1

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Âkhirat (Arab: ΓήΧϵ΍, Âkhiroh) dipakai untuk mengistilahkan kehidupan
alam baka (kekal) setelah kematian/ sesudah dunia berakhir. Pernyataan peristiwa
alam akhirat sering kali diucapkan secara berulang-ulang pada beberapa ayat didalam
Al Qur'an sebanyak 115 kali,
[1]
yang mengisahkan tentang Yawm al-Qiyâmah dan
akhirat juga bagian penting dari eskatologi Islam.
Akhirat dianggap sebagai salah satu dari rukun iman yaitu: Percaya Allah,
percaya adanya malaikat, percaya akan kitab-kitab suci, percaya adanya nabi dan rasul
dan percaya takdir dan ketetapan. Menurut kepercayaan Islam, Allah akan memainkan
peranan, beratnya perbuatan masing-masing individu. Allah akan memutuskan apakah
orang tersebut di akhirat akan diletakkan di Jahannam (neraka) atau Jannah (surga).
Kepercayaan ini telah disebut sebelumnya sebagai Hari Penghakiman dalam ajaran
Islam.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut ?
1. Bagaimanakah penjelasan Surat Al-A¶la Ayat 16-17 tentang akhirat?
2. Bagaimanakah penjelasan Surat Yasin Ayat 78-83 tentang akhirat?



2










BAB II
PEMBAHASAN
A. Surat Yasin Ayat 78-83


.L.M´´." B×oO dAd´ÿ .´´´´ò."
´´=l´1´. P ´XBC ¬´ÿ ´´´´´·
.ò´´´´´OBb YH´´." ´óT´ÿ.H ´´´´
´V´C B÷M´M´´· ´´´C´äBb
äB´´"0´´õ"0 ´X´""0 1×´M´ÿ P .¬´´."
´V´N´) VC´1´. ´óT´1´´ ´´´´ ´´C´äBb
´V´´´¬ )´NO .¬´.ÿ ´M´´´OBb
´M÷´´.1.Bb boHB´ò äbß´T´ ó´1ò"0
´=´1´.ÿ ´´"´P´C¬´V ´´´´
Y´´TO.""0 ´´C´äBb ´C`1´.
´ò´.¬´´o´´OBb .´´H1.Bb." XH´P´l´)
bß`V´´ ´"0 ´C´1´·´ ó´·`1´d´ÿ P
Pß`V´) .¬´´." ´C´´1´´OBb
´óT´1´´´OBb ´´´´ äB´o´ò´l
´´´`´M´ÿ"0 äbß´l ´Tb.H"0 B´´´MA´
´"0 ´X¬´l´· ´´=O ¬´H ´´¬´N.T´
´´´´ .¬´´´P´´´ ´´C´äBb
´´`´P.M´) ´ò¬´NN1´ÿ ´V´H 0´´´A´
´=´MO´l." ´´¬´´´¬´M´V ´´´´
78. dan ia membuat perumpamaan bagi kami; dan Dia lupa kepada kejadiannya; ia
berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur
luluh?" 79. Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang
pertama. dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.80. Yaitu Tuhan yang
menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, Maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari
kayu itu".81. dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa
menciptakan yang serupa dengan itu? benar, Dia berkuasa. dan Dialah Maha Pencipta
lagi Maha mengetahui.82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu
hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia.83. Maka Maha suci (Allah)
yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu
dikembalikan.
3



Tafsir Ayat:
Mari kita dengar uraian filosof Muslim, Al-Kindi, tentang kandungan ayat
tersebut, sebagaimana dikutip oleh Abdul-Halim Mahmud dalam bukunya At-Tafkir Al-
Falsafi Al-Islam (hlm. 73).
Menurut Al-Kindi:

Ayat ini menegaskan bahwa:
(a) Keberadaan kembali sesuatu setelah kepunahannya adalah bisa atau mungkin.
Karena menghimpun sesuatu yang telah berpisah-pisah atau mengadakan sesuatu
yang tadinya belum pernah ada, lebih mudah daripada mewujudkannya pertama
kali.Meskipun demikian, bagi Allah tidak ada istilah "lebih mudah atau lebih sulit".
Hakikat ini diungkapkan oleh ayat di atas ketika menyatakan: Katakanlah bahwa ia
akan dihidupkan oleh yang menciptakannya kalipertama.
(b) Kehadiran atau wujud sesuatu dari sumber yang berlawanan dengannya bisa
terjadi, sebagaimana terciptanya api dari daun hijau (yang mengandung air). Ini
diinformasikan oleh ayat yang berbunyi: Yang menjadikan untukmu api dari kayu
yang hijau.
(c) Menciptakan manusia dan menghidupkannya setelah kematiannya, (lebih mudah
bagi Allah) daripada menciptakan alam raya yang sebelumnya tidak pernah ada. Ini
dipahami dari firman-Nya: Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi
itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu ?
(d) Untuk menciptakan dan atau melakukan sesuatu, betapa pun besar dan agungnya
ciptaan itu, bagi Tuhan tidak diperlukan adanya waktu atau materi. Ini jelas berbeda
dengan makhluk yang selalu membutuhkan keduanya. Hal ini bisa dipahami dari
firman-Nya: Jadilah, maka terjadilah ia. Manusia mana yang mampu dengan fasafah
4

manusia, menghimpun (informasi) dalam ucapan sebanyak huruf-huruf ayat diatas,
sebagaimana yang telah dthimpun oleh Allah untuk Rasul-Nya Saw.
Kedua, lihat misalnya surat Al-Isra' yang menguraikan bagaimana
pembuktian tentang kepastian hari kiamat -pada akhirnya ditemukan sendiri
melalui tuntunan Al-Quran- oleh mereka yang tadinya meragukannya. Gaya ini
digunakan oleh Al-Quran agar manusia merasa bahwa ia ikut berperan dalam
menemukan satu kebenaran dan dengan demikian ia merasa memilikinya serta
bertanggung jawab untuk mempertahankannya.
Ketiga, bertitik tolak dan hakikat di atas, seringkali Al-Quran
menganalogikan hari kebangkitan dengan keadaan hujan yang menimpa tanah yang
gersang.
Manusia berasal dari tanah; bukankah makanannya berasal dari tumbuhan-
tumbuhan dan binatang yang memakan apa yangterbentang di bumi Allah?
Makanan tersebut diolah oleh tubuhnya, sehingga menghasilkan sperma.
Pertemuan sperma dan ovum menghasilkan 'alaqah' sesuatu yang bergantung di
dinding rahim. Kemudian ini melalui tahap-tahap seperti yang dikemukakan di
atas, sehingga akhirnya manusia mati terkubur di bawah tanah atau menjadi tanah
lagi. Nah apakah mustahil yang kini menjadi tanah, hidup lagi dengan kehidupan
baru?
Bukankah sebelumnya ia pun berasal dari tanah? Bukankahsehari-hari
terlihat pula tanah yang gersang setelah dicurahi hujan -ditumbuhi pepohonan yang
hijau? Kalau demikian mengapameragukan kebangkitan? Demikian lebih kurang
peringatan ayat di atas.
Keempat, kematian sama dengan tidur. Begitu pernyataan Al-Quran.
Untuk membuktikan adanya kebangkitan, Al-Quran menceritakan apa yang
5

dilakukan Allah terhadap seorang yang mempertanyakan tentang "bagaimana
kebangkitan". Maka ditidurkannya yang bersangkutan selama seratus tahun,
dan Dia menjadikan makanannya tetap utuh tidak rusak, sedangkan keledainya
menjadi tulang-belulang. (Baca QS Al-Baqarah [2]: 259)
Bahkan sekelompok pemuda yang beriman -yang terpaksa berlindung ke
sebuah gua karena khawatir kekejaman penguasa masanya-ditidurkan selama tiga
ratus tahun lebih, kemudiandibangunkan kembali oleh Allah. Kisah mereka diuraikan
secara panjang lebar dalam surat Al-Kahf (18): 9-26 dan bekas-bekas peninggalan
mereka berupa gua tempat persembunyian telah ditemukan beberapa kilometer
dari kota Amman, Yordania. Kini gua itu menjadi salah satu objek yang
dikunjungi para wisatawan dan peziarah.
Demikian sedikit dari dalil dan bukti-bukti yang dikemukakan Al-Quran
untuk menyingkirkan keraguan tentang hari kebangkitan.
B. Tafsir Surat Al-A¶la Ayat 16-17
´V´) ´´"´M´ó´´V `×P¬.T´´OBb
B.M´òHPOBb ´´´´ ´×´M´.1´Bb." ´M´M´.
bßC´)"0." ´´´´
Artinya: 16. tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. 17. sedang
kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Penafsiran
Ayat Di dalam tafsir al-maraghi dijelaskan sebagai berikut aflaha artinya
beruntung dan selamat dari siksaan di akhirat; tadzakka artinya bersih dari kotoran
dosa yang disebabkan menentang kebenaran dan keras hati. Wadzakara asma rabbih
artinya menyebutkan sifat-sifat Allah dalam hati, seperti tentang keagungan dan
kehebatan-Nya. Sedangkan fa shalla artinya merendahkan dan menundukan dirinya
terhadap segala perintah Allah.
6

Jiwa yang bersih sebagaiman disebutkan pada ayat tersebut dapat dilakukan
dengan keimanan kepada Allah serta menolak kenusyrikan, serta membenarkan
terhadap segala yang dibawa oleh Rasulullah SAW disertai amal salih. Sedangkan
menyebut nama Allah lalu mengerjakan shalat, maksudnya adalah menghadirkan sifat-
sifat keagungan dan kesempurnaan Allah di dalam hati sanubari, kemudian patuh dan
tunduk terhadap keagungan dan kehebatannya. Seseorang yang menyebut nama
Tuhan-nya dan mengagungkannya di dalam hati, serta takut dari ancamannya
kemudian jiwanya penuh dengan rasa takut adalah termasuk orang yang imannya
kokoh. Selanjutnya orang yang selalu benar terhadap apa yang dilakukannya, niscaya
ia akan mengutamakan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia. Hal yang
demikian sejalan dengan pendapat akal yang sehat dan petunjak syara`.
Diketahui bahwa kehidupan akhirat bersifat kekal dan kenikmatannya tidak akan
pernah sirna, tidak ada kekurangan dan cacat, sedangkan kehidupan duniawi akan
sirna, terkena oleh kerusakan. Barangsiapa yang yang lebih mendahulukan kehidupan
duniawi, dan mencintai perhiasan duniawi, berarti orang tersebut tidak membenarkan
adanya kehidupan akhirat, atau keimanan orang tersebut tidak dapat melewati
ucapannya, dan tidak sampai pada hatinya. Dengan demikian, balasan pahala
sebagaimana dijanjikan bagi orang-orang yang beriman tidak sampai kepada orang
tersebut.






7

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Kehidupan dan kesenangan dunia itu, hanyalah seperti mainan dan sesuatu
yang lucu, menjadi bahan kelakar antara mereka, serta perhiasan melengkapi
dandanan mereka. Mereka berbangga-bangga dengan harta dan keturunan yang
dianugerahkan kepada mereka.
Dari ayat-ayat di atas juga dapat dipahami bahwa manusia mempunyai
dua macam sifat yang pokok yaitu, yang pertama mempunyai sifat yang
mengikuti hawa nafsu, terpengaruh oleh kehidupan dunia dengan segala mata
benda kehidupan yang mempesona dirinya. Mereka inilah orang-orang musyrik
yang mudah dipengaruhi setan. Yang kedua ialah manusia yang mempunyai
sifat percaya kepada Allah dan Rasul, jiwanya bersih dan mulia, kuat
hubungannya dengan Allah suka kepada kebaikan.
Kedua, implikasi materi atau muatan pendidikan akhlak sebagai hasil dari
materi pendidikan keimanan. Dengan keimanan yang kuat akan adanya hari akhirat
seseorang akan memanfaatkan kehidupannya di dunia ini untuk melakukan amal
ibadah dan perbuatan kebajikan yang sebanyak-banyaknya. Bersamaan dengan itu,
juga dapat mendorong seseorang untuk menjauhkan perbuatan yang tercela.
B. Saran
Dari pembahasan makalah ini penulis menyarakan agar kita mengamalkan
perintah Allah dan berbuat kebaikan di dunia ini agar diakhirat nanti kita akan
mendapat keselamatan


8

DAFTAR PUSTAKA



Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Tafsir Qur¶an Karim, Jakarta, PT. Mahmud
Yunus Wadzuryah, 2006

Departemen Agama RI, Al-Qur¶an Dan Terjemahan, Semarang, CV. Toha
Putra, 1989

WAWASAN AL-QURAN Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat Dr. M.
Quraish Shihab, M.A. Penerbit Mizan

BAB II PEMBAHASAN A.U \ Wo WT OU [\ d B $ #U 1k $Wr _r FWT \0 U    RMo l U d "  WS FWT Q n $ # TT [FT 5T   1k  " [\ G"   n[H  \B K$  U "[ [A 1 (4T Um . Surat Yasin Ayat 78-83 4WT 9ZU9 $ Q.

dan ia membuat perumpamaan bagi kami. \ 2 . 4 1k [   lZ [kWrT Um P n $T DS WkU B  OU #S d DT   \B [U  U  Z G"  0S Y $ P jWl  DS [A n ! O lU WT 78.   1 IP 9 $   dU DT sP!  [c  WS FWT sP!  [. dan Dia lupa kepada kejadiannya. dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? benar. Maka Maha suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha mengetahui.82. Maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu".83. Dia berkuasa. ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia. dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.r 4 o^ \(] DT j S ! O < K$ P[]   _ kUWTT #r j U  W r(]WT 0 WS [. Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau.80. yang telah hancur luluh?" 79. Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.U .81.

sebagaimana dikutip oleh Abdul-Halim Mahmud dalam bukunya At-Tafkir AlFalsafi Al-Islam (hlm. Hakikat ini diungkapkan oleh ayat di atas ketika menyatakan: Katakanlah bahwa ia akan dihidupkan oleh yang menciptakannya kalipertama. 73). Ini jelas berbeda dengan makhluk yang selalu membutuhkan keduanya.Tafsir Ayat: Mari kita dengar uraian filosof Muslim. (b) Kehadiran atau wujud sesuatu dari sumber yang berlawanan dengannya bisa terjadi. Al-Kindi. maka terjadilah ia. (lebih mudah lah bagi Allah) daripada menciptakan alam raya yang sebelumnya tidak pernah ada. Manusia mana yang mampu dengan fasafah 3 . Ini dipahami dari firman-Nya: Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu ? (d) Untuk menciptakan dan atau melakukan sesuatu. betapa pun besar dan agungnya ciptaan itu. bagi Tuhan tidak diperlukan adanya waktu atau materi. lebih mudah daripada mewujudkannya pertam a kali. Hal ini bisa dipahami dari firman-Nya: Jadilah. Ini diinformasikan oleh ayat yang berbunyi: Yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau. berpisah-pisah atau mengadakan sesuatu pernah ada. sebagaimana terciptanya api dari daun hijau (yang mengandung air). tentang kandungan ayat tersebut. bagi Allah tidak ada istilah "lebih mudah atau lebih sulit".Meskipun demikian. (c) Menciptakan manusia dan menghidupkannya sete kematiannya. Menurut Al-Kindi: Ayat ini menegaskan bahwa: (a) Keberadaan kembali sesuatu setelah kepunahannya adalah Karena menghimpun sesuatu yang telah yang tadinya belum bisa atau mungkin.

kematian sama dengan tidur. Pertemuan sperma dan ovum menghasilkan 'alaqah' sesuatu yang bergantung di dinding rahim. sehingga akhirnya manusia mati terkubur di bawah tanah atau menjadi tanah lagi. Manusia berasal dari tanah.manusia. Ketiga. Kemudian ini melalui tahap-tahap seperti yang dikemukakan di atas.oleh mereka yang tadinya meragukannya. hidup lagi dengan kehidupan baru? Bukankah sebelumnya ia pun berasal dari tanah? Bukankah sehari-hari terlihat pula tanah yang gersang setelah dicurahi hujan -ditumbuhi pepohonan yang hijau? Kalau demikian mengapameragukan kebangkitan? Demikian lebih kurang peringatan ayat di atas. sebagaimana yang telah dthimpun oleh Allah untuk Rasul-Nya Saw. bertitik tolak dan hakikat di atas. kebangkitan. Keempat. Al-Quran menceritakan apa yang Untuk membuktikan adanya 4 . Nah apakah mustahil yang kini menjadi tanah. Kedua. Gaya ini digunakan oleh Al-Quran agar manusia merasa bahwa ia ikut berperan dalam menemukan satu kebenaran dan dengan demikian ia merasa memilikinya serta bertanggung jawab untuk mempertahankannya. lihat misalnya surat pembuktian tentang kepastian hari Al-Isra' yang menguraikan bagaimana kiamat -pada akhirnya ditemukan sendiri melalui tuntunan Al-Quran. sehingga menghasilkan sperma. menghimpun (informasi) dalam ucapan sebanyak huruf-huruf ayat diatas. Begitu pernyataan Al-Quran. seringkali Al-Quran menganalogikan hari kebangkitan dengan keadaan hujan yang menimpa tanah yang gersang. bukankah makanannya berasal dari tumbuhantumbuhan dan binatang yang memakan apa yang terbentang di bumi Allah? Makanan tersebut diolah oleh tubuhnya.

Demikian sedikit dari dalil dan bukti-bukti yang dikemukakan Al-Quran tentang hari kebangkitan. seratus dan Dia menjadikan makanannya tetap utuh tidak rusak. Wadzakara asma rabbih artinya menyebutkan sifat-sifat Allah dalam hati. tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. itu menjadi salah satu objek yang untuk menyingkirkan keraguan B. sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sedangkan fa shalla artinya merendahkan dan menundukan dirinya terhadap segala perintah Allah. sedangkan keledainya menjadi tulang-belulang. Penafsiran Ayat Di dalam tafsir al-maraghi dijelaskan sebagai berikut aflaha artinya beruntung dan selamat dari siksaan di akhirat. (Baca QS Al-Baqarah [2]: 259) Bahkan sekelompok pemuda yang beriman -yang terpaksa berlindung ke sebuah gua karena khawatir kekejaman penguasa masanya-ditidurkan selama tiga ratus tahun lebih. kemudiandibangunkan kembali oleh Allah. Tafsir Surat Al-A¶la Ayat 16-17 PQSWk[U  o n[\ Q n DT n \([WT 1 U ! "  Wl 4rj sU TWT Artinya: 16. Yordania. tadzakka artinya bersih dari kotoran dosa yang disebabkan menentang kebenaran dan keras hati. Maka ditidurkannya yang bersangkutan selama "bagaimana tahun. Kini gua dikunjungi para wisatawan dan peziarah. Kisah mereka diuraikan secara panjang lebar dalam surat Al-Kahf (18): 9-26 dan bekas-bekas peninggalan mereka berupa gua tempat persembunyian telah ditemukan beberapa kilometer dari kota Amman. seperti tentang keagungan dan kehebatan-Nya. 17.dilakukan Allah terhadap seorang yang mempertanyakan tentang kebangkitan". 5 .

dan tidak sampai pada hatinya. tidak ada kekurangan dan cacat. kemudian patuh dan tunduk terhadap keagungan dan kehebatannya. balasan pahala sebagaimana dijanjikan bagi orang-orang yang beriman tidak sampai kepada orang tersebut. sedangkan kehidupan duniawi akan sirna. maksudnya adalah menghadirkan sifat sifat keagungan dan kesempurnaan Allah di dalam hati sanubari.Jiwa yang bersih sebagaiman disebutkan pada ayat tersebut dapat dilakukan dengan keimanan kepada Allah serta menolak kenusyrikan. serta takut dari ancamannya kemudian jiwanya penuh dengan rasa takut adalah termasuk orang yang imannya kokoh. Seseorang yang menyebut nama Tuhan-nya dan mengagungkannya di dalam hati. Barangsiapa yang yang lebih mendahulukan kehidupan duniawi. dan mencintai perhiasan duniawi. atau keimanan orang tersebut tidak dapat melewati ucapannya. Sedangkan menyebut nama Allah lalu mengerjakan shalat. berarti orang tersebut tidak membenarkan adanya kehidupan akhirat. 6 . terkena oleh kerusakan. Diketahui bahwa kehidupan akhirat bersifat kekal dan kenikmatannya tidak akan pernah sirna. Hal yang demikian sejalan dengan pendapat akal yang sehat dan petunjak syara`. serta membenarkan terhadap segala yang dibawa oleh Rasulullah SAW disertai amal salih. Selanjutnya orang yang selalu benar terhadap apa yang dilakukannya. Dengan demikian. niscaya ia akan mengutamakan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia.

terpengaruh oleh kehidupan dunia dengan segala mata benda kehidupan yang mempesona dirinya. Dengan keimanan yang kuat akan adanya hari akhirat seseorang akan memanfaatkan kehidupannya di dunia ini untuk melakukan amal ibadah dan perbuatan kebajikan yang sebanyak -banyaknya. implikasi materi atau muatan pendidikan akhlak sebagai hasil dari materi pendidikan keimanan. yang pertama mempunyai sifat yang mengikuti hawa nafsu. Mereka inilah orang-orang musyrik yang mudah dipengaruhi setan. juga dapat mendorong seseorang untuk menjauhkan perbuatan yang tercela. Mereka berbangga-bangga dengan harta dan keturunan yang dianugerahkan kepada mereka. Yang kedua ialah manusia yang mempunyai sifat percaya kepada Allah dan Rasul. menjadi bahan kelakar antara mereka. serta perhiasan melengkapi dandanan mereka. jiwanya bersih dan mulia. Dari ayat-ayat di atas juga dapat dipahami bahwa manusia mempunyai dua macam sifat yang pokok yaitu.BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Kehidupan dan kesenangan dunia itu. Bersamaan dengan itu. Kedua. hanyalah seperti mainan dan sesuatu yang lucu. Saran Dari pembahasan makalah ini penulis menyarakan agar kita mengamalkan perintah Allah dan berbuat kebaikan di dunia ini agar diakhirat nanti kita akan mendapat keselamatan 7 . B. kuat hubungannya dengan Allah suka kepada kebaikan.

Tafsir Qur¶an Karim. CV.DAFTAR PUSTAKA Prof. Penerbit Mizan 8 . Mahmud Yunus Wadzuryah. Semarang. PT. M. Dr. Jakarta. M. Toha Putra. H.A. Mahmud Yunus. 2006 Departemen Agama RI. Quraish Shihab. Al-Qur¶an Dan Terjemahan. 1989 WAWASAN AL-QURAN Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful