P. 1
HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NEGARA BERDASARKAN UUD 1945

HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NEGARA BERDASARKAN UUD 1945

|Views: 9,371|Likes:
Published by teytenyummy

More info:

Published by: teytenyummy on Feb 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NEGARA BERDASARKAN UUD 1945

• •

View clicks

Posted May 22nd, 2008 by gugun8511

Hukum Administrasi Negara

Pengertian Lembaga Negara Untuk memahami pengertian lembaga atau organ negara secara lebih dalam, kita dapat mendekatinya dari pandangan Hans Kelsen mengenai the concept of the State Organ dalam bukunya General Theory of Law and State. Hans Kelsen menguraikan bahwa “Whoever fulfills a function determined by the legal order is an organ Siapa saja yang menjalankan suatu fungsi yang ditentukan oleh suatu tata hukum (legal order) adalah suatu organ. Artinya, organ negara itu tidak selalu berbentuk organik. Di samping organ yang berbentuk organik, lebih luas lagi, setiap jabatan yang ditentukan oleh hukum dapat pula disebut organ, asalkan fungsi-fungsinya itu bersifat menciptakan norma (normcreating) dan/atau bersifat menjalankan norma (norm applying). “These functions, be they of a norm creating or of a norm applying character, are all ultimately aimed at the execution of a legal sanction Menurut Kelsen, parlemen yang menetapkan undang-undang dan warga negara yang memilih para wakilnya melalui pemilihan umum sama-sama merupakan organ negara dalam arti luas. Demikian pula hakim yang mengadili dan menghukum penjahat dan terpidana yang menjalankan hukuman tersebut di lembaga pemasyarakatan, adalah juga merupakan organ negara. Pendek kata, dalam pengertian yang luas ini, organ negara itu identik dengan individu yang menjalankan fungsi atau jabatan tertentu dalam konteks kegiatan bernegara. Inilah yang disebut sebagai jabatan publik atau jabatan umum (public offi¬ces) dan pejabat publik atau pejabat umum (public offi¬cials).28 Di samping pengertian luas itu, Hans Kelsen juga menguraikan adanya pengertian organ negara dalam arti yang sempit, yaitu pengertian organ dalam arti materiil. Individu dikatakan organ negara hanya apabila ia secara pribadi memiliki kedudukan hukum yang tertentu (...he personally has a specific legal position). Suatu transaksi hukum perdata, misalnya, kontrak, adalah merupakan tindakan atau perbuatan yang menciptakan hukum seperti halnya suatu putusan pengadilan. Lembaga negara terkadang disebut dengan istilah lembaga pemerintahan, lembaga pemerintahan non-departemen, atau lembaga negara saja. Ada yang dibentuk berdasarkan atau karena diberi kekuasaan oleh UUD, ada pula yang dibentuk dan mendapatkan

yaitu pada Pasal 17 ayat(1). dimulai dari Pasal 4 ayat (1) dalam pengaturan mengenai Kekuasaan Pemerintahan Negara yang berisi 17 pasal. yaitu bersama-sama dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan sebagai pelaksana tugas kepresidenan apabila terdapat kekosongan dalam waktu yang bersamaan dalam jabatan Presiden dan Wakil Presiden. Menteri dan Kementerian Negara yang diatur tersendiri dalam Bab V UUD 1945. Jerman: vorm) . dan (3). Ketiganya perlu disebut secara sendiri-sendiri. 3. “Dalam melakukan kewajibannya. Organ adalah bentuk atau wadahnya. sedangkan functie adalah isinya. karena dapat saja terjadi konflik atau sengketa kewenangan konstitusional di antara sesama mereka. tentu lebih rendah lagi tingkatannya.kekuasaannya dari UU. 7. ada yang disebut secara eksplisit namanya. 4. ada dua unsur pokok yang saling berkaitan. dan bahkan ada pula yang hanya dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden. Menteri Luar Negeri sebagai menteri triumpirat yang dimaksud oleh Pasal 8 ayat (3) UUD 1945. Ada pula lembaga atau organ yang disebut bahwa baik namanya maupun fungsi atau kewenangannya akan diatur dengan peraturan yang lebih rendah. Wakil Presiden yang keberadaannya juga diatur dalam Pasal 4 yaitu pada ayat (2) UUD 1945. Menteri Dalam Negeri sebagai triumpirat bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan menurut Pasal 8 ayat (3) UUD 1945. maka dapat dikemukakan bahwa dalam UUD 1945. Menteri Pertahanan yang bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri ditentukan sebagai menteri triumpirat menurut Pasal 8 ayat (3) UUD 1945. terdapat tidak kurang dari 34 organ yang disebut keberadaannya dalam UUD 1945. yaitu Pasal 2 yang terdiri atas tiga ayat. organ adalah status bentuknya (Inggris: form. Presiden yang diatur keberadaannya dalam Bab III UUD 1945. Pasal 4 ayat (2) UUD 1945 itu menegaskan. Hirarki atau ranking kedudukannya tentu saja tergantung pada derajat pengaturannya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Majelis permusyawaratan Rakyat (MPR) diatur dalam Bab III UUD 1945 yang juga diberi judul “Majelis permusyawaratan Rakyat. Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945 Jika dikaitkan dengan hal tersebut di atas. 5. Bab III ini berisi dua pasal. Demikian pula jika lembaga dimaksud dibentuk dan diberi kekuasaan berdasarkan Peraturan Daerah. sedangkan functie adalah gerakan wadah itu sesuai maksud pembentukannya. . (2). Pasal 3 yang juga terdiri atas tiga ayat. yaitu organ dan functie. dan ada pula yang disebutkan eksplisit hanya fungsinya. sedangkan yang dibentuk berdasarkan UU merupakan organ UU. 6. Lembaga negara yang diatur dan dibentuk oleh UUD merupakan organ konstitusi. Dalam naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. atau antara mereka dengan menteri lain atau lembaga negara lainnya. Dalam setiap pembicaraan mengenai organisasi negara. organ-organ yang dimaksud. Ke-34 organ atau lembaga tersebut adalah: 1. sementara yang hanya dibentuk karena keputusan presiden tentunya lebih rendah lagi tingkatan dan derajat perlakuan hukum terhadap pejabat yang duduk di dalamnya. 2.

UUD 1945 belum menentukan nama bank sentral yang dimaksud. status Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta. 16. Satuan Pemerintahan Daerah yang bersifat khusus atau istimewa seperti dimaksud oleh Pasal 18B ayat (1) UUD 1945. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. 24. 17. (6) dan ayat (7) UUD 1945. yaitu “Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan. 9. (3). kewenangan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota seperti yang diatur oleh Pasal 18 ayat (3) UUD 1945. satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau istimewa ini diatur tersendiri oleh UUD 1945. melainkan oleh Undang-Undang. Ketentuan mengenai kekhususan atau keistimewaannya itu diatur dengan undang-undang. serta Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 10. Bank sentral yang disebut eksplisit oleh Pasal 230. (5). (3). dan independensinya diatur dengan undang-undang.8. nama Bank Indonesia . 18. (6) dan ayat (7) UUD 1945. Seperti halnya dengan Komisi Pemilihan Umum. Pemerintahan Daerah Otonomi Khusus Nanggroe Aceh Darussalam dan Papua. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diatur dalam Bab VII UUD 1945 yang berisi Pasal 19 sampai dengan Pasal 22B. 13. Pemerintahan Daerah Kabupaten sebagaimana dimaksud oleh Pasal 18 ayat (2). Dewan Pertimbangan Presiden yang diatur dalam Pasal 16 Bab III tentang Kekuasaan Pemerintahan Negara yang berbunyi. 12. Nama “Komisi Pemilihan Umum bukanlah nama yang ditentukan oleh UUD 1945. (6) dan ayat (7) UUD 1945. 14. Bupati Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat (4) UUD 1945. Gubemur Kepala Pemerintah Daerah seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat (4) UUD 1945. (5). Memang benar. 19. (5). pemerintahan daerah yang demikian ini perlu disebut secara tersendiri sebagai lembaga atau organ yang keberadaannya diakui dan dihormati oleh negara. Komisi Penyelenggaran Pemilu yang diatur dalam Pasal 22E ayat (5) UUD 1945 yang menentukan bahwa pemilihan umum harus diselenggarakan oleh suatu komisi yang bersifat nasional. Oleh karena itu. 15. Duta seperti diatur dalam Pasal 13 ayat (1) dan (2). tanggungjawab. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat (3) UUD 1945. yang selanjutnya diatur dalam undang-undang. Karena kedudukannya yang khusus dan diistimewakan. 23. (3). Misalnya. 22. Pemerintahan Daerah Kota sebagaimana dimaksud oleh Pasal 18 ayat (2). 21. Konsul seperti yang diatur dalam Pasal13 ayat (1). nama bank sentral sekarang adalah Bank Indonesia. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang diatur dalam Bab VIIA yang terdiri atas Pasal 22C dan Pasal 220. 11. tetap. kedudukan. dan mandiri. Walikota Kepala Pemerintah Daerah Kota seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat (4) UUD 1945. diatur dengan undang-undang. Pemerintahan Daerah Provinsi30 sebagaimana dimaksud oleh Pasal 18 ayat (2). Tetapi. seperti yang diatur dalam Pasal 18 ayat 3 UUD 1945. 20. “Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

34) Badan-badan lain yang fungsinya terkait dengan kehakiman seperti kejaksaan diatur dalam undang-undang sebagaimana dimaksud oleh Pasal 24 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi. Pasal 24 dan Pasal 24C UUD 1945. dapat dilihat apabila kita mengetahui arti dari lembaga Negara dan hakikat kekuasaan yang dilembagakan atau diorganisasikan kedalam bangunan . Tentara Nasional Indonesia (TNI) diatur tersendiri dalam UUD 1945. yaitu Pasal 23E (3 ayat). 29. dan terdiri atas 3 pasal. Pasal 24B UUD 1945 sebagai auxiliary organ terhadap Mahkamah Agung yang diatur dalam Pasal 24 dan Pasal 24A UUD 1945. 33) Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) yang juga diatur dalam Bab XII Pasal 30 UUD 1945. 32. 27. Mahkamah Agung (MA) yang keberadaannya diatur dalam Bab IX. Angkatan Darat (TNI AD) diatur dalam Pasal 10 UUD 1945. 30. Tugas dan Fungsi MPR Serta Hubungan Antar Lembaga Negara Dalam Sistem Ketatanegaraan Kekuasaan Penyelenggaraan Negara Dalam rangka pembahasan tentang organisisasi dan kelembagaan negara. 33. dan Pasal 23G (2 ayat). 34. 26. “Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam undang-undang. Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga diatur kebera-daannya dalam Bab IX. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diatur tersendiri dalam Bab VIIIA dengan judul “Badan Pemeriksa Keuangan. yaitu dalam Bab XII tentang Pertahanan dan Keamanan Negara. Pasal 24 dan Pasal 24A UUD 1945.bukan nama yang ditentukan oleh UUD 1945. Pasal 23F (2 ayat). 28. pada Pasal 30 UUD 1945. 31) Angkatan Laut (TNI AL) diatur dalam Pasal 10 UUD 1945. 31. Komisi Yudisial yang juga diatur dalam Bab IX. 25. melainkan oleh undang-undang berdasarkan kenyataan yang diwarisi dari sejarah di masa lalu. 32) Angkatan Udara (TNI AU) diatur dalam Pasal 10 UUD 1945.

dan negara karena didalamnya mengatur tentang pembagian kekuasaan yang berdasarkan pada hukum. DPR. Disamping mengatur mengenai proses pembagian kekuasaan. MA. Presiden. yaitu MPR sebagai lembaga tertinggi negara. dan KY tanpa mengenal istilah lembaga tinggi atau tertinggi negara. Namun setelah perubahan. MA.kenegaraan. 1 No. UUD 1945 mengejawantahkan prinsip kedaulatan yang tercermin daPage 2 JURNAL MAJELIS 24 Vol. Lembaga negara merupakan lembaga pemerintahan negara yang berkedudukan di pusat yang fungsi.1. UUD juga mengatur mengenai hubungan kewenangan dan mekanisme kerja antar lembaga negara dalam penyelenggaraan negara. Secara keseluruhan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) sebelum perubahan mengenal enam lembaga tinggi/tertinggi negara. BPK. dan DPA sebagai lembaga tinggi negara. Agustus 2009 n lam pengaturan penyelenggaraan negara. UUD 1945 memuat pengaturan kedaulatan hukum. UUD 1945 menyebutkan bahwa lembaga negara adalah MPR. tugas. dan kewenangannya diatur secara tegas dalam UUD. rakyat. DPR. MK. DPD. dan hubungan antar Negara RI dengan negara luar dalam konteks hubungan internasional. Presiden. Untuk dapat menelaah tentang hubungan . BPK. proses penyelenggaraan kedaulatan rakyat.

Dari sini fungsi-fungsi tertentu dibagikan sebagai tugas dan wewenang lembaga-lembaga tinggi negara yang ada dibawahnya. sebelum perubahan]. Dari segi kelembagaan. DPA. dan MA. Selama ini. sedangkan pembagian kekuasaan bersifat vertikal dalam arti perwujudan kekuasaan itu dibagikan secara vertikal kebawah kepada lembagalembaga tinggi negara di bawah lembaga pemegang kedaulatan rakyat. Prinsip kedaulatan rakyat yang terwujudkan dalam peraturan perundangundangan tercermin dalam struktur dan mekanisme kelembagaan negara dan pemerintahan untuk menjamin tegaknya sistem hukum dan berfungsinya sistem demokrasi. misalnya mengenai pemisahan antara pemegang kekuasaan eksekutif yang berada di tangan Presiden [Pasal 5 ayat (1)] dan pemegang kekuasaan legislatif yang berada di tangan DPR [Pasal 20 ayat (1)].antar lembaga negara tersebut. Pemisahan kekuasaan cenderung bersifat horizontal dalam arti kekuasaan dipisahkan ke dalam fungsi-fungsi yang tercermin dalam lembaga-lembaga negara yang sederajat dan saling mengimbangi (checks and balances). . DPR. prinsip kedaulatan rakyat biasanya diorganisasikan melalui sistem pemisahan kekuasaan (separation of power) atau pembagian kekuasaan (distribution of power). kita perlu mencermati konsep kunci yang dipakai dalam sistem pemikiran kenegaraan Indonesia. Dalam UUD 1945 (sebelum perubahan) tidak dikenal pemisahan yang tegas. BPK. prinsip pemisahan kekuasaan secara horizontal jelas dianut. yaitu Presiden. Kedaulatan rakyat dianggap sebagai wujud penuh dalam wadah MPR yang berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara [Pasal 1 ayat (2). tetapi berdasarkan pada hasil perubahan. UUD 1945 menganut paham pembagian kekuasaan yang bersifat vertikal.

1 No. Perkembangan sistem politik di Indonesia secara umum dapat dikatagorikan pada empat masa dengan ciri-ciri yang mewarnai penyelenggaraan negara. dan Demokrasi Pancasila (1966-1998) [Orde Baru] dan Demokrasi berdasarkan UUD [Orde Reformasi]. . sekaligus untuk menunjukan ciri konstitusionalisme yang berlaku dengan maksud untuk menghindari adanya kesewenang-wenangan kekuasaan. Terpimpin (1959-1966) [Orde lama]. eksekutif. yaitu Sistem Politik Demokrasi Liberal-Parlementer (1945-1959).1. Adanya pergeseran prinsip pembagian ke pemisahan kekuasaan yang dianut dalam UUD 1945 telah membawa implikasi pada pergeseran kedudukan dan hubungan tata kerja antar lembaga negara dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. maka Prinsip pemisahan dan pembagian kekuasaan perlu dicermati karena sangat mempengaruhi hubungan dan mekanisme kelembagaan antar lembaga negara. Page 3 JURNAL MAJELIS 25 n Vol. baik dalam kekuasaan legislatif. dan yudikatif. Agustus 2009 Pembagian Kekuasaan Negara Perkembangan sejarah penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia dalam kurun waktu 60 tahun Indonesia merdeka mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan kehidupan konstitusional dan politik yang selama ini telah tiga kali hidup dalam konstitusi dan sistem politik yang berbeda. Perubahan prinsip yang mendasari bangunan pemisahan kekuasaan antar lembaga negara adalah adanya pergeseran kedudukan lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang semula ditangan MPR dirubah menjadi dilaksanakan menurut UUD. Dengan penegasan prinsip tersebut.Untuk mengetahui bagaimana proses penyelenggaraan negara menurut UUD.

di bidang pengawasan keuangan ada BPK. Salah satu perubahan mendasar tersebut adalah MPR tidak lagi berkedudukan sebagai lembaga tertinggi karena prinsip kedaulatan rakyat tidak lagi diwujudkan dalam kelembagaan MPR tapi oleh UUD [Pasal 1 ayat (2)]. Dengan adanya perubahan kedudukan MPR. di bidang eksekutif terdapat Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih oleh rakyat.Dengan perubahan tersebut. legislatif. di bidang yudikatif terdapat Mahkamah Agung. dalam pembagian kekuasaan antar lembaga negara terdapat kedudukan dan hubungan tata kerja antar lembaga negara yang mencerminkan adanya kesamaan tujuan dalam penyelenggaraan negara. dan yudikatif dengan mengedepankan prinsip checks and balances system. jelas bahwa UUD yang menjadi pemegang kedaulatan rakyat yang dalam prakteknya dibagikan pada lembaga-lembaga dengan pemisahan kekuasaan yang jelas dan tegas.1. UUD 1945 salah satunya mengatur mengenai pemegang cabang kekuasaan pemerintahan negara dengan prinsip pemisahan kekuasaan secara tegas yang tercermin pada lembaga negara yang menjalankan fungsi kekuasaan eksekutif. Namun demikian. 1 No. Di bidang legislatif terdapat DPR dan DPD. dan Komisi Yudisial. Menelaah hasil perubahan UUD 1945 yang telah dilakukan MPR mulai tahun 1999-2002. Mahkamah Konstitusi. Agustus 2009 n negara yang memegang fungsi kekuasaan pemerintahan (eksekutif) adalah Presi- . terdapat perubahan mendasar dalam penyelenggaraan negara. Saat ini lembaga Page 4 JURNAL MAJELIS 26 Vol. berimplikasi pada berubahnya struktur kelembagaan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

yang memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang adalah DPR.den. Tugas dan Fungsi MPR Perubahan tugas dan fungsi MPR dilakukan untuk melakukan penataan ulang sistem ketatanegaraan agar dapat diwujudkan secara optimal yang menganut sistem saling mengawasi dan saling mengimbangi antarlembaga negara dalam kedudukan yang setara. Hal ini berkaitan dengan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang meng anut sistem pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara lang sung oleh . Adanya perubahan terhadap fungsi dan kedudukan lembaga membawa implikasi pada hubungan tata kerja antar lembaga negara karena pada prinsipnya UUD 1945 mengatur lembaga negara sesuai dengan prinsip pemisahan kekuasaan secara tegas. dan yang memegang Kekuasaan Kehakiman adalah Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. serta tidak lagi memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. baik yang berbentuk GBHN maupun berupa peraturan perundang-undangan. Sedangkan tugas dan fungsi lembaga negara lainnya selain MPR akan disampaikan dalam bentuk pola hubungan antar masingmasing lembaga. Pada kesempatan ini. dalam hal ini antara MPR dan lembaga negara lainnya seperti Presiden dan DPR. Saat ini MPR tidak lagi menetapkan garis-garis besar haluan negara. saya hanya akan menyampaikan mengenai tugas dan fungsi MPR yang dengan perubahan tersebut berimplikasi pada perubahan tugas lembaga negara lainnya.

5) memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. 1 No. sampai berakhir masa jabatannya. Wewenang MPR berdasarkan Pasal 3 dan Pasal 8 ayat (2) dan ayat (3) UUD Tahun 1945 adalah: 1) mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. dan Mahkamah Konstitusi Keberadaan MPR dalam sistem perwakilan dipandang sebagai ciri yang khas . Agustus 2009 menurut Undang-Undang Dasar. DPD. Berkaitan dengan hal itu.1. MPR dengan DPR. 2) melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. 4) memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya. 3) memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya Page 5 JURNAL MAJELIS 27 n Vol. dari dua pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. Jika calon Presiden dan Wakil Presiden itu menang maka program itu menjadi program pemerintah selama lima tahun. wewenang MPR adalah melantik Presiden atau Wakil Presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Dalam hal ini MPR tidak boleh tidak melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden yang sudah terpilih. Hubungan antar Lembaga Negara a.rakyat yang memiliki program yang ditawarkan lang sung kepa da rakyat.

khusus mengenai penyelenggaraan sidang MPR berkaitan dengan kewenangan untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. . maka pemahaman wujud kedaulatan rakyat tercermin dalam tiga cabang kekuasaan yaitu lembaga perwakilan. walaupun anggota DPR mempunyai jumlah yang lebih besar dari anggota DPD. melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. Presiden. proses tersebut hanya bisa dilakukan apabila didahului oleh pendapat DPR yang diajukan pada MPR. Sebagai lembaga. dan pemegang kekuasaan kehakiman. Dengan adanya perubahan kedudukan MPR. tapi peran DPD dalam MPR sangat besar misalnya dalam hal mengubah UUD yang harus dihadiri oleh 2/3 anggota MPR dan memberhentikan Presiden yang harus dihadiri oleh 3/4 anggota MPR maka peran DPD dalam kewenangan tersebut merupakan suatu keharusan.dalam sistem demokrasi di Indonesia. Unsur anggota DPR untuk mencerminkan prinsip demokrasi politik sedangkan unsur anggota DPD untuk mencerminkan prinsip keterwakilan daerah agar kepentingan daerah tidak terabaikan. memilih Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam hal terjadi kekosongan jabatan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Dalam hubungannya dengan DPR. serta kewenangan memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD. MPR memiliki kewenangan mengubah dan menetapkan UUD. Dalam konteks pelaksanaan kewenangan. Keanggotaan MPR yang terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD menunjukan bahwa MPR masih dipandang sebagai lembaga perwakilan rakyat karena keanggotaannya dipilih dalam pemilihan umum.

terdapat hubungan kerja dalam hal ikut membahas RUU yang berkaitan dengan bidang tertentu. DPD. dan menyampaikan hasil pengawasan pelaksanaan UU tertentu pada DPR. dan MK.Selanjutnya. Dalam hubungan dengan DPD. DPR untuk mewakili rakyat sedangkan DPD untuk mewakili daerah. DPD memberikan pertimbangan atas RUU tertentu. Karena kedudukan MPR sebagai lembaga negara maka apabila MPR bersengketa dengan lembaga negara lainnya yang sama-sama memiliki kewenangan yang ditentukan oleh UUD. b. kini dewan perwakilan terdiri dari DPR dan DPD. terdapat hubungan tata kerja yaitu dalam hal permintaan DPR kepada MK untuk memeriksa pendapat DPR mengenai dugaan bahwa Presiden bersalah. 1 No. Perbedaan keduanya terletak pada hakikat kepentingan yang diwakilinya. Disamping itu terdapat hubungan tata . maka konflik tersebut harus diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi.1. sah menjadi UU dan wajib diundangkan. Berdasarkan UUD 1945. Dalam hubungannya dengan Mahkamah Konstitusi. Selanjutnya untuk menguatkan posisi DPR sebagai pemegang kekuasaan legislatif maka pada Pasal 20 ayat (5) ditegaskan bahwa dalam hal RUU yang disetujui bersama tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu 30 hari semenjak RUU tersebut disetujui. DPR dengan Presiden. Agustus 2009 n lembaga negara yang kewenangannya diberikan UUD. Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 menyebutkan bahwa salah satu wewenang Mahkamah Konstitusi adalah untuk memutus sengketa kewenangan Page 6 JURNAL MAJELIS 28 Vol. Pasal 20 ayat (1) menyatakan bahwa DPR memegang kekuasaan membentuk undang-undang.

kerja lain misalnya dalam hal apabila ada sengketa dengan lembaga negara lainnya. terdapat hubungan tata kerja terkait dengan kewenangan MK dalam hal apabila ada sengketa dengan lembaga negara lainnya. dan untuk turut menentukan keanggotaan BPK dalam proses Page 7 JURNAL MAJELIS 29 n Vol. dan menyampaikan hasil pengawasan pelaksanaan UU tertentu pada DPR.1. MA dengan lembaga negara lainnya Pasal 24 ayat (2) menyebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh . proses pengajuan calon hakim konstitusi. DPD dengan DPR. Disamping itu. laporan BPK akan dijadikan sebagai bahan untuk mengajukan usul dan pertimbangan berkenaan dengan RUU APBN. 1 No. DPD berdasarkan ketentuan UUD menerima hasil pemeriksaan BPK dan memberikan pertimbangan pada saat pemilihan anggota BPK. DPD sebagai lembaga perwakilan yang mewakili daerah dalam menjalankan kewenangannya tersebut adalah dengan mengedepankan kepentingan daerah. Dalam hubungannya dengan BPK. d. Dalam kaitannya dengan MK. serta proses pengajuan pendapat DPR yang menyatakan bahwa Presiden bersalah untuk diperiksa oleh MK. Dalam kaitan itu. ikut membahas RUU tertentu bersama dengan DPR. c. BPK. memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU tertentu. Agustus 2009 pemilihan anggota BPK. Ketentuan ini memberikan hak kepada DPD untuk menjadikan hasil laporan keuangan BPK sebagai bahan dalam rangka melaksanakan tugas dan kewenangan yang dimilikinya. dan MK Tugas dan wewenang DPD yang berkaitan dengan DPR adalah dalam hal mengajukan RUU tertentu kepada DPR.

DPD. Disamping itu. dan DPRD. Mahkamah Agung merupakan lembaga yang mandiri dan harus bebas dari pengaruh cabang-cabang kekuasaan yang lain. dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Mahkamah Konstitusi dengan Presiden. BPK. MK juga wajib memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD. DPD. f. Dengan kewenangan tersebut. Ketentuan tersebut menyatakan puncak kekuasaan kehakiman dan kedaulatan hukum ada pada MA dan MK. jelas bahwa MK memiliki hubungan tata kerja dengan semua lembaga negara yaitu apabila terdapat sengketa antar lembaga negara atau apabila terjadi proses judicial review yang diajukan oleh lembaga negara pada MK. Dalam hubungannya dengan Mahkamah Konstitusi. memutus pembubaran partai politik. DPR. memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan UUD. e. MA. . KY Kewenangan Mahkamah Konstitusi sesuai dengan ketentuan Pasal 24C ayat (1) dan (2) adalah untuk mengadili pada tingkat pertama dan terakhir untuk menguji UU terhadap UUD.sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan dibawahnya serta oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. MA mengajukan 3 (tiga) orang hakim konstitusi untuk ditetapkan sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi. BPK dengan DPR dan DPD BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara dan hasil pemeriksaan tersebut diserahkan kepada DPR.

1. Karena saat ini pemeriksaan BPK juga terhadap pelaksanaan APBN di daerah-daerah dan harus menyerahkan hasilnya itu selain Page 8 JURNAL MAJELIS 30 Vol. Agustus 2009 n pada DPR juga pada DPD dan DPRD. dan ditegakkan kehormatannya oleh suatu lembaga yang juga bersifat mandiri. tugas KY hanya dikaitkan dengan fungsi pengusulan pengangkatan Hakim Agung. seperti hakim MK tidak dikaitkan dengan KY. Selain dalam kerangka pemeriksaan APBN. sedangkan pengusulan pengangkatan hakim lainnya. terdapat perkembangan yaitu menyangkut perubahan bentuk organisasinya secara struktural dan perluasan jangkauan tugas pemeriksaan secara fungsional. dijaga. Dari ketentuan ini bahwa jabatan hakim merupakan jabatan kehormatan yang harus dihormati. g. Dalam hubungannya dengan MA. 1 No. . Komisi Yudisial dengan MA Pasal 24A ayat (3) dan Pasal 24B ayat (1) menegaskan bahwa calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial kepada DPR untuk mendapat persetujuan.Dengan pengaturan BPK dalam UUD. Keberadaan Komisi Yudisial tidak bisa dipisahkan dari kekuasaan kehakiman. hubungan BPK dengan DPR dan DPD adalah dalam hal proses pemilihan anggota BPK.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->