USIA MENARCHE REMAJA

Menurut WHO, yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, yaitu mereka yang berumur 10-19 tahun (Depkes, 1993). Masa remaja adalah masa peralihan dari anak ke dewasa baik secara jasmani maupun rohani. Tahapan ini sangat menentukan bagi pribadi remaja dimana terjadi perubahan besar dan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial/tingkah laku. Perubahan fisik/jasmani seperti berat badan, ukuran anggota badan dan sebagainya; serta perubahan yang lain seperti berfikir/kecerdasan, bertingkah laku, perasaan/kejiwaan yang berjalan secara bertahap sesuai dengan umurnya (BKKBN, 2000). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan usia menarche antara lain adalah pengaruh genetik, kondisi sosial ekonomi, kesehatan umum, kesejahteraan, status gizi, jenis latihan fisik tertentu dan jumlah anggota keluarga. Penelitian Burhanuddin (2007) menemukan bahwa dari 400 orang pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan yang sudah menarche berusia antara 10.62 tahun sampai 15.71 tahun. Hal ini meliputi kelompok Kota 200 orang dengan usia rata-rata 12,93 tahun dan kelompok Desa 200 orang dengan usia rata-rata 13,18 tahun pada pelajar putri Bugis. Disimpulkan bahwa ditemukan perbedaan berat badan, status gizi, status sosial ekonomi dan aktivitas fisik responden terhadap pencapaian usia menarche pada pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan. Ditemukan parameter pembeda terkuat melalui analisis diskriminan adalah berat badan, sebagai pemicu percepatan usia menarche. Melalui analisis jalur terdapat aspek yang berpengaruh langsung terhadap pencapaian usia menarche yaitu: (1) berat badan (2) status gizi dan (3) status sosial ekonomi orang tua. Sedangkan faktor yang berpengaruh secara tidak langsung adalah aktivitas fisik responden melalui (1) aktivitas fisik (Burhanuddin, 2007). 1. Remaja Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa (Depkes RI, 2001). Menurut ciri perkembangannya, masa remaja dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : (1). Masa remaja awal (10-12 tahun); (2) Masa remaja tengah (13-15 tahun); (3) Masa remaja akhir (1619 tahun). Ciri khas tahap remaja awal antara lain: lebih dekat dengan teman sebaya, ingin bebas, lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir abstrak. Ciri khas tahap remaja tengah antara lain: mencari identitas diri, timbulnya keinginan untuk kencan, mempunyai rasa cinta yang mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, berkhayal tentang aktifitas seks. Ciri khas tahap remaja akhir antara lain: pengungkapan kebebasan diri, lebih selektif dalam mencari teman sebaya, mempunyai citra jasmani dirinya, dapat mewujudkan rasa cinta, mampu berpikir abstrak (Depkes RI, 2001b). Terjadinya pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan itu ditandai dengan munculnya tanda-tanda sebagai berikut:

tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung dengan organ seks yaitu terjadinya haid pada remaja puteri (menarche) dan terjadinya mimpi basah pada remaja lakilaki (Depkes RI, 2001b). Proses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan fisik yang meliputi : (1) Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi sensitif (mudah menangis, cemas, frustasi dan tertawa; agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi. (2). Perkembangan intelegensia, sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak, senang memberi kritik, ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba (Depkes RI, 2001b). 2. Menarche Menarche didefinisikan sebagai pertama kali menstruasi, yaitu keluarnya cairan darah dari alat kelamin wanita berupa luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Sudah lebih dari setengah abad rata-rata usia menarche mengalami perubahan, dari usia 17 tahun, menjadi 13 tahun, secara normal menstruasi awal terjadi pada usia 11 – 16 tahun (Kartono, 1992). Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktorfaktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 – 50 tahun, tergantung pada kesehatan dan pengaruhpengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut. Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana Beberapa wanita mengalami sebuah kondisi yang dikenal sebagai amenore, atau kegagalan bermenstruasi selama masa waktu perpanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh

bermacam-macam faktor termasuk stres, hilang berat badan, olahraga berat secara teratur, atau penyakit. Sebaliknya, beberapa wanita mengalami menstruasi yang berlebihan, kondisi yang dikenal sebagai menoragi. Tidak hanya aliran darah menjadi banyak, namun dapat berlangsung lebih lama dari periode normal (Anonim, 2008). 3. Faktor yang Berhubungan dengan Usia Menarche Beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya penurunan usia menarche yang diduga berhubungan dengan faktor endogen yaitu genetik dan faktor eksogen, yaitu status sosial ekonomi keluarga, status gizi, keadaan keluarga, tempat tinggal, kegiatan fisik dan keterpaparan terhadap media massa orang dewasa (Ginarhayu, 2002). Sedangkan menurut Sanjatmiko (2004) tiga lingkungan sosial budaya bekerja secara simultan menjadi pendukung percepatan usia menarche remaja, yaitu lingkungan rumah tangga; lingkungan pendidikan formal dan lingkungan peer group. Dalam lingkungan rumah tangga, faktor dominan yang menentukan seperti pola konsumsi nutrisi, media komunikasi dan proses sosialisasi; dalam lingkungan pendidikan formal yaitu proses sosialisasi pengetahuan formal sekolah dan non formal; sementara itu dalam lingkungan peer group pola konsumsi nutrisi, media komunikasi serta sosialisasi dalam lingkungun peer group merupakan faktor- faktor yang mendukung ke arah percepatan usia menarche remaja. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Topik: Kesehatan Reproduksi Remaja. Menstruasi. http://situs.kesrepro.info/krr/materi/menstruasi.htm BKKBN. Materi Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Fasilitator. Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional. Jakarta. 2000. Burhanuddin, Sudirman. Beberapa Variabel yang Berpengaruh terhadap Usia Menarche Pelajar Putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan (Suatu Pendekatan Antropologi Ragawi Ditinjau dari Aspek Biologis dan Lingkungan. 2007. http://www.adln.lib.unair.ac.id/ Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Remaja di Sekolah Tingkat Lanjut. Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat, Depkes RI. Jakarta. 1993. Departemen Kesehatan RI. Materi Inti Kesehatan Reproduksi Remaja. Depkes RI. Jakarta. 2001a. Departemen Kesehatan RI, United Nations Population Found. Yang Perlu Diketahui Petugas Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi. Depkes RI. Jakarta. 2001b. Ginarhayu. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Usia Menarche Remaja Putri (9 – 15 Tahun) Pada Siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Jakarta Timur Pada Tahun 2002. http://www.digilib.ui.edu/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=71129&lokasi=lokal Kartono. Psikologi Wanita. Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Mandar Maju. Bandung. 1992.

dengan peningkatan resiko 2. Frisch dari Harvard menyatakan bahwa makin dini usia menarche akan makin lambat usia menopause alamiah (spontaneous menopause). Wasw. et al. Keterlambatan usia menopause berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. Sementara itu Gao. 2000) sampai 6 kali (Suh. remaja perempuan dengan usia menarche pada saat atau di atas 17 tahun mempunyai resiko 30% lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka dengan usai menarche pada saat atau di bawah usia 12 tahun. kan? ). 1996). menjadi lebih awal 1. rata-rata usia menopause alamiah adalah 51.Sanjatmiko. http://www. et al. Kegemukan berhubungan dengan keterlambatan usia menopasue. Data di atas menunjukkan bahwa hubungan antara usia menarche dengan menopause masih kontroversial (Jadi. sedangkan nuliparitas (tidak pernah atau tidak dapat hamil) berhubungan dengan kedinian usia menopause.jsp?id=72329&lokasi=lokal Rose A. paritas dan BMI (bukti masih terbatas). Menarche sebagai Tanda Maturitas Seksual Remaja. et al.58 tahun).4 kali (Gao.ui.5 tahun. Gonzales dan Villena (1997) melakukan penelitian pada 469 wanita di Peru menemukan bahwa keterlambatan usia menarche berhubungan dengan kedinian usia menopause. Current smoking berhubungan secara dosisresponse dengan kedinian usia menopause.edu/opac/themes/libri2/detail. (1997) yang meneliti 3756 wanita di Belanda tidak menemukan korelasi antara usia menarche dan usia menopause. Namun. Multiparitas (Kehamilan lebih dari satu kali) berhubungan dengan keterlambatan usia menopause. Wr... Prihandoko. Wb. bisa untuk judul KTI. Faktor-Faktor Lingkungan Sosial Budaya yang Mendukung Proses Menarche Remaja Wanita (Studi Kasus terhadap Peer Group di Daerah Sekitar Kota Metropolitan DKI Jakarta).digilib. Faktor-faktor yang mempengaruhi usia menopause antara lain adalah merokok (bukti cukup banyak). namun hasil ini tidak konsisten dengan hasil penelitian lain.4 tahun (95% populasi pada usia 40 . Van Noord. juga menunjukkan bahwa usia menarche berhubungan secara terbalikdengan resiko terkena kanker payudara. . Di dunia Barat. et al.

kesehatan secara umum. Ideal (11-13 tahun). pubertas itu di tandai dengan menstruasi yang pertama (menarche). faktor gizi. Pada perempuan. Cepat lambatnya menarche tergantung pada genetika.Pemodelan Usia Menarche Dengan Regresi Logistik Ordinal dan Metode CHAID Author: Syah. ideal maupun lambat. URI: http://repository. Menurut penelitian yang di lakukan Bagga dan Kulkarni (2000).ac. Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat. kondisi sosial ekonomi.id/handle/123456789/10916 .ipb. 2000). pengaruh musim dan letak geografis (Thomas et al. Kurva peluang usia menarche berbentuk fungsi logistik. ideal maupun lambat di gunakan analisis regresi ordinal logistik dan metode CHAID. usia menarche terbagi dalam kategori: cepat (<11 tahun). gaya hidup. terlambat (> 13 tahun). Tujuan dari penelitian ini adalah Abstract: menyusun kurva model peluang usia menarche dan mengkaji peluang dari faktor-faktor yang mempengaruhi usia menarche. Di harapkan dengan mengetahui peluang usia menarche dapat di identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat. Silvana Salah satu kejadian penting dalam proses pubertas seorang perempuan adalah saat di mulainya siklus menstruasi.

April 29. Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. 2008 blogfriendster BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a.PERAWAT PROFESIONAL ILMU KEPERAWATAN Showing newest 1 of 23 posts from April 2008. biasanya ventrikel kiri. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur. Show older posts Tuesday.11) c. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner.7) Nekrosis otot jantung. Etiologi Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. Show older posts Showing newest 1 of 23 posts from April 2008.9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak.12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya . Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers). mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis.10) b.

pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis. NSTEMI. 30Mei 2002 e. Q wave.com/diseasemanagemen. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen. dan diagnostik.clevelandclinicmede. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut. Non Q wave. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral. pembentukan trombus. dinding arteri robek.pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan 16) d. hal ini menyababkan deposit platelet.18) Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat . sebagian besar dari miocardium distal mati . Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. anatomi.17) f. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner. Sumber: http://www. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium.

halaman 327 g.19) Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. 2003. Silvia Anderson. sering bersama MI inferior 4. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. 538. 2006. aVL. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai depresi ST. 2002. halaman 144. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I.6 ‘Lead Lateral’ 5. sulit dilihat. III.¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur. aVF ‘lead inferior’ 3. V5. . Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal). Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2.

disertai berkeringat. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No.20) i. atau otot papiler) 3 – 5 hari Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. 3) Bersifat atipik Pada manula. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. nekrosis atau ruptur 7. Sindroma Dressier (nyeri dada. septem. demam. 50 % tanpa didahului angina. Ruptur jantung (dinding ventrikel. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10. henti jantung. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miocard. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2.h. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun . Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. atau gagal jantung akut. 2) Kelainan lain Aritmia. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. tidak berkurang dengan pemberian nitrat. dan mual. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. pucat. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. Gagal jantung Bermacam .macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6.

halaman 356 j. 2000. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah Sumber: Underwood.12. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner21) 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada . LED. Pemeriksaan Diagnostik 1) EKG istirahat 2) DPL.

l. Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan. halaman 34.12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. 2006.24) Konsep aktivitas Pengertian . Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal.22) k.23) Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik.

menyebabkan penurunan kontraktility jantung. Gangguan sistem respirasi Penurunan gerak pernafasan Bertambahnya sekresi paru Atelektasis Hipostatis pneumonia.25) Intoleransi aktivitas yaitu suatu keadaan dimana seorang klien mempunyai energi fisiologi atau psikologi yang tidak memadai untuk meneruskan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan/diinginkan. terjadi karena miokardial kekurangan suplai oksigen.keadaan ini menyebabkan berubahnya integritas membran sel pada jantung.Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak di mana manusia memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Gangguan kardiovaskuler Postural hipotensi Vasodilatasi vena Peningkatan penggunaan valsava manuver. sedangkan kontraktilitas otot jantung menurun. sehingga terjadi hipoksia pada jaringan jantung. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas : Tingkat perkembangan tubuh Kesehatan fisik seperti penyakit. Karakteristik . Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi : Gangguan muskulosekeletal Osteoporosis Atropi Kontraktur Kekakuan dan sakit sendi. Akibat dari penurunan daya kontraksi jantung maka darah tidak bisa dipompakan semaksimal mungkin. cacat tubuh dan imobilisasi Keadaan nutrisi Emosi Kelemahan neuromuskuler dan sekeletal Pekerjaan.26) Etiologi Pada AMI akan terjadi iskemi pada miokardial. sehingga akan terjadi intoleransi aktivitas. Bila aktivitas meningkat maka kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi meningkat.

pasien diharapkan sudah mampu berjalan sekitar 1. Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas Pengkajian keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Data subjektif: Klien mengatakan mudah lelah/letih dan badan lemah. dimulai segera setelah kondisi pasien stabil. Latihan fisik ringan dimaksudkan untuk mencegah penggumpalan darah. Menjelang akhir Fase Rawat. Gerakan tangan meliputi : meluruskan tangan sejajar pundak. Kemudian intensitas latihan ditingkatkan dengan berjalan kaki di koridor. Terapi latihan menyerupai aktivitas kehidupan sehari-hari seperti duduk.5 kilometer.Ada tiga fase rehabilitasi aktivitas pada penderita penyakit jantung. Aktifitasnya seperti erobik ringan sampai sedang dan aktivitas latihan kekuatan. memutar kekiri dan kekanan. Fase I. berdiri dan berjalan. Pada hari berikutnya pasien dilatih berdiri dan berjalan perlahan. yaitu sewaktu masih tinggal di rumah sakit. Fase II yaitu fase pasca rawat inap. dan menyiapkan pasien untuk kembali pada kehidupan normal dengan latihan dan penyuluhan. Hendaknya memberikan kesempatan pada pasien untuk melanjutkan program yang diperoleh dari fase I dan fase II. Pertama-tama dilakukan dengan menggerakkan kaki di tempat tidur. biasanya 24-48 jam setelah serangan jantung. . membuka dan menutupnya. Sedangkan kepala menggeleng. Fase III : program pemeliharaan. Hari berikutnya pasien duduk di tepi tempat tidur dengan kaki menggantung. Setiap mulai dan selesai latihan diukur nadi dan tensi serta dicatat/ didokumentasikan. Tujuan pada fase ini adalah secara progresif memperbaiki kapasitas fungsional pasien menurunkan faktor resiko.

”27) Rencana keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Hasil yang diharapkan a) Kelemahan berkurang b) Berpartisipasi dalam perawatan diri c) Klien mengatakan pusing berkurang/hilang d) Expresi wajah tampak cerah/tidak kesakitan e) Mempertahankan kemampuan aktivitas seoptimal mungkin f) Klien menunjukkan kestabilan tanda vital (110/70 – 120/80 mmHg) g) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan perbaikan/peningkatan ke nilai normal 2) Perencanaan Mandiri . aritmia. sesak nafas. pusing. iskemia selama dan sesudah aktivitas. Rasional: Adanya disritmia khusus lebih jelas terdeteksi dengan pendengaran dari pada palpasi. Kulit pucat. Lemah. a) Auskultasi bunyi jantung.28) .Klien mengatakan nyeri dada. penurunan nadi. Diagnosa keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI ”Aktivitas yang tidak toleran berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan perifer/tidak kecukupan oksigen untuk kebutuhan aktivitas hidup seharihari. Data objektif: Menolak/takut untuk melakukan pergerakan. gelisah. Tekanan darah meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. Pernafasan cepat/tachypnea selama dan sesudah aktivitas. jantung berdebar-debar. catat frekuensi dan irama. Frekuensi jantung meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. vertigo selama dan setelah beraktivitas. Pendengaran terhadap bunyi jantung extra atau penurunan nadi membantu mengidentifikasi disritmia pada pasien tak terpantau. Catat adanya denyut jantung ekstra. Perubahan gambaran EKG: tachycardi/bradycardi.

pernapasan. (penuh. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Rasional : Membantu dalam menurunkan persepsi atau respon nyeri. kuat). nadi bigeminal. femoral. Catat adanya pulsus alternans. h) Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditempat tidur/kursi. Rasional: Kelebihan latihan meningkatkan konsumsi /kebutuhan oksigen dan mempengaruhi fungsi miokardia. hipertensi juga fenomena umum. Bandingkan kedua tangan dan diukur dengan tidur. . dan atau masalah vaskular sebelumnya. g) Catat respon terhadap aktivitas dan peningkatan istirahat dengan tepat. kemungkinan berhubungan dengan nyeri. dan berdiri bila bisa. Rasional: Hipotensi dapat terjadi sehubungan dengan disfungsi ventrikel. meningkatkan perilaku positif. Hipotensi orthostatik mungkin berhubungan dengan komplikasi infark contoh gagal jantung kongestif. cemas. keteraturan. tekanan darah. amplitudo. dan keteraturan nadi menunjukkan efek gangguan curah jantung pada sirkulasi sistemik/perifer. Selain itu. dan simetris.30) c) Auskultasi tekanan darah. Takikardi terjadi sebagai respon saraf simpatis dan berlanjut sebagai kompensasi penurunan curah jantung.29) Penurunan curah jantung mengakibatkan menurunnya kelemahan/kekuatan nadi. kesadaran. atau defisit nadi.32) e) Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Rasional : Penundaan pelaporan nyeri menghambat peredaan nyeri atau memerlukan peningkatan dosis obat.b) Raba nadi (radial. f) Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. Ketidakteraturan diduga disritmia. Membantu memberikan kontrol situasi. kesamaan. pengeluaran katekolamin. Rasional : Tekanan darah dapat meningkat secara dini sehubungan rangsangan sistemik. duduk. hipoperfusi miokardia dan rangsang vagal. nyeri berat dapat menimbulkan syok dengan merangsang system saraf simpatis mengakibatkan kerusakan lanjut. dorsalis pedis) catat frekuensi. karotid.31) d) Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. yang memerlukan evaluasi lanjut/pantau. Namun. Rasional: Perbedaan frekuensi.

Keluhan nyeri dada. Rencana waktu istirahat sesuai dengan jadwal sehari-hari klien. mulai lakukan rentang gerak sedikitnya 2 x sehari. elevasi atau depresi ST dan gelombang T yang terbalik. Frekuensi diastolic meningkat 15 mmHg. Intervensi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Identifikasi respon klien terhadap aktivitas: Observasi nadi. Tekanan darah sistolik menurun. Rasional : Melarutkan bekuan darah dalam arteri.jadwal periode istirahat tanpa gangguan. ii. tekanan darah. iv. Beri suport pada klien dalam melakukan aktivitas gerak dan beri penghargaan atas apa yang sudah dicapai. dispnoe.37) Berikan obat-obat trombolitik sesuai indikasi. v.35) Kolaborasi . vertigo. Frekuensi pernafasan menurun.33) Rasional: Melakukan aktivitas kembali secara bertahap mencegah pemaksaan terhadap cadangan jantung. dan pernafasan saat istirahat dan setelah aktivitas. . Frekuensi nadi menurun/gagal untuk meningkat. iii. 2) Tingkatkan aktivitas secara bertahap: Untuk klien yang sedang atau pernah tirah baring lama.34) i) Auskultasi bunyi nafas Rasional: Krekels menunjukkan kongesti paru mungkin terjadi karena penurunan fungsi miokard. Rasional : Meningkatkan jumlah iksigen yang ada untuk pemakaian miokard dan juga mengurangi ketidaknyamanan sehubungan dengan iskemik jaringan. bantu pasien melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan.36) Kaji ulang seri EKG Rasional : Pada infark myocad akan dijumpai tanda-tanda ‘deep Q wave pattern’ atau kompleks QS yang abnormal. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Hentikan aktivitas bila ditemukan: i.

Untuk klien dengan insufisiensi paru-paru kronik. Doenges. ajarkan pernafasan diafragmatik: Letakkan tangan perawatdiatas abdomen dibawah dasar iga klien dan tetap berada di tempat ini sementara klien menghirup udara. Hentikan aktivitas jika keletihan atau terlihat tanda-tanda hipoksia jantung. hirup melalui hidung dan dorong lambung melawan tangan perawat. Ajarkan pernafasan efektif. Anjurkan lebih baik duduk daripada berdiri saat melakukan aktivitas. klien harus merelaksasikan bahunya. tahan nafas selama 1-2 detik untuk menjaga alveoli terbuka. Untuk ekshalasi. Rehabilitasi. Untuk inhalasi. Kerangka teori Bagan 3 Sumber : Marilynn E. kecuali bila tidak memungkinkan.3) Ajarkan klien metoda penghematan energi untuk aktivitas: Luangkan waktu istirahat selama aktivitas. sementara perawat memberikan sedikit tekanan pada dasar iga klien. klien harus menghembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui mulut. 7 . Evaluasi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Klien mampu bertoleransi terhadap aktivitas secara optimal sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan. Anjurkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara bertahap. 4) Kolaborasi dengan dokter untuk: Terapi. hal. Diit. 2004.

dan lamanya latihan fisik 2) Tingkat kelelahan Aktivitas yang membuat lelah Riwayat sesak nafas 3) Gangguan pergerakan Penyebab gangguan pergerakan Tanda dan gejala Efek dari gangguan pergerakan 4) Pemeriksaan fisik Tingkat kesadaran Postur/bentuk tubuh . peneliti ingin menjawab pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perumusan diagnosa keperawatan terkait masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perencanaan keperawatan untuk masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana pelaksanaan intervensi yang berhubungan dengan masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana evaluasi keperawatan yang berhubungan dengan diagnosa masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Salah satu aspek penting perawatan pasien MI adalah pengkajian keperawatan. Penkajian dilakukan untuk mendapatkan data dasar tentang informasi status terkini pasien sehingga setiap perubahan bisa diketahui sesegera mungkin. frekuensi. Pengkajian sistematis mencakup riwayat yang cermat khususnya berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas. 1) Tingkat aktivitas sehari-hari a) Pola aktivitas sehari-hari b) Jenis.Pertanyaan Penelitian Dalam penelitian ini.

9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner.11) c.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu.1 Skoliosis 2 Kiposis 3 Lordosis 4 Cara berjalan Ektremitas Kelemahan Gangguan sensorik Tonus otot Atropi Tremor Gerakan tak terkendali Kekuatan otot Kemampuan jalan Kemampuan duduk Kemampuan berdiri Nyeri sendi Kekakuan sendi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a. Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers).7) Nekrosis otot jantung.10) b. Etiologi . mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis. Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner. biasanya ventrikel kiri. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak.

12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor.17) f.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen. NSTEMI. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner.18) .clevelandclinicmede. hal ini menyababkan deposit platelet. dan diagnostik. anatomi. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis. 30Mei 2002 e.Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan16) d.com/diseasemanagemen. Q wave. Non Q wave. pembentukan trombus. Sumber: http://www. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. dinding arteri robek. sebagian besar dari miocardium distal mati . Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral.

Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. halaman 327 g. sulit dilihat. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai . Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. III. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. aVF ‘lead inferior’ 3. 2002.19) Lihat tabel 1.Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat ¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal).

4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. Gagal jantung Bermacam . pucat.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. atau gagal jantung akut. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. Lihat tabel 2. septem. i. Ruptur jantung (dinding ventrikel. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miokard. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6.depresi ST. h. Silvia Anderson. 3) Bersifat atipik Pada manula. atau otot papiler) 3 – 5 hari . 50 % tanpa didahului angina. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. 2003. aVL. 538. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No. 2006. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. henti jantung. V5. halaman 144. 2) Kelainan lain Aritmia. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8.6 ‘Lead Lateral’ 5. tidak berkurang dengan pemberian nitrat. dan mual. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. nekrosis atau ruptur 7. disertai berkeringat. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. sering bersama MI inferior 4. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada.

Sindroma Dressier (nyeri dada. Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun 12.Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah . demam. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10.

Sumber: Underwood. Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark . halaman 356 j. k. 2000. Lihat bagan 2. Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. LED. Pemeriksaan Dignostik 1) EKG istirahat 2) DPL. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada 12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner.

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. l. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. 2006. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal. Curah . Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan. halaman 34. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. Fisiologi Curah Jantung m.

jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia. bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes. Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) . Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. n. Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung 2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh.

Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2,5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi, Stroke Volume Index (SVI), Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4. Behavioral/emotional anxiety Restlessness. Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acute Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arrytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Lihat bagan 3.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Karies gigi atau pembusukan gigi adalah suatu kerusakan destruktif progresif dan mengenai jaringan-jaringan gigi yang mengalami perkapuran. 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi : Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi kental Adanya bakteri jenis Streptococcus dan Lactobacillus Makanan yang mudah lengket dan menempel di gigi seperti : permen, coklat. Faktor lain yang turut andil adalah tingkat kebersihan mulut, frekuensi makan, usia dan jenis kelamin, DM,TBC. Berdasarkan survei Litbankes, prosentase angka kesakitan gigi menduduki peringkat ke-6 terbanyak (SKRT 1992). Di Indonesia prevalensi karies gigi tetap diperkirakan 60-80% dari jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan survei kesehatan gigi yang dilakukan oleh direktoral Kesehatan Gigi pada tahun 1995 di 10 propinsi di Indonesia (1984-1988) pada daerah kota anak umur 8 tahun mempunyai prevalensi karies 45,2%, rata-rata 0,94, anak umur 12 tahun sebesar 76,62% rata-rata 2.21, sedangkan anak umur 14 tahun mempunyai prevalensi kariesnya 73,2& dengan rata-rata 2,69. 2) Adanya interaksi antara faktor penyebab karies, merupakan awal terjadinya lesi karies gigi. Hasil laporan penelitian-penelitian di berbagai tempat di Indonesia menunjukkan adanya prevalensi yang cukup tinggi pada anak usia prasekolah. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk mengetahui karakteristik karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten. Hasil survei pendahulu di dapatkan lebih separuh dari 42 anak mengalami karies gigi. Rumusan Masalah “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten tahun 2006?”

Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten

2. Tujuan Khusus a. Mengetahui proporsi karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. b. Mengetahui ciri-ciri anak TK dengan karies gigi berdasarkan usia, makanan, jenis kelamin dan kebiasaan sehari-hari seperti menggosok gigi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah bahan masukan untuk pihak sekolah maupun orang tua seiswa dalam mencegah karies gigi pada siswa di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Penelitian 3. Ruang Lingkup Keilmuan Keperawatan anak dan kebutuhan dasar manusia khususnya menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi anak. 4. Ruang Lingkup Sasaran Sasaran penelitian ini adalah anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Masalah : Masalah pada penulisan ini dibatasi usia, jenis kelamin, suku bangsa, bentuk gigi, jenis makanan yang sering dikonsumsi dan pola pemeliharaan gigi. 5. Ruang Lingkup Tempat Penelitian ini mengambil lokasi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. 6. Ruang Lingkup Waktu Penelitian ini didasarkan pada tahun 2006. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kerangka Teori 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi :

Prambanan Klaten?” BAB III METODE PENELITIAN Jenis 1. 2001 Pertanyaan Penelitian “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi di TK Kemudo II. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada komunitas anak-anak Taman Kanak-Kanak. Berdasarkan Metode Dalam penelitian ini menggunakan survei deskriptif 2.S. Suku bangsa d.Sumber : Suwelo. 1992 Nurachman. Bentuk gigi . Berdasarkan Tujuan Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif 3. Definisi Operasional NO Variabel Subvariabel Definisi Operasional Skala Parameter 1 Karakteristik anak yang menderita karies gigi. I. Segala ciri anak yang menderita karies gigi meliputi : a. Kemudo. Jenis kelamin c. Elly. Usia b. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian aplikatif 4.

Instrumen Pengumpulan Data . Pola Pemeliharaan Gigi Kebiasaan yang berhubungan dengan pemeliharaan gigi agar tidak terjadi karies gigi yang meliputi : 1) Frekuensi menggosok gigi 2) Kaontrol dokter gigi Populasi dan Sampel 5. Kondisi permukaan 9. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi TK Kemudo II.e. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Keteraturan 8. Jawa 2. Sunda 3. Janis makanan yang sering dikonsumsi f. Jenis Kelamin Laki-laki dan perempuan Naminal c. Keutuhan Naminal e. Bentuk Gigi Penampilan gigi yang meliputi : 5. Susunan gigi 7. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswa TK Pertiwi Kemudo II. Suku Bangsa Merupakan kelompok etnis/ras yang meliputi : 1. Batak 4. 6. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Pola pemeliharaan gigi Naminal Sub. Variabel : a. Bentuk/ukuran 6. Dayak Naminal d. Usia Umur anak dalam tahun dan bulan pada saat pendaftaran pada saat diadakan penelitian Naminal b. Jenis Makanan Yang Sering Dikonsumsi Makanan/minuman yang paling sering dikonsumsi dan berkaitan dengan kejadian karies gigi Naminal f. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang.

Pengolahan Data 7. Pembahasan Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan penelitian dapat mengetahui karakteristik yang paling banyak muncul pada anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo Prambanan Klaten. Variabel penelitian ini adalah karakteristik anak yang menderita karies gigi. Tabel frekuensi merupakan deskriptisasi 11. Berdasarkan Usia Dari hasil penelitian. 10. Koding 9. Jumlah siswa di TK Pertiwi Kemudo II tahun 2006 adalah 42 dan yang menderita karies gigi sebanyak 24 anak (57.33%) anak menderita karies gigi . Editing 8. Tabulating Analisa Data Data penelitian diolah dengan teknik univariate yang dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian dengan menggunakan tabel silang dan tabel frekuensi. Hasil Penelitian Data penelitian ini di peroleh langsung dari siswa-siswi di TK Pertiwi Kemudo II dengan menggunakan kuisioner dan lembar observasi kepada responden yang mengalami karies gigi.14%).49% : Kurang dari separuh 50% : Separuh 51% . lebih dari separuh (58.24% : Sebagian kecil 25% . Tabel silang merupakan hasil pengelompokan data dari tabel frekuensi data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan analisa prosentasi sebagai berikut : 0% : Tidak ada 1% .74% : Lebih dari separuh 75% . B.Jenis Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner untuk wawancara dan observasi.99% : Sebagian basar 100% : Seluruh nya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. yaitu : 1.

sebagian kecil (8. Berdasarkan Suku Bangsa Dari hasil penelitian. Saran 3. Lebih dari separuh anak yang menderita karies gigi berusia lebih dari enam tahun berjenis kelamin perempuan dan karakteristik yang paling menonjol adalah seluruh anak (100%) menggosok gigi dengan cara yang tidak berurutan. 5.14%. lebih dari separuh (70. 6. 4.14% anak yang menderita karies gigi. berplak sedang. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini termasuk dalam penelitian tingkat satu. kurang dari separuh (25%) yang menyukai makanan manis tetapi sebagaian besar (75%) menyukai makanan lunak. Kemudo Prambanan Klaten Jawa Tengah adalah sebagai berikut : 1. BAB V PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 24 anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II. Bagi Puskesmas Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 57. Proporsi karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II adalah sebanyak 57.berusia lebih dari 6 tahun 2. Berdasarkan Makanan Yang Dikonsumsi Dari hasil penelitian. 2. lebih dari separuh (70.83 %) anak yang menderita karies berjenis kelamin perempuan. Maka dari itu bagi peneliti berikutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu tentang hubungan antara karies gigi dengan nutrisi.33%) anak yang menderita karies gigi memiliki gigi yang tidak teratur yaitu gigi yang berjejal.83%) menggosok gigi dua kali sehari tetapi seluruhnya (100%) cara menggosok giginya tidak berurutan. 4. pola gigi atau nutrisi selama kehamilan. Berdasarkan Pola Pemeliharaan Gigi Dari hasil penelitian. seluruh (100%) anak yang menderita karies gigi berasal dari suku Jawa. Maka dari itu diharapkan agar petugas Puskesmas memberikan . 3. Berdasarkan Jenis Kelamin Dari hasil penelitian. Bentuk Gigi Dari hasil penelitian.

KUESIONER Identitas Responden Nama : Umur : Sudah Menstruasi atau belum : Petunjuk pengisian : Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan cara memberikan tanda silang (x) pada jawaban yang menurut anda paling tepat. C. Menurut pendapat saudara apakah yang anda ketahui tentang Menarche ? A. Mengalami menstruasi H. Pertumbuhan payudara I. Pertumbuhan rambut diketiak dan sekitar kemaluan Menurut pendapat Saudara. Somatotropon E. Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita adalah ? D. Hormon Somatotropik Menurut Saudara normalnya seorang perempuan akan mengalami menstruasi yang pertama kali umur berapa ? . Perdarahan pertama kali yang siklik dari rahim sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling awal nampak adalah ? G. Mengalami menstruasi K. Pertumbuhan payudara L. Perdarahan pada daerah alat kelamin yang disebabkan oleh penyakit. B. Estrogen Menurut pendapat saudara.penyuluhan tentang karies gigi dan latihan menggosok gigi yang benar. Androgen F. Hormon Ganadotropik N. Nyeri pada daerah perut sampai pinggang disertai dengan perdarahan pada daerah kelaminnya. Pertumbuhan rambut diketiak dan disekitar kemaluan Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi pertumbuhan ? M. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling akhir nampak adalah ? J. Hormon Tirotropik O.

Faktor gizi yang baik W. Faktor keamanan yang tinggi Menurut pendapat saudara. kapankah organ reproduksi wanita menunaikan faalnya ? KK. Melakukan hubungan seksual sesudah menstruasi pertama kali tiba JJ. 4 – 10 tahun Q. 10 – 16 tahun R. jarak yang normal siklus menstruasi berapa hari sekali ? BB. Faktor intelegensi yang tinggi Z. darah menstruasi berasal dari ? EE. Faktor keamanan yang terjamin X. Lapisan dinding rahim Menurut pendapat saudara. 16 – 22 tahun Menurut pendapat saudara apakah yang dimaksud dengan masa subur pada seorang wanita ? S. 21 hari CC. Saluran kencing GG. 35 hari Menurut pendapat saudara. kehamilan pada seorang wanita dapat terjadi karena apa ? HH. Masa dimana seorang wanita yang sudah menstruasi pertama kali dan berisiko kehamilan jika melakukan hubungan seksual U. Lapisan dinding vagina FF. Melakukan hubungan seksual sebelum menstruasi pertama kali tiba II. Penurunan fungsi organ reproduksi pada wanita setelah masa haid berakhir Menurut pendapat Saudara salah satu faktor eksternal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? V. Pada saat hormon progesteron dan estrogen meningkat . Masa yang akan dialami oleh setiap wanita sebelum menstruasi pertama kali tiba T. Jika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa subur setelah dilakukan pemotongan di kedua saluran telur (tubectomy) Menurut pendapat saudara.P. Faktor pendidikan yang layak Menurut pendapat saudara. 28 hari DD. salah satu faktor internal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? Y. Faktor keturunan AA.

7 – 11 hari PP. Sesudah menstruasi JADWAL WAKTU PENELITIAN NO KEGIATAN W A K T U Oktober November Desember I II III IV I II III IV I II III IV 1 BAB I 2 BAB II 3 BAB III 4 KUESIONER JADWAL WAKTU PENELITIAN No Kegiatan W A K T U Agustus September Oktober November Desember I II III IV I II II IV I II III IV I II III IV I II III IV 1 Penyusunan Proposal 2 Ujian Proposal 3 Pengumpulan Data 4 Olah Data 5 Penyusunan Laporan Penelitian 6 Ujian K.I DAFTAR PUSTAKA Data Kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 SLTP N I Prambanan Klaten Evelyn Billing.T. Gramedia. Pada waktu menstruasi SS. Jakarta 2004 . Pada saat timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder Menurut pendapat saudara normalnya seorang perempuan mengalami mensturasi berapa lama ? NN.LL. Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur MM. 11 – 15 hari Nyeri yang hebat pada perut yang sukar ditahan dan mencengkeram (kejang) biasanya terjadi pada waktu ? QQ. Sebelum menstruasi RR. Metode Ovulasi Billing. Kepustakaan Populer. 3 – 7 hari OO.

Jakarta 1995 Notoatmodjo Soekidjo.00 . Clitoris. Rineka Cipta. Andi Offset. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi.Org.depkes. Menarage.00 WWW. Mengatasi Nyeri Haid.00 WWW. S.com 1 April 2007 pukul 12. Pustaka Sinar Harapan. Yogyakarta. Jakarta 1996 WWW.journal Unair.Kingston Berly. Psikologi Pengajaran. Grasindo. 1993. Arcan. Metodologi Riset Keperawatan.00 WWW.qu/ni 15 Mei 2007 pukul 19. Jakarta.Com 1 April 2007 pukul 12. Winkel W.Com 1 April pukul 12.00 WWW.Id 1 April 2007 pukul 12.id 1 April 2007 pukul 12. Mum. 1995 Kartono Mohamad. 1983 Notoatmodjo Soekidjo. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Kes repro. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka. Bandung. Obstetri Fisiologi. 2001 Sarwano Prawiroharjo.ac.Com 1 April 2007 pukul 12. Jakarta. Elemen. acicis Murdech. Metodelogi Penelitian Kesehatan.07 WWW. 1998 Nursalam.info.00 WWW. Jakarta 1981 Sastra Winata Sulaiman. CV Infomedika. edu.Co.

waktu anak berusia remaja menemukan kesempatan untuk mencoba yang baru.KUNCI JAWABAN A C B A C B B A B B C B B A A Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental. Saat ini para remaja sangat dipengaruhi oleh media massa. Secara umum. . film dan musik. Pada tahun 2000. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. Kemudahan dalam medapatkan informasi tentang halhal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. merupakan 21% penduduk Indonesia yang merupakan tulang punggung negeri ini dan bagian dari masyarakat. yang perlu pendidikan dan bimbingan lengkap demi masa depannnya. termasuk internet.3 juta orang. kaum muda berumur 14 sampai 24 tahun berjumlah 43.

Pdf 1 April 2007 Jam 12. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya.00 Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). sakit kepala. kultur. serta beberapa banyak ajaran orang tuanya yang dia terima. pendidikan. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. gelisah sukar tidur. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP.qu/ni option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 1 April 2007 Jam 12. pengalaman. dibawah pengaruh jam biologis.acicis. perut kembung. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. mudah tersinggung. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin.com/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja.edu. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan.Murdech. sehingga ia dapat berindak dengan baik dan benar. gangguan konsentrasi.00 Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual .Kesrepro Info. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche.WWW. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche sangat berbagai macam. Dalam masa pancaroba itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. rasa takut. WWW.

dapat berakibat kehamilan pranikah, aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident” WWW.depkes.go.id 1 April 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun Oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187

Karya Tulis Ilmiah ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada tanggal 12 Februari 2008

Pembimbing, C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kep KARYA TULIS ILMIAH Dipertahankan di depan dewan penguji Karya Tulis Ilmiah Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan diterima Untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Keperawatan Pada tanggal 20 Februari 2008

Mengesahkan Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta

C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp NIK. 198310006

Penguji : C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp ……………………… Agnes Mahayanti, S.Kep.,Ns ……………………… MOTTO PERSEMBAHAN DAFTAR TABEL

Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 22 Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 23 Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 24 Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 25 Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 26 Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 27 Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 28 Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 29 Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 30 Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 31

Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 41 . Klaten Tahun 2007 39 Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 38 Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 33 Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 35 Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Berfungsinya Organ Reproduksi Wanita Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 34 Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan.Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 36 Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 37 Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 40 Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 32 Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan.

Perkembangan Seksual Wanita 6 2. Klaten Tahun 2007 42 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian Lampiran 4. Rencana Jadwal Penelitian DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii HALAMAN PENGESAHAN iii HALAMAN MOTTO iv HALAMAN PERSEMBAHAN v DAFTAR TABEL vi DAFTAR LAMPIRAN viii DAFTAR ISI ix ABSTRAK x KATA PENGANTAR xi BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 4 Tujuan Penelitian 5 Manfaat Penelitian 5 Ruang Lingkup 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 Tinjauan Teori 6 1.Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Lembar Kuesioner Lampiran 2. Menarche 8 4. Fisiologi Haid 10 . Hasil Pengkodean dan Tabulating Lampiran 5. Pubertas 7 3. Lembar Kunci Jawaban Lampiran 3.

Dismenore 11 6. perkembangan seksual wanita. Definisi Operasional 18 8. pengertian menarche.5. Analisa Data 20 BAB IV HASIL PENELITIAN 21 BAB V PEMBAHASAN 43 BAB VI PENUTUP 51 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ABSTRAK Nama : B. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang . fisiologi haid. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia. Populasi dan Sampel 18 9. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 20 Februari 2008 Pembimbing : C. dismenore. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan. Sri Hari Ujiningtyas. status menstruasi. Teknik Pengumpulan Data 19 10. Pengetahuan 13 Kerangka Teori 16 Pertanyaan Penelitian 16 BAB III METODE PENELITIAN 17 Jenis Penelitian 17 Desain Penelitian 18 7.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. 51 halaman. S. Pengolahan Data 19 12. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. daftar pustaka. pubertas. Tujuan dalam penelitian ini. Instrumen Pengumpulan Data 19 11.

dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. Penulis.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada : Ibu C. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67. S.Menarche.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.Y Sutedjo. BAB III . Kp selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan Pembimbing Teknis dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. Bapak Ign Gonggo Prihatmono. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan Karya Tulis Ilmiah ini. kurang dari separuh (26. karena berkat limpahan kasih dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007”. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan di Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket. Akhir kata penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. SKM dan Bapak A. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini banyak mendapatkan bantuan. Sri Ujiningtyas. SKM selaku dosen pengampu riset dan pengembangan keperawatan.

Dismenore (Nyeri haid) Diukur dengan 15 pertanya-an dengan kriteria untuk setiap pertanyaan : -1 Skore benar 1 -2 Skore salah 0 ordinal Nilai parameter : Skore 0 – 5 = Rendah Skore 6 – 10 = Sedang Skore 11 – 15 = Tinggi .1) 2. Pengertian Menarche 2. 3. Tingkat pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche Segala sesuatu yang diketahui Remaja Putri tentang Menarche meliputi : 1. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian terapan (aplied Research) karena menerapkan berbagai disiplin ilmu untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang Menarche. Definisi Operasional No Variabel Definisi Operasional Skala Parameter 1. Pubertas 4. 4. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada situasi yang sebenarnya. Perkembangan seksual wanita 3. Desain Penelitian 5. Berdasarkan Tujuan Penelitian ini termasuk penelitian eksplanatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fakta-fakta yang ada atau ditemukan serta huibungannya dengan teori. Fisiologi haid 5. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa adanya manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisa bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. Berdasarkan Metode Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa yang urgen terjadi pada masa kini.METODE PENELITIAN Jenis Penelitian 1.

Pengolahan Data a.2) Konsep analisa yang diambil : 0 % : Tidak ada 1-24 % : Sebagian kecil . Editing Memeriksa seluruh kuesioner yang telah diisi oleh responden yang meliputi kesesuaian jawaban responden dengan pertanyaan yang diajukan kelengkapan daftar pertanyaan dan keajegan jawaban responden. 8.6. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. Analisa Data Menggunakan analisa data univariate dan data jawaban dapat dianalisa secara kuantitatif. Tabulating Menyusun dan menghitung data hasil pengkodean untuk kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Jenis pertanyaan yang menyediakan beberapa alternatif jawaban dan responden hanya memilih satu jawaban yang sesuai dengan pendapatnya. Sampel ini diambil menggunakan teknik total populasi. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah semua remaja putri di kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. c. b. Analisa kuantitatif adalah analisis yang digunakan untuk mengolah data yang berbentuk angka. 7. Analisa univariate adalah analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner bentuk tertutup yaitu kuesionar yaitu kuesioner yang mempunyai keuntungan mudah ditabulasi tetapi kurang mencakup jawaban dari responden. Koding Memberikan tanda atau simbol pada jawaban yang diterima. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan teknik angket. Pupulasi dan Sampel a. 9. 10. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten sebanyak 143 anak. baik sebagai hasil pengukuran maupun hasil dari konversi dari data kualitatif ke data kuantitatif. b. Instrumen Pengumpulan Data Jenis instrumen yang digunakan untuk menghimpun data adalah kuesioner dan alat tulis.

57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. pubertas. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 18 Februari Pembimbing : C. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. fisiologi haid. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia. S. dismenore. perkembangan seksual wanita. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih . kurang dari separuh (26. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang Menarche. Sri Hari Ujiningtyas. pengertian menarche. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. status menstruasi. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. 51 halaman.25-49 % : Kurang dari separuh 50 % : Separuh 51-74 % : Lebih dari separuh 75-99 % : Sebagian besar 100 % : Keseluruhan ABSTRAK Nama : B. Tujuan dalam penelitian ini. daftar pustaka.

Dari hasil penelitian. Lebih dari separuh (54. Berdasarkan Pengertian Menarche Salah satu usaha dalam memberikan pengetahuan tentang menarche adalah dengan cara pengajaran yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru biologi. Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru diduga salah satu penyebab responden menjawab benar. Hal ini karena menarche merupakan kejadian yang fisiologis yang dialami oleh seorang wanita yang menginjak masa puber.73%) responden mengetahui tentang hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita. Dengan hal itu mungkin dapat meningkatkan angka sex pranikah di kalangan remaja dan kehamilan di luar nikah.14 tahun.11%) responden sudah mengalami menstruasi. yaitu : Pembahasan Persoal : Berdasarkan Usia Sejalan dengan pertambahan usia seseorang.mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya menarche biasanya pada usia 13 . Dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian. sebagian besar (75. BAB V PEMBAHASAN Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan peneliti dapat mengetahui Tingkat Pengetahuan Remaja putri kelas VIII SLTP Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan Klaten. Lebih dari separuh (65. . Berdasarkan Hormon Yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita. Menarche pun akan berlangsung dengan sendirinya. Berdasarkan Status Menstruasi Prevalensi yang sudah menstruasi lebih banyak dari pada yang belum menstruasi.55%) responden tidak mengetahui tentang pengertian menarche. sebagian besar (81.14. Dari hasil penelitian.50%) responden berumur diantara 13 . Dengan mengetahui pengertian menarche diharapkan siswi/remaja putri mengetahui bahwa rahimnya telah menuaikan faalnya.

Dari hasil penelitian.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda Pubertas yang nampak paling awal. Berdasarkan Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Remaja Putri Di duga karena tidak pernah memperhatikan perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi pada waktu mengijak Pubertas atau karena perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi yang berlangsung secara bersamaan sehingga dari hasil penelitian. Sebagian besar (76.75%) tidak mengetahui faktor yang mempercepat menarche. Dari hasil penelitian. lebih dari separuh (51. Berdasarkan Faktor Internal yang mempercepat Menarche Faktor Keturunan adalah salah satu faktor internal yang mempercepat menarche. lebih dari Separuh (59. Dari hasil penelitian.44%) responden mengetahui tentang hormon pertumbuhan. sebagian besar (89. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya informasi tentang menstruasi pertama kali (menarche). Makanan yang bergizi adalah salah satu faktor eksternal yang mempercepat terjadinya menarche.70%) responden mengetahui normalnya umur terjadinya menarche. Berdasarkan Masa Subur Pada Seorang Wanita Diharapkan dengan mengetahui masa subur dapat menekan angka terjadinya kehamilan atau sex pranikah.51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita. Berdasarkan Normalnya Umur Terjadinya Menarche Dengan mengalaminya sendiri waktu terjadinya menarche membuat sebagian besar (93. Dari hasil Penelitian. Lebih dari separuh (62. Hal ini juga disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya.Berdasarkan Tanda Pubertas yang tampak paling awal pada remaja putri Diduga karena tidak pernah memperlihatkan perubahan bentuk tubuh pada waktu menginjak pubertas sehingga dari hasil penelitian.90%) responden . Berdasarkan hormon pertumbuhan Pengajaran dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru kepada siswinya terus menyumbang dalam hal Pengetahuan siswi terhadap hormon pertumbuhan. Berdasarkan Faktor Eksternal yang mempercepat menarche.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir yaitu menstruasi pertama kali (menarche). Sebagian besar (90.

Berdasarkan Terjadinya Kehamilan Dari hasil penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang kehamilan di sekolah sangatlah kurang sehingga apabila remaja putri sudah menstruasi melakukan hubungan intim sangat beresiko terjadinya kehamilan. Berdasarkan Siklus Menstruasi yang Normal Dengan mengalami sendiri tentang siklus menstruasi di duga sebagian besar (81.53%) responden mengetahui asal darah menstruasi.94%) responden tidak mengetahui berakhirnya tanda pubertas yang paling akhir (menstruasi pertama kali). karena alat kandungannya sudah menuaikan faalnya. lebih dari separuh (51. Dari hasil Penelitian.04%) responden mengetahui terjasinya nyeri yang mencengkeram. Berdasarkan Tentang Asal Darah Menstruasi Perkembangan informasi yang begitu cepat dan mudah diakses bagi kaum pelajar.11%) responden sudah menstruasi diduga dengan pengalaman tersebut. Dari hasil penelitian. Berdasarkan Organ Reproduksi Wanita Menuaikan Faalnya Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur inilah salah satu faktor penyebab kehamilan. lebih dari separuh (64. Berdasarkan Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Sebagian besar (81. lebih dari separuh (62.34%) responden tidak mengetahui terjadinya kehamilan. sehingga kami pelajar atau responden menjawab lebih dari separuh (68.mengetahui faktor internal yang mempercepat menarche. Dari hasil penelitian.51) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi Berdasarkan Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Kurangnya hormon Progesteron dan estrogen pada waktu sebelum menstruasi diduga penyebab nyeri yag mencengkeram. sebagian besar (89.81%) responden mengetahui tentang siklus menstruasi normal. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang alat reproduksi sangatlah penting karena untuk menekan kehamilan di luar nikah pada usia remaja. responden menjawab benar. Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche .

perkembangan seksual wanita. Berdasarkan Tabel Silang Antara Umur Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (92. . sehingga responden masih dapat mengingat dengan jelas peristiwa terseut. Dan bagi responden yang berumur kurang dari atau lebih dari 13-14 tahun kemungkinan belum pernah atau bahkan sudah lupa tentang peristiwa tersebut sehingga tingkat pengetahuannya rendah. Adapun faktor gizi. dan sebagian besar (92. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang sehingga mempunyai resiko tinggi terjadinya kehamilan di luar nikah.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang. (81. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. pubertas.30%) responden berumur 13-14 tahun yang berjumlah 132 orang. Hal ini diduga apabila responden sudah menstruasi akan lebih mengetahui tentang menstruasi sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dari peneliti.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang Menarche. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Umur Remaja Putri Dari 143 responden. separuh responden dapat menjawab dengan benar kuesioner yang diberikan meliputi : Pengertian menarche. Setelah dianalisa didapatkan lebih dari separuh siswa SLTP N I Prambanan Kelas VIII tidak mengetahui terjadinya kehamilan. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (81. faktor tempat tinggal dan faktor ras yang diduga dapat mempercepat seorang wanita menstruasi untuk pertama kalinya. Diduga perkembangan teknologi yang cukup pesat seperti VCD. Dari hasil penelitian. fisiologi haid dan dismenore.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. Diduga pada saat umur 13-14 tahun responden sudah mengalami menstruasi untuk pertama kalinya.Diduga karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mata pelajaran biologi yang didapatkan dari Bp/Ibu guru disekolahnya sehingga siswi kelas VIII SLTP N1 Prambanan lebih dari separuh (67.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun dengan jumlah 132 orang. komputer dan internet yang mempermudah kita mengakses berbagai hal yang kita inginkan.

tanda pubertas yang nampak paling akhir pada remaja putri.34% remaja putri tidak mengetahui terjadinya suatu kehamilan. Klaten. lamanya seorang wanita mengalami menstruasi dan terjadinya nyeri yang mencengkeram. terjadinya kehamilan. kurang dari separuh (26. Saran 1. Jawa Tengah adalah sebagai berikut : Untuk tingkat pengetahuan tentang menarche diperoleh lebih dari separuh (67. dan berfungsinya organ reproduksi. b. Bagi Pihak Sekolah Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 64. Kebanyakan remaja putri menjawab kurang tepat tentang hal tersebut.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. Waktu yang terbatas dari peneliti. sehingga kehamilan di luar nikah di usia remaja dapat ditekan sekecil mungkin. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. Maka dari itu diharapkan agar pihak sekolah .13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. BAB VI PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 143 remaja di SLTP N I Prambanan. masa subur pada seorang wanita.Dari beberapa komponen kuesioner yang diberikan dapat diketahui pengetahuan remaja putri tentang menarche yang sudah baik meliputi pengetahuan tentang : Hormon remaja putri mengalami menarche. tanda pubertas yang nampak paling awal pada remaja putri. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. Faktor Pendukung dan Penghambat 1. siklus menstruasi yang normal. c. Dari data yang didapat juga diketahui bahwa pengetahuan remaja putri tentang menarche yang kurang baik meliputi : Pengertian menarche. 2. asal darah menstruasi. faktor eksternal yang mempercepat menarche. Faktor Penghambat a. Hal ini dapat diperbaiki dengan pemberian informasi dari Bp/Ibu guru khususnya yang mengajar biologi. Faktor Pendukung a. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. faktor internal yang mempercepat menarche.

mungkin dengan urin. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun. virus dapat pula diisolasi dari faring.3 . INSIDEN Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. virus mumps dapat diisoler dari saliva. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. Mumps ialah suatu infeksi umum. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. Pada manusia selama fase akut. Dan dapat menyukseskan program wajib belajar 9 tahun dari pemerintah.memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda yang akan menjadi tulang punggung negeri ini tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan.2 Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. Bagi Peneliti selanjutnya Penelitian ini meneliti tentang tingkat pengetahuan remaja putri Kelas VIII tentang menarche di SLTP N I Prambanan diharapkan bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. 2.5 PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. bahan muntah. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. percikan ludah. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. darah.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. Pada penderita parotitis tanpa pembesaran kelenjar parotis. air seni dan liquor.

com/2007/04/mumps-parotitisepidemika.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. (Sumber: http://oncejevuska. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38.MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil.html) Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. anoreksia. Dimulai dengan stadium prodromal. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. www. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. ini merupakan gejala khas untuk parotitis. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan .5 0C sampai 39. muntah dan nyeri otot. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. sakit kepala.clitoris. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi.blogspot.com/modules. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan.

Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas . hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www. kaset.m3-access www. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini.go. majalah hiburan. keadaan gizi. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan. dan film.com/post/29007_20. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche.pdf Masa Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. vidio.menarche.id/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja.depkes. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik.tubuh wanita untuk kehamilannya. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak.blog.

Pada anak lelaki. Pada anak perempuan. Namun satu hal yang pasti. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. dll.yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Pada masa pubertas. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra. namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Luteinizing Hormone (LH). Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur. dan 2). otot. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Untuk dapat memhami remaja. maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensidimensi tersebut. konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. dan fisik lainnya yang . Anak perempuan akan mendapat menstruasi. meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa.

Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat. b. Curah jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung.php? option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 Fisiologi Curah Jantung a. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. http://www. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru.berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.com/index. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh.duniaguru. . Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung.

Left Ventricular Stroke . Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain. Stroke Volume Index (SVI). bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes.2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2.5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi. Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia.

Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acut Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Bagan 3 Patofisiologi Komplikasi AMI sebagai etiologi penurunan curah jantung . Behavioral/emotional anxiety Restlessness.Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4.

menunjukkan penurunan (kurang dari 0. palpebra l) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi m) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru n) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum. tampak banyak keluar keringat dingin g) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat h) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada i) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam.allrefer. CKMB.com/health/heart-attack-info. Diagnosa Keperawatan Terkait Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) adalah Resiko Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan: 1) Perubahan frekuensi. d. kreatinin. irama. konduksi elektrikal 2) Penurunan preload/peningkatan tahanan vaskular sistemik (TVS) 3) Otot infark/diskinetik. Guyton Athur.html. 2002.5 cc/kgBB/jam) j) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia k) Tampak edema pada ekstremitas bawah. contoh aneurisma ventrikular. mudah capai b) Klien mengatakan sesak nafas c) Klien mengatakan pusing (pening) d) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) 2) Data Obyektif a) Tekanan darah menunjukkan penurunan b) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah c) Distensi vena jugularis d) Capilary refil lambat lebih dari tiga detik e) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi f) Kulit teraba dingin. kerusakan struktural. hematokrit). halaman 327 Penatalaksanaan Keperawatan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) c. Pengkajian Keperawatan Terkait Dengan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) 1) Data Subyektif a) Klien mengatakan lemah.Dirangkum dari: http://health. . LDH.

Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan.kerusakan septal. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. . Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan.clitoris. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya.com/modules. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. keadaan gizi. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. www. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1.

Selama tiga dasa warsa terakhir. Pada kriteria pertama. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. perubahan elektrokardiografi (EKG).blog. merupakan suatu ‘continuum’ (proses berkelanjutan) resiko bagi penderita dengan nyeri dada.com/post/29007_20. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). majalah hiburan. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini.menarche. vidio. dan film. dan lebih penting dari sudut pandang klinik. namun dari data statistik. LATAR BELAKANG PENELITIAN : Dewasa ini petanda biokimia untuk menilai kerusakan sel otot jantung pada penderita sindrom koroner akut semakin berkembang. Sindrom koroner akut merefleksikan proses fisiologis dari iskemia miokard akut. iskemia miokard akut ditentukan sebagai penderita infark miokard atau non infark miokard. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel.Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. gejala tidak spesifik terdapat pada sepertiga penderita.1.m3-access 3. Kriteria kedua. dimana diagnosis infark miokard ditegakkan dengan adanya dua dari tiga kriteria : gejala klinis & nyeri dada yang menjurus ke miokard infark. terutama pada penderita diabetes dan usia lanjut. yang umumnya menunjukan gejala iskemia ayng tiddak khas. dan parameter biokimiawi ( misalnya peningkatan CK-MB). merupakan piranti . kaset. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. berdasarkan kriteria badan kesehatan dunia (WHO). yaitu adanya perubahan pada EKG. pengamatan seksama pada gejala klinik merupakan hal yang sangat penting.

9. Pada umumnya terjadi oklusi trombosis pada arteri koroner mengalami plak ateromatoes. walaupun dikatakan bahwa trombosit bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam terjadinya IMA ( 29). Patofisiologi iskemi dann infark miokard IMA adalah kematian otot jantung akibat suplai oksigen yang tidak mencukupi (tidak adekuat) dalam waktu yang cukup lama . disamping untuk menentukan terapi trombolitik. troponin. hanya sekitar 50%. dan kira kira 25% sering meninggal selama 24 jam pertama dan sebagian dari kasus ini diagnosanya tidak terdeteksi (56). American Heart Association (AHA) memperkirakan 1.71). Angka kematian dan komplikasi dari penderita ini mewakili > 20% kejadian malpraktek pada kedokteran gawat darurat. sehingga para klinisi juga akan meningkatkan kewaspadaan dalam manajemen pelayanan bagi penderita dengan lebih baik. Kriteria ketiga adanya peningkatan pada parameter biokimia. IMA merupakan keadaan berat yang terjadi akibat oklusi mendadak pembuluh koroner atau pun cabangnya yang mengalami skerosis.000 dari kasus tersebut dikeluarkan dari rumah sakit karena tidak diketahui diagnosanya. EKG mempunyai sensitifitas yang rendah. Keberhasilan terapi trombolitik sangat me ndukung anggapan tersebut. yang pada masa lalu digunakan aktifitas enzim CK-MB sebagai ‘baku emas enzim’ tetapi karena keterbatasan spesifisitas. Namun demikian.2. Trombosis merupakan faktor utama terjadinya iskemi akut baik pada angina pektoris tak stabil maupun IMA.5 juta penduduk Amerika mengalami serangan jantung setiap tahunnya dan kira-kira 34. Oklusi tersebut biasanya disebabkan oleh adanya perubahan pada plak ateroma yang menyebabkan tertutupnya lumen arteri koronaria secara mendadak (70. Dilaporkan bahwa hampir 90% penderita IMA transmural . 2. telah dicoba untuk memakai petanda biokimiawi yang lain seperti mioglobin. yang akhirnya dapat menurunkan mortalitas. Jelas bahwa diperlukan petanda biokimiawi sebagian piranti diagnosis dan menilai beratnya kerusakan sel otot jantung pada penderita dengan nyeri dada akut.diagnosis infark miokard yang penting.

atau adanya trombosis pada arteri koroner kecil yang telah mengalami aterosklerosis berat. Morfologi aterosklerosis koroner . yang pada pemeriksaan histologik ditemukan adanya infiltrasi lekosit .2. Patofisiologi IMA nontransmural ( subendokardial) belum banyak diketahui. Patogenesis terjadinya trombosis melibatkan banyak faktor. Adanya nekrosis miosit akan menyebabkan kehilangan intergitas membran sel dan makromolekul intraselluler akan berdifusi ke dalam jaringan interstitial miokard dan selanjutnya akan masuk ke dalam mikrovakskuler dan limfatik kardiak. Terjadinya oklusi koroner selama 20 menit akan diikuti dengan terjadinya nekrosis miokard ( Infark Miokard). Perubahan morfologi akan terjadi dalam 12 jam pertama setelah infark miokard berupa inflamasi dan infiltrasi seluler. Juga berbagai penelitian klinik telah memperlihatkan adanya hubungan antara lipoprotein dan trombosis.8. antara lain vasoplasme akibat hilangnya endothelium dependent dilator mechanism pada aterosklerosis. 2. INFARK MIOKARD AKUT 2. kemudian setelah 24 jam daerah infark akan nampak pucat atau kekuningan dengan batas yang jelas.1. Demikian pula menurunnya sintesis faktor-faktor endoterial yang beraksi sebagai antikoagulan seperti tisue plasmibogen activator dan prostasiklin paa aterosklerosis.8.(510%) sulit dibuktikan adanya trombus sebagai penyebabnya dan pada keadaan ini spasme arteri koroner terlibat di dalamnya (71). juga ikut berperan dalam terbentuknya trombosis. Selain itu dapat pula diakibatkan adanya spasme koroner.2.

1. Stary II bila ditemukan juga sel-sel otot polos yang mengandung lipid dan tersebarnya lipid ektraseluler. Pada penelitian otopsi dari artei koroner dan aorta pada orang-orang usia muda telah ditemukan adanya evolusi secara mikroskopis dari aterosklerosis. yang me rupakan tanda dini penumpukan lipid ( Stary I). Selanjutnya bila terjadi fisura plak yang dalam atau ulseri . Pada beberapa plak dapat terjadi progresi secara lambat.1.8.1.8. Kerusakan vaskuler dan pembentukan trombus merupakan kunci dari proses dan progresifitas aterosklerosis serta patogenesis sindrom koroner akut. Lesi dini Adanya perubahan ultrastruktur yang terjadi pada aterosklerosis spontan. Progresi aterosklerosis Lesi dini aterosklerosis lebih cepat mengalami progresi pada mereka dengan berbagai faktor resiko koroner. oleh Stary lesi ini di klarifikasikan atas : Stary I bila ditemukan adanya makrofag ataus sel busa dalam intima.2.Aterosklerosis adalah suatu bentuk aterosklerosis yang terutama mengenai lapisan intima dan umumnya terjadi pada arteri muskuler ukuran besar dan sedang serta merupakan kelainan yang mendasari penyakit jantung iskemik. khususnya lesi dini telah dilaporkan oleh Stary. Kerusakan vaskuler dimaksud di klarifikasikan atas 3 tipe. Hal ini akibat adanya kerusakan vaskuler tipe 1 berupa kerusakan sel endotel yang diakibatkan gangguan aliran darah atau faktor lainnya sehingga makrofag atau sel busa ditemukan dalam intima. tetapi ada juga yang cepat. Stary III tampak adanya inti lipid ekstra seluler yang multipel sedangkan Stary IV bila adanya ateroma (50) 2.2.2. tipe 2 terjadi kerusakan endotel dan intima dengan lamina interna elastik yang masih utuh dan tipe 3 kerusakan endotel dengan intima & media (45).adanya fisura minor yang terjadi pada lapisan lemak atau plak ateroma akan diikuti dengan pembentukan trombus da ©2003 Digitized by USU digital library 12 terjadinya fibrosis. 2. yaitu Tipe 1 bila terjadi gangguan fungsi sel endotel tetapi tanpa terjadi perubahan substansi morfologi.

Bertil Lindahl dkk dalam kelompok studi FRISC meneliti 976 penderita APTS dan menemukan adannya peningkatan resiko serangan jantung jika terjadi peningkatan nilai troponin T pada 24 jam pertama. Dari 33 penderita yang troponin T meninggi.06-0. Sebaliknya hanya 1 dari 51 penderita angina saat istirahat dengan troponin T negatif yang berkembang menjadi IMA.18 ng/ml mempunyai resiko tinggi untuk menadi IMA atau kematian penyakit jantung.2. Sedangkan pada 50% penderita IMA tersebut meninggal dalam perawatan. Gok dan Kaptanoglu (69) mendapatkan 34% penderita angina akut saat istirahat mengalamai kenaikan kadar TnT dan setengahnya berkembang menjadi IMA. Gokhan. Beberapa penelitian dengan jumlah sampel yang sedikit telah menunjukan bahwa penderita APTS dengan peningkatan kadar TnT mempunyai prognosis jangka pendek maupun jangka panjangyang buruk. Penilaian resiko pada saat awal sangant diperlukan pada penderita dengan penyakit koroner tak stabil. Hanya 3 dari penderita tersebut mengalami peningkatan CK-MB. Penelitian ini menunjukan bahwa nilai troponin T .7. 0.5%) dan jika lebih dari 0.06 ng/ml mempunyai resiko rendah (4. Hamm CW dkk (63) melaporkan penelitian terhadap 109 orang penderita angina pektoris yang stabil yang dilihat kadar CK.2. CKMB. Sementara penderita angina akut saat istirahat dengan kadar TnT yang tidak terukur hanya 4.18 ng/ml mempunyai resiko sedang (10. dan troponin T setiap 8 jam selama 2 hari setelah dirawat.maka dapat terjadi oklusi trombus dan timbul sindrom koroner akut 2. Jika kadar troponin T kurang dari 0.3%) . 30% mengalami infark miokard.78 ng/ml pada 39% penderita angina akut saat istirahat.1% yang berkembang menjadi IMA. misalnya APTS. Nilai Prognostik Pemeriksaan Troponin T Pada APTS Peningkatan kadar TnT merupakan faktor prediksi yang kuat meningkatnya mortalitas (24). troponin T dapat terdeteksi rata-rata pada kadar 0.

EKG. dan secara bermakna kematian jantung dan IMA berbeda dari yang troponin T nya negatif. Disadari bahwa terdapat perbedaan waktu selama 2 -4 jam setelah muncul gejala baru dapat dideteksi perubahan serum troponin dan mencapai puncaknya pada 12-14 jam kemudian.2. saat ini dapat dinyatakan bahwa EKG inisial tidak hanya memprediksikan perjalanan jangka pendek tetapi depresi segmen ST juga menunjukan menandai kelompok resiko tinggi pada waktu yang lama (55). Gelombang T yang inversi dan isolated relatif ringan dan prognosenya baik dibanding dengan perubahan segmen ST. Peningkatan troponin ini merupakan indikator untuk komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Tanpa memperdulikan perubahan EKG penderita dengan perubahan serum troponin mempunyai resiko lebih tinggi dibanding dengan yang normal. dari 460 penderita nyeri dada dan diikuti selama rata-rata 3 tahun. Konsentrasi serum troponin T dan I merupakan indikator peningkatan resiko baik secara independen maupun merupakan pendukung dari perubahan EKG. 2. sememtara perubahan dinamis dari segmen ST dan gelombang T yang inversi sangat mendukung diagnosa angina tak stabil atau non Q wave infark miokard. Selanjutnya dengan dasar informasi diatas . Sebanyak 34% penderita APTS tersebut mempunyai troponin T positif. Stubbs dkk juga mendapatkan hasil yang sama. STRATIFIKASI RESIKO Penentuan penyakit jantung koroner ditentukan dari gambaran klinis. riwayat penyakit.maksimal pada 24 jam pertama dapat disajikan sebagai petunjuk prognostik bebas dan penting. Gambaran EKG yang normal yang normal pada saat episode nyeri dada merupakan dasar kuat untuk menyatakan gejala yang tidak spesifik oleh sebab kardiak. kadar troponin serta faktor resiko terjadinya arterosklerosis.5. Bila memungkinkan perekaman EKG dilakukan saat nyeri dada timbul. 183 penderita terbukti APTS. Perubahan EKG merupakan pelengkap dari riwayat penyakit dan gejala klinis dan masih menjadi suatu proses stratifikasi penting dari sindroma koroner akut .

mula terjadi akumulasi trombosit ditempat koyakan. membentuk gumpalan dini yang disebut white clot yang secara langsung berusaha menutupi semua permukaan yang robek tadi. Kemudian datanglah eritrosit untuk menutupi seluruh white clot.2. . makka kap yang tipis tersebut akan koyak dan kemudian berlangsunglah proses selanjutnya berupa pembentukan trombus yang dimulai dari fisura atau robekan kap tadi. hal ini disebabkan oleh karena pengaruh adanya faktor jaringan. TROMBOSIS PLAK Lebih dari 75% trombus yang ditemukan di sindroma koroner akut.4.penetapan diagnosis angina yang stabil dapat dilakukan stratifikasi penderita dalam tiga kelompok yaitu kelompok resiko rendah. Pemeriksaan serum kardiak secara diagnostik sangat diperlukan dans sesuai dengan guidelines 1994 merekomendasikan bahwa baik kadar CK dan CK-MB diperiksa paa waktu dan setiap 6 sampai 8 jam dan seterusnya paa 24 jam. Didalam komponen plak. guidelines 1994 belum merekomendasikan pemeriksaan troponin secara rutin untuk deteksi kerusakan miokard. Sejak itu berbagai studi telah menunjukan bahwa peningkatan kaar troponin T dan I berhubungan dengan dampak buruk dari penderita sindroma koroner akut . penyakit terdahulu dan gambaran EKG. Stratifikasi resiko ini merupakan proses yang berkesimbungan selama perawatan penderita pada fase akut termasuk evaluasi riwayat penyakit sekarang. sedang dan tinggi ( tabel 4). kemudian ditambah dengan adanya fibrin. Sedangkan faktor yang mempengaruhi respons trombogenesis ditempat kap yang terkoyak tadi adalah : 1. 1. dimana faktor jaringan ini mengaktifkan faktor IX dab X bersama membentuk trombin. Substrat trombogenik yang memang selalu berada di tempat tersebut. Mula. terletak ditempat dimana plak menglamai ruptur. gumpalan lipid memiliki efek trombogenisitas yang paling kuat. Bila plak yang tidak stabil mendapat pencetus.

2.3. 2. da sel T. dan proses yang mendasarinya. tipe plak dihubungkan dengan tampilan klinis dapat dibagi menjadi 5 tipe yaitu (50) : 1. namun bisa juga angina stabil. tampilan klinis masih seperti tipe 4. Tipe 5c :Fibrous-ateroma dengan trombus mural dengan komponen lipid yang minimal. maka semakin mudah terjadi proses trombogenesis tersebut. Tampilan klinis dari fase adalah suatu keadaan yang disebut sindroma koroner akut. Tipe 5b : Ateroma dengan klasifikasi berat di dalam core atau lesinya. 3. 5. fase ini juga masih asimptomatik. terjadi ruptur plak tipe 4 dan 5 dengan hemorhagi intra mural dan mulainya proses trombogenesis insitu. sel busa. Tipe 1 : Penebalan tunika intima. . tampilan klinis apa fase ini adalah anginastabil. Keseimbangan trombotik-trombotik faktor trombogenik misalnya hiperagregabilitas. hal tersebut tergantung dari bentuknya kap dan gumpalan lipid yang ada. Tipe 4 : Ateroma terdapat gumpalan lipid pada tunika intima.2. pada fase ini tampilan klinisnya asimptomatik. Tipe 5a : Seperti tipe 4 disertai denganlapisan jaringan fibrous. Tipe 6 : Complicated lesion . juga masih asimptomatik. 3. semakin tajam lengkungan kap stenosis dan semakin iregular. sel inflamasi mulai infiltrasi diikuti dengan makrofag. Tid ak semua plak yang terjadi pada proses aterogenesis menjadi plak yang tidak stabil. makrofag. 6. dan hal ini sangat berhubungan dengan tampilan klinis. terdapat akumulasi lipid intra sel dan infiltrasi makrofag serta otot polos. Iregularitas permukaan plak dan sempitnya stenosis . 4. tampilan klinisnya masih seperti 5 b. hiperkoagulabilitas dan menurunnya fibrinolisis meningkatkan resiko terjadinya trombus pada sindroma koroner akut 1. isolated foam cell. biasanya tampilan klinis pada fase ini asimptomatik. Tipe 2 : Fatty streak. Tipe 3 : masih seperti diatas tetapi disertai pula dengan lipid ekstra sel dan deposisi jaringan ikat. Forrester yang memeriksa dengan angioskopis intraoperatif mendapatkan 95% sindroma koroner akut ditemukan adanya ruptur plak (49). Menurut American Heart Association. Ruptur Plak Ruptur plak ditemukan pada 56 %-95% sindroma koroner akut.

stress emosional dan lain sebagainya. Struktur Plak Pada mulanya telah disepakati bahwa terjadinya sindroma koroner akut oleh karena adanya penutupan yang tiba-tiba dari aliran darah koroner yang aterosklerotik yang kemudian mengakibatkan kekurangan oksigen di otot jantung dan akibatnya terjadi jaringan iskemi sampai jaringan nekrosis. Infeksi 3. 2. kepadatan lipid dan ketebalan kap yang menyelimuti plak.Faktor-faktor yang mempengaruhi instabilitas dan ruptur plak (45) : Faktor Eksternal : 1. latihan fisik berat. Sistemik : Lingkungan internal/faktor farmakologik. Pada saat itu diperkirakan semakin besar ateroma yang ada di pembuluh darah semakin mudah menyebabkan sindroma koroner akut. peningkatan kontraktilitas otot jantung. akan tetapi ternyata pada penelitian dibuktikan bahwa justru pada stenosis yang ringan dan sedang lebih banyak terjadi sindroma koroner akut dan hal ini diduga oleh karena pecahnya ateroma tersebut ( ruptur plak) Plak aterosklerosis yang sudah matang terdiri dari bermacam. sehingga menyebabkan rupturnya plak. peningkatan aliran darah koroner. Disfungsi endotel 4. kemudian LDL masuk ke dalam sel dan teroksidasi.macam yaitu : lipid core atau gumpalan lipid. Aktifitas sel inflmasi 2. kemudian memacu produksi sitokin da n protease ( MMP expression). Faktor intrinsik dari plak : besarnya plak. lokasi plak. biasanya didahului oleh faktor pencetus seperti : yang berhubungan dengan aktifitas saraf simpatis sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba. gumpalan lipid ini terdiri dari sel-sel makrofag . 1. Proliferasi sel otot polos Evaluasi dari plak yang stabil menjadi tidak stabil melalui 5 tahap yaitu : aktifasi endotel.2.2. Lima puluh persen dari timbulnya sindroma koroner akut. Faktor Internal : 1. Luas tidaknya jaringan nekrosis yang terjadi mempengaruhi harapan hidup penderita sindroma koroner akut.

angina stabil maupun sindroma koroner akut. Continuum dari sindroma koroner akut The Continuum of Acute Coronary Syndromes . dan lipoprotein yang terjebak di dalam subendotelial maupun ruang ekstra sel. 1. Kemudian gumpalan lipid ini diselimuti oleh suatu kap yang terdiri dari matriks jaringan ikat. sampai kematian jantung mendadak (13). Maka bila dicermati. angiokopis dan biologis menunjukan adanya perbedaan gejala klinik antara angina tak stabil dan infard miokard.43). sindroma koroner akut meliputi Gambar 2. Sebaliknya bila gumpalan lipid leih padat dengan kap yang kuat dan tebal disebut sebagai plak stabil.2. Pada definisi yang diperluas. dari yang asimtomatis.2. 1. SINDROMA KORONER AKUT. Hasil pengamatan patologis. Bila gumpalan lipid tersebut dominan dengan kap tipis.1. selselnya jarang ( hiposeluler) dan juga terdapat gumpalan kolesterol ester ( yang berkonsistensi lunak) dan kristal kolesterol yang berkonsistensi agak keras. Di dalam bungkah lipid tersebut konsistensinya lunak. disebabkan mekanisme patifisiologi yang mendasarinya yakni ruptur aterosklerosis. Patofisiologi sindroma koroner akut Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang progresif dengan bermacam tampilan klinis. terdapat dua macam plak yaitu yang stabil dan plak yang tidak stabil. dengan derajat trombosis yang berbedabeda dan ada tidaknya embolisasi distal (7.yang mengandung lipid di dalamnya. Defnisi Sindroma koroner akut adalah suatu peralihan (spektrum) manifestasi dari penyakit jantung iskemik meliputi angina tak stabil hingga infark miokard akut (IMA) dengan gelombang Q atau pun tanda gelombang Q (Gambar 2).1. 1. maka ateroma tersebut disebut sebagai plak yang stabil.1.2.

HUBUNGAN KADAR TROPONIN-T DENGAN GAMBARAN KLINIS PENDERITA . Gabungan kapasitas fibrinolisis. Tahaop kedua terjadi trombogenesis dengan cepat dikarenakan koyaknya plak yang mengeluarkan kontituennya yang bersifat trombogenik.Mycardial Ischemia Stable angina Unsable angina Non Q-Wave Ml Q-Wave Ml Currently undetected Non Q -Wave Ml Ischemic Cell Injury Reversible Small Area Ireversible Large Area Juga semua penderita dengan kejadian awal yang menuju keparahan angina. Hiperaktifitas trombosit. sistem koagulasi dan sistem fibrinolisis. pembentukan fibrin. Hasil akhir dari robeknya plak tergantung pada keseimbangan hemostatis . trombosit dan protein plasma. biarpun adanya perubahan ini akan meningkatkan spesifisitas diagnosis dan menunjukan prognosis yang jelek ( klasifikasi Braunwald). begitu juga dengan faktor-faktor regulasi pada trombosit. Kejadian penyakit jantung koroner meliputi dua tahap yang berbeda. dan hanya jumlah kecil yang memerlukan perhatian maupun perawatan di rumah sakit. Kejadian trombosis pada penyakit jantung ateroskleros is dipengaruhi dan distimulasi oleh beberapa faktor seperti : 1). komponen dinding pembuluh darah. Diagosis angina tak stabil tidak memerlukan perubahan EKG. Disfungsi endotel. dan 4). Keseimbangan hemostatis ini merupakan suatu interaksi yang kompleks antara dinamika aliran darah. tetapi umumnya penderita mengalami suatu siklus atau perubahan pola nyeri dada. 3). Walaupun studi Framingham menunjukan bahwa angina tak stabil hanya terdapat pada 10% kasus yang merupakan manifestasi awal dari penyakit arteri koroner diluar miokard infark. dan perkembangan terjadinya trombus yang oklusif. Peningkatan aktifitas prokoagulan. dimana terbentuk plak aterosklerotik non obstruktif. seperti kolagen dan tromboplastin jaringan yang menstimulasi agregasi trombosit. Tahap pertama terdiri dari suatu periode awal asimtomatik. dan progresi lebih lanjut tergantung pada faktor resiko. 2).

Bahkan disebutkan penanda ini dapat mendeteksi kerusakan sel miosit jantung yang sangan minimal (mikro infark). Kerusakan sel tersebut tidak dapat terlihat sebagai perubahan elektrokardiogram (EKG) ataupun dalam pemeriksaan laboratorium enzim-enzim jantung yang selama ini rutin dikerjakan untuk diagnostik kerusakan miokard suatu sindroma iskemik akut . Penelitian diluar negri menunjukan bahwa troponin T ini mempunyai sensitifitas 97% dan spesifitas 99% dalam deteksi kerusakan sel miokard. yang mana oleh penanda jantung yang lain.SINDROMA KORONER AKUT ELIAS TARIGAN Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara BAB-I PENDAHULUAN Pertanda biokimia dewasa ini dan di masa yang akan datang aka terus mempunyai peran penting pada diagnostik. Sehingga pada keadaan ini dikatakan sensitifitas dan spesitifitas troponin T lebih superior dibandingkan pemeriksaan enzim-enzim jantung lainnya. stratifikasi maupun pengobatan penderita dengan sindroma koroner akut. . Akhir-akhir ini telah dikembangkan suatu pertanda biokimiawi yang baru dalam pemeriksaan kerusakan sel miosit otot jantung dengan memantau penglepasan suatu protein kontraktil sel miokard yaitu troponin T akibat disintegrasi sel pada iskemi berat. Penatalaksanaan dengan metode intervensi yang agresif namun rasional diperlukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada sindroma koroner akut. hal ini tidak ditemukan . Pemeriksaan histopatologis ternyata membuktikan adanya kerusakan minimal pada sel miokard atau mikro infark pada seluruh permukaan miokardium penderita sindroma koroner akut yang mengalami perburukan serangan koroner atau kematian. Masalahnya adalah belum sempurnanya petanda yang dapat dipakai dengan mudah namun dapat sepenuhnya dipercaya untuk deteksi dini terjadinya perburukan kejadian koroner pada sindroma koroner akut .

keringat dingin. dan nyeri tersebut tidak hilang dengan istirahat. meskipun diberikan pengobatan yang adekuat . Hal yang sama pada studi FRISC. lebih dari 30 menit. terutama jika dipakai pada penderita yang dengan pemeriksaan CK-MB dan EKG tidak menunjukan suatu kerusakan otot jantung yang nyata. disebutkan bahwa resiko kematian dan infark miokard selama dirawat di rumah sakit sangat meningkat. mual. menjalar. terjadi pada waktu istirahat/melakukan kegiatan. dan sel-selnya menjadi mati (nekrosis). Menurut kriteria WHO (1983). Nyeri tersebut sering dikira sakit maag oleh banyak penderita. merupaka indikator terbaik yang dapat digunakan untuk menilai penderita yang mempunyai resiko kematian dari serangan jantung (7-11). penanda ini dapat mengenali kelompok pasien yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya serangan jantung baik saat dirawat di rumah sakit (fase akut) maupun sesudah keluar dari rumah sakit . karena jika ditemukan dalam plasma. dan spasme yang lama dari pembuluh darah koroner. tidak hilang waktu .Penelitian petanda biokimia ini banyak yang berfokus padda diagnosa dini dan juga untuk menilai prognostik. Beberapa penelitian melaporkan dengan pengukuran troponin T. menyatakan nilai prognostik penderita sindroma koroner akut berhubungan erat dengan kadar absolut troponin T saat INFARCT MYOCARD ACUTE Merupakan salah satu kegawatan dalam bidang jantung. Dari laporan pertama Hamm dkk (1992) tentang penelitian troponin T yang meninggi pada populasi kecil dengan pasien angina pektoris tak stabil. pembuntuan. Penelitian pada pusat kedokteran universitas Duke di Amerika Serikat menyimpulkan pemeriksaan troponin T adalah indikator yang baik dari kerusakan otot jantung. suatu protein yang dilepas dari kerusakan otot jantung. Keluhan penyerta lainnya dapat berupa lemas. dan kehilangan kesadaran. Penyakit ini umumnya menyerang orang berumur 40 tahun ke atas. maka penderita dikatakan menderita Infarct Myocard Acute : Nyeri dada tipikal (substernal. Gejala yang khas pada penyakit ini berupa nyeri dada substernal (kira-kira sekitar uluhati/diatasnya). menjalar. sehingga dinding jantung (myocardium) jantung menjadi kekurangan oksigen. Berasal dari penyempitan. muntah. lebih dari 30 menit. bila minimal dua dari kriteria berikut positif.

Klasifikasi menurut WHO 1999. muntah. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya. dan inversi gelombang T. Nah. maupun kehamilan). Diagnosis hipertensi dibuat atas dasar hasil beberapa kali pemeriksaan. Terdapat beberapa klasifikasi dari hipertensi. dan sebagainya. kecuali bila tekanan darahnya sangat tinggi dapat ditetapkan dengan satu kali pemeriksaan. Penatalaksanaan penderita tersebut harus di ruang intensif (ICCU). derajat III (> 120 mmHg). HIPERTENSI Hipertensi/tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umum timbul di dalam masyarakat. khususnya yang ada fasilitas ruang intensifnya. Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. mual. Keluhan yang mungkin timbul antara lain nyeri pada daerah kepala bagian belakang. obat-obatan. berdasarkan dari tekanan diastolik. derajat II (110-119 mmHg).istirahat) EKG (rekaman gelombang listrik jantung) : Q patologis. bila Anda menemui penderita dengan keluhan di atas. . Merupakan peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri. CKMB. antara lain : diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh. Adapun tujuan utama perawatannya adalah : Menghilangkan rasa nyeri Mencegah perluasan infark Menangani komplikasi yang terjadi Program rehabilitasi medis. antara lain : Penyebabnya : hipertensi primer (tidak diketahui sebabnya). SGPT. Pemeriksaan enzym : peningkatan kadar LDH. dan hipertensi sekunder (akibat penyakit. ST elevasi. yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. mimisan. Pengelolaan terhadap penderita hipertensi adalah : Pengobatan tanpa obat. penglihatan kabur. kelemahan otot-otot. yaitu : derajat I (95-109 mmHg). dan peningkatan troponin T. CPK. SGOT. segeralah mendatangi rumah sakit terdekat.

penurunan berat badan [1030%]. timbul dari resistensi insulin [tubuh gagal untuk menggunakan insulin secara baik. coxsackie. terdapat istilah pre-diabetes. dan wanita lebih awal 1. DIABETES MELLITUS Diabetes Mellitus [kencing manis]. wanita lebih banyak daripada pria. berhenti merokok/alkohol. Terjadi pada sekitar 4% wanita hamil. Saat ini ada tiga tipe utama diabetes.5 tahun. Diabetes tipe II. keracunan. mudah lelah. rasa tebal pada tangan dan kaki. timbul karena pankreas gagal/hanya sedikit dalam memproduksi insulin. dan latihan fisik ringan dan teratur. Penyebab pasti penyakit ini masih misteri. merupakan suatu jenis penyakit hormonal. yaitu diabetes yang timbul pada wanita hamil. emosional. dan sebagainya. ataupun saluran kemih. virus [mumps. diet [tidak minum ASI. konsumsi nitrosamin dalam jumlah besar]. Gejala yang timbul antara lain : sering kencing. Umumnya timbul pada usia 812 tahun. baik penggunaan ataupun sekresinya]. Umumnya timbul pada usia 40 tahun keatas. Faktor penyebabnya antara lain : proses autoimmun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. . dan zat lain menjadi energi untuk kehidupan. ditambah : sering terjadi infeksi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Selain diabetes tipe II. serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi. yaitu : Diabetes tipe I. maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan. Pre-diabetes timbul bila kadar gula darah lebih tinggi dari normal. stess. mulut. timbul akibat gangguan produksi atau gangguan dari penggunaan insulin.peredaan stress emosional. meskipun faktor genetik dan lingkungan [seperti kegemukan dan kurang olahraga] memegang peranan penting. dsb. luka sukar/lama sembuh. Faktor penyebab terpenting adalah genetik dan kegemukan. Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur. sehingga timbul peningkatan kadar gula. Obat-obatan antihipertensi. karbohidrat. hepatitis]. Insulin merupakan hormon yang diperlukan untuk mengubah gula. dan terjadi defisiensi relatif dari insulin. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter. rasa haus/lapar yang berlebihan. Gejala yang timbul mencakup gejala pada diabetes tipe I. tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe II. penglihatan kabur. infeksi berulang pada kulit. Gestasional diabetes.

Gangguan jantung. serta pengobatan yang baik. baik short acting. ataupun long acting insulin. Olahraga. dan sebagainya.3 mmol/L). Penatalaksanaan yang perlu dilakukan : Diet. koma hyperosmolar non ketotik].4-8. Obat-obatan oral. Pemeriksaan fisik. penurunan berat badan [10-30%]. diabetic retinopathy. kadar gula darah 2 jam setelah makan atau gula darah random ³ 200 mg/dL (11. terbukti dapat memperbaiki toleransi glukosa dan menurunkan pengobatan. problem psikologi akibat kronisnya penyakit. riwayat keluarga dengan diabetes. < 10% kalori dari lemak saturated dan polyunsaturated. gula darah dipertahankan pada level 80-150 mg/dL (4. Hindari pula konsumsi makanan yang mengandung gula murni. . mudah lelah. olahraga. Glipizide. Miglitol]. gangguan ginjal [nephropathy]. neuropathy dan kerusakan saraf.1 mmol/L). luka yang sukar sembuh. dari keluhan sering kencing. gangguan kulit. Insulin. Glyburide]. intermediate. dsb. Thiazolidinediones [Pioglitazone. sisanya diperoleh dari lemak monounsaturated dan karbohidrat. Selama terapi. diabetic foot. Komplikasi yang mungkin timbul : Koma hypoglikemia ataupun koma hyperglikemia [ketoasidosis diabetes. Timbul akibat kurang pengontrolan kadar gula. misalnya adanya kelainan pada retina mata. rasa lapar/haus berlebihan. Misalnya golongan biguanide [metformin]. a-Glucosidase inhibitors [Acarbose. baik dengan obat oral ataupun insulin. gangguan kesehatan mulut. Pemeriksaan laboratorium. yaitu kadar gula darah puasa ³ 126 mg/dL (7. akan memperkecil timbulnya komplikasi. yang dianjurkan adalah 10-20% kalori dari protein. sulfonilurea [Glimepiride. khususnya pada diabetes tipe II. Prognosis : Dengan pengaturan diet.0 mmol/L).Diagnosis ditegakkan dengan : Anamnesis. Insulin diberikan pada diabetes tipe I. Rosiglitazone].

“Otot jantung yang kekurangan darah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Makanya. Endapan kolesterol ini. lanjut dia. dada merasa seperti tertekan oleh benda berat. Dijelaskan. dokter spesialis jantung Rumah sakit Asia Medika Jambi. Yang dimaksud kolesterol. dapat berakibat fatal. Hal ini menimbulkan rasa nyeri di dada yang dikenal sebagai Angina Pektoris (AP). Perasaan ini timbul jika kegiatan fisik meningkat atau dalam keadaan tekanan emosional. kaku. menurut Syaifullah. dan keras. jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera. Bahayanya lagi. Penyempitan ini antara lain disebabkan karena meningkatnya kadar kolesterol dan lemak dalam darah. perasaan sakit ini ada kemungkinan menjalar ke lengan kiri sampai di ujung kelingking. sehingga rongga pembuluh menjadi sempit. semacam kombinasi lemak dan protein yang merupakan bahan penting bagi bermacam-macam hormon. menimbulkan penyempitan pembuluh darah. Hebatnya lagi.” paparnya. penyakit jantung koroner atau Atherosklerosis adalah proses yang menyebabkan dinding pembuluh nadi menjadi tebal. ulu hati dan lengan kanan. “Bagi penderita jantung koroner yang keadaannya telah . Menurut Syaifullah. sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung. penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa mengenal waktu. punggung atas sampai dirahang. “Angka kematian tertinggi penderita jantung koroner justru terdapat pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. Di samping itu. karena penderita bisa meninggal dunia pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. Kolesterol terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari hewan dan mengendap pada dinding pembuluh darah. July 12 @ 00:09:34 WIT Topic: Berita | 12-07-2006 | Jantung Koroner Picu Kematian pada Jam-jam Pertama Penyakit jantung masih menjadi salah satu pembunuh terbesar di dunia.Waspadai Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit Date: Wednesday.” ujar Dr Syaifullah Napu. penyakit ini harus diwaspadai. terutama pada daerah jantung.

wajah pucat dan rasa nyeri tidak hilang setelah istirahat. atau diabetes melitus. Kejadian ini disebut infarct. Kelainan pembuluh koroner ini berupa penyempitan pembuluh darah koroner sebagai akibat dari proses atherosklerose.(*) . jika penyempitan pembuluh darah atau angina pectoris biasanya hilang setelah istirahat. Penyempitan pembuluh darah. Pembulu koroner adalah sepasang pembuluh nadi cabang pertama dari Aorta yang mengantarkan zat-zat makanan yang dibutuhkan bagi jaringan dinding jantung. Bila pembuluh koroner besar tersumbat infarct menjadi lebih besar. penyakit gula. Dikatakan. Pada serangan jantung mendadak penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. Sedangkan tanda-tanda serangan jantung itu. dipercepat oleh kolesterol atau kadar lemak dalam darah tinggi. maka penderita dapat meninggal dunia. “Bila Anda merasa tanda-tanda angina pectoris saya menyarankan untuk segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. tekanan jiwa. Dengan perawatan yang segera dan intensif dibagian penyakit jantung gawat ada kemungkinan jiwa penderita masih bisa tertolong.serangan jantung (acute myocard infarct) umumnya terjadi karena pembuluh darah koroner yang menyempit atau mendadak tertutup sama sekali oleh bekuan darah yang mengalir di dalamnya.lanjut. kurang bergerak. banyak merokok. berat badan berlebih. Syaifullah juga menambahkan. Jika pembuluh darah koroner menjadi tertutup sama sekali. Proses atherosklerose adalah pengerasan dinding pembuluh darah karena penimbunan lemak yang berlebuh. rasa sakit itu juga sudah terasa waktu istirahat atau waktu tidur. napas susah. Akibatnya sebagian jantung tidak bekerja.” ungkapnya. Kemungkinan besar Anda mengalami serangan jantung. Semua ini adalah faktor risiko penyakit jantung koroner. Ia juga mengatakan.” terangnya. keluar keringat dingin. biasanya dada nyeri lebih dari 15 menit. tekanan darah tinggi. jika penyakit jantung koroner terjadi karena adanya kelainan pada pembulu koroner. Akibatnya jantung tidak dapat lagi memompa darah. lanjut dia. lanjut dia.

Dengan semakin tua dan memburuknya kondisi alat-alat tubuh oleh bermacammacam ‘faktor risiko’ seperti tekanan darah tinggi. Jika alat ini berhenti bekerja dalam beberapa waktu saja. Jantung terbentuk dari serabut-serabut otot khusus dan dilengkapi dengan jaringan syaraf yang secara teratur dan otomatis memberikan rangsangan berdenyut bagi otot jantung. pembuluh darah akan menyempit dan tersumbat seperti sumbatan karat pada sebuah pipa.Mengenal lebih dekat penyakit jantung koroner dan faktor-faktor risikonya Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko timbulnya penyakit jantung akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan. maka akan berakhirlah suatu kehidupan. Apa yang terjadi jika yang tersumbat adalah arteri koroner? Aliran darah tidak akan sampai ke otot-otot jantung yang artinya otot-otot jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen sehingga timbulah suatu keadaan yang dikenal sebagai iskemik (ischaemia). kolesterol yang meningkat dalam darah dan lain-lain. Seberapa besar peran jantung dalam ‘hidupnya’ seorang manusia? Jantung adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai “pemompa darah’’ yang sejak bayi dalam kandungan ibunya telah mulai bekerja dan tidak akan berhenti selama hidup kita. Dinding arteri koroner yang mengandung serabut- . Dengan denyutan ini jantung memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh termasuk arteri koroner (arteri yang memasok/mensuplai darah ke otot-otot jantung). merokok.

Peranan rokok terhadap Penyakit jantung koroner dapat timbul dalam . Kelebihan itu akan mengendap dalam pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyempitkan dan pengerasan yaitu atherosclerosis. b. maka kita akan tetap sehat. Tekanan darah tinggi secara terus menerus akan menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah arteri secara perlahan-lahan. Kontrol yang baik pada pasien hypertensi dapat diupayakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pembuluh darah dan meminimalkan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner. Kerusakan otot jantung yang terjadi cukup lama dan tidak segera dibuka sumbatannya akan menyebabkan kematian otot jantung dan tidak akan pulih lagi. Sejauh masukan seimbang dengan kebutuhan. pundak kiri atau kanan dan lengan bahkan sampai terasa tembus ke punggung. jenis kelamin (perempuan pre menopause mempunyai risiko lebih rendah terhadap penyakit ini dibandingkan laki-laki atau perempuan post menopause ). kadang-kadang juga dirasakan seperti ‘sulit bernafas’. Namun seringkali karena kolesterol mempunyai kadar yang tinggi dalam masakan berlemak (dan biasanya enak) maka kadar kolesterol akan meningkat sampai di atas nilai normal tolerir tubuh kita.Tekanan Darah Tinggi (hypertensi). apabila kerusakan dinding ini diperberat dengan endapan lemak/kolesterol akan menimbulkan penyempitan rongga pembuluh darah.Rokok. yaitu: a. usia. oleh suatu sebab dapat berkerut (spasme) dengan akibat menyempitnya saluran pembuluh secara tiba-tiba. Faktor risiko yang dapat diperbaiki. dan hal ini juga dapat terjadi pada arteri koroner. Faktor risiko alami (atau yang tidak dapat dicegah) seperti keturunan/genetik. dan akan menimbulkan gejala sakit dada yang hebat. bahkan sampai terjadi serangan jantung mendadak. dikurangi atau dimodifikasi : .Kolesterol. . nafas pendek dan seringkali penderita akan kehilangan kesadaran sesaat. Manifestasi gejala yang timbul dapat berupa angina pectoris (biasanya timbul karena adanya kekurangan suplai oksigen ke otot jantung pada saat aktivitas ataupun dalam keadan istirahat) dengan sakit yang khas yaitu sesak nafas di tengah dada yang dapat menyebar sampai leher dan rahang. Faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dibagi dalam 2 golongan besar. Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh dan dapat juga berasal dari makanan yang kita makan. Kondisi lainnya dikenal dengan acute myocard infarct (AMI) yaitu rusaknya otot jantung akibat penyumbatan arteri secara total yang disebabkan pecahnya plak lemak atherosclerosis pada arteri koroner secara tiba-tiba. sehingga penderita merasakan nyeri dada.serabut otot polos. .

berarti pelindung terhadap penyakit jantung koroner menurun. marilah kita mulai kebiasaan hidup sehat sejak dini (Vyta) USIA PADA MENARCHE DI INDONESIA LD Hendrawati dan Josef Glinka SVD ABSTRAK?RINGKASAN . jauh akan lebih baik untuk dapat menikmati hidup sehat sampai akhir hayat. · Perokok memiliki kadar koleseterol HDL (‘kolesterol baik’) yang lebih rendah. penderita tidak sadar akan penyakit berbahaya yang sedang menyerangnya. Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko di atas akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. diantaranya: · Karbon monoksida (CO) yang terkandung di dalam asap rokok lebih kuat menarik atau menyerap oksigen dibandingkan sel darah merah dengan haemoglobinnya sehingga menurunkan kapasitas darah merah tersebut untuk membawa oksigen ke jaringan termasuk jantung. Untuk itu.beberapa cara.topik pembahasan berikutnya. Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan (operasi ‘by pass’. akan dibahas lebih mendalam dalam topik. rokok dan lain-lain pada saat ini. Kurangnya aktivitas fisik.Faktor risiko lainnya seperti Obesitas (kegemukan). . yaitu sakit dada yang merupakan tanda terhadap adanya sakit jantung. · Merokok dapat menyembunyikan angina. obat-obatan) serta rehabilitasi yang harus dilakukan apabila ‘Si PJK’ sudah menyerang. Tanpa adanya gejala tersebut. Sebanyak-banyaknya kenikmatan yang didapat dari makanan ‘berlemak’. Diabetes Mellitus.

Peran dari masukan protein binatang seperti(ketika faktor paling yang berpengaruh di mana perbedaan-perbedaan di usia menarcheal antara anak-anak perempuan yang makan daging eg. Sumatra dan. Data ini mengkonfirmasikan pernyataan bahwa usia pada menarche melembagakan suatu indikator yang sensitip dari kekayaan dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982. beberapa yang lain juga dari Sulawesi. [desa/kampung] petani (1319). Data mulai dari Jawa. antara anak-anak perempuan dari kondisi-kondisi lingkungan yang berbeda seperti berkenaan dengan kota (-1227). Ini berarti bahwa di dalam umum kondisi-kondisi kekayaan dan kesehatan di Indonesia memperbaiki di dalam enam dekade yang terakhir. Perbedaan-perbedaan penting secara statistik di menarcheal usia antara anak-anak perempuan dari kelas sosio-ekonomi yang berbeda's dan posisi ayah itu. seperti pedagang-pedagang (1413). Brasel 1978]. Pertumbuhan dan usia pada menarche diperlakukan sebagai indikator kaya dan kesehatan baik suatu populasi [ Bielicki & Welon 1982. medium meletakkan (1460) dan lemah(miskin (1488). Yang umum harga rata-rata di suatu urutan yang diachronic menunjukkan suatu kecenderungan dari penurunan usia menarcheal dari 0145 tahun per dekade.Sejak 1937 data menarche dikumpulkan di Indonesia. [desa/kampung] nelayan (1285). Brasel 1978). Sebagai suatu usia proses fisiologis pada menarche bahkan lebih sensitip di yang lingkungan kubah dibanding pertumbuhan meskipun ketinggian nya ( HR =089) genetical penentuan [ Bergman &Orczykowska-Swiatkowska 1988] MATERIAL . guru (1448) dan petani (-1463). 1288 dengan sekolah menengah dan 1293 dengan yang rendah pendidikan. baru-baru ini. pendidikan ibu melembagakan satu faktor pengaruh tak langsung karena para ibu lebih baik dididik sudah pengetahuan yang diperlukan untuk memberi mereka makanan anak-anak lebih pantas. kaya (1390). Satu ikhtisar dari keseluruhan literatur dan disertasi yang tak diterbitkan sampai 1996 akan ditulis di dalam kertas ini. 13 kali (1164) dan [mereka/yang] yang makan hanya 1-4 kali satu minggu (1346). dari Flores. Usia menarcheal adalah: 1219 dari ibu dengan universitas.

ANALISA DAN DISKUSI Melihat Table 1. disampaikan dalam Table 4. memerintahkan(memesan diachronically. Menurut yang lain penerbitan-penerbitan bisa jadi berkata itu secara umum kesehatan dan perbaikan kondisi-kondisi perihal gizi di Indonesia disebabkan oleh kesehatan yang lebih baik melayani di dalam daerah pedesaan dan oleh yang dilanjutkan tindakan-tindakan yang informatif di makanan yang sehat antar para ibu. Surabaya. yang disebabkan oleh bersifat jabatan dan ekonomi lokal situasi orang-orang. Kayu Agung). Riset yang pertama dikenal telah dilaksanakan dalam 1937 oleh suatu sarjana Belanda dan adalah dilanjutkan hingga yang saat ini oleh Indonesians.Di sini di bawah suatu tinjauan ulang literatur dari riset menghasilkan di usia di menarche di Indonesia. Jakarta. Yogyakarta. Tengger) tetapi ada juga beberapa data dari Madura (Pamekasan). Malang. Sulawesi (Ujung Pandang) dan West-Flores (Rekening. seseorang dapat amati suatu garis zigzaggy yang pelan-pelan mengurangi. masukan protein binatang mingguan. Kondisi-kondisi lingkungan menyerah Table 3 mencerminkan di dalam perbedaan-perbedaan unsur pokok ekonomi-sosial juga. Sumatra (-Palembang. yaitu. Jika kita [menggambar/menarik] suatu lini regresi untuk mendapat kecenderungan yang umum lalu bcoefficient mencapai suatu nilai dari 00145 per tahun untuk semua catatan-catatan dan 001626 per tahun hanya untuk Jawa. Ini berarti itu di dalam enam dekade yang terakhir nilai terharapkan dari usia pada menarche meneteskan?jatuh dari 1408 dalam 1937 sampai 1322 dalam 1996 karena semua catatan dan dari 1379 sampai 1283 di dalam keduanya tahun masing-masing hanya untuk Jawa.Berapa jauh pendidikan ibu mempengaruhi usia pada menarche mencerminkan Meja 5. Meja 2 masa kini pengaruh dari kondisi-kondisi yang ekonomi-sosial di usia pada menarche di dalam tempat-tempat yang berbeda. 1). Klaten. Suatu faktor yang sangat penting. Kebanyakan tanggal/date datang dari Jawa (Semarang. -Tetapi ada suatu pemburukan yang besar melompat antara 1938 (1267) dan .

Usia pada Menarche Setiap Tahun Place Usia Author/year Semarang 13. Meja 1. dan yang umum peningkatan di dalam usia pada menarche mencerminkan situasi ini. Secara umum raders adalah yang kaya atau kelas tertinggi sedangkan petani-petani membangun kaya atau lemah(miskin seperti juga dari keluarga-keluarga yang lemah(miskin. 1994 West-Flores 13.22 Sukadana. pada akhir Orangorang Belanda kolonial posisi dan setelah peperangan dan kemerdekaan.29 Luhulima.00 Kurniasari.09 Aswin. (2) karena data dikumpulkan di sekolah-sekolah dan. 1990 Pamekasan 12. 1979 Malang 13. hanya anak-anak dari orang tua yang berada bisa pergi ke sekolah.62 Hendrawati. 1975 Surabaya 13. 2 yang dikutip setelah . 1985 Surabaya 12. yaitu. 19381 Klaten 14. 1994 Surabaya 12.20 Ferdinandus. 1952-58 (1970) Surabaya 13. 1975 Kayu Agung 15. 1970.27 Sjamsuar 1983 Yogyakarta 13. 19592 Palembang 13.1948 (1463). 1993 Surabaya 12. 1995 Tengger 13. perbedaan-perbedaan itu secara statistik penting. selama Belanda ini waktu kolonial. 19371 Jakarta 12. 1976 Ujung Pandang 14. Di dalam kebanyakan dari kasus-kasus. Dua faktor-faktor bisa bertanggung jawab atas pembusukan ini: (1) masa perang dan Jepang posisi adalah satu waktu kelaparan di dalam kebanyakan bidang-bidang dari Indonesia.96 The Tik Lien.67 Bree-Maeuleman.63 Radioputro.07 Bree-Maeuleman. kelas lebih rendah. anak-anak rom Table 2 mencerminkan sumur bagaimana status yang ekonomi mempengaruhi proses dari waktu menjadi masak seksual.90 Noer. 1948 Yogyakarta 14. 1996 Catatan: 1 yang dikutip setelah Doerjadibroto. Data ini mencerminkan kedua-duanya faktor-faktor.48 Doerjadibroto.03 Kurniasari.81 Yoeliana.52 Noer.27 Putri. sedangkan setelah kemerdekaan setiap anak-anak mendapat pergi peluang ke sekolah.

makna] yang berkenaan dengan kota satu secara ekonomis lebih baik meletakkan populasi sedangkan [alat. (Ia) tidak hanya permasalahan makanan masukan tetapi juga beban dari pekerjaan yang anak-anak harus rusak [desa/kampung]-[desa/kampung] [Jasicki et al.Pengarang tahun Palembang berkenaan dengan kota 13.98 Sjamsuar.78 kelas lebih rendah 13. Satu perkecualian adalah .85 pedesaan (petani-petani) 13. tahun Yogyakarta pedagang-pedagang 14.88 Surabaya kelas tertinggi 12.98 Malang kelas tertinggi 12. 1975 sub yang berkenaan dengan kota 15.12 Hendrawati.Sjamsuar 1983 Meja 2. 1993 pedesaan (nelayan) 12.19 Faktor yang sama di bekerja ketika faktor lingkungan adalah dipertimbangkan (Rekening.90 Noer. 1993 kelas menengah 12. 1973 medium 14.60 lemah(miskin 14. makna] yang tidak-pasti pedesaan kondisi-kondisi ekonomi.Usia pada Menarche oleh Socio-Economic Condition Place Occupation/profession Usia Author.03 Meja 3. 1962].38 Pamekasan kelas tertinggi 12.90 Noer. 1970 para guru 14.48 petani-petani 14.52 Madura berkenaan dengan kota 12. 1983 kelas lebih rendah 13. 3)di mana [alat.27 Hendrawati. 1980 kelas menengah 13.39 Ferdinandus.70 kelas lebih rendah 13.13 Doerjadibroto.63 Palembang kaya 13.Usia pada Menarche oleh Environment Place Lingkungan Usia.

22 5-8 times/week 13. Secara ekonomis mereka secara umum dilihat seperti yang termiskin populasi tetapi mereka mengkonsumsi secara sistematis lebih banyak protein binatang dibanding petani-petani yang.Usia pada Menarche oleh masukan protein Binatang masukan protein binatang per minggu Usia. Hal ini sepertinya proofed di Table 5. 1993 9-12 times/week 12. makan daging hanya ketika yang manapun petani atau ayam sedang sakit. Itu telah jelas itu secara umum bettereducated para ibu memberi ilmu gizi anak-anak lebih baik mereka menurut usia dibanding lebih sedikit para ibu yang dididik kerjakan. Brasel 1978). mengacu pada a lelucon. Pengarang tahun Madura Yang lebih tinggi 12.64 Hendrawati.93 Seperti kesimpulan bisa jadi berkata usia itu pada menarche lembagakan suatu indikator yang sensitip kaya dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982.[desa/kampung]-[desa/kampung] nelayan.88 Lebih rendah 12. Meja 5. 1993 Medium 12.Di dalam pertumbuhan dan waktu menjadi masak [alat.Korelasi antara pendidikan ibu dan usia menarcheal dari mereka para putri adalah sangat penting sedangkan tidak ada korelasi adalah yang ditemukan antara pendidikan dan usia ayah itu pada menarche dari para putri mereka.03 1-4 times/week 13. Meja 4.Usia pada Menarche sehubungan dengan Tempat Pendidikan Formal Ibu Tempat pendidikan Ibu Usia.19 Hendrawati.46 Pentingnya masukan protein binatang adalah bagus yang didokumentasikan di Table 4. pengarang tahun 13 kali atau more/week 11. . makna] kekayaan proses bukan banyak tanpa suatu makanan yang masuk akal masukan oleh anak-anak.

prostat. Adults infected with mumps are more likely to develop severe symptoms and complications Symptoms Gejala umum mumps : Bengkak pada kelenjar ludah (parotis à parotitis ) pada lebih dari 90% penderita pada satu sisi (unilateral) atau kedua sisi (bilateral). Bengkak yang nyeri pada testis dapat pula terjadi Pada umumnya gejala tidak terlalu berat pada anak-anak. mumps cenderung menginfeksi ovarium.PAROTITIS Definisi Mumps atau epidemic parotitis merupakan penyakit akibat virus pada manusia. Orchitis (pembengkakan testis) dapat terjadi pada 10–20% penderita laki-laki. Testis matur rentan terhadap mumps yang akan menyebabkan infertilitasertility. meskipun dapat juga terjadi pada golongan umur yang lain. Pada orang tua. Penyebab Mumps disebabkan oleh paramyxovirus. serta testis. Merupakan penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak dan masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara dunia Manifestasi klinik pada umumnya adalah bengkak dan nyeri pada kelenjar saliva disertai panas badan. dan nyeri pada bagian . menyebabkan oophoritis. namun pada remaja dan dewasa dapat lebih berat dan komplikasi seperti infertilitas dan sufertilitas pada umumnya dapat terjadi Pada umumnya penyakit ini adalah self limited. tetapi sterilitas jarang terjadi Meningitis virus dapat terjadi pada kurang lebih 5% penderita mumps. pankreas. payudara. dan tidak ada terapi spesifik . yang menyebabkan orchitis. dan dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet ludah atau kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi Pada umumnya yang dapat terinfeksi adalah anak-anak usia 2 hingga 12 tahun pada umumnya mudah terinfeksi. susunan syaraf pusat. dan organ lain mungin dapat terkena Pada umumnya masa inkubasinya 18 hingga 21 Mumps secara umum merupakan penyakit yang ringan pada anak-anak di negara berkembang Pada saat dewasa.

40% kasus terjadi tanpa pembengkakan kelenjar parotis) Encephalitis (sangat jarang. Sterilitas pada penderita laki-laki sangat jarang Setelah sakit. seringkali terjadi pada laki-laki usia lebih tua ) Bentuk ringan meningitis (jarang. Demam Sakit kepala Nyeri telan Orchitis. rubella) saat ini terdapat kombinasi dengan vaksin varicella (MMRV) WHO merekomendasikan penggunaan vaksin mumps ( di Inggris diberikan pada usia 15 bulan. Prognosis Penyakit ini bersifat self limiting. meskipun organ yang lain dapat terlibat. measles. Pria setelah pubertas yang menderita mumps berisiko 15 . tetapi pada umumnya berkisar 80% (Sumber http://www. sehingga akan terasa semakin nyeri. dan prognosisnya pada umumnya baik. Penderita diberi nasehat untuk menghindari makanan-makanan asam seperti jus jeruk dan lain-lain karena makanan-makanan ini dapat menstimulasi kelenjar ludah. dan perbanyak cairan dapat membantu mengurangi keluhan.id/kuliah%20MUMPS.ac.ppt) . makanan halus. uni atau bilateral Pencegahan Vaksinasi mumps : imunisasi MMR (mumps.unair.belakang rahang pada saat mengunyah. bila terjadi fatal) Kadang-kadang dapat terjadi hilangnay pendengaran (hearing loss) . sedangkan di AS pada umur 12-15 bulan dan umur 4-6 tahun) Efikasi vaksin tergantung pada strain dari vaksin. imunitas seumur hidup biasanya muncul Mumps dapat dicegah dengan vaksinasi Komplikasi Komplikasi pada umumnya : Infeksi pada organ yang lain Sterilitas pada laki-laki ( jarang.20% menderita orchitis Pengobatan Tidak ada pengobatan spesifik untuk mumps Keluhan dapat dikurangi dengan pemberian Acetaminophen/Paracetamol Berkumur dengan air garam hangat. nyeri inflamasi pda testis.fkm.

INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. Mumps merupakan virus RN rantai tunggal dan anggota dari family Paramyxoviridae. bahan muntah. Biakan manusia atau sel ginjal kera terutama digunakan untuk isolasi virus. Virus mumps sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet. Pada penderita parotitis epidemika tanpa pembesaran kelenjar parotis. genus Paramyxovirus.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. otak dan jaringan terinfeksi lain. terutama kelenjar parotis. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun.PAROTITIS PENDAHULUAN Parotitis epidemika adalah penyakit virus menyeluruh. mungkin dengan urin. III. dan vius penyakit Newcastle. Virus mumps mempunyai 2 glikoprotein yaitu hamaglutininneuramidase dan perpaduan protein. campak. Virus ini adalah anggota kelompok paramiksovirus yang juga mencakup parainfluenza. Hanya diketahui ada satu serotip. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits epidemika karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. II. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. cairan serebrospinal. virus dapat pula diisolasi dari faring. merupakan tanda-tanda yang biasa ada. Nama parotitis epidemica kurang tepat sebab tidak selalu ada radang di parotis dan penyakit tersebut tidak selalu mewabah. ETIOLOGI Disebabkan oleh virus. darah. yang kelenjar ludahnya membesar nyeri. urin. Merupakan suatu penyakit menular yang akut.5 . Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. Virus telah diisolasi dari ludah. percikan ludah. akut.

Pembengkakan glandula submaksilaris dapat dilihat dan diraba di depan angulus mandibulae. Parotis unilateral ditemukan kira-kira 25 %. mencapai ukuran maksimal dalam 1 sampai 3 hari. Mumps glandula submaksilaris tanpa parotitis secara klinis tidak dapat dibedakan dengan adenitis cervical. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan. Biasanya demam menghilang 1 sampai 6 hari dan suhu menjadi normal sebelum hilangnya pembengkakan kelenjar. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam. Biasanya satu glandula parotis membesar kemudian diikuti yang lainnya dalam beberapa hari. Dalam 24 jam anak mengeluh sakit telinga yang bertambah dengan gerakan mengunyah. esok harinya tampak glandula parotis membesar yang cepat bertambah besar. PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. Pada manusia selama fase akut. anoreksia. .IV. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38. darah. sakit kepala. Pembengkakan dapat disertai nyeri hebat. virus mumps dapat diisoler dari saliva. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. Mumps ialah suatu infeksi umum. Bagian bawah daun telinga terangkat ke atas dan keluar oleh pembengkakan glandula parotis. V. sakit kepala. nyeri mulai berkurang setelah tercapai pembengkakan maksimal berlangsung kira-kira selama 6 – 10 hari.5 0C sampai 39. ini merupakan gejala khas untuk parotitis epidemika. Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. Dimulai dengan stadium prodromal. Adakalanya kanan dan kiri membesar bersamaan. MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. air seni dan liquor. muntah dan nyeri otot. Infeksi Kelenjar Ludah Perjalanan penyakit klasik dimulai dengan demam.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. anoreksia dan malaise.

protein meninggi. glukosa dan klorida normal. Biasanya demam menurun secara lysis dalam 3-10 hari. Tidak ada kekhawatiran akan impotensi atau sterilitas sebab: . lemah sekali. Epididimitis selalu disertai orchitis. gangguan kesadaran dan jarang ada kejang. biasanya timbul 3-10 hari sesudah parotitis. Positive Brudzinski’s and Kernig’s Signs. Lamanya demam jarang lebih dari 1 mingggu.Bila ada orchitis bilateral. Pankreatitis Kelainan berat teapi jarang skali. demam turun secara krisis atau lysis. Diagnosis mumps orchitis tanpa parotitis ditegakkan dengan titer complement fixing antibodies yang meningkat selama masa rekonvalesensi. Orchitis dimulai dengan tiba-tiba demam.Orchitis kebanyakan unilateral . insiden orchitis bilateral rendah. Keluh kesah hilang perlahan – lahan dalam 37 hari. Adakalanya di minggu ketiga. kaku kuduk. nausea. muntah. Ditemukan 20-30%. sakit kepala. menggigil. nausea.nausea dan muntah. Ditandai oleh demam. kira-kira 2 %. sakit kepala. Liquor menunjukkan plecytosis dengan kebanyakan limfosit. biasanya timbul sporadik parotitis dapat mendahului parotitis atau sebagai manifestasi sendiri daripada mumps. muntah dan nyeri abdomen bagian bawah. tia-tiba ada keluhan hebat di epigastrium disertai demam. Keluhan-keluhan tersebut biasanya paralel dengan beratanya orchitis. Perjalanan penyakit serupa benign aseptic meningitis dan biasanya tanpa sequelae.Epididymo-orchitis Menduduki tempat kedua pada lelaki dewasa menurut frekuensi manifestasi klinis. sangat jarang terjadi atrofi total pada kedua testis. Bersama timbulnya demam. Bila seorang . biasanya sembuh sempurna. Meningoencephalitis Insiden kira-kira 10%. dapat juga mendahului parotitis. unilateral pada lelaki yang menderita mumps sesudah pubertas. Orchitis kebanyakan terjadi dalam 2 minggu pertama. testis membengkak cepat disertai nyeri yang hebat. menggigil.

DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis. . Sebagai pemeriksaan tambahan dapat dilakukan complement-fixing antibody test. neutralization test. dacryoadenitis dan bartholinitis. VI.tanda-tandaaseptoc meningitis . Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative. Sekurang-kurang ada 3 uji serologic untuk mebuktikan spesifik mumops antibodies: · Complement fixation antibodies (CF) · Hemagglutination inhibitor antibodies (HI) . didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu. Kelenjar lain yang dapat meradang pada mumps. uji intradermal dan pengukuran kadar amylase dalam serum.Iksolasi virus mumps dan test serologic tidak diperlukan pada mumps yang klasik tetapi pada keadaan-keadaan yang meragukan seperti bila tidak ada parotitis atau pada recurrent parotitis. bila ovarium kanan yang sakit maka keadaan tersebut mungkin tidak dapat dibedakan dengan acute appendicitis. Pemeriksaan Laboratorium Jumlah lekosit normal atau terdapat leukopenia dengan limfositosis relatif. walaupun jarang ialah tiroiditis. mastitis.Keterangan klinis berupa : .ada kontak dengan penderita mumps 2-3 minggu sebelumnya .perempuan menderita mumps disertai nyeri abdomen bagian bawah berarti ada oophoritis.gambaran klinis serupa parotitis . isolasi virus.

Titer meningkaty lebih ari 4 kali atau lebih berarti mumps. parainfluenza 1 dan 3.1 VIII. . berangsur-angsur menjadi normal pada minggu ke-2 atau 3.· Virus neutralizing antibodies (NT) CF paling praktis dan paling dipracya. atau parotitis yang disebabkan oleh sitomegalovirus pada anak yang terganggu imunnya.Limfosarkoma atau tumor parotis lain yang jarang . . Infeksi-infeksi ini dapat dibedakan dengan uji laboratorium spesifik. . Countries antibodies dapat dibuktikan di darah pada minggu ke-1 dan pada akhir minggu ke-2 sudah ada peninggian jelas.Parotitis berulang. atau lebih sering saluran submandibuler dimana pembengkakan intermitten. suatu keadaan yang sebabnya belum diketahui. PENGOBATAN . misalnya infeksi yang jarang oleh koksakivirus atau virus koriomeningitis limfositik. atau keadaan koksakivirus yang jarang dan infeksi koriomeningitis limfositik. Keterangan Laboratorium tambahan Kadar amylae dala serum meninggi pada mumps paraparotitis dan pankteattis. kira-kira 70% mumps disertai amylase yang meninggi. sitomegalovirus.Orkitis akibat infeksi selain daripada parotitis epidemika. influenza. DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding ini mencakup parotitis sebab lain. VII. menyumbat saluran parotis. Kadar amylase rupanya berjalan parallel dengan pembengkakan paroits. puncaknya tercapai di minggu ke-1. seperti pada infeksi virus termasuk infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV). dimana nanah sering dapat dikeluarkan dari duktus . tetapi mungkin bersifat alergi yang sering berulang dan mempunyai sialogram khas .Limfadenitis preaurikuler atau servikal anterior karena sebab apapun.Kalkulus salivarius.Parotitis supuratif.

. Vaksinasi memberikan perlindungan yanhg bagus sekali paling sedikit 4 tahun.Istirahat di tempat tidur selama masa panas dan pembengkakan kelenjar parotis. Self limiting disease. Meningoencephalitis biasanya tidak ganas dabn jarang bersequele walaupun insiden setelah atrofi testis setelah orchitis tinggi tetapi kemandulan sangat jarang ditemukan. Tidak dianjurkan kepada: · Anak dibawah 1 tahun yang alergi terhadap protein telur/neomycin · Yang mendapat obat-obatan immunosupresif . Diet makanan cair dan lunak.3 IX. Hanya persentasi kecil yang mendapat tuli permanen.Inactivated mumps virus vaccine tidak efektif . Khasiat mumps immunoglobulin juga tidak jelas. PROGNOSIS Pada umumnya bagus sekali. Imunisasi aktif . Kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis.Suntikan subkutan. Simtomatik diberikan kompres panas atau dingin dan juga diberikan analgetika. X. Perjalanan penyakit tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba.Live attenuated mumps virus vaccine Jery Lin mulai digunakan 1968 di USA. PENCEGAHAN Perlindungan pasif Gammaglobulin biasanya tidak efektif. kira-kira 95% akan membuat mumps antibodies tetapi antibodinya jauh lebih rendah daripada diperoleh sesudah menderita mumps. tidak disertai demam.2. kematian sangat jarang.

Kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. disusul dengan tumbuhnya rambut di ketiak. DAFTAR PUSTAKA http://oncejevuska. Kejadian yang terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali (Menarche). Menurut Prof. Dengan . kemudian tumbuh rambut kemaluan (Pubarche). Baru jika mencapai pubertas (akil balig). Gejala awal adalah terjadi nya pertumbuhan payudara (Thelarche). dalam masa kanak-kanak seorang anak perempuan indung telur nya dikatakan masih dalam keadaan istirahat belum menunaikan faalnya dengan baik. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi.Ada kombinasi dengan vaksin morbili dan vaksin rubella.html BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental.Sulaiman sastra winata di dalam buku nya obstetri fisiologi memgatakan bahwa pubertas tercapai pada umur 12-16 tahun dan dipengaruhi oleh keturunan. Dalam pubertas anak akan tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk tubuh yang khas bagi jenisnya.blogspot. Barulah terjadi menarche. maka terjadi perubahan-perubahan dalam ovoria yang mengakibatkan pula perubahan-perubahan besar pada seluruh tubuh perempuan tersebut.com/2007/04/mumps-parotitis-epidemika.1) Pubertas adalah suatu tahap dalam kehidupan remaja yang lebih dilandasi oleh pertumbuihan fisik yang kemudian dikaitkan dengan perkembangan kebutuhan psikologisnya2) Baik anak laki-laki maupun perempuan akan mengalami masa pubertas. Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Secara umum. bangsa. iklim dan lingkungan. dan sesudah itu haid akan datang secara siklik 3) Haid (menstruasi) ialah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya.

dibawah pengaruh jam biologis. kultur. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik. serta beberapa ajaran orang tuanya yang dia terima. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. meskipun bisa terjadi pada usia lebih dini.0 tahun. gelisah sukar tidur. . yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. pada usia 12 tahun. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche berbagai macam. atau bahkan agak lambat. sehingga ia dapat betindak dengan baik dan benar. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis. pendidikan. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi.0 tahun. sekitar umur 9 tahun.4) Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident”5) Menarche.pubertas ini wanita masuk dalam masa produktif.6) Dari penelitian Tanner dan Eveleth dari tahun 1986-1990 tentang angka kejadian menarche di beberapa negara adalah sebagai berikut Amerika 12. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa. Dalam masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual dapat berakibat kehamilan pranikah. Australia 13. perut kembung. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya. sakit kepala.8 tahun. mudah tersinggung. artinya masa mendapat keturunan yang berlangsung kira-kira 30 tahun 3) Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. rasa takut. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin. Perancis 13.5 tahun. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. umumnya terjadi pada usia sekitae 13 tahun. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche. pengalaman. gangguan konsentrasi. Argentina 12. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi.

5 tahun.52 tahun.0 tahun .1 tahun. Rumusan Masalah Bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche di SLTP N I Prambanan? Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? Manfaat Penelitian 1.48 tahun. 3. Sasaran Sasaran penelitian di fokuskan pada siswi/remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan. Jakarta 12. Kuba 13.63 tahun Yogyakarta 14. Pihak Sekolah Sebagai masukan dalam usaha peningkatan pengetahuan tentang sistem alat reproduksi. Surabaya 13. 6. Somalia 13.07 tahun. AKPER Panti Rapih Menambah bahan bacaan bagi mata ajaran Maternitas. tahun 1993 sebanyak 27 anak. tahun 1994 sebanyak 105 anak.0 tahun. Singapore 12. Ruang Lingkup 4.3 tahun. Japan 12. Klaten 14.67.07 tahun. tahun 1995 sebanyak 9 anak.9) Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk meneliti Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche di SLTP Prambanan.4 tahun.7) Hasil penelitian di beberapa tempat di indonesia bahwa rata-rata umur menarche : Ujung pandang 14. 5. Lokasi .90 tahun Kayu Agung 15. Peneliti Mendapat pengalaman langsung dalam penerapan teori metodologi penelitian dan memperoleh gambaran tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten.Denmark 13. Dengan tahun kelahiran 1992 sebanyak 2 anak. Negeria 13. 2.29 tahun. Semarang 13. Palembang 13.8) Menurut data kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 terdapat siswa putri dengan jumlah 143 anak. Keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah keperawatan maternitas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 1. dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. 7. Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2007 – 12 Februari 2008. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. Kejadian penting dalam pubertas ialah pertumbuhan badan yang cepat. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur. Pubertas Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Tidak ada batas yang tajam antara akhir masa kanak-kanak dan awal masa pubertas. Pada abad ini secara umum ada pergeseran permulaan pubertas ke arah umur yang lebih muda. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil.Lokasi penelitian di SLTP N I Prambanan Klaten. Secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. . Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita.1) 2. akan tetapi dapat dikatakan bahwa pubertas mulai dengan berfungsinya ovarium. yang diterangkan dengan meningkatnya kesehatan umum dan gizi. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Awal pubertas jelas dipengaruhi oleh bangsa. iklim dan kebudayaan.

Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun.Dalam masa pubertas genitalia interna dan genitalia eksterna lambat laun tumbuh untuk mencapai bentuk dan sifat seperti pada manusia dewasa 2) 3. keadaan gizi. Pengaruh peningkatan hormon yang pertama-tama nampak ialah pertumbuhan badan anak yang lebih cepat. dan hormon ini keluarkan atas pengaruh Relasing factor dari hipotalamus.timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. dan ciri-ciri kelamin sekunder. diduga bahwa pada wanita kecepatan pertumbuhan terutama disebabkan oleh estrogen. Yang diketahui ialah bahwa ovarium mulai berfungsi dibawah pengaruh hormon gonadotropin dari hipofisis. Walaupun ada pengaruh hormon Somatotropin. Pengaruh estrogen yang lain ialah pertumbuhan genitalia interna. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. dan badan lambat laun mendapat bentuk sesuai dengan jenis kelamin. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. menarche. dan hormon ini memegang peranan dan pertumbuhan badan. genitalia eksterna. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan. Estrogen ini pula yang pada suatu waktu menyebabkan penutupan garis epifisis tulang-tulang sebingga pertumbuhan badan berhenti. Apa yang primer menyebabkan mulainya pubertas diketahui. Dalam ovarium folikel mulai tumbuh dan walaupun folikel-folikel itu tidak sampai menjadi matang karena sebelumnya mengalami atresia. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. terutama ekstremitasnya. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. namun folikel-folikel tersebut sudah sanggup mengeluarkan estrogen. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis . Pada saat yang kira-kira bersamaan korteks kelenjar suprarenal mulai membentuk androgen. dan perubahan psikis.

Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. kelenjar. dan film. Stadium Intermenstruum (stadium proliferasi) Pada masa ini endometrium tumbuh menjadi ± 3.5 mm. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). kaset. lekosit. Stadium Post Menstruum (stadium regenerasi) Oleh pengaruh estrogen yang dihasilkan sel-sel folikel pada lapisan endometrium yang sudah terlepas tadi mulai terjadi regenerasi epitel. Selama ± 1 bulan dapat kita bedakan siklus menstruasi menjadi 4 masa (stadia) : Stadium Menstruasi (desquamasi) Hari pertama fase menstruasi ini adalah permulaan dari siklus menstrusi. Dalam endametrium tertimbun glycogeen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur memang maksud dari perubahan ini tidak lain dari pada mempersiapkan. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi 3) Fisiologi Haid Cyclus menstruasi Perubahan yang dialami uterus pada siklus menstruasi terjadi pada lapisan endomitrium.desa. Stadium Praementruum (stadium sekresi) Pada masa ini endometrium kira-kira tetap tebal tapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku dan mengeluarkan getah. endometrium untuk menerima telur. Pada endometrium sudah dapat dibedakan lapisan atas yang padat (Stratum Compactum) yang hanya ditembus oleh saluran-saluran keluar dari kelenjar- . kuman dan atau tanpa sel telur yang keluar pervaginan secara spontan. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. vidio. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. Kelenjar-kelenjar tumbuhnya lebih cepat dari jaringan lain hingga berkelok. majalah hiburan. Fase ini lamanya 3-5 hari. memanjangnya kelenjar endometrium dan bertambahnya jumlah sel-sel jaringan ikat endometrium. yaitu terlepasnya lapisan fungsional dari endometrium bersama eritrosit. lamanya fase ini 9 hari ( hari ke 5 sampai ke 14). Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel.

mudah tersinggung. berat atau intensitasnya sukar dinilai.5) Pengetahuan a.kelenjar. anda mengetahui berhari-hari sebelumnya bahwa masa haid akan tiba Tubuh anda mungkin pegal-pegal. Gangguan ini sifatnya subyektif. Dismenore Kongestif (Pegal Menyiksa) Cara pasti untuk mengetahui apakah seseorang menderita nyeri ini adalah menanyakan bagaimana ia tahu datangnya masa haid. Orang yang menderita pegal yang menyiksa. dan sangat penting dalam pembentukan perilaku atau tindakan seseorang. dan mencengkeram. buah dada mungkin sakit. Dan disertai rasa nyeri pada bagian perut. . Ada yang pingsan. yang banyak lubanglubangnya karena disini terdapat rongga dari kelenjar-kelenjar dan lapisan bahwa yang disebut stratum basale. dan perut anda kembung. tidak dapat merapikan pakaian anda dan beha anda terasa terlalu ketat. b. 4) Dismenore (Nyeri Haid) Dismenore merupakan rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita dan mendorong penderita untuk melakukan pemeriksaan. sukar ditahan. istilah dismenore hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebat sehingga tidak dapat melakukan aktivitas dalam beberapa jam/hari. Menurut Soekidjo Notoatmojo Pengetahuan adalah hasil dari tahu. mual muntah. Nyeri ini terasa di bagian bawah perut dan berawal tepat sebelum masa haid mulai. penyakit ini patogenesisnya belum dapat dipecahkan. Nyeri ini dapat berlangsung setengah hari sampai lima hari dan acapkali nyeri berkepanjangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pengetahauan adalah segala sesuatu yang diketahui. pengeluaran darah menstrusi berlangsung antara 3-7 hari dengan jumlah darah yang hilang sekitar 50-60 cc tanpa bekuan darah. sakit kepala. lapisan mampung (Stratum Spongiosium). dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Nyeri haid dibedakan menjadi 2 : Dismenore Spasmodik (Kejang) Kejang merupakan nyeri yang hebat. Stadium sekresi ini berlangsng dari hari ke 14 – 28 kalau tidak terjadi kehamilan makan endometrium dilepaskan dengan perdarahan dan berulang lagi siklus menstruasi. Banyak wanita terpaksa harus berbaring karena terlalu menderita nyeri ini sehingga tidak dapat mengerjakan sesuatu apapun.

Analisis Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau obyek ke dalam komponen-komponen. Adaptation dimana subyek berperilaku sesuai pengetahuan. tetapi masih di dalam stuktur organisasi dan ada kaitannya satu sama lain. menyatakan. b. meng-kelompokkan. dimana orang mulai mencoba perilaku baru. c. membedakan. f. mengidentifikasikan. Evaluasi . Evaluation atau menimbang terhadap baik atau tidaknya stimulus bagi dirinya. Sintesis Sintesis menujukkan kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan. Interest (tertarik) dimana orang mulai tertarik pada stimulus. menguraikan. Trial atau mencoba.c. Tahu (Know) Yang termasuk dalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Kata kerja yang digunakan adalah misalnya dapat menggambarkan. Kata kerja yang dipakai seperti dapat menyusun. Penelitian Rogers pada tahun 1974 mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru. dapat meningkatkan. didalam diri orang tersebut terjadi proses : Awareness atau kesadaran. dapat merencanakan. memisahkan.6) Tingkat Pengetahuan a. Memahami Memahami adalah suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. dimana orang tersebut menyadari atau mengetahui lebih dulu terhadap stimulus. kesegaran dan sikap terhadap stimulus. Menurut Sutardjo Hadisusilo Pengetahuan adalah pemahaman atau hal tahu akan sesuatu yang bersifat spontan tanpa mengetahui seluk beluk secara dalam. e. dapat menyesuaikan. Aplikasi Aplikasi adalah suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi yang nyata. d.

Kecamatan Prambanan. Kabupaten Klaten. Provinsi Jawa Tengah. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang materi yang akan diukur dari subyek penelitian.Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu meteri atau objek berdasarkan kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. yang mempunyai luas tanah 1200 meter persegi. Psikologi Pengajaran.7) Kerangka Teori Menurut : BS. Jakarta 1996 hal 245 Pertanyaan Penelitian Bagaimana tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? BAB IV HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Tempat Penelitian 1. Jumlah siswa Siswa SLTP N I Prambanan Klaten berjumlah 717 dengan pembagian laki-laki . Grasindo. 2. Letak Geografis SLTP N I Prambanan Klaten SLTP N I Prambanan berada di desa Kongklangan. BLOOM Sumber : W. Keadaan Siswa a.S Winkel.

89 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : . dan (1. Jumlah siswa berdasarkan kelas SLTP N I Prambanan terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas VII ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siswa 240.40 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden. Kecamatan Prambanan. (6.berjumlah 306 orang dan perempuan 411 orang.40%) berumur lebih dari 14 tahun berjumlah 2 orang. Klaten Tahun 2007 No Status Menstruasi Jumlah % 1 Sudah 116 81.30%) berumur kurang atau sama dengan 12 tahun berjumlah 9 orang. sedangkan kelas VIII ada 6 kelas dari kelas A sampai kelas F dengan jumlah siswa 240 dan kelas IX juga ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siwa 237.30 3 Umur > 14 tahun 2 1.30 . Klaten Tahun 2007 No Umur Responden Jumlah % 1 Umur £ 12 tahun 9 6. Hasil Penelitian Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun. b. sebagian besar (92. Kecamatan Prambanan.11 2 Belum 27 18.2 Umur 13-14 tahun 132 92. Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan.

dan sebagian kecil (18. sebagian besar (81. Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. lebih dari separuh (54.89%) responden belum mengalami menstruasi.Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden.73 2 Salah 49 34. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 65 45. Kecamatan Prambanan.11%) responden sudah mengalami menstruasi.45%) dari responden mengetahui pengertian Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.55` Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 94 65.45 2 Salah 78 54. Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan.27 . kurang dari separuh (45.55%) responden tidak mengetahui tentang Menarche hal ini ditunjukan dengan jawaban yang salah.

Klaten Tahun 2007 .27%) responden tidak mengetahui hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.06 2 Salah 90 62.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden. kurang dari separuh (37.73%) responden mengetahui tentang Hormon yang mempengaruhi ciri-ciri Kelamin Sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar. kurang dari separuh (34.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan.06%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. lebih dari separuh (62. lebih dari separuh (65. Kecamatan Prambanan. Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan.

44 2 Salah 58 40.30 . Kecamatan Prambanan.No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 33 23. sebagian kecil (23.56 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. kurang dari separuh (40.93 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (59.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan.70 2 Salah 9 6. sebagian besar (76. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 134 93. Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan.07 2 Salah 110 76. Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan.56%) responden tidak mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 85 59.07%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.44%) responden mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.

dan sebagian kecil (10.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. (6.51 2 Salah 15 10.49%) responden menjawab salah tentang masa subur pada seorang wanita. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 69 48. Kecamatan Prambanan. Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan.75 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Kecamatan Prambanan. Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan.75%) .30%) rsponden menjawab salah Tentang Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. sebagian besar (93. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.70%) responden mengetahui Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar. sebagian besar (89. lebih dari separuh (51. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89.25 2 Salah 74 51.51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita.

90%) responden mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.25%) responden menjawab benar hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 130 90. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 117 81. sebagian kecil(18.19%) responden menjawab salah tentang siklus menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. kurang dari separuh (48. Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. sebagian besar (81. Kecamatan Prambanan.responden tidak mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. (9.10 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.81%) responden mengetahui mengetahui tentang siklus mestruasi yang normal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi .90 2 Salah 13 9.19 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.81 2 Salah 26 18.10%) responden menjawab salah hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. sebagian besar (90.

lebih dari separuh (68.34 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. kurang dari separuh (35. Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 98 68. Klaten . kurang dari separuh (31. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 51 35.34%) responden tidak mengetahui Terjadinya Kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah.66 2 Salah 92 64.47 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.53%) responden mengetahui Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.66%) responden mengetahui terjadinya kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar. Kecamatan Prambanan.Di SLTP N I Prambanan.53 2 Salah 45 31. Kecamatan Prambanan. lebih dari separuh (64. Kecamatan Prambanan. Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Organ Reproduksi Wanita Dalam Menuaikan Faalnya Di SLTP N I Prambanan.47%) reesponden menjawab salah tentang Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.

Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89. Kecamatan Prambanan. kurang dari separuh (37.94%) responden tidak mengetahui berfungsinya organ reproduksi wanita hal ini ditunjukkan jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 73 51. sebagian besar (89.Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.51 2 Salah 15 10.06 2 Salah 90 62. Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan.51%) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami Menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar.06%) responden mengetahui berakhirnya masa pubertas hal ini ditunjukkan jawaban yang benar. lebih dari separuh (62. Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. sebagian kecil (10.49%) responden tidak mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah.04 .

96 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.30 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan pada tahun 2007. kurang dari separuh (26. Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.04%) responden mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar. lebih dari dari separuh (51.13 3 Rendah 9 6.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. . Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Tingkat Pengetahuan Jumlah % 1 Tinggi 38 26. lebih dari separuh (67.57 2 Sedang 96 67.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. kurang dari separuh (48.2 Salah 70 48.96%) responden tidak mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah.

(5.68 79 55.28 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden. 116 responden yang sudah menstruasi. (1.60 3 Umur > 14 tahun .2 1. Terdapat 132 responden yang berusia antara 13-14 tahun.60%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan (0.13 9 6. Klaten Tahun 2007 Tingkat Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Umur £ 12 tahun .60 1 0.24%) responden mempunyai tingkat .09 Jumlah 38 26.13 8 5.Jumlah 38 26..70 .2 Umur 13-14 tahun 38 26. Terdapat 2 responden yang berumur lebih dari 14 tahun.40 .58 96 67.Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.40%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang.90 17 11.8 5..57%) mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.70%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah. Klaten Tahun 2007 Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 31 21.24 6 4.57 96 67. Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. lebih dari separuh (60. 9 responden berusia lebih dari atau sama dengan 12 tahun (5.57 86 60. lebih dari separuh (55.13%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang.60%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah.19 2 Belum 7 4. Kecamatan Prambanan.30 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden. sebagian kecil (26. Kecamatan Prambanan.14 9 6.90 3 2.

68%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang.pengetahuan sedang. (2.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.40 112 78. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi.19%) responden mempunyai tingkat pengetahuan randah.99 0 Jumlah 9 6. KEMUDO. 116 responden yang sudah menstruasi.89 20 13. (4.40 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden.32%) responden berusia 13 – 14 tahun. sebagian besar (78.89%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun.40%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun.40%) responden berusia lebih dari 14 tahun. Kecamatan Prambanan. sebagan kecil (11. Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan.99%) responden berusia 13 – 14 tahun. (4. Klaten Tahun 2007 Umur £ 12 tahun 13 – 14 tahun > 14 tahun Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 2 1.32 2 1.40 2 Belum 7 4. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi. sebagian kecil (13. sebagian kecil (21. sebagian kecil (4.29 132 92.09%) responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah.31 2 1. JAWA TENGAH . JUDUL RESUME KARAKTERISTIK ANAK YANG MENDERITA KARIES GIGI DI TK PERTIWI KEMUDO II. sebagian kecil (1. PRAMBANAN KLATEN. sebagian kecil (1.

Disusun Oleh : Nama : B. H NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 1 Tujuan Penelitian 2 Manfaat Penelitian 2 Ruang Lingkup 2 . Wijanarko Listyo.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3 Kerangka Teori 3 Pertanyaan Penelitian 3 BAB III METODE PENELITIAN 4 Jenis Penelitian 4 Desain Penelitian 5 Variabel Penelitian/Definisi Operasional Populasi dan Sample Teknik Pengeumpulan Data Instrumen Pengeumpulan Data Pengolahan Data Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran LAMPIRAN Faktor Pendukung dan Penghambat 1. Faktor Pendukung a. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. b. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. c. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. 2. Faktor Penghambat a. Waktu yang terbatas dari peneliti. LAMPIRAN 1 PENGANTAR KUESIONER Kepada : Yth. Siswi-siswi kelas VIII Di SLTP N I Prambanan Klaten Dengan Hormat, Sehubungan dengan pembuatan tugas akhir sebagai mahasiswa DIII Reguler

Akademi Keperawatan Panti Rapih, maka saya mengadkaan penelitian dengan judul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten, 2007”. Untuk itu saya mohon kesediaan siswi-siswi untuk menjadi responden dalam penelitian ini, saya akan menjaga kerahasiaan jawaban yang diberikan dan hanya untuk kepentingan penelitian ini. Atas bantuan, tanggapan dan kesediaannya untuk menjadi responden, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, Desember 2007 B. WIJANARKO LISTYO HATMOKO Mahasiswa AKPER Panti Rapih Persembahan: Untuk ke dua orang tua saya, yang selalu mengharapkan hal terbaik bagi anak nya. Data Subyektif a) Klien mengatakan lemes b) Klien mengatakan mudah capai c) Klien mengatakan sesak nafas d) Klien mengatakan pusing kalau banyak bergerak (pening) e) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) Data Obyektif f) Tekanan darah menunjukkan penurunan g) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah h) Distensi vena jugularis i) Capilary refill lambat lebih dari tiga detik j) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi k) Kulit teraba dingin, tampak banyak keluar keringat dingin l) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat m) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada n) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam, menunjukkan penurunan (kurang dari 0,5 cc/kgBB/jam) o) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia p) Tampak edema pada ekstremitas bawah, palpebra q) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi

r) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru s) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum, kreatinin, LDH, CKMB, hematokrit). BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa, karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos, yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).1) Pekerjaan jantung adalah memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh setiap saat, baik saat istirahat maupun saat bekerja atau menghadapi beban.2) Acut Miocard Infark (AMI) adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan otot jantung mati karena kekurangan oksigen.3) Satu dari tiga penderita AMI meninggal karena gagal jantung. Gagal jantung adalah suatu keadan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya(cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat makanan. Insiden penyakit pada pria lebih tinggi dibandingkan pada wanita dengan rata-rata mortalitas selama lima tahun untuk pria 60% dan wanita 40%.4) Dari data Rekam Medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, angka kematian pada AMI tahun 2006 sebanyak 27 pasien dari 118 kasus dan sejak 01 januari tahun 2007 sampai 30 april tahun 2007 sebanyak 3 pasien meninggal dari 30 kasus. Diperkirakan jumlahnya semakin bertambah tiap tahunnya.5) Konsekuensi jangka panjang dari Acut Miocard Infark(AMI) cacat fisik, psikologis, sosial, dan pekerjaan telah lama diabaikan, karena pasien dengn AMI curah jantungnya tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi secara normal. Apabila pasien banyak beraktivitas, maka kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh semakin meningkat, sedangkan curah jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh, maka pesien dengan AMI intoleransi aktivitas. Komplikasi penyakit miocardium tak terbatas hanya saat pasien dirawat di rumah sakit saja, demikian pula tanggung jawab para ahli kesehatan agar pasien hidup sehat sejahtera, tidak berarti selesai dengan keluarnya pasien dari rumah sakit.6)

salah satu masalah keperawatan penderita Acut Myocard Infark (AMI) adalah intoleransi aktivitas. Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Manfaat Bagi Peneliti Mendapatkan pengalaman secara langsung dalam menyusun suatu hasil penelitian dengan metode studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Tujuan Khusus Melaksanakan pengkajian adanya intoleransi aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). tepat.Dalam bidang praktik keperawatan profesional. Bagi Akademi Keperawatan Panti Rapih a. penulis tertarik melakukan studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Bagi Rumah Sakit Panti Rapih . Dengan melihat permasalahan tersebut diatas. b. Tujuan Tujuan Umum Mendapatkan gambaran tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. Sebagai bahan bacaan pada mata ajaran Medikal Bedah system kardiovaskuler dan menambah pengetahuan mahasiswa tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dangan Acut Myocard Infark (AMI). Memperdalam dan menambah wawasan pengetahuan perawatan tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). akurat dan meningkatkan kualitas layanan. Peran perawat sebagai komunitas pelayanan profesional yaitu mengembangkan dan memberikan metode dan sistem pemberian asuhan keperawatan yang profesional. salah satunya pemenuhan kebutuhan aktivitas yang tepat dan akurat dalam mempertahankan fungsi optimal jantung sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut dan menurunkan angka mortalitas pada pasien dengan diagnosa Acut Myocard Infark (AMI). Rumusan Masalah “Bagaimana Pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta”.

Memberikan informasi tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pesien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Tempat Diruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. Waktu Penelitian akan dilakukan pada bulan agustus tahun 2007. STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : WUYUNG VEMBRIYANTO HADI 252230 / IV AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LEMBAR PERSETUJUAN STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) . Ruang Lingkup Mata Kuliah Merupakan penelitian dalam ruang lingkup mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).

Kep.. selaku pembimbing dalam penyusunan .Kp.Kep. sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini dengan Judul ” STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA ”. selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta Bapak Ign.. EKO SUSILO. Eko Susilo. Ns.... IGN. Ns. S.DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : Wuyung Vembriyanto Hadi 252230 Proposal Penelitian ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada: Tanggal. . Agustus 2007 Pembimbing.. Proposal ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Keperawatan pada Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta. S. S. Dalam menyusun Proposal ini penulis mendapat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Ibu C Sri Hari Ujiningtyas.. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya.

maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan Proposal ini. Patogenesis 8 f. Pengertian 16 b.Proposal. Penatalaksanaan Acut Myocard Infark 15 l. Morfologi 10 h. Tanda dan gejala 11 i. Etiologi 16 . Semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya Karya Tulis Ilmiah ini Penulis menyadari bahwa dalam menyusun Proposal ini masih banyak kekurangan. Patofisiologi 8 g. Etiologi 7 d. Komplikasi 12 j. Konsep aktivitas a. Pengertian 6 b. Kriteria 6 c. Mei 2006 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Rumusan 3 Tujuan Penelitian 3 Manfaat Penelitian 3 Ruang Lingkup 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 6 1. Prognosis 16 2. Pemeriksaan diagnostic 14 k. Acut Myocard Infark (AMI) a. Yogyakarta. Klasifikasi 8 e.

........... Berat badan 5.... Usia 3............... Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas a................ Diagnosa 21 c. Nama 2... Evaluasi 27 Kerangka Teori 27 Pertanyaan Penelitian 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian 29 Desain penelitian 30 Populasi.... 17 e...................... Pengkajian 20 b.... Rencana 21 d..... 18 3...... Identitas pasien No Kriteria Pasien A Pasien B Pasien C 1.....c............. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas 17 d............... Intervensi 25 e. Lama menderita AMI 7.. Karakteristik. sample dan teknik sampling 30 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional 31 Teknik Pengumpulan Data dan Analisa Data 32 Instrument Pengolahan Data 32 Pengolahan Data 32 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Pengkajian 1... Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi... Faktor Resiko a...... Pekerjaan 6.................. Jenis kelamin 4......... Keturunan .

Pernapasan h. Kolesterol tinggi 8. Tekanan darah c. Dokter yang merawat Interpretasi : 2. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Capillary refill Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C g. Diagnosa medik 9. Suhu e. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. Merokok c. Data obyektif a. Data obyektif dan subyektif yang ditemukan dalam pengkajian terkait dengan intoleransi aktivitas Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 1. Denyut nadi d. Stress g. Ekspresi wajah i. Hiperlipidemia e. SaO2 f. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. Tekanan darah tinggi d. Hasil pemeriksaan laboratoriam . Diabetes melitus f.b.

3) Kolesterol 4) CKMB 5) Laktat dehidrogenase (LDH) Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C l. selama dan setelah beraktivitas d. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Diagnosa keperawatan yang ditemukan terkait dengan intoleransi aktivitas No Nama Pasien Diagnosa keperawatan . saat kerja. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. Data Subyektif a. olahraga berat. Klien nengatakan pusing. saat marah dan kadang saat dingin Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C e. sesak nafas. Klien nengatakan lelah/letih dan badan lemas b. Terapi obat 6) Nitrogliserin 7) Beta bloker 8) Antagonis kalsium 9) Anti platelet 10) Heparin 11) Morphin 12) Asetil kolin 13) Trombolisis 14) Terapi oksigen Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 2. dan vertigo c. Klien mengatakan jantung berdebar-debar. saat istirahat.

Kolaborasi a. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. Berikan makanan lembut. contoh nitrogliseril . A 2. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. aktivitas perlahan. kesadaran b. tangan atau lengan kiri g. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b.1. pernapasan. leher. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. Berikan lingkungan yang tenang. Berikan obat-obat trombolitik d. Mandiri a. tindakan nyaman f. Berikan antiangina sesuai indikasi. bahu. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C i. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi j. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. B 3. tekanan darah. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. Pantau perubahan EKG c. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. C Interpretasi : Perencanaan masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C 1. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h.

Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. tangan atau lengan kiri g.Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. tekanan darah. bahu. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. Berikan makanan lembut. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan i. Berikan lingkungan yang tenang. Kolaborasi a. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Intervensi masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C 1. pernapasan. kesadaran b. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. Pantau perubahan EKG . Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. aktivitas perlahan. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. leher. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C j. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Mandiri a. tindakan nyaman f.

Denyut nadi d. Ekspresi wajah i. Berikan obat-obat trombolitik d. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. Suhu e. SaO2 f. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Evaluasi proses dan hasil terkait dengan intoleransi aktivitas 1. contoh nitrogliseril Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Hasil pemeriksaan laboratoriam . Pernapasan h. Data obyektif a. Evaluasi proses terkait dengan intoleransi aktivitas Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 1. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. Tekanan darah c.c. Capillary refill Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C g. Berikan antiangina sesuai indikasi.

saat marah dan kadang saat dingin Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C e. sesak nafas. Data Subyektif a. saat kerja. Klien mengatakan jantung berdebar-debar. Klien mengatakan badannya lemas dan lelah b. saat istirahat.1) Kolesterol 2) CKMB 3) Laktat dehidrogenase (LDH) Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C l. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. olahraga berat. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Keterangan : criteria dalam evaluasi proses hari 1 digunakan untuk mengevaluasi intervensi hari 11 – V 2. selama dan setelah beraktivitas d. Klien nengatakan pusing. Terapi obat 1) Nitrogliserin 2) Beta bloker 3) Antagonis kalsium 4) Anti platelet 5) Heparin 6) Morphin 7) Asetil kolin 8) Trombolisis 9) Terapi oksigen Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 2. dan vertigo c. Evaluasi hasil terkait dengan intoleransi aktivitas .

Pencapaian tujuan Interpretasi : April 19. 2008 in Weblogs | Permalink TrackBack TrackBack URL for this entry: http://blogs.www.com/t/trackback/849354 Listed below are links to weblogs that reference blog gratis: Comments .friendster.No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C 1. Kriteria hasil a) Klien mengatakan lemasnya berkurang b) Klien mengatakan nyerinya hilang atau berkurang ( skala 0-1) No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C c) Klien menunjukkan menurunnya ketegangan d) Denyut nadi klien normal (60-100 kali per menit) e) Tekanan darah klien normal (120/70-120/80 mmHg) f) Pernapasan klien normal (12-20 kali per menit ) g) Kesadaran klien kompos mentis h) Klien tampak rileks i) Hasil rekam EKG menunjukkan gelombang sinus ritme (SR) j) Pemeriksaan laboratorium : kolesterol atau trigliserida laktat dehidrogenase dan enzim CKMB dalam batas normal No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C k) Suhu normal (36-370C) l) Reflek pupil 2+/2+ atau isokor 2.

Comments: Recent Posts * blog gratis Syndicate this site (XML) About Us | Contact Us | Events | Promote My Profile | Help | Terms of Service | Privacy Policy Posted by WUYUNGVH at 1:26 PM 0 comments Links to this post Reaction s: Newer Posts Older Posts Home Subscribe to: Posts (Atom) Anda pengunjung ke Free Hit Counter New My title page contents My Google Pagerank .Post a comment Sign In Post a comment Name: wuyung You are currently signed in as wuyung.

49 menit lalu Jakarta .. Google Rilis Situs untuk Calon Pengantin Detikcom . Selain memajang logo Google bernuansa cinta. Artikel Terkait » dicuplik dari Google . ..Di hari Valentine. Google pun tak mau ketinggalan menebarkan kasih sayang kepada para penggunanya.14 Feb 2011 .com adsense Search Google Masukkan istilah pencarian Anda pencarian Cari þÿ Kirim formulir NEWS Google Valentine.2/2011 Samsung Buat Tablet Mirip iPad .TRANSLATE THIS BLOG Translate this page from Indonesian to the following language! Widget by ateonsoft.

Setelah Hosni Mubarak mundur.. dicuplik dari Google ..1 jam lalu Tablet yang diluncurkan dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona itu berjalan dengan sistem operasi buatan Google yang khusus untuk perangkat tablet...13 Feb 2011 COM.2/2011 didukung oleh Blog Archive • o  ► 2009 (23) ► December (1) Get Music Audio Video at www. Staf Google Puji Facebook Inilah.2/2011 Simbol Cinta di Logo Google Inilah..Eksekutif Google Wael Ghonim cukup terkenal dalam revolusi Mesir.6 jam lalu COM. Artikel Terkait » dicuplik dari Google . Ghonim mengucapkan rasa terimakasihnya pada . Mari cari tahu.com .14 Feb 2011 . .2/2011 Presiden Mesir Turun.14 Feb 2011 . Artikel Terkait » dicuplik dari Google ..modflip.Tempo Interaktif .com .13 Feb 2011 . Jakarta .com . . Jakarta – Sudahkah Anda mengakses Google hari ini? Heran dengan logo Google menampilkan gambar cinta dan dominasi warna.

. Parotitis Epidemika) Pencegahan Stroke ISPA Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah TRAUMA KEPALA Nutrisi Yang Dibutuhkan Di Usia Balita HEPATITIS A ▼ 2008 (23) ▼ April (23) blogfriendster blogfriendster linkku Muscles of the Human Body Geneva Doctors Geneva Health Spinal Cord Model 6x (W42505) ClinicalOne Mentone Educational Centres . ► January (20) PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ASTEROSKLEROSIS MACAM-MACAM PENYAKIT KELAMIN Rematik Hubungan Antara Pola Pemberian ASI dengan Faktor S....Search Google --> Masukkan istilah penc.o  o  o                     • o          ► June (1) verification ► May (1) <!-. Karies Gigi Pengertian Metode Kanguru Askep pada klien dengan GE ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF KARAKTERISTIK REMAJA Kecenderungan Kenakalan Remaja TIDUR DAN ISTIRAHAT Obat Cerna PENYULUHAN PENGGUNAAN ORALIT Gondongan (Mumps.

PAROTITIS Masa Remaja Age at Menarche in Indonesia code DAFTAR PUSTAKA ACUTE MYOCARD INFARK CARIES GIGI MENARCHE KEPERAWATAN Pictures from Electron Microscopes Slideshow ..            healthcare professional AMI BAB I BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung mer..

Bandwidth Speed Test Google Maps • • Google Maps http://bux.to/?r=wuyung .

com/track.blogspot. Indonesia NURSE View my complete profile ADSENSE There was an error in this gadget KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SLTPN 2 GENTENG KECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI .certainbet.blogspot.com/q0owqvm4yda-6fvlpsoa http://zzecjjibcbmicyw.com http://slatebird.com http://akperpantirapih.com http://wuyungvh.blogspot.blogspot.asp? a=c&u=127336645&s=1639&e=42998121 Game BARU • • Game BARU (Gladiatus) http://bux.• • • • • • http://wuyungnurse.com http://wuyungjunior. sleman.to/?r=wuyung Profil Penulis WUYUNGVH YOGYAKARTA.

M. dan disusul dengan periode tanpa gejala. Para peneliti beranggapan bahwa perubahan sikap premenarche adalah akibat dari faktor hormonal. (1994) bahwa sekitar 10-30 % wanita produktif mengalami sindrom premenarche. Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. Memasuki masa puber. Keluarnya darah dari vagina disebabkan luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. yaitu dengan telah diproduksinya sel telur (ovum). pada perempuan diawali dengan terjadinya menstruasi. normalnya wanita mengalami periode menstruasi atau haid mulai dari usia remaja hingga menopause Dra. (2005 : 103). Maulana. (2009 : 15). Saat itu kelenjar hipofisis mulai berpengaruh. (2005 : 9) Haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklik emdomestrium. Selanjutnya dijelaskan menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. P. Kes. Riset melaporkan Taylor. (2005 : 69).BAB 1 PENDAHULUAN <!--[if !supportLists]-->A. Siklus menstruasi terdiri atas perubahan-perubahan di dalam ovarium dan uterus. <!--[endif]-->Latar Belakang Dalam perjalanan hidup. Pendapat Sriyono. F. Etiologi dan Perubahan sikap premenarche belum diketahui. selama masa ini epithelium permukaan lepas dari dinding uterus dan perdarahan pun terjadi pada usia remaja haid pertama kira-kira usia 12 hingga 16 tahun. Proses menarche pada seorang wanita dimulai pada usia 10 – 14 tahun. dan nutrisi. Dini Kasdu. kemudian ovarium mulai bekerja menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Menarche adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi ) endometrium. (2008 : 57). Erna. Menstruasi berlangsung kira-kira lima hari. Hal ini menandai bahwa organ reproduksi telah aktif. psikologis. . Panjang masa siklus menstruasi rata-rata 28 hari 14 hari persiapan untuk ovulasi dan 14 hari selanjutnya. Hormon ini akan mempengaruhi uterus pada dinding sebelah kanan dan terjadilah proses menstruasi. Seseorang terjadi sejak awal menstruasi pada masa remaja sampai umur 40 atau 50 tahun. Sarwono.

abdomen terasa penuh. nafsu makan. Oleh karena itu bidan atau paramedis perlu memberikan konseling pada remaja tentang cara-cara mengatasi kecemasan saat menarche sehingga dapat mengurangi kecemasan pada remaja saat menarche selain itu untuk mengurangi kecemasan perlu mengatur pola yang memenuhi gizi seimbang dan olahraga. <!--[endif]-->Bagi Peneliti Sebagai pengalaman nyata dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah sebagai penerapan dari mata kuliah. payudara sakit. <!--[endif]-->Manfaat Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. edema pada ekstrimitas. ketegangan dan kegugupan. ingin makan yang manis. depresi. <!--[endif]-->Bagi Institusi Sebagai pedoman dalam penelitian yang akan dilakukan dan hasilnya nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan guna meningkatkan mutu pendidikan selanjutnya. Oleh sebab itu penelitian ini ingin mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang rata-rata siswa tersebut sudah mengalami menarche. <!--[if !supportLists]-->B. Baradero. oleh karena itu siswa premenarche diharapkan bersikap positif dalam menghadapi menarche agar tidak timbul masalah selama menarche. <!--[endif]-->Tujuan Penelitian Tujuan Umum Untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kabupaten Banyuwangi. maka peneliti merumuskan masalah dengan membatasi pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche seperti: “Bagaimana tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche ?” <!--[if !supportLists]-->C. berat badan bertambah. (2007 : 10). <!--[if !supportLists]-->2. Penanganan yang efektif dalam mengatasi kecemasan pada siswa akan mempengaruhi prognosis. cepat marah. banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada awal mengalami haid.asumsi diatas peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng.fenomena yang terdapat pada asumsi . . Penelitian ini kecemasan dari siswa yang menghadapi menarche (premenarche) inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua. <!--[if !supportLists]-->D. cepat lupa cepat menangis dan bingung. <!--[endif]-->Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan fenomena .Perubahan sikap premenarche yang terjadi sebelum berlangsungnya masa menarche diantaranya cemas.

<!--[endif]-->Tingkat Kecemasan Menurut Stuart dan Sundeen membagi tingkat kecemasan menjadi empat tingkatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Kecemasan Ringan Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya.<!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Kecemasan Sedang Memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. <!--[endif]-->Konsep Dasar Kecemasan <!--[if !supportLists]-->a. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. <!--[endif]-->Bagi Profesi Sebagai masukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Tingkat Panik . tidak spesifik. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci. sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. <!--[endif]-->Pengertian Kecemasan adalah keadaan dimana seseorang mengalami perasaan gelisah dan aktifitas sistem saraf otonom dalam merespon terhadap ancaman yang tidak jelas. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Kecemasan Berat Sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. <!--[endif]-->Bagi Responden Untuk menembah pengalaman tentang menarche dan menangani keluhan keluhan yang dirasakan. <!--[endif]-->Landasan Teori <!--[if !supportLists]-->1. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA <!--[if !supportLists]-->A. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan sehingga dapat memusatkan pada suatu objek lain. <!--[if !supportLists]-->4. spesifik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain.

<!--[endif]-->Gangguan realitas . terjadi peningkatan aktivitas motorik. <!--[endif]-->Ciri-Ciri Kecemasan Menurut Brenda Goodner ciri-ciri kecemasan adalah : <!--[if !supportLists]-->1.<!--[endif]-->Perasaan tentang terancam atau takut meningkat <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Menurunnya konsentrasi dan persepsi <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Komunikasi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Kecemasan Berat <!--[if !supportLists]-->. menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. persepsi yang menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional. muntah <!--[if !supportLists]-->4.<!--[endif]-->Terangsang untuk melakukan tindakan <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Termotivasi secara positif <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Kecemasan Sedang <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Mengalami peningkatan tanda-tanda vital lebih dramatis. letih. jika berlangsung terus dalam waktu lama maka terjadi kelelahan yang berlebihan bahkan menyebabkan kematian. Rincian terpecah dari proporsinya.<!--[endif]-->Gejala-gejala fisik tidak berkembang : sakit kepala. sering berkemih.<!--[endif]-->Persepsi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->.Berhubungan dengan terperangah. diare.<!--[endif]-->Perasaan terancam <!--[if !supportLists]-->. palpitasi. Orang yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. tapi fokusnya sempit <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Lebih tegang <!--[if !supportLists]-->. nyeri dada. Dengan panik.<!--[endif]-->Meningkatkan kesadaran <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Panik <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Sedikit mengalami tanda-tanda vital <!--[if !supportLists]-->. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan.<!--[endif]-->Sadar. palpitasi. ketakutan dan teror. karena mengalami kehilangan kendali.<!--[endif]-->Sedikit mengalami peningkatan tandatanda vital <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Kecemasan Ringan <!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->3. mual.

<!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pendidikan Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang. (2001 : 133). makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. <!--[if !supportLists]-->d.<!--[endif]-->Kombinasi dari gejala-gejala fisik yang disebutkan diatas dengan peningkatan tanda-tanda vital akan lebih awal dari tanda panik. Secara tidak langsung dapat dilakukan dengan pernyataan-pernyataan hipotesis. yang dikutip oleh Nursalam. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang berpikir dan bekerja. (2003 : 132) skala kecemasan disusun untuk mengungkapkan sikap pro dan kontra positif dan negatif. Diketahui pula bahwa masyarakat yang berpenghasilan rendah prevalensi psikiatrinya lebih banyak. Untuk menilai tingkat kecemasan siswa . <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Status Perkawinan Seseorang yang telah menikah akan lebih mempunyai rasa percaya diri dan ketenangan dalam melakukan kegiatan (menurut Dartkows.<!--[endif]-->Dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. yang dikutip oleh Nursalam. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai yang diperkenalkan menurut Brower. setuju dan tidak setuju.<!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Pendapatan Penghasilan setiap bulannya juga berkaitan dengan gangguan pola psikiatri. yang dikutip oleh Nursalam. sebagai obyek sosial. (2001 : 133). <!--[if !supportLists]-->e. <!--[endif]-->Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Umur Semakin cukup umur. (2001 : 133). (2001:133). Dalam skala kecemasan. obyek sosial tersebut berlaku sebagai obyek kecemasan. Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk presentase menggunakan rumus.<!--[endif]-->Tidak mudah untuk berkomunikasi <!--[if !supportLists]-->. Jadi keadaan penghasilan yang rendah mempunyai peningkatan kecemasan Nursalam. Notoadmojo. <!--[if !supportLists]-->. kemudian dinyatakan dengan pendapat responden. Semakin tua umur seseorang. <!--[endif]-->Cara Menilai Kecemasan Pengukuran kecemasan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung yang dapat dinyatakan bagaimana pendapat atau pernyataan responden terhadap suatu objek. makin konstruktiv dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi Menurut Hurlock. tetapi akan lebih buruk jika intervensi yang dilakukan gagal.

<!--[endif]-->Arti Menarche <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Menarche adalah haid yang pertama kali yang baru datang setelah berumur 14 tahun. <!--[if !supportLists]-->3. (2005 : 115). Siti. dan disusul dengan periode tanpa gejala. (2007 : 10). (2009 : 18). . <!--[endif]-->Konsep Dasar Premenarche Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. <!--[endif]-->Konsep Dasar Siswa <!--[if !supportLists]-->a. (2007 : 944). Balai Pustaka. <!--[endif]-->Arti Siswa Siswa adalah wanita yang beranjak atau mulai dewasa. 2008).dalam menghadapi menarche menggunakan tingkat kecemasan Hars (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Penilaian 0: Tidaka ada (tidak ada gejala sama sekali) 1: Ringan (satu gejala dari pilihan yang ada) 2: Sedang (separuh dari gejala yang ada) 3: Berat (lebih dari separuh dari gejala yang ada) 4: Sangat berat (semua gejala ada) <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Penilaian Derajat Kecemasan Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. <!--[endif]-->Konsep Dasar Menarche : <!--[if !supportLists]-->a. Maulana. Baradero. Selanjutnya dijelaskan bahwa siswa ialah wanita yang mulai dewasa sudah sampai umur untuk kawin. (2001 : 282). <!--[if !supportLists]-->4. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan variabel siswa yang berumur 12-16 tahun sesuai dengan pendapat Mirza Maulana yang mengatakan bahwa siswa menarche pertama kali pada usia 12-16 tahun. Cipta Karya. <!--[if !supportLists]-->2.

(2003 : 169).9 hari. Erna. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Referensi lain mengatakan bahwa siklus menarche adalah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Telah diketahui bahwa : 1). berpindah dari tempat yang berbeda. Siklus ini diatur terutama oleh glandula pituitari anterior. Panjang siklus haid yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari. <!--[endif]-->Arti Siklus Menstruasi <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Siklus menarche ialah suatu kejadian yang terjadi pada ovarium yang menghasilkan perubahan tidak hanya pada uterus. Bila glandula pituitari anterior mengatur sekresi estrogen dan progesteron. kematian orang yang dicintai dan sebagainya. (2009 : 19) menarche suatu proses pengeluran darah dari uterus disertai serpihan selaput dinding uterus pada wanita dewasa yang terjadi secara periodik. (2005 : 69). <!--[if !supportLists]-->b. Sarwono. misalnya perubahan pekerjaan. (2003 : 169-170). dan kira-kira 97% wanita yang berevolusi siklus haidnya berkisar antara 18-42 hari. Ada yang 1-2 hari dikuti darah sedikit–sedikit kemudian ada yang sampai 7-8 hari.1 hari pada wanita usia 43 tahun 27. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Begitu juga pendapat lain menjelaskan bahwa menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. tetapi faktor-faktor yang menyebabkan glandula tersebut mengadakan stimulus (rangsangan) gonad pada saat pubertas belum seluruhnya dipahami.<!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Selanjutnya menurut Sarwono. tetapi variasinya cukup luas saja. Sylvia. maka glandula pituitari anterior itu sendiri diatur oleh kedua sekresi tersebut. (2005 : 103) menarche merupakan perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Terdapat pengendalian neurohormonal pada glandula pituitari anterior oleh hipotalamus dan siklus menarche tersebut dipengaruhi oleh faktor emosional. Lama haid biasanya antara 3-5 hari. Rata–rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25. Dari pengamatan Hartman pada kera ternyata bahwa hanya 20% saja panjang siklus haid 28 hari. Verralls. antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Dan pada wanita usia 55 tahun 51. Panjang siklus haid dipengaruhi oleh usia seseorang.1 hari. Pada setiap . Panjang siklus yang biasa pada manusia ialah 25-32 hari. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Menurut Maulana. Lamanya siklus menarche rata-rata adalah 28 hari. 2). (2005 : 103). Jadi sebenarnya panjang siklus haid 28 hari itu tidak sering dijumpai. Jika siklusnya kurang dari 18 hari atau lebih dari 42 hari dan tidak teratur biasanya siklusnya tidak berevolusi. tetapi juga pada tubuh wanita secara keseluruhan. Kemudian juga dijelaskan bahwa tujuan siklus menarche untuk melepas ovum dalam persiapan fertilisasi pada kira-kira jarak 4 minggu dan untuk mempersiakan uterus dan seluruh tubuh wanita untuk menerima dan mengembangkan hasil fertilisas ini.

Pada waktu itu endometrium tumbuh kembali. Sebagian masih . pendek dan sempit bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi sel-sel kelenjar mengalami mitosis.wanita biasanya lama haid itu tetap. (2006 : 46). Sarwono. Hanya startum basale yang tinggal utuh.5 mm fase ini berlangsung dari hari kelima sampai hari keempat belas dari siklus haid.4 hari. dan sekret dari uterus. servik dan kelenjar-kelenjar vulva. dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan. (2005 : 103). Darah haid mengandung darah fena dan anteri dengan sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglotinasi.2 ± 16 cc. sel-sel epitel dan stroma yang mengalami disentegrasi dan otolisis. 4 Fase Endometrium Dalam Siklus Haid <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Fase menstruasi atau deskuamasi. Antara hari kedua belas dan keempat belas dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi. sedangkan pengeluaran hormonhormon ovarium paling rendah (minimum). pada wanita dengan anemi defisiensi besi jumlah darah haidnya juga lebih banyak. Pada waktu itu endometrium dilepas. Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak. disebut juga endometrium mengadakan proliferasi. Sarwono. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Masa proliferasi sampai hari keempat belas. fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Sesudahnya dinamakan masa sekresi. Pada tiap siklus haid dikenal tiga masa utama <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Masa haid selama dua sampai delapan hari. Pada ketika itu korpus rubrum menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesteron. Dibawah pengaruh progesteron ini. Fase ini berlangsung 3 . <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Fase Intermenstruum atau fase proliferasi dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal + 3. Jumlah darah yang keluar rata–rata 33. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Fase pasca haid atau fase regenerasi luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagai besar berangsur– angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang baru tumbuh dari sel–sel epitel endometrium pada waktu ini tebal endomertium + 0. Jumlah darah haid lebih 80 cc dianggap patologik. Fase proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Dini berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. terutama dari mulut kelenjar.5 mm fase ini telah mulai sejak fase menarche dan berlangsung + 4 hari. kelenjar endometrium yang tumbuh berkeluk-keluk mulai bersekresi dan mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak pada akhir masa ini stroma endometrium berubah ke arah sel-sel desidual terutama yang berada di seputar pembuluhpembuluh arterial. Kelenjarkelenjar kebanyakan lurus.

(2005 : 112). dan mengeluarkan getah. sel-selnya berbentuk bintang dan didepan tonjolan-tonjolan. fase ini merupakan bentuk transis dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torok dan tinggi. anestomosis nukleus sel stroma relatif besar sebab sitiplasma relatif sedikit. Fase sekresi dibagi atas : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Sekresi Dini. stroma bertumbuh aktif dan padat. <!--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]-->Stratum Sepongiosus. Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm. fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. Pada fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya. Kelenjar berkeluk-keluk dan bervariasi sejumlah stroma mengalami edema tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang. . Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan yaitu : <!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Lapisan neometrium. Sitoplasma sel-sel stroma bertambah menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan. yaitu lapisan ini tidak aktif. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Madya berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. endometrium lebih tipis dari pada fase sebelumnya kerena kehilangan cairan. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Fase Prahaid atau Fase Sekresi berlangsung sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. <!--[if !supportLists]-->(3) <!--[endif]-->Stratum Kompaktum. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Akhir berlangsung hari ke-2 sampai hari ke-14. Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum. dan stromanya edema. Arwono. kecuali mitisis pada kelenjar. yaitu lapisan atas yang padat saluran-saluran kelenjar sempit ilumennya berisi sekret. tetapi untuk kelenjar berubah menjadi panjang berkeluk-keluk. Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi ini. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Sekresi Lanjut. yang makin lama makin nyata. Dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk-keluk dan kaya dengan glikogen.menunjukkan suasana fase menarche dimana terlibat perubahan-perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboit strama padat dan sebagian menunjukkan aktifitas mitosis. Memang tujuan perubahan ini adalah untuk perubahan mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spon ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar yang melebar dan berkeluk-berkeluk dan sedikit stroma diantaranya.

Zat-zat yang terakhir ini ikut serta dalam pembangunan endometrium khususnya dengan pembentukan stroma dibagian bawahnya pada pertengahan fase luteal sintesis mukopolisakarida terhenti. sehingga permukaan endometrium memuncak dan berwarna merah karena penuh dengan darah. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Endometrium Hampir sepanjang siklus haid pembuluh-pembuluh darah menyempit dan melebar secara ritmis. Karena itu. lebih banyak zat-zat makanan mengalir ke stroma endometrium sebagai persiapan untuk implantasi ovum. Pada pertumbuhan endomertium itu tumbuh pula arteria-arteria fena-fena dan hubungan antaranya. (2005 : 110).<!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Perubahan Fisik <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Ovarium Perubahan-perubahan yang terdapat pada ovarium pada siklus haid ialah sebagai berikut. terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan. memegang peranan dalam hal ini yang penting ialah : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Faktor–faktor enzim dalam fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpanya enzim-enzim histologik dalam endometrium serta merangsang pembentukan glikogen dan asam-asam mukopolisakarida. sesudah ovulasi. <!--[endif]-->Perubahan Masa Menstruasi. baik dari arteri maupun dari fena. Dibawah pengaruh FSH beberapa folikel mulai berkembang. Mekanisme haid belum diketahui seluruhnya. enzim-enzim hidrolitik dilepaskan dan merusakkan bagian dari sel-sel yang berperan dalam sintesis protein. endomertium memasuki fase sekresi. kecuali faktor hormonal. Dengan demikian. Jika kehamilan tidak terjadi. dan akhirnya terjadi mekrosis dalam perdarahan dengan pembentukan hematom. Sarwono. akan tetapi sudah dikenal beberapa faktor. timbul gangguan dalam metabolisms endometrium yang mengakibatakan regresi endometrium dan pendarahan. <!--[endif]-->Mekanisme menstruasi : Hormon Steroid estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium dibawah pengaruh estrogen endometrium memasuki fase proliferasi. apabila terjadi kehamilan. maka dengan menurunnya kadar progesteron. (2005 : 11). dengan akibat mempertinggi permeabilitas pembuluh-pembuluh darah yang sudah berkembang sejak permulaan fase proliferasi. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid. akan tetapi hanya satu yang tumbuh terus menjadi matang. berganti-ganti. Bila tidak terjadi pembuahan korpus luteum mengalami kemunduran yang menyebabkan kadar . seperti digambarkan diatas dengan regresi endometrium timbul statis dalam fena-fena serta saluran-saluran yang menghubungkan dengan arteri. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Faktor faktor muskular mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistim faskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. Sarwono.

tetapi akan membaik bila asupan gizinya baik. kopi. coklat. Baradero. Sebagai bahan perbandingan di bawah ini akan diuraikan tentang asupan energi total dan keragaman komponen diet. cepat menangis. hal ini akan berdampak gangguan haid. cepat lupa. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Perubahan Psikologis : Cemas. Seberapa jauh pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarche belum ada. Selain itu juga ada. Sarwono. cepat menangis tingkatkan asupan vitamin B dan sayur–sayuran hijau. (2007 : 11). dengan cara mengkonsumsi makanan seimbang. yang lain berpendapat bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama fase luteal. <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Untuk depresi. (2007 : 11). Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat mengakibatkan perubahan asupan energi belum didapatkan data yang pasti. depresi. cepat lupa. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Penambahan BB. Asupan energi bervariasi sepanjang siklus haid. Penurunan kadar hormon ini mempengaruhi keadaan endometrium kearah regresi. cola. Ada yang berpendapat karbohidrat merupakan sumber peningkatan asupan kalori selama fase luteal. (1996). ingin makan yang manis-manis. Peningkatan konsumen energi premenstruasi dengan ekstra penambahan 87500 Kkal/ hari. terjadi peningkatan energi pada fase luteal dibandingkan fase folikuler. nafsu makan bertambah. teh. ketegangan dan kegugupan dan cepat marah kurangi asupan susu. Peristiwa ini menyebabkan pembuluh-pembuluh darah terputus.progesteron dan estrogen menurun. . edema pada ekstrimitas. (1996). Kesimpulannya bahwa estrogen mengakibatkan efek penekanan atau penurunan terhadap nafsu makan Krummel. Pada remaja perlu mempertahankan status gizi yang baik. (2005 : 114). yang melakukan penelitian. nafsu makan bertambah. abdomen terasa penuh. ingin makan yang manis kurangi asupan garam. Dengan demikian selama fase luteal terjadi peningkatan asupan makanan atau energi Krummel. mentega dan gerak badan. ketegangan dan kegugupan. abdomen terasa penuh. dan lemak hewan. yang berpendapat bahwa asupan lemak dan protein akan meningkatkan pada fase luteal. Baradero. payudara sakit. cepat marah. keju. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Untuk berat badan yang bertambah karena menarche. payudara sakit. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pengobatan Yang Tersedia : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Untuk rasa cemas. karena sangat dibutuhkan pada saat haid. dan terjadilah pengeluaran darah yang disebut haid. (2007 : 11). juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. edema pada ekstrimitas. dan pada satu saat lapisan fungsional endometrium terlepas dari stratu basale yang dibawahnya. fungsi organ tubuh. Baradero.

Diet Rendah Lemak : Hasil penelitian pada diet rendah lemak dibanding tinggi lemak ternyata pada diet tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urine. Setelah mengalami 2 x injeksi LHRH. gangguan pelepasan endometrium pada waktu menarche dan sebagainya. (2005 : 70). kesimpulannya tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon sex.9 hari. Tetapi timbul pertanyaan seberapa sering faktor diet dipandang sebagai penyebab timbulnya menarce. Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid. Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah kediet rendah lemak akan memperpanjang siklus menarche sebagai akibat dari memanjangnya fase menarche dan fase folikuler. E2 menurun secara signifikan. Prevalensi ketidak teraturan menarche 26. Terapi pada hipermenorea pada mioma uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri. serat dan nutrien lainnya Krummel. rata-rata 4.9% pada non vegetarian. lamanya menarche. Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus. FSH meningkat.5% pada vegetarian dan 4.terbukti pada saat haid tersebut terutama pada fase luteal akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. Sebaliknya 16 orang diet biasa beralih kediet yang kurang daging selama 2 bulan mengalami pemendekan fase folikuler.5 hari dan fase folikuler meningkat ratarata 0. terjadi hubungan antara diet dengan fungsi menarche. 9 orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging. mengalami penurunan frekuensi puncak LH dan peningkatan pada LH. misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu.8 hari. atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).3 hari lamanya waktu menarche meningkat rata-rata 0. Gangguan yang dapat terjadi karena menarche dan siklusnya diantaranya : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Hypermenorea (Menoragia) ialah perdarahan menarche yang lebih banyak dari normal. polip endometrium. masih jarang penelitian yang menggunakan diet sebagai metode perlakuan dan uraiannya sering tidak lengkap atau tumpang tindih. Sebab-sebabnya dapat . Diet Vegetarian : Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon sex telah diteliti. (1996). <!--[endif]-->Selain kita harus memahami siklus menarche. Sarwono. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Hipomenorea ialah perdarahan menarche yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. (2005 : 204). keluhan serta pengobatan menarche kita juga harus mengerti gangguan-gangguan yang dapat terjadi saat menarche. rata-rata 3. <!--[if !supportLists]-->e. sedang diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas kerokan. Siklus menarche bukan dipengaruhi oleh diet vegetarian tetapi diet yang bervariasi dalam hal lemak. Erna. Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif dianggap mempengaruhi siklus menarche serta penampilan reproduksi. Sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama : panjang siklus menarche meningkat rata-rata 1.2 hari juga. Pada wanita yang mengonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menarche. ternyata fase folikuler memanjang.

lebih dari 35 hari. Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui. pada uterus (misalnya sesudah miomektomi). kelenjar hipofisis. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Polimenorea ialah siklus menarche lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). pada gangguan endokrin. Amenorea sekunder bisa juga timbul sebagai respon terhadap stres yang berat. dan lain-lain. Amenorea primer bisa diakibatkan oleh kelainan genetik. Terapi : Pengobatan bergantung pada penyebab amenorea. sedang pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat menarche. seperti kelainan-kelainan kongenital dan kelainan-kelainan genetik. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul dalam kehidupan wanita. Amenorea primer timbul apabila menarche pertama tidak terjadi pada umur 16 tahun. Wanita yang memakai kontrasepsi oral bisa juga mengalami amenorea selama 6 bulan setelah berhenti memakai kontrasepsi oral. tetapi kemudian tidak dapat lagi. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Oligomenorea Disini siklus menarche lebih panjang. <!--[if !supportLists]-->5) <!--[endif]-->Amenorea ialah keadaan tidak adanya menarche untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Hilangnya 10-15% berat badan dapat menyebabkan amenorea. Selanjutnya dijelaskan bahwa amenorea ialah tidak adanya menarche. tumor. Amenorea sekunder bisa juga dialami oleh atlet yang terlalu banyak menghabiskan kalori. atau menjadi pendeknya masa luteal dan sebagainya. Sarwono. (2007 : 10). seperti gangguan gizi. Kehamilan adalah penyebab utama dari amenorea. Amenorea bisa juga mempengaruhi kepadatan tulang yang mengakibatkan osteoporosis. Baradero. endokrin. ovarium. dan kelenjar adrenal. Kecuali jika ditemukan sebab yang nyata. Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari menarche biasa. Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengkibatkan gangguan ovulasi. Kita berbicara tentang amenorea primer terlebih dahulu apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas. dan lain-lain. timid. <!--[if !supportLists]-->6) <!--[endif]-->Dismenorea atau nyeri menarche mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita- . karena menarche yang normal memerlukan sekitar 17% lemak dari tubuh. gangguan metabolisme. Kadang-kadang tidak ada menarche. Ada dua bentuk amenorea yaitu amenorea primer dan sekunder. Terapi hormon bisa diberikan.terletak pada konstitusi penderita. primer dan amenorea sekunder. Lazim diadakan pembagian antara amenorea. (2005:205). terapi terdiri atas menenangkan penderita. penyakit infeksi. Wanita dengan amenorea memerlukan konseling untuk manangani gangguan konsep diri dan infertilitas. atau efek perkembangan kongenital. perubahan fungsi hipotalamus. Amenorea sekunder timbul apabila seorang wanita yang sudah menarche berhenti menarchenya selama 3-6 bulan. satu kali masih dianggap normal. tidak pernah dapat menarche.

Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak di perut bawah sebelum dan selama menarche dan sering kali mual maka istilah dismenorea hanya dipakai jika nyeri menarche demikian hebatnya. muntah. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual. migrain atau asma. kram pada perut. walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari. dan sebagainya dapat mempengaruhi timbulnya dismenorea. Ada 2 jenis dysmenorrhoe : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe primer yaitu nyeri pada saat menarche tanpa ada kelainan organ di rongga panggul. Karena gangguan ini sifatnya subyektif. namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan. sakit kepala. hingga ada yang . Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan menarche dan berlangsung untuk beberapa jam. Budi. dan sebagainya. apabila jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses menarche. Keluhan nyeri mulai dari yang ringan seperti rasa mulas. Smith menduga bahwa sebab alergi ialah toksin menarche. oleh karena itu siklus haid pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai dengan rasa nyeri. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Faktor Alergi : Teori ini dikemukakan setelah memperhatikan adanya asosiasi antara dismenorea dengan urtikaria. meskipun beberapa kasus nyeri berlanjut hingga beberapa hari. berat atau intensitasnya sukar dinilai. dysmenorrhoe ialah nyeri saat menarche yang sering difikirkan oleh gadis-gadis yang mengalaminya. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Faktor Konstitusi : Faktor ini yang erat hubungannya dengan faktor tersebut di atas. tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. untuk beberapa jam atau beberapa hari. Di Amerika Serikat pernah dilaporkan dysmenorrhoe menyebabkan hilangnya 600 juta jam kerja pertahun. mudah timbul dismenorea. penyakit menahun.wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. diperkirakan hanya berkaitan dengan faktor intrinsik. dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. diare. biasanya terbatas pada perut bawah. Selanjutnya menurut dr. Sifat rasa nyeri ialah kejang berjangkit-jangkit. Walau frekuensi dismenorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal. Etiologi : Beberapa faktor memegang peranan sebagai penyebab dismenorea primer. Faktor-faktor seperti anemia. Dismenorea primer terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih. Dysmenorrhoe ini merupakan keluhan yang sering dirasakan di masyarakat sehingga menjadi penyebab yang paling banyak hilangnya waktu kerja atau absen masuk sekolah. Dismenorea dibagi atas : Dismenorea Primer yaitu nyeri menarche yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata. sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari. Karakteristiknya nyeri menarche muncul bersamaan dengan datangnya menarche dan berakhir beberapa jam kemudian. antara lain : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Primer Kejiwaan : Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil.

Nyerinya bersifat kolik atau kram dan dirasakan pada abdomen bawah. muntah. maupun secara tidak sengaja melalui media tertentu. Budi. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe sekunder adalah nyeri menarche dimana didapatkan kelainan organik. Oleh karena itu organ reproduksi perempuan paling penting untuk diperhatikan. tidak mau makan. Menurut literatur lain dijelaskan bahwa dismenorea adalah nyeri uteri pada saat menarche.berat seperti nyeri orang melahirkan. Dysmenorrhoe primer akan berkurang dengan bertambahnya usia. yang sering adalah berkurang dan bahkan hilang saat setelah melahirkan bisa juga dengan mengkonsumsi obat penghilang nyeri. clan pemakaian IUD. Baradero. fibroit uteri. Karakteristik nyeri dysmenorrhoe sekunder lebih spesifik bergantung dari penyebabnya maka pengobatan berdasarkan kelainan yang ditemukan. Dismenorea primer biasa timbul pada hari pertama atau kedua dari menarche. rasa lelah dan rasa tegang. Dismenorea primer tidak dikaitkan dengan patologi pelvis dan bisa timbul tanpa penyakit organik. Dismenorea sekunder timbul sebagai respon terhadap penyakit organik seperti endomertiosis. naproxen. nyeri kepala. sehingga pengaruh luar mudah masuk. adenomiosis dan mungkin infeksi di rongga-rongga panggul. mioma uteri.Gizi Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche Berat . Terapi dismenorea primer dapat diatasi dengan obat ibuprofen. baik secara sengaja dengan hubungan seksual atau proses seksualitas yang lain. diare.Umur . (2007 : 9). <!--[if !supportLists]-->f. Intensitas dismenorea bisa berkurang setelah hamil atau pada umur sekitar 30 tahun. <!--[endif]-->Perempuan paling rentan pada kesehatan organ reproduksi karena bentuk organ reproduksi utama bersifat menerima atau dalam bentuk lubang yang agak besar. seperti endometriosis. Sekitar 10% mengalami dismenorea berat sehingga mereka tidak bisa bekerja. (2007 : 36). Dismenorea primer mengenai sekitar 5075% wanita yang masih menarche. <!--[endif]-->Kerangka Konseptual Kerangka Konseptual di gambarkan sebagai berikut : Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan : . dan ketoprofen sedangkan dismenorea sekunder diatasi dengan memperbaiki penyebab organik. Beberapa kasus disertai dengan mual.

>27 Sedang 15-27 Ringan 6-14 Tidak ada kecemasan <> .Status perkawinan .Pendapatan <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Keterangan : .Pendidikan .

<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Di teliti <!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Tidak di teliti Sumber : (Nursalam, 2008) Gambar 2.1 : Gambar konsep tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng.

BAB 3 METODE PENELITIAN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Jenis dan Rancang Bangun Penelitian Dalam penelitian ini adalah suatu metode penelitian deskriptif peristiwa dilakukan secara sistematik dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi, oleh karena itu penelitian jenis ini tidak perlu adanya suatu hipotesis. Nursalam, (2003 : 83). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain deskriptif yaitu penelitian ingin mengetahui Tingkat Kecemasan Siswa dalam menghadapi Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Karena siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Variabel Istilah “variabel” merupakan istilah yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap jenis penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche. Definisi Operasional Variabel

Variabel Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche.

Definisi Operasional Seberapa besar tingkat kecemasan siswa saat menghadapi menarche, meliputi: <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Umur <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Status Perkawinan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendidikan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendapatan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Gizi

Kriteria

Skala

Tingkat kecemasan Ordinal berat >27, sedang 15-27, ringan 6-14, dan tidak ada kecemasan <6.>

Sumber : (Nursalam, 2008). <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Populasi Arikunto berpendapat bahwa populasi ialah keseluruhan subyek penelitian. Arikunto, (2006:130). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas satu usia 12–16 khususnya di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 60 orang. Jumlah siswa kelas VII adalah 280 siswa, siswa perempuan sebanyak 120 siswa diambil secara acak dengan setiap kelas di wakili 8 sampai 9 siswa. <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Sampel Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi studied sampel, maka penelitian ini tersebut disebut penelitian sampel. Sampel sendiri adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Arikunto, (2006 : 131). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara random dengan total siswa kelas satu usia 1216 tahun yang bersekolah di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sejumlah 60 orang. Dengan rincian sampel dari kelas 7 A, kelas 7 B, kelas 7 C, kelas 7 D, kelas 7 E, kelas 7 F, dan 7 G. <!--[if !supportLists]-->E. <!--[endif]-->Lokasi dan Waktu Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tempat

Penelitian dilaksanakan di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Penelitian di daerah tersebut didasarkan pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi Menarche oleh karena siswa kelas satu usia 12-16 tahun belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Waktu Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Juli sampai Agustus 2009. <!--[if !supportLists]-->F. <!--[endif]-->Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tehnik Pengumulan Data Pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu setelah lembar kuesioner dibagikan kepada responden, lembar tersebut akan diambil pada hari itu juga. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan inform consent. Kuesioner sendiri mempunyai pengertian sejumlah pertanyaan tertulis yang dipergunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Arikunto, (2006 : 151). Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan ialah check list atau sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check (√) pada kolom yang sesuai dan rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan–tingkatan, misalnya mulai dari benar dan salah. <!--[if !supportLists]-->G. <!--[endif]-->Teknik Analisis Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Editing Peneliti mengumpulkan dan memeriksa kembali kebenaran yang telah diperoleh dari responden. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini ialah menjumlahkan dan melakukan korelasi. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Coding Merupakan tahap kedua setelah editing dimana peneliti memberikan kode pada setiap kuesioner yang disebarkan untuk memudahkan dalam pengolahan data. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Scoring Peneliti memberikan skor untuk tiap-tiap pertanyaan, bila pertanyaan favorable nilai 2 untuk jawaban (benar), nilai 1 untuk jawaban (salah), dan apabila pertanyaan unfavorable nilai 1 untuk jawaban (benar), nilai 2 untuk jawaban (salah). <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Tabulating

Selanjutnya dimasukkan pada kriteria objektif sebagai berikut : Positif : 50 – 100% Negatif : <> Sedangkan kriteria untuk menilai tingkat kecemasan saat menarche diantaranya sebagai berikut : Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. <!--[endif]-->Tanpa Nama Tanpa lembaran pengumpulan data. Kepala Desa Kaligondo Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dan rekomendasi dari Ketua Program Studi D3 Kebidanan Poltekkes Majapahit Mojokerto.<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk prosentase menggunakan rumus : N= Keterangan: N = Besar populasi n = Besar sampel d = Tingkat kepercayaan (ketepatan yang diujikan (0. <!--[if !supportLists]-->b. nama responden tidak dicantumkan hanya diberi kode. Setelah mendapatkan persetujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan etika sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a.05). . <!--[endif]-->Etika Penelitian Penelitian ini melibatkan obyek manusia maka tidak boleh bertentangan dengan etika agar responden dapat terlindungi untuk itu perlu adanya Surat Izin dari Kepala Sekolah SLTPN 2 Genteng. 2008) <!--[if !supportLists]-->H. <!--[endif]-->Lembar Kuesioner Diberikan kepada siswi kelas VII SLTPN 2 Genteng sebelum penelitian agar dapat mengetahui maksud peneliti.

000 m <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> dengan jumlah siswa 736 anak. <!--[if !supportLists]-->I. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Data Umum. Kecamatan Genteng. sekolah ini juga mempersiapkan diri menuju sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Sekolah yang luasnya 15. <!--[endif]-->Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa hambatan seperti minimnya buku sumber yang kami miliki dikarenakan ada batasan minimal untuk tahun penerbitan sebuah judul buku yang berkaitan dengan penelitian ini. SLTPN 2 Genteng terletak di Dusun Sumber Wadung. sehingga kami harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk mencari di daerah luar kota. Kabupaten Banyuwangi.33 0. <!--[endif]-->Hasil Penelitian Dalam bab ini akan disajikan hasil penelitian tentang studi deskriptif tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada bulan Juli 2009. Tabel 4. <!--[endif]-->Kerahasiaan Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin kerahasiaannya oleh peneliti.00 83.<!--[if !supportLists]-->c. Desa Kaligondo. Disamping itu peneliti masih sulit memahami pedoman penyusunan Karya Tulis Ilmiah karena kurangnya contoh referensi dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah.000. Hasil penelitian mengenai pengetahuan remaja putri tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi diperoleh melalui kuesioner yang berisikan 8 pertanyaan yang diberikan kepada 60 siswa remaja putri secara random di SLTP Negeri 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. No 1 2 3 Umur (Tahun) 12 13 14 Jumlah 6 50 3 Prosentase (%) 10.05 .1 Distribusi Umur Siswa (12-16 tahun) di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. Berikut akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. <!--[if !supportLists]-->1. dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Data terdiri dari data umum dan data khusus yang selanjutnya dilakukan proses analisa data.

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat informasi dari televisi 12 orang (20. Tabel 4.016 %).3 Sumber Informasi Yang Di Dapat Siswa Tentang Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. No 1 2 3 Gizi Baik Cukup Kurang baik Jumlah 12 46 2 60 Prosentase (%) 20.4 5 15 16 1 0 60 0.05 %).00 %).00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. siswa yang berumur 14 tahun sebanyak 3 orang (0. yang mendapat informasi dari orang tua 45 orang (75.33 %).016 0 100 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berumur 12 tahun sebanyak 6 orang (10. siswa yang mempunyai gizi cukup sebanyak 46 orang (76. siswa yang berumur 13 tahun sebanyak 50 orang (83.33 100.00 0.67 %).00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.2 Distribusi Gizi Siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. <!--[if !supportLists]-->2.00 %).33 %). yang mendapat informasi dari majalah 3 orang (0. Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mempunyai gizi baik sebanyak 12 orang (20. siswa yang mempunyai gizi kurang baik sebanyak 2 orang (3.67 3.05 75.00 %).00 76. siswa yang berumur 0 tahun sebanyak 0 orang (0 %).00 100. siswa yang berumur 15 tahun sebanyak 1 orang (0.05 %). No 1 2 3 Pendidikan Televisi Majalah Orang Tua Jumlah 12 3 45 60 Prosentase (%) 20. <!--[endif]-->Data Khusus .00 %).

siswa gizi cukup hampir dominan yaitu berjumlah 46 orang dengan kriteria cukup 10 orang (16.33 5.Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa gizi baik berjumlah 12 orang dengan kriteria cukup 12 orang (20.33 46 76.67 2 2 3.66 15 25.66 34 56.05 0.016 0 Total 60 - 11 18.00 %).67 %).33 å 6 % 10.33 16 26. yang berkriteria kurang baik 34 orang (56.67 Tidak BaikTotal å 5 % 8.00 %) mempunyai pengetahuan tidak baik 28 orang (46.33 %).66 34 56.67 50 83.00 28 46.66 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. N Gizi o 1 2 3 Baik Cukup Kurang Baik Cukup % Kurang Baik å % Tidak Baik å % Total å % å å % å 12 46 2 - 12 20.66 %) mempunyai pengetahuan kurang baik 15 orang (25.00 10 16. yang mempunyai pengetahuan tidak baik 5 orang (8.67 3 1 0 0.67 %).5 Distribusi Gizi SiswaTerhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009. mempunyai pengetahuan cukup (1. siswa yang berusia 14 tahun 3 orang.67 3.00 1. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berusia 12 tahun 6 orang yang berpengetahuan kurang baik 1 orang (1.00 å å % å 6 7 3 1 - 50 3 1 0 - 11.00 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. Tabel 4. yang berkriteria tidak baik 2 .00 - 12 20.00 %).66 %).67 33 55.33 Total 60 - 22 36.67 %). siswa yang berumur 13 tahun 50 orang yang mempunyai pengetahuan cukup 7 orang (11. yang mempunyai pengetahuan cukup (5.67 %). N Umur o (th) 1 2 3 4 5 12 13 14 15 16 Baik Cukup % Kurang Baik å 1 % 1.67 4 6.33 2 3. siswa yang berusia 15 tahun 1 orang.4 Distribusi Umur Siswa Terhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009.

Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi paling banyak terdapat pada kelompok umur 13 tahun seperti pada tabel 4. <!--[if !supportLists]-->B. lingkungan fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi menarche meliputi: umur.67 100. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche dengan kriteria baik tidak ada. 2003 : 120-121).33 %). .4 sebanyak 50 orang (83.orang (3.00 %) tidak baik 16 orang (26. tetapi dalam penelitian ini subjek peneliti adalah siswa kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sehingga faktor-faktor yang digunakan oleh peneliti yaitu umur dan gizi saja. Tidak adanya sumber informasi yang benar. emosi. motivasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Juli 2009 didapatkan 33 siswa (55. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya informasi yang diterima. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari sosial budaya. Faktor internal terdiri kecerdasan.33 %). No 1 2 3 4 Tingkat Kecemasan siswa Jumlah dalam menghadapi menarche. 2003 : 120).67 %). tingkat pendidikan dan usia. kurang baik 33 orang (55. cukup 11 orang (18.33 %).33 55. <!--[endif]-->Pembahasan Dalam pembahasan ini akan dibahas dari hasil analisa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi tahun 2009.00 %) memiliki pengetahuan kurang baik. persepsi.6 Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche pada tanggal 16 Juli 2009. pendapatan. pendidikan. dan gizi. Di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi merupakan komunitas siswa-siswa yang beragam latar belakang. status perkawinan. siswa gizi kurang berjumlah 2 orang dengan kriteria tidak baik 2 orang (3. lingkungan sosial (Notoatmojo. Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik 11 33 16 60 Prosentase (%) 18.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. Tabel 4.33 %). jenis kelamin. hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial sekitar individu mempengaruhi perilaku dan penampilan seseorang (Notoatmojo.00 26. Informasi yang diterima dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.

Orang tua sangat berperan penting dalam hal pemberian bimbingan karena lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat dekat dengan siswa. teman. BAB V SIMPULAN DAN SARAN <!--[if !supportLists]-->A.00 % memiliki tingkat kecemasan yang kurang baik karena karena dipengaruhi umur siswa. karena 75%-87% pengindraan melalui mata (Notoatmojo. Mayoritas siswa 76. <!--[endif]-->Saran <!--[if !supportLists]-->1. 2 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (3. <!--[endif]-->Simpulan Berdasarkan data analisis dapat disimpulkan sebagai berikut : Mayoritas siswa 83.67 %). tingkat pengetahuan atau kematangan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan menerima informasi (Latipun. Kebutuhan gizi siswa ternyata sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. Apabila tidak jelas dapat langsung diklarifikasi kepada komunikator (Notoatmojo. Sedangkan bentuk komunikasi dimana seorang komunikan dan komunikator dapat langsung tatap mata sehingga stimulus yaitu pesan/ informasi yang disampaikan komunikan dapat langsung direspon pada saat itu juga.67 %). Yang tidak kalah pentingnya adalah media elektronika yaitu televisi.33 % yang dipengaruhi umur.5 tentang distribusi gizi siswa terhadap tingkat kecemasan. Sumber informasi yang di dapat siswa tentang menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dari orang tua.33 %). 2002 : 75). Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini peneliti merasa masih banyak kekurangan karena keterbatasan waktu dan pengalaman dalam melakukan penelitian. <!--[endif]-->Bagi Tempat Penelitian .00 %). TV dan internet. 2001 : 232). dan sumber informasi yang didapat siswa.3 dimana yang lebih dominan dalam pemberian sumber informasi yaitu berasal dari orang tua yang berjumlah 45 (75.Semakin cukup usia. meliputi : 7 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (11. <!--[if !supportLists]-->B. 28 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (46. semakin baik gizi siswa tersebut semakin baik pula kondisi siswa dalam menghadapi menarche.00 %). 2003 : 64). 34 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (56.66 %). Semoga peneliti selanjutnya lebih sempurna. guru dan media massa seperti majalah. tingkat gizi. yang ke dua adalah lingkungan masyarakat. meliputi: 10 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (16.67 % yang dipengaruhi gizi. 15 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (25. Mayoritas siswa 55.66 %). terbukti pada tabel 4. Faedah alat bantu seperti pemutaran video kaset adalah mempermudah penerimaan informasi. ini dapat dilihat pada tabel 4.

Dini. 2000. Jakarta : Salemba Medika Nursalam @ Siti Pariani. Jakarta : EGC Hadi. Panduan Tindakan Keperawatan Klinis Praktis. Yogyakarta : Andi Offset Kasdu. Lynda Jual1. 2008. <!--[endif]-->Bagi AKBID Poltekkes Mojopahit Mojokerto. Jakarta : Prestasi Pustaka Lioni. 8 Maret 2009 Nursalam. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika Nursalam. Metodologi Research Jilid 2. ida. Hamilton Anxiety Range Scale. Psikologi Remaja.com.multiply. Jakarta : Rineka Cipta Brenda. http://idalioniells. 2001. Stephen. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dan bacaan di perpustakaan. 2005. Goodner. Terapi Vegetarian Untuk Penyakit Kewanitaan. Jakarta : Puspa Swara Lie. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi I. 1999. S. Sutrisno. 1995. Agung Seto . Jakarta: CV. 2002. 2000. <!--[endif]-->Bagi Siswa Agar para remaja putri khususnya remaja putri kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi untuk dapat lebih aktif dalam menggali pengetahuan tentang tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. Prosedur Penelitian. Jakarta : EGC Dorland. <!--[if !supportLists]-->2. DAFTAR PUSTAKA Ali Mighwar. 2002. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi II.Agar pihak sekolah dapat memasukkan materi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche dalam mata pelajaran yang diajarkan di sekolah seperti dalam pelajaran biologi atau melalui kegiatan ekstra kurikuler lain guna memberikan tambahan pengetahuan dan informasi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche bagi siswanya terutama remaja putri dalam masa pubertas serta melakukan pembinaan secara periodik pada siswa tentang pengetahuan kesehatan reproduksi. Jakarta: EGC Carpenito. <!--[if !supportLists]-->3. Solusi Problem Wanita Dewasa. Diagnosa Keperawatan. Kamus Kedokteran. 2004. 2003. 2008.

2005. hipofise. Jakarta : Widya Medika Santoso.09 KTI D3 KEBIDANAN : GAMBARAN USIA MENARCHE SISWI KELAS 1 SMP KTI D3 KEBIDANAN LENGKAP HUB : OVIK Hp. Sastrawinata. 081 904 015 729 begin_of_the_skype_highlighting 729 BAB 1 PENDAHULUAN 1. William.1 Latar belakang Timbulnya menstruasi ini karena berfungsinya organ-organ hipotalamus. Semmel weiis dalam Sarwono (1999) menyatakan bahwa 100 tahun yang lampau usia gadis-gadis Vienna pada waktu menarche berkisar antara 15-19 tahun. Peristiwa ini bisa berproses dalam suasana hati yang normal pada anak gadis tetapi kadang kala juga bisa berjalan tidak lancar atau tidak normal dan bisa menimbulkan masalah-masalah psikosomatis (Kartono. Ginekologi. Diposkan oleh BeJo Net Community di 11. ovarium dan uterus secara terkoordinasi. Alfabet Sulaiman. Statistika Untuk Penelitian. Dismenorea. http://fkunsri. Dalam dasawarsa terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda. Pada awal-awal menstruasi sering tidak teratur bahkan bisa berlangsung 1-2 tahun dan pada waktu itu sering terdapat menstruasi yang belum mengeluarkan telur (Dep Kes RI. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita. Budi dr.wordpress. 2004. . 1992 : 30). 2001. 2002. 8 Maret 2009 Owen. 1992 : 111). Obstetri dan Ginekologi. Sekarang usia gadis remaja pada waktu menarche bervariasi lebar. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita.com . 2007. 1998. Elizabeth. Jakarta : EGC Sugiono. 2008. yaitu antara 10-16 tahun end_of_the_skype_highlighting 081 904 015 . Keperawatan Jiwa. Bandung : CV. Jakarta : Widya Medika Raybun. Jakarta : SKP Stuart & Sundden. Bandung : Elstar Offset.Okparasta.

Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antar ibu dan anak perempuannya. 2002 : 154).tetapi rata-rata 12. faktor iklim. cara hidup dan lingkungan anak.5 tahun. Beberapa ahli mengatakan bahwa anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. Selain itu juga terdapat perbedaan etnis dalam usia saat menarche. dan berkurangnya penyakit menahun. karena pada usia tersebut merupakan periode transisi dalam siklus hidup dari masa anak-anak ke masa dewasa yang penuh dengan masalah dan tantangan kehidupan (Dep Kes RI dan WHO. misalnya lebih lambat pada kulit hitam. yang sudah mengalami haid adalah 95%. lebih cepat mengalami menarche. Fase tibanya haid ini merupakan suatu peristiwa dimana remaja benar-benar telah siap secara biologis menjalani fungsi kewanitaannya. Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis bisa memperlambat timbulnya menstruasi (Kartono. Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat didaerah dataran rendah. Faktor lain seperti penyakit kronis terutama yang mempengaruhi masukan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche (Pardede. Hal ini disebabkan oleh makin baiknya nutrisi dan kesehatan sekarang (Sarwono. 1999 : 92). Dari sekian jumlah murid perempuan kelas I. Pengamatan secara psikoanalitis menunjukkan bahwa ada reaksi-reaksi psikis tertentu pada saat haid pertama lalu timbul proses yang disebut sebagai komplek kastrasi atau trauma genetalia (Kartono. 2002 : 112-113). Cepat atau lambatnya kematangan seksual (menstruasi . kematangan fisik) ini selain dipengaruhi oleh konstitusi fisik individual juga dipengaruhi oleh faktor ras atau suku bangsa. Menarche terjadi ditengah-tengah masa pubertas. Sekitar 1/3 dari jumlah penduduk indonesia terdiri dari kelompok usia remaja yang perlu mendapat bimbingan dan perhatian yang lebih besar. Semakin muda usia remaja dan semakin belum siap menerima peristiwa haid akan semakin terasa kejam dan mengancam pengalaman menstruasi tersebut. dalam artian anak gadis tersebut masih . dan kesehatan umum. Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. Statistik menunjukkan bahwa usia menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. Menurut Brown dalam Sarwono (1999) menurunnya waktu usia menarche itu sekarang disebabkan oleh keadaan gizi dan kesehatan umum yang membaik. yaitu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. 2003 : 1). keadaan gizi. Menstruasi yang datangnya sangat awal. Di SMP Negeri I Maospati jumlah keseluruhan murid perempuan kelas I adalah 150 orang. Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. 1992 : 112). Menarchenya terjadi rata-rata usia 11-13 tahun.

. khawatir dan bingung) (BKKBN. Dengan demikian perlu diberikan pendidikan tentang menarche kepada remaja putri sebelum mereka menghadapi menarche.sangat muda usianya. atau harus diisolir. menjijikkan.1 Tujuan umum Menggambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati. Maka kelak ketika ia telah menjadi dewasa. faktor iklim. Kadang muncul anggapan yang keliru yaitu anggapan yang sesuai dengan teori cloaca yang menyatakan segala sesuatu yang keluar dari rongga tubuh itu adalah kotor. 1. 2002 : 114-118). 2001 : 5).2 Tujuan khusus 1. Reaksi individual anak gadis pada saat menarche berbeda-beda atau bervariasi. 1. menyendiri. faktor ras atau suku bangsa.4. keadaan gizi dan kesehatan umum. najis. sedih. 1. Dalam situasi yang demikian menarche dihayati anak sebagai satu proses mengeluarkan sejumlah darah kotor dari tubuhnya dimana ia harus menyingkir. ia selalu cenderung untuk menghindari setiap kontak dengan orang lain. Mengidentifikasi usia siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati.3 Rumusan masalah Berdasarkan fenomena permasalahan pada latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah yaitu “Bagaimanakah gambaran usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati ?” 1. 2. serta merupakan tanda noda dan tidak suci. Menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. cara hidup dan lingkungan.4. dan kurang mendisiplinkan diri dalam hal kebersihan badan menyebabkan menstruasi itu dialami oleh anak sebagai suatu beban baru atau sebagai satu tugas baru yang tidak menyenangkan. jika ia tengah mendapatkan haidnya. Beberapa perubahan mental lain yang terjadi adalah berkurangnya kepercayaan diri (malu. Bisa juga berwujud rasa bersalah atau berdosa yang sangat ekstrim yang kemudian menjadi reaksi paranoid (Kartono.4 Tujuan penelitian 1. Pada umumnya mereka diliputi kecemasan-kecemasan berupa fobia atau berwujud minat yang sangat berlebihan terhadap badan sendiri dalam bentuk hypochondria. Mengidentifikasi jumlah siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. Pada waktu yang lampau menarche berkisar antara usia 15-19 tahun tetapi terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda yaitu antara usia 11-13 tahun.2 Identifikasi faktor penyebab masalah Peristiwa menarche yang sifatnya sangat komplek meliputi unsur-unsur hormonal dan psikososial.

2. 1999 : 104).1.3. Bagi institusi sekolah Sebagai masukan bagi kebijaksanaan program dalam rangka pengawasan.2 Karakteristik usia menarche Usia remaja yang mendapat menarche bervariasi yaitu : antara usia 10-16 tahun. 2002 : 154). 3. 4. pengendalian.1 Manfaat teoritis Berdasarkan penelitian ini dapat digambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati sehingga dapat mengetahui apakah usia menarchenya awal. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi peneliti lain dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian berikutnya. atau lambat.5 Manfaat penelitian 1. antara 11-15 tahun. 1.1. Menarche adalah peristiwa ketika seorang anak perempuan mengalami haid atau datang bulan yang pertama kali (BKKBN. khususnya dalam bidang perpustakaan dan diharapkan menjadi masukan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya. Bagi institusi pendidikan Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih bagi institusi pendidikan.5 tahun (Sarwono. .1 Kajian teori tentang menarche 2. 1999 : 92). dan pembinaan bagi remaja putri. 1. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. tetapi rata-rata 12.5. Bagi peneliti Merupakan pengalaman yang berharga dan merupakan proses belajar guna meningkatkan dan menambah pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penelitian. rata-rata 13 tahun (Pardede. Mengidentifikasi usia menarche siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid.5. 1997 : 27) 2.2 Manfaat praktis 1. normal.1 Pengertian Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita (Sarwono.

misalnya di Amerika Serikat paling cepat pada hispanics. Menarche tarda Menarche tarda yaitu menarche yang baru datang umur 14-16 tahun. 1999 : 236). Faktor iklim Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat di daerah dataran rendah. Faktor keturunan Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. buku-buku bacaan dan majalah-majalah bergambar seks. 2.1.1. 2. Menurut Kartono (1992) : 1. godaan dan rangsangan dari kaum pria. Faktor ras atau suku bangsa Perbedaan etnis dalam usia saat menarche. 2.3 Macam-macam menarche 1. terutama yang mempengaruhi masukkan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche. pengamatan secara langsung terhadap perbuatan . misalnya berupa film-flim seks (blue flims). lebih cepat mengalami menarche dari pada anak yang kurus. 3. Demikian pula obat-obatan. 2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi menarche Menurut Sarwono (1999) : 1. Cara hidup Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. Beberapa ahli mengatakan anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. Kesehatan umum Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis seperti penyakit kronis. lebih lambat pada kulit hitam dan paling lambat pada caucasian.2. Keadaan gizi Makin baiknya nutrisi mempercepat usia menarche. (Sarwono. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antara ibu dan anak perempuannya. 3. Menarche prekoks Menarche prekoks yaitu sudah ada haid sebelum umur 10 tahun. 4. Lingkungan Rangsangan-rangsangan yang kuat dari luar.

endometrium menjadi lembek seperti karet busa dan melakukan persiapan-persiapan supaya sel telur yang telah dibuahi dapat bersarang. 1999 : 119) 2. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik. Di bawah pengaruh estrogen. 1999 : 110).2. sesudah ovulasi endometrium memasuki fase sekresi.6 Mekanisme haid Hormon streoid. Menurut buku-buku pediatri Remaja adalah bila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun untuk anak . selaput rahim (endometrium) menjadi sangat tebal. Dengan dikeluarkannya hormon tersebut mempengaruhi kematangan organ-organ reproduksi.seksual atau coitus masuk ke pusat pancaindera diteruskan melalui striae terminalis menuju pusat yang disebut pubertas inhibitor. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan yang dikenal dengan nama haid (Sarwono. 2. sehingga mengeluarkan hormon berfluktuasi.1. estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium. Rangsangan yang terus menerus. mental. endometrium memasuki fase proliferasi.5 Fisiologi menstruasi Pada masa kanak-kanak indung telur (ovarium) dikatakan masih berisirahat dan baru bekerja pada masa pubertas (Sarwono. kemudian menuju hipotalamus dan selanjutnya menuju hipofise pars anterior. Bersamaan dengan itu. 1998 : 15) 2. Bila tidak ada sel telur yang bersarang. bila terjadi ovulasi berkat pengaruh prosgesteron selaput ini menjadi lebih tebal lagi dan kelenjar endometrium tumbuh berkelok-kelok.1. 2002 : 138). melalui sistem portal. emosional dan sosial dan berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan (Pardede. Kelenjar indung telur memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Karena pengaruh hormon FSH (Follicle stimulating hormone) dan estrogen. 1.2 Kajian teori tentang remaja 2.1 Pengertian Masa remaja atau masa adolesensi adalah fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Hipofise anterior mengeluarkan hormon yang merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifik. Hormon spesifik yang dikeluarkan kelenjar indung telur memberikan umpan balik ke pusat pancaindera dan otak serta kelenjar induk hipotalamus dan hipofise. endometrium ini terlepas dan menjadi perdarahan disebut haid (Mochtar.

3.09 0 KOMENTAR: . 4.2 Tahap-tahap masa remaja 1. Masa remaja akhir ditandai dengan persiapan untuk peran sebagai seorang dewasa. Jadi tidaklah mengherankan apabila sebagian besar dari energi intelektual dan emosional pada masa remaja awal ini ditargetkan pada penilaian kembali dan restrukturisasi dari jati dirinya. Menurut WHO. 3. remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun (Soetjiningsih. Menurut undang-undang No 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak. ketrampilan berpikir yang baru. Menurut Dik Nas anak dianggap remaja bila anak sudah berumur 18 tahun yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah. Masa remaja akhir Masa remaja akhir adalah tahap dari perkembangan pubertas sebelum masa dewasa. 5. Remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah. 2. Masa remaja menengah (15-16 tahun) Masa ini adalah masa perubahan dan pertumbuhan yang paling dramatis. termasuk klarifikasi dari tujuan pekerjaan dan internalisasi suatu sistem nilai pribadi (Pardede. Masa remaja awal ditandai dengan peningkatan yang cepat dari pertumbuhan dan pematangan fisik. 2. yaitu umur 16 tahun untuk anak perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki.perempuan dan 12-20 tahun untuk anak laki-laki. anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal. Menurut undang-undang perburuhan. Masa remaja awal (10-14 tahun) Yang dimaksud masa remaja awal adalah periode dimana masa anak telah lewat dan pubertas dimulai.2. 2002 : 139) KTI KEBIDANAN KTI KEBIDANAN DI 21. 6. 2004 : 2). timbulnya ketrampilan. 2. Masa remaja menengah ditandai dengan hampir lengkapnya pertumbuhan pubertas. anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah. peningkatan pengenalan terhadap datangnya masa dewasa dan keinginan untuk memapankan jarak emosional dan psikologis dengan orang tua. Menurut undang-undang perkawinan No 1 tahun 1974.

081904015729 LIHAT PROFIL LENGKAPKU ONLINE CHAT ROOM View shoutbox ShoutMix chat widget .POSKAN KOMENTAR Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) TENTANG KAMI KTI KEBIDANAN KAMI MENYEDIAKAN MAKALAH. KTI KEBIDANAN. ASUHAN KEBIDANAN UNTUK SEMUA KTI. HUB : OVIK Hp.

Langkah penghitungan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS adalah: Analyse --> regression --> linear. klik variabel terikat lalu klik tanda panah pada kota dependent. Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu buah variabel bebas terhadap satu buah variabel terikat. Lakukan dengan cara yang sama untuk variabel bebas (independent). Maka variabel tersebut akan masuk ke kotak sebagai variabel dependen. variabel independen atau variabel penjelas. . Secara umum regresi linear terdiri dari dua. Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions). terutama penelitian ekonomi. dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Pada jendela yang ada. Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial. yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas. Dengan Y adalah variabel terikat dan X adalah variabel bebas. Koefisien a adalah konstanta (intercept) yang merupakan titik potong antara garis regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b X. Lalu klik OK dan akan muncul output SPSS.Regresi Linear Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel.

3. Interpretasi terhadap nilai intercept (dalam contoh ini 1.Interpretasi Output 1. Persamaan regresi Sebagai ilustrasi variabel bebas: Biaya promosi dan variabel terikat: Profitabilitas (dalam juta rupiah) dan hasil analisisnya Y = 1. Nilai t hitung dan signifikansi Nilai t hitung > t tabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil output yang digunakan adalah standardized coefficients sehingga Y = 0. maka interpretasi di atas tidak boleh dilakukan karena variabel X tidak mungkin bernilai nol. Jika penelitian menggunakan angket dengan skala likert antara 1 sampai 5. Jika biaya promosi bernilai nol. Berarti interpretasinya: 1.55 juta rupiah. dan untuk penelitian bursa kadang-kadang digunakan toleransi sampai dengan 0.05 untuk penelitian sosial. Mempunyai nilai antara 0 – 1 di mana nilai yang mendekati 1 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. Interpretasi dengan skala likert tersebut sebaiknya menggunakan nilai standardized coefficient sehingga tidak ada konstanta karena nilainya telah distandarkan.10. maka profitabilitas meningkat sebesar 0.55 X.21 X dan diinterpretasikan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan diikuti dengan peningkatan kinerja atau penurunan kepuasan kerja juga akan diikuti dengan penurunan . Contoh: Pengaruh antara kepuasan (X) terhadap kinerja (Y) dengan skala likert antara 1 sampai dengan 5.2 + 0.2 juta rupiah. atau bisa juga dengan signifikansi di bawah 0. Koefisien determinasi Koefisien determinasi mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. maka profitabilitas akan bernilai 1. 2.2 juta) harus hati-hati dan sesuai dengan rancangan penelitian. 2. Jika besarnya biaya promosi meningkat sebesar 1 juta rupiah.

pengaruh antara motivasi (X1). maka kepuasan kerja juga akan meningkat 2. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + . sebagai ilustrasi. Interpretasi terhadap konstanta (0. Jika variabel kepemimpinan meningkat. sebagai ketiga variabel tersebut tidak mungkin bernilai nol karena Skala Likert terendah yang digunakan adalah 1. + bn Xn.235) juga harus dilakukan secara hati-hati.12 X3 1. Jika variabel motivasi meningkat dengan asumsi variabel kompensasi dan kepemimpinan tetap. dengan asumsi variabel motivasi dan kepemimpinan tetap. Peningkatan kepuasan kerja dalam satu satuan unit akan diikuti dengan peningkatan kinerja sebesar 0.. hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah. Jika pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert antara 1 sampai dengan 5 maka tidak boleh diinterpretasikan bahwa jika variabel motivasi. .. Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama. kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut: Y = 0. kompensasi dan kepemimpinan bernilai nol. 3. Dengan Y adalah variabel bebas. dengan asumsi variabel motivasi dan kompensasi tetap.235 + 0. Jika variabel kompensasi meningkat.kinerja. Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana. a adalah konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas. maka kepuasan kerja juga akan meningkat.32 X2 + 0.21 (21%).21 X1 + 0. maka kepuasan kerja juga akan meningkat. dan X adalah variabel-variabel bebas..

Persamaan regresi sebaiknya dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih akurat jika telah diketahui signifikansinya. Koefisien determinasi sebaiknya menggunakan adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan. Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda adalah 1) koefisien determinasi. Dalam uji regresi sederhana apakah perlu menginterpretasikan nilai F hitung? Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear. Contoh lain: air panas.Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung. . Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). pistol tidak membuat takut seorang penjahat. Asumsi klasik tersebut meliputi asumsi normalitas. multikolinearitas. Akan tetapi secara parsial. autokorelasi. Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan asumsi klasik yang secara statistik harus dipenuhi. karena uji F akan sama hasilnya dengan uji t. kopi dan gula menimbulkan kenikmatan. Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan. Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul 1. kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan. Untuk analisis regresi linear sederhana Uji F boleh dipergunakan atau tidak. 2) Uji F dan 3 ) uji t. heteroskedastisitas dan asumsi linearitas (akan dibahas belakangan). tetapi secara parsial tidak. tetapi secara parsial.

Nilai t tabel juga berbeda antara satu arah dan dua arah. tujuan penelitian dan perumusan hipotesis.2. tetapi dalam ilmu statistik sangat berbeda. Contoh hipotesis dua arah: Terdapat pengaruh antara kepuasan terhadap kinerja.com/2009/03/regresilinear. sebagai contoh A berhubungan dengan B demikian juga B berhubungan dengan A. (Dalam analisis lanjut sebenarnya juga ada pengaruh yang bolak-balik yang disebut dengan recursive. Contoh hipotesis satu arah: Terdapat pengaruh positif antara kepuasan terhadap kinerja. artinya A berpengaruh terhadap B. yang tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi tetapi menggunakan structural equation modelling). Penentuan arah pada hipotesis berdasarkan tinjauan literatur. Untuk regresi tidak bisa dibalik. Kapan menggunakan uji dua arah dan kapan menggunakan uji dua arah? Penentuan arah adalah berdasarkan masalah penelitian. Apa bedanya korelasi dengan regresi? Korelasi adalah hubungan dan regresi adalah pengaruh. baru dibandingkan dengan 5%. 3.konsultanstatistik. maka sebaiknya digunakan uji satu arah. tetapi tidak boleh dikatakan B berpengaruh terhadap A. Dalam kehidupan sehari-hari kedua istilah itu (hubungan dan pengaruh) sering dipergunakan secara rancu. maka signifikansi hasil output dibagi dua terlebih dahulu. Jika hipotesis sudah menentukan arahnya. maka sebaiknya menggunakan uji dua arah. Korelasi bisa berlaku bolak-balik. tetapi jika hipotesis belum menentukan arah. Jika menggunakan signifikansi. Tetapi jika A berpengaruh terhadap B maka pasti A juga berhubungan dengan B. A berhubungan dengan B belum tentu A berpengaruh terhadap B. Read more: http://www.html#ixzz1DvgvaVTa .