USIA MENARCHE REMAJA

Menurut WHO, yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, yaitu mereka yang berumur 10-19 tahun (Depkes, 1993). Masa remaja adalah masa peralihan dari anak ke dewasa baik secara jasmani maupun rohani. Tahapan ini sangat menentukan bagi pribadi remaja dimana terjadi perubahan besar dan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial/tingkah laku. Perubahan fisik/jasmani seperti berat badan, ukuran anggota badan dan sebagainya; serta perubahan yang lain seperti berfikir/kecerdasan, bertingkah laku, perasaan/kejiwaan yang berjalan secara bertahap sesuai dengan umurnya (BKKBN, 2000). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan usia menarche antara lain adalah pengaruh genetik, kondisi sosial ekonomi, kesehatan umum, kesejahteraan, status gizi, jenis latihan fisik tertentu dan jumlah anggota keluarga. Penelitian Burhanuddin (2007) menemukan bahwa dari 400 orang pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan yang sudah menarche berusia antara 10.62 tahun sampai 15.71 tahun. Hal ini meliputi kelompok Kota 200 orang dengan usia rata-rata 12,93 tahun dan kelompok Desa 200 orang dengan usia rata-rata 13,18 tahun pada pelajar putri Bugis. Disimpulkan bahwa ditemukan perbedaan berat badan, status gizi, status sosial ekonomi dan aktivitas fisik responden terhadap pencapaian usia menarche pada pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan. Ditemukan parameter pembeda terkuat melalui analisis diskriminan adalah berat badan, sebagai pemicu percepatan usia menarche. Melalui analisis jalur terdapat aspek yang berpengaruh langsung terhadap pencapaian usia menarche yaitu: (1) berat badan (2) status gizi dan (3) status sosial ekonomi orang tua. Sedangkan faktor yang berpengaruh secara tidak langsung adalah aktivitas fisik responden melalui (1) aktivitas fisik (Burhanuddin, 2007). 1. Remaja Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa (Depkes RI, 2001). Menurut ciri perkembangannya, masa remaja dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : (1). Masa remaja awal (10-12 tahun); (2) Masa remaja tengah (13-15 tahun); (3) Masa remaja akhir (1619 tahun). Ciri khas tahap remaja awal antara lain: lebih dekat dengan teman sebaya, ingin bebas, lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir abstrak. Ciri khas tahap remaja tengah antara lain: mencari identitas diri, timbulnya keinginan untuk kencan, mempunyai rasa cinta yang mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, berkhayal tentang aktifitas seks. Ciri khas tahap remaja akhir antara lain: pengungkapan kebebasan diri, lebih selektif dalam mencari teman sebaya, mempunyai citra jasmani dirinya, dapat mewujudkan rasa cinta, mampu berpikir abstrak (Depkes RI, 2001b). Terjadinya pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan itu ditandai dengan munculnya tanda-tanda sebagai berikut:

tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung dengan organ seks yaitu terjadinya haid pada remaja puteri (menarche) dan terjadinya mimpi basah pada remaja lakilaki (Depkes RI, 2001b). Proses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan fisik yang meliputi : (1) Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi sensitif (mudah menangis, cemas, frustasi dan tertawa; agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi. (2). Perkembangan intelegensia, sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak, senang memberi kritik, ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba (Depkes RI, 2001b). 2. Menarche Menarche didefinisikan sebagai pertama kali menstruasi, yaitu keluarnya cairan darah dari alat kelamin wanita berupa luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Sudah lebih dari setengah abad rata-rata usia menarche mengalami perubahan, dari usia 17 tahun, menjadi 13 tahun, secara normal menstruasi awal terjadi pada usia 11 – 16 tahun (Kartono, 1992). Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktorfaktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 – 50 tahun, tergantung pada kesehatan dan pengaruhpengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut. Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana Beberapa wanita mengalami sebuah kondisi yang dikenal sebagai amenore, atau kegagalan bermenstruasi selama masa waktu perpanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh

bermacam-macam faktor termasuk stres, hilang berat badan, olahraga berat secara teratur, atau penyakit. Sebaliknya, beberapa wanita mengalami menstruasi yang berlebihan, kondisi yang dikenal sebagai menoragi. Tidak hanya aliran darah menjadi banyak, namun dapat berlangsung lebih lama dari periode normal (Anonim, 2008). 3. Faktor yang Berhubungan dengan Usia Menarche Beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya penurunan usia menarche yang diduga berhubungan dengan faktor endogen yaitu genetik dan faktor eksogen, yaitu status sosial ekonomi keluarga, status gizi, keadaan keluarga, tempat tinggal, kegiatan fisik dan keterpaparan terhadap media massa orang dewasa (Ginarhayu, 2002). Sedangkan menurut Sanjatmiko (2004) tiga lingkungan sosial budaya bekerja secara simultan menjadi pendukung percepatan usia menarche remaja, yaitu lingkungan rumah tangga; lingkungan pendidikan formal dan lingkungan peer group. Dalam lingkungan rumah tangga, faktor dominan yang menentukan seperti pola konsumsi nutrisi, media komunikasi dan proses sosialisasi; dalam lingkungan pendidikan formal yaitu proses sosialisasi pengetahuan formal sekolah dan non formal; sementara itu dalam lingkungan peer group pola konsumsi nutrisi, media komunikasi serta sosialisasi dalam lingkungun peer group merupakan faktor- faktor yang mendukung ke arah percepatan usia menarche remaja. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Topik: Kesehatan Reproduksi Remaja. Menstruasi. http://situs.kesrepro.info/krr/materi/menstruasi.htm BKKBN. Materi Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Fasilitator. Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional. Jakarta. 2000. Burhanuddin, Sudirman. Beberapa Variabel yang Berpengaruh terhadap Usia Menarche Pelajar Putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan (Suatu Pendekatan Antropologi Ragawi Ditinjau dari Aspek Biologis dan Lingkungan. 2007. http://www.adln.lib.unair.ac.id/ Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Remaja di Sekolah Tingkat Lanjut. Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat, Depkes RI. Jakarta. 1993. Departemen Kesehatan RI. Materi Inti Kesehatan Reproduksi Remaja. Depkes RI. Jakarta. 2001a. Departemen Kesehatan RI, United Nations Population Found. Yang Perlu Diketahui Petugas Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi. Depkes RI. Jakarta. 2001b. Ginarhayu. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Usia Menarche Remaja Putri (9 – 15 Tahun) Pada Siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Jakarta Timur Pada Tahun 2002. http://www.digilib.ui.edu/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=71129&lokasi=lokal Kartono. Psikologi Wanita. Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Mandar Maju. Bandung. 1992.

Current smoking berhubungan secara dosisresponse dengan kedinian usia menopause.jsp?id=72329&lokasi=lokal Rose A. Menarche sebagai Tanda Maturitas Seksual Remaja..4 tahun (95% populasi pada usia 40 . namun hasil ini tidak konsisten dengan hasil penelitian lain. (1997) yang meneliti 3756 wanita di Belanda tidak menemukan korelasi antara usia menarche dan usia menopause. http://www. 2000) sampai 6 kali (Suh. Wr. Faktor-Faktor Lingkungan Sosial Budaya yang Mendukung Proses Menarche Remaja Wanita (Studi Kasus terhadap Peer Group di Daerah Sekitar Kota Metropolitan DKI Jakarta). Frisch dari Harvard menyatakan bahwa makin dini usia menarche akan makin lambat usia menopause alamiah (spontaneous menopause). dengan peningkatan resiko 2.. Wb. et al. Prihandoko. et al. remaja perempuan dengan usia menarche pada saat atau di atas 17 tahun mempunyai resiko 30% lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka dengan usai menarche pada saat atau di bawah usia 12 tahun. Namun. juga menunjukkan bahwa usia menarche berhubungan secara terbalikdengan resiko terkena kanker payudara. Di dunia Barat. Data di atas menunjukkan bahwa hubungan antara usia menarche dengan menopause masih kontroversial (Jadi. sedangkan nuliparitas (tidak pernah atau tidak dapat hamil) berhubungan dengan kedinian usia menopause.4 kali (Gao. kan? ). menjadi lebih awal 1.digilib. et al. rata-rata usia menopause alamiah adalah 51. Wasw. 1996).edu/opac/themes/libri2/detail. paritas dan BMI (bukti masih terbatas). . Sementara itu Gao.5 tahun.58 tahun). bisa untuk judul KTI.ui.Sanjatmiko. et al. Keterlambatan usia menopause berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. Multiparitas (Kehamilan lebih dari satu kali) berhubungan dengan keterlambatan usia menopause. Van Noord. Kegemukan berhubungan dengan keterlambatan usia menopasue. Faktor-faktor yang mempengaruhi usia menopause antara lain adalah merokok (bukti cukup banyak). Gonzales dan Villena (1997) melakukan penelitian pada 469 wanita di Peru menemukan bahwa keterlambatan usia menarche berhubungan dengan kedinian usia menopause.

Tujuan dari penelitian ini adalah Abstract: menyusun kurva model peluang usia menarche dan mengkaji peluang dari faktor-faktor yang mempengaruhi usia menarche. faktor gizi.Pemodelan Usia Menarche Dengan Regresi Logistik Ordinal dan Metode CHAID Author: Syah. 2000). Pada perempuan. Di harapkan dengan mengetahui peluang usia menarche dapat di identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat. Menurut penelitian yang di lakukan Bagga dan Kulkarni (2000). Cepat lambatnya menarche tergantung pada genetika. usia menarche terbagi dalam kategori: cepat (<11 tahun). pengaruh musim dan letak geografis (Thomas et al. gaya hidup. Kurva peluang usia menarche berbentuk fungsi logistik.ac. pubertas itu di tandai dengan menstruasi yang pertama (menarche). kondisi sosial ekonomi.id/handle/123456789/10916 . kesehatan secara umum. Silvana Salah satu kejadian penting dalam proses pubertas seorang perempuan adalah saat di mulainya siklus menstruasi. Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat. Ideal (11-13 tahun). terlambat (> 13 tahun). ideal maupun lambat di gunakan analisis regresi ordinal logistik dan metode CHAID. URI: http://repository. ideal maupun lambat.ipb.

PERAWAT PROFESIONAL ILMU KEPERAWATAN Showing newest 1 of 23 posts from April 2008.11) c. Etiologi Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa.10) b. 2008 blogfriendster BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a. biasanya ventrikel kiri.9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner. April 29.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers).12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya . Show older posts Tuesday. Show older posts Showing newest 1 of 23 posts from April 2008. Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner. mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner.7) Nekrosis otot jantung. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur.

Sumber: http://www. sebagian besar dari miocardium distal mati .com/diseasemanagemen. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. pembentukan trombus. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan 16) d. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis. Non Q wave. hal ini menyababkan deposit platelet. dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut.pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner.18) Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat . miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen.clevelandclinicmede. anatomi. dinding arteri robek. Q wave. 30Mei 2002 e. dan diagnostik. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium. NSTEMI.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus.17) f.

19) Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. 538. sulit dilihat. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. halaman 327 g.¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur.6 ‘Lead Lateral’ 5. halaman 144. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. aVL. III. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. 2006. V5. Silvia Anderson. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal). . infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai depresi ST. Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. aVF ‘lead inferior’ 3. 2003. 2002. sering bersama MI inferior 4.

h. Sindroma Dressier (nyeri dada. tidak berkurang dengan pemberian nitrat. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miocard. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. 3) Bersifat atipik Pada manula.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. henti jantung. septem. dan mual. Ruptur jantung (dinding ventrikel. Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. disertai berkeringat. atau otot papiler) 3 – 5 hari Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9.20) i. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. pucat. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun . kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. nekrosis atau ruptur 7. atau gagal jantung akut. 2) Kelainan lain Aritmia. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. demam. 50 % tanpa didahului angina. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. Gagal jantung Bermacam .

LED. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah Sumber: Underwood. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner21) 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada . 2000. halaman 356 j. Pemeriksaan Diagnostik 1) EKG istirahat 2) DPL.12.

Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal.24) Konsep aktivitas Pengertian .22) k. Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan.12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. 2006.23) Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. l. halaman 34.

terjadi karena miokardial kekurangan suplai oksigen. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas : Tingkat perkembangan tubuh Kesehatan fisik seperti penyakit. Gangguan kardiovaskuler Postural hipotensi Vasodilatasi vena Peningkatan penggunaan valsava manuver. sehingga terjadi hipoksia pada jaringan jantung. cacat tubuh dan imobilisasi Keadaan nutrisi Emosi Kelemahan neuromuskuler dan sekeletal Pekerjaan.keadaan ini menyebabkan berubahnya integritas membran sel pada jantung. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi : Gangguan muskulosekeletal Osteoporosis Atropi Kontraktur Kekakuan dan sakit sendi.Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak di mana manusia memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup.25) Intoleransi aktivitas yaitu suatu keadaan dimana seorang klien mempunyai energi fisiologi atau psikologi yang tidak memadai untuk meneruskan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan/diinginkan.26) Etiologi Pada AMI akan terjadi iskemi pada miokardial. sedangkan kontraktilitas otot jantung menurun. Gangguan sistem respirasi Penurunan gerak pernafasan Bertambahnya sekresi paru Atelektasis Hipostatis pneumonia. Karakteristik . menyebabkan penurunan kontraktility jantung. Akibat dari penurunan daya kontraksi jantung maka darah tidak bisa dipompakan semaksimal mungkin. Bila aktivitas meningkat maka kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi meningkat. sehingga akan terjadi intoleransi aktivitas.

berdiri dan berjalan. biasanya 24-48 jam setelah serangan jantung. yaitu sewaktu masih tinggal di rumah sakit. Tujuan pada fase ini adalah secara progresif memperbaiki kapasitas fungsional pasien menurunkan faktor resiko. Fase III : program pemeliharaan.5 kilometer. Kemudian intensitas latihan ditingkatkan dengan berjalan kaki di koridor. memutar kekiri dan kekanan. Hari berikutnya pasien duduk di tepi tempat tidur dengan kaki menggantung. dan menyiapkan pasien untuk kembali pada kehidupan normal dengan latihan dan penyuluhan. Latihan fisik ringan dimaksudkan untuk mencegah penggumpalan darah. dimulai segera setelah kondisi pasien stabil. pasien diharapkan sudah mampu berjalan sekitar 1. Pertama-tama dilakukan dengan menggerakkan kaki di tempat tidur. Aktifitasnya seperti erobik ringan sampai sedang dan aktivitas latihan kekuatan. membuka dan menutupnya. Setiap mulai dan selesai latihan diukur nadi dan tensi serta dicatat/ didokumentasikan. Sedangkan kepala menggeleng. . Fase II yaitu fase pasca rawat inap. Terapi latihan menyerupai aktivitas kehidupan sehari-hari seperti duduk. Pada hari berikutnya pasien dilatih berdiri dan berjalan perlahan. Gerakan tangan meliputi : meluruskan tangan sejajar pundak. Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas Pengkajian keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Data subjektif: Klien mengatakan mudah lelah/letih dan badan lemah. Fase I. Menjelang akhir Fase Rawat. Hendaknya memberikan kesempatan pada pasien untuk melanjutkan program yang diperoleh dari fase I dan fase II.Ada tiga fase rehabilitasi aktivitas pada penderita penyakit jantung.

Tekanan darah meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. Kulit pucat. sesak nafas. Perubahan gambaran EKG: tachycardi/bradycardi. Lemah.28) . Catat adanya denyut jantung ekstra. Diagnosa keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI ”Aktivitas yang tidak toleran berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan perifer/tidak kecukupan oksigen untuk kebutuhan aktivitas hidup seharihari.Klien mengatakan nyeri dada. catat frekuensi dan irama. vertigo selama dan setelah beraktivitas. iskemia selama dan sesudah aktivitas. Pernafasan cepat/tachypnea selama dan sesudah aktivitas. jantung berdebar-debar. pusing. Data objektif: Menolak/takut untuk melakukan pergerakan.”27) Rencana keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Hasil yang diharapkan a) Kelemahan berkurang b) Berpartisipasi dalam perawatan diri c) Klien mengatakan pusing berkurang/hilang d) Expresi wajah tampak cerah/tidak kesakitan e) Mempertahankan kemampuan aktivitas seoptimal mungkin f) Klien menunjukkan kestabilan tanda vital (110/70 – 120/80 mmHg) g) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan perbaikan/peningkatan ke nilai normal 2) Perencanaan Mandiri . Frekuensi jantung meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. penurunan nadi. aritmia. Rasional: Adanya disritmia khusus lebih jelas terdeteksi dengan pendengaran dari pada palpasi. Pendengaran terhadap bunyi jantung extra atau penurunan nadi membantu mengidentifikasi disritmia pada pasien tak terpantau. a) Auskultasi bunyi jantung. gelisah.

dan simetris. Ketidakteraturan diduga disritmia. Membantu memberikan kontrol situasi. Rasional: Hipotensi dapat terjadi sehubungan dengan disfungsi ventrikel. tekanan darah. Namun.b) Raba nadi (radial. pernapasan. nyeri berat dapat menimbulkan syok dengan merangsang system saraf simpatis mengakibatkan kerusakan lanjut. f) Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. karotid. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Rasional : Membantu dalam menurunkan persepsi atau respon nyeri. dorsalis pedis) catat frekuensi. kesamaan. Catat adanya pulsus alternans. keteraturan. dan atau masalah vaskular sebelumnya. yang memerlukan evaluasi lanjut/pantau. cemas. kemungkinan berhubungan dengan nyeri.31) d) Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. nadi bigeminal. Bandingkan kedua tangan dan diukur dengan tidur.32) e) Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Rasional : Penundaan pelaporan nyeri menghambat peredaan nyeri atau memerlukan peningkatan dosis obat. g) Catat respon terhadap aktivitas dan peningkatan istirahat dengan tepat. (penuh. Rasional : Tekanan darah dapat meningkat secara dini sehubungan rangsangan sistemik. dan keteraturan nadi menunjukkan efek gangguan curah jantung pada sirkulasi sistemik/perifer.29) Penurunan curah jantung mengakibatkan menurunnya kelemahan/kekuatan nadi. hipoperfusi miokardia dan rangsang vagal. Selain itu. h) Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditempat tidur/kursi. Hipotensi orthostatik mungkin berhubungan dengan komplikasi infark contoh gagal jantung kongestif.30) c) Auskultasi tekanan darah. . dan berdiri bila bisa. Rasional: Kelebihan latihan meningkatkan konsumsi /kebutuhan oksigen dan mempengaruhi fungsi miokardia. Rasional: Perbedaan frekuensi. kuat). kesadaran. atau defisit nadi. hipertensi juga fenomena umum. pengeluaran katekolamin. duduk. Takikardi terjadi sebagai respon saraf simpatis dan berlanjut sebagai kompensasi penurunan curah jantung. meningkatkan perilaku positif. femoral. amplitudo.

Intervensi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Identifikasi respon klien terhadap aktivitas: Observasi nadi. vertigo. iv. Tekanan darah sistolik menurun. . dan pernafasan saat istirahat dan setelah aktivitas. elevasi atau depresi ST dan gelombang T yang terbalik. Frekuensi pernafasan menurun. iii.35) Kolaborasi . dispnoe. bantu pasien melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Rencana waktu istirahat sesuai dengan jadwal sehari-hari klien. v. Rasional : Meningkatkan jumlah iksigen yang ada untuk pemakaian miokard dan juga mengurangi ketidaknyamanan sehubungan dengan iskemik jaringan. mulai lakukan rentang gerak sedikitnya 2 x sehari. ii. Rasional : Melarutkan bekuan darah dalam arteri.jadwal periode istirahat tanpa gangguan. Beri suport pada klien dalam melakukan aktivitas gerak dan beri penghargaan atas apa yang sudah dicapai. Frekuensi diastolic meningkat 15 mmHg.36) Kaji ulang seri EKG Rasional : Pada infark myocad akan dijumpai tanda-tanda ‘deep Q wave pattern’ atau kompleks QS yang abnormal. tekanan darah. Hentikan aktivitas bila ditemukan: i. Frekuensi nadi menurun/gagal untuk meningkat.37) Berikan obat-obat trombolitik sesuai indikasi. Keluhan nyeri dada.34) i) Auskultasi bunyi nafas Rasional: Krekels menunjukkan kongesti paru mungkin terjadi karena penurunan fungsi miokard.33) Rasional: Melakukan aktivitas kembali secara bertahap mencegah pemaksaan terhadap cadangan jantung. 2) Tingkatkan aktivitas secara bertahap: Untuk klien yang sedang atau pernah tirah baring lama.

klien harus menghembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui mulut. Ajarkan pernafasan efektif. tahan nafas selama 1-2 detik untuk menjaga alveoli terbuka. Evaluasi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Klien mampu bertoleransi terhadap aktivitas secara optimal sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan. ajarkan pernafasan diafragmatik: Letakkan tangan perawatdiatas abdomen dibawah dasar iga klien dan tetap berada di tempat ini sementara klien menghirup udara. hirup melalui hidung dan dorong lambung melawan tangan perawat. kecuali bila tidak memungkinkan. Anjurkan lebih baik duduk daripada berdiri saat melakukan aktivitas. Anjurkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara bertahap. Untuk klien dengan insufisiensi paru-paru kronik. Diit. Untuk ekshalasi. sementara perawat memberikan sedikit tekanan pada dasar iga klien. klien harus merelaksasikan bahunya. Rehabilitasi. 7 . Kerangka teori Bagan 3 Sumber : Marilynn E. 4) Kolaborasi dengan dokter untuk: Terapi. Untuk inhalasi. Hentikan aktivitas jika keletihan atau terlihat tanda-tanda hipoksia jantung. Doenges.3) Ajarkan klien metoda penghematan energi untuk aktivitas: Luangkan waktu istirahat selama aktivitas. 2004. hal.

dan lamanya latihan fisik 2) Tingkat kelelahan Aktivitas yang membuat lelah Riwayat sesak nafas 3) Gangguan pergerakan Penyebab gangguan pergerakan Tanda dan gejala Efek dari gangguan pergerakan 4) Pemeriksaan fisik Tingkat kesadaran Postur/bentuk tubuh . 1) Tingkat aktivitas sehari-hari a) Pola aktivitas sehari-hari b) Jenis. Pengkajian sistematis mencakup riwayat yang cermat khususnya berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas. Penkajian dilakukan untuk mendapatkan data dasar tentang informasi status terkini pasien sehingga setiap perubahan bisa diketahui sesegera mungkin. peneliti ingin menjawab pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perumusan diagnosa keperawatan terkait masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perencanaan keperawatan untuk masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana pelaksanaan intervensi yang berhubungan dengan masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana evaluasi keperawatan yang berhubungan dengan diagnosa masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Salah satu aspek penting perawatan pasien MI adalah pengkajian keperawatan. frekuensi.Pertanyaan Penelitian Dalam penelitian ini.

8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu.9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner.7) Nekrosis otot jantung. Etiologi . Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers).11) c.10) b. mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis.1 Skoliosis 2 Kiposis 3 Lordosis 4 Cara berjalan Ektremitas Kelemahan Gangguan sensorik Tonus otot Atropi Tremor Gerakan tak terkendali Kekuatan otot Kemampuan jalan Kemampuan duduk Kemampuan berdiri Nyeri sendi Kekakuan sendi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a. Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak. biasanya ventrikel kiri.

12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor. hal ini menyababkan deposit platelet. pembentukan trombus.com/diseasemanagemen. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. 30Mei 2002 e. anatomi. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. sebagian besar dari miocardium distal mati . dinding arteri robek. Q wave. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan16) d. Sumber: http://www. dan diagnostik.18) .clevelandclinicmede. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis. Non Q wave.Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner.17) f. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. NSTEMI. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut.

halaman 327 g. Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal). sulit dilihat. III.19) Lihat tabel 1. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. 2002. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai . aVF ‘lead inferior’ 3. Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1.Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat ¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur.

6 ‘Lead Lateral’ 5. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miokard. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. henti jantung. sering bersama MI inferior 4. i. septem. 2) Kelainan lain Aritmia. dan mual. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. Ruptur jantung (dinding ventrikel. 538. atau otot papiler) 3 – 5 hari . tidak berkurang dengan pemberian nitrat.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. disertai berkeringat. atau gagal jantung akut. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. 2003. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. Lihat tabel 2. halaman 144. 50 % tanpa didahului angina. aVL. nekrosis atau ruptur 7. V5. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui.depresi ST. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Silvia Anderson. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. 2006. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No. Gagal jantung Bermacam . Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. pucat. h. 3) Bersifat atipik Pada manula.

Sindroma Dressier (nyeri dada. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun 12. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10.Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah . Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. demam.

k. Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. halaman 356 j.Sumber: Underwood. 2000. Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark . CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada 12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. Lihat bagan 2. LED. Pemeriksaan Dignostik 1) EKG istirahat 2) DPL.

Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan. halaman 34. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. 2006. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal. Fisiologi Curah Jantung m. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik. Curah .Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. l.

Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia.jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung 2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) . Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. n.

Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2,5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi, Stroke Volume Index (SVI), Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4. Behavioral/emotional anxiety Restlessness. Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acute Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arrytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Lihat bagan 3.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Karies gigi atau pembusukan gigi adalah suatu kerusakan destruktif progresif dan mengenai jaringan-jaringan gigi yang mengalami perkapuran. 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi : Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi kental Adanya bakteri jenis Streptococcus dan Lactobacillus Makanan yang mudah lengket dan menempel di gigi seperti : permen, coklat. Faktor lain yang turut andil adalah tingkat kebersihan mulut, frekuensi makan, usia dan jenis kelamin, DM,TBC. Berdasarkan survei Litbankes, prosentase angka kesakitan gigi menduduki peringkat ke-6 terbanyak (SKRT 1992). Di Indonesia prevalensi karies gigi tetap diperkirakan 60-80% dari jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan survei kesehatan gigi yang dilakukan oleh direktoral Kesehatan Gigi pada tahun 1995 di 10 propinsi di Indonesia (1984-1988) pada daerah kota anak umur 8 tahun mempunyai prevalensi karies 45,2%, rata-rata 0,94, anak umur 12 tahun sebesar 76,62% rata-rata 2.21, sedangkan anak umur 14 tahun mempunyai prevalensi kariesnya 73,2& dengan rata-rata 2,69. 2) Adanya interaksi antara faktor penyebab karies, merupakan awal terjadinya lesi karies gigi. Hasil laporan penelitian-penelitian di berbagai tempat di Indonesia menunjukkan adanya prevalensi yang cukup tinggi pada anak usia prasekolah. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk mengetahui karakteristik karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten. Hasil survei pendahulu di dapatkan lebih separuh dari 42 anak mengalami karies gigi. Rumusan Masalah “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten tahun 2006?”

Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten

2. Tujuan Khusus a. Mengetahui proporsi karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. b. Mengetahui ciri-ciri anak TK dengan karies gigi berdasarkan usia, makanan, jenis kelamin dan kebiasaan sehari-hari seperti menggosok gigi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah bahan masukan untuk pihak sekolah maupun orang tua seiswa dalam mencegah karies gigi pada siswa di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Penelitian 3. Ruang Lingkup Keilmuan Keperawatan anak dan kebutuhan dasar manusia khususnya menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi anak. 4. Ruang Lingkup Sasaran Sasaran penelitian ini adalah anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Masalah : Masalah pada penulisan ini dibatasi usia, jenis kelamin, suku bangsa, bentuk gigi, jenis makanan yang sering dikonsumsi dan pola pemeliharaan gigi. 5. Ruang Lingkup Tempat Penelitian ini mengambil lokasi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. 6. Ruang Lingkup Waktu Penelitian ini didasarkan pada tahun 2006. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kerangka Teori 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi :

Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada komunitas anak-anak Taman Kanak-Kanak. Elly.Sumber : Suwelo. Definisi Operasional NO Variabel Subvariabel Definisi Operasional Skala Parameter 1 Karakteristik anak yang menderita karies gigi. Segala ciri anak yang menderita karies gigi meliputi : a. Jenis kelamin c. Kemudo. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian aplikatif 4. Berdasarkan Metode Dalam penelitian ini menggunakan survei deskriptif 2. 1992 Nurachman. Bentuk gigi . Suku bangsa d. Prambanan Klaten?” BAB III METODE PENELITIAN Jenis 1. Berdasarkan Tujuan Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif 3. I.S. 2001 Pertanyaan Penelitian “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi di TK Kemudo II. Usia b.

Bentuk Gigi Penampilan gigi yang meliputi : 5. Keteraturan 8. Susunan gigi 7. Usia Umur anak dalam tahun dan bulan pada saat pendaftaran pada saat diadakan penelitian Naminal b. Keutuhan Naminal e. Variabel : a. Pola pemeliharaan gigi Naminal Sub. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Jenis Kelamin Laki-laki dan perempuan Naminal c. Kondisi permukaan 9. Sunda 3. Instrumen Pengumpulan Data . Suku Bangsa Merupakan kelompok etnis/ras yang meliputi : 1. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi TK Kemudo II. Batak 4.e. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Dayak Naminal d. Pola Pemeliharaan Gigi Kebiasaan yang berhubungan dengan pemeliharaan gigi agar tidak terjadi karies gigi yang meliputi : 1) Frekuensi menggosok gigi 2) Kaontrol dokter gigi Populasi dan Sampel 5. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswa TK Pertiwi Kemudo II. Janis makanan yang sering dikonsumsi f. Jawa 2. Jenis Makanan Yang Sering Dikonsumsi Makanan/minuman yang paling sering dikonsumsi dan berkaitan dengan kejadian karies gigi Naminal f. 6. Bentuk/ukuran 6. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode wawancara dan observasi.

10. B. Pengolahan Data 7. Jumlah siswa di TK Pertiwi Kemudo II tahun 2006 adalah 42 dan yang menderita karies gigi sebanyak 24 anak (57. Variabel penelitian ini adalah karakteristik anak yang menderita karies gigi. Berdasarkan Usia Dari hasil penelitian. Tabel silang merupakan hasil pengelompokan data dari tabel frekuensi data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan analisa prosentasi sebagai berikut : 0% : Tidak ada 1% .99% : Sebagian basar 100% : Seluruh nya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. yaitu : 1.33%) anak menderita karies gigi . Tabulating Analisa Data Data penelitian diolah dengan teknik univariate yang dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian dengan menggunakan tabel silang dan tabel frekuensi. Pembahasan Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan penelitian dapat mengetahui karakteristik yang paling banyak muncul pada anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo Prambanan Klaten.49% : Kurang dari separuh 50% : Separuh 51% .Jenis Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner untuk wawancara dan observasi. Tabel frekuensi merupakan deskriptisasi 11. lebih dari separuh (58. Hasil Penelitian Data penelitian ini di peroleh langsung dari siswa-siswi di TK Pertiwi Kemudo II dengan menggunakan kuisioner dan lembar observasi kepada responden yang mengalami karies gigi.24% : Sebagian kecil 25% .14%).74% : Lebih dari separuh 75% . Koding 9. Editing 8.

5. Lebih dari separuh anak yang menderita karies gigi berusia lebih dari enam tahun berjenis kelamin perempuan dan karakteristik yang paling menonjol adalah seluruh anak (100%) menggosok gigi dengan cara yang tidak berurutan.83 %) anak yang menderita karies berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan Makanan Yang Dikonsumsi Dari hasil penelitian. Kemudo Prambanan Klaten Jawa Tengah adalah sebagai berikut : 1. BAB V PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 24 anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II. Bentuk Gigi Dari hasil penelitian. 6. lebih dari separuh (70. pola gigi atau nutrisi selama kehamilan. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini termasuk dalam penelitian tingkat satu. 4. Bagi Puskesmas Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 57. Maka dari itu diharapkan agar petugas Puskesmas memberikan . kurang dari separuh (25%) yang menyukai makanan manis tetapi sebagaian besar (75%) menyukai makanan lunak. Berdasarkan Suku Bangsa Dari hasil penelitian.33%) anak yang menderita karies gigi memiliki gigi yang tidak teratur yaitu gigi yang berjejal. 2. seluruh (100%) anak yang menderita karies gigi berasal dari suku Jawa. Proporsi karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II adalah sebanyak 57.berusia lebih dari 6 tahun 2. Maka dari itu bagi peneliti berikutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu tentang hubungan antara karies gigi dengan nutrisi. sebagian kecil (8.83%) menggosok gigi dua kali sehari tetapi seluruhnya (100%) cara menggosok giginya tidak berurutan.14% anak yang menderita karies gigi. 3. 4. Berdasarkan Jenis Kelamin Dari hasil penelitian. Berdasarkan Pola Pemeliharaan Gigi Dari hasil penelitian. lebih dari separuh (70. Saran 3. berplak sedang.14%.

Pertumbuhan rambut diketiak dan disekitar kemaluan Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi pertumbuhan ? M. Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita adalah ? D. Hormon Ganadotropik N. Nyeri pada daerah perut sampai pinggang disertai dengan perdarahan pada daerah kelaminnya. Pertumbuhan payudara I. Somatotropon E. Estrogen Menurut pendapat saudara. Pertumbuhan rambut diketiak dan sekitar kemaluan Menurut pendapat Saudara. B. Hormon Somatotropik Menurut Saudara normalnya seorang perempuan akan mengalami menstruasi yang pertama kali umur berapa ? .penyuluhan tentang karies gigi dan latihan menggosok gigi yang benar. Perdarahan pertama kali yang siklik dari rahim sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya. Androgen F. Mengalami menstruasi H. Pertumbuhan payudara L. C. Mengalami menstruasi K. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling akhir nampak adalah ? J. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling awal nampak adalah ? G. KUESIONER Identitas Responden Nama : Umur : Sudah Menstruasi atau belum : Petunjuk pengisian : Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan cara memberikan tanda silang (x) pada jawaban yang menurut anda paling tepat. Hormon Tirotropik O. Perdarahan pada daerah alat kelamin yang disebabkan oleh penyakit. Menurut pendapat saudara apakah yang anda ketahui tentang Menarche ? A.

Lapisan dinding vagina FF. 4 – 10 tahun Q. 28 hari DD. Faktor intelegensi yang tinggi Z. Faktor keamanan yang tinggi Menurut pendapat saudara. 21 hari CC. Faktor keturunan AA. Faktor keamanan yang terjamin X.P. Melakukan hubungan seksual sebelum menstruasi pertama kali tiba II. Lapisan dinding rahim Menurut pendapat saudara. Penurunan fungsi organ reproduksi pada wanita setelah masa haid berakhir Menurut pendapat Saudara salah satu faktor eksternal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? V. Masa yang akan dialami oleh setiap wanita sebelum menstruasi pertama kali tiba T. Jika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa subur setelah dilakukan pemotongan di kedua saluran telur (tubectomy) Menurut pendapat saudara. 35 hari Menurut pendapat saudara. darah menstruasi berasal dari ? EE. jarak yang normal siklus menstruasi berapa hari sekali ? BB. Melakukan hubungan seksual sesudah menstruasi pertama kali tiba JJ. 16 – 22 tahun Menurut pendapat saudara apakah yang dimaksud dengan masa subur pada seorang wanita ? S. kehamilan pada seorang wanita dapat terjadi karena apa ? HH. Pada saat hormon progesteron dan estrogen meningkat . 10 – 16 tahun R. salah satu faktor internal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? Y. kapankah organ reproduksi wanita menunaikan faalnya ? KK. Masa dimana seorang wanita yang sudah menstruasi pertama kali dan berisiko kehamilan jika melakukan hubungan seksual U. Faktor gizi yang baik W. Faktor pendidikan yang layak Menurut pendapat saudara. Saluran kencing GG.

Jakarta 2004 .LL. Metode Ovulasi Billing. 7 – 11 hari PP. Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur MM. 11 – 15 hari Nyeri yang hebat pada perut yang sukar ditahan dan mencengkeram (kejang) biasanya terjadi pada waktu ? QQ. Pada saat timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder Menurut pendapat saudara normalnya seorang perempuan mengalami mensturasi berapa lama ? NN. Kepustakaan Populer. Pada waktu menstruasi SS. 3 – 7 hari OO.T. Gramedia. Sesudah menstruasi JADWAL WAKTU PENELITIAN NO KEGIATAN W A K T U Oktober November Desember I II III IV I II III IV I II III IV 1 BAB I 2 BAB II 3 BAB III 4 KUESIONER JADWAL WAKTU PENELITIAN No Kegiatan W A K T U Agustus September Oktober November Desember I II III IV I II II IV I II III IV I II III IV I II III IV 1 Penyusunan Proposal 2 Ujian Proposal 3 Pengumpulan Data 4 Olah Data 5 Penyusunan Laporan Penelitian 6 Ujian K. Sebelum menstruasi RR.I DAFTAR PUSTAKA Data Kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 SLTP N I Prambanan Klaten Evelyn Billing.

id 1 April 2007 pukul 12. acicis Murdech.00 WWW. Metodologi Riset Keperawatan. 2001 Sarwano Prawiroharjo. 1998 Nursalam.com 1 April 2007 pukul 12.00 .depkes. edu. CV Infomedika. 1995 Kartono Mohamad. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Mengatasi Nyeri Haid. Jakarta 1995 Notoatmodjo Soekidjo.Com 1 April pukul 12.ac. Ilmu Kandungan.00 WWW. Kes repro. Clitoris.Kingston Berly. Jakarta 1981 Sastra Winata Sulaiman. Andi Offset. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta. Grasindo. Obstetri Fisiologi. Pustaka Sinar Harapan. Yogyakarta.00 WWW. Psikologi Pengajaran.info. Elemen.Id 1 April 2007 pukul 12. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta 1996 WWW. Metodelogi Penelitian Kesehatan.07 WWW.journal Unair. Menarage. Jakarta. Mum. Bandung. S.Co.00 WWW. Rineka Cipta. Arcan. Winkel W.Com 1 April 2007 pukul 12. 1983 Notoatmodjo Soekidjo.00 WWW. 1993.Org.Com 1 April 2007 pukul 12.qu/ni 15 Mei 2007 pukul 19.

. Saat ini para remaja sangat dipengaruhi oleh media massa.KUNCI JAWABAN A C B A C B B A B B C B B A A Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental. Secara umum. film dan musik. kaum muda berumur 14 sampai 24 tahun berjumlah 43.3 juta orang. termasuk internet. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. waktu anak berusia remaja menemukan kesempatan untuk mencoba yang baru. Pada tahun 2000. Kemudahan dalam medapatkan informasi tentang halhal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. yang perlu pendidikan dan bimbingan lengkap demi masa depannnya. merupakan 21% penduduk Indonesia yang merupakan tulang punggung negeri ini dan bagian dari masyarakat.

gelisah sukar tidur. sehingga ia dapat berindak dengan baik dan benar. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin. pendidikan.edu.qu/ni option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 1 April 2007 Jam 12. rasa takut. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. Dalam masa pancaroba itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya.00 Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). perut kembung. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche.com/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja. mudah tersinggung.WWW. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. serta beberapa banyak ajaran orang tuanya yang dia terima. gangguan konsentrasi. WWW.Kesrepro Info. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak.Murdech. dibawah pengaruh jam biologis. sakit kepala. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi.acicis. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi.00 Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa. kultur. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik. pengalaman. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual . Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche sangat berbagai macam. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar.Pdf 1 April 2007 Jam 12. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru.

dapat berakibat kehamilan pranikah, aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident” WWW.depkes.go.id 1 April 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun Oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187

Karya Tulis Ilmiah ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada tanggal 12 Februari 2008

Pembimbing, C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kep KARYA TULIS ILMIAH Dipertahankan di depan dewan penguji Karya Tulis Ilmiah Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan diterima Untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Keperawatan Pada tanggal 20 Februari 2008

Mengesahkan Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta

C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp NIK. 198310006

Penguji : C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp ……………………… Agnes Mahayanti, S.Kep.,Ns ……………………… MOTTO PERSEMBAHAN DAFTAR TABEL

Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 22 Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 23 Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 24 Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 25 Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 26 Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 27 Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 28 Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 29 Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 30 Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 31

Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 32 Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 37 Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 36 Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 33 Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 38 Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 39 Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 35 Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Berfungsinya Organ Reproduksi Wanita Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 40 Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 34 Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 41 . Kecamatan Prambanan.Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan.

Hasil Pengkodean dan Tabulating Lampiran 5. Menarche 8 4. Klaten Tahun 2007 42 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Kecamatan Prambanan. Pubertas 7 3. Perkembangan Seksual Wanita 6 2. Lembar Kuesioner Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian Lampiran 4. Lembar Kunci Jawaban Lampiran 3. Rencana Jadwal Penelitian DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii HALAMAN PENGESAHAN iii HALAMAN MOTTO iv HALAMAN PERSEMBAHAN v DAFTAR TABEL vi DAFTAR LAMPIRAN viii DAFTAR ISI ix ABSTRAK x KATA PENGANTAR xi BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 4 Tujuan Penelitian 5 Manfaat Penelitian 5 Ruang Lingkup 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 Tinjauan Teori 6 1. Fisiologi Haid 10 .Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan.

lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan. Tujuan dalam penelitian ini. perkembangan seksual wanita. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun.5. fisiologi haid. Populasi dan Sampel 18 9. Dismenore 11 6. daftar pustaka. Pengolahan Data 19 12. Analisa Data 20 BAB IV HASIL PENELITIAN 21 BAB V PEMBAHASAN 43 BAB VI PENUTUP 51 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ABSTRAK Nama : B. 51 halaman. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang . pengertian menarche. Definisi Operasional 18 8. S. Sri Hari Ujiningtyas. Instrumen Pengumpulan Data 19 11. dismenore.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. status menstruasi. Teknik Pengumpulan Data 19 10. Pengetahuan 13 Kerangka Teori 16 Pertanyaan Penelitian 16 BAB III METODE PENELITIAN 17 Jenis Penelitian 17 Desain Penelitian 18 7. pubertas. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 20 Februari 2008 Pembimbing : C.

Akhir kata penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. Bapak Ign Gonggo Prihatmono. Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan di Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. S. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada : Ibu C. SKM selaku dosen pengampu riset dan pengembangan keperawatan. bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket.Menarche. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67. BAB III . Sri Ujiningtyas. karena berkat limpahan kasih dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007”.Y Sutedjo. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Penulis.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. kurang dari separuh (26. SKM dan Bapak A. Kp selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan Pembimbing Teknis dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini banyak mendapatkan bantuan.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6.

4. Dismenore (Nyeri haid) Diukur dengan 15 pertanya-an dengan kriteria untuk setiap pertanyaan : -1 Skore benar 1 -2 Skore salah 0 ordinal Nilai parameter : Skore 0 – 5 = Rendah Skore 6 – 10 = Sedang Skore 11 – 15 = Tinggi . Berdasarkan Metode Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa yang urgen terjadi pada masa kini. 3. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada situasi yang sebenarnya. Berdasarkan Tujuan Penelitian ini termasuk penelitian eksplanatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fakta-fakta yang ada atau ditemukan serta huibungannya dengan teori. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian terapan (aplied Research) karena menerapkan berbagai disiplin ilmu untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang Menarche. Tingkat pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche Segala sesuatu yang diketahui Remaja Putri tentang Menarche meliputi : 1.METODE PENELITIAN Jenis Penelitian 1. Pubertas 4. Fisiologi haid 5. Pengertian Menarche 2. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa adanya manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisa bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. Definisi Operasional No Variabel Definisi Operasional Skala Parameter 1.1) 2. Desain Penelitian 5. Perkembangan seksual wanita 3.

Analisa univariate adalah analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Koding Memberikan tanda atau simbol pada jawaban yang diterima. Analisa kuantitatif adalah analisis yang digunakan untuk mengolah data yang berbentuk angka. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan teknik angket. Jenis pertanyaan yang menyediakan beberapa alternatif jawaban dan responden hanya memilih satu jawaban yang sesuai dengan pendapatnya. Tabulating Menyusun dan menghitung data hasil pengkodean untuk kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah semua remaja putri di kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten.6. c. 9. Sampel ini diambil menggunakan teknik total populasi. 8. Analisa Data Menggunakan analisa data univariate dan data jawaban dapat dianalisa secara kuantitatif. b. Editing Memeriksa seluruh kuesioner yang telah diisi oleh responden yang meliputi kesesuaian jawaban responden dengan pertanyaan yang diajukan kelengkapan daftar pertanyaan dan keajegan jawaban responden. 10. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten sebanyak 143 anak. Instrumen Pengumpulan Data Jenis instrumen yang digunakan untuk menghimpun data adalah kuesioner dan alat tulis. 7. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten.2) Konsep analisa yang diambil : 0 % : Tidak ada 1-24 % : Sebagian kecil . b. baik sebagai hasil pengukuran maupun hasil dari konversi dari data kualitatif ke data kuantitatif. Pupulasi dan Sampel a. Pengolahan Data a. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner bentuk tertutup yaitu kuesionar yaitu kuesioner yang mempunyai keuntungan mudah ditabulasi tetapi kurang mencakup jawaban dari responden.

Sri Hari Ujiningtyas.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. daftar pustaka. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 18 Februari Pembimbing : C. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. S. Tujuan dalam penelitian ini. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. perkembangan seksual wanita. dismenore. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang Menarche. fisiologi haid. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih . status menstruasi. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. kurang dari separuh (26. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. pubertas. pengertian menarche. 51 halaman.25-49 % : Kurang dari separuh 50 % : Separuh 51-74 % : Lebih dari separuh 75-99 % : Sebagian besar 100 % : Keseluruhan ABSTRAK Nama : B.

yaitu : Pembahasan Persoal : Berdasarkan Usia Sejalan dengan pertambahan usia seseorang. Menarche pun akan berlangsung dengan sendirinya. Berdasarkan Status Menstruasi Prevalensi yang sudah menstruasi lebih banyak dari pada yang belum menstruasi.50%) responden berumur diantara 13 . Dari hasil penelitian. Dengan hal itu mungkin dapat meningkatkan angka sex pranikah di kalangan remaja dan kehamilan di luar nikah. Dari hasil penelitian. Lebih dari separuh (54. BAB V PEMBAHASAN Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan peneliti dapat mengetahui Tingkat Pengetahuan Remaja putri kelas VIII SLTP Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan Klaten.mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan.11%) responden sudah mengalami menstruasi.55%) responden tidak mengetahui tentang pengertian menarche. Dari hasil penelitian. sebagian besar (75. Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru diduga salah satu penyebab responden menjawab benar.14 tahun. . Dengan mengetahui pengertian menarche diharapkan siswi/remaja putri mengetahui bahwa rahimnya telah menuaikan faalnya. Dari hasil penelitian.14. Lebih dari separuh (65. sebagian besar (81. Hal ini karena menarche merupakan kejadian yang fisiologis yang dialami oleh seorang wanita yang menginjak masa puber. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya menarche biasanya pada usia 13 . Berdasarkan Hormon Yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita.73%) responden mengetahui tentang hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita. Berdasarkan Pengertian Menarche Salah satu usaha dalam memberikan pengetahuan tentang menarche adalah dengan cara pengajaran yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru biologi.

Berdasarkan Masa Subur Pada Seorang Wanita Diharapkan dengan mengetahui masa subur dapat menekan angka terjadinya kehamilan atau sex pranikah. lebih dari separuh (51.75%) tidak mengetahui faktor yang mempercepat menarche. Sebagian besar (76. Berdasarkan Normalnya Umur Terjadinya Menarche Dengan mengalaminya sendiri waktu terjadinya menarche membuat sebagian besar (93. Berdasarkan Faktor Internal yang mempercepat Menarche Faktor Keturunan adalah salah satu faktor internal yang mempercepat menarche.44%) responden mengetahui tentang hormon pertumbuhan.90%) responden . Sebagian besar (90. Lebih dari separuh (62. Makanan yang bergizi adalah salah satu faktor eksternal yang mempercepat terjadinya menarche. Hal ini juga disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir yaitu menstruasi pertama kali (menarche). Dari hasil penelitian.Berdasarkan Tanda Pubertas yang tampak paling awal pada remaja putri Diduga karena tidak pernah memperlihatkan perubahan bentuk tubuh pada waktu menginjak pubertas sehingga dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian. Berdasarkan Faktor Eksternal yang mempercepat menarche. Berdasarkan hormon pertumbuhan Pengajaran dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru kepada siswinya terus menyumbang dalam hal Pengetahuan siswi terhadap hormon pertumbuhan.70%) responden mengetahui normalnya umur terjadinya menarche. sebagian besar (89. Berdasarkan Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Remaja Putri Di duga karena tidak pernah memperhatikan perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi pada waktu mengijak Pubertas atau karena perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi yang berlangsung secara bersamaan sehingga dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian. Dari hasil Penelitian.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda Pubertas yang nampak paling awal. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya informasi tentang menstruasi pertama kali (menarche).51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya. lebih dari Separuh (59.

94%) responden tidak mengetahui berakhirnya tanda pubertas yang paling akhir (menstruasi pertama kali). Berdasarkan Organ Reproduksi Wanita Menuaikan Faalnya Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur inilah salah satu faktor penyebab kehamilan.mengetahui faktor internal yang mempercepat menarche.81%) responden mengetahui tentang siklus menstruasi normal. responden menjawab benar. lebih dari separuh (62. lebih dari separuh (64. Berdasarkan Siklus Menstruasi yang Normal Dengan mengalami sendiri tentang siklus menstruasi di duga sebagian besar (81. Dari hasil Penelitian. sehingga kami pelajar atau responden menjawab lebih dari separuh (68. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang alat reproduksi sangatlah penting karena untuk menekan kehamilan di luar nikah pada usia remaja. lebih dari separuh (51. Berdasarkan Tentang Asal Darah Menstruasi Perkembangan informasi yang begitu cepat dan mudah diakses bagi kaum pelajar.53%) responden mengetahui asal darah menstruasi. karena alat kandungannya sudah menuaikan faalnya. Dari hasil penelitian. Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche . Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang kehamilan di sekolah sangatlah kurang sehingga apabila remaja putri sudah menstruasi melakukan hubungan intim sangat beresiko terjadinya kehamilan.11%) responden sudah menstruasi diduga dengan pengalaman tersebut. sebagian besar (89.34%) responden tidak mengetahui terjadinya kehamilan.51) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi Berdasarkan Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Kurangnya hormon Progesteron dan estrogen pada waktu sebelum menstruasi diduga penyebab nyeri yag mencengkeram. Berdasarkan Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Sebagian besar (81. Berdasarkan Terjadinya Kehamilan Dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian.04%) responden mengetahui terjasinya nyeri yang mencengkeram.

dan memiliki tingkat pengetahuan sedang sehingga mempunyai resiko tinggi terjadinya kehamilan di luar nikah. komputer dan internet yang mempermudah kita mengakses berbagai hal yang kita inginkan. faktor tempat tinggal dan faktor ras yang diduga dapat mempercepat seorang wanita menstruasi untuk pertama kalinya. Hal ini diduga apabila responden sudah menstruasi akan lebih mengetahui tentang menstruasi sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dari peneliti. Berdasarkan Tabel Silang Antara Umur Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (92.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. Setelah dianalisa didapatkan lebih dari separuh siswa SLTP N I Prambanan Kelas VIII tidak mengetahui terjadinya kehamilan.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun dengan jumlah 132 orang. Diduga pada saat umur 13-14 tahun responden sudah mengalami menstruasi untuk pertama kalinya.Diduga karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mata pelajaran biologi yang didapatkan dari Bp/Ibu guru disekolahnya sehingga siswi kelas VIII SLTP N1 Prambanan lebih dari separuh (67.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang Menarche. fisiologi haid dan dismenore.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang.30%) responden berumur 13-14 tahun yang berjumlah 132 orang. perkembangan seksual wanita. Adapun faktor gizi. pubertas. (81. dan sebagian besar (92. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Umur Remaja Putri Dari 143 responden. Diduga perkembangan teknologi yang cukup pesat seperti VCD. . Dari hasil penelitian. separuh responden dapat menjawab dengan benar kuesioner yang diberikan meliputi : Pengertian menarche. sehingga responden masih dapat mengingat dengan jelas peristiwa terseut. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (81. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. Dan bagi responden yang berumur kurang dari atau lebih dari 13-14 tahun kemungkinan belum pernah atau bahkan sudah lupa tentang peristiwa tersebut sehingga tingkat pengetahuannya rendah.

Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. Waktu yang terbatas dari peneliti. Bagi Pihak Sekolah Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 64. dan berfungsinya organ reproduksi. Faktor Pendukung a. Saran 1. 2. sehingga kehamilan di luar nikah di usia remaja dapat ditekan sekecil mungkin. kurang dari separuh (26. Dari data yang didapat juga diketahui bahwa pengetahuan remaja putri tentang menarche yang kurang baik meliputi : Pengertian menarche. faktor eksternal yang mempercepat menarche. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. c.Dari beberapa komponen kuesioner yang diberikan dapat diketahui pengetahuan remaja putri tentang menarche yang sudah baik meliputi pengetahuan tentang : Hormon remaja putri mengalami menarche.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. tanda pubertas yang nampak paling akhir pada remaja putri. tanda pubertas yang nampak paling awal pada remaja putri. siklus menstruasi yang normal. BAB VI PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 143 remaja di SLTP N I Prambanan. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. Klaten. b. Jawa Tengah adalah sebagai berikut : Untuk tingkat pengetahuan tentang menarche diperoleh lebih dari separuh (67.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6.34% remaja putri tidak mengetahui terjadinya suatu kehamilan. Hal ini dapat diperbaiki dengan pemberian informasi dari Bp/Ibu guru khususnya yang mengajar biologi. terjadinya kehamilan. Kebanyakan remaja putri menjawab kurang tepat tentang hal tersebut. Maka dari itu diharapkan agar pihak sekolah . asal darah menstruasi. Faktor Pendukung dan Penghambat 1. faktor internal yang mempercepat menarche. Faktor Penghambat a. masa subur pada seorang wanita. lamanya seorang wanita mengalami menstruasi dan terjadinya nyeri yang mencengkeram.

2 Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. Pada manusia selama fase akut. INSIDEN Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. Bagi Peneliti selanjutnya Penelitian ini meneliti tentang tingkat pengetahuan remaja putri Kelas VIII tentang menarche di SLTP N I Prambanan diharapkan bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. Mumps ialah suatu infeksi umum. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis.memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda yang akan menjadi tulang punggung negeri ini tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. virus mumps dapat diisoler dari saliva.3 . Dan dapat menyukseskan program wajib belajar 9 tahun dari pemerintah. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. virus dapat pula diisolasi dari faring. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. 2. air seni dan liquor. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. percikan ludah. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. darah.5 PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun. bahan muntah. mungkin dengan urin. Pada penderita parotitis tanpa pembesaran kelenjar parotis.

Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita.com/modules.MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral.clitoris. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. (Sumber: http://oncejevuska.html) Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38. www. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. Dimulai dengan stadium prodromal. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam.5 0C sampai 39. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi.com/2007/04/mumps-parotitisepidemika. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. ini merupakan gejala khas untuk parotitis. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. sakit kepala. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan . muntah dan nyeri otot. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1.blogspot. anoreksia. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil.

id/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya.blog. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas .go. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. dan film.m3-access www. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. kaset. keadaan gizi.tubuh wanita untuk kehamilannya. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www. majalah hiburan.depkes.pdf Masa Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. vidio.com/post/29007_20. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual.menarche.

Pada masa pubertas. Namun satu hal yang pasti. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. dan fisik lainnya yang . Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra. maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensidimensi tersebut. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Pada anak perempuan. dan 2). Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. dll. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Pada anak lelaki. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. otot. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan. meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Luteinizing Hormone (LH). Untuk dapat memhami remaja. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi.yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang.

Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. Curah jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. . Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. b.php? option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 Fisiologi Curah Jantung a.com/index.berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. http://www. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru.duniaguru.

2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain. Left Ventricular Stroke . Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2.5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi. Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes. Stroke Volume Index (SVI).

Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acut Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Bagan 3 Patofisiologi Komplikasi AMI sebagai etiologi penurunan curah jantung . Behavioral/emotional anxiety Restlessness.Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4.

mudah capai b) Klien mengatakan sesak nafas c) Klien mengatakan pusing (pening) d) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) 2) Data Obyektif a) Tekanan darah menunjukkan penurunan b) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah c) Distensi vena jugularis d) Capilary refil lambat lebih dari tiga detik e) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi f) Kulit teraba dingin. irama. Diagnosa Keperawatan Terkait Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) adalah Resiko Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan: 1) Perubahan frekuensi. contoh aneurisma ventrikular. LDH. konduksi elektrikal 2) Penurunan preload/peningkatan tahanan vaskular sistemik (TVS) 3) Otot infark/diskinetik. palpebra l) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi m) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru n) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum. Pengkajian Keperawatan Terkait Dengan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) 1) Data Subyektif a) Klien mengatakan lemah. tampak banyak keluar keringat dingin g) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat h) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada i) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam. kreatinin. hematokrit). . menunjukkan penurunan (kurang dari 0.allrefer. kerusakan struktural.html. Guyton Athur. 2002.com/health/heart-attack-info. halaman 327 Penatalaksanaan Keperawatan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) c.5 cc/kgBB/jam) j) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia k) Tampak edema pada ekstremitas bawah. CKMB.Dirangkum dari: http://health. d.

Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. www. . Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil.kerusakan septal.clitoris. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan.com/modules. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. keadaan gizi.

yaitu adanya perubahan pada EKG. terutama pada penderita diabetes dan usia lanjut. dimana diagnosis infark miokard ditegakkan dengan adanya dua dari tiga kriteria : gejala klinis & nyeri dada yang menjurus ke miokard infark. merupakan piranti . Sindrom koroner akut merefleksikan proses fisiologis dari iskemia miokard akut. namun dari data statistik. dan lebih penting dari sudut pandang klinik. dan parameter biokimiawi ( misalnya peningkatan CK-MB). LATAR BELAKANG PENELITIAN : Dewasa ini petanda biokimia untuk menilai kerusakan sel otot jantung pada penderita sindrom koroner akut semakin berkembang. dan film. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. vidio. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. merupakan suatu ‘continuum’ (proses berkelanjutan) resiko bagi penderita dengan nyeri dada. majalah hiburan.com/post/29007_20. kaset. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. Kriteria kedua. yang umumnya menunjukan gejala iskemia ayng tiddak khas.1. perubahan elektrokardiografi (EKG). Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual.m3-access 3. Selama tiga dasa warsa terakhir.menarche. berdasarkan kriteria badan kesehatan dunia (WHO). Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone).blog. pengamatan seksama pada gejala klinik merupakan hal yang sangat penting. gejala tidak spesifik terdapat pada sepertiga penderita. iskemia miokard akut ditentukan sebagai penderita infark miokard atau non infark miokard. Pada kriteria pertama.Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www.

9. Dilaporkan bahwa hampir 90% penderita IMA transmural . Keberhasilan terapi trombolitik sangat me ndukung anggapan tersebut.diagnosis infark miokard yang penting.000 dari kasus tersebut dikeluarkan dari rumah sakit karena tidak diketahui diagnosanya.71). disamping untuk menentukan terapi trombolitik. telah dicoba untuk memakai petanda biokimiawi yang lain seperti mioglobin. American Heart Association (AHA) memperkirakan 1. walaupun dikatakan bahwa trombosit bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam terjadinya IMA ( 29). Angka kematian dan komplikasi dari penderita ini mewakili > 20% kejadian malpraktek pada kedokteran gawat darurat. dan kira kira 25% sering meninggal selama 24 jam pertama dan sebagian dari kasus ini diagnosanya tidak terdeteksi (56). yang pada masa lalu digunakan aktifitas enzim CK-MB sebagai ‘baku emas enzim’ tetapi karena keterbatasan spesifisitas. Kriteria ketiga adanya peningkatan pada parameter biokimia. Trombosis merupakan faktor utama terjadinya iskemi akut baik pada angina pektoris tak stabil maupun IMA. Pada umumnya terjadi oklusi trombosis pada arteri koroner mengalami plak ateromatoes. Namun demikian.2. 2. Jelas bahwa diperlukan petanda biokimiawi sebagian piranti diagnosis dan menilai beratnya kerusakan sel otot jantung pada penderita dengan nyeri dada akut.5 juta penduduk Amerika mengalami serangan jantung setiap tahunnya dan kira-kira 34. hanya sekitar 50%. Patofisiologi iskemi dann infark miokard IMA adalah kematian otot jantung akibat suplai oksigen yang tidak mencukupi (tidak adekuat) dalam waktu yang cukup lama . IMA merupakan keadaan berat yang terjadi akibat oklusi mendadak pembuluh koroner atau pun cabangnya yang mengalami skerosis. sehingga para klinisi juga akan meningkatkan kewaspadaan dalam manajemen pelayanan bagi penderita dengan lebih baik. yang akhirnya dapat menurunkan mortalitas. troponin. Oklusi tersebut biasanya disebabkan oleh adanya perubahan pada plak ateroma yang menyebabkan tertutupnya lumen arteri koronaria secara mendadak (70. EKG mempunyai sensitifitas yang rendah.

2. Juga berbagai penelitian klinik telah memperlihatkan adanya hubungan antara lipoprotein dan trombosis.1. yang pada pemeriksaan histologik ditemukan adanya infiltrasi lekosit .(510%) sulit dibuktikan adanya trombus sebagai penyebabnya dan pada keadaan ini spasme arteri koroner terlibat di dalamnya (71).2. juga ikut berperan dalam terbentuknya trombosis. Patogenesis terjadinya trombosis melibatkan banyak faktor. antara lain vasoplasme akibat hilangnya endothelium dependent dilator mechanism pada aterosklerosis. Perubahan morfologi akan terjadi dalam 12 jam pertama setelah infark miokard berupa inflamasi dan infiltrasi seluler. Morfologi aterosklerosis koroner . Terjadinya oklusi koroner selama 20 menit akan diikuti dengan terjadinya nekrosis miokard ( Infark Miokard). atau adanya trombosis pada arteri koroner kecil yang telah mengalami aterosklerosis berat. INFARK MIOKARD AKUT 2.8.8. Demikian pula menurunnya sintesis faktor-faktor endoterial yang beraksi sebagai antikoagulan seperti tisue plasmibogen activator dan prostasiklin paa aterosklerosis. 2. Patofisiologi IMA nontransmural ( subendokardial) belum banyak diketahui. kemudian setelah 24 jam daerah infark akan nampak pucat atau kekuningan dengan batas yang jelas. Selain itu dapat pula diakibatkan adanya spasme koroner. Adanya nekrosis miosit akan menyebabkan kehilangan intergitas membran sel dan makromolekul intraselluler akan berdifusi ke dalam jaringan interstitial miokard dan selanjutnya akan masuk ke dalam mikrovakskuler dan limfatik kardiak.

Kerusakan vaskuler dan pembentukan trombus merupakan kunci dari proses dan progresifitas aterosklerosis serta patogenesis sindrom koroner akut.1. tetapi ada juga yang cepat. Pada beberapa plak dapat terjadi progresi secara lambat. khususnya lesi dini telah dilaporkan oleh Stary. Kerusakan vaskuler dimaksud di klarifikasikan atas 3 tipe.8.adanya fisura minor yang terjadi pada lapisan lemak atau plak ateroma akan diikuti dengan pembentukan trombus da ©2003 Digitized by USU digital library 12 terjadinya fibrosis.1. Selanjutnya bila terjadi fisura plak yang dalam atau ulseri .2. yang me rupakan tanda dini penumpukan lipid ( Stary I). Progresi aterosklerosis Lesi dini aterosklerosis lebih cepat mengalami progresi pada mereka dengan berbagai faktor resiko koroner. Lesi dini Adanya perubahan ultrastruktur yang terjadi pada aterosklerosis spontan. Hal ini akibat adanya kerusakan vaskuler tipe 1 berupa kerusakan sel endotel yang diakibatkan gangguan aliran darah atau faktor lainnya sehingga makrofag atau sel busa ditemukan dalam intima. Stary II bila ditemukan juga sel-sel otot polos yang mengandung lipid dan tersebarnya lipid ektraseluler. oleh Stary lesi ini di klarifikasikan atas : Stary I bila ditemukan adanya makrofag ataus sel busa dalam intima. tipe 2 terjadi kerusakan endotel dan intima dengan lamina interna elastik yang masih utuh dan tipe 3 kerusakan endotel dengan intima & media (45). 2.2. Stary III tampak adanya inti lipid ekstra seluler yang multipel sedangkan Stary IV bila adanya ateroma (50) 2. yaitu Tipe 1 bila terjadi gangguan fungsi sel endotel tetapi tanpa terjadi perubahan substansi morfologi. Pada penelitian otopsi dari artei koroner dan aorta pada orang-orang usia muda telah ditemukan adanya evolusi secara mikroskopis dari aterosklerosis.8.2.1.Aterosklerosis adalah suatu bentuk aterosklerosis yang terutama mengenai lapisan intima dan umumnya terjadi pada arteri muskuler ukuran besar dan sedang serta merupakan kelainan yang mendasari penyakit jantung iskemik.

Penelitian ini menunjukan bahwa nilai troponin T . Hanya 3 dari penderita tersebut mengalami peningkatan CK-MB.78 ng/ml pada 39% penderita angina akut saat istirahat. Sebaliknya hanya 1 dari 51 penderita angina saat istirahat dengan troponin T negatif yang berkembang menjadi IMA. troponin T dapat terdeteksi rata-rata pada kadar 0. CKMB. Gok dan Kaptanoglu (69) mendapatkan 34% penderita angina akut saat istirahat mengalamai kenaikan kadar TnT dan setengahnya berkembang menjadi IMA. 30% mengalami infark miokard. 0. Dari 33 penderita yang troponin T meninggi.5%) dan jika lebih dari 0. Bertil Lindahl dkk dalam kelompok studi FRISC meneliti 976 penderita APTS dan menemukan adannya peningkatan resiko serangan jantung jika terjadi peningkatan nilai troponin T pada 24 jam pertama. dan troponin T setiap 8 jam selama 2 hari setelah dirawat. Gokhan.2. Penilaian resiko pada saat awal sangant diperlukan pada penderita dengan penyakit koroner tak stabil.7. misalnya APTS.06-0.3%) . Hamm CW dkk (63) melaporkan penelitian terhadap 109 orang penderita angina pektoris yang stabil yang dilihat kadar CK. Nilai Prognostik Pemeriksaan Troponin T Pada APTS Peningkatan kadar TnT merupakan faktor prediksi yang kuat meningkatnya mortalitas (24).2. Sedangkan pada 50% penderita IMA tersebut meninggal dalam perawatan. Beberapa penelitian dengan jumlah sampel yang sedikit telah menunjukan bahwa penderita APTS dengan peningkatan kadar TnT mempunyai prognosis jangka pendek maupun jangka panjangyang buruk.06 ng/ml mempunyai resiko rendah (4.maka dapat terjadi oklusi trombus dan timbul sindrom koroner akut 2.1% yang berkembang menjadi IMA.18 ng/ml mempunyai resiko sedang (10.18 ng/ml mempunyai resiko tinggi untuk menadi IMA atau kematian penyakit jantung. Jika kadar troponin T kurang dari 0. Sementara penderita angina akut saat istirahat dengan kadar TnT yang tidak terukur hanya 4.

saat ini dapat dinyatakan bahwa EKG inisial tidak hanya memprediksikan perjalanan jangka pendek tetapi depresi segmen ST juga menunjukan menandai kelompok resiko tinggi pada waktu yang lama (55). 183 penderita terbukti APTS. EKG.2. dari 460 penderita nyeri dada dan diikuti selama rata-rata 3 tahun. Disadari bahwa terdapat perbedaan waktu selama 2 -4 jam setelah muncul gejala baru dapat dideteksi perubahan serum troponin dan mencapai puncaknya pada 12-14 jam kemudian. 2. Tanpa memperdulikan perubahan EKG penderita dengan perubahan serum troponin mempunyai resiko lebih tinggi dibanding dengan yang normal. kadar troponin serta faktor resiko terjadinya arterosklerosis. sememtara perubahan dinamis dari segmen ST dan gelombang T yang inversi sangat mendukung diagnosa angina tak stabil atau non Q wave infark miokard. riwayat penyakit.5. Sebanyak 34% penderita APTS tersebut mempunyai troponin T positif.maksimal pada 24 jam pertama dapat disajikan sebagai petunjuk prognostik bebas dan penting. Konsentrasi serum troponin T dan I merupakan indikator peningkatan resiko baik secara independen maupun merupakan pendukung dari perubahan EKG. Gambaran EKG yang normal yang normal pada saat episode nyeri dada merupakan dasar kuat untuk menyatakan gejala yang tidak spesifik oleh sebab kardiak. Stubbs dkk juga mendapatkan hasil yang sama. Bila memungkinkan perekaman EKG dilakukan saat nyeri dada timbul. Perubahan EKG merupakan pelengkap dari riwayat penyakit dan gejala klinis dan masih menjadi suatu proses stratifikasi penting dari sindroma koroner akut . Selanjutnya dengan dasar informasi diatas . dan secara bermakna kematian jantung dan IMA berbeda dari yang troponin T nya negatif. STRATIFIKASI RESIKO Penentuan penyakit jantung koroner ditentukan dari gambaran klinis. Peningkatan troponin ini merupakan indikator untuk komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Gelombang T yang inversi dan isolated relatif ringan dan prognosenya baik dibanding dengan perubahan segmen ST.

penetapan diagnosis angina yang stabil dapat dilakukan stratifikasi penderita dalam tiga kelompok yaitu kelompok resiko rendah.4. hal ini disebabkan oleh karena pengaruh adanya faktor jaringan. terletak ditempat dimana plak menglamai ruptur. guidelines 1994 belum merekomendasikan pemeriksaan troponin secara rutin untuk deteksi kerusakan miokard. Kemudian datanglah eritrosit untuk menutupi seluruh white clot. Stratifikasi resiko ini merupakan proses yang berkesimbungan selama perawatan penderita pada fase akut termasuk evaluasi riwayat penyakit sekarang. makka kap yang tipis tersebut akan koyak dan kemudian berlangsunglah proses selanjutnya berupa pembentukan trombus yang dimulai dari fisura atau robekan kap tadi.2. Sejak itu berbagai studi telah menunjukan bahwa peningkatan kaar troponin T dan I berhubungan dengan dampak buruk dari penderita sindroma koroner akut . membentuk gumpalan dini yang disebut white clot yang secara langsung berusaha menutupi semua permukaan yang robek tadi. . gumpalan lipid memiliki efek trombogenisitas yang paling kuat. Mula. TROMBOSIS PLAK Lebih dari 75% trombus yang ditemukan di sindroma koroner akut. 1. Didalam komponen plak. dimana faktor jaringan ini mengaktifkan faktor IX dab X bersama membentuk trombin. Bila plak yang tidak stabil mendapat pencetus. Substrat trombogenik yang memang selalu berada di tempat tersebut. Sedangkan faktor yang mempengaruhi respons trombogenesis ditempat kap yang terkoyak tadi adalah : 1. kemudian ditambah dengan adanya fibrin. sedang dan tinggi ( tabel 4).mula terjadi akumulasi trombosit ditempat koyakan. penyakit terdahulu dan gambaran EKG. Pemeriksaan serum kardiak secara diagnostik sangat diperlukan dans sesuai dengan guidelines 1994 merekomendasikan bahwa baik kadar CK dan CK-MB diperiksa paa waktu dan setiap 6 sampai 8 jam dan seterusnya paa 24 jam.

Iregularitas permukaan plak dan sempitnya stenosis . makrofag. Tipe 5a : Seperti tipe 4 disertai denganlapisan jaringan fibrous. 3. dan proses yang mendasarinya. Tipe 6 : Complicated lesion . 3. tampilan klinisnya masih seperti 5 b. sel busa. biasanya tampilan klinis pada fase ini asimptomatik. Tipe 3 : masih seperti diatas tetapi disertai pula dengan lipid ekstra sel dan deposisi jaringan ikat. tampilan klinis apa fase ini adalah anginastabil. Forrester yang memeriksa dengan angioskopis intraoperatif mendapatkan 95% sindroma koroner akut ditemukan adanya ruptur plak (49). 5. Tipe 4 : Ateroma terdapat gumpalan lipid pada tunika intima. tipe plak dihubungkan dengan tampilan klinis dapat dibagi menjadi 5 tipe yaitu (50) : 1. semakin tajam lengkungan kap stenosis dan semakin iregular.2. 4. 6. Tipe 5c :Fibrous-ateroma dengan trombus mural dengan komponen lipid yang minimal. namun bisa juga angina stabil. sel inflamasi mulai infiltrasi diikuti dengan makrofag. hal tersebut tergantung dari bentuknya kap dan gumpalan lipid yang ada. maka semakin mudah terjadi proses trombogenesis tersebut. tampilan klinis masih seperti tipe 4. 2. Tipe 5b : Ateroma dengan klasifikasi berat di dalam core atau lesinya. isolated foam cell. juga masih asimptomatik. terdapat akumulasi lipid intra sel dan infiltrasi makrofag serta otot polos. Keseimbangan trombotik-trombotik faktor trombogenik misalnya hiperagregabilitas. da sel T. Tampilan klinis dari fase adalah suatu keadaan yang disebut sindroma koroner akut. dan hal ini sangat berhubungan dengan tampilan klinis. Tipe 1 : Penebalan tunika intima. fase ini juga masih asimptomatik. terjadi ruptur plak tipe 4 dan 5 dengan hemorhagi intra mural dan mulainya proses trombogenesis insitu. Tid ak semua plak yang terjadi pada proses aterogenesis menjadi plak yang tidak stabil. .3. hiperkoagulabilitas dan menurunnya fibrinolisis meningkatkan resiko terjadinya trombus pada sindroma koroner akut 1.2. Ruptur Plak Ruptur plak ditemukan pada 56 %-95% sindroma koroner akut. pada fase ini tampilan klinisnya asimptomatik. Menurut American Heart Association. Tipe 2 : Fatty streak.

kepadatan lipid dan ketebalan kap yang menyelimuti plak.2.macam yaitu : lipid core atau gumpalan lipid. 1. Aktifitas sel inflmasi 2. peningkatan aliran darah koroner. lokasi plak. Disfungsi endotel 4.2. Luas tidaknya jaringan nekrosis yang terjadi mempengaruhi harapan hidup penderita sindroma koroner akut. kemudian memacu produksi sitokin da n protease ( MMP expression). sehingga menyebabkan rupturnya plak. gumpalan lipid ini terdiri dari sel-sel makrofag . latihan fisik berat. stress emosional dan lain sebagainya. akan tetapi ternyata pada penelitian dibuktikan bahwa justru pada stenosis yang ringan dan sedang lebih banyak terjadi sindroma koroner akut dan hal ini diduga oleh karena pecahnya ateroma tersebut ( ruptur plak) Plak aterosklerosis yang sudah matang terdiri dari bermacam. kemudian LDL masuk ke dalam sel dan teroksidasi. Lima puluh persen dari timbulnya sindroma koroner akut. Struktur Plak Pada mulanya telah disepakati bahwa terjadinya sindroma koroner akut oleh karena adanya penutupan yang tiba-tiba dari aliran darah koroner yang aterosklerotik yang kemudian mengakibatkan kekurangan oksigen di otot jantung dan akibatnya terjadi jaringan iskemi sampai jaringan nekrosis. Faktor Internal : 1. Faktor intrinsik dari plak : besarnya plak.Faktor-faktor yang mempengaruhi instabilitas dan ruptur plak (45) : Faktor Eksternal : 1. Sistemik : Lingkungan internal/faktor farmakologik. Infeksi 3. peningkatan kontraktilitas otot jantung. Proliferasi sel otot polos Evaluasi dari plak yang stabil menjadi tidak stabil melalui 5 tahap yaitu : aktifasi endotel. 2. biasanya didahului oleh faktor pencetus seperti : yang berhubungan dengan aktifitas saraf simpatis sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba. Pada saat itu diperkirakan semakin besar ateroma yang ada di pembuluh darah semakin mudah menyebabkan sindroma koroner akut.

1. 1. Sebaliknya bila gumpalan lipid leih padat dengan kap yang kuat dan tebal disebut sebagai plak stabil.43). Continuum dari sindroma koroner akut The Continuum of Acute Coronary Syndromes . selselnya jarang ( hiposeluler) dan juga terdapat gumpalan kolesterol ester ( yang berkonsistensi lunak) dan kristal kolesterol yang berkonsistensi agak keras. terdapat dua macam plak yaitu yang stabil dan plak yang tidak stabil. angina stabil maupun sindroma koroner akut.2. Kemudian gumpalan lipid ini diselimuti oleh suatu kap yang terdiri dari matriks jaringan ikat. 1. Maka bila dicermati. angiokopis dan biologis menunjukan adanya perbedaan gejala klinik antara angina tak stabil dan infard miokard. Pada definisi yang diperluas. dan lipoprotein yang terjebak di dalam subendotelial maupun ruang ekstra sel. SINDROMA KORONER AKUT. sampai kematian jantung mendadak (13). Patofisiologi sindroma koroner akut Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang progresif dengan bermacam tampilan klinis. sindroma koroner akut meliputi Gambar 2.1.2.yang mengandung lipid di dalamnya.2. Bila gumpalan lipid tersebut dominan dengan kap tipis. Defnisi Sindroma koroner akut adalah suatu peralihan (spektrum) manifestasi dari penyakit jantung iskemik meliputi angina tak stabil hingga infark miokard akut (IMA) dengan gelombang Q atau pun tanda gelombang Q (Gambar 2). dari yang asimtomatis. dengan derajat trombosis yang berbedabeda dan ada tidaknya embolisasi distal (7. Hasil pengamatan patologis.1. disebabkan mekanisme patifisiologi yang mendasarinya yakni ruptur aterosklerosis.1. maka ateroma tersebut disebut sebagai plak yang stabil. Di dalam bungkah lipid tersebut konsistensinya lunak.

trombosit dan protein plasma. 2). 3). Kejadian penyakit jantung koroner meliputi dua tahap yang berbeda. Walaupun studi Framingham menunjukan bahwa angina tak stabil hanya terdapat pada 10% kasus yang merupakan manifestasi awal dari penyakit arteri koroner diluar miokard infark.Mycardial Ischemia Stable angina Unsable angina Non Q-Wave Ml Q-Wave Ml Currently undetected Non Q -Wave Ml Ischemic Cell Injury Reversible Small Area Ireversible Large Area Juga semua penderita dengan kejadian awal yang menuju keparahan angina. Gabungan kapasitas fibrinolisis. Tahap pertama terdiri dari suatu periode awal asimtomatik. Peningkatan aktifitas prokoagulan. Hasil akhir dari robeknya plak tergantung pada keseimbangan hemostatis . Kejadian trombosis pada penyakit jantung ateroskleros is dipengaruhi dan distimulasi oleh beberapa faktor seperti : 1). Keseimbangan hemostatis ini merupakan suatu interaksi yang kompleks antara dinamika aliran darah. Disfungsi endotel. sistem koagulasi dan sistem fibrinolisis. dan hanya jumlah kecil yang memerlukan perhatian maupun perawatan di rumah sakit. seperti kolagen dan tromboplastin jaringan yang menstimulasi agregasi trombosit. dimana terbentuk plak aterosklerotik non obstruktif. dan perkembangan terjadinya trombus yang oklusif. biarpun adanya perubahan ini akan meningkatkan spesifisitas diagnosis dan menunjukan prognosis yang jelek ( klasifikasi Braunwald). pembentukan fibrin. dan 4). Hiperaktifitas trombosit. tetapi umumnya penderita mengalami suatu siklus atau perubahan pola nyeri dada. Tahaop kedua terjadi trombogenesis dengan cepat dikarenakan koyaknya plak yang mengeluarkan kontituennya yang bersifat trombogenik. komponen dinding pembuluh darah. HUBUNGAN KADAR TROPONIN-T DENGAN GAMBARAN KLINIS PENDERITA . dan progresi lebih lanjut tergantung pada faktor resiko. begitu juga dengan faktor-faktor regulasi pada trombosit. Diagosis angina tak stabil tidak memerlukan perubahan EKG.

stratifikasi maupun pengobatan penderita dengan sindroma koroner akut. Pemeriksaan histopatologis ternyata membuktikan adanya kerusakan minimal pada sel miokard atau mikro infark pada seluruh permukaan miokardium penderita sindroma koroner akut yang mengalami perburukan serangan koroner atau kematian. Masalahnya adalah belum sempurnanya petanda yang dapat dipakai dengan mudah namun dapat sepenuhnya dipercaya untuk deteksi dini terjadinya perburukan kejadian koroner pada sindroma koroner akut . Bahkan disebutkan penanda ini dapat mendeteksi kerusakan sel miosit jantung yang sangan minimal (mikro infark). Penatalaksanaan dengan metode intervensi yang agresif namun rasional diperlukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada sindroma koroner akut. Penelitian diluar negri menunjukan bahwa troponin T ini mempunyai sensitifitas 97% dan spesifitas 99% dalam deteksi kerusakan sel miokard. Kerusakan sel tersebut tidak dapat terlihat sebagai perubahan elektrokardiogram (EKG) ataupun dalam pemeriksaan laboratorium enzim-enzim jantung yang selama ini rutin dikerjakan untuk diagnostik kerusakan miokard suatu sindroma iskemik akut . Sehingga pada keadaan ini dikatakan sensitifitas dan spesitifitas troponin T lebih superior dibandingkan pemeriksaan enzim-enzim jantung lainnya. hal ini tidak ditemukan .SINDROMA KORONER AKUT ELIAS TARIGAN Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara BAB-I PENDAHULUAN Pertanda biokimia dewasa ini dan di masa yang akan datang aka terus mempunyai peran penting pada diagnostik. . Akhir-akhir ini telah dikembangkan suatu pertanda biokimiawi yang baru dalam pemeriksaan kerusakan sel miosit otot jantung dengan memantau penglepasan suatu protein kontraktil sel miokard yaitu troponin T akibat disintegrasi sel pada iskemi berat. yang mana oleh penanda jantung yang lain.

terjadi pada waktu istirahat/melakukan kegiatan. lebih dari 30 menit. Berasal dari penyempitan. Penyakit ini umumnya menyerang orang berumur 40 tahun ke atas. menyatakan nilai prognostik penderita sindroma koroner akut berhubungan erat dengan kadar absolut troponin T saat INFARCT MYOCARD ACUTE Merupakan salah satu kegawatan dalam bidang jantung. mual. lebih dari 30 menit. karena jika ditemukan dalam plasma. meskipun diberikan pengobatan yang adekuat . disebutkan bahwa resiko kematian dan infark miokard selama dirawat di rumah sakit sangat meningkat. Nyeri tersebut sering dikira sakit maag oleh banyak penderita. Menurut kriteria WHO (1983). maka penderita dikatakan menderita Infarct Myocard Acute : Nyeri dada tipikal (substernal. penanda ini dapat mengenali kelompok pasien yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya serangan jantung baik saat dirawat di rumah sakit (fase akut) maupun sesudah keluar dari rumah sakit .Penelitian petanda biokimia ini banyak yang berfokus padda diagnosa dini dan juga untuk menilai prognostik. tidak hilang waktu . Hal yang sama pada studi FRISC. Keluhan penyerta lainnya dapat berupa lemas. pembuntuan. sehingga dinding jantung (myocardium) jantung menjadi kekurangan oksigen. menjalar. menjalar. dan nyeri tersebut tidak hilang dengan istirahat. muntah. keringat dingin. dan sel-selnya menjadi mati (nekrosis). Dari laporan pertama Hamm dkk (1992) tentang penelitian troponin T yang meninggi pada populasi kecil dengan pasien angina pektoris tak stabil. terutama jika dipakai pada penderita yang dengan pemeriksaan CK-MB dan EKG tidak menunjukan suatu kerusakan otot jantung yang nyata. merupaka indikator terbaik yang dapat digunakan untuk menilai penderita yang mempunyai resiko kematian dari serangan jantung (7-11). dan spasme yang lama dari pembuluh darah koroner. dan kehilangan kesadaran. Penelitian pada pusat kedokteran universitas Duke di Amerika Serikat menyimpulkan pemeriksaan troponin T adalah indikator yang baik dari kerusakan otot jantung. bila minimal dua dari kriteria berikut positif. Gejala yang khas pada penyakit ini berupa nyeri dada substernal (kira-kira sekitar uluhati/diatasnya). suatu protein yang dilepas dari kerusakan otot jantung. Beberapa penelitian melaporkan dengan pengukuran troponin T.

Merupakan peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri. CPK. kecuali bila tekanan darahnya sangat tinggi dapat ditetapkan dengan satu kali pemeriksaan. Adapun tujuan utama perawatannya adalah : Menghilangkan rasa nyeri Mencegah perluasan infark Menangani komplikasi yang terjadi Program rehabilitasi medis. mual. antara lain : Penyebabnya : hipertensi primer (tidak diketahui sebabnya). bila Anda menemui penderita dengan keluhan di atas. ST elevasi. yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. yaitu : derajat I (95-109 mmHg). antara lain : diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh. dan hipertensi sekunder (akibat penyakit. muntah. Terdapat beberapa klasifikasi dari hipertensi. . dan sebagainya. maupun kehamilan). derajat III (> 120 mmHg). obat-obatan. penglihatan kabur. dan inversi gelombang T. HIPERTENSI Hipertensi/tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umum timbul di dalam masyarakat. Pemeriksaan enzym : peningkatan kadar LDH. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya. Pengelolaan terhadap penderita hipertensi adalah : Pengobatan tanpa obat. Penatalaksanaan penderita tersebut harus di ruang intensif (ICCU). Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. SGOT. Diagnosis hipertensi dibuat atas dasar hasil beberapa kali pemeriksaan. kelemahan otot-otot. CKMB. khususnya yang ada fasilitas ruang intensifnya. derajat II (110-119 mmHg). Klasifikasi menurut WHO 1999. segeralah mendatangi rumah sakit terdekat. Keluhan yang mungkin timbul antara lain nyeri pada daerah kepala bagian belakang. berdasarkan dari tekanan diastolik. mimisan. SGPT.istirahat) EKG (rekaman gelombang listrik jantung) : Q patologis. dan peningkatan troponin T. Nah.

rasa haus/lapar yang berlebihan. terdapat istilah pre-diabetes. tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe II. Selain diabetes tipe II. dan zat lain menjadi energi untuk kehidupan. Terjadi pada sekitar 4% wanita hamil. Gejala yang timbul antara lain : sering kencing. ditambah : sering terjadi infeksi. Faktor penyebabnya antara lain : proses autoimmun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. baik penggunaan ataupun sekresinya]. timbul akibat gangguan produksi atau gangguan dari penggunaan insulin. serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi. wanita lebih banyak daripada pria. Saat ini ada tiga tipe utama diabetes. rasa tebal pada tangan dan kaki. dan latihan fisik ringan dan teratur. merupakan suatu jenis penyakit hormonal. dan wanita lebih awal 1. Obat-obatan antihipertensi. virus [mumps. konsumsi nitrosamin dalam jumlah besar]. DIABETES MELLITUS Diabetes Mellitus [kencing manis]. penglihatan kabur. penurunan berat badan [1030%]. keracunan. Penyebab pasti penyakit ini masih misteri. timbul karena pankreas gagal/hanya sedikit dalam memproduksi insulin. Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur. Pre-diabetes timbul bila kadar gula darah lebih tinggi dari normal. Gejala yang timbul mencakup gejala pada diabetes tipe I. coxsackie. mudah lelah. Umumnya timbul pada usia 812 tahun. emosional. Insulin merupakan hormon yang diperlukan untuk mengubah gula. hepatitis]. sehingga timbul peningkatan kadar gula. Gestasional diabetes. . Diabetes tipe II. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. mulut. dan sebagainya. yaitu : Diabetes tipe I. stess. infeksi berulang pada kulit. luka sukar/lama sembuh. dsb. ataupun saluran kemih. Faktor penyebab terpenting adalah genetik dan kegemukan. yaitu diabetes yang timbul pada wanita hamil. Umumnya timbul pada usia 40 tahun keatas. maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter. meskipun faktor genetik dan lingkungan [seperti kegemukan dan kurang olahraga] memegang peranan penting.5 tahun. berhenti merokok/alkohol. diet [tidak minum ASI. karbohidrat. timbul dari resistensi insulin [tubuh gagal untuk menggunakan insulin secara baik.peredaan stress emosional. dan terjadi defisiensi relatif dari insulin.

koma hyperosmolar non ketotik]. dsb. Miglitol]. a-Glucosidase inhibitors [Acarbose. serta pengobatan yang baik. ataupun long acting insulin. . penurunan berat badan [10-30%]. Insulin. Hindari pula konsumsi makanan yang mengandung gula murni. Timbul akibat kurang pengontrolan kadar gula. khususnya pada diabetes tipe II. Selama terapi. baik short acting. Glyburide]. Pemeriksaan fisik. terbukti dapat memperbaiki toleransi glukosa dan menurunkan pengobatan. yang dianjurkan adalah 10-20% kalori dari protein.4-8. < 10% kalori dari lemak saturated dan polyunsaturated. rasa lapar/haus berlebihan. Prognosis : Dengan pengaturan diet. Rosiglitazone]. diabetic retinopathy. Glipizide. problem psikologi akibat kronisnya penyakit. Komplikasi yang mungkin timbul : Koma hypoglikemia ataupun koma hyperglikemia [ketoasidosis diabetes. Penatalaksanaan yang perlu dilakukan : Diet. akan memperkecil timbulnya komplikasi. baik dengan obat oral ataupun insulin. olahraga. kadar gula darah 2 jam setelah makan atau gula darah random ³ 200 mg/dL (11. Pemeriksaan laboratorium.0 mmol/L). sisanya diperoleh dari lemak monounsaturated dan karbohidrat. Insulin diberikan pada diabetes tipe I. neuropathy dan kerusakan saraf. riwayat keluarga dengan diabetes. yaitu kadar gula darah puasa ³ 126 mg/dL (7. gangguan ginjal [nephropathy]. Misalnya golongan biguanide [metformin]. gula darah dipertahankan pada level 80-150 mg/dL (4. Thiazolidinediones [Pioglitazone. diabetic foot. gangguan kulit. sulfonilurea [Glimepiride. dan sebagainya. dari keluhan sering kencing. Gangguan jantung. intermediate. misalnya adanya kelainan pada retina mata.3 mmol/L). gangguan kesehatan mulut. Obat-obatan oral. mudah lelah.Diagnosis ditegakkan dengan : Anamnesis. Olahraga.1 mmol/L). luka yang sukar sembuh.

dokter spesialis jantung Rumah sakit Asia Medika Jambi. Menurut Syaifullah. Yang dimaksud kolesterol. “Bagi penderita jantung koroner yang keadaannya telah . sehingga rongga pembuluh menjadi sempit. jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera. Makanya. lanjut dia. terutama pada daerah jantung. July 12 @ 00:09:34 WIT Topic: Berita | 12-07-2006 | Jantung Koroner Picu Kematian pada Jam-jam Pertama Penyakit jantung masih menjadi salah satu pembunuh terbesar di dunia. kaku. Endapan kolesterol ini. penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa mengenal waktu. menurut Syaifullah. menimbulkan penyempitan pembuluh darah. Hal ini menimbulkan rasa nyeri di dada yang dikenal sebagai Angina Pektoris (AP).” ujar Dr Syaifullah Napu. “Otot jantung yang kekurangan darah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. punggung atas sampai dirahang. dapat berakibat fatal.Waspadai Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit Date: Wednesday. karena penderita bisa meninggal dunia pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. perasaan sakit ini ada kemungkinan menjalar ke lengan kiri sampai di ujung kelingking. “Angka kematian tertinggi penderita jantung koroner justru terdapat pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama.” paparnya. penyakit jantung koroner atau Atherosklerosis adalah proses yang menyebabkan dinding pembuluh nadi menjadi tebal. Bahayanya lagi. Kolesterol terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari hewan dan mengendap pada dinding pembuluh darah. Perasaan ini timbul jika kegiatan fisik meningkat atau dalam keadaan tekanan emosional. penyakit ini harus diwaspadai. Dijelaskan. Hebatnya lagi. ulu hati dan lengan kanan. Di samping itu. dada merasa seperti tertekan oleh benda berat. semacam kombinasi lemak dan protein yang merupakan bahan penting bagi bermacam-macam hormon. Penyempitan ini antara lain disebabkan karena meningkatnya kadar kolesterol dan lemak dalam darah. sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung. dan keras.

kurang bergerak. Ia juga mengatakan. banyak merokok. Semua ini adalah faktor risiko penyakit jantung koroner. lanjut dia. Akibatnya jantung tidak dapat lagi memompa darah.” ungkapnya. jika penyempitan pembuluh darah atau angina pectoris biasanya hilang setelah istirahat. biasanya dada nyeri lebih dari 15 menit. napas susah. lanjut dia. jika penyakit jantung koroner terjadi karena adanya kelainan pada pembulu koroner. berat badan berlebih.(*) . Proses atherosklerose adalah pengerasan dinding pembuluh darah karena penimbunan lemak yang berlebuh. Jika pembuluh darah koroner menjadi tertutup sama sekali. Sedangkan tanda-tanda serangan jantung itu. tekanan darah tinggi. Akibatnya sebagian jantung tidak bekerja. Bila pembuluh koroner besar tersumbat infarct menjadi lebih besar. penyakit gula. Dengan perawatan yang segera dan intensif dibagian penyakit jantung gawat ada kemungkinan jiwa penderita masih bisa tertolong. tekanan jiwa. “Bila Anda merasa tanda-tanda angina pectoris saya menyarankan untuk segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. maka penderita dapat meninggal dunia. dipercepat oleh kolesterol atau kadar lemak dalam darah tinggi.serangan jantung (acute myocard infarct) umumnya terjadi karena pembuluh darah koroner yang menyempit atau mendadak tertutup sama sekali oleh bekuan darah yang mengalir di dalamnya. Penyempitan pembuluh darah. atau diabetes melitus. Kejadian ini disebut infarct.lanjut.” terangnya. Dikatakan. Kemungkinan besar Anda mengalami serangan jantung. Syaifullah juga menambahkan. Pembulu koroner adalah sepasang pembuluh nadi cabang pertama dari Aorta yang mengantarkan zat-zat makanan yang dibutuhkan bagi jaringan dinding jantung. Pada serangan jantung mendadak penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. rasa sakit itu juga sudah terasa waktu istirahat atau waktu tidur. keluar keringat dingin. wajah pucat dan rasa nyeri tidak hilang setelah istirahat. Kelainan pembuluh koroner ini berupa penyempitan pembuluh darah koroner sebagai akibat dari proses atherosklerose.

Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan. Dengan semakin tua dan memburuknya kondisi alat-alat tubuh oleh bermacammacam ‘faktor risiko’ seperti tekanan darah tinggi. merokok. Apa yang terjadi jika yang tersumbat adalah arteri koroner? Aliran darah tidak akan sampai ke otot-otot jantung yang artinya otot-otot jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen sehingga timbulah suatu keadaan yang dikenal sebagai iskemik (ischaemia). Jantung terbentuk dari serabut-serabut otot khusus dan dilengkapi dengan jaringan syaraf yang secara teratur dan otomatis memberikan rangsangan berdenyut bagi otot jantung. kolesterol yang meningkat dalam darah dan lain-lain. maka akan berakhirlah suatu kehidupan. Seberapa besar peran jantung dalam ‘hidupnya’ seorang manusia? Jantung adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai “pemompa darah’’ yang sejak bayi dalam kandungan ibunya telah mulai bekerja dan tidak akan berhenti selama hidup kita. Jika alat ini berhenti bekerja dalam beberapa waktu saja. Dengan denyutan ini jantung memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh termasuk arteri koroner (arteri yang memasok/mensuplai darah ke otot-otot jantung). Dinding arteri koroner yang mengandung serabut- .Mengenal lebih dekat penyakit jantung koroner dan faktor-faktor risikonya Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko timbulnya penyakit jantung akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. pembuluh darah akan menyempit dan tersumbat seperti sumbatan karat pada sebuah pipa.

apabila kerusakan dinding ini diperberat dengan endapan lemak/kolesterol akan menimbulkan penyempitan rongga pembuluh darah.Kolesterol. Namun seringkali karena kolesterol mempunyai kadar yang tinggi dalam masakan berlemak (dan biasanya enak) maka kadar kolesterol akan meningkat sampai di atas nilai normal tolerir tubuh kita. Kerusakan otot jantung yang terjadi cukup lama dan tidak segera dibuka sumbatannya akan menyebabkan kematian otot jantung dan tidak akan pulih lagi.Rokok. Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh dan dapat juga berasal dari makanan yang kita makan. yaitu: a. Faktor risiko alami (atau yang tidak dapat dicegah) seperti keturunan/genetik. sehingga penderita merasakan nyeri dada. pundak kiri atau kanan dan lengan bahkan sampai terasa tembus ke punggung.serabut otot polos. dikurangi atau dimodifikasi : . Sejauh masukan seimbang dengan kebutuhan. oleh suatu sebab dapat berkerut (spasme) dengan akibat menyempitnya saluran pembuluh secara tiba-tiba. jenis kelamin (perempuan pre menopause mempunyai risiko lebih rendah terhadap penyakit ini dibandingkan laki-laki atau perempuan post menopause ). dan hal ini juga dapat terjadi pada arteri koroner. Kelebihan itu akan mengendap dalam pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyempitkan dan pengerasan yaitu atherosclerosis.Tekanan Darah Tinggi (hypertensi). . . Peranan rokok terhadap Penyakit jantung koroner dapat timbul dalam . Tekanan darah tinggi secara terus menerus akan menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah arteri secara perlahan-lahan. Kondisi lainnya dikenal dengan acute myocard infarct (AMI) yaitu rusaknya otot jantung akibat penyumbatan arteri secara total yang disebabkan pecahnya plak lemak atherosclerosis pada arteri koroner secara tiba-tiba. Faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dibagi dalam 2 golongan besar. dan akan menimbulkan gejala sakit dada yang hebat. usia. Manifestasi gejala yang timbul dapat berupa angina pectoris (biasanya timbul karena adanya kekurangan suplai oksigen ke otot jantung pada saat aktivitas ataupun dalam keadan istirahat) dengan sakit yang khas yaitu sesak nafas di tengah dada yang dapat menyebar sampai leher dan rahang. bahkan sampai terjadi serangan jantung mendadak. kadang-kadang juga dirasakan seperti ‘sulit bernafas’. nafas pendek dan seringkali penderita akan kehilangan kesadaran sesaat. Faktor risiko yang dapat diperbaiki. Kontrol yang baik pada pasien hypertensi dapat diupayakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pembuluh darah dan meminimalkan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner. b. maka kita akan tetap sehat.

marilah kita mulai kebiasaan hidup sehat sejak dini (Vyta) USIA PADA MENARCHE DI INDONESIA LD Hendrawati dan Josef Glinka SVD ABSTRAK?RINGKASAN . . Sebanyak-banyaknya kenikmatan yang didapat dari makanan ‘berlemak’. Untuk itu. Diabetes Mellitus. yaitu sakit dada yang merupakan tanda terhadap adanya sakit jantung. diantaranya: · Karbon monoksida (CO) yang terkandung di dalam asap rokok lebih kuat menarik atau menyerap oksigen dibandingkan sel darah merah dengan haemoglobinnya sehingga menurunkan kapasitas darah merah tersebut untuk membawa oksigen ke jaringan termasuk jantung. obat-obatan) serta rehabilitasi yang harus dilakukan apabila ‘Si PJK’ sudah menyerang. akan dibahas lebih mendalam dalam topik. berarti pelindung terhadap penyakit jantung koroner menurun. · Merokok dapat menyembunyikan angina. Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko di atas akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. Tanpa adanya gejala tersebut.beberapa cara. Kurangnya aktivitas fisik. Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan (operasi ‘by pass’.topik pembahasan berikutnya.Faktor risiko lainnya seperti Obesitas (kegemukan). jauh akan lebih baik untuk dapat menikmati hidup sehat sampai akhir hayat. rokok dan lain-lain pada saat ini. · Perokok memiliki kadar koleseterol HDL (‘kolesterol baik’) yang lebih rendah. penderita tidak sadar akan penyakit berbahaya yang sedang menyerangnya.

Ini berarti bahwa di dalam umum kondisi-kondisi kekayaan dan kesehatan di Indonesia memperbaiki di dalam enam dekade yang terakhir. guru (1448) dan petani (-1463). Pertumbuhan dan usia pada menarche diperlakukan sebagai indikator kaya dan kesehatan baik suatu populasi [ Bielicki & Welon 1982. baru-baru ini. kaya (1390). Data ini mengkonfirmasikan pernyataan bahwa usia pada menarche melembagakan suatu indikator yang sensitip dari kekayaan dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982. Sumatra dan. seperti pedagang-pedagang (1413). [desa/kampung] nelayan (1285). medium meletakkan (1460) dan lemah(miskin (1488). Usia menarcheal adalah: 1219 dari ibu dengan universitas. Perbedaan-perbedaan penting secara statistik di menarcheal usia antara anak-anak perempuan dari kelas sosio-ekonomi yang berbeda's dan posisi ayah itu. Satu ikhtisar dari keseluruhan literatur dan disertasi yang tak diterbitkan sampai 1996 akan ditulis di dalam kertas ini. 1288 dengan sekolah menengah dan 1293 dengan yang rendah pendidikan. 13 kali (1164) dan [mereka/yang] yang makan hanya 1-4 kali satu minggu (1346).Sejak 1937 data menarche dikumpulkan di Indonesia. Brasel 1978). Data mulai dari Jawa. pendidikan ibu melembagakan satu faktor pengaruh tak langsung karena para ibu lebih baik dididik sudah pengetahuan yang diperlukan untuk memberi mereka makanan anak-anak lebih pantas. beberapa yang lain juga dari Sulawesi. Yang umum harga rata-rata di suatu urutan yang diachronic menunjukkan suatu kecenderungan dari penurunan usia menarcheal dari 0145 tahun per dekade. Brasel 1978]. [desa/kampung] petani (1319). antara anak-anak perempuan dari kondisi-kondisi lingkungan yang berbeda seperti berkenaan dengan kota (-1227). dari Flores. Peran dari masukan protein binatang seperti(ketika faktor paling yang berpengaruh di mana perbedaan-perbedaan di usia menarcheal antara anak-anak perempuan yang makan daging eg. Sebagai suatu usia proses fisiologis pada menarche bahkan lebih sensitip di yang lingkungan kubah dibanding pertumbuhan meskipun ketinggian nya ( HR =089) genetical penentuan [ Bergman &Orczykowska-Swiatkowska 1988] MATERIAL .

1).Di sini di bawah suatu tinjauan ulang literatur dari riset menghasilkan di usia di menarche di Indonesia. seseorang dapat amati suatu garis zigzaggy yang pelan-pelan mengurangi. Yogyakarta. Malang. Riset yang pertama dikenal telah dilaksanakan dalam 1937 oleh suatu sarjana Belanda dan adalah dilanjutkan hingga yang saat ini oleh Indonesians. yang disebabkan oleh bersifat jabatan dan ekonomi lokal situasi orang-orang. ANALISA DAN DISKUSI Melihat Table 1. Jakarta. Surabaya. Meja 2 masa kini pengaruh dari kondisi-kondisi yang ekonomi-sosial di usia pada menarche di dalam tempat-tempat yang berbeda. yaitu. Sulawesi (Ujung Pandang) dan West-Flores (Rekening. Kondisi-kondisi lingkungan menyerah Table 3 mencerminkan di dalam perbedaan-perbedaan unsur pokok ekonomi-sosial juga.Berapa jauh pendidikan ibu mempengaruhi usia pada menarche mencerminkan Meja 5. Jika kita [menggambar/menarik] suatu lini regresi untuk mendapat kecenderungan yang umum lalu bcoefficient mencapai suatu nilai dari 00145 per tahun untuk semua catatan-catatan dan 001626 per tahun hanya untuk Jawa. Kayu Agung). Klaten. Kebanyakan tanggal/date datang dari Jawa (Semarang. memerintahkan(memesan diachronically. -Tetapi ada suatu pemburukan yang besar melompat antara 1938 (1267) dan . Menurut yang lain penerbitan-penerbitan bisa jadi berkata itu secara umum kesehatan dan perbaikan kondisi-kondisi perihal gizi di Indonesia disebabkan oleh kesehatan yang lebih baik melayani di dalam daerah pedesaan dan oleh yang dilanjutkan tindakan-tindakan yang informatif di makanan yang sehat antar para ibu. Suatu faktor yang sangat penting. Tengger) tetapi ada juga beberapa data dari Madura (Pamekasan). Ini berarti itu di dalam enam dekade yang terakhir nilai terharapkan dari usia pada menarche meneteskan?jatuh dari 1408 dalam 1937 sampai 1322 dalam 1996 karena semua catatan dan dari 1379 sampai 1283 di dalam keduanya tahun masing-masing hanya untuk Jawa. masukan protein binatang mingguan. disampaikan dalam Table 4. Sumatra (-Palembang.

1990 Pamekasan 12. 19381 Klaten 14. anak-anak rom Table 2 mencerminkan sumur bagaimana status yang ekonomi mempengaruhi proses dari waktu menjadi masak seksual. 1948 Yogyakarta 14.63 Radioputro. perbedaan-perbedaan itu secara statistik penting. Meja 1.62 Hendrawati. 19592 Palembang 13. 19371 Jakarta 12. kelas lebih rendah.03 Kurniasari. selama Belanda ini waktu kolonial. yaitu. 1970.48 Doerjadibroto.27 Sjamsuar 1983 Yogyakarta 13.20 Ferdinandus. 1979 Malang 13.22 Sukadana.07 Bree-Maeuleman. (2) karena data dikumpulkan di sekolah-sekolah dan. hanya anak-anak dari orang tua yang berada bisa pergi ke sekolah. sedangkan setelah kemerdekaan setiap anak-anak mendapat pergi peluang ke sekolah. 1993 Surabaya 12. pada akhir Orangorang Belanda kolonial posisi dan setelah peperangan dan kemerdekaan. 1994 Surabaya 12. Di dalam kebanyakan dari kasus-kasus.96 The Tik Lien. Dua faktor-faktor bisa bertanggung jawab atas pembusukan ini: (1) masa perang dan Jepang posisi adalah satu waktu kelaparan di dalam kebanyakan bidang-bidang dari Indonesia. 2 yang dikutip setelah . Secara umum raders adalah yang kaya atau kelas tertinggi sedangkan petani-petani membangun kaya atau lemah(miskin seperti juga dari keluarga-keluarga yang lemah(miskin.67 Bree-Maeuleman. 1976 Ujung Pandang 14.00 Kurniasari. 1975 Kayu Agung 15.09 Aswin.29 Luhulima. 1975 Surabaya 13. 1996 Catatan: 1 yang dikutip setelah Doerjadibroto. Data ini mencerminkan kedua-duanya faktor-faktor. 1985 Surabaya 12. dan yang umum peningkatan di dalam usia pada menarche mencerminkan situasi ini.52 Noer.27 Putri.1948 (1463).81 Yoeliana. 1994 West-Flores 13. 1952-58 (1970) Surabaya 13. 1995 Tengger 13.90 Noer.Usia pada Menarche Setiap Tahun Place Usia Author/year Semarang 13.

Sjamsuar 1983 Meja 2. 1980 kelas menengah 13.12 Hendrawati. 3)di mana [alat.39 Ferdinandus.Usia pada Menarche oleh Environment Place Lingkungan Usia.60 lemah(miskin 14.98 Malang kelas tertinggi 12.90 Noer. 1993 pedesaan (nelayan) 12.70 kelas lebih rendah 13.48 petani-petani 14. Satu perkecualian adalah .88 Surabaya kelas tertinggi 12. 1973 medium 14.19 Faktor yang sama di bekerja ketika faktor lingkungan adalah dipertimbangkan (Rekening. makna] yang tidak-pasti pedesaan kondisi-kondisi ekonomi. makna] yang berkenaan dengan kota satu secara ekonomis lebih baik meletakkan populasi sedangkan [alat. tahun Yogyakarta pedagang-pedagang 14.78 kelas lebih rendah 13. 1975 sub yang berkenaan dengan kota 15.Pengarang tahun Palembang berkenaan dengan kota 13. 1993 kelas menengah 12.98 Sjamsuar. 1970 para guru 14.85 pedesaan (petani-petani) 13.90 Noer.63 Palembang kaya 13. 1983 kelas lebih rendah 13.52 Madura berkenaan dengan kota 12.Usia pada Menarche oleh Socio-Economic Condition Place Occupation/profession Usia Author. (Ia) tidak hanya permasalahan makanan masukan tetapi juga beban dari pekerjaan yang anak-anak harus rusak [desa/kampung]-[desa/kampung] [Jasicki et al.27 Hendrawati. 1962].03 Meja 3.13 Doerjadibroto.38 Pamekasan kelas tertinggi 12.

Korelasi antara pendidikan ibu dan usia menarcheal dari mereka para putri adalah sangat penting sedangkan tidak ada korelasi adalah yang ditemukan antara pendidikan dan usia ayah itu pada menarche dari para putri mereka.Usia pada Menarche oleh masukan protein Binatang masukan protein binatang per minggu Usia. 1993 Medium 12. Hal ini sepertinya proofed di Table 5.03 1-4 times/week 13.19 Hendrawati.22 5-8 times/week 13. Brasel 1978). Itu telah jelas itu secara umum bettereducated para ibu memberi ilmu gizi anak-anak lebih baik mereka menurut usia dibanding lebih sedikit para ibu yang dididik kerjakan. 1993 9-12 times/week 12.88 Lebih rendah 12. Meja 4. Secara ekonomis mereka secara umum dilihat seperti yang termiskin populasi tetapi mereka mengkonsumsi secara sistematis lebih banyak protein binatang dibanding petani-petani yang. pengarang tahun 13 kali atau more/week 11.[desa/kampung]-[desa/kampung] nelayan.64 Hendrawati.Di dalam pertumbuhan dan waktu menjadi masak [alat. . makan daging hanya ketika yang manapun petani atau ayam sedang sakit.Usia pada Menarche sehubungan dengan Tempat Pendidikan Formal Ibu Tempat pendidikan Ibu Usia. Pengarang tahun Madura Yang lebih tinggi 12.46 Pentingnya masukan protein binatang adalah bagus yang didokumentasikan di Table 4. Meja 5. makna] kekayaan proses bukan banyak tanpa suatu makanan yang masuk akal masukan oleh anak-anak. mengacu pada a lelucon.93 Seperti kesimpulan bisa jadi berkata usia itu pada menarche lembagakan suatu indikator yang sensitip kaya dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982.

Pada orang tua. dan dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet ludah atau kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi Pada umumnya yang dapat terinfeksi adalah anak-anak usia 2 hingga 12 tahun pada umumnya mudah terinfeksi. meskipun dapat juga terjadi pada golongan umur yang lain.PAROTITIS Definisi Mumps atau epidemic parotitis merupakan penyakit akibat virus pada manusia. Testis matur rentan terhadap mumps yang akan menyebabkan infertilitasertility. dan organ lain mungin dapat terkena Pada umumnya masa inkubasinya 18 hingga 21 Mumps secara umum merupakan penyakit yang ringan pada anak-anak di negara berkembang Pada saat dewasa. namun pada remaja dan dewasa dapat lebih berat dan komplikasi seperti infertilitas dan sufertilitas pada umumnya dapat terjadi Pada umumnya penyakit ini adalah self limited. yang menyebabkan orchitis. Penyebab Mumps disebabkan oleh paramyxovirus. dan nyeri pada bagian . susunan syaraf pusat. menyebabkan oophoritis. serta testis. prostat. tetapi sterilitas jarang terjadi Meningitis virus dapat terjadi pada kurang lebih 5% penderita mumps. mumps cenderung menginfeksi ovarium. pankreas. payudara. Merupakan penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak dan masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara dunia Manifestasi klinik pada umumnya adalah bengkak dan nyeri pada kelenjar saliva disertai panas badan. Adults infected with mumps are more likely to develop severe symptoms and complications Symptoms Gejala umum mumps : Bengkak pada kelenjar ludah (parotis à parotitis ) pada lebih dari 90% penderita pada satu sisi (unilateral) atau kedua sisi (bilateral). dan tidak ada terapi spesifik . Bengkak yang nyeri pada testis dapat pula terjadi Pada umumnya gejala tidak terlalu berat pada anak-anak. Orchitis (pembengkakan testis) dapat terjadi pada 10–20% penderita laki-laki.

tetapi pada umumnya berkisar 80% (Sumber http://www. Sterilitas pada penderita laki-laki sangat jarang Setelah sakit. bila terjadi fatal) Kadang-kadang dapat terjadi hilangnay pendengaran (hearing loss) . Prognosis Penyakit ini bersifat self limiting. Penderita diberi nasehat untuk menghindari makanan-makanan asam seperti jus jeruk dan lain-lain karena makanan-makanan ini dapat menstimulasi kelenjar ludah. sehingga akan terasa semakin nyeri. sedangkan di AS pada umur 12-15 bulan dan umur 4-6 tahun) Efikasi vaksin tergantung pada strain dari vaksin.fkm.ppt) . dan perbanyak cairan dapat membantu mengurangi keluhan. Pria setelah pubertas yang menderita mumps berisiko 15 . measles. nyeri inflamasi pda testis. makanan halus. seringkali terjadi pada laki-laki usia lebih tua ) Bentuk ringan meningitis (jarang. meskipun organ yang lain dapat terlibat.20% menderita orchitis Pengobatan Tidak ada pengobatan spesifik untuk mumps Keluhan dapat dikurangi dengan pemberian Acetaminophen/Paracetamol Berkumur dengan air garam hangat. imunitas seumur hidup biasanya muncul Mumps dapat dicegah dengan vaksinasi Komplikasi Komplikasi pada umumnya : Infeksi pada organ yang lain Sterilitas pada laki-laki ( jarang. Demam Sakit kepala Nyeri telan Orchitis. rubella) saat ini terdapat kombinasi dengan vaksin varicella (MMRV) WHO merekomendasikan penggunaan vaksin mumps ( di Inggris diberikan pada usia 15 bulan.unair.id/kuliah%20MUMPS. 40% kasus terjadi tanpa pembengkakan kelenjar parotis) Encephalitis (sangat jarang. dan prognosisnya pada umumnya baik. uni atau bilateral Pencegahan Vaksinasi mumps : imunisasi MMR (mumps.belakang rahang pada saat mengunyah.ac.

Virus ini adalah anggota kelompok paramiksovirus yang juga mencakup parainfluenza. cairan serebrospinal. Hanya diketahui ada satu serotip. otak dan jaringan terinfeksi lain. Biakan manusia atau sel ginjal kera terutama digunakan untuk isolasi virus. percikan ludah. genus Paramyxovirus. bahan muntah. Virus mumps mempunyai 2 glikoprotein yaitu hamaglutininneuramidase dan perpaduan protein. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun. dan vius penyakit Newcastle. Mumps merupakan virus RN rantai tunggal dan anggota dari family Paramyxoviridae. ETIOLOGI Disebabkan oleh virus. urin. Pada penderita parotitis epidemika tanpa pembesaran kelenjar parotis. Virus mumps sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits epidemika karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. virus dapat pula diisolasi dari faring. Merupakan suatu penyakit menular yang akut. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. darah. Nama parotitis epidemica kurang tepat sebab tidak selalu ada radang di parotis dan penyakit tersebut tidak selalu mewabah.PAROTITIS PENDAHULUAN Parotitis epidemika adalah penyakit virus menyeluruh. merupakan tanda-tanda yang biasa ada. Virus telah diisolasi dari ludah. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. terutama kelenjar parotis. campak.5 . yang kelenjar ludahnya membesar nyeri. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. II. mungkin dengan urin. akut. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. III.

Mumps ialah suatu infeksi umum. . muntah dan nyeri otot. Dimulai dengan stadium prodromal. air seni dan liquor. Biasanya satu glandula parotis membesar kemudian diikuti yang lainnya dalam beberapa hari. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38. sakit kepala. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam. anoreksia dan malaise. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. Pada manusia selama fase akut. esok harinya tampak glandula parotis membesar yang cepat bertambah besar. Mumps glandula submaksilaris tanpa parotitis secara klinis tidak dapat dibedakan dengan adenitis cervical. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. sakit kepala.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. V. Bagian bawah daun telinga terangkat ke atas dan keluar oleh pembengkakan glandula parotis.IV. mencapai ukuran maksimal dalam 1 sampai 3 hari. Biasanya demam menghilang 1 sampai 6 hari dan suhu menjadi normal sebelum hilangnya pembengkakan kelenjar. Parotis unilateral ditemukan kira-kira 25 %. darah. virus mumps dapat diisoler dari saliva. Adakalanya kanan dan kiri membesar bersamaan. Pembengkakan glandula submaksilaris dapat dilihat dan diraba di depan angulus mandibulae. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan.5 0C sampai 39. MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. Dalam 24 jam anak mengeluh sakit telinga yang bertambah dengan gerakan mengunyah. anoreksia. Infeksi Kelenjar Ludah Perjalanan penyakit klasik dimulai dengan demam. PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. Pembengkakan dapat disertai nyeri hebat. nyeri mulai berkurang setelah tercapai pembengkakan maksimal berlangsung kira-kira selama 6 – 10 hari. ini merupakan gejala khas untuk parotitis epidemika.

biasanya timbul 3-10 hari sesudah parotitis. nausea. sangat jarang terjadi atrofi total pada kedua testis. insiden orchitis bilateral rendah.nausea dan muntah. menggigil. Ditemukan 20-30%. gangguan kesadaran dan jarang ada kejang. protein meninggi. Adakalanya di minggu ketiga. dapat juga mendahului parotitis. nausea. Diagnosis mumps orchitis tanpa parotitis ditegakkan dengan titer complement fixing antibodies yang meningkat selama masa rekonvalesensi. Pankreatitis Kelainan berat teapi jarang skali. Meningoencephalitis Insiden kira-kira 10%. sakit kepala. Liquor menunjukkan plecytosis dengan kebanyakan limfosit. sakit kepala. biasanya timbul sporadik parotitis dapat mendahului parotitis atau sebagai manifestasi sendiri daripada mumps. Epididimitis selalu disertai orchitis. Bila seorang . Keluhan-keluhan tersebut biasanya paralel dengan beratanya orchitis. biasanya sembuh sempurna. kira-kira 2 %. testis membengkak cepat disertai nyeri yang hebat. menggigil.Epididymo-orchitis Menduduki tempat kedua pada lelaki dewasa menurut frekuensi manifestasi klinis. tia-tiba ada keluhan hebat di epigastrium disertai demam. Perjalanan penyakit serupa benign aseptic meningitis dan biasanya tanpa sequelae. unilateral pada lelaki yang menderita mumps sesudah pubertas. demam turun secara krisis atau lysis. kaku kuduk. Positive Brudzinski’s and Kernig’s Signs. Ditandai oleh demam. Biasanya demam menurun secara lysis dalam 3-10 hari. Lamanya demam jarang lebih dari 1 mingggu.Bila ada orchitis bilateral. Keluh kesah hilang perlahan – lahan dalam 37 hari. lemah sekali. Orchitis dimulai dengan tiba-tiba demam. Bersama timbulnya demam. Orchitis kebanyakan terjadi dalam 2 minggu pertama.Orchitis kebanyakan unilateral . muntah. muntah dan nyeri abdomen bagian bawah. Tidak ada kekhawatiran akan impotensi atau sterilitas sebab: . glukosa dan klorida normal.

VI.ada kontak dengan penderita mumps 2-3 minggu sebelumnya .perempuan menderita mumps disertai nyeri abdomen bagian bawah berarti ada oophoritis. Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis.gambaran klinis serupa parotitis . .tanda-tandaaseptoc meningitis . Pemeriksaan Laboratorium Jumlah lekosit normal atau terdapat leukopenia dengan limfositosis relatif.Keterangan klinis berupa : . mastitis. Sebagai pemeriksaan tambahan dapat dilakukan complement-fixing antibody test.Iksolasi virus mumps dan test serologic tidak diperlukan pada mumps yang klasik tetapi pada keadaan-keadaan yang meragukan seperti bila tidak ada parotitis atau pada recurrent parotitis. didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu. dacryoadenitis dan bartholinitis. Sekurang-kurang ada 3 uji serologic untuk mebuktikan spesifik mumops antibodies: · Complement fixation antibodies (CF) · Hemagglutination inhibitor antibodies (HI) . neutralization test. Kelenjar lain yang dapat meradang pada mumps. isolasi virus. uji intradermal dan pengukuran kadar amylase dalam serum. bila ovarium kanan yang sakit maka keadaan tersebut mungkin tidak dapat dibedakan dengan acute appendicitis. walaupun jarang ialah tiroiditis.

influenza. Infeksi-infeksi ini dapat dibedakan dengan uji laboratorium spesifik. parainfluenza 1 dan 3. atau parotitis yang disebabkan oleh sitomegalovirus pada anak yang terganggu imunnya. seperti pada infeksi virus termasuk infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV).1 VIII. tetapi mungkin bersifat alergi yang sering berulang dan mempunyai sialogram khas .Orkitis akibat infeksi selain daripada parotitis epidemika. suatu keadaan yang sebabnya belum diketahui.Parotitis berulang. berangsur-angsur menjadi normal pada minggu ke-2 atau 3. dimana nanah sering dapat dikeluarkan dari duktus .Kalkulus salivarius. sitomegalovirus.Limfadenitis preaurikuler atau servikal anterior karena sebab apapun. atau keadaan koksakivirus yang jarang dan infeksi koriomeningitis limfositik. Keterangan Laboratorium tambahan Kadar amylae dala serum meninggi pada mumps paraparotitis dan pankteattis.Parotitis supuratif. . misalnya infeksi yang jarang oleh koksakivirus atau virus koriomeningitis limfositik. VII. puncaknya tercapai di minggu ke-1. PENGOBATAN . DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding ini mencakup parotitis sebab lain. Countries antibodies dapat dibuktikan di darah pada minggu ke-1 dan pada akhir minggu ke-2 sudah ada peninggian jelas. Titer meningkaty lebih ari 4 kali atau lebih berarti mumps. . kira-kira 70% mumps disertai amylase yang meninggi. Kadar amylase rupanya berjalan parallel dengan pembengkakan paroits.Limfosarkoma atau tumor parotis lain yang jarang . atau lebih sering saluran submandibuler dimana pembengkakan intermitten.· Virus neutralizing antibodies (NT) CF paling praktis dan paling dipracya. menyumbat saluran parotis. .

Self limiting disease. Imunisasi aktif .Suntikan subkutan. kematian sangat jarang.2.3 IX. Simtomatik diberikan kompres panas atau dingin dan juga diberikan analgetika. Meningoencephalitis biasanya tidak ganas dabn jarang bersequele walaupun insiden setelah atrofi testis setelah orchitis tinggi tetapi kemandulan sangat jarang ditemukan. Diet makanan cair dan lunak. X. Kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis.Live attenuated mumps virus vaccine Jery Lin mulai digunakan 1968 di USA. Perjalanan penyakit tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba. PROGNOSIS Pada umumnya bagus sekali. PENCEGAHAN Perlindungan pasif Gammaglobulin biasanya tidak efektif. . Khasiat mumps immunoglobulin juga tidak jelas. kira-kira 95% akan membuat mumps antibodies tetapi antibodinya jauh lebih rendah daripada diperoleh sesudah menderita mumps. Hanya persentasi kecil yang mendapat tuli permanen.Inactivated mumps virus vaccine tidak efektif . Vaksinasi memberikan perlindungan yanhg bagus sekali paling sedikit 4 tahun. Tidak dianjurkan kepada: · Anak dibawah 1 tahun yang alergi terhadap protein telur/neomycin · Yang mendapat obat-obatan immunosupresif .Istirahat di tempat tidur selama masa panas dan pembengkakan kelenjar parotis. tidak disertai demam.

Kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. iklim dan lingkungan. maka terjadi perubahan-perubahan dalam ovoria yang mengakibatkan pula perubahan-perubahan besar pada seluruh tubuh perempuan tersebut. dan sesudah itu haid akan datang secara siklik 3) Haid (menstruasi) ialah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya. Kejadian yang terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali (Menarche). Baru jika mencapai pubertas (akil balig). dalam masa kanak-kanak seorang anak perempuan indung telur nya dikatakan masih dalam keadaan istirahat belum menunaikan faalnya dengan baik. Barulah terjadi menarche. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. Dalam pubertas anak akan tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk tubuh yang khas bagi jenisnya. Gejala awal adalah terjadi nya pertumbuhan payudara (Thelarche). DAFTAR PUSTAKA http://oncejevuska.1) Pubertas adalah suatu tahap dalam kehidupan remaja yang lebih dilandasi oleh pertumbuihan fisik yang kemudian dikaitkan dengan perkembangan kebutuhan psikologisnya2) Baik anak laki-laki maupun perempuan akan mengalami masa pubertas.html BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental.Sulaiman sastra winata di dalam buku nya obstetri fisiologi memgatakan bahwa pubertas tercapai pada umur 12-16 tahun dan dipengaruhi oleh keturunan. kemudian tumbuh rambut kemaluan (Pubarche).com/2007/04/mumps-parotitis-epidemika. Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Secara umum. bangsa. disusul dengan tumbuhnya rambut di ketiak. Menurut Prof. Dengan .Ada kombinasi dengan vaksin morbili dan vaksin rubella.blogspot.

Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. artinya masa mendapat keturunan yang berlangsung kira-kira 30 tahun 3) Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. Perancis 13. rasa takut. meskipun bisa terjadi pada usia lebih dini. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche.5 tahun. pendidikan. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik.8 tahun. perut kembung. pengalaman. atau bahkan agak lambat. sekitar umur 9 tahun. Dalam masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. pada usia 12 tahun. serta beberapa ajaran orang tuanya yang dia terima. gangguan konsentrasi. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis. sakit kepala. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. kultur.4) Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident”5) Menarche. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin. sehingga ia dapat betindak dengan baik dan benar. mudah tersinggung. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi. gelisah sukar tidur. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche berbagai macam. Rahim juga mengalami perubahan hormonal.0 tahun. dibawah pengaruh jam biologis. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya. .pubertas ini wanita masuk dalam masa produktif. umumnya terjadi pada usia sekitae 13 tahun.6) Dari penelitian Tanner dan Eveleth dari tahun 1986-1990 tentang angka kejadian menarche di beberapa negara adalah sebagai berikut Amerika 12. Argentina 12.0 tahun. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual dapat berakibat kehamilan pranikah. Australia 13. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa.

5. tahun 1994 sebanyak 105 anak. Singapore 12. Jakarta 12. Semarang 13. AKPER Panti Rapih Menambah bahan bacaan bagi mata ajaran Maternitas.29 tahun. Japan 12.Denmark 13. tahun 1995 sebanyak 9 anak.0 tahun . 3.63 tahun Yogyakarta 14. Palembang 13.67. Klaten 14. Ruang Lingkup 4. tahun 1993 sebanyak 27 anak.0 tahun.90 tahun Kayu Agung 15.3 tahun. Surabaya 13. Rumusan Masalah Bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche di SLTP N I Prambanan? Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? Manfaat Penelitian 1.07 tahun.1 tahun.52 tahun.4 tahun.07 tahun. Somalia 13. Kuba 13.8) Menurut data kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 terdapat siswa putri dengan jumlah 143 anak. Pihak Sekolah Sebagai masukan dalam usaha peningkatan pengetahuan tentang sistem alat reproduksi. Negeria 13. Peneliti Mendapat pengalaman langsung dalam penerapan teori metodologi penelitian dan memperoleh gambaran tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten. Sasaran Sasaran penelitian di fokuskan pada siswi/remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan. Keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah keperawatan maternitas.7) Hasil penelitian di beberapa tempat di indonesia bahwa rata-rata umur menarche : Ujung pandang 14. Dengan tahun kelahiran 1992 sebanyak 2 anak.5 tahun. Lokasi . 6.9) Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk meneliti Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche di SLTP Prambanan.48 tahun. 2.

dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 1. Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2007 – 12 Februari 2008. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. Pubertas Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. iklim dan kebudayaan. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Tidak ada batas yang tajam antara akhir masa kanak-kanak dan awal masa pubertas. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun. Secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. Pada abad ini secara umum ada pergeseran permulaan pubertas ke arah umur yang lebih muda. Kejadian penting dalam pubertas ialah pertumbuhan badan yang cepat.1) 2. yang diterangkan dengan meningkatnya kesehatan umum dan gizi. akan tetapi dapat dikatakan bahwa pubertas mulai dengan berfungsinya ovarium. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita.Lokasi penelitian di SLTP N I Prambanan Klaten. Awal pubertas jelas dipengaruhi oleh bangsa. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. . Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur. 7. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas.

atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan.Dalam masa pubertas genitalia interna dan genitalia eksterna lambat laun tumbuh untuk mencapai bentuk dan sifat seperti pada manusia dewasa 2) 3. Walaupun ada pengaruh hormon Somatotropin. dan ciri-ciri kelamin sekunder. Pengaruh estrogen yang lain ialah pertumbuhan genitalia interna. Pengaruh peningkatan hormon yang pertama-tama nampak ialah pertumbuhan badan anak yang lebih cepat. dan badan lambat laun mendapat bentuk sesuai dengan jenis kelamin. Estrogen ini pula yang pada suatu waktu menyebabkan penutupan garis epifisis tulang-tulang sebingga pertumbuhan badan berhenti. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis . diduga bahwa pada wanita kecepatan pertumbuhan terutama disebabkan oleh estrogen. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. menarche.timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. Yang diketahui ialah bahwa ovarium mulai berfungsi dibawah pengaruh hormon gonadotropin dari hipofisis. genitalia eksterna. dan hormon ini keluarkan atas pengaruh Relasing factor dari hipotalamus. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. Dalam ovarium folikel mulai tumbuh dan walaupun folikel-folikel itu tidak sampai menjadi matang karena sebelumnya mengalami atresia. dan hormon ini memegang peranan dan pertumbuhan badan. Apa yang primer menyebabkan mulainya pubertas diketahui. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. keadaan gizi. Pada saat yang kira-kira bersamaan korteks kelenjar suprarenal mulai membentuk androgen. namun folikel-folikel tersebut sudah sanggup mengeluarkan estrogen. terutama ekstremitasnya. dan perubahan psikis.

Stadium Praementruum (stadium sekresi) Pada masa ini endometrium kira-kira tetap tebal tapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku dan mengeluarkan getah.desa. Selama ± 1 bulan dapat kita bedakan siklus menstruasi menjadi 4 masa (stadia) : Stadium Menstruasi (desquamasi) Hari pertama fase menstruasi ini adalah permulaan dari siklus menstrusi. endometrium untuk menerima telur. Pada endometrium sudah dapat dibedakan lapisan atas yang padat (Stratum Compactum) yang hanya ditembus oleh saluran-saluran keluar dari kelenjar- . Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. Stadium Post Menstruum (stadium regenerasi) Oleh pengaruh estrogen yang dihasilkan sel-sel folikel pada lapisan endometrium yang sudah terlepas tadi mulai terjadi regenerasi epitel. kelenjar. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. kuman dan atau tanpa sel telur yang keluar pervaginan secara spontan. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. lekosit. yaitu terlepasnya lapisan fungsional dari endometrium bersama eritrosit. Fase ini lamanya 3-5 hari. dan film. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. Kelenjar-kelenjar tumbuhnya lebih cepat dari jaringan lain hingga berkelok.5 mm. majalah hiburan. kaset. Dalam endametrium tertimbun glycogeen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur memang maksud dari perubahan ini tidak lain dari pada mempersiapkan. lamanya fase ini 9 hari ( hari ke 5 sampai ke 14). vidio. Stadium Intermenstruum (stadium proliferasi) Pada masa ini endometrium tumbuh menjadi ± 3. memanjangnya kelenjar endometrium dan bertambahnya jumlah sel-sel jaringan ikat endometrium. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi 3) Fisiologi Haid Cyclus menstruasi Perubahan yang dialami uterus pada siklus menstruasi terjadi pada lapisan endomitrium. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone).

Ada yang pingsan. . dan sangat penting dalam pembentukan perilaku atau tindakan seseorang. istilah dismenore hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebat sehingga tidak dapat melakukan aktivitas dalam beberapa jam/hari. anda mengetahui berhari-hari sebelumnya bahwa masa haid akan tiba Tubuh anda mungkin pegal-pegal. penyakit ini patogenesisnya belum dapat dipecahkan. Nyeri ini terasa di bagian bawah perut dan berawal tepat sebelum masa haid mulai. b. sukar ditahan. dan mencengkeram. Dan disertai rasa nyeri pada bagian perut. buah dada mungkin sakit. berat atau intensitasnya sukar dinilai. dan perut anda kembung.5) Pengetahuan a. Nyeri haid dibedakan menjadi 2 : Dismenore Spasmodik (Kejang) Kejang merupakan nyeri yang hebat. sakit kepala. Nyeri ini dapat berlangsung setengah hari sampai lima hari dan acapkali nyeri berkepanjangan. lapisan mampung (Stratum Spongiosium). tidak dapat merapikan pakaian anda dan beha anda terasa terlalu ketat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pengetahauan adalah segala sesuatu yang diketahui. Menurut Soekidjo Notoatmojo Pengetahuan adalah hasil dari tahu. mual muntah. Gangguan ini sifatnya subyektif. Dismenore Kongestif (Pegal Menyiksa) Cara pasti untuk mengetahui apakah seseorang menderita nyeri ini adalah menanyakan bagaimana ia tahu datangnya masa haid. Stadium sekresi ini berlangsng dari hari ke 14 – 28 kalau tidak terjadi kehamilan makan endometrium dilepaskan dengan perdarahan dan berulang lagi siklus menstruasi. pengeluaran darah menstrusi berlangsung antara 3-7 hari dengan jumlah darah yang hilang sekitar 50-60 cc tanpa bekuan darah. yang banyak lubanglubangnya karena disini terdapat rongga dari kelenjar-kelenjar dan lapisan bahwa yang disebut stratum basale.kelenjar. Banyak wanita terpaksa harus berbaring karena terlalu menderita nyeri ini sehingga tidak dapat mengerjakan sesuatu apapun. dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Orang yang menderita pegal yang menyiksa. mudah tersinggung. 4) Dismenore (Nyeri Haid) Dismenore merupakan rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita dan mendorong penderita untuk melakukan pemeriksaan.

dimana orang mulai mencoba perilaku baru. Analisis Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau obyek ke dalam komponen-komponen. mengidentifikasikan. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan. Aplikasi Aplikasi adalah suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi yang nyata. menguraikan. tetapi masih di dalam stuktur organisasi dan ada kaitannya satu sama lain.6) Tingkat Pengetahuan a. memisahkan. Kata kerja yang dipakai seperti dapat menyusun. Evaluasi . Sintesis Sintesis menujukkan kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Kata kerja yang digunakan adalah misalnya dapat menggambarkan. dapat merencanakan. b. membedakan.c. Trial atau mencoba. Interest (tertarik) dimana orang mulai tertarik pada stimulus. didalam diri orang tersebut terjadi proses : Awareness atau kesadaran. menyatakan. dapat meningkatkan. d. dimana orang tersebut menyadari atau mengetahui lebih dulu terhadap stimulus. f. e. kesegaran dan sikap terhadap stimulus. Adaptation dimana subyek berperilaku sesuai pengetahuan. Memahami Memahami adalah suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Tahu (Know) Yang termasuk dalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. c. Menurut Sutardjo Hadisusilo Pengetahuan adalah pemahaman atau hal tahu akan sesuatu yang bersifat spontan tanpa mengetahui seluk beluk secara dalam. Evaluation atau menimbang terhadap baik atau tidaknya stimulus bagi dirinya. Penelitian Rogers pada tahun 1974 mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru. dapat menyesuaikan. meng-kelompokkan.

Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang materi yang akan diukur dari subyek penelitian. Grasindo. Psikologi Pengajaran. Kecamatan Prambanan. Jakarta 1996 hal 245 Pertanyaan Penelitian Bagaimana tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? BAB IV HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Tempat Penelitian 1.S Winkel.7) Kerangka Teori Menurut : BS. Provinsi Jawa Tengah. Keadaan Siswa a. Jumlah siswa Siswa SLTP N I Prambanan Klaten berjumlah 717 dengan pembagian laki-laki . Letak Geografis SLTP N I Prambanan Klaten SLTP N I Prambanan berada di desa Kongklangan. BLOOM Sumber : W. Kabupaten Klaten. yang mempunyai luas tanah 1200 meter persegi. 2.Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu meteri atau objek berdasarkan kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.

Klaten Tahun 2007 No Umur Responden Jumlah % 1 Umur £ 12 tahun 9 6. Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Status Menstruasi Jumlah % 1 Sudah 116 81.30 .berjumlah 306 orang dan perempuan 411 orang.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun.40 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden. sedangkan kelas VIII ada 6 kelas dari kelas A sampai kelas F dengan jumlah siswa 240 dan kelas IX juga ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siwa 237.40%) berumur lebih dari 14 tahun berjumlah 2 orang. Hasil Penelitian Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan. Jumlah siswa berdasarkan kelas SLTP N I Prambanan terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas VII ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siswa 240.30 3 Umur > 14 tahun 2 1. Kecamatan Prambanan. dan (1.2 Umur 13-14 tahun 132 92.89 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : .11 2 Belum 27 18. Kecamatan Prambanan. sebagian besar (92. b. (6.30%) berumur kurang atau sama dengan 12 tahun berjumlah 9 orang.

Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden.45%) dari responden mengetahui pengertian Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.73 2 Salah 49 34.11%) responden sudah mengalami menstruasi.55%) responden tidak mengetahui tentang Menarche hal ini ditunjukan dengan jawaban yang salah. sebagian besar (81.89%) responden belum mengalami menstruasi.27 . kurang dari separuh (45. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 65 45. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 94 65. dan sebagian kecil (18. Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan. Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan.55` Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden. lebih dari separuh (54.45 2 Salah 78 54.

27%) responden tidak mengetahui hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden. kurang dari separuh (34. lebih dari separuh (62. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37. lebih dari separuh (65.06 2 Salah 90 62. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan.73%) responden mengetahui tentang Hormon yang mempengaruhi ciri-ciri Kelamin Sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.06%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Klaten Tahun 2007 . Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. kurang dari separuh (37.

93 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.70 2 Salah 9 6.07 2 Salah 110 76. sebagian besar (76.No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 33 23.07%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.56 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 134 93. kurang dari separuh (40. Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 85 59.56%) responden tidak mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. sebagian kecil (23.30 . Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. lebih dari separuh (59.44 2 Salah 58 40.44%) responden mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.

75%) .49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. sebagian besar (93. sebagian besar (89.25 2 Salah 74 51.75 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 69 48.51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita.70%) responden mengetahui Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.49%) responden menjawab salah tentang masa subur pada seorang wanita. dan sebagian kecil (10. Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (51.30%) rsponden menjawab salah Tentang Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. (6. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89.51 2 Salah 15 10.

Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 117 81. Kecamatan Prambanan. sebagian kecil(18.90 2 Salah 13 9. sebagian besar (90.81%) responden mengetahui mengetahui tentang siklus mestruasi yang normal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. (9. Kecamatan Prambanan.19 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. sebagian besar (81. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 130 90. Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan.10 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.responden tidak mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.10%) responden menjawab salah hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.81 2 Salah 26 18. Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan.19%) responden menjawab salah tentang siklus menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi . kurang dari separuh (48.25%) responden menjawab benar hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.90%) responden mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.

kurang dari separuh (31.53%) responden mengetahui Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 51 35. Kecamatan Prambanan. Klaten .66 2 Salah 92 64. lebih dari separuh (64.47 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.34%) responden tidak mengetahui Terjadinya Kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 98 68. Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Organ Reproduksi Wanita Dalam Menuaikan Faalnya Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. lebih dari separuh (68.66%) responden mengetahui terjadinya kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar.Di SLTP N I Prambanan.47%) reesponden menjawab salah tentang Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. kurang dari separuh (35.53 2 Salah 45 31.34 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.

Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89. sebagian kecil (10. Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 73 51.Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37. lebih dari separuh (62.06%) responden mengetahui berakhirnya masa pubertas hal ini ditunjukkan jawaban yang benar. Kecamatan Prambanan.06 2 Salah 90 62. kurang dari separuh (37.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan.51 2 Salah 15 10. sebagian besar (89.94%) responden tidak mengetahui berfungsinya organ reproduksi wanita hal ini ditunjukkan jawaban yang salah.51%) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami Menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar.04 .49%) responden tidak mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Kecamatan Prambanan.

13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. kurang dari separuh (48.57 2 Sedang 96 67.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. Kecamatan Prambanan.04%) responden mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar.96 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (67.30 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan pada tahun 2007. kurang dari separuh (26.2 Salah 70 48.13 3 Rendah 9 6. lebih dari dari separuh (51. .96%) responden tidak mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah. Klaten Tahun 2007 No Tingkat Pengetahuan Jumlah % 1 Tinggi 38 26.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.

13 8 5.40 .90 3 2.30 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden..19 2 Belum 7 4. (5.40%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang.2 Umur 13-14 tahun 38 26.28 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden.09 Jumlah 38 26. 9 responden berusia lebih dari atau sama dengan 12 tahun (5.60%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan (0.70 .58 96 67.70%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah. lebih dari separuh (55.60 3 Umur > 14 tahun . Terdapat 2 responden yang berumur lebih dari 14 tahun.57 86 60.90 17 11. Kecamatan Prambanan.68 79 55. 116 responden yang sudah menstruasi.14 9 6. lebih dari separuh (60. (1.60 1 0. Kecamatan Prambanan.. Klaten Tahun 2007 Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 31 21.8 5.13 9 6.2 1. Klaten Tahun 2007 Tingkat Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Umur £ 12 tahun .13%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang.Jumlah 38 26.60%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah. Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.24%) responden mempunyai tingkat . sebagian kecil (26.24 6 4. Terdapat 132 responden yang berusia antara 13-14 tahun.57 96 67.57%) mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.

Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan.32 2 1.40 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden. sebagian kecil (13. sebagan kecil (11.09%) responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah. JUDUL RESUME KARAKTERISTIK ANAK YANG MENDERITA KARIES GIGI DI TK PERTIWI KEMUDO II.31 2 1. sebagian kecil (1.40%) responden berusia lebih dari 14 tahun. sebagian kecil (4.29 132 92.68%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.99 0 Jumlah 9 6. (4.40 112 78. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi. 116 responden yang sudah menstruasi.19%) responden mempunyai tingkat pengetahuan randah.89 20 13.40 2 Belum 7 4. Klaten Tahun 2007 Umur £ 12 tahun 13 – 14 tahun > 14 tahun Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 2 1.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi. sebagian besar (78.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. KEMUDO.pengetahuan sedang. (4. (2.89%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun. PRAMBANAN KLATEN. JAWA TENGAH . Kecamatan Prambanan.99%) responden berusia 13 – 14 tahun. sebagian kecil (1.32%) responden berusia 13 – 14 tahun. sebagian kecil (21.40%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi.

Wijanarko Listyo. H NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 1 Tujuan Penelitian 2 Manfaat Penelitian 2 Ruang Lingkup 2 .Disusun Oleh : Nama : B.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3 Kerangka Teori 3 Pertanyaan Penelitian 3 BAB III METODE PENELITIAN 4 Jenis Penelitian 4 Desain Penelitian 5 Variabel Penelitian/Definisi Operasional Populasi dan Sample Teknik Pengeumpulan Data Instrumen Pengeumpulan Data Pengolahan Data Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran LAMPIRAN Faktor Pendukung dan Penghambat 1. Faktor Pendukung a. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. b. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. c. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. 2. Faktor Penghambat a. Waktu yang terbatas dari peneliti. LAMPIRAN 1 PENGANTAR KUESIONER Kepada : Yth. Siswi-siswi kelas VIII Di SLTP N I Prambanan Klaten Dengan Hormat, Sehubungan dengan pembuatan tugas akhir sebagai mahasiswa DIII Reguler

Akademi Keperawatan Panti Rapih, maka saya mengadkaan penelitian dengan judul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten, 2007”. Untuk itu saya mohon kesediaan siswi-siswi untuk menjadi responden dalam penelitian ini, saya akan menjaga kerahasiaan jawaban yang diberikan dan hanya untuk kepentingan penelitian ini. Atas bantuan, tanggapan dan kesediaannya untuk menjadi responden, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, Desember 2007 B. WIJANARKO LISTYO HATMOKO Mahasiswa AKPER Panti Rapih Persembahan: Untuk ke dua orang tua saya, yang selalu mengharapkan hal terbaik bagi anak nya. Data Subyektif a) Klien mengatakan lemes b) Klien mengatakan mudah capai c) Klien mengatakan sesak nafas d) Klien mengatakan pusing kalau banyak bergerak (pening) e) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) Data Obyektif f) Tekanan darah menunjukkan penurunan g) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah h) Distensi vena jugularis i) Capilary refill lambat lebih dari tiga detik j) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi k) Kulit teraba dingin, tampak banyak keluar keringat dingin l) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat m) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada n) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam, menunjukkan penurunan (kurang dari 0,5 cc/kgBB/jam) o) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia p) Tampak edema pada ekstremitas bawah, palpebra q) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi

r) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru s) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum, kreatinin, LDH, CKMB, hematokrit). BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa, karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos, yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).1) Pekerjaan jantung adalah memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh setiap saat, baik saat istirahat maupun saat bekerja atau menghadapi beban.2) Acut Miocard Infark (AMI) adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan otot jantung mati karena kekurangan oksigen.3) Satu dari tiga penderita AMI meninggal karena gagal jantung. Gagal jantung adalah suatu keadan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya(cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat makanan. Insiden penyakit pada pria lebih tinggi dibandingkan pada wanita dengan rata-rata mortalitas selama lima tahun untuk pria 60% dan wanita 40%.4) Dari data Rekam Medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, angka kematian pada AMI tahun 2006 sebanyak 27 pasien dari 118 kasus dan sejak 01 januari tahun 2007 sampai 30 april tahun 2007 sebanyak 3 pasien meninggal dari 30 kasus. Diperkirakan jumlahnya semakin bertambah tiap tahunnya.5) Konsekuensi jangka panjang dari Acut Miocard Infark(AMI) cacat fisik, psikologis, sosial, dan pekerjaan telah lama diabaikan, karena pasien dengn AMI curah jantungnya tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi secara normal. Apabila pasien banyak beraktivitas, maka kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh semakin meningkat, sedangkan curah jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh, maka pesien dengan AMI intoleransi aktivitas. Komplikasi penyakit miocardium tak terbatas hanya saat pasien dirawat di rumah sakit saja, demikian pula tanggung jawab para ahli kesehatan agar pasien hidup sehat sejahtera, tidak berarti selesai dengan keluarnya pasien dari rumah sakit.6)

penulis tertarik melakukan studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Peran perawat sebagai komunitas pelayanan profesional yaitu mengembangkan dan memberikan metode dan sistem pemberian asuhan keperawatan yang profesional. Rumusan Masalah “Bagaimana Pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta”. akurat dan meningkatkan kualitas layanan. Sebagai bahan bacaan pada mata ajaran Medikal Bedah system kardiovaskuler dan menambah pengetahuan mahasiswa tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dangan Acut Myocard Infark (AMI). Memperdalam dan menambah wawasan pengetahuan perawatan tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Bagi Akademi Keperawatan Panti Rapih a. Manfaat Bagi Peneliti Mendapatkan pengalaman secara langsung dalam menyusun suatu hasil penelitian dengan metode studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). salah satunya pemenuhan kebutuhan aktivitas yang tepat dan akurat dalam mempertahankan fungsi optimal jantung sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut dan menurunkan angka mortalitas pada pasien dengan diagnosa Acut Myocard Infark (AMI). Bagi Rumah Sakit Panti Rapih . tepat. Tujuan Tujuan Umum Mendapatkan gambaran tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. Dengan melihat permasalahan tersebut diatas.Dalam bidang praktik keperawatan profesional. b. salah satu masalah keperawatan penderita Acut Myocard Infark (AMI) adalah intoleransi aktivitas. Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Tujuan Khusus Melaksanakan pengkajian adanya intoleransi aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).

Waktu Penelitian akan dilakukan pada bulan agustus tahun 2007. Ruang Lingkup Mata Kuliah Merupakan penelitian dalam ruang lingkup mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).Memberikan informasi tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pesien dengan Acut Myocard Infark (AMI). STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : WUYUNG VEMBRIYANTO HADI 252230 / IV AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LEMBAR PERSETUJUAN STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) . Tempat Diruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta.

. S. Agustus 2007 Pembimbing. Ns.DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : Wuyung Vembriyanto Hadi 252230 Proposal Penelitian ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada: Tanggal. Ns. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya. Kep. Dalam menyusun Proposal ini penulis mendapat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Ibu C Sri Hari Ujiningtyas. IGN.. Proposal ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Keperawatan pada Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta. selaku pembimbing dalam penyusunan .Kep. Eko Susilo. S.. S. selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta Bapak Ign.Kp.. sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini dengan Judul ” STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA ”. ... EKO SUSILO..

Morfologi 10 h.Proposal. Yogyakarta. Prognosis 16 2. Pemeriksaan diagnostic 14 k. Komplikasi 12 j. Klasifikasi 8 e. Patofisiologi 8 g. Acut Myocard Infark (AMI) a. Tanda dan gejala 11 i. maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan Proposal ini. Pengertian 16 b. Semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya Karya Tulis Ilmiah ini Penulis menyadari bahwa dalam menyusun Proposal ini masih banyak kekurangan. Konsep aktivitas a. Etiologi 16 . Penatalaksanaan Acut Myocard Infark 15 l. Etiologi 7 d. Mei 2006 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Rumusan 3 Tujuan Penelitian 3 Manfaat Penelitian 3 Ruang Lingkup 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 6 1. Patogenesis 8 f. Pengertian 6 b. Kriteria 6 c.

...... Keturunan . Diagnosa 21 c. 17 e............ Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas a..... Rencana 21 d... Faktor Resiko a... sample dan teknik sampling 30 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional 31 Teknik Pengumpulan Data dan Analisa Data 32 Instrument Pengolahan Data 32 Pengolahan Data 32 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Pengkajian 1.... 18 3.......... Pekerjaan 6.. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi. Pengkajian 20 b.............. Evaluasi 27 Kerangka Teori 27 Pertanyaan Penelitian 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian 29 Desain penelitian 30 Populasi... Lama menderita AMI 7..c............................................................ Nama 2... Identitas pasien No Kriteria Pasien A Pasien B Pasien C 1.... Karakteristik... Usia 3. Berat badan 5................ Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas 17 d......... Jenis kelamin 4.. Intervensi 25 e...

SaO2 f. Hiperlipidemia e. Kolesterol tinggi 8. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Stress g.b. Tekanan darah tinggi d. Data obyektif a. Diagnosa medik 9. Denyut nadi d. Tekanan darah c. Pernapasan h. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. Hasil pemeriksaan laboratoriam . Diabetes melitus f. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Data obyektif dan subyektif yang ditemukan dalam pengkajian terkait dengan intoleransi aktivitas Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 1. Suhu e. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. Capillary refill Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C g. Merokok c. Ekspresi wajah i. Dokter yang merawat Interpretasi : 2.

Data Subyektif a. selama dan setelah beraktivitas d. saat kerja. olahraga berat. Klien nengatakan pusing. saat istirahat. sesak nafas. saat marah dan kadang saat dingin Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C e. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. dan vertigo c. Klien nengatakan lelah/letih dan badan lemas b. Klien mengatakan jantung berdebar-debar. Terapi obat 6) Nitrogliserin 7) Beta bloker 8) Antagonis kalsium 9) Anti platelet 10) Heparin 11) Morphin 12) Asetil kolin 13) Trombolisis 14) Terapi oksigen Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 2.3) Kolesterol 4) CKMB 5) Laktat dehidrogenase (LDH) Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C l. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Diagnosa keperawatan yang ditemukan terkait dengan intoleransi aktivitas No Nama Pasien Diagnosa keperawatan .

Kolaborasi a. kesadaran b. tindakan nyaman f. bahu. tekanan darah. A 2. tangan atau lengan kiri g.1. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. aktivitas perlahan. Pantau perubahan EKG c. Berikan antiangina sesuai indikasi. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. pernapasan. Berikan lingkungan yang tenang. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C i. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. B 3. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. C Interpretasi : Perencanaan masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C 1. contoh nitrogliseril . Mandiri a. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. Berikan obat-obat trombolitik d. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi j. leher. Berikan makanan lembut. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2.

Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C j. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. Pantau perubahan EKG . Berikan lingkungan yang tenang. tekanan darah. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Intervensi masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C 1. leher. bahu. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan i. tangan atau lengan kiri g. tindakan nyaman f.Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. Mandiri a. Kolaborasi a. aktivitas perlahan. pernapasan. Berikan makanan lembut. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. kesadaran b. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam.

SaO2 f. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Evaluasi proses dan hasil terkait dengan intoleransi aktivitas 1. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Tekanan darah c. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. Data obyektif a. Hasil pemeriksaan laboratoriam . elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. contoh nitrogliseril Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Denyut nadi d. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. Evaluasi proses terkait dengan intoleransi aktivitas Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 1. Berikan obat-obat trombolitik d. Ekspresi wajah i.c. Berikan antiangina sesuai indikasi. Suhu e. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Pernapasan h. Capillary refill Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C g. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi.

selama dan setelah beraktivitas d. Evaluasi hasil terkait dengan intoleransi aktivitas . saat istirahat. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. sesak nafas. Klien nengatakan pusing. saat kerja. Terapi obat 1) Nitrogliserin 2) Beta bloker 3) Antagonis kalsium 4) Anti platelet 5) Heparin 6) Morphin 7) Asetil kolin 8) Trombolisis 9) Terapi oksigen Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 2. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Keterangan : criteria dalam evaluasi proses hari 1 digunakan untuk mengevaluasi intervensi hari 11 – V 2. Data Subyektif a. saat marah dan kadang saat dingin Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C e.1) Kolesterol 2) CKMB 3) Laktat dehidrogenase (LDH) Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C l. Klien mengatakan badannya lemas dan lelah b. olahraga berat. dan vertigo c. Klien mengatakan jantung berdebar-debar.

No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C 1. 2008 in Weblogs | Permalink TrackBack TrackBack URL for this entry: http://blogs. Kriteria hasil a) Klien mengatakan lemasnya berkurang b) Klien mengatakan nyerinya hilang atau berkurang ( skala 0-1) No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C c) Klien menunjukkan menurunnya ketegangan d) Denyut nadi klien normal (60-100 kali per menit) e) Tekanan darah klien normal (120/70-120/80 mmHg) f) Pernapasan klien normal (12-20 kali per menit ) g) Kesadaran klien kompos mentis h) Klien tampak rileks i) Hasil rekam EKG menunjukkan gelombang sinus ritme (SR) j) Pemeriksaan laboratorium : kolesterol atau trigliserida laktat dehidrogenase dan enzim CKMB dalam batas normal No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C k) Suhu normal (36-370C) l) Reflek pupil 2+/2+ atau isokor 2. Pencapaian tujuan Interpretasi : April 19.www.friendster.com/t/trackback/849354 Listed below are links to weblogs that reference blog gratis: Comments .

Post a comment Sign In Post a comment Name: wuyung You are currently signed in as wuyung. Comments: Recent Posts * blog gratis Syndicate this site (XML) About Us | Contact Us | Events | Promote My Profile | Help | Terms of Service | Privacy Policy Posted by WUYUNGVH at 1:26 PM 0 comments Links to this post Reaction s: Newer Posts Older Posts Home Subscribe to: Posts (Atom) Anda pengunjung ke Free Hit Counter New My title page contents My Google Pagerank .

Google Rilis Situs untuk Calon Pengantin Detikcom ..Di hari Valentine. Google pun tak mau ketinggalan menebarkan kasih sayang kepada para penggunanya. Artikel Terkait » dicuplik dari Google . .49 menit lalu Jakarta .com adsense Search Google Masukkan istilah pencarian Anda pencarian Cari þÿ Kirim formulir NEWS Google Valentine.2/2011 Samsung Buat Tablet Mirip iPad . Selain memajang logo Google bernuansa cinta.TRANSLATE THIS BLOG Translate this page from Indonesian to the following language! Widget by ateonsoft..14 Feb 2011 .

Artikel Terkait » dicuplik dari Google .14 Feb 2011 .com .Tempo Interaktif .6 jam lalu COM. Mari cari tahu.. Ghonim mengucapkan rasa terimakasihnya pada .. Artikel Terkait » dicuplik dari Google ..2/2011 Presiden Mesir Turun. . dicuplik dari Google ...modflip.com .14 Feb 2011 .13 Feb 2011 .Eksekutif Google Wael Ghonim cukup terkenal dalam revolusi Mesir. Jakarta . Staf Google Puji Facebook Inilah.com ..2/2011 Simbol Cinta di Logo Google Inilah.1 jam lalu Tablet yang diluncurkan dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona itu berjalan dengan sistem operasi buatan Google yang khusus untuk perangkat tablet.13 Feb 2011 COM.2/2011 didukung oleh Blog Archive • o  ► 2009 (23) ► December (1) Get Music Audio Video at www. Jakarta – Sudahkah Anda mengakses Google hari ini? Heran dengan logo Google menampilkan gambar cinta dan dominasi warna. . Setelah Hosni Mubarak mundur.

. ► January (20) PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ASTEROSKLEROSIS MACAM-MACAM PENYAKIT KELAMIN Rematik Hubungan Antara Pola Pemberian ASI dengan Faktor S. Parotitis Epidemika) Pencegahan Stroke ISPA Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah TRAUMA KEPALA Nutrisi Yang Dibutuhkan Di Usia Balita HEPATITIS A ▼ 2008 (23) ▼ April (23) blogfriendster blogfriendster linkku Muscles of the Human Body Geneva Doctors Geneva Health Spinal Cord Model 6x (W42505) ClinicalOne Mentone Educational Centres .o  o  o                     • o          ► June (1) verification ► May (1) <!-.... Karies Gigi Pengertian Metode Kanguru Askep pada klien dengan GE ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF KARAKTERISTIK REMAJA Kecenderungan Kenakalan Remaja TIDUR DAN ISTIRAHAT Obat Cerna PENYULUHAN PENGGUNAAN ORALIT Gondongan (Mumps.Search Google --> Masukkan istilah penc.

            healthcare professional AMI BAB I BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung mer. PAROTITIS Masa Remaja Age at Menarche in Indonesia code DAFTAR PUSTAKA ACUTE MYOCARD INFARK CARIES GIGI MENARCHE KEPERAWATAN Pictures from Electron Microscopes Slideshow ...

to/?r=wuyung .Bandwidth Speed Test Google Maps • • Google Maps http://bux.

com http://akperpantirapih.certainbet.blogspot.blogspot.asp? a=c&u=127336645&s=1639&e=42998121 Game BARU • • Game BARU (Gladiatus) http://bux.blogspot.to/?r=wuyung Profil Penulis WUYUNGVH YOGYAKARTA.com/q0owqvm4yda-6fvlpsoa http://zzecjjibcbmicyw. sleman.blogspot.com http://wuyungjunior.com http://slatebird.• • • • • • http://wuyungnurse. Indonesia NURSE View my complete profile ADSENSE There was an error in this gadget KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SLTPN 2 GENTENG KECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI .com/track.com http://wuyungvh.

M. pada perempuan diawali dengan terjadinya menstruasi. psikologis. Riset melaporkan Taylor. normalnya wanita mengalami periode menstruasi atau haid mulai dari usia remaja hingga menopause Dra. (2005 : 103). Kes. Memasuki masa puber. Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. yaitu dengan telah diproduksinya sel telur (ovum). selama masa ini epithelium permukaan lepas dari dinding uterus dan perdarahan pun terjadi pada usia remaja haid pertama kira-kira usia 12 hingga 16 tahun.BAB 1 PENDAHULUAN <!--[if !supportLists]-->A. (2005 : 69). Para peneliti beranggapan bahwa perubahan sikap premenarche adalah akibat dari faktor hormonal. Maulana. (2009 : 15). Sarwono. Dini Kasdu. Saat itu kelenjar hipofisis mulai berpengaruh. Seseorang terjadi sejak awal menstruasi pada masa remaja sampai umur 40 atau 50 tahun. F. Siklus menstruasi terdiri atas perubahan-perubahan di dalam ovarium dan uterus. . (1994) bahwa sekitar 10-30 % wanita produktif mengalami sindrom premenarche. Pendapat Sriyono. Menstruasi berlangsung kira-kira lima hari. dan nutrisi. dan disusul dengan periode tanpa gejala. (2005 : 9) Haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklik emdomestrium. Erna. Selanjutnya dijelaskan menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Hormon ini akan mempengaruhi uterus pada dinding sebelah kanan dan terjadilah proses menstruasi. kemudian ovarium mulai bekerja menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. (2008 : 57). Proses menarche pada seorang wanita dimulai pada usia 10 – 14 tahun. <!--[endif]-->Latar Belakang Dalam perjalanan hidup. Etiologi dan Perubahan sikap premenarche belum diketahui. Hal ini menandai bahwa organ reproduksi telah aktif. Keluarnya darah dari vagina disebabkan luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. P. Menarche adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi ) endometrium. Panjang masa siklus menstruasi rata-rata 28 hari 14 hari persiapan untuk ovulasi dan 14 hari selanjutnya.

payudara sakit.asumsi diatas peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng.Perubahan sikap premenarche yang terjadi sebelum berlangsungnya masa menarche diantaranya cemas. <!--[endif]-->Bagi Peneliti Sebagai pengalaman nyata dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah sebagai penerapan dari mata kuliah. <!--[if !supportLists]-->2. berat badan bertambah. <!--[endif]-->Tujuan Penelitian Tujuan Umum Untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kabupaten Banyuwangi. <!--[endif]-->Manfaat Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. Penelitian ini kecemasan dari siswa yang menghadapi menarche (premenarche) inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua. oleh karena itu siswa premenarche diharapkan bersikap positif dalam menghadapi menarche agar tidak timbul masalah selama menarche.fenomena yang terdapat pada asumsi . abdomen terasa penuh. maka peneliti merumuskan masalah dengan membatasi pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche seperti: “Bagaimana tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche ?” <!--[if !supportLists]-->C. cepat lupa cepat menangis dan bingung. <!--[endif]-->Bagi Institusi Sebagai pedoman dalam penelitian yang akan dilakukan dan hasilnya nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan guna meningkatkan mutu pendidikan selanjutnya. (2007 : 10). edema pada ekstrimitas. ingin makan yang manis. . Oleh karena itu bidan atau paramedis perlu memberikan konseling pada remaja tentang cara-cara mengatasi kecemasan saat menarche sehingga dapat mengurangi kecemasan pada remaja saat menarche selain itu untuk mengurangi kecemasan perlu mengatur pola yang memenuhi gizi seimbang dan olahraga. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan fenomena . ketegangan dan kegugupan. Oleh sebab itu penelitian ini ingin mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang rata-rata siswa tersebut sudah mengalami menarche. Penanganan yang efektif dalam mengatasi kecemasan pada siswa akan mempengaruhi prognosis. <!--[if !supportLists]-->D. cepat marah. Baradero. banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada awal mengalami haid. depresi. nafsu makan.

<!--[endif]-->Tingkat Kecemasan Menurut Stuart dan Sundeen membagi tingkat kecemasan menjadi empat tingkatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Kecemasan Ringan Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. <!--[if !supportLists]-->b. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA <!--[if !supportLists]-->A. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Kecemasan Sedang Memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. <!--[endif]-->Bagi Profesi Sebagai masukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. <!--[endif]-->Konsep Dasar Kecemasan <!--[if !supportLists]-->a. spesifik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain. <!--[endif]-->Landasan Teori <!--[if !supportLists]-->1.<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Pengertian Kecemasan adalah keadaan dimana seseorang mengalami perasaan gelisah dan aktifitas sistem saraf otonom dalam merespon terhadap ancaman yang tidak jelas. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan sehingga dapat memusatkan pada suatu objek lain. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci. tidak spesifik. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Kecemasan Berat Sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Tingkat Panik . <!--[endif]-->Bagi Responden Untuk menembah pengalaman tentang menarche dan menangani keluhan keluhan yang dirasakan. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. <!--[if !supportLists]-->4.

Berhubungan dengan terperangah. nyeri dada.<!--[endif]-->Perasaan tentang terancam atau takut meningkat <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Kecemasan Ringan <!--[if !supportLists]-->. terjadi peningkatan aktivitas motorik.<!--[endif]-->Sedikit mengalami peningkatan tandatanda vital <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Terangsang untuk melakukan tindakan <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Sadar.<!--[endif]-->Gejala-gejala fisik tidak berkembang : sakit kepala. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan. palpitasi.<!--[endif]-->Mengalami peningkatan tanda-tanda vital lebih dramatis. menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. palpitasi. tapi fokusnya sempit <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Lebih tegang <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Gangguan realitas . letih. persepsi yang menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Kecemasan Berat <!--[if !supportLists]-->. ketakutan dan teror.<!--[endif]-->Persepsi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->. Dengan panik. <!--[endif]-->Kecemasan Sedang <!--[if !supportLists]-->. sering berkemih. karena mengalami kehilangan kendali.<!--[endif]-->Perasaan terancam <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Sedikit mengalami tanda-tanda vital <!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->3.<!--[endif]-->Komunikasi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Ciri-Ciri Kecemasan Menurut Brenda Goodner ciri-ciri kecemasan adalah : <!--[if !supportLists]-->1. mual.<!--[endif]-->Termotivasi secara positif <!--[if !supportLists]-->. jika berlangsung terus dalam waktu lama maka terjadi kelelahan yang berlebihan bahkan menyebabkan kematian. muntah <!--[if !supportLists]-->4.<!--[endif]-->Menurunnya konsentrasi dan persepsi <!--[if !supportLists]-->. Rincian terpecah dari proporsinya. Orang yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan.<!--[endif]-->Meningkatkan kesadaran <!--[if !supportLists]-->. diare. <!--[endif]-->Panik <!--[if !supportLists]-->.

Diketahui pula bahwa masyarakat yang berpenghasilan rendah prevalensi psikiatrinya lebih banyak. Untuk menilai tingkat kecemasan siswa . (2003 : 132) skala kecemasan disusun untuk mengungkapkan sikap pro dan kontra positif dan negatif. <!--[endif]-->Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Umur Semakin cukup umur. Semakin tua umur seseorang.<!--[endif]-->Tidak mudah untuk berkomunikasi <!--[if !supportLists]-->. (2001:133). sebagai obyek sosial. yang dikutip oleh Nursalam.<!--[if !supportLists]-->. (2001 : 133). kemudian dinyatakan dengan pendapat responden. makin konstruktiv dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi Menurut Hurlock. tetapi akan lebih buruk jika intervensi yang dilakukan gagal. Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk presentase menggunakan rumus. <!--[endif]-->Cara Menilai Kecemasan Pengukuran kecemasan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung yang dapat dinyatakan bagaimana pendapat atau pernyataan responden terhadap suatu objek. makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Secara tidak langsung dapat dilakukan dengan pernyataan-pernyataan hipotesis. yang dikutip oleh Nursalam. Dalam skala kecemasan.<!--[endif]-->Dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Jadi keadaan penghasilan yang rendah mempunyai peningkatan kecemasan Nursalam. <!--[if !supportLists]-->e. yang dikutip oleh Nursalam. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai yang diperkenalkan menurut Brower. obyek sosial tersebut berlaku sebagai obyek kecemasan. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Pendapatan Penghasilan setiap bulannya juga berkaitan dengan gangguan pola psikiatri. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Status Perkawinan Seseorang yang telah menikah akan lebih mempunyai rasa percaya diri dan ketenangan dalam melakukan kegiatan (menurut Dartkows. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang berpikir dan bekerja. <!--[if !supportLists]-->. setuju dan tidak setuju. Notoadmojo. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pendidikan Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang.<!--[endif]-->Kombinasi dari gejala-gejala fisik yang disebutkan diatas dengan peningkatan tanda-tanda vital akan lebih awal dari tanda panik. (2001 : 133). <!--[if !supportLists]-->d. (2001 : 133).

(2007 : 10). (2001 : 282). (2007 : 944). (2009 : 18). (2005 : 115). Cipta Karya. 2008). . <!--[if !supportLists]-->4. dan disusul dengan periode tanpa gejala. Balai Pustaka. <!--[endif]-->Arti Siswa Siswa adalah wanita yang beranjak atau mulai dewasa. <!--[if !supportLists]-->3. Siti.dalam menghadapi menarche menggunakan tingkat kecemasan Hars (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Penilaian 0: Tidaka ada (tidak ada gejala sama sekali) 1: Ringan (satu gejala dari pilihan yang ada) 2: Sedang (separuh dari gejala yang ada) 3: Berat (lebih dari separuh dari gejala yang ada) 4: Sangat berat (semua gejala ada) <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Penilaian Derajat Kecemasan Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. <!--[endif]-->Konsep Dasar Menarche : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Konsep Dasar Siswa <!--[if !supportLists]-->a. Selanjutnya dijelaskan bahwa siswa ialah wanita yang mulai dewasa sudah sampai umur untuk kawin. Baradero. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan variabel siswa yang berumur 12-16 tahun sesuai dengan pendapat Mirza Maulana yang mengatakan bahwa siswa menarche pertama kali pada usia 12-16 tahun. <!--[endif]-->Arti Menarche <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Menarche adalah haid yang pertama kali yang baru datang setelah berumur 14 tahun. Maulana. <!--[endif]-->Konsep Dasar Premenarche Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. <!--[if !supportLists]-->2.

<!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Begitu juga pendapat lain menjelaskan bahwa menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Ada yang 1-2 hari dikuti darah sedikit–sedikit kemudian ada yang sampai 7-8 hari. Pada setiap .<!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Selanjutnya menurut Sarwono. berpindah dari tempat yang berbeda. Sylvia. Dari pengamatan Hartman pada kera ternyata bahwa hanya 20% saja panjang siklus haid 28 hari. Sarwono. tetapi juga pada tubuh wanita secara keseluruhan. Lamanya siklus menarche rata-rata adalah 28 hari.1 hari pada wanita usia 43 tahun 27. Rata–rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25. <!--[if !supportLists]-->b. misalnya perubahan pekerjaan. Jika siklusnya kurang dari 18 hari atau lebih dari 42 hari dan tidak teratur biasanya siklusnya tidak berevolusi. (2003 : 169-170). Kemudian juga dijelaskan bahwa tujuan siklus menarche untuk melepas ovum dalam persiapan fertilisasi pada kira-kira jarak 4 minggu dan untuk mempersiakan uterus dan seluruh tubuh wanita untuk menerima dan mengembangkan hasil fertilisas ini. Telah diketahui bahwa : 1). Erna. (2005 : 69). Panjang siklus haid dipengaruhi oleh usia seseorang. Lama haid biasanya antara 3-5 hari.9 hari. Siklus ini diatur terutama oleh glandula pituitari anterior. Bila glandula pituitari anterior mengatur sekresi estrogen dan progesteron. 2). Jadi sebenarnya panjang siklus haid 28 hari itu tidak sering dijumpai. dan kira-kira 97% wanita yang berevolusi siklus haidnya berkisar antara 18-42 hari. maka glandula pituitari anterior itu sendiri diatur oleh kedua sekresi tersebut. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Referensi lain mengatakan bahwa siklus menarche adalah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya.1 hari. <!--[endif]-->Arti Siklus Menstruasi <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Siklus menarche ialah suatu kejadian yang terjadi pada ovarium yang menghasilkan perubahan tidak hanya pada uterus. Verralls. (2005 : 103) menarche merupakan perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Terdapat pengendalian neurohormonal pada glandula pituitari anterior oleh hipotalamus dan siklus menarche tersebut dipengaruhi oleh faktor emosional. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Menurut Maulana. tetapi variasinya cukup luas saja. Panjang siklus yang biasa pada manusia ialah 25-32 hari. Panjang siklus haid yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari. Dan pada wanita usia 55 tahun 51. (2005 : 103). (2009 : 19) menarche suatu proses pengeluran darah dari uterus disertai serpihan selaput dinding uterus pada wanita dewasa yang terjadi secara periodik. kematian orang yang dicintai dan sebagainya. tetapi faktor-faktor yang menyebabkan glandula tersebut mengadakan stimulus (rangsangan) gonad pada saat pubertas belum seluruhnya dipahami. (2003 : 169).

5 mm fase ini telah mulai sejak fase menarche dan berlangsung + 4 hari. Darah haid mengandung darah fena dan anteri dengan sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglotinasi. disebut juga endometrium mengadakan proliferasi. dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan. sedangkan pengeluaran hormonhormon ovarium paling rendah (minimum). servik dan kelenjar-kelenjar vulva.2 ± 16 cc. dan sekret dari uterus. Kelenjarkelenjar kebanyakan lurus. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Fase Intermenstruum atau fase proliferasi dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal + 3. terutama dari mulut kelenjar. Pada waktu itu endometrium dilepas. Dibawah pengaruh progesteron ini. pada wanita dengan anemi defisiensi besi jumlah darah haidnya juga lebih banyak.4 hari.5 mm fase ini berlangsung dari hari kelima sampai hari keempat belas dari siklus haid. Pada ketika itu korpus rubrum menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesteron. Hanya startum basale yang tinggal utuh. (2005 : 103). Jumlah darah haid lebih 80 cc dianggap patologik. Jumlah darah yang keluar rata–rata 33. Sebagian masih . 4 Fase Endometrium Dalam Siklus Haid <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Fase menstruasi atau deskuamasi. Fase proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Dini berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak. Fase ini berlangsung 3 .wanita biasanya lama haid itu tetap. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Masa proliferasi sampai hari keempat belas. sel-sel epitel dan stroma yang mengalami disentegrasi dan otolisis. kelenjar endometrium yang tumbuh berkeluk-keluk mulai bersekresi dan mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak pada akhir masa ini stroma endometrium berubah ke arah sel-sel desidual terutama yang berada di seputar pembuluhpembuluh arterial. (2006 : 46). fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Fase pasca haid atau fase regenerasi luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagai besar berangsur– angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang baru tumbuh dari sel–sel epitel endometrium pada waktu ini tebal endomertium + 0. Antara hari kedua belas dan keempat belas dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Sesudahnya dinamakan masa sekresi. Pada tiap siklus haid dikenal tiga masa utama <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Masa haid selama dua sampai delapan hari. Sarwono. pendek dan sempit bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi sel-sel kelenjar mengalami mitosis. Sarwono. Pada waktu itu endometrium tumbuh kembali.

fase ini merupakan bentuk transis dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torok dan tinggi. Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi ini. Pada fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya. dan stromanya edema. . Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Sekresi Lanjut. <!--[if !supportLists]-->(3) <!--[endif]-->Stratum Kompaktum. dan mengeluarkan getah. yaitu lapisan atas yang padat saluran-saluran kelenjar sempit ilumennya berisi sekret. yang makin lama makin nyata. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Madya berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. sel-selnya berbentuk bintang dan didepan tonjolan-tonjolan. Memang tujuan perubahan ini adalah untuk perubahan mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. (2005 : 112). tetapi untuk kelenjar berubah menjadi panjang berkeluk-keluk. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Akhir berlangsung hari ke-2 sampai hari ke-14. <!--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]-->Stratum Sepongiosus. kecuali mitisis pada kelenjar. yaitu lapisan ini tidak aktif. Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan yaitu : <!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Lapisan neometrium. endometrium lebih tipis dari pada fase sebelumnya kerena kehilangan cairan. yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spon ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar yang melebar dan berkeluk-berkeluk dan sedikit stroma diantaranya. fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Fase Prahaid atau Fase Sekresi berlangsung sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk-keluk dan kaya dengan glikogen. Kelenjar berkeluk-keluk dan bervariasi sejumlah stroma mengalami edema tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang. Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm.menunjukkan suasana fase menarche dimana terlibat perubahan-perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboit strama padat dan sebagian menunjukkan aktifitas mitosis. Arwono. anestomosis nukleus sel stroma relatif besar sebab sitiplasma relatif sedikit. stroma bertumbuh aktif dan padat. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. Sitoplasma sel-sel stroma bertambah menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan. Fase sekresi dibagi atas : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Sekresi Dini.

sesudah ovulasi.<!--[if !supportLists]-->c. berganti-ganti. terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan. kecuali faktor hormonal. Sarwono. dan akhirnya terjadi mekrosis dalam perdarahan dengan pembentukan hematom. lebih banyak zat-zat makanan mengalir ke stroma endometrium sebagai persiapan untuk implantasi ovum. memegang peranan dalam hal ini yang penting ialah : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Faktor–faktor enzim dalam fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpanya enzim-enzim histologik dalam endometrium serta merangsang pembentukan glikogen dan asam-asam mukopolisakarida. Karena itu. <!--[if !supportLists]-->d. Dibawah pengaruh FSH beberapa folikel mulai berkembang. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid. Sarwono. <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Perubahan Fisik <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Ovarium Perubahan-perubahan yang terdapat pada ovarium pada siklus haid ialah sebagai berikut. enzim-enzim hidrolitik dilepaskan dan merusakkan bagian dari sel-sel yang berperan dalam sintesis protein. Pada pertumbuhan endomertium itu tumbuh pula arteria-arteria fena-fena dan hubungan antaranya. <!--[endif]-->Mekanisme menstruasi : Hormon Steroid estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium dibawah pengaruh estrogen endometrium memasuki fase proliferasi. baik dari arteri maupun dari fena. timbul gangguan dalam metabolisms endometrium yang mengakibatakan regresi endometrium dan pendarahan. endomertium memasuki fase sekresi. (2005 : 11). akan tetapi sudah dikenal beberapa faktor. maka dengan menurunnya kadar progesteron. seperti digambarkan diatas dengan regresi endometrium timbul statis dalam fena-fena serta saluran-saluran yang menghubungkan dengan arteri. dengan akibat mempertinggi permeabilitas pembuluh-pembuluh darah yang sudah berkembang sejak permulaan fase proliferasi. apabila terjadi kehamilan. Jika kehamilan tidak terjadi. sehingga permukaan endometrium memuncak dan berwarna merah karena penuh dengan darah. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Endometrium Hampir sepanjang siklus haid pembuluh-pembuluh darah menyempit dan melebar secara ritmis. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Faktor faktor muskular mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistim faskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. Bila tidak terjadi pembuahan korpus luteum mengalami kemunduran yang menyebabkan kadar . Mekanisme haid belum diketahui seluruhnya. <!--[endif]-->Perubahan Masa Menstruasi. akan tetapi hanya satu yang tumbuh terus menjadi matang. (2005 : 110). Zat-zat yang terakhir ini ikut serta dalam pembangunan endometrium khususnya dengan pembentukan stroma dibagian bawahnya pada pertengahan fase luteal sintesis mukopolisakarida terhenti. Dengan demikian.

mentega dan gerak badan. tetapi akan membaik bila asupan gizinya baik. (1996). Baradero. hal ini akan berdampak gangguan haid. ingin makan yang manis-manis. cola. cepat lupa. teh. kopi. (2007 : 11). abdomen terasa penuh. fungsi organ tubuh. dan lemak hewan. keju. karena sangat dibutuhkan pada saat haid. nafsu makan bertambah. coklat. Kesimpulannya bahwa estrogen mengakibatkan efek penekanan atau penurunan terhadap nafsu makan Krummel. Baradero. (2005 : 114). Peristiwa ini menyebabkan pembuluh-pembuluh darah terputus. Dengan demikian selama fase luteal terjadi peningkatan asupan makanan atau energi Krummel. Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat mengakibatkan perubahan asupan energi belum didapatkan data yang pasti. juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. (2007 : 11). <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Penambahan BB. Sarwono. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Perubahan Psikologis : Cemas. Peningkatan konsumen energi premenstruasi dengan ekstra penambahan 87500 Kkal/ hari. cepat lupa. payudara sakit. . <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pengobatan Yang Tersedia : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Untuk rasa cemas. (1996). ketegangan dan kegugupan. Baradero. Seberapa jauh pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarche belum ada. abdomen terasa penuh. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Untuk berat badan yang bertambah karena menarche. depresi. <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan. Penurunan kadar hormon ini mempengaruhi keadaan endometrium kearah regresi. cepat menangis tingkatkan asupan vitamin B dan sayur–sayuran hijau. nafsu makan bertambah. Pada remaja perlu mempertahankan status gizi yang baik.progesteron dan estrogen menurun. payudara sakit. cepat marah. dan pada satu saat lapisan fungsional endometrium terlepas dari stratu basale yang dibawahnya. Asupan energi bervariasi sepanjang siklus haid. Sebagai bahan perbandingan di bawah ini akan diuraikan tentang asupan energi total dan keragaman komponen diet. ingin makan yang manis kurangi asupan garam. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Untuk depresi. Selain itu juga ada. yang melakukan penelitian. edema pada ekstrimitas. yang lain berpendapat bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama fase luteal. (2007 : 11). cepat menangis. terjadi peningkatan energi pada fase luteal dibandingkan fase folikuler. ketegangan dan kegugupan dan cepat marah kurangi asupan susu. edema pada ekstrimitas. dengan cara mengkonsumsi makanan seimbang. yang berpendapat bahwa asupan lemak dan protein akan meningkatkan pada fase luteal. dan terjadilah pengeluaran darah yang disebut haid. Ada yang berpendapat karbohidrat merupakan sumber peningkatan asupan kalori selama fase luteal.

Sarwono. Tetapi timbul pertanyaan seberapa sering faktor diet dipandang sebagai penyebab timbulnya menarce. Prevalensi ketidak teraturan menarche 26. Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah kediet rendah lemak akan memperpanjang siklus menarche sebagai akibat dari memanjangnya fase menarche dan fase folikuler. Setelah mengalami 2 x injeksi LHRH.terbukti pada saat haid tersebut terutama pada fase luteal akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. kesimpulannya tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon sex. <!--[endif]-->Selain kita harus memahami siklus menarche. serat dan nutrien lainnya Krummel.9% pada non vegetarian.5% pada vegetarian dan 4. Sebab-sebabnya dapat .5 hari dan fase folikuler meningkat ratarata 0. masih jarang penelitian yang menggunakan diet sebagai metode perlakuan dan uraiannya sering tidak lengkap atau tumpang tindih. (1996). (2005 : 204). atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). lamanya menarche. Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif dianggap mempengaruhi siklus menarche serta penampilan reproduksi. terjadi hubungan antara diet dengan fungsi menarche. mengalami penurunan frekuensi puncak LH dan peningkatan pada LH. Siklus menarche bukan dipengaruhi oleh diet vegetarian tetapi diet yang bervariasi dalam hal lemak. polip endometrium. Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus. rata-rata 3.2 hari juga. rata-rata 4. (2005 : 70). Gangguan yang dapat terjadi karena menarche dan siklusnya diantaranya : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Hypermenorea (Menoragia) ialah perdarahan menarche yang lebih banyak dari normal.9 hari. <!--[if !supportLists]-->e. keluhan serta pengobatan menarche kita juga harus mengerti gangguan-gangguan yang dapat terjadi saat menarche.8 hari. 9 orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging. Sebaliknya 16 orang diet biasa beralih kediet yang kurang daging selama 2 bulan mengalami pemendekan fase folikuler. Erna. Terapi pada hipermenorea pada mioma uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri. FSH meningkat. misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu. sedang diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas kerokan. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Hipomenorea ialah perdarahan menarche yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. E2 menurun secara signifikan. gangguan pelepasan endometrium pada waktu menarche dan sebagainya. Diet Vegetarian : Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon sex telah diteliti.3 hari lamanya waktu menarche meningkat rata-rata 0. ternyata fase folikuler memanjang. Diet Rendah Lemak : Hasil penelitian pada diet rendah lemak dibanding tinggi lemak ternyata pada diet tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urine. Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid. Sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama : panjang siklus menarche meningkat rata-rata 1. Pada wanita yang mengonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menarche.

Amenorea bisa juga mempengaruhi kepadatan tulang yang mengakibatkan osteoporosis. Wanita dengan amenorea memerlukan konseling untuk manangani gangguan konsep diri dan infertilitas. Sarwono. (2007 : 10). dan lain-lain. dan lain-lain. terapi terdiri atas menenangkan penderita. Amenorea primer timbul apabila menarche pertama tidak terjadi pada umur 16 tahun.terletak pada konstitusi penderita. gangguan metabolisme. Ada dua bentuk amenorea yaitu amenorea primer dan sekunder. Terapi hormon bisa diberikan. pada uterus (misalnya sesudah miomektomi). Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui. dan kelenjar adrenal. tumor. Wanita yang memakai kontrasepsi oral bisa juga mengalami amenorea selama 6 bulan setelah berhenti memakai kontrasepsi oral. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Oligomenorea Disini siklus menarche lebih panjang. Kita berbicara tentang amenorea primer terlebih dahulu apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul dalam kehidupan wanita. atau efek perkembangan kongenital. <!--[if !supportLists]-->5) <!--[endif]-->Amenorea ialah keadaan tidak adanya menarche untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. satu kali masih dianggap normal. endokrin. Amenorea sekunder bisa juga dialami oleh atlet yang terlalu banyak menghabiskan kalori. Selanjutnya dijelaskan bahwa amenorea ialah tidak adanya menarche. ovarium. Kadang-kadang tidak ada menarche. sedang pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat menarche. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Polimenorea ialah siklus menarche lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). penyakit infeksi. Terapi : Pengobatan bergantung pada penyebab amenorea. Amenorea primer bisa diakibatkan oleh kelainan genetik. <!--[if !supportLists]-->6) <!--[endif]-->Dismenorea atau nyeri menarche mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita- . perubahan fungsi hipotalamus. Kecuali jika ditemukan sebab yang nyata. Amenorea sekunder bisa juga timbul sebagai respon terhadap stres yang berat. seperti gangguan gizi. tetapi kemudian tidak dapat lagi. Kehamilan adalah penyebab utama dari amenorea. kelenjar hipofisis. Lazim diadakan pembagian antara amenorea. timid. Hilangnya 10-15% berat badan dapat menyebabkan amenorea. tidak pernah dapat menarche. atau menjadi pendeknya masa luteal dan sebagainya. (2005:205). karena menarche yang normal memerlukan sekitar 17% lemak dari tubuh. Amenorea sekunder timbul apabila seorang wanita yang sudah menarche berhenti menarchenya selama 3-6 bulan. lebih dari 35 hari. primer dan amenorea sekunder. pada gangguan endokrin. seperti kelainan-kelainan kongenital dan kelainan-kelainan genetik. Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari menarche biasa. Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengkibatkan gangguan ovulasi. Baradero.

diperkirakan hanya berkaitan dengan faktor intrinsik. Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak di perut bawah sebelum dan selama menarche dan sering kali mual maka istilah dismenorea hanya dipakai jika nyeri menarche demikian hebatnya. Karakteristiknya nyeri menarche muncul bersamaan dengan datangnya menarche dan berakhir beberapa jam kemudian. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Faktor Konstitusi : Faktor ini yang erat hubungannya dengan faktor tersebut di atas. apabila jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses menarche. muntah. dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. berat atau intensitasnya sukar dinilai. sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari. sakit kepala. Budi. Walau frekuensi dismenorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal. Ada 2 jenis dysmenorrhoe : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe primer yaitu nyeri pada saat menarche tanpa ada kelainan organ di rongga panggul. Keluhan nyeri mulai dari yang ringan seperti rasa mulas. penyakit menahun. antara lain : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Primer Kejiwaan : Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan menarche dan berlangsung untuk beberapa jam. oleh karena itu siklus haid pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai dengan rasa nyeri. mudah timbul dismenorea. dan sebagainya dapat mempengaruhi timbulnya dismenorea. Karena gangguan ini sifatnya subyektif. untuk beberapa jam atau beberapa hari. Faktor-faktor seperti anemia. dysmenorrhoe ialah nyeri saat menarche yang sering difikirkan oleh gadis-gadis yang mengalaminya. kram pada perut. migrain atau asma. Dismenorea primer terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih. hingga ada yang . Etiologi : Beberapa faktor memegang peranan sebagai penyebab dismenorea primer. Dysmenorrhoe ini merupakan keluhan yang sering dirasakan di masyarakat sehingga menjadi penyebab yang paling banyak hilangnya waktu kerja atau absen masuk sekolah. Dismenorea dibagi atas : Dismenorea Primer yaitu nyeri menarche yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata. Selanjutnya menurut dr. walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari. meskipun beberapa kasus nyeri berlanjut hingga beberapa hari. dan sebagainya.wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Smith menduga bahwa sebab alergi ialah toksin menarche. Sifat rasa nyeri ialah kejang berjangkit-jangkit. biasanya terbatas pada perut bawah. Di Amerika Serikat pernah dilaporkan dysmenorrhoe menyebabkan hilangnya 600 juta jam kerja pertahun. tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Faktor Alergi : Teori ini dikemukakan setelah memperhatikan adanya asosiasi antara dismenorea dengan urtikaria. diare. namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan.

Dismenorea primer mengenai sekitar 5075% wanita yang masih menarche. (2007 : 36). Sekitar 10% mengalami dismenorea berat sehingga mereka tidak bisa bekerja. (2007 : 9). muntah. Dysmenorrhoe primer akan berkurang dengan bertambahnya usia. yang sering adalah berkurang dan bahkan hilang saat setelah melahirkan bisa juga dengan mengkonsumsi obat penghilang nyeri. diare. maupun secara tidak sengaja melalui media tertentu. Terapi dismenorea primer dapat diatasi dengan obat ibuprofen. Budi. clan pemakaian IUD.Gizi Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche Berat . <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe sekunder adalah nyeri menarche dimana didapatkan kelainan organik. fibroit uteri. Dismenorea primer tidak dikaitkan dengan patologi pelvis dan bisa timbul tanpa penyakit organik. <!--[if !supportLists]-->B.berat seperti nyeri orang melahirkan.Umur . <!--[if !supportLists]-->f. Intensitas dismenorea bisa berkurang setelah hamil atau pada umur sekitar 30 tahun. nyeri kepala. Menurut literatur lain dijelaskan bahwa dismenorea adalah nyeri uteri pada saat menarche. tidak mau makan. baik secara sengaja dengan hubungan seksual atau proses seksualitas yang lain. seperti endometriosis. adenomiosis dan mungkin infeksi di rongga-rongga panggul. Dismenorea sekunder timbul sebagai respon terhadap penyakit organik seperti endomertiosis. <!--[endif]-->Kerangka Konseptual Kerangka Konseptual di gambarkan sebagai berikut : Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan : . Beberapa kasus disertai dengan mual. mioma uteri. Baradero. naproxen. Oleh karena itu organ reproduksi perempuan paling penting untuk diperhatikan. dan ketoprofen sedangkan dismenorea sekunder diatasi dengan memperbaiki penyebab organik. Nyerinya bersifat kolik atau kram dan dirasakan pada abdomen bawah. Dismenorea primer biasa timbul pada hari pertama atau kedua dari menarche. <!--[endif]-->Perempuan paling rentan pada kesehatan organ reproduksi karena bentuk organ reproduksi utama bersifat menerima atau dalam bentuk lubang yang agak besar. rasa lelah dan rasa tegang. Karakteristik nyeri dysmenorrhoe sekunder lebih spesifik bergantung dari penyebabnya maka pengobatan berdasarkan kelainan yang ditemukan. sehingga pengaruh luar mudah masuk.

Pendidikan .Status perkawinan .>27 Sedang 15-27 Ringan 6-14 Tidak ada kecemasan <> .Pendapatan <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Keterangan : .

<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Di teliti <!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Tidak di teliti Sumber : (Nursalam, 2008) Gambar 2.1 : Gambar konsep tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng.

BAB 3 METODE PENELITIAN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Jenis dan Rancang Bangun Penelitian Dalam penelitian ini adalah suatu metode penelitian deskriptif peristiwa dilakukan secara sistematik dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi, oleh karena itu penelitian jenis ini tidak perlu adanya suatu hipotesis. Nursalam, (2003 : 83). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain deskriptif yaitu penelitian ingin mengetahui Tingkat Kecemasan Siswa dalam menghadapi Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Karena siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Variabel Istilah “variabel” merupakan istilah yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap jenis penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche. Definisi Operasional Variabel

Variabel Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche.

Definisi Operasional Seberapa besar tingkat kecemasan siswa saat menghadapi menarche, meliputi: <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Umur <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Status Perkawinan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendidikan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendapatan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Gizi

Kriteria

Skala

Tingkat kecemasan Ordinal berat >27, sedang 15-27, ringan 6-14, dan tidak ada kecemasan <6.>

Sumber : (Nursalam, 2008). <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Populasi Arikunto berpendapat bahwa populasi ialah keseluruhan subyek penelitian. Arikunto, (2006:130). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas satu usia 12–16 khususnya di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 60 orang. Jumlah siswa kelas VII adalah 280 siswa, siswa perempuan sebanyak 120 siswa diambil secara acak dengan setiap kelas di wakili 8 sampai 9 siswa. <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Sampel Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi studied sampel, maka penelitian ini tersebut disebut penelitian sampel. Sampel sendiri adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Arikunto, (2006 : 131). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara random dengan total siswa kelas satu usia 1216 tahun yang bersekolah di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sejumlah 60 orang. Dengan rincian sampel dari kelas 7 A, kelas 7 B, kelas 7 C, kelas 7 D, kelas 7 E, kelas 7 F, dan 7 G. <!--[if !supportLists]-->E. <!--[endif]-->Lokasi dan Waktu Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tempat

Penelitian dilaksanakan di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Penelitian di daerah tersebut didasarkan pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi Menarche oleh karena siswa kelas satu usia 12-16 tahun belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Waktu Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Juli sampai Agustus 2009. <!--[if !supportLists]-->F. <!--[endif]-->Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tehnik Pengumulan Data Pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu setelah lembar kuesioner dibagikan kepada responden, lembar tersebut akan diambil pada hari itu juga. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan inform consent. Kuesioner sendiri mempunyai pengertian sejumlah pertanyaan tertulis yang dipergunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Arikunto, (2006 : 151). Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan ialah check list atau sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check (√) pada kolom yang sesuai dan rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan–tingkatan, misalnya mulai dari benar dan salah. <!--[if !supportLists]-->G. <!--[endif]-->Teknik Analisis Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Editing Peneliti mengumpulkan dan memeriksa kembali kebenaran yang telah diperoleh dari responden. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini ialah menjumlahkan dan melakukan korelasi. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Coding Merupakan tahap kedua setelah editing dimana peneliti memberikan kode pada setiap kuesioner yang disebarkan untuk memudahkan dalam pengolahan data. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Scoring Peneliti memberikan skor untuk tiap-tiap pertanyaan, bila pertanyaan favorable nilai 2 untuk jawaban (benar), nilai 1 untuk jawaban (salah), dan apabila pertanyaan unfavorable nilai 1 untuk jawaban (benar), nilai 2 untuk jawaban (salah). <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Tabulating

<!--[endif]-->Lembar Kuesioner Diberikan kepada siswi kelas VII SLTPN 2 Genteng sebelum penelitian agar dapat mengetahui maksud peneliti. nama responden tidak dicantumkan hanya diberi kode.05). . <!--[endif]-->Tanpa Nama Tanpa lembaran pengumpulan data. Selanjutnya dimasukkan pada kriteria objektif sebagai berikut : Positif : 50 – 100% Negatif : <> Sedangkan kriteria untuk menilai tingkat kecemasan saat menarche diantaranya sebagai berikut : Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. 2008) <!--[if !supportLists]-->H. <!--[endif]-->Etika Penelitian Penelitian ini melibatkan obyek manusia maka tidak boleh bertentangan dengan etika agar responden dapat terlindungi untuk itu perlu adanya Surat Izin dari Kepala Sekolah SLTPN 2 Genteng.<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk prosentase menggunakan rumus : N= Keterangan: N = Besar populasi n = Besar sampel d = Tingkat kepercayaan (ketepatan yang diujikan (0. Kepala Desa Kaligondo Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dan rekomendasi dari Ketua Program Studi D3 Kebidanan Poltekkes Majapahit Mojokerto. <!--[if !supportLists]-->b. Setelah mendapatkan persetujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan etika sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a.

<!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->I. Desa Kaligondo. No 1 2 3 Umur (Tahun) 12 13 14 Jumlah 6 50 3 Prosentase (%) 10. Disamping itu peneliti masih sulit memahami pedoman penyusunan Karya Tulis Ilmiah karena kurangnya contoh referensi dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah. sehingga kami harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk mencari di daerah luar kota.05 .33 0.1 Distribusi Umur Siswa (12-16 tahun) di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Sekolah yang luasnya 15. Tabel 4. Kabupaten Banyuwangi. SLTPN 2 Genteng terletak di Dusun Sumber Wadung.00 83. <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Data Umum.000. <!--[endif]-->Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa hambatan seperti minimnya buku sumber yang kami miliki dikarenakan ada batasan minimal untuk tahun penerbitan sebuah judul buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Berikut akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN <!--[if !supportLists]-->A. Data terdiri dari data umum dan data khusus yang selanjutnya dilakukan proses analisa data. Kecamatan Genteng.000 m <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> dengan jumlah siswa 736 anak. <!--[endif]-->Kerahasiaan Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. sekolah ini juga mempersiapkan diri menuju sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Hasil penelitian mengenai pengetahuan remaja putri tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi diperoleh melalui kuesioner yang berisikan 8 pertanyaan yang diberikan kepada 60 siswa remaja putri secara random di SLTP Negeri 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. <!--[endif]-->Hasil Penelitian Dalam bab ini akan disajikan hasil penelitian tentang studi deskriptif tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada bulan Juli 2009.

33 %). <!--[endif]-->Data Khusus .00 0.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.3 Sumber Informasi Yang Di Dapat Siswa Tentang Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. siswa yang berumur 14 tahun sebanyak 3 orang (0. siswa yang berumur 0 tahun sebanyak 0 orang (0 %). siswa yang mempunyai gizi cukup sebanyak 46 orang (76. No 1 2 3 Gizi Baik Cukup Kurang baik Jumlah 12 46 2 60 Prosentase (%) 20. <!--[if !supportLists]-->2. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berumur 12 tahun sebanyak 6 orang (10.00 %).016 %). Tabel 4.00 %). No 1 2 3 Pendidikan Televisi Majalah Orang Tua Jumlah 12 3 45 60 Prosentase (%) 20.016 0 100 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.00 76.67 %). siswa yang berumur 13 tahun sebanyak 50 orang (83.00 100.00 %). Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mempunyai gizi baik sebanyak 12 orang (20.67 3.4 5 15 16 1 0 60 0.2 Distribusi Gizi Siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. siswa yang berumur 15 tahun sebanyak 1 orang (0.05 %).00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat informasi dari televisi 12 orang (20. Tabel 4.05 75.33 %).33 100. yang mendapat informasi dari orang tua 45 orang (75. siswa yang mempunyai gizi kurang baik sebanyak 2 orang (3.00 %).05 %). yang mendapat informasi dari majalah 3 orang (0.

66 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.67 Tidak BaikTotal å 5 % 8.66 %).Tabel 4.66 34 56. mempunyai pengetahuan cukup (1.33 5.5 Distribusi Gizi SiswaTerhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009.05 0.33 %).66 %) mempunyai pengetahuan kurang baik 15 orang (25. N Umur o (th) 1 2 3 4 5 12 13 14 15 16 Baik Cukup % Kurang Baik å 1 % 1. yang berkriteria tidak baik 2 .67 3 1 0 0. siswa yang berusia 14 tahun 3 orang.4 Distribusi Umur Siswa Terhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009.33 å 6 % 10.67 2 2 3.67 %).00 28 46.00 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. N Gizi o 1 2 3 Baik Cukup Kurang Baik Cukup % Kurang Baik å % Tidak Baik å % Total å % å å % å 12 46 2 - 12 20.00 10 16. yang mempunyai pengetahuan tidak baik 5 orang (8.33 2 3. siswa gizi cukup hampir dominan yaitu berjumlah 46 orang dengan kriteria cukup 10 orang (16.67 %).00 %). Tabel 4.33 16 26.67 4 6.00 %) mempunyai pengetahuan tidak baik 28 orang (46.00 %). yang mempunyai pengetahuan cukup (5. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berusia 12 tahun 6 orang yang berpengetahuan kurang baik 1 orang (1.67 %).67 50 83.66 34 56.33 46 76. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa gizi baik berjumlah 12 orang dengan kriteria cukup 12 orang (20.33 Total 60 - 22 36.67 33 55.00 - 12 20.00 1. yang berkriteria kurang baik 34 orang (56.00 å å % å 6 7 3 1 - 50 3 1 0 - 11. siswa yang berumur 13 tahun 50 orang yang mempunyai pengetahuan cukup 7 orang (11.016 0 Total 60 - 11 18. siswa yang berusia 15 tahun 1 orang.67 3.67 %).66 15 25.

tingkat pendidikan dan usia.33 %). siswa gizi kurang berjumlah 2 orang dengan kriteria tidak baik 2 orang (3.67 %). Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik 11 33 16 60 Prosentase (%) 18.00 %) memiliki pengetahuan kurang baik. pendidikan.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. tetapi dalam penelitian ini subjek peneliti adalah siswa kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sehingga faktor-faktor yang digunakan oleh peneliti yaitu umur dan gizi saja. Informasi yang diterima dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Juli 2009 didapatkan 33 siswa (55. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi menarche meliputi: umur.6 Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche pada tanggal 16 Juli 2009. emosi.orang (3. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya informasi yang diterima. <!--[endif]-->Pembahasan Dalam pembahasan ini akan dibahas dari hasil analisa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi tahun 2009. Tidak adanya sumber informasi yang benar.33 %). lingkungan fisik. Di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi merupakan komunitas siswa-siswa yang beragam latar belakang. pendapatan. jenis kelamin. No 1 2 3 4 Tingkat Kecemasan siswa Jumlah dalam menghadapi menarche. lingkungan sosial (Notoatmojo.33 55. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari sosial budaya. Faktor internal terdiri kecerdasan.67 100. status perkawinan. . dan gizi. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche dengan kriteria baik tidak ada. cukup 11 orang (18. kurang baik 33 orang (55.00 26. motivasi. 2003 : 120). 2003 : 120-121). persepsi. <!--[if !supportLists]-->B.33 %).4 sebanyak 50 orang (83.33 %). hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial sekitar individu mempengaruhi perilaku dan penampilan seseorang (Notoatmojo. Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi paling banyak terdapat pada kelompok umur 13 tahun seperti pada tabel 4. Tabel 4.00 %) tidak baik 16 orang (26.

Sumber informasi yang di dapat siswa tentang menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dari orang tua. 2003 : 64).67 %).Semakin cukup usia. Mayoritas siswa 76.00 %). semakin baik gizi siswa tersebut semakin baik pula kondisi siswa dalam menghadapi menarche. <!--[endif]-->Bagi Tempat Penelitian . <!--[endif]-->Saran <!--[if !supportLists]-->1. BAB V SIMPULAN DAN SARAN <!--[if !supportLists]-->A. 2002 : 75). 28 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (46. tingkat pengetahuan atau kematangan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan menerima informasi (Latipun.00 %). Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini peneliti merasa masih banyak kekurangan karena keterbatasan waktu dan pengalaman dalam melakukan penelitian.67 %). Kebutuhan gizi siswa ternyata sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche.67 % yang dipengaruhi gizi. 34 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (56. terbukti pada tabel 4. <!--[endif]-->Simpulan Berdasarkan data analisis dapat disimpulkan sebagai berikut : Mayoritas siswa 83. teman. guru dan media massa seperti majalah.33 % yang dipengaruhi umur. yang ke dua adalah lingkungan masyarakat. <!--[if !supportLists]-->B. meliputi: 10 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (16.5 tentang distribusi gizi siswa terhadap tingkat kecemasan. tingkat gizi. Orang tua sangat berperan penting dalam hal pemberian bimbingan karena lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat dekat dengan siswa.00 % memiliki tingkat kecemasan yang kurang baik karena karena dipengaruhi umur siswa. meliputi : 7 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (11. 2001 : 232). Mayoritas siswa 55. ini dapat dilihat pada tabel 4. Yang tidak kalah pentingnya adalah media elektronika yaitu televisi. Apabila tidak jelas dapat langsung diklarifikasi kepada komunikator (Notoatmojo. TV dan internet.3 dimana yang lebih dominan dalam pemberian sumber informasi yaitu berasal dari orang tua yang berjumlah 45 (75. 15 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (25.66 %). karena 75%-87% pengindraan melalui mata (Notoatmojo. 2 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (3. Faedah alat bantu seperti pemutaran video kaset adalah mempermudah penerimaan informasi. Sedangkan bentuk komunikasi dimana seorang komunikan dan komunikator dapat langsung tatap mata sehingga stimulus yaitu pesan/ informasi yang disampaikan komunikan dapat langsung direspon pada saat itu juga. Semoga peneliti selanjutnya lebih sempurna.33 %).66 %). dan sumber informasi yang didapat siswa.

Panduan Tindakan Keperawatan Klinis Praktis. <!--[if !supportLists]-->3. 8 Maret 2009 Nursalam. 2001. <!--[if !supportLists]-->2. Hamilton Anxiety Range Scale. 1995. Dini. Goodner. Diagnosa Keperawatan. 2002. http://idalioniells. DAFTAR PUSTAKA Ali Mighwar. Jakarta : Puspa Swara Lie. Sutrisno. Yogyakarta : Andi Offset Kasdu. 2000. Lynda Jual1. Jakarta : EGC Dorland. Metodologi Research Jilid 2. Jakarta : Salemba Medika Nursalam.multiply. Jakarta: CV. 2004. Kamus Kedokteran. <!--[endif]-->Bagi AKBID Poltekkes Mojopahit Mojokerto. ida. 2008. Psikologi Remaja. <!--[endif]-->Bagi Siswa Agar para remaja putri khususnya remaja putri kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi untuk dapat lebih aktif dalam menggali pengetahuan tentang tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. 1999. Prosedur Penelitian. 2005. Jakarta : Prestasi Pustaka Lioni. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi I. 2003. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dan bacaan di perpustakaan. 2002. Solusi Problem Wanita Dewasa. Agung Seto . Terapi Vegetarian Untuk Penyakit Kewanitaan. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika Nursalam @ Siti Pariani. S. Jakarta : EGC Hadi.com. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto. Jakarta : Rineka Cipta Brenda. Jakarta: EGC Carpenito. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi II. 2000. 2008. Stephen.Agar pihak sekolah dapat memasukkan materi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche dalam mata pelajaran yang diajarkan di sekolah seperti dalam pelajaran biologi atau melalui kegiatan ekstra kurikuler lain guna memberikan tambahan pengetahuan dan informasi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche bagi siswanya terutama remaja putri dalam masa pubertas serta melakukan pembinaan secara periodik pada siswa tentang pengetahuan kesehatan reproduksi.

Okparasta. Jakarta : EGC Sugiono. . Peristiwa ini bisa berproses dalam suasana hati yang normal pada anak gadis tetapi kadang kala juga bisa berjalan tidak lancar atau tidak normal dan bisa menimbulkan masalah-masalah psikosomatis (Kartono.09 KTI D3 KEBIDANAN : GAMBARAN USIA MENARCHE SISWI KELAS 1 SMP KTI D3 KEBIDANAN LENGKAP HUB : OVIK Hp. Alfabet Sulaiman. Elizabeth. 1992 : 111). Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita. ovarium dan uterus secara terkoordinasi. 8 Maret 2009 Owen. Jakarta : Widya Medika Santoso. 2001. Jakarta : Widya Medika Raybun. Semmel weiis dalam Sarwono (1999) menyatakan bahwa 100 tahun yang lampau usia gadis-gadis Vienna pada waktu menarche berkisar antara 15-19 tahun.1 Latar belakang Timbulnya menstruasi ini karena berfungsinya organ-organ hipotalamus. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Elstar Offset. 1992 : 30). http://fkunsri. 2002. Diposkan oleh BeJo Net Community di 11. 2005. Bandung : CV. Jakarta : SKP Stuart & Sundden. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita. Dalam dasawarsa terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda. Sastrawinata. 1998. Ginekologi. 2008. William.com . hipofise. Budi dr. Dismenorea. Obstetri dan Ginekologi. Pada awal-awal menstruasi sering tidak teratur bahkan bisa berlangsung 1-2 tahun dan pada waktu itu sering terdapat menstruasi yang belum mengeluarkan telur (Dep Kes RI. 2007. Sekarang usia gadis remaja pada waktu menarche bervariasi lebar. 2004. 081 904 015 729 begin_of_the_skype_highlighting 729 BAB 1 PENDAHULUAN 1. Keperawatan Jiwa.wordpress. yaitu antara 10-16 tahun end_of_the_skype_highlighting 081 904 015 .

lebih cepat mengalami menarche. cara hidup dan lingkungan anak. Menarche terjadi ditengah-tengah masa pubertas. Menstruasi yang datangnya sangat awal. Selain itu juga terdapat perbedaan etnis dalam usia saat menarche. Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. Menurut Brown dalam Sarwono (1999) menurunnya waktu usia menarche itu sekarang disebabkan oleh keadaan gizi dan kesehatan umum yang membaik. Menarchenya terjadi rata-rata usia 11-13 tahun. kematangan fisik) ini selain dipengaruhi oleh konstitusi fisik individual juga dipengaruhi oleh faktor ras atau suku bangsa. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antar ibu dan anak perempuannya. Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat didaerah dataran rendah. dan kesehatan umum.tetapi rata-rata 12. Pengamatan secara psikoanalitis menunjukkan bahwa ada reaksi-reaksi psikis tertentu pada saat haid pertama lalu timbul proses yang disebut sebagai komplek kastrasi atau trauma genetalia (Kartono. 2002 : 154). Faktor lain seperti penyakit kronis terutama yang mempengaruhi masukan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche (Pardede. faktor iklim. Beberapa ahli mengatakan bahwa anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. keadaan gizi. yaitu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. misalnya lebih lambat pada kulit hitam. Semakin muda usia remaja dan semakin belum siap menerima peristiwa haid akan semakin terasa kejam dan mengancam pengalaman menstruasi tersebut. Statistik menunjukkan bahwa usia menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. 1992 : 112). Cepat atau lambatnya kematangan seksual (menstruasi . Di SMP Negeri I Maospati jumlah keseluruhan murid perempuan kelas I adalah 150 orang.5 tahun. Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis bisa memperlambat timbulnya menstruasi (Kartono. karena pada usia tersebut merupakan periode transisi dalam siklus hidup dari masa anak-anak ke masa dewasa yang penuh dengan masalah dan tantangan kehidupan (Dep Kes RI dan WHO. 2003 : 1). Sekitar 1/3 dari jumlah penduduk indonesia terdiri dari kelompok usia remaja yang perlu mendapat bimbingan dan perhatian yang lebih besar. dalam artian anak gadis tersebut masih . dan berkurangnya penyakit menahun. Hal ini disebabkan oleh makin baiknya nutrisi dan kesehatan sekarang (Sarwono. Fase tibanya haid ini merupakan suatu peristiwa dimana remaja benar-benar telah siap secara biologis menjalani fungsi kewanitaannya. Dari sekian jumlah murid perempuan kelas I. yang sudah mengalami haid adalah 95%. 2002 : 112-113). 1999 : 92).

3 Rumusan masalah Berdasarkan fenomena permasalahan pada latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah yaitu “Bagaimanakah gambaran usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati ?” 1. Pada waktu yang lampau menarche berkisar antara usia 15-19 tahun tetapi terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda yaitu antara usia 11-13 tahun. Dengan demikian perlu diberikan pendidikan tentang menarche kepada remaja putri sebelum mereka menghadapi menarche. 2002 : 114-118). ia selalu cenderung untuk menghindari setiap kontak dengan orang lain. cara hidup dan lingkungan. Menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. Mengidentifikasi usia siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati.sangat muda usianya. 2001 : 5). khawatir dan bingung) (BKKBN. 2. sedih. Dalam situasi yang demikian menarche dihayati anak sebagai satu proses mengeluarkan sejumlah darah kotor dari tubuhnya dimana ia harus menyingkir. Reaksi individual anak gadis pada saat menarche berbeda-beda atau bervariasi. jika ia tengah mendapatkan haidnya. faktor iklim. keadaan gizi dan kesehatan umum.4.2 Tujuan khusus 1. Pada umumnya mereka diliputi kecemasan-kecemasan berupa fobia atau berwujud minat yang sangat berlebihan terhadap badan sendiri dalam bentuk hypochondria. menjijikkan.2 Identifikasi faktor penyebab masalah Peristiwa menarche yang sifatnya sangat komplek meliputi unsur-unsur hormonal dan psikososial.1 Tujuan umum Menggambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati. serta merupakan tanda noda dan tidak suci. 1. . 1.4. Maka kelak ketika ia telah menjadi dewasa. atau harus diisolir. Mengidentifikasi jumlah siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. dan kurang mendisiplinkan diri dalam hal kebersihan badan menyebabkan menstruasi itu dialami oleh anak sebagai suatu beban baru atau sebagai satu tugas baru yang tidak menyenangkan. Bisa juga berwujud rasa bersalah atau berdosa yang sangat ekstrim yang kemudian menjadi reaksi paranoid (Kartono. 1. menyendiri. faktor ras atau suku bangsa. Kadang muncul anggapan yang keliru yaitu anggapan yang sesuai dengan teori cloaca yang menyatakan segala sesuatu yang keluar dari rongga tubuh itu adalah kotor. najis. Beberapa perubahan mental lain yang terjadi adalah berkurangnya kepercayaan diri (malu.4 Tujuan penelitian 1.

dan pembinaan bagi remaja putri. antara 11-15 tahun. 1997 : 27) 2.2 Manfaat praktis 1. normal. Bagi institusi sekolah Sebagai masukan bagi kebijaksanaan program dalam rangka pengawasan.2 Karakteristik usia menarche Usia remaja yang mendapat menarche bervariasi yaitu : antara usia 10-16 tahun. .5. 2. 1. 1999 : 104).5. 2002 : 154). tetapi rata-rata 12. 3. Bagi institusi pendidikan Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih bagi institusi pendidikan.1. Menarche adalah peristiwa ketika seorang anak perempuan mengalami haid atau datang bulan yang pertama kali (BKKBN. rata-rata 13 tahun (Pardede.3. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. pengendalian.5 Manfaat penelitian 1. Bagi peneliti Merupakan pengalaman yang berharga dan merupakan proses belajar guna meningkatkan dan menambah pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penelitian.1 Pengertian Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita (Sarwono.1 Kajian teori tentang menarche 2. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi peneliti lain dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian berikutnya.5 tahun (Sarwono. 1.1. Mengidentifikasi usia menarche siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. atau lambat. 4.1 Manfaat teoritis Berdasarkan penelitian ini dapat digambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati sehingga dapat mengetahui apakah usia menarchenya awal. 1999 : 92). khususnya dalam bidang perpustakaan dan diharapkan menjadi masukan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya.

misalnya di Amerika Serikat paling cepat pada hispanics. godaan dan rangsangan dari kaum pria. Menurut Kartono (1992) : 1. 2. 2. buku-buku bacaan dan majalah-majalah bergambar seks. Kesehatan umum Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis seperti penyakit kronis. Menarche prekoks Menarche prekoks yaitu sudah ada haid sebelum umur 10 tahun.1. lebih lambat pada kulit hitam dan paling lambat pada caucasian. 3. 2. Faktor ras atau suku bangsa Perbedaan etnis dalam usia saat menarche. Demikian pula obat-obatan. 1999 : 236). 3. pengamatan secara langsung terhadap perbuatan . (Sarwono.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi menarche Menurut Sarwono (1999) : 1. Faktor keturunan Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. Menarche tarda Menarche tarda yaitu menarche yang baru datang umur 14-16 tahun. lebih cepat mengalami menarche dari pada anak yang kurus. terutama yang mempengaruhi masukkan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antara ibu dan anak perempuannya. Lingkungan Rangsangan-rangsangan yang kuat dari luar. Keadaan gizi Makin baiknya nutrisi mempercepat usia menarche. Faktor iklim Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat di daerah dataran rendah. Beberapa ahli mengatakan anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak.1.3 Macam-macam menarche 1.2. 4. Cara hidup Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. misalnya berupa film-flim seks (blue flims). 2.

1 Pengertian Masa remaja atau masa adolesensi adalah fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Karena pengaruh hormon FSH (Follicle stimulating hormone) dan estrogen. emosional dan sosial dan berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan (Pardede. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik. Kelenjar indung telur memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Menurut buku-buku pediatri Remaja adalah bila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun untuk anak . 1999 : 110).seksual atau coitus masuk ke pusat pancaindera diteruskan melalui striae terminalis menuju pusat yang disebut pubertas inhibitor. mental. bila terjadi ovulasi berkat pengaruh prosgesteron selaput ini menjadi lebih tebal lagi dan kelenjar endometrium tumbuh berkelok-kelok. 2. melalui sistem portal. kemudian menuju hipotalamus dan selanjutnya menuju hipofise pars anterior. Rangsangan yang terus menerus. sehingga mengeluarkan hormon berfluktuasi.2. 2002 : 138). endometrium memasuki fase proliferasi.1. Bersamaan dengan itu.2 Kajian teori tentang remaja 2. endometrium ini terlepas dan menjadi perdarahan disebut haid (Mochtar. 1998 : 15) 2.5 Fisiologi menstruasi Pada masa kanak-kanak indung telur (ovarium) dikatakan masih berisirahat dan baru bekerja pada masa pubertas (Sarwono. Di bawah pengaruh estrogen. Hipofise anterior mengeluarkan hormon yang merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifik. selaput rahim (endometrium) menjadi sangat tebal. endometrium menjadi lembek seperti karet busa dan melakukan persiapan-persiapan supaya sel telur yang telah dibuahi dapat bersarang.1. sesudah ovulasi endometrium memasuki fase sekresi. Hormon spesifik yang dikeluarkan kelenjar indung telur memberikan umpan balik ke pusat pancaindera dan otak serta kelenjar induk hipotalamus dan hipofise. Dengan dikeluarkannya hormon tersebut mempengaruhi kematangan organ-organ reproduksi. Bila tidak ada sel telur yang bersarang.6 Mekanisme haid Hormon streoid. 1999 : 119) 2. 1. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan yang dikenal dengan nama haid (Sarwono. estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium.

Menurut undang-undang No 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak. 2. ketrampilan berpikir yang baru. 2002 : 139) KTI KEBIDANAN KTI KEBIDANAN DI 21.2 Tahap-tahap masa remaja 1. Masa remaja akhir Masa remaja akhir adalah tahap dari perkembangan pubertas sebelum masa dewasa. Jadi tidaklah mengherankan apabila sebagian besar dari energi intelektual dan emosional pada masa remaja awal ini ditargetkan pada penilaian kembali dan restrukturisasi dari jati dirinya. peningkatan pengenalan terhadap datangnya masa dewasa dan keinginan untuk memapankan jarak emosional dan psikologis dengan orang tua.09 0 KOMENTAR: . Menurut WHO. yaitu umur 16 tahun untuk anak perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki. 4. remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun (Soetjiningsih. Remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah. anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal. Menurut undang-undang perkawinan No 1 tahun 1974. Masa remaja awal (10-14 tahun) Yang dimaksud masa remaja awal adalah periode dimana masa anak telah lewat dan pubertas dimulai. 3. 3. Masa remaja menengah ditandai dengan hampir lengkapnya pertumbuhan pubertas. 5. 2004 : 2). Masa remaja menengah (15-16 tahun) Masa ini adalah masa perubahan dan pertumbuhan yang paling dramatis.2. Menurut Dik Nas anak dianggap remaja bila anak sudah berumur 18 tahun yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah. 6. 2. 2.perempuan dan 12-20 tahun untuk anak laki-laki. Masa remaja awal ditandai dengan peningkatan yang cepat dari pertumbuhan dan pematangan fisik. Masa remaja akhir ditandai dengan persiapan untuk peran sebagai seorang dewasa. Menurut undang-undang perburuhan. termasuk klarifikasi dari tujuan pekerjaan dan internalisasi suatu sistem nilai pribadi (Pardede. timbulnya ketrampilan. anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah.

POSKAN KOMENTAR Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) TENTANG KAMI KTI KEBIDANAN KAMI MENYEDIAKAN MAKALAH. ASUHAN KEBIDANAN UNTUK SEMUA KTI. KTI KEBIDANAN. 081904015729 LIHAT PROFIL LENGKAPKU ONLINE CHAT ROOM View shoutbox ShoutMix chat widget . HUB : OVIK Hp.

terutama penelitian ekonomi. Dengan Y adalah variabel terikat dan X adalah variabel bebas. Pada jendela yang ada.Regresi Linear Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Maka variabel tersebut akan masuk ke kotak sebagai variabel dependen. yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b X. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen. dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat. . Lalu klik OK dan akan muncul output SPSS. Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial. Langkah penghitungan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS adalah: Analyse --> regression --> linear. Lakukan dengan cara yang sama untuk variabel bebas (independent). Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas. variabel independen atau variabel penjelas. Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu buah variabel bebas terhadap satu buah variabel terikat. Koefisien a adalah konstanta (intercept) yang merupakan titik potong antara garis regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius. Secara umum regresi linear terdiri dari dua. klik variabel terikat lalu klik tanda panah pada kota dependent. Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions).

Mempunyai nilai antara 0 – 1 di mana nilai yang mendekati 1 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. dan untuk penelitian bursa kadang-kadang digunakan toleransi sampai dengan 0. 2.10. maka profitabilitas meningkat sebesar 0.55 juta rupiah.Interpretasi Output 1. 2. Jika biaya promosi bernilai nol.55 X.05 untuk penelitian sosial.2 juta) harus hati-hati dan sesuai dengan rancangan penelitian. Nilai t hitung dan signifikansi Nilai t hitung > t tabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Interpretasi terhadap nilai intercept (dalam contoh ini 1.2 + 0.2 juta rupiah. Jika besarnya biaya promosi meningkat sebesar 1 juta rupiah. atau bisa juga dengan signifikansi di bawah 0. Jika penelitian menggunakan angket dengan skala likert antara 1 sampai 5. Contoh: Pengaruh antara kepuasan (X) terhadap kinerja (Y) dengan skala likert antara 1 sampai dengan 5. maka profitabilitas akan bernilai 1. maka interpretasi di atas tidak boleh dilakukan karena variabel X tidak mungkin bernilai nol. Koefisien determinasi Koefisien determinasi mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. Hasil output yang digunakan adalah standardized coefficients sehingga Y = 0. 3. Berarti interpretasinya: 1.21 X dan diinterpretasikan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan diikuti dengan peningkatan kinerja atau penurunan kepuasan kerja juga akan diikuti dengan penurunan . Interpretasi dengan skala likert tersebut sebaiknya menggunakan nilai standardized coefficient sehingga tidak ada konstanta karena nilainya telah distandarkan. Persamaan regresi Sebagai ilustrasi variabel bebas: Biaya promosi dan variabel terikat: Profitabilitas (dalam juta rupiah) dan hasil analisisnya Y = 1.

. Jika variabel kepemimpinan meningkat. maka kepuasan kerja juga akan meningkat 2. Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama.235) juga harus dilakukan secara hati-hati. Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana. + bn Xn. kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut: Y = 0. dengan asumsi variabel motivasi dan kepemimpinan tetap. pengaruh antara motivasi (X1).kinerja. Jika variabel kompensasi meningkat. . sebagai ketiga variabel tersebut tidak mungkin bernilai nol karena Skala Likert terendah yang digunakan adalah 1. Peningkatan kepuasan kerja dalam satu satuan unit akan diikuti dengan peningkatan kinerja sebesar 0.235 + 0. maka kepuasan kerja juga akan meningkat..12 X3 1. 3. a adalah konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas.21 (21%). Persamaan umumnya adalah: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + .21 X1 + 0. Jika variabel motivasi meningkat dengan asumsi variabel kompensasi dan kepemimpinan tetap. maka kepuasan kerja juga akan meningkat. dengan asumsi variabel motivasi dan kompensasi tetap. Dengan Y adalah variabel bebas. kompensasi dan kepemimpinan bernilai nol.32 X2 + 0. sebagai ilustrasi. Interpretasi terhadap konstanta (0.. dan X adalah variabel-variabel bebas. hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah. Jika pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert antara 1 sampai dengan 5 maka tidak boleh diinterpretasikan bahwa jika variabel motivasi.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul 1. karena uji F akan sama hasilnya dengan uji t. tetapi secara parsial. kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan. Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda adalah 1) koefisien determinasi. Untuk analisis regresi linear sederhana Uji F boleh dipergunakan atau tidak. Akan tetapi secara parsial. Koefisien determinasi sebaiknya menggunakan adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan. kopi dan gula menimbulkan kenikmatan. pistol tidak membuat takut seorang penjahat. Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan. Persamaan regresi sebaiknya dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih akurat jika telah diketahui signifikansinya. 2) Uji F dan 3 ) uji t. autokorelasi. multikolinearitas. Contoh lain: air panas. Dalam uji regresi sederhana apakah perlu menginterpretasikan nilai F hitung? Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear.Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung. tetapi secara parsial tidak. Asumsi klasik tersebut meliputi asumsi normalitas. Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. . Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan asumsi klasik yang secara statistik harus dipenuhi. heteroskedastisitas dan asumsi linearitas (akan dibahas belakangan).

Untuk regresi tidak bisa dibalik.konsultanstatistik. Tetapi jika A berpengaruh terhadap B maka pasti A juga berhubungan dengan B. (Dalam analisis lanjut sebenarnya juga ada pengaruh yang bolak-balik yang disebut dengan recursive. tetapi tidak boleh dikatakan B berpengaruh terhadap A. Jika menggunakan signifikansi. tetapi jika hipotesis belum menentukan arah. maka signifikansi hasil output dibagi dua terlebih dahulu. Contoh hipotesis satu arah: Terdapat pengaruh positif antara kepuasan terhadap kinerja.2. Korelasi bisa berlaku bolak-balik. Kapan menggunakan uji dua arah dan kapan menggunakan uji dua arah? Penentuan arah adalah berdasarkan masalah penelitian. Nilai t tabel juga berbeda antara satu arah dan dua arah. Contoh hipotesis dua arah: Terdapat pengaruh antara kepuasan terhadap kinerja. yang tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi tetapi menggunakan structural equation modelling). artinya A berpengaruh terhadap B. Penentuan arah pada hipotesis berdasarkan tinjauan literatur. A berhubungan dengan B belum tentu A berpengaruh terhadap B. Dalam kehidupan sehari-hari kedua istilah itu (hubungan dan pengaruh) sering dipergunakan secara rancu. maka sebaiknya digunakan uji satu arah.html#ixzz1DvgvaVTa . sebagai contoh A berhubungan dengan B demikian juga B berhubungan dengan A. tetapi dalam ilmu statistik sangat berbeda. tujuan penelitian dan perumusan hipotesis. maka sebaiknya menggunakan uji dua arah. Read more: http://www. baru dibandingkan dengan 5%. Apa bedanya korelasi dengan regresi? Korelasi adalah hubungan dan regresi adalah pengaruh.com/2009/03/regresilinear. 3. Jika hipotesis sudah menentukan arahnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful