USIA MENARCHE REMAJA

Menurut WHO, yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, yaitu mereka yang berumur 10-19 tahun (Depkes, 1993). Masa remaja adalah masa peralihan dari anak ke dewasa baik secara jasmani maupun rohani. Tahapan ini sangat menentukan bagi pribadi remaja dimana terjadi perubahan besar dan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial/tingkah laku. Perubahan fisik/jasmani seperti berat badan, ukuran anggota badan dan sebagainya; serta perubahan yang lain seperti berfikir/kecerdasan, bertingkah laku, perasaan/kejiwaan yang berjalan secara bertahap sesuai dengan umurnya (BKKBN, 2000). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan usia menarche antara lain adalah pengaruh genetik, kondisi sosial ekonomi, kesehatan umum, kesejahteraan, status gizi, jenis latihan fisik tertentu dan jumlah anggota keluarga. Penelitian Burhanuddin (2007) menemukan bahwa dari 400 orang pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan yang sudah menarche berusia antara 10.62 tahun sampai 15.71 tahun. Hal ini meliputi kelompok Kota 200 orang dengan usia rata-rata 12,93 tahun dan kelompok Desa 200 orang dengan usia rata-rata 13,18 tahun pada pelajar putri Bugis. Disimpulkan bahwa ditemukan perbedaan berat badan, status gizi, status sosial ekonomi dan aktivitas fisik responden terhadap pencapaian usia menarche pada pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan. Ditemukan parameter pembeda terkuat melalui analisis diskriminan adalah berat badan, sebagai pemicu percepatan usia menarche. Melalui analisis jalur terdapat aspek yang berpengaruh langsung terhadap pencapaian usia menarche yaitu: (1) berat badan (2) status gizi dan (3) status sosial ekonomi orang tua. Sedangkan faktor yang berpengaruh secara tidak langsung adalah aktivitas fisik responden melalui (1) aktivitas fisik (Burhanuddin, 2007). 1. Remaja Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yaitu usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa (Depkes RI, 2001). Menurut ciri perkembangannya, masa remaja dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : (1). Masa remaja awal (10-12 tahun); (2) Masa remaja tengah (13-15 tahun); (3) Masa remaja akhir (1619 tahun). Ciri khas tahap remaja awal antara lain: lebih dekat dengan teman sebaya, ingin bebas, lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir abstrak. Ciri khas tahap remaja tengah antara lain: mencari identitas diri, timbulnya keinginan untuk kencan, mempunyai rasa cinta yang mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, berkhayal tentang aktifitas seks. Ciri khas tahap remaja akhir antara lain: pengungkapan kebebasan diri, lebih selektif dalam mencari teman sebaya, mempunyai citra jasmani dirinya, dapat mewujudkan rasa cinta, mampu berpikir abstrak (Depkes RI, 2001b). Terjadinya pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan itu ditandai dengan munculnya tanda-tanda sebagai berikut:

tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung dengan organ seks yaitu terjadinya haid pada remaja puteri (menarche) dan terjadinya mimpi basah pada remaja lakilaki (Depkes RI, 2001b). Proses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan fisik yang meliputi : (1) Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi sensitif (mudah menangis, cemas, frustasi dan tertawa; agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi. (2). Perkembangan intelegensia, sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak, senang memberi kritik, ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba (Depkes RI, 2001b). 2. Menarche Menarche didefinisikan sebagai pertama kali menstruasi, yaitu keluarnya cairan darah dari alat kelamin wanita berupa luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Sudah lebih dari setengah abad rata-rata usia menarche mengalami perubahan, dari usia 17 tahun, menjadi 13 tahun, secara normal menstruasi awal terjadi pada usia 11 – 16 tahun (Kartono, 1992). Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktorfaktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 – 50 tahun, tergantung pada kesehatan dan pengaruhpengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut. Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana Beberapa wanita mengalami sebuah kondisi yang dikenal sebagai amenore, atau kegagalan bermenstruasi selama masa waktu perpanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh

bermacam-macam faktor termasuk stres, hilang berat badan, olahraga berat secara teratur, atau penyakit. Sebaliknya, beberapa wanita mengalami menstruasi yang berlebihan, kondisi yang dikenal sebagai menoragi. Tidak hanya aliran darah menjadi banyak, namun dapat berlangsung lebih lama dari periode normal (Anonim, 2008). 3. Faktor yang Berhubungan dengan Usia Menarche Beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya penurunan usia menarche yang diduga berhubungan dengan faktor endogen yaitu genetik dan faktor eksogen, yaitu status sosial ekonomi keluarga, status gizi, keadaan keluarga, tempat tinggal, kegiatan fisik dan keterpaparan terhadap media massa orang dewasa (Ginarhayu, 2002). Sedangkan menurut Sanjatmiko (2004) tiga lingkungan sosial budaya bekerja secara simultan menjadi pendukung percepatan usia menarche remaja, yaitu lingkungan rumah tangga; lingkungan pendidikan formal dan lingkungan peer group. Dalam lingkungan rumah tangga, faktor dominan yang menentukan seperti pola konsumsi nutrisi, media komunikasi dan proses sosialisasi; dalam lingkungan pendidikan formal yaitu proses sosialisasi pengetahuan formal sekolah dan non formal; sementara itu dalam lingkungan peer group pola konsumsi nutrisi, media komunikasi serta sosialisasi dalam lingkungun peer group merupakan faktor- faktor yang mendukung ke arah percepatan usia menarche remaja. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Topik: Kesehatan Reproduksi Remaja. Menstruasi. http://situs.kesrepro.info/krr/materi/menstruasi.htm BKKBN. Materi Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Bagi Fasilitator. Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional. Jakarta. 2000. Burhanuddin, Sudirman. Beberapa Variabel yang Berpengaruh terhadap Usia Menarche Pelajar Putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan (Suatu Pendekatan Antropologi Ragawi Ditinjau dari Aspek Biologis dan Lingkungan. 2007. http://www.adln.lib.unair.ac.id/ Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Remaja di Sekolah Tingkat Lanjut. Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat, Depkes RI. Jakarta. 1993. Departemen Kesehatan RI. Materi Inti Kesehatan Reproduksi Remaja. Depkes RI. Jakarta. 2001a. Departemen Kesehatan RI, United Nations Population Found. Yang Perlu Diketahui Petugas Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi. Depkes RI. Jakarta. 2001b. Ginarhayu. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Usia Menarche Remaja Putri (9 – 15 Tahun) Pada Siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Jakarta Timur Pada Tahun 2002. http://www.digilib.ui.edu/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=71129&lokasi=lokal Kartono. Psikologi Wanita. Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Mandar Maju. Bandung. 1992.

ui. Kegemukan berhubungan dengan keterlambatan usia menopasue.digilib. (1997) yang meneliti 3756 wanita di Belanda tidak menemukan korelasi antara usia menarche dan usia menopause. Gonzales dan Villena (1997) melakukan penelitian pada 469 wanita di Peru menemukan bahwa keterlambatan usia menarche berhubungan dengan kedinian usia menopause. http://www.58 tahun). rata-rata usia menopause alamiah adalah 51. juga menunjukkan bahwa usia menarche berhubungan secara terbalikdengan resiko terkena kanker payudara.edu/opac/themes/libri2/detail... remaja perempuan dengan usia menarche pada saat atau di atas 17 tahun mempunyai resiko 30% lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka dengan usai menarche pada saat atau di bawah usia 12 tahun. Van Noord. 1996). Namun. Wr. et al. .4 tahun (95% populasi pada usia 40 . Multiparitas (Kehamilan lebih dari satu kali) berhubungan dengan keterlambatan usia menopause. Menarche sebagai Tanda Maturitas Seksual Remaja. et al. Data di atas menunjukkan bahwa hubungan antara usia menarche dengan menopause masih kontroversial (Jadi. Frisch dari Harvard menyatakan bahwa makin dini usia menarche akan makin lambat usia menopause alamiah (spontaneous menopause). Di dunia Barat.5 tahun.jsp?id=72329&lokasi=lokal Rose A. sedangkan nuliparitas (tidak pernah atau tidak dapat hamil) berhubungan dengan kedinian usia menopause. Prihandoko. et al. dengan peningkatan resiko 2. Wb.4 kali (Gao. Wasw. bisa untuk judul KTI. 2000) sampai 6 kali (Suh. et al.Sanjatmiko. Keterlambatan usia menopause berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. Faktor-Faktor Lingkungan Sosial Budaya yang Mendukung Proses Menarche Remaja Wanita (Studi Kasus terhadap Peer Group di Daerah Sekitar Kota Metropolitan DKI Jakarta). Sementara itu Gao. Faktor-faktor yang mempengaruhi usia menopause antara lain adalah merokok (bukti cukup banyak). paritas dan BMI (bukti masih terbatas). namun hasil ini tidak konsisten dengan hasil penelitian lain. menjadi lebih awal 1. kan? ). Current smoking berhubungan secara dosisresponse dengan kedinian usia menopause.

ac. Di harapkan dengan mengetahui peluang usia menarche dapat di identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat. Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi seorang perempuan mendapatkan menarche cepat. Cepat lambatnya menarche tergantung pada genetika. Menurut penelitian yang di lakukan Bagga dan Kulkarni (2000). kesehatan secara umum. terlambat (> 13 tahun). pubertas itu di tandai dengan menstruasi yang pertama (menarche). URI: http://repository.Pemodelan Usia Menarche Dengan Regresi Logistik Ordinal dan Metode CHAID Author: Syah. ideal maupun lambat di gunakan analisis regresi ordinal logistik dan metode CHAID.id/handle/123456789/10916 . faktor gizi. pengaruh musim dan letak geografis (Thomas et al. Tujuan dari penelitian ini adalah Abstract: menyusun kurva model peluang usia menarche dan mengkaji peluang dari faktor-faktor yang mempengaruhi usia menarche. Silvana Salah satu kejadian penting dalam proses pubertas seorang perempuan adalah saat di mulainya siklus menstruasi. Kurva peluang usia menarche berbentuk fungsi logistik. usia menarche terbagi dalam kategori: cepat (<11 tahun). Ideal (11-13 tahun). 2000). Pada perempuan. gaya hidup. ideal maupun lambat.ipb. kondisi sosial ekonomi.

8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak.PERAWAT PROFESIONAL ILMU KEPERAWATAN Showing newest 1 of 23 posts from April 2008. Show older posts Showing newest 1 of 23 posts from April 2008.12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya . Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers). biasanya ventrikel kiri. Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner.7) Nekrosis otot jantung. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner.9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner. 2008 blogfriendster BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a.10) b. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur. mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis. April 29.11) c. Etiologi Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. Show older posts Tuesday.

dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis. pembentukan trombus. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan 16) d. Q wave. dan diagnostik. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat.17) f. sebagian besar dari miocardium distal mati . Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral. anatomi. Sumber: http://www.pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium.18) Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat .clevelandclinicmede. hal ini menyababkan deposit platelet. miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. dinding arteri robek. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner.com/diseasemanagemen. Non Q wave. NSTEMI. 30Mei 2002 e.

Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. .19) Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. 2003. halaman 327 g. sulit dilihat. V5. aVF ‘lead inferior’ 3. Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. 2002.¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur. aVL. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal).6 ‘Lead Lateral’ 5. III. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai depresi ST. 538. Inferior Koronaria dextra (biasanya) II. Silvia Anderson. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. halaman 144. 2006. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. sering bersama MI inferior 4.

Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. atau otot papiler) 3 – 5 hari Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. pucat. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miocard. 50 % tanpa didahului angina. tidak berkurang dengan pemberian nitrat. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. septem. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. atau gagal jantung akut. dan mual.h. henti jantung.20) i. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. 3) Bersifat atipik Pada manula. 2) Kelainan lain Aritmia. Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. demam. disertai berkeringat. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. Sindroma Dressier (nyeri dada. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun . Ruptur jantung (dinding ventrikel. Gagal jantung Bermacam . nekrosis atau ruptur 7.

2000. halaman 356 j. LED. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah Sumber: Underwood. Pemeriksaan Diagnostik 1) EKG istirahat 2) DPL.12. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner21) 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada .

Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal.22) k. halaman 34.23) Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik.12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi.24) Konsep aktivitas Pengertian . Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan. l. Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. 2006.

Gangguan kardiovaskuler Postural hipotensi Vasodilatasi vena Peningkatan penggunaan valsava manuver. Gangguan sistem respirasi Penurunan gerak pernafasan Bertambahnya sekresi paru Atelektasis Hipostatis pneumonia.Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak di mana manusia memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. sehingga terjadi hipoksia pada jaringan jantung.26) Etiologi Pada AMI akan terjadi iskemi pada miokardial.keadaan ini menyebabkan berubahnya integritas membran sel pada jantung. sedangkan kontraktilitas otot jantung menurun. sehingga akan terjadi intoleransi aktivitas. menyebabkan penurunan kontraktility jantung.25) Intoleransi aktivitas yaitu suatu keadaan dimana seorang klien mempunyai energi fisiologi atau psikologi yang tidak memadai untuk meneruskan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan/diinginkan. cacat tubuh dan imobilisasi Keadaan nutrisi Emosi Kelemahan neuromuskuler dan sekeletal Pekerjaan. Karakteristik . Akibat dari penurunan daya kontraksi jantung maka darah tidak bisa dipompakan semaksimal mungkin. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi : Gangguan muskulosekeletal Osteoporosis Atropi Kontraktur Kekakuan dan sakit sendi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas : Tingkat perkembangan tubuh Kesehatan fisik seperti penyakit. Bila aktivitas meningkat maka kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi meningkat. terjadi karena miokardial kekurangan suplai oksigen.

Latihan fisik ringan dimaksudkan untuk mencegah penggumpalan darah. Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas Pengkajian keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Data subjektif: Klien mengatakan mudah lelah/letih dan badan lemah. Setiap mulai dan selesai latihan diukur nadi dan tensi serta dicatat/ didokumentasikan. Tujuan pada fase ini adalah secara progresif memperbaiki kapasitas fungsional pasien menurunkan faktor resiko. memutar kekiri dan kekanan.5 kilometer. membuka dan menutupnya. biasanya 24-48 jam setelah serangan jantung. Pertama-tama dilakukan dengan menggerakkan kaki di tempat tidur. berdiri dan berjalan. Sedangkan kepala menggeleng. . Menjelang akhir Fase Rawat.Ada tiga fase rehabilitasi aktivitas pada penderita penyakit jantung. dimulai segera setelah kondisi pasien stabil. Fase III : program pemeliharaan. dan menyiapkan pasien untuk kembali pada kehidupan normal dengan latihan dan penyuluhan. Kemudian intensitas latihan ditingkatkan dengan berjalan kaki di koridor. Pada hari berikutnya pasien dilatih berdiri dan berjalan perlahan. Terapi latihan menyerupai aktivitas kehidupan sehari-hari seperti duduk. Hari berikutnya pasien duduk di tepi tempat tidur dengan kaki menggantung. Fase II yaitu fase pasca rawat inap. Hendaknya memberikan kesempatan pada pasien untuk melanjutkan program yang diperoleh dari fase I dan fase II. yaitu sewaktu masih tinggal di rumah sakit. pasien diharapkan sudah mampu berjalan sekitar 1. Fase I. Gerakan tangan meliputi : meluruskan tangan sejajar pundak. Aktifitasnya seperti erobik ringan sampai sedang dan aktivitas latihan kekuatan.

aritmia. pusing. Pendengaran terhadap bunyi jantung extra atau penurunan nadi membantu mengidentifikasi disritmia pada pasien tak terpantau.Klien mengatakan nyeri dada.28) . Rasional: Adanya disritmia khusus lebih jelas terdeteksi dengan pendengaran dari pada palpasi. Pernafasan cepat/tachypnea selama dan sesudah aktivitas. jantung berdebar-debar. Lemah. a) Auskultasi bunyi jantung. iskemia selama dan sesudah aktivitas. vertigo selama dan setelah beraktivitas. Kulit pucat. Catat adanya denyut jantung ekstra. Data objektif: Menolak/takut untuk melakukan pergerakan. penurunan nadi.”27) Rencana keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Hasil yang diharapkan a) Kelemahan berkurang b) Berpartisipasi dalam perawatan diri c) Klien mengatakan pusing berkurang/hilang d) Expresi wajah tampak cerah/tidak kesakitan e) Mempertahankan kemampuan aktivitas seoptimal mungkin f) Klien menunjukkan kestabilan tanda vital (110/70 – 120/80 mmHg) g) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan perbaikan/peningkatan ke nilai normal 2) Perencanaan Mandiri . Frekuensi jantung meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. Diagnosa keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI ”Aktivitas yang tidak toleran berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan perifer/tidak kecukupan oksigen untuk kebutuhan aktivitas hidup seharihari. Perubahan gambaran EKG: tachycardi/bradycardi. Tekanan darah meningkat atau menurun selama dan sesudah aktivitas. catat frekuensi dan irama. gelisah. sesak nafas.

Rasional: Kelebihan latihan meningkatkan konsumsi /kebutuhan oksigen dan mempengaruhi fungsi miokardia. dorsalis pedis) catat frekuensi.32) e) Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Rasional : Penundaan pelaporan nyeri menghambat peredaan nyeri atau memerlukan peningkatan dosis obat.29) Penurunan curah jantung mengakibatkan menurunnya kelemahan/kekuatan nadi. f) Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. dan atau masalah vaskular sebelumnya.31) d) Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. Namun. g) Catat respon terhadap aktivitas dan peningkatan istirahat dengan tepat. Bandingkan kedua tangan dan diukur dengan tidur. kuat). dan keteraturan nadi menunjukkan efek gangguan curah jantung pada sirkulasi sistemik/perifer. Rasional: Perbedaan frekuensi. kesamaan. Catat adanya pulsus alternans. femoral. nadi bigeminal. Takikardi terjadi sebagai respon saraf simpatis dan berlanjut sebagai kompensasi penurunan curah jantung. hipertensi juga fenomena umum.30) c) Auskultasi tekanan darah. nyeri berat dapat menimbulkan syok dengan merangsang system saraf simpatis mengakibatkan kerusakan lanjut. dan berdiri bila bisa. tekanan darah. dan simetris. Rasional: Hipotensi dapat terjadi sehubungan dengan disfungsi ventrikel. (penuh. karotid. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Rasional : Membantu dalam menurunkan persepsi atau respon nyeri. duduk. pernapasan. atau defisit nadi. meningkatkan perilaku positif. kesadaran. yang memerlukan evaluasi lanjut/pantau. cemas. Ketidakteraturan diduga disritmia. pengeluaran katekolamin. Hipotensi orthostatik mungkin berhubungan dengan komplikasi infark contoh gagal jantung kongestif. amplitudo. h) Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditempat tidur/kursi. keteraturan. Rasional : Tekanan darah dapat meningkat secara dini sehubungan rangsangan sistemik.b) Raba nadi (radial. Membantu memberikan kontrol situasi. . hipoperfusi miokardia dan rangsang vagal. Selain itu. kemungkinan berhubungan dengan nyeri.

elevasi atau depresi ST dan gelombang T yang terbalik.33) Rasional: Melakukan aktivitas kembali secara bertahap mencegah pemaksaan terhadap cadangan jantung. Hentikan aktivitas bila ditemukan: i. bantu pasien melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. iii.37) Berikan obat-obat trombolitik sesuai indikasi. Rasional : Melarutkan bekuan darah dalam arteri. vertigo. tekanan darah. Frekuensi nadi menurun/gagal untuk meningkat.36) Kaji ulang seri EKG Rasional : Pada infark myocad akan dijumpai tanda-tanda ‘deep Q wave pattern’ atau kompleks QS yang abnormal. Frekuensi pernafasan menurun. v. mulai lakukan rentang gerak sedikitnya 2 x sehari. Beri suport pada klien dalam melakukan aktivitas gerak dan beri penghargaan atas apa yang sudah dicapai. Rencana waktu istirahat sesuai dengan jadwal sehari-hari klien. Intervensi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI 1) Identifikasi respon klien terhadap aktivitas: Observasi nadi. Keluhan nyeri dada.35) Kolaborasi . 2) Tingkatkan aktivitas secara bertahap: Untuk klien yang sedang atau pernah tirah baring lama.34) i) Auskultasi bunyi nafas Rasional: Krekels menunjukkan kongesti paru mungkin terjadi karena penurunan fungsi miokard. Rasional : Meningkatkan jumlah iksigen yang ada untuk pemakaian miokard dan juga mengurangi ketidaknyamanan sehubungan dengan iskemik jaringan. Tekanan darah sistolik menurun. dan pernafasan saat istirahat dan setelah aktivitas. dispnoe. iv. ii.jadwal periode istirahat tanpa gangguan. Frekuensi diastolic meningkat 15 mmHg. .

sementara perawat memberikan sedikit tekanan pada dasar iga klien. klien harus merelaksasikan bahunya. 2004. Diit.3) Ajarkan klien metoda penghematan energi untuk aktivitas: Luangkan waktu istirahat selama aktivitas. Evaluasi keperawatan terkait dengan aktivitas pada pasien AMI Klien mampu bertoleransi terhadap aktivitas secara optimal sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan. 7 . Untuk klien dengan insufisiensi paru-paru kronik. hal. ajarkan pernafasan diafragmatik: Letakkan tangan perawatdiatas abdomen dibawah dasar iga klien dan tetap berada di tempat ini sementara klien menghirup udara. tahan nafas selama 1-2 detik untuk menjaga alveoli terbuka. Rehabilitasi. Anjurkan lebih baik duduk daripada berdiri saat melakukan aktivitas. Untuk ekshalasi. hirup melalui hidung dan dorong lambung melawan tangan perawat. klien harus menghembuskan nafas secara perlahan-lahan melalui mulut. Untuk inhalasi. Anjurkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara bertahap. Hentikan aktivitas jika keletihan atau terlihat tanda-tanda hipoksia jantung. kecuali bila tidak memungkinkan. 4) Kolaborasi dengan dokter untuk: Terapi. Doenges. Ajarkan pernafasan efektif. Kerangka teori Bagan 3 Sumber : Marilynn E.

Penkajian dilakukan untuk mendapatkan data dasar tentang informasi status terkini pasien sehingga setiap perubahan bisa diketahui sesegera mungkin. frekuensi. Pengkajian sistematis mencakup riwayat yang cermat khususnya berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas.Pertanyaan Penelitian Dalam penelitian ini. dan lamanya latihan fisik 2) Tingkat kelelahan Aktivitas yang membuat lelah Riwayat sesak nafas 3) Gangguan pergerakan Penyebab gangguan pergerakan Tanda dan gejala Efek dari gangguan pergerakan 4) Pemeriksaan fisik Tingkat kesadaran Postur/bentuk tubuh . peneliti ingin menjawab pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perumusan diagnosa keperawatan terkait masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana perencanaan keperawatan untuk masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana pelaksanaan intervensi yang berhubungan dengan masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Bagaimana evaluasi keperawatan yang berhubungan dengan diagnosa masalah pengkajian adanya Intoleransi Aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI)? Salah satu aspek penting perawatan pasien MI adalah pengkajian keperawatan. 1) Tingkat aktivitas sehari-hari a) Pola aktivitas sehari-hari b) Jenis.

11) c.8) Nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. biasanya akibat ateroma arteri koronaria dengan pemberat terjadinya trombus atau perdarahan pada plak. Etiologi . Pengertian Beberapa pengertian Acut Miocard Infark (AMI) adalah: Nekrosis Iskemik pada miokard akibat sumbatan akut pada arteri koroner.7) Nekrosis otot jantung.10) b. mengakibatkan iskemia miocard dan nekrosis. biasanya ventrikel kiri.1 Skoliosis 2 Kiposis 3 Lordosis 4 Cara berjalan Ektremitas Kelemahan Gangguan sensorik Tonus otot Atropi Tremor Gerakan tak terkendali Kekuatan otot Kemampuan jalan Kemampuan duduk Kemampuan berdiri Nyeri sendi Kekakuan sendi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teori Acut Myocard Infark (AMI) a.9) Penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner. Kriteria Acut Miocard Infark (AMI) menurut WHO harus mempunyai dua dari tiga kriteria berikut: 1) Riwayat klinis nyeri dada selama lebih dari 20 menit 2) Perubahan serial EKG 3) Peningkatan dan penurunan enzim jantung (biomakers).

dan konstituen trombogenik dinding ateri terpajan lumen. sebagian besar dari miocardium distal mati . dinding arteri robek. pemulihan aliran darah dengan cepat bisa mencegah infark dan membatasi nekrosis.18) . miocard yang disuplai oleh arteri tersebut mengalami iskemik dan dalam beberapa jam terjadi nekrosis. vegetasi terinfeksi) 2) Spasme arteri koroner (obat – obat NB. Non Q wave. Morfologi dan anatomi : Transmural dan nontransmural Diagnosa klinik : STEMI. Q wave. Paling banyak terjadi pada bagian distal dari aliran suplay coroner yaitu endocardium kemudian akan ke miocardium dan akhirnya ke epicardium. Jika penyumbatan terjadi selama 20 – 40 menit akan terjadi kematian sel miocardial yang irreversible. 30Mei 2002 e. Biasanya setelah 6 – 8 jam sumbatan koroner.12) Perubahan pola angina yang mendadak dari stabil menjadi tak stabil atau terjadinya Acute Miocard Infark (AMI) biasanya berhubungan dengan fisura plak pada titik stress regangan tinggi (misalnya pada batas akut arteri koroner kanan/Right Coronary Artery) dan sering sekali dalam hubungannya dengan plak aterosklerosis minor. Sumber: http://www.com/diseasemanagemen. misalnya kokain)14) 3) Trombosis arteri koroner spontan (keadaan protrombotik)15) 4) Anomali arteri koroner 5) Diseksi arteri koroner spontan16) d. bila plak ateromatosa koroner (tidak selalu yang sangat mempersempit lumen arteri) mengalami erosi atau ruptur.Penyebab yang amat sering adalah penyakit jantung koroner ateromatosa. Patogenesis Miocard Infark terjadi bila arteri koroner tersumbat. dan penurunan aliran darah koroner dengan cepat: maka satu lesi minor dapat berkembang menjadi deseksi koroner dalam waktu beberapa menit dan terjadi oklusi akut. hal ini menyababkan deposit platelet.17) f.13) Penyebab Acute Miocard Infark (AMI) lain yang jarang: 1) Emboli arteri koroner (trombus. terjadi penyebaran plak mendadak dan trombosis pada lumen arteri koroner. dan diagnostik. Patofisiologi Sebagian besar Acute Miocard Infark (AMI) disebabkan oleh gangguan vaskular endothelium akibat unstable atherosclerosis plaque yang menstimulasi trombus intra coroner dan menyumbat aliran coroner. pembentukan trombus. NSTEMI. Daerah infark akan membentuk sirkulasi kolateral.clevelandclinicmede. Klasifikasi Berdasarkan morfologi. anatomi.

Tabel 1 Sumbatan Arteri Koronaria dan Regio Acut Miocard Infark (AMI) No Regio MI Arteri Yang Tersumbat Hantaran EKG 1. sulit dilihat. Morfologi Lokasi dan luas infark tergantung pada: 1) Letak penyumbatan arteri koroner 2) Struktur anatomik pasokan darah 3) Ada atau tidaknya sirkulasi anastomotik dalam anyaman arteri koronaria. aVF ‘lead inferior’ 3. Posterior Kanan atau sirkumfleksa V1-V2 (perubahan resiprokal). Inferior Koronaria dextra (biasanya) II.Bagan 1 Skema Patofisiologi Acut Miocard Infark (AMI) Insufisiensi aliran arteri koronaria ke otot jantung ¯ Tak berfungsinya otot jantung dan tak mampu berkontraksi dengan kuat ¯ Regangan sistolik ¯ Penurunan kemampuan ventrikel dalam berkontraksi ¯ Jantung gagal memompa (40% ventrikel kiri mengalami infark) ¯ Penurunan Curah Sekuncup ¯ Kematian jaringan perifer akibat Iskemia jaringan perifer ¯ Curah jantung rendah (syok kardiogenik) ¯ Kematian (85% akibat syok jantung) Dirangkum dari: Guyton Athur. Anterior Arteria koronaria desendens anterior sinistra V2 – V5 ‘lead dada anteroseptal’ biasanya pada lead I dan aVL 2. halaman 327 g.19) Lihat tabel 1. infark menyebabkan timbulnya gelombang R (bukan gelombang q) disertai . 2002. III.

Tabel 2 Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) No. Lihat tabel 2. henti jantung. 3) Bersifat atipik Pada manula. Silvia Anderson. Gagal jantung Bermacam . septem. V5. 50 % tanpa didahului angina. Perikarditis 2 – 4 hari Infark transmural dengan radang perkardium 8. Ketidak mampuan mitral Beberapa hari pertama Disfungsi otot papiler. pucat. Aritmia Beberapa hari pertama Resiko penurunan curah jantung 3. h. Mati mendadak Biasanya dalam beberapa hari Sering fibrilasi ventrikel 2. Lateral Arteria koronaria desendens anterior sinistra cabang sirkumfleksa atau diagonal I. Ruptur jantung (dinding ventrikel. Komplikasi Deteksi awal dan pengobatan yang tepat dari komplikasi merupakan salah satu yang penting dalam perawatan infark miokard. nekrosis atau ruptur 7. i. halaman 144.macam Disfungsi ventrikel mengikuti nekrosis otot aritmia 6. Tanda dan Gejala Gejala yang paling sering pada Acut Miocard Infark (AMI) adalah: 1) Keluhan utama klasik Nyeri dada sentral yang berat seperti tertekan yang berlangsung £ 20 menit. 2006. tidak berkurang dengan pemberian nitrat. Septal Desendens anterior sinistra V1 – V2 6. Nyeri menetap 12 jam – beberapa hari Nekrosis miokard yang progresif 4. dan mual. kolaps atau bingung Pada penderita Diabetes perburukan setatus metabolik atau gagal jantung bisa tanpa disertai nyeri dada. 538.depresi ST. aVL. disertai berkeringat. 4) Sebagian besar pasien memiliki faktor resiko atau penyakit jantung koroner yang diketahui. Apikal Desendens anterior sinistra V5 – V6 Sumber: Davey. atau gagal jantung akut. sering bersama MI inferior 4. 2) Kelainan lain Aritmia. 2003. Komplikasi Interfal waktu Mekanisme 1. Angina Segera atau ditunda (minggu) Iskemia otot jantung yang tidak infark 5. atau otot papiler) 3 – 5 hari .6 ‘Lead Lateral’ 5.

efusi) Minggu – beberapa bulan Autoimun 12.Lemahnya dinding mengikuti nekrosis otot dan radang akut 9. Emboly pulmo Satu minggu atau lebih Trombosis vena tungkai bawah . demam. Sindroma Dressier (nyeri dada. Aneurisma ventrikel Empat minggu atau lebih Pengerutan jaringan kolagen yang baru 11. Trombosis mural Satu minggu atau lebih Kelainan permukaan endotel mengikuti infark 10.

k. Penatalaksanaan Acut Miocard Infark. Bagan 2 Penatalaksanaan Acut Miocard Infark . halaman 356 j. CRP 3) Enzim jantung dan isoenzim 4) Troponin I atau T 5) Ekokardiografi 6) Tes latihan 7) Arterografi koroner 8) Elektrolit 9) Sel darah putih 10) Kolesterol/trigliserida serum 11) Foto dada 12) Pemeriksaan pencitraan nuklir 13) Pencitraan daerah jantung 14) Angiografi koroner. 2000. LED. Lihat bagan 2.Sumber: Underwood. Pemeriksaan Dignostik 1) EKG istirahat 2) DPL.

Fisiologi Curah Jantung m. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. Kira – kira satu dan tiga pasien meninggal. Prognosis yang baik jika pasien masih hidup setelah dua jam serangan. 2006. tetapi kemungkinan akan disertai komplikasi. l. Prognosis Prognosis Acut Miocard Infark (AMI) tergantung pada besar dan lokasi kerusakan otot jantung. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit. halaman 34. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru.Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Curah . Dan prognosis lebih buruk jika disertai kerusakan sistem konduksi listrik.

Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) . n. bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung 2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar. Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia.jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.

Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2,5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi, Stroke Volume Index (SVI), Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4. Behavioral/emotional anxiety Restlessness. Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acute Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arrytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Lihat bagan 3.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Karies gigi atau pembusukan gigi adalah suatu kerusakan destruktif progresif dan mengenai jaringan-jaringan gigi yang mengalami perkapuran. 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi : Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi kental Adanya bakteri jenis Streptococcus dan Lactobacillus Makanan yang mudah lengket dan menempel di gigi seperti : permen, coklat. Faktor lain yang turut andil adalah tingkat kebersihan mulut, frekuensi makan, usia dan jenis kelamin, DM,TBC. Berdasarkan survei Litbankes, prosentase angka kesakitan gigi menduduki peringkat ke-6 terbanyak (SKRT 1992). Di Indonesia prevalensi karies gigi tetap diperkirakan 60-80% dari jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan survei kesehatan gigi yang dilakukan oleh direktoral Kesehatan Gigi pada tahun 1995 di 10 propinsi di Indonesia (1984-1988) pada daerah kota anak umur 8 tahun mempunyai prevalensi karies 45,2%, rata-rata 0,94, anak umur 12 tahun sebesar 76,62% rata-rata 2.21, sedangkan anak umur 14 tahun mempunyai prevalensi kariesnya 73,2& dengan rata-rata 2,69. 2) Adanya interaksi antara faktor penyebab karies, merupakan awal terjadinya lesi karies gigi. Hasil laporan penelitian-penelitian di berbagai tempat di Indonesia menunjukkan adanya prevalensi yang cukup tinggi pada anak usia prasekolah. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk mengetahui karakteristik karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten. Hasil survei pendahulu di dapatkan lebih separuh dari 42 anak mengalami karies gigi. Rumusan Masalah “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan, Klaten tahun 2006?”

Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui karakteristik anak yang menderita karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten

2. Tujuan Khusus a. Mengetahui proporsi karies gigi pada anak TK di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. b. Mengetahui ciri-ciri anak TK dengan karies gigi berdasarkan usia, makanan, jenis kelamin dan kebiasaan sehari-hari seperti menggosok gigi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah bahan masukan untuk pihak sekolah maupun orang tua seiswa dalam mencegah karies gigi pada siswa di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Penelitian 3. Ruang Lingkup Keilmuan Keperawatan anak dan kebutuhan dasar manusia khususnya menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi anak. 4. Ruang Lingkup Sasaran Sasaran penelitian ini adalah anak usia prasekolah di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. Ruang Lingkup Masalah : Masalah pada penulisan ini dibatasi usia, jenis kelamin, suku bangsa, bentuk gigi, jenis makanan yang sering dikonsumsi dan pola pemeliharaan gigi. 5. Ruang Lingkup Tempat Penelitian ini mengambil lokasi di TK Kemudo II, Kemudo, Prambanan Klaten. 6. Ruang Lingkup Waktu Penelitian ini didasarkan pada tahun 2006. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kerangka Teori 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi :

Sumber : Suwelo. Jenis kelamin c. Segala ciri anak yang menderita karies gigi meliputi : a. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada komunitas anak-anak Taman Kanak-Kanak. Berdasarkan Tujuan Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif 3. Usia b. Bentuk gigi . Definisi Operasional NO Variabel Subvariabel Definisi Operasional Skala Parameter 1 Karakteristik anak yang menderita karies gigi. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian aplikatif 4. Kemudo. I. Elly. Berdasarkan Metode Dalam penelitian ini menggunakan survei deskriptif 2. 2001 Pertanyaan Penelitian “Bagaimana karakteristik anak yang menderita karies gigi di TK Kemudo II.S. 1992 Nurachman. Suku bangsa d. Prambanan Klaten?” BAB III METODE PENELITIAN Jenis 1.

Usia Umur anak dalam tahun dan bulan pada saat pendaftaran pada saat diadakan penelitian Naminal b. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa-siswa TK Pertiwi Kemudo II. Bentuk Gigi Penampilan gigi yang meliputi : 5. 6. Pola pemeliharaan gigi Naminal Sub.e. Bentuk/ukuran 6. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Susunan gigi 7. Keutuhan Naminal e. Jenis Makanan Yang Sering Dikonsumsi Makanan/minuman yang paling sering dikonsumsi dan berkaitan dengan kejadian karies gigi Naminal f. Keteraturan 8. Janis makanan yang sering dikonsumsi f. Batak 4. Instrumen Pengumpulan Data . Suku Bangsa Merupakan kelompok etnis/ras yang meliputi : 1. Jawa 2. Variabel : a. Sunda 3. Kemudo Prambanan Klaten sebanyak 42 orang. Pola Pemeliharaan Gigi Kebiasaan yang berhubungan dengan pemeliharaan gigi agar tidak terjadi karies gigi yang meliputi : 1) Frekuensi menggosok gigi 2) Kaontrol dokter gigi Populasi dan Sampel 5. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi TK Kemudo II. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Kondisi permukaan 9. Jenis Kelamin Laki-laki dan perempuan Naminal c. Dayak Naminal d.

74% : Lebih dari separuh 75% . Jumlah siswa di TK Pertiwi Kemudo II tahun 2006 adalah 42 dan yang menderita karies gigi sebanyak 24 anak (57.24% : Sebagian kecil 25% .49% : Kurang dari separuh 50% : Separuh 51% . Variabel penelitian ini adalah karakteristik anak yang menderita karies gigi. Editing 8. 10.99% : Sebagian basar 100% : Seluruh nya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Berdasarkan Usia Dari hasil penelitian. Tabel frekuensi merupakan deskriptisasi 11. Tabulating Analisa Data Data penelitian diolah dengan teknik univariate yang dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian dengan menggunakan tabel silang dan tabel frekuensi. Hasil Penelitian Data penelitian ini di peroleh langsung dari siswa-siswi di TK Pertiwi Kemudo II dengan menggunakan kuisioner dan lembar observasi kepada responden yang mengalami karies gigi. Pembahasan Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan penelitian dapat mengetahui karakteristik yang paling banyak muncul pada anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo Prambanan Klaten. B. Pengolahan Data 7.14%).Jenis Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner untuk wawancara dan observasi. lebih dari separuh (58.33%) anak menderita karies gigi . Tabel silang merupakan hasil pengelompokan data dari tabel frekuensi data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan analisa prosentasi sebagai berikut : 0% : Tidak ada 1% . Koding 9. yaitu : 1.

33%) anak yang menderita karies gigi memiliki gigi yang tidak teratur yaitu gigi yang berjejal. Berdasarkan Jenis Kelamin Dari hasil penelitian. Maka dari itu bagi peneliti berikutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu tentang hubungan antara karies gigi dengan nutrisi. Lebih dari separuh anak yang menderita karies gigi berusia lebih dari enam tahun berjenis kelamin perempuan dan karakteristik yang paling menonjol adalah seluruh anak (100%) menggosok gigi dengan cara yang tidak berurutan.berusia lebih dari 6 tahun 2. Bentuk Gigi Dari hasil penelitian. Berdasarkan Suku Bangsa Dari hasil penelitian.14%.83%) menggosok gigi dua kali sehari tetapi seluruhnya (100%) cara menggosok giginya tidak berurutan. Saran 3. 4. 4. Kemudo Prambanan Klaten Jawa Tengah adalah sebagai berikut : 1. Bagi Puskesmas Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 57. pola gigi atau nutrisi selama kehamilan. BAB V PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 24 anak yang menderita karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini termasuk dalam penelitian tingkat satu. Berdasarkan Pola Pemeliharaan Gigi Dari hasil penelitian. Maka dari itu diharapkan agar petugas Puskesmas memberikan . berplak sedang. 5. Berdasarkan Makanan Yang Dikonsumsi Dari hasil penelitian. 3. lebih dari separuh (70. 6.83 %) anak yang menderita karies berjenis kelamin perempuan. seluruh (100%) anak yang menderita karies gigi berasal dari suku Jawa.14% anak yang menderita karies gigi. kurang dari separuh (25%) yang menyukai makanan manis tetapi sebagaian besar (75%) menyukai makanan lunak. Proporsi karies gigi di TK Pertiwi Kemudo II adalah sebanyak 57. lebih dari separuh (70. 2. sebagian kecil (8.

Perdarahan pada daerah alat kelamin yang disebabkan oleh penyakit. KUESIONER Identitas Responden Nama : Umur : Sudah Menstruasi atau belum : Petunjuk pengisian : Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan cara memberikan tanda silang (x) pada jawaban yang menurut anda paling tepat. Androgen F. Pertumbuhan payudara I. Somatotropon E. Pertumbuhan payudara L. Hormon Tirotropik O. Mengalami menstruasi K. C. Nyeri pada daerah perut sampai pinggang disertai dengan perdarahan pada daerah kelaminnya. Mengalami menstruasi H. Estrogen Menurut pendapat saudara. Menurut pendapat saudara apakah yang anda ketahui tentang Menarche ? A. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling akhir nampak adalah ? J. Pertumbuhan rambut diketiak dan sekitar kemaluan Menurut pendapat Saudara. Hormon Ganadotropik N.penyuluhan tentang karies gigi dan latihan menggosok gigi yang benar. Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita adalah ? D. apabila seorang perempuan menginjak masa pubertas tanda yang paling awal nampak adalah ? G. Hormon Somatotropik Menurut Saudara normalnya seorang perempuan akan mengalami menstruasi yang pertama kali umur berapa ? . B. Pertumbuhan rambut diketiak dan disekitar kemaluan Menurut pendapat saudara hormon apa yang mempengaruhi pertumbuhan ? M. Perdarahan pertama kali yang siklik dari rahim sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya.

4 – 10 tahun Q. Faktor gizi yang baik W. Saluran kencing GG. Penurunan fungsi organ reproduksi pada wanita setelah masa haid berakhir Menurut pendapat Saudara salah satu faktor eksternal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? V. kapankah organ reproduksi wanita menunaikan faalnya ? KK. Pada saat hormon progesteron dan estrogen meningkat . 21 hari CC. darah menstruasi berasal dari ? EE. Masa yang akan dialami oleh setiap wanita sebelum menstruasi pertama kali tiba T. Lapisan dinding vagina FF. Lapisan dinding rahim Menurut pendapat saudara. 10 – 16 tahun R. 28 hari DD.P. Faktor intelegensi yang tinggi Z. Melakukan hubungan seksual sebelum menstruasi pertama kali tiba II. jarak yang normal siklus menstruasi berapa hari sekali ? BB. Faktor keturunan AA. Faktor keamanan yang tinggi Menurut pendapat saudara. Jika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa subur setelah dilakukan pemotongan di kedua saluran telur (tubectomy) Menurut pendapat saudara. Faktor keamanan yang terjamin X. 35 hari Menurut pendapat saudara. Faktor pendidikan yang layak Menurut pendapat saudara. 16 – 22 tahun Menurut pendapat saudara apakah yang dimaksud dengan masa subur pada seorang wanita ? S. Melakukan hubungan seksual sesudah menstruasi pertama kali tiba JJ. kehamilan pada seorang wanita dapat terjadi karena apa ? HH. Masa dimana seorang wanita yang sudah menstruasi pertama kali dan berisiko kehamilan jika melakukan hubungan seksual U. salah satu faktor internal yang mempercepat seorang perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kali adalah ? Y.

I DAFTAR PUSTAKA Data Kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 SLTP N I Prambanan Klaten Evelyn Billing. Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur MM. Pada saat timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder Menurut pendapat saudara normalnya seorang perempuan mengalami mensturasi berapa lama ? NN. 3 – 7 hari OO. 11 – 15 hari Nyeri yang hebat pada perut yang sukar ditahan dan mencengkeram (kejang) biasanya terjadi pada waktu ? QQ. Gramedia. Sebelum menstruasi RR. Sesudah menstruasi JADWAL WAKTU PENELITIAN NO KEGIATAN W A K T U Oktober November Desember I II III IV I II III IV I II III IV 1 BAB I 2 BAB II 3 BAB III 4 KUESIONER JADWAL WAKTU PENELITIAN No Kegiatan W A K T U Agustus September Oktober November Desember I II III IV I II II IV I II III IV I II III IV I II III IV 1 Penyusunan Proposal 2 Ujian Proposal 3 Pengumpulan Data 4 Olah Data 5 Penyusunan Laporan Penelitian 6 Ujian K.T. 7 – 11 hari PP. Jakarta 2004 . Pada waktu menstruasi SS.LL. Kepustakaan Populer. Metode Ovulasi Billing.

00 WWW. Clitoris. 2001 Sarwano Prawiroharjo. Jakarta 1996 WWW. CV Infomedika. Kes repro. Arcan. 1993. S. Jakarta. Metodologi Riset Keperawatan.07 WWW.com 1 April 2007 pukul 12. Mengatasi Nyeri Haid.Co. Yogyakarta. Menarage.depkes. Ilmu Kandungan. Bandung. Mum.00 WWW.00 . Metodelogi Penelitian Kesehatan.Org. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan.journal Unair.Com 1 April pukul 12.id 1 April 2007 pukul 12.Kingston Berly. Jakarta. edu.ac. 1983 Notoatmodjo Soekidjo. 1998 Nursalam. Jakarta 1995 Notoatmodjo Soekidjo.Com 1 April 2007 pukul 12.00 WWW.Com 1 April 2007 pukul 12. Rineka Cipta. Psikologi Pengajaran.00 WWW. acicis Murdech.info.Id 1 April 2007 pukul 12. Pustaka Sinar Harapan.qu/ni 15 Mei 2007 pukul 19. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta 1981 Sastra Winata Sulaiman. Andi Offset. Obstetri Fisiologi. Yayasan Bina Pustaka.00 WWW. Elemen. Grasindo. 1995 Kartono Mohamad. Winkel W.

waktu anak berusia remaja menemukan kesempatan untuk mencoba yang baru. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi. .3 juta orang. kaum muda berumur 14 sampai 24 tahun berjumlah 43. Secara umum. termasuk internet. film dan musik. Kemudahan dalam medapatkan informasi tentang halhal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. merupakan 21% penduduk Indonesia yang merupakan tulang punggung negeri ini dan bagian dari masyarakat.KUNCI JAWABAN A C B A C B B A B B C B B A A Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental. yang perlu pendidikan dan bimbingan lengkap demi masa depannnya. Saat ini para remaja sangat dipengaruhi oleh media massa. Pada tahun 2000.

sehingga ia dapat berindak dengan baik dan benar. pengalaman. gangguan konsentrasi. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi. dibawah pengaruh jam biologis. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. pendidikan.WWW. sakit kepala.00 Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan).acicis. Dalam masa pancaroba itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. rasa takut. Rahim juga mengalami perubahan hormonal.edu. kultur. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual . WWW.Kesrepro Info.qu/ni option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 1 April 2007 Jam 12. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. gelisah sukar tidur. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis.com/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja.Pdf 1 April 2007 Jam 12. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche sangat berbagai macam. serta beberapa banyak ajaran orang tuanya yang dia terima.00 Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi.Murdech. mudah tersinggung. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche. perut kembung.

dapat berakibat kehamilan pranikah, aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident” WWW.depkes.go.id 1 April 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun Oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LAPORAN PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SLTP TENTANG MENARCHE DI SLTP N I PRAMBANAN KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2007

Disusun oleh : Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187

Karya Tulis Ilmiah ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada tanggal 12 Februari 2008

Pembimbing, C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kep KARYA TULIS ILMIAH Dipertahankan di depan dewan penguji Karya Tulis Ilmiah Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan diterima Untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Keperawatan Pada tanggal 20 Februari 2008

Mengesahkan Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta

C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp NIK. 198310006

Penguji : C. Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp ……………………… Agnes Mahayanti, S.Kep.,Ns ……………………… MOTTO PERSEMBAHAN DAFTAR TABEL

Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 22 Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten tahun 2007 23 Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 24 Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 25 Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 26 Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 27 Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 28 Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 29 Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 30 Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan, Kecamatan Prambanan, Klaten Tahun 2007 31

Klaten Tahun 2007 35 Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Berfungsinya Organ Reproduksi Wanita Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 38 Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 39 Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 32 Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 36 Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 40 Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 34 Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 41 . Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 33 Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 37 Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan.

Fisiologi Haid 10 . Klaten Tahun 2007 42 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Lembar Kunci Jawaban Lampiran 3. Surat Ijin Penelitian Lampiran 4. Rencana Jadwal Penelitian DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii HALAMAN PENGESAHAN iii HALAMAN MOTTO iv HALAMAN PERSEMBAHAN v DAFTAR TABEL vi DAFTAR LAMPIRAN viii DAFTAR ISI ix ABSTRAK x KATA PENGANTAR xi BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 4 Tujuan Penelitian 5 Manfaat Penelitian 5 Ruang Lingkup 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 Tinjauan Teori 6 1. Pubertas 7 3. Hasil Pengkodean dan Tabulating Lampiran 5. Lembar Kuesioner Lampiran 2. Menarche 8 4. Perkembangan Seksual Wanita 6 2. Kecamatan Prambanan.Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan.

Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. Dismenore 11 6. Sri Hari Ujiningtyas. peneliti menggunakan metode survey deskriptif. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI. Analisa Data 20 BAB IV HASIL PENELITIAN 21 BAB V PEMBAHASAN 43 BAB VI PENUTUP 51 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ABSTRAK Nama : B. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 20 Februari 2008 Pembimbing : C. S. Pengetahuan 13 Kerangka Teori 16 Pertanyaan Penelitian 16 BAB III METODE PENELITIAN 17 Jenis Penelitian 17 Desain Penelitian 18 7. daftar pustaka. Tujuan dalam penelitian ini. Pengolahan Data 19 12. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang . pubertas. Populasi dan Sampel 18 9. pengertian menarche. Teknik Pengumpulan Data 19 10. Instrumen Pengumpulan Data 19 11.5. dismenore. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia. fisiologi haid. Definisi Operasional 18 8. 51 halaman. perkembangan seksual wanita. status menstruasi.

dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel.Menarche. Bapak Ign Gonggo Prihatmono. Sri Ujiningtyas. Akhir kata penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. SKM dan Bapak A. S. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan Karya Tulis Ilmiah ini. karena berkat limpahan kasih dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007”. Kp selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta dan Pembimbing Teknis dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada : Ibu C. SKM selaku dosen pengampu riset dan pengembangan keperawatan. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini banyak mendapatkan bantuan. kurang dari separuh (26. Penulis. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. BAB III .57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6.Y Sutedjo. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan di Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket. bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Definisi Operasional No Variabel Definisi Operasional Skala Parameter 1. 4. Fisiologi haid 5. Pengertian Menarche 2. Desain Penelitian 5. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa adanya manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisa bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi. Tingkat pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche Segala sesuatu yang diketahui Remaja Putri tentang Menarche meliputi : 1. Berdasarkan Tujuan Penelitian ini termasuk penelitian eksplanatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fakta-fakta yang ada atau ditemukan serta huibungannya dengan teori.1) 2. Berdasarkan Metode Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa yang urgen terjadi pada masa kini. Perkembangan seksual wanita 3. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini merupakan penelitian terapan (aplied Research) karena menerapkan berbagai disiplin ilmu untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang Menarche.METODE PENELITIAN Jenis Penelitian 1. Berdasarkan Tempat Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan pada situasi yang sebenarnya. 3. Pubertas 4. Dismenore (Nyeri haid) Diukur dengan 15 pertanya-an dengan kriteria untuk setiap pertanyaan : -1 Skore benar 1 -2 Skore salah 0 ordinal Nilai parameter : Skore 0 – 5 = Rendah Skore 6 – 10 = Sedang Skore 11 – 15 = Tinggi .

2) Konsep analisa yang diambil : 0 % : Tidak ada 1-24 % : Sebagian kecil . Sampel Sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten sebanyak 143 anak. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah semua remaja putri di kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. Analisa Data Menggunakan analisa data univariate dan data jawaban dapat dianalisa secara kuantitatif. b. Sampel ini diambil menggunakan teknik total populasi. b. baik sebagai hasil pengukuran maupun hasil dari konversi dari data kualitatif ke data kuantitatif. Instrumen Pengumpulan Data Jenis instrumen yang digunakan untuk menghimpun data adalah kuesioner dan alat tulis. c. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan teknik angket. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten.6. Analisa kuantitatif adalah analisis yang digunakan untuk mengolah data yang berbentuk angka. 9. Analisa univariate adalah analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Jenis pertanyaan yang menyediakan beberapa alternatif jawaban dan responden hanya memilih satu jawaban yang sesuai dengan pendapatnya. 8. Editing Memeriksa seluruh kuesioner yang telah diisi oleh responden yang meliputi kesesuaian jawaban responden dengan pertanyaan yang diajukan kelengkapan daftar pertanyaan dan keajegan jawaban responden. Pengolahan Data a. Pupulasi dan Sampel a. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner bentuk tertutup yaitu kuesionar yaitu kuesioner yang mempunyai keuntungan mudah ditabulasi tetapi kurang mencakup jawaban dari responden. Koding Memberikan tanda atau simbol pada jawaban yang diterima. 10. 7. Tabulating Menyusun dan menghitung data hasil pengkodean untuk kemudian disajikan dalam bentuk tabel.

peneliti menggunakan metode survey deskriptif. dan untuk peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih . daftar pustaka. 51 halaman. perkembangan seksual wanita.Kp Judul Pustaka : 8 buku (1981-2004) 7 akses internet (2007) Jumlah Halaman : XI.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah. Wijanarko Listyo Hatmoko NIM : 252187 Judul : Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N 1 Prambanan Klaten Jawa Tengah Tahun 2007 Tanggal Uji : 18 Februari Pembimbing : C. Sri Hari Ujiningtyas. fisiologi haid. lampiran Menarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu dari banyak manifestasi pubertas dan remaja awal pada anak perempuan.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. Penelitian ini menggunakan total population yaitu seluruh anggota populasi yang sudah ataupun belum menstruasi menjadi anggota sampel. Pada periode pubertas ini terjadi proses pematangan kelenjar-kelenjar seksual dan dapat terjadi antara usia 12-16 tahun. Yang diteliti dalam tingkat pengetahuan pada remaja putri kelas VIII SLTP N 1 Prambanan meliputi dari usia.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. kurang dari separuh (26. pubertas. status menstruasi. dimana peneliti ingin menggambarkan bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP N 1 Prambanan Tentang Menarche. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik angket.25-49 % : Kurang dari separuh 50 % : Separuh 51-74 % : Lebih dari separuh 75-99 % : Sebagian besar 100 % : Keseluruhan ABSTRAK Nama : B. dismenore. berupa data primer yang didapatkan dari remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan Klaten. Hasil penelitian yang dilakukan adalah lebih dari separuh (67. S. Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah agar memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. pengertian menarche. Tujuan dalam penelitian ini.

50%) responden berumur diantara 13 . Dengan mengetahui pengertian menarche diharapkan siswi/remaja putri mengetahui bahwa rahimnya telah menuaikan faalnya.55%) responden tidak mengetahui tentang pengertian menarche. BAB V PEMBAHASAN Dari hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan peneliti dapat mengetahui Tingkat Pengetahuan Remaja putri kelas VIII SLTP Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan Klaten. Lebih dari separuh (65.14. Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru diduga salah satu penyebab responden menjawab benar. sebagian besar (81.mendalam yaitu : Hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan. Dari hasil penelitian. Lebih dari separuh (54. Dari hasil penelitian. Menarche pun akan berlangsung dengan sendirinya. Berdasarkan Pengertian Menarche Salah satu usaha dalam memberikan pengetahuan tentang menarche adalah dengan cara pengajaran yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru biologi. . Dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian. yaitu : Pembahasan Persoal : Berdasarkan Usia Sejalan dengan pertambahan usia seseorang. Berdasarkan Status Menstruasi Prevalensi yang sudah menstruasi lebih banyak dari pada yang belum menstruasi. Dengan hal itu mungkin dapat meningkatkan angka sex pranikah di kalangan remaja dan kehamilan di luar nikah.73%) responden mengetahui tentang hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita. Hal ini karena menarche merupakan kejadian yang fisiologis yang dialami oleh seorang wanita yang menginjak masa puber.14 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya menarche biasanya pada usia 13 . sebagian besar (75.11%) responden sudah mengalami menstruasi. Berdasarkan Hormon Yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita.

lebih dari Separuh (59.75%) tidak mengetahui faktor yang mempercepat menarche.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir yaitu menstruasi pertama kali (menarche).70%) responden mengetahui normalnya umur terjadinya menarche. Dari hasil penelitian. Lebih dari separuh (62. Berdasarkan Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Remaja Putri Di duga karena tidak pernah memperhatikan perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi pada waktu mengijak Pubertas atau karena perubahan bentuk tubuh dan alat reproduksi yang berlangsung secara bersamaan sehingga dari hasil penelitian. Berdasarkan hormon pertumbuhan Pengajaran dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru kepada siswinya terus menyumbang dalam hal Pengetahuan siswi terhadap hormon pertumbuhan. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya informasi tentang menstruasi pertama kali (menarche). Makanan yang bergizi adalah salah satu faktor eksternal yang mempercepat terjadinya menarche.Berdasarkan Tanda Pubertas yang tampak paling awal pada remaja putri Diduga karena tidak pernah memperlihatkan perubahan bentuk tubuh pada waktu menginjak pubertas sehingga dari hasil penelitian.51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita. sebagian besar (89. Berdasarkan Faktor Eksternal yang mempercepat menarche. Dari hasil penelitian. Dari hasil Penelitian.90%) responden .94%) responden tidak mengetahui tentang tanda Pubertas yang nampak paling awal. Berdasarkan Masa Subur Pada Seorang Wanita Diharapkan dengan mengetahui masa subur dapat menekan angka terjadinya kehamilan atau sex pranikah. Dari hasil penelitian. Hal ini juga disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya. Berdasarkan Normalnya Umur Terjadinya Menarche Dengan mengalaminya sendiri waktu terjadinya menarche membuat sebagian besar (93. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan yang didapat dari sekolahannya. Berdasarkan Faktor Internal yang mempercepat Menarche Faktor Keturunan adalah salah satu faktor internal yang mempercepat menarche. Sebagian besar (90.44%) responden mengetahui tentang hormon pertumbuhan. lebih dari separuh (51. Sebagian besar (76.

sebagian besar (89. Berdasarkan Terjadinya Kehamilan Dari hasil penelitian.11%) responden sudah menstruasi diduga dengan pengalaman tersebut.04%) responden mengetahui terjasinya nyeri yang mencengkeram. Berdasarkan Tentang Asal Darah Menstruasi Perkembangan informasi yang begitu cepat dan mudah diakses bagi kaum pelajar. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang kehamilan di sekolah sangatlah kurang sehingga apabila remaja putri sudah menstruasi melakukan hubungan intim sangat beresiko terjadinya kehamilan. lebih dari separuh (51.51) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi Berdasarkan Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Kurangnya hormon Progesteron dan estrogen pada waktu sebelum menstruasi diduga penyebab nyeri yag mencengkeram.mengetahui faktor internal yang mempercepat menarche. karena alat kandungannya sudah menuaikan faalnya. Berdasarkan Siklus Menstruasi yang Normal Dengan mengalami sendiri tentang siklus menstruasi di duga sebagian besar (81. lebih dari separuh (62.34%) responden tidak mengetahui terjadinya kehamilan. Berdasarkan Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Sebagian besar (81. Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche . sehingga kami pelajar atau responden menjawab lebih dari separuh (68. responden menjawab benar. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang alat reproduksi sangatlah penting karena untuk menekan kehamilan di luar nikah pada usia remaja. Berdasarkan Organ Reproduksi Wanita Menuaikan Faalnya Pada saat sel telur sedang berfungsi dengan teratur inilah salah satu faktor penyebab kehamilan. lebih dari separuh (64. Dari hasil penelitian.81%) responden mengetahui tentang siklus menstruasi normal.53%) responden mengetahui asal darah menstruasi. Dari hasil Penelitian. Dari hasil penelitian.94%) responden tidak mengetahui berakhirnya tanda pubertas yang paling akhir (menstruasi pertama kali).

11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang dan memiliki tingkat pengetahuan sedang.11%) sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 116 orang. Diduga perkembangan teknologi yang cukup pesat seperti VCD. . sehingga responden masih dapat mengingat dengan jelas peristiwa terseut. komputer dan internet yang mempermudah kita mengakses berbagai hal yang kita inginkan. pubertas. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (81. dan sebagian besar (92. Berdasarkan Tabel Silang Antara Umur Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Dari 143 responden (92. Diduga pada saat umur 13-14 tahun responden sudah mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. separuh responden dapat menjawab dengan benar kuesioner yang diberikan meliputi : Pengertian menarche.Diduga karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mata pelajaran biologi yang didapatkan dari Bp/Ibu guru disekolahnya sehingga siswi kelas VIII SLTP N1 Prambanan lebih dari separuh (67. faktor tempat tinggal dan faktor ras yang diduga dapat mempercepat seorang wanita menstruasi untuk pertama kalinya. perkembangan seksual wanita.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang Menarche. Dari hasil penelitian. Hal ini diduga apabila responden sudah menstruasi akan lebih mengetahui tentang menstruasi sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dari peneliti. fisiologi haid dan dismenore.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun dengan jumlah 132 orang. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang sehingga mempunyai resiko tinggi terjadinya kehamilan di luar nikah.30%) responden berumur 13-14 tahun yang berjumlah 132 orang. Setelah dianalisa didapatkan lebih dari separuh siswa SLTP N I Prambanan Kelas VIII tidak mengetahui terjadinya kehamilan. (81. Berdasarkan Status Menstruasi Dengan Umur Remaja Putri Dari 143 responden. Adapun faktor gizi. Dan bagi responden yang berumur kurang dari atau lebih dari 13-14 tahun kemungkinan belum pernah atau bahkan sudah lupa tentang peristiwa tersebut sehingga tingkat pengetahuannya rendah. dan memiliki tingkat pengetahuan sedang.

Hal ini dapat diperbaiki dengan pemberian informasi dari Bp/Ibu guru khususnya yang mengajar biologi. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. Waktu yang terbatas dari peneliti. sehingga kehamilan di luar nikah di usia remaja dapat ditekan sekecil mungkin. faktor eksternal yang mempercepat menarche. c. terjadinya kehamilan. siklus menstruasi yang normal. tanda pubertas yang nampak paling akhir pada remaja putri. Bagi Pihak Sekolah Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 64. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. Dari data yang didapat juga diketahui bahwa pengetahuan remaja putri tentang menarche yang kurang baik meliputi : Pengertian menarche. Saran 1. masa subur pada seorang wanita. b.34% remaja putri tidak mengetahui terjadinya suatu kehamilan. BAB VI PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap 143 remaja di SLTP N I Prambanan. lamanya seorang wanita mengalami menstruasi dan terjadinya nyeri yang mencengkeram. dan berfungsinya organ reproduksi. Jawa Tengah adalah sebagai berikut : Untuk tingkat pengetahuan tentang menarche diperoleh lebih dari separuh (67. Faktor Penghambat a.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah.Dari beberapa komponen kuesioner yang diberikan dapat diketahui pengetahuan remaja putri tentang menarche yang sudah baik meliputi pengetahuan tentang : Hormon remaja putri mengalami menarche. tanda pubertas yang nampak paling awal pada remaja putri. 2. Maka dari itu diharapkan agar pihak sekolah . Kebanyakan remaja putri menjawab kurang tepat tentang hal tersebut. asal darah menstruasi.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6. kurang dari separuh (26. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. Faktor Pendukung a. Klaten.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. Faktor Pendukung dan Penghambat 1. faktor internal yang mempercepat menarche.

Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. darah. virus dapat pula diisolasi dari faring. INSIDEN Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. virus mumps dapat diisoler dari saliva. Dan dapat menyukseskan program wajib belajar 9 tahun dari pemerintah.2 Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus.memberikan penyuluhan kesehatan tentang seksualitas bagi remaja agar generasi muda yang akan menjadi tulang punggung negeri ini tidak berhenti di tengah jalan dalam mengenyam pendidikan. Bagi Peneliti selanjutnya Penelitian ini meneliti tentang tingkat pengetahuan remaja putri Kelas VIII tentang menarche di SLTP N I Prambanan diharapkan bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam yaitu : hubungan antara ras dan gizi dengan umur menarche pada remaja putri pedesaan dan perkotaan.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun.5 PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. Pada penderita parotitis tanpa pembesaran kelenjar parotis. mungkin dengan urin. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. Pada manusia selama fase akut. 2. Mumps ialah suatu infeksi umum. percikan ludah. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun.3 . air seni dan liquor. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun. bahan muntah.

Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. Suhu tubuh biasanya naik sampai 38. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin.html) Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan .MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. sakit kepala.com/2007/04/mumps-parotitisepidemika.5 0C sampai 39. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1. www.clitoris. ini merupakan gejala khas untuk parotitis. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan. (Sumber: http://oncejevuska. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk.blogspot. Dimulai dengan stadium prodromal.com/modules. anoreksia. muntah dan nyeri otot.

atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan. majalah hiburan. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini.go. kaset. keadaan gizi. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik.com/post/29007_20. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas .blog.depkes. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual.id/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja.menarche.pdf Masa Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya. dan film.tubuh wanita untuk kehamilannya. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan.m3-access www. vidio. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel.

namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensidimensi tersebut. Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra. remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. dan 2). otot. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. Namun satu hal yang pasti. Untuk dapat memhami remaja. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Pada anak lelaki. dll. konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara.yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. dan fisik lainnya yang . Luteinizing Hormone (LH). sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Pada masa pubertas. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Pada anak perempuan. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar.

b. Misalnya: (a) Infark miocard yang berat (b) Penyakit katup jantung yang berat (c) Miocarditis (d) Tamponade jantung (e) Kekacauan metabolisme jantung. Curah Jantung Yang Rendah Secara Patologis Penurunan curah jantung adalah pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Penyebab penurunan curah jantung dapat dibedakan menjadi: 1) Faktor – faktor jantung yang menyebabkan penurunan nilai batas pemompaan yang diperlukan untuk mengalirkan darah adekuat ke jaringan. Curah jantung meningkat sebanding dengan luas permukaan tubuh disebut sebagai indeks jantung. .duniaguru. Curah Jantung Normal Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit.php? option=com_content&task=view&id=120&Itemid=29 Fisiologi Curah Jantung a. http://www. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. Curah jantung sangat bervariasi bergantung pada tingkat aktivitas tubuh.berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. yaitu curah jantung per meter persegi luas permukaan tubuh. Faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan curah jantung: 1) Aliran balik vena 2) Mekanisme Frank Starling 3) Refleks Bainbridge Aliran darah hampir selalu meningkat bila konsumsi oksigen jaringan juga meningkat.com/index. Merupakan jumlah darah yang mengalir melalui sirkulasi dan bertanggung jawab untuk transportasi substansi – substansi ke dan dari jaringan. Aliran balik vena dan curah jantung harus setara satu sama lain kecuali untuk beberapa denyut jantung pada suatu waktu bila darah untuk sementara disimpan atau dikeluarkan dari jantung dan paru – paru.

bradycardia) b) Palpitasi c) Elektro cardiography (ECG) changes. Altered afterload Cold/clammy skin Nafas pendek/dyspnea Oliguria Perpanjangan capillary refill Penurunan nadi perifer Variations in blood pressure readings Penurunan/peningkatan Sistemic vascular resistance (SVR) Penurunan/peningkatan Pulmonal vascular resistance (PVR) Perubahan warna kulit. Beberapa tanda dan gejala sebagai defining characteristics dari penurunan curah jantung yaitu: Altered Heart Rate/Rhythm a) Arhytmia (takhycardia.5 L/menit f) Penurunan fraksi ejeksi. Stroke Volume Index (SVI). Altered contractility a) Crackles b) Cough c) Orthopnea/paroxysmal nocturnal dyspnea d) Cardiac Output < 4 L/menit e) Cardiac Index < 2. Altered Preload Distensi vena jugularis Fatigue Edema Murmur Peningkatan/penurunan Central Venous Return (CVP) Peningkatan/penurunan Pulmonal Arteri Wedge Pressure (PAWP) Weight gain. Left Ventricular Stroke .2) Penurunan Aliran Balik Vena yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (a) Penurunan volume darah (b) Dilatasi vena acut (c) Penyumbatan vena – vena besar.

Work Index (LVSWI) g) Bunyi Jantung S3 dan S4. Behavioral/emotional anxiety Restlessness. Fisiologi Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Komplikasi Acut Miocard Infark (AMI) sebagai etiologi perununan curah jantung a) Ventricular septal ruptur b) Papilary Muscle Ruptur (Acut Mitral Regurgitation) c) Free Wall Rupture d) Pseudoaneurisma e) Left ventricular failure dan cardiogenic syock f) Right Ventricular failure g) Ventrikel Aneurisym h) Dynamic Left Ventricular Outflow Obstruction i) Arytmia Skema Penurunan Curah Jantung Pada Acut Miocard Infark (AMI) Bagan 3 Patofisiologi Komplikasi AMI sebagai etiologi penurunan curah jantung .

html. contoh aneurisma ventrikular.5 cc/kgBB/jam) j) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia k) Tampak edema pada ekstremitas bawah. menunjukkan penurunan (kurang dari 0. halaman 327 Penatalaksanaan Keperawatan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) c. d. hematokrit). irama. Pengkajian Keperawatan Terkait Dengan Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) 1) Data Subyektif a) Klien mengatakan lemah. mudah capai b) Klien mengatakan sesak nafas c) Klien mengatakan pusing (pening) d) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) 2) Data Obyektif a) Tekanan darah menunjukkan penurunan b) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah c) Distensi vena jugularis d) Capilary refil lambat lebih dari tiga detik e) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi f) Kulit teraba dingin. LDH. konduksi elektrikal 2) Penurunan preload/peningkatan tahanan vaskular sistemik (TVS) 3) Otot infark/diskinetik. kerusakan struktural. kreatinin.Dirangkum dari: http://health. . 2002.allrefer. tampak banyak keluar keringat dingin g) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat h) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada i) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam.com/health/heart-attack-info. Diagnosa Keperawatan Terkait Resiko Penurunan Curah Jantung Pada Pasien Acut Miocard Infark (AMI) adalah Resiko Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan: 1) Perubahan frekuensi. Guyton Athur. palpebra l) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi m) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru n) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum. CKMB.

Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya.clitoris. . Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan.kerusakan septal. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak.Php?op=modload & name=downloads & file = index & reg = getit = 444 1.com/modules. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. keadaan gizi. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. www. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil.

Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi www. perubahan elektrokardiografi (EKG). dimana diagnosis infark miokard ditegakkan dengan adanya dua dari tiga kriteria : gejala klinis & nyeri dada yang menjurus ke miokard infark. Kriteria kedua. majalah hiburan. Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. kaset. LATAR BELAKANG PENELITIAN : Dewasa ini petanda biokimia untuk menilai kerusakan sel otot jantung pada penderita sindrom koroner akut semakin berkembang. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. berdasarkan kriteria badan kesehatan dunia (WHO). karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). yaitu adanya perubahan pada EKG.Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis desa. pengamatan seksama pada gejala klinik merupakan hal yang sangat penting.blog.menarche. terutama pada penderita diabetes dan usia lanjut. Sindrom koroner akut merefleksikan proses fisiologis dari iskemia miokard akut. dan parameter biokimiawi ( misalnya peningkatan CK-MB). dan film. Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. merupakan piranti . merupakan suatu ‘continuum’ (proses berkelanjutan) resiko bagi penderita dengan nyeri dada. yang umumnya menunjukan gejala iskemia ayng tiddak khas. namun dari data statistik.com/post/29007_20. Selama tiga dasa warsa terakhir. dan lebih penting dari sudut pandang klinik. Pada kriteria pertama. iskemia miokard akut ditentukan sebagai penderita infark miokard atau non infark miokard. vidio.1. gejala tidak spesifik terdapat pada sepertiga penderita.m3-access 3. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini.

Keberhasilan terapi trombolitik sangat me ndukung anggapan tersebut. sehingga para klinisi juga akan meningkatkan kewaspadaan dalam manajemen pelayanan bagi penderita dengan lebih baik. walaupun dikatakan bahwa trombosit bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam terjadinya IMA ( 29).2. American Heart Association (AHA) memperkirakan 1. 2. troponin.71). hanya sekitar 50%. Kriteria ketiga adanya peningkatan pada parameter biokimia. Namun demikian. telah dicoba untuk memakai petanda biokimiawi yang lain seperti mioglobin. Angka kematian dan komplikasi dari penderita ini mewakili > 20% kejadian malpraktek pada kedokteran gawat darurat. yang pada masa lalu digunakan aktifitas enzim CK-MB sebagai ‘baku emas enzim’ tetapi karena keterbatasan spesifisitas. Pada umumnya terjadi oklusi trombosis pada arteri koroner mengalami plak ateromatoes.000 dari kasus tersebut dikeluarkan dari rumah sakit karena tidak diketahui diagnosanya. Jelas bahwa diperlukan petanda biokimiawi sebagian piranti diagnosis dan menilai beratnya kerusakan sel otot jantung pada penderita dengan nyeri dada akut. Dilaporkan bahwa hampir 90% penderita IMA transmural . Patofisiologi iskemi dann infark miokard IMA adalah kematian otot jantung akibat suplai oksigen yang tidak mencukupi (tidak adekuat) dalam waktu yang cukup lama . dan kira kira 25% sering meninggal selama 24 jam pertama dan sebagian dari kasus ini diagnosanya tidak terdeteksi (56).diagnosis infark miokard yang penting. Trombosis merupakan faktor utama terjadinya iskemi akut baik pada angina pektoris tak stabil maupun IMA. yang akhirnya dapat menurunkan mortalitas. disamping untuk menentukan terapi trombolitik. EKG mempunyai sensitifitas yang rendah. Oklusi tersebut biasanya disebabkan oleh adanya perubahan pada plak ateroma yang menyebabkan tertutupnya lumen arteri koronaria secara mendadak (70. IMA merupakan keadaan berat yang terjadi akibat oklusi mendadak pembuluh koroner atau pun cabangnya yang mengalami skerosis.5 juta penduduk Amerika mengalami serangan jantung setiap tahunnya dan kira-kira 34.9.

atau adanya trombosis pada arteri koroner kecil yang telah mengalami aterosklerosis berat. Terjadinya oklusi koroner selama 20 menit akan diikuti dengan terjadinya nekrosis miokard ( Infark Miokard).2.8. Perubahan morfologi akan terjadi dalam 12 jam pertama setelah infark miokard berupa inflamasi dan infiltrasi seluler. Selain itu dapat pula diakibatkan adanya spasme koroner. Demikian pula menurunnya sintesis faktor-faktor endoterial yang beraksi sebagai antikoagulan seperti tisue plasmibogen activator dan prostasiklin paa aterosklerosis. juga ikut berperan dalam terbentuknya trombosis. INFARK MIOKARD AKUT 2. Patofisiologi IMA nontransmural ( subendokardial) belum banyak diketahui.2.8. Adanya nekrosis miosit akan menyebabkan kehilangan intergitas membran sel dan makromolekul intraselluler akan berdifusi ke dalam jaringan interstitial miokard dan selanjutnya akan masuk ke dalam mikrovakskuler dan limfatik kardiak. Juga berbagai penelitian klinik telah memperlihatkan adanya hubungan antara lipoprotein dan trombosis.1. 2. antara lain vasoplasme akibat hilangnya endothelium dependent dilator mechanism pada aterosklerosis. yang pada pemeriksaan histologik ditemukan adanya infiltrasi lekosit . Patogenesis terjadinya trombosis melibatkan banyak faktor. Morfologi aterosklerosis koroner . kemudian setelah 24 jam daerah infark akan nampak pucat atau kekuningan dengan batas yang jelas.(510%) sulit dibuktikan adanya trombus sebagai penyebabnya dan pada keadaan ini spasme arteri koroner terlibat di dalamnya (71).

yaitu Tipe 1 bila terjadi gangguan fungsi sel endotel tetapi tanpa terjadi perubahan substansi morfologi. 2. Progresi aterosklerosis Lesi dini aterosklerosis lebih cepat mengalami progresi pada mereka dengan berbagai faktor resiko koroner. Pada beberapa plak dapat terjadi progresi secara lambat.1. oleh Stary lesi ini di klarifikasikan atas : Stary I bila ditemukan adanya makrofag ataus sel busa dalam intima. Pada penelitian otopsi dari artei koroner dan aorta pada orang-orang usia muda telah ditemukan adanya evolusi secara mikroskopis dari aterosklerosis.1. yang me rupakan tanda dini penumpukan lipid ( Stary I). Stary III tampak adanya inti lipid ekstra seluler yang multipel sedangkan Stary IV bila adanya ateroma (50) 2.adanya fisura minor yang terjadi pada lapisan lemak atau plak ateroma akan diikuti dengan pembentukan trombus da ©2003 Digitized by USU digital library 12 terjadinya fibrosis. Lesi dini Adanya perubahan ultrastruktur yang terjadi pada aterosklerosis spontan.8. tetapi ada juga yang cepat. Kerusakan vaskuler dan pembentukan trombus merupakan kunci dari proses dan progresifitas aterosklerosis serta patogenesis sindrom koroner akut. Hal ini akibat adanya kerusakan vaskuler tipe 1 berupa kerusakan sel endotel yang diakibatkan gangguan aliran darah atau faktor lainnya sehingga makrofag atau sel busa ditemukan dalam intima.2.2.1.8. Stary II bila ditemukan juga sel-sel otot polos yang mengandung lipid dan tersebarnya lipid ektraseluler.2.Aterosklerosis adalah suatu bentuk aterosklerosis yang terutama mengenai lapisan intima dan umumnya terjadi pada arteri muskuler ukuran besar dan sedang serta merupakan kelainan yang mendasari penyakit jantung iskemik. khususnya lesi dini telah dilaporkan oleh Stary. Kerusakan vaskuler dimaksud di klarifikasikan atas 3 tipe. Selanjutnya bila terjadi fisura plak yang dalam atau ulseri . tipe 2 terjadi kerusakan endotel dan intima dengan lamina interna elastik yang masih utuh dan tipe 3 kerusakan endotel dengan intima & media (45).

Nilai Prognostik Pemeriksaan Troponin T Pada APTS Peningkatan kadar TnT merupakan faktor prediksi yang kuat meningkatnya mortalitas (24).3%) .maka dapat terjadi oklusi trombus dan timbul sindrom koroner akut 2.7. 0.06-0.18 ng/ml mempunyai resiko sedang (10. dan troponin T setiap 8 jam selama 2 hari setelah dirawat. Hanya 3 dari penderita tersebut mengalami peningkatan CK-MB. Sementara penderita angina akut saat istirahat dengan kadar TnT yang tidak terukur hanya 4.06 ng/ml mempunyai resiko rendah (4. CKMB.18 ng/ml mempunyai resiko tinggi untuk menadi IMA atau kematian penyakit jantung. misalnya APTS. Penilaian resiko pada saat awal sangant diperlukan pada penderita dengan penyakit koroner tak stabil. troponin T dapat terdeteksi rata-rata pada kadar 0. Beberapa penelitian dengan jumlah sampel yang sedikit telah menunjukan bahwa penderita APTS dengan peningkatan kadar TnT mempunyai prognosis jangka pendek maupun jangka panjangyang buruk.2. Dari 33 penderita yang troponin T meninggi. Sebaliknya hanya 1 dari 51 penderita angina saat istirahat dengan troponin T negatif yang berkembang menjadi IMA.1% yang berkembang menjadi IMA. 30% mengalami infark miokard.2.78 ng/ml pada 39% penderita angina akut saat istirahat.5%) dan jika lebih dari 0. Bertil Lindahl dkk dalam kelompok studi FRISC meneliti 976 penderita APTS dan menemukan adannya peningkatan resiko serangan jantung jika terjadi peningkatan nilai troponin T pada 24 jam pertama. Gok dan Kaptanoglu (69) mendapatkan 34% penderita angina akut saat istirahat mengalamai kenaikan kadar TnT dan setengahnya berkembang menjadi IMA. Gokhan. Jika kadar troponin T kurang dari 0. Hamm CW dkk (63) melaporkan penelitian terhadap 109 orang penderita angina pektoris yang stabil yang dilihat kadar CK. Sedangkan pada 50% penderita IMA tersebut meninggal dalam perawatan. Penelitian ini menunjukan bahwa nilai troponin T .

riwayat penyakit. 2. Gelombang T yang inversi dan isolated relatif ringan dan prognosenya baik dibanding dengan perubahan segmen ST. Konsentrasi serum troponin T dan I merupakan indikator peningkatan resiko baik secara independen maupun merupakan pendukung dari perubahan EKG.5. Perubahan EKG merupakan pelengkap dari riwayat penyakit dan gejala klinis dan masih menjadi suatu proses stratifikasi penting dari sindroma koroner akut . 183 penderita terbukti APTS. dari 460 penderita nyeri dada dan diikuti selama rata-rata 3 tahun. STRATIFIKASI RESIKO Penentuan penyakit jantung koroner ditentukan dari gambaran klinis. sememtara perubahan dinamis dari segmen ST dan gelombang T yang inversi sangat mendukung diagnosa angina tak stabil atau non Q wave infark miokard. saat ini dapat dinyatakan bahwa EKG inisial tidak hanya memprediksikan perjalanan jangka pendek tetapi depresi segmen ST juga menunjukan menandai kelompok resiko tinggi pada waktu yang lama (55). Sebanyak 34% penderita APTS tersebut mempunyai troponin T positif. kadar troponin serta faktor resiko terjadinya arterosklerosis.2. Disadari bahwa terdapat perbedaan waktu selama 2 -4 jam setelah muncul gejala baru dapat dideteksi perubahan serum troponin dan mencapai puncaknya pada 12-14 jam kemudian. Selanjutnya dengan dasar informasi diatas . dan secara bermakna kematian jantung dan IMA berbeda dari yang troponin T nya negatif. Stubbs dkk juga mendapatkan hasil yang sama. EKG.maksimal pada 24 jam pertama dapat disajikan sebagai petunjuk prognostik bebas dan penting. Bila memungkinkan perekaman EKG dilakukan saat nyeri dada timbul. Gambaran EKG yang normal yang normal pada saat episode nyeri dada merupakan dasar kuat untuk menyatakan gejala yang tidak spesifik oleh sebab kardiak. Peningkatan troponin ini merupakan indikator untuk komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Tanpa memperdulikan perubahan EKG penderita dengan perubahan serum troponin mempunyai resiko lebih tinggi dibanding dengan yang normal.

Stratifikasi resiko ini merupakan proses yang berkesimbungan selama perawatan penderita pada fase akut termasuk evaluasi riwayat penyakit sekarang. Sedangkan faktor yang mempengaruhi respons trombogenesis ditempat kap yang terkoyak tadi adalah : 1. TROMBOSIS PLAK Lebih dari 75% trombus yang ditemukan di sindroma koroner akut. hal ini disebabkan oleh karena pengaruh adanya faktor jaringan.penetapan diagnosis angina yang stabil dapat dilakukan stratifikasi penderita dalam tiga kelompok yaitu kelompok resiko rendah. 1.4. penyakit terdahulu dan gambaran EKG.2. terletak ditempat dimana plak menglamai ruptur. makka kap yang tipis tersebut akan koyak dan kemudian berlangsunglah proses selanjutnya berupa pembentukan trombus yang dimulai dari fisura atau robekan kap tadi. gumpalan lipid memiliki efek trombogenisitas yang paling kuat. Substrat trombogenik yang memang selalu berada di tempat tersebut. Mula.mula terjadi akumulasi trombosit ditempat koyakan. dimana faktor jaringan ini mengaktifkan faktor IX dab X bersama membentuk trombin. . Bila plak yang tidak stabil mendapat pencetus. guidelines 1994 belum merekomendasikan pemeriksaan troponin secara rutin untuk deteksi kerusakan miokard. sedang dan tinggi ( tabel 4). membentuk gumpalan dini yang disebut white clot yang secara langsung berusaha menutupi semua permukaan yang robek tadi. kemudian ditambah dengan adanya fibrin. Pemeriksaan serum kardiak secara diagnostik sangat diperlukan dans sesuai dengan guidelines 1994 merekomendasikan bahwa baik kadar CK dan CK-MB diperiksa paa waktu dan setiap 6 sampai 8 jam dan seterusnya paa 24 jam. Kemudian datanglah eritrosit untuk menutupi seluruh white clot. Didalam komponen plak. Sejak itu berbagai studi telah menunjukan bahwa peningkatan kaar troponin T dan I berhubungan dengan dampak buruk dari penderita sindroma koroner akut .

. Tipe 3 : masih seperti diatas tetapi disertai pula dengan lipid ekstra sel dan deposisi jaringan ikat. Tipe 6 : Complicated lesion . 5. pada fase ini tampilan klinisnya asimptomatik. 3. biasanya tampilan klinis pada fase ini asimptomatik. 6. Tipe 5b : Ateroma dengan klasifikasi berat di dalam core atau lesinya. Tipe 2 : Fatty streak. fase ini juga masih asimptomatik. dan proses yang mendasarinya. tampilan klinis masih seperti tipe 4. tampilan klinisnya masih seperti 5 b. terjadi ruptur plak tipe 4 dan 5 dengan hemorhagi intra mural dan mulainya proses trombogenesis insitu. dan hal ini sangat berhubungan dengan tampilan klinis. sel inflamasi mulai infiltrasi diikuti dengan makrofag. Tampilan klinis dari fase adalah suatu keadaan yang disebut sindroma koroner akut. Tipe 4 : Ateroma terdapat gumpalan lipid pada tunika intima. 4. da sel T. maka semakin mudah terjadi proses trombogenesis tersebut. tampilan klinis apa fase ini adalah anginastabil. makrofag. Tid ak semua plak yang terjadi pada proses aterogenesis menjadi plak yang tidak stabil. namun bisa juga angina stabil.2. tipe plak dihubungkan dengan tampilan klinis dapat dibagi menjadi 5 tipe yaitu (50) : 1. semakin tajam lengkungan kap stenosis dan semakin iregular. Forrester yang memeriksa dengan angioskopis intraoperatif mendapatkan 95% sindroma koroner akut ditemukan adanya ruptur plak (49). hal tersebut tergantung dari bentuknya kap dan gumpalan lipid yang ada. Iregularitas permukaan plak dan sempitnya stenosis .2. Tipe 5c :Fibrous-ateroma dengan trombus mural dengan komponen lipid yang minimal. Keseimbangan trombotik-trombotik faktor trombogenik misalnya hiperagregabilitas. isolated foam cell. Tipe 1 : Penebalan tunika intima. 3. Ruptur Plak Ruptur plak ditemukan pada 56 %-95% sindroma koroner akut.3. Menurut American Heart Association. terdapat akumulasi lipid intra sel dan infiltrasi makrofag serta otot polos. sel busa. 2. hiperkoagulabilitas dan menurunnya fibrinolisis meningkatkan resiko terjadinya trombus pada sindroma koroner akut 1. juga masih asimptomatik. Tipe 5a : Seperti tipe 4 disertai denganlapisan jaringan fibrous.

gumpalan lipid ini terdiri dari sel-sel makrofag . 2. Proliferasi sel otot polos Evaluasi dari plak yang stabil menjadi tidak stabil melalui 5 tahap yaitu : aktifasi endotel. Lima puluh persen dari timbulnya sindroma koroner akut. Sistemik : Lingkungan internal/faktor farmakologik.2.2.macam yaitu : lipid core atau gumpalan lipid. peningkatan aliran darah koroner. peningkatan kontraktilitas otot jantung. kemudian memacu produksi sitokin da n protease ( MMP expression). sehingga menyebabkan rupturnya plak. latihan fisik berat.Faktor-faktor yang mempengaruhi instabilitas dan ruptur plak (45) : Faktor Eksternal : 1. lokasi plak. 1. Aktifitas sel inflmasi 2. Disfungsi endotel 4. Pada saat itu diperkirakan semakin besar ateroma yang ada di pembuluh darah semakin mudah menyebabkan sindroma koroner akut. Faktor intrinsik dari plak : besarnya plak. akan tetapi ternyata pada penelitian dibuktikan bahwa justru pada stenosis yang ringan dan sedang lebih banyak terjadi sindroma koroner akut dan hal ini diduga oleh karena pecahnya ateroma tersebut ( ruptur plak) Plak aterosklerosis yang sudah matang terdiri dari bermacam. Faktor Internal : 1. kepadatan lipid dan ketebalan kap yang menyelimuti plak. Luas tidaknya jaringan nekrosis yang terjadi mempengaruhi harapan hidup penderita sindroma koroner akut. Infeksi 3. Struktur Plak Pada mulanya telah disepakati bahwa terjadinya sindroma koroner akut oleh karena adanya penutupan yang tiba-tiba dari aliran darah koroner yang aterosklerotik yang kemudian mengakibatkan kekurangan oksigen di otot jantung dan akibatnya terjadi jaringan iskemi sampai jaringan nekrosis. biasanya didahului oleh faktor pencetus seperti : yang berhubungan dengan aktifitas saraf simpatis sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba. kemudian LDL masuk ke dalam sel dan teroksidasi. stress emosional dan lain sebagainya.

dari yang asimtomatis.2. Pada definisi yang diperluas. dan lipoprotein yang terjebak di dalam subendotelial maupun ruang ekstra sel.1. Defnisi Sindroma koroner akut adalah suatu peralihan (spektrum) manifestasi dari penyakit jantung iskemik meliputi angina tak stabil hingga infark miokard akut (IMA) dengan gelombang Q atau pun tanda gelombang Q (Gambar 2).2. selselnya jarang ( hiposeluler) dan juga terdapat gumpalan kolesterol ester ( yang berkonsistensi lunak) dan kristal kolesterol yang berkonsistensi agak keras.yang mengandung lipid di dalamnya. Patofisiologi sindroma koroner akut Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang progresif dengan bermacam tampilan klinis.1. dengan derajat trombosis yang berbedabeda dan ada tidaknya embolisasi distal (7. Maka bila dicermati. Sebaliknya bila gumpalan lipid leih padat dengan kap yang kuat dan tebal disebut sebagai plak stabil. Hasil pengamatan patologis.43). angiokopis dan biologis menunjukan adanya perbedaan gejala klinik antara angina tak stabil dan infard miokard. 1. terdapat dua macam plak yaitu yang stabil dan plak yang tidak stabil. sindroma koroner akut meliputi Gambar 2. SINDROMA KORONER AKUT. Kemudian gumpalan lipid ini diselimuti oleh suatu kap yang terdiri dari matriks jaringan ikat. 1. maka ateroma tersebut disebut sebagai plak yang stabil.2. disebabkan mekanisme patifisiologi yang mendasarinya yakni ruptur aterosklerosis. Continuum dari sindroma koroner akut The Continuum of Acute Coronary Syndromes . angina stabil maupun sindroma koroner akut. Bila gumpalan lipid tersebut dominan dengan kap tipis. 1.1. Di dalam bungkah lipid tersebut konsistensinya lunak. sampai kematian jantung mendadak (13).

Keseimbangan hemostatis ini merupakan suatu interaksi yang kompleks antara dinamika aliran darah. Disfungsi endotel. dan hanya jumlah kecil yang memerlukan perhatian maupun perawatan di rumah sakit. Tahap pertama terdiri dari suatu periode awal asimtomatik. Hasil akhir dari robeknya plak tergantung pada keseimbangan hemostatis . dan 4). Kejadian penyakit jantung koroner meliputi dua tahap yang berbeda. 2). Diagosis angina tak stabil tidak memerlukan perubahan EKG. komponen dinding pembuluh darah. Hiperaktifitas trombosit.Mycardial Ischemia Stable angina Unsable angina Non Q-Wave Ml Q-Wave Ml Currently undetected Non Q -Wave Ml Ischemic Cell Injury Reversible Small Area Ireversible Large Area Juga semua penderita dengan kejadian awal yang menuju keparahan angina. tetapi umumnya penderita mengalami suatu siklus atau perubahan pola nyeri dada. dimana terbentuk plak aterosklerotik non obstruktif. Kejadian trombosis pada penyakit jantung ateroskleros is dipengaruhi dan distimulasi oleh beberapa faktor seperti : 1). Walaupun studi Framingham menunjukan bahwa angina tak stabil hanya terdapat pada 10% kasus yang merupakan manifestasi awal dari penyakit arteri koroner diluar miokard infark. begitu juga dengan faktor-faktor regulasi pada trombosit. pembentukan fibrin. sistem koagulasi dan sistem fibrinolisis. dan perkembangan terjadinya trombus yang oklusif. seperti kolagen dan tromboplastin jaringan yang menstimulasi agregasi trombosit. Tahaop kedua terjadi trombogenesis dengan cepat dikarenakan koyaknya plak yang mengeluarkan kontituennya yang bersifat trombogenik. Peningkatan aktifitas prokoagulan. dan progresi lebih lanjut tergantung pada faktor resiko. biarpun adanya perubahan ini akan meningkatkan spesifisitas diagnosis dan menunjukan prognosis yang jelek ( klasifikasi Braunwald). trombosit dan protein plasma. HUBUNGAN KADAR TROPONIN-T DENGAN GAMBARAN KLINIS PENDERITA . 3). Gabungan kapasitas fibrinolisis.

SINDROMA KORONER AKUT ELIAS TARIGAN Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara BAB-I PENDAHULUAN Pertanda biokimia dewasa ini dan di masa yang akan datang aka terus mempunyai peran penting pada diagnostik. Penelitian diluar negri menunjukan bahwa troponin T ini mempunyai sensitifitas 97% dan spesifitas 99% dalam deteksi kerusakan sel miokard. Akhir-akhir ini telah dikembangkan suatu pertanda biokimiawi yang baru dalam pemeriksaan kerusakan sel miosit otot jantung dengan memantau penglepasan suatu protein kontraktil sel miokard yaitu troponin T akibat disintegrasi sel pada iskemi berat. stratifikasi maupun pengobatan penderita dengan sindroma koroner akut. Penatalaksanaan dengan metode intervensi yang agresif namun rasional diperlukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada sindroma koroner akut. yang mana oleh penanda jantung yang lain. Pemeriksaan histopatologis ternyata membuktikan adanya kerusakan minimal pada sel miokard atau mikro infark pada seluruh permukaan miokardium penderita sindroma koroner akut yang mengalami perburukan serangan koroner atau kematian. Bahkan disebutkan penanda ini dapat mendeteksi kerusakan sel miosit jantung yang sangan minimal (mikro infark). hal ini tidak ditemukan . . Masalahnya adalah belum sempurnanya petanda yang dapat dipakai dengan mudah namun dapat sepenuhnya dipercaya untuk deteksi dini terjadinya perburukan kejadian koroner pada sindroma koroner akut . Kerusakan sel tersebut tidak dapat terlihat sebagai perubahan elektrokardiogram (EKG) ataupun dalam pemeriksaan laboratorium enzim-enzim jantung yang selama ini rutin dikerjakan untuk diagnostik kerusakan miokard suatu sindroma iskemik akut . Sehingga pada keadaan ini dikatakan sensitifitas dan spesitifitas troponin T lebih superior dibandingkan pemeriksaan enzim-enzim jantung lainnya.

Berasal dari penyempitan.Penelitian petanda biokimia ini banyak yang berfokus padda diagnosa dini dan juga untuk menilai prognostik. penanda ini dapat mengenali kelompok pasien yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya serangan jantung baik saat dirawat di rumah sakit (fase akut) maupun sesudah keluar dari rumah sakit . sehingga dinding jantung (myocardium) jantung menjadi kekurangan oksigen. muntah. Keluhan penyerta lainnya dapat berupa lemas. dan nyeri tersebut tidak hilang dengan istirahat. keringat dingin. Penyakit ini umumnya menyerang orang berumur 40 tahun ke atas. Beberapa penelitian melaporkan dengan pengukuran troponin T. mual. lebih dari 30 menit. tidak hilang waktu . menyatakan nilai prognostik penderita sindroma koroner akut berhubungan erat dengan kadar absolut troponin T saat INFARCT MYOCARD ACUTE Merupakan salah satu kegawatan dalam bidang jantung. disebutkan bahwa resiko kematian dan infark miokard selama dirawat di rumah sakit sangat meningkat. bila minimal dua dari kriteria berikut positif. Gejala yang khas pada penyakit ini berupa nyeri dada substernal (kira-kira sekitar uluhati/diatasnya). dan sel-selnya menjadi mati (nekrosis). Penelitian pada pusat kedokteran universitas Duke di Amerika Serikat menyimpulkan pemeriksaan troponin T adalah indikator yang baik dari kerusakan otot jantung. Menurut kriteria WHO (1983). merupaka indikator terbaik yang dapat digunakan untuk menilai penderita yang mempunyai resiko kematian dari serangan jantung (7-11). dan spasme yang lama dari pembuluh darah koroner. menjalar. maka penderita dikatakan menderita Infarct Myocard Acute : Nyeri dada tipikal (substernal. pembuntuan. suatu protein yang dilepas dari kerusakan otot jantung. terjadi pada waktu istirahat/melakukan kegiatan. Dari laporan pertama Hamm dkk (1992) tentang penelitian troponin T yang meninggi pada populasi kecil dengan pasien angina pektoris tak stabil. karena jika ditemukan dalam plasma. Hal yang sama pada studi FRISC. Nyeri tersebut sering dikira sakit maag oleh banyak penderita. meskipun diberikan pengobatan yang adekuat . terutama jika dipakai pada penderita yang dengan pemeriksaan CK-MB dan EKG tidak menunjukan suatu kerusakan otot jantung yang nyata. dan kehilangan kesadaran. lebih dari 30 menit. menjalar.

yaitu : derajat I (95-109 mmHg). Nah. derajat III (> 120 mmHg). Pemeriksaan enzym : peningkatan kadar LDH. maupun kehamilan). HIPERTENSI Hipertensi/tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umum timbul di dalam masyarakat. kecuali bila tekanan darahnya sangat tinggi dapat ditetapkan dengan satu kali pemeriksaan. segeralah mendatangi rumah sakit terdekat. SGPT.istirahat) EKG (rekaman gelombang listrik jantung) : Q patologis. Adapun tujuan utama perawatannya adalah : Menghilangkan rasa nyeri Mencegah perluasan infark Menangani komplikasi yang terjadi Program rehabilitasi medis. obat-obatan. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya. Klasifikasi menurut WHO 1999. dan peningkatan troponin T. dan sebagainya. kelemahan otot-otot. ST elevasi. dan inversi gelombang T. CKMB. khususnya yang ada fasilitas ruang intensifnya. SGOT. dan hipertensi sekunder (akibat penyakit. mimisan. yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. bila Anda menemui penderita dengan keluhan di atas. Keluhan yang mungkin timbul antara lain nyeri pada daerah kepala bagian belakang. Merupakan peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri. . antara lain : Penyebabnya : hipertensi primer (tidak diketahui sebabnya). Terdapat beberapa klasifikasi dari hipertensi. derajat II (110-119 mmHg). muntah. Pengelolaan terhadap penderita hipertensi adalah : Pengobatan tanpa obat. penglihatan kabur. Penatalaksanaan penderita tersebut harus di ruang intensif (ICCU). antara lain : diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh. CPK. berdasarkan dari tekanan diastolik. Diagnosis hipertensi dibuat atas dasar hasil beberapa kali pemeriksaan. Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. mual.

wanita lebih banyak daripada pria. merupakan suatu jenis penyakit hormonal. yaitu : Diabetes tipe I. mudah lelah. Gestasional diabetes. virus [mumps. tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe II. Umumnya timbul pada usia 40 tahun keatas. Pre-diabetes timbul bila kadar gula darah lebih tinggi dari normal. Insulin merupakan hormon yang diperlukan untuk mengubah gula. rasa haus/lapar yang berlebihan. Selain diabetes tipe II. coxsackie. Saat ini ada tiga tipe utama diabetes. rasa tebal pada tangan dan kaki. terdapat istilah pre-diabetes. Obat-obatan antihipertensi. ditambah : sering terjadi infeksi. diet [tidak minum ASI. Penyebab pasti penyakit ini masih misteri. meskipun faktor genetik dan lingkungan [seperti kegemukan dan kurang olahraga] memegang peranan penting. DIABETES MELLITUS Diabetes Mellitus [kencing manis]. karbohidrat. Terjadi pada sekitar 4% wanita hamil. dan latihan fisik ringan dan teratur. yaitu diabetes yang timbul pada wanita hamil. berhenti merokok/alkohol. penglihatan kabur. Gejala yang timbul mencakup gejala pada diabetes tipe I. Gejala yang timbul antara lain : sering kencing. Faktor penyebabnya antara lain : proses autoimmun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. keracunan. ataupun saluran kemih. infeksi berulang pada kulit. timbul karena pankreas gagal/hanya sedikit dalam memproduksi insulin. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter.peredaan stress emosional. timbul akibat gangguan produksi atau gangguan dari penggunaan insulin. konsumsi nitrosamin dalam jumlah besar]. dan zat lain menjadi energi untuk kehidupan. . mulut. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Diabetes tipe II. baik penggunaan ataupun sekresinya]. dan sebagainya. luka sukar/lama sembuh.5 tahun. hepatitis]. stess. maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan. dsb. Faktor penyebab terpenting adalah genetik dan kegemukan. dan wanita lebih awal 1. sehingga timbul peningkatan kadar gula. serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi. timbul dari resistensi insulin [tubuh gagal untuk menggunakan insulin secara baik. penurunan berat badan [1030%]. Umumnya timbul pada usia 812 tahun. Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur. dan terjadi defisiensi relatif dari insulin. emosional.

mudah lelah. Glyburide]. gangguan ginjal [nephropathy]. Gangguan jantung. dan sebagainya.Diagnosis ditegakkan dengan : Anamnesis. Pemeriksaan laboratorium. Komplikasi yang mungkin timbul : Koma hypoglikemia ataupun koma hyperglikemia [ketoasidosis diabetes. gangguan kulit.3 mmol/L). Misalnya golongan biguanide [metformin]. gula darah dipertahankan pada level 80-150 mg/dL (4. Insulin diberikan pada diabetes tipe I. khususnya pada diabetes tipe II. Insulin. Obat-obatan oral. Hindari pula konsumsi makanan yang mengandung gula murni. Timbul akibat kurang pengontrolan kadar gula. Olahraga. a-Glucosidase inhibitors [Acarbose. dari keluhan sering kencing. koma hyperosmolar non ketotik]. kadar gula darah 2 jam setelah makan atau gula darah random ³ 200 mg/dL (11. Rosiglitazone]. riwayat keluarga dengan diabetes. Miglitol]. yang dianjurkan adalah 10-20% kalori dari protein. Thiazolidinediones [Pioglitazone. rasa lapar/haus berlebihan. Glipizide. sulfonilurea [Glimepiride. neuropathy dan kerusakan saraf. misalnya adanya kelainan pada retina mata. gangguan kesehatan mulut. .1 mmol/L). penurunan berat badan [10-30%]. akan memperkecil timbulnya komplikasi. Prognosis : Dengan pengaturan diet. Selama terapi. diabetic retinopathy. baik dengan obat oral ataupun insulin.4-8. baik short acting. Penatalaksanaan yang perlu dilakukan : Diet. dsb. terbukti dapat memperbaiki toleransi glukosa dan menurunkan pengobatan. intermediate. problem psikologi akibat kronisnya penyakit. sisanya diperoleh dari lemak monounsaturated dan karbohidrat.0 mmol/L). < 10% kalori dari lemak saturated dan polyunsaturated. yaitu kadar gula darah puasa ³ 126 mg/dL (7. luka yang sukar sembuh. ataupun long acting insulin. olahraga. diabetic foot. Pemeriksaan fisik. serta pengobatan yang baik.

” ujar Dr Syaifullah Napu. perasaan sakit ini ada kemungkinan menjalar ke lengan kiri sampai di ujung kelingking. “Angka kematian tertinggi penderita jantung koroner justru terdapat pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. terutama pada daerah jantung. dada merasa seperti tertekan oleh benda berat. Perasaan ini timbul jika kegiatan fisik meningkat atau dalam keadaan tekanan emosional. Endapan kolesterol ini. semacam kombinasi lemak dan protein yang merupakan bahan penting bagi bermacam-macam hormon. lanjut dia. jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera. sehingga rongga pembuluh menjadi sempit. dokter spesialis jantung Rumah sakit Asia Medika Jambi. penyakit ini harus diwaspadai. punggung atas sampai dirahang. “Otot jantung yang kekurangan darah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Makanya. Di samping itu. ulu hati dan lengan kanan. penyakit jantung koroner atau Atherosklerosis adalah proses yang menyebabkan dinding pembuluh nadi menjadi tebal. kaku. menimbulkan penyempitan pembuluh darah. menurut Syaifullah. Yang dimaksud kolesterol. Menurut Syaifullah. Kolesterol terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari hewan dan mengendap pada dinding pembuluh darah. “Bagi penderita jantung koroner yang keadaannya telah .” paparnya. dan keras. karena penderita bisa meninggal dunia pada jamjam pertama dalam periode 24 jam yang pertama. sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung. Hebatnya lagi. July 12 @ 00:09:34 WIT Topic: Berita | 12-07-2006 | Jantung Koroner Picu Kematian pada Jam-jam Pertama Penyakit jantung masih menjadi salah satu pembunuh terbesar di dunia. dapat berakibat fatal. Hal ini menimbulkan rasa nyeri di dada yang dikenal sebagai Angina Pektoris (AP). penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa mengenal waktu. Penyempitan ini antara lain disebabkan karena meningkatnya kadar kolesterol dan lemak dalam darah. Bahayanya lagi.Waspadai Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit Date: Wednesday. Dijelaskan.

Akibatnya jantung tidak dapat lagi memompa darah. biasanya dada nyeri lebih dari 15 menit. Bila pembuluh koroner besar tersumbat infarct menjadi lebih besar. wajah pucat dan rasa nyeri tidak hilang setelah istirahat. napas susah. berat badan berlebih. maka penderita dapat meninggal dunia. Kejadian ini disebut infarct. “Bila Anda merasa tanda-tanda angina pectoris saya menyarankan untuk segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Ia juga mengatakan.lanjut. Proses atherosklerose adalah pengerasan dinding pembuluh darah karena penimbunan lemak yang berlebuh. keluar keringat dingin. penyakit gula.(*) . Dikatakan. lanjut dia. jika penyempitan pembuluh darah atau angina pectoris biasanya hilang setelah istirahat. Kelainan pembuluh koroner ini berupa penyempitan pembuluh darah koroner sebagai akibat dari proses atherosklerose. Kemungkinan besar Anda mengalami serangan jantung. Akibatnya sebagian jantung tidak bekerja.serangan jantung (acute myocard infarct) umumnya terjadi karena pembuluh darah koroner yang menyempit atau mendadak tertutup sama sekali oleh bekuan darah yang mengalir di dalamnya.” ungkapnya. Syaifullah juga menambahkan. banyak merokok. lanjut dia. Penyempitan pembuluh darah. atau diabetes melitus. kurang bergerak. jika penyakit jantung koroner terjadi karena adanya kelainan pada pembulu koroner. tekanan jiwa. dipercepat oleh kolesterol atau kadar lemak dalam darah tinggi. Sedangkan tanda-tanda serangan jantung itu. tekanan darah tinggi. rasa sakit itu juga sudah terasa waktu istirahat atau waktu tidur. Dengan perawatan yang segera dan intensif dibagian penyakit jantung gawat ada kemungkinan jiwa penderita masih bisa tertolong. Pada serangan jantung mendadak penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. Pembulu koroner adalah sepasang pembuluh nadi cabang pertama dari Aorta yang mengantarkan zat-zat makanan yang dibutuhkan bagi jaringan dinding jantung. Jika pembuluh darah koroner menjadi tertutup sama sekali. Semua ini adalah faktor risiko penyakit jantung koroner.” terangnya.

Dinding arteri koroner yang mengandung serabut- . Jika alat ini berhenti bekerja dalam beberapa waktu saja. Seberapa besar peran jantung dalam ‘hidupnya’ seorang manusia? Jantung adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai “pemompa darah’’ yang sejak bayi dalam kandungan ibunya telah mulai bekerja dan tidak akan berhenti selama hidup kita. Dengan semakin tua dan memburuknya kondisi alat-alat tubuh oleh bermacammacam ‘faktor risiko’ seperti tekanan darah tinggi.Mengenal lebih dekat penyakit jantung koroner dan faktor-faktor risikonya Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko timbulnya penyakit jantung akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. Apa yang terjadi jika yang tersumbat adalah arteri koroner? Aliran darah tidak akan sampai ke otot-otot jantung yang artinya otot-otot jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen sehingga timbulah suatu keadaan yang dikenal sebagai iskemik (ischaemia). Dengan denyutan ini jantung memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh termasuk arteri koroner (arteri yang memasok/mensuplai darah ke otot-otot jantung). Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan. Jantung terbentuk dari serabut-serabut otot khusus dan dilengkapi dengan jaringan syaraf yang secara teratur dan otomatis memberikan rangsangan berdenyut bagi otot jantung. kolesterol yang meningkat dalam darah dan lain-lain. maka akan berakhirlah suatu kehidupan. pembuluh darah akan menyempit dan tersumbat seperti sumbatan karat pada sebuah pipa. merokok.

oleh suatu sebab dapat berkerut (spasme) dengan akibat menyempitnya saluran pembuluh secara tiba-tiba. dan akan menimbulkan gejala sakit dada yang hebat. sehingga penderita merasakan nyeri dada. Tekanan darah tinggi secara terus menerus akan menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah arteri secara perlahan-lahan. Kerusakan otot jantung yang terjadi cukup lama dan tidak segera dibuka sumbatannya akan menyebabkan kematian otot jantung dan tidak akan pulih lagi. yaitu: a. maka kita akan tetap sehat. Kondisi lainnya dikenal dengan acute myocard infarct (AMI) yaitu rusaknya otot jantung akibat penyumbatan arteri secara total yang disebabkan pecahnya plak lemak atherosclerosis pada arteri koroner secara tiba-tiba.serabut otot polos. Kontrol yang baik pada pasien hypertensi dapat diupayakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pembuluh darah dan meminimalkan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner.Kolesterol. Namun seringkali karena kolesterol mempunyai kadar yang tinggi dalam masakan berlemak (dan biasanya enak) maka kadar kolesterol akan meningkat sampai di atas nilai normal tolerir tubuh kita. Faktor risiko alami (atau yang tidak dapat dicegah) seperti keturunan/genetik. Kelebihan itu akan mengendap dalam pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyempitkan dan pengerasan yaitu atherosclerosis. b. .Rokok. Faktor risiko yang dapat diperbaiki. Manifestasi gejala yang timbul dapat berupa angina pectoris (biasanya timbul karena adanya kekurangan suplai oksigen ke otot jantung pada saat aktivitas ataupun dalam keadan istirahat) dengan sakit yang khas yaitu sesak nafas di tengah dada yang dapat menyebar sampai leher dan rahang. Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh dan dapat juga berasal dari makanan yang kita makan. jenis kelamin (perempuan pre menopause mempunyai risiko lebih rendah terhadap penyakit ini dibandingkan laki-laki atau perempuan post menopause ).Tekanan Darah Tinggi (hypertensi). kadang-kadang juga dirasakan seperti ‘sulit bernafas’. Peranan rokok terhadap Penyakit jantung koroner dapat timbul dalam . dan hal ini juga dapat terjadi pada arteri koroner. bahkan sampai terjadi serangan jantung mendadak. Sejauh masukan seimbang dengan kebutuhan. . nafas pendek dan seringkali penderita akan kehilangan kesadaran sesaat. dikurangi atau dimodifikasi : . Faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dibagi dalam 2 golongan besar. pundak kiri atau kanan dan lengan bahkan sampai terasa tembus ke punggung. apabila kerusakan dinding ini diperberat dengan endapan lemak/kolesterol akan menimbulkan penyempitan rongga pembuluh darah. usia.

. rokok dan lain-lain pada saat ini.topik pembahasan berikutnya. Untuk itu. Dari segi biayanya pun akan lebih ekonomis dalam pencegahan dibandingkan pengobatan (operasi ‘by pass’. obat-obatan) serta rehabilitasi yang harus dilakukan apabila ‘Si PJK’ sudah menyerang. akan dibahas lebih mendalam dalam topik. marilah kita mulai kebiasaan hidup sehat sejak dini (Vyta) USIA PADA MENARCHE DI INDONESIA LD Hendrawati dan Josef Glinka SVD ABSTRAK?RINGKASAN . Kurangnya aktivitas fisik. Tanpa adanya gejala tersebut. · Perokok memiliki kadar koleseterol HDL (‘kolesterol baik’) yang lebih rendah.beberapa cara.Faktor risiko lainnya seperti Obesitas (kegemukan). diantaranya: · Karbon monoksida (CO) yang terkandung di dalam asap rokok lebih kuat menarik atau menyerap oksigen dibandingkan sel darah merah dengan haemoglobinnya sehingga menurunkan kapasitas darah merah tersebut untuk membawa oksigen ke jaringan termasuk jantung. berarti pelindung terhadap penyakit jantung koroner menurun. penderita tidak sadar akan penyakit berbahaya yang sedang menyerangnya. yaitu sakit dada yang merupakan tanda terhadap adanya sakit jantung. jauh akan lebih baik untuk dapat menikmati hidup sehat sampai akhir hayat. · Merokok dapat menyembunyikan angina. Diabetes Mellitus. Kesadaran untuk mulai hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor risiko di atas akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan sudah terlanjur terkena penyakit mematikan ini. Sebanyak-banyaknya kenikmatan yang didapat dari makanan ‘berlemak’.

Sebagai suatu usia proses fisiologis pada menarche bahkan lebih sensitip di yang lingkungan kubah dibanding pertumbuhan meskipun ketinggian nya ( HR =089) genetical penentuan [ Bergman &Orczykowska-Swiatkowska 1988] MATERIAL . [desa/kampung] nelayan (1285). Ini berarti bahwa di dalam umum kondisi-kondisi kekayaan dan kesehatan di Indonesia memperbaiki di dalam enam dekade yang terakhir. 1288 dengan sekolah menengah dan 1293 dengan yang rendah pendidikan. guru (1448) dan petani (-1463). Yang umum harga rata-rata di suatu urutan yang diachronic menunjukkan suatu kecenderungan dari penurunan usia menarcheal dari 0145 tahun per dekade. Sumatra dan. Data ini mengkonfirmasikan pernyataan bahwa usia pada menarche melembagakan suatu indikator yang sensitip dari kekayaan dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982. Satu ikhtisar dari keseluruhan literatur dan disertasi yang tak diterbitkan sampai 1996 akan ditulis di dalam kertas ini. medium meletakkan (1460) dan lemah(miskin (1488). Brasel 1978). Usia menarcheal adalah: 1219 dari ibu dengan universitas. seperti pedagang-pedagang (1413). Pertumbuhan dan usia pada menarche diperlakukan sebagai indikator kaya dan kesehatan baik suatu populasi [ Bielicki & Welon 1982. antara anak-anak perempuan dari kondisi-kondisi lingkungan yang berbeda seperti berkenaan dengan kota (-1227). [desa/kampung] petani (1319). kaya (1390). Perbedaan-perbedaan penting secara statistik di menarcheal usia antara anak-anak perempuan dari kelas sosio-ekonomi yang berbeda's dan posisi ayah itu. 13 kali (1164) dan [mereka/yang] yang makan hanya 1-4 kali satu minggu (1346). baru-baru ini. Peran dari masukan protein binatang seperti(ketika faktor paling yang berpengaruh di mana perbedaan-perbedaan di usia menarcheal antara anak-anak perempuan yang makan daging eg. dari Flores. beberapa yang lain juga dari Sulawesi. pendidikan ibu melembagakan satu faktor pengaruh tak langsung karena para ibu lebih baik dididik sudah pengetahuan yang diperlukan untuk memberi mereka makanan anak-anak lebih pantas. Brasel 1978].Sejak 1937 data menarche dikumpulkan di Indonesia. Data mulai dari Jawa.

Kebanyakan tanggal/date datang dari Jawa (Semarang. Sumatra (-Palembang. Tengger) tetapi ada juga beberapa data dari Madura (Pamekasan). Surabaya. Sulawesi (Ujung Pandang) dan West-Flores (Rekening. Riset yang pertama dikenal telah dilaksanakan dalam 1937 oleh suatu sarjana Belanda dan adalah dilanjutkan hingga yang saat ini oleh Indonesians. Kondisi-kondisi lingkungan menyerah Table 3 mencerminkan di dalam perbedaan-perbedaan unsur pokok ekonomi-sosial juga. disampaikan dalam Table 4. memerintahkan(memesan diachronically. Meja 2 masa kini pengaruh dari kondisi-kondisi yang ekonomi-sosial di usia pada menarche di dalam tempat-tempat yang berbeda. Jika kita [menggambar/menarik] suatu lini regresi untuk mendapat kecenderungan yang umum lalu bcoefficient mencapai suatu nilai dari 00145 per tahun untuk semua catatan-catatan dan 001626 per tahun hanya untuk Jawa.Di sini di bawah suatu tinjauan ulang literatur dari riset menghasilkan di usia di menarche di Indonesia. masukan protein binatang mingguan. Menurut yang lain penerbitan-penerbitan bisa jadi berkata itu secara umum kesehatan dan perbaikan kondisi-kondisi perihal gizi di Indonesia disebabkan oleh kesehatan yang lebih baik melayani di dalam daerah pedesaan dan oleh yang dilanjutkan tindakan-tindakan yang informatif di makanan yang sehat antar para ibu. yaitu. ANALISA DAN DISKUSI Melihat Table 1. Yogyakarta. Malang. seseorang dapat amati suatu garis zigzaggy yang pelan-pelan mengurangi. yang disebabkan oleh bersifat jabatan dan ekonomi lokal situasi orang-orang. 1). -Tetapi ada suatu pemburukan yang besar melompat antara 1938 (1267) dan . Kayu Agung). Jakarta. Klaten. Ini berarti itu di dalam enam dekade yang terakhir nilai terharapkan dari usia pada menarche meneteskan?jatuh dari 1408 dalam 1937 sampai 1322 dalam 1996 karena semua catatan dan dari 1379 sampai 1283 di dalam keduanya tahun masing-masing hanya untuk Jawa. Suatu faktor yang sangat penting.Berapa jauh pendidikan ibu mempengaruhi usia pada menarche mencerminkan Meja 5.

1985 Surabaya 12.07 Bree-Maeuleman. kelas lebih rendah. sedangkan setelah kemerdekaan setiap anak-anak mendapat pergi peluang ke sekolah. Meja 1. perbedaan-perbedaan itu secara statistik penting. Data ini mencerminkan kedua-duanya faktor-faktor.62 Hendrawati.29 Luhulima.09 Aswin. 1975 Surabaya 13. 1996 Catatan: 1 yang dikutip setelah Doerjadibroto. selama Belanda ini waktu kolonial. 1995 Tengger 13. 1990 Pamekasan 12. dan yang umum peningkatan di dalam usia pada menarche mencerminkan situasi ini.20 Ferdinandus. (2) karena data dikumpulkan di sekolah-sekolah dan. 1994 Surabaya 12.27 Putri.1948 (1463).96 The Tik Lien. hanya anak-anak dari orang tua yang berada bisa pergi ke sekolah.22 Sukadana. Di dalam kebanyakan dari kasus-kasus. 19381 Klaten 14.48 Doerjadibroto. 1970.00 Kurniasari.03 Kurniasari.81 Yoeliana. 1952-58 (1970) Surabaya 13.27 Sjamsuar 1983 Yogyakarta 13. anak-anak rom Table 2 mencerminkan sumur bagaimana status yang ekonomi mempengaruhi proses dari waktu menjadi masak seksual.52 Noer. 1993 Surabaya 12. 1979 Malang 13. yaitu.67 Bree-Maeuleman.90 Noer. 1994 West-Flores 13. 1948 Yogyakarta 14. 2 yang dikutip setelah . 19371 Jakarta 12. Dua faktor-faktor bisa bertanggung jawab atas pembusukan ini: (1) masa perang dan Jepang posisi adalah satu waktu kelaparan di dalam kebanyakan bidang-bidang dari Indonesia.63 Radioputro. 1976 Ujung Pandang 14. 1975 Kayu Agung 15. pada akhir Orangorang Belanda kolonial posisi dan setelah peperangan dan kemerdekaan.Usia pada Menarche Setiap Tahun Place Usia Author/year Semarang 13. Secara umum raders adalah yang kaya atau kelas tertinggi sedangkan petani-petani membangun kaya atau lemah(miskin seperti juga dari keluarga-keluarga yang lemah(miskin. 19592 Palembang 13.

98 Malang kelas tertinggi 12.19 Faktor yang sama di bekerja ketika faktor lingkungan adalah dipertimbangkan (Rekening.90 Noer.52 Madura berkenaan dengan kota 12.78 kelas lebih rendah 13. 1973 medium 14. 1980 kelas menengah 13.Usia pada Menarche oleh Environment Place Lingkungan Usia. 1975 sub yang berkenaan dengan kota 15.88 Surabaya kelas tertinggi 12.60 lemah(miskin 14.90 Noer.70 kelas lebih rendah 13.85 pedesaan (petani-petani) 13.48 petani-petani 14.98 Sjamsuar.38 Pamekasan kelas tertinggi 12. 1993 pedesaan (nelayan) 12.27 Hendrawati.03 Meja 3.Pengarang tahun Palembang berkenaan dengan kota 13.13 Doerjadibroto. tahun Yogyakarta pedagang-pedagang 14.Usia pada Menarche oleh Socio-Economic Condition Place Occupation/profession Usia Author.Sjamsuar 1983 Meja 2.63 Palembang kaya 13.39 Ferdinandus. 3)di mana [alat. 1970 para guru 14. Satu perkecualian adalah . (Ia) tidak hanya permasalahan makanan masukan tetapi juga beban dari pekerjaan yang anak-anak harus rusak [desa/kampung]-[desa/kampung] [Jasicki et al. 1993 kelas menengah 12. makna] yang berkenaan dengan kota satu secara ekonomis lebih baik meletakkan populasi sedangkan [alat. 1983 kelas lebih rendah 13. makna] yang tidak-pasti pedesaan kondisi-kondisi ekonomi. 1962].12 Hendrawati.

1993 9-12 times/week 12.Korelasi antara pendidikan ibu dan usia menarcheal dari mereka para putri adalah sangat penting sedangkan tidak ada korelasi adalah yang ditemukan antara pendidikan dan usia ayah itu pada menarche dari para putri mereka.93 Seperti kesimpulan bisa jadi berkata usia itu pada menarche lembagakan suatu indikator yang sensitip kaya dan kesehatan dari a populasi ( Bielicki &Welon 1982. Secara ekonomis mereka secara umum dilihat seperti yang termiskin populasi tetapi mereka mengkonsumsi secara sistematis lebih banyak protein binatang dibanding petani-petani yang.88 Lebih rendah 12. Meja 5. Meja 4. Itu telah jelas itu secara umum bettereducated para ibu memberi ilmu gizi anak-anak lebih baik mereka menurut usia dibanding lebih sedikit para ibu yang dididik kerjakan. mengacu pada a lelucon. 1993 Medium 12.Usia pada Menarche oleh masukan protein Binatang masukan protein binatang per minggu Usia.64 Hendrawati. Pengarang tahun Madura Yang lebih tinggi 12. Hal ini sepertinya proofed di Table 5. Brasel 1978).Di dalam pertumbuhan dan waktu menjadi masak [alat.03 1-4 times/week 13. .19 Hendrawati. pengarang tahun 13 kali atau more/week 11. makan daging hanya ketika yang manapun petani atau ayam sedang sakit.22 5-8 times/week 13.46 Pentingnya masukan protein binatang adalah bagus yang didokumentasikan di Table 4.Usia pada Menarche sehubungan dengan Tempat Pendidikan Formal Ibu Tempat pendidikan Ibu Usia.[desa/kampung]-[desa/kampung] nelayan. makna] kekayaan proses bukan banyak tanpa suatu makanan yang masuk akal masukan oleh anak-anak.

Testis matur rentan terhadap mumps yang akan menyebabkan infertilitasertility.PAROTITIS Definisi Mumps atau epidemic parotitis merupakan penyakit akibat virus pada manusia. dan tidak ada terapi spesifik . dan nyeri pada bagian . susunan syaraf pusat. Orchitis (pembengkakan testis) dapat terjadi pada 10–20% penderita laki-laki. pankreas. serta testis. Penyebab Mumps disebabkan oleh paramyxovirus. tetapi sterilitas jarang terjadi Meningitis virus dapat terjadi pada kurang lebih 5% penderita mumps. meskipun dapat juga terjadi pada golongan umur yang lain. payudara. Bengkak yang nyeri pada testis dapat pula terjadi Pada umumnya gejala tidak terlalu berat pada anak-anak. Pada orang tua. mumps cenderung menginfeksi ovarium. yang menyebabkan orchitis. prostat. Adults infected with mumps are more likely to develop severe symptoms and complications Symptoms Gejala umum mumps : Bengkak pada kelenjar ludah (parotis à parotitis ) pada lebih dari 90% penderita pada satu sisi (unilateral) atau kedua sisi (bilateral). menyebabkan oophoritis. Merupakan penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak dan masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara dunia Manifestasi klinik pada umumnya adalah bengkak dan nyeri pada kelenjar saliva disertai panas badan. dan dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet ludah atau kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi Pada umumnya yang dapat terinfeksi adalah anak-anak usia 2 hingga 12 tahun pada umumnya mudah terinfeksi. dan organ lain mungin dapat terkena Pada umumnya masa inkubasinya 18 hingga 21 Mumps secara umum merupakan penyakit yang ringan pada anak-anak di negara berkembang Pada saat dewasa. namun pada remaja dan dewasa dapat lebih berat dan komplikasi seperti infertilitas dan sufertilitas pada umumnya dapat terjadi Pada umumnya penyakit ini adalah self limited.

sedangkan di AS pada umur 12-15 bulan dan umur 4-6 tahun) Efikasi vaksin tergantung pada strain dari vaksin. makanan halus. seringkali terjadi pada laki-laki usia lebih tua ) Bentuk ringan meningitis (jarang.unair.fkm. bila terjadi fatal) Kadang-kadang dapat terjadi hilangnay pendengaran (hearing loss) . imunitas seumur hidup biasanya muncul Mumps dapat dicegah dengan vaksinasi Komplikasi Komplikasi pada umumnya : Infeksi pada organ yang lain Sterilitas pada laki-laki ( jarang. Penderita diberi nasehat untuk menghindari makanan-makanan asam seperti jus jeruk dan lain-lain karena makanan-makanan ini dapat menstimulasi kelenjar ludah. Pria setelah pubertas yang menderita mumps berisiko 15 . Prognosis Penyakit ini bersifat self limiting.20% menderita orchitis Pengobatan Tidak ada pengobatan spesifik untuk mumps Keluhan dapat dikurangi dengan pemberian Acetaminophen/Paracetamol Berkumur dengan air garam hangat. meskipun organ yang lain dapat terlibat. sehingga akan terasa semakin nyeri.belakang rahang pada saat mengunyah. rubella) saat ini terdapat kombinasi dengan vaksin varicella (MMRV) WHO merekomendasikan penggunaan vaksin mumps ( di Inggris diberikan pada usia 15 bulan. nyeri inflamasi pda testis. tetapi pada umumnya berkisar 80% (Sumber http://www.id/kuliah%20MUMPS. 40% kasus terjadi tanpa pembengkakan kelenjar parotis) Encephalitis (sangat jarang. uni atau bilateral Pencegahan Vaksinasi mumps : imunisasi MMR (mumps. dan prognosisnya pada umumnya baik. Demam Sakit kepala Nyeri telan Orchitis.ppt) . dan perbanyak cairan dapat membantu mengurangi keluhan. measles. Sterilitas pada penderita laki-laki sangat jarang Setelah sakit.ac.

virus dapat pula diisolasi dari faring. ETIOLOGI Disebabkan oleh virus. INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI Penyakit tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik. urin. mungkin dengan urin. Hanya diketahui ada satu serotip. Pada penderita parotitis epidemika tanpa pembesaran kelenjar parotis. Mumps merupakan virus RN rantai tunggal dan anggota dari family Paramyxoviridae. genus Paramyxovirus. Baik infeksi klinis maupun subklinis menyebabkan imunitas seumur hidup. Biakan manusia atau sel ginjal kera terutama digunakan untuk isolasi virus. Virus ini adalah anggota kelompok paramiksovirus yang juga mencakup parainfluenza.PAROTITIS PENDAHULUAN Parotitis epidemika adalah penyakit virus menyeluruh. cairan serebrospinal. Virus dapat diisolasi dari faring dua hari sebelum sampai enam hari setelah terjadi pembesaran kelenjar parotis. Bayi sampai umur 6 – 8 bulan tidak dapat terjangkit parotits epidemika karena dilindungi oleh anti bodi yang dialirkan secara transplasental dari ibunya.3 Insiden tertinggi pada umur antara 5 sampai 9 tahun. darah. kemudian diikuti antara umur 1 sampai 4 tahun. Nama parotitis epidemica kurang tepat sebab tidak selalu ada radang di parotis dan penyakit tersebut tidak selalu mewabah. III. II.5 . dan vius penyakit Newcastle. Merupakan suatu penyakit menular yang akut. akut. campak. terutama kelenjar parotis. otak dan jaringan terinfeksi lain. Virus telah diisolasi dari ludah. Virus mumps mempunyai 2 glikoprotein yaitu hamaglutininneuramidase dan perpaduan protein. bahan muntah. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. percikan ludah. merupakan tanda-tanda yang biasa ada. Penyebaran virus terjadi dengan kontak langsung. kemudian umur antara 10 sampai 14 tahun. yang kelenjar ludahnya membesar nyeri. Virus mumps sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet.

Suhu tubuh biasanya naik sampai 38.5 0C sampai 39. Infeksi Kelenjar Ludah Perjalanan penyakit klasik dimulai dengan demam. Pada pankreas kadang-kadang terdapat degenerasi dan nekrosis jaringan. Bila testis terkena infeksi maka terdapat perdarahan kecil dan nekrosis sel epitel tubuli seminiferus. Biasanya satu glandula parotis membesar kemudian diikuti yang lainnya dalam beberapa hari. Biasanya demam menghilang 1 sampai 6 hari dan suhu menjadi normal sebelum hilangnya pembengkakan kelenjar. MANIFESTASI KLINIS Masa tunas 14 sampai 24 hari. terlebih-lebih bila penderita makan atau minum sesuatu yang masam. Parotis unilateral ditemukan kira-kira 25 %. air seni dan liquor. anoreksia dan malaise. muntah dan nyeri otot. ini merupakan gejala khas untuk parotitis epidemika. sakit kepala. sakit kepala.IV. proliferasi terjadi di parotis/epitel traktus respiratorius kemudian terjadi viremia dan selanjutnya virus berdiam di jaringan kelenjar/saraf dan yang paling sering terkena ialah glandula parotis. Bagian bawah daun telinga terangkat ke atas dan keluar oleh pembengkakan glandula parotis. Adakalanya kanan dan kiri membesar bersamaan. Pada manusia selama fase akut. Pembengkakan glandula submaksilaris dapat dilihat dan diraba di depan angulus mandibulae. virus mumps dapat diisoler dari saliva.50C kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian dapat menjadi bilateral. anoreksia. V. mencapai ukuran maksimal dalam 1 sampai 3 hari. esok harinya tampak glandula parotis membesar yang cepat bertambah besar. PATOGENESIS Virus masuk tubuh mungkin via hidung/mulut. Dimulai dengan stadium prodromal. Pembengkakan dapat disertai nyeri hebat. Mumps ialah suatu infeksi umum. nyeri mulai berkurang setelah tercapai pembengkakan maksimal berlangsung kira-kira selama 6 – 10 hari. Pembengkakan tersebut terasa nyeri baik spontan maupun perabaan. lamanya 1 sampai 2 hari dengan gejala demam. darah. Mumps glandula submaksilaris tanpa parotitis secara klinis tidak dapat dibedakan dengan adenitis cervical. . Dalam 24 jam anak mengeluh sakit telinga yang bertambah dengan gerakan mengunyah.

menggigil. demam turun secara krisis atau lysis. sakit kepala. Keluhan-keluhan tersebut biasanya paralel dengan beratanya orchitis. nausea. gangguan kesadaran dan jarang ada kejang. biasanya timbul 3-10 hari sesudah parotitis. Bila seorang . Orchitis dimulai dengan tiba-tiba demam. sangat jarang terjadi atrofi total pada kedua testis. biasanya sembuh sempurna. testis membengkak cepat disertai nyeri yang hebat.Epididymo-orchitis Menduduki tempat kedua pada lelaki dewasa menurut frekuensi manifestasi klinis. Bersama timbulnya demam. Liquor menunjukkan plecytosis dengan kebanyakan limfosit. lemah sekali. kaku kuduk. muntah dan nyeri abdomen bagian bawah. unilateral pada lelaki yang menderita mumps sesudah pubertas. Pankreatitis Kelainan berat teapi jarang skali. Epididimitis selalu disertai orchitis. Keluh kesah hilang perlahan – lahan dalam 37 hari.nausea dan muntah. tia-tiba ada keluhan hebat di epigastrium disertai demam. Diagnosis mumps orchitis tanpa parotitis ditegakkan dengan titer complement fixing antibodies yang meningkat selama masa rekonvalesensi. Perjalanan penyakit serupa benign aseptic meningitis dan biasanya tanpa sequelae. Meningoencephalitis Insiden kira-kira 10%. insiden orchitis bilateral rendah. Tidak ada kekhawatiran akan impotensi atau sterilitas sebab: . Ditandai oleh demam. muntah. dapat juga mendahului parotitis. glukosa dan klorida normal. menggigil.Orchitis kebanyakan unilateral .Bila ada orchitis bilateral. biasanya timbul sporadik parotitis dapat mendahului parotitis atau sebagai manifestasi sendiri daripada mumps. Orchitis kebanyakan terjadi dalam 2 minggu pertama. sakit kepala. Positive Brudzinski’s and Kernig’s Signs. protein meninggi. Lamanya demam jarang lebih dari 1 mingggu. Ditemukan 20-30%. nausea. Adakalanya di minggu ketiga. Biasanya demam menurun secara lysis dalam 3-10 hari. kira-kira 2 %.

Iksolasi virus mumps dan test serologic tidak diperlukan pada mumps yang klasik tetapi pada keadaan-keadaan yang meragukan seperti bila tidak ada parotitis atau pada recurrent parotitis. walaupun jarang ialah tiroiditis. Kelenjar lain yang dapat meradang pada mumps. isolasi virus.Keterangan klinis berupa : . uji intradermal dan pengukuran kadar amylase dalam serum. dacryoadenitis dan bartholinitis. VI.ada kontak dengan penderita mumps 2-3 minggu sebelumnya . Pemeriksaan Laboratorium Jumlah lekosit normal atau terdapat leukopenia dengan limfositosis relatif. Sebagai pemeriksaan tambahan dapat dilakukan complement-fixing antibody test.gambaran klinis serupa parotitis . didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.perempuan menderita mumps disertai nyeri abdomen bagian bawah berarti ada oophoritis. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis. neutralization test. mastitis.tanda-tandaaseptoc meningitis . bila ovarium kanan yang sakit maka keadaan tersebut mungkin tidak dapat dibedakan dengan acute appendicitis. Sekurang-kurang ada 3 uji serologic untuk mebuktikan spesifik mumops antibodies: · Complement fixation antibodies (CF) · Hemagglutination inhibitor antibodies (HI) . . Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative.

atau parotitis yang disebabkan oleh sitomegalovirus pada anak yang terganggu imunnya.Parotitis berulang.Limfosarkoma atau tumor parotis lain yang jarang . atau lebih sering saluran submandibuler dimana pembengkakan intermitten. berangsur-angsur menjadi normal pada minggu ke-2 atau 3. Countries antibodies dapat dibuktikan di darah pada minggu ke-1 dan pada akhir minggu ke-2 sudah ada peninggian jelas.· Virus neutralizing antibodies (NT) CF paling praktis dan paling dipracya. Titer meningkaty lebih ari 4 kali atau lebih berarti mumps.Parotitis supuratif. sitomegalovirus.Limfadenitis preaurikuler atau servikal anterior karena sebab apapun. Keterangan Laboratorium tambahan Kadar amylae dala serum meninggi pada mumps paraparotitis dan pankteattis. kira-kira 70% mumps disertai amylase yang meninggi. .Orkitis akibat infeksi selain daripada parotitis epidemika. Kadar amylase rupanya berjalan parallel dengan pembengkakan paroits.Kalkulus salivarius. seperti pada infeksi virus termasuk infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV). . VII. . misalnya infeksi yang jarang oleh koksakivirus atau virus koriomeningitis limfositik. puncaknya tercapai di minggu ke-1. menyumbat saluran parotis. atau keadaan koksakivirus yang jarang dan infeksi koriomeningitis limfositik. PENGOBATAN . dimana nanah sering dapat dikeluarkan dari duktus . suatu keadaan yang sebabnya belum diketahui. tetapi mungkin bersifat alergi yang sering berulang dan mempunyai sialogram khas . parainfluenza 1 dan 3.1 VIII. influenza. DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding ini mencakup parotitis sebab lain. Infeksi-infeksi ini dapat dibedakan dengan uji laboratorium spesifik.

PENCEGAHAN Perlindungan pasif Gammaglobulin biasanya tidak efektif. . PROGNOSIS Pada umumnya bagus sekali. Khasiat mumps immunoglobulin juga tidak jelas. Hanya persentasi kecil yang mendapat tuli permanen. X. Simtomatik diberikan kompres panas atau dingin dan juga diberikan analgetika. Self limiting disease.3 IX. Tidak dianjurkan kepada: · Anak dibawah 1 tahun yang alergi terhadap protein telur/neomycin · Yang mendapat obat-obatan immunosupresif .2. Kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. tidak disertai demam.Inactivated mumps virus vaccine tidak efektif .Suntikan subkutan. Diet makanan cair dan lunak. Vaksinasi memberikan perlindungan yanhg bagus sekali paling sedikit 4 tahun. kematian sangat jarang. kira-kira 95% akan membuat mumps antibodies tetapi antibodinya jauh lebih rendah daripada diperoleh sesudah menderita mumps.Live attenuated mumps virus vaccine Jery Lin mulai digunakan 1968 di USA. Meningoencephalitis biasanya tidak ganas dabn jarang bersequele walaupun insiden setelah atrofi testis setelah orchitis tinggi tetapi kemandulan sangat jarang ditemukan.Istirahat di tempat tidur selama masa panas dan pembengkakan kelenjar parotis. Perjalanan penyakit tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba. Imunisasi aktif .

Kejadian yang terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali (Menarche). Secara umum. Kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menyangkut tentang organ reproduksi merupakan salah satu faktor yang mempercepat seseorang menginjak masa pubertas. kemudian tumbuh rambut kemaluan (Pubarche). dalam masa kanak-kanak seorang anak perempuan indung telur nya dikatakan masih dalam keadaan istirahat belum menunaikan faalnya dengan baik. Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. iklim dan lingkungan. maka terjadi perubahan-perubahan dalam ovoria yang mengakibatkan pula perubahan-perubahan besar pada seluruh tubuh perempuan tersebut. Dengan . DAFTAR PUSTAKA http://oncejevuska. Dalam pubertas anak akan tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk tubuh yang khas bagi jenisnya.com/2007/04/mumps-parotitis-epidemika.Ada kombinasi dengan vaksin morbili dan vaksin rubella. disusul dengan tumbuhnya rambut di ketiak.html BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan tubuh maupun perubahan mental. Baru jika mencapai pubertas (akil balig). bangsa.Sulaiman sastra winata di dalam buku nya obstetri fisiologi memgatakan bahwa pubertas tercapai pada umur 12-16 tahun dan dipengaruhi oleh keturunan. Gejala awal adalah terjadi nya pertumbuhan payudara (Thelarche).blogspot. dan sesudah itu haid akan datang secara siklik 3) Haid (menstruasi) ialah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menuaikan faalnya. Menurut Prof. kaum remaja lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi baru untuk mencari informasi yang berkaitan dengan alat reproduksi.1) Pubertas adalah suatu tahap dalam kehidupan remaja yang lebih dilandasi oleh pertumbuihan fisik yang kemudian dikaitkan dengan perkembangan kebutuhan psikologisnya2) Baik anak laki-laki maupun perempuan akan mengalami masa pubertas. Barulah terjadi menarche.

mampu menentukan sikap dalam menghadapi konflik. serta beberapa ajaran orang tuanya yang dia terima.5 tahun. memberi tanda pada indung telur untuk mulai memproduksi hormon esterogen dalam jumlah yang memadai untuk pembesaran payudara pematangan organ-organ seksual dan perubahan emosi. mudah tersinggung. sehingga ia dapat betindak dengan baik dan benar. Angka kejadian haid yang pertama kali (menarche) banyak terjadi pada jenjang SLTP. aborsi ilegal yang berbahaya atau “MarriedBy-Accident”5) Menarche.4) Menarche merupakan titik permulaan si gadis menginjak masa puber (masa kedewasaan). Argentina 12. perut kembung. sesuatu tarikan terhadap lawan jenis. rasa takut. ada baiknya remaja putri mengetahui pentingnya informasi tentang menarche. mampu memutuskan beberapa norma yang harus diambilnya dari luar. artinya masa mendapat keturunan yang berlangsung kira-kira 30 tahun 3) Kurangnya informasi tentang reproduksi khususnya menarche pada remaja putri dapat berdampak terhadap reaksi individual remaja putri pada saat menstruasi yang dapat berdampak negatif antara lain : depresi. Dalam masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja itu ia mulai keluar dari ketergantungan kepada keluarganya. Dan pada saat inilah ia merasakan adanya dorongan baru. umumnya terjadi pada usia sekitae 13 tahun. pengalaman.0 tahun. Perancis 13. sekitar umur 9 tahun. Rahim juga mengalami perubahan hormonal. bahwa dirinya telah tumbuh dewasa. Australia 13. atau bahkan agak lambat. Sehingga bila seseorang telah mengalami menarche sangat beresiko jika melakukan hubungan sexual dapat berakibat kehamilan pranikah. gangguan konsentrasi. yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis yang terletak persis dibawah otak. gelisah sukar tidur. pendidikan. Pengetahuan tentang menstruasi dapat distimulus dari berbagai faktor diantaranya : sosial ekonomi. yang memungkinkan terjadinya menstruasi dan sebagai persiapan untuk kehamilan. sakit kepala.0 tahun.pubertas ini wanita masuk dalam masa produktif. Sedang dampak positif antara lain : seorang gadis mulai menyesuaikan sikapnya.8 tahun. dibawah pengaruh jam biologis. Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa dampak dari menarche berbagai macam. meskipun bisa terjadi pada usia lebih dini.6) Dari penelitian Tanner dan Eveleth dari tahun 1986-1990 tentang angka kejadian menarche di beberapa negara adalah sebagai berikut Amerika 12. serta telah berfungsinya organ reproduksi untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang ibu. kultur. sehingga ia tahu apa yang harus dia lakukan pada saat mengalami menstruasi serta dampak negatif dari menstruasi dapat ditekan seminimal mungkin. . pada usia 12 tahun.

Sasaran Sasaran penelitian di fokuskan pada siswi/remaja putri kelas VIII SLTP N I Prambanan. Surabaya 13.0 tahun . tahun 1995 sebanyak 9 anak.9) Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk meneliti Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche di SLTP Prambanan.90 tahun Kayu Agung 15. Lokasi .1 tahun.52 tahun.29 tahun. Peneliti Mendapat pengalaman langsung dalam penerapan teori metodologi penelitian dan memperoleh gambaran tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten. 5.07 tahun.Denmark 13.5 tahun. Rumusan Masalah Bagaimana Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche di SLTP N I Prambanan? Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? Manfaat Penelitian 1. 3. Japan 12.7) Hasil penelitian di beberapa tempat di indonesia bahwa rata-rata umur menarche : Ujung pandang 14.8) Menurut data kesiswaan Tahun Pelajaran 2007/2008 terdapat siswa putri dengan jumlah 143 anak. Dengan tahun kelahiran 1992 sebanyak 2 anak. Ruang Lingkup 4.07 tahun. Kuba 13.63 tahun Yogyakarta 14. Somalia 13. Palembang 13. Keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah keperawatan maternitas. Singapore 12. 2.4 tahun. Klaten 14. 6.48 tahun. AKPER Panti Rapih Menambah bahan bacaan bagi mata ajaran Maternitas.67. Jakarta 12. Negeria 13.0 tahun. tahun 1993 sebanyak 27 anak. Pihak Sekolah Sebagai masukan dalam usaha peningkatan pengetahuan tentang sistem alat reproduksi.3 tahun. tahun 1994 sebanyak 105 anak. Semarang 13.

sehingga pada masa ini alat-alat genitalia tidak memperhatikan pertumbuhan yang berarti. 7.1) 2. Pada abad ini secara umum ada pergeseran permulaan pubertas ke arah umur yang lebih muda. sehingga alat reproduksi mencapai kematangan dan siap untuk bereproduksi. yang diterangkan dengan meningkatnya kesehatan umum dan gizi. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun. . Pengaruh hormon kelamin terlihat jelas pada masa pubertas. akan tetapi dapat dikatakan bahwa pubertas mulai dengan berfungsinya ovarium. Perkembangan Seksual Wanita Pada waktu dilahirkan seorang bayi telah mengalami pembentukan organ seksual. Normal pubertas paling awal pada usia 9 tahun kemudian lengkap pada semua aspek selambat-lambatnya pada usia 16 tahun pada anak wanita. Pada masa ini seorang wanita mengalami pemasakan seksual untuk memasuki masa fertil. Awal pubertas jelas dipengaruhi oleh bangsa. dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi. Secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. Pubertas Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Kejadian penting dalam pubertas ialah pertumbuhan badan yang cepat.Lokasi penelitian di SLTP N I Prambanan Klaten. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 1. Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur. Dalam perkembangan dan pertumbuhan organ genetalia ini tidak lepas dari pengaruh hormon kelamin. Besar kecilnya pengaruh hormon kelamin tergantung pada masa kehidupan yang dialami wanita. iklim dan kebudayaan. Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2007 – 12 Februari 2008. Tidak ada batas yang tajam antara akhir masa kanak-kanak dan awal masa pubertas. Pada masa kanak-kanak perangsang oleh hormon kelamin ini sangat kecil. Bayi perempuan yang lahir cukup bulan pembentukan genetalia interna dan genetalia eksterna sudah terbentuk. pada masa ini yang terlibat adalah pengaruh hormon hipofisis terhadap pertumbuhan badan.

Pengaruh peningkatan hormon yang pertama-tama nampak ialah pertumbuhan badan anak yang lebih cepat. Yang diketahui ialah bahwa ovarium mulai berfungsi dibawah pengaruh hormon gonadotropin dari hipofisis. dan perubahan psikis. Walaupun ada pengaruh hormon Somatotropin. genitalia eksterna. Adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi umur menarche dari hasil statistik didapatkan bahwa usia menarche dipengaruhi faktor keturunan. Faktor Tempat Bahwa gadis-gadis atau remaja putri di kota mendapatkan haid yang pertama pada umur yang lebih muda atau awal jika dibandingkan dengan gadis-gadis . dan ciri-ciri kelamin sekunder. dan badan lambat laun mendapat bentuk sesuai dengan jenis kelamin. Perbedaan ini menurut beberapa peneliti merupakan manifestasi dari faktor genetik. keadaan gizi. Apa yang primer menyebabkan mulainya pubertas diketahui. dan hormon ini keluarkan atas pengaruh Relasing factor dari hipotalamus. Menarche Menarche adalah haid yang pertama kali yang dialami oleh wanita yang berusia 10-16 tahun.timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. namun folikel-folikel tersebut sudah sanggup mengeluarkan estrogen. Pada saat yang kira-kira bersamaan korteks kelenjar suprarenal mulai membentuk androgen. Faktor genetik ini mempengaruhi umur menarche. faktor tempat tinggal (lingkungan) adapun penjelasan dari faktorfaktor tersebut sebagai berikut : Faktor Keturunan Dari penelitian terdahulu ternyata didapatkan perbedaan rata-rata umur menarche pada beberapa negara. Hal ini merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilannya. menarche. Bahwa pengaruh ini datang dari ibu ke anak gadisnya.Dalam masa pubertas genitalia interna dan genitalia eksterna lambat laun tumbuh untuk mencapai bentuk dan sifat seperti pada manusia dewasa 2) 3. Dalam ovarium folikel mulai tumbuh dan walaupun folikel-folikel itu tidak sampai menjadi matang karena sebelumnya mengalami atresia. atau antara anak-anak dan saudara-saudara perempuan. sehingga ada kolerasi baik antara usia menarche ibu dan anak. Pengaruh estrogen yang lain ialah pertumbuhan genitalia interna. dan hormon ini memegang peranan dan pertumbuhan badan. Estrogen ini pula yang pada suatu waktu menyebabkan penutupan garis epifisis tulang-tulang sebingga pertumbuhan badan berhenti. diduga bahwa pada wanita kecepatan pertumbuhan terutama disebabkan oleh estrogen. terutama ekstremitasnya.

Hal ini memberikan stimulus pada otak untuk merangsang produksi hormon seksual lebih dini. Stadium Praementruum (stadium sekresi) Pada masa ini endometrium kira-kira tetap tebal tapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku dan mengeluarkan getah. Bahwa nutrisi mempunyai pengaruh terhadap pemasakan seksual baik pada hewan maupun manusia. Dalam endametrium tertimbun glycogeen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur memang maksud dari perubahan ini tidak lain dari pada mempersiapkan. dan film. endometrium untuk menerima telur.5 mm. sehingga menarche akan terjadi pada umur yang lebih dini.desa. hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium sehingga tanda-tanda sex sekunder akan cepat muncul dibanding remaja putri yang kekurangan nutrisi 3) Fisiologi Haid Cyclus menstruasi Perubahan yang dialami uterus pada siklus menstruasi terjadi pada lapisan endomitrium. Stadium Intermenstruum (stadium proliferasi) Pada masa ini endometrium tumbuh menjadi ± 3. Kelenjar-kelenjar tumbuhnya lebih cepat dari jaringan lain hingga berkelok. Pada endometrium sudah dapat dibedakan lapisan atas yang padat (Stratum Compactum) yang hanya ditembus oleh saluran-saluran keluar dari kelenjar- . Gadis-gadis di kota dapat menikmati berbagai macam sarana hiburan seperti novel. karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap LH (Luteinizing Hormone). kelenjar. kuman dan atau tanpa sel telur yang keluar pervaginan secara spontan. Stadium Post Menstruum (stadium regenerasi) Oleh pengaruh estrogen yang dihasilkan sel-sel folikel pada lapisan endometrium yang sudah terlepas tadi mulai terjadi regenerasi epitel. lekosit. lamanya fase ini 9 hari ( hari ke 5 sampai ke 14). vidio. yaitu terlepasnya lapisan fungsional dari endometrium bersama eritrosit. memanjangnya kelenjar endometrium dan bertambahnya jumlah sel-sel jaringan ikat endometrium. majalah hiburan. kaset. Faktor Gizi Gizi sangat berperan penting dalam pertumbuhan seksual. Selama ± 1 bulan dapat kita bedakan siklus menstruasi menjadi 4 masa (stadia) : Stadium Menstruasi (desquamasi) Hari pertama fase menstruasi ini adalah permulaan dari siklus menstrusi. Fase ini lamanya 3-5 hari.

Dismenore Kongestif (Pegal Menyiksa) Cara pasti untuk mengetahui apakah seseorang menderita nyeri ini adalah menanyakan bagaimana ia tahu datangnya masa haid. mudah tersinggung. Dan disertai rasa nyeri pada bagian perut. Stadium sekresi ini berlangsng dari hari ke 14 – 28 kalau tidak terjadi kehamilan makan endometrium dilepaskan dengan perdarahan dan berulang lagi siklus menstruasi. sukar ditahan. penyakit ini patogenesisnya belum dapat dipecahkan. yang banyak lubanglubangnya karena disini terdapat rongga dari kelenjar-kelenjar dan lapisan bahwa yang disebut stratum basale.kelenjar. buah dada mungkin sakit. anda mengetahui berhari-hari sebelumnya bahwa masa haid akan tiba Tubuh anda mungkin pegal-pegal. pengeluaran darah menstrusi berlangsung antara 3-7 hari dengan jumlah darah yang hilang sekitar 50-60 cc tanpa bekuan darah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pengetahauan adalah segala sesuatu yang diketahui. Nyeri ini terasa di bagian bawah perut dan berawal tepat sebelum masa haid mulai. Nyeri ini dapat berlangsung setengah hari sampai lima hari dan acapkali nyeri berkepanjangan. dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Nyeri haid dibedakan menjadi 2 : Dismenore Spasmodik (Kejang) Kejang merupakan nyeri yang hebat. Ada yang pingsan. Banyak wanita terpaksa harus berbaring karena terlalu menderita nyeri ini sehingga tidak dapat mengerjakan sesuatu apapun.5) Pengetahuan a. b. 4) Dismenore (Nyeri Haid) Dismenore merupakan rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita dan mendorong penderita untuk melakukan pemeriksaan. Menurut Soekidjo Notoatmojo Pengetahuan adalah hasil dari tahu. dan mencengkeram. tidak dapat merapikan pakaian anda dan beha anda terasa terlalu ketat. Gangguan ini sifatnya subyektif. istilah dismenore hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebat sehingga tidak dapat melakukan aktivitas dalam beberapa jam/hari. sakit kepala. lapisan mampung (Stratum Spongiosium). dan perut anda kembung. berat atau intensitasnya sukar dinilai. mual muntah. Orang yang menderita pegal yang menyiksa. . dan sangat penting dalam pembentukan perilaku atau tindakan seseorang.

Interest (tertarik) dimana orang mulai tertarik pada stimulus. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan. Aplikasi Aplikasi adalah suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi yang nyata. Evaluation atau menimbang terhadap baik atau tidaknya stimulus bagi dirinya.6) Tingkat Pengetahuan a. c. kesegaran dan sikap terhadap stimulus. Tahu (Know) Yang termasuk dalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. mengidentifikasikan. meng-kelompokkan. didalam diri orang tersebut terjadi proses : Awareness atau kesadaran. menyatakan. Menurut Sutardjo Hadisusilo Pengetahuan adalah pemahaman atau hal tahu akan sesuatu yang bersifat spontan tanpa mengetahui seluk beluk secara dalam. dimana orang tersebut menyadari atau mengetahui lebih dulu terhadap stimulus. Adaptation dimana subyek berperilaku sesuai pengetahuan. Penelitian Rogers pada tahun 1974 mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru. Analisis Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau obyek ke dalam komponen-komponen. Sintesis Sintesis menujukkan kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. f. dapat merencanakan. memisahkan.c. Kata kerja yang digunakan adalah misalnya dapat menggambarkan. b. tetapi masih di dalam stuktur organisasi dan ada kaitannya satu sama lain. Kata kerja yang dipakai seperti dapat menyusun. d. membedakan. Trial atau mencoba. Evaluasi . e. menguraikan. dimana orang mulai mencoba perilaku baru. Memahami Memahami adalah suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. dapat menyesuaikan. dapat meningkatkan.

Keadaan Siswa a. Jumlah siswa Siswa SLTP N I Prambanan Klaten berjumlah 717 dengan pembagian laki-laki . BLOOM Sumber : W. Kabupaten Klaten. 2. Kecamatan Prambanan. Grasindo. Jakarta 1996 hal 245 Pertanyaan Penelitian Bagaimana tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten ? BAB IV HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Tempat Penelitian 1. Provinsi Jawa Tengah.Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu meteri atau objek berdasarkan kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang materi yang akan diukur dari subyek penelitian. Psikologi Pengajaran.S Winkel. yang mempunyai luas tanah 1200 meter persegi. Letak Geografis SLTP N I Prambanan Klaten SLTP N I Prambanan berada di desa Kongklangan.7) Kerangka Teori Menurut : BS.

b.2 Umur 13-14 tahun 132 92. Kecamatan Prambanan.30 .berjumlah 306 orang dan perempuan 411 orang.89 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : .40%) berumur lebih dari 14 tahun berjumlah 2 orang. Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Menstruasi di SLTP I Prambanan.30%) responden berumur diantara 13-14 tahun.40 Jumlah 143 100 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden. Hasil Penelitian Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Status Menstruasi Jumlah % 1 Sudah 116 81. Jumlah siswa berdasarkan kelas SLTP N I Prambanan terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas VII ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siswa 240.30 3 Umur > 14 tahun 2 1. dan (1. (6. Kecamatan Prambanan.11 2 Belum 27 18. sedangkan kelas VIII ada 6 kelas dari kelas A sampai kelas F dengan jumlah siswa 240 dan kelas IX juga ada 6 kelas dari kelas A sampai F dengan jumlah siwa 237. Klaten Tahun 2007 No Umur Responden Jumlah % 1 Umur £ 12 tahun 9 6. sebagian besar (92.30%) berumur kurang atau sama dengan 12 tahun berjumlah 9 orang.

Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 94 65. Kecamatan Prambanan. Kecamatan Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 65 45.27 . Tabel 4 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon yang Mempengaruhi Ciri-ciri Kelamin Sekunder Pada Wanita Di SLTP N I Prambanan.89%) responden belum mengalami menstruasi. kurang dari separuh (45.45 2 Salah 78 54. Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Menarche Di SLTP N I Prambanan.73 2 Salah 49 34.Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden.55%) responden tidak mengetahui tentang Menarche hal ini ditunjukan dengan jawaban yang salah.55` Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden. sebagian besar (81. lebih dari separuh (54.11%) responden sudah mengalami menstruasi.45%) dari responden mengetahui pengertian Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. dan sebagian kecil (18.

Klaten Tahun 2007 .Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 143 responden.06 2 Salah 90 62.27%) responden tidak mengetahui hormon yang mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37. Tabel 6 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Akhir Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. Tabel 5 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tanda Pubertas Yang Nampak Paling Awal Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan. kurang dari separuh (34.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.73%) responden mengetahui tentang Hormon yang mempengaruhi ciri-ciri Kelamin Sekunder pada wanita hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar. lebih dari separuh (65.06%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. lebih dari separuh (62.94%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling awal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. kurang dari separuh (37.

44%) responden mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.07 2 Salah 110 76.44 2 Salah 58 40. lebih dari separuh (59. sebagian kecil (23. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 134 93.No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 33 23.70 2 Salah 9 6. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 85 59. Kecamatan Prambanan.30 .56 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. Tabel 7 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Hormon Pertumbuhan Pada Siswi Di SLTP N I Prambanan.93 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. kurang dari separuh (40. sebagian besar (76.56%) responden tidak mengetahui Tentang Hormon Pertumbuhan hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.93%) responden tidak mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Tabel 8 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Normalnya Umur Menarche Di SLTP N I Prambanan.07%) responden mengetahui tentang tanda pubertas yang nampak paling akhir hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Kecamatan Prambanan.

51%) responden mengetahui tentang masa subur pada seorang wanita. Tabel 9 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Masa Subur Pada Seorang Wanita Di SLTP N I Prambanan. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar. Tabel 10 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Eksternal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. Kecamatan Prambanan.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.75%) . lebih dari separuh (51. (6. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 69 48. Kecamatan Prambanan. sebagian besar (93.51 2 Salah 15 10. sebagian besar (89.25 2 Salah 74 51. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89.Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.49%) responden menjawab salah tentang masa subur pada seorang wanita.75 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. dan sebagian kecil (10.70%) responden mengetahui Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban benar.30%) rsponden menjawab salah Tentang Normalnya Umur Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.

19 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.90 2 Salah 13 9. Tabel 11 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Faktor Internal Yang Mempercepat Menarche Di SLTP N I Prambanan. kurang dari separuh (48. sebagian besar (90.90%) responden mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. sebagian besar (81.10%) responden menjawab salah hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.81%) responden mengetahui mengetahui tentang siklus mestruasi yang normal hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Tabel 13 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Asal Darah Menstruasi . Kecamatan Prambanan.81 2 Salah 26 18. (9. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 117 81. Tabel 12 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Siklus Menstruasi Yang Normal Di SLTP N I Prambanan.19%) responden menjawab salah tentang siklus menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah.10 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.responden tidak mengetahui faktor yang mempercepat Menarche hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. sebagian kecil(18. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 130 90. Kecamatan Prambanan.25%) responden menjawab benar hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar.

Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 51 35. Klaten .34 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.53%) responden mengetahui Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang benar. Kecamatan Prambanan. kurang dari separuh (35. kurang dari separuh (31.Di SLTP N I Prambanan. Tabel 14 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Kehamilan Di SLTP N I Prambanan. Tabel 15 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Organ Reproduksi Wanita Dalam Menuaikan Faalnya Di SLTP N I Prambanan. Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 98 68.47%) reesponden menjawab salah tentang Asal Darah Menstruasi hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan.66 2 Salah 92 64.66%) responden mengetahui terjadinya kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar. lebih dari separuh (68.34%) responden tidak mengetahui Terjadinya Kehamilan hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah.47 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. lebih dari separuh (64.53 2 Salah 45 31. Kecamatan Prambanan.

Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 73 51.04 . Klaten Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 128 89.06 2 Salah 90 62. Tabel 16 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Lamanya Seorang Wanita Mengalami Menstruasi Di SLTP N I Prambanan. Tabel 17 Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram Di SLTP N I Prambanan. sebagian besar (89. kurang dari separuh (37. sebagian kecil (10. lebih dari separuh (62.94%) responden tidak mengetahui berfungsinya organ reproduksi wanita hal ini ditunjukkan jawaban yang salah. Kecamatan Prambanan.94 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.06%) responden mengetahui berakhirnya masa pubertas hal ini ditunjukkan jawaban yang benar. Kecamatan Prambanan.49 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden.51%) responden mengetahui lamanya seorang wanita mengalami Menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar.49%) responden tidak mengetahui lamanya seorang wanita mengalami menstruasi hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah.Tahun 2007 No Kriteria Jawaban Jumlah % 1 Benar 53 37.51 2 Salah 15 10.

57 2 Sedang 96 67.96 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas bahwa 143 responden. . lebih dari separuh (67.30%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah.96%) responden tidak mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang salah. kurang dari separuh (26. Kecamatan Prambanan.04%) responden mengetahui Terjadinya Nyeri Yang Mencengkeram hal ini ditunjukkan pada jawaban yang benar. lebih dari dari separuh (51. Klaten Tahun 2007 No Tingkat Pengetahuan Jumlah % 1 Tinggi 38 26. kurang dari separuh (48.57%) responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan (6.13 3 Rendah 9 6. Tabel 18 Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.13%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.2 Salah 70 48.30 Jumlah 143 100 Sumber Data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan pada tahun 2007.

Terdapat 2 responden yang berumur lebih dari 14 tahun.13 8 5.90 17 11. sebagian kecil (26. lebih dari separuh (55.40 .90 3 2.24%) responden mempunyai tingkat .Tabel 19 Tabel Silang Antara Umur dengan Tingkat pengetahuan Remaja Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.30 Sumber data : Primer Analisa Data : Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden. lebih dari separuh (60.60 1 0. Terdapat 132 responden yang berusia antara 13-14 tahun.60%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan (0. 116 responden yang sudah menstruasi.24 6 4.2 Umur 13-14 tahun 38 26.14 9 6.70 .57%) mempunyai tingkat pengetahuan tinggi. (1.60 3 Umur > 14 tahun .60%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah.13 9 6.68 79 55.Jumlah 38 26. Klaten Tahun 2007 Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 31 21.. Kecamatan Prambanan. Tabel 20 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di SLTP N I Prambanan.58 96 67.2 1.28 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas terdapat 143 responden. 9 responden berusia lebih dari atau sama dengan 12 tahun (5.57 86 60.09 Jumlah 38 26.13%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang.57 96 67. Klaten Tahun 2007 Tingkat Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Jml % Jml % Jml % 1 Umur £ 12 tahun .70%) mempunyai tingkat pengetahuan rendah.40%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang. (5. Kecamatan Prambanan.8 5.19 2 Belum 7 4..

sebagian kecil (13. sebagian kecil (1. Klaten Tahun 2007 Umur £ 12 tahun 13 – 14 tahun > 14 tahun Jml % Jml % Jml % 1 Sudah 2 1.89 20 13.29 132 92.pengetahuan sedang.32%) responden berusia 13 – 14 tahun. JAWA TENGAH . sebagian besar (78. KEMUDO.99 0 Jumlah 9 6.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi. (4. (4.40 112 78.31 2 1. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi.40 2 Belum 7 4. sebagian kecil (4. sebagian kecil (1. Tabel 21 Tabel Silang Antara Status Menstruasi dengan Umur Remaja Putri Di SLTP N I Prambanan. sebagan kecil (11. sebagian kecil (21. (2.89%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun.09%) responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah. PRAMBANAN KLATEN.40%) responden berusia kurang dari atau sama dengan 12 tahun. Kecamatan Prambanan.40%) responden berusia lebih dari 14 tahun.32 2 1.68%) responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi.90%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. JUDUL RESUME KARAKTERISTIK ANAK YANG MENDERITA KARIES GIGI DI TK PERTIWI KEMUDO II. 116 responden yang sudah menstruasi.99%) responden berusia 13 – 14 tahun.19%) responden mempunyai tingkat pengetahuan randah. Terdapat 27 responden yang belum menstruasi.40 Sumber Data : Primer Analisa Data Berdasarkan tabel di atas dari 143 responden.

Disusun Oleh : Nama : B. H NIM : 252187 AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 1 Tujuan Penelitian 2 Manfaat Penelitian 2 Ruang Lingkup 2 . Wijanarko Listyo.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3 Kerangka Teori 3 Pertanyaan Penelitian 3 BAB III METODE PENELITIAN 4 Jenis Penelitian 4 Desain Penelitian 5 Variabel Penelitian/Definisi Operasional Populasi dan Sample Teknik Pengeumpulan Data Instrumen Pengeumpulan Data Pengolahan Data Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran LAMPIRAN Faktor Pendukung dan Penghambat 1. Faktor Pendukung a. Responden yang bersedia untuk diajak kerjasama dalam mengisi kuesioner. b. Bantuan dan kesempatan yang diberikan dari SLTP N I Prambanan dan Siswi kelas VIII. c. Bantuan dari pembimbing KTI yang selalu membimbing dalam penyusunan. 2. Faktor Penghambat a. Waktu yang terbatas dari peneliti. LAMPIRAN 1 PENGANTAR KUESIONER Kepada : Yth. Siswi-siswi kelas VIII Di SLTP N I Prambanan Klaten Dengan Hormat, Sehubungan dengan pembuatan tugas akhir sebagai mahasiswa DIII Reguler

Akademi Keperawatan Panti Rapih, maka saya mengadkaan penelitian dengan judul “Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII SLTP Tentang Menarche di SLTP N I Prambanan Klaten, 2007”. Untuk itu saya mohon kesediaan siswi-siswi untuk menjadi responden dalam penelitian ini, saya akan menjaga kerahasiaan jawaban yang diberikan dan hanya untuk kepentingan penelitian ini. Atas bantuan, tanggapan dan kesediaannya untuk menjadi responden, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, Desember 2007 B. WIJANARKO LISTYO HATMOKO Mahasiswa AKPER Panti Rapih Persembahan: Untuk ke dua orang tua saya, yang selalu mengharapkan hal terbaik bagi anak nya. Data Subyektif a) Klien mengatakan lemes b) Klien mengatakan mudah capai c) Klien mengatakan sesak nafas d) Klien mengatakan pusing kalau banyak bergerak (pening) e) Klien mengatakan nyeri dada (skala 0 – 4) Data Obyektif f) Tekanan darah menunjukkan penurunan g) Denyut nadi: cepat dan teraba lemah h) Distensi vena jugularis i) Capilary refill lambat lebih dari tiga detik j) Pernafasan: menunjukkan peningkatan frekuensi k) Kulit teraba dingin, tampak banyak keluar keringat dingin l) Ujung – ujung extremitas tampak kebiruan dan pucat m) Klien menunjukkan expresi wajah kesakitan akibat nyeri dada n) Jumlah pengeluaran urine dalam 24 jam, menunjukkan penurunan (kurang dari 0,5 cc/kgBB/jam) o) Hasil rekaman EKG menunjukkan aritmia/disritmia p) Tampak edema pada ekstremitas bawah, palpebra q) Tampak edema paru – paru pada pemeriksaan radiologi

r) Terdengar bunyi nafas tambahan (creckles/rales) pada auskultasi paru – paru s) Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan dari nilai normal (ureum, kreatinin, LDH, CKMB, hematokrit). BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa, karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos, yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).1) Pekerjaan jantung adalah memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh setiap saat, baik saat istirahat maupun saat bekerja atau menghadapi beban.2) Acut Miocard Infark (AMI) adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan otot jantung mati karena kekurangan oksigen.3) Satu dari tiga penderita AMI meninggal karena gagal jantung. Gagal jantung adalah suatu keadan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya(cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat makanan. Insiden penyakit pada pria lebih tinggi dibandingkan pada wanita dengan rata-rata mortalitas selama lima tahun untuk pria 60% dan wanita 40%.4) Dari data Rekam Medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, angka kematian pada AMI tahun 2006 sebanyak 27 pasien dari 118 kasus dan sejak 01 januari tahun 2007 sampai 30 april tahun 2007 sebanyak 3 pasien meninggal dari 30 kasus. Diperkirakan jumlahnya semakin bertambah tiap tahunnya.5) Konsekuensi jangka panjang dari Acut Miocard Infark(AMI) cacat fisik, psikologis, sosial, dan pekerjaan telah lama diabaikan, karena pasien dengn AMI curah jantungnya tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi secara normal. Apabila pasien banyak beraktivitas, maka kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh semakin meningkat, sedangkan curah jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh, maka pesien dengan AMI intoleransi aktivitas. Komplikasi penyakit miocardium tak terbatas hanya saat pasien dirawat di rumah sakit saja, demikian pula tanggung jawab para ahli kesehatan agar pasien hidup sehat sejahtera, tidak berarti selesai dengan keluarnya pasien dari rumah sakit.6)

b. salah satunya pemenuhan kebutuhan aktivitas yang tepat dan akurat dalam mempertahankan fungsi optimal jantung sehingga dapat mencegah komplikasi lanjut dan menurunkan angka mortalitas pada pasien dengan diagnosa Acut Myocard Infark (AMI). Manfaat Bagi Peneliti Mendapatkan pengalaman secara langsung dalam menyusun suatu hasil penelitian dengan metode studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Sebagai bahan bacaan pada mata ajaran Medikal Bedah system kardiovaskuler dan menambah pengetahuan mahasiswa tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dangan Acut Myocard Infark (AMI). Bagi Rumah Sakit Panti Rapih . Rumusan Masalah “Bagaimana Pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Miocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta”. Peran perawat sebagai komunitas pelayanan profesional yaitu mengembangkan dan memberikan metode dan sistem pemberian asuhan keperawatan yang profesional. Dengan melihat permasalahan tersebut diatas. akurat dan meningkatkan kualitas layanan. Tujuan Khusus Melaksanakan pengkajian adanya intoleransi aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Memperdalam dan menambah wawasan pengetahuan perawatan tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). penulis tertarik melakukan studi kasus tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).Dalam bidang praktik keperawatan profesional. Bagi Akademi Keperawatan Panti Rapih a. Tujuan Tujuan Umum Mendapatkan gambaran tentang pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI) di ruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. salah satu masalah keperawatan penderita Acut Myocard Infark (AMI) adalah intoleransi aktivitas. tepat. Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI).

Tempat Diruang perawatan penyakit dalam rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : WUYUNG VEMBRIYANTO HADI 252230 / IV AKADEMI KEPERAWATAN PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2007 LEMBAR PERSETUJUAN STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) .Memberikan informasi tentang bagaimana pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pesien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Ruang Lingkup Mata Kuliah Merupakan penelitian dalam ruang lingkup mata ajaran Keperawatan Medikal Bedah yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan aktivitas pada pasien dengan Acut Myocard Infark (AMI). Waktu Penelitian akan dilakukan pada bulan agustus tahun 2007.

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya.. Agustus 2007 Pembimbing. S. Proposal ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Keperawatan pada Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta. . Ns.. Dalam menyusun Proposal ini penulis mendapat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Ibu C Sri Hari Ujiningtyas.DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Disusun Oleh : Wuyung Vembriyanto Hadi 252230 Proposal Penelitian ini telah memenuhi persyaratan dan disetujui pada: Tanggal. EKO SUSILO.Kp. S. Eko Susilo.. selaku pembimbing dalam penyusunan . Ns.. Kep. selaku Direktur Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta Bapak Ign..Kep.. IGN. S. sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Penelitian ini dengan Judul ” STUDI KASUS PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN ACUT MIOCARD INFARK (AMI) DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA ”..

Patogenesis 8 f.Proposal. Mei 2006 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Rumusan 3 Tujuan Penelitian 3 Manfaat Penelitian 3 Ruang Lingkup 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Teori 6 1. maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan Proposal ini. Patofisiologi 8 g. Semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya Karya Tulis Ilmiah ini Penulis menyadari bahwa dalam menyusun Proposal ini masih banyak kekurangan. Kriteria 6 c. Konsep aktivitas a. Etiologi 7 d. Yogyakarta. Komplikasi 12 j. Tanda dan gejala 11 i. Morfologi 10 h. Klasifikasi 8 e. Acut Myocard Infark (AMI) a. Prognosis 16 2. Penatalaksanaan Acut Myocard Infark 15 l. Pengertian 16 b. Pengertian 6 b. Pemeriksaan diagnostic 14 k. Etiologi 16 .

. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan/aktivitas 17 d. Pekerjaan 6...... Nama 2............................ Keturunan ................ 18 3............. Evaluasi 27 Kerangka Teori 27 Pertanyaan Penelitian 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian 29 Desain penelitian 30 Populasi....c... Penatalaksaan keperawatan pada pasien Acut miocard infark dalam beraktivitas a.. Jenis kelamin 4.... 17 e....... Intervensi 25 e.. Berat badan 5............... Rencana 21 d.... Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pergerakan atau immobilisasi...... Karakteristik. Pengkajian 20 b......... Usia 3............ sample dan teknik sampling 30 Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional 31 Teknik Pengumpulan Data dan Analisa Data 32 Instrument Pengolahan Data 32 Pengolahan Data 32 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Pengkajian 1...... Diagnosa 21 c..... Lama menderita AMI 7......... Identitas pasien No Kriteria Pasien A Pasien B Pasien C 1.......... Faktor Resiko a....

Hasil pemeriksaan laboratoriam . Data obyektif dan subyektif yang ditemukan dalam pengkajian terkait dengan intoleransi aktivitas Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 1. Pernapasan h. Data obyektif a. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. Tekanan darah c. Capillary refill Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C g. Hiperlipidemia e. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Denyut nadi d. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. Diabetes melitus f.b. Stress g. Kolesterol tinggi 8. Dokter yang merawat Interpretasi : 2. Tekanan darah tinggi d. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Ekspresi wajah i. Suhu e. Diagnosa medik 9. SaO2 f. Merokok c.

Terapi obat 6) Nitrogliserin 7) Beta bloker 8) Antagonis kalsium 9) Anti platelet 10) Heparin 11) Morphin 12) Asetil kolin 13) Trombolisis 14) Terapi oksigen Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C 2. saat kerja. Klien nengatakan pusing. Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. sesak nafas. dan vertigo c. olahraga berat. Klien nengatakan lelah/letih dan badan lemas b. Data Subyektif a. selama dan setelah beraktivitas d. saat marah dan kadang saat dingin Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C e.3) Kolesterol 4) CKMB 5) Laktat dehidrogenase (LDH) Hasil pengkajian Pasien A Pasien B Pasien C l. Klien mengatakan jantung berdebar-debar. saat istirahat. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Diagnosa keperawatan yang ditemukan terkait dengan intoleransi aktivitas No Nama Pasien Diagnosa keperawatan .

1. Berikan obat-obat trombolitik d. Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. Mandiri a. bahu. tindakan nyaman f. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. Kolaborasi a. Pantau perubahan EKG c. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. Berikan antiangina sesuai indikasi. tangan atau lengan kiri g. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi j. kesadaran b. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. leher. Berikan makanan lembut. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. pernapasan. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. C Interpretasi : Perencanaan masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C 1. B 3. tekanan darah. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b. aktivitas perlahan. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C i. contoh nitrogliseril . A 2. Berikan lingkungan yang tenang.

Kaji tanda-tanda vital klien tiap 4 jam dan tiap 5 menit selama serangan angina meliputi : nadi. Evaluasi laporan nyeri pada rahang. Berikan lingkungan yang tenang. Berikan oksigen tambahan dengan nasal kanul atau masker b.Perencanaan Pasien A Pasien B Pasien C e. Kaji dan catat respon pasien atau efek obat c. Pantau perubahan EKG . Periksa tanda vital sebelum dan sesudah obat narkotik 2. bahu. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Intervensi masalah keperawatan terkait dengan intoleransi aktivitas Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C 1. kesadaran b. Berikan makanan lembut. imajinasi terbimbing dan teknik distraksi Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C j. Kolaborasi a. tekanan darah. pernapasan. Kaji ulang riwayat nyeri angina dan nyei infatk miokard d. biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan i. Mandiri a. leher. tangan atau lengan kiri g. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien napas pendek h. tindakan nyaman f. Bantu melakukan teknik relaksasi seperti napas dalam. aktivitas perlahan. Anjurkan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e.

c. Pernapasan h. Berikan antiangina sesuai indikasi. Hasil rekaman EKG menunjukkan kompleks QS yang abnormal. contoh verapamil dan diltiazen Interpretasi : Evaluasi proses dan hasil terkait dengan intoleransi aktivitas 1. Denyut nadi d. Data obyektif a. elevasi/depresi ST dan gelombang T terbalik j. Hasil pemeriksaan laboratoriam . SaO2 f. Berikan antagonis kalsium sesuai indikasi. Pemeriksaan radiology (foto dada) k. Status kesadaran 1) Kualitatif 2) Kuantitatif b. Tekanan darah c. contoh nitrogliseril Intevensi hari 1-V Pasien A Pasien B Pasien C e. Berikan obat-obat trombolitik d. Evaluasi proses terkait dengan intoleransi aktivitas Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 1. Suhu e. Berikan beta bloker sesuai indikasi f. Capillary refill Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C g. Ekspresi wajah i.

Klien mengatakan nyeri datang secara mendadak. saat istirahat. Klien mengatakan badannya lemas dan lelah b. sesak nafas. Klien mengatakan jantung berdebar-debar. Klien mengatakan nyeri hilang saat istirahat atau minum obat Interpretasi : Keterangan : criteria dalam evaluasi proses hari 1 digunakan untuk mengevaluasi intervensi hari 11 – V 2. Terapi obat 1) Nitrogliserin 2) Beta bloker 3) Antagonis kalsium 4) Anti platelet 5) Heparin 6) Morphin 7) Asetil kolin 8) Trombolisis 9) Terapi oksigen Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C 2. saat kerja. Data Subyektif a. olahraga berat. selama dan setelah beraktivitas d. dan vertigo c.1) Kolesterol 2) CKMB 3) Laktat dehidrogenase (LDH) Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C l. Evaluasi hasil terkait dengan intoleransi aktivitas . Klien nengatakan pusing. saat marah dan kadang saat dingin Evaluasi proses hari 1 Pasien A Pasien B Pasien C e.

www.friendster. Pencapaian tujuan Interpretasi : April 19.No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C 1.com/t/trackback/849354 Listed below are links to weblogs that reference blog gratis: Comments . Kriteria hasil a) Klien mengatakan lemasnya berkurang b) Klien mengatakan nyerinya hilang atau berkurang ( skala 0-1) No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C c) Klien menunjukkan menurunnya ketegangan d) Denyut nadi klien normal (60-100 kali per menit) e) Tekanan darah klien normal (120/70-120/80 mmHg) f) Pernapasan klien normal (12-20 kali per menit ) g) Kesadaran klien kompos mentis h) Klien tampak rileks i) Hasil rekam EKG menunjukkan gelombang sinus ritme (SR) j) Pemeriksaan laboratorium : kolesterol atau trigliserida laktat dehidrogenase dan enzim CKMB dalam batas normal No Evaluasi hasil Pasien A Pasien B Pasien C k) Suhu normal (36-370C) l) Reflek pupil 2+/2+ atau isokor 2. 2008 in Weblogs | Permalink TrackBack TrackBack URL for this entry: http://blogs.

Comments: Recent Posts * blog gratis Syndicate this site (XML) About Us | Contact Us | Events | Promote My Profile | Help | Terms of Service | Privacy Policy Posted by WUYUNGVH at 1:26 PM 0 comments Links to this post Reaction s: Newer Posts Older Posts Home Subscribe to: Posts (Atom) Anda pengunjung ke Free Hit Counter New My title page contents My Google Pagerank .Post a comment Sign In Post a comment Name: wuyung You are currently signed in as wuyung.

TRANSLATE THIS BLOG Translate this page from Indonesian to the following language! Widget by ateonsoft. . Selain memajang logo Google bernuansa cinta. Artikel Terkait » dicuplik dari Google .com adsense Search Google Masukkan istilah pencarian Anda pencarian Cari þÿ Kirim formulir NEWS Google Valentine. Google pun tak mau ketinggalan menebarkan kasih sayang kepada para penggunanya.Di hari Valentine.49 menit lalu Jakarta .14 Feb 2011 . Google Rilis Situs untuk Calon Pengantin Detikcom .2/2011 Samsung Buat Tablet Mirip iPad ...

com . Setelah Hosni Mubarak mundur. Jakarta .Eksekutif Google Wael Ghonim cukup terkenal dalam revolusi Mesir. Mari cari tahu.. ....Tempo Interaktif . Jakarta – Sudahkah Anda mengakses Google hari ini? Heran dengan logo Google menampilkan gambar cinta dan dominasi warna.14 Feb 2011 .14 Feb 2011 . Staf Google Puji Facebook Inilah.2/2011 Simbol Cinta di Logo Google Inilah..6 jam lalu COM.com . Ghonim mengucapkan rasa terimakasihnya pada .com .13 Feb 2011 .. Artikel Terkait » dicuplik dari Google . .modflip. Artikel Terkait » dicuplik dari Google .2/2011 Presiden Mesir Turun.1 jam lalu Tablet yang diluncurkan dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona itu berjalan dengan sistem operasi buatan Google yang khusus untuk perangkat tablet.13 Feb 2011 COM.2/2011 didukung oleh Blog Archive • o  ► 2009 (23) ► December (1) Get Music Audio Video at www. dicuplik dari Google .

.o  o  o                     • o          ► June (1) verification ► May (1) <!-. Karies Gigi Pengertian Metode Kanguru Askep pada klien dengan GE ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DHF KARAKTERISTIK REMAJA Kecenderungan Kenakalan Remaja TIDUR DAN ISTIRAHAT Obat Cerna PENYULUHAN PENGGUNAAN ORALIT Gondongan (Mumps..Search Google --> Masukkan istilah penc. ► January (20) PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ASTEROSKLEROSIS MACAM-MACAM PENYAKIT KELAMIN Rematik Hubungan Antara Pola Pemberian ASI dengan Faktor S. Parotitis Epidemika) Pencegahan Stroke ISPA Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah TRAUMA KEPALA Nutrisi Yang Dibutuhkan Di Usia Balita HEPATITIS A ▼ 2008 (23) ▼ April (23) blogfriendster blogfriendster linkku Muscles of the Human Body Geneva Doctors Geneva Health Spinal Cord Model 6x (W42505) ClinicalOne Mentone Educational Centres ...

PAROTITIS Masa Remaja Age at Menarche in Indonesia code DAFTAR PUSTAKA ACUTE MYOCARD INFARK CARIES GIGI MENARCHE KEPERAWATAN Pictures from Electron Microscopes Slideshow ..            healthcare professional AMI BAB I BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Jantung mer..

to/?r=wuyung .Bandwidth Speed Test Google Maps • • Google Maps http://bux.

to/?r=wuyung Profil Penulis WUYUNGVH YOGYAKARTA.com http://wuyungjunior.com http://wuyungvh.certainbet.blogspot.blogspot. Indonesia NURSE View my complete profile ADSENSE There was an error in this gadget KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SLTPN 2 GENTENG KECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI . sleman.com http://akperpantirapih.com/track.asp? a=c&u=127336645&s=1639&e=42998121 Game BARU • • Game BARU (Gladiatus) http://bux.• • • • • • http://wuyungnurse.blogspot.blogspot.com/q0owqvm4yda-6fvlpsoa http://zzecjjibcbmicyw.com http://slatebird.

BAB 1 PENDAHULUAN <!--[if !supportLists]-->A. Kes. (2008 : 57). Menstruasi berlangsung kira-kira lima hari. (2005 : 9) Haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklik emdomestrium. Pendapat Sriyono. psikologis. dan disusul dengan periode tanpa gejala. M. Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. normalnya wanita mengalami periode menstruasi atau haid mulai dari usia remaja hingga menopause Dra. Etiologi dan Perubahan sikap premenarche belum diketahui. Dini Kasdu. Siklus menstruasi terdiri atas perubahan-perubahan di dalam ovarium dan uterus. (2009 : 15). Saat itu kelenjar hipofisis mulai berpengaruh. F. Riset melaporkan Taylor. (2005 : 103). Keluarnya darah dari vagina disebabkan luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Proses menarche pada seorang wanita dimulai pada usia 10 – 14 tahun. Maulana. . (1994) bahwa sekitar 10-30 % wanita produktif mengalami sindrom premenarche. Panjang masa siklus menstruasi rata-rata 28 hari 14 hari persiapan untuk ovulasi dan 14 hari selanjutnya. Menarche adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi ) endometrium. Sarwono. Hormon ini akan mempengaruhi uterus pada dinding sebelah kanan dan terjadilah proses menstruasi. selama masa ini epithelium permukaan lepas dari dinding uterus dan perdarahan pun terjadi pada usia remaja haid pertama kira-kira usia 12 hingga 16 tahun. Hal ini menandai bahwa organ reproduksi telah aktif. kemudian ovarium mulai bekerja menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. yaitu dengan telah diproduksinya sel telur (ovum). dan nutrisi. <!--[endif]-->Latar Belakang Dalam perjalanan hidup. P. Para peneliti beranggapan bahwa perubahan sikap premenarche adalah akibat dari faktor hormonal. Memasuki masa puber. Selanjutnya dijelaskan menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Erna. (2005 : 69). pada perempuan diawali dengan terjadinya menstruasi. Seseorang terjadi sejak awal menstruasi pada masa remaja sampai umur 40 atau 50 tahun.

nafsu makan. banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada awal mengalami haid. (2007 : 10). .Perubahan sikap premenarche yang terjadi sebelum berlangsungnya masa menarche diantaranya cemas. <!--[endif]-->Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan fenomena . payudara sakit. Oleh sebab itu penelitian ini ingin mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang rata-rata siswa tersebut sudah mengalami menarche. <!--[endif]-->Manfaat Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. oleh karena itu siswa premenarche diharapkan bersikap positif dalam menghadapi menarche agar tidak timbul masalah selama menarche.asumsi diatas peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng. Penelitian ini kecemasan dari siswa yang menghadapi menarche (premenarche) inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua. maka peneliti merumuskan masalah dengan membatasi pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche seperti: “Bagaimana tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche ?” <!--[if !supportLists]-->C. Oleh karena itu bidan atau paramedis perlu memberikan konseling pada remaja tentang cara-cara mengatasi kecemasan saat menarche sehingga dapat mengurangi kecemasan pada remaja saat menarche selain itu untuk mengurangi kecemasan perlu mengatur pola yang memenuhi gizi seimbang dan olahraga. ingin makan yang manis. depresi. abdomen terasa penuh. <!--[endif]-->Tujuan Penelitian Tujuan Umum Untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kabupaten Banyuwangi. <!--[if !supportLists]-->2. ketegangan dan kegugupan. cepat lupa cepat menangis dan bingung. <!--[if !supportLists]-->D. Baradero. berat badan bertambah. cepat marah. <!--[endif]-->Bagi Peneliti Sebagai pengalaman nyata dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah sebagai penerapan dari mata kuliah. <!--[endif]-->Bagi Institusi Sebagai pedoman dalam penelitian yang akan dilakukan dan hasilnya nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan guna meningkatkan mutu pendidikan selanjutnya.fenomena yang terdapat pada asumsi . edema pada ekstrimitas. Penanganan yang efektif dalam mengatasi kecemasan pada siswa akan mempengaruhi prognosis. <!--[if !supportLists]-->B.

<!--[endif]-->Bagi Responden Untuk menembah pengalaman tentang menarche dan menangani keluhan keluhan yang dirasakan. spesifik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Tingkat Panik . <!--[endif]-->Tingkat Kecemasan Menurut Stuart dan Sundeen membagi tingkat kecemasan menjadi empat tingkatan yaitu : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Kecemasan Ringan Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. <!--[endif]-->Bagi Profesi Sebagai masukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. <!--[endif]-->Konsep Dasar Kecemasan <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Landasan Teori <!--[if !supportLists]-->1.<!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Kecemasan Berat Sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. <!--[endif]-->Pengertian Kecemasan adalah keadaan dimana seseorang mengalami perasaan gelisah dan aktifitas sistem saraf otonom dalam merespon terhadap ancaman yang tidak jelas. tidak spesifik. <!--[if !supportLists]-->b. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan sehingga dapat memusatkan pada suatu objek lain. <!--[if !supportLists]-->4. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA <!--[if !supportLists]-->A. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Kecemasan Sedang Memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain.

<!--[endif]-->Gangguan realitas .<!--[endif]-->Persepsi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Sedikit mengalami peningkatan tandatanda vital <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Kecemasan Sedang <!--[if !supportLists]-->. nyeri dada. palpitasi. sering berkemih. <!--[endif]-->Ciri-Ciri Kecemasan Menurut Brenda Goodner ciri-ciri kecemasan adalah : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->c.<!--[endif]-->Lebih tegang <!--[if !supportLists]-->. karena mengalami kehilangan kendali.<!--[endif]-->Gejala-gejala fisik tidak berkembang : sakit kepala. Rincian terpecah dari proporsinya.<!--[endif]-->Perasaan tentang terancam atau takut meningkat <!--[if !supportLists]-->. jika berlangsung terus dalam waktu lama maka terjadi kelelahan yang berlebihan bahkan menyebabkan kematian.<!--[endif]-->Mengalami peningkatan tanda-tanda vital lebih dramatis. <!--[endif]-->Panik <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Meningkatkan kesadaran <!--[if !supportLists]-->. persepsi yang menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional. <!--[endif]-->Kecemasan Berat <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Menurunnya konsentrasi dan persepsi <!--[if !supportLists]-->. letih.<!--[endif]-->Perasaan terancam <!--[if !supportLists]-->. terjadi peningkatan aktivitas motorik. mual. ketakutan dan teror. tapi fokusnya sempit <!--[if !supportLists]-->. Dengan panik. <!--[if !supportLists]-->3. palpitasi.<!--[endif]-->Terangsang untuk melakukan tindakan <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Sedikit mengalami tanda-tanda vital <!--[if !supportLists]-->. diare.Berhubungan dengan terperangah.<!--[endif]-->Komunikasi menjadi terganggu <!--[if !supportLists]-->. <!--[endif]-->Kecemasan Ringan <!--[if !supportLists]-->. Orang yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan.<!--[endif]-->Termotivasi secara positif <!--[if !supportLists]-->. muntah <!--[if !supportLists]-->4.<!--[endif]-->Sadar. menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan.

obyek sosial tersebut berlaku sebagai obyek kecemasan. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Status Perkawinan Seseorang yang telah menikah akan lebih mempunyai rasa percaya diri dan ketenangan dalam melakukan kegiatan (menurut Dartkows. yang dikutip oleh Nursalam. (2001 : 133). <!--[if !supportLists]-->d. (2001:133). (2001 : 133).<!--[endif]-->Tidak mudah untuk berkomunikasi <!--[if !supportLists]-->. (2003 : 132) skala kecemasan disusun untuk mengungkapkan sikap pro dan kontra positif dan negatif. <!--[if !supportLists]-->. tetapi akan lebih buruk jika intervensi yang dilakukan gagal. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Pendapatan Penghasilan setiap bulannya juga berkaitan dengan gangguan pola psikiatri. makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. setuju dan tidak setuju. sebagai obyek sosial.<!--[endif]-->Dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.<!--[if !supportLists]-->. <!--[if !supportLists]-->e. Untuk menilai tingkat kecemasan siswa . Notoadmojo. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai yang diperkenalkan menurut Brower. makin konstruktiv dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi Menurut Hurlock. (2001 : 133). <!--[endif]-->Cara Menilai Kecemasan Pengukuran kecemasan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung yang dapat dinyatakan bagaimana pendapat atau pernyataan responden terhadap suatu objek. kemudian dinyatakan dengan pendapat responden. Jadi keadaan penghasilan yang rendah mempunyai peningkatan kecemasan Nursalam.<!--[endif]-->Kombinasi dari gejala-gejala fisik yang disebutkan diatas dengan peningkatan tanda-tanda vital akan lebih awal dari tanda panik. Secara tidak langsung dapat dilakukan dengan pernyataan-pernyataan hipotesis. yang dikutip oleh Nursalam. Diketahui pula bahwa masyarakat yang berpenghasilan rendah prevalensi psikiatrinya lebih banyak. Dalam skala kecemasan. Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk presentase menggunakan rumus. Semakin tua umur seseorang. <!--[endif]-->Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Umur Semakin cukup umur. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang berpikir dan bekerja. yang dikutip oleh Nursalam. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pendidikan Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang.

<!--[endif]-->Konsep Dasar Menarche : <!--[if !supportLists]-->a. Siti. <!--[endif]-->Konsep Dasar Siswa <!--[if !supportLists]-->a.dalam menghadapi menarche menggunakan tingkat kecemasan Hars (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Penilaian 0: Tidaka ada (tidak ada gejala sama sekali) 1: Ringan (satu gejala dari pilihan yang ada) 2: Sedang (separuh dari gejala yang ada) 3: Berat (lebih dari separuh dari gejala yang ada) 4: Sangat berat (semua gejala ada) <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Penilaian Derajat Kecemasan Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. dan disusul dengan periode tanpa gejala. (2007 : 944). (2005 : 115). <!--[endif]-->Konsep Dasar Premenarche Premenarche adalah sekelompok gejala fisik maupun tingkah laku yang timbul pada pertengahan siklus menarche. Maulana. (2001 : 282). <!--[if !supportLists]-->4. (2007 : 10). Selanjutnya dijelaskan bahwa siswa ialah wanita yang mulai dewasa sudah sampai umur untuk kawin. (2009 : 18). <!--[endif]-->Arti Menarche <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Menarche adalah haid yang pertama kali yang baru datang setelah berumur 14 tahun. Baradero. . Balai Pustaka. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Arti Siswa Siswa adalah wanita yang beranjak atau mulai dewasa. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan variabel siswa yang berumur 12-16 tahun sesuai dengan pendapat Mirza Maulana yang mengatakan bahwa siswa menarche pertama kali pada usia 12-16 tahun. 2008). Cipta Karya.

dan kira-kira 97% wanita yang berevolusi siklus haidnya berkisar antara 18-42 hari. <!--[if !supportLists]-->b. Siklus ini diatur terutama oleh glandula pituitari anterior. (2005 : 103) menarche merupakan perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Ada yang 1-2 hari dikuti darah sedikit–sedikit kemudian ada yang sampai 7-8 hari. Sylvia.9 hari. kematian orang yang dicintai dan sebagainya. Panjang siklus haid dipengaruhi oleh usia seseorang. Pada setiap . tetapi faktor-faktor yang menyebabkan glandula tersebut mengadakan stimulus (rangsangan) gonad pada saat pubertas belum seluruhnya dipahami. (2009 : 19) menarche suatu proses pengeluran darah dari uterus disertai serpihan selaput dinding uterus pada wanita dewasa yang terjadi secara periodik. Verralls. Bila glandula pituitari anterior mengatur sekresi estrogen dan progesteron. Jika siklusnya kurang dari 18 hari atau lebih dari 42 hari dan tidak teratur biasanya siklusnya tidak berevolusi. (2003 : 169-170). Dan pada wanita usia 55 tahun 51.1 hari pada wanita usia 43 tahun 27. tetapi juga pada tubuh wanita secara keseluruhan. Terdapat pengendalian neurohormonal pada glandula pituitari anterior oleh hipotalamus dan siklus menarche tersebut dipengaruhi oleh faktor emosional. Lamanya siklus menarche rata-rata adalah 28 hari. Panjang siklus haid yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari. Panjang siklus yang biasa pada manusia ialah 25-32 hari. maka glandula pituitari anterior itu sendiri diatur oleh kedua sekresi tersebut. Rata–rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25. Lama haid biasanya antara 3-5 hari. antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. 2). Telah diketahui bahwa : 1). (2005 : 69). Kemudian juga dijelaskan bahwa tujuan siklus menarche untuk melepas ovum dalam persiapan fertilisasi pada kira-kira jarak 4 minggu dan untuk mempersiakan uterus dan seluruh tubuh wanita untuk menerima dan mengembangkan hasil fertilisas ini. (2003 : 169). Jadi sebenarnya panjang siklus haid 28 hari itu tidak sering dijumpai. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Begitu juga pendapat lain menjelaskan bahwa menarche ialah haid yang pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. <!--[endif]-->Arti Siklus Menstruasi <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Siklus menarche ialah suatu kejadian yang terjadi pada ovarium yang menghasilkan perubahan tidak hanya pada uterus. berpindah dari tempat yang berbeda. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Menurut Maulana.1 hari. Sarwono. misalnya perubahan pekerjaan. Erna. (2005 : 103). <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Referensi lain mengatakan bahwa siklus menarche adalah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya.<!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Selanjutnya menurut Sarwono. tetapi variasinya cukup luas saja. Dari pengamatan Hartman pada kera ternyata bahwa hanya 20% saja panjang siklus haid 28 hari.

<!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Fase Intermenstruum atau fase proliferasi dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal + 3. terutama dari mulut kelenjar. (2006 : 46). Jumlah darah yang keluar rata–rata 33. Darah haid mengandung darah fena dan anteri dengan sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglotinasi. dan sekret dari uterus.2 ± 16 cc. disebut juga endometrium mengadakan proliferasi. Dibawah pengaruh progesteron ini. dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan. Kelenjarkelenjar kebanyakan lurus. Pada waktu itu endometrium tumbuh kembali. pada wanita dengan anemi defisiensi besi jumlah darah haidnya juga lebih banyak. Hanya startum basale yang tinggal utuh. Pada tiap siklus haid dikenal tiga masa utama <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Masa haid selama dua sampai delapan hari. kelenjar endometrium yang tumbuh berkeluk-keluk mulai bersekresi dan mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak pada akhir masa ini stroma endometrium berubah ke arah sel-sel desidual terutama yang berada di seputar pembuluhpembuluh arterial. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Sesudahnya dinamakan masa sekresi.4 hari. sel-sel epitel dan stroma yang mengalami disentegrasi dan otolisis. 4 Fase Endometrium Dalam Siklus Haid <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Fase menstruasi atau deskuamasi.5 mm fase ini berlangsung dari hari kelima sampai hari keempat belas dari siklus haid. (2005 : 103). Sarwono.5 mm fase ini telah mulai sejak fase menarche dan berlangsung + 4 hari. Fase ini berlangsung 3 . fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. Sebagian masih . Pada waktu itu endometrium dilepas. Jumlah darah haid lebih 80 cc dianggap patologik. Antara hari kedua belas dan keempat belas dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi.wanita biasanya lama haid itu tetap. Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak. pendek dan sempit bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi sel-sel kelenjar mengalami mitosis. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Masa proliferasi sampai hari keempat belas. Sarwono. Fase proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Dini berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. sedangkan pengeluaran hormonhormon ovarium paling rendah (minimum). Pada ketika itu korpus rubrum menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesteron. servik dan kelenjar-kelenjar vulva. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Fase pasca haid atau fase regenerasi luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagai besar berangsur– angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang baru tumbuh dari sel–sel epitel endometrium pada waktu ini tebal endomertium + 0.

<!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Fase Prahaid atau Fase Sekresi berlangsung sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. dan mengeluarkan getah. kecuali mitisis pada kelenjar. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Sekresi Lanjut. yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spon ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar yang melebar dan berkeluk-berkeluk dan sedikit stroma diantaranya. fase ini merupakan bentuk transis dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torok dan tinggi. Arwono. fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. . sel-selnya berbentuk bintang dan didepan tonjolan-tonjolan. Memang tujuan perubahan ini adalah untuk perubahan mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. Pada fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya. Kelenjar berkeluk-keluk dan bervariasi sejumlah stroma mengalami edema tampak banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang. dan stromanya edema. Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan yaitu : <!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Lapisan neometrium. <!--[if !supportLists]-->(3) <!--[endif]-->Stratum Kompaktum. <!--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]-->Stratum Sepongiosus. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Akhir berlangsung hari ke-2 sampai hari ke-14. Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Fase Proliferasi Madya berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. Endometrium dalam fase ini tebalnya 5-6 mm. Fase sekresi dibagi atas : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Fase Sekresi Dini. tetapi untuk kelenjar berubah menjadi panjang berkeluk-keluk.menunjukkan suasana fase menarche dimana terlibat perubahan-perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboit strama padat dan sebagian menunjukkan aktifitas mitosis. (2005 : 112). yang makin lama makin nyata. yaitu lapisan atas yang padat saluran-saluran kelenjar sempit ilumennya berisi sekret. Dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk-keluk dan kaya dengan glikogen. endometrium lebih tipis dari pada fase sebelumnya kerena kehilangan cairan. stroma bertumbuh aktif dan padat. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. yaitu lapisan ini tidak aktif. Sitoplasma sel-sel stroma bertambah menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan. anestomosis nukleus sel stroma relatif besar sebab sitiplasma relatif sedikit. Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi ini.

Dengan demikian. maka dengan menurunnya kadar progesteron. akan tetapi sudah dikenal beberapa faktor. Dibawah pengaruh FSH beberapa folikel mulai berkembang.<!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Perubahan Masa Menstruasi. dan akhirnya terjadi mekrosis dalam perdarahan dengan pembentukan hematom. <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Perubahan Fisik <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Ovarium Perubahan-perubahan yang terdapat pada ovarium pada siklus haid ialah sebagai berikut. sesudah ovulasi. Karena itu. Sarwono. Sarwono. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Faktor faktor muskular mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistim faskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. (2005 : 110). sehingga permukaan endometrium memuncak dan berwarna merah karena penuh dengan darah. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid. <!--[endif]-->Mekanisme menstruasi : Hormon Steroid estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium dibawah pengaruh estrogen endometrium memasuki fase proliferasi. enzim-enzim hidrolitik dilepaskan dan merusakkan bagian dari sel-sel yang berperan dalam sintesis protein. Bila tidak terjadi pembuahan korpus luteum mengalami kemunduran yang menyebabkan kadar . terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan. akan tetapi hanya satu yang tumbuh terus menjadi matang. apabila terjadi kehamilan. Zat-zat yang terakhir ini ikut serta dalam pembangunan endometrium khususnya dengan pembentukan stroma dibagian bawahnya pada pertengahan fase luteal sintesis mukopolisakarida terhenti. endomertium memasuki fase sekresi. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Endometrium Hampir sepanjang siklus haid pembuluh-pembuluh darah menyempit dan melebar secara ritmis. dengan akibat mempertinggi permeabilitas pembuluh-pembuluh darah yang sudah berkembang sejak permulaan fase proliferasi. seperti digambarkan diatas dengan regresi endometrium timbul statis dalam fena-fena serta saluran-saluran yang menghubungkan dengan arteri. lebih banyak zat-zat makanan mengalir ke stroma endometrium sebagai persiapan untuk implantasi ovum. berganti-ganti. Mekanisme haid belum diketahui seluruhnya. kecuali faktor hormonal. Jika kehamilan tidak terjadi. timbul gangguan dalam metabolisms endometrium yang mengakibatakan regresi endometrium dan pendarahan. memegang peranan dalam hal ini yang penting ialah : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Faktor–faktor enzim dalam fase proliferasi estrogen mempengaruhi tersimpanya enzim-enzim histologik dalam endometrium serta merangsang pembentukan glikogen dan asam-asam mukopolisakarida. (2005 : 11). baik dari arteri maupun dari fena. Pada pertumbuhan endomertium itu tumbuh pula arteria-arteria fena-fena dan hubungan antaranya.

nafsu makan bertambah. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Pengobatan Yang Tersedia : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Untuk rasa cemas. Pada remaja perlu mempertahankan status gizi yang baik. terjadi peningkatan energi pada fase luteal dibandingkan fase folikuler. <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Untuk berat badan yang bertambah karena menarche. Baradero. abdomen terasa penuh. karena sangat dibutuhkan pada saat haid. payudara sakit. Dengan demikian selama fase luteal terjadi peningkatan asupan makanan atau energi Krummel. hal ini akan berdampak gangguan haid. (2007 : 11). yang melakukan penelitian. Seberapa jauh pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarche belum ada. Ada yang berpendapat karbohidrat merupakan sumber peningkatan asupan kalori selama fase luteal. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Untuk depresi. edema pada ekstrimitas. Asupan energi bervariasi sepanjang siklus haid. Selain itu juga ada. kopi. cepat marah. (2007 : 11). cepat menangis. yang lain berpendapat bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama fase luteal. nafsu makan bertambah. (1996). Penurunan kadar hormon ini mempengaruhi keadaan endometrium kearah regresi. yang berpendapat bahwa asupan lemak dan protein akan meningkatkan pada fase luteal. Baradero. Peningkatan konsumen energi premenstruasi dengan ekstra penambahan 87500 Kkal/ hari. depresi. . dengan cara mengkonsumsi makanan seimbang. abdomen terasa penuh. cepat lupa. Sarwono. mentega dan gerak badan. (2007 : 11). payudara sakit. Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat mengakibatkan perubahan asupan energi belum didapatkan data yang pasti. Baradero. keju. (1996). <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Penambahan BB. ingin makan yang manis-manis. cola. dan lemak hewan. coklat. ketegangan dan kegugupan dan cepat marah kurangi asupan susu. Peristiwa ini menyebabkan pembuluh-pembuluh darah terputus. dan terjadilah pengeluaran darah yang disebut haid. (2005 : 114). cepat menangis tingkatkan asupan vitamin B dan sayur–sayuran hijau. juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. dan pada satu saat lapisan fungsional endometrium terlepas dari stratu basale yang dibawahnya. cepat lupa. fungsi organ tubuh. ketegangan dan kegugupan. Kesimpulannya bahwa estrogen mengakibatkan efek penekanan atau penurunan terhadap nafsu makan Krummel. Sebagai bahan perbandingan di bawah ini akan diuraikan tentang asupan energi total dan keragaman komponen diet. teh. ingin makan yang manis kurangi asupan garam. edema pada ekstrimitas. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Perubahan Psikologis : Cemas. tetapi akan membaik bila asupan gizinya baik.progesteron dan estrogen menurun.

rata-rata 4. Terapi pada hipermenorea pada mioma uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri. Pada wanita yang mengonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menarche. ternyata fase folikuler memanjang. kesimpulannya tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon sex. gangguan pelepasan endometrium pada waktu menarche dan sebagainya. Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus. Sarwono. Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif dianggap mempengaruhi siklus menarche serta penampilan reproduksi. E2 menurun secara signifikan.5% pada vegetarian dan 4. Sebab-sebabnya dapat . Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid. <!--[endif]-->Selain kita harus memahami siklus menarche. keluhan serta pengobatan menarche kita juga harus mengerti gangguan-gangguan yang dapat terjadi saat menarche.8 hari. Gangguan yang dapat terjadi karena menarche dan siklusnya diantaranya : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Hypermenorea (Menoragia) ialah perdarahan menarche yang lebih banyak dari normal. (1996). (2005 : 70). atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah kediet rendah lemak akan memperpanjang siklus menarche sebagai akibat dari memanjangnya fase menarche dan fase folikuler.2 hari juga. Diet Vegetarian : Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon sex telah diteliti. rata-rata 3. Siklus menarche bukan dipengaruhi oleh diet vegetarian tetapi diet yang bervariasi dalam hal lemak. FSH meningkat. 9 orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging. misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu.terbukti pada saat haid tersebut terutama pada fase luteal akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. (2005 : 204). Sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama : panjang siklus menarche meningkat rata-rata 1. Tetapi timbul pertanyaan seberapa sering faktor diet dipandang sebagai penyebab timbulnya menarce. <!--[if !supportLists]-->e. Setelah mengalami 2 x injeksi LHRH.5 hari dan fase folikuler meningkat ratarata 0. masih jarang penelitian yang menggunakan diet sebagai metode perlakuan dan uraiannya sering tidak lengkap atau tumpang tindih. Diet Rendah Lemak : Hasil penelitian pada diet rendah lemak dibanding tinggi lemak ternyata pada diet tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urine.9% pada non vegetarian. Sebaliknya 16 orang diet biasa beralih kediet yang kurang daging selama 2 bulan mengalami pemendekan fase folikuler. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Hipomenorea ialah perdarahan menarche yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. Erna. Prevalensi ketidak teraturan menarche 26.9 hari.3 hari lamanya waktu menarche meningkat rata-rata 0. sedang diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas kerokan. serat dan nutrien lainnya Krummel. lamanya menarche. terjadi hubungan antara diet dengan fungsi menarche. mengalami penurunan frekuensi puncak LH dan peningkatan pada LH. polip endometrium.

perubahan fungsi hipotalamus. kelenjar hipofisis. Kecuali jika ditemukan sebab yang nyata. sedang pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat menarche. Selanjutnya dijelaskan bahwa amenorea ialah tidak adanya menarche. penyakit infeksi. Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengkibatkan gangguan ovulasi. Wanita yang memakai kontrasepsi oral bisa juga mengalami amenorea selama 6 bulan setelah berhenti memakai kontrasepsi oral. Baradero. tetapi kemudian tidak dapat lagi. Lazim diadakan pembagian antara amenorea. <!--[if !supportLists]-->4) <!--[endif]-->Oligomenorea Disini siklus menarche lebih panjang. dan kelenjar adrenal. Hilangnya 10-15% berat badan dapat menyebabkan amenorea. dan lain-lain. seperti gangguan gizi. Terapi hormon bisa diberikan. ovarium. (2007 : 10). endokrin. <!--[if !supportLists]-->5) <!--[endif]-->Amenorea ialah keadaan tidak adanya menarche untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Kehamilan adalah penyebab utama dari amenorea. lebih dari 35 hari. tumor. primer dan amenorea sekunder. Sarwono. pada uterus (misalnya sesudah miomektomi). dan lain-lain. atau menjadi pendeknya masa luteal dan sebagainya. Amenorea primer timbul apabila menarche pertama tidak terjadi pada umur 16 tahun. Amenorea sekunder bisa juga timbul sebagai respon terhadap stres yang berat. Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui. terapi terdiri atas menenangkan penderita. Terapi : Pengobatan bergantung pada penyebab amenorea. seperti kelainan-kelainan kongenital dan kelainan-kelainan genetik. Kita berbicara tentang amenorea primer terlebih dahulu apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas. Amenorea primer bisa diakibatkan oleh kelainan genetik. (2005:205). Amenorea sekunder bisa juga dialami oleh atlet yang terlalu banyak menghabiskan kalori. Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari menarche biasa. atau efek perkembangan kongenital. Amenorea sekunder timbul apabila seorang wanita yang sudah menarche berhenti menarchenya selama 3-6 bulan. timid. Ada dua bentuk amenorea yaitu amenorea primer dan sekunder. <!--[if !supportLists]-->6) <!--[endif]-->Dismenorea atau nyeri menarche mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita- . Wanita dengan amenorea memerlukan konseling untuk manangani gangguan konsep diri dan infertilitas. <!--[if !supportLists]-->3) <!--[endif]-->Polimenorea ialah siklus menarche lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). Kadang-kadang tidak ada menarche. tidak pernah dapat menarche. Amenorea bisa juga mempengaruhi kepadatan tulang yang mengakibatkan osteoporosis. satu kali masih dianggap normal. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul dalam kehidupan wanita.terletak pada konstitusi penderita. karena menarche yang normal memerlukan sekitar 17% lemak dari tubuh. pada gangguan endokrin. gangguan metabolisme.

Walau frekuensi dismenorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal. Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak di perut bawah sebelum dan selama menarche dan sering kali mual maka istilah dismenorea hanya dipakai jika nyeri menarche demikian hebatnya. diperkirakan hanya berkaitan dengan faktor intrinsik. meskipun beberapa kasus nyeri berlanjut hingga beberapa hari. antara lain : <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Primer Kejiwaan : Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil. oleh karena itu siklus haid pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai dengan rasa nyeri. migrain atau asma. Dismenorea dibagi atas : Dismenorea Primer yaitu nyeri menarche yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata. Sifat rasa nyeri ialah kejang berjangkit-jangkit. Budi. namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan. dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan permulaan menarche dan berlangsung untuk beberapa jam. dan sebagainya dapat mempengaruhi timbulnya dismenorea. berat atau intensitasnya sukar dinilai. penyakit menahun. walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari. Karena gangguan ini sifatnya subyektif. dan sebagainya. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual. Dysmenorrhoe ini merupakan keluhan yang sering dirasakan di masyarakat sehingga menjadi penyebab yang paling banyak hilangnya waktu kerja atau absen masuk sekolah. Keluhan nyeri mulai dari yang ringan seperti rasa mulas. biasanya terbatas pada perut bawah. tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. kram pada perut. sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari. apabila jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses menarche. hingga ada yang . Di Amerika Serikat pernah dilaporkan dysmenorrhoe menyebabkan hilangnya 600 juta jam kerja pertahun. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Faktor Konstitusi : Faktor ini yang erat hubungannya dengan faktor tersebut di atas. untuk beberapa jam atau beberapa hari. dysmenorrhoe ialah nyeri saat menarche yang sering difikirkan oleh gadis-gadis yang mengalaminya. Karakteristiknya nyeri menarche muncul bersamaan dengan datangnya menarche dan berakhir beberapa jam kemudian. Dismenorea primer terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih. Faktor-faktor seperti anemia. Selanjutnya menurut dr.wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. sakit kepala. Smith menduga bahwa sebab alergi ialah toksin menarche. Ada 2 jenis dysmenorrhoe : <!--[if !supportLists]-->1) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe primer yaitu nyeri pada saat menarche tanpa ada kelainan organ di rongga panggul. mudah timbul dismenorea. Etiologi : Beberapa faktor memegang peranan sebagai penyebab dismenorea primer. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Faktor Alergi : Teori ini dikemukakan setelah memperhatikan adanya asosiasi antara dismenorea dengan urtikaria. diare. muntah.

mioma uteri. yang sering adalah berkurang dan bahkan hilang saat setelah melahirkan bisa juga dengan mengkonsumsi obat penghilang nyeri. tidak mau makan. (2007 : 9). Dismenorea primer biasa timbul pada hari pertama atau kedua dari menarche. Nyerinya bersifat kolik atau kram dan dirasakan pada abdomen bawah. Dismenorea sekunder timbul sebagai respon terhadap penyakit organik seperti endomertiosis.Gizi Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche Berat . Budi. Karakteristik nyeri dysmenorrhoe sekunder lebih spesifik bergantung dari penyebabnya maka pengobatan berdasarkan kelainan yang ditemukan. maupun secara tidak sengaja melalui media tertentu. muntah.Umur . <!--[endif]-->Perempuan paling rentan pada kesehatan organ reproduksi karena bentuk organ reproduksi utama bersifat menerima atau dalam bentuk lubang yang agak besar. nyeri kepala. Sekitar 10% mengalami dismenorea berat sehingga mereka tidak bisa bekerja.berat seperti nyeri orang melahirkan. diare. <!--[if !supportLists]-->2) <!--[endif]-->Dysmenorrhoe sekunder adalah nyeri menarche dimana didapatkan kelainan organik. Beberapa kasus disertai dengan mual. (2007 : 36). Terapi dismenorea primer dapat diatasi dengan obat ibuprofen. dan ketoprofen sedangkan dismenorea sekunder diatasi dengan memperbaiki penyebab organik. Oleh karena itu organ reproduksi perempuan paling penting untuk diperhatikan. rasa lelah dan rasa tegang. fibroit uteri. adenomiosis dan mungkin infeksi di rongga-rongga panggul. Dismenorea primer tidak dikaitkan dengan patologi pelvis dan bisa timbul tanpa penyakit organik. <!--[if !supportLists]-->B. Baradero. seperti endometriosis. Menurut literatur lain dijelaskan bahwa dismenorea adalah nyeri uteri pada saat menarche. baik secara sengaja dengan hubungan seksual atau proses seksualitas yang lain. Intensitas dismenorea bisa berkurang setelah hamil atau pada umur sekitar 30 tahun. naproxen. Dismenorea primer mengenai sekitar 5075% wanita yang masih menarche. <!--[if !supportLists]-->f. <!--[endif]-->Kerangka Konseptual Kerangka Konseptual di gambarkan sebagai berikut : Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan : . Dysmenorrhoe primer akan berkurang dengan bertambahnya usia. sehingga pengaruh luar mudah masuk. clan pemakaian IUD.

>27 Sedang 15-27 Ringan 6-14 Tidak ada kecemasan <> .Pendidikan .Pendapatan <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Keterangan : .Status perkawinan .

<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Di teliti <!--[if !vml]--> <!--[endif]-->

: Tidak di teliti Sumber : (Nursalam, 2008) Gambar 2.1 : Gambar konsep tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng.

BAB 3 METODE PENELITIAN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Jenis dan Rancang Bangun Penelitian Dalam penelitian ini adalah suatu metode penelitian deskriptif peristiwa dilakukan secara sistematik dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan. Fenomena disajikan secara apa adanya tanpa manipulasi dan peneliti tidak mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi, oleh karena itu penelitian jenis ini tidak perlu adanya suatu hipotesis. Nursalam, (2003 : 83). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain deskriptif yaitu penelitian ingin mengetahui Tingkat Kecemasan Siswa dalam menghadapi Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Karena siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->B. <!--[endif]-->Variabel Istilah “variabel” merupakan istilah yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap jenis penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche. Definisi Operasional Variabel

Variabel Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche.

Definisi Operasional Seberapa besar tingkat kecemasan siswa saat menghadapi menarche, meliputi: <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Umur <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Status Perkawinan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendidikan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]->Pendapatan <!--[if !supportLists]->· <!--[endif]-->Gizi

Kriteria

Skala

Tingkat kecemasan Ordinal berat >27, sedang 15-27, ringan 6-14, dan tidak ada kecemasan <6.>

Sumber : (Nursalam, 2008). <!--[if !supportLists]-->C. <!--[endif]-->Populasi Arikunto berpendapat bahwa populasi ialah keseluruhan subyek penelitian. Arikunto, (2006:130). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas satu usia 12–16 khususnya di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 60 orang. Jumlah siswa kelas VII adalah 280 siswa, siswa perempuan sebanyak 120 siswa diambil secara acak dengan setiap kelas di wakili 8 sampai 9 siswa. <!--[if !supportLists]-->D. <!--[endif]-->Sampel Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi studied sampel, maka penelitian ini tersebut disebut penelitian sampel. Sampel sendiri adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Arikunto, (2006 : 131). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara random dengan total siswa kelas satu usia 1216 tahun yang bersekolah di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sejumlah 60 orang. Dengan rincian sampel dari kelas 7 A, kelas 7 B, kelas 7 C, kelas 7 D, kelas 7 E, kelas 7 F, dan 7 G. <!--[if !supportLists]-->E. <!--[endif]-->Lokasi dan Waktu Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tempat

Penelitian dilaksanakan di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Penelitian di daerah tersebut didasarkan pada tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi Menarche oleh karena siswa kelas satu usia 12-16 tahun belum pernah mendapatkan pelajaran mengenai pendidikan seksual baik secara informal maupun non formal. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Waktu Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Juli sampai Agustus 2009. <!--[if !supportLists]-->F. <!--[endif]-->Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Tehnik Pengumulan Data Pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu setelah lembar kuesioner dibagikan kepada responden, lembar tersebut akan diambil pada hari itu juga. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan inform consent. Kuesioner sendiri mempunyai pengertian sejumlah pertanyaan tertulis yang dipergunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Arikunto, (2006 : 151). Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan ialah check list atau sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda check (√) pada kolom yang sesuai dan rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan–tingkatan, misalnya mulai dari benar dan salah. <!--[if !supportLists]-->G. <!--[endif]-->Teknik Analisis Data <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Editing Peneliti mengumpulkan dan memeriksa kembali kebenaran yang telah diperoleh dari responden. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini ialah menjumlahkan dan melakukan korelasi. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Coding Merupakan tahap kedua setelah editing dimana peneliti memberikan kode pada setiap kuesioner yang disebarkan untuk memudahkan dalam pengolahan data. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Scoring Peneliti memberikan skor untuk tiap-tiap pertanyaan, bila pertanyaan favorable nilai 2 untuk jawaban (benar), nilai 1 untuk jawaban (salah), dan apabila pertanyaan unfavorable nilai 1 untuk jawaban (benar), nilai 2 untuk jawaban (salah). <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Tabulating

nama responden tidak dicantumkan hanya diberi kode. 2008) <!--[if !supportLists]-->H. <!--[endif]-->Tanpa Nama Tanpa lembaran pengumpulan data. Setelah mendapatkan persetujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan etika sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[if !supportLists]-->b.05). <!--[endif]-->Lembar Kuesioner Diberikan kepada siswi kelas VII SLTPN 2 Genteng sebelum penelitian agar dapat mengetahui maksud peneliti. <!--[endif]-->Etika Penelitian Penelitian ini melibatkan obyek manusia maka tidak boleh bertentangan dengan etika agar responden dapat terlindungi untuk itu perlu adanya Surat Izin dari Kepala Sekolah SLTPN 2 Genteng. Selanjutnya dimasukkan pada kriteria objektif sebagai berikut : Positif : 50 – 100% Negatif : <> Sedangkan kriteria untuk menilai tingkat kecemasan saat menarche diantaranya sebagai berikut : Skor <6> 6-14 (kecemasan ringan) 15-27 (kecemasan sedang) >27 (kecemasan berat) Sumber : (Nursalam. . Kepala Desa Kaligondo Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dan rekomendasi dari Ketua Program Studi D3 Kebidanan Poltekkes Majapahit Mojokerto.<!--[if !vml]--> <!--[endif]-->Kemudian data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk prosentase menggunakan rumus : N= Keterangan: N = Besar populasi n = Besar sampel d = Tingkat kepercayaan (ketepatan yang diujikan (0.

dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap.000. sehingga kami harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk mencari di daerah luar kota. Disamping itu peneliti masih sulit memahami pedoman penyusunan Karya Tulis Ilmiah karena kurangnya contoh referensi dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah. Data terdiri dari data umum dan data khusus yang selanjutnya dilakukan proses analisa data. <!--[endif]-->Kerahasiaan Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin kerahasiaannya oleh peneliti.05 . Kecamatan Genteng. <!--[endif]-->Hasil Penelitian Dalam bab ini akan disajikan hasil penelitian tentang studi deskriptif tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada bulan Juli 2009.000 m <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> dengan jumlah siswa 736 anak. Desa Kaligondo. Hasil penelitian mengenai pengetahuan remaja putri tentang tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi diperoleh melalui kuesioner yang berisikan 8 pertanyaan yang diberikan kepada 60 siswa remaja putri secara random di SLTP Negeri 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. <!--[endif]-->Data Umum.00 83. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN <!--[if !supportLists]-->A. <!--[endif]-->Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa hambatan seperti minimnya buku sumber yang kami miliki dikarenakan ada batasan minimal untuk tahun penerbitan sebuah judul buku yang berkaitan dengan penelitian ini. SLTPN 2 Genteng terletak di Dusun Sumber Wadung. No 1 2 3 Umur (Tahun) 12 13 14 Jumlah 6 50 3 Prosentase (%) 10. Berikut akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. <!--[if !supportLists]-->I. <!--[if !supportLists]-->1.1 Distribusi Umur Siswa (12-16 tahun) di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009. Sekolah yang luasnya 15.<!--[if !supportLists]-->c. sekolah ini juga mempersiapkan diri menuju sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional).33 0. Kabupaten Banyuwangi. Tabel 4.

05 %). siswa yang berumur 15 tahun sebanyak 1 orang (0. siswa yang berumur 13 tahun sebanyak 50 orang (83.00 %).33 %).33 100. No 1 2 3 Gizi Baik Cukup Kurang baik Jumlah 12 46 2 60 Prosentase (%) 20.00 0.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. siswa yang berumur 0 tahun sebanyak 0 orang (0 %). siswa yang berumur 14 tahun sebanyak 3 orang (0. yang mendapat informasi dari orang tua 45 orang (75.00 %).4 5 15 16 1 0 60 0. No 1 2 3 Pendidikan Televisi Majalah Orang Tua Jumlah 12 3 45 60 Prosentase (%) 20. yang mendapat informasi dari majalah 3 orang (0.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. <!--[if !supportLists]-->2. Tabel 4. Tabel 4. <!--[endif]-->Data Khusus . Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berumur 12 tahun sebanyak 6 orang (10.2 Distribusi Gizi Siswa di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009.00 100.00 76.00 %).05 75.016 0 100 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti. siswa yang mempunyai gizi cukup sebanyak 46 orang (76.00 %). siswa yang mempunyai gizi kurang baik sebanyak 2 orang (3. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat informasi dari televisi 12 orang (20.3 Sumber Informasi Yang Di Dapat Siswa Tentang Menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 15 Juli 2009.33 %).016 %).05 %).67 3. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang mempunyai gizi baik sebanyak 12 orang (20.67 %).

05 0. siswa yang berumur 13 tahun 50 orang yang mempunyai pengetahuan cukup 7 orang (11.67 Tidak BaikTotal å 5 % 8. siswa yang berusia 14 tahun 3 orang.33 %).00 %) mempunyai pengetahuan tidak baik 28 orang (46.00 %).33 5.66 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.00 10 16.33 46 76.67 2 2 3.66 %) mempunyai pengetahuan kurang baik 15 orang (25.66 15 25. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa yang berusia 12 tahun 6 orang yang berpengetahuan kurang baik 1 orang (1.66 %). siswa gizi cukup hampir dominan yaitu berjumlah 46 orang dengan kriteria cukup 10 orang (16. yang mempunyai pengetahuan tidak baik 5 orang (8.67 4 6. yang mempunyai pengetahuan cukup (5. mempunyai pengetahuan cukup (1.00 å å % å 6 7 3 1 - 50 3 1 0 - 11.00 - 12 20.00 28 46.66 34 56.5 Distribusi Gizi SiswaTerhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009. siswa yang berusia 15 tahun 1 orang. yang berkriteria tidak baik 2 .67 33 55.33 Total 60 - 22 36.67 50 83.67 %).00 60 100 Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.016 0 Total 60 - 11 18. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa siswa gizi baik berjumlah 12 orang dengan kriteria cukup 12 orang (20.67 3 1 0 0.4 Distribusi Umur Siswa Terhadap Tingkat Kecemasan pada tanggal 16 Juli 2009. yang berkriteria kurang baik 34 orang (56.67 %).66 34 56.33 2 3.00 1. N Gizi o 1 2 3 Baik Cukup Kurang Baik Cukup % Kurang Baik å % Tidak Baik å % Total å % å å % å 12 46 2 - 12 20.67 %).Tabel 4. N Umur o (th) 1 2 3 4 5 12 13 14 15 16 Baik Cukup % Kurang Baik å 1 % 1.00 %).67 %).33 å 6 % 10. Tabel 4.67 3.33 16 26.

Faktor internal terdiri kecerdasan. <!--[if !supportLists]-->B. persepsi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi menarche meliputi: umur. lingkungan fisik.00 TOTAL Sumber : Data primer hasil kuesioner yang diolah peneliti.33 %).33 %). No 1 2 3 4 Tingkat Kecemasan siswa Jumlah dalam menghadapi menarche. tingkat pendidikan dan usia. jenis kelamin. Tabel 4. Baik Cukup Kurang Baik Tidak Baik 11 33 16 60 Prosentase (%) 18.00 %) memiliki pengetahuan kurang baik.orang (3.67 100. 2003 : 120-121).33 %). Tidak adanya sumber informasi yang benar. Informasi yang diterima dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. <!--[endif]-->Pembahasan Dalam pembahasan ini akan dibahas dari hasil analisa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi tahun 2009.00 %) tidak baik 16 orang (26. hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial sekitar individu mempengaruhi perilaku dan penampilan seseorang (Notoatmojo. motivasi. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari sosial budaya. Di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi merupakan komunitas siswa-siswa yang beragam latar belakang. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya informasi yang diterima.67 %).33 %). 2003 : 120). . status perkawinan.33 55. tetapi dalam penelitian ini subjek peneliti adalah siswa kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sehingga faktor-faktor yang digunakan oleh peneliti yaitu umur dan gizi saja. pendidikan. pendapatan.6 Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche pada tanggal 16 Juli 2009.00 26.4 sebanyak 50 orang (83. Tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi paling banyak terdapat pada kelompok umur 13 tahun seperti pada tabel 4. kurang baik 33 orang (55. siswa gizi kurang berjumlah 2 orang dengan kriteria tidak baik 2 orang (3. dan gizi. emosi. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche dengan kriteria baik tidak ada. lingkungan sosial (Notoatmojo. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Juli 2009 didapatkan 33 siswa (55. cukup 11 orang (18.

00 %). <!--[endif]-->Bagi Tempat Penelitian . meliputi : 7 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (11.5 tentang distribusi gizi siswa terhadap tingkat kecemasan. Apabila tidak jelas dapat langsung diklarifikasi kepada komunikator (Notoatmojo. Mayoritas siswa 55. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini peneliti merasa masih banyak kekurangan karena keterbatasan waktu dan pengalaman dalam melakukan penelitian. ini dapat dilihat pada tabel 4. 2 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (3. tingkat pengetahuan atau kematangan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan menerima informasi (Latipun. 34 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (56. <!--[endif]-->Simpulan Berdasarkan data analisis dapat disimpulkan sebagai berikut : Mayoritas siswa 83. Orang tua sangat berperan penting dalam hal pemberian bimbingan karena lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat dekat dengan siswa. 2001 : 232). teman. semakin baik gizi siswa tersebut semakin baik pula kondisi siswa dalam menghadapi menarche.67 %). 15 siswa dengan tingkat kecemasan kurang baik (25. Sedangkan bentuk komunikasi dimana seorang komunikan dan komunikator dapat langsung tatap mata sehingga stimulus yaitu pesan/ informasi yang disampaikan komunikan dapat langsung direspon pada saat itu juga.33 %). 28 siswa dengan tingkat kecemasan tidak baik (46. Kebutuhan gizi siswa ternyata sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. 2002 : 75).33 % yang dipengaruhi umur.67 %).00 %).66 %). BAB V SIMPULAN DAN SARAN <!--[if !supportLists]-->A.Semakin cukup usia. Mayoritas siswa 76. meliputi: 10 siswa dengan tingkat kecemasan cukup (16. Sumber informasi yang di dapat siswa tentang menarche di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dari orang tua. tingkat gizi. yang ke dua adalah lingkungan masyarakat. <!--[endif]-->Saran <!--[if !supportLists]-->1.67 % yang dipengaruhi gizi. Semoga peneliti selanjutnya lebih sempurna. karena 75%-87% pengindraan melalui mata (Notoatmojo. 2003 : 64).3 dimana yang lebih dominan dalam pemberian sumber informasi yaitu berasal dari orang tua yang berjumlah 45 (75. Yang tidak kalah pentingnya adalah media elektronika yaitu televisi. dan sumber informasi yang didapat siswa.66 %).00 % memiliki tingkat kecemasan yang kurang baik karena karena dipengaruhi umur siswa. <!--[if !supportLists]-->B. guru dan media massa seperti majalah. TV dan internet. terbukti pada tabel 4. Faedah alat bantu seperti pemutaran video kaset adalah mempermudah penerimaan informasi.

Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. 2002. ida. Solusi Problem Wanita Dewasa. S. Jakarta : Salemba Medika Nursalam @ Siti Pariani. 8 Maret 2009 Nursalam. <!--[if !supportLists]-->2. Jakarta : EGC Dorland. 2001. 2004. <!--[if !supportLists]-->3. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dan bacaan di perpustakaan. 2000. 1995. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi I.com. Diagnosa Keperawatan. Psikologi Remaja. Panduan Tindakan Keperawatan Klinis Praktis. Sutrisno. Lynda Jual1. 2003. Yogyakarta : Andi Offset Kasdu. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ihnu Keperawatan Edisi II. Terapi Vegetarian Untuk Penyakit Kewanitaan. Prosedur Penelitian. Jakarta : EGC Hadi. <!--[endif]-->Bagi Siswa Agar para remaja putri khususnya remaja putri kelas 1 di SLTPN 2 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi untuk dapat lebih aktif dalam menggali pengetahuan tentang tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. http://idalioniells. Stephen. Goodner. <!--[endif]-->Bagi AKBID Poltekkes Mojopahit Mojokerto. Jakarta : Salemba Medika Nursalam. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto. 2008. Dini. Jakarta : Prestasi Pustaka Lioni.Agar pihak sekolah dapat memasukkan materi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche dalam mata pelajaran yang diajarkan di sekolah seperti dalam pelajaran biologi atau melalui kegiatan ekstra kurikuler lain guna memberikan tambahan pengetahuan dan informasi mengenai tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche bagi siswanya terutama remaja putri dalam masa pubertas serta melakukan pembinaan secara periodik pada siswa tentang pengetahuan kesehatan reproduksi. Jakarta : Rineka Cipta Brenda. DAFTAR PUSTAKA Ali Mighwar. 2002. Kamus Kedokteran. Metodologi Research Jilid 2. Agung Seto .multiply. 2005. 2008. Hamilton Anxiety Range Scale. 1999. Jakarta : Puspa Swara Lie. Jakarta: EGC Carpenito. Jakarta: CV. 2000.

2007. 1992 : 111). hipofise. Bandung : Elstar Offset. Jakarta : SKP Stuart & Sundden. 2008. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita. 2005. . Sekarang usia gadis remaja pada waktu menarche bervariasi lebar. Elizabeth.09 KTI D3 KEBIDANAN : GAMBARAN USIA MENARCHE SISWI KELAS 1 SMP KTI D3 KEBIDANAN LENGKAP HUB : OVIK Hp. 1998. Dismenorea.com . Keperawatan Jiwa. Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : Widya Medika Santoso. Peristiwa ini bisa berproses dalam suasana hati yang normal pada anak gadis tetapi kadang kala juga bisa berjalan tidak lancar atau tidak normal dan bisa menimbulkan masalah-masalah psikosomatis (Kartono. http://fkunsri. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : CV. Dalam dasawarsa terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda. Jakarta : EGC Sugiono.1 Latar belakang Timbulnya menstruasi ini karena berfungsinya organ-organ hipotalamus. Sastrawinata. Semmel weiis dalam Sarwono (1999) menyatakan bahwa 100 tahun yang lampau usia gadis-gadis Vienna pada waktu menarche berkisar antara 15-19 tahun. Budi dr. 8 Maret 2009 Owen. Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita.wordpress. 2002. Diposkan oleh BeJo Net Community di 11. Ginekologi. Pada awal-awal menstruasi sering tidak teratur bahkan bisa berlangsung 1-2 tahun dan pada waktu itu sering terdapat menstruasi yang belum mengeluarkan telur (Dep Kes RI. William. 2001.Okparasta. 2004. Jakarta : Widya Medika Raybun. Alfabet Sulaiman. 1992 : 30). ovarium dan uterus secara terkoordinasi. 081 904 015 729 begin_of_the_skype_highlighting 729 BAB 1 PENDAHULUAN 1. yaitu antara 10-16 tahun end_of_the_skype_highlighting 081 904 015 .

tetapi rata-rata 12.5 tahun. Menarche terjadi ditengah-tengah masa pubertas. Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat didaerah dataran rendah. Menurut Brown dalam Sarwono (1999) menurunnya waktu usia menarche itu sekarang disebabkan oleh keadaan gizi dan kesehatan umum yang membaik. keadaan gizi. Statistik menunjukkan bahwa usia menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. Di SMP Negeri I Maospati jumlah keseluruhan murid perempuan kelas I adalah 150 orang. lebih cepat mengalami menarche. faktor iklim. dalam artian anak gadis tersebut masih . 1992 : 112). cara hidup dan lingkungan anak. Faktor lain seperti penyakit kronis terutama yang mempengaruhi masukan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche (Pardede. 1999 : 92). yaitu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antar ibu dan anak perempuannya. Semakin muda usia remaja dan semakin belum siap menerima peristiwa haid akan semakin terasa kejam dan mengancam pengalaman menstruasi tersebut. karena pada usia tersebut merupakan periode transisi dalam siklus hidup dari masa anak-anak ke masa dewasa yang penuh dengan masalah dan tantangan kehidupan (Dep Kes RI dan WHO. Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. Sekitar 1/3 dari jumlah penduduk indonesia terdiri dari kelompok usia remaja yang perlu mendapat bimbingan dan perhatian yang lebih besar. Menarchenya terjadi rata-rata usia 11-13 tahun. dan berkurangnya penyakit menahun. Beberapa ahli mengatakan bahwa anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. 2002 : 154). yang sudah mengalami haid adalah 95%. misalnya lebih lambat pada kulit hitam. kematangan fisik) ini selain dipengaruhi oleh konstitusi fisik individual juga dipengaruhi oleh faktor ras atau suku bangsa. Cepat atau lambatnya kematangan seksual (menstruasi . Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis bisa memperlambat timbulnya menstruasi (Kartono. 2002 : 112-113). Selain itu juga terdapat perbedaan etnis dalam usia saat menarche. Dari sekian jumlah murid perempuan kelas I. 2003 : 1). Hal ini disebabkan oleh makin baiknya nutrisi dan kesehatan sekarang (Sarwono. Menstruasi yang datangnya sangat awal. dan kesehatan umum. Fase tibanya haid ini merupakan suatu peristiwa dimana remaja benar-benar telah siap secara biologis menjalani fungsi kewanitaannya. Pengamatan secara psikoanalitis menunjukkan bahwa ada reaksi-reaksi psikis tertentu pada saat haid pertama lalu timbul proses yang disebut sebagai komplek kastrasi atau trauma genetalia (Kartono.

1 Tujuan umum Menggambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati.2 Tujuan khusus 1. Beberapa perubahan mental lain yang terjadi adalah berkurangnya kepercayaan diri (malu. 1. 2001 : 5). 2. Menarche dipengaruhi oleh faktor keturunan. jika ia tengah mendapatkan haidnya. atau harus diisolir. Dengan demikian perlu diberikan pendidikan tentang menarche kepada remaja putri sebelum mereka menghadapi menarche.4 Tujuan penelitian 1.sangat muda usianya. menyendiri.3 Rumusan masalah Berdasarkan fenomena permasalahan pada latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah yaitu “Bagaimanakah gambaran usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati ?” 1. 1. najis.2 Identifikasi faktor penyebab masalah Peristiwa menarche yang sifatnya sangat komplek meliputi unsur-unsur hormonal dan psikososial. cara hidup dan lingkungan. Bisa juga berwujud rasa bersalah atau berdosa yang sangat ekstrim yang kemudian menjadi reaksi paranoid (Kartono. faktor ras atau suku bangsa. 2002 : 114-118). khawatir dan bingung) (BKKBN.4. serta merupakan tanda noda dan tidak suci. menjijikkan. Pada waktu yang lampau menarche berkisar antara usia 15-19 tahun tetapi terakhir ini usia menarche telah bergeser ke usia yang lebih muda yaitu antara usia 11-13 tahun. Pada umumnya mereka diliputi kecemasan-kecemasan berupa fobia atau berwujud minat yang sangat berlebihan terhadap badan sendiri dalam bentuk hypochondria. Maka kelak ketika ia telah menjadi dewasa. sedih. Dalam situasi yang demikian menarche dihayati anak sebagai satu proses mengeluarkan sejumlah darah kotor dari tubuhnya dimana ia harus menyingkir. Mengidentifikasi usia siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati. dan kurang mendisiplinkan diri dalam hal kebersihan badan menyebabkan menstruasi itu dialami oleh anak sebagai suatu beban baru atau sebagai satu tugas baru yang tidak menyenangkan. faktor iklim. Reaksi individual anak gadis pada saat menarche berbeda-beda atau bervariasi. . Mengidentifikasi jumlah siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. ia selalu cenderung untuk menghindari setiap kontak dengan orang lain. 1. Kadang muncul anggapan yang keliru yaitu anggapan yang sesuai dengan teori cloaca yang menyatakan segala sesuatu yang keluar dari rongga tubuh itu adalah kotor.4. keadaan gizi dan kesehatan umum.

1. khususnya dalam bidang perpustakaan dan diharapkan menjadi masukan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya.5 Manfaat penelitian 1. 1. Bagi peneliti lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi peneliti lain dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian berikutnya. rata-rata 13 tahun (Pardede. 2.2 Manfaat praktis 1. antara 11-15 tahun. 2002 : 154).1.5. Mengidentifikasi usia menarche siswi kelas 1 yang sudah mengalami haid. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. . Menarche adalah peristiwa ketika seorang anak perempuan mengalami haid atau datang bulan yang pertama kali (BKKBN.5. 1. dan pembinaan bagi remaja putri.5 tahun (Sarwono. atau lambat.1 Pengertian Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita (Sarwono. 1999 : 92). tetapi rata-rata 12.1 Manfaat teoritis Berdasarkan penelitian ini dapat digambarkan usia menarche siswi kelas 1 SMP Negeri I Maospati sehingga dapat mengetahui apakah usia menarchenya awal. Bagi institusi pendidikan Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih bagi institusi pendidikan. Bagi peneliti Merupakan pengalaman yang berharga dan merupakan proses belajar guna meningkatkan dan menambah pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penelitian.3. 1999 : 104). 3.2 Karakteristik usia menarche Usia remaja yang mendapat menarche bervariasi yaitu : antara usia 10-16 tahun. 1997 : 27) 2. pengendalian.1 Kajian teori tentang menarche 2. normal. 4. Bagi institusi sekolah Sebagai masukan bagi kebijaksanaan program dalam rangka pengawasan.

Menarche tarda Menarche tarda yaitu menarche yang baru datang umur 14-16 tahun. Hubungan antara usia menarche sesama saudara kandung lebih erat dari pada antara ibu dan anak perempuannya.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi menarche Menurut Sarwono (1999) : 1. 1999 : 236). 2. 2. (Sarwono. Cara hidup Latihan atletik yang berat dapat memperlambat menarche dan atau mengganggu fungsi menstruasi. 3. lebih cepat mengalami menarche dari pada anak yang kurus. 2. buku-buku bacaan dan majalah-majalah bergambar seks.1.2. Faktor iklim Menarche lebih lambat timbul di daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan dan lebih cepat di daerah dataran rendah.1. Menarche prekoks Menarche prekoks yaitu sudah ada haid sebelum umur 10 tahun. misalnya di Amerika Serikat paling cepat pada hispanics. Kesehatan umum Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis seperti penyakit kronis. 2. Beberapa ahli mengatakan anak perempuan dengan jaringan lemak yang lebih banyak. Keadaan gizi Makin baiknya nutrisi mempercepat usia menarche. Lingkungan Rangsangan-rangsangan yang kuat dari luar. 3. Faktor keturunan Saat timbulnya menarche juga kebanyakan ditentukan oleh pola dalam keluarga. godaan dan rangsangan dari kaum pria.3 Macam-macam menarche 1. 4. Demikian pula obat-obatan. lebih lambat pada kulit hitam dan paling lambat pada caucasian. Menurut Kartono (1992) : 1. Faktor ras atau suku bangsa Perbedaan etnis dalam usia saat menarche. pengamatan secara langsung terhadap perbuatan . misalnya berupa film-flim seks (blue flims). terutama yang mempengaruhi masukkan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat menarche.

1. Dengan dikeluarkannya hormon tersebut mempengaruhi kematangan organ-organ reproduksi. Hormon spesifik yang dikeluarkan kelenjar indung telur memberikan umpan balik ke pusat pancaindera dan otak serta kelenjar induk hipotalamus dan hipofise. 1998 : 15) 2. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik. Bila tidak ada sel telur yang bersarang. selaput rahim (endometrium) menjadi sangat tebal. Hipofise anterior mengeluarkan hormon yang merangsang kelenjar untuk mengeluarkan hormon spesifik.2 Kajian teori tentang remaja 2. Karena pengaruh hormon FSH (Follicle stimulating hormone) dan estrogen. estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium. emosional dan sosial dan berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan (Pardede.2.seksual atau coitus masuk ke pusat pancaindera diteruskan melalui striae terminalis menuju pusat yang disebut pubertas inhibitor. mental. 2002 : 138). 1999 : 110). endometrium memasuki fase proliferasi.6 Mekanisme haid Hormon streoid.1 Pengertian Masa remaja atau masa adolesensi adalah fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. bila terjadi ovulasi berkat pengaruh prosgesteron selaput ini menjadi lebih tebal lagi dan kelenjar endometrium tumbuh berkelok-kelok. sesudah ovulasi endometrium memasuki fase sekresi. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh perdarahan yang dikenal dengan nama haid (Sarwono. Rangsangan yang terus menerus. Kelenjar indung telur memproduksi hormon estrogen dan progesteron. sehingga mengeluarkan hormon berfluktuasi.5 Fisiologi menstruasi Pada masa kanak-kanak indung telur (ovarium) dikatakan masih berisirahat dan baru bekerja pada masa pubertas (Sarwono. Bersamaan dengan itu. Menurut buku-buku pediatri Remaja adalah bila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun untuk anak .1. 1. melalui sistem portal. kemudian menuju hipotalamus dan selanjutnya menuju hipofise pars anterior. 1999 : 119) 2. endometrium ini terlepas dan menjadi perdarahan disebut haid (Mochtar. endometrium menjadi lembek seperti karet busa dan melakukan persiapan-persiapan supaya sel telur yang telah dibuahi dapat bersarang. Di bawah pengaruh estrogen. 2.

3. Jadi tidaklah mengherankan apabila sebagian besar dari energi intelektual dan emosional pada masa remaja awal ini ditargetkan pada penilaian kembali dan restrukturisasi dari jati dirinya.09 0 KOMENTAR: . timbulnya ketrampilan. Masa remaja akhir ditandai dengan persiapan untuk peran sebagai seorang dewasa.2. anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah. Remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah. 5. Menurut undang-undang No 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak. 4. anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal. Menurut WHO. Menurut Dik Nas anak dianggap remaja bila anak sudah berumur 18 tahun yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah. ketrampilan berpikir yang baru. 2. 2004 : 2). termasuk klarifikasi dari tujuan pekerjaan dan internalisasi suatu sistem nilai pribadi (Pardede. 2002 : 139) KTI KEBIDANAN KTI KEBIDANAN DI 21.perempuan dan 12-20 tahun untuk anak laki-laki. Menurut undang-undang perburuhan. Menurut undang-undang perkawinan No 1 tahun 1974. Masa remaja menengah ditandai dengan hampir lengkapnya pertumbuhan pubertas. yaitu umur 16 tahun untuk anak perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki. Masa remaja awal (10-14 tahun) Yang dimaksud masa remaja awal adalah periode dimana masa anak telah lewat dan pubertas dimulai. peningkatan pengenalan terhadap datangnya masa dewasa dan keinginan untuk memapankan jarak emosional dan psikologis dengan orang tua. 2. 3. Masa remaja awal ditandai dengan peningkatan yang cepat dari pertumbuhan dan pematangan fisik. remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun (Soetjiningsih.2 Tahap-tahap masa remaja 1. 2. 6. Masa remaja menengah (15-16 tahun) Masa ini adalah masa perubahan dan pertumbuhan yang paling dramatis. Masa remaja akhir Masa remaja akhir adalah tahap dari perkembangan pubertas sebelum masa dewasa.

081904015729 LIHAT PROFIL LENGKAPKU ONLINE CHAT ROOM View shoutbox ShoutMix chat widget .POSKAN KOMENTAR Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) TENTANG KAMI KTI KEBIDANAN KAMI MENYEDIAKAN MAKALAH. KTI KEBIDANAN. HUB : OVIK Hp. ASUHAN KEBIDANAN UNTUK SEMUA KTI.

Dengan Y adalah variabel terikat dan X adalah variabel bebas. klik variabel terikat lalu klik tanda panah pada kota dependent. Secara umum regresi linear terdiri dari dua. yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Maka variabel tersebut akan masuk ke kotak sebagai variabel dependen. terutama penelitian ekonomi. Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu buah variabel bebas terhadap satu buah variabel terikat. Lalu klik OK dan akan muncul output SPSS. dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Langkah penghitungan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS adalah: Analyse --> regression --> linear. Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions).Regresi Linear Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas. Koefisien a adalah konstanta (intercept) yang merupakan titik potong antara garis regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius. Pada jendela yang ada. Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial. variabel independen atau variabel penjelas. Lakukan dengan cara yang sama untuk variabel bebas (independent). . Persamaan umumnya adalah: Y = a + b X. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen.

Jika biaya promosi bernilai nol. Interpretasi dengan skala likert tersebut sebaiknya menggunakan nilai standardized coefficient sehingga tidak ada konstanta karena nilainya telah distandarkan.05 untuk penelitian sosial. 3.2 + 0. Berarti interpretasinya: 1. 2.55 X. Hasil output yang digunakan adalah standardized coefficients sehingga Y = 0. maka interpretasi di atas tidak boleh dilakukan karena variabel X tidak mungkin bernilai nol. Jika besarnya biaya promosi meningkat sebesar 1 juta rupiah. maka profitabilitas akan bernilai 1. maka profitabilitas meningkat sebesar 0. dan untuk penelitian bursa kadang-kadang digunakan toleransi sampai dengan 0.Interpretasi Output 1.21 X dan diinterpretasikan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan diikuti dengan peningkatan kinerja atau penurunan kepuasan kerja juga akan diikuti dengan penurunan .2 juta rupiah.55 juta rupiah. atau bisa juga dengan signifikansi di bawah 0. Contoh: Pengaruh antara kepuasan (X) terhadap kinerja (Y) dengan skala likert antara 1 sampai dengan 5. Mempunyai nilai antara 0 – 1 di mana nilai yang mendekati 1 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. Persamaan regresi Sebagai ilustrasi variabel bebas: Biaya promosi dan variabel terikat: Profitabilitas (dalam juta rupiah) dan hasil analisisnya Y = 1.10. Interpretasi terhadap nilai intercept (dalam contoh ini 1. Nilai t hitung dan signifikansi Nilai t hitung > t tabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika penelitian menggunakan angket dengan skala likert antara 1 sampai 5.2 juta) harus hati-hati dan sesuai dengan rancangan penelitian. 2. Koefisien determinasi Koefisien determinasi mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya.

pengaruh antara motivasi (X1). sebagai ilustrasi. sebagai ketiga variabel tersebut tidak mungkin bernilai nol karena Skala Likert terendah yang digunakan adalah 1.21 X1 + 0..12 X3 1. . hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah. dan X adalah variabel-variabel bebas. kompensasi dan kepemimpinan bernilai nol. a adalah konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas. maka kepuasan kerja juga akan meningkat.235 + 0.. + bn Xn. Jika variabel motivasi meningkat dengan asumsi variabel kompensasi dan kepemimpinan tetap.kinerja. Peningkatan kepuasan kerja dalam satu satuan unit akan diikuti dengan peningkatan kinerja sebesar 0. Dengan Y adalah variabel bebas. maka kepuasan kerja juga akan meningkat 2.. Jika variabel kompensasi meningkat. Persamaan umumnya adalah: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + .235) juga harus dilakukan secara hati-hati. Jika pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert antara 1 sampai dengan 5 maka tidak boleh diinterpretasikan bahwa jika variabel motivasi. maka kepuasan kerja juga akan meningkat. dengan asumsi variabel motivasi dan kompensasi tetap. Interpretasi terhadap konstanta (0. kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut: Y = 0.32 X2 + 0. Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana. Jika variabel kepemimpinan meningkat. 3. Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama. dengan asumsi variabel motivasi dan kepemimpinan tetap.21 (21%).

Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. Koefisien determinasi sebaiknya menggunakan adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan. Akan tetapi secara parsial. autokorelasi. Asumsi klasik tersebut meliputi asumsi normalitas. Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan asumsi klasik yang secara statistik harus dipenuhi. Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan. heteroskedastisitas dan asumsi linearitas (akan dibahas belakangan). Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda adalah 1) koefisien determinasi. tetapi secara parsial tidak. 2) Uji F dan 3 ) uji t. Contoh lain: air panas. Dalam uji regresi sederhana apakah perlu menginterpretasikan nilai F hitung? Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear. Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul 1. Untuk analisis regresi linear sederhana Uji F boleh dipergunakan atau tidak. Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan. tetapi secara parsial. pistol tidak membuat takut seorang penjahat. kopi dan gula menimbulkan kenikmatan. Persamaan regresi sebaiknya dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih akurat jika telah diketahui signifikansinya. multikolinearitas.Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung. karena uji F akan sama hasilnya dengan uji t. .

Apa bedanya korelasi dengan regresi? Korelasi adalah hubungan dan regresi adalah pengaruh.html#ixzz1DvgvaVTa . maka sebaiknya menggunakan uji dua arah. Dalam kehidupan sehari-hari kedua istilah itu (hubungan dan pengaruh) sering dipergunakan secara rancu. maka sebaiknya digunakan uji satu arah. Jika menggunakan signifikansi. Contoh hipotesis satu arah: Terdapat pengaruh positif antara kepuasan terhadap kinerja. Nilai t tabel juga berbeda antara satu arah dan dua arah. Contoh hipotesis dua arah: Terdapat pengaruh antara kepuasan terhadap kinerja. maka signifikansi hasil output dibagi dua terlebih dahulu.com/2009/03/regresilinear. tetapi tidak boleh dikatakan B berpengaruh terhadap A. Penentuan arah pada hipotesis berdasarkan tinjauan literatur. A berhubungan dengan B belum tentu A berpengaruh terhadap B. baru dibandingkan dengan 5%.konsultanstatistik. sebagai contoh A berhubungan dengan B demikian juga B berhubungan dengan A. Tetapi jika A berpengaruh terhadap B maka pasti A juga berhubungan dengan B. artinya A berpengaruh terhadap B. Untuk regresi tidak bisa dibalik. Jika hipotesis sudah menentukan arahnya. 3. Kapan menggunakan uji dua arah dan kapan menggunakan uji dua arah? Penentuan arah adalah berdasarkan masalah penelitian. tetapi jika hipotesis belum menentukan arah. tetapi dalam ilmu statistik sangat berbeda. Read more: http://www. (Dalam analisis lanjut sebenarnya juga ada pengaruh yang bolak-balik yang disebut dengan recursive.2. yang tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi tetapi menggunakan structural equation modelling). tujuan penelitian dan perumusan hipotesis. Korelasi bisa berlaku bolak-balik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful