21. Metode Imla’ Metode Imla’ disebut juga metode dikte, atau metode menulis.

Di mana guru membacakan acar pelajaran, dengan menyuruh siswa untuk mendikte / menulis di buku tulis. Dan imla’ dapat pula berlaku, dimana guru menuliskan materi pelajaran imla’ di papan tulis, dan setelah selesai diperlihatkan kepada siswa. Maka materi imla’ tersebut kemudian dihapus, dan menyuruh siswa untuk menuliskannya kembali di buku tulisnya.
Tujuan Metode Imla’

Adapun tujuan pengajaran imla’ ini adalah sebagai berikut :
• •

• • • •

Agar anak didik dapat menuliskan kata-kata dan kalimat dalam bahasa Arab dengan mahir dan benar Anak-anak didik bukan saja terampil dalam membaca huruf-huruf dan kalimat-kalimat dalam bahasa Arab, akan tetai terampil pula menuliskannya. Dengandemikian pengetahuan anak menjadi inegral. (terpadu) Melatih semua panca indera anak didik menjadi aktif. Baik itu perhatian, pendengaran, pengelihatan maupun pengucapan terlatih dalam bahasaarab. Menumbuhkan agar menulis Arab dengan tulisan indah dan rapi Menguji pengetahuan murud-murid tentang penulisan kata-kata yang telah dipelajari Memudahkan murid mengarang dalam bahasa Arab dengan memakai gaya bahasa sendiri.

Metode Mengajar Imla’ Pada dasarnya ada dua cara yang dapat dilakukan dalam pengajaran imla’ di kelas. Yakni dengan cara mengimla’kan materi pelajaran itu di papan tulis dan murid mencatat / menuliskannya di buku tulis. Kemudian imla’ dengan cara,gru hanya membacakan materi pelajaran itu, kemudian murid menuliskannya di buku tulis mereka masing-masing. Adapun metode imla’ tersebut adalah sebagai berikut : 1) Memeberikan, apersepsi terlebih dahulu, sebelum memulai imla’. Gunanya adlah agar perhatian anak didik terpusat kepada pelajaran yang akan dimulai. 2) Jika imla’ dilakukan dengan cara menuliskan materi imla’ maka langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut :
• • • •

Guru menuliskan materi pelajaran di papan tulis dengan tulisan yang menarik Membacakan materi pelajaran imla’ yang telah ditulis itu secara pelan dan fasih Setelah guru membacakan imla’, maka suruhlah di antara mereka untuk membacakan acara imla’ hingga benar dan fasih. Jikaperlu semua siswa dapat membaca imla’ tersebut Setelah selesai membca imla’ dari semua siswa, maka guru menyuruh mereka untuk mencatatnya di buku tulis

atau post test. Setelah selesai imla’. apakah sudah benar atau belum imla’nya Guru mengadakan soal jawab mengenai imla’ yang baru saja dikerjakan itu. guru mengumpulkan catatan imla’ semua anak didik untuk diperiksa atau dinilai 3) Dan jika imla’ dilaksanakan dengan cara : Guru membacakan materi pelajaran imla’ itu kepada siswa. maka langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut : • • • • • • Mengadakan apersepsi terlebih dahulu. Jadi bacakanlah acara pelajaran imla’ tersebut dengan tenang tidak tergesa-gesa . jangan terlalu lembek sehingga tidak diengar murid yang duduk di belakang. apakah tujuannya telah mengenai sasaran atau belum. dan dapat menjelaskan kembali mengenai kalimat yang belum dipahami oleh siswa Akhirilah pengajaran dengan memberi berbagai petunjuk dan nasihat-nasihat kepada anak didik. 4) Mengadakan penilaian (evaluasi). dengan benar dan rapi. hal-hal yang dianggap belum dimengerti dan dipahami. Guru janganlah memulai acara imla’. Dan murid melalui perhatiannya dan pendengarannya yang cermat. bacakanlah secara terang dan pelan.• • • • Menagdakan soal jawab. apakah itu dengan cara sebagian-sebagian atau dengan membacakan secara keseluruhan. dan kemudian menyuruh salah satu diantara siswa untuk menuliskannya di papan tulis Guru membetulkan imla’ secara keseluruhan. maka tulisan hendaknya rapi danterang. Mengadakan evaluasi / post test. Dan kemudian mengulangi sekali lagi bacaan tersebut hingga tidak ada lagi kesalahan Menuliskan kata-kata sulit serta ikhtisar dari materi imla’ Guru menyuruh semua siswa untuk mencatat / menulis imla’ didepan papan tulis itu ke dalam buku tulis mereka masing-masing. untuk kemudian diperiksa. maka perlu diulang dan perbaikan-perbaikan Saran-Saran Dalam Menggunakan Metode Imla’ Adapun berikut ini adalah beberapa saran dalam menggunakan metode imla’ sebagai berikut : • • • • • Jika imla’ dengan cara menuliskan di papan tulis. mengenai materi imla’. mencatatnya pada buku tulis mereka masing-masing Mengumpulkan semua catatan imla’ siswa. jika belum. dan tidak terlalu cepat. . agar perhatian siswa semua terpusat pada acar imla’ Guru memulai mendikte acara imla’ secara terang / jelas. maka hendaknya bacaan imla’ dibacakan dengan suara yang lantang (terang). Dan kalau imla’ dilakukan dengan cara guru membacakan. jika suasana kelas belum ditertibkan. Mulailah acara imla’ jika siswa telah dalam keadaan siap. sehingga siswa benar-benar dalam keadaan siap menerima imla’ yang akan disajikan. yang dapat dibaca oleh semua anak didik. Adakanlah soal jawab dan diskusi mengenai materi imla’ tersebut kepada siswa dan mejelaskan maksud dari padanya.

Dalam hal ini ia tidak hanya hafal secara verbalitas. menjelaskan. masyarakat pun menuntut sebagai lulusan lembaga ini mereka harus menguasai dan memahami baca tulis huruf Al Qur'an. mendemonstrasikan. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berpikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan dan hafalan. yaitu belajar (learning) dan pembelajaran (instruction). Ada dua konsep kependidikan yang berkaitan dengan yang lainnya. mempersiapkan. memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi. Begitu juga dipendidikan umum. sehingga sekolah sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai peranan dan tanggung jawab yang tidak sederhana dalam pelaksanaan tugasnya apalagi di zaman era globalisasi saat ini . memperkirakan. dimana anak akan menyerap dan mencontoh setiap gerakan orang tuanya. meramalkan dan membedakan. Kedua konsep ini akan terjadi interaksi sehingga apa yang diharapkan oleh pendidik akan berhasil. Bukan saja harapan guru. Namun untuk penulisan huruf hijaiyah dengan metode "imla" masih jauh apa yang diharapkan oleh pendidik. h. 62 ). Untuk pengenalan terhadap huruf Al Qur'an dan hafalan pelajaran lainnya merupakan kegiatan sehari-hari yang harus mereka hadapi dan jalani. 1987. . mengikhtisarkan. Yang dimaksud Pemahaman di sini adalah adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan seseorang mampu memahami aarti konsep. maka operasionalnya dapat membedakan. Konsep belajar berakar pada pihak peserta didik dan konsep pembelajaran berakar pada pihak pendidik. Keluarga adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anak.MINAT SISWA TERHADAP PEMAHAMAN BACA TULIS HURUF AL QUR'AN DENGAN METODE IMLA Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkan potensi sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran. Menurut Anas Sudijono dalam bukunya. mengklasifikasi. situasi serta fakta yang diketahuinya. menyajikan. menentukan dan mengambil keputusan. Sebagai lembaga pendidikan agama seperti madrasah dan sekolah-sekolah yang berciri khas Islam. para pendidik mengharapkan anak didiknya dapat menguasai dan memahami baca tulis Al Qur'an dimulai dengan pengenalan huruf dasar Al Qur'an (hijaiyah) dengan cara meniru ucapan guru maupun dengan cara tulisan. tetapi memahami konsep dari masalah yang ditanyakan. Sedangkan menurut Saifuddin Azwar ( Tes Prestasi. Yogyakarta : Liberty. Juga tak lupa peran serta orang tua untuk memotivasi (mendorong) anaknya untuk mau belajar.Pendidikan agama adalah merupakan pondasi dasar yang harus diajarkan dan diterima anak didik untuk diamalkan dalam kehidupannya. Dengan kata lain. menginterpretasikan. adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dan jalur pendidikan di sekolah dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran secara berjenjang dan berkesinambungan. memberi contoh. mereka harus menguasai agar tak tertinggal oleh yang lain. mengubah. Harapan sebagai pendidik adalah mereka tidak hanya hafal tapi juga harus dapat menulis huruf Al Qur'an dengan cara "imla". Sebagai lembaga pendidikan. dengan memahami berarti sanggup menjelaskan. Dengan demikian sekolah merupakan pembinaan yang telah diletakkan dasar-dasarnya melalui pendidikan keluarga. mengatur. Pengantar Evaluasi Pendidikan. institusi sekolah harus dapat menyeimbangkan kedua pengetahuan tersebut agar dapat diterima oleh anak didik.

Sedangkan kata imla berasal dari kata bahasa Arab yaitu : ‫ امـل – يـمـل – امـلء‬yang artinya dikte. kecakapan provokasional. Kedua. yaitu dengan memahami sesuatu berarti seseorang dapat mempertahankan. kecakapan berpikir rasional yang terdiri dari kecakapan menggali dan mengolah informasi. dan mengikhtisarkan. hanya sekedar mengetahui tanpa bias menangkap makna dan artidari sesuatu yang dipelajari. menyimpulkan. Dengan pengetahuan. Keempat. agar dapat memahami dan menulis huruf (kata) dalam bahasa Arab (huruf Al Qur'an) secara benar. kecakapan personal. maka terlebih dahulu penulis akan menjelaskan pengertian kata pelajaran. kemudian siswa menulisnya ke dalam buku tulis ataupun papan tulis sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh guru. M. kecakapan mengambil keputusan dan kecakapan memecahkan masalah Ketiga. Dr. Indikator tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengandung makna lebih luas atau lebih dalam dari pengetahuan. yang harus diajarkan. memanjangkan ( Ainurrafiq Dawam. Biasanya penyampaiannya dalam bentuk huruf Al Qur'an yang diucapkan oleh guru kepada siswa. indikator pemahaman pada dasarnya sama. menganalisis. Kelima. yaitu keterampilan dalam pendalaman satu atau beberapa jenis keterampilan siap pakai dalam kehidupan masyarakat Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas. lembaga ini ( madrasah ) seharusnya tidak meninggalkan salah satu mata pelajaran imla yang diberikan kepada siswa. Ahmad Taarifin MA. terdiri dari kesadaran tentang diri sendiri dan kesadaran akan potensi yang ada pada dirinya sendiri.Dari berbagai pendapat di atas. Manajemen Berbasis Pesantren ). menuliskan kembali. keterampilan keahlian khusus. disebabkan karena siswa tidak dapat membedakan anatar satu huruf dengan huruf yang lain. mengklasifikasikan. tetapi juga mempunyai kemampuan untuk menangkap makna dari sesuatu yang dipelajari juga mampu memahami konsep dari pelajaran tersebut. membedakan.)ي‬ Kekeliruan yang sering terjadi dalam hal penulisan. yang terdiri dari koordinasi mata tangan dan mata kaki dan keterampilan lokomotor serta non lokomotor. menduga. ini disebabkan kurangnya pemahaman huruf Al Qur'an sebagai dasar pengetahuan pelajaran imla. imla. diantaranya : Pertama. memperluas. memberi contoh.Ag.Segala sesuatu yang belum diketahui hendaklah dipelajari agar dapat dipahami.dan akhiran – an" sehingga menjadi pelajaran yang artinya. seseorang tidak hanya bias menghafal sesuatu yang dipelajari. Sedangkan dengan pemahaman. Untuk memudahkan pemahaman tentang pelajaran imla. seseorang belum tentu memahami sesuatu yang dimaksud secara mendalam. kecakapan sosial yang terdiri dari kecakapan berkomuniasi dengan empati dan kecakapan bekerjasama. Kendala yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran ini adalah dalam penulisan. Pelajaran berasal dari kata "ajar" yang mendapat awalan "pe . Seorang pendidik. konsonan dan vokal yang ada dalam . Yang dimaksud dengan huruf Al Qur'an di sini adalah huruf hijaiyah yang dimulai dari huruf alif (‫) ا‬sampai ya (‫.

yang umumnya disertai dengan perasaan senang terhadap sesuatu. Ahmad D.M. Secara sederhana minat (interest) berarti kecenderungan hati yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Pengertian minat Setiap manusia mempunyai kecendrungan untuk selalu berinteraksi dengan sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya. 3. secara terus menerus. tentunya akan berpengaruh kepada hafalan siswa. Minat timbul apabila individu tertarik pada sesuatu yang mereka anggap sesuatu itu penting bagi dirinya dan dapat memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan. dalam bukunya Psikologi Pendidikan mengemukakan bahwa minat adalah suatu kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu. Pengertian. Sardiman A. bahagia dan bermanfaat kepada dirinya kemungkinan ia akan berminat terhadap sesuatu itu. maka penulis mengangkat beberapa pendapat tentang minat yang dikemukakan oleh para tokoh.bahasa Arab. diantaranya : 1. Pada hal tujuan tulisan adalah untuk memudahkan kita membaca secara tepa. dalam bukunya yang berjudul Pengantar Filsafat Pendidikam Islam mengemukakan definisi minat yaitu "kecenderungan jiwa terhadap sesuatu karena kita merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. Fungsi Minat & Faktor yang Mempengaruhinya a. Marimba. dalam bukunya Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar mengemukakan pendapatnya minat yaitu suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Jika menulisnya secara keliru. H. Alisuf Sahri. maka bagaimana kita bias membaca secara tepat. M. . Apabila sesuatu itu memberikan rasa senang. 1.Untuk lebih jauh memahami tentang definisi minat. 2. Jika dalam penulisannya keliru apa yang dihendaki oleh guru.

Hal inilah yang mendorong minat dan perhatiannya terus memberanikan diri untuk bertanya. Minat merupakan suatu bentuk perhatian yang mengandung unsure-unsur perasaan senang terhadap sesuatu yang ada kaitannya dengan kehidupan pribadi siswa. biasanya seorang merasa bangga karena dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa siswa-siswinya mau memperhatikan apa yang telah diajarkan. dan diingat terus menerus yang kemudian diikuti dengan perasaan senang. aktifitas ataupun situasi yang dianggap penting dan berguna sehingga sesuatu itu diperlukan. Oleh karena itu. Untuk Mencapai Tujuan Pendidikan. . karena merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Adapun ketiga fungsi minat itu diuraikan sebagai berikut : 1. b. diperhatikan. Mengembangkan suatu minat belajar pada peserta didik merupakan tujuan yang penting dalam proses belajar mengajar. 2. Dalam Suatu kelas bila terdapat siswa yang bertanya.Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para tokoh dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan hati dan jiwa terhadap sesuatu. sehingga merekaakan giat dalam belajar. Motivating Force (Motivasi yang Kuat)Dikatakan sebagai Motivating Force karena berfungsi sebagai kekuatan yang mendorong siswa untuk belajarkarena siswa yang berminat atau senang pada pelajaran yang diajarkan. Siswa yang mengajukan pertanyaan biasanya ia berfikir terhadap apa yang tidak diketahui. maka ia terdorong untuk terus tekun belajar. proses awal pengajaran hendaknya dimulai dengan usaha membangkitkan minat tersebut. fungsi minat Sekurang-kurangnya ada tiga fungsi minat yang dapat mempengaruhi dan membantu siswa untuk memiliki kecenderungan kepada mata pelajaran tertentu. Mendorong Siswa untuk Bertanya. bila minat sianak telah muncul maka perhatian terhadap pelajaran akan mengikutinya. 3. baik terhadap obyek.

Yang kemudian berkembang pada masa puber. Seseorang yang dikaruniai kecerdasan lemah. atau memerlukan sesuatu. bakat yang berpengaruh terhadap perkembangan minat adalah kecerdasan. Faktor Eksternal Faktor dari luar yaitu karena adanya rangsangan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Minat tidak timbul secara tiba-tiba atau spontan. b. sebab seseorang yang memiliki kelemahan fisik dan psikisnya. sangat sukar dibina minatnya. kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja. Dengan demikian mereka akan sungguh-sungguh dalam belajar . melainkan timbul akibat dari partisifasi. Bahan ajar dan cara penyampaian sedapat mungkin disesuaikan dengan minatdan kebutuhan tersebut. Seseorang akan memiliki perhatian apabila ada perasaan tertarik. sebab keduanya akan menjadi penyebab timbulnya perhatian. 4. Sesuatu yang menarik minat dan dibutuhkan siswa. 1. relatif akan mengalami kesulitan dalam perkembangan minatnya. berkepentingan. Salah satu obyek yang dapat merangsang dan membangkitkan minat belajar siswa adalah guru. Ngalin Purwanto yaitu : a. Menarik Minat dan Perhatian Siswa Setiap anak mempunyai minat dan kebutuhan sendiri-sendiri yang berbeda-beda. pengalaman. maka kemampuannya akan mengalami hambatan.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat menurut M. Bakat atau Bawaan Bakat merupakan kemampuan yang di bawa sejak lahir.c. Walaupun hamper tidak mungkin menyesuaikan pengajaran dengan minat dan kebutuhan tersebut dapat dipahami. Rangsangan tersebut akan berpengaruh dalam memberikan sentuhan-sentuhan kejiwaan secara lansung yang dibuat atau disengaja agar tumbuh kesadarannya. 2.Pengajaran perlu memperhatikan minat dan kebutuhan. Faktor Internal 1. akan menarik perhatiannya. Oleh karena itu pembinaan minat yang baik harus diawali dari masa sedini mungkin. Perhatian Seseorang yang tidak mempunyai perhatian. 3. Namun hal ini dapat diatasi dengan memperbanyak latihan . Tingkat Perkembangan Tingkat perkembangan manusia yang paling menguntungkan dalam perkembangan minat adalah pada masa kanak-kanak yaitu sekitar usia 5 sampai 6 tahun. Kondisi Fisik dan Psikis Kedua kondisi ini jelas berpengaruh. Guru yang berhasil membina kesediaan belajar murid-muridnya berarti telah melakukan hal-hal yang terpenting yang dapat dilakukan demi kepentingan muridnya tersebut. yang nantinya akan membangkitkan perhatian dan minat seseorang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful