P. 1
skripsi 1

skripsi 1

|Views: 581|Likes:
Published by Fatel Anto

More info:

Published by: Fatel Anto on Feb 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR PENDIDIKAN PRASEKOLAH NASIONAL PLUS DI SURAKARTA

TUGAS AKHIR
Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret

Disusun oleh :

Galur Gegadannitisswari
NIM : C.0803016

JURUSAN DESAIN INTERIOR FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009

i

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR PENDIDIKAN PRASEKOLAH NASIONAL PLUS DI SURAKARTA

Disusun oleh :

Galur Gegadannitisswari C 0803016

Telah Disetujui Oleh :

Pembimbing I,

Pembimbing II,

Drs. Ken Sunarko, M. Si NIP. 19511128 198303 1 001

Mulyadi, SSn, M. Ds NIP. 19730702 200212 1 001

Mengetahui, Ketua Jurusan Desain Interior

Drs. Rahmanu Widayat, MSn. NIP. 19621221 199201 1 001

ii

PENGESAHAN
Telah disahkan dan dipertanggungjawabkan pada sidang Tugas Akhir Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta Pada Tanggal 13 Juli 2009

Penguji :

Ketua

: Iik Endang Siti W, SSn, M. Ds NIP. 19771027 200112 2 002 : Drs. Rahmanu Widayat, MSn NIP. 19621221 199201 1 001

(

)

Sekretaris

(

)

Penguji I

: Drs. Ken Sunarko, M. Si NIP. 19511128 198303 1 001

(

)

Penguji II

: Mulyadi, SSn, M. Ds NIP. 19730702 200212 1 001

(

)

Mengetahui, Dekan Ketua Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa

Drs. Rahmanu Widayat, MSn NIP. 19621221 199201 1 001

Drs. Sudarno. MA. NIP. 19530314 198506 1 001

iii

PERNYATAAN Nama : Galur Gegadannitisswari NIM : C 0803016 Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Tugas Akhir berjudul Perencanaan dan Perancangan Interior Pendidikan Prasekolah Nasional Plus Di Surakarta adalah benar-benar karya sendiri. C 0803016 iv . bukan plagiat dan dibuatkan orang lain. Juli 2009 Yang membuat pernyataan Galur G. maka saya bersedia menerima sanksi Akademik. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar. Hal-hal yang bukan karya saya dalam Laporan Tugas Akhir ini diberi tanda citasi (kutipan) dan ditunjukkan dalam Daftar Pustaka. Surakarta. NIM.

Tanpa merasa putus asa Jika kita hidup dengan dorongan…. Maka kita akan percaya diri Kebahagiaan ada….MOTTO Hidup adalah anugerah yang terindah…. Maka berikanlah yang terbaik dalam hidupmu Menjadi dewasa antara lain berarti…. Untuk mereka yang telah berusaha dan berjuang v . Belajar hidup dari persoalan-persoalan hidup.

vi . you’r the most precious wealt I ever had.. you’r my good sample. Ibunda tercinta….. thanks for your love n supporting me. My be loved Son…. thanks for your prayer. Ayah (Alm.PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya ini untuk : My be loved Husband…..) tercinta…..

MSn.A. 5. 4. Fakultas Sastra dan Seni Rupa. M. Semoga segala kebaikan dan bantuan yang telah diberikan oleh seluruh pihak akan mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. M. SSn. Mulyadi. Ken Sunarko. dan pernyataan rasa terima kasih ini penulis haturkan kepada : 1. Iik Endang S. M. sebagai salah satu syarat kelengkapan kelulusan Jurusan Desain Interior. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Rekan-rekan Jurusan Desain Interior. Ds.Ds. pada akhirnya penulis telah menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir: Perancangan Interior Pendidikan Prasekolah Nasional Plus di Surakarta. 2. Si. Drs. Rahmanu Widayat. SSn.KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Drs. dalam penulisan dan penyusunan Tugas Akhir: Perancangan Interior Pendidikan Prasekolah Nasional Plus di Surakarta ini mungkin masih ada kekurangan. Untuk itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan moril dalam penyelesaian tugas ini. 7. selaku Koordinator Tugas Akhir. selaku Ketua Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa. 8. selaku Dosen Pembimbing I Mata Kuliah Kolokium dan Tugas Akhir. selaku Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. 3. Sudarno. oleh vii . Drs. khususnya Angkatan 2003 yang telah memberikan banyak informasi.W. selaku Dosen Pembimbing II Mata Kuliah Kolokium dan Tugas Akhir. 6. Semua pihak yang telah banyak membantu selama penyusunan kolokium dan Tugas Akhir. M. Akhir kata. Orang tua dan suami yang memberikan semangat serta doa selama ini.

Surakarta. Semoga penulisan laporan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.karena itu segala saran dan kritik yang berguna untuk melengkapi kesempurnaan Laporan Tugas Akhir ini dapat diterima untuk membangun laporan ini. Juli 2009 Penulis viii .

(2)Tema yang dihadirkan dalam perancangan adalah ’multiple intelligences’ yang menjadi salah satu metode pengajaran pendidikan pendidikan prasekolah nasional plus. Tujuan dari karya ini adalah merancang interior Pendidikan Prasekolah Nasioal Plus di Surakarta yang mampu mendukung perkembangan anak usia emas. Data-data yang dikumpulkan tentang pendidikan prasekolah dan fasilitasnya. Analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam beberapa hal: (1)Perencanaan dan Perancangan Interior Pendidikan Prasekolah Nasional Plus memerlukan program dan konsep perancangan yang baik. Ken Sunarko. Setiap orang memiliki kecerdasan yang bermacam-macam dan dapat ditumbuh kembangkan. ix . Permasalahan yang ditampilkan adalah (1)bagaimana merancang interior sebagai tempat belajar dan bermain (2)bagaimana merancang interior area bermain yang dapat merangsang kreativitas anak (3)bagaimana merancang interior ruang pendukung yang mampu mewadai aktivitas anak. Dengan tujuan untuk memberikan wadah bagi pendidikan anak usia dini khususnya anak usia emas (the golden age). Pada masa ini anak mengalami perkembangan dari segala segi terutama kecerdasannya. Ds ABSTRAK ”Perencanaan dan Perancangan Pendidikan Prasekolah Nasional Plus adalah pendidikan yang diberikan pada anak usia dibawah lima tahun yang menggunakan kurikulum gabungan antara kurikulum nasional dengan kurikulum negara tertentu. Untuk itu ruang yang dipakai disesuaikan dengan gerak dan rutinitas anak dimana elemen interior saling mendukung serta memberikan suasana mendidik. Si Pembimbing II : Mulyadi. desain furniture dan desain warna. Pengaplikasian tema pada perancangan ini terdapat pada elemen pembentuk ruang. M. SSn. yang diperoleh dari informan yang mengetahui tentang pendidikan prasekolah nasional plus. M. merupakan ciri khas dari sekolah tersebut.PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR PENDIDIKAN PRASEKOLAH NASIONAL PLUS DI SURAKARTA Galur Gegadannitisswari (C 0803016) Pembimbing I : Drs. Dengan lokasi penelitian di Surakarta sekolah internasional dan Jakarta sekolah nasional plus. Sedangkan plus. dengan tujuan sebagai pembanding data lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.

............ H......................................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................... D........................................................................................................................................ HALAMAN PENGESAHAN .................. Metodologi ................................................... Batasan Masalah .......................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... Manfaat Perancangan ........................................................................ A............................................................ E....................................... F.......... HALAMAN MOTTO ............................ ABSTRAK .... PENDAHULUAN .................... Latar Belakang Masalah ............................................................................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN .............................. B........................................................................... Sistematika Pembahasan ............. Tujuan Perancangan ........................................................... C.................................................................................................. KATA PENGANTAR .................. BAB I.............. DAFTAR ISI ... DAFTAR GAMBAR ........... Sasaran Perancangan ............ i ii iii iv v vi vii ix x xvi 1 1 2 3 3 3 4 4 5 x ............................. Rumusan Masalah ............................... HALAMAN PERNYATAAN ............................................................................ G....................................................................................................................................

.......... 4..... Perkembangan Anak Fase Prasekolah ....................... E............................................ 1............... KAJIAN PUSTAKA ..... 1.......................... Prinsip-Prinsip Pendidikan Prasekolah ..... Definisi Pendidikan Prasekolah .. D....................................................... 2......................................................................................... Perkembangan Emosi Anak Prasekolah............ 4................ B............................................................... 3...... 1............ 3....................... Fungsi dan Tujuan Pendidikan Prasekolah ............ Karakteristik Desain untuk Anak .. Tinjauan Umum Perkembangan Anak Prasekolah ......... 2.................. 3................... 5. Pengertian Bermain ................................ 4... Tinjauan Khusus Interior Pendidikan Prasekolah ........ Tinjauan Umum Tentang Kegiatan Bermain ........................ Besaran Ruang ................ Pengertian Judul ................. 2. Manfaat Bermain Bagi Anak ....................... Kegiatan Utama dalam Pendidikan Prasekolah ....................... C...................... Kurikulum Preschool ..... 1.................................... Karakteristik Anak Prasekolah ...... 2.......................... Karakteristik Bermain pada Tiap Usia Anak Prasekolah .................. 6 6 6 6 7 7 10 10 11 11 13 14 15 16 16 17 17 19 19 19 21 25 25 xi ................................................................................................. Sistem Sirkulasi........BAB II....................................................................................... A...... Tinjauan Umum Pendidikan Prasekolah ................... Perkembangan Aktivitas Bermain........ Metode Pengajaran Preschool Nasional Plus .. Kebutuhan Ruang .................................. 3.. 4...

.. Dinding................ Akustik ...................................... 6............................................................................... BAB III........... 8..... 2.................... Sistem Organisasi Ruang .... Ceiling ................................................................................................... Status Kelembagaan ........................ 9.................................................................................................................................. A............ a......................................................... a..... Pola Penataan Ruang/ Layout ............................................................ Struktur Organisasi ..... KAJIAN LAPANGAN ...................................................................... c......................................................................... 27 30 36 36 37 39 40 40 41 43 44 55 59 59 59 60 60 60 61 61 61 63 64 xii ............... b......... Pertimbangan Desain ..... 4...................................................................... 1..... Program Kegiatan..................5.................................... Visi dan Misi ................................. c.................................................................. Fungsi dan Tujuan ..................... Sejarah Berdiri ........... 7............................ 10....................................... Jam Operasional ................................................................... 3.......................... Pencahayaan . Elemen Interior................................................................. Unsur Pembentuk Ruang ........................ Lokasi ...................................................................................... Furniture ................. Lantai............................................................ 9......................... Kanaan Global School...................................... Program Pendidikan ........ Penghawaan..................... 6............. 7............ 5........................ 8............ b......

.. 13........10.................. ANALISA DESAIN .................................................................................................................. Definisi Proyek . 10........................... 12........................................................................... Fungsi dan Tujuan ...................................................................................... 2. Sistem Interior ........................ A................... Lokasi ........................................................ Aktivitas dan Fasilitas Ruang. 4................................ Sejarah Berdirinya ............................................... 3................ 7..... Tujuan dan Sasaran ........ 11............ Sistem Interior ............................................ Struktur Organisasi ........ 13..... BAB IV................................. 3........ 5....................................................................................................... 6................. PROGRAMING ......... Furniture ..... Program Pendidikan .... 1................ 11........ Jam Operasional ......................... 2....................... Status Kelembagaan ........................ Palm Kids School ............................................................ 65 67 68 69 70 70 71 71 72 72 72 72 73 74 74 77 79 79 81 81 81 81 81 xiii ............................................................................................ Elemen Interior.................................................................................... 1............................................................................................................. Program Kegiatan.................................................................................... 9................................................................ Aktivitas dan Fasilitas Ruang.............................................. 8. 12........................... Visi dan Misi .................... Elemen Interior.................................... Misi dan Fungsi ............................................ Furniture ........... B...................

..... Besaran Ruang ...... 4.......... 110 xiv ...................................... 2................................. 10..................... 13.........................4. Pola Penataan Ruang ................................................................... Sistem Keamanan . 12........ 9............................................... Interior Sistem ......................................... Pola Aktivitas ..... Status Kelembagaan .................................. Pertimbangan Desain ............................ 14.......................... 11.......... 6........ Sistem Operasional. 103 9.................... Furniture ........................ Unsur Pembentuk Ruang ............................................... 82 83 83 84 84 85 86 87 88 91 93 97 97 98 98 99 5..................................... Sistem Organisasi Ruang ................................... 1............. 3......................... Pola Pikir Desain ............ B............................................................................................................ 7... Program Ruang ........................ 105 10.......................... 100 7.................................................................................. 100 6........ Hubungan Antar Ruang........................................................... Zoning dan Grouping ..... 108 11.......................................................................... 103 8.................................................... 5.... Struktur Kelembagaan ........................................................ Kegiatan dan Fasilitas ............ Tema ................. Suasana Ruang ............................................. KONSEP PERANCANGAN ....................................................................... Sistem Sirkulasi.................................................................................................................. Site Plan ................................. 8................ Ide Gagasan ..........................................................................................................

............................................................................................ 120 DAFTAR PUSTAKA ........... 120 B................... 112 BAB VI................................................................ 120 A..... 111 B............................ Saran ........... Kesimpulan Desain . PENUTUP .................................... Kesimpulan Programing..................................................... Kesimpulan ......................................................................... xxiv LAMPIRAN xv ....................... KESIMPULAN ............................................ 111 A..............................................................................BAB V..

. Gambar 17......... Organisasi Ruang Linier ........ Layout ruang alternatif 4 ............ Gambar 9................. Layout ruang alternatif 2 ... Gambar 13........................... Tabel Kebutuhan Besaran Ruang Pendidikan Prasekolah ..................................... Gambar 12........................ Layout ruang alternatif 7 ........... Penataan meja dan kursi secara oval dan terbuka ........ Gambar 6........... Gambar 20.............. Gambar 5....... Gambar 4................ Organisasi Ruang Grid .... Gambar 15.......... Gambar 7....................................................... 11 19 25 27 28 28 28 29 29 30 30 30 31 31 31 32 32 33 33 33 xvi ............ Organisasi Ruang Terpusat ........ Gambar 16...................... Layout ruang alternatif 3 ............................... Gambar 8.... Gambar 14. Gambar 2.......................... Gambar 19.DAFTAR GAMBAR Gambar 1............................ Layout ruang alternatif 5 . Organisasi Ruang Radial .................................................................... Gambar 10.......... Organisasi Ruang Cluster ........................ Lay out ruang alternatif 1 ......................... Layout ruang alternatif 8 ................... Penataan meja dan kursi secara melingkar dan tertutup .................................... Tabel Karakteristik Bermain pada Anak Prasekolah ......... Gambar 3....... Penataan meja dan kursi secara formal .................................................................................... Gambar 11. Layout ruang alternatif 6 ...................................... Pola Sirkulasi................................................................................................... Gambar 18.............................. Tabel Perkembangan Kemampuan Motorik ........................

.... Gambar 30.............. Tabel Keterangan Gambar Dimensional Water Closet (WC) 50 Gambar 37........... Gambar 22. Tabel Ukuran Furniture Anak ........................... Kursi Preschool ................................. Gambar 27...... Standar Ergonomi Pada Anak Usia 5-8 tahun.................... Penataan meja yang berderet .........................................................Gambar 21..................... Gambar 43................................................................ Gambar 35. 34 34 35 35 35 42 42 45 47 48 48 48 49 49 49 Gambar 36....... Gambar 31................. Penataan kursi secara melingkar dengan radius yang kecil Gambar 25.......... Penataan kursi secara melingkar ... Gambar 28........ Tabel Pengganti Udara Bersih... Kursi Preschool ............................................... Gambar 33.................................... Gambar 34....... Gambar 24........ Gambar 23........ Gambar 26.............................................................. Standar Ergonomi Pada Anak Usia 5-7 tahun............................................... Gambar 41.. Penataan kursi secara berderet ............................... 50 51 51 51 51 51 52 xvii ............. Tabel Tinggi Badan Anak Usia 5-6 tahun ........................ Gambar 40.............. Tabel Kebutuhan Udara untuk Anak-anak ....... Tabel Dimensional Furniture ... Tabel Tinggi Badan Anak Usia 3-5 tahun ............ Gambar 32............................. Kursi Preschool .................. Gambar 29.................................................................................. Gambar 38............ Penataan meja yang digabungkan ..... Kursi Preschool ............. Gambar 39............... Standar Lavatory untuk Anak .............. Standar Ergonomi Pada Anak Usia 3-5 tahun............................................ Gambar 42.................. Dimensional Water Closet (WC) untuk Anak....... Meja Preschool ............................................ Kursi Preschool ..............

............................................ Gambar 66................... Foto Kegiatan Dasar Pemikiran Kreatif dan Matematis ........... Foto Perspektif KGS ........................ Tabel Psikologi Warna ................ Foto Nisan Kanaan Global School ............ Foto Kegiatan Ilmu Pengetahuan .......... Gambar 55.......... Loker Tas........................................................................ Gambar 61. Gambar 59............................. Foto Kegiatan Teknologi Informasi ............................ Gambar 56.... Gambar 53...................................................... Foto Kegiatan Seni Berbahasa Inggris .............................................. Gambar 51... Rak Peralatan Gambar ..... 52 52 52 53 53 53 54 54 54 55 55 58 59 59 59 60 61 62 62 62 63 63 63 xviii ......... Gambar 63....................... Rak Mainan ..................... Foto Kegiatan Musik dan Gerak ................................................................. Skema Struktur Kelembagaan Akademis................ Gambar 60..... Gambar 65........................... Rak Peralatan Gambar .................. Gambar 46............................... Gambar 62.............................................. Rak Buku ..................... Gambar 64........... Meja Preschool ............................................................................ Rak Peralatan Gambar ...... Gambar 49...... Gambar 47..................................... Foto Perspektif KGS ....Gambar 44................. Gambar 57.................. Gambar 45................................... Kursi Baca .......................... Foto Kegiatan Ketrampilan Praktis Sehari-hari ............................................................................................... Lemari Kertas .... Gambar 52................................................................................................ Rak Kertas dan Mainan ....... Gambar 58.. Loker Gantung........ Gambar 50...................... Skema Struktur Kelembagaan Non Akademis ................................ Gambar 54.. Gambar 48.................

Foto Ruang Kelas ....... Foto Ruang Perpustakaan ..................... Gambar 76............ Gambar 75................................................................................................................................................ Gambar 70.. Gambar 84..................................... Foto Lantai Keramik Tekstur ................................. Ekskul Tari Tradisional ....... Gambar 73............................ Foto Ruang Kelas ... Gambar 68......... Gambar 89....... Gambar 80....... Foto Ruang Aula ......... Gambar 71............................................... Gambar 86.............. Gambar 81.................................. Foto Lantai Keramik Tekstur .......................... Gambar 83..................... Foto Ruang Komputer ........................... Gambar 72....................................... Ekskul Ensamble ................. Gambar 87.................... Foto Ruang Aula ......... Gambar 74................................................................................... Ekskul Taekwondo ......................... Gambar 69............................................................. Gambar 82......... Tabel Jam Operasional Kanaan Global School .......................... Gambar 77............. Gambar 88......... Foto Ruang Kelas ................................. Foto Ruang Kelas .....Gambar 67......................................................... Foto Rak Buku ............... Foto Ruang Ballet ..... Gambar 79............................................................ Foto Ruang Bermain Outdoor ...... Foto Ruang Ballet ........... Ekskul Menggambar ..................................... Gambar 85............. Foto Ruang Musik .......................................................................................................... Gambar 78........................................................................................................................... 64 64 64 64 64 64 64 65 65 65 65 65 65 66 66 66 66 66 66 67 67 67 67 xix ..................................... Ekskul Balet .................... Ekskul Sempoa .......... Foto Ruang Bermain Indoor .................

................................................................... Gambar 99.......................... Gambar 109............. Foto Lantai Keramik ................. Foto Ruang Tunggu .. Gambar 108...................... Foto Hydrant ......................... Gambar 112.............. Gambar 100........ Skema Struktur Organisasi Palm Kids .............................................................. Gambar 111. Gambar 92........ Gambar 104....................................... Gambar 106......... Foto Perspektif Palm Kids.... Gambar 101....................................................................................... Gambar 105............................................................ Foto Meja Kelas ...................................................................... Foto Ruang Resepsionis ...... Foto Lampu TL ............................. Gambar 107............................................................. Gambar 94..................... Gambar 110............................................. Gambar 98...................................................................... Foto Rak Peralatan ...Gambar 90.......... Tabel Jam Operasional Palm Kids School ............................... Gambar 103...... Foto Lantai Parquet ....................... Foto Rak Mainan ......................... Gambar 93.................................................................... Foto Dinding ................ Foto Palm Kids School................................................................................................. Foto Ceiling .......... Foto Exhaust Fan ................. Gambar 95.................. Gambar 97....................... 68 68 68 68 68 68 69 69 69 69 70 70 70 70 70 71 71 72 74 74 74 74 74 xx ...............................Foto Tabung Pemadam................................................................................ Foto AC . Foto Perspektif Palm Kids.... Gambar 91................. Foto Lampu TL ............................. Foto Ruang Tunggu ...... Foto Kursi Kelas ............. Gambar 102....................................... Foto Ruang Resepsionis ...................... Gambar 96.................

..................................................... Gambar 129................. Gambar 130................................ Foto Ruang Seni dan Kerajinan ................ Gambar 124............ Gambar 133............................... Foto Ruang Seni dan Kerajinan .... Foto Dinding Kaca ........... Foto Area Makan ............... Foto Lantai Parquette .............................. Foto Lampu TL .......................... Foto Ruang Komputer ......................... Gambar 128.............................................................. Foto Ceiling ............................. Foto Ruang Audiovisual ............. Foto Ruang Baca ........................................................... Foto Ceiling Gypsum ............... Foto Lantai Keramik ...........................................Gambar 113.................................................. Gambar 122...................... Gambar 123.............................. 75 75 75 75 75 75 76 76 76 76 76 76 77 77 77 77 77 78 78 78 78 78 79 xxi ................................................. Gambar 125............................... Gambar 127................ Foto Kolam Renang ................................... Foto Ruang Bermain Outdoor ........ Gambar 115.................................................. Gambar 114...................................... Gambar 116........................ Cat .. Gambar 134.............................................................................................. Gambar 132...................... Gambar 118....... Gambar 117.................. Foto Ruang Baca .................... Foto Koridor Ruang Kelas ..................................... Gambar 121............ Foto Area Aktivitas Luar............................ Foto Dinding Batu Bata........ Foto Ruang Komputer ........................... Foto Ruang Audiovisual .................. Foto Lantai Keramik ................ Gambar 126................................ Gambar 119. Gambar 135......................... Gambar 131.............................................................. Foto Ruang Kelas ... Foto Dinding fin............. Gambar 120........

....... Foto Lampu Down Light .............. Foto Meja Kelas .... Skema Hubungan Antar Ruang ............. Skema Struktur Kelembagaan Akademis...... Tabel Program Ruang........................................... Zoning Alternatif 1 .............................................................. Gambar 139............ Skema Pola Aktivitas Anak Prasekolah ........ Gambar 138.............................................. Peta Solo Baru ................................ Foto Rak Buku .......................... Tabel Analisa Sistem Sirkulasi ................... 79 79 79 79 79 80 80 80 80 83 83 84 84 85 86 86 86 87 87 91 92 93 94 xxii ................... Foto Loker Tas ................................... Gambar 157... Foto Meja Makan ....................................... Gambar 148.................. Skema Pola Aktivitas Orang Tua ............................ Gambar 146............................................................................... Foto Tabung Pemadam............... Tabel Kegiatan dan Kebutuhan Ruang...................................................................................................... Gambar 137.... Tabel Jadwal Kegiatan ....................................... Gambar 143........... Gambar 152............ Gambar 147.............................. Gambar 158.... Grouping Alternatif 1 .......................................................................... Skema Pola Aktivitas Pendidik ...... Foto Kursi Kelas .......... Gambar 153................................. Gambar 140...... Gambar 142............................................ Gambar 141......... Gambar 151................... Gambar 156................... Gambar 145...... Foto Kursi Makan ................. Tabel Analisa Organisasi Antar Ruang ......................................................................... Gambar 155.............................Gambar 136.......... Gambar 144................ Foto AC ............................ Gambar 154......... Gambar 149.......... Gambar 150... Skema Struktur Kelembagaan Non Akademis ......................

.. 106 Gambar 171.... 107 Gambar 172........................................... Tabel Analisa Ceiling .............................. Tabel Analisa Warna ....................................................................... 103 Gambar 167.................... 108 Gambar 174............................................................ 114 Gambar 180................................... 111 Gambar 177............................ Tabel Analisa Layout Furniture ......................................................................................... Tabel Analisa Bahan ......... 95 95 97 98 Gambar 163. Tabel Kesimpulan Desain Lantai .. Tabel Kesimpulan Desain Ceiling................... 103 Gambar 168.......................... Tabel Analisa Dinding ................... Grouping Alternatif 2 .............Gambar 159............................................................. Grafik Teori Howard Gardner ........... Skema Pola Pikir Desain .......... 101 Gambar 165......................................... 111 Gambar 178.............. Tabel Analisa Furniture ............................................ 104 Gambar 169...... 113 Gambar 179.............................................................. Gambar 160........... Gambar 161. Tabel Analisa Lantai ......................... Tabel Analisa Tekstur ....... Tabel Analisa Aksesoris ............... Grouping Kesimpulan Desain ................................ 116 xxiii ....... Tabel Analisa Akustik . Zoning Alternatif 2 ........................................... Tabel Analisa Besaran Ruang .................. 105 Gambar 170......................... 107 Gambar 173..... Zoning Kesimpulan Desain ............................ Tabel Kesimpulan Desain Dinding ........... 102 Gambar 166...... Gambar 162......................................................... 109 Gambar 176............................ Tabel Analisa Bentuk .... 100 Gambar 164... Tabel Analisa Pencahayaan ................. 108 Gambar 175...................................................

Oleh karena itu pendidikan prasekolah jangan dianggap sepele dan diabaikan. Munculnya beragam jenis sekolah ini dikarenakan kurikulum yang digunakan tidak lagi terpaku pada sistem yang diterapkan pemerintah. selalu berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN A. internasional. boarding school. kreativitas. sekolah berbasis agama. tetapi secara teoritis dampak perkembangan anak sangat besar. Pendidikan prasekolah adalah pendidikan bagi anak-anak usia 3-5 tahun. ada beberapa sekolah memulai lebih awal dari usia 2 tahun. Salah satu program pendidikan di Indonesia yang sudah ada saat ini adalah pendidikan prasekolah. Saat ini pun perkembangan dunia pendidikan di Indonesia sudah sangat pesat. Seorang ahli psikologi mengatakan bahwa kurun usia prasekolah disebut sebagai masa xxiv . Hal diatas ditandai dengan banyaknya sekolah-sekolah baru yang bermunculan. bahkan sekolah rumahan (homeschooling). moral dan kasih sayang universal sangatlah perlu diberikan pada anak-anak sejak usia muda. Meskipun di Indonesia pendidikan prasekolah tidak dipandang sebagai pendidikan yang penting. Diantaranya adalah sekolah dengan kurikulum nasional. nasional plus. Nilai-nilai luhur kemanusiaan seperti intelegensi/kecerdasan. Pendidikan prasekolah diselenggarakan dalam upaya membantu meletakkan dasar perkembangan semua aspek tumbuh kembang bagi anak usia sebelum memasuki pendidikan dasar. karakter. Latar Belakang Masalah Proses globalisasi yang berjalan semakin cepat. sekolah alam. Usia prasekolah merupakan masa peka untuk menerima rangsangan dan sangat menentukan bagi tumbuh kembang anak pada masa selanjutnya.

Dimana anak yang senang dengan lingkungan fisik dan suasana sekolah biasanya akan termotivasi tinggi untuk belajar. sehingga mampu menciptakan anak yang berhasil dalam pendidikannya. Pengelompokan ruang kelas. Dengan berada di sekolah yang tersedia ruang dan lingkungan fisik yang nyaman akan mendukung perkembangan kreativitas anak. Pada masa ini anak mengalami tumbuh kembang dari segala segi.keemasan (the golden age). baik fisik. Untuk itu dibutuhkan program pendidikan prasekolah yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan perkembangan anak. Berdasarkan ulasan diatas disimpulkan bahwa pendidikan prasekolah sangat penting bagi pembentukan karakter dan pengembangan kecerdasan anak. Oleh karena itu. untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan prasekolah khususnya di Surakarta diperlukan suatu prasekolah yang fasilitasnya mewadai dan memberikan suasana nyaman bagi anak usia prasekolah. B. mental. Adapun batasan-batasan yang ada pada Perencanaan dan Perancangan Interior Pendidikan Prasekolah Nasional Plus: 1. 2. terutama kecerdasannya. Untuk membentuk potensi kecerdasan secara optimal maka dibutuhkan fasilitas dan konsep interior prasekolah yang mampu mendukung serta membentuk semua aspek tumbuh kembang bagi anak usia dini. Merawat perkembangan anak pada masa emas ini seperti mendirikan pondasi sebuah bangunan. xxv . Batasan Masalah Anak-anak pada usia dibawah lima tahun memiliki potensi kecerdasan yang luar biasa. Untuk memfasilitasi perkembangan anak usia prasekolah perlu diciptakan sebuah lingkungan dan tata ruang fisik sekolah yang khusus dirancang untuk mengembangkan potensi anak secara maksimal. Area bermain. psikologis maupun otak. Anak merasa aman ketika berada dalam lingkungan tumbuh anak bersikap melindungi.

Bagaimana merancang interior ruang kelas sebagai tempat belajar dan bermain? 2. 2. Memberikan suasana yang mendidik dan aman. 2. Sasaran Merumuskan suatu konsep perencanaan dan perancangan interior. Menciptakan area bermain yang seluruh elemen interiornya saling mendukung. Manfaat Perancangan 1. seperti creative room. sosial serta emosional. Rumusan Masalah 1. audiovisual room. Beberapa fasilitas pendukung. E. computer room dan library.3. 3. Anak akan aktif bergerak tanpa rasa takut. Memberikan rasa nyaman pada anak. Memenuhi kebutuhan anak secara kognitif. Tujuan Perancangan 1. Bagaimana merancang interior ruang pendukung yang mampu mewadai aktivitas anak? D. F. 3. menjadikan Pendidikan Prasekolah sebagai salah satu wadah untuk mengembangkan potensi anak yang sangat berguna untuk pendidikan di masa xxvi . expression room. Merancang interior ruang kelas sesuai dengan gerak (body ballet) dan rutinitas (time space routines). C. Bagaimana merancang interior area bermain yang dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak? 3.

a. 2002) c. Informan Terdiri atas marketing. (HB. 2.mendatang. 3. “Deskriptif mempersyaratkan suatu usaha dengan keterbukaan pikir untuk menetukan objeknya yang sedang dipelajari”. Toodler 1 (1. Tempat dan Peristiwa xxvii . Bentuk ini mampu menangkap informasi kualitatif yang penuh nuansa daripada hanya sekedar angka atau frekuensi.5 tahun) Pre-Nursery (2.5-3 tahun) Nursery (3-4 tahun) G. Sutopo. Jakarta Barat. pengajar dan informan lain yang dianggap mengetahui tentang Pendidikan Prasekolah yang diteliti. Metodologi Dalam mendapatkan kesesuaian data-data dengan permasalahan yang akan diangkat maka digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Bentuk Penelitian Berdasarkan permasalahan yang diajukan dalam penelitian yang memerlukan data-data kualitatif (tidak berupa angka-angka) maka bentuk penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Palm Kids School. Dipilihnya lokasi tersebut sebagai pembanding data lapangan antara pendidikan prasekolah internasional di Surakarta dengan prasekolah nasional plus di Jakarta. b. 4.5-2 tahun) Toodler 2 (2-2. Surakarta dan Kanaan Global School. Sumber Data Berbagai sumber data yang digunakan adalah: 1. 2. Pengguna Pendidikan Prasekolah Nasional Plus dikelompokkan sebagai berikut: 1.

batasan masalah. Metode Analisis Yaitu menganalisa data yang diperoleh di lapangan. Sistematika Pembahasan a. d. BAB I. 5 H. tujuan. Observasi Yaitu dengan mengamati objek langsung yang berhubungan dengan objek perancangan sehingga dapat memperoleh data lapangan secara riil (nyata) sebagai data dan perancangan ataupun studi banding.Fasilitas ruang Prasekolah seperti ruang kelas. BAB II. area bermain dan fasilitas ruang pendukung seperti ruang seni. menghubungkan dengan kajian teori kemudian dianalisa kembali. PENDAHULUAN Terdiri atas latar belakang masalah. dari hasil analisa ini kemudian menghasilkan alternatif-alternatif desain yang selanjutnya disimpulkan menjadi kesimpulan desain. b.. Teknik Pengumpulan Data 1. Metode Wawancara Dilakukan secara langsung terhadap pihak-pihak yang dianggap mempunyai keterkaitan terhadap proses perencanaan dan perancangan interior Pendidikan Prasekolah Nasional Plus. ruang audiovisual dan perpustakaan. sasaran serta metodologi dan sistematika pembahasan. 2. 3. ruang tari. KAJIAN PUSTAKA xxviii .

KESIMPULAN DESAIN Meliputi kesimpulan keputusan desain serta aplikasi interior dalam perencanaan dan perancangan interior pendidikan prasekolah nasional plus. c. BAB III. BAB VI. KAJIAN LAPANGAN Merupakan uraian tentang data-data hasil survey lapangan yang berhubungan dengan proyek interior yang akan dikerjakan. BAB IV. ANALISA DESAIN Merupakan urian tentang ide atau gagasan yang akan melatar belakangi terciptanya karya desain. BAB V. PENUTUP Meliputi kesimpulan evaluasi konsep perancangan dan saran-saran penulis mengenai perancangan interior pendidikan prasekolah nasional plus. e. d. f. xxix .Uraian tentang landasan teori yang dijadikan untuk mencapai tujuan perancangan.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. 1994. h. Pendidikan : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang /kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia dalam upaya pengajaran dan latihan.wikipedia. h. (www. h. dsb.383). perbuatan. 5) Nasional : bersifat kebangsaan. 1994. 27 th 1990 BAB 1 Pasal 1 ayat 1. cara mendidik. 232) Prasekolah : pendidikan bagi anak usia 0-6 tahun atau sampai usia masuk sekolah dasar atau dengan kata lain sampai usia masuk sekolah wajib belajar. h. 1996. proses. tatanan perabot. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1988. Pengertian Judul Pengertian perencanaan dan perancangan Interior Pendidikan Prasekolah Nasional Plus di Surakarta apabila diterjemahkan secara umum yang diambil dari makna perkata adalah : Interior : merupakan bagian dalam dari gedung (ruang.org) B. dsb) di dalam ruang dari gedung tersebut (Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Soedjarno. Tinjauan Umum Pendidikan Prasekolah 1 Definisi Pendidikan Prasekolah Menurut PP No. 684) Plus Surakarta : tambahan. (Children. definisi Pendidikan Anak Prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar xxx . 17) : nama sebuah kotamadya di Jawa Tengah. hiasan. 2007.

dasar pengetahuan dan mempersiapkan anak-anak untuk masuk sekolah dasar.lingkungan keluarga sebelum ia memasuki pendidikan dasar yang diselenggarakan dijalur pendidikan sekolah atau jalur pendidikan luar sekolah. kebutuhan akan kegiatan yang kreatif dan kebutuhan untuk dapat berdiri sendiri). 3). Menyiapkan perkembangan kepribadian anak secara menyeluruh (memenuhi kebutuhan akan perkembangan intelektual dan kognitif. Menurut PP No. Memenuhi kebutuhan anak untuk berekspresi dengan menggunakan bahasa. 2 Fungsi dan Tujuan Pendidikan Anak Prasekolah Adapun fungsi dan tujuan Pendidikan Anak Prasekolah antara lain : 1). Mengajarkan dasar . 2). kehidupan berkelompok dan bcrmasyarakat. 1988. 5). 6). pengetahuan dan ketrampilan yang melandasi pendidikan serta mengembangkan diri secara utuh sesuai dengan asas pendidikan sedini mungkin dan seumur hidup.52) 3 Prinsip-prinsip Pendidikan Prasekolah 1 Dunia anak adalah bermain Menurut Seto dalam Rahmawati 2001. h.2 th 1989 Pasal 12 ayat 1. Memenuhi kebutuhan akan hubungan sosial. Membantu perkembangan fisik dan perkembangan otot anak. Bermain adalah awal dari xxxi . pcrgaulan. kehidupan bermain adalah kehidupan anak-anak dan melalui bermain mereka meniru aktivitas yang dilakukan orang dewasa. (Soedjarno. Memenuhi kebutuhan emosi anak atau kebutuhan akan kasih sayang. Pendidikan Anak Prasekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk mengembangkan pribadi. 4).

id/data/pend-pra.ut. yaitu: 3 Kognitif Emosi Sosial Bahasa Menghargai perbedaan individu Kartono.htm) 4 5 Mengembangkan harga diri (sikap dan pendapat) Non diskrimatif (ras.htm). Orangtua dan guru dapat berperan aktif menciptakan suasana bermain melalui sikap menghargai. melalui pengamatan kegiatan bermain pada anak perempuan dan laki-laki dikatakan bahwa cara bermain mereka menunjukkan perbedaan.timbulnya kreativitas.id/data/pend-pra. (www. karakteristik yang individual.ut. Dengan demikian masing-masing anak akan memdapatkan peluang yang luas dalam mengembangkan kegiatan bermain dan keterampilan.ac. memberikan kebebasan kepada anak.psi. (www. Individu anak berbeda.psi. Dengan demikian. (www. suku.id/data/pend-pra. dan gender) Menurut Patmonodewo 2001.ac.psi. 2 Menyentuh segala aspek perkembangan.htm) xxxii . uasaha bimbingan dan pendidikan. maka perbedaan individu ini menampilkan nilai-nilai dan perbedaan anak yang didukung oleh perbedaan sistem nilai anak mengakibatkan perbedaan respon masing-masing anak terhadap pengarah lingkungan. agama.ut. Sebagai seorang guru dalam pendidikan prasekolah disarankan untuk tidak membedakan sarana & kegiatan bermain antara anak laki-laki dan perempuan. suasana bermain memungkinkan individu berfikir dan bertindak imajinatif dan penuh daya khayal. Oleh karena itu kreativitas anak dapat ditingkatkan dengan mengembangkan berbagai kegiatan dan suasana bermain.ac. 1995 berpendapat bahwa sejak anak dilahirkan sudah mempunyai ciri-ciri dan tingkah laku.

id/data/pend-pra. dkk. relawan. (www. anak merasa aman ketika berada dalam lingkungan tumbuh anak (orang tua.ac.id/data/pend-pra. 1992 dan Patmonodewo 2000.psi. sebagai pembuat keputusan dan anggota tim kerjasama guru-orang tua. sehingga anak merasa bebas untuk mengembangkan minat. (www. Dengan berani mengekspresikan dirinya anak akan menjadi kreatif (Koralek. sehingga akan merasa bebas dan tidak takut xxxiii . maupun masyarakat Menurut Brazelton.htm) 7 Bebas tanpa paksaan Menurut Koralek. keluarga. ruang.ut. Dengan berada di lingkungan yang mendukung perkembangan anak maka anak menjadi pribadi yang memiliki rasa percaya diri. Dalam peranan tersebut memungkinkan orang tua membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan (emosional. menumbuhkan rasa puas dan menjadikan mereka percaya diri. mampu mengekspresikan diri secara positif. sekolah dan masyarakat) bersikap melindungi. prilaku). 1995 & Rahmawati.utac. Sedangkan menurut Patmonodewo 2001. di sekolah juga harus tersedia materi. dkk 1995 dan Rahmawati 2001. Sehingga anak mampu mengeksperikan dirinya. dkk 1995. bakat dan kreativitasnya.mampu menuangkan imajinasinya. orang tua (ayah-ibu) merupakan orang yang pertama kali menjalin hubungan dengan anak. lingkungan fisik yang aman akan mempengaruhi anak.psi. bahkan sebagai orang tua mereka mempunyai berbagai peranan pilihan utama yaitu orang tua sebagai pengajar.6 Melibatkan lingkungan tumbuh anak (orang tua. 2001). Anak harus diangggap subjek oleh keluarga maupun oleh dunia pendidikan. anak dapat melakukan sesuatu tanpa adanya tekanan dari orang tua dan guru. kemajuan ( minat & bakat ) anak – anak mereka.htm) 8 Aman dan melindungi Menurut koralek.

Pembelajarannya melalui material yang bisa dipegang oleh anak sehingga anak bisa menyentuh. melihat dan meraba. Di kelas guru akan membuat si anak menjadi lebih aktif. 8) 5 Metode Pengajaran Preschool Nasional Plus: Metode engajaran di preschool nasional plus mengadaptasi empat metode pembelajaran utama yaitu: 1) Montessori Metode ini mengajarkan anak-anak dimulai dari sesuatu yang kongkret (nyata) baru setelah itu abstrak. (www.psi. 2) Active Learning Metode ini menekankan keaktifan anak murid bukan para guru. merasakan. Guru akan merngsang anak untuk bisa bertanya dan memfasilitasinya. h. issue 4. 3) Internasional Sekolah dengan kurikulum murni dari negara tertentu yang merupakan representasi dari negara tertentu dan mempunyai hubungan langsung dengan kedutaan negaranya.utac. tugas guru hanyalah menstimulasi bagaimana si anak menjadi aktif. (Sumber: Modern Mom.untuk mengebangkan kreativitasnya. yaitu kurikulum nasional dan kurikulum negara tertentu. Sumber informasi itu berasal dari anak.id/data/pendpra. xxxiv .htm) 4 Kurikulum Preschool Kurikulum preschool terbagi atas tiga kelompok yaitu: 1) Nasional Sekolah dengan kurikulum yang telah ditentukan oleh DepDikNas. 2) Nasional Plus Sekolah yang menggunakan adaptasi atau gabungan dari 2 kurikulum.

b. Tinjauan Umum Perkembangan Anak Sekolah 1. b. Perkembangan fisik Anak dapat mengembangakan ketrampilan fisiknya dan dapat bereksplorasi terhadap lingkungannya tanpa bantuan dari orang tuanya. 2003. 163). 2009. Tabel Perkembangan Kemampuan Motorik (Sumber: Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. c.3) International Baccalaureate (IB) Program ini membuka siswa untuk memiliki wawasan internasional dengan mengajak untuk tidak hanya belajar dari buku tetapi juga dari sumber lain (majalah. h. ketika anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya. Menggunakan krayon Menggunakan benda / alat Meniru bentuk / orang lain Menggunakan pensil Menggambar Memotong dengan gunting Menulis huruf cetak Gambar 1. Pada tahap ini ada beberapa perkembangan seperti yang dikemukakan oleh Dr. b. (Sumber: Parents Guide Preschool Directory. komunitas. dll). Perkembangan anak fase prasekolah Anak usia prasekolah merupakan fase perkembangan individu sekitar 3. Perkembangan fisik anak juga ditandai dengan berkembangnya kemampuan / ketrampilan motorik.6 tahun. c. dapat dideskripsikan sebagai berikut: Usia 3 – 4 tahun 4 – 6 tahun Kemampuan Motorik Dasar a. d. Syamsu Yusuf dalam bukunya yang berjudul Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (2003. h. yaitu: a. a.163) xxxv . 30) C. H. c. b. Naik dan turun tangga Meloncat dengan 2 kaki Melempar bola Meloncat Mengendarai sepeda anak Menangkap bola Bermain olah raga Kemampuan Motorik halus a. h. d. c. komputer. a. 4) Cambridge International Programme Cambridge International Programme ini merupakan step by step programme yang mengoptimalkan pemahaman guru dan orang tua terhadap kemampuan majemuk anak (multiple intelligences).

cara berpikir bersifat memusat. Perkembangan intelektual Tahapannya adalah pra-operasional yaitu anak belum mampu menguasai operasi mental secara logis. 3). 2). mereka meyakini apa yang dilihatnya dan hanya terfokus kepada satu objek dalam waktu yang sama. mulai dapat mematuhi peraturan tersebut. Anak sudah mulai mengerti dasar-dasar mengelompokkan sesuatu seperti mengelompokkan benda atas kesamaan wama. Kegiatan praoperasional ini antara lain adalah: 1). mulai menyadari hak dan kepentingan orang lain. pobia. Berpikirnya masih dibatasi oleh persepsinya. cemburu. cara berpikirnya terfokus pada keadaan awal dan akhir dari suatu kejadian dan bukan pada kejadian itu sendiri. kasih sayang. cemas. dan benda untuk melambangakan hal lainnya. c. marah. xxxvi . kegembiraan. Pendidikan prasekolah memberikan peluang terhadap anak untuk belajar memperluas pergaulan sosialnya dan berdisiplin. peristiwa. serta mulai dapat bermain dengan anak-anak lainnya. Mampu berpikir dengan menggunakan simbol. Perkembangan bahasa Usia 2. d. Berpikirnya masih kaku dan tidak fleksibel. dan ukuran. 4). Dapat menggunakan kata-kata. Kematangan penyesuaian sosial anak akan semakin terbantu bila mendapatkan pendidikan pada fasilitas pendidikan prasekolah. tingkat berpikir sudah lebih maju (sering bertanya sebab akibat) e.6 – 6 tahun anak sudah menggunakan kalimat majemuk serta anak kalimatnya. Perkembangan sosial Pada masa ini anak sudah mulai mengetahui aturan. bentuk.b. Anak mampu berimajinasi dan berfantasi mengenai berbagai hal. dan ingin tahu. Perkembangan emosional Sudah mengalami takut.

Cemas.f.kognitif. peniruan dan pembiasaan. cerita raja-raja. 2). Dra. terutama ketika anak merasa belum xxxvii . Perkembangan kepribadian Berkembangnya kesadaran dan kemampuan untuk memenuhi tuntutan dan tanggungjawab. perkembangan emosi dipengaruhi perkembangan beberapa aspek seperti fisik-motorik. toleran pada seorang lain h. Dapat memahami kelebihan dan kekurangan diri dan orang lain 6). dan lain-lain. Perasaan puas. sampai usia 3-4 tahun biasanya anak masih memiliki rasa cemas bila dipisahkan dari ibunya. memudahkan anak dalam menemukan pelajaran. Takut. Dapat mengenal aturan dan belajar untuk menaatinya 5). yaitu: 1). senang. Dapat mengembangkan sikap sportif. karena setiap waktu luang anak diisi dengan kegiatan bermain. muncul pada usia sekitar 2-4 tahun. Ada beberapa ragam emosi pada anak usia prasekolah. Dini P. yaitu: 1). biasanya karena suatu pengalaman. Daengsari. Perkembangan fantasi Masa dongeng. Perkembangan bermain Usia prasekolah dapat dikatakan sebagai masa bermain. tenggang rasa. Dapat mengembangkan sikap percaya diri. tegang 2). Bermain mempunyai nilai-nilai tertentu bagi anak. ingatan akan sesuatu. dimana anak suka sekali mendengarkan cerita kehidupan yang lucu. bangga. Fantasi dapat dipergunakan sebagai hiburan. Perkembangan emosi anak prasekolah Menurut Psi. 2. Dapat mengembangkan daya fantasi dan kreativitasnya 4). tanggung jawab dan kooperatif / kerjasama 3). dan dapat membentuk budi pekerti anak karena ia terdorong meniru dan berbuat seperti apa yang ia baca atau lihat g. maupun sosial.

terutama kemampuan bahasanya dan anak belum bisa membedakan situasi. 3). 12) 3. sekolah perlu menciptakan suasana yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak. Hurlock mengatakan bahwa kurun usia prasekolah disebut sebagai masa keemasan (the golden age}. Rasa ingin tahu yang tinggi 4. Irihati 3). 1). Oleh karena itu. Hal ini juga menentukan keberaniannya untuk pisah dengan orang tuanya adalah lingkungan yang dirasakan aman dan nyaman. seorang ahli psikologi Elizabeth B. selain lingkungan rumahnya. Munculnya egosentris 3. Di usia ini anak mengalami banyak perubahan baik fisik dan mental. Munculnya kontrol internal 7. 2008. Sayang 5). Cemburu 2).h. Berkembangnya konsep diri 2. Sedih 4). Belajar dari lingkungannya xxxviii . Imajinasi yang tinggi 5. Gembira (Sumber: Nakita. Karakteristik Anak Prasekolah Anak yang terkategori prasekolah adalah anak dengan usia 3-5 tahun. Belajar menimbang rasa 6. memukul. membanting barang. dengan karakteristik sebagai berikut: 1. bahkan dengan cara berguling-guling di lantai. Hal ini sesuai dengan perkembangan kognitifhya yang juga masih terbatas.punya daya untuk berada sendirian atau belum terbiasa dengan lingkungan. Marah. diawal usia anak mengekspresikan rasa marahnya dengan menangis.

Berkembangnya cara berpikir 9. berada dalam lantai yang miring. dunia anak-anak bukanlah merupakan susunan ruang-ruang tunggal. meliputi keanekaragaman visual seperti keanekaragaman xxxix . Karakteristik Desain untuk Anak Secara umum. berada dalam terowongan dan berada dalam tempat yang membingungkan. yaitu: a.html) 4. c. b.8. Ekspresi 'kebingungan' dalam arsitektur Lima tipe sensasi 'kebingungan' yang dimaksud dapat disatukan dalam keadaan berayun berada dalam tempat yang tinggi. Munculnya perilaku buruk:  berbohong  mencuri  bermain curang  gagap  mogok sekolah  takut monster / hantu  teman imajiner  lamban  tempertrantum (Sumber: www. dalam ruang arsitektur diwujudkan dengan adanya koridor. Ekspresi dari keanekaragaman ruang Unsur-unsur penting dari keanekaragaman ruang dalam desain untuk anak. Desain yang melingkar Faktor utamanya adalah fungsi yang bersambung layaknya mata rantai. melainkan sebuah rangkaian ruang yang bersambung.karakteristik-anak-prasekolah. Adapun sistem rangkaian ruang yang melingkar sebagai pijakan dalam desain bangunan untuk anak mempunyai 5 ciri. Berkembangnya kemampuan berbahasa 10.

Keanekaragaman simbol Simbol dibutuhkan sebagai titik dari variasi alur permainan baik didalam atau diluar ruangan. Ruang yang memungkinkan adanya jalan pintas Variasi dari jalur untuk mengakses rangkaian ruang yang terdapat dalam sebuah bangunan untuk anak merupakan hal yang sangat diperlukan untuk menghindari konsentrasi pergerakan anak pada satu titik. bermain merupakan bentuk kesibukan yang dipilih anak sebagai suatu tujuan. tanpa mempertimbangkan hasil akhir dan dilakukan secara sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban (Elizabeth B. sehingga menjadikan arti utamanya hilang. h. 320) Pada usia anak-anak fungsi bermain berpengaruh besar terhadap perkembangan anak.9) D. ukuran. dapat diwujudkan dalam bentuk terowongan atau jembatan. Simbol ini biasanya diwujudkan dengan tower atau struktur yang menyerupai panggung. 1991.titik pandang. Hurlock. yang tujuannya terkandung dalam gerakan bermain yang dilakukan anak. Arti yang paling tepat untuk bermain adalah kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya. perasaan kebebasan dan pencerahan sebagus keanekaragaman dalam suara dan pencahayaan. Setiap anak mempunyai insting bermain. tinggi dari ruang. xl . Pengertian Bermain Bermain (play) merupakan istilah yang lazim dan telah digunakan secara bebas oleh masyarakat sebagai ungkapan untuk suatu cara menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. e. Jalan pintas tersebut idealnya berbeda dengan rute normal. Keanekaragaman ini sangat diperlukan karena akan meningkatkan aktivitas anak-anak dan melatih daya imajinasi. (Wahyu Setyaningsih. Tinjauan Umum tentang Kegiatan Bermain a. h. d. 2004.

122) c. 3). Hurlock. memegang. Kohnstamm adalah sebagai berikut: 1).yaitu kebutuhan berkreativitas dalam pola tertentu yang sangat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sarana pra-latihan untuk lebih mengenal aturan-aturan yang ada dalam masyarakat. 1991. memasukkan ke dalam mulut dan membenturkan  Mengembangkan koordinasi mata dan tangan  Bisa melihat waraa dan kedalaman  Lebih banyak bermain sendiri  Sudah dapat merespon musik  Merangkak  Mulai tertarik pada dunia luar  Sudah tahu bahwa barang mempunyai kegunaan.l.5tahun xli . Alat pendidikan dan alat untuk meningkatkan kemampuan menghayati emosi. memahami konsep sebab akibat  Belajar berdiri. kecenderungan dan bakat terpendam anak. Manfaat Bermain Bagi Anak Beberapa manfaat bermain bagi anak-anak. menurut Prof.9. Alat mengetes dan mengukur kemampuan serta potensi anak. b. 2). 4).8 bulan (pra belajar) Aktivitas yang dilakukan  Permainan terbatas pada dunia sekitar  Bermain dengan mulut. berjalan. meloncat dan melempar Usia 0. 5). Karakteristik bermain pada tiap usia anak prasekolah Periode dan Usia Usia 0 . Sarana belajar menggunakan semua fungsi kejiwaan dan jasmaniah (Elizabeth B. Sarana penyaluran fantasi. memanjat. h. tangan . Sarana bersosialisasi anak. kaki serta jari  Mengenal lingkungan dengan melihat. 6).

saling melihat masing-masing merasa saling ditemani. Mengawali permainan bentuk simbolik  Belajar berbicara  Mulai tumbuh rasa keteraturan  Sudah bisa membuat garis horisontal dan vertikal Usia 1. dua anak bermain sendiri-sendiri. tetapi masih belum bisa mengkoordinasikan permainan mereka  Berbicara lebih jelas  Ketrampilan fisik yang semakin baik  Menyukai fisik yang semakin baik  Selalu ingin mengendalikan permainan  Suka mendengar musik dan rekaman suara sendiri  Semakin terampil dalam perkembangan motorik yang halus  Rentang perhatiannya semakin meluas  Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi  Suka kegiatan luar ruangan dan bermain konstruktif  Komunikasi yang lebih baik  Suka bereksperimen dengan alat musik  Senang bermain air  Senang bermain ayunan.5-3 tahun  Bermain sosiodrama dalam bentuk yang lama  Bermain pararel. prosotan dan jungkir balik  Kecakapan sosial berkembang cepat  Suka bermain luar ruang yang aktif  Bermain kerjasama yang mulai berkembang  Mulai bermain permainan papan  Menyukai berbagai macam mainan  Menyusun bangunan yang rumit dengan permainan konstruktif  Lebih suka menciptakan gambar Usia 3-4 tahun Usia 4-5 tahun xlii .

daripada mewarnai buku  Menyukai kegiatan luar ruangan (bersepeda roda, loncat tali, dan sebagainya)  Bermain drama yang lebih kompleks dimana dia mengambil peran kehidupan nyata  Cukup tertarik pada suatu permainan  Sangat tertarik pada permainan ilmiah (kompas, kaca pembesar, dan sebagainya)  Suka permainan yang penuh usaha  Suka membuat barang dan senang cinderamata Gambar 2. Tabel Karakteristik Bermain pada Anak Prasekolah
(Sumber: Aprilia, dkk,Bennain Dunia Anak)

Usia 5-6 tahun

d. Perkembangan Aktivitas Bermain Kegiatan bermain dapat dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Umumnya sebagian kegiatan diluar dan didalam sama pentingnya namun berbeda keuntungannya. 1). Bermain di luar biasanya banyak menimbulkan suara dan lebih banyak membutuhkan kekuatan fisik, karena tidak ada dinding dan langitlangit, suara keras tidak dapat diredam. Setidaknya ada halaman berumput atau adanya pasir, maka bila anak jatuh tidak terlalu membahayakan dibandingkan jatuh di lantai atau ruangan yang umumnya keras. 2). Bermain di dalam ruangan Bermain di dalam ruangan biasanya sedikit lebih terang dan ruangannya lebih luas. Ruang didik sebaiknya dirancang dan ditata sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan

E. Tinjauan Khusus Interor Pendidikan Prasekolah 1. Kegiatan Utama dalam Pendidikan Prasekolah:

xliii

1). Kegiatan pendidikan a. Fungsi: 1). Mengeksplorasi dan mengembangkan potensial yang dimiliki oleh anak didik sesuai dengan tingkat usianya, dalam aspek intelektual, kepribadian, moral dan rohani. 2). Memberi arahan pengawasan medis terhadap kondisi fisik anak usia prasekolah (6 bulan-4 tahun).

b. Kegiatan: 1). Memberikan pengajaran kepada anak didik usia prasekolah (6 bulan-4 tahun), baik secara teoritis maupu praktek dengan metode bermain sambil belajar. 2). Memberikan bimbingan terhadap anak didik saat belajar dan bermain. 2). Kegiatan rutinitas dasar Kegiatan rutinitas dasar adalah kegiatan-kegiatan yang setiap hari secara rutin dilakukan oleh anak didik pendidikan prasekolah. a. Fungsi: 1). Merupakan sarana latihan bagi anak didik untuk

mempraktekkan kegiatan sehari-harinya dengan bantuan arahan dari tenaga pendidik. 2). Mendorong anak didik agar terbiasa untuk berdisiplin, bertanggung jawab, bermoral dan mandiri. b. Kegiatan: 1). Berupa kegiatan-kegiatan sehari-hari yang rutin dilakukan dirumah, seperti bermain, makan, sikat gigi, dll. 2). Kegiatan mengenal lingkungan, seperti kegiatan berkebun, bergaul dengan teman sebaya dan bergaul dalam masyarakat luas. 3). Kegiatan operasional a. Fungsi:

xliv

1). Mengatur segala hal yang berhubungan dengan proses berjalannya lembaga pendidikan prasekolah. 2). Menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang yang mendukung proses belajar mengajar. 3). Mengatur segala hal yang berhubungan dengan keuangan dan kepentingan kepegawaian. b. Kegiatan: Mengatur segala kegiatan administrasi yang berhubungan dengan proses belajar mengajar, kepegawaian dan keuangan.

4). Kegiatan publik Kegiatan publik meliputi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat umum atau apabila ada kegiatan-kegiatan dari pihak lembaga pendidikan yang diperuntukkan kepada masyarakat umum. a. Fungsi: Memberikan kesempatan kepada masyarakat umum (para orang tua, pengasuh, pengunjung) untuk berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dalam acara-acara formal dan non formal yang diselenggarakan oleh pihak lembaga pendidikan prasekolah. b. Kegiatan 1). Berupa aktivitas orang tua, pengasuh ataupun pengunjung saat mengantar, menunggui dan menjemput anak didik atau saat mengamati proses pendidikan yang berlangsung pada lembaga pendidikan prasekolah. 2). Acara-acara yang diselenggarakan oleh pihak lembaga

pendidikan prasekolah yang terbuka bagi umum, seperti pameran karya anak didik, pertunjukan-pertunjukan kesenian, dan lain-lain.

2. Kebutuhan Ruang

xlv

bermain dengan tanah liat. Ruang kelas juga harus mempunyai pencahayaan alami yang maksimal dan bahan akustik Pemilihan waraa dan tekstur untuk dinding ruang kelas juga penting. Music area xlvi . Bukaan air (keran) pada bak cuci tangan sebaiknya terletak pada ketinggian + 55-66 cm dari permukaan lantai. bereksperimen. sehingga mudah dijangkau oleh anak. h. Classroom Ruang kelas harus menjadi sebuah ruang yang mampu mengembangkan krearivitas dan intelegensi anak.Kebutuhan Ruang Pendidikan Anak Prasekolah: a. Menurut Time Saver Standards for Building Types (4th edition) karangan Joseph De Chiara & Michael J. Discovery area Area ini dapat juga disebut scbagai area permainan pasir dan air. dan harus memiliki lantai yang mudah dibersihkan. Tempat ini merupakan tempat dimana anak-anak bereksplorasi. 3). 2). Area seni sebaiknya diletakkan dekat dengan discovery area. dan mengembangkan kreativitas dengan material-material alami yang tersedia. Dalam ruang ini juga harus menyediakan bak cuci tangan (sink) yang terbuat dari slainlessteel. 371). 4). Untuk mewujudkannya. ruang-ruang pada pendidikan pra sekolah terdiri atas: 1). desain dari ruang kelas dan fasilitasnya haruslah sesuai dengan skala ukuran anak-anak. dan bila mennmgkinkan disediakan floor drain sehingga dapat lebih mudah dibersihkan. Lantai dekat dengan bak pasir atau bak air sebaiknya dipilih bahan yang kedap air. Art area Pada area ini anak-anak dapat menggambar / melukis. Crosbie (2001. dan lainlain. melakukan kerajinan tangan.

kursi tinggi. 5). kursi. 7). Ruang ini sebaiknya dekat dengan ruang permainan ramah tangga / house area. Dalam ruang ini minimal hendaknya disediakan rak tempat mainan dan meja-kursi. belajar mengenal bentuk. cermin. 6). dan mengembangkan perbendaharaan kosa kata. House area Ruang ini merupakan tiruan dari rumah asli tetapi ukuran barang-barang didalamnya lebih kecil dan disesuaikan dengan dimensi tubuh anak. 9). Ruang ini harus diletakkan pada area yang tenang dan tidak berisik. Manipulates area Ruang ini merupakan ruang dimana anak bermain dengan puzzle. meja. kompor. Lantainya sebaiknya berkarpet atau memiliki tempat duduk yang nyaman. lemari pendingin. mengembangkan persepsi mengenai ukuran dan bentuk.Pada ruang musik ini sebaiknya ada area untuk duduk dan mendengarkan musik. Block-building area Merupakan area permainan dimana anak bermain membangun / membuat sesuatu dan balok-balok. dan tempat untuk menggantung jaket. tempat tidur boneka. kemampuan berbicara. Barang-barang yang terdapat dalam area ini antara lain bak cuci tangan. kemampuan membedakan bunyi / suara. Reading and listening area Ruang ini merupakan tempat bagi anak untuk mengembangkan kemampuan artikulasi. mengekspresikan diri. belajar mengenal warna. dan lainlain. Woodworking / construction area Dalam ruang ini disediakan permainan peralatan tukang dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran tubuh anak untuk xlvii . dan area untuk menari / bergerak bebas. pembentukan konsep. 8).

Ruang ini merupakan ruang yang aktif dan berisik. ruang bermain. lemari penyimpanan dan lemari koleksi. auditorium. (sumber: Time Saver Standards for Building Types (4th). ruang-ruang pada pendidikan prasekolah terbagi menjadi 4 jenis. yaitu: 1). Instruksi: termasuk didalamnya adalah ruang kelas. Perkins & Walter D. 48) xlviii . Science area Ruang ini sebaiknya dekat dengan ruang bermain outdoor agar anak-anak dapat belajar mengenal alam lebih mudah. Servis: terdiri dari toilet. ToiIet Letak toilet sebaiknya berdekatan dengan ruang kelas sehingga anak tidak membuang waktu untuk mencapai toilet. h. h. 12). atau toilet sebaiknya menjadi bagian dari ruang kelas sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu. ruang sekretaris. 4). maka sebaiknya diletakkan dekat dengan art area. 1957.membuat sesuatu sesuai dengan kreativitas mereka. Math and computer area Dalam ruang ini hendaknya menggunakan meja komputer yang sesuai dengan ukuran anak. Administrasi: termasuk didalamnya ruang kepala sekolah. 371) b. Ruang ini merupakan tempat dimana anak belajar bercocok tanam. tangga. ruang petugas kebersihan. perpustakaan. lobby. Cocking (1957. sehingga harus mempunyai rak rendah yang memudahkan anak untuk melihat pertumbuhan tanaman yang ditanamnya. 2001. 11). ruang kesehatan. dapur. kafetaria. (Sumber: School Progresive Architecture Library. ruang guru. loker. 48). 3). 2). 10). Sirkulasi: terdiri dari koridor. dan lain-lain. h. ruang olah raga. Menurut Schools Progresive Architecture Library karangan Lawrence B.

1998. yang berupa lorong atau koridor. h. h. permainan langit-iangit. Rapat 1 m2/orang P R. permainan lantai. Besaran Ruang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Ruang Standar Sumber Kapasitas Ruang 20 orang 40 orang 20 orang 20 orang 20 orang 20 orang 20 orang 40 orang 3 orang 5 orang 20 orang 3 orang 3 orang 25 orang 4 orang 50 orang 4 orang 20 orang Total 40m2 80m2 80m2 40m2 20m2 80m2 60m2 80m2 6m2 5m2 40m2 30m2 6m2 25m2 18m2 75m2 40m2 20m 184. Guru 2 m /orang PTBG R.5 m /orang P 2 Dapur 10 m /orang PTBG R. Pengarahan atau pembimbingan jalan dapat diperkuat dengan peletakan pintu-pintu. 68) 4. Serbaguna 1 m2/orang PTBG 150 orang 2 Toilet 1. Olahraga 3 m/orang P 2 Perpustakaan 2 m /orang PTBG 2 R. Tari 4 m /orang P 2 R. 114). Administrasi 10 m/orang PTBG 2 R. Kepala Sekolah 2 m /orang P R. Kesehatan 4. Komputer 4 m /orang P R. yang menghubungkan antar ruang yang satu dengan ruang yang lainnya. 1999.4m2 150m2 15m2 12m2 R.5 m /orang P 10 orang Gudang 12 m2/orang P Gambar 3. Tabel Kebutuhan Besaran Ruang Pendidikan Prasekolah (Sumber :Perencanaan dan Perancangan Kelompok Bermain dan Taman Kanak Kanak Kristen di Salatiga. Kreatif/Lukis 2 m /orang P R. permainan dinding. Suatu pola sirkulasi memberikan suatu arahan perjalanan. Konsultasi 2 m /orang PTBG R. Tunggu/Lobby 20 % dari total luas P R. Ibadah 1.3. lampu-lampu / penyinaran. Musik/R. Sistem Sirkulasi Sirkulasi ruang mengarahkan atau membimbing perjalanan pengguna ruang-ruang pada suatu bangunan. Audiovisual 1 m/orang PTBG R.Kelas 2 m2/orang PTBG 2 R. Tamu 1 m2/orang P 2 R. Makan 1 m2/orang PTBG R. Bermain 2 m /orang P 2 R. gambar-gambar atau lukisan-lukisan warna dan benda-benda di dalam ruang (Pamudji Suptandar. 2004 th 1988 dan Persyaratan Bangunan Gedung.5 m /orang P 2 R. xlix .

Jalan lurus Keterangan Semua jalan adalah linier. Fungsi ruang ditentukan oleh kegiatan manusia yang terjadi didalamnya mempengaruhi dimensi ruang.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang sirkulasi ruang. letak serta bukaan jendela dan pintu-pintu. Memotong jalan dan membentuk kisaran/loop. dimana faktor-faktor yang mempengaruhi modul tersebut adalah bahan-bahan bangunan dan teknik pelakanaan. Jalan dapat melengkung atau terdiri dari segmen-segmen. Kegiatan manusia sebagian besar dilakukan di dalam ruang maka faktor yang sangat penting adalah perancangan sirkulasi yang terjadi dalam ruang tersebut. Bercabang – cabang l . Bentuk-bentuk pola sirkulasi tersebut yaitu: Nama Pola Sirkulasi Linier Gambar a. Dalam perencanaan sirkulasi ada beberapa bentuk dari lorong dengan metode perencanaannya yaitu mengikuti pola-pola sirkulasi antar ruang. ukuran. bercabang-cabang c. sirkulasi. 3). Modul perancangan ruang dan bangunan merupakan faktor utama. Pencapaian ruang ke ruang hendaknya diberi identitas yang jelas dimana hal ini berhubungan erat dengan istem organisasi ruang. organisasi ruang. 2). 4). Jalan yang lurus dapat menjadi unsur pengorganisir yang utama untuk b. memotong jalan lain. 5). Jalan melengkung satu deretan ruang-ruang. 119). seperti yang tertulis pada buku Desain Interior karya Pamudji Suptandar (1999. lain d. yaitu: 1). Dimensi ruang dalam selain ditentukan oleh aktivitas manusia juga dipengaruhi skala dan proporsi manusia itu sendiri. h.

e. radial. suatu susunan hirarkis diantara jalurjalur jalan bisa dicapai dengan membedakan skala.berputar mengelilinginya dengan jarak yang dapat berubah. Gambar 4. Pola Sirkulasi Grid Network Komposit/campuran (Sumber: Arsitektur: Bentuk. grid dan network. Spiral Pola bentuk spiral adalah suatu jalan yang menerus yang berasal dari satu titik pusat. Membentuk loop Radial Bentuk radial memiliki jalan yang berkembang dari atau berhenti pada sebuah pusat. Ruang dan Susunannya. 271) 5. Suatu kombinasi alur jalan-jalan linier. Bentuk-bentuk organisasinya adalah: li . 1999. Bentuk grid terdiri dari jalanjalan sejajar yang saling berpotongan pada jarak yang sama dan menciptakan buj ursangkar atau kawasankawasan segi empat. Sistem Organisasi Ruang Terdapat 5 teori dalam mengorganisasikan ruang. penentuannya tergantung pada tuntutan program ruang dengan memperhatikan pengelompokan fungsi ruang. pencahayaan dan arah pandangan. bentuk dan panjangnya. kebutuhan pencapaian. Suatu bentuk jalan yang terdiri dari beberapa jalan yang menghubungkan titik-titik tertentu didalam ruang. hirarki ruang. Untuk menghindari orientasi yang membingungkan. h.

205) Sebuah organisasi linier hanya terdiri dari sederetan ruangruang. 3. memiliki komposisi yang terdiri dari sejumlah ruang-ruang sekunder yang dikelompokkan mengelilingi suatu ruang pusat yang luas dan dominan. Ruang dan Susunannya. Organisasi Ruang Terpusat (Sumber: Arsitektur: Bentuk. h. Radial Gambar 7.1. Ruang-ruang ini dapat langsung berhubungan satu sama lain atau dihubungkan melalui ruang-ruang linier yang jelas dan terpisah. Ruang dan Susunannya. Organisasi Ruang Radial (Sumber: Arsitektur: Bentuk. Organisasi Ruang Linier (Sumber: Arsitektur: Bentuk. 2. h. 1999. 1999. bentuk dan fungsi. Organiasi ini biasanya terdiri dari ruang-ruang yang berulang yang mirip dalam ukuran. Terpusat Gambar 5. 1999. Ruang-ruang sekunder bisa diletakkan secara simetris atau disesuaikan dengan kebutuhan fungsi dari ruang tersebut. h. Linier Gambar 6. 205) lii . 205) Dalam organisasi terpusat ini. Ruang dan Susunannya.

h. Cluster / mengelompok Gambar 8. 5. h. 1999. Grid Gambar 9. Organisasi ini dapat berupa pengulangan bentuk fungsi yang sama tetapi dengan komposisi ruang yang berbeda ukuran. Ruang dan Susunannya. Organisasi Ruang Cluster (Sumber: Arsitektur: Bentuk.Organisasi radial menggabungkan unsur-unsur organisasi terpusat dan linier. Organisasi ini terdiri dari ruang pusat yang dominan. 205) Terdiri dari beberapa ruang yang posisi ruangnya tersusun dalam pola grid atau 3 dimensi. Organisasi Ruang Grid (Sumber: Arsitektur: Bentuk. Komposisi ruangnya bisa jadi berlainan ukuran. 1999. 205) Menggunakan cara peletakan sebagai dasar untuk menghubungkan suatu ruang terhadap ruang lainnya. 4. Pola Penataan Ruang / Layout liii .dimana organisasi-organiasi linier berkembang seperti bentuk jari-jarinya. dimana dalam organisasi ini membentuk hubungan antar ruang dari seluruh fungsi posisi dan sirkulasi. 6. bentuk dan fungsi tetapi tetap berhubungan satu sama lain berdasarkan suatu simetri atau sumbu. Ruang dan Susunannya. bentuk dan fungsinya.

Ruang kelas melewati ruang penyimpanan mantel. h. Gambar 11. kelas bebas dan ruang rekreasi menjadi suatu anjuran bentuk. h. Gambar 12. 1996.a. Pembentukan kerangka yang mirip mata gergaji. Layout ruang alternatif 2 (Sumber: Data Arsitek. topi. Lay out ruang alternatif 1 (Sumber: Data Arsitek. 261) 2). h. gangguan timbal balik. Gabungan dari kelas-kelas. 1996. sebagai berikut: 1). Penataan atau Peletakan Ruang Kelas Penataan pengaturan letak ruang-ruang kelas harus diperhatikan agar fungsi dari masing-masing kelas tidak saling mengganggu.koridor antara dua ruang kelas adalah tempat alat-alat pelajaran: Gambar 10. 261) 3). dan lainlain dan koridor dengan dua jalan masuk cahaya dan udara. 1996. bahaya. Dari buku Data Arsitek jilid 1 karangan Ernst Neufert (1996. h. Layout ruang alternatif 3 (Sumber: Data Arsitek. 261) liv . 261) dinyatakan beberapa alternatif penataan atau peletakan ruang kelas.

261) 6). Antar kelas dihubungkan dengan gudang dan ruang penyimpanan mantel. h. Setiap dua kelas terdapat dekat suatu ruang tangga dengan dua jalan masuk udara dalam gedung bertingkat.4). 1996. Ruang kelas yang dilengkapi dengan jendela yang letaknya tinggi tanpa memperhatikan jalan masuk dari bagian belakang. topi. Layout ruang alternatif 4 (Sumber: Data Arsitek. Gambar 14. Gambar 15. pelebaran ke samping untuk pelajaran kelompok. 1996. 261) 5). lv . Ruang kelas berbentuk segi enam dengan ruang rekreasi berbentuk segitiga tertutup. 1996. Layout ruang alternatif 5 (Sumber: Data Arsitek. Layout ruang alternatif 6 (Sumber: Data Arsitek. h. dan lain-lain Gambar 13. 261) 7). h. Empat ruang kelas di setiap lantai dengan dua jalan masuk udara.

yaitu sebagai berkut: 1). lvi . Layout Furniture Penataan furniture yang tepat akan menimbulkan perasaan nyaman bagi murid yang melakukan aktivitas belajar dalam suatu ruangan. dan lain-lain. 4849). Gambar 17. Cocking (1957. 261) 8). Penataan meja dan kursi secara formal dengan bentuk berderetderet rapi dari depan ke belakang dan ke samping. Dalarn buku School Progresive Architecture Library karangan Lawrence B.Gambar 16. h. h. membutuhkan area 10 sq ft per murid atau sekitar 1m2 per murid. 1996. Ruang berbentuk segi enam tanpa koridor dan melalui tempat penyimpanan mantel. 1996. Ruang penyimpanan mantel merupakan ruang kecil antara pintu masuk dan pintu keluar yang tertutup. Perkins dan Walter D. 261) b. h. Layout ruang alternatif 8 (Sumber: Data Arsitek. topi. Layout ruang alternatif 7 (Sumber: Data Arsitek. terdapat beberapa alternatif penataan furniture pada ruang kelas berikut besaran ruang yang dibutuhkan.

Gambar 20. 1957. h.Gambar 18. Penataan meja dan kursi secara melingkar dan tertutup (Sumber: School Progresive Architecture Library. 1957. 1957. Gambar 19.3 m2 per murid. sehingga murid yang satu dapat melihat murid yang lain. 48) 3). Dengan model penataan melingkar tertutup ini membutuhkan area 16 sq ft per murid atau sekitar 1. Penataan meja dan kursi belajar berbentuk lingkaran dan tertutup. h. Penataan meja dan kursi belajar berbentuk oval namun antara meja yang satu dengan meja yang lain diberi jarak sehingga tidak berbentuk tertutup. 48) 2).5 m2 per murid. Penataan meja dan kursi secara formal (Sumber: School Progresive Architecture Library. h. Model penataan layout oval tapi terbuka ini membutuhkan area 25 sq ft per murid atau sama dengan 2. Penataan meja dan kursi secara oval dan terbuka (Sumber: School Progresive Architecture Library. 49) lvii .

Gambar 21.75 m2 per murid. Penataan kursi secara berderet (Sumber: School Progresive Architecture Library. Pada model mi hanya menggunakan kursi dan meja yang langsung menempel pada kursinya.4). h. Gambar 22. Penataan meja dan kursi belajar dimana dua meja saling digabungkan sehingga membentuk suaru meja baru yang lebih lebar dengan empat kursi yang saling berhadapan. 1957. h. Penataan meja yang digabungkan (Sumber: School Progresive Architecture Library. Model penataan kursi seperti ini membutuhkan area 8 sq ft per murid atau sekitar 0. Dengan model penataan ini membutuhkan area 10 sq ft per murid atau sekitar 1 m2 per murid. lviii . Metode penataan kursi yang berderet seperti ini membutuhkan area 5 sq ft per muridnya atau sama dengan 0. 49) 6). 49) 5).5 m2 per murid. Penataan kursi belajar secara berderet rapi ke arah belakang dan ke arah samping. Penataan kursi secara melingkar namun antara kursi yang satu dengan kursi yang lain diberi jarak sehingga sifatnya terbuka. 1957.

Penataan meja yang berderet (Sumber: School Progresive Architecture Library. Penataan meja yang berderet rapi ke arah belakang dan ke arah samping dengan kemungkinan penataan ini dapat diubah sebagai ruang istirahat pula.Gambar 23. Gambar 25. h. 1957. h. 1957.75 m2 per murid. Penataan kursi dengan bentuk lingkaran dengan radius yang kecil. h. Penataan kursi secara melingkar (Sumber: School Progresive Architecture Library. 1957. Gambar 24.67 m2 per muridnya. Penataan kursi secara melingkar dengan radius yang kecil (Sumber: School Progresive Architecture Library. Dengan model seperti ini dalam satu ruang kelas terdiri dari beberapa kelompok kursi berbentuk lingkaran terbuka. Pada model ini membutuhkan area 8 sq ft permurid atau sama dengan 0. 49) 8). Model penataan ini membutuhkan area 18 sq ft per murid atau sekitar 1. 49) 7). 49) lix .

Seluruh permukaan lantai harus non slip (anti slip atau anti licin) hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa sifat licin adalah penting. 3). tidak mudah kotor.B. (Joseph de Chiara. 2000. 1990) Kebutuhan keluasan lantai setiap kelas untuk anak usia prasekolah adalah 20-25 m2 (24-30 yd2) untuk 30-40 anak. mudah perawatannya. 1991. karena bahaya secara psikologis. Unsur Pembentuk Ruang a. Lantai Lantai merupakan bagian dasar dari suatu bangunan. dilihat dari pertimbanganpertimbangan akustik misalnya atau isolasi/pelindung terhadap panas dan dingin luar . Yan Dianto. Vnyl tile Kelebihan vynil tile adalah tidak licin. menarik. tapi ukuran idealnya untuk 20 anak. Lantai harus tidak kasar. Mangunwijaya. Oleh karena itu.4 yd2). (Drs. meskipun non slip lantai tidak boleh kasar. Pada ruang kelas yang umum setiap anak memerlukan luas lantai 1. B. Ambang pintu dan perubahan kecil dalam kenaikan sebisa mungkin dihindari. h. lx . h.57) Adapun jenis material lantai yang dapat digunakan pada interior Pendidikan Prasekolah berdasarkan kelebihan yang dimiliki. menurut Y. Syarat perencanaan lantai dengan anak sebagai pengguna utamanya: 1). antara lain: 1. 2). Hal ini berlaku untuk keseluruhan bagian ruangan. 329).5 m2 (16 Ft2) lebih baik kalau 2 m2 (2. lantai dapat digarap menurut hukum-hukum fisika biasa yang berlaku untuk dinding-dinding (Y. Mangunwijaya lantai berfungsi selaku dinding atau penutup ruangan bagian bawah.7. lunak.

tidak licin. Finishing dinding pun bermacam-macam. penempelan plastik. Francis. 14). 4. Lantai kayu Kelebihan lantai kayu adalah pemasangan praktis. Penggunaan lantai kayu pada rancangan modern berfungsi untuk melembutkan atau melunakkan kesan keras bangunan modern yang biasanya selalu menggunakan bahan teknologi tinggi seperti kaca. tampak dapat mendukung suasana memantulkan cahaya 30% dari cahaya yang mengenainya. Granito Kelebihan granito adalah mudah perawatan dan pembersihannya. Dinding Dinding adalah penghalang yang merupakan batas sirkulasi. kedap suara dan sebagai iisolasi panas (Wahyu Setyaningsih. Keramik Kelebihan keramik adalah kaya akan bentuk dan corak. 180). 2004. penempelan keramik. b. logam. h.2. memisahkan satu ruang dengan ruang disebelahnya dan menyediakan privasi visual maupun akustik bagi pemakainya sebuah ruang (Ching D. sifat lantai kayu dapat memberikan kehangatan pada seluruh ruang. tahan gores. h. pelapis kayu. antara lain: wallpaper. penempelan batu (Lu‟Lu‟ Purwaningrum. awet dan mudah dibersihkan. pelapisan dengan kain atau karpet. 2001. h. Beberapa bahan dinding antara lain: kayu. baja. metal dan alumunium.4). lxi . cat. perawatan mudah.K. warnanya beragam. batu bata plester. Tuntutan yang harus dipenuhi dinding pada ruang-ruang publik antara lain: mudah pemeliharaannya. harga lebih murah. 3. Selain itu. batu-batuan. 1996. mampu meredam suara. karakteristiknya hangat.

melainkan diteruskan dengan dinding kaca pada bagian atasnya.60) Seluruh permukaan dinding hendaknya bahan yang halus. sederhana dan selektif (Fowler. 1980. Kesegaran dinding baik material maupun bentuknya akan merangsang emosi dan persepi anak. tidak licin dan mudah dibersihkan serta mempunyai kemampuan umtuk menyerap bunyi dengan baik (Neufert. kebun dan lain-lain). h. Tinggi ruangan kelas tergantung dari keadaan penerangan pada siang hari dan hubungannya dengan faktor-faktor luar yang lain (bangunan lain. 1995). 1994. h. setinggi mata orang dewasa agar orang dewasa dapat mengamati anak yang beraktivitas di dalamnya (Fowler. dari tekstur yang tak beraturan. Karakter dinding 4). Sebaiknya ketinggian dinding masif (tembok bata) tidak dibuat mencapai ceiling. Suara anak yang meninggi karena ekspresi emosional mereka. h. Sifat dinding 3). 1980. 1980.menunjang aspek dekoratif. 1995). Faktor-faktor dalam merencanakan didnding yang perlu diperhatikan adalah : 1).25-2. Kontruksi dinding (Drs.107). 101). Fungsi dinding 2). Djoko Panuwun. maupun suara-suara lain yang mengganggu (Fowler. Maka diperlukan variasi dengan desain yang menarik. lxii . h. tahan terhadap kelembaban.12 ft 4 in). membutuhkan dinding yang menyerap suara anak. Untuk ruangan selebar 6-8 m (20-26 ft) tingginya 3. Porsi terbesar dari dinding ruang kelas dan ruang bermain indoor sebaiknya menggunakan permukaan dengan material yang lembut. 107).75 m (10 ft 8 m . memperlihatkan kesan atau sifat ruangan tertentu yang sesuai dengan sistem pencahayaan atau penghawaan baik secara alami maupun buatan (Suptandar.

memiliki kemampuan menyerap suara dan mudah dibersihkan (Tabloid Rumah. bobotnya ringan. material ini memiliki kelebihan antara lain dapat berfungsi sebagai pencahayaan alami sekaligus elemen estetis dalam suatu ruang. lxiii . material plafon ini dengan bentuk bujur sangkar atau persegi panjang dengan permukaan motif polos. c. 2003. h. menjadi ideal untuk ruang-ruang tertentu. h. Ceiling yang memperlihatkan kesan atau sifat ruangan untuk anak. Van Dianto. 192). b. Mencerminkan unsur kemegahan bangunan. Tuntutan yang harus dipenuhi ceiling secara umum pada ruang publik antara lain: 1). Mudah pemeliharaan. c. dengan waktu pemasangan lebih lama. 4). menunjang aspek dekoratif. Ceiling Ceiling adalah elemen yang menjadi ruangan dalam desain interior dan menyediakan perlindungan fisik maupun psikologis untuk semua yang ada dibawahnya (Ching D. Tahan terhadap kelembaban. 2). 1996. (Suptandar. 6).3). Kaca. Penggunaan skylight untuk ceiling merupakan ide bagus. material ini memiliki ketebalan 4mm. h. Francis. view dan berfungsi estetis. 1991. Pemasangan harus disesuaikan dengan sistem pencahayaan dan penghawaan baik secara alami maupun buatan. 5). Multipleks.(Drs. material ini memiliki kelebihan antara lain: pemasangannya lebih cepat. diharapkan tidak hanya menunjang aspek dekoratif tetapi dapat merangsang aspek-aspek perkembangan anak dan mendukung kegiatan anak yang di dalamnya. Gipsum. d.18). Selain untuk mendapatkan cahaya alami. Memperlihatkan kesan atau sifat ruangan tertentu. Meredam suara. 3).K. 1995) Jenis material ceiling secara umum sebagai berikut: a. Asbes.

Maka untuk ruangan tersebut. Dalam perencanaan ruang kelas dan ruang bermain indoor yangsebagian besar menggunakan cahaya alami siang hari.240-242) Penerangan dengan menggunakan cahaya alami pada siang hari yaitu sinar matahari sangat berpengaruh pada sebuah kelas. 1999). langit-langit tembus cahaya. h. 1991. Jika kurang dari itu. refleksi luar (pemantulan sekali). maka untuk ruangan dengan pekerjaan halus sekali.(Perkins & Cocking. Cahaya siang hari dapat masuk melalui jendela. Elemen Interior a. yaitu cahaya alami (Natural Lighting) dan cahaya buatan (Artificial Lighting) suatu fasilitas pendidikan akan sangat menyenangkan dan tidak melelahkan bila diterangi. 1991). refleksi dalam (pemantulan 2 kali atau lebih). Dinding tempat jendela menggunakan tiang (kolom) dari batu bata dan sedikit lxiv . maka sudah saatnya ruangan memakai sumber cahaya lampu. dinding kaca. terus-menerus) Kerja halus : 150 lux (cermat) Kerja sedang : 80 lux (tanpa konsentrasi besar) Kerja kasar : 40 lux (ex: gudang.40) 8. faktor cahaya siang hari harus 10% (6%) dari 3000 (5000) lux. yaitu penerangan langsung dari langit. perlu diingat tuntutan minimum kekuatan penerangan. Pencahayaan Ada 2 macam pencahayaan. h. unsur bahan jendela (Mangunwijaya. Meskipun perhitungan ini tidak mutlak karena cahaya siang hari terdiri dari banyak unsur. yang diharuskan dengan penerangan minimum 300 lux. 1957. terutama secara alamiah dari luar (Mangunwijaya. yaitu: Kerja halus sekali : 300 lux (cermat. lorong) Bila kekuatan terang disepakati 3000 lux atau 5000 lux. Penggunaan jendela besar atau kaca pada sisi dinding menyudut memberikan dampak psikologis kebebasan bagi penghuni (Lu‟Lu‟ Purwaningrum. 100% (6%). itu berarti 300/3000.

70m (2 ft 4 in).penopang untuk mendapatkan cahaya siang hari yang merata dan tidak menyilaukan. terutama untuk ruang serba guna. Di Amerika. Karena pada aktivitas-aktivitas tertentu cahaya harus dikontrol batas kecerahan cahaya. Umumnya 6m3 (240 ft3) udara yang diperlukan oleh setiap anak-anak. raaka itulah hendaknya pertukaran udara dalam kelas harus dapat bertukar paling tidak tiga sampai lima kali dalam satu jam. waraa penempatan dan kualitasnya. 1991). b. memerlukan tinggi meja 0. Untuk beberapa aktivitas dan beberapa keadaan penggunaan cahaya buatan juga diperlukan. Supaya cahaya dapat mencapai lantai ruangan.60-0. Besarnya lubang ventilasi harus dapat berfungsi mempertukarkan udara secara cepat tanpa mempengaruhi suhu pada dinding. Penggunaan ventilasi sebaiknya menyilang dengan tidak memakai saluran. Pencahayaan rendah 0. Penghawaan Ventilasi tergantung pada orientasi dan penempatan suatu bangunan mempengaruhi arah angin. baik cahaya alami maupun cahaya buatan dapat menjawab kebutuhan psikologis yang mewadai dan harus mampu menciptakan suasana khusus (Mangunwijaya. digunakan ventilasi mekanika dengan "unit ventilator" lxv . maka jendela sebaiknya tidak mempunyai ambang yang terlalu tinggi.80 m (2 ft-2 f 8 in). apabila digunakan untuk acara seni pertunjukan dan pertemuan. Untuk mengatasi silau yang disebabkan oleh cahaya yang berlebihan pada keadaan tertentu (karena awan tinggi dan lain-lain) dapat digunakan alat pengatur cahaya yang juga berfungsi sebagai penyerap panas. Terletak pada daerah yang arah angin keluar dari bangunan. yang menentukan letak ventilasi yang baik. juga bisa dgunakan batu bata yang dapat memantulkan cahaya yang berfungsi untuk menyaring dan memancarkan cahaya sehingga menghasilkan penerangan yang merata.

9m diatas lantai (ketinggian jendela).00 m2 0. ventilasi dapat melalui jendela.6m2 9.4 0. 1991.5-8.9 0. Penggunaan alat ini diperlukan sebagai ventilasi yang terdapat pada jendela utama.7 0.yang dihubungkan dengan ruang pemanas yang dapat mengeluarkan udara 1m3 (36 ft ) baik udara panas maupun udara dingin. buka-bukaan dan sebagainya. exhaus) dan ventilasi AC (Air Conditioning}. dinding yang berlubang.8m2 2 6.8 0.5-14 Kantor kecil Kamar mandi & ruang bermain Ruang perundingan Ruang pertunjukan Sekolah untuk anak-anak Klinik umum Kamar tidur (ruang istirahat) Gambar 27. Jenis-jenis AC antara lain: lxvi . 198:147) Menurut Pamudji Suptandar. Tabel Kebutuhan Udara untuk Anak-anak (Sumber: Van Dianto. alat ini berfungsi sebagai alat penyaring dan mengatur udara yang dibutuhkan oleh anak-anak dalam setiap menit. h.5 10. yaitu: ventilasi buatan yang terdiri dari ventilasi mekanis (kipas angin. Kebutuhan udara untuk anak-anak dalam ruang kelas adalah sebagai berkut: Ruang udara yang disediakan untuk Kebutuhan udara untuk setiap anak per setiap anak menit 2 3.5 5.8 0.48 m2 2 15. Untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.00m 0. Tabel Pengganti Udara Bersih (Sumber: Mangunwijaya.00 m 0.4 0.5-8. persyaratan yang dibutuhkan umumnya dengan tinggi ambang 0. pintu.8 Volume ruang (m )/orang 30 15-20 5.5) Tabel pengganti udara bersih: Jenis Arus udara bersih m /menit/orang 0.00 m 0.5-7 5.31 m2 Gambar 26.5-7 5. Jenis ventilasi ada dua.

Pengendalian bunyi pada jalan yang dilalui bunyi ditempuh dengan jalan peningkatan penyerapan bunyi yang timbul dengan menggunakan bahan penyerap bunyi pada lantai. c). b). Bunyi 90-130 dB merusak selaput telinga dan keadaan jiwa sampai tuli. nervous. Daya serap (dinding keap suara). c). Batas sakit pendengaran manusia ada 130 foon (sekitar 130dB atau 1000Hz).a. AC Split c. 1995. AC Window b. letih. Tingkat background suara tergantung pada 4 faktor utama yaitu: a). Lingkungan sekitar. h. Batas kemampuan menghadapi beban gangguan bunyi adalah: a). b). peka. AC Central d. Bunyi 30-60 dB terus-menerus mengganggu selaput telinga dan mengarah kegelisahan psikis (bingung. 83-85) Untuk ruang bermain indoor ventilasi yang dipilih adalah ventilasi yang aman bagi kesehatan anak. Akustik Kontrol terhadap gangguan suara sangat penting karena anakanak sering mengeluarkan suara-suara yang berisik. Bunyi 65-90 dB yang tak henti-hentinya akan merusak lapisanlapisan kehidupan manusia (jantung. AC Standing (Suptandar. lxvii . dinding. dsb). ceiling dan furniture sesuai dengan kebutuhan ruang. Gangguan suara yang mungkin akan mempengaruhi ketenangan konsentrasi suatu aktivitas yang terjadi. c. peredaran darah. dsb). Tingkat keras atau keributan (noise).

173) 9. Bahan-bahan berpori. psikologi eksperimental. 1995. kedokteran. Furniture 1).d). c). panel-panel tersebut menyerap suara yang berfrekuensi tertentu sesuai dengan berat panel dan ketebalan rongga udaranya. h. Maka furniture pada umumnya harus dirancang untuk menanggulangi lxviii . Panel-panel penyerap. biasanya digunakan untuk menyerap frekuensi rendah. Volume ruangan Bahan-bahan peredam suara dapat diklasifikasikan atas tiga (3) jenis yaitu: a). Ukuran furniture (Ergonomi furniture) Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat temperamen dan ukuran-ukuran manusia. (Ernst Neufert. dapat menyerap suara pada semua tingkatan frekuensi dan efisiensinya tergantung ketebalan bahan. agar dapat hidup nyaman dan puas dalam melakukan kegiatan-kegiatan. merasakan keindahan hidup. b). anatomi. h.31). Penyerapan bunyi sangat banyak dilakukan dengan menggunakan bahan yang tampak padat hanya dapat dipasang pada suatu rongga udara. Semua unsur menyangkut kondisi fisik atau kenikmatan yang bersangkutan dengan intensitas organ manusia dipelajari dan dijadikan sebagai standar (Suptandar. misalnya beton walaupun desainnya agak sulit. Resonator rongga yang dapat diatur untuk memilih penyerapan tertentu sepanjang rentang frekuensinya. Penggabungan dari berbagai disiplin ilmu yaitu: fisologi. fisika serta teknik menerapkan usaha penyerasian pekerjaan dan lingkungan. Cara ini kurang bermanfaat ditinjau dari jumlah penyerapan dan lebih efisien dengan menggunakan bahan-bahan non akustik. 1996.

namun kuat supaya tidak mudah hancur atau patah. sehingga setiap anak dapat dengan mudah meletakkan kaki di atas lantai dalam posisi yang nyaman.5 Usia (th) 2-3 3-6 2-3 3-6 2-6 2-6 3-4 Keterangan Tinggi meja Tinggi meja Tinggi kursi Tinggi kursi Tinggi loker Tinggi loker Tinggi toilet lxix . Tabel ukuran furniture anak: Ukuran (cm) 45-50 50-52 25-30 30-32 100 30 28-30. jika furniture untuk anak yang lebih muda terlalu besar untuk kenyamanannya. itu patut melepas kaki beberapa meja kursi (cut down) (Fowler.56). Untuk setiap sudut furniturenya pun harus tumpul untuk keamanan anak-anak itu sendiri. Anak tentu saja lebih mudah ketika area belajar dan bermainnnya diorganisasikan dengan skala ukuran anak dengan furniture dan alat-alat yang diatur dengan meminimalkan kekacauan atau kerusakan yang lebih memberikan kebebasan bergerak (Fowler. h.270). Praktis bukan berarti kaku dan menyulitkan kebebasan gerak anak ( Tate Allen. 113-114). 1990. karena bervariasinya usia anak. Furniture yang praktis dan fungsional diperlukan dalam ruang untuk bermain. 1986. Bahan atau perabot untuk anak-anak harus terbuat dari bahan yang ringan. sebaiknya mudah dibersihkan untuk dirapikan kembali. Sebisa mungkin semua perabotan diberi pengaman atau pelapis yang empuk dari bahan yang ringan dan estetis (Griya Asri.keluhan-keluhan tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan seseorang dalam aktivitas pasif maupun dinamis. Tuntutan ergonomis untuk dimensi furniture tentunya bervariasi. Sebaiknya menggunakan furniture (terutama meja dan kursi) dengan usia anak. h. h. h. 2002. 1980.270).

11) Layout furniture mengikuti perencanaan umum ruang (Pile.5-38 5-8 Tinggi toilet Gambar 28. Syarat furniture lxx .85). Tabel Ukuran Furniture Anak (Sumber: Drs. Penentuan daerah aktivitas b. 60) 2). Daerah aktif. Work Benches d. h. Nichols. Filling cases f. memiliki frekuensi aktivitas rendah dan bersifat lebih lambat. c. 1956. Cupboard h. 1991. Paper trays e. 1996. e. (Sunarko. h. Bentuk kegiatan. Display counter c. Layout Furniture Layout dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. maka dengan layout yang berbeda akan mampu membedakan kegiatan masing-masing area. d. 1980. h. Ukuran gerak untuk memperhitungkan ruang atau jarak yang dibutuhkan oleh sikap gerak atau kegiatan manusia. Jadi bila beberapa area permainan yang mempunyai kedekatan karakteristik dijadikan satu dalam ruangan. Book cases g. h. Sink b.275-276) 3). Yan Dianto. Daerah pasif. Teacher locker (John E. Perabot yang dibutuhkan (Built in Equipment} dalam tempat pendidikan prasekolah adalah: a. memiliki frekuensi aktivitas tinggi dan bersifat cepat. etc.30.

64) 4). Tinggi badan anak usia prasekolah menurut http://www. e. 3. Bila memungkinkan dapat digunakan sebagai media permainan (multifungsi) (Rida Dermawan. 6. 2. Standar Ergonomi (1). Memenuhi tuntutan ergonomis anak kecil umur 3-6 tahun b. 2003. Menggunakan bahan yang tidak mengandung racun / zat kimia. Detail. 4. Dimensional anak a. syarat itu antara lain: a. Memiliki bentuk yang tidak membahayakan seperti bentuk lengkung dan sudut tumpul c. antara lain: 1.balitaanda.com/b-tb-rata.html (dan usia 3-5 tahun) adalah: Usia Tinggi (cm) lxxi . h. Tidak membuat sudut-sudut yang runcing atau tajam. ukuran dan material perabot juga tidak boleh membahayakan anak (Griya Asri. 2002. Memiliki variasi bentuk dan warna untuk menanggulangi kebosanan d. bentuk. Untuk furniture pilihlah yang terbuat dari bahan yang aman dan sebaiknya tidak berujung lancip atau tidak terbuat dari bahan yang keras. 12) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan furniture bagi anak-anak. h. tahan lama dan ringan / mudah dipindahkan. 2002.Furniture untuk anak memiliki kriteria persyaratan tersendiri yang berbeda dari kriteria persyaratan furniture untuk orang dewasa. Furniture sebaiknya tidak menggunakan kaca yang bila pecah menjadi masalah. Menggunakan bahan finishing yang tidak beracun. 5. h. misalnya besi (Tabloid Rumah.58). Sesuai ukuran badan anak dengan mempertimbangkan faktor ergonomi.

Tabel Tinggi Badan Anak Usia 3-5 tahun (Sumber: http://www. Standar ergonomi dan jangkauan maksimal pada anak usia 5-7 tahun Gambar 32. Standar ergonomi dan jangkauan maksimal pada anak usia 3-5 tahun.html) b. Standar Ergonomi Pada Anak Usia 5-7 tahun (Sumber: Ernst Neufert. Standar Ergonomi Pada Anak Usia 3-5 tahun (Sumber: Ernst Neufert. Tabel Tinggi Badan Anak Usia 5-6 tahun (Sumber : Dasar-dasar Arsitektur. h. Yan dianto adalah: Usia Tinggi (cm) 5 tahun 111.00 Gambar 29.com/b-tb-rata.8 6 tahun 116. 1993. h. h. Tinggi badan anak usia prasekolah (5-6 tahun) menurut buku Dasar-dasar Arsitektur karangan Drs. 1988.balita-anda.132) d. 132) lxxii .5 5 tahun 109. Gambar 31.00 4 tahun 103.2) c. 1993.3 tahun 96.8 Gambar 30.

h. 132) (2). 1993. 2004. 65) b. Dimensional fasilitas umum yang terdapat dalam ruang kelas Jenis Furniture Meja besar Meja kecil Kursi Rak alat Loker anak Lemari obat Papan tulis Papan panel Softboard Panjang (cm) 120 60 32/35 150 30 40 120 80 120 Lebar (cm) 75 40 27/30 40 35 30 90 60 90 Tinggi (cm) 47 47 27/30 65 30 60 - Gambar 34. Standar ergonomi dan jangkauan maksimal pada anak usia 5-8 tahun Gambar 33. Standar Ergonomi Pada Anak Usia 5-8 tahun (Sumber: Ernst Neufert. Tabel Dimensional Furniture (Sumber: Fasilitas Pendidikan Prasekolah di Surakarta.e. Dimensional Furniture a. Dimensional water closet I WC untuk anak lxxiii . h.

5 35.5 30. 373) c. Standar Lavatory untuk Anak Gambar 37. Dimensional Water Closet (WC) untuk Anak (Sumber: Time Saver Standards for Building Types 4 edition.Gambar 35.5 28-30. Tabel Keterangan Gambar Dimensional Water Closet (WC) (Sumber: Time Saver Standards for Building Types 4 edition.5-43 51-63.5 45. 2001. Kursi lxxiv . Standar Lavatory untuk Anak (Sumber: Joseph de Chara. 2001.5-38 91.5-38 35. h. h.5-51 Usia 5-8 tahun (cm) 30. 1990) 5) Furniture Preschool 1.5 Gambar 36. 373) Keterangan: A B C D E Usia 3-4 tahun (cm) 30.5 91. John Callender.

Kursi Preschool (Sumber : www.schooloutfitters.com) Seat Height Material : 10” : Polypropylene Gambar 39.com) Gambar 40.Gambar 38.schooloutfitters.com) Seat Height Material : 14” : Vinyl fin.schooloutfitters.schooloutfitters. Kursi Preschool (Sumber : www. Kursi Preschool (Sumber : www. Laminate Seat Height Material : 10” : Polypropylene Gambar 41.com) Seat Height : 8” – 10” Construction : Hardwood lxxv . Kursi Preschool (Sumber : www.

Loker Gantung (Sumber : www.com) Height : 24” lxxvi . Meja Preschool (Sumber : www.schooloutfitters.schooloutfitters. Laminate Material 3. Meja Preschool (Sumber : www. Meja Gambar 43. Kursi Preschool (Sumber : www.Gambar 42.schooloutfitters.com) Height Material : 18” Height : Particleboard fin.com) Gambar 44.com) Seat Height : 8” – 10” Construction : Hardwood 2. Loker : 20” : Polyethylene Gambar 45.schooloutfitters.

Loker Tas (Sumber : www.com) Height : 50” Construction : Melamine Gambar 47.schooloutfitters.schooloutfitters.Construction : Laminate Gambar 46. Rak Kertas dan Mainan (Sumber : www. Rak Mainan (Sumber : www.com) Height Material : 32” dan 37” : Laminate Gambar 48. Laminate lxxvii .com) Height : 35” dan 41” Construstion : Birch plywood fin.schooloutfitters.

schooloutfitters.schooloutfitters. Rak Perpustakaan Gambar 49.com) Height : 45” lxxviii .com) Gambar 50. Peralatan Seni dan Ketrampilan Gambar 51.com) Height Construction : 29” dan 32” : Birch plywood 5. Rak Buku (Sumber : www.schooloutfitters. Kursi Baca (Sumber : www. Rak Peralatan Gambar (Sumber : www.4.

com) Height : 40” Construction : Hardboard 6. Rak Peralatan Gambar (Sumber : www.schooloutfitters.Construction : Plywood Gambar 52. Lemari Alat Tulis dan Gambar Gambar 53.com) Height Material : 22” dan 33” : Birch Plywood Gambar 54. Rak Peralatan Gambar (Sumber : www.schooloutfitters. Lemari Kertas lxxix .

com) Height Material : 49” : Maple 10. hijau.55). h. Warna Warna adalah sa!ah satu sarana kita untuk melatih persepsi mereka karena berbagai kombinasinya dapat menghasilkan sejumlah petunjuk atau clues bagi anak-anak untuk memperkirakan jarak dan kedalaman. Warna juga merupakan sarana untuk mengimbangi tuntutan kondisi seorang anak dan orang dewasa (Griya Asri. Pertimbangan Desain 1). Menurut Dr. Konsep ukuran dari berbagai bentuk benda. Pada anak usia balita. sehingga mereka dapat memasukkan bidang geometris ke dalam papan berlubang.62). cenderung memilih bentuk-bentuk sebagai obyek perhatiannya (Yulia. konsep ruang bagi anak sangat dipengaruhi oleh persepsi anak mengenai wama dan bentuk. 2002. Warna-warna yang dapat merangsang kreativitas anak seperti biru. Pada usia 2 tahun konsep anak mengenal bentuk cukup berkembang. 1993). 2). belum berkembang sampai anak masuk sekolah. h. Bentuk Semua bentuk dapat dikurangi peranannya dengan jalan membuat garis-garis dominan karena dapat menghantar mata kita kepada pusat perhatian (foalpoint). 2002.schooloutfitters. Masrun. lxxx . kuning dan merah dianjurkan oleh banyak desainer untuk diterapkan baik pada ruang bermain mereka maupun pada furniture dan alat-alat bermainnya (Griya Asri.(Sumber : www. mencocokkan berdasar bentuknya. cenderung memilih warna-warna tajam dan cerah sebagai obyek perhatiannya. Sedang usia 5 tahun ke atas.

biasanya dalam warna yang hangat (Pile. Warna untuk ruang kelas anak-anak lebih menguntungkan bila menggunakan warna-warna yang cerah. Warna dalam kaitannya dengan suatu desain adalah sebagai suatu elemen yang dapat diapresiasikan dan mampu memberikan kesan yang dinginkan dan juga memiliki efek psikologi. h. 3 warna sekunder) yaitu merah. Dari keenam warna dasar. Hijau. oranye dan kuning merupakan wama hangat. tekanan darah meninggi dan irama nafas cepat. Menurut Chromotherapi atau terapi warna dalam salah satu cabang ilmu kedokteran. menenangkan denyut nadi dan irama pernafasan dapat memudahkan mengantuk Hijau. mampu menimbulkan dorongan atau suatu reaksi terhadap lingkungannya. Warna-warna cerah melambangkan keceriaan dan keterbukaan. Warna dengan tekanan natural. menambah ketegangan otot. Sedangkan warna yang mempunyai intensitas lebih rendah dapat dimanfaatkan untuk memberi kesan kehangatan dan ketenangan.Wama-warna yang digunakan cenderung pada perpaduan antara warna-warna dasar (3 warna primer. kuning. hijau. Penggunaan wama sejuk dan warna hangat tergantung dari karakter ruang yang ingin ditampilkan. biru dan violet. Biru. suhu daerah setempat yang mempengaruhi pemilihan warna. yaitu: Merah. santai dan memudahkan konsentrasi lxxxi . bersifat menyeimbangkan saraf. bersifat merangsang mental. bersifat mengendorkan otot. karena dengan warna mampu menciptakan suasana dan karakter ruang. Pemilihan warna perlu mendapatkan perhatian. 184). 1995. biru dan violet merupakan warna sejuk. ada dua kelompok yang mempunyai perbedaan kesan mencolok. Warna tidak harus mencolok atau memberi suasana ramai. Merah. oranye. pastel dan skema warna minimalistik dirancang tanpa terlalu menyulitkan anak.

menyegarkan dan memberi vitalitas bagi ruangan. Merah paling mempengaruhi emosi. Hijau juga lxxxii . 1987) 0.Putih .Coklat .Kuning kecoklatan . perkembangan dan regenerasi.Abu-abu Absorbsi Daya Pantul 98% 76% 76% 81% 76% 83% Kesan Psikologi Riang Dingin Gembira.5 Warna sedang : . Kuning Warna kuning memiliki karakter kuat.Kuning kecoklatan Warna tua : .Biru pastel .7 54% 65% 63% Mulia dan kalem Gembira dan cerah Gembira dan cerah 8% Formil dan kalem 10% Terang 7% Segar Gambar 55. warna merah memiliki karakter terkuat.9 Nilai karakteristik warna adalah sebagai berikut: Merah Dalam spektrum warna. Hijau Melambangkan kehidupan. Di kamar anak.Hijau kebiruan .Hijau 0.Biru . cerah Formil dan kalem Cerah Lembut dan kalem 0.Kuning .Biru kehijauan . hangat dan memberi nuana cerah. karena menghadirkan suasana ceria dan nyaman. merah mendatangkan kesan hangat dan aman.Menurut Sri Purwaningsih: Warna Warna terang: .Kuning . Hijau akan menenangkan. Sesuai diterapkan di ruang bermain. Tabel Psikologi Warna (Sumber: Sri Purwaningsih.

Hijau yang gelap bisa meningkatkan konsentrasi. 2003. (Tabloid Rumah.28-29). Biru Biru memberi kesan tentram dan teduh pada ruangan. Biru dipercaya dapat meredakan stres dan melepaskan ketegangan. h. Gradasi biru terang memberi kesan terbuka dan aliran udara.memberi kesan hangat sekaligus dingin pada ruangan. lxxxiii .

Lokasi : Jl. Foto Perspektif KGS Gambar 58.kanaanglobal. Foto Nisan Kanaan Global School (Sumber : Dokumen Pribadi.net Gambar 56. 15 Februari 2008) lxxxiv . 15 Februari 2008) Gambar 57.BAB III KAJIAN LAPANGAN A. Boulevard blok L2 Perum Taman Surya 3 Jakarta Barat Telp. KANAAN GLOBAL SCHOOL 1. 021-6197205 Website : www. Foto Perspektif KGS (Sumber : Dokumen Pribadi.

Skema Struktur Kelembagaan lxxxv Pendidikan Prasekolah Nasional Plus Akademis Non Akademis (Sumber: Pendidikan Prasekolah Nasional Plus) . yaitu Yayasan Gereja Yesus Sejati yang merupakan yayasan agama Kristen Vatikan. 3. pengetahuan luas. moral. Kanan Global School adalah kelompok bermain atau Playgroup. Kemudian berkembang dengan mendirikan Primary School hingga sekarang mendirikan Junior High School. Pada awal berdiri. Visi dan Misi Visi:   Komunitas sekolah sebagai tempat untuk setiap anak mengenal dan mengembangkan kemampuan intelektual. perhatian dan berintegrasi sesuai dengan nilai-nilai kristiani. kreatif. Sejarah Berdirinya Kanaan Global School didirikan oleh sebuah Yayasan. Struktur Organisasi  Non Akademis CFO Marketing FAD (Finance & Accounting Department) IT (Informatica Technology) HRD (Human Resource Department) GA (General Affair) Manager Manager Manager Manager Manager Staff Staff Staff Staff Staff Gambar 59. 4.2. yang dipenuhi nilai-nilai Kristiani dan dikuatkan oleh prinsip pembelajaran seumur hidup.terbuka. sosial dan fisik. Menjadi pribadi yang berkompetensi tinggi. Misi: Memberikan siswa dengan pengalaman pendidikan yang luas dan dinamis.

 Akademis Executive Principle Principle Teacher 1 Teacher 2 Teacher 3 Teacher 4 Teacher 5 Gambar 60. Mereka sadar bahwa anak-anak belajar dari „melakukan‟ dan berdasarkan alasan. Skema Struktur Kelembagaan Pendidikan Prasekolah Nasional Plus Akademis (Sumber: Pendidikan Prasekolah Nasional Plus) 5. 6. Tujuan : Berkembang menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan produktif. Status Kelembagaan Status kelembagaan Kanaan Global School adalah milik yayasan yang bertaraf nasional. Fungi dan Tujuan Fungsi : Menghadapi tantangan dan mengembangkan kemampuan anakanak untuk belajar dan mengenal tugas-tugasnya dalam kelas. Program Pendidikan Pembentukan dasar dari pendidikan anak usia dini dibangun dengan pengajaran melalui pendekatan yang bertahap pada semua tingkat program di Kanaan Global. dibawah pengawasan Departemen Pendidikan Nasional. lxxxvi . Kanaan Global School memberikan suatu program yang mencerminkan suatu pemahaman pada standard pendidikan internasional yang modern. 7.

Gambar 61.kanaanglobal.kanaanglobal. kemampuan motorik dan teknologi informasi. warna.Kurikulum yang ada menekankan pada penggunaan bahasa Inggris (membaca. ilmu pengetahuan. diajarkan mulai dari kelas Kindergarten. menulis dan berbicara).net)  Ilmu Pengetahuan Untuk membantu anak-anak mengerti ciptaan Tuhan dan kasihNya. Gambar 63. Selain itu. pembagian dan angka dalam langkah yang jelas. Kemampuan riset/meneliti. Foto Kegiatan Seni Berbahasa Inggris (Sumber: www. Foto Kegiatan Ilmu Pengetahuan (Sumber: www. pemecahan masalah dan ketrampilan belajar ditekankan dalam setiap kelas. mendengarkan.net)  Dasar Pemikiran yang Kreatif dan Matematis Matematika diajarkan untuk mengenalkan bentuk. matematika. musik.kanaanglobal. Foto Kegiatan Dasar Pemikiran Kreatif dan Matematis (Sumber: www. langkah-langkah yang bertahap atau instruksi diberikan dalam pelajaran seni.net) lxxxvii . Kurikulum Prasekolah Kanaan Global School:  Seni Berbahasa Inggris Mengembangkan bakat membaca melalui pendekatan yang kuat dan mendasar dari segi phonic/literatur yang dirancang dari program Letterland. Inggris. dan Mandarin. Gambar 62.

kanaanglobal.kanaanglobal. Foto Kegiatan Musik dan Gerak (Sumber: www.kanaanglobal.net) 8.net)  Teknologi Informasi Komputer adalah bagian paling mendasar dari program pengajaran dan kelas dimulai dari tingkat Nursery. Musik dan Gerak Musik membantu anak-anak menguasai emosi mereka dan mengembangkan rasa kasih sayang dan cinta. Gambar 64. Foto Kegiatan Teknologi Informasi (Sumber: www. Gambar 65. lxxxviii .net)  Ketrampilan Praktis Sehari-hari Dirancang untuk mendorong dan membantu anak untuk mandiri di tahun-tahun awal perkembangannya. Foto Kegiatan Ketrampilan Praktis Sehari-hari (Sumber: www. Gambar 66. Program Kegiatan Kegiatan Ekstra Kurikuler sebagai sarana tambahan bagi perkembangan individu dan KGS memberikan banyak pilihan yang beragam untuk aktivitas ini yang membantu kemajuan siswa dalam semua bidang akademik.

kanaanglobal.net) 9.kanaanglobal. Ekskul Balet (Sumber: www.kanaanglbal.net) Gambar 71.net) Gambar 68.net) Gambar 72.kanaanglobal. Ekskul Taekwondo (Sumber: www. Ekskul Tari Tradisional (Sumber: www.net) Gambar 70. Ekskul Menggambar (Sumber: www. Ekskul Sempoa (Sumber: Gambar 69. Ekskul Ensamble (Sumber: www.kanaanglobal.Gambar 67. Jam Operasional lxxxix .kanaanglobal.net) www.

Aktivitas dan Fasilitas Ruang 1) Kegiatan Pendidikan a.net) 10. Foto Ruang Kelas (Sumber : Dokumen Pribadi. Perpustakaan xc . Foto Ruang Kelas (Sumber : Dokumen Pribadi. Ruang Kelas Gambar 74. Foto Ruang Kelas Gambar 75.kanaanglobal.Gambar 73. 15 Februari 2008) Gambar 76. 15 Februari 2008) b. Tabel Jam Operasional Kanaan Global School (Sumber: www. Foto Ruang Kelas Gambar 77.

15 Februari 2008) 2) Kegiatan Ekskul a. 15 Februari 2008) b.Gambar 78. Ruang Komputer Gambar 80. Foto Ruang Ballet (Sumber : Dokumen Pribadi. Ruang Bermain Outdoor xci . Ruang Musik c. Foto Ruang Musik Gambar 81. Foto Ruang Ballet Gambar 83. Foto Ruang Komputer (Sumber : Dokumen Pribadi. Ruang Ballet Gambar 82. Foto Ruang Perpustakaan Gambar 79. Foto Rak Buku (Sumber : Dokumen Pribadi. 15 Februari 2008) 3) Kegiatan Bermain a. Ruang Bermain Indoor b.

Foto Ruang Aula (Sumber : Dokumen Pribadi. Foto Ruang Aula Gambar 87. Ruang Aula Gambar 86. 15 Februari 2008) 11. 15 Februari 2008) xcii . Foto Ruang Bermain Indoor Bermain Outdoor (Sumber : Dokumen Pribadi.Gambar 84. Foto Lantai Keramik Tekstur (Sumber : Dokumen Pribadi. Elemen Interior a. Foto Ruang Gambar 85. Lantai  Ruang Koridor Material : Keramik Ukuran : 40 x 40 cm Gambar 88. 15 Februari 2008) 4) Kegiatan Publik a. Foto Lantai Keramik Tekstur (Sumber : Dokumen Pribadi. 15 Februari 2008) Gambar 89.

Foto Lantai Parquette Gambar 91. Foto Ceiling (Sumber : Dokumen Pribadi. Ruang Ballet Material : Parquette Ruang Kelas Mateial : Keramik Ukuran: 40 x 40 cm Gambar 90. Dinding Material : Batu bata Fin. Cat tembok Gambar 92. Sistem Interior a. 15 Februari 2008) b. Foto Lantai Keramik (Sumber : Dokumen Pribadi. Cat tembok c. 15 Februari 2008) 12. Foto Dinding Gambar 93. Ceiling Material : Beton Fin. Pencahayaan Seluruh ruangan menggunakan jenis lampu TL xciii .

Gambar 94. Foto Lampu TL Gambar 95. Foto Lampu TL (Sumber : Dokumen Pribadi, 15 Februari 2008) b. Penghawaan Penghawaan pada ruang kelas menggunakan Exhaust Fan AC

Gambar 96. Foto Exhaust Fan Gambar 97. Foto AC (Sumber : Dokumen Pribadi, 15 Februari 2008)

c. Sistem Keamanan

Gambar 98. Foto Tabung Pemadam Gambar 99. Foto Hydrant (Sumber : Dokumen Pribadi, 15 Februari 2008)

xciv

13. Furniture Furniture pada ruang kelas disesuaikan dengan dimensi anak, dengan penggunaan material yang ringan dan bahan yang dipakai tidak mengandung bahan toxin. Warna pada furniture kelas, seperti meja dan kursi menggunakan pemilihan warna yang cerah.

Gambar 100. Foto Kursi Kelas Gambar 101. Foto Meja Kelas (Sumber : Dokumen Pribadi, 15 Februari 2008)

Gambar 102. Foto Rak Mainan Gambar 103. Foto Rak Peralatan (Sumber : Dokumen Pribadi, 15 Februari 2008)

B. PALM KIDS SCHOOL 1. Lokasi : Jl. KS. Tubun No. 27 Manahan Solo 57124 Telp. 0271-725257 Website : www.palmkidschoolsolo.com

xcv

Gambar 104. Foto Palm Kids School (Sumber : Dokumen Pribadi, 14 Mei 2008)

Gambar 105. Foto Perspektif Palm Kids Gambar 106. Foto Perspektif Palm Kids (Sumber : Dokumen Pribadi, 14 Mei 2008)

2.

Sejarah Berdirinya Palm Kids School secara resmi dibuka tanggal 15 April 2001. Palm Kids School Solo tidak terpaku pada perkumpulan sekolah yang ada, dimana menyediakan jenjang pendidikan Prasekolah, Taman Kanakkanak dan Sekolah Dasar. Pengajaran dilakukan dengan dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris serta berdasarkan pada kurikulum Palm Kids School dan Kurikulum Internasional.

3.

Visi dan Misi Visi : Memberikan pelayanan-pelayanan pendidikan yang bermutu Misi :  Memberi layanan pendidikan kepada masyarakat dengan cara yang memuaskan. xcvi

4. xcvii . Status Kelembagaan Status kelembagaan pada Palm Kids School adalah milik swasta yang bertaraf nasional. menanamkan sifat mandiri. Struktur Organisasi Kepala Palm Kids Wakil Kepala Palm Kids Guru Karyawan Guru I Guru II Guru III Guru IV TU Satpam Penjaga Gambar 107. Fungsi dan Tujuan Fungsi dan tujuan didirikannya Palm Kids School adalah merangsang kreativitas. dibawah pengawasan Departemen Pendidikan Nasional. bertanggung jawab serta yakin kepada kemampuannya sendiri. percaya diri. Menciptakan kegairahan dan motivasi belajar yang tinggi dari murid-murid dan semangat kepemimpinan yang besar.   Mencapai tingkat masukan murid yang merata serta keluaran murid yang bermutu. 6. Menciptakan dan memelihara kepercayaan dari berbagai pihak. Skema Struktur Organisasi Palm Kids (Sumber: Palm Kids School Solo) 5.

seperti: mewarnai. Pengembangan Bahasa (Languange) Melalui cerita atau dongeng dalam Bahasa Inggris dan Indonesia dengan baik dan benar untuk merangsang perkembangan bicara anak. Sekolah Dasar pada usia 1-6 tahun. bahasa. warna dan rasa. Pengembangan Kognitif (Intellectual) Berbagai materi bertema yang diberikan dalam bentuk “Learning by doing”. computer. Anak akan belajar mengelompokkan. aroma. dibagi dalam: Pre Toodler Toodler   Taman Kanak-kanak (Kindergarten) Sekolah Dasar (Elementary School) Pendidikan Prasekolah dan Taman Kanak-kanak menyediakan program pendidikan pada perkembangan anak untuk usia 18 bulan – 11 tahun. meluncur bahkan memanjat dengan aman. kegiatan untuk melatih otot-otot besar seperti: merangkak. b. Pengembangan Psikomotorik (Physical) 1) Motorik halus. Kurikulum yang diberikan adalah berhitung. melompat. 2) Motorik kasar. musik. ilmu sosial. Pengembangan Emosi dan Sosialisasi xcviii . seni. c. 8. melatih koordinasi sensor motorik. menempel. Program Pendidikan Palm Kids School Solo mengutamakan program pendidikan pada anak usia dini (early childhood program) yang terdiri dari:   Kelas bayi (Infant class) Prasekolah (Preschool). merobek dan menyusun balok. ilmu pengetahuan. membaca. membedakan bentuk. Program Kegiatan a. Selain itu ada kegiatan ekstrakurikuler dan perjalanan darmawisata. pendidikan psikis dan Bahasa Indonesia.7. d.

Ruang Tunggu Gambar 109. Foto Ruang Tunggu (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) b. Aktivitas dan Fasilitas Ruang 1) Kegiatan Publik a.15 08.Melalui kegiatan belajar sambil bermain. Dengan demikian anak akan mengenal diri sendiri dan teman-temannya.30 08. anak mendapat banyak kesempatan untuk bersosialisasi. 9.50 – 09.00 – 10.00 – 09.00 After School Gambar 108. Jam Operasional Class PreToodler Toodler Nursery Kindergarten Morning Class 07. Foto Ruang Tunggu Gambar 110.00 – 12. Tabel Jam Operasional Palm Kids School (Sumber: Palm Kids School Solo) 10. Ruang Resepsionis xcix . mampu mengendalikan diri di lingkungannya dan belajar menghargai orang lain.00 10.

Foto Ruang Resepsionis Gambar 112. Ruang Audiovisual Gambar 115. Foto Ruang Kelas Gambar 114. Foto Ruang Audiovisual (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) 2) Kegiatan Pendidikan a. Foto Koridor Ruang Kelas (Sumber : Dokumen Pribadi.Gambar 111. Foto Ruang Resepsionis (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) b. Ruang Kelas Gambar 113. 14 Mei 2008) c. Ruang Baca c . Foto Ruang Audiovisual Gambar 116.

14 Mei 2008) Gambar 120. Ruang Seni dan Kerajinan Gambar 119. Foto Ruang Baca Gambar 118.Gambar 117. Foto Ruang Seni dan Kerajinan (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) e. Foto Ruang Komputer Gambar 122. Foto Ruang Komputer (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) d. 14 Mei 2008) ci . Foto Ruang Seni dan Kerajinan (Sumber : Dokumen Pribadi. Foto Ruang Baca (Sumber : Dokumen Pribadi. Ruang Komputer Gambar 121.

14 Mei 2008) 11. Foto Area Aktivitas Luar (Sumber : Dokumen Pribadi. Lantai Ruang Kelas Material : Parquette Ruang Seni Material : Keramik berpola cii . Foto Ruang Bermain Outdoor (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) Gambar 126. Foto Area Makan (Sumber : Dokumen Pribadi. Ruang Olahraga Renang 1. Area Aktivitas Luar Ruangan i. Elemen Interior a. Area Makan Gambar 125. Area Bermain Outdoor Gambar 123. 14 Mei 2008) h. 14 Mei 2008) Gambar 124.f. g. Foto Kolam Renang (Sumber : Dokumen Pribadi.

Foto Lantai Parquette Gambar 128. Foto Lantai Keramik (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) b. Foto Dinding fin. Dinding Ruang Kelas Material Finishing Ruang Audiovisual : Tembok bata : Cat tembok Material : Tembok bata Gambar 130. Cat Gambar 131.Gambar 127. Foto Dinding Batu Bata (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) Area Aktivitas Luar Ruangan Material : Keramik Gambar 129. 14 Mei 2008) Ruang Audiovisual Material : Kaca ciii . Foto Lantai Keramik (Sumber : Dokumen Pribadi.

Sistem Interior a. 14 Mei 2008) 12. Penghawaan c. Foto Lampu TL Gambar 136. Foto Dinding Kaca (Sumber : Dokumen Pribadi. Foto Ceiling Gambar 134.Gambar 132. Pencahayaan Gambar 135. Foto Lampu Down Light (Sumber : Dokumen Pribadi. Foto Ceiling Gypsum (Sumber : Dokumen Pribadi. Ceiling Ruang Audiovisual Ruang Kelas Gambar 133. Sistem Keamanan civ . 14 Mei 2008) b. 14 Mei 2008) c.

14 Mei 2008) Gambar 141. 14 Mei 2008) Gambar 140. Foto Kursi Kelas (Sumber : Dokumen Pribadi. FotoTabung Pemadam (Sumber : Dokumen Pribadi. Furniture Gambar 139. Foto AC Gambar 138. Foto Meja Kelas (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) 13.Gambar 137. Foto Loker Tas (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) cv .

14 Mei 2008) cvi . Foto Rak Buku (Sumber : Dokumen Pribadi. Foto Meja Makan (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) Gambar 143.Gambar 142. Foto Kursi Makan (Sumber : Dokumen Pribadi. 14 Mei 2008) Gambar 144.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->