Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah

July 7, 2010 | In: ilmu PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH SIFAT DAN ISI TULISAN Sifat dan isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. a. b. c. 2. a. runtut Kreatif dan Objektif Tulisan berisi gagasan kreatif yang merupakan hasil pemikiran secara terbuka Tulisan didukung oleh data dan informasi yang terpercaya Bersifat asli(bukan karya jiplakan dan menjauhi duplikasi Logis dan Sistematis Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan

b. Pada dasarnya karya tulis memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis permasalahan, kesimpulan dan memuat saran-saran atau rekomendasi PENULISAN KARYA ILMIAH Sistematika Penulisan Sistematika penulisan hendaknya berisi rancangan yang teratur sebagai berikut: I. 1. 2. Bagian Awal Cover Halaman Judul.

a. Judul diketik dengan huruf besar sesuai dengan masalah dan tidak membuka peluang untuk penafsiran yang bermacam-macam. b. 3. Nama penulis ditulis dengan jelas Lembar Pengesahan diberi tanggal sesuai dengan tanggal pengesahan

Daftar Tabel dan Lampiran 6. Kesimpulan yang diambil harus konsisten . Kata pengantar dari penulis 5. d. serta telaah pustaka untuk menghasilkan alternatif pemecahan masalah atau gagasan kreatif b. Analisis permasalahan didasarkan pada data atau informasi. Tinjauan pustaka meliputi uraian-uraian dan penjelasan yang menunjukkan landasan teori dan konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang akan dikaji b.4. Uraian singkat mengenai gagasan kreatif yang ingin Mengandung pertanyaan yang dijawab melalui tulisan Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai melalui penulisan Tinjauan Pustaka a. 1. pengambilan kesimpulan. c. Uraian mengenai pendapat yang berkaitan dengan masalah yang akan dikaji Uraian mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan Metode Penulisan Metode penulisan dilakukan mengikuti metode yang benar dengan menguraikan secara cermat cara atau prosedur pengumpulan data dan informasi. analisis permasalahan. II. Bagian Isi/Pembahasan a. Daftar isi dan daftar lain yang diperlukan seperti Daftar Pustaka. Latar belakang yang memuat alasan mengangkat masalah tersebut menjadi karya tulis dan penjelasan tentang penting dan menariknya masalah tersebut ditulis b. 3. 4. Abstrak/Ringkasan Bagian Inti Pendahuluan Bagian pendahuluan mencakup hal-hal sebagai berikut: a. disampaikan c. 2. serta perumusan saran atau rekomendasi.

sederhana.yg.tahun. jelas.dgn.sbb. Judul Bab diketik di tengah-tengah dengan huruf besar dan dengan jarak 3 cm dari tepi atas tanpa garis bawah 3. b. Penulisan daftar pustaka untuk buku. Batas pegetikan Samping kiri 4 cm Samping kanan 3 cm Batas atas dan batas bawah masing-masing 3 cm Jarak pengetikan Bab. c.nama jurnal.tahun penerbitan. tidak menggunakan singkatan seperti tdk.judul buku. Penulisan daftar pustaka yang diperoleh dari internet ditulis alamat website-nya dan tanggal pengutipan.judul penulisan. a. b. Jarak pengetikan antara Bab.tsb. Daftar riwayat hidup peserta minimal mencakup nama lengakap. 2. satu kesatuan. dimulai dengan menulis nama pengarang. PENGETIKAN 1. 3. sub-bab dan kalimat dibawahnya 2 spasi 2. Lampiran (jika diperlukan) PERSYARATAN PENULISAN Naskah karyanya menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan. Daftar pustaka ditulis untuk memberi informasi sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan. Sub-bab dan perinciannya: 1. Penulisan daftar pustaka dari jurnal dimulai dari nama penulis.dll. mengutamakan istilah yang mudah dimengerti. 5.5 spasi pada kertas berukuran A4( font 12. 1. Times New Roman). Judul Sub-bab ditulis mulai dari sebelah kiri dengan tendensi 5(lima) ketukan dan diberi garis bawah .nama penerbit dan tempat terbit.volume. tempat tanggal lahir.c. Saran yang disampaikan berupa gagasan yang berkaitan dengan kesimpulan Bagian Akhir a.dan nomor halama.Sub-bab adalah 3 spasi. karya tulis yang pernah dibuat dan prestasi yang pernah diraih. c. Tata Letak Karya tulis diketik 1.

Bagian pendahuluan yang meliputi halaman judul. dan seterusnya) b. dan seterusnya) c. e. Penomoran Halaman a. ditulis seperti aturan diatas lalu diikuti oleh kalimat berikutnya 2. Poster digambar pada kertas berukuran A3. nama/daftar kelompok.5 dari tepi atas (1.3. Photoshop. Pengetikan Kalimat Alinea baru diketik sebaris dengan baris diatasnya dengan jarak 2 (dua) spasi 3. grafik. f. tanpa batas tepi b.2. c. atau kombinasi aplikasi yang lain) dapat juga menampilkan foto. Nomor halaman pertama dari setiap bab tidak ditulis tetapi diperhitungkan. informative : Teliti : Mengikuti Persyaratan . d. Desain poster menggunakan cetak digital dengan menggunakan komputer aplikasi atau software yang sudah umum (Corel Draw. kata pengantar dan daftar isi memakai angka romawi kecil dan diketik sebelah kanan bawah ( i. ii. · · · · · · Tidak diperkenankan terdapat tempelan-tempelan kertas/sejenisnya Jumlah warna bebas Menyerahkan Soft File berikut Hard Copy (Hasil Poster) Poster harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut: Visible Interesting Structured Useful Accurate Legitimate : Mudah dilihat : Menarik : Terstruktur : Berguna. PEDOMAN DESAIN POSTER PERSYARATAN TEKNIS a.4. Jika masih ada sub judul dalam tingkatan yang lebih rendah. Bagian inti sampai dengan bagian penutup memakai angka Arab dan diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1.

yaitu latar belakang. kesimpulan/saran.· f. 2. Simple Format Poster : Sederhana Poster yang dibuat harus memuat : · Judul. 6. Sumber: John Milthon Gregory. hasil temuan. 2009 Wahidin John Milthon Gregory merupakan penulis buku yang terkenal tentang Tujuh Hukum Mengajar. 1. 7. 4. kita akan semakin menguasai pengetahuan dan gambaran apa yang diajarkan akan semakin jelas. tetapi pahami dahulu sebaik-baiknya sebelum menyampaikan kepada siswa. Hubunganhubungan inilah yang akan menentukan nilai praktis penerapan dari pelajaran itu. tujuan. Jangan mengandalkan bahwa kita sudah pernah mempelajarinya karena apa yang kita ketahui dahulu pasti sebagian sudah terhapus dari ingatan kita. saran) JADILAH GURU YANG BAIK (Tujuh Hukum Mengajar) Juni 6. Inilah beberapa petunjuk yang perlu dipersiapkan oleh seorang guru yang baik. tetapi benar-benar mantap daripada mengetahui banyak. Harap diingat bahwa lebih baik mengerti sedikit. tetapi kurang mendalam. Carilah analogi atau ilustrasi untuk mempermudah penjelasan fakta-fakta dan prinsip-prinsip yang sulit dimengerti oleh siswa. Sediakan waktu yang khusus untuk mempersiapkan tiap pelajaran sebelum berdiri di depan kelas. Setiap pelajaran selalu berangkat dari pengertian-pengertian dasar yang sederhana baru ke tingkat pengertian yang tinggi. 2009 Wahidin . 5. Tujuh Hukum Mengajar 8 Keterampilan Mengajar Juni 13. permasalahan. Gunakan sebanyak mungkin sumber referensi berupa buku-buku atau bahan-bahan yang sesuai. Khususnya prinsip-prinsip abstrak. Carilah urutan yang logis dari tiap bagian dalam pelajaran yang dipersiapkan tersebut. Dengan persiapan matang. temuan. · Tonjolkan bagian-bagian yang dianggap paling penting untuk diinformasikan (misal hasil. 3. Carilah hubungan antara apa yang diajarkan dan kehidupan sehari-hari siswa. nama penulis · Isi Poster memuat alur pikir yang jelas. Persiapkan bahan pelajaran dengan mempelajarinya berulang-ulang. Pelajari urut-urutan yang logis dari pelajaran yang dipersiapkan tersebut sampai terwujud suatu pengertian yang dapat saudara uraikan dengan kata-kata sendiri.

serta diberikan pada awal. EQ dan SQ. mengorganisasi-kan. baik variasi dalam gaya mengajar. keterampilan bertanya yang mensyaratkan guru harus menguasai teknik mengajukan pertanyaan yang cerdas. dan pola interaksi dan kegiatan Keempat. keterampilan memberi penguatan.dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun konsep dan teori tentang kecerdasan berganda corongnya lebih banyak mengarah kepada dunia . serta merencanakan dan melaksana-kan kegiatan belajar-mengajar. Ketujuh. keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. Seorang guru perlu menguasai keterampilan memberikan penguatan karena penguatan merupakan dorongan bagi siswa untuk meningkatkan perhatian. ataupun akhir pelajaran sesuai dengan keperluan Kelima. tengah. penggunaan media dan bahan pelajaran. Salah satu judul atau topik yang sering diangkat orang dalam berbagai seminar dan talkshow adalah bagaimana melejitkan potensi diri dan menumbuh-kembangkan pendidikan yang berimbang antara ³imtaq dan iptek´. yakni: Pertama. yang mensyaratkan guru agar mengadakan pendekatan secara pribadi. Sekarang kita dapat menemui ratusan artikel yang berbicara tentang peningkatan kualitas pendidikan melalui surat kabar. Ketiga. Keenam.Turney (1973) mengemukakan 8 (delapan) keterampilan dasar mengajar. Konsep.iman dan taqwa.ini kemudian dibawa ke dalam dunia pendidikan (ke sekolah) dan ke dalam rumah tangga. keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Kedelapan. membimbing dan memudahkan belajar.atau topik tentang mengembangkan kepintaran berganda antara IQ. keterampilan mengadakan variasi.aktivitas siswa dalam diskusi. mencakupi keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.konsep untuk mengembangkan kepintaran berganda. baik keterampilan bertanya dasar maupun keterampilan bertanya lanjut Kedua. seminar dan lewat cyber atau internet. materi. sesuai dengan kemampuan dan latar belakang siswa. keterampilan mengelola kelas.mutiplied intelligent. Dalam konteks ini. 2008 Wahidin Oleh : Marjohan Guru SMA Negeri 3 Batusangkar (Program Layanan Keunggulan) Kepedulian orang terhadap pendidikan dewasa ini sudah meningkat. keterampilan menjelaskan yang mensyaratkan guru untuk merefleksi segala informasi sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Setidaknya. majalah. keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. guru perlu mendesain situasi yang beragam sehingga kondisi kelas menjadi dinamis. serta pengendalian kondisi belajar yang optimal. Guru Perlu Memiliki Kecerdasan Berganda Oktober 18. Hal terpenting dalam proses ini adalah mencermati. penjelasan harus relevan dengan tujuan.

budaya otoriter dan suka membentak. Namun bila ada guru yang memiliki beberapa kepintaran.kalau ada motivasi.anak. budaya demam mengambil barang kredit.guru nya sendiri belum memiliki kepintaran berganda. Poin. counselor. namun populasi mereka tentu saja tidak banyak.menjadi generasi muda yang memiliki multiplied intelligent dengan harapan kelak bisa hidup indah. seperti pintar berpidato.lain. maka guru yang demikian pasti memiliki tempat spesial dalam hati anak didik mereka. dan lain. berbudaya instant. pelatihan atau training disertai dengan segudang resep bagaimana agar mereka bisa memiliki kepintaran berganda. Bagaimana guru bisa menerapkan perannya yang cukup banyak seperti sebagai educator. cerdas affektifnya dan cerdas psikomotoriknya. Siswa memandang guru yang demikian sebagai guru yang biasa.guru yang sebagian bukan the right man on the right place. juga cakap dalam hal lain. Kalau kuota guru masih kurang maka kuota ini bisa disisip dan bisa dipesan lewat memo orang. Kalau ada itu pun hanya bagi segelintir siswa saja. . dan lain. Respon generasi muda juga menentukan eksistensi dan kualitas guru.biasa saja.fikiran suka mengambang-.guru seperti fenomena yang disebutkan di atas. yaitu hanya sekedar menguasai mata pelajaran mereka saja. Mengapa refleksi di atas bisa menjadi fenomena dikalangan sebahagian kaum pendidik (?). Pada banyak sekolah.yaitu guru guru yang kurang kritis dan berbudaya floating thingking.selain menguasai bidang studinya. umumnya guru. Itu pun diakibatkan oleh faktorµX´. pandai komputer dan internet. budaya demam lomba penampilan. Bagaimana realita tentang kualitas guru.kalau mereka tidak memiliki kepintaran berganda.guru dan konsep kepintaran berganda mereka pada banyak sekolah ? apakah mereka sudah memiliki kepintarasn berganda atau malah mereka hanya memiliki kemampuan pas. hangat pribadinya. budaya ABS.orang yang berkuasa di atas. keinginan dan usaha maka tentu saja mereka bisa-musti menjadi guruguru yang spesial bagi anak didiknya.atau agar tidak perlu susah payah mencari kerja.guru. Guru dengan kepintaran berganda seperti yang disebutkan tadi agaknya dapat diberi label sebagai guru yang profesional atau guru yang berkualitas. Tetap saja pada banyak sekolah siswa tergolong pintar pada mulanya segan untuk memilih karir guru sebagai cita. dan lainlain. seperti halnya kaum remaja.bentak sampai kepada budaya hedonisme ± kesukaaan untuk mencari kesenangan melulu. motivator. mudah dan jauh dari gelisah. budaya senang melakukan rekayasa.guru hanya memiliki kepintaran tunggal. Untuk mereka sengaja dirancang berbagai program. atau sikap sejak awal.lain.maka terjaringlah guru.biasa saja.anak dan para siswa di sekolah.asal bapak senang. Motivasi yang mereka berikan kepada siswa terasa juga biasa. Pada akhirnya bermunculanlah guru. Barangkali fenomena ini terjadi akibat sikap mental. budaya demam bergosip. dan begitu juga dengan budaya lain seperti budaya floating thinking. miskin kreatifitas. juga ada yang terjebak kedalam budaya instantbudaya yang menginginkan hasil bisa diperoleh serba cepat. Namun kebijakan ini tidak berimbang kalau guru.pasan saja sebagai seorang guru (?). Dahulu menjadi guru begitu mudah dan gampang. . Budaya instant tentu harus dijauhi. Mereka adalah guru yang memiliki karakter. Menerapkan dan mengarahkan corong konsep pendidikan kepintaran berganda kepada anak didik di sekolah dapat dianggap sebagai langkah yang tepat. Guru yang begini tentu sangat menyenangkan. Guru yang begini adalah realita kebanyakan guru. seperti karena alasan ekonomi orangtua.bearaktifitas sedikit tetapi ingin memperoleh hasil yang cepat dan untungnya besar. Sebahagian guru.poin ini agaknya lebih bersifat refleksi terhadap fenomena dalam dunia pendidikan kita.cerdas kognitifnya.cita mereka. Namun setiap guru.

Adalah suatu hikmah sejak lapangan kerja menjadi makin sulit dan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi idaman bagi sebagian mahasiswa di universitas. Ia mengatakan bahwa orang (atau guru) yang memiliki kepintaran berganda harus menguasai atau memiliki bidang: seni.kepada Khalik (Sang pencipta alam) ini. ada uang lauk. Paradigma ini bisa dicapai kalau mereka mengembangkan diri. mereka perlu berolahraga untuk mengeluarkan keringat agar jantung dan paru. language. Adalah pilihan yang tidak bijak bila hanya anak didik saja yang diminta dan diusahakan untuk mengembangkan diri untuk memiliki kepintaran berganda. atau kecerdasan otak. Ia mengatakan bahwa untuk memiliki kepintaran berganda maka setiap orang (guru) perlu untuk mengimplementasikan konsep multi intelegensi. bagaimana menjadi guru bermartabat dan profesional.biasa saja.rasa seni.pauk dan uang tujada (tunjangan daerah) maka mereka yang belajar di Universitas non kependidikan memutar haluan untuk menyerbu program akta kependidikan agar nanti bisa melamar menjadi guru. Kecerdasan otak mencakup unsur logis (matematika) dan linguistik (verbal atau bahasa). kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. dan mengembangkan sikap. dengan bukunya Quantum Teaching. maka mereka juga perlu untuk mengembangkan . music. Kecerdasan emosional mencakup unsur interpersonal dan intrapersonal. harus berpikir untuk memiliki kecerdasan berganda.gurunya dibiarkan saja memiliki kepintaran tunggal atau tidak pintar sama sekali sebagai seorang guru.sikap positif. Sedangkan kecerdasan spiritual adalah bagaimana menghayati dan mengabdi kan diri ± beribadah. dan melakukan koresponden.tunggu sampai datang hari esok.paru selalu sehat. telah memberi kaum pendidik inspirasi tentang bagaimana untuk memiliki kepintaran berganda itu. Mereka. Kemudian mereka juga perlu mengembamgkan kemampuan berlogika. Tentu saja hal ini menjadi hak pribadi setiap warga negara. mengembangkan kemampuan berbahasa lisan dan tulisan. memiliki teman yang luas.iming hidup enak. misalnya. Mereka perlu untuk melakukan rekreasi dan merasakan betapa alam ciptaan Tuhan itu begitu indah dan menyegarkan.guru secara umum cendrung biasa. mengikuti organisasi. Sementara guru. interpersonal. body. Setelah memahami konsep kepintaran berganda.sungguh sangat bermanfaat bagi pengembangan diri dan untuk itu konsep ini harus dilaksanakan sekarang juga.Umumnya siswa yang tergolong pintar dengan tingkat ekonomi orangtua yang lebih mapan memilih universitas non kependidikan yang berada di pulau Jawa. Mereka harus memahami prinsip ³go back to the nature´ memiliki rasa peduli pada alam dan lingkungan.guru. Mereka perlu untuk melibatkan diri dalam pergaulan . Untuk mengimplementasikan konsep kepintaran berganda tersebut bagi diri sendiri maka setiap guru perlu untuk memiliki sense of art. Untuk melengkapi konsep kepintaran berganda untuk poin interpersonal yang lain. intrapersonal dan logis. natural. Ini mencakup tiga unsur yaitu intelligent quotient. karena PNS sudah memberi iming. Kemudian setiap guru perlu untuk memiliki badan yang bugar. Kini guru guru musti punya paradigma. Maka akibatnya kualitas guru. karena kecerdasan berganda juga patut untuk dimiliki oleh guru. Sehubungan dengan konsep pengembangan kepintaran berganda. tak perlu ditunggu.merenungan tentang kelebihan dan kekurangan diri. Pengembangan kepintaran berganda lain nya adalah untuk bidang natural. Pilihan mereka untuk kategori karir guru jatuh pada pilihan yang ke sekian. emotional quotient dan spiritual quotient. maka mereka perlu melakukan kontemplasi. Mengimplementasikan konsep kepintaran berganda ± mutliplied intelligent. Bobi De Porter (2002). Agus Nggermanto (2003) juga memberikan sedikip resep.

mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka. mereka belajar di dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup. Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan. disamping mengembangkan pribadinya. mereka belajar untuk cinta. mereka belajar untuk merasa bersalah. mereka belajar untuk merasa iri hati. Jika anak-anak hidup dengan rasa takut. Jika anak-anak hidup dengan keadilan. mereka belajar kesabaran. Jenis Penelitian Salah satu tugas sekolah adalah memberikan pengajaran kepada anak didik. mereka belajar sebenarnya.karakter karakter positif. Mereka harus memperoleh kecakapan dan pengetahuan sekolah. mereka belajar kedermawanan. Jika anak-anak hidup dengan kecemburuan. Jika anak-anak hidup dengan berbagi. mereka belajar keadilan. Nolte tentang pendidikan untuk anak-anak. METODOLOGI PENELITIAN Oktober 31. sudah mewarisi kita konsep untuk memiliki kepintaran berganda. Jika anak-anak hidup dengan rasa malu.murid yang merupakan proses pengajaran . Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi anda semua : Jika anak-anak hidup dengan kritikan. mereka belajar untuk melawan. Pemberian kecakapan dan pengetahuan kepada murid. Jika anak-anak hidup dengan kejujuran. Jika anak-anak hidup dengan toleransi. Jika anak-anak hidup dengan keamanan. mereka belajar menghargai. mereka belajar untuk merasa malu. mereka belajar bagus untuk memiliki tujuan. Jika anak-anak hidup dengan permusuhan. Kalau sekarang banyak ajakan datang agar guru perlu mengubah diri untuk menjadi guru yang bermartabat dan guru profesional. Ki Hajar Dewantoro. Tokoh pendidikan Indonesia . tutwuri handayani. Jika anak-anak hidup dengan penerimaan.seperti karakter senang berfikir positif. 2008 Wahidin A. ing ngarso sung tulodo. mereka belajar seperti itu sendiri. Jika anak-anak hidup dengan olokan. maka salah satu wujud untuk menjadi guru yang demikian adalah melalui konsep pengembangan diri menjadi kaum pendidik dengan kepintaran berganda Ini saya posting tulisannya Dorothy L. Jika anak-anak hidup dengan pujian. mereka belajar apresiasi. mereka belajar untuk mengutuk. Jika anak-anak hidup dengan persetujuan. mereka belajar percaya diri. Jika anak-anak hidup dengan keramahan. Jika anak-anak hidup dengan baik-baik. resepnya cukup sederhada yaitu: ing madya mangun karso. Jika anak-anak hidup dengan pengakuan. Jika anak-anak hidup dengan semangat. mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan. mereka belajar untuk merasa menyesal sendiri.

observasi dan refleksi untuk lebih jelas dapat dilihat gambar sebagai berikut : Dari beberapa definisi penelitain tindakan kelas tersebut.(proses belajar mengjar) itu dilakukan oleh guru di sekolah dengan cara. Jadi metode adalah cara. Kemmis dalam Kasbolah (1998/ 1999: 13) menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan suatu penelitian bersifat refektif yang dilakukan oleh pelaku dalam masyarakat sosial (termasuk pendidikan) yang bertujuan untuk memperbaiki pekerjaannya. Menurut Nana Sudjana (1989: 76) Metode mengajar adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan degnan sisiwa pada saat berlangsungnya pengajaran. Setiap langkah terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan. dapat di tarik kesimpulan bahwa pengertian tindakan kelas adalah penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan .langkah (a spiral of Steps). Penelitian tindakkan kelas adalah penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas.prinsip psikologi dan prinsip. Ini berarti bahwa penelitian untuk memecahkan permasalahn pembelajaran di kelas.prinsip pendidikan bagi perkembangan anak untuk mempertinggi kapasitas hasil pendidikan dan pengajran di sekolah. Action Research yaitu suatu bentuk kajian melalui self reflective yang bercirikan pada kegiatan partisipatif dan kolabaoratif dilakukan oleh para peserta pada situasi sosial dalam rangka meningkatkan rasionalitas dan penilaian mereka terhadap praktek/ pelaksanaan suatau kegiatan yang dilakukan (MDK Kurikulum 2002: 92). tindakan. yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.hari di kelas (Kasbolah. termasuk memahami pekerjaan ini serta situasi dimana pekerjaan ini dilakukan. Upaya yang dilakukan dengan melaksanakan tindakan unutk mencari jewaban atas permasalahan yang diangkat dari kegiatan tugas sehari. 1998/ 1999: 12). Metode pengajaran pada hakikatnya merupakan penerapan prinsip. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian in adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran melalui metode pendahuluan pada pelajaran matematika. Berdasarkan hal itu bahwa penelitain ini bersifat penelitian tindakan (action Research).cara atau metodemetode. Lewin dalam Kasbolah (1998/ 1999 : 14-15 ) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang merupakan suatu rangkaian langkah.

Prosedur Penelitain Prosedur yang digunakan dalam penelitain ini.tahap dilaksanakan dalam peneltian yang menggunakan siklus. B. pengamatan (observe) dan refleksi (reflect). Oleh karena itu sekolah harus melahirkan sumber daya manusia yang baik. Kemudian pada siklus kedua dan seterusnya jenis kegiatan yang dilakukan peneliti pada dasarnya sama.dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Model siklus yang digunakan berbentuk spiral sebagimana dikembangkan oleh kemmis dan Taggart (Kasbolah. tindakan (act). Siklus kegiatan dapat digambarkan sebagai berikut. setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan ke arah peningkatan dan perbaikan proses dalam mengajar. tetapi ada modifikasi pada tahap perencanaan. Pada dasarnya penelitian tindakan bertujuan untuk memeprbaiki dan menigkatkan kualitas pembelajaran.tahapan kegiatan penelitain dalam setiap siklus dapat dijelaskan sebagi berikut : . Dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus.siklus terlebih dahulu dilakukan studi kelayakan sebagai penelitain pendahuluan dengan tujuan untuk meningkatkan perbaikan dalam mengajar. Mengingat tuntunan masyarakat terhadap dunia pendidikan akhir. Secara operasional tahapan. Mengidentifikasi permasalahan dan gagasan yang tetap sesuai dengan masalah dalam pengembangan pembelajaran yang ada di kelas. 1998/1999: 14) yaitu merupakan momen.akhir ini begitu antusias sebagai akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta terjadinya perubahan yang signifikan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.momen dalam bentuk spiral yang meliputi : perencanaan (plan). Sebelum tahap. Dalam kegiatan ini peneliti dan guru secara langsung sudah melibatkan diri untuk aktif dan kreatif dalam rangkaian kegiatan yang ada di sekolah. mengembangkan sebagaimana yang lazim digunakan dalam penelitian dengan menggunakan siklus (cycle).

Refleksi merupakan bagian yang sangat penting untuk memahami dan mencari makna terhadap proses dan pelaksanaan tindakan sebagai dampak adanya intervensi tindakan yang dilaksanakan. 3. Tahap Observasi Tahap observasi dilakukan peneliti dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disiapkan sebelumnya. Lokasi dan Subjek Penelitian . peneliti melaksankan tindakan sesuai dengan perncanan yagn telah dirumuskan. Dengan alat pengumpul data yang telah disusun. 2. Data awal diperoleh dari hasil evaluasi mata pelajran matematika yang sudah terdekomentasikan dalam daftar nilai siswa dan dari hasil pengamatan lansung dalam setiap pembelajaran matematika. Hal ini membantu peneliti dalam menentukan kelmahan dan hambatan siswa dalam belajar matematika yang selanjutnya difokuskan pada strategi penemuan pada geometri yang dijadikan bahan bagi peneliti. interpretasi dan ekspanasi (penjelasan) terhadap semua informasi yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan.Tahap Perencanaan Kegiatan perencanaan diawali dengan merencanakan ide penelitian kemudian ditindak lanjuti dengan observasi pelaksanaan pembelajaran di kelas. tim observasi mencermati jalannya pembelajaran berlangsung secara wajar. Tahap Refleksi Hasil penemuan pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran ditindaklanjuti dengan kegiatan refleksi. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini. Observasi merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitain tindakan kelas yaitu mengamati segala sesuatu yang berlansung saat proses pembelajaran untuk melakukan refleksi dan revisi terhadap rencana tindakan yang telah dilakukan untuk menyusun rencana berikutnya. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan guru dan peningkataan hasil belajar siswa. C.1. 4. Refleksi merupakan kegiatan analitis sintetis.

Karakteristik dari subjek peneliti adalah sebagai berikut : 1. guru dan kepala sekolah karena sebagai tempat tugas. Letak geografis sekolah SDN 1 Ciseureh sangat starategis tidak jauh dari kota Purwakarta sekitar km jaraknya. pada semester II tahun ajaran 2006. 2. Sampel yang diteliti yaitu siswa.laki dan 9 orang siswa perempuan. . adanya anggapan bahwa pelajran matematika adalah pelajaran yang membosankan. 3. yang terdiri dari 18 orang siswa laki. Letak sekolah dekat dengan tempat tinggal peneliti yang jarkanya kurang lebih 500 meter. DII. Kualifikasi pendidikan guru dari «««««««guru kulifikasi pendidikannya SPG. penelitian tindakan ini dilaksanakan untuk memudahkan koordinasi dengan peneliti.mata hanya sebagai tempat penelitian. Sebagai subjek peneliti dengan kinerja guru dan aktivitas belajar peserta didik. Kondisi sosial ekonomi siswa rata. dan merasa tanggung jawab secara moril untuk meningkatkan kualitas pembelajran matematika.rata menengah ke bawah. sehingga penelitain ini dapat dilaksanaakn prestasi belajar dengan perolehan nilai UAS nilainya masih rendah.siswi kelas V SD Negeri I Ciseureh Purwakarta. 3. sebagai berikut : 1. S1. sebagai tempat mengajar. 2.2007 yang berjumlah 27 siswa. Dengan dipilihnya sekolah ini untuk penelitain karena dengan beberapa pertimbangn yang diambil yaitu. dalam pembelajran matematika dengan mengugnakan metode penemuan.Pelaksanan tindakan kelas (PTK) di SDN I Ciseureh Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta. juga dekat dengan pemukiman penduduk. serta dengan rendahnya nilai matematika pada akhir semester satu. sehingga peneliti dengan guru dan siswa sudah saling mengenal tetapi peneliti tidak lalai dalam melaksanakan tugas dan tidak semata.

guru teman sejawatdan kepala sekolah c. Data akan diolah menggunakan teknik analisis kulitatif unuk menunjukan dinamika proses dengan memberikan konseptual. E. sikap. Observasi Yaitu alat pengumpul data yang digunakan untuk mengamati tingkah laku individu baik sisiwa atau para gurunya selama proses pembelaran berlangsung. aktivitas belajar siswa.temuan pada saat diskusi kolaboratif dengan guru mitra dan guru teman sejawat setelah pembelajaran. . pendapat guru mitra penelitian. menjaring data yang telah valid (absah) dan reliable (dapat dipercaya) mengenai tanggapan sisiwa. fokus permasalahan dan tujuan penelitian. intelegensi. Kegiatannya menyangkut proses pembelajaran matematika serta temuan. Data dalam penelitain dianalisis dengan mengikuti pola mulai dari tahap orientasi hingga tahap karakteristik.D. b. Tes Hasil Belajar Adalah serentetan latihan soal yang digunakan untuk mengukur keterampilan. yaitu data tentang unjuk guru. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. maka diguankan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data diantaranya: a. pegetahuan. Data yang ingin di jaring melalui lembar observasi adalah data yang berupa perkataan dan aktifitas yaitu komunikasi interaktif antarguru. Angket Pembuatan angket ini bertujuan untuk mengetahui. Metode Analisis Data Dalam analisis data berlangsung dari awal hingga pelaksanaan program tindakan. ketika hasil proses pelaksanaan tindakan dilakukan. Metode Pengumpulan Data Untuk megetahui hasil.

sehingga dapat lebih jelas. Audit trail yaitu pengecekan keabsahan temuan penelitian dan prosedur penelitian yang telah diperiksa dengan mengimformasikan kepada sumber data pertama (peneliti dan siswa) c. Member check yaitu mengecek kebenaran data temuan peneliti dengan mengkompirmasiskan dengan guru. Mitra penelitain melalui refleksi diskusi pada setiap siklus sampai akhir keseluruhan pelaksanaaan tindakan. Untuk memudahkan interprestasi data. Pengolahan Data Data mentah yang diperoleh melalui observasi. atau untuk meningkatkan kinerja guru. 2. diinterpretsikan berdasarkan kerangka teoritik atau aturan. . Triangulasi data yaitu teknik pemeriksaan keabsahan (Validitas) data yang memanfatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Data yang diperoleh pada tahap ini. angket dan tes disimpulkan dan dideskripsikan dalam bentuk matrik data.aturan yang diperoleh antarpeneliti dan guru untuk menciptakan suasana pemblejaran yang lebih baik sebagai acuan dalam melakukan tindakan selanjutnya.Selanjutnya analisis data observasi pada pengolahan data yang dikemukakan oleh Spadley (1980) yaitu : 1. Validitas Data Untuk mendapatkan data yang mendukung dan sesuai dengan karakteristik fokus permasalahan dan temuan penelitain terkait validitas yang digunakan dalam penelitain adalah : a. sehingga terjaring data yang lengkap dan memiliki validitas dan realibilitas yagn tinggi. semua data yang terkumpul diklasifikasikan dengan pembubuhan kode. b.