201 0

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Adam Astrada Annisa Febriani Arta Deborah Simanjuntak Eka Ayu Fatmawati Jolanda Purnawati Luthfiana Dewi Mira Fitria Paulina Saragi Reza Dwi Prastia Rizky Nurvidya Tesa Dwi Ramdhayani Putri Vicky Dian Febriani

Universitas Tanjungpura

[PROSES BERPIKIR]
Psikologi Umum

BAB I Berpikir A. Pengertian Mengenai soal berpikir ini terdapat beberapa pendapat, diantaranya ada yang menganggap sebagai suatu proses asosiasi saja; pandangan semacam ini dikemukakan oleh kaum Asosiasionist. Sedangkan Kaum Fungsionalist memandang berpikir sebagai suatu proses penguatan hubungan antara stimulus dan respons. Diantaranya ada yang mengemukakan bahwa berpikir merupakan suatu kegiatan psikis untuk mencari hubungan antara dua objek atau lebih. Secara sederhana, berpikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berpikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item (Khodijah, 2006:117). Sedangkan menurut Drever (dalam Walgito, 1997 dikutip Khodijah, 2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. Solso (1998 dalam Khodijah, 2006:117) berpikir adalah sebuah proses dimana representasi mental baru dibentuk melalui transformasi informasi dengan interaksi yang komplek atribut-atribut mental seperti penilaian, abstraksi, logika, imajinasi, dan pemecahan masalah. Dari pengertian tersebut tampak bahwa ada tiga pandangan dasar tentang berpikir, yaitu (1) berpikir adalah kognitif, yaitu timbul secara internal dalam pikiran tetapi dapat diperkirakan dari perilaku, (2) berpikir merupakan sebuah proses yang melibatkan beberapa manipulasi pengetahuan dalam sistem kognitif, dan (3) berpikir diarahkan dan menghasilkan perilaku yang memecahkan masalah atau diarahkan pada solusi. Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52 dalam http://www.andragogi.com) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-perngertian. Dari gambaran ini dapat dilihat bahwa berfikir pada dasarnya adalah proses psikologis Kemampuan berfikir pada manusia alamiah sifatnya. Manusia yang lahir dalam keadaan normal akan dengan sendirinya memiliki kemampuan ini dengan tingkat yang relatif berbeda. Jika demikian, yang perlu diupayakan dalam proses pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan ini, dan bukannya melemahkannya. Para pendidik yang memiliki kecendrungan untuk memberikan penjelasan yang “selengkapnya” tentang satu material pembelajaran akan cendrung melemahkan kemampuan subjek didik untuk berfikir. Sebaliknya, para pendidik yang lebih memusatkan pembelajarannya pada pemberian pengertian-pengertian atau konsepkonsep kunci yang fungsional akan mendorong subjek didiknya mengembangkan kemampuan berfikir mereka. Pembelajaran seperti ini akan menghadirkan tentangan psikologi bagi subjek didik untuk merumuskan kesimpulan-kesimpulannya secara mandiri. Tujuan berpikir adalah memecahkan permasalahan tersebut. Karena itu sering dikemukakan bahwa berpikir itu adalah merupakan aktifitas psikis yang intentional, berpikir

2006: 118) membagi dua jenis berpikir. Morgan dkk. yaitu berpikir dalam ketidakberhinggaan. contohnya mimpi. (1986. dan tempat tertentu 2. yaitu: 1. 6. Berpikir abstrak. yaitu berpikir menganai klasifikasi atau pengaturan menurut kelaskelas tingkat tertentu. yaitu berpikir autistik dan berpikir langsung. Berpikir ilmiah. Di dalam pemecahan masalah tersebut. lebih dangkal dan seringkali tidak logis. Tipe. Berpikir lateral (berpikir divergen) yaitu tipe berpikir selektif dan kreatif yang menggunakan informasi bukan hanya untuk kepentingan berpikir tetapi juga untuk hasil dan dapat menggunakan informasi yang tidak relevamn atau boleh salah dalam beberapa tahapan untuk mencapai pemecahan yang tepat. Menurut Kartono (1996. C. sebagai berikut. Jenis.tentang sesuatu. yaitu berpikir dalam dimensi ruang. 1. Sedangkan menurut De Bono (1989 dalam Khodijah. Berpikir vertikal (berpikir konvergen) yaitu tipe berpikir tradisional dan generatif yang bersifat logis dan matematis dengan mengumpulkan dan menggunakan hanya informasi yang relevan. yatiu berpikir untuk mencari hubungan antarperistiwa atas dasar kemiripannya. Berpikir klasifikatoris. dalam Khodijah. Pembentukan Pengertian . sebab bisa dibesarkan atau disempurnakan keluasannya. waktu. 5. 4. 2. Berpikir analogis. yaitu lawan berpikir ilmiah yang terjadi secara lebih cepat. Berpikir pendek. Berpikir autistik (autistic thinking) yaitu proses berpikir yang sangat pribadi menggunakan simbol-simbol dengan makna yang sangat pribadi. 3. yaitu berpikir dalam hubungan yang luas dengan pengertian yang lebih komplek disertai pembuktian-pembuktian. Proses Berpikir Proses atau jalannya berpikir itu pada pokoknya ada tiga langkah. dalam Khodijah. 2006:119) mengemukakan dua tipe berpikir. 2006:118) ada enam pola berpikir. Berpikir konkrit. orang menghubungkan satu hal dengan hal yang lain hingga dapat mendapatkan pemecahan masalah. Berpikir langsung (directed thinking) yaitu berpikir untuk memecahkan masalah. B. dan Pola Berpikir Ada berbagai jenis dan tipe berpikir. yaitu : 1.

Pada contoh di atas ciri – ciri yang hakiki itu ialah: Makhluk hidup yang berbudi. Misalnya maupun membentuk pengertian manusia. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada mana yang hakiki dan mana yang tidak hakiki. ciri-ciri yang tidak hakiki. b. Obyek tersebut kita perhatikan unsur – unsurnya satu demi satu. ciri – cirinya: • • • • • • Mahluk hidup Berbudi Berkulit htam Berambut hitam kriting Bermata hitam melotot Dan sebagainya Manusia Cina. Menganalisis ciri-ciri dari sejumalah obyek yang sejenis.Pengertian. Kita ambil manusia dari berbagai bangsa lalu kita analisa ciri-ciri misalnya : Manusia Indonesia. ciri – cirinya : • • • • • Mahluk hidup Berbudi Berkulit sawo mateng Berambut hitam Dan sebagainya Manusia Eropa. ciri – cirinya : • • • • • • Mahluk hidup Berbudi Berkulit Putih Berambut pirang atau putih Bermata biru terbuka Dan sebagainya Manusia Negro. Membanding – bandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri – ciri mana yang sama. membuang. mana yang tidak sama. sebagai berikut: a. Mengabstraksikan. atau lebih tepatnya disebut pengertian logis di bentuk melalui tiga tingkatan. . menangkap cirri-ciri yang hakiki. c. ciri – cirinya: • • • • • • Mahluk Hidup Berbudi Berkulit kuning Berambut hitam lurus Bermata hitam sipit Dan sebagainya Dan manusia yang lain – lainnya lagi. yaitu menyisihkan.

yang terdiri dari pokok kalimat atau subyek dan sebutan atau predikat. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Bahwa semua logam kalau dipanaskan akan memuai (Umum) b. c. Misalnya Sitotok itu pandai. tembaga adalah logam. Keputusan Deduktif Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus . kemungkinan – kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal . Jadi kesimpulan : tembaga kalau dipanaskan memuai. Selanjutnya pendapat dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu : a. Yaitu Pendapat yang menidakkan. Penarikan Kesimpulan atau Pembentukan Keputusan Keputusan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. b. Misalnya : Semua logam kalau dipanaskan memuai (umum). Si Ani Rajin dan sebagainya. Pembentukan Pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat Modalitas atau kebarangkalian. Pendapat Afirmatif atau positif. misalnya hari ini mungkin hujan. . 3. Pendapat yang dinyatakan dalam bahasa disebut kalimat. Pendapat Negatif. Dan sebagainya. Yaitu Pendapat yang menerangkan kebarangkalian. Si Ali Mungkin tidak Datang. yang secara tegas menerangkan tentang tidak adanya seuatu sifat pada sesuatu hal : Misalnya Sitotok itu Bodoh Si Ani Malas dan sebagainya.2. Yaitu a. Keputusan induktif yaitu keputusan yang diambil dari pendapat – pendapat khusus menuju ke satu pendapat umum. Misalnya : Tembaga di panaskan akan memuai Perak di panaskan akan memuai Besi di panaskan akan memuai Kuiningan di panaskan akan memuai Jadi (kesimpulan). yaitu pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. Ada 3 macam keputusan.

Jadi (kesimpulan) Si Nunung anak yang pandai itu. tentu naik kelas. Keputusan Analogis Keputusan Analogis adalah Keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. c. Misalnya : Totok anak pandai.Contoh lain : Semua manusia terkena nasib mati. Si Karto adalah manusia Jadi pada suatu hari si Karto akan mati. naik kelas (Khusus). .

Karl Duncker (1945) mengungkapkan konsep functional fixed . masalah-masalah perceptual akan eksis bila stress dan katagangan terjadi sebagai hasil interaksi antara persepsi dan memori . sehingga dalam konteks tersebut . set kemungkinan dapat meningkatkan kualitas persepsi atau pemikiran seseorang daiam memaknai suatu stimulus (Slamet. sulit-muda. Oleh karena itu .dimana terdapat kecendrungan untuk melihat suatu objek dari seringnya benda tersebut digunakan . Psikologi Gestalt memandang bahwa prilaku merupakan sistem organisasi . yang meliputi pembentukandan pemilihan respon-respon yang tepat B. misalnya pada stimulus yang menimbulkan masalah . Faktor-faktor Pemecahan Masalah Pemecahan masalah dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional dan personal.Pemecahan masalah sering melibatkan hal-hal yang sudah terjadi. 2. Kepercayaan dan sikap yang salah Anggapan / asumsi yang salah dapat menyesatkan kita . melibatkan sedikit atau banyak masalah lain. penting-kurang penting. 1999 : 1). Faktor-faktor situasional terjadi . set marupakan persiapan aktivis kognitif yang mendahului proses berpikir dan persepsi . sedangkan motivasi yang tinggi membatasi fleksibilitas . Motivasi Motivasi yang rendah mengalihkan prehatian.Suatu nobjek atau ide hanya menjadi set fungsi . Pemecahan masalah oleh Evans (1991) didenifikasikan sebagai suatu aktivitas yang berhubungan dengan pemilihan jalan keluar atau cara yang cocok bagi tindakan dan pengubahan kondisi sekarang (presen state) menuju kepada situasi yang diharapkan (future state / desire goal) (Makalah psikologi kognitif. Penelitian problem solving banyak dilakukan oleh Psikolog Gestalt di Jerman . pada sifat-sifat masalah. Persepsi tentang peristiwa tidak dilihat sebagai suatu seri elemen-elemen individual (tunggal). Pengertian Masalah adalah kesenjangan antara apa yang terjadi dengan segala hal dan apa yang seharusnya terjadi dengan hal-hal tersebut .BAB II Problem Solving A.waktu memikirkan suatu masalah lalu diuji dengan beberapa sudut pandang yang berbeda akan membawa pandangan yang benar melalui moment insight. Menurut paham ini . baru-lama. Dari penjelasan di atasd dapat disimpulkan bahwa Problem Solving adalah berpikir secara langsung yang berhubungan dengan sikap / kebiasaan kearah penyelesaian masalah yang dihadapi . Tegasnya . Bila kita percaya bahwa kebahagiaan . tetapi suatu konfigurasi keseluruhan yang membentuk peristiwa-peristiwa .Biasanya istilah set diasosiasikan dengan pernyatan pikiran (kebiasaan / sikap)seseorang yang digunakan untuk memecahkan masalah .Akibatnya tinbul kasulitan bila benda tersebut digunakan pada kondisi atau cara yang tidak lazim .Gestalt memiliki pengertian “konvigurasi” atau pengorganisasian secara keseluruhan . Faktor-faktor pemecahan masalah menurut Wolgaf Kohler antara lain : 1. 2003).

4. penemuan berbagai hipotesa mengenai cara pemecahan dan memilih salah satu diantara hipotesa tersebut . 3. 2001 : 73). sehingga pemecahan masalah efisien . Kebiasan Kecendrungan mempertahankan pola piker tertentu atau melihat masalah dari satu sisi saja atau kepercayaan yang berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas.dapat diperoleh dengan kekayaan materiil. . PRSPP Teratai membuka konsultasi psikologi untuk mantan pengguna narkoba yang bertujuan membantu mangarahkan penyelesaian kesulitan mereka sehari-hari. dan cemassangat membatasi kemampuan kita dalam melihat masalah dengan jelas atau merumuskan kemungkinan pemecahan (Rahmat. kita tidak dapat mengesampingkan emosi . Sebagai manusia yang utuh. dan pengujinan dan pengevaluasi suatu pemecahan yang talah diajukan (Makalah Psikologi kognitif. marah. Emosi Dalam menghadapi berbagai situasi kita tanpa sadar serimg terlibat secara emosional . Emosi mewarnai cara berpikir kita. sehingga diharapkan mereka akan mampu menyelesaikan masalah dengan baik dan tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Resah. yaitu pemahaman masalah. Ada beberapa langkah atau tahapan penting yang harus ditempuh seseorang guna memecahkan suatu masalah. merasionalisasikan kekeliruan dan mempersukar penyelesaian . kita akan mengalami kersulitan atau sikap yang defensif (kurang percaya diri) akan cenderung menolak informasi baru . 2003).

ada satu hal penting yang dapat dicata. Proses pengubahan informasi dapat terjadi dengan dua cara. b. Sengaja. Tidak Sengaja. memori jangka pendek. PENGERTIAN MEMORY Memori merupakan simpanan informasi .Contohnya adalah seorang anak yang menginginkan barang yang sangat ia mau. apabila tidak dibelikan.kerasnya. Sistem penyimpanan ini sangat mempengaruhi jenis memori (sensori memori.BAB III Memori A. yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. Enconding dapat dilakukan dengan metode chunking.informasi yang diperoleh dan diserap dari lingkungan yang kemudian diolah sesuai dengan individu yang bersangkutan. Memory juga merupakan suatu proses biologi. sekelompok kata sebagai frase (larger chunks) dan serangkaian frase sebagai kalimat (even larger chunks). B. ia akan hafal dengan sengaja tempat tersebut. Proses ini disebut juga dengan retensi yaitu proses mengendapkan informasi yang diterimanya dalam suatu tempat tertentu. Memory yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan bertambahnya informasi yang disimpan. Enconding adalah proses dimana informasi sensoris diubah kedalam bentuk yang dapat diingat. Setiap proses belajar akan meninggalkan jejak-jejak dalam diri seseorang dan jejak ini akan disimpan sementara dalam ingatannya. yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh indera dimasukkan dengan tidak sengaja ke dalam ingatannya. Sehubungan dengan masalah retensi dan kelupaan. yaitu : a. ia akan menangis sekeras. Pada dasarnya juga memory adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari mahluk hidup lainnya. dan perkiraan pada masa depan. Storage adalah penyimpanan apa yang telah diproses dalam enconding tersebut. yaitu bila individu dengan sengaja memasukkan pengalaman dan pengetahun ke dalam ingatannya. Memory merupakan kumpulan reaksi elektrokimia yang rumit yang diaktifkan melalui beragam saluran indrawi dan disimpan dalam jaringan syaraf yang sangat rumit dan unik di seluruh bagian otak. atau memori jangka panjang). TEORI-TEORI MEMORY Teori yang paling banyak yang digunakan oleh para ahli adalah teori tentang tiga proses memori. yaitu pengelompokan beberapa huruf sebagai kata (small chunks). yaitu interval atau jarak waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali. Contohnya adalah seseorang yang sering jalan kesuatu tempat. Kelakuan tersebut bisa tersimpan di otak mereka karena dengan menagis sekeraskerasnya ia akan dibelikan barang yang ia mau. seperti berikut : 1. Memory memberi manusia kemampuan mengingat masa lalu. . 2.

Redintegrative yaitu proses meningat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu cerita yang cukup lengkap. Hal ini dikarenakan setelah kita melakukan scanning suatu data orang itu memberikan image pada data tersebut. Selective attention adalah membatasi perhatian pada stimulus tertentu ketika ada banyak stimulus yang hadir pada situasi tertentu. yaitu enconding. Individu lebih memperhatikan karakteristik fisik dari stimulus. siswa hanya dituntut untuk melakukan recognition karena semua pilihan jawaban sudah diberikan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali. Retrieval adalah pemulihan kembali apa yang telah disimpan sebelumnya. Siswa hanya perlu mengenali jawaban yang benar di antara pilihan yang ada. Isi Interval yaitu aktivitas-aktivitas yang terdapat pada interval. Visual sensory memory tidak dapat bertahan lama dan terjadi sangat cepat yaitu sekitar seperempat sampai setengah detik. Hilgrad (1975) menyebutkan tiga jenis proses mengingat. . biasanya diarahkan dengan menggunakan cues. Contohnya Misalnya dalam soal pilihan berganda. Tidak semua informasi yang tercatat dalam Memori Sensoris akan disimpan lebih lanjut ke Memori Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Petunjuk ini membantu organisme mengenali informasi yang akan diingat khususnya memori jangka panjang. Recognition yaitu mengenali bahwa stimulus tertentu telah disajikan sebelumnya. Memori sensoris adalah ingatan sementara dari informasi sensoris setelah suatu stimulus dihilangkan. Proses ini terjadi bila seseorang ditanya sebuah nama. Lamanya berkaitan dengan kekuatan retensi. dan interval. storage. Tapi dalam proses tersebut terlibat tiga sistem memori yang berbeda. maka akan teringat banyak hal tentang tokoh tersebut. 3. yaitu : Recall yaitu mengeluarkan bagian spesifik dari informasi. yaitu auditory sensory memory dan visual sensory memory. contohnya adalah volume dan ritme suara. Pendekatan Information-Processing menyatakan bahwa memori dapat dipahami melalui tiga proses. MEMORI SENSORIS a. Aktivetas tersebut akan merusak atau menganggu jejak ingatan sehingga dapat menyebabkan kelupaan. memori jangka pendek (short term memory). yaitu memilih informasi mana yang akan diproses lebih lanjut. b. c. misalnya Susilo Bambang Yudhoyono (presiden RI). Berdasarkan eksperimen yang dilakukan oleh Sperling. Perbedaan antara recall dan recognition menunjukan adanya fungsi petunjuk mengingat dalam recognition. I.Interval dapat dibedakan atas : a. karena manusia akan melakukan proses selective attention. Berdasarkan beberapa penelitian eksperimen. Jenis sensori memori ada dua. Lama Interval yaitu menunjukan tentang lamanya waktu antara pemasukan bahan sampai ditimbulkan kembali bahan itu. yaitu memori sensorik. b. dapat disimpulkan bahwa kemampuan memproses informasi melalui penginderaan jauh lebih baik daripada laporan sederhana secara verbal. dan memori jangka panjang (long term memory).

kita hanya dapat memfokuskan perhatian pada informasi atau data yang terproyeksi pada bagian sentral mata. Jadi. II. maka syaraf penglihatan kita akan dapat mencatat semua informasi yang dapat kita lihat. Sedangkan syaraf peripheral penglihatan kita kurang sensitif dalam menerima data informasi dalam lingkup yang besar dan dalam memindahkan fokus penglihatan mata ketika terjadi pergerakan/pergantian data dan ada cahaya yang dideteksi. namun informasi tersebut setidaknya dapat dipertahankan lebih lama dengan cara mempersepsikan informasi yang baru tersebut dengan cara menggabungkannya dengan informasi lain sebelumnya. Otak kita dapat melakukan beberapa proses untuk menyimpan apa yang ada di Memori Jangka Pendek ke dalam Memori Jangka Panjang. Apabila kita tidak fokus atau memberi atensi pada suatu data. Salah satu contoh kongkrit proses encoding adalah seperti ketika kita mengingat nomor telepon. maka kita melakukan pencarian data pada Long Term Memory (LTM) dan kemudian ditampilkan dalam kesadaran (STM). Namun. STM akan lebih mudah diaktifkan ketika kita dalam keadaan sadar dan memberi atensi pada informasi yang ditampilkan. yaitu kilasan cahaya. STM berhubungan dengan kesadaran atau mengandung isi kesadaran yaitu apa yang kita pikirkan secara aktif pada waktu tertentu. Apabila kita gagal dalam memberi atensi. Satu tes klasik untuk mengukur kapasitas STM adalah digit span test. Memori ini berisi hal-hal yang kita sadari dalam diri kita pada saat ini. Memori pada STM lebih tahan lama dibandingkan dengan sensory memory. maka informasi tersebut akan ditransfer ke dalam Memori jangka Pendek (Short Term Memory). Pada saat kita memberi atensi pada suatu informasi visual. yaitu tes yang dilakukan dengan cara membacakan beberapa item pada subyek dengan jeda waktu yang sama kemudian subyek diminta untuk mengulangi item-item tersebut. misalnya rehearsal (mengulang-ulang informasi di dalam benak kita hingga akhirnya kita mengingatnya) atau encoding (proses di mana informasi diubah bentuknya menjadi sesuatu yang mudah diingat). orang tersebut menghubungkannya dengan lampu mobil di jalan raya. MEMORI JANGKA PENDEK (SHORT TERM MEMORY) Memori jangka pendek atau sering disebut dengan Short Term memory atau working memory adalah kemampuan yang paling mendasar dari individu untuk merecall suatu item atau untuk mengingat asosiasi tidak lama atau secara singkat setelah menerima informasi tersebut. Contohnya ketika seseorang diperlihatkan sekilas cahaya pada sebuah lingkaran dalam suatu ruangan yang gelap. maka konsep yang didapat dari informasi tersebut akan hilang atau terlupakan dan akan tergantikan dengan informasi baru yang telah dikodekan. Short Term Memory ditentukan oleh kecepatan penampilan informasi dan jumlah item yang bisa diingat. Jadi misalnya kita ditanya tentang siapa presiden pertama di Indonesia. yaitu fovea. Kapasitas STM ini biasanya kurang lebih dari 7 plus minus dua item. di mana kita akan berusaha membagi-bagi sederetan angka itu menjadi beberapa potongan yang lebih mudah diingat. berarti kita tidak benar-benar memberi atensi pada saat itu.disimpulkan bahwa individu hanya dapat mengingat empat sampai lima dari duabelas item yang ditampilkan kepada individu dengan sangat cepat. Kebanyakan orang dewasa tidak mengalami kesulitan untuk melakukan hal ini sepanjang item yang diberikan tidak lebih dari 6 atau 7 item. . memori tersebut akan muncul sebagai kombinasi antara keduanya dan dihubungkan dengan satu tema. Walaupun informasi yang didapat tanpa pemberian atensi tersebut akan cepat hilang. Jadi ketika kita tidak dapat mengingat suatu informasi.

MEMORI JANGKA PANJANG (LONG TERM MEMORY) Long term memory adalah memori jangka panjang. Pada salah satu subyek. 2. Rehearsal : adalah pengulangan informasi secara sadar sebagai usaha untuk mempertahankan informasi dalam STM. jika subyek melakukan rehearsal maka Informasi pada STM dapat bertahan selama 15-20 menit. yaitu pengelompokan beberapa huruf sebagai kata (small chunks). memori sekunder. maka memori atau informasitersebut harus di ulang-ulang atau diberi pengetahuan khusus. Encoding dapat dilakukan dengan metode chunking.(long term memory) 3. Sedangkan bila subyek tidak melakukan rehearsal maka kemampuannya berkurang menjadi <15> 2. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya informasi dapat bertahan di STM yaitu: 1. contohnya adalah volume dan ritme suara. Encoding : adalah proses dimana informasi sensoris diubah kedalam bentuk yang dapat diingat. Retrieval adalah suatu proses untuk menemukan memori yang disimpan dan membuatnya menjadi dapat digunakan. Ada 2 jenis retrieval. Suatu memori agar dapat diingat lebih lama lagi. biasanya diarahkan dengan menggunakan cues. sekelompok kata sebagai frase (larger chunks) dan serangkaian frase sebagai kalimat (even larger chunks). kode ingatan jangka panjang yang dominan tidak bersifat akustik atau visual. yaitu: 1. dimana tiap tahapan yang dilalui seperti alur transfer dari memori jangka pendek ke jangka panjang. Individu lebih memperhatikan karakteristik fisik dari stimulus. Memori jangka panjang adalah memori yang telah menetap dalam otak.Ada 2 cara untuk meningkatkan STM. Rehearsal. Informasi pengetahuan yang benarbenar tidak dapat dilupakan seumur hidup harus melalui proses konsolidasi yang intensif. sejauh mana materi yang baru tersebut diasosiasikan dengan informasi yang ada dalam LTM. Motivasi individu untuk mengingat informasi yang telah diberikan. 1. atau dapat tersimpan secara permanent. yaitu: 1. Pemasukan Pesan Dalam Ingatan/Penyusunan Kode (Encoding) Untuk materi verbal. 2. kapasitas STM yang didapat lebih tinggi karena rasa ingin tahu subyek untuk mengukur kemampuan memorinya sangat tinggi sehingga ia termotivasi untuk berusaha mengingat informasi yang telah diberikan. Jika . Selective attention adalah membatasi perhatian pada stimulus tertentu ketika ada banyak stimulus yang hadir pada situasi tertentu. melainkan tampaknya didasarkan pada pengertian akan butir-butir tersebut. Ingatan jangka panjang meliputi informasi yang telah disimpan dalam ingatan dengan rentang waktu beberapa menit atau sepanjang hidup. Recognition : adalah mengenali bahwa stimulus tertentu telah disajikan sebelumnya. Recall : adalah mengeluarkan bagian spesifik dari informasi. III.

pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ingatan yang tampaknya hilang ternyata tidak. Penyimapanan dan Pengigatan Kembali (Storange and Retrival) Bila kita membahas ingatan jangka panjang. Misalnya. kita mempunyai kode pilihan bagi materi verbal – pengertian untuk jangka panjang. yang kemudian bearu diingatnya kembali. Neill. tampaknya menghasilkan ingatan yang terbaik Dan semakin mendalam atau lengkap seorang menyerap pengertian. kita telah menyimpan suara orang itu dalam ingatan jangka panjang. yang pasti adalah kegagalan itu merupakan sebab utama. semakin bik ingatan yang terjadi. Benar tidaknya kegagalan pengingatan kembali merupakan satu-satunya sebab lupa akan hal-hal dari ingatan janka panjang. tetapi hanyalah sulit untuk mencapainya. Pemasukan setiap butiran dalam ingatan berdasarkan pengertian akan sangat terlihat perbedaannya terutama bila butiran tersebut merupakan kalimat. Jadi. kita pasti akan membuat kekeliruan. Apakah kegagalan pengigatan kembali merupakan satu-satunya penyebab lupa? Sulit untuk dikatakan. yang merasa dapat mengigat kembali suatu peristiwa yang tidak mungkin diingat jika tidak dihipnotis. . Setiap orang pernah tidak dapat mengingat suau fakta. Kita dapat juga memakai kode akustik dalam ingatan jangka panjang. kadang-kadang kita menyimpan juga berbagai aspek lain. Berbagai eksperimen telah menunjukkan bahwa dengan menambahkan hubungan yang bermakna merupakan suatu bantuan ingatan yang kuat. 1966). Misalnya menhafal syair dan mengucapkan kata demi kata diluar kepala. Cra yang lain dengan pembayangan (imagery). ketika kita menerima telepon dari orang yang sebelumnya sudah kita kenal. Membebtuk kalimat dari huruf-huruf atau kata-kata lepas bukan merupakan satu-ssatunya cara untuk menambahkan adanya hubunagan yang bermakna pada berbagai materi verbal. Banyak kasus mangenai proses lupa dari ingatan jangka panjang ini tampaknya merupakan akibat dari tidak adanya cara untuk mencapai informasi itu dan bukanlah karena tidak adanya informasi itu sendiri. dan ketika orang tersebut mengatakan ”Hallo” seringkali kita mengenal suaranya. dangan menggunaka suatu bayangan atau kalimat untuk memberi hubungan yang bermakna akan membuat ingatan kita menjadi lebih baik Meskipun pengertian mungkin merupakan cara yang dominan dalam menyimpan berbagai materi ingatan verbal dalam ingatan jangka panjang. 2. Contoh yang lebih kuat tentang kegagalan pengigatan kembali terjadi pada beberapa orang dibawah pengaruh hipnotis. Umtuk melakukan hal ini. Pengalaman kita sehari-hari memberi cukup bukti mengenai hal ini. kita harus memperhatikan sekaligus mengenai penyimpanan (storage) dan pengigatan kembali (retrival). dan akustik untuk ingatan jangka pendek – tetapi kode lain pun dapat dipergunakan Pengkodean melalui pengertian.kita menghafal suatu daftar kata yang panjang dan mencobanya untuk mengingat kembali beberapa menit kemudian. penting diketahui faktor yang meningkatkan dan menurunkan pengingatan kembali. yang berarti kata atau sebuah nama tertentu seolah-olah sudah teringat tetapi sulit untuk diucapkan (Brown dan Mc. Misalnya ialah pengalaman ”sudah di ujung lidah” (tip of the tongue). Meskipun kita tidak mempunyai bukti eksperimen yang kuat mengenai hasil pengamatan ini. Jadi. Pengalaman yang sama terjadi dalam terapi jiwa (psychoteraphy).

Misalnya. terutama faktor interferensi. Kalau kita mengasosiasikan berbagai butir dengan isyarat yang sama. Interferensi Ada pula beberapa faktor yang menurunkan kemampuan mengimgat kembali. ’Dan’. Mengapa? Kita menggunakan isyarat ”nomor telepon Dan” untuk mengingat kembali nomornya yang lama. 1972). apoteker. apoteker. suatu saat emosional bersama orang tua kita akan lebih terasa jika kembali ke tempat di mana peristiwa itu terjadi. yang menggangu belajar mengasosiasikan dengan tempat yang baru. Pada mulanya mungkin kita sulit untuk mengingat tempat parkir yang baru. kita berada dalam konteks yang sama dengan konteks dimana episode itu terjadi (Estes. daripada situasi yang netral. Merupakan hal yang lebih mudah jika untuk pengingatan kembali suatu episode tertentu. Misalnya. semakin mudah mengingatnya kembali. Jika kemudian kita mencoba mengingat nama mereka kita akan lebih berhasil jika kita mengorganisasikan ingatan dengan menggolongkannya dalam profesi: siapa saja dokter. tidak dapat disangsikan lagi kemampuan kita untuk mengingat kembali nama-nama teman sekelas kita pada saat di sekolah dasar jika kita lakukan sambil berjalan menyusuri lorong-lorong di dlam sekolah kita Hal yang sama dengan kemampuan kita untuk mengingat. Kita berada dalam suatu pertemuan dengan beberapa ahli dari berbagai bidang – dokter. 5.Atau misalnya. Mengapa? Kita berusaha belajar mengososiasikan tempat baru dengan isyarat ”tempat parkir saya”. dibandingkan dengan jika kita berada di tempat lain. tetapi isyarat ini mengingatkan pada tempat yang lama. Konteks tidak merupakan selalu merupakan sesuatu yang eksternal bagi orang yang mengingat. misalnya. Faktor Emosional dalam Lupa Sejauh ini kita telah menganggap pengingatan kembali seakan-akan sebagai kegiatan yang bersifat mekanik. perawat. jika teman kita.3. butir-butir lain justru akan teringat dan menggangu penemuan butir target. tetapi yang terjadi isyarat ini mengaktifkan nomor baru yang menggangu penemuan nomor lama. Kita mengulang dan mengorganisasikan kenangan-kenangan yang menarik perhatian kita lebih sering daripada kenangan-kenangan yang lebih sederhana. Gagasan yang paling sederhana adalah bahwa kita cenderung lebih banyak memikirkan situasi emosional yang berisi hal-hal yang positif atau negatif. Bagaimana hanya dengan faktor emosional? Tidakkah kita kadangkadang gagal untuk mengingat kembali karena faktor emosional? Melalui penyelidikan hasilnya menunjukkan bahwa emosi dapat mempengaruhi pengingatan kembali akan ingatan janka panjang. kita . analis gizi dan bidan.Semakin baik pengorganisasian materi yang kita simpan. Organisasi dan Konteks Penelitian telah mengidentifikasi dua faktor yang meningkatkan kemungkinan berhasilnya pengungatan kembali: (1) mengorganisasikan dalam penyimpanan dan (2) memastikan bahwa konteks informasi yang diingat kembali sama dengan konyeks informasi dimana kita memasukkan pesan dalam ingatan. tempat parkir kita didalam garasi yang telah kita pakai selama satu tahun ditukar. pindah rumah dan pada akhirnya kita dapat menghafal nomor teleponnya yang lama. Daftar nama atau kata jauh lebih mudah untuk diingat jika kata-kata itu kita masukkan dalam kategori dan kemudian mengingat kata-kata itu berdasarkan kategori. Misalnya. ketika kita mencoba menggunakan isyarat itu untuk mengingat kembali salah satu butir (butir target ). Misalnya. seperti lokasi fisik atau wajah tertentu. dan biidan. 4. perawat.

l. Dokter sebaiknya mengenal penetapan awal dan klinis gangguan fungsi Iuhur ini. maka penetapan fungsi luhur secara artifisial dapat dilakukan bertahap. Token Test) yang melibatkan ahli bina wicara. Tahap awal merupakan observasi terhadap kemungkinan adanya gangguan fungsi luhur. Raven's Progressive Matrices). Jenis tes akan dipilih yang khusus dipergunakan untuk menentukan adanya gangguan otak (a. maka waktu pemeriksaan akan bertambah lama lagi. Tahap terakhir ini melibatkan psikolog yang berwenang melakukan tes tersebut.l. Apabila diduga adanya gangguan fungsi luhur ini. kita tentu akan menguraikan kejadian tersebut berulang-ulang pada orang lain. Karna kita thu bahwa pengulangan dan pengorganisasian dapat meningkatkan ingatan jangka panjang. Khusus untuk gangguan bahasa perlu dilakukan tes afasia (a. Pandangan lain tentang emosi – teori Freud tentang ketidaksadaran – melahirkan prinsip baru. maka pasien bersangkutan perlu diperiksa lebih teliti secara klinis pada tahap berikutnya.biasanya dapat melupakan dimana kita nonton film ini atau film itu. Apabila di dalam pemeriksaan itu juga dibebani penetapan fungsi Iuhur secara rutin. C. Selanjutnya pada tahap terakhir dipertimbangkan untuk suatu penetapan secara formal dengan tes psikometrik. Namun bila terjadi kebakaran pada waktu kita sedang nonton film itu. Untuk menghemat waktu. GANGGUAN MEMORI Menetapkan gangguan fungsi luhur Melakukan anamnesis dan pemeriksaan neurologik memerlukan waktu yang cukup lama dan kompleks. dengan demikian kita telah mengulang dan mengorganisasikannya. . karena dialah yang akan berhadapan pertama kali dengan pasien-pasien dengan gangguan tersebut. Freud menemukan bahwa beberapa pengalaman emosional pada masa kanakkanak begitu menggoncangkan (traumatis) sehingga pengalaman tersebut dapat masuk dalam kesadaran beberapa tahun kemudian dan akan menyebabkan orang itu diliputi oleh kecemasan total. yang dilakukan selama pemeriksaan neurologik rutin.

.

Kerusakan angular gyrus tidak memengaruhi pandangan. Kerusakan baca disebut alexia. . tepatnya di lobus temporalis. sedangkan kehilangan kemampuan tulis disebut agrafia. Kedua kerusakan bahasa tersebut biasanya saling melengkapi. Sindroma afasia (termasuk aleksia dan agrafia) Aleksia dan Agrafia adalah kerusakan pada angular gyrus(pusat bahasa n& bicara) mengganggu asosiasi pencitraan pola visual dengan bentuk pendengaran. karena itu mengganggu kemampuan baca dan tulis. agnosia jari. immediate memory 2. Artinya. masih ada gejala yang tidak dicantumkan. bagian . Sindroma Gerstmann (right-left confusion.Penetapan fungsi luhur secara klinis Dalam menetapkan secara klinis dianut prinsip organisasi lateral dan longitudinal serebral. Pusat-pusat di otak ini merupakan suatu sistem pusat fungsional yang kompleks (Luria).bagian otak tertentu mempunyai fungsi tertentu. Dengan demikian dikenal sindroma hemisfer kiri dan kanan dengan perincian sebagai berikut : • Sindroma hemisfer dominan terdiri dari : 1. Penderita alexia dan agrafia masih bisa melihat dengan normal. fungsi persepsi menempati hemisfer kanan (non-dominan) dan fungsi memori menempati hemisfer kanan dan kiri. short-term memory 3. Alexia terjadi dengan sendirinya. Prinsip pusat lokalisasi fungsi pada otak ini tidak mutlak. kesukaran visuospatial 4. Penderita alexic mungkin bisa menulis. long-term memory Gangguan memori disebut sebagai amnesia. apraksia konstruksional 5. agrafia dan akalkulia). tapi tidak bisa membaca apa yang dia tulis. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa fungsi bahasa menempati hemisfer kiri (disebut hemisfer dominan bagi orang yang kinan atau right-handed). neglect 2. • Sindroma hemisfer non-dominan terdiri dari : 1. • Sindroma lobus temporalis kiri dan kanan terdiri dari gangguan : 1. Bila mengenai lobus temporalis kiri menyebabkan gangguan memori verbal dan bila kanan menyebabkan memori visual. apraksia berpakaian Sindroma ini tidak ditulis lengkap. 2. anosognosia 3.

yang lain baik.  Afasia Wernicke : ciri bicara spontan cepat. maka hasilnya ialah sebuah gambar jam yang angkaangka 8.Sindroma afasia Secara klinis kita kenal afasia : 1. 9 dan 10 tidak tergambar. Pasien tidak sanggup menunjuk tangan kanannya. Anosognosia 18 . Penyimakan bahasa buruk. Sindroma Gerstmann lalah sekelompok gejala yang terdiri dari agnosia jari (tidak mengenali jari-jari sendiri dan pemeriksa). Kelainan ini dapat dikenali dengan menyuruh pasien membuat gambar yang simetris dan ia akan menghilangkan sisi kiri dari gambar tadi.  Afasia nominal atau anomia : ciri bicara spontan fluent. kadang .  Afasia global : ciri bicara spontan non-fluent. disgrafia (tidak mampu menulis) dan akalkulia (tidak mampu berhitung). Misalnya disuruh membuat gambar jam. konduksi di jaras antara Broca dan Wernicke. Unilateral Spatial neglect Unilateral Spatial neglect merupakan gangguan persepsi ruang yang sering mengakibatkan pasien membentur benda yang ber. konduksi . Penyimakan bahasa baik. global Uraian masing afasia secara singkat ialah sebagai berikut :  Afasia Broca : ciri bicara spontan pasien ialah lambat. kaki kirinya. hanya pengulangan kalimat buruk. Dengan menilai gangguan segi bahasa tersebut. right-left dis.bata-bata. ter. pengulangan kalimat buruk dan penyebutan nama benda buruk. Right-left disorientation Right-left disorientation ialah ketidak mampuan pasien mem.nyebutan nama benda baik. lain-lain buruk semua. Sindroma ini disebabkan kerusakan hemisfer kiri daerah lobus parietalis. penyimakan dan pe. global di seluruh hemisfer kiri dan anomia tidak mempunyai letak lesi yang tetap. dan juga tidak dapat menunjukkan tangan yang benar dari pemeriksa bila diminta. Wernicke . monoton dan kalimat pendek . pengulangan kalimat buruk dan penyebutan nama benda buruk. 3. anomia .pendek (disebut non fluent).orientation. 4. hanya penyebutan nama benda yang buruk.bedakan kanan dan kiri dari anggota tubuh sendiri dan dari ruang sekitarnya. panjang kalimat cukup (disebut fluent).  Afasia konduksi : ciri bicara fluent. Broca . 5. Broca terletak di bagian anterior. 2.ada di sisi kirinya atau pasien tampak mengabaikan benda -benda yang berada di lapangan pandang kirinya. Wernicke di bagian posterior. dapat ditentukan pasien menderita jenis afasia apa dan dimana letak lesinya.kadang terlalu cepat. lagu kalimat baik.

Sedangkan long-term memory terganggu bila pasien tidak lagi mengenali riwayat hidupnya. Gangguan visuospatial Gangguan visuospatial ialah gangguan utuk menafsirkan posisi. Kemampuan ini termasuk fungsi kognitif yang kompleks dan diperankan oleh semua lobi dengan lobus parietalis non-dominan yang terpenting. Ia tidak dapat menceritakan kejadian pada hari itu. tidak kenal peta rumah tinggalnya. hemihipestesia dan sebagainya yang timbul secara tiba-tiba dan sentara (transient) dan berlangsung tidak lebih dari 24 jam serta tanpa memberikan gejala sisa. Gangguan orientasi ini disebabkan kelainan hemisfer nondominan. depan . Pasien meng. Pasien tidak dapat menjiplak sebuah gambar bergaris. Tidak jarang serangan ini berupa gangguan 19 . Serangan sentara ini dapat berulang-ulang. jarak. tungkai dan sebagainya. bahkan sampai menyangkal bahwa anggota tubuhnya lumpuh. Pasien tidak mempunyai pandangan dan kesadaran tentang dirinya dan anggota tubuhnya. bentuk dan hubungan anggota tubuhnya terhadap objek sekitarnya. Gangguan memori yang disebut sebagai transient global amnesia sering menjadi manifestasi dari gangguan peredaran darah otak jenis transient ischemic attack ' s (TIA's) . Umumnya amnesia yang terjadi adalah gangguan short-term memory. ia tidak ingat lagi tata ruang yang pernah dikenalnya. tidak sanggup menggambar kubus atau binatang dan tidak dapat menyusun balok-balok yang diperlihatkan kepadanya.fer non-dominan lobus parietalis.alami kesukaran bila harus melewati sebuah gang. gerak.belakang. Apraksia berpakaian Apraksia berpakaian merupakan gangguan orientasi ruang yang menyebabkan pasien sukar mengenakan pakaian karena sukar membedakan bagian mana yang diperuntukkan lengan. • Peranan pada gangguan peredaran darah di otak (cerebrovascular disorder): 1. Pada kelainan lobus temporalis kiri menyebabkan gangguan memori verbal (tidak ingat apa yang disebutkan) sedangkan lobus temporalis kanan menyebabkan memori visual (apa yang diperlihatkan).Anosognia ialah gangguan persepsi karena kerusakan hemis. Pasien tidak memberi perhatian pada kelainan tubuhnya. la seakan-akan tidak tahu terhadap konsep atas-bawah. Jenis CVD ini umumnya dikenal karena adanya gangguan neurologik ele.bentuk gambar dan menyusun balok-balok atau batang. Gangguan short-term memory dapat dikenali karena pasien tidak dapat mengingat apa yang telah terjadi beberapa saat yang lalu.menter seperti hemiparesis. tidak tahu letak kamar tidurnya.batang korek api menurut contoh yang diberikan. Apraksia konstruksional Apraksia konstruksional merupakan ketidak mampuan untuk mencontoh bentuk . dan dalam-luar. Gangguan memori ini merupakan gangguan yang paling sering dikeluhkan. Amnesia Gangguan immediate memory mudah dikenali dengan menyuruh pasien mengulangi 6 digit yang kita sebutkan.

Sudah sering diungkapkan bahwa olah raga ini dapat merusak saraf. 20 . bukan gangguan elementer yang mudah dikenali oleh awam.bahasa seperti afasia atau gangguan memori seperti amnesia. Salah satu contoh trauma kapitis menahun ialah olah raga tinju. Pada afasia Broca. Pada keadaan lanjut trauma kapitis. tetapi anomia lebih sulit dikenali sedangkan afasia Wernicke sering sukar dikenali karena pasien dengan bicara spontan banyak akan disalah tafsirkan sebagai kasus psikiatrik. Peranan pada trauma kapitis. Pada mulanya lebih banyak gejala yang ditemukan yang lambat laun makin berkurang dan akhirnya hanya tersisa satu atau dua gejala saja. Masalah yang juga disebut sebagai sindroma post .nya gejala gangguan peredaran darah otak yang menetap (isolated stroke). Hal ini perlu untuk rehabilitasi pasien selanjutnya terutama pada hemiparesis kiri. Amnesia post . TIA 'S dengan gejala afasia mudah dikenali karena gejala yang jelas.sama gejala elementer. afasia. cepat lupa setelah mengalami trauma kapitis. trauma kapitis menahun juga membawa pengaruh terhadap timbulnya gangguan luhur ini. Pada keadaan yang pertama kita perlu waspada karena gejala yang tidak jelas. Kalau kita agak waspada dan mengajukan pertanyaan pada pasien akan terungkap bahwa ia tidak ingat apa yang telah dilakukan beberapa saat yang lalu. 3. tetapi orientasi pasien. tetapi tidak demikian halnya dengan gangguan memori. dapat dijumpai berbagai kelainan fungsi luhur. Umumnya amnesia ini meliputi gangguan shortterm memory saja. Transient global amnesia sebagai manifestasi TIA' s biasanya dikenali dari perubahan tingkah laku pasien. gangguan bahasa. Walaupun pada gangguan peredaran darah otak terdapat gejala hemiparesis yang nyata hingga diagnosis mudah ditegakkan. Yang dimaksudkan kerusakan saraf ini ialah gangguan fungsi luhur. Perlu dibedakan antara keadaan pribadi yang neurastenis yang sudah ada premorbid dengan gejala gangguan persepsi. banyak bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan oleh dirinya. immediate memory dan long-term memory masih baik. Keadaan akhini dapat dikenali kalau kita sempat melakukan observasi selama pasien mengalami trauma. baik sebagai gejala tunggal atau bersama. 2. Juga disini perlu dicatat bahwa pasien umumnya hanya terganggu memorinya tanpa kehilangan fungsi -fungsi lain. persepsi dan memori perlu mendapat perhatian. Pasien tampak seperti bingung-bingung. berat dan mempunyai prognosis yang kurang baik. 1.trauma kapitis ini perlu penanganan serius. Sering pula. Apabila ternyata long-term memory juga terkena maka ini menandakan adanya kelainan otak yang difus. merupakan satu-satu. Perlu dibedakan dengan keadaan confuse. Lamanya amnesia tersebut dapat dipakai sebagai patokan akan luas lesi yang terjadi di otak. 2. gejala tunggal ini mudah dikenali.trauma kapitis dapat meliputi kejadian sebelum trauma (retrograd amnesia) atau setelah trauma (anterograd amnesia). Pada keadaan akut trauma kapitis. maka gangguan memori mempunyai peranan penting. Sering pasien mengeluh tentang kurangnya konsentrasi. memori atau bahasa yang disebabkan trauma. sebaiknya adanya gangguan bahasa. Ungkapan adanya TIA's sangat penting karena merupakan suatu peringatan bahwa suatu ketika pasien dapat mengalami stroke serebral yang manifes bila tidak diobati. Selain yang akut.

Terutama hal ini penting bagi pasien dengan hemiparesis kiri. Tentu kita ha rus berhati-hati kalau . Latihan fisioterapi perlu disertai latihan bina wicara (speech therapy). Pengulangan atau repetisi perlu dilakukan secara teratur. Demikian pula pada pasien dengan hemiparesis kanan yang menderita juga afasia. Selanjutnya pasien diminta melakukan hal tersebut tanpa bantuan terapis. Penelusuran ini perlu karena biasanya pasien tidak mengeluh secara jelas.latihan untuk paresisnya. 21 . Terapis akan membuat program latihan bagi pasien yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan beratringan afasinya. Sebaiknya rehabilitasi juga ditujukan kepada gangguan persepsi orientasi ini. Program ini ditujukan untuk memberikan stimulasi yang kontinu secara auditif atau tertulis. Rehabilitasi Disamping rehabilitasi gejala hemiparesis pada CVD. maka anggota bersangkutan perlu dirangsang supaya lambat laun pasien menyadarinya. Prinsip bina wicara ialah motivasi. Dan yang terakhir yang akan menyebabkan masalah adalah asuransi kesehatan. semua ini menyukarkan fisioterapi. maka rehabilitasi terhadap gangguan bahasa.  Pada pasien yang mengalami gangguan visuospatial. maka tata ruang dimana pasien tinggal perlu mendapat perhatian.  Pada gangguan anosognosia dimana pasien mengabaikan anggota tubuhnya yang sakit.buhnya. dimana ia mengalami kesukaran menafsir keadaan dirinya terhadap ruang sekelilingnya. Pasien perlu mendapat motivasi untuk melatih bicaranya. Pasien diminta menirukan terapis yang menunjuk-nunjuk anggota tubuhnya. cukup terang. Jangan dibiarkan menggunakan bahasa isyarat dalam percakapan sehari-hari. Ruangan sebaiknya tidak terlalu penuh dengan alat-alat rumah tangga dan benda-benda. persepsi perlu mendapat perhatian. Kemudian pasien diminta menunjuk atas perintah terapis. Atau juga bagi dokter yang ha rus menentukan apakah pasien dengan trauma kapitis sudah sembuh benar dan dapat kembali kerja menduduki jabatan semula. juga arah melewati garis tengah tubuhnya. Pasien dilatih untuk memandangi anggota yang sakit terse-but yang sedang digerak-gerakan oleh terapis kesegala arah. karena pasien membutuhkan latihan terus menerus. stimulasi dan repetisi.Adanya afasia ringan. gangguan persepsi atau memori pada trauma kapitis akut dan menahun perlu ditelusuri. Pasien dilatih menunjuk benda yang dipegang oleh terapis dan digerak-gerakan kesegala arah termasuk arah melewati garis tengah tu.  Latihan afasia berupa bina wicara dapat diberikan oleh seorang yang profesional dan oleh keluarga yang telah mendapat petunjuk-petunjuk untuk ini di rumah. pasien tidak memperhatikan lapangan pandang sisi kirinya. Pasien diminta berdiri diatas garis lantas menempatkan kaki-kakinya diatas tempat-tempat yang telah diberi tanda. Stimulasi taktil juga dapat dipakai bila diperlukan. Sering pasien demikian ini juga menunjukkan gejala gangguan persepsiorientasi yang menghambat latihan. Pasien ha rus dipaksakan mengucapkan kata disamping isyarat yang dipakainya. Lagi pula gejala fungsi luhur post-trauma kapitis ini dapat menyebabkan masalah dalam hubungan kerja pasien dengan majikan. juga di rumahnya. Pasien mengeluh tetapi majikan tidak melihat alasan keluhan tadi. Keluarga diberi tahukan untuk tidak membiarkan pasien memakai bahasa isyarat. tidak berwarna terlalu menyolok dan tenang. Pasien tidak acuh terhadap tungkainya yang lumpuh. pasien tidak mengenali posisi tungkainya. berhadapan dengan kasus demikian. tetapi dengan bantuan anggotanya yang tidak sakit.

gambar perlu diberikan. menimbulkan motivasi agar pasien mau belajar berbicara lagi. Pada pasien lebih baik diberikan instruksi secara verbal yang jelas daripada instruksi yang menggunakan isyarat. Semua alat mmah tangga dan benda diletakkan ke arah kanan dari titik pusat aktivitas pasien. Latihan-latihan menjiplak gambar. yang menyebabkan pasien mengabaikan lapangan pandang sisi kirinya. Mula-mula bentuk sederhana. aktivitas rutin yang di-arahkan pada latihan penguatan (reinforces learning) dan dilakukan banyak repetisi. memberikan banyak stimulasi verbal dan tulisan.maksudkan supaya pasien dapat melihat bila ada orang lain yang sedang bekerja di dalam ruangnya. melakukan repetisi secara kontinu. Secara ringkas dapat disebutkan bahwa rehabilitasi pasien dengan gangguan bahasa umumnya perlu : 1. 3. Cermin yang besar sangat menolong pasien dalam menafsirkan dirinya ter. Latihan memberikan rangsangan verbal dan taktil perlu diberikan dari arah kiri pasien. Juga Ietak TV. 2.Hal-hal ini akan membantu pasien dalam kehidupan sehari-hari. Bila perlu diberikan tanda pada salah satu bagian baju atau celananya untuk dijadikan patokan bagi pasien dalam mengenakan pakaian tadi. kemudian makin kom.  Pasien dengan apraksia konstruksional perlu dilatih menyu. stimulasi sensorik yang menimbulkan kesadaran (awa. tidak semrawut.  Latihan-latihan mengenakan pakaian perlu diberikan pada pasien dengan apraksia berpakaian. perlu dibantu dengan mengatur tata ruangnya secara khusus. meja kursi perlu diatur demikian. Pada rehabilitasi pasien dengan gangguan persepsi perlu : 1.sional.reness) 22 . 2.sun balok atau batang korek api membuat konstruksi 3 dimen.hadap ruang sekitarnya.pleks. mengatur ruangannya supaya sederhana.  Pasien dengan gangguan unilateral spatial neglect. 3. Letak makanan dalam piringnya juga perlu mendapat perhatian. Dengan letak khusus ini di.

BAB IV Kemampuan berbahasa Bahasa adalah satu bentuk komunikasi terarah yang paling canggih bentuknya. Speech Act Pada waktu seseorang berbicara. Dalam hal ini pembicara mengharapkan bahwa lawan bicaranya dapat menangkap atau mengerti fungsi dari kalimat yang diucapkan pembicara tersebut. yaitu : 1. berjanji. setiap kalimat yang diucapkan mempunyai fungsi khusus. Dalam berbicara. Dalam komunikasi antar individu. Ada 3 aspek penting dari fungsi bahasa. Contoh kalimat langsung : Ambilkan sehelai kertas! Contoh kalimat tidak langsung : Siapa yang dapat mengambilkan kertas sehelai? 23 . kadang-kadang ia mempergunakan kalimat langsung maupun kalimat tidak langsung. menyuruh dan lain-lainnya. Kadangkadang fungsinya ialah memberitahukan. mmenanyakan atau memperingatkan tentang suatu fakta. ia sebenarnya memperlihatkan suatu speech art tertentu yang dapat berupa action meminta. meyakinkan.

Selain pemberian tekanan suara sebagai tanda adanya informasi baru. Dalam kalimat tersebut informasi yang sudah ada adalah ialah seseorang yang bernama Bakri dan informasi yang baru ialah tertabrak mobil. Disamping itu jug aharus menetapkan apa yang menjadi pokok pembicaraan (subyek) dan apa yang menjadi keterangan (keterangan) untuk subyek tersebut. Thematic structure ini mempunyai fungsi yang sama pada semua bahasa dan pada umunya mempunyai 3 fungsi utama.Dari kedua contoh tersebut terlihat adanya perbedaan struktur kalimat. 2. Dengan demikian. tetapi belum mengetahui keterangan tentangnya. Hal ini disebabkan karena dalam suatu pembicaraan biasanya pendengar mengetahui tentang apa yang dibicarakan (subyek) oleh pembicara. hlm. Artinya. Dengan kata lain kalimat itu diberi tekanan suara (Vocal Stress). pemberitahuan dan perintah.pembicara tidak perlu menceritakan sesuatu yang telah diketahui pendengar. 1977. pembicarkan harus mempertimbangkan bermacam-macam hal dan harus melakukan kerjasama dengan pendengarnya. meskipun speech art-nya sama yaitu meminta. Contohnya : 24 . Dari sekian banyak speech art yang dapat diperlihatkan seseorang. 31) Dalam menggunakan kalimat. dimana masing-masing ingin memuaskan apa yang diinginkan oleh pembicara dan pendengar. Thematic Structure Thematic structure adalah penilaian tentang keadaaan mental pendengar pada saat seseorang berbicara. Dalam suatu pembicaraan biasanya informasi baru itu akan diberi tekanan pada bagian kalimat tertentu. Ia harus memperkirakan hal-hal apa saja yang telah diketahui oleh pendengar dan hal-hal apa yang belum. Namun demikian masih banyak yang belum jelas bagaiman suatu kalimat dimengerti fungsinya oleh pendengar sebagai menyuruh atau memberitahu misalnya. misalnya suara agak meninggi atau mengadakan jeda. Karena itu perkataan tertabrak dalam kalimat tersebut diberi tekanan suara karena merupakan informasi baru. yang paling sering dijumpai adalah bentuk bertanya. Contohnya : Si Bakri tertabrak mobil. yaitu : o Menyampaikan informasi baru dan informasi lama ( informasi yang sudah ada ) o Menyampaikan subyek dan predikat o Menyampaikan kerangka (irame) dan sisipan (insert) (Clark & Clark. maka predikat dalam suatu kalimat pada umunya juga merupakan informasi baru. seorang pembicara harus mengarahkan percakapan karena berbicara merupakan suatu enterprice yang kooperatif. Peranan intonasi dan konteks pembicaraan mempunyai peranan penting dalam membantu pendengar untuk menentukan fungsi yang dimaksud dalam suatu penuturan. bentuk dan isi kalimat akan ditentukan oleh informasi tentang apa yang sudah diketahui oleh pendengar dan informasi apa yang perlu disampaikan kepadanya. sedangkan subyek merupakan informasi yang sudah ada. Selain itu. Seorang pembicara harus mempunyai gambaran kira-kira tentang apa yang ada pada pikiran pendengarrnya pada waktu itu yaitu pada waktu ia berbicara.

mengingat dan sebagainya. 2. Ayah membeli radio 2. berpikir. B. kejadiankejadian dan fakta-fakta yang ada seperti yang dimaksudkan oleh speech art melalui kalimat tersebut. Fungsi bahasa yang bersifat internasional (progmatik) 25 . Jadi. Fungsi bahasa pada umumnya mengkomunukasikan apa yang ingin disampaikan. Kalau pendengar dapat menangkap ide yang terkandung dalam suatu kalimat berarti isi kalimat tersebut memenuhi syarat sebagai proper idea. maka kalimat yang dipilihnya harus merefleksikan jalan pikiran si pembicara mengenai objek-objek. Jadi propositional content dari suatu kalimat tidak lain adalah kombinasi dari proposisiproposisi yang diekspresikan (Clark & Clark. 1977. FUNGSI BAHASA Fungsi bahasa adalah alasan-alasan mengapa seseorang berbicara. mengerti dan mengingat dapat diterangkan dengan suatu sistem kognitif yang ada pada manusia. Proses mental yang terjadi pada waktu kita berbicara ataupun proses mental yang menjadi dasar pada waktu kita mendengar. Ide-ide ini sering pula disebut sebagai an ideational content dari sebuah kalimat atau dalam ilmu pskolinguistik disebut propositional content. Fungsi bahasa yang bersifat intrapersonal (mathetic) Yaitu penggunaan bahasa untuk memecahkan persoalan (problem solving). kalimat itu mempunyai fungsi memerinci ide-ide yang menjadi kerangka speech art. 3. hlm. materi. Ada dua macam fungsi bahasa yaitu: 1.Propositional Content Karena pembicara ingin menyampaikan ide-ide tertentu kepada pendengar. dan prosedur yang ada dalam mental kita yang dipergunakan manusia untuk memproduksi dan mengerti bahasa. PROSES BAHASA Proses bahasa adalah suatu deskripsi tentang alat-alat.1. Manusia memunyai suatu sistem penggunaan bahasa dan psikologi bahasa memelajari cara kerja dari sistem ini. mengambil keputusan (decision making). 29) A. Sistem ini dapat menerangkan misalnya bagaimanamanusia dapat menyampaikan pikiran dengan kata kata (produksi bahasa) dan bagaimana manusia dapat mengerti “isi pikiran” atau makna dari suatu kalimat yang diucapkan atau ditulis (persepsi bahasa). Radio dibeli ayah Dalam kalimat (1) : Subyek = ayah – informasi yang sudah ada Artinya : Pembicaraan itu mengenai ayah Predikat = membeli radio – informasi baru Merupakan keterangan tentang ayah Dalam kalimat (2) : Subyek = radio – informasi yang sudah ada Predikat = dibeli ayah – informasi baru Disini Nampak bahwa aspek-aspek yang berbeda dari suatu kalimat mengisi fungsi-fungsi yang berbeda-beda pula.

adalah kelanjutan dari meraban. Ia sudah menggunakan awalan dan akhiran. Masa kedua (1 . Sis Heyster berpendapat bahwa tiga fungsi bahasa itu ialah: a. sekalipun bvelum sesempurna seperti yang dikatakan oleh orang dewasa. (1. Bahasa sebagai alat untuk menyampaikan pendapat. C. Ini dapat kita lihat dengan jelas. 1977). jika kita perhatikan bahwa diantara kata-kata itu terdapat beberapa kata yang diucapkan juga oleh anak dari bahasa apapun didunia ini. Tetapi ini hanya akan berkembang bila anak manusia itu berkembang ditengah masyarakat juga. perkembangan bahasa anak.0 – 1. 0) Pada masa ini dengan kecakapannya berjalan. tidak cukup hanya dijawab dengan pendek-pendek saja. Pada umumnya. b. dan c. Masa pertama. Komunikasi dengan bahasa diadakan melalui dua macam aktivitas manusia yang mendasar.6 – 2. Karna itu pertanyaannya pun mulai berkaepanjangan. Dalam hal ini.0 – 2. 3. 4. Fungsi bahasa yang paling utama sejak seseorang belajar bahasa adalah untuk komunikasi. Misalnya kata-kata yang diucapkan anak tehadap ayah atau ibunya. Masa keempat (2. disebabkan oleh perkembangan kemauan dan keinginannya lebih cepat daripada kekayaan bahasanya. yaitu dengan berbicara dan mendengarkan (Clark & Clark. dibedakan atas empat masa. Bahasa sebagai alat pernyataan isi jiwa.6 – seterusnya) Pada masa ini keinginan anak untuk mengetahui segala sesuatu mulai bertambahtambah. Pada masa ini juga terjadi kesukaran berkata. 2. Perkembangan Bahasa Perkembangan berbahasa anak manusia jauh lebih tinggi daripada perkembangan anak binatang manapun . ia makin banyak melihat segala sesuatu dan ingin mengetahui namanya.Yaitu yang yang menunjukkan adanya suatu pesan atau keinginan penutur (message). anak telah mulai nampak makin sempurna dalam menyusun katakatanya.6) Pada masa ini.6) Kata-kata pertama yang diucapkan oleh anak. 26 . Kata “ma” untuk ibu dan kata “pa” untuk bapak. Masa ketiga(2. Bahasa sebagai peresapan (mempengaruhi orang lain). yaitu: 1.

Desember 2007 . 2005. Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. 111 . Psikologi Perkembangan. Psikologi Pendidikan. Kekuatan Otak.117. Diakses dari http://www. 1976. of the nondominant hemisphere. 4 Agustus 2008 Suryabarata. Bandung: Refika Aditama. London The Penguin Press. 2434-2439. Reversible Dementia.com. Pengantar Psikologi Edisi 8 Jilid I. Agus.D. 2006. Nov. 1998. Whiterington. Senin. 2006. 1978. 1982. Mar`at. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada Wagito. Abdul Rahman. New York: Oxford. Luria AR.JAMA. Yogyakarta: Andi Offset. Sumadi.243. 1983. Psikologi Umum. 2002. Sujanto. Psikolinguistik Suatu Pengantar.Livingstone. Bimo. Valenstein E. dkk. 1976. Jakarta: Erlangga. 2004. 1983. 1997. dkk. Khodijah. Aphasia. O'Brien MT and Pallett PJ. 1973. Rita. Diakses dari http://www. New York: Churchill. Benson DF. Psikologi Belajar.1980. Total care of the Stroke patient USA: Little. Samsunuwiyati. Alexia and Agraphia. Fritz. L. Pengantar Psikologi Umum. Psikologi Pendidikan. Psikologi Pendidikan. and Lovermen S. Bandung: Seri Pencerdasan Atkinson.andragogi. Bimo. 1979. Cummings J. Lezak M.University Press.andragogi. Jakarta: Aksara Baru. Jakarta: Kencana. Benson F. 4 Agustus 2008 Saleh. Nyayu. Brown and company(Inc). Neuropsychological Assessment. Sumantri. Palembang: IAIN Raden Fatah Press Suriasumantri (ed). The Working Brain. 27 . Andi Publisher. Making sense of cerebral dominance and syndrome.com Senin.Daftar Pustaka Walgito. Geriatrics.