MAWARIS Posted by Bustamam Ismail on December 11, 2007 Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar terjadinya perpecahan

, bahkan pertumpahan darah antara sesama saudara atau kerabat dalam masalah memperebutkan harta waris. Sehubungan dengan hal itu, jauh sebelumnya Allah telah mempersiapkan dan menciptakan tentang aturanaturan membagi harta waris secara adil dan baik. Hamba Allah diwajibkan melaksanakan hukum-Nya dalam dalam semua aspek kehidupan. Barang siapa membagi harta waris tidak sesuai dengan hukum Allah akan menempatkan mereka di neraka selama-lamanya. Lihat Al-Qur¶an on line di google

Firman

Allah swt. Artinya:´ Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkan ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya dan baginya siksa yang menghinakan ´ (Q.S. An Nisa: 14)

A. Ketentuan Mawaris Mawaris ialah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari cara-cara pembagian harta waris. Mawaris disebut juga faraidh karena mempelajari bagian-bagian penerimaan yang sudah ditentukan sehingga ahli waris tidak boleh mengambil harta waris melebihi ketentuan. Adapun hukum mempelajarinya ialah fardhu kifayah. 1. Sebab-sebab seseorang menerima hartawarisan menurut Islam ialah sebagai berikut: a. Adanya pertalian darah dengan yang meninggal(mayat) baik pertalian ke bawah ataupun ke atas. b.Hubungan pernikahan, yaitu suami atau isteri. c.Adanya pertalian agama.Contoh jika seorang hidup sebatang kara, lalu meninggal maka harta waris masuk baitul mal. d.Karena memerdekakan budak. 2. Sebab-sebab seseorang tidak mendapat harta waris ialah sebagai berikut a.Hamba(budak) ia tidak cakap memiliki sebagaimana firman Allah swt. berikut. Lihat Al-Qur¶an on line di google Artinya: ´ Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami

R. 1. Saudara laki-laki kandung 6. Laki-laki yang memerdekakan 2. 3. AnNahl:75). orang yang membunuh tidak dapat mewarisi harta dari yang dibunuh. 1. Anak laki-laki saudara kandung sampai kebawah. Saudara laki-laki seayah 7. 10. c. 3. 13. orang yang keluar dari Islam. Ayah 4. lalu dia menafkahkan sebagian dari rezki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan. Anak laki-laki 2. yaitu antara pewaris atau yang mati. murtad salah satunya. Anak paman seayah sampai kebawah. Suami 15. baik secara hakiki atau hukmi. Anak paman kandung sampai kebawah. 9. yaitu zawil furud dan ashobah. Murtad dan kafir. Nasai) c. Tidak penghalang untuk menerima harta warisan. 14. Paman kandung 11. b. Ahli Waris wanita terdiri dari . Pembunuh. ditinjau jenisnya dapat dibagi dua. adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah.beri rezki yang baik dari Kami. Ahli Waris lelaki terdiri dari. B. Artinya: ´Yang membunuh tidak dapat mewarisi sesuatu dari yang dibunuhnya ´ (H. Paman seayah 12.S. Adanya harta warisan. Ahli ada dua jenis lelaki dan perempuan . AHLI WARIS Ahli Waris ialah orang yang berhak menerima warisan. Syarat berlakunya pewarisan ada tiga: a. Adanya yang meninggal dunia. Kakek sampai keatas garis ayah 5. tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui´ ( Q. Anak laki-laki saudara seayah sampai kebawah. Cucu laki-laki sampai keatas dari garis anak laki-laki. b. Saudara laki-laki seibu 8. Sabda Rasulullah SAW.

Isteri 10. Nenek sampai keatas dari garis ibu 5. a. Anak perempuan 2.1. Nenek sampai keatas dari garis ayah 6.dua cucu perempuan atau lebih c. Cucu perempuan sampai kebawah dari anak laki-laki. Saudara perempuan kandung 7. 1.Suami dengan anak atau cucu b. Cucu perempuan kalau sendiri c. Ibu 4.Isteri atau beberapa kalau tidak ada anak atau cucu Yang mendapat 1/8 Isteri atau beberapa isteri dengan anak atau cucu.dua saudara perempuan kandung atau lebih d. Wanita yang memerdekakan Ditinjau dari sudut pembagian.dua saudara perempuan seayah atau lebih . Suami Yang mendapat bagian ¼ harta a. Saudara perempuan seayah 8. Ahli waris terbagi dua yaitu : Ashhabul furudh dan Ashobah. 9. Terdiri dari Yang dapat bagian ½ harta. 3. Ashabul furudh yaitu orang yang mendapat bagian tertentu. Yang Saudara perempuan seibu. Saudara perempuan kandung kalau sendiri d. Yang mendapat 2/3 a.dua anak perempuan atau lebih b. Anak perempuan kalau sendiri b. Saudara perempuan seayah kalau sendiri e.

j. Ashobah terbagi tiga jenis yaitu ashabah binafsihi. 2. <!±[endif]±>Cucu perempuan bersama cucu laki-laki . cucu dari grs anak laki-laki. Anak laki-laki Cucu laki-laki dari anak laki-laki terus kebawah Ayah Kakek dari garis ayah keatas Saudara laki-laki kandung Saudara laki-laki seayah Anak laki-laki saudara laki-laki kandung sampai kebawah Anak laki-laki saudara laki-laki seayah sampai kebawah Paman kandung Paman seayah Anak laki-laki paman kandung sampai kebawah Anak laki-laki paman seayah sampai kebawah Laki-laki yang memerdekakan yang meninggal Ashobah dengan dengan saudaranya <!±[if !supportLists]±>a. h. l. Nenek garis ibu jika tidak ada ibu dan terus keatas Nenek garis ayah jika tidak ada ibu dan ayah terus keatas Satu atau lebih cucu perempuan dari anak laki-laki bersama satu anak perempuan kandung Satu atau lebih saudara perempuan seayah bersama satu saudara perempuan kandung. dua saudara kandung/seayah atau seibu. d.. e. b. c. f.Yang mendapat 1/3 y y Ibu jika tidak ada anak. k. Ayah bersama anak laki-laki atau cucu laki-laki Kakek jika tidak ada ayah Saudara seibu satu orang. Ahli waris ashobah yaitu para ahli waris tidak mendapat bagian tertentu tetapi mereka dapat menghabiskan bagian sisa ashhabul furud. cucu lk atau dua atau lebih saudara perempuan kandung atau perempuan seibu. g. <!±[if !supportLists]±>b. m. Dua atau lebih anak ibu baik laki-laki atau perempuan Yang mendapat 1/6 y y y y y y y y Ibu bersama anak lk. <!±[endif]±>Anak perempuan bersama anak laki-laki atau cucu laki. ashobah bighairi dan ashobah menghabiskan bagian tertentu Ashobah binafsihi adalah yang ashobah denga n sndirinya. Tertib ashobah binafsihi sebagai berikut: a. i. baik laki-laki atau perempuan.

<!±[endif]±>Saudara perempuan seayah bersama saudara lakilaki seayah. <!±[endif]±>Biaya jenazah <!±[if !supportLists]±>2. <!±[endif]±>Wasiat <!±[if !supportLists]±>D. <!±[endif]±>bapak <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Saudara perempkuan kandung bersama saudara laki-laki kandung atau saudara laki-laki seayah. <!±[endif]±>ayah . <!±[endif]±>Nenek dari garis ibu gugur haknya karena adanya ibu. <!±[endif]±>kakek <!±[if !supportLists]±>4. <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Zakar yang belum dikeluarkan <!±[if !supportLists]±>4. <!±[endif]±>Anak perempuan kandung satu orang bersama cucu perempuan satu atau lebih (2/3). <!±[endif]±>Saudara seibu gugur haknya baik laki-laki ataupun perempuan oleh: <!±[if !supportLists]±>a. <!±[if !supportLists]±>2. <!±[endif]±>Saudara perempuan kandung bersama saudara perempuan seayah (2/3) <!±[if !supportLists]±>C. <!±[endif]±>Utang yang belum dibayar <!±[if !supportLists]±>3. <!±[endif]±>Nenek dari garis ayah gugur haknya karena adanya ayah dan ibu <!±[if !supportLists]±>3. <!±[endif]±>Hajib dan mahjub <!±[if !supportLists]±>1. Menghabiskan bagian tertentu <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>HARTA YANG HARUS DIKELUARKAN Harta yang harus dikeluarkan sebelum dibagikan kepada ahli waris: <!±[if !supportLists]±>1. <!±[endif]±>anak kandung laki/perempuan <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>cucu baik laki-laki/perempuan dari garis laki-laki <!±[if !supportLists]±>c. <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Saudara seayah baik laki-laki/perempuan gugur haknya oleh : <!±[if !supportLists]±>a.<!±[if !supportLists]±>c.

<!±[endif]±>Saudara menggugurkan anak lk saudara kandung laki-laki kandung laki-laki seayah <!±[if !supportLists]±>c. maka yang dapat warisan ialah: <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Cucu perempuan <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Saudara laki-laki/perempuan kandung gugur haknya oleh: <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>ayah <!±[if !supportLists]±>c. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Saudara laki-laki kandung <!±[if !supportLists]±>5. <!±[endif]±>Saudara menggugurkan saudara seayah( L/P ) <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>anak laki-laki kandung <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>cucu laki-laki dari garis laki-laki <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>cucu laki-laki dari garis anak lakilaki <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>suami <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Anak perempuan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Isteri <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Jika semua ahli waris itu laki-laki yang dapat bagian ialah. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Saudara perempuan kandung <!±[if !supportLists]±>8. <!±[endif]±>ayah <!±[if !supportLists]±>6. <!±[endif]±>Anak laki-laki saudara kandung menggugurkan anak lk saudara seayah .<!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>anak laki-laki <!±[if !supportLists]±>7. <!±[endif]±>anak laki-laki <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Urutan pembagian antara saudara laki-laki kandung/ saudara laki-laki seayah sampai kebawah dan urutan paman kandung / paman seayah sampai kebawah. <!±[endif]±>Ibu <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Jika semua ahli waris itu semuanya perempuan dan ada semua.

karena perbuatan mengubah hukum Allah ialah dosa. <!±[endif]±>Paman seayah menggugurkan anak laki-laki paman kandung <!±[if !supportLists]±>i. I terdiri atas 1 pasal . <!±[if !supportLists]±>E. V terdiri atas 13 pasal. IV terdiri atas 2 pasal. Dalam Undang undang no 7 Tahun 1989. Bab. Hukum waris ini diciptakan untuk dilaksanakan secara wajib oleh seluruh umat Islam. <!±[endif]±>Paman kandung menggugurkan paman seayah <!±[if !supportLists]±>h. berisi tentang ahli waris Bab. <!±[endif]±>Cucu laki-laki saudara seayah menggugurkan Paman kandung <!±[if !supportLists]±>g. <!±[endif]±>Cucu laki-laki paman kandung menggugurkan cucu lk paman seayah. berisi tentang besarnya bagian ahli waris Bab. . <!±[endif]±>Cucu laki-laki saudara kandung menggugurkan cucu lk saudara seayah dts <!±[if !supportLists]±>f. ketentuan umum. <!±[endif]±>Anaklaki-laki paman seayah menggugurkan cucu lk paman kandung <!±[if !supportLists]±>k. berisi masalah wasiat Demikianlah selayang pandang tentang Undang-Undang no 7 tahun 1989. <!±[if !supportLists]±>e. berisi tentang aul dan rad. demikian seterusnya. hukum waris itu dicamtumkan secara sistematis dalam 5 bab yang tersebar atas 37 fasal dengan perincian sebagai berikut: Bab.<!±[if !supportLists]±>d. Semenjak hukum itu diciptakan tidak pernah mengalami perubahan. III. <!±[endif]±>Anak laki-laki paman kandung menggugurkan anak lk paman seayah <!±[if !supportLists]±>j. Semenjak dsahulu sampai sekarang umat Islam senantiasa memegang teguh hukum waris yang diciptakan Allah yang bersumber pada kitab suci Al-Qur¶an dan Hadits Rasulullah. II terdiri atas 5 pasal. Prinsipnya sama dengan hukum yang bersumber dengan Al-Qur¶an dan Hadits. Terdiri atas 16 pasal. Bab. <!±[endif]±>Warisan dalam UU No 7 Tahun 1989 Hukum waris dalam Islam ialah berasal dari wahyu Allah dan diperjelas oleh rasulNya. <!±[endif]±>Anak laki-laki saudara seayah menggugurkan cucu lk saudara kandung.

<!±[endif]±>furudul muqaddaroh <!±[if !supportLists]±>c. <!±[if !supportLists]±>a.b. <!±[endif]±>murtad <!±[if !supportLists]±>2. <!±[endif]±>cucu <!±[if !supportLists]±>c.000.000.bapak.000. <!±[endif]±>wala¶ <!±[if !supportLists]±>e.c. Cara menghitung dan membagikan warisan.500. Berapa bagian masing-masing? Jawab. <!±[endif]±>isteri . <!±[endif]±>anak <!±[if !supportLists]±>b.000.000.00 = Rp 27.00 seorang anak laki-laki adalah Rp 55.000.F.00.000. <!±[endif]±>Berikut ini orang-orang yang menerima warisan.d atau e di depan jawaban yang paling tepat ! 1. <!±[endif]±>saudara perempuan <!±[if !supportLists]±>d. kecuali«.00 2 anak laki-laki adalah asobah Rp 66. <!±[endif]±>asabah <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>mertua <!±[if !supportLists]±>e.000. 1.00 2 Kakek terhalang oleh ayah LATIHAN <!±[if !supportLists]±>A.00 = Rp 11.meninggal dunia harta waris Rp 66.Rp 11.000. dan 2anak laki-laki. <!±[endif]±>Berilah tanda silang( x) pada salah satu huruf a.000. Ahli waris terdiri dari kakek.000. <!±[if !supportLists]±>a. soal A.000.00= Rp 55. Ahli waris yang dapat bagian tertentu disebut«.000.000.00. <!±[endif]±>arham <!±[if !supportLists]±>b. Bapak dapat bagian 1/6 Rp 66.000.

<!±[endif]±>keluarga <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>UU No 5 Tahun 1989 <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Ilmu tahid <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>perkawinan <!±[if !supportLists]±>c.<!±[if !supportLists]±>3. <!±[endif]±>Ilmu yang mempelajari tentang cara-cara membagi harta warisan terhadap ahli waris yang berhak menerima dalam agama Islam disebut«. <!±[endif]±>sepertiga <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Ilmu fikih <!±[if !supportLists]±>c. kecuali« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>seperenam <!±[if !supportLists]±>6. <!±[endif]±>memerdekakan <!±[if !supportLists]±>d. maka besar bagiannya adalah« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>UU No 17 Tahun 1989 <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Ilmu kalam <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Undang-undang yang mengatur masalah pembagian waris di negara kita adalah« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Berikut ini adalah menyebabkan seseorang memperoleh harta waris. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>UU No 7 Tahun 1989 <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Ilmu faraid <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>hakim agama faktor yang . <!±[endif]±>seperempat <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>UU No 9 Tahun 1989 <!±[if !supportLists]±>5. <!±[endif]±>seperdelapan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>seperdua <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>UU No 10 Tahun 1975 <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Ilmu tafsir <!±[if !supportLists]±>4. <!±[endif]±>Seorang isteri ditinggal mati suaminya dan ia meninggalkan anak.

<!±[endif]±>suami. <!±[endif]±>ketaatan kepada Allah <!±[if !supportLists]±>b. tidak ada anak laki-laki <!±[if !supportLists]±>b.kecuali«. <!±[endif]±>Mengatur masalah warisan <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Berikut ini ahli waris yang mendapat bagian setengah. <!±[if !supportLists]±>a. kecuali« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>tidak menyengsarakan keluarga yang ditinggalkan <!±[if !supportLists]±>9. <!±[endif]±>saudara perempuan tunggal yang sebapak <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>anak perempuan tunggal. <!±[endif]±>Berikut ini adalah tugas pengadilan agama sesuai dengan UU No 7 Tahun 1989 pasal 49 ayat 1. <!±[endif]±>Berikut ini merupakan hikmah mawaris. <!±[endif]±>Menyelesaikan masalah sedekah <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>hubungan kekeluargaan tetap harmonis <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>dua saudara perempuan atau lebih yang sebapak <!±[if !supportLists]±>8. meninggalkan anak/cucu bila isteri tidak <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>menegakkan keadilan <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Mengatur masalah wasiat . <!±[endif]±>Mengatur hukum pidana <!±[if !supportLists]±>e. kecuali«.. <!±[endif]±>seagama <!±[if !supportLists]±>7. <!±[endif]±>Menyelesaikan masalah wakaf <!±[if !supportLists]±>b. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>saudara perempuan tunggal seibu sebapak <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>yang tertua akan mendapat lebih banyak <!±[if !supportLists]±>c.<!±[if !supportLists]±>e.

<!±[endif]±>Tujuan pembagian harta warisan secara Islam ialah agar dapat dilakukan secara«. <!±[endif]±>2/3 bagian . pengadilan agama tidak berperan dalam hal «. <!±[endif]±>hamba <!±[if !supportLists]±>12. <!±[endif]±>berat sebelah <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>sama rata <!±[if !supportLists]±>11. <!±[endif]±>perkawinan <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Menurut UU No 7 Tahun 1989 pasal 49 ayat 3. <!±[endif]±>sukarela <!±[if !supportLists]±>c. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>menentukan harta warisan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Pak Dullah meninggal dunia dengan meninggalkan warisan dan dua anak perempuan tanpa anak laki-laki. <!±[endif]±>½ bagian <!±[if !supportLists]±>b. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>menyenangkan <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>menentukan para ahli waris <!±[if !supportLists]±>b.<!±[if !supportLists]±>10. <!±[if !supportLists]±>a. Bagian anak perempuan itu adalah«. <!±[endif]±>¼ bagian <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>menentukan Undang-undang <!±[if !supportLists]±>d. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Yang menyebabkan seseorang tidak memperoleh harta warisan adalah«. <!±[endif]±>memrdekakan <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>melaksanakan pembagian harta pusaka <!±[if !supportLists]±>13. <!±[endif]±>seagama <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>adil <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>menentukan bagian masingmasing ahli waris <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>kekeluargaan <!±[if !supportLists]±>c.

<!±[endif]±>cucu laki-laki . <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>seorang anak laki-laki tunggal <!±[if !supportLists]±>16.<!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Berikut ini ahli waris yang mendapat seperenam. <!±[endif]±>anak perempuan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Berikut ini yang tidak mendapat warisan karena ada ahli waris dari pihak laki-laki dan perempuan yang lebih dekat adalah«. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>ibu bila ada anak atau cucu <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>parental <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>matrilineal <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>bapak jika ada anak atau cucu <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>anak laki-laki <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>1/3 bagian <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>perbandingan <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>ibu <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>1/6 bagian <!±[if !supportLists]±>14. <!±[endif]±>gana-gini <!±[if !supportLists]±>d.. <!±[endif]±>patrilineal <!±[if !supportLists]±>17. <!±[endif]±>saudara perempuan <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>suami/isteri <!±[if !supportLists]±>15. <!±[endif]±>nenek bila tidak ada ibu <!±[if !supportLists]±>d. kecuali«. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Sistem kekeluargaan yang menarik garis keturunan dari nenek moyang laki-laki disebut«. <!±[endif]±>seorang saudara seibu laki-laki atau perempuan <!±[if !supportLists]±>e. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Bapak dari bapak terhalang karena masih adanya«.

<!±[endif]±>saudara laki-laki <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>bapak <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Ahli waris kehilangan haknya menerima warisan. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>MUI <!±[if !supportLists]±>20. <!±[endif]±>Penerangan agama <!±[if !supportLists]±>d.<!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>KUA <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>asabah <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>nenek perempuan <!±[if !supportLists]±>c. karena ada ahli waris yang dekat dengan pewaris disebut«. <!±[endif]±>hijab <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>UU No 7 Tahun 1989 Bab III ayat 1 berisi tentang tugas dan wewenang« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>ahli akli <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>asabah binafsih <!±[if !supportLists]±>19. <!±[endif]±>hijab nuqsan <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>asabah <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Pengadilan agama <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Menteri negara <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>mahjub <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>hijab hirman <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Ahli waris yang berhak memperoleh harta warisan menurut syara¶ disebut« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>zawil furud . <!±[endif]±>aul <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>anak laki-laki saudara kandung <!±[if !supportLists]±>18.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful