BIAYA RELEVAN DAN TIDAK RELEVAN

BIAYA RELEVAN DAN TIDAK RELEVAN

Pengertian biaya relevan Biaya relevan adalah data biaya yang diharapkan dimasa akan dating yang berdeda dalam beberapa alternative keputusan.

Biaya-biaya yang berhubungan dengan biaya relevan adalah :

1. Biaya diferensial Biaya diferensial adalah selosih biaya atau biaya yang berbeda dalam beberapa alternative pilihan. Biaya diferensial disebut juga dengan biaya marginal atau biaya incremental. 2. Biaya kesempatan Biaya kesempatan adalah kesempatan yang dikorbankan dalam memilih suatu alternative 3. Biaya tersamar Biaya tersamar adalah biaya yang tidak kelihatan dalam catatan akuntansi tetapi mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Biaya tersamar ini akan diperhitungkan pada saat pengambilan keputusan tentang penggantian suatu peralatan contoh : biaya bunga 4. Biaya nyata Biaya nyata adalah biaya yang benar-benar dikeluarkan akibat memilih suatu alternative. Contoh : biaya yang dikeluarkan akibat memilih jika menerima pesanan dari pelanggan 5. Biaya yang dapat dilacak Biaya dapat dilacak adalah biaya yabg dapat dilacak kepada produk selesai. Contoh : biaya bahan baku dan tenaga kerja 6. Biaya Penggantian

2 Penggolongan Biaya Terdapat lima cara penggolongan biaya. Biaya tidak relevan dapat dikelompokkan menjadi elemen: Pengertian biaya LANDASAN TEORI 2.Biaya penggantian adalah biaya timbul akibat pemilihan penggantian mesin lama dengan mesin baru. 2. Sedangkan menurut lAl/SAK (1994). b) Fungsi pokok dalam perusahaan. Dalam penggolongan ini. hal. biaya (cost) adalah jumlah uang yang dinyatakan dan sumber-sumber (ekonomi) yang dikorbankan terjadi dan akan terjadi untuk rnendapatkan sesuatu atau mencapai tujuan tertentu. 24). yaitu penggolongan biaya menurut: a) Obyek pengeluaran. ada tiga fungsi. Dalam arti luas. dan fungsi administrasi dan umum. Dalam perusahaan manufaktur. pengertian biaya adalah sebagai berikut: Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkui pembagian kepada penanam modal. sehingga biaya dalam arti luas diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. 10). menurut Mulyadi (1990. pengertian biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang. yaitu fungsi produksi fungsi pemasaran. Misalnya nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar.1 Pengertian Biaya Menurut Harnanto (1992. Data masa lalu mungkin bisa membantu didalam merumuskan ramalan tetapi angkaangka tersebut bukanlah data yang diharapkan untuk masa akan datang. nama obyek pengelaran merupakan dasar penggolongan biaya. hal. maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut "biaya bahan bakar". yang harus digunakan oleh manajer dalam membuat keputusan karena angka-angka masa lalu sama sekali tidak relevan dengan keputusan itu sendiri. yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur. Pengertian biaya tidak relevan Biaya tidak relevan adalah data buaya masa lalu yang tidak relevan karena tidak berbeda dalam beberapa alternative keputusan. biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok: .

Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. 2) Biaya tak langsung (indirect cost) Biaya tak langsung adalah biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Contohnya biaya yang terjadi di Pembangkit Tenaga Listrik (biaya ini dinikmati oleh departemen-departemen lain dalam perusahaan. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan equipment. 2) Biaya semivariabel. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. biaya dapat digolongkan menjadi: 1) Biaya variabel. Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. Biaya tak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead cost). yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya langsung departemen (direct departemen cost) adalah semua biaya yang terjadi di dalam departemen tertentu. Jumlah biaya pemasaran bisya administrasi dan umum sering pula disebut istildh biaya komersial (commercial expense) c) Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. 3) Biaya semitetap. akuntansi. e) Jangka waktu manfaatnya. Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai. baik untuk penerangan maupun untuk menggerakkan mesin dan equipment yang pemakai listrik). Biaya dapat dibagi menjadi dua pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan. Contohnya adalah gaji direktur produksi. 1) Pengeluaran modal (capital expenditures) adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi (biasanya satu tahun). Pengeluaran modal ini pada saat terjadi dibebankan sebagai harga pokok aktiva.1) Biaya produksi. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume kegiatan tertentu. Contohnya adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. biaya bahan penolong. d) Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. Contohnya biaya ini adalah biaya gaji karyawan. 3) Biaya administrasi dan umum. 2) Biaya pemasaran. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel. baik yang langsung maupun yang tidak langsung berhubugan dengan proses produksi. personalia dan bagian hubungan masyarakat. biaya bahan baku. dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi. gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran. Contohnya adalah biaya tenaga kerja yang bekerja dalam Departemen Pemeliharaan dan biaya depresiasi mesin yang dipakai dalam departemen tersebut. biaya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan: 1) Biaya langsung (direct cost) Biaya langsung adalah biaya yang terjadi. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Biaya semitetap adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang kostan pada volume produksi tertentu. biaya angkutan dari gudang perusahaan ke gudang pembeli. 2) Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures) adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. biaya contoh (sample). Contohnya adalah biaya biaya promosi. biaya gaji karyawan yang bekerja dalam bagian-bagian. 4) Biaya tetap. . Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. diamortisasi atau dideplesi. bagian keuangan.

3) Biaya administrasi dan umum. yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Adalah pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi di mana pengeluaran terjadi. adalah fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penentuan kebijakan. hal. semakin rendah volume kegiatan . b. c) Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas atau kegiatan atau volume 1) Biaya tetap (h'txed Coat). (b) Biaya tenaga kerja langsung. biaya dapat dikelompokkan menjadi: 1) Biaya produksi. 3) Fungsi administrasi dan urnum. (c) fungsi pengepakan dan pengiriman. Pada biaya tetap. (d) fungsi advertensi: (e) fungsi pemberian kredit dan pengumpulan pihutang. (6) fungsi pembuatan faktur atau administrasi penjualan. Fungsi pokok dan kegiatan perusahaan-perusahaan dapat digolongkan ke dalam: 1) Fungsi produksi. adalah semua biaya yang terjadi dalam melaksanakan fungsi keuangan. yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai yang siap untuk dijual. yaitu biaya dalam rangka penjualan produk selesai sampai dengan pengumpuian pihutang menjadi kas. 4) Fungsi keuangan. biaya satuan (unit cost) akan berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan. Pengeluaran penghasilan (Revenues Expenditures). 2) Fungsi pemasaran. (b) fungsi penggudangan produk selesai. penggolongan biaya terbagi menjadi 6 (enam). Biaya ini meliputi biaya untuk melaksanakan: (a) fungsi penjualan. Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu. yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan keuangan atau penyediaan dana yang diperlukan perusahaan. Atas dasar fungsi tersebut di atas. Biaya tetap memiliki karakteristik sebagai berikut: a. pengarahan. b. dan pengawasan kegiatan perusahaan secara keseluruhan agar dapat berhasil guna dan berdaya guna. yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi administrasi dan umum. Adalah pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat (benefit) pada beberapa periode akuntansi atau pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang. yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan produk selesai yang siap dijual dengan cara yang memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba sesuai yang diinginkan perusahaan sampai dengan pengumpulan kas dari hasil penjualan. semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan.Penggolongan biaya adalah penggolongan proses mengelompokkan secara sistematis atas keseluruhan elemen yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih punya arti atau lebih penting. misalnya: biaya bunga. (c) Biaya overhead pabrik. yaitu: a) Penggolongan biaya sesuai dengan fungsi pokok dari kegiatan aktivitas perusahaan (Cost Classified Accounting to the Function of Business Activity). Biaya produksi digolongkan ke dalam: (a) Biaya bahan baku. 2) Biaya pemasaran. 4) Biaya keuangan. b) Penggolongan biaya sesuai dengan periode akuntansi di mana biaya akan dibebankan penggolongan pengeluaran adalah sebagai berikut: 1) Pengeluaran modal (Capital Expenditure). 32). Menurut Supriono (1993.

Pada biaya semi variabel. Pada biaya variabel. Menurut Mas'ud (1996. biaya satuan akan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding. semakin besar volume kegiatan semakin tinggi jumlah total biaya variabel. 2) Biaya tidak relevan (irrelevant cost). biaya satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan. Biaya variabel memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Biaya terkendalikan adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu dalam jangka waktu tertentu.semakin tinggi biaya satuan. Biaya diklasifikasikan berdasar tingkah laku biaya dalam hubungannya dengan volume produksi/penjualan maka biaya dikelompokkan ke dalam tiga jenis biaya yaitu: 1) Biaya variabel. 2) Biaya tidak langsung (Indirect cost). f) Penggolongan biaya sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan Untuk tujuan pengambilan keputusan oleh menejemen data biaya dikelompokkan ke dalam. 2) Biaya tidak terkendalikan (Uncontrollable cost). oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan di dalam pengambilan keputusan. Biava tidak relevan adalah biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan. atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek atau pusat biaya. 2) Biaya variabel (variable cost). 1) Biaya relevan. adalah: 1) Untuk ketelitian pembebanan harga pokok. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah secara sebanding (proportional) dengan perubahan volume kegiatan. b. b. Contoh biaya . 2) Untuk pengendalian biaya. Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada obyek atau pusat biaya tettentu. disebut departemenisasi. hal 80). 3) Biaya semi variabel (Semi variable cost). e) Penggolongan biaya untuk tujuan pengendalian biaya Untuk pengendalian biaya informasi biaya yang ditujukan kepada menejemen dikelompokkan ke dalam: 1) Biaya terkendalikan (Controllable cost). Biaya semi variabel memiliki karakteristik sebagai berikut: a. jadi biaya satuan konstan. biaya dibagi menjadi lima bagian yaitu: a) Klasifikasi biaya bendasarkan tingkah laku. Biaya langsung adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu. akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding. Biaya yang bervariasi langsung (proporsional) dengan kuantitas yang diproduksi naik (berubah) sebesar perubahan kuantitas dikalikan biaya variabel per satuan dan sebaliknya apabila turun. Tujuan penggolongan pabrik ke dalam departemen-departemen. semakin rendah volume kegiatan semakin rendah jumlah total biaya variabel. Biaya tidak terkendalikan adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan/pejabat tertentu berdasar wewenang yang dia miliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pejabat dalam jangka waktu tertentu. Biaya dibagi menjadi: 1) Biaya langsung (Direct cost). Adalah biaya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan. oleh karena itu biaya ini tidak perlu diperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan. d) Penggolongan biaya sesuai dengan obyek atau pusat biaya yang dibiayai.

b) Klasifikasi berdasarkan pertanggungjawaban. b. distribusi dan sebagainya. Pemisahan langsung dan tak langsung . Bahan dasar tak langsung. Biaya penyusutan mesin misalnya. Berdasarkan obyeknya. 1) Biaya bahan dasar (material). Untuk tujuan akuntansi bahan dasar dipisahkan ke dalam dua kategori yaitu: a. tenaga kerja tak langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja yang menyumbangkan jasanya untuk pembuatan bahan dasar menjadi barang jadi tetapi tidak langsung menangani pembuatannya misalnya gaji pengawas yang mengawasi para pekerja yang menangani langsung pembuatan kursi tersebut. Biaya yang jumlah nilainya akan tetap walaupun jumlah yang diproduksi/dijual berubahubah dalam kepasitas normal. dan bukan merupakan bagian menyeluruh dari produk jadi. 3) Biaya semi variabel. biaya overhead pabrik termasuk biaya bahan dasar tak langsung dan biaya tenaga kerja tak tak langsung. Jenis biaya ini jumlahnya berubah-ubah dalam hubungannya dengan perubahan kuantitas yang diprodusir tctapi perubahannya tidak proporsional. 3) Biaya overhead pabrik (Factory overhead). Contoh biaya pengawas dengan insentif sesuai dengan kapasitas produksi. tidak bisa dipengaruhi dan bukan tanggungjawab manajer pusat biaya. Dalam arti luas adalah elemen yang digunakan sebagai dasar pembuatan barang jadi. Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengerjakan bahan dasar sampai menjadi barang jadi. Biaya dalam hubungannya dengan pertanggungjawaban dikelompokkan menjadi dua yaitu: 1) Biaya terkendali (controlable cost). 2) Biaya tetap. dibanding jenis kegiatan seperti litbang. dan jumlahnya relatif lebih besar daripada jenis biaya lain.ini adalah bahan baku (direct material). tetapi ada kemungkinan barang jadi dari produk suatu perusahaan merupakan material dari perusahaan lain. biaya ini dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu: 1) Biaya langsung (direct cost). Adalah biaya tidak bisa dibebankan tanggung jawab pengeluarannya oleh seorang manajer pusat biaya. tetapi jumlahnya sangat kecil. Adalah biaya yang dikeluarkan atau dibebankan dimana biaya tersebut tidak bisa dihubungkan langsung dengan obyek. Bahan dasar langsung. merupakan tanggung jawab bagian penjualan atau manajer penjualan. Contoh biaya sewa gedung untuk pabrik yang dibayar tahunan. yaitu merupakan bahan dasar (material) yang digunakan untuk membuat produk. Biaya tenaga kerja langsung merupakan biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja yang langsung menangani pembuatan (proses) dan bahan dasar sampai menjadi barang jadi dan sebaliknya. 2) Biaya tenaga kerja (labor). c) Klasifikasi biaya herdasar obyek. d) Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produk Biaya produksi/biaya pabrik merupakan biaya yang dipakai untuk menilai persediaan yang dicantumkan dalam laporan keuangan. Dalam artian ini. dan kegiatan produksi selalu terjadi berulang-ulang dalam pola yang sama secara rutin. dan biaya iklan ini adalah biaya terkendali buat departemen penjualan. Adalah biaya yang dikeluarkan atau dibebankan di mana biaya tersebut bisa langsung dihubungkan dengan obyek yang dibiayai atau dibebani 2) Biaya tak langsung (indirect cost). 2) Biaya tak terkendali (Uncontrollable cost). Merupakan biaya yang dikeluarkan oleh suatu tempat biaya (misalnya departemen atau bagian) dan atas pengeluaran biaya tersebut seseorang harus mempertanggungjawabkannya. Sebagai contoh adalah biaya iklan untuk menjual produk. yaitu bahan yang menjadi bagian menyeluruh dari produk jadi.

hal. 424). c) Untuk memperjelas tugas wewenang dan tanggung jawab tiap-tiap manajer. seperti penentuan harga barang-barang konsumsi. gaji salesman dan sebagainya. b) Memberikan keadilan atau beban yang pantas terhadap suatu produk. selain itu pemisahan langsung dan tak langsungnya biaya juga dipengaruhi oleh metoda pengumpulan biaya. biaya bagian akuntansi. harga dari sesuatu barang adalah tingkat pertukaran barang itu dengan barang lain.4 Pengertian Harga Menurut Alfred dan Douglas (1997. harga-harga pasar modal dan sebagainya. 2. a. menambah produk dan mempromosikan produk. 2) Biaya administrasi (administrative expense). hal. 3) Biaya riset dan pengembangan (research and development costs). 2. Pengertian sempit yaitu biaya untuk menyebar (memasarkan) barang pada konsumen atau sering disebut biaya pemasaran (marketing expense). saham obligasi dan surat-surat berharga lainnya. . termasuk penyebaran (penjualan) dari sural-surat berharga tersebut. menggambarkan prinsip-prinsip umum penentuan harga. tingkat upah. Menurut Charles (1997. tingkat devisa. Ahli ekonomi telah menyusun teori harga umum yang bisa dipakai untuk menganalisa semua problem yang menyangkut harga. hal. Sebagaimana telah kita ketahui salah satu tugas pokok ekonomi itu adalah menjelaskan mengapa barang-barang mempunyai harga dan mengapa ada barang-barang yang mahal dan ada yang murah harganya. 328) manfaat penggolongan biaya adalah untuk mengadakan penilaian persediaan dan untuk pengambilan keputusan seperti penentuan harga. manfaat penggolongan biaya sebagai berikut: a) Untuk mengetahui harga pokok produk yang diproduksi dalam bulan tertentu. biaya pengiriman. di mana yang termasuk jenis biaya ini meliputi biaya penjualan.3 Manfaat Penggolongan Biaya Menurut Mulyadi (1993. 29-30.biaya dalam konteks yang merupakan pemisahan biaya umum tetapi dalam konteks yang lain berbeda. Semua problem ini. 4) Biaya-biaya keuangan (financial costs). Menurut Murti dan John (1998. seluruh biaya untuk penyelidikan dan pengembangan yang berkenaan dengan produk baru atau penemuan-penemuan lainnya. e) Klasifikasi biaya berdasar fungsi operasi non produksi Biaya non manufaktur dikelompokkan berdasarkan fungsinya yaitu: 1) Biaya distribusi. manfaat penggolongan biaya adalah: a) Memberikan kemudahan pendistribusian biaya secara merata. kelompok biaya administrasi pada umumnya disatukan dengan biaya umum dengan nama biaya administrasi dan umum (termasuk biaya-biaya unluk mengelola administrasi perusahaan. advertensi. hal. 165). b. b) Sebagai dasar pengambilan keputusan biaya dimasa yang akan datang. biaya yang dikelompokkan dalam biaya distribusi berlain-lainan pada berbagai jenis perusahaan tetapi pada umumnya biaya distribusi mempunyai dua pengertian. dan sebagainya). Pengertian luas biaya yaitu biaya yang dikeluarkan dari mulai barang selesai dibuat sampai ke tangan konsumen. adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan pengeluaran.

Menurut Marius (1995. hal. 181-185). Menurut Merius dalam Jerome (1999. sedangkan unsur lainnya dalam (marketing mix) menunjukkan biaya. sebagai berikut: Harga yang dikemukakan ahli ekonomi yang telah disusun dalam teori harga umum bertujuan untuk menganalisa semua problem yang menyangkut harga. 177). hal. Para pedagang yang membeli barang-barang dagangan akan menentukan harga jualnya setelah menambah harga belinya sejumlah mark up (kelebihan harga jual di atas harga belinya). seperti penentuan harga barang konsumsi. hal. 174). tujuan dalam penetapan harga atas barang atau jasa yang dihasilkan antara lain sebagai berikut: a) Mendapatkan laba maksimal b) Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada penjualan bersih c) Mencegah atau mengurangi persaingan d) Mempertahankan atau memperbaiki harga perlembar saham. hal. hal. harga adalah jumlah uang (kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk memperoteh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya. Metode penetapan harga ini adalah metode yang paling sederhana di mana penjualan atau produsen menetapkan harga jual untuk satu barang yang besarnya sama dengan jumlah biaya per unit ditambah dengan suatu jumlah untuk laba yang diinginkan (margin) pada tiap-tiap unit tersebut sehingga formula menjadi: Cost plus pricing method = Biaya total + laba = Harga jual Metode ini mempertimbangkan bahwa ada bermacam-macam jenis biaya dan biaya ini dipengaruhi secara berbeda oleh kenaikan atau penurunan keluaran (output) = hasil nyata. tingkat devisa. 29). sedangkan menurut Marius dalam William (1999. harga-harga pasar modal dan sebagainya. 281) menyatakan bahwa harga merupakan satu-satunya komponen yang menghasilkan pendapatan. harga dapat ditentukan atau dihitung : a) Harga didasarkan pada biaya total ditambah laba yang diinginkan (cost plus pricing method).6 Metode Penetapan Harga Ada beberapa metode yang dapat digunakan sebagai rancangan dan variasi.Murti dan John dalam marketing mix (1998. hal. 25). hal. 281). Menurut Murti-John (1998. 2. hal. 174). tingkat upah. tujuan suatu harga ditetapkan pada umumnya bertujuan untuk: a) Meningkatkan penjualan b) Mempertahankan dan memperbaiki harga perlembar saham c) Menstabilkan tingkat harga d) Mengembalikan investasi e) Mencapai laba maksimum. Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. 2. Jadi formulanya menjadi: Harga Beli + Mark Up = Harga Jual . harga adalah jumlah uang yang harus konsumen bayarkan untuk mendapatkan produk tersebut. Sedangkan menurut Alfred dan Douglas (1984. Mark Up Pricing Method Variasi lain dari melode cost plux adalah mark up pricing method yang banyak dipakai oleh pedagang. harga (price) adalah apa yang dibebankan untuk sesuatu. dalam penetapan harga menurut Marras (1999.5 Tujuan Penetapan Harga Menurut Merius (1999.

Metode ini memang paling cocok bagi perusahaan yang tujuan penetapan harga-harganya memaksimalkan laba. tidak dapat dipergunakan sebagai pegangan praktis dalam penetapan harga sekarang dan akan datang. Analisa suplai dan permintaan yang dipakai sebagai dasar penetapan harga kurang didayagunakan dalam kalangan bisnis. Menurut mereka analisa ini hanya bisa digunakan untuk mempelajari perkembangan harga masa lalu. Dan pada umumnya digunakan oleh penjual untuk barang-barang standar. 3) Biaya total (Total cost). Penetapan harga seperti ini biasanya digunakan oleh para pengecer dan seringkali produsen tidak mengetahui adanya praktek-praktek yang demikian. Menurut mereka analisa ini hanya bisa dipakai untuk mempelajari perkembangan harga masa lalu. di atas harga pesaing atau di bawah harga pesaing. Penetapan harga seperti ini memang akan lebih menguntungkan jika dipakai pada saat harga dalam persaingan itu tinggi. 3) Penetapan harga di atas harga saingan. 2) Biaya variabel (Variable cost). 284-288). maka perusahaan menderita kerugian.b) Harga yang berdasarkan pada keseimbangan antara permintaan dan suplai. hal. Pengecer pada dasarnya melihat bahwa nama baik produsen ikut membawa nama baik pengecer. Penetapan harga ini merupakan suatu metode penetapan harga yang berorientasi pada kekuatan pasar dimana harga jual dapat ditetapkan sama dengan harga jual pesaing. Metode ini memang paling cocok bagi perusahaan yang tujuan penetapan harga-harganya memaksimalkan laba. Penetapan harga yang ditetapkan atas dasar kekuatan pasar adalah suatu metode penetapan harga yang berorientasi pada kekuatan pasar di mana harga akan menentukan harga jualnya setelah menambah harga belinya sejumlah mark up (kelebihan harga di atas harga belinya) Jadi furmulanya menjadi: Harga beli + Makr Up = Harga Jual d) Harga yang berdasarkan keseimbangan antara suplai dan permintaan. b) Menghitung terlebih dulu titik pulang pokok penjualan atau Break Even Point. apabila penjualan berada di bawah BEP. tetapi konsumen lebih mengutamakan kualitas/faktor prestise yang akan diperolehnya dari barang tersebut. 1) Penetapan harga sama dengan harga saingan. Analisa permintaan dan suplai yang dipakai sebagai dasar penetapan harga kurang didayagunakan dalam kalangan bisnis. . yaitu titik di mana jumlah penerimaan penjualan persis sama dengan seluruh biaya yang dikeluarkan (Total Revenue = Total Cost). metode penetapan harga sebagai berikut: a) Menghitung seluruh biaya tiap unit ditambah marjin tertentu (laba yang dikehendaki). c) Penetapan harga yang ditetapkan atas dasar kekuatan pasar. tidak bisa didayagunakan sebagai pegangan praktis dalam penetapan harga sekarang dan akan datang. 2) Penetapan harga di bawah harga saingan. e) Penetapan harga atas dasar kekuatan pasar. Metode penetapan harga yang lain adalah metode menentukan harga terbaik demi tercapainya laba yang optimal melalui keseimbangan antara biaya dengan permintaan pasar. Menurut Murti-John (1998. 4) Biaya marginal (Marginal cost). Penetapan harga demikian memang hanya sesuai digunakan oleh perusahaan yang sudah memiiiki reputasi atau perusahaan yang menghasilkan barang-barang prestise. Dalam menentukan harga dan mendayagunakannya tentunya perlu pemahaman tentang konsep-konsep istilah berikut seperti: 1) Biaya tetap total (Total fixed cost). Hal ini dilatarbelakangi suatu pertimbangan bahwa seringkali konsumen kurang memperhatikan harga dalam pembeliannya.

Perlakuan produk dalam proses awal dengan rnetode harga pokok rata-rata memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Setiap elemen harga pokok produk dalam proses awal digabungkan dengan elemen biaya yang terjadi dalam periode yang bersangkutan. Potongan dagang d) Geografis. Namun demikian strategi ini dirasa lebih agresif dapat memperkuat kedudukan perusahaan di pasar. baru kemudian untuk mengolah produk yang baru masuk proses yang sebagian akan menjadi bagian produk . Memberi kesempatan kepada pesaing untuk merebut konsumen.c) Menetapkan harga yang setinggi-tingginya. 2) Oleh karena setiap elemen harga pokok produk dalam proses digabungkan dengan biaya periode yang bersangkutan. d) Menetapkan harga yang serendah-rendahnya. potongan kuantitas. 5) Tidak dibedakan asal dari produk selesai dan produk dalam proses akhir apakah dari produk dalam proses awal atau dari produk yang baru dimasukkan proses. sering kita jumpai harga ditetapkan secara: a) Psikologis. Hal ini biasanya mempunyai tujuan: 1) Untuk berjaga-jaga terhadap kekeliruan di dalam penetapan harga 2) Untuk mempertinggi citra produk 3) Untuk mencapai keuntungan per kesatuan produk yang tinggi. c) Pemberian potongan pembelian: Di sini penjual memberikan potongan (discount) yaitu. Dalam penetapan harga.7 Metode Penentuan Harga Pokok Untuk penentuan besarnya harga pokok produk dalam proses awal periode dapat dipakai tiga metode. 3) Produksi Ekuivalen = Produk Selesai + Produk Dalam Proses Akhir (Tingkat Penyelesaian). Beberapa jenis potongan pembelian yaitu : a. 2. ditambah ongkos kirim atau ongkos angkut. b. Sehingga bisa ditanggung seluruhnya oleh penjual atau pembeli dapat pula ditanggung secara bersama-sama yaitu masing-masing menanggung sebagian saja. Strategi ini dapat dipakai apabila perusahaan menginginkan volume penjualan yang tinggi dan laba tiap kesatuan produk relatif rendah. yaitu: a) Metode harga pokok rata-rata (avarge costing method). b) Bertingkat. pengurangan dari harga yang ada dan potongan ini diwujudkan dalam bentuk tunai. Penjualan kadangkala membedakan harga produk untuk daerah penjualan yang berbedabeda. potongan tunai. b) Metode harga pokok pertama masuk pertama ke luar (first in first out costing method). Perlakuan produk dalam proses awal dengan metode harga pokok pertama masuk pertama ke luar memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Proses produksi dianggap untuk menyelesaikan produk dalam proses awal menjadi produk selesai. Penetapan ini juga lebih sering digunakan oleh pengecer daripada pedagang besar atau oleh perusahaan sendiri. Hal ini disebabkan untuk pengiriman keluar kota/keluar pulau harus. Sulit untuk menemukan pembeli yang bersedia membeli produk baik produk itu masih baru maupun yang telah berada pada tahap kejenuhan. b. c. Penetapan harga ini biasanya diberikan pada para penyalur atau pengecer. 4) Besarnya harga pokok satuan untuk setiap elemen biaya dihitung dengan cara membagi jumlah total elemen biaya yang bersangkutan setelah digabung dengan jumlah produksi ekuivalen dari elemen biaya yang bersangkutan. Kelemahan metode ini ialah: a. harga pokok produk dalam proses awal harus dipecah kembali ke dalam setiap elemen biaya.

spesifikasi pesanan. Produksi ekuivalen = Produk selesai dari produk yang baru masuk proses . secara ekstrim pola pengumpulan harga pokok dapat dikelompokkan menjadi dua metode yaitu: a) Metode harga pokok pesanan (job order coal method) Metode harga pokok pesanan adalah metode pengumpulan harga pokok produk di mana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa secara terpisah. 3) Besarnya produksi ekuivalen dapat dihitung sebagai berikut: a. apabila semua produk yang baru masuk proses sudah dapat diselesaikan kemudian untuk mengolah produk dalam proses awal.Tingkat penyelesaian yang masih diperlukan untuk menyelesaikan). 2) Setiap elemen harga pokok produk dalam proses awal periode tidak perlu digabungkan dengan setiap elemen biaya yang terjadi pada periode yang bersangkutan. kedua.(Produk dalam proses awal x Tingkat penyelesaian yang sudah dinikmati periode sebeyimnya)).8 Metode Pengumpulan Harga Pokok Menurut Supriyono (1983.selesai yang disebut production current dan sisanya merupakan produk dalam proses pada akhir periode. produk selesai yang berasal dari produk dalam proses awal. Contoh perusahaan yang berproduksi atau menghasilkan jasa atas dasar pesanan misalnya perusahaan . pertama. 2. tanggal pesanan diterima dan harus diserahkan. produk selesai yang berasal dari produksi current. 4) Besarnya harga pokok satuan setiap elemen biaya dihitung dengan cara membagi elemen biaya tertentu yang terjadi pada periode yang bersangkutan dengan produksi ekuivalen biaya yang bersangkutan. b. 6) Harga pokok produk selesai dipisahkan menjadi dua golongan. dan setiap pesanan atau kontrak dapat dipisahkan identitasnya. Proses ekuivalen = Produk selesai + ((Produk dalam proses akhir x Tingkat penyelesaian yang sudah dinikmati) . 5) Besarnya harga pokok satuan setiap elemen biaya dihitung sebesar elemen biaya yang terjadi pada periode yang bersangkutan dibagi jumlah produksi ekuivalen dari elemen biaya yang bersangkutan. 3) Harga pokok produk dalam proses pada awal penode tidak perlu dipecah kembali menurut elemennya ke dalam setiap elemen biaya. c) Metode harga pokok terakhir masuk pertama ke luar (last in first out costing method). 36). 2) Setiap elemen harga pokok produk dalam proses awal tidak digabungkan dengan elemen biaya yang terjadi dalam penode yang bersangkutan. 5) Dibedakan asal dari produk selesai atau produk dalam proses akhir dari produk yang baru masuk proses dengan yang berasal dari produk dalam proses awal. Perlakuan produk dalam proses awal dengan metode terakhir masuk pertama ke luar memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Proses produksi dianggap untuk menyelesaikan produk yang baru masuk proses pada periode yang bersangkutan. hal. 4) Produksi ekuivalen = (Produksi dalam proses awal x Tingkat penyelesaian yang diperlukan) + Produksi current + (Produk dalam proses akhir x Tingkat penyelesaian yang sudah dinikmati). Pengolahan produk akan dimulai setelah datangnya pesanan dari langganan/pembeli melalui dokumen pesanan penjualan (sales order). yang memuat jenis dan jumlah produk yang dipesan.

pabrik botol dan sebagainya. bentuk produk bersifat standar. kontraktor bangunan. semester. Pada metode harga pokok proses perusahaan menghasilkan produk yang homogen. kertas. triwulan. petrokimia.percetakan. . penyulingan minyak mentah. b) Metode harga pokok proses (proses cost method) Metode harga pokok proses adalah rnetode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu tetentu. air minum. PLN. dan tidak tergantung spesifikasi yang diminta oleh pembeli. perusahaan angkutan dan sebagainya. Contoh perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa dasar proses misalnya: pabrik semen. kantor akuntan atau konsultan. tahun. tekstil. misalnya bulan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful