Globalisasi dan Tantangan dalam Perdagangan Internasional sebagai

Globalisasi Ekonomi dan Tantangan dalam Perdagangan Internasional Sebagai Implementasi dari Konvensi Wina 1969 Tentang Hukum

Pejanjian Internasional Oleh: Febry Arisandi1 A. PENDAHULUAN

Globalisasi ekonomi adalah kehidupan ekonomi global yang bersifat terbuka dan tidak mengenal batas-batas territorial, atau kewilayahan antara daerah yang satu dengan daerah yanglain. Disini dunia dianggap sebagai suatu kesatuan yang semua daerah dapat terjangkau dengan cepat dan mudah. Sisi perdagangan dan investaris menuju kearah liberalisasi kapitalisme sehingga semua orang bebas untuk berusaha dimana saja dan kapan saja didunia ini. Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara diseluruh dunia menjadi suatu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas territorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal barang dan jasa.2

Perdagangan

internasional

adalah

perdagangan

yang

dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu
1

Febry Arisandi, Mahasiswa Fakultas Hukum UNDIP Angkatan 2008,NIM B2A008087
2

www.Wikipedia.com

Bandung.Prof.H. M. apaka dalam instrumen tunggal atau lebih yang berkaitan dan apapun nama yang diberikan padanya. pengantar Hukum Internasional. Menurut Amir. diakses dari www.hal.H. dan hukum perdagangan.Dr. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan internasional. taksiran dan timbangan. bahasa. dan diatur oleh hukum internasional.perjanjian internnasional (treaty) didefenisikan sebagai suatu persetujuan yang dibuat antara negara dalam bentuk tertulis. yang diatur oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh pemerintah Republik Indonesia dengan satu atau lebih negara.1976.S. Defenisi kemudian di kembangkan oleh pasal 1 ayat 3 undang-undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1999 Tentang Hubungan Luar Negri dimana di jelaskan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun. bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan Internasional sangatlah rumit dan kompleks.5 3 www.negara dengan pemerintah negara lain.wikipedia.Tri Setyawanta. perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan oleh masyarakat bangsa-bangsa dan bertujuan untuk mengakibatkan akibat-akibat hukum tertentu.Bina Cipta.com 5 Diketik ulang dari slide bahan ajar Hukum Perjanjian Internasional.109.organisasi atau subjek hukum internasional lainnya.L. misalnya dengan adanya perbedaan budaya. mata uang. seorang pengamat ekonomi.M.scribd.S. 3 Menurut Mochtar Kusumaatmaja.R. 4 Dalam pasal 2 konvensi wina 1969. serta menimbulkan hak dan kewajiban pada pemerintah Republik Indonesia yang bersifat Hukum Publik. .com 4 Mochtar Kusumaatmatmadja.

Dr. forum kerjasama ekonomi semacam APEC (Asia Pacific Economic Cooperation). terkooptasi ke dalam satu pola kehidupan.com . Sekalian bangsa di sudut manapun di dunia ini.24 Tahun 2000 tentang perjanjian internasional di katakan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian dalam bentuk dan nama tertentu yang diatur dalam hukum internasional yang dibuat secara tertulis serta menimbulkan Hak dan Kewajiban di bidang hukum Publik. meminjam ungkapan Wallerstein.Di dalam pasal 1 ayat 1 Undang-undang No. Hukum Internasional (Bunga Rampai).Alumni. Satjipto Rahardjo.Scribd. terangkat. tentunya hal tersebut mengakibatkan hubunganan yang terus-menerus bahkan tetap antar bangsa-bangsa.2003. Eropa bersatu dalam EEC (European Economic Council). sekarang sudah terhubung. Suatu hal yang tidak dapat di pungkiri ialah saling membutuhkannya antara negara yang saru dengan negara lainnya yang di berbagai lapangan kehidupan. Bandung.6 Akselerasi dalam berbagai aspek kehidupan telah mengubah "kehidupan yang berjarak" menjadi "kehidupan yang bersatu". dan lain-lain adalah beberapa 6 Prof. menyatakan bahwa globalisasi adalah proses pembentukan sistem kapitalis dunia yang telah membawa bangsa-bangsa di dunia terseret ke dalam pembagian kerja ekonomi kapitalis. Terbentuknya institusi semacam WTO (World Trade Organization).Yudha Bakti Ardhiwisastra. Sehingga tentunya diperlukan suatu aturan untuk memelihara dan mengatur hubungan yang demikian tersebut. Implikasi dari kehidupan yang bersatu inilah yang sekarang disebut sebagai globalisasi.Hal.105 diakses dari www.

7 Beberapa hal ini lah yang kemudian menjadi dasar di angkat dan di bahas serta di ajukannya makalah yang berjudul “Globalisasi Ekonomi dan Tantangan dalam Perdagangan Internasional Sebagai Implementasi dari Konvensi Wina 1969 Tentang Hukum Pejanjian Internasional” untuk memenuhi tugas LKMM Tingkat Menengah UNDIP 2010 B. 2.perjanjian internasional sebagai model hukum bagi pengaturan masyarakat global(menuju konvensi ASEAN sebagai upaya harmonisasi hukum).maret 2000 . Apa Hubungan antara Globalisasi dan tantangannya dalam perdagangan timbulkannya ? Internasional serta dampak yang di 3. Tinjauan Perjanjian Internasional mengenai globalisasi ekonomi dan tantangan dalam perdagangan internasional.contoh kecenderungan menyatunya pola kehidupan dalam tatanan ekonomi kapitalis. Fakultas Hukum unpad. 7 Di ketik ulang dari makalah Eman Suparman.Bandung. PERMASALAHAN Berikut permasalahan yang akan di bahas dan di jawab dalam pembahasan Makalah Ini: 1. Peran strategis indonesia dalam perdagangan internasional.

PEMBAHASAN C. "Law making treaties".1.C. Fakultas Hukum unpad.maret . adalah perjanjian internasional yang mengandung kaidah-kaidah hukum yang dapat berlaku secara universal bagi anggota masyarakat bangsa-bangsa. yaitu: "law making treaties" dan "treaty contracts". sehingga hanya berlaku khusus bagi para peserta perjanjian. digolongkan atau Sedangkan sebagai yang perjanjian mengatur khusus internasional yang "treaty contracts" antara mengandung pihak yang ketentuan-ketentuan hubungan-hubungan persoalan-persoalan mengadakannya saja. Tinjauan Perjanjian Internasional mengenai globalisasi ekonomi dan tantangan dalam perdagangan internasional Perjanjian internasional dibedakan ke dalam dua golongan. Oleh sebab itu perjanjian-perjanjian internasional yang tergolong treaty contracts tidak secara langsung menjadi sumber hukum internasional.Bandung.perjanjian internasional sebagai model hukum bagi pengaturan masyarakat global(menuju konvensi ASEAN sebagai upaya harmonisasi hukum).8 8 Di ketik ulang dari makalah Eman Suparman. sehingga dengan demikian dikategorikan sebagai perjanjian-perjanjian internasional yang berfungsi sebagai sumber langsung hukum internasional.

C. atau kewilayahan antara daerah yang satu dengan daerah yanglain. Sisi perdagangan dan investaris menuju kea rah liberalisasi kapitalisme sehingga semua orang bebas untuk berusaha dimana saja dan kapan saja didunia ini. Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan.Proses-proses berbagai bentuk ekonomi aktivitas yang semakin global akan disertai terus transnasionalnya berlangsung dan tidak mungkin dibendung. Globalisasi ekonomi adalah kehidupan ekonomi global yang bersifat terbuka dan tidak mengenal batas-batas territorial.scribd. Hubungan antara Globalisasi dan tantangannya dalam perdagangan timbulkannya. dimana negara-negara diseluruh dunia menjadi suatu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas territorial negara.2. Berikut beberapa dampak Globalisasi terhadap perdagangan internasional: Dampak Positif : Internasional serta dampak yang di 2000 9 www.com . Disini dunia dianggap sebagai suatu kesatuan yang semua daerah dapat terjangkau dengan cepat dan mudah. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal barang dan jasa9.

Memperburuk proses pertumbuhan ekonomi jangka panjang. pada abad ke 19. yang 5. 2. terutama di Britania. Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. Dapat memperburuk neraca pembayaran. Karena perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang menjadi lebih bebas. perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam perdagangan internasional. ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran diantaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania. Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi. Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II. Dampak Negatif : 1. kemakmuran masyarakat dalam suatu Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi lebih baik.3. Sektor keuangan semakin tidak stabil. 4. C. 3. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri. Meningkatkan negara. 3. Kesepakatan perdagangan tersebut kadang-kadang berujung pada .1. Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilatera antara dua negara. sehingga dapat menghambat pertumbuhan sektor industri. 4. Produksi global dapat ditingkatkan 2. Peran Strategis Indonesia dalam Perdagangan Internasional.

Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. bagaimanapun. Karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif. Eropa dan Jepang. merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan tekanan proteksi untuk lebih dalam agrikultur arif dibandingkan dalam rangka kebanyakan barang dan jasa lainnya. Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi Besar membuat kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam depresi tersebut. Selama reses ada seringkali domestik meningkatkan memproteksi industri dalam negri. Bagaimanapun. Australia dan Jepang merupakan pendukung terbesarnya. dan Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah menjadi kuat secara ekonomi. Inggris. Rusia. dan fasilitasi perdagangan. Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir. Wujud lain dari biaya transaksi dihubungkan dnegan perdagangan pertemuan dan prosedur cukai. Faktanya.protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual. Belanda dan Inggris Raya keduanya mendukung penuh perdagangan bebas dimana mereka secara ekonomis dominan. pembelian. termasuk investasi luar negri langsung. sekarang Amerika Serikat. Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang berekonomi kuat. walaupun mereka kadang-kadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksi tarif untuk agrikultur oleh Amerika Serikat dan Eropa. . banyak negara lain (seperti India. lobi agrikultur. khususnya di Amerika Serikat.

tenaga kerja. di antaranya sebagai berikut : • • Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan Adanya ekonomi perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pendapatan negara • pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya • Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut. Kanada dan Meksiko. hubungan politik dan dukungan dari negara lain. Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional. dan melalui beberapa kesepakatan regional seperti MerCOSUR di Amerika Selatan. Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri. NAFTA antara Amerika Serikat. budaya. • • • Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang. Pertemuan Buenos Aires tahun 2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America (FTAA) gagal total karena penolakan dari populasi negara-negara Amerika Latin. Kesepakatan serupa seperti MAI (Multilateral Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-tahun belakangan ini. iklim. dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi. dan Uni Eropa anatara 27 negara mandiri. • . Keinginan membuka kerja sama. Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam.Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui World Trade Organization pada level global.

Dimana perjanjian antar negara tersebut di ilhami dari konvensi wina 1969 tentang hukum perjanjian internasional. baik itu berupa sumber daya alam. Indoensia harus bisa memainkan peran strategisnya di tengah gempitanya globalisasi hari ini.perdagangan internasional. perjanjian internasional bukan merupakan hal yang baru lagi di dunia ini. atau pun sumber daya manusia. Indonesia Bisa! . Dunia yang serasa tanpa batas ini membuat manusia semakin tanpa batas tentu dengan regulasi-regulasi yang telah di sepakati bersama antar bangsa yang berhubungan.Peran srategis indonesia sebagai negara ke tiga dalam perjanjian internasional terkhusus lagi dalam proses perdagangan internasional di tengah derasnya arus Globalisasi Ekonomi ialah sebagai pemasok kebutuhan-kebutuhan luar negri yang berkaitan dan berhubungan dengan sumber daya hayati karena modal terbesar bangsa indonesia adalah modal alam yang luar biasa. PENUTUP Globalisasi ekonomi. D. Perdagangan internasional bisa terjadi mana kala telah ada perjanjian antar negara. Kita percaya kita bisa. Indonesia punya potensi besar.

.

Globalisasi Ekonomi dan Tantangan dalam Perdagangan Internasional Sebagai Implementasi dari Konvensi Wina 1969 Tentang Hukum Pejanjian Internasional Oleh : Febry Arisandi/B2A008087 Tugas Makalah LKMM Menengah UNDIP 2010 Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful