USIA MENARCHE REMAJA

Menurut WHO, yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, yaitu mereka yang berumur 10-19 tahun (Depkes, 1993). Masa remaja adalah masa peralihan dari anak ke dewasa baik secara jasmani maupun rohani. Tahapan ini sangat menentukan bagi pribadi remaja dimana terjadi perubahan besar dan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial/tingkah laku. Perubahan fisik/jasmani seperti berat badan, ukuran anggota badan dan sebagainya; serta perubahan yang lain seperti berfikir/kecerdasan, bertingkah laku, perasaan/kejiwaan yang berjalan secara bertahap sesuai dengan umurnya (BKKBN, 2000). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan usia menarche antara lain adalah pengaruh genetik, kondisi sosial ekonomi, kesehatan umum, kesejahteraan, status gizi, jenis latihan fisik tertentu dan jumlah anggota keluarga. Penelitian Burhanuddin (2007) menemukan bahwa dari 400 orang pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan yang sudah menarche berusia antara 10.62 tahun sampai 15.71 tahun. Hal ini meliputi kelompok Kota 200 orang dengan usia rata-rata 12,93 tahun dan kelompok Desa 200 orang dengan usia rata-rata 13,18 tahun pada pelajar putri Bugis. Disimpulkan bahwa ditemukan perbedaan berat badan, status gizi, status sosial ekonomi dan aktivitas fisik responden terhadap pencapaian usia menarche pada pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan. Ditemukan parameter pembeda terkuat melalui analisis diskriminan adalah berat badan, sebagai pemicu percepatan usia menarche. Melalui analisis jalur terdapat aspek yang berpengaruh langsung terhadap pencapaian usia menarche yaitu: (1) berat badan (2) status gizi dan (3) status sosial ekonomi orang tua. Sedangkan faktor yang berpengaruh secara tidak langsung adalah aktivitas fisik responden melalui (1) aktivitas fisik (Burhanuddin, 2007). 1. Remaja Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa (Depkes RI, 2001). Menurut ciri perkembangannya, masa remaja dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : (1). Masa remaja awal (10-12 tahun); (2) Masa remaja tengah (13-15 tahun); (3) Masa remaja akhir (1619 tahun). Ciri khas tahap remaja awal antara lain: lebih dekat dengan teman sebaya, ingin bebas, lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir abstrak. Ciri khas tahap remaja tengah antara lain: mencari identitas diri, timbulnya keinginan untuk kencan, mempunyai rasa cinta yang mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, berkhayal tentang aktifitas seks. Ciri khas tahap remaja akhir antara lain: pengungkapan kebebasan diri, lebih selektif dalam mencari teman sebaya, mempunyai citra jasmani dirinya, dapat mewujudkan rasa cinta, mampu berpikir abstrak (Depkes RI, 2001b). Terjadinya pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan itu ditandai dengan munculnya tanda-tanda sebagai berikut:

tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung dengan organ seks yaitu terjadinya haid pada remaja puteri (menarche) dan terjadinya mimpi basah pada remaja lakilaki (Depkes RI, 2001b). Proses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan fisik yang meliputi : (1) Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi sensitif (mudah menangis, cemas, frustasi dan tertawa; agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi. (2). Perkembangan intelegensia, sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak, senang memberi kritik, ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba (Depkes RI, 2001b). 2. Menarche Menarche didefinisikan sebagai pertama kali menstruasi, yaitu keluarnya cairan darah dari alat kelamin wanita berupa luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Sudah lebih dari setengah abad rata-rata usia menarche mengalami perubahan, dari usia 17 tahun, menjadi 13 tahun, secara normal menstruasi awal terjadi pada usia 11 – 16 tahun (Kartono, 1992). Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktorfaktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 – 50 tahun, tergantung pada kesehatan dan pengaruhpengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut. Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana Beberapa wanita mengalami sebuah kondisi yang dikenal sebagai amenore, atau kegagalan bermenstruasi selama masa waktu perpanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh

bermacam-macam faktor termasuk stres, hilang berat badan, olahraga berat secara teratur, atau penyakit. Sebaliknya, beberapa wanita mengalami menstruasi yang berlebihan, kondisi yang dikenal sebagai menoragi. Tidak hanya aliran darah menjadi banyak, namun dapat berlangsung lebih lama dari periode normal (Anonim, 2008). 3. Faktor yang Berhubungan dengan Usia Menarche Beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya penurunan usia menarche yang diduga berhubungan dengan faktor endogen yaitu genetik dan faktor eksogen, yaitu status sosial ekonomi keluarga, status gizi, keadaan keluarga, tempat tinggal, kegiatan fisik dan keterpaparan terhadap media massa orang dewasa (Ginarhayu, 2002). Sedangkan menurut Sanjatmiko (2004) tiga lingkungan sosial budaya bekerja secara simultan menjadi pendukung percepatan usia menarche remaja, yaitu lingkungan rumah tangga; lingkungan pendidikan formal dan lingkungan peer group. Dalam lingkungan rumah tangga, faktor dominan yang menentukan seperti pola konsumsi nutrisi, media komunikasi dan proses sosialisasi; dalam lingkungan pendidikan formal yaitu proses sosialisasi pengetahuan formal sekolah dan non formal; sementara itu dalam lingkungan peer group pola konsumsi nutrisi, media komunikasi serta sosialisasi dalam lingkungun peer group merupakan faktor- faktor yang mendukung ke arah percepatan usia menarche remaja. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Topik: Kesehatan Reproduksi Remaja. Menstruasi. http://situs.kesrepro.info/krr/materi/menstruasi.htm BKKBN. Materi Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Fasilitator. Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional. Jakarta. 2000. Burhanuddin, Sudirman. Beberapa Variabel yang Berpengaruh terhadap Usia Menarche Pelajar Putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan (Suatu Pendekatan Antropologi Ragawi Ditinjau dari Aspek Biologis dan Lingkungan. 2007. http://www.adln.lib.unair.ac.id/ Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Remaja di Sekolah Tingkat Lanjut. Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat, Depkes RI. Jakarta. 1993. Departemen Kesehatan RI. Materi Inti Kesehatan Reproduksi Remaja. Depkes RI. Jakarta. 2001a. Departemen Kesehatan RI, United Nations Population Found. Yang Perlu Diketahui Petugas Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi. Depkes RI. Jakarta. 2001b. Ginarhayu. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Usia Menarche Remaja Putri (9 – 15 Tahun) Pada Siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Jakarta Timur Pada Tahun 2002. http://www.digilib.ui.edu/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=71129&lokasi=lokal Kartono. Psikologi Wanita. Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Mandar Maju. Bandung. 1992.

Sementara itu Gao. et al..digilib. (1997) yang meneliti 3756 wanita di Belanda tidak menemukan korelasi antara usia menarche dan usia menopause. Kegemukan berhubungan dengan keterlambatan usia menopasue. Wr. remaja perempuan dengan usia menarche pada saat atau di atas 17 tahun mempunyai resiko 30% lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka dengan usai menarche pada saat atau di bawah usia 12 tahun. Faktor-Faktor Lingkungan Sosial Budaya yang Mendukung Proses Menarche Remaja Wanita (Studi Kasus terhadap Peer Group di Daerah Sekitar Kota Metropolitan DKI Jakarta). Data di atas menunjukkan bahwa hubungan antara usia menarche dengan menopause masih kontroversial (Jadi. juga menunjukkan bahwa usia menarche berhubungan secara terbalikdengan resiko terkena kanker payudara. Faktor-faktor yang mempengaruhi usia menopause antara lain adalah merokok (bukti cukup banyak). . Wb. et al. Frisch dari Harvard menyatakan bahwa makin dini usia menarche akan makin lambat usia menopause alamiah (spontaneous menopause).58 tahun). Menarche sebagai Tanda Maturitas Seksual Remaja. Gonzales dan Villena (1997) melakukan penelitian pada 469 wanita di Peru menemukan bahwa keterlambatan usia menarche berhubungan dengan kedinian usia menopause. sedangkan nuliparitas (tidak pernah atau tidak dapat hamil) berhubungan dengan kedinian usia menopause.edu/opac/themes/libri2/detail. Wasw. namun hasil ini tidak konsisten dengan hasil penelitian lain. 2000) sampai 6 kali (Suh. Namun. kan? ). et al.Sanjatmiko. Current smoking berhubungan secara dosisresponse dengan kedinian usia menopause. Keterlambatan usia menopause berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. 1996). rata-rata usia menopause alamiah adalah 51. dengan peningkatan resiko 2. Prihandoko. bisa untuk judul KTI.ui.jsp?id=72329&lokasi=lokal Rose A. Van Noord. Di dunia Barat.. Multiparitas (Kehamilan lebih dari satu kali) berhubungan dengan keterlambatan usia menopause. et al. http://www.4 kali (Gao.5 tahun.4 tahun (95% populasi pada usia 40 . menjadi lebih awal 1. paritas dan BMI (bukti masih terbatas).

Ideal (11-13 tahun). URI: http://repository. gaya hidup. pubertas itu di tandai dengan menstruasi yang pertama (menarche). faktor gizi.ac. terlambat (> 13 tahun). ideal maupun lambat di gunakan analisis regresi ordinal logistik dan metode CHAID. pengaruh musim dan letak geografis (Thomas et al. Tujuan dari penelitian ini adalah Abstract: menyusun kurva model peluang usia menarche dan mengkaji peluang dari faktor-faktor yang mempengaruhi usia menarche. Menurut penelitian yang di lakukan Bagga dan Kulkarni (2000).ipb. Cepat lambatnya menarche tergantung pada genetika. kondisi sosial ekonomi. usia menarche terbagi dalam kategori: cepat (<11 tahun). Kurva peluang usia menarche berbentuk fungsi logistik. Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat.id/handle/123456789/10916 . Pada perempuan. ideal maupun lambat. 2000). Di harapkan dengan mengetahui peluang usia menarche dapat di identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat.Pemodelan Usia Menarche Dengan Regresi Logistik Ordinal dan Metode CHAID Author: Syah. kesehatan secara umum. Silvana Salah satu kejadian penting dalam proses pubertas seorang perempuan adalah saat di mulainya siklus menstruasi.

Show older posts Showing newest 1 of 23 posts from April 2008. biasanya ventrikel kiri. Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers).10) b. Show older posts Tuesday. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner. 2008 blogfriendster BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak.11) c.7) Nekrosis otot jantung.12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya .PERAWAT PROFESIONAL ILMU KEPERAWATAN Showing newest 1 of 23 posts from April 2008. mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis. Etiologi Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner.9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner. April 29.

anatomi. Non Q wave. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis.pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor. pembentukan trombus. dan diagnostik.com/diseasemanagemen. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium. NSTEMI. dinding arteri robek. hal ini menyababkan deposit platelet. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan 16) d. dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner.18) Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat . Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. Q wave. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible.clevelandclinicmede. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat.17) f. sebagian besar dari miocardium distal mati . dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus. Sumber: http://www. 30Mei 2002 e.

19) Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. 2006. aVL. 538. aVF ‘lead inferior’ 3. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai depresi ST. III. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. 2003. sering bersama MI inferior 4. halaman 327 g.¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur. halaman 144. V5. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. Silvia Anderson. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal). sulit dilihat. . Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. 2002.6 ‘Lead Lateral’ 5.

50 % tanpa didahului angina.h. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. demam. pucat. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miocard. henti jantung. Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. Ruptur jantung (dinding ventrikel. atau otot papiler) 3 – 5 hari Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. 2) Kelainan lain Aritmia. nekrosis atau ruptur 7. atau gagal jantung akut. tidak berkurang dengan pemberian nitrat. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun . Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Sindroma Dressier (nyeri dada. dan mual. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10. Gagal jantung Bermacam . disertai berkeringat. 3) Bersifat atipik Pada manula. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2.20) i. septem. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler.

12. LED. 2000. Pemeriksaan Diagnostik 1) EKG istirahat 2) DPL. halaman 356 j. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah Sumber: Underwood. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner21) 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada .

l.22) k.12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan.23) Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. halaman 34. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik. 2006.24) Konsep aktivitas Pengertian . Penatalaksanaan Acut Miocard Infark.

sehingga akan terjadi intoleransi aktivitas. sedangkan kontraktilitas otot jantung menurun. Akibat dari penurunan daya kontraksi jantung maka darah tidak bisa dipompakan semaksimal mungkin. Gangguan kardiovaskuler Postural hipotensi Vasodilatasi vena Peningkatan penggunaan valsava manuver. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi : Gangguan muskulosekeletal Osteoporosis Atropi Kontraktur Kekakuan dan sakit sendi. sehingga terjadi hipoksia pada jaringan jantung. cacat tubuh dan imobilisasi Keadaan nutrisi Emosi Kelemahan neuromuskuler dan sekeletal Pekerjaan.26) Etiologi Pada AMI akan terjadi iskemi pada miokardial. Bila aktivitas meningkat maka kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi meningkat.25) Intoleransi aktivitas yaitu suatu keadaan dimana seorang klien mempunyai energi fisiologi atau psikologi yang tidak memadai untuk meneruskan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan/diinginkan. menyebabkan penurunan kontraktility jantung. terjadi karena miokardial kekurangan suplai oksigen.keadaan ini menyebabkan berubahnya integritas membran sel pada jantung. Gangguan sistem respirasi Penurunan gerak pernafasan Bertambahnya sekresi paru Atelektasis Hipostatis pneumonia. Karakteristik .Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak di mana manusia memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas : Tingkat perkembangan tubuh Kesehatan fisik seperti penyakit.

Hendaknya memberikan kesempatan pada pasien untuk melanjutkan program yang diperoleh dari fase I dan fase II. Tujuan pada fase ini adalah secara progresif memperbaiki kapasitas fungsional pasien menurunkan faktor resiko.Ada tiga fase rehabilitasi aktivitas pada penderita penyakit jantung. Pada hari berikutnya pasien dilatih berdiri dan berjalan perlahan. biasanya 24-48 jam setelah serangan jantung. Fase III : program pemeliharaan.5 kilometer. berdiri dan berjalan. Menjelang akhir Fase Rawat. pasien diharapkan sudah mampu berjalan sekitar 1. yaitu sewaktu masih tinggal di rumah sakit. . dan menyiapkan pasien untuk kembali pada kehidupan normal dengan latihan dan penyuluhan. Setiap mulai dan selesai latihan diukur nadi dan tensi serta dicatat/ didokumentasikan. Pertama-tama dilakukan dengan menggerakkan kaki di tempat tidur. Sedangkan kepala menggeleng. Fase I. Latihan fisik ringan dimaksudkan untuk mencegah penggumpalan darah. memutar kekiri dan kekanan. Hari berikutnya pasien duduk di tepi tempat tidur dengan kaki menggantung. Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas Pengkajian keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Data subjektif: Klien mengatakan mudah lelah/letih dan badan lemah. Gerakan tangan meliputi : meluruskan tangan sejajar pundak. Terapi latihan menyerupai aktivitas kehidupan sehari-hari seperti duduk. Fase II yaitu fase pasca rawat inap. Kemudian intensitas latihan ditingkatkan dengan berjalan kaki di koridor. dimulai segera setelah kondisi pasien stabil. Aktifitasnya seperti erobik ringan sampai sedang dan aktivitas latihan kekuatan. membuka dan menutupnya.

Data objektif: Menolak/takut untuk melakukan pergerakan. aritmia. penurunan nadi.”27) Rencana keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Hasil yang diharapkan a) Kelemahan berkurang b) Berpartisipasi dalam perawatan diri c) Klien mengatakan pusing berkurang/hilang d) Expresi wajah tampak cerah/tidak kesakitan e) Mempertahankan kemampuan aktivitas seoptimal mungkin f) Klien menunjukkan kestabilan tanda vital (110/70 – 120/80 mmHg) g) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan perbaikan/peningkatan ke nilai normal 2) Perencanaan Mandiri . Frekuensi jantung meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. Tekanan darah meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas.28) . sesak nafas. iskemia selama dan sesudah aktivitas. Diagnosa keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI ”Aktivitas yang tidak toleran berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan perifer/tidak kecukupan oksigen untuk kebutuhan aktivitas hidup seharihari.Klien mengatakan nyeri dada. Lemah. gelisah. Catat adanya denyut jantung ekstra. Pernafasan cepat/tachypnea selama dan sesudah aktivitas. pusing. vertigo selama dan setelah beraktivitas. Pendengaran terhadap bunyi jantung extra atau penurunan nadi membantu mengidentifikasi disritmia pada pasien tak terpantau. Rasional: Adanya disritmia khusus lebih jelas terdeteksi dengan pendengaran dari pada palpasi. Kulit pucat. a) Auskultasi bunyi jantung. Perubahan gambaran EKG: tachycardi/bradycardi. catat frekuensi dan irama. jantung berdebar-debar.

duduk. pernapasan. kemungkinan berhubungan dengan nyeri. dan berdiri bila bisa. f) Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. nyeri berat dapat menimbulkan syok dengan merangsang system saraf simpatis mengakibatkan kerusakan lanjut. kesadaran. atau defisit nadi. cemas. Ketidakteraturan diduga disritmia. yang memerlukan evaluasi lanjut/pantau. hipoperfusi miokardia dan rangsang vagal. . karotid. Rasional: Kelebihan latihan meningkatkan konsumsi /kebutuhan oksigen dan mempengaruhi fungsi miokardia. Selain itu.29) Penurunan curah jantung mengakibatkan menurunnya kelemahan/kekuatan nadi. kuat).b) Raba nadi (radial. dan keteraturan nadi menunjukkan efek gangguan curah jantung pada sirkulasi sistemik/perifer. Catat adanya pulsus alternans. Bandingkan kedua tangan dan diukur dengan tidur. Rasional: Perbedaan frekuensi. hipertensi juga fenomena umum. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Rasional : Membantu dalam menurunkan persepsi atau respon nyeri. meningkatkan perilaku positif. dorsalis pedis) catat frekuensi.32) e) Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Rasional : Penundaan pelaporan nyeri menghambat peredaan nyeri atau memerlukan peningkatan dosis obat. pengeluaran katekolamin. femoral. Rasional : Tekanan darah dapat meningkat secara dini sehubungan rangsangan sistemik. Hipotensi orthostatik mungkin berhubungan dengan komplikasi infark contoh gagal jantung kongestif. g) Catat respon terhadap aktivitas dan peningkatan istirahat dengan tepat. Namun. nadi bigeminal. dan atau masalah vaskular sebelumnya. dan simetris. Takikardi terjadi sebagai respon saraf simpatis dan berlanjut sebagai kompensasi penurunan curah jantung.31) d) Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. keteraturan.30) c) Auskultasi tekanan darah. amplitudo. Rasional: Hipotensi dapat terjadi sehubungan dengan disfungsi ventrikel. Membantu memberikan kontrol situasi. h) Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditempat tidur/kursi. kesamaan. (penuh. tekanan darah.

vertigo. Keluhan nyeri dada.jadwal periode istirahat tanpa gangguan. iii. .36) Kaji ulang seri EKG Rasional : Pada infark myocad akan dijumpai tanda-tanda ‘deep Q wave pattern’ atau kompleks QS yang abnormal. ii. Rasional : Meningkatkan jumlah iksigen yang ada untuk pemakaian miokard dan juga mengurangi ketidaknyamanan sehubungan dengan iskemik jaringan.33) Rasional: Melakukan aktivitas kembali secara bertahap mencegah pemaksaan terhadap cadangan jantung. Beri suport pada klien dalam melakukan aktivitas gerak dan beri penghargaan atas apa yang sudah dicapai. Hentikan aktivitas bila ditemukan: i. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Intervensi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Identifikasi respon klien terhadap aktivitas: Observasi nadi.37) Berikan obat-obat trombolitik sesuai indikasi. mulai lakukan rentang gerak sedikitnya 2 x sehari. Rasional : Melarutkan bekuan darah dalam arteri. Frekuensi nadi menurun/gagal untuk meningkat. Tekanan darah sistolik menurun. elevasi atau depresi ST dan gelombang T yang terbalik. dan pernafasan saat istirahat dan setelah aktivitas.35) Kolaborasi . 2) Tingkatkan aktivitas secara bertahap: Untuk klien yang sedang atau pernah tirah baring lama. iv. Frekuensi diastolic meningkat 15 mmHg. bantu pasien melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. dispnoe. tekanan darah. Frekuensi pernafasan menurun. Rencana waktu istirahat sesuai dengan jadwal sehari-hari klien. v.34) i) Auskultasi bunyi nafas Rasional: Krekels menunjukkan kongesti paru mungkin terjadi karena penurunan fungsi miokard.

Untuk inhalasi. sementara perawat memberikan sedikit tekanan pada dasar iga klien. Diit. Anjurkan lebih baik duduk daripada berdiri saat melakukan aktivitas. Rehabilitasi. 4) Kolaborasi dengan dokter untuk: Terapi. 2004. Hentikan aktivitas jika keletihan atau terlihat tanda-tanda hipoksia jantung. Evaluasi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Klien mampu bertoleransi terhadap aktivitas secara optimal sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan. Anjurkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara bertahap. ajarkan pernafasan diafragmatik: Letakkan tangan perawatdiatas abdomen dibawah dasar iga klien dan tetap berada di tempat ini sementara klien menghirup udara. Doenges. Ajarkan pernafasan efektif. 7 .3) Ajarkan klien metoda penghematan energi untuk aktivitas: Luangkan waktu istirahat selama aktivitas. Untuk klien dengan insufisiensi paru-paru kronik. Kerangka teori Bagan 3 Sumber : Marilynn E. klien harus merelaksasikan bahunya. klien harus menghembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui mulut. hirup melalui hidung dan dorong lambung melawan tangan perawat. tahan nafas selama 1-2 detik untuk menjaga alveoli terbuka. Untuk ekshalasi. hal. kecuali bila tidak memungkinkan.

Pertanyaan Penelitian Dalam penelitian ini. dan lamanya latihan fisik 2) Tingkat kelelahan Aktivitas yang membuat lelah Riwayat sesak nafas 3) Gangguan pergerakan Penyebab gangguan pergerakan Tanda dan gejala Efek dari gangguan pergerakan 4) Pemeriksaan fisik Tingkat kesadaran Postur/bentuk tubuh . Pengkajian sistematis mencakup riwayat yang cermat khususnya berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas. peneliti ingin menjawab pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perumusan diagnosa keperawatan terkait masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perencanaan keperawatan untuk masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana pelaksanaan intervensi yang berhubungan dengan masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana evaluasi keperawatan yang berhubungan dengan diagnosa masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Salah satu aspek penting perawatan pasien MI adalah pengkajian keperawatan. Penkajian dilakukan untuk mendapatkan data dasar tentang informasi status terkini pasien sehingga setiap perubahan bisa diketahui sesegera mungkin. 1) Tingkat aktivitas sehari-hari a) Pola aktivitas sehari-hari b) Jenis. frekuensi.

mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis. Etiologi . biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak. biasanya ventrikel kiri.1 Skoliosis 2 Kiposis 3 Lordosis 4 Cara berjalan Ektremitas Kelemahan Gangguan sensorik Tonus otot Atropi Tremor Gerakan tak terkendali Kekuatan otot Kemampuan jalan Kemampuan duduk Kemampuan berdiri Nyeri sendi Kekakuan sendi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a.7) Nekrosis otot jantung.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu.11) c. Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner. Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers).9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner.10) b.

bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium. Sumber: http://www. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen.12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner.18) . misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan16) d. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. dan diagnostik. pembentukan trombus. Non Q wave. Q wave. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat.clevelandclinicmede. sebagian besar dari miocardium distal mati . Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral. anatomi.com/diseasemanagemen.Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis.17) f. 30Mei 2002 e. dinding arteri robek. NSTEMI. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus. hal ini menyababkan deposit platelet.

Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat ¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai . Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal). aVF ‘lead inferior’ 3.19) Lihat tabel 1. III. Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. sulit dilihat. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. halaman 327 g. 2002.

Gagal jantung Bermacam . Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. halaman 144. 538.6 ‘Lead Lateral’ 5. Silvia Anderson. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. V5. Lihat tabel 2. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. aVL. atau gagal jantung akut. sering bersama MI inferior 4. h. Ruptur jantung (dinding ventrikel. atau otot papiler) 3 – 5 hari . nekrosis atau ruptur 7. pucat. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. disertai berkeringat. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. 2) Kelainan lain Aritmia. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. dan mual. 2003. i. septem. henti jantung. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miokard. 50 % tanpa didahului angina. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler.depresi ST. tidak berkurang dengan pemberian nitrat. 3) Bersifat atipik Pada manula.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. 2006.

Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10. Sindroma Dressier (nyeri dada.Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. demam. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun 12. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah .

Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. Lihat bagan 2. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada 12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. Pemeriksaan Dignostik 1) EKG istirahat 2) DPL. Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark . LED. 2000.Sumber: Underwood. halaman 356 j. k.

Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. 2006. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. Fisiologi Curah Jantung m. Curah . tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. l. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal. halaman 34.Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.

n. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung 2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia. bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes.jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) . Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat.

Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2,5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi, Stroke Volume Index (SVI), Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4. Behavioral/emotional anxiety Restlessness. Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acute Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arrytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Lihat bagan 3.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Karies gigi atau pembusukan gigi adalah suatu kerusakan destruktif progresif dan mengenai jaringan-jaringan gigi yang mengalami perkapuran. 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi : Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi kental Adanya bakteri jenis Streptococcus dan Lactobacillus Makanan yang mudah lengket dan menempel di gigi seperti : permen, coklat. Faktor lain yang turut andil adalah tingkat kebersihan mulut, frekuensi makan, usia dan jenis kelamin, DM,TBC. Berdasarkan survei Litbankes, prosentase angka kesakitan gigi menduduki peringkat ke-6 terbanyak (SKRT 1992). Di Indonesia prevalensi karies gigi tetap diperkirakan 60-80% dari jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan survei kesehatan gigi yang dilakukan oleh direktoral Kesehatan Gigi pada tahun 1995 di 10 propinsi di Indonesia (1984-1988) pada daerah kota anak umur 8 tahun mempunyai prevalensi karies 45,2%, rata-rata 0,94, anak umur 12 tahun sebesar 76,62% rata-rata 2.21, sedangkan anak umur 14 tahun mempunyai prevalensi kariesnya 73,2& dengan rata-rata 2,69. 2) Adanya interaksi antara faktor penyebab karies, merupakan awal terjadinya lesi karies gigi. Hasil laporan penelitian-penelitian di berbagai tempat di Indonesia menunjukkan adanya prevalensi yang cukup tinggi pada anak usia prasekolah. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk mengetahui karakteristik karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten. Hasil survei pendahulu di dapatkan lebih separuh dari 42 anak mengalami karies gigi. Rumusan Masalah “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten tahun 2006?”

Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten

2. Tujuan Khusus a. Mengetahui proporsi karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. b. Mengetahui ciri-ciri anak TK dengan karies gigi berdasarkan usia, makanan, jenis kelamin dan kebiasaan sehari-hari seperti menggosok gigi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah bahan masukan untuk pihak sekolah maupun orang tua seiswa dalam mencegah karies gigi pada siswa di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Penelitian 3. Ruang Lingkup Keilmuan Keperawatan anak dan kebutuhan dasar manusia khususnya menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi anak. 4. Ruang Lingkup Sasaran Sasaran penelitian ini adalah anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Masalah : Masalah pada penulisan ini dibatasi usia, jenis kelamin, suku bangsa, bentuk gigi, jenis makanan yang sering dikonsumsi dan pola pemeliharaan gigi. 5. Ruang Lingkup Tempat Penelitian ini mengambil lokasi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. 6. Ruang Lingkup Waktu Penelitian ini didasarkan pada tahun 2006. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kerangka Teori 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi :

Elly. Bentuk gigi . Berdasarkan Tujuan Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif 3. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada komunitas anak-anak Taman Kanak-Kanak. Prambanan Klaten?” BAB III METODE PENELITIAN Jenis 1. 1992 Nurachman. Usia b. Definisi Operasional NO Variabel Subvariabel Definisi Operasional Skala Parameter 1 Karakteristik anak yang menderita karies gigi. Segala ciri anak yang menderita karies gigi meliputi : a. Kemudo. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian aplikatif 4. 2001 Pertanyaan Penelitian “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi di TK Kemudo II.S. Suku bangsa d.Sumber : Suwelo. I. Jenis kelamin c. Berdasarkan Metode Dalam penelitian ini menggunakan survei deskriptif 2.

Pola Pemeliharaan Gigi Kebiasaan yang berhubungan dengan pemeliharaan gigi agar tidak terjadi karies gigi yang meliputi : 1) Frekuensi menggosok gigi 2) Kaontrol dokter gigi Populasi dan Sampel 5. Keutuhan Naminal e. Bentuk Gigi Penampilan gigi yang meliputi : 5. 6. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Batak 4. Variabel : a. Dayak Naminal d. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi TK Kemudo II. Jawa 2. Kondisi permukaan 9. Usia Umur anak dalam tahun dan bulan pada saat pendaftaran pada saat diadakan penelitian Naminal b. Pola pemeliharaan gigi Naminal Sub. Suku Bangsa Merupakan kelompok etnis/ras yang meliputi : 1. Jenis Kelamin Laki-laki dan perempuan Naminal c. Sunda 3. Bentuk/ukuran 6. Instrumen Pengumpulan Data . Keteraturan 8.e. Janis makanan yang sering dikonsumsi f. Susunan gigi 7. Jenis Makanan Yang Sering Dikonsumsi Makanan/minuman yang paling sering dikonsumsi dan berkaitan dengan kejadian karies gigi Naminal f. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswa TK Pertiwi Kemudo II.

Pengolahan Data 7. Tabel silang merupakan hasil pengelompokan data dari tabel frekuensi data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan analisa prosentasi sebagai berikut : 0% : Tidak ada 1% . Variabel penelitian ini adalah karakteristik anak yang menderita karies gigi. yaitu : 1. Berdasarkan Usia Dari hasil penelitian. Hasil Penelitian Data penelitian ini di peroleh langsung dari siswa-siswi di TK Pertiwi Kemudo II dengan menggunakan kuisioner dan lembar observasi kepada responden yang mengalami karies gigi.Jenis Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner untuk wawancara dan observasi.99% : Sebagian basar 100% : Seluruh nya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.49% : Kurang dari separuh 50% : Separuh 51% . Editing 8. lebih dari separuh (58. B.33%) anak menderita karies gigi . Tabel frekuensi merupakan deskriptisasi 11. Pembahasan Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan penelitian dapat mengetahui karakteristik yang paling banyak muncul pada anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo Prambanan Klaten.24% : Sebagian kecil 25% . Jumlah siswa di TK Pertiwi Kemudo II tahun 2006 adalah 42 dan yang menderita karies gigi sebanyak 24 anak (57. 10.14%). Koding 9. Tabulating Analisa Data Data penelitian diolah dengan teknik univariate yang dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian dengan menggunakan tabel silang dan tabel frekuensi.74% : Lebih dari separuh 75% .

3. Maka dari itu bagi peneliti berikutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu tentang hubungan antara karies gigi dengan nutrisi. kurang dari separuh (25%) yang menyukai makanan manis tetapi sebagaian besar (75%) menyukai makanan lunak. lebih dari separuh (70. Maka dari itu diharapkan agar petugas Puskesmas memberikan . Berdasarkan Jenis Kelamin Dari hasil penelitian. seluruh (100%) anak yang menderita karies gigi berasal dari suku Jawa.83 %) anak yang menderita karies berjenis kelamin perempuan. 2. 5.14% anak yang menderita karies gigi. Berdasarkan Makanan Yang Dikonsumsi Dari hasil penelitian.33%) anak yang menderita karies gigi memiliki gigi yang tidak teratur yaitu gigi yang berjejal.berusia lebih dari 6 tahun 2. lebih dari separuh (70. Saran 3. berplak sedang. Bentuk Gigi Dari hasil penelitian.83%) menggosok gigi dua kali sehari tetapi seluruhnya (100%) cara menggosok giginya tidak berurutan. Bagi Puskesmas Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 57. pola gigi atau nutrisi selama kehamilan. Lebih dari separuh anak yang menderita karies gigi berusia lebih dari enam tahun berjenis kelamin perempuan dan karakteristik yang paling menonjol adalah seluruh anak (100%) menggosok gigi dengan cara yang tidak berurutan. BAB V PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 24 anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini termasuk dalam penelitian tingkat satu. 4. Kemudo Prambanan Klaten Jawa Tengah adalah sebagai berikut : 1. 6. 4. sebagian kecil (8. Berdasarkan Pola Pemeliharaan Gigi Dari hasil penelitian.14%. Berdasarkan Suku Bangsa Dari hasil penelitian. Proporsi karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II adalah sebanyak 57.

Mengalami menstruasi K. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling akhir nampak adalah ? J. Pertumbuhan payudara I. Nyeri pada daerah perut sampai pinggang disertai dengan perdarahan pada daerah kelaminnya. Mengalami menstruasi H.penyuluhan tentang karies gigi dan latihan menggosok gigi yang benar. Estrogen Menurut pendapat saudara. Somatotropon E. Hormon Somatotropik Menurut Saudara normalnya seorang perempuan akan mengalami menstruasi yang pertama kali umur berapa ? . Hormon Ganadotropik N. Pertumbuhan rambut diketiak dan disekitar kemaluan Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi pertumbuhan ? M. Pertumbuhan rambut diketiak dan sekitar kemaluan Menurut pendapat Saudara. Menurut pendapat saudara apakah yang anda ketahui tentang Menarche ? A. Pertumbuhan payudara L. Androgen F. Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita adalah ? D. Perdarahan pertama kali yang siklik dari rahim sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya. KUESIONER Identitas Responden Nama : Umur : Sudah Menstruasi atau belum : Petunjuk pengisian : Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan cara memberikan tanda silang (x) pada jawaban yang menurut anda paling tepat. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling awal nampak adalah ? G. C. B. Hormon Tirotropik O. Perdarahan pada daerah alat kelamin yang disebabkan oleh penyakit.

Faktor keamanan yang tinggi Menurut pendapat saudara. 4 – 10 tahun Q. kehamilan pada seorang wanita dapat terjadi karena apa ? HH. Faktor pendidikan yang layak Menurut pendapat saudara. 28 hari DD. Melakukan hubungan seksual sebelum menstruasi pertama kali tiba II. Faktor gizi yang baik W. Pada saat hormon progesteron dan estrogen meningkat . 10 – 16 tahun R. Penurunan fungsi organ reproduksi pada wanita setelah masa haid berakhir Menurut pendapat Saudara salah satu faktor eksternal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? V. Jika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa subur setelah dilakukan pemotongan di kedua saluran telur (tubectomy) Menurut pendapat saudara. Masa dimana seorang wanita yang sudah menstruasi pertama kali dan berisiko kehamilan jika melakukan hubungan seksual U. 35 hari Menurut pendapat saudara. kapankah organ reproduksi wanita menunaikan faalnya ? KK. Masa yang akan dialami oleh setiap wanita sebelum menstruasi pertama kali tiba T.P. darah menstruasi berasal dari ? EE. 16 – 22 tahun Menurut pendapat saudara apakah yang dimaksud dengan masa subur pada seorang wanita ? S. Melakukan hubungan seksual sesudah menstruasi pertama kali tiba JJ. 21 hari CC. Saluran kencing GG. Faktor keamanan yang terjamin X. Faktor intelegensi yang tinggi Z. salah satu faktor internal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? Y. Lapisan dinding vagina FF. jarak yang normal siklus menstruasi berapa hari sekali ? BB. Faktor keturunan AA. Lapisan dinding rahim Menurut pendapat saudara.

LL. Metode Ovulasi Billing. Sesudah menstruasi JADWAL WAKTU PENELITIAN NO KEGIATAN W A K T U Oktober November Desember I II III IV I II III IV I II III IV 1 BAB I 2 BAB II 3 BAB III 4 KUESIONER JADWAL WAKTU PENELITIAN No Kegiatan W A K T U Agustus September Oktober November Desember I II III IV I II II IV I II III IV I II III IV I II III IV 1 Penyusunan Proposal 2 Ujian Proposal 3 Pengumpulan Data 4 Olah Data 5 Penyusunan Laporan Penelitian 6 Ujian K.T. Kepustakaan Populer. 11 – 15 hari Nyeri yang hebat pada perut yang sukar ditahan dan mencengkeram (kejang) biasanya terjadi pada waktu ? QQ. 3 – 7 hari OO. Jakarta 2004 . Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur MM.I DAFTAR PUSTAKA Data Kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 SLTP N I Prambanan Klaten Evelyn Billing. 7 – 11 hari PP. Gramedia. Pada waktu menstruasi SS. Pada saat timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder Menurut pendapat saudara normalnya seorang perempuan mengalami mensturasi berapa lama ? NN. Sebelum menstruasi RR.

Winkel W. Psikologi Pengajaran.07 WWW.Com 1 April 2007 pukul 12.Com 1 April 2007 pukul 12.info. edu. Jakarta. Bandung. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan.00 WWW. Pustaka Sinar Harapan. CV Infomedika. Jakarta 1996 WWW. Menarage. 1995 Kartono Mohamad. Rineka Cipta. 1983 Notoatmodjo Soekidjo. 1993. Mengatasi Nyeri Haid. Jakarta 1995 Notoatmodjo Soekidjo. Mum. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi.qu/ni 15 Mei 2007 pukul 19.id 1 April 2007 pukul 12.journal Unair.depkes.Com 1 April pukul 12. Yayasan Bina Pustaka. Grasindo.Kingston Berly.00 . Clitoris.00 WWW.00 WWW. S.Co. Jakarta 1981 Sastra Winata Sulaiman. Metodologi Riset Keperawatan. Yogyakarta. 2001 Sarwano Prawiroharjo. Jakarta. Elemen. Kes repro. 1998 Nursalam. Ilmu Kandungan.Id 1 April 2007 pukul 12. Arcan. acicis Murdech.ac. Andi Offset.com 1 April 2007 pukul 12.00 WWW.00 WWW. Obstetri Fisiologi.Org. Metodelogi Penelitian Kesehatan.

Kemudahan dalam medapatkan informasi tentang halhal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. . kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. Saat ini para remaja sangat dipengaruhi oleh media massa. termasuk internet. merupakan 21% penduduk Indonesia yang merupakan tulang punggung negeri ini dan bagian dari masyarakat. film dan musik. Pada tahun 2000. waktu anak berusia remaja menemukan kesempatan untuk mencoba yang baru.3 juta orang. kaum muda berumur 14 sampai 24 tahun berjumlah 43. yang perlu pendidikan dan bimbingan lengkap demi masa depannnya. Secara umum.KUNCI JAWABAN A C B A C B B A B B C B B A A Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental.

sehingga ia dapat berindak dengan baik dan benar. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual . sakit kepala. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik.00 Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche sangat berbagai macam. Dalam masa pancaroba itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya.com/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja.acicis. mudah tersinggung. pendidikan. rasa takut.Murdech. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche.Kesrepro Info. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. gelisah sukar tidur. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. serta beberapa banyak ajaran orang tuanya yang dia terima. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. kultur. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. WWW.WWW. perut kembung.00 Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan).edu. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya.Pdf 1 April 2007 Jam 12. dibawah pengaruh jam biologis.qu/ni option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 1 April 2007 Jam 12. gangguan konsentrasi. pengalaman. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis.

dapat berakibat kehamilan pranikah, aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident” WWW.depkes.go.id 1 April 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun Oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187

Karya Tulis Ilmiah ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada tanggal 12 Februari 2008

Pembimbing, C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kep KARYA TULIS ILMIAH Dipertahankan di depan dewan penguji Karya Tulis Ilmiah Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan diterima Untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Keperawatan Pada tanggal 20 Februari 2008

Mengesahkan Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta

C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp NIK. 198310006

Penguji : C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp ……………………… Agnes Mahayanti, S.Kep.,Ns ……………………… MOTTO PERSEMBAHAN DAFTAR TABEL

Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 22 Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 23 Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 24 Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 25 Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 26 Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 27 Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 28 Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 29 Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 30 Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 31

Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 38 Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 39 Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 36 Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 34 Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 33 Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 35 Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Berfungsinya Organ Reproduksi Wanita Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 41 .Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 32 Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 37 Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 40 Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.

Perkembangan Seksual Wanita 6 2. Pubertas 7 3.Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan. Lembar Kuesioner Lampiran 2. Rencana Jadwal Penelitian DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii HALAMAN PENGESAHAN iii HALAMAN MOTTO iv HALAMAN PERSEMBAHAN v DAFTAR TABEL vi DAFTAR LAMPIRAN viii DAFTAR ISI ix ABSTRAK x KATA PENGANTAR xi BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 4 Tujuan Penelitian 5 Manfaat Penelitian 5 Ruang Lingkup 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 Tinjauan Teori 6 1. Hasil Pengkodean dan Tabulating Lampiran 5. Klaten Tahun 2007 42 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian Lampiran 4. Lembar Kunci Jawaban Lampiran 3. Menarche 8 4. Fisiologi Haid 10 . Kecamatan Prambanan.

51 halaman. Dismenore 11 6. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 20 Februari 2008 Pembimbing : C. pubertas. Tujuan dalam penelitian ini. fisiologi haid. Teknik Pengumpulan Data 19 10.5. Pengetahuan 13 Kerangka Teori 16 Pertanyaan Penelitian 16 BAB III METODE PENELITIAN 17 Jenis Penelitian 17 Desain Penelitian 18 7. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan. S. Pengolahan Data 19 12. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia. dismenore. Populasi dan Sampel 18 9. daftar pustaka. pengertian menarche. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. status menstruasi. Sri Hari Ujiningtyas. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang . perkembangan seksual wanita.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. Analisa Data 20 BAB IV HASIL PENELITIAN 21 BAB V PEMBAHASAN 43 BAB VI PENUTUP 51 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ABSTRAK Nama : B. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. Definisi Operasional 18 8. Instrumen Pengumpulan Data 19 11.

Menarche. Bapak Ign Gonggo Prihatmono. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. SKM selaku dosen pengampu riset dan pengembangan keperawatan. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. karena berkat limpahan kasih dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007”.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67. SKM dan Bapak A. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini banyak mendapatkan bantuan. Sri Ujiningtyas. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. kurang dari separuh (26. Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan Karya Tulis Ilmiah ini.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.Y Sutedjo. Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan di Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta. Penulis. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Akhir kata penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Kp selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan Pembimbing Teknis dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. S. BAB III . maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada : Ibu C.

Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada situasi yang sebenarnya. 4. Perkembangan seksual wanita 3. Desain Penelitian 5. Definisi Operasional No Variabel Definisi Operasional Skala Parameter 1.1) 2. Pengertian Menarche 2. Pubertas 4. Dismenore (Nyeri haid) Diukur dengan 15 pertanya-an dengan kriteria untuk setiap pertanyaan : -1 Skore benar 1 -2 Skore salah 0 ordinal Nilai parameter : Skore 0 – 5 = Rendah Skore 6 – 10 = Sedang Skore 11 – 15 = Tinggi . Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa adanya manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisa bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. Tingkat pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche Segala sesuatu yang diketahui Remaja Putri tentang Menarche meliputi : 1. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian terapan (aplied Research) karena menerapkan berbagai disiplin ilmu untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang Menarche. Berdasarkan Metode Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa yang urgen terjadi pada masa kini. 3. Berdasarkan Tujuan Penelitian ini termasuk penelitian eksplanatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fakta-fakta yang ada atau ditemukan serta huibungannya dengan teori. Fisiologi haid 5.METODE PENELITIAN Jenis Penelitian 1.

Jenis pertanyaan yang menyediakan beberapa alternatif jawaban dan responden hanya memilih satu jawaban yang sesuai dengan pendapatnya. Tabulating Menyusun dan menghitung data hasil pengkodean untuk kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Sampel ini diambil menggunakan teknik total populasi. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah semua remaja putri di kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. 10. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan teknik angket. b. Analisa univariate adalah analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. c. Pengolahan Data a. 9.6. Analisa kuantitatif adalah analisis yang digunakan untuk mengolah data yang berbentuk angka. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner bentuk tertutup yaitu kuesionar yaitu kuesioner yang mempunyai keuntungan mudah ditabulasi tetapi kurang mencakup jawaban dari responden. Editing Memeriksa seluruh kuesioner yang telah diisi oleh responden yang meliputi kesesuaian jawaban responden dengan pertanyaan yang diajukan kelengkapan daftar pertanyaan dan keajegan jawaban responden. b. 7. Instrumen Pengumpulan Data Jenis instrumen yang digunakan untuk menghimpun data adalah kuesioner dan alat tulis. baik sebagai hasil pengukuran maupun hasil dari konversi dari data kualitatif ke data kuantitatif. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten sebanyak 143 anak. Analisa Data Menggunakan analisa data univariate dan data jawaban dapat dianalisa secara kuantitatif. Pupulasi dan Sampel a. Koding Memberikan tanda atau simbol pada jawaban yang diterima. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. 8.2) Konsep analisa yang diambil : 0 % : Tidak ada 1-24 % : Sebagian kecil .

peneliti menggunakan metode survey deskriptif. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang Menarche. 51 halaman. dismenore. pubertas. perkembangan seksual wanita. fisiologi haid. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih . Sri Hari Ujiningtyas. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. status menstruasi.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. daftar pustaka. S. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 18 Februari Pembimbing : C.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. pengertian menarche. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67. Tujuan dalam penelitian ini. kurang dari separuh (26.25-49 % : Kurang dari separuh 50 % : Separuh 51-74 % : Lebih dari separuh 75-99 % : Sebagian besar 100 % : Keseluruhan ABSTRAK Nama : B.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket.

Berdasarkan Hormon Yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita.55%) responden tidak mengetahui tentang pengertian menarche. sebagian besar (75. Dengan hal itu mungkin dapat meningkatkan angka sex pranikah di kalangan remaja dan kehamilan di luar nikah. Dari hasil penelitian. . BAB V PEMBAHASAN Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan peneliti dapat mengetahui Tingkat Pengetahuan Remaja putri kelas VIII SLTP Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan Klaten.73%) responden mengetahui tentang hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita.11%) responden sudah mengalami menstruasi. Dengan mengetahui pengertian menarche diharapkan siswi/remaja putri mengetahui bahwa rahimnya telah menuaikan faalnya. Berdasarkan Status Menstruasi Prevalensi yang sudah menstruasi lebih banyak dari pada yang belum menstruasi. yaitu : Pembahasan Persoal : Berdasarkan Usia Sejalan dengan pertambahan usia seseorang. Menarche pun akan berlangsung dengan sendirinya.14. Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru diduga salah satu penyebab responden menjawab benar. Lebih dari separuh (54.14 tahun.50%) responden berumur diantara 13 . Dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian. Berdasarkan Pengertian Menarche Salah satu usaha dalam memberikan pengetahuan tentang menarche adalah dengan cara pengajaran yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru biologi. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya menarche biasanya pada usia 13 . sebagian besar (81. Lebih dari separuh (65. Dari hasil penelitian.mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. Hal ini karena menarche merupakan kejadian yang fisiologis yang dialami oleh seorang wanita yang menginjak masa puber.

Berdasarkan Masa Subur Pada Seorang Wanita Diharapkan dengan mengetahui masa subur dapat menekan angka terjadinya kehamilan atau sex pranikah. Berdasarkan Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Remaja Putri Di duga karena tidak pernah memperhatikan perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi pada waktu mengijak Pubertas atau karena perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi yang berlangsung secara bersamaan sehingga dari hasil penelitian. Hal ini juga disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya.75%) tidak mengetahui faktor yang mempercepat menarche. Dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian. sebagian besar (89.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda Pubertas yang nampak paling awal.70%) responden mengetahui normalnya umur terjadinya menarche. lebih dari Separuh (59. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya informasi tentang menstruasi pertama kali (menarche).44%) responden mengetahui tentang hormon pertumbuhan. Sebagian besar (76.Berdasarkan Tanda Pubertas yang tampak paling awal pada remaja putri Diduga karena tidak pernah memperlihatkan perubahan bentuk tubuh pada waktu menginjak pubertas sehingga dari hasil penelitian. Berdasarkan Normalnya Umur Terjadinya Menarche Dengan mengalaminya sendiri waktu terjadinya menarche membuat sebagian besar (93. Makanan yang bergizi adalah salah satu faktor eksternal yang mempercepat terjadinya menarche. Sebagian besar (90. Berdasarkan hormon pertumbuhan Pengajaran dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru kepada siswinya terus menyumbang dalam hal Pengetahuan siswi terhadap hormon pertumbuhan.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir yaitu menstruasi pertama kali (menarche).51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya. Berdasarkan Faktor Internal yang mempercepat Menarche Faktor Keturunan adalah salah satu faktor internal yang mempercepat menarche. lebih dari separuh (51. Dari hasil Penelitian.90%) responden . Lebih dari separuh (62. Berdasarkan Faktor Eksternal yang mempercepat menarche.

Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang alat reproduksi sangatlah penting karena untuk menekan kehamilan di luar nikah pada usia remaja.53%) responden mengetahui asal darah menstruasi. Dari hasil Penelitian. Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche . sebagian besar (89. Berdasarkan Organ Reproduksi Wanita Menuaikan Faalnya Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur inilah salah satu faktor penyebab kehamilan. Berdasarkan Siklus Menstruasi yang Normal Dengan mengalami sendiri tentang siklus menstruasi di duga sebagian besar (81.94%) responden tidak mengetahui berakhirnya tanda pubertas yang paling akhir (menstruasi pertama kali). Berdasarkan Tentang Asal Darah Menstruasi Perkembangan informasi yang begitu cepat dan mudah diakses bagi kaum pelajar.81%) responden mengetahui tentang siklus menstruasi normal.04%) responden mengetahui terjasinya nyeri yang mencengkeram. responden menjawab benar.mengetahui faktor internal yang mempercepat menarche. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang kehamilan di sekolah sangatlah kurang sehingga apabila remaja putri sudah menstruasi melakukan hubungan intim sangat beresiko terjadinya kehamilan.34%) responden tidak mengetahui terjadinya kehamilan. lebih dari separuh (64. Berdasarkan Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Sebagian besar (81. Berdasarkan Terjadinya Kehamilan Dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian. karena alat kandungannya sudah menuaikan faalnya. lebih dari separuh (51. lebih dari separuh (62.11%) responden sudah menstruasi diduga dengan pengalaman tersebut. sehingga kami pelajar atau responden menjawab lebih dari separuh (68. Dari hasil penelitian.51) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi Berdasarkan Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Kurangnya hormon Progesteron dan estrogen pada waktu sebelum menstruasi diduga penyebab nyeri yag mencengkeram.

dan memiliki tingkat pengetahuan sedang sehingga mempunyai resiko tinggi terjadinya kehamilan di luar nikah. fisiologi haid dan dismenore. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (81. Berdasarkan Tabel Silang Antara Umur Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (92. sehingga responden masih dapat mengingat dengan jelas peristiwa terseut. Adapun faktor gizi. Dari hasil penelitian.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang. dan sebagian besar (92.30%) responden berumur 13-14 tahun yang berjumlah 132 orang. Setelah dianalisa didapatkan lebih dari separuh siswa SLTP N I Prambanan Kelas VIII tidak mengetahui terjadinya kehamilan.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. Dan bagi responden yang berumur kurang dari atau lebih dari 13-14 tahun kemungkinan belum pernah atau bahkan sudah lupa tentang peristiwa tersebut sehingga tingkat pengetahuannya rendah. perkembangan seksual wanita. Diduga perkembangan teknologi yang cukup pesat seperti VCD. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. separuh responden dapat menjawab dengan benar kuesioner yang diberikan meliputi : Pengertian menarche. Hal ini diduga apabila responden sudah menstruasi akan lebih mengetahui tentang menstruasi sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dari peneliti. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Umur Remaja Putri Dari 143 responden. faktor tempat tinggal dan faktor ras yang diduga dapat mempercepat seorang wanita menstruasi untuk pertama kalinya. komputer dan internet yang mempermudah kita mengakses berbagai hal yang kita inginkan. pubertas.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang Menarche. .30%) responden berumur diantara 13-14 tahun dengan jumlah 132 orang. Diduga pada saat umur 13-14 tahun responden sudah mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. (81.Diduga karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mata pelajaran biologi yang didapatkan dari Bp/Ibu guru disekolahnya sehingga siswi kelas VIII SLTP N1 Prambanan lebih dari separuh (67.

57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. Hal ini dapat diperbaiki dengan pemberian informasi dari Bp/Ibu guru khususnya yang mengajar biologi. faktor eksternal yang mempercepat menarche. Klaten.Dari beberapa komponen kuesioner yang diberikan dapat diketahui pengetahuan remaja putri tentang menarche yang sudah baik meliputi pengetahuan tentang : Hormon remaja putri mengalami menarche. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. terjadinya kehamilan. Dari data yang didapat juga diketahui bahwa pengetahuan remaja putri tentang menarche yang kurang baik meliputi : Pengertian menarche.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. lamanya seorang wanita mengalami menstruasi dan terjadinya nyeri yang mencengkeram. Jawa Tengah adalah sebagai berikut : Untuk tingkat pengetahuan tentang menarche diperoleh lebih dari separuh (67. b. Waktu yang terbatas dari peneliti. faktor internal yang mempercepat menarche. Bagi Pihak Sekolah Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 64. tanda pubertas yang nampak paling awal pada remaja putri. BAB VI PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 143 remaja di SLTP N I Prambanan. Faktor Pendukung dan Penghambat 1. asal darah menstruasi. kurang dari separuh (26. sehingga kehamilan di luar nikah di usia remaja dapat ditekan sekecil mungkin. Kebanyakan remaja putri menjawab kurang tepat tentang hal tersebut.34% remaja putri tidak mengetahui terjadinya suatu kehamilan. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. tanda pubertas yang nampak paling akhir pada remaja putri. dan berfungsinya organ reproduksi. masa subur pada seorang wanita. c. Saran 1. Maka dari itu diharapkan agar pihak sekolah . Faktor Penghambat a. 2. siklus menstruasi yang normal. Faktor Pendukung a.

memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda yang akan menjadi tulang punggung negeri ini tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. air seni dan liquor.2 Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. darah. 2. percikan ludah. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. Dan dapat menyukseskan program wajib belajar 9 tahun dari pemerintah. Mumps ialah suatu infeksi umum. Bagi Peneliti selanjutnya Penelitian ini meneliti tentang tingkat pengetahuan remaja putri Kelas VIII tentang menarche di SLTP N I Prambanan diharapkan bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. virus mumps dapat diisoler dari saliva. Pada manusia selama fase akut. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun. mungkin dengan urin. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. bahan muntah. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. Pada penderita parotitis tanpa pembesaran kelenjar parotis.3 . Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. virus dapat pula diisolasi dari faring. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya.5 PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. INSIDEN Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik.

ini merupakan gejala khas untuk parotitis. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. www. anoreksia. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam.5 0C sampai 39. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan .com/2007/04/mumps-parotitisepidemika. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. muntah dan nyeri otot. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita.blogspot. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. sakit kepala. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas.com/modules.clitoris. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi.MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari.html) Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. Dimulai dengan stadium prodromal.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. (Sumber: http://oncejevuska.

sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak.tubuh wanita untuk kehamilannya. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. keadaan gizi. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas . Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini.blog. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. kaset. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan.id/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini.go. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www. vidio.m3-access www.depkes.pdf Masa Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas.menarche. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. dan film.com/post/29007_20. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. majalah hiburan.

Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. otot. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan.yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. Pada anak lelaki. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. dan fisik lainnya yang . Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan. maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensidimensi tersebut. konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. dan 2). Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. Pada masa pubertas. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. dll. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). Untuk dapat memhami remaja. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra. remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Luteinizing Hormone (LH). Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. Pada anak perempuan. Namun satu hal yang pasti.

Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan.duniaguru.berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. Curah jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat. http://www. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh. Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. .php? option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 Fisiologi Curah Jantung a. b.com/index. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru.

2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain.5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi. bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2. Left Ventricular Stroke . Stroke Volume Index (SVI). Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia.

Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acut Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Bagan 3 Patofisiologi Komplikasi AMI sebagai etiologi penurunan curah jantung .Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4. Behavioral/emotional anxiety Restlessness.

allrefer. Diagnosa Keperawatan Terkait Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) adalah Resiko Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan: 1) Perubahan frekuensi.5 cc/kgBB/jam) j) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia k) Tampak edema pada ekstremitas bawah. hematokrit). mudah capai b) Klien mengatakan sesak nafas c) Klien mengatakan pusing (pening) d) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) 2) Data Obyektif a) Tekanan darah menunjukkan penurunan b) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah c) Distensi vena jugularis d) Capilary refil lambat lebih dari tiga detik e) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi f) Kulit teraba dingin. Guyton Athur. kreatinin. . konduksi elektrikal 2) Penurunan preload/peningkatan tahanan vaskular sistemik (TVS) 3) Otot infark/diskinetik. Pengkajian Keperawatan Terkait Dengan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) 1) Data Subyektif a) Klien mengatakan lemah. CKMB.com/health/heart-attack-info. d. palpebra l) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi m) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru n) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum. irama. LDH. 2002. halaman 327 Penatalaksanaan Keperawatan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) c. menunjukkan penurunan (kurang dari 0.Dirangkum dari: http://health.html. contoh aneurisma ventrikular. tampak banyak keluar keringat dingin g) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat h) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada i) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam. kerusakan struktural.

Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. www. . pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. keadaan gizi. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas.clitoris. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan.com/modules. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche.kerusakan septal. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil.

karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). perubahan elektrokardiografi (EKG). yaitu adanya perubahan pada EKG. gejala tidak spesifik terdapat pada sepertiga penderita. dan lebih penting dari sudut pandang klinik.1. majalah hiburan. merupakan suatu ‘continuum’ (proses berkelanjutan) resiko bagi penderita dengan nyeri dada. Kriteria kedua. merupakan piranti . iskemia miokard akut ditentukan sebagai penderita infark miokard atau non infark miokard. yang umumnya menunjukan gejala iskemia ayng tiddak khas. vidio. berdasarkan kriteria badan kesehatan dunia (WHO).com/post/29007_20. Sindrom koroner akut merefleksikan proses fisiologis dari iskemia miokard akut. namun dari data statistik.m3-access 3. Pada kriteria pertama. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini.menarche. kaset. pengamatan seksama pada gejala klinik merupakan hal yang sangat penting. Selama tiga dasa warsa terakhir. dan film. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. terutama pada penderita diabetes dan usia lanjut. LATAR BELAKANG PENELITIAN : Dewasa ini petanda biokimia untuk menilai kerusakan sel otot jantung pada penderita sindrom koroner akut semakin berkembang. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. dimana diagnosis infark miokard ditegakkan dengan adanya dua dari tiga kriteria : gejala klinis & nyeri dada yang menjurus ke miokard infark. dan parameter biokimiawi ( misalnya peningkatan CK-MB). Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www.Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa.blog. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini.

hanya sekitar 50%. Oklusi tersebut biasanya disebabkan oleh adanya perubahan pada plak ateroma yang menyebabkan tertutupnya lumen arteri koronaria secara mendadak (70. Angka kematian dan komplikasi dari penderita ini mewakili > 20% kejadian malpraktek pada kedokteran gawat darurat.000 dari kasus tersebut dikeluarkan dari rumah sakit karena tidak diketahui diagnosanya.diagnosis infark miokard yang penting. Dilaporkan bahwa hampir 90% penderita IMA transmural . Namun demikian. telah dicoba untuk memakai petanda biokimiawi yang lain seperti mioglobin. sehingga para klinisi juga akan meningkatkan kewaspadaan dalam manajemen pelayanan bagi penderita dengan lebih baik. dan kira kira 25% sering meninggal selama 24 jam pertama dan sebagian dari kasus ini diagnosanya tidak terdeteksi (56). yang akhirnya dapat menurunkan mortalitas.71). Trombosis merupakan faktor utama terjadinya iskemi akut baik pada angina pektoris tak stabil maupun IMA. American Heart Association (AHA) memperkirakan 1. disamping untuk menentukan terapi trombolitik. Jelas bahwa diperlukan petanda biokimiawi sebagian piranti diagnosis dan menilai beratnya kerusakan sel otot jantung pada penderita dengan nyeri dada akut. troponin. Keberhasilan terapi trombolitik sangat me ndukung anggapan tersebut. walaupun dikatakan bahwa trombosit bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam terjadinya IMA ( 29). Pada umumnya terjadi oklusi trombosis pada arteri koroner mengalami plak ateromatoes. EKG mempunyai sensitifitas yang rendah.9.5 juta penduduk Amerika mengalami serangan jantung setiap tahunnya dan kira-kira 34. IMA merupakan keadaan berat yang terjadi akibat oklusi mendadak pembuluh koroner atau pun cabangnya yang mengalami skerosis. Kriteria ketiga adanya peningkatan pada parameter biokimia.2. 2. Patofisiologi iskemi dann infark miokard IMA adalah kematian otot jantung akibat suplai oksigen yang tidak mencukupi (tidak adekuat) dalam waktu yang cukup lama . yang pada masa lalu digunakan aktifitas enzim CK-MB sebagai ‘baku emas enzim’ tetapi karena keterbatasan spesifisitas.

Patofisiologi IMA nontransmural ( subendokardial) belum banyak diketahui. yang pada pemeriksaan histologik ditemukan adanya infiltrasi lekosit . Juga berbagai penelitian klinik telah memperlihatkan adanya hubungan antara lipoprotein dan trombosis.2. INFARK MIOKARD AKUT 2. Patogenesis terjadinya trombosis melibatkan banyak faktor.1. antara lain vasoplasme akibat hilangnya endothelium dependent dilator mechanism pada aterosklerosis. Adanya nekrosis miosit akan menyebabkan kehilangan intergitas membran sel dan makromolekul intraselluler akan berdifusi ke dalam jaringan interstitial miokard dan selanjutnya akan masuk ke dalam mikrovakskuler dan limfatik kardiak.2. Morfologi aterosklerosis koroner .(510%) sulit dibuktikan adanya trombus sebagai penyebabnya dan pada keadaan ini spasme arteri koroner terlibat di dalamnya (71). Demikian pula menurunnya sintesis faktor-faktor endoterial yang beraksi sebagai antikoagulan seperti tisue plasmibogen activator dan prostasiklin paa aterosklerosis. Terjadinya oklusi koroner selama 20 menit akan diikuti dengan terjadinya nekrosis miokard ( Infark Miokard).8. Selain itu dapat pula diakibatkan adanya spasme koroner.8. juga ikut berperan dalam terbentuknya trombosis. kemudian setelah 24 jam daerah infark akan nampak pucat atau kekuningan dengan batas yang jelas. Perubahan morfologi akan terjadi dalam 12 jam pertama setelah infark miokard berupa inflamasi dan infiltrasi seluler. atau adanya trombosis pada arteri koroner kecil yang telah mengalami aterosklerosis berat. 2.

tetapi ada juga yang cepat. yaitu Tipe 1 bila terjadi gangguan fungsi sel endotel tetapi tanpa terjadi perubahan substansi morfologi. Progresi aterosklerosis Lesi dini aterosklerosis lebih cepat mengalami progresi pada mereka dengan berbagai faktor resiko koroner.2.1.adanya fisura minor yang terjadi pada lapisan lemak atau plak ateroma akan diikuti dengan pembentukan trombus da ©2003 Digitized by USU digital library 12 terjadinya fibrosis.8. Pada beberapa plak dapat terjadi progresi secara lambat. oleh Stary lesi ini di klarifikasikan atas : Stary I bila ditemukan adanya makrofag ataus sel busa dalam intima.8. Kerusakan vaskuler dimaksud di klarifikasikan atas 3 tipe.1. Stary III tampak adanya inti lipid ekstra seluler yang multipel sedangkan Stary IV bila adanya ateroma (50) 2. Lesi dini Adanya perubahan ultrastruktur yang terjadi pada aterosklerosis spontan. tipe 2 terjadi kerusakan endotel dan intima dengan lamina interna elastik yang masih utuh dan tipe 3 kerusakan endotel dengan intima & media (45).2. khususnya lesi dini telah dilaporkan oleh Stary. Selanjutnya bila terjadi fisura plak yang dalam atau ulseri . Kerusakan vaskuler dan pembentukan trombus merupakan kunci dari proses dan progresifitas aterosklerosis serta patogenesis sindrom koroner akut. Stary II bila ditemukan juga sel-sel otot polos yang mengandung lipid dan tersebarnya lipid ektraseluler. Hal ini akibat adanya kerusakan vaskuler tipe 1 berupa kerusakan sel endotel yang diakibatkan gangguan aliran darah atau faktor lainnya sehingga makrofag atau sel busa ditemukan dalam intima.2. 2.1.Aterosklerosis adalah suatu bentuk aterosklerosis yang terutama mengenai lapisan intima dan umumnya terjadi pada arteri muskuler ukuran besar dan sedang serta merupakan kelainan yang mendasari penyakit jantung iskemik. Pada penelitian otopsi dari artei koroner dan aorta pada orang-orang usia muda telah ditemukan adanya evolusi secara mikroskopis dari aterosklerosis. yang me rupakan tanda dini penumpukan lipid ( Stary I).

2.3%) . CKMB. Penilaian resiko pada saat awal sangant diperlukan pada penderita dengan penyakit koroner tak stabil. Sedangkan pada 50% penderita IMA tersebut meninggal dalam perawatan. Dari 33 penderita yang troponin T meninggi.18 ng/ml mempunyai resiko tinggi untuk menadi IMA atau kematian penyakit jantung.5%) dan jika lebih dari 0. Sebaliknya hanya 1 dari 51 penderita angina saat istirahat dengan troponin T negatif yang berkembang menjadi IMA. misalnya APTS. Gok dan Kaptanoglu (69) mendapatkan 34% penderita angina akut saat istirahat mengalamai kenaikan kadar TnT dan setengahnya berkembang menjadi IMA. 0.78 ng/ml pada 39% penderita angina akut saat istirahat. Hanya 3 dari penderita tersebut mengalami peningkatan CK-MB.7.maka dapat terjadi oklusi trombus dan timbul sindrom koroner akut 2. Penelitian ini menunjukan bahwa nilai troponin T .06-0. 30% mengalami infark miokard.2. Bertil Lindahl dkk dalam kelompok studi FRISC meneliti 976 penderita APTS dan menemukan adannya peningkatan resiko serangan jantung jika terjadi peningkatan nilai troponin T pada 24 jam pertama.18 ng/ml mempunyai resiko sedang (10. Hamm CW dkk (63) melaporkan penelitian terhadap 109 orang penderita angina pektoris yang stabil yang dilihat kadar CK. Beberapa penelitian dengan jumlah sampel yang sedikit telah menunjukan bahwa penderita APTS dengan peningkatan kadar TnT mempunyai prognosis jangka pendek maupun jangka panjangyang buruk. dan troponin T setiap 8 jam selama 2 hari setelah dirawat.1% yang berkembang menjadi IMA.06 ng/ml mempunyai resiko rendah (4. troponin T dapat terdeteksi rata-rata pada kadar 0. Jika kadar troponin T kurang dari 0. Gokhan. Nilai Prognostik Pemeriksaan Troponin T Pada APTS Peningkatan kadar TnT merupakan faktor prediksi yang kuat meningkatnya mortalitas (24). Sementara penderita angina akut saat istirahat dengan kadar TnT yang tidak terukur hanya 4.

Selanjutnya dengan dasar informasi diatas . dan secara bermakna kematian jantung dan IMA berbeda dari yang troponin T nya negatif. Sebanyak 34% penderita APTS tersebut mempunyai troponin T positif. 2. saat ini dapat dinyatakan bahwa EKG inisial tidak hanya memprediksikan perjalanan jangka pendek tetapi depresi segmen ST juga menunjukan menandai kelompok resiko tinggi pada waktu yang lama (55). 183 penderita terbukti APTS. Stubbs dkk juga mendapatkan hasil yang sama.2. EKG. Perubahan EKG merupakan pelengkap dari riwayat penyakit dan gejala klinis dan masih menjadi suatu proses stratifikasi penting dari sindroma koroner akut . Gelombang T yang inversi dan isolated relatif ringan dan prognosenya baik dibanding dengan perubahan segmen ST. Konsentrasi serum troponin T dan I merupakan indikator peningkatan resiko baik secara independen maupun merupakan pendukung dari perubahan EKG. dari 460 penderita nyeri dada dan diikuti selama rata-rata 3 tahun. kadar troponin serta faktor resiko terjadinya arterosklerosis.5.maksimal pada 24 jam pertama dapat disajikan sebagai petunjuk prognostik bebas dan penting. STRATIFIKASI RESIKO Penentuan penyakit jantung koroner ditentukan dari gambaran klinis. Disadari bahwa terdapat perbedaan waktu selama 2 -4 jam setelah muncul gejala baru dapat dideteksi perubahan serum troponin dan mencapai puncaknya pada 12-14 jam kemudian. Bila memungkinkan perekaman EKG dilakukan saat nyeri dada timbul. riwayat penyakit. Gambaran EKG yang normal yang normal pada saat episode nyeri dada merupakan dasar kuat untuk menyatakan gejala yang tidak spesifik oleh sebab kardiak. sememtara perubahan dinamis dari segmen ST dan gelombang T yang inversi sangat mendukung diagnosa angina tak stabil atau non Q wave infark miokard. Peningkatan troponin ini merupakan indikator untuk komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Tanpa memperdulikan perubahan EKG penderita dengan perubahan serum troponin mempunyai resiko lebih tinggi dibanding dengan yang normal.

penyakit terdahulu dan gambaran EKG.mula terjadi akumulasi trombosit ditempat koyakan. Stratifikasi resiko ini merupakan proses yang berkesimbungan selama perawatan penderita pada fase akut termasuk evaluasi riwayat penyakit sekarang. terletak ditempat dimana plak menglamai ruptur. TROMBOSIS PLAK Lebih dari 75% trombus yang ditemukan di sindroma koroner akut. guidelines 1994 belum merekomendasikan pemeriksaan troponin secara rutin untuk deteksi kerusakan miokard. Pemeriksaan serum kardiak secara diagnostik sangat diperlukan dans sesuai dengan guidelines 1994 merekomendasikan bahwa baik kadar CK dan CK-MB diperiksa paa waktu dan setiap 6 sampai 8 jam dan seterusnya paa 24 jam. Sedangkan faktor yang mempengaruhi respons trombogenesis ditempat kap yang terkoyak tadi adalah : 1. gumpalan lipid memiliki efek trombogenisitas yang paling kuat. Sejak itu berbagai studi telah menunjukan bahwa peningkatan kaar troponin T dan I berhubungan dengan dampak buruk dari penderita sindroma koroner akut . makka kap yang tipis tersebut akan koyak dan kemudian berlangsunglah proses selanjutnya berupa pembentukan trombus yang dimulai dari fisura atau robekan kap tadi. sedang dan tinggi ( tabel 4). membentuk gumpalan dini yang disebut white clot yang secara langsung berusaha menutupi semua permukaan yang robek tadi. Bila plak yang tidak stabil mendapat pencetus.2.penetapan diagnosis angina yang stabil dapat dilakukan stratifikasi penderita dalam tiga kelompok yaitu kelompok resiko rendah. Substrat trombogenik yang memang selalu berada di tempat tersebut. Kemudian datanglah eritrosit untuk menutupi seluruh white clot. Mula. dimana faktor jaringan ini mengaktifkan faktor IX dab X bersama membentuk trombin. kemudian ditambah dengan adanya fibrin. 1. .4. hal ini disebabkan oleh karena pengaruh adanya faktor jaringan. Didalam komponen plak.

Tipe 5c :Fibrous-ateroma dengan trombus mural dengan komponen lipid yang minimal. Menurut American Heart Association. 4. sel busa. semakin tajam lengkungan kap stenosis dan semakin iregular. Tipe 4 : Ateroma terdapat gumpalan lipid pada tunika intima.2. makrofag. . fase ini juga masih asimptomatik. Tipe 1 : Penebalan tunika intima. sel inflamasi mulai infiltrasi diikuti dengan makrofag. terdapat akumulasi lipid intra sel dan infiltrasi makrofag serta otot polos. 3. Tampilan klinis dari fase adalah suatu keadaan yang disebut sindroma koroner akut. 2. Forrester yang memeriksa dengan angioskopis intraoperatif mendapatkan 95% sindroma koroner akut ditemukan adanya ruptur plak (49). Ruptur Plak Ruptur plak ditemukan pada 56 %-95% sindroma koroner akut. Tipe 2 : Fatty streak. biasanya tampilan klinis pada fase ini asimptomatik. Tid ak semua plak yang terjadi pada proses aterogenesis menjadi plak yang tidak stabil.2. maka semakin mudah terjadi proses trombogenesis tersebut. Tipe 5a : Seperti tipe 4 disertai denganlapisan jaringan fibrous. 3. da sel T. dan hal ini sangat berhubungan dengan tampilan klinis. Tipe 5b : Ateroma dengan klasifikasi berat di dalam core atau lesinya. tipe plak dihubungkan dengan tampilan klinis dapat dibagi menjadi 5 tipe yaitu (50) : 1. tampilan klinis masih seperti tipe 4. tampilan klinis apa fase ini adalah anginastabil. hiperkoagulabilitas dan menurunnya fibrinolisis meningkatkan resiko terjadinya trombus pada sindroma koroner akut 1. terjadi ruptur plak tipe 4 dan 5 dengan hemorhagi intra mural dan mulainya proses trombogenesis insitu. 6. hal tersebut tergantung dari bentuknya kap dan gumpalan lipid yang ada. Tipe 6 : Complicated lesion . namun bisa juga angina stabil. 5. tampilan klinisnya masih seperti 5 b. Tipe 3 : masih seperti diatas tetapi disertai pula dengan lipid ekstra sel dan deposisi jaringan ikat. juga masih asimptomatik. isolated foam cell. Iregularitas permukaan plak dan sempitnya stenosis . dan proses yang mendasarinya.3. pada fase ini tampilan klinisnya asimptomatik. Keseimbangan trombotik-trombotik faktor trombogenik misalnya hiperagregabilitas.

Struktur Plak Pada mulanya telah disepakati bahwa terjadinya sindroma koroner akut oleh karena adanya penutupan yang tiba-tiba dari aliran darah koroner yang aterosklerotik yang kemudian mengakibatkan kekurangan oksigen di otot jantung dan akibatnya terjadi jaringan iskemi sampai jaringan nekrosis. kemudian memacu produksi sitokin da n protease ( MMP expression). biasanya didahului oleh faktor pencetus seperti : yang berhubungan dengan aktifitas saraf simpatis sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba. akan tetapi ternyata pada penelitian dibuktikan bahwa justru pada stenosis yang ringan dan sedang lebih banyak terjadi sindroma koroner akut dan hal ini diduga oleh karena pecahnya ateroma tersebut ( ruptur plak) Plak aterosklerosis yang sudah matang terdiri dari bermacam. Sistemik : Lingkungan internal/faktor farmakologik. kemudian LDL masuk ke dalam sel dan teroksidasi. kepadatan lipid dan ketebalan kap yang menyelimuti plak.macam yaitu : lipid core atau gumpalan lipid. 2. Lima puluh persen dari timbulnya sindroma koroner akut.2. sehingga menyebabkan rupturnya plak. Luas tidaknya jaringan nekrosis yang terjadi mempengaruhi harapan hidup penderita sindroma koroner akut. Aktifitas sel inflmasi 2. Pada saat itu diperkirakan semakin besar ateroma yang ada di pembuluh darah semakin mudah menyebabkan sindroma koroner akut. Infeksi 3. gumpalan lipid ini terdiri dari sel-sel makrofag . 1. peningkatan kontraktilitas otot jantung. latihan fisik berat. Disfungsi endotel 4.Faktor-faktor yang mempengaruhi instabilitas dan ruptur plak (45) : Faktor Eksternal : 1. lokasi plak.2. peningkatan aliran darah koroner. stress emosional dan lain sebagainya. Faktor intrinsik dari plak : besarnya plak. Faktor Internal : 1. Proliferasi sel otot polos Evaluasi dari plak yang stabil menjadi tidak stabil melalui 5 tahap yaitu : aktifasi endotel.

Maka bila dicermati.1. Bila gumpalan lipid tersebut dominan dengan kap tipis.2.1. disebabkan mekanisme patifisiologi yang mendasarinya yakni ruptur aterosklerosis. maka ateroma tersebut disebut sebagai plak yang stabil. Di dalam bungkah lipid tersebut konsistensinya lunak.43).2.1. SINDROMA KORONER AKUT. Sebaliknya bila gumpalan lipid leih padat dengan kap yang kuat dan tebal disebut sebagai plak stabil. Hasil pengamatan patologis. Pada definisi yang diperluas. sindroma koroner akut meliputi Gambar 2. dari yang asimtomatis. terdapat dua macam plak yaitu yang stabil dan plak yang tidak stabil. selselnya jarang ( hiposeluler) dan juga terdapat gumpalan kolesterol ester ( yang berkonsistensi lunak) dan kristal kolesterol yang berkonsistensi agak keras. dengan derajat trombosis yang berbedabeda dan ada tidaknya embolisasi distal (7. angiokopis dan biologis menunjukan adanya perbedaan gejala klinik antara angina tak stabil dan infard miokard. 1. Defnisi Sindroma koroner akut adalah suatu peralihan (spektrum) manifestasi dari penyakit jantung iskemik meliputi angina tak stabil hingga infark miokard akut (IMA) dengan gelombang Q atau pun tanda gelombang Q (Gambar 2). sampai kematian jantung mendadak (13). 1. dan lipoprotein yang terjebak di dalam subendotelial maupun ruang ekstra sel. angina stabil maupun sindroma koroner akut.2. 1.yang mengandung lipid di dalamnya. Patofisiologi sindroma koroner akut Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang progresif dengan bermacam tampilan klinis. Continuum dari sindroma koroner akut The Continuum of Acute Coronary Syndromes . Kemudian gumpalan lipid ini diselimuti oleh suatu kap yang terdiri dari matriks jaringan ikat.

Walaupun studi Framingham menunjukan bahwa angina tak stabil hanya terdapat pada 10% kasus yang merupakan manifestasi awal dari penyakit arteri koroner diluar miokard infark. Hiperaktifitas trombosit. Gabungan kapasitas fibrinolisis. HUBUNGAN KADAR TROPONIN-T DENGAN GAMBARAN KLINIS PENDERITA . 3). dan perkembangan terjadinya trombus yang oklusif.Mycardial Ischemia Stable angina Unsable angina Non Q-Wave Ml Q-Wave Ml Currently undetected Non Q -Wave Ml Ischemic Cell Injury Reversible Small Area Ireversible Large Area Juga semua penderita dengan kejadian awal yang menuju keparahan angina. Kejadian trombosis pada penyakit jantung ateroskleros is dipengaruhi dan distimulasi oleh beberapa faktor seperti : 1). Tahaop kedua terjadi trombogenesis dengan cepat dikarenakan koyaknya plak yang mengeluarkan kontituennya yang bersifat trombogenik. seperti kolagen dan tromboplastin jaringan yang menstimulasi agregasi trombosit. begitu juga dengan faktor-faktor regulasi pada trombosit. pembentukan fibrin. komponen dinding pembuluh darah. tetapi umumnya penderita mengalami suatu siklus atau perubahan pola nyeri dada. dan progresi lebih lanjut tergantung pada faktor resiko. dan 4). Tahap pertama terdiri dari suatu periode awal asimtomatik. sistem koagulasi dan sistem fibrinolisis. Hasil akhir dari robeknya plak tergantung pada keseimbangan hemostatis . Keseimbangan hemostatis ini merupakan suatu interaksi yang kompleks antara dinamika aliran darah. Disfungsi endotel. trombosit dan protein plasma. Diagosis angina tak stabil tidak memerlukan perubahan EKG. dimana terbentuk plak aterosklerotik non obstruktif. Peningkatan aktifitas prokoagulan. 2). biarpun adanya perubahan ini akan meningkatkan spesifisitas diagnosis dan menunjukan prognosis yang jelek ( klasifikasi Braunwald). dan hanya jumlah kecil yang memerlukan perhatian maupun perawatan di rumah sakit. Kejadian penyakit jantung koroner meliputi dua tahap yang berbeda.

hal ini tidak ditemukan . Bahkan disebutkan penanda ini dapat mendeteksi kerusakan sel miosit jantung yang sangan minimal (mikro infark). yang mana oleh penanda jantung yang lain. Sehingga pada keadaan ini dikatakan sensitifitas dan spesitifitas troponin T lebih superior dibandingkan pemeriksaan enzim-enzim jantung lainnya. Masalahnya adalah belum sempurnanya petanda yang dapat dipakai dengan mudah namun dapat sepenuhnya dipercaya untuk deteksi dini terjadinya perburukan kejadian koroner pada sindroma koroner akut . Kerusakan sel tersebut tidak dapat terlihat sebagai perubahan elektrokardiogram (EKG) ataupun dalam pemeriksaan laboratorium enzim-enzim jantung yang selama ini rutin dikerjakan untuk diagnostik kerusakan miokard suatu sindroma iskemik akut .SINDROMA KORONER AKUT ELIAS TARIGAN Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara BAB-I PENDAHULUAN Pertanda biokimia dewasa ini dan di masa yang akan datang aka terus mempunyai peran penting pada diagnostik. stratifikasi maupun pengobatan penderita dengan sindroma koroner akut. Pemeriksaan histopatologis ternyata membuktikan adanya kerusakan minimal pada sel miokard atau mikro infark pada seluruh permukaan miokardium penderita sindroma koroner akut yang mengalami perburukan serangan koroner atau kematian. Penelitian diluar negri menunjukan bahwa troponin T ini mempunyai sensitifitas 97% dan spesifitas 99% dalam deteksi kerusakan sel miokard. Akhir-akhir ini telah dikembangkan suatu pertanda biokimiawi yang baru dalam pemeriksaan kerusakan sel miosit otot jantung dengan memantau penglepasan suatu protein kontraktil sel miokard yaitu troponin T akibat disintegrasi sel pada iskemi berat. . Penatalaksanaan dengan metode intervensi yang agresif namun rasional diperlukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada sindroma koroner akut.

penanda ini dapat mengenali kelompok pasien yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya serangan jantung baik saat dirawat di rumah sakit (fase akut) maupun sesudah keluar dari rumah sakit . merupaka indikator terbaik yang dapat digunakan untuk menilai penderita yang mempunyai resiko kematian dari serangan jantung (7-11). lebih dari 30 menit. sehingga dinding jantung (myocardium) jantung menjadi kekurangan oksigen.Penelitian petanda biokimia ini banyak yang berfokus padda diagnosa dini dan juga untuk menilai prognostik. Dari laporan pertama Hamm dkk (1992) tentang penelitian troponin T yang meninggi pada populasi kecil dengan pasien angina pektoris tak stabil. keringat dingin. Nyeri tersebut sering dikira sakit maag oleh banyak penderita. Hal yang sama pada studi FRISC. terjadi pada waktu istirahat/melakukan kegiatan. suatu protein yang dilepas dari kerusakan otot jantung. dan spasme yang lama dari pembuluh darah koroner. karena jika ditemukan dalam plasma. muntah. tidak hilang waktu . menjalar. terutama jika dipakai pada penderita yang dengan pemeriksaan CK-MB dan EKG tidak menunjukan suatu kerusakan otot jantung yang nyata. dan kehilangan kesadaran. mual. Berasal dari penyempitan. Beberapa penelitian melaporkan dengan pengukuran troponin T. Menurut kriteria WHO (1983). Penyakit ini umumnya menyerang orang berumur 40 tahun ke atas. bila minimal dua dari kriteria berikut positif. Gejala yang khas pada penyakit ini berupa nyeri dada substernal (kira-kira sekitar uluhati/diatasnya). Penelitian pada pusat kedokteran universitas Duke di Amerika Serikat menyimpulkan pemeriksaan troponin T adalah indikator yang baik dari kerusakan otot jantung. meskipun diberikan pengobatan yang adekuat . dan nyeri tersebut tidak hilang dengan istirahat. maka penderita dikatakan menderita Infarct Myocard Acute : Nyeri dada tipikal (substernal. pembuntuan. menyatakan nilai prognostik penderita sindroma koroner akut berhubungan erat dengan kadar absolut troponin T saat INFARCT MYOCARD ACUTE Merupakan salah satu kegawatan dalam bidang jantung. dan sel-selnya menjadi mati (nekrosis). lebih dari 30 menit. disebutkan bahwa resiko kematian dan infark miokard selama dirawat di rumah sakit sangat meningkat. Keluhan penyerta lainnya dapat berupa lemas. menjalar.

Merupakan peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri. antara lain : Penyebabnya : hipertensi primer (tidak diketahui sebabnya). HIPERTENSI Hipertensi/tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umum timbul di dalam masyarakat. dan peningkatan troponin T. Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. Nah. kecuali bila tekanan darahnya sangat tinggi dapat ditetapkan dengan satu kali pemeriksaan. muntah. Diagnosis hipertensi dibuat atas dasar hasil beberapa kali pemeriksaan. kelemahan otot-otot. bila Anda menemui penderita dengan keluhan di atas. Keluhan yang mungkin timbul antara lain nyeri pada daerah kepala bagian belakang. Adapun tujuan utama perawatannya adalah : Menghilangkan rasa nyeri Mencegah perluasan infark Menangani komplikasi yang terjadi Program rehabilitasi medis. CKMB. Penatalaksanaan penderita tersebut harus di ruang intensif (ICCU). penglihatan kabur.istirahat) EKG (rekaman gelombang listrik jantung) : Q patologis. Pengelolaan terhadap penderita hipertensi adalah : Pengobatan tanpa obat. yaitu : derajat I (95-109 mmHg). dan sebagainya. berdasarkan dari tekanan diastolik. obat-obatan. derajat II (110-119 mmHg). CPK. dan inversi gelombang T. derajat III (> 120 mmHg). mual. yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. khususnya yang ada fasilitas ruang intensifnya. SGOT. SGPT. Pemeriksaan enzym : peningkatan kadar LDH. maupun kehamilan). Terdapat beberapa klasifikasi dari hipertensi. Klasifikasi menurut WHO 1999. segeralah mendatangi rumah sakit terdekat. ST elevasi. . dan hipertensi sekunder (akibat penyakit. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya. mimisan. antara lain : diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh.

coxsackie. . timbul akibat gangguan produksi atau gangguan dari penggunaan insulin. dan terjadi defisiensi relatif dari insulin. luka sukar/lama sembuh. diet [tidak minum ASI. serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi. ditambah : sering terjadi infeksi. sehingga timbul peningkatan kadar gula. merupakan suatu jenis penyakit hormonal. rasa haus/lapar yang berlebihan. Umumnya timbul pada usia 40 tahun keatas. infeksi berulang pada kulit. dan zat lain menjadi energi untuk kehidupan. Gestasional diabetes. rasa tebal pada tangan dan kaki. Pre-diabetes timbul bila kadar gula darah lebih tinggi dari normal. virus [mumps. Faktor penyebabnya antara lain : proses autoimmun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. Faktor penyebab terpenting adalah genetik dan kegemukan. dan sebagainya. emosional. DIABETES MELLITUS Diabetes Mellitus [kencing manis]. Insulin merupakan hormon yang diperlukan untuk mengubah gula. mulut. baik penggunaan ataupun sekresinya]. Gejala yang timbul antara lain : sering kencing. karbohidrat. Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur. keracunan. timbul dari resistensi insulin [tubuh gagal untuk menggunakan insulin secara baik. terdapat istilah pre-diabetes.peredaan stress emosional. dan latihan fisik ringan dan teratur. yaitu : Diabetes tipe I. maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan. ataupun saluran kemih. penurunan berat badan [1030%]. stess. tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe II. Terjadi pada sekitar 4% wanita hamil. meskipun faktor genetik dan lingkungan [seperti kegemukan dan kurang olahraga] memegang peranan penting. yaitu diabetes yang timbul pada wanita hamil. Saat ini ada tiga tipe utama diabetes. berhenti merokok/alkohol.5 tahun. Selain diabetes tipe II. Diabetes tipe II. Obat-obatan antihipertensi. penglihatan kabur. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. hepatitis]. wanita lebih banyak daripada pria. dan wanita lebih awal 1. Penyebab pasti penyakit ini masih misteri. Umumnya timbul pada usia 812 tahun. konsumsi nitrosamin dalam jumlah besar]. timbul karena pankreas gagal/hanya sedikit dalam memproduksi insulin. mudah lelah. dsb. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter. Gejala yang timbul mencakup gejala pada diabetes tipe I.

sulfonilurea [Glimepiride. gula darah dipertahankan pada level 80-150 mg/dL (4. misalnya adanya kelainan pada retina mata. Komplikasi yang mungkin timbul : Koma hypoglikemia ataupun koma hyperglikemia [ketoasidosis diabetes. neuropathy dan kerusakan saraf. sisanya diperoleh dari lemak monounsaturated dan karbohidrat. diabetic foot. Rosiglitazone]. Gangguan jantung. terbukti dapat memperbaiki toleransi glukosa dan menurunkan pengobatan. dan sebagainya. Miglitol]. Misalnya golongan biguanide [metformin].4-8. Glipizide.1 mmol/L). Glyburide]. dari keluhan sering kencing. yaitu kadar gula darah puasa ³ 126 mg/dL (7. olahraga. Prognosis : Dengan pengaturan diet. mudah lelah. penurunan berat badan [10-30%]. problem psikologi akibat kronisnya penyakit. akan memperkecil timbulnya komplikasi. intermediate. gangguan kulit. Selama terapi. Insulin. Obat-obatan oral.0 mmol/L). gangguan ginjal [nephropathy]. rasa lapar/haus berlebihan. kadar gula darah 2 jam setelah makan atau gula darah random ³ 200 mg/dL (11. Insulin diberikan pada diabetes tipe I. ataupun long acting insulin. Pemeriksaan laboratorium. Timbul akibat kurang pengontrolan kadar gula. baik dengan obat oral ataupun insulin. yang dianjurkan adalah 10-20% kalori dari protein. luka yang sukar sembuh. . serta pengobatan yang baik. Hindari pula konsumsi makanan yang mengandung gula murni. < 10% kalori dari lemak saturated dan polyunsaturated. koma hyperosmolar non ketotik]. baik short acting. khususnya pada diabetes tipe II.3 mmol/L). a-Glucosidase inhibitors [Acarbose. dsb. diabetic retinopathy. gangguan kesehatan mulut. riwayat keluarga dengan diabetes. Pemeriksaan fisik. Thiazolidinediones [Pioglitazone.Diagnosis ditegakkan dengan : Anamnesis. Olahraga. Penatalaksanaan yang perlu dilakukan : Diet.

kaku. sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung. menurut Syaifullah. penyakit ini harus diwaspadai. Perasaan ini timbul jika kegiatan fisik meningkat atau dalam keadaan tekanan emosional. “Otot jantung yang kekurangan darah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. dokter spesialis jantung Rumah sakit Asia Medika Jambi. menimbulkan penyempitan pembuluh darah. terutama pada daerah jantung. Di samping itu. Bahayanya lagi. Menurut Syaifullah. penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa mengenal waktu. Yang dimaksud kolesterol. dan keras. punggung atas sampai dirahang.Waspadai Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit Date: Wednesday. semacam kombinasi lemak dan protein yang merupakan bahan penting bagi bermacam-macam hormon. dada merasa seperti tertekan oleh benda berat. Makanya. Kolesterol terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari hewan dan mengendap pada dinding pembuluh darah. Endapan kolesterol ini. lanjut dia. jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera. “Angka kematian tertinggi penderita jantung koroner justru terdapat pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. Penyempitan ini antara lain disebabkan karena meningkatnya kadar kolesterol dan lemak dalam darah. ulu hati dan lengan kanan.” ujar Dr Syaifullah Napu. karena penderita bisa meninggal dunia pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. Hebatnya lagi. perasaan sakit ini ada kemungkinan menjalar ke lengan kiri sampai di ujung kelingking. dapat berakibat fatal. July 12 @ 00:09:34 WIT Topic: Berita | 12-07-2006 | Jantung Koroner Picu Kematian pada Jam-jam Pertama Penyakit jantung masih menjadi salah satu pembunuh terbesar di dunia. Dijelaskan. “Bagi penderita jantung koroner yang keadaannya telah . penyakit jantung koroner atau Atherosklerosis adalah proses yang menyebabkan dinding pembuluh nadi menjadi tebal. Hal ini menimbulkan rasa nyeri di dada yang dikenal sebagai Angina Pektoris (AP).” paparnya. sehingga rongga pembuluh menjadi sempit.

lanjut dia. rasa sakit itu juga sudah terasa waktu istirahat atau waktu tidur. Jika pembuluh darah koroner menjadi tertutup sama sekali. Dengan perawatan yang segera dan intensif dibagian penyakit jantung gawat ada kemungkinan jiwa penderita masih bisa tertolong. Bila pembuluh koroner besar tersumbat infarct menjadi lebih besar. maka penderita dapat meninggal dunia. tekanan darah tinggi. tekanan jiwa. jika penyempitan pembuluh darah atau angina pectoris biasanya hilang setelah istirahat. Ia juga mengatakan. wajah pucat dan rasa nyeri tidak hilang setelah istirahat.lanjut. keluar keringat dingin. “Bila Anda merasa tanda-tanda angina pectoris saya menyarankan untuk segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri.” ungkapnya. Pada serangan jantung mendadak penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. Penyempitan pembuluh darah. penyakit gula. Akibatnya jantung tidak dapat lagi memompa darah.serangan jantung (acute myocard infarct) umumnya terjadi karena pembuluh darah koroner yang menyempit atau mendadak tertutup sama sekali oleh bekuan darah yang mengalir di dalamnya. Akibatnya sebagian jantung tidak bekerja. Dikatakan.(*) . lanjut dia. biasanya dada nyeri lebih dari 15 menit. banyak merokok. Kejadian ini disebut infarct. atau diabetes melitus. Sedangkan tanda-tanda serangan jantung itu.” terangnya. Syaifullah juga menambahkan. Kemungkinan besar Anda mengalami serangan jantung. Semua ini adalah faktor risiko penyakit jantung koroner. jika penyakit jantung koroner terjadi karena adanya kelainan pada pembulu koroner. berat badan berlebih. kurang bergerak. Kelainan pembuluh koroner ini berupa penyempitan pembuluh darah koroner sebagai akibat dari proses atherosklerose. Pembulu koroner adalah sepasang pembuluh nadi cabang pertama dari Aorta yang mengantarkan zat-zat makanan yang dibutuhkan bagi jaringan dinding jantung. dipercepat oleh kolesterol atau kadar lemak dalam darah tinggi. Proses atherosklerose adalah pengerasan dinding pembuluh darah karena penimbunan lemak yang berlebuh. napas susah.

maka akan berakhirlah suatu kehidupan. Dengan semakin tua dan memburuknya kondisi alat-alat tubuh oleh bermacammacam ‘faktor risiko’ seperti tekanan darah tinggi. Dengan denyutan ini jantung memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh termasuk arteri koroner (arteri yang memasok/mensuplai darah ke otot-otot jantung). Dinding arteri koroner yang mengandung serabut- . Jika alat ini berhenti bekerja dalam beberapa waktu saja. kolesterol yang meningkat dalam darah dan lain-lain.Mengenal lebih dekat penyakit jantung koroner dan faktor-faktor risikonya Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko timbulnya penyakit jantung akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. pembuluh darah akan menyempit dan tersumbat seperti sumbatan karat pada sebuah pipa. Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan. Apa yang terjadi jika yang tersumbat adalah arteri koroner? Aliran darah tidak akan sampai ke otot-otot jantung yang artinya otot-otot jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen sehingga timbulah suatu keadaan yang dikenal sebagai iskemik (ischaemia). Jantung terbentuk dari serabut-serabut otot khusus dan dilengkapi dengan jaringan syaraf yang secara teratur dan otomatis memberikan rangsangan berdenyut bagi otot jantung. merokok. Seberapa besar peran jantung dalam ‘hidupnya’ seorang manusia? Jantung adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai “pemompa darah’’ yang sejak bayi dalam kandungan ibunya telah mulai bekerja dan tidak akan berhenti selama hidup kita.

dikurangi atau dimodifikasi : . Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh dan dapat juga berasal dari makanan yang kita makan. b. usia. Kerusakan otot jantung yang terjadi cukup lama dan tidak segera dibuka sumbatannya akan menyebabkan kematian otot jantung dan tidak akan pulih lagi. pundak kiri atau kanan dan lengan bahkan sampai terasa tembus ke punggung. yaitu: a. Faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dibagi dalam 2 golongan besar. oleh suatu sebab dapat berkerut (spasme) dengan akibat menyempitnya saluran pembuluh secara tiba-tiba. Namun seringkali karena kolesterol mempunyai kadar yang tinggi dalam masakan berlemak (dan biasanya enak) maka kadar kolesterol akan meningkat sampai di atas nilai normal tolerir tubuh kita. Kontrol yang baik pada pasien hypertensi dapat diupayakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pembuluh darah dan meminimalkan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner. bahkan sampai terjadi serangan jantung mendadak. . apabila kerusakan dinding ini diperberat dengan endapan lemak/kolesterol akan menimbulkan penyempitan rongga pembuluh darah. maka kita akan tetap sehat.Tekanan Darah Tinggi (hypertensi).Kolesterol. sehingga penderita merasakan nyeri dada. Tekanan darah tinggi secara terus menerus akan menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah arteri secara perlahan-lahan. kadang-kadang juga dirasakan seperti ‘sulit bernafas’.Rokok. Kelebihan itu akan mengendap dalam pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyempitkan dan pengerasan yaitu atherosclerosis. Faktor risiko alami (atau yang tidak dapat dicegah) seperti keturunan/genetik. . dan hal ini juga dapat terjadi pada arteri koroner. Sejauh masukan seimbang dengan kebutuhan. dan akan menimbulkan gejala sakit dada yang hebat. jenis kelamin (perempuan pre menopause mempunyai risiko lebih rendah terhadap penyakit ini dibandingkan laki-laki atau perempuan post menopause ). Faktor risiko yang dapat diperbaiki. Peranan rokok terhadap Penyakit jantung koroner dapat timbul dalam .serabut otot polos. Manifestasi gejala yang timbul dapat berupa angina pectoris (biasanya timbul karena adanya kekurangan suplai oksigen ke otot jantung pada saat aktivitas ataupun dalam keadan istirahat) dengan sakit yang khas yaitu sesak nafas di tengah dada yang dapat menyebar sampai leher dan rahang. Kondisi lainnya dikenal dengan acute myocard infarct (AMI) yaitu rusaknya otot jantung akibat penyumbatan arteri secara total yang disebabkan pecahnya plak lemak atherosclerosis pada arteri koroner secara tiba-tiba. nafas pendek dan seringkali penderita akan kehilangan kesadaran sesaat.

berarti pelindung terhadap penyakit jantung koroner menurun. . Kurangnya aktivitas fisik.Faktor risiko lainnya seperti Obesitas (kegemukan). akan dibahas lebih mendalam dalam topik. Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko di atas akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. · Perokok memiliki kadar koleseterol HDL (‘kolesterol baik’) yang lebih rendah. marilah kita mulai kebiasaan hidup sehat sejak dini (Vyta) USIA PADA MENARCHE DI INDONESIA LD Hendrawati dan Josef Glinka SVD ABSTRAK?RINGKASAN . Untuk itu.beberapa cara. Sebanyak-banyaknya kenikmatan yang didapat dari makanan ‘berlemak’. rokok dan lain-lain pada saat ini. jauh akan lebih baik untuk dapat menikmati hidup sehat sampai akhir hayat. yaitu sakit dada yang merupakan tanda terhadap adanya sakit jantung. Diabetes Mellitus.topik pembahasan berikutnya. Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan (operasi ‘by pass’. · Merokok dapat menyembunyikan angina. Tanpa adanya gejala tersebut. penderita tidak sadar akan penyakit berbahaya yang sedang menyerangnya. obat-obatan) serta rehabilitasi yang harus dilakukan apabila ‘Si PJK’ sudah menyerang. diantaranya: · Karbon monoksida (CO) yang terkandung di dalam asap rokok lebih kuat menarik atau menyerap oksigen dibandingkan sel darah merah dengan haemoglobinnya sehingga menurunkan kapasitas darah merah tersebut untuk membawa oksigen ke jaringan termasuk jantung.

Yang umum harga rata-rata di suatu urutan yang diachronic menunjukkan suatu kecenderungan dari penurunan usia menarcheal dari 0145 tahun per dekade. Data mulai dari Jawa. Brasel 1978). Data ini mengkonfirmasikan pernyataan bahwa usia pada menarche melembagakan suatu indikator yang sensitip dari kekayaan dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982. seperti pedagang-pedagang (1413). medium meletakkan (1460) dan lemah(miskin (1488). 1288 dengan sekolah menengah dan 1293 dengan yang rendah pendidikan. Brasel 1978]. dari Flores. Ini berarti bahwa di dalam umum kondisi-kondisi kekayaan dan kesehatan di Indonesia memperbaiki di dalam enam dekade yang terakhir. baru-baru ini. Satu ikhtisar dari keseluruhan literatur dan disertasi yang tak diterbitkan sampai 1996 akan ditulis di dalam kertas ini. Sumatra dan. Usia menarcheal adalah: 1219 dari ibu dengan universitas. 13 kali (1164) dan [mereka/yang] yang makan hanya 1-4 kali satu minggu (1346). antara anak-anak perempuan dari kondisi-kondisi lingkungan yang berbeda seperti berkenaan dengan kota (-1227). beberapa yang lain juga dari Sulawesi. Sebagai suatu usia proses fisiologis pada menarche bahkan lebih sensitip di yang lingkungan kubah dibanding pertumbuhan meskipun ketinggian nya ( HR =089) genetical penentuan [ Bergman &Orczykowska-Swiatkowska 1988] MATERIAL . kaya (1390). Pertumbuhan dan usia pada menarche diperlakukan sebagai indikator kaya dan kesehatan baik suatu populasi [ Bielicki & Welon 1982.Sejak 1937 data menarche dikumpulkan di Indonesia. guru (1448) dan petani (-1463). [desa/kampung] nelayan (1285). [desa/kampung] petani (1319). pendidikan ibu melembagakan satu faktor pengaruh tak langsung karena para ibu lebih baik dididik sudah pengetahuan yang diperlukan untuk memberi mereka makanan anak-anak lebih pantas. Peran dari masukan protein binatang seperti(ketika faktor paling yang berpengaruh di mana perbedaan-perbedaan di usia menarcheal antara anak-anak perempuan yang makan daging eg. Perbedaan-perbedaan penting secara statistik di menarcheal usia antara anak-anak perempuan dari kelas sosio-ekonomi yang berbeda's dan posisi ayah itu.

seseorang dapat amati suatu garis zigzaggy yang pelan-pelan mengurangi. Kondisi-kondisi lingkungan menyerah Table 3 mencerminkan di dalam perbedaan-perbedaan unsur pokok ekonomi-sosial juga. masukan protein binatang mingguan. Sumatra (-Palembang. memerintahkan(memesan diachronically. 1). Kayu Agung). Ini berarti itu di dalam enam dekade yang terakhir nilai terharapkan dari usia pada menarche meneteskan?jatuh dari 1408 dalam 1937 sampai 1322 dalam 1996 karena semua catatan dan dari 1379 sampai 1283 di dalam keduanya tahun masing-masing hanya untuk Jawa. Surabaya. Suatu faktor yang sangat penting. Menurut yang lain penerbitan-penerbitan bisa jadi berkata itu secara umum kesehatan dan perbaikan kondisi-kondisi perihal gizi di Indonesia disebabkan oleh kesehatan yang lebih baik melayani di dalam daerah pedesaan dan oleh yang dilanjutkan tindakan-tindakan yang informatif di makanan yang sehat antar para ibu. Jakarta. Sulawesi (Ujung Pandang) dan West-Flores (Rekening. Tengger) tetapi ada juga beberapa data dari Madura (Pamekasan). yaitu. Klaten. Meja 2 masa kini pengaruh dari kondisi-kondisi yang ekonomi-sosial di usia pada menarche di dalam tempat-tempat yang berbeda. -Tetapi ada suatu pemburukan yang besar melompat antara 1938 (1267) dan . yang disebabkan oleh bersifat jabatan dan ekonomi lokal situasi orang-orang. Malang.Di sini di bawah suatu tinjauan ulang literatur dari riset menghasilkan di usia di menarche di Indonesia. disampaikan dalam Table 4. Kebanyakan tanggal/date datang dari Jawa (Semarang. Yogyakarta. Riset yang pertama dikenal telah dilaksanakan dalam 1937 oleh suatu sarjana Belanda dan adalah dilanjutkan hingga yang saat ini oleh Indonesians. ANALISA DAN DISKUSI Melihat Table 1.Berapa jauh pendidikan ibu mempengaruhi usia pada menarche mencerminkan Meja 5. Jika kita [menggambar/menarik] suatu lini regresi untuk mendapat kecenderungan yang umum lalu bcoefficient mencapai suatu nilai dari 00145 per tahun untuk semua catatan-catatan dan 001626 per tahun hanya untuk Jawa.

sedangkan setelah kemerdekaan setiap anak-anak mendapat pergi peluang ke sekolah. yaitu. 19592 Palembang 13. perbedaan-perbedaan itu secara statistik penting. Meja 1.Usia pada Menarche Setiap Tahun Place Usia Author/year Semarang 13.22 Sukadana. 19371 Jakarta 12. 1994 West-Flores 13.09 Aswin.48 Doerjadibroto.67 Bree-Maeuleman. 1976 Ujung Pandang 14. dan yang umum peningkatan di dalam usia pada menarche mencerminkan situasi ini. hanya anak-anak dari orang tua yang berada bisa pergi ke sekolah. 1990 Pamekasan 12. 1970. Dua faktor-faktor bisa bertanggung jawab atas pembusukan ini: (1) masa perang dan Jepang posisi adalah satu waktu kelaparan di dalam kebanyakan bidang-bidang dari Indonesia. anak-anak rom Table 2 mencerminkan sumur bagaimana status yang ekonomi mempengaruhi proses dari waktu menjadi masak seksual.27 Sjamsuar 1983 Yogyakarta 13. kelas lebih rendah. 1995 Tengger 13. (2) karena data dikumpulkan di sekolah-sekolah dan.1948 (1463).63 Radioputro. 19381 Klaten 14. pada akhir Orangorang Belanda kolonial posisi dan setelah peperangan dan kemerdekaan.96 The Tik Lien. 1979 Malang 13.52 Noer. Data ini mencerminkan kedua-duanya faktor-faktor.81 Yoeliana.00 Kurniasari. Secara umum raders adalah yang kaya atau kelas tertinggi sedangkan petani-petani membangun kaya atau lemah(miskin seperti juga dari keluarga-keluarga yang lemah(miskin.03 Kurniasari. 1975 Kayu Agung 15.90 Noer.29 Luhulima.27 Putri.20 Ferdinandus. 2 yang dikutip setelah . 1985 Surabaya 12. 1996 Catatan: 1 yang dikutip setelah Doerjadibroto. Di dalam kebanyakan dari kasus-kasus. 1975 Surabaya 13. 1948 Yogyakarta 14.62 Hendrawati. 1993 Surabaya 12. 1952-58 (1970) Surabaya 13. selama Belanda ini waktu kolonial. 1994 Surabaya 12.07 Bree-Maeuleman.

88 Surabaya kelas tertinggi 12. tahun Yogyakarta pedagang-pedagang 14.Pengarang tahun Palembang berkenaan dengan kota 13. 1983 kelas lebih rendah 13. 1973 medium 14.03 Meja 3.98 Malang kelas tertinggi 12.12 Hendrawati. Satu perkecualian adalah .38 Pamekasan kelas tertinggi 12.19 Faktor yang sama di bekerja ketika faktor lingkungan adalah dipertimbangkan (Rekening.70 kelas lebih rendah 13. 1962]. (Ia) tidak hanya permasalahan makanan masukan tetapi juga beban dari pekerjaan yang anak-anak harus rusak [desa/kampung]-[desa/kampung] [Jasicki et al.27 Hendrawati. makna] yang tidak-pasti pedesaan kondisi-kondisi ekonomi. 1993 pedesaan (nelayan) 12.63 Palembang kaya 13.39 Ferdinandus.78 kelas lebih rendah 13. 3)di mana [alat. 1970 para guru 14.52 Madura berkenaan dengan kota 12.13 Doerjadibroto.85 pedesaan (petani-petani) 13. makna] yang berkenaan dengan kota satu secara ekonomis lebih baik meletakkan populasi sedangkan [alat.Usia pada Menarche oleh Socio-Economic Condition Place Occupation/profession Usia Author. 1993 kelas menengah 12.Usia pada Menarche oleh Environment Place Lingkungan Usia.60 lemah(miskin 14. 1975 sub yang berkenaan dengan kota 15.48 petani-petani 14.90 Noer.90 Noer. 1980 kelas menengah 13.98 Sjamsuar.Sjamsuar 1983 Meja 2.

Secara ekonomis mereka secara umum dilihat seperti yang termiskin populasi tetapi mereka mengkonsumsi secara sistematis lebih banyak protein binatang dibanding petani-petani yang.Usia pada Menarche sehubungan dengan Tempat Pendidikan Formal Ibu Tempat pendidikan Ibu Usia. Itu telah jelas itu secara umum bettereducated para ibu memberi ilmu gizi anak-anak lebih baik mereka menurut usia dibanding lebih sedikit para ibu yang dididik kerjakan. makan daging hanya ketika yang manapun petani atau ayam sedang sakit.Di dalam pertumbuhan dan waktu menjadi masak [alat.[desa/kampung]-[desa/kampung] nelayan.03 1-4 times/week 13.19 Hendrawati. Hal ini sepertinya proofed di Table 5.22 5-8 times/week 13.Usia pada Menarche oleh masukan protein Binatang masukan protein binatang per minggu Usia. Meja 5. mengacu pada a lelucon.Korelasi antara pendidikan ibu dan usia menarcheal dari mereka para putri adalah sangat penting sedangkan tidak ada korelasi adalah yang ditemukan antara pendidikan dan usia ayah itu pada menarche dari para putri mereka. makna] kekayaan proses bukan banyak tanpa suatu makanan yang masuk akal masukan oleh anak-anak.64 Hendrawati. 1993 9-12 times/week 12.88 Lebih rendah 12. Brasel 1978). 1993 Medium 12. Pengarang tahun Madura Yang lebih tinggi 12. .46 Pentingnya masukan protein binatang adalah bagus yang didokumentasikan di Table 4.93 Seperti kesimpulan bisa jadi berkata usia itu pada menarche lembagakan suatu indikator yang sensitip kaya dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982. Meja 4. pengarang tahun 13 kali atau more/week 11.

menyebabkan oophoritis. meskipun dapat juga terjadi pada golongan umur yang lain. Merupakan penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak dan masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara dunia Manifestasi klinik pada umumnya adalah bengkak dan nyeri pada kelenjar saliva disertai panas badan. serta testis. dan organ lain mungin dapat terkena Pada umumnya masa inkubasinya 18 hingga 21 Mumps secara umum merupakan penyakit yang ringan pada anak-anak di negara berkembang Pada saat dewasa.PAROTITIS Definisi Mumps atau epidemic parotitis merupakan penyakit akibat virus pada manusia. Testis matur rentan terhadap mumps yang akan menyebabkan infertilitasertility. susunan syaraf pusat. pankreas. Penyebab Mumps disebabkan oleh paramyxovirus. Bengkak yang nyeri pada testis dapat pula terjadi Pada umumnya gejala tidak terlalu berat pada anak-anak. prostat. dan dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet ludah atau kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi Pada umumnya yang dapat terinfeksi adalah anak-anak usia 2 hingga 12 tahun pada umumnya mudah terinfeksi. tetapi sterilitas jarang terjadi Meningitis virus dapat terjadi pada kurang lebih 5% penderita mumps. dan tidak ada terapi spesifik . dan nyeri pada bagian . mumps cenderung menginfeksi ovarium. Orchitis (pembengkakan testis) dapat terjadi pada 10–20% penderita laki-laki. namun pada remaja dan dewasa dapat lebih berat dan komplikasi seperti infertilitas dan sufertilitas pada umumnya dapat terjadi Pada umumnya penyakit ini adalah self limited. Pada orang tua. Adults infected with mumps are more likely to develop severe symptoms and complications Symptoms Gejala umum mumps : Bengkak pada kelenjar ludah (parotis à parotitis ) pada lebih dari 90% penderita pada satu sisi (unilateral) atau kedua sisi (bilateral). yang menyebabkan orchitis. payudara.

Pria setelah pubertas yang menderita mumps berisiko 15 .id/kuliah%20MUMPS.fkm. sehingga akan terasa semakin nyeri.ppt) . nyeri inflamasi pda testis.ac. tetapi pada umumnya berkisar 80% (Sumber http://www.20% menderita orchitis Pengobatan Tidak ada pengobatan spesifik untuk mumps Keluhan dapat dikurangi dengan pemberian Acetaminophen/Paracetamol Berkumur dengan air garam hangat. imunitas seumur hidup biasanya muncul Mumps dapat dicegah dengan vaksinasi Komplikasi Komplikasi pada umumnya : Infeksi pada organ yang lain Sterilitas pada laki-laki ( jarang. sedangkan di AS pada umur 12-15 bulan dan umur 4-6 tahun) Efikasi vaksin tergantung pada strain dari vaksin. dan perbanyak cairan dapat membantu mengurangi keluhan. meskipun organ yang lain dapat terlibat. Demam Sakit kepala Nyeri telan Orchitis. Penderita diberi nasehat untuk menghindari makanan-makanan asam seperti jus jeruk dan lain-lain karena makanan-makanan ini dapat menstimulasi kelenjar ludah.belakang rahang pada saat mengunyah. bila terjadi fatal) Kadang-kadang dapat terjadi hilangnay pendengaran (hearing loss) . Sterilitas pada penderita laki-laki sangat jarang Setelah sakit. seringkali terjadi pada laki-laki usia lebih tua ) Bentuk ringan meningitis (jarang. dan prognosisnya pada umumnya baik. Prognosis Penyakit ini bersifat self limiting. makanan halus.unair. measles. rubella) saat ini terdapat kombinasi dengan vaksin varicella (MMRV) WHO merekomendasikan penggunaan vaksin mumps ( di Inggris diberikan pada usia 15 bulan. 40% kasus terjadi tanpa pembengkakan kelenjar parotis) Encephalitis (sangat jarang. uni atau bilateral Pencegahan Vaksinasi mumps : imunisasi MMR (mumps.

Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis.5 . III. ETIOLOGI Disebabkan oleh virus. genus Paramyxovirus. INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits epidemika karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. darah. bahan muntah.PAROTITIS PENDAHULUAN Parotitis epidemika adalah penyakit virus menyeluruh. merupakan tanda-tanda yang biasa ada. Virus mumps mempunyai 2 glikoprotein yaitu hamaglutininneuramidase dan perpaduan protein. akut. II. mungkin dengan urin. terutama kelenjar parotis. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. yang kelenjar ludahnya membesar nyeri. otak dan jaringan terinfeksi lain. cairan serebrospinal. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. Merupakan suatu penyakit menular yang akut. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun. dan vius penyakit Newcastle. Mumps merupakan virus RN rantai tunggal dan anggota dari family Paramyxoviridae. Virus mumps sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet. urin. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. Nama parotitis epidemica kurang tepat sebab tidak selalu ada radang di parotis dan penyakit tersebut tidak selalu mewabah. Pada penderita parotitis epidemika tanpa pembesaran kelenjar parotis. Hanya diketahui ada satu serotip. virus dapat pula diisolasi dari faring. campak. percikan ludah. Virus telah diisolasi dari ludah. Virus ini adalah anggota kelompok paramiksovirus yang juga mencakup parainfluenza. Biakan manusia atau sel ginjal kera terutama digunakan untuk isolasi virus.

Adakalanya kanan dan kiri membesar bersamaan.IV. Bagian bawah daun telinga terangkat ke atas dan keluar oleh pembengkakan glandula parotis. muntah dan nyeri otot. Parotis unilateral ditemukan kira-kira 25 %. air seni dan liquor. Mumps glandula submaksilaris tanpa parotitis secara klinis tidak dapat dibedakan dengan adenitis cervical. MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. Pada manusia selama fase akut. Infeksi Kelenjar Ludah Perjalanan penyakit klasik dimulai dengan demam. ini merupakan gejala khas untuk parotitis epidemika. virus mumps dapat diisoler dari saliva.5 0C sampai 39. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan. Biasanya satu glandula parotis membesar kemudian diikuti yang lainnya dalam beberapa hari. PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. sakit kepala. esok harinya tampak glandula parotis membesar yang cepat bertambah besar. sakit kepala. mencapai ukuran maksimal dalam 1 sampai 3 hari. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. anoreksia.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. Mumps ialah suatu infeksi umum. anoreksia dan malaise. V. Dimulai dengan stadium prodromal. Dalam 24 jam anak mengeluh sakit telinga yang bertambah dengan gerakan mengunyah. Pembengkakan dapat disertai nyeri hebat. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38. Pembengkakan glandula submaksilaris dapat dilihat dan diraba di depan angulus mandibulae. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. Biasanya demam menghilang 1 sampai 6 hari dan suhu menjadi normal sebelum hilangnya pembengkakan kelenjar. darah. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam. nyeri mulai berkurang setelah tercapai pembengkakan maksimal berlangsung kira-kira selama 6 – 10 hari. . Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus.

Perjalanan penyakit serupa benign aseptic meningitis dan biasanya tanpa sequelae. Orchitis dimulai dengan tiba-tiba demam. sakit kepala. biasanya sembuh sempurna. muntah dan nyeri abdomen bagian bawah. glukosa dan klorida normal. nausea. Pankreatitis Kelainan berat teapi jarang skali. nausea.Bila ada orchitis bilateral. Keluh kesah hilang perlahan – lahan dalam 37 hari. Positive Brudzinski’s and Kernig’s Signs. Bersama timbulnya demam. Biasanya demam menurun secara lysis dalam 3-10 hari. dapat juga mendahului parotitis. biasanya timbul 3-10 hari sesudah parotitis.nausea dan muntah. insiden orchitis bilateral rendah. tia-tiba ada keluhan hebat di epigastrium disertai demam. kaku kuduk. unilateral pada lelaki yang menderita mumps sesudah pubertas. gangguan kesadaran dan jarang ada kejang. sakit kepala. lemah sekali. Orchitis kebanyakan terjadi dalam 2 minggu pertama.Orchitis kebanyakan unilateral . Meningoencephalitis Insiden kira-kira 10%. menggigil. Keluhan-keluhan tersebut biasanya paralel dengan beratanya orchitis. Bila seorang . Epididimitis selalu disertai orchitis.Epididymo-orchitis Menduduki tempat kedua pada lelaki dewasa menurut frekuensi manifestasi klinis. sangat jarang terjadi atrofi total pada kedua testis. biasanya timbul sporadik parotitis dapat mendahului parotitis atau sebagai manifestasi sendiri daripada mumps. testis membengkak cepat disertai nyeri yang hebat. kira-kira 2 %. Diagnosis mumps orchitis tanpa parotitis ditegakkan dengan titer complement fixing antibodies yang meningkat selama masa rekonvalesensi. protein meninggi. Lamanya demam jarang lebih dari 1 mingggu. Ditemukan 20-30%. Adakalanya di minggu ketiga. Tidak ada kekhawatiran akan impotensi atau sterilitas sebab: . Liquor menunjukkan plecytosis dengan kebanyakan limfosit. menggigil. Ditandai oleh demam. demam turun secara krisis atau lysis. muntah.

mastitis. Sekurang-kurang ada 3 uji serologic untuk mebuktikan spesifik mumops antibodies: · Complement fixation antibodies (CF) · Hemagglutination inhibitor antibodies (HI) . Sebagai pemeriksaan tambahan dapat dilakukan complement-fixing antibody test. isolasi virus.gambaran klinis serupa parotitis . .Keterangan klinis berupa : . Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative. neutralization test. didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu. dacryoadenitis dan bartholinitis.tanda-tandaaseptoc meningitis . uji intradermal dan pengukuran kadar amylase dalam serum. Pemeriksaan Laboratorium Jumlah lekosit normal atau terdapat leukopenia dengan limfositosis relatif. VI. Kelenjar lain yang dapat meradang pada mumps.ada kontak dengan penderita mumps 2-3 minggu sebelumnya . DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis.perempuan menderita mumps disertai nyeri abdomen bagian bawah berarti ada oophoritis. bila ovarium kanan yang sakit maka keadaan tersebut mungkin tidak dapat dibedakan dengan acute appendicitis. walaupun jarang ialah tiroiditis.Iksolasi virus mumps dan test serologic tidak diperlukan pada mumps yang klasik tetapi pada keadaan-keadaan yang meragukan seperti bila tidak ada parotitis atau pada recurrent parotitis.

sitomegalovirus. Keterangan Laboratorium tambahan Kadar amylae dala serum meninggi pada mumps paraparotitis dan pankteattis. tetapi mungkin bersifat alergi yang sering berulang dan mempunyai sialogram khas . . DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding ini mencakup parotitis sebab lain.1 VIII.Parotitis supuratif.Limfadenitis preaurikuler atau servikal anterior karena sebab apapun. atau keadaan koksakivirus yang jarang dan infeksi koriomeningitis limfositik. atau parotitis yang disebabkan oleh sitomegalovirus pada anak yang terganggu imunnya. berangsur-angsur menjadi normal pada minggu ke-2 atau 3. puncaknya tercapai di minggu ke-1.· Virus neutralizing antibodies (NT) CF paling praktis dan paling dipracya.Kalkulus salivarius. suatu keadaan yang sebabnya belum diketahui. Countries antibodies dapat dibuktikan di darah pada minggu ke-1 dan pada akhir minggu ke-2 sudah ada peninggian jelas. misalnya infeksi yang jarang oleh koksakivirus atau virus koriomeningitis limfositik. PENGOBATAN . influenza. . kira-kira 70% mumps disertai amylase yang meninggi.Parotitis berulang. seperti pada infeksi virus termasuk infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV). atau lebih sering saluran submandibuler dimana pembengkakan intermitten.Limfosarkoma atau tumor parotis lain yang jarang . Kadar amylase rupanya berjalan parallel dengan pembengkakan paroits. menyumbat saluran parotis.Orkitis akibat infeksi selain daripada parotitis epidemika. . Titer meningkaty lebih ari 4 kali atau lebih berarti mumps. dimana nanah sering dapat dikeluarkan dari duktus . VII. parainfluenza 1 dan 3. Infeksi-infeksi ini dapat dibedakan dengan uji laboratorium spesifik.

Diet makanan cair dan lunak. Self limiting disease. . Hanya persentasi kecil yang mendapat tuli permanen. Meningoencephalitis biasanya tidak ganas dabn jarang bersequele walaupun insiden setelah atrofi testis setelah orchitis tinggi tetapi kemandulan sangat jarang ditemukan. Kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. X.Live attenuated mumps virus vaccine Jery Lin mulai digunakan 1968 di USA. kematian sangat jarang. Imunisasi aktif . Perjalanan penyakit tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba. Vaksinasi memberikan perlindungan yanhg bagus sekali paling sedikit 4 tahun. Tidak dianjurkan kepada: · Anak dibawah 1 tahun yang alergi terhadap protein telur/neomycin · Yang mendapat obat-obatan immunosupresif . PROGNOSIS Pada umumnya bagus sekali.3 IX.Istirahat di tempat tidur selama masa panas dan pembengkakan kelenjar parotis. tidak disertai demam.Inactivated mumps virus vaccine tidak efektif . Simtomatik diberikan kompres panas atau dingin dan juga diberikan analgetika. PENCEGAHAN Perlindungan pasif Gammaglobulin biasanya tidak efektif.Suntikan subkutan. Khasiat mumps immunoglobulin juga tidak jelas.2. kira-kira 95% akan membuat mumps antibodies tetapi antibodinya jauh lebih rendah daripada diperoleh sesudah menderita mumps.

Secara umum. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. Baru jika mencapai pubertas (akil balig). disusul dengan tumbuhnya rambut di ketiak. kemudian tumbuh rambut kemaluan (Pubarche). bangsa.1) Pubertas adalah suatu tahap dalam kehidupan remaja yang lebih dilandasi oleh pertumbuihan fisik yang kemudian dikaitkan dengan perkembangan kebutuhan psikologisnya2) Baik anak laki-laki maupun perempuan akan mengalami masa pubertas. dalam masa kanak-kanak seorang anak perempuan indung telur nya dikatakan masih dalam keadaan istirahat belum menunaikan faalnya dengan baik.html BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental. Gejala awal adalah terjadi nya pertumbuhan payudara (Thelarche). Dengan .com/2007/04/mumps-parotitis-epidemika. dan sesudah itu haid akan datang secara siklik 3) Haid (menstruasi) ialah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya. maka terjadi perubahan-perubahan dalam ovoria yang mengakibatkan pula perubahan-perubahan besar pada seluruh tubuh perempuan tersebut. Kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. Barulah terjadi menarche. iklim dan lingkungan. Dalam pubertas anak akan tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk tubuh yang khas bagi jenisnya.Ada kombinasi dengan vaksin morbili dan vaksin rubella.blogspot. DAFTAR PUSTAKA http://oncejevuska. Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Kejadian yang terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali (Menarche). Menurut Prof.Sulaiman sastra winata di dalam buku nya obstetri fisiologi memgatakan bahwa pubertas tercapai pada umur 12-16 tahun dan dipengaruhi oleh keturunan.

bahwa dirinya telah tumbuh dewasa.5 tahun. rasa takut.6) Dari penelitian Tanner dan Eveleth dari tahun 1986-1990 tentang angka kejadian menarche di beberapa negara adalah sebagai berikut Amerika 12. perut kembung. pengalaman. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual dapat berakibat kehamilan pranikah. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. gelisah sukar tidur.pubertas ini wanita masuk dalam masa produktif. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. artinya masa mendapat keturunan yang berlangsung kira-kira 30 tahun 3) Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi. atau bahkan agak lambat. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin. umumnya terjadi pada usia sekitae 13 tahun. serta beberapa ajaran orang tuanya yang dia terima. aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident”5) Menarche. pendidikan. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. Perancis 13. Dalam masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya.0 tahun. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik. mudah tersinggung. sehingga ia dapat betindak dengan baik dan benar. kultur. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru.4) Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). meskipun bisa terjadi pada usia lebih dini.0 tahun. dibawah pengaruh jam biologis. sakit kepala. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis. Argentina 12.8 tahun. . serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. pada usia 12 tahun. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya. gangguan konsentrasi. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche. Australia 13. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche berbagai macam. sekitar umur 9 tahun.

5 tahun.0 tahun . Negeria 13. Japan 12. Surabaya 13. AKPER Panti Rapih Menambah bahan bacaan bagi mata ajaran Maternitas. Ruang Lingkup 4. Lokasi .7) Hasil penelitian di beberapa tempat di indonesia bahwa rata-rata umur menarche : Ujung pandang 14. Semarang 13. Rumusan Masalah Bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche di SLTP N I Prambanan? Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? Manfaat Penelitian 1.0 tahun.8) Menurut data kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 terdapat siswa putri dengan jumlah 143 anak.90 tahun Kayu Agung 15.67.3 tahun. Singapore 12. Keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah keperawatan maternitas. tahun 1995 sebanyak 9 anak. Palembang 13.1 tahun.52 tahun. Pihak Sekolah Sebagai masukan dalam usaha peningkatan pengetahuan tentang sistem alat reproduksi. Kuba 13.07 tahun. tahun 1994 sebanyak 105 anak. 6. 5. Dengan tahun kelahiran 1992 sebanyak 2 anak.63 tahun Yogyakarta 14.29 tahun. Peneliti Mendapat pengalaman langsung dalam penerapan teori metodologi penelitian dan memperoleh gambaran tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten. 3. tahun 1993 sebanyak 27 anak.07 tahun.48 tahun. Jakarta 12.9) Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk meneliti Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche di SLTP Prambanan. Somalia 13. Sasaran Sasaran penelitian di fokuskan pada siswi/remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan.Denmark 13. 2.4 tahun. Klaten 14.

Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun. iklim dan kebudayaan. 7. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. Pubertas Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 1. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. . Secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2007 – 12 Februari 2008. Pada abad ini secara umum ada pergeseran permulaan pubertas ke arah umur yang lebih muda. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil.1) 2. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. yang diterangkan dengan meningkatnya kesehatan umum dan gizi. Awal pubertas jelas dipengaruhi oleh bangsa. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual.Lokasi penelitian di SLTP N I Prambanan Klaten. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi. Kejadian penting dalam pubertas ialah pertumbuhan badan yang cepat. Tidak ada batas yang tajam antara akhir masa kanak-kanak dan awal masa pubertas. Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur. akan tetapi dapat dikatakan bahwa pubertas mulai dengan berfungsinya ovarium.

Apa yang primer menyebabkan mulainya pubertas diketahui. diduga bahwa pada wanita kecepatan pertumbuhan terutama disebabkan oleh estrogen.timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. Estrogen ini pula yang pada suatu waktu menyebabkan penutupan garis epifisis tulang-tulang sebingga pertumbuhan badan berhenti. Pengaruh peningkatan hormon yang pertama-tama nampak ialah pertumbuhan badan anak yang lebih cepat. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. dan hormon ini memegang peranan dan pertumbuhan badan. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. dan perubahan psikis. Walaupun ada pengaruh hormon Somatotropin. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan. menarche. dan ciri-ciri kelamin sekunder.Dalam masa pubertas genitalia interna dan genitalia eksterna lambat laun tumbuh untuk mencapai bentuk dan sifat seperti pada manusia dewasa 2) 3. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. Yang diketahui ialah bahwa ovarium mulai berfungsi dibawah pengaruh hormon gonadotropin dari hipofisis. Pengaruh estrogen yang lain ialah pertumbuhan genitalia interna. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. dan badan lambat laun mendapat bentuk sesuai dengan jenis kelamin. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis . keadaan gizi. Dalam ovarium folikel mulai tumbuh dan walaupun folikel-folikel itu tidak sampai menjadi matang karena sebelumnya mengalami atresia. dan hormon ini keluarkan atas pengaruh Relasing factor dari hipotalamus. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. namun folikel-folikel tersebut sudah sanggup mengeluarkan estrogen. Pada saat yang kira-kira bersamaan korteks kelenjar suprarenal mulai membentuk androgen. genitalia eksterna. terutama ekstremitasnya.

vidio. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). kelenjar. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. majalah hiburan. Kelenjar-kelenjar tumbuhnya lebih cepat dari jaringan lain hingga berkelok. Stadium Post Menstruum (stadium regenerasi) Oleh pengaruh estrogen yang dihasilkan sel-sel folikel pada lapisan endometrium yang sudah terlepas tadi mulai terjadi regenerasi epitel. Stadium Intermenstruum (stadium proliferasi) Pada masa ini endometrium tumbuh menjadi ± 3. dan film.5 mm. Dalam endametrium tertimbun glycogeen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur memang maksud dari perubahan ini tidak lain dari pada mempersiapkan.desa. Selama ± 1 bulan dapat kita bedakan siklus menstruasi menjadi 4 masa (stadia) : Stadium Menstruasi (desquamasi) Hari pertama fase menstruasi ini adalah permulaan dari siklus menstrusi. memanjangnya kelenjar endometrium dan bertambahnya jumlah sel-sel jaringan ikat endometrium. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi 3) Fisiologi Haid Cyclus menstruasi Perubahan yang dialami uterus pada siklus menstruasi terjadi pada lapisan endomitrium. Stadium Praementruum (stadium sekresi) Pada masa ini endometrium kira-kira tetap tebal tapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku dan mengeluarkan getah. lekosit. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. Fase ini lamanya 3-5 hari. Pada endometrium sudah dapat dibedakan lapisan atas yang padat (Stratum Compactum) yang hanya ditembus oleh saluran-saluran keluar dari kelenjar- . Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. kaset. kuman dan atau tanpa sel telur yang keluar pervaginan secara spontan. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. lamanya fase ini 9 hari ( hari ke 5 sampai ke 14). yaitu terlepasnya lapisan fungsional dari endometrium bersama eritrosit. endometrium untuk menerima telur.

4) Dismenore (Nyeri Haid) Dismenore merupakan rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita dan mendorong penderita untuk melakukan pemeriksaan. dan mencengkeram. .5) Pengetahuan a. mual muntah. Dan disertai rasa nyeri pada bagian perut. b. Dismenore Kongestif (Pegal Menyiksa) Cara pasti untuk mengetahui apakah seseorang menderita nyeri ini adalah menanyakan bagaimana ia tahu datangnya masa haid. buah dada mungkin sakit. yang banyak lubanglubangnya karena disini terdapat rongga dari kelenjar-kelenjar dan lapisan bahwa yang disebut stratum basale. mudah tersinggung. anda mengetahui berhari-hari sebelumnya bahwa masa haid akan tiba Tubuh anda mungkin pegal-pegal. Banyak wanita terpaksa harus berbaring karena terlalu menderita nyeri ini sehingga tidak dapat mengerjakan sesuatu apapun. Nyeri haid dibedakan menjadi 2 : Dismenore Spasmodik (Kejang) Kejang merupakan nyeri yang hebat. Menurut Soekidjo Notoatmojo Pengetahuan adalah hasil dari tahu. tidak dapat merapikan pakaian anda dan beha anda terasa terlalu ketat. Orang yang menderita pegal yang menyiksa. penyakit ini patogenesisnya belum dapat dipecahkan. dan perut anda kembung. lapisan mampung (Stratum Spongiosium). sakit kepala. istilah dismenore hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebat sehingga tidak dapat melakukan aktivitas dalam beberapa jam/hari. Nyeri ini terasa di bagian bawah perut dan berawal tepat sebelum masa haid mulai. dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. pengeluaran darah menstrusi berlangsung antara 3-7 hari dengan jumlah darah yang hilang sekitar 50-60 cc tanpa bekuan darah. Stadium sekresi ini berlangsng dari hari ke 14 – 28 kalau tidak terjadi kehamilan makan endometrium dilepaskan dengan perdarahan dan berulang lagi siklus menstruasi. Ada yang pingsan. dan sangat penting dalam pembentukan perilaku atau tindakan seseorang.kelenjar. Nyeri ini dapat berlangsung setengah hari sampai lima hari dan acapkali nyeri berkepanjangan. sukar ditahan. berat atau intensitasnya sukar dinilai. Gangguan ini sifatnya subyektif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pengetahauan adalah segala sesuatu yang diketahui.

Interest (tertarik) dimana orang mulai tertarik pada stimulus. Memahami Memahami adalah suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. dimana orang tersebut menyadari atau mengetahui lebih dulu terhadap stimulus. Adaptation dimana subyek berperilaku sesuai pengetahuan. dapat merencanakan. Aplikasi Aplikasi adalah suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi yang nyata. dapat menyesuaikan. b. Kata kerja yang dipakai seperti dapat menyusun. dapat meningkatkan. meng-kelompokkan. Penelitian Rogers pada tahun 1974 mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru.6) Tingkat Pengetahuan a. Evaluation atau menimbang terhadap baik atau tidaknya stimulus bagi dirinya. Menurut Sutardjo Hadisusilo Pengetahuan adalah pemahaman atau hal tahu akan sesuatu yang bersifat spontan tanpa mengetahui seluk beluk secara dalam. menyatakan. memisahkan. mengidentifikasikan. d. f. Sintesis Sintesis menujukkan kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. membedakan. Kata kerja yang digunakan adalah misalnya dapat menggambarkan. kesegaran dan sikap terhadap stimulus. Trial atau mencoba.c. c. Tahu (Know) Yang termasuk dalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Analisis Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau obyek ke dalam komponen-komponen. e. didalam diri orang tersebut terjadi proses : Awareness atau kesadaran. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan. dimana orang mulai mencoba perilaku baru. menguraikan. tetapi masih di dalam stuktur organisasi dan ada kaitannya satu sama lain. Evaluasi .

Jumlah siswa Siswa SLTP N I Prambanan Klaten berjumlah 717 dengan pembagian laki-laki .7) Kerangka Teori Menurut : BS. BLOOM Sumber : W. Letak Geografis SLTP N I Prambanan Klaten SLTP N I Prambanan berada di desa Kongklangan. 2. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang materi yang akan diukur dari subyek penelitian. Jakarta 1996 hal 245 Pertanyaan Penelitian Bagaimana tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? BAB IV HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Tempat Penelitian 1. Kecamatan Prambanan. Kabupaten Klaten. Psikologi Pengajaran.S Winkel. Grasindo. Keadaan Siswa a. yang mempunyai luas tanah 1200 meter persegi. Provinsi Jawa Tengah.Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu meteri atau objek berdasarkan kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.

30%) berumur kurang atau sama dengan 12 tahun berjumlah 9 orang. Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan. (6. b. dan (1. Hasil Penelitian Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan.30 3 Umur > 14 tahun 2 1. Klaten Tahun 2007 No Status Menstruasi Jumlah % 1 Sudah 116 81.40%) berumur lebih dari 14 tahun berjumlah 2 orang. Kecamatan Prambanan. sebagian besar (92.11 2 Belum 27 18. Kecamatan Prambanan.89 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : . sedangkan kelas VIII ada 6 kelas dari kelas A sampai kelas F dengan jumlah siswa 240 dan kelas IX juga ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siwa 237. Jumlah siswa berdasarkan kelas SLTP N I Prambanan terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas VII ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siswa 240.berjumlah 306 orang dan perempuan 411 orang.40 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden.30 . Klaten Tahun 2007 No Umur Responden Jumlah % 1 Umur £ 12 tahun 9 6.2 Umur 13-14 tahun 132 92.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun.

Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 94 65.55` Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden. Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan. kurang dari separuh (45.45%) dari responden mengetahui pengertian Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Kecamatan Prambanan.89%) responden belum mengalami menstruasi.27 . dan sebagian kecil (18.45 2 Salah 78 54.55%) responden tidak mengetahui tentang Menarche hal ini ditunjukan dengan jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan.73 2 Salah 49 34. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 65 45. lebih dari separuh (54.11%) responden sudah mengalami menstruasi. sebagian besar (81.Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden.

Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. kurang dari separuh (37. kurang dari separuh (34.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. lebih dari separuh (62.06%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden. Klaten Tahun 2007 .06 2 Salah 90 62.27%) responden tidak mengetahui hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. lebih dari separuh (65.73%) responden mengetahui tentang Hormon yang mempengaruhi ciri-ciri Kelamin Sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.

sebagian besar (76.No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 33 23. kurang dari separuh (40.56%) responden tidak mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.70 2 Salah 9 6.07%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.93 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 134 93.44%) responden mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.44 2 Salah 58 40. Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan.07 2 Salah 110 76.56 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (59. Kecamatan Prambanan.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. sebagian kecil (23.30 . Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 85 59.

75%) . sebagian besar (89. (6.49%) responden menjawab salah tentang masa subur pada seorang wanita.75 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar. lebih dari separuh (51.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89.70%) responden mengetahui Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.25 2 Salah 74 51.51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita. Kecamatan Prambanan.51 2 Salah 15 10. Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 69 48. sebagian besar (93.30%) rsponden menjawab salah Tentang Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan. dan sebagian kecil (10.

81 2 Salah 26 18. Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi . (9.90%) responden mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.19%) responden menjawab salah tentang siklus menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.10%) responden menjawab salah hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. sebagian besar (90. Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 117 81. kurang dari separuh (48. sebagian kecil(18. Kecamatan Prambanan.25%) responden menjawab benar hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.10 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Kecamatan Prambanan.81%) responden mengetahui mengetahui tentang siklus mestruasi yang normal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.responden tidak mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 130 90.90 2 Salah 13 9.19 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. sebagian besar (81.

47%) reesponden menjawab salah tentang Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.66%) responden mengetahui terjadinya kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar. Klaten . lebih dari separuh (68. Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 51 35. Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Organ Reproduksi Wanita Dalam Menuaikan Faalnya Di SLTP N I Prambanan.53 2 Salah 45 31. kurang dari separuh (35.66 2 Salah 92 64.34%) responden tidak mengetahui Terjadinya Kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 98 68. Kecamatan Prambanan.53%) responden mengetahui Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.34 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.47 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.Di SLTP N I Prambanan. lebih dari separuh (64. kurang dari separuh (31.

Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 73 51.06%) responden mengetahui berakhirnya masa pubertas hal ini ditunjukkan jawaban yang benar. Kecamatan Prambanan. Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan.49%) responden tidak mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89. Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan.51 2 Salah 15 10.06 2 Salah 90 62. kurang dari separuh (37.94%) responden tidak mengetahui berfungsinya organ reproduksi wanita hal ini ditunjukkan jawaban yang salah.51%) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami Menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.04 .49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (62. sebagian besar (89.Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37. sebagian kecil (10.

04%) responden mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar. lebih dari separuh (67.57 2 Sedang 96 67.13 3 Rendah 9 6.96 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Klaten Tahun 2007 No Tingkat Pengetahuan Jumlah % 1 Tinggi 38 26.2 Salah 70 48. lebih dari dari separuh (51.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah.96%) responden tidak mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan. Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. kurang dari separuh (48. kurang dari separuh (26.30 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan pada tahun 2007. .13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6.

70%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah. Terdapat 2 responden yang berumur lebih dari 14 tahun.57 86 60. Klaten Tahun 2007 Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 31 21.58 96 67.2 1..28 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden. 116 responden yang sudah menstruasi.68 79 55.24%) responden mempunyai tingkat .2 Umur 13-14 tahun 38 26. (5. (1.. Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 Tingkat Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Umur £ 12 tahun .24 6 4. sebagian kecil (26.60 3 Umur > 14 tahun .13 8 5.19 2 Belum 7 4. Kecamatan Prambanan.60%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan (0.09 Jumlah 38 26.14 9 6. Terdapat 132 responden yang berusia antara 13-14 tahun.Jumlah 38 26. 9 responden berusia lebih dari atau sama dengan 12 tahun (5.30 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden.8 5.40 .Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.13 9 6.90 17 11. lebih dari separuh (60.40%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang.57%) mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.60 1 0.90 3 2. Kecamatan Prambanan.60%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah. lebih dari separuh (55.70 .13%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang.57 96 67.

sebagan kecil (11. (4.29 132 92.pengetahuan sedang. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi. JUDUL RESUME KARAKTERISTIK ANAK YANG MENDERITA KARIES GIGI DI TK PERTIWI KEMUDO II. sebagian kecil (4.40 112 78.68%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.40 2 Belum 7 4.99 0 Jumlah 9 6. sebagian kecil (13.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi.99%) responden berusia 13 – 14 tahun. sebagian kecil (1.31 2 1. Kecamatan Prambanan.40%) responden berusia lebih dari 14 tahun. sebagian kecil (21. sebagian kecil (1. PRAMBANAN KLATEN.09%) responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah. (2.89%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun. sebagian besar (78.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. Klaten Tahun 2007 Umur £ 12 tahun 13 – 14 tahun > 14 tahun Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 2 1. JAWA TENGAH .89 20 13. 116 responden yang sudah menstruasi. Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan.40 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden. (4.32 2 1.32%) responden berusia 13 – 14 tahun. KEMUDO.19%) responden mempunyai tingkat pengetahuan randah.40%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun.

H NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 1 Tujuan Penelitian 2 Manfaat Penelitian 2 Ruang Lingkup 2 . Wijanarko Listyo.Disusun Oleh : Nama : B.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3 Kerangka Teori 3 Pertanyaan Penelitian 3 BAB III METODE PENELITIAN 4 Jenis Penelitian 4 Desain Penelitian 5 Variabel Penelitian/Definisi Operasional Populasi dan Sample Teknik Pengeumpulan Data Instrumen Pengeumpulan Data Pengolahan Data Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran LAMPIRAN Faktor Pendukung dan Penghambat 1. Faktor Pendukung a. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. b. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. c. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. 2. Faktor Penghambat a. Waktu yang terbatas dari peneliti. LAMPIRAN 1 PENGANTAR KUESIONER Kepada : Yth. Siswi-siswi kelas VIII Di SLTP N I Prambanan Klaten Dengan Hormat, Sehubungan dengan pembuatan tugas akhir sebagai mahasiswa DIII Reguler

Akademi Keperawatan Panti Rapih, maka saya mengadkaan penelitian dengan judul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten, 2007”. Untuk itu saya mohon kesediaan siswi-siswi untuk menjadi responden dalam penelitian ini, saya akan menjaga kerahasiaan jawaban yang diberikan dan hanya untuk kepentingan penelitian ini. Atas bantuan, tanggapan dan kesediaannya untuk menjadi responden, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, Desember 2007 B. WIJANARKO LISTYO HATMOKO Mahasiswa AKPER Panti Rapih Persembahan: Untuk ke dua orang tua saya, yang selalu mengharapkan hal terbaik bagi anak nya. Data Subyektif a) Klien mengatakan lemes b) Klien mengatakan mudah capai c) Klien mengatakan sesak nafas d) Klien mengatakan pusing kalau banyak bergerak (pening) e) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) Data Obyektif f) Tekanan darah menunjukkan penurunan g) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah h) Distensi vena jugularis i) Capilary refill lambat lebih dari tiga detik j) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi k) Kulit teraba dingin, tampak banyak keluar keringat dingin l) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat m) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada n) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam, menunjukkan penurunan (kurang dari 0,5 cc/kgBB/jam) o) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia p) Tampak edema pada ekstremitas bawah, palpebra q) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi

r) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru s) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum, kreatinin, LDH, CKMB, hematokrit). BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa, karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos, yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).1) Pekerjaan jantung adalah memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh setiap saat, baik saat istirahat maupun saat bekerja atau menghadapi beban.2) Acut Miocard Infark (AMI) adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan otot jantung mati karena kekurangan oksigen.3) Satu dari tiga penderita AMI meninggal karena gagal jantung. Gagal jantung adalah suatu keadan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya(cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat makanan. Insiden penyakit pada pria lebih tinggi dibandingkan pada wanita dengan rata-rata mortalitas selama lima tahun untuk pria 60% dan wanita 40%.4) Dari data Rekam Medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, angka kematian pada AMI tahun 2006 sebanyak 27 pasien dari 118 kasus dan sejak 01 januari tahun 2007 sampai 30 april tahun 2007 sebanyak 3 pasien meninggal dari 30 kasus. Diperkirakan jumlahnya semakin bertambah tiap tahunnya.5) Konsekuensi jangka panjang dari Acut Miocard Infark(AMI) cacat fisik, psikologis, sosial, dan pekerjaan telah lama diabaikan, karena pasien dengn AMI curah jantungnya tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi secara normal. Apabila pasien banyak beraktivitas, maka kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh semakin meningkat, sedangkan curah jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh, maka pesien dengan AMI intoleransi aktivitas. Komplikasi penyakit miocardium tak terbatas hanya saat pasien dirawat di rumah sakit saja, demikian pula tanggung jawab para ahli kesehatan agar pasien hidup sehat sejahtera, tidak berarti selesai dengan keluarnya pasien dari rumah sakit.6)

Tujuan Tujuan Umum Mendapatkan gambaran tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. akurat dan meningkatkan kualitas layanan. Bagi Rumah Sakit Panti Rapih . Bagi Akademi Keperawatan Panti Rapih a. salah satu masalah keperawatan penderita Acut Myocard Infark (AMI) adalah intoleransi aktivitas. Tujuan Khusus Melaksanakan pengkajian adanya intoleransi aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Sebagai bahan bacaan pada mata ajaran Medikal Bedah system kardiovaskuler dan menambah pengetahuan mahasiswa tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dangan Acut Myocard Infark (AMI). penulis tertarik melakukan studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Peran perawat sebagai komunitas pelayanan profesional yaitu mengembangkan dan memberikan metode dan sistem pemberian asuhan keperawatan yang profesional. Manfaat Bagi Peneliti Mendapatkan pengalaman secara langsung dalam menyusun suatu hasil penelitian dengan metode studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Rumusan Masalah “Bagaimana Pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta”. b. Dengan melihat permasalahan tersebut diatas. salah satunya pemenuhan kebutuhan aktivitas yang tepat dan akurat dalam mempertahankan fungsi optimal jantung sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut dan menurunkan angka mortalitas pada pasien dengan diagnosa Acut Myocard Infark (AMI). tepat. Memperdalam dan menambah wawasan pengetahuan perawatan tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).Dalam bidang praktik keperawatan profesional. Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).

STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : WUYUNG VEMBRIYANTO HADI 252230 / IV AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LEMBAR PERSETUJUAN STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) . Tempat Diruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta.Memberikan informasi tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pesien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Ruang Lingkup Mata Kuliah Merupakan penelitian dalam ruang lingkup mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Waktu Penelitian akan dilakukan pada bulan agustus tahun 2007.

Agustus 2007 Pembimbing. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya.DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : Wuyung Vembriyanto Hadi 252230 Proposal Penelitian ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada: Tanggal..Kep. Ns. . Ns. IGN. selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta Bapak Ign. sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini dengan Judul ” STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA ”. Dalam menyusun Proposal ini penulis mendapat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Ibu C Sri Hari Ujiningtyas. Eko Susilo...Kp. Kep. S. S.. EKO SUSILO... Proposal ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Keperawatan pada Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta.. S. selaku pembimbing dalam penyusunan .

Tanda dan gejala 11 i. Pengertian 6 b. maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan Proposal ini. Patofisiologi 8 g. Acut Myocard Infark (AMI) a. Kriteria 6 c. Prognosis 16 2. Komplikasi 12 j. Etiologi 16 . Klasifikasi 8 e. Pengertian 16 b. Yogyakarta. Pemeriksaan diagnostic 14 k.Proposal. Mei 2006 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Rumusan 3 Tujuan Penelitian 3 Manfaat Penelitian 3 Ruang Lingkup 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 6 1. Morfologi 10 h. Penatalaksanaan Acut Myocard Infark 15 l. Etiologi 7 d. Patogenesis 8 f. Semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya Karya Tulis Ilmiah ini Penulis menyadari bahwa dalam menyusun Proposal ini masih banyak kekurangan. Konsep aktivitas a.

......... sample dan teknik sampling 30 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional 31 Teknik Pengumpulan Data dan Analisa Data 32 Instrument Pengolahan Data 32 Pengolahan Data 32 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Pengkajian 1. Intervensi 25 e.... Diagnosa 21 c....... Pengkajian 20 b.... 17 e. Berat badan 5. Lama menderita AMI 7... Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi.........c.................. Evaluasi 27 Kerangka Teori 27 Pertanyaan Penelitian 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian 29 Desain penelitian 30 Populasi........... Identitas pasien No Kriteria Pasien A Pasien B Pasien C 1............................. Faktor Resiko a.. Jenis kelamin 4. Pekerjaan 6......... Keturunan ........ Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas a..... Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas 17 d... Karakteristik..... Rencana 21 d.......... Usia 3. 18 3............... Nama 2............

Dokter yang merawat Interpretasi : 2.b. Stress g. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. Pernapasan h. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Tekanan darah tinggi d. Ekspresi wajah i. Suhu e. Capillary refill Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C g. Tekanan darah c. Diabetes melitus f. SaO2 f. Data obyektif a. Hasil pemeriksaan laboratoriam . Denyut nadi d. Merokok c. Hiperlipidemia e. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Data obyektif dan subyektif yang ditemukan dalam pengkajian terkait dengan intoleransi aktivitas Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 1. Diagnosa medik 9. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. Kolesterol tinggi 8.

saat marah dan kadang saat dingin Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C e. saat kerja. Terapi obat 6) Nitrogliserin 7) Beta bloker 8) Antagonis kalsium 9) Anti platelet 10) Heparin 11) Morphin 12) Asetil kolin 13) Trombolisis 14) Terapi oksigen Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 2. Klien nengatakan lelah/letih dan badan lemas b.3) Kolesterol 4) CKMB 5) Laktat dehidrogenase (LDH) Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C l. Data Subyektif a. olahraga berat. Klien mengatakan jantung berdebar-debar. selama dan setelah beraktivitas d. Klien nengatakan pusing. dan vertigo c. sesak nafas. saat istirahat. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Diagnosa keperawatan yang ditemukan terkait dengan intoleransi aktivitas No Nama Pasien Diagnosa keperawatan . Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak.

Mandiri a. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi.1. Pantau perubahan EKG c. tekanan darah. aktivitas perlahan. contoh nitrogliseril . Kolaborasi a. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. tangan atau lengan kiri g. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. pernapasan. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. A 2. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. B 3. kesadaran b. C Interpretasi : Perencanaan masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C 1. Berikan makanan lembut. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi j. Berikan obat-obat trombolitik d. Berikan lingkungan yang tenang. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C i. bahu. leher. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. Berikan antiangina sesuai indikasi. tindakan nyaman f.

leher. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. Berikan lingkungan yang tenang. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. bahu. pernapasan. tindakan nyaman f. tekanan darah. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. aktivitas perlahan. tangan atau lengan kiri g. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan i. Berikan makanan lembut. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. Kolaborasi a. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C j. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Pantau perubahan EKG . Mandiri a. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Intervensi masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C 1. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c.Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. kesadaran b.

Pernapasan h. Capillary refill Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C g. Berikan obat-obat trombolitik d. Berikan antiangina sesuai indikasi. Tekanan darah c. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Data obyektif a. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. contoh nitrogliseril Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. Evaluasi proses terkait dengan intoleransi aktivitas Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 1. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Evaluasi proses dan hasil terkait dengan intoleransi aktivitas 1. Hasil pemeriksaan laboratoriam . Ekspresi wajah i.c. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Suhu e. Denyut nadi d. SaO2 f.

dan vertigo c. Klien mengatakan badannya lemas dan lelah b. selama dan setelah beraktivitas d. Klien nengatakan pusing. saat marah dan kadang saat dingin Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C e. Terapi obat 1) Nitrogliserin 2) Beta bloker 3) Antagonis kalsium 4) Anti platelet 5) Heparin 6) Morphin 7) Asetil kolin 8) Trombolisis 9) Terapi oksigen Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 2. Klien mengatakan jantung berdebar-debar. Data Subyektif a. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Keterangan : criteria dalam evaluasi proses hari 1 digunakan untuk mengevaluasi intervensi hari 11 – V 2. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak.1) Kolesterol 2) CKMB 3) Laktat dehidrogenase (LDH) Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C l. saat kerja. sesak nafas. olahraga berat. Evaluasi hasil terkait dengan intoleransi aktivitas . saat istirahat.

2008 in Weblogs | Permalink TrackBack TrackBack URL for this entry: http://blogs.www. Pencapaian tujuan Interpretasi : April 19. Kriteria hasil a) Klien mengatakan lemasnya berkurang b) Klien mengatakan nyerinya hilang atau berkurang ( skala 0-1) No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C c) Klien menunjukkan menurunnya ketegangan d) Denyut nadi klien normal (60-100 kali per menit) e) Tekanan darah klien normal (120/70-120/80 mmHg) f) Pernapasan klien normal (12-20 kali per menit ) g) Kesadaran klien kompos mentis h) Klien tampak rileks i) Hasil rekam EKG menunjukkan gelombang sinus ritme (SR) j) Pemeriksaan laboratorium : kolesterol atau trigliserida laktat dehidrogenase dan enzim CKMB dalam batas normal No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C k) Suhu normal (36-370C) l) Reflek pupil 2+/2+ atau isokor 2.com/t/trackback/849354 Listed below are links to weblogs that reference blog gratis: Comments .friendster.No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C 1.

Comments: Recent Posts * blog gratis Syndicate this site (XML) About Us | Contact Us | Events | Promote My Profile | Help | Terms of Service | Privacy Policy Posted by WUYUNGVH at 1:26 PM 0 comments Links to this post Reaction s: Newer Posts Older Posts Home Subscribe to: Posts (Atom) Anda pengunjung ke Free Hit Counter New My title page contents My Google Pagerank .Post a comment Sign In Post a comment Name: wuyung You are currently signed in as wuyung.

..Di hari Valentine. Selain memajang logo Google bernuansa cinta.2/2011 Samsung Buat Tablet Mirip iPad .49 menit lalu Jakarta . Artikel Terkait » dicuplik dari Google .com adsense Search Google Masukkan istilah pencarian Anda pencarian Cari þÿ Kirim formulir NEWS Google Valentine.14 Feb 2011 . .TRANSLATE THIS BLOG Translate this page from Indonesian to the following language! Widget by ateonsoft. Google Rilis Situs untuk Calon Pengantin Detikcom . Google pun tak mau ketinggalan menebarkan kasih sayang kepada para penggunanya.

2/2011 didukung oleh Blog Archive • o  ► 2009 (23) ► December (1) Get Music Audio Video at www.13 Feb 2011 . Artikel Terkait » dicuplik dari Google .com .2/2011 Simbol Cinta di Logo Google Inilah. Staf Google Puji Facebook Inilah. Mari cari tahu..com .Tempo Interaktif . Ghonim mengucapkan rasa terimakasihnya pada . Jakarta ..6 jam lalu COM.modflip.14 Feb 2011 .Eksekutif Google Wael Ghonim cukup terkenal dalam revolusi Mesir. . dicuplik dari Google ..13 Feb 2011 COM.. Artikel Terkait » dicuplik dari Google .14 Feb 2011 . .1 jam lalu Tablet yang diluncurkan dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona itu berjalan dengan sistem operasi buatan Google yang khusus untuk perangkat tablet.2/2011 Presiden Mesir Turun.com . Jakarta – Sudahkah Anda mengakses Google hari ini? Heran dengan logo Google menampilkan gambar cinta dan dominasi warna.. Setelah Hosni Mubarak mundur..

..Search Google --> Masukkan istilah penc. ► January (20) PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ASTEROSKLEROSIS MACAM-MACAM PENYAKIT KELAMIN Rematik Hubungan Antara Pola Pemberian ASI dengan Faktor S. Parotitis Epidemika) Pencegahan Stroke ISPA Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah TRAUMA KEPALA Nutrisi Yang Dibutuhkan Di Usia Balita HEPATITIS A ▼ 2008 (23) ▼ April (23) blogfriendster blogfriendster linkku Muscles of the Human Body Geneva Doctors Geneva Health Spinal Cord Model 6x (W42505) ClinicalOne Mentone Educational Centres . Karies Gigi Pengertian Metode Kanguru Askep pada klien dengan GE ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF KARAKTERISTIK REMAJA Kecenderungan Kenakalan Remaja TIDUR DAN ISTIRAHAT Obat Cerna PENYULUHAN PENGGUNAAN ORALIT Gondongan (Mumps..o  o  o                     • o          ► June (1) verification ► May (1) <!-..

            healthcare professional AMI BAB I BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung mer.. PAROTITIS Masa Remaja Age at Menarche in Indonesia code DAFTAR PUSTAKA ACUTE MYOCARD INFARK CARIES GIGI MENARCHE KEPERAWATAN Pictures from Electron Microscopes Slideshow ..

Bandwidth Speed Test Google Maps • • Google Maps http://bux.to/?r=wuyung .

blogspot.com http://akperpantirapih.com http://wuyungjunior.blogspot. Indonesia NURSE View my complete profile ADSENSE There was an error in this gadget KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SLTPN 2 GENTENG KECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI .com http://wuyungvh.com/q0owqvm4yda-6fvlpsoa http://zzecjjibcbmicyw. sleman.blogspot.com/track.blogspot.to/?r=wuyung Profil Penulis WUYUNGVH YOGYAKARTA.certainbet.• • • • • • http://wuyungnurse.asp? a=c&u=127336645&s=1639&e=42998121 Game BARU • • Game BARU (Gladiatus) http://bux.com http://slatebird.

psikologis. Maulana. <!--[endif]-->Latar Belakang Dalam perjalanan hidup. . Kes. dan disusul dengan periode tanpa gejala. dan nutrisi. (1994) bahwa sekitar 10-30 % wanita produktif mengalami sindrom premenarche. Riset melaporkan Taylor. Dini Kasdu. Sarwono. P. selama masa ini epithelium permukaan lepas dari dinding uterus dan perdarahan pun terjadi pada usia remaja haid pertama kira-kira usia 12 hingga 16 tahun. Erna. (2008 : 57). (2005 : 9) Haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklik emdomestrium. Keluarnya darah dari vagina disebabkan luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi.BAB 1 PENDAHULUAN <!--[if !supportLists]-->A. kemudian ovarium mulai bekerja menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. normalnya wanita mengalami periode menstruasi atau haid mulai dari usia remaja hingga menopause Dra. (2005 : 103). Seseorang terjadi sejak awal menstruasi pada masa remaja sampai umur 40 atau 50 tahun. Memasuki masa puber. Etiologi dan Perubahan sikap premenarche belum diketahui. M. Siklus menstruasi terdiri atas perubahan-perubahan di dalam ovarium dan uterus. Para peneliti beranggapan bahwa perubahan sikap premenarche adalah akibat dari faktor hormonal. (2005 : 69). Hormon ini akan mempengaruhi uterus pada dinding sebelah kanan dan terjadilah proses menstruasi. Selanjutnya dijelaskan menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Menstruasi berlangsung kira-kira lima hari. yaitu dengan telah diproduksinya sel telur (ovum). pada perempuan diawali dengan terjadinya menstruasi. Saat itu kelenjar hipofisis mulai berpengaruh. Menarche adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi ) endometrium. Proses menarche pada seorang wanita dimulai pada usia 10 – 14 tahun. Panjang masa siklus menstruasi rata-rata 28 hari 14 hari persiapan untuk ovulasi dan 14 hari selanjutnya. Hal ini menandai bahwa organ reproduksi telah aktif. (2009 : 15). Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. F. Pendapat Sriyono.

maka peneliti merumuskan masalah dengan membatasi pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche seperti: “Bagaimana tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche ?” <!--[if !supportLists]-->C. cepat lupa cepat menangis dan bingung. . Oleh karena itu bidan atau paramedis perlu memberikan konseling pada remaja tentang cara-cara mengatasi kecemasan saat menarche sehingga dapat mengurangi kecemasan pada remaja saat menarche selain itu untuk mengurangi kecemasan perlu mengatur pola yang memenuhi gizi seimbang dan olahraga. edema pada ekstrimitas. <!--[endif]-->Bagi Peneliti Sebagai pengalaman nyata dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah sebagai penerapan dari mata kuliah. <!--[endif]-->Tujuan Penelitian Tujuan Umum Untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kabupaten Banyuwangi. banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada awal mengalami haid. <!--[endif]-->Bagi Institusi Sebagai pedoman dalam penelitian yang akan dilakukan dan hasilnya nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan guna meningkatkan mutu pendidikan selanjutnya. cepat marah. Oleh sebab itu penelitian ini ingin mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang rata-rata siswa tersebut sudah mengalami menarche. Penanganan yang efektif dalam mengatasi kecemasan pada siswa akan mempengaruhi prognosis. Baradero. <!--[endif]-->Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan fenomena . <!--[if !supportLists]-->D. oleh karena itu siswa premenarche diharapkan bersikap positif dalam menghadapi menarche agar tidak timbul masalah selama menarche.fenomena yang terdapat pada asumsi .Perubahan sikap premenarche yang terjadi sebelum berlangsungnya masa menarche diantaranya cemas. abdomen terasa penuh. nafsu makan. <!--[endif]-->Manfaat Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. payudara sakit. <!--[if !supportLists]-->B. (2007 : 10). depresi. Penelitian ini kecemasan dari siswa yang menghadapi menarche (premenarche) inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua. berat badan bertambah.asumsi diatas peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng. <!--[if !supportLists]-->2. ketegangan dan kegugupan. ingin makan yang manis.

sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA <!--[if !supportLists]-->A. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Tingkat Panik . <!--[endif]-->Landasan Teori <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Konsep Dasar Kecemasan <!--[if !supportLists]-->a. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci. <!--[if !supportLists]-->b.<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Pengertian Kecemasan adalah keadaan dimana seseorang mengalami perasaan gelisah dan aktifitas sistem saraf otonom dalam merespon terhadap ancaman yang tidak jelas. <!--[endif]-->Bagi Profesi Sebagai masukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan sehingga dapat memusatkan pada suatu objek lain. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Kecemasan Sedang Memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. <!--[endif]-->Bagi Responden Untuk menembah pengalaman tentang menarche dan menangani keluhan keluhan yang dirasakan. tidak spesifik. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. <!--[endif]-->Tingkat Kecemasan Menurut Stuart dan Sundeen membagi tingkat kecemasan menjadi empat tingkatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Kecemasan Ringan Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. spesifik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Kecemasan Berat Sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. <!--[if !supportLists]-->4.

Rincian terpecah dari proporsinya. sering berkemih.<!--[endif]-->Persepsi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Sadar. terjadi peningkatan aktivitas motorik. persepsi yang menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional.<!--[endif]-->Terangsang untuk melakukan tindakan <!--[if !supportLists]-->. menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. nyeri dada. diare. letih. muntah <!--[if !supportLists]-->4. karena mengalami kehilangan kendali.<!--[endif]-->Termotivasi secara positif <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Mengalami peningkatan tanda-tanda vital lebih dramatis.<!--[endif]-->Sedikit mengalami peningkatan tandatanda vital <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Perasaan terancam <!--[if !supportLists]-->. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan.<!--[endif]-->Meningkatkan kesadaran <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Kecemasan Sedang <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Gejala-gejala fisik tidak berkembang : sakit kepala.<!--[endif]-->Perasaan tentang terancam atau takut meningkat <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Panik <!--[if !supportLists]-->. tapi fokusnya sempit <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Lebih tegang <!--[if !supportLists]-->. palpitasi. <!--[if !supportLists]-->c. jika berlangsung terus dalam waktu lama maka terjadi kelelahan yang berlebihan bahkan menyebabkan kematian. <!--[if !supportLists]-->3. ketakutan dan teror.<!--[endif]-->Sedikit mengalami tanda-tanda vital <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Ciri-Ciri Kecemasan Menurut Brenda Goodner ciri-ciri kecemasan adalah : <!--[if !supportLists]-->1. Orang yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. <!--[endif]-->Kecemasan Ringan <!--[if !supportLists]-->. palpitasi. Dengan panik.<!--[endif]-->Komunikasi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Kecemasan Berat <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Gangguan realitas .Berhubungan dengan terperangah. mual.<!--[endif]-->Menurunnya konsentrasi dan persepsi <!--[if !supportLists]-->.

Dalam skala kecemasan. Diketahui pula bahwa masyarakat yang berpenghasilan rendah prevalensi psikiatrinya lebih banyak. yang dikutip oleh Nursalam. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai yang diperkenalkan menurut Brower. makin konstruktiv dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi Menurut Hurlock. <!--[endif]-->Cara Menilai Kecemasan Pengukuran kecemasan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung yang dapat dinyatakan bagaimana pendapat atau pernyataan responden terhadap suatu objek. Secara tidak langsung dapat dilakukan dengan pernyataan-pernyataan hipotesis. (2001 : 133). sebagai obyek sosial. (2003 : 132) skala kecemasan disusun untuk mengungkapkan sikap pro dan kontra positif dan negatif.<!--[endif]-->Tidak mudah untuk berkomunikasi <!--[if !supportLists]-->.<!--[if !supportLists]-->. Semakin tua umur seseorang. Untuk menilai tingkat kecemasan siswa .<!--[endif]-->Dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Jadi keadaan penghasilan yang rendah mempunyai peningkatan kecemasan Nursalam. <!--[endif]-->Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Umur Semakin cukup umur. <!--[if !supportLists]-->. setuju dan tidak setuju. (2001:133). tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang berpikir dan bekerja. Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk presentase menggunakan rumus. (2001 : 133). <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Pendapatan Penghasilan setiap bulannya juga berkaitan dengan gangguan pola psikiatri. kemudian dinyatakan dengan pendapat responden. Notoadmojo. yang dikutip oleh Nursalam.<!--[endif]-->Kombinasi dari gejala-gejala fisik yang disebutkan diatas dengan peningkatan tanda-tanda vital akan lebih awal dari tanda panik. obyek sosial tersebut berlaku sebagai obyek kecemasan. makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. <!--[if !supportLists]-->e. (2001 : 133). <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Status Perkawinan Seseorang yang telah menikah akan lebih mempunyai rasa percaya diri dan ketenangan dalam melakukan kegiatan (menurut Dartkows. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pendidikan Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang. yang dikutip oleh Nursalam. tetapi akan lebih buruk jika intervensi yang dilakukan gagal.

<!--[if !supportLists]-->4. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan variabel siswa yang berumur 12-16 tahun sesuai dengan pendapat Mirza Maulana yang mengatakan bahwa siswa menarche pertama kali pada usia 12-16 tahun. Maulana. <!--[endif]-->Konsep Dasar Siswa <!--[if !supportLists]-->a. (2005 : 115). dan disusul dengan periode tanpa gejala. <!--[if !supportLists]-->3. Selanjutnya dijelaskan bahwa siswa ialah wanita yang mulai dewasa sudah sampai umur untuk kawin.dalam menghadapi menarche menggunakan tingkat kecemasan Hars (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Penilaian 0: Tidaka ada (tidak ada gejala sama sekali) 1: Ringan (satu gejala dari pilihan yang ada) 2: Sedang (separuh dari gejala yang ada) 3: Berat (lebih dari separuh dari gejala yang ada) 4: Sangat berat (semua gejala ada) <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Penilaian Derajat Kecemasan Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. (2007 : 10). <!--[if !supportLists]-->2. (2001 : 282). Baradero. (2009 : 18). (2007 : 944). <!--[endif]-->Arti Siswa Siswa adalah wanita yang beranjak atau mulai dewasa. Cipta Karya. Balai Pustaka. 2008). <!--[endif]-->Konsep Dasar Premenarche Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. Siti. <!--[endif]-->Arti Menarche <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Menarche adalah haid yang pertama kali yang baru datang setelah berumur 14 tahun. . <!--[endif]-->Konsep Dasar Menarche : <!--[if !supportLists]-->a.

<!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Menurut Maulana. Dari pengamatan Hartman pada kera ternyata bahwa hanya 20% saja panjang siklus haid 28 hari.1 hari. (2009 : 19) menarche suatu proses pengeluran darah dari uterus disertai serpihan selaput dinding uterus pada wanita dewasa yang terjadi secara periodik.<!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Selanjutnya menurut Sarwono. Jika siklusnya kurang dari 18 hari atau lebih dari 42 hari dan tidak teratur biasanya siklusnya tidak berevolusi. Rata–rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25. (2005 : 69). (2005 : 103) menarche merupakan perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Lamanya siklus menarche rata-rata adalah 28 hari. misalnya perubahan pekerjaan. Telah diketahui bahwa : 1).9 hari. Jadi sebenarnya panjang siklus haid 28 hari itu tidak sering dijumpai. Panjang siklus haid yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari. <!--[if !supportLists]-->b. Sarwono. 2). tetapi variasinya cukup luas saja. Ada yang 1-2 hari dikuti darah sedikit–sedikit kemudian ada yang sampai 7-8 hari. (2003 : 169).1 hari pada wanita usia 43 tahun 27. Erna. Pada setiap . maka glandula pituitari anterior itu sendiri diatur oleh kedua sekresi tersebut. Bila glandula pituitari anterior mengatur sekresi estrogen dan progesteron. (2005 : 103). antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Siklus ini diatur terutama oleh glandula pituitari anterior. kematian orang yang dicintai dan sebagainya. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Referensi lain mengatakan bahwa siklus menarche adalah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. <!--[endif]-->Arti Siklus Menstruasi <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Siklus menarche ialah suatu kejadian yang terjadi pada ovarium yang menghasilkan perubahan tidak hanya pada uterus. dan kira-kira 97% wanita yang berevolusi siklus haidnya berkisar antara 18-42 hari. (2003 : 169-170). tetapi faktor-faktor yang menyebabkan glandula tersebut mengadakan stimulus (rangsangan) gonad pada saat pubertas belum seluruhnya dipahami. Kemudian juga dijelaskan bahwa tujuan siklus menarche untuk melepas ovum dalam persiapan fertilisasi pada kira-kira jarak 4 minggu dan untuk mempersiakan uterus dan seluruh tubuh wanita untuk menerima dan mengembangkan hasil fertilisas ini. Panjang siklus yang biasa pada manusia ialah 25-32 hari. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Begitu juga pendapat lain menjelaskan bahwa menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Sylvia. tetapi juga pada tubuh wanita secara keseluruhan. Verralls. Lama haid biasanya antara 3-5 hari. berpindah dari tempat yang berbeda. Panjang siklus haid dipengaruhi oleh usia seseorang. Terdapat pengendalian neurohormonal pada glandula pituitari anterior oleh hipotalamus dan siklus menarche tersebut dipengaruhi oleh faktor emosional. Dan pada wanita usia 55 tahun 51.

Fase proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Dini berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan. Pada waktu itu endometrium dilepas. Sebagian masih . <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Fase pasca haid atau fase regenerasi luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagai besar berangsur– angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang baru tumbuh dari sel–sel epitel endometrium pada waktu ini tebal endomertium + 0. kelenjar endometrium yang tumbuh berkeluk-keluk mulai bersekresi dan mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak pada akhir masa ini stroma endometrium berubah ke arah sel-sel desidual terutama yang berada di seputar pembuluhpembuluh arterial. Sarwono. (2006 : 46).5 mm fase ini berlangsung dari hari kelima sampai hari keempat belas dari siklus haid. 4 Fase Endometrium Dalam Siklus Haid <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Fase menstruasi atau deskuamasi. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Fase Intermenstruum atau fase proliferasi dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal + 3. (2005 : 103). Jumlah darah yang keluar rata–rata 33. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Sesudahnya dinamakan masa sekresi. servik dan kelenjar-kelenjar vulva. pada wanita dengan anemi defisiensi besi jumlah darah haidnya juga lebih banyak. Pada tiap siklus haid dikenal tiga masa utama <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Masa haid selama dua sampai delapan hari.4 hari. Pada waktu itu endometrium tumbuh kembali. pendek dan sempit bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi sel-sel kelenjar mengalami mitosis. Sarwono. Kelenjarkelenjar kebanyakan lurus. Pada ketika itu korpus rubrum menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesteron. sedangkan pengeluaran hormonhormon ovarium paling rendah (minimum). dan sekret dari uterus. sel-sel epitel dan stroma yang mengalami disentegrasi dan otolisis. Dibawah pengaruh progesteron ini.5 mm fase ini telah mulai sejak fase menarche dan berlangsung + 4 hari. disebut juga endometrium mengadakan proliferasi. fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel.wanita biasanya lama haid itu tetap. Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak. terutama dari mulut kelenjar. Antara hari kedua belas dan keempat belas dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi. Darah haid mengandung darah fena dan anteri dengan sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglotinasi. Jumlah darah haid lebih 80 cc dianggap patologik.2 ± 16 cc. Fase ini berlangsung 3 . <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Masa proliferasi sampai hari keempat belas. Hanya startum basale yang tinggal utuh.

tetapi untuk kelenjar berubah menjadi panjang berkeluk-keluk. <!--[if !supportLists]-->(3) <!--[endif]-->Stratum Kompaktum. Dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk-keluk dan kaya dengan glikogen. (2005 : 112). Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi ini. Kelenjar berkeluk-keluk dan bervariasi sejumlah stroma mengalami edema tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang. Pada fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya. sel-selnya berbentuk bintang dan didepan tonjolan-tonjolan. dan mengeluarkan getah.menunjukkan suasana fase menarche dimana terlibat perubahan-perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboit strama padat dan sebagian menunjukkan aktifitas mitosis. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Fase Prahaid atau Fase Sekresi berlangsung sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Akhir berlangsung hari ke-2 sampai hari ke-14. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Sekresi Lanjut. yaitu lapisan atas yang padat saluran-saluran kelenjar sempit ilumennya berisi sekret. yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spon ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar yang melebar dan berkeluk-berkeluk dan sedikit stroma diantaranya. Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan yaitu : <!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Lapisan neometrium. Arwono. Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum. Sitoplasma sel-sel stroma bertambah menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan. kecuali mitisis pada kelenjar. fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. yaitu lapisan ini tidak aktif. Fase sekresi dibagi atas : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Sekresi Dini. yang makin lama makin nyata. Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm. anestomosis nukleus sel stroma relatif besar sebab sitiplasma relatif sedikit. Memang tujuan perubahan ini adalah untuk perubahan mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. . <!--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]-->Stratum Sepongiosus. fase ini merupakan bentuk transis dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torok dan tinggi. dan stromanya edema. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Madya berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. stroma bertumbuh aktif dan padat. endometrium lebih tipis dari pada fase sebelumnya kerena kehilangan cairan.

<!--[endif]-->Mekanisme menstruasi : Hormon Steroid estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium dibawah pengaruh estrogen endometrium memasuki fase proliferasi. <!--[endif]-->Perubahan Masa Menstruasi. dengan akibat mempertinggi permeabilitas pembuluh-pembuluh darah yang sudah berkembang sejak permulaan fase proliferasi. Dengan demikian. Sarwono. akan tetapi hanya satu yang tumbuh terus menjadi matang. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Faktor faktor muskular mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistim faskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. timbul gangguan dalam metabolisms endometrium yang mengakibatakan regresi endometrium dan pendarahan. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid. maka dengan menurunnya kadar progesteron. lebih banyak zat-zat makanan mengalir ke stroma endometrium sebagai persiapan untuk implantasi ovum. (2005 : 110). memegang peranan dalam hal ini yang penting ialah : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Faktor–faktor enzim dalam fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpanya enzim-enzim histologik dalam endometrium serta merangsang pembentukan glikogen dan asam-asam mukopolisakarida. Dibawah pengaruh FSH beberapa folikel mulai berkembang. (2005 : 11). Karena itu. apabila terjadi kehamilan. <!--[if !supportLists]-->d. berganti-ganti. seperti digambarkan diatas dengan regresi endometrium timbul statis dalam fena-fena serta saluran-saluran yang menghubungkan dengan arteri. endomertium memasuki fase sekresi. enzim-enzim hidrolitik dilepaskan dan merusakkan bagian dari sel-sel yang berperan dalam sintesis protein. sehingga permukaan endometrium memuncak dan berwarna merah karena penuh dengan darah. Sarwono. terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan. sesudah ovulasi. Jika kehamilan tidak terjadi. Mekanisme haid belum diketahui seluruhnya. baik dari arteri maupun dari fena. <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Perubahan Fisik <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Ovarium Perubahan-perubahan yang terdapat pada ovarium pada siklus haid ialah sebagai berikut. akan tetapi sudah dikenal beberapa faktor. Zat-zat yang terakhir ini ikut serta dalam pembangunan endometrium khususnya dengan pembentukan stroma dibagian bawahnya pada pertengahan fase luteal sintesis mukopolisakarida terhenti. Bila tidak terjadi pembuahan korpus luteum mengalami kemunduran yang menyebabkan kadar . kecuali faktor hormonal. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Endometrium Hampir sepanjang siklus haid pembuluh-pembuluh darah menyempit dan melebar secara ritmis. Pada pertumbuhan endomertium itu tumbuh pula arteria-arteria fena-fena dan hubungan antaranya.<!--[if !supportLists]-->c. dan akhirnya terjadi mekrosis dalam perdarahan dengan pembentukan hematom.

<!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Perubahan Psikologis : Cemas. Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat mengakibatkan perubahan asupan energi belum didapatkan data yang pasti. (2007 : 11). <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Untuk berat badan yang bertambah karena menarche. yang lain berpendapat bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama fase luteal. payudara sakit. Dengan demikian selama fase luteal terjadi peningkatan asupan makanan atau energi Krummel. ingin makan yang manis kurangi asupan garam.progesteron dan estrogen menurun. kopi. payudara sakit. . cepat menangis. dan lemak hewan. edema pada ekstrimitas. (2007 : 11). coklat. cola. teh. tetapi akan membaik bila asupan gizinya baik. <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan. ingin makan yang manis-manis. Baradero. abdomen terasa penuh. Seberapa jauh pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarche belum ada. hal ini akan berdampak gangguan haid. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Untuk depresi. abdomen terasa penuh. Sebagai bahan perbandingan di bawah ini akan diuraikan tentang asupan energi total dan keragaman komponen diet. Peningkatan konsumen energi premenstruasi dengan ekstra penambahan 87500 Kkal/ hari. fungsi organ tubuh. cepat menangis tingkatkan asupan vitamin B dan sayur–sayuran hijau. cepat marah. Baradero. depresi. cepat lupa. keju. dan pada satu saat lapisan fungsional endometrium terlepas dari stratu basale yang dibawahnya. Sarwono. (1996). ketegangan dan kegugupan dan cepat marah kurangi asupan susu. Pada remaja perlu mempertahankan status gizi yang baik. dan terjadilah pengeluaran darah yang disebut haid. dengan cara mengkonsumsi makanan seimbang. Asupan energi bervariasi sepanjang siklus haid. mentega dan gerak badan. karena sangat dibutuhkan pada saat haid. terjadi peningkatan energi pada fase luteal dibandingkan fase folikuler. Peristiwa ini menyebabkan pembuluh-pembuluh darah terputus. Selain itu juga ada. juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Penurunan kadar hormon ini mempengaruhi keadaan endometrium kearah regresi. (2005 : 114). cepat lupa. ketegangan dan kegugupan. (1996). (2007 : 11). nafsu makan bertambah. Kesimpulannya bahwa estrogen mengakibatkan efek penekanan atau penurunan terhadap nafsu makan Krummel. Ada yang berpendapat karbohidrat merupakan sumber peningkatan asupan kalori selama fase luteal. yang berpendapat bahwa asupan lemak dan protein akan meningkatkan pada fase luteal. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pengobatan Yang Tersedia : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Untuk rasa cemas. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Penambahan BB. yang melakukan penelitian. nafsu makan bertambah. Baradero. edema pada ekstrimitas.

Diet Vegetarian : Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon sex telah diteliti. Tetapi timbul pertanyaan seberapa sering faktor diet dipandang sebagai penyebab timbulnya menarce. Pada wanita yang mengonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menarche. Diet Rendah Lemak : Hasil penelitian pada diet rendah lemak dibanding tinggi lemak ternyata pada diet tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urine. ternyata fase folikuler memanjang. kesimpulannya tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon sex. Terapi pada hipermenorea pada mioma uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri.3 hari lamanya waktu menarche meningkat rata-rata 0.9% pada non vegetarian. <!--[if !supportLists]-->e. masih jarang penelitian yang menggunakan diet sebagai metode perlakuan dan uraiannya sering tidak lengkap atau tumpang tindih. FSH meningkat.8 hari. <!--[endif]-->Selain kita harus memahami siklus menarche. Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid. Sebab-sebabnya dapat .5% pada vegetarian dan 4. (2005 : 70). terjadi hubungan antara diet dengan fungsi menarche. gangguan pelepasan endometrium pada waktu menarche dan sebagainya.5 hari dan fase folikuler meningkat ratarata 0. Sarwono. rata-rata 4. atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Sebaliknya 16 orang diet biasa beralih kediet yang kurang daging selama 2 bulan mengalami pemendekan fase folikuler. E2 menurun secara signifikan. polip endometrium. Siklus menarche bukan dipengaruhi oleh diet vegetarian tetapi diet yang bervariasi dalam hal lemak. sedang diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas kerokan. lamanya menarche. serat dan nutrien lainnya Krummel. mengalami penurunan frekuensi puncak LH dan peningkatan pada LH. Sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama : panjang siklus menarche meningkat rata-rata 1. Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah kediet rendah lemak akan memperpanjang siklus menarche sebagai akibat dari memanjangnya fase menarche dan fase folikuler. keluhan serta pengobatan menarche kita juga harus mengerti gangguan-gangguan yang dapat terjadi saat menarche. Prevalensi ketidak teraturan menarche 26. (2005 : 204). Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus. rata-rata 3. 9 orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging. Erna.9 hari. (1996). Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif dianggap mempengaruhi siklus menarche serta penampilan reproduksi. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Hipomenorea ialah perdarahan menarche yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.terbukti pada saat haid tersebut terutama pada fase luteal akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. Setelah mengalami 2 x injeksi LHRH. misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu. Gangguan yang dapat terjadi karena menarche dan siklusnya diantaranya : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Hypermenorea (Menoragia) ialah perdarahan menarche yang lebih banyak dari normal.2 hari juga.

primer dan amenorea sekunder. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul dalam kehidupan wanita. seperti gangguan gizi. penyakit infeksi. Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari menarche biasa. Wanita dengan amenorea memerlukan konseling untuk manangani gangguan konsep diri dan infertilitas. sedang pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat menarche. dan lain-lain. atau menjadi pendeknya masa luteal dan sebagainya. Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Polimenorea ialah siklus menarche lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Oligomenorea Disini siklus menarche lebih panjang.terletak pada konstitusi penderita. gangguan metabolisme. Lazim diadakan pembagian antara amenorea. (2005:205). Amenorea primer bisa diakibatkan oleh kelainan genetik. lebih dari 35 hari. Amenorea sekunder bisa juga dialami oleh atlet yang terlalu banyak menghabiskan kalori. dan lain-lain. Kehamilan adalah penyebab utama dari amenorea. satu kali masih dianggap normal. Terapi : Pengobatan bergantung pada penyebab amenorea. Wanita yang memakai kontrasepsi oral bisa juga mengalami amenorea selama 6 bulan setelah berhenti memakai kontrasepsi oral. Baradero. karena menarche yang normal memerlukan sekitar 17% lemak dari tubuh. kelenjar hipofisis. atau efek perkembangan kongenital. tidak pernah dapat menarche. tumor. Amenorea sekunder timbul apabila seorang wanita yang sudah menarche berhenti menarchenya selama 3-6 bulan. Kita berbicara tentang amenorea primer terlebih dahulu apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas. perubahan fungsi hipotalamus. Selanjutnya dijelaskan bahwa amenorea ialah tidak adanya menarche. Amenorea primer timbul apabila menarche pertama tidak terjadi pada umur 16 tahun. Ada dua bentuk amenorea yaitu amenorea primer dan sekunder. ovarium. Amenorea sekunder bisa juga timbul sebagai respon terhadap stres yang berat. Terapi hormon bisa diberikan. pada gangguan endokrin. Sarwono. endokrin. Kecuali jika ditemukan sebab yang nyata. dan kelenjar adrenal. timid. (2007 : 10). Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengkibatkan gangguan ovulasi. Amenorea bisa juga mempengaruhi kepadatan tulang yang mengakibatkan osteoporosis. <!--[if !supportLists]-->6) <!--[endif]-->Dismenorea atau nyeri menarche mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita- . Hilangnya 10-15% berat badan dapat menyebabkan amenorea. terapi terdiri atas menenangkan penderita. seperti kelainan-kelainan kongenital dan kelainan-kelainan genetik. tetapi kemudian tidak dapat lagi. <!--[if !supportLists]-->5) <!--[endif]-->Amenorea ialah keadaan tidak adanya menarche untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. pada uterus (misalnya sesudah miomektomi). Kadang-kadang tidak ada menarche.

antara lain : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Primer Kejiwaan : Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil. namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan. Faktor-faktor seperti anemia. migrain atau asma. Dismenorea primer terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih.wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual. mudah timbul dismenorea. Smith menduga bahwa sebab alergi ialah toksin menarche. oleh karena itu siklus haid pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai dengan rasa nyeri. hingga ada yang . Sifat rasa nyeri ialah kejang berjangkit-jangkit. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Faktor Konstitusi : Faktor ini yang erat hubungannya dengan faktor tersebut di atas. Walau frekuensi dismenorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal. Etiologi : Beberapa faktor memegang peranan sebagai penyebab dismenorea primer. biasanya terbatas pada perut bawah. untuk beberapa jam atau beberapa hari. Ada 2 jenis dysmenorrhoe : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe primer yaitu nyeri pada saat menarche tanpa ada kelainan organ di rongga panggul. Keluhan nyeri mulai dari yang ringan seperti rasa mulas. diare. kram pada perut. walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari. Karakteristiknya nyeri menarche muncul bersamaan dengan datangnya menarche dan berakhir beberapa jam kemudian. sakit kepala. diperkirakan hanya berkaitan dengan faktor intrinsik. Di Amerika Serikat pernah dilaporkan dysmenorrhoe menyebabkan hilangnya 600 juta jam kerja pertahun. Selanjutnya menurut dr. sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari. dan sebagainya. Karena gangguan ini sifatnya subyektif. dan sebagainya dapat mempengaruhi timbulnya dismenorea. tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. apabila jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses menarche. muntah. Budi. Dysmenorrhoe ini merupakan keluhan yang sering dirasakan di masyarakat sehingga menjadi penyebab yang paling banyak hilangnya waktu kerja atau absen masuk sekolah. Dismenorea dibagi atas : Dismenorea Primer yaitu nyeri menarche yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Faktor Alergi : Teori ini dikemukakan setelah memperhatikan adanya asosiasi antara dismenorea dengan urtikaria. penyakit menahun. meskipun beberapa kasus nyeri berlanjut hingga beberapa hari. berat atau intensitasnya sukar dinilai. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan menarche dan berlangsung untuk beberapa jam. dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. dysmenorrhoe ialah nyeri saat menarche yang sering difikirkan oleh gadis-gadis yang mengalaminya. Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak di perut bawah sebelum dan selama menarche dan sering kali mual maka istilah dismenorea hanya dipakai jika nyeri menarche demikian hebatnya.

<!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe sekunder adalah nyeri menarche dimana didapatkan kelainan organik. Dismenorea primer tidak dikaitkan dengan patologi pelvis dan bisa timbul tanpa penyakit organik. Nyerinya bersifat kolik atau kram dan dirasakan pada abdomen bawah. adenomiosis dan mungkin infeksi di rongga-rongga panggul.Gizi Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche Berat . Sekitar 10% mengalami dismenorea berat sehingga mereka tidak bisa bekerja. Dismenorea primer mengenai sekitar 5075% wanita yang masih menarche. <!--[endif]-->Kerangka Konseptual Kerangka Konseptual di gambarkan sebagai berikut : Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan : . Budi.Umur . naproxen. Karakteristik nyeri dysmenorrhoe sekunder lebih spesifik bergantung dari penyebabnya maka pengobatan berdasarkan kelainan yang ditemukan. (2007 : 9). Beberapa kasus disertai dengan mual. Baradero. <!--[if !supportLists]-->B. dan ketoprofen sedangkan dismenorea sekunder diatasi dengan memperbaiki penyebab organik. <!--[endif]-->Perempuan paling rentan pada kesehatan organ reproduksi karena bentuk organ reproduksi utama bersifat menerima atau dalam bentuk lubang yang agak besar. (2007 : 36). baik secara sengaja dengan hubungan seksual atau proses seksualitas yang lain. mioma uteri. rasa lelah dan rasa tegang. tidak mau makan. Intensitas dismenorea bisa berkurang setelah hamil atau pada umur sekitar 30 tahun. sehingga pengaruh luar mudah masuk. Dismenorea primer biasa timbul pada hari pertama atau kedua dari menarche. seperti endometriosis.berat seperti nyeri orang melahirkan. clan pemakaian IUD. Dysmenorrhoe primer akan berkurang dengan bertambahnya usia. Terapi dismenorea primer dapat diatasi dengan obat ibuprofen. <!--[if !supportLists]-->f. Oleh karena itu organ reproduksi perempuan paling penting untuk diperhatikan. maupun secara tidak sengaja melalui media tertentu. Dismenorea sekunder timbul sebagai respon terhadap penyakit organik seperti endomertiosis. diare. muntah. Menurut literatur lain dijelaskan bahwa dismenorea adalah nyeri uteri pada saat menarche. fibroit uteri. nyeri kepala. yang sering adalah berkurang dan bahkan hilang saat setelah melahirkan bisa juga dengan mengkonsumsi obat penghilang nyeri.

Status perkawinan .>27 Sedang 15-27 Ringan 6-14 Tidak ada kecemasan <> .Pendapatan <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Keterangan : .Pendidikan .

<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Di teliti <!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Tidak di teliti Sumber : (Nursalam, 2008) Gambar 2.1 : Gambar konsep tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng.

BAB 3 METODE PENELITIAN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Jenis dan Rancang Bangun Penelitian Dalam penelitian ini adalah suatu metode penelitian deskriptif peristiwa dilakukan secara sistematik dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi, oleh karena itu penelitian jenis ini tidak perlu adanya suatu hipotesis. Nursalam, (2003 : 83). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain deskriptif yaitu penelitian ingin mengetahui Tingkat Kecemasan Siswa dalam menghadapi Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Karena siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Variabel Istilah “variabel” merupakan istilah yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap jenis penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche. Definisi Operasional Variabel

Variabel Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche.

Definisi Operasional Seberapa besar tingkat kecemasan siswa saat menghadapi menarche, meliputi: <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Umur <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Status Perkawinan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendidikan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendapatan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Gizi

Kriteria

Skala

Tingkat kecemasan Ordinal berat >27, sedang 15-27, ringan 6-14, dan tidak ada kecemasan <6.>

Sumber : (Nursalam, 2008). <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Populasi Arikunto berpendapat bahwa populasi ialah keseluruhan subyek penelitian. Arikunto, (2006:130). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas satu usia 12–16 khususnya di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 60 orang. Jumlah siswa kelas VII adalah 280 siswa, siswa perempuan sebanyak 120 siswa diambil secara acak dengan setiap kelas di wakili 8 sampai 9 siswa. <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Sampel Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi studied sampel, maka penelitian ini tersebut disebut penelitian sampel. Sampel sendiri adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Arikunto, (2006 : 131). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara random dengan total siswa kelas satu usia 1216 tahun yang bersekolah di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sejumlah 60 orang. Dengan rincian sampel dari kelas 7 A, kelas 7 B, kelas 7 C, kelas 7 D, kelas 7 E, kelas 7 F, dan 7 G. <!--[if !supportLists]-->E. <!--[endif]-->Lokasi dan Waktu Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tempat

Penelitian dilaksanakan di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Penelitian di daerah tersebut didasarkan pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi Menarche oleh karena siswa kelas satu usia 12-16 tahun belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Waktu Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Juli sampai Agustus 2009. <!--[if !supportLists]-->F. <!--[endif]-->Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tehnik Pengumulan Data Pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu setelah lembar kuesioner dibagikan kepada responden, lembar tersebut akan diambil pada hari itu juga. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan inform consent. Kuesioner sendiri mempunyai pengertian sejumlah pertanyaan tertulis yang dipergunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Arikunto, (2006 : 151). Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan ialah check list atau sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check (√) pada kolom yang sesuai dan rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan–tingkatan, misalnya mulai dari benar dan salah. <!--[if !supportLists]-->G. <!--[endif]-->Teknik Analisis Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Editing Peneliti mengumpulkan dan memeriksa kembali kebenaran yang telah diperoleh dari responden. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini ialah menjumlahkan dan melakukan korelasi. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Coding Merupakan tahap kedua setelah editing dimana peneliti memberikan kode pada setiap kuesioner yang disebarkan untuk memudahkan dalam pengolahan data. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Scoring Peneliti memberikan skor untuk tiap-tiap pertanyaan, bila pertanyaan favorable nilai 2 untuk jawaban (benar), nilai 1 untuk jawaban (salah), dan apabila pertanyaan unfavorable nilai 1 untuk jawaban (benar), nilai 2 untuk jawaban (salah). <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Tabulating

05). Setelah mendapatkan persetujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan etika sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a.<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk prosentase menggunakan rumus : N= Keterangan: N = Besar populasi n = Besar sampel d = Tingkat kepercayaan (ketepatan yang diujikan (0. 2008) <!--[if !supportLists]-->H. Selanjutnya dimasukkan pada kriteria objektif sebagai berikut : Positif : 50 – 100% Negatif : <> Sedangkan kriteria untuk menilai tingkat kecemasan saat menarche diantaranya sebagai berikut : Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. Kepala Desa Kaligondo Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dan rekomendasi dari Ketua Program Studi D3 Kebidanan Poltekkes Majapahit Mojokerto. <!--[endif]-->Etika Penelitian Penelitian ini melibatkan obyek manusia maka tidak boleh bertentangan dengan etika agar responden dapat terlindungi untuk itu perlu adanya Surat Izin dari Kepala Sekolah SLTPN 2 Genteng. . <!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Tanpa Nama Tanpa lembaran pengumpulan data. nama responden tidak dicantumkan hanya diberi kode. <!--[endif]-->Lembar Kuesioner Diberikan kepada siswi kelas VII SLTPN 2 Genteng sebelum penelitian agar dapat mengetahui maksud peneliti.

Tabel 4. <!--[endif]-->Kerahasiaan Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. Kabupaten Banyuwangi. Data terdiri dari data umum dan data khusus yang selanjutnya dilakukan proses analisa data. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN <!--[if !supportLists]-->A.00 83. Berikut akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. sehingga kami harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk mencari di daerah luar kota.<!--[if !supportLists]-->c.1 Distribusi Umur Siswa (12-16 tahun) di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. sekolah ini juga mempersiapkan diri menuju sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap. <!--[if !supportLists]-->1. Hasil penelitian mengenai pengetahuan remaja putri tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi diperoleh melalui kuesioner yang berisikan 8 pertanyaan yang diberikan kepada 60 siswa remaja putri secara random di SLTP Negeri 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. <!--[endif]-->Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa hambatan seperti minimnya buku sumber yang kami miliki dikarenakan ada batasan minimal untuk tahun penerbitan sebuah judul buku yang berkaitan dengan penelitian ini. SLTPN 2 Genteng terletak di Dusun Sumber Wadung.000.000 m <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> dengan jumlah siswa 736 anak. <!--[endif]-->Hasil Penelitian Dalam bab ini akan disajikan hasil penelitian tentang studi deskriptif tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada bulan Juli 2009. Disamping itu peneliti masih sulit memahami pedoman penyusunan Karya Tulis Ilmiah karena kurangnya contoh referensi dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah. Sekolah yang luasnya 15.33 0. No 1 2 3 Umur (Tahun) 12 13 14 Jumlah 6 50 3 Prosentase (%) 10.05 . Desa Kaligondo. Kecamatan Genteng. <!--[endif]-->Data Umum. <!--[if !supportLists]-->I.

00 %). <!--[if !supportLists]-->2.67 3.00 %). yang mendapat informasi dari majalah 3 orang (0.00 %). Tabel 4.00 76.00 0.3 Sumber Informasi Yang Di Dapat Siswa Tentang Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009.05 %).05 75. Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mempunyai gizi baik sebanyak 12 orang (20. No 1 2 3 Gizi Baik Cukup Kurang baik Jumlah 12 46 2 60 Prosentase (%) 20.016 %).67 %).00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.33 %).33 100.33 %). siswa yang berumur 14 tahun sebanyak 3 orang (0.00 100.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. siswa yang berumur 0 tahun sebanyak 0 orang (0 %). siswa yang berumur 13 tahun sebanyak 50 orang (83. No 1 2 3 Pendidikan Televisi Majalah Orang Tua Jumlah 12 3 45 60 Prosentase (%) 20. <!--[endif]-->Data Khusus . Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berumur 12 tahun sebanyak 6 orang (10.05 %).2 Distribusi Gizi Siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. yang mendapat informasi dari orang tua 45 orang (75. siswa yang mempunyai gizi cukup sebanyak 46 orang (76. siswa yang berumur 15 tahun sebanyak 1 orang (0.00 %).4 5 15 16 1 0 60 0.016 0 100 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. siswa yang mempunyai gizi kurang baik sebanyak 2 orang (3. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat informasi dari televisi 12 orang (20.

33 2 3.016 0 Total 60 - 11 18.67 3.67 %).66 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.00 %).33 å 6 % 10. siswa yang berusia 15 tahun 1 orang.67 %). yang berkriteria tidak baik 2 . Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berusia 12 tahun 6 orang yang berpengetahuan kurang baik 1 orang (1.05 0.66 15 25.33 46 76. siswa gizi cukup hampir dominan yaitu berjumlah 46 orang dengan kriteria cukup 10 orang (16.67 Tidak BaikTotal å 5 % 8.67 4 6. N Umur o (th) 1 2 3 4 5 12 13 14 15 16 Baik Cukup % Kurang Baik å 1 % 1.33 Total 60 - 22 36.00 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.00 1.67 33 55.66 %) mempunyai pengetahuan kurang baik 15 orang (25. mempunyai pengetahuan cukup (1.67 %).4 Distribusi Umur Siswa Terhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009.67 50 83.00 - 12 20.00 28 46.00 å å % å 6 7 3 1 - 50 3 1 0 - 11.66 34 56.67 2 2 3.67 %). yang mempunyai pengetahuan cukup (5. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa gizi baik berjumlah 12 orang dengan kriteria cukup 12 orang (20. N Gizi o 1 2 3 Baik Cukup Kurang Baik Cukup % Kurang Baik å % Tidak Baik å % Total å % å å % å 12 46 2 - 12 20.Tabel 4.5 Distribusi Gizi SiswaTerhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009.67 3 1 0 0. siswa yang berumur 13 tahun 50 orang yang mempunyai pengetahuan cukup 7 orang (11.00 10 16.33 5.00 %). Tabel 4. yang mempunyai pengetahuan tidak baik 5 orang (8.66 %). yang berkriteria kurang baik 34 orang (56.66 34 56.00 %) mempunyai pengetahuan tidak baik 28 orang (46. siswa yang berusia 14 tahun 3 orang.33 16 26.33 %).

persepsi. cukup 11 orang (18. siswa gizi kurang berjumlah 2 orang dengan kriteria tidak baik 2 orang (3. jenis kelamin.orang (3. Di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi merupakan komunitas siswa-siswa yang beragam latar belakang. lingkungan sosial (Notoatmojo. 2003 : 120). 2003 : 120-121). Informasi yang diterima dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. status perkawinan. Tidak adanya sumber informasi yang benar.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. pendapatan. lingkungan fisik. hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial sekitar individu mempengaruhi perilaku dan penampilan seseorang (Notoatmojo. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Juli 2009 didapatkan 33 siswa (55. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche dengan kriteria baik tidak ada.67 100. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya informasi yang diterima.00 %) tidak baik 16 orang (26. motivasi. dan gizi. <!--[if !supportLists]-->B. kurang baik 33 orang (55.00 26.33 55.33 %). Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik 11 33 16 60 Prosentase (%) 18.00 %) memiliki pengetahuan kurang baik.33 %).33 %). pendidikan. No 1 2 3 4 Tingkat Kecemasan siswa Jumlah dalam menghadapi menarche.6 Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche pada tanggal 16 Juli 2009. Faktor internal terdiri kecerdasan.4 sebanyak 50 orang (83. Tabel 4.67 %). emosi.33 %). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi menarche meliputi: umur. tingkat pendidikan dan usia. <!--[endif]-->Pembahasan Dalam pembahasan ini akan dibahas dari hasil analisa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi tahun 2009. . Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi paling banyak terdapat pada kelompok umur 13 tahun seperti pada tabel 4. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari sosial budaya. tetapi dalam penelitian ini subjek peneliti adalah siswa kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sehingga faktor-faktor yang digunakan oleh peneliti yaitu umur dan gizi saja.

33 %). ini dapat dilihat pada tabel 4. 28 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (46.3 dimana yang lebih dominan dalam pemberian sumber informasi yaitu berasal dari orang tua yang berjumlah 45 (75. 2 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (3. dan sumber informasi yang didapat siswa. Kebutuhan gizi siswa ternyata sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. TV dan internet. Semoga peneliti selanjutnya lebih sempurna. Mayoritas siswa 76. Orang tua sangat berperan penting dalam hal pemberian bimbingan karena lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat dekat dengan siswa. <!--[endif]-->Saran <!--[if !supportLists]-->1. Faedah alat bantu seperti pemutaran video kaset adalah mempermudah penerimaan informasi. tingkat pengetahuan atau kematangan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan menerima informasi (Latipun. <!--[endif]-->Bagi Tempat Penelitian . 2003 : 64). meliputi : 7 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (11. tingkat gizi. Sedangkan bentuk komunikasi dimana seorang komunikan dan komunikator dapat langsung tatap mata sehingga stimulus yaitu pesan/ informasi yang disampaikan komunikan dapat langsung direspon pada saat itu juga.67 % yang dipengaruhi gizi. teman.66 %). Mayoritas siswa 55.67 %).00 %).5 tentang distribusi gizi siswa terhadap tingkat kecemasan. terbukti pada tabel 4.33 % yang dipengaruhi umur. semakin baik gizi siswa tersebut semakin baik pula kondisi siswa dalam menghadapi menarche. 15 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (25. guru dan media massa seperti majalah.66 %).67 %). Yang tidak kalah pentingnya adalah media elektronika yaitu televisi. <!--[if !supportLists]-->B. yang ke dua adalah lingkungan masyarakat.00 %). Apabila tidak jelas dapat langsung diklarifikasi kepada komunikator (Notoatmojo. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini peneliti merasa masih banyak kekurangan karena keterbatasan waktu dan pengalaman dalam melakukan penelitian. Sumber informasi yang di dapat siswa tentang menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dari orang tua.00 % memiliki tingkat kecemasan yang kurang baik karena karena dipengaruhi umur siswa.Semakin cukup usia. BAB V SIMPULAN DAN SARAN <!--[if !supportLists]-->A. 2002 : 75). 2001 : 232). <!--[endif]-->Simpulan Berdasarkan data analisis dapat disimpulkan sebagai berikut : Mayoritas siswa 83. 34 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (56. meliputi: 10 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (16. karena 75%-87% pengindraan melalui mata (Notoatmojo.

Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi II. Dini. Jakarta : Puspa Swara Lie. ida. 2000. 2005. 1999. S. <!--[endif]-->Bagi Siswa Agar para remaja putri khususnya remaja putri kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi untuk dapat lebih aktif dalam menggali pengetahuan tentang tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. 2008. Sutrisno.Agar pihak sekolah dapat memasukkan materi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche dalam mata pelajaran yang diajarkan di sekolah seperti dalam pelajaran biologi atau melalui kegiatan ekstra kurikuler lain guna memberikan tambahan pengetahuan dan informasi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche bagi siswanya terutama remaja putri dalam masa pubertas serta melakukan pembinaan secara periodik pada siswa tentang pengetahuan kesehatan reproduksi.com. Jakarta : Salemba Medika Nursalam @ Siti Pariani. DAFTAR PUSTAKA Ali Mighwar. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi I. 2002. Metodologi Research Jilid 2. Goodner. Jakarta : Prestasi Pustaka Lioni. 8 Maret 2009 Nursalam. Hamilton Anxiety Range Scale. Prosedur Penelitian. Jakarta : EGC Dorland. 1995. Stephen. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dan bacaan di perpustakaan. Panduan Tindakan Keperawatan Klinis Praktis. 2003. Kamus Kedokteran. <!--[if !supportLists]-->3. http://idalioniells. <!--[if !supportLists]-->2. 2004. Diagnosa Keperawatan. Lynda Jual1. Solusi Problem Wanita Dewasa. 2000.multiply. Jakarta : EGC Hadi. Terapi Vegetarian Untuk Penyakit Kewanitaan. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto. Psikologi Remaja. Jakarta: EGC Carpenito. <!--[endif]-->Bagi AKBID Poltekkes Mojopahit Mojokerto. Agung Seto . 2001. Yogyakarta : Andi Offset Kasdu. Jakarta: CV. Jakarta : Rineka Cipta Brenda. 2008. Jakarta : Salemba Medika Nursalam. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. 2002.

Keperawatan Jiwa. hipofise. Jakarta : SKP Stuart & Sundden. 2004. Sastrawinata. William. Peristiwa ini bisa berproses dalam suasana hati yang normal pada anak gadis tetapi kadang kala juga bisa berjalan tidak lancar atau tidak normal dan bisa menimbulkan masalah-masalah psikosomatis (Kartono.1 Latar belakang Timbulnya menstruasi ini karena berfungsinya organ-organ hipotalamus.Okparasta. Jakarta : EGC Sugiono. 2008. Ginekologi. yaitu antara 10-16 tahun end_of_the_skype_highlighting 081 904 015 . Pada awal-awal menstruasi sering tidak teratur bahkan bisa berlangsung 1-2 tahun dan pada waktu itu sering terdapat menstruasi yang belum mengeluarkan telur (Dep Kes RI. Jakarta : Widya Medika Santoso. 2005. Obstetri dan Ginekologi. Bandung : CV. Dalam dasawarsa terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita.wordpress. Elizabeth. ovarium dan uterus secara terkoordinasi. 1992 : 30). 2001. Budi dr. Dismenorea. Diposkan oleh BeJo Net Community di 11. 1992 : 111). 1998. Bandung : Elstar Offset. 2002. 2007.09 KTI D3 KEBIDANAN : GAMBARAN USIA MENARCHE SISWI KELAS 1 SMP KTI D3 KEBIDANAN LENGKAP HUB : OVIK Hp. 081 904 015 729 begin_of_the_skype_highlighting 729 BAB 1 PENDAHULUAN 1. 8 Maret 2009 Owen. Sekarang usia gadis remaja pada waktu menarche bervariasi lebar. Alfabet Sulaiman. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Widya Medika Raybun. Statistika Untuk Penelitian. Semmel weiis dalam Sarwono (1999) menyatakan bahwa 100 tahun yang lampau usia gadis-gadis Vienna pada waktu menarche berkisar antara 15-19 tahun. . http://fkunsri.com .

Hal ini disebabkan oleh makin baiknya nutrisi dan kesehatan sekarang (Sarwono. dan berkurangnya penyakit menahun. Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis bisa memperlambat timbulnya menstruasi (Kartono. Cepat atau lambatnya kematangan seksual (menstruasi . Di SMP Negeri I Maospati jumlah keseluruhan murid perempuan kelas I adalah 150 orang. Menarchenya terjadi rata-rata usia 11-13 tahun. 2002 : 112-113). misalnya lebih lambat pada kulit hitam. 1992 : 112). Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antar ibu dan anak perempuannya. Pengamatan secara psikoanalitis menunjukkan bahwa ada reaksi-reaksi psikis tertentu pada saat haid pertama lalu timbul proses yang disebut sebagai komplek kastrasi atau trauma genetalia (Kartono. 2003 : 1). Sekitar 1/3 dari jumlah penduduk indonesia terdiri dari kelompok usia remaja yang perlu mendapat bimbingan dan perhatian yang lebih besar. lebih cepat mengalami menarche. Statistik menunjukkan bahwa usia menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan.5 tahun. Selain itu juga terdapat perbedaan etnis dalam usia saat menarche. Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat didaerah dataran rendah. Semakin muda usia remaja dan semakin belum siap menerima peristiwa haid akan semakin terasa kejam dan mengancam pengalaman menstruasi tersebut. Menurut Brown dalam Sarwono (1999) menurunnya waktu usia menarche itu sekarang disebabkan oleh keadaan gizi dan kesehatan umum yang membaik. Dari sekian jumlah murid perempuan kelas I. keadaan gizi. Beberapa ahli mengatakan bahwa anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. yang sudah mengalami haid adalah 95%. Menarche terjadi ditengah-tengah masa pubertas. faktor iklim. 2002 : 154). 1999 : 92). karena pada usia tersebut merupakan periode transisi dalam siklus hidup dari masa anak-anak ke masa dewasa yang penuh dengan masalah dan tantangan kehidupan (Dep Kes RI dan WHO. Menstruasi yang datangnya sangat awal. Faktor lain seperti penyakit kronis terutama yang mempengaruhi masukan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche (Pardede. dan kesehatan umum.tetapi rata-rata 12. Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. kematangan fisik) ini selain dipengaruhi oleh konstitusi fisik individual juga dipengaruhi oleh faktor ras atau suku bangsa. cara hidup dan lingkungan anak. yaitu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. dalam artian anak gadis tersebut masih . Fase tibanya haid ini merupakan suatu peristiwa dimana remaja benar-benar telah siap secara biologis menjalani fungsi kewanitaannya.

jika ia tengah mendapatkan haidnya.2 Tujuan khusus 1. Dengan demikian perlu diberikan pendidikan tentang menarche kepada remaja putri sebelum mereka menghadapi menarche.3 Rumusan masalah Berdasarkan fenomena permasalahan pada latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah yaitu “Bagaimanakah gambaran usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati ?” 1. 2. Pada umumnya mereka diliputi kecemasan-kecemasan berupa fobia atau berwujud minat yang sangat berlebihan terhadap badan sendiri dalam bentuk hypochondria. Bisa juga berwujud rasa bersalah atau berdosa yang sangat ekstrim yang kemudian menjadi reaksi paranoid (Kartono. sedih. 2001 : 5). 1. faktor ras atau suku bangsa. Mengidentifikasi jumlah siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. Maka kelak ketika ia telah menjadi dewasa. Mengidentifikasi usia siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati. Menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. najis. atau harus diisolir.4.2 Identifikasi faktor penyebab masalah Peristiwa menarche yang sifatnya sangat komplek meliputi unsur-unsur hormonal dan psikososial.4. ia selalu cenderung untuk menghindari setiap kontak dengan orang lain. 2002 : 114-118).1 Tujuan umum Menggambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati. faktor iklim.sangat muda usianya.4 Tujuan penelitian 1. cara hidup dan lingkungan. 1. Dalam situasi yang demikian menarche dihayati anak sebagai satu proses mengeluarkan sejumlah darah kotor dari tubuhnya dimana ia harus menyingkir. keadaan gizi dan kesehatan umum. menyendiri. menjijikkan. . Beberapa perubahan mental lain yang terjadi adalah berkurangnya kepercayaan diri (malu. 1. khawatir dan bingung) (BKKBN. Reaksi individual anak gadis pada saat menarche berbeda-beda atau bervariasi. Pada waktu yang lampau menarche berkisar antara usia 15-19 tahun tetapi terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda yaitu antara usia 11-13 tahun. dan kurang mendisiplinkan diri dalam hal kebersihan badan menyebabkan menstruasi itu dialami oleh anak sebagai suatu beban baru atau sebagai satu tugas baru yang tidak menyenangkan. Kadang muncul anggapan yang keliru yaitu anggapan yang sesuai dengan teori cloaca yang menyatakan segala sesuatu yang keluar dari rongga tubuh itu adalah kotor. serta merupakan tanda noda dan tidak suci.

2002 : 154).1 Pengertian Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita (Sarwono.3.5 tahun (Sarwono.5.2 Manfaat praktis 1. 1. 1999 : 104). 4. 1.2 Karakteristik usia menarche Usia remaja yang mendapat menarche bervariasi yaitu : antara usia 10-16 tahun.1. 2. 1999 : 92). Mengidentifikasi usia menarche siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. normal. dan pembinaan bagi remaja putri. 1997 : 27) 2. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi peneliti lain dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian berikutnya. antara 11-15 tahun.1. khususnya dalam bidang perpustakaan dan diharapkan menjadi masukan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya.5 Manfaat penelitian 1. 3. rata-rata 13 tahun (Pardede. atau lambat. .5. Bagi peneliti Merupakan pengalaman yang berharga dan merupakan proses belajar guna meningkatkan dan menambah pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penelitian. Bagi institusi sekolah Sebagai masukan bagi kebijaksanaan program dalam rangka pengawasan.1 Manfaat teoritis Berdasarkan penelitian ini dapat digambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati sehingga dapat mengetahui apakah usia menarchenya awal. pengendalian. Bagi institusi pendidikan Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih bagi institusi pendidikan. Menarche adalah peristiwa ketika seorang anak perempuan mengalami haid atau datang bulan yang pertama kali (BKKBN.1 Kajian teori tentang menarche 2. tetapi rata-rata 12.

Faktor iklim Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat di daerah dataran rendah. Lingkungan Rangsangan-rangsangan yang kuat dari luar. 2. Demikian pula obat-obatan. misalnya di Amerika Serikat paling cepat pada hispanics. lebih lambat pada kulit hitam dan paling lambat pada caucasian. Beberapa ahli mengatakan anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak.3 Macam-macam menarche 1. buku-buku bacaan dan majalah-majalah bergambar seks. pengamatan secara langsung terhadap perbuatan .4 Faktor-faktor yang mempengaruhi menarche Menurut Sarwono (1999) : 1. Keadaan gizi Makin baiknya nutrisi mempercepat usia menarche. 2. Cara hidup Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. 2.1. Faktor keturunan Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. Menarche tarda Menarche tarda yaitu menarche yang baru datang umur 14-16 tahun. misalnya berupa film-flim seks (blue flims).2. 1999 : 236). Faktor ras atau suku bangsa Perbedaan etnis dalam usia saat menarche. Menarche prekoks Menarche prekoks yaitu sudah ada haid sebelum umur 10 tahun. Menurut Kartono (1992) : 1. lebih cepat mengalami menarche dari pada anak yang kurus. 2. (Sarwono. godaan dan rangsangan dari kaum pria. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antara ibu dan anak perempuannya. 3.1. 4. Kesehatan umum Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis seperti penyakit kronis. terutama yang mempengaruhi masukkan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche. 3.

seksual atau coitus masuk ke pusat pancaindera diteruskan melalui striae terminalis menuju pusat yang disebut pubertas inhibitor. selaput rahim (endometrium) menjadi sangat tebal. 1998 : 15) 2. Bersamaan dengan itu.2. Kelenjar indung telur memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Hormon spesifik yang dikeluarkan kelenjar indung telur memberikan umpan balik ke pusat pancaindera dan otak serta kelenjar induk hipotalamus dan hipofise.5 Fisiologi menstruasi Pada masa kanak-kanak indung telur (ovarium) dikatakan masih berisirahat dan baru bekerja pada masa pubertas (Sarwono.1. endometrium menjadi lembek seperti karet busa dan melakukan persiapan-persiapan supaya sel telur yang telah dibuahi dapat bersarang. Hipofise anterior mengeluarkan hormon yang merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifik. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik. 2. sesudah ovulasi endometrium memasuki fase sekresi. Rangsangan yang terus menerus. bila terjadi ovulasi berkat pengaruh prosgesteron selaput ini menjadi lebih tebal lagi dan kelenjar endometrium tumbuh berkelok-kelok. endometrium memasuki fase proliferasi. estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium. Karena pengaruh hormon FSH (Follicle stimulating hormone) dan estrogen. sehingga mengeluarkan hormon berfluktuasi. 1. melalui sistem portal. Di bawah pengaruh estrogen. 2002 : 138). 1999 : 110). kemudian menuju hipotalamus dan selanjutnya menuju hipofise pars anterior.1. Bila tidak ada sel telur yang bersarang.2 Kajian teori tentang remaja 2.6 Mekanisme haid Hormon streoid. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan yang dikenal dengan nama haid (Sarwono. emosional dan sosial dan berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan (Pardede. mental.1 Pengertian Masa remaja atau masa adolesensi adalah fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Menurut buku-buku pediatri Remaja adalah bila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun untuk anak . endometrium ini terlepas dan menjadi perdarahan disebut haid (Mochtar. Dengan dikeluarkannya hormon tersebut mempengaruhi kematangan organ-organ reproduksi. 1999 : 119) 2.

Jadi tidaklah mengherankan apabila sebagian besar dari energi intelektual dan emosional pada masa remaja awal ini ditargetkan pada penilaian kembali dan restrukturisasi dari jati dirinya. remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun (Soetjiningsih. 5. 4. Masa remaja akhir Masa remaja akhir adalah tahap dari perkembangan pubertas sebelum masa dewasa. timbulnya ketrampilan. 3.perempuan dan 12-20 tahun untuk anak laki-laki. peningkatan pengenalan terhadap datangnya masa dewasa dan keinginan untuk memapankan jarak emosional dan psikologis dengan orang tua. 2. anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal. Menurut undang-undang perburuhan. Menurut undang-undang perkawinan No 1 tahun 1974. Menurut undang-undang No 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak. Masa remaja awal (10-14 tahun) Yang dimaksud masa remaja awal adalah periode dimana masa anak telah lewat dan pubertas dimulai. yaitu umur 16 tahun untuk anak perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki. 2. anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah. ketrampilan berpikir yang baru. termasuk klarifikasi dari tujuan pekerjaan dan internalisasi suatu sistem nilai pribadi (Pardede. Masa remaja awal ditandai dengan peningkatan yang cepat dari pertumbuhan dan pematangan fisik. 2004 : 2). 2. 3. Masa remaja menengah ditandai dengan hampir lengkapnya pertumbuhan pubertas. Masa remaja menengah (15-16 tahun) Masa ini adalah masa perubahan dan pertumbuhan yang paling dramatis. 6. Menurut Dik Nas anak dianggap remaja bila anak sudah berumur 18 tahun yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah. Masa remaja akhir ditandai dengan persiapan untuk peran sebagai seorang dewasa. Menurut WHO.09 0 KOMENTAR: . Remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah. 2002 : 139) KTI KEBIDANAN KTI KEBIDANAN DI 21.2.2 Tahap-tahap masa remaja 1.

KTI KEBIDANAN. 081904015729 LIHAT PROFIL LENGKAPKU ONLINE CHAT ROOM View shoutbox ShoutMix chat widget . HUB : OVIK Hp.POSKAN KOMENTAR Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) TENTANG KAMI KTI KEBIDANAN KAMI MENYEDIAKAN MAKALAH. ASUHAN KEBIDANAN UNTUK SEMUA KTI.

Lalu klik OK dan akan muncul output SPSS. terutama penelitian ekonomi. yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Secara umum regresi linear terdiri dari dua. . Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen. Koefisien a adalah konstanta (intercept) yang merupakan titik potong antara garis regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius. Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu buah variabel bebas terhadap satu buah variabel terikat. Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b X. Maka variabel tersebut akan masuk ke kotak sebagai variabel dependen. variabel independen atau variabel penjelas. dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Langkah penghitungan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS adalah: Analyse --> regression --> linear. klik variabel terikat lalu klik tanda panah pada kota dependent. Dengan Y adalah variabel terikat dan X adalah variabel bebas. Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions).Regresi Linear Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Pada jendela yang ada. Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial. Lakukan dengan cara yang sama untuk variabel bebas (independent).

Jika penelitian menggunakan angket dengan skala likert antara 1 sampai 5. Jika besarnya biaya promosi meningkat sebesar 1 juta rupiah. Persamaan regresi Sebagai ilustrasi variabel bebas: Biaya promosi dan variabel terikat: Profitabilitas (dalam juta rupiah) dan hasil analisisnya Y = 1. Interpretasi terhadap nilai intercept (dalam contoh ini 1. 2. dan untuk penelitian bursa kadang-kadang digunakan toleransi sampai dengan 0.2 juta rupiah. maka profitabilitas akan bernilai 1.05 untuk penelitian sosial. Koefisien determinasi Koefisien determinasi mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. Hasil output yang digunakan adalah standardized coefficients sehingga Y = 0.2 juta) harus hati-hati dan sesuai dengan rancangan penelitian. Berarti interpretasinya: 1. Mempunyai nilai antara 0 – 1 di mana nilai yang mendekati 1 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. Nilai t hitung dan signifikansi Nilai t hitung > t tabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.21 X dan diinterpretasikan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan diikuti dengan peningkatan kinerja atau penurunan kepuasan kerja juga akan diikuti dengan penurunan . atau bisa juga dengan signifikansi di bawah 0.10. Interpretasi dengan skala likert tersebut sebaiknya menggunakan nilai standardized coefficient sehingga tidak ada konstanta karena nilainya telah distandarkan. 2.55 X. Jika biaya promosi bernilai nol.2 + 0.55 juta rupiah. 3. Contoh: Pengaruh antara kepuasan (X) terhadap kinerja (Y) dengan skala likert antara 1 sampai dengan 5. maka profitabilitas meningkat sebesar 0.Interpretasi Output 1. maka interpretasi di atas tidak boleh dilakukan karena variabel X tidak mungkin bernilai nol.

Jika pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert antara 1 sampai dengan 5 maka tidak boleh diinterpretasikan bahwa jika variabel motivasi. . kompensasi dan kepemimpinan bernilai nol. a adalah konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas. Dengan Y adalah variabel bebas. dengan asumsi variabel motivasi dan kepemimpinan tetap. pengaruh antara motivasi (X1). maka kepuasan kerja juga akan meningkat.235) juga harus dilakukan secara hati-hati. sebagai ilustrasi. hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah.21 X1 + 0. Peningkatan kepuasan kerja dalam satu satuan unit akan diikuti dengan peningkatan kinerja sebesar 0. + bn Xn.21 (21%).. sebagai ketiga variabel tersebut tidak mungkin bernilai nol karena Skala Likert terendah yang digunakan adalah 1.12 X3 1. dan X adalah variabel-variabel bebas. kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut: Y = 0.. Jika variabel kepemimpinan meningkat. dengan asumsi variabel motivasi dan kompensasi tetap.32 X2 + 0. Jika variabel motivasi meningkat dengan asumsi variabel kompensasi dan kepemimpinan tetap. maka kepuasan kerja juga akan meningkat. maka kepuasan kerja juga akan meningkat 2. Interpretasi terhadap konstanta (0. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + . Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana.. 3. Jika variabel kompensasi meningkat.kinerja.235 + 0. Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama.

Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan. Dalam uji regresi sederhana apakah perlu menginterpretasikan nilai F hitung? Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear.Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung. . Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda adalah 1) koefisien determinasi. Untuk analisis regresi linear sederhana Uji F boleh dipergunakan atau tidak. kopi dan gula menimbulkan kenikmatan. karena uji F akan sama hasilnya dengan uji t. heteroskedastisitas dan asumsi linearitas (akan dibahas belakangan). kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan. Asumsi klasik tersebut meliputi asumsi normalitas. pistol tidak membuat takut seorang penjahat. 2) Uji F dan 3 ) uji t. autokorelasi. tetapi secara parsial. Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan asumsi klasik yang secara statistik harus dipenuhi. Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul 1. multikolinearitas. tetapi secara parsial tidak. Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. Contoh lain: air panas. Persamaan regresi sebaiknya dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih akurat jika telah diketahui signifikansinya. Koefisien determinasi sebaiknya menggunakan adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan. Akan tetapi secara parsial.

com/2009/03/regresilinear. yang tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi tetapi menggunakan structural equation modelling).2. Tetapi jika A berpengaruh terhadap B maka pasti A juga berhubungan dengan B. artinya A berpengaruh terhadap B. tetapi dalam ilmu statistik sangat berbeda. tetapi jika hipotesis belum menentukan arah. Dalam kehidupan sehari-hari kedua istilah itu (hubungan dan pengaruh) sering dipergunakan secara rancu.html#ixzz1DvgvaVTa . tujuan penelitian dan perumusan hipotesis. Contoh hipotesis dua arah: Terdapat pengaruh antara kepuasan terhadap kinerja. tetapi tidak boleh dikatakan B berpengaruh terhadap A. Korelasi bisa berlaku bolak-balik. baru dibandingkan dengan 5%. sebagai contoh A berhubungan dengan B demikian juga B berhubungan dengan A. Untuk regresi tidak bisa dibalik. A berhubungan dengan B belum tentu A berpengaruh terhadap B. Penentuan arah pada hipotesis berdasarkan tinjauan literatur. Jika hipotesis sudah menentukan arahnya. maka signifikansi hasil output dibagi dua terlebih dahulu.konsultanstatistik. 3. Apa bedanya korelasi dengan regresi? Korelasi adalah hubungan dan regresi adalah pengaruh. maka sebaiknya digunakan uji satu arah. maka sebaiknya menggunakan uji dua arah. Jika menggunakan signifikansi. (Dalam analisis lanjut sebenarnya juga ada pengaruh yang bolak-balik yang disebut dengan recursive. Kapan menggunakan uji dua arah dan kapan menggunakan uji dua arah? Penentuan arah adalah berdasarkan masalah penelitian. Nilai t tabel juga berbeda antara satu arah dan dua arah. Read more: http://www. Contoh hipotesis satu arah: Terdapat pengaruh positif antara kepuasan terhadap kinerja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful