P. 1
LAPORAN PRAKTIKUM UJI KETOKSIKAN AKUT

LAPORAN PRAKTIKUM UJI KETOKSIKAN AKUT

|Views: 3,653|Likes:

More info:

Published by: YosephineDhitaVidyarani on Feb 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM

TOKSIKOLOGI DASAR
'UJI KETOKSIKAN AKUT¨






Disusun oleh:
Nama/NIM : Agatha Novita Ika (078114040)
Christina Ramya Hening (088114013)
Dessy Jayanti (088114019)
Wiria Sende Paiman (088114025)
Franciska Williasari (088114037)
Eureka Gracia Letitia (088114044)
Aloysius Singgih (088114058)
Kelompok prak. : D
1

Hari, tgl prak. : Kamis, 16 September 2010
PJ Laporan :

LABORATORIUM TOKSIKOLOGI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2010
BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Pestisida telah digunakan secara luas untuk meningkatkan produksi pertanian,
perkebunan, dan memberantas vector penyakit. Penggunaan pestisida untuk keperluan
di atas, terutama sintetik telah menimbulkan dilema. Pestisida sintetik di satu sisi
sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan produksi pangan untuk menuniang
kebutuhan yang semakin meningkat dan di satu sisi penggunaanya iuga berdampak
negatiI baik pada manusia, hewan, mikroba dan lingkungan.
Menurut data WHO, paling tidak ditemukan 20.000 orang meninggal karena
keracunan pestisida dan sekitar 5.000 10.000 mengalami dampak yang sangat
berbahaya seperti kanker, cacat, mandul dan hepatitis dalam setiap tahunnya
(Priyanto, 2009).
Sidametrin (Sipermetrin) merupakan salah satu contoh pestisida yang biasanya
digunakan untuk membasmi hama pertanian. Uii ketoksikan akut dirasa penting untuk
senyawa ini karena uii ini dapat memperkirakan kisaran dosis letal atau dosis toksik
obat terkait.
Uii ketoksikan akut merupakan parameter deraiat eIek toksik suatu senyawa
yang teriadi dalam waktu singkat setelah pemberiannya dalam dosis tunggal. Batasan
waktu yang dimaksud dalam uii ketoksikan akut ini adalah 24 iam setelah pemeianan.
Karena siIatnya yang akut dan dalam waktu singkat, maka uii ini sangat penting
dipelaiari untuk mengantisipasi akibat terburuk yang akan teriadi.

B. PERMASALAHAN
1. Apakah tuiuan, sasaran luaran, dan manIaat dari uii ketoksikan akut sidametrin?
2. Bagaimanakah tata cara pelaksanaan uii ketoksikan akut obat sidametrin?
3. Berapakah nilai LD
50
dari obat sidametrin?
4. Bagaimanakah spektrum eIek toksik obat sidametrin pada beberapa Iungsi vital
tubuh, seperti penapasan, gerak, dan perilaku?


C. MANFAAT
1. Praktikan dapat mengetahui serta menerapkan metode penentuan dosis yang
berbahaya bagi tubuh.
2. Praktikan dapat menghitung LD
50
dengan menggunakan berbagai metode.
3. Praktikan dapat mengamati geiala klinis dan morIologi eIek toksik senyawa uii
Sidametrin (Sipermetrin).

D. TUJUAN
1. Tuiuan Umum
Mahasiswa mampu memahami tuiuan, sasaran, luaran, dan manIaat dari uii
ketoksikan akut, serta tata cara pelaksanaan uii ketoksikan akut obat sidametrin
tersebut.

2. Tuiuan Khusus
a. Mahasiswa mampu menentukan nilai LD
50
dari obat sidametrin dengan
menggunakan Metode Farmakope Indonesia Edisi III, Metode LitchIield-
Wilcoxon, Thompson-Weil, dan metode Miller-Tainter.
b. Mahasiswa mampu menetapkan potensi ketoksikan akut dari obat sidametrin.
c. Mahasiswa mampu menetapkan spektrum eIek toksik obat sidametrin pada
beberapa Iungsi vital tubuh, seperti pernapasan, gerak, dan perilaku.



BAB II
PENELAAHAN PUSTAKA


A. TINJAUAN PUSTAKA
1. Uji Toksisitas
Uii toksisitas dapat digolongkan meniadi 2 golongan, yaitu uii toksisitas tak
khas dan uii toksisitas khas. Uii toksisitas tak khas adalah uii toksisitas yang
dirancang untuk mengevaluasi keseluruhan eIek toksik suatu senyawa pada aneka
ragam ienis hewan uii. Termasuk dalam golongan ini adalah uii toksisitas akut, uii
toksisitas subkronis, dan uii toksisitas kronis. Sedangkan yang dimaksud dengan
uii toksisitas khas adalah uii yang dirancang untuk mengevaluasi secara rinci eIek
khas suatu senyawa pada aneka ragam hewan uii. Termasuk dalam golongan uii
potensiasi, uii kekarsinogenikan, uii kemutagenikan, uii keteratogenikan, uii
reproduksi, uii kulit, dan uii perilaku (Donatus, 1990).

. Uji Toksisitas Akut
Uii toksisitas akut merupakan uii toksisitas dengan pemberian suatu
senyawa pada hewan uii pada suatu saat. Maksud uii tersebut adalah untuk
menetukan geiala yang timbul sebagai akibat pemberian suatu senyawa dan untuk
menentukan tingkat letalitasnya (Loomis, 1978).
Uii toksisitas akut dilakukan untuk menentukan eIek toksik suatu senyawa
dalam waktu singkat setelah pemeianan. Uii ketoksikan dikeriakan dengan
memberikan dosis tunggal senyawa uii pada hewan uii (sekurang-kurangnya 2
ienis hewan uii roden dan miroden, iantan maupun betina). Takaran dosis yang
dianiurkan paling tidak 4 peringkat dosis dari dosis rendah yang tidak mematikan
hewan uii sampai dosis tertinggi yang mematikan seluruh hewan uii. Pengamatan
yang dilakukan meliputi geiala klinis, iumlah hewan yang mati dan histopatologi
organ (Donatus, 2001).
Tuiuan dari uii ketoksikan adalah menggambarkan ketoksikan intrinsik dari
suatu zat kimia untuk memperkirakan resiko atau ketoksikan pada spesies target,
mengidentiIikasikan organ target, menyediakan inIormasi tentang desain dan
pemilihan tingkat dosis, untuk penelitian dalam iangka waktu yang lebih paniang.
Yang terpenting ialah menyediakan inIomasi untuk keperluan klinis dalam
memperkirakan, mendiagnosis dan meresepkan pengobatan zat kimia yang secara
akut beracun (Hayes, 2001).
Data yang diperoleh dari uii ketoksikan akut berupa data kuantitatiI yang
berupa LD
50
sedangkan data kualitatiI berupa penampakan klinis dan morIologi
eIek toksik senyawa uii. Data LD
50
yang diperoleh digunakan untuk potensi
ketoksikan akut senyawa relatiI terhadap senyawa lain dan untuk memperkirakan
takaran dosis uii toksikologi lainnya (Donatus, 2001).
LD
50
dideIinisikan sebagai dosis tunggal suatu zat yang secara statistik
diharapakan akan membunuh 50° hewan coba, iuga dapat menuniukkan organ
sasaran yang mungkin dirusak dan eIek toksik spesiIiknya, serta memberikan
petuniuk dosis yang sebaiknya digunakan dalam penguiian yang lebih lama.
Evaluasi iuga terhadap kelainan tingkah laku, stimulasi atau depresi SSP, aktivitas
motorik dan pernapasan untuk mendapat gambaran tentang sebab kematian
(Donatus, 2001 ).

. 0k07abatan Dosis-R0spon
Konsep dasar dalam toksikologi bahwa tidak ada zat kimia yang benar-
benar aman, demikian iuga bahwa tidak ada zat kimia yang tidak akan
menimbulkan eIek iika iumlah yang berinteraksi dengan iaringan biologi belum
cukup untuk dapat menimbulkan eIek, sehingga dapat dikatakan ada hubungan
antara kadar zat kimia dengan respon yang ditimbulkan atas mekanisme biologi
tertentu (Loomis, 1978).
Data respon yang dapat diamati dari suatu percobaan toksisitas dapat
digolongkan meniadi 2 tipe:
a. Data tipe sama sekali ada atau sama sekali tidak ada respon, biasa iuga disebut
respon kuantal, yaitu respon yang mana eIek yang diamati hanya ada dua
kemungkinan: ada atau tidak ada respon. Misalnya pada uii toksisitas data
respon berupa kematian atau tetap hidup.
b. Data tipe bertingkat atau respon gradual, yang mana respon yang diberikan
hewan uii akan bertingkat sesuai dengan intensitas pemeianan pada hewan uii.
Seiauh ini, hubungan kurva dosis-respon merupakan suatu hubungan antara
respon iaringan dengan adanya kenaikan kosentrasi obat. Hubungan tersebut
dikenal sebagai respon kuantal.

. ondisi Ef0k Toksik
Kondisi eIek toksik adalah Iaktor yang dapat mempengaruhi keeIektiIan
absorbsi, distribusi, dan eliminasi zat beracun di dalam tubuh, sehingga akan
menetukan keberadaan zat kimia utuh atau metabolitnya dalam sel sasaran serta
toksisitasnya, atau keeIektiIan antaraksinya dengan sel sasaran. Kondisi eIek
toksik adalah kondisi pemeianan yang meliputi ienis pemeianan (akut-kronis),
ialur pemeianan (intravaskular atau ekstravaskular), lama dan kekerapan
pemeianan, saat pemeianan dan takaran atau dosis pemeianan. Selain itu,
termasuk pula dalam kondisi eIek toksik ialah subyek atau makhluk hidup yang
meliputi keadaan Iisiologis (berat badan, umur, suhu tubuh, kecepatan
pengosongan lambung, kecepatan alir darah, status gizi, kehamilan, genetika, ienis
kelamin, keadaan patologi seperti penyakit saluran cerna, kardiovaskuler, hati dan
ginial) (Donatus, 1990).

5. 0kanism0 Aksi Ef0k Toksik
at beracun setelah masuk ke dalam tubuh akan mengalami distribusi
sampai cairan ekstrasel atau intrasel. Karena itu, berdasarkan siIat dan tempat
keiadiannya, mekanisme eIek toksik zat kimia dibagi meniadi dua yaitu
mekanisme luka intrasel dan mekanisme luka ekstrasel. Mekanisme luka intrasel
adalah luka-luka sel yang diawali oleh aksi langsung zat beracun atau
metabolitnya pada tempat aksi tertentu di dalam sel sasaran. Karena itu,
mekanisme ini disebut iuga mekanisme langsung atau mekanisme primer.
Mekanisme luka ekstrasel teriadi secara tidak langsung. Artinya, zat beracun pada
awalnya bereaksi di lingkungan luar sel dengan akibat teriadinya luka di dalam
sel. Karenanya, mekanisme ini disebut iuga mekanisme tidak langsung atau
sekunder. Dengan memahami mekanisme aksi toksik zat beracun, maka dapat
diketahui penyebab timbulnya keracunan yang berkaitan dengan wuiud dan siIat
eIek toksik yang teriadi (Donatus, 1990).

. !ot0nsi 0toksikan
Kriteria yang dapat dipergunakan untuk melukiskan ketoksikan adalah
dosis (kuantitas zat kimia yang terlibat) yang dapat dinyatakan sebagai potensi
untuk menimbulkan toksisitas (tingkat keberbahayaan).
Penggolongan potensi ketoksikan, berdasarkan Loomis, 1978:
a. Luar biasa toksik (1 mg/kgBB atau kurang)
b. Sangat toksik (1-50 mg/kgBB)
c. Cukup toksik (50-500 mg/kgBB)
d. Sedikit toksik (0.5-5 g/kgBB)
e. Praktis tidak toksik (5-15 g/kgBB)
I. RelatiI kurang berbahaya (lebih 15 g/kgBB)


. Sip07m0t7in
Sipermetrin, ditemukan pada tahun 1975. Insektisida non-sistemik ini
bekeria sebagai racun kontak dan racun perut, eIektiI-terutama-untuk
mengendalikan Lepidoptera, Coleoptera, Diptera, Hemiptera, dan kelas-kelas
lainnya. Sipermetrin digunakan di bidang pertanian, rumah tangga, kesehatan
masyarakat, dan kesehatan hewan. LD50 (tikus) sekitar 250-4.150 mg/kg; LD50
dermal (tikus) ~ 4.920 mg/kg agak menimbulkan iritasi kulit dan mata; LC50
inhalasi (4 iam, tikus) 2,5 mg/liter udara; NOEL (2 tahun, tikus) 7,5 mg/kg; dan
ADI 0,05 mg/kg bb (Dioiosumarto, 2008).


B. LANDASAN TEORI
Toksisitas merupakan suatu siIat relatiI yang biasa digunakan untuk
membandingkan apakah zat kimia yang satu lebih toksik dari zat kimia yang lain.
Sipermetrin merupakan insektisida non-sistemik yang bekeria sebagai racun
kontak dan racun perut. Sipermetrin banyak digunakan pada bidang pertanian,rumah
tangga, kesehatan, masyarakat serta kesehatan hewan.
Untuk menentukan eIek toksik suatu senyawa dalam waktu singkat setelah
pemeianan perlu dilakukan suatu uii toksisitas akut. Uii ketoksikan dikeriakan dengan
memberikan dosis tunggal senyawa uii pada hewan uii (sekurang-kurangnya 2 ienis
hewan uii roden dan miroden, iantan maupun betina). Takaran dosis yang dianiurkan
paling tidak 4 peringkat dosis dari dosis rendah yang tidak mematikan hewan uii
sampai dosis tertinggi yang mematikan seluruh hewan uii. Pengamatan yang
dilakukan meliputi geiala klinis, iumlah hewan yang mati dan histopatologi organ.
Data yang diperoleh dari uii ketoksikan akut berupa data kuantitatiI yang
berupa LD
50
sedangkan data kualitatiI berupa penampakan klinis dan morIologi eIek
toksik senyawa uii data. LD
50
yang diperoleh digunakan untuk potensi ketoksikan
akut senyawa relatiI terhadap senyawa lain dan untuk memperkirakan takaran dosis
uii toksikologi lainnya.

C. HIPOTESIS
1. LD
50
sidametrin adalah 7 mg/ 20g BB mencit
2. Pada hewan uii mencit, pemberian sidametrin pada peringkat dosis I tidak
menyebabkan kematian (tingkat toksisitasnya rendah).
3. Pada pemberian sidametrin peringkat dosis II dan III, teriadi kematian setengah
atau sepertiga iumlah populasi dari hewan uii mencit yang dapat dilihat dari nilai
LD50-nya dan penampakan klinis serta morIologis eIek toksis dari senyawa uii.
4. Pada pemberian sidametrin peringkat dosis IV atau maksimum, hewan uii mencit
mengalami kematian secara total dari keseluruhan iumlah populasi.


BAB III
METODE PENELITIAN


A. JENIS PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni sederhana yang dilakukan
dengan memberikan perlakuan pada subyek uii.

B. VARIABEL PENELITIAN
1. Variabel utama
i. Variabel bebas
Tingkat pemberian dosis pada mencit, yaitu:

ii. Variabel tergantung
1. Kondisi setelah pemberian sidametrin.
2. Jumlah mencit yang mati.

2. Variabel pengacau
i. Variabel terkendali
1. Bobot mencit.
2. Jenis kelamin mencit.
ii. Variabel tidak terkendali
1. Kondisi hewan uii (mencit).
2. Umur mencit
3. Galur pada mencit.

C. ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Timbangan analitik
2. Alat alat gelas (beker glass, pipet tetes, labu ukur, pipet ukur, pengaduk, dll).
3. Spuit inieksi oral

Bahan :
1. Aquadest
2. Sidametrin

D. HEWAN UJI
Mencit putih galur Swiss ( kelompok 5 ekor

E. SKEMA KERJA
1. !0milihan h0an uji
Dipilih hewan uii mencit galur Swiss, dewasa sehat, ienis kelamin betina, beratnya
seragam dalam range 25-30 gram (variasi yang diperbolehkan 10°).
|
Dipilih 5 ekor untuk tiap meia.

. !0ng0lompokan h0an uji
Hewan yang dipilih paling tidak diadaptasikan di laboratorium selama seminggu.
|
Penimbangan berat badan mencit dilakukan 1 hari sebelum percobaan.
|
Hewan dibagi beberapa kelompok sesuai peringkat dosis yang diberikan ditambah
kelompok kontrol negatiI.

. Tata ca7a p0mb07ian/p0m0janan dosis s0diaan uji
LD
50
Sidametrin pada mencit p.o adalah 7 mg/20g BB mencit (setelah dikonversi
dari LD50 sidametrin pada tikus p.o. 250 mg/kg BB tikus) (Dioiosumarto, 2008).
Sedapat mungkin senyawa uii dipersiapkan dalam sediaan larutan terdiri dari 4
peringkat dosis:
Dosis I : 3,5 mg/20gBB
Dosis II : 7,0 mg/20gBB
Dosis III : 14 mg/20gBB
Dosis IV : 28 mg/20gBB
|
Diberikan secara p.o. terhadap hewan uii mencit.


. !0ngamatan
Masa pengamatan dilakukan selama 24 iam, kecuali pada kasus-kasus tertentu
dapat selama 7-14 hari.
|
Pengambilan meliputi pengamatan Iisik terhadap geiala klinis (blanko data),
iumlah hewan yang mati dan hispatologi seluruh organ (warna).

5. Analisis dan 0;aluasi hasil
Dari geiala klinis yang nampak pada Iungsi vital secara kualitatiI, dipakai untuk
mengevaluasi mekanisme penyebab kematian.
|
Data hispatologi digunakan untuk mengevaluasi 5 spektrum eIek toksik.
|
Data iumlah yang mati pada kelompok, secara kuantitatiI digunakan menghitung LD
50

mengikuti salah satu cara dalam pendahuluan.
|
Bila sampai batas volume maksimum tidak menimbulkan kematian hewan uii, maka
dosis tertinggi tersebut dinyatakan sebagai LD
50
semu.


F. ANALISIS HASIL
Pengukuran LD
50
menggunakan metode Hiller-Tainter, Farmakope Indonesia III,
LitchIield-Wilcoxon, dan Thompson-Weil.
1. Metode Hiller-Tainter
RL antara log dosis (x) dengan nilai probit (y).

2. Metode Farmakope Indonesia III
Log LD
50
÷ a-b (pi 0,5)
Keterangan:
a ÷ log dosis yang menyebabkan iumlah kematian 100° hewan uii
b ÷ logaritma ratio dosis yang berurutan
pi÷ iumlah hewan mati yang menerima dosis dibagi iumlah hewan seluruhnya
yang menerima dosis

3. Metode LitchIield-Wilcoxon
RL antara log dosis (x) dengan ° mati (y).

4. Metode Thompson-Weil
log LD
50
÷ log Do ¹ (d(I¹1))
Keterangan:
Do ÷ peringkat dosis rendah
d ÷ Iaktor kelipatan dosis
I ÷ tetapan berdasarkan iumlah kematian hewan uii sesuai tabel Thompson-Weil

DAFTAR PUSTAKA


Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, 709, Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta
Anonim, 2008, Propranolol HCl, www.diskes.iabarprov.go.id, diakses tanggal 9 September
2009
Dioiosumarto, P., 2008, Pestisida dan Aplikasinva, 109, Agro Media Pustaka, Jakarta
Donatus, I. A., 1990, Audiovisual Toksikologi Dasar, 36-53, Laboratorium Farmakologi dan
Toksikologi Jurusan Kimia Farmasi Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta
Donatus, I. A., 2001, Toksikologi Dasar, 1, 200, 201, Laboratorium Farmakologi dan
Toksikologi Jurusan Kimia Farmasi Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta
Hayes, A, W., 2001, Principles and Methods of Toxicologv, Ed 4, Taylor & Francis, United
States oI America
Loomis, T. A., 1978, Toksikologi Dasar, diteriemahkan oleh: Imono Argo Donatus, Edisi III,
20-23, 83-86, 206-208, 228-232, IKIP Semarang-Press, Semarang
Priyanto, 2009, Toksikologi . Mekanisme. Terapi Antidotum. dan Penilaian Resiko, 99,
Lembaga Studi Dan Konsultasi Farmakologi Indonesia, Jawa Barat
















TUGAS

1. Perbedaan tata cara perhitungan LD
50
antara metode-metode :
a. Metode Miller Tainter
Persamaan yang digunakan untuk menghitung log LD
50
adalah regresi linear
antara log dosis setiap kelompok hewan uii vs probit. Persamaan log LD
50

digunakan untuk menentukan nilai x LD
50.
setelah didapatkan nilai x,
kemudian dikonversikan ke nilai antilognya. Kadar yang didapat adalah LD
50
bagi mencit mg/kg BB. Untuk perhitungan LD
50
bagi manusia perlu dilakukan
onversi dosis dari mencit ke manusia.

No Log dosis L mati ° mati probit


b. Metode Thompson Weil
Rumus yang digunakan :
Log LD
50
÷ log D
0
¹ ¦ log d ( I ¹ 1)}
Keterangan : D
0
÷ peringkat dosis yang terendah
d ÷ Iaktor kelipatan dosis
I ÷ harga tetapan berdasarkan iumlah kematian hewan
uii berdasarkan tabel Thompson Weil

c. Metode LitchIield Wilcoxon
Persamaan dihitung dengan regresi linier hubungan log dosis dan ° mati.
LD
50
adalah kadar obat yang mematikan 50° populasi hewan uii.
No Log dosis L mati ° mati probit


d. Farmakope Indonesia III
Rumus yang digunakan :
LD
50
÷ a-b ( L pi 0,5 )

Keterangan : a

÷ log dosis terendah yang mematikan 100° populasi
tiap hewan uii
b ÷ beda logaritma berurutan
pi ÷ iumlah hewan yang mati dibagi iumlah hewan
seluruhnya yang menerima dosis


2. Tuiuan, sasaran, luaran, dan manIaat uii ketoksikan akut
a. Tuiuan : untuk menetapkan potensi ketoksikan akut, yakni kisaran dosis letal
atau dosis toksik obat terkait pada satu ienis hewan uii atau lebih serta untuk
menilai berbagai geiala klinis yang timbul, adanya eIek toksik yang khas dan
mekanisme yang memerantarai teriadinya kematian hewan uii.
b. Sasaran : tolok ukur ketoksikan kuantitatiI (kisara dosis letal/toksik) dan tolok
ukur ketoksikan kualitatiI (geiala klinis, wuiud, dan mekanisme eIek toksik)
c. Luaran : penilaian keamanan obat terkait bila digunakan untuk manusia,
meliputi nilai potensi ketoksikan (LD
50
) dan potensi keeIektiIan (ED
50
) obat
terkait.
d. ManIaat : pengetahuan tentang potensi ketoksikan akut dimanIaatkan untuk
merancang uii ketoksikan subkronis atau kronis, maupun untuk
memperkirakan dosis awal atau dosis terapi penelitian yang lain (5-10°LD
50
)

3. perbedaan harga LD
50
dengan LC
50

LD
50
: dosis obat /senyawa kimia yang menyebabkan kematian 50° hewan
uii.
LC
50
: konsentrasi obat/senyawa kimia (dalam udara/air) yang menyebabkan
kematian 50° hewan uii











  !..39                 7.28 $05902-07    #% #&% $   &%$#$ &'#$%$$%#  #%    .099.3.2.    7893.7 :70.7.3  ..       0425457.9.$03/0!.  .7 957..3 7.8.9.033    088.547.4.. 48:8$3  ..#.8.2.

380.2.5..3:0948. -0-07.2..3 /02.  !0898/.9..3 2033.9:83. 2032-:.3  03:7:9 /.98090.394    $/.38.9.3 2033.20973   .:9 /.9:. 81.3 .8. .3 574/:8 5./.2 .90.3 9/.9.9907.9  & 0948.3   47.3 &0948.50.9907-:7:. !7. 2033.:94-.3 .2:0948.8://.3. 1:38 .8./.9  2..3907.9  2.2..7:39:203..3.3..947503.. .3/2.3-.9: 88 503:3.3.703.28090.:9/7.350898/.2.7.5020.20973   07.../.9:.3 .9.5.3:.7.8.:9 207:5.3 50898/.3 07.9 /.5 9...:   .5079..: /488948 4-. 3.3 8.9 8/.3.../. /.8.7. /:3.//.3 /.:98/.9/.2 7.9::.9.3.998 /.8.9 /-:9:.3 802.9: 803.3./:3.:3.:93.2 /.3 :39: 203:3...3.7.:33.502-07.8.3 05. 30. /.2.9 50393 /50. 0.9 -07-.3  5070-:3.25..3  ..39. 83909 90..3 ..307  .9.2. 83909 / 8.3 809..3 8.33.3 5.20973   .93.703.3.98/..7. /902:.3907./     !#$   5./.50393:39: 803.3574/:85079...2 809.3.3 8..8.3 /..: 3 /.3.74-.9.3.91-.3 /.0.:.   5.8.3.7      203.8.3:8. ..32...3985.:39:0507:.7:0948.31. -07/.8  907:9.9: 88 8.3 / 8.9 2025077.3.3..82.3 274-.3...3.3507. 805079 .. : 3 8.7..2/4889:3.9 010 948 8:.3 /48809.3.3/: /.5.3202-07.3. . 9:-: 805079503..703.5..439450898/..5.20907 /07.3 /.25.9.-. 07. /. 85097:2 010 948 4-.20973 5.. !&&     %# !0898/.20973 $50720973 207:5.98/.3:39:202-.8:39:2033.9: 83. .3 / .33:3.9...3 0-:9:..9 !03:3. :.

8.:9/.  %   !7...:9 4-..25: 20309.8 &94889.8 9.10/ .7.7.443 %425843 0 /.3 /7.25: 202.74-.9.3  8.3 3.1:38.8 ..5.9.3.3 094/0 .3.3 85097:2 010 948 4-.. 38 /.25:20309.7 4-. 2./443.31.20973 90780-:9     %::.9.9::94889.8 ..92039:3 /03. 9.3 -07-.-.3 .8080:7:.3 /.9:803. -0-07.89.30109488:.9. /.5.35490380948.9:-: 8050795073.. 2.32094/007 %.:9  8079.20973  . ..9 8/.2 9::.3907  -  .5.20973 /03.3/..2094/0    !7. 2.88.5.88. : 94889..  .5.8  & 94889.3-07-.20973 $50720973     %&&   %::.2.9 20309.8 /..3  :.3 /488 . ...3:8:8 .3203.3 .3:39:2030.5.3 203:3.9 203.8 ..3  /.5. 20307..3203:3.88.9 /.3 /. : $/.3 2../.5.9:-:    !7.5.9/443.3 .20973 5.9 8/.3507. /8   094/0 9. .2./.25: 203039:. .   /..:      !!&$%     %&!&$%   &%4889. 50.3 : 94889..3&2:2 .: 8079.3 247144 010 948 803.8..88..5.3 : 0948./.7 : 0948.30.9 8/.3 2094/0 503039:.98/.8/.7.3.3 07.450 3/4308.8.  .72.9.9 0.:.

3 /50740 /:3.3 2. .3202.3 9.   80/.9 203:3:.8: /./. /.3 ../.3 /.4-.9.2443.3.3 2../.380.9: . 2030/.33. /.8.3 .5.25.35.3 :94889. 5..25.39/.3  : 70574/:8 ::9 /.. :.3 /488 9:3. 89.9.7 : 0948.....8 8:-7438  /.3:39: 2025077./.9:.8.9 8090.35034-..9 .30.. .7..9/488/.3:39:2030.:. /.3 /2.3 :7.. 5.....3:7.3 80.783403.30.709  2030/..9: 803..8 7438  $0/.3 38 /. 5020.7.9.3/488:94844.3: !03.9:8    %::.9: 8.92...91 .:9 -07:5.399.909.3 .8 /03.70..3 90750393 .5.3:39: 203039:.3 :  %072.3 5.3/.3.989 /.3.9:803.9403.7.9.3 : 5.8508089.:9803.8.7:0948.3 80-.  %.32070805.7.:. 0..5073.3 203/. 7. 0.2-.3.8 :39: 0507:.././.3 43.3 /.7 8:. 503..9.3 : 80:7.3 8945..  :.30-5.3/..3 /07..3  & 0948.3:39: 203039:.3.3 205:90.3 .9: 803...03..3: %072.9.7.33./.010 .91 -07:5. 4428   &94889.3 : 74/03 /.39/.3 3142.944 47./.339738/.9.  038 0.38 :2.7.9: 83.33.3. 0..9.880.:9 : 94889.8:9 & 94889./.393.9.9.:..3  ..9502-07.3.9  .3  : 0907.8  : 0. .7. 43./48890793..91907.3/7.8 9039.3 /488 .3 /03.39.202.3 38 /.:5:3 -093.3 . :39: 2025077.8 .3 .380:7:0.30948.3 :39: 549038 0948..9:8      //0138. 8:.2 0.3 274/03  ..3 0109488:.2 443.38:..88:.3 -07:5.2 . 8:.3 8:.3/.:3 . : 5.5803..3 202-07.83.3 502.3 /..7.3 : 94889.3.203.3488/. :39: 20309:. :  .2.709  203/0391.3.3 31472.3 202-:3:   0. /488 9:3..9/488 :39:50309.3 : 94889.8:/ /03./..3 502-07..2.3 .   .9:.2 2025077.7/488703/.9 2. 803.3 : 549038.9:803.9.:9-07.3 47.3:8.3 /50740 /..: 43.393.3  : 02:9.3 0..3 9.3 247144 010 948 803.. :.: 0948.8.3 /08.3 47.:9 207:5.:9/..8.3 /.20380.3:507.9/.9:8      &%4889.:.73.392-:80-.8:/..37084./.:94889..08    .8:/ : 90780-:9 ...-.

8:.3 :39: 203/..3 .3 708543 .: 708543 7.:/05708$$! .947 .:8...9 2.9.3 . . 94889.9 -07.: /488 5020.3 /.3.3.3 480397.3 007.9 2.:909.9.2 503:./..83. 708543 ./03.3 .3 8079.3.: 892:. 9/. 1.: 0897.9/.3 . . 950 -0793..3.3 205:9 038 5020.3 397.3 .3  $0.5..3820 -44 9079039: 4428   .3.3 -44 -0:2 .:3 :-:3.5/:5  -  .7.9.9  :-:3.2 9:-:  803./. /:.: /:5 .3 -073907.3 80 8.9...3 /.9. :-:3. :9: .7.::5 :39: /..5.3 . .:9 7438  .39././.3:  $0.3.  .9 2032-:./950 . /./.39.7..9: 708543 .3 023.3  43/8 010 948 ./:.80.9 /.-493.3./. /.: 001091. .2.7 .8 .2.7.3.9:8       007./..3 9.9..3-0793.39.3 80-.3 80-.3 0- .3203.9 /.2 94844 -.3:7.2..3:. .9::-:3.35.3488 #08543 43805 /.:3 / /.907. /:3.3 .9808:. .8 4-./.5.-847-8  /897-:8  /.3 /.393..708543 -.3.  .3.7.9 .3 2.3 20309:.9.8.8 /.3 0-07. /.9 /443./.9.50. 708543 .7: 001091.3. .83.:.9 5020./.0.3 -03.3 2032-:.2.3 010 948 850813.3 509:3: /488 .7 .3 94889..5.9 202503.3390389./.. :2.8 /. 202-07. .5.2.8: 5:.80.  .3..9.80-.38:.85020.3 /.2-.9.9.2 43/8 010 948 . 5.3 43.9.3 9039.2 80 8.3 ..9 . 708543 ./.3 :.8:.8 20.7 -03.: 2. .73.7..     43/810%48 43/8 010 948 .3 5020. 708543  8. .:..8.2.9.8 /03. 03. : 94889.3 .2.3  8.3 /92-:. 43/8 5020..9 2.3 010 .  .3.3 0.9.9.73..- 02.5.3 .39././.-.8..9.9.3.9. /03..3 .9508.5.39./488 708543207:5. -..9 2.3 .8.7.3 2:33 /7:8.:7 5020.3 /-07.9: 507.9.9 ./.8.8:.: 9/.3 9:  9072.708543:..3 /03./.3 ..3.3. 9/.9. /03.8 24947 /./80-:9 708543 :.3 /.7 8:.8.8.3 010  803.3 ..7  .9 /.02.9.4-..3 .3 90780-:9 /03.7. 010 .8. ..5. . 02:33.3 5073. .  .3 9/.. /..  8079.: 209. 708543-07:5.7 .3 2. /.7 /.. 8:-0 .3  /02.

 / /. 9025.3 :.:35. .3 80-.073.9./. /.2.2 /897-:8 8. ..3820 ..2-:3 0.3820 .. :./..: 80:3/07  03.7.. 549038 :39:2032-:.8.3 20.3 203.3 907-..3 /03.38:3 .9/.-493. .  :.:3 8090.7.3907.5.-. 0897.9 2.: 20.3820 :.80 0. 5.38:3 .3820 3 /80-:9 :.3820 57207  0.90-07-.3.7.9 /. 80 .3 .9 -07. 07.7/4.3 7907.394889.9/.  20. 038 0./3.35490380948.3 -07..9:8 0. 9:  20..8 93.399.34428  ./.80 . :.3 0309..3 81.38:3 ..8: 0 /.. ..: 397..3  .:3  2.8./.9. 9:  -07/. :.3.3 9025. 20.- 92-:3..2 80  . . 40 .98.9 /507:3.80  .05.0897.80 .3820 :.3 .2 20./. /488 :.3 ::/ /.3 81.  43.: 5030-../80.3 0897./.:3 .3 :39: 20:8.948 2.9 -07.9 -./.7/..80907..9:8      !490380948.703.8.9.703...2 80 8.9.9:8      0.3.3820 010 948 .3820:.3 -07/.2 9:-: .205:9 0.  20.38:3 793.9 /09.:3. 89. .9 0.3 3.3 /./.5.944805079503.3820 :. ..7-.7. 203.3 202..23 0.3 5034843.3 /.3 .3 18448 -07.8 . 2.9 907.9-07..9: 20. .3820 9/.9 /3.05.3820 3 /80-:9 :. -070.9 .3820810%48 .7.: 209. /-.25.9.3  :2:7  8:: 9:-:  0.8 9079039: / /.33..9 2.703..3  !03443..7.8.8 / 3:3.:7.3.3.9. 397.8:07 .8 .9.3 0948.9 010948.5..3 /.80 /.. 397.8 948 ..9 -07.7 80 /03.35./ 43./ /:.9. 20.9  .

::7.3  -  $.9948   2.9.3..

 ::5948   2.  .

  /  $0/9948  .

948  .  0  !7.989/.

 0-.91:7.  1  #0...3-07-.

    .

 9. /..:3 507:9  01091 907:9.3  7:2.3 0.9.  080.  025907.:3   38098/.3 05/45907.9  /. 343 88902 3 -007. 9.3 5.  $50720973 $50720973  /902:.  5907./.3 5079.8 .3 / -/.3 7..  4045907.3 080.3    9:8  809.7     2. :39: 20303/.3. 80-.8 0.:3 439.. 7.  $50720973 /:3.3.  /.8.2....33.3 0.3 2.9.7.

   /072. 9:8      2.

.2 9:8    2.3 2.8  ..9. .   3. 2032-:.3 79.8 :9 /.

:3 9:8    2.   9.7.907 :/.

3  2. /.

3 /488 9:3. 0.30.7. 70..7.3 :7.3 . /:3..:9 &0948..3 /.:3 507:9 $50720973 -.3 : 8.3/3.8. 80/.:5:3-093. /.3.33.2.9 /488 /..:.3 9....3 80:7: 0.9.3.9: 803.3 5.98079.3507:/..-- 448:2. 80-.3 9/.9.37.2 .91 ..9: 81.     ! %$$    8/.91-07:5..:3 439. /:3.3 /50740 /.3 /. .3 7:2. 5020..9: 83.39. : /.:9 -07:5.3274/03 ..8.3 :  !03.3/07. :.9. /.91 907.94447.38:..3.080./.3. : 5./..9.:.3 : 80:7..91 .:..7.3 5079.33.3 247144 010 948 803..3205:90.3 2.794        $% # %4889.3 :39: 549038 0948.8 207:5.2.3 -.3 /488 :94844.25.3 -07:5.3 202..9/.20973.0./.3 :39: 2025077. . 9.3 010 948 8:.9 8090.3 :39: 202-.3:74/03/.3 0.    .32.:9 803.3 /50740 /:3. /488 90793 .503.3.9..  5073.9 70.9:0-948/. /.25.3.9.38 :2.3  $50720973 207:5../.3/.9.399.3  . .7.3 202-07.3/488.9::94889. 803.3.3 38/.9..3 -007.3 38098/.92.5.3 .7 : 0948.. 7.7 /488 703/. -/. 080.3 .3.92.3 /.5 803.32.3:7.3 8:.9.  038 0.9.38945. 202..3  &39: 203039:.. 343 88902 .38.8.3 9/...3 5.3/03. %.

 203.9 .

703/.7.949.35./.9/488'.83.8     % !%     $!% !0309./.203./..9.-0:9.9. 5073..380.3 /03.:.20973 5.8:-0:     '#!%   '.7..:   '.3: 203.-0-0-.502-07.20973    :2.2.70.:805079.3503./.38/.9 203.9    '.9 /488  9/.39:3   43/88090..25.-090703/.502-07.   '.:    !.9     '.7.9  502-07.3   907./.8 %3.-0907./.:2./. 502-07. .9502-07.8/.:2.545:.3388079.9.3/.3: 203.3202-07.23203.  !.../.82:2 0.2:7380/07.545:.7080:7:. 2030-.33.9/.3 8/.3 93.3/4885.  3.32.   43/80.-0503.3:2.9 .9.7803.302.3 : 203.9.90703/./ 02.209735073./.7.9:    '.3 8/.9/.3/.3 80903.38/.3507.3.9.   4-49203.3: 203.3085072039..73.    !. 0.50309.9    0380.5.202.9.:.9  .-.9 /488  /.24714480109488/.-09/.203.7..7.994889.7.20973 5073.

9     % .3   0.-47.:7$8804254047     $#   !02.203.8.7..3/-..520.780-0:2507.30  7.8.9/488.947:280.3    6:.9..9.9 0380. 807.8 -007./.04254808:..3/-07../.90.9-.8023:   !032-.2.91     %. -07.9     %2-.5073.:.95:9.9   .-0-07.88 550990908 .3: 50.3/507-40.2 .7.93./089   $/.  .3././.3.30./: /    $5:930847.39/.:7$88 /0.30.     !0304254.3.9 .3/.3.3.9/.8.27.3-07.80.20973    &  03.3.3: 0.3203.502-07.3/9.3/55..3:203.3]    5047:39:9.23-093..2/..  &2:7203.5.2-.4-.:75.59.-:::7 5509::7 503.9   .3. 042544397430.

2.3/48880/..203..3.5020.209735.3:  $/././.95 4.

9 8090./43.9:85 4  2.209735./.7 8/. 203.078 /.

9:8  448:2.794    .

280/..:/5078.3907/7/.5.7:9.$0/.92:33803..9/488 488  2.5.7 5073..3.3/.

  488  2.

  488 2.

  488' 2.

8.50.:.82:29/.32.5.9.32039:3  203:98.:.:2.::...../.:.7   !03.3907 .820.38 -.3/.302.:..32094/007 %.8 ..     3.380.   -07..3   ..9.399.8:8 .5..2-.-..443 /.944/:3.1:38..9/.8:89079039: /.38205030-.7.9.5 4 907..3 203:3.3   ..33.9.  9.10/ .3 .4:202.9.2.318907.34/. .2.0.30.3 .32.:.9.9. /4889079390780-:9/3./..3:39:2030.25.3: 2.91/:3.72..25..30.3907 .5.3..9.8.73.380-.85.503..38.385.9      !03.380.2503/.:.980.50.3205:9503.:39: 2030.:.80.88/.2032-:.8.9././.  :2.-02.3%425843 0    094/007 %..9..2.7.8.8.70. 802:      $$$ !03::7.04254 80.94480:7:47.4503/4308./.7.95.9:.885097:2010948   .3:203.7..9./.2.91 /5.2 0.2.9.

39.8.#.3-07/.3203072.72.32030-.-.4/488  /03. - 0907.792.380:7:3.3.443 #.3:2.9.33.9      094/0%425843 0 4 44  / 1   0907.9.4/488.9.0.3:2.574-9      094/0.5. .:2.3: -4./488/-.3.32.0.7.94/488.4503/4308.7.02.32.4/488  /03.3 5:2.3 45073.9/488703/.9. /1.7.94705.9.3-07:7:9./488    094/09.7.39.10/ .3:808:.3 .3/488 1909. 4  .-0%425843 0  5    .02.3203072.3 0.30.

8. .72.7.3 !7088 $02.44/.9:8    :/4.%4844.79. .9                . $05902-07   448:2.72.!:89..5 39/49:2  /.7 /90702.450 3/4308..32...90841207..9.7   .3.72.44 /.3 %4844:7:8.-47.35.72.8.9:8 /8            !$02.3 #084     02-. .8 &390/ $9.508..8& 4./..3/094/841%4.72.7         ..47 7.9:8         %4844 .7574.7.8089.72.32.$9:/.  /8 '     05. 43..34024347443. 3432     !7457.79.790203 080.3 !03. 43.3 #05:- 3/4308.:9.3438:9.8& 4.3 %4844:7:8.79. .8.3 !7. 4428 %   %4844.79.83.8.   740/..-47.8.8..72.794 !   !0898/.44 / %..3820  %07.394     %4844  0..%#!&$%   3432    .-.947:2.8:.7.8.344    /808 .3.947:2 . 4 /  /.:9.08     !73.72.443/4308.8.

7.3 4   /:3..203.078.3 .3 3.7.3//.39.39..3907 !078.3 /:3.5.3 :39: 203039:.2.3 : .2094/0 2094/0 .5079:3.3 :39: 2039:3 4   .  -.5 04254 0./. //..    8090..92. .. %&$    !07-0/.  094/007%..39.9.   02:/.3 3. 70708 30.2.3 ..5..7.9.7.7 . 4 /488 809.3/43..3943.8 574-9  !078./..9./.30 3.

3/488 1.9.9574-9    /1.3 4 /488 /.3:2.3/:3.3  2.078/488/.   4   -  094/0%4258430 #:2:8.9  2.8.3/:3.3 545:.2.3202.9574-9  0907. #:2:8.902.4503/4308.909.     .3 43.3   4 4  4/ 1  < 4/488  Ð2.3:  4   /  .2.9/488. - Ð5     4/488  Ð2.9.7.3 -.3  .507:/.3-07/.3:8.:.7.7203./.3  5073.74-.  094/09..-0%4258430 .3:8.3 :-07/.94705.3. &39:5079:3.390703/..39.80.30.02.3 /9:3 /03.5...8.9  2..10/.443 !078.9.72.7./.9   .3 70708 307 :-:3.9.

9907.91 8.3.0.3 :.: 0- 8079..9.32.0907./48809.9 5.3.3820.30..3.9.3 8.7.3 20.3 549038 0948./.3944::70948.907.8/.9.4/48890703/.38.:39: 203.8.3/488 09.3 /.392-: .3 8./3.31.3 :.7.9:0948.320207.:9  .: /488948 4-.9.3.8         %::.3:.399. ....-07-.3 545:./.7.7.3.5.7.3202.3:  -  $.39.3 .9:038 0.8.010948.3  :39: 20309.8.7.:9 .  %::.02.

3:8.9  50309. /03. 549038 0948.:9 /2.:/488907.9.3        507-0/..9 907..3 :39: 2.38 ::/ /..31.  :.3 : 0948.3  503.3 9039.3.9..3 549038 0948.3 549038 001091.31.3 .9  /  .3820010948  .3944 ::70948.9 -.:.550309.3.320.:5:3 :39: 2025077..3    /4884-.948 /. /:3..3/488.3   4-.9.9 907.3 4-.  205:9 3..3 8:-7438 .3   /.3.9.3.3:...7.7.91 0.: 7438  2.2.3 :39: 207..3 0.3.9.

3..0.9.-07:7:9.9/-.3203072.84-.3 0.3: --0/.50.3 5:2.32030-.0.9.32./488   4380397.3  :      9..2.4.3 80:7:3.:2.-.792.302.803..

. /.2.2:/.7.803..

3         02.3 0..32030-.3: .-.7 .9.

     .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->