BIAYA RELEVAN DAN TIDAK RELEVAN

Pengertian biaya relevan Biaya relevan adalah data biaya yang diharapkan dimasa akan dating yang berdeda dalam beberapa alternative keputusan.

Biaya-biaya yang berhubungan dengan biaya relevan adalah :

1. Biaya diferensial Biaya diferensial adalah selosih biaya atau biaya yang berbeda dalam beberapa alternative pilihan. Biaya diferensial disebut juga dengan biaya marginal atau biaya incremental. 2. Biaya kesempatan Biaya kesempatan adalah kesempatan yang dikorbankan dalam memilih suatu alternative 3. Biaya tersamar Biaya tersamar adalah biaya yang tidak kelihatan dalam catatan akuntansi tetapi mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Biaya tersamar ini akan diperhitungkan pada saat pengambilan keputusan tentang penggantian suatu peralatan contoh : biaya bunga 4. Biaya nyata Biaya nyata adalah biaya yang benar-benar dikeluarkan akibat memilih suatu alternative. Contoh : biaya yang dikeluarkan akibat memilih jika menerima pesanan dari pelanggan 5. Biaya yang dapat dilacak Biaya dapat dilacak adalah biaya yabg dapat dilacak kepada produk selesai. Contoh : biaya bahan baku dan tenaga kerja 6. Biaya Penggantian

2 Penggolongan Biaya Terdapat lima cara penggolongan biaya. Dalam penggolongan ini. biaya (cost) adalah jumlah uang yang dinyatakan dan sumber-sumber (ekonomi) yang dikorbankan terjadi dan akan terjadi untuk rnendapatkan sesuatu atau mencapai tujuan tertentu. yaitu penggolongan biaya menurut: a) Obyek pengeluaran. menurut Mulyadi (1990. dan fungsi administrasi dan umum. 10). pengertian biaya adalah sebagai berikut: Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkui pembagian kepada penanam modal. Sedangkan menurut lAl/SAK (1994). b) Fungsi pokok dalam perusahaan. Dalam arti luas. nama obyek pengelaran merupakan dasar penggolongan biaya. hal. maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut "biaya bahan bakar". Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur. yang harus digunakan oleh manajer dalam membuat keputusan karena angka-angka masa lalu sama sekali tidak relevan dengan keputusan itu sendiri. yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Data masa lalu mungkin bisa membantu didalam merumuskan ramalan tetapi angkaangka tersebut bukanlah data yang diharapkan untuk masa akan datang. ada tiga fungsi. Dalam perusahaan manufaktur. sehingga biaya dalam arti luas diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. pengertian biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang.Biaya penggantian adalah biaya timbul akibat pemilihan penggantian mesin lama dengan mesin baru. Misalnya nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar. yaitu fungsi produksi fungsi pemasaran. biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok: . hal. 2. Pengertian biaya tidak relevan Biaya tidak relevan adalah data buaya masa lalu yang tidak relevan karena tidak berbeda dalam beberapa alternative keputusan. Biaya tidak relevan dapat dikelompokkan menjadi elemen: Pengertian biaya LANDASAN TEORI 2. 24).1 Pengertian Biaya Menurut Harnanto (1992.

Pengeluaran modal ini pada saat terjadi dibebankan sebagai harga pokok aktiva. biaya bahan baku. Contohnya adalah gaji direktur produksi. yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. 3) Biaya semitetap. 3) Biaya administrasi dan umum. 2) Biaya pemasaran. bagian keuangan. Biaya tak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead cost). diamortisasi atau dideplesi. personalia dan bagian hubungan masyarakat. akuntansi. 2) Biaya semivariabel. biaya gaji karyawan yang bekerja dalam bagian-bagian. gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume kegiatan tertentu. biaya dapat digolongkan menjadi: 1) Biaya variabel. Contohnya adalah biaya tenaga kerja yang bekerja dalam Departemen Pemeliharaan dan biaya depresiasi mesin yang dipakai dalam departemen tersebut. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan equipment. Biaya dapat dibagi menjadi dua pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan. 2) Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures) adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. .1) Biaya produksi. biaya angkutan dari gudang perusahaan ke gudang pembeli. biaya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan: 1) Biaya langsung (direct cost) Biaya langsung adalah biaya yang terjadi. baik untuk penerangan maupun untuk menggerakkan mesin dan equipment yang pemakai listrik). Contohnya biaya yang terjadi di Pembangkit Tenaga Listrik (biaya ini dinikmati oleh departemen-departemen lain dalam perusahaan. Biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel. Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. biaya bahan penolong. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. d) Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. baik yang langsung maupun yang tidak langsung berhubugan dengan proses produksi. biaya contoh (sample). Contohnya adalah biaya biaya promosi. 4) Biaya tetap. Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai. Biaya semitetap adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang kostan pada volume produksi tertentu. Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. e) Jangka waktu manfaatnya. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya langsung departemen (direct departemen cost) adalah semua biaya yang terjadi di dalam departemen tertentu. Jumlah biaya pemasaran bisya administrasi dan umum sering pula disebut istildh biaya komersial (commercial expense) c) Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi. Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. 2) Biaya tak langsung (indirect cost) Biaya tak langsung adalah biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. 1) Pengeluaran modal (capital expenditures) adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi (biasanya satu tahun). Contohnya biaya ini adalah biaya gaji karyawan. Contohnya adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

adalah fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penentuan kebijakan. misalnya: biaya bunga. (6) fungsi pembuatan faktur atau administrasi penjualan. yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai yang siap untuk dijual. (b) fungsi penggudangan produk selesai. biaya dapat dikelompokkan menjadi: 1) Biaya produksi. 2) Fungsi pemasaran. pengarahan. yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi administrasi dan umum. 3) Biaya administrasi dan umum. 2) Biaya pemasaran. Pengeluaran penghasilan (Revenues Expenditures).Penggolongan biaya adalah penggolongan proses mengelompokkan secara sistematis atas keseluruhan elemen yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih punya arti atau lebih penting. Fungsi pokok dan kegiatan perusahaan-perusahaan dapat digolongkan ke dalam: 1) Fungsi produksi. yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Pada biaya tetap. 32). Adalah pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi di mana pengeluaran terjadi. 4) Fungsi keuangan. (c) fungsi pengepakan dan pengiriman. Biaya produksi digolongkan ke dalam: (a) Biaya bahan baku. semakin rendah volume kegiatan . Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu. Atas dasar fungsi tersebut di atas. yaitu biaya dalam rangka penjualan produk selesai sampai dengan pengumpuian pihutang menjadi kas. b. hal. c) Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas atau kegiatan atau volume 1) Biaya tetap (h'txed Coat). penggolongan biaya terbagi menjadi 6 (enam). Adalah pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat (benefit) pada beberapa periode akuntansi atau pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang. Biaya tetap memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Menurut Supriono (1993. semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan. b. b) Penggolongan biaya sesuai dengan periode akuntansi di mana biaya akan dibebankan penggolongan pengeluaran adalah sebagai berikut: 1) Pengeluaran modal (Capital Expenditure). dan pengawasan kegiatan perusahaan secara keseluruhan agar dapat berhasil guna dan berdaya guna. 4) Biaya keuangan. adalah semua biaya yang terjadi dalam melaksanakan fungsi keuangan. (d) fungsi advertensi: (e) fungsi pemberian kredit dan pengumpulan pihutang. yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan keuangan atau penyediaan dana yang diperlukan perusahaan. yaitu: a) Penggolongan biaya sesuai dengan fungsi pokok dari kegiatan aktivitas perusahaan (Cost Classified Accounting to the Function of Business Activity). Biaya ini meliputi biaya untuk melaksanakan: (a) fungsi penjualan. (c) Biaya overhead pabrik. (b) Biaya tenaga kerja langsung. 3) Fungsi administrasi dan urnum. biaya satuan (unit cost) akan berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan. yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan produk selesai yang siap dijual dengan cara yang memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba sesuai yang diinginkan perusahaan sampai dengan pengumpulan kas dari hasil penjualan.

Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada obyek atau pusat biaya tettentu. d) Penggolongan biaya sesuai dengan obyek atau pusat biaya yang dibiayai. Pada biaya semi variabel. adalah: 1) Untuk ketelitian pembebanan harga pokok. 2) Biaya tidak langsung (Indirect cost). biaya dibagi menjadi lima bagian yaitu: a) Klasifikasi biaya bendasarkan tingkah laku. b. 3) Biaya semi variabel (Semi variable cost). oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan di dalam pengambilan keputusan. semakin rendah volume kegiatan semakin rendah jumlah total biaya variabel. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan. 2) Biaya variabel (variable cost). Contoh biaya . disebut departemenisasi. Biaya yang bervariasi langsung (proporsional) dengan kuantitas yang diproduksi naik (berubah) sebesar perubahan kuantitas dikalikan biaya variabel per satuan dan sebaliknya apabila turun. 1) Biaya relevan. Adalah biaya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Biaya variabel memiliki karakteristik sebagai berikut: a. b. Biaya dibagi menjadi: 1) Biaya langsung (Direct cost). oleh karena itu biaya ini tidak perlu diperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan. Pada biaya variabel. akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding. biaya satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan. 2) Biaya tidak relevan (irrelevant cost). Biaya langsung adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu. 2) Biaya tidak terkendalikan (Uncontrollable cost). hal 80). 2) Untuk pengendalian biaya. Biaya tidak terkendalikan adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan/pejabat tertentu berdasar wewenang yang dia miliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pejabat dalam jangka waktu tertentu. semakin besar volume kegiatan semakin tinggi jumlah total biaya variabel.semakin tinggi biaya satuan. Biaya terkendalikan adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu dalam jangka waktu tertentu. Biaya semi variabel memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah secara sebanding (proportional) dengan perubahan volume kegiatan. biaya satuan akan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding. f) Penggolongan biaya sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan Untuk tujuan pengambilan keputusan oleh menejemen data biaya dikelompokkan ke dalam. jadi biaya satuan konstan. Menurut Mas'ud (1996. Biava tidak relevan adalah biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan. atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek atau pusat biaya. e) Penggolongan biaya untuk tujuan pengendalian biaya Untuk pengendalian biaya informasi biaya yang ditujukan kepada menejemen dikelompokkan ke dalam: 1) Biaya terkendalikan (Controllable cost). Biaya diklasifikasikan berdasar tingkah laku biaya dalam hubungannya dengan volume produksi/penjualan maka biaya dikelompokkan ke dalam tiga jenis biaya yaitu: 1) Biaya variabel. Tujuan penggolongan pabrik ke dalam departemen-departemen.

Contoh biaya sewa gedung untuk pabrik yang dibayar tahunan. Adalah biaya yang dikeluarkan atau dibebankan di mana biaya tersebut bisa langsung dihubungkan dengan obyek yang dibiayai atau dibebani 2) Biaya tak langsung (indirect cost). c) Klasifikasi biaya herdasar obyek. Bahan dasar tak langsung. merupakan tanggung jawab bagian penjualan atau manajer penjualan. tetapi ada kemungkinan barang jadi dari produk suatu perusahaan merupakan material dari perusahaan lain. 3) Biaya overhead pabrik (Factory overhead). 1) Biaya bahan dasar (material). Biaya dalam hubungannya dengan pertanggungjawaban dikelompokkan menjadi dua yaitu: 1) Biaya terkendali (controlable cost). dan biaya iklan ini adalah biaya terkendali buat departemen penjualan. b. Berdasarkan obyeknya. 3) Biaya semi variabel. dan kegiatan produksi selalu terjadi berulang-ulang dalam pola yang sama secara rutin. dan jumlahnya relatif lebih besar daripada jenis biaya lain. tetapi jumlahnya sangat kecil. distribusi dan sebagainya. Untuk tujuan akuntansi bahan dasar dipisahkan ke dalam dua kategori yaitu: a. dibanding jenis kegiatan seperti litbang. Sebagai contoh adalah biaya iklan untuk menjual produk. Biaya tenaga kerja langsung merupakan biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja yang langsung menangani pembuatan (proses) dan bahan dasar sampai menjadi barang jadi dan sebaliknya. Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengerjakan bahan dasar sampai menjadi barang jadi. Jenis biaya ini jumlahnya berubah-ubah dalam hubungannya dengan perubahan kuantitas yang diprodusir tctapi perubahannya tidak proporsional. 2) Biaya tetap. tidak bisa dipengaruhi dan bukan tanggungjawab manajer pusat biaya. biaya overhead pabrik termasuk biaya bahan dasar tak langsung dan biaya tenaga kerja tak tak langsung. yaitu bahan yang menjadi bagian menyeluruh dari produk jadi. d) Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produk Biaya produksi/biaya pabrik merupakan biaya yang dipakai untuk menilai persediaan yang dicantumkan dalam laporan keuangan. 2) Biaya tak terkendali (Uncontrollable cost). 2) Biaya tenaga kerja (labor). dan bukan merupakan bagian menyeluruh dari produk jadi. Dalam artian ini. Pemisahan langsung dan tak langsung . biaya ini dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu: 1) Biaya langsung (direct cost). yaitu merupakan bahan dasar (material) yang digunakan untuk membuat produk. Bahan dasar langsung. Adalah biaya tidak bisa dibebankan tanggung jawab pengeluarannya oleh seorang manajer pusat biaya.ini adalah bahan baku (direct material). b) Klasifikasi berdasarkan pertanggungjawaban. Adalah biaya yang dikeluarkan atau dibebankan dimana biaya tersebut tidak bisa dihubungkan langsung dengan obyek. Merupakan biaya yang dikeluarkan oleh suatu tempat biaya (misalnya departemen atau bagian) dan atas pengeluaran biaya tersebut seseorang harus mempertanggungjawabkannya. tenaga kerja tak langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja yang menyumbangkan jasanya untuk pembuatan bahan dasar menjadi barang jadi tetapi tidak langsung menangani pembuatannya misalnya gaji pengawas yang mengawasi para pekerja yang menangani langsung pembuatan kursi tersebut. Contoh biaya pengawas dengan insentif sesuai dengan kapasitas produksi. Biaya yang jumlah nilainya akan tetap walaupun jumlah yang diproduksi/dijual berubahubah dalam kepasitas normal. Dalam arti luas adalah elemen yang digunakan sebagai dasar pembuatan barang jadi. Biaya penyusutan mesin misalnya.

adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan pengeluaran. manfaat penggolongan biaya sebagai berikut: a) Untuk mengetahui harga pokok produk yang diproduksi dalam bulan tertentu. Pengertian sempit yaitu biaya untuk menyebar (memasarkan) barang pada konsumen atau sering disebut biaya pemasaran (marketing expense). harga dari sesuatu barang adalah tingkat pertukaran barang itu dengan barang lain. Semua problem ini. c) Untuk memperjelas tugas wewenang dan tanggung jawab tiap-tiap manajer. 165). 2. b) Memberikan keadilan atau beban yang pantas terhadap suatu produk. 328) manfaat penggolongan biaya adalah untuk mengadakan penilaian persediaan dan untuk pengambilan keputusan seperti penentuan harga. Ahli ekonomi telah menyusun teori harga umum yang bisa dipakai untuk menganalisa semua problem yang menyangkut harga.3 Manfaat Penggolongan Biaya Menurut Mulyadi (1993.4 Pengertian Harga Menurut Alfred dan Douglas (1997.biaya dalam konteks yang merupakan pemisahan biaya umum tetapi dalam konteks yang lain berbeda. tingkat upah. e) Klasifikasi biaya berdasar fungsi operasi non produksi Biaya non manufaktur dikelompokkan berdasarkan fungsinya yaitu: 1) Biaya distribusi. Menurut Murti dan John (1998. seperti penentuan harga barang-barang konsumsi. biaya bagian akuntansi. tingkat devisa. a. hal. di mana yang termasuk jenis biaya ini meliputi biaya penjualan. b) Sebagai dasar pengambilan keputusan biaya dimasa yang akan datang. selain itu pemisahan langsung dan tak langsungnya biaya juga dipengaruhi oleh metoda pengumpulan biaya. 3) Biaya riset dan pengembangan (research and development costs). advertensi. b. biaya yang dikelompokkan dalam biaya distribusi berlain-lainan pada berbagai jenis perusahaan tetapi pada umumnya biaya distribusi mempunyai dua pengertian. 4) Biaya-biaya keuangan (financial costs). saham obligasi dan surat-surat berharga lainnya. manfaat penggolongan biaya adalah: a) Memberikan kemudahan pendistribusian biaya secara merata. dan sebagainya). hal. Pengertian luas biaya yaitu biaya yang dikeluarkan dari mulai barang selesai dibuat sampai ke tangan konsumen. hal. kelompok biaya administrasi pada umumnya disatukan dengan biaya umum dengan nama biaya administrasi dan umum (termasuk biaya-biaya unluk mengelola administrasi perusahaan. 424). . 29-30. Sebagaimana telah kita ketahui salah satu tugas pokok ekonomi itu adalah menjelaskan mengapa barang-barang mempunyai harga dan mengapa ada barang-barang yang mahal dan ada yang murah harganya. 2) Biaya administrasi (administrative expense). Menurut Charles (1997. menambah produk dan mempromosikan produk. hal. gaji salesman dan sebagainya. biaya pengiriman. seluruh biaya untuk penyelidikan dan pengembangan yang berkenaan dengan produk baru atau penemuan-penemuan lainnya. termasuk penyebaran (penjualan) dari sural-surat berharga tersebut. harga-harga pasar modal dan sebagainya. 2. menggambarkan prinsip-prinsip umum penentuan harga.

281) menyatakan bahwa harga merupakan satu-satunya komponen yang menghasilkan pendapatan. 174). 281). tingkat upah. hal. 2. 2. sedangkan menurut Marius dalam William (1999. harga dapat ditentukan atau dihitung : a) Harga didasarkan pada biaya total ditambah laba yang diinginkan (cost plus pricing method). 25). sebagai berikut: Harga yang dikemukakan ahli ekonomi yang telah disusun dalam teori harga umum bertujuan untuk menganalisa semua problem yang menyangkut harga. hal. sedangkan unsur lainnya dalam (marketing mix) menunjukkan biaya.Murti dan John dalam marketing mix (1998. Para pedagang yang membeli barang-barang dagangan akan menentukan harga jualnya setelah menambah harga belinya sejumlah mark up (kelebihan harga jual di atas harga belinya). tingkat devisa. hal. Menurut Marius (1995. hal. 177). hal. harga adalah jumlah uang yang harus konsumen bayarkan untuk mendapatkan produk tersebut. harga adalah jumlah uang (kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk memperoteh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya. Menurut Murti-John (1998. Sedangkan menurut Alfred dan Douglas (1984. Menurut Merius dalam Jerome (1999.6 Metode Penetapan Harga Ada beberapa metode yang dapat digunakan sebagai rancangan dan variasi. 181-185). 29). hal. dalam penetapan harga menurut Marras (1999. 174).5 Tujuan Penetapan Harga Menurut Merius (1999. tujuan dalam penetapan harga atas barang atau jasa yang dihasilkan antara lain sebagai berikut: a) Mendapatkan laba maksimal b) Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada penjualan bersih c) Mencegah atau mengurangi persaingan d) Mempertahankan atau memperbaiki harga perlembar saham. Metode penetapan harga ini adalah metode yang paling sederhana di mana penjualan atau produsen menetapkan harga jual untuk satu barang yang besarnya sama dengan jumlah biaya per unit ditambah dengan suatu jumlah untuk laba yang diinginkan (margin) pada tiap-tiap unit tersebut sehingga formula menjadi: Cost plus pricing method = Biaya total + laba = Harga jual Metode ini mempertimbangkan bahwa ada bermacam-macam jenis biaya dan biaya ini dipengaruhi secara berbeda oleh kenaikan atau penurunan keluaran (output) = hasil nyata. harga-harga pasar modal dan sebagainya. seperti penentuan harga barang konsumsi. hal. Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Mark Up Pricing Method Variasi lain dari melode cost plux adalah mark up pricing method yang banyak dipakai oleh pedagang. Jadi formulanya menjadi: Harga Beli + Mark Up = Harga Jual . tujuan suatu harga ditetapkan pada umumnya bertujuan untuk: a) Meningkatkan penjualan b) Mempertahankan dan memperbaiki harga perlembar saham c) Menstabilkan tingkat harga d) Mengembalikan investasi e) Mencapai laba maksimum. hal. harga (price) adalah apa yang dibebankan untuk sesuatu.

Hal ini dilatarbelakangi suatu pertimbangan bahwa seringkali konsumen kurang memperhatikan harga dalam pembeliannya. Analisa suplai dan permintaan yang dipakai sebagai dasar penetapan harga kurang didayagunakan dalam kalangan bisnis. Menurut mereka analisa ini hanya bisa digunakan untuk mempelajari perkembangan harga masa lalu. Metode ini memang paling cocok bagi perusahaan yang tujuan penetapan harga-harganya memaksimalkan laba.b) Harga yang berdasarkan pada keseimbangan antara permintaan dan suplai. hal. apabila penjualan berada di bawah BEP. 2) Biaya variabel (Variable cost). Penetapan harga seperti ini memang akan lebih menguntungkan jika dipakai pada saat harga dalam persaingan itu tinggi. b) Menghitung terlebih dulu titik pulang pokok penjualan atau Break Even Point. tidak bisa didayagunakan sebagai pegangan praktis dalam penetapan harga sekarang dan akan datang. Penetapan harga yang ditetapkan atas dasar kekuatan pasar adalah suatu metode penetapan harga yang berorientasi pada kekuatan pasar di mana harga akan menentukan harga jualnya setelah menambah harga belinya sejumlah mark up (kelebihan harga di atas harga belinya) Jadi furmulanya menjadi: Harga beli + Makr Up = Harga Jual d) Harga yang berdasarkan keseimbangan antara suplai dan permintaan. di atas harga pesaing atau di bawah harga pesaing. c) Penetapan harga yang ditetapkan atas dasar kekuatan pasar. Penetapan harga seperti ini biasanya digunakan oleh para pengecer dan seringkali produsen tidak mengetahui adanya praktek-praktek yang demikian. 3) Biaya total (Total cost). tetapi konsumen lebih mengutamakan kualitas/faktor prestise yang akan diperolehnya dari barang tersebut. tidak dapat dipergunakan sebagai pegangan praktis dalam penetapan harga sekarang dan akan datang. Metode ini memang paling cocok bagi perusahaan yang tujuan penetapan harga-harganya memaksimalkan laba. . 3) Penetapan harga di atas harga saingan. 4) Biaya marginal (Marginal cost). Menurut Murti-John (1998. Penetapan harga ini merupakan suatu metode penetapan harga yang berorientasi pada kekuatan pasar dimana harga jual dapat ditetapkan sama dengan harga jual pesaing. 284-288). Penetapan harga demikian memang hanya sesuai digunakan oleh perusahaan yang sudah memiiiki reputasi atau perusahaan yang menghasilkan barang-barang prestise. Dan pada umumnya digunakan oleh penjual untuk barang-barang standar. e) Penetapan harga atas dasar kekuatan pasar. metode penetapan harga sebagai berikut: a) Menghitung seluruh biaya tiap unit ditambah marjin tertentu (laba yang dikehendaki). Menurut mereka analisa ini hanya bisa dipakai untuk mempelajari perkembangan harga masa lalu. 2) Penetapan harga di bawah harga saingan. maka perusahaan menderita kerugian. Dalam menentukan harga dan mendayagunakannya tentunya perlu pemahaman tentang konsep-konsep istilah berikut seperti: 1) Biaya tetap total (Total fixed cost). Analisa permintaan dan suplai yang dipakai sebagai dasar penetapan harga kurang didayagunakan dalam kalangan bisnis. yaitu titik di mana jumlah penerimaan penjualan persis sama dengan seluruh biaya yang dikeluarkan (Total Revenue = Total Cost). 1) Penetapan harga sama dengan harga saingan. Metode penetapan harga yang lain adalah metode menentukan harga terbaik demi tercapainya laba yang optimal melalui keseimbangan antara biaya dengan permintaan pasar. Pengecer pada dasarnya melihat bahwa nama baik produsen ikut membawa nama baik pengecer.

Memberi kesempatan kepada pesaing untuk merebut konsumen. Penetapan harga ini biasanya diberikan pada para penyalur atau pengecer. Dalam penetapan harga. b) Metode harga pokok pertama masuk pertama ke luar (first in first out costing method). Hal ini disebabkan untuk pengiriman keluar kota/keluar pulau harus. d) Menetapkan harga yang serendah-rendahnya. c.c) Menetapkan harga yang setinggi-tingginya. sering kita jumpai harga ditetapkan secara: a) Psikologis. Strategi ini dapat dipakai apabila perusahaan menginginkan volume penjualan yang tinggi dan laba tiap kesatuan produk relatif rendah. Hal ini biasanya mempunyai tujuan: 1) Untuk berjaga-jaga terhadap kekeliruan di dalam penetapan harga 2) Untuk mempertinggi citra produk 3) Untuk mencapai keuntungan per kesatuan produk yang tinggi. c) Pemberian potongan pembelian: Di sini penjual memberikan potongan (discount) yaitu. Penjualan kadangkala membedakan harga produk untuk daerah penjualan yang berbedabeda. Perlakuan produk dalam proses awal dengan rnetode harga pokok rata-rata memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Setiap elemen harga pokok produk dalam proses awal digabungkan dengan elemen biaya yang terjadi dalam periode yang bersangkutan. Sulit untuk menemukan pembeli yang bersedia membeli produk baik produk itu masih baru maupun yang telah berada pada tahap kejenuhan.7 Metode Penentuan Harga Pokok Untuk penentuan besarnya harga pokok produk dalam proses awal periode dapat dipakai tiga metode. b. b. Perlakuan produk dalam proses awal dengan metode harga pokok pertama masuk pertama ke luar memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Proses produksi dianggap untuk menyelesaikan produk dalam proses awal menjadi produk selesai. baru kemudian untuk mengolah produk yang baru masuk proses yang sebagian akan menjadi bagian produk . 2. Sehingga bisa ditanggung seluruhnya oleh penjual atau pembeli dapat pula ditanggung secara bersama-sama yaitu masing-masing menanggung sebagian saja. Kelemahan metode ini ialah: a. yaitu: a) Metode harga pokok rata-rata (avarge costing method). potongan kuantitas. Potongan dagang d) Geografis. Penetapan ini juga lebih sering digunakan oleh pengecer daripada pedagang besar atau oleh perusahaan sendiri. ditambah ongkos kirim atau ongkos angkut. Namun demikian strategi ini dirasa lebih agresif dapat memperkuat kedudukan perusahaan di pasar. b) Bertingkat. harga pokok produk dalam proses awal harus dipecah kembali ke dalam setiap elemen biaya. 2) Oleh karena setiap elemen harga pokok produk dalam proses digabungkan dengan biaya periode yang bersangkutan. 5) Tidak dibedakan asal dari produk selesai dan produk dalam proses akhir apakah dari produk dalam proses awal atau dari produk yang baru dimasukkan proses. potongan tunai. 3) Produksi Ekuivalen = Produk Selesai + Produk Dalam Proses Akhir (Tingkat Penyelesaian). pengurangan dari harga yang ada dan potongan ini diwujudkan dalam bentuk tunai. 4) Besarnya harga pokok satuan untuk setiap elemen biaya dihitung dengan cara membagi jumlah total elemen biaya yang bersangkutan setelah digabung dengan jumlah produksi ekuivalen dari elemen biaya yang bersangkutan. Beberapa jenis potongan pembelian yaitu : a.

secara ekstrim pola pengumpulan harga pokok dapat dikelompokkan menjadi dua metode yaitu: a) Metode harga pokok pesanan (job order coal method) Metode harga pokok pesanan adalah metode pengumpulan harga pokok produk di mana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa secara terpisah. spesifikasi pesanan.8 Metode Pengumpulan Harga Pokok Menurut Supriyono (1983. b. 3) Besarnya produksi ekuivalen dapat dihitung sebagai berikut: a. 3) Harga pokok produk dalam proses pada awal penode tidak perlu dipecah kembali menurut elemennya ke dalam setiap elemen biaya. apabila semua produk yang baru masuk proses sudah dapat diselesaikan kemudian untuk mengolah produk dalam proses awal.Tingkat penyelesaian yang masih diperlukan untuk menyelesaikan). yang memuat jenis dan jumlah produk yang dipesan. 4) Besarnya harga pokok satuan setiap elemen biaya dihitung dengan cara membagi elemen biaya tertentu yang terjadi pada periode yang bersangkutan dengan produksi ekuivalen biaya yang bersangkutan. tanggal pesanan diterima dan harus diserahkan. Contoh perusahaan yang berproduksi atau menghasilkan jasa atas dasar pesanan misalnya perusahaan . hal. 5) Dibedakan asal dari produk selesai atau produk dalam proses akhir dari produk yang baru masuk proses dengan yang berasal dari produk dalam proses awal. 2. 2) Setiap elemen harga pokok produk dalam proses awal periode tidak perlu digabungkan dengan setiap elemen biaya yang terjadi pada periode yang bersangkutan.(Produk dalam proses awal x Tingkat penyelesaian yang sudah dinikmati periode sebeyimnya)). produk selesai yang berasal dari produksi current. 6) Harga pokok produk selesai dipisahkan menjadi dua golongan. pertama. dan setiap pesanan atau kontrak dapat dipisahkan identitasnya.selesai yang disebut production current dan sisanya merupakan produk dalam proses pada akhir periode. Pengolahan produk akan dimulai setelah datangnya pesanan dari langganan/pembeli melalui dokumen pesanan penjualan (sales order). 4) Produksi ekuivalen = (Produksi dalam proses awal x Tingkat penyelesaian yang diperlukan) + Produksi current + (Produk dalam proses akhir x Tingkat penyelesaian yang sudah dinikmati). produk selesai yang berasal dari produk dalam proses awal. 2) Setiap elemen harga pokok produk dalam proses awal tidak digabungkan dengan elemen biaya yang terjadi dalam penode yang bersangkutan. 36). 5) Besarnya harga pokok satuan setiap elemen biaya dihitung sebesar elemen biaya yang terjadi pada periode yang bersangkutan dibagi jumlah produksi ekuivalen dari elemen biaya yang bersangkutan. c) Metode harga pokok terakhir masuk pertama ke luar (last in first out costing method). Perlakuan produk dalam proses awal dengan metode terakhir masuk pertama ke luar memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Proses produksi dianggap untuk menyelesaikan produk yang baru masuk proses pada periode yang bersangkutan. kedua. Produksi ekuivalen = Produk selesai dari produk yang baru masuk proses . Proses ekuivalen = Produk selesai + ((Produk dalam proses akhir x Tingkat penyelesaian yang sudah dinikmati) .

Contoh perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa dasar proses misalnya: pabrik semen. Pada metode harga pokok proses perusahaan menghasilkan produk yang homogen.percetakan. perusahaan angkutan dan sebagainya. semester. . b) Metode harga pokok proses (proses cost method) Metode harga pokok proses adalah rnetode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu tetentu. tekstil. tahun. kontraktor bangunan. bentuk produk bersifat standar. kantor akuntan atau konsultan. dan tidak tergantung spesifikasi yang diminta oleh pembeli. kertas. petrokimia. PLN. pabrik botol dan sebagainya. air minum. triwulan. penyulingan minyak mentah. misalnya bulan.