P. 1
MENARCHE

MENARCHE

|Views: 13,078|Likes:
Published by c12c12

More info:

Published by: c12c12 on Feb 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

USIA MENARCHE REMAJA

Menurut WHO, yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, yaitu mereka yang berumur 10-19 tahun (Depkes, 1993). Masa remaja adalah masa peralihan dari anak ke dewasa baik secara jasmani maupun rohani. Tahapan ini sangat menentukan bagi pribadi remaja dimana terjadi perubahan besar dan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial/tingkah laku. Perubahan fisik/jasmani seperti berat badan, ukuran anggota badan dan sebagainya; serta perubahan yang lain seperti berfikir/kecerdasan, bertingkah laku, perasaan/kejiwaan yang berjalan secara bertahap sesuai dengan umurnya (BKKBN, 2000). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan usia menarche antara lain adalah pengaruh genetik, kondisi sosial ekonomi, kesehatan umum, kesejahteraan, status gizi, jenis latihan fisik tertentu dan jumlah anggota keluarga. Penelitian Burhanuddin (2007) menemukan bahwa dari 400 orang pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan yang sudah menarche berusia antara 10.62 tahun sampai 15.71 tahun. Hal ini meliputi kelompok Kota 200 orang dengan usia rata-rata 12,93 tahun dan kelompok Desa 200 orang dengan usia rata-rata 13,18 tahun pada pelajar putri Bugis. Disimpulkan bahwa ditemukan perbedaan berat badan, status gizi, status sosial ekonomi dan aktivitas fisik responden terhadap pencapaian usia menarche pada pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan. Ditemukan parameter pembeda terkuat melalui analisis diskriminan adalah berat badan, sebagai pemicu percepatan usia menarche. Melalui analisis jalur terdapat aspek yang berpengaruh langsung terhadap pencapaian usia menarche yaitu: (1) berat badan (2) status gizi dan (3) status sosial ekonomi orang tua. Sedangkan faktor yang berpengaruh secara tidak langsung adalah aktivitas fisik responden melalui (1) aktivitas fisik (Burhanuddin, 2007). 1. Remaja Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa (Depkes RI, 2001). Menurut ciri perkembangannya, masa remaja dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : (1). Masa remaja awal (10-12 tahun); (2) Masa remaja tengah (13-15 tahun); (3) Masa remaja akhir (1619 tahun). Ciri khas tahap remaja awal antara lain: lebih dekat dengan teman sebaya, ingin bebas, lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir abstrak. Ciri khas tahap remaja tengah antara lain: mencari identitas diri, timbulnya keinginan untuk kencan, mempunyai rasa cinta yang mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, berkhayal tentang aktifitas seks. Ciri khas tahap remaja akhir antara lain: pengungkapan kebebasan diri, lebih selektif dalam mencari teman sebaya, mempunyai citra jasmani dirinya, dapat mewujudkan rasa cinta, mampu berpikir abstrak (Depkes RI, 2001b). Terjadinya pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan itu ditandai dengan munculnya tanda-tanda sebagai berikut:

tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung dengan organ seks yaitu terjadinya haid pada remaja puteri (menarche) dan terjadinya mimpi basah pada remaja lakilaki (Depkes RI, 2001b). Proses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan fisik yang meliputi : (1) Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi sensitif (mudah menangis, cemas, frustasi dan tertawa; agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi. (2). Perkembangan intelegensia, sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak, senang memberi kritik, ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba (Depkes RI, 2001b). 2. Menarche Menarche didefinisikan sebagai pertama kali menstruasi, yaitu keluarnya cairan darah dari alat kelamin wanita berupa luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Sudah lebih dari setengah abad rata-rata usia menarche mengalami perubahan, dari usia 17 tahun, menjadi 13 tahun, secara normal menstruasi awal terjadi pada usia 11 – 16 tahun (Kartono, 1992). Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktorfaktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 – 50 tahun, tergantung pada kesehatan dan pengaruhpengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut. Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana Beberapa wanita mengalami sebuah kondisi yang dikenal sebagai amenore, atau kegagalan bermenstruasi selama masa waktu perpanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh

bermacam-macam faktor termasuk stres, hilang berat badan, olahraga berat secara teratur, atau penyakit. Sebaliknya, beberapa wanita mengalami menstruasi yang berlebihan, kondisi yang dikenal sebagai menoragi. Tidak hanya aliran darah menjadi banyak, namun dapat berlangsung lebih lama dari periode normal (Anonim, 2008). 3. Faktor yang Berhubungan dengan Usia Menarche Beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya penurunan usia menarche yang diduga berhubungan dengan faktor endogen yaitu genetik dan faktor eksogen, yaitu status sosial ekonomi keluarga, status gizi, keadaan keluarga, tempat tinggal, kegiatan fisik dan keterpaparan terhadap media massa orang dewasa (Ginarhayu, 2002). Sedangkan menurut Sanjatmiko (2004) tiga lingkungan sosial budaya bekerja secara simultan menjadi pendukung percepatan usia menarche remaja, yaitu lingkungan rumah tangga; lingkungan pendidikan formal dan lingkungan peer group. Dalam lingkungan rumah tangga, faktor dominan yang menentukan seperti pola konsumsi nutrisi, media komunikasi dan proses sosialisasi; dalam lingkungan pendidikan formal yaitu proses sosialisasi pengetahuan formal sekolah dan non formal; sementara itu dalam lingkungan peer group pola konsumsi nutrisi, media komunikasi serta sosialisasi dalam lingkungun peer group merupakan faktor- faktor yang mendukung ke arah percepatan usia menarche remaja. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Topik: Kesehatan Reproduksi Remaja. Menstruasi. http://situs.kesrepro.info/krr/materi/menstruasi.htm BKKBN. Materi Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Fasilitator. Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional. Jakarta. 2000. Burhanuddin, Sudirman. Beberapa Variabel yang Berpengaruh terhadap Usia Menarche Pelajar Putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan (Suatu Pendekatan Antropologi Ragawi Ditinjau dari Aspek Biologis dan Lingkungan. 2007. http://www.adln.lib.unair.ac.id/ Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Remaja di Sekolah Tingkat Lanjut. Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat, Depkes RI. Jakarta. 1993. Departemen Kesehatan RI. Materi Inti Kesehatan Reproduksi Remaja. Depkes RI. Jakarta. 2001a. Departemen Kesehatan RI, United Nations Population Found. Yang Perlu Diketahui Petugas Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi. Depkes RI. Jakarta. 2001b. Ginarhayu. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Usia Menarche Remaja Putri (9 – 15 Tahun) Pada Siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Jakarta Timur Pada Tahun 2002. http://www.digilib.ui.edu/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=71129&lokasi=lokal Kartono. Psikologi Wanita. Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Mandar Maju. Bandung. 1992.

Van Noord. Namun. bisa untuk judul KTI. Prihandoko.Sanjatmiko. remaja perempuan dengan usia menarche pada saat atau di atas 17 tahun mempunyai resiko 30% lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka dengan usai menarche pada saat atau di bawah usia 12 tahun. 2000) sampai 6 kali (Suh.. Wr. Data di atas menunjukkan bahwa hubungan antara usia menarche dengan menopause masih kontroversial (Jadi.jsp?id=72329&lokasi=lokal Rose A.5 tahun. Frisch dari Harvard menyatakan bahwa makin dini usia menarche akan makin lambat usia menopause alamiah (spontaneous menopause). juga menunjukkan bahwa usia menarche berhubungan secara terbalikdengan resiko terkena kanker payudara. Faktor-faktor yang mempengaruhi usia menopause antara lain adalah merokok (bukti cukup banyak). 1996). Multiparitas (Kehamilan lebih dari satu kali) berhubungan dengan keterlambatan usia menopause. menjadi lebih awal 1.4 kali (Gao. .ui. et al. Wb.58 tahun).digilib.edu/opac/themes/libri2/detail. et al. Current smoking berhubungan secara dosisresponse dengan kedinian usia menopause. Sementara itu Gao.. Keterlambatan usia menopause berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. kan? ). Di dunia Barat. http://www. Menarche sebagai Tanda Maturitas Seksual Remaja. Faktor-Faktor Lingkungan Sosial Budaya yang Mendukung Proses Menarche Remaja Wanita (Studi Kasus terhadap Peer Group di Daerah Sekitar Kota Metropolitan DKI Jakarta).4 tahun (95% populasi pada usia 40 . et al. Gonzales dan Villena (1997) melakukan penelitian pada 469 wanita di Peru menemukan bahwa keterlambatan usia menarche berhubungan dengan kedinian usia menopause. Wasw. Kegemukan berhubungan dengan keterlambatan usia menopasue. et al. (1997) yang meneliti 3756 wanita di Belanda tidak menemukan korelasi antara usia menarche dan usia menopause. dengan peningkatan resiko 2. rata-rata usia menopause alamiah adalah 51. paritas dan BMI (bukti masih terbatas). namun hasil ini tidak konsisten dengan hasil penelitian lain. sedangkan nuliparitas (tidak pernah atau tidak dapat hamil) berhubungan dengan kedinian usia menopause.

gaya hidup. Menurut penelitian yang di lakukan Bagga dan Kulkarni (2000). Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat. 2000).id/handle/123456789/10916 . Kurva peluang usia menarche berbentuk fungsi logistik. ideal maupun lambat di gunakan analisis regresi ordinal logistik dan metode CHAID. Ideal (11-13 tahun).Pemodelan Usia Menarche Dengan Regresi Logistik Ordinal dan Metode CHAID Author: Syah. kondisi sosial ekonomi. pengaruh musim dan letak geografis (Thomas et al. Silvana Salah satu kejadian penting dalam proses pubertas seorang perempuan adalah saat di mulainya siklus menstruasi. kesehatan secara umum.ipb. terlambat (> 13 tahun). Di harapkan dengan mengetahui peluang usia menarche dapat di identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat.ac. faktor gizi. Cepat lambatnya menarche tergantung pada genetika. Pada perempuan. pubertas itu di tandai dengan menstruasi yang pertama (menarche). Tujuan dari penelitian ini adalah Abstract: menyusun kurva model peluang usia menarche dan mengkaji peluang dari faktor-faktor yang mempengaruhi usia menarche. ideal maupun lambat. usia menarche terbagi dalam kategori: cepat (<11 tahun). URI: http://repository.

Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers).12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya . Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner.9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner. Show older posts Showing newest 1 of 23 posts from April 2008.10) b. Show older posts Tuesday.11) c. mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis. April 29. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur.7) Nekrosis otot jantung.PERAWAT PROFESIONAL ILMU KEPERAWATAN Showing newest 1 of 23 posts from April 2008. 2008 blogfriendster BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a. Etiologi Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. biasanya ventrikel kiri. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak.

dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan 16) d. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis.clevelandclinicmede.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner.18) Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat . dan diagnostik. hal ini menyababkan deposit platelet. dinding arteri robek. Sumber: http://www. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen. anatomi.com/diseasemanagemen. pembentukan trombus. NSTEMI. sebagian besar dari miocardium distal mati . pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. 30Mei 2002 e.pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral.17) f. Q wave. Non Q wave.

sering bersama MI inferior 4.¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. sulit dilihat. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. aVF ‘lead inferior’ 3. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai depresi ST. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. 2006. 2002. halaman 144. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I.6 ‘Lead Lateral’ 5.19) Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. . Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal). Silvia Anderson. aVL. 538. halaman 327 g. V5. Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. 2003. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. III.

Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miocard. 3) Bersifat atipik Pada manula. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. dan mual. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun . atau otot papiler) 3 – 5 hari Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. demam. 50 % tanpa didahului angina.20) i. Sindroma Dressier (nyeri dada. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10. septem. atau gagal jantung akut. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. 2) Kelainan lain Aritmia. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Ruptur jantung (dinding ventrikel. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. tidak berkurang dengan pemberian nitrat. Gagal jantung Bermacam .macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. pucat. nekrosis atau ruptur 7. disertai berkeringat. henti jantung.h.

12. halaman 356 j. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah Sumber: Underwood. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner21) 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada . 2000. Pemeriksaan Diagnostik 1) EKG istirahat 2) DPL. LED.

Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan.12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik.24) Konsep aktivitas Pengertian . 2006. l. Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. halaman 34. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal.22) k.23) Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.

terjadi karena miokardial kekurangan suplai oksigen. sedangkan kontraktilitas otot jantung menurun.25) Intoleransi aktivitas yaitu suatu keadaan dimana seorang klien mempunyai energi fisiologi atau psikologi yang tidak memadai untuk meneruskan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan/diinginkan.keadaan ini menyebabkan berubahnya integritas membran sel pada jantung. cacat tubuh dan imobilisasi Keadaan nutrisi Emosi Kelemahan neuromuskuler dan sekeletal Pekerjaan. Gangguan sistem respirasi Penurunan gerak pernafasan Bertambahnya sekresi paru Atelektasis Hipostatis pneumonia. Akibat dari penurunan daya kontraksi jantung maka darah tidak bisa dipompakan semaksimal mungkin. sehingga akan terjadi intoleransi aktivitas. Bila aktivitas meningkat maka kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi meningkat. sehingga terjadi hipoksia pada jaringan jantung. menyebabkan penurunan kontraktility jantung. Karakteristik . Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas : Tingkat perkembangan tubuh Kesehatan fisik seperti penyakit. Gangguan kardiovaskuler Postural hipotensi Vasodilatasi vena Peningkatan penggunaan valsava manuver.26) Etiologi Pada AMI akan terjadi iskemi pada miokardial. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi : Gangguan muskulosekeletal Osteoporosis Atropi Kontraktur Kekakuan dan sakit sendi.Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak di mana manusia memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Tujuan pada fase ini adalah secara progresif memperbaiki kapasitas fungsional pasien menurunkan faktor resiko. Hendaknya memberikan kesempatan pada pasien untuk melanjutkan program yang diperoleh dari fase I dan fase II. memutar kekiri dan kekanan. berdiri dan berjalan. Sedangkan kepala menggeleng. pasien diharapkan sudah mampu berjalan sekitar 1. yaitu sewaktu masih tinggal di rumah sakit. Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas Pengkajian keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Data subjektif: Klien mengatakan mudah lelah/letih dan badan lemah. Fase I. Pada hari berikutnya pasien dilatih berdiri dan berjalan perlahan. Latihan fisik ringan dimaksudkan untuk mencegah penggumpalan darah. Pertama-tama dilakukan dengan menggerakkan kaki di tempat tidur. Fase II yaitu fase pasca rawat inap. Menjelang akhir Fase Rawat. Setiap mulai dan selesai latihan diukur nadi dan tensi serta dicatat/ didokumentasikan. Terapi latihan menyerupai aktivitas kehidupan sehari-hari seperti duduk. Kemudian intensitas latihan ditingkatkan dengan berjalan kaki di koridor. Fase III : program pemeliharaan.5 kilometer. . biasanya 24-48 jam setelah serangan jantung. membuka dan menutupnya.Ada tiga fase rehabilitasi aktivitas pada penderita penyakit jantung. dimulai segera setelah kondisi pasien stabil. Hari berikutnya pasien duduk di tepi tempat tidur dengan kaki menggantung. Aktifitasnya seperti erobik ringan sampai sedang dan aktivitas latihan kekuatan. dan menyiapkan pasien untuk kembali pada kehidupan normal dengan latihan dan penyuluhan. Gerakan tangan meliputi : meluruskan tangan sejajar pundak.

Diagnosa keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI ”Aktivitas yang tidak toleran berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan perifer/tidak kecukupan oksigen untuk kebutuhan aktivitas hidup seharihari. jantung berdebar-debar. Kulit pucat. Pernafasan cepat/tachypnea selama dan sesudah aktivitas. a) Auskultasi bunyi jantung. Frekuensi jantung meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. Pendengaran terhadap bunyi jantung extra atau penurunan nadi membantu mengidentifikasi disritmia pada pasien tak terpantau. Tekanan darah meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. pusing. Rasional: Adanya disritmia khusus lebih jelas terdeteksi dengan pendengaran dari pada palpasi. sesak nafas. iskemia selama dan sesudah aktivitas. penurunan nadi. aritmia. Catat adanya denyut jantung ekstra.28) . gelisah.”27) Rencana keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Hasil yang diharapkan a) Kelemahan berkurang b) Berpartisipasi dalam perawatan diri c) Klien mengatakan pusing berkurang/hilang d) Expresi wajah tampak cerah/tidak kesakitan e) Mempertahankan kemampuan aktivitas seoptimal mungkin f) Klien menunjukkan kestabilan tanda vital (110/70 – 120/80 mmHg) g) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan perbaikan/peningkatan ke nilai normal 2) Perencanaan Mandiri . Perubahan gambaran EKG: tachycardi/bradycardi. vertigo selama dan setelah beraktivitas. catat frekuensi dan irama.Klien mengatakan nyeri dada. Data objektif: Menolak/takut untuk melakukan pergerakan. Lemah.

atau defisit nadi. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Rasional : Membantu dalam menurunkan persepsi atau respon nyeri. cemas. yang memerlukan evaluasi lanjut/pantau. (penuh. Bandingkan kedua tangan dan diukur dengan tidur. pengeluaran katekolamin. f) Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. Rasional: Perbedaan frekuensi. h) Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditempat tidur/kursi. Takikardi terjadi sebagai respon saraf simpatis dan berlanjut sebagai kompensasi penurunan curah jantung. nadi bigeminal. Rasional: Kelebihan latihan meningkatkan konsumsi /kebutuhan oksigen dan mempengaruhi fungsi miokardia. Namun. Membantu memberikan kontrol situasi. duduk.31) d) Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. keteraturan. . dan keteraturan nadi menunjukkan efek gangguan curah jantung pada sirkulasi sistemik/perifer. Rasional : Tekanan darah dapat meningkat secara dini sehubungan rangsangan sistemik. nyeri berat dapat menimbulkan syok dengan merangsang system saraf simpatis mengakibatkan kerusakan lanjut. g) Catat respon terhadap aktivitas dan peningkatan istirahat dengan tepat. hipoperfusi miokardia dan rangsang vagal. hipertensi juga fenomena umum. kemungkinan berhubungan dengan nyeri. amplitudo. kesamaan. femoral. meningkatkan perilaku positif. kesadaran. tekanan darah. karotid. pernapasan.29) Penurunan curah jantung mengakibatkan menurunnya kelemahan/kekuatan nadi. dan atau masalah vaskular sebelumnya. dan simetris. Selain itu. dorsalis pedis) catat frekuensi.b) Raba nadi (radial.32) e) Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Rasional : Penundaan pelaporan nyeri menghambat peredaan nyeri atau memerlukan peningkatan dosis obat. dan berdiri bila bisa. Hipotensi orthostatik mungkin berhubungan dengan komplikasi infark contoh gagal jantung kongestif.30) c) Auskultasi tekanan darah. Catat adanya pulsus alternans. Ketidakteraturan diduga disritmia. kuat). Rasional: Hipotensi dapat terjadi sehubungan dengan disfungsi ventrikel.

Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. ii.35) Kolaborasi . Frekuensi pernafasan menurun. iii.33) Rasional: Melakukan aktivitas kembali secara bertahap mencegah pemaksaan terhadap cadangan jantung. Frekuensi nadi menurun/gagal untuk meningkat. mulai lakukan rentang gerak sedikitnya 2 x sehari. Rasional : Meningkatkan jumlah iksigen yang ada untuk pemakaian miokard dan juga mengurangi ketidaknyamanan sehubungan dengan iskemik jaringan. elevasi atau depresi ST dan gelombang T yang terbalik.37) Berikan obat-obat trombolitik sesuai indikasi.jadwal periode istirahat tanpa gangguan. Intervensi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Identifikasi respon klien terhadap aktivitas: Observasi nadi. Hentikan aktivitas bila ditemukan: i. Rencana waktu istirahat sesuai dengan jadwal sehari-hari klien. vertigo. bantu pasien melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. dispnoe. dan pernafasan saat istirahat dan setelah aktivitas.36) Kaji ulang seri EKG Rasional : Pada infark myocad akan dijumpai tanda-tanda ‘deep Q wave pattern’ atau kompleks QS yang abnormal. tekanan darah. Beri suport pada klien dalam melakukan aktivitas gerak dan beri penghargaan atas apa yang sudah dicapai. iv. Keluhan nyeri dada. v. . Tekanan darah sistolik menurun.34) i) Auskultasi bunyi nafas Rasional: Krekels menunjukkan kongesti paru mungkin terjadi karena penurunan fungsi miokard. Rasional : Melarutkan bekuan darah dalam arteri. 2) Tingkatkan aktivitas secara bertahap: Untuk klien yang sedang atau pernah tirah baring lama. Frekuensi diastolic meningkat 15 mmHg.

7 . Evaluasi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Klien mampu bertoleransi terhadap aktivitas secara optimal sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan. hal. 2004. Kerangka teori Bagan 3 Sumber : Marilynn E. klien harus merelaksasikan bahunya. Ajarkan pernafasan efektif. kecuali bila tidak memungkinkan. 4) Kolaborasi dengan dokter untuk: Terapi. sementara perawat memberikan sedikit tekanan pada dasar iga klien. Hentikan aktivitas jika keletihan atau terlihat tanda-tanda hipoksia jantung. tahan nafas selama 1-2 detik untuk menjaga alveoli terbuka. Untuk klien dengan insufisiensi paru-paru kronik. klien harus menghembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui mulut. Doenges. Untuk inhalasi. Anjurkan lebih baik duduk daripada berdiri saat melakukan aktivitas. Rehabilitasi. Anjurkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara bertahap. Diit. ajarkan pernafasan diafragmatik: Letakkan tangan perawatdiatas abdomen dibawah dasar iga klien dan tetap berada di tempat ini sementara klien menghirup udara.3) Ajarkan klien metoda penghematan energi untuk aktivitas: Luangkan waktu istirahat selama aktivitas. hirup melalui hidung dan dorong lambung melawan tangan perawat. Untuk ekshalasi.

peneliti ingin menjawab pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perumusan diagnosa keperawatan terkait masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perencanaan keperawatan untuk masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana pelaksanaan intervensi yang berhubungan dengan masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana evaluasi keperawatan yang berhubungan dengan diagnosa masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Salah satu aspek penting perawatan pasien MI adalah pengkajian keperawatan. frekuensi. dan lamanya latihan fisik 2) Tingkat kelelahan Aktivitas yang membuat lelah Riwayat sesak nafas 3) Gangguan pergerakan Penyebab gangguan pergerakan Tanda dan gejala Efek dari gangguan pergerakan 4) Pemeriksaan fisik Tingkat kesadaran Postur/bentuk tubuh . Penkajian dilakukan untuk mendapatkan data dasar tentang informasi status terkini pasien sehingga setiap perubahan bisa diketahui sesegera mungkin. 1) Tingkat aktivitas sehari-hari a) Pola aktivitas sehari-hari b) Jenis. Pengkajian sistematis mencakup riwayat yang cermat khususnya berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas.Pertanyaan Penelitian Dalam penelitian ini.

7) Nekrosis otot jantung. Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner. Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers).11) c. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak. mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu.9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner.1 Skoliosis 2 Kiposis 3 Lordosis 4 Cara berjalan Ektremitas Kelemahan Gangguan sensorik Tonus otot Atropi Tremor Gerakan tak terkendali Kekuatan otot Kemampuan jalan Kemampuan duduk Kemampuan berdiri Nyeri sendi Kekakuan sendi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a. biasanya ventrikel kiri.10) b. Etiologi .

sebagian besar dari miocardium distal mati .clevelandclinicmede. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. NSTEMI. Non Q wave. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis.com/diseasemanagemen. anatomi. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus.18) .17) f. hal ini menyababkan deposit platelet. pembentukan trombus. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat. dan diagnostik. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan16) d. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. 30Mei 2002 e. Sumber: http://www.Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa.12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral. Q wave. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut. dinding arteri robek. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner.

III. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal). 2002. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. halaman 327 g. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. sulit dilihat. Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai . Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1.19) Lihat tabel 1. aVF ‘lead inferior’ 3.Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat ¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur.

Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. tidak berkurang dengan pemberian nitrat. pucat. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. aVL.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. septem. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miokard. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No.depresi ST. 50 % tanpa didahului angina. disertai berkeringat. dan mual. atau gagal jantung akut. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. 2003. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Gagal jantung Bermacam . Silvia Anderson.6 ‘Lead Lateral’ 5. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. Lihat tabel 2. V5. sering bersama MI inferior 4. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. 538. henti jantung. h. 2006. atau otot papiler) 3 – 5 hari . kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. Ruptur jantung (dinding ventrikel. i. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. 3) Bersifat atipik Pada manula. 2) Kelainan lain Aritmia. halaman 144. nekrosis atau ruptur 7.

efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun 12. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10. Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. demam. Sindroma Dressier (nyeri dada.Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah .

Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. Lihat bagan 2. LED. 2000. Pemeriksaan Dignostik 1) EKG istirahat 2) DPL. halaman 356 j. Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark .Sumber: Underwood. k. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada 12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner.

l. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung.Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik. halaman 34. Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan. Fisiologi Curah Jantung m. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. 2006. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. Curah .

Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) . Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat.jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung 2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh. n. bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes. Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia. Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.

Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2,5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi, Stroke Volume Index (SVI), Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4. Behavioral/emotional anxiety Restlessness. Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acute Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arrytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Lihat bagan 3.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Karies gigi atau pembusukan gigi adalah suatu kerusakan destruktif progresif dan mengenai jaringan-jaringan gigi yang mengalami perkapuran. 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi : Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi kental Adanya bakteri jenis Streptococcus dan Lactobacillus Makanan yang mudah lengket dan menempel di gigi seperti : permen, coklat. Faktor lain yang turut andil adalah tingkat kebersihan mulut, frekuensi makan, usia dan jenis kelamin, DM,TBC. Berdasarkan survei Litbankes, prosentase angka kesakitan gigi menduduki peringkat ke-6 terbanyak (SKRT 1992). Di Indonesia prevalensi karies gigi tetap diperkirakan 60-80% dari jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan survei kesehatan gigi yang dilakukan oleh direktoral Kesehatan Gigi pada tahun 1995 di 10 propinsi di Indonesia (1984-1988) pada daerah kota anak umur 8 tahun mempunyai prevalensi karies 45,2%, rata-rata 0,94, anak umur 12 tahun sebesar 76,62% rata-rata 2.21, sedangkan anak umur 14 tahun mempunyai prevalensi kariesnya 73,2& dengan rata-rata 2,69. 2) Adanya interaksi antara faktor penyebab karies, merupakan awal terjadinya lesi karies gigi. Hasil laporan penelitian-penelitian di berbagai tempat di Indonesia menunjukkan adanya prevalensi yang cukup tinggi pada anak usia prasekolah. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk mengetahui karakteristik karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten. Hasil survei pendahulu di dapatkan lebih separuh dari 42 anak mengalami karies gigi. Rumusan Masalah “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten tahun 2006?”

Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten

2. Tujuan Khusus a. Mengetahui proporsi karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. b. Mengetahui ciri-ciri anak TK dengan karies gigi berdasarkan usia, makanan, jenis kelamin dan kebiasaan sehari-hari seperti menggosok gigi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah bahan masukan untuk pihak sekolah maupun orang tua seiswa dalam mencegah karies gigi pada siswa di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Penelitian 3. Ruang Lingkup Keilmuan Keperawatan anak dan kebutuhan dasar manusia khususnya menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi anak. 4. Ruang Lingkup Sasaran Sasaran penelitian ini adalah anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Masalah : Masalah pada penulisan ini dibatasi usia, jenis kelamin, suku bangsa, bentuk gigi, jenis makanan yang sering dikonsumsi dan pola pemeliharaan gigi. 5. Ruang Lingkup Tempat Penelitian ini mengambil lokasi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. 6. Ruang Lingkup Waktu Penelitian ini didasarkan pada tahun 2006. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kerangka Teori 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi :

Sumber : Suwelo. Berdasarkan Metode Dalam penelitian ini menggunakan survei deskriptif 2. Segala ciri anak yang menderita karies gigi meliputi : a. I. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada komunitas anak-anak Taman Kanak-Kanak. 1992 Nurachman. 2001 Pertanyaan Penelitian “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi di TK Kemudo II. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian aplikatif 4. Usia b. Prambanan Klaten?” BAB III METODE PENELITIAN Jenis 1. Definisi Operasional NO Variabel Subvariabel Definisi Operasional Skala Parameter 1 Karakteristik anak yang menderita karies gigi. Elly. Jenis kelamin c. Suku bangsa d. Kemudo. Bentuk gigi . Berdasarkan Tujuan Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif 3.S.

Jenis Kelamin Laki-laki dan perempuan Naminal c. Usia Umur anak dalam tahun dan bulan pada saat pendaftaran pada saat diadakan penelitian Naminal b. Bentuk Gigi Penampilan gigi yang meliputi : 5. 6. Instrumen Pengumpulan Data . Keteraturan 8. Janis makanan yang sering dikonsumsi f. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Batak 4. Keutuhan Naminal e. Susunan gigi 7.e. Variabel : a. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi TK Kemudo II. Sunda 3. Jawa 2. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswa TK Pertiwi Kemudo II. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Pola Pemeliharaan Gigi Kebiasaan yang berhubungan dengan pemeliharaan gigi agar tidak terjadi karies gigi yang meliputi : 1) Frekuensi menggosok gigi 2) Kaontrol dokter gigi Populasi dan Sampel 5. Suku Bangsa Merupakan kelompok etnis/ras yang meliputi : 1. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Dayak Naminal d. Jenis Makanan Yang Sering Dikonsumsi Makanan/minuman yang paling sering dikonsumsi dan berkaitan dengan kejadian karies gigi Naminal f. Bentuk/ukuran 6. Pola pemeliharaan gigi Naminal Sub. Kondisi permukaan 9.

Tabulating Analisa Data Data penelitian diolah dengan teknik univariate yang dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian dengan menggunakan tabel silang dan tabel frekuensi.74% : Lebih dari separuh 75% . Editing 8. Pembahasan Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan penelitian dapat mengetahui karakteristik yang paling banyak muncul pada anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo Prambanan Klaten. Tabel silang merupakan hasil pengelompokan data dari tabel frekuensi data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan analisa prosentasi sebagai berikut : 0% : Tidak ada 1% .49% : Kurang dari separuh 50% : Separuh 51% . Variabel penelitian ini adalah karakteristik anak yang menderita karies gigi. Hasil Penelitian Data penelitian ini di peroleh langsung dari siswa-siswi di TK Pertiwi Kemudo II dengan menggunakan kuisioner dan lembar observasi kepada responden yang mengalami karies gigi. Koding 9. Tabel frekuensi merupakan deskriptisasi 11. Jumlah siswa di TK Pertiwi Kemudo II tahun 2006 adalah 42 dan yang menderita karies gigi sebanyak 24 anak (57.Jenis Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner untuk wawancara dan observasi.14%). B.33%) anak menderita karies gigi .24% : Sebagian kecil 25% . 10.99% : Sebagian basar 100% : Seluruh nya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. lebih dari separuh (58. yaitu : 1. Berdasarkan Usia Dari hasil penelitian. Pengolahan Data 7.

Kemudo Prambanan Klaten Jawa Tengah adalah sebagai berikut : 1. kurang dari separuh (25%) yang menyukai makanan manis tetapi sebagaian besar (75%) menyukai makanan lunak. berplak sedang. Berdasarkan Jenis Kelamin Dari hasil penelitian. Saran 3. lebih dari separuh (70. Maka dari itu bagi peneliti berikutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu tentang hubungan antara karies gigi dengan nutrisi. BAB V PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 24 anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II. Berdasarkan Suku Bangsa Dari hasil penelitian. pola gigi atau nutrisi selama kehamilan. 3. 2. Berdasarkan Pola Pemeliharaan Gigi Dari hasil penelitian. Bagi Puskesmas Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 57. Proporsi karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II adalah sebanyak 57. Maka dari itu diharapkan agar petugas Puskesmas memberikan .14% anak yang menderita karies gigi. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini termasuk dalam penelitian tingkat satu.14%.berusia lebih dari 6 tahun 2. Berdasarkan Makanan Yang Dikonsumsi Dari hasil penelitian. 6. Lebih dari separuh anak yang menderita karies gigi berusia lebih dari enam tahun berjenis kelamin perempuan dan karakteristik yang paling menonjol adalah seluruh anak (100%) menggosok gigi dengan cara yang tidak berurutan. seluruh (100%) anak yang menderita karies gigi berasal dari suku Jawa. 4. 4.83%) menggosok gigi dua kali sehari tetapi seluruhnya (100%) cara menggosok giginya tidak berurutan. Bentuk Gigi Dari hasil penelitian. sebagian kecil (8. 5.83 %) anak yang menderita karies berjenis kelamin perempuan.33%) anak yang menderita karies gigi memiliki gigi yang tidak teratur yaitu gigi yang berjejal. lebih dari separuh (70.

Androgen F. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling akhir nampak adalah ? J. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling awal nampak adalah ? G. Hormon Tirotropik O. Estrogen Menurut pendapat saudara. Perdarahan pada daerah alat kelamin yang disebabkan oleh penyakit. Somatotropon E. Pertumbuhan rambut diketiak dan sekitar kemaluan Menurut pendapat Saudara.penyuluhan tentang karies gigi dan latihan menggosok gigi yang benar. Nyeri pada daerah perut sampai pinggang disertai dengan perdarahan pada daerah kelaminnya. C. Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita adalah ? D. Mengalami menstruasi K. Pertumbuhan payudara I. Perdarahan pertama kali yang siklik dari rahim sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya. B. Hormon Somatotropik Menurut Saudara normalnya seorang perempuan akan mengalami menstruasi yang pertama kali umur berapa ? . Mengalami menstruasi H. Pertumbuhan rambut diketiak dan disekitar kemaluan Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi pertumbuhan ? M. KUESIONER Identitas Responden Nama : Umur : Sudah Menstruasi atau belum : Petunjuk pengisian : Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan cara memberikan tanda silang (x) pada jawaban yang menurut anda paling tepat. Pertumbuhan payudara L. Hormon Ganadotropik N. Menurut pendapat saudara apakah yang anda ketahui tentang Menarche ? A.

jarak yang normal siklus menstruasi berapa hari sekali ? BB. Lapisan dinding vagina FF. Faktor keamanan yang tinggi Menurut pendapat saudara. salah satu faktor internal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? Y. 4 – 10 tahun Q. Melakukan hubungan seksual sesudah menstruasi pertama kali tiba JJ. Jika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa subur setelah dilakukan pemotongan di kedua saluran telur (tubectomy) Menurut pendapat saudara. Faktor keturunan AA. 16 – 22 tahun Menurut pendapat saudara apakah yang dimaksud dengan masa subur pada seorang wanita ? S. Penurunan fungsi organ reproduksi pada wanita setelah masa haid berakhir Menurut pendapat Saudara salah satu faktor eksternal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? V. 21 hari CC. 10 – 16 tahun R. Masa dimana seorang wanita yang sudah menstruasi pertama kali dan berisiko kehamilan jika melakukan hubungan seksual U. 35 hari Menurut pendapat saudara. Saluran kencing GG. Faktor keamanan yang terjamin X. Faktor pendidikan yang layak Menurut pendapat saudara. Lapisan dinding rahim Menurut pendapat saudara. darah menstruasi berasal dari ? EE. 28 hari DD. Melakukan hubungan seksual sebelum menstruasi pertama kali tiba II. kehamilan pada seorang wanita dapat terjadi karena apa ? HH. Masa yang akan dialami oleh setiap wanita sebelum menstruasi pertama kali tiba T. kapankah organ reproduksi wanita menunaikan faalnya ? KK. Faktor gizi yang baik W.P. Pada saat hormon progesteron dan estrogen meningkat . Faktor intelegensi yang tinggi Z.

Sebelum menstruasi RR. Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur MM.LL. 7 – 11 hari PP. Pada waktu menstruasi SS. Gramedia.T. Pada saat timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder Menurut pendapat saudara normalnya seorang perempuan mengalami mensturasi berapa lama ? NN. Metode Ovulasi Billing. 11 – 15 hari Nyeri yang hebat pada perut yang sukar ditahan dan mencengkeram (kejang) biasanya terjadi pada waktu ? QQ. Jakarta 2004 . Sesudah menstruasi JADWAL WAKTU PENELITIAN NO KEGIATAN W A K T U Oktober November Desember I II III IV I II III IV I II III IV 1 BAB I 2 BAB II 3 BAB III 4 KUESIONER JADWAL WAKTU PENELITIAN No Kegiatan W A K T U Agustus September Oktober November Desember I II III IV I II II IV I II III IV I II III IV I II III IV 1 Penyusunan Proposal 2 Ujian Proposal 3 Pengumpulan Data 4 Olah Data 5 Penyusunan Laporan Penelitian 6 Ujian K. 3 – 7 hari OO. Kepustakaan Populer.I DAFTAR PUSTAKA Data Kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 SLTP N I Prambanan Klaten Evelyn Billing.

com 1 April 2007 pukul 12. Menarage. 1998 Nursalam.Org. S. Yogyakarta.journal Unair.00 WWW. 2001 Sarwano Prawiroharjo. Grasindo. Jakarta 1996 WWW. Metodelogi Penelitian Kesehatan. edu.Co.ac.00 .qu/ni 15 Mei 2007 pukul 19.id 1 April 2007 pukul 12. Ilmu Kandungan. 1983 Notoatmodjo Soekidjo. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta.Com 1 April pukul 12. Metodologi Riset Keperawatan. 1995 Kartono Mohamad.00 WWW. Kes repro.depkes. 1993. Arcan.Kingston Berly.07 WWW. Psikologi Pengajaran. Elemen. Mengatasi Nyeri Haid. Jakarta. Bandung.00 WWW. Obstetri Fisiologi. Clitoris. Yayasan Bina Pustaka. Andi Offset. Jakarta 1981 Sastra Winata Sulaiman.Com 1 April 2007 pukul 12.info.00 WWW.Id 1 April 2007 pukul 12. Jakarta 1995 Notoatmodjo Soekidjo. CV Infomedika. Mum.00 WWW. Rineka Cipta. acicis Murdech. Winkel W.Com 1 April 2007 pukul 12. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Pustaka Sinar Harapan.

KUNCI JAWABAN A C B A C B B A B B C B B A A Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental. Kemudahan dalam medapatkan informasi tentang halhal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. kaum muda berumur 14 sampai 24 tahun berjumlah 43. Saat ini para remaja sangat dipengaruhi oleh media massa. film dan musik.3 juta orang. merupakan 21% penduduk Indonesia yang merupakan tulang punggung negeri ini dan bagian dari masyarakat. . Pada tahun 2000. Secara umum. yang perlu pendidikan dan bimbingan lengkap demi masa depannnya. waktu anak berusia remaja menemukan kesempatan untuk mencoba yang baru. termasuk internet.

yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik.Kesrepro Info. pendidikan. gangguan konsentrasi. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual . bahwa dirinya telah tumbuh dewasa.WWW. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche.edu. kultur. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. Dalam masa pancaroba itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis. sehingga ia dapat berindak dengan baik dan benar. dibawah pengaruh jam biologis. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. mudah tersinggung.com/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja.Pdf 1 April 2007 Jam 12. rasa takut.00 Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. sakit kepala.acicis. perut kembung. serta beberapa banyak ajaran orang tuanya yang dia terima. pengalaman.qu/ni option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 1 April 2007 Jam 12. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin.Murdech. WWW.00 Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche sangat berbagai macam. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. gelisah sukar tidur. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi.

dapat berakibat kehamilan pranikah, aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident” WWW.depkes.go.id 1 April 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun Oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187

Karya Tulis Ilmiah ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada tanggal 12 Februari 2008

Pembimbing, C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kep KARYA TULIS ILMIAH Dipertahankan di depan dewan penguji Karya Tulis Ilmiah Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan diterima Untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Keperawatan Pada tanggal 20 Februari 2008

Mengesahkan Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta

C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp NIK. 198310006

Penguji : C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp ……………………… Agnes Mahayanti, S.Kep.,Ns ……………………… MOTTO PERSEMBAHAN DAFTAR TABEL

Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 22 Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 23 Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 24 Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 25 Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 26 Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 27 Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 28 Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 29 Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 30 Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 31

Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 33 Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 41 . Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 35 Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Berfungsinya Organ Reproduksi Wanita Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 36 Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 37 Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 40 Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 38 Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 39 Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 34 Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 32 Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan.Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan.

Hasil Pengkodean dan Tabulating Lampiran 5. Fisiologi Haid 10 . Rencana Jadwal Penelitian DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii HALAMAN PENGESAHAN iii HALAMAN MOTTO iv HALAMAN PERSEMBAHAN v DAFTAR TABEL vi DAFTAR LAMPIRAN viii DAFTAR ISI ix ABSTRAK x KATA PENGANTAR xi BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 4 Tujuan Penelitian 5 Manfaat Penelitian 5 Ruang Lingkup 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 Tinjauan Teori 6 1. Surat Ijin Penelitian Lampiran 4. Perkembangan Seksual Wanita 6 2.Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan. Lembar Kuesioner Lampiran 2. Pubertas 7 3. Kecamatan Prambanan. Menarche 8 4. Lembar Kunci Jawaban Lampiran 3. Klaten Tahun 2007 42 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.

Teknik Pengumpulan Data 19 10. Dismenore 11 6. pengertian menarche. Analisa Data 20 BAB IV HASIL PENELITIAN 21 BAB V PEMBAHASAN 43 BAB VI PENUTUP 51 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ABSTRAK Nama : B. pubertas. perkembangan seksual wanita. daftar pustaka. Tujuan dalam penelitian ini. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 20 Februari 2008 Pembimbing : C. Definisi Operasional 18 8. Pengolahan Data 19 12.5. Pengetahuan 13 Kerangka Teori 16 Pertanyaan Penelitian 16 BAB III METODE PENELITIAN 17 Jenis Penelitian 17 Desain Penelitian 18 7. Sri Hari Ujiningtyas.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang . fisiologi haid. S. 51 halaman. Populasi dan Sampel 18 9. status menstruasi. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia. dismenore. Instrumen Pengumpulan Data 19 11.

bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. BAB III . SKM selaku dosen pengampu riset dan pengembangan keperawatan. Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. Kp selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan Pembimbing Teknis dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. Sri Ujiningtyas. Akhir kata penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini banyak mendapatkan bantuan. karena berkat limpahan kasih dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007”.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan di Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta. SKM dan Bapak A. S. Bapak Ign Gonggo Prihatmono. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67.Y Sutedjo.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan.Menarche. kurang dari separuh (26. maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada : Ibu C.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. Penulis.

Pubertas 4. Tingkat pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche Segala sesuatu yang diketahui Remaja Putri tentang Menarche meliputi : 1. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa adanya manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisa bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. 3. Desain Penelitian 5. 4. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian terapan (aplied Research) karena menerapkan berbagai disiplin ilmu untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang Menarche. Definisi Operasional No Variabel Definisi Operasional Skala Parameter 1. Berdasarkan Metode Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa yang urgen terjadi pada masa kini. Dismenore (Nyeri haid) Diukur dengan 15 pertanya-an dengan kriteria untuk setiap pertanyaan : -1 Skore benar 1 -2 Skore salah 0 ordinal Nilai parameter : Skore 0 – 5 = Rendah Skore 6 – 10 = Sedang Skore 11 – 15 = Tinggi . Fisiologi haid 5. Pengertian Menarche 2. Berdasarkan Tujuan Penelitian ini termasuk penelitian eksplanatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fakta-fakta yang ada atau ditemukan serta huibungannya dengan teori.METODE PENELITIAN Jenis Penelitian 1. Perkembangan seksual wanita 3. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada situasi yang sebenarnya.1) 2.

baik sebagai hasil pengukuran maupun hasil dari konversi dari data kualitatif ke data kuantitatif. Pupulasi dan Sampel a. c. Analisa univariate adalah analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. Koding Memberikan tanda atau simbol pada jawaban yang diterima.6. 9.2) Konsep analisa yang diambil : 0 % : Tidak ada 1-24 % : Sebagian kecil . b. Instrumen Pengumpulan Data Jenis instrumen yang digunakan untuk menghimpun data adalah kuesioner dan alat tulis. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten sebanyak 143 anak. Jenis pertanyaan yang menyediakan beberapa alternatif jawaban dan responden hanya memilih satu jawaban yang sesuai dengan pendapatnya. Pengolahan Data a. 8. 7. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah semua remaja putri di kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. Analisa kuantitatif adalah analisis yang digunakan untuk mengolah data yang berbentuk angka. 10. Analisa Data Menggunakan analisa data univariate dan data jawaban dapat dianalisa secara kuantitatif. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan teknik angket. Editing Memeriksa seluruh kuesioner yang telah diisi oleh responden yang meliputi kesesuaian jawaban responden dengan pertanyaan yang diajukan kelengkapan daftar pertanyaan dan keajegan jawaban responden. Sampel ini diambil menggunakan teknik total populasi. Tabulating Menyusun dan menghitung data hasil pengkodean untuk kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner bentuk tertutup yaitu kuesionar yaitu kuesioner yang mempunyai keuntungan mudah ditabulasi tetapi kurang mencakup jawaban dari responden. b.

30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. perkembangan seksual wanita. S. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 18 Februari Pembimbing : C. fisiologi haid. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. Tujuan dalam penelitian ini. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan. pengertian menarche.25-49 % : Kurang dari separuh 50 % : Separuh 51-74 % : Lebih dari separuh 75-99 % : Sebagian besar 100 % : Keseluruhan ABSTRAK Nama : B.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. daftar pustaka. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket. pubertas. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67. kurang dari separuh (26. Sri Hari Ujiningtyas. dismenore. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih . 51 halaman. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. status menstruasi. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang Menarche.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia.

.50%) responden berumur diantara 13 .11%) responden sudah mengalami menstruasi. yaitu : Pembahasan Persoal : Berdasarkan Usia Sejalan dengan pertambahan usia seseorang. Menarche pun akan berlangsung dengan sendirinya. Dengan hal itu mungkin dapat meningkatkan angka sex pranikah di kalangan remaja dan kehamilan di luar nikah. Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru diduga salah satu penyebab responden menjawab benar.14. Dengan mengetahui pengertian menarche diharapkan siswi/remaja putri mengetahui bahwa rahimnya telah menuaikan faalnya. Dari hasil penelitian. Lebih dari separuh (65. Hal ini karena menarche merupakan kejadian yang fisiologis yang dialami oleh seorang wanita yang menginjak masa puber. Berdasarkan Hormon Yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita.mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan.14 tahun. Dari hasil penelitian. sebagian besar (75. BAB V PEMBAHASAN Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan peneliti dapat mengetahui Tingkat Pengetahuan Remaja putri kelas VIII SLTP Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan Klaten. sebagian besar (81. Lebih dari separuh (54.73%) responden mengetahui tentang hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita. Berdasarkan Status Menstruasi Prevalensi yang sudah menstruasi lebih banyak dari pada yang belum menstruasi. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya menarche biasanya pada usia 13 . Dari hasil penelitian.55%) responden tidak mengetahui tentang pengertian menarche. Dari hasil penelitian. Berdasarkan Pengertian Menarche Salah satu usaha dalam memberikan pengetahuan tentang menarche adalah dengan cara pengajaran yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru biologi.

70%) responden mengetahui normalnya umur terjadinya menarche. Dari hasil penelitian. Berdasarkan hormon pertumbuhan Pengajaran dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru kepada siswinya terus menyumbang dalam hal Pengetahuan siswi terhadap hormon pertumbuhan. Berdasarkan Faktor Eksternal yang mempercepat menarche. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya informasi tentang menstruasi pertama kali (menarche). Hal ini juga disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya. Berdasarkan Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Remaja Putri Di duga karena tidak pernah memperhatikan perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi pada waktu mengijak Pubertas atau karena perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi yang berlangsung secara bersamaan sehingga dari hasil penelitian. Sebagian besar (90. Berdasarkan Normalnya Umur Terjadinya Menarche Dengan mengalaminya sendiri waktu terjadinya menarche membuat sebagian besar (93.51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita.90%) responden . Dari hasil penelitian.44%) responden mengetahui tentang hormon pertumbuhan. Lebih dari separuh (62. Dari hasil Penelitian. Dari hasil penelitian.75%) tidak mengetahui faktor yang mempercepat menarche. Berdasarkan Faktor Internal yang mempercepat Menarche Faktor Keturunan adalah salah satu faktor internal yang mempercepat menarche. lebih dari separuh (51. Sebagian besar (76. Berdasarkan Masa Subur Pada Seorang Wanita Diharapkan dengan mengetahui masa subur dapat menekan angka terjadinya kehamilan atau sex pranikah.Berdasarkan Tanda Pubertas yang tampak paling awal pada remaja putri Diduga karena tidak pernah memperlihatkan perubahan bentuk tubuh pada waktu menginjak pubertas sehingga dari hasil penelitian. Makanan yang bergizi adalah salah satu faktor eksternal yang mempercepat terjadinya menarche. sebagian besar (89. lebih dari Separuh (59.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir yaitu menstruasi pertama kali (menarche). Hal ini disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda Pubertas yang nampak paling awal.

lebih dari separuh (51. Dari hasil Penelitian. Dari hasil penelitian. Berdasarkan Tentang Asal Darah Menstruasi Perkembangan informasi yang begitu cepat dan mudah diakses bagi kaum pelajar.81%) responden mengetahui tentang siklus menstruasi normal.04%) responden mengetahui terjasinya nyeri yang mencengkeram. Dari hasil penelitian.51) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi Berdasarkan Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Kurangnya hormon Progesteron dan estrogen pada waktu sebelum menstruasi diduga penyebab nyeri yag mencengkeram. Berdasarkan Terjadinya Kehamilan Dari hasil penelitian. lebih dari separuh (62. Berdasarkan Organ Reproduksi Wanita Menuaikan Faalnya Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur inilah salah satu faktor penyebab kehamilan.94%) responden tidak mengetahui berakhirnya tanda pubertas yang paling akhir (menstruasi pertama kali). Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang kehamilan di sekolah sangatlah kurang sehingga apabila remaja putri sudah menstruasi melakukan hubungan intim sangat beresiko terjadinya kehamilan. responden menjawab benar.53%) responden mengetahui asal darah menstruasi. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang alat reproduksi sangatlah penting karena untuk menekan kehamilan di luar nikah pada usia remaja. karena alat kandungannya sudah menuaikan faalnya.11%) responden sudah menstruasi diduga dengan pengalaman tersebut. sehingga kami pelajar atau responden menjawab lebih dari separuh (68. Berdasarkan Siklus Menstruasi yang Normal Dengan mengalami sendiri tentang siklus menstruasi di duga sebagian besar (81. Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche .mengetahui faktor internal yang mempercepat menarche.34%) responden tidak mengetahui terjadinya kehamilan. lebih dari separuh (64. sebagian besar (89. Berdasarkan Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Sebagian besar (81.

separuh responden dapat menjawab dengan benar kuesioner yang diberikan meliputi : Pengertian menarche. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. (81. Hal ini diduga apabila responden sudah menstruasi akan lebih mengetahui tentang menstruasi sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dari peneliti. dan sebagian besar (92. Berdasarkan Tabel Silang Antara Umur Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (92. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang sehingga mempunyai resiko tinggi terjadinya kehamilan di luar nikah. faktor tempat tinggal dan faktor ras yang diduga dapat mempercepat seorang wanita menstruasi untuk pertama kalinya. Setelah dianalisa didapatkan lebih dari separuh siswa SLTP N I Prambanan Kelas VIII tidak mengetahui terjadinya kehamilan. fisiologi haid dan dismenore. Diduga pada saat umur 13-14 tahun responden sudah mengalami menstruasi untuk pertama kalinya.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang. Diduga perkembangan teknologi yang cukup pesat seperti VCD.30%) responden berumur 13-14 tahun yang berjumlah 132 orang. perkembangan seksual wanita. komputer dan internet yang mempermudah kita mengakses berbagai hal yang kita inginkan. Dan bagi responden yang berumur kurang dari atau lebih dari 13-14 tahun kemungkinan belum pernah atau bahkan sudah lupa tentang peristiwa tersebut sehingga tingkat pengetahuannya rendah. sehingga responden masih dapat mengingat dengan jelas peristiwa terseut. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Umur Remaja Putri Dari 143 responden.Diduga karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mata pelajaran biologi yang didapatkan dari Bp/Ibu guru disekolahnya sehingga siswi kelas VIII SLTP N1 Prambanan lebih dari separuh (67.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun dengan jumlah 132 orang. . pubertas. Dari hasil penelitian.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang Menarche. Adapun faktor gizi.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (81.

2. Faktor Pendukung dan Penghambat 1. Jawa Tengah adalah sebagai berikut : Untuk tingkat pengetahuan tentang menarche diperoleh lebih dari separuh (67. Klaten. Dari data yang didapat juga diketahui bahwa pengetahuan remaja putri tentang menarche yang kurang baik meliputi : Pengertian menarche. faktor eksternal yang mempercepat menarche. kurang dari separuh (26. faktor internal yang mempercepat menarche. dan berfungsinya organ reproduksi. tanda pubertas yang nampak paling awal pada remaja putri.34% remaja putri tidak mengetahui terjadinya suatu kehamilan. tanda pubertas yang nampak paling akhir pada remaja putri. asal darah menstruasi.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. Bagi Pihak Sekolah Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 64. Waktu yang terbatas dari peneliti. b.Dari beberapa komponen kuesioner yang diberikan dapat diketahui pengetahuan remaja putri tentang menarche yang sudah baik meliputi pengetahuan tentang : Hormon remaja putri mengalami menarche. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. siklus menstruasi yang normal.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. sehingga kehamilan di luar nikah di usia remaja dapat ditekan sekecil mungkin. BAB VI PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 143 remaja di SLTP N I Prambanan. terjadinya kehamilan. Faktor Pendukung a. masa subur pada seorang wanita. Saran 1. lamanya seorang wanita mengalami menstruasi dan terjadinya nyeri yang mencengkeram. Kebanyakan remaja putri menjawab kurang tepat tentang hal tersebut. c. Faktor Penghambat a. Hal ini dapat diperbaiki dengan pemberian informasi dari Bp/Ibu guru khususnya yang mengajar biologi. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. Maka dari itu diharapkan agar pihak sekolah .

virus dapat pula diisolasi dari faring. percikan ludah. Bagi Peneliti selanjutnya Penelitian ini meneliti tentang tingkat pengetahuan remaja putri Kelas VIII tentang menarche di SLTP N I Prambanan diharapkan bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. air seni dan liquor.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. darah. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan.5 PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. bahan muntah. Dan dapat menyukseskan program wajib belajar 9 tahun dari pemerintah. 2. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis.3 . Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. Pada penderita parotitis tanpa pembesaran kelenjar parotis. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. INSIDEN Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. mungkin dengan urin.memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda yang akan menjadi tulang punggung negeri ini tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. virus mumps dapat diisoler dari saliva. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. Pada manusia selama fase akut. Mumps ialah suatu infeksi umum.2 Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus.

muntah dan nyeri otot. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi.5 0C sampai 39.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. www. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. anoreksia. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. (Sumber: http://oncejevuska. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan . Suhu tubuh biasanya naik sampai 38.blogspot.MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas.html) Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. ini merupakan gejala khas untuk parotitis. sakit kepala. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral.clitoris.com/modules. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam.com/2007/04/mumps-parotitisepidemika. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Dimulai dengan stadium prodromal. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti.

majalah hiburan. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. kaset. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini.blog.com/post/29007_20. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. dan film.depkes. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini.m3-access www. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas .go.pdf Masa Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas.id/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja.menarche. keadaan gizi. vidio. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan.tubuh wanita untuk kehamilannya.

Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur.yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. dll. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan. Luteinizing Hormone (LH). Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. Pada anak perempuan. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. Pada masa pubertas. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang pasti. Untuk dapat memhami remaja. meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pada anak lelaki. otot. remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra. dan 2). dan fisik lainnya yang . kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensidimensi tersebut. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif.

Curah jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru.duniaguru.berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. http://www. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat. Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. . b.com/index.php? option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 Fisiologi Curah Jantung a. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung.

Left Ventricular Stroke . bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2.5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi. Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain.2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia. Stroke Volume Index (SVI). Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit.

Behavioral/emotional anxiety Restlessness. Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acut Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Bagan 3 Patofisiologi Komplikasi AMI sebagai etiologi penurunan curah jantung .Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4.

kerusakan struktural. Diagnosa Keperawatan Terkait Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) adalah Resiko Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan: 1) Perubahan frekuensi. irama. mudah capai b) Klien mengatakan sesak nafas c) Klien mengatakan pusing (pening) d) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) 2) Data Obyektif a) Tekanan darah menunjukkan penurunan b) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah c) Distensi vena jugularis d) Capilary refil lambat lebih dari tiga detik e) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi f) Kulit teraba dingin. kreatinin. hematokrit). menunjukkan penurunan (kurang dari 0. halaman 327 Penatalaksanaan Keperawatan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) c. Pengkajian Keperawatan Terkait Dengan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) 1) Data Subyektif a) Klien mengatakan lemah. konduksi elektrikal 2) Penurunan preload/peningkatan tahanan vaskular sistemik (TVS) 3) Otot infark/diskinetik. 2002. contoh aneurisma ventrikular. LDH.5 cc/kgBB/jam) j) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia k) Tampak edema pada ekstremitas bawah.Dirangkum dari: http://health.com/health/heart-attack-info. tampak banyak keluar keringat dingin g) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat h) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada i) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam.allrefer. Guyton Athur. . CKMB.html. d. palpebra l) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi m) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru n) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum.

Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara.com/modules. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. www. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. . Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita.kerusakan septal. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil.clitoris. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. keadaan gizi. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi.

dimana diagnosis infark miokard ditegakkan dengan adanya dua dari tiga kriteria : gejala klinis & nyeri dada yang menjurus ke miokard infark.1. iskemia miokard akut ditentukan sebagai penderita infark miokard atau non infark miokard. dan film. yaitu adanya perubahan pada EKG. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. namun dari data statistik.Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. dan lebih penting dari sudut pandang klinik. merupakan piranti . pengamatan seksama pada gejala klinik merupakan hal yang sangat penting. Kriteria kedua.menarche. kaset. merupakan suatu ‘continuum’ (proses berkelanjutan) resiko bagi penderita dengan nyeri dada. Sindrom koroner akut merefleksikan proses fisiologis dari iskemia miokard akut. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www.blog. majalah hiburan. gejala tidak spesifik terdapat pada sepertiga penderita. vidio. terutama pada penderita diabetes dan usia lanjut. berdasarkan kriteria badan kesehatan dunia (WHO). Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. Selama tiga dasa warsa terakhir. dan parameter biokimiawi ( misalnya peningkatan CK-MB). LATAR BELAKANG PENELITIAN : Dewasa ini petanda biokimia untuk menilai kerusakan sel otot jantung pada penderita sindrom koroner akut semakin berkembang. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. yang umumnya menunjukan gejala iskemia ayng tiddak khas. Pada kriteria pertama. perubahan elektrokardiografi (EKG).m3-access 3.com/post/29007_20. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel.

Namun demikian. sehingga para klinisi juga akan meningkatkan kewaspadaan dalam manajemen pelayanan bagi penderita dengan lebih baik. Trombosis merupakan faktor utama terjadinya iskemi akut baik pada angina pektoris tak stabil maupun IMA. Oklusi tersebut biasanya disebabkan oleh adanya perubahan pada plak ateroma yang menyebabkan tertutupnya lumen arteri koronaria secara mendadak (70. Jelas bahwa diperlukan petanda biokimiawi sebagian piranti diagnosis dan menilai beratnya kerusakan sel otot jantung pada penderita dengan nyeri dada akut. Angka kematian dan komplikasi dari penderita ini mewakili > 20% kejadian malpraktek pada kedokteran gawat darurat.71). yang akhirnya dapat menurunkan mortalitas. Dilaporkan bahwa hampir 90% penderita IMA transmural . Keberhasilan terapi trombolitik sangat me ndukung anggapan tersebut. Patofisiologi iskemi dann infark miokard IMA adalah kematian otot jantung akibat suplai oksigen yang tidak mencukupi (tidak adekuat) dalam waktu yang cukup lama .9. troponin. IMA merupakan keadaan berat yang terjadi akibat oklusi mendadak pembuluh koroner atau pun cabangnya yang mengalami skerosis.2.5 juta penduduk Amerika mengalami serangan jantung setiap tahunnya dan kira-kira 34. 2. dan kira kira 25% sering meninggal selama 24 jam pertama dan sebagian dari kasus ini diagnosanya tidak terdeteksi (56). EKG mempunyai sensitifitas yang rendah. hanya sekitar 50%. yang pada masa lalu digunakan aktifitas enzim CK-MB sebagai ‘baku emas enzim’ tetapi karena keterbatasan spesifisitas. Pada umumnya terjadi oklusi trombosis pada arteri koroner mengalami plak ateromatoes. American Heart Association (AHA) memperkirakan 1. telah dicoba untuk memakai petanda biokimiawi yang lain seperti mioglobin.diagnosis infark miokard yang penting.000 dari kasus tersebut dikeluarkan dari rumah sakit karena tidak diketahui diagnosanya. walaupun dikatakan bahwa trombosit bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam terjadinya IMA ( 29). Kriteria ketiga adanya peningkatan pada parameter biokimia. disamping untuk menentukan terapi trombolitik.

atau adanya trombosis pada arteri koroner kecil yang telah mengalami aterosklerosis berat. INFARK MIOKARD AKUT 2.8.1. Morfologi aterosklerosis koroner .(510%) sulit dibuktikan adanya trombus sebagai penyebabnya dan pada keadaan ini spasme arteri koroner terlibat di dalamnya (71). Terjadinya oklusi koroner selama 20 menit akan diikuti dengan terjadinya nekrosis miokard ( Infark Miokard).2.2. Juga berbagai penelitian klinik telah memperlihatkan adanya hubungan antara lipoprotein dan trombosis. Demikian pula menurunnya sintesis faktor-faktor endoterial yang beraksi sebagai antikoagulan seperti tisue plasmibogen activator dan prostasiklin paa aterosklerosis. Adanya nekrosis miosit akan menyebabkan kehilangan intergitas membran sel dan makromolekul intraselluler akan berdifusi ke dalam jaringan interstitial miokard dan selanjutnya akan masuk ke dalam mikrovakskuler dan limfatik kardiak. Selain itu dapat pula diakibatkan adanya spasme koroner. 2.8. Patogenesis terjadinya trombosis melibatkan banyak faktor. Patofisiologi IMA nontransmural ( subendokardial) belum banyak diketahui. antara lain vasoplasme akibat hilangnya endothelium dependent dilator mechanism pada aterosklerosis. Perubahan morfologi akan terjadi dalam 12 jam pertama setelah infark miokard berupa inflamasi dan infiltrasi seluler. kemudian setelah 24 jam daerah infark akan nampak pucat atau kekuningan dengan batas yang jelas. yang pada pemeriksaan histologik ditemukan adanya infiltrasi lekosit . juga ikut berperan dalam terbentuknya trombosis.

Progresi aterosklerosis Lesi dini aterosklerosis lebih cepat mengalami progresi pada mereka dengan berbagai faktor resiko koroner. yang me rupakan tanda dini penumpukan lipid ( Stary I).2.2. Kerusakan vaskuler dimaksud di klarifikasikan atas 3 tipe.Aterosklerosis adalah suatu bentuk aterosklerosis yang terutama mengenai lapisan intima dan umumnya terjadi pada arteri muskuler ukuran besar dan sedang serta merupakan kelainan yang mendasari penyakit jantung iskemik.1. 2. oleh Stary lesi ini di klarifikasikan atas : Stary I bila ditemukan adanya makrofag ataus sel busa dalam intima. tipe 2 terjadi kerusakan endotel dan intima dengan lamina interna elastik yang masih utuh dan tipe 3 kerusakan endotel dengan intima & media (45).1. Pada penelitian otopsi dari artei koroner dan aorta pada orang-orang usia muda telah ditemukan adanya evolusi secara mikroskopis dari aterosklerosis. yaitu Tipe 1 bila terjadi gangguan fungsi sel endotel tetapi tanpa terjadi perubahan substansi morfologi. Stary III tampak adanya inti lipid ekstra seluler yang multipel sedangkan Stary IV bila adanya ateroma (50) 2. Hal ini akibat adanya kerusakan vaskuler tipe 1 berupa kerusakan sel endotel yang diakibatkan gangguan aliran darah atau faktor lainnya sehingga makrofag atau sel busa ditemukan dalam intima.1. khususnya lesi dini telah dilaporkan oleh Stary.adanya fisura minor yang terjadi pada lapisan lemak atau plak ateroma akan diikuti dengan pembentukan trombus da ©2003 Digitized by USU digital library 12 terjadinya fibrosis.2. Stary II bila ditemukan juga sel-sel otot polos yang mengandung lipid dan tersebarnya lipid ektraseluler.8.8. Pada beberapa plak dapat terjadi progresi secara lambat. Selanjutnya bila terjadi fisura plak yang dalam atau ulseri . Lesi dini Adanya perubahan ultrastruktur yang terjadi pada aterosklerosis spontan. Kerusakan vaskuler dan pembentukan trombus merupakan kunci dari proses dan progresifitas aterosklerosis serta patogenesis sindrom koroner akut. tetapi ada juga yang cepat.

Beberapa penelitian dengan jumlah sampel yang sedikit telah menunjukan bahwa penderita APTS dengan peningkatan kadar TnT mempunyai prognosis jangka pendek maupun jangka panjangyang buruk. Sementara penderita angina akut saat istirahat dengan kadar TnT yang tidak terukur hanya 4. Sebaliknya hanya 1 dari 51 penderita angina saat istirahat dengan troponin T negatif yang berkembang menjadi IMA.2. Penilaian resiko pada saat awal sangant diperlukan pada penderita dengan penyakit koroner tak stabil.5%) dan jika lebih dari 0. Dari 33 penderita yang troponin T meninggi. troponin T dapat terdeteksi rata-rata pada kadar 0.7. Bertil Lindahl dkk dalam kelompok studi FRISC meneliti 976 penderita APTS dan menemukan adannya peningkatan resiko serangan jantung jika terjadi peningkatan nilai troponin T pada 24 jam pertama.3%) . Nilai Prognostik Pemeriksaan Troponin T Pada APTS Peningkatan kadar TnT merupakan faktor prediksi yang kuat meningkatnya mortalitas (24). 30% mengalami infark miokard. Gokhan.maka dapat terjadi oklusi trombus dan timbul sindrom koroner akut 2.18 ng/ml mempunyai resiko tinggi untuk menadi IMA atau kematian penyakit jantung. 0. Jika kadar troponin T kurang dari 0. Sedangkan pada 50% penderita IMA tersebut meninggal dalam perawatan.1% yang berkembang menjadi IMA. Hanya 3 dari penderita tersebut mengalami peningkatan CK-MB.06 ng/ml mempunyai resiko rendah (4.18 ng/ml mempunyai resiko sedang (10. misalnya APTS. Hamm CW dkk (63) melaporkan penelitian terhadap 109 orang penderita angina pektoris yang stabil yang dilihat kadar CK. Penelitian ini menunjukan bahwa nilai troponin T .78 ng/ml pada 39% penderita angina akut saat istirahat.2.06-0. dan troponin T setiap 8 jam selama 2 hari setelah dirawat. CKMB. Gok dan Kaptanoglu (69) mendapatkan 34% penderita angina akut saat istirahat mengalamai kenaikan kadar TnT dan setengahnya berkembang menjadi IMA.

Selanjutnya dengan dasar informasi diatas . Sebanyak 34% penderita APTS tersebut mempunyai troponin T positif. EKG. Perubahan EKG merupakan pelengkap dari riwayat penyakit dan gejala klinis dan masih menjadi suatu proses stratifikasi penting dari sindroma koroner akut . Gambaran EKG yang normal yang normal pada saat episode nyeri dada merupakan dasar kuat untuk menyatakan gejala yang tidak spesifik oleh sebab kardiak.5. Konsentrasi serum troponin T dan I merupakan indikator peningkatan resiko baik secara independen maupun merupakan pendukung dari perubahan EKG. sememtara perubahan dinamis dari segmen ST dan gelombang T yang inversi sangat mendukung diagnosa angina tak stabil atau non Q wave infark miokard. Tanpa memperdulikan perubahan EKG penderita dengan perubahan serum troponin mempunyai resiko lebih tinggi dibanding dengan yang normal. dan secara bermakna kematian jantung dan IMA berbeda dari yang troponin T nya negatif. Disadari bahwa terdapat perbedaan waktu selama 2 -4 jam setelah muncul gejala baru dapat dideteksi perubahan serum troponin dan mencapai puncaknya pada 12-14 jam kemudian. Gelombang T yang inversi dan isolated relatif ringan dan prognosenya baik dibanding dengan perubahan segmen ST. Bila memungkinkan perekaman EKG dilakukan saat nyeri dada timbul. Stubbs dkk juga mendapatkan hasil yang sama. 2. riwayat penyakit. kadar troponin serta faktor resiko terjadinya arterosklerosis. saat ini dapat dinyatakan bahwa EKG inisial tidak hanya memprediksikan perjalanan jangka pendek tetapi depresi segmen ST juga menunjukan menandai kelompok resiko tinggi pada waktu yang lama (55). 183 penderita terbukti APTS. STRATIFIKASI RESIKO Penentuan penyakit jantung koroner ditentukan dari gambaran klinis.maksimal pada 24 jam pertama dapat disajikan sebagai petunjuk prognostik bebas dan penting. Peningkatan troponin ini merupakan indikator untuk komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. dari 460 penderita nyeri dada dan diikuti selama rata-rata 3 tahun.2.

dimana faktor jaringan ini mengaktifkan faktor IX dab X bersama membentuk trombin. penyakit terdahulu dan gambaran EKG. 1.penetapan diagnosis angina yang stabil dapat dilakukan stratifikasi penderita dalam tiga kelompok yaitu kelompok resiko rendah. Didalam komponen plak. Stratifikasi resiko ini merupakan proses yang berkesimbungan selama perawatan penderita pada fase akut termasuk evaluasi riwayat penyakit sekarang. membentuk gumpalan dini yang disebut white clot yang secara langsung berusaha menutupi semua permukaan yang robek tadi. Substrat trombogenik yang memang selalu berada di tempat tersebut. Sejak itu berbagai studi telah menunjukan bahwa peningkatan kaar troponin T dan I berhubungan dengan dampak buruk dari penderita sindroma koroner akut .mula terjadi akumulasi trombosit ditempat koyakan. .2. hal ini disebabkan oleh karena pengaruh adanya faktor jaringan. Pemeriksaan serum kardiak secara diagnostik sangat diperlukan dans sesuai dengan guidelines 1994 merekomendasikan bahwa baik kadar CK dan CK-MB diperiksa paa waktu dan setiap 6 sampai 8 jam dan seterusnya paa 24 jam. Bila plak yang tidak stabil mendapat pencetus. guidelines 1994 belum merekomendasikan pemeriksaan troponin secara rutin untuk deteksi kerusakan miokard. makka kap yang tipis tersebut akan koyak dan kemudian berlangsunglah proses selanjutnya berupa pembentukan trombus yang dimulai dari fisura atau robekan kap tadi. gumpalan lipid memiliki efek trombogenisitas yang paling kuat. sedang dan tinggi ( tabel 4). Kemudian datanglah eritrosit untuk menutupi seluruh white clot.4. terletak ditempat dimana plak menglamai ruptur. kemudian ditambah dengan adanya fibrin. Mula. Sedangkan faktor yang mempengaruhi respons trombogenesis ditempat kap yang terkoyak tadi adalah : 1. TROMBOSIS PLAK Lebih dari 75% trombus yang ditemukan di sindroma koroner akut.

Keseimbangan trombotik-trombotik faktor trombogenik misalnya hiperagregabilitas.3. dan hal ini sangat berhubungan dengan tampilan klinis. sel busa. 3. terjadi ruptur plak tipe 4 dan 5 dengan hemorhagi intra mural dan mulainya proses trombogenesis insitu. tampilan klinis masih seperti tipe 4. isolated foam cell.2. Ruptur Plak Ruptur plak ditemukan pada 56 %-95% sindroma koroner akut. Tid ak semua plak yang terjadi pada proses aterogenesis menjadi plak yang tidak stabil. terdapat akumulasi lipid intra sel dan infiltrasi makrofag serta otot polos. Tipe 5c :Fibrous-ateroma dengan trombus mural dengan komponen lipid yang minimal. Tipe 3 : masih seperti diatas tetapi disertai pula dengan lipid ekstra sel dan deposisi jaringan ikat. hiperkoagulabilitas dan menurunnya fibrinolisis meningkatkan resiko terjadinya trombus pada sindroma koroner akut 1. Tipe 2 : Fatty streak. Forrester yang memeriksa dengan angioskopis intraoperatif mendapatkan 95% sindroma koroner akut ditemukan adanya ruptur plak (49). 2. . Iregularitas permukaan plak dan sempitnya stenosis . Tipe 5b : Ateroma dengan klasifikasi berat di dalam core atau lesinya. tipe plak dihubungkan dengan tampilan klinis dapat dibagi menjadi 5 tipe yaitu (50) : 1. makrofag. biasanya tampilan klinis pada fase ini asimptomatik. sel inflamasi mulai infiltrasi diikuti dengan makrofag. dan proses yang mendasarinya. maka semakin mudah terjadi proses trombogenesis tersebut. Tipe 5a : Seperti tipe 4 disertai denganlapisan jaringan fibrous. 6. fase ini juga masih asimptomatik. Menurut American Heart Association. Tipe 1 : Penebalan tunika intima. 4. Tipe 6 : Complicated lesion . hal tersebut tergantung dari bentuknya kap dan gumpalan lipid yang ada. pada fase ini tampilan klinisnya asimptomatik. tampilan klinis apa fase ini adalah anginastabil. tampilan klinisnya masih seperti 5 b. 3. Tipe 4 : Ateroma terdapat gumpalan lipid pada tunika intima. juga masih asimptomatik.2. da sel T. semakin tajam lengkungan kap stenosis dan semakin iregular. Tampilan klinis dari fase adalah suatu keadaan yang disebut sindroma koroner akut. 5. namun bisa juga angina stabil.

Disfungsi endotel 4. latihan fisik berat. kemudian memacu produksi sitokin da n protease ( MMP expression).2. Infeksi 3. gumpalan lipid ini terdiri dari sel-sel makrofag . Faktor intrinsik dari plak : besarnya plak.Faktor-faktor yang mempengaruhi instabilitas dan ruptur plak (45) : Faktor Eksternal : 1. Aktifitas sel inflmasi 2. 1. Sistemik : Lingkungan internal/faktor farmakologik. stress emosional dan lain sebagainya. peningkatan kontraktilitas otot jantung. 2. kepadatan lipid dan ketebalan kap yang menyelimuti plak. Lima puluh persen dari timbulnya sindroma koroner akut. biasanya didahului oleh faktor pencetus seperti : yang berhubungan dengan aktifitas saraf simpatis sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba. lokasi plak.2. Faktor Internal : 1. Pada saat itu diperkirakan semakin besar ateroma yang ada di pembuluh darah semakin mudah menyebabkan sindroma koroner akut.macam yaitu : lipid core atau gumpalan lipid. Proliferasi sel otot polos Evaluasi dari plak yang stabil menjadi tidak stabil melalui 5 tahap yaitu : aktifasi endotel. sehingga menyebabkan rupturnya plak. Luas tidaknya jaringan nekrosis yang terjadi mempengaruhi harapan hidup penderita sindroma koroner akut. Struktur Plak Pada mulanya telah disepakati bahwa terjadinya sindroma koroner akut oleh karena adanya penutupan yang tiba-tiba dari aliran darah koroner yang aterosklerotik yang kemudian mengakibatkan kekurangan oksigen di otot jantung dan akibatnya terjadi jaringan iskemi sampai jaringan nekrosis. akan tetapi ternyata pada penelitian dibuktikan bahwa justru pada stenosis yang ringan dan sedang lebih banyak terjadi sindroma koroner akut dan hal ini diduga oleh karena pecahnya ateroma tersebut ( ruptur plak) Plak aterosklerosis yang sudah matang terdiri dari bermacam. kemudian LDL masuk ke dalam sel dan teroksidasi. peningkatan aliran darah koroner.

maka ateroma tersebut disebut sebagai plak yang stabil.43).yang mengandung lipid di dalamnya. dan lipoprotein yang terjebak di dalam subendotelial maupun ruang ekstra sel. Kemudian gumpalan lipid ini diselimuti oleh suatu kap yang terdiri dari matriks jaringan ikat.1.1. SINDROMA KORONER AKUT.2.2. angina stabil maupun sindroma koroner akut. Sebaliknya bila gumpalan lipid leih padat dengan kap yang kuat dan tebal disebut sebagai plak stabil. sampai kematian jantung mendadak (13). disebabkan mekanisme patifisiologi yang mendasarinya yakni ruptur aterosklerosis. Continuum dari sindroma koroner akut The Continuum of Acute Coronary Syndromes . Maka bila dicermati. angiokopis dan biologis menunjukan adanya perbedaan gejala klinik antara angina tak stabil dan infard miokard. dengan derajat trombosis yang berbedabeda dan ada tidaknya embolisasi distal (7. terdapat dua macam plak yaitu yang stabil dan plak yang tidak stabil. Patofisiologi sindroma koroner akut Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang progresif dengan bermacam tampilan klinis. 1. 1. Pada definisi yang diperluas. Di dalam bungkah lipid tersebut konsistensinya lunak. dari yang asimtomatis. Bila gumpalan lipid tersebut dominan dengan kap tipis. selselnya jarang ( hiposeluler) dan juga terdapat gumpalan kolesterol ester ( yang berkonsistensi lunak) dan kristal kolesterol yang berkonsistensi agak keras.1. Hasil pengamatan patologis. 1. Defnisi Sindroma koroner akut adalah suatu peralihan (spektrum) manifestasi dari penyakit jantung iskemik meliputi angina tak stabil hingga infark miokard akut (IMA) dengan gelombang Q atau pun tanda gelombang Q (Gambar 2).2. sindroma koroner akut meliputi Gambar 2.

Kejadian trombosis pada penyakit jantung ateroskleros is dipengaruhi dan distimulasi oleh beberapa faktor seperti : 1). Disfungsi endotel. dan perkembangan terjadinya trombus yang oklusif. HUBUNGAN KADAR TROPONIN-T DENGAN GAMBARAN KLINIS PENDERITA . Hiperaktifitas trombosit. sistem koagulasi dan sistem fibrinolisis. begitu juga dengan faktor-faktor regulasi pada trombosit. dan hanya jumlah kecil yang memerlukan perhatian maupun perawatan di rumah sakit. Keseimbangan hemostatis ini merupakan suatu interaksi yang kompleks antara dinamika aliran darah. 3). 2). seperti kolagen dan tromboplastin jaringan yang menstimulasi agregasi trombosit. Hasil akhir dari robeknya plak tergantung pada keseimbangan hemostatis . tetapi umumnya penderita mengalami suatu siklus atau perubahan pola nyeri dada. dan progresi lebih lanjut tergantung pada faktor resiko. biarpun adanya perubahan ini akan meningkatkan spesifisitas diagnosis dan menunjukan prognosis yang jelek ( klasifikasi Braunwald). Walaupun studi Framingham menunjukan bahwa angina tak stabil hanya terdapat pada 10% kasus yang merupakan manifestasi awal dari penyakit arteri koroner diluar miokard infark. dimana terbentuk plak aterosklerotik non obstruktif. dan 4).Mycardial Ischemia Stable angina Unsable angina Non Q-Wave Ml Q-Wave Ml Currently undetected Non Q -Wave Ml Ischemic Cell Injury Reversible Small Area Ireversible Large Area Juga semua penderita dengan kejadian awal yang menuju keparahan angina. Diagosis angina tak stabil tidak memerlukan perubahan EKG. pembentukan fibrin. komponen dinding pembuluh darah. Gabungan kapasitas fibrinolisis. Tahaop kedua terjadi trombogenesis dengan cepat dikarenakan koyaknya plak yang mengeluarkan kontituennya yang bersifat trombogenik. Peningkatan aktifitas prokoagulan. Kejadian penyakit jantung koroner meliputi dua tahap yang berbeda. Tahap pertama terdiri dari suatu periode awal asimtomatik. trombosit dan protein plasma.

hal ini tidak ditemukan . Bahkan disebutkan penanda ini dapat mendeteksi kerusakan sel miosit jantung yang sangan minimal (mikro infark). Masalahnya adalah belum sempurnanya petanda yang dapat dipakai dengan mudah namun dapat sepenuhnya dipercaya untuk deteksi dini terjadinya perburukan kejadian koroner pada sindroma koroner akut . Kerusakan sel tersebut tidak dapat terlihat sebagai perubahan elektrokardiogram (EKG) ataupun dalam pemeriksaan laboratorium enzim-enzim jantung yang selama ini rutin dikerjakan untuk diagnostik kerusakan miokard suatu sindroma iskemik akut .SINDROMA KORONER AKUT ELIAS TARIGAN Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara BAB-I PENDAHULUAN Pertanda biokimia dewasa ini dan di masa yang akan datang aka terus mempunyai peran penting pada diagnostik. stratifikasi maupun pengobatan penderita dengan sindroma koroner akut. Penelitian diluar negri menunjukan bahwa troponin T ini mempunyai sensitifitas 97% dan spesifitas 99% dalam deteksi kerusakan sel miokard. yang mana oleh penanda jantung yang lain. Penatalaksanaan dengan metode intervensi yang agresif namun rasional diperlukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada sindroma koroner akut. Sehingga pada keadaan ini dikatakan sensitifitas dan spesitifitas troponin T lebih superior dibandingkan pemeriksaan enzim-enzim jantung lainnya. Pemeriksaan histopatologis ternyata membuktikan adanya kerusakan minimal pada sel miokard atau mikro infark pada seluruh permukaan miokardium penderita sindroma koroner akut yang mengalami perburukan serangan koroner atau kematian. Akhir-akhir ini telah dikembangkan suatu pertanda biokimiawi yang baru dalam pemeriksaan kerusakan sel miosit otot jantung dengan memantau penglepasan suatu protein kontraktil sel miokard yaitu troponin T akibat disintegrasi sel pada iskemi berat. .

tidak hilang waktu . karena jika ditemukan dalam plasma. Dari laporan pertama Hamm dkk (1992) tentang penelitian troponin T yang meninggi pada populasi kecil dengan pasien angina pektoris tak stabil. dan nyeri tersebut tidak hilang dengan istirahat. Keluhan penyerta lainnya dapat berupa lemas. menjalar. Hal yang sama pada studi FRISC. lebih dari 30 menit. dan spasme yang lama dari pembuluh darah koroner. merupaka indikator terbaik yang dapat digunakan untuk menilai penderita yang mempunyai resiko kematian dari serangan jantung (7-11). Berasal dari penyempitan. dan sel-selnya menjadi mati (nekrosis).Penelitian petanda biokimia ini banyak yang berfokus padda diagnosa dini dan juga untuk menilai prognostik. terutama jika dipakai pada penderita yang dengan pemeriksaan CK-MB dan EKG tidak menunjukan suatu kerusakan otot jantung yang nyata. Penyakit ini umumnya menyerang orang berumur 40 tahun ke atas. Beberapa penelitian melaporkan dengan pengukuran troponin T. dan kehilangan kesadaran. lebih dari 30 menit. Menurut kriteria WHO (1983). mual. Nyeri tersebut sering dikira sakit maag oleh banyak penderita. suatu protein yang dilepas dari kerusakan otot jantung. muntah. meskipun diberikan pengobatan yang adekuat . terjadi pada waktu istirahat/melakukan kegiatan. sehingga dinding jantung (myocardium) jantung menjadi kekurangan oksigen. Penelitian pada pusat kedokteran universitas Duke di Amerika Serikat menyimpulkan pemeriksaan troponin T adalah indikator yang baik dari kerusakan otot jantung. menjalar. pembuntuan. bila minimal dua dari kriteria berikut positif. menyatakan nilai prognostik penderita sindroma koroner akut berhubungan erat dengan kadar absolut troponin T saat INFARCT MYOCARD ACUTE Merupakan salah satu kegawatan dalam bidang jantung. disebutkan bahwa resiko kematian dan infark miokard selama dirawat di rumah sakit sangat meningkat. Gejala yang khas pada penyakit ini berupa nyeri dada substernal (kira-kira sekitar uluhati/diatasnya). penanda ini dapat mengenali kelompok pasien yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya serangan jantung baik saat dirawat di rumah sakit (fase akut) maupun sesudah keluar dari rumah sakit . maka penderita dikatakan menderita Infarct Myocard Acute : Nyeri dada tipikal (substernal. keringat dingin.

Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. antara lain : Penyebabnya : hipertensi primer (tidak diketahui sebabnya). dan peningkatan troponin T. obat-obatan. dan hipertensi sekunder (akibat penyakit. kecuali bila tekanan darahnya sangat tinggi dapat ditetapkan dengan satu kali pemeriksaan. maupun kehamilan). penglihatan kabur. dan inversi gelombang T. yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. khususnya yang ada fasilitas ruang intensifnya. Terdapat beberapa klasifikasi dari hipertensi. Diagnosis hipertensi dibuat atas dasar hasil beberapa kali pemeriksaan. yaitu : derajat I (95-109 mmHg). dan sebagainya. Merupakan peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri. kelemahan otot-otot. bila Anda menemui penderita dengan keluhan di atas. SGPT. Penatalaksanaan penderita tersebut harus di ruang intensif (ICCU). derajat III (> 120 mmHg). Pemeriksaan enzym : peningkatan kadar LDH. SGOT. derajat II (110-119 mmHg). ST elevasi. HIPERTENSI Hipertensi/tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umum timbul di dalam masyarakat. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya. mual. Adapun tujuan utama perawatannya adalah : Menghilangkan rasa nyeri Mencegah perluasan infark Menangani komplikasi yang terjadi Program rehabilitasi medis. Keluhan yang mungkin timbul antara lain nyeri pada daerah kepala bagian belakang. Pengelolaan terhadap penderita hipertensi adalah : Pengobatan tanpa obat. CKMB. . Klasifikasi menurut WHO 1999. CPK. antara lain : diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh. mimisan. Nah. segeralah mendatangi rumah sakit terdekat.istirahat) EKG (rekaman gelombang listrik jantung) : Q patologis. berdasarkan dari tekanan diastolik. muntah.

baik penggunaan ataupun sekresinya]. timbul akibat gangguan produksi atau gangguan dari penggunaan insulin. Insulin merupakan hormon yang diperlukan untuk mengubah gula. Obat-obatan antihipertensi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. mudah lelah. emosional. Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur. keracunan. ditambah : sering terjadi infeksi. mulut. Gejala yang timbul antara lain : sering kencing. maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan. terdapat istilah pre-diabetes. berhenti merokok/alkohol. timbul dari resistensi insulin [tubuh gagal untuk menggunakan insulin secara baik. merupakan suatu jenis penyakit hormonal. dan zat lain menjadi energi untuk kehidupan. Pre-diabetes timbul bila kadar gula darah lebih tinggi dari normal. yaitu diabetes yang timbul pada wanita hamil. Penyebab pasti penyakit ini masih misteri. konsumsi nitrosamin dalam jumlah besar]. sehingga timbul peningkatan kadar gula. dsb. rasa haus/lapar yang berlebihan. DIABETES MELLITUS Diabetes Mellitus [kencing manis]. tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe II. dan wanita lebih awal 1. Umumnya timbul pada usia 812 tahun. penglihatan kabur.peredaan stress emosional. diet [tidak minum ASI. hepatitis]. Selain diabetes tipe II. Terjadi pada sekitar 4% wanita hamil. infeksi berulang pada kulit. Faktor penyebab terpenting adalah genetik dan kegemukan. karbohidrat. dan sebagainya. yaitu : Diabetes tipe I. dan terjadi defisiensi relatif dari insulin. coxsackie. meskipun faktor genetik dan lingkungan [seperti kegemukan dan kurang olahraga] memegang peranan penting.5 tahun. luka sukar/lama sembuh. wanita lebih banyak daripada pria. Gestasional diabetes. ataupun saluran kemih. penurunan berat badan [1030%]. serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi. rasa tebal pada tangan dan kaki. stess. Faktor penyebabnya antara lain : proses autoimmun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. timbul karena pankreas gagal/hanya sedikit dalam memproduksi insulin. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter. . dan latihan fisik ringan dan teratur. Saat ini ada tiga tipe utama diabetes. Umumnya timbul pada usia 40 tahun keatas. Gejala yang timbul mencakup gejala pada diabetes tipe I. Diabetes tipe II. virus [mumps.

dan sebagainya. dsb. Prognosis : Dengan pengaturan diet. Selama terapi. Gangguan jantung. Insulin diberikan pada diabetes tipe I. baik short acting. . Hindari pula konsumsi makanan yang mengandung gula murni. neuropathy dan kerusakan saraf. Olahraga. diabetic foot. luka yang sukar sembuh. Glipizide. khususnya pada diabetes tipe II. diabetic retinopathy. Pemeriksaan fisik. dari keluhan sering kencing. sulfonilurea [Glimepiride. Miglitol]. gangguan kulit. Thiazolidinediones [Pioglitazone. penurunan berat badan [10-30%]. < 10% kalori dari lemak saturated dan polyunsaturated. Glyburide]. Misalnya golongan biguanide [metformin].3 mmol/L). rasa lapar/haus berlebihan. problem psikologi akibat kronisnya penyakit. ataupun long acting insulin. riwayat keluarga dengan diabetes. yaitu kadar gula darah puasa ³ 126 mg/dL (7. gangguan ginjal [nephropathy]. mudah lelah. koma hyperosmolar non ketotik]. Komplikasi yang mungkin timbul : Koma hypoglikemia ataupun koma hyperglikemia [ketoasidosis diabetes. sisanya diperoleh dari lemak monounsaturated dan karbohidrat. yang dianjurkan adalah 10-20% kalori dari protein. Pemeriksaan laboratorium. intermediate.Diagnosis ditegakkan dengan : Anamnesis. gula darah dipertahankan pada level 80-150 mg/dL (4. Insulin.1 mmol/L). serta pengobatan yang baik. kadar gula darah 2 jam setelah makan atau gula darah random ³ 200 mg/dL (11. baik dengan obat oral ataupun insulin. gangguan kesehatan mulut.4-8. a-Glucosidase inhibitors [Acarbose. Obat-obatan oral. akan memperkecil timbulnya komplikasi. terbukti dapat memperbaiki toleransi glukosa dan menurunkan pengobatan. Rosiglitazone]. olahraga. Timbul akibat kurang pengontrolan kadar gula. misalnya adanya kelainan pada retina mata.0 mmol/L). Penatalaksanaan yang perlu dilakukan : Diet.

dapat berakibat fatal. Hebatnya lagi.Waspadai Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit Date: Wednesday. Di samping itu. Endapan kolesterol ini. sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung. terutama pada daerah jantung. Bahayanya lagi. menimbulkan penyempitan pembuluh darah. menurut Syaifullah.” ujar Dr Syaifullah Napu. Dijelaskan. semacam kombinasi lemak dan protein yang merupakan bahan penting bagi bermacam-macam hormon. lanjut dia. punggung atas sampai dirahang. “Angka kematian tertinggi penderita jantung koroner justru terdapat pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. kaku. “Bagi penderita jantung koroner yang keadaannya telah . penyakit ini harus diwaspadai. penyakit jantung koroner atau Atherosklerosis adalah proses yang menyebabkan dinding pembuluh nadi menjadi tebal.” paparnya. sehingga rongga pembuluh menjadi sempit. Makanya. penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa mengenal waktu. “Otot jantung yang kekurangan darah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. dokter spesialis jantung Rumah sakit Asia Medika Jambi. perasaan sakit ini ada kemungkinan menjalar ke lengan kiri sampai di ujung kelingking. dada merasa seperti tertekan oleh benda berat. jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera. Yang dimaksud kolesterol. karena penderita bisa meninggal dunia pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. Menurut Syaifullah. Perasaan ini timbul jika kegiatan fisik meningkat atau dalam keadaan tekanan emosional. dan keras. Kolesterol terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari hewan dan mengendap pada dinding pembuluh darah. Penyempitan ini antara lain disebabkan karena meningkatnya kadar kolesterol dan lemak dalam darah. Hal ini menimbulkan rasa nyeri di dada yang dikenal sebagai Angina Pektoris (AP). July 12 @ 00:09:34 WIT Topic: Berita | 12-07-2006 | Jantung Koroner Picu Kematian pada Jam-jam Pertama Penyakit jantung masih menjadi salah satu pembunuh terbesar di dunia. ulu hati dan lengan kanan.

Kelainan pembuluh koroner ini berupa penyempitan pembuluh darah koroner sebagai akibat dari proses atherosklerose. Akibatnya sebagian jantung tidak bekerja. Sedangkan tanda-tanda serangan jantung itu. berat badan berlebih. atau diabetes melitus. kurang bergerak. Syaifullah juga menambahkan. tekanan darah tinggi. Akibatnya jantung tidak dapat lagi memompa darah. banyak merokok. Jika pembuluh darah koroner menjadi tertutup sama sekali. lanjut dia. Penyempitan pembuluh darah. Pembulu koroner adalah sepasang pembuluh nadi cabang pertama dari Aorta yang mengantarkan zat-zat makanan yang dibutuhkan bagi jaringan dinding jantung. Kemungkinan besar Anda mengalami serangan jantung. napas susah. Dikatakan. Kejadian ini disebut infarct. tekanan jiwa. Ia juga mengatakan.” terangnya. dipercepat oleh kolesterol atau kadar lemak dalam darah tinggi. Bila pembuluh koroner besar tersumbat infarct menjadi lebih besar. rasa sakit itu juga sudah terasa waktu istirahat atau waktu tidur. Pada serangan jantung mendadak penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. maka penderita dapat meninggal dunia. Semua ini adalah faktor risiko penyakit jantung koroner.serangan jantung (acute myocard infarct) umumnya terjadi karena pembuluh darah koroner yang menyempit atau mendadak tertutup sama sekali oleh bekuan darah yang mengalir di dalamnya. jika penyempitan pembuluh darah atau angina pectoris biasanya hilang setelah istirahat. penyakit gula. Dengan perawatan yang segera dan intensif dibagian penyakit jantung gawat ada kemungkinan jiwa penderita masih bisa tertolong. jika penyakit jantung koroner terjadi karena adanya kelainan pada pembulu koroner. biasanya dada nyeri lebih dari 15 menit. wajah pucat dan rasa nyeri tidak hilang setelah istirahat. “Bila Anda merasa tanda-tanda angina pectoris saya menyarankan untuk segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. keluar keringat dingin.(*) . lanjut dia.lanjut. Proses atherosklerose adalah pengerasan dinding pembuluh darah karena penimbunan lemak yang berlebuh.” ungkapnya.

Seberapa besar peran jantung dalam ‘hidupnya’ seorang manusia? Jantung adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai “pemompa darah’’ yang sejak bayi dalam kandungan ibunya telah mulai bekerja dan tidak akan berhenti selama hidup kita. Jantung terbentuk dari serabut-serabut otot khusus dan dilengkapi dengan jaringan syaraf yang secara teratur dan otomatis memberikan rangsangan berdenyut bagi otot jantung. Jika alat ini berhenti bekerja dalam beberapa waktu saja. merokok. Dengan semakin tua dan memburuknya kondisi alat-alat tubuh oleh bermacammacam ‘faktor risiko’ seperti tekanan darah tinggi. pembuluh darah akan menyempit dan tersumbat seperti sumbatan karat pada sebuah pipa. Dengan denyutan ini jantung memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh termasuk arteri koroner (arteri yang memasok/mensuplai darah ke otot-otot jantung).Mengenal lebih dekat penyakit jantung koroner dan faktor-faktor risikonya Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko timbulnya penyakit jantung akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. kolesterol yang meningkat dalam darah dan lain-lain. maka akan berakhirlah suatu kehidupan. Dinding arteri koroner yang mengandung serabut- . Apa yang terjadi jika yang tersumbat adalah arteri koroner? Aliran darah tidak akan sampai ke otot-otot jantung yang artinya otot-otot jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen sehingga timbulah suatu keadaan yang dikenal sebagai iskemik (ischaemia). Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan.

Faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dibagi dalam 2 golongan besar. yaitu: a. Kondisi lainnya dikenal dengan acute myocard infarct (AMI) yaitu rusaknya otot jantung akibat penyumbatan arteri secara total yang disebabkan pecahnya plak lemak atherosclerosis pada arteri koroner secara tiba-tiba. Peranan rokok terhadap Penyakit jantung koroner dapat timbul dalam . bahkan sampai terjadi serangan jantung mendadak. Namun seringkali karena kolesterol mempunyai kadar yang tinggi dalam masakan berlemak (dan biasanya enak) maka kadar kolesterol akan meningkat sampai di atas nilai normal tolerir tubuh kita. b. Manifestasi gejala yang timbul dapat berupa angina pectoris (biasanya timbul karena adanya kekurangan suplai oksigen ke otot jantung pada saat aktivitas ataupun dalam keadan istirahat) dengan sakit yang khas yaitu sesak nafas di tengah dada yang dapat menyebar sampai leher dan rahang. sehingga penderita merasakan nyeri dada. apabila kerusakan dinding ini diperberat dengan endapan lemak/kolesterol akan menimbulkan penyempitan rongga pembuluh darah. oleh suatu sebab dapat berkerut (spasme) dengan akibat menyempitnya saluran pembuluh secara tiba-tiba. kadang-kadang juga dirasakan seperti ‘sulit bernafas’. pundak kiri atau kanan dan lengan bahkan sampai terasa tembus ke punggung. Kelebihan itu akan mengendap dalam pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyempitkan dan pengerasan yaitu atherosclerosis. Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh dan dapat juga berasal dari makanan yang kita makan. Kerusakan otot jantung yang terjadi cukup lama dan tidak segera dibuka sumbatannya akan menyebabkan kematian otot jantung dan tidak akan pulih lagi. jenis kelamin (perempuan pre menopause mempunyai risiko lebih rendah terhadap penyakit ini dibandingkan laki-laki atau perempuan post menopause ). Faktor risiko alami (atau yang tidak dapat dicegah) seperti keturunan/genetik. dan akan menimbulkan gejala sakit dada yang hebat. Faktor risiko yang dapat diperbaiki. nafas pendek dan seringkali penderita akan kehilangan kesadaran sesaat. dan hal ini juga dapat terjadi pada arteri koroner.Tekanan Darah Tinggi (hypertensi). maka kita akan tetap sehat. Tekanan darah tinggi secara terus menerus akan menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah arteri secara perlahan-lahan. . .serabut otot polos. usia. Kontrol yang baik pada pasien hypertensi dapat diupayakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pembuluh darah dan meminimalkan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner. Sejauh masukan seimbang dengan kebutuhan.Kolesterol. dikurangi atau dimodifikasi : .Rokok.

jauh akan lebih baik untuk dapat menikmati hidup sehat sampai akhir hayat.Faktor risiko lainnya seperti Obesitas (kegemukan). obat-obatan) serta rehabilitasi yang harus dilakukan apabila ‘Si PJK’ sudah menyerang. Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan (operasi ‘by pass’. .beberapa cara. Kurangnya aktivitas fisik. berarti pelindung terhadap penyakit jantung koroner menurun. diantaranya: · Karbon monoksida (CO) yang terkandung di dalam asap rokok lebih kuat menarik atau menyerap oksigen dibandingkan sel darah merah dengan haemoglobinnya sehingga menurunkan kapasitas darah merah tersebut untuk membawa oksigen ke jaringan termasuk jantung.topik pembahasan berikutnya. Sebanyak-banyaknya kenikmatan yang didapat dari makanan ‘berlemak’. Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko di atas akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. akan dibahas lebih mendalam dalam topik. yaitu sakit dada yang merupakan tanda terhadap adanya sakit jantung. Tanpa adanya gejala tersebut. penderita tidak sadar akan penyakit berbahaya yang sedang menyerangnya. Diabetes Mellitus. marilah kita mulai kebiasaan hidup sehat sejak dini (Vyta) USIA PADA MENARCHE DI INDONESIA LD Hendrawati dan Josef Glinka SVD ABSTRAK?RINGKASAN . Untuk itu. · Perokok memiliki kadar koleseterol HDL (‘kolesterol baik’) yang lebih rendah. rokok dan lain-lain pada saat ini. · Merokok dapat menyembunyikan angina.

dari Flores. 13 kali (1164) dan [mereka/yang] yang makan hanya 1-4 kali satu minggu (1346). Brasel 1978]. Satu ikhtisar dari keseluruhan literatur dan disertasi yang tak diterbitkan sampai 1996 akan ditulis di dalam kertas ini. [desa/kampung] petani (1319). Data ini mengkonfirmasikan pernyataan bahwa usia pada menarche melembagakan suatu indikator yang sensitip dari kekayaan dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982. 1288 dengan sekolah menengah dan 1293 dengan yang rendah pendidikan. seperti pedagang-pedagang (1413). baru-baru ini. pendidikan ibu melembagakan satu faktor pengaruh tak langsung karena para ibu lebih baik dididik sudah pengetahuan yang diperlukan untuk memberi mereka makanan anak-anak lebih pantas. Pertumbuhan dan usia pada menarche diperlakukan sebagai indikator kaya dan kesehatan baik suatu populasi [ Bielicki & Welon 1982. Sebagai suatu usia proses fisiologis pada menarche bahkan lebih sensitip di yang lingkungan kubah dibanding pertumbuhan meskipun ketinggian nya ( HR =089) genetical penentuan [ Bergman &Orczykowska-Swiatkowska 1988] MATERIAL . Ini berarti bahwa di dalam umum kondisi-kondisi kekayaan dan kesehatan di Indonesia memperbaiki di dalam enam dekade yang terakhir. Peran dari masukan protein binatang seperti(ketika faktor paling yang berpengaruh di mana perbedaan-perbedaan di usia menarcheal antara anak-anak perempuan yang makan daging eg. Yang umum harga rata-rata di suatu urutan yang diachronic menunjukkan suatu kecenderungan dari penurunan usia menarcheal dari 0145 tahun per dekade. Perbedaan-perbedaan penting secara statistik di menarcheal usia antara anak-anak perempuan dari kelas sosio-ekonomi yang berbeda's dan posisi ayah itu. kaya (1390).Sejak 1937 data menarche dikumpulkan di Indonesia. Sumatra dan. beberapa yang lain juga dari Sulawesi. medium meletakkan (1460) dan lemah(miskin (1488). guru (1448) dan petani (-1463). Data mulai dari Jawa. Brasel 1978). [desa/kampung] nelayan (1285). antara anak-anak perempuan dari kondisi-kondisi lingkungan yang berbeda seperti berkenaan dengan kota (-1227). Usia menarcheal adalah: 1219 dari ibu dengan universitas.

Kebanyakan tanggal/date datang dari Jawa (Semarang. yang disebabkan oleh bersifat jabatan dan ekonomi lokal situasi orang-orang. Kondisi-kondisi lingkungan menyerah Table 3 mencerminkan di dalam perbedaan-perbedaan unsur pokok ekonomi-sosial juga. Sulawesi (Ujung Pandang) dan West-Flores (Rekening. Malang. Menurut yang lain penerbitan-penerbitan bisa jadi berkata itu secara umum kesehatan dan perbaikan kondisi-kondisi perihal gizi di Indonesia disebabkan oleh kesehatan yang lebih baik melayani di dalam daerah pedesaan dan oleh yang dilanjutkan tindakan-tindakan yang informatif di makanan yang sehat antar para ibu. Riset yang pertama dikenal telah dilaksanakan dalam 1937 oleh suatu sarjana Belanda dan adalah dilanjutkan hingga yang saat ini oleh Indonesians. Surabaya. seseorang dapat amati suatu garis zigzaggy yang pelan-pelan mengurangi. disampaikan dalam Table 4. Klaten. Jakarta. Jika kita [menggambar/menarik] suatu lini regresi untuk mendapat kecenderungan yang umum lalu bcoefficient mencapai suatu nilai dari 00145 per tahun untuk semua catatan-catatan dan 001626 per tahun hanya untuk Jawa. Meja 2 masa kini pengaruh dari kondisi-kondisi yang ekonomi-sosial di usia pada menarche di dalam tempat-tempat yang berbeda. -Tetapi ada suatu pemburukan yang besar melompat antara 1938 (1267) dan . Tengger) tetapi ada juga beberapa data dari Madura (Pamekasan). ANALISA DAN DISKUSI Melihat Table 1. memerintahkan(memesan diachronically. Suatu faktor yang sangat penting.Di sini di bawah suatu tinjauan ulang literatur dari riset menghasilkan di usia di menarche di Indonesia. Ini berarti itu di dalam enam dekade yang terakhir nilai terharapkan dari usia pada menarche meneteskan?jatuh dari 1408 dalam 1937 sampai 1322 dalam 1996 karena semua catatan dan dari 1379 sampai 1283 di dalam keduanya tahun masing-masing hanya untuk Jawa. masukan protein binatang mingguan.Berapa jauh pendidikan ibu mempengaruhi usia pada menarche mencerminkan Meja 5. yaitu. 1). Kayu Agung). Sumatra (-Palembang. Yogyakarta.

09 Aswin. 1979 Malang 13. Data ini mencerminkan kedua-duanya faktor-faktor. 1975 Kayu Agung 15. (2) karena data dikumpulkan di sekolah-sekolah dan. Meja 1.27 Putri. selama Belanda ini waktu kolonial. 19592 Palembang 13. 19381 Klaten 14. 1993 Surabaya 12.00 Kurniasari. hanya anak-anak dari orang tua yang berada bisa pergi ke sekolah. 1970. sedangkan setelah kemerdekaan setiap anak-anak mendapat pergi peluang ke sekolah.67 Bree-Maeuleman. 1995 Tengger 13.63 Radioputro.22 Sukadana. pada akhir Orangorang Belanda kolonial posisi dan setelah peperangan dan kemerdekaan. 1990 Pamekasan 12. 19371 Jakarta 12.29 Luhulima. Dua faktor-faktor bisa bertanggung jawab atas pembusukan ini: (1) masa perang dan Jepang posisi adalah satu waktu kelaparan di dalam kebanyakan bidang-bidang dari Indonesia. perbedaan-perbedaan itu secara statistik penting. 1985 Surabaya 12.1948 (1463). 1976 Ujung Pandang 14.07 Bree-Maeuleman.90 Noer. 1948 Yogyakarta 14. dan yang umum peningkatan di dalam usia pada menarche mencerminkan situasi ini. anak-anak rom Table 2 mencerminkan sumur bagaimana status yang ekonomi mempengaruhi proses dari waktu menjadi masak seksual. 1975 Surabaya 13. 1994 Surabaya 12.Usia pada Menarche Setiap Tahun Place Usia Author/year Semarang 13. 1994 West-Flores 13. Di dalam kebanyakan dari kasus-kasus. yaitu.20 Ferdinandus.81 Yoeliana. Secara umum raders adalah yang kaya atau kelas tertinggi sedangkan petani-petani membangun kaya atau lemah(miskin seperti juga dari keluarga-keluarga yang lemah(miskin.96 The Tik Lien. 1996 Catatan: 1 yang dikutip setelah Doerjadibroto. kelas lebih rendah.52 Noer.03 Kurniasari. 2 yang dikutip setelah .27 Sjamsuar 1983 Yogyakarta 13. 1952-58 (1970) Surabaya 13.48 Doerjadibroto.62 Hendrawati.

85 pedesaan (petani-petani) 13.19 Faktor yang sama di bekerja ketika faktor lingkungan adalah dipertimbangkan (Rekening. 1973 medium 14. makna] yang tidak-pasti pedesaan kondisi-kondisi ekonomi.48 petani-petani 14.Usia pada Menarche oleh Socio-Economic Condition Place Occupation/profession Usia Author.98 Sjamsuar.Pengarang tahun Palembang berkenaan dengan kota 13.12 Hendrawati. 3)di mana [alat.39 Ferdinandus. 1962]. 1993 pedesaan (nelayan) 12. makna] yang berkenaan dengan kota satu secara ekonomis lebih baik meletakkan populasi sedangkan [alat.38 Pamekasan kelas tertinggi 12.03 Meja 3. 1970 para guru 14. 1983 kelas lebih rendah 13. Satu perkecualian adalah .27 Hendrawati.90 Noer. 1980 kelas menengah 13.60 lemah(miskin 14.70 kelas lebih rendah 13.Sjamsuar 1983 Meja 2.52 Madura berkenaan dengan kota 12.78 kelas lebih rendah 13. 1975 sub yang berkenaan dengan kota 15. 1993 kelas menengah 12.13 Doerjadibroto.98 Malang kelas tertinggi 12.90 Noer.63 Palembang kaya 13. tahun Yogyakarta pedagang-pedagang 14.Usia pada Menarche oleh Environment Place Lingkungan Usia.88 Surabaya kelas tertinggi 12. (Ia) tidak hanya permasalahan makanan masukan tetapi juga beban dari pekerjaan yang anak-anak harus rusak [desa/kampung]-[desa/kampung] [Jasicki et al.

Di dalam pertumbuhan dan waktu menjadi masak [alat. pengarang tahun 13 kali atau more/week 11. makna] kekayaan proses bukan banyak tanpa suatu makanan yang masuk akal masukan oleh anak-anak. Itu telah jelas itu secara umum bettereducated para ibu memberi ilmu gizi anak-anak lebih baik mereka menurut usia dibanding lebih sedikit para ibu yang dididik kerjakan. Brasel 1978). Secara ekonomis mereka secara umum dilihat seperti yang termiskin populasi tetapi mereka mengkonsumsi secara sistematis lebih banyak protein binatang dibanding petani-petani yang.46 Pentingnya masukan protein binatang adalah bagus yang didokumentasikan di Table 4.03 1-4 times/week 13. Meja 4.93 Seperti kesimpulan bisa jadi berkata usia itu pada menarche lembagakan suatu indikator yang sensitip kaya dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982.64 Hendrawati. 1993 Medium 12. Hal ini sepertinya proofed di Table 5.Korelasi antara pendidikan ibu dan usia menarcheal dari mereka para putri adalah sangat penting sedangkan tidak ada korelasi adalah yang ditemukan antara pendidikan dan usia ayah itu pada menarche dari para putri mereka.Usia pada Menarche oleh masukan protein Binatang masukan protein binatang per minggu Usia.Usia pada Menarche sehubungan dengan Tempat Pendidikan Formal Ibu Tempat pendidikan Ibu Usia. 1993 9-12 times/week 12. . Meja 5. Pengarang tahun Madura Yang lebih tinggi 12.22 5-8 times/week 13.[desa/kampung]-[desa/kampung] nelayan.88 Lebih rendah 12. mengacu pada a lelucon. makan daging hanya ketika yang manapun petani atau ayam sedang sakit.19 Hendrawati.

Bengkak yang nyeri pada testis dapat pula terjadi Pada umumnya gejala tidak terlalu berat pada anak-anak. Adults infected with mumps are more likely to develop severe symptoms and complications Symptoms Gejala umum mumps : Bengkak pada kelenjar ludah (parotis à parotitis ) pada lebih dari 90% penderita pada satu sisi (unilateral) atau kedua sisi (bilateral). dan organ lain mungin dapat terkena Pada umumnya masa inkubasinya 18 hingga 21 Mumps secara umum merupakan penyakit yang ringan pada anak-anak di negara berkembang Pada saat dewasa.PAROTITIS Definisi Mumps atau epidemic parotitis merupakan penyakit akibat virus pada manusia. mumps cenderung menginfeksi ovarium. pankreas. Orchitis (pembengkakan testis) dapat terjadi pada 10–20% penderita laki-laki. Penyebab Mumps disebabkan oleh paramyxovirus. Merupakan penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak dan masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara dunia Manifestasi klinik pada umumnya adalah bengkak dan nyeri pada kelenjar saliva disertai panas badan. prostat. payudara. dan dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet ludah atau kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi Pada umumnya yang dapat terinfeksi adalah anak-anak usia 2 hingga 12 tahun pada umumnya mudah terinfeksi. dan nyeri pada bagian . yang menyebabkan orchitis. Pada orang tua. susunan syaraf pusat. dan tidak ada terapi spesifik . Testis matur rentan terhadap mumps yang akan menyebabkan infertilitasertility. serta testis. meskipun dapat juga terjadi pada golongan umur yang lain. tetapi sterilitas jarang terjadi Meningitis virus dapat terjadi pada kurang lebih 5% penderita mumps. menyebabkan oophoritis. namun pada remaja dan dewasa dapat lebih berat dan komplikasi seperti infertilitas dan sufertilitas pada umumnya dapat terjadi Pada umumnya penyakit ini adalah self limited.

ppt) .belakang rahang pada saat mengunyah. Penderita diberi nasehat untuk menghindari makanan-makanan asam seperti jus jeruk dan lain-lain karena makanan-makanan ini dapat menstimulasi kelenjar ludah.ac.20% menderita orchitis Pengobatan Tidak ada pengobatan spesifik untuk mumps Keluhan dapat dikurangi dengan pemberian Acetaminophen/Paracetamol Berkumur dengan air garam hangat. dan prognosisnya pada umumnya baik. makanan halus. bila terjadi fatal) Kadang-kadang dapat terjadi hilangnay pendengaran (hearing loss) . nyeri inflamasi pda testis.id/kuliah%20MUMPS. Demam Sakit kepala Nyeri telan Orchitis.unair. 40% kasus terjadi tanpa pembengkakan kelenjar parotis) Encephalitis (sangat jarang. measles. Pria setelah pubertas yang menderita mumps berisiko 15 . seringkali terjadi pada laki-laki usia lebih tua ) Bentuk ringan meningitis (jarang. tetapi pada umumnya berkisar 80% (Sumber http://www. meskipun organ yang lain dapat terlibat. imunitas seumur hidup biasanya muncul Mumps dapat dicegah dengan vaksinasi Komplikasi Komplikasi pada umumnya : Infeksi pada organ yang lain Sterilitas pada laki-laki ( jarang. Prognosis Penyakit ini bersifat self limiting. rubella) saat ini terdapat kombinasi dengan vaksin varicella (MMRV) WHO merekomendasikan penggunaan vaksin mumps ( di Inggris diberikan pada usia 15 bulan. uni atau bilateral Pencegahan Vaksinasi mumps : imunisasi MMR (mumps.fkm. Sterilitas pada penderita laki-laki sangat jarang Setelah sakit. sehingga akan terasa semakin nyeri. sedangkan di AS pada umur 12-15 bulan dan umur 4-6 tahun) Efikasi vaksin tergantung pada strain dari vaksin. dan perbanyak cairan dapat membantu mengurangi keluhan.

cairan serebrospinal. Mumps merupakan virus RN rantai tunggal dan anggota dari family Paramyxoviridae. Virus telah diisolasi dari ludah. terutama kelenjar parotis. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. II. genus Paramyxovirus. darah. merupakan tanda-tanda yang biasa ada. bahan muntah. Merupakan suatu penyakit menular yang akut. yang kelenjar ludahnya membesar nyeri.PAROTITIS PENDAHULUAN Parotitis epidemika adalah penyakit virus menyeluruh. INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits epidemika karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. virus dapat pula diisolasi dari faring. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. Virus mumps sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet. ETIOLOGI Disebabkan oleh virus. percikan ludah. III. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. Pada penderita parotitis epidemika tanpa pembesaran kelenjar parotis. akut.5 . otak dan jaringan terinfeksi lain. mungkin dengan urin. campak. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun. urin. Virus ini adalah anggota kelompok paramiksovirus yang juga mencakup parainfluenza. Biakan manusia atau sel ginjal kera terutama digunakan untuk isolasi virus. Hanya diketahui ada satu serotip.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. Nama parotitis epidemica kurang tepat sebab tidak selalu ada radang di parotis dan penyakit tersebut tidak selalu mewabah. dan vius penyakit Newcastle. Virus mumps mempunyai 2 glikoprotein yaitu hamaglutininneuramidase dan perpaduan protein.

Biasanya satu glandula parotis membesar kemudian diikuti yang lainnya dalam beberapa hari. Pembengkakan dapat disertai nyeri hebat. Dimulai dengan stadium prodromal. darah. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam. anoreksia dan malaise. virus mumps dapat diisoler dari saliva. MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. Parotis unilateral ditemukan kira-kira 25 %. nyeri mulai berkurang setelah tercapai pembengkakan maksimal berlangsung kira-kira selama 6 – 10 hari. sakit kepala. esok harinya tampak glandula parotis membesar yang cepat bertambah besar. air seni dan liquor.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam.IV.5 0C sampai 39. Pembengkakan glandula submaksilaris dapat dilihat dan diraba di depan angulus mandibulae. Adakalanya kanan dan kiri membesar bersamaan. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38. . V. Mumps glandula submaksilaris tanpa parotitis secara klinis tidak dapat dibedakan dengan adenitis cervical. anoreksia. Pada manusia selama fase akut. Biasanya demam menghilang 1 sampai 6 hari dan suhu menjadi normal sebelum hilangnya pembengkakan kelenjar. Mumps ialah suatu infeksi umum. Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. Bagian bawah daun telinga terangkat ke atas dan keluar oleh pembengkakan glandula parotis. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. sakit kepala. Infeksi Kelenjar Ludah Perjalanan penyakit klasik dimulai dengan demam. PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. muntah dan nyeri otot. mencapai ukuran maksimal dalam 1 sampai 3 hari. ini merupakan gejala khas untuk parotitis epidemika. Dalam 24 jam anak mengeluh sakit telinga yang bertambah dengan gerakan mengunyah. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan.

Keluhan-keluhan tersebut biasanya paralel dengan beratanya orchitis. Lamanya demam jarang lebih dari 1 mingggu. gangguan kesadaran dan jarang ada kejang. Pankreatitis Kelainan berat teapi jarang skali. Liquor menunjukkan plecytosis dengan kebanyakan limfosit. sakit kepala. sangat jarang terjadi atrofi total pada kedua testis. Diagnosis mumps orchitis tanpa parotitis ditegakkan dengan titer complement fixing antibodies yang meningkat selama masa rekonvalesensi. biasanya timbul 3-10 hari sesudah parotitis. sakit kepala. Ditandai oleh demam. tia-tiba ada keluhan hebat di epigastrium disertai demam. Ditemukan 20-30%.Bila ada orchitis bilateral. kira-kira 2 %. biasanya sembuh sempurna. nausea. menggigil. kaku kuduk. demam turun secara krisis atau lysis. Orchitis dimulai dengan tiba-tiba demam. Bersama timbulnya demam. muntah. Bila seorang . muntah dan nyeri abdomen bagian bawah.nausea dan muntah.Epididymo-orchitis Menduduki tempat kedua pada lelaki dewasa menurut frekuensi manifestasi klinis. glukosa dan klorida normal. protein meninggi. nausea. Perjalanan penyakit serupa benign aseptic meningitis dan biasanya tanpa sequelae. Meningoencephalitis Insiden kira-kira 10%. Keluh kesah hilang perlahan – lahan dalam 37 hari. Positive Brudzinski’s and Kernig’s Signs. Orchitis kebanyakan terjadi dalam 2 minggu pertama. dapat juga mendahului parotitis. Biasanya demam menurun secara lysis dalam 3-10 hari. menggigil. lemah sekali. testis membengkak cepat disertai nyeri yang hebat. insiden orchitis bilateral rendah. Adakalanya di minggu ketiga. Tidak ada kekhawatiran akan impotensi atau sterilitas sebab: . biasanya timbul sporadik parotitis dapat mendahului parotitis atau sebagai manifestasi sendiri daripada mumps. Epididimitis selalu disertai orchitis. unilateral pada lelaki yang menderita mumps sesudah pubertas.Orchitis kebanyakan unilateral .

didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu. isolasi virus.ada kontak dengan penderita mumps 2-3 minggu sebelumnya . . walaupun jarang ialah tiroiditis.Iksolasi virus mumps dan test serologic tidak diperlukan pada mumps yang klasik tetapi pada keadaan-keadaan yang meragukan seperti bila tidak ada parotitis atau pada recurrent parotitis. VI.tanda-tandaaseptoc meningitis . DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis.gambaran klinis serupa parotitis . Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative. neutralization test. uji intradermal dan pengukuran kadar amylase dalam serum. dacryoadenitis dan bartholinitis. Kelenjar lain yang dapat meradang pada mumps.perempuan menderita mumps disertai nyeri abdomen bagian bawah berarti ada oophoritis.Keterangan klinis berupa : . Sebagai pemeriksaan tambahan dapat dilakukan complement-fixing antibody test. mastitis. Pemeriksaan Laboratorium Jumlah lekosit normal atau terdapat leukopenia dengan limfositosis relatif. Sekurang-kurang ada 3 uji serologic untuk mebuktikan spesifik mumops antibodies: · Complement fixation antibodies (CF) · Hemagglutination inhibitor antibodies (HI) . bila ovarium kanan yang sakit maka keadaan tersebut mungkin tidak dapat dibedakan dengan acute appendicitis.

atau parotitis yang disebabkan oleh sitomegalovirus pada anak yang terganggu imunnya. influenza. sitomegalovirus. Infeksi-infeksi ini dapat dibedakan dengan uji laboratorium spesifik.Parotitis berulang. berangsur-angsur menjadi normal pada minggu ke-2 atau 3. .1 VIII. puncaknya tercapai di minggu ke-1. Countries antibodies dapat dibuktikan di darah pada minggu ke-1 dan pada akhir minggu ke-2 sudah ada peninggian jelas.Orkitis akibat infeksi selain daripada parotitis epidemika. VII. . Keterangan Laboratorium tambahan Kadar amylae dala serum meninggi pada mumps paraparotitis dan pankteattis. atau lebih sering saluran submandibuler dimana pembengkakan intermitten. menyumbat saluran parotis. seperti pada infeksi virus termasuk infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV).Kalkulus salivarius. Titer meningkaty lebih ari 4 kali atau lebih berarti mumps. kira-kira 70% mumps disertai amylase yang meninggi. dimana nanah sering dapat dikeluarkan dari duktus . .· Virus neutralizing antibodies (NT) CF paling praktis dan paling dipracya. PENGOBATAN . suatu keadaan yang sebabnya belum diketahui.Parotitis supuratif.Limfosarkoma atau tumor parotis lain yang jarang .Limfadenitis preaurikuler atau servikal anterior karena sebab apapun. atau keadaan koksakivirus yang jarang dan infeksi koriomeningitis limfositik. tetapi mungkin bersifat alergi yang sering berulang dan mempunyai sialogram khas . Kadar amylase rupanya berjalan parallel dengan pembengkakan paroits. DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding ini mencakup parotitis sebab lain. misalnya infeksi yang jarang oleh koksakivirus atau virus koriomeningitis limfositik. parainfluenza 1 dan 3.

Simtomatik diberikan kompres panas atau dingin dan juga diberikan analgetika. Vaksinasi memberikan perlindungan yanhg bagus sekali paling sedikit 4 tahun. Kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Meningoencephalitis biasanya tidak ganas dabn jarang bersequele walaupun insiden setelah atrofi testis setelah orchitis tinggi tetapi kemandulan sangat jarang ditemukan. Perjalanan penyakit tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba. PROGNOSIS Pada umumnya bagus sekali. Tidak dianjurkan kepada: · Anak dibawah 1 tahun yang alergi terhadap protein telur/neomycin · Yang mendapat obat-obatan immunosupresif . kematian sangat jarang. Imunisasi aktif . .Inactivated mumps virus vaccine tidak efektif . Hanya persentasi kecil yang mendapat tuli permanen. tidak disertai demam. Khasiat mumps immunoglobulin juga tidak jelas.Istirahat di tempat tidur selama masa panas dan pembengkakan kelenjar parotis.3 IX.Live attenuated mumps virus vaccine Jery Lin mulai digunakan 1968 di USA. Diet makanan cair dan lunak. kira-kira 95% akan membuat mumps antibodies tetapi antibodinya jauh lebih rendah daripada diperoleh sesudah menderita mumps. X. PENCEGAHAN Perlindungan pasif Gammaglobulin biasanya tidak efektif. Self limiting disease.Suntikan subkutan.2.

Menurut Prof. Baru jika mencapai pubertas (akil balig).blogspot. Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Dalam pubertas anak akan tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk tubuh yang khas bagi jenisnya.1) Pubertas adalah suatu tahap dalam kehidupan remaja yang lebih dilandasi oleh pertumbuihan fisik yang kemudian dikaitkan dengan perkembangan kebutuhan psikologisnya2) Baik anak laki-laki maupun perempuan akan mengalami masa pubertas.Ada kombinasi dengan vaksin morbili dan vaksin rubella. bangsa. iklim dan lingkungan.com/2007/04/mumps-parotitis-epidemika. disusul dengan tumbuhnya rambut di ketiak. Kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. DAFTAR PUSTAKA http://oncejevuska. dan sesudah itu haid akan datang secara siklik 3) Haid (menstruasi) ialah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya. Gejala awal adalah terjadi nya pertumbuhan payudara (Thelarche). maka terjadi perubahan-perubahan dalam ovoria yang mengakibatkan pula perubahan-perubahan besar pada seluruh tubuh perempuan tersebut. kemudian tumbuh rambut kemaluan (Pubarche). Dengan . Kejadian yang terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali (Menarche).Sulaiman sastra winata di dalam buku nya obstetri fisiologi memgatakan bahwa pubertas tercapai pada umur 12-16 tahun dan dipengaruhi oleh keturunan. Barulah terjadi menarche. dalam masa kanak-kanak seorang anak perempuan indung telur nya dikatakan masih dalam keadaan istirahat belum menunaikan faalnya dengan baik.html BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. Secara umum.

pendidikan. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa.0 tahun. dibawah pengaruh jam biologis. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. artinya masa mendapat keturunan yang berlangsung kira-kira 30 tahun 3) Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. meskipun bisa terjadi pada usia lebih dini.6) Dari penelitian Tanner dan Eveleth dari tahun 1986-1990 tentang angka kejadian menarche di beberapa negara adalah sebagai berikut Amerika 12.0 tahun. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin. kultur. aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident”5) Menarche. Australia 13. rasa takut. perut kembung. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. atau bahkan agak lambat. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. Argentina 12. . mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. sakit kepala. gangguan konsentrasi. pengalaman. Dalam masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya. mudah tersinggung.8 tahun.4) Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi. pada usia 12 tahun. umumnya terjadi pada usia sekitae 13 tahun. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. gelisah sukar tidur. sehingga ia dapat betindak dengan baik dan benar. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual dapat berakibat kehamilan pranikah.5 tahun. sekitar umur 9 tahun.pubertas ini wanita masuk dalam masa produktif. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche berbagai macam. serta beberapa ajaran orang tuanya yang dia terima. Perancis 13.

tahun 1995 sebanyak 9 anak.Denmark 13. Negeria 13. Klaten 14. 6. Jakarta 12. Somalia 13.07 tahun.7) Hasil penelitian di beberapa tempat di indonesia bahwa rata-rata umur menarche : Ujung pandang 14.63 tahun Yogyakarta 14.67.52 tahun.3 tahun. tahun 1993 sebanyak 27 anak.9) Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk meneliti Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche di SLTP Prambanan. Dengan tahun kelahiran 1992 sebanyak 2 anak.90 tahun Kayu Agung 15.0 tahun . Lokasi . Surabaya 13. 3. Semarang 13. 2. Keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah keperawatan maternitas. Ruang Lingkup 4.07 tahun.8) Menurut data kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 terdapat siswa putri dengan jumlah 143 anak.29 tahun. Rumusan Masalah Bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche di SLTP N I Prambanan? Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? Manfaat Penelitian 1.0 tahun. Japan 12.5 tahun.4 tahun. Palembang 13. Pihak Sekolah Sebagai masukan dalam usaha peningkatan pengetahuan tentang sistem alat reproduksi. Singapore 12. 5. Sasaran Sasaran penelitian di fokuskan pada siswi/remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan. tahun 1994 sebanyak 105 anak.48 tahun. Peneliti Mendapat pengalaman langsung dalam penerapan teori metodologi penelitian dan memperoleh gambaran tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten. AKPER Panti Rapih Menambah bahan bacaan bagi mata ajaran Maternitas. Kuba 13.1 tahun.

Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur. . Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. iklim dan kebudayaan. 7. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita.1) 2. akan tetapi dapat dikatakan bahwa pubertas mulai dengan berfungsinya ovarium. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. Kejadian penting dalam pubertas ialah pertumbuhan badan yang cepat. Pubertas Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 1. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun. dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan.Lokasi penelitian di SLTP N I Prambanan Klaten. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Tidak ada batas yang tajam antara akhir masa kanak-kanak dan awal masa pubertas. Awal pubertas jelas dipengaruhi oleh bangsa. yang diterangkan dengan meningkatnya kesehatan umum dan gizi. Pada abad ini secara umum ada pergeseran permulaan pubertas ke arah umur yang lebih muda. Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2007 – 12 Februari 2008. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi.

keadaan gizi. dan badan lambat laun mendapat bentuk sesuai dengan jenis kelamin. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis . Pengaruh estrogen yang lain ialah pertumbuhan genitalia interna. Pada saat yang kira-kira bersamaan korteks kelenjar suprarenal mulai membentuk androgen. namun folikel-folikel tersebut sudah sanggup mengeluarkan estrogen. terutama ekstremitasnya. dan hormon ini memegang peranan dan pertumbuhan badan. Apa yang primer menyebabkan mulainya pubertas diketahui. Pengaruh peningkatan hormon yang pertama-tama nampak ialah pertumbuhan badan anak yang lebih cepat. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. dan perubahan psikis. dan hormon ini keluarkan atas pengaruh Relasing factor dari hipotalamus. Estrogen ini pula yang pada suatu waktu menyebabkan penutupan garis epifisis tulang-tulang sebingga pertumbuhan badan berhenti. Dalam ovarium folikel mulai tumbuh dan walaupun folikel-folikel itu tidak sampai menjadi matang karena sebelumnya mengalami atresia. menarche. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun.timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. genitalia eksterna. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Yang diketahui ialah bahwa ovarium mulai berfungsi dibawah pengaruh hormon gonadotropin dari hipofisis. dan ciri-ciri kelamin sekunder. Walaupun ada pengaruh hormon Somatotropin.Dalam masa pubertas genitalia interna dan genitalia eksterna lambat laun tumbuh untuk mencapai bentuk dan sifat seperti pada manusia dewasa 2) 3. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. diduga bahwa pada wanita kecepatan pertumbuhan terutama disebabkan oleh estrogen.

sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini.5 mm. Fase ini lamanya 3-5 hari. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. Selama ± 1 bulan dapat kita bedakan siklus menstruasi menjadi 4 masa (stadia) : Stadium Menstruasi (desquamasi) Hari pertama fase menstruasi ini adalah permulaan dari siklus menstrusi. memanjangnya kelenjar endometrium dan bertambahnya jumlah sel-sel jaringan ikat endometrium. majalah hiburan. Stadium Intermenstruum (stadium proliferasi) Pada masa ini endometrium tumbuh menjadi ± 3. kelenjar. kaset. Dalam endametrium tertimbun glycogeen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur memang maksud dari perubahan ini tidak lain dari pada mempersiapkan. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. Stadium Post Menstruum (stadium regenerasi) Oleh pengaruh estrogen yang dihasilkan sel-sel folikel pada lapisan endometrium yang sudah terlepas tadi mulai terjadi regenerasi epitel. Pada endometrium sudah dapat dibedakan lapisan atas yang padat (Stratum Compactum) yang hanya ditembus oleh saluran-saluran keluar dari kelenjar- . lamanya fase ini 9 hari ( hari ke 5 sampai ke 14). dan film. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. vidio. yaitu terlepasnya lapisan fungsional dari endometrium bersama eritrosit. kuman dan atau tanpa sel telur yang keluar pervaginan secara spontan. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi 3) Fisiologi Haid Cyclus menstruasi Perubahan yang dialami uterus pada siklus menstruasi terjadi pada lapisan endomitrium. lekosit. Kelenjar-kelenjar tumbuhnya lebih cepat dari jaringan lain hingga berkelok. endometrium untuk menerima telur. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. Stadium Praementruum (stadium sekresi) Pada masa ini endometrium kira-kira tetap tebal tapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku dan mengeluarkan getah.desa.

Ada yang pingsan.5) Pengetahuan a. 4) Dismenore (Nyeri Haid) Dismenore merupakan rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita dan mendorong penderita untuk melakukan pemeriksaan. Nyeri ini dapat berlangsung setengah hari sampai lima hari dan acapkali nyeri berkepanjangan. mual muntah. Gangguan ini sifatnya subyektif. . Dan disertai rasa nyeri pada bagian perut. tidak dapat merapikan pakaian anda dan beha anda terasa terlalu ketat. Dismenore Kongestif (Pegal Menyiksa) Cara pasti untuk mengetahui apakah seseorang menderita nyeri ini adalah menanyakan bagaimana ia tahu datangnya masa haid. Nyeri ini terasa di bagian bawah perut dan berawal tepat sebelum masa haid mulai. istilah dismenore hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebat sehingga tidak dapat melakukan aktivitas dalam beberapa jam/hari. yang banyak lubanglubangnya karena disini terdapat rongga dari kelenjar-kelenjar dan lapisan bahwa yang disebut stratum basale. dan sangat penting dalam pembentukan perilaku atau tindakan seseorang. sakit kepala. dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. b. penyakit ini patogenesisnya belum dapat dipecahkan.kelenjar. buah dada mungkin sakit. dan perut anda kembung. Banyak wanita terpaksa harus berbaring karena terlalu menderita nyeri ini sehingga tidak dapat mengerjakan sesuatu apapun. Nyeri haid dibedakan menjadi 2 : Dismenore Spasmodik (Kejang) Kejang merupakan nyeri yang hebat. pengeluaran darah menstrusi berlangsung antara 3-7 hari dengan jumlah darah yang hilang sekitar 50-60 cc tanpa bekuan darah. Menurut Soekidjo Notoatmojo Pengetahuan adalah hasil dari tahu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pengetahauan adalah segala sesuatu yang diketahui. berat atau intensitasnya sukar dinilai. Stadium sekresi ini berlangsng dari hari ke 14 – 28 kalau tidak terjadi kehamilan makan endometrium dilepaskan dengan perdarahan dan berulang lagi siklus menstruasi. mudah tersinggung. dan mencengkeram. anda mengetahui berhari-hari sebelumnya bahwa masa haid akan tiba Tubuh anda mungkin pegal-pegal. sukar ditahan. Orang yang menderita pegal yang menyiksa. lapisan mampung (Stratum Spongiosium).

Evaluation atau menimbang terhadap baik atau tidaknya stimulus bagi dirinya. dapat menyesuaikan. dapat merencanakan. f. meng-kelompokkan. menguraikan. Interest (tertarik) dimana orang mulai tertarik pada stimulus. membedakan. Tahu (Know) Yang termasuk dalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. d. Kata kerja yang dipakai seperti dapat menyusun. e. Sintesis Sintesis menujukkan kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Memahami Memahami adalah suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.c. Adaptation dimana subyek berperilaku sesuai pengetahuan. Kata kerja yang digunakan adalah misalnya dapat menggambarkan. menyatakan. Aplikasi Aplikasi adalah suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi yang nyata. kesegaran dan sikap terhadap stimulus. tetapi masih di dalam stuktur organisasi dan ada kaitannya satu sama lain. mengidentifikasikan. memisahkan.6) Tingkat Pengetahuan a. dapat meningkatkan. Penelitian Rogers pada tahun 1974 mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru. b. Trial atau mencoba. Evaluasi . Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan. dimana orang tersebut menyadari atau mengetahui lebih dulu terhadap stimulus. Analisis Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau obyek ke dalam komponen-komponen. c. Menurut Sutardjo Hadisusilo Pengetahuan adalah pemahaman atau hal tahu akan sesuatu yang bersifat spontan tanpa mengetahui seluk beluk secara dalam. didalam diri orang tersebut terjadi proses : Awareness atau kesadaran. dimana orang mulai mencoba perilaku baru.

Grasindo. Keadaan Siswa a. Kecamatan Prambanan. Psikologi Pengajaran.Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu meteri atau objek berdasarkan kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. BLOOM Sumber : W.S Winkel. Letak Geografis SLTP N I Prambanan Klaten SLTP N I Prambanan berada di desa Kongklangan. Kabupaten Klaten. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang materi yang akan diukur dari subyek penelitian. yang mempunyai luas tanah 1200 meter persegi. 2. Jumlah siswa Siswa SLTP N I Prambanan Klaten berjumlah 717 dengan pembagian laki-laki . Jakarta 1996 hal 245 Pertanyaan Penelitian Bagaimana tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? BAB IV HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Tempat Penelitian 1. Provinsi Jawa Tengah.7) Kerangka Teori Menurut : BS.

(6. dan (1.40%) berumur lebih dari 14 tahun berjumlah 2 orang.30%) berumur kurang atau sama dengan 12 tahun berjumlah 9 orang.11 2 Belum 27 18.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Umur Responden Jumlah % 1 Umur £ 12 tahun 9 6. sedangkan kelas VIII ada 6 kelas dari kelas A sampai kelas F dengan jumlah siswa 240 dan kelas IX juga ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siwa 237.40 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden. Jumlah siswa berdasarkan kelas SLTP N I Prambanan terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas VII ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siswa 240. Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan.berjumlah 306 orang dan perempuan 411 orang. Klaten Tahun 2007 No Status Menstruasi Jumlah % 1 Sudah 116 81. Hasil Penelitian Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan. sebagian besar (92.30 3 Umur > 14 tahun 2 1. b.30 .2 Umur 13-14 tahun 132 92.89 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : . Kecamatan Prambanan.

55` Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden. Kecamatan Prambanan. dan sebagian kecil (18.Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden.89%) responden belum mengalami menstruasi. Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan.11%) responden sudah mengalami menstruasi. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 65 45. Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan.73 2 Salah 49 34. sebagian besar (81. lebih dari separuh (54. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 94 65. Kecamatan Prambanan. kurang dari separuh (45.55%) responden tidak mengetahui tentang Menarche hal ini ditunjukan dengan jawaban yang salah.45 2 Salah 78 54.27 .45%) dari responden mengetahui pengertian Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.

kurang dari separuh (37.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (65. Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. lebih dari separuh (62.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.06 2 Salah 90 62. Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan.06%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.73%) responden mengetahui tentang Hormon yang mempengaruhi ciri-ciri Kelamin Sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden. Klaten Tahun 2007 . Kecamatan Prambanan. kurang dari separuh (34. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37.27%) responden tidak mengetahui hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.

30 .93 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan.56 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 85 59.44 2 Salah 58 40.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.70 2 Salah 9 6.No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 33 23. Kecamatan Prambanan.56%) responden tidak mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.07%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. lebih dari separuh (59.44%) responden mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. sebagian kecil (23. sebagian besar (76. kurang dari separuh (40.07 2 Salah 110 76. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 134 93.

sebagian besar (93. Kecamatan Prambanan. dan sebagian kecil (10.30%) rsponden menjawab salah Tentang Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan.70%) responden mengetahui Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.75%) . Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Kecamatan Prambanan. lebih dari separuh (51.25 2 Salah 74 51. Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan. (6. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar. sebagian besar (89.75 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.51 2 Salah 15 10. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 69 48.49%) responden menjawab salah tentang masa subur pada seorang wanita.

Kecamatan Prambanan. Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. sebagian besar (81.90%) responden mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.81 2 Salah 26 18.19 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.19%) responden menjawab salah tentang siklus menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan.81%) responden mengetahui mengetahui tentang siklus mestruasi yang normal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan. sebagian besar (90. Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi . kurang dari separuh (48.90 2 Salah 13 9.10 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.responden tidak mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 117 81. (9. sebagian kecil(18.10%) responden menjawab salah hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.25%) responden menjawab benar hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 130 90.

Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 98 68.66%) responden mengetahui terjadinya kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 51 35. lebih dari separuh (68.47%) reesponden menjawab salah tentang Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan.47 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.34%) responden tidak mengetahui Terjadinya Kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah. kurang dari separuh (31.Di SLTP N I Prambanan. lebih dari separuh (64.53%) responden mengetahui Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.34 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. kurang dari separuh (35. Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. Klaten .53 2 Salah 45 31. Kecamatan Prambanan. Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Organ Reproduksi Wanita Dalam Menuaikan Faalnya Di SLTP N I Prambanan.66 2 Salah 92 64. Kecamatan Prambanan.

94%) responden tidak mengetahui berfungsinya organ reproduksi wanita hal ini ditunjukkan jawaban yang salah. Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan.Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37. Kecamatan Prambanan. kurang dari separuh (37.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.51%) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami Menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar.06%) responden mengetahui berakhirnya masa pubertas hal ini ditunjukkan jawaban yang benar.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. sebagian besar (89.49%) responden tidak mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89. sebagian kecil (10. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 73 51.06 2 Salah 90 62. Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan. lebih dari separuh (62. Kecamatan Prambanan.04 .51 2 Salah 15 10.

96%) responden tidak mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. Klaten Tahun 2007 No Tingkat Pengetahuan Jumlah % 1 Tinggi 38 26.96 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (67.04%) responden mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar.30 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan pada tahun 2007. Kecamatan Prambanan. lebih dari dari separuh (51. kurang dari separuh (26.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. .13 3 Rendah 9 6.57 2 Sedang 96 67. Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. kurang dari separuh (48.2 Salah 70 48.

13%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang. Klaten Tahun 2007 Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 31 21. Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.09 Jumlah 38 26.90 17 11.60 1 0..24 6 4. 9 responden berusia lebih dari atau sama dengan 12 tahun (5.Jumlah 38 26. Klaten Tahun 2007 Tingkat Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Umur £ 12 tahun .2 1.57 96 67.30 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden.68 79 55.28 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden.70 .60%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan (0.8 5.19 2 Belum 7 4.40 . Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan.90 3 2.24%) responden mempunyai tingkat .60%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah.57 86 60. Terdapat 132 responden yang berusia antara 13-14 tahun.2 Umur 13-14 tahun 38 26.14 9 6.13 8 5. lebih dari separuh (60. sebagian kecil (26. 116 responden yang sudah menstruasi. (5.70%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah.40%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang. lebih dari separuh (55..60 3 Umur > 14 tahun . (1.13 9 6. Terdapat 2 responden yang berumur lebih dari 14 tahun.58 96 67.Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.57%) mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.

JUDUL RESUME KARAKTERISTIK ANAK YANG MENDERITA KARIES GIGI DI TK PERTIWI KEMUDO II.09%) responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah.32%) responden berusia 13 – 14 tahun.40 2 Belum 7 4. Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan.40%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun.29 132 92.pengetahuan sedang.31 2 1. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi.19%) responden mempunyai tingkat pengetahuan randah.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi. KEMUDO.40 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden.99%) responden berusia 13 – 14 tahun.32 2 1.40 112 78. sebagian kecil (13.40%) responden berusia lebih dari 14 tahun.89%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun. (4. Kecamatan Prambanan. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi. (2.89 20 13. (4. sebagian kecil (21. Klaten Tahun 2007 Umur £ 12 tahun 13 – 14 tahun > 14 tahun Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 2 1. JAWA TENGAH . sebagian kecil (4. PRAMBANAN KLATEN. sebagian kecil (1. sebagian kecil (1. sebagan kecil (11.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. sebagian besar (78. 116 responden yang sudah menstruasi.99 0 Jumlah 9 6.68%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.

H NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 1 Tujuan Penelitian 2 Manfaat Penelitian 2 Ruang Lingkup 2 .Disusun Oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3 Kerangka Teori 3 Pertanyaan Penelitian 3 BAB III METODE PENELITIAN 4 Jenis Penelitian 4 Desain Penelitian 5 Variabel Penelitian/Definisi Operasional Populasi dan Sample Teknik Pengeumpulan Data Instrumen Pengeumpulan Data Pengolahan Data Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran LAMPIRAN Faktor Pendukung dan Penghambat 1. Faktor Pendukung a. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. b. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. c. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. 2. Faktor Penghambat a. Waktu yang terbatas dari peneliti. LAMPIRAN 1 PENGANTAR KUESIONER Kepada : Yth. Siswi-siswi kelas VIII Di SLTP N I Prambanan Klaten Dengan Hormat, Sehubungan dengan pembuatan tugas akhir sebagai mahasiswa DIII Reguler

Akademi Keperawatan Panti Rapih, maka saya mengadkaan penelitian dengan judul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten, 2007”. Untuk itu saya mohon kesediaan siswi-siswi untuk menjadi responden dalam penelitian ini, saya akan menjaga kerahasiaan jawaban yang diberikan dan hanya untuk kepentingan penelitian ini. Atas bantuan, tanggapan dan kesediaannya untuk menjadi responden, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, Desember 2007 B. WIJANARKO LISTYO HATMOKO Mahasiswa AKPER Panti Rapih Persembahan: Untuk ke dua orang tua saya, yang selalu mengharapkan hal terbaik bagi anak nya. Data Subyektif a) Klien mengatakan lemes b) Klien mengatakan mudah capai c) Klien mengatakan sesak nafas d) Klien mengatakan pusing kalau banyak bergerak (pening) e) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) Data Obyektif f) Tekanan darah menunjukkan penurunan g) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah h) Distensi vena jugularis i) Capilary refill lambat lebih dari tiga detik j) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi k) Kulit teraba dingin, tampak banyak keluar keringat dingin l) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat m) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada n) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam, menunjukkan penurunan (kurang dari 0,5 cc/kgBB/jam) o) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia p) Tampak edema pada ekstremitas bawah, palpebra q) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi

r) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru s) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum, kreatinin, LDH, CKMB, hematokrit). BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa, karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos, yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).1) Pekerjaan jantung adalah memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh setiap saat, baik saat istirahat maupun saat bekerja atau menghadapi beban.2) Acut Miocard Infark (AMI) adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan otot jantung mati karena kekurangan oksigen.3) Satu dari tiga penderita AMI meninggal karena gagal jantung. Gagal jantung adalah suatu keadan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya(cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat makanan. Insiden penyakit pada pria lebih tinggi dibandingkan pada wanita dengan rata-rata mortalitas selama lima tahun untuk pria 60% dan wanita 40%.4) Dari data Rekam Medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, angka kematian pada AMI tahun 2006 sebanyak 27 pasien dari 118 kasus dan sejak 01 januari tahun 2007 sampai 30 april tahun 2007 sebanyak 3 pasien meninggal dari 30 kasus. Diperkirakan jumlahnya semakin bertambah tiap tahunnya.5) Konsekuensi jangka panjang dari Acut Miocard Infark(AMI) cacat fisik, psikologis, sosial, dan pekerjaan telah lama diabaikan, karena pasien dengn AMI curah jantungnya tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi secara normal. Apabila pasien banyak beraktivitas, maka kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh semakin meningkat, sedangkan curah jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh, maka pesien dengan AMI intoleransi aktivitas. Komplikasi penyakit miocardium tak terbatas hanya saat pasien dirawat di rumah sakit saja, demikian pula tanggung jawab para ahli kesehatan agar pasien hidup sehat sejahtera, tidak berarti selesai dengan keluarnya pasien dari rumah sakit.6)

tepat. Peran perawat sebagai komunitas pelayanan profesional yaitu mengembangkan dan memberikan metode dan sistem pemberian asuhan keperawatan yang profesional. akurat dan meningkatkan kualitas layanan. b. Manfaat Bagi Peneliti Mendapatkan pengalaman secara langsung dalam menyusun suatu hasil penelitian dengan metode studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Bagi Akademi Keperawatan Panti Rapih a. salah satunya pemenuhan kebutuhan aktivitas yang tepat dan akurat dalam mempertahankan fungsi optimal jantung sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut dan menurunkan angka mortalitas pada pasien dengan diagnosa Acut Myocard Infark (AMI). Dengan melihat permasalahan tersebut diatas. salah satu masalah keperawatan penderita Acut Myocard Infark (AMI) adalah intoleransi aktivitas. penulis tertarik melakukan studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Bagi Rumah Sakit Panti Rapih . Sebagai bahan bacaan pada mata ajaran Medikal Bedah system kardiovaskuler dan menambah pengetahuan mahasiswa tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dangan Acut Myocard Infark (AMI). Tujuan Khusus Melaksanakan pengkajian adanya intoleransi aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).Dalam bidang praktik keperawatan profesional. Tujuan Tujuan Umum Mendapatkan gambaran tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. Memperdalam dan menambah wawasan pengetahuan perawatan tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Rumusan Masalah “Bagaimana Pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta”. Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).

Memberikan informasi tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pesien dengan Acut Myocard Infark (AMI). STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : WUYUNG VEMBRIYANTO HADI 252230 / IV AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LEMBAR PERSETUJUAN STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) . Waktu Penelitian akan dilakukan pada bulan agustus tahun 2007. Tempat Diruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. Ruang Lingkup Mata Kuliah Merupakan penelitian dalam ruang lingkup mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).

Agustus 2007 Pembimbing. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya..DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : Wuyung Vembriyanto Hadi 252230 Proposal Penelitian ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada: Tanggal. selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta Bapak Ign.Kep.. EKO SUSILO. Proposal ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Keperawatan pada Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta. IGN. . Ns. selaku pembimbing dalam penyusunan ..Kp. Dalam menyusun Proposal ini penulis mendapat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Ibu C Sri Hari Ujiningtyas.. sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini dengan Judul ” STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA ”. Ns. S.. S. Kep.. Eko Susilo.. S.

Etiologi 7 d.Proposal. Yogyakarta. Patofisiologi 8 g. Pemeriksaan diagnostic 14 k. Konsep aktivitas a. Penatalaksanaan Acut Myocard Infark 15 l. Etiologi 16 . Mei 2006 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Rumusan 3 Tujuan Penelitian 3 Manfaat Penelitian 3 Ruang Lingkup 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 6 1. Semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya Karya Tulis Ilmiah ini Penulis menyadari bahwa dalam menyusun Proposal ini masih banyak kekurangan. Kriteria 6 c. Morfologi 10 h. Klasifikasi 8 e. Tanda dan gejala 11 i. Acut Myocard Infark (AMI) a. maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan Proposal ini. Patogenesis 8 f. Pengertian 16 b. Pengertian 6 b. Prognosis 16 2. Komplikasi 12 j.

.. Pekerjaan 6.......... Keturunan .... Pengkajian 20 b.... Nama 2...... 18 3. Berat badan 5........... sample dan teknik sampling 30 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional 31 Teknik Pengumpulan Data dan Analisa Data 32 Instrument Pengolahan Data 32 Pengolahan Data 32 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Pengkajian 1.. Identitas pasien No Kriteria Pasien A Pasien B Pasien C 1... Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas 17 d.... 17 e.... Intervensi 25 e..................... Karakteristik...... Lama menderita AMI 7.......c....... Usia 3...... Jenis kelamin 4.......... Rencana 21 d.... Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi..... Diagnosa 21 c........... Faktor Resiko a...... Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas a........................... Evaluasi 27 Kerangka Teori 27 Pertanyaan Penelitian 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian 29 Desain penelitian 30 Populasi.......

Merokok c. Diagnosa medik 9. Data obyektif a. Tekanan darah tinggi d. SaO2 f. Stress g. Data obyektif dan subyektif yang ditemukan dalam pengkajian terkait dengan intoleransi aktivitas Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 1. Suhu e. Tekanan darah c. Capillary refill Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C g. Kolesterol tinggi 8. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Ekspresi wajah i.b. Dokter yang merawat Interpretasi : 2. Pernapasan h. Denyut nadi d. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. Diabetes melitus f. Hiperlipidemia e. Hasil pemeriksaan laboratoriam . Pemeriksaan radiology (foto dada) k.

3) Kolesterol 4) CKMB 5) Laktat dehidrogenase (LDH) Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C l. saat kerja. sesak nafas. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. dan vertigo c. olahraga berat. Klien mengatakan jantung berdebar-debar. Data Subyektif a. saat marah dan kadang saat dingin Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C e. selama dan setelah beraktivitas d. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Diagnosa keperawatan yang ditemukan terkait dengan intoleransi aktivitas No Nama Pasien Diagnosa keperawatan . Klien nengatakan lelah/letih dan badan lemas b. saat istirahat. Terapi obat 6) Nitrogliserin 7) Beta bloker 8) Antagonis kalsium 9) Anti platelet 10) Heparin 11) Morphin 12) Asetil kolin 13) Trombolisis 14) Terapi oksigen Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 2. Klien nengatakan pusing.

Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. tekanan darah. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. pernapasan. B 3. tangan atau lengan kiri g. A 2. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. Berikan obat-obat trombolitik d. Pantau perubahan EKG c. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C i. bahu. Berikan antiangina sesuai indikasi. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. kesadaran b. leher. tindakan nyaman f. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam.1. Berikan makanan lembut. Kolaborasi a. contoh nitrogliseril . Berikan lingkungan yang tenang. C Interpretasi : Perencanaan masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C 1. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi j. aktivitas perlahan. Mandiri a.

Mandiri a. tangan atau lengan kiri g. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. aktivitas perlahan.Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan i. tindakan nyaman f. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. leher. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C j. Pantau perubahan EKG . contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Intervensi masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C 1. Berikan lingkungan yang tenang. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. Berikan makanan lembut. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. bahu. Kolaborasi a. kesadaran b. pernapasan. tekanan darah.

Ekspresi wajah i. Suhu e. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Denyut nadi d. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. Berikan obat-obat trombolitik d. contoh nitrogliseril Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Capillary refill Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C g. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. Pernapasan h. Tekanan darah c. Berikan antiangina sesuai indikasi. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Evaluasi proses terkait dengan intoleransi aktivitas Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 1.c. Hasil pemeriksaan laboratoriam . Pemeriksaan radiology (foto dada) k. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Evaluasi proses dan hasil terkait dengan intoleransi aktivitas 1. SaO2 f. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Data obyektif a.

Klien mengatakan badannya lemas dan lelah b. Klien nengatakan pusing. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Keterangan : criteria dalam evaluasi proses hari 1 digunakan untuk mengevaluasi intervensi hari 11 – V 2. Terapi obat 1) Nitrogliserin 2) Beta bloker 3) Antagonis kalsium 4) Anti platelet 5) Heparin 6) Morphin 7) Asetil kolin 8) Trombolisis 9) Terapi oksigen Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 2. selama dan setelah beraktivitas d. saat marah dan kadang saat dingin Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C e. saat istirahat. dan vertigo c. Evaluasi hasil terkait dengan intoleransi aktivitas .1) Kolesterol 2) CKMB 3) Laktat dehidrogenase (LDH) Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C l. olahraga berat. Data Subyektif a. saat kerja. sesak nafas. Klien mengatakan jantung berdebar-debar.

Kriteria hasil a) Klien mengatakan lemasnya berkurang b) Klien mengatakan nyerinya hilang atau berkurang ( skala 0-1) No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C c) Klien menunjukkan menurunnya ketegangan d) Denyut nadi klien normal (60-100 kali per menit) e) Tekanan darah klien normal (120/70-120/80 mmHg) f) Pernapasan klien normal (12-20 kali per menit ) g) Kesadaran klien kompos mentis h) Klien tampak rileks i) Hasil rekam EKG menunjukkan gelombang sinus ritme (SR) j) Pemeriksaan laboratorium : kolesterol atau trigliserida laktat dehidrogenase dan enzim CKMB dalam batas normal No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C k) Suhu normal (36-370C) l) Reflek pupil 2+/2+ atau isokor 2.com/t/trackback/849354 Listed below are links to weblogs that reference blog gratis: Comments .friendster. 2008 in Weblogs | Permalink TrackBack TrackBack URL for this entry: http://blogs.www.No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C 1. Pencapaian tujuan Interpretasi : April 19.

Post a comment Sign In Post a comment Name: wuyung You are currently signed in as wuyung. Comments: Recent Posts * blog gratis Syndicate this site (XML) About Us | Contact Us | Events | Promote My Profile | Help | Terms of Service | Privacy Policy Posted by WUYUNGVH at 1:26 PM 0 comments Links to this post Reaction s: Newer Posts Older Posts Home Subscribe to: Posts (Atom) Anda pengunjung ke Free Hit Counter New My title page contents My Google Pagerank .

Artikel Terkait » dicuplik dari Google . Google pun tak mau ketinggalan menebarkan kasih sayang kepada para penggunanya.TRANSLATE THIS BLOG Translate this page from Indonesian to the following language! Widget by ateonsoft. Selain memajang logo Google bernuansa cinta..Di hari Valentine.14 Feb 2011 . ..com adsense Search Google Masukkan istilah pencarian Anda pencarian Cari þÿ Kirim formulir NEWS Google Valentine.49 menit lalu Jakarta . Google Rilis Situs untuk Calon Pengantin Detikcom .2/2011 Samsung Buat Tablet Mirip iPad .

Staf Google Puji Facebook Inilah.. Artikel Terkait » dicuplik dari Google ..14 Feb 2011 . Setelah Hosni Mubarak mundur. Jakarta – Sudahkah Anda mengakses Google hari ini? Heran dengan logo Google menampilkan gambar cinta dan dominasi warna. Jakarta .2/2011 didukung oleh Blog Archive • o  ► 2009 (23) ► December (1) Get Music Audio Video at www. dicuplik dari Google . Artikel Terkait » dicuplik dari Google .2/2011 Presiden Mesir Turun.Tempo Interaktif .com .14 Feb 2011 .13 Feb 2011 COM..com .6 jam lalu COM.Eksekutif Google Wael Ghonim cukup terkenal dalam revolusi Mesir.modflip.13 Feb 2011 .1 jam lalu Tablet yang diluncurkan dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona itu berjalan dengan sistem operasi buatan Google yang khusus untuk perangkat tablet... .. Ghonim mengucapkan rasa terimakasihnya pada . .com .2/2011 Simbol Cinta di Logo Google Inilah. Mari cari tahu.

Search Google --> Masukkan istilah penc.. ► January (20) PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ASTEROSKLEROSIS MACAM-MACAM PENYAKIT KELAMIN Rematik Hubungan Antara Pola Pemberian ASI dengan Faktor S. Karies Gigi Pengertian Metode Kanguru Askep pada klien dengan GE ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF KARAKTERISTIK REMAJA Kecenderungan Kenakalan Remaja TIDUR DAN ISTIRAHAT Obat Cerna PENYULUHAN PENGGUNAAN ORALIT Gondongan (Mumps..o  o  o                     • o          ► June (1) verification ► May (1) <!-... Parotitis Epidemika) Pencegahan Stroke ISPA Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah TRAUMA KEPALA Nutrisi Yang Dibutuhkan Di Usia Balita HEPATITIS A ▼ 2008 (23) ▼ April (23) blogfriendster blogfriendster linkku Muscles of the Human Body Geneva Doctors Geneva Health Spinal Cord Model 6x (W42505) ClinicalOne Mentone Educational Centres .

            healthcare professional AMI BAB I BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung mer.. PAROTITIS Masa Remaja Age at Menarche in Indonesia code DAFTAR PUSTAKA ACUTE MYOCARD INFARK CARIES GIGI MENARCHE KEPERAWATAN Pictures from Electron Microscopes Slideshow ..

to/?r=wuyung .Bandwidth Speed Test Google Maps • • Google Maps http://bux.

blogspot.• • • • • • http://wuyungnurse.com/q0owqvm4yda-6fvlpsoa http://zzecjjibcbmicyw.com http://wuyungjunior.blogspot.certainbet.blogspot.com/track.com http://slatebird.asp? a=c&u=127336645&s=1639&e=42998121 Game BARU • • Game BARU (Gladiatus) http://bux.com http://wuyungvh. Indonesia NURSE View my complete profile ADSENSE There was an error in this gadget KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SLTPN 2 GENTENG KECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI .blogspot. sleman.to/?r=wuyung Profil Penulis WUYUNGVH YOGYAKARTA.com http://akperpantirapih.

(2005 : 9) Haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklik emdomestrium. Memasuki masa puber. yaitu dengan telah diproduksinya sel telur (ovum). Kes. normalnya wanita mengalami periode menstruasi atau haid mulai dari usia remaja hingga menopause Dra. <!--[endif]-->Latar Belakang Dalam perjalanan hidup. dan disusul dengan periode tanpa gejala. Pendapat Sriyono. pada perempuan diawali dengan terjadinya menstruasi. Siklus menstruasi terdiri atas perubahan-perubahan di dalam ovarium dan uterus. P. Seseorang terjadi sejak awal menstruasi pada masa remaja sampai umur 40 atau 50 tahun. Hal ini menandai bahwa organ reproduksi telah aktif. Proses menarche pada seorang wanita dimulai pada usia 10 – 14 tahun. Erna. (2009 : 15). kemudian ovarium mulai bekerja menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Menstruasi berlangsung kira-kira lima hari. Dini Kasdu. (2005 : 69). selama masa ini epithelium permukaan lepas dari dinding uterus dan perdarahan pun terjadi pada usia remaja haid pertama kira-kira usia 12 hingga 16 tahun. dan nutrisi. Para peneliti beranggapan bahwa perubahan sikap premenarche adalah akibat dari faktor hormonal.BAB 1 PENDAHULUAN <!--[if !supportLists]-->A. Panjang masa siklus menstruasi rata-rata 28 hari 14 hari persiapan untuk ovulasi dan 14 hari selanjutnya. Hormon ini akan mempengaruhi uterus pada dinding sebelah kanan dan terjadilah proses menstruasi. Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. psikologis. Keluarnya darah dari vagina disebabkan luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Sarwono. Menarche adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi ) endometrium. . Selanjutnya dijelaskan menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. (2008 : 57). Riset melaporkan Taylor. (2005 : 103). Saat itu kelenjar hipofisis mulai berpengaruh. Maulana. (1994) bahwa sekitar 10-30 % wanita produktif mengalami sindrom premenarche. M. Etiologi dan Perubahan sikap premenarche belum diketahui. F.

fenomena yang terdapat pada asumsi . Penanganan yang efektif dalam mengatasi kecemasan pada siswa akan mempengaruhi prognosis. oleh karena itu siswa premenarche diharapkan bersikap positif dalam menghadapi menarche agar tidak timbul masalah selama menarche. <!--[if !supportLists]-->B.Perubahan sikap premenarche yang terjadi sebelum berlangsungnya masa menarche diantaranya cemas. ketegangan dan kegugupan. <!--[endif]-->Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan fenomena . <!--[endif]-->Manfaat Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. maka peneliti merumuskan masalah dengan membatasi pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche seperti: “Bagaimana tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche ?” <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Bagi Institusi Sebagai pedoman dalam penelitian yang akan dilakukan dan hasilnya nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan guna meningkatkan mutu pendidikan selanjutnya. <!--[endif]-->Tujuan Penelitian Tujuan Umum Untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kabupaten Banyuwangi. cepat lupa cepat menangis dan bingung. edema pada ekstrimitas. (2007 : 10). Baradero. abdomen terasa penuh. banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada awal mengalami haid. depresi. ingin makan yang manis.asumsi diatas peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng. . payudara sakit. Oleh sebab itu penelitian ini ingin mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang rata-rata siswa tersebut sudah mengalami menarche. berat badan bertambah. cepat marah. nafsu makan. Oleh karena itu bidan atau paramedis perlu memberikan konseling pada remaja tentang cara-cara mengatasi kecemasan saat menarche sehingga dapat mengurangi kecemasan pada remaja saat menarche selain itu untuk mengurangi kecemasan perlu mengatur pola yang memenuhi gizi seimbang dan olahraga. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Bagi Peneliti Sebagai pengalaman nyata dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah sebagai penerapan dari mata kuliah. <!--[if !supportLists]-->D. Penelitian ini kecemasan dari siswa yang menghadapi menarche (premenarche) inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua.

spesifik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan sehingga dapat memusatkan pada suatu objek lain. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Kecemasan Sedang Memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. <!--[endif]-->Bagi Responden Untuk menembah pengalaman tentang menarche dan menangani keluhan keluhan yang dirasakan. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Kecemasan Berat Sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. <!--[endif]-->Konsep Dasar Kecemasan <!--[if !supportLists]-->a. sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. <!--[if !supportLists]-->4.<!--[if !supportLists]-->3. tidak spesifik. <!--[endif]-->Landasan Teori <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Bagi Profesi Sebagai masukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Tingkat Panik . <!--[endif]-->Tingkat Kecemasan Menurut Stuart dan Sundeen membagi tingkat kecemasan menjadi empat tingkatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Kecemasan Ringan Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. <!--[endif]-->Pengertian Kecemasan adalah keadaan dimana seseorang mengalami perasaan gelisah dan aktifitas sistem saraf otonom dalam merespon terhadap ancaman yang tidak jelas. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA <!--[if !supportLists]-->A.

menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain.<!--[endif]-->Gangguan realitas .<!--[endif]-->Gejala-gejala fisik tidak berkembang : sakit kepala. <!--[endif]-->Panik <!--[if !supportLists]-->. Orang yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. jika berlangsung terus dalam waktu lama maka terjadi kelelahan yang berlebihan bahkan menyebabkan kematian.<!--[endif]-->Sedikit mengalami tanda-tanda vital <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Terangsang untuk melakukan tindakan <!--[if !supportLists]-->. mual. <!--[endif]-->Ciri-Ciri Kecemasan Menurut Brenda Goodner ciri-ciri kecemasan adalah : <!--[if !supportLists]-->1. ketakutan dan teror. karena mengalami kehilangan kendali.<!--[endif]-->Lebih tegang <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Persepsi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Sedikit mengalami peningkatan tandatanda vital <!--[if !supportLists]-->2. diare. <!--[endif]-->Kecemasan Sedang <!--[if !supportLists]-->. muntah <!--[if !supportLists]-->4.<!--[endif]-->Perasaan tentang terancam atau takut meningkat <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Kecemasan Berat <!--[if !supportLists]-->. terjadi peningkatan aktivitas motorik.<!--[endif]-->Komunikasi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->3. persepsi yang menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional.Berhubungan dengan terperangah. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan. letih. sering berkemih. tapi fokusnya sempit <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Perasaan terancam <!--[if !supportLists]-->. Rincian terpecah dari proporsinya.<!--[endif]-->Sadar. nyeri dada.<!--[endif]-->Mengalami peningkatan tanda-tanda vital lebih dramatis.<!--[endif]-->Termotivasi secara positif <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Kecemasan Ringan <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Menurunnya konsentrasi dan persepsi <!--[if !supportLists]-->. Dengan panik.<!--[endif]-->Meningkatkan kesadaran <!--[if !supportLists]-->. palpitasi. palpitasi.

(2001:133). Notoadmojo.<!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Cara Menilai Kecemasan Pengukuran kecemasan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung yang dapat dinyatakan bagaimana pendapat atau pernyataan responden terhadap suatu objek. <!--[if !supportLists]-->. setuju dan tidak setuju. <!--[endif]-->Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Umur Semakin cukup umur. yang dikutip oleh Nursalam. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Status Perkawinan Seseorang yang telah menikah akan lebih mempunyai rasa percaya diri dan ketenangan dalam melakukan kegiatan (menurut Dartkows. makin konstruktiv dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi Menurut Hurlock. Diketahui pula bahwa masyarakat yang berpenghasilan rendah prevalensi psikiatrinya lebih banyak. sebagai obyek sosial. (2003 : 132) skala kecemasan disusun untuk mengungkapkan sikap pro dan kontra positif dan negatif. Semakin tua umur seseorang. obyek sosial tersebut berlaku sebagai obyek kecemasan.<!--[endif]-->Dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.<!--[endif]-->Kombinasi dari gejala-gejala fisik yang disebutkan diatas dengan peningkatan tanda-tanda vital akan lebih awal dari tanda panik. (2001 : 133). Jadi keadaan penghasilan yang rendah mempunyai peningkatan kecemasan Nursalam. yang dikutip oleh Nursalam. <!--[if !supportLists]-->d. Secara tidak langsung dapat dilakukan dengan pernyataan-pernyataan hipotesis. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pendidikan Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai yang diperkenalkan menurut Brower. kemudian dinyatakan dengan pendapat responden. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang berpikir dan bekerja. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Pendapatan Penghasilan setiap bulannya juga berkaitan dengan gangguan pola psikiatri. tetapi akan lebih buruk jika intervensi yang dilakukan gagal. makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. (2001 : 133). yang dikutip oleh Nursalam. Untuk menilai tingkat kecemasan siswa . Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk presentase menggunakan rumus. (2001 : 133). <!--[if !supportLists]-->e. Dalam skala kecemasan.<!--[endif]-->Tidak mudah untuk berkomunikasi <!--[if !supportLists]-->.

(2001 : 282). Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan variabel siswa yang berumur 12-16 tahun sesuai dengan pendapat Mirza Maulana yang mengatakan bahwa siswa menarche pertama kali pada usia 12-16 tahun. <!--[if !supportLists]-->4. Balai Pustaka. Maulana. Siti. <!--[endif]-->Konsep Dasar Premenarche Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. <!--[endif]-->Konsep Dasar Menarche : <!--[if !supportLists]-->a. 2008). <!--[if !supportLists]-->2.dalam menghadapi menarche menggunakan tingkat kecemasan Hars (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Penilaian 0: Tidaka ada (tidak ada gejala sama sekali) 1: Ringan (satu gejala dari pilihan yang ada) 2: Sedang (separuh dari gejala yang ada) 3: Berat (lebih dari separuh dari gejala yang ada) 4: Sangat berat (semua gejala ada) <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Penilaian Derajat Kecemasan Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. <!--[endif]-->Konsep Dasar Siswa <!--[if !supportLists]-->a. dan disusul dengan periode tanpa gejala. Cipta Karya. <!--[if !supportLists]-->3. . Baradero. (2007 : 944). (2005 : 115). <!--[endif]-->Arti Menarche <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Menarche adalah haid yang pertama kali yang baru datang setelah berumur 14 tahun. Selanjutnya dijelaskan bahwa siswa ialah wanita yang mulai dewasa sudah sampai umur untuk kawin. (2007 : 10). (2009 : 18). <!--[endif]-->Arti Siswa Siswa adalah wanita yang beranjak atau mulai dewasa.

Ada yang 1-2 hari dikuti darah sedikit–sedikit kemudian ada yang sampai 7-8 hari. (2003 : 169-170). <!--[endif]-->Arti Siklus Menstruasi <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Siklus menarche ialah suatu kejadian yang terjadi pada ovarium yang menghasilkan perubahan tidak hanya pada uterus.<!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Selanjutnya menurut Sarwono. Dari pengamatan Hartman pada kera ternyata bahwa hanya 20% saja panjang siklus haid 28 hari. Kemudian juga dijelaskan bahwa tujuan siklus menarche untuk melepas ovum dalam persiapan fertilisasi pada kira-kira jarak 4 minggu dan untuk mempersiakan uterus dan seluruh tubuh wanita untuk menerima dan mengembangkan hasil fertilisas ini. Pada setiap . (2005 : 69). tetapi faktor-faktor yang menyebabkan glandula tersebut mengadakan stimulus (rangsangan) gonad pada saat pubertas belum seluruhnya dipahami. Dan pada wanita usia 55 tahun 51. misalnya perubahan pekerjaan. (2005 : 103) menarche merupakan perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. 2). Jika siklusnya kurang dari 18 hari atau lebih dari 42 hari dan tidak teratur biasanya siklusnya tidak berevolusi. maka glandula pituitari anterior itu sendiri diatur oleh kedua sekresi tersebut. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Referensi lain mengatakan bahwa siklus menarche adalah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Panjang siklus haid dipengaruhi oleh usia seseorang. Siklus ini diatur terutama oleh glandula pituitari anterior. berpindah dari tempat yang berbeda. Panjang siklus haid yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari. Panjang siklus yang biasa pada manusia ialah 25-32 hari. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Begitu juga pendapat lain menjelaskan bahwa menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. <!--[if !supportLists]-->b. Rata–rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25. Erna. (2003 : 169). Lama haid biasanya antara 3-5 hari. Telah diketahui bahwa : 1). (2009 : 19) menarche suatu proses pengeluran darah dari uterus disertai serpihan selaput dinding uterus pada wanita dewasa yang terjadi secara periodik. tetapi variasinya cukup luas saja. (2005 : 103).1 hari.1 hari pada wanita usia 43 tahun 27.9 hari. antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Terdapat pengendalian neurohormonal pada glandula pituitari anterior oleh hipotalamus dan siklus menarche tersebut dipengaruhi oleh faktor emosional. Sarwono. Lamanya siklus menarche rata-rata adalah 28 hari. dan kira-kira 97% wanita yang berevolusi siklus haidnya berkisar antara 18-42 hari. tetapi juga pada tubuh wanita secara keseluruhan. Verralls. kematian orang yang dicintai dan sebagainya. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Menurut Maulana. Sylvia. Bila glandula pituitari anterior mengatur sekresi estrogen dan progesteron. Jadi sebenarnya panjang siklus haid 28 hari itu tidak sering dijumpai.

wanita biasanya lama haid itu tetap. kelenjar endometrium yang tumbuh berkeluk-keluk mulai bersekresi dan mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak pada akhir masa ini stroma endometrium berubah ke arah sel-sel desidual terutama yang berada di seputar pembuluhpembuluh arterial. fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. sedangkan pengeluaran hormonhormon ovarium paling rendah (minimum). (2005 : 103). Kelenjarkelenjar kebanyakan lurus.4 hari. Antara hari kedua belas dan keempat belas dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi. Jumlah darah yang keluar rata–rata 33. Dibawah pengaruh progesteron ini. Jumlah darah haid lebih 80 cc dianggap patologik. Darah haid mengandung darah fena dan anteri dengan sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglotinasi.5 mm fase ini telah mulai sejak fase menarche dan berlangsung + 4 hari. Pada waktu itu endometrium tumbuh kembali. sel-sel epitel dan stroma yang mengalami disentegrasi dan otolisis.2 ± 16 cc. (2006 : 46). servik dan kelenjar-kelenjar vulva. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Sesudahnya dinamakan masa sekresi. pendek dan sempit bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi sel-sel kelenjar mengalami mitosis. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Masa proliferasi sampai hari keempat belas. Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak. dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan. Hanya startum basale yang tinggal utuh. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Fase Intermenstruum atau fase proliferasi dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal + 3. terutama dari mulut kelenjar. Fase ini berlangsung 3 . dan sekret dari uterus. Sebagian masih . Pada ketika itu korpus rubrum menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesteron. Fase proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Dini berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. Pada waktu itu endometrium dilepas. Sarwono. pada wanita dengan anemi defisiensi besi jumlah darah haidnya juga lebih banyak. Pada tiap siklus haid dikenal tiga masa utama <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Masa haid selama dua sampai delapan hari. 4 Fase Endometrium Dalam Siklus Haid <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Fase menstruasi atau deskuamasi. disebut juga endometrium mengadakan proliferasi.5 mm fase ini berlangsung dari hari kelima sampai hari keempat belas dari siklus haid. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Fase pasca haid atau fase regenerasi luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagai besar berangsur– angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang baru tumbuh dari sel–sel epitel endometrium pada waktu ini tebal endomertium + 0. Sarwono.

Arwono. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Fase Prahaid atau Fase Sekresi berlangsung sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. (2005 : 112). tetapi untuk kelenjar berubah menjadi panjang berkeluk-keluk. Memang tujuan perubahan ini adalah untuk perubahan mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. yang makin lama makin nyata. yaitu lapisan ini tidak aktif. Kelenjar berkeluk-keluk dan bervariasi sejumlah stroma mengalami edema tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang. <!--[if !supportLists]-->(3) <!--[endif]-->Stratum Kompaktum. endometrium lebih tipis dari pada fase sebelumnya kerena kehilangan cairan. Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm. Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi ini. yaitu lapisan atas yang padat saluran-saluran kelenjar sempit ilumennya berisi sekret. Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum. stroma bertumbuh aktif dan padat. dan stromanya edema. kecuali mitisis pada kelenjar. Dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk-keluk dan kaya dengan glikogen. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. Sitoplasma sel-sel stroma bertambah menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Akhir berlangsung hari ke-2 sampai hari ke-14. fase ini merupakan bentuk transis dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torok dan tinggi. fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spon ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar yang melebar dan berkeluk-berkeluk dan sedikit stroma diantaranya. sel-selnya berbentuk bintang dan didepan tonjolan-tonjolan. Pada fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya. Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan yaitu : <!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Lapisan neometrium. Fase sekresi dibagi atas : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Sekresi Dini. . <!--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]-->Stratum Sepongiosus. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Sekresi Lanjut. dan mengeluarkan getah. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Madya berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10.menunjukkan suasana fase menarche dimana terlibat perubahan-perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboit strama padat dan sebagian menunjukkan aktifitas mitosis. anestomosis nukleus sel stroma relatif besar sebab sitiplasma relatif sedikit.

<!--[endif]-->Perubahan Masa Menstruasi. memegang peranan dalam hal ini yang penting ialah : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Faktor–faktor enzim dalam fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpanya enzim-enzim histologik dalam endometrium serta merangsang pembentukan glikogen dan asam-asam mukopolisakarida. sesudah ovulasi. (2005 : 110). kecuali faktor hormonal. Bila tidak terjadi pembuahan korpus luteum mengalami kemunduran yang menyebabkan kadar . <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Endometrium Hampir sepanjang siklus haid pembuluh-pembuluh darah menyempit dan melebar secara ritmis. seperti digambarkan diatas dengan regresi endometrium timbul statis dalam fena-fena serta saluran-saluran yang menghubungkan dengan arteri. Jika kehamilan tidak terjadi. Sarwono. baik dari arteri maupun dari fena. Dengan demikian. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Faktor faktor muskular mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistim faskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. Pada pertumbuhan endomertium itu tumbuh pula arteria-arteria fena-fena dan hubungan antaranya. dan akhirnya terjadi mekrosis dalam perdarahan dengan pembentukan hematom. timbul gangguan dalam metabolisms endometrium yang mengakibatakan regresi endometrium dan pendarahan. Zat-zat yang terakhir ini ikut serta dalam pembangunan endometrium khususnya dengan pembentukan stroma dibagian bawahnya pada pertengahan fase luteal sintesis mukopolisakarida terhenti. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Perubahan Fisik <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Ovarium Perubahan-perubahan yang terdapat pada ovarium pada siklus haid ialah sebagai berikut. terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan. Sarwono. akan tetapi hanya satu yang tumbuh terus menjadi matang. akan tetapi sudah dikenal beberapa faktor. endomertium memasuki fase sekresi. maka dengan menurunnya kadar progesteron. lebih banyak zat-zat makanan mengalir ke stroma endometrium sebagai persiapan untuk implantasi ovum. apabila terjadi kehamilan. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid. berganti-ganti. Karena itu. enzim-enzim hidrolitik dilepaskan dan merusakkan bagian dari sel-sel yang berperan dalam sintesis protein. (2005 : 11).<!--[if !supportLists]-->c. Mekanisme haid belum diketahui seluruhnya. dengan akibat mempertinggi permeabilitas pembuluh-pembuluh darah yang sudah berkembang sejak permulaan fase proliferasi. <!--[endif]-->Mekanisme menstruasi : Hormon Steroid estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium dibawah pengaruh estrogen endometrium memasuki fase proliferasi. Dibawah pengaruh FSH beberapa folikel mulai berkembang. sehingga permukaan endometrium memuncak dan berwarna merah karena penuh dengan darah.

depresi. payudara sakit. . Baradero. edema pada ekstrimitas. keju. (1996). dan lemak hewan. ingin makan yang manis-manis. Asupan energi bervariasi sepanjang siklus haid. abdomen terasa penuh. Peningkatan konsumen energi premenstruasi dengan ekstra penambahan 87500 Kkal/ hari. ketegangan dan kegugupan. cepat marah. cepat lupa. hal ini akan berdampak gangguan haid. (2007 : 11).progesteron dan estrogen menurun. ketegangan dan kegugupan dan cepat marah kurangi asupan susu. yang lain berpendapat bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama fase luteal. mentega dan gerak badan. yang melakukan penelitian. (2007 : 11). Ada yang berpendapat karbohidrat merupakan sumber peningkatan asupan kalori selama fase luteal. Baradero. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Penambahan BB. tetapi akan membaik bila asupan gizinya baik. Kesimpulannya bahwa estrogen mengakibatkan efek penekanan atau penurunan terhadap nafsu makan Krummel. Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat mengakibatkan perubahan asupan energi belum didapatkan data yang pasti. edema pada ekstrimitas. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Untuk berat badan yang bertambah karena menarche. Peristiwa ini menyebabkan pembuluh-pembuluh darah terputus. Pada remaja perlu mempertahankan status gizi yang baik. dengan cara mengkonsumsi makanan seimbang. Baradero. Sebagai bahan perbandingan di bawah ini akan diuraikan tentang asupan energi total dan keragaman komponen diet. coklat. (1996). nafsu makan bertambah. teh. nafsu makan bertambah. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Perubahan Psikologis : Cemas. (2005 : 114). Selain itu juga ada. ingin makan yang manis kurangi asupan garam. payudara sakit. terjadi peningkatan energi pada fase luteal dibandingkan fase folikuler. kopi. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pengobatan Yang Tersedia : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Untuk rasa cemas. Dengan demikian selama fase luteal terjadi peningkatan asupan makanan atau energi Krummel. cepat menangis. (2007 : 11). Penurunan kadar hormon ini mempengaruhi keadaan endometrium kearah regresi. fungsi organ tubuh. yang berpendapat bahwa asupan lemak dan protein akan meningkatkan pada fase luteal. cola. Seberapa jauh pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarche belum ada. Sarwono. juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. cepat menangis tingkatkan asupan vitamin B dan sayur–sayuran hijau. dan pada satu saat lapisan fungsional endometrium terlepas dari stratu basale yang dibawahnya. karena sangat dibutuhkan pada saat haid. dan terjadilah pengeluaran darah yang disebut haid. abdomen terasa penuh. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Untuk depresi. cepat lupa. <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan.

E2 menurun secara signifikan. rata-rata 4.5% pada vegetarian dan 4. terjadi hubungan antara diet dengan fungsi menarche. Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus. misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu. Tetapi timbul pertanyaan seberapa sering faktor diet dipandang sebagai penyebab timbulnya menarce. 9 orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging.2 hari juga. Terapi pada hipermenorea pada mioma uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri. Prevalensi ketidak teraturan menarche 26. (1996). rata-rata 3.terbukti pada saat haid tersebut terutama pada fase luteal akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Hipomenorea ialah perdarahan menarche yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.9 hari. sedang diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas kerokan. mengalami penurunan frekuensi puncak LH dan peningkatan pada LH. Setelah mengalami 2 x injeksi LHRH. gangguan pelepasan endometrium pada waktu menarche dan sebagainya. Erna. Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid. serat dan nutrien lainnya Krummel. (2005 : 204). lamanya menarche. Pada wanita yang mengonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menarche. Sebaliknya 16 orang diet biasa beralih kediet yang kurang daging selama 2 bulan mengalami pemendekan fase folikuler. Sarwono. Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif dianggap mempengaruhi siklus menarche serta penampilan reproduksi.9% pada non vegetarian. atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). <!--[endif]-->Selain kita harus memahami siklus menarche. FSH meningkat. masih jarang penelitian yang menggunakan diet sebagai metode perlakuan dan uraiannya sering tidak lengkap atau tumpang tindih. (2005 : 70). Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah kediet rendah lemak akan memperpanjang siklus menarche sebagai akibat dari memanjangnya fase menarche dan fase folikuler.3 hari lamanya waktu menarche meningkat rata-rata 0. ternyata fase folikuler memanjang. Siklus menarche bukan dipengaruhi oleh diet vegetarian tetapi diet yang bervariasi dalam hal lemak. Gangguan yang dapat terjadi karena menarche dan siklusnya diantaranya : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Hypermenorea (Menoragia) ialah perdarahan menarche yang lebih banyak dari normal. Sebab-sebabnya dapat . Diet Vegetarian : Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon sex telah diteliti. <!--[if !supportLists]-->e.5 hari dan fase folikuler meningkat ratarata 0. Diet Rendah Lemak : Hasil penelitian pada diet rendah lemak dibanding tinggi lemak ternyata pada diet tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urine. polip endometrium. Sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama : panjang siklus menarche meningkat rata-rata 1. keluhan serta pengobatan menarche kita juga harus mengerti gangguan-gangguan yang dapat terjadi saat menarche.8 hari. kesimpulannya tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon sex.

Ada dua bentuk amenorea yaitu amenorea primer dan sekunder. tetapi kemudian tidak dapat lagi. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Polimenorea ialah siklus menarche lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). dan lain-lain. penyakit infeksi. Baradero. Selanjutnya dijelaskan bahwa amenorea ialah tidak adanya menarche. Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengkibatkan gangguan ovulasi. ovarium. (2005:205). Kita berbicara tentang amenorea primer terlebih dahulu apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas. Kecuali jika ditemukan sebab yang nyata. Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari menarche biasa. Terapi hormon bisa diberikan. Lazim diadakan pembagian antara amenorea. Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui. seperti kelainan-kelainan kongenital dan kelainan-kelainan genetik. Wanita yang memakai kontrasepsi oral bisa juga mengalami amenorea selama 6 bulan setelah berhenti memakai kontrasepsi oral. lebih dari 35 hari. karena menarche yang normal memerlukan sekitar 17% lemak dari tubuh. tidak pernah dapat menarche. Terapi : Pengobatan bergantung pada penyebab amenorea. Amenorea sekunder bisa juga dialami oleh atlet yang terlalu banyak menghabiskan kalori. Amenorea primer bisa diakibatkan oleh kelainan genetik. Amenorea sekunder timbul apabila seorang wanita yang sudah menarche berhenti menarchenya selama 3-6 bulan. Kehamilan adalah penyebab utama dari amenorea. pada gangguan endokrin. atau efek perkembangan kongenital. Amenorea bisa juga mempengaruhi kepadatan tulang yang mengakibatkan osteoporosis. Amenorea sekunder bisa juga timbul sebagai respon terhadap stres yang berat. Sarwono. Wanita dengan amenorea memerlukan konseling untuk manangani gangguan konsep diri dan infertilitas. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Oligomenorea Disini siklus menarche lebih panjang. terapi terdiri atas menenangkan penderita. pada uterus (misalnya sesudah miomektomi). dan lain-lain.terletak pada konstitusi penderita. satu kali masih dianggap normal. Hilangnya 10-15% berat badan dapat menyebabkan amenorea. timid. Amenorea primer timbul apabila menarche pertama tidak terjadi pada umur 16 tahun. atau menjadi pendeknya masa luteal dan sebagainya. sedang pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat menarche. tumor. <!--[if !supportLists]-->6) <!--[endif]-->Dismenorea atau nyeri menarche mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita- . Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul dalam kehidupan wanita. seperti gangguan gizi. perubahan fungsi hipotalamus. (2007 : 10). dan kelenjar adrenal. primer dan amenorea sekunder. kelenjar hipofisis. <!--[if !supportLists]-->5) <!--[endif]-->Amenorea ialah keadaan tidak adanya menarche untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. endokrin. gangguan metabolisme. Kadang-kadang tidak ada menarche.

diare. Keluhan nyeri mulai dari yang ringan seperti rasa mulas. namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan. diperkirakan hanya berkaitan dengan faktor intrinsik. hingga ada yang . muntah. Selanjutnya menurut dr. mudah timbul dismenorea. Dysmenorrhoe ini merupakan keluhan yang sering dirasakan di masyarakat sehingga menjadi penyebab yang paling banyak hilangnya waktu kerja atau absen masuk sekolah. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual. dysmenorrhoe ialah nyeri saat menarche yang sering difikirkan oleh gadis-gadis yang mengalaminya. apabila jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses menarche. penyakit menahun. Faktor-faktor seperti anemia. Ada 2 jenis dysmenorrhoe : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe primer yaitu nyeri pada saat menarche tanpa ada kelainan organ di rongga panggul. Karakteristiknya nyeri menarche muncul bersamaan dengan datangnya menarche dan berakhir beberapa jam kemudian. Dismenorea primer terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih. biasanya terbatas pada perut bawah. Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak di perut bawah sebelum dan selama menarche dan sering kali mual maka istilah dismenorea hanya dipakai jika nyeri menarche demikian hebatnya. meskipun beberapa kasus nyeri berlanjut hingga beberapa hari. kram pada perut. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan menarche dan berlangsung untuk beberapa jam. migrain atau asma. berat atau intensitasnya sukar dinilai.wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Di Amerika Serikat pernah dilaporkan dysmenorrhoe menyebabkan hilangnya 600 juta jam kerja pertahun. untuk beberapa jam atau beberapa hari. dan sebagainya dapat mempengaruhi timbulnya dismenorea. Dismenorea dibagi atas : Dismenorea Primer yaitu nyeri menarche yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata. walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari. sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari. dan sebagainya. oleh karena itu siklus haid pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai dengan rasa nyeri. Sifat rasa nyeri ialah kejang berjangkit-jangkit. Karena gangguan ini sifatnya subyektif. sakit kepala. Budi. tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. antara lain : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Primer Kejiwaan : Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil. Walau frekuensi dismenorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal. Smith menduga bahwa sebab alergi ialah toksin menarche. dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. Etiologi : Beberapa faktor memegang peranan sebagai penyebab dismenorea primer. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Faktor Konstitusi : Faktor ini yang erat hubungannya dengan faktor tersebut di atas. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Faktor Alergi : Teori ini dikemukakan setelah memperhatikan adanya asosiasi antara dismenorea dengan urtikaria.

mioma uteri. Dysmenorrhoe primer akan berkurang dengan bertambahnya usia. adenomiosis dan mungkin infeksi di rongga-rongga panggul. nyeri kepala. Dismenorea primer tidak dikaitkan dengan patologi pelvis dan bisa timbul tanpa penyakit organik. Nyerinya bersifat kolik atau kram dan dirasakan pada abdomen bawah. Intensitas dismenorea bisa berkurang setelah hamil atau pada umur sekitar 30 tahun. Beberapa kasus disertai dengan mual. Dismenorea sekunder timbul sebagai respon terhadap penyakit organik seperti endomertiosis. (2007 : 9). Baradero. naproxen. Oleh karena itu organ reproduksi perempuan paling penting untuk diperhatikan. <!--[if !supportLists]-->f. fibroit uteri. <!--[if !supportLists]-->B. tidak mau makan. dan ketoprofen sedangkan dismenorea sekunder diatasi dengan memperbaiki penyebab organik. clan pemakaian IUD. Terapi dismenorea primer dapat diatasi dengan obat ibuprofen.Umur . diare. (2007 : 36). Dismenorea primer biasa timbul pada hari pertama atau kedua dari menarche.Gizi Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche Berat . Dismenorea primer mengenai sekitar 5075% wanita yang masih menarche. <!--[endif]-->Perempuan paling rentan pada kesehatan organ reproduksi karena bentuk organ reproduksi utama bersifat menerima atau dalam bentuk lubang yang agak besar. seperti endometriosis. muntah. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe sekunder adalah nyeri menarche dimana didapatkan kelainan organik. Karakteristik nyeri dysmenorrhoe sekunder lebih spesifik bergantung dari penyebabnya maka pengobatan berdasarkan kelainan yang ditemukan. rasa lelah dan rasa tegang. <!--[endif]-->Kerangka Konseptual Kerangka Konseptual di gambarkan sebagai berikut : Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan : . maupun secara tidak sengaja melalui media tertentu. Budi. Menurut literatur lain dijelaskan bahwa dismenorea adalah nyeri uteri pada saat menarche. baik secara sengaja dengan hubungan seksual atau proses seksualitas yang lain.berat seperti nyeri orang melahirkan. yang sering adalah berkurang dan bahkan hilang saat setelah melahirkan bisa juga dengan mengkonsumsi obat penghilang nyeri. Sekitar 10% mengalami dismenorea berat sehingga mereka tidak bisa bekerja. sehingga pengaruh luar mudah masuk.

Pendidikan .>27 Sedang 15-27 Ringan 6-14 Tidak ada kecemasan <> .Status perkawinan .Pendapatan <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Keterangan : .

<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Di teliti <!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Tidak di teliti Sumber : (Nursalam, 2008) Gambar 2.1 : Gambar konsep tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng.

BAB 3 METODE PENELITIAN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Jenis dan Rancang Bangun Penelitian Dalam penelitian ini adalah suatu metode penelitian deskriptif peristiwa dilakukan secara sistematik dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi, oleh karena itu penelitian jenis ini tidak perlu adanya suatu hipotesis. Nursalam, (2003 : 83). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain deskriptif yaitu penelitian ingin mengetahui Tingkat Kecemasan Siswa dalam menghadapi Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Karena siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Variabel Istilah “variabel” merupakan istilah yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap jenis penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche. Definisi Operasional Variabel

Variabel Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche.

Definisi Operasional Seberapa besar tingkat kecemasan siswa saat menghadapi menarche, meliputi: <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Umur <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Status Perkawinan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendidikan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendapatan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Gizi

Kriteria

Skala

Tingkat kecemasan Ordinal berat >27, sedang 15-27, ringan 6-14, dan tidak ada kecemasan <6.>

Sumber : (Nursalam, 2008). <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Populasi Arikunto berpendapat bahwa populasi ialah keseluruhan subyek penelitian. Arikunto, (2006:130). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas satu usia 12–16 khususnya di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 60 orang. Jumlah siswa kelas VII adalah 280 siswa, siswa perempuan sebanyak 120 siswa diambil secara acak dengan setiap kelas di wakili 8 sampai 9 siswa. <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Sampel Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi studied sampel, maka penelitian ini tersebut disebut penelitian sampel. Sampel sendiri adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Arikunto, (2006 : 131). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara random dengan total siswa kelas satu usia 1216 tahun yang bersekolah di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sejumlah 60 orang. Dengan rincian sampel dari kelas 7 A, kelas 7 B, kelas 7 C, kelas 7 D, kelas 7 E, kelas 7 F, dan 7 G. <!--[if !supportLists]-->E. <!--[endif]-->Lokasi dan Waktu Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tempat

Penelitian dilaksanakan di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Penelitian di daerah tersebut didasarkan pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi Menarche oleh karena siswa kelas satu usia 12-16 tahun belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Waktu Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Juli sampai Agustus 2009. <!--[if !supportLists]-->F. <!--[endif]-->Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tehnik Pengumulan Data Pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu setelah lembar kuesioner dibagikan kepada responden, lembar tersebut akan diambil pada hari itu juga. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan inform consent. Kuesioner sendiri mempunyai pengertian sejumlah pertanyaan tertulis yang dipergunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Arikunto, (2006 : 151). Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan ialah check list atau sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check (√) pada kolom yang sesuai dan rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan–tingkatan, misalnya mulai dari benar dan salah. <!--[if !supportLists]-->G. <!--[endif]-->Teknik Analisis Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Editing Peneliti mengumpulkan dan memeriksa kembali kebenaran yang telah diperoleh dari responden. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini ialah menjumlahkan dan melakukan korelasi. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Coding Merupakan tahap kedua setelah editing dimana peneliti memberikan kode pada setiap kuesioner yang disebarkan untuk memudahkan dalam pengolahan data. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Scoring Peneliti memberikan skor untuk tiap-tiap pertanyaan, bila pertanyaan favorable nilai 2 untuk jawaban (benar), nilai 1 untuk jawaban (salah), dan apabila pertanyaan unfavorable nilai 1 untuk jawaban (benar), nilai 2 untuk jawaban (salah). <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Tabulating

<!--[endif]-->Etika Penelitian Penelitian ini melibatkan obyek manusia maka tidak boleh bertentangan dengan etika agar responden dapat terlindungi untuk itu perlu adanya Surat Izin dari Kepala Sekolah SLTPN 2 Genteng. Setelah mendapatkan persetujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan etika sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a.05). <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Tanpa Nama Tanpa lembaran pengumpulan data.<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk prosentase menggunakan rumus : N= Keterangan: N = Besar populasi n = Besar sampel d = Tingkat kepercayaan (ketepatan yang diujikan (0. <!--[endif]-->Lembar Kuesioner Diberikan kepada siswi kelas VII SLTPN 2 Genteng sebelum penelitian agar dapat mengetahui maksud peneliti. Selanjutnya dimasukkan pada kriteria objektif sebagai berikut : Positif : 50 – 100% Negatif : <> Sedangkan kriteria untuk menilai tingkat kecemasan saat menarche diantaranya sebagai berikut : Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. . 2008) <!--[if !supportLists]-->H. Kepala Desa Kaligondo Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dan rekomendasi dari Ketua Program Studi D3 Kebidanan Poltekkes Majapahit Mojokerto. nama responden tidak dicantumkan hanya diberi kode.

<!--[if !supportLists]-->c.33 0.05 . Data terdiri dari data umum dan data khusus yang selanjutnya dilakukan proses analisa data. Kecamatan Genteng. <!--[endif]-->Kerahasiaan Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. Berikut akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tabel 4. SLTPN 2 Genteng terletak di Dusun Sumber Wadung.1 Distribusi Umur Siswa (12-16 tahun) di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. sekolah ini juga mempersiapkan diri menuju sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). No 1 2 3 Umur (Tahun) 12 13 14 Jumlah 6 50 3 Prosentase (%) 10. Kabupaten Banyuwangi. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN <!--[if !supportLists]-->A. Sekolah yang luasnya 15. dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Disamping itu peneliti masih sulit memahami pedoman penyusunan Karya Tulis Ilmiah karena kurangnya contoh referensi dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah.000. Hasil penelitian mengenai pengetahuan remaja putri tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi diperoleh melalui kuesioner yang berisikan 8 pertanyaan yang diberikan kepada 60 siswa remaja putri secara random di SLTP Negeri 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Desa Kaligondo. sehingga kami harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk mencari di daerah luar kota.000 m <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> dengan jumlah siswa 736 anak. <!--[endif]-->Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa hambatan seperti minimnya buku sumber yang kami miliki dikarenakan ada batasan minimal untuk tahun penerbitan sebuah judul buku yang berkaitan dengan penelitian ini. <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Hasil Penelitian Dalam bab ini akan disajikan hasil penelitian tentang studi deskriptif tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada bulan Juli 2009.00 83. <!--[endif]-->Data Umum. <!--[if !supportLists]-->I.

00 %).33 100.2 Distribusi Gizi Siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berumur 12 tahun sebanyak 6 orang (10. Tabel 4.00 0. <!--[endif]-->Data Khusus .4 5 15 16 1 0 60 0. siswa yang mempunyai gizi kurang baik sebanyak 2 orang (3. siswa yang mempunyai gizi cukup sebanyak 46 orang (76.00 %). siswa yang berumur 15 tahun sebanyak 1 orang (0. siswa yang berumur 13 tahun sebanyak 50 orang (83.00 76.33 %).3 Sumber Informasi Yang Di Dapat Siswa Tentang Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mempunyai gizi baik sebanyak 12 orang (20. yang mendapat informasi dari orang tua 45 orang (75.67 %).016 %). No 1 2 3 Pendidikan Televisi Majalah Orang Tua Jumlah 12 3 45 60 Prosentase (%) 20.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.05 %).00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.016 0 100 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat informasi dari televisi 12 orang (20.00 %).05 %). siswa yang berumur 0 tahun sebanyak 0 orang (0 %).05 75. <!--[if !supportLists]-->2.00 %). No 1 2 3 Gizi Baik Cukup Kurang baik Jumlah 12 46 2 60 Prosentase (%) 20. siswa yang berumur 14 tahun sebanyak 3 orang (0.33 %).00 100. yang mendapat informasi dari majalah 3 orang (0.67 3.

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berusia 12 tahun 6 orang yang berpengetahuan kurang baik 1 orang (1.67 3.66 34 56.00 %).Tabel 4.05 0.00 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. Tabel 4.33 2 3.00 - 12 20.33 å 6 % 10. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa gizi baik berjumlah 12 orang dengan kriteria cukup 12 orang (20.016 0 Total 60 - 11 18. mempunyai pengetahuan cukup (1.4 Distribusi Umur Siswa Terhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009.00 %) mempunyai pengetahuan tidak baik 28 orang (46. siswa yang berumur 13 tahun 50 orang yang mempunyai pengetahuan cukup 7 orang (11.66 %) mempunyai pengetahuan kurang baik 15 orang (25.33 16 26.66 %).33 %).67 Tidak BaikTotal å 5 % 8.33 Total 60 - 22 36. N Gizi o 1 2 3 Baik Cukup Kurang Baik Cukup % Kurang Baik å % Tidak Baik å % Total å % å å % å 12 46 2 - 12 20.67 4 6.67 %). yang mempunyai pengetahuan tidak baik 5 orang (8. yang berkriteria tidak baik 2 .67 %).66 15 25.67 3 1 0 0.67 50 83.00 %). yang mempunyai pengetahuan cukup (5.00 å å % å 6 7 3 1 - 50 3 1 0 - 11.00 28 46.67 %). siswa gizi cukup hampir dominan yaitu berjumlah 46 orang dengan kriteria cukup 10 orang (16. yang berkriteria kurang baik 34 orang (56.67 %). N Umur o (th) 1 2 3 4 5 12 13 14 15 16 Baik Cukup % Kurang Baik å 1 % 1.33 5. siswa yang berusia 14 tahun 3 orang. siswa yang berusia 15 tahun 1 orang.67 2 2 3.66 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.5 Distribusi Gizi SiswaTerhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009.33 46 76.00 1.00 10 16.66 34 56.67 33 55.

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Juli 2009 didapatkan 33 siswa (55. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche dengan kriteria baik tidak ada. Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi paling banyak terdapat pada kelompok umur 13 tahun seperti pada tabel 4.00 %) tidak baik 16 orang (26. kurang baik 33 orang (55.67 %). siswa gizi kurang berjumlah 2 orang dengan kriteria tidak baik 2 orang (3.6 Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche pada tanggal 16 Juli 2009. pendapatan. pendidikan.33 %).00 %) memiliki pengetahuan kurang baik. Faktor internal terdiri kecerdasan. Tabel 4.33 %). 2003 : 120). tetapi dalam penelitian ini subjek peneliti adalah siswa kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sehingga faktor-faktor yang digunakan oleh peneliti yaitu umur dan gizi saja. persepsi. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari sosial budaya.33 %). cukup 11 orang (18. . emosi.4 sebanyak 50 orang (83. motivasi. Di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi merupakan komunitas siswa-siswa yang beragam latar belakang. hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial sekitar individu mempengaruhi perilaku dan penampilan seseorang (Notoatmojo. tingkat pendidikan dan usia. Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik 11 33 16 60 Prosentase (%) 18.33 %). 2003 : 120-121).33 55.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. <!--[if !supportLists]-->B. jenis kelamin.orang (3. status perkawinan. lingkungan fisik. lingkungan sosial (Notoatmojo. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi menarche meliputi: umur. No 1 2 3 4 Tingkat Kecemasan siswa Jumlah dalam menghadapi menarche. dan gizi.00 26. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya informasi yang diterima. <!--[endif]-->Pembahasan Dalam pembahasan ini akan dibahas dari hasil analisa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi tahun 2009.67 100. Tidak adanya sumber informasi yang benar. Informasi yang diterima dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.

Apabila tidak jelas dapat langsung diklarifikasi kepada komunikator (Notoatmojo.00 % memiliki tingkat kecemasan yang kurang baik karena karena dipengaruhi umur siswa.66 %).5 tentang distribusi gizi siswa terhadap tingkat kecemasan.67 % yang dipengaruhi gizi. Orang tua sangat berperan penting dalam hal pemberian bimbingan karena lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat dekat dengan siswa.67 %). <!--[endif]-->Bagi Tempat Penelitian .33 %).00 %). tingkat gizi. Kebutuhan gizi siswa ternyata sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. semakin baik gizi siswa tersebut semakin baik pula kondisi siswa dalam menghadapi menarche.3 dimana yang lebih dominan dalam pemberian sumber informasi yaitu berasal dari orang tua yang berjumlah 45 (75.66 %). 34 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (56. meliputi : 7 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (11. 28 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (46. guru dan media massa seperti majalah. 15 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (25. <!--[if !supportLists]-->B. meliputi: 10 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (16. teman. Yang tidak kalah pentingnya adalah media elektronika yaitu televisi. Sumber informasi yang di dapat siswa tentang menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dari orang tua. yang ke dua adalah lingkungan masyarakat. 2 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (3. TV dan internet. tingkat pengetahuan atau kematangan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan menerima informasi (Latipun.00 %). 2002 : 75). Mayoritas siswa 76. <!--[endif]-->Saran <!--[if !supportLists]-->1. BAB V SIMPULAN DAN SARAN <!--[if !supportLists]-->A.67 %). Mayoritas siswa 55. dan sumber informasi yang didapat siswa.33 % yang dipengaruhi umur. terbukti pada tabel 4. ini dapat dilihat pada tabel 4. 2001 : 232). Faedah alat bantu seperti pemutaran video kaset adalah mempermudah penerimaan informasi. Sedangkan bentuk komunikasi dimana seorang komunikan dan komunikator dapat langsung tatap mata sehingga stimulus yaitu pesan/ informasi yang disampaikan komunikan dapat langsung direspon pada saat itu juga. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini peneliti merasa masih banyak kekurangan karena keterbatasan waktu dan pengalaman dalam melakukan penelitian. karena 75%-87% pengindraan melalui mata (Notoatmojo. Semoga peneliti selanjutnya lebih sempurna. 2003 : 64).Semakin cukup usia. <!--[endif]-->Simpulan Berdasarkan data analisis dapat disimpulkan sebagai berikut : Mayoritas siswa 83.

Panduan Tindakan Keperawatan Klinis Praktis. http://idalioniells. Prosedur Penelitian. Yogyakarta : Andi Offset Kasdu. S. Terapi Vegetarian Untuk Penyakit Kewanitaan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dan bacaan di perpustakaan. Hamilton Anxiety Range Scale. DAFTAR PUSTAKA Ali Mighwar. 2008.Agar pihak sekolah dapat memasukkan materi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche dalam mata pelajaran yang diajarkan di sekolah seperti dalam pelajaran biologi atau melalui kegiatan ekstra kurikuler lain guna memberikan tambahan pengetahuan dan informasi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche bagi siswanya terutama remaja putri dalam masa pubertas serta melakukan pembinaan secara periodik pada siswa tentang pengetahuan kesehatan reproduksi. Stephen. 2000. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi I. 2003. Jakarta : Puspa Swara Lie. <!--[if !supportLists]-->3. Goodner. Kamus Kedokteran. ida. Jakarta : Rineka Cipta Brenda. Jakarta : Prestasi Pustaka Lioni. 2002. 2008. Jakarta: EGC Carpenito. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto. Diagnosa Keperawatan. 2005. Jakarta: CV. Psikologi Remaja. Jakarta : Salemba Medika Nursalam @ Siti Pariani. 2004. Sutrisno. Agung Seto . 8 Maret 2009 Nursalam. Jakarta : EGC Dorland. Metodologi Research Jilid 2. 2002.com.multiply. Jakarta : Salemba Medika Nursalam. Jakarta : EGC Hadi. 1995. <!--[endif]-->Bagi AKBID Poltekkes Mojopahit Mojokerto. Lynda Jual1. Dini. <!--[endif]-->Bagi Siswa Agar para remaja putri khususnya remaja putri kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi untuk dapat lebih aktif dalam menggali pengetahuan tentang tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. <!--[if !supportLists]-->2. 1999. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi II. 2001. 2000. Solusi Problem Wanita Dewasa.

William. 1992 : 30). Semmel weiis dalam Sarwono (1999) menyatakan bahwa 100 tahun yang lampau usia gadis-gadis Vienna pada waktu menarche berkisar antara 15-19 tahun. Obstetri dan Ginekologi. 8 Maret 2009 Owen. Bandung : Elstar Offset. Diposkan oleh BeJo Net Community di 11. Pada awal-awal menstruasi sering tidak teratur bahkan bisa berlangsung 1-2 tahun dan pada waktu itu sering terdapat menstruasi yang belum mengeluarkan telur (Dep Kes RI. 1992 : 111). Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC Sugiono. Ginekologi. hipofise. Alfabet Sulaiman. Bandung : CV. 2007. 2004. Dismenorea. ovarium dan uterus secara terkoordinasi. 1998. Jakarta : Widya Medika Raybun. 2005.09 KTI D3 KEBIDANAN : GAMBARAN USIA MENARCHE SISWI KELAS 1 SMP KTI D3 KEBIDANAN LENGKAP HUB : OVIK Hp. Dalam dasawarsa terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda. Peristiwa ini bisa berproses dalam suasana hati yang normal pada anak gadis tetapi kadang kala juga bisa berjalan tidak lancar atau tidak normal dan bisa menimbulkan masalah-masalah psikosomatis (Kartono. Jakarta : Widya Medika Santoso. Jakarta : SKP Stuart & Sundden. . 2002. Budi dr.Okparasta. 081 904 015 729 begin_of_the_skype_highlighting 729 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Timbulnya menstruasi ini karena berfungsinya organ-organ hipotalamus. Statistika Untuk Penelitian.wordpress. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita. Sekarang usia gadis remaja pada waktu menarche bervariasi lebar. http://fkunsri. yaitu antara 10-16 tahun end_of_the_skype_highlighting 081 904 015 . Elizabeth. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita. 2001. Sastrawinata. 2008.com .

dan kesehatan umum. Menarche terjadi ditengah-tengah masa pubertas. Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat didaerah dataran rendah. Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis bisa memperlambat timbulnya menstruasi (Kartono. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antar ibu dan anak perempuannya. lebih cepat mengalami menarche. 2002 : 154). Dari sekian jumlah murid perempuan kelas I.5 tahun. kematangan fisik) ini selain dipengaruhi oleh konstitusi fisik individual juga dipengaruhi oleh faktor ras atau suku bangsa. Sekitar 1/3 dari jumlah penduduk indonesia terdiri dari kelompok usia remaja yang perlu mendapat bimbingan dan perhatian yang lebih besar. 2002 : 112-113). faktor iklim. Fase tibanya haid ini merupakan suatu peristiwa dimana remaja benar-benar telah siap secara biologis menjalani fungsi kewanitaannya. Di SMP Negeri I Maospati jumlah keseluruhan murid perempuan kelas I adalah 150 orang. dalam artian anak gadis tersebut masih . Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. Pengamatan secara psikoanalitis menunjukkan bahwa ada reaksi-reaksi psikis tertentu pada saat haid pertama lalu timbul proses yang disebut sebagai komplek kastrasi atau trauma genetalia (Kartono. 1992 : 112). 2003 : 1). Cepat atau lambatnya kematangan seksual (menstruasi . 1999 : 92). cara hidup dan lingkungan anak. dan berkurangnya penyakit menahun. yaitu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. karena pada usia tersebut merupakan periode transisi dalam siklus hidup dari masa anak-anak ke masa dewasa yang penuh dengan masalah dan tantangan kehidupan (Dep Kes RI dan WHO. misalnya lebih lambat pada kulit hitam. Faktor lain seperti penyakit kronis terutama yang mempengaruhi masukan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche (Pardede. Statistik menunjukkan bahwa usia menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. Beberapa ahli mengatakan bahwa anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. Menarchenya terjadi rata-rata usia 11-13 tahun. Menurut Brown dalam Sarwono (1999) menurunnya waktu usia menarche itu sekarang disebabkan oleh keadaan gizi dan kesehatan umum yang membaik. yang sudah mengalami haid adalah 95%. Hal ini disebabkan oleh makin baiknya nutrisi dan kesehatan sekarang (Sarwono. Semakin muda usia remaja dan semakin belum siap menerima peristiwa haid akan semakin terasa kejam dan mengancam pengalaman menstruasi tersebut. Menstruasi yang datangnya sangat awal. Selain itu juga terdapat perbedaan etnis dalam usia saat menarche.tetapi rata-rata 12. keadaan gizi.

Bisa juga berwujud rasa bersalah atau berdosa yang sangat ekstrim yang kemudian menjadi reaksi paranoid (Kartono. faktor iklim. Dalam situasi yang demikian menarche dihayati anak sebagai satu proses mengeluarkan sejumlah darah kotor dari tubuhnya dimana ia harus menyingkir. Kadang muncul anggapan yang keliru yaitu anggapan yang sesuai dengan teori cloaca yang menyatakan segala sesuatu yang keluar dari rongga tubuh itu adalah kotor.sangat muda usianya. Mengidentifikasi usia siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati. sedih. najis. ia selalu cenderung untuk menghindari setiap kontak dengan orang lain. dan kurang mendisiplinkan diri dalam hal kebersihan badan menyebabkan menstruasi itu dialami oleh anak sebagai suatu beban baru atau sebagai satu tugas baru yang tidak menyenangkan. Mengidentifikasi jumlah siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. 2001 : 5). Maka kelak ketika ia telah menjadi dewasa.2 Identifikasi faktor penyebab masalah Peristiwa menarche yang sifatnya sangat komplek meliputi unsur-unsur hormonal dan psikososial. cara hidup dan lingkungan. atau harus diisolir. Pada waktu yang lampau menarche berkisar antara usia 15-19 tahun tetapi terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda yaitu antara usia 11-13 tahun. Dengan demikian perlu diberikan pendidikan tentang menarche kepada remaja putri sebelum mereka menghadapi menarche. . 1. menyendiri.4. faktor ras atau suku bangsa. keadaan gizi dan kesehatan umum. 2002 : 114-118). Menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. jika ia tengah mendapatkan haidnya.1 Tujuan umum Menggambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati. 1.4. Pada umumnya mereka diliputi kecemasan-kecemasan berupa fobia atau berwujud minat yang sangat berlebihan terhadap badan sendiri dalam bentuk hypochondria. khawatir dan bingung) (BKKBN.4 Tujuan penelitian 1. Reaksi individual anak gadis pada saat menarche berbeda-beda atau bervariasi.2 Tujuan khusus 1. 2. menjijikkan. serta merupakan tanda noda dan tidak suci.3 Rumusan masalah Berdasarkan fenomena permasalahan pada latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah yaitu “Bagaimanakah gambaran usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati ?” 1. 1. Beberapa perubahan mental lain yang terjadi adalah berkurangnya kepercayaan diri (malu.

Bagi institusi sekolah Sebagai masukan bagi kebijaksanaan program dalam rangka pengawasan. Bagi institusi pendidikan Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih bagi institusi pendidikan. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. tetapi rata-rata 12.3.2 Manfaat praktis 1.1 Pengertian Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita (Sarwono.1 Kajian teori tentang menarche 2.1. 1999 : 92). Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi peneliti lain dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian berikutnya. .1 Manfaat teoritis Berdasarkan penelitian ini dapat digambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati sehingga dapat mengetahui apakah usia menarchenya awal.2 Karakteristik usia menarche Usia remaja yang mendapat menarche bervariasi yaitu : antara usia 10-16 tahun.5. dan pembinaan bagi remaja putri. Mengidentifikasi usia menarche siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. normal. atau lambat. 1.5 tahun (Sarwono. khususnya dalam bidang perpustakaan dan diharapkan menjadi masukan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya. antara 11-15 tahun. pengendalian. 1997 : 27) 2. 3.5. 4. Menarche adalah peristiwa ketika seorang anak perempuan mengalami haid atau datang bulan yang pertama kali (BKKBN. Bagi peneliti Merupakan pengalaman yang berharga dan merupakan proses belajar guna meningkatkan dan menambah pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penelitian. 1999 : 104). rata-rata 13 tahun (Pardede.5 Manfaat penelitian 1.1. 1. 2002 : 154). 2.

2. Menarche prekoks Menarche prekoks yaitu sudah ada haid sebelum umur 10 tahun. Menurut Kartono (1992) : 1. terutama yang mempengaruhi masukkan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche. 2. Faktor keturunan Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. Faktor iklim Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat di daerah dataran rendah. 1999 : 236). misalnya berupa film-flim seks (blue flims). Demikian pula obat-obatan. 3.2. Menarche tarda Menarche tarda yaitu menarche yang baru datang umur 14-16 tahun.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi menarche Menurut Sarwono (1999) : 1.3 Macam-macam menarche 1. 2. (Sarwono. Keadaan gizi Makin baiknya nutrisi mempercepat usia menarche. buku-buku bacaan dan majalah-majalah bergambar seks. Beberapa ahli mengatakan anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. lebih lambat pada kulit hitam dan paling lambat pada caucasian. godaan dan rangsangan dari kaum pria. misalnya di Amerika Serikat paling cepat pada hispanics. Cara hidup Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antara ibu dan anak perempuannya. Kesehatan umum Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis seperti penyakit kronis. 4. 2.1.1. lebih cepat mengalami menarche dari pada anak yang kurus. Lingkungan Rangsangan-rangsangan yang kuat dari luar. Faktor ras atau suku bangsa Perbedaan etnis dalam usia saat menarche. pengamatan secara langsung terhadap perbuatan . 3.

sesudah ovulasi endometrium memasuki fase sekresi. mental.2 Kajian teori tentang remaja 2. Menurut buku-buku pediatri Remaja adalah bila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun untuk anak .seksual atau coitus masuk ke pusat pancaindera diteruskan melalui striae terminalis menuju pusat yang disebut pubertas inhibitor. 2002 : 138). Hormon spesifik yang dikeluarkan kelenjar indung telur memberikan umpan balik ke pusat pancaindera dan otak serta kelenjar induk hipotalamus dan hipofise. kemudian menuju hipotalamus dan selanjutnya menuju hipofise pars anterior. 1998 : 15) 2.2. Di bawah pengaruh estrogen. Kelenjar indung telur memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Bersamaan dengan itu. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik.5 Fisiologi menstruasi Pada masa kanak-kanak indung telur (ovarium) dikatakan masih berisirahat dan baru bekerja pada masa pubertas (Sarwono. 2. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan yang dikenal dengan nama haid (Sarwono.1. emosional dan sosial dan berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan (Pardede.6 Mekanisme haid Hormon streoid. Hipofise anterior mengeluarkan hormon yang merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifik. selaput rahim (endometrium) menjadi sangat tebal. melalui sistem portal. endometrium memasuki fase proliferasi. estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium. 1999 : 110).1 Pengertian Masa remaja atau masa adolesensi adalah fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Karena pengaruh hormon FSH (Follicle stimulating hormone) dan estrogen. Rangsangan yang terus menerus. endometrium ini terlepas dan menjadi perdarahan disebut haid (Mochtar. endometrium menjadi lembek seperti karet busa dan melakukan persiapan-persiapan supaya sel telur yang telah dibuahi dapat bersarang. 1. bila terjadi ovulasi berkat pengaruh prosgesteron selaput ini menjadi lebih tebal lagi dan kelenjar endometrium tumbuh berkelok-kelok.1. 1999 : 119) 2. Bila tidak ada sel telur yang bersarang. Dengan dikeluarkannya hormon tersebut mempengaruhi kematangan organ-organ reproduksi. sehingga mengeluarkan hormon berfluktuasi.

2. termasuk klarifikasi dari tujuan pekerjaan dan internalisasi suatu sistem nilai pribadi (Pardede. 3. 3. 4. Menurut WHO. 2. Masa remaja awal (10-14 tahun) Yang dimaksud masa remaja awal adalah periode dimana masa anak telah lewat dan pubertas dimulai.perempuan dan 12-20 tahun untuk anak laki-laki. remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun (Soetjiningsih. Masa remaja akhir Masa remaja akhir adalah tahap dari perkembangan pubertas sebelum masa dewasa. Masa remaja menengah ditandai dengan hampir lengkapnya pertumbuhan pubertas.2 Tahap-tahap masa remaja 1. Masa remaja awal ditandai dengan peningkatan yang cepat dari pertumbuhan dan pematangan fisik. anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah. peningkatan pengenalan terhadap datangnya masa dewasa dan keinginan untuk memapankan jarak emosional dan psikologis dengan orang tua. 5. timbulnya ketrampilan. Masa remaja menengah (15-16 tahun) Masa ini adalah masa perubahan dan pertumbuhan yang paling dramatis. Jadi tidaklah mengherankan apabila sebagian besar dari energi intelektual dan emosional pada masa remaja awal ini ditargetkan pada penilaian kembali dan restrukturisasi dari jati dirinya. Menurut undang-undang perburuhan. yaitu umur 16 tahun untuk anak perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki. 6.2. 2002 : 139) KTI KEBIDANAN KTI KEBIDANAN DI 21. Menurut Dik Nas anak dianggap remaja bila anak sudah berumur 18 tahun yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah.09 0 KOMENTAR: . Menurut undang-undang No 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak. 2004 : 2). Remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah. Menurut undang-undang perkawinan No 1 tahun 1974. 2. Masa remaja akhir ditandai dengan persiapan untuk peran sebagai seorang dewasa. ketrampilan berpikir yang baru. anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal.

KTI KEBIDANAN.POSKAN KOMENTAR Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) TENTANG KAMI KTI KEBIDANAN KAMI MENYEDIAKAN MAKALAH. ASUHAN KEBIDANAN UNTUK SEMUA KTI. 081904015729 LIHAT PROFIL LENGKAPKU ONLINE CHAT ROOM View shoutbox ShoutMix chat widget . HUB : OVIK Hp.

Dengan Y adalah variabel terikat dan X adalah variabel bebas. Lalu klik OK dan akan muncul output SPSS. Langkah penghitungan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS adalah: Analyse --> regression --> linear.Regresi Linear Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial. Pada jendela yang ada. klik variabel terikat lalu klik tanda panah pada kota dependent. . Lakukan dengan cara yang sama untuk variabel bebas (independent). Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions). Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen. yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Koefisien a adalah konstanta (intercept) yang merupakan titik potong antara garis regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius. Maka variabel tersebut akan masuk ke kotak sebagai variabel dependen. Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu buah variabel bebas terhadap satu buah variabel terikat. Secara umum regresi linear terdiri dari dua. Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas. dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat. terutama penelitian ekonomi. variabel independen atau variabel penjelas. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b X.

Nilai t hitung dan signifikansi Nilai t hitung > t tabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.Interpretasi Output 1. Interpretasi terhadap nilai intercept (dalam contoh ini 1. Koefisien determinasi Koefisien determinasi mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. atau bisa juga dengan signifikansi di bawah 0.55 juta rupiah. Mempunyai nilai antara 0 – 1 di mana nilai yang mendekati 1 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya.2 + 0. Berarti interpretasinya: 1.10.21 X dan diinterpretasikan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan diikuti dengan peningkatan kinerja atau penurunan kepuasan kerja juga akan diikuti dengan penurunan . Contoh: Pengaruh antara kepuasan (X) terhadap kinerja (Y) dengan skala likert antara 1 sampai dengan 5.05 untuk penelitian sosial. maka profitabilitas akan bernilai 1. 3. Hasil output yang digunakan adalah standardized coefficients sehingga Y = 0.2 juta rupiah. Jika penelitian menggunakan angket dengan skala likert antara 1 sampai 5. maka interpretasi di atas tidak boleh dilakukan karena variabel X tidak mungkin bernilai nol. Interpretasi dengan skala likert tersebut sebaiknya menggunakan nilai standardized coefficient sehingga tidak ada konstanta karena nilainya telah distandarkan. Persamaan regresi Sebagai ilustrasi variabel bebas: Biaya promosi dan variabel terikat: Profitabilitas (dalam juta rupiah) dan hasil analisisnya Y = 1.2 juta) harus hati-hati dan sesuai dengan rancangan penelitian. 2. maka profitabilitas meningkat sebesar 0. Jika besarnya biaya promosi meningkat sebesar 1 juta rupiah.55 X. 2. Jika biaya promosi bernilai nol. dan untuk penelitian bursa kadang-kadang digunakan toleransi sampai dengan 0.

dengan asumsi variabel motivasi dan kepemimpinan tetap. Peningkatan kepuasan kerja dalam satu satuan unit akan diikuti dengan peningkatan kinerja sebesar 0. sebagai ilustrasi. . pengaruh antara motivasi (X1).kinerja. sebagai ketiga variabel tersebut tidak mungkin bernilai nol karena Skala Likert terendah yang digunakan adalah 1.32 X2 + 0. Interpretasi terhadap konstanta (0. kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut: Y = 0. dengan asumsi variabel motivasi dan kompensasi tetap. hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah. Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama. Dengan Y adalah variabel bebas.. + bn Xn.235) juga harus dilakukan secara hati-hati. 3. Jika variabel motivasi meningkat dengan asumsi variabel kompensasi dan kepemimpinan tetap.21 (21%)...235 + 0. Jika variabel kepemimpinan meningkat. dan X adalah variabel-variabel bebas. Jika variabel kompensasi meningkat. Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana. maka kepuasan kerja juga akan meningkat 2.21 X1 + 0. a adalah konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas. maka kepuasan kerja juga akan meningkat. Jika pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert antara 1 sampai dengan 5 maka tidak boleh diinterpretasikan bahwa jika variabel motivasi. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + . maka kepuasan kerja juga akan meningkat.12 X3 1. kompensasi dan kepemimpinan bernilai nol.

Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). pistol tidak membuat takut seorang penjahat. Contoh lain: air panas. Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan. karena uji F akan sama hasilnya dengan uji t. autokorelasi. kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan. tetapi secara parsial. Koefisien determinasi sebaiknya menggunakan adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan. 2) Uji F dan 3 ) uji t. Asumsi klasik tersebut meliputi asumsi normalitas. multikolinearitas. Dalam uji regresi sederhana apakah perlu menginterpretasikan nilai F hitung? Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear. heteroskedastisitas dan asumsi linearitas (akan dibahas belakangan). Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda adalah 1) koefisien determinasi. Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul 1. . Persamaan regresi sebaiknya dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih akurat jika telah diketahui signifikansinya. Untuk analisis regresi linear sederhana Uji F boleh dipergunakan atau tidak.Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung. kopi dan gula menimbulkan kenikmatan. tetapi secara parsial tidak. Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan asumsi klasik yang secara statistik harus dipenuhi. Akan tetapi secara parsial.

Read more: http://www. Untuk regresi tidak bisa dibalik.html#ixzz1DvgvaVTa . Tetapi jika A berpengaruh terhadap B maka pasti A juga berhubungan dengan B. tujuan penelitian dan perumusan hipotesis. Jika menggunakan signifikansi.com/2009/03/regresilinear. Kapan menggunakan uji dua arah dan kapan menggunakan uji dua arah? Penentuan arah adalah berdasarkan masalah penelitian. Dalam kehidupan sehari-hari kedua istilah itu (hubungan dan pengaruh) sering dipergunakan secara rancu. baru dibandingkan dengan 5%. Nilai t tabel juga berbeda antara satu arah dan dua arah. maka sebaiknya digunakan uji satu arah. sebagai contoh A berhubungan dengan B demikian juga B berhubungan dengan A.konsultanstatistik. 3. tetapi jika hipotesis belum menentukan arah.2. Contoh hipotesis satu arah: Terdapat pengaruh positif antara kepuasan terhadap kinerja. A berhubungan dengan B belum tentu A berpengaruh terhadap B. tetapi dalam ilmu statistik sangat berbeda. Jika hipotesis sudah menentukan arahnya. (Dalam analisis lanjut sebenarnya juga ada pengaruh yang bolak-balik yang disebut dengan recursive. artinya A berpengaruh terhadap B. tetapi tidak boleh dikatakan B berpengaruh terhadap A. maka signifikansi hasil output dibagi dua terlebih dahulu. Apa bedanya korelasi dengan regresi? Korelasi adalah hubungan dan regresi adalah pengaruh. maka sebaiknya menggunakan uji dua arah. Contoh hipotesis dua arah: Terdapat pengaruh antara kepuasan terhadap kinerja. Korelasi bisa berlaku bolak-balik. Penentuan arah pada hipotesis berdasarkan tinjauan literatur. yang tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi tetapi menggunakan structural equation modelling).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->