LAPORAN WAWANCARA

Kondisi Sosial - Ekonomi Petani
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sosiologi Pertanian

Disusun Oleh: Endang Rahman Hakim Lutfi Purwanti Yogi A. M. P. (1560510100274) (1560510100252) (1560510100272)

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

Karena kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik. Di Ciparanje. Sebagai lulusan SMP. Sudah 10 tahun beliau mengabdi pada Unpad sebagai pegawai kontrak dan penjaga lahan percobaan Universitas Padjadjaran. terdapat berbagai macam tanaman. Untuk dapat mencukupi kebutuhan keluarganya tersebut. beliaupun beralih profesi menjadi pegawai perkebunan milik Unpad di bawah Biro Umum. Biodata Narasumber Nama Panggilan Umur Alamat Pekerjaan Keluarga : Ratiyan : Iyan : 41 Tahun : Jl. Tepatnya tahun 2001 beliau memulai kerjanya di Perkebunan Percobaan milik Unpad di Ciparanje. Seorang tenaga kontrak yang memiliki 2 putra dan 1 putri. Walaupun kemampuannya di dunia pertanian tergolong kurang. Dengan pendapatannya yang terbilang cukup kecil. Di lahan seluas 50 ha ini. 1 putri) Pendidikan Terakhir : SLTP (Tsanawiyah Cikeruh) B.A. Yaitu 10 ha lahan dikelola untuk lahan penelitian dan 40 ha dikelola untuk masyarakat pekerja. Keadaan Sosial Ekonomi Iyan. : Tenaga Kontrak (Pegawai/ Penjaga lahan percobaan Unpad). 3 anak (2 putra. tetapi tekadnya untuk bekerja dan berwirausaha memberikan pengalaman di dunia pertanian. beliau menjaga lahan seluas kurang-lebih 50 ha. 950. beliau memanfaatkan kebijakan dari . tetapi beliau bisa menjadi kepala tenaga kontraktor yang tak mudah. saung meeting Unpad. Ciparanje.00/bulan. diantaranya tanaman sayuran. beliau sempat fokus di dunia pertanian maupun penjualan hasil pertanian seperti berdagang sayuran. begitulah beliau disapa. sukar bagi beliau untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan biaya pendidikan anaknya. Dari pekerjaannya.000. Sebelum beliau bekerja menjadi tenaga kontrak disini. tanaman tahunan. beliau memperoleh upah sekitar Rp. mulanya beliau sama sekali tidak tahu bagaimana cara bertani. Petani : 1 istri. dan jenis holtikultura lainnya.

tentunya akan ada masa dimana kontrak tersebut habis. Hasil buminya beliau jual atau dikonsumsi sendiri.Unpad berupa hak mengolah sendiri lahan kosong. Belum lagi jika kualitas dari hasil buminya menurun. Kemudian. C. yaitu pembangunan infrastruktur yang mengurangi lahan pertanian. maka akan dihargai lebih rendah lagi. Namun ada beberapa hal yang menjadi beban beliau. hal ini menjadi salah satu masalah yang akan dihadapi beliau nantinya. peran pemerintah juga kurang dalam hal peningkatan ilmu pengetahuan. D. Selanjutnya biaya pendidikan dan kebutuhan pendidikan anak-anaknya yang bisa dibilang cukup menguras kantong keluarga beliau. Problematika yang dihadapi Pak Iyan Sebagai pekerja kontrak. Menurut beliau. apabila pemerintah mencurahkan banyak perhatian kepada petani dan pertanian maka pertanian Indonesia pun pasti akan baik. Selain itu. namun dengan modal pribadi. Kemudian keuntungan tersebut beliau gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. beliau memaksimalkan lahan yang kosong dengan cara menanam tanaman sayur di lahan tersebut. beliau memberikan pendapatnya terutama peran pemerintah yang sangat kurang terhadap pertanian. Hal yang utama adalah persoalan ekomoni keluarga beliau. sehingga petani sekarang tidak ada keberanian untuk melakukan terobosan-terobosan baru di bidang pertanian karena terbatasnya pengetahuan. pun jika sisa. dihargai cukup rendah. maka akan beliau simpan. Dengan menggunakan sedikit pengetahuan yang telah beliau dapat dan modal pribadi. lahan yang beliau garap bukanlah milik beliau. Pun dengan hasil bumi dari lahan tersebut. Sangat jelas dijelaskan diatas bahwa kondisi pertanian dan petani di tentukan oleh pemerintah. Seperti juga disebutkan . Gaji yang terbilang cukup kecil. Biasanya Pak Ratiyan menanam sayuran sejenis terong dan umbi-umbian. namun lahan pinjaman. pemerintah seakan-akan mengacuhkan bidang pertanian karena terseret kepentingan lain. kurang mampu memenuhi kebutuhan keluarganya secara maksimal. Kondisi Pertanian Ketika kami meminta pendapatnya mengenai kondisi pertanian di Indonesia. Sejauh ini para petani hanya mengandalkan pengalamannya bertani daripada mengandalkan basis ilmu teknologi modern yang saat ini ada.

Bagaimanapun pemerintah-lah yang memgang kendali di atas semuanya. contohnya pemberian bantuan dana kepada petani berkembang sebagai usaha untuk menjadikan banyak para petani pengusaha. dibutuhkan juga peran pemerintah untuk menekan pembangunan infrastruktur yang mengambil lahan produktif. bukan mendidik) dan instant (berorientasi pada hasil. Hal yang tidak kalah pentingya adalah penyuluhan kepada para petani tentang pertanian yang optimal. “Kondisi yang sekarang sangat jauh dari harapan para petani. Disini petani seperti hanya dijadikan sebagai alat produksi. indoktrinatif (bersifat mengajari. Pendekatan ini telah menempatkan petani lebih sebagai objek dari program pembangunan. Petani berharap agar mahasiswa dapat membantu petani dengan menjadi penyambung lidah antara petani dan pemerintah. bukan petani yang hanya bekerja di lahan pertanian saja. Dorongan pemerintah sangat penting. Peran pemerintah menjadi sangat dominan. Petani tidak diberi kesempatan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mulai dari proses perencanaan. bukan hanya berupa bantuan subsidi pupuk atau bibit. namun kurang dimanfaatkan secara maksimal. karena ia tidak bisa lagi mengontrol proses produksinya sendiri. Selain itu. Petani pada akhirnya menjadi objek karena proses pembangunan telah menafikan (baca: mengabaikan) hak-hak petani untuk ikut terlibat dan mengontrol program yang diintroduksikan kepadanya. Pada akhirnya. bukan proses). Selain itu. Pak Iyan juga berharap kepada mahasiswa agar mahasiswa bersedia membantu petani.” tutur Ratiyan Sesungguhnya potensi lahan dan iklim Indonesia sangatlah bagus. karena introduksi program seluruhnya berasal dari pemerintah. Harapan Pak iyan berharap penuh kepada pemerintah untuk lebih mengulurkan tangannya kepada petani di Indonesia. Pendapat . F. Posisi petani lalu menjadi subordinat dari program pembangunan. namun harus berupa pembebasan lahan produktif. martabat petani direduksi: dari produsen menjadi sekedar alat produksi (baca: pekerja). persiapan dan pelaksanaan program pembangunan.Daniel (2008) bahwa peran pemerintah telah menyimpang terutama terhadap bidang pertanian. E. Ciri dominan yang melekat di dalamnya adalah top-down (dipaksakan dari atas).

petani dan juga mahasiswa untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian di Indonesia. . maka lahan yang ada di Indonesia harus bisa dimanfaatkan secara maksimal. Suatu negara dapat maju karena pertaniannya.Seharusnya terjadi kesinergisan kerja antara pemerintah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful