POTENSIOMETRI

MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Analisis Instrumentasi Yang dibina oleh Ibu Dra. Hayuni Retno W dan Bapak Dsr. M. Sodiq Ibnu MS

oleh kelompok 1 1. Atika 2. Yuski Sudana 3. Bachtiar 4. S 5. As 6. Sd 7. Sd 8. As 9. S

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN KIMIA Januari 2011

POTENSIOMETRI A. Pendahuluan Potensiometri adalah suatu cara analisis berdasarkan pengukuran beda potensial sel dari suatu sel elektrokimia. Di dalam potensiometri dapat dipelajari hubungan antara konsentrasi dengan potensial. Sejak permulaan abad ini metode potensiometri telah digunakan untuk mendeteksi titik akhir titrasi. Sekarang metode ini dapat digunakan secara langsung untuk menentukan konsentrasi suatu ion (ion selective electrode), pH suatu larutan, dan menentukan titik akhir titrasi. Alat-alat yang diperlukan dalam metode potensiometri adalah (1) elektrode pembanding (refference electrode) (2) elektroda indikator ( indicator electrode ) (3) alat pengukur potensial. Komponen-komponen tersebut disusun membentuk suatu sel potensiometri seperti pada gambar 1.

Gambar 1 Sel Potensiometri

Dari diagram skematik pada gambar 1 terlihat bahwa sel potensiometri disusun dari dua setengah sel yang dihubungkan dengan jembatan garam yang berfungsi penyeimbang muatan larutan pada masing-masing setengah sel, selain

2.itu juga berfungsi sebagai penghubung antara dua setengah sel tersebut. Sistem penulisan bila lebih dari satu komponen dalam satu larutan yang terlibat dalam reaksi sel.). Masingmasing setengah sel terdapat elektroda yang tercelup dalam larutan elektrolit untuk ditentukan konsentrasinya oleh potensial elektrodanya. yaitu: 1. Pemisahan sistem setengah sel dari dua jenis setengah sel yang membentuksel elektrokimia digunakan garis tegak ganda atau miring. yaitu elektroda tempat terjadi reaksi reduksi sebagai berikut. Pemisahan elektrode ini diperlukan untuk mencegah terjadinya reaksi redoks spontan dari laruanlarutan elektrolit yang digunakan dalam sel potensiometri Dari aturan yang dipakai dalam disiplin ilmu kimia bahwa elektroda sebelah kiri dianggap sebagai anoda. Ag+ (aq) + eAg (s) Dengan menjumlahkan kedua persaamaan setengah reaksi diatas. dimana terjadi proses oksidasi Zn sebagai berikut. Penulisan sel elektrokimia untuk potensiometri memilki beberapa aturan dalam cara penulisannya. . Zn (s) Zn2+ (aq) + 2e- dan elektroda sebelah kanan disebut sebagai katoda. Zn (s) + Ag+ (aq) 2Ag (s) + Zn2+ (aq) Untuk menggambarkan sel elektrokimia dari potensiometri tidak harus digambar diagram skematiknya. karena terdapat suatu notasi sel yang mampu menggambarkan perbedaan fasa dalam sel elektrokimia dan telah disepakati oleh ilmuwan kimia dunia . 3. maka persamaan reaksi untuk sel elektrokimia adalah sebagai berikut. Urutan penulisan dimulai dari elektroda logam kemudian elektrolitnya dengan batas antar keduanya digunakanngaris tegak atau miring. Sehingga notasi sel untuk gambar 1 adalah . setiap komponen yang terlibat dipisahkan dengan tanda koma (.

………………………………………. dan Q adalah reaksi quosien. n jumlah elektron yang terlibat dalam rekasi reduksi.(1) Dimana Eo adalah standart potensial reduksi. dalam hal ini hubungan antara potensial sel dan konsentrasi dapat dijelaskan melalaui persamaan nerst.Potensiometri digunakan sebagai salah satu metode untuk mengukur konsentrasi suatu larutan. T adalah temperatur dalam Kelvin. F adalah konstanta faraday. R konsanta gas. Jika temperatur dalam laboraorium 25oC atau 298 K dan mengubah ln ke log.(2) Dimana E dinyatakan dalam satuan volt Mengingat bahwa potensial dari sel elektrokimia potensiometri adalah …………………………………………………(3) Kemudian dengan menggunakan persaaman 2 untuk menghitung potensial dari sel elektrokimia dari gambar 1 dituliskan sebagai berikut: Maka harga potensial untuk sel elektrokimia dari gambar 1 adalah . maka diperoleh persamaan berikut: ………………………………….

Pasangan elektrode pembanding adalah elektrode . dan kebanyakan dari tabel referensi standart potensial sel dinyatakan dalam suhu 25oC. Misalnya potensial standart untuk reaksi redoks Fe3+/Fe2+ dalam larutan 1 M HClO4 adalah +0.Walaupun penentuan harga potensial dapat ditntukan dengn mudah menggunakan persamaan nerst. Kebanyakan tabel standart potensial reduksi juga memasukkan data mengenai daftar potensial formal yang digunakan. 1M HCl sebesar +0. dan sama sekali tidak peka terhadap komposisi larutan yang sedang diselidiki. bukan konsentrasi dari larutan elektrolit yang digunakan. Pergantian larutan yang semakin negatif dengan penambahan konsentrasi HCl mempunyai kecenderungan untuk membentuk kompleks dengan Fe3+ daripada Fe2+. Masalah lain dalam penggunaan persamaan nerst adalah fungsi aktivitasnya. Suatu elektrode yang memenuhi persyaratan diatas disebut elektrode pembanding (refference electrode ).70 V. diperlukan suatu elektrode dengan harga potensial setengah sel yang diketahui. Masalah ini bisa diminimalisir dengan mengganti potensial standart sel dengan formal potensial yang bergantung pada matriks. Kesulitan ini akan ditemui ketika mengatur temperatur tetap pada suhu 25oC atau ketika ingin mengukur pada temperatur tersebut. Sebagai hasil dari potensial sel dimungkinkan terbentuknya efek matriks. dan dalam 10 M HCl sebesar +0. B. konstan. ada beberapa kasus yang diluar perkiraan.53 V.767 V. Salah satunya adalah bahwa standart potensial sel bergantung dari temperatur. Elektroda pembanding Di dalam beberapa penggunaan analisis elektrokimia. Masalah ini muncul ketika analit terlibat dalam reaksi kesetimbangan.

Notasi setengah sel dari elektroda hidrogen adalah : Pt/H2 (atm).indikator (disebut juga working electrode) yang potensialnya bergantung pada konsentrasi zat yang sedang diselidiki. Sehingga. Elektroda pembanding primer Contoh dari elektroda jenis ini adalah elektroda hidrogen stndart. sehingga reaksi H2 <====> 2 H+ + 2 e Dapat berlangsung dengan cepat dan reversible. 1. Ada dua jenis elektrode pembanding akan diuraikan berikut ini. Elektroda ini terbuat dari platina hitam agar penyerapan gas hidrogen pada permukaan elektroda dapat terjadi secara maksimal. Rangakian dari setengah sel dengan elektroda standart hidrogen dapat dilihat pada gambar 2. Potensial setengah sel dari elektroda pembanding primer adalah nol volt. H+ (M) atau H+ (M). H2 (atm)/Pt .

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3. Elektroda kalomel Elektroda ini terbuat dari tabung gelas atau plastik dengan panjang ± 10 cm dan garis tengah 0. Elektroda pembanding sekunder Elektroda standart sekunder adalal elektroda yang sering digunakan dan banyak terdapat di pasar dariapa elektroda standart sekunder karena penggunaannya yang lebih praktis. Hg2Cl2 dan KCl jenuh dan dihubungkan dengan larutan KCl jenuh melalui lubang kecil.Gambar 2 Diagram Skematik Elektroda Standart Hidrogen Elektroda standart hidrogen jarang digunakan dalam proses analisis. Kontak elektroda ini dengan larutan yang akan diuur petensialnya melalui suatu penyekat yang terbuat dari porselin atau asbes berpori. 2. tetapi hal ini penting karena elektroda standart yang digunakan untuk menentukan standart potensial sel pada standart setengah sel elektrokimia. Ada dua macam elektroda standart sekunder yaitu elektroda kalomel dan elektroda perak/perak klorida.5-1 cm yang tdicelupkan ke dalam air raksa yang kontak dengan lapisan pasta Hg/HgCl2 yang terdapat pada tabung bagian dalam yang berisi campuran Hg. a. .

dan harga konsentrasi ini harus dituliskan untuk menjelaskan elektroda. || Hg2CI2 (sat’d). . SCE) biasanya banyak digunakan oleh para pakar kimia analitik karena banyak tersedia di pasaran dan konsentrasi klorida tidak mempengaruhi harga potensial elektroda. Hg 2CI2 (s) + 2 e - 2H g {i) + 2 Cl Potensial sel ini akan bergantung pada konsentrasi klorida x (pada kalomel yang tidak jenuh).244 V pada 25 °C dibandingkan terhadap elektroda hidrogen standart. Elektroda kalomel jenuh (saturated calomel electrode.Gambar 3 Diagram Skematik Elektroda Kalomel Setengah sel elektrode kalomel dapat ditunjukan sebagai. KCI (x M) | Hg Dengan x menunjukkan konsentrasi KCI didalam larutan. Reaksi elektroda dapat dituliskan sebagai. Harga potensial SCE adalah 0.

199 V (jenuh) dan 0. elektroda perak lebih unggul dalam temperatur yang tinggi. KCI (xM) | Ag Reaksi setengah selnya adalah AgCI (s) + e.5M) pada 25 °C.5 M KCI yang harga potensialnya dalah 0. Elektroda perak Elektroda pembanding yang mirip dengan elektroda calomel adalah terdiri dari suatu elektroda perak yang dicelupkan kedalam larutan KCI yang dijenuhkan dengan AgCI. Elektroda ini dapat digunakan pada suhu yang lebih tinggi sedangkan elektroda kalomel tidak.205 V (3. Namun. Setengah sel elektroda perak dapat ditulis : || AgCI (sat’d). elektroda perak/perak klorida mempunyai kecenderungan untuk bereaksi dengan larutan membentuk kompleks perak yang .< = > A g (s) + CIBiasanya elektroda ini terbuat dari suatu larutan jenuh atau 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 4 Diagram Skematik Elektroda Perak/Perak Klorida Jika dibandingkan dengan elektroda kalomel.b.

059/2) log [1/Cu2+] E = E°Cu . E = E°Cu . Elektroda logam Potensial dari elektroda logam ditentukan dari posisi reaksi redoks ketika elektroda dan larutan bertemu. Elektroda logam dapat dikelompokkan ke dalam elektroda jenis pertama (first kind). Elektroda indikator Elektroda indikator dibagi menjadi dua kategori. elektroda tembaga. 1.terdapat tiga macam elektroda logam yaitu elektroda logam jenis pertama. yaitu : elektroda logam dan elektroda membran. Elektroda jenis pertama Elektroda jenis pertama adalah elektroda yang langsung berkeseimbangan dengan kation yang berasal dari logam tersebut. elektroda redoks.(0.(0. elektroda jenis ketiga (third kind). a. C.tidak larut yang memungkinkan menyumbat jembatan garam yang menghubungkan larutan dan elektroda. dan elektroda logam jenis ketiga. Contoh. elektroda logam jenis kedua.059/2) pCu . Cu2+ + 2e <==> Cu (s) sehingga. elektroda jenis kedua (second kind).

+ 2 e.(0. Reaksi pada elektroda adalah.] E = E0 .059/2) log { [Y4. Sehingga persamaannya menjadi.== Hg (l) + Y 4. E = 0.059/1) log [Cl.059 pCl Contoh lain. Pengukurannya didasarkan pada sifat elektroda raksa dalam larutan kompleks stabil Hg(II)-EDTA encer.(0. E = K .21 .dengan pCu adalah .3 x 1021).log [Cu2+]. reaksinya dapat ditulis. seng dan timbal. elektroda raksa untuk mengukur konsentrasi anion EDTA (disingkat Y4-). Logam lain yang mempunyai sifat dapat balik (reversibel) meliputi.059/2) log {1 / [HgY2. Karena kompleks ini sangat stabil (untuk HgY2-.] / [HgY2.(0.059/2) pY dengan K = 0. E = E0 . HgY2.21 . Kf = 6. perak. maka konsentrasi HgY2diangap tetap.21 V Untuk reaksi tersebut berlaku.] } . AgCl (s) + e == Ag (s) + Cl - sehingga.059/2) log [Y4. raksa.(0.ke dalam larutan.0.] E = K . jadi elektroda tembaga mengukur langsung pCu. Elektroda jenis kedua Elektroda jenis kedua adalah elektroda yang harga potensialnya bergantung pada konsentrasi suatu anion yang dengan ion yang berasal dari elektroda membentuk endapan aatau ion kompleks yang stabil.E = 0. kadmium. elektroda perak untuk halida.] } Untuk menggunakan sistem elektroda ini perlu ditambahkan sedikit HgY2.(0. b. Contoh.

0.c. emas.(0. 2. elektroda Hg dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi Ca2+. karena dapat menentukan ion tertentu. Elektroda membran biasa disebut dengan elektroda selektif ion (ion selective electrode. CaY2Dengan < == > Ca2+ + Y menggabungkan 4- Kf = [Ca2+] [Y 4-] / [CaY2.059/2) log [Y4. maka kesetimbangan baru akan terbentuk.] konstanta pembentukan kompleks CaY2- harga dengan persamaan sebelumnya didapat. potensial elektrodanya dapat ditulis kembali.(0. ISE). Elektroda membran juga . E = K . Untuk elektroda Hg dengan kompleks EDTA seperti pada elektroda kedua. atau Cd2+ yang terdapat dalam larutan. Contoh. E = E0 .059 log [Ce3+]/[Ce4+] Dengan demikian elektroda platina dapat bertindak sebagai elektroda indikator di dalam titrasi cerimetri. Elektroda jenis ketiga Elektroda jenis ketiga adalah elektroda logam yang harga potensialnya bergantung pada konsentrasi ion logam lain.] Bila ditambahkan sedikit kompleks Ca(II)EDTA. dan paladium bertindak sebagai elektroda indikator pada reaksi redoks.059/2) log { Kf [CaY2-] / [Ca2+] } d. E = K . Zn2+. Contoh potensial elektroda platina di dalam larutan yang mengandung ion-ion Ce3+ dan Ce4+ adalah. Elektroda untuk sistem redoks Logam mulia seperti platina. Elektroda membran Elektroda membran telah digunakan dan dikembangakan cukup luas.

6% CaO. elektroda membran cairan. dan 72% SiO2. Elektroda membran kaca sering dijual dalam bentuk kombinasi antara indikator dan elektroda pembanding. elektroda padatan dan elektroda penunjuk gas. Hasil hidrasi dari membran menghasilkan muatan negatif. Salah satu contoh tipe kombinasi elektroda ditunjukkan pada gambar 5. Ion hidrogen dari larutan berdifusi kedalam membran dan membentuk ikatan yang lebih kuat dengan membran sehingga mampu menggeser keberadaan ion Na+ yang mengakibatkan konsentrasi ion H+ meningkat pada membran.digunakan untuk penentuan pH dengan mengukur perbedaan potensial antara larutan pembanding yang keasamannya tetap dan larutan yang dianalisis. Ketika dicelupkan ke dalam larutan berair. yang mampu bergerak menembus lapisan hidrat berfungsi sebagai ion penghitung. sebuah kaca yang terdiri dari 22% Na2O. hal ini merupakan bagian dari fungsi kerja membran silika. Elektroda membran dibagi empat macam yaitu elektroda membran kaca. Ion natrium. Elektroda membran kaca Kualitas paling bagus yang dijual dipasaran untuk elektroda membran kaca terbuat dari Corning 015. . Penggunaan satu elektroda sangat bermanfaat untuk pengukuran pH. a. -G. maka pada bagian luar dari membran akan terhidrat sampai 10nm sampai beberapa jam.

maka E = Eo – 0. Persamaan yang berlaku adalah Esel = Eo + 0.059 pH b.059 log aH+ Karena log a H+ = pH. elektroda membran kaca banyak dimanfaatkan untuk mengukur pH dari suatu larutan.Gambar 5 Diagram Skematik Kombinasi ELekroda membran Kaca untuk mengukur pH Sesuai dengan fungsinya. Elektroda membran padat .

1M).dengan notasi sebagai berikut: Hg/HgCl2.059 log [F-] E = Eo – 0. Ca2+. membran LaF3. Elektroda membran cair Elektroda membran cair adalah suatu fasa cair spesifik yang dibatasi oleh suatu dinding yang berpori inert seperti yang terlihat pada gambar 6. Cairan spesifik tersebut terdiri atas senyawa organik dengan berat molekul yang tinggi.KCl (jenuh) // larutan. AgCl/Ag Sebagai membran adalah kristal LaF3. Elektroda selektif ion polikristal ini dibentuk dari pelet tipis Ag2S atau campuran dari Ag2S dan garam perak atau lugam sulfida.1M).059 log pF c. tidak larut dalam air dan memiliki struktur yang memungkinkan terjadinya pertukaran ion antara ion bebas dalam larutan yang diukur dengan ion-ion yang terletak pada pusat kedudukan molekul cairan spesifik tersebut contoh: Na+. Pb2+. K+. . NaF (0.Elektroda ini menggunakan polikristal yang terdiri dari satuan kristal garam anorganik. Contoh dari elektroda selektif ion F. NaCl (0. Reaksi setengah selnya adalah sebagai berikut: LaF3 + e LaF3 + F- Potensia elektroda yang timbul adalah: E = Eo – 0.

Figure 6 Diagram Skematik elektroda Selektif Ion Cair Ca2+ Adanya membran PVC yang proporsional untuk melindungi elektroda bagian dalam. Bentuk rancangan dasar dari elektroda membran dapat dilihat pada gambar 7. d. . Elektroda penunjuk gas Elektroda ini dirancang untuk mendeteksi konsentrasi gas yang terlarut dalm larutan. Penggunaan elektroda ini ideal dengan perembesan analit dengan rentang 30-60 menit.

dalam elektroda CO2. tetapi tidak permeabel untuk komponen yang tidak volatil dalam matriks sampel. gas beraksi dengan larutan dalam elektroda membentuk spesies yang konsentrasinya dapat diamati dari keberadaan elektroda selektif ion. Ketika gas masuk ke dalam elektroda penunjuk gas melewati membran. CO2 bereaksi dengan larutan dalam membentuk H3O+. dengan potensial sel ditulis dengan persamaan sebagai berikut: . Perubahan konsentrasi H3O+ diamati dengan elektroda selektif ion pH.Figure 7 Diagram Skematik dari Elektroda Ion selektif Penunjuk Gas Terdiri dari membran pemisah yang tipis dari sampel dan larutan yang berada di dalam elektroda yang berfungsi sebagai penyeleksi ion. Sebagai contoh. Membran permeabel untuk analit gas.

maka konsentrasi CO2 tidak akan berpengaruh dan akan tetap konstan. Tabung tersebut memisahkan larutan yang akan dianalisis dengan suatu elektroda ion spesifik. dan potensial jungsi. D. Potensiometri langsung Teknik ini hanya memerlukan pengukuran potensial sebuah indikator elektron ketika dicelupkan dalam larutan yang mengandung konsentrasi yang tidak diketahui & diketahui dari sebuah analit. elektroda referensi. Penyusunan komponen alat untuk titrasi potensiometri dapat dilihat pada gambar 8.di larutan dalam berkurang dalam jumlah banyak. Untuk pengukuran potensiometri langsung. Analisis kuantitatif 1.Dimana K adalah konstanta kesetimbangan. . Elektroda indikator selalu dianggap sebagai katoda dan elektroda referensi sebagai anoda. Pada elektroda penunjuk gas prinsipnya adalah menempatkan suatu membran yang bersifat permeabel terhadap gas pada bagian ujung seuah tabung. potensial sel dapat diekspresikan sebagai perkembangan potensial oleh elektroda indikator. Jika jumlah HCO3.

Widarti H.R. yaitu Δ2E/ ΔV2 atau Δ2pH/ ΔV2 versus volume titran (Vy). yaitu turunan pertama ΔE/ΔV atau ΔpH/ΔV versus volume titran (Vx). Boston: Mc ground Hill Budiasih. Daftar pustaka Harvey. Dalam menentukan lokasi tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara. Munzil. kemudian grafik yang diperoleh dicari harga maksimum atau minimumnya.Gambar 8 Susunan alat Titrasi Potensiometri Penentuan titik akhir titrasi dengan cara potensiometri akan memberikan hasil yang lebih teliti daripada dengan menggunakan indikator. Titik akhir dari potensiometri mennunjukkan lokasi titik ekivalen. E.. kemudian dari grafik yang diperoleh dicari titik nolnya. anara lain dengan membuat grafik potensial atau pH versus volume itrasn atau modifikasinya.. Malang: FMIPA UM . 2000. E. Titik akhir titrasi dapat dilihat dari besarnya tegangan. Modern Analytic Chemistry. Cara lain adalah dari turunan keduanya. Analisis Instrumen. D. 1999.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful