-gunakan strategi ofensif. Jika persaingan sangat ketat, wirausaha dapat menghadapinya dengan strategi market niching atau mencari celah-celah yang aman. Sedangkan dalam menghadapi pesaing yang kuat, maka wirausaha dapat mempergunakan strategi gerilya yang cepat dan tepat. Menurut pendapat penulis, kiat untuk mengatasi persaingan secara sehat ialah dengan sifat simpatik kepada semua pihak. Sifat simpatik sangat diperlukan oleh wirausaha dan harus dilaksanakan untuk dapat menarik hati para konsumen/pembeli/ pelanggan. Sifat simpatik wirausaha tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk keramahtamahan kepada semua pihak, agar dapat melaksanakan persaingan secara sehat di dalam dunia bisnisnya. Fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran, yang disebarkan dengan maksud menjatuhkan nama baik wirausaha atau pesaing bisnisnya. (Danggun) Tepat waktu, tepat mutu, dan tepat janji di dalam berbisnis merupakan unsur utama untuk menciptakan kiat mengatasi persaingan dalam usaha. (Atesuna) Wirausaha di dalam mengembangkan usaha atau bisnisnya, harus memberi peluang kepada saingannya untuk banyak berbuat baik dan bukan memusuhinya. Dalam kegiatan usaha atau bisnis, semua urusan harus dibuat mudah, baik dalam membeli, dalam menjual, dalam memasarkan, dalam berusaha, dan dalam menetapi janji bisnisnya. Dalam kegiatan bisnis, semua urusan harus dibuat mudah agar dapat melaksanakan persaingan secara sehat. (Y. Rodiah)

111 Tujuan usaha untuk mencari untung di-benarkan, namtm menghalalkan semua cara dengan persaingan secara tidak sehat adalah merugikan semua pihak. (Atesuna) Gencarnya persaingan bebas, tidak lantas membiarkan dunia usaha berkembang secara liar. Karena itu, diperlukan sejumlah perangkat hukum untuk menjadi jaring pengaman, agar dunia usaha itu bermanfaat bagi kehidupan orang banyak. Salah satunya ialah keberadaan Undang-Undang Nomor 5/1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat tetapi harus dapat membuat pasar mengakomodasi kepentingan perekonomian rakyat Indonesia. Keberadaan Undang-Undang Nomor 5/1999 itu sangat penting untuk mengontrol perilaku para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. Para pesaing usaha atau bisnis akan berusaha untuk mengambil keuntungan yang sebesarbesarnya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya dan kadang-kadang mereka menghalalkan segala cara, termasuk melakukan persaingan usaha yang tidak sehat. Maka dari itu, Undang-Undang Nomor 5/1999 pada intinya ingin menciptakan dunia usaha atau bisnis yang sehat dan tidak melawan hukum.

PENGENDALIAN USAHA A. PEDOMAN PENGENDALIAN USAHA 1. Aspek dan asas pengendalian usaha a. Aspek pengendalian usaha Seorang wirausaha yang usahanya ingin maju, syaratnya ialah harus dapat melaksanakan pengendalian usahanya dengan tepat dan baik. Pengendalian usaha itu merupakan kegiatan lanjutan usaha dan selamanya harus berpedoman pada tujuan usaha yang dituangkan ke dalam fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan penge-rahan. Pengendalian usaha itu dapat dilaksanakan dengan baik apabila fungsi tersebut di atas sudah dijalankan dan berjalan lancar di dalam operasional usahanya. Seorang wirausaha di dalam mengelola usahanya harus dapat mengendalikan usahanya dengan tepat dan bagaimana cara untuk mem-prosesnya, apa standarnya, bagaimana menilainya, serta bagaimana mengadakan perbaikannya. Di dalam mengendalikan usaha tersebut, seorang wirausaha harus mengerti tentang siklus keuangan dan mengaitkan investasi awal dengan pendapatan, pengeluaran, laba, imbalan, dan laba yang ditanamkan kembali di dalam usahanya. Dalam pelaksanaannya, para wirausaha harus mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya di dalam mengendalikan usahanya dan selalu siap untuk menangani faktor-faktor yang berada di luar pengendaliannya. Di dalam perusahaan, pada umumnya pengendalian usaha itu merupakan tugas manajemen puncak. Pengendalian usaha ini biasanya bersifat umum dan merupakan pedoman untuk meng-operasikan usaha. Namun pengendalian usaha itu sebenarnya merupakan tanggung jawab semua anggota organisasi yang ada dalam perusahaan. Semakin banyak karyawan yang terlibat di dalam organisasi perusahaan, semakin besar kesempatan bagi karyawan untuk ikut serta di dalam proses pengendalian usaha. Akan tetapi meskipun pengendalian usaha itu sangat baik untuk semua karyawan, namun jumlah waktu yang diluangkan ditentukan oleh kemampuan pekerjaan seseorang. Selanjutnya semakin tinggi kedudukan karyawan di dalam perusahaan, maka akan

112 semakin banyak waktu yang akan digunakan untuk memanfaatkan aspek-aspek pengendalian dan operasionalnya. Pengendalian usaha dan tindakan wirausaha pada masa lampau, akan dapat memberikan informasi yang sangat berguna bagi pengembangan usaha. Aspek-aspek cara pengendalian usaha itu sangat luas karena menyangkut masalah perencanaan, pengorganisasian, dan pengkoordinasian di dalam perusahaan. Jika diuraikan secara lebih rinci, aspek-aspek pengendalian usaha itu sebagai berikut. 1) Aspek perencanaan usaha Dalam aspek perencanaan usaha yang perlu dikendalikan yaitu menyangkut hal-hal berikut ini. a) Perencanaan fisik Perencanaan fisik ini berkaitan dengan masalah gedung, kantor, pabrik, gudang, toko, mesin-mesin, peralatan, dan sebagainya. b) Perencanaan fungsional Perencanaan fungsional ini berkaitan dengan masalah produksi, pemasaran, penjualan pendistribusian, dan sebagainya. c) Perencanaan menyeluruh Perencanaan menyeluruh ini berkaitan dengan seluruh aspek, baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan. 2) Aspek pengorganisasian usaha Aspek pengorganisasian usaha yang perlu dikendalikan akan menyangkut: a) Para staf dan para karyawan yang melaksanakan pekerjaan di dalam perusahaan b) Bagian-bagian penting di dalam organisasi perusahaan c) Hubungan bagian-bagian di organisasi di dalam perusahaan 3) Aspek pengkoordinasian usaha Aspek pengkoordinasian yang perlu dikendalikan oleh wirausaha, menyangkut masalahmasalah berikut ini. a) Kepemimpinan dalam usaha Kepemimpinan dalam usaha di sini berkaitan dengan pengaruh kekuasaan dan kewibawaan wirausaha di dalam mengelola usahanya. b) Motivasi dalam usaha Wirausaha sebagai pemimpin perusahaan di dalam mengendalikan usahanya perlu mem-berikan motivasi kepada para karyawannya. Maksud wirausaha memberikan motivasi, agar para karyawannya mau bekerja dengan keiklasan, merasa senang, dan puas. c) Komunikasi dalam usaha Di sini wirausaha harus dapat memberikan keterangan dan ide-ide atau gagasan secara timbal balik dengan para staf dan para karyawan perusahaannya. Adapun aspek pengendalian usaha yang paling penting ialah adanya kemampuan untuk mencapai pengendaliannya, melalui kerja sama dengan staf dan para karyawannya di dalam perusahaan. Usaha atau bisnis harus dikendalikan dan diorganisasi dengan balk. Wirausaha harus mengambil sikap positif terhadap pengendalian. usahanya. (Rhenaldi). Pengendalian usaha atau bisnis merupakan suatu tantangan dan dalam pelaksanaannya harus dapat mengambil hikmah dari perjalanan usahanya. (Datiggun). b. Asas pengendalian usaha Adapun yang menjadi asas di dalam penetapan pengendalian usaha menurut pendapat Harol Koontz dan Cyril O. Donnerl yaitu sebagai berikut. 1) Asas tercapainya tujuan pengendalian usaha

113 Asas pengendalian usaha ini tujuannya ialah mengadakan perbaikan untuk menghindarkan adanya penyimpangan-penyimpangan dari perencanaan usaha. Asas efisiensi pengendalian usaha Asas efisiensi pengendalian usaha ini tujuannya ialah untuk menghindarkan deviasideviasi dari perencanaan usaha dan akan dapat mencegah hal-hal di luar dugaan, sehingga pengendalian usaha.ini dapat dikatakan efisien. Asas tanggung jawab pengendalian usaha Asas tanggung jawab pengendalian usaha ini dapat dilakukan apabila wirausaha sebagai pemilik perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pengendalian usaha. Asas masa depan pengendalian usaha Asas masa depan pengendalian usaha ini, ditujukan ke arah usaha pencegahan dalam penyimpangan perencanaan usaha yang akan terjadi, baik pada waktu sekarang maupun untuk masa depan perkembangan usaha. Asas pengendalian usaha langsung Asas pengendalian usaha langsung ini, dilakukan langsung oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan atas dasar bahwa karyawannya pasti ada yang berbuat kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Asas pengendalian usaha refleksi Asas pengendalian usaha refleksi ini disusun dengan baik, sehingga akan mencerminkan karakter perencanaan pengembangan usaha. Asas pengendalian usaha organisasi Asas pengendalian usaha organisasi ini merupakan sarana untuk melaksanakan rencana usaha yang efektif dan efisien, serta harus sesuai dengan besarnya wewenang wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Asas pengendalian usaha individu Asas pengendalian usaha individu ini merupakan ruang informasi yang pengendaliannya di-butuhkan perusahaan dan tergantung pada tingkat tugas manajer dan karyawan masing-masing. Asas pengendalian usaha standar
Asas pengendalian usaha standar merupakan tolok ukur pelaksanaan pengendalian usaha dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan.

2)

3)

4)

5)

6) 7)

8)

9)

10) Asas pengendalian usaha kekecualian
Asas pengendalian usaha kekecualian ini dapat tercapai dan terjadi dalam keadaan tertentu, yaitu ketika situasi usaha berubah.

11) Asas pengendalian usaha fleksibel
Asas pengendalian usaha fleksibel merupakan pengendalian untuk menghindarkan adanya kegagalan di dalam pengelolaan usaha sewaktu-waktu.

12) Asas pengendalian usaha peninjauan kembali
Asas pengendalian usaha ini dilakukan berkali-kali peninjauannya agar sistem yang digunakan di dalam pengendalian berguna untuk mencapai tujuan usaha.

13) Asas pengendalian usaha tindakan Asas pengendalian usaha tindakan ini ber-tujuan untuk mengoreksi adanya penyimpang-an-penyimpangan dari rencana organisasi perusahaan, staffing, dan directing di dalam usaha. Pengendalian usaha akan berhasil sejauh kegiatan-kegiatan usaha berhubungan langsung dengan kebutuhan dan sasaran-perusahaan. (Dizadin) 2. Proses, fungsi, dan cara pengendalian usaha a. Proses pengendalian usaha

114 Proses pengendalian usaha pada prinsipnya ialah mengusahakan agar proses kegiatan usaha berjalan lancar, tepat waktu, dan menghasilkan produk dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan rencana perusahaan. Agar pengendalian usaha bisa berhasil dengan baik, sebelumnya harus dipenuhi dulu persyaratan yang diperlukan oleh seorang wirausaha sebagai pengelolah usaha. Untuk mempermudah proses pengendalian usahanya, hal-hal yang perlu dipertimbangkan oleh para wirausaha yaitu sebagai berikut: 1) Membuat sesuatu model kasar pengendalian usaha yang akan ditetapkan oleh wirausaha 2) Menyusun urutan tata kerja pengendalian usaha yang melukiskan tahapan-tahapan dan waktu mengerjakannya 3) Menyusun daftar komponen-komponen pe-nyusunan pengendalian usaha 4) Menyusun jadwal pelaksanan proses pengendalian usaha 5) Menempatkan tenaga kerja pelaksana proses pengendalian usaha yang terampil, berikut tenaga pengawasannya. Selanjutnya, di bawah ini secara lebih terperinci dapat diuraikan mengenai proses pengendalian usaha. 1) Penentuan standar pengendalian usaha Standar pengendalian usaha adalah suatu ukuran yang dinyatakan dalam bentukbentuk kualitatif yang sudah ditetapkan perusahaan terlebih dahulu. Penentuan standar pengendalian usaha dapat saja ditetapkan di semua kegiatan dalam usaha, serta sebagai alat pengawasan operasional usahanya. 2) Pengukuran penampilan pengendalian usaha Pengukuran penampilan pengendalian usaha di dalam organisasi perusahaan dapat menimbulkan manfaat berupa penilaian dan penyediaan informasi usaha yang faktual. 3) Menganalisis dan mengemukakan pendapat pengendalian usaha Pengendalian usaha ini adalah pengendalian menganalisis usaha, mengemukakan pendapat dan mengevaluasi penampilan, serta keterampilan para karyawan perusahaan dengan standar kerja yang sudah ditentukan oleh wirausaha. 4) Perbaikan dalam pengendalian usaha Apabila diketemukan adanya penyimpangan-penyimpangan dari standar proses pengendalian usaha, berarti: a) Pelaksana pengendalian usaha tidak mampu menyesuaikan diri dengan standar kerja usaha yang sudah ditentukan; b) Standar kerja usaha yang sudah ditetapkan oleh wirausaha di dalam perusahaannya, mungkin terlalu berat untuk dipenuhi oleh para pelaksana. Oleh karena itu, wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus berusaha menentukan standar pengendalian usaha dengan baik dan tepat sesuai dengan tujuan perusahaan. b. Fungsi pengendalian usaha Dengan adanya pengendalian usaha, berarti wirausaha dapat mengamati semua kegiatan usaha, menganalisis arah kerja usaha, mengetahui hasil-hasilnya, dan bagaimana menanggulangi penyimpangan-penyimpangannya. Apabila peren-canaan usaha ditetapkan oleh wirausaha, maka apa yang akan dicapai di dalam usaha harus diterapkan pengendaliannya. Jika di dalam pelaksanaan usaha belum berhasil, maka dengan adanya pengendalian usaha, nantinya akan dapat dicari apa yang menjadi faktor penyebab adanya penyimpangan. Adapun yang menjadi dasar dalam pengendalian usahanya ialah membandingkan antara

115 hasil usaha yang nyata dengan ketentuan yang sudah diterapkan wirausaha serta adanya tindakan korektif. Dari penjelasan masalah pengendalian usaha tersebut, akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa pengendalian usaha itu banyak sekali fungsinya. Adapun fungsi-fungsi dari pengendalian usaha secara lebih rinci dan lebih luas yaitu sebagai berikut: 1) Mempertebal rasa tanggung jawab di dalam melaksanakan kegiatan usahanya 2) Memperbaiki kesalahan-kesalahan di dalam melaksanakan kegiatan usahanya 3) Mencegah adanya penyimpangan-penyim-pangan di dalam pelaksanaan operasional usahanya 4) Menindakpenyalahgunaandanpenyelewengan di dalam pelaksanaan kegiatan usahanya 5) Mendorong para staf dan para karyawan pe-rusahaan agar lebih intensif di dalam melaksanakan kegiatan usahanya 6) Meningkatkan kemajuan dan perkembangan usahanya. c. Cara pelaksanaan pengendalian usaha Adapun cara pelaksanaan pengendalian usaha yang dijalankan wirausaha sebagai pemilik perusahaan yaitu sebagai berikut. 1) Pengendalian usaha langsung Pengendalian usaha langsung adalah pengendalian usaha yang dilakukan secara langsung oleh manajer perusahaan. 2) Pengendalian usaha tidak langsung Pengendalian usaha tidak langsung adalah pengendalian usaha yang dilakukan secara tidak langsung dan biasanya secara jarakjauh, melalui laporan yang diberikan dengan lisan maupun tulisan. 3) Pengendalian usaha khusus Pengendalian usaha khusus adalah pengendalian usaha yang dikhususkan jika ada penyimpangan yang luar biasa dari standar kerja yang sudah ditetapkan oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Selanjutnya, cara wirausaha di dalam melaksanakan pengendalian usaha agar tujuannya berhasil yaitu sebagai berikut: 1) Menciptakan kerja sama yang menyenangkan di dalam organisasi perusahaan 2) Meningkatkan komunikasi timbal balik yang baik dengan staf dan para karyawan di dalam perusahaan 3) Menerapkan prinsip untuk meningkatkan prestasi staf dan para karyawan perusahaan 4) Menunjukkan pengertian dan rasa hormatpada kebutuhan para karyawan perusahaan; 5) Menunjukkan perhatian dan keharmonisan di dalam organisasi perusahaan, serta menghilangkan ketegangan para staf dan para karyawan perusahaan; 6) Mendelegasikan wewenang dan tanggung-jawab, serta mendorong inisiatif, kreatif, inovatif, prestatif kepada staf dan karyawan perusahaan 7) Menunjukan perhatian kepada staf dan para karyawan perusahaan sebagai manusia serta bukan sebagai alt produksi atau mesin. Proses perencanaan usaha diikuti oleh adanya pengendalian usaha dan memberitahukan serta memotivasi staf dan karyawan yang terlibat di dalam kegiatan perusahaan. (Aditiya) B.PRINSIP DAN TUJUAN PENGENDALIAN USAHA 1. Prinsip pengendalian usaha Setiap wirausaha mempunyai cara sendiri-sendiri untuk meneliti bahwa usaha yang dikelolanya dapat dilaksanakan dalam pengendaliannya menurut standar masing-masing. Pengendalian usaha yang dilaksanakan wirausaha ditujukan untuk mengukur dan mengatur hasil usahanya yang sudah ditetapkan perusahaan. Di sini seorang wirausaha yang

116 menjalankan usahanya dengan efektif dan efisien, akan dapat menilai dirinya sendiri tentang kualitas pekerjaannya dan keberhasilan di dalam usahanya. Untuk mencapai tujuan di dalam pengendalian usaha, sebaiknya para wirausaha memperhatikan dan mempertinibangkan 5 (lima) prinsip berikut ini. a. Prinsip periodik Prinsip pengendalian usaha secara periodik ini akan dilaksanakan dan disusun terlebih dahulu menurut urutan prioritas sesuai dengan men-desaknya obyek kegiatan usaha yang segera harus dikendalikan. b. Prinsip setempat Di dalam prinsip pengendalian usaha setempat ini, seorang wirausaha dapat melaksanakan pengendalian u.saha langsung ke tempat-tempat pekerjaan karyawan perusahaan. Di sini wirausaha harus banyak memberikan kesempatan terhadap obyek kegiatan usaha yang perlu dikendalikan. Dengan adanya pengendalian di dalam usahanya dan mendatangi ke tempat-tempat kegiatan kerja secara langsung, maka seorang wirausaha akan dapat mengukur dan mengatur pekerjaannya dengan cepat dan tepat c. Prinsip diri sendiri Prinsip pengendalian usaha diri sendiri merupakan bentuk yang paling baik. Dengan melaksanakan prinsip diri sendiri, akan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk melihat kesalahan-kesalahan karyawan perusahaannya. Di sini para karyawan perusahaan akan memperbaiki kesalahan-kesalahan di dalam kerja secara cepat dan efektif jika mereka mengakui kesalahannya. d. Prinsip tindakan waktu mendatang Prinsip pengendalian usaha tindakan waktu mendatang ini adalah tindakan-tindakan untuk waktu yang akan datang dan kegiatannya harus dapat dilakukan. Prinsip pengendalian usaha ini, memberikan petunjuk bahwa pengendaliannya akan lebih efektif dan efisien jika sebelumnya wirausaha sebagai pemilik perusahaan sudah menyiapkan secara matang perencanaannya. e. Prinsip sebab terkecil Prinsip pengendalian usaha sebab terkecil ini merupakan suatu rentetan kejadian kegiatan usaha sebab terkecil dan akan membuka jalan keberhasilan usahanya yang lebih besar. Di dalam prinsip ini memungkinkan seorang wirausaha membuat dugaan-dugaan dalam keberhasilan usaha tertentu. Menurut prinsip ini, perbandingan kegiatan usaha sebenarnya hanya sebagian kecil anggota perusahaan atau langganan dapat menyebabkan suatu kerugian di dalam usahanya. Pada prinsipnya pengendalian usaha itu, dalam pelaksanaannya harus ada kerja sama antara staf dan para karyawan yang ada di dalam perusahaan. Adapun prinsip pengendalian usaha yang bekerja sama dengan staf dan para karyawan perusahaan dapat diperinci sebagai berikut: 1) prinsip kerja sama yang menyenangkan dan kepuasan batin bekerja di dalam perusahaan 2) prinsip senasib sepenanggungan di dalam memajukan perusahaan 3) prinsip sasaran atau adanya tujuan untuk kepentingan kemajuan perusahaan 4) prinsip koordinasi dengan semua pihak yang ada di dalam perusahaan 5) prinsip kesatuan perintah dan tanggung jawab di dalam melaksanakan pekerjaan di dalam perusahaan 6) prinsip kesederhanaan dalam pelaksanaan pengendalian usaha di dalam perusahaan

117 prinsip ketaatan dan kesetiaan staf dan para karyawan terhadap perusahaan prinsip pendelegasian wewenang di dalam perusahaan prinsip pengelompokan dan pembagian kerja di dalam perusahaan prinsip aktivitas, kreativitas, prestatif, dan inovatif di dalam bekerja pada perusahaan. Seorang wirausaha di dalam mengelola usahanya harus berorientasi pada prinsip dan tujuan pengendalian usahanya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. (Atesuna) 2. Tujuan pengendalian usaha Dengan mempelajari prinsip-prinsip pengendalian usaha, wirausaha akan mengetahui bahwa pengendalian usaha itu mempunyai tujuan tertentu. Adapun yang menjadi tujuan utama dari pengendalian usaha itu antara lain sebagai berikut. a. Untuk mengetahui hambatan-hambatan, serta faktor-faktor yang diperlukan guna memperbaiki usaha perusahaan. b. Untuk menilai seberapa jauh tujuan-tujuan yang diputuskan wirausaha sebagai pemilik perusahaan sudah berhasil atau tercapai sesuai dengan perencanaannya. c. Untuk meningkatkan keberhasilan usaha. Perusahaan yang dikelola wirausaha akan lebih berhasil dan berkembang jika pengendalian usahanya tepat dan terarah pada tujuan perusahaan.Tujuan pengendalian usaha di sini yaitu: 1) produksinya akan lebih meningkat 2) produksinya akan lebih ekonomis 3) proses produksinya akan lebih cepat dan tepat waktu 4) pemasaran dan penjualan produknya akan lebih meningkat 5) pendistribusian produknya akan lebih lancar. d. Agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Agar perusahaan yang dikelola wirausaha dapat memperoleh keuntungan, maka tujuan pengendalian usahanya tersebut akan dapat: 1) membuat barang-barang dengan biaya relatifmurah 2) bersaing dengan produk hasil buatan perusahaan lainnya 3) memperoleh keuntungan yang sesuai dengan rencana perusahaan 4) meningkatkan omzet penjualan produk perusahaan 5) menjual produk dalam jumlah banyak dengan kualitas yang baik 6) menentukan harga jual produk yang sesuai dengan rencana perusahaan 7) meningkatkan kesempatan yang akan bekerja di dalam perusahaan 8) memperluas dalam penguasaan pasar 9) menggunakan barang modalnya seoptimal mungkin 10) mendesain produknya yang sesuai dengan rencana perusahaannya. Di sini seorang wirausaha harus menyadari bahwa waktu peluang usaha merupakan faktor yang sangat penting di dalam menentukan tujuan pengendalian usahanya. Oleh karena itu, tujuan pengendalian usaha sangat penting sebagai dasar untuk memulai proses perencanaan di dalam kegiatan usaha. Jika seorang wirausaha tidak menetapkan tujuan pengendalian usahanya, maka akibatnya: 1) wirausaha tersebut tidak akan dapat melaksanakan proses perbaikan di dalam usahanya 2) wirausaha tersebut tidak mempunyai peluang untuk mendeteksi kelemahankelemahan di dalam usahanya 3) wirausaha tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk belajar dari pengalaman di dalam usahanya 7) 8) 9) 10)

118 4) wirausaha tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk membangun kekuatankekuatan di dalam usahanya. Adapun cara wirausaha di dalam menetapkan tujuan pengendalian usahanya yaitu sebagai berikut: 1) merumuskan tujuan pengendalian usaha secara jelas dan terarah perencanaannya 2) menetapkan tujuan pengendalian usaha yang dapat dimengerti dan dicapai oleh semua pihak di dalam perusahaan 3) menetapkan prosedur untuk mengukur kemajuan usaha dan pengendaliannya 4) melaksanakan tujuan pengendalian usaha secara aktif, mengarahkan, membimbing, dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan usaha. Menetapkan tujuan pengendalian usaha adalah menentukan prioritas dan menetapkan batas waktu untuk mencapai sasaran kegiatan produktif dan kreatif. (Rhenaldi) Prinsip umum pengendalian usaha yang balk adalah semakin besar perhatiannya pada staf dan pada para karyawannya di dalam perusahaan. (Hj. Y. Rodiah) C. PELAKSANAAN PENGENDALIAN USAHA 1. Dasar pelaksanaan pengendalian usaha Pelaksanaan pengendalian usaha harus didasarkan atas kebutuhan-kebutuhan pokok usaha dan bukan atas motif-motif pribadi. Adapun dasar yang digunakan wirausaha untuk pengendalian usahanya adalah mengembangkan, menerapkan, dan menilai keberhasilan usahanya. Adapun yang menjadi dasar pelaksanaan pengendalian usaha, akan tampak dalam perumusan tujuan dari sasarannya yang spesifik dan membantu staf dan para karyawannya, serta memahami ap'a yang diinginkannya. Seperti kita ketahui bahwa pelaksanaan pengendalian usaha akan berhasil dengan baik jika dasar kegiatan-kegiatannya berkaitan langsung dengan kebutuhan dan sasaran perusahaan. Di sini seorang wirausaha harus dapat mengidentifikasi aspek-aspek usaha yang vital bagi perkembangan masa depan usahanya. 2. Macam pelaksanaan pengendalian usaha Pengendalian usaha yang dilaksanakan wirausaha itu sebenarnya sangat luas dan banyak macamnya. Para wirausaha sangat percaya atas kemampuannya di dalam mengendalikan usahanya dengan baik. Adapun macam pelaksanaan pengendalian usaha yang harus dijalankan oleh para wirausaha meliputi hal-hal berikut ini. a. Pengendalian bidang kerja Pengendalian di bidang kerja antara lain menyangkut: 1) penjualan produk 2) keuangan dan pembiayaan 3) material dan pembekalan 4) personalia dan produksi 5) anggaranbelanjadanpendapatan. b. Pengendalian bidang petugas/staf/ karyawan Pengendalian di bidang petugas/staf karyawan di dalam perusahaan, antara lain meliputi hal-hal berikut ini. 1) Pengendalian internal Pengendalian internal adalah pengendalian yang dilakukan petugas/stai/karyawan yang ada di dalam perusahaan. 2) Pengendalian eksternal Pengendalian eksternal adalah pengendalian yang dilakukan oleh para petugas/staf/ karyawan dari luar perusahaan, misalnya oleh pemerintah, masyarakat, dan sebagainya. 3) Pengendalian formal

119 Pengendalian formal adalah pengendalian yang dilakukan oleh wirausaha atau petugas-petugas resmi yang ditunjuk oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan sesuai dengan rencana usahanya. 4) Pengendalian informal Pengendalian informal adalah pengendalian yang dilakukan oleh petugas-petugas perusahaan yang ditunjuk wirausaha sewaktu-waktu. 5) Pengendalian manajerial Pengendalian manajerial adalah pengendalian yang dilakukan oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan dan menyangkut segala sesuatu yang berkenaan dengan proses manajemen usaha. 6) Pengendalian staf Pengendalian staf adalah pengendalian yang dilakukan wirausaha kepada staf perusahaan yang diberi tugas dalam bidang tertentu. c. Pengendalian bidang waktu Pengendalian di bidang segi waktu, antara lain meliputi hal-hal berikut ini. 1) Pengendalian preventif Pengendalian preventif adalah pengendalian untuk mencegah timbulnya kesalahan-kesalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan. 2) Pengendalian improses Pengendalian improses adalah pengendalian yang dilakukan pada waktu sedang terjadinya penyimpangan atau kekeliruan di dalam memproses produk. Pengendalian ini maksudnya adalah agar pelaksanaan pengendalian sesuai dengan rencana perusahaan. 3) Pengendalian represif Pengendalian represif adalah pengendalian yang dilakukan wirausaha sebagai pemilik perusahaan sesudah terjadinya penyimpangan-penyimpangan. Pengendalian represif ini tujuannya ialah untuk memperbaiki dan selanjutnya diharapkan tidak akan terjadi lagi kesalahan-kesalahan. d. Pengendalian usaha bidang lainnya Pengendalian usaha di bidang lainnya, meliputi hal-hal berikut ini. 1. Pengendalian khusus Pengendalian khusus adalah pengendalian yang dilakukan wirausaha untuk bidang-bidang kegiatan tertentu saja atau khusus. 2) Pengendalian umum Pengendalian umum adalah pengendalian yang dilakukan secara keseluruhan dari semua kegiatan yang dijalankan wirausaha di dalam perusahaannya. 3) Pengendalian terus-menerus Pengendalian terus-menerus adalah pengendalian yang dilakukan wirausaha tanpa henti-hentinya selama kegiatan usaha berlangsung. 4) Pengendalian mendadak Pengendalian mendadak adalah pengendalian yang dilakukan wirausaha di luar programnya tanpa terlebih dahulu harus memberitahukan kepada para staf dan para karyawan perusahaan. 5) Pengendalian langsung Pengendalian langsung adalah pengendalian yang dilakukan wirausaha sebagai pemilik perusahaan secara langsung ke tempat-tempat kerja para karyawan pada saat kegiatannya sedang berlangsung.

120 Di sini keberhasilan wirausaha dalam mengelola usaha dan pengendaliannya ditentukan oleh kemampuan peningkatan kemampulabaan pada masa mendatang. Selanjutnya, semakin berpengalaman di dalam mengendalikan usahanya, semakin besar kepercayaan dan semakin besar pula orientasi pada tindakan di dalam pengembangan usahanya. Menganalisis pengendalian usaha dengan cara membandingkannya dengan proses prestasi standar yang sudah ditentukan, baik intern maupun ekstern, sangat baik dan tepat di dalam pengembangan usaha. (Ategawa)

C. PRAKTEK KHUSUS PENGENDALIAN USAHA Agar dapat dipahami oleh semua pihak, di bawah ini diberikan contoh praktek khusus pengendalian usaha yang dijalankan wirausaha di dalam kegiatan perusahaannya. 1. Pengendalian produksi Untuk mempermudah praktek pengendalian produksi, diperlukan adanya hubungan informatif yang tepat dan serasi dengan sistem produksi serta keuangan perusahaan. Pengendalian produksi sangat penting, karena dapat berpengaruh langsung terhadap kelancaran produksi dan kualitas produk. Selanjutnya untuk mempermudah praktek mengenai pengendalian produksi, dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: a. membuat jadwal tentang kapan perbekalan bahan baku itu dibutuhkan perusahaan. Di sini wirausaha harus mengetahui bagaimana cara pengadaannya dan berapa jumlahnya b. membuat daftar jenis-jenis bahan baku dan barang-barang yang dibutuhkan perusahaan, bagaimana persyaratannya serta berapa jumlah yang dibutuhkan c. setelah persiapan perbekalan bahan baku selesai direncanakan, langkah berikutnya adalah mencari para pembekal. Mencari para pembekal itu caranya dengan penawaran umum, penawaran khusus, dan sebagainya d. melaksanakan pembelian jenis bahan baku dan barang produksi yang sesuai dengan jadwal yang dibuat wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Dalam tahap ini, wirausaha perlu melakukan pemeriksaan terhadap kualitas dan kuantitas perbekalan bahan baku e. perbekalan bahan baku produksi yang dipilih itu memerlukan penyimpanan yang baik di dalam gudang perusahaan f. melaksanakan pemeriksaan perbekalan bahan baku/barang yang ada di dalam gudang yaitu mengenai jumlahnya, kualitasnya, perawat-annya, dan pengendaliannya. Di sini para wirausaha harus mengusahakan agar proses pengendalian produksi dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana perusahaan. Untuk mempermudah praktek pengendalian produksi, seorang wirausaha perlu memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal berikut. 1. membuat jadwal pelaksanaan proses produksi yang pasti sesuai dengan rencana perusahaan 2. menyusun urutan tata kerja proses pembuatan produk yang melukiskan tahapantahapan dan waktu mengerjakan bahan baku hingga menjadi produk jadi 3. membuat model atau desain kasar dari produk yang akan diproduksi. Model atau desain kasar ini dapat dilaksanakan dengan gambar-gambar, prototipe, dan sebagainya 4. menyusun daftar komponen-komponen produk, baik jenisnya maupun jumlahnya

121 5. menempatkan tenaga pelaksana ahli untuk memproses produksi disertai pengawasannya terhadap pelaksanaan program perusahaan. Seorang wirausaha perlu meningkatkan pencapaian cara kerja yang efektif dan efisien, serta meningkatkan iklim kerja yang menyenangkan. Wirausaha yang membuat produk jadi dan setengah jadi, harus efektif meneliti keadaan, kuantitas, kualitas, harga produk, dan pengendaliannya. Selanjutnya agar wirausaha berhasil mengendalikan produksi, sebaiknya mengikuti dasardasar manajemen perusahaan yaitu: a. mencari teknik dan metode standar proses produksi b. mencari mode atau desain produk yang disenangi para konsumen/pembeli/pelanggan c. pemeliharaan dan peningkatan kualitas produk yang baik d. memperbaiki sarana dan prasarana kerja keamanan kerja, iklim kerja, dan sebagainya e. mengadakan promosi dan pendistribusian produk f. memelihara hubungan baik dan harmonis dengan para penyalur dan para konsumen/ pembeli/pelanggan. 2. Pengendalian mutu produk Adapun tugas wirausaha di dalam pengendalian mutu produk ialah memeriksa dan menentukan, apakah ada penyimpangan dalam pembuatan mutu produk atau tidak. Jika telah terjadi penyimpangan pembuatan mutu produk, maka tugas wirausaha harus melakukan perbaikan dan pengendaliannya. Ketika praktek wirausaha harus melaksanakan pengendalian mutu produk, di antaranya: a. harus ada petugas pengawasan mutu produk yang ahli, terampil, dan terlatih b. harus ada tempat-tempat produk yang perlu diawasi para petugas pengendalian mutu produk c. harus ada alat-alat standar untuk mengukur mutu produk d. harus ada batas-batas penyimpangan tertentu yang dapat diterima semua pihak. Adapun maksud seorang wirausaha sebagai pemilik perusahaan mengadakan pengendalian mutu produk itu, yaitu: 1) mengusahakan agar biaya desain produk dan prosesnya menggunakan mutu produk tertentu 2) mengusahakan agar biaya inspeksi atau pengendalian mutu produk dapat diketahui dan ditekan sekecil mungkin 3) mengusahakan agar biaya produksi suatu produk menjadi seringan mungkin 4) mengusahakan agar hasil produksi dapat mencapai standar mutu produk yang baik dan sesuai dengan program perusahaan. Tugas wirausaha di dalam mengendalikan mutu produk berikutnya ialah: a. melaksanakan penyelidikan dan pengendalianatas sebab-sebab kesalahan atau penyimpangan yang akan timbul selama adanya proses produksi b. melaksanakan tes-tes mutu produk dan saran-saran dari konsumen/pelanggan/pembeli c. melaksanakan pengendalian terhadap mutu bahan-bahan baku yang masuk ke pabrik d. melaksanakan pengendalian terhadap tingkat kegiatan proses produksi e. melaksanakan pengendalian terhadap mutu produk yang sudah selesai diproduksi sebelum dipasarkan. Maksud dilakukannya pengendalian mutu . produk adalah agar spesifikasi produk yang telah ditetapkan sebagai standar mutu produk tercapai. (Atesuna) 3. Pengendalian penjualan produk Penjualan produk dan pengendaliannya biasa-nya menyangkut masalah promosi. Promosi penjualan produk yang dijalankan wirausaha merupakan upaya khusus untuk meningkatkan omzet penjualan produk perusahaan. Penjualan produk pengendaliannya

122 dapat berupa perkenalan produk khusus, potongan harga produk, peragaan produk, dan sebagainya. Berbagai informasi pengendalian produk yang akan dijual mula-mula dikumpulkan dari informasi staf penjualan, parakaryawan, para agen, para pengecer, para konsumen, dan dari catatan penjualan produk yang ada di dalam perusahaan. Setelah melaksanakan penjualan produknya, wirausaha sebagai pemilik perusahaan, harus mampu mengendalikannya. Dalam pengendalian penjualan produk, biasanya menyangkut masalah informasi penjualan produk, ramalan penjualan produk, strategi penjualan, dan keputusannya. Dalam pengendalian penjualan produk, seorang wirausaha harus mengetahui ciri-ciri konsumen/pembeli/pelanggan, seperti kesenangannya, minatnya, daya belinya, pendapatannya, kebutuhannya, dan sebagainya. Selanjutnya sampai sejauh mana pengendalian penjualan produk dapat berhasil, akan ditentukan oleh jawaban wirausaha sendiri atas pertanyaan-pertanyaan di bawah ini: 1) Bagaimana keterlibatan staf dan para karyawan Anda dalam pengendalian penjualan produk perusahaan? 2) Apa kebijakan Anda dalam melaksanakan penjualan produk perusahaan, agar sesuai dengan perencanaan usaha? 3) Di manakah pasar potensial untuk tempat penjualan produk perusahaan Anda ? 4) Bagaimana cara atau teknik mengevaluasi dan mengendalikan penjualan produk perusahaan Anda? 5) Bagaimana Anda dapat mengukur efektivitas mengenai pengendalian penjualan produk perusahaan? 6) Kapankah promosi penjualan produk perusahaan Anda akan dimulai? 7) Media promosi mana yang sebaiknyadiperguna-kan untuk penjualan produk perusahaan Anda? Adapun langkah-langkah wirausaha sebagai pemilik perusahaan dalam pelaksanaan pengendalian penjualan produk sebagai berikut: a. menentukan tujuan penjualan produk perusahaan b. menyusun program penjualan produk perusahaan c. melakukan pengujian program penjualan produk perusahaan d. menyeleksi alat-alat penjualan produk perusahaan e. mengevaluasi hasil penjualan produk perusahaan f. mengendalikan program penjualan produk perusahaan. Kejarlah tujuan pengendalian penjualan produk yang berhubungan dengan kemam-puan dan keterampilan yang Anda miliki. (Atesuna) Jika Anda agresif mengejar tujuan dalam pengendalian penjualan produk, maka akan dapat mencapai hasil yang positif. (Rhenaldi) 4. Pengendalian keuangan usaha Pengendalian keuangan usaha selabndalian bungan langsung dengan operasional kebutuhan dan sasaran-sasaran yang dilaksanakan oleh perusahaan. Dengan adanya situasi usaha atau bisnis yang selalu berubah-ubah, maka para wirausaha perlu melaksanakan dan meningkatkan pengendalian keuangan usaha perusahaannya. Wirausaha sebagai pemilik perusahaan, perlu bersikap positif dalam perencanaan pengendalian keuangan usahanya dengan cara: a. menetapkan tujuan pengendalian keuangan usaha dalam operasional perusahaan b. mengevaluasi strategi-strategi pengendalian keuangan usahanya c. mengumpulkan dan mengevaluasi fakta dan angka keuangan usaha untuk melengkapi rencana pengendalian keuangan perusahaan

123 d. menetapkan tingkat dan target efisiensi pengendalian keuangan usaha, baik jangka pendek maupun jangka panjang ditinjau dari sudut imbalan untuk pemilik perusahaan dan karyawannya e. mengembangkan perencanaan pengendalian keuangan usaha secara menyeluruh untuk memberikan peta masa depan usahanya f. menggunakan perencanaan pengendalian keuangan usaha sebagai kekuatan motivasi dengan mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada personalia inti di dalam perusahaan g. memeriksa kebenaran perencanaan pengendalian keuangan usaha untuk memastikan bahwa setiap unsur keuangan realistik ada hubungannya dengan pengalaman wirausaha di dalam mengelola usahanya h. menganalisis perencanaan pengendalian keuangan usaha, serta membandingkannya antara prestasi nyata dengan standar yang sudah ditetapkan perusahaan; i. memastikan bahwa proses perencanaan pengendalian keuangan usaha dapat memotivasi staf dan karyawan yang terlibat di dalam perusahaan; j. meninjau kembali perencanaan pengendalian keuangan usaha dan merevisinya sampai tercapai kombinasi strategi dan faktor-faktor yang dapat diterima perusahaan. Selanjutnya para wirausaha harus dapat meluangkan waktu untuk memperbaiki posisi keuangan usaha dan pengendaliannya dengan cara: 1) mengatur perkembangan keuangan usaha untuk masa depan perusahaan dengan baik, teliti, cermat, dan tepat 2) menghilangkan kelemahan-kelemahan dalam pengendalian keuangan usaha 3) memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lampau perusahaan di bidang keuangannya 4) mengembangkan kekuatan-kekuatan keuangan usahanya 5) belajar dari pengalaman dalam keberhasilan-nya pada waktu mengelola usaha. Seorang wirausaha dalam mengelola usahanya, harus mampu menemukan dan menggunakan sumber-sumber daya keuangan yang akan memberikan sumbangan dalam pertumbuhan dan perkembangan usaha. Salah satu bidang kunci keberhasilan usaha wirausahawan adalah perencanaan dan pengendalian keuangan. Perencanaan dan pengendalian keuangan sangat menentukan masa depan usaha atau bisnis. (Tokugawa) 5. Pengendalian kepersonaliaan Seorang wirausaha yang mempunyai hubungan secara harmonis dengan personalia perusahaan dan pengendaliannya akan dapat meningkatkan keterampilan kerja, disiplin kerja, memotivasi, kesejahteraannya, dan sebagainya. Faktor personalia merupakan unsur pokok yang dapat menentukan keberhasilan di dalam usaha atau bisnis. Menurut peribahasa, uang itu bisa dicari dan dipinjam, tetapi kalau tidak ada personalia yang mengerjakannya, maka perusahaan tersebut tidak akan berhasil dan berkembang. Oleh karena itu, wirausahawan sebagai pengelola usaha harus dapat meningkatkan hubungan yang baik dan harmonis dengan personalia atau karyawan yang bekerja di dalam perusahaannya. Selanjutnya, untuk merealisasikan kebutuhan personalia dan pengendaliannya, seorang wirausaha .harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. a. Unsur-unsur program pengembangan personalia dan pengendalian manakah yang akan membantu menyiapkan organisasi untuk masa depan perusahaan Anda? b. Dengan cara apakah prestasi dan pengendalian personalia di perusahaan Anda dapat dievaluasi? c. Bagaimana cara meningkatkan prestasi personalia berikut pengendaliannya yang bekerja di organisasi perusahaan Anda?

124 d. Rencana-rencana manakah yang dapat meningkatkan kemampuan manajemen perusahaan yang diperlukan personalia berikut pengendaliannya pada perusahaan Anda? e. Personalia manakah yang bertanggung jawab atas penyiapan perubahan-perubahan di dalam organisasi perusahaan Anda? Seperti kita ketahui bahwa maksud utama wirausaha menetapkan pengendalian kepersonaliaan di dalam perusahaannya adalah ingin mendapatkan informasi yang benar mengenai proses pekerjaan, sehingga wirasusaha dapat mengambil keputusan yang tepat. Selanjutnya seorang wirausaha yang mengelola usaha harus bisa melaksanakan pengendalian kepersonaliaan dengan benar menurut aspek-aspek tujuan perusahaannya. Personalian merupakan harta penting dalam usaha atau bisnis manapun dan sukses wirausaha tergantung pdanya. (Tokugawa) Personalia dan uang merupakan sumber daya langka yang sangat penting untuk memajukan usaha. (Atesuna) 6. Pengendalian mesin-mesin dan peralatan pengendalian mesin-mesin dan peralatan di perusahaan secara preventif akan lebih memuaskan baik segi pembiayaan, ketahanan, maupun dari segi produktivitasnya. Pengndalian mesin-mesin dan peralatan perusahaan secara preventif jauh lebih lebih baik dari pada memulihkan kerusakan yang timbul secara tidak menentu. Oleh karena itu pengendalian mesin-mesin dan peralatan perusahaan sangat penting dan dapat ditmpuh dengan cara: a. Kontrak pemeliharaan mesin-mesin dan peralatan b. Servis khusus untuk mesin-mesin dan peralatan c. Servis umum untuk mesin-mesin dan peralatan Pengendalian mesin-mesin dan peralatan produksi didalam perushaan sangat diperlukan. dalam hal ini akan menjamin kelancrn dn keberhasiln dalam proses produksi. Adapun cara pngendalian mesin-mesin dan peralatan produksi peralatan produksi perusahaan prakteknya sebagai berikut: a. Tata letak mesin-mesin dan peralatan harus sesui dengan urutan yang benar dan tepat b. Menetapkan mesin-mesin dan peralatan pada kondisi kontrak kerja dan memperpanjang umur ekonomisnya c. Tata ruang pabrik harus diatur sedemikian rupa sehingga diproses produksi kn lebih efisien, efektif,dan intensif d. Perawatan mesin-mesin dan peralatan harus lebih efektif, efisien dan intensif e. Perwatan mesin-mesin dan peralatan perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah kerusakn yang lebih fatal f. Menyediakan dan melaksanakan pengamanan mesin-mesin dn peralatan poduksi dengan baik g. Meningkatkan keterampilan para karyawan agar dapat menangani mesin-mesin dan peralatn dengan baik dn teratur h. Menyediakan suku cadang mesin-mesin dan peralatan seandainya terjadi kerusakan. Pengendalian mesin-mesin dan peralatan perlu dilakukan secara periodic untuk mencegah terjadinya kerusakan fatal yng dapat mengakibtkan terhambatny proses produksi. (Rhenaldi)

125

PENYUSUNAN LAPORAN PENGLOLAAN USAHA A. Menyususn laporan pengelolaan usaha 1. Fungsi dan tujuan laporan pengelolaan usaha Laporan pengelolaan usaha perlu dibuat dan disusun secar sistemati, cermat, dan logis. Penyusunan laporan pengelolaan usaha merupakan penyampaian informasi tentang maju mundurnya pengelolaan usaha ehingga akan tercipta komunikasi antara yang melaporkan dengan pihak yang diberi laporan. Penyusunan laporan pengelolaan usaha hendaknya bersifat komunikatif, jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak. Adapun isi dari penyusunan laporan usaha itu ialah kegiatan pekerjaan di perusahaan yang sedang berjalan dan pekerjaan yng sudah selesai. Penyusunan laporn pengelolaan usaha dilaksanakan secara periodic, setidak-tidaknya dibuat sebulan sekli. Laporan pengelolaan usaha itu haru lengkap dan berisi hal-hal yang berhubungan dengan hambatan usaha, kemajuan usaha, kemunduran usaha dan sebagainya. Penyusunan laporan usaha itu sangat penting bagi manajemen perusahaan yaitu dalam rangka pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen usaha mengenai perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan, dan pengawasannya. Dengan demikian, fungsi dari laporn pengelolaan usaha itu sebagai media informasi untuk menilai sampai seberapa jauh tugas-tugas yang sudah dijalankan oleh seorang wirausahawan. Jika didalam laporan pengelolaan usaha hasil atau isinya kurang memuaskan maka seorang wirausaha harus mencar sebab-sebab dan harus dicarikan jalan pemecahan atau perbaikannya. Pada dasarnya penyusunan laporan pengelolaan usaha itu sangat penting untuk memberitahukan persoalan usaha secara detail dan objektif serta member keterangan atau informasi yang singkat tentang mundur majunya suatu usaha. Tujuan dari penyusunan laporan pengelolaan usaha itu ialah untuk memberikan keterangan tentang masalah kegiatan usaha sehinga dapat diketahui oleh pimpinan/bagian yang menyusun laporan pengelolaan usaha. Adapun jenis penyusunan laporan pengelolaan usaha dapat dibuat secara harian, mingguan, triwulan, semesteran, dan tahunan. Banyak para wirausaha berpendapat bahwa informasi yang diperhatikan dan diperlukan untuk laporan kegiatan usaha dapat diperoleh dari laporan rugi laba yang dipersiapkan. Sedangkan kewajiban-kewajiban yang harus dipahami oleh seorang wirausaha atas penyusunan laporan kegiatan usahanya diantaranya: a. Harus memahami arti dan pentingnya laporan kegiatan usaha b. Harus dapat mendistribusikan laporan kegiatan usaha baik yang bersifat umum maupun khusus. c. Menyiapkan sarannya, data-datanya, tekniknya, serta latihan-latihan dalam penyusunan laporan pengelolaan usahanya. 2. Jenis-jenis laporn pengelolaan usaha Penyusunan laporan pengelolaan usaha jenis-jenisnya dapat digolonkan seperti di bawah ini: a. Laporan lisan

126 Laporan lisan adalah lporan yang disampaikan secara lisan serta langsung dilaporkan oleh pembuat atau penyusun laporan kepada pimpinan perusahaan mengenai maju mundurnya pengelola usaha. Laporn pengelolaan usaha secara lisan dapat disampaikan melalui: • Wawancara • Pertemuan • Rapat • Lokakarya • Seminar • Dan sebagainya b. Laporan tertulis Laporn tertulis adalh laporan yang disusun secara tertulis mengenai pertanggung jawaban bawahan kepada atasan. Laporan pengelolaan usaha secara tertulis pada dasarny terdiri atas lporan pimpinan dan laporan berkala. 1. Laporan pimpinan Laporan pimpinan adalah laporan yang berhubungan dengan laporan yang disusun utnuk anggota-anggota manajemen tingkat puncak (top management) dan tingkat menengah (middle management). Kegiatan pengelolaan usaha yang perlu dilaporkan yaitu: • Neraca • Dftar biaya • Neraca rugi/laba • Anggaran biaya usaha 2. Laporan berkala Laporan berkala adalah laporan yang berhibungan dengan kegiatan bagian usaha di dalm perusahaan. Laporan berkala biasanya merupakan laporan mingguan, bulanan, semesteran, tahunan. Laporan berkala ini meliputi: • Laporan hasil pekerjaan • Laporn pembelian • Laporan penjualan • Laporan promosi • Laporan distribusi • Laporan kepegawaian 3. Laporan khusus Laporan kusus adalah laporan pengelolaan usaha yang waktunya tidak tentu. Laporan khusus dalm pengelolaan usaha biasanya menyangkut: • Pengembangan idustri • Riset pemasaran • Asuransi perusahaan • Dan sebagainya Fakta dan angka-angka untuk memenuhi penyusunan laporan usaha melalui posisi kas harian, ringkasan penjualan, pemasaran, pembayaran, kontan, uang yang diterima dari tagihan utang, saldo kas dalam bank, dan saldo akhir kas. Dari informasi pengelolaan usaha seorang wirausaha dapat menaksir rugi/laba harian dan dapat dikumpulkan dapat menaksir laba/rugi mingguan. Saldo kas pada

127 permulaan dapat dilihat dan dibandingkan dengan jumlah uang yang sebenarnya yang terdapat deregister. Dengan adanya sestem informasi laporn pengelolaan usaha, wirausaha dapat memberikan taksiran laba kotor harian dan taksiran biaya sehari-hari. Teknik penyusunan pengelolaan usaha Para wirausaha sudah mengetahui bahwa demi hokum dan peraturan pemerintah semua usaha atau bisnis apapun bentuknya atau jenisnya harus membuat laporan pengelolaan usahanya. Dalam peraturan perundangan dan ketetntuan peraturan daerah serta pusat, seorang wirausaha harus menyusun laporan pengelolaan usaha yang dilengkapi dengan surat izin usaha, batasan wilayah usaha, ketentuan bangunan, pajak kekayaan dan pendapatan pajak, penjualan dan distribusinya. Selanjutnya bagaimana teknik menyusun laporan pengelolaan usaha itu? Teknik penyusunan laporan pengelolaan usaha itu dapat diklasifikasikan berikut: a. Laporan pribadi b. Laporan umum c. Laporan usaha d. Laporan departemen e. Laporan teknis f. Laporan non teknis Di dalam prakteknya ada tiga macam bentuk penyusunan laporan pengelolaan usaha yang perlu dibuat oleh seorang wirausaha sebagai pemilik perusahaan. 1. Laporan pimpinan pelaksana Penyusunan laporan pimpinan pelaksana usaha atau bisnis diantaranya meliputi: a. Neraca b. Daftar rugi/laba c. Anggaran biaya d. Laporan tahunan e. Laporan bagi para pemillik saham 2. Laporan periodic Penyusunan laporan pengelolaan secara periodic diantaranya meliputi hal-hal berikut ini. a. Laporan bulanan Penyusunan laporan bulanan harus memiliki: • Laporan rugi/laba yang terperinci • Analisis penjualan dan inventaris produk • Analisis arus kas, debitur, kreditur • Analisis rasio perusahaan b. Laporan triwulan Laporan triwulan teknik penyusunannya harus memiliki: • Posisi keuangan • Perbandingan industry intern dan ekstern • Inventaris dan informasi usaha atau bisnis c. Laporan tahunan Laporan teknik pnyusunannya harus memiliki: • Neraca • Laporan rugi/laba • Keterangan arus kas d. Laporan pelaksanaan bagian/departemen

3.

128 e. Laporan kredit bulanan f. Laporan hasil penjualan produk g. Laporan hasil pemasaran produk h. Laporan persediaan bahan baku i. Laporan kepegawaian j. Laporan perkembangan 3. Laporan khusus Penyusunan laporan khusus adalah laporan yang harus diperhatikan oleh seorang wirausaha yang memiliki perusahaan yaitu organisasi perusahaan, perkembangan situasi, dan kondisi perekonomian Negara indonesia. Penyusunan laporn pengelolaan usaha khusus merupakan sarana komunikasi yang mempunyai peranan penting yang dapat menentukan keberhasilan penyampaian informasi formal laporan khusus. Oleh karena itu, apa yang tertera dan tercantum dalam isi laporan khusus pengelolaan usaha harus benr-benar tepat, sejauh mungkin menghindari adanya kekurangan dan kelemahnnya. Agar penyusunan laporan pengelolaan usaha yang akan disajikan bermanfaat bagi para wirausaha maka penyusunannya harus berdasarkan pada prinsip dan system tertentu atau khusus diantaranya sebagai berikut: a. Laporan harus tepat waktu b. Lapran harus teliti benar dan percaya c. Laporan harus jelas dan sederhana d. Laporan harus ada standarnya e. Laporan harus mempunyai nilai atau manfaat Langkah dan sistematika penyusunan laporan pengelolaan usaha a) Langkah-langkah penyusunan laporan usaha Adapun teknik penyusunan laporan usaha langkah-lngkahnya adalah sebagai berikut: Pertama : Penyusun laporan usaha terlebih dahulu harus mengetahui kepada siapa laporan pengelolaan usaha itu harus dilaporkan. Kedua : Penyusun laporan usaha harus mengetahui bidang apa yang harus dilaporkan. Ketiga : Sisi/bidang manakah dari masalah pengelolaan usaha yang akan dikemukakan dalam isi laporannya. Keempat : Bentuk laporan pengelolaan usaha yang bagaimana dalam penyusunan laporan usaha agar penyajiannya dapat diterima. Kelima : Pembuat laporan pengelolaan usaha yang harus menyadari bahwa pihak yang akan menerima laporan belum mengerti tentang masalah isi laporan. Keenam : Seorang pembuat laporan pengelolaaan usaha, sebelumnya harus mengetahui apakah masalah yang dilaporkannya itu ada hubungannya dengan masalah lainnya. Ketujuh : Informasi yangt melatarbelakangi masalahg atau bidany yang akan dikemukakan dalam laporan pengelolaan usaha, perlu dimiliki oleh seorang wirausaha yang memiliki perusahaan. b) Sistematika teknik penyusunan laporan usaha Setiap penyusunan laporan pengelolaan usaha yang baik dan benar terdiri atas beberapa bagian atau tekhnik pembuatan. Adapun sistematika tekhnik penyusunan laporan pengelolaan usaha bagian-bagiannya sebagai berikut: 1) Judul laporan (ditulis pada sampulnya).

4.

129 2) Daftar isi laporan (terdiri atas bab, pasal, dan ayat). 3) Masalah pokok laporan (memuat tujuan laporan, tujuan penilaian, tujuan penelaahan, dan sebagainya). 4) Batang kubu laporan (memuat semua fakta, data, pandsangan, dan alasanalasannya). 5) Penutuyp laporan (berisi laporan) 6) Sumber-Sumber laporan usaha. 7) Lampiran-lampiran laporan usaha Tekhnik pemnyusunan laporan pengelolaan usaha selalu berhubungan dengan masalah neraca, rugi/laba, dan perubahan modal usaha. Untruk dapat menggambarkan posisi laporan dan sifat perkemnbangannya dari waktu ke waktu, seorang wirausaha yang mempunyai perusahaan diharuskan menyuisun laporan usahanya. Perencanaan pengembangan uwsaha membantu dalam menetapkan hasil-hasil yang tepat setelah menyelesaikan tuigas dalam kewirausahaannya. (Atesuna) Perencanaan pengembangan usaha merupakan suatu dokumen yang menyatajkan keyakinan akan kemampuan bisnis. (Renaldi) Di bawah ini dimuat salah satu contoh pembuatan laporan pelaksanaan kegiatan usaha. Laporan pelaksanaan kegiatan usaha bidang kegiatan usaha jenis kegiatan 1. jenis usaha …………………………., volume Rp. ……….. 2. jenis usaha …………………………, volume Rp ……….. 3. jenis usaha …………………………., volume Rp ……….. 4. jenis usaha …………………………., volume Rp ………… rugi/laba 1. unit ……………………………, rugi/laba Rp. …………. 2. unit ……………………………, rugi/laba Rp ………….. 3. unit ……………………………, rugi/laba Rp ………….. 4. unit ……………………………, rugi/laba Rp …………. bidang keuangan neraca (terlampir) analisis : likuiditas = ……………………..% solvabilitas = ……………………..% rentabilitas = ……………………..% bidang permodalan modal sendiri modal luar (asing) Rp ………….  Pinjaman jangka pendek Rp ………….  Pinjaman jangka panjang Rp ………….  Pinjaman lain-lain ` Rp …………. bidang administrasi dan pembukuan buku-buku • buku pembelian tunai Rp …………. • Buku pembelian kredit Rp …………. • Buku persediaan barang Rp …………. • Buku penjualan tunai Rp ………….

130 • Buku voucher …………. dokumen-dokumen dagang  surat-surat perjanjian dagang  SITU, SIUP, NPWP, AMDAL dan lain-lain  Faktur dan kuitansi ………….  Nomor rekening bank ………….  Nomor register perusahaan  Nota penjualan dan pembelian bidang ketenagakerjaan • …………. • Rp Rp …………. Rp …………. Rp Rp Rp …………. Rp …………. manajer Rp karyawan Rp

…………. bidang pemasaran local Rp …………. Nasional Rp …………. Organisasi pemasaran Rp …………… bidang penjualan • kondisi pasar Rp …………… • kemampuan penjual Rp …………… • organisasi penjualan Rp …………… bidang organisasi • pembagian tugas : …………………………….. • wewenang dan tanggung jawab : …………………………….. • hubungan kerja : …………………………….. • rencana kerja : …………………………….. B. Laporan keuangan usaha 1. Analisis laporan keuangan usaha Pada akhir tahun, seluruh kegiatan pengelolaan usaha diikhtisarkan dan dilaporkan untuk dianalisis oleh pihak yang berkepentingan, agar memperoleh informasi yang tepat untuk mengambil keputusan. Analisis laporan keuangan usaha adalah evaluasi atau penafsiran neraca dan daftar perubahan posisi keuangan usaha. Mengadakan analisis laporan keuangan usaha sangat penting untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan usaha milik perusahaan wirausaha. Analisis laporan keuangan usaha selalu berhubungan dengan masalah neraca, masalah rugi/laba, dan perubahan akan permodalan usaha. Analisis laporan keuangan usaha pada hakikatnya ditujukan untuk mengadakan penilaian atas keadaan keuangan usaha wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Untuk dapat menggambarkan perubahan posisi keuangan usaha dan sifat perkembangan usaha dari waktu ke waktu, maka wirausaha diharuskan membuat laporan keuangannya paling lama dua tahun terakhir.

131 2. Dasar analisis laporan keuangan usaha Adapun yang menjadi dasar analisis dalam laporan keuangan usaha yaitu meliputi hal-hal berikut ini. a. Keadaan Keuangan Usaha Jangkla Pendek, 1) Sasaran analisis atas keadaan keuangan usaha jangka pendek di antaranya : • Kemamuan untuk bertahan dalam keadaan depresi; • Kemampuan untuk melunasi utang lancar usaha; • Kemampuan untuk membayar biaya-biaya usaha; • Kemampuan untuk mempertahankan persediaan barang; • Kemampuan untuk memberikan kredit penjualan. 2) Sasaran analisis atas modal kerja yang meliputi : • Dari mana sumber-sumber modal usaha diperoleh; • Untuk apa saja modal kerja usaha tersebut. b. Keadaan Keuangan Usaha Jangka Panjang Sasaran analisis terhadap keadaan keuangan usaha jangka panjang meliputi : • Berkurang dan bertambahnya utang jangka panjang; • Kemampuan membayar bunga pinjaman secara stabil; • Keseimbangan antara modal sendiri dengan modal asing; • Bertambah dan berkurangnya aktiva tetap. Hasil Usaha Perusahaan Sasaran analisis terhadap hasil usaha perusahaan milik wirausaha maliputi: • Efisiensi usaha antara penjualan dengan aktiva yang digunakan; • Efisiensi usaha antara laba dengan aktiva yang digunakan; • Volume penjualan pada tingkat break event; • Penggunaan aktiva tetap. 3. Keguanaan analisis laporan keuangan usaha Hasil analisis laporan keuangan usaha sangat berguana untuk pihak-pihak berikut ini. a. Para wirausaha sebagai pemilik perusahaan Dengan adanya analisis laporan keuangan usaha, wirausaha sebagai pemilik perusahaan dadapat menilai: • Besar kecilnya imbalan usaha untuk wirausaha; • Berhasil tidaknya di dalam pengelolaan usahanya; • Dapat tidaknya para wirausaha mempertahankan kontinuitas perusahaannya. b. Manajer Perusahaan Analisis laporan keuangan usahadapat digunakan sebagai dasar : • Menyusun rencana usaha yang akan datang; • Untuk mengukur system pengendalian usaha intern; • Untuk menentukan kebijaksanaan manajer perusahaan. c. Investor, Banker, dan Kreditor Dengan adanya analisis laporan keuangan usaha, akan diketahui mengenai likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas perusahaan. Dengan demikian, mereka dapat menentukan: • Memberi tidaknya pinjaman modal usaha; • Menghantikan investasi usahanya atau tidak; • Mengubah pinjamannya menjadi modal usahanya. d. Pemerintah Dengan adanya analisis laporan keuangan usaha, maka pihak pemerintah akan:

132 Menetapkan besarnya pajak; • Menetapkan kebijaksanaan tentang masalah tenaga kerja dan pertumbnuhan ekonomi nasional. e. Tenaga Kerja Dengan mengetahui hasil analisis laporan keuangan usaha. Dapat diketahui prospek/kemajuan perusahaan sehingga memungkinkan tenaga kerja dalam menentukan sikap: • Pindah kerja ke perusahaan lain; • Perasaan aman di dalam bekerja; • Senang dengan adanya promosi jabatan; • Meningkatkan produktivitas dalam bekerja. 4. Analisis perhitungan rugi/laba Analisis laporan perhitungan laba/rugi adalah suatu analisis laporan yang menunjukan tentang pendapatan, biaya, dan rugi/laba suatu usaha selama periode tertentu. Analisis laporan perhitungan rugi/laba perlu disusun secara sistematis dan logis. Didalam menyusun analisis laporan rugi/laba usaha dasarnya yaitu: a. Bagian pertama adalah menunjukan penghasilan yang diperoleh perusahaan milik wirausahawan. Dalam hal ini dapat dilihat dari harga poko barang/jasa yang dijual sehingga akan diperoleh laba kotor b. Bagian kedua adalah menunjukan biaya-biaya usaha yang terdiri atas biaya penjualan, biaya administrasi dan biaya umum c. Bagian ketiga adalah hasil lain-lain dan beban lainnya yang bukan berasal dari usaha pokok perusahaan. Disini misalnya biaya bunga pendapatan sewa dan sebagainya. d. Bagian keempat adalah menunjukan rugi/laba incidental sehingga akan diperoleh rugi/laba bersih sebelum pajak penghasilan. Disini misalnya laba penjualan aktiva tetap surat berharga dan lain-lainnya 5. Analisis laporan laporan modal/laporan laba yang di tahan Laporan laba yang ditahan merupakan salah satu dari perubahan yang di tahan merupakan salah stu dari laporan perubahan posisi keuangan yang berasal dari kegiatan usaha perusahaa dalam suatu periode trtentu. Disini penyusutan rugi/laba yang ditahan menyangkut rugi/laba incidental. •

133

MENYUSUN PERENCANAAN PENGEMBANGAN USAHA A. PROSES PERENCANAAN PENGEM-BANGANUSAHA 1. Pengertian dan prinsip perencanaan pengembangan usaha Sebelum melangkah lebih jauh ke realisasi pengembangan usaha, sebaiknya kita terlebih dahulu memahami pengertian dan prinsip perencanaan pengembangan usaha. Apa sebabnya wirausaha diharuskan membuat perencanaan pengembangan usahanya? Pada umumnya perencanaan pengembangan usaha itu adalah mengatur proses kegiatan usaha, produksi, pemasaran, penjualan, perluasan usaha, pembelian, tenaga kerja, dan pengadaan peralatan usaha untuk mencapai tujuan. Perencanaan pengembangan usaha itu ialah keseluruhan proses hal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Dengan perkataan lain, perencanaan pengembangan usaha itu adalah sebuah selling document tertulis yang disiapkan dan mengungkapkan daya tarik, serta harapan sebuah usaha at'au bisnis kepada penyandang dana potensial. Jadi, perencanaan pengembangan usaha itu, merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha

134 dengan menggambarkan semua unsur yang relevan, baik internal maupun eksternal untuk memulai pengembangan usaha. Perencanaan pengembangan usaha itu, merupakan proses menentukan dengan tepat, apa yang dilakukan organisasi untuk mencapai tujuan. Perencanaan pengembangan usaha itu, merupakan perkembangan sistematis dari program tindakan dan ditujukan pada pencapaian tujuan usaha yang telah disepakati dengan proses analisis, evaluasi, dan seleksi di antara kesempatan-kesempatan pengembangan usaha yang ada. Jadi, tujuan dari adanya perencanaan pengembangan usaha itu ialah membentuk usaha dan pengembangan secara terkoordinasi dalam organisasi. Di sini sudah jelas, jika wirausaha tidak membuat pengembangan usahanya, biasanya tidak ada koordinasi dan akan terjadi timbulnya ketidakefisienan di dalam pelaksanaannya. "No Planing No Future" (tanpa perencanaan tidak ada masa depan). Selanjutnya, permasalahan perencanaan pengembangan usaha akan menjadi aktual dan hangat ketika banyak wirausaha yang mengajukan permohonan kredit bank tidak diladeni karena tidak mempunyai perencanaan usahanya. Berdasarkan penelitian, perencanaan pengembangan usaha itu ibarat kompas, saat wirausaha berada di dalam hutan. Perencanaan pengembangan usaha itu merupakan alat yang paling ampuh untuk menentukan prioritas mengukur kemampuan, mengukur keberhasilan dan kegagalan di dalam pengembangan usahanya. Jika dijabarkan, perencanaan pengembangan usaha itu merupakan cita-cita, tujuan, sasaran, dan target yang diharapkan wirausaha sebagai berikut. a. Cita-cita dalam mengembangkan usaha Cita-cita wirausaha di sini ialah suatu hal yang luhur dan yang hendak dicapai dalam tujuan pengembangan usahanya. b. Tujuan dalam pengembangan usaha Tujuan dalam pengembangan usaha di sini merupakan hasil akhir yang hendak dicapai dan dapat diukur, berapa lama waktunya dan berapa biayanya dan dituangkan di dalam berbagai sasaran pengembangan usahanya. c. Target dalam pengembangan usaha Adapun yang menjadi target di dalam pengembangan usaha adalah hasil yang ingin dicapai dalam waktu yang lebih singkat. Misalnya, target untuk 6 bulan atau 1 tahun. d. Sasaran dalam pengembangan usaha Sasaran dalam pengembangan usaha ialah hasil yang hendak dicapai dalam periode tertentu. Misalnya, dalam waktu 1 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun. Bagi wirausaha yang melaksanakan prinsip perencanaan pengembangan usaha, banyak keuntungannya di dalam berorientasi ke masa depan kegiatan usahanya. Wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat bertindak dan berusaha untuk mengembangkan usahanya dan membantu kepentingan konsumen, pemasok, karyawan, dan sebagainya. Adapun prinsip-prinsip di dalam pembuatan perencanaan pengembangan usaha itu, sebagai berikut: a. perencanaan pengembangan usaha harus dapat diterima oleh semua pihak dan dapat dilaksanakan b. perencanaan pengembangan usaha harus dibuat secara fleksibel dan realistis c. perencanaan pengembangan usaha harus mencakup seluruh aspek kegiatan usahanya d. perencanaan pengembangan usaha harus merumuskan cara-cara kerja yang efektif dan efisien. Prinsip perencanaan pengembangan usaha ini, sudah mencakup misi perusahaan, tujuan yang ingin dicapai, pemilihan, perluasan, dan penentuan pedoman kebijakan

135 wirausaha. Seperti kita ketahui bahwa arah kemajuan perusahaan masa mendatang, prinsipnya ada pada perencanaan pengembangan usaha. Perencanaan pengembangan usaha pada prinsipnya tergantung pada berhasil tidaknya langkah-langkah koordinasi usaha dan pengendaliannya. (Danggun) Perencanaan pengembangan usaha me-rupakan alat yang paling ampuh untuk menentukan prioritas, mengukur kemampuan, keberhasilan, dan kegagalan. 2. Manfaat dan tujuan perencanaan pengembangan usaha Kebijaksanaan wirausaha di dalam pengembangan usahanya, bertujuan untuk meningkatkan potensi dan partisipasi aktif dalam proses pembangunan nasional. Perencanaan pengembangan usaha itu, khususnya dalam kegiatan ekonomi dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan, melalui perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Perencanaan pengembangan usaha yang disusun oleh wirausaha dengan mengacu pada sasaran usaha, target usaha, petunjuk pelaksanaan, jadwal waktu, strategi, taktik, program, biaya, dan bimbingannya. Dengan membuat perencanaan pengembangan usaha, wirausaha akan .dapat mengantisipasi dan menganalisis pelaksanaannya. Di dalam pelaksanaannya, mungkin manfaat perencanaan pengembangan usaha itu untuk sementara belum ada. Akan tetapi atas kegigihan dan perjuangan wirausaha, secara pelan-pelan dan pasti akan dirasakan manfaat dari adanya perencanaan pengembangan usaha. Adapun manfaat dari perencanaan pengembangan usaha itu, di antaranya: 1. sebagai alat untuk membimbing jalannya pelaksanaan pengembangan usaha 2. mengamankan kelangsungan hidup pengembangan usaha 3. meningkatkan kemampuan manajerial dalam rangka pengembangan usaha 4. sebagai pedoman wirausaha dalam pelaksanaan pengembangan usaha 5. sebagai alat untuk mengetahui yang akan terjadi dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha 6. sebagai alat berkomunikasi dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha 7. sebagai alat untuk memperkecil risiko dalam pelaksanaan pengembangan usaha 8. memperbesar peluang usaha dalam rangka pelaksanaan pengembangan usaha 9. sebagai alat pengendalian pengembangan usaha 10. sebagai alat memudahkan bantuan kredit modal usaha dari bank dalam rangka pengembangan usaha 11. sebagai pedoman pengawasan pelaksanaan pengembangan usaha. Perencanaan pengembangan usaha akan berhasil, sejauh kegiatan-kegiatan usaha berkaitan langsung pada kebutuhan dan sasaran-sasaran perubahan. Perencanaan pengembangan usaha yang baik, akan tampak dalam perumusan tujuan-tujuan dan sasaran perusahaan. Selanjutnya, perencanaan pengembangan usaha itu mempunyai tujuan sebagai perlindungan dan kesepakatan perluasan usaha. Berdasarkan pengamatan penulis, tujuan perencanaan pengembangan usaha itu ialah untuk melancarkan pencapaian tujuan usaha. Adapun tujuan perencanaan pengembangan usaha, secara lebih terperinci sebagai berikut: a. membantu wirausaha untuk berorientasi ke masa depan dalam pengembangan usaha b. mengkoordinasikan keputusan dan menentukan gagasan dalam pengembangan usaha c. membantu wirausaha meningkatkan akses pasar dan memperbesar pangsa pasar dalam rangka pengembangan usaha d. membantu wirausaha meningkatkan akses dan penguasaan teknologi dalam rangka pengembangan usaha e. membantu wirausaha meningkatkan akses sumber modal usaha dan memperkuat struktur modal dalam pengembangan usaha

136 f. membantu wirausaha meningkatkan ke-mampuan organisasi dan manajemen dalam rangka pengembangan usaha. Para wirausaha di dalam merencanakan pengembangan usahanya, sebaiknya menetapkan tujuan yang akan menuntun perusahaan melalui pembuatan keputusan. Tujuan perencanaan pengembangan usaha tersebut, harus berisi pernyataan yang melibatkan manajemen dan program usaha. 3. Kegiatan perencanaan pengembangan usaha Pada umumnya, kegiatan perencanaan pengembangan usaha itu sebagai berikut. a. Melaksanakan kewirausahaan Di dalam melaksanakan kegiatan kewirausahaan, mencakup tugas-tugas seperti mengadakan kontak dengan para bankir, para akuntan, pengacara, dan orang-orang yang mau membantu finansial dalam rangka pengembangan usaha. b. Melaksanakan aspek-aspek usaha Di dalam melaksanakan aspek-aspek usaha yang dianggap rutin adalah meliputi laporan keuangan bulanan, memonitor serta merevisi anggaran, dan manajemen produksi dalam rangka mengembangkan usaha. Dengan adanya perencanaan pengembangan usaha, maka wirausaha akan dapat: 1) menstabilkan kesempatan kegiatan kerja dalam rangka pengembangan usaha 2) menggunakan kapasitas produksi dalam rangka pengembangan usaha 3) menyusun anggaran biaya operational untuk pengembangan usaha. Seorang wirausaha diharapkan mampu menggarap perencanaan pengembangan usaha untuk jangka pendek dan merumuskannya untuk mencapai sasaran dan tujuannya. Pembuatan perencanaan pengembangan usaha itu, harus mencakup beberapa jenis kegiatan di antaranya: 1) mempelajari dan meramalkan kemajuan untuk masa depan usahanya 2) menentukan sasaran dan tujuan, beserta fasi-litas yang diperlukan dalam pengembangan usaha 3) membuat perencanaan anggaran biaya pengembangan usaha 4) membuat kebijaksanaan dalam rangka pengembangan usaha 5) menentukan prosedur kerja dalam pengembangan usaha 6) membuat program kerja dan perhitungan pengembangan usaha. Adapun kegiatan perencanaan pengembangan usaha jangka panjang dapat dibagi menjadi beberapa tahap, sehingga jangka waktu untuk setiap tahap akan menjadi jangka pendek. Di dalam memonitor kegiatan pengembangan usaha jangka panjang, wirausaha harus membuat daftar pemeriksaan bahwa setiap tahap perencanaan dapat dilaksanakan menurut jadwal. Selanjutnya perencanaan pengembangan usaha yang dibuat wirausaha, harus dapat dieksperimenkan dengan metode, taktik, dan teknik yang baru. Perencanaan pengembangan usaha membantu dalam menetapkan hasilhasilnya setelah menyelesaikan tugas-tugas dalam kewirausahaan. (Rhenaldi) Perencanaan pengembangan usaha merupakan suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan seorang wirausaha dalam mengelola usaha. (Atesuna) 4. Langkah perencanaan pengembangan usaha Di dalam langkah pengembangan usaha, wirausaha harus berusaha agar sisa pendapatannya diperbesar untuk memupuk modal usahanya. Jika modal usahanya dapat ditingkatkan jumlahnya, diharapkan pendapatan bersih usahanya akan bertambah. Semakin bertambah pendapatan bersih usahanya, akan semakin terbuka pula kesempatan bagi wirausaha untuk mengembangkan usahanya. Minat wirausaha mengembangkan

137 usahanya, karena adanya desakan produk usahanya banyak terserap oleh pasar. Wirausaha yang mempunyai sikap mendahulukan kepentingan pengembangan usahanya, namun tidak mengorbankan kebutuhan hidupnya, sangatlah mulia dan dapat dianggap wajar. Di dalam pelaksanaannya, wirausaha harus mengikuti 5 (lima) langkah dasar proses perencanaan pengembangan usahanya yaitu: a. menganalisis lingkungan internal dan eksternal usahanya (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman). Langkah ini merupakan salah satu tahapan yang amat penting dan dapat dilaksanakan dengan menggunakan analisis SWOT. Dengan menggunakan analisis SWOT, perusahaan yang akan dikembangkan wirausaha, akan menyiapkan jalan keluarnya secara rasional, tegas, dan lugas dalam menghadapinya b. memformulasikan strategi pengembangan usaha jangka pendek dan jangka panjang (misi, visi, strategi, dan kebijakan) c. menerapkan rencana strategi pengembangan usaha (program, anggaran, dan prosedur) d. mengevaluasi kinerja strategi perencanaan pengembangan usaha e. melakukan follow-up dengan feed back yang berkesinambungan. Selanjutnya wirausaha perlu menyusun perencanaan pengembangan usaha dengan baik, karena langkah ini merupakan legitimasi dari sebuah usaha yang akan dikembangkan. Adapun langkah-langkah dasar proses perencanaan pengembangan usaha yang perlu disusun dan ditempuh, sebagai berikut: 1. menjelaskan masalah-masalah perencanaan pengembangan usaha 2 mendapatkaninformasi yang lengkap dan dapat dipercaya dalam rangka perencanaan pengembangan usaha 3. menganalisis dan menggolongkan informasi yang banyak mengandung peluang usaha 4. memperkirakan adanya hambatan perencanaan pengembangan usaha 5. menyusun urutan dan waktu secara terperinci untuk perencanaan pengembangan usaha 6. memilih perencanaan pengembangan usaha yang diusulkan 7. menentukan pengganti perencanaan pengembangan usaha yang lebih baik dan dapat dilaksanakan 8. memeriksa kemajuan-kemajuan perencanaan pengembangan usaha yang akan dilaksanakan. Langkah perencanaan pengembangan usaha, pelaksanaannya berusaha mencari dan merinci profit, neraca perusahaan, serta proyeksi aliran kas. Membuat perencanaan pengembangan usaha itu ialah memikirkan, menimbangnimbang, memutuskan, dan menentukan hal-hal berikut: a. apa yang akan dikerjakan wirausaha dalam perencanaan pengembangan usahanya? b. kapan perencanaan pengembangan usaha itu dilaksanakan? c. bagaimana cara wirausaha melaksanakan perencanaan pengembangan usahanya? d. di mana perencanaan pengembangan usahaitu akan dilaksanakan wirausaha? e. siapa-siapa saja yang terlibat dan ditugaskan melaksanakan perencanaan pengembangan usaha? Perencanaan pengembangan usaha boleh berbunyi sangat profesional, namun hasil-nya bisa saja nol besar jika tidak ditunjang oleh sifat-sifat baik yang dimiliki wirausaha. (Danggun) Ide usaha atau bisnis tanpa realisasi, akan membuat orang menjadi tukang mimpi yang akhirnya frustasi dan bukan prestasi. (Atesuna) Ada 2 (dua) hal yang perlu diperhatikan wirausaha dalam pelaksanaan perencanaan pengembangan usaha, yaitu:

138 a. bukan ramainya pasar yang harus diperhatikan, tetapi banyaknya produk/jasa yang terserap dan terjual di pasar; b. keuntungan akan tercipta jika jumlah produk yang terjual berada di atas atau melampaui titik balik modal usaha. Agar usaha atau bisnisnya berhasil, diharap-kan wirausaha merencanakan pengembangan usaha jangka pendek dan jangka panjang. Adapun prosesnya ialah dengan merumuskan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Tanpa mengetahui tujuan dan sasarannya, wirausaha tidak akan dapat menyusun perencanaan pengembangan usahanya dengan baik. Dalam proses perencanaan pengembangan usahanya, wirausaha harus mampu mengantisipasi masa depan usahanya dan keberhasilannya, dengan asumsi berdasarkan pada logika. Adapun proses perencanaan pengembangan usaha seperti materi yang sudah dijelaskan di atas, langkah-langkahnya sebagai berikut: Langkah pertama : Wirausaha harus menentukan tujuan pengembangan usahanya. Selanjutnya mengumpulkan fakta-fakta, data-data, dan informasi mengenai kondisi kegiatan usaha yang akan dikembangkan. Langkah kedua : Wirausahawan mengum-pulkan fakta-fakta, data-data, dan informasi mengenai situasi dan kondisi usaha yang akan dikembangkan. Langkah ketiga : Wirausaha mengadakan pembahasan atau analisis mengenai faktafakta dan data-data, serta informasi yang didapatkan. Selanjutnya wirausaha mencari peluang, mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam mengambil langkah-langkah pengembangan usahanya. Langkah keempat : Wirausaha merumuskan sasaran pengembangan usaha secara tegas, tepat, dan bertanggungjawab. Langkah kelima : Wirausaha merumuskan ber-bagai tnacam alternatif dan memilih yang terbaik untuk dapat merealisasikan pengembangan usaha. Langkah keenam : Wirausaha merumuskan perencanaan strategi pengembangan usaha dalam jangka panjang. Langkah ketujuh : Wirausaha merumuskan perencanaan taktis pengembangan usaha dalam jangka pendek.

Langkah kedelapan : Wirausaha menyusun anggaran biayanya. Kebulatan tekad, antusiasme, ketekunan, keuletan, dan kebijakan, akan sangat menentukan keberhasilan dalam pengembangan usaha. (Ategawa) Perencanaan pengembangan usaha merupakan proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya. (Rhenaldi) B. KERANGKA PERENCANAAN PENGEMBANGAN USAHA 1. Lokasi perusahaan Para wirausaha sebenarnya telah lama mengenal dan membuat kerangka perencanaan pengembangan usahanya.. Kerangka perencanaan pengembangan usaha yang akan dibuat oleh wirausaha harus mencakup visi dan misi perusahaan, pengembangan strategi usaha, dan kebijakannya. Pengembangan usaha yang dikelola dengan benar dan sesuai dengan kerangka perencanaan, prinsip manajemen, serta kondisinya mendukung, maka secara empiris akan memberikan hasil yang optimal. Di dalam menerapkan kerangka usaha yang

139 ditunjang dengan adanya evaluasi usaha, teknologi usaha, dan manajemen usaha yang tepat, memungkinkan wirausaha dapat mengembangkan usahanya. Adapun kerangka perencanaan pengembangan usaha yang akan disusun oleh wirausaha harus mencakup nama dan lokasi perusahaan. Lokasi perusahaan tersebut menyangkut: a. Lokasi kantor, merupakan tempat kediaman perusahaan. b. Lokasi badan usaha, merupakan tempat kedudukan perusahaan. Seperti kita ketahui, tempat kedudukan itu berarti tempat badan usaha, sedangkan tempat kediaman berarti tempat perusahaan berdiri. Selanjutnya untuk menetapkan lokasi pabrik/ industri, seorang wirausaha perlu memper-hitungkan beberapa hal, antara lain: 1) dekat dengan sumber material 2) dekat dengan pasar potensial 3) mudah mendapatkan air dan bahan baku 4) mudah mendapatkan tenaga kerja 5) mudah mendapatkan fasilitas transportasi 6) mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat dan masyarakat. Kerangka perencanaan pengembangan usaha lainnya harus mencakup, antara lain: 1) konsumen yang dituju 2) pasar yang akan dimasuki 3) partner yang akan diajak bekerja sama 4) personal yang dipercaya untuk menjalankan usaha 5) jumlah modal usaha yang diperlukan 6) penyebaran pfomosi usaha. 2. Aspek perencanaan pengembangan usaha Aspek-aspek perencanaan pengembangan usaha yang harus dikembangakan sesuai dengan kebutuhan dalam memenuhi kerangka pengembangan usaha, di antaranya sebagai berikut. a. Aspek perusahaan Mengevaluasi aspek perusahaan sangat bermanfaat untuk mengetahui strategi kerangka perencanaan pengembangan usaha. b. Aspek pemasaran dan pasar Pada umumnya evaluasi terhadap aspek pemasaran dan pasar, diarahkan dalam rangka pengembangan usaha. Adapun untuk mendapatkan informasi mengenai fakta dan data pengembangan usaha, harus dibandingkan dengan target usaha sebelumnya, antara lain mengenai: 1) segmentasi, targetnya, dan posisi produk di pasar 2) strategi bersaing yang diterapkan wirausaha dalam rangka pengambangan usaha 3) kegiatan aspek pemasaran melalui bauran pemasaran (marketing mix) 4) nilai penjualan produk dan jasa 5) market share yang dikuasai perusahaan dalam rangka pengembangan usaha. Aspek pemasaran dan pasar ini perlu dilak-sanakan evaluasinya, antara lain mengenai: 1) pengetahuan konsumen, kebutuhan konsumen, dan keinginan pasar potensial terhadap produk jasa; 2) sikap konsumen, perilaku konsumen, dan kepuasaan konsumen terhadap produk dan jasa. c. Aspek operasional Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi berkaitan dengan aspek operasional perusahaan, yaitu:

140 1) kualitas produk, model produk, dan manfaat produk 2) teknologi yang akan dipakai perusahaan dalam rangka pengembangan usaha 3) kapasitas produksi perusahaan 4) persediaan bahan baku dan barang jadi. d Aspek sumber daya manusia Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dari SDM dalam rangka pengembangan usaha, antara lain produktivitas kerja, motivasi kerja, kepuasan kerja, pelatihan kerja, pengembangan usaha, dan kepemimpinannya. e. Aspek keuangan Tujuan mengevaluasi usaha dari aspek keuangan sangat penting untuk mengetahui, apakah realisasi investasinya sudah sesuai dengan yang diharapkan dalam rangka pengembangan usaha. Di sini analisis dan evaluasinya dapat ditinjau dari segi keuntungan atau laba dengan mem-bandingkan antara pengeluaran dan pendapatan usaha. Aspek keuangan ini, berhubungan dengan ketersediaan dana, biaya usaha, kemampuan untuk membayar utang dan menilai, apakah usahanya dapat berkembang atau tidak. 3. Analisis perencanaan pengembangan usaha Adapun analisis kerangka pengembangan usaha yang sesuai dengan hasil evaluasi sangat bergantung pada pada beberapa hal berikut ini. a. Minat wirausaha Di dalam pelaksanaannya mengelola usaha, apakah wirausaha berminat mengembangkan usaha dalam bidang industri, bidang kerajinan, bidang perdagangan, atau dalam bidang jasa. b. Modal usaha Di dalam rangka pengembangan usaha, apakah wirausaha sudah menyediakan modal awal dan apa saja yang sudah dimilikinya. c. Relasi Wirausaha harus mengetahui dan memahami, apakah ada keluarga atau teman-teman yang sudah menekuni usaha yang sama dan apakah usaha yang akan dikembangkan ada relevansinya dengan usaha yang sedang digelutinya. d. Peluang usaha Wirausaha harus mengetahui dan berusaha mencari peluang usaha dalam rangka perencanaan pengembangan usaha dan harus disesuaikan dengan hasil evaluasi. Agar kerangka perencanaan pengembangan usaha dapat dilaksanakan dengan baik, maka wirausaha harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. 1) Apa dan siapa saja yang mungkin akan meng-hambat pengembangan usaha? 2) Apa dan siapa saj a yang mungkin akan meng-halangi pengembangan usaha? 3) Apa dan siapa saja yang mungkin akan meng-gagalkan pengembangan usaha? 4) Apa dan siapa saja yang mungkin akan mengganggu pengembangan usaha? 5) Apa dan siapa saja yang dapat mendorong dan membantu pengembangan usaha? 6) Apa dan siapa saja yang mungkin dapat me-nolong pengembangan usaha? 7) Apakah ada instansi pernerintah atau lembaga swasta, yang akan membantu pengembangan usaha? Di dalam pelaksanaannya, kebulatan tekad wirausaha, antusiasme, ketekunan, kesungguhan, dan kebijakannya sangat menentukan keberhasilan di dalam pengembangan usahanya. Selanjutnya agar lebih jelas, sistematika kerangka perencanaan pengembangari usaha harus berdasarkan bulan berapa dan tahun berapa. Hal-hal yang dapat membantu wirausaha dalam melaksanakan kegiatan usahanya yaitu:

141 1. menetapkan pengembangan usaha 2. menganalisis kekuatan dan kelemahan pengembangan usaha 3. memilih produk yang disenangi konsumen 4. melaksanakan riset pasar 5. menetapkan pasar yang potensial 6. memilih lokasi perusahaan yang strategis 7. menyiapkan keuangan usaha 8. menyiapkan produksi produk 9. menyiapkan manajemen usaha 10. menyiapkan sumber daya manusia 11. menyiapkan pemasaran produk 12. menyiapkan promosi dan distribusinya 13. menyiapkan anggaran biaya untuk pengembangan usaha 14. menganalisis dan mengevaluasi pengembangan usaha. Adapun syarat-syarat pelaksanaan kerangka pengembangan usaha yang berdasarkan hasil analisis dan evaluasi di atas, sebagai berikut: 1. adanya kedudukan pasar yang kuat dan potensial 2. adanya kemampuan menghasilkan laba 3. adanya sumber daya manusia yang ahli dan terampil 4. adanya sumber daya yang cukup 5. adanya sarana dan prasarana yang memadai 6. adanya tanggungjawab sosial 7. adanya etos kerja wirausaha di dalam mengembangkan usaha. Perencanaan pengembangan usaha membantu dalam menetapkan hasilhasimya setelah menyelesaikan tugas-tugas positif dalam kewirausahaan. (Rhenaldi) Perencanaan pengembangan usaha merupakan suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan berwirausaha. (Aditya) C. KARAKTERISTIK PERENCANAAN PENGEMBANGAN USAHA 1. Motif perencanaan pengembangan usaha Perencanaan pengembangan usaha itu adalah merangkum berbagai pengetahuan dan aktivitas yang harus dipelajari oleh wirausaha secara teliti dan seksama. Perencanaan pengembangan usaha itu bukanlah sekedar proses memilih usaha atau bisnis yang disenangi oleh para wirausaha. Wirausaha di dalam melaksanakan perencanaan pengembangan usahanya dan menghasilkan barang dan jasa didorong oleh adanya tujuan tertentu yang dalam hal ini disebut motif usaha. Motif usaha itu merupakan dorongan agar kegiatan usaha yang dilaksanakan wirausaha dapat memberikan keuntungan dalam pengembangan usahanya. Pada umumnya motif di dalam perencanaan pengembangan usaha itu sebagai berikut: a. berusaha mencari laba atau keuntungan b. berusaha memperoleh pendapatan c. berusaha memberikan pekerjaan kepada para karyawan d. berusaha mempertahankan kegiatan pasar e. berusaha memberi jaminan hidup padakegiatan usahanya f. berusaha mengembangkan usahanya. Seorang wirausaha yang akan melaksanakan perencanaan pengembangan usaha, harus mempunyai semangat kewirausahaan, sehingga mampu mengorganisasi dan menggabungkan berbagai jenis produksi. Dalam melaksanakan perencanaan

142 pengembangan usaha, wirausaha harus dapat mengelolanya dengan benar dan sesuai dengan prinsip manajemen, serta diarahkan ke masa depan usahanya. Untuk melaksanakan motif perencanaan pengembangan usahanya, langkah pertama yang harus dijalankan wirausaha ialah menumbuhkan dan meningkatkan 'citra positif berusaha dalam dirinya. Menurut W.. Keith Schilif( Rising Stars and Fast Fades. 1994 ada 8 (delapan) hal yang membuat wirausaha meraih kesuksesan di dalam pengembangan usahanya yaitu: a. peluang pasar yang baik b. keunggulan dan persaingan c. kualitas barang dan jasa d. inovasiyangberproses e. dasar budaya perusahaan f. menghargai pelanggan dan pegawai perusahaan g. manajemen yang berkualitas h. dukungan modal yang kuat Tetaplah optimis dan pereaya diri menghadapi usaha atau bisnis dalam situasi dan kondisi apapun. (Rhenaldi) Wirausaha yang baik tak pernah melecehkan suatu reneana pengembangan usaha biarpun sepele. (Ategawa) 2. Faktor perencanaan pengembangan usaha Keberhasilan wirausaha dalam pengembangan usahanya adalah suatu pernyataan penyesuaian antara rencana usaha dengan proses pelaksanaan dan hasil yang didapat. Adapun faktor-faktor yang dapat mendukung keberhasilan pengembangan usaha sebagai berikut: a. adanya perencanaan pengembangan usaha yang tepat dan mantap, serta dapat dilaksanakan b. adanya visi dan misi serta dedikasi yang tinggi dari wirausaha dalam rangka pengembangan usaha c. adanya sumber daya manusia yang handal dan terampil, serta teknologi yang tinggi d. adanya manajemen usaha yang baik, tepat, danrealistis e. adanya komitmen yang tinggi di dalam mengelola usaha untuk mencapai tujuan pengembangan usaha f. adanya dana atau modal yang cukup dalam rangka pengembangan usaha g. adanya sarana prasarana yang lengkap sebagai penunjang pengembangan usaha h. adanya keterampilan dan pengalamandi dalam pengembangan usaha i. adanya kecocokan minat atau interes terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen j. adanya kepuasan konsumen terhadap barangdan jasa yang dibeli k. adanya faktor internal dan eksternal berupa peningkatan akan barang dan jasa yang dipasarkan. Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis, faktor-faktor keberhasilan pengembangan usaha akan menimbulkan: 1. persaingan usaha 2. berkembangnya usaha-usaha baru 3. mencari daerah pemasaran baru 4. mempertahankan daerah pemasaran yang sudah ada. Selanjutnya dalam rangka pengembangan usaha, wirausaha harus dapat meningkatkan pemasaran, penjualan, permodalan, promosi,penetrasi pasar, laba usaha, aset usaha, unit usaha, dan peningkatan usaha.

143 3. Karakteristik perencanaan pengembangan usaha Perencanaan pengembangan usaha hendaknya dirancang sedemikian rupa, sehingga kriterianya dapat terpenuhi. Ada beberapa karakteristik penting yang harus diperhatikan dan dibuat oleh wirausaha sebagai berikut: a. perencanaan pengembangan usaha, hendaknya didasarkan pada fakta dan data, serta asumsi yang sangat valid b. perencanaan pengembangan usaha, hendaknya menspesifikasikan kriteria kerja yang akan dimonitor dan dikendalikan c. perencanaan pengembangan usaha hendaknya memberikan strategi untuk mencapai tujuannya d. perencanaan pengembangan usaha harus memberikan kesinambungan, agar memenuhi tujuan dan sasarannya e. perencanaan pengembangan usaha hendaknya dibuat secara singkat, sederhana, dan fleksibel f. perencanaan pengembangan usaha hendaknyamenggunakan sumber daya yang ada g. perencanaan pengembangan usaha, keberhasil annya tergantung pada fleksibilitas usaha h. perencanaan pengembangan usaha yang berhubungan dengan organisasi, harus diuraikan untuk mengimplementasikan kegiatan usaha. D. TEKNIK PENGEMBANGAN USAHA 1. Tahapan pengembangan usaha Dalam teknik pengembangan usaha, selalu mengarah pada skill khusus internal yang bisa menciptakan produk inti yang unggul untuk memperkuat pangsa pasar. Teknik pengembangan usaha yang memanfaatkan sumber daya internal adalah untuk menciptakan kemampuan dan meningkatkan nilai tambah agar mencapai tujuan. Adapun sumber daya usaha yang dapat me-nunjang teknik pengembangan usaha di antaranya: a. adanya tanah, bahan baku, pabrik/bangunan usaha b. adanya bakat dan keahlian wirausaha di dalam memimpin pengembangan usaha c. adanya modal atau biaya yang cukup dalam rangka pengembangan usaha d. adanya manajemen usaha yang diterapkan oleh wirausaha e. adanya tenaga kerja yang ahli dan terampil didalam menjalankan pengembangan usaha f. adanya teknologi usaha yang diterapkan di dalam pengembangan usaha g. adanya kemitraan usaha dan modal ventura dalam rangka pengembangan usaha. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi, memberikan pengaruh positif kepada kehidupan wirausaha dalam melaksanakan pengembangan usahanya. Akan tetapi di balik pengaruh positif tersebut, ada pula pengaruh lainnya yaitu semakin menajamnya persaingan usaha. Di samping itu banyak para konsumen yang menuntut kualitas barang dan jasa yang lebih baik. Adapun teknik pengembangan usaha yang berdasarkan evaluasi, pada umumnya memiliki tahapan-tahapannya. Di bawah ini dipaparkan tahapan teknik pengembangan usaha yang sifatnya umum dan digunakan dalam rangka pengembangan usaha, sebagai berikut: a. pengumpulan data dan fakta dalam rangka pengembangan usaha b. pengolahan dan menganalisis data serta fakta pelaksanaan pengembangan usaha c. melaksanakan evaluasi data dan fakta pelaksanaan pengembangan usaha d. pelaporan hasil evaluasi pengembangan usaha e. tindak lanjut hasil evaluasi pengembangan usaha.

144 Selanjutnya di dalam organisasi perusahaan hal-hal yang menyangkut bidang-bidang paling utama atau penting di dalam rangka pengembangan usaha, tekniknya sebagai berikut. Teknik manajemen keuangan Di dalam teknik manajemen keuangan usaha, harus mampu menentukan arah penggunaan dana, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Teknik ini pada umumnya berkisar pada 3 (tiga) hal yaitu: a) bagaimana perusahaan memperoleh modal usaha b) bagaimana alokasi keuangan usaha c) bagaimana keuntungan usaha. Teknik manajemen operasional Di dalam teknik manajemen operasional, paling tidak harus memiliki 2 (dua) komponen, yaitu: a) sarana usaha b) prasarana usaha. Dalam rangka pengembangan usaha, dari dua komponen itu, jika dijabarkan akan menjadi beberapa bidang yaitu inventarisasi, pengendalian kualitas produk, pembiayaan produksi, prosedur pembelian barang, produktivitas tenaga kerja,jadwal produksi, penggunaan fasilitas kerja, dan penggunaan peralatan kerja. Teknik manajemen sumber daya manusia Dalam rangka pengembangan usaha, teknik manajemen sumber daya manusia berkisar pada pengadaan SDM, penggunaan, dan pengelolaan atau pelatihannya. Tahap pengadaan SDM akan mencakup hal-hal perencanaan, rekruitmen, seleksi, dan orientasi. Adapun tahap penggunaannya, wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus memperhatikan kesesuaian antara kemampuan SDM dan apa yang menjadi tugas dan tangung jawabnya. Teknik manajemen pemasaran Dalam teknik manajemen pemasaran, hendak-nya dapat mendukung implementasi bidang pemasaran produk agar dapat dikendalikan perusahaan, di antaranya produk, harga, tempat usaha, dan promosi usaha. Teknik manajemen pemasaran yang dijalan-kan wirausaha, hendaknya mencermati analisis segmentasi pasar, target, posisi dan situasi persaingan dalam pengembangan usaha. Hal ini dilakukan agar perencanaan pengembangan usaha berjalan lancar. Langkah teknik pengembangan usaha Teknik pengembangan usaha, baik untuk wirausaha baru maupun untuk wirausaha lama, terlebih dahulu harus memahami langkah-langkahnya. Masalah ini akan menyangkut ke-berhasilan di dalam pengembangan usaha. Adapun langkah-langkah teknik pengembangan usaha sebagai berikut: Langkah Pertama: Seorang wirausaha harus menetapkan gambaran pasaran hasil produksinya, di antaranya: a. mencari konsumen yang dituju dan biasanya suka membeli produk b. menentukan banyaknya produkyang dibutuhkan atau diinginkan konsumen c. menetapkan harga jual produk yang sesuai dengan daya beli konsumen d. membuat ukuran model-nya, dan macam produk yang diminati konsumen e. menciptakan mutu produk dan manfaat yang diminati konsumen. f. menciptakan kemasan/ bungkus yang disenangi konsumen g. menciptakan selera dan minat konsumen, serta tanggapannya terhadap produk. Langkah Kedua : Wirausaha harus menciptakan saluran distribusi secara tepat, agar hasil produksi perusahaan cepat sampai ke tangan konsumen, di antaranya:

1)

2)

3)

4)

2.

145 a. disalurkan langsung ke tangan para konsumen. Apakah secara door to door atau langsung dijual ke pasar b. disalurkan secara tidak langsung, misalnya di-titipkan melalui penyalur (agen), dititipkan melalui warung-warung atau di toko-toko kepunyaan orang lain c. disalurkan secara semi langsung, misalnya bisa dijual di toko-toko sendiri, di pabrik sendiri, dan sebagainya. Langkah ketiga : Wirausaha harus dapat memproduksi produk yaitu: a. membentuk produk dengan menggunakan mesin-mesin modern b. membuat bungkus/ke-masan produk yang me-narik dan disenangi konsumen c. membuat warna produk yang menarik dan disenangi konsumen d. membuat jenis dan bentuk produk yang diminati konsumen e. membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat bagi konsumen. Langkah Keempat: Wirausaha harus dapat mengawasi dan mengendalikan produk, di antaranya: a. mengawasi hasil produksi dan pengendaliannya b. membuat catatan hasil pengawasan/pengendalian produk, terutama kualitas dan manfaatnya Langkah Kelima : Wirausaha harus dapat mencari dan memperoleh bahan baku di antaranya: a. mencari bahan baku dengan mudah b. menyiapkan persediaan bahan baku dengan cukup c. menyiapkan dan melaksanakan transportasi dengan baik d. mencari dana menyediakan tenaga kerja yang terampil. Langkah Keenam : Wirausaha dapat memelihara sarana dan prasarana, di antaranya: a. meningkatkan pemeliharaan dan merawat fisik pabrik dan bangunan lainnya b. mengoptimalkan pelaksanaan ketatausahaan, pembukuan, administrasi dan peraturanperaturan pemerintah c. menerapkan efisiensi peng-gunaan waktu pengem-bangan usaha, tenaga kerja, dan pembiayaan usaha d. melaksanakan dan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi dan manajemen usaha. Demikian langkah-langkah teknik pengem-bangan usaha yang perlu diperhatikan wirausaha. Lihat kemungkinannya, jangan lihat keadaannya untuk menggapai keberhasilan dan langkahnya yang paling utama adalaa tumbuhkan citra positif pada diri sendiri (Dr.D.J.Swartz). Setiap perjuangan dan kekalahan akah/: meningkatkan keahlian dan kekuatan, serta mempiertebal keyakinan di dalam pengembangan usaha (Dizadin). E. REALISASI USAHA PENGEMBANGAN Banyak wirausaha yang berhasil mengembangkan usahanya dan menjadikan perusahaannya menjadi besar, padahal dulunya mereka itu adalah pengusaha kecil. Karena, wirausaha tersebut perjuangannya sangat gigih dan tidak mengenal lelah demi keberhasilan usahanya. Ketika itu, masa-masa sulit, rawan, dan kritis dapat dilalui oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan di dalam rangka pengembangan usahanya. Sebenarnya banyak cara dalam merealisasikan pengembangan usahanya itu. Adapun cara merealisasikan pengembangan usaha, di antaranya dengan mengembangkan perusahaan yang sudah ada, mendirikan perusahaan yang baru, membeli perusahaan lain, dan sebagainya. Selanjutnya dalam mengembangkan usaha, wirausaha sebagai pemilik perusahaan hams cepat tanggap terhadap adanya perubahan-perubahan di dalam masyarakat dan perusahaannya.

146 Agar lebih jelas, di bawah ini diuraikan strategi cara merealisasikan pengembangan usaha yang dijalankan oleh wirausaha. 1. Strategi pengembangan usaha yang sudah ada Di dalam merealisasikan strategi pengembangan usaha yang sudah ada, caranya sebagai berikut. a. Strategi pengembangan produk Strategi pengembangan produk ini, akan menyangkut pasar dan produk secara langsung. Selanjutnya jika situasi pasar yang sudah ada memungkinkan banyak harapan bagi produk baru, maka strategi pengembangan produk ini dapat dilaksanakan. Dalam penetapan strategi pengembangan produk ini, bukan dari pengembangan hasil penjualan tahun-tahun lalu yang dapat digunakan untuk ramalan permintaan pasar. Strategi pengembangan produk yang dipasarkan dan ditawarkan bukan produk lama, tetapi produk baru atau produk yang sudah diperbaharui. Strategi pengembangan produk ini, menyangkut masalah kualitas, model, desain, dan manfaat produk yang diminati dan disenangi konsumen. Strategi yang dijalankan wirausaha ini, ditujukan dalam rangka merealisasikan pengembangan usaha. b. Strategi diversifikasi produk Di dalam pelaksanaan strategi diversifikasi produk ini, wirausaha sebagai pemilik perusahaan liarus membuat studi kelayakan usaha secara lengkap. Strategi ini jika kita perhatikan, bagaikan mendirikan perusahaan baru dan adanya pasar baru. Selanjutnya wirausaha dalam merealisasikan pengembangan usaha, perlu memperhatikan dan memahami masalah strategi pemasaran produk. Pada prinsipnya strategi diversifikasi produk dan pasar, mengandung arti bahwa wirausaha harus membuat produk baru yang berbeda dengan yang sudah ada agar diminati konsumen dalam rangka merealisasikan pengembangan usaha. c. Strategi penetrasi pasar Pada prinsipnya pengembangan strategi penetrasi pasar yang dijalankan oleh wirausaha ini, dilaksanakan dengan menjual jenis produk lama dalam jumlah lebih besar ke pasar lama. Adapun rentetan dari peningkatan produksi dan strategi penetrasi pasar ini, dimulai dari sistem perbekalan, proses produksi, ketenagakerjaan, dan keuangan usaha. Jika permintaan pasar yang dapat diambil ternyata lebih besar daripada produksi, maka wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus cepat tanggap dan segera memanfaatkannya demi pengembangan usaha. d. Strategi manajemen usaha Di dalam pelaksanaan strategi manajemen usaha, pada prinsipnya merupakan suatu transisi pengambilan keputusan manajerial dalam merealisasikan pengembangan usaha. Oleh karena itu, kelancaran dalam strategi manajemen usaha, telah menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi wirausaha dalam rangka merealisasikan pengembangan usaha. e. Strategi menyisihkan keuangan Menurut pengamatan penulis, banyak wirausaha yang tidak dapat mengembangkan usaha karena cenderung menggunakan sebagian besar keuntungan usahanya untuk dikonsumsi. Di lain pihak, ada wirausaha yang tidak dapat mengembangkan usaha karena tidak dapat menyisihkan keuntungan usahanya. Hal itu terutama sebagai akibat dari tidak diadakannya pemisahan harta milik perusahaan dengah harta,milik pribadi. Akibatnya tanpa disadari setiap keuntungan usaha, bahkan modalnya,

147 dipergunakan untuk dikonsumsi Oleh karena itu, untuk mengatasinya wirausaha sebagai pemilik perusahaan harus berusaha mengembangkan strategi ini dengan cara sebagai berikut. 1) Memanfaatkan dana-dana penyusutan Apabila penyisihan laba untuk menambah modal usaha belum memungkinkan, sedangkan jumlah permintaan hasil produksi cukup banyak maka wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat memanfaatkan dana-dana penyusutan yang belum terpakai. Pemanfaatan dana-dana penyusutan ini sifatnya untuk sementara, sampai dana-dana tersebut tiba waktunya untuk dipakai. Strategi yang dijalankan wirausaha ini adalah dalam rangka merealisasikan pengembangan usaha. 2) Menyisihkan laba-laba yang diperoleh Dalam rangka merealisasikan pengembangan usahanya, diharapkan wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat menyisihkan laba-laba yang diperolehnya dan dimasukkan ke dalam modal usahanya. Jika hal ini dilaksanakan terusmenerus, berarti akan menambah kekayaan perusahaan. Dengan adanya kegiatan usaha ini, mengakibatkan modal usaha akan bertambah besar, labanya lebih meningkat, dan dapat merealisasikan pengembangan usaha. 3) Penjualan aktiva-aktiva yang tidak terpakai Aktiva-aktiva tetap yang dirasa tidak terpakai lagi, misalnya mesin-mesin, perlengkapan kantor, dan sebagainya, sebaiknya dijual atau disewakan saja. Strategi yang dilaksanakan oleh wirausaha ialah dalam rangka menambah modal usaha dan merealisasikan pengembangan usahanya. Tindakan wirausaha ini sangat tepat, daripada membiarkan aktiva-aktiva perusahaan menganggur karena tidak terpakai. 4) Penjualan produk secara kontan Di dalam strategi ini, wirausaha harus mengusahakan penjualan produknya secara kontan denganjalan: a) memberikan potongan harga kepada pelanggan yang melakukan pembelian produk secara kontan b) meningkatkan promosi hasil produksinya secara besara-besaran dan terarah. Berdasarkan uraian materi tersebut di atas, maka realisasi pengembangan usaha bukan saja ditentukan oleh adanya modal dan organisasi, akan tetapi juga dipengaruhi oleh adanya manajemen usaha. Selanjutnya wirausaha perlu mengarahkan, mengkoordinasikan, dan merealisasikan pengembangan usaha. Apabila wirausaha di dalam pelaksanaannya berhasil melampaui semua strategi tersebut di atas, bukan mustahil akan dapat merealisasikan pengembangan usaha. Akan tetapi dalam prakteknya, mengembangkan usaha itu bukan hal yang gampang. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan realisasi pengembangan usaha, wirausaha harus kerja keras, aktif, kreatif, dan penuh pengorbanan. Biasanya merealisasikan pengembangan usaha dimulai dari usaha kecil-kecilan dan jika sudah berjalan beberapa lama, baru akan tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan besar. Meralisasikan pengembangan usaha dan membesarkannya, bukanlah hal yang gampang seperti membalikkan telapak tangan (Atesuna). Berhasilnya merealisasikan pengembangan usaha, tergantung pada sukses tidaknya langkah-langkah koordinasi dan pengendaliannya (Dizadin).

148 2. Strategi membeli perusahaan lain Strategi membeli perusahaan lain yang dilakukan wirausaha termasuk merealisasikan pengembangan usaha. Strategi ini banyak keuntungannya, karena fasilitas usaha sudah ada, keuntungan sudah nampak, produksi sudah berjalan, pasar sudah ada, perizinan usaha sudah ada, hubungan dengan pihak Bank, pembekalan, dan penyalur sudah terjalin baik. Akan tetapi banyak hal yang harus diselidiki oleh wirausaha sehubungan dengan pembelian perusahaan lain, terutama mengenai posisi dan kondisi perusahaan tersebut. Agar lebih jelas, di bawah ini hal-hal yang perlu diperhatikan dan diselidiki ketika membeli perusahaan lain, sebagai berikut: a. periksalah kondisi fasilitasnya, peralatannya, mesin-mesinnya, dan badan hukumnya b. periksalah semua dokumen-dokumennya, termasuk perizinan usahanya c. selidiki apa yang menyebabkan pemilik perusahaan lama menjualnya d. selidiki bagaimanajalannya usaha perusahaan tersebut pada tahun-tahun terakhir e. selidiki dan hubungi para relasi usahanya, terutama yang menyangkut perbekalan dan pemasarannya. 3. Strategi suksesi atau alih generasi Berdasarkan pengalaman, banyak perusahaan yang tadinya maju pesat kemudian bangkrut atau gulung tikar karena wirausaha sebagai pemilik perusahaan umurnya sudah tua, sakit, atau meninggal dunia. Kejatuhan atau kebangkrutan usaha ini, disebabkan tidak adanya persiapan sukses atau alih generasi penerus yang dapat merealisasikan pengembangan usahanya. Dalam upaya untuk melanggengkan dan mengembangkan usahanya, suksesi atau kaderisasi sudah selayaknya dipersiapkan sejak awal. Mendidik kader penerus usaha yang potensial, berbakat, prestatif, kreatif, ulet, dan tabah sangat penting. Kepada merekalah kelangsungan bidup dan perkembangan usaha dipercayakan. Suksesi atau alih generasi penerus pengembang perusahaan merupakan fenomena yang tidak dapat dihindarkan. Sukses mengelola usaha ini, hendaknya mulus atau lancar, sehingga keberhasilan generasi berikutnya dapat tercapai dan dapat merealisasikan pengembangan usaha. Seperti kita ketahui, tidak selamanya atau seumur hidup, seorang wirausaha dapat bertahan atau terus memimpin perusahaannya. Di dalam prakteknya, kemampuan wirausaha tersebut akan dibatasi oleh usia dan kondisi fisik. Suatu saat karena suatu hal, mau tidak mau tampuk pimpinan perusahaan harus diserahkan kepada generasi penerusnya agar bisa merealisasikan pengembangan usaha. Suksesi atau alih generasi penerus perusahaan mungkin diambil dari pihak keluarga sendiri, atau tidak menutup kemungkinan dari karyawan perusahaan yang paling setia, prestatif, aktif, kreatif, sangat potensial, dan mampu merealisasikan pengembangan usahanya. Dalam rangka merealisasikan pengembangan usahanya, wirausaha sebagai pemilik perusahaan perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: a. mendidik kader pimpinan perusahaan yang potensial, berbakat, pintar, prestatif, aktif, inisiatif, dan produktif, dalam rangka merealisasikan pengembangan usahanya; b. menyiapkan kader pengganti atau peralihan usaha dari bentuk perseorangan menjadi CV, Firma, atau menjadi PT. Mengembangkan strategi suksesi adalah salah satu cara atau taktik di dalam rangka merealisasikan pengembangan usaha.

149 Di dalam pelaksanaannya ada 5 (Lima) aspek yang harus dipahami dan dipertimbangkan oleh wirausahawan sebagai pemilik perusahaan dalam rangka mengembangkan aspek kontekstual. a. Visi wirausaha Pada umumnya wirausaha mempunyai harapan dan keinginan terhadap keberhasilan kader atau penggantinya. Seorang pengganti atau penerus usaha, diharapkan dapat memberikan visinya di dalam pengembangan usahanya. b. Waktu sukses Semakin dini waktunya mulai merencanakan suksesi atau alih generasi penerusnya, maka akan semakin besar peluang untuk mendapatkan penggantinya yang sesuai dengan kemampuan merealisasikan pengembangan usaha. c. Kualitas sang pengganti Ada beberapa karakteristik dan kualitas yang harus dimiliki oleh sang pengganti atau penerus dalam rangka merealisasikan pengembangan usaha. Beberapa karakteristik dan kualitas sang pengganti yang paling penting yaitu: 1) kejujurandan sehat jasmani dan rohani 2) energik dan mempunyai persepsi dalam merealisasikan pengembangan usahanya 3) antusias merealisasikan pengembangan usaha 4) kepribadian yang baik dan sesuai dengan rencana pengembangan usaha 5) mempunyai kemampuan memecahkan masalah dalam merealisasikan pengembangan usaha 6) mampu membuat perencanaan dalam merealisasikan pengembangan usaha 7) mempunyai minat dalam merealisasikan pengembangan usaha 8) mempunyai minat dalam mengembangkan sumber daya manusia 9) kreatif, prestatif, inovatif, dalam merealisasikan pengembangan usaha 10) mempunyai kemampuan dasar dan keahlian dalam merealisasikan pengembangan usaha. d. Faktor lingkungan Dalam strartegi ini, kadang-kadang sang pengganti atau penerus perusahaan dipengaruhi oleh adanya perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan usaha. Dalam hal ini, sangat diperlukan pucuk pimpinan perusahaan yang mampu merealisasikan pengembangan usaha. e. Type of ventury Wirausaha sebagai pemilik perusahaan yang usianya sudah lanjut, sudah sewajarnya bisa untuk diganti, Pelaksanaannya, agak sulit karena ada permasalahan dalam perusahaan. Permasalahannya ditentukan oleh type of ventury atau oleh tipe dan bentuk perusahannya. Wirausaha yang dikategorikan sebagai orang yang banyak pengetahuan dan gagasan dalam pengembangan usaha, sangat sulit untuk diganti. f. Skills dan marketing Seorang pengganti atau penerus usaha mempunyai skills dalam bidang memahami pemasaran (marketing) merealisasikan pengembangan usahanya. Skills dan kemampuan yang dimiliki calon pengganti atau penerus sangat penting dan terpengaruh terhadap arah pengembangan usaha pada mas yang akan datang. Selanjutnya apabila industry mencapai tahap kedewasaan, maka tuntutan kepada snga pengganti atau penerus perusahaan akan mengalami perubahn. Perubahan yang tejadi pada industry yang berteknologi tinggi akan berpengaruh pada pemasaran yang perannya semakin penting dalam rangka pengembangan usaha.

150 g. Kekuatan suksesi Menentukan suksesi atau penerus usaha berdasarkan perilaku atau karakter yang diinginkan wirausaha sebagai pemilik perusahaan, pelaksanaannya memang agak sulit. Jka pengganti atau yang ideal atau potensial tidak ada, maka penekanannya harus harus diarahkan pada penerus yang ampu merealisasikan pengembangan usaha. Dalam hal ini wirausaha harus menentukan suksesi atau penggantinya dengan mempertimbangkan pada: 1. persoalan budaya usaha dan budaya keluarga yang mampu mengembangkan usahanya 2. kepedulian wirausaha sebagai pemilik perusahaan terhadap pengembangan usaha 3. kepedulian pengembangan keluarga pemilik perusahaan terhadap pengembangan usahanya. h. Merencanakan suksesi cara-cara yang efektif dan efisien untuk mengatasi rencana suksesi atau alih generasi penerus usaha, menurut Ivan Lansberg 1993 ada 4 langkah penting yang perlu diingat yaitu sebagai berikut: 1. mendidik calon pengganti atau penerus wirausaha sebagi pemilik perusahaan didalam memilih pengganti atau penerus usahanya diumumkan secara terbuka. Akan tetapi pelaksanaannya banyak para manajer puncak yang sangat ragu ketika pilihan pengganti atau penerus usaha sudah ditetapkan. Masalahnya adany factor ego dari sang pengganti dan terbukti hal itu sering kali merupakan batu sandungan dalam rangka mendidik calon pengganti atau suksesi. Untuk memecahkan masalah ego ini wirausaha sebagai sebagai pemilik perusahaan harus dapat mendidik calon penggantinya secara baik, tepat dan professional. 2. mengidentifikasi sang pengganti setiap pemilik perusahaan yang bertindak sebagai manejer harus mengidentifikasi sang pengganti atau penerusnya di antaranya karakteristik dan kemampuan di dalam merealisasikan pengembangan usaha. Kelangsungan hidup dan pengembangan usaha merupakan bidang usaha yang perlu diperhatikan dan direliasasikan. 3. menyetujui rencana suksesi rencana suksesi atau penerus pimpinan perusahaan perlu disetujui agar pengembangan usaha bisa direalisasikan. Pada perusahaan-perusahaan besar hal ini sering dilaksanakan melalui pertemuan yang dirancang untuk memastikan adanya kesesuaian dalam pemindahan kekuasaan. Sedangkan pada perusahaan-perusahaan kecil biasanya memerlukan pembicaraan antar pribadi tentang bagaimana tnggung jawab yang diserahkan kepada sang pengganti atau penerus, semua rencana suksesi atau penerus usaha diharapkan dapat merealisasikan pengembangan usaha. Perkembangan usaha yang terlalu cepat dan mendadak tetapi tidak diikuti dengan peningkatan teknologi dan manajemen mengakibatkan kegagalan usaha. (Dizadin) Terlambat mengadakan pembaharuan atau inovasi produk tehnik kerja dan perubahan selera konsumen menyebabkan wirausha tidak akan dapat merealisasikan pengembangan usahanya. (Danggun)

151

MENGEVALUASI KEGIATAN USAHA A. KONSEP EVALUASI KEGIATAN USAHA 1. Pengertian dan tujuan evaluasi kegiatan usaha Dari perencanaan usaha atau bisnis sampai pada evaluasinya hendaknya dapat dilaksanakan secara baik, agar berdaya guna dan berhasil guna. Artinya, apa yang dievaluasinya, siapa yang me-ngevaluasi dan bagaimana hasil evaluasinya. Apa dan mengapa usaha atau bisnis perlu dievaluasi? Evaluasi usaha atau bisnis itu adalah suatu proses penilaian terhadap kinerja kegiatan usaha atau bisnis yang meliputi analisis dan penafsiran hasil usaha atau bisnis yang sudah dicapainya. Dengan perkataan lain, evaluasi usaha atau bisnis merupakan penilaian maju mundurnya usaha atau bisnis dalam suatu periode tertentu. Secara lebih luas pengertian evaluasi usaha atau bisnis adalah penilaian seluruh kegiatan usaha atau bisnis yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung di dalam bidang perniagaan (produsen, pedagang, dan industri) dalam rangka memperbaiki standar kualitas usaha atau bisnisnya. Seperti kita ketahui bahwa evaluasi usaha atau bisnis pengertiannya lebih luas daripada pengertian evaluasi perusahaan, karena perusahaan merupakan bagian dari usaha atau bisnis. Jadi, evaluasi perusahaan fokusnya lebih mengarah pada evaluasi organisasi. Adanya data-data kuantitatif (angka-angka) dalam kegiatan usaha atau bisnisnya akan membantu wirausaha dalam mengevaluasi maju mundurnya usaha atau bisnis. Begitu pula dengan adanya data-data kuantitatif (angka-angka), wirausaha akan bisa mengukur hasil-hasil yang telah dicapai di dalam usaha atau bisnisnya. Evaluasi pelaksanaan kegiatan usaha atau bisnis perlu dibuat dan disusun oleh wirausaha secara sistematis, logis, dan secermat mungkin. Evaluasi usaha atau bisnis adalah penilaian informasi kegiatan usaha atau bisnis dan menciptakan komunikasi antara wirausaha dengan pihak lain. Evaluasi usaha atau bisnis itu merupakan tahap yang sangat penting di dalam manajemen usaha atau bisnis untuk memberikan feed back atas pelaksaanaan suatu kegiatan yang telah direncanakan agar pelaksanaannya berada pada jalur yang behar. Evaluasi usaha atau bisnis hendaknya dibuat secara komunikatif, jelas, dan mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat perniagaan. Agar menjadi komunikatif, sebaiknya evaluasi usaha atau bisnis disusun dalam bahasa yang lugas dan dapat dimengerti. Evaluasi usaha atau bisnis, di-katakan lugas apabila bahasa yang digunakannya langsung dapat menunjang persoalan yang nyata dan tidak bertele-tele.

152 Evaluasi dikatakan logis apabila segala keterangan yang disajikannya dapat dianalisis dengan sebaik-baiknya. Agar lebih jelas, untuk mempelajari teknik pembuatan evaluasi usaha atau bisnis, terlebih dahulu wirausaha harus memahami bahwa evaluasi itu merupakan alat yang sangat penting. Di dalam proses pembuatan evaluasi usaha atau bisnis itu, akan terungkap sejauh mana hasil suatu kegiatan telah dicapai apakah sesuai atau tidak, apakah berhasil sesuai dengan perencanaannya. Evaluasi usaha atau bisnis adalah suatu proses sejauh mana kegiatan usaha atau bisnis telah dicapainya, bagaimana perbedaan pencapaiannya dengan standar tertentu, apakah ada selisihnya dan manfaatnya. Kegiatan evaluasi usaha atau bisnis pembuatannya membutuhkan data-data yang lengkap untuk dianalisis dengan alat-alat yang relevan guna menghasilkan informasi usaha atau bisnis yang sesuai dengan kebutuhannya. Segala data usaha atau bisnis dapat dikatakan sistematis apabila keterangan-keterangan yang dikemukakannya disusun dalam urutan yang memperlihatkan adanya keterkaitan yang saling menunjang. Maksud diadakan evaluasi usaha atau bisnis adalah untuk menganalisis kinerja usaha atau bisnis, baik yang akan dilaksanakan untuk bahan pertimbangan, sedang dilaksanakan, maupun yang sudah selesai dilaksanakan. Pada dasarnya yang perlu dievaluasi dalam pelaksanakan kegiatan usaha atau bisnis, di antaranya: a. bidang kegiatan usaha/bisnis b. rugi/laba usaha/bisnis c. bidang pemasaran dan penjualan produk d. bidang keuangan usaha atau bisnis e. bidang permodalan usaha atau bisnis f. bidang administrasi dan pembukuan usaha/bisnis g. bidang ketenagakerjaan dalam usaha/bisnis h. bidang organisasi dalam usaha/bisnis. Selanjutnya evaluasi usaha/bisnis sangat penting bagi segi aspek ekonomi, karena hal ini merupakan salah satu faktor yang akan menentukan kelancaran, keberhasilan, dan perkembang-annya. Adapun pertimbangan-pertimbangan lainnya dalam membuat evaluasi usaha atau bisnis, sangat diperlukan untuk berhubungan dengan lembagalembaga keuangan. Sekarang para wirausaha sudah memahami mengapa kegiatan usaha atau bisnisnya perlu dievaluasi. Memang perlu di evaluasi karena: 1. evaluasi merupakan alat perencanaan di dalam pengembangan usaha/bisnis selanjutnya, baik bagi wirausaha sendiri, bagi para pejabat terkait, bagi lembagalembaga pemberi bantuan kredit modal usahanya, dan sebagainya 2. evaluasi usaha/bisnis dapat digunakan sebagai pedoman atau alat pengawasan, apakah nantinya usahanya dapat berkembang atau tidak 3. evaluasi usaha/bisnis dapat digunakan sebagai bahan masukan (input) untuk mengembangkan usaha atau bisnisnya pada masa mendatang. Dari penjelasan materi tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan dari evaluasi usaha atau bisnis, yaitu: 1. untuk mengetahui tingkat penguasaan pe-ngelolaan usaha/bisnis terhadap komponen suatu keahlian wirausaha dalam mengembangkan kinerja bisnisnya 2. untuk mengetahui tingkatan usaha/bisnis dan sebagai pertimbangan dalam mengembangkan usaha atau bisnisnya 3. untuk mengetahui sejauh mana kemajuan usaha/bisnisnya dan merupakan pertimbangan dalam meningkatkan keberhasilan bisnisnya pada masa depan 4. untuk memperbaiki cara pelaksanaan dan pengembangan usaha atau bisnisnya;

153 5. untuk memperbaiki desain usaha/bisnisnya sehingga dapat meningkatkan keberhasilannya 6. untuk mengurangi risiko kerugian usaha/ bisnis dengan menunjukkan beberapa tindakan pencegahannya. Proses evaluasi usaha/bisnis secara khusus dilaksanakan untuk menetapkan tingkat keberhasilannya. (Rhenaldi) Sistem dan proses evaluasi harus mampu mengungkapkan dan memberi gambran tentang keberhasilan usaha/bisnis !yang sesuai dengan tujuannya. (Atesuna) 2. Landasan, prosedur, dan prinsip evaluasi kegiatan usaha Evaluasi usaha/bisnis ditujukan untuk me-ngumpulkan informasi perkembangan dan tingkat keberhasilan dalam jangka waktu tertentu. Evaluasi keberhasilan usaha/bisnis yang dilakukan wirausaha dapat dibuat pada setiap akhir tahun. Adapun proses pembuatan evaluasi usaha/ bisnis dapat dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kualitatif biasaya menggunakan metode statistika, sedangkan pendekatan kuantitatif biasanya menggunakan dan memanfaatkan banyak model matematika. Adapun yang menjadi landasan dalam melaksanakan pembuatan evaluasi usaha atau bisnis yaitu: a. adanya data yang lengkap sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan keberhasilan usaha atau bisnisnya; b. adanya bagian integral dari kegiatan usaha atau bisnis untuk memperoleh data kemajuan dan perkembangannya. Sedangkan yang menjadi prosedur dalam proses pembuatan evaluasi usaha atau bisnis yaitu sebagai berikut. a. Menentukan apa yang akan dievalusi Dalam dunia usaha atau bisnis, apa saja yang dapat mengacu pada program kerjanya dan dapat dievaluasi oleh wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Di sini banyak terdapat aspek-aspek yang dapat dan perlu dievaluasi. b. Mendesain evaluasi usaha/bisnis Sebelum evaluasi usaha atau bisnis dUakukan atau dilaksanakan oleh wirausaha, terlebih dahulu harus menentukan desain evaluasinya. Hal ini dilakukan agar datadata yang dibutuhkan lengkap, ada tahapan-tahapan kerja, ada orang-orangyang dilibatkan, dan apa saja yang dihasilkan agar evaluasi jelas serta dapat diterima oleh setiap pihak. c. Pengumpulan data usaha/bisnis Berdasarkan desain evaluasi usaha atau bisnis yang telah disiapkan, maka pengumpulan data eveluasi dapat dilakukan secara efektif dan efisien sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dan sesuai menurut kebutuhannya. d. Pengelolaan data dan analisis evaluasi usaha/bisnis Setelah data-data terkumpul, selanjutnya diolah dan dikelompokkan agar mudah dianalisis dengan menggunakan alat-alat analisis yang sesuai dan menghasilkan faktafakta yang benar dan dapat dipercaya. Di sini wirausaha harus dapat membandingkan fakta-fakta dengan harapan usaha atau bisnisnya. e. Pelaporan hasil usaha evaluasi usaha/bisnis Pelaporan hasil evaluasi usaha bisnis, hendaknya didokumentasikan/diarsipkan secara tertulis dan wirausaha harus menginformasikannya, baik secara lisan maupun secara tulisan. Hal ini dilakukan agar hasil evaluasi usaha atau bisnis dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. f. Tindak lanjut hasil evaluasi usaha/ bisnis

154 Tindak lanjut hasil evaluasi usaha atau bisnis hendaknya bisa dimanfaatkan untuk mengambil keputusan dalam rangka mengatasi permasalahan yang terjadi dalam manajemen usaha atau bisnis wirausaha. Dari penjelasan materi tersebut di atas, didapat kesimpulan bahwa proses pembuatan evaluasi usaha atau bisnis, prosedur dilaksanakan dengan tahapan-tahapan yang jelas, objektif, dan efektif, agar pihak-pihak yang memerlukan hasil evaluasi memiliki kepercayaan terhadap usaha wirausaha tersebut. Prinsip dalam melaksanakan evaluasi usaha/ bisnis sebagai berikut. 1. Evaluasi usaha/bisnis dapat dilakukan dengan cara: a. kegiatan usaha secara menyeluruh b. kegiatan usaha secara berkesinambungan c. kegiatan usaha secara objektif d. kegiatan usaha berorientasi pada tujuan usaha. 2. Evaluasi usaha/bisnis dapat dilaksanakan setiap akhir tahun untuk menetapkan tingkat keberhasilan dan perkembangan. 3. Evaluasi usaha/bisnis dapat dilaksanakan sebagai bagian integral dari proses kegiatan. 4. Evaluasi usaha/bisnis dapat membantu me-ningkatkan efektivitas dalam kinerja kegiatan. 5. Evaluasi usaha/bisnis hasilnya atau keguna-an, serta kemajuannya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan perbaikan dalam pengelolaan usaha atau bisnis. Dari penjelasan materi tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa prinsip evaluasi usaha/ bisnis adalah suatu sistem analisis yang membandingkan biaya-biaya usaha atau bisnis dengan manfaatnya untuk menentukan suatu tujuan dan sebagai alat penilaian keberhasilannya. Evaluasi usaha atau bisnis diawali dengan menetapkan patokan keberhasilan yang akan dijadikan acuan dalam pengembangannya. (Danggun) Evaluasi usaha atau bisnis menyediakan informasi yang diperlukan dan menjadi alat penggunaan sumber daya dalam keberhasilannya. (Rhenaldi) 3. Aspek-aspek evaluasi kegiatan usaha Evaluasi usaha atau bisnis merupakan penganalisisan secara sistematis untuk menggambarkan berhasil tidaknya usaha atau bisnis dan perkembangannya pada masa depan. Dalam mengevaluasi usaha atau bisnis, wirausaha sebagai pemilik perusahaan perlu memperhatikan: a. kegiatan usaba atau bisnis hendaknya berhasil dan ada manfaatnya b. kegiatan usaha atau bisnis hendaknya dapat meningkatkan nilai tambah bagi lingkungan masyarakat di sekitarnya. a. Aspek-aspek dalam pembuatan evaluasi usaha/bisnis Adapun aspek-aspek dalam pembuatan evaluasi usaha atau bisnis yang harus diperhatikan oleh wirausaha sebagai berikut. 1) Aspek teknis Aspek ini berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran barang yang akan digunakan, serta dihasilkan dalam kegiatan usaha atau bisnisnya. Dengan perkataan lain, aspek teknis itu berhubungan dengan input dan output barang-barang yang akan diproduksi serta dipasarkan kepada konsumen/pembeli/ pelanggan 2) Aspek manajerial, organisasi, dan lembaga Aspek ini berhubungan dengan kemampuan staf, pelaksana administrasi dan berhubungan dengan aspek lembaga lainnya, misalnya dengan pemerintah, perbankan, dan sebagainya. Aspek ini diharapkan dapat mempersatukan sumber daya

155 manusia dengan cara yang teratur dan mengatur orang-orang agar dapat melaksanakan usaha atau bisnisnya untuk mencapai tujuan. 3) Aspek komersial Aspek ini menyangkut masalah permintaan faktor produksi dan penganalisisan penawaran untuk mencapai tujuan. 4) Aspek finansial Asek ini menyangkut tentang perbandingan antara pengeluaran uang dengan pemasukan uangyang dipergunakan dalam kegiatan usaha atau bisnis. 5) Aspek ekonomi Aspek ini menyangkut sejauh mana peranan wirausaha di dalam mengelola usaha atau bisnisnya terhadap pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Aspek ekonomi ini akan menentukan besar kecilnya sumbangan usaha atau bisnisnya. 6) Aspek sosial Aspek ini menyangkut dampak sosial yang disebabkan oleh adanya penggunaan input dan output yang akan dicapai wirausaha di dalam usaha atau bisnis. b. Standar yang dipakai wirausaha di dalam mengevaluasi usaha/bisnis Sedangkan standar yang dipakai wirausaha di dalam mengevaluasi usaha atau bisnis, dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek berikut ini. 1) Aspek layak Dalam aspek ini, hendaknya proses evaluasi usaha atau bisnis yang dirancang dapat di-laksanakan dengan baik dan benar, tidak hanya dilihat dari aspek teknis, tetapi juga dari aspek lainnya. 2) Aspek manfaat Dalam aspek ini, hasil evaluasi usaha atau bisnis hendaknya bermanfaat bagi manajemen untuk pengambilan keputusan atas program yang sedang berjalan. 3) Aspek akurat Dalam aspek ini, informasi atas hasil evaluasi usaha atau bisnis hendaknya memiliki tingkat ketepatan yang tinggi. Setelah dilakukan evaluasi, hendaknya informasi usaha atau bisnis dapat dipakai untuk menilai apakah realisasi promosi usaha menyimpang atau tidak. Evaluasi usaha atau bisnis dapat dibuat wirausaha pada berbagai bidang pekerjaan yaitu dalam bidang usaha, bidang organisasi, maupun dalam bidang perusahaan. Perencanaan dan evaluasi merupakan beberapa aspek manajemen usaha atau bisnis yang sangat penting. Di dalam dunia usaha atau bisnis, perencanaan dan evaluasi selalu memberi kesempatan pada dunia manajemen untuk berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi komputer dan sistem informasi. c. Aspek usaha/bisnis yang akan di-evaluasi oleh wirausaha Berikut ini ada beberapa aspek usaha atau bisnis yang akan dievaluasi oleh wirausaha, di antaranya sebagai berikut. 1) Aspek strategi usaha/bisnis Evaluasi aspek strategi usaha atau bisnis bermanfaat untuk mengetahui bagaimana implementasi dari strategi usaha atau bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya. 2. Aspek sumber daya manusia Ada beberapa hal penting dari aspek sumber daya manusia yang perlu dievaluasi oleh wirausaha, antara lain mengenai produktivitas kerja, pengembangan kerja, dan kepemimpinan. 3) Aspek keuangan Tujuan mengevaluasi usaha atau bisnis dari aspek keuangan adalah untuk mengetahui apakah realisasi investasinya sesuai dengan rencana dan harapan. Adapun analisisnya

156 dapat ditinjau dari sudut laba atau keuntungan dengan membandingkan antara pengeluaran dengan pendapatannya. Dalam aspek ini juga dievaluasi masalah ketersediaan dana, biaya modal, kemampuan proyek usaha untuk mem-bayar utang dan menilai apakah usaha atau bisnisnya akan berkembang terus. 4) Aspek operasional Evaluasi untuk aspek operasional di dalam usaha atau bisnis ada beberapa hal yang penting, yaitu: a) kualitas produk dan jasa b) teknologi yang dipergunakan c) kapasitas produksi d) persediaan bahan baku dan barang jadi e) model dan manfaat produk; f) promosi dan pendistribusian produk 5) Aspek pemasaran dan pasar Evaluasi aspek pemasaran dan pasar akan diarahkan untuk mendapatkan informasi mengenai fakta tertentu dibandingkan dengan target atau rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu: a) segmentasi pasar, target, dan posisi produk b) strategi bersaing yang diterapkan c) kegiatan pemasaran dan penjualan d) nilai penjualan produk dan jasa e) market share yang dikuasai perusahaan. Evaluasi usaha atau bisnis yang balk adalah evaluasi yang memberikan dampak positif pada perkembangan suatu program-program kinerja usahanya (Rhenaldi). Dalam dunia bisnis, apa saja yang dapat dievaluasi dapat mengacu pada program kerja usahanya (Atesuna). 4. Faktor dan manfaat evaluasi kegiatan usaha Pada zaman sekarang, evaluasi usaha atau bisnis telah menjadi media informasi dan alat komunikasi bagi para wirausaha untuk menuang-kan profil usaha atau bisnis yang akan dikembangkan-nya. Selanjutnya, wirausahawan dapat merefleksi-kan perkembangan usaha atau bisnis dan sekaligus dapat mencerminkan maju mundurnya perusahaan. a. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan wirausaha di dalam membuat evaluasi kegiatan dan perkembangan usaha Dalam pelaksaannya, ada 4 (empat) faktor yang perlu diperhatikan wirausaha di dalam membuat evaluasi kegiatan dan perkembangan usaha atau bisnis yaitu sebagai berikut. 1) Tujuan evaluasi usaha/bisnis Tujuan evaluasi usaha atau bisnis yang ingin dicapai harus spesifik dapat diukur, dan ada kesatuannya. 2) Sub-sub tujuan evaluasi usaha/bisnis Sub-sub tujuan evaluasi usaha atau bisnis harus dibuat secara berkesinambungan dan menggambarkan kemajuan usahanya atau bisnisnya. 3) Evaluasi usaha/bisnis mendapat dukungan Evaluasi usaha atau bisnis harus mendapat dukungan dari semua pihak. 4) Evaluasi usaha/bisnis dapat diantisipasi Evaluasi usaha atau bisnis harus diantisipasi dan ada kemungkinan munculnya alternatif strategi usaha atau bisnis yang dapat diformulasikan. b. Kegunaan evaluasi kegiatan usaha/ bisnis

157 Adapun kegunaaan dari adanya evaluasi usaha atau bisnis yaitu: 1) untuk membuat studi kelayakan usaha atau bisnis 2) sebagai alat mengajukan kredit modal usaha atau bisnis ke bank atau ke lembaga keuangan lainnya 3) sebagai bahan pertimbangan dalam mengem-bangkan usaha atau bisnisnya lebih efektif dan efisien. c. Manfaat evaluasi usaha/bisnis yang dibuat wirausaha Adapun manfaat adanya evaluasi usaha atau bisnis yang dibuat wirausaha yaitu: 1. dapat menjadi sebuah gambaran awal, mengenai seberapa jauh kemampuan manajerial wirausaha di dalam mengelola dan mengembangkan usaha atau bisnis 2. dapat memberikan informasi potensi pasar dan. perkiraan market share yang mungkin dapat diraih; 3. untuk membandingkan antara perkiraan rencananya dengan hasil yang nyata 4. dapat menyediakan alat komunikasi dan informasi maju mundurnya usaha 5. dapat membantu dalam menguji strategi usaha atau bisnis dan hasil yang diharapkannya. d. Cara mendapatkan data dan fakta masa kini sebagai bahan evaluasi usaha/bisnis Selanjutnya untuk mengetahui perkembangan usaha atau bisnis, wirausaha dapat mengevaluasi dari sumber data-data dan fakta masa kini. Adapun untuk mendapatkan data-data dan fakta masa kini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. 1) Evaluasi langsung Evaluasi langsung adalah penilaian langsung dari dekat dan mencari tahu apa yang dilaksanakan atau dilakukan di dalam kegiatan usaha atau bisnisnya. Evaluasi langsung ini dapat memberikan gambaran langsung apa yang sedang terjadi di lapangan kegiatan usaha atau bisnisnya. Cara evaluasi langsung ini dapat membantu dalam mengecek dan menilai kegiatan usaha atau bisnisnya yang terjadi secara nyata. 2) Evaluasi tertulis Evaluasi usaha atau bisnis secara tertulis akan menghasilkan data yang lengkap dan dapat menentukan serta menggunakan metode statistik. Data evaluasi tertulis ini dapat disimpan lama untuk dijadikan sebagai bahan studi perbandingan kemajuan dan perkembangan usaha atau bisnis pada masa mendatang. Evaluasi usaha atau bisnis tertulis yang dibuat oleh wirausaha ada yang berbentuk deskriptif, berbentuk statistik, dan sebagainya. Sedangkan yang menjadi standar dalam membuat evaluasi usaha atau bisnis adalah adanya alat ukur untuk menjajagi penilaian yang sesuai dengan kenyataan keberhasilannya. 3) Evaluasi lisan Evaluasi usaha atau bisnis secara lisan dapat dikatakan dan dilakukan wirausaha dengan cara mengadakan serangkaian wawancara atau pertemuan kelompok untuk mengadakan evaluasi secara informal. Evaluasi secara lisan ini dapat dilakukan tehadap tenaga penjualan pada akhir kegiatannya dan ditujukan untuk mengetahui maju mundurnya usaha atau bisnis. Apabila ada hasil usaha atau bisnis yang berbeda antara yang dicapai dengan standar evaluasi, maka wirausaha harus berusaha mencari permasalahan dan pemecahannya. Evaluasi untuk aspekstrategiusaha/bisnis ialah bagaimana implementasi dan strategi usaha/bisnis yang .telah ditetapkan, (Toshumi) Hasil evaluasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh organisasi ke mana hasil evaluasi akan dilaporkan. (Shakura.) B. MODEL DAN BENTUK EVALUASI KEGIATAN USAHA

158 1. Pelaporan evaluasi kegiatan usaha Pelaporan evaluasi usaha atau bisnis memiliki macam-macam model atau bentuk. Hal ini tergantung pada kebutuhan wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Setelah evaluasi usaha atau bisnis dipresentasikan, sebaiknya hasil evaluasi dijadikan bahan masukan dalam pengambilan keputusan atas permasalahan evaluasi yang akan dilaporkan. Langkah proses pelaporan evaluasi usaha atau bisnis, selanjutnya dapat dilakukan untuk aspekaspek lain, baik kualitas analisisnya maupun kuantitas permasalahannya. Menurut Cronbach (1980), laporan evaluasi yang baik adalah evaluasi yang memberikan dampak positif pada perkembangan pelaksanaan suatu program usaha. Adapun untuk model atau bentuk pelaporan evaluasi usaha, wirausaha dapat menggunakan pola pelaporan riset usaha yang sesuai dengan kebutuhan yaitu mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh wirausaha. Pelaporan hasil evaluasi usaha atau bisnis hendaknya menghasilkan informasi penting dan berguna bagi wirausaha sebagai pemilik perusahaan. Jika terjadi penyimpangan dalam laporan evaluasi usaha atau bisnis, maka wirausaha harus melakukan perubahan evaluasi dan melakukan pengendaliannya. Agar laporan hasil evaluasi usaha atau bisnis ada manfaatnya bagi pihak-pihak yang berkepentingan, maka laporan evaluasi usaha didokumentasikan secara tertulis dan diinformasikan, baik secara lisan maupun tulisan. 2. Model evaluasi kegiatan usaha Ada beberapa model yang dapat dipakai dalam melakukan evaluasi usaha atau bisnis. Menurut Alkin (1969) model evaluasi usaha atau bisnis yang evaluasi usaha atau bisnis dapat dibagi menjadi 5 (lima) macam. a. System assessment System assessment adalah sistem evaluasi usaha atau bisnis yang memberikan informasi tentangkeadaan atau posisi sistem usaha. Evaluasi dapat menghasilkan informasi mengenai posisi terakhir dari seluruh elemen program promosi yang sedang diselesaikan. b. Program planning Program planning adalah program evaluasi usaha/bisnis yang membantu pemilihan aktivitas-aktivitas dalam program tertentu yang mungkin akan berhasil dalam memenuhi kebutuhannya. c. Program implementation Program implementation adalah evaluasi usaha atau bisnis yang menyiapkan informasi, apakah programnya sudah diperkenalkan kepada kelompok tertentu yang tepat sesuai dengan perencanaannya. Program ini adalah untuk mengevaluasi usaha atau bisnis apakah program promosi yang dilaksanakan telah sesuai dengan segmentasi, target, dan posisi di pasar. d. Program implovement Program implovement adalah program evaluasi usaha atau bisnis yang memberikan informasi, apakah programnya berfungsi, bagaimana program kerjanya, dan bagaimana cara mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin dapat mengganggu pelaksanaan kegiatannya. e. Program certification Program certification adalah program evaluasi usaha/bisnis yang memberikan informasi mengenai nilai atau manfaat program. Program ini adalah untuk mengevaluasi, apakah dampaknya pada konsumen potensial makin tertarik untuk membeli produk atau untuk menjadi pelanggan. Agar jelas, di bawah ini dimuat salah satu model evaluasi usaha atau bisnis. Keterangan:

159
A1

A1,A2 A2, A1 A3, A5 A6 A7 A8 A8, A9

Faktor kegiatan usaha/bisnis yang akan dievaluasi Apa yang diinginkan dari faktor kegiatan (A1) Rentetan mengenai keinginan-keinginan atas faktor (A1) Adanya proses analisis data dan fakta (A1, A3), sehingga akan menghasilkan nilai (A5) = suatu tolok ukur untuk menilai gap (perbedaannya) = hasil evaluasi menggunakan tolok ukur (A1) bahwa faktor (A1 memang bermasalah. = hasil evaluasi menggunakan tolok ukur (A6) bahwa faktor (A1 tidak bermasalah = tindak lanjut hasil evaluasi usaha atau bisnis.

= = = =

Contoh: Wirausaha sebagai pemilik perusahaan, misalnya melaksanakan penjualan produknya kepada konsumen/pembeli/pelanggan.(A1). Dalam hal ini, wirausaha perlu mengevaluasinya. Misalnya menurut perencanaan atau prakiraan laba usaha atau bisrtisnya untuk tahun 2003 sebesar Rp 500.000.000,00 (A1, A2). Pada data akhir bulan Desember 2003 telah terkumpul data-data pengeluaran dan pemasukan dari seluruh transaksi dagang mulai bulan Januari sampai bulan Hesember 2003 (A1, A3). Selanjutnya wirausaha melakukan kalkulasi secara keseluruhan usaha dan akhirnya dapat diketahuai adanya laba bersih sebesar Rp 400.000.000,00. Dalam hal ini, dapat diketahui dari adanya informasi kegiatan usaha atau bisnis pada (A5). Sekarang coba Anda bandingkan selisih antara laba yang seharusnya dan laba yang berdasarkan kenyataannya (antara A4 dan A5). Hal ini disebut gap (perbedaan). Selanjutnya coba bandingkan nilai gap (perbedaan) ini dengan tolok ukur tertentu(A6) berupa adanya kebijakan usaha atau bisnis, misalnya jikagap (perbedaan) yang terjadi nilainya kurang dari 5%, maka penyimpangannya dianggap wajar. Dalam prakteknya, misalnya besar gap (perbedaan) ternyata 1%, maka hasil evaluasi kinerja usaha atau bisnis dan sisa laba bersihnya termasuk tidak ada masalah (A8). Laporan hasil evaluasi usaha atau bisnis, akan menghasilkan informasi salah satu alternatif dan rekomendasinya berupa adanya pernyataan suatu masalah. Hal yang dianggap masalah di dalam laporan hasil evaluasi adalah adanya gap (perbedaan) yang berada di luar batas toleransi, sehingga perlu disiapkan langkah-langkah pengendaliannya. 3. Format kegiatan evaluasi usaha Melakukan evaluasi usaha atau bisnis memer-lukan alat-alat evaluasi yang tepat. Penggunaan alat-alat evaluasi usaha tergantung pada apa yang akan dievaluasinya. Jika yang akan dievaluasi aspek pemasaran dan penjualan produk, maka alat-alat yang dipergunakan adalah alat-alat evaluasi pemasaran dan penjualan. Jika yang dievaluasi aspek keuangan usaha, maka alat-alat yang dipergunakan tentu berhubungan dengan masalah keuangan. Kesemuanya itu dapat dilakukan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Wirausaha akan mengevaluasi kegiatan kerja usahanya untuk mengetahui apakah perusahaan miliknya makin berkembang dan berhasil atau tidak. Evaluasi kegiatan usaha ini dilakukan untuk menilai implementasi strategi di dalam perusahaan milik para wirausaha. Salah satu format evaluasi kegiatan usaha yang biasanya dipergunakan para wirausaha, sistematisnya sebagai berikut. Bab 1 Pendahuluan A. Latar belakang Masalah Kegiatan Usaha

160 B. C. D. E. Identifikasi Masalah Kegiatan Usaha Rumusan Masalah Kegiatan Usaha Pembatasan penelitian kegiatan Hipotesis penelitin kegiatan usaha

Bab 2

Prosedur penelitian kegiatan usaha A. Gambaran umum kegiatan usaha B. Metode desain penelitian kegiatan usaha C. Variabel penelitian keiatan usaha D. Teknik pengambilan sampel kegiatan usaha E. Alat analisis kegiatan usaha F. Proses analisis kegiatan usaha Bab 3 Analisis dan pmbahasan kegiatan usaha A. Gambaran umum kegiatan usaha B. Struktur organisasi usaha C. Analisis dan pembahasan kegiatan usaha Bab 4 Kesimpulan dan saran kegiatan usaha A. Kesimpulan B. Saran-saran Adapun penjelasan format evaluasi kegiatan usaha itu dapat diuraikan di bawah ini: A. Latar belakang masalah kegiatan usaha Pada era globalisasi sekarang ini persaingan di segala sector usaha atau bisnis semakin tajam dan ketat. Kondisi situasi tersebut ikut memicu tingkat persaingan di segala bidang usaha atau bisnis yang dijalankan para wirausaha. Para wirasuaha didalam pelaksanaan kegiatan usaha atau bisnisnya, akan berlomba-lomba untuk berusaha menarik dan mempengaruhi sebanyak nmungkin para konsumen/pembeli/pelanggan dengan memberikan pelayanan primanya. Berbagai macam cara dilakukan para wirausaha untuk memaksimalkan rasa kepuasan para pelanggannya, baik melalui pengembangan mutu produk, model produk, manfaat produk, maupun kualitas pelayanannya. B. Identifikasi masalah kegiatan usaha Hal-hal yang dapat diidentifikasi untuk diteliti didalam pelaksanaan kegiatan usaha adalh kepuasan para konsumen/pembeli/pelanggan atas layanan yang diberikan wirausaha sebagai pemilik perusahaan, misalnya di dalam harga produk, model produk, manfaat dan kualitas produk. C. Rumusan masalah kegiatan usaha Rumusan masalah evaluasi kegiatan usaha disini adalah sejauh mana rasa kepuasan para konsumen/pembeli/pelanggan atas layanan yang diberikan wirausaha sebagai pemilik perusahaan. D. Pembatasan penelitian kegiatan usaha Adapun pembatasan penelitian evaluasi kegiatan usaha sebagai berikut: 1. Penelitian kegiatan usaha dilakukan secara terbatas par konsumen/pembeli/pelanggan. 2. Wilayah penelitian kegiatan usaha dibatasi pada pasar atau tempat usaha tertentu. 3. Periode penelitian kegiatan usaha dilakukan dari bulan-bulan tertentu yang sudah ditetapkan oleh wirausaha 4. Data-data primer kegiatan usaha diambil melalui pembagian secara kuisioner E. Hipotesis penelitian kegiatan usaha

161 Hipotesis penelitian kegiatan usaha berdasarkan para identifikasi masalah yitu para konsumen/pembeli/pelanggan merasa puas atas pelayanan wirausaha sebagai pemili perusahaan. F. Kesimpulan dan saran kegiatan usaha Kesimpulan evaluasi kegiatan usaha secra keseluruhan mengenai kualitas pwrusahaan milik wirausaha sangat maju dan berkembang serta memuaskan para konsumen/pelanggan/pembeli. Saran-saran di dalam evaluasi kegiatan usaha ialah kemajuan usaha, perkembangan usaha, keuntungan usaha dan kepuasan para konsumen/pelanggan/pembeli dapat dipertahankan bahkan terus ditingkatkan. Evaluasi kegitan usaha adalah salah satu tahap paling penting dalam manajemen usah yang berguna untuk memberikan feedback atas pelaksanaan suatu kegiatan usaha yang telah direncanakan. (William jansen) Evaluasi kegiatan usaha membutuhkan data-data untuk dianalisis dengan alat-alat yng relevan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.(Ategawa)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->