FPB dan KPK

Konsep Habis Dibagi ‡ Definisi: Jika a suatu bilangan asli dan b suatu bilangan bulat. maka a membagi habis b (dinyatakan dengan a|b) jika dan hanya jika ada sebuah bilangan bulat c demikian sehingga b = ac. maka dapat dikatakan bahwa : a pembagi b a faktor b b kelipatan a b habis dibagi a . ‡ Jika a membagi b.

. ‡ Ada dua metode yang umum digunakan untuk menemukan semua faktor prima bilangan komposit.Pemfaktoran prima ‡ Bilangan komposit dapat ditulis sebagai hasil kali semua pembaginya yang prima.

90 90 = 2.Pemfaktoran prima (2) ‡ Metode pertama adalah dengan melakukan pembagian berulang dimulai dengan bilangan prima terkecil 2.15 15 = 3.5 .3.5 180 = 2.2.3.45 45 = 3. dan diteruskan sampai semua faktor prima yang diperoleh terakhir tersebut ‡ Contoh: ‡ Carilah faktor prima dari 180 180 = 2.

2. ada cara lain yakni dengan menggunakan pohon faktor.2.Pemfaktoran prima (3) ‡ Metode kedua adalah melakukan pemfaktoran bilangan ke dalam sebarang dua faktor yang dikenal dan kemudian memfaktorkan faktorfaktor tersebut: ‡ 180 = (15) (12) = (5.3)(4.3.5 Selain kedua metode tersebut. .3)(2.3) = 2.3) = (5.3.

adalah bilangan bulat positip terbesar r demikian sehingga r|p dan r|q. Hal ini dinotasikan sebagai berikut: ‡ r = FPB (p. jelas bahwa FPB dari dua bilangan bulat positif adalah bilangan bulat terbesar yang membagi keduanya.q). p dan q. ‡ Dari definisi di atas. .Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) ‡ Definisi: Faktor persekutuan terbesar (disingkat FPB) dari dua bilangan bulat positif.

Pemfaktoran 2. Algoritma Euclid . Pemfaktoran Prima 3.FPB (2) ‡ Cara Menentukan FPB 1.

210) = 6 ‡ FPB (84. 42. 2. 11. 21. 12. ‡ FPB (84. 6. 210) = 6. 28. 2. 210 ‡ Dari ketiga bilangan yang memiliki faktor yang sama yaitu 6. 7. 3. 6. 30.198) = 6 ‡ FPB (198. 15. 210) = 42 . Sehingga FPB (84. 7. 3. ‡ Kita tentukan masing-masing faktornya : ‡ Factors of 84 : 1. 198 Factors of 210 : 1. menentukan FPB dari 84. 198. 4. 99. 2. 18. 198. Pemfaktoran ‡ Contoh dengan metode pemfaktoran. 21. 70. 14. 14. 66. 3. 5. 6. 9. 10. dan 210.FPB (3) 1. 42. 35. 105. 33. 22. 84 Faktor dari 198 : 1.

‡ FPB (207. dan hasil perkalian bilangan prima yang merupakan faktor persekutuan kedua bilangan tersebut adalah FPB-nya. ‡ Faktorisasi prima dari. Pemfaktoran Prima ‡ Tulis bilangan-bilangan tersebut sebagai perkalian bilangan prima. 270 = 2 x 33 x 5 504 = 23 x 32 x 7 ‡ Dapat juga dinyatakan 270 = (2 x 32) x (3 x 5) 504 = (2 x 32) x (22 x 7) ‡ Sehingga (2 x 32) sebagai faktor persekutuan terbesar 270 dan 504.FPB (4) 2. 504) = 18 .

Algoritma Euclid ‡ Dengan cara seperti di atas tidak praktis jika bilangan yang akan dicari FPB bilangan yang besar.FPB (5) 3. ‡ Dalam hal demikian diperlukan metode yang lebih praktis untuk menemukan FPB-nya. . Metode ini mendasarkan pada Algoritma Pembagian dengan berulang.

jika a dan b bilanganbilangan bulat positip dengan a b . ‡ Metode menemukan pembagi persekutuan terbesar dengan menggunakan Algoritma Pembagian tersebut dikenal sebagai Algoritma Euclides.FPB (6) ‡ Menurut Algoritma Pembagian. r bilangan cacah. dan r adalah sisa jika a dibagi oleh b. ‡ Jadi. bilangan bulat positip a dan b. menurut Algoritma Euclides. r). a b selalu dapat ditulis sebagai : a = bq + (r). dengan q bulat positif. dan 0 r < b. b) = FPB (b. . maka ‡ FPB (a.

1029) = 21 ‡ FPB (589.FPB (7) ‡ Contoh Penggunaan Algoritma Euclid ‡ FPB (1071.494) = 19 a 1071 1029 42 21 b 1029 42 21 0 r 42 21 0 a 589 494 95 19 b 494 95 19 0 r 95 19 0 .

‡ Perhatikan bahwa semua bilangan bulat positif kurang dari bilangan prima p adalah relatif prima terhadap p. 3. 120) = 1. dan 6 adalah relatif prima terhadap bilangan prima 7. ‡ Contoh : 3 dan 5 adalah relatif prima karena FPB(3. . ‡ Misalkan setiap bilangan 1. 9 dan 132 bukan relatif prima karena FPB(9. 4. 2.Relatif Prima ‡ Definisi: Jika faktor persekutuan terbesar dua bilangan bulat positif p dan q adalah 1. maka p dan q disebut relatif prima. 132) = 3. 5) = 1 31 dan 120 adalah relatif prima karena FPB(31. 5.

‡ Hal ini ditulis: m = KPK (p.4)= 20 KPK (7.Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) ‡ Definisi: Bilangan bulat positip m adalah kelipatan persekutuan terkecil (disingkat KPK) dua bilangan bulat positip p dan q jika dan hanya jika m adalah bilangan bulat positip terkecil yang dapat dibagi oleh p dan q. ‡ Dari definisi di atas.q) Contoh : KPK (5. 12) = 60. jelas bahwa kelipatan persekutuan terkecil dua bilangan bulat adalah bilangan bulat positip yang habis dibagi kedua bilangan tersebut. . 6) =42 KPK (15.

KPK (2) ‡ Cara Menentukan KPK 1. Rumus [FPB (p.q)] = p x q . Pemfaktoran Prima 3. Menemukan himpunan kelipatan persekutuan dan kemudian memilih yang terkecil 2.q)] x [KPK (p.

60. 72. 100. 20. 50. 162. 84. 150. Menemukan himpunan kelipatan persekutuan dan kemudian memilih yang terkecil ‡ contoh Kelipatan Persekutuan Terkecil dari: 10. 130. 90. 144. 30. 54. 48. 156. 110. 96. 36.12. 168. 24.190 Kelipatan dari 12 : 12. 120. 160. 192. 180.KPK (3) 1. 70. 120. 126. 144.18) = 180 . 90. 180. 140. 204 Kelipatan dari 18 : 18. 170. 72. 180. 80. 60. dan 18 Kelipatan dari 10 : 10. 36. 198 Jadi KPK (10. 108. 12. 40. 108. 132.

7 Pangkat maksimum 2 adalah 5 3 adalah 3 5 adalah 2 7 adalah 1 Oleh karena itu.KPK (4) 2. 1080.3. 672) ‡ Contoh menggunakan faktorisasi prima : 3600 = 24 x 32 x 52 1080 = 23 x 33 x 5 672 = 25 x 3 x 7 Bilangan yang merupakan faktor prima : 2.200 . Pemfaktoran Prima ‡ KPK (3600.5. KPK adalah 25 x 33 x 52 x 7 = 151.

124 = 18104 ÷ 2 = 9052 .124) = (146 x 124) ÷ FPB (146. Rumus: [FPB (p.KPK (5) 3.q)] = p x q ‡ KPK(146.q)] x [KPK (p.

96. kemudian dicari KPK bilangan r dan s misalkan terdapat m2.s) = KPK (m1. Jawab: KPK (42. s.q. q. 104. m2 ). r. 18) = KPK (672.r. 18. 18) = 936 KPK (42. sepasang demi sepasang. 96. 936) = 26208 .KPK (6) ‡ KPK tiga atau lebih bilangan bulat positip dapat ditemukan dengan terlebih dahulu mencari KPK dari bilangan-bilangan itu. 104. 96) = 672 dan KPK (104. ‡ Maka KPK (p. ‡ Contoh : Carilah KPK dari 42. maka dicari dulu KPK bilangan p dan q misalkan terdapat m1. ‡ Misalkan akan dicari KPK dari p.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful