P. 1
BOLEHKAH WANITA MENJADI PEMIMPIN MENURUT ISLAM

BOLEHKAH WANITA MENJADI PEMIMPIN MENURUT ISLAM

|Views: 589|Likes:
Published by ajanet

More info:

Published by: ajanet on Feb 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

BOLEHKAH WANITA MENJADI PEMIMPIN MENURUT ISLAM ???

oleh Suara Al-Fakir pada 09 November 2010 jam 10:29 <Photo 1

Menurut mayoritas pemikir politik Islam, seperti al-Mawardi dalam kitabnya, ³Al-Ahkâm AshShulthâniyyah´, menegaskan bahwa pemerintahan yang sah untuk menjamin kelestarian sosial dalam suatu Negara atau daerah adalah wajib hukumnya, baik menurut akal maupun syara¶. Menurut akal, tidak mungkin ada suatu Negara atau daerah tanpa pemerintahan yang dipimpin oleh kepala Negara atau daerah. Sebab, jika demikian, maka masyarakat akan hidup tanpa ada pihak yang mencegah terjadinya kedhaliman dan tidak ada yang akan menyelesaikan perselisihan dan persengketaan (tanâzu¶ wa takhâshum). Sedangkan menurut syara¶, kepala Negara atau daerah diperlukan untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan, juga masalah keagamaan. Sedangkan untuk membentuk atau melestarikan pemerintahan yang sah, membutuhkan proses pemilihan dan suksesi.

Pemilu, akan menjadi ³hajat orang banyak´ jika dapat mencerminkan kedaulatan rakyat. Oleh karena itu, memberikan suara kepada salah satu calon pemimpin bukanlah sebuah kewajiban secara personal (fardhu µain) menurut Islam, namun sebatas kewajiban secara komunal (fardhu kifâyah). Akan tetapi, di saat ini, ketika kita telah larut dalam permainan politik dan kurang memihak terhadap kepentingan rakyat, sementara diyakini ada salah satu calon pemimpin yang dipercaya dapat menjadi pemimpin dan membawa perubahan ke arah ³pro rakyat´, maka partisipasi politik dan memberikan suara pada saat pemungutan suara menjadi sebuah kewajiban secara personal (fardhu µain).

ISLAM & KEKUASAAN

Pemilihan kepala negara sama artinya dengan memilih Khalifah pada masa awal kematian Nabi dahulu, semuanya harus tetap mengacu pada aturan main yang ditetapkan oleh Islam. Di dalam Islam, tidak ada pemisahan antara agama dan negara, agama dan politik atau agama dan kepemimpinan, semuanya satu kesatuan. Karena hidup kita ini diatur oleh agama dari hal yang paling kecil sampai pada hal yang terbesar. Hidup adalah tingkah laku, dan tingkah laku dibatasi oleh norma agama termasuk tingkah laku dalam berpolitik.

pedoman atau acuan bagi manusia lainnya) Rujukannya lihat : ³Dan kalau Kami bermaksud menjadikan Rasul itu dari golongan malaikat. baik dalam skala besar maupun dalam skala kecil. ³ (QS. Al-An¶aam: 9) ³Kami tidak mengutus sebelum kamu.BOLEHKAH MEMILIH PEMIMPIN WANITA DI DALAM ISLAM ??? Seputar Ketentuan Pemimpin wanita : y Tidak Ada Nabi dan Rasul Wanita (Nabi dan Rasul adalah refleksi dari pemimpin. dan suka atau tidak suka. kecuali makmumnya juga wanita (berdasarkan Imam Hanafi. Yusuf: 109) ³Kami tiada mengutus Rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad). Al-Anbiyaa¶: 7) Imam dalam sholat tidak boleh wanita.´ (QS. Syafi¶i. melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki. melainkan orang laki-laki yang kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Hambali dan Ja¶fari/ Imammiah) .´ (QS. mereka adalah contoh.

´ (QS. Yang . semisal pemimpin daerah. Ketentuan semacam ini. An-Nisaa¶: 34) Ayat ini memang konteksnya berbicara seputar rumah tangga. Perbedaan ini. dilatarbelakangi adanya perbedaan sudut pandang dalam menilai kepemimpinan semacam ini. apalagi seorang kepala negara yang notabene sebagai kepala atau pemimpin dari banyak kepala keluarga lain. meraih sebuah keberuntungan dan menghindarkan diri dari kesusahan adalah sebuah anjuran. baik dengan kekuasaan luas maupun terbatas. seorang kepala rumah tangga saja haruslah laki-laki. Beliau bersabda: Tidak akan pernah beruntung keadaan suatu kaum yang menyerahkan kepemimpinannya pada seorang perempuan. Imam Ahmad. menurut al-Qâdhi Abû Bakr ibn al-¶Arabiy merupakan konsensus para ulama. keabsahan kepemimpinan wanita masih menjadi perdebatan para ulama. Imam Malik. tidak akan mendapatkan keberuntungan. akan tetapi secara logikanya. Ulama berkesimpulan bahwa wanita tidak diperkenankan menduduki tampuk kekuasaan tertinggi dalam suatu Negara. apakah termasuk bagian dari kekuasaan. bahwa suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada seorang wanita.´ (QS. menjadi pemimpin.´ (HR. dan Imam Syafi¶i berpendapat bahwa wanita tidak berhak menjadi pemimpin.y Laki-laki Sudah Ditetapkan Sebagai Pemimpin Wanita Rujukannya : ³Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ali Imran: 36) Hadits : ³Diriwayatkan dari Abu Bakar. pada hakikatnya sama. Turmudzi dan An-Nasa¶i) Hadits tersebut menjelaskan. Sedangkan untuk kekuasaan yang cakupannya lebih terbatas. maka tidak bisa lain. y y ³Dan anak laki-laki tidaklah sama dengan anak wanita. meski dalam lingkup yang lebih terbatas. Dari sini. bagaimanapun juga. ataukah fatwa. persaksian. Padahal. dia haruslah laki-laki. Sebab. Bukhari. katanya: Tatkala sampai berita kepada Rasulullah bahwa orang-orang Persia mengangkat raja puteri Kaisar.

ketika wanita diperbolehkan memberikan kesaksian dalam urusan harta. . Rasulullâh jelas-jelas melarang seorang wanita menjadi pemimpin. 2. jauh sebelum dia mengenal Islam dan dipercaya kawin dengan Nabi Sulaiman. Padahal. Padahal. Setelah dia ditundukkan oleh Sulaiman dan menjadi istrinya. bukan lagi Balqis. menurut beliau. PERTANYAAN YANG TIMBUL . entah laki-laki ataukah perempuan) maka keputusan hukumnya legal dan sah-sah saja. ³Ambillah separuh ajaran agama kalian dari Khumayrⶠini´. setiap orang yang memiliki kredibilitas untuk menengahi pertikaian atau persengketaan di antara manusia. kecuali hal-hal yang memang telah diputuskan oleh ijma¶. Dalam pandangan beliau. Beliau berpendapat bahwa wanita dapat menjadi pemimpin daerah secara mutlak dalam semua hal.Ratu Balqis menjadi kepala negara. 1.. memiliki pandangan yang lebih longgar dalam permasalahan ini. sebagaimana sabda yang beliau sampaikan. Beliau berpandangan.. Ibn Jarîr ath-Thabariy. Apakah Islam melakukan diskriminasi terhadap perempuan ? Islam tidak melakukan diskriminasi. identik dengan fatwa. yaitu masalah kepemimpinan besar (al-imamah al-kubra). Rasulullâh sendiri merestui dan melegalkan seorang wanita untuk memberikan fatwa. Prinsipnya. Bagaimana dengan pemerintahan Ratu Saba¶ yang dikenal bernama Balqis? . berarti memberikan keputusan dalam wilayah tersebut juga sudah semestinya diperbolehkan. (tanpa memandang jenis kelamin. otomatis yang menjadi kepala negara adalah Sulaiman. kepemimpinan semacam ini.membedakan hanyalah wilayah kekuasaannya semata. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa wanita dapat menjadi penguasa dalam urusan harta.

Sesudah Nabi wafat. Nabi SAW mengikutsertakan wanita dalam medan perang. .´ (Hadits Riwayat Ahmad. Di sisi lain. tetapi sebagai prajurit yang bertugas memberikan pertolongan bagi mereka yg terluka seperti dicontohkan oleh Fatimah Az-Zahrah puteri Beliau sendiri.Untuk memimpin suatu negara. mengangkat Ummu Asy-syifa¶ AlAnsyariah sebagai pengawas dan pengontrol pasar Madinah (kalau sekarang ini mungkin bisa disetarakan dengan kedudukan menteri ekonomi). Bahkan Khadijah istri Nabi yang pertama adalah seorang saudagar (pengusaha). orang harus benar-benar total. Muslim. dan dia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya itu. AlBaqarah: 228) ³Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggung jawab atas kepemimpinanmu. Bukhari.´ (QS. ³Bagi para wanita. pikiran maupun resiko dan tanggung jawabnya bahkan terkadang harus rela disibukkan oleh aktifitasnya. sahabatnya. Khalifah Umar. istri Beliau. karena ia juga harus melayani suami dan anak-anak sebagai tugas utamanya. Akan tetapi para suami memiliki satu tingkatan kelebihan dari pada istrinya. Patut dicatat bahwa tugas seorang menteri tidak seberat dan sebesar tanggung jawab tugas kepala negara. isteri memiliki tanggung jawab atas kepemimpinannya dalam rumah tangga suaminya). namun mereka bukan dijadikan umpan peluru. Tirmidzi dari Ibnu Umar) Dalam sejarah. mereka punya hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang benar. menteri tetap harus bertanggung jawab kepada pemimpinnya. Perempuan adalah pemimpin dlm rumah suaminya dan diapun bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya. kemudian wanita juga mempersiapkan konsumsi seperti dilakukan oleh µAisyah. Itulah contoh dan bentuk emansipasi wanita di dalam Islam. baik dalam waktu. menghadiri rapat di berbagai kesempatan. Abu Daud. yaitu presiden (dalam istilah agamanya. melakukan perjalanan dinas dan seterusnya yang tentu saja sulit dilakukan oleh seorang wanita.

Al-Qur¶an dan Hadits tidak membenarkan wanita memimpin pria. Lalu bagaimana bila suatu saat si wakil melengserkan si pemimpin yang sebelumnya adalah wanita ? Tetap saja pada waktu pemilihan pertama. sang pemimpin adalah wanita dan sang wakil adalah laki-laki. Inipun tidak dibenarkan oleh Islam. Hal ini telah dinyatakan dalam nash-nash syar¶i. . tetap bertentangan dengan ajaran Islam. istri memimpin suami. Dalam hal kepemimpinan. yang juga puteri kesayangan Rasul dengan keputusan politik Abu Bakar terhadap tanah Fadak yang diklaim sebagai warisan Nabi SAW untuk puterinya itu. enam bulan sesudahnya Ali bin Abu Thalib akhirnya memilih mengikuti kepemimpinan Abu Bakar selaku Khalifah/ kepala negara. Islam secara tegas memberi arahan pada umatnya tentang kriteria dan juga kewajiban untuk melaksanakan pemilihannya. Ali bin Abu Thalib sempat tidak setuju dengan kepemimpinan Abu Bakar pasca kematian Nabi Muhammad. Tetapi itu diawali dengan ketidakpuasan Fatimah az-Zahrah. Istri Ali.Bagaimana bila kepala negaranya wanita dan wakilnya pria ? Ini terbalik. Imam wanita Makmum laki-laki. Kapan kita boleh memilih wanita sebagai pemimpin ? - Bila sudah tidak ada lagi laki-laki Islam yang mampu jadi pemimpin ! Bolehkah kita Golput ? Golput (Golongan Putih) artinya tidak memilih. Namun setelah Fatimah wafat dan dengan pemikiran yang panjang kedepan.

´ (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah) Bila untuk sebuah rombongan kafilah saja diwajibkan pengangkatan kepemimpinan sebagai ketua rombongan yang bertanggung jawab terhadap jemaahnya. apa lagi dalam suatu ruang lingkup kenegaraan!!! --Armansyah & berbagai sumber-- . hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya.Nabi Muhammad SAW bersabda: ³Jika ada tiga orang bepergian.

Tulisan kali ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai "Pemimpin Wanita dalam Tinjauan". Oleh karena itu yang menyelesaikannya adalah orang yang tidak memiliki kekurangan (seperti wanita) yaitu kaum pria-lah yang pantas menyelesaikannya. karena pemimpin harus memimpin jihad. Kepemimpinan dan masalah memutuskan suatu perkara adalah tanggung jawab yang begitu urgent.ALASAN WANITA TIDAK MENJADI PEMIMPIN « Segala puji bagi Allah. Bukhari no. Rabb semesta alam. ´ (HR. . ´ Suatu kaum itu tidak akan bahagia apabila mereka menyerahkan kepemimpinan mereka kepada wanita´. tidak diperkenankan berhias (apabila keluar rumah). Alasannya. Sedangkan wanita adalah aurat. Semoga bermanfaat. para ulama bersepakat bahwa syarat al imam al a¶zhom (kepala negara atau presiden) haruslah laki-laki. Wanita itu lemah. Seorang hakim haruslah bisa menyelesaikan sengketa. ± ± » « ³Tatkala ada berita sampai kepada Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam bahwa bangsa Persia mengangkat putri Kisro (gelar raja Persia dahulu) menjadi raja. (Lihat Adhwa¶ul Bayan. 4425) Dari hadits ini. Begitu juga seorang pemimpin negara haruslah menyelesaikan urusan kaum muslimin. Mengapa Wanita Tidak Jadi Pemimpin? Alasan Pertama. 3/34. Asy Syamilah) Al Baghowiy mengatakan dalam Syarhus Sunnah (10/77) pada Bab ´Terlarangnya Wanita Sebagai Pemimpin´: ´Para ulama sepakat bahwa wanita tidak boleh jadi pemimpin dan juga hakim. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. keluarga dan sahabatnya.´ Alasan Kedua. Sekarang kita akan melihat mengapa wanita tidak pantas jadi pemimpin. tidak mampu menyelesaikan setiap urusan karena mereka kurang (akal dan agamanya). Pemimpin wanita pasti merugikan Abu Bakrah berkata. Wanita kurang akal dan agama Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. beliau shallallahu ¶alaihi wa sallam lantas bersabda.

´ Dari hadits ini sebagian pria akhirnya menganiaya para wanita. apa yang dimaksud kurang akalnya?´ Beliau shallallahu ¶alaihi wa sallam pun menjawab. ³Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki. Oleh karena itu ±wahai Syaikh. apa yang dimaksud dengan kurang agamanya? ´ Beliau shallallahu ¶alaihi wa sallam pun menjawab. maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang . ´Bukankah ketika seorang wanita mengalami haidh. Oleh karena itu. Adapun makna hadits Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam: ³Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menggoyangkan laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.´ (HR. 304) Apa yang dimaksud dengan kurang akal dan agamanya? Ada yang menanyakan kepada Syaikh ¶Abdul Aziz bin ¶Abdillah bin Baz: Saya seringkali mendengar hadits ´wanita itu kurang akal dan agamanya. ´Wahai Rasulullah. ´Bukankah persaksian dua wanita sama dengan satu pria?´ Ada yang menanyakan lagi. Inilah kekurangannya. ´Wahai Rasulullah. seringkali wanita itu lupa.kami memintamu untuk menerangkan makna hadits ini. harus bersama wanita lainnya. dia tidak dapat melaksanakan shalat dan tidak dapat berpuasa?´ (HR. Allah Ta¶ala berfirman. Bukhari dan Muslim) Jadi. Akhirnya dia pun sering menambah-nambah dan mengurang-ngurangi dalam persaksiannya.´ Lalu ada yang menanyakan kepada Rasulullah. Bukhari no.³Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menggoyangkan laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita. Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kurang akalnya adalah dari sisi penjagaan dirinya dan persaksian tidak bisa sendirian.

´ (HR. ia akan selalu bengkok.´ (HR. Tirmidzi no. dan menyusui .´ (QS.´ (HR. Wanita ketika shalat berjama¶ah menduduki shaf paling belakang Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. Wanita tidak dapat menikahkan dirinya sendiri. Al Baqarah: 282) Yang dimaksud dengan kurangnya agama adalah ketika wanita tersebut dalam kondisi haidh dan nifas. dan sebaik-baik shof untuk wanita adalah paling belakang sedangkan paling jeleknya adalah paling depan. (Majmu¶ Fatawa Ibnu Baz. Inilah yang dimaksud kurang agamanya. maka bersikaplah yang baik terhadap wanita. Bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. 2085. dia pun meninggalkan shalat dan puasa. 440) Alasan Keempat. juga dia tidak mengqodho shalatnya. ³Sebaik-baik shof untuk laki-laki adalah paling depan sedangkan paling jeleknya adalah paling belakang. hamil. melahirkan. 1880. tetapi harus dengan wali Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. Namun. maka dia akan patah. Wanita menurut tabiatnya cenderung pada kerusakan Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. Abu Daud no.kamu ridhai. Muslim no. Bukhari no. ³Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. 4/292) Alasan Ketiga. Alasan Kelima. 1101 dan Ibnu Majah no. 5184) Alasan Keenam. Jika engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi. Wanita mengalami haidh. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). jika kamu membiarkan wanita. ³Tidak ada nikah kecuali dengan wali.

Al Ahzab: 33) Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. dan membanting badan. maka di mana tanggung jawab wanita sebagai pemimpin? Alasan Ketujuh. Allah Ta¶ala berfirman. Ath Tholaq : 4) Jika datang waktu seperti ini. ³Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuanperempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya). Mereka memimpin dalam hal yang khusus yaitu terutama memelihara diri. niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.´ (QS. tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah. waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. maka masa iddah mereka adalah tiga bulan. ³Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat. seringnya para wanita melakukan perbuatan yang terlarang dan melampaui batas seperti menampar pipi. dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. memecah barang-barang. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu. mendidik anak dan memelihara harta suami yang ada di rumah. Tujuan dari ini semua adalah agar kebutuhan perbaikan keluarga teratasi oleh wanita sedangkan perbaikan masyarakat nantinya dilakukan oleh kaum laki-laki. Wanita mudah putus asa dan tidak sabar Kita telah menyaksikan pada saat kematian dan datangnya musibah. Dan perempuan-perempuan yang hamil. . Padahal seorang pemimpin haruslah memiliki sifat sabar dan tabah. itu pun di bawah pengawasan suaminya. Di Mana Kepemimpinan Wanita? Wanita hanya diperbolehkan menjadi pemimpin di rumahnya.Allah Ta¶ala berfirman.´ (QS. atau orang yang sederajat dengannya.

karena menentang taqdir Allah «. yang sering disebut dengan istilah emansipasi wanita. Masih Ngotot Adanya Persamaan Gender Syaikh Bakar Abu Zaid berkata. Oleh karena itu. dan menuntut supaya ada kesamaan antara laki-laki dan wanita. tunjukilah kami (dengan izin-Mu) pada kebenaran dari apa-apa yang kami perselisihkan di dalamnya. baik dari segi lahir dan batin. dan ekonomi yang ini tidak bisa kita tutupi lagi.´ (Hirosatul Fadhilah) Sadarlah! Inilah ketentuan di dalam Islam. Wa shalallahu ¶ala nabiyyina Muhammad wa ¶ala alihi wa shohbihi wa sallam. Tidak boleh masing-masing berharap memiliki kekhususan yang lain. Bukanlah Allah membendung hak asasi manusia. dan generasi sesudahnya. kebutuhan. Inilah adab syari¶at Islam untuk menghilangkan kedengkian dan agar orang mukmin ridha dengan pemberian Allah. Allah berfirman di dalam surat An Nisaa¶ ayat 32 yang maksudnya adalah kita dilarang iri dengan kedudukan orang lain. menyeru manusia untuk menghapusnya. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah teori sekuler. Sesungguhnya Engkaulah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus. ³Masing-masing wajib mengimani dan menerima bahwa harus ada perbedaan antara laki-laki dan wanita. Alhamdulillahilladzi bi ni¶matihi tatimmush sholihaat. 2409) Kita hendaknya menerima ketentuan Allah yang Maha Bijaksana ini. dan kebahagiaannya masing-masing. jika hanya berharap ingin meraih sifat lain jenis dilarang di dalam Al Qur¶an. belum lagi di alam akhirat. karena masing-masing tidak menerima ketentuan Allah dan tidak ridho dengan hukum dan syari¶at-Nya. Bukhari no. maka bagaimana apabila mengingkari syari¶at Islam yang membedakan antara laki-laki dan wanita. menurut tinjauan syari¶at Islam. para sahabatnya. 11 Rabi¶ul Akhir 1430 H . Perbedaan ini adalah semata-mata menuju keadilan. Tetapi jika peraturan ini dilanggar. jangan berharap perdamaian di dunia apalagi kenikmatan di akhirat. belum lagi besok di alam kubur. dia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai orang yang diurusnya.³Dan wanita menjadi pemimpin di rumah suaminya. akhlaq. Ya Allah. Selanjutnya. dengan perbedaan ini kehidupan bermasyarakat menjadi teratur. Masing-masing harus ridho dengan taqdir Allah dan syari¶at Islam. Seorang hamba hendaknya memohon karunia kepada Rabbnya. ibadah. tetapi Dialah yang mengatur makhluk-Nya sesuai dengan kemampuan. kebaikan dan kejayaan akan diraih kaum muslimin sebagaimana yang pernah dialami para Rasul.´ (HR. sebab akan mengundang kemarahan Allah. **** Diselesaikan sore hari di Wisma MTI. Tentunya bila dilaksanakan. Tetapi lihatlah perzinaan dan fitnah wanita serta kehancuran aqidah.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho.com .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->