I.

Absrak Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya.Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer,hygrometer dan spektrofotometer,dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan ³graph´ seperti thermograph,barograph ( Moningka, 2008). Dari uraian tersebut,tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam penggunaannya ada alatalat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan (Moningka,2008). Antonie Van Leuwenhook adalah orang yang pertama kali melihat bakteri dengan menggunakan instrumen optik yang terdiri atas lensa bikonvens. Pada waktu itu ia menemukan bakteri dalam berbagai cairan, diantara cairan tubuh, air, ekstrak lada, serta bir. Penemuan mikroskop pada waktu itu membuka peluang unttuk dilakukannya penelitian mengenai proses terjadinya fermentasi dan penemuan jasad renik penyebab penyakit (Ferdias, 1992). Mikroskop adalah alat yang paling khas dalam laboratorium mikrobiologi yang memberikan perbesaran yang membuat kita dapat melihat struktur mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Mikroskop yang tersedia menungkinkan jangkauan perbesaran yang luas dari beberapa kali hingga ribuan kali (Lay,1994).

Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600 rpm dan dapat dipanaskan sampai 425°C. Biological Safety Cabinet Biological Safety Cabinet (BSC) atau dapat juga disebut Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasisinar UV beberapa jam sebelum digunakan. Autoklaf Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. 5. Dengan mikroskop kita dapat mengamati sel bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. 7. 3. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121°C (250°F). biasanya kurang dari 1000 µl. 6. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS® misalnya mampu menghomogenkan sampai 10 L.1 mm. Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15 pounds per square inch). Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121°C. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya adalah 10-70°C. 2. Colony counter Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar. berikut merupakan uraian tentang cara penggunaan bagian-bagiandan spesifikasi mikroskop cahaya merk Olympus CH20 yang dimiliki Laboratorium Mikrobiologi. Peralatan Dalam Laboratorium Mikrobiologi 1. misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl. Hot plate stirrer dan Stirrer bar Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Mikroskop Cahaya (Brightfield Microscope) Salah satu alat untuk melihat sel mikroorganisme adalah mikroskop cahaya. atau mikropipet yang . Inkubator (Incubator) Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol.II. 4. Mikropipet (Micropippete) dan Tip Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil. Pada umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0.

media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap tabung. diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml. 10. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran. tutup plastik atau aluminium foil. 12. gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. 50 ml. perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi. Jarum Inokulum Jarum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru. seperti labu erlenmeyer.tidak bisa diatur volumenya.Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair. dan yang berbentuk lurus disebut inoculating needle/Transfer needle. Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya. menampung akuades. dll. Cawan Petri (Petri Dish) Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Gelas ukur (Graduated Cylinder) Berguna untuk mengukur volume suatu cairan. Tabung Durham Tabung durham berbentuk mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya lebih kecil dan berfungsi untuk menampung/menjebak gas yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan. Untuk membuat agar miring. . kultivasi mikroba dalam kultur cair. Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml. dsb. yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan agar miring (slants agar). mukropipet memerlukan tip. Inoculating loop cocok untuk melakukan streak di permukaan agar. sebaiknya volume tersebut ditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan. 11. Terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang dapat ditampungnya yaitu 25 ml. Jarum inokulum biasanya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas. Labu Erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media. tabung reaksi digunakan untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba. bahan atau cairan yang. dalam penggunaannya. Tabung reaksi (Reaction Tube / Test Tube) Di dalam mikrobiologi. 100 ml. Untuk alasan efisiensi. 500 ml. Bentuk ujung jarum dapat berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating loop/transfer loop. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas. 250 ml. hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask) Berfungsi untuk menampung larutan. Pada saat mengukur volume larutan. 13. 8. 1000 ml. tutup metal. 300 ml. Penempatannya terbalik dalam tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan sampai ada sisa udara). 9. sedangkan inoculating needle cocok digunakan untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating).

fisik dan kimiawi (Indra. . Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. batang L. 2008) : 1. contoh alat : jarum inokulum. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas. tabung reaksi dll. 2. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung. b.Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik. d. ‡ Pemanasan a. Sterilisai secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0. ‡ Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi.22 mikron atau 0. misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf. misal nya larutan enzim dan antibiotik.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol. c. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran. pinset. dll.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful