Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah

July 7, 2010 | In: ilmu PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH SIFAT DAN ISI TULISAN Sifat dan isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. a. b. c. 2. a. runtut Kreatif dan Objektif Tulisan berisi gagasan kreatif yang merupakan hasil pemikiran secara terbuka Tulisan didukung oleh data dan informasi yang terpercaya Bersifat asli(bukan karya jiplakan dan menjauhi duplikasi Logis dan Sistematis Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan

b. Pada dasarnya karya tulis memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis permasalahan, kesimpulan dan memuat saran-saran atau rekomendasi PENULISAN KARYA ILMIAH Sistematika Penulisan Sistematika penulisan hendaknya berisi rancangan yang teratur sebagai berikut: I. 1. 2. Bagian Awal Cover Halaman Judul.

a. Judul diketik dengan huruf besar sesuai dengan masalah dan tidak membuka peluang untuk penafsiran yang bermacam-macam. b. 3. Nama penulis ditulis dengan jelas Lembar Pengesahan diberi tanggal sesuai dengan tanggal pengesahan

1. Daftar isi dan daftar lain yang diperlukan seperti Daftar Pustaka. Bagian Isi/Pembahasan a.Daftar Tabel dan Lampiran 6. analisis permasalahan. II. pengambilan kesimpulan. 4. Kesimpulan yang diambil harus konsisten . Kata pengantar dari penulis 5. Uraian singkat mengenai gagasan kreatif yang ingin Mengandung pertanyaan yang dijawab melalui tulisan Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai melalui penulisan Tinjauan Pustaka a.4. 2. c. d. serta perumusan saran atau rekomendasi. Uraian mengenai pendapat yang berkaitan dengan masalah yang akan dikaji Uraian mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan Metode Penulisan Metode penulisan dilakukan mengikuti metode yang benar dengan menguraikan secara cermat cara atau prosedur pengumpulan data dan informasi. 3. Analisis permasalahan didasarkan pada data atau informasi. serta telaah pustaka untuk menghasilkan alternatif pemecahan masalah atau gagasan kreatif b. disampaikan c. Latar belakang yang memuat alasan mengangkat masalah tersebut menjadi karya tulis dan penjelasan tentang penting dan menariknya masalah tersebut ditulis b. Tinjauan pustaka meliputi uraian-uraian dan penjelasan yang menunjukkan landasan teori dan konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang akan dikaji b. Abstrak/Ringkasan Bagian Inti Pendahuluan Bagian pendahuluan mencakup hal-hal sebagai berikut: a.

a. Daftar pustaka ditulis untuk memberi informasi sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan. Judul Bab diketik di tengah-tengah dengan huruf besar dan dengan jarak 3 cm dari tepi atas tanpa garis bawah 3.nama jurnal. Batas pegetikan Samping kiri 4 cm Samping kanan 3 cm Batas atas dan batas bawah masing-masing 3 cm Jarak pengetikan Bab. b. Penulisan daftar pustaka untuk buku. jelas. c. satu kesatuan. Saran yang disampaikan berupa gagasan yang berkaitan dengan kesimpulan Bagian Akhir a. Tata Letak Karya tulis diketik 1. c.sbb.dan nomor halama. sub-bab dan kalimat dibawahnya 2 spasi 2.tsb. 5. PENGETIKAN 1. 3. 2. Jarak pengetikan antara Bab.tahun penerbitan.dgn.volume. Lampiran (jika diperlukan) PERSYARATAN PENULISAN Naskah karyanya menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan.dll. 1. Penulisan daftar pustaka yang diperoleh dari internet ditulis alamat website-nya dan tanggal pengutipan.Sub-bab adalah 3 spasi.yg. tempat tanggal lahir. tidak menggunakan singkatan seperti tdk. dimulai dengan menulis nama pengarang. Judul Sub-bab ditulis mulai dari sebelah kiri dengan tendensi 5(lima) ketukan dan diberi garis bawah . Daftar riwayat hidup peserta minimal mencakup nama lengakap. Sub-bab dan perinciannya: 1. Penulisan daftar pustaka dari jurnal dimulai dari nama penulis.5 spasi pada kertas berukuran A4( font 12.tahun.judul buku.judul penulisan. mengutamakan istilah yang mudah dimengerti. sederhana.nama penerbit dan tempat terbit. Times New Roman).c. b. karya tulis yang pernah dibuat dan prestasi yang pernah diraih.

4. ditulis seperti aturan diatas lalu diikuti oleh kalimat berikutnya 2. nama/daftar kelompok. tanpa batas tepi b. PEDOMAN DESAIN POSTER PERSYARATAN TEKNIS a. atau kombinasi aplikasi yang lain) dapat juga menampilkan foto. · · · · · · Tidak diperkenankan terdapat tempelan-tempelan kertas/sejenisnya Jumlah warna bebas Menyerahkan Soft File berikut Hard Copy (Hasil Poster) Poster harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut: Visible Interesting Structured Useful Accurate Legitimate : Mudah dilihat : Menarik : Terstruktur : Berguna. Penomoran Halaman a. informative : Teliti : Mengikuti Persyaratan .2. e.5 dari tepi atas (1. c. Bagian inti sampai dengan bagian penutup memakai angka Arab dan diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1.3. f. Jika masih ada sub judul dalam tingkatan yang lebih rendah. dan seterusnya) c. Desain poster menggunakan cetak digital dengan menggunakan komputer aplikasi atau software yang sudah umum (Corel Draw. kata pengantar dan daftar isi memakai angka romawi kecil dan diketik sebelah kanan bawah ( i. dan seterusnya) b. d. Poster digambar pada kertas berukuran A3. grafik. Pengetikan Kalimat Alinea baru diketik sebaris dengan baris diatasnya dengan jarak 2 (dua) spasi 3. Bagian pendahuluan yang meliputi halaman judul. Photoshop. ii. Nomor halaman pertama dari setiap bab tidak ditulis tetapi diperhitungkan.

2009 Wahidin . Harap diingat bahwa lebih baik mengerti sedikit. Carilah hubungan antara apa yang diajarkan dan kehidupan sehari-hari siswa. kesimpulan/saran. tujuan. 2. Inilah beberapa petunjuk yang perlu dipersiapkan oleh seorang guru yang baik. 5. temuan. tetapi benar-benar mantap daripada mengetahui banyak. hasil temuan. Persiapkan bahan pelajaran dengan mempelajarinya berulang-ulang. kita akan semakin menguasai pengetahuan dan gambaran apa yang diajarkan akan semakin jelas. Carilah urutan yang logis dari tiap bagian dalam pelajaran yang dipersiapkan tersebut. 6. Tujuh Hukum Mengajar 8 Keterampilan Mengajar Juni 13. Khususnya prinsip-prinsip abstrak. Sediakan waktu yang khusus untuk mempersiapkan tiap pelajaran sebelum berdiri di depan kelas. 3. 2009 Wahidin John Milthon Gregory merupakan penulis buku yang terkenal tentang Tujuh Hukum Mengajar. · Tonjolkan bagian-bagian yang dianggap paling penting untuk diinformasikan (misal hasil. yaitu latar belakang. 4. Carilah analogi atau ilustrasi untuk mempermudah penjelasan fakta-fakta dan prinsip-prinsip yang sulit dimengerti oleh siswa. 1. Jangan mengandalkan bahwa kita sudah pernah mempelajarinya karena apa yang kita ketahui dahulu pasti sebagian sudah terhapus dari ingatan kita. nama penulis · Isi Poster memuat alur pikir yang jelas. 7. saran) JADILAH GURU YANG BAIK (Tujuh Hukum Mengajar) Juni 6. permasalahan. tetapi kurang mendalam. Setiap pelajaran selalu berangkat dari pengertian-pengertian dasar yang sederhana baru ke tingkat pengertian yang tinggi. Sumber: John Milthon Gregory. Hubunganhubungan inilah yang akan menentukan nilai praktis penerapan dari pelajaran itu. Gunakan sebanyak mungkin sumber referensi berupa buku-buku atau bahan-bahan yang sesuai. tetapi pahami dahulu sebaik-baiknya sebelum menyampaikan kepada siswa.· f. Dengan persiapan matang. Simple Format Poster : Sederhana Poster yang dibuat harus memuat : · Judul. Pelajari urut-urutan yang logis dari pelajaran yang dipersiapkan tersebut sampai terwujud suatu pengertian yang dapat saudara uraikan dengan kata-kata sendiri.

Keenam. ataupun akhir pelajaran sesuai dengan keperluan Kelima. Ketujuh. Ketiga. Hal terpenting dalam proses ini adalah mencermati. baik keterampilan bertanya dasar maupun keterampilan bertanya lanjut Kedua. yang mensyaratkan guru agar mengadakan pendekatan secara pribadi.dan ilmu pengetahuan dan teknologi. keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. dan pola interaksi dan kegiatan Keempat. keterampilan mengelola kelas. mengorganisasi-kan. Dalam konteks ini. sesuai dengan kemampuan dan latar belakang siswa.mutiplied intelligent. materi. penjelasan harus relevan dengan tujuan. Namun konsep dan teori tentang kecerdasan berganda corongnya lebih banyak mengarah kepada dunia . Guru Perlu Memiliki Kecerdasan Berganda Oktober 18. keterampilan menjelaskan yang mensyaratkan guru untuk merefleksi segala informasi sesuai dengan kehidupan sehari-hari. serta merencanakan dan melaksana-kan kegiatan belajar-mengajar. keterampilan membuka dan menutup pelajaran.konsep untuk mengembangkan kepintaran berganda. Salah satu judul atau topik yang sering diangkat orang dalam berbagai seminar dan talkshow adalah bagaimana melejitkan potensi diri dan menumbuh-kembangkan pendidikan yang berimbang antara ³imtaq dan iptek´.aktivitas siswa dalam diskusi. 2008 Wahidin Oleh : Marjohan Guru SMA Negeri 3 Batusangkar (Program Layanan Keunggulan) Kepedulian orang terhadap pendidikan dewasa ini sudah meningkat. Setidaknya. keterampilan mengadakan variasi. Sekarang kita dapat menemui ratusan artikel yang berbicara tentang peningkatan kualitas pendidikan melalui surat kabar.iman dan taqwa.atau topik tentang mengembangkan kepintaran berganda antara IQ. serta pengendalian kondisi belajar yang optimal. Kedelapan. majalah. EQ dan SQ. mencakupi keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal. Seorang guru perlu menguasai keterampilan memberikan penguatan karena penguatan merupakan dorongan bagi siswa untuk meningkatkan perhatian. Konsep. keterampilan bertanya yang mensyaratkan guru harus menguasai teknik mengajukan pertanyaan yang cerdas. guru perlu mendesain situasi yang beragam sehingga kondisi kelas menjadi dinamis. seminar dan lewat cyber atau internet. serta diberikan pada awal. membimbing dan memudahkan belajar. keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. keterampilan memberi penguatan.ini kemudian dibawa ke dalam dunia pendidikan (ke sekolah) dan ke dalam rumah tangga. baik variasi dalam gaya mengajar. yakni: Pertama. tengah. penggunaan media dan bahan pelajaran.Turney (1973) mengemukakan 8 (delapan) keterampilan dasar mengajar.

Bagaimana guru bisa menerapkan perannya yang cukup banyak seperti sebagai educator. namun populasi mereka tentu saja tidak banyak.bearaktifitas sedikit tetapi ingin memperoleh hasil yang cepat dan untungnya besar. Namun setiap guru. Respon generasi muda juga menentukan eksistensi dan kualitas guru.orang yang berkuasa di atas.guru.selain menguasai bidang studinya.guru yang sebagian bukan the right man on the right place. Menerapkan dan mengarahkan corong konsep pendidikan kepintaran berganda kepada anak didik di sekolah dapat dianggap sebagai langkah yang tepat.biasa saja. Budaya instant tentu harus dijauhi. cerdas affektifnya dan cerdas psikomotoriknya. juga ada yang terjebak kedalam budaya instantbudaya yang menginginkan hasil bisa diperoleh serba cepat. budaya otoriter dan suka membentak. budaya ABS. dan lainlain. Mereka adalah guru yang memiliki karakter. Tetap saja pada banyak sekolah siswa tergolong pintar pada mulanya segan untuk memilih karir guru sebagai cita.biasa saja.pasan saja sebagai seorang guru (?). atau sikap sejak awal. pelatihan atau training disertai dengan segudang resep bagaimana agar mereka bisa memiliki kepintaran berganda. Kalau kuota guru masih kurang maka kuota ini bisa disisip dan bisa dipesan lewat memo orang. Untuk mereka sengaja dirancang berbagai program.poin ini agaknya lebih bersifat refleksi terhadap fenomena dalam dunia pendidikan kita.guru dan konsep kepintaran berganda mereka pada banyak sekolah ? apakah mereka sudah memiliki kepintarasn berganda atau malah mereka hanya memiliki kemampuan pas. dan lain. . juga cakap dalam hal lain.kalau ada motivasi. yaitu hanya sekedar menguasai mata pelajaran mereka saja. mudah dan jauh dari gelisah. Siswa memandang guru yang demikian sebagai guru yang biasa. Motivasi yang mereka berikan kepada siswa terasa juga biasa. Poin. motivator.anak dan para siswa di sekolah.cita mereka. seperti karena alasan ekonomi orangtua.guru nya sendiri belum memiliki kepintaran berganda. dan begitu juga dengan budaya lain seperti budaya floating thinking. Pada banyak sekolah.menjadi generasi muda yang memiliki multiplied intelligent dengan harapan kelak bisa hidup indah. budaya senang melakukan rekayasa.anak.asal bapak senang.lain. berbudaya instant. maka guru yang demikian pasti memiliki tempat spesial dalam hati anak didik mereka.kalau mereka tidak memiliki kepintaran berganda. Barangkali fenomena ini terjadi akibat sikap mental. budaya demam lomba penampilan. Mengapa refleksi di atas bisa menjadi fenomena dikalangan sebahagian kaum pendidik (?). seperti pintar berpidato. Kalau ada itu pun hanya bagi segelintir siswa saja. Namun kebijakan ini tidak berimbang kalau guru. miskin kreatifitas. Guru yang begini tentu sangat menyenangkan. Bagaimana realita tentang kualitas guru.guru seperti fenomena yang disebutkan di atas.lain. Pada akhirnya bermunculanlah guru. Dahulu menjadi guru begitu mudah dan gampang. budaya demam bergosip. Namun bila ada guru yang memiliki beberapa kepintaran.fikiran suka mengambang-. Itu pun diakibatkan oleh faktorµX´. pandai komputer dan internet.maka terjaringlah guru.atau agar tidak perlu susah payah mencari kerja. dan lain.yaitu guru guru yang kurang kritis dan berbudaya floating thingking. hangat pribadinya. seperti halnya kaum remaja. umumnya guru. Sebahagian guru.guru hanya memiliki kepintaran tunggal.cerdas kognitifnya. keinginan dan usaha maka tentu saja mereka bisa-musti menjadi guruguru yang spesial bagi anak didiknya. . Guru dengan kepintaran berganda seperti yang disebutkan tadi agaknya dapat diberi label sebagai guru yang profesional atau guru yang berkualitas. budaya demam mengambil barang kredit. counselor. Guru yang begini adalah realita kebanyakan guru.bentak sampai kepada budaya hedonisme ± kesukaaan untuk mencari kesenangan melulu.

intrapersonal dan logis. body. Maka akibatnya kualitas guru. Sementara guru. Tentu saja hal ini menjadi hak pribadi setiap warga negara.rasa seni. Agus Nggermanto (2003) juga memberikan sedikip resep. Setelah memahami konsep kepintaran berganda. Kecerdasan emosional mencakup unsur interpersonal dan intrapersonal.tunggu sampai datang hari esok. telah memberi kaum pendidik inspirasi tentang bagaimana untuk memiliki kepintaran berganda itu. Sehubungan dengan konsep pengembangan kepintaran berganda. karena kecerdasan berganda juga patut untuk dimiliki oleh guru. bagaimana menjadi guru bermartabat dan profesional.pauk dan uang tujada (tunjangan daerah) maka mereka yang belajar di Universitas non kependidikan memutar haluan untuk menyerbu program akta kependidikan agar nanti bisa melamar menjadi guru. Untuk melengkapi konsep kepintaran berganda untuk poin interpersonal yang lain.iming hidup enak.biasa saja. Pilihan mereka untuk kategori karir guru jatuh pada pilihan yang ke sekian. dan melakukan koresponden.Umumnya siswa yang tergolong pintar dengan tingkat ekonomi orangtua yang lebih mapan memilih universitas non kependidikan yang berada di pulau Jawa. language. dan mengembangkan sikap. maka mereka perlu melakukan kontemplasi. Paradigma ini bisa dicapai kalau mereka mengembangkan diri. emotional quotient dan spiritual quotient. tak perlu ditunggu. Sedangkan kecerdasan spiritual adalah bagaimana menghayati dan mengabdi kan diri ± beribadah. Kemudian setiap guru perlu untuk memiliki badan yang bugar. memiliki teman yang luas. Untuk mengimplementasikan konsep kepintaran berganda tersebut bagi diri sendiri maka setiap guru perlu untuk memiliki sense of art.sikap positif. mengembangkan kemampuan berbahasa lisan dan tulisan. interpersonal. Adalah suatu hikmah sejak lapangan kerja menjadi makin sulit dan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi idaman bagi sebagian mahasiswa di universitas. misalnya. Ia mengatakan bahwa orang (atau guru) yang memiliki kepintaran berganda harus menguasai atau memiliki bidang: seni. atau kecerdasan otak. Mereka perlu untuk melibatkan diri dalam pergaulan .gurunya dibiarkan saja memiliki kepintaran tunggal atau tidak pintar sama sekali sebagai seorang guru.guru.paru selalu sehat. Pengembangan kepintaran berganda lain nya adalah untuk bidang natural. Kecerdasan otak mencakup unsur logis (matematika) dan linguistik (verbal atau bahasa). Mengimplementasikan konsep kepintaran berganda ± mutliplied intelligent.guru secara umum cendrung biasa. Adalah pilihan yang tidak bijak bila hanya anak didik saja yang diminta dan diusahakan untuk mengembangkan diri untuk memiliki kepintaran berganda.kepada Khalik (Sang pencipta alam) ini.sungguh sangat bermanfaat bagi pengembangan diri dan untuk itu konsep ini harus dilaksanakan sekarang juga. karena PNS sudah memberi iming. harus berpikir untuk memiliki kecerdasan berganda. Kemudian mereka juga perlu mengembamgkan kemampuan berlogika. ada uang lauk. kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. dengan bukunya Quantum Teaching. music. maka mereka juga perlu untuk mengembangkan . Kini guru guru musti punya paradigma. Mereka.merenungan tentang kelebihan dan kekurangan diri. mereka perlu berolahraga untuk mengeluarkan keringat agar jantung dan paru. Mereka perlu untuk melakukan rekreasi dan merasakan betapa alam ciptaan Tuhan itu begitu indah dan menyegarkan. mengikuti organisasi. Ini mencakup tiga unsur yaitu intelligent quotient. Mereka harus memahami prinsip ³go back to the nature´ memiliki rasa peduli pada alam dan lingkungan. Ia mengatakan bahwa untuk memiliki kepintaran berganda maka setiap orang (guru) perlu untuk mengimplementasikan konsep multi intelegensi. Bobi De Porter (2002). natural.

Jika anak-anak hidup dengan persetujuan. Jika anak-anak hidup dengan berbagi.karakter karakter positif. mereka belajar sebenarnya. mereka belajar kesabaran. mereka belajar untuk merasa malu. mereka belajar untuk melawan. Jika anak-anak hidup dengan toleransi. Mereka harus memperoleh kecakapan dan pengetahuan sekolah. mereka belajar keadilan. Jika anak-anak hidup dengan rasa takut. Jika anak-anak hidup dengan keadilan. Jika anak-anak hidup dengan keamanan. disamping mengembangkan pribadinya. mereka belajar untuk merasa iri hati. mereka belajar kedermawanan. mereka belajar untuk merasa menyesal sendiri. Jika anak-anak hidup dengan permusuhan. sudah mewarisi kita konsep untuk memiliki kepintaran berganda. ing ngarso sung tulodo. Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi anda semua : Jika anak-anak hidup dengan kritikan. Jenis Penelitian Salah satu tugas sekolah adalah memberikan pengajaran kepada anak didik. mereka belajar untuk cinta. Nolte tentang pendidikan untuk anak-anak. mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka. Jika anak-anak hidup dengan olokan. resepnya cukup sederhada yaitu: ing madya mangun karso. mereka belajar percaya diri. Jika anak-anak hidup dengan kejujuran. Jika anak-anak hidup dengan semangat. maka salah satu wujud untuk menjadi guru yang demikian adalah melalui konsep pengembangan diri menjadi kaum pendidik dengan kepintaran berganda Ini saya posting tulisannya Dorothy L. mereka belajar bagus untuk memiliki tujuan. Jika anak-anak hidup dengan pengakuan. tutwuri handayani. mereka belajar apresiasi. Jika anak-anak hidup dengan kecemburuan. Kalau sekarang banyak ajakan datang agar guru perlu mengubah diri untuk menjadi guru yang bermartabat dan guru profesional. Jika anak-anak hidup dengan penerimaan. Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan.seperti karakter senang berfikir positif. Pemberian kecakapan dan pengetahuan kepada murid. Jika anak-anak hidup dengan keramahan. METODOLOGI PENELITIAN Oktober 31. mereka belajar untuk mengutuk. Jika anak-anak hidup dengan pujian. Jika anak-anak hidup dengan baik-baik. Tokoh pendidikan Indonesia . mereka belajar seperti itu sendiri. 2008 Wahidin A. Ki Hajar Dewantoro. mereka belajar untuk merasa bersalah. mereka belajar menghargai. mereka belajar di dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup. Jika anak-anak hidup dengan rasa malu. mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan.murid yang merupakan proses pengajaran .

Yang menjadi permasalahan dalam penelitian in adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran melalui metode pendahuluan pada pelajaran matematika. Kemmis dalam Kasbolah (1998/ 1999: 13) menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan suatu penelitian bersifat refektif yang dilakukan oleh pelaku dalam masyarakat sosial (termasuk pendidikan) yang bertujuan untuk memperbaiki pekerjaannya. dapat di tarik kesimpulan bahwa pengertian tindakan kelas adalah penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan . Metode pengajaran pada hakikatnya merupakan penerapan prinsip.(proses belajar mengjar) itu dilakukan oleh guru di sekolah dengan cara. tindakan.hari di kelas (Kasbolah. termasuk memahami pekerjaan ini serta situasi dimana pekerjaan ini dilakukan. yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.langkah (a spiral of Steps).cara atau metodemetode. 1998/ 1999: 12).prinsip psikologi dan prinsip. Action Research yaitu suatu bentuk kajian melalui self reflective yang bercirikan pada kegiatan partisipatif dan kolabaoratif dilakukan oleh para peserta pada situasi sosial dalam rangka meningkatkan rasionalitas dan penilaian mereka terhadap praktek/ pelaksanaan suatau kegiatan yang dilakukan (MDK Kurikulum 2002: 92). Lewin dalam Kasbolah (1998/ 1999 : 14-15 ) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang merupakan suatu rangkaian langkah. Menurut Nana Sudjana (1989: 76) Metode mengajar adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan degnan sisiwa pada saat berlangsungnya pengajaran. observasi dan refleksi untuk lebih jelas dapat dilihat gambar sebagai berikut : Dari beberapa definisi penelitain tindakan kelas tersebut. Berdasarkan hal itu bahwa penelitain ini bersifat penelitian tindakan (action Research). Ini berarti bahwa penelitian untuk memecahkan permasalahn pembelajaran di kelas. Penelitian tindakkan kelas adalah penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Jadi metode adalah cara. Setiap langkah terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan.prinsip pendidikan bagi perkembangan anak untuk mempertinggi kapasitas hasil pendidikan dan pengajran di sekolah. Upaya yang dilakukan dengan melaksanakan tindakan unutk mencari jewaban atas permasalahan yang diangkat dari kegiatan tugas sehari.

akhir ini begitu antusias sebagai akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta terjadinya perubahan yang signifikan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. pengamatan (observe) dan refleksi (reflect). Model siklus yang digunakan berbentuk spiral sebagimana dikembangkan oleh kemmis dan Taggart (Kasbolah. Dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus. Oleh karena itu sekolah harus melahirkan sumber daya manusia yang baik. Pada dasarnya penelitian tindakan bertujuan untuk memeprbaiki dan menigkatkan kualitas pembelajaran. Siklus kegiatan dapat digambarkan sebagai berikut.momen dalam bentuk spiral yang meliputi : perencanaan (plan).tahapan kegiatan penelitain dalam setiap siklus dapat dijelaskan sebagi berikut : . Mengingat tuntunan masyarakat terhadap dunia pendidikan akhir. Sebelum tahap. tetapi ada modifikasi pada tahap perencanaan. Mengidentifikasi permasalahan dan gagasan yang tetap sesuai dengan masalah dalam pengembangan pembelajaran yang ada di kelas.tahap dilaksanakan dalam peneltian yang menggunakan siklus. 1998/1999: 14) yaitu merupakan momen. setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan ke arah peningkatan dan perbaikan proses dalam mengajar.siklus terlebih dahulu dilakukan studi kelayakan sebagai penelitain pendahuluan dengan tujuan untuk meningkatkan perbaikan dalam mengajar. Kemudian pada siklus kedua dan seterusnya jenis kegiatan yang dilakukan peneliti pada dasarnya sama.dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. mengembangkan sebagaimana yang lazim digunakan dalam penelitian dengan menggunakan siklus (cycle). Secara operasional tahapan. Prosedur Penelitain Prosedur yang digunakan dalam penelitain ini. Dalam kegiatan ini peneliti dan guru secara langsung sudah melibatkan diri untuk aktif dan kreatif dalam rangkaian kegiatan yang ada di sekolah. tindakan (act). B.

interpretasi dan ekspanasi (penjelasan) terhadap semua informasi yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan. tim observasi mencermati jalannya pembelajaran berlangsung secara wajar. peneliti melaksankan tindakan sesuai dengan perncanan yagn telah dirumuskan. Tahap Refleksi Hasil penemuan pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran ditindaklanjuti dengan kegiatan refleksi.1. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan guru dan peningkataan hasil belajar siswa. Observasi merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitain tindakan kelas yaitu mengamati segala sesuatu yang berlansung saat proses pembelajaran untuk melakukan refleksi dan revisi terhadap rencana tindakan yang telah dilakukan untuk menyusun rencana berikutnya. Refleksi merupakan kegiatan analitis sintetis. Dengan alat pengumpul data yang telah disusun. Lokasi dan Subjek Penelitian .Tahap Perencanaan Kegiatan perencanaan diawali dengan merencanakan ide penelitian kemudian ditindak lanjuti dengan observasi pelaksanaan pembelajaran di kelas. 4. C. 3. 2. Refleksi merupakan bagian yang sangat penting untuk memahami dan mencari makna terhadap proses dan pelaksanaan tindakan sebagai dampak adanya intervensi tindakan yang dilaksanakan. Hal ini membantu peneliti dalam menentukan kelmahan dan hambatan siswa dalam belajar matematika yang selanjutnya difokuskan pada strategi penemuan pada geometri yang dijadikan bahan bagi peneliti. Data awal diperoleh dari hasil evaluasi mata pelajran matematika yang sudah terdekomentasikan dalam daftar nilai siswa dan dari hasil pengamatan lansung dalam setiap pembelajaran matematika. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini. Tahap Observasi Tahap observasi dilakukan peneliti dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disiapkan sebelumnya.

Dengan dipilihnya sekolah ini untuk penelitain karena dengan beberapa pertimbangn yang diambil yaitu. sebagai tempat mengajar. 3. penelitian tindakan ini dilaksanakan untuk memudahkan koordinasi dengan peneliti. sebagai berikut : 1. guru dan kepala sekolah karena sebagai tempat tugas. S1. sehingga peneliti dengan guru dan siswa sudah saling mengenal tetapi peneliti tidak lalai dalam melaksanakan tugas dan tidak semata. Karakteristik dari subjek peneliti adalah sebagai berikut : 1. Letak geografis sekolah SDN 1 Ciseureh sangat starategis tidak jauh dari kota Purwakarta sekitar km jaraknya. 3. pada semester II tahun ajaran 2006. Sampel yang diteliti yaitu siswa. sehingga penelitain ini dapat dilaksanaakn prestasi belajar dengan perolehan nilai UAS nilainya masih rendah. juga dekat dengan pemukiman penduduk. Kualifikasi pendidikan guru dari «««««««guru kulifikasi pendidikannya SPG. Sebagai subjek peneliti dengan kinerja guru dan aktivitas belajar peserta didik. adanya anggapan bahwa pelajran matematika adalah pelajaran yang membosankan.mata hanya sebagai tempat penelitian.Pelaksanan tindakan kelas (PTK) di SDN I Ciseureh Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta.siswi kelas V SD Negeri I Ciseureh Purwakarta. 2. dan merasa tanggung jawab secara moril untuk meningkatkan kualitas pembelajran matematika.rata menengah ke bawah. Kondisi sosial ekonomi siswa rata. yang terdiri dari 18 orang siswa laki. serta dengan rendahnya nilai matematika pada akhir semester satu. Letak sekolah dekat dengan tempat tinggal peneliti yang jarkanya kurang lebih 500 meter. . DII.2007 yang berjumlah 27 siswa.laki dan 9 orang siswa perempuan. dalam pembelajran matematika dengan mengugnakan metode penemuan. 2.

b. guru teman sejawatdan kepala sekolah c. Tes Hasil Belajar Adalah serentetan latihan soal yang digunakan untuk mengukur keterampilan. maka diguankan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data diantaranya: a. E. pendapat guru mitra penelitian. . yaitu data tentang unjuk guru. sikap. pegetahuan.D.temuan pada saat diskusi kolaboratif dengan guru mitra dan guru teman sejawat setelah pembelajaran. Angket Pembuatan angket ini bertujuan untuk mengetahui. Data akan diolah menggunakan teknik analisis kulitatif unuk menunjukan dinamika proses dengan memberikan konseptual. intelegensi. Metode Pengumpulan Data Untuk megetahui hasil. ketika hasil proses pelaksanaan tindakan dilakukan. Metode Analisis Data Dalam analisis data berlangsung dari awal hingga pelaksanaan program tindakan. aktivitas belajar siswa. Data dalam penelitain dianalisis dengan mengikuti pola mulai dari tahap orientasi hingga tahap karakteristik. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Kegiatannya menyangkut proses pembelajaran matematika serta temuan. fokus permasalahan dan tujuan penelitian. menjaring data yang telah valid (absah) dan reliable (dapat dipercaya) mengenai tanggapan sisiwa. Data yang ingin di jaring melalui lembar observasi adalah data yang berupa perkataan dan aktifitas yaitu komunikasi interaktif antarguru. Observasi Yaitu alat pengumpul data yang digunakan untuk mengamati tingkah laku individu baik sisiwa atau para gurunya selama proses pembelaran berlangsung.

Pengolahan Data Data mentah yang diperoleh melalui observasi. diinterpretsikan berdasarkan kerangka teoritik atau aturan. Mitra penelitain melalui refleksi diskusi pada setiap siklus sampai akhir keseluruhan pelaksanaaan tindakan. semua data yang terkumpul diklasifikasikan dengan pembubuhan kode. Validitas Data Untuk mendapatkan data yang mendukung dan sesuai dengan karakteristik fokus permasalahan dan temuan penelitain terkait validitas yang digunakan dalam penelitain adalah : a. sehingga dapat lebih jelas. Triangulasi data yaitu teknik pemeriksaan keabsahan (Validitas) data yang memanfatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. angket dan tes disimpulkan dan dideskripsikan dalam bentuk matrik data. sehingga terjaring data yang lengkap dan memiliki validitas dan realibilitas yagn tinggi.aturan yang diperoleh antarpeneliti dan guru untuk menciptakan suasana pemblejaran yang lebih baik sebagai acuan dalam melakukan tindakan selanjutnya.Selanjutnya analisis data observasi pada pengolahan data yang dikemukakan oleh Spadley (1980) yaitu : 1. . Data yang diperoleh pada tahap ini. Untuk memudahkan interprestasi data. atau untuk meningkatkan kinerja guru. Audit trail yaitu pengecekan keabsahan temuan penelitian dan prosedur penelitian yang telah diperiksa dengan mengimformasikan kepada sumber data pertama (peneliti dan siswa) c. 2. Member check yaitu mengecek kebenaran data temuan peneliti dengan mengkompirmasiskan dengan guru. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful