MAWARIS

MAWARIS Posted by Bustamam Ismail on December 11, 2007 Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar terjadinya perpecahan

, bahkan pertumpahan darah antara sesama saudara atau kerabat dalam masalah memperebutkan harta waris. Sehubungan dengan hal itu, jauh sebelumnya Allah telah mempersiapkan dan menciptakan tentang aturanaturan membagi harta waris secara adil dan baik. Hamba Allah diwajibkan melaksanakan hukum-Nya dalam dalam semua aspek kehidupan. Barang siapa membagi harta waris tidak sesuai dengan hukum Allah akan menempatkan mereka di neraka selama-lamanya. Lihat Al-Qur¶an on line di google

Firman

Allah swt. Artinya:´ Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkan ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya dan baginya siksa yang menghinakan ´ (Q.S. An Nisa: 14)

A. Ketentuan Mawaris Mawaris ialah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari cara-cara pembagian harta waris. Mawaris disebut juga faraidh karena mempelajari bagian-bagian penerimaan yang sudah ditentukan sehingga ahli waris tidak boleh mengambil harta waris melebihi ketentuan. Adapun hukum mempelajarinya ialah fardhu kifayah. 1. Sebab-sebab seseorang menerima hartawarisan menurut Islam ialah sebagai berikut: a. Adanya pertalian darah dengan yang meninggal(mayat) baik pertalian ke bawah ataupun ke atas. b.Hubungan pernikahan, yaitu suami atau isteri. c.Adanya pertalian agama.Contoh jika seorang hidup sebatang kara, lalu meninggal maka harta waris masuk baitul mal. d.Karena memerdekakan budak. 2. Sebab-sebab seseorang tidak mendapat harta waris ialah sebagai berikut a.Hamba(budak) ia tidak cakap memiliki sebagaimana firman Allah swt. berikut. Lihat Al-Qur¶an on line di google Artinya: ´ Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami

Anak paman seayah sampai kebawah. lalu dia menafkahkan sebagian dari rezki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan. Pembunuh. Saudara laki-laki seibu 8. Artinya: ´Yang membunuh tidak dapat mewarisi sesuatu dari yang dibunuhnya ´ (H. 1. Paman kandung 11. Kakek sampai keatas garis ayah 5. Syarat berlakunya pewarisan ada tiga: a. Murtad dan kafir. Tidak penghalang untuk menerima harta warisan. yaitu antara pewaris atau yang mati. Anak paman kandung sampai kebawah. ditinjau jenisnya dapat dibagi dua. 1. Laki-laki yang memerdekakan 2. Ahli ada dua jenis lelaki dan perempuan . adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah. b. Ahli Waris wanita terdiri dari . 14. Ahli Waris lelaki terdiri dari. Saudara laki-laki kandung 6. orang yang keluar dari Islam. orang yang membunuh tidak dapat mewarisi harta dari yang dibunuh. murtad salah satunya. Suami 15. AHLI WARIS Ahli Waris ialah orang yang berhak menerima warisan. c. b. Anak laki-laki 2. B. Paman seayah 12. AnNahl:75). 3. 9. 10. 13. Saudara laki-laki seayah 7. Anak laki-laki saudara kandung sampai kebawah. Anak laki-laki saudara seayah sampai kebawah. baik secara hakiki atau hukmi. Adanya harta warisan. Ayah 4.S. Cucu laki-laki sampai keatas dari garis anak laki-laki. Nasai) c. 3. tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui´ ( Q.R. Sabda Rasulullah SAW. yaitu zawil furud dan ashobah.beri rezki yang baik dari Kami. Adanya yang meninggal dunia.

dua saudara perempuan kandung atau lebih d. a. 3. Ibu 4. Anak perempuan 2. Wanita yang memerdekakan Ditinjau dari sudut pembagian.dua anak perempuan atau lebih b. Nenek sampai keatas dari garis ibu 5. Cucu perempuan kalau sendiri c. Isteri 10. Saudara perempuan kandung kalau sendiri d. Cucu perempuan sampai kebawah dari anak laki-laki.1. 9. Terdiri dari Yang dapat bagian ½ harta.dua saudara perempuan seayah atau lebih . Ahli waris terbagi dua yaitu : Ashhabul furudh dan Ashobah. Saudara perempuan seayah 8. Yang Saudara perempuan seibu. Anak perempuan kalau sendiri b. Ashabul furudh yaitu orang yang mendapat bagian tertentu. Nenek sampai keatas dari garis ayah 6. Saudara perempuan kandung 7.dua cucu perempuan atau lebih c.Suami dengan anak atau cucu b. Yang mendapat 2/3 a. Suami Yang mendapat bagian ¼ harta a. 1. Saudara perempuan seayah kalau sendiri e.Isteri atau beberapa kalau tidak ada anak atau cucu Yang mendapat 1/8 Isteri atau beberapa isteri dengan anak atau cucu.

Yang mendapat 1/3 y y Ibu jika tidak ada anak. <!±[endif]±>Cucu perempuan bersama cucu laki-laki . h. Dua atau lebih anak ibu baik laki-laki atau perempuan Yang mendapat 1/6 y y y y y y y y Ibu bersama anak lk. Ayah bersama anak laki-laki atau cucu laki-laki Kakek jika tidak ada ayah Saudara seibu satu orang. k. Anak laki-laki Cucu laki-laki dari anak laki-laki terus kebawah Ayah Kakek dari garis ayah keatas Saudara laki-laki kandung Saudara laki-laki seayah Anak laki-laki saudara laki-laki kandung sampai kebawah Anak laki-laki saudara laki-laki seayah sampai kebawah Paman kandung Paman seayah Anak laki-laki paman kandung sampai kebawah Anak laki-laki paman seayah sampai kebawah Laki-laki yang memerdekakan yang meninggal Ashobah dengan dengan saudaranya <!±[if !supportLists]±>a. Ahli waris ashobah yaitu para ahli waris tidak mendapat bagian tertentu tetapi mereka dapat menghabiskan bagian sisa ashhabul furud. ashobah bighairi dan ashobah menghabiskan bagian tertentu Ashobah binafsihi adalah yang ashobah denga n sndirinya. e. Ashobah terbagi tiga jenis yaitu ashabah binafsihi. c. i. d. cucu dari grs anak laki-laki. 2. Nenek garis ibu jika tidak ada ibu dan terus keatas Nenek garis ayah jika tidak ada ibu dan ayah terus keatas Satu atau lebih cucu perempuan dari anak laki-laki bersama satu anak perempuan kandung Satu atau lebih saudara perempuan seayah bersama satu saudara perempuan kandung. <!±[if !supportLists]±>b. baik laki-laki atau perempuan. f. <!±[endif]±>Anak perempuan bersama anak laki-laki atau cucu laki. j.. m. b. cucu lk atau dua atau lebih saudara perempuan kandung atau perempuan seibu. dua saudara kandung/seayah atau seibu. l. g. Tertib ashobah binafsihi sebagai berikut: a.

<!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Utang yang belum dibayar <!±[if !supportLists]±>3. <!±[endif]±>anak kandung laki/perempuan <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Wasiat <!±[if !supportLists]±>D. <!±[endif]±>Saudara perempuan seayah bersama saudara lakilaki seayah. <!±[endif]±>Anak perempuan kandung satu orang bersama cucu perempuan satu atau lebih (2/3). <!±[endif]±>Nenek dari garis ayah gugur haknya karena adanya ayah dan ibu <!±[if !supportLists]±>3. <!±[endif]±>Nenek dari garis ibu gugur haknya karena adanya ibu. <!±[if !supportLists]±>2. <!±[endif]±>Saudara perempuan kandung bersama saudara perempuan seayah (2/3) <!±[if !supportLists]±>C. <!±[endif]±>cucu baik laki-laki/perempuan dari garis laki-laki <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Saudara seayah baik laki-laki/perempuan gugur haknya oleh : <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Zakar yang belum dikeluarkan <!±[if !supportLists]±>4. <!±[endif]±>Hajib dan mahjub <!±[if !supportLists]±>1. <!±[endif]±>HARTA YANG HARUS DIKELUARKAN Harta yang harus dikeluarkan sebelum dibagikan kepada ahli waris: <!±[if !supportLists]±>1. <!±[endif]±>Saudara perempkuan kandung bersama saudara laki-laki kandung atau saudara laki-laki seayah. <!±[endif]±>kakek <!±[if !supportLists]±>4.<!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Biaya jenazah <!±[if !supportLists]±>2. <!±[endif]±>Saudara seibu gugur haknya baik laki-laki ataupun perempuan oleh: <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>ayah . Menghabiskan bagian tertentu <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>bapak <!±[if !supportLists]±>d. <!±[if !supportLists]±>b.

<!±[endif]±>Saudara laki-laki kandung <!±[if !supportLists]±>5.<!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>cucu laki-laki dari garis laki-laki <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Cucu perempuan <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Ibu <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>ayah <!±[if !supportLists]±>6. <!±[endif]±>Jika semua ahli waris itu laki-laki yang dapat bagian ialah. <!±[endif]±>anak laki-laki <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Anak perempuan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Anak laki-laki saudara kandung menggugurkan anak lk saudara seayah . <!±[endif]±>Saudara perempuan kandung <!±[if !supportLists]±>8. <!±[endif]±>anak laki-laki kandung <!±[if !supportLists]±>c. maka yang dapat warisan ialah: <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>cucu laki-laki dari garis anak lakilaki <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Jika semua ahli waris itu semuanya perempuan dan ada semua. <!±[endif]±>Isteri <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Urutan pembagian antara saudara laki-laki kandung/ saudara laki-laki seayah sampai kebawah dan urutan paman kandung / paman seayah sampai kebawah. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>suami <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>ayah <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>anak laki-laki <!±[if !supportLists]±>7. <!±[endif]±>Saudara menggugurkan saudara seayah( L/P ) <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Saudara laki-laki/perempuan kandung gugur haknya oleh: <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Saudara menggugurkan anak lk saudara kandung laki-laki kandung laki-laki seayah <!±[if !supportLists]±>c.

Prinsipnya sama dengan hukum yang bersumber dengan Al-Qur¶an dan Hadits. Bab. karena perbuatan mengubah hukum Allah ialah dosa. Semenjak hukum itu diciptakan tidak pernah mengalami perubahan. <!±[endif]±>Cucu laki-laki saudara seayah menggugurkan Paman kandung <!±[if !supportLists]±>g. ketentuan umum. Hukum waris ini diciptakan untuk dilaksanakan secara wajib oleh seluruh umat Islam. berisi tentang ahli waris Bab. <!±[endif]±>Warisan dalam UU No 7 Tahun 1989 Hukum waris dalam Islam ialah berasal dari wahyu Allah dan diperjelas oleh rasulNya. V terdiri atas 13 pasal. <!±[if !supportLists]±>E. . II terdiri atas 5 pasal. berisi masalah wasiat Demikianlah selayang pandang tentang Undang-Undang no 7 tahun 1989. Terdiri atas 16 pasal. berisi tentang aul dan rad. <!±[endif]±>Paman seayah menggugurkan anak laki-laki paman kandung <!±[if !supportLists]±>i. <!±[endif]±>Anaklaki-laki paman seayah menggugurkan cucu lk paman kandung <!±[if !supportLists]±>k. <!±[endif]±>Anak laki-laki saudara seayah menggugurkan cucu lk saudara kandung. Semenjak dsahulu sampai sekarang umat Islam senantiasa memegang teguh hukum waris yang diciptakan Allah yang bersumber pada kitab suci Al-Qur¶an dan Hadits Rasulullah. I terdiri atas 1 pasal . <!±[endif]±>Cucu laki-laki paman kandung menggugurkan cucu lk paman seayah. <!±[if !supportLists]±>e. Dalam Undang undang no 7 Tahun 1989. berisi tentang besarnya bagian ahli waris Bab. Bab. <!±[endif]±>Anak laki-laki paman kandung menggugurkan anak lk paman seayah <!±[if !supportLists]±>j. demikian seterusnya. <!±[endif]±>Cucu laki-laki saudara kandung menggugurkan cucu lk saudara seayah dts <!±[if !supportLists]±>f. III. hukum waris itu dicamtumkan secara sistematis dalam 5 bab yang tersebar atas 37 fasal dengan perincian sebagai berikut: Bab. <!±[endif]±>Paman kandung menggugurkan paman seayah <!±[if !supportLists]±>h.<!±[if !supportLists]±>d. IV terdiri atas 2 pasal.

000. <!±[endif]±>arham <!±[if !supportLists]±>b. soal A.00. kecuali«.000. dan 2anak laki-laki.00.00 seorang anak laki-laki adalah Rp 55. Ahli waris yang dapat bagian tertentu disebut«.000.000. <!±[endif]±>asabah <!±[if !supportLists]±>d.00= Rp 55. <!±[endif]±>Berilah tanda silang( x) pada salah satu huruf a.Rp 11. <!±[endif]±>isteri . Cara menghitung dan membagikan warisan.000.b.000.00 = Rp 27. Bapak dapat bagian 1/6 Rp 66. <!±[endif]±>anak <!±[if !supportLists]±>b.000. 1. <!±[if !supportLists]±>a.00 2 Kakek terhalang oleh ayah LATIHAN <!±[if !supportLists]±>A.500.d atau e di depan jawaban yang paling tepat ! 1. <!±[endif]±>wala¶ <!±[if !supportLists]±>e.000.000.00 2 anak laki-laki adalah asobah Rp 66. <!±[endif]±>saudara perempuan <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>murtad <!±[if !supportLists]±>2.F.meninggal dunia harta waris Rp 66.000.000.00 = Rp 11. <!±[endif]±>mertua <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>cucu <!±[if !supportLists]±>c. Berapa bagian masing-masing? Jawab. <!±[endif]±>Berikut ini orang-orang yang menerima warisan.c.000.000. <!±[if !supportLists]±>a. Ahli waris terdiri dari kakek.bapak. <!±[endif]±>furudul muqaddaroh <!±[if !supportLists]±>c.000.000.

<!±[endif]±>sepertiga <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Ilmu yang mempelajari tentang cara-cara membagi harta warisan terhadap ahli waris yang berhak menerima dalam agama Islam disebut«. maka besar bagiannya adalah« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>seperdua <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>UU No 17 Tahun 1989 <!±[if !supportLists]±>d. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Ilmu tafsir <!±[if !supportLists]±>4. <!±[endif]±>Seorang isteri ditinggal mati suaminya dan ia meninggalkan anak. <!±[endif]±>seperenam <!±[if !supportLists]±>6. <!±[endif]±>hakim agama faktor yang . <!±[endif]±>UU No 9 Tahun 1989 <!±[if !supportLists]±>5. <!±[endif]±>Ilmu tahid <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>UU No 5 Tahun 1989 <!±[if !supportLists]±>e.<!±[if !supportLists]±>3. <!±[endif]±>UU No 10 Tahun 1975 <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>memerdekakan <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Ilmu fikih <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Berikut ini adalah menyebabkan seseorang memperoleh harta waris. <!±[endif]±>perkawinan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>seperdelapan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>UU No 7 Tahun 1989 <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Ilmu faraid <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>Undang-undang yang mengatur masalah pembagian waris di negara kita adalah« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>keluarga <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Ilmu kalam <!±[if !supportLists]±>e. kecuali« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>seperempat <!±[if !supportLists]±>d.

<!±[endif]±>Mengatur masalah wasiat . <!±[endif]±>Mengatur hukum pidana <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>tidak menyengsarakan keluarga yang ditinggalkan <!±[if !supportLists]±>9. <!±[endif]±>Menyelesaikan masalah sedekah <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>ketaatan kepada Allah <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>hubungan kekeluargaan tetap harmonis <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>dua saudara perempuan atau lebih yang sebapak <!±[if !supportLists]±>8. <!±[endif]±>menegakkan keadilan <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>anak perempuan tunggal. <!±[endif]±>Mengatur masalah warisan <!±[if !supportLists]±>d. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>yang tertua akan mendapat lebih banyak <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Berikut ini adalah tugas pengadilan agama sesuai dengan UU No 7 Tahun 1989 pasal 49 ayat 1. <!±[endif]±>Berikut ini ahli waris yang mendapat bagian setengah. <!±[endif]±>suami. tidak ada anak laki-laki <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>seagama <!±[if !supportLists]±>7. <!±[endif]±>Menyelesaikan masalah wakaf <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>saudara perempuan tunggal yang sebapak <!±[if !supportLists]±>c.kecuali«. <!±[endif]±>Berikut ini merupakan hikmah mawaris. meninggalkan anak/cucu bila isteri tidak <!±[if !supportLists]±>e. kecuali« <!±[if !supportLists]±>a. kecuali«..<!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>saudara perempuan tunggal seibu sebapak <!±[if !supportLists]±>d. <!±[if !supportLists]±>a.

<!±[if !supportLists]±>10. <!±[endif]±>melaksanakan pembagian harta pusaka <!±[if !supportLists]±>13. <!±[endif]±>Tujuan pembagian harta warisan secara Islam ialah agar dapat dilakukan secara«. <!±[endif]±>perkawinan <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>menentukan para ahli waris <!±[if !supportLists]±>b. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>berat sebelah <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>seagama <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>sama rata <!±[if !supportLists]±>11. <!±[endif]±>¼ bagian <!±[if !supportLists]±>c. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Pak Dullah meninggal dunia dengan meninggalkan warisan dan dua anak perempuan tanpa anak laki-laki. <!±[endif]±>Menurut UU No 7 Tahun 1989 pasal 49 ayat 3. <!±[endif]±>adil <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>hamba <!±[if !supportLists]±>12. <!±[endif]±>menentukan harta warisan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>menentukan Undang-undang <!±[if !supportLists]±>d. pengadilan agama tidak berperan dalam hal «. <!±[endif]±>sukarela <!±[if !supportLists]±>c. <!±[if !supportLists]±>a. Bagian anak perempuan itu adalah«. <!±[endif]±>2/3 bagian . <!±[endif]±>memrdekakan <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>menentukan bagian masingmasing ahli waris <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>½ bagian <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Yang menyebabkan seseorang tidak memperoleh harta warisan adalah«. <!±[endif]±>kekeluargaan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>menyenangkan <!±[if !supportLists]±>e.

<!±[endif]±>seorang anak laki-laki tunggal <!±[if !supportLists]±>16.. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Berikut ini ahli waris yang mendapat seperenam. <!±[endif]±>1/6 bagian <!±[if !supportLists]±>14. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>bapak jika ada anak atau cucu <!±[if !supportLists]±>b. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>suami/isteri <!±[if !supportLists]±>15. <!±[endif]±>parental <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>1/3 bagian <!±[if !supportLists]±>e.<!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>gana-gini <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>nenek bila tidak ada ibu <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>perbandingan <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Berikut ini yang tidak mendapat warisan karena ada ahli waris dari pihak laki-laki dan perempuan yang lebih dekat adalah«. kecuali«. <!±[endif]±>Sistem kekeluargaan yang menarik garis keturunan dari nenek moyang laki-laki disebut«. <!±[endif]±>patrilineal <!±[if !supportLists]±>17. <!±[endif]±>matrilineal <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>anak perempuan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>ibu bila ada anak atau cucu <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Bapak dari bapak terhalang karena masih adanya«. <!±[endif]±>saudara perempuan <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>ibu <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>anak laki-laki <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>seorang saudara seibu laki-laki atau perempuan <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>cucu laki-laki . <!±[if !supportLists]±>a.

<!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>MUI <!±[if !supportLists]±>20. <!±[endif]±>aul <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>Pengadilan agama <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>UU No 7 Tahun 1989 Bab III ayat 1 berisi tentang tugas dan wewenang« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>anak laki-laki saudara kandung <!±[if !supportLists]±>18. <!±[endif]±>hijab <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>asabah <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Penerangan agama <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>mahjub <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>saudara laki-laki <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>asabah binafsih <!±[if !supportLists]±>19. <!±[endif]±>ahli akli <!±[if !supportLists]±>c. karena ada ahli waris yang dekat dengan pewaris disebut«. <!±[endif]±>KUA <!±[if !supportLists]±>b. <!±[endif]±>Ahli waris yang berhak memperoleh harta warisan menurut syara¶ disebut« <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>hijab hirman <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>asabah <!±[if !supportLists]±>d. <!±[endif]±>zawil furud . <!±[endif]±>nenek perempuan <!±[if !supportLists]±>c. <!±[endif]±>Ahli waris kehilangan haknya menerima warisan. <!±[if !supportLists]±>a. <!±[endif]±>Menteri negara <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>bapak <!±[if !supportLists]±>e. <!±[endif]±>hijab nuqsan <!±[if !supportLists]±>d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful