P. 1
Proposal Asli (REVISI)2

Proposal Asli (REVISI)2

|Views: 13,927|Likes:
Published by Tina Taylor

More info:

Published by: Tina Taylor on Feb 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2014

pdf

text

original

Kromatografi lapis tipis merupakan salah satu kromatografi yang
berdasarkan adsorbsi, tahapan analisis kromatografi lapis tipis sama seperti pada
kromatografi kertas. Kelebihan kromatografi lapis tipis dibandingkan dengan
kromatografi kertas adalah waktu elusi yang relatif lebih pendek dan dapat
digunakan untuk analisis kuantitatif.

29

Kromatografi digunakan untuk memisahkan substansi campuran menjadi

komponen-komponennya.

Deteksi noda pada kromatografi lapis tipis terkadang lebih mudah dari
pada kromatografi kertas karena noda tidak berwarna atau tidak berpendar jika
dikenai sinar UV (ultraviolet) dan dapat ditampakkan dengan cara papan
pengembang uap iod akan bereaksi dengan komponen. Komponen sampel baik
secara kimia atau berdasarkan kelarutan membentuk warna-warna tertentu.
(http://www.greenhati.blogspot .com/2009/01/kromatografi-lapis-tipis.html)
Adsorban dilapiskan pada lempeng kaca yang bertindak sebagai fase diam.
Fase gerak akan merayap sepanjang fase diam dan terbentuklah kromatogram
kecepatan tinggi.

Kelebihan kromatografi lapis tipis yang lain adalah pemakaian pelarut dan
cuplikan yang jumlahnya sedikit dan mudah untuk memperoleh kembali senyawa-
senyawa yang terpisahkan.

Kromatografi lapis tipis menunjukkan berbagai gerakan pelarut, pelarut
mengalir ke atas melalui lapisan, menguap dari lapisan sebelah bawah garis
pelarut dan terserap oleh lapisan di sebelah atas garis depan.
Fase gerak yang dikenal sebagai pelarut pengembang akan bergerak
sepanjang fase diam karena pengaruh kapiler pada pengembangan secara menaik
(ascending) atau karena pengaruh gravitasi pada pengembangan secara menurun
(descending). (Ibnu Gholib Gandjar, 2007)
Sampel yang berupa campuran senyawa organik diteteskan di dekat salah
satu lempengan dalam bentuk larutan dengan jumlah kecil. Noda sampel
dikeringkan, kemudian sisi lempengan tersebut dicelupkan ke dalam fase gerak
yang sesuai. Pelarut organik naik di sepanjang lapisan tipis zat padat di atas
lempengan dan bersamaan dengan pergerakan pelarut tersebut zat terlarut sampel
dibawa dengan laju yang tergantung pada kelarutan zat terlarut tersebut dalam
fase gerak dan interaksinya dengan zat padat. Setelah garis depan pelarut bergerak
sekitar 10 cm, lempengan dikeringkan dan noda-noda zat terlarutnya diperiksa
seperti pada kromatografi kertas. Pemisahan dapat dikerok dari lempengan dengan

30

menggunakan spatula. Zat terlarutnya akan terelusi dari bahan padat bersama-
sama pelarutnya dan konsentrasi dari larutan ditentukan dengan spektrofotometer.
Sifat umum dari penyerap-penyerap untuk kromatografi lapis tipis adalah
mirip dengan sifat-sifat penyerap untuk kromatografi kolom. Dua sifat yang
penting untuk penyerap adalah besar partikel dan homogenitasnya karena adhesi
terhadap penyokong sangat bergantung kepada kedua sifat itu. Contoh penyerap
yang digunakan untuk pemisahan dalam kromatografi lapis tipis ialah silika gel
atau alumina. Silika gel kebanyakan digunakan dengan diberi pengkilat (binder)
yang dimaksud untuk memberikan kekuatan pada lapisan dan menambah adhesi
pada gelas penyokong. Silika ini digunakan untuk memisahkan asam amino,
alkaloid, gula, asam, lemak, lipida, minyak essensial, anion dan kation organik,
sterol dan terpenoid. Selain silika ada juga penyerap lainnya seperti alumina,
bubuk selulosa, pati, dan sphadex.
Harga Rf merupakan parameter karakteristik kromatografi kertas dan
kromatografi lapis tipis. Harga ini merupakan ukuran kecepatan migrasi suatu
senyawa pada kromatogram dan pada kondisi konstan merupakan besaran
karakteristik dan reprodusibel. Harga Rf didefenisikan sebagai perbandingan
antara jarak senyawa dari titik awal dan jarak tepi muka pelarut dari titik awal.

Rf = jarak titik tengah noda dari titik awal / jarak tepi muka pelarut dari titik awal

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga Rf adalah:
-Pelarut atau fase bergerak
-Sifat dari penyerap
-Tebal dan kerataan dari lapisan penyerap
-Ukuran dari bejana
-Derajat kejenuhan dari uap dalam bejana yang digunakan
-Jumlah cuplikan yang digunakan
-Suhu dan kesetimbangan
-Struktur kimia dari senyawa yang dipisahkan

31

Yang menyebabkan warna dari senyawa-senyawa pada kromatografi lapis tipis
adalah perbedaan tingkat kepolaran warna dari senyawa-senyawa yang sejauh
mana tingkat kepolaran itu mempengaruhi perbedaan atau pemisahan yang
ditandai dengan tebentuknya spot-spot senyawa dalam kromatografi lapis tipis itu
tergantung dari migrasi pelarut (fase gerak) terhadap fase diamnya, yaitu
kromatografi lapis tipis tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->