P. 1
DESKRIPSI TEATER TRADISI LANG LANG BUANA DI KABUPATEN NATUNA PROVINSI KEUPALAUAN RIAU

DESKRIPSI TEATER TRADISI LANG LANG BUANA DI KABUPATEN NATUNA PROVINSI KEUPALAUAN RIAU

|Views: 6,500|Likes:
Published by Aby Grass
bahan sidang S 1 seni teater IKJ
bahan sidang S 1 seni teater IKJ

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Aby Grass on Feb 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

Kabupaten Natuna merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi

Kepulauan Riau, Indonesia.Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat

Karimata. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Negara Vietnam dan Kamboja,

di bagian barat dengan Singapura, Malaysia, Riau,di bagian timur dengan Negara

Malaysia Timur dan Kalimantan Barat, dan di selatan berbatasan dengan Provinsi

Sumatera Selatan dan Jambi.

Sejarah Kabupaten Natuna tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kabupaten Kepulauan

Riau, karena sebelum berdiri sendiri sebagai daerah otonomi, Kabupaten Natuna

merupakan bagian dari wilayah Kepulauan Riau. Kabupaten Natuna dibentuk

berdasarkan Undang-Undang No. 53 Tahun 1999 yang disahkan pada tanggal 12

Oktober 1999, dengan dilantiknya Bupati Natuna Drs. H. Andi Rivai Siregar oleh

Menteri Dalam Negeri ad intrem Jenderal TNI Faisal Tanjung di Jakarta.

Begitu juga halnya dengan perkembangan kesenian di Kabupaten Natuna tidak bisa

terlepas dari provinsi induknya ± Provinsi Riau. Di Provinsi Riau terdapat dua jenis

teater tradisi, yaitu teater tradisi Mak Yong dan teater Bangsawan.Mak Yong adalah

seni teater tradisional masyarakat Melayu yang tumbuh dan berkembang di negara-

2

negara bagian Malaysia dan di Kepulauan Riau. Hal ini disebabkan karena letak

geografis dan kultur kebudayaan antara dua daerah yang berbeda negara itu saling

berdekatan dan memiliki persamaan. Pementasan Mak Yong di Kepulauan Riau

dengan memakai topeng, berbeda dengan Malaysia yang tanpa memakai topeng.

Pertunjukan Mak Yong menggabungkan berbagai unsur upacara keagamaan, lakon,

tari, musik dengan vokal atau instrumen dan naskah yang sederhana.Tokoh utama

pria dan wanita keduanya dibawakan oleh penari wanita.Selain itu ada juga tokoh-

tokoh lain yang muncul dalam cerita ini misalnya pelawak, dewa, jin, pegawai istana,

dan binatang. Pertunjukan Mak Yong diiringi alat musik seperti rebab, gendang, dan

tetawak1

.

Sementara itu, Teater Bangsawan lebih mudah dipahami sebagai perintis dari

perkembangan teater Indonesia ke arah teater modern. Hanya saja Teater Bangsawan

belum menggunakan naskah tertulis seperti naskah well made play pada teater

konvensional. Naskahnya hanya menceritakan garis besar atau plot dari sebuah cerita

yang akan dipentaskan. Teater Bangsawan atau Wayang Bangsawan merupakansalah

satu teater tradisi yang hidup di Kepulauan Riau dan Kepulauan Lingga, Indonesia,

serta berkembang pula di kawasan Malaysia dan Brunei Darussalam.Teater tradisi ini

dapat dimainkan oleh semua lapisan masyarakat.

1

alat musik seperti gong, tetapi bentuknya lebih kecil.

3

Pertunjukan Teater Bangsawan menggabungkan unsur musik, drama dan tari serta

mengangkat kisah-kisah di lingkungan istana.Cerita-cerita yang sering diangkat

adalah kisah tentang Hang Tuah Lima Bersaudara, Sultan Mahmud Mangkat

Dijulang dan Laksamana Bintan.

Menurut sejarah, teater ini dikembangkan oleh masyarakat Persia atau Parsi yang

pindah ke India karena pertentangan ideologi di tanah airnya. Teater ini selanjutnya

berkembang di Pulau Penang, Malaysia dan menyebar pula ke Indonesia, termasuk

Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Tetapi teater ini lebih

lekat dengan kebudayaan Riau.Di Malaysia, teater ini pada awalnya dinamakan

Wayang Parsi.Kemudian kelompok wayang asal Persia ini pulang ke India dan

menjual peralatan pertunjukan kepada seorang Malaysia, Mohamad Pushi.Sejak saat

itu, Mohamad Pushi mengganti nama teater itu menjadi Teater Bangsawan.

Kabupaten Natuna sebagai daerah pemekaran baru telah melakukan berbagai

pembangunan terhadap berbagai infrastruktur untuk membenah diri sebagai sebuah

kabupaten.Pembangunan ini tentunya didukung oleh APBD Kabupaten Natuna yang

sangat besar yaitu sekitar 2 triliun per tahunnya. Bentuk dari pembangunan di bidang

fisik dapat dilihatdari pengadaankompleks kantor bupati, pengadaan jalur transportasi

laut dan udara, dan lain-lain. Semuanya itu merupakan contoh dari pembangunan

yang telah dilakukan di Kabupaten Natuna.Namun, pembangunan fisik ini seharusnya

diseimbangkan dengan pembangunan di bidang kebudayaannya.Tujuan

daripembangunan di bidang kebudayaan merupakan suatu usaha untuk membentuk

4

identitas kedaerahan Natuna sebagai bagian daribangsa Indonesia.

Pembangunan di bidang kebudayaan ini dirasakan sangat penting disebabkan letak

geografis Kabupaten Natuna yang merupakan salah satu wilayah terluar dari Negara

Kesatuan Republik Indonesia.Sehingga wilayah Natuna sangat rawan terhadap invasi

dari negara-negara asing. Selain itu, sumber daya alam di daerah Natuna yaitu

minyak dan gas bumi yang melimpah ruah menjadi faktor pendukung akan timbulnya

suatu perselisihandengan negara-negara asing terhadap letak integritas wilayah

Natuna sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perwujudan akan identitas bangsa melaluisuatu jenis kesenian tradisi yang ada di

daerah Natuna, maka diharapkan nantinyaakan timbul kesadaran masyarakat setempat

dan bangsa-bangsa asing bahwa Natuna merupakan bagian yang tidak bisa

terlepaskan dari integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di Kabupaten Natuna terdapat berbagai jenis kesenian tradisi, baik dari jenis musik,

tarian, maupun teater tradisi.Khusus untuk teater tradisi, di Kabupaten Natuna

sebenarnya ada dua bentuk teater tradisi, yaitu teater tradisi Mendu dan Lang Lang

Buana.Teater tradisi Mendu cukup dikenal oleh masyarakat di gugusan kepulauan ini

dan telah dibukukan serta dijadikan bahan penelitian ilmiah. Istilah µMendu¶ berasal

dari kata µmenghibur rindu¶. Pada zaman dahulu para saudagar, nelayan dan petani

sangat senang menghibur diri pada malam hari sebagai pelepas lelah setelah mereka

bekerja keras pada siang hari.Mereka memainkan musik, nyanyian, berpantun sebagai

pelepas rindu pada kampung halaman.Lama-kelamaan kata menghibur rindumereka

5

singkat dengan sebutan Mendu dan akhirnya menjadi tontotan yang cukup digemari

oleh masyarakat Kepulauan Natuna.

Permainan Mendu merupakan pemaparan cerita yang dilakukan di lapangan terbuka

dan menggabungkan unsur-unsur akting, tarian, nyanyian dan musik.Para pemainnya

bermain dengan dialog yang disertakan dengan gerakan yang sewaktu-waktu dapat

berubah menjadi tarian.Walaupun demikian,unsur tari dalam seni pertunjukan Mendu

bukan sekadar tempelan atau selingan saja, melainkan sebagai unsur yang saling

berhubungan dengan unsur-unsur seni lainnya yang utuh pada pertunjukan

Mendu.Masih kurangnya perhatian pemerintah daerah Kabupaten Natuna terhadap

kesenian tradisi yang ada di daerah ini, sehingga akhirnya membuat teater tradisi

Mendu ini pun telah mulai punah oleh perkembangan zaman.

Salah satu contohlain yang sangat memprihatinkan dari kurangnya perhatian

pemerintah daerah terhadap kesenian tradisi dapat dilihat dari hampir hilangnya salah

satu teater tradisi yang dulu pernah menjadi primadona di daerah Ranai2

. Teater

tradisi Lang Lang Buana merupakan salah satu teater tradisi yang lahir dan tumbuh di

desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.Teater tradisi ini

dulunya merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Natuna.Namun untuk saat

sekarang ini, teater tradisi Lang Lang Buana sudah tidak pernah dipertunjukkan lagi

selama 22 tahun.

2

Sekarang menjadi ibukota Kabupaten Natuna

6

Lang Lang Buana merupakannama salah satu bentuk teater tradisi, nama grup dan

nama judul lakon yang dipentaskan serta nama salah satu tokoh yang ada di di dalam

lakon tersebut. Memang sangat jarang terjadi penyatuan sebutan istilah pada teater

tradisi di Indonesia. Contohnya teater tradisi Wayang Bangsawan, nama grup Indra

Bangsawan, judul lakonLaksamana Hang Tuah dan memang ada nama tokoh µHang

Tuah¶ di dalam lakon tersebut. Hal serupa terjadi pada teater tradisi Mendu yang

tumbuh dan berkembang di Natuna juga, tepatnya di Pulau Laut. Mendu merupakan

jenis teater tradisi dan salah satu judul lakon yang dipentaskan serta nama tokoh

utama di dalam lakon tersebut, namun nama grupnya beraneka ragam. Hal ini

mungkin terjadi karena hanya ada satu grup yang membawakan lakon Lang Lang

Buana dan grup ini hanya memiliki satu judul lakon saja yaitu µLang Lang Buana¶.

Sebab lainnya mungkin dikarenakan kebiasaan masyarakatnya yang suka menamakan

jenis sesuatu dengan menyebutkan nama merek atau brand imagenya. Seandainya

kita ke Ranai, lalu ingin mencari tempat penyewaan motor. Tentunya di sini akan

terjadi misunderstanding di dalam istilah µmotor¶. Orang Ranai menyebutkan kata

µmotor¶ untuk mengatakan µpompong atau perahu bermotor¶, sedangkan mereka

menyebutkan motor dengan istilah µHonda¶.

Teater tradisi Lang Lang Buana dicetuskan oleh Datok Kaya Wan Mohammad

Benteng sekitar akhir abad ke-19.Beliau adalah penguasa yang memimpin daerah

Ranai pada masa dulu.Kekuasaan ini diatur oleh ³yayasan adat´ yang telah ada sejak

kekuasaan Kerajaan Riau Lingga.Setelah beliau wafat, teater tradisi ini diteruskan

7

oleh anaknya ± Datok Kaya Wan Mohammad Rasyid ± sekitar tahun 1930.

Pada masa kejayaannya, teater tradisi Lang Lang Buana merupakan media hiburan

yang paling diminati oleh masyarakat Natuna.Hal ini disebabkan oleh bentuk

penyajiannya yang lebih interaktif dibandingkan dengan teater tradisi Mendu. Faktor

lainnya disebabkan karena belum adanya alternatif hiburan bagi masyarakat Natuna,

seperti radio dan televisi.

Perkembangan teater tradisi ini pada saat sekarang sungguh sangat

memprihatinkan.Dampak ini disebabkan oleh tidak adanya regenarasi pemain,

perubahan pola pandang masyarakat pendukungnya terhadap bentuk hiburan dan

masih kurangnya peranan pemerintah daerah di dalam melestarikan teater tradisi ini.

Keberadaan Kabupaten Natuna sebagai daerah penghasil migas, memungkinkanagar

kendala-kendala terhadap perkembangan teater tradisi seperti ini bisa diatasi dengan

adanya upaya bersama untuk mengangkat jati diri bangsa.Contoh kongkritnya bisa

dilakukan dengan cara mengaktifkan kembali kelompok teater tradisi ini dan

merekontruksi teater tradisi ini sesuai dengan perkembangan zaman agar teater tradisi

Lang Lang Buana mampu menjawab kebutuhan zaman.

Perwujudan dari upaya-upaya seperti yang tertera di atas, maka ke depannya

masyarakat Natuna menemukan suatu identitas daerah berlandaskan latar belakang

budayanya yang nantinya akan menjadi icon kesenianKabupaten Natuna.

Upayamerekontruksiteater tradisi Lang Lang Buana juga merupakan sebuah upaya di

8

dalam menjawab tantangan terhadap integritas wilayah Natuna di dalam

keutuhanNKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Pemilihan teater tradisi Lang Lang Buana sebagai icon daerah Natuna disebabkan

karena di dalam pertunjukannya terdapat begitu banyak pesan-pesan moral yang

berlandaskan budaya Melayu Kepulauan.Selain itu, unsur-unsur pertunjukan yang

ada di dalamnya merupakan wujud dari khazanah budaya masyarakat Melayu

Kepulauan.

Usaha-usaha yang dilakukan tentunya harus didorong oleh kepedulian dan kemauan

bersama untuk mewujudkan sebuah icon daerah yang mampu diterima oleh

masyarakat luas bahkan samapai ke taraf internasional.Hal ini harus segera dilakukan

karena menyangkut identitas kita sebagai bangsa yang besar.Bangsa yang besar

adalah bangsa yang menghargai dan melestarikan budaya dari para leluhurnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->