USIA MENARCHE REMAJA

Menurut WHO, yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, yaitu mereka yang berumur 10-19 tahun (Depkes, 1993). Masa remaja adalah masa peralihan dari anak ke dewasa baik secara jasmani maupun rohani. Tahapan ini sangat menentukan bagi pribadi remaja dimana terjadi perubahan besar dan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial/tingkah laku. Perubahan fisik/jasmani seperti berat badan, ukuran anggota badan dan sebagainya; serta perubahan yang lain seperti berfikir/kecerdasan, bertingkah laku, perasaan/kejiwaan yang berjalan secara bertahap sesuai dengan umurnya (BKKBN, 2000). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan usia menarche antara lain adalah pengaruh genetik, kondisi sosial ekonomi, kesehatan umum, kesejahteraan, status gizi, jenis latihan fisik tertentu dan jumlah anggota keluarga. Penelitian Burhanuddin (2007) menemukan bahwa dari 400 orang pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan yang sudah menarche berusia antara 10.62 tahun sampai 15.71 tahun. Hal ini meliputi kelompok Kota 200 orang dengan usia rata-rata 12,93 tahun dan kelompok Desa 200 orang dengan usia rata-rata 13,18 tahun pada pelajar putri Bugis. Disimpulkan bahwa ditemukan perbedaan berat badan, status gizi, status sosial ekonomi dan aktivitas fisik responden terhadap pencapaian usia menarche pada pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan. Ditemukan parameter pembeda terkuat melalui analisis diskriminan adalah berat badan, sebagai pemicu percepatan usia menarche. Melalui analisis jalur terdapat aspek yang berpengaruh langsung terhadap pencapaian usia menarche yaitu: (1) berat badan (2) status gizi dan (3) status sosial ekonomi orang tua. Sedangkan faktor yang berpengaruh secara tidak langsung adalah aktivitas fisik responden melalui (1) aktivitas fisik (Burhanuddin, 2007). 1. Remaja Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa (Depkes RI, 2001). Menurut ciri perkembangannya, masa remaja dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : (1). Masa remaja awal (10-12 tahun); (2) Masa remaja tengah (13-15 tahun); (3) Masa remaja akhir (1619 tahun). Ciri khas tahap remaja awal antara lain: lebih dekat dengan teman sebaya, ingin bebas, lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir abstrak. Ciri khas tahap remaja tengah antara lain: mencari identitas diri, timbulnya keinginan untuk kencan, mempunyai rasa cinta yang mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, berkhayal tentang aktifitas seks. Ciri khas tahap remaja akhir antara lain: pengungkapan kebebasan diri, lebih selektif dalam mencari teman sebaya, mempunyai citra jasmani dirinya, dapat mewujudkan rasa cinta, mampu berpikir abstrak (Depkes RI, 2001b). Terjadinya pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan itu ditandai dengan munculnya tanda-tanda sebagai berikut:

tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung dengan organ seks yaitu terjadinya haid pada remaja puteri (menarche) dan terjadinya mimpi basah pada remaja lakilaki (Depkes RI, 2001b). Proses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan fisik yang meliputi : (1) Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi sensitif (mudah menangis, cemas, frustasi dan tertawa; agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi. (2). Perkembangan intelegensia, sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak, senang memberi kritik, ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba (Depkes RI, 2001b). 2. Menarche Menarche didefinisikan sebagai pertama kali menstruasi, yaitu keluarnya cairan darah dari alat kelamin wanita berupa luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Sudah lebih dari setengah abad rata-rata usia menarche mengalami perubahan, dari usia 17 tahun, menjadi 13 tahun, secara normal menstruasi awal terjadi pada usia 11 – 16 tahun (Kartono, 1992). Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktorfaktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 – 50 tahun, tergantung pada kesehatan dan pengaruhpengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut. Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana Beberapa wanita mengalami sebuah kondisi yang dikenal sebagai amenore, atau kegagalan bermenstruasi selama masa waktu perpanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh

bermacam-macam faktor termasuk stres, hilang berat badan, olahraga berat secara teratur, atau penyakit. Sebaliknya, beberapa wanita mengalami menstruasi yang berlebihan, kondisi yang dikenal sebagai menoragi. Tidak hanya aliran darah menjadi banyak, namun dapat berlangsung lebih lama dari periode normal (Anonim, 2008). 3. Faktor yang Berhubungan dengan Usia Menarche Beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya penurunan usia menarche yang diduga berhubungan dengan faktor endogen yaitu genetik dan faktor eksogen, yaitu status sosial ekonomi keluarga, status gizi, keadaan keluarga, tempat tinggal, kegiatan fisik dan keterpaparan terhadap media massa orang dewasa (Ginarhayu, 2002). Sedangkan menurut Sanjatmiko (2004) tiga lingkungan sosial budaya bekerja secara simultan menjadi pendukung percepatan usia menarche remaja, yaitu lingkungan rumah tangga; lingkungan pendidikan formal dan lingkungan peer group. Dalam lingkungan rumah tangga, faktor dominan yang menentukan seperti pola konsumsi nutrisi, media komunikasi dan proses sosialisasi; dalam lingkungan pendidikan formal yaitu proses sosialisasi pengetahuan formal sekolah dan non formal; sementara itu dalam lingkungan peer group pola konsumsi nutrisi, media komunikasi serta sosialisasi dalam lingkungun peer group merupakan faktor- faktor yang mendukung ke arah percepatan usia menarche remaja. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Topik: Kesehatan Reproduksi Remaja. Menstruasi. http://situs.kesrepro.info/krr/materi/menstruasi.htm BKKBN. Materi Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Fasilitator. Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional. Jakarta. 2000. Burhanuddin, Sudirman. Beberapa Variabel yang Berpengaruh terhadap Usia Menarche Pelajar Putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan (Suatu Pendekatan Antropologi Ragawi Ditinjau dari Aspek Biologis dan Lingkungan. 2007. http://www.adln.lib.unair.ac.id/ Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Remaja di Sekolah Tingkat Lanjut. Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat, Depkes RI. Jakarta. 1993. Departemen Kesehatan RI. Materi Inti Kesehatan Reproduksi Remaja. Depkes RI. Jakarta. 2001a. Departemen Kesehatan RI, United Nations Population Found. Yang Perlu Diketahui Petugas Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi. Depkes RI. Jakarta. 2001b. Ginarhayu. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Usia Menarche Remaja Putri (9 – 15 Tahun) Pada Siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Jakarta Timur Pada Tahun 2002. http://www.digilib.ui.edu/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=71129&lokasi=lokal Kartono. Psikologi Wanita. Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Mandar Maju. Bandung. 1992.

5 tahun. Di dunia Barat. Prihandoko. et al. paritas dan BMI (bukti masih terbatas). rata-rata usia menopause alamiah adalah 51. Wb. namun hasil ini tidak konsisten dengan hasil penelitian lain. et al. http://www.edu/opac/themes/libri2/detail. et al.. Faktor-Faktor Lingkungan Sosial Budaya yang Mendukung Proses Menarche Remaja Wanita (Studi Kasus terhadap Peer Group di Daerah Sekitar Kota Metropolitan DKI Jakarta). Gonzales dan Villena (1997) melakukan penelitian pada 469 wanita di Peru menemukan bahwa keterlambatan usia menarche berhubungan dengan kedinian usia menopause.4 kali (Gao. 2000) sampai 6 kali (Suh. menjadi lebih awal 1.ui.digilib. Namun.jsp?id=72329&lokasi=lokal Rose A. sedangkan nuliparitas (tidak pernah atau tidak dapat hamil) berhubungan dengan kedinian usia menopause. Menarche sebagai Tanda Maturitas Seksual Remaja.58 tahun). (1997) yang meneliti 3756 wanita di Belanda tidak menemukan korelasi antara usia menarche dan usia menopause. Faktor-faktor yang mempengaruhi usia menopause antara lain adalah merokok (bukti cukup banyak). Keterlambatan usia menopause berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. 1996). Van Noord.4 tahun (95% populasi pada usia 40 . bisa untuk judul KTI. Frisch dari Harvard menyatakan bahwa makin dini usia menarche akan makin lambat usia menopause alamiah (spontaneous menopause). Wasw. Kegemukan berhubungan dengan keterlambatan usia menopasue. Data di atas menunjukkan bahwa hubungan antara usia menarche dengan menopause masih kontroversial (Jadi. et al. dengan peningkatan resiko 2. remaja perempuan dengan usia menarche pada saat atau di atas 17 tahun mempunyai resiko 30% lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka dengan usai menarche pada saat atau di bawah usia 12 tahun.Sanjatmiko. Sementara itu Gao. Wr. . kan? ). Current smoking berhubungan secara dosisresponse dengan kedinian usia menopause. Multiparitas (Kehamilan lebih dari satu kali) berhubungan dengan keterlambatan usia menopause. juga menunjukkan bahwa usia menarche berhubungan secara terbalikdengan resiko terkena kanker payudara..

Menurut penelitian yang di lakukan Bagga dan Kulkarni (2000). Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat. pengaruh musim dan letak geografis (Thomas et al. Di harapkan dengan mengetahui peluang usia menarche dapat di identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat.Pemodelan Usia Menarche Dengan Regresi Logistik Ordinal dan Metode CHAID Author: Syah. Pada perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah Abstract: menyusun kurva model peluang usia menarche dan mengkaji peluang dari faktor-faktor yang mempengaruhi usia menarche. usia menarche terbagi dalam kategori: cepat (<11 tahun). kondisi sosial ekonomi.ac. kesehatan secara umum. terlambat (> 13 tahun). gaya hidup. ideal maupun lambat di gunakan analisis regresi ordinal logistik dan metode CHAID.ipb.id/handle/123456789/10916 . pubertas itu di tandai dengan menstruasi yang pertama (menarche). Silvana Salah satu kejadian penting dalam proses pubertas seorang perempuan adalah saat di mulainya siklus menstruasi. Kurva peluang usia menarche berbentuk fungsi logistik. ideal maupun lambat. Ideal (11-13 tahun). Cepat lambatnya menarche tergantung pada genetika. 2000). URI: http://repository. faktor gizi.

PERAWAT PROFESIONAL ILMU KEPERAWATAN Showing newest 1 of 23 posts from April 2008.10) b.12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya . Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu.11) c. Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers). 2008 blogfriendster BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a. Show older posts Showing newest 1 of 23 posts from April 2008.7) Nekrosis otot jantung. Etiologi Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. biasanya ventrikel kiri. mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak. Show older posts Tuesday. April 29. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur.9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner.

Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral. Q wave. pembentukan trombus. dan diagnostik. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen. Non Q wave. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan 16) d. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus.clevelandclinicmede. 30Mei 2002 e. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. anatomi.com/diseasemanagemen. hal ini menyababkan deposit platelet. dinding arteri robek.18) Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat . Sumber: http://www. NSTEMI. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat.pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor.17) f. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. sebagian besar dari miocardium distal mati . dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut.

Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal). Silvia Anderson. Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. . V5. aVL.19) Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. 2006. sering bersama MI inferior 4. III. sulit dilihat. 2002. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. halaman 144.¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur. 538. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai depresi ST. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. aVF ‘lead inferior’ 3.6 ‘Lead Lateral’ 5. halaman 327 g. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. 2003. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6.

disertai berkeringat. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. 3) Bersifat atipik Pada manula. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. nekrosis atau ruptur 7. henti jantung.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun . Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No. pucat. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miocard.h. Gagal jantung Bermacam . Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Ruptur jantung (dinding ventrikel. atau gagal jantung akut. 2) Kelainan lain Aritmia. 50 % tanpa didahului angina. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10. septem. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. dan mual. tidak berkurang dengan pemberian nitrat.20) i. demam. Sindroma Dressier (nyeri dada. atau otot papiler) 3 – 5 hari Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9.

LED. 2000. halaman 356 j. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah Sumber: Underwood. Pemeriksaan Diagnostik 1) EKG istirahat 2) DPL. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner21) 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada .12.

Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. 2006.23) Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. l.12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal. halaman 34.22) k.24) Konsep aktivitas Pengertian . Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi.

Gangguan sistem respirasi Penurunan gerak pernafasan Bertambahnya sekresi paru Atelektasis Hipostatis pneumonia.26) Etiologi Pada AMI akan terjadi iskemi pada miokardial. Akibat dari penurunan daya kontraksi jantung maka darah tidak bisa dipompakan semaksimal mungkin.25) Intoleransi aktivitas yaitu suatu keadaan dimana seorang klien mempunyai energi fisiologi atau psikologi yang tidak memadai untuk meneruskan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan/diinginkan. Karakteristik . sehingga akan terjadi intoleransi aktivitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas : Tingkat perkembangan tubuh Kesehatan fisik seperti penyakit.Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak di mana manusia memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. sehingga terjadi hipoksia pada jaringan jantung. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi : Gangguan muskulosekeletal Osteoporosis Atropi Kontraktur Kekakuan dan sakit sendi. cacat tubuh dan imobilisasi Keadaan nutrisi Emosi Kelemahan neuromuskuler dan sekeletal Pekerjaan. menyebabkan penurunan kontraktility jantung.keadaan ini menyebabkan berubahnya integritas membran sel pada jantung. Bila aktivitas meningkat maka kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi meningkat. Gangguan kardiovaskuler Postural hipotensi Vasodilatasi vena Peningkatan penggunaan valsava manuver. terjadi karena miokardial kekurangan suplai oksigen. sedangkan kontraktilitas otot jantung menurun.

Setiap mulai dan selesai latihan diukur nadi dan tensi serta dicatat/ didokumentasikan. Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas Pengkajian keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Data subjektif: Klien mengatakan mudah lelah/letih dan badan lemah. Gerakan tangan meliputi : meluruskan tangan sejajar pundak. Latihan fisik ringan dimaksudkan untuk mencegah penggumpalan darah. Tujuan pada fase ini adalah secara progresif memperbaiki kapasitas fungsional pasien menurunkan faktor resiko. Sedangkan kepala menggeleng. biasanya 24-48 jam setelah serangan jantung. Hendaknya memberikan kesempatan pada pasien untuk melanjutkan program yang diperoleh dari fase I dan fase II. dimulai segera setelah kondisi pasien stabil. memutar kekiri dan kekanan. yaitu sewaktu masih tinggal di rumah sakit. membuka dan menutupnya.5 kilometer. pasien diharapkan sudah mampu berjalan sekitar 1. Pertama-tama dilakukan dengan menggerakkan kaki di tempat tidur. . Kemudian intensitas latihan ditingkatkan dengan berjalan kaki di koridor. Fase II yaitu fase pasca rawat inap. Terapi latihan menyerupai aktivitas kehidupan sehari-hari seperti duduk. berdiri dan berjalan. Fase I. Fase III : program pemeliharaan.Ada tiga fase rehabilitasi aktivitas pada penderita penyakit jantung. Menjelang akhir Fase Rawat. Hari berikutnya pasien duduk di tepi tempat tidur dengan kaki menggantung. Aktifitasnya seperti erobik ringan sampai sedang dan aktivitas latihan kekuatan. Pada hari berikutnya pasien dilatih berdiri dan berjalan perlahan. dan menyiapkan pasien untuk kembali pada kehidupan normal dengan latihan dan penyuluhan.

catat frekuensi dan irama. Kulit pucat. penurunan nadi. Lemah. Frekuensi jantung meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. Rasional: Adanya disritmia khusus lebih jelas terdeteksi dengan pendengaran dari pada palpasi. gelisah.Klien mengatakan nyeri dada. pusing. iskemia selama dan sesudah aktivitas. Catat adanya denyut jantung ekstra. a) Auskultasi bunyi jantung. Diagnosa keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI ”Aktivitas yang tidak toleran berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan perifer/tidak kecukupan oksigen untuk kebutuhan aktivitas hidup seharihari. sesak nafas. Pendengaran terhadap bunyi jantung extra atau penurunan nadi membantu mengidentifikasi disritmia pada pasien tak terpantau. vertigo selama dan setelah beraktivitas. aritmia. Perubahan gambaran EKG: tachycardi/bradycardi. jantung berdebar-debar.”27) Rencana keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Hasil yang diharapkan a) Kelemahan berkurang b) Berpartisipasi dalam perawatan diri c) Klien mengatakan pusing berkurang/hilang d) Expresi wajah tampak cerah/tidak kesakitan e) Mempertahankan kemampuan aktivitas seoptimal mungkin f) Klien menunjukkan kestabilan tanda vital (110/70 – 120/80 mmHg) g) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan perbaikan/peningkatan ke nilai normal 2) Perencanaan Mandiri . Data objektif: Menolak/takut untuk melakukan pergerakan.28) . Pernafasan cepat/tachypnea selama dan sesudah aktivitas. Tekanan darah meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas.

pengeluaran katekolamin. atau defisit nadi. (penuh. kesadaran. dan atau masalah vaskular sebelumnya. Bandingkan kedua tangan dan diukur dengan tidur. karotid. nadi bigeminal. dan simetris. keteraturan. f) Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. kuat). Rasional: Hipotensi dapat terjadi sehubungan dengan disfungsi ventrikel. g) Catat respon terhadap aktivitas dan peningkatan istirahat dengan tepat. Rasional : Tekanan darah dapat meningkat secara dini sehubungan rangsangan sistemik. duduk. dan berdiri bila bisa. amplitudo. Selain itu.32) e) Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Rasional : Penundaan pelaporan nyeri menghambat peredaan nyeri atau memerlukan peningkatan dosis obat. tekanan darah.30) c) Auskultasi tekanan darah. meningkatkan perilaku positif. femoral. Rasional: Kelebihan latihan meningkatkan konsumsi /kebutuhan oksigen dan mempengaruhi fungsi miokardia. .b) Raba nadi (radial. cemas. yang memerlukan evaluasi lanjut/pantau. hipertensi juga fenomena umum. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Rasional : Membantu dalam menurunkan persepsi atau respon nyeri.29) Penurunan curah jantung mengakibatkan menurunnya kelemahan/kekuatan nadi. Membantu memberikan kontrol situasi. pernapasan. kesamaan. Catat adanya pulsus alternans. Takikardi terjadi sebagai respon saraf simpatis dan berlanjut sebagai kompensasi penurunan curah jantung. dorsalis pedis) catat frekuensi. h) Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditempat tidur/kursi. Hipotensi orthostatik mungkin berhubungan dengan komplikasi infark contoh gagal jantung kongestif. nyeri berat dapat menimbulkan syok dengan merangsang system saraf simpatis mengakibatkan kerusakan lanjut. kemungkinan berhubungan dengan nyeri. hipoperfusi miokardia dan rangsang vagal.31) d) Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. Ketidakteraturan diduga disritmia. Namun. dan keteraturan nadi menunjukkan efek gangguan curah jantung pada sirkulasi sistemik/perifer. Rasional: Perbedaan frekuensi.

mulai lakukan rentang gerak sedikitnya 2 x sehari. Intervensi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Identifikasi respon klien terhadap aktivitas: Observasi nadi. Rasional : Melarutkan bekuan darah dalam arteri. Hentikan aktivitas bila ditemukan: i. Keluhan nyeri dada. Tekanan darah sistolik menurun. v.34) i) Auskultasi bunyi nafas Rasional: Krekels menunjukkan kongesti paru mungkin terjadi karena penurunan fungsi miokard. bantu pasien melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. vertigo. iii.37) Berikan obat-obat trombolitik sesuai indikasi. dan pernafasan saat istirahat dan setelah aktivitas.36) Kaji ulang seri EKG Rasional : Pada infark myocad akan dijumpai tanda-tanda ‘deep Q wave pattern’ atau kompleks QS yang abnormal. Frekuensi nadi menurun/gagal untuk meningkat. . Rencana waktu istirahat sesuai dengan jadwal sehari-hari klien. Beri suport pada klien dalam melakukan aktivitas gerak dan beri penghargaan atas apa yang sudah dicapai. Frekuensi pernafasan menurun. Rasional : Meningkatkan jumlah iksigen yang ada untuk pemakaian miokard dan juga mengurangi ketidaknyamanan sehubungan dengan iskemik jaringan.33) Rasional: Melakukan aktivitas kembali secara bertahap mencegah pemaksaan terhadap cadangan jantung. iv. elevasi atau depresi ST dan gelombang T yang terbalik. ii. tekanan darah. dispnoe. 2) Tingkatkan aktivitas secara bertahap: Untuk klien yang sedang atau pernah tirah baring lama.jadwal periode istirahat tanpa gangguan. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Frekuensi diastolic meningkat 15 mmHg.35) Kolaborasi .

3) Ajarkan klien metoda penghematan energi untuk aktivitas: Luangkan waktu istirahat selama aktivitas. klien harus merelaksasikan bahunya. Ajarkan pernafasan efektif. klien harus menghembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui mulut. tahan nafas selama 1-2 detik untuk menjaga alveoli terbuka. Evaluasi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Klien mampu bertoleransi terhadap aktivitas secara optimal sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan. Kerangka teori Bagan 3 Sumber : Marilynn E. kecuali bila tidak memungkinkan. Untuk inhalasi. Rehabilitasi. 7 . Untuk ekshalasi. Untuk klien dengan insufisiensi paru-paru kronik. 4) Kolaborasi dengan dokter untuk: Terapi. Hentikan aktivitas jika keletihan atau terlihat tanda-tanda hipoksia jantung. hal. Diit. Anjurkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara bertahap. Doenges. sementara perawat memberikan sedikit tekanan pada dasar iga klien. Anjurkan lebih baik duduk daripada berdiri saat melakukan aktivitas. 2004. hirup melalui hidung dan dorong lambung melawan tangan perawat. ajarkan pernafasan diafragmatik: Letakkan tangan perawatdiatas abdomen dibawah dasar iga klien dan tetap berada di tempat ini sementara klien menghirup udara.

Penkajian dilakukan untuk mendapatkan data dasar tentang informasi status terkini pasien sehingga setiap perubahan bisa diketahui sesegera mungkin. peneliti ingin menjawab pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perumusan diagnosa keperawatan terkait masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perencanaan keperawatan untuk masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana pelaksanaan intervensi yang berhubungan dengan masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana evaluasi keperawatan yang berhubungan dengan diagnosa masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Salah satu aspek penting perawatan pasien MI adalah pengkajian keperawatan. 1) Tingkat aktivitas sehari-hari a) Pola aktivitas sehari-hari b) Jenis. Pengkajian sistematis mencakup riwayat yang cermat khususnya berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas. frekuensi.Pertanyaan Penelitian Dalam penelitian ini. dan lamanya latihan fisik 2) Tingkat kelelahan Aktivitas yang membuat lelah Riwayat sesak nafas 3) Gangguan pergerakan Penyebab gangguan pergerakan Tanda dan gejala Efek dari gangguan pergerakan 4) Pemeriksaan fisik Tingkat kesadaran Postur/bentuk tubuh .

Etiologi .9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner.7) Nekrosis otot jantung. Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner.11) c. biasanya ventrikel kiri. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak.1 Skoliosis 2 Kiposis 3 Lordosis 4 Cara berjalan Ektremitas Kelemahan Gangguan sensorik Tonus otot Atropi Tremor Gerakan tak terkendali Kekuatan otot Kemampuan jalan Kemampuan duduk Kemampuan berdiri Nyeri sendi Kekakuan sendi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers). mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis.10) b.

terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner. sebagian besar dari miocardium distal mati .com/diseasemanagemen. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. Q wave. Non Q wave.18) . NSTEMI. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible.12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus. hal ini menyababkan deposit platelet. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan16) d. dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut. anatomi. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen.Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur. dinding arteri robek. dan diagnostik. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis. pembentukan trombus. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB.clevelandclinicmede. Sumber: http://www. 30Mei 2002 e. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium.17) f.

2002. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. sulit dilihat. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal).Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat ¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. halaman 327 g. Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. III.19) Lihat tabel 1. aVF ‘lead inferior’ 3. Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai .

tidak berkurang dengan pemberian nitrat. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. atau gagal jantung akut. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. Gagal jantung Bermacam . Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. i. 50 % tanpa didahului angina. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. V5. septem. h. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. henti jantung. sering bersama MI inferior 4.6 ‘Lead Lateral’ 5. dan mual. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. atau otot papiler) 3 – 5 hari . pucat. halaman 144. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. 2) Kelainan lain Aritmia. disertai berkeringat. Ruptur jantung (dinding ventrikel. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. Silvia Anderson. 2003. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. 3) Bersifat atipik Pada manula.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. 538. 2006.depresi ST. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miokard. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No. nekrosis atau ruptur 7. Lihat tabel 2. aVL.

Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun 12. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah . Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. demam.Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. Sindroma Dressier (nyeri dada.

Sumber: Underwood. Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark . k. Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada 12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. Lihat bagan 2. 2000. halaman 356 j. Pemeriksaan Dignostik 1) EKG istirahat 2) DPL. LED.

halaman 34. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. l. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. 2006. Curah .Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. Fisiologi Curah Jantung m.

yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh. Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) . Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia. n. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung 2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan.jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung.

Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2,5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi, Stroke Volume Index (SVI), Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4. Behavioral/emotional anxiety Restlessness. Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acute Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arrytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Lihat bagan 3.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Karies gigi atau pembusukan gigi adalah suatu kerusakan destruktif progresif dan mengenai jaringan-jaringan gigi yang mengalami perkapuran. 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi : Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi kental Adanya bakteri jenis Streptococcus dan Lactobacillus Makanan yang mudah lengket dan menempel di gigi seperti : permen, coklat. Faktor lain yang turut andil adalah tingkat kebersihan mulut, frekuensi makan, usia dan jenis kelamin, DM,TBC. Berdasarkan survei Litbankes, prosentase angka kesakitan gigi menduduki peringkat ke-6 terbanyak (SKRT 1992). Di Indonesia prevalensi karies gigi tetap diperkirakan 60-80% dari jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan survei kesehatan gigi yang dilakukan oleh direktoral Kesehatan Gigi pada tahun 1995 di 10 propinsi di Indonesia (1984-1988) pada daerah kota anak umur 8 tahun mempunyai prevalensi karies 45,2%, rata-rata 0,94, anak umur 12 tahun sebesar 76,62% rata-rata 2.21, sedangkan anak umur 14 tahun mempunyai prevalensi kariesnya 73,2& dengan rata-rata 2,69. 2) Adanya interaksi antara faktor penyebab karies, merupakan awal terjadinya lesi karies gigi. Hasil laporan penelitian-penelitian di berbagai tempat di Indonesia menunjukkan adanya prevalensi yang cukup tinggi pada anak usia prasekolah. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk mengetahui karakteristik karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten. Hasil survei pendahulu di dapatkan lebih separuh dari 42 anak mengalami karies gigi. Rumusan Masalah “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten tahun 2006?”

Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten

2. Tujuan Khusus a. Mengetahui proporsi karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. b. Mengetahui ciri-ciri anak TK dengan karies gigi berdasarkan usia, makanan, jenis kelamin dan kebiasaan sehari-hari seperti menggosok gigi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah bahan masukan untuk pihak sekolah maupun orang tua seiswa dalam mencegah karies gigi pada siswa di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Penelitian 3. Ruang Lingkup Keilmuan Keperawatan anak dan kebutuhan dasar manusia khususnya menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi anak. 4. Ruang Lingkup Sasaran Sasaran penelitian ini adalah anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Masalah : Masalah pada penulisan ini dibatasi usia, jenis kelamin, suku bangsa, bentuk gigi, jenis makanan yang sering dikonsumsi dan pola pemeliharaan gigi. 5. Ruang Lingkup Tempat Penelitian ini mengambil lokasi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. 6. Ruang Lingkup Waktu Penelitian ini didasarkan pada tahun 2006. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kerangka Teori 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi :

Kemudo. Segala ciri anak yang menderita karies gigi meliputi : a. Usia b.S. 1992 Nurachman. Berdasarkan Tujuan Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif 3. Jenis kelamin c. 2001 Pertanyaan Penelitian “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi di TK Kemudo II. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada komunitas anak-anak Taman Kanak-Kanak. Definisi Operasional NO Variabel Subvariabel Definisi Operasional Skala Parameter 1 Karakteristik anak yang menderita karies gigi. Suku bangsa d. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian aplikatif 4. Berdasarkan Metode Dalam penelitian ini menggunakan survei deskriptif 2. Bentuk gigi . Elly. I.Sumber : Suwelo. Prambanan Klaten?” BAB III METODE PENELITIAN Jenis 1.

e. Jawa 2. Bentuk/ukuran 6. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Usia Umur anak dalam tahun dan bulan pada saat pendaftaran pada saat diadakan penelitian Naminal b. Bentuk Gigi Penampilan gigi yang meliputi : 5. Suku Bangsa Merupakan kelompok etnis/ras yang meliputi : 1. Kondisi permukaan 9. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi TK Kemudo II. Pola Pemeliharaan Gigi Kebiasaan yang berhubungan dengan pemeliharaan gigi agar tidak terjadi karies gigi yang meliputi : 1) Frekuensi menggosok gigi 2) Kaontrol dokter gigi Populasi dan Sampel 5. Jenis Makanan Yang Sering Dikonsumsi Makanan/minuman yang paling sering dikonsumsi dan berkaitan dengan kejadian karies gigi Naminal f. Susunan gigi 7. Instrumen Pengumpulan Data . Janis makanan yang sering dikonsumsi f. 6. Keteraturan 8. Variabel : a. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswa TK Pertiwi Kemudo II. Dayak Naminal d. Keutuhan Naminal e. Batak 4. Pola pemeliharaan gigi Naminal Sub. Sunda 3. Jenis Kelamin Laki-laki dan perempuan Naminal c. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode wawancara dan observasi.

B.Jenis Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner untuk wawancara dan observasi.74% : Lebih dari separuh 75% .24% : Sebagian kecil 25% .49% : Kurang dari separuh 50% : Separuh 51% . Tabel frekuensi merupakan deskriptisasi 11. Jumlah siswa di TK Pertiwi Kemudo II tahun 2006 adalah 42 dan yang menderita karies gigi sebanyak 24 anak (57.33%) anak menderita karies gigi . Pembahasan Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan penelitian dapat mengetahui karakteristik yang paling banyak muncul pada anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo Prambanan Klaten.14%). Editing 8. Tabel silang merupakan hasil pengelompokan data dari tabel frekuensi data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan analisa prosentasi sebagai berikut : 0% : Tidak ada 1% . Variabel penelitian ini adalah karakteristik anak yang menderita karies gigi. lebih dari separuh (58. yaitu : 1. Tabulating Analisa Data Data penelitian diolah dengan teknik univariate yang dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian dengan menggunakan tabel silang dan tabel frekuensi. Koding 9. Pengolahan Data 7. 10.99% : Sebagian basar 100% : Seluruh nya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Berdasarkan Usia Dari hasil penelitian. Hasil Penelitian Data penelitian ini di peroleh langsung dari siswa-siswi di TK Pertiwi Kemudo II dengan menggunakan kuisioner dan lembar observasi kepada responden yang mengalami karies gigi.

33%) anak yang menderita karies gigi memiliki gigi yang tidak teratur yaitu gigi yang berjejal. 4. 6.berusia lebih dari 6 tahun 2. seluruh (100%) anak yang menderita karies gigi berasal dari suku Jawa. Bagi Puskesmas Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 57. Maka dari itu diharapkan agar petugas Puskesmas memberikan . lebih dari separuh (70. Berdasarkan Pola Pemeliharaan Gigi Dari hasil penelitian. 2. Berdasarkan Jenis Kelamin Dari hasil penelitian. 3. Berdasarkan Suku Bangsa Dari hasil penelitian.14% anak yang menderita karies gigi. 4. Bentuk Gigi Dari hasil penelitian. Maka dari itu bagi peneliti berikutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu tentang hubungan antara karies gigi dengan nutrisi. sebagian kecil (8. Berdasarkan Makanan Yang Dikonsumsi Dari hasil penelitian.14%. BAB V PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 24 anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II. Lebih dari separuh anak yang menderita karies gigi berusia lebih dari enam tahun berjenis kelamin perempuan dan karakteristik yang paling menonjol adalah seluruh anak (100%) menggosok gigi dengan cara yang tidak berurutan. Kemudo Prambanan Klaten Jawa Tengah adalah sebagai berikut : 1. berplak sedang. 5. lebih dari separuh (70. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini termasuk dalam penelitian tingkat satu.83 %) anak yang menderita karies berjenis kelamin perempuan. kurang dari separuh (25%) yang menyukai makanan manis tetapi sebagaian besar (75%) menyukai makanan lunak. Saran 3. pola gigi atau nutrisi selama kehamilan. Proporsi karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II adalah sebanyak 57.83%) menggosok gigi dua kali sehari tetapi seluruhnya (100%) cara menggosok giginya tidak berurutan.

Hormon Somatotropik Menurut Saudara normalnya seorang perempuan akan mengalami menstruasi yang pertama kali umur berapa ? . apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling akhir nampak adalah ? J. Pertumbuhan rambut diketiak dan sekitar kemaluan Menurut pendapat Saudara. Hormon Tirotropik O. Hormon Ganadotropik N. Nyeri pada daerah perut sampai pinggang disertai dengan perdarahan pada daerah kelaminnya. Mengalami menstruasi K. Estrogen Menurut pendapat saudara. Somatotropon E. B. Perdarahan pada daerah alat kelamin yang disebabkan oleh penyakit. Pertumbuhan payudara I. Menurut pendapat saudara apakah yang anda ketahui tentang Menarche ? A. C. Pertumbuhan rambut diketiak dan disekitar kemaluan Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi pertumbuhan ? M. Mengalami menstruasi H. KUESIONER Identitas Responden Nama : Umur : Sudah Menstruasi atau belum : Petunjuk pengisian : Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan cara memberikan tanda silang (x) pada jawaban yang menurut anda paling tepat. Pertumbuhan payudara L.penyuluhan tentang karies gigi dan latihan menggosok gigi yang benar. Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita adalah ? D. Androgen F. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling awal nampak adalah ? G. Perdarahan pertama kali yang siklik dari rahim sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya.

Faktor keamanan yang terjamin X. kehamilan pada seorang wanita dapat terjadi karena apa ? HH. 35 hari Menurut pendapat saudara. 21 hari CC. Faktor pendidikan yang layak Menurut pendapat saudara. Melakukan hubungan seksual sesudah menstruasi pertama kali tiba JJ. Melakukan hubungan seksual sebelum menstruasi pertama kali tiba II. Masa dimana seorang wanita yang sudah menstruasi pertama kali dan berisiko kehamilan jika melakukan hubungan seksual U. Faktor keamanan yang tinggi Menurut pendapat saudara. kapankah organ reproduksi wanita menunaikan faalnya ? KK. Lapisan dinding vagina FF. jarak yang normal siklus menstruasi berapa hari sekali ? BB. salah satu faktor internal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? Y. Faktor intelegensi yang tinggi Z. Masa yang akan dialami oleh setiap wanita sebelum menstruasi pertama kali tiba T. Pada saat hormon progesteron dan estrogen meningkat . 10 – 16 tahun R. Jika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa subur setelah dilakukan pemotongan di kedua saluran telur (tubectomy) Menurut pendapat saudara. 16 – 22 tahun Menurut pendapat saudara apakah yang dimaksud dengan masa subur pada seorang wanita ? S. Faktor keturunan AA. darah menstruasi berasal dari ? EE.P. 28 hari DD. Faktor gizi yang baik W. 4 – 10 tahun Q. Saluran kencing GG. Lapisan dinding rahim Menurut pendapat saudara. Penurunan fungsi organ reproduksi pada wanita setelah masa haid berakhir Menurut pendapat Saudara salah satu faktor eksternal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? V.

Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur MM. Metode Ovulasi Billing. Pada waktu menstruasi SS. 7 – 11 hari PP. Jakarta 2004 .T. Sebelum menstruasi RR. Kepustakaan Populer.I DAFTAR PUSTAKA Data Kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 SLTP N I Prambanan Klaten Evelyn Billing. 11 – 15 hari Nyeri yang hebat pada perut yang sukar ditahan dan mencengkeram (kejang) biasanya terjadi pada waktu ? QQ. Pada saat timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder Menurut pendapat saudara normalnya seorang perempuan mengalami mensturasi berapa lama ? NN. 3 – 7 hari OO. Sesudah menstruasi JADWAL WAKTU PENELITIAN NO KEGIATAN W A K T U Oktober November Desember I II III IV I II III IV I II III IV 1 BAB I 2 BAB II 3 BAB III 4 KUESIONER JADWAL WAKTU PENELITIAN No Kegiatan W A K T U Agustus September Oktober November Desember I II III IV I II II IV I II III IV I II III IV I II III IV 1 Penyusunan Proposal 2 Ujian Proposal 3 Pengumpulan Data 4 Olah Data 5 Penyusunan Laporan Penelitian 6 Ujian K. Gramedia.LL.

Grasindo. Bandung.00 WWW. Jakarta. CV Infomedika. Psikologi Pengajaran. 1993.depkes.Co. Andi Offset. edu. S. Winkel W.00 WWW. 1983 Notoatmodjo Soekidjo. Jakarta 1995 Notoatmodjo Soekidjo. Arcan. Mum.Com 1 April 2007 pukul 12.Com 1 April 2007 pukul 12.id 1 April 2007 pukul 12.Id 1 April 2007 pukul 12.07 WWW. Elemen. 1998 Nursalam. Metodologi Riset Keperawatan.ac. Pustaka Sinar Harapan.qu/ni 15 Mei 2007 pukul 19.Kingston Berly. acicis Murdech. Mengatasi Nyeri Haid. Kes repro.00 WWW.00 . 2001 Sarwano Prawiroharjo. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Clitoris.journal Unair. Metodelogi Penelitian Kesehatan.00 WWW. Jakarta 1981 Sastra Winata Sulaiman. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. 1995 Kartono Mohamad.00 WWW. Yogyakarta. Obstetri Fisiologi.Org. Yayasan Bina Pustaka.info. Ilmu Kandungan.Com 1 April pukul 12. Jakarta 1996 WWW. Rineka Cipta. Jakarta. Menarage.com 1 April 2007 pukul 12.

. Kemudahan dalam medapatkan informasi tentang halhal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. kaum muda berumur 14 sampai 24 tahun berjumlah 43. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. Saat ini para remaja sangat dipengaruhi oleh media massa. Pada tahun 2000.KUNCI JAWABAN A C B A C B B A B B C B B A A Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental. merupakan 21% penduduk Indonesia yang merupakan tulang punggung negeri ini dan bagian dari masyarakat. film dan musik. yang perlu pendidikan dan bimbingan lengkap demi masa depannnya. waktu anak berusia remaja menemukan kesempatan untuk mencoba yang baru.3 juta orang. termasuk internet. Secara umum.

Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin.acicis. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa. pengalaman. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya.edu. Dalam masa pancaroba itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. mudah tersinggung. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. kultur.Kesrepro Info. pendidikan. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis.Murdech.00 Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. gelisah sukar tidur. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche sangat berbagai macam. gangguan konsentrasi.00 Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. perut kembung. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. sakit kepala. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche.Pdf 1 April 2007 Jam 12.WWW. serta beberapa banyak ajaran orang tuanya yang dia terima. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi. dibawah pengaruh jam biologis. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. WWW. sehingga ia dapat berindak dengan baik dan benar.com/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik.qu/ni option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 1 April 2007 Jam 12. rasa takut. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual .

dapat berakibat kehamilan pranikah, aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident” WWW.depkes.go.id 1 April 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun Oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187

Karya Tulis Ilmiah ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada tanggal 12 Februari 2008

Pembimbing, C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kep KARYA TULIS ILMIAH Dipertahankan di depan dewan penguji Karya Tulis Ilmiah Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan diterima Untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Keperawatan Pada tanggal 20 Februari 2008

Mengesahkan Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta

C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp NIK. 198310006

Penguji : C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp ……………………… Agnes Mahayanti, S.Kep.,Ns ……………………… MOTTO PERSEMBAHAN DAFTAR TABEL

Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 22 Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 23 Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 24 Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 25 Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 26 Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 27 Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 28 Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 29 Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 30 Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 31

Klaten Tahun 2007 35 Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Berfungsinya Organ Reproduksi Wanita Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 33 Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 34 Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 32 Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 37 Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 36 Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 38 Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 39 Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 40 Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 41 . Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan.Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan.

Lembar Kunci Jawaban Lampiran 3. Fisiologi Haid 10 .Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 42 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Rencana Jadwal Penelitian DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii HALAMAN PENGESAHAN iii HALAMAN MOTTO iv HALAMAN PERSEMBAHAN v DAFTAR TABEL vi DAFTAR LAMPIRAN viii DAFTAR ISI ix ABSTRAK x KATA PENGANTAR xi BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 4 Tujuan Penelitian 5 Manfaat Penelitian 5 Ruang Lingkup 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 Tinjauan Teori 6 1. Surat Ijin Penelitian Lampiran 4. Menarche 8 4. Perkembangan Seksual Wanita 6 2. Lembar Kuesioner Lampiran 2. Kecamatan Prambanan. Hasil Pengkodean dan Tabulating Lampiran 5. Pubertas 7 3.

fisiologi haid. pubertas. Sri Hari Ujiningtyas. pengertian menarche. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan. Pengetahuan 13 Kerangka Teori 16 Pertanyaan Penelitian 16 BAB III METODE PENELITIAN 17 Jenis Penelitian 17 Desain Penelitian 18 7. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia. Definisi Operasional 18 8.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. Analisa Data 20 BAB IV HASIL PENELITIAN 21 BAB V PEMBAHASAN 43 BAB VI PENUTUP 51 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ABSTRAK Nama : B. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. dismenore. Teknik Pengumpulan Data 19 10. status menstruasi. Populasi dan Sampel 18 9. 51 halaman. Dismenore 11 6. perkembangan seksual wanita. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. S. Instrumen Pengumpulan Data 19 11. Pengolahan Data 19 12. daftar pustaka. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 20 Februari 2008 Pembimbing : C. Tujuan dalam penelitian ini. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang .5.

berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. Penulis. bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini banyak mendapatkan bantuan.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan Karya Tulis Ilmiah ini.Menarche.Y Sutedjo.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada : Ibu C. karena berkat limpahan kasih dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007”. SKM selaku dosen pengampu riset dan pengembangan keperawatan. kurang dari separuh (26. SKM dan Bapak A. Akhir kata penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. Bapak Ign Gonggo Prihatmono. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan di Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. S. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. Kp selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan Pembimbing Teknis dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. BAB III . Sri Ujiningtyas.

Tingkat pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche Segala sesuatu yang diketahui Remaja Putri tentang Menarche meliputi : 1. Berdasarkan Metode Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa yang urgen terjadi pada masa kini. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada situasi yang sebenarnya. 4. Fisiologi haid 5. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa adanya manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisa bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. Definisi Operasional No Variabel Definisi Operasional Skala Parameter 1. Berdasarkan Tujuan Penelitian ini termasuk penelitian eksplanatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fakta-fakta yang ada atau ditemukan serta huibungannya dengan teori. Pubertas 4. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian terapan (aplied Research) karena menerapkan berbagai disiplin ilmu untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang Menarche. Dismenore (Nyeri haid) Diukur dengan 15 pertanya-an dengan kriteria untuk setiap pertanyaan : -1 Skore benar 1 -2 Skore salah 0 ordinal Nilai parameter : Skore 0 – 5 = Rendah Skore 6 – 10 = Sedang Skore 11 – 15 = Tinggi .METODE PENELITIAN Jenis Penelitian 1. Desain Penelitian 5.1) 2. 3. Perkembangan seksual wanita 3. Pengertian Menarche 2.

Koding Memberikan tanda atau simbol pada jawaban yang diterima. Jenis pertanyaan yang menyediakan beberapa alternatif jawaban dan responden hanya memilih satu jawaban yang sesuai dengan pendapatnya. Analisa univariate adalah analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Tabulating Menyusun dan menghitung data hasil pengkodean untuk kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten sebanyak 143 anak. c. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah semua remaja putri di kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. Analisa Data Menggunakan analisa data univariate dan data jawaban dapat dianalisa secara kuantitatif. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. b. 9. b. 10. Pengolahan Data a. Pupulasi dan Sampel a.2) Konsep analisa yang diambil : 0 % : Tidak ada 1-24 % : Sebagian kecil . baik sebagai hasil pengukuran maupun hasil dari konversi dari data kualitatif ke data kuantitatif. Analisa kuantitatif adalah analisis yang digunakan untuk mengolah data yang berbentuk angka.6. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan teknik angket. 7. 8. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner bentuk tertutup yaitu kuesionar yaitu kuesioner yang mempunyai keuntungan mudah ditabulasi tetapi kurang mencakup jawaban dari responden. Editing Memeriksa seluruh kuesioner yang telah diisi oleh responden yang meliputi kesesuaian jawaban responden dengan pertanyaan yang diajukan kelengkapan daftar pertanyaan dan keajegan jawaban responden. Instrumen Pengumpulan Data Jenis instrumen yang digunakan untuk menghimpun data adalah kuesioner dan alat tulis. Sampel ini diambil menggunakan teknik total populasi.

dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang Menarche. daftar pustaka. S. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 18 Februari Pembimbing : C. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih . 51 halaman. pubertas.25-49 % : Kurang dari separuh 50 % : Separuh 51-74 % : Lebih dari separuh 75-99 % : Sebagian besar 100 % : Keseluruhan ABSTRAK Nama : B. pengertian menarche. perkembangan seksual wanita. fisiologi haid. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. status menstruasi. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. Tujuan dalam penelitian ini. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. Sri Hari Ujiningtyas. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. kurang dari separuh (26. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67. dismenore.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia.

Dari hasil penelitian. Hal ini karena menarche merupakan kejadian yang fisiologis yang dialami oleh seorang wanita yang menginjak masa puber. Berdasarkan Hormon Yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita.73%) responden mengetahui tentang hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita. Berdasarkan Status Menstruasi Prevalensi yang sudah menstruasi lebih banyak dari pada yang belum menstruasi. Dari hasil penelitian. BAB V PEMBAHASAN Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan peneliti dapat mengetahui Tingkat Pengetahuan Remaja putri kelas VIII SLTP Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan Klaten.50%) responden berumur diantara 13 . Dari hasil penelitian. . Berdasarkan Pengertian Menarche Salah satu usaha dalam memberikan pengetahuan tentang menarche adalah dengan cara pengajaran yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru biologi.14. sebagian besar (81. sebagian besar (75.14 tahun. Dengan mengetahui pengertian menarche diharapkan siswi/remaja putri mengetahui bahwa rahimnya telah menuaikan faalnya. Menarche pun akan berlangsung dengan sendirinya.55%) responden tidak mengetahui tentang pengertian menarche. Dengan hal itu mungkin dapat meningkatkan angka sex pranikah di kalangan remaja dan kehamilan di luar nikah.11%) responden sudah mengalami menstruasi. Lebih dari separuh (54. Lebih dari separuh (65. yaitu : Pembahasan Persoal : Berdasarkan Usia Sejalan dengan pertambahan usia seseorang.mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. Dari hasil penelitian. Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru diduga salah satu penyebab responden menjawab benar. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya menarche biasanya pada usia 13 .

70%) responden mengetahui normalnya umur terjadinya menarche.44%) responden mengetahui tentang hormon pertumbuhan. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya informasi tentang menstruasi pertama kali (menarche).Berdasarkan Tanda Pubertas yang tampak paling awal pada remaja putri Diduga karena tidak pernah memperlihatkan perubahan bentuk tubuh pada waktu menginjak pubertas sehingga dari hasil penelitian.90%) responden . Berdasarkan Faktor Eksternal yang mempercepat menarche. Dari hasil penelitian.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir yaitu menstruasi pertama kali (menarche). Sebagian besar (76. lebih dari separuh (51.51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita. Dari hasil penelitian. Makanan yang bergizi adalah salah satu faktor eksternal yang mempercepat terjadinya menarche. Hal ini juga disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya. Sebagian besar (90. Berdasarkan Masa Subur Pada Seorang Wanita Diharapkan dengan mengetahui masa subur dapat menekan angka terjadinya kehamilan atau sex pranikah. Lebih dari separuh (62. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya. Berdasarkan Normalnya Umur Terjadinya Menarche Dengan mengalaminya sendiri waktu terjadinya menarche membuat sebagian besar (93.75%) tidak mengetahui faktor yang mempercepat menarche. Berdasarkan Faktor Internal yang mempercepat Menarche Faktor Keturunan adalah salah satu faktor internal yang mempercepat menarche. lebih dari Separuh (59. sebagian besar (89. Dari hasil penelitian. Berdasarkan Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Remaja Putri Di duga karena tidak pernah memperhatikan perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi pada waktu mengijak Pubertas atau karena perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi yang berlangsung secara bersamaan sehingga dari hasil penelitian. Dari hasil Penelitian.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda Pubertas yang nampak paling awal. Berdasarkan hormon pertumbuhan Pengajaran dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru kepada siswinya terus menyumbang dalam hal Pengetahuan siswi terhadap hormon pertumbuhan.

Berdasarkan Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Sebagian besar (81.94%) responden tidak mengetahui berakhirnya tanda pubertas yang paling akhir (menstruasi pertama kali). Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang kehamilan di sekolah sangatlah kurang sehingga apabila remaja putri sudah menstruasi melakukan hubungan intim sangat beresiko terjadinya kehamilan. Berdasarkan Organ Reproduksi Wanita Menuaikan Faalnya Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur inilah salah satu faktor penyebab kehamilan. Berdasarkan Tentang Asal Darah Menstruasi Perkembangan informasi yang begitu cepat dan mudah diakses bagi kaum pelajar. sehingga kami pelajar atau responden menjawab lebih dari separuh (68. Dari hasil Penelitian.04%) responden mengetahui terjasinya nyeri yang mencengkeram. karena alat kandungannya sudah menuaikan faalnya. lebih dari separuh (62. Berdasarkan Terjadinya Kehamilan Dari hasil penelitian.11%) responden sudah menstruasi diduga dengan pengalaman tersebut.81%) responden mengetahui tentang siklus menstruasi normal. lebih dari separuh (64. Dari hasil penelitian. Berdasarkan Siklus Menstruasi yang Normal Dengan mengalami sendiri tentang siklus menstruasi di duga sebagian besar (81. Dari hasil penelitian.mengetahui faktor internal yang mempercepat menarche.34%) responden tidak mengetahui terjadinya kehamilan.51) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi Berdasarkan Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Kurangnya hormon Progesteron dan estrogen pada waktu sebelum menstruasi diduga penyebab nyeri yag mencengkeram.53%) responden mengetahui asal darah menstruasi. responden menjawab benar. Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche . Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang alat reproduksi sangatlah penting karena untuk menekan kehamilan di luar nikah pada usia remaja. sebagian besar (89. lebih dari separuh (51.

perkembangan seksual wanita.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang. sehingga responden masih dapat mengingat dengan jelas peristiwa terseut.Diduga karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mata pelajaran biologi yang didapatkan dari Bp/Ibu guru disekolahnya sehingga siswi kelas VIII SLTP N1 Prambanan lebih dari separuh (67. separuh responden dapat menjawab dengan benar kuesioner yang diberikan meliputi : Pengertian menarche.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang Menarche. Setelah dianalisa didapatkan lebih dari separuh siswa SLTP N I Prambanan Kelas VIII tidak mengetahui terjadinya kehamilan. . komputer dan internet yang mempermudah kita mengakses berbagai hal yang kita inginkan. Hal ini diduga apabila responden sudah menstruasi akan lebih mengetahui tentang menstruasi sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dari peneliti. Adapun faktor gizi. Diduga pada saat umur 13-14 tahun responden sudah mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. pubertas. Dan bagi responden yang berumur kurang dari atau lebih dari 13-14 tahun kemungkinan belum pernah atau bahkan sudah lupa tentang peristiwa tersebut sehingga tingkat pengetahuannya rendah. faktor tempat tinggal dan faktor ras yang diduga dapat mempercepat seorang wanita menstruasi untuk pertama kalinya. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang sehingga mempunyai resiko tinggi terjadinya kehamilan di luar nikah. (81.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun dengan jumlah 132 orang. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. Berdasarkan Tabel Silang Antara Umur Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (92. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (81.30%) responden berumur 13-14 tahun yang berjumlah 132 orang. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Umur Remaja Putri Dari 143 responden. fisiologi haid dan dismenore. Diduga perkembangan teknologi yang cukup pesat seperti VCD. dan sebagian besar (92.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang dan memiliki tingkat pengetahuan sedang. Dari hasil penelitian.

Hal ini dapat diperbaiki dengan pemberian informasi dari Bp/Ibu guru khususnya yang mengajar biologi. terjadinya kehamilan. Faktor Pendukung dan Penghambat 1. tanda pubertas yang nampak paling awal pada remaja putri. siklus menstruasi yang normal. b. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. c. masa subur pada seorang wanita. Dari data yang didapat juga diketahui bahwa pengetahuan remaja putri tentang menarche yang kurang baik meliputi : Pengertian menarche. Saran 1. Faktor Penghambat a. dan berfungsinya organ reproduksi. tanda pubertas yang nampak paling akhir pada remaja putri. sehingga kehamilan di luar nikah di usia remaja dapat ditekan sekecil mungkin.34% remaja putri tidak mengetahui terjadinya suatu kehamilan.Dari beberapa komponen kuesioner yang diberikan dapat diketahui pengetahuan remaja putri tentang menarche yang sudah baik meliputi pengetahuan tentang : Hormon remaja putri mengalami menarche. Maka dari itu diharapkan agar pihak sekolah .13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. faktor internal yang mempercepat menarche. kurang dari separuh (26. lamanya seorang wanita mengalami menstruasi dan terjadinya nyeri yang mencengkeram. Kebanyakan remaja putri menjawab kurang tepat tentang hal tersebut. 2. Jawa Tengah adalah sebagai berikut : Untuk tingkat pengetahuan tentang menarche diperoleh lebih dari separuh (67. Waktu yang terbatas dari peneliti.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. faktor eksternal yang mempercepat menarche. BAB VI PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 143 remaja di SLTP N I Prambanan. Faktor Pendukung a. asal darah menstruasi. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. Klaten. Bagi Pihak Sekolah Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 64.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah.

INSIDEN Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. 2. air seni dan liquor. Bagi Peneliti selanjutnya Penelitian ini meneliti tentang tingkat pengetahuan remaja putri Kelas VIII tentang menarche di SLTP N I Prambanan diharapkan bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. bahan muntah. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. mungkin dengan urin. percikan ludah. Pada manusia selama fase akut. Mumps ialah suatu infeksi umum. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.5 PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. virus dapat pula diisolasi dari faring. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun.3 . Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup.2 Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. darah. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. Dan dapat menyukseskan program wajib belajar 9 tahun dari pemerintah. Pada penderita parotitis tanpa pembesaran kelenjar parotis.memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda yang akan menjadi tulang punggung negeri ini tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. virus mumps dapat diisoler dari saliva.

com/modules.clitoris. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38. muntah dan nyeri otot. (Sumber: http://oncejevuska. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita.5 0C sampai 39.com/2007/04/mumps-parotitisepidemika. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. sakit kepala. anoreksia. ini merupakan gejala khas untuk parotitis. www. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Dimulai dengan stadium prodromal. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan .MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari.blogspot.html) Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita.

Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas . Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini.com/post/29007_20.blog.pdf Masa Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. majalah hiburan.id/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja.tubuh wanita untuk kehamilannya.go. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. dan film. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak.m3-access www.menarche. vidio. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini.depkes. keadaan gizi. kaset.

sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. dll. dan 2). Pada anak lelaki. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. otot.yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Pada anak perempuan. meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Untuk dapat memhami remaja. Luteinizing Hormone (LH). Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. Pada masa pubertas. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra. Namun satu hal yang pasti. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. dan fisik lainnya yang . yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur. maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensidimensi tersebut. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan.

duniaguru. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru.php? option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 Fisiologi Curah Jantung a. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. http://www.berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Curah jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. . Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung. b. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit.com/index. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh.

Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2. Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain.5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi. Stroke Volume Index (SVI). Left Ventricular Stroke .2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes.

Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4. Behavioral/emotional anxiety Restlessness. Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acut Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Bagan 3 Patofisiologi Komplikasi AMI sebagai etiologi penurunan curah jantung .

allrefer.5 cc/kgBB/jam) j) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia k) Tampak edema pada ekstremitas bawah. tampak banyak keluar keringat dingin g) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat h) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada i) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam.com/health/heart-attack-info. contoh aneurisma ventrikular. kreatinin. halaman 327 Penatalaksanaan Keperawatan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) c. Guyton Athur.Dirangkum dari: http://health. . menunjukkan penurunan (kurang dari 0. Diagnosa Keperawatan Terkait Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) adalah Resiko Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan: 1) Perubahan frekuensi. irama. d. LDH. mudah capai b) Klien mengatakan sesak nafas c) Klien mengatakan pusing (pening) d) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) 2) Data Obyektif a) Tekanan darah menunjukkan penurunan b) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah c) Distensi vena jugularis d) Capilary refil lambat lebih dari tiga detik e) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi f) Kulit teraba dingin. hematokrit). konduksi elektrikal 2) Penurunan preload/peningkatan tahanan vaskular sistemik (TVS) 3) Otot infark/diskinetik. palpebra l) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi m) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru n) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum. CKMB. kerusakan struktural. 2002.html. Pengkajian Keperawatan Terkait Dengan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) 1) Data Subyektif a) Klien mengatakan lemah.

Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan.com/modules. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi.kerusakan septal. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita.clitoris. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. keadaan gizi. www. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. . Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik.

Kriteria kedua. merupakan suatu ‘continuum’ (proses berkelanjutan) resiko bagi penderita dengan nyeri dada.m3-access 3.Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa.menarche.com/post/29007_20. Selama tiga dasa warsa terakhir. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. dan film. berdasarkan kriteria badan kesehatan dunia (WHO). Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. Sindrom koroner akut merefleksikan proses fisiologis dari iskemia miokard akut. namun dari data statistik. iskemia miokard akut ditentukan sebagai penderita infark miokard atau non infark miokard. perubahan elektrokardiografi (EKG).1. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. kaset. dan lebih penting dari sudut pandang klinik. dimana diagnosis infark miokard ditegakkan dengan adanya dua dari tiga kriteria : gejala klinis & nyeri dada yang menjurus ke miokard infark. vidio. gejala tidak spesifik terdapat pada sepertiga penderita. pengamatan seksama pada gejala klinik merupakan hal yang sangat penting.blog. yang umumnya menunjukan gejala iskemia ayng tiddak khas. Pada kriteria pertama. LATAR BELAKANG PENELITIAN : Dewasa ini petanda biokimia untuk menilai kerusakan sel otot jantung pada penderita sindrom koroner akut semakin berkembang. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www. merupakan piranti . yaitu adanya perubahan pada EKG. majalah hiburan. dan parameter biokimiawi ( misalnya peningkatan CK-MB). karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). terutama pada penderita diabetes dan usia lanjut. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia.

Pada umumnya terjadi oklusi trombosis pada arteri koroner mengalami plak ateromatoes. American Heart Association (AHA) memperkirakan 1. Angka kematian dan komplikasi dari penderita ini mewakili > 20% kejadian malpraktek pada kedokteran gawat darurat. Oklusi tersebut biasanya disebabkan oleh adanya perubahan pada plak ateroma yang menyebabkan tertutupnya lumen arteri koronaria secara mendadak (70. Patofisiologi iskemi dann infark miokard IMA adalah kematian otot jantung akibat suplai oksigen yang tidak mencukupi (tidak adekuat) dalam waktu yang cukup lama . sehingga para klinisi juga akan meningkatkan kewaspadaan dalam manajemen pelayanan bagi penderita dengan lebih baik.5 juta penduduk Amerika mengalami serangan jantung setiap tahunnya dan kira-kira 34. IMA merupakan keadaan berat yang terjadi akibat oklusi mendadak pembuluh koroner atau pun cabangnya yang mengalami skerosis. 2. Kriteria ketiga adanya peningkatan pada parameter biokimia. disamping untuk menentukan terapi trombolitik.000 dari kasus tersebut dikeluarkan dari rumah sakit karena tidak diketahui diagnosanya. hanya sekitar 50%. EKG mempunyai sensitifitas yang rendah. Dilaporkan bahwa hampir 90% penderita IMA transmural . walaupun dikatakan bahwa trombosit bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam terjadinya IMA ( 29). Keberhasilan terapi trombolitik sangat me ndukung anggapan tersebut. yang pada masa lalu digunakan aktifitas enzim CK-MB sebagai ‘baku emas enzim’ tetapi karena keterbatasan spesifisitas.71). Jelas bahwa diperlukan petanda biokimiawi sebagian piranti diagnosis dan menilai beratnya kerusakan sel otot jantung pada penderita dengan nyeri dada akut.9.diagnosis infark miokard yang penting. telah dicoba untuk memakai petanda biokimiawi yang lain seperti mioglobin. troponin.2. Trombosis merupakan faktor utama terjadinya iskemi akut baik pada angina pektoris tak stabil maupun IMA. Namun demikian. dan kira kira 25% sering meninggal selama 24 jam pertama dan sebagian dari kasus ini diagnosanya tidak terdeteksi (56). yang akhirnya dapat menurunkan mortalitas.

8.1. Patofisiologi IMA nontransmural ( subendokardial) belum banyak diketahui. Patogenesis terjadinya trombosis melibatkan banyak faktor. Terjadinya oklusi koroner selama 20 menit akan diikuti dengan terjadinya nekrosis miokard ( Infark Miokard). atau adanya trombosis pada arteri koroner kecil yang telah mengalami aterosklerosis berat.2. Adanya nekrosis miosit akan menyebabkan kehilangan intergitas membran sel dan makromolekul intraselluler akan berdifusi ke dalam jaringan interstitial miokard dan selanjutnya akan masuk ke dalam mikrovakskuler dan limfatik kardiak. Perubahan morfologi akan terjadi dalam 12 jam pertama setelah infark miokard berupa inflamasi dan infiltrasi seluler.8. yang pada pemeriksaan histologik ditemukan adanya infiltrasi lekosit . antara lain vasoplasme akibat hilangnya endothelium dependent dilator mechanism pada aterosklerosis. Morfologi aterosklerosis koroner . 2. Demikian pula menurunnya sintesis faktor-faktor endoterial yang beraksi sebagai antikoagulan seperti tisue plasmibogen activator dan prostasiklin paa aterosklerosis. Juga berbagai penelitian klinik telah memperlihatkan adanya hubungan antara lipoprotein dan trombosis.2. Selain itu dapat pula diakibatkan adanya spasme koroner.(510%) sulit dibuktikan adanya trombus sebagai penyebabnya dan pada keadaan ini spasme arteri koroner terlibat di dalamnya (71). juga ikut berperan dalam terbentuknya trombosis. INFARK MIOKARD AKUT 2. kemudian setelah 24 jam daerah infark akan nampak pucat atau kekuningan dengan batas yang jelas.

khususnya lesi dini telah dilaporkan oleh Stary.1. Kerusakan vaskuler dan pembentukan trombus merupakan kunci dari proses dan progresifitas aterosklerosis serta patogenesis sindrom koroner akut. oleh Stary lesi ini di klarifikasikan atas : Stary I bila ditemukan adanya makrofag ataus sel busa dalam intima.2. yaitu Tipe 1 bila terjadi gangguan fungsi sel endotel tetapi tanpa terjadi perubahan substansi morfologi.adanya fisura minor yang terjadi pada lapisan lemak atau plak ateroma akan diikuti dengan pembentukan trombus da ©2003 Digitized by USU digital library 12 terjadinya fibrosis. Selanjutnya bila terjadi fisura plak yang dalam atau ulseri .8.2. Hal ini akibat adanya kerusakan vaskuler tipe 1 berupa kerusakan sel endotel yang diakibatkan gangguan aliran darah atau faktor lainnya sehingga makrofag atau sel busa ditemukan dalam intima. 2. Pada penelitian otopsi dari artei koroner dan aorta pada orang-orang usia muda telah ditemukan adanya evolusi secara mikroskopis dari aterosklerosis.1. Lesi dini Adanya perubahan ultrastruktur yang terjadi pada aterosklerosis spontan. Kerusakan vaskuler dimaksud di klarifikasikan atas 3 tipe. Pada beberapa plak dapat terjadi progresi secara lambat. Stary III tampak adanya inti lipid ekstra seluler yang multipel sedangkan Stary IV bila adanya ateroma (50) 2.1.Aterosklerosis adalah suatu bentuk aterosklerosis yang terutama mengenai lapisan intima dan umumnya terjadi pada arteri muskuler ukuran besar dan sedang serta merupakan kelainan yang mendasari penyakit jantung iskemik. Progresi aterosklerosis Lesi dini aterosklerosis lebih cepat mengalami progresi pada mereka dengan berbagai faktor resiko koroner. yang me rupakan tanda dini penumpukan lipid ( Stary I). tipe 2 terjadi kerusakan endotel dan intima dengan lamina interna elastik yang masih utuh dan tipe 3 kerusakan endotel dengan intima & media (45). Stary II bila ditemukan juga sel-sel otot polos yang mengandung lipid dan tersebarnya lipid ektraseluler.8. tetapi ada juga yang cepat.2.

maka dapat terjadi oklusi trombus dan timbul sindrom koroner akut 2.06 ng/ml mempunyai resiko rendah (4. misalnya APTS. Dari 33 penderita yang troponin T meninggi. Gokhan. Penelitian ini menunjukan bahwa nilai troponin T . Gok dan Kaptanoglu (69) mendapatkan 34% penderita angina akut saat istirahat mengalamai kenaikan kadar TnT dan setengahnya berkembang menjadi IMA. Sementara penderita angina akut saat istirahat dengan kadar TnT yang tidak terukur hanya 4.06-0.3%) . Bertil Lindahl dkk dalam kelompok studi FRISC meneliti 976 penderita APTS dan menemukan adannya peningkatan resiko serangan jantung jika terjadi peningkatan nilai troponin T pada 24 jam pertama.2.5%) dan jika lebih dari 0. CKMB.1% yang berkembang menjadi IMA. Penilaian resiko pada saat awal sangant diperlukan pada penderita dengan penyakit koroner tak stabil. Sebaliknya hanya 1 dari 51 penderita angina saat istirahat dengan troponin T negatif yang berkembang menjadi IMA. 0.78 ng/ml pada 39% penderita angina akut saat istirahat.7.18 ng/ml mempunyai resiko sedang (10. troponin T dapat terdeteksi rata-rata pada kadar 0.2. Hamm CW dkk (63) melaporkan penelitian terhadap 109 orang penderita angina pektoris yang stabil yang dilihat kadar CK. Jika kadar troponin T kurang dari 0. Sedangkan pada 50% penderita IMA tersebut meninggal dalam perawatan.18 ng/ml mempunyai resiko tinggi untuk menadi IMA atau kematian penyakit jantung. dan troponin T setiap 8 jam selama 2 hari setelah dirawat. Nilai Prognostik Pemeriksaan Troponin T Pada APTS Peningkatan kadar TnT merupakan faktor prediksi yang kuat meningkatnya mortalitas (24). Hanya 3 dari penderita tersebut mengalami peningkatan CK-MB. Beberapa penelitian dengan jumlah sampel yang sedikit telah menunjukan bahwa penderita APTS dengan peningkatan kadar TnT mempunyai prognosis jangka pendek maupun jangka panjangyang buruk. 30% mengalami infark miokard.

dari 460 penderita nyeri dada dan diikuti selama rata-rata 3 tahun. sememtara perubahan dinamis dari segmen ST dan gelombang T yang inversi sangat mendukung diagnosa angina tak stabil atau non Q wave infark miokard. EKG. STRATIFIKASI RESIKO Penentuan penyakit jantung koroner ditentukan dari gambaran klinis. Perubahan EKG merupakan pelengkap dari riwayat penyakit dan gejala klinis dan masih menjadi suatu proses stratifikasi penting dari sindroma koroner akut . 2. Stubbs dkk juga mendapatkan hasil yang sama. kadar troponin serta faktor resiko terjadinya arterosklerosis. Tanpa memperdulikan perubahan EKG penderita dengan perubahan serum troponin mempunyai resiko lebih tinggi dibanding dengan yang normal. Selanjutnya dengan dasar informasi diatas . Peningkatan troponin ini merupakan indikator untuk komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Bila memungkinkan perekaman EKG dilakukan saat nyeri dada timbul. Disadari bahwa terdapat perbedaan waktu selama 2 -4 jam setelah muncul gejala baru dapat dideteksi perubahan serum troponin dan mencapai puncaknya pada 12-14 jam kemudian.maksimal pada 24 jam pertama dapat disajikan sebagai petunjuk prognostik bebas dan penting. Gelombang T yang inversi dan isolated relatif ringan dan prognosenya baik dibanding dengan perubahan segmen ST. Konsentrasi serum troponin T dan I merupakan indikator peningkatan resiko baik secara independen maupun merupakan pendukung dari perubahan EKG. Gambaran EKG yang normal yang normal pada saat episode nyeri dada merupakan dasar kuat untuk menyatakan gejala yang tidak spesifik oleh sebab kardiak. dan secara bermakna kematian jantung dan IMA berbeda dari yang troponin T nya negatif. Sebanyak 34% penderita APTS tersebut mempunyai troponin T positif. 183 penderita terbukti APTS. riwayat penyakit. saat ini dapat dinyatakan bahwa EKG inisial tidak hanya memprediksikan perjalanan jangka pendek tetapi depresi segmen ST juga menunjukan menandai kelompok resiko tinggi pada waktu yang lama (55).5.2.

1. Pemeriksaan serum kardiak secara diagnostik sangat diperlukan dans sesuai dengan guidelines 1994 merekomendasikan bahwa baik kadar CK dan CK-MB diperiksa paa waktu dan setiap 6 sampai 8 jam dan seterusnya paa 24 jam. Didalam komponen plak. . sedang dan tinggi ( tabel 4).2. dimana faktor jaringan ini mengaktifkan faktor IX dab X bersama membentuk trombin. Sejak itu berbagai studi telah menunjukan bahwa peningkatan kaar troponin T dan I berhubungan dengan dampak buruk dari penderita sindroma koroner akut . Substrat trombogenik yang memang selalu berada di tempat tersebut.mula terjadi akumulasi trombosit ditempat koyakan. penyakit terdahulu dan gambaran EKG. Kemudian datanglah eritrosit untuk menutupi seluruh white clot. Stratifikasi resiko ini merupakan proses yang berkesimbungan selama perawatan penderita pada fase akut termasuk evaluasi riwayat penyakit sekarang. Sedangkan faktor yang mempengaruhi respons trombogenesis ditempat kap yang terkoyak tadi adalah : 1. terletak ditempat dimana plak menglamai ruptur. gumpalan lipid memiliki efek trombogenisitas yang paling kuat. TROMBOSIS PLAK Lebih dari 75% trombus yang ditemukan di sindroma koroner akut. Mula.4. makka kap yang tipis tersebut akan koyak dan kemudian berlangsunglah proses selanjutnya berupa pembentukan trombus yang dimulai dari fisura atau robekan kap tadi. Bila plak yang tidak stabil mendapat pencetus.penetapan diagnosis angina yang stabil dapat dilakukan stratifikasi penderita dalam tiga kelompok yaitu kelompok resiko rendah. kemudian ditambah dengan adanya fibrin. hal ini disebabkan oleh karena pengaruh adanya faktor jaringan. membentuk gumpalan dini yang disebut white clot yang secara langsung berusaha menutupi semua permukaan yang robek tadi. guidelines 1994 belum merekomendasikan pemeriksaan troponin secara rutin untuk deteksi kerusakan miokard.

dan proses yang mendasarinya. Tipe 4 : Ateroma terdapat gumpalan lipid pada tunika intima. Tipe 5a : Seperti tipe 4 disertai denganlapisan jaringan fibrous. Forrester yang memeriksa dengan angioskopis intraoperatif mendapatkan 95% sindroma koroner akut ditemukan adanya ruptur plak (49). sel busa. tampilan klinisnya masih seperti 5 b.2. 4. Tipe 1 : Penebalan tunika intima. Tampilan klinis dari fase adalah suatu keadaan yang disebut sindroma koroner akut. Tipe 2 : Fatty streak. Menurut American Heart Association. 5. Tipe 5c :Fibrous-ateroma dengan trombus mural dengan komponen lipid yang minimal. Keseimbangan trombotik-trombotik faktor trombogenik misalnya hiperagregabilitas. Iregularitas permukaan plak dan sempitnya stenosis . biasanya tampilan klinis pada fase ini asimptomatik.2. juga masih asimptomatik. pada fase ini tampilan klinisnya asimptomatik. Tipe 5b : Ateroma dengan klasifikasi berat di dalam core atau lesinya. namun bisa juga angina stabil. fase ini juga masih asimptomatik. Tipe 3 : masih seperti diatas tetapi disertai pula dengan lipid ekstra sel dan deposisi jaringan ikat. hiperkoagulabilitas dan menurunnya fibrinolisis meningkatkan resiko terjadinya trombus pada sindroma koroner akut 1. tampilan klinis masih seperti tipe 4. 3. . terdapat akumulasi lipid intra sel dan infiltrasi makrofag serta otot polos. Tid ak semua plak yang terjadi pada proses aterogenesis menjadi plak yang tidak stabil. sel inflamasi mulai infiltrasi diikuti dengan makrofag. tampilan klinis apa fase ini adalah anginastabil. Tipe 6 : Complicated lesion . 3. isolated foam cell. da sel T. maka semakin mudah terjadi proses trombogenesis tersebut. 6. tipe plak dihubungkan dengan tampilan klinis dapat dibagi menjadi 5 tipe yaitu (50) : 1. semakin tajam lengkungan kap stenosis dan semakin iregular. makrofag. hal tersebut tergantung dari bentuknya kap dan gumpalan lipid yang ada.3. Ruptur Plak Ruptur plak ditemukan pada 56 %-95% sindroma koroner akut. terjadi ruptur plak tipe 4 dan 5 dengan hemorhagi intra mural dan mulainya proses trombogenesis insitu. dan hal ini sangat berhubungan dengan tampilan klinis. 2.

2.2. kemudian memacu produksi sitokin da n protease ( MMP expression). Infeksi 3. Faktor intrinsik dari plak : besarnya plak. gumpalan lipid ini terdiri dari sel-sel makrofag . Aktifitas sel inflmasi 2. kemudian LDL masuk ke dalam sel dan teroksidasi. Sistemik : Lingkungan internal/faktor farmakologik. lokasi plak. Pada saat itu diperkirakan semakin besar ateroma yang ada di pembuluh darah semakin mudah menyebabkan sindroma koroner akut. Lima puluh persen dari timbulnya sindroma koroner akut.Faktor-faktor yang mempengaruhi instabilitas dan ruptur plak (45) : Faktor Eksternal : 1. peningkatan kontraktilitas otot jantung. 1. peningkatan aliran darah koroner. sehingga menyebabkan rupturnya plak. latihan fisik berat. Proliferasi sel otot polos Evaluasi dari plak yang stabil menjadi tidak stabil melalui 5 tahap yaitu : aktifasi endotel. Disfungsi endotel 4. biasanya didahului oleh faktor pencetus seperti : yang berhubungan dengan aktifitas saraf simpatis sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba. 2. Luas tidaknya jaringan nekrosis yang terjadi mempengaruhi harapan hidup penderita sindroma koroner akut.macam yaitu : lipid core atau gumpalan lipid. kepadatan lipid dan ketebalan kap yang menyelimuti plak. akan tetapi ternyata pada penelitian dibuktikan bahwa justru pada stenosis yang ringan dan sedang lebih banyak terjadi sindroma koroner akut dan hal ini diduga oleh karena pecahnya ateroma tersebut ( ruptur plak) Plak aterosklerosis yang sudah matang terdiri dari bermacam. Struktur Plak Pada mulanya telah disepakati bahwa terjadinya sindroma koroner akut oleh karena adanya penutupan yang tiba-tiba dari aliran darah koroner yang aterosklerotik yang kemudian mengakibatkan kekurangan oksigen di otot jantung dan akibatnya terjadi jaringan iskemi sampai jaringan nekrosis. stress emosional dan lain sebagainya. Faktor Internal : 1.

terdapat dua macam plak yaitu yang stabil dan plak yang tidak stabil. maka ateroma tersebut disebut sebagai plak yang stabil.2.1.1. Di dalam bungkah lipid tersebut konsistensinya lunak. Continuum dari sindroma koroner akut The Continuum of Acute Coronary Syndromes .2. Pada definisi yang diperluas. dengan derajat trombosis yang berbedabeda dan ada tidaknya embolisasi distal (7. 1. sindroma koroner akut meliputi Gambar 2. selselnya jarang ( hiposeluler) dan juga terdapat gumpalan kolesterol ester ( yang berkonsistensi lunak) dan kristal kolesterol yang berkonsistensi agak keras. Patofisiologi sindroma koroner akut Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang progresif dengan bermacam tampilan klinis.2. dari yang asimtomatis. 1. 1. angina stabil maupun sindroma koroner akut.1. Maka bila dicermati.43). SINDROMA KORONER AKUT. sampai kematian jantung mendadak (13). dan lipoprotein yang terjebak di dalam subendotelial maupun ruang ekstra sel. Hasil pengamatan patologis. Sebaliknya bila gumpalan lipid leih padat dengan kap yang kuat dan tebal disebut sebagai plak stabil. disebabkan mekanisme patifisiologi yang mendasarinya yakni ruptur aterosklerosis. Bila gumpalan lipid tersebut dominan dengan kap tipis. Kemudian gumpalan lipid ini diselimuti oleh suatu kap yang terdiri dari matriks jaringan ikat. Defnisi Sindroma koroner akut adalah suatu peralihan (spektrum) manifestasi dari penyakit jantung iskemik meliputi angina tak stabil hingga infark miokard akut (IMA) dengan gelombang Q atau pun tanda gelombang Q (Gambar 2). angiokopis dan biologis menunjukan adanya perbedaan gejala klinik antara angina tak stabil dan infard miokard.yang mengandung lipid di dalamnya.

Tahap pertama terdiri dari suatu periode awal asimtomatik. Keseimbangan hemostatis ini merupakan suatu interaksi yang kompleks antara dinamika aliran darah. dan 4). seperti kolagen dan tromboplastin jaringan yang menstimulasi agregasi trombosit. Kejadian trombosis pada penyakit jantung ateroskleros is dipengaruhi dan distimulasi oleh beberapa faktor seperti : 1). Walaupun studi Framingham menunjukan bahwa angina tak stabil hanya terdapat pada 10% kasus yang merupakan manifestasi awal dari penyakit arteri koroner diluar miokard infark. dan perkembangan terjadinya trombus yang oklusif. Diagosis angina tak stabil tidak memerlukan perubahan EKG. tetapi umumnya penderita mengalami suatu siklus atau perubahan pola nyeri dada.Mycardial Ischemia Stable angina Unsable angina Non Q-Wave Ml Q-Wave Ml Currently undetected Non Q -Wave Ml Ischemic Cell Injury Reversible Small Area Ireversible Large Area Juga semua penderita dengan kejadian awal yang menuju keparahan angina. Hasil akhir dari robeknya plak tergantung pada keseimbangan hemostatis . Kejadian penyakit jantung koroner meliputi dua tahap yang berbeda. pembentukan fibrin. biarpun adanya perubahan ini akan meningkatkan spesifisitas diagnosis dan menunjukan prognosis yang jelek ( klasifikasi Braunwald). dan hanya jumlah kecil yang memerlukan perhatian maupun perawatan di rumah sakit. dan progresi lebih lanjut tergantung pada faktor resiko. sistem koagulasi dan sistem fibrinolisis. komponen dinding pembuluh darah. Hiperaktifitas trombosit. begitu juga dengan faktor-faktor regulasi pada trombosit. Peningkatan aktifitas prokoagulan. 3). Gabungan kapasitas fibrinolisis. dimana terbentuk plak aterosklerotik non obstruktif. 2). Tahaop kedua terjadi trombogenesis dengan cepat dikarenakan koyaknya plak yang mengeluarkan kontituennya yang bersifat trombogenik. HUBUNGAN KADAR TROPONIN-T DENGAN GAMBARAN KLINIS PENDERITA . trombosit dan protein plasma. Disfungsi endotel.

SINDROMA KORONER AKUT ELIAS TARIGAN Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara BAB-I PENDAHULUAN Pertanda biokimia dewasa ini dan di masa yang akan datang aka terus mempunyai peran penting pada diagnostik. Bahkan disebutkan penanda ini dapat mendeteksi kerusakan sel miosit jantung yang sangan minimal (mikro infark). . stratifikasi maupun pengobatan penderita dengan sindroma koroner akut. Pemeriksaan histopatologis ternyata membuktikan adanya kerusakan minimal pada sel miokard atau mikro infark pada seluruh permukaan miokardium penderita sindroma koroner akut yang mengalami perburukan serangan koroner atau kematian. Akhir-akhir ini telah dikembangkan suatu pertanda biokimiawi yang baru dalam pemeriksaan kerusakan sel miosit otot jantung dengan memantau penglepasan suatu protein kontraktil sel miokard yaitu troponin T akibat disintegrasi sel pada iskemi berat. hal ini tidak ditemukan . Masalahnya adalah belum sempurnanya petanda yang dapat dipakai dengan mudah namun dapat sepenuhnya dipercaya untuk deteksi dini terjadinya perburukan kejadian koroner pada sindroma koroner akut . Kerusakan sel tersebut tidak dapat terlihat sebagai perubahan elektrokardiogram (EKG) ataupun dalam pemeriksaan laboratorium enzim-enzim jantung yang selama ini rutin dikerjakan untuk diagnostik kerusakan miokard suatu sindroma iskemik akut . yang mana oleh penanda jantung yang lain. Penatalaksanaan dengan metode intervensi yang agresif namun rasional diperlukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada sindroma koroner akut. Penelitian diluar negri menunjukan bahwa troponin T ini mempunyai sensitifitas 97% dan spesifitas 99% dalam deteksi kerusakan sel miokard. Sehingga pada keadaan ini dikatakan sensitifitas dan spesitifitas troponin T lebih superior dibandingkan pemeriksaan enzim-enzim jantung lainnya.

lebih dari 30 menit. Menurut kriteria WHO (1983). menjalar. keringat dingin.Penelitian petanda biokimia ini banyak yang berfokus padda diagnosa dini dan juga untuk menilai prognostik. menyatakan nilai prognostik penderita sindroma koroner akut berhubungan erat dengan kadar absolut troponin T saat INFARCT MYOCARD ACUTE Merupakan salah satu kegawatan dalam bidang jantung. Berasal dari penyempitan. terutama jika dipakai pada penderita yang dengan pemeriksaan CK-MB dan EKG tidak menunjukan suatu kerusakan otot jantung yang nyata. dan spasme yang lama dari pembuluh darah koroner. Keluhan penyerta lainnya dapat berupa lemas. dan sel-selnya menjadi mati (nekrosis). suatu protein yang dilepas dari kerusakan otot jantung. Beberapa penelitian melaporkan dengan pengukuran troponin T. maka penderita dikatakan menderita Infarct Myocard Acute : Nyeri dada tipikal (substernal. menjalar. Nyeri tersebut sering dikira sakit maag oleh banyak penderita. sehingga dinding jantung (myocardium) jantung menjadi kekurangan oksigen. tidak hilang waktu . bila minimal dua dari kriteria berikut positif. pembuntuan. lebih dari 30 menit. penanda ini dapat mengenali kelompok pasien yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya serangan jantung baik saat dirawat di rumah sakit (fase akut) maupun sesudah keluar dari rumah sakit . mual. disebutkan bahwa resiko kematian dan infark miokard selama dirawat di rumah sakit sangat meningkat. dan kehilangan kesadaran. Gejala yang khas pada penyakit ini berupa nyeri dada substernal (kira-kira sekitar uluhati/diatasnya). Dari laporan pertama Hamm dkk (1992) tentang penelitian troponin T yang meninggi pada populasi kecil dengan pasien angina pektoris tak stabil. meskipun diberikan pengobatan yang adekuat . Hal yang sama pada studi FRISC. terjadi pada waktu istirahat/melakukan kegiatan. muntah. dan nyeri tersebut tidak hilang dengan istirahat. Penyakit ini umumnya menyerang orang berumur 40 tahun ke atas. merupaka indikator terbaik yang dapat digunakan untuk menilai penderita yang mempunyai resiko kematian dari serangan jantung (7-11). Penelitian pada pusat kedokteran universitas Duke di Amerika Serikat menyimpulkan pemeriksaan troponin T adalah indikator yang baik dari kerusakan otot jantung. karena jika ditemukan dalam plasma.

dan peningkatan troponin T. Keluhan yang mungkin timbul antara lain nyeri pada daerah kepala bagian belakang. muntah. Nah. Klasifikasi menurut WHO 1999. SGPT. antara lain : Penyebabnya : hipertensi primer (tidak diketahui sebabnya). Terdapat beberapa klasifikasi dari hipertensi. mual. dan inversi gelombang T. dan sebagainya. Adapun tujuan utama perawatannya adalah : Menghilangkan rasa nyeri Mencegah perluasan infark Menangani komplikasi yang terjadi Program rehabilitasi medis. . derajat III (> 120 mmHg). yaitu : derajat I (95-109 mmHg). bila Anda menemui penderita dengan keluhan di atas. antara lain : diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh. Diagnosis hipertensi dibuat atas dasar hasil beberapa kali pemeriksaan. segeralah mendatangi rumah sakit terdekat. berdasarkan dari tekanan diastolik. CKMB. mimisan. HIPERTENSI Hipertensi/tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umum timbul di dalam masyarakat. penglihatan kabur. kecuali bila tekanan darahnya sangat tinggi dapat ditetapkan dengan satu kali pemeriksaan. obat-obatan. yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. CPK. ST elevasi. maupun kehamilan). Merupakan peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri. Pengelolaan terhadap penderita hipertensi adalah : Pengobatan tanpa obat. Penatalaksanaan penderita tersebut harus di ruang intensif (ICCU).istirahat) EKG (rekaman gelombang listrik jantung) : Q patologis. derajat II (110-119 mmHg). Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. Pemeriksaan enzym : peningkatan kadar LDH. kelemahan otot-otot. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya. dan hipertensi sekunder (akibat penyakit. SGOT. khususnya yang ada fasilitas ruang intensifnya.

keracunan. Penyebab pasti penyakit ini masih misteri. dan wanita lebih awal 1. karbohidrat. terdapat istilah pre-diabetes. Umumnya timbul pada usia 40 tahun keatas. mulut. dan sebagainya. virus [mumps. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter. timbul dari resistensi insulin [tubuh gagal untuk menggunakan insulin secara baik. Gestasional diabetes. Pre-diabetes timbul bila kadar gula darah lebih tinggi dari normal. Terjadi pada sekitar 4% wanita hamil. Gejala yang timbul antara lain : sering kencing. DIABETES MELLITUS Diabetes Mellitus [kencing manis]. meskipun faktor genetik dan lingkungan [seperti kegemukan dan kurang olahraga] memegang peranan penting. Faktor penyebabnya antara lain : proses autoimmun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. . Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur. baik penggunaan ataupun sekresinya].5 tahun. penurunan berat badan [1030%]. penglihatan kabur. coxsackie. emosional. tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe II. Faktor penyebab terpenting adalah genetik dan kegemukan. timbul akibat gangguan produksi atau gangguan dari penggunaan insulin. wanita lebih banyak daripada pria. rasa haus/lapar yang berlebihan. Gejala yang timbul mencakup gejala pada diabetes tipe I. konsumsi nitrosamin dalam jumlah besar]. merupakan suatu jenis penyakit hormonal. dsb. berhenti merokok/alkohol. yaitu diabetes yang timbul pada wanita hamil. dan zat lain menjadi energi untuk kehidupan. luka sukar/lama sembuh. Umumnya timbul pada usia 812 tahun. hepatitis]. Selain diabetes tipe II. Insulin merupakan hormon yang diperlukan untuk mengubah gula. yaitu : Diabetes tipe I. mudah lelah. sehingga timbul peningkatan kadar gula. infeksi berulang pada kulit. timbul karena pankreas gagal/hanya sedikit dalam memproduksi insulin.peredaan stress emosional. Diabetes tipe II. dan terjadi defisiensi relatif dari insulin. Saat ini ada tiga tipe utama diabetes. rasa tebal pada tangan dan kaki. serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi. maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan. Obat-obatan antihipertensi. stess. ataupun saluran kemih. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. diet [tidak minum ASI. ditambah : sering terjadi infeksi. dan latihan fisik ringan dan teratur.

misalnya adanya kelainan pada retina mata. luka yang sukar sembuh. rasa lapar/haus berlebihan. serta pengobatan yang baik. Glyburide]. yang dianjurkan adalah 10-20% kalori dari protein.1 mmol/L). Gangguan jantung. Prognosis : Dengan pengaturan diet. Obat-obatan oral. gula darah dipertahankan pada level 80-150 mg/dL (4. Hindari pula konsumsi makanan yang mengandung gula murni. Pemeriksaan fisik. dari keluhan sering kencing. kadar gula darah 2 jam setelah makan atau gula darah random ³ 200 mg/dL (11. sisanya diperoleh dari lemak monounsaturated dan karbohidrat. < 10% kalori dari lemak saturated dan polyunsaturated. intermediate. Insulin diberikan pada diabetes tipe I. Olahraga. Rosiglitazone]. Komplikasi yang mungkin timbul : Koma hypoglikemia ataupun koma hyperglikemia [ketoasidosis diabetes. gangguan ginjal [nephropathy]. Thiazolidinediones [Pioglitazone. gangguan kulit. Miglitol]. neuropathy dan kerusakan saraf. terbukti dapat memperbaiki toleransi glukosa dan menurunkan pengobatan. akan memperkecil timbulnya komplikasi. ataupun long acting insulin. Pemeriksaan laboratorium. sulfonilurea [Glimepiride. dan sebagainya. dsb.4-8. diabetic foot.3 mmol/L). yaitu kadar gula darah puasa ³ 126 mg/dL (7. diabetic retinopathy. Misalnya golongan biguanide [metformin]. baik short acting. khususnya pada diabetes tipe II. penurunan berat badan [10-30%]. Penatalaksanaan yang perlu dilakukan : Diet. Timbul akibat kurang pengontrolan kadar gula. Glipizide. problem psikologi akibat kronisnya penyakit. olahraga. koma hyperosmolar non ketotik].0 mmol/L). a-Glucosidase inhibitors [Acarbose. baik dengan obat oral ataupun insulin. mudah lelah. gangguan kesehatan mulut. riwayat keluarga dengan diabetes. .Diagnosis ditegakkan dengan : Anamnesis. Selama terapi. Insulin.

Bahayanya lagi. menurut Syaifullah. Endapan kolesterol ini. lanjut dia. Makanya. Di samping itu. Dijelaskan. “Angka kematian tertinggi penderita jantung koroner justru terdapat pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. terutama pada daerah jantung. penyakit jantung koroner atau Atherosklerosis adalah proses yang menyebabkan dinding pembuluh nadi menjadi tebal. dokter spesialis jantung Rumah sakit Asia Medika Jambi. dapat berakibat fatal. punggung atas sampai dirahang.” ujar Dr Syaifullah Napu. kaku. sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung. menimbulkan penyempitan pembuluh darah. “Bagi penderita jantung koroner yang keadaannya telah . karena penderita bisa meninggal dunia pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa mengenal waktu. “Otot jantung yang kekurangan darah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. dan keras. semacam kombinasi lemak dan protein yang merupakan bahan penting bagi bermacam-macam hormon. Penyempitan ini antara lain disebabkan karena meningkatnya kadar kolesterol dan lemak dalam darah. jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera. sehingga rongga pembuluh menjadi sempit. penyakit ini harus diwaspadai. Yang dimaksud kolesterol. Hal ini menimbulkan rasa nyeri di dada yang dikenal sebagai Angina Pektoris (AP). Perasaan ini timbul jika kegiatan fisik meningkat atau dalam keadaan tekanan emosional.” paparnya. dada merasa seperti tertekan oleh benda berat. Kolesterol terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari hewan dan mengendap pada dinding pembuluh darah. Hebatnya lagi. July 12 @ 00:09:34 WIT Topic: Berita | 12-07-2006 | Jantung Koroner Picu Kematian pada Jam-jam Pertama Penyakit jantung masih menjadi salah satu pembunuh terbesar di dunia. ulu hati dan lengan kanan.Waspadai Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit Date: Wednesday. perasaan sakit ini ada kemungkinan menjalar ke lengan kiri sampai di ujung kelingking. Menurut Syaifullah.

Semua ini adalah faktor risiko penyakit jantung koroner. biasanya dada nyeri lebih dari 15 menit. tekanan darah tinggi. Akibatnya jantung tidak dapat lagi memompa darah. Proses atherosklerose adalah pengerasan dinding pembuluh darah karena penimbunan lemak yang berlebuh. lanjut dia. Kejadian ini disebut infarct. Dengan perawatan yang segera dan intensif dibagian penyakit jantung gawat ada kemungkinan jiwa penderita masih bisa tertolong. banyak merokok.” ungkapnya. Ia juga mengatakan. tekanan jiwa. atau diabetes melitus. kurang bergerak. Pembulu koroner adalah sepasang pembuluh nadi cabang pertama dari Aorta yang mengantarkan zat-zat makanan yang dibutuhkan bagi jaringan dinding jantung. penyakit gula. Kemungkinan besar Anda mengalami serangan jantung. wajah pucat dan rasa nyeri tidak hilang setelah istirahat. Bila pembuluh koroner besar tersumbat infarct menjadi lebih besar. Pada serangan jantung mendadak penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. berat badan berlebih. maka penderita dapat meninggal dunia. dipercepat oleh kolesterol atau kadar lemak dalam darah tinggi. Syaifullah juga menambahkan. Dikatakan.lanjut.(*) .” terangnya.serangan jantung (acute myocard infarct) umumnya terjadi karena pembuluh darah koroner yang menyempit atau mendadak tertutup sama sekali oleh bekuan darah yang mengalir di dalamnya. Akibatnya sebagian jantung tidak bekerja. rasa sakit itu juga sudah terasa waktu istirahat atau waktu tidur. keluar keringat dingin. Penyempitan pembuluh darah. Jika pembuluh darah koroner menjadi tertutup sama sekali. “Bila Anda merasa tanda-tanda angina pectoris saya menyarankan untuk segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Sedangkan tanda-tanda serangan jantung itu. napas susah. jika penyakit jantung koroner terjadi karena adanya kelainan pada pembulu koroner. Kelainan pembuluh koroner ini berupa penyempitan pembuluh darah koroner sebagai akibat dari proses atherosklerose. lanjut dia. jika penyempitan pembuluh darah atau angina pectoris biasanya hilang setelah istirahat.

pembuluh darah akan menyempit dan tersumbat seperti sumbatan karat pada sebuah pipa. maka akan berakhirlah suatu kehidupan. Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan. Apa yang terjadi jika yang tersumbat adalah arteri koroner? Aliran darah tidak akan sampai ke otot-otot jantung yang artinya otot-otot jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen sehingga timbulah suatu keadaan yang dikenal sebagai iskemik (ischaemia). Seberapa besar peran jantung dalam ‘hidupnya’ seorang manusia? Jantung adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai “pemompa darah’’ yang sejak bayi dalam kandungan ibunya telah mulai bekerja dan tidak akan berhenti selama hidup kita. Dengan semakin tua dan memburuknya kondisi alat-alat tubuh oleh bermacammacam ‘faktor risiko’ seperti tekanan darah tinggi. Jantung terbentuk dari serabut-serabut otot khusus dan dilengkapi dengan jaringan syaraf yang secara teratur dan otomatis memberikan rangsangan berdenyut bagi otot jantung.Mengenal lebih dekat penyakit jantung koroner dan faktor-faktor risikonya Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko timbulnya penyakit jantung akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. Jika alat ini berhenti bekerja dalam beberapa waktu saja. kolesterol yang meningkat dalam darah dan lain-lain. Dengan denyutan ini jantung memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh termasuk arteri koroner (arteri yang memasok/mensuplai darah ke otot-otot jantung). merokok. Dinding arteri koroner yang mengandung serabut- .

Sejauh masukan seimbang dengan kebutuhan. Faktor risiko alami (atau yang tidak dapat dicegah) seperti keturunan/genetik. maka kita akan tetap sehat. Faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dibagi dalam 2 golongan besar. apabila kerusakan dinding ini diperberat dengan endapan lemak/kolesterol akan menimbulkan penyempitan rongga pembuluh darah. jenis kelamin (perempuan pre menopause mempunyai risiko lebih rendah terhadap penyakit ini dibandingkan laki-laki atau perempuan post menopause ). . kadang-kadang juga dirasakan seperti ‘sulit bernafas’. Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh dan dapat juga berasal dari makanan yang kita makan. sehingga penderita merasakan nyeri dada. Namun seringkali karena kolesterol mempunyai kadar yang tinggi dalam masakan berlemak (dan biasanya enak) maka kadar kolesterol akan meningkat sampai di atas nilai normal tolerir tubuh kita.Kolesterol. nafas pendek dan seringkali penderita akan kehilangan kesadaran sesaat. b. Kondisi lainnya dikenal dengan acute myocard infarct (AMI) yaitu rusaknya otot jantung akibat penyumbatan arteri secara total yang disebabkan pecahnya plak lemak atherosclerosis pada arteri koroner secara tiba-tiba. bahkan sampai terjadi serangan jantung mendadak. Manifestasi gejala yang timbul dapat berupa angina pectoris (biasanya timbul karena adanya kekurangan suplai oksigen ke otot jantung pada saat aktivitas ataupun dalam keadan istirahat) dengan sakit yang khas yaitu sesak nafas di tengah dada yang dapat menyebar sampai leher dan rahang. yaitu: a. Peranan rokok terhadap Penyakit jantung koroner dapat timbul dalam . Faktor risiko yang dapat diperbaiki. Kontrol yang baik pada pasien hypertensi dapat diupayakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pembuluh darah dan meminimalkan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner.Rokok. . oleh suatu sebab dapat berkerut (spasme) dengan akibat menyempitnya saluran pembuluh secara tiba-tiba. pundak kiri atau kanan dan lengan bahkan sampai terasa tembus ke punggung. dikurangi atau dimodifikasi : .Tekanan Darah Tinggi (hypertensi). usia. Kelebihan itu akan mengendap dalam pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyempitkan dan pengerasan yaitu atherosclerosis.serabut otot polos. Kerusakan otot jantung yang terjadi cukup lama dan tidak segera dibuka sumbatannya akan menyebabkan kematian otot jantung dan tidak akan pulih lagi. dan hal ini juga dapat terjadi pada arteri koroner. Tekanan darah tinggi secara terus menerus akan menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah arteri secara perlahan-lahan. dan akan menimbulkan gejala sakit dada yang hebat.

Faktor risiko lainnya seperti Obesitas (kegemukan). jauh akan lebih baik untuk dapat menikmati hidup sehat sampai akhir hayat. marilah kita mulai kebiasaan hidup sehat sejak dini (Vyta) USIA PADA MENARCHE DI INDONESIA LD Hendrawati dan Josef Glinka SVD ABSTRAK?RINGKASAN . Sebanyak-banyaknya kenikmatan yang didapat dari makanan ‘berlemak’. Diabetes Mellitus.topik pembahasan berikutnya. obat-obatan) serta rehabilitasi yang harus dilakukan apabila ‘Si PJK’ sudah menyerang. Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko di atas akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. · Merokok dapat menyembunyikan angina. Tanpa adanya gejala tersebut. · Perokok memiliki kadar koleseterol HDL (‘kolesterol baik’) yang lebih rendah. rokok dan lain-lain pada saat ini. . penderita tidak sadar akan penyakit berbahaya yang sedang menyerangnya. akan dibahas lebih mendalam dalam topik.beberapa cara. yaitu sakit dada yang merupakan tanda terhadap adanya sakit jantung. berarti pelindung terhadap penyakit jantung koroner menurun. Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan (operasi ‘by pass’. Kurangnya aktivitas fisik. diantaranya: · Karbon monoksida (CO) yang terkandung di dalam asap rokok lebih kuat menarik atau menyerap oksigen dibandingkan sel darah merah dengan haemoglobinnya sehingga menurunkan kapasitas darah merah tersebut untuk membawa oksigen ke jaringan termasuk jantung. Untuk itu.

[desa/kampung] nelayan (1285). Perbedaan-perbedaan penting secara statistik di menarcheal usia antara anak-anak perempuan dari kelas sosio-ekonomi yang berbeda's dan posisi ayah itu. antara anak-anak perempuan dari kondisi-kondisi lingkungan yang berbeda seperti berkenaan dengan kota (-1227). baru-baru ini. beberapa yang lain juga dari Sulawesi. 13 kali (1164) dan [mereka/yang] yang makan hanya 1-4 kali satu minggu (1346). Sumatra dan. pendidikan ibu melembagakan satu faktor pengaruh tak langsung karena para ibu lebih baik dididik sudah pengetahuan yang diperlukan untuk memberi mereka makanan anak-anak lebih pantas. Brasel 1978). 1288 dengan sekolah menengah dan 1293 dengan yang rendah pendidikan. Usia menarcheal adalah: 1219 dari ibu dengan universitas. kaya (1390). Pertumbuhan dan usia pada menarche diperlakukan sebagai indikator kaya dan kesehatan baik suatu populasi [ Bielicki & Welon 1982. Yang umum harga rata-rata di suatu urutan yang diachronic menunjukkan suatu kecenderungan dari penurunan usia menarcheal dari 0145 tahun per dekade. Ini berarti bahwa di dalam umum kondisi-kondisi kekayaan dan kesehatan di Indonesia memperbaiki di dalam enam dekade yang terakhir. Satu ikhtisar dari keseluruhan literatur dan disertasi yang tak diterbitkan sampai 1996 akan ditulis di dalam kertas ini. dari Flores. Sebagai suatu usia proses fisiologis pada menarche bahkan lebih sensitip di yang lingkungan kubah dibanding pertumbuhan meskipun ketinggian nya ( HR =089) genetical penentuan [ Bergman &Orczykowska-Swiatkowska 1988] MATERIAL . Brasel 1978]. guru (1448) dan petani (-1463). Data ini mengkonfirmasikan pernyataan bahwa usia pada menarche melembagakan suatu indikator yang sensitip dari kekayaan dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982. Data mulai dari Jawa. [desa/kampung] petani (1319). seperti pedagang-pedagang (1413).Sejak 1937 data menarche dikumpulkan di Indonesia. Peran dari masukan protein binatang seperti(ketika faktor paling yang berpengaruh di mana perbedaan-perbedaan di usia menarcheal antara anak-anak perempuan yang makan daging eg. medium meletakkan (1460) dan lemah(miskin (1488).

Riset yang pertama dikenal telah dilaksanakan dalam 1937 oleh suatu sarjana Belanda dan adalah dilanjutkan hingga yang saat ini oleh Indonesians. 1). Klaten. Kayu Agung). yang disebabkan oleh bersifat jabatan dan ekonomi lokal situasi orang-orang. Jakarta. seseorang dapat amati suatu garis zigzaggy yang pelan-pelan mengurangi. Kebanyakan tanggal/date datang dari Jawa (Semarang. Ini berarti itu di dalam enam dekade yang terakhir nilai terharapkan dari usia pada menarche meneteskan?jatuh dari 1408 dalam 1937 sampai 1322 dalam 1996 karena semua catatan dan dari 1379 sampai 1283 di dalam keduanya tahun masing-masing hanya untuk Jawa. masukan protein binatang mingguan. Jika kita [menggambar/menarik] suatu lini regresi untuk mendapat kecenderungan yang umum lalu bcoefficient mencapai suatu nilai dari 00145 per tahun untuk semua catatan-catatan dan 001626 per tahun hanya untuk Jawa.Berapa jauh pendidikan ibu mempengaruhi usia pada menarche mencerminkan Meja 5. yaitu. Sumatra (-Palembang. Surabaya. Suatu faktor yang sangat penting. memerintahkan(memesan diachronically. Malang. ANALISA DAN DISKUSI Melihat Table 1. Meja 2 masa kini pengaruh dari kondisi-kondisi yang ekonomi-sosial di usia pada menarche di dalam tempat-tempat yang berbeda. Sulawesi (Ujung Pandang) dan West-Flores (Rekening. Kondisi-kondisi lingkungan menyerah Table 3 mencerminkan di dalam perbedaan-perbedaan unsur pokok ekonomi-sosial juga. Tengger) tetapi ada juga beberapa data dari Madura (Pamekasan). disampaikan dalam Table 4. -Tetapi ada suatu pemburukan yang besar melompat antara 1938 (1267) dan . Yogyakarta.Di sini di bawah suatu tinjauan ulang literatur dari riset menghasilkan di usia di menarche di Indonesia. Menurut yang lain penerbitan-penerbitan bisa jadi berkata itu secara umum kesehatan dan perbaikan kondisi-kondisi perihal gizi di Indonesia disebabkan oleh kesehatan yang lebih baik melayani di dalam daerah pedesaan dan oleh yang dilanjutkan tindakan-tindakan yang informatif di makanan yang sehat antar para ibu.

hanya anak-anak dari orang tua yang berada bisa pergi ke sekolah. 19381 Klaten 14. Secara umum raders adalah yang kaya atau kelas tertinggi sedangkan petani-petani membangun kaya atau lemah(miskin seperti juga dari keluarga-keluarga yang lemah(miskin. kelas lebih rendah. 1994 West-Flores 13. yaitu. 19371 Jakarta 12.52 Noer. anak-anak rom Table 2 mencerminkan sumur bagaimana status yang ekonomi mempengaruhi proses dari waktu menjadi masak seksual.62 Hendrawati. 1976 Ujung Pandang 14. 1948 Yogyakarta 14. perbedaan-perbedaan itu secara statistik penting. 1970. 1975 Kayu Agung 15. 1995 Tengger 13.96 The Tik Lien. 1952-58 (1970) Surabaya 13. Dua faktor-faktor bisa bertanggung jawab atas pembusukan ini: (1) masa perang dan Jepang posisi adalah satu waktu kelaparan di dalam kebanyakan bidang-bidang dari Indonesia. 19592 Palembang 13. pada akhir Orangorang Belanda kolonial posisi dan setelah peperangan dan kemerdekaan. Meja 1. 1994 Surabaya 12. 1993 Surabaya 12.22 Sukadana.27 Sjamsuar 1983 Yogyakarta 13. selama Belanda ini waktu kolonial. sedangkan setelah kemerdekaan setiap anak-anak mendapat pergi peluang ke sekolah. 1975 Surabaya 13.09 Aswin.27 Putri. Di dalam kebanyakan dari kasus-kasus.67 Bree-Maeuleman. 1990 Pamekasan 12.03 Kurniasari. (2) karena data dikumpulkan di sekolah-sekolah dan.48 Doerjadibroto. 1996 Catatan: 1 yang dikutip setelah Doerjadibroto.29 Luhulima. Data ini mencerminkan kedua-duanya faktor-faktor. 2 yang dikutip setelah .63 Radioputro.81 Yoeliana.00 Kurniasari.07 Bree-Maeuleman.20 Ferdinandus. dan yang umum peningkatan di dalam usia pada menarche mencerminkan situasi ini. 1979 Malang 13. 1985 Surabaya 12.1948 (1463).90 Noer.Usia pada Menarche Setiap Tahun Place Usia Author/year Semarang 13.

90 Noer.90 Noer.98 Malang kelas tertinggi 12. 1970 para guru 14.78 kelas lebih rendah 13. 1983 kelas lebih rendah 13. Satu perkecualian adalah . 3)di mana [alat. (Ia) tidak hanya permasalahan makanan masukan tetapi juga beban dari pekerjaan yang anak-anak harus rusak [desa/kampung]-[desa/kampung] [Jasicki et al.27 Hendrawati.48 petani-petani 14. 1993 kelas menengah 12.70 kelas lebih rendah 13.Sjamsuar 1983 Meja 2. makna] yang berkenaan dengan kota satu secara ekonomis lebih baik meletakkan populasi sedangkan [alat.Usia pada Menarche oleh Socio-Economic Condition Place Occupation/profession Usia Author. 1993 pedesaan (nelayan) 12.03 Meja 3.60 lemah(miskin 14.13 Doerjadibroto.19 Faktor yang sama di bekerja ketika faktor lingkungan adalah dipertimbangkan (Rekening.52 Madura berkenaan dengan kota 12. 1980 kelas menengah 13.88 Surabaya kelas tertinggi 12. makna] yang tidak-pasti pedesaan kondisi-kondisi ekonomi. 1962]. 1973 medium 14.85 pedesaan (petani-petani) 13.63 Palembang kaya 13. tahun Yogyakarta pedagang-pedagang 14. 1975 sub yang berkenaan dengan kota 15.Pengarang tahun Palembang berkenaan dengan kota 13.38 Pamekasan kelas tertinggi 12.Usia pada Menarche oleh Environment Place Lingkungan Usia.39 Ferdinandus.12 Hendrawati.98 Sjamsuar.

pengarang tahun 13 kali atau more/week 11. Secara ekonomis mereka secara umum dilihat seperti yang termiskin populasi tetapi mereka mengkonsumsi secara sistematis lebih banyak protein binatang dibanding petani-petani yang.Korelasi antara pendidikan ibu dan usia menarcheal dari mereka para putri adalah sangat penting sedangkan tidak ada korelasi adalah yang ditemukan antara pendidikan dan usia ayah itu pada menarche dari para putri mereka. makna] kekayaan proses bukan banyak tanpa suatu makanan yang masuk akal masukan oleh anak-anak. Pengarang tahun Madura Yang lebih tinggi 12. 1993 9-12 times/week 12.46 Pentingnya masukan protein binatang adalah bagus yang didokumentasikan di Table 4.93 Seperti kesimpulan bisa jadi berkata usia itu pada menarche lembagakan suatu indikator yang sensitip kaya dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982.Usia pada Menarche sehubungan dengan Tempat Pendidikan Formal Ibu Tempat pendidikan Ibu Usia.22 5-8 times/week 13.03 1-4 times/week 13. mengacu pada a lelucon.Usia pada Menarche oleh masukan protein Binatang masukan protein binatang per minggu Usia.88 Lebih rendah 12. 1993 Medium 12.19 Hendrawati.64 Hendrawati. . Itu telah jelas itu secara umum bettereducated para ibu memberi ilmu gizi anak-anak lebih baik mereka menurut usia dibanding lebih sedikit para ibu yang dididik kerjakan. Meja 5. makan daging hanya ketika yang manapun petani atau ayam sedang sakit. Hal ini sepertinya proofed di Table 5. Meja 4.Di dalam pertumbuhan dan waktu menjadi masak [alat. Brasel 1978).[desa/kampung]-[desa/kampung] nelayan.

menyebabkan oophoritis. Pada orang tua. yang menyebabkan orchitis. prostat. pankreas. Merupakan penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak dan masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara dunia Manifestasi klinik pada umumnya adalah bengkak dan nyeri pada kelenjar saliva disertai panas badan. serta testis. dan organ lain mungin dapat terkena Pada umumnya masa inkubasinya 18 hingga 21 Mumps secara umum merupakan penyakit yang ringan pada anak-anak di negara berkembang Pada saat dewasa. namun pada remaja dan dewasa dapat lebih berat dan komplikasi seperti infertilitas dan sufertilitas pada umumnya dapat terjadi Pada umumnya penyakit ini adalah self limited. meskipun dapat juga terjadi pada golongan umur yang lain. Adults infected with mumps are more likely to develop severe symptoms and complications Symptoms Gejala umum mumps : Bengkak pada kelenjar ludah (parotis à parotitis ) pada lebih dari 90% penderita pada satu sisi (unilateral) atau kedua sisi (bilateral). Penyebab Mumps disebabkan oleh paramyxovirus. Bengkak yang nyeri pada testis dapat pula terjadi Pada umumnya gejala tidak terlalu berat pada anak-anak. dan nyeri pada bagian . susunan syaraf pusat. Testis matur rentan terhadap mumps yang akan menyebabkan infertilitasertility. payudara. dan tidak ada terapi spesifik . mumps cenderung menginfeksi ovarium. tetapi sterilitas jarang terjadi Meningitis virus dapat terjadi pada kurang lebih 5% penderita mumps. dan dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet ludah atau kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi Pada umumnya yang dapat terinfeksi adalah anak-anak usia 2 hingga 12 tahun pada umumnya mudah terinfeksi.PAROTITIS Definisi Mumps atau epidemic parotitis merupakan penyakit akibat virus pada manusia. Orchitis (pembengkakan testis) dapat terjadi pada 10–20% penderita laki-laki.

imunitas seumur hidup biasanya muncul Mumps dapat dicegah dengan vaksinasi Komplikasi Komplikasi pada umumnya : Infeksi pada organ yang lain Sterilitas pada laki-laki ( jarang. measles. tetapi pada umumnya berkisar 80% (Sumber http://www. uni atau bilateral Pencegahan Vaksinasi mumps : imunisasi MMR (mumps. rubella) saat ini terdapat kombinasi dengan vaksin varicella (MMRV) WHO merekomendasikan penggunaan vaksin mumps ( di Inggris diberikan pada usia 15 bulan. bila terjadi fatal) Kadang-kadang dapat terjadi hilangnay pendengaran (hearing loss) . sedangkan di AS pada umur 12-15 bulan dan umur 4-6 tahun) Efikasi vaksin tergantung pada strain dari vaksin. Sterilitas pada penderita laki-laki sangat jarang Setelah sakit.fkm. sehingga akan terasa semakin nyeri. seringkali terjadi pada laki-laki usia lebih tua ) Bentuk ringan meningitis (jarang.20% menderita orchitis Pengobatan Tidak ada pengobatan spesifik untuk mumps Keluhan dapat dikurangi dengan pemberian Acetaminophen/Paracetamol Berkumur dengan air garam hangat. makanan halus. Pria setelah pubertas yang menderita mumps berisiko 15 .ac.unair. 40% kasus terjadi tanpa pembengkakan kelenjar parotis) Encephalitis (sangat jarang.id/kuliah%20MUMPS. nyeri inflamasi pda testis. meskipun organ yang lain dapat terlibat. Prognosis Penyakit ini bersifat self limiting. Demam Sakit kepala Nyeri telan Orchitis.ppt) .belakang rahang pada saat mengunyah. dan prognosisnya pada umumnya baik. dan perbanyak cairan dapat membantu mengurangi keluhan. Penderita diberi nasehat untuk menghindari makanan-makanan asam seperti jus jeruk dan lain-lain karena makanan-makanan ini dapat menstimulasi kelenjar ludah.

dan vius penyakit Newcastle. Virus mumps sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet.PAROTITIS PENDAHULUAN Parotitis epidemika adalah penyakit virus menyeluruh. urin. percikan ludah. Mumps merupakan virus RN rantai tunggal dan anggota dari family Paramyxoviridae. INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. mungkin dengan urin. terutama kelenjar parotis. darah. merupakan tanda-tanda yang biasa ada.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. III. Virus mumps mempunyai 2 glikoprotein yaitu hamaglutininneuramidase dan perpaduan protein. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. virus dapat pula diisolasi dari faring. Virus ini adalah anggota kelompok paramiksovirus yang juga mencakup parainfluenza. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. cairan serebrospinal. genus Paramyxovirus. campak. Pada penderita parotitis epidemika tanpa pembesaran kelenjar parotis. Hanya diketahui ada satu serotip. yang kelenjar ludahnya membesar nyeri. Merupakan suatu penyakit menular yang akut. ETIOLOGI Disebabkan oleh virus. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits epidemika karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. II. bahan muntah. otak dan jaringan terinfeksi lain. Virus telah diisolasi dari ludah. Biakan manusia atau sel ginjal kera terutama digunakan untuk isolasi virus.5 . akut. Nama parotitis epidemica kurang tepat sebab tidak selalu ada radang di parotis dan penyakit tersebut tidak selalu mewabah. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun.

Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan. Pembengkakan glandula submaksilaris dapat dilihat dan diraba di depan angulus mandibulae. air seni dan liquor. Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. V. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam. sakit kepala. Adakalanya kanan dan kiri membesar bersamaan. sakit kepala. Mumps ialah suatu infeksi umum. virus mumps dapat diisoler dari saliva. Biasanya demam menghilang 1 sampai 6 hari dan suhu menjadi normal sebelum hilangnya pembengkakan kelenjar. darah. mencapai ukuran maksimal dalam 1 sampai 3 hari. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. anoreksia. esok harinya tampak glandula parotis membesar yang cepat bertambah besar. Dimulai dengan stadium prodromal. Infeksi Kelenjar Ludah Perjalanan penyakit klasik dimulai dengan demam. PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. Bagian bawah daun telinga terangkat ke atas dan keluar oleh pembengkakan glandula parotis. ini merupakan gejala khas untuk parotitis epidemika. Parotis unilateral ditemukan kira-kira 25 %. . MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. Dalam 24 jam anak mengeluh sakit telinga yang bertambah dengan gerakan mengunyah. nyeri mulai berkurang setelah tercapai pembengkakan maksimal berlangsung kira-kira selama 6 – 10 hari. muntah dan nyeri otot. Mumps glandula submaksilaris tanpa parotitis secara klinis tidak dapat dibedakan dengan adenitis cervical. anoreksia dan malaise. Pada manusia selama fase akut.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. Biasanya satu glandula parotis membesar kemudian diikuti yang lainnya dalam beberapa hari.IV. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis.5 0C sampai 39. Pembengkakan dapat disertai nyeri hebat.

Perjalanan penyakit serupa benign aseptic meningitis dan biasanya tanpa sequelae. Diagnosis mumps orchitis tanpa parotitis ditegakkan dengan titer complement fixing antibodies yang meningkat selama masa rekonvalesensi. Orchitis dimulai dengan tiba-tiba demam. Orchitis kebanyakan terjadi dalam 2 minggu pertama. Adakalanya di minggu ketiga.nausea dan muntah.Orchitis kebanyakan unilateral . muntah dan nyeri abdomen bagian bawah. Bersama timbulnya demam. Positive Brudzinski’s and Kernig’s Signs. biasanya timbul 3-10 hari sesudah parotitis.Bila ada orchitis bilateral. testis membengkak cepat disertai nyeri yang hebat. Bila seorang . unilateral pada lelaki yang menderita mumps sesudah pubertas. Keluhan-keluhan tersebut biasanya paralel dengan beratanya orchitis. kaku kuduk. Lamanya demam jarang lebih dari 1 mingggu. lemah sekali. Ditandai oleh demam. protein meninggi. biasanya sembuh sempurna. nausea. sakit kepala. kira-kira 2 %. glukosa dan klorida normal. Meningoencephalitis Insiden kira-kira 10%. Keluh kesah hilang perlahan – lahan dalam 37 hari. tia-tiba ada keluhan hebat di epigastrium disertai demam. sangat jarang terjadi atrofi total pada kedua testis. biasanya timbul sporadik parotitis dapat mendahului parotitis atau sebagai manifestasi sendiri daripada mumps. Biasanya demam menurun secara lysis dalam 3-10 hari. menggigil. demam turun secara krisis atau lysis. Tidak ada kekhawatiran akan impotensi atau sterilitas sebab: . dapat juga mendahului parotitis. muntah. sakit kepala. gangguan kesadaran dan jarang ada kejang. Epididimitis selalu disertai orchitis. insiden orchitis bilateral rendah. nausea. Ditemukan 20-30%.Epididymo-orchitis Menduduki tempat kedua pada lelaki dewasa menurut frekuensi manifestasi klinis. Liquor menunjukkan plecytosis dengan kebanyakan limfosit. menggigil. Pankreatitis Kelainan berat teapi jarang skali.

neutralization test. . isolasi virus. walaupun jarang ialah tiroiditis. dacryoadenitis dan bartholinitis. Sekurang-kurang ada 3 uji serologic untuk mebuktikan spesifik mumops antibodies: · Complement fixation antibodies (CF) · Hemagglutination inhibitor antibodies (HI) .tanda-tandaaseptoc meningitis . mastitis. VI. Kelenjar lain yang dapat meradang pada mumps.Keterangan klinis berupa : . Sebagai pemeriksaan tambahan dapat dilakukan complement-fixing antibody test. didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.ada kontak dengan penderita mumps 2-3 minggu sebelumnya . uji intradermal dan pengukuran kadar amylase dalam serum. Pemeriksaan Laboratorium Jumlah lekosit normal atau terdapat leukopenia dengan limfositosis relatif. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis. Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative. bila ovarium kanan yang sakit maka keadaan tersebut mungkin tidak dapat dibedakan dengan acute appendicitis.gambaran klinis serupa parotitis .Iksolasi virus mumps dan test serologic tidak diperlukan pada mumps yang klasik tetapi pada keadaan-keadaan yang meragukan seperti bila tidak ada parotitis atau pada recurrent parotitis.perempuan menderita mumps disertai nyeri abdomen bagian bawah berarti ada oophoritis.

Kadar amylase rupanya berjalan parallel dengan pembengkakan paroits. . atau lebih sering saluran submandibuler dimana pembengkakan intermitten. tetapi mungkin bersifat alergi yang sering berulang dan mempunyai sialogram khas .Limfosarkoma atau tumor parotis lain yang jarang . dimana nanah sering dapat dikeluarkan dari duktus . VII.Orkitis akibat infeksi selain daripada parotitis epidemika. influenza. atau keadaan koksakivirus yang jarang dan infeksi koriomeningitis limfositik. atau parotitis yang disebabkan oleh sitomegalovirus pada anak yang terganggu imunnya. Titer meningkaty lebih ari 4 kali atau lebih berarti mumps. seperti pada infeksi virus termasuk infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV). Keterangan Laboratorium tambahan Kadar amylae dala serum meninggi pada mumps paraparotitis dan pankteattis.Limfadenitis preaurikuler atau servikal anterior karena sebab apapun. PENGOBATAN .· Virus neutralizing antibodies (NT) CF paling praktis dan paling dipracya. Countries antibodies dapat dibuktikan di darah pada minggu ke-1 dan pada akhir minggu ke-2 sudah ada peninggian jelas.Kalkulus salivarius. Infeksi-infeksi ini dapat dibedakan dengan uji laboratorium spesifik.Parotitis berulang. DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding ini mencakup parotitis sebab lain. menyumbat saluran parotis. puncaknya tercapai di minggu ke-1. parainfluenza 1 dan 3. berangsur-angsur menjadi normal pada minggu ke-2 atau 3. misalnya infeksi yang jarang oleh koksakivirus atau virus koriomeningitis limfositik.Parotitis supuratif.1 VIII. kira-kira 70% mumps disertai amylase yang meninggi. sitomegalovirus. . suatu keadaan yang sebabnya belum diketahui. .

. Perjalanan penyakit tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba. Tidak dianjurkan kepada: · Anak dibawah 1 tahun yang alergi terhadap protein telur/neomycin · Yang mendapat obat-obatan immunosupresif . kematian sangat jarang. Hanya persentasi kecil yang mendapat tuli permanen. PROGNOSIS Pada umumnya bagus sekali. Kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Vaksinasi memberikan perlindungan yanhg bagus sekali paling sedikit 4 tahun. Meningoencephalitis biasanya tidak ganas dabn jarang bersequele walaupun insiden setelah atrofi testis setelah orchitis tinggi tetapi kemandulan sangat jarang ditemukan. tidak disertai demam. Simtomatik diberikan kompres panas atau dingin dan juga diberikan analgetika.Live attenuated mumps virus vaccine Jery Lin mulai digunakan 1968 di USA.Istirahat di tempat tidur selama masa panas dan pembengkakan kelenjar parotis. Diet makanan cair dan lunak.Inactivated mumps virus vaccine tidak efektif . Imunisasi aktif . X.Suntikan subkutan. Self limiting disease.3 IX. kira-kira 95% akan membuat mumps antibodies tetapi antibodinya jauh lebih rendah daripada diperoleh sesudah menderita mumps.2. Khasiat mumps immunoglobulin juga tidak jelas. PENCEGAHAN Perlindungan pasif Gammaglobulin biasanya tidak efektif.

dan sesudah itu haid akan datang secara siklik 3) Haid (menstruasi) ialah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya. disusul dengan tumbuhnya rambut di ketiak. dalam masa kanak-kanak seorang anak perempuan indung telur nya dikatakan masih dalam keadaan istirahat belum menunaikan faalnya dengan baik.html BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental. Kejadian yang terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali (Menarche). Kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas.Ada kombinasi dengan vaksin morbili dan vaksin rubella. iklim dan lingkungan.com/2007/04/mumps-parotitis-epidemika. Dengan . kemudian tumbuh rambut kemaluan (Pubarche). Menurut Prof. Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Dalam pubertas anak akan tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk tubuh yang khas bagi jenisnya. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. bangsa. Barulah terjadi menarche. DAFTAR PUSTAKA http://oncejevuska.Sulaiman sastra winata di dalam buku nya obstetri fisiologi memgatakan bahwa pubertas tercapai pada umur 12-16 tahun dan dipengaruhi oleh keturunan. Baru jika mencapai pubertas (akil balig). maka terjadi perubahan-perubahan dalam ovoria yang mengakibatkan pula perubahan-perubahan besar pada seluruh tubuh perempuan tersebut.blogspot. Secara umum.1) Pubertas adalah suatu tahap dalam kehidupan remaja yang lebih dilandasi oleh pertumbuihan fisik yang kemudian dikaitkan dengan perkembangan kebutuhan psikologisnya2) Baik anak laki-laki maupun perempuan akan mengalami masa pubertas. Gejala awal adalah terjadi nya pertumbuhan payudara (Thelarche).

kultur. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. gelisah sukar tidur. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya.pubertas ini wanita masuk dalam masa produktif. pengalaman. aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident”5) Menarche. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. pendidikan. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi. artinya masa mendapat keturunan yang berlangsung kira-kira 30 tahun 3) Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. Argentina 12.8 tahun. Perancis 13. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche. rasa takut. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin.0 tahun.6) Dari penelitian Tanner dan Eveleth dari tahun 1986-1990 tentang angka kejadian menarche di beberapa negara adalah sebagai berikut Amerika 12. perut kembung.5 tahun. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. sehingga ia dapat betindak dengan baik dan benar. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis. sakit kepala.0 tahun. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. sekitar umur 9 tahun. serta beberapa ajaran orang tuanya yang dia terima. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa. Australia 13. Dalam masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya. umumnya terjadi pada usia sekitae 13 tahun. meskipun bisa terjadi pada usia lebih dini. . mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar.4) Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). gangguan konsentrasi. atau bahkan agak lambat. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual dapat berakibat kehamilan pranikah. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche berbagai macam. pada usia 12 tahun. mudah tersinggung. dibawah pengaruh jam biologis.

Peneliti Mendapat pengalaman langsung dalam penerapan teori metodologi penelitian dan memperoleh gambaran tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten.7) Hasil penelitian di beberapa tempat di indonesia bahwa rata-rata umur menarche : Ujung pandang 14.Denmark 13. Klaten 14.90 tahun Kayu Agung 15. Rumusan Masalah Bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche di SLTP N I Prambanan? Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? Manfaat Penelitian 1.07 tahun. 2. 3. Somalia 13.52 tahun. tahun 1995 sebanyak 9 anak. Japan 12. Jakarta 12.07 tahun.0 tahun .63 tahun Yogyakarta 14.5 tahun.0 tahun. tahun 1993 sebanyak 27 anak. AKPER Panti Rapih Menambah bahan bacaan bagi mata ajaran Maternitas.4 tahun. Lokasi . Negeria 13. Semarang 13.29 tahun.8) Menurut data kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 terdapat siswa putri dengan jumlah 143 anak. Surabaya 13. 6.67. Keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah keperawatan maternitas. Sasaran Sasaran penelitian di fokuskan pada siswi/remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan. Dengan tahun kelahiran 1992 sebanyak 2 anak. Ruang Lingkup 4.48 tahun. Palembang 13.3 tahun.1 tahun. Kuba 13. Pihak Sekolah Sebagai masukan dalam usaha peningkatan pengetahuan tentang sistem alat reproduksi. tahun 1994 sebanyak 105 anak. Singapore 12.9) Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk meneliti Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche di SLTP Prambanan. 5.

Pada abad ini secara umum ada pergeseran permulaan pubertas ke arah umur yang lebih muda. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. Pubertas Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun. Awal pubertas jelas dipengaruhi oleh bangsa. akan tetapi dapat dikatakan bahwa pubertas mulai dengan berfungsinya ovarium. 7.Lokasi penelitian di SLTP N I Prambanan Klaten. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. Kejadian penting dalam pubertas ialah pertumbuhan badan yang cepat. Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur. iklim dan kebudayaan. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 1. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk.1) 2. Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2007 – 12 Februari 2008. Tidak ada batas yang tajam antara akhir masa kanak-kanak dan awal masa pubertas. dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. yang diterangkan dengan meningkatnya kesehatan umum dan gizi. .

Apa yang primer menyebabkan mulainya pubertas diketahui. diduga bahwa pada wanita kecepatan pertumbuhan terutama disebabkan oleh estrogen. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis . Dalam ovarium folikel mulai tumbuh dan walaupun folikel-folikel itu tidak sampai menjadi matang karena sebelumnya mengalami atresia. Walaupun ada pengaruh hormon Somatotropin. terutama ekstremitasnya. dan perubahan psikis. dan hormon ini memegang peranan dan pertumbuhan badan. Pada saat yang kira-kira bersamaan korteks kelenjar suprarenal mulai membentuk androgen. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. genitalia eksterna. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. dan hormon ini keluarkan atas pengaruh Relasing factor dari hipotalamus. menarche. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. Pengaruh peningkatan hormon yang pertama-tama nampak ialah pertumbuhan badan anak yang lebih cepat. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. keadaan gizi. Pengaruh estrogen yang lain ialah pertumbuhan genitalia interna. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan.Dalam masa pubertas genitalia interna dan genitalia eksterna lambat laun tumbuh untuk mencapai bentuk dan sifat seperti pada manusia dewasa 2) 3.timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. dan badan lambat laun mendapat bentuk sesuai dengan jenis kelamin. Yang diketahui ialah bahwa ovarium mulai berfungsi dibawah pengaruh hormon gonadotropin dari hipofisis. Estrogen ini pula yang pada suatu waktu menyebabkan penutupan garis epifisis tulang-tulang sebingga pertumbuhan badan berhenti. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. dan ciri-ciri kelamin sekunder. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. namun folikel-folikel tersebut sudah sanggup mengeluarkan estrogen. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik.

lekosit. endometrium untuk menerima telur. Stadium Post Menstruum (stadium regenerasi) Oleh pengaruh estrogen yang dihasilkan sel-sel folikel pada lapisan endometrium yang sudah terlepas tadi mulai terjadi regenerasi epitel. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. kelenjar. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. yaitu terlepasnya lapisan fungsional dari endometrium bersama eritrosit. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). vidio. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. dan film. Kelenjar-kelenjar tumbuhnya lebih cepat dari jaringan lain hingga berkelok. Pada endometrium sudah dapat dibedakan lapisan atas yang padat (Stratum Compactum) yang hanya ditembus oleh saluran-saluran keluar dari kelenjar- .desa. kuman dan atau tanpa sel telur yang keluar pervaginan secara spontan. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. memanjangnya kelenjar endometrium dan bertambahnya jumlah sel-sel jaringan ikat endometrium.5 mm. Selama ± 1 bulan dapat kita bedakan siklus menstruasi menjadi 4 masa (stadia) : Stadium Menstruasi (desquamasi) Hari pertama fase menstruasi ini adalah permulaan dari siklus menstrusi. lamanya fase ini 9 hari ( hari ke 5 sampai ke 14). majalah hiburan. Dalam endametrium tertimbun glycogeen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur memang maksud dari perubahan ini tidak lain dari pada mempersiapkan. Fase ini lamanya 3-5 hari. kaset. Stadium Praementruum (stadium sekresi) Pada masa ini endometrium kira-kira tetap tebal tapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku dan mengeluarkan getah. Stadium Intermenstruum (stadium proliferasi) Pada masa ini endometrium tumbuh menjadi ± 3. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi 3) Fisiologi Haid Cyclus menstruasi Perubahan yang dialami uterus pada siklus menstruasi terjadi pada lapisan endomitrium.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pengetahauan adalah segala sesuatu yang diketahui. b. istilah dismenore hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebat sehingga tidak dapat melakukan aktivitas dalam beberapa jam/hari. Dismenore Kongestif (Pegal Menyiksa) Cara pasti untuk mengetahui apakah seseorang menderita nyeri ini adalah menanyakan bagaimana ia tahu datangnya masa haid. lapisan mampung (Stratum Spongiosium). Menurut Soekidjo Notoatmojo Pengetahuan adalah hasil dari tahu. sakit kepala. Nyeri ini dapat berlangsung setengah hari sampai lima hari dan acapkali nyeri berkepanjangan.5) Pengetahuan a. Nyeri ini terasa di bagian bawah perut dan berawal tepat sebelum masa haid mulai. Stadium sekresi ini berlangsng dari hari ke 14 – 28 kalau tidak terjadi kehamilan makan endometrium dilepaskan dengan perdarahan dan berulang lagi siklus menstruasi. Gangguan ini sifatnya subyektif. Banyak wanita terpaksa harus berbaring karena terlalu menderita nyeri ini sehingga tidak dapat mengerjakan sesuatu apapun. mual muntah. 4) Dismenore (Nyeri Haid) Dismenore merupakan rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita dan mendorong penderita untuk melakukan pemeriksaan. pengeluaran darah menstrusi berlangsung antara 3-7 hari dengan jumlah darah yang hilang sekitar 50-60 cc tanpa bekuan darah. Ada yang pingsan. Dan disertai rasa nyeri pada bagian perut. buah dada mungkin sakit. berat atau intensitasnya sukar dinilai. dan mencengkeram. sukar ditahan. dan perut anda kembung. dan sangat penting dalam pembentukan perilaku atau tindakan seseorang. Orang yang menderita pegal yang menyiksa. . penyakit ini patogenesisnya belum dapat dipecahkan. anda mengetahui berhari-hari sebelumnya bahwa masa haid akan tiba Tubuh anda mungkin pegal-pegal. tidak dapat merapikan pakaian anda dan beha anda terasa terlalu ketat. dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. yang banyak lubanglubangnya karena disini terdapat rongga dari kelenjar-kelenjar dan lapisan bahwa yang disebut stratum basale. mudah tersinggung. Nyeri haid dibedakan menjadi 2 : Dismenore Spasmodik (Kejang) Kejang merupakan nyeri yang hebat.kelenjar.

d. e. Analisis Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau obyek ke dalam komponen-komponen. menyatakan. c. Kata kerja yang dipakai seperti dapat menyusun. dapat meningkatkan. b. Penelitian Rogers pada tahun 1974 mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru. dimana orang tersebut menyadari atau mengetahui lebih dulu terhadap stimulus. Trial atau mencoba. memisahkan. Aplikasi Aplikasi adalah suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi yang nyata. didalam diri orang tersebut terjadi proses : Awareness atau kesadaran.c.6) Tingkat Pengetahuan a. Evaluasi . dapat menyesuaikan. f. Menurut Sutardjo Hadisusilo Pengetahuan adalah pemahaman atau hal tahu akan sesuatu yang bersifat spontan tanpa mengetahui seluk beluk secara dalam. Interest (tertarik) dimana orang mulai tertarik pada stimulus. Kata kerja yang digunakan adalah misalnya dapat menggambarkan. Sintesis Sintesis menujukkan kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. dimana orang mulai mencoba perilaku baru. mengidentifikasikan. dapat merencanakan. kesegaran dan sikap terhadap stimulus. menguraikan. Tahu (Know) Yang termasuk dalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Evaluation atau menimbang terhadap baik atau tidaknya stimulus bagi dirinya. Adaptation dimana subyek berperilaku sesuai pengetahuan. meng-kelompokkan. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan. Memahami Memahami adalah suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. tetapi masih di dalam stuktur organisasi dan ada kaitannya satu sama lain. membedakan.

Provinsi Jawa Tengah. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang materi yang akan diukur dari subyek penelitian.S Winkel. Jumlah siswa Siswa SLTP N I Prambanan Klaten berjumlah 717 dengan pembagian laki-laki .Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu meteri atau objek berdasarkan kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. Kabupaten Klaten. BLOOM Sumber : W. Grasindo.7) Kerangka Teori Menurut : BS. Keadaan Siswa a. Psikologi Pengajaran. Letak Geografis SLTP N I Prambanan Klaten SLTP N I Prambanan berada di desa Kongklangan. 2. yang mempunyai luas tanah 1200 meter persegi. Kecamatan Prambanan. Jakarta 1996 hal 245 Pertanyaan Penelitian Bagaimana tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? BAB IV HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Tempat Penelitian 1.

2 Umur 13-14 tahun 132 92. sedangkan kelas VIII ada 6 kelas dari kelas A sampai kelas F dengan jumlah siswa 240 dan kelas IX juga ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siwa 237.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun.11 2 Belum 27 18. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Status Menstruasi Jumlah % 1 Sudah 116 81. sebagian besar (92. Jumlah siswa berdasarkan kelas SLTP N I Prambanan terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas VII ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siswa 240. (6. Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan. dan (1.30 3 Umur > 14 tahun 2 1.30 . Klaten Tahun 2007 No Umur Responden Jumlah % 1 Umur £ 12 tahun 9 6.40%) berumur lebih dari 14 tahun berjumlah 2 orang. Hasil Penelitian Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan.89 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : .30%) berumur kurang atau sama dengan 12 tahun berjumlah 9 orang.berjumlah 306 orang dan perempuan 411 orang.40 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden. Kecamatan Prambanan. b.

73 2 Salah 49 34. Kecamatan Prambanan.Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden. lebih dari separuh (54. sebagian besar (81. kurang dari separuh (45. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 94 65. dan sebagian kecil (18.89%) responden belum mengalami menstruasi. Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan.55` Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden.45%) dari responden mengetahui pengertian Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.27 . Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 65 45.55%) responden tidak mengetahui tentang Menarche hal ini ditunjukan dengan jawaban yang salah. Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan.45 2 Salah 78 54.11%) responden sudah mengalami menstruasi.

Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37. Kecamatan Prambanan.73%) responden mengetahui tentang Hormon yang mempengaruhi ciri-ciri Kelamin Sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.06 2 Salah 90 62.06%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. lebih dari separuh (65. Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Klaten Tahun 2007 . kurang dari separuh (37. lebih dari separuh (62. Kecamatan Prambanan.27%) responden tidak mengetahui hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. kurang dari separuh (34.

07%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan.70 2 Salah 9 6.30 .No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 33 23.56%) responden tidak mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. lebih dari separuh (59. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 134 93.93 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. sebagian besar (76. Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.56 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Kecamatan Prambanan.44%) responden mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 85 59. kurang dari separuh (40.07 2 Salah 110 76. Kecamatan Prambanan. sebagian kecil (23.44 2 Salah 58 40.

Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. sebagian besar (93.75%) . lebih dari separuh (51.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.25 2 Salah 74 51. dan sebagian kecil (10. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar. Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan.51 2 Salah 15 10. Kecamatan Prambanan.51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita. sebagian besar (89.30%) rsponden menjawab salah Tentang Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan.70%) responden mengetahui Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.75 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 69 48.49%) responden menjawab salah tentang masa subur pada seorang wanita. (6. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89.

Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 130 90. sebagian kecil(18. sebagian besar (90. sebagian besar (81. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 117 81.81%) responden mengetahui mengetahui tentang siklus mestruasi yang normal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.10%) responden menjawab salah hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.25%) responden menjawab benar hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan.10 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.81 2 Salah 26 18. (9.90 2 Salah 13 9.responden tidak mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.19%) responden menjawab salah tentang siklus menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.90%) responden mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. kurang dari separuh (48.19 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Kecamatan Prambanan. Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi .

Kecamatan Prambanan.53 2 Salah 45 31.47%) reesponden menjawab salah tentang Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. lebih dari separuh (64. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 98 68.66%) responden mengetahui terjadinya kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar. Klaten .66 2 Salah 92 64. kurang dari separuh (31. kurang dari separuh (35. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 51 35.47 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (68.34 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan.53%) responden mengetahui Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.Di SLTP N I Prambanan.34%) responden tidak mengetahui Terjadinya Kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Organ Reproduksi Wanita Dalam Menuaikan Faalnya Di SLTP N I Prambanan.

51 2 Salah 15 10. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37. Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. kurang dari separuh (37.04 . Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 73 51. sebagian besar (89.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (62. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89. sebagian kecil (10. Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan.94%) responden tidak mengetahui berfungsinya organ reproduksi wanita hal ini ditunjukkan jawaban yang salah.06%) responden mengetahui berakhirnya masa pubertas hal ini ditunjukkan jawaban yang benar.49%) responden tidak mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah.06 2 Salah 90 62.51%) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami Menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar.

30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. lebih dari dari separuh (51. kurang dari separuh (48.2 Salah 70 48.13 3 Rendah 9 6.04%) responden mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar. Kecamatan Prambanan.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6.96 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.57 2 Sedang 96 67. lebih dari separuh (67.30 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan pada tahun 2007. . Klaten Tahun 2007 No Tingkat Pengetahuan Jumlah % 1 Tinggi 38 26. kurang dari separuh (26.96%) responden tidak mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah.

Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.2 Umur 13-14 tahun 38 26.57 96 67.13%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang. Kecamatan Prambanan. 9 responden berusia lebih dari atau sama dengan 12 tahun (5.57%) mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.30 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden.14 9 6.8 5. 116 responden yang sudah menstruasi.60 3 Umur > 14 tahun .13 9 6.68 79 55.13 8 5.70%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah.24%) responden mempunyai tingkat .90 17 11.19 2 Belum 7 4.24 6 4.90 3 2.57 86 60. Kecamatan Prambanan.60%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah.. Klaten Tahun 2007 Tingkat Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Umur £ 12 tahun . (1.2 1. lebih dari separuh (60..40 .70 .09 Jumlah 38 26. Terdapat 2 responden yang berumur lebih dari 14 tahun. (5.28 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden.Jumlah 38 26. Klaten Tahun 2007 Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 31 21. lebih dari separuh (55.60%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan (0.40%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang. sebagian kecil (26.60 1 0.Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.58 96 67. Terdapat 132 responden yang berusia antara 13-14 tahun.

Kecamatan Prambanan.29 132 92.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. 116 responden yang sudah menstruasi.40 112 78. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi. sebagian besar (78. PRAMBANAN KLATEN.32 2 1. sebagian kecil (4. sebagian kecil (1. (4. Klaten Tahun 2007 Umur £ 12 tahun 13 – 14 tahun > 14 tahun Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 2 1.40%) responden berusia lebih dari 14 tahun.pengetahuan sedang.40 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden. KEMUDO. (2.32%) responden berusia 13 – 14 tahun.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.40%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun.68%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.19%) responden mempunyai tingkat pengetahuan randah. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi.89 20 13.89%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun.99 0 Jumlah 9 6. JAWA TENGAH . sebagian kecil (21. sebagian kecil (13.31 2 1.99%) responden berusia 13 – 14 tahun. sebagian kecil (1.40 2 Belum 7 4. (4. Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan. JUDUL RESUME KARAKTERISTIK ANAK YANG MENDERITA KARIES GIGI DI TK PERTIWI KEMUDO II.09%) responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah. sebagan kecil (11.

H NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 1 Tujuan Penelitian 2 Manfaat Penelitian 2 Ruang Lingkup 2 .Disusun Oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3 Kerangka Teori 3 Pertanyaan Penelitian 3 BAB III METODE PENELITIAN 4 Jenis Penelitian 4 Desain Penelitian 5 Variabel Penelitian/Definisi Operasional Populasi dan Sample Teknik Pengeumpulan Data Instrumen Pengeumpulan Data Pengolahan Data Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran LAMPIRAN Faktor Pendukung dan Penghambat 1. Faktor Pendukung a. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. b. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. c. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. 2. Faktor Penghambat a. Waktu yang terbatas dari peneliti. LAMPIRAN 1 PENGANTAR KUESIONER Kepada : Yth. Siswi-siswi kelas VIII Di SLTP N I Prambanan Klaten Dengan Hormat, Sehubungan dengan pembuatan tugas akhir sebagai mahasiswa DIII Reguler

Akademi Keperawatan Panti Rapih, maka saya mengadkaan penelitian dengan judul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten, 2007”. Untuk itu saya mohon kesediaan siswi-siswi untuk menjadi responden dalam penelitian ini, saya akan menjaga kerahasiaan jawaban yang diberikan dan hanya untuk kepentingan penelitian ini. Atas bantuan, tanggapan dan kesediaannya untuk menjadi responden, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, Desember 2007 B. WIJANARKO LISTYO HATMOKO Mahasiswa AKPER Panti Rapih Persembahan: Untuk ke dua orang tua saya, yang selalu mengharapkan hal terbaik bagi anak nya. Data Subyektif a) Klien mengatakan lemes b) Klien mengatakan mudah capai c) Klien mengatakan sesak nafas d) Klien mengatakan pusing kalau banyak bergerak (pening) e) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) Data Obyektif f) Tekanan darah menunjukkan penurunan g) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah h) Distensi vena jugularis i) Capilary refill lambat lebih dari tiga detik j) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi k) Kulit teraba dingin, tampak banyak keluar keringat dingin l) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat m) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada n) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam, menunjukkan penurunan (kurang dari 0,5 cc/kgBB/jam) o) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia p) Tampak edema pada ekstremitas bawah, palpebra q) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi

r) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru s) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum, kreatinin, LDH, CKMB, hematokrit). BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa, karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos, yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).1) Pekerjaan jantung adalah memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh setiap saat, baik saat istirahat maupun saat bekerja atau menghadapi beban.2) Acut Miocard Infark (AMI) adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan otot jantung mati karena kekurangan oksigen.3) Satu dari tiga penderita AMI meninggal karena gagal jantung. Gagal jantung adalah suatu keadan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya(cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat makanan. Insiden penyakit pada pria lebih tinggi dibandingkan pada wanita dengan rata-rata mortalitas selama lima tahun untuk pria 60% dan wanita 40%.4) Dari data Rekam Medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, angka kematian pada AMI tahun 2006 sebanyak 27 pasien dari 118 kasus dan sejak 01 januari tahun 2007 sampai 30 april tahun 2007 sebanyak 3 pasien meninggal dari 30 kasus. Diperkirakan jumlahnya semakin bertambah tiap tahunnya.5) Konsekuensi jangka panjang dari Acut Miocard Infark(AMI) cacat fisik, psikologis, sosial, dan pekerjaan telah lama diabaikan, karena pasien dengn AMI curah jantungnya tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi secara normal. Apabila pasien banyak beraktivitas, maka kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh semakin meningkat, sedangkan curah jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh, maka pesien dengan AMI intoleransi aktivitas. Komplikasi penyakit miocardium tak terbatas hanya saat pasien dirawat di rumah sakit saja, demikian pula tanggung jawab para ahli kesehatan agar pasien hidup sehat sejahtera, tidak berarti selesai dengan keluarnya pasien dari rumah sakit.6)

Rumusan Masalah “Bagaimana Pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta”. b. Sebagai bahan bacaan pada mata ajaran Medikal Bedah system kardiovaskuler dan menambah pengetahuan mahasiswa tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dangan Acut Myocard Infark (AMI). akurat dan meningkatkan kualitas layanan. Dengan melihat permasalahan tersebut diatas. penulis tertarik melakukan studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). salah satu masalah keperawatan penderita Acut Myocard Infark (AMI) adalah intoleransi aktivitas. Bagi Rumah Sakit Panti Rapih .Dalam bidang praktik keperawatan profesional. Bagi Akademi Keperawatan Panti Rapih a. Tujuan Khusus Melaksanakan pengkajian adanya intoleransi aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Peran perawat sebagai komunitas pelayanan profesional yaitu mengembangkan dan memberikan metode dan sistem pemberian asuhan keperawatan yang profesional. Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Memperdalam dan menambah wawasan pengetahuan perawatan tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Tujuan Tujuan Umum Mendapatkan gambaran tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. salah satunya pemenuhan kebutuhan aktivitas yang tepat dan akurat dalam mempertahankan fungsi optimal jantung sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut dan menurunkan angka mortalitas pada pasien dengan diagnosa Acut Myocard Infark (AMI). tepat. Manfaat Bagi Peneliti Mendapatkan pengalaman secara langsung dalam menyusun suatu hasil penelitian dengan metode studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).

STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : WUYUNG VEMBRIYANTO HADI 252230 / IV AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LEMBAR PERSETUJUAN STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) . Tempat Diruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. Ruang Lingkup Mata Kuliah Merupakan penelitian dalam ruang lingkup mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Waktu Penelitian akan dilakukan pada bulan agustus tahun 2007.Memberikan informasi tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pesien dengan Acut Myocard Infark (AMI).

Eko Susilo. . Proposal ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Keperawatan pada Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta.Kp. EKO SUSILO.Kep.DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : Wuyung Vembriyanto Hadi 252230 Proposal Penelitian ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada: Tanggal.. Ns... Kep.. IGN. selaku pembimbing dalam penyusunan ... S.. S. selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta Bapak Ign. sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini dengan Judul ” STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA ”. Ns. Dalam menyusun Proposal ini penulis mendapat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Ibu C Sri Hari Ujiningtyas. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya. Agustus 2007 Pembimbing. S.

Yogyakarta. Penatalaksanaan Acut Myocard Infark 15 l. Prognosis 16 2. Semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya Karya Tulis Ilmiah ini Penulis menyadari bahwa dalam menyusun Proposal ini masih banyak kekurangan. Etiologi 7 d. Pemeriksaan diagnostic 14 k. Komplikasi 12 j. Patogenesis 8 f. maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan Proposal ini. Kriteria 6 c. Pengertian 6 b.Proposal. Etiologi 16 . Mei 2006 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Rumusan 3 Tujuan Penelitian 3 Manfaat Penelitian 3 Ruang Lingkup 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 6 1. Pengertian 16 b. Tanda dan gejala 11 i. Klasifikasi 8 e. Acut Myocard Infark (AMI) a. Patofisiologi 8 g. Konsep aktivitas a. Morfologi 10 h.

Jenis kelamin 4....................... Faktor Resiko a... 17 e... Pekerjaan 6. sample dan teknik sampling 30 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional 31 Teknik Pengumpulan Data dan Analisa Data 32 Instrument Pengolahan Data 32 Pengolahan Data 32 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Pengkajian 1............ Identitas pasien No Kriteria Pasien A Pasien B Pasien C 1... Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas 17 d. Evaluasi 27 Kerangka Teori 27 Pertanyaan Penelitian 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian 29 Desain penelitian 30 Populasi................ Diagnosa 21 c..... Intervensi 25 e.. Rencana 21 d... Pengkajian 20 b...... Keturunan ...................... 18 3........ Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi........... Berat badan 5.c........ Karakteristik.......... Nama 2........... Usia 3.......... Lama menderita AMI 7........ Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas a.

Hasil pemeriksaan laboratoriam . Ekspresi wajah i. Diabetes melitus f. Hiperlipidemia e. Dokter yang merawat Interpretasi : 2. Suhu e. Capillary refill Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C g. Kolesterol tinggi 8. Data obyektif dan subyektif yang ditemukan dalam pengkajian terkait dengan intoleransi aktivitas Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 1.b. Tekanan darah c. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. Stress g. Tekanan darah tinggi d. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Denyut nadi d. Diagnosa medik 9. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Merokok c. Data obyektif a. SaO2 f. Pernapasan h.

3) Kolesterol 4) CKMB 5) Laktat dehidrogenase (LDH) Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C l. Terapi obat 6) Nitrogliserin 7) Beta bloker 8) Antagonis kalsium 9) Anti platelet 10) Heparin 11) Morphin 12) Asetil kolin 13) Trombolisis 14) Terapi oksigen Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 2. selama dan setelah beraktivitas d. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Diagnosa keperawatan yang ditemukan terkait dengan intoleransi aktivitas No Nama Pasien Diagnosa keperawatan . Data Subyektif a. sesak nafas. Klien mengatakan jantung berdebar-debar. saat kerja. olahraga berat. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. saat istirahat. Klien nengatakan pusing. Klien nengatakan lelah/letih dan badan lemas b. saat marah dan kadang saat dingin Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C e. dan vertigo c.

Berikan lingkungan yang tenang. Berikan makanan lembut. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. C Interpretasi : Perencanaan masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C 1. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. leher. tindakan nyaman f. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. pernapasan. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d.1. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi j. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. Berikan obat-obat trombolitik d. Kolaborasi a. aktivitas perlahan. B 3. contoh nitrogliseril . Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. tangan atau lengan kiri g. Pantau perubahan EKG c. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C i. A 2. bahu. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. kesadaran b. Berikan antiangina sesuai indikasi. tekanan darah. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. Mandiri a.

bahu. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. pernapasan. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan i. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Intervensi masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C 1. tindakan nyaman f. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. tekanan darah. Mandiri a. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C j. aktivitas perlahan. Berikan lingkungan yang tenang. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. Pantau perubahan EKG . kesadaran b. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. leher. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. Berikan makanan lembut. tangan atau lengan kiri g.Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. Kolaborasi a.

Ekspresi wajah i. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Evaluasi proses dan hasil terkait dengan intoleransi aktivitas 1. Evaluasi proses terkait dengan intoleransi aktivitas Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 1. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal.c. Berikan obat-obat trombolitik d. Suhu e. contoh nitrogliseril Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Capillary refill Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C g. Berikan antiangina sesuai indikasi. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Data obyektif a. Tekanan darah c. SaO2 f. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. Denyut nadi d. Pernapasan h. Hasil pemeriksaan laboratoriam .

Klien mengatakan jantung berdebar-debar. Klien nengatakan pusing. saat marah dan kadang saat dingin Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C e. sesak nafas. Terapi obat 1) Nitrogliserin 2) Beta bloker 3) Antagonis kalsium 4) Anti platelet 5) Heparin 6) Morphin 7) Asetil kolin 8) Trombolisis 9) Terapi oksigen Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 2. olahraga berat. Evaluasi hasil terkait dengan intoleransi aktivitas . Data Subyektif a. saat kerja. selama dan setelah beraktivitas d.1) Kolesterol 2) CKMB 3) Laktat dehidrogenase (LDH) Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C l. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Keterangan : criteria dalam evaluasi proses hari 1 digunakan untuk mengevaluasi intervensi hari 11 – V 2. dan vertigo c. Klien mengatakan badannya lemas dan lelah b. saat istirahat.

Pencapaian tujuan Interpretasi : April 19. Kriteria hasil a) Klien mengatakan lemasnya berkurang b) Klien mengatakan nyerinya hilang atau berkurang ( skala 0-1) No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C c) Klien menunjukkan menurunnya ketegangan d) Denyut nadi klien normal (60-100 kali per menit) e) Tekanan darah klien normal (120/70-120/80 mmHg) f) Pernapasan klien normal (12-20 kali per menit ) g) Kesadaran klien kompos mentis h) Klien tampak rileks i) Hasil rekam EKG menunjukkan gelombang sinus ritme (SR) j) Pemeriksaan laboratorium : kolesterol atau trigliserida laktat dehidrogenase dan enzim CKMB dalam batas normal No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C k) Suhu normal (36-370C) l) Reflek pupil 2+/2+ atau isokor 2. 2008 in Weblogs | Permalink TrackBack TrackBack URL for this entry: http://blogs.friendster.com/t/trackback/849354 Listed below are links to weblogs that reference blog gratis: Comments .No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C 1.www.

Comments: Recent Posts * blog gratis Syndicate this site (XML) About Us | Contact Us | Events | Promote My Profile | Help | Terms of Service | Privacy Policy Posted by WUYUNGVH at 1:26 PM 0 comments Links to this post Reaction s: Newer Posts Older Posts Home Subscribe to: Posts (Atom) Anda pengunjung ke Free Hit Counter New My title page contents My Google Pagerank .Post a comment Sign In Post a comment Name: wuyung You are currently signed in as wuyung.

Selain memajang logo Google bernuansa cinta. Google Rilis Situs untuk Calon Pengantin Detikcom .com adsense Search Google Masukkan istilah pencarian Anda pencarian Cari þÿ Kirim formulir NEWS Google Valentine..TRANSLATE THIS BLOG Translate this page from Indonesian to the following language! Widget by ateonsoft. Artikel Terkait » dicuplik dari Google .Di hari Valentine. .2/2011 Samsung Buat Tablet Mirip iPad ..49 menit lalu Jakarta .14 Feb 2011 . Google pun tak mau ketinggalan menebarkan kasih sayang kepada para penggunanya.

com .14 Feb 2011 .Eksekutif Google Wael Ghonim cukup terkenal dalam revolusi Mesir.2/2011 Presiden Mesir Turun. Jakarta – Sudahkah Anda mengakses Google hari ini? Heran dengan logo Google menampilkan gambar cinta dan dominasi warna.6 jam lalu COM.com .2/2011 didukung oleh Blog Archive • o  ► 2009 (23) ► December (1) Get Music Audio Video at www. Setelah Hosni Mubarak mundur. . .Tempo Interaktif ..13 Feb 2011 COM. dicuplik dari Google ... Mari cari tahu.14 Feb 2011 .1 jam lalu Tablet yang diluncurkan dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona itu berjalan dengan sistem operasi buatan Google yang khusus untuk perangkat tablet.13 Feb 2011 ..2/2011 Simbol Cinta di Logo Google Inilah. Artikel Terkait » dicuplik dari Google . Staf Google Puji Facebook Inilah. Ghonim mengucapkan rasa terimakasihnya pada .modflip..com .. Artikel Terkait » dicuplik dari Google . Jakarta .

► January (20) PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ASTEROSKLEROSIS MACAM-MACAM PENYAKIT KELAMIN Rematik Hubungan Antara Pola Pemberian ASI dengan Faktor S.. Karies Gigi Pengertian Metode Kanguru Askep pada klien dengan GE ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF KARAKTERISTIK REMAJA Kecenderungan Kenakalan Remaja TIDUR DAN ISTIRAHAT Obat Cerna PENYULUHAN PENGGUNAAN ORALIT Gondongan (Mumps.o  o  o                     • o          ► June (1) verification ► May (1) <!-..Search Google --> Masukkan istilah penc... Parotitis Epidemika) Pencegahan Stroke ISPA Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah TRAUMA KEPALA Nutrisi Yang Dibutuhkan Di Usia Balita HEPATITIS A ▼ 2008 (23) ▼ April (23) blogfriendster blogfriendster linkku Muscles of the Human Body Geneva Doctors Geneva Health Spinal Cord Model 6x (W42505) ClinicalOne Mentone Educational Centres .

.            healthcare professional AMI BAB I BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung mer. PAROTITIS Masa Remaja Age at Menarche in Indonesia code DAFTAR PUSTAKA ACUTE MYOCARD INFARK CARIES GIGI MENARCHE KEPERAWATAN Pictures from Electron Microscopes Slideshow ..

Bandwidth Speed Test Google Maps • • Google Maps http://bux.to/?r=wuyung .

com/q0owqvm4yda-6fvlpsoa http://zzecjjibcbmicyw.blogspot.com http://wuyungjunior.com http://wuyungvh. sleman.to/?r=wuyung Profil Penulis WUYUNGVH YOGYAKARTA. Indonesia NURSE View my complete profile ADSENSE There was an error in this gadget KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SLTPN 2 GENTENG KECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI .certainbet.com http://slatebird.blogspot.asp? a=c&u=127336645&s=1639&e=42998121 Game BARU • • Game BARU (Gladiatus) http://bux.com/track.com http://akperpantirapih.blogspot.blogspot.• • • • • • http://wuyungnurse.

Erna. <!--[endif]-->Latar Belakang Dalam perjalanan hidup. M. (1994) bahwa sekitar 10-30 % wanita produktif mengalami sindrom premenarche. kemudian ovarium mulai bekerja menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. pada perempuan diawali dengan terjadinya menstruasi. (2008 : 57). Memasuki masa puber. F. . Etiologi dan Perubahan sikap premenarche belum diketahui. Seseorang terjadi sejak awal menstruasi pada masa remaja sampai umur 40 atau 50 tahun. Panjang masa siklus menstruasi rata-rata 28 hari 14 hari persiapan untuk ovulasi dan 14 hari selanjutnya.BAB 1 PENDAHULUAN <!--[if !supportLists]-->A. Keluarnya darah dari vagina disebabkan luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Proses menarche pada seorang wanita dimulai pada usia 10 – 14 tahun. Pendapat Sriyono. yaitu dengan telah diproduksinya sel telur (ovum). Selanjutnya dijelaskan menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. P. (2005 : 103). (2005 : 9) Haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklik emdomestrium. Dini Kasdu. dan nutrisi. Menstruasi berlangsung kira-kira lima hari. selama masa ini epithelium permukaan lepas dari dinding uterus dan perdarahan pun terjadi pada usia remaja haid pertama kira-kira usia 12 hingga 16 tahun. Para peneliti beranggapan bahwa perubahan sikap premenarche adalah akibat dari faktor hormonal. Riset melaporkan Taylor. Maulana. Menarche adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi ) endometrium. normalnya wanita mengalami periode menstruasi atau haid mulai dari usia remaja hingga menopause Dra. Siklus menstruasi terdiri atas perubahan-perubahan di dalam ovarium dan uterus. dan disusul dengan periode tanpa gejala. Kes. (2009 : 15). Sarwono. (2005 : 69). Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. Hal ini menandai bahwa organ reproduksi telah aktif. Saat itu kelenjar hipofisis mulai berpengaruh. psikologis. Hormon ini akan mempengaruhi uterus pada dinding sebelah kanan dan terjadilah proses menstruasi.

<!--[endif]-->Tujuan Penelitian Tujuan Umum Untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kabupaten Banyuwangi. banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada awal mengalami haid. <!--[endif]-->Bagi Institusi Sebagai pedoman dalam penelitian yang akan dilakukan dan hasilnya nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan guna meningkatkan mutu pendidikan selanjutnya. <!--[endif]-->Manfaat Penelitian <!--[if !supportLists]-->1.Perubahan sikap premenarche yang terjadi sebelum berlangsungnya masa menarche diantaranya cemas. depresi. Oleh karena itu bidan atau paramedis perlu memberikan konseling pada remaja tentang cara-cara mengatasi kecemasan saat menarche sehingga dapat mengurangi kecemasan pada remaja saat menarche selain itu untuk mengurangi kecemasan perlu mengatur pola yang memenuhi gizi seimbang dan olahraga. <!--[if !supportLists]-->B. oleh karena itu siswa premenarche diharapkan bersikap positif dalam menghadapi menarche agar tidak timbul masalah selama menarche. nafsu makan. Oleh sebab itu penelitian ini ingin mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang rata-rata siswa tersebut sudah mengalami menarche. Baradero. cepat lupa cepat menangis dan bingung.asumsi diatas peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng. <!--[if !supportLists]-->D. edema pada ekstrimitas. Penanganan yang efektif dalam mengatasi kecemasan pada siswa akan mempengaruhi prognosis. (2007 : 10). Penelitian ini kecemasan dari siswa yang menghadapi menarche (premenarche) inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua. <!--[endif]-->Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan fenomena . berat badan bertambah. payudara sakit. <!--[endif]-->Bagi Peneliti Sebagai pengalaman nyata dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah sebagai penerapan dari mata kuliah. <!--[if !supportLists]-->2. cepat marah.fenomena yang terdapat pada asumsi . abdomen terasa penuh. ingin makan yang manis. . ketegangan dan kegugupan. maka peneliti merumuskan masalah dengan membatasi pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche seperti: “Bagaimana tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche ?” <!--[if !supportLists]-->C.

<!--[endif]-->Pengertian Kecemasan adalah keadaan dimana seseorang mengalami perasaan gelisah dan aktifitas sistem saraf otonom dalam merespon terhadap ancaman yang tidak jelas. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. <!--[endif]-->Bagi Responden Untuk menembah pengalaman tentang menarche dan menangani keluhan keluhan yang dirasakan. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Kecemasan Sedang Memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA <!--[if !supportLists]-->A. spesifik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan sehingga dapat memusatkan pada suatu objek lain. <!--[endif]-->Landasan Teori <!--[if !supportLists]-->1. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Tingkat Panik . <!--[endif]-->Tingkat Kecemasan Menurut Stuart dan Sundeen membagi tingkat kecemasan menjadi empat tingkatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Kecemasan Ringan Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya.<!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Kecemasan Berat Sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. <!--[endif]-->Bagi Profesi Sebagai masukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. <!--[endif]-->Konsep Dasar Kecemasan <!--[if !supportLists]-->a. tidak spesifik. <!--[if !supportLists]-->4.

<!--[endif]-->Sadar. terjadi peningkatan aktivitas motorik. Rincian terpecah dari proporsinya. persepsi yang menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional. menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. <!--[endif]-->Kecemasan Ringan <!--[if !supportLists]-->. Orang yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. sering berkemih.<!--[endif]-->Persepsi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->. Dengan panik. tapi fokusnya sempit <!--[if !supportLists]-->. palpitasi. mual. <!--[endif]-->Panik <!--[if !supportLists]-->. jika berlangsung terus dalam waktu lama maka terjadi kelelahan yang berlebihan bahkan menyebabkan kematian.<!--[endif]-->Komunikasi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan.<!--[endif]-->Lebih tegang <!--[if !supportLists]-->. palpitasi.<!--[endif]-->Terangsang untuk melakukan tindakan <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Gejala-gejala fisik tidak berkembang : sakit kepala. karena mengalami kehilangan kendali. <!--[endif]-->Ciri-Ciri Kecemasan Menurut Brenda Goodner ciri-ciri kecemasan adalah : <!--[if !supportLists]-->1.<!--[endif]-->Sedikit mengalami tanda-tanda vital <!--[if !supportLists]-->. letih.<!--[endif]-->Mengalami peningkatan tanda-tanda vital lebih dramatis. muntah <!--[if !supportLists]-->4.<!--[endif]-->Sedikit mengalami peningkatan tandatanda vital <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Menurunnya konsentrasi dan persepsi <!--[if !supportLists]-->. diare.<!--[endif]-->Perasaan tentang terancam atau takut meningkat <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Termotivasi secara positif <!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->c.<!--[endif]-->Meningkatkan kesadaran <!--[if !supportLists]-->. nyeri dada.Berhubungan dengan terperangah. ketakutan dan teror. <!--[endif]-->Kecemasan Sedang <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Perasaan terancam <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Kecemasan Berat <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Gangguan realitas .

yang dikutip oleh Nursalam. Untuk menilai tingkat kecemasan siswa . (2001:133). (2001 : 133). yang dikutip oleh Nursalam. Diketahui pula bahwa masyarakat yang berpenghasilan rendah prevalensi psikiatrinya lebih banyak. tetapi akan lebih buruk jika intervensi yang dilakukan gagal. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pendidikan Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang. Semakin tua umur seseorang. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Pendapatan Penghasilan setiap bulannya juga berkaitan dengan gangguan pola psikiatri. Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk presentase menggunakan rumus. Secara tidak langsung dapat dilakukan dengan pernyataan-pernyataan hipotesis. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Status Perkawinan Seseorang yang telah menikah akan lebih mempunyai rasa percaya diri dan ketenangan dalam melakukan kegiatan (menurut Dartkows. <!--[endif]-->Cara Menilai Kecemasan Pengukuran kecemasan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung yang dapat dinyatakan bagaimana pendapat atau pernyataan responden terhadap suatu objek. Dalam skala kecemasan. makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang berpikir dan bekerja. yang dikutip oleh Nursalam. setuju dan tidak setuju. obyek sosial tersebut berlaku sebagai obyek kecemasan. <!--[if !supportLists]-->. (2001 : 133). kemudian dinyatakan dengan pendapat responden. Notoadmojo. Jadi keadaan penghasilan yang rendah mempunyai peningkatan kecemasan Nursalam. sebagai obyek sosial. (2003 : 132) skala kecemasan disusun untuk mengungkapkan sikap pro dan kontra positif dan negatif. <!--[endif]-->Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Umur Semakin cukup umur. makin konstruktiv dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi Menurut Hurlock. (2001 : 133). Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai yang diperkenalkan menurut Brower.<!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Tidak mudah untuk berkomunikasi <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Kombinasi dari gejala-gejala fisik yang disebutkan diatas dengan peningkatan tanda-tanda vital akan lebih awal dari tanda panik. <!--[if !supportLists]-->d.<!--[endif]-->Dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. <!--[if !supportLists]-->e.

<!--[endif]-->Konsep Dasar Premenarche Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. Selanjutnya dijelaskan bahwa siswa ialah wanita yang mulai dewasa sudah sampai umur untuk kawin.dalam menghadapi menarche menggunakan tingkat kecemasan Hars (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Penilaian 0: Tidaka ada (tidak ada gejala sama sekali) 1: Ringan (satu gejala dari pilihan yang ada) 2: Sedang (separuh dari gejala yang ada) 3: Berat (lebih dari separuh dari gejala yang ada) 4: Sangat berat (semua gejala ada) <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Penilaian Derajat Kecemasan Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. (2007 : 944). (2005 : 115). Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan variabel siswa yang berumur 12-16 tahun sesuai dengan pendapat Mirza Maulana yang mengatakan bahwa siswa menarche pertama kali pada usia 12-16 tahun. <!--[if !supportLists]-->2. Balai Pustaka. Siti. (2001 : 282). <!--[endif]-->Arti Menarche <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Menarche adalah haid yang pertama kali yang baru datang setelah berumur 14 tahun. dan disusul dengan periode tanpa gejala. <!--[if !supportLists]-->3. (2007 : 10). <!--[endif]-->Konsep Dasar Menarche : <!--[if !supportLists]-->a. Cipta Karya. Maulana. Baradero. . 2008). (2009 : 18). <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Arti Siswa Siswa adalah wanita yang beranjak atau mulai dewasa. <!--[endif]-->Konsep Dasar Siswa <!--[if !supportLists]-->a.

Sarwono. antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. 2). <!--[if !supportLists]-->b. (2003 : 169-170). Lamanya siklus menarche rata-rata adalah 28 hari. Sylvia. Panjang siklus haid yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Menurut Maulana. (2005 : 69). <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Begitu juga pendapat lain menjelaskan bahwa menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Panjang siklus yang biasa pada manusia ialah 25-32 hari. Rata–rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25. Jika siklusnya kurang dari 18 hari atau lebih dari 42 hari dan tidak teratur biasanya siklusnya tidak berevolusi. Pada setiap .1 hari pada wanita usia 43 tahun 27.1 hari. Dan pada wanita usia 55 tahun 51. dan kira-kira 97% wanita yang berevolusi siklus haidnya berkisar antara 18-42 hari. kematian orang yang dicintai dan sebagainya. Panjang siklus haid dipengaruhi oleh usia seseorang. Dari pengamatan Hartman pada kera ternyata bahwa hanya 20% saja panjang siklus haid 28 hari. berpindah dari tempat yang berbeda. misalnya perubahan pekerjaan. (2005 : 103) menarche merupakan perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium.9 hari.<!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Selanjutnya menurut Sarwono. Ada yang 1-2 hari dikuti darah sedikit–sedikit kemudian ada yang sampai 7-8 hari. Terdapat pengendalian neurohormonal pada glandula pituitari anterior oleh hipotalamus dan siklus menarche tersebut dipengaruhi oleh faktor emosional. (2005 : 103). Telah diketahui bahwa : 1). Jadi sebenarnya panjang siklus haid 28 hari itu tidak sering dijumpai. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Referensi lain mengatakan bahwa siklus menarche adalah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Erna. (2003 : 169). (2009 : 19) menarche suatu proses pengeluran darah dari uterus disertai serpihan selaput dinding uterus pada wanita dewasa yang terjadi secara periodik. Lama haid biasanya antara 3-5 hari. tetapi faktor-faktor yang menyebabkan glandula tersebut mengadakan stimulus (rangsangan) gonad pada saat pubertas belum seluruhnya dipahami. tetapi variasinya cukup luas saja. Kemudian juga dijelaskan bahwa tujuan siklus menarche untuk melepas ovum dalam persiapan fertilisasi pada kira-kira jarak 4 minggu dan untuk mempersiakan uterus dan seluruh tubuh wanita untuk menerima dan mengembangkan hasil fertilisas ini. tetapi juga pada tubuh wanita secara keseluruhan. <!--[endif]-->Arti Siklus Menstruasi <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Siklus menarche ialah suatu kejadian yang terjadi pada ovarium yang menghasilkan perubahan tidak hanya pada uterus. Bila glandula pituitari anterior mengatur sekresi estrogen dan progesteron. Siklus ini diatur terutama oleh glandula pituitari anterior. Verralls. maka glandula pituitari anterior itu sendiri diatur oleh kedua sekresi tersebut.

Sarwono. Hanya startum basale yang tinggal utuh. kelenjar endometrium yang tumbuh berkeluk-keluk mulai bersekresi dan mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak pada akhir masa ini stroma endometrium berubah ke arah sel-sel desidual terutama yang berada di seputar pembuluhpembuluh arterial. Jumlah darah yang keluar rata–rata 33. Pada waktu itu endometrium tumbuh kembali. fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Sesudahnya dinamakan masa sekresi. dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan. Kelenjarkelenjar kebanyakan lurus.4 hari. (2005 : 103). <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Fase Intermenstruum atau fase proliferasi dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal + 3. Pada tiap siklus haid dikenal tiga masa utama <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Masa haid selama dua sampai delapan hari. disebut juga endometrium mengadakan proliferasi. Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak. Dibawah pengaruh progesteron ini. Darah haid mengandung darah fena dan anteri dengan sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglotinasi. sedangkan pengeluaran hormonhormon ovarium paling rendah (minimum). 4 Fase Endometrium Dalam Siklus Haid <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Fase menstruasi atau deskuamasi. Sebagian masih . <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Fase pasca haid atau fase regenerasi luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagai besar berangsur– angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang baru tumbuh dari sel–sel epitel endometrium pada waktu ini tebal endomertium + 0. Jumlah darah haid lebih 80 cc dianggap patologik. pendek dan sempit bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi sel-sel kelenjar mengalami mitosis. Antara hari kedua belas dan keempat belas dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi.5 mm fase ini berlangsung dari hari kelima sampai hari keempat belas dari siklus haid. Fase proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Dini berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Masa proliferasi sampai hari keempat belas. pada wanita dengan anemi defisiensi besi jumlah darah haidnya juga lebih banyak. Pada waktu itu endometrium dilepas. Sarwono. (2006 : 46). sel-sel epitel dan stroma yang mengalami disentegrasi dan otolisis.2 ± 16 cc. Pada ketika itu korpus rubrum menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesteron. Fase ini berlangsung 3 . terutama dari mulut kelenjar.5 mm fase ini telah mulai sejak fase menarche dan berlangsung + 4 hari. dan sekret dari uterus.wanita biasanya lama haid itu tetap. servik dan kelenjar-kelenjar vulva.

yang makin lama makin nyata. yaitu lapisan atas yang padat saluran-saluran kelenjar sempit ilumennya berisi sekret. Fase sekresi dibagi atas : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Sekresi Dini. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Madya berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. (2005 : 112). Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum. stroma bertumbuh aktif dan padat. yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spon ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar yang melebar dan berkeluk-berkeluk dan sedikit stroma diantaranya. endometrium lebih tipis dari pada fase sebelumnya kerena kehilangan cairan. sel-selnya berbentuk bintang dan didepan tonjolan-tonjolan.menunjukkan suasana fase menarche dimana terlibat perubahan-perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboit strama padat dan sebagian menunjukkan aktifitas mitosis. yaitu lapisan ini tidak aktif. Dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk-keluk dan kaya dengan glikogen. . Arwono. anestomosis nukleus sel stroma relatif besar sebab sitiplasma relatif sedikit. dan mengeluarkan getah. Kelenjar berkeluk-keluk dan bervariasi sejumlah stroma mengalami edema tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang. dan stromanya edema. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Sekresi Lanjut. Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan yaitu : <!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Lapisan neometrium. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi ini. kecuali mitisis pada kelenjar. Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm. <!--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]-->Stratum Sepongiosus. <!--[if !supportLists]-->(3) <!--[endif]-->Stratum Kompaktum. Memang tujuan perubahan ini adalah untuk perubahan mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. fase ini merupakan bentuk transis dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torok dan tinggi. Sitoplasma sel-sel stroma bertambah menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan. fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. tetapi untuk kelenjar berubah menjadi panjang berkeluk-keluk. Pada fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Fase Prahaid atau Fase Sekresi berlangsung sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Akhir berlangsung hari ke-2 sampai hari ke-14.

akan tetapi hanya satu yang tumbuh terus menjadi matang. sehingga permukaan endometrium memuncak dan berwarna merah karena penuh dengan darah. sesudah ovulasi. dengan akibat mempertinggi permeabilitas pembuluh-pembuluh darah yang sudah berkembang sejak permulaan fase proliferasi. Sarwono. Pada pertumbuhan endomertium itu tumbuh pula arteria-arteria fena-fena dan hubungan antaranya. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Faktor faktor muskular mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistim faskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. Karena itu. <!--[endif]-->Perubahan Masa Menstruasi. Sarwono. enzim-enzim hidrolitik dilepaskan dan merusakkan bagian dari sel-sel yang berperan dalam sintesis protein. baik dari arteri maupun dari fena. dan akhirnya terjadi mekrosis dalam perdarahan dengan pembentukan hematom. seperti digambarkan diatas dengan regresi endometrium timbul statis dalam fena-fena serta saluran-saluran yang menghubungkan dengan arteri. lebih banyak zat-zat makanan mengalir ke stroma endometrium sebagai persiapan untuk implantasi ovum. berganti-ganti. (2005 : 11). Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid. kecuali faktor hormonal.<!--[if !supportLists]-->c. (2005 : 110). apabila terjadi kehamilan. Jika kehamilan tidak terjadi. Dengan demikian. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Endometrium Hampir sepanjang siklus haid pembuluh-pembuluh darah menyempit dan melebar secara ritmis. endomertium memasuki fase sekresi. <!--[endif]-->Mekanisme menstruasi : Hormon Steroid estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium dibawah pengaruh estrogen endometrium memasuki fase proliferasi. Zat-zat yang terakhir ini ikut serta dalam pembangunan endometrium khususnya dengan pembentukan stroma dibagian bawahnya pada pertengahan fase luteal sintesis mukopolisakarida terhenti. memegang peranan dalam hal ini yang penting ialah : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Faktor–faktor enzim dalam fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpanya enzim-enzim histologik dalam endometrium serta merangsang pembentukan glikogen dan asam-asam mukopolisakarida. Bila tidak terjadi pembuahan korpus luteum mengalami kemunduran yang menyebabkan kadar . akan tetapi sudah dikenal beberapa faktor. timbul gangguan dalam metabolisms endometrium yang mengakibatakan regresi endometrium dan pendarahan. <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Perubahan Fisik <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Ovarium Perubahan-perubahan yang terdapat pada ovarium pada siklus haid ialah sebagai berikut. Dibawah pengaruh FSH beberapa folikel mulai berkembang. terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan. Mekanisme haid belum diketahui seluruhnya. <!--[if !supportLists]-->d. maka dengan menurunnya kadar progesteron.

ketegangan dan kegugupan. teh. Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat mengakibatkan perubahan asupan energi belum didapatkan data yang pasti. fungsi organ tubuh. . yang berpendapat bahwa asupan lemak dan protein akan meningkatkan pada fase luteal. edema pada ekstrimitas. nafsu makan bertambah. Pada remaja perlu mempertahankan status gizi yang baik. cepat marah.progesteron dan estrogen menurun. Peningkatan konsumen energi premenstruasi dengan ekstra penambahan 87500 Kkal/ hari. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Untuk berat badan yang bertambah karena menarche. depresi. dan terjadilah pengeluaran darah yang disebut haid. juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Baradero. (2005 : 114). cepat lupa. karena sangat dibutuhkan pada saat haid. dan lemak hewan. cepat menangis. (1996). (1996). nafsu makan bertambah. Peristiwa ini menyebabkan pembuluh-pembuluh darah terputus. mentega dan gerak badan. payudara sakit. Dengan demikian selama fase luteal terjadi peningkatan asupan makanan atau energi Krummel. cepat lupa. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Untuk depresi. Asupan energi bervariasi sepanjang siklus haid. <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan. cepat menangis tingkatkan asupan vitamin B dan sayur–sayuran hijau. dan pada satu saat lapisan fungsional endometrium terlepas dari stratu basale yang dibawahnya. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pengobatan Yang Tersedia : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Untuk rasa cemas. Baradero. Ada yang berpendapat karbohidrat merupakan sumber peningkatan asupan kalori selama fase luteal. Sarwono. (2007 : 11). (2007 : 11). ingin makan yang manis kurangi asupan garam. payudara sakit. Baradero. terjadi peningkatan energi pada fase luteal dibandingkan fase folikuler. ingin makan yang manis-manis. Penurunan kadar hormon ini mempengaruhi keadaan endometrium kearah regresi. hal ini akan berdampak gangguan haid. Selain itu juga ada. ketegangan dan kegugupan dan cepat marah kurangi asupan susu. cola. dengan cara mengkonsumsi makanan seimbang. Kesimpulannya bahwa estrogen mengakibatkan efek penekanan atau penurunan terhadap nafsu makan Krummel. edema pada ekstrimitas. keju. abdomen terasa penuh. Seberapa jauh pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarche belum ada. yang melakukan penelitian. kopi. coklat. tetapi akan membaik bila asupan gizinya baik. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Penambahan BB. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Perubahan Psikologis : Cemas. yang lain berpendapat bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama fase luteal. Sebagai bahan perbandingan di bawah ini akan diuraikan tentang asupan energi total dan keragaman komponen diet. abdomen terasa penuh. (2007 : 11).

9% pada non vegetarian. Pada wanita yang mengonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menarche. Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif dianggap mempengaruhi siklus menarche serta penampilan reproduksi. kesimpulannya tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon sex. Tetapi timbul pertanyaan seberapa sering faktor diet dipandang sebagai penyebab timbulnya menarce.2 hari juga. <!--[if !supportLists]-->e. polip endometrium. lamanya menarche.terbukti pada saat haid tersebut terutama pada fase luteal akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid. serat dan nutrien lainnya Krummel.9 hari. rata-rata 3. Diet Vegetarian : Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon sex telah diteliti. Erna. Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus. rata-rata 4.8 hari. (2005 : 70). Gangguan yang dapat terjadi karena menarche dan siklusnya diantaranya : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Hypermenorea (Menoragia) ialah perdarahan menarche yang lebih banyak dari normal. terjadi hubungan antara diet dengan fungsi menarche. mengalami penurunan frekuensi puncak LH dan peningkatan pada LH. sedang diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas kerokan. E2 menurun secara signifikan.5% pada vegetarian dan 4. Siklus menarche bukan dipengaruhi oleh diet vegetarian tetapi diet yang bervariasi dalam hal lemak. Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah kediet rendah lemak akan memperpanjang siklus menarche sebagai akibat dari memanjangnya fase menarche dan fase folikuler. <!--[endif]-->Selain kita harus memahami siklus menarche. Sarwono. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Hipomenorea ialah perdarahan menarche yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.5 hari dan fase folikuler meningkat ratarata 0. Diet Rendah Lemak : Hasil penelitian pada diet rendah lemak dibanding tinggi lemak ternyata pada diet tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urine. (1996).3 hari lamanya waktu menarche meningkat rata-rata 0. FSH meningkat. masih jarang penelitian yang menggunakan diet sebagai metode perlakuan dan uraiannya sering tidak lengkap atau tumpang tindih. keluhan serta pengobatan menarche kita juga harus mengerti gangguan-gangguan yang dapat terjadi saat menarche. (2005 : 204). gangguan pelepasan endometrium pada waktu menarche dan sebagainya. Sebab-sebabnya dapat . Prevalensi ketidak teraturan menarche 26. misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu. 9 orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging. atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Terapi pada hipermenorea pada mioma uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri. Sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama : panjang siklus menarche meningkat rata-rata 1. ternyata fase folikuler memanjang. Setelah mengalami 2 x injeksi LHRH. Sebaliknya 16 orang diet biasa beralih kediet yang kurang daging selama 2 bulan mengalami pemendekan fase folikuler.

atau menjadi pendeknya masa luteal dan sebagainya. lebih dari 35 hari. ovarium. Kadang-kadang tidak ada menarche.terletak pada konstitusi penderita. Baradero. gangguan metabolisme. dan lain-lain. Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari menarche biasa. Amenorea primer bisa diakibatkan oleh kelainan genetik. Terapi hormon bisa diberikan. Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengkibatkan gangguan ovulasi. tidak pernah dapat menarche. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Oligomenorea Disini siklus menarche lebih panjang. penyakit infeksi. pada uterus (misalnya sesudah miomektomi). Lazim diadakan pembagian antara amenorea. Terapi : Pengobatan bergantung pada penyebab amenorea. (2005:205). Hilangnya 10-15% berat badan dapat menyebabkan amenorea. (2007 : 10). perubahan fungsi hipotalamus. kelenjar hipofisis. Amenorea sekunder bisa juga dialami oleh atlet yang terlalu banyak menghabiskan kalori. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Polimenorea ialah siklus menarche lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). <!--[if !supportLists]-->6) <!--[endif]-->Dismenorea atau nyeri menarche mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita- . sedang pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat menarche. Amenorea bisa juga mempengaruhi kepadatan tulang yang mengakibatkan osteoporosis. tumor. endokrin. seperti gangguan gizi. karena menarche yang normal memerlukan sekitar 17% lemak dari tubuh. <!--[if !supportLists]-->5) <!--[endif]-->Amenorea ialah keadaan tidak adanya menarche untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. dan lain-lain. dan kelenjar adrenal. Selanjutnya dijelaskan bahwa amenorea ialah tidak adanya menarche. Amenorea sekunder timbul apabila seorang wanita yang sudah menarche berhenti menarchenya selama 3-6 bulan. Kecuali jika ditemukan sebab yang nyata. timid. Wanita dengan amenorea memerlukan konseling untuk manangani gangguan konsep diri dan infertilitas. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul dalam kehidupan wanita. Amenorea sekunder bisa juga timbul sebagai respon terhadap stres yang berat. Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui. Kehamilan adalah penyebab utama dari amenorea. Amenorea primer timbul apabila menarche pertama tidak terjadi pada umur 16 tahun. atau efek perkembangan kongenital. primer dan amenorea sekunder. seperti kelainan-kelainan kongenital dan kelainan-kelainan genetik. Wanita yang memakai kontrasepsi oral bisa juga mengalami amenorea selama 6 bulan setelah berhenti memakai kontrasepsi oral. pada gangguan endokrin. terapi terdiri atas menenangkan penderita. tetapi kemudian tidak dapat lagi. Sarwono. Kita berbicara tentang amenorea primer terlebih dahulu apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas. satu kali masih dianggap normal. Ada dua bentuk amenorea yaitu amenorea primer dan sekunder.

penyakit menahun. Budi. untuk beberapa jam atau beberapa hari. Di Amerika Serikat pernah dilaporkan dysmenorrhoe menyebabkan hilangnya 600 juta jam kerja pertahun. dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. diare. dysmenorrhoe ialah nyeri saat menarche yang sering difikirkan oleh gadis-gadis yang mengalaminya. Etiologi : Beberapa faktor memegang peranan sebagai penyebab dismenorea primer. biasanya terbatas pada perut bawah. walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari. berat atau intensitasnya sukar dinilai. Smith menduga bahwa sebab alergi ialah toksin menarche. Dysmenorrhoe ini merupakan keluhan yang sering dirasakan di masyarakat sehingga menjadi penyebab yang paling banyak hilangnya waktu kerja atau absen masuk sekolah. Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak di perut bawah sebelum dan selama menarche dan sering kali mual maka istilah dismenorea hanya dipakai jika nyeri menarche demikian hebatnya. Karakteristiknya nyeri menarche muncul bersamaan dengan datangnya menarche dan berakhir beberapa jam kemudian. hingga ada yang . apabila jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses menarche.wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. muntah. kram pada perut. Sifat rasa nyeri ialah kejang berjangkit-jangkit. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Faktor Alergi : Teori ini dikemukakan setelah memperhatikan adanya asosiasi antara dismenorea dengan urtikaria. Faktor-faktor seperti anemia. mudah timbul dismenorea. namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan. Karena gangguan ini sifatnya subyektif. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Faktor Konstitusi : Faktor ini yang erat hubungannya dengan faktor tersebut di atas. Walau frekuensi dismenorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal. Keluhan nyeri mulai dari yang ringan seperti rasa mulas. diperkirakan hanya berkaitan dengan faktor intrinsik. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual. Dismenorea primer terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih. oleh karena itu siklus haid pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai dengan rasa nyeri. sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari. antara lain : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Primer Kejiwaan : Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil. dan sebagainya dapat mempengaruhi timbulnya dismenorea. Ada 2 jenis dysmenorrhoe : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe primer yaitu nyeri pada saat menarche tanpa ada kelainan organ di rongga panggul. migrain atau asma. Dismenorea dibagi atas : Dismenorea Primer yaitu nyeri menarche yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata. meskipun beberapa kasus nyeri berlanjut hingga beberapa hari. sakit kepala. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan menarche dan berlangsung untuk beberapa jam. tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. dan sebagainya. Selanjutnya menurut dr.

Menurut literatur lain dijelaskan bahwa dismenorea adalah nyeri uteri pada saat menarche. dan ketoprofen sedangkan dismenorea sekunder diatasi dengan memperbaiki penyebab organik. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe sekunder adalah nyeri menarche dimana didapatkan kelainan organik. maupun secara tidak sengaja melalui media tertentu. seperti endometriosis. sehingga pengaruh luar mudah masuk. <!--[if !supportLists]-->f. Baradero. fibroit uteri.Umur . Dismenorea primer tidak dikaitkan dengan patologi pelvis dan bisa timbul tanpa penyakit organik. diare. (2007 : 9). (2007 : 36). Dismenorea sekunder timbul sebagai respon terhadap penyakit organik seperti endomertiosis. Dismenorea primer biasa timbul pada hari pertama atau kedua dari menarche. rasa lelah dan rasa tegang. Dismenorea primer mengenai sekitar 5075% wanita yang masih menarche. Nyerinya bersifat kolik atau kram dan dirasakan pada abdomen bawah. <!--[endif]-->Perempuan paling rentan pada kesehatan organ reproduksi karena bentuk organ reproduksi utama bersifat menerima atau dalam bentuk lubang yang agak besar. yang sering adalah berkurang dan bahkan hilang saat setelah melahirkan bisa juga dengan mengkonsumsi obat penghilang nyeri. <!--[if !supportLists]-->B. Oleh karena itu organ reproduksi perempuan paling penting untuk diperhatikan. nyeri kepala. Intensitas dismenorea bisa berkurang setelah hamil atau pada umur sekitar 30 tahun. adenomiosis dan mungkin infeksi di rongga-rongga panggul. baik secara sengaja dengan hubungan seksual atau proses seksualitas yang lain. tidak mau makan. Dysmenorrhoe primer akan berkurang dengan bertambahnya usia. Beberapa kasus disertai dengan mual.berat seperti nyeri orang melahirkan.Gizi Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche Berat . Karakteristik nyeri dysmenorrhoe sekunder lebih spesifik bergantung dari penyebabnya maka pengobatan berdasarkan kelainan yang ditemukan. muntah. <!--[endif]-->Kerangka Konseptual Kerangka Konseptual di gambarkan sebagai berikut : Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan : . Budi. naproxen. Sekitar 10% mengalami dismenorea berat sehingga mereka tidak bisa bekerja. mioma uteri. Terapi dismenorea primer dapat diatasi dengan obat ibuprofen. clan pemakaian IUD.

Status perkawinan .Pendapatan <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Keterangan : .Pendidikan .>27 Sedang 15-27 Ringan 6-14 Tidak ada kecemasan <> .

<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Di teliti <!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Tidak di teliti Sumber : (Nursalam, 2008) Gambar 2.1 : Gambar konsep tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng.

BAB 3 METODE PENELITIAN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Jenis dan Rancang Bangun Penelitian Dalam penelitian ini adalah suatu metode penelitian deskriptif peristiwa dilakukan secara sistematik dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi, oleh karena itu penelitian jenis ini tidak perlu adanya suatu hipotesis. Nursalam, (2003 : 83). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain deskriptif yaitu penelitian ingin mengetahui Tingkat Kecemasan Siswa dalam menghadapi Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Karena siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Variabel Istilah “variabel” merupakan istilah yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap jenis penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche. Definisi Operasional Variabel

Variabel Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche.

Definisi Operasional Seberapa besar tingkat kecemasan siswa saat menghadapi menarche, meliputi: <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Umur <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Status Perkawinan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendidikan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendapatan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Gizi

Kriteria

Skala

Tingkat kecemasan Ordinal berat >27, sedang 15-27, ringan 6-14, dan tidak ada kecemasan <6.>

Sumber : (Nursalam, 2008). <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Populasi Arikunto berpendapat bahwa populasi ialah keseluruhan subyek penelitian. Arikunto, (2006:130). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas satu usia 12–16 khususnya di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 60 orang. Jumlah siswa kelas VII adalah 280 siswa, siswa perempuan sebanyak 120 siswa diambil secara acak dengan setiap kelas di wakili 8 sampai 9 siswa. <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Sampel Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi studied sampel, maka penelitian ini tersebut disebut penelitian sampel. Sampel sendiri adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Arikunto, (2006 : 131). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara random dengan total siswa kelas satu usia 1216 tahun yang bersekolah di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sejumlah 60 orang. Dengan rincian sampel dari kelas 7 A, kelas 7 B, kelas 7 C, kelas 7 D, kelas 7 E, kelas 7 F, dan 7 G. <!--[if !supportLists]-->E. <!--[endif]-->Lokasi dan Waktu Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tempat

Penelitian dilaksanakan di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Penelitian di daerah tersebut didasarkan pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi Menarche oleh karena siswa kelas satu usia 12-16 tahun belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Waktu Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Juli sampai Agustus 2009. <!--[if !supportLists]-->F. <!--[endif]-->Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tehnik Pengumulan Data Pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu setelah lembar kuesioner dibagikan kepada responden, lembar tersebut akan diambil pada hari itu juga. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan inform consent. Kuesioner sendiri mempunyai pengertian sejumlah pertanyaan tertulis yang dipergunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Arikunto, (2006 : 151). Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan ialah check list atau sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check (√) pada kolom yang sesuai dan rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan–tingkatan, misalnya mulai dari benar dan salah. <!--[if !supportLists]-->G. <!--[endif]-->Teknik Analisis Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Editing Peneliti mengumpulkan dan memeriksa kembali kebenaran yang telah diperoleh dari responden. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini ialah menjumlahkan dan melakukan korelasi. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Coding Merupakan tahap kedua setelah editing dimana peneliti memberikan kode pada setiap kuesioner yang disebarkan untuk memudahkan dalam pengolahan data. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Scoring Peneliti memberikan skor untuk tiap-tiap pertanyaan, bila pertanyaan favorable nilai 2 untuk jawaban (benar), nilai 1 untuk jawaban (salah), dan apabila pertanyaan unfavorable nilai 1 untuk jawaban (benar), nilai 2 untuk jawaban (salah). <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Tabulating

<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk prosentase menggunakan rumus : N= Keterangan: N = Besar populasi n = Besar sampel d = Tingkat kepercayaan (ketepatan yang diujikan (0. <!--[if !supportLists]-->b. . 2008) <!--[if !supportLists]-->H. nama responden tidak dicantumkan hanya diberi kode. Selanjutnya dimasukkan pada kriteria objektif sebagai berikut : Positif : 50 – 100% Negatif : <> Sedangkan kriteria untuk menilai tingkat kecemasan saat menarche diantaranya sebagai berikut : Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. <!--[endif]-->Etika Penelitian Penelitian ini melibatkan obyek manusia maka tidak boleh bertentangan dengan etika agar responden dapat terlindungi untuk itu perlu adanya Surat Izin dari Kepala Sekolah SLTPN 2 Genteng. Kepala Desa Kaligondo Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dan rekomendasi dari Ketua Program Studi D3 Kebidanan Poltekkes Majapahit Mojokerto.05). Setelah mendapatkan persetujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan etika sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Tanpa Nama Tanpa lembaran pengumpulan data. <!--[endif]-->Lembar Kuesioner Diberikan kepada siswi kelas VII SLTPN 2 Genteng sebelum penelitian agar dapat mengetahui maksud peneliti.

Sekolah yang luasnya 15. <!--[endif]-->Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa hambatan seperti minimnya buku sumber yang kami miliki dikarenakan ada batasan minimal untuk tahun penerbitan sebuah judul buku yang berkaitan dengan penelitian ini.1 Distribusi Umur Siswa (12-16 tahun) di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. <!--[if !supportLists]-->1. Disamping itu peneliti masih sulit memahami pedoman penyusunan Karya Tulis Ilmiah karena kurangnya contoh referensi dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah. <!--[endif]-->Data Umum. Berikut akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. No 1 2 3 Umur (Tahun) 12 13 14 Jumlah 6 50 3 Prosentase (%) 10. SLTPN 2 Genteng terletak di Dusun Sumber Wadung. sehingga kami harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk mencari di daerah luar kota. Data terdiri dari data umum dan data khusus yang selanjutnya dilakukan proses analisa data. dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap.000. <!--[endif]-->Kerahasiaan Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. sekolah ini juga mempersiapkan diri menuju sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). <!--[if !supportLists]-->I.<!--[if !supportLists]-->c. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN <!--[if !supportLists]-->A. Hasil penelitian mengenai pengetahuan remaja putri tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi diperoleh melalui kuesioner yang berisikan 8 pertanyaan yang diberikan kepada 60 siswa remaja putri secara random di SLTP Negeri 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi.000 m <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> dengan jumlah siswa 736 anak.05 .00 83.33 0. Desa Kaligondo. Kecamatan Genteng. Tabel 4. <!--[endif]-->Hasil Penelitian Dalam bab ini akan disajikan hasil penelitian tentang studi deskriptif tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada bulan Juli 2009. Kabupaten Banyuwangi.

016 0 100 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. siswa yang berumur 15 tahun sebanyak 1 orang (0.4 5 15 16 1 0 60 0.00 %).00 0. <!--[endif]-->Data Khusus .00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.00 76.00 %).33 100. yang mendapat informasi dari majalah 3 orang (0.2 Distribusi Gizi Siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mempunyai gizi baik sebanyak 12 orang (20.67 %).016 %).05 %).05 %). siswa yang mempunyai gizi kurang baik sebanyak 2 orang (3.3 Sumber Informasi Yang Di Dapat Siswa Tentang Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009.00 %).00 100. No 1 2 3 Gizi Baik Cukup Kurang baik Jumlah 12 46 2 60 Prosentase (%) 20. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat informasi dari televisi 12 orang (20. Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berumur 12 tahun sebanyak 6 orang (10. Tabel 4.00 %).67 3. siswa yang berumur 13 tahun sebanyak 50 orang (83. yang mendapat informasi dari orang tua 45 orang (75.05 75. siswa yang berumur 14 tahun sebanyak 3 orang (0.33 %). No 1 2 3 Pendidikan Televisi Majalah Orang Tua Jumlah 12 3 45 60 Prosentase (%) 20. siswa yang mempunyai gizi cukup sebanyak 46 orang (76. siswa yang berumur 0 tahun sebanyak 0 orang (0 %).00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. <!--[if !supportLists]-->2.33 %).

05 0. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berusia 12 tahun 6 orang yang berpengetahuan kurang baik 1 orang (1.66 %).66 34 56. siswa gizi cukup hampir dominan yaitu berjumlah 46 orang dengan kriteria cukup 10 orang (16.00 %).66 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. yang mempunyai pengetahuan cukup (5.67 4 6. Tabel 4.66 %) mempunyai pengetahuan kurang baik 15 orang (25.67 %).00 %) mempunyai pengetahuan tidak baik 28 orang (46.00 10 16.67 %).67 Tidak BaikTotal å 5 % 8.33 16 26. siswa yang berusia 15 tahun 1 orang. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa gizi baik berjumlah 12 orang dengan kriteria cukup 12 orang (20. siswa yang berumur 13 tahun 50 orang yang mempunyai pengetahuan cukup 7 orang (11.67 3.00 å å % å 6 7 3 1 - 50 3 1 0 - 11. mempunyai pengetahuan cukup (1.33 Total 60 - 22 36.33 %).00 %).00 - 12 20.66 15 25.67 3 1 0 0.00 28 46.67 33 55. yang berkriteria tidak baik 2 .00 1.33 2 3.66 34 56.33 46 76. yang mempunyai pengetahuan tidak baik 5 orang (8.33 5.67 %). N Umur o (th) 1 2 3 4 5 12 13 14 15 16 Baik Cukup % Kurang Baik å 1 % 1.016 0 Total 60 - 11 18.00 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. yang berkriteria kurang baik 34 orang (56. siswa yang berusia 14 tahun 3 orang.Tabel 4.4 Distribusi Umur Siswa Terhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009.67 50 83.5 Distribusi Gizi SiswaTerhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009.67 %).67 2 2 3. N Gizi o 1 2 3 Baik Cukup Kurang Baik Cukup % Kurang Baik å % Tidak Baik å % Total å % å å % å 12 46 2 - 12 20.33 å 6 % 10.

Hal ini dipengaruhi oleh minimnya informasi yang diterima. Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik 11 33 16 60 Prosentase (%) 18. Tabel 4. pendapatan. cukup 11 orang (18. emosi. siswa gizi kurang berjumlah 2 orang dengan kriteria tidak baik 2 orang (3.00 %) tidak baik 16 orang (26.orang (3.33 %). motivasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Juli 2009 didapatkan 33 siswa (55.33 %). status perkawinan.00 %) memiliki pengetahuan kurang baik. hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial sekitar individu mempengaruhi perilaku dan penampilan seseorang (Notoatmojo. tingkat pendidikan dan usia. jenis kelamin.6 Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche pada tanggal 16 Juli 2009.67 %). Tidak adanya sumber informasi yang benar. Informasi yang diterima dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari sosial budaya. Faktor internal terdiri kecerdasan. tetapi dalam penelitian ini subjek peneliti adalah siswa kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sehingga faktor-faktor yang digunakan oleh peneliti yaitu umur dan gizi saja. <!--[if !supportLists]-->B. pendidikan.67 100. 2003 : 120-121). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi menarche meliputi: umur. Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi paling banyak terdapat pada kelompok umur 13 tahun seperti pada tabel 4. . No 1 2 3 4 Tingkat Kecemasan siswa Jumlah dalam menghadapi menarche.33 %). Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche dengan kriteria baik tidak ada.00 26. 2003 : 120). Di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi merupakan komunitas siswa-siswa yang beragam latar belakang. <!--[endif]-->Pembahasan Dalam pembahasan ini akan dibahas dari hasil analisa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi tahun 2009.33 55. lingkungan fisik. dan gizi. lingkungan sosial (Notoatmojo.33 %).00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. persepsi.4 sebanyak 50 orang (83. kurang baik 33 orang (55.

Yang tidak kalah pentingnya adalah media elektronika yaitu televisi. Apabila tidak jelas dapat langsung diklarifikasi kepada komunikator (Notoatmojo.33 % yang dipengaruhi umur. 2003 : 64). meliputi : 7 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (11.5 tentang distribusi gizi siswa terhadap tingkat kecemasan.33 %). 2 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (3. <!--[endif]-->Bagi Tempat Penelitian .67 % yang dipengaruhi gizi. karena 75%-87% pengindraan melalui mata (Notoatmojo. Sumber informasi yang di dapat siswa tentang menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dari orang tua.Semakin cukup usia.00 % memiliki tingkat kecemasan yang kurang baik karena karena dipengaruhi umur siswa.67 %).66 %). Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini peneliti merasa masih banyak kekurangan karena keterbatasan waktu dan pengalaman dalam melakukan penelitian. meliputi: 10 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (16. 2002 : 75).00 %). Semoga peneliti selanjutnya lebih sempurna.00 %). Mayoritas siswa 55. <!--[endif]-->Saran <!--[if !supportLists]-->1.67 %).66 %). terbukti pada tabel 4. yang ke dua adalah lingkungan masyarakat. 34 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (56. 15 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (25. <!--[if !supportLists]-->B. 28 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (46. semakin baik gizi siswa tersebut semakin baik pula kondisi siswa dalam menghadapi menarche. dan sumber informasi yang didapat siswa. Mayoritas siswa 76. TV dan internet. Kebutuhan gizi siswa ternyata sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. Sedangkan bentuk komunikasi dimana seorang komunikan dan komunikator dapat langsung tatap mata sehingga stimulus yaitu pesan/ informasi yang disampaikan komunikan dapat langsung direspon pada saat itu juga. Faedah alat bantu seperti pemutaran video kaset adalah mempermudah penerimaan informasi. BAB V SIMPULAN DAN SARAN <!--[if !supportLists]-->A. tingkat gizi. tingkat pengetahuan atau kematangan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan menerima informasi (Latipun. 2001 : 232).3 dimana yang lebih dominan dalam pemberian sumber informasi yaitu berasal dari orang tua yang berjumlah 45 (75. Orang tua sangat berperan penting dalam hal pemberian bimbingan karena lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat dekat dengan siswa. <!--[endif]-->Simpulan Berdasarkan data analisis dapat disimpulkan sebagai berikut : Mayoritas siswa 83. teman. ini dapat dilihat pada tabel 4. guru dan media massa seperti majalah.

2002. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto. Lynda Jual1. Solusi Problem Wanita Dewasa. 2001. Jakarta : Puspa Swara Lie. Terapi Vegetarian Untuk Penyakit Kewanitaan. <!--[if !supportLists]-->2. 2000. 1995. 2008. Goodner. ida. Yogyakarta : Andi Offset Kasdu. Jakarta : EGC Hadi. Jakarta : EGC Dorland. Jakarta: EGC Carpenito. Hamilton Anxiety Range Scale. Metodologi Research Jilid 2. 2005. Dini. 2000. <!--[endif]-->Bagi AKBID Poltekkes Mojopahit Mojokerto. 2004. <!--[endif]-->Bagi Siswa Agar para remaja putri khususnya remaja putri kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi untuk dapat lebih aktif dalam menggali pengetahuan tentang tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. Diagnosa Keperawatan. Panduan Tindakan Keperawatan Klinis Praktis. Prosedur Penelitian. Jakarta : Salemba Medika Nursalam. Jakarta: CV. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi II. Kamus Kedokteran. 2002.multiply. http://idalioniells. Jakarta : Rineka Cipta Brenda. 1999.com. Stephen. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Psikologi Remaja. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dan bacaan di perpustakaan.Agar pihak sekolah dapat memasukkan materi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche dalam mata pelajaran yang diajarkan di sekolah seperti dalam pelajaran biologi atau melalui kegiatan ekstra kurikuler lain guna memberikan tambahan pengetahuan dan informasi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche bagi siswanya terutama remaja putri dalam masa pubertas serta melakukan pembinaan secara periodik pada siswa tentang pengetahuan kesehatan reproduksi. 2008. DAFTAR PUSTAKA Ali Mighwar. S. Sutrisno. Agung Seto . Jakarta : Prestasi Pustaka Lioni. 2003. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi I. 8 Maret 2009 Nursalam. Jakarta : Salemba Medika Nursalam @ Siti Pariani. <!--[if !supportLists]-->3.

Jakarta : EGC Sugiono. 2007. . 2004.com . 2002. ovarium dan uterus secara terkoordinasi. Obstetri dan Ginekologi.wordpress. 2008. William. Bandung : Elstar Offset. 2001. Sastrawinata. Semmel weiis dalam Sarwono (1999) menyatakan bahwa 100 tahun yang lampau usia gadis-gadis Vienna pada waktu menarche berkisar antara 15-19 tahun. Bandung : CV. Peristiwa ini bisa berproses dalam suasana hati yang normal pada anak gadis tetapi kadang kala juga bisa berjalan tidak lancar atau tidak normal dan bisa menimbulkan masalah-masalah psikosomatis (Kartono. yaitu antara 10-16 tahun end_of_the_skype_highlighting 081 904 015 . Dismenorea.1 Latar belakang Timbulnya menstruasi ini karena berfungsinya organ-organ hipotalamus. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita. Ginekologi. 1998. 8 Maret 2009 Owen. Alfabet Sulaiman. Budi dr. Keperawatan Jiwa. Elizabeth. 1992 : 111). http://fkunsri. Statistika Untuk Penelitian. hipofise. Jakarta : Widya Medika Santoso. Dalam dasawarsa terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda. 2005.Okparasta. Jakarta : SKP Stuart & Sundden. Diposkan oleh BeJo Net Community di 11. Jakarta : Widya Medika Raybun. 081 904 015 729 begin_of_the_skype_highlighting 729 BAB 1 PENDAHULUAN 1.09 KTI D3 KEBIDANAN : GAMBARAN USIA MENARCHE SISWI KELAS 1 SMP KTI D3 KEBIDANAN LENGKAP HUB : OVIK Hp. Sekarang usia gadis remaja pada waktu menarche bervariasi lebar. Pada awal-awal menstruasi sering tidak teratur bahkan bisa berlangsung 1-2 tahun dan pada waktu itu sering terdapat menstruasi yang belum mengeluarkan telur (Dep Kes RI. 1992 : 30). Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita.

Pengamatan secara psikoanalitis menunjukkan bahwa ada reaksi-reaksi psikis tertentu pada saat haid pertama lalu timbul proses yang disebut sebagai komplek kastrasi atau trauma genetalia (Kartono. Semakin muda usia remaja dan semakin belum siap menerima peristiwa haid akan semakin terasa kejam dan mengancam pengalaman menstruasi tersebut. Menurut Brown dalam Sarwono (1999) menurunnya waktu usia menarche itu sekarang disebabkan oleh keadaan gizi dan kesehatan umum yang membaik. cara hidup dan lingkungan anak. Dari sekian jumlah murid perempuan kelas I. kematangan fisik) ini selain dipengaruhi oleh konstitusi fisik individual juga dipengaruhi oleh faktor ras atau suku bangsa.tetapi rata-rata 12. Cepat atau lambatnya kematangan seksual (menstruasi . dan berkurangnya penyakit menahun. Fase tibanya haid ini merupakan suatu peristiwa dimana remaja benar-benar telah siap secara biologis menjalani fungsi kewanitaannya. Selain itu juga terdapat perbedaan etnis dalam usia saat menarche. karena pada usia tersebut merupakan periode transisi dalam siklus hidup dari masa anak-anak ke masa dewasa yang penuh dengan masalah dan tantangan kehidupan (Dep Kes RI dan WHO. yang sudah mengalami haid adalah 95%. Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. 2003 : 1). 1992 : 112). Beberapa ahli mengatakan bahwa anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat didaerah dataran rendah.5 tahun. keadaan gizi. Hal ini disebabkan oleh makin baiknya nutrisi dan kesehatan sekarang (Sarwono. Menarche terjadi ditengah-tengah masa pubertas. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antar ibu dan anak perempuannya. lebih cepat mengalami menarche. 2002 : 112-113). dan kesehatan umum. 1999 : 92). misalnya lebih lambat pada kulit hitam. Faktor lain seperti penyakit kronis terutama yang mempengaruhi masukan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche (Pardede. 2002 : 154). Sekitar 1/3 dari jumlah penduduk indonesia terdiri dari kelompok usia remaja yang perlu mendapat bimbingan dan perhatian yang lebih besar. Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis bisa memperlambat timbulnya menstruasi (Kartono. Di SMP Negeri I Maospati jumlah keseluruhan murid perempuan kelas I adalah 150 orang. faktor iklim. Menstruasi yang datangnya sangat awal. yaitu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. dalam artian anak gadis tersebut masih . Menarchenya terjadi rata-rata usia 11-13 tahun. Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. Statistik menunjukkan bahwa usia menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan.

atau harus diisolir. Dengan demikian perlu diberikan pendidikan tentang menarche kepada remaja putri sebelum mereka menghadapi menarche. Mengidentifikasi jumlah siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. 1. dan kurang mendisiplinkan diri dalam hal kebersihan badan menyebabkan menstruasi itu dialami oleh anak sebagai suatu beban baru atau sebagai satu tugas baru yang tidak menyenangkan. Menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. Reaksi individual anak gadis pada saat menarche berbeda-beda atau bervariasi. ia selalu cenderung untuk menghindari setiap kontak dengan orang lain. 2001 : 5). Beberapa perubahan mental lain yang terjadi adalah berkurangnya kepercayaan diri (malu.2 Identifikasi faktor penyebab masalah Peristiwa menarche yang sifatnya sangat komplek meliputi unsur-unsur hormonal dan psikososial. 2. faktor iklim. khawatir dan bingung) (BKKBN. .4. Maka kelak ketika ia telah menjadi dewasa. najis. serta merupakan tanda noda dan tidak suci. 1. cara hidup dan lingkungan. 1. Pada umumnya mereka diliputi kecemasan-kecemasan berupa fobia atau berwujud minat yang sangat berlebihan terhadap badan sendiri dalam bentuk hypochondria. Dalam situasi yang demikian menarche dihayati anak sebagai satu proses mengeluarkan sejumlah darah kotor dari tubuhnya dimana ia harus menyingkir.1 Tujuan umum Menggambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati. menyendiri. Mengidentifikasi usia siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati.2 Tujuan khusus 1. Pada waktu yang lampau menarche berkisar antara usia 15-19 tahun tetapi terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda yaitu antara usia 11-13 tahun.4. Bisa juga berwujud rasa bersalah atau berdosa yang sangat ekstrim yang kemudian menjadi reaksi paranoid (Kartono. Kadang muncul anggapan yang keliru yaitu anggapan yang sesuai dengan teori cloaca yang menyatakan segala sesuatu yang keluar dari rongga tubuh itu adalah kotor. jika ia tengah mendapatkan haidnya. faktor ras atau suku bangsa. keadaan gizi dan kesehatan umum.sangat muda usianya. menjijikkan. sedih.3 Rumusan masalah Berdasarkan fenomena permasalahan pada latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah yaitu “Bagaimanakah gambaran usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati ?” 1. 2002 : 114-118).4 Tujuan penelitian 1.

Bagi peneliti Merupakan pengalaman yang berharga dan merupakan proses belajar guna meningkatkan dan menambah pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penelitian.5 tahun (Sarwono. pengendalian. antara 11-15 tahun. . rata-rata 13 tahun (Pardede. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi peneliti lain dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian berikutnya. 3. Menarche adalah peristiwa ketika seorang anak perempuan mengalami haid atau datang bulan yang pertama kali (BKKBN. 1999 : 92).2 Karakteristik usia menarche Usia remaja yang mendapat menarche bervariasi yaitu : antara usia 10-16 tahun.3. Bagi institusi sekolah Sebagai masukan bagi kebijaksanaan program dalam rangka pengawasan. 1. khususnya dalam bidang perpustakaan dan diharapkan menjadi masukan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya. Mengidentifikasi usia menarche siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid.1 Kajian teori tentang menarche 2. 1999 : 104). normal. 1. 4. 2002 : 154). tetapi rata-rata 12.5. dan pembinaan bagi remaja putri.5 Manfaat penelitian 1.1.5. 2. 1997 : 27) 2. atau lambat.1 Pengertian Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita (Sarwono.2 Manfaat praktis 1.1 Manfaat teoritis Berdasarkan penelitian ini dapat digambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati sehingga dapat mengetahui apakah usia menarchenya awal. Bagi institusi pendidikan Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih bagi institusi pendidikan.

3.2. 2. Demikian pula obat-obatan. terutama yang mempengaruhi masukkan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche. lebih lambat pada kulit hitam dan paling lambat pada caucasian. Menarche tarda Menarche tarda yaitu menarche yang baru datang umur 14-16 tahun. lebih cepat mengalami menarche dari pada anak yang kurus. Faktor iklim Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat di daerah dataran rendah. misalnya berupa film-flim seks (blue flims). misalnya di Amerika Serikat paling cepat pada hispanics.3 Macam-macam menarche 1. (Sarwono. Beberapa ahli mengatakan anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. Cara hidup Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. Menarche prekoks Menarche prekoks yaitu sudah ada haid sebelum umur 10 tahun. Menurut Kartono (1992) : 1. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antara ibu dan anak perempuannya. Lingkungan Rangsangan-rangsangan yang kuat dari luar. 1999 : 236).1. 2. godaan dan rangsangan dari kaum pria. 3. 2. 2. Faktor keturunan Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. pengamatan secara langsung terhadap perbuatan .1. Faktor ras atau suku bangsa Perbedaan etnis dalam usia saat menarche. buku-buku bacaan dan majalah-majalah bergambar seks.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi menarche Menurut Sarwono (1999) : 1. Keadaan gizi Makin baiknya nutrisi mempercepat usia menarche. Kesehatan umum Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis seperti penyakit kronis. 4.

1999 : 119) 2. sehingga mengeluarkan hormon berfluktuasi. Di bawah pengaruh estrogen.6 Mekanisme haid Hormon streoid. Hipofise anterior mengeluarkan hormon yang merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifik. emosional dan sosial dan berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan (Pardede. Dengan dikeluarkannya hormon tersebut mempengaruhi kematangan organ-organ reproduksi.2 Kajian teori tentang remaja 2. kemudian menuju hipotalamus dan selanjutnya menuju hipofise pars anterior. Kelenjar indung telur memproduksi hormon estrogen dan progesteron. endometrium menjadi lembek seperti karet busa dan melakukan persiapan-persiapan supaya sel telur yang telah dibuahi dapat bersarang. 1998 : 15) 2. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik.seksual atau coitus masuk ke pusat pancaindera diteruskan melalui striae terminalis menuju pusat yang disebut pubertas inhibitor.1. bila terjadi ovulasi berkat pengaruh prosgesteron selaput ini menjadi lebih tebal lagi dan kelenjar endometrium tumbuh berkelok-kelok. selaput rahim (endometrium) menjadi sangat tebal.1 Pengertian Masa remaja atau masa adolesensi adalah fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. endometrium ini terlepas dan menjadi perdarahan disebut haid (Mochtar.5 Fisiologi menstruasi Pada masa kanak-kanak indung telur (ovarium) dikatakan masih berisirahat dan baru bekerja pada masa pubertas (Sarwono. Bila tidak ada sel telur yang bersarang. 2002 : 138). 1. melalui sistem portal. Menurut buku-buku pediatri Remaja adalah bila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun untuk anak . estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium.2. Karena pengaruh hormon FSH (Follicle stimulating hormone) dan estrogen. Bersamaan dengan itu. 2. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan yang dikenal dengan nama haid (Sarwono. 1999 : 110).1. Rangsangan yang terus menerus. endometrium memasuki fase proliferasi. Hormon spesifik yang dikeluarkan kelenjar indung telur memberikan umpan balik ke pusat pancaindera dan otak serta kelenjar induk hipotalamus dan hipofise. sesudah ovulasi endometrium memasuki fase sekresi. mental.

Menurut undang-undang perburuhan. Masa remaja awal (10-14 tahun) Yang dimaksud masa remaja awal adalah periode dimana masa anak telah lewat dan pubertas dimulai. 2004 : 2). Jadi tidaklah mengherankan apabila sebagian besar dari energi intelektual dan emosional pada masa remaja awal ini ditargetkan pada penilaian kembali dan restrukturisasi dari jati dirinya. 2002 : 139) KTI KEBIDANAN KTI KEBIDANAN DI 21. 3. peningkatan pengenalan terhadap datangnya masa dewasa dan keinginan untuk memapankan jarak emosional dan psikologis dengan orang tua.2. 2. Menurut undang-undang perkawinan No 1 tahun 1974. Menurut undang-undang No 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak. ketrampilan berpikir yang baru. 5. 4. anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal.09 0 KOMENTAR: . Masa remaja awal ditandai dengan peningkatan yang cepat dari pertumbuhan dan pematangan fisik. anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah. 2. timbulnya ketrampilan. Masa remaja akhir Masa remaja akhir adalah tahap dari perkembangan pubertas sebelum masa dewasa.perempuan dan 12-20 tahun untuk anak laki-laki. Masa remaja menengah (15-16 tahun) Masa ini adalah masa perubahan dan pertumbuhan yang paling dramatis.2 Tahap-tahap masa remaja 1. 2. 6. yaitu umur 16 tahun untuk anak perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki. termasuk klarifikasi dari tujuan pekerjaan dan internalisasi suatu sistem nilai pribadi (Pardede. Menurut Dik Nas anak dianggap remaja bila anak sudah berumur 18 tahun yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah. Masa remaja menengah ditandai dengan hampir lengkapnya pertumbuhan pubertas. 3. Remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah. remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun (Soetjiningsih. Masa remaja akhir ditandai dengan persiapan untuk peran sebagai seorang dewasa. Menurut WHO.

KTI KEBIDANAN. 081904015729 LIHAT PROFIL LENGKAPKU ONLINE CHAT ROOM View shoutbox ShoutMix chat widget . HUB : OVIK Hp.POSKAN KOMENTAR Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) TENTANG KAMI KTI KEBIDANAN KAMI MENYEDIAKAN MAKALAH. ASUHAN KEBIDANAN UNTUK SEMUA KTI.

Maka variabel tersebut akan masuk ke kotak sebagai variabel dependen. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b X. Dengan Y adalah variabel terikat dan X adalah variabel bebas. klik variabel terikat lalu klik tanda panah pada kota dependent. Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu buah variabel bebas terhadap satu buah variabel terikat. Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas. Langkah penghitungan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS adalah: Analyse --> regression --> linear. dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat.Regresi Linear Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Secara umum regresi linear terdiri dari dua. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen. Lalu klik OK dan akan muncul output SPSS. Pada jendela yang ada. terutama penelitian ekonomi. . Koefisien a adalah konstanta (intercept) yang merupakan titik potong antara garis regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius. Lakukan dengan cara yang sama untuk variabel bebas (independent). yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions). Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial. variabel independen atau variabel penjelas.

10. Jika besarnya biaya promosi meningkat sebesar 1 juta rupiah. Interpretasi dengan skala likert tersebut sebaiknya menggunakan nilai standardized coefficient sehingga tidak ada konstanta karena nilainya telah distandarkan.21 X dan diinterpretasikan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan diikuti dengan peningkatan kinerja atau penurunan kepuasan kerja juga akan diikuti dengan penurunan . Jika penelitian menggunakan angket dengan skala likert antara 1 sampai 5. maka profitabilitas meningkat sebesar 0.55 juta rupiah.2 juta) harus hati-hati dan sesuai dengan rancangan penelitian. Persamaan regresi Sebagai ilustrasi variabel bebas: Biaya promosi dan variabel terikat: Profitabilitas (dalam juta rupiah) dan hasil analisisnya Y = 1. maka profitabilitas akan bernilai 1. Contoh: Pengaruh antara kepuasan (X) terhadap kinerja (Y) dengan skala likert antara 1 sampai dengan 5.2 juta rupiah. Mempunyai nilai antara 0 – 1 di mana nilai yang mendekati 1 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. 2.55 X. Hasil output yang digunakan adalah standardized coefficients sehingga Y = 0. Koefisien determinasi Koefisien determinasi mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. Berarti interpretasinya: 1. maka interpretasi di atas tidak boleh dilakukan karena variabel X tidak mungkin bernilai nol. 3.Interpretasi Output 1. dan untuk penelitian bursa kadang-kadang digunakan toleransi sampai dengan 0. 2. Nilai t hitung dan signifikansi Nilai t hitung > t tabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika biaya promosi bernilai nol.2 + 0. atau bisa juga dengan signifikansi di bawah 0.05 untuk penelitian sosial. Interpretasi terhadap nilai intercept (dalam contoh ini 1.

maka kepuasan kerja juga akan meningkat. hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah.kinerja. Jika variabel kepemimpinan meningkat. pengaruh antara motivasi (X1).. dengan asumsi variabel motivasi dan kepemimpinan tetap. a adalah konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas. dan X adalah variabel-variabel bebas. Jika variabel motivasi meningkat dengan asumsi variabel kompensasi dan kepemimpinan tetap.32 X2 + 0. kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut: Y = 0. . kompensasi dan kepemimpinan bernilai nol.12 X3 1.. Peningkatan kepuasan kerja dalam satu satuan unit akan diikuti dengan peningkatan kinerja sebesar 0. maka kepuasan kerja juga akan meningkat. Jika variabel kompensasi meningkat.235 + 0. sebagai ketiga variabel tersebut tidak mungkin bernilai nol karena Skala Likert terendah yang digunakan adalah 1. Interpretasi terhadap konstanta (0.. dengan asumsi variabel motivasi dan kompensasi tetap. Jika pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert antara 1 sampai dengan 5 maka tidak boleh diinterpretasikan bahwa jika variabel motivasi. Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama.21 X1 + 0. + bn Xn. maka kepuasan kerja juga akan meningkat 2.235) juga harus dilakukan secara hati-hati. 3. Dengan Y adalah variabel bebas. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + .21 (21%). sebagai ilustrasi. Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana.

Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung. kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan. Asumsi klasik tersebut meliputi asumsi normalitas. tetapi secara parsial. Persamaan regresi sebaiknya dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih akurat jika telah diketahui signifikansinya. Contoh lain: air panas. autokorelasi. Akan tetapi secara parsial. Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul 1. heteroskedastisitas dan asumsi linearitas (akan dibahas belakangan). Koefisien determinasi sebaiknya menggunakan adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan. 2) Uji F dan 3 ) uji t. Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda adalah 1) koefisien determinasi. Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan. karena uji F akan sama hasilnya dengan uji t. Untuk analisis regresi linear sederhana Uji F boleh dipergunakan atau tidak. Dalam uji regresi sederhana apakah perlu menginterpretasikan nilai F hitung? Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear. tetapi secara parsial tidak. . Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan asumsi klasik yang secara statistik harus dipenuhi. Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). kopi dan gula menimbulkan kenikmatan. multikolinearitas. pistol tidak membuat takut seorang penjahat.

Jika menggunakan signifikansi. baru dibandingkan dengan 5%. tetapi jika hipotesis belum menentukan arah. Korelasi bisa berlaku bolak-balik. Kapan menggunakan uji dua arah dan kapan menggunakan uji dua arah? Penentuan arah adalah berdasarkan masalah penelitian. maka sebaiknya digunakan uji satu arah. Apa bedanya korelasi dengan regresi? Korelasi adalah hubungan dan regresi adalah pengaruh. tetapi dalam ilmu statistik sangat berbeda.html#ixzz1DvgvaVTa . maka sebaiknya menggunakan uji dua arah. Contoh hipotesis dua arah: Terdapat pengaruh antara kepuasan terhadap kinerja. Untuk regresi tidak bisa dibalik. 3. A berhubungan dengan B belum tentu A berpengaruh terhadap B. Tetapi jika A berpengaruh terhadap B maka pasti A juga berhubungan dengan B. maka signifikansi hasil output dibagi dua terlebih dahulu.com/2009/03/regresilinear.konsultanstatistik. Contoh hipotesis satu arah: Terdapat pengaruh positif antara kepuasan terhadap kinerja. Read more: http://www. yang tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi tetapi menggunakan structural equation modelling). Jika hipotesis sudah menentukan arahnya. Penentuan arah pada hipotesis berdasarkan tinjauan literatur. tujuan penelitian dan perumusan hipotesis. artinya A berpengaruh terhadap B.2. Nilai t tabel juga berbeda antara satu arah dan dua arah. Dalam kehidupan sehari-hari kedua istilah itu (hubungan dan pengaruh) sering dipergunakan secara rancu. sebagai contoh A berhubungan dengan B demikian juga B berhubungan dengan A. (Dalam analisis lanjut sebenarnya juga ada pengaruh yang bolak-balik yang disebut dengan recursive. tetapi tidak boleh dikatakan B berpengaruh terhadap A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful