P. 1
Kematian Ibu Dan Kematian Bayi Di Indonesia

Kematian Ibu Dan Kematian Bayi Di Indonesia

|Views: 924|Likes:
Published by bonaxing

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: bonaxing on Feb 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2012

pdf

text

original

KEMATIAN IBU DAN KEMATIAN BAYI DI INDONESIA BAB I PENDAHULUAN 1.

3 Latar Belakang Masalah kematian ibu dan kematian bayi di Indonesia merupakan masalah yang berkepanjangan dan sampai saat ini masih belum dapat diatasi, AKI di Indonesia masih menduduki urutan tertinggi di ASEAN. Indonesia masih belum mampu mengatasi tingginya angka kematian ibu (AKI). Berdasarkan survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003 (AKI), 307 per 100.000 kelahiran hidup atau setiap jam terdapat 2 orang ibu bersalin meninggal dunia dan angka kematian bayi (AKB) 40 per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2003, di propinsi Jawa Barat terdapat 321,15 per 100.000 kelahiran hidup http://pikiran_rakyat.com/cetak2006 . (diakses Tgl 07 Juli 2009 ) Upaya untuk mengendalikan AKI (Angka Kematian Ibu) lebih banyak berkait dengan faktor-faktor yang berkenaan dengan kemampuan petugas kesehatan (bidan) dan pelayanan kesehatan, serta faktor sosial yang ada dimasyarakat. Oleh karena itu bidan dimasyarakat bertindak sebagai pelaksana kesehatan, maka bidan harus bisa menguasai pengetahuan dan teknologi serta kemampuan untuk melakukan kegiatan sebagai berikut : Bimbingan terhadap kelompok remaja dan dewasa (WUS), Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas serta menyusui, Pemeliharaan kesehatan dalam proses pertolongan persalinan, PUS balita. Menurul Depkes RI, melakukan upaya untuk mempercepat penurunan AKI menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu dengan cara meningkatkan perkembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan bidan. Akademi Kebidanan STIKes Medistra Indonesia merupakan salah satu institusi yang ditunjuk dalam Pemeliharaan kesehatan pada penggunaan alat kontrasepsi, Pemeliharaan kesehatan pada bayi dan

untuk menyelenggarakan pendidikan kebidanan dalam kegiatan proses belajar mengajar terhadap salah satu mata kuliah kebidanan komunitas. Mata kuliah ini selain disajikan dalam bentuk teori juga mahasiswa diwajibkan memperoleh pengalaman praktek nyata dimasyarakat dalam mengaplikasikan teori yang diperoleh. Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja misalnya : karena terkejut cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. Prematureritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR ) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang. Ibu hamil pada anak pertama biasanya pengetahuan akan gizi masih kurang, sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran premature, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. Penyebab anemia pada saat hamil disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hami. Karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan juga sel darah merah. Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). http://www.hamilmuda.htm (diakses tanggal 07/07/2009). Berdasarkan uraian diatas, penulis lertarik untuk melakukan asuhan keluarga binaan, dimana ibu hamil memeriksakan kehamilan belum K4, masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu diantaranya pentingnya ibu hamil bersalin ditolong oleh tenaga yang terlatih sehingga dapat menurunkan AKI di Indonesia.

1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Dapat melaksanakan Asuhan Kebidanan Komunitas kepada keluarga Tn. S Rt 11/01 di Desa Pasir Angin Kecamatan Cilengsi. 1.2.2 Tujuan Khusus Setelah mengadakan praktek asuhan kebidanan komunitas diharapkan penulis mampu : a. b. c. Melaksanakan pengkajian pada keluarga Tn. S dan Ny. A Mampu menentukan masalah pada keluarga Tn. S dan Ny.A Mampu menyusun atau menetapkan rencana tindakan dengan masalah pemeriksaan ANC belum K4. dengan masalah pemerintah ANC belum K4. kebidanan pada keluarga Tn. S dan Ny. A dengan masalah pemerintah ANC belum K4 d. e. K4 f. g. h. Mampu mengidentifikasi kesenjangan yang didapat antara teori Mampu mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan dan kasus penghambat serta dapat mencari pembenaran masalah Mampu mendokumentasikan semua kegiatan kebidanan dalam bentuk narasi. 2.3 Ruang Lingkup Mampu melaksanakan tindakan kebidanan pada keluarga Tn. S Mampu melaksanakan evaluasi yang telah diberikan pada dan Ny. A dengan masalah pemeriksaan ANC belum K4 keluarga Tn. S dan Ny. A dengan masalah pemeriksaan ANC belum

Asuhan Kebidanan Komunitas ini merupakan praktek dan mata kuliah kebidanan komunitas sesuai dengan bidang kebidanan komunitas ini penulis membatasi pada pengetahuan ibu khususnya tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan persiapan persalinan. Asuhan kebidanan komunitas ini dilakukan dikelurahan pasir angin RT 11/10, Kecamatan Cilengsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat mulai -tanggal 25 juni 2009 – 06 Juli 2009. 1.4 Metode Penulisan Metode yang digunakan adalah proses pendekatan pada asuhan kebidanan mulai dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Teknik yang di gunakan pada proses manejemen kebidanan komunitas adalah wawancara, observasi, diskusi intervensi asuhan kebidanan dengan menggunakan format survai kesehatan 1.5 Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakan 1.2 Tujuan 1.2.1 1.2.2 Tujuan Umura TujuanKhusus

1.3 Ruang Lingkup Penulisan 1.4 Metode Penulisan 1.5 Sistematika Penulisan BAB II 2.1 LANDASAN Konsep Keluarga 2.1.1 2.1.2 2.1.3 Pengertian Jenis/type keluarga Struktur Keluarga

2.1.4 2.1.5 2.1.6 2.2.1 2.3.1 2.3.2 2.3.3 2.3.4 2.3.5 2.3.6 2.3.7 BAB III

Peran Keluarga Fungsi Keluarga Tugas Perkembangan Keluarga Persalinan Pengkajian Interprestasi Data dan Skala Prioritas Potensi Masalah Tindakan Segera Intervensi Implementasi Evaluasi

2.2 Konsep Kasus/Masalah Kesehatan 2.3 Asuhan Kebidanan Pada Keluarga

TINJAUAN KASUS 3.1 Asuhan Kebidanan Pada Keluarga Tn. S 3.1.1 3.1.2 Pengkajian Pada Keluarga Tn. S Pendokumentasian

BAB IV

PEMBAHASAN 5.1 Pengkajian 4.2 Interpretasi Data 4.3 Identifikasi Potensi Data 4.4 Tindakan Segera 4.5 Intervensi 4.6 Implementasi 4.7 Evaluasi

BAB V

PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA Lampiran - Lampiran BAB II LANDASAN TEORI 2.1 2.1.1 Konsep Keluarga Pengertian Keluarga adalah dua orang atau Iebih yang disalukan oleh ikatan kebersamaan dan keintiman (Friedman, M, 1998), Keluarga adalah lingkungan sosial yang terdiri dari dua orang atau lebih yang karakteristik dengan saling kasih sayang, saling memperhatikan saling berkomitmen saling bertanggung jawab dalam pertumbuhan, hubungan yang saling mendorong kesehatan dan mempertahankan keutuhan dan system bila terjadi perubahan dalam individu, keluarga dan sosial (Hithack, J, 1996). Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri alas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam sualu keadaan yang saling bergantungan (Departemen Kesehatan Rl, 1998 didapat dari Nasrul Effendi, 1998). Jadi keluarga adalah terdiri dari dua atau lebih individu yang terikat oleh hubungan atau ikatan perkawinan, ikatan darah dan mempunyai karakteristik saling kasih sayang, saling memperhatikan, saling berkomitmen, saling bertanggung jawab dalam pertumbuhan dan saling ketergantungan serta mempunyai tujuan untuk saling mendorong dalam individu keluarga dan sosial juga merupakan dan sosial juga merupakan unit terkecil dan masyarakat. 2.1.2. Jenis/Tipe Keluarga a. Tipe keluarga menurut Mamano dan Sossman 1991 (Hidcheck 1.1996)

a) Nuclear Family Keluarga yang terdiri dari suami istri dan anak-anak (anak kandung atau hasil adopsi) b) Extended Family Terdiri dari nuclear family dan orang lain yang masih ada ikatan darah (nenek, kakek, bibi, paman, sepupu) atau anak hasil adopsi. c) Binuclear Family Gabungan dua keluarga (dua keluarga cerai kemudian menikah) d) Single patent family Satu orang dewasa dengan anak-anaknya (karena cerai). e) Kin network Jaringan persaudaraan, dua atau lebih rumah tangga yang diikat oleh persaudaraan atau pernikahan. b. Tipe menurut Fredman M (Nasrul E. 1998) a) Keluarga inti (Nuclear Family) b) Keluarga besar (Extended Family] c) Keluarga berantai (Serial family} d) Keluarga duda/janda (Single family) e) Keluarga yang berkomposisi (Komposite) 2.1.3. Struktur Keluarga Struktur keluarga berdasarkan kekuasaan (Fredman N, 1998} a. b. c. Patrilokal yang dominant dan memegang kekuasaan dalam Matrilokal yang dominant dan memegang kekuasaan dalam Eqotarian keluarga adalah ayah. keluarga adalah di pihak ibu.

Yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu.

2.1.4 Struktur Keluarga Terdiri Dari Macam-Macam : a. Matrilinial Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui garis ibu. b. Patrilineal Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah. c. Patrilokal Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami. d. Keluarga Kawinan Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan dan karena adanya hubungan dengan suami istri. 2.1.5 Peran Keluarga Peran keluarga adalah tingkah laku yang diharapkan. Peran keluarga dapat formal maupun informal, peran formal adalah peran yang sangat diharapkan dan diakui seperti menjadi suami, istri, ibu, bapak dan anak-anak. Dan peran informal adalah peran yang datang begitu saja dalam keluarga seperti siapa yang merencanakan kegiatan sosial, membuang sampah, yang membayar tagihan dan lain-lain dimana peran individu dalam keluarga, kelompok masyarakat ayah, ibu, anak, suami istri berbagai peran yang terdapat dalam keluarga sebagai berikut:

a.

Peranan Ayah

Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan mencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. b. Fungsi Reprodiiksi Menghasilkan untuk melanjutkan generasi. c. Fungsi Ekonomi Mengalokasikan sumber atau keuangan untuk kebutuhan keluarga. d. Fungsi Keluarga Sehat Adalah menjaga keschatan dan memenuhi kebutuhan fisik seperti makan, pakaian rekreasi, olah raga dan tidur. 2.1.6 Tahap Perkembangan Keluarga Dikenal juga dengan teori pendekatan melalui siklus kehidupan artinya bahwa setiap keluarga berkurang dengan melalui tahap-tahap perkembangan Doyall dan Miller memberikan rumusan bahwa setiap tugas-tugas perkembangan harus dapat melalui sebelum maju ke tahap berikutnya a. dengan demikian kemampuan keluarga menangani permasalahan di tahap pertama. Mulai berkeluarga / menikah Berpisah dengan orang tua membina bimbingan yang selalu memuaskan, membina hubungan dengan orang lain, keluarga berencana, kapan hamil dan punya anak. b. Melahirkan anak pertama Persiapan menjadi orang tua, persiapan kelahiran adaptasi dengan perubahan anggota keluarga, konsultasi keluarga berencana antisipasi kritis. c. Keluarga dengan anak pra sekolah

pembagian waktu untuk individu dan anak pembagian tanggung jawab keluarga peningkatan kerja sama pasangan kegiatan dan waktu untuk stimulasi timbang anak. d. Keluarga dengan anak sekolah menurut sosiologi anak meningkatkan system komunikasi keluarga mempertahankan kerja sama dan saling mendukung. Tugas-tugas keluarga yang dilakukan oleh keluarga dalam bidang kesehatan menurut Fredman M, 1981 (Nasrul, E, 1981)yaitu : (fredman, M, 1981, Nasrul Efendi 1998) a. Mampu mengenal masalah kesehatan b. Mampu mengambil keputusan c. Mampu memodifikasi lingkungan d. Mampu memantaatkan fasilitas kesehatan 2.2 Konsep kasus 2.2.1 Pengertian Kehamilan adalah suatu keadaan yang dimulai dengan konsepsi ( perubahan ) dan berakhir dengan permulaan persalinan (Dra Dini Kusdu, 2005). Faktor resiko kehamilan adalah suatu keadaan yang menambah resiko kehamilan, tetapi tidak secara langsung meningkatkan resiko kematian ibu. Resiko tinggi kehamilan adalah ibu hamil yang mengalami resiko atau bahaya yang lebih besar saat kehamilan dan persalinan (Depkes Rl, 2002 ). 2.2.2 Tanda dan gejala ( Mochtar, Rustam, 1998) a. Tanda- tanda presumptive a) Amenore (tidak dapat haid )

b) Mual dan muntah c) Mengidam (ingin makanan khusus ) d) Tidak talian suatu bau-bauan e) Pingsan, bila berada ditempat-tempat keramaian akan sesak dan pingsan f) Tidak ada selera makan ( anoereksia ) g) Lelah h) Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri pengaruh estrogen dan progesterone i) Miksi sering i) Konstipasi/obstipasi karena tonus otot menurun b. Tanda-tanda kemungkinan hamil a) Perut membesar b) Uterus membesar c) Tanda hegar d) Tanda Chadwick e) Tanda piskacek f) Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang (Brakxton hicks) g) Teraba balotemen h) Reaksi kehamilan positif. c. Tanda pasti (Tanda positif) a) b) Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau di raba, Denyut jantung janin : didengar dengan stetoskop atau juga bagian-bagian janin monorel leanec, dicatat atau didengar dengan alat dopier, dicatat dengan feto-electro kardiogram, dan dilihat pada ultrasonograti c) Terlihat tulang-tulang janin dalam foto ronten. 2.2.3 faktor resiko dan resiko tinggi kehamilan disebabkan

a. a) b)

faktor resiko kehamilan adalah umur ibu < 20 tahun dan lebih dari >35 tahun. Anak lebih dari 4 dan jarak kehamilan kurang Berat badan < 38 kg Bentuk panggul tidak normal resiko tinggi kehamilan a) ibu tampak kurus dan pucat atau anemia b) tekanan darah tinggi atau hipertensi (> 140/90 mmhg) c) bengkak pada kaki, tangan, muka, dan sakit kepala yang hebat terus menerus. d) Keluar darah dari kemaluan saat hamil e) Keluar air ketuban pada waktu hamil f) Adanya kesulitan pada kehamilan atau persalinan g) Sering keguguran sebelumnya h) Menderita penyakit menahun (batuk-batuk yang lama.)

dari 2 tahun c) d) b.

2.2.4

upaya pencegahan (Dra.Dini.K.2005) Upaya pencegahan untuk menghindari bahaya kehamilan resiko tinggi a. b. c. d. e. f. sempurna. Mengcnali tanda-tanda kehamilan resiko tinggi Memeriksa kehamilan sedini mungkin dan teratur

selama kehamilan Mendapatkan imunisasi TT 2 X Bila ditemukan kelainan resiko tinggi, pemeriksaan Segera ke posyandu, puskesmas, atau rumah sakit terdekat Makan-makanan bergizi yang memenuhi 4 sehat 5

kehamilan harus lebih sering dan intensif bila ditemukan tanda-tanda bahaya resiko kehamilan

BAB III PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BINAAN Nama Mahasiswa NPM Pengkajian Tanggal : Dede May Sujarwati : 06.156.02.11.003 : 31-06-2009

3.1 Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Keluarga Binaan Pada Ny. E tentang Kehamilan I. A. 1. Jenis Kelamin Umur Agama Suku Bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat 2. No Nama Pengkajian Identitas Keluarga Nama Kepala Keluarga : Laki-laki : 25 Tahun : Islam : Sulawesi Selatan : SMA : Pelaut : RT 11 RW 10 Desa Pasir Angin Kec. Cilengsi Anggota Keluarga Hubungan JK Umur Pendidikan Pekerjaan Ket : Tn. Saing

1.

Ny. Asrah

Keluarga Istri

P

22 tahun

SMA

IRT

Sehat

Pengambilan keputusan dalam keluarga dilakukan oleh Tn. S sendiri. Status kesehatan keluarga 6 bulan terakhir baik dan tidak ada kemalian dalam 6 bulan terakhir ini. Penghasilan keluarga perbulan Rp. 1.000.000 yang didapat hanya dari penghasilan suami. B. Subjektif Ny. A (22 tahun) G1P0A0, saat ini sedang hamil 7 bulan. Ny. A mengatakan hari pertama haid terakhir (HPHT) 02 Desember 2008 maka didapatkan taksiran partusnya 09 September 2009. Pada saat ini Ny. A mengatakan sakit dibagian bawah perut akhir-akhir ini, gerakan janin mulai dirasakan ibu sejak kehamilan 16 minggu dan hingga saat ini gerakan janinnya aktif dan sering. Dalam sehari-hari Ny. A mengatakan makan 3 sehari sebanyak 1 porsi, jenis makanan yang biasa dimakan nasi, ikan, telur, tahu, tempe, ayam, sayuran, kadang-kadang buah, minuman yang biasa diminum air putih matang yang biasa diambil dari sumur, tidak ada gangguan yang dirasakan, nafsu makan Ny. A biasa tidak ada perubahan dan tidak ada makanan pantangan. Pola eliminasi Ny. A tidak ada masalah, BAK 4 x sehari ( konsistensi urin tidak keruh), BAB Ny. A normal ± 2 x sehari dengan konsistensi lunak. Aktifitas sehari-hari Ny. A hanya pekerjaan rumah tangga dan aktifitas kesehariannya ringan. Tidur malam ibu 6 jam dan tidur siang ± 2 jam. Selama kehamilan Ny. A melakukan hubungan sexual 1 x seminggu dan Ny. E merasa nyaman dengan posisi hubungan, Ny. A tidak pernah merokok, minum jamu, ataupun minum alkohol, biasanya Ny. A mengganti pakaian dalamnya 2x sehari. Data Kesehatan Wanita

1. Ibu Hamil

Selama kehamilan ini Ny. A mengatakan tidak pernah melakukan 1x pemeriksaan kehamilan ke puskesmas dan Bidan Praktek Swasta, Ny. A sudah mendapatkan tablet Fe. Ny. A mengatakan sudah diimunisasi TT karena periksa hamil tenaga kesehatan setempat, dan sampai sekarang baru 1 x periksa kehamilan Ny. A mengatakan tidak pernah menderita penyakit dan saat ini Ny. A merasa sehat, serta Ny. A tidak pernah operasi dan tidak pernah terkena cedera selama masa kehamilan. Kehamilan ini sangat di harapkan karena Ny. A ingin memiliki keturunan dan jenis kelamin yang diharapkan Ny. A apa saja. Ny. menerima kehamilan ini dengan senang hati dan mendapatkan dukungan sepenuhnya dari suami dan keluarga. Saat ini Ny. A tidak memiliki beban pikiran ataupun masalah yang mempengaruhi kehamilannya. Ny. A berencana untuk melahirkan . di klinik Bidan Rina Martiana Alasan Ny. A ingin bersalin di klinik agar lebih tenang dan dekat dari tempat tinggal Rencana anggaran biaya persalinan yang direncanakan oleh ibu A sampai sekarang persiapannya belum ada. Pengetahuan Ny. A tentang manfaat pemeriksaan ANC masih kurang dan Ny. A belum mengetahui tentang imunisasi TT dan tablet zat besi, senam hamil, tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan. Kepercayaan yang dianut oleh Ny. A selama masa kehamilan yaitu Ny. A dilarang untuk keluar rumah pada malam hari. Keluarga Ny. A sangat senang dengan kahamilan ini. ibu dan keluarga pernah melangsungkan upacara yang berhubungan dengan kehamilannya yang biasa di sebut tujuh bulanan. Objektif Keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis. pcnampilan ibu rapih dan bersih. Berdasarkan hasil pemeriksaan secara menyeluruh didapatkan bahwa ± Rp. 500.000 dan sampai saat ini ibu belum tahu sumber dananya dari mana dan

rambut hitam, bersih, tidak mudah rontok, dan tidak ada benjolan. Telinga bersih dan tidak ada serumen, muka tidak ada odem dan tidak ada cloasma gravidarum. Mata, selera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis. Reflek pupil (+). Hidung bersih tidak ada polip. Mulut dan gigi bersih, tidak ada sariawan, gigi tidak ada cariaes serta utuh. Leher tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan getah bening. Payudara, pembesaran normal, putting susu menonjol. areola hyperpigmentasi, sudah ada pengeluaran kolostrum, tidak ada rasa nyeri dan tidak ada benjolan pada payudara. Abdomen hyperpigmentasi linea alba, kulit abdomen bersih, kosisitensi lunak, tidak ada bekas operasi. Dari hasil pemeriksaan abdomen di dapatkan pada Leopold 1 TFU 21 cm, di atas fundus teraba lunak, tidak bulat. Leopold II sebelah kanan ibu teraba bagian-bagian kecil dari janin. Leopold III teraba bulat, keras, dan melenting. Leopold IV teraba bagian terbawah janin belum masuk PAP ( konvergen ). DJJ 140 x/menit (teratur), TBJ ( 21-12 ) x 155 = 1359 gr. Posisi tulang belakang ibu normal, tidak ditemukan oedem pada tangan ataupun kaki, tidak ada varises, reflek patella (+), tidak dilakukan pemeriksaan anogenital karena tidak ada indikasi untuk dilakukan pemeriksaan tersebut, begitu juga dengan pemeriksaan dalam, pemeriksaan penunjang belum dilakukan. C. Data Kesehatan Wanita Ny. A dan Tn. S telah menikah sejak satu tahun yang lalu, pernikahan Ny.A dengan Tn. S merupakan pernikahan yang pertama kali. Status Ny. A dalam keluarga adalah sebagai istri tunggal. Tn. S bekerja sebagai pelaut dan Ny. A hanya menjadi ibu rumah tangga. Dalam mengambil keputusan .Tn. S yang mengambil keputusan. Ny. A berpenampilan sederhana dan tidak ada keluhan tentang gejala-gejala IMS ( infeksi menular seksual ), dalam keluarga tidak ada riwayat kanker. Sampai saat ini ibu tidak menderita kanker ataupun tumor. Sampai saat ini ibu belum pernah melakukan pemeriksaan papsmear. Selama kehamilan ini ibu melakukan

hubungan sexual 1x dalam seminggu dan ibu tidak mengalami gangguan/ kesulitan saat melakukan hubungan seksual. Dalam kesehariannya ibu mandi 2x sehari dan ganti pakaian dalam 2x sehari. Ibu mengatakan tidak pernah merokok dan minum jamu, namun ibu minum suplemen penambah darah dari bidan. Ibu ganti pakaian 2-3 x sehari dan ibu tidak memiliki keluhan pada system reproduksinya. D. Gambaran Lokasi Rumah Keluarga Tn. S tinggal dirumah kakak dimana bangunan rumahnya terdiri dari atap yang terbuat dari genteng, dinding rumah dari batu bata dan lantai dari keramik Keluarga Tn. S memiliki 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, dan 1 kamar mandi. Ventilasi dirumah cukup. Di dalam rumah keluarga Tn. S mempunyai 6 buah lampu pijar dimana masing-masing terdapat diruang tamu depan, dapur, 2 kamar tidur, kamar mandi, dan di teras depan. Kebiasaan rumah keluarga Tn. S cukup A bersih, didepan rumah ada jalan kompleks disamping kanan kiri rumah terdapat rumah tetangga. Keluarga Tn. S mengambil air dengan keran (sumur bor) yang terdapat di kamar mandi. Tn. S dan keluarga tidak memiliki hewan peliharaan. Denah Rumah Kamar 2 Kamar 1
Pintu

Dapur

WC R. Tamu

Pagar

Depan

E. Kebiasaan Hidup Keluarga Ny. A sebelum memasak bahan makanan biasanya dipotong-potong dahulu baru dicuci dengan air keran yang dijaga kebersihannya, perlengkapan dimasak seadanya yang penting bersih, makanan yang telah dimasak diletakan di meja dan di tutupi dengan tudung saji, dan tempat yang digunakan untuk makanan telah di cuci bersih dengan sabun dan air keran. Kebiasaan makan keluarga sebelum makan cuci tangan terlebih dahulu, makanan yang di makan tiap hari nasi, sayur, dan lauk pauk misalnya tahu, tempe, ikan, atau ayam. Buah yang dimakan biasanya pisang. Dan minuman yang di minum sehari-hari air putih matang yang diambil dari sumur bor. yang di masak terlebih dahulu. Aggota keluarga yaitu Tn. S merokok tetapi tidak ada yang mengkonsumsi minuman beralkohol atau makan sirih. Pola tidur Tn. S malam 8 jam sedangkan Ny. A 8 jam dan tidur siang ± 2 jam kalau tidur menggunakan lotion anti myamuk untuk perlindungan dari nyamuk. Anggota keluarga tidak ada alergi terhadap suatu jenis makanan. Apabila ada anggota yang sakit biasanya ibu memberikan obat warung saja. Kebiasaan anggota keluarga mandi 2x sehari dikamar mandi dengan air keran dan ganti pakaian dalam 2x sehari. Aggota keluarga kadang kala diajak kepala keluarga jalan-jalan tetapi anggota keluarga tidak pernah olah raga. F. Riwayat Sosial Pernikahan Tn. S dan Ny. A sudah berlangsung satu tahun lamanya, Tn. S menikah pada usia 30 tahun, sedangkan Ny. A pada usia 30 tahun dengan status pernikahan syah dan l x pernikahan. Pendapatan dalam rumah tangga Tn. S yaitu, Rp. 1.000.000 kelurga Tn. S tidak ada anggota keluarga yang terlibat sebagai kader,

parat desa Keluaraga Tn. S tidak terdaftar sebagai peserta AsKesKin dikarenakan persyaratan yang belum lengkap.

II. Diagnosa Masalah

Assesment : Ny. A (22 tahun) G1P0A0, hamil 29 minggu, janin hidup tunggal intra uterin, teraba punggung kiri, belum masuk PAP. : - Pemeriksaan ANC belum k4. - Ibu belum mengetahui manfaat ANC - Ibu belum mengetahui tentang senam hamil - Ibu belum mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan.

Prioritas Masalah No 1. Masalah Kesehatan Pemeriksaan ANC ibu belum K4 Ibu belum mengetahui manfaat pemeriksaan kehamilan Ibu belum mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan Ibu belum mengetahui Jumlah Kasus +++ Tingkat Bahaya +++ Perhatian Kemungkinan Keluarga Dikelola + +++ Total Nilai 27

2.

+++

++

+

+++

18

3.

+++

++

+

+++

18

4.

+++

+

+

+++

9

tentang senam hamil

III. Pukul

Planning : Rabu, 01 Juli 2009 : 16.00 WIB Planning • Menginformasikan kepada ibu tentang pemeriksaan kehamilan minimal 4 x diantaranya 1x trimester ke-1 1x trimester ke-2 2x trimester ke-3

Hari/Tanggal

No Masalah 1. Pemeriksaan ANC Ibu belum k4

Evaluasi • Ibu mengatakan sudah mengerti dan mengetahui tentang pemeriksaan ANC setiap bulan dan ibu mengatakan akan melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan anjuran bidan. Ibu mengatakan sudah mengerti dan mengetahui tetang manfaat pemeriksaan kehamilan

2.

Ibu belum mengetahui manfaat pemeriksaan kehamilan

Menginformasikan kepada ibu tentang pentingnya memeriksa kehamilan ketenaga kesehatan agar dipantau keaadaan janin dan mendeteksi dini jika ada hal-hal yang diluar dari normal Menginformasikan kepada ibu tentang manfaat pemeriksaan kehamilan salah satunya adalah memantau tumbuh kembang janin didalam kandungan setiap bulannya Menginformasikan pinkes tentang tanda-

3.

Ibu belum mengetahui

Ibu mengatakan sudah mengerti dan mengetahui

tentang tandatanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan 4. Ibu belum mengetahui tentang senam hamil

tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan Menginformasikan penkes tentang manfaat dari senam hamil

tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan

Ibu mengatakan sudah mengerti dan mengetahui tentang manfaat senam hamil

BAB IV PEMBAHASAN Dalam proses asuhan kebidanan yang diberikan pada keluarga Tn. S khususnya Ny. A dalam sasaran kebidanan ibu hamil tidak mendapat hambatanhambatan karena keluarga Tn. S cukup terbuka dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Dalam masa kehamilan sebaiknya ibu hamil mengetahui perubahanperubahan apa saja yang terjadi didalam dirinya sehingga ibu bisa menerima perubahan-perubahan tersebut dan dapat menikmati masa kehamilannya. Selain itu sebaiknya ibu hamil juga mengetahui pentingnya pemeriksaan ANC, manfaat tablet Fe, manfaat imunisasi, kebutuhan ibu hamil baik dari segi makanan, personal hygiene dan lain-lain sehingga dengan informasi- informasi tersebut, ibu hamil punya keinginan untuk memeriksakan kehamilannya dan menjaga kehamilannya. Hal ini mempengaruhi tumbuh kembang janin, serta mempengaruhi kesehatan ibu sendiri. Pada tanggal 31 Juni 2009 dilakukan pengkajian prioritas masalah tertinggi, pada Ny. A tentang pemeriksaan ANC belum K4 Dari data subjektif didapatkan ibu hamil dengan anak pertama, dengan usia 22 tahun, usia kehamilan 29 minggu. Kemudian diberikan penyuluhan pada Ny. A tentang manfaat pemeriksaan kehamilan diantaranya memantau tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu dan janin dari hasil objektif yang didapat yaitu Ny. A berumur 31 tahun, TD : 110/70 mmhg, BB : 55 kg, N : 80 x/I, Rr : 22x/I, Suhu : 36ºc dengan keadaan umum ibu baik dan ibu dalam keadaan sehat. Pada tanggal 01 Juni 2009 dilakukan pengkajian pada Ny. A dengan Masalah ibu belum mengetahui manfaat pemeriksaan kehamilan dan senam hamil data subjektif yang didapat ibu pemeriksaan kehamilan baru 1 k kepada tenaga kesehatan

tentang kehamilan kemudian diberikan penyuluhan tanda bahaya dalam kehamilan agar ibu lebih menjaga kehamilannya. Dimana Ny. A harus lebih menjaga kehamilannya dengan rutin memeriksakan kehamilannya ketenaga kesehatan dan mengkonsumsi makanan yang bergizi, agar mendapatkan kebutuhan yang sesuai dengan ibu hamil pada umumnya. Menurut (Mochtar, 1998) tanda bahaya kehamilan adalah bila tekanan darah > 140/90 mmhg, bengkak pada kaki, tangan dan muka disertai sakit kepala, Hb < 8 gr%, pcrdarahan pervaginam, kctuban pecah dini, ibu yang mcnderita penyakit menahun seperti janlung, ginjal, paru, TBC. Pada evaluasi didapatkan hasil yaitu pengetahuan ibu bertambah dimana ibu dapat menjelaskan kembali secara sederhana tcntang penyuluhan yang diberikan. Ibu akan memeriksakan kehamilannya secara teratur. Ibu

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Beberapa faktor angka kematian ibu adalah kurangnya kesadaran ibu dan masyarakat akan pentingnya pengetahuan tentang pemeriksaan ANC belum k4 pada kehamilan sehingga derajat kesehatan keluarga dan masyarakat. Dari asuhan kebidanan komunitas yang dilakukan di Desa Pasir Angin penulis sudah menerapkan teori yang didapat sehingga dalam bab ini penulis mencoba menyimpulkan bahwa pada data subjektif yang didapatkan, ternyata ibu belum mengetahui tentang manfaat pemeriksaan kehamilan pada kehamilan. Dari data objektif didapat tidak ada kesenjangan antara data data fokus dan dasar. Kehamilan ibu merupakan kehamilan normal, umur kehamilan 29 minggu. Dari data objektif, ternyata banyak informasi yang belum ibu dapat sehingga pada saat planning kita melaksanakan penyuluhan memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan ibu misalnya tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan, imunisasi TT, dengan diberikannya informasi tersebut ibu mengerti dan akan melaksanakan. 5.2 Saran 5.2.1 Saran Untuk Klien 1. Diharapkan ibu memperhatikan jadwal pemeriksaan ANC untuk mengctahui keadaan dari janin. 2. Dibarapkan ibu bisa datang ke pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil.

5.2.2 Saran Untuk Profcsi Bidan Bagi para Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan Profesional bidan, karena seorang bukan hanya sebatas memberikan pertolongan persalinan tetapi juga memberikan rasa tenang, keamanan dan kenyamanan, bagi ibu agar jika ada komplikasi yang terjadi bidan dapat bertindak dengari cepat.Maka dari itu seorang bidan harus mampu menguasai teori standar pelayanan kebidanan yang telah diterapkan dan dapat mengkaji pelatihan karena bidan merupakan ujung tombak untuk mencapai Indonesia sehat 2010. 5.2.3 Bagi Penulis Penulis berharap kiranya dapat melanjutkan kerjasama dengan puskesmas Pasir Angin dalam melaksanakan asuhan kebidanan dan komunitas sehingga kegiatan yang telah terlaksana selama kehadiran mahasiswa STIKes Medistra Indonesia di desa Pasir Angin berlanjut untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. dapat tetap

DAFTAR PUSTAKA

Buku Kedokteran EGC. Paket Ibu dan Bayi. 2003 Datta, Monica 2005. Seputar Kehamilan dan Kelahiran . Jakarta : Book Marks Djoko Subinarto, 2004. Merawat Sikecil Usia 0-2 Tahun. Bandung Nexx Media Inc Kader Usaha Perbaikan Gizi Keluarga, 1999 Reproduksi Wanita, 1999 Steffanus S. 2004. 1001 Tentang Kehamilan. Bandung : Nexx Media Inc. www.google.com diakses tanggal 07 Juli 2009.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->