POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA DARI AWAL KEMERDEKAAN HINGGA SEKARANG (PERIODE KEDUA MASA PEMERINTAHAN SBY 2010

-2015) Disusun untuk memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Politik Luar Negeri Dosen: Dr. Sumarna, MA

Randy Brahmantyo 170210080110

Oleh:

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL JATINANGOR 2011

telah menggunakan diplomasi sebagai cara atau alat untuk memperoleh kemerdekaan tersebut. Dengan semakin berkembangnya Indonesia. Undang-Undang No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri yang menjelaskan bahwa Polugri Republik Indonesia adalah : “kebijakan. politik luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu Negara dalam hubungannya dengan negaranegara lain. Politik luar negeri Indonesia sekarang ini juga dipengaruhi oleh fenomena-fenomena yang . Berbagai peristiwa yang mewarnai perkembangan negara ini membawa Indonesia semakin matang dalam pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan dari politik luar negeri itu sendiri. Bahkan. Kebijakan tersebut nerupakan bagian dari politik luar negeri yang dijalankan negara dan merupakan pencerminan dari kepentingan nasionalnya. dan subjek hukum internasional lainnya dalam menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional” Indonesia sebagai negara yang besar telah mengalami pasang surut dalam politik luar negerinya. Namun. atau dapat juga kita artikan bahwa politik luar negeri adalah sebuah alat bagi negara untuk memenuhi national interestnya”. Politik luar negeri berhubungan dengan proses pembuatan keputusan untuk mengikuti pilihan jalan tertentu. pengakuan secara de facto atas keberadaan Indonesia bukanlah diperoleh melalui angkat senjata tetapi negosiasi yang alot di meja perundingan. Ini adalah sebiuh manuver penting sebagai bentuk power selain ekonomi dan militer yang membuat sebuah negara diperhitungkan. dengan perubahan-perubahan kapabilitas negara dan stabilitas politik dalam negeri memberikan pengaruh yang sangat besar demi tercapainya tujuan tersebut. sikap dan langkah Pemerintah Republik Indonesia yang diambil dalam melakukan hubungan dengan negara lain. Organisasi Internasional. dalam negeri dan perubahan situasi internasional. politik luar negeri diartikan sebagai “suatu kebijksanaan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka hubungannya dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapai tujuan nasional. Bagaimanapun juga. Politik luar negeri dapat diartikan sebagai strategi da taktik yang digunakan suatu Negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain.BAB I Pendahuluan Setiap negara yang berdaulat memiliki kebijakan yang mengatur hubungannya dengan dunia internasional. Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat juga menjalankan politik luar negeri yang senantiasa berkembang disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam arti luas. Menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1988). tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika politik domestik. diplomasi telah menjadi cara utama untuk mencapai tujuan-tujuan dari politik luar negeri Indonesia dengan hubungannya terhadap negara-negara lain. Indonesia sebelum kemerdekaannya. Pengertian Politik Luar Negeri RI dapat ditemui didalam pasal 1 ayat 2. terlihat jelas. kebijakan politik luar negeri yang muncul juga semakin kompleks. baik dengan negara maupun komunitas intenasional lainnya. Sungguh.

. Untuk mengkaji lebih dalam saya akan membagi perkembangan Politik Luar Negeri Indonesia ini dalam pembagian berdasarkan orde. yakni sejak Orde awal kemerdekaan hingga reformasi dan era demokratisasi yang sedang berlangsung di Indonesia saat ini. tetapi kekuatan tersebut juga dipengaruhi oleh dinamika sistem internasional itu sendiri.muncul dalam hubungan internasional. dari Orde Kemerdekaan hingga Reformasi. Ia tidak sekedar berubah karena adanya pergantiaan Orde.

yang diantaranya memuat hal-hal sebagai berikut:1 1. Pergantian kepemimpinan yang telah berlangsung enam kali menandakan maju mundurnya proses demokrasi di Indonesia yang juga mempengaruhi kebijakan negara dalam mencapai tujuan dari diplomasi. 1 Anonymous. Politik bertetangga baik dan kerjasama dengan semua negara di bidang ekonomi. Pada setiap periode pemerintahan juga terjadi pemaknaan yang bervariasi terhadap prinsipprinsip yang menjadi landasan dalam perumusan dan pelaksanaan politik luar negeri indonesia. Untuk memahaminya lebih lanjut. Diplomasi Soekarno Hingga SBY Prinsip Politik Luar Negeri. terdapat prinsip atau landasan yang tetap dipertahankan. 3. Politik Luar Negeri Indonesia pada masa awal Kemerdekaan Periode awal kemerdekaan Indonesia yang dimulai sejak Soekarno dan Moh. Politik Tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain. Melalui http://masniam. 2.wordpress. kekuatan diplomasi dan politik Indonesia jelas terlihat melalui pembagian-pembagian periode Orde yang menyertainya A. Politik berdasarkan piagam PBB. Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah pada 17 agustus 1945. 4. namun mengalami persoalan dalam relevansi dan dilema karena dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan dan perubahan situasi yang demikian cepat. Landasan operasional dari politik luar negeri Indonesia dinyatakan melalui maklumat dan pidato-pidato Presiden Soekarno yang dikeluarkan beberapa saat setelah kemerdekaan. politik dan lain-lain. bagaimanapun juga telah membawa bangsa ini menuju suatu Era yang baru dimana Indonesia resmi menjadi sebuah Negara. Politik damai dan hidup berdampingan secara damai. 2009.com/2009/04/02/landasan-politik-luar-negeriindonesia/ [04/05/10] .BAB II Pembahasan Selama 65 tahun kemerdekaan Indonesia. Perbedaan interpretasi tersebut diantaranya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di dalam negeri maupun di luar negeri. Maklumat politik pemerintah tanggal 1 November 1945. sementara itu. ia mengalami berbagai dinamika yang menimbulkan pasang-surut dari diplomasi dan politik luar negeri. Sebagai sebuah negara yang baru tentu saja Indonesia membutuhkan pengakuan dari Negara lain bahwa negara Indonesia sudah berdiri dan siap untuk menjadi anggota dari komunitas Internasional.

Belanda adalah pihak yang termasuk dalam pemenang Perang Dunia II sedangkan Indonesia sama sekali belum dikenal di dunia internasional. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan IndonesiaBelanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Hal ini perlu dilakukan karena pada saat itu. dan AK Gani. kedatangan sekutu yang berniat melucuti senjata Tentara Jepang menimbulkan ancaman bagi kemerdekaan yang baru diraih karena sekutu ternyata ditunggangi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Pada masa pasca kemerdekaan (1945-1950). Ini dinilai sebagai keberhasilan awal dari proses diplomasi Indonesia menuju NKRI. pada Agustus 1946. Keputusan untuk melawan Belanda secara frontal adalah keputusan yang salah. sehingga diplomasi dianggap sebagai cara yang tepat untuk memperoleh pengakuan dari dunia luas. Indonesia harus melawan pasukan sekutu dan NICA demi mempertahanlan kemerdekaan yang telah diraih. Untuk mengupayakan pengakuan Indonesia dari negara lain. pengakuan dunia internasional menjadi penting sebagai modal awal menghadapi kolonialisme Belanda. Pihak-pihak yang mendukung jalur diplomasi seperti Sutan Sjahrir beranggapan bahwa diplomasi adalah jalan keluar yang paling realistis agar Republik Indonesia di akui secara de facto oleh dunia internasional khususnya pengakuan kedaulatan dari Belanda. kebijakan tidak turut campur tangan urusan domestik negara lain dan mengacu pada Piagam PBB dalam melakukan hubungan dengan negara lain. yaitu kebijakan untuk bertetangga baik dengan semua negara-negara di kawasan. dan mesin yang dibutuhkan Indonesia. Sehingga. Pada saat itu. Pada bulan November 1945. Kondisi ekonomi yang parah semakin memburuk dengan banyaknya barang yang bertumpuk di dalam negeri. pakaian. Soekarno mengirimkan beras sebagai bantuan Indonesia untuk rakyat India yang sedang dilanda bencana kelaparan. Susanto Tirtoprodjo. Baru. Tindakan ini jelas memperlihatkan sikap Pemerintah Belanda yang tidak mengakui kemerdekaan Republik Indonesia dan berniat menanamkan kembali kekuasaannya atas Indonesia. Indonesia diwakili oleh Kabinet Sjahrir III yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan tiga anggota: Mohammad Roem.4 Dalam perundingan ini. Belanda menutup pintu perdagangan luar negeri RI sehingga menghambat ekspor Indonesia. Pemerintah India membalas dengan mengirimkan obat-obatan. Kedatangan Belanda ini semakin memperparah situasi pasca kemerdekaan. Berbagai peperanganpun terjadi antara sekutu dan Indonesia dalam perebutan kekuasaan. Ditengah kondisi membangun negeri ini mlai dari NOL. pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Diplomasi ini dikenal dengan diplomasi beras. Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan . Tetapi. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata pada 14 Oktober dan mencanangkan perundingan Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946. keadaan ekonomi indonesia sangatlah buruk dan militer Indonesia hanya mengandalkan sisa-sisa dari penjajah Jepang.Berdasarkan maklumat tersebut sesungguhnya telah jelas prinsip yang digunakan Indonesia dalam pelaksanaan Politik Luar Negerinya. pada akhir Agustus 1946. proklamasi kemerdekaan pun belum banyak diketahui oleh orang karena keterbatasan teknologi komunikasi.

Perjanjian Linggarjati dianggap sebagai kekalahan diplomasi Indonesia karena Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia yang terdiri dari Jawa. Hal tersebut yang kemudian membawa Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri RI Mohammad Hatta menyampaikan prinsip-prinsip kebijakan luar negeri RI yang bebas dan aktif di hadapan Sidang Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 2 September 1948.5 Perjuangan melawan kekuatan Belanda yang kala itu mendapat dukungan dari pihak Barat tidak serta merta harus dilawan melalui peperangan yang menggunakan media fisik tetapi juga perlu adanya perjuangan diplomasi. Aktif artinya dengan sumbangan realistis giat mengembangkan kebebasan . Jadi. Tindakan ini yang kemudian ditekankan oleh Bung Hatta melalui slogan politik luar negerinya yaitu Politik Bebas Aktif dimana frase tersebut tidak hanya sebuah retorika tetapi ada makna penting yang tersimpan di baliknya. Kekalahan ini dianggap sebagai hasil dari lemahnya kekuatan diplomasi Indonesia pada saat itu hingga menghasilkan pergolakan dan menguatkan upaya revolusi.W Wijaya merumuskan: Bebas berarti tidak terikat oleh suatu ideologi atau oleh suatu politik negara asing atau oleh blok negara-negara tertentu. apabila dengan bebas dimaksudkan perbuatan yang sewenang-wenang dan tidak bertanggung jawab. Terlebih. Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini. menegaskan perlu adanya sikap rasional dalam menanggapi permasalahan yang muncul pada bangsa Indonesia saat itu.dipimpin oleh Schermenhorn dengan anggota Max Van Poll. kiranya perkataan bebas dalam konotasi yang kurang baik itu dapat sedini mungkin dikesampingkan. Perjanjian Linggarjati akhirnya dilanggar oleh pihak Belanda dengan melakukan Agresi Militer I. bebas dapat didefinisikan sebagai “berkebebasan politik untuk menentukan dan menyatakan pendapat sendiri terhadap tiap-tiap persoalan internasional sesuai dengan nilainya masing-masing tanpa apriori memihak kepada suatu blok”. Dalam penjelasan ciri-ciri politik luar negeri Indonesia. atau negara-negara adikuasa (super power). Sumatera dan Madura. Kemudian perjanjian Renville yang mulai melibatkan pihak ketiga mengalami kegagalan akibat ketidak patuhan Belanda terhadap isi perjanjian. tuntutan Merdeka 100% serta slogan-slogan “merdeka atau mati” menjadi tujuan perjuangan revolusioner. Jenderal Sudirman dan Tan Malaka beranggapan bahwa berunding dengan Pemerintahan Belanda tidak ada gunanya karena hanya merugikan Republik saja. mengingat politik luar negeri Indonesia memang bukan politik yang tidak bertanggung jawab. F de Boer. Indonesia diakui bukan sebagai NKRI tetapi RIS dengan Ratu Yuliana sebagai kepala perserikatan. Pada pidatonya yang berjudul “Mendayung di Antara Dua Karang”. Makna Politik Bebas Aktif Perkataan bebas dapat diberi makna yang kurang baik. dan HJ Van Mook. Kegagalan yang terus berlangsung dari pihak yang berdiplomasi menimbulkan banyak kecaman dari dalam negeri terutama bagi mereka yang menuntut gerakan-gerakan revolusioner dan konfrontasi karena kecewa atas hasil-hasil yang dicapai selama ini. A.

harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” apabila Indonesia menjalankan politik yang tidak aktif. Wapres Moh. Sementara itu Mochtar Kusumaatmaja merumuskan bebas aktif sebagai berikut: Bebas dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana dicerminkan dalam Pancasila. Jadi menurut pengertian ini. mulai dari negara-negara Asia hingga Australia dan Selandia Baru dari Pasifik. dapat diberi definisi sebagai “berkebebasan politik untuk menentukan dan menyatakan pendapat sendiri.A Urbani menguraikan pengertian bebas sebagai berikut : perkataan bebas dalam politik bebas aktif tersebut mengalir dari kalimat yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut : supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Konferensi dipimpin langsung oleh PM India Jawaharlal Nehru.” Bagaimana gerangan dapat “menghapuskan penjajahan di atas bumi” dan bagaimana pula mungkin “ikut serta melaksanakan ketertiban dunia. Untuk membantu Indonesia yang sedang diserang Belanda. mengutuk Agresi Militer II Belanda.A. India dengan dukungan Birma menyelenggarakan Konferensi Asia mengenai Indonesia di New Delhi. Aktif : berarti bahwa di dalam menjalankan kebijaksanaan luar negerinya. Sidang Kabinet Darurat RI kemudian menunjuk Menteri Kemakmuran Sjafruddin Prawiranegara agar membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Belanda menggelar agresi militer untuk kedua kalinya terhadap Indonesia. Sumatra. Presiden Soekarno. A. Politik bebas aktif sejak lahirnya sudah ditakdirkan aktif. . Pada masamasa ini. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 aline pertama menyatakan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. semua delegasi yang hadir saat itu.” Kemudian dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat dicanangkan pula bahwa Indonesia berkewajiban untuk “ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Belanda diminta DK PBB untuk segera melepaskan semua tahanan politik yang ditahan sejak awal Agresi Militer II. Indonesia juga mendapat bantuan dari negara tetangga Birma yang memberikan dukungan bagi perjuangan Indonesia melawan Belanda dengan mengizinkan pesawat “Indonesian Airways” Dakota RI-001 Seulawah untuk beroperasi di Birma. perdamaian abadi dan keadilan social. Hatta dan Menteri Luar Negeri Agus Salim ditangkap Belanda di ibukota Yogyakarta dan kemudian diasingkan ke Pulau Bangka. dan oleh sebab itu. B. Maramis yang saat itu sedang berada di New Delhi menjadi Menteri Luar Negeri PDRI. Ini menimbulkan kecaman bagi masyarakat internasional karena Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi agar Belanda dan Indonesia segera menghentikan segala aktifitas militer. Pada Desember 1948. terhadap tiap-tiap persoalan internasional sesuai dengan nilainya masingmasing tanpa apriori memihak kepada suatu blok”. Terselenggaranya KKA menjadi poin utama munculnya simpati dari dunia internasional terhadap perjuangan bangsa Indonesia dengan pengakuan kedaulatan dari kebanyakan negara-negara di Afrika maupun Asia. Pesawat Seulawah adalah hadiah dari rakyat Aceh kepada Presiden Soekarno. Indonesia tidak bersifat pasif-reaktif atas kejadiankejadian internasionalnya. mulai terlihat buah dari hasil perjuangan diplomasi Indonesia. Selain itu. melainkan bersifat aktif .persahabatan dan kerjasama internasional dengan menghormati kedaulatan negara lain.

secara aktif pula harus dicerminkan dalam hubungan ekonomi dengan luar negerinya yang tidak berat sebelah ke barat atau ke timur”. Orde ini berlangsung dari 17 Agustus 1950 sampai 6 Juli 1959. Kalimantan Barat. Riau. Perang ideologi anatara kedua negara tersebut merebah ke negara-negara lain termasuk ke negara di kawasan Asia Tenggara. Belitung. kekuatan diplomasi Indonesia disegani oleh negara-negara lain. pendirian Indonesia yang bebas aktif itu. Gerakan non-Blok merupakan ide untuk tidak memihak antara blok Barat yang diwakili oleh Amerika Serikat dan blok Timur yang diwakili oleh USSR. Orde lama menandakan jalan baru bagi Indonesia untuk membangun negaranya terbebas dari ancaman-ancaman sekutu untuk melakukan invasi. Bukan hanya keaktifannya dan juga peranannya di kancah internasional tetapi ide-ide serta kebijakan luar negerinya yang menjadi panutan beberapa negara pada saat itu. Dalam pandangan Presiden Soekarno. Keberhasilan Indonesia dalam merebut kemerdekaan melalui meja perundingan ini menjadi titik tolak dari perjuangan diplomasi Indonesia mencapai kepentingannya. Dayak Besar. konflik diantara Indonesia dan Belanda berakhir. Negara Republik Indonesia. Dalam Konferensi tersebut. Dasar politik luar negeri Indonesia digagas oleh Hatta dan beliau juga yang mengemukakan tentang gagasan pokok non-Blok. Bangka. Sejak itu. berlangsung aksi besar-besaran menuntut dibentuknya NKRI menggantikan Republik Indonesia Serikat. yang diwakili oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Penjabat Perdana Menteri RIS. seperti: Jawa Tengah. Betapa pada masa ini. Hal ini ditanggapi dengan diadakannya perjanjian oleh tiga negara bagian. Pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno ini Indonesia terkenal mendapat sorotan tajam oleh dunia internasional. Wakil Kerajaan Belanda menyerahkan kekuasaan formal kepada Pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta. Lalu. Indonesia mampu meraih simpati publik internasional dan memperoleh kemerdekaannya dengan diplomasi B. negaranegara tersebut mendukung penyerahan tanpa syarat kedaulatan mereka kepada Republik Indonesia. Indonesia merupakan negara pencetus non-Blok dan menjadi negara yang paling aktif dalam menyuarakan anti memihak antara kedua blok tersebut. Masa orde lama merupakan titik awal bagi Indonesia dalam menyusun strategi dan kebijakan luar negerinya.Semakin menuju titik kemenangan. Dengan terbentuknya NKRI. Pada kondisi kapabilitas militer dan ekonomi yang kurang. barulah dengan ditandatanganinya Persetujuan Meja Bundar di Den Haag pada 27 Desember 1949. kemudian Konferensi Inter-Indonesia diselenggarakan diantara “negara-negara federal” di Hindia Belanda. dan Negara Sumatera Timur pada 17 Agustus 1950. Negara Indonesia diperintah dengan menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 yang menganut sistem kabinet parlementer dan mulai berlangsungnya Orde Lama. Politik Luar Negeri Indonesia Pada masa Orde Lama Setelah berakhirnya Konferensi Meja Bundar. Indonesia juga menegaskan bahwa politik luar negerinya . Negara Indonesia Timur. Indonesia mulai terlibat secara aktif dengan hubungan-hubungan antarnegara baik dalam high politics atau low politics. Pada dasawarsa 1950-an landasan operasional dari prinsip bebas aktif mengalami perluasan makna. Di hari yang sama. Hal ini dinyatakan oleh Presiden Soekarno dalam pidatonya berjudul “Jalannya Revolusi Kita” pada 17 Agustus 1960.

Hal ini membuat tidak berjalan dengan efektifnya politik luar negeri bebas aktif saat itu. ketiga tujuan politik luar negeri tersebut pada kenyataannya tidak bisa dipisah-pisah satu dari yang lain.5 juta Dollar AS. dan memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Pabrik Baja Krakatau Steel. Sejumlah monumen persahabatan Indonesia dan Uni Soviet bertebaran di berbagai wilayah Indonesia yang antara lain. Dalam hal ekonomi. Presiden Soekarno juga menetapkan politik luar marcusuar dimaana dibuat poros Jakarta-Peking-Phyongyang. Stadion dibangun mulai tahun 1958 dan pembangunan tahap pertama selesai pada tahun 1962 Secara jelas terlihat Indonesia pada saat itu cenderung berporos ke Timur dan dekat dengan negara-negara komunis seperti Cina dan USSR dibandingkan dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. karena Indonesia yang awalnya menyatakan sikap sebagai negara non-Blok menjadi berpindah haluan. Karena inilah. 2. Kemudian inti dari politik luar negeri indonesia kembali dinyatakan oleh presiden soekarno dalam “perincian pedoman pelaksanaan manifesto politik republik indonesia” sekaligus merupakan garis-garis besar politik luar negei indonesia dengan Keputusan Dewan Pertimbangan Agung NP. . Hal ini menyulut kontrofersi dimata dunia internasional. dan sejahtera. Soekarno mengatur segala rencana pembangunan ekonomi dan memiliki semboyan BERDIKARI yang merefleksikan pendirian anti-Barat. Indonesia merupakan salah satu negara yang berani keluar dari PBB dalam menyatakan keseriusan sikapnya. Indonesia pada masa kepemimpinan Soekarno memperlihatkan sifat-sifat militan dan cenderung konfrontatif terhadap segala unsur yang diidentifikasi sebagai imperialisme. mengabdi pada perjuangan untuk membela perdamaian di dunia. adil. khususnya dalam perjuangannya untuk membengun dunia kembali yang aman. secara umum hubungan Indonesia dengan negara – negara Barat bisa dikatakan tidak harmonis. 3.independen (bebas) dan aktif yang hingga kini kita kenal dengan politik luar negeri bebas aktif. dan jalan raya di Kalimantan dari Palangkaraya ke Sampit. Hubungan Indonesia dengan Barat tidaklah harmonis. mengabdi pada perjuangan untuk kemerdekaan nasional indonesia. Stadion Utama Bung Karno.2/ KPTS/ SD/ I/ 61 tanggal 19 Januari 1961. Pembangunan Stadion Utama Bung Karno mendapatkan bantuan lunak dari Uni Soviet sejumlah 12. anti imperalisme dan kolonialisme. Indonesia yang dipimpin oleh Soekarno memiliki kecenderungan untuk menjalin hubungan yang hangat dengan Uni Soviet yang berhaluan komunis daripada tetangganya yang berlandaskan demokrasi. pada masa ini. Tetapi. mengabdi pada perjuangan untuk kemerdekaan nasional dari seluruh bangsa di dunia. inti kebijakan tersebut antara lain berisi tentang sifat politik luar negeri republik indonesia yang bebas aktif.

Hal ini dilakukan terutama karena orientasi politik luar negeri Indonesia berubah haluan menjadi pembangunan ekonomi dalam negeri melalui kerja sama dengan negara-negara lain. Sebaliknya. landasan operasional politik luar negeri indonesia kemudian semakin dipertegas dengan beberapa peraturan formal. perdamaian abadi. Usaha untuk membentuk IGGI tersebut mulai dilakukan pada bulan September 1966 dalam pertemuan antara 12 negara kreditor yang dilaksanakan di Tokyo untuk mengetahui rencana Indonesia dalam memperbaiki keadaan ekonomi dan evaluasi IMF akan rencana tersebut. Hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah keberhasilan diplomasi pembangunan waktu itu. TAP MPRS ini menyatakan bahwa sifat politik luar negeri indonesia adalah: 1. Indonesia dipandang sebagai negara tempat berinvestasi yang menjanjikan dan suara Indonesia didengarkan di kawasan Asia Tenggara. Dalam forum ini. Pada rezim Orde Baru. Diplomasi yang dilakukan oleh Orde Baru banyak disebut sebagai ”Diplomasi Pembangunan” (Diplomacy For Development). Karenanya kerja sama dengan negara-negara lain ini mulai dibuka untuk mendapatkan bantuan luar negeri demi melaksanakan pembangunan ekonomi dalam negeri. anti-imperealisme dan kolonialisme dalam segala bentuk manifestasinya dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. XII/ MPRS/1966 tanggal 5 Juli 1966 tentang penegasan kembali landasan kebijaksanaan politik luar negeri indonesia. Pada tanggal 20 Februari 1967. Pada masa orde baru. Mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat. Kesepakatan untuk membentuk sebuah forum formal dalam rangka membantu perekonomian Indonesia dicapai pada pertemuan ini. setelah memasuki rezim Orde Baru. Soekarno dengan haluan politik luar negeri yang revolusioner dan antiimperialisme bersifat sangat konfrontatif. IGGI dibentuk melalui . baik berupa dana maupun pemikiran. dan keadilan sosial. Politik Luar Negeri Indonesia pada masa Orde Baru Pergantian kekuasaan dari rezim Orde Lama yang dipimpin Soekarno menuju rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto memberikan perubahan yang cukup mendasar dalam sifat diplomasi Indonesia. Indonesia membutuhkan dana yang sangat besar. Pemerintah Orde Baru menyadari bahwa untuk melakukan pembangunan. Bebas aktif. Indonesia berhasil menggalang dukungan dan menegosiasikan utangnya kepada para kreditur dalam forum Paris Club dan dirasakan perlunya forum antar pemerintah untuk membantu pembangunan di Indonesia. namun kekuatan diplomasi Indonesia dianggap kembali pada kejayaannya dengan kembali diperhitungkannya keberadaan Indonesia dalam kancah politik dan ekonomi. diantaranya adalah ketetapan MPRS no. hubungan yang tidak baik dengan Barat mulai diperbaiki. sifat politik luar negeri Indonesia yang konfrontatif tersebut berganti dengan politik yang bersifat kooperatif.C. Salah satu hasil diplomasi pembangunan Orde Baru terkait dengan upaya untuk mendapatkan bantuan luar negeri adalah Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI/Kelompok Antarpemerintah Mengenai Indonesia). 2. Walaupun Orde Baru dianggap bobrok.

Masuknya bantuan luar negeri tersebut juga bertujuan untuk mengendalikan berbagai kebijakan dalam negeri Indonesia. Sesuai dengan perspektif realis yang menyatakan bahwa pemberian bantuan luar negeri pada dasarnya dilakukan atas dasar kepentingan negara pemberi bantuan tersebut. Kondisi dependensia ini menjadi sebuah ”bom waktu” bagi Indonesia. Hal ini sesuai dengan tujuan dari diplomasi ekonomi. penanaman pengaruh blok Barat pada Indonesia dinilai sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan pengaruh blok Barat di kawasan Asia Tenggara. terutama kepentingan ekonomi. Indonesia menjadi sangat tergantung dengan bantuan asing tersebut. setelah Perang Dingin berakhir dan nilai strategis Indonesia dalam teori containment hilang. Hal ini bertujuan untuk mengamankan kepentingan para negara kreditor tersebut di Indonesia. yang terlihat dari dimasukkannya hutang luar negeri dalam daftar sumber dana APBN. Dalam hal ini. Hal ini terlihat dari penguasaan pihak asing terhadap sumber daya alam di Indonesia. II/ MPR/ 1983 yang menandakan bahwa indonesia sudah mulai mengikuti dinamika politik internasional yang berkembang saat itu. yaitu mengamankan resources ekonomi yang berasal dari luar negeri untuk pembangunan ekonomi luar negeri.pertemuan formal di Amsterdam yang dihadiri oleh sejumlah negara kreditor utama dan lembaga Internasional. Stabilitas ekonomi dan politik dalam negeri menjadi terganggu dan akhirnya berpuncak pada terjadinya Krisis Moneter tahun 1998. resources ekonomi utama yang berusaha diamankan adalah bantuan luar negeri yang berasal dari negara – negara maju. Hal lain yang menjadi sasaran politik luar negeri indonesia dijelaskan secara lebih spesifik dan rinci pada TAP MPR RI No. Indonesia dalam hal ini berada dalam posisi sebagai negara perifer yang selalu bergantung pada negara – negara sentral. Diplomasi pembangunan Indonesia pada masa awal Orde Baru tersebut dapat dikatakan berhasil dalam memperoleh bantuan luar negeri. Pihak asing pun telah menguasai banyak sumber daya strategis dalam negeri melalui berbagai perusahaan multinasional. lewat bantuan luar negeri. Terbukti. . Pemberian bantuan dengan tujuan seperti ini membuat Indonesia terjebak dalam kondisi dependensi. maka negara – negara Barat dapat mengontrol kehidupan politik dan ekonomi dalam negeri. Dengan begitu. Karena itu. karena merupakan bentuk kepercayaan luar negeri yang dilembagakan. terbentuknya IGGI tetap dapat dilihat sebagai keberhasilan diplomasi pembangunan pertama Indonesia. Pembentukan IGGI ini dapat kita anggap sebagai pelaksanaan dari teori containment untuk mencegah Indonesia kembali memihak blok Timur seperti pada masa Demokrasi Terpimpin. di luar berbagai efek negatif yang disebabkan oleh bantuan luar negeri yang masuk ke Indonesia. maka berbagai akses terhadap sumber pendanaan luar negeri tersebut menjadi sulit. Ketergantungan terhadap sumber pendanaan asing ini memungkinkan intervensi pihak asing terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Indonesia dinilai sebagai sebuah negara yang sangat strategis dalam pelaksanaan teori containment ini karena merupakan negara Asia Tenggara yang cukup terkemuka. dan berbagai kebijakan Pemerintah yang selalu memihak terhadap perusahaan asing jika terjadi konflik antara buruh lokal dan perusahaan asing tersebut. Meski begitu. Indonesia diposisikan sebagai pemasok tenaga kerja yang murah serta bahan mentah dalam pembagian kerja global tersebut. kemudahan masuknya barang impor dari negara – negara Barat.

Pemerintahan Habibie. Habibie menghadapi persoalan legitimasi yang cukup serius. Karenanya penciptaan kestabilan dan kerja sama regional di Asia Tenggara mendapatkan prioritas yang tinggi". Di awal masa pemerintahannya. Soeharto berusaha untuk mengangkat regionalisme Asia Tenggara sebagai landasan politik luar negeri Indonesia. Untuk hal ini.Undang (UU) yang berkaitan dengan perlindungan atas hak asasi manusia antara lain: 1. Indonesia yang tengah meniti jalan menuju demokrasi yang menyeluruh. yakni dari Gerakan Asia-Afrika dan Non Blok. Dalam kaitannya dengan kondisi dalam negeri. ia juga harus menyelesaikan masalah HAM yang dihasilkan oleh pemerintahan terdahulu. Tidak hanya menangani masalah ekonomi yang akut. Politik Luar Negeri Indonesia Pada Masa Reformasi B. Untuk mencapai peningkatan stabilitas dan pengembangan itulah Indonesia memprakarsai pembentukan ASEAN yang lebih terintegrasi melalui pembukaanpembukaan jalan menuju Komunitas ASEAN yang diharapkan dapat memupuk dan membina kerja sama yang lebih erat dan berguna bagi pengembangan ketahanan masing-masing. Habibie Pemerintahan pasca-orde baru ini setidaknya secara substansif dalam landasan politik luar negerinya berusaha untuk menuju kembali kepada masa kejayaan pada masa dulu. pemerintahan Habibie menghasilkan dua Undang. politik luar negeri Indonesia sejak kejatuhan pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998 tidak dapat dilepaskan dari perubahan politik secara besar-besaran yang mengikuti kejatuhan pemerintahan otoritarian tersebut. Habibie berusaha mendapatkan dukungan internasional melalui beragam cara. Dengan demikian. UU no. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment . Soeharto mengalihkan prioritas politik luar negeri Indonesia dari lingkungan geografis yang lebih luas.5/1998 mengenai Pengesahan Convention against Torture and other Cruel. Ia juga harus mampus menghadapi imperialisme dan kolonialisme dalam bentuk apa pun dan dari pihak mana pun.Indonesia berusaha untuk mengangkat hubungan yang lebih akrab dengan tetanggatetangganya yang satu kawasan melalui peningkatan hubungan ASEAN. Diantaranya. ia menjadi benteng dan pangkalan paling kuat untuk menghadapi pengaruh ataupun intervensi dari luar. merupakan salah satu contoh tepat untuk menggambarkan pertautan antara proses demokratisasi dan kebijakan luar negeri dari sebuah pemerintahan di masa transisi. D. Asia Tenggara yang diidam-idamkan Jenderal Soeharto adalah suatu Asia Tenggara yang terintegrasi.J. yang menggantikan Soeharto. Ia memberikan prioritas yang paling utama kepada hubungan yang dekat dan harmonis melalui penggalangan kerja sama yang lebih mantap dengan negaranegara tetangga karena di sinilah terletak kepentingan nasional kita yang paling vital. ke lingkungan geografis yang lebih kecil.

pemerintahan Habibie pun berhasil mendorong ratifikasi empat konvensi internasional dalam masalah hak-hak pekerja. yang dalam pernyataan-pernyataannya mendukung langkah presiden Habibie menawarkan refendum. Isu Timor Timur seperti di uraikan diatas juga menjadi contoh penting yang memperlihatkan keterkaitan antara faktor domestik (hubungan sipil militer) dan faktor eksternal (diplomasi dan politik luar negeri). Bila dalam periode Habibie . juga dapat memberi dampak negatif bagi kelangsungan pemerintahan transisi. ia dinilai gagal mengontrol TNI. Pembentukan Komnas Perempuan juga dilakukan pada masa pemerintahan Habibie yang pendek tersebut. Kebijakan Habibie dalam persoalan Timor-Timur menunjukan hal ini dengan jelas. Pemerintahan Habibie pula yang memberi pelajaran penting bahwa kebijakan luar negeri. baik di Aceh maupun Papua. Habibie kehilangan legitimasi baik dimata masyarakat internasional maupun domestik.29/1999 mengenai Pengesahan Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination 1965. namun dukungan internasional yang diperoleh melalui serangkaian kebijakan untuk memberi citra positif kepada dunia internasional memberikan dukungan bagi keberlangsungan pemerintahan Habibie saat periode transisi menuju demokrasi dimulai.2. sebaliknya. terutama dalam politik luar negeri. namun di lapangan mendukung milisi pro integrasi yang berujung pada tindakan kekerasan di Timor Timur setelah referendum. UU no. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Habibie menaikkan kembali derajat kepercayaan internasional terhadap Indonesia. Hubungan sipil militer menjadi salah satu isu utama dalam perjalanan transisi menuju demokrasi di Indonesia. Di mata internasional. Dinamika hubungan sipil militer ini terutama terlihat dalam isu separatisme. Hingga pada akhirnya Indonesia harus kehilangan Timor.Timur melalui jajak pendapat. Tetapi. kepercayaan internasional masih terasa rendah terhadap Indonesia. Habibie mampu memperoleh simpati dari IMF dan Bank Dunia dengan keputusan kedua lembaga tersebut untuk mencairkan program bantuan untuk mengatasi krisis ekonomi sebesar 43 milyar dolar dan bahkan menawarkan tambahan bantuan sebesar 14 milyar dolar. Tidak banyak kemajuan yang terjadi pada masa pemerintahannya. Hubungan sipil militer merupakan salah satu isu utama dalam perjalanan transisi menuju demokrasi di Indonesia. Abdurrahman Wahid Pemilu pada 1999 membawa Abdurrahman Wahid sebagai presiden terpilih periode 1999-2004. Hal ini memperlihatkan bahwa walaupun basis legitimasi dari kalangan domestik tidak terlampau kuat. Dinamika hubungan sipil militer ini terutama terlihat dalam isu separatisme. baik di Aceh maupun Papua. Selain itu. Terlepas dari perjalanan transisi menuju demokrasi. Isu Timor Timur seperti menjadi contoh penting yang memperlihatkan keterkaitan antara faktor domestik (hubungan sipil militer) dan faktor eksternal (diplomasi dan politik luar negeri). Habibie mengeluarkan pernyataan pertama mengenai isu Timor-Timur pada bulan Juni 1998 dimana ia mengajukan tawaran untuk pemberlakuan otonomi seluas-luasnya untuk provinsi Timor Timur. Aksi kekerasan yang terjadi sebelum dan setelah referendum kemudian memojokkan pemerintahan Habibie.

Pada masa pemerintahannya. Namun. Salah satu yang paling menonjol adalah memburuknya hubungan antara RI dengan Australia. selain isu Timor Timur. sebuah rencana yang mendapat reaksi keras di dalam negeri. Pasca reformasi. untuk itu dia melakukan banyak kunjungan ke luar negeri selama satu tahun awal pemerintahannya sebagai bentuk implementasi dari tujuan tersebut. Hubungan RI dengan dunia Barat mengalami kemunduran setelah lepasnya Timor Timur. Mengingat. dimana lebih menekankan pada peningkatan citra Indonesia pada dunia internasional. Dan dengan tipe politik luar negeri Indonesia yang seperti ini membuat politik luar negeri Indonesia menjadi tidak fokus yang pada akhirnya hanya membuat berbagai usaha yang telah dijalankan oleh Gus Dur menjadi sia-sia karena kurang adanya implementasi yang konkrit. Termasuk dalam hal ini. Diantara kontroversi tersebut adalah pembelian pesawat tempur Sukhoi dan helikpoter dari Rusia yang merupakan buah dari kunjungan Megawati ke Moskow. politik internasional RI menjadi tidak jelas arahnya. Vietnam. politik luar negeri Indonesia selama masa pemerintahan Megawati juga dipengaruhi beragam peristiwa nasional maupun internasional. Megawati secara ekstensif melakukan kunjungan ke luar negeri untuk memperoleh dukungan internasional. Wahid memiliki cita-cita mengembalikan citra Indonesia di mata internasional. ia digantikan oleh Presiden Megawati yang menjabat sebagai wakil presiden pada saat itu. ketika Abdurrahman Wahid memimpin Indonesia. Terlepas dari berbagai kunjungan formal tersebut. seringnya beliau berada di luar negeri untuk kunjungan kenegaraan padahal seorang presiden tidak diperbolehkan untuk berlama-lama ke luar negeri. Tetapi.terjadi hubungan saling ketergantungan antara pemerintahan Habibie dengan TNI. Megawati Soekarnoputri Setelah Presiden Wahid diberhentikan pada tahun 2001. Sebagai presiden. Presiden Megawati menuai kritik dalam berbagai kunjungannya tersebut. politik luar negeri Indonesia cenderung mirip dengan politik luar negeri Indonesia yang dijalankan oleh Soekarno pada masa orde lama. Tunisia. E. Megawati antara lain mengunjungi Rusia. Jepang. Politik Luar Negeri Indonesia pada masa Demokrasi Hingga saat ini. Libya. New York untuk berpidato di depan Majelis Umum PBB. dengan alasan yang absurd. Mongolia. Peristiwa serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat. Bahkan. pemboman di Bali 2002 dan hotel JW Marriott di Jakarta tahun 2003. Wahid berencana membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Polandia. sebagian besar kunjungan – kunjungannya itu tidak memiliki agenda yang jelas. pada masa Abdurrahman Wahid terjadi power struggle yang intensif antara presiden Wahid dengan TNI sebagai akibat dari usahanya untuk menerapkan kontrol sipil atas militer yang subyektif sifatnya. Bangladesh. Abdurrahman Wahid secara konstan mengangkat isu-isu domestik dalam pertemuannya dengan setiap kepala negara yang dikunjunginya. adalah soal integritas teritorial Indonesia seperti dalam kasus Aceh dan isu perbaikan ekonomi. Malaysia. Cina dan juga Pakistan. Rumania. Hungaria. baik mengenai frekuensi ataupun substansi dari berbagai lawatan tersebut. penyerangan ke Irak yang dipimpin Amerika Serikat dan Ingrris dan juga operasi militer di Aceh untuk menghadapi GAM merupakan beberapa variabel yang mewarnai dinamika internal dan . Dalam setiap kunjungan luar negeri yang ekstensif selama masa pemerintahannya yang singkat.

. barulah pemerintah dapat mencapai hasil yang sebaik-baiknya dalam diplomasi yang dijalankan”. Bahkan Departemen Luar Negeri mengalami restrukturisasi guna memperbaiki kinerjanya. seiring dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa negara akan mendapatkan momentum untuk mengembalikan prinsip security approach di dalam negeri. Restrukturisasi ini sangat tepat waktu mengingat perubahan global terjadi begitu cepat. Kabinet ini meletakkan landasan operasional politik luar negerinya dalam tiga program utama nasional kebijakan luar negeri. seluruh rakyat harus berdiri dengan tegak dan rapat dibelakang pemerintah republik indonesia. penegasan komitmen perdamaian dunia yang dilakukan dalam rangka membengun dan mengembangkan semangat multilateralisme yang dilandasi dengan penghormatan terhadap hukum internasional dipandang sebagai cara yang lebih dapat diterima oleh subjek hukum internasional dalam mengatasi masalah keamanan internasional. yang menyatakan bahwa “politik luar negeri yang dijalankan oleh negara mestilah sejalan dengan politik dalam negeri”. stabilitas politik dan persatuan nasional. Perubahan cepat ini memaksa setiap negara untuk mampu beradaptasi dan mengelola arus perubahan tersebut. terutama kerjasama ASEAN dalamn penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri merupakan aktualisasi dari pendekatan ASEAN sebagai concentric circle utama politik luar negeri indonesia.eksternal Indonesia. bahwa “persatuan yang sekuat-kuatnya harus ada. peningkatan kerjasama internasional yang bertujuan memanfaatkan secara optimal berbagai peluang dalam diplomasi dan kerja sama internasional. yaitu: 1. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa diplomasi Indonesia kembali menjadi aktif pada masa pemerintahan Megawati. Dalam pengertian bahwa pelaksanaan diplomasi di masa pemerintahan Megawati kembali ditopang oleh struktur yang memadai dan substansi yang cukup. peristiwa ini juga menjadi isu besar mengenai perlindungan terhadap kebebasan sipil di tengah proses demokratisasi. sebagaimana dituangkan dalam alinea IV pembukaan undang-undang dasar 1945. Di sisi lain. langkah ini sejalan dengan pidato bung hatta pada 15 desember 1945. perang melawan terorisme di satu sisi mengharuskan Indonesia untuk membuka diri dalam kerjasama internasional. Susilo Bambang Yudhoyono Dengan kemenangan pada pemilu 2004. Misalnya. komitmen terhadap perdamaian internasional relevan dengan tujuan hidup bernegara dan berbangsa. 2. tujuan pokok dari upaya tersebut adalah meningkatkan kapasitas dan kinerja politik luar negeri dan diplomasi dalam memberikan kontribusi bagi proses demokratisasi. yang termuat dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) tahun 2004-2009. sebagaimana lebih lanjut disampaikan oleh hatta. Variabel tersebut membawa persoalan turunan yang rumit. pemantapan politik luar negeri dan optimalisasi diplomasi indonesia dalam penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri. 3. terutama setelah peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat. membawa Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla memangku jabatan presiden dan wakil presiden.

Indonesia juga tidak pernah menganggap negara mana pun sebagai ancaman sehingga semua negara sebetulnya mempunyai tataran yang sama dan setara. Demikian juga untuk pelaksanaan politik di dalam negeri. Indonesia juga dituntut untuk menyelaraskan kemampuan dan kapasitasnya sendiri dan mendefinisikan kepentingan nasionalnya dengan jelas. dalam bersikap kita juga harus dapat memadukan aturan.Proaktif”. nilai hubungan internasional. Paralel dengan itu. Indonesia tampaknya perlu prioritas kepada masalah regional dan bilateral yang secara langsung berdampak pada kepentingan nasional dan mampu meningkatkan bargaining position Indonesia di dunia. Dengan prinsip itu. Dalam pandangan Presiden Yudhoyono. “Mendayung di Antara Dua Karang”. Indonesia harus menjadi subjek yang dapat menentukan kebijakannya sendiri. Posisi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif menjadikan Indonesia bisa memainkan peranannya dalam kancah dunia internasional. Selain itu. kondisi pasar dunia. pemerintahan Indonesia saat ini tampak tegas dalam menjalankan politik luar negerinya karena Indonesia bisa dengan tegas mengambil keputusannya sendiri dengan tidak ingin ikut-ikutan membentuk atau bergabung dalam aliansi tertentu sehingga Indonesia tidak memiliki musuh dalam konteks hubungan internasional. strategi polugri mendatang harus akomodatif agar mampu menghadapi berbagai perubahan dunia kontemporer.. Presiden Yudhoyono menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjalankan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.. Indonesia perlu membangun sebuah jangkar yang lebih kuat untuk peran regional dan globalnya dimasa depan memang diperlukan. Indonesia berjuang sebagai pelopor membebaskan bangsa-bangsa dari segala macam penjajahan dan aktif mendorong mewujudkan tata dunia baru yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan. gender. berdasarkan pandangan Menlu Marty Natalagawa. katanya. pemerintah tetap menganut asas demokratis dalam upaya untuk menunjang politik luar negeri yang bebas aktif. khususnya dalam menciptakan perdamaian dunia. Indonesia harus dapat menentukan skala prioritas. prinsip bebas-aktif tidak berarti menjadikan Indonesia tidak berani bersikap. Indonesia harus menegakkan harga dirinya dan tidak mengedepankan sikap emosional dalam menghadapi masalah internasional. Dalam pidato bersejarah. Presiden Yudhoyono menyatakan bahwa sudah waktunya Indonesia memiliki kebijakan luar negeri baru sesuai dengan perubahan dunia saat ini. Tetapi. Melihat realitas yang ada. Sekarang ini. dan kemiskinan. apakah fokus pada masalah multilateral. seperti hak asasi manusia.mestikah kita bangsa Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara kita hanya harus memilih antara pro-Rusia atau pro-Amerika? Beliau kemudian menggariskan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar menjadi objek dalam percaturan internasional. harus berani berpihak pada masalah-masalah yang tak kenal batas negara. dan rasionalitas. ataukah bilateral. regional. Karena itu. demokrasi. lingkungan. Bung Hatta mengatakan: “. Selain itu pula.Hal yang cukup mengejutkan mengenai politik luar negeri Indonesia adalah digalakkannya politik luar negeri dari “Bebas-Aktif yang menuju Dinamis. tetapi tidak cukup .

konsisten. leadership. Ini dilihat pada: komitmen Indonesia dalam reformasi DK PBB.2 • • • Menjadikan TRUST sebagai sasaran berarti politik luar negeri Indonesia itu tegas. yaitu: membangun kepercayaan terhadap dunia Internasional. dalam menjalankan politik luar negerinya membutuhkan kepercayaan dari publik domestik dan masyarakat internasional. Jangkar yang lebih kuat terhadap politik luar negeri Indonesia dapat membangun kepercayaan yang membawanya kepada kemitraan yang ekstensif. efektif. atau gagasan SBY untuk mengirim pasukan perdamaian di Irak yang terdiri dari negara-negara Muslim (gagasan ini belum terlaksana hingga kini). TRUST sesungguhnya adalah bagian penting dari kepentingan nasional yang mencakup ruang domestik dan internasional. yaitu: • terbentuknya kemitraan-kemitraan strategis dengan negara-negara lain (Jepang.wordpress.jika kita ingin mendapatkan perspektif yang lebih baik mengenai bagaimana politik luar negeri Indonesia dapat menjadi jangkar untuk membantu Indonesia dalam menghadapi tantangan yang lebih berat di tahun-tahun berikutnya yang jelas keputusan luar negeri Indonesia dibuat dan dipengaruhi oleh faktor-faktor domestik dan internasional. terdapat ciri-ciri khas PLNRI di masa SBY. Hal tersebut dapat dilihat dengan berbagai insiatif Indonesia untuk menjembatani pihak-pihak yang sedang bermasalah. ‘prakmatis kreatif’ dan ‘oportunis’. dll). maka politik luar negeri Indonesia harus dirancang sedemikian rupa sehingga ia merefleksikan kebutuhan-kebutuhan Indonesia sekarang maupun di masa depan. Oleh sebab itu. Jika PLNRI yang diterjemahkan Bung Hatta adalah ‘bagaikan mendayung di antara 2 karang’. Indonesia. artinya Indonesia mencoba menjalim hubungan dengan siapa saja yang bersedia membantu dan menguntungkan pihak Indonesia. Yakni: unity. India. security. bahkan ‘menjembatani 2 karang’. BAB III 2 http://frenndw. harmony. Kemudian.com/2010/01/13/politik-luar-negeri-indonesia-pasca-orde-baru diakses pada 26 februari 2010 . Selain itu. terdapat kemampuan beradaptasi Indonesia pada perubahan-perubahan domestik dan perubahan-perubahan di luar negeri. tetapi fleksibel dan adaptif. Karena tantangan politik luar negeri Indonesia yang akan semakin keras di masa depan. pemerintah Indonesia akan tetap memilih pendekatan diplomasi multilateral dalam pelaksanaan politik luar negeri dan kerjasama internasional pada 2010 dan seterusnya. Bagi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sendiri. terdapat aktivisme baru dalam PLNRI masa SBY. prosperity. Karenanya. China. TRUST. maka Pak Banto mengatakan bahwa PLNRI di masa SBY adalah ‘mengarungi lautan bergelombang’. Disinilah pentingnya sebuah kemitraan. Keputusan politik luar negeri harus dibuat berdasarkan prioritas dan berdasarkan perkiraan mengenai apa yang dapat diberikan oleh mitra Indonesia untuk pembangunan Indonesia.

Kesimpulan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful